Anda di halaman 1dari 36

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian

ini

merupakan

penelitian

pengembangan.

Disebut

penelitian

pengembangan karena mengembangkan perangkat pembelajaran biologi kelas I

MA pokok bahasan Aksi Interaksi bercirikan model pembelajaran kooperatif tipe

jigsaw.

Perangkat

pembelajaran

yang

dikembangkan

meliputi

Materi

Ajar,

Rencana Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, dan Buku Panduan Guru.

B. Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada dua sekolah yang berbeda yaitu:

1)

2)

Siswa kelas I Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darun Najah Duman-

Narmada untuk Ujicoba I.

Siswa kelas I Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Haramaian Putri NW

Narmada untuk Ujicoba II (real teaching).

Ujicoba I dilakukan pada Madrasah Aliyah Ponpes Darun Najah Duman-

Narmada, dengan pertimbangan sebagai berikut.

a. Kedua Madrasah Aliyah tersebut berada pada satu wilayah kecamatan.

b. Siswa dalam kelompok kelas putri.

c. Keterbukaan Kepala Madrasah dan dewan guru untuk menerima inovasi

dalam proses belajar mengajar yang sifatnya konstruktif.

46

47

d.

Kemampuan awal siswa pada kedua sekolah tersebut dianggap setara, karena

rata-rata NEM siswa pada MA Ponpes Darun Najah adalah 24 dan MA

Ponpes Nurul Haramain adalah 26.19.

C.

Waktu Penelitian

Penelitian

dilaksanakan

pada

bulan

Oktober

2002

sampai Juni 2003.

Ujicoba I telah dilaksanakan dari tanggal 16 April sampai 8 Mei 2003, dan

Ujicoba II dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 18 Juni 2003.

D. Variabel dan Definisi Operasional Variabel

Variabel-variabel yang

terlibat

definisi operasionalnya sebagai berikut.

dalam

penelitian

ini dapat

dijelaskan

a.

Kemampuan guru mengelola pembelajaran adalah skor yang diperoleh

guru

dalam

melaksanakan

PBM

yang

meliputi

persiapan,

pendahuluan,

kegiatan inti, penutup, pengelolaan waktu, dan pengelolaan kelas yang diukur

dengan instrumen lembar observasi kemampuan guru (Instrumen 01).

 

b.

Aktivitas

siswa

dalam

pembelajaran

kooperatif

tipe

jigsaw

adalah

banyaknya aktivitas yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar dan

diamati dengan instrumen lembar observasi aktivitas siswa (Instrumen 02).

Aktivitas siswa yang dimaksud meliputi mendengarkan atau memperhatikan

penjelasan guru atau teman, membaca LKS, Materi Ajar dan menulis yang

relevan,

mengerjakan

LKS

pada

kelompok

ahli,

berlatih

melakukan

keterampilan kooperatif, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok.

48

c. Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

adalah

sejumlah

keterlibatan

guru

selama

proses belajar

mengajar

yang

diamati dengan instrumen lembar observasi aktivitas guru dalam mengelola

pembelajaran kooperatif tipe jigsaw (Instrumen 02). Aktivitas guru yang

dimaksud

meliputi

menyampaikan

TPK/memotivasi

siswa,

menyajikan

informasi

tentang

materi

pelajaran,

mendorong/melatihkan

keterampilan

kooperatif pada siswa, dan mengelola KBM sesuai kaidah pembelajaran

kooperatif tipe jigsaw.

d. Keterampilan kooperatif siswa sejumlah aktivitas siswa yang bercirikan

kooperatif yaitu, menghargai kontribusi, mengambil giliran dan berbagi tugas,

mengajukan

pertanyaan,

mendengarkan

dengan

aktif,

dan

memeriksa

ketepatan yang diamati dengan instrumen lembar observasi keterampilan

kooperatif siswa (Instrumen 03).

e. Respon siswa adalah pendapat/penilaian siswa terhadap pelaksanaan KBM.

Respon siswa ini diukur dengan cara mengisi angket setelah KBM dengan

instrumen angket respon siswa (Instrumen 04). Komponen yang dimaksud

meliputi: materi pelajaran; buku ajar siswa, LKS, media belajarnya, suasana

kelas, dan cara guru mengajar. Dalam hal ini siswa berpendapat apakah siswa

merasa senang atau tidak dalam KBM, merupakan hal baru atau tidak.

f. Kesan

guru

adalah

tanggapan

atau

penilaian

guru

terhadap

penerapan

perangkat pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan

diukur dengan Instrumen Kesan Guru. (Instrumen 05)

g.

49

Hasil belajar siswa adalah skor yang diperoleh siswa dari tes hasil belajar

berupa tes hasil belajar produk dan tes hasil belajar proses yang diukur dengan

Instrumen Tes Hasil Belajar (Instrumen 06 dan Instrumen 07).

E. Prosedur Penelitian

Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah tahap

pengembangan perangkat, dan tahap kedua adalah tahap pembelajaran nyata.

1. Tahap Pengembangan Perangkat

Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini, mengikuti

model pengembangan Kemp

et al. (1994). Model Kemp merupakan suatu

lingkaran

yang

kontinum.

Setiap

unsur

pengembangan

berhubungan

secara

langsung dengan aktivitas revisi. Pengembangan perangkat dapat dimulai dari

unsur yang manapun di dalam siklus itu. Sesuai dengan kurikulum SMU/MA

1994 yang berorientasi pada tujuan, pengembangan dalam penelitian ini dimulai

dari tujuan dan berakhir pada evaluasi.

Dalam penelitian ini, peneliti mengadopsi kesembilan unsur yang terdapat

pada model pemgembangan Kemp et al. (1994), yaitu (1) Instructional Problems,

(2) Learner Characteristics, (3) Task Analysis, (4) Instructional Objectives, (5)

Content Sequencing, (6) Instructional Strategies, (7) Instructional Delivery, (8)

Evaluation Instrumens, dan (9) Instructional Resources.

Urutan

langkah

pengembangan

perangkat

pembelajaran

dengan

model

pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang betul-betul dilakukan dalam penelitian

ini, dideskripsikan pada diagram alur pada Gambar 3.1 berikut.

50

Analisis Tujuan Analisis Karakteristik Siswa Analisis Isi Analisis Konsep Menyusun Urutan Konsep Merumuskan Tujuan
Analisis Tujuan
Analisis Karakteristik Siswa
Analisis Isi
Analisis Konsep
Menyusun Urutan Konsep
Merumuskan Tujuan
Pembelajaran
Merancang Strategi KBM
Memilih Media
Menentukan
Menyusun Instrumen
Pembelajaran
Layanan Penunjang
Evaluasi
Desain Awal Perangkat Pembelajaran (Draft 1)
Validasi Perangkat
Revisi 1: Draft 2
Simulasi
Revisi 2: Draft 3
Ujicoba I
Draft Akhir
Revisi 3
Analisis Hasil Ujicoba 1
(Draft 4)

Gambar 3.1 Diagram Alir Rancangan Pengembangan Perangkat Pembelajaran

1) Analisis Tujuan

51

Tujuan analisis ini adalah untuk menetapkan arah dasar yang dibutuhkan

dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Dari arah dasar ini lalu disusun

alternatif pembelajaran yang sesuai. Dalam melaksanakan analisis tujuan, ditinjau

dari aspek kurikulum SMU/MA 1994.

Menurut kurikulum SMU 1994 disebutkan bahwa tujuan pendidikan biologi

adalah

memahami

konsep-konsep

biologi

dan

saling

keterkaitannya

serta

menggunakan metode ilmiah dengan dilandasi sikap dan nilai-nilai ilmiah untuk

memecahkan masalah-masalah yang dihadapi sehingga lebih menyadari kebesaran

dan kekuasaan penciptanya (Depdikbud, 1993).

Pokok

bahasan

yang

dikembangkan

perangkat

pembelajarannya

dalam

penelitian ini adalah: “Aksi Interaksi” pada kelas I semester 2. Berdasarkan GBPP

Mata Pelajaran Biologi kurikulum 1994 bahwa tujuan umum yang harus dicapai

pada pokok bahasan tersebut adalah siswa memahami prinsip dan pola interaksi

dalam ekosistem melalui perencanaan, pengamatan, dan diskusi.

Berdasarkan

tujuan

tersebut,

bahwa

pembelajaran

yang

sesuai

adalah

pembelajaran secara berkelompok yang berbasis pada keterampilan proses dan

aktivitas siswa yang berorientasi pemecahan masalah berdasarkan pengamatan

dan diskusi dengan menggunakan metode ilmiah untuk memahami prinsip dan

pola interaksi dalam ekosistem. Inti penekanan tujuan tersebut adalah kemampuan

berpikir tingkat tinggi dan berpikir kritis siswa, serta sharing pendapat melalui

diskusi. Karena keterbatasan alat dan bahan untuk melakukan percobaan, maka

pengajaran yang berorientasi pemecahan masalah berdasarkan perencanaan dan

52

percobaan tidak dapat dilakukan pada Madrasah Aliyah NW. Pembelajaran yang

mungkin dilakukan adalah pembelajaran yang berorientasi pemecahan masalah

berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi kelompok yang identik dengan model

pembelajaran kooperatif.

Dipilihnya pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk pengajaran pokok

bahasan Aksi Interaksi ditinjau dari segi struktur isi, karena pada pokok bahasan

ini terdiri dari sub-sub pokok bahasan yang antara masing-masing subpokok

bahasan relatif tidak merupakan suatu prasarat untuk pokok bahasan yang lain.

2) Analisis karakteristik siswa

Analisis siswa merupakan telaah karakteristik siswa yang meliputi tingkat

perkembangan

kognitif,

kemampuan,

latar

belakang

pengetahuan,

dan

latar

belakang sosial budaya siswa. Dari hasil analisis ini nantinya akan dijadikan

kerangka acuan dalam menyusun materi pembelajaran.

Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek adalah siswi Madrasah Aliyah

kelas I dengan kisaran usia 15-17 tahun, maka menurut teori Piaget siswa pada

kemlompok usia seperti itu berada dalam tahap operasi formal atau mereka telah

mampu untuk berfikir abstrak. Jadi pada tahap ini para siswa sudah mampu

menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik dan kompleks daripada anak

yang masih berada dalam tahap operasional konkrit (Slavin, 1994).

Siswa kelas I MA yang menjadi subjek penelitian 60%-nya berasal dari MTs

baik negeri maupuan swasta dan 40%-nya berasal dari SLTP. Dengan demikian,

siswa mempunyai latar belakang pengetahuan yang berbeda-beda. Berdasarkan

53

hasil wawancara dengan guru bidang studi biologi, bahwa rata-rata nilai biologi

untuk tiga kali tes formatif pada semester I adalah 6.7 untuk pengetahuan produk.

Siswa juga berbeda dalam sosiokultural. Dari buku induk siswa baru terlihat

bahwa siswa berasal dari empat jenis latar belakang keluarga yaitu, pegawai

negeri sipil, petani, buruh (termasuk tenaga kerja di luar negeri),

nelayan, dan

wiraswasta. Keseluruhan siswa berasal dari empat suku yaitu suku Sasak atau

Lombok yang mendominasi, suku Sumbawa, dan suku Bima. Dengan adanya

perbedaan latar belakang pengetahuan, kemampuan, latar belakang keluarga, dan

suku dalam kelompok siswa yang mempunyai tingkat perkembangan kognitif

yang relatif sama, maka penting diadakannya pengajaran yang berorientasi pada

kerja sama antar siswa untuk mengembangkan sikap saling menghargai dan

menerima perbedaan. Dalam hal ini

pembelajaran yang berorientasi model

pembelajaran kooperatif sangat diperlukan.

3) Analisis tugas

Analisis tugas merupakan pemahaman tugas dalam pembelajaran yang

dilakukan untuk mengidentifikasi struktur pokok bahasan yang dipilih. Dalam hal

ini adalah pokok bahasan Aksi Interaksi. Analisis tugas digunakan untuk merinci

isi mata ajar dalam bentuk garis-garis besar isi pokok bahasan. Analisis tugas pada

pokok bahasan Aksi Interaksi meliputi analisis isi pelajaran dan analisis konsep.

Hasil akhir dari analisis tugas adalah tertuang dalam “Materi Ajar dan Lembar

Kegiatan Siswa” sebagai perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam

penelitian.

54

Analisis tugas yang diimplementasikan dalam Materi Ajar dan LKS ini,

peneliti

berpedoman

pada;

GBPP

mata

pelajaran

biologi

kurikulum

1994

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; Buku

Pratiwi, D.A. et al., penerbit Erlangga.

Penuntun Biologi karangan

a. Analisis isi

Dari GBPP mata pelajaran biologi kurikulum SMU 1994 tentang pokok

bahasan Aksi Interaksi, dapat diuraikan sebagai berikut.

Pokok Bahasan

Aksi dan Interaksi

Sub Pokok Bahasan:

1. Interaksi menunjukkan hubungan saling mempengaruhi yang dinamik antar faktor biotik, antara faktor biotik dan abiotik dalam eksosistem,

a) Pola-pola interaksi yang melibatkan faktor-faktor biotik, rantai makanan,

aliran energi, dan siklus biogeokimia berlangsung pada tingkat individu,

populasi, dan komunitas.

(1) Mengamati hubungan biotik-abiotik, rantai makanan, jaring-jaring

makanan

di

lingkungan

sekolah

dengan

menggunakan

lembar

observasi.

(2) Dijelaskan dengan menggunakan charta siklus biogeokimia dalam

suatu ekosistem misalnya siklus nitrogen, siklus karbon, dan siklus air.

b)

Dalam interaksinya komunitas mengalami pertumbuhan yang dinamik,

sehingga tercapai klimaks.

(1) Mendiskusikan suksesi komunitas sampai mencapai klimaks melalui

berbagai model pertumbuhan.

 

55

c)

Hubungan

antara

komunitas

dengan

lingkungan

membentuk

berbagai

macam ekosistem.

(1) Mengadakan studi lapangan ke suatu ekosistem khas (misalnya kolam).

Diidentifikasikan komunitas di dalamnya dan dipelajari keterkaitan satu

sama lainnya.

(2) Berdasarkan hasil pengamatan berbagai populasi dalam suatu komunitas,

peranan

populasi

dalam

ekosistem,

serta

faktor-faktor

abiotik,

mendiskusikan berbagai macam ekosistem.

Dari

isi pokok

bahasan

tersebut

dapat

dianalisis struktur

isinya

yang

meliputi fakta, konsep, dan prinsip. Untuk setiap subpokok bahasan pada Aksi

Interaksi, hasil analisis struktur isinya adalah sebagai berikut.

1) Subpokok bahasan: Pola-pola interaksi yang melibatkan faktor biotik-abiotik, rantai makanan, aliran energi, dan siklus biogeokimia berlangsung pada tingkat individu, populasi, dan komunitas.

Fakta:

(a)

Organisme hidup akan selalu membutuhkan organisme lain dan lingkungan

hidupnya.

 

(b)

Dalam

ekosistem

terjadi

rantai

makanan,

pengalihan

energi,

dan

siklus

biogeokimia.

 

(c)

Tumbuhan hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem.

 

(d)

Salah satu cara suatu komunitas berinteraksi adalah dengan peristiwa makan

dan dimakan.

 

(e)

Sumber energi utama dalam ekosistem adalah matahari.

 

56

(f)

Organisme pada tingkat trofik pertama biasanya melimpah, sedangkan pada

tingkat trofik kedua dan seterusnya semakin berkurang.

(g)

Tidak ada pemanfaatan energi secara efisien dalam ekosistem.

(h)

Tubuh makhluk hidup tersusun atas materi dasar yang berupa unsur yang

terdapat dalam senyawa kimia.

Konsep:

(a)

Produsen

(b)

Konsumen

(c)

Herbivor

(d)

Karnivor

(e)

Omnivor

(f)

Pemangsa

(g)

Saprofit

(h)

Piramida ekologi

Prinsip:

(a)

Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan

melalui sederetan organisme yang makan dan dimakan.

(b)

Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke

bentuk energi lain dimulai dari matahari lalu ke produsen, konsumen, sampai

ke saproba dalam tanah.

(c)

Siklus biogeokimia tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan

reaksi-rekasi kimia dalam lingkungan abiotik.

57

2) Subpokok bahasan: Dalam interaksinya, komunitas mengalami pertumbuhan yang dinamik sehingga tercapai klimaks dengan berbagai model pertumbuhan.

Fakta:

(a)

Ekosistem selalu mengalami perubahan.

(b)

Ekosistem dapat mengalami gangguan baik oleh alam maupun oleh manusia.

(c)

Gangguan alami antara lain; tanah longsor, kebakaran hutan, letusan gunung

berapi, endapan lumpur di muara sungai, dan endapan pasir di pantai.

(d)

Gangguan manusia antara lain; penambangan timah, batubara, dan minyak

bumi.

Konsep:

(a)

Ekosistem klimaks

(b)

Gangguan alami

(c)

Gangguan oleh manusia

(d)

Vegetasi perintis

(e)

Ekosistem seimbang (homeostatis)

Prinsip

(a)

Suksesi primer terjadi jika komunitas asal terganggu, yang mengakibatkan

hilangnya

komunitas asal secara

total hingga

di tempat komunitas asal

terbentuk habitat baru.

 

(b)

Suksesi sekunder terjadi jika suatu komunitas mengalami gangguan, dan

gangguan tersebut tidak merusak secara total tempat tumbuh organisme,

sehingga dalam komunitas tersebut, substrat lama dalam kehidupan masih ada.

 

58

3)

Subpokok

bahasan:

Hubungan

antara

komunitas

dengan

lingkungannya

membentuk berbagai macam ekosistem.

Fakta:

(a)

Ekosistem terbentuk dari komponen biotik dan abiotik.

(b)

Organisme hidup yang telah mati akan diuraikan oleh organisme pengurai.

(c)

Organisme

d alam eko sistem

mem punyai cara hidu p yang berbeda -bed a.

(d)

Habitat la ut mem punyai salinitas yang tinggi.

(e)

Dalam biosfer, setiap makhluk hidup menempati lingkungan yang cocok.

Konsep:

(a) Bioma

(b) Habitat

(c) Relung

Prinsip:

(a)

Interaksi yang kompleks antara komponen biotik dan abiotik membentuk

suatu ekosistem.

(b)

Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan.

(c)

Ekosistem perairan dibedakan menjadi ekosistem air tawar dan ekosistem air

laut.

b. Analisis konsep

Analisis konsep merupakan identifikasi konsep-konsep utama yang akan

diajarkan dan menyusunnya secara sistematis serta mengkaitkan satu konsep

dengan konsep lain yang relevan, sehingga membentuk suatu peta konsep. Untuk

pokok bahasan Aksi Interaksi dapat dibuat peta konsepnya seperti pada gambar

59

AKSI INTERAKSI meliputi POLA-POLA SUKSESI INTERAKSI EKOSISTEM macamnya Suksesi macamnya macamnya Primer Jaring
AKSI INTERAKSI
meliputi
POLA-POLA
SUKSESI
INTERAKSI
EKOSISTEM
macamnya
Suksesi
macamnya
macamnya
Primer
Jaring
Ekosistem
Ekosistem
Rantai
Makanan
Darat
Air
Makanan
Suksesi
Sekunder
terdiri dari
contohnya
Bioma Gurun
Rantai
Rantai
Rantai
Pemangsa
Parasit
Saprofit
B.
Pad. Rumput
B.
Hut. Basah
Piramida
Daur
Ekologi
Biogeokimia
B.
Hut. Gugur
macamnya
contoh
Daur N
P.
Jumlah
Bioma Taiga
Daur O 2
P. Biomassa
Bioma Tundra
Daur C
P.
Energi
Daur Air
macamnya
Ek. Air tawar
Ek. Air Laut
contoh
macamnya
Ek. Danau
Ek. Laut Dalam
Ek. Sungai
Ek. Pantai
Ek. Estuaria
Ek. Terumbu

Gambar 3.2: Peta konsep Aksi Interaksi (Dikembangkan dari Buku: Biologi SMU Kelas I, Pratiwi, D.A et al., 2000)

4) Menyusun Urut-urutan Konsep

60

Tujuan langkah ini adalah untuk menetapkan hirarki konsep yang akan

dibahas dalam proses belajar dan mengajar. Konsep atau materi harus benar-benar

dipertimbangkan

sehingga

semua

disusun

berdasarkan

pengetahuan

atau

keterampilan yang dikuasai oleh

tahap lebih awal dari pelajaran.

siswa pada pelajaran sebelumnya atau pada

Konsep

atau

berurutan

dengan

tugas

pada

pengembangan

memulai

dari

pembahasan

perangkat

ini,

ditulis

secara

pengetahuan

yang

sederhana

kemudian dilanjutkan dengan pengetahuan yang lebih kompleks. Urut-urutan

konsepnya adalah sebagai berikut.

(1)

Rantai makanan

(2)

Jaring-jaring makanan

(3)

Tingkat tropik dalam rantai makanan

(4) Aliran energi

(5)

Piramida ekologi

(6)

Siklus biogeokimia

(7) Suksesi

(8) Macam-macam ekosistem

Kedelapan konsep tersebut, masing-masing, konsep nomor 1 sampai nomor

5 akan disajikan pada pertemuan pertama, konsep nomor 6 dan 7 disajikan pada

pertemuan ke dua, dan konsep nomor 8 disajikan pada pertemuan ke tiga.

5) Merumuskan Tujuan Pembelajaran

61

Hasil analisis tugas dan analisis konsep akan digunakan sebagai acuan

perumusan tujuan pembelajaran khusus yang dinyatakan dengan tingkah laku

sebagai penjabaran dari tujuan pembelajaran umum. Tujuan pembelajaran khusus

disusun oleh peneliti dengan berpedoman pada Gronlund (1995). Rangkaian

tujuan ini merupakan dasar untuk desain perangkat pembelajaran dan penyusunan

tes. Sesuai dengan analisis tugas dan analisis konsep di atas, maka dapat disusun

tujuan pembelajaran khusus untuk RP1 sampai dengan RP3.

Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)

Siswa

memahami

prinsip

dan

pola

perencanaan, pengamatan, dan diskusi.

Tujuan Pembelajaran Khusus RP 1

Tujuan Produk

interaksi

dalam

ekosistem

melalui

Setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung siswa dapat;

(1)

Menyebutkan 4 macam pola aksi interaksi.

(2)

Menjelaskan pengertian rantai makanan.

(3)

Menentukan batasan organisme pada rantai pemangsa, rantai parasit, dan

rantai saprofit.

(4)

Menyusun urutan tingkat trofik dalam suatu rantai makanan.

(5)

Menjelaskan pengertian aliran energi

(6)

Menjelaskan aliran energi dalam suatu ekosistem.

(7)

Menjelaskan tentang piramida ekologi

62

(8)

Menjelaskan pengertian biomassa.

(9)

Memprediksikan penyebab terjadinya penurunan energi yang tersedia pada

piramida energi

Tujuan Proses

(1)

Menggambar jaring-jaring makanan.

(2)

Membuat prediksi terhadap suatu komunitas jika salah satu mata rantai

mengalami perubahan jumlah.

Tujuan Afektif

(1)

mengajukan pertanyaan

(2)

menjawab pertanyaan

(3)

menyampaikan ide/pendapat

(4)

menghargai pendapat

(5)

mendengarkan secara aktif

(6)

berada dalam tugas

Tujuan Pembelajaran Khusus RP 2

Setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung siswa dapat;

(1) Menjelaskan pengertian siklus biogeokimia.

(2) Mengidentifikasi bentuk-bentuk nitrogen dalam tanah yang dimanfaatkan oleh

tumbuhan.

(3) Menjelaskan salah satu asal nitrogen bebas dan cara pemanfaatannya oleh

tumbuhan.

(4) Menjelaskan sumber-sumber CO 2 di alam.

(5) Menjelaskan pengertian suksesi.

63

(6) Membedakan suksesi primer dengan suksesi sekunder.

Tujuan Proses

(1) Menyusun skema siklus nitrogen yang terjadi pada suatu komunitas.

(2) Membuat diagram siklus CO 2 dan O 2 yang terjadi pada komunitas sekolah.

(3) Meramalkan urutan komunitas suksesi yang terjadi pada ekosistem yang telah

stabil.

Tujuan Afektif

(1) mengajukan pertanyaan

(2) menjawab pertanyaan

(3) menyampaikan ide/pendapat

(4) menghargai pendapat

(5) mendengarkan secara aktif

(6) berada dalam tugas

Tujuan Pembelajaran Khusus RP 3

Setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung siswa dapat;

(1)

Memerikan ciri-ciri bioma.

(2)

Mengidentifikasi vegetasi utama suatu bioma.

(3)

Mengidentifikasi hewan utama penghuni suatu bioma.

(4)

Menjelaskan pengelompokan organisme air tawar berdasarkan kebiasaan

hidup.

(5)

Membedakan empat pembagian tempat pada danau.

(6)

Menjelaskan pembagian ekosistem air laut berdasarkan kedalamannya.

64

(7)

Menjelaskan pembagian ekosistem air laut berdasarkan wilayah permukaan

secara horizontal.

(8)

Memerikan ciri-ciri ekosistem pantai

(9)

Membedakan ekosistem estuari dan ekosistem terumbu.

(10) Menjelaskan kedudukan organisme dalam biosfer.

Tujuan Proses

(1) Menyusun diagram pembagian eksosistem yang ada di muka bumi.

Tujuan Afektif

(1) mengajukan pertanyaan

(2) menjawab pertanyaan

(3) menyampaikan ide/pendapat

(4) menghargai pendapat

(5) mendengarkan secara aktif

(6) berada dalam tugas

6) Strategi kegiatan belajar-mengajar

Sesuai

dengan

inti

penelitian

ini

adalah

mengembangkan

perangkat

pembelajaran yang berorientasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada

pokok bahasan Aksi Interaksi, kegiatan belajar

mengajar yang dipersiapkan

adalah mengacu pada sintak model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw seperti

yang tertuang dalam Arends (2001). Untuk melengkapi model pembelajaran

tersebut, sesuai dengan ciri khas pembelajaran kooperatif, maka metode yang

65

digunakan adalah ceramah dan diskusi. Sedangkan pendekatan yang digunakan

adalah pendekatan secara kelompok.

Urutan

langkah

pembelajaran

pokok

bahasan

Aksi

Interaksi

yang

berorientasi pada model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah seperti pada

contoh RP1 pada tabel 3.1 berikut.

Tabel 3.1 Contoh KBM subpokok bahasan Pola-pola Interaksi (RP 1)

Fase

 

Langkah

Waktu

Fase 1

Menyajikan rencana dan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan TPK, dan keterampilan kooperatif tipe jigsaw. Guru memotivasi siswa dengan menyampaikan permasalahan hubungan antar organisme yang ada di sekitar.

10

menit

Fase 2

Menyajikan informasi Guru mengaitkan dengan pengetahuan sebelumnya tentang ekologi. Guru menjelaskan dengan singkat tentang rantai makanan dalam ekosistem.

15

menit

Fase 3

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok belajar, dimana tiap kelompok beranggotakan 5-6 orang dengan beragam tingkat kemampuannya. Guru mengingatkan siswa agar setiap kelompok menggunakan keterampilan kooperatif. Dan apabila ada yang mengalami kesulitan, tanyakan kepada teman atau guru.

10

menit

Fase 4

Membimbing kelompok bekerja dan belajar Membaca, menelaah dan menginterpretasi:

15

Guru memberikan topik-topik ahli kepada siswa dan siswa membaca materi tersebut, menelaah dan

menit

menginterpretasi gambar atau skema sesuai dengan topik masing-masing (Kelompok Asal). Tiap topik ahli terdiri dari 1-2 orang yaitu, sebagai berikut.

- Topik ahli 1: Rantai makanan dan Jaring-jaring Makanan

- Topik ahli 2: - Rantai makanan dan tingkat trofik - Aliran Energi

- Topik ahli 3:

Piramida ekologi

Tabel 3.1, Lanjutan.

66

Fase

Langkah

Waktu

 

Diskusi kelompok ahli Siswa dengan topik-topik ahli yang sama bertemu untuk mendiskusikan topik tersebut (kelompok ahli). Kelompok asal:

25

menit

35

Ahli tiap topik kembali ke kelompok asalnya untuk menjelaskan topik kepada anggota kelompoknya.

menit

Fase 5

Evaluasi Siswa memperoleh kuis individu yang mencakup semua topik.

15

menit

Fase 6

Memberikan Penghargaan Penghitungan skor kelompok dan menentukan penghargaan kelompok.

10

menit

Sumber: Diringkas dari Rencana Pembelajaran-01 Perangkat yang dikembangkan.

7) Memilih media untuk mendukung pembelajaran

Kegiatan pemilihan dan sumber belajar disesuaikan dengan hasil analisis

tugas,

karakteristik

siswa,

dan ketersediaan

alat dan bahan

yang ada pada

Madrasah Aliyah NW Pondok Pesantren Nurul Haramain. Dari tuntutan GBPP

mata

pelajaran

biologi

dalam

kurikulum

1994

dan

disesuaikan

dengan

ketersediaan alat dan bahan pada sekolah, maka sebagai media pendukung dalam

pengajaran pokok bahasan Aksi Interaksi adalah; Charta, OHP, transparansi, dan

lingkungan sekitar.

Hasil analisis isi, analisis tugas, penyusunan tujuan pembelajaran, penetapan

strategi

belajar

dan

diimplementasikan

mengajar,

dan

dalam

Rencana

pemilihan

media

Pembelajaran

pembelajaran,

akan

sebagai

perangkat

pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini. Rencana pembelajaran

dibuat dengan berpedoman pada Gronlund (1995). Pada pokok bahasan Aksi

Interaksi terdiri dari tiga Rencana Pembelajaran:

67

a) Rencana Pembelajaran 1: Pola-pola interaksi antar lingkungan biotik dan

abiotik dalam eksosistem.

b) Rencana Pembelajaran 2: (1) Daur biogeokimia, dan

(2) Suksesi

c) Rencana Pembelajaran 3: Macam-macam ekosistem

8) Pemilihan Layanan Penunjang

Pemilihan layanan penunjang antara lain didasarkan pada tuntutan GBPP

mata pelajaran biologi untuk pengajaran pokok bahasan Aksi Interaksi,yaitu.

(1) Mengamati hubungan biotik-abiotik, rantai makanan, jaring-jaring makanan di

lingkungan sekolah dengan menggunakan lembar observasi.

(2)

Dijelaskan dengan menggunakan charta siklus biogeokimia dalam suatu

ekosistem misalnya siklus nitrogen, siklus karbon, dan siklus air.

(3) Mendiskusikan suksesi komunitas sampai mencapai klimaks melalui berbagai

model pertumbuhan.

(1) Mengadakan studi lapangan ke suatu ekosistem khas (misalnya kolam).

Diidentifikasikan komunitas di dalamnya dan dipelajari keterkaitan satu sama

lain.

(2) Berdasarkan hasil pengamatan berbagai populasi dalam suatu komunitas,

peranan populasi dalam ekosistem, serta faktor-faktor abiotik, mendiskusikan

berbagai macam ekosistem.

Menurut Kemp et al. (1994), ada enam bidang layanan penunjang yang

harus

diperhatikan

selama

pengembangan

perangkat

pembelajaran,

yaitu

anggaran, fasilitas, bahan, perlengkapan, tenaga penunjang, dan penjadwalan.

68

Dalam pengembangan perangkat ini, peneliti hanya mempertimbangkan jenis

layanan

penunjang

yang

berupa

fasilitas,

bahan,

tenaga

penunjang,

dan

penjadwalan. Jenis layanan penunjang yang dituntut dan yang tersedia dalam

pengembangan perangkat pembelajaran yang berorientasi model pembelajaran

kooperatif tipe jigsaw pada MA Ponpes Nurul Haramain Putri NW Narmada dapat

dilihat pada tabel 3.2 berikut.

Tabel 3.2 Layanan Penunjang Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pokok Bahasan Aksi Interaksi dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

No.

Jenis Layanan

Layanan yang Dibutuhkan

 

Ketersediaan

Penunjang

 

1.

Fasilitas

Ruang kelas, komunitas sawah atau kolam.

Tersedia ruang kelas dan komunitas sawah

2.

Bahan

Bahan pembuatan charta

Tersedia

3.

Tenaga penunjang

Validator dan pengamat

4

orang validator dan

2

orang pengamat

4.

Penjadwalan

Alokasi

waktu

untuk

Alokasi waktu 3 jam pelajaran untuk satu kali pertemuan setiap minggu.

ujicoba

9) Penyusunan Instrumen Evaluasi

Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kualitas proses dan

kualitas

hasil

pembelajaran

biologi

pokok

bahasan

Aksi

Interaksi

melalui

penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, maka pada penelitian ini

akan dikembangkan dua macam instrumen evaluasi yaitu (a) instrumen evaluasi

untuk mengukur hasil belajar dan (b) instumen evaluasi untuk mengukur kualitas

proses pembelajaran yang berorientasi pada model pembelajaran kooperatif tipe

jigsaw.

69

a) Penyusunan instrumen tes acuan patokan untuk menilai kualitas hasil belajar

Instrumen tes disusun berdasarkan hasil perumusan tujuan pembelajaran

khusus. Tes merupakan salah satu alat untuk mengukur terjadinya perubahan

tingkah-laku pada siswa setelah berlangsung serangkaian proses belajar mengajar

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

Macam perubahan tingkah laku siswa yang diharapkan berupa produk,

proses, dan afektif. Sehingga akan disusun tes hasil belajar biologi pokok bahasan

Aksi dan Interaksi berupa produk dan proses yang dibuat berdasarkan acuan

patokan. Hasil dari kegiatan penyusunan tes adalah terbentuknya Perangkat Tes

Hasil Belajar (THB).

Spesifikasi, jenis, dan jumlah butir soal untuk masing-masing tes hasil

belajar dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut.

Tabel 3.3 Jenis dan Jumlah Butir Soal Tes Hasil Belajar

No.

Jenis THB

Jenis Butir Soal

Jumlah Butir Soal

1.

Produk

Objektif

35

2.

Proses

Subjektif

6

b) Penyusunan instrumen untuk menilai kualitas proses belajar mengajar

Penyusunan

penelitian

untuk

instrumen

ini

menilai

kualitas

didasarkan

pada

hasil

proses

pembelajaran.

perumusan

tujuan

Tujuan

penyusunan

instrumen evaluasi proses yaitu untuk mengetahui gambaran kualitas PBM yang

telah dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

Dari kegiatan

mengukur:

70

ini akan dihasilkan instrumen Lembar Observasi untuk

(a)

Kemampuan

guru

dalam

mengelola pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

(Instrumen 01).

 

(b)

Aktivitas siswa (Instrumen 02).

 

(c)

Aktivitas guru (Instrumen 02).

(d)

Keterampilan kooperatif siswa (Instrumen 03).

Di sini juga akan dihasilkan angket yaitu: angket untuk mengetahui respon

siswa terhadap pembelajaran yang berorientasi model pembelajaran kooperatif

tipe jigsaw, yaitu Angket Respon Siswa (Instrumen 04), dan angket untuk

mengetahui kesan guru terhadap perangkat pembelajaran dan model pembelajaran

kooperatif tipe jigsaw, yaitu Angket Kesan Guru ( Instrumen 05).

10) Revisi Perangkat Pembelajaran

Revisi perangkat pembelajaran dilakukan setelah semua perangkat yang

dikembangkan selesai disusun. Kegiatan revisi dimaksudkan untuk mengevaluasi

dan memperbaiki rancangan yang dibuat. Pada penelitian ini, revisi dilakukan

berdasarkan masukan dan penilaian yang diperoleh dari kegiatan validasi pakar,

simulasi RP tertentu, dan kegiatan Ujicoba I.

Perangkat pembelajaran yang perlu direvisi adalah; Materi Ajar, Rencana

Pembelajaran,

Lembar

Kegiatan

Siswa,

dan

Instrumen

Tes

Hasil

Belajar.

Sedangkan instrumen lain seperti Lembar Observasi dan Angket tidak dilakukan

revisi, karena instrumen tersebut diadopsi dan disesuaikan dari model yang sudah

ada sesuai dengan model pembelajaran yang diterapkan, dalam hal ini adalah

71

model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Instrumen tersebut mengacu kepada

Instrumen dalam Nur (1999b).

a. Validasi Pakar

Validasi akan dilakukan oleh tiga orang pakar yang kompeten dalam

bidang biologi dan kependidikan biologi, ditambah satu orang guru mata pelajaran

biologi

pada

salah

satu

SMU/MA.

Validasi

pakar

dimaksudkan

untuk

menghasilkan perangkat pembelajaran yang efektif. Daftar nama validator dapat

dilihat pada tebel 3.4 berikut.

Tabel 3.4 Daftar Nama Validator

No.

Nama

Peran

Perangkat yang

divalidasi

1.

Prof. Soeparman Kardi, M.Sc., Ph.D.

Validasi isi dan keterlaksanaan

Materi Ajar, RP, LKS, dan THB.

2.

Dr. Soewardiati, M. Phil.

Validasi isi dan keterlaksanaan

Materi Ajar, RP, LKS, dan THB.

3.

Prof. Soegijo Tj., Dip. Ed.

Validasi isi dan keterlaksanaan

Materi Ajar, RP, LKS, dan THB.

4.

Drs. Hari Sutanto, M.Pd.

Validasi

Materi Ajar, RP, LKS, dan THB.

keterlaksanaan

dan keterbacaan.

 

b. Simulasi

Simulasi

dilakukan

untuk

mengetahui

kelayakan

perangkat

yang

dikembangkan

serta

untuk

menguji

reliabilitas

instrumen

pengamatan

yang

digunakan.

Dalam

simulasi

ini,

peneliti

bertindak

sebagai

guru

model

mensimulasikan RP-03, yaitu tentang Macam-macam Ekosistem.

Simulasi

telah

dilakukan

di

Program

Pascasarjana

Universitas

Negeri

Surabaya pada tanggal 08 April 2003, dan diikuti oleh 16 orang mahasiswa

72

Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya Program Studi Pendidikan

Sains Angkatan 2001yang bertindak sebagai siswa.

c. Ujicoba I

Ujicoba I telah dilaksanakan dari tanggal 16 April 18 Mei 2003 di Madrasah

Aliyah Ponpes Darun Najah Duman-Narmada

kelas I, semester II. Kelas yang

digunakan adalah kelas yang telah dirandom dari 4 kelas I yang ada. Ujicoba I

merupakan validasi lapangan, untuk memperoleh respon, komentar siswa dan

pengamat, yang diperlukan untuk penyempurnaan prototipe pembelajaran.

2. Ujicoba II (Pembelajaran Nyata)

Sebagai

tahap

kedua

dari

penelitian

ini

adalah,

tahap

Ujicoba

II

(pembelajaran nyata) setelah dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran

dan diujicobakan pada Ujicoba I.

Tahap ini dilakukan dengan tujuan; menerapkan perangkat pembelajaran

pada

pembelajaran

nyata

setelah

direvisi

berdasarkan

hasil

Ujicoba

I,

dan

mengetahui bagaimana kualitas proses belajar mengajar dan kualitas hasil belajar

siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan.

Ujicoba II telah dilaksanakan dari tanggal 2 sampai 18 Juni 2003 pada Madrasah

Aliyah kelas I Ponpes Nurul Haramain Putri NW Narmada.

Pelaksanaan Ujicoba I dan Ujicoba II, meliputi; uji awal (pretest), kegiatan

belajar mengajar (KBM), dan uji akhir (posttest).

Alur kegiatan Ujicoba I

berikut.

dan Ujicoba II seperti yang terlihat pada diagram

73

Uji akhir Pembelajaran THB RP1 – RP3 - Produk - Proses Respon Siswa & Kesan
Uji akhir
Pembelajaran
THB
RP1 – RP3
-
Produk
-
Proses
Respon Siswa &
Kesan Guru

Uji awal

-

-

Produk

Proses

Perangkat

Laporan

Analisis
Analisis

Analisis

Analisis

Gambar 3.3 Alur Kegiatan Ujicoba I dan Ujicoba II

Selama kegiatan belajar mengajar dilakukan pengamatan terhadap:

a) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

b) Aktivitas siswa.

c) Aktivitas guru.

d) Keterampilan kooperatif siswa.

Pengamatan dilakukan oleh dua orang pengamat seperti yang tertera pada

tabel 3.5.

Pengamatan berorientasi pada instrumen yang telah disusun oleh

peneliti.

Sebelum

melakukan

pengamatan,

para

pengamat

akan

diberikan

penjelasan dan latihan oleh peneliti perihal kegiatan pengamatan selama Ujicoba.

Tabel 3.5 Daftar Nama Pengamat

No.

Nama

Peran

 

Keterangan

1.

Abdi Gunawan, S.Pd.

a) Pengamat I pada Ujicoba I.

Guru Biologi MA Ponpes Nurul Haramain Putri

b) Guru Mitra pada Ujicoba II.

2.

Badrin, S.Pd.

Pengamat II pada Ujicoba I dan II.

Guru

Biologi MA Ponpes

Darun Najah

3.

Yusuf, S.Pd.

Pengamat I pada Ujicoba II

Peneliti

74

Kegiatan Ujicoba I dan Ujicoba II menggunakan rancangan One-Group

Pretest-Posttest Design, karena dilakukan pada satu kelompok, tanpa kelompok

pembanding. Rancangan penelitian, digambarkan sebagai berikut.

Keterangan:

O 1

X

O 2

(Tuckman, 1978)

O 1 = Uji awal O 2 = Uji akhir X = Pembelajaran dengan perangkat pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw oleh Peneliti dan Guru Mitra.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi 3

macam yaitu; (1) Instrumen tes hasil belajar, (2) lembar pengamatan, dan (3)

angket respon siswa dan kesan guru.

1. Tes Hasil Belajar (THB)

Instrumen tes hasil belajar digunakan untuk menilai kualitas hasil belajar

siswa setelah selesai pembelajaran tiga rencana pembelajaran (RP). THB pokok

bahasan “Aksi Interaksi” berbentuk pilihan ganda dan essay dengan spesifikasi

seperti yang terlihat pada tabel 3-3. THB dikembangkan oleh peneliti dengan

mengacu pada tujuan pembelajaran khusus yang telah dibuat.

2. Lembar Pengamatan

Untuk

mengetahui

kualitas

proses,

dilakukan

pengamatan

terhadap;

aktivitas siswa, aktivitas guru, dan penguasaan keterampilan kooperatif siswa

75

yang dilakukan dengan mengamati kelas setiap kali tatap muka. Pengamatan

dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan yang terdiri dari lembar

pengamatan pengelolaan pembelajaran kooperatif, lembar pengamatan aktivitas

guru dan siswa, dan lembar pengamatan keterampilan kooperatif.

a. Lembar Pengamatan Pengelolaan Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Jigsaw (Instrumen 01)

Lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran kooperatif meliputi aspek

persiapan,

pendahuluan,

kegiatan

inti,

suasana

kelas.

Instrumen

ini

diadopsi

penutup,

pengelolaan

waktu,

dan

dan

disesuaikan

dari

instrumen

penelitian kooperatif tipe jigsaw sebelumnya oleh Pendi, S. (2002).

b. Lembar pengamatan Aktivitas Guru dan Siswa (Instrumen 02)

Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar

meliputi

menyampaikan

TPK/memotivasi

siswa,

menyajikan

informasi

tentang materi pelajaran, mendorong/melatihkan keterampilan kooperatif pada

siswa, dan mengelola KBM sesuai kaidah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

Aktivitas siswa meliputi mendengarkan atau memperhatikan penjelasan guru

atau teman, membaca LKS dan Buku Ajar siswa, mengerjakan LKS pada

kelompok

ahli,

berlatih

melakukan

keterampilan

kooperatif,

dan

mempresentasikan

hasil

kerja

kelompok.

Instrumen

ini

diadopsi

dan

disesuaikan dari instrumen penelitian kooperatif

Pendi, S. (2002).

tipe jigsaw sebelumnya oleh

c. Lembar Pengamatan Keterampilan Kooperatif (Instrumen 03)

Lembar

pengamatan

keterampilan

kooperatif

siswa

meliputi

menghargai

kontribusi, mengambil giliran dan berbagi tugas, mengajukan pertanyaan,

76

mendengarkan dengan aktif, dan memeriksa ketepatan. Instrumen ini diadopsi

dan disesuaikan dari instrumen penelitian kooperatif

oleh Pendi, S. (2002).

tipe jigsaw sebelumnya

3. Angket Respon Siswa dan Kesan Guru (Instrumen 04 dan 05)

Dalam angket respon siswa terhadap KBM, siswa diminta mengemukakan

pendapatnya

tentang

kekinian

(baru/tidak

baru)

dan

kesukaan

(senang/tidak

senang)

terhadap

perangkat

pembelajaran

dan

kegiatan

pembelajaran

yang

berorientasi pada model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Sedangkan angket

kesan guru terhadap perangkat pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif

tipe

jigsaw,

guru

diminta

untuk

memberikan

penilaian

terhadap

perangkat

pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti dan model pembelajaran

yang diterapkan, apakah sangat membantu atau tidak, dan bagaimana kelebihan

dan kekurangan penerapan perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran

kooperatif tipe jigsaw, serta guru memberikan komentar tentang kemudahan dan

hambatan

selama

penerapan

model

pembelajaran

tersebut.

Instrumen

ini

dikembangkan dengan mengacu pada Instrumen dalam Nur (1999b).

G. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini akan dibedakan atas 2 macam, yaitu

analisis untuk menghitung reliabilitas dan validitas instrumen, dan analisis data

untuk menjawab pertanyaan penelitian.

1. Analisis data untuk menghitung reliabilitas dan validitas instrumen

Sebelum digunakan untuk menilai kualitas proses dan kualitas hasil belajar

siswa

pada

Pembelajaran

Nyata

(Ujicoba

II),

instrumen

pengamatan

dan

77

instrumen THB yang akan dipakai, terlebih dahulu dianalisis reliabilitas dan

validitasnya. Reliabilitas dan validitas instrumen dihitung berdasarkan data hasil

Ujicoba I.

Reliabel instrumen pengamatan akan dihitung dengan teknik interobserver

agreement. Dua orang pengamat pada ujicoba menggunakan instrumen yang sama

untuk mengamati variabel yang sama. Kedua pengamat tersebut diminta untuk

menilai sesuai dengan instrumen pengamatan yang diujicobakan. Rumus yang

akan digunakan untuk menghitung reliabilitas adalah:

Percent agreement (R) = 100

  1

A B

 

A B

+

(Borich, 1994).

Keterangan : A = Frekuensi aspek tingkah-laku yang teramati oleh pengamat dengan memberikan frekuensi tinggi.

B = Freku ensi aspek tingkah-laku yang teramati oleh pengamat lain dengan memberikan frekuensi rendah.

Agar diperoleh reliabilitas yang tinggi dilakukan hal-hal sebagai berikut.

(1)

Pengamatan dilakukan oleh dua pengamat tentang tingkah laku yang sama

pada saat yang sama.

(2)

Mend efinisikan dengan jelas setiap tingkah laku yang diamati.

(3)

Memberi latihan pada pengamat.

Validitas butir tes akan diperoleh dengan menghitung sensitivitas butir

dari setiap butir soal. Rumusyang akan digunakan adalah (Gronlund, 1982):

Sensitivitas (S) =

Ra Rb

T

S

= indeks sensitivitas butir soal

Ra

= jumlah siswa yang menjawab benar pada tes akhir

Rb

= jumlah siswa yang menjawab benar pada tes awal

T

= jumlah siswa yang mengikuti tes

Indeks butir

78

yang efektif terdapat di antara 0,00 dan 1,00 dan nilai positif

yang lebih besar menyatakan butir soal yang lebih besar kepekaannya terhadap

efek-efek

pembelajaran

(Gronlund,

1982).

Butir

soal

yang

mempunyai

sensitivitsas 0.40 maka butir soal tersebut peka terhadap efek-efek pembelajaran

(Arikunto S., 1991).

Sehingga dalam penelitian ini, butir soal yang dianggap

layak digunakan untuk menilai kualitas hasil belajar siswa pada Ujicoba II adalah

butir soal yang mempunyai sensitivitas 0.40 dari hasil Ujicoba I.

Jika suatu butir soal dijawab benar oleh semua siswa sebelum dan sesudah

pembelajaran, maka butir soal tersebut tidak mengukur efek-efek pembelajaran.

Sebaliknya, jika suatu butir soal tidak dapat dijawab benar oleh semua siswa

sebelum dan sesudah pembelajaran, maka soal itu juga tidak memenuhi fungsinya.

Untuk mengetahui sensitivitas butir soal, uji awal dan uji akhir yang sama harus

diberikan kepada siswa. Butir soal yang sensitif dijawab oleh lebih banyak siswa

setelah pembelajaran berlangsung. Nilai positif yang semakin besar menunjukkan

bahwa kepekaan butir soal terhadap efek-efek pembelajaran semakin besar.

2. Analisis data untuk menjawab pertanyaan penelitian

Analisis data untuk menjawab pertanyaan penelitian dilakukan dengan

menggunakan statistik deskriptif, berupa rata-rata, atau persentase, yang akan

diuraikan sebagai berikut.

a. Analisis data pengelolaan pembelajaran

Analisis

data

pengelolaan

pembelajaran

digunakan

untuk

menjawab

pertanyaan “Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang

berorientasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ?”

79

Untuk menganalisis hasil penilaian yang diberikan oleh pengamat terhadap

kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif tipe jigsaw akan

digunakan ketentuan (Budiningarti, 1998):

 

0.00

-

1.99

tidak baik

2.00

- 2.99

kurang baik

3.00

- 3.49

cukup baik

3.50

- 4.00

baik

b.

Analisis

data

pengamatan

aktivitas

guru,

aktivitas

siswa,

dan

keterampilan kooperatif siswa

Analisis ini digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian “Bagaimana

aktivitas guru dan aktivitas siswa selama pembelajaran ?”, dan “Bagaimana

keterampilan kooperatif siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ?”

Data hasil pengamatan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan keterampilan

kooperatif siswa

selama KBM berlangsung dianalisis dengan menggunakan

persentase (%), yakni banyaknya frekuensi aktivitas dibagi

dengan seluruh

frekuensi aktivitas, dikali 100%.

c. Analisis data respon siswa terhadap perangkat pembelajaran dan KBM

Anlaisis data respon siswa digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian

“Bagaimana respon siswa terhadap penerapan perangkat dan model pembelajaran

yang berorientasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw?”

Data respon siswa dianalisis dengan persentase, yakni jumlah siswa yang

memberikan respon sama dibagi dengan jumlah siswa seluruhnya, dikali 100%.

80

d. Analisis data kesan guru terhadap perangkat pembelajaran dan KBM

Anlaisis data kesan guru digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian

“Bagaimana kesan guru terhadap penerapan perangkat dan model pembelajaran

kooperatif tipe jigsaw?”

Data yang berupa jawaban guru terhadap sejumlah butir pertanyaan pada

angket kesan guru, langsung dideskripsikan apa adanya untuk menggambarkan

kesan

atau

penilaian

guru

terhadap

perangkat

pembelajaran

yang

telah

dikembangkan dan penerapan perangkat dan model pembelajaran kooperatif tipe

jigsaw yang telah dilakukan selama kegiatan Ujicoba.

e. Analisis data hasil Tes Hasil Belajar

Anlaisis data hasil belajar siswa digunakan untuk menjawab pertanyaan

penelitian

“Bagaimana

hasil belajar

siswa

berupa

produk

dan proses pada

pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ?”

Hasil belajar siswa ditentukan berdasarkan penilaian acuan patokan. Skor

yang diperoleh siswa melalui THB akan digunakan untuk menentukan ketuntasan

individual dan ketuntasan klasikal siswa terhdap TPK yang telah ditetapkan.

Ketuntasan individual atau ketuntasan per siswa ditentukan dengan rumus:

p =

Si

Sm

x 100%

(Dikembangkan dari Depdikbud, 1995).

Keterangan: p = Persen ketuntasan belajar per siswa (proporsi siswa) Si = Jumlah skor yang dicapai siswa terhadap seluruh butir soal St = Jumlah skor total seluruh butir soal

Sebagai standar ketuntasan belajar digunakan patokan yang ditetapkan

Depdikbud

(1995)

dalam

Kurikulum

1994,

yaitu

siswa

dikatakan

tuntas

81

belajarnya jika proporsi jawaban benar siswa, atau persen ketuntasan belajarnya

65%. Suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya jika di kelas tersebut terdapat 85%

siswa telah mencapai ketuntasan individual.

Hasil analisis ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal selanjutnya akan

digunakan untuk mendeskripsikan kualitas hasil belajar siswa Pokok Bahasan

“Aksi Interaksi” melalui pengajaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

Jigsaw sesuai dengan tujuan penelitian ini.