Anda di halaman 1dari 2

AL-

QAARI’AH
1-11
Ditulis oleh admin
Kamis, 03 Desember 2009 04:31
Hari Kiamat. (1) Apakah Hari Kiamat itu? (2) Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (3)
Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran. (4) Dan gunung-gunung seperti
bulu-bulu yang berhambur-hamburkan. (5) Dan adapun orang-orang yang berat
timbangannya. (6) Maka dia berada di dalam kehidupan yang memuaskan. (7) Dan
adapun orang-orang yang ringan timbangannya. (8) Maka tempat kembalinya adalah
neraka Hawiyah. (9) Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (10) Ialah api yang
sangat panas. (11)

Al-Qaari’ah adalah salah satu nama hari kiamat, seperti al-Haaqqah, ath-Thamah, ash-
Shakhkah, al-Ghaasyiyah, dan lain-lain. Kemudian Allah Ta’ala berfirman untuk
mementingkan urusan kiamat, “Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari
kiamat itu?” Kemudian Allah menjelaskan pertanyaan itu dengan firman-Nya yang
selanjutnya, “Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran” dalam hal
menyebar dan berpisah-pisahnya mereka sebab suasana galau yang mereka alami. Hal itu
seperti firman-Nya, “Seolah-olah mereka itu belalang yang bertebaran.” Allah Ta’ala
berfirman, “Dan gunung-gunung seperti bulu-bulu yang dihambur-hamburkan.” Yaitu,
bulu yang tertiup dan mulai robek.
Kemudian Allah Ta’ala mengabarkan tentang buah dari perbuatan mereka, baik
penghormatan maupun penghinaan. Buah itu sejalan dengan amal mereka. Maka Allah
Ta’ala berfirman, “Dan adapun orang-orang yang berat timbangannya,” yaitu timbangan
kebaikannya lebih berat dari pada timbangan keburukannya, “maka dia berada di dalam
kehidupan yang memuaskan,” yaitu di dalam surga. “Dan adapun orang-orang yang
ringan timbangannya,” yaitu yang timbangan kejelekannya lebih berat dari pada
timbangan kebaikannya, “maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.” Maka dia
akan jatuh dan terus menukik dengan kepala di bawah menuju jurang neraka Jahannam.
Ada pula yang memberikan arti: yaitu induk tempat kembalinya di akhirat adalah induk
seperti Hawiyah; atau Hawiyah itu sendiri yang merupakan salah satu nama neraka. Ibnu
Jarir mengatakan, “yang menjadi alasan mengapa neraka Hawiyah disebut sebagai ibunya
(ummuhu) karena ia tidak mendapatkan tempat lain selain neraka itu.” Itulah sebabnya
Allah Ta’ala berfirman, untuk menjelaskan neraka Hawiyah itu, “Dan tahukah kamu
apakah neraka Hawiyah itu? Ialah api yang sangat panas.” Yaitu, api yang sangat panas
sekali, yang jilatan dan percikannya sangat kuat.
Abu Mushab meriwayatkan dengan senadnya dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah
saw. bersabda,

“Api keturunan Adam yang selalu kamu nyalakan itu adalah satu bagian dari 70 bagian
api neraka Jahannam.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, satu bagian pun sudah
cukup menyiksa. “Rasulullah saw. bersabda, Rasulullah, satu bagian pun sudah cukup
menyiksa.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya telah ditambahkan untuk neraka
jahanam itu 69 bagian lagi.”

Demikianlah ringakasan tafsir surah al-Qaari’ah. Segala puji dan kenikmatan hanyalah
milik Allah.