Anda di halaman 1dari 1

Penyebar Video Ariel-Luna Diburu Unit Cyber Crime

Polda Metro Jaya menurunkan satu tim dari unit Cyber Crime untuk
mengungkap kasus penyebaran video porno Ariel-Luna. Kasat Cyber Crime
Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Tommy Winston Watuliu mengatakan
pihaknya berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan
terhadap kasus tersebut.
“Masalah penyebar perlu diverfikasi, data itu perlu untuk pengungkapan
kasus,” ujar Tommy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/6/2010).
Ketika ditanya apakah unit Cyber Crime akan memanggil artis yang mirip
dalam video tersebut untuk memberikan keterangan. Tommy menjawab
pihaknya belum berencana ke arah tersebut. Menurut Tommy untuk
menyelesaikan kasus ini dibutuhkan waktu yang tidak cepat karena
menyangkut hak asasi seseorang.
“Ini masalah hak asasi manusia, kalau salah tangkap nanti, gimana,” imbuh
Tommy.
Tommy juga belum memastikan asal penyebar video porno tersebut. Dia
menduga penyebar bisa dari Indonesia maupun luar negeri.
Sebelumnya, sekitar 50-an massa dari FPI berunjuk rasa di Polda Metro
Jaya. FPI mengancam pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus tersebut selama satu minggu bila tidak, maka
organisasi Islam itu tidak segan-segan mendatangi rumah Luna Maya dan menyeretnya ke tahanan. Walautindakan FPI
itu melanggar hukum, mereka tidak takut untuk melakukannya. [tribunnews]