Biaya Produksi

Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan

1

Pengantar
Biaya produksi tidak dapat dipisahkan dari proses produksi sebab biaya produksi merupakan masukan atau input dikalikan dengan harganya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ongkos produksi adalah semua pengeluaran atau semua beban yang harus ditanggung oleh perusahaan untuk menghasilkan suatu jenis barang atau jasa yang siap untuk dipakai konsumen
2

yaitu biaya swasta (private cost) dan biaya sosial (social cost). maka pengertian tentang biaya tersebut dapat dibedakan menjadi dua. Dalam pengertian biaya produksi seharusnya mencakup biaya internal dan eksternal.Karena fokus kajian kita adalah pada beban yang harus ditanggung oleh perusahaan. Pembedaan biaya ini ada hubungannya dengan penggolongan biaya menjadi internal (private) dan eksternal (social). 3 .

4 .Kalau dalam teori produksi dikenal adanya periode produksi jangka pendek dan jangka panjang. Biaya produksi jangka pendek meliputi biaya tetap (fixed cost) dan biaya berubah (variable cost). maka dalam teori biaya produksi juga mengenal biaya produksi jangka pendek dan biaya produksi jangka panjang.

Biaya seperti ini biasa disebut dengan biaya overhead atau biaya yang tidak dapat dihindari (unavoidable cost).Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. yang mana biaya tersebut besarnya tetap tidak tergantung dari output yang dihasilkan. 5 .

Sedangkan dalam produksi jangka panjang. Biaya ini sendiri disebut dengan biaya langsung atau biaya yang dapat dihindari (avoidable cost). 6 . Biaya berubah adalah biaya yang besarnya berubah-ubah tergantung berubahdari sedikit banyaknya jumlah output yang dihasilkan. semua biaya adalah biaya berubah.

Bahkan bila untuk sementara produksi dihentikan. maka dengan sendirinya biaya produksi yang ditimbulkan oleh proses produksi juga menyangkut biaya tetap dan biaya variabel. biaya tetap ini harus tetap dikeluarkan dalam jumlah yang sama. Yang dimaksud biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak tergantung dari banyak sedikitnya jumlah output. 7 .Biaya Produksi Dalam Jangka Pendek a. Biaya Tetap dan Biaya Variabel Kalau dalam jangka pendek ada faktor produksi tetap dan faktor produksi berubah.

penyusutan mesin. sewa tanah. Dalam jangka panjang biaya tetap ini akan mengalami perubahan 8 .Yang termasuk dalam biaya tetap ini misalnya gaji tenaga administrasi. sewa kantor dan sewa gudang. penyusutan gedung dan peralatan lain.

bahan bakar. Semakin besar jumlah output semakin besar pula biaya variabel yang harus dikeluarkan. Yang termasuk dalam biaya variabel ini adalah biaya bahan baku. biaya variabel total (TVC) dan biaya total (TC) dapat dilihat sebagai berikut: 9 . listrik dsb. maka pola biaya tetap total (TFC). Biaya tetap dan biaya variabel ini jika dijumlahkan hasilnya merupakan biaya total. biaya tenaga kerja langsung. Jika digambarkan dalam kurva.Biaya variabel merupakan biaya yang besarnya berubah-ubah tergantung dari berubahbanyak sedikitnya output yang dihasilkan.

Biaya Tetap Total (TFC) Rp n TFC 0 Q 10 .

besarnya biaya tetap total (TFC) tidak berubah yaitu sebesar n. Hal ini menunjukkan bahwa berapapun jumlah out-put yang dihasilkan. 11 .Biaya tetap total (TFC) dilukiskan sebagai garis lurus (horizontal) sejajar dengan sumbu kuantitas.

Jadi semakin banyak output yang dihasilkan maka biaya variabel akan semakin tinggi. 12 . Gambar yang menunjukkan bahwa kurva biaya variabel total terus menerus naik.Biaya variabel total (TVC) adalah biaya yang besar kecilnya mengikuti banyak sedikitnya output yang dihasilkan.

Pada titik A ini tidak terjadi peningkatan sama sekali. 13 . maka semakin besar pula pengeluaran untuk pembelian bahan baku.Misalnya adalah pengeluaran untuk pembelian bahan baku. Namun demikian laju peningkatan biaya tersebut berbeda-beda berbeda(tidak konstan ) . Laju peningkatan mulamulamula dari titik asal adalah menurun hingga titik A. Kemudian sesudah titik A laju kenaikannya terus menerus naik. Semakin banyak barang yang dihasilkan.

Biaya Variabel Total (TVC) TVC Rp A 0 Q 14 .

Total Cost (TC) berada pada jarak vertikal di semua titik antara biaya tetap total (TFC) dan biaya berubah total (TVC). Jadi. maka hasilnya disebut biaya total (TC).Jika antara biaya tetap dan biaya variabel dijumlahkan. 15 . TC = TFC + TVC. yaitu sebesar n.

Total Cost (TC) Rp TC TVC n A TFC 0 Q 16 .

orang sehariberanggapan bahwa jika biaya to-tal tinggi identik dengan mahal dan jika biaya total rendah identik dengan murah. Hal ini tidak sepenuhnya benar. melainkan dari biaya rata-rata. namun jika kuantitas barangnya banyak maka biaya per satuan barangnya menjadi rendah/murah 17 . rataMisalnya biaya total tinggi. sebab mahal tidaknya sesuatu pembiayaan tidak tergantung sepenuhnya dari biaya total.b. Biaya Kata-rata KataDalam kebiasaan sehari-hari.

Dengan demikian biaya tetap rataratarata ini akan semakin menurun denga semakin banyaknya output.Biaya tetap rata-rata (Ave-rageFbced rata(AveCost)dapat Cost)dapat dihitung dengan membagi biaya tetap total (TFC) dengan jumlah output. Biaya tetap ratarata-rata dapat ditulis sebagai: 18 .

TFC AFC Q AFC = biaya tetap rata-rata rataTFC = biaya tetap total Q = jumlah output Biaya tetap rata-rata menggambarkan ratabesarnya biaya tetap per satuan produk Lihat gambar berikut: 19 .

4 Biaya Tetap Rata-rata (AFC) Rata- 20 .Gambar 6.

Biaya variabel rata-rata menggambarkan ratabes= va biava variabel per satuan produk. Biaya variabel rata-rata dapat dd-Litung ratadddengan rumus: TVC AVC Q AVC = biaya variabel rata-rata rataTVC = biaya variabel total Q = jumlah output 21 .

Gambar 6.5 Biaya Variabel Rata-rata (AVC) Rata- 22 .

Biaya variabel rata-rata menggambarkan ratabesarnya biaya variabel per satuan produk. maka kurva AVC akan inaikliagi dengan laju kenaikan yang semakin cepat. Bila kuantitas produksi diperluas lagi.Pada gambar 6. 23 .5 dapat dilihat perilaku biaya variabei rata-rata. yaitu menurun dengan cepat ratapada kuantitas produksi renla'Ln dan kemudian laju penurunannya semakin lambat sampai pada kuantitas produksi tertentu.

Biaya rata-rata menggambarkan besarnya biaya rataper satuan produk. Besarnya biaya rata-rata per ratasatuan produk (ATC) dapat dihitung dengan rumus: TC ATC = Q ATC = biaya total rata-rata rataTC = biaya total Q = jumlah output 24 .

Gambar 6.6 Biaya Total Rata-rata (ATC) Rata- 25 .

Biaya total rata-rata mempunyai perilaku ratayang sama dengan biayavariabel ratabiayavariabel ratarata. yaitu menurun dengan cepat pada kuantitas produksi rendahdan kemudian rendahdan laju penurunannya semakin lambat sampai pada kuantitasproduksi tertentu. kuantitasproduksi Bila kuantitas produksi diperluas lagi. maka kurva ATC akannaik lagi dengan laju kenaikan yang semakin cepat. 26 .Penurunan biaya rata-rata di atas ratadisebabkan karena kenaikanproduktivitas kenaikanproduktivitas yang terjadi pada kuantitas produksi yang masih rendah.Penurunan cepat.

yaitu pada saat faktorproduksi berlakunya hukum penurunan tambahanproduksi tambahanproduksi 27 . Jadi pada saat hukum kenaikan tambahan produksi(law of increasing returns) produksi(law berlaku.sehingga laju produksinya. sedangkan biaya rata-rata ratamenurun. Dan biaya rata-rata akan naik pada saat rataproduktivitas faktorproduksi menurun. Apabila rataproduksiterus produksiterus ditingkatkan dengan menggunakan skala pabrik yang sama. penurunanbiaya rata-rata akan rataberhenti dan selanjutnya justru akan naik dengan lajukenaikan lajukenaikan semakin cepat.Semakinluas Semakinluas kuantitas produksi semakin menurun produktivitas faktor produksinya.sehingga penurunan biaya rata-rata pun semakin lambat. produktivitas naik.

Kecepatan rata). Hal tersebut dapat diketahui dengan melihatkemiringan kurva biaya total (TC).Kecepatan laju kenaikan biaya yang disebabkan oleh kenaikan satusatuan output satusatuan perlu juga diketahui. Lereng kurva TC mencerminkan besarnya 28 .Dengan demikian ada perilaku yang berkebalikan antara perilakuproduksi (yang dicerminkan pada kurva produksi) dan perilaku biaya produksi(yang dicerminkan oleh kurva biaya rata-rata dan biaya variabel ratarataratarata).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful