Anda di halaman 1dari 10

MEDITASI DAN RELAKSAAI SUFI

Makalah

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah : Sufi Heilig

Dosen Pengampu : Bpk Sulaiman Al-Kumai M. Ag

Oleh:

Soleha (084411020)

FAKULTAS USHULUDDIN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2010

MEDITASI DAN RELAKSASI SUFI

PENDAHULUAN

Sasaran dan maksud dari muraqabah/meditasi adalah untuk memperagakan kehadiran


terus-menerus ke dalam realitas. Semakin seseorang memelihara pelatihan ini, semakin
terungkapkan manfaatnya dalam kehidupan sehari-harinya sampai pada titik dia mencapai
tataran fana dalam hadirat Allah. Orang harus tahu betul bahwa Allah adalah jembatan antara
ilusi dan realitas dan dia berada di dunia ini hanya untuk tujuan itu. Jadi seutas tali yang khas
yang diulurkan kepada setiap orang yang mencari kebebasan (dari ilusi), karena hanya
Allahlah yang dapat memberikan layanan sebagai penghubung antara seseorang yang masih
terikat kepada dunia dengan Hadirat Ilahi. Agar menjadi fana di hadapan dan keberadaannya
adalah menjadi fana dalam kenyataan, dalam Hadirat Ilahi, karena memang sesungguhnya di
situlah dia berada.

Meditasi terdapat dalam berbagai agama dan budaya. Dalam islam diajarkan dalam
tasawuf. Ada beberapa kegiatan spiritual yang dapat dikategorikan sebagai meditasi dalam
tasawuf, yaitu muroqobah, muhasabah, wirid, tafakur, zikir, doa, uzlah, dan i’tikaf.1

RUMUSAN MASALAH

Pengertian Meditasi

Mengapa Orang Melakukan Meditasi

Terafi Melalui Meditasi Sifi

Teknik Meditasi

Meditasi Dilihat Dari Ilmu Medis

Relaksasi

Cara – Cara Meditasi

PEMBAHASAN

Pengertian Meditasi

Meditasi berasal dari bahasa Inggris “meditation” yang kemudian diucapakan dalam
bahasa Indonesia menjadi meditasi. Karena di sesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.

1 Sudirman Tebba, Meditasi Sufistik, Jakarta: Pustaka IrVan, 2007. Hlm. 2


Menurut etimologi meditasi berasal dari kata “meditari” yang
artinya:merenungkan,meresapkan, atau mengunyah.

Menurut Jooseoef Souy’b, meditasi adalah pemusatan ingatan dan pikiran kepada
tujuan hingga tercapai ekstase (alfana), yaitu tercapainya rasa hening dan sunyi yang luar
biasa atau sirnanya pikiran, perasaan atau kesadaran ke dalam kebesaran Dzat Allah.

Meditasi juga biasa digambarkan sebagai sebuh cara ilmiah mendekati diri kita sendiri
melalui eksplorasi diri secara batin dan penyadaran diri. Sebuah proses eksprensial terhadap
ketenangan pikiran (mind) dan menemukan esensi sejati, dalam keilahian, diri yang lebih
tinggi, jiwa, atau kebijakan batin dan segala pengetahuan kita. Pada level yang universal,
meditasi adalah sebuah proses untuk mentranfortasikan dan memperluas kesadaran, yang
pada puncaknya mencapai suatu keadaan yang mutlak kesadaran tanpa pertimbangan.(non
judgement awareness).2 Adapun langkah – langkah awal untuk menuju meditasi adalah
konsentrasi dan penghayatan.setrategi utama dalam konsentrasi adalah terfokus pada aturan
atau perintah tunggal dan secara konstan membawa mind (pikiran) berkeliling – liling
munuju obyek ini. sedangkan penghayatan, sebuah teknih dimana mind(pikiran) mengamati
dirinya sendiri. Keduanya mencakup secara interpersonal perbuatan yang semata – mata
dilakukan dalam satu waktu yang sama dan untuk mendisiplinkan mind serta melatih kembali
perhatian (attention), secara sederhana menyaksikan apa yang muncul dalam kesadaran.
Untuk menguasai diri dalam mencapaai kebebasan yang sesuai apa yang di iginkan.

Mengapa Orang Melakukan Meditasi

Ketika meditasi menjadi mainsrem (arus utama) pada tahun 1900-an, ia diangap
sebagai alat yang bermanfaat bagi memperbaiki kesehatan fisik, mental, emosional. Dan
spiritual. Adapun manfaat yang dialami oleh seseorang yang pernah melakukan meditasi.,
adalah:

Penurunan stress.

Merasa lebih damai dan harmonis.

Lebih berenergi dan vitalitas diperbaharui.

Keseimbangan emosional dan mental.

2 R.N.L.O’riordan; penerjemah: Sulaiman Ai-Kumai, Seni Penyembuh Alami: Rahasia


Penyembuhan Melalui Energi Ilahi, Cet. 1, Bekasi: Gugus Press, 2002. Hlm. 198
Menghilangkan ketegangan dan memperoleh rileksasi.

Berfungsi lebih efektif

Terpusat dan stabil.

Meningkatnya spiritual.

Penyembuhan pikiran/tubuh/jiwa.

Kedamaian tidak pernah basa ditemukan diluar diri sendiri. Ia hanya bisa ditemukan
ketika kita belajar mengontrol tubuh-tubuh fisik, mental, dan emosional.secara sederhana
perlu belajar menjadi diam, membiarkan mind mendengar dan menyerap. Agar apa yang
diperoleh dalam bermeditasi bisa terwujud apa yang menjadi tujuannya. 3

Terafi Melalui Meditasi Sifi

Muraqabah

Muraqabah ialah konsentasi penuh waspada dengan segenap kekuatan jiwa, pikiran
dan imajinasi serta pemeriksaan yang denaganya sang hamba mengawasi dirinya sendiri
secara cermat. Selam muraqabah berlangsung sang hamba mengamati bagaimana Allah
wujud dengan jelas dalam kosmos dan dalam dirinya sendiri.

Para penempuh jalan rohani merasakan bahwa muraqabah dalam hati menyebabkan
dipeliharanya tingkah laku lahiriahnya. Barangsiapa yang merasakan bermuraqabah secara terus
menerus niscaya Allah akan memeliharanya pada waktu sendirian maupun ditenggah orang banyak.
Muraqabah juga merupakan kontinuitas pengetahuan, kesadaran dan kenyakinan seseorang bahwa
Allah selalu melihat dan mengawasi keadaannya baik batiniah maupun ruhaniah.4

Disamping itu muraqabah juga ada kaitannya dengan mujahadah, yaitu yaitu
perjuangan dan upaya spiritual melawan hawa nafsu dan berbagai kecenderunganjiwa rendah.
Mujahadah adalah perang terus menerus yang disebut dengan perang besar (jihad alo-akbar).
Perang ini mengunaklan berbagai senjata samawi berupa mengigat Allah. Mereka yang sudah
matang dalam menempuh jalan spiritual, yang sudah dekat atau mengenal Allah menatakan
bahwa mujahadah adalah permainan anak-anak. Sedangkan pekerjakan orang dewasa adalah
pengetahuan ilahi.

3 Ibid., hlm. 199


4 Sururin tebba, op cit., hlm. 13
Muhasabah

Istilah “muhasabah” merupakan kata Arab yang berasal dari satu akar yang mencakup
konsep – konsep, agar bisa membimbing seseorang untuk lebih bertanggung jawab.5 Karena
Muhasabah juga merupakan analisis terus menerus atas hati berikut keadaannya yang selalu
berubah. Selama muhasabah orang yang merenung pun memeriksa gerakan hati yang paling
tersembunyi dan rahasia. Dia menghisab dirinya sendiri sekarang tanpa menunggu hingga
hari kebangkitan di akhirat kelak.

Dengan muhasabah seorang muslim berpegang teguh kepada kitab Allah dan menjaga
diri dari larangan – larangan, ia akan selalu menegakkan hukum Allah dan selalu konsekuen
berpegang kepada ajaran Islam. Merupakan kunci bagi penahanan diri, dimana orang yang
beribadah berusah menghindari semua yang mungkin bertentangan dengan ajaran Allahdalam
bentuk perkataan ataupun perbuatan dengan hati ataupun anggota – anggota badan dan
menolak segala hal yang mungkin mengakibatkanh murka-Nya

Wirid

Wirid adalah latihan spiritual dengan menyebut nama – nama Tuhan, yang biasa
disebut Asmaul Husna, jumlahnya 99 nama. Wirid juga adalah tafakur, mengerjakan sholat
sunat, membaca Al – Qur’an, zikir dan do’a.

Tafakkur

Tafakur berarti perenungan, yaitu merenungkan ciptaan Allah, kekuasaannya yang


nyata dan tersembunyi serta kebesarannya di seluruh langit dan bumi. Yang telah
dilimpahkan oleh Allah kepada manusia. Tafakur seperti ini akan mendorong kita untuk
selalu mensyukuri dan menyibukan diri dengan ibadah dan amal saleh sebagai wujud
kecintaan kita kepada Allah. Tafakur sebaiknya di lakukan setuap hari terutama pada tengah
malam hari. Karena pada tengah malam tersebut saat yang paling baik, lengang, jernih dan
tepat untuk pensucian jiwa.6

Dzikir

Dzikir berarti mengigat, menyebut atau mengagungkan Allah dengan mengulang –


ulang salah satu namanya atau kalmat keagungannya. Zikir yang hakiki adalah sebuah

5 Ibid., hlm. 27 - 30
6 Ibid., hlm. 65 - 66
keadaan spiritual dimana seorang yang mengugat Allah, memusatkan segenap kekuatan fisik
dan spiritualnya kepada Allah, sehinga seluruh wujudnya bisa bersatu dengan yang maha
mutlak.

Doa

Do’a berarti permintaan atau permohonan, yaitu permohonan manusia kepada Allah
untuk mendapatkan kebaikan di dunia (kesehatan, kemakmuran, pengetahuan dan kedudukan
yang tinggi serta terhindar dari musibah ) dan keselamatan di akhirat(masuk surge dan
terhindar dari api neraka).

Memfokuskan energi kita melalui doa adlah cara sangat ampuh untuk mencapai
kesehatan, penyembuhan, dan keharmonisan duniawi dan kehidupan abadi. Ketika kita
berpikir, merasa, dan mengalami emosi, kita secara konstan mengafirmasikan (menegaskan)
atau mengecilkan kehidupan kita pada semua level. Doa merupakan bgian integral dalam
semua agama dunia dan merupakan sentral dalam doktrin penyembuhan sufi. Kerena doa
secara langsung kita memangil dan mencari kedekatan dengan Allah. Ia merupakan sumber
makanan spiritual internal dan internal yang mengaktipkan ingatan akan keilahan batin dan
koneksi dengan dunia kolestial kita, dalam siklus alami alam semesta.7

Uzlah

Uzlah berarti mengasingkan diri dari pergaulan dengan masyarakat untuk menghindari
maksiat dan kejahatan serta melatih jiwa dengan melakukan ibadah, zikir dan selalu berdo’a
kepada Allah dalam mendekatkan diri kepada –Nya.8

Yang menjadi faktor utama pendekatan diri kepada Allah adalah uzlah. Dalam
pengasingan diri untuk pencari ketenagan batin dan jauh dari hiruk pikuknya kehidupan
sehari – hari, dan untuk memperbaiki kehidupan manusia.

I’tikaf

I’tikaf berarti berdiam diri atau melazimkan suatu yang baik atau buruk, atau berdiam
diri di dalam masjid dengan niat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dari segi diamnya, i’tikaf ada kesamaan dengan uzlah. Tapi uzlah tidak tidak
mensyaratkan dilakukan dimasjid. Kemudian tujuan da4i uzlah untuk mendkatkan diri
7 R.N.L. O’riordan, Penj, Silaiman Al-Kumai,op cit., hlm. 205
8 Op cit., hlm. 113
kepada Tuhan dan menjauhi maksiat yang merajalela dalam masyarakat. Sedangkan i’tikaf
dilakukan tidak karena untuk menghindari maksiat dan kejahatan masyarakat. Tapi untuk
mendekatkan diri kepada Allah dalam meningkatkan ibadah.

Teknik Meditasi

1. Bersifat Fisik

yaitu mengatur sikap atau posisi tubuh supaya dapat bermeditasi secara nyaman. Dan
duduk dengan tenang tanpa digangu oleh orang lain. Supaya mendapatkan apa yang menjadi
tujuannya.

Dengan berpikir positif , manusia mempunyai kemampuan untuk menambah efisiensi


sistim kekebalannya dan juga tingkat kesehatannya, dan bisa menguragi rasa sakit.sebab
keadaan gelombang otaknya dan sistim sarafnya bekerja dengan baik, sihinga mengeluarkan
hurmon-hormon yang seimbang.lakukanlah dalam wktu sekitar 15 – 20 menit setiap hari,
karena akan membut tubuh dan pikiran menjadi tenang dan energi yang masuk akan
meningkat.dan saluran darah dalam tubuh akan bekerja dengan mudah.9

2. Bersifat mental

yaitu membayangkan sebuah benda, warna, situasi, atau peristiwa tertentu. Karena
biokimia yang ada dalam otak manuisia, menstranmisi imformasi dalam bentuk implus-
implus elektromanetik kesetiap sel dalam tubuh.

Meditasi Dilihat Dari Ilmu Medis

Setiap memasuki alam meditasi, setiap individu akan memiliki pengalaman yang
unik. Tetapi pengalaman antara orang yang satu dengan yang lainnya itu tidak sama.
Demikian juga kalau kita lihat dari sisi medis, meditasi memang tidak ada keseragamannya.
Karena pengalaman setiap orang itu bersifat khas, itu terjadi karena “irama
symphony”getaran medan Energi Bio-Electric pada level conscious mind tiap orang berbeda
satu sama yang lainnya.karena pada tahap ini gelombang energinya sangat lemah, sehinga
mudah kacau untuk menjadikannya supaya sinkron tentu saja dengan cara bertahap, semakin
tinggi gelombang frekuinsinya semakin tinggi pula kewaspadaannya. Maka apabila taraf
peningkatan kesadaran berjalan terus, maka irimanya menjadi semakin indah dan semakin

9 Rachmat Sni,op cip., hlm. 209 - 211


indah. Symphony-nya semakin sempurna.10

Kalau dilihat dari alat EEG11 (Electro Encepalo Graphy) dalam meditasi mengalami
proses gelombang otaknya terus turun dan menurun.

Beta 14-32 +Hz conscious (sadar), reaktif sinyal membangkitkan keadaan.

Alpa 7-14 Hz rem sleep (setenggah sadar), kereatif releks, keadaan meditatif.

Tetha 4-7 Hz subconcious (bawah sadar), kereatif kebiasaan-kebiasaan, gagasan –


gagasan, kepercayaan-kepercayaan.

Delta 0,5-4 Hz unconscius(tidak sadar) kereatif tidur lama.

dalam ilmu medis keadaan seperti itu sistem kerja organ dan sel yang ada dalam tubuh
menjadi singkron sehingga menunjang kesehatan fisik dikarenakan adanya anti body yang
bekerja melawan berbagai macam penyakit.

Relaksasi

Relaksasi yaitu keheningan total, kemampuan untuk melampaui pikiran, waktu,


ruang, dengan mencapai momen kedamaian dan ketentraman jiwa dan pikiran. Supaya
konsentrasi penuh pada satu titik.agar bisa bermeditasi dengan baik dan sesuai apa yang
diharapkan.

Adapun fungsi Relaksasi, adalah:

Membuat individu mampu menghindari reaksi yang berlebihan karena stres.

Dapat mengurangi sakit kepala, hipertensi, insomnia

Mengurangi tingkat kecemasan

Meningkatkan penampilan kerja,sosial, dan ketrampilan fisik

Mengurangi kelelahan aktivitas mental

Dengan demikian sebuah meditasi merupakan jalur yang diresepkan menuntun

10 Anan Krisna Bersama Dr. B. Setiawan, Ilmu Medis dan Meditasi, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama,
2001. Hlm. 103 - 104

11 Ibid., hlm. 105


manusia keluar dari lumpur, delusi, ilusi, kebingungan dan kebohongan menuju pada terang
cahaya dari kesadaran murni, yang akan menghancurkan ketidaktahuan menjadikan manusia
yang lebih bermakna mencapai kehidupan bahagia.

Cara – Cara Bermeditasi

duduk pada suatu postur meditatif dan tutup kedua mata anda. Biarkan kepala, leher,
pungung belakang, dan tubuh rileks. Bernafas perlahan – lahan dan dalam – dalam
melalui hidung dan hembuskan nafas lebih perlahan lahan lagi melalui mulut.

Konsentrasikan seluruh perhatian anda, seluruh kesadaran dan seluruh energi pada
pernafasan.secara sederhana pernapasan masuk dan pernapasan keluar, ikuti napas
anda dari ujung lubang hidung, melalui hidung, trakhea (batang tengorokan), bronkhi
dan masuk ke paru – paru. Rasakan paru – paru anda berisi dan berkembang dengan
napas kehidupan. Menjadi sangat akrab.dengan pernapasan, mengalami pemasukan
dan pengeluaran napas anda.

Tidak ada sesuatupun yang anda butuhkan, hanyalah menarik napas perlahan – lahan dan
menghembuskannya perlahan – lahan juga. Bayangkan mind (pikiran) dan tubuh
menjadi tenang, damai dan aman.

Fokuskan seluruh kesadaran pada pernapasan anda, lepaskan seluruh pengharapan –


pengharapan dan biarkan pikiran – pikiran anda bagaikan melalui awan – awan.
Dimanapun merasa terganggu, kembali fokuskan pada pernapasan anda dan diamlah
dengan masing – masing napas.

Bernapas dalam – dalam, perlahan –lahan dan rileks. Jagalah terus lebih mendalam dan
lebih mendalam lagi hingga anda menyentuh keheningan. Istirahatkan beberapa saat
dalam keheningan,. Kemudian, amati diri sendiri dan sadari bagaimana rasanya ketika
anda menyempurnakan meditasi. Pernapasan dengan kesadaran, menenangkan urat –
urat saraf, menentramkan pikiran dan memberi kesempatan kepada anda mendengar
dalam keheningan.12

Kemudian buka mata anda dengan perlahan. Kemudian anda merakan reaksi apa yang
terjadi pada tubuh anda setelah bermeditasi.

12 R.N.L. O’riordan, Penj, Silaiman Al-Kumai, hlm. 201 - 201


KESIMPULAN

Meditasi adalah sebuah proses untuk mentransformasi dan memperluas kesadaran


maupun pikiran. yang pada puncaknya mencapai suatu keadaan yang mutlak, kesadaran tanpa
pertimbangan. Untuk mencapai kehadirat Ilahi yang lebih tinggi di dalam batin dan segala
pengetahuan kita tentang Allah Swt.

PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat kami buat. semoga tulisan atau makalah ini bisa kita
pahami dan bermanfaat bagi kita semua. Kami pun menyadari bahwasanya, baik di dalam penyusunan
ataupun pembahasannya makalah ini masih terdapat kekurangan. maka dari itu kami sebagai
pemakalah mengharap kritik serta saran dari teman-teman yang dapat membangun. Untuk bahan
pertimbangan kesempatan makalah yang akan datang, agar lebih baik dan sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

Anan Krisna Bersama Dr. B. Setiawan, Ilmu Medis dan Meditasi, PT Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta: 2001

Tebba, Sudirman, Meditasi Sufistik, Pustaka IrVan, Jakarta: 2007

Sani, Rachman, yoga untuk kesehatan, Dahara Prize, semarang:1999

R.N.L.O’riordan; penj: Sulaiman Ai-Kumai, Seni Penyembuh Alami: Rahasia


Penyembuhan Melalui Energi Ilahi, Cet. 1, Gugus Press, Bekasi: 2002