Anda di halaman 1dari 6

Sumber: http://andabisa.wordpress.

com/2009/01/06/apa-itu-leadership-kepemimpinan-2/

By. Much Marzuki @2009

Terjemahan dari buku karya Founder NLP Bpk. Robert B.Dilts ( Visionary
Leadership Skills )

“LEADERSHIP (KEPEMIMPINAN)”

Definisi LEADERSHIP :

Dimana salah satu dari keahlian yang amat paling penting dalam kehidupan di
dunia yang sedang berubah ini, adalah mempunyai keahlian dalam memimpin.
Dalam hal ini terlihat peningkatannya ketika kita berusaha untuk beradaptasi
dengan semakin banyak perubahan dalam masyarakat kita dan tempat kerja
selama dari akhir abad lalu sampai sekarang. Ketika kita berusaha untuk
menentukan nasib kita sendiri dan membawa arah nasib dari keluarga kita,
komunitas, organisai dan planet kita ini, kebutuhan dari Kepemimpinan yang
efektif merupakan salah satu kunci dari kesuksessan masa depan kita dan
bagaimana kita dapat bertahan ?

Akan tetapi apakah Kepemimpinan itu ? dan siapa yang memilikinya ? dapatkah
Anda mengembangkan kemampuan memimpin ? atau mungkinkah hal ini
merupakan bawaan dari lahir ? Sebagian orang menganggap bahwa
kepemimpinan itu harus dipelajari dan diperoleh, sebagian lagi menganggap
bahwa kepemimpinan itu sudah merupakan pemberian yang tidak dapat
diajarkan.

Dimana banyak yang menulis mengenai kepemimpinan hanya memusatkan pada


“Karakteristik” dari para pemimpin yang baik. Dan sayangnya, hanya
karakteristik-karakteristik ini terlalu umum dalam nilai prakteknya guna
seseorang yang sedang mencoba untuk menjadi seorang pemimpin yang lebih
baik. Misalnya dengan mengatakan bahwa pemimpin yang baik itu
“pembawaanya optimis” atau “jujur” dan “memberi inspirasi”, dimana hal-hal ini
merupakan sedikit dasar praktis untuk pengembangan atau perbaikan keahlian
yang spesifik. Hal-hal di atas itu biasanya merupakan dari suatu penilaian yang
dibuat oleh orang lain atas perilaku kita.

Sering kali deskripsi dari kepemimpinan efektif menitik beratkan pada apa yang
telah berlangsung secara efektif dalam dunia usaha, kebudayaan atau
lingkungan, Namun dalam perbuatan, gaya atau karakteristik yang membuat
seorang pemimpin “baik” dalam suatu konteks mungkin tidaklah efektif bahkan
mungkin dapat mengecewakan bagi orang lain.
Beberapa penelitian tentang kepemimpinan yang bertumpu pada “Outcome” dari
kepemimpinan efektif, dengan menunjukan bahwa pemimpin yang baik
“Menciptakan Visi”, “menggerakkan komitmen”, “mengenali kebutuhan” dan lain-
lainnya. akan tetapi dengan hanya mengetahui tujuan-tujuan ini tidaklah cukup.

Kunci dari benar-benar untuk memperolehnya itu, membutuhkan “mental” dan


“keahlian perilaku” yang sesuai untuk mempraktekkannya.

Tujuan dari tulusan ini adalah untuk mendefinisikan dan menelaah beberapa
model spesifik, prinsip dan keahlian yang dapat membuat Anda menjadi
pemimpinan yang sukses, dalam hal ini misalnya “bagai mana” untuk menjadi
pemimpin yang efektif ?

Dalam mendefinisikan “kepemimpinan” yang efektif, amatlah penting bagi kita


untuk dapat membedakan antara (a) “Pemimpin”, (b) “Kepemimpinan”, (c)
“Memimpin”.

Posisi “Pemimpin” merupakan suatu peran dalam sistem tertentu. Seseorang


secara formal dapat berperan sebagai seorang pemimpin mungkin memliki
keahlian dalam memimpin dan mungkin juga tidak mempunyai keahlian dalam
memimpin, juga mungkin memiliki kemampuan memimpin dan mungkin juga
tidak mempunyai kemampuan memimpin.

“Kepemimpinan” berhubungan langsung dengan keahlian, kemampuan dan


tingkat pengaruh seseorang. Kepemimpinan mungkin dapat terlihat dari orang-
orang yang bukan pemimpin secara formal.

“Memimpin” merupakan suatu akibat dari penggunaan peran dan kemapuan


kepemimpinan untuk mempengaruhi orang lain.

Dalam arti yang lebih luas, kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai


“kemampuan untuk mempengaruhi orang lain menuju pencapaian tujuan”, oleh
karena itu seorang pemimpin memimpin suatu kelompok yang terdiri dari
beberapa orang yang saling bekerja sama sampai mencapai tujuan akhir.
Didalam bisnis atau organisasi, “kepemimpinan” sering kali dibedakan dengan
“Manajemen”, dimana manajemen biasanya didefinisikan sebagai “Membuat
sesuatu melalui orang lain”.

Sedangkan kepemimpinan didefinisikan sebagai “Membuat orang lain


mengerjakan sesuatu”.

Jadi, kepemimpinan berhubungan erat dengan membangkitkan Hasrat


( motivasi ) dan mempengaruhi orang lain.

Dalam pandangan-pandangan yang baru muncul tentang kepemimpinan,


pemimpin tidaklah memiliki pengaruh hanya karena mereka “bos” atau
“pimpinan”.

Pemimpin lebih merupakan mereka yang berkomitmen untuk “menciptakan dunia


dimana orang-orang ingin menjadi bagian darinya”.

Komitmen ini menurut seperangkat model dan keahlian untuk menonjolkan Visi
secara efektif dan ekologis yang akan mengarahkan mereka yang berkomitmen
untuk berubah.

Hal ini melibatkan komunikasi, interaksi dan pengaturan hubungan dalam suatu
organisasi, “network” atau sistem sosial untuk menuju aspirasi tertinggi.

Nicholls (1988) menunjukan bahwa beberapa kebingungan yang muncul dalam


penelitian tentang kepemimpainan, dikarenakan ada tiga perbedaan yang
mendasar dan perspektik kepemimpinan. Ia menyebutnya sebagai META. MAKRO
dan MIKRO.

1. Meta Leadership: menciptakan sebuah “gerakan” dalam arah yang luas dan
umum ( misalnya hak-haK sipil, komputer rumah, atau glasnost ). Meta
Leadership, “menghubungkan individu-individu melalui visi pimpinanya kepada
lingkungan. Dengan melakukan hal ini, akan terlepaslah energi dan menciptakan
pengikut-pengikut yang antusias.

2. Macro Leadership: “peran pemimpin dalam menciptakan organisasi yang


sukses diperoleh melalui dua cara: a/ menemukan jalan yang pasti, b/
membangun kebudayaan.

Menemukan jalan merupakan penemuan penemuan jalan menuju masa depan


yang berhasil. Membangun kebudayaan dapat dilihat sebagai menggiring orang
kedalam suatu organisasi yang bertujuan, dan yang dapat berjalan melalui jalan
yang telah ditemukan atau menfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada secara
penuh. Aktifitas Macro Leadership dapat mempengaruhi orang dengan
menghubungkan mereka dengan entitas mereka dan menjadi bagian dari
organisasi secara keseluruhan atau hanya dalam divisi, departemen atau
kelompok.

Pemimpin mempengaruhi individu dengan memberikan kepada bawahan-


bawahannya jawaban-jawaban atas pertanyaan :

1. Apakah organisasi ini … ?


2. Dimana saya cocoknya berada ….?
3. Bagai mana saya dinilai ….?
4. Apakah yang diharapkan dari saya ….?
5. Mengapa saya harus berkomitmen ….. ?
Dalam prosesnya, pemimpin menciptakan anggota-anggotanya yang
berkomitmen dalam organisasi.

3. Berbeda dengan dua kepemimpinan diatas, Micro Leadership ” menitik


beratkan pada pemilihan Gaya kepemimpinan untuk menciptakan suasana kerja
yang efektif dan memperoleh kemauan untuk bekerjasama guna menyelesaikan
pekerjaan dengan menyesuaikan gaya seseorang dalam dimensi kembar dari
tugas dan perilaku hubungan.

Pilihan gaya kepemimpinan tergantung dari bawahan-bawahan tertentu dengan


pekerjaan/tugas yang harus diselesaikan, oleh karena itu tergantung keadaan
dari pemimpin mengarahkan orang-orang didalam organisasinya dalam
menyelesaikan tugas atau pekerjaan tertentu. Bila gaya kepemimpinan
disesuaikan dengan benar, orang-orang akan secara sukarela bekerja dalam
sebuah suasana kerja yang efesien”.

INGAT !!!!!!!!!!

” Menciptakan sebuah dunia dimana orang-orang ingin menjadi bagian darinya ”


pada suatu titik membutuhkan perpaduan dari ketiga tipe Kemampuan
Kepemimpinan tersebut.

CATATAN????

Nah!!! bila Anda sekarang menjadi pemimpin, seperti apakah cara Anda
Memimpin??????

• Apakah Anda memimpin agar DITAKUTI oleh bawahan????????


• Apakah Anda memimpin agar harus DIHORMATI oleh bawahan??????
• Apakah Anda memimpin agar DITURUTI dan DIPATUHI oleh bawahan??????
• Apakah Anda memimpin agar DISEGANI dan DISUNGKANI oleh bawahan,
sedangkan dengan sesungguhnya Anda itu tidak mempunyai WIBAWA dan
perilaku yang ARIEF BIJAKSANA!!!!!

Yang pasti dan jelas adalah saya Manusia yang tidak TAHU DIRI, dikarenakan
tidak mau tau akan SUMBER DAYA yang saya punyai tidak pernah digali dan
dimanfaatkannya. sehingga saya selalu menggunakan KINESTIK ketimbang
VISUAL dan AUDITORIAL saya. dan sering AUDITORIAL saya Melengking dan
VISUAL saya melotot akibat KINESTEIK saya terusik disebabkan tidak
kenyamanan saya.

Sehingga wajarlah saya menjadi Tukang Tipu dan Bohong yang tidak tahu Diri.

Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami
banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai
kesuksesan. Itulah kira-kira kesimpulan dari penelitian selama 40 tahun terhadap
orang-orang sukses. Yang dicoba ditemukan dari mereka adalah bagaimana dan
mengapa mereka tergerak untuk menjadi teratas di bidang masing-masing, dari
olah raga, pendidikan, hingga pasar modal.

Apa sebenarnya yang mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses? Berikut
ada tujuh hal yang dilakukan mereka dalam meraih sukses:

1. Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai


target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang,
dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan
zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami
perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak
negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha
kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau
terus mengambil risiko untuk meraih sukses.
2. Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat
sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan
ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja
sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan
inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya
terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.
3. Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka
mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di
mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka
menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan,
lapangan tenis atau lapangan golf.
4. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari,
pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan
dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di
ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar,
majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula.
Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan
kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda
tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.
5. Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat
mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya
gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka
menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri
bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai
penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang
lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-
hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam
kehidupan mereka.
6. Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri
sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang
dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang
berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan
mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang
wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada
bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai
untuk mencapai profesi itu.
7. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-
setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih
sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya
melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam
mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.