Anda di halaman 1dari 6

BAB I

MATERI DAN PERUBAHANNYA

Bila kita amati keadaan disekitar kita maka ada peristiwa biasa yang sering
memunculkan pertanyaan. Sebagai contoh mengapa baterai dapat menyalakan lampu
senter (sinar) atau radio (suara) ? Mengapa kalau kita terlalu lapar terasa lemah dan
malas bekerja ? Mengapa kendaraan bermotor memerlukan bensin ? Mengapa
tanaman dapat tumbuh dan berbuah ? Mengapa sayuran atau buah kalau kita biarkan
lama akan membusuk ? Jawaban dari semua pertanyaan tersebut berkaitan erat
dengan peristiwa kimia.

Apasih yang dimaksud dengan kimia atau ilmu kimia itu ?. Ilmu Kimia adalah ilmu yang
mempelajari tentang sifat materi dan perubahannya. Berdasarkan definisi kimia yang
relatif sederhana tersebut ternyata banyak hal yang menyangkut aspek kehidupan kita,
dari yang sederhana seperti menyalakan korek api sampai penemuan obat mutakhir
untuk menyembuhkan penyakit tertentu, dari sekedar batuk sampai kanker.

1.1. MATERI

Segelas air yang ada di meja makan, akan kita minum dengan rasa aman. Tetapi bila
segelas cairan jernih yang ada di laboratorium apakah serta merta akan kita minum
dengan tanpa ragu ? Kita sering beranggapan bahwa air minum itu merupakan air
murni, sebenarnya tidak sepenuhnya tepat, apalagi kalau cairan jernih yang ada di
laboratorium maka mungkin saja itu air murni tetapi sangat mungkin adalah air yang
tercampur dengan zat lain. Bila air tercampur dengan zat lain, maka apakah zat
pencampurnya? Seberapa banyak zat tersebut tercampur ? Bagaimana zat tersebut
dapat dipisahkan ?
Pertanyaan tersebut merupakan problem yang dihadapi oleh seorang ahli kimia sehari-
hari. Ahli kimia berusaha mencari jawabannya berupa : apakah cairan tersebut
merupakan air murni ? atau tercampur oleh zat lain ? Kalau merupakan campuran maka
apakah tercampur secara homogen ? Pertanyaan tersebut yang mengklasifikasikan
materi dan bagamana cara memisahkanya. Secara umum ditampilkan pada Gambar 1.
Materi didefinisikan sebagai sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruangan.
Dengan definisi tersebut maka semua benda yang ada di sekitar kita adalah materi.
Semua yang kita pakai seperti baju, sepatu, kacamata adalah sesuatu yang mempunyai
masa dan menempati ruang. Semua yang kita makan dan minum juga mempunyai
massa dan menempati ruang. Apakah udara yang kita hirup itu juga materi ? Ya, udara
meskipun sangat ringan tetapi mempunyai massa dan menempati ruang.

1.1.1. Bentuk Materi

Oleh karenanya materi dapat dikelompokkan berdasarkan keadaan atau bentuknya


yaitu :
• Padat, suatu materi yang bentuknya rigid dengan volume tetap, perubahan
temperatur dan tekanan hanya menyebabkan perubahan bentuk yang sangat kecil.
Contoh materi ini adalah : meja, kursi, garam dapur, besi.
• Cair, materi yang mempunyai volume tertentu, tetapi bentuk sesuai dengan
wadahnya. Contoh materi ini adalah : air, minyak, bensin, minuman
• Gas atau uap, adalah materi yang bentuk dan volumenya dapat berubah sesuai
dengan wadahnya, temperatur dan tekannanya.

Bentuk materi tersebut merupakan penggambaran keadaan molekuler dari penyusun


materi tersebut. Bentuk gas letak molekul penyusunnya satu dengan lainnya berjauhan
dan bergerak bebas. Dalam bentuk cair maka molekulnya lebih berdekatan, bergerak
bersama, sehingga cairan dapat dituangkan. Sedangkan pada padatan, molekul saling
terikat dengan kuat dengan susunan tertentu.
Materi
(Padat, Cair,
Gas)

Zat Murni Campuran


Komposisi Komposisi
tetap bervariasi

Proses Proses
Unsur Senyawa Homogen Heterogen
Kimia Satu fasa Fisika Beda fasa

Gambar 1.1. Skema klasifikasi materi.

1.1.2. Zat Murni

Banyak materi di sekitar kita bukan merupakan zat murni; sebagai contoh udara yang
kita hirup (gas), air laut (cair), batuan (padat). Namun demikian kita dapat
memisahkannya menjadi zat murninya. Apa itu zat murni ? didefinisikan sebagai materi
yang mempunyai sifat dan komposisi tertentu. Sebagai contoh adalah air laut yang
mempunyai zat murni utama berupa air (H2O) dan garam dapur (NaCl).

Zat murni adalah suatu unsur atau senyawa yang mempunyai sifat yang unik dengan
komposisi tetap dan tidak dapat dimurnikan lebih lanjut.
• Unsur atau elemen adalah zat yang tidak bisa didekomposisi (dipisahkan) menjadi
zat yang lebih sederhana, contoh Fe, Cu, Mg. Bila unsur dalam bentuk molekul
maka hanya tersusun oleh atom yang sama, contoh O2, H2, N2.
• Senyawa adalah zat yang tersusun oleh 2 unsur atau lebih, atau tersusun oleh dua
atau lebih atom Contoh : air (H2O) merupakan senyawa yang tersusun dari 2 unsur
H dan 1 unsur O.

Senyawa dan unsur dapat dipisahkan atau dibentuk melalui perubahan atau proses atau
reaksi kimia.
1.1.3. Campuran

Campuran merupakan kombinasi dari dua atau lebih zat yang komposisinya bervariasi
dan tetap mempertahankan identitas kimianya masing-masing. Sebagai contoh air teh
manis, jumlah gula yang ada dalam air tesebut bervariasi bergantung keinginan
pembuatnya.
Berdasarkan perbedaan komposisi, sifat dan teksture atau tampilan penyusunnya maka
campuran dapat dikelompokkan menjadi Campuran Homogen dan Campuran
Heterogen.
• Campuran Homogen adalah campuran yang betul-betul uniform secara
mikroskopik dan terdiri dari satu atau lebih senyawa dalam fasa yang sama. Sifat
homogenitas campuran sama pada semua bagian sampel. Campuran semacam ini
sering disebut juga sebagai larutan, sebagai contoh adalah udara (campuran utama
dari gas N2 dan O2); urin (campuran dari air, urea dan garam); Soft drink.
• Campuran Heterogen adalah campuran yang masing-masing komponen dapat
dideteksi perbedaannya secara kasat mata maupun secara mikroskopi. Sebagai
contoh campuran air dengan minyak yang terpisah secara fasa. Batuan tambang
terlihat perbedaan komponen penyusunnya. Sering campuran tidak tampak sebagai
heterogen contoh darah dengan mata terlihat uniform tetapi bila dilihat dengan
mikroskop akan terlihat adanya sel darah merah dan sel darah putih. Contoh lain
adalah susu terlihat teksturenya homogen, bila dilihat dengan mikroskop maka
terlihat lipid dan protein globular dalam larutan. Sifat heterogen berbeda pada bagian
satu dan lain dari sampel.

Campuran heterogen dapat dipisahkan menjadi campuran homogen dan selanjutnya


menjadi unsur atau senyawanya dengan proses fisika. Sebagai contoh pembuatan
garam dari air laut, air laut ditampung pada tambak dangkal dan setelah airnya dibiarkan
menguap semua tertinggalah garamnya.

1.1.4. Sifat Materi

Setiap zat mempunyai sekumpulan sifat. Sebagai contoh adalah perbedaan sifat dari air
(H2O) dan senyawa penyusunnya, H2 dan O2, seperti pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1. Perbedaan sifat Air, Hidrogen dan Oksigen.

Air (H2O) Hidrogen (H2) Oksigen (O2)


Bentuk Cair Gas Gas
Titik didih (oC) 100 - 253 - 183
Densitas (g/mL) 1,00 8,4 10-5 1,33 10-3
Flammable tidak ya tidak

Sifat suatu materi dikelompokkan sebagai Sifat Fisika dan Sifat Kimia.

• Sifat Fisika dapat diukur tanpa menyebabkan perubahan identitas dan komposisi
zatnya. Data sifat fisika penting dalam kimia karena beberapa sifat fisika dapat
digunakan sebagai identifikasi suatu zat. Sebagai contoh adalah logam Cu, Al, Hg
mempunyai warna dan penampilan yang berbeda. Beberapa sifat fisik lain
ditampilkan pada Tabel 1.2.

• Sifat Kimia menggambarkan suatu zat berubah atau bereaksi membentuk senyawa
lain, atau terjadi perubahan komposisi kimia. Contoh sifat kimia adalah sifat
flammability (mudah terbakar) suatu zat dengan adanya oksigen.
Sifat suatu materi juga dapat dikelompokkan menjadi Sifat Intensif dan Sifat Ekstensif.

• Sifat Intensif adalah sifat suatu materi yang tidak bergantung pada jumlah yang
diukur. Contoh sifat ini adalah : titik leleh, titik didih. Es akan meleleh pada 0oC,
apakah es itu berupa es batu maupun salju.
• Sifat Ekstensif adalah sifat materi yang bergantung pada jumlah sampel, baik
dalam massa maupun volumenya. Contoh warna : suatu larutan akan semakin pekat
dengan bertambahnya jumlah zat terlarutnya.

Tabel 1.2. Beberapa sifat fisik materi

Sifat Keterangan
Warna
Bentuk materi Padat, cair dan gas
Titik leleh Temperatur leleh zat padat
Titik didih Temperatur didih zat cair
Panas penguapan Panas yang dibutuhkan untuk merubah zat cair menjadi uap
Panas pelelehan Panas yang dibutuhkan untuk merubah zat padat menjadi cair
Densitas Massa per satuan volume
Kelarutan Massa zat yang dapat terlarut pada volume terpentu pelarut
Daya hantar listrik
Daya hantar panas
Sifat magnetik
Bentuk kristal
Viskositas Kemampuan larutan untuk mengalir

1.1.5. Perubahan Fisika dan Kimia

Kimia adalah mempelajari tentang perubahan sifat fisik maupun kimia.


• Perubahan Fisika hanya terjadi pada bentuknya saja tetapi tidak pada komposisi
kimianya, contoh es meleleh dan air mendidih. Komposisi molekul sebelum dan
sesudah perubahan fisika adalah sama yaitu air.Temperatur dimana suatu zat
meleleh karakteristik untuk zat tertentu, air melelh pada 0oC sedangkan naftalen
(kapur barus) meleleh pada 80,2oC.
• Perubahan Kimia disebut juga Reaksi Kimia, suatu senyawa akan berubah menjadi
senyawa lain. Reaksi kimia menyebabkan identitas suatu zat berubah. Pada tingkat
molekuler terjadi perubahan atau penataulangan atom tanpa terjadi perubahan
jumlah atomnya. Bentuk molekul sebelum dan sesudah reaksi adalah beda. Sebagai
contoh bila gas hidrogen terbakar di udara, terjadi karena reaksi berikut :
H2 (g) + O2 (g) 2 H2O
• Perubahan Fisika dan Kimia sering disertai dengan transfer energi. Sebagai contoh
adalah reaksi antara hidrogen dalam balon udara dengan oksigen dapat
menimbulkan ledakan (melepaskan energi).

Daftrar pustaka
1. Raymond Chang, Chemistry 9Ed, McGrawHill, New York 2008
2. Brown, Chemistry The Central Science, Pearson, New Jersey, 2007
3. Petruci, Harword Jerring and Madura, General Chemistry Principles and Modern
Application 9 Ed, Pearson, New jersey, 2007