P. 1
B U M N

B U M N

|Views: 181|Likes:
Dipublikasikan oleh Budigoal

More info:

Published by: Budigoal on Oct 01, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2014

pdf

text

original

BUMN

BUMN 1

 BUMN dan Birokrasi : Dominannya peran negara menjadikan BUMN sebagai kepanjangan tangan penguasa yang sarat kepentingan politik merupakan salah satu sebab BUMN tidak bisa berkembang sebagaimana layaknya badan usaha. BUMN 2 .POLITICAL COST DAN BUMN  BUMN sebagai Badan Usaha Milik Negara sering ditafsirkan bahwa negara berkuasa penuh terhadap kinerja BUMN. perlakuan.  BUMN menjadi fokus perhatian masyarakat. sektoral). Sehingga BUMN menjadi tergantung kepada siapa yang memerintah dan yang menjalankannya.  BUMN beroperasi dengan dukungan fasilitas penuh (modal. Sedangkan masyarakat sangat berharap mendapatkan manfaat dari keberadaan BUMN yang belum bisa terpenuhi secara optimal. karena adanya gap antara fasilitas yang dimiliki BUMN dengan harapan masyarakat.

Perlakuan birokrasi berbeda dengan swasta f. Akses ke sumber pendanaan. Definisi negara sebagai pemilik dan pemerintah sebagai regulator sulit untuk dipisahkan dan melekat pada BUMN itu sendiri. Akses ke kekuasaan lebih besar d. Jumlah Dan nilai aset yang besar b. Posisi Dan bidang usaha yang strategis c. Kementerian Negara Investasi dan BUMN dan departemen lainnya Direktur : Diisi orang-orang yang memiliki latar belakang beragam Hukum : Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT)  Kekuatan BUMN : a. BUMN 3 . khususnya Bank pemerintah lebih besar e.POLITICAL COST DAN BUMN  Struktur Organisasi BUMN : Pemilik : Pemerintah RI yang diwakili Menteri Keuangan dan Menteri Negara Investasi dan BUMN Komisaris : Para pejabat Departemen Keuangan.

Aset yang besar dan tidak disertai utilitas optimal berakibat overinvestment dan pemborosan yang membebani BUMN itu sendiri e. Policy direction yang merugikan timbul karena adanya kepentingan elite BUMN yang ditampilkan melalui formal policy c. sehingga menimbulkan political cost yang sulit diukur d.POLITICAL COST DAN BUMN  Kelemahan BUMN : a. Birokrat di BUMN sulit membedakan dirinya sebagai birokrat atau profesional perusahaan. Keterlibatan birokrasi dengan kepentingannya menimbulkan penyimpangan policy direction yang merugikan BUMN sendiri b. Kemudahan dari negara adalah bentuk subsidi yang setara dengan cost bagi rakyat banyak BUMN 4 .

lemah dalam persaingan. Privileges yang diberikan birokrasi harus dikompensasi dengan memberikan kemudahan kepada pihak lain melalui policy direction yang menjadi political cost bagi BUMN. lamban mengambil keputusan. Perlakuan istimewa negara kepada BUMN menjadikannya tidak peka terhadap lingkungan usahanya. BUMN 5 . Keterlibatan birokrasi dalam BUMN yang berlangsung lama sering menyulitkan direksi untuk bertindak objektif.POLITICAL COST DAN BUMN f. tidak lincah dalam bertindak. h. sehingga hilangnya momentum yang berakhir pada kerugian g.

STRUKTUR REVENUE DAN EXPENSE BUMN ‡ BUMN sebagai development agent boleh boros atas nama pembangunan. Lahirnya biaya yang tidak relevan dengan core business BUMN 3. Munculnya pos pengeluaran fiktif untuk menampung political cost 2. 4. ‡ BUMN memiliki strategic position atau natural monopoli. sehingga manajemen memanfaatkan posisinya untuk keuntungan pribadi. Biaya-biaya yang dikeluarkan tidak mengandung kewajaran dari aspek bisnis normal yang berakibat BUMN terjebak bisnis berbiaya tinggi. Over investment yang terus menerus menimbulkan cost yang terus menerus ditanggung selama hidup BUMN. ‡ Kebocoran dan penyimpangan yang muncul di BUMN : 1. sehingga revenue bersumber dari captive market yang jarang dimiliki oleh swasta. BUMN 6 .

Political will dari pemerintah untuk mengatasi sunguh-sungguh dan terencana 3. 4. Redefinisi BUMN menjadi Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) sehingga pertanggungjawaban pengelola BUMN kepada rakyat. Meminimalkan keterlibatan birokrasi di BUMN 2. Pengelola yang berprestasi dipertahankan dan dipromosikan sedangkan yang bermasalah diberhentikan berdasarkan kriteria yang objektif BUMN 7 . Pemerintah harus menetapkan pola rekruitmen yang baku karena hingga saat ini belum ada pola rekruitmen yang jelas  Pembenahan BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa : 1. berbagai bentuk. praktik dan pola-pola yang menimbulkan political cost harus dihilangkan atau diminimumkan 2. Budaya mundur bagi direksi-komisaris BUMN harus mulai ditanamkan sehingga ada kejelasan hubungan antara performance dan punishment.ASSESSMENT TERHADAP PUBLIC ACCOUNTABILITY  Rekontruksi BUMN : 1. 3.

Melakukan review terhadap keberadaan BUMN melalui : a. Perencanaan anggaran. perlu dipertahankan. BUMN yang bergerak dalam bidang usaha yang telah dilaksanakan masyarakat atau swasta tidak perlu lagi ada BUMN. BUMN yang memiliki posisi strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak dan bidang usahanya tidak dilaksanakan swasta. Pola rekruitmen yang objektif dan terukur b. misi dan sisi perusahaan c. BUMN yang ada diprivatisasi 100% b. BUMN . Evaluasi kerja BUMN melalui mekanisme rapat umum pemegang saham (RUPS) 8 5.ASSESSMENT TERHADAP PUBLIC ACCOUNTABILITY 4. Keterlibatan pemerintah melalui : a. Prioritas utama adalah bank-bank BUMN dan perusahaan sekuritas diswastakan 100% karena menjadi beban negara c. Hilangkan political cost dengan public accountability dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan.

PERSEROAN 2.BENTUK DAN JENIS BUMN 1. KELOMPOK DIREKSI DEKOM RUPS DEWAS MENTERI . PERUSAHAAN UMUM ORGAN 9.SEKTOR ORGAN DIREKSI 36.

Direksi.PERSEROAN Terbagi atas saham Organ. Direksi. Dewan Pengawas Tidak dapat menjadi Tbk Berlaku UU 19/2003 dan Berlaku UU 19/2003 UU Nomor 40/2007 . Dewan Komisasris. RUPS Dapat menjadi Tbk PERUSAHAAN UMUM Tidak terbagi atas saham Organ. Menteri.

9. 7. Sektor Keuangan Sektor Pertanian Sektor Properti dan Real Estate Sektor Infrastruktur. Transportasi Sektor Perdagangan.Pembagian Sektor BUMN 1. 6. 5. Utilitas. 2. 3. Investasi Sektor Industri Dasar Kimia Sektor Industri Barang Konsumsi Sektor Aneka Industri Sektor Pertambangan dan Energi . 4. Jasa. 8.

Industri Sandang. Kertas. Sektor Infrastruktur. Kawasan Industri.Kontruksi Bangunan. Pertanian.Pelayaran 5. Pupuk.Semen. Jasa penilai. Usaha Penerbangan. Pelabuhan. Jasa. Dok Perkapalan.Kel. Sektor Pertanian .Pembiaya 2.Pembagian Kelompok BUMN 1. Kel. Investasi. Sektor Perdagangan. Kebandarusaraan. Angkutan Darat. Kel. Logistik. Kel.Perbankan.Kel Perkebunan. Kel.Perikanan 3. Sektor Industri Barang Konsumsi. Sektor Industri Dasar Kimia.Telekomunikasi. Sektor Aneka Industri. Industri Pertahanan 9. Kel. Kel. Energi . Utilitas. Sektor Keuangan . Pariwisata. Penunjang Konstruksi 4.Industri Berbasis teknologi. Aneka Industri 8. Jasa Lainnya.Asuransi Kel. kertas Percetakan/Penerbitan 7. Konsultan Konstruksi.Pertambangan.Baja dan Konstruksi Baja. Sektor Pertambangan dan Energi. Sektor Properti dan Real Estate . Farmasi. Kelompok Lainnya 6.Perdagangan. Transportasi. Kel.

PRIVATISASI Pasal 24 angka 5 UU 17/2003 Pemerintah Pusat dapat melakukan Privatisasi dan/atau Penjualan setelah Mendapat persetujuan DPR .

KOMITE PRIVATISASI PP.33/2005 Komite privatisasi adalah wadah koordinasi yang dibentuk oleh Pemerintah untuk membahas dan memutuskan kebijakan privatisasi sehubungan dengan kebijakan lintas sektoral .

ALASAN PRIVATISASI Memperluas Kepemilikan Masyarakat atas persero Meningkatkan Efesiensi dan produktifitas perusahaan Menciptakan struktur keuangan dan manajemen keuangan yang sehat Menciptakan struktur industri yang sehat dan kompetetif Menciptakan Persero yang berdaya saing .

SYARAT-SYARAT PRIVATISASI Aspek lingkungan ekonomi. . Syarat ini hanya berlaku bagi BUMN yang masih memiliki prospek untuk dipertahankan. Tidak menjual BUMN dalam kondisi internal perusahaan yang tidak sehat. Jangan memprivatisasi BUMN dalam kondisi pasar yang tidak kondusif. Privatisasi BUMN harus dilakukan pada momentum yang tepat.

METODE PRIVATISASI Public Offering Private Sale New Private Investment Sale of Assets Fragmentation Management/Employee Buy Out Kontrak Manajemen Kontrak/Sewa Asset Likuidasi Initial Public Offering Right Issue Strategic Sale .

UPAYA YANG DILAKUKAN DALAM RANGKA PENYEHATAN BUMN YANG MERUPAKAN SALAH SATU LANGKAH STRATEGIS UNTUK MEMPERBAIKI KONDISI INTERNAL PERUSAHAAN GUNA MEMPERBAIKIKINERJA DAN MENINGKATKAN NILAI PERUSAHAAN .

RESTRUKTURISASI PENJADWALAN HUTANG PENAMBAHAN PMN PERUBAHAN PERSYARATAN HUTANG PERUBAHAN HUTANG PENGHAPUSAN HUTANG LAY OFF PEGAWAI PENJUALAN ASET NON PRODUKTIF .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->