Anda di halaman 1dari 2

B.

Batuan Beku Gabro


Kelompok batuan dalam yang sering disebut Gabro,yang memiliki warna hitam kehija
uan,dengan sifat batuannya tergolong basa,strukturnya masif atau pejal,derajat k
ristalisasi yang dimiliki oleh gabro yaitu hilokristalin dimana mineral penyusun
dari gabro yaitu mayoritas adalah semuanya mineral kristalin,tekstur faneritik,
susunan mineralnya seragam kasar.Gabro terbentuk sebagai tubuh intrusi dan merup
akan batuan yang umum terdapat dimana-mana,berwarna gelap karena sebagian besar
mineral penyusunya adalah piroksen dan olivine.Di Pulau Jawa,batuan ini terdapat
di selatan Ciletuh,Pegunungan Jiwo,Serayu,dan Pemalang.Gabbro adalah padat, keh
ijauan atau berwarna gelap dan mengandung pyroxene, plagioclase, amphibole, dan
olivin (olivin olivin gabbro ketika hadir dalam jumlah besar).The pyroxene ini k
ebanyakan clinopyroxene; sejumlah kecil orthopyroxene mungkin hadir. Jika jumlah
orthopyroxene secara substansial lebih besar daripada jumlah clinopyroxene, bat
u kemudian sebuah norite. Quartz gabbros juga diketahui terjadi dan mungkin bera
sal dari magma yang sudah selesai-jenuh dengan silika. Essexites mewakili magma
gabbros yang orangtuanya berada di bawah jenuh dengan silika, menyebabkan pemben
tukan feldspathoid mineral nepheline.(Silica kejenuhan dari batu dapat dievaluas
i oleh normatif mineralogi)Gabbros mengandung jumlah kecil, biasanya beberapa pe
rsen, dari besi-titanium oksida seperti magnetit, ilmenite, dan ulvospinel.
Gabbro umumnya berbutir kasar dengan ukuran kristal dalam kisaran 1 mm atau lebi
h besar. Finer grained equivalents of gabbro are called diabase , although the v
ernacular term microgabbro is often
used when extra descriptiveness is desired. Berbutir lebih halus ekuivalen gabbr
o disebut diabase, meskipun istilah vernakular microgabbro sering digunakan keti
ka descriptiveness tambahan yang diinginkan.Gabbro mungkin sangat kasar berbutir
untuk pegmatitic, dan beberapa pyroxene-plagioclase cumulates dasarnya gabbro b
erbutir kasar, meskipun ini mungkin menunjukkan kristal acicular kebiasaan.Gabbr
o biasanya equigranular dalam tekstur, meskipun mungkin porphyritic di kali, ter
utama ketika plagioclase telah berkembang lebih awal dari groundmass mineral.
C. Pendeskripsian Batu Beku Gabro
Jenis Batuan : Batuan beku basa plutonik
Kristalinitas : hipokristalin
Granularitas : afanitik
Relasi : inequigranular
Fabric :subhedral
Warna : Hitam
Struktur : Masif
Tekstur : D. Kristal : Holokristalin
Granularitas : Fanerik Kasar ( 5mm â 30mm )
Kemas :
â B. Kristal : Anhedral
â Relasi : Equigranular â Allotiomorfik
Komposisi Mineral : - Kuarsa 10 % - K. Feldspar 10 %
- Plagioklas 45 % - Pyroxin 35 %
Nama Batuan : Gabro
Petrogenesa : Batuan beku ini terbentuk langsung dari pembekuan magma. Warna
nya yang gelap mengindikasikan bahwa batuan ini terbentuk dari magma yang bersif
at basa.Batuan ini membeku pada kedalaman dangkal atau merupakan intrusi dangkal
sehingga termasuk pada batuan beku hypabisal, biasanya dalam bentuk tubuh batua
n beku dyke atau sill. Batuan ini pejal atau massif karena tidak mengalami gaya
endogen yang mengakibatkan adanya retakan.
Kegunaan : Kegunaan basalt sebagai bahan baku industri poles (tegel, orna
men, dll), bahan bangunan / pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll) dan
Sebagai agregat.
( Sumber : M. Rabbaani Shibghatullah. 2010. GENESA BATUAN BEKU GABRO DAN
PENDESKRIPSIANNYA . http://www.scribd.com/doc/27648071/Tugas-Minggu-III-Genesa-B
atuan-Beku-Gabro-Dan-Pendeskripsiannya.tgl akses 3-10-2010 )
( Sumber : Frans Edward Ricardo. 2010. MAKALAH PETROLOGI. http://www.scribd.com/
doc/24234727/PETROLOGI-2. tgl akses 3-10-2010 )