Anda di halaman 1dari 12

TUGAS BAHASA

INDONESIA
Menganalisis Sinopsis dan Unsur Intrinsik
Novel
Ketika Cinta Bertasbih 2

Oleh :

1. Ade Ayu P. (02)

2. Ahmad Nasir (04)

3. Ardhita Okky (06)

4. Brilliant Nur Fauzi (08)

UPTD SMA NEGERI 2 PARE


Jl. Palahwan Kusuma Bangsa 28 Telp.(0354) 391177 Pare
Kediri
Tahun Pelajaran 2010/2011

I. Data Buku

Judul : Ketika Cinta Bertasbih Episode 2

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit : Penerbit Republika bekerjasama dengan


Basmala-Republika-Corner (BRC)

Cetakan ke : 6

Tebal buku : 414 Halaman


II. SINOPSIS
Anna Altafunnisa’ seorang gadis cantik, sholehah, cerdas
ditambah lagi seorang putri Kyai Lutfi pengasuh pondok terkenal
di Solo, karena hal itulah banyak para pemuda yang melamarnya,
namun semuanya ditolak. Pada suatu hari ada seorang ustad yang
mau melamar Anna, ustad lulusan Madinah yang dikenal cerdas
dan alim, namun Anna telah dihitbah oleh Furqan teman Anna saat
kuliah di Mesir. Akhirnya ia memilih Furqan, dan tiba saat hari
dimana Furqan dan keluarganya melamar Anna, sebuah hari yang
paling bersejarah baginya. Namun dalam hati Anna masih ada
sebersit rasa ragu-ragu, ia teringat dengan seorang laki-laki yang
pernah menolongnya di Mesir. Ia merasa ada ikatan batin antara ia
dengan orang yang menolongnya.

Di tempat yang lain, Azzam pulang dari Mesir setelah


menyelesaikan kuliahnya. Ia seorang mahasiswa yang cerdas
namun karena ayahnya meninggal ia harus bekerja mencari nafkah
untuk ibu dan adik-adiknya di kampung. Sehingga ia baru lulus
setelah 9 tahun. Azzam pulang dari Mesir bersama artis terkenal
Eliana. Ia mengenal Eliana saat kuliah di Mesir, Azzam sering
menerima order membuat bakso dalam acara Eliana.

Setiba di Bandara, Azzam dan Eliana disambut wartawan.


Para wartawan mewawancarai Azzam dan Eliana apakah mereka
pacaran. Azzam hanya menjawab ia hanya teman sewaktu di Mesir.
Di tengah kerumunan wartawan Azzam bertemu dengan adiknya,
Ayyatul Husna yang sengaja menjemput kakak ia rindukan.

Selain menjemput kakaknya, Husna juga mau menerima


penghargaan atas prestasinya sebagai penulis muda terbaik di
Indonesia dan kebetulan acara itu dilaksanakan di Jakarta. Setelah
menerima penghargaan itu, Husna dan kakaknya pulang ke
kampung menumpang Eliana yang kebetulan ada syuting di Solo
dekat kampung Azzam.
Hari bahagiapun tiba, hari pernikahan antara Anna dan
Furqan. Pernikahan itu dilaksanakan dengan sangat meriah dan
dihadiri oleh para ulama-ulama terkenal. Walaupun tampak senang,
hati Furqan sangat terguncang karena dalam pikirannya masih
terniang kejadian saat di Cairo. Saat Furqan dijebak agen moswad
dan ia ditulari virus HIV. Karena hal itulah, Furqan furqan tidak mau
mencampuri Anna.

Enam bulan setelah pernikahan itu, Furqan menceritakan


penyakitnya kepada Anna. setelah mendengar cerita suaminya,
Anna marah dan meminta cerai untuk menjaga kehormatan dirinya
dan keluarganya. Dengan rasa penyesalannya, Furqan
menceraikan Anna. Kini Anna menjadi seorang janda, meskipun
demikan mahkota kewanitaan Anna belum pernah tersentuh sama
sekali.

Setiba pulang ke rumah, Azzam mulai bekerja. Mulai dari


menjadi distributor buku sampai menjadi seorang pengusaha bakso
yang ia kelola bersama adiknya, Husna. Setelah kesuksesan yang
ia raih, Azzam ingin mencari calon istri untuk mendampingi
hidupnya.

Dalam perjalanan mencari istri, Azzam memperoleh banyak


cobaan. Seperti saat telah melamar seorang gadis yang shaleh
yang mungkin menyamai Anna yaitu Vivi. Azzam kecelakaan dan
ibunya meninggal dunia. Karena kejadian itulah ikatan lamaran
antara Azzam dan Vivi terputus.

Akhirnya Azzam menyerahkan cicin pemberian ibunya ke


Kyai Lutfi untuk diberikan kepada santriwati asuhan Kyai Lutfi yang
mungkin mau menjadi istri Azzam. Mendengar permintaan itu, Kyai
Lutfi memberikan cicin itu kepada putrinya sendiri Anna. Selepas
magrib pernikahan Azzam dan Anna langsung digelar di masjid
pesantren disaksikan seluruh santri dan pengasuh Pesantren Darul
Qur’an . pernikahan itu berlangsung dengan sederhana dan sangat
sakral berbeda dengan pernikahan Anna dan Furqan dulu yang
terkesan sangat mewah.
Dalam hati Azzam sangat bahagia karena menikah dengan
Anna, gadis yang hendak ia hitbah sewaktu di Mesir namun
dilarang oleh Ustad Mujab paman Anna karena telah di hitbah oleh
Furqan sahabatnya. Hati Anna pun tak kalah bahagianya, ia telah
menikah dengan pemuda yang menolongnya sewaktu di Mesir.
Yang telah menggoda hati Anna. Dengan demikaan harapan
mereka berdua serta keluarga mereka telah terwujud. Mereka
terlah menunaikan sebagian ibadah agamanya dan selalu bertasbih
kepada Allah yang telah memberikan rahmatNya.
III. Unsur Intrinsik Novel

a. Tema : Dakwah Dalam Cinta

Alas an : Karena dalam novel KCB episode 2


tersebut menceritakan tentang perjuangan cinta
yang diselingi dengan dakwah Islam.

b. Latar :

• Latar Tempat

 Desa wangen, bukti …dan menghayati tasbih alam desa


Wangen pagi itu…(hal 9)

 Bandara, buktinya adanya peristiwa penjemputan


Azzam di bandara.

 Pesantren Darul Qur’an, bukti pernikahan Azzam dan


Anna dilakukan di Pesantren Darul Qur’an

 Rumah Azzam, bukti peristiwa pertemuan Azzam dan


ibunya berada di rumah Azzam

 Kartasura, bukti …rumah Azzam ada di Kartasura…. Hal


55

 Rumah sakit, buktinya setelah peristiwa kecelakaan,


Azzam dan ibunya dirawat di rumah sakit.

 Warung Bakso Cinta Azzam, buktinya Azzam bertemu


Furqan di Warung Bakso Cinta Azzam.

 Kampus UNS, bukti Azzam berjualan bakso cinta di


Kampus UNS.

 Rumah teman Husna, karena dalam novel tersebut


diceritakan peristiwa saat Husna menumpang di rumah
temannya sewaktu akan menjemput Azzam.
 Rumah Dokter Vivi, bukti saat Azzam melamar Vivi
berlangsung di rumah Vivi.

 Kota Solo, bukti …. ia mengajak Furqan jalan-jalan


keliling kota Solo……(hal 32)

 Dusun Sraten, bukti … rumah sederhana itu terletak di


dusun kecil bernama Sraten. (hal.42)

 Rumah Pak Maskur, Husna melayat ke rumah Pak


Maskur (hal 44-45)

 Kamar hotel Sofyan, bukti: di sebuah kamar hotel


Sofyan, Azzam mengingat puisi yang dibacakan
adiknya untuknya.

• Latar waktu

 Dini hari, bukti ..langit dini hari selalu memikatnya…


(hal 7)

 Selepas magrib, bukti … selepas magrib ia mengajak


Furqan jalan-jalan keliling kota Solo……(hal 32)

 Pagi hari kira-kira pukul sepuluh. Bukti, Pagi itu kira-kira


pukul sepuluh jenazah Pak Masykur dikebumikan. (hal.
50)

 Siang hari di Pesantren Wangen. Bukti: Dan siang hari


itu Pesantren Wangen menggelarar acara besar yang
berbeda dari hari-hari biasa.

 Seminggu setelah bertemu Zumrah, bukti: Sudah lebih


satu minggu sejak bertemu di Pesantren, Husna tidak
mendapat kabar dari Zumrah.

 Tiga bulan setelah membuka warung bakso cinta,


bukti : tak terasa sudah tiga bulan Azzam membuka
warung bakso cintanya. (hal 243)

• Latar suasana

 Sedih, bukti Bu Masykur terus meraung. Bu Mahbub


yang tak lain adalah kakak kandung Bu Masykur
mencoba manghibur dan menenangkannya…… (hal 45)

 Indah, bukti …Dari desa Wangen, panorama gunung


Merapi sangat jelas dan memukau.
 Gemuruh, Bukti: begitu husna selesai bicara tepuk
tangan ribuan santri bergemuruh beberapa saat
lamanya. (hal. 66)

 Bahagia, bukti: Ayah dan ibunya sangat bahagia


dengan keberhasilan studinya. (hal 93)

 Sepi, bukti : Dan kini ia merasa dunia begitu sepi dan


sunyi. (hal 95)

 Hening, bukti: Suasana menjadi hening seketika, mata


Husna menjadi berkaca-kaca.

 Haru, bukti: Husna menangis terisak-isak dalam


pelukan kakaknya tercinta. (hal 118)

 Senja hari, bukti : sinar matahari yang kekuning-


kuningan perlahan mulai pudar.(hal 191)

c. Alur : Campuran

Bukti, Pertama dalam novel itu diceritakan tentang


kehidupan Anna dan perjuangan Azzam mencari calon
istri. Kedua dalam novel ini juga diceritakan kehidupan
Anna sewaktu kecil. Selain itu masih banyak bukti yang
lain.

d. Peristiwa :

 Pengenalan situasi cerita (exposition)

Dalam tahap tersebut penulis mengenalkan tokoh


dan latar dengan bahasa yang unik. Bukti:

Langit dini selalu memikatnya. Bahkan sejak ia


masih kanak-kanak. Anna selalu shalat tahajud
bersama ayahnya Kyai Lutfi……… (hal 9)

 Pengungkapan peristiwa (complication)

Dalam tahap tersebut penulis menceritakan


peristiwa awal yang menimbulkan kesukaran-kesukaran
bagi tokoh-tokohnya. Bukti:

Bagian di mana Anna merasa bingung saat harus


memilih calon suaminya. Azzam pulang dari kuliahnya
di Mesir dan bingung mencari calon istri.
 Menuju pada adanya konflik (rising action)

Bagian di mana penulis menceritakan terjadinya


peningkatan peristiwa yang menuju pada konflik. Bukti:

Bagian di mana Azzam bertunangan dengan


Dokter Vivi dan Anna menikah dengan Furqan.

 Puncak konflik (turning point)

Bagian di mana penulis menceritakan tentang


klimaks atau puncak permasalahan. Bukti :

Bagian di mana Azzam kecelakaan dan ibu Azzam


meninggal yang menyebabkan Doktor Vivi
memutuskan pertunangannya dengan Azzam. Dan
Anna bercerai dengan Furqan karena mengetahui
bahwa Furqan mengidap AIDS.

 Penyelesaian (ending)

Bagian di mana penulis menceritakan


penyelesaian masalah.

Bagian di mana Azzam dinikahkan Kyai Lutfi


dengan Anna. Dan Furqan dinyatatakan bebas dari
AIDS dan ingin kembali dengan Anna, namun Anna
telah menikah dengan Azzam.

e. Tokoh dan karakter :

• Anna Altafunnisa’ : Teguh memengang prinsip, buktinya


Anna memilih cerai dari pada ia harus
tetap menikah dengan Furqan yang
katanya menderita AIDS.

• Khairul Azzam : Tanggung jawab, buktinya Azzam terus


menafkahi keluarganya setelah ia lulus.
Beriman, buktinya ia tetap memegang
imannya dalam keadaan susah.

• Furqan Andi Hasan : Kurang bijaksana, karena ia terburu


dan tidak berusaha mencari tahu apakah
ia benar-benar menderita AIDS.

• Ayyatul Husna : Dewasa dan bijaksana, buktinya ia


selalu memberi nasihat saat Azzam
bingung mencari calon istri.
• Kyai Lutfi : Bijaksana dan demokratis , buktinya
beliau menyerahkan urusan pernikahan
anaknya kepada anaknya sendiri.

• Ibu Azzam : Baik hati dan ramah, beliau selalu


bersikap ramah dan baik hati pada orang
yang ia kenal.

• Ibu dan ayah Furqan : Demokratis, menyerahkan urusan


penikahan Furqan pada Furqan

• Zumrah : Durhaka, egois, tak berfikir panjang.


Buktinya ia berani membentak orang
tuanya dan berusaha mencari cara untuk
menyakiti hati orang tuanya.

• Rina : Baik hati, buktinya Ia mau


mengajak Husna menginap di
rumahnya…. (hal 102)

f. Amanat :

 Tanggung jawab anak sebagai kepala keluarga.

Alasan : karena dalam novel tersebut diceritakan


mengenai usaha Azzam untuk menafkai keluarganya.

 Semangat perjuangan hidup.

Alas an : Dalam novel tersebut diceritakan mengenai


semanagt para tokonhnya dalam berjuang dalam
kehidupan.

 Menyampaikan pesan kesederhanaan.

Alas an : dalam novel tersebut diceritakan mengenai


kehidupan Azzam dan keluarganya yang sederhana
namun bahagia.

 Perjuangan mencari cinta yang mengharap ridha Allah


semata.

Alas an : dalam cerita

g. Sudut pandang penceritaan : Dalam


novel ity penulis menggunakan sudut
pandang orang ketiga, karena penulis
menceritakan tokoh dengan
menyebutkan namanya dengan nama
panggilan atau menggunakan kata
ganti orang ketiga.pengarang seakan-
akan berdiri di luar pagar. Pengarang
tidak memegang paranan apapun. Ia
hanya menceritakan apa yang terjadi
diantara tokoh-tokoh cerita yang
dikarangnya.

Bukti : Husna diam. Ia heran. Ini satu keluarga bicaranya


ceplas-ceplos terus terang begitu. (hal 111)

h. Gaya bahasa :

No. Gaya Bahasa Bukti

1 Asosiasi Mereka seumpama bidadari-bidadari yang


. turun ke bumi bersama para malaikat. (hal.
10)

2. Asosiasi Shaf ditata seperti barisan pasukan yang


siap berperang.

3. Asosiasi Ia rasakan bagai sesuatu yang


menterornya. (hal. 21)

4. Apalah arti sinarmu, bagi orang yang


semangat hidupnya telah redup dan nyaris
mati. (hal. 26)

5. Hiperbola …. Ingin sekali rasanya meledakkan


tangisan di pangkuan ibunya…. (hal. 33)

6. Sinisme Sampai suatu sore warga digegerkan oleh


perang mulut yang terjadi antara Zumrah
dan ayahnya. (hal.52)

7. Hiperbola Namun ia merasa ada ribuan paku yang


menancap di relung-relung hatinya. (hal.94)

8. Metonimia …. Toyota Fortuner Itu Sudah Sampai Di


Tugu Kartasura (hal. 147)

9. Hiperbola Hati Anna hampir-hampir terkoyak. (hal.


157)

10. Asosiasi Pesona jelitanya bagai putri dalam


dongeng. (hal.196)

11. Asosiasi Kedua kaki Furqan bagai terpaku di


tempatnya. (Hal. 218)
12. Asosiasi Namun juga tersentak bagai tersengat
aliran listrik. (hal 221)

13. Personifikasi Angin itu ternyata bisa menyampaikan


perkataan-perkataan kaum ibu….(hal. 239)

14. Litotes Kini ia bisa membeli mobil sederhana tapi


layak pakai. (hal 243)

15. Personifikasi Angin malam menyisir rambutnya yang


memutih dibakar usia. (hal 247)

16. Asosiasi Di balik pepohonanan rembulan itu


bagaikan cahaya bidadari yang mengintip
malu-malu. ( hal. 247)

17. Personifikasi Sinar rembulan menerpa wajah perempuan


setengah baya itu. (hal. 247)

18. Asosiasi Wah hari ini rumah ini kok seperti


kejatuhan dua durian runtuh dari langit.
(hal. 282)