Anda di halaman 1dari 2

By Timur Abimanyu, SH.

MH

Sidney akan Jadi Pusat Keuangan Syariah


Setelah Malaysia, London dan Singapura memproklamirkan diri sebagai pusat keuangan syariah, kini giliran Australia yang mulai tertarik
menjadikan Sidney sebagai pusat keuangan syariah.

Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Kevin Rudd pemerintah Australia memiliki


rencana memperluas keuangan Islam hingga Sidney. Menteri Keuangan, Pensiun dan
Hukum, Chris Bowen mengatakan dengan Sidney sebagai pusat keuangan maka diharapkan
akan dapat menarik dana-dana dari investor muslim. “Mayoritas populasi Muslim dunia
berada di Asia. Singapura dan Kuala Lumpur mencoba menjadi pusat keuangan syariah dan
saya rasa Australia bisa ikut ambil peran,” kata Bowen. Ia pun menambahkan walau
persentase perbankan syariah masih kecil, namun industri tersebut dapat menjaring banyak
dana dan membuka peluang kerja di Australia. Investasi keuangan syariah tidak
diperbolehkan untuk berinvestasi di alkohol, perjudian dan senjata. “Dana investasi syariah
tak dapat ditempatkan di account biasa tapi banyak produk yang dapat disesuaikan untuk
desain investasi syariah,” ujar Bowen.

Industri keuangan syariah pun, lanjutnya, menjadi salah satu peluang yang bagus bagi
Australia. Di Australia sendiri kini terdapat empat lembaga keuangan yang mengadopsi
sistem keuangan syariah, yaitu National Australia Bank, HSBC, Kuwait Finance House, dan
Muslim Community Co-operative of Australia. Sebelumnya akademisi bank syariah dari
Universitas Melbourne, Professor Abdullah Saeed mengatakan bank syariah memiliki
pertumbuhan yang potensial di Australia. “Ada komunitas muslim di sini, tetapi komunitas
tersebut bukan hanya untuk muslim di Australia,” kata Abdullah. Menurut dia, banyak bank-
bank konvensional yang tertarik dan sejumlah bank syariah juga mulai masuk ke Australia,
sehingga tidak hanya membicarakan mengenai isu Islam.

Dalam perjalanannya kini Australia pun telah memiliki course tentang keuangan Islam di La
Trobe University. Pembahasan keuangan Islam di tingkat universitas tersebut menjadi yang
pertama di Australia. Associate Professor Departemen Ekonomi dan Keuangan La Trobe,
Ishaq Bhatti mengatakan program S2 di La Trobe membuka kesempatan bagi mahasiswa
internasional dari Asia yang ingin menjalani pelatihan keuangan Islam, juga bagi masyarakat
lokal Australia yang tertarik menjadi bagian dari sektor yang sedang tumbuh di Australia
ini. La Trobe pun akan dibantu oleh International Centre of Education in Islamic Finance
yang memberikan sertifikat bagi lulusan La Trobe. Dengan adanya sertifikat tersebut maka
akan membuka peluang kerja di sektor perbankan dan keuangan internasional. “Pasar
keuangan dan perbankan Islam telah tumbuh luar biasa dalam beberapa tahun terakhir
dengan rata-rata 10-15 persen per tahun,” kata Bhatti. Saat ini, lanjutnya, telah ada lebih dari
260 lembaga keuangan syariah yang beroperasi di seluruh dunia dengan total aset sekitar
500 miliar dolar Australia. Dengan pencapaian tersebut, Bhatti mengatakan selayaknya
keuangan Islam menjadi perhatian komunitas perbankan internasional. “Bank konvensional
pun sekarang mulai membuka unit syariah untuk dapat ikut berperan serta memenuhi
kebutuhan keuangan syariah dunia,” imbuh Bhatti. Dengan prinsip dan nilai-nilai Islam yang
dipegang oleh perbankan syariah dalam menerapkan sistem berkeadilan membuat industri
keuangan syariah cukup terlindungi dari badai krisis yang terjadi.rtr/latrobe.edu.au/gie/kpo,
By Republika Newsroom

Data Sources :
http://www.newswire.com
http://www.blogsyariah.com
http://www.republikanewsroom.com
http://www.washingtonpost.com
http://www.yahoo.com
http://www.google.com