Anda di halaman 1dari 14

SEMEN

I. Pengertian Semen

Semen berasal dari bahasa latin “cementum”, dimana kata ini mula-mula dipakai oleh
bangsa Roma yang berarti bahan atau ramuan pengikat, dengan kata lain semen dapat
didefinisikan adalah suatu bahan perekat yang berbentuk serbuk halus, bila ditambah air akan
terjadi reaksi hidrasi sehingga dapat mengeras dan digunakan sebagai pengikat (mineral
glue). Pada mulanya semen digunakan orang-orang Mesir Kuno untuk membangun piramida
yaitu sejak abad ke-5 dimana batu batanya satu sama lain terikat kuat dan tahan terhadap
cuaca selama berabad-abad. Bahan pengikat ini ditemukan sejak manusia mengenal api
karena mereka membuat api di gua-gua dan bila api kena atap gua maka akan rontok
berbentuk serbuk. Serbuk ini bila kena hujan menjadi keras dan mengikat batu-batuan
disekitarnya dan dikenal orang sebagai batu Masonry.

II.Bahan Baku Pembuatan Semen


Bahan mentah yang digunakan dalam pembuatan semen adalah batu kapur, pasir silika,
tanah liat dan pasir besi. Total kebutuhan bahan mentah yang digunakan untuk memproduksi
semen yaitu:
1. Batu kapur digunakan sebanyak ± 81 %.
Batu kapur merupakan sumber utama oksida yang mempumyai rumus CaCO3 (Calcium
Carbonat),pada umumnya tercampur MgCO3 dan MgSO4. Batu kapur yang baik dalam
penggunaan pembuatan semen memiliki kadar air ± 5%
2. Pasir silika digunakan sebanyak ± 9 %
Pasir silika memiliki rumus SiO2 (silikon dioksida). Pada umumnya pasir silika terdapat
bersama oksida logam lainnya, semakin murni kadar SiO2 semakin putih warna pasir
silikanya, semakin berkurang kadar SiO2 semakin berwarna merah atau coklat, disamping
itu semakin mudah menggumpal karena kadar airnya yang tinggi. Pasir silika yang baik
untuk pembuatan semen adalah dengan kadar SiO2 ± 90%
3. Tanah liat digunakan sebanyak ± 9 %.
Rumus kimia tanah liat yang digunakan pada produksi semen SiO2Al2O3.2H2O. Tanah
liat yang baik untuk digunakan memiliki kadar air ± 20 %, kadar SiO2 tidak terlalu tinggi
± 46 %.
4. Pasir besi digunakan sebanyak ± 1%.
Pasir besi memiliki rumus kimia Fe2O3 (Ferri Oksida) yang pada umumnya selalu
tercampur dengan SiO2 dan TiO2 sebagai impuritiesnya. Fe2O3 berfungsi sebagai
penghantar panas dalam proses pembuatan terak semen. Kadar yang baik dalam
pembuatan semen yaitu Fe3O2 ± 75% – 80%.
Pada penggilingan akhir digunakan gipsum sebanyak 3-5% total pembuatan semen.

III. Kandungan kimia pada semen

• Trikalsium Silikat
• Dikalsium Silikat
• Trikalsium Aluminat
• Tetrakalsium Aluminofe
1
• Gipsum

IV. Produksi Semen

Langkah Utama Proses Produksi Semen adalah:

1. Penggalian/Quarrying:Terdapat dua jenis material yang penting bagi produksi semen:


yang pertama adalah yang kaya akan kapur atau material yang mengandung kapur
(calcareous materials) seperti batu gamping, kapur, dll., dan yang kedua adalah yang
kaya akan silika atau material mengandung tanah liat (argillaceous materials) seperti
tanah liat. Batu gamping dan tanah liat dikeruk atau diledakkan dari penggalian dan
kemudian diangkut ke alat penghancur.
2. Penghancuran: Penghancur bertanggung jawab terhadap pengecilan ukuran primer
bagi material yang digali.
3. Pencampuran Awal: Material yang dihancurkan melewati alat analisis on-line untuk
menentukan komposisi tumpukan bahan.
4. Penghalusan dan Pencampuran Bahan Baku: Sebuah belt conveyor mengangkut
tumpukan yang sudah dicampur pada tahap awal ke penampung, dimana
perbandingan berat umpan disesuaikan dengan jenis klinker yang diproduksi. Material
kemudian digiling sampai kehalusan yang diinginkan.
5. Pembakaran dan Pendinginan Klinker: Campuran bahan baku yang sudah tercampur
rata diumpankan ke pre-heater, yang merupakan alat penukar panas yang terdiri dari
serangkaian siklon dimana terjadi perpindahan panas antara umpan campuran bahan
baku dengan gas panas dari kiln yang berlawanan arah. Kalsinasi parsial terjadi pada
pre‐heater ini dan berlanjut dalam kiln, dimana bahan baku berubah menjadi agak cair
dengan sifat seperti semen. Pada kiln yang bersuhu 1350-1400 °C, bahan berubah
menjadi bongkahan padat berukuran kecil yang dikenal dengan sebutan klinker,
kemudian dialirkan ke pendingin klinker, dimana udara pendingin akan menurunkan
suhu klinker hingga mencapai 100 °C.
6. Penghalusan Akhir: Dari silo klinker, klinker dipindahkan ke penampung klinker
dengan dilewatkan timbangan pengumpan, yang akan mengatur perbandingan aliran
bahan terhadap bahan-bahan aditif. Pada tahap ini, ditambahkan gipsum ke klinker
dan diumpankan ke mesin penggiling akhir. Campuran klinker dan gipsum untuk
semen jenis 1 dan campuran klinker, gipsum dan posolan untuk semen jenis P
dihancurkan dalam sistim tertutup dalam penggiling akhir untuk mendapatkan
kehalusan yang dikehendaki. Semen kemudian dialirkan dengan pipa menuju silo
semen.

V. Pabrik semen di Indonesia

• PT.Indocement Tunggal Prakarsa (Semen Tigaroda)


• PT.Semen Baturaja Persero (Semen Baturaja)
• PT.Semen Padang (Semen Padang)
• PT.Semen Gresik (Semen Gresik)
2
• PT.Semen Bosowa (Semen Bosowa)
• PT.Semen Andalas (Semen Andalas)
• PT.Holcim Indonesia
• PT.Semen Tonasa (Semen Tonasa)
• PT.Semen Kupang (Semen Kupang)

VI. Jenis-Jenis Semen


Umumnya jenis semen yang dikenal saat ini antara lain sebagai berikut:

1. Semen Portland (Portland Cement)


Semen portland ini merupakan semen hidrolis yang dihasilkan dengan jalan
menghaluskan terak yang mengandung senyawa-senyawa kalsium silikat dan biasanya
juga mengandung satu atau lebih senyawa-senyawa calsium sulphat yang ditambahkan
pada penggilingan akhir.Semen portland adalah semen yang diperoleh dengan
menghaluskan terak yang terutama terdiri dari silikat-silikat, calsium yang bersifat
hidrolis bersama bahan tambahan biasanya gypsum.
Tipe-tipe semen portland:
a. Tipe I (Ordinary Portland Cement)
Semen Portland tipe ini digunakan untuk segala macam konstruksi apabila tidak
diperlukan sifat-sifat khusus, misalnya tahan terhadap sulfat, panas hiderasi, dan
sebagainya. Semen ini mengandung 5 % MgO dan 2,5 -3% SO3.
b. Tipe II (Moderate Heat Portland Cement)
Semen ini digunakan untuk bahan konstruksi yang memerlukan sifat khusus tahan
terhadap sulfat dan panas hiderasi yang sedang, biasanya digunakan untuk daerah
pelabuhan dan bangunan sekitar pantai. Semen ini mengandung 20% SiO2, 6 %
Al2O3, 6% Fe2O3, 6% MgO, dan 8% C3A.
c. Tipe III (High Early Strength Portland Cement)
Semen ini merupakan semen yang digunakan biasanya dalam keadaan-keadaan
darurat dan musim dingin. Digunakan juga pada pembuatan beton tekan. Semen ini
memiliki kandungan C3S yang lebih tinggi dibandingkan semen portland tipe I dan
tipe II sehingga proses pengerasan terjadi lebih cepat dan cepat mengeluarkan kalor.
Semen ini tersusun dari 3,5-4% Al2O3, 6% Fe2O3, 35% C3S, 6% MgO, 40% C2S
dan 15% C3A.
d. Tipe IV (Low Heat Portland Cement)
Semen tipe ini digunakan pada bangunan dengan tingkat panas hiderasi yang rendah
misalnya pada bangunan beton yang besar dan tebal, baik sekali untuk mencegah
keretakan. Low Heat Portland Cement ini memiliki kandungan C3S dan C3A lebih
rendah sehingga kalor yang dilepas lebih rendah. Semen ini tersusun dari 6,5 %
MgO, 2,3 % SO3, dan 7 % C3A.
e. Tipe V (Super Sulphated Cement)
Semen yang sangat tahan terhadap pengaruh sulphat misalnya pada tempat
pengeboran lepas pantai, pelabuhan, dan terowongan. Komposisi komponen
utamanya adalah slag tanur tinggi dengan kandungan aluminanya yang tinggi, 5%
terak portland cement , 6 % MgO, 2,3 % SO3, dan 5 % C3A.

2. Semen Putih

3
Portland cement yang memiliki warna keabu-abuan, warna ini disebabkan oleh
kandungan oksida silika pada portland cement tersebut. Jika kandungan oksida silika
tersebut dikurangi 0,4 %, maka warna semen portland berubah menjadi warna putih.

3. Semen Masonry
Semen Masonry dibuat dengan menggiling campuran terak semen portland dengan batu
kapur, batu pasir, atau slag dengan perbandingan 1 : 1.

4. Semen Sumur Minyak (Oil Well Cement)


Semen ini digunakan pada temperatur dan tekanan tinggi, sering dijumpai pada
penggunaan pengeboran minyak atau digunakan untuk pengeboran air tanah artesis.
Semen ini merupakan semen portland yang dicampur dengan retarder untuk
memperlambat pengerasan semen seperti lignin, asam borat, casein, dan gula.

5. Semen Alami (Natural Cement)


Semen alam ini dihasilkan dari kerang batu kapur yang mengandung tanah liat seperti
komposisi semen di alam. Material ini dibakar sampai suhu pelelehannya hingga
menghasilkan terak. Kemudian terak tersebut digiling menjadi semen yang halus.
Dalam pemakaiannya dicampur dengan semen portland.

6. Semen Slag (Slag Cement)


Semen slag ini dikenal 2 macam tipe, yaitu
a. Eisen portland cement
Yaitu semen yang dihasilkan dari penggilingan campuran 60% terak portland dan 40
% butir-butir slag tanur tinggi.
b. Hogh Ofen Cement
Semen yang dihasilkan dari penggilingan campuran yang mengandung 15 – 19 %
terak portland cement dan 41 – 85 % butir –butir slag dengan penambahan CaSO4.

7. Semen Alumina Tinggi (High Alumina Cement)


Semen yang memiliki kandugan Alumina tinggi. Dimana perbandingan antara kapur
dan alumina adalah sama. Semen ini dibuat dengan mencampur kapur, silika, dan
oksida silika yang dibakar hingga meleleh dan kemudian hasilnya didinginkan lalu
digiling hingga halus. Ciri dari semen ini memiliki ketahanan terhadap air yang
mengandung sulfat dan air laut cukup tinggi.

8. Semen Pozzolona
Semen ini mengandung senyawa silika dan alumina dimana bahan pozzolona sendiri
tidak memiliki sifat seperti semen, akan tetapi bentuk halusnya dan dengan adanya air,
senyawa-senyawa tersebut membentuk kalsium aluminat hidrat yang bersifat hidraulis.
Bahan pozzolan tersusun atas 45-72 % SiO2, 10-18 % Al2O3, 1-6 % Fe2O3, 0,5-3 %
MgO, 0,3-1,6 % SO3.

9. Semen Trass
Semen yang dihasilkan dengan menggiling campuran antara 60 %– 80 % trass atau
tanah yang berasal dari debu gunung berapi yang serupa dengan pozzolona dengan
menambah CaSO4.
Contoh-contoh Pabrik Produsen Semen

4
Semen Tiga Roda
I. Deskripsi Pabrik Produsen Semen Tiga Roda

Semen Tiga Roda adalah semen yang diproduksi oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa
Tbk. yang memiliki 3 pabrik yang terletak di Citeureup (Bogor), Palimanan (Cirebon) dan
Tarjun (Kalimantan Selatan).
Semen Tiga Roda diproduksi mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI), Standar
Amerika (ASTM) dan Standar Eropa (EN).
Semen Portland Putih Tiga Roda merupakan satu-satunya semen putih yang diproduksi
di Indonesia.
White Mortar Tiga Roda merupakan produk terbaru Tiga Roda yang sangat sesuai
untuk Plesteran, Acian dan Nat.
Semen Tiga Roda saat ini memiliki call center, website, Email dan SMS yang aktif
melayani pelanggan.
Semen Tiga Roda memiliki loyalty program dengan nama Mitra Semen Tiga Roda
(MSTR) yang di dukung oleh system teknologi yang maju.

Slogan :
“Ngomong-ngomong soal semen... ya Tiga Roda”

PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk.

Call-center :
0-800-10-37632
021-255-33-555
SMS :
0812 128 3000
Email :
customercare@indocement.co.id
Website :
www.sementigaroda.com

II. Kapasitas Produksi Semen Tiga Roda

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. memiliki kapasitas produksi yang terbesar di


Indonesia yang telah memiliki berbagai sertifikat untuk skala nasional dan internasional.
Sektor perumahan adalah pasar domestik yang kuat menyerap semen Tiga Roda.
Volume penjualan domestik pada semester pertama 2010 mencapai 6,3 juta ton,
sedangkan pada semester pertama 2009 sebesar 5,3 juta ton dimana mengalami
pertumbuhan sebesar 17,1%. Kelebihan kapasitas yang dimiliki saat itu mendukung
naiknya pangsa pasar Perseroan.

5
Sedangkan untuk ekspor turun 39,1% dibandingkan dengan tahun lalu dari 0,77 juta ton
menjadi 0,47 juta ton, karena Perseroan fokus pada permintaan domestik yang tinggi.
Total volume penjualan pada semester pertama 2010 sebesar 6,7 juta ton, lebih tinggi 10%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 6,1 juta ton.
Public and General Affairs Division Manager PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk,
Alexander Frans menambahkan produksi semen Tiga Roda saat ini masih sekitar 70-80%
dari kapasitas mesin terpasang dimana Indocement cukup mengoptimalkan produksi dari
mesin terpasang, karena kapasitasnya hingga saat ini masih belum maksimal.

III.Daerah Pemasaran Semen Tiga Roda

Semen Tiga Roda adalah satu-satunya yang memiliki jaringan distribusi di seluruh
Indonesia.
Saat ini Semen Tiga Roda memiliki jaringan distribusi yang menjangkau seluruh
wilayah di Indonesia sehingga mempermudah para pelanggan untuk mendapatkan semen
tersebut di pasar terdekat. Selain itu, Semen Tiga Roda juga melayani ekspor sesuai
dengan prosedur yang berlaku.
Jaringan tersebut tidak saja didukung oleh para distributor yang memiliki dedikasi
tinggi dalam hal memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pelanggan Semen
Tiga Roda, tapi juga didukung pula oleh para pedagang besar di bidang bahan bangunan
yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Peta Jaringan Distribusi

IV.Keunggulan Semen Tiga Roda

Nama semen Tiga Roda dan Indocement tentunya sudah sangat akrab di telinga kita.
Pencapaiannya di industri semen juga tidak main-main. Dari sisi penjualan semen
domestik, Indocement adalah jawaranya.
Indocement berhasil meningkatkan pangsa pasar domestiknya menjadi 32,5% pada
semester pertama tahun 2008 (semester pertama tahun 2007 : 30,3%) didukung
tersedianya kapasitas produksi Indocement untuk memasok permintaan yang tinggi,
terutama dipasar utama semen Tiga Roda.

6
Ketangguhan Indocement tidak hanya dalam hal sales, tetapi juga dalam menjaga
kekuatan merek dan citranya. Bagaimanapun citra dan merek menjadi hal yang sangat
penting bagi sebuah perusahaan.
Hal ini dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang telah diraih Indocement selama
ini. Indocement telah meraih penghargaan Indonesia’s Most Admired Company (IMAC)
Awards tiga tahun berturut-turut. Tahun ini Indocement meraih penghargaan sebagai “The
Company with The Best Corporate Image” untuk kategori industri semen di Indonesia.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Business Week Indonesia dan Frontier Consulting
Group ini diberikan kepada perusahaan yang berhasil membangun citra korporat yang
baik.
Tahun ini Indocement juga berhasil memperoleh kembali Top Brand Award yang
diselenggarakan oleh Majalah Marketing bersama Frontier Consulting Group.
Penghargaan ini diberikan kepada para pemilik merek top di pasar, sehingga ia dapat
menjadi cermin pilihan konsumen terhadap produk semen di Indonesia.

V. Klasifikasi dan Jenis-jenis Tipe Semen Tiga Roda

Semen Tiga Roda diproduksi mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI), Standar
Amerika (ASTM) dan Standar Eropa (EN).
Semen Portland Putih Tiga Roda merupakan satu-satunya semen putih yang diproduksi
di Indonesia.
White Mortar Tiga Roda merupakan produk terbaru Tiga Roda yang sangat sesuai
untuk Plesteran, Acian dan Nat.

Spesifikasi:

7
Ordinary Portland Cement (OPC) Jenis I

Indonesian Standard : SNI 15-2049-2004


American Standard : ASTM C 150-04a
European Standard : EN 197-1:2000

Semen Portland Jenis I merupakan jenis semen yang cocok untuk


berbagai macam aplikasi beton dimana syarat-syarat khusus tidak
diperlukan.

Ordinary Portland Cement (OPC) Jenis II

Indonesian Standard : SNI 15-7064-2004


American Standard : ASTM C 150-04a

Semen Portland Jenis II merupakan jenis semen yang cocok untuk


berbagai macam aplikasi beton dimana diperlukan daya tahan yang
baik terhadap kadar sulfat sedang.

Semen jenis ini banyak digunakan di daerah-daerah yang berkadar sulfat sedang,
misal daerah-daerah rawa dan bangunan-bangunan tepi pantai, bendungan, pondasi
jembatan dll.

Ordinary Portland Cement (OPC) Jenis V

Indonesian Standard : SNI 15-2049-2004


American Standard : ASTM C 150-04a

Semen Portland Jenis V merupakan jenis semen yang cocok untuk


berbagai macam aplikasi beton dimana diperlukan daya tahan yang
baik terhadap kadar sulfat yang tinggi.

Semen jenis ini banyak digunakan di daerah-daerah yang berkadar sulfat tinggi, misal
daerah-daerah rawa dengan tingkat keasaman tinggi, dermaga (bangunan-bangunan
pantai), bendungan, pondasi jembatan, silo bahan-bahan kimia dll.

8
Portland Composite Cement (PCC)

Indonesian Standard : SNI 15-7064-2004


European Standard : EN 197-1:2000 (42.5 N & 42.5 R)

PCC (Portland Composite Cement) digunakan untuk bangunan-


bangunan pada umumnya, sama dengan penggunaan Semen Portland
Jenis I dengan kuat tekan yang sama.

PCC mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah selama proses pendinginan
dibandingkan dengan Semen Portland Jenis I, sehingga pengerjaannya akan lebih
mudah dan menghasilkan permukaan beton/plester yang lebih rapat dan lebih halus.

Oil Well Cement (OWC) / Semen Sumur Minyak

American Standard : API Spec 10A Class G-HSR

Oil Well Cement (OWC) digunakan untuk penyekat pada pengeboran


sumur minyak. Oleh karenanya semen jenis ini juga disebut semen
sumur minyak.

Sumur-sumur minyak atau gas dibuat dengan mengebor lubang ke dalam tanah / bumi
dengan kedalaman ratusan sampai dengan 20.000 kaki (sekitar 7.000 meter). Pipa besi
yang disebut casing ditempatkan pada lubang sumur dan semen dipompa ke bawah
melalui pipa tsb.

Sewaktu semen terpompa keluar melalui dasar casing tsb. dan kembali ke permukaan
melalui bagian luar casing, ia akan membentuk ikatan kritis antara bagian luar casing
dengan dinding sumur yang telah dibor. Ikatan ini akan melindungi minyak, gas dan
air bawah tanah sehingga tidak bercampur di dalam sumur tsb.

Kekokohan semen tergantung pada serangan sulfat dengan kadar, suhu dan tekanan
yang tinggi selama proses pemompaan berlangsung. Dikarenakan keharusan waktu
pemekatan yang ketat, maka OWC diproduksi dengan standar mutu yang ketat sesuai
dengan standar API (American Petroleum Institute).

White Portland Cement (WPC) / Semen Portland Putih

Indonesian Standard : SNI 15-0129-2004


American Standard : ASTM C 150-04a

9
White Portland Cement (WPC) / Semen Portland Putih merupakan jenis semen
bermutu tinggi. Semen Portland Putih terutama digunakan untuk keperluan pekerjaan-
pekerjaan arsitektur, precast dan beton yang diperkuat dengan fiber, panel, permukaan
teraso, stucco, cat semen, nat ubin / keramik serta struktur yang bersifat dekoratif.

Semen Portland Putih dibuat dari bahan-bahan baku pilihan yang rendah kandungan
besi dan magnesium oksidanya (bahan-bahan tsb. menyebabkan semen berwarna abu-
abu). Derajat keputihannya diukur menurut standar yang berbeda-beda, namun mutu
Semen Portland Putih ITP mencapai angka sekitar 85 dengan menggunakan metode
Kett C-1.

Semen Portland Putih dapat juga digunakan untuk proses konstruksi pada umumnya
dan saat ini merupakan satu-satunya Semen Portland Putih produksi dalam negeri.

White Mortar TR30

White Mortar TR30 merupakan produk terbaru Tiga Roda yang


sangat sesuai untuk Acian, Plamir dan Nat.

Keuntungan menggunakan White Mortar TR30 antara lain dapat


menghasilkan permukaan acian yang lebih halus, mengurangi retak
dan terkelupasnya permukaan karena mempunyai sifat plastis dengan daya rekat
tinggi, cepat dan mudah dalam pengerjaan, hemat dalam pemakaian material serta
dapat digunakan pada permukaan beton dengan menambahkan lem putih.

PT Semen Gresik

I. Deskripsi Pabrik Produsen

10
PT. Semen Gresik (Persero) adalah pabrik semen yang terbesar di Indonesia.
Diresmikan di Gresik pada tanggal 7 Agustus 1957 oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno
dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun. Pada tanggal 8 Juli 1991 Semen
Gresik tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta merupakan BUMN
pertama yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat.

Sampai dengan tanggal 30 September 1999 komposisi kepemilikan saham berubah


menjadi: Pemerintah RI 51,01%, Masyarakat 23,46% dan Cemex 25,53%. Pada Tanggal 27
Juli Juli 2006 terjadi transaksi penjualan saham CEMEX S.S de. C.V pada Blue valley
Holdings PTE Ltd. Sehingga komposisi kepemilikan saham sampai saat ini berubah menjadi
Pemerintah RI 51,01%, Blue Valley Holdings PTE Ltd 24,90%, dan masyarakat 24,09%.
Saat ini kapasitas terpasang Semen Gresik Group (SGG) sebesar 16,92 juta ton semen per
tahun, dan menguasai sekitar 46% pangsa pasar semen domestik. PT Semen Gresik (Persero)
Tbk memiliki anak perusahaan PT. Semen Padang (Persero) dan PT. Semen Tonasa
(Persero). Semen Gresik Group merupakan produsen semen terbesar di Indonesia. Produk
semen yang diproduksi oleh PT. Semen Gresik adalah sebagai berikut:

II. Jenis-jenis Tipe Semen

Perseroan memproduksi berbagai jenis semen. Semen


utama yang di produksi adalah Semen Portland Tipe I
(OPC). Di samping itu juga memproduksi berbagai tipe
khusus dan semen campuran (mixed cement), untuk
penggunaan yang terbatas dan dalam jumlah yang lebih
kecil daripada OPC. Berikut ini penjelasan mengenai jenis semen yang di produksi serta
pengunaannya.

ORDINARY PORTLAND CEMENT TIPE I

Semen hidrolis yang dipergunakan secara luas untuk konstruksi umum, seperti konstruksi
bangunan yang tidak memerlukan persyaratan khusus, antara lain bangunan perumahan,
gedung-gedung bertingkat, jembatan, landasan pacu dan jalan raya.

PORTLAND CEMENT TIPE II

Semen Portland Tipe II adalah semen yang mempunyai


ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang.
Misalnya untuk bangunan di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi, beton
massa dan bendungan.

11
ORDINARY PORTLAND CEMENT TIPE III

Semen jenis ini merupakan semen yang dikembangkan


untuk memenuhi kebutuhan bangunan yang memerlukan
kekuatan tekan awal yang tinggi setelah proses pengecoran dilakukan dan memerlukan
penyelesaian secepat mungkin. Misalnya digunakan untuk pembuatan jalan raya,
bangunan tingkat tinggi dan bandar udara.

ORDINARY PORTLAND CEMENT TIPE V

Semen Portland Tipe V dipakai untuk konstruksi


bangunan-bangunan pada tanah/air yang mengandung
sulfat tinggi dan sangat cocok digunakan untuk
bangunan di lingkungan air laut. Dikemas dalam bentuk
curah.

PORTLAND POZZOLAND CEMENT (PPC)

Adalah semen hidrolis yang dibuat dengan menggiling


terak, gypsum, dan bahan pozzolan. Digunakan untuk
bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi
sedang. Misalnya : jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan,
bangunan irigasi, dan fondasi pelat penuh.

PORTLAND COMPOSITE CEMENT (PCC)

Adalah bahan pengikat hidrolis haisl penggilingan


bersama-sama terak, gypsum, dan satu atau lebih
anorganic. Kegunaan semen jenis ini untk konstruksi beton umum, pasangan batu bata,
plesteran, selokan, pembuatan elemen bangunan khusus seperti beton pracetak, beton
pratekan, dan paving block.

SUPER MASONARY CEMENT (SMC)

12
Adalah semen yang dapat digunakan untuk konstruksi perumahan dan irigasi yang struktur
betonnya maksimal K225. Dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng
beton hollow brick, paving block, dan tegel.

OIL WELL CEMENT, CLASS G-HSR (HIGH


SULFATE RESISTANCE)

Merupakan semen khusus yang digunakan untuk


pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan kontruksi sumur minyak di bawah
permukaan laut dan bumi. OWC yang telah diproduksi adalah Class G, High Sulfat
Resistance (HSR) disebut juga sebagai (Basic OWC". Aditif dapat ditambahkan untuk
pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperatur tertentu.

SPECIAL BLENDED CEMENT(SBC)

Adalah semen khusus yang diciptakan untuk


pembangunan mega proyek jembatan Surabaya MAdura
(Suramadu) dan cocok digunakan untuk bangunan di lingkungan air laut. Dikemas dalam
bentuk curah.

III. Lokasi Pabrik

Lokasi pabrik sangat strategis di Sumatera, Jawa dan Sulawesi menjadikan Semen Gresik
Group (SGG) mampu memasok kebutuhan semen di seluruh tanah air yang didukung ribuan
distributor, sub distributor dan toko-toko. Selain penjualan di dalam negeri, SGG juga
mengekspor ke beberapa negara antara lain: Singapura, Malaysia, Korea, Vietnam, Taiwan,
Hongkong, Kamboja, Bangladesh, Yaman, Norfolk USA, Australia, Canary Island,
Mauritius, Nigeria, Mozambik, Gambia, Benin dan Madagaskar. PT. Semen Gresik memiliki
beberapa anak perusahaan antara lain :

1. Semen Padang. Semen Padang memiliki 4 (empat) pabrik semen, kapasitas


terpasang 5,24 juta ton semen pertahun berlokasi di Indarung, Sumatera Barat. Semen
padang memiliki 5 pengantongan semen, yaitu : Teluk Bayur, Belawan, Batam, Tanjung
Priok dan Ciwandan.
2. Semen Gresik. Semen Gresik memiliki 3 pabrik dengan kapasitas terpasang
8,2 juta ton semen per tahun yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur. Semen Gresik
memiliki 2 pelabuhan, yaitu : Pelabuhan khusus Semen Gresik di Tuban dan Gresik.
3. Semen Tonasa. Semen Tonasa memiliki 3 pabrik semen, kapasitas terpasang
3,48 juta ton semen per tahun, berlokasi di Pangkep, Sulawesi Selatan. Semen Tonasa
memiliki 7 (tujuh) pengantongan semen, yaitu : Biringkasi, Makassar, Samarinda,
Banjarmasin, Bitung, Palu, Ambon, Celukan Bawang, Bali.
13
Daftar Pustaka

http://www.sementigaroda.com
http://www.facebook.com/pages/Semen-Tiga-Roda/37069734982?v=info
http://www.semengresik.com
http://www.semenpadang.com
http://www.google.com

14