Anda di halaman 1dari 22

PERILAKU BIAYA & ANALISIS

PENGGUNAANNYA

Pendahuluan

Bab ini bertujuan untu menguraikan berbagai macam sifat dan


cara penetapan pola perilaku biaya dalam hubungannya dengan
perubahan volume kegiatan. Pengetahuan mengenai bagaimana
suatu biaya akan berubah di bawah berbagai macam pengaruh
merupakan hal yang penting dalam pengambilan keputusan,
estimasi biaya di masa yang akan datang, dan evaluasi terhadap
pelaksanaan tindakan.

Perilaku Biaya

Berdasar perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan


volume kegiatan, biaya dapat dibagi menjadi tiga golongan :
biaya tetap, biaya variabel dan biaya semivariable.

Untuk keperluan perencanaan dan pengendalian, baik biaya tetap


maupun biaya variabel harus dipecah lagi sebagai berikut :

Biaya Tetap Biaya Variabel

a. Commited Fixed Cost a. Engineered Variable Cost


b. Descretionary Fixed Cost b. Discretionary Variable Cost

Biaya Tetap

• Biaya Tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam


kisaran perubahan volume kegiatan tertentu.

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya - 1


• Besar kecilnya biaya tetap dipengaruhi oleh kondisi perusaha
an jangka panjang, teknologi dan metode serta strategi
manajemen.

Commited Fixed Cost

• Commited fixed cost sebagian besar berupa biaya tetap


yang timbul dari pemilikan pabrik, ekuipmen, dan organisasi
pokok.

• Perilaku biaya ini merupakan semua biaya yang tetap


dikeluar kan, yang tidak dapat dikurangi guna
mempertahankan kemampuan perusahaan di dalam
memenuhi tujuan jangka panjangnya. Contoh : biaya
depresiasi, pajak bumi dan bangunan, sewa, asuransi dan gaji
karyawan utama.

Descretionary Fixed Cost (Disebut juga : managed atau


programmed Cost)

• Yakni merupakan biaya : (a) yang timbul dari keputusan


penye diaan anggaran secara berkala (biasanya tahunan)
yang secara langsung mencerminkan kebijakan manajemen
puncak mengenai jumlah maksimum biaya yang diizinkan
untuk dikelu arkan, dan (b) yang tidak dapat menggambarkan
hubungan yang optimum antara masukan dengan keluaran
(yang diukur dengan volume penjualan, jasa atau produk)

• Contoh biaya ini adalah biaya riset dan pengembangan,


biaya iklan, biaya promosi penjualan, biaya program latihan
karyawan, biaya konsultas.

• Discretionary fixed cost dapat dihentikan sama sekali penge


luarannya atas kebijakan manajemen.

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya - 2


Volume Kegiatan

Gambar : Biaya Tetap

Biaya Variabel

• Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah


sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
• Biaya variabel per unit konstan (tetap) dengan adanya peru-
bahan volume kegiatan.

Engineered Variable Cost

• Engineered Cost adalah biaya yang memiliki hubungan fisik


tertentu dengan ukuran kegiatan tertentu.
• Merupakan biaya yang antara masukan dan keluarannya
mempunyai hubungan erat dan nyata. Contoh : biaya bahan
baku.

Discretionary Variable Costs

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya - 3


• Yakni merupakan biaya yang masukan dan keluarannya
memiliki hubungan yang erat namun tidak nyata (bersifat artifi
sial).
• Jika keluaran berubah maka masukan akan berubah
sebanding dengan perubahan keluaran tersebut. Namun jika
masukan berubah, keluaran belum tentu berubah dengan
adanya perubahan masukan tersebut.
• Contoh biaya iklan.

Biaya Semi Variabel.

• Yakni biaya yang memiliki unsur tetap dan variabel di


dalamnya.
• Unsur biaya yang tetap merupakan jumlah biaya minimum
untuk menyediakan jasa, sedangkan unsur variabel
merupakan bagian dari biaya semivariabel yang dipengaruhi
oleh perubahan volume kegiatan.

Penentuan Pola Perilaku Biaya

Ada 3 faktor yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan pola


perilaku suatu biaya.

1. Pertama, harus dipilih biaya yang akan diselidiki pola


perilakunya. Biaya ini merupakan variabel tidak bebas
(dependent variable) dan biasanya dinyatakan dengan simbol
y.

2. Kedua, harus dipilih variabel bebas (independent variable),


yaitu sesuatu yang menyebabkan biaya tersebut berfluktuasi.
Secara matematis, fungsi tersebut dinyatakan, y = f(x).

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya - 4


3. Ketiga, harus dipilih kisaran kegiatan yang relevan (relevant
range of activity), dimana hubungan antara variabel bebas dan
tidak bebas yang dinyatakan dalam fungsi biaya tersebut
berlaku.

Metode Penaksiran Fungsi Linier

Ada dua pendekatan dalam memperkirakan fungsi biaya : (a)


pendekatan historis (historical approach) dan (b) pendekatan
analitis (analytical approach).

Pendekatan historis

Terdapata 3 metode dalam pendekatan historis yakni : (1) meto


de titik tertinggi dan terendah (2) metode biaya berjaga dan (3)
metode kuadrat terkecil.

Metode Titik Tertinggi dan Terendah (High and Low Point


Method).

Contoh 1

Berikut disajikan data kegiatan dan biaya reparasi & pemelihara


an pada PT Mustika tahun 2003 yakni :

Bulan Ke Biaya Reparasi & Pemeliharaan Jam Mesin


1 750.000 6.000
2 715.000 5.500
3 530.000 4.250
4 600.000 4.000
5 600.000 4.500

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya - 5


6 875.000 7.000
7 800.000 6.000
8 1.000.000 8.000
9 800.000 6.000
10 750.000 6.000
11 550.000 4.500
12 600.000 4.500
8.570.000 66.250

Bia Reparasi & Pemeliharaan pd Tingkat Kegia-

tan Tertinggi dan Terendah


Tertinggi Terendah Selisih
Jumlah Jam Mesin 8.000 4.000 4.000
Biaya Repr & Pemelhr. Rp. 1.000.000 Rp. 600.000 Rp. 400.000

Gambar 01. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan pada


Tingkat Kegiatan Tertinggi dan Terendah

Unsur Biaya Variabel dalam biaya reparasi dan pemeliharaan


dihitung sebagai berikut :

Biaya variabel = Rp. 400.000 : 4.000 = Rp. 100 per jam


mesin

Perhitungan unsur biaya tetap dalam biaya reparasi dan


pemeliharaan mesin disajikan sebagai berikut :

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya - 6


Titik Kegiatan Tertinggi Titik Kegiatan Terendah
Biaya Reparasi & peme- Rp. 1000.000 Rp. 600.000
liharaan mesin yg terja
di.
Rp. 100 x 8.000 800.000
Rp. 100 x 4.000 Rp. 400.000

Biaya Reparasi & Peme Rp. 200.000 Rp. 200.000


liharaan Tetap

Gambar 02. Perhitungan Unsur Biaya Tetap

Fungsi biaya reparasi dan pemeliharaan tersebut dinyatakan


secara matematis, berbentuk fungsi linier yakni :

Y = 200.000 + 100x

Metode Biaya Berjaga ( Standby Cost Method)

Metode ini mencoba menghitung berapa biaya yang harus tetap


dikeluarkan andaikata perusahaan ditutup untuk sementara, jadi
produknya sama dengan nol.

Contoh : Berdasarkan data di atas, misal pada tingkat reparasi


dan pemeliharaan 8.000 jam mesin per bulan biaya yang dikeluar
kan sebesar Rp. 1.000.000. Sedangkan menurut perhitungan,
apabila perusahaan tidak berproduksi, biaya reparasi yang tetap
harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 400.000

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya - 7


Maka penentuan biaya variable dan tetap dapat ditentukan
sebagai berikut :

Biaya yang dikeluarkan pada Rp. 1.000.000


tingkat 8000 jam mesin

Biaya Tetap ( Biaya berjaga) Rp. 400.000

Selisih Rp. 600.000

Biaya Variabel per jam = Rp. 600.000 : 8000 = Rp. 75 per jam
mesin

Dengan demikian fungsi biaya reparasi dan pemeliharaan


tersebut dapat dinyatakan secara matematis sbb

Y = 4.00.000 + 75 x

Metode Kuadrat Terkecil ( Least Squares Method)

Dalam persamaan garis regresi : y = a + bx, dimana y


merupakan variable tidak bebas (dependent variable), yaitu
variabel yang perubahannya ditentukan oleh perubahan pada
variabel x yang merupakan variabel bebas (independent
variable). Variabel y menunjukkan biaya, sedangkan variabel x
menunjukkan volume kegiatan.

Rumus perhitungan a dan b dapat ditentukan dengan cara


sebagai berikut :

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya - 8


b. = n ∑(xy) - ∑x ∑ y
n ∑x2 - (∑x)2
a = ∑y - b(∑x)
n

Bln ke Bia Repr&Peml


(Rp.1000) Jam Mesin
y. x. xy. x2
1 750 6000 4500000000 36000000
2 715 5500 3932500000 30250000
3 530 4000 2120000000 16000000
4 600 4000 2400000000 16000000
5 600 4500 2700000000 20250000
6 875 7000 6125000000 49000000
7 800 6000 4800000000 36000000
8 1000 8000 8000000 64000000
9 800 6000 4800000000 36000000
10 750 6000 4500000000 36000000
11 550 4500 2475000000 20250000
12 600 4500 2700000000 20250000

∑y ∑x. ∑xy. ∑x2


8570000 66000 4106050000 380000000
0

b. = 12 x 41.060.500.000 – 66.000. x 8570000 =


12 x 380.000.000 – (66.000)2
a. = 8.570.000 – b x 66.000 =
12

Jadi biaya reaparasi dan pemeliharaan mesin tersebut terdiri dari

Biaya variabel = Rp. 115 per jam mesin ( 0,115 x Rp.1.000)

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya - 9


Biaya tetap = Rp. 79.270 per bulan

Atau fungsi linier biaya tersebut adalah :

Y = 79.270 + 115x

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


10
Teori Biaya Produksi
Biaya kesempatan adalah nilai sumber daya dalam penggunaan
yang terbaik. Biaya kesempatan perlu dipertimbangkan dalam
mengukur seluruh biaya produksi.

Biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses


produksi yang berbentuk kas, sedangkan biaya implisit adalah biaya
dikeluarkan dalam proses produksi dalam bentuk nonkas.

Keuntungan ekonomi adalah penerimaan dikurangi semua biaya,


tercakup di dalamnya pengembalian normal untuk manajemen dan
modal.

Biaya marjinal adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan


perubahan satu unit output. Sedangkan, biaya inkremental dapat
diartikan sebagai tambahan biaya total dari penerapan keputusan
manajerial.

Biaya Rata-rata, Biaya Marjinal dan Biaya Total Rata-rata

Fungsi biaya rata-rata atau unit-1 kadang-kadang lebih berguna


dari fungsi biaya total dalam pengambilan keputusan suatu usaha di
sektor pertanian. Fungsi biaya rata-rata dapat diperoleh dengan
membagi fungsi biaya total yang relevan dengan output.

Biaya marjinal adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan


perubahan output (output).

Fungsi biaya marjinal berpotongan dengan fungsi biaya total rata-


rata dan fungsi biaya variabel rata-rata di titik minimum ke dua
fungsi tersebut.

Fungsi biaya rata-rata jangka panjang akan:

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


11
(a) Menurun, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah
meningkat,
(b) Konstan, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah
konstan, dan
(c) Meningkat, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah
menurun.

Fungsi biaya rata-rata jangka panjang adalah merupakan kurva


amplop dari sejumlah kurva biaya rata-rata jangka pendek.

Topik Khusus dalam Teori Biaya

Pada tingkat output yang hasilnya di spesifikasi tingkat keuntungan


ekonomi diperoleh dengan membagi keuntungan ditambah biaya
tetap total dengan kontribusi keuntungan

Analisis titik impas adalah spesial pada kasus analisis keuntungan


di mana keuntungan diharuskan sama dengan nol.

Suatu usaha dapat dikatakan tinggi tingkat pengungkitannya


apabila biaya tetap adalah relatif lebih besar (tinggi) dari pada
biaya variabel. Pada umumnya, penggunaan analisis pengungkitan
operasi menyatakan secara tidak langsung tingginya tingkat risiko
keuntungan sepanjang waktu. Dalam arti kata, peningkatan nilai
pengungkitan operasi menyatakan lebih bervariasinya keuntungan
sepanjang waktu, oleh karena itu tinggi tingkat risikonya.

Pengungkitan operasi dapat diukur dengan elastisitas keuntungan,


yang didefinisikan sebagai persentase perubahan keuntungan yang
berkaitan dengan satu persen perubahan output. Secara matematis
elastisitas keuntungan dapat diformulasikan menjadi:

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


12
PEMBAHASAN VIII
INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
Oleh: Yumniati Agustina

I. Konsep Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban

Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban merupakan aktiva,pendapatan,dan atau biaya


yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap pusat
pertanggungjawaban tertentu. Dalam hubungannya dengan wewenang yang dimiliki oleh
seorang manajer Aktiva,pendapatan dan biaya dikelompokkan menjadi 2 golongan :
1. Aktiva,pendapatan dan biaya yang terkendalikan
Yaitu : Aktiva,pendapatan dan biaya yang secara signifikan dipengaruhi oleh seorang
manajer dalam jangka waktu tertentu.
Aktiva yang terkendalikan
Aktiva terkendalikan bagi seorang manajer pusat pertanggungjawaban adalah :
- Aktiva yang pemerolehan & penggunaannya berada dibawah wewenang manajer
pusat pertanggungjawaban
- Aktiva yang penggunaannya berada didalam wewenang manajer pusat
pertanggungjawaban, kadangkala pemerolehan aktiva suatu pusat pertanggungjawaban
berada didalam wewenang manajer puncak

Pendapatan yang terkendalikan


Dapat diperoleh atau tidaknya pendapatan oleh suatu pusat pertanggungjawaban sangat
tergantung atas kemampuan pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan. Karena
pendapatan mudah diidentifikasikan dengan manajer yang bertanggung jawab untuk
memperolehnya.

Biaya yang terkendalikan


Biaya-biaya yang terkendalikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban yang disajikan
dalam laporan biaya dan dimintakan pertanggungjawabannya.
Pedoman untuk menetapkan apakah suatu biaya dapat dibebankan sebagai tanggung jawab
seorang manajer pusat pertanggungjawaban adalah sbb:
1. Jika seseorang manajer memiliki wewenang , baik dalam pemerolehan maupun
penggunaan jasa, ia harus dibebani dengan biaya jasa tersebut.
Contoh : manajer pemasaran yang mempunyai wewenang memutuskan media promosi
dan jumlah biayanya, bertanggung jawab penuh terhadap terjadinya biaya.

2. Jika seorang manajer dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah biaya tertentu
melalui tindakannya sendiri, ia dapat dibebani dengan biaya tersebut
Seorang manajer mungkin tidak mempunyai wewenang dalam memutuskan pemerolehan
barang dan jasa baik harga maupun jumlahnya namun dapat secara signifikan
mempengaruhi jumlah pemakaiannya.
Contoh : Harga dan jumlah bahan baku yang dibeli ditentukan oleh manajer bagian
pembelian, sedangkan pemakaiannya ditentukan oleh bagian produksi.Dengan
menggunakan harga standar, manajer pembelian bertanggung jawab terhadap harga

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


13
pemerolehan bahan baku. Sedangkan manajer produksi bertanggung jawab terhadap
biaya bahan baku.

3. Meskipun seorang manajer tidak dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah biaya
tertentu melalui tindakan langsungnya sendiri, ia juga dapat dibebani biaya tersebut, jika
manajemen puncak menghendaki agar manajer tersebut membantu manajer lain
bertanggung jawab untuk mempengaruhi biaya tersebut.
Contoh : Biaya reparasi dan pemeliharaan merupakan tanggung jawab bagian bengkel.
Namun ada dua faktor yang mempengaruhi biaya tersebut : (1) efisiensi pemakaian
tenaga kerja bengkel yang menjadi tanggung jawab manajer bengkel. (2) Pemakaian
mesin dan ekuipmen yang menjadi tanggung jawab manajer bagian produksi.

2. Aktiva,pendapatan dan biaya yang tidak terkendalikan


Aktiva,pendapatan dan biaya yang tidak terkendalikan tidak tepat untuk menggambarkan
aktiva,pendapatan dan biaya yang tidak dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer
tertentu.Tetapi istilah yang tepat yaitu “terkendalikan oleh seseorang “ (controllable by
someone) dan “terkendalikan oleh manajer lain”(controllable by others)

Pemisahan aktiva, pendapatan dan biaya ke dalam aktiva, pendapatan, dan biaya yang
terkendalikan dan tidak terkendalikan selalu berhubungan dengan :
(1). Tingkat manajemen
Dalam organisasi, pada dasarnya tidak ada aktiva, pendapatan dan biaya yang tidak
terkendalikan. Aktiva, pendapatan dan biaya yang tidak terkendalikan oleh manajer tertentu,
pasti dapat dikendalikan oleh manajer lain atau manajer diatasnya dalam organisasi. Aktiva,
pendapatan dan biaya yang tidak terkendalikan oleh manajer tertentu, atau oleh manajer lain
atau manajer diatasnya merupakan aktiva,pendapatan dan biaya yang dapat terkendalikan
oleh oleh manajer departemen yang membawahinya atau manajer lain dalam organisasi.

(2). Jangka waktu


Dalam jangka waktu yang cukup panjang, semua aktiva,pendapatan dan biaya akan
terkendalikan oleh seseorang dalam organisasi, sebaliknya dalam jangka pendek hanya
sedikit aktiva,pendapatan dan biaya yang dapat dikendalikan.

Anggaran Biaya Sebagai Tolak Ukur Pengendalian Biaya

Untuk tujuan pengendalian biaya :


1. Organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga jelas wewenang dan tanggungjawab
tiap-tiap manajer. Anggaran menghendaki adanya organisasi yang baik, jika terjadi
sesuatu yang yang tidak sesuai dengan yang direncanakan dalam anggaran, akan dengan
mudah tahu siapa yang bertanggung jawab.
2. Anggaran biaya harus disusun sesuai dengan tingkat manajemen dalam organisasi.Tiap-
tiap manajer harus mengajukan rancangan anggaran biaya yang berada dibawah
tanggungjawabnya kemudian dikombinasikan dan diselaraskan satu sama lain oleh
komite anggaran. Jika ada perubahan terhadap rancangan anggaran tersebut maka harus
dirundingkan dan diberitahukan kepada manajer penyusun anggaran biaya sehingga
menciptakan peran serta dan komitmen dalam mencapai target yang ditetapkan.
3. Setiap manajer berpartisipasi dalam penyusunan anggaran oleh karena itu masing-masing
akan dimintai pertanggungjawaban mengenai realisasi anggarannya.

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


14
Terkendalikan Biaya Versus Variabilitas Biaya

Variabilitas biaya : perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume


kegiatan.
Jika terkendalikan biaya dihubungkan dengan perubahan volume kegiatan. Biaya dapat
dikelompokkan menjadi dua golongan:
1. Biaya dalam jangka pendek tidak dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer lain
yang berwenang. Biaya ini dibagi menjadi : engineered variable costs dan committed
fixed costs.
Dalam jangka pendek, engineered variable costs tidak dipengaruhi secara signifikan
oleh manajer pusat pertanggungjawaban produksi. Misalnya, karena jenis biaya ini sangat
ditentukan oleh teknologi.
Contoh : setiap mobil yang dirakit oleh departemen perakitan harus dipasang 5 roda,
sehingga biaya roda adalah enginered cost didepartemen tersebut. Bagi manajer
departemen perakitan , biaya roda tersebut merupakan biaya tidak terkendalikan., karena
biaya wewenang yang dimiliki oleh manajer departemen perakitan tidak cukup untuk
mempengaruhi secara signifikan besarnya biaya tersebut.
Committed fixed costs adalah biaya tetap yang timbul dari pemilikan pabrik,ekuipmen.
Biaya ini tetap dikeluarkan guna mempertahankan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi tujuan –tujuan jangka panjang. Contoh: biaya depresiasi,pajak bumi dan
bangunan,biaya asuransi,sewa dll.
2. Biaya dalam jangka pendek dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer lain yang
berwenang. Biaya ini adalah biaya kebijakan. Biaya ini dibagi menjadi : Discretionary
variable costs dan Discretionary fixed costs. Biaya ini berperilaku variabel atau tetap
atas kebijakan manajemen, sehingga dalam jangka pendek biaya ini secara signifikan
dipengaruhi oleh wewenang yang dimiliki manajemen.

Egineered
variable costs
By yg dlm jk
pendek tidak
terkendalikan Committed
Hubungan fixed costs
variabilitas
biaya dengan
wewenang Discretionary
variable costs
By yg dlm jk
pendek
terkendalikan
Discretionary
fixed costs

Gbr.8.1. Hubungan biaya terkendalikan dengan variabilitas biaya

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


15
II. Manfaat Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban

Sistem akuntansi pertanggungjawaban merupakan tahap perkembangan mutakhir cara


pengendalian biaya yang tidak hanya terbatas pada pengendalian biaya produksi saja,namun
meliputi pengendalian biaya nonproduksi. Dalam sistem akuntansi pertanggungjawaban,
informasi akuntansi dihubungkan dengan manajer yang memiliki wewenang terjadinya
informasi tersebut untuk dimintakan pertanggungjawaban kepada manajer yang
bersangkutan.

Sistem akuntansi pertanggungjawaban dapat dibagi 2 tahap perkembangan:


1. Akuntansi pertanggungjawaban tradisional
2. Akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas (activity-based
responsibility accounting)

Akuntansi pertanggungjawaban tradisional adalah :


Suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga pengumpulan dan
pelaporan biaya dan atau pendapatan dilakukan sesuai dengan pusat pertanggungjawaban
dalam organisasi, dengan tujuan agar dapat ditunjuk orang atau kelompok orang yang
bertanggungjawab atas penyimpangan biaya atau pendapatan yang dianggarkan.

Akuntansi pertanggungjawabanberdasarkan aktivitas adalah :


Suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga pengumpulan &
pelaporan biaya dilakukan menurut aktivitas penambah dan bukan penambah nilai (Value
& Non Value Added Activities ).Digunakan dalam menghadapi lingkungan manufaktur
maju (advanced manufacturing environment)

Informasi akuntansi pertanggungjawaban dapat berupa informasi historis yang berupa aktiva,
pendapatan, biaya masa lalu. Dapat pula berupa informasi masa yang akan datang.
Informasi akuntansi pertanggungjawaban berupa informasi masa yang akan datang
bermanfaat :
1. Untuk penyusunan anggaran
Informasi akuntansi pertanggungjawaban berupa informasi masa yang lalu bermanfaat :
1. Untuk penilai kinerja manajer pusat pertanggungjawaban
2. Pemotivasi manajer

Dalam Activity –based responsibility system, informasi akuntansi manajemen-terutama


biaya, dihubungkan dengan aktivitas-penambah dan bukan penembah nilai. Informasi ini
bermanfat bagi manajemen :
1. Mengelola aktivitas, dengan cara mengarahkan usaha manajemen dalam mengurangi
dan akhirnya menghilangkan biaya bukan penambah nilai (non value added costs)
2. Memantau efektivitas program pengelolaan aktivitas.

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


16
Manfaat Informasi akuntansi pertanggungjawaban Tradisional :
1.Informasi akuntansi pertanggungjawaban sebagai dasar penyusunan anggaran

Proses penyusunan anggaran pada dasarnya merupakan proses penetapan peran (role setting)
dalam usaha pencapaian sasaran perusahaan.
Dalam proses penyusunan anggaran ditetapkan siapa yang akan berperan dalam
melaksanakan sebagian aktivitas pencapaian sasaran perusahaan dan ditetapkan pula sumber
daya yang disediakan bagi pemegang peran tersebut untuk memungkinkannya pelaksanaan
perannya.
Sumber daya yang disediakan untuk memungkinkannya manajer berperan dalam usaha
pencapaian sasaran perusahaan tersebut diukur dengan satuan moneter standar berupa
informasi akuntansi. Oleh karena itu, penyusunan anggaran hanya mungkin dilakukan jika
tersedia informasi akuntansi pertanggungjawaban, yang mengukur berbagai nilai
sumberdaya yang disediakan bagi setiap manajer yang berperan dalam usaha pencapaian
sasaran yang telah ditetapkan dalam tahun anggaran.
Dengan demikian anggaran berisi :
“ informasi akuntansi pertanggungjawaban yang mengukur nilai sumberdaya yang
disediakan selama tahun anggaran bagi manajer yang diberi peran untuk mencapai sasaran
perusahaan.”
Dalam proses penyusunan anggaran, informasi akuntansi pertanggungjawaban
berfungsi sebagai : alat pengirim peran (role sending device) kepada manajer yang diberi
peran dalam pencapaian yang sasaran perusahaan, sehingga akan menimbulkan komitmen
yang tinggi dalam diri manajer untuk berprestasi sesuai yang tercantum dalam anggaran
(kotak 5).
Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai peran informasi akuntansi
pertanggungjawaban dalam penyusunan anggaran, berikut ini diuraiakan suatu model aspek
motivasi dalam perilaku individu menurut Porter-Lawler.
Kinerja (kotak 6) seorang manajer ditentukan oleh 3 faktor :
1.Kemampuan dan bakat yang tinggi dalam bidangnya (kotak 4)
2.Usaha yang tinggi (kotak 3)
3. Persepsi yang jelas mengenai peran manajer tersebut dalam pencapaian tujuan

Usaha manajer untuk berprestasi ditentukan oleh dua faktor :


1. Keyakinan manajer terhadap kemungkinan kinerja mendatangkan penghargaan (no. 2)
2. Nilai penghargaan (no.1)
Jika seorang manajer berkeyakinan bahwa kinerja mempunyai kemungkinan yang tinggi
untuk diberi penghargaan , maka akan mempertinggi uasahanya, sebaliknya jika kinerja
mempunyai kemungkinan kecil untuk mendapatkan penghargaan maka hal ini akan
menurunkan usaha seseorang untuk berprestasi.
Jika seorang memperoleh kepuasan (no.9) dengan penghargaan (no.7) yang diterimanya,
karena penghargaan yang diterimanya dirasakan pantas dan adil (no.8), hal ini akan
menyebabkan meningkatkan usaha untuk berprestasi.Sebaliknya jika seseorang tidak
merasakan keadilan dalam menerima penghargaan atas kinerja yang dicapainya maka hal ini
akan menurunkan usaha untuk menghasilkan kinerja.

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


17
Nilai Kemampuan dan Peghargaan yang
penghargaan (1) bakat (4) dirasa pantas (8)

Kinerja Peghargaan Kepuasan


Usaha (3) (6) (7) (9)

Kemungkinan Persepsi
usaha akan diberi terhadap
penghargaan (2) peran (5)

Inf.Akt.pertangungjawaban masa yang akan datang berperan sebagai role sending device Inf.Akt.Pertanggu
Inf.Akt.pertangungjawaban masa yang akan datang berperan sebagai role sending device ngjawaban masa
Inf.Akt.pertangungja lalu berperan
waban masa yang sebagai pengukur
akan datang berperan kinerja
sebagai role sending
device
pertangungjawaban
masa yang akan
datang berperan
sebagai role sending
device

Gb 8.2. Model aspek motivasi dalam perilaku individu menurut Porter-Lawler dan peran
informasi akuntansi sebagai pemotivasi

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


18
2.Informasi akuntansi pertanggungjawaban sebagai penilai kinerja manajer pusat
pertanggungjawaban

Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi yang penting dalam proses


perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi, karena informasi tersebut menekankan
hubungan antara informasi dengan manajer yang bertanggung jawab terhadap perencanaan
dan realisasinya.
Pengenadalian dapat dilakukan dengan cara memberikam peran bagi setiap manajer untuk
merencanakan pendapatan /biaya yang menjadi tanggungjawabnya, dan kemudian
menyajikan informasi realisasi pendapatan /biaya tersebut.
Dalam proses penyusunan anggaran , setiap manajer diberi peran untuk mencapai sasaran
perusahaan dan untuk memungkinkan pelaksanaan peran, ketangan setiap manajer yang
diberi peran dialokasikan berbagai sumberdaya yang diukur denagn satuan uang.pelaksanaan
peran berarti berarti konsumsi berbagai sumber daya yang harus diukur dalam satuan uang .
Informasi akuntansi yang dihubungkan dengan manajer yang memiliki peran digunakan
untuk mengukur kinerja setiap manajer. Informasi akuntansi tersebut disebut informasi
akuntansi pertanggungjawaban.

3.Informasi akuntansi pertanggungjawaban sebagai pemotivasi manajer

Motivasi: proses prakarsa dilakukannya suatu tindakan secara sadar dan bertujuan.
Pemotivasi : sesuatu yang digunakan untuk mendorong timbulnya prakarsa seseorang untuk
melakukan tindakan secara sadar dan bertujuan.
Jika dalam struktur penghargaan ( reawrd structure) perusahaan, informasi akuntansi
merupakan bagian yang signifikan , maka informasi ini akan berdampak terhadap motivasi
manajer melalui :
1. Menimbulkan pengaruh langsung terhadap motivasi manajer dengan mempengaruhi
kemungkinan usaha diberi penghargaan.(no 2). Manajer berkeyakinan bahwa kinerjanya
yang diukur dengan informasi akuntansi pertanggungjawaban (masa lalu) akan diberi
penghargaan yang sebagian besar didasarkan atas informasi masa lalu.
2. Secara tidak langsung informasi akuntansi pertanggungjawaban berdampak terhadap
motivasi melalui nilai penghargaan (no 1). Informasi akuntansi pertanggungjawaban
(masa lalu) digunakan untuk mengukur kinerja manajer.Jika struktur penghargaan
sebagian besar didasarkan atas informasi akuntansi, manjer akan memperoleh kepuasan
(9). Kepusan manajer atas penghargaan yang diterimanya dipengaruhi oleh penilaian
manajer atas penghargaan tersebut. Tinggi rendahnya kepuasan manajer atas
penghargaan yang diterimanya berpengaruh atas tinggi rendahnya nilai penghargaan (no.
1). Faktor yang terakhir berdampakterhadap motivasi manajer untuk berusaha. (no.3).

Manfaat Informasi Akuntansi pertanggungjawabanberdasarkan aktivitas adalah :

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


19
1. Informasi akuntansi pertanggungjawaban memungkinkan pegelolaan aktivitas

Manajemen dituntut untuk senantiasa melaksanakan penyempurnaan aktivitas agar customer


terjamin tidak akan dibebani dengan biaya bukan penambah nilai. Manajemen memerlukan
pemisahan aktivitas-penambah dan bukan penambah nilai dan identifikasi sumber daya yang
dikonsumsi oleh kedua tipe tersebut.
Dengan menyajikan informasi biaya yang dipisahkan kedalam biaya penambah dan bukan
penambah nilai , manajemen dapat :
1. Memperoleh informasi biaya bukan penambah nilai yang menggambarkan besarnya
pemborosan yang sekarang dialami oleh perusahaan dalam memenuhi kebutuhan
customer.
2. Memperoleh biaya bukan penambah nilai yang memungkinkan mereka memusatkan
pengendalian terhadap aktivitas bukan penambah nilai.
3. Memperoleh informasi biaya bukan penambah nilai yang memungkinkan mereka
melakukan penyempurnaan efisiensi aktifitas penambah nilai.

2.Informasi akuntansi pertanggungjawaban memungkinkan pemantauan efektivitas program


pegelolaan aktivitas

Dalam lingkungan manufaktur maju, manajemen dituntut untuk melaksanakan penyempurnaan


aktivitas secara berkesinambungan, agar perusahaan memliki daya saing dalam jangka
panjang.Dengan demikian manajemen memerlukan informasi biaya aktivitas untuk memantau
secara berkesinambung program pengelolaan aktivitas. Dengan menyajikan informasi biaya yang
dipisahkan kedalam biaya penambah adan bukan penambah nilai dengan perbandingan dari
tahun ke tahun, manajemen dapat:
1.Memantau efektivitas program pengelolaan aktivitas.
Untuk mengurangi dan akhirnya menghilangkan aktivitas bukan penambah nilai yang
diwujudkan dalam bentuk pengurangan biaya.Manajemen memerlukan perbandingan biaya
penambah dan bukan penambah nilai dari tahun ketahun.
2.Merumuskan keputusan-keputasan strategik.
Prorgam pengelolaan aktivitas memberi gambaran berupa penghematan biaya yang dapat
dicapai dalam jangka waktu tertentu, merumuskan keputusan strategik, seperti penentuan harga
jual, pemilihan teknologi manufaktur untuk menjadikan aktivitas penambah nilai lebih efisien.

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


20
III. Perbedaan Sistem Akuntansi pertanggungjawaban tradisional dgn Akuntansi
pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas /Activity based Responsibility Accounting
System /ABC
Perbedaan TBC ABC
1. Pemusatan Biaya Terhadap aktivitas yg mjd penyebeb
pengendalian terjadinya biaya ,dgn tujuan untuk
Manajemen menurunkan biaya secara
bersinambung
2. Manfaat a. Dasar penyusunan anggaran a. Mengelola aktivitas, dengan cara
b.Penilaian kinerja manajer pusat mengarahkan usaha manajemen dalam
pertanggungjawaban. mengurangi dan akhirnya
c. Pemotivasian manajer menghilangkan biaya bukan penambah
nilai ( non value added cost )
b. Memantau efektivitas program
pengelolaan aktivitas.
3. Perancangan sistem Didasarkan asumsi tentang perilaku a. Pengurangan biaya hrs mrpk hasil
akuntansi manusia : dari program pengelolaan aktivitas-
pertanggungjawaban a. Pengelolaan berdasarkan b. Harus memisahkan biaya penambah
penyimpangan (management by nilai dan biaya bukan penambah nilai
exception), pengendalian operasi secara diperlukan agar manajemen :
efektif yang memadai - memusatkan perhatian mereka thp
- b- Pengelolaan pengurangan dan akhirnya
berdasarkan tujuan penghilangan biaya bukan penambah
(management by nilai.
objective), - Menyadari besarnya pemborosan yg
menghasilkan skg sdg terjadi
anggaran yang -Memantau efektivitas program
disepakati,biaya pengelolaan aktivitas dgn menyajikan
standar,sasaran biaya bukan penambah nilai kepada
organisasi dan rencana manajemen dalam bentuk perbandingan
yang dilaksanakan antar periode
- c. Struktur
pertanggungjawaban
sesuai dengan struktur
hirarki organisasi
- d. Manajer dan
bawahannya bersedia
untuk menerima
tanggungjawab yg
dibebankan kpd mrk
melalui hirarki
organisasi
e. Sistem akuntansi pertanggungjawaban
mendorong kerjasama bukan kompetisi

4. Sistem Memiliki 4 karakter :


pertanggungjawaban a. Adanya identifikasi pusat a. Memfokuskan aktivitas yang
pertanggungjawaban dilaksanakan oleh beberapa manajer,
b. Standar ditetapkan sbg tolak ukur menembus batas-batas pusat
kinerja manajer yg bertanggungjawab pertanggungjawaban.
atas pusat pertanggungjawaban terentu b. Maksimalisasi pengendalian
c. Kinerja manajer diukur dengan biaya setiap pusat
membandingkan realisasi dengan pertanggungjawaban secara
anggaran individual tidak selalu berarti
d. Manajer secara individual diberi maksimalisasi pengendalian biaya
penghargaan atau hukuman berdasarkan secara keseluruhan.

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


21
kebijakan manajemen tertinggi

5. Sistem Pelaporan a.Setiap pusat pertanggungjawaban a.Laporan biaya berdasrkan aktivitas


diberi kode (kode (activity –based cost report) yg berisi
organisasi)/organization code. biaya penambah dan bukan penambah
- Jenjang organisasi dibagi 3 tingkat : nilai.
diireksi,departemen dan tingkat bagian. b. Landasan penting untuk menghitung
- Angka satu menunjukkan jenjang & mengidentifikasi biaya penambah &
direksi,dua jenjang departemen,tiga bukan penambah nilai adalah
jenjang bagian identifikasi cost driver utk setiap
b. Jenis laporan yg dihasilkan oleh aktivitas.
fungsi akuntansi biaya di golongkan “cost driver : suatu faktor yg menjadi
menjadi : penyebab (pendorong) timbulnya biaya
- Laporan pertanggungjawaban biaya aktivitas tertentu.
(responsibility cost reports)
- Laporan kos produk (cosr of
production reports).

6. Sistem Pengolahan a.Mrp sistem pengolahan informasi a.Menghilangkan aktivitas bukan


informasi akuntansi biaya,dgn cara menggolongkan,mencatat penambah nilai dgn informasi umpan
pertanggungjawaban dan meringkas biaya dlm hub.nya dgn balik untuk menilai pengurangan
jenjang manajemen yg bertanggung jwb biaya apakah benar-benar terwujud.
atas terjadinya biaya. b. Melakukan perbandingan biaya
b.Biaya-biaya digolongkan & diberi setiap aktivitas antarperiode akuntansi.
kode sesuai dgn tkt manajemen yg mrpk Jk aktivitas yg dilakukan manajemen
pusat pertanggungjawaban efektif maka hasilnya dpt menurunkan
c.Dipisahkan antara biaya terkendalikan biaya aktivitas bukan penambah nilai.
dan biaya tdk terkendalikan c. Manajemen dapat memantau hasil
d.Prosedur pegumpulan data biaya program penghapusan aktivitas bukan
berdasar dokumen sumber dan secara penambah nilai dan jumlah biaya yang
periodik dihemat sampai saat tertentu.
e. Pembebanan tanggung jawab d. Manajemen dpt memperoleh
berdsarkan 3 metode: informasi seberapa besar kesempatan
- Berdasar kapasitas pelayanan yg tersedia untuk melakukan perbaikan
- Berdasar kapasitas pelayanan & aktivitas dan penurunan biaya
pemakaian
- Berdasar pemakaian

Daftar Pustaka :
1. Mulyadi UGM. Akuntansi Manajemen: Konsep,Manfaat & Rekayasa. Edisi 3. Bagian
Penerbitan Salemba empat. 2001

Perilaku Biaya & Anal. Penggunaannya -


22