Anda di halaman 1dari 3

Iksan Mustofa

3334071407

Kation adalah ion yang bermuatan positif, anion adalah ion yang bermuatan negatif.
Analisa Kimia dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
1. Analisa kualitatif adalah suatu analisa yang bertujuan mencari dan menyelidiki
adanya suatu unsur didalam sampel.
2. Analisa kuantitatif adalah suatu analisa yang bertujuan mencari/menyelidiki
banyaknya suatu unsur dalam sampel.
Analisa kualitatif dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Analisa pendahuluan bertujuan untuk memperkirakan dan memberi arah sehingga
memperoleh gambaran terhadap contoh yang akan ditiliti. Analisa pendahuluan
meliputi :
a. Organoleptis (menggunakan panca indera), yang dianalisis biasanya berupa
bentuk, warna, bau.
b. Pemanasan dengan tabung pijar.
c. Reaksi nyala (flame test), dilakukan dengan menggunakan kawat Pt atau Nicr.
Warna-warna yang terjadi pada reaksi nyala adalah sebagai berikut.
Kation Warna Nyala
Li+ Merah
Na+ Kuning
K+ Ungu
Ba2+ Kuning hijau
Sr2+ Merah bata
Cu2+ Hijau biru
Ca2+ Merah kuning

2. Analisa kation dan anion


Setelah mempunyai gambaran/perkiraan awal maka langsung diidentifikasi dengan
cara tube test, dengan menghasilkan reaksi yang khas. Setelah analisa pendahuluan
dikerjakan, untuk pemeriksaan yang lebih memastikan selanjutnya dilakukan analisa
terhadap kation dan anion. Untuk analisa kation ada dua jenis yaitu cara H 2S dan non
H2S.
1. Cara H2S
Banyak reaksi-reaksi yang menghasilkan endapan berperan penting dalam analisa
kualitatif. Endapan tersebut dapat berbentuk kristal atau koloid dan dengan warna
yang berbeda-beda. Pemisahan endapan dapat dilakukan dengan penyaringan atau pun
sentrifus. Endapan tersebut terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat
yang bersangkutan. Kelarutan suatu endapan adalah sama dengan konsentrasi molar
dari larutan jenuhnya. Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi seperti tekanan,
suhu, konsentrasi bahan lain dan jenis pelarut. Perubahan kelarutan dengan perubahan
tekanan tidak mempunyai arti penting dalam analisa kualitatif, karena semua
pekerjaan dilakukan dalam wadah terbuka pada tekanan atmosfer. Kenaikan suhu
umumnya dapat memperbesar kelarutan endapan kecuali pada beberapa endapan,
seperti kalsium sulfat, berlaku sebaliknya. Perbedaan kelarutan karena suhu ini dapat
digunakan sebagai dasar pemisahan kation. Misalnya, pemisahan kation Ag, Hg(I),
dan Pb dapat dilakukan dengan mengendapkan ketiganya sebagai garam klorida,
kemudian memisahkan Pb dari Ag dan Hg(I) dengan memberikan air panas. Kenaikan
suhu akan memperbesar kelarutan Pb sehingga endapan tersebut larut sedangkan
kedua kation lainnya tidak. Kelarutan bergantung juga pada sifat dan konsentrasi
bahan lain yang ada dalam campuran larutan itu. Bahan lain tersebut dikenal dengan
ion sekutu dan ion asing. Umumnya kelarutan endapan berkurang dengan adanya
ion sekutu yang berlebih dan dalam prakteknya ini dilakukan dengan memberikan
konsentrasi pereaksi yang berlebih. Tetapi penambahan pereaksi berlebih ini pada
beberapa senyawa memberikan efek yang sebaliknya yaitu melarutkan endapan. Hal
ini terjadi karena adanya pembentukan kompleks yang dapat larut dengan ion sekutu
tersebut. Pengendapan kation dengan H2S dipengaruhi oleh pH seperti terlihat pada
penjelasan berikut. H2S merupakan asam diprotik yang mengalami disosiasi dalam
dua tahap jika digunakan konsentrasi H2S jenuh yaitu sekitar 0,1 M pada suhu 24 0C,
maka diperoleh : [S2-] = 1,1 x 10-21 [H+]2 jika kation,M, diendapkan sebagai garam
sulfida,MS, maka dari persamaan di atas dapat dilihat pH atau konsentrasi hidrogen
akan mempengaruhi konsentrasi S2- yang kemudian akan mempengaruhi hasil kali
kelarutan ion. Pada pH rendah atau konsentrasi hidrogen tinggi, konsentrasi S2- sangat
rendah sehingga hanya kation dengan Ksp rendah yang dapat mengendap.
2. Cara non H2S
Cara ini terutama didasarkan pada kelarutan oksida logam terhadap pelarut asam yang
dipergunakan. Zat yang diperiksa dipijar, tentu saja untuk memeriksa ion-ion yang
mudah menguap/menyublim/mudah terurai, harus dilakukan identifikasi langsung
sebelum pemijaran. Misalkan untuk kation-kation NH4+, As32+, Bi2+, Hg2+, cara
pengerjaannya sebagai berikut:
Zat dipijar, setelah dingin kemudian dilarutkan dalam air.
Residu 1 Fitrat 1
Ditambah asam asetat, panaskan K, Na, Li
kemudian disaring, menghasilkan residu 2
dan filtrat 2
Residu 2 Filtrat 2
Ditambahkan HNO3 encer, panaskan, Ca, Ba, Sr, Mg, Zn, Cu
kocok, saring menghasilkan residu 3 dan
filtrat 3
Residu 3 Filtrat 3
Ditambahkkan HCl encer, panaskan, Ag, Al, Bi, Sn, As, Pb, Hg, Fe, Mn, Cd,
kocok, saring menghasilkan residu 4 dan Cr, Ni, Co
filtrat 4
Residu 4 Filtrat 4
Mengandung silikat Sb

Di dalam cara non H2S ini bukan brarti setiap filtrat/ residu, misalnya filtrat 2, tidak
mengandung ion-ion dari filtrat 3, melainkan kemungkinan ada ion lain yang
tergolong kedalam filtrat 3 dalam jumlah sedikit ikut larut kedalam golongan filtrat
yang lain atau kebalikannya.

Sumber :
http://pasirhanja.blogspot.com/2008/12/identifikasi-kation.html
http://blog.unila.ac.id/widiarto/files/2009/09/bab-2-buku-ajar-analitik.pdf.
Yustanti, Erlina.2007.Modul Praktikum kimia analitik. FT. UNTIRTA