Anda di halaman 1dari 3

Lembar Tugas Mandiri Kimia Fisika

Koefisien Aktivitas dan Kaitannya dengan Kesetimbangan


oleh Bagas Muhamad Kartiko, 0906557833 (Teknologi Bioproses)
Universitas Indonesia

Kesetimbangan suatu reaksi kimia memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan.
Arah kesteimbangan sangat memepengaruhi proses-proses kima yang berlangsung. Di
kehidupan nyata kita terkadang butuh untuk merubah arah kestimbangan reaksi kimia untuk
tujuan-tujuan tertentu. Oleh karena itu kita harus memepelajarinya secara mendalam, salah
satunya adalah kaitannya dengan koefisien aktivitas. Secara umum, koefisien aktivitas dan
kestimbangan sangat berhubungan dan berkaitan erat dengan hukum aksi massa dan energi
Gibbs.
Hukum aksi masa berlaku untuk secara umum (tidak spesifik untuk suatu reaktan
maupun produk) yang bisa dinyatakan dalam bentuk umum:

untuk reaksi umum aA + bB = cC + dD,

Pada persamaan diatas, aktivitas dari A,B,C,D direpresntasikan oleh (A),(B),(C),(D),


sedangkan Q merupakan reaction quotient (hasil bagi reaksi). Pada suatu kondisi dimana
diketahui bahwa Q cendrung untuk mencapai sebuah konstanta,k, pada sistem tertutup
tertentu, kondisi tersebut dinamakan kesetimbangan. Karena nilai k bergantung pada suhu
dan sifat reaktan maka k disebut juga konstanta kesetimbangan.

Pada pembelajaran awal, (A), (B), (C), (D) dinyatakan dalam konsentrasi. Namun,
jika satu atau lebih reaktan atau produk adalah zat padat atau cair dalam wujud murninya,
prosedurnya menjadi kurang jelas, karena “konsentrasi” tidak mempunyai arti apabila
diterapkan pada spesi murni. Konsep ini dapat dipecahkan dengan konsep “aktivitas”, yang
merupakan cara praktis untuk membandingkan sifat-sifat suatu zat dalam keadaan
termodinamika umum dengan sifat-sifatnya dalam keadaan acuan yang dipilih secara khusus.

Konsep aktivitas diperkenalkan dengan meninjau energi bebas Gibbs suatu sistem
terhadap tekanan (jika suatu zat murni) atau terhadap komposisi (jika suatu larutan), tanpa
memandang fasa dari sistem tersebut. Energi Gibbs sendiri bisa didefinisikan sebagai
kapasitas sebuah sistem untuk melakukan kerja non-mekanis. Kecendrungan reaksi untuk
mencapai kesetimbangan juga ditentukan oleh energi bebas Gibbs,Go , yang hubunganya
bisa dinyatakan dalam bentuk
Go = - R T ln K
Sedangkan pada kondisi tidak standar, tetapi Reaction quotien (hasil pembagian reaksinya)
sama dengan Q, bisa didefinisikan sebagai :
G = Go + R T ln Q

Dimana, saat G positif, rekasi berlangsung spontan ke arah reaktan. Saat G negatif, reaksi
beralngsung secara spontan ke arah produk. Dan saat G = 0 berearti reaksi telah mencapai
kesetimbangan

Untuk itu kita dapat mendefinisikan aktivitas dari persamaan :

∆G = -nRT ln(a/aref) = -nRT ln a


dimana aref adalah aktivitas dalam keadaan acuan yang dipilih dan a adalah aktivitas dalam
keadaan temodinamika umum. Aktivitas dalam keadaan acuan selalu dinyatakan dengan nilai
1. Hal ini berarti perubahan energi bebas Gibbs pada waktu pengambilan sistem dari keadaan
acuan ke suatu keadaan termodinamika umum ditentukan oleh aktivitas a dalam keadaan
umum. Aktivitas ini dihubungkan terhadap tekanan atau konsentrasi oleh koefisien aktivitas
(γ) yang didefinisikan dengan persamaan

atau

dengan ketentuan-ketentuan :
 Koefisien aktivitas γ untuk gas ideal = 1. Jadi aktivitas suatu gas ideal adalah
perbandingan antara tekanannya dengan tekanan standar tertentu
 Koefisien aktivitas γ sama dengan 1 pada keadaan acuan, yang dipilih sebagai larutan
ideal dengan konsentrasi yang sesuai
 Keadaan acuan dipilih larutan ideal (cref) pada 1 M
 Keadaan acuan untuk zat padat dan cair murni dipilih berbentuk stabil pada 1 atm
 Zat murni dalam keadaan acuannya memiliki nilai aktivitas sebesar 1
 Dengan keadaan acuan didefinisikan, koefisien aktivitas γ dapat ditentukan dari P-V-T
hasil eksperimen dan data kalorimetri dengan percobaan
Secara singkat, konsep kesetimbangan tidak hanya bisa ditentukan melalui pendekatan
konstentrasi maupun tekanan, tetapi juga dengan konsep aktivasi agar bisa mendefinisikan
reaksi yang produk atau reaktannya dalam wujud murninya. Aktivasi (a) sendiri berbanding
lurus dengan (koefisien aktivasi), sehingga koefisien aktivasi mempengaruhi energi Gibbs.
∆G - ln
Maka korelasinya adalah
Jika ln positif, rekasi berlangsung spontan ke arah produk

Jika ln negatif, reaksi beralngsung secara spontan ke arah reaktan

Dan Jika ln = 0 berearti reaksi telah mencapai kesetimbangan

Sumber :

rgmaisyah.files.wordpress.com/.../10-kesetimbangan-heterogen.pptx

http://en.wikipedia.org/wiki/Gibbs_free_energy

http://www.science.uwaterloo.ca/~cchieh/cact/applychem/gibbsenergy.html

http://www.calphad.com/gibbs_energy.html