1 Analisa Kemampuan Co-branding Ades dengan Coca – Cola Dalam Meningkatkan Citra Produk AMDK-nya Ditinjau Dari

Kinerja Atribut – Atribut Produk (Studi Eksperimen Mahasiswa Jurusan Manajemen) Michael Adiwijaya Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, Universitas Kristen Petra S. Pantja Djati Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, Universitas Kristen Petra

ABSTRAK Co-branding adalah fenomena baru dalam dunia pemasaran, dimana dua perusahaan atau lebih bergabung dan melakukan segala macam aktivitas untuk memberikan nilai tambah atas produk hasil co-branding tersebut. Meningkatnya citra produk dalam persepsi konsumen adalah salah satu efek dari co-branding. Citra produk hasil co-branding dapat diukur melalui penilaian sikap konsumen terhadap kinerja dari atribut – atribut produk tersebut. Apabila kinerja dari atribut – atribut produk tersebut sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen, maka sikap konsumen positif yang berarti co-branding tersebut mampu meningkatkan citra produk. Sebaliknya apabila kinerja atribut – atribut tersebut tidak sesuai atau jauh di bawah harapan konsumen, maka sikap konsumen negatif yang berarti co-branding tersebut tidak mampu meningkatkan citra produk. Penelitian ini meneliti kegiatan co-branding antara PT Ades Alfindo Putra Setia tbk (Ades) dengan PT Coca Cola Indonesia tbk (Coca – Cola), yang menghasilkan produk Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) bermerek Ades. Pengukuran citra produk AMDK Ades dalam persepsi konsumen dilakukan dengan studi eksperimen mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Kristen Petra. Hasil dari studi eksperimen ini menghasilkan penilaian sikap responden negatif. Sehingga dapat diketahui bahwa kinerja atribut – atribut produk AMDK Ades tidak dapat memenuhi harapan responden. Dan dapat diketahui bahwa co-branding antara Ades dengan Coca – Cola tidak mampu meningkatkan citra produk AMDK-nya ditinjau dari atribut – atribut produk.

2

Kata kunci: Co-branding Antara Ades Dengan Coca – Cola, Kinerja Atribut – Atribut Produk, Sikap Konsumen, Citra Produk. ABSTRACT Co-branding in which two or more company joining together and doing any activity to bring the co-branded product some added value, is a new phenomenon in the marketing world. One of co-branding effects is increasing the product image in consumer’s perception. The image of co-branded product is evaluated by measuring consumer’s attitude toward the product attribute performance. If the product’s attribute performance equal to or higher than consumer’s expectation, the result is positive consumer attitude, it is mean that the co-branding capable in increasing the product image. On the other hand if the product’s attribute performance not equal to or lower than consumer’s expectation, the result is negative consumer attitude, it is mean that the co-branding not capable in increasing the product image. This research examine the co-branding between PT Ades Alfindo Putra Setia tbk and PT Coca Cola Indonesia tbk that produce Ades mineral water in packages. Experimental study of student majoring in management Petra Christian University had been done to measure the product image of Ades, according to respondent’s perception. The result is a negative respondent’s attitude toward the product’s attribute performance. It’s mean that the product’s attribute performance of Ades mineral water in packages not capable to exceed the respondent’s expectation. This research concludes that co-branding between Ades and Coca-Cola not capable in increasing the image of Ades mineral water in packages. Key words: Co-branding between Ades and Coca-Cola, Product’s Attribute Performance, Consumer Attitude, Product Image.

Sungai Surabaya.6% dari total populasi masyarakat Surabaya.18 miliar liter di tahun 1999 merambat terus hingga 5 miliar liter di tahun 2000. Jadi. PT Coca-Cola Indonesia (CCI) melakukan hal yang sama dengan membeli empat merek AMDK yang diproduksi oleh PT Ades Alfilindo Putra Setia (AAPS) yaitu Ades.9 juta. Dari 4. dimana manusia membutuhkan air sekitar 2. Menyusul co-branding Danone-Aqua. (Website Megaone).4 liter per harinya. Bertolak belakang dengan fakta tersebut di kota Surabaya kita melihat terjadinya pencemaran air seperti di Sungai Kalimas. tak heranlah kalau kebutuhan akan air minum dalam kemasan. tentunya hal tersebut akan berdampak dan mempengaruhi kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya.048. Melihat kondisi sungai – sungai yang ada di Surabaya. Jumlah konsumen tersebut setara dengan 70.215 orang di Surabaya mengkonsumsi air yang dipasok oleh PDAM. Desca. dan Pantai Kenjeran. peluang tumbuhnya jelas masih terbuka lebar.” (SWAsembada. tercatat sekitar 2.1-3. Kondisi yang ada tersebut mendorong tingginya permintaan akan air mineral sebagai alternatif pengganti dari air PDAM. Sungai Kedurus.2001). Hal tersebut sangat menguntungkan bagi pihak Aqua sebab Danone memiliki persepsi yang baik di mata konsumen sebagai produsen makanan berkualitas. Fakta lain yang memprihatinkan adalah pada tahun 2002. (Kompas. Persaingan antar perusahaan AMDK semakin ketat dengan adanya co-branding antara Danone dan Aqua. Air yang sehat dan bersih akan membantu memperlancar metabolisme tubuh manusia. (Website PDAM). Sungai Jagir Wonokromo. Konsumsinya dari tahun ke tahun terus menanjak.2002). Pasar AMDK di Indonesia termasuk dalam pasar 10 terbesar di dunia yang selama ini dikuasai Aqua dengan penguasaan pasar sebesar 40%.3 PENDAHULUAN Air merupakan salah satu kebutuhan penting dalam hidup manusia. Desta. sudah tercipta dan berhasil terpelihara sampai sekarang. Mengingat tingkat konsumsi itu dibandingkan dengan orang Eropa masih sepersepuluhnya. Peluang usaha ini dimanfaatkan oleh sekitar 250 perusahaan yang memasarkan sekitar 300 merek AMDK yang memproduksi dan memasarkan produknya. sebutan resminya AMDK. . dan Vica dengan harga US$ 19. Dimana ke empat merek tersebut menguasai pangsa pasar AMDK sebesar 10%.

entah berupa asosiasi baru yang positif. LANDASAN TEORI Pengertian Co-branding Konsep co-branding menurut masyarakat umum adalah aktivitas pemasaran yang cukup luas dan melibatkan penggunaan dua merek atau lebih. dimana host branding adalah merek dengan asosiasi merek yang lebih kuat di benak konsumen untuk mendukung ingredient branding. direktur pemasaran PT Bintang Toedjoe produsen Extra Joss dapat meningkatkan citra produk dan hal ini dibuktikan dengan adanya co-branding antara Extra Joss-Nokia-Mtv yang mengatrol citra Extra Joss menjadi produsen untuk anak muda yang kreatif. dan suka tantangan (Marketing. Ingredient branding dan host branding Ingredient branding adalah suatu merek dengan asosiasi merek yang kurang kuat di benak konsumen yang menjadi bagian dari merek lainnya yang disebut host branding. diferensiasi produk yang lebih cespleng.4 Co-branding menurut Simon Jonathan. dinamis. co-branding adalah “segala aktivitas yang harus dapat meningkatkan nilai tambah. dengan melihat kenyataan bahwa Coca-Cola sudah memiliki citra yang baik sebagai produsen minuman berkarbonasi terkemuka di dunia.2002). Penelitian ini memfokuskan pada produk AMDK Ades produksi AAPS yang melakukan co-branding dengan CCI. atau bahkan strategi-strategi pemasaran baru seperti jalur distribusi baru dan produk baru”. (Marketing.2002) Kemudian Kasali membagi co-branding menjadi tiga macam bentuk : a. kepercayaan konsumen yang lebih bagus karena kepastian terhadap kualitas yang lebih besar. Sedangkan menurut Rhenald Kasali doktor bidang consumer sciences-business administration. . Co-branding antara Ades dan CocaCola tersebut memungkinkan adanya perubahan atribut produk AMDK Ades baik secara langsung maupun tidak langsung. Keseluruhan tampilan dari atribut produk akan mempengaruhi citra produk secara keseluruhan di benak konsumen.

5 b. aman. Pengaruh dari co-branding terhadap suatu produk dapat dilihat atau diamati melalui perubahan-perubahan yang terjadi pada atribut produk hasil co-branding. c. dan murah. c. Dimana setiap model baru yang dihasilkan perusahaan pada umumnya memiliki tambahan tampilan dibandingkan model sebelumnya. Menurut Nickels. 279) Yang termasuk dalam atribut produk yaitu : a. Menurut Kotler dan Amstrong Atribut produk adalah segala sesuatu yang melekat pada produk serta memberikan identitas pada suatu produk. image. sederhana serta ekonomis untuk diproduksi dan didistribusikan . relibilitas. akurasi. dan emosi masyarakat pada suatu nama merek yang ada. mudah pengoperasian dan perawatan serta beberapa manfaat lainnya. dkk (1999. persepsi kualitas. (1996. Complementary branding bersama-sama untuk Produk-produk yang ada dipasarkan atau diiklankan menunjukkan penggunaannya yang saling melengkapi Pengaruh Co-branding Terhadap Atribut Produk Co-branding yang dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan mempengaruhi atribut produk perusahaan. mudah penggunaan dan perawatan. Tampilan produk Merupakan suatu alat kompetitif yang digunakan untuk membedakan produk suatu perusahaan dengan produk pesaingnya. Corporate branding Bentuk dari co-branding dimana terdapat dua atau lebih merek yang bergabung menjadi satu yang memiliki peran yang sama serta saling meminjam ekuitas merek. b. Kualitas produk Kemampuan produk dalam menjalankan fungsi-fungsi yang dimilikinya yang meliputi keseluruhan daya tahan. mudah. Desain produk Suatu proses mendesain fungsi dan gaya produk yang meliputi penciptaan suatu produk yang menarik. loyalitas. 418) ekuitas merek adalah kombinasi dari faktor-faktor seperti respon.

kebutuhan pribadi serta janji dan informasi pemasar dan saingannya.6 Pengaruh Co-branding Terhadap Harapan Konsumen Adanya pengaruh co-branding terhadap atribut produk akan berdampak atau mempengaruhi harapan dari konsumen. Faktor partner Perusahaan yang akan melakukan co-branding harus memperhatikan asosiasi merek dari perusahaan yang bertindak sebagai ingredient branding maupun sebagai host branding. komentar teman dan kenalannya. Tidak selamanya co-branding antara perusahaan dengan asosiasi merek yang sama-sama kuat selalu berhasil di pasar. harapan konsumen dibentuk oleh pengalaman pembelian terdahulu. Konsumen tentunya berharap dengan adanya co-branding membawa perubahanperubahan pada atribut produk yang dapat memberikan nilai tambah pada produk yang ada. 30). (1998. 23) Menurut Vijiyanto. Menurut riset yang ada suatu perusahaan dengan asosiasi merek yang kuat dalam jangka panjang akan lebih menguntungkan apabila melakukan co-branding dengan perusahaan yang memiliki asosiasi merek yang lebih lemah. Harapan konsumen merupakan keyakinan konsumen sebelum mencoba atau membeli suatu produk yang dijadikan standar atau acuan dalam menilai kinerja produk tersebut. Kampanye Iklan menyatakan bahwa host partner sebaiknya tidak mendukung Hasil kajian riset dapat diterima dan kegiatan kampanye iklan oleh ingredient partner apabila iklan menekankan pada . Menurut Zeithaml. (1990. b. dalam memuaskan keinginan dan kebutuhan dari konsumen. harapan konsumen memiliki peranan yang sangat besar sebagai suatu standar perbandingan dalam penilaian kualitas maupun kepuasan. Salah satu ukuran yang dapat digunakan oleh pemasar dalam menilai pengaruh suatu co-branding terhadap suatu produk ialah dengan menilai pengaruh atribut produk hasil co-branding dalam memenuhi harapan konsumen Kasali mengungkapkan ada empat hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang melakukan co-branding agar dapat berhasil di pasar atau memenuhi harapan konsumen yaitu : a.

d. Populasi mahasiswa manajemen yang menjadi responden penelitian sebesar 1643 (BAAK. dimana mahasiswa tersebut akan menjadi sampel . Pengalaman dengan produk Ada kalanya merek yang lebih kuat menciptakan harapan yang berlebihan atas produk co-branded sehingga dapat menimbulkan ketidakpuasan dalam mencoba produk tersebut. Selain itu co-branding memerlukan sejumlah dana yang cukup besar untuk melakukan kampanye iklan. c. METODE PENELITIAN Batasan Penelitian dan Gambaran Populasi Obyek yang akan diteliti adalah konsumen AMDK Ades dengan batasan mahasiswa UK Petra Jurusan Manajemen. Teknik Pengambilan Sampel Teknik penarikan sampel yang digunakan mengacu pada eksperimen yang dilakukan oleh Aaker dan Keller (1990. Pembatasan penelitian ini didasarkan pada asumsi penulis bahwa sebagian besar mahasiswa UK Petra merupakan konsumen AMDK Ades dan pada umumnya mahasiswa manajemen dapat memikirkan dan dapat memahami konsep co-branding lebih baik dibandingkan mahasiswa jurusan lain. Tetapi sebaliknya jika atribut kualitas dapat diamati maka kehadiran merek yang kuat kurang berperan karena konsumen menilai secara langsung. co-branding bisa memberikan kepastian kualitas.30) yang menggunakan mahasiswa kelas mata kuliah mereka sebagai sampel eksperimen. Dimana kepuasan tersebut dapat diteruskan kepada merek ingredient yang menyebabkan evaluation kualitas jadi semakin rendah. Atribut kualitas Bila atribut kualitas tidak bisa diamati terutama pada produk-produk experience (produk yang membutuhkan pengalaman dari konsumen dalam mengkonsumsi produk tersebut agar dapat memberikan penilaian produk).7 manfaat yang dimiliki oleh host partner sebelumnya.2001). Penelitian ini mengambil sampel mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Strategi Pemasaran kelas A dan kelas B semester genap periode akademik 2001 – 2002.

eksperimen adalah teknik yang biasa digunakan dalam penelitian kausal. Metode dan Prosedur Pengumpulan Data Ada dua metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data yaitu: metode kelas eksperimen dan metode survey melalui penyebaran kuesioner. dan unit tes tidak dipilih secara acak . Sedangkan metode survey diterapkan kepada mahasiswa manajemen yang diambil secara acak. dengan tetap mengontrol variabel-variabel ekstra lainnya. Metode skala pernyataan sikap yang digunakan dalam kuesioner adalah berupa skala Likert.8 responden kelompok eksperimen. Untuk sampel responden kelompok kontrol. Sedangkan jenis desain eksperimen yang dimplementasikan dalam eksperimen ini adalah pre-experimental design-static group yaitu desain eksperimen yang tidak mengontrol variabel-variabel ekstra melalui randomisasi. Sedangkan pengertian eksperimen adalah suatu proses menentukan satu atau lebih variabel independen dan mengukur efek yang ditimbulkan pada satu atau lebih variabel dependen. (2002. Kuesioner yang dibagikan merupakan kuesioner tertutup berupa pernyataan dalam bentuk skala pernyataan sikap. dipilih dari mahasiswa Jurusan Manajemen yang diambil secara acak.224) Jenis eksperimen yang digunakan adalah eksperimen laboratorium yaitu eksperimen yang dilakukan dengan menciptakan suatu kondisi sesuai kehendak dari peneliti dimana penulis menciptakan suatu kondisi atas responden kelas eksperimen demi tercapainya tujuan dari eksperimen tersebut. Metode Kelas Eksperimen Menurut Maholtra. Metode kelas eksperimen diterapkan kepada para mahasiswa mata kuliah Strategi Pemasaran yang menjadi responden penelitian (kelompok eksperimen). Desain eksperimen ini terbagi dalam dua kelompok yaitu: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dimana pengukuran kedua kelompok tersebut dilakukan hanya setelah kedua kelompok tersebut mendapatkan perlakuan dalam eksperimen. (kelompok kontrol).

Sikap konsumen terhadap suatu obyek / produk yang biasa mereka konsumsi akan menimbulkan sejumlah keyakinan yang menimbulkan harapan atas produk tersebut. Variabel dependen Dalam Variabel yang mengukur efek dari variabel independent pada unit tes. variabel tersebut adalah kesan kualitas terhadap citra produk AMDK Ades berdasarkan penilaian sikap konsumen ditinjau dari atribut – atribut produknya. tergantung apakah sejumlah harapan mereka atas produk tersebut terpenuhi atau tidak pada saat mereka mengkonsumsi produk tersebut. organisasi. c. Metode Fishbein Metode Fishbein atau biasa dikenal dengan model sikap Fishbein menurut Santoso pada prinsipnya menghitung Ao (Attitude toward the object). kelompok ini menyediakan poin perbandingan ketika menilai efek dari respon terhadap variabel-variabel independen yang telah ditentukan terhadap variabel dependen. Variabel independen Variabel yg ditentukan oleh peneliti dimana efek dari variabel tersebut diukur dan dibandingkan. mahasiswa jurusan manajemen yang diambil secara acak menjadi kelompok kontrol. mahasiswa mata kuliah Strategi Pemasaran kelas A dan kelas B semester genap periode akademik 2001 – 2002 menjadi kelompok eksperimen.148). (2000. d. Dalam eksperimen ini. atau lainnya yang memberikan respon pada variabel independen atau studi eksperimen yang sedang dilakukan. yaitu sikap seseorang terhadap sebuah obyek yang dikenali lewat atribut-atribut yang melekat pada obyek tersebut. Dalam eksperimen ini. . Control group / Kelompok kontrol Kelompok yang tidak ditentukan untuk memberikan respon terhadap variabelvariabel independen. b. eksperimen ini. Dalam hal ini. Konsumen dapat merasa kecewa ataupun justru merasa puas atas suatu produk yang mereka konsumsi.9 Bagian – Bagian Dalam Eksperimen: a. Unit tes / kelompok eksperimen Individu. pemahaman akan konsep co-branding antara Ades dengan Coca – Cola merupakan variabel independen eksperimen.

yaitu: Sailent Belief Yang dimaksud dengan sailent belief adalah sejumlah atribut yang melekat atau yang relevan pada suatu produk yang dapat menentukan sikap konsumen. Nilai rata – rata sikap responden Ao = ∑ i . debu dan bakteri Harga produk Rumus pengukuran yang digunakan: a. E B i Keterangan: . Rata – rata tiap variabel Nilai rata – rata tiap variabel = nilai total tiap variabel / jumlah responden b. Variabel – variabel atribut produk yang digunakan dalam penelitian ini sebagai pengukuran rata-rata sikap konsumen adalah: • • • Variabel kualitas produk Kejernihan air mineral Kesegaran rasa air mineral Variabel tampilan produk Gambar logo produk Warna desain kemasan Bentuk desain kemasan Kelengkapan informasi produk Variabel desain produk Daya tahan kemasan produk Kemudahan membuka segel kemasan produk Keamanan kemasan dari kuman. Evaluation Yang dimaksud dengan evaluation adalah penilaian sikap konsumen terhadap kinerja atribut – atribut produk.10 Variabel – variabel pengukuran metode fishbein. Pengukuran sailent belief dilakukan untuk mendapatkan penilaian harapan dan keyakinan konsumen terhadap kinerja atribut – atribut produk.

11 Ao = Sikap terhadap produk Bi = Belief atau harapan konsumen terhadap atribut i dari suatu produk Ei = Evaluation konsumen terhadap atribut i dari suatu produk ∑ = Penjumlahan dari sejumlah atribut KERANGKA BERPIKIR Adanya potensi pasar AMDK yang besar dengan kendala masuk yang rendah (SWAsembada.2001: PT Ades Alfindo Putra Setia produsen AMDK no 2 di Indonesia (SWAsembada.2001) sebagai Ingredient Branding Co-branding The Coca Cola Company produsen minuman berkarbonasi no 1 dunia (SWAsembada.2001) sebagai Host Branding Produk hasil co-branding Evaluation Konsumen berdasarkan Metode Fishbein Belief Evaluation Sikap konsumen HIPOTESA .

baik responden kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. dapat diketahui melalui hasil rata – rata sikap total responden. Dimana hasil rata – rata sikap total responden diperoleh dengan membandingkan nilai rata – rata belief dengan nilai rata – rata evaluation. Untuk melihat pengaruh kemampuan co-branding dalam meningkatkan citra produk hasil co-branding dari penilaian kesan kualitas oleh responden. maka co-branding antara Ades dengan CocaCola tidak berdampak apapun terhadap kesan kualitas akan citra produk AMDK Ades. diamati. Dan sebaliknya jika rata – rata sikap kelompok eksperimen tidak sama atau tidak identik dengan rata – rata sikap kelompok kontrol. tentunya menyebabkan munculnya harapan konsumen akan produk hasil co-branding. maka co-branding memberikan pengaruh terhadap kesan kualitas akan citra produk AMDK Ades. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat diajukan hipotesa sebagai berikut: “Co-branding antara Ades dengan Coca-Cola. dan dirasakan.rata sikap kelompok eksperimen sama atau identik dengan hasil rata – rata sikap kelompok kontrol. dipegang. Apabila hasil rata . Perubahan terhadap atribut – atribut produk AMDK Ades sebagai bentuk dari kegiatan co-branding. Pada co-branding tersebut Coca-Cola berperan sebagai host branding dan Ades berperan sebagai ingredient branding. Kegiatan co-branding tersebut menghasilkan produk hasil co-branding berupa AMDK bermerek Ades. memberikan pengaruh dan mampu meningkatkan citra produk AMDK Ades ditinjau dari sikap konsumen terhadap atributatribut produknya” PENGUJIAN HIPOTESA Penulis menggunakan metode sikap Fisbhein untuk mengukur hasil rata – rata sikap dari dua kelompok responden yaitu hasil rata – rata sikap kelompok eksperimen dengan hasil rata – rata sikap kelompok kontrol. . serta mendapatkan alat peraga berupa AMDK Ades ukuran gelas untuk dilihat.12 Bentuk co-branding Ades dengan Coca-Cola adalah ingredient branding dan host branding. Responden kelompok eksperimen mendapatkan treatment (perlakuan) berupa pemahaman mengenai konsep co-branding dan proses co-branding Ades dengan Coca-Cola. Sedangkan responden kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan sama sekali.

dapat dirumuskan hipotesa sebagai berikut: H0 : Rata – rata sikap responden kelompok eksperimen. terhadap AMDK Ades adalah tidak identik dengan rata – rata sikap responden kelompok kontrol.Responden kelompok kontrol 233. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kinerja atribut-atribut produk AMDK Ades dapat memenuhi harapan responden sehingga dapat diketahui bahwa co-branding Ades dengan Coca-Cola mampu meningkatkan citra produk AMDK Ades.13 Jika hasil nilai rata – rata belief lebih tinggi dibandingkan nilai rata – rata evaluation maka nilai hasil rata – rata sikap total responden positif. ANALISA DATA Hasil nilai rata – rata sikap responden . . Jika demikian dapat diketahui bahwa co-branding antara Ades dan Coca – Cola memberikan pengaruh terhadap produk AMDK merek Ades. Dari penjelasan tersebut diatas. H1 : Rata – rata sikap responden kelompok eksperimen.429 231. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kinerja atribut-atribut produk AMDK Ades tidak dapat memenuhi harapan responden sehingga dapat diketahui bahwa co-branding Ades dengan Coca-Cola tidak mampu meningkatkan citra produk AMDK Ades. yang berarti rata – rata sikap responden kelompok eksperimen. terhadap produk AMDK Ades identik dengan sikap responden kelompok kontrol.974 Dari hasil nilai rata – rata sikap responden dapat diambil keputusan untuk menerima H1 dan menolak H0. terhadap produk AMDK Ades tidak identik dengan rata – rata sikap responden kelompok kontrol. Jika nilai rata – rata belief lebih rendah dibandingkan nilai rata – rata evaluation maka hasil nilai rata – rata sikap total responden negatif.Responden kelompok eksperimen .

159 Sikap negatif negatif negatif negatif negatif negatif negatif negatif negatif negatif Rata-rata belief atas kesepuluh variabel atribut produk yang ditanyakan kepada responden kelompok eksperimen melalui kuesioner.27 4. Sikap responden kelompok eksperimen Variabel Atribut Produk Kualitas Produk Kejernihan air mineral Kesegaran air mineral Tampilan Produk Gambar logo produk Warna desain kemasan Bentuk desain kemasan Kelengkapan Informasi Produk Desain Produk Daya tahan kemasan Kemudahan membuka segel kemasan Keamanan kemasan dari kuman.238 4.206 4. debu. dan bakteri Harga produk Belief 5. Yang berarti kinerja dari kesepuluh atribut produk tersebut masih di bawah harapan responden atau dengan kata lain belum mampu memenuhi harapan responden Tabel 2.302 4.381 5.714 Evaluation 5. menunjukkan nilai rata-rata di bawah nilai rata-rata evaluation responden atas kesepuluh variabel atribut produk tersebut.73 4.651 Evaluation 5.302 3.debu.571 4.667 5.254 4.238 4.159 5.683 4.206 4.063 4. Sikap responden kelompok kontrol Variabel Atribut Produk Kualitas Produk Kejernihan air mineral Kesegaran air mineral Tampilan Produk Gambar logo produk Warna desain kemasan Bentuk desain kemasan Kelengkapan informasi produk Desain Produk Daya tahan kemasan Kemudahan membuka segel kemasan Keamanan kemasan dari kuman. Dengan demikian dapat diketahui sikap kelompok eksperimen terhadap produk AMDK Ades negatif.794 4.746 5.921 4.873 5.048 4.889 5.889 4.571 Sikap negatif negatif negatif negatif negatif negatif negatif negatif negatif negatif .333 5.095 3. dan bakteri Harga produk Belief 5.079 4.714 4.651 4.587 4.762 5.19 3.841 4.714 5.746 5.556 5.365 5.14 Tabel 1.413 4.

• Analisa belief responden kelompok eksperimen Dari hasil analisa belief.Atribut keamanan kemasan dari kuman. Dengan demikian dapat diketahui sikap kelompok kontrol terhadap produk AMDK Ades negatif. dan bakteri (4. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa co-branding antara Coca – Cola dan Ades memberikan pengaruh terhadap produk AMDK merek Ades.254) .Atribut kelengkapan informasi produk (5. Yang berarti kinerja dari kesepuluh atribut produk tersebut masih di bawah harapan responden atau belum mampu memenuhi harapan responden.15 Rata-rata belief atas kesepuluh variabel atribut produk yang ditanyakan kepada responden kelompok kontrol melalui kuesioner. dapat disimpulkan sebagai berikut: • Nilai rata-rata sikap responden kelompok eksperimen tidak sama dengan nilai rata rata sikap responden kelompok kontrol.238) .921) . menunjukkan nilai rata-rata di bawah nilai rata-rata evaluation responden atas kesepuluh variabel atribut produk tersebut. yang berarti rata . KESIMPULAN Berdasarkan seluruh analisis data yang ada. dapat diketahui urutan tiga besar atribut produk dengan penilaian tertinggi dan urutan tiga besar atribut produk dengan penilaian terendah. terhadap AMDK merek Ades adalah tidak identik dengan rata . debu. Adapun urutan dari hasil analisa belief sebagai berikut:  Tiga besar atribut produk yang memiliki penilaian tertinggi adalah: .rata sikap responden kelompok eksperimen. Tiga besar atribut produk dengan penilaian tertinggi maksudnya adalah bahwa atribut produk tersebut diyakini atau diharapkan oleh responden memiliki kinerja yang baik.Atribut kejernihan air mineral (5. Sehingga dapat diambil keputusan untuk menerima H1 dan menolak H0. Sedangkan tiga besar atribut produk dengan penilaian terendah maksudnya adalah bahwa atribut produk tersebut diyakini oleh responden memiliki kinerja yang buruk atau kinerja atribut produk tersebut tidak terlalu diharapkan baik oleh responden.rata sikap responden kelompok kontrol.

Tiga besar atribut produk dengan penilaian tertinggi maksudnya adalah bahwa atribut produk tersebut dinilai oleh responden memiliki kinerja yang baik.Atribut kejernihan air mineral (5. Tiga besar atribut produk dengan penilaian tertinggi maksudnya adalah bahwa atribut produk tersebut diyakini atau diharapkan oleh responden memiliki kinerja yang baik. maksudnya adalah bahwa atribut produk tersebut dinilai oleh responden memiliki kinerja yang buruk.714) Atribut kemudahan membuka segel kemasan (3.714) . Adapun urutan dari hasil analisa belief sebagai berikut:  Tiga besar atribut produk yang memiliki penilaian tertinggi adalah: . debu.048) .587)  Tiga besar atribut produk yang memiliki penilaian terendah adalah: Atribut bentuk desain kemasan (3. Adapun urutan dari hasil analisa evaluation sebagai berikut: . dapat diketahui urutan tiga besar atribut produk dengan penilaian tertinggi dan urutan tiga besar atribut produk dengan penilaian terendah.841) Atribut gambar logo produk (4.095) • Analisa evaluation responden kelompok eksperimen Dari hasil analisa evaluation.Atribut harga produk (4. dapat diketahui urutan tiga besar atribut produk dengan penilaian tertinggi dan urutan tiga besar atribut produk dengan penilaian terendah. Sedangkan tiga besar atribut produk dengan penilaian terendah maksudnya adalah bahwa atribut produk tersebut diyakini oleh responden memiliki kinerja yang buruk atau kinerja atribut produk tersebut tidak terlalu diharapkan baik oleh responden. dan bakteri (4.063) Atribut warna desain kemasan (4.16  • Tiga besar atribut produk yang memiliki penilaian terendah adalah: Atribut bentuk desain kemasan (3. Sedangkan tiga besar atribut produk dengan penilaian terendah.Atribut keamanan kemasan dari kuman.079) Analisa belief responden kelompok kontrol Dari hasil analisa belief.794) Atribut gambar logo produk (4.

Adapun urutan dari hasil analisa evaluation sebagai berikut:  Tiga besar atribut produk yang memiliki penilaian tertinggi adalah: .Atribut keamanan kemasan dari kuman.889) . debu.Atribut keamanan kemasan dari kuman. dapat diketahui urutan tiga besar atribut produk dengan penilaian tertinggi dan urutan tiga besar atribut produk dengan penilaian terendah.651) Analisa evaluation responden kelompok kontrol Dari hasil analisa evaluation.Atribut kejernihan air mineral (5. dan bakteri (5.17  Tiga besar atribut produk yang memiliki penilaian tertinggi adalah: .Atribut kesegaran air mineral (5.873) . dan bakteri (5.714)  • Tiga besar atribut produk yang memiliki penilaian terendah adalah: Atribut warna desain kemasan (4.683) . Tiga besar atribut produk dengan penilaian tertinggi maksudnya adalah bahwa atribut produk tersebut dinilai oleh responden memiliki kinerja yang baik.746)  • Analisa sikap responden kelompok eksperimen .206) Atribut bentuk desain kemasan (4.73) Atribut bentuk desain kemasan (4.Atribut kejernihan air mineral (5.Atribut kesegaran air mineral (5.571) Atribut gambar logo produk (4. maksudnya adalah bahwa atribut produk tersebut dinilai oleh responden memiliki kinerja yang buruk. Sedangkan tiga besar atribut produk dengan penilaian terendah.746) . debu.333) Atribut gambar logo produk (4.667) Tiga besar atribut produk yang memiliki penilaian terendah adalah: Atribut warna desain kemasan (4.

Dengan demikian dapat diketahui sikap responden terhadap produk AMDK Ades negatif. Daftar Pustaka . • Analisa sikap responden kelompok kontrol Nilai rata-rata belief atas kesepuluh atribut produk yang ditanyakan kepada responden kelompok kontrol. Sehingga dapat diartikan bahwa kinerja dari kesepuluh atribut produk tersebut masih di bawah harapan responden atau belum dapat memenuhi harapan responden. Dengan demikian dapat diketahui bahwa sikap responden terhadap produk AMDK Ades negatif. • Analisa sikap keseluruhan responden. menunjukkan nilai rata-rata di bawah nilai rata-rata evaluation responden atas kesepuluh atribut produk tersebut. baik responden kelompok eksperimen dan responden kelompok kontrol Baik responden kelompok eksperimen maupun responden kelompok kontrol memiliki sikap negatif terhadap produk AMDK Ades. menunjukkan nilai rata-rata di bawah nilai rata-rata evaluation responden atas kesepuluh atribut produk tersebut. Sehingga dapat diartikan bahwa kinerja dari kesepuluh atribut produk tersebut masih di bawah harapan responden atau belum dapat memenuhi harapan responden. Sehingga dapat diketahui bahwa kinerja dari atribut-atribut produk AMDK Ades belum dapat memenuhi harapan responden dan dengan kata lain dapat diartikan bahwa kegiatan co-branding antara Coca – Cola dan Ades belum mampu meningkatkan citra produk AMDK-nya.18 Nilai rata-rata belief atas kesepuluh atribut produk yang ditanyakan kepada responden kelompok eksperimen.

Saddle New Jersey Kotler P. Tantry.. 1997.. Teknik Statistika untuk Bisnis & Ekonomi.M. Mahimza. Principles of Marketing. Jakarta Kotler P. Elex Media Komputindo. Armstrong G. Wulandari. Jahari.. Saddle New Jersey Maholtra N K. 5th Edtion International Edition. Prentice Hall Inc. Jakarta . 1996. Surabaya Nickel.19 Aaker A.L. January 1990.. Jilid Pertama Edisi Sembilan. Strategi Jitu Co-Branding. 25/I/17-30 Januari 2002: 6-10 Rianty. Keller K. David A. Understanding Business.. Majalah Marketing No. Erlangga. International Edition. Mitra Utama. Saddle New Jersey Mason R. The Mc Graw Hill Co PDAM Website. 2000.D. Basic Marketing Research: Application to Contemporary Issues. Mc Hugh J. Prentice Hall Inc. 1996. Lind D.. Journal of Marketing Aaker. Principle of Marketing. Prentice Hall Inc. A.M. Armstrong G.. Manuver Akrobatik Coca-Cola.. 7th edition.id/ Racoi... Consumer Evaluations of Brand Extentions. Mc Hugh S. http://mailsvr..D.pdam-sby. Majalah SWAsembada. 1999. Manajemen Ekuitas Merek. 2002.go. No: 02/XVII/25 Januari – 7 Februari 2001: 82-83 Santoso S. 1999. International Edition. Aplikasi Excel dalam Marketing dan Riset Konsumen..

Delivering Quality Service Balancing Costumer Perception and Expectation.megaone. The Free Press. Analisis Motivasi dan Kepuasan Nasabah PT Asuransi Jiwa perwakilan Surabaya Selatan. Juni 2001. Kompas. 10 Oktober 2002 Zeithaml V.Yudana I. Wibisono L. 1990..20 Vijayanto R. http://www... A. B. New York . G. Mencari Mutu Air Kemasan. Parasuraman.. 1998.com/tauyhaw/tauyhaw/air_udara.htm Wijoyo S. Mari Menakar Kinerja Ekologi Wali Kota Bambang DH. M. Leonard L. A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful