Anda di halaman 1dari 3

Kultum Halaqoh SKI

Oleh BJ

Gibah ( Menggunjing ) dan mengadu domba

‫ﻀﻞﱠ َﻟ ُﻪ‬ ِ ‫ﻼ ُﻣ‬


َ ‫ﷲ َﻓ‬
ُ ‫ﻦ َﻳ ْﻬ ِﺪ ا‬ ْ ‫ َﻣ‬،‫ﻋﻤَﺎ ِﻟﻨَﺎ‬
ْ ‫ت َأ‬
ِ ‫ﺳ ﱢﻴﺌَﺎ‬
َ ‫ﻦ‬ْ ‫ﺴﻨَﺎ َو ِﻣ‬ ِ ‫ﺷ ُﺮ ْو ِر َأ ْﻧ ُﻔ‬
ُ ‫ﻦ‬ ْ ‫ﷲ ِﻣ‬ ِ ‫ﺴ َﺘ ْﻐ ِﻔ ُﺮ ْﻩ َو َﻧﻌُﻮ ُذ ﺑِﺎ‬ْ ‫ﺴ َﺘ ِﻌ ْﻴ ُﻨ ُﻪ َو َﻧ‬
ْ ‫ﺤ َﻤ ُﺪ ُﻩ َو َﻧ‬
ْ ‫ﺤ ْﻤ َﺪ ِﻟﱠﻠ ِﻪ َﻧ‬
َ ‫ن ا ْﻟ‬
‫ِإ ﱠ‬
‫ﺤ ﱠﻤ ٍﺪ‬
َ ‫ﻋﻠَﻰ ُﻣ‬
َ ‫ك‬ ْ ‫ﺳﱢﻠ ْﻢ َوﺑَﺎ ِر‬
َ ‫ﺻ ﱢﻞ َو‬
َ ‫ اَﻟﻠﱠ ُﻬﻢﱠ‬.‫ﺳ ْﻮُﻟ ُﻪ‬
ُ ‫ﻋ ْﺒ ُﺪ ُﻩ َو َر‬
َ ‫ﺤ ﱠﻤﺪًا‬ َ ‫ن ُﻣ‬ ‫ﺷ َﻬ ُﺪ َأ ﱠ‬ْ ‫ن َﻻ ِإ َﻟ َﻪ ِإ ﱠﻻ اﷲ َوَأ‬ ْ ‫ﺷ َﻬ ُﺪ َأ‬
ْ ‫ َأ‬.‫ي َﻟ ُﻪ‬ َ ‫ﻼ هَﺎ ِد‬ َ ‫ﻀ ِﻠ ْﻞ َﻓ‬ْ ‫ﻦ ُﻳ‬ ْ ‫َو َﻣ‬
.‫ﻦ ا ْه َﺘﺪَى ِﺑ ُﻬﺪَا ُﻩ ِإﻟَﻰ َﻳ ْﻮ ِم ا ْﻟ ِﻘﻴَﺎ َﻣ ِﺔ‬ ِ ‫ﺤ ِﺒ ِﻪ َو َﻣ‬ ْ‫ﺻ‬ َ ‫ﻋﻠَﻰ ﺁ ِﻟ ِﻪ َو‬ َ ‫َو‬

‫ﺳ ْﻮ َﻟ ُﻪ َﻓ َﻘ ْﺪ‬
ُ ‫ﷲ َو َر‬
َ ‫ﻄ ِﻊ ا‬
ِ ‫ﻦ ُﻳ‬
ْ ‫ﻋﻤَﺎ َﻟ ُﻜ ْﻢ َو َﻳ ْﻐ ِﻔ ْﺮ َﻟ ُﻜ ْﻢ ُذ ُﻧ ْﻮ َﺑ ُﻜ ْﻢ َو َﻣ‬
ْ ‫ﺢ َﻟ ُﻜ ْﻢ َأ‬
ْ ‫ﺼ ِﻠ‬
ْ ‫ ُﻳ‬.‫ﺳ ِﺪ ْﻳﺪًا‬
َ ‫ﷲ َو ُﻗ ْﻮُﻟﻮْا َﻗ ْﻮ ًﻻ‬
َ ‫ﻦ ءَا َﻣﻨُﻮا ا ﱠﺗﻘُﻮا ا‬ َ ‫ﻳَﺎ َأ ﱡﻳﻬَﺎ اﱠﻟ ِﺬ ْﻳ‬
‫ َأﻣﱠﺎ َﺑ ْﻌﺪُ؛‬.‫ﻈ ْﻴﻤًﺎ‬
ِ‫ﻋ‬َ ‫ﻓَﺎ َز َﻓ ْﻮزًا‬

Sebagai bagian dari proses pembentukan dan pembinaan pribadi muslim yang bertakwa , hari ini
saya akan memberikan Kultum bertajuk ”Gibah dan mengadu domba”. Gibah dan mengadu domba
merupakan amal perbuatan yang diharamkan oleh ALLAH SWT dan paling tercela. Namun dalam
proses kehidupan di dunia , Gibah dan mengadu domba ternyata paling sering dilakukan dan sangat
disukai oleh manusia. Ini Fakta !!! Lihat saja disekeliling kita, rumah, kantor, sekolah, tempat umum
sampai media audio visual banyak mempertontonkan aib orang lain seperti Infotainment, Silet dan
lain sebagainya. Silahkan kita menyimak semua pembicaraan orang2 di sekeliling kita , pasti akan
banyak kita temui hal2 yang terkait dengan Gibah apakah itu membicarakan bos nya, saudaranya,
anaknya, iparnya, suaminya, tetangganya, gurunya dlsb. Hampir di setiap waktu kebanyakan orang
melakukan Gibah entah waktu bekerja, istirahat , makan siang, baru sampai kantor dlsb. Kenapa hal
tersebut sering dilakukan manusia ? Hal ini disebabkan karena adanya faktor lingkungan yang
mendukung ke arah perbuatan Gibah dan mengadu domba antara lain :

1. Manusia merupakan mahluk sosial yang perlu berinteraksi satu sama lainnya , hal ini
mendorong terjadinya komunikasi dua arah.
2. Masing – masing manusia memiliki kepentingan individu yang harus dipenuhi sebagai
implementasi ego dan strategi hidup.
3. Bahwa di dalam diri manusia terdapat segumpal daging , jika segumpal daging itu baik
maka amal perbuatannya akan baik , jika segumpal daging itu buruk maka amal
perbuatannya akan buruk.
4. Banyaknya manusia yang mengisi waktu hidupnya dengan perbuatan dosa dan sia-sia.
5. Munculnya trend yang sengaja dikembangkan oleh musuh – musuh ummat Islam agar
perilaku Gibah dan adu domba merupakan hal yang wajar dan biasa.
6. Kebiasaan buruk yang ada dimasyarakat dalam mengelola dan mengisi waktu luang
melalui menggunjing orang lain.
7. Bahwa kehidupan dunia ini merupakan fase untuk menuju kehidupan yang kekal di
akhirat sehingga dalam prosesnya banyak terdapat ujian dan tantangan sebagai sistem
eliminasi untuk mendapatkan manusia yang unggul dan pantas mendapatkan Surga
ALLAH SWT. Ujian itu tidak hanya datang dari ALLAH SWT saja , tapi juga dipenuhi oleh
bujuk rayu Syaithan yang merupakan musuh nyata bagi manusia.
8. Dan masih banyak lagi seperti kurangnya pengetahuan dan pendidikan agama, karakter
menahun yang membentuk kepribadian orang, rendahnya sikap positif thinking dlsb.

Apakah Gibah itu ? Gibah adalah menggunjing orang lain , yang jika dia mengetahuinya dia
akan marah baik itu menggunjing sifat yang ada dalam dirinya, agamanya, dunianya, bentuk
tubuhnya, akhlaqnya, anaknya, hartanya, suaminya, pembantunya, budaknya, pakainnya,
jalannya, gerakannya, nafsunya, dan lain sebagainya dari sifat2 yang berhubungan dengan
orang lain baik disebutkan secara lisan, tulisan, isyarat dengan mata, tangan, kepala, gerakan,
dan lainnya.
Kenapa Gibah dan mengadu domba diharamkan ? Gibah dan mengadu domba merupakan
perbuatan yang sangat merusak jiwa, tatanan ahlak dan peradaban manusia . Menurut Al Qur’an,
As Sunanah dan ijmak Ulama menyatakan bahwa Gibah dan mengadu domba itu HARAM.

Dalam beberapa Surat Al Qur’an ALLAH SWT jelas – jelas menyatakan Gibah dan mengadu
domba HARAM ( DILARANG ALLAH SWT ) seperti :

=Ïtä†r& 4 $³Ò÷èt/ Νä3àÒ÷è−/ =tGøótƒ Ÿωuρ (#θÝ¡¡¡pgrB Ÿωuρ ( ÒΟøOÎ) Çd⎯©à9$# uÙ÷èt/ χÎ) Çd⎯©à9$# z⎯ÏiΒ #ZÏWx. (#θç7Ï⊥tGô_$# (#θãΖtΒ#u™ t⎦⎪Ï%©!$# $pκš‰r'¯≈tƒ

ó à2߉tnr&
∩⊇⊄∪ ×Λ⎧Ïm§‘ Ò>#§θs? ©!$# ¨βÎ) 4 ©!$# (#θà)¨?$#uρ 4 çνθßϑçF÷δÌs3sù $\GøŠtΒ ÏµŠÅzr& zΝóss9 Ÿ≅à2ù'tƒ βr& Ο
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena
sebagian dari prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan
janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha
Penyayang. ( QS Hujaraat : 12 )

∩⊇∪ >οt“yϑ—9 ;οt“yϑèδ Èe≅à6Ïj9 ×≅÷ƒuρ


Kecelakaanlah bagi Setiap pengumpat lagi pencela, ( QS Al Humazah : 1 )

∩⊇⊇∪ 5Ο‹ÏϑoΨÎ/ ¥™!$¤±¨Β :—$£ϑyδ ∩⊇⊃∪ A⎦⎫Îγ¨Β 7∃ξym ¨≅ä. ôìÏÜè? Ÿωρu
10. Dan janganlah kamu ikuti Setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,
11. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,

( QS Al Qalam : 10-11 )

Perbuatan Gibah dan mengadu domba akan menerima pembalasan siksa yang amat pedih dari
ALLAH SWT. Sebagaimana dalam Hadits Shahih Bukhari & Muslim disampaikan , Ibnu Abbas r.a
bercerita “Rasulullah saw melewati dua kuburan seraya berkata “ Sesungguhnya mereka berdua
disiksa. Dan mereka berdua disiksa bukan karena melakukan dosa besar. Salah satu di antara
mereka karena suka mengadu domba orang. Yang satunya karena tidak menutupi buang air
kecil.”

Seperti kita ketahui dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia sangat memungkinkan
terjadinya perilaku Gibah dan mengadu domba , lalu bagaimanakah caranya agar kita terhindar
dari perbuatan tersebut ?

Beberapa petunjuk telah diberikan ALLAH SWT dan dicontohkan oleh Rasulullah saw yaitu :

1. Perbanyak / bersibuk diri ber dzikir pagi, siang, sore dan malam
2. Berpuasa
3. Sempurnakan shalat wajib dan sunnah
4. Memperbanyak membaca Al Qur’an
5. Melaksanakan sikap “ Bara’ / Menolak ” terhadap orang yang sering Gibah ( Langsung
meninggalkan orang yang sedang Gibah ) dan ingatkan / nasehati orang tersebut.
6. Bersikap Ikhlas dalam menjalani hidup
7. Hilangkan rasa sombong, ujub, riya’
8. Takutlah kepada ALLAH SWT.
Namun demikian ada Gibah yang diperbolehkan jika dilihat terdapat kemaslahatan yang
besar.untuk agama. Pembolehan ini karena ada tujuan syariah. Tujuan ini tidak dapat dicapai
kecuali melalui Gibah. Pembolehan ini disebabkan oleh beberapa hal :

1. Mengadu.
Diperbolehkan bagi orang yang di dzalimi untuk mengdau kepada penguasa, hakim atau
yang memiliki kekuasaan. Hal ini tergolong meminta bantuan untuk menghilangkan
kemungkaran.

2. Minta Fatwa
Meminta pendapat dari ahli hukum atau ulama atau umaro terhadap hal yang dialaminya
apalagi itu merupakan hal yang dzalim.

3. Jujur dalam melaksanakan Jual Beli


Mengatakan secara jujur kondisi objek jual beli karena hal ini dalam rangka menghindari
sikap su’udzon dari orang yang berjual beli dengan kita. Misalnya pada saat menjual
hewan terdapat sedikit cacat karena ketidak tahuan kita sebelumnya.

Sekalipun terdapat hal yang dibolehkan dalam Gibah , tapi tetap ada batasan tidak boleh
menyatakan secara terang – terangan. Contoh seperti mengadu di atas , kita cukup mengatakan
bahwa kita di dzalimi seseorang yang saat ini posisinya sebagai atasan saya.

Oleh karena itu marilah kita bersama – sama saling mengingatkan dan mendo’akan sesama
muslim agar terhindar dari Gibah dan adu domba karena Gibah dan adu domba akan
mendatangkan banyak keburukan baik untuk diri sendiri, orang lain, masyarakat dan kehidupan
dunia & akhirat.

Demikian sedikit Kultum yang bisa saya sampaikan saat ini , semoga kita semua bisa dapat
menjalani hidup ini sesuai dengan garis yang ditetapkan ALLAH SWT guna mengharap RIDHO
NYA. Amin

Sebagai penutup majelis ini mari kita membaca do’a :

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.