Anda di halaman 1dari 5

Rehabilitasi Tempat Pengolahan Air Pasca

Kedaruratan
WHO Regional Office for South-East Asia
Di daerah perkotaan, masyarakat biasanya
sangat tergantung pada sistem suplai air
umum. Pekerjaan pengolahan air (Water
treatment Work/WTW) modern
membutuhkan bahan kimia, listri dan
petugas terlatih, selain bangunan dan mesin. Picture:
Setelah itu air bersih harus disampaikan, Find out how the system works
namun sistem penyaluran dengan pipa
dapat rentan terhadap kebocoran,
penyelenggaraan yang kadang berhenti dan
kontaminasi.

Pengelolaan sistem pengadaan air


merupakan pekerjaan yang sulit dan sangat
disarankan bahwa seorang insinyur dengan
kemampuan yang sesuai bertanggungjawab
terhadap rehabilitasi sistem tersebut.

Pengumpulan informasi dasar Cari tahu bagaimana sistem bekerja


• Cari pihak pengelola sistem air –
operator dan manajer
• Bagaimana sistem bekerja? Untuk memperbaiki suplai air pemahamam
• Apa yang tidak bekerja? mengenai cara kerja system sangat penting.
Setiap WTW memiliki desain yang bervariasi,
Menemukan operator WTW setempat yang namun kebanyakan didasarkan atas
memahami sistem menjadi prioritas karena berbagai komponen dasar dipasang
dapat diperoleh pengetahuan (mengenai bersama. Hal ini akan secara bertahan
sistem dan sumber persediaan) dan tenaga meningkatkan kualitas air. Keadaan setiap
kerja terampil. Sedini mungkin harus komponen harus dinilai. Perbaikan dan
diupayakan menemukan, merekrut dan renovasi akan lebih cepat daripada
menggaji operator dan manajer tersebut. penggantian karena setiap staf yang ada
tahu bagaimana mempergunakan fasilitas
yang ada dan menemukan komponen
pengganti secara umum akan lebih cepat
daripada membangun unit yang baru.

Sistem distribusi didasarkan pada


Picture: seperangkat pipa-pipa besar yang
Water source - Power disambungkan ke pipa-pipa yang lebih kecil.
Perhatikan pipa-pipa besar utama lebih dulu
sebelum bergerak ke jaringan distribusi lokal.
Kolam-kolam penampungan perlu
ditempatkan pada beberapa titik dalam
sistem untuk menjamin suplai air yang
kontinu. Baik pipa maupun kolam
penampungan harus tidak mengalami
kerusakan secara fisik serta bersih.
Sumber air - tenaga

Technical Note No. 6 WHO/SEARO Technical Notes for Emergencies 1


Rehabilitasi tempat pengolahan air pasca kedaruratan
Menentukan prioritas:

• Penuhi kebutuhan dasar


• Identifikasi risiko kontaminasi
• Perbaiki kualitas secara bertahap

Utamakan distribusi
Kebutuhan pertama adalah mendapatkan air Picture:
untuk sistem distribusi, dengan proses yang Water distribution
is the first priority
hanya cukup untuk menjamin bahwa air
bebas dari kontaminan yang nyata yang
dapat menyumbat atau merusak pipa dan
pompa-pompa yang dipergunakan. Urutan
rehabilitasi meliputi:

1. Pemasukan (intake)
2. Pompa dan pipa-pipa besar utama
Distribusi air merupakan prioritas utama
3. Pipa distribusi lokal
4. Kolam penampungan
5. Pengolahan air (water treatment)
Penilaian risiko
Rehabilitasi mungkin perlu menjangkau Terdapat banyak kesempatan dimana air
semua atau sebagian WTW. Mula-mula air yang telah meninggalkan WTW menjadi
dapat dipompa langsung dari sumbernya ke terkontamisasi kembali (contohnya pada
dalam sistem distribusi tanpa melalui penanganan yang tidak tepat atau
pengolahan, selain lapisan penyaring atau pencemaran melalui pipa yang bocor)
sedimentasi sederhana tanpa menggunakan sehingga usaha peningkatan kualitas air
zat kimia. Penyimpanan dalam kolam harus dilakukan dengan menilai keseluruhan
penampungan diperlukan untuk menjamin sistem dan melihat akibatnya pada
suplai yang terus menerus – suplai yang pengguna. Jika air dalam sistem distribusi
sering terhenti dapat menyebabkan air tidak dapat dijamin untuk tetap bersih, akan
dalam pipa terkontaminasi dan lebih baik untuk mensuplai beberapa
menyusahkan masyarakat pengguna. pengguna (seperti rumah sakit) dengan air
dalam mobil tangki air, yang dapat
didisinfeksi sehingga kualitas dapat
Memeriksa kebocoran
dipertahankan. Pengolahan sederhana
Mengurangi kebocoran dapat meningkatkan
dapat diakukan pada tingkat yang lebih lokal,
kuantitas dan kualitas air yang tersedia bagi
seperti pemberian klorin pada tangki
masyarakat, namun sistem distribusi sulit
penyimpan air setempat.
untuk dinilai karena berada dalam tanah dan
menyebar ke seluruh area perkotaan yang
Pompa-pompa biasanya dipergunakan pada
luas. Perbaiki terlebih dahulu kebocoran
berbagai tahap, seperti untuk memompa air
yang nyata karena biasanya merupakan
dari sumber ke WTW atau dari WTW ke
yang terbesar. Minta masyarakat
sistem distribusi. Pada beberapa kasus, air
melaporkan masalah dan penemuan
dapat mengalir dari WTW ke semua tempat
kebocoran dan genangan. Tawarkan sedikit
atau beberapa bagian dengan
hadiah untuk informasi tersebut – hal ini
menggunakan gravitasi. Pencarian
merupakan langkah yang bermanfaat
komponen pengganti mungkin memerlukan
karena dapat dengan cepat mengidentifikasi
waktu, karena itu minta teknisi untuk
daerah yang bermasalah pada jaringan
melakukan penilaian awal keadaan pompa.
distribusi. Pemeriksaan meteran dan
tekanan dapat juga mengidentifikasi pipa-
Penyediaan energi untuk pompa harus
pipa yang bocor dan rusak.
diprioritaskan daripada kepentingan
lainnya– bahkan rumah sakit.
2 Technical Note No. 6 WHO/SEARO Technical Notes for Emergencies
Rehabilitasi tempat pengolahan air pasca kedaruratan
Perbaikan, restorasi dan
Picture:
Centrifugal pump driven
pengoperasian sistem
by a shaft connection Kerusakan yang dialami sistem pengadaan
(after Kay, 1998) air bervariasi tergantung penyebab
kedaruratan. Banjir dapat menggenangi dan
mencemari seluruh sistem, mengakibatkan
perlunya pembersihan seluruh sistem WTW
dan pemipaan, serta perbaikan dan
penggantian peralatan elektronik.
Kerusakan pada motor listrik pompa air
merupakan penyebab utama kegagalan
seluruh system. Gempa bumi atau longsor
mungkin tidak merusak mesin namun pipa-
pipa atau tangki. Perang atau kerusuhan
Pompa sentrifugasi bisa mengakibatkan penjarahan atau
kerusakan yang disengaja.terutama
peralatan mekanis dan elektronik. Semua
Pengolahan air secara bertahap keadaan bahaya dapat mengganggu
Urutan pengolahan air penting – contohnya penyediaan bahan-bahan kimia, elektronik
penyaringan kasar harus mendahului dan ahli teknis.
penyaringan yang lebih halus. Klorinasi
hanya dilakukan setelah air bersih secara WTW yang telah diperbaiki harus dijalankan.
fisik dan kecil kemungkinannya mengalami Selain itu diperlukan juga pengukuran
rekontaminasi selama pengiriman atau kualitas air untuk menjamin WTW telah
penggunaan. Urutan rehabilitasi WTW bekerja secara efisien. Komponen
harus terdiri dari: cadangan, peralatan pemeriksaan kualitas
air dan bahan habis pakai lainnya akan
1. Perlindungan sumber (pencegahah dibutuhkan.
pencemaran sejak awal)
2. Pengolahan fisik (skrining, aerasi, • Bahan kimia: WTW modern
pendiaman, filtrasi) bergantung pada penambahan bahan-
3. Pengolahan kimia (koagulasi, perbaikan bahan kimia untuk melakukan proses
pH) pengolahan. Di antaranya tawas untuk
4. Disinfeksi (klorinasi) membantu proses pendiaman, kapur
untuk menyesuaikan pH air dan klorin
untuk disinfeksi. Untuk mendapatkan
suplai baru mungkin diperlukan waktu
yang cukup lama, karena itu kebutuhan
bahan-bahan kimia harus segera
diidentifikasi dan pemasok dihubungi.
Jika suplai tidak mencukupi, tingkat
Picture: pengolahan dapat dikurangi dengan
menggunakan bahan-bahan yang ada
pada tempat-tempat yang paling
membutuhkan (misalnya untuk
disinfeksi air di rumah sakit).

• Energi: Energi dapat diperoleh dari


generator yang dapat dipindahkan jika
suplai utama tidak ada atau tidak dapat
diandalkan.

• Pemeliharaan: Meliputi berbagai


pekerjaan manual seperti pembersihan
layar, menyingkirkan lumpur yang

WHO/SEARO Technical Notes for Emergencies Technical Note No. 6 3


Rehabilitasi tempat pengolahan air pasca kedaruratan
melekat dan meminyaki pompa. Filter Picture:
dapat tersumbat tanah dan pipa-pipa Preventing pollution upstream
harus diperiksa terhadap kebocoran. reduces the need for treatment

Kegiatan lainnya
Pencegahan pencemaran: Cara yang lebih
efektif untuk meningkatkan kualitas air
adalah dengan mengurangi kebutuhan akan
pengolahan sejak awal. Pencegahan
pencemaran sejak dini adalah dengan
mengadakan sanitasi lingkungan
(pengelolaan dan pembuangan kotoran,
sampah dan air hujan), pengendalian erosi
dan membatasi masuknya orang ke sumber-
sumber air dapat mengurangi jumlah Pencegahan pencemaran di hulu
kontaminan yang harus dihilangkan dari air. mengurangi proses pengolahan
Memperbaiki pengumpulan dan
pembuangan sampah mungkin lebih penting
Kepustakaan
daripada pengadaan WTW secara
Davis, J., Lambert, R., 2002, Engineering
menyeluruh.
and Emergencies – A practical guide to
fieldworkers, 2nd Edition, UK
Informasi pada masyarakat: Masyarakat
harus tetap diinformasikan mengenai
perkembangan ketersediaan dan kualitas air.
Mereka dapat membantu dengan
mengurangi sampah dan identifikasi
kebocoran pada sistem distribusi.

World Health Organization


Regional Office for South-East Asia Phone: (+91-11) 2337-0804
New Delhi, 110002, Fax: (+91-11) 2337-8438
India E-mail: wsh@whosea.org
http://www.whosea.org

Informasi ini disiapkan oleh WEDC


Penulis: S. Godfrey Editor seri: R.A. Reed Desain: G. McMahon Ilustrasi: R. J. Shaw Grafis: Ken Chatterton
Water, Engineering and Development Centre, Loughborough University, Leicestershire, UK.
Telp: +44 1509 222885 Fax: +44 1509 211079 E-mail: WEDC@lboro.ac.uk www.lboro.ac.uk/wedc
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh: Indah S. Widyahening, atas permintaan WHO/Jakarta Office

4 Technical Note No. 6 WHO/SEARO Technical Notes for Emergencies


Rehabilitasi tempat pengolahan air pasca kedaruratan

Sumber: Air dapat merupakan air permukaan (sungai atau danau)


atau air tanah. Pencegahan polusi dapat mengurangi kebutuhan
akan pengolahan selanjutnya.

Pemasukan (intake): Pengolahan sederhana dapat dilakukan


pada intake, seperti pemasangan layer atau aerasi. Pendiaman
pada tingkat ini akan mengakibatkan beberapa bahan padat
tersingkir sebelum dilakukan pengolahan serta dapat menyediakan
sedikit cadangan air jika sumber bermasalah (misalnya terdapat
tumpahan minyak di sungai).

Pendiaman/penjernihan: Jika air disimpan sementara, bahan-


bahan padat akan tenggelam ke dasar tangki dan buih kotoran
akan mengapung ke permukaan. Proses ini dapat ditingkatkan
dengan mencampurkan koagulan ke dalam air (misalnya, tawas),
untuk menjadikan partikel-partikel padat yang kecil menggumpal
dan tenggelam lebih cepat. Air dapat dibuat mengalir perlahan
secara horizontal melalui tangki atau secara vertical, dengan
endapan membentuk lapisan yang horizontal.

Filtrasi: Berbagai jenis filter dapat digunakan:

Filter kasar memiliki media yang kasar dan mempermudah


pengendapan dan juga filtrasi melalui media. Digunakan pada
proses awal WTW.

Filter gravitasi cepat merupakan metode pengolahan air standar.


Air yang didiamkan dilewatkan melalui lapisan pasir kasar untuk
menyingkirkan endapan lumpur.

Filter langsung merupakan filtrasi cepat tanpa melalui proses


pendiaman. Filter ini memerlukan pencucian yang sering.

Filter tekanan bekerja melalui bejana tertutup yang bertekanan.


Hal ini pada beberapa keadaan akan mengurangi kebutuhan
pemompaan, namun memerlukan pengoperasian yang berhati-hati.

Filter pasir lambat memiliki media pasir halus dan juga dapat
sekaligus mengurangi patogen. Penggunaannya sangat mudah.

Membran sulit dijalankan namun memberikan hasil pengolahan


yang berkualitas tinggi.

Disinfeksi: Penambahan klorin pada air tidak hanya membunuh


patogen, namun juga melindungi terhadap rekontaminasi pada
sistem pendistribusian. Pada sistem yang kompleks digunakan gas
klorin, namun klorin cair atau padat juga tersedia dan dapat
dipergunakan secara manual. Air yang diolah harus disimpan
sementara waktu untuk memungkinkan zat kimia bekerja.
Efektivitas klorinasi berkurang jika air kotor, sehingga prioritas
harus diberikan untuk membersihkan air dan memastikannya tetap
bersih sebelum melakukan investasi lebih jauh.

Pengolahan pada penyimpanan air: Suplai dan kebutuhan akan


air bervariasi sepanjang hari; untuk mencukupi variasi tersebut
dipergunakan tangki. Hal ini juga akan membantu penyediaan air
untuk situasi darurat – seperti untuk memadamkan kebakaran atau
bila terjadi kerusakan sementara pada WTW.

Distribusi: Air yang diproduksi oleh WTW selanjutnya dapat


didistribusikan ke masyarakat. Jika sistem pemipaan tidak dapat
dipergunakan, dapat digunakan mobil tangki.

Sistem suplai air

WHO/SEARO Technical Notes for Emergencies Technical Note No. 6 5