Anda di halaman 1dari 6

TEKNOLOGI POLIMERISASI RADIASI UNTUK PENINGKATAN MUTU KAYU

Teknologi polimerisasi radiasi adalah salah satu teknologi nuklir yang dapat diaplikasikan
pada industri polimer yaitu untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau
bahan jadi, dengan bantuan sinar radiasi sebagai sumber energi. Radiasi berfungsi sebagai
alat untuk mempermudah, mempercepat, atau memperbaiki reaksi kimia yang diperlukan di
dalam proses polimerisasi. Secara konvensional reaksi kimia dimaksud, biasanya
berlangsung melalui inisiator, bahan kimia dan energi panas. Dalam proses polimerisasi
radiasi, pemakaian bahan kimia dan panas sangat sedikit, baik jenis maupun kadarnya,
karena sudah terwakili oleh sumber radiasi tersebut. Penelitian dan pengembangan
polimerisasi radiasi di Indonesia telah dirintis sejak 25 tahun yang lalu, dengan maksud ikut
memberikan sumbangan dalam meningkatkan kualitas bahan polimer di Indonesia.

Di negara maju, teknologi polimerisasi radiasi telah dikenal dengan baik, misalnya di
Belanda, dibangun pabrik pelapisan permukaan pintu dengan radiasi elektron pada tahun
1973 oleh perusahaan pintu “Svedex”. Pada tahun 1974 Perancis membangun perusahaan
meubel “Parisot”, selanjutnya Jerman barat juga membangun pabrik serupa. Di Amerika
Serikat perusahaan kayu Universal Wood INC membangun fasilitas radiasi elektron untuk
proses pelapisan permukaan papan.

Indonesia merupakan negara potensial untuk pemanfaatan teknologi radiasi, karena kaya
bahan polimer alam misalnya karet dan kayu. Kedua komoditi tersebut sangat potensial
keberadaannya di tanah air yang areanya sangat luas, bahkan nomor satu di dunia.
Disamping itu ada polimer sintesa yang banyak digunakan masyarakat yaitu polipropilen,
polietilen, yang sering disebut palastik.

SUMBER RADIASI

Ada dua sumber radiasi yang sering digunakan dalam proses polimerisasi radiasi yaitu :
sumber radiasi yang memancarkan sinar gamma dan sumber radiasi yang memancarkan
sinar berkas elektron. Sumber radiasi sinar gamma, biasanya dihasilkan dari isotop radioaktif
Cobalt-60 dan Cesium-137. Energi yang dihasilkan Cobalt-60 cukup besar yaitu 1,17 MeV
dan 1,33 MeV, sedangkan Cesium-137 ialah 0,66 MeV.

Sumber radiasi sinar berkas elektron adalah sumber radiasi yang dihasilkan dari Mesin
Berkas Elektron (MBE). Badan Tenaga Nuklir Nasional telah memiliki sumber radiasi tersebut
dengan rincian sebagai berikut :
Jenis dan Nama Sumber Kekuatan Tahun Negara Asal Kapasitas Ruang
Radiasi Radiasi
Sinar Gamma Cobalt-60
Gamma Cell 10 kCi 1968 Kanada 2 liter
10 kCi 1992 India 2 liter
Irpasena (Serbaguna) 80 kCi 1979 India 5x5x5M
80 kCi 1993* - -
Irka (Lateks) 200 kCi 1983 Jepang 1,5 ton
240 kCi 1993 -
Berkas Elektron Lebar berkas
Gamma Cell 300 KeV 1984 Jepang elektron
Gamma Cell 2 MeV 1993 RRC 120
120
• Pengisian ulang sumber Co-60

PROSES POLIMERISASI RADIASI

Bahan yang akan diolah menjadi produk baru dapat berupa polimer, monomer atau oligomer
misalnya polimer lateks/karet alam, kayu polietilen (PE), polipropilen (PP) atau polivinil
klorida (PVC) dan sebagainya. Sedangkan monomer yang digunakan misalnya : strirena,
metil metakrilat, akrilonitril dan sebagainya.

Dengan mengendalikan jenis dan persentase monomer, serta dosis radiasi, maka akan
didapat kondisi optimum proses polimerisasi radiasi. Dengan proses polimerisasi radiasi
tersebut maka akan dihasilkan produk baru yang diinginkan, misalnya lebih kuat, ulet, keras,
kenyal dan sebagainya. Proses polimerisasi ini tidak menggunakan bahan kimia pemercepat
dan panas, karena sudah terwakili oleh sinar radiasi, sehingga prosesnya dapat dilakukan
pada suhu kamar, disamping itu proses polimerisasi radiasi mudah dikontrol/dipantau,
sederhana, cepat, bebas pencemaran baik udara maupun limbah padat, serta produk yang
dihasilkan tidak mengandung bahan beracun/karsinogen, karena prosesnya merupakan
teknologi bebas pencemaran.

Secara garis besar proses polimerisasi radiasi digambarkan sebagai berikut :

gambar 1 : Proses Polimerisasi radiasi dengan sinar gamma/sinar berkas elektron.


Teknologi polimerisasi radiasi yang sudah mapan dan siap dipakai untuk industri ialah :
vulkanisasi lateks alam, pembuatan kayu plastik, dan pelapisan permukaan kayu. Sedangkan
yang masih dalam persiapan skala pilot adalah peningkatan kualitas isolasi kabel, dan
pembuatan termoplastik karet alam.

PELAPISAN PAPAN KAYU

Industri perkayuan di Indonesia berkembang dengan pesat sejalan dengan kebijaksanaan


pemerintah dalam usaha mengalihkan ekspor kayu dari gelondongan ke bentuk kayu jadi
atau setengah jadi. Hal tersebut terlihat dengan meningkatnya jumlah industri pengolahan
kayu menjadi barang jadi atau setengah jadi, misalnya kayu lapis, papan partikel, mebel,
lantai kayu, panel dinding dan sebagainya.

Pada umumnya tujuan pelapisan permukaan papan kayu ada dua macam yaitu menambah
keindahan dan meningkatkan kualitas permukaan misalnya lebih tahan bahan kimia, tahan
panas dan sebagainya. Sumber radiasi yang digunakan pada teknik pelapisan permukaan ini
ialah sinar berkas elektron. Proses pelapisan permukaan papan kayu memerlukan dua tahap
pekerjaan, yaitu pelapisan dasar (base coating) dan pelapisan atas (top coating). Proses
pelapisan permukaan papan kayu dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2 : Proses pelapisan permukaan papan kayu dengan polimerisasi radiasi.

Kayu lapis, parket, papan partikel diampelas, lalu dilapisi dengan oligomer dan diiradiasi
dengan sinar berkas elektron sebagai pelapis dasar, kemudian diampelas lagi, selanjutnya
dilapisi dengan pelapis atas dan diiradiasi lagi.
Polimerisasi radiasi dengan Mesin Berkas Elektron

Keuntungan penggunaan teknologi radiasi pada pelapisan permukaan ini, bila dibandingkan
dengan cara konversional ialah :

 Kecepatan produksi relatif tinggi, sehingga ruang operasi yang digunakan relatif lebih
sempit.
 Bebas dari bahan pelarut yang menguap, sehingga mengurangi masalah polusi udara.
 Prosesnya dapat dilakukan pada suhu kamar, sehingga dapat diterapkan pada
substrat yang sensitif terhadap panas, misalnya kertas dan sebagainya.
 Daya rekat yang memuaskan, karena adhesinya merupakan ikatan kimia.

KAYU PLASTIK

Dari sekitar 4.000 jenis kayu yang terdapat di wilayah Indonesia, diperkirakan hanya 15%-
20% saja yang bersifat baik keawetannya. Untuk meningkatkan keawetan kayu biasanya
digunakan bahan pengawet, misalnya disodium oktaborate, anhydrous, pentaklor phenol,
dan sebagainya. Tetapi bahan pengawet ini sangat berbahaya bagi kesehatan apabila
digunakan untuk bahan bangunan interior.

Dengan teknologi polimerisasi radiasi dapat ditingkatkan keawetan kayu. Prosesnya dapat
disajikan pada gambar 3. Kayu divakumkan dalam wadah tertutup kemudian dalam keadaan
vakum kayu tersebut diberi monomer, lalu dibungkus supaya kedap udara, dan kayu yang
mengandung monomer ini diiradiasi. Kayu yang sudah diproses dengan metode polimerisasi
radiasi ini disebut kayu plastik.
Gambar 3 : Proses produksi kayu plastik dengan metode polimerisasi radiasi

Kayu plasttik ini disamping sifat fisik dan mekaniknya meningkat misalnya lebih keras dan
mudah dipelitur, juga keawetannya lebih baik dibanding kayu aslinya karena lebih tahan
terhadap serangga pemakan kayu. Kayu plastik ini tahan terhadap cuac, sehingga kayu
plastik tersebut dapat digunakan untuk bahan bangunan di luar rumah dan untuk dekorasi
interior, karena tidak mengganggu kesehatan.
Pusat Diseminasi Iptek Nuklir
Gedung Perasten : Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Pasar Jum'at, Jakarta 12440
Kotak Pos : 4390, Jakarta 12043, Indonesia, telp : (021) 7659401, 7659402
Fax (021) 75913833, Email : pdin@batan.go.id, infonuk@jkt.bozz.com
www.batan.go.id, www.infonuklir.com