Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PENGANTAR ANTROPOLOGI

Nama: Menik Sukma Pratiwi

NPM: 1006692814

Koentjaraningrat.2009.Pengantar Ilmu
Antropologi.Jakarta:Penerbit Rineka Cipta

Konsep Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat dan Havilland

Pendahuluan

Kebudayaan merupakan sesuatu yang pasti dimiliki setiap orang.


Kebudayaan merupakan hasil dari pembelajaran manusia yang tertuang pada
sesuatu, baik tertuang pada tulisan, gambar, dan lain-lain yang diakui sebagai
karya dan cipta manusia. Dalam ilmu antropologi kebudayaan dapat di definisikan
sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Dalam tulisan ini penulis akan membahas mengenai konsep-konsep


kebudayaan dari beberapa ahli yaitu Koentjaraningrat dan Havilland.

Isi

1. Konsep kebudayaan menurut Koentjaraningrat

Definisi kebudayaan menurut Koentjaraningrat adalah kebudayaan


merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia
dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan
belajar. Melihat dari definisi ini, kita dapat melihat konsep kebudayaan
yang diberikan Koentjaraningrat yaitu sebagai berikut:

 Sistem Gagasan → Dari Pikiran

3
TUGAS PENGANTAR ANTROPOLOGI

 Sistem Tindakan → Perilaku Milik Bersama dari Hasil


Belajar

 Hasil Karya → Benda Mati

2. Konsep Kebudayaan menurut Havilland

Definisi Kebudayaan menurut Havilland adalah kebudayaan


merupakan seperangkat aturan atau norma yang dimiliki oleh masyarakat
sebagai pedoman dalam bertindak agar layak dan dapat diterima dalam
masyarakat tersebut. Dari definisi tersebut kita dapat melihat konsep
kebudayaan yang dibuat oleh Havilland yaitu sebagai berikut:

 Aturan tidak tertulis →Berasal dari pikiran

Milik Bersama dari


Hasil Belajar

 Pedoman dalam bertindak →Perilaku

3. Persamaan dan Perbedaan Konsep Kebudayaan dari Kedua Ahli

Persamaan dari kedua teori ini adalah menurut mereka kebudayaan


sama-sama hasil dari proses pembelajaran manusia. Lalu menurut mereka
kebudayaan itu sama-sama berasal dari pemikiran manusia yang bersifat
abstrak, dan dituangkan menjadi sesuatu menjadi suatu sistem aturan
seperti norma dan nilai.

Perbedaan dari kedua teori ini adalah dilihat dari hasil


kebudayaannya. Menurut Koentjaraningrat hasil dari kebudayaan adalah
dapat menghasilkan sebuah karya manusia, baik berupa tulisan, gambar,
dan lain-lain. Hasil kebudayaan yang dihasilkan berwujud benda mati.
Sedangkan menurut Havilland, hasil kebudayaan berupa tata cara atau
pedoman dalam bertingkah laku manusia agar dapat diterima di
masyarakat.

3
TUGAS PENGANTAR ANTROPOLOGI

4. Konsekuensi secara Metodologi

Konsekuensi dari perbedaan teori ini menyebabkan dalam proses


pembelajaran kebudayaan harus memilih ilmu yang tepat. Seperti contoh,
dalam meneliti hasil kebudayaan berupa hasil karya manusia seperti
gambar-gambar di goa peninggalan masa prasejarah kita dapat
menggunakan teori Koentjaraningrat sebagai landasan teori. Sedangkan
jika kita meneliti hasil kebudayaan berupa cara berperilaku yang dilakukan
setiap masyarakat, landasan teori yang dapat kita gunakan adalah teori
Havilland.

Penutup

Diantara teori-teori yang dijabarkan baik dari Koentjaraningrat maupun


Havilland memiliki karakteristik tersendiri, dan memiliki persamaan juga
perbedaan. Dari persamaan teori keduannya dapat ditarik kesimpulan bahwa
kebudayaan manusia berasal dari hasil pemikiran manusia lalu berkembang
menjadi proses pembelajaran, dan dari hasil pembelajaran tersebut menghasilkan
kebudayaan. Dari perbedaan teori tersebut menyebabkan dalam penelitian suatu
kebudayaan harus dapat memilih mana ilmu yang cocok, baik ilmu dari
Koentjaraningrat maupun Havilland