Anda di halaman 1dari 11

PERAN PAJAK DALAM PEMBANGUNAN

EKONOMI

C.KANTI RAHAYU.2009
• Pajak merupakan salah satu bentuk dari Fiscal
Policy yg tujuannya adalah untuk mencegah
pola hidup konsumtif dan mengelola dana
guna kepentingan public invesment.
• Dasar hukumnya adalah UU No. 17 Tahun
2000 Tentang Perubahan UU No.6 Tahun 1983
Tentang ketentuan umum dan tata cara
perpajakan.
Pajak terdiri dari :
• Pajak Langsung;
Contoh : PBB, PPh, Pajak kendaraan bermotor.
Ciri2nya :
1. terdiri dari 2 pihak (wajib pajak & fiscuss)
2. Dipungut secara periodik/stp tahun
• Pajak tidak langsung
Contoh : PPN, pajak restoran
Ciri2nya :
1. terdiri dari 3 pihak (WP,wajib pungut & fiscuss)
2. dipungut scra insidental
3. dipungut tidak periodik
Fiscal Policy sbg alat pembangunan hrs
mempunyai tujuan yg bersamaan, yaitu :
• Menemukan scr lgs dana2 yg dpt dikelola untuk
kepentingan investasi publik;
• Menyalurkan privat saving kearah sektor yg
produktif;
• Sarana untuk mencegah pengeluaran yg
menghambat pembangunan.
Untuk mencapai tujuan tsb maka FP hrs didasarkan
pada Tarif Pajak, berupa :
- Penggunaan tarif tinggi;
- Pembebasan pajak2
Kebijakan Perpajakan Rentang 1967-1979

• Kebijakan thd PMA dan PMDN (UU PMA 1967


& UU PMDN 1968 yg lama);
• Paket 27 Maret 1979
• Tax Reform I : 1983-1985;
• Tax Reform II : 1994-1997
Kebijakan thd PMA dan PMDN (UU PMA 1967 &
UU PMDN 1968 yg lama);

• Pada periode ini negara mengeluarkan


kebijakan penangguhan/pembebasan pajak
selama 10 thn bagi investor sejak dimulainya
products.
• Latar belakang kebijakan ini adl kebutuhan
Indonesia akan modal, skill & teknologi demi
pembangunan ekonomi.
Paket 27 Maret 1979

• Ditandai dengan adanya kebijakan Keringanan Pajak


Perseroan (PPs).
• Latar belakangnya adl perusahaan lokal
membutuhkan byk modal, negara perlu
mensejahterakan rakyat melalui privat saving menuju
privat invesment.
• Shg pada saat itu ada kewajiban perusahaan go public
utk lbh dulu menjual sahamnya di Pasar modal dgn
tujuan utk melibatkan masyarakat sbg stake holder.
Tax Reform I : 1983-1985

• Disebut sbg era Pembaharuan Sistem Pajak


Nasional (PSPN);
• Penghapusan Tax Holiday baik utk PMA
maupun PMDN demi keadilan;
• Latar belakangnya adl turunnya harga MIGAS,
shg Pajak dipandang harus dijadikan sbg
sumber pendapatan spt di MLY.
• Berlakunya sistem “self assesment” bagi WP.
Tax Reform II : 1994-1997

• Adanya kebijakan penyediaan fasilitas


perpajakan bagi usaha tertentu di daerah
tertentu;
• Mendorong pengusaha lokal mendptkan akses
di psr global;
• Latar belakangnya adl antisipasi arus
globalisasi.
Tujuan Reformasi Perpajakan

• Meningkatkan penerimaan pemerintah di


sektor pajak;
• Meningkatkan efektivitas fungsi regulasi
pajak;
• Meningkatkan kemandirian & daya saing
ekonomi nasional di pasar global.
SELF ASSESMENT & OFFICIAL ASSESMENT

• SELF ASSESMENT adl sistem perpajakan yg


memberi kepercayaan pd WP utk menghitung,
menetapkan & membayar sendiri besarnya
pajak terhutang.
• OFFICIAL ASSESMENT adl sistem perpajakan
dimana aktivitas perpajakan diletakkan pd
fiscus/aparatur pajak, sedangkan WP hanya
bersikap pasif.