Anda di halaman 1dari 2

TEOLOGI

Siapakah yang akan masuk Surga?

IMAN K., AUGUST 26, 2009 5:15 PM

filsuf

Menyambung apa yang sudah kita bicarakan sebelumnya apakah orang-orang


yang telah berkorban demi kemanusiaan, mempersembahkan ilmu pengetahuan
demi kemanusian, menolong orang sakit dengan meneliti segala macam obat-
obatan demi keselamatan manusia, mereka itu semuanya akan masuk neraka
karena mereka adalah non muslim?

Apakah pribadi-pribadi semacam Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac


Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene
Descartes semuanya masuk neraka karena mereka adalah non muslim?

Kita sudah melihat dibahasan sebelumnya bahwa terdapat dua pendapat


kelompok ekstrim menanggapi permasalahan ini, kelompok pertama adalah dari
orang-orang sholeh yang kaku, mereka mengutip Alquran surat 3 ayat 85 :

“Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah
akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang
yang rugi”

Dengan dalil ayat tersebut, maka orang-orang sholeh yang kaku itu mengatakan
bahwa yang berhak masuk surga hanyalah orang-orang Islam, selain Islam sesuai
dengan ayat al-quran tersebut maka semuanya akan masuk neraka tanpa
pandang bulu, apakah dia itu adalah Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato,
Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon,
Rene Descartes dan lain-lain.

Pendapat kedua muncul dari mereka-mereka yang menyebut dirinya kaum


intelektual, yakni dari para pemikir kebebasan dan kemanusiaan. Mereka
mengutip apa yang dikatakan Al-quran pada surat 5 ayat 69 :
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-
orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak
ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Melihat dua pendapat dengan masing-masing dalil yang mereka kemukakan


tersebut, maka bagaimanakah kiranya nasib orang-orang yang telah berbuat
banyak untuk tujuan kemanusiaan tersebut?

Menurut hemat saya, kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu dan kita tidak
punya hak sama sekali untuk mengatakan secara pasti, apakah si X atau si Y akan
masuk surga atau neraka, apakah Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac
Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene
Descartes akan masuk surga atau neraka.

Yang kita bisa tahu adalah apa yang kita lihat dari perbuatan mereka, menurut
yang kita lihat dan kita saksikan bahwa mereka sudah berbuat baik dan berbuat
banyak untuk kemanusian, mereka telah beramal dan menyumbangkan
pemikiran untuk kemajuan umat manusia. Tetapi mengenai kepastian mutlak
apakah mereka akan masuk surga atau masuk neraka, maka yang tahu kepastian
tersebut hanyalah Allah semata.

Hanya Allah yang mengetahui niat semua manusia, hanya Allah lah yang tahu
semua rahasia dan yang lebih rahasia dari rahasia. Hanya Allah yang tahu apa
niat dan motivasi seseorang ketika melakukan perbuat baik dan semua amal-
amal yang mereka lakukan.

Dimasa sekarang kita sering sok menghakimi seseorang, bahwa si X akan masuk
surga dan si Y akan masuk neraka. Apakah kita memang punya hak dan mampu
untuk melihat isi hati seseorang? Apakah kita bisa dan mampu untuk mengetahui
niat seseorang?

Bahkan Nabi Muhammad sendiri tidak berani sembarangan untuk mengatakan


bahwa si X akan masuk surga dan si Y akan masuk neraka. Nabi sendiri tidak
berani menjamin dirinya sendiri akan masuk surga sebagaimana yang di tulis di
al-quran surat 46 ayat 9 :

“Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak
mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu.
Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak
lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”

Dengan demikian, maka semakin teranglah bagi kita bahwa semua perbuatan
baik akan dicatat dan dibalas oleh Allah, dan semua perbuatan baik itu tidak serta
merta menempatkan seseorang kedalam surga atau neraka. Semua perbuatan
baik itu akan disensor secara khusus oleh Allah dari niat mereka. Dan hasil
‘sensor’ dari niat manusia tersebut hanya Allah yang tahu hasilnya, apakah yang
bersangkutan akan dimasukkan kesurga atau ke neraka.