P. 1
Bab 9 Mikroskop Dan Teropong

Bab 9 Mikroskop Dan Teropong

|Views: 1,021|Likes:
Dipublikasikan oleh toto
BERISI SKL :
17.Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan pengamatan menggunakan mikroskop/teropong
BERISI SKL :
17.Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan pengamatan menggunakan mikroskop/teropong

More info:

Published by: toto on Oct 01, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

01 Dalam sebuah mikroskop, bayangan dibentuk oleh lensa objektif adalah .... A. nyata, tegak, diperbesar B.

nyata, terbalik, diperbesar C. nyata, terbalik, diperkecil D. maya, tegak, diperbesar E. maya, tegak, diperkecil

yang

02 Objektif sebuah mikroskop berupa lensa cembung dengan jarak fokus f. Benda yang diteliti dengan mikroskop itu harus ditempatkan di bawah objektif pada jarak yang .... A. lebih kecil daripada f B. sama dengan f C. terletak antara f dan 2f D. sama dengan 2f E. lebih besar dari 2f 03 Sebuah mikroskop mempunyai lensa obyektif dan okuler yang jarak fokusnya masing-masing 0,9 cm dan 5 cm. Seseorang memasang preparat 10 mm di depan lensa obyektif untuk diamati melalui lensa okuler tanpa akomodasi. Bila obyek preparat mempunyai panjang 0,5 mm dan jarak baca normal orang tersebut 25 cm, maka panjang obyek tersebut akan terlihat menjadi … A. 7,5 mm B. 10 mm C. 12,5 mm D. 15 mm E. 20 mm 04 Pengamat bermata normal menggunakan mikroskop. Preparat diletakan 2,5 cm di depan lensa obyektif yang mempunyai jarak fokus 2 cm, jika jarak fokus lensa okuler yang digunakan 25 cm, maka perbesaran mikros-kop saat pengamat berakomodasi maksimum (fok = 25 cm) adalah … A. 80 kali B. 60 kali C. 50 kali D. 40 kali E. 20 kali 05 Sebuah mikroskop memiliki jarak titik api obyektif 2,0 cm. Sebuah benda diletakkan di bawah obyektif pada jarak 2,2 cm. Panjang mikroskop 24,5 cm dan pengamat dilakukan tanpa akomodasi. Jika pengamat bermata normal maka perbesaran total mikroskop bernilai … A. 20 kali B. 25 kali C. 50 kali D. 75 kali E. 100 kali

KAJI LATIH UN 2011 SMA DWIWARNA (Boarding School )

TOTO SURYO SUPRAPTO, S.Si

06 Sebuah mikroskop mempunyai lensa objektif dan okuler yang jarak fokusnya masing-masing 0,8 cm dan 5 cm. Seseorang memasang preparat 10 mm di depan lensa objektif untuk diamati melalui lensa okuler tanpa akomodasi. Bila objek preparat mempunyai panjang 0,5 mm dan jarak baca normal orang tersebut 25 cm, maka panjang objek tersebut akan terlihat menjadi .... A. 7,5 mm B. 10 mm C. 12,5 mm D. 15 mm E. 20 mm 07 Perhatikan diagram pembentukan bayangan dari mikroskop di bawah ini.

Jarak fokus lensa objektif = 1,5 cm, jarak fokus lensa okuler = 5 cm dan benda terletak 1,6 cm di depan lensa objektif (S1) . Jika titik dekat mata pengamat adalah 25 cm, maka perbesaran sudut bayangan akhir yang diperoleh untuk pengamatan tanpa berakomodasi adalah.... A. 5 kali B. 15 kali C. 45 kali D. 75 kali E. 90 kali 08 Perhatikan gambar pembentukan bayangan pada mikroskop berikut!

ob
0,8 cm

oc

f0b
1 cm 6 cm

foc

Perbesaran total yang dihasilkan oleh mikroskop untuk mata tak berakomodasi adalah. ... A. 15 B. 20 C. 25 D. 40 E. 50

KAJI LATIH UN 2011 SMA DWIWARNA (Boarding School )

TOTO SURYO SUPRAPTO, S.Si

09 Sebuah mikroskop mempunyai panjang tabung 21,4 cm, fokus objektif 4 mm, fokus okuler 5 cm. Untuk mendapatkan bayangan yang jelas dengan mata tanpa akomodasi terhadap objek benda harus berada pada jarak .... A. 4,0 cm B. 4,1 cm C. 4,2 cm D. 4,4 cm E. 4,6 cm 10 Sifat dan kedudukan bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif sebuah teropong bintang … A. nyata, terbalik dan tepat di titik fokus lensa obyektif B. nyata, tegak dan tepat di titik fokus lensa okuler C. nyata, tegak dan tepat di titik fokus lensa obyektif D. maya, terbalik dan tepat di titik fokus lensa okuler E. maya, terbalik dan tepat di titik fokus lensa obyektif 11 Sebuah teropong diarahkan ke bintang, menghasilkan perbesaran anguler 20 kali. Jika jarak focus obyektifnya 100 cm, maka jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler teropong tersebut adalah … A. 120 cm B. 105 cm C. 100 cm D. 90 cm E. 80 cm 12 Sebuah teropong dipakai untuk melihat bintang yang menghasilkan perbesaran anguler 6 kali. Jarak focus lensa obyektif 30 cm, jarak fokus okulernya (mata tak berakomodasi) adalah .... A. 3,5 cm B. 5 cm C. 7 cm D. 10 cm E. 30 cm 13 Teropong bintang dengan perbesaran anguler 10 kali. Bila jarak titik api obyektifnya 50 cm, maka panjang teropong … A. 5 cm B. 35 cm C. 45 cm D. 50 cm E. 55 cm

KAJI LATIH UN 2011 SMA DWIWARNA (Boarding School )

TOTO SURYO SUPRAPTO, S.Si

14 Sebuah teropong bintang ditujukan ke sebuah benda angkasa. jarak antara objektif dan okuler 130 cm. Jika si peninjau adalah seorang emetrop dengan punctum proxinum 25 cm yang berakomodasi maximum, maka daya perbesarannya 25 kali. Daya perbesarnya bila ia tidak berakomodasi .... A. 10 B. 15 C. 20 D. 25 E. 30 15 Sebuah teropong bumi diarahkan ke sebuah benda yang jauh tak berhingga. jarak titik api objektif 50 cm. Jarak titik api lensa pembalik 5 cm. Jarak titik api okuler 5 cm. Jika mata yang melihatnya tidak berakomodasi, maka jarak antara objektif dan okuler .... A. 74 cm D. 80 cm B. 75 cm E. 95 cm C. 76 cm

LATIHAN 01 Sebuah mikroskop mempunyai objektif yang berjarak titik api 2 cm. Sebuah objek diletakkan 2,2 cm di bawah objektif. Jika perbesaran okuler 10 kali, maka perbesaran mikroskop itu .... A. 100 kali B. 110 kali C. 200 kali D. 220 kali E. 300 kali 02 Sebuah mikroskop mempunyai panjang tabung 21,4 cm, fokus obyektifnya 4 mm, fokus okulernya 5 cm. Untuk mendapatkan bayangan yang jelas dengan mata tanpa akomodasi, terhadap obyektif benda harus berada pada jarak A. 4,0 mm C. 4,2 mm E. 4,6 mm B. 4,1 mm D. 4,4 mm

03 Kuat lensa obyektif dan okuler sebuah mikroskop masing-masing 100 dioptri dan 20 dioptri. Jika perbesaran lensa obyektif 10 kali dan mata mengamati dengan akomodasi maksimum, maka perbesaran mikroskop adalah A. 5 kali C. 16 kali E. 100 kali B. 10 kali D. 60 kali

KAJI LATIH UN 2011 SMA DWIWARNA (Boarding School )

TOTO SURYO SUPRAPTO, S.Si

04 Sebuah teropong diarahkan ke bintang, menghasilkan perbesaran anguler 20 kali. Jika jarak fokus lensa objektifnya 100 cm, maka jarak antara lensa objektif dan lensa teropong tersebut adalah .... A. 120 cm B. 105 cm C. 100 cm D. 95 cm E. 80 cm 05 Jarak titik api lensa objektif dan okuler dari teropong bintang berturut-turut adalah 150 cm dan 30 cm. bila teropong bintang dipakai oleh mata normal yang tidak berakomodasi, maka panjang teropong adalah .... A. 210 cm B. 180 cm C. 150 cm D. 120 cm E. 30 cm 06 Jarak fokus lensa obyektif dan okuler dari teropong bintang berturut-turut adalah 150 cm dan 30 cm. Bila teropong bintang dipakai oleh mata normal yang tidak berakomodasi, maka panjang teropong adalah A. 210 cm C. 150 cm E. 30 cm B. 180 cm D. 120 cm 07 Seorang siswa ( Sn = 25 cm ) melakukan percobaan menggunakan mikroskop, dengan data seperti diagram berikut :

Perbesaran mikroskop adalah …… A.30 kali B.36 kali C.40 kali D.46 kali E.50 kali

KAJI LATIH UN 2011 SMA DWIWARNA (Boarding School )

TOTO SURYO SUPRAPTO, S.Si

08 Sebuah mikroskop memiliki panjang fokus lensa objektif dan okuler masing masing 10 cm dan 5 cm. Jika jarak antara lensa objektif dan okuler 35 cm dan mata tidak berakomodasi, maka perbesaran total mikroskop adalah … . A. 10 kali B. 12 kali C. 15 kali D. 18 kali E. 20 kali

09 Sebuah teropong bintang memiliki panjang fokus objektif 20 cm. Jika perbesaran sudutnya 5 kali dan mata tidak berakomodasi, maka panjang teropong bintang itu adalah … . A. 16 cm B. 20 cm C. 24 cm D. 25 cm E. 30 cm

10 Sebuah teropong medan (teropong bumi) memiliki lensa objektif, pembalik, dan okuler masing-masing dengan kekuatan 2 D, 20 D, dan 20 D. Jika teropong digunakan untuk melihat benda pada jarak tak berhingga, ternyata mata berakomodasi sejauh 45 cm. Jika mata normal dan tidak berakomodasi, maka lensa okuler harus digeser sejauh … . A. 0,5 cm ke dalam B. 0,5 cm ke luar C. 1,0 cm ke luar D. 1,0 cm ke dalam E. 2,0 cm ke dalam

KAJI LATIH UN 2011 SMA DWIWARNA (Boarding School )

TOTO SURYO SUPRAPTO, S.Si

BAB -09 MIKROSKOP & TEROPONG

1. Mikroskop Lensa obyektif merupakan lensa yang letaknya di dekat benda (obyek) dan lensa okuler merupakan lensa yang letaknya dekat ke mata.

Perbesaran :  Tidak akomodasi S’ok = ~ Sok = fok d = fob + 4 fp + fok

S’ob d

Sok

M

f ob f ok

d  S 'ob  Sok
fob < fok Perbesaran mikroskop  Perbesaran obyektif

Ber akomodasi Maksimum S’ok = - PP = - 25 cm d = fob + 4 fp + Sok

M

f ob S ok

Perbesaran okuler - Untuk akomodasi maksimum S’ok = - PP, d = S’ob + Sok

S ' f ob M ob  ob  S ob S ob  f ob

B. Teropong Bintang fob > fok , Sob = ~, S’ob = fob d = fob + Sok Perbesaran :  Tidak akomodasi S’ok = ~ , Sok = fok d = fob + fok

M ok
-

PP  1 f ok

Untuk tidak ber akomodasi S’ok = - PR = ~, Sok = fok d = S’ob + fok

M

f ob f ok

M ok 

PP f ok

Ber akomodasi Maksimum S’ok = - PP = - 25 cm d = fob + Sok

2. Teropong Karena pengamatan benda-benda biasanya berlangsung lama, maka agar mata tidak lelah, pengamatan dilakukan dengan mata tak berakomodasi. A. Teropong Bumi fob > fok Sob = ~ S’ob = fob d = fob +4 fp + Sok

M

f ob S ok

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->