Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengangguran dan kemiskinan hingga saat ini merupakan masalah besar
bangsa Indonesia yang belum bisa terpecahkan. Menurut data BPS Februari
2008, jumlah penganggur terbuka tercatat sebanyak 9,43 juta orang (8,46%)
per Agustus 2008 berjumlah 9,39 juta orang ( 8,39 %) dari total angkatan
kerja sekitar 111,4 juta orang. pengangguran terbuka didominasi lulusan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) besar 17,26 %, Sekolah menengah Atas
(SMA) sebesar 14,31 %, Perguruan Tinggi (PT) 12,59%, Diploma 11,21 %,
lulusan SMP, 9,39 % dan lulusan Sekolah Dasar (SD) 4,57 %, dari jumlah
penganggur.

Jumlah penganggur tersebut diperkirakan akan bertambah dengan adanya


krisis keuangan global sebesar 20 juta orang sehingga dari jumlah
penganguran di tahun sebelumnya sebesar 190 juta orang, akan bertambah
menjadi 210 juta orang di tahun 2009.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran di Indonesia,


antara lain: Pertama, jumlah pencari kerja lebih besar dari jumlah peluang
kerja yang tersedia (kesenjangan antara supply and demand). Kedua,
kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kompetensi yang
dibutuhkan oleh pasar kerja (mis-match), Ketiga, masih adanya anak putus
sekolah dan lulus tidak melanjutkan yang tidak terserap dunia kerja/berusaha
mandiri karena tidak memiliki keterampilan yang memadai (unskill labour),
Keempat, terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) karena krisis global,
dan Kelima, terbatasnya sumber daya alam di kota yang tidak
memungkinkan lagi warga masyarakat untuk mengolah sumber daya alam
menjadi mata pencaharian. Dari kelima faktor tersebut, faktor pertama, kedua
dan ketiga merupakan faktor dominan yang menyebabkan pengangguran di
Indonesia. Dari gambaran tersebut di atas maka perlu dikembangkan
program-program kewirausahaan pemuda dalam rangka mempercepat
penurunan angka pengangguran.

Mengingat data pengangguran pemuda masih cukup tinggi, apabila tidak


memperoleh perhatian yang serius mengakibatkan masalah sosial yang
cukup tinggi pula. Beberapa masalah sosial yang diakibatkan oleh tingginya
pengangguran diantaranya penyalahgunaan narkoba, kriminalitas, pergaulan
bebas, premanisme, trafficing, dan lain sebagainya. Kondisi tersebut akan
mengganggu pembangunan di segala bidang dan stabilitas nasional.

1
Oleh karena itu, Departemen Pendidikan Nasional bersama Kementerian
Negara Pemuda dan Olahraga memandang perlu untuk mengadakan
program Kewirausahaan Pemuda melalui Lembaga Kepemudaan (LK),
sebagai salah satu solusi mengatasi masalah pengangguran, kemiskinan,
dan masalah sosial lainnya dalam pemberdayaan, pengembangan, dan
perlindungan pemuda. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka Pedoman
Program Kewirausahaan Pemuda melalui Lembaga Kepemudaan ini disusun,
dalam rangka memberikan panduan kepada pengelola program, lembaga
kepemudaan, dan stakeholders lainnya untuk melaksanakan program sesuai
dengan tujuan yang telah ditetapkan.

B. Pengertian
Yang dimaksudkan dengan Program Kewirausahaan Pemuda melalui
Lembaga Kepemudaan adalah: Program Pendidikan Kecakapan Hidup yang
diselenggarakan secara khusus untuk memberikan kesempatan belajar bagi
pemuda usia produktif agar memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan
menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan yang ditopang oleh sikap mental
kreatif, inovatif, profesional, bertanggung jawab, serta berani menanggung
resiko dalam mengelola potensi diri dan lingkungannya sebagai bekal untuk
peningkatan kualitas hidupnya.

C. Tujuan Pedoman
Sebagai panduan bagi pengelola program, lembaga kepemudaan, serta
lainnya dalam proses perencanaan, pengusulan program, penyaluran dana,
dan pelaporan penyelenggaraan program Kewirausahaan Pemuda melalui
Lembaga Kepemudaan.

D. Tujuan Program
Tujuan penyelenggaraan program Kewirausahaan Pemuda adalah:
1) Memberdayakan lembaga kepemudaan untuk berpartisipasi dalam
pengentasan pengangguran dan kemiskinan; berpartisipasi dalam upaya
mengurangi angka pengangguran.

2) Memberdayakan para pemuda usia produktif untuk meningkatkan


pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental sesuai dengan
kebutuhan/peluang pasar kerja pada dunia usaha/dunia industri (DUDI)
dan/atau berusaha mandiri;

2
BAB II RUANG LINGKUP

A. Penyelenggara Program

1. Lembaga penyelenggara program adalah:

a. OKP, LSM Kepemudaan, Yayasan yang bergerak di bidang


kepemudaan, Sentra Pemberdayaan Pemuda, Sentra Kewirausahaan
Pemuda, dan lembaga kepemudaan lainnya Tingkat Nasional.
b. Untuk pengembangan model pendidikan kewirausahaan pemuda,
Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Propinsi atau nama
lain yang sejenis dapat mengajukan proposal penyelenggaraan
program kepada Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan
Informal (BPPNFI) Regional I Medan

2. Persyaratan penyelenggara program :


a. Berbadan hukum/memiliki akte notaris dan atau memiliki AD/ART dan
SK Kepengurusan,
b. Memiliki rekening bank dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) atas
nama lembaga (bukan rekening dan NPWP pribadi).
c. Memiliki jaringan mitra kerja yang relevan dengan jenis keterampilan
yang dibelajarkan.
d. Sanggup melaksanakan proses pembelajaran yang dibuktikan dengan
Surat Pernyataan Kesanggupan.

B. Peserta Program

1. Sasaran Peserta Program


Sasaran peserta program Kewirausahaan Pemuda untuk lembaga
kepemudaan ini berjumlah 350 orang. Dana untuk setiap orang peserta
rata-rata Rp. 1.000.000,-

2. Kriteria
Kriteria peserta program adalah:
a. Pemuda usia produktif (18-35 tahun),
b. Menganggur
c. Berasal dari keluarga tidak mampu;
d. Minimal dapat baca, tulis, hitung;
e. Memiliki kemauan untuk belajar dan bekerja, dibuktikan dengan Surat
Pernyataan Kesanggupan Peserta Program.

3
3. Rekrutmen dan Seleksi
a. Lembaga penyelenggara program melakukan rekrutmen dan seleksi
peserta program.
b. Rekrutmen dan seleksi dapat dilakukan baik sendiri maupun dengan
pihak lain.
c. Lembaga kepemudaan tingkat nasional dapat mengajukan peserta
program sejumlah 50 sampai dengan 75 orang.
d. BPKB dalam rangka pengembangan model kewirausahaan pemuda
dapat mengajukan peserta program sejumlah 25 sampai dengan 50
orang.
3. Fasilitas dan Program Pembelajaran
a. Fasilitas pembelajaran yang menjadi tanggungjawab lembaga
penyelenggara, diantaranya: gedung, mebeler, alat-alat praktek, dan
sebagainya.
b. Lembaga penyelenggara wajib menyusun kurikulum dan bahan ajar
sesuai dengan peluang dan kebutuhan dunia kerja dan/atau usaha
mandiri.
c. Lembaga penyelenggara wajib menyediakan tenaga pendidik/
instruktur yang kompeten di bidangnya.
d. Lembaga penyelenggara wajib melakukan evaluasi di akhir kegiatan
pembelajaran.
e. Sebagai tindak lanjut program, lembaga penyelenggara dapat
melakukan pendampingan untuk merintis usaha mandiri.

C. Jenis Keterampilan/Vokasi
Keterampilan yang diselenggarakan dalam program kewirausahaan pemuda
adalah jenis keterampilan yang sesuai dengan peluang usaha dan kebutuhan
dunia kerja, antara lain:
Bidang Jasa Bidang Produksi
1. Menjahit 1. Pertanian
2 Tata Kecantikan Kulit/Rambut 2 Perkebunan
3 Tata Rias Pengantin 3 Perikanan darat dan laut
4 Jasa Boga 4 Kehutanan
5 Otomotif/perbengkelan/Stir Mobil 5 Peternakan
6 Elektronika 6 Pertamanan
7 Komputer 7 Keterampilan produksi lainnya
8 Pariwisata (Perhotelan) yang dianggap laku di pasar
9 Sablon sekitar (marketable)
10 Service Handphone
11 Pertukangan
12 Bengkel Las
13 Pramuwisma
14 Jenis Keterampilan bidang jasa
lainnya sesuai kebutuhan pasar
kerja dan usaha di lingkungan
masyarakat

4
D. Program Pembelajaran
a. Kurikulum sebagai acuan dalam proses pembelajaran disediakan oleh
penyelenggara berdasarkan kebutuhan pelatihan dan pengembangan
usaha.
b. Kurikulum pelatihan Kewirausahaan Pemuda melalui lembaga
kepemudaan mencakup empat kecakapan, yaitu;
1). Kecakapan personal; ketaqwaan, kejujuran, kemandirian, disiplin,
kerja keras, semangat untuk maju untuk menunjang kewirausahaan
pemuda;
2). Kecakapan sosial; toleransi, kerjasama, gotong royong, komunikasi
sosial untuk menunjang kewirausahaan;
3). Kecakapan fungsional dalam kewirausahaan dideskripsikan
sebagai kecakapan:
a) Mengenal alat-alat produksi
b) Menggunakan alat-alat secara benar
c) Mengenal karakter bahan sesuai dengan kriteria yang benar
d) Dapat melaksanakan pekerjaan dengan tata kerja yang tepat
dan cermat, sehingga kecil kemungkinan kesalahannya.
4). Kecakapan manajerial menggambarkan kemampuan:
a) Mengidentifikasi dan mengenal potensi usaha
b) Mengenal karakter pembeli
c) Mengenal masalah yang mungkin timbul secara antisipatif
d) Mengenal tata kelola usaha sesuai dengan format yang baku
e) Memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah secara baik
f) Memiliki kemampuan untuk memimpin dan mengatur tiga
kelompok secara profesional dan proporsional

Deskripsi materi dan metode pembelajaran menjadi tanggung


jawab oleh penyelenggara.

c. Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan pemuda untuk


Kewirausahaan Pemuda melalui lembaga kepemudaan menekankan
pada penguasaan keterampilan berwirausaha yang mengoptimalkan
pemanfaatan sumber daya yang tersedia, dan dilatih oleh narasumber
yang memiliki kapasitas, pengalaman dan kemampuan sebagai pelaku
usaha, yang telah terbukti sebagai pengusaha yang sukses.

E. Pemanfaatan Dana
Komposisi penggunaan dana sebagai berikut:
1. Biaya manajemen (maksimal 10%), dipergunakan untuk keperluan
manajemen penyelenggaraan program, misalnya: honorarium pengelola,
penyusunan proposal, biaya rapat-rapat, dan biaya-biaya lain yang
menunjang kelancaran penyelenggaraan program.

5
2. Biaya penyelenggaraan Pelatihan (maksimal 40%), dipergunakan untuk
publikasi, rekrutmen Peserta Program, honorarium pendidik, bahan dan
peralatan praktek, laporan dan dokumentasi, bahan habis pakai termasuk
ATK, dan biaya operasional tidak langsung seperti biaya daya dan jasa,
pemeliharaan peralatan serta biaya operasional lainnya yang menunjang
proses pembelajaran.
3. Biaya Pemandirian Usaha/Modal (minimal 50%), dipergunakan untuk
kepentingan pembelian bahan dan alat oprasional untuk pemandirian.

6
BAB III PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN
PROPOSAL

A. Penyusunan Proposal

1. Lembaga yang berminat sebagai penyelenggara program Kewirausahaan


Pemuda menyusun proposal yang meliputi asepk-aspek:
a) What; apa jenis keterampilan yang akan diusulkan dan apa tujuannya,
b) Why: mengapa program itu diusulkan,
c) Who: siapa / lembaga penyelenggaranya, siapa calon instruktur, dan
siapa calon warga belajarnya,
d) When: kapan program itu akan dilaksanakan,
e) Where: di mana program akan dilaksanakan, dan
f) How: bagaimana rencana penyelenggaraannya.

2. Proposal dibuat dan ditandatangani oleh pimpinan lembaga calon


penyelenggara program, dilengkapi dengan dokumen-dokumen
pendukung, dan memperoleh rekomendasi dari kepala dinas yang
menangani kepemudaan minimal di Provinsi setempat.

B. Mekanisme Pengajuan Proposal


1. Lembaga Kepemudaan Tingkat Nasional calon penyelenggara program
mengirimkan proposal ke Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan
di Jakarta atau ke P2PNFI/BPPNFI dengan tembusan kepada Deputi
Bidang Pemberdayaan Pemuda.

2. BPKB calon penyelenggara program mengirimkan proposal ke BP-PNFI


dengan tembusan ke Dinas Propinsi yang menangani kepemudaan.

C. Waktu Pengajuan Proposal


Waktu pengajuan proposal dilakukan mulai bulan April sampai dengan bulan
Mei 2009.

7
BAB IV PENILAIAN PROPOSAL DAN
PENETAPAN LEMBAGA

A. Tim Penilai
Tim penilai proposal di BP-PNFI terdiri atas:
a. Tim Penilai Proposal dibentuk dan bertanggungjawab kepada Kepala
BPPNFI untuk wilayah regional masing-masing sebagaimana
terlampir,
b. Tim Penilai Proposal terdiri dari unsur BPPNFI, dan Dinas Pemuda
dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara,
c. Tim Penilai Regional terdiri dari seorang Ketua, seorang Sekretaris
dan 3 orang anggota,
d. Tim Penilai didukung oleh sekretariat Tim Penilai BPPNFI

Tim Penilai bertugas :


1. Meneliti dan menilai kelengkapan dokumen proposal yang diusulkan,
2. Menilai kelayakan program yang diajukan oleh lembaga kepemudaan,
3. Melakukan verifikasi (visitasi) ke lapangan,
4. Melaporkan hasil penilaian kepada penanggungjawab program.

B. Mekanisme Penilaian Proposal


1. Penilaian proposal dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: a) Penilaian
administrasi, dan b) Penilaian substansi/teknis,
2. Penilaian kelengkapan administrasi dilakukan dengan cara melakukan
pengecekan terhadap kelengkapan yang disyaratkan,
3. Penilaian substansi/teknis dilakukan terhadap proposal yang telah lolos
pada penilaian kelengkapan administrasi melalui penilaian proposal dan
verifikasi (visitasi) ke lapangan,
4. Setiap tahapan penilaian, dibuatkan Berita Acara Penilaian, yang
ditandatangani oleh seluruh anggota Tim Penilai,
5. Tim Penilai menyampaikan lembaga kepemudaan yang telah lolos
penilaian kepada Kepala BPPNFI untuk ditetapkan sebagai
penyelenggara program.

C. Penetapan Penyelenggara Program


1. Kepala BPPNFI berdasarkan hasil Tim Penilai, menetapkan lembaga
kepemudaan atau BPKB sebagai penyelenggara program,

8
2. Surat Keputusan (SK) Hasil Penetapan lembaga kepemudaan atau BPKB
sebagai penyelenggara program disampaikan kepada Direktur Pembinaan
Kursus dan Kelembagaan Depdiknas dan Asdep Pemberdayaan
Lembaga Kepemudaan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga.
3. Penetapan lembaga kepemudaan atau BPKB penyelenggara program
akan diakhiri pada saat kuota telah terpenuhi tanpa menunggu akhir
periode.

D. Penyaluran Dana
Mekanisme penyaluran dana dilakukan sebagai berikut:
1. Ketua lembaga kepemudaan atau Kepala BPKB yang ditetapkan sebagai
penyelenggara program menandatangani akad kerjasama dengan Kepala
BPPNFI,

2. Setelah penandatanganan SK penetapan dan akad kerjasama, Kepala


BPPNFI mengajukan usulan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan
Negara (KPPN) Medan I, untuk membayarkan/ mengirimkan dana
penyelenggaraan program ke rekening lembaga kepemudaan atau BPKB
sebagai penyelenggara program.

3. Setelah menerima dana, lembaga kepemudaan atau BPKB sebagai


penyelenggara Program menyampaikan surat pemberitahuan bahwa dana
telah diterima dan akan segera melaksanakan program/kegiatan
pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam
proposal.

9
BAB V INDIKATOR KEBERHASILAN,
PENGENDALIAN MUTU DAN PELAPORAN

A. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan program dapat dilihat dari:
1. Meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan keahlian bagi pemuda
binaan untuk membentuk usaha mandiri atau bekerja,
2. Terbentuknya kelompok usaha mandiri.

B. Pengendalian Mutu dan Pengawasan


Pengendalian mutu dan pengawasan terhadap pelaksanaan Program perlu
dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas dan pencitraan publik. Pengendalian
mutu dilakukan melalui monitoring, evaluasi, dan pelaporan. Pengendalian
dilakukan oleh unsur Internal dan Eksternal, antara lain:
1. Departemen Pendidikan Nasional,
2. Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga,
3. BPPNFI,
4. Dinas Pendidikan Provinsi
5. Dinas Pemuda dan Olahraga/Instansi yang menangani program
kepemudaan Provinsi,
6. Instansi/Lembaga yang memiliki wewenang melakukan fungsi
pengawasan. Pengendalian mutu dan pengawasan meliputi aspek- aspek
administrasi, manajemen pelaksanaan, tingkat pencapaian, dan
penggunaan anggaran Program Kewirausahaan Pemuda.

C. Pelaporan

Lembaga kepemudaan atau BPKB penyelenggara program diwajibkan


membuat dan menyampaikan laporan secara tertulis :
1. Laporan Keuangan sesuai format terlampir disampaikan setiap bulan
sejak dana diterima sampai berakhir program
2. Laporan Perkembangan sesuai format terlampir yang disampaikan dalam
pertengahan program.
3. Laporan Akhir disampaikan paling lambat 2 minggu setelah akhir masa
program pembelajaran kepada Kepala BPPNFI dengan tembusan kepada
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga setempat;

10
BAB VI PENUTUP

Program kewirausahaan pemuda yang dirancang sebagai program sinergis


antara Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan Kementerian Negara
Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora), memerlukan pemantapan dalam hal
proses persiapan dan pelaksanaannya. Sehubungan dengan ini, dipandang
perlu untuk menerbitkan pedoman ini agar dapat menjadi acuan, rujukan, dan
petunjuk bagi semua pihak yang berkepentingan dalam merencanakan,
mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengendalikan penyelenggaraan
program tersebut. Program kewirausahaan pemuda yang dirancang oleh
Depdiknas dan Kemenegpora ini, diharapkan dapat mengakselerasi enyelesaian
masalah-masalah sosial khususnya untuk mengurangi angka pengangguran dan
mengentaskan kemiskinan, dalam rangka mencapai masyarakat Indonesia yang
lebih sejahtera, adil, dan bermartabat.

——————————————————————————
Apabila ada hal yang belum jelas, dapat menghubungi Kelompok Kerja
(Pokja) program kewirausahaan pemuda pada Direktorat Pembinaan Kursus
dan Kelembagaan dengan nomor Telepon 021-5725504, 021-5738325 Fax.
021-57904363/5725041, 021-5738325 dan dapat mengunjungi website
www.infokursus.net

11
KATA PENGANTAR
Kepala BP-PNFI Regional I

Penganggguran dan kemiskinan hingga saat ini merupakan masalah besar


bangsa Indonesia terlebih setelah negara kita juga kena imbas krisis keuangan
global.

Sehubungan dengan hal di atas, sangat diperlukan upaya-upaya untuk


mengurangi pengangguran dan kemiskinan baik di perkotaan maupun di
pedesaan. Upaya yang ditempuh Direktorat Pembinaan Kursus dan
Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal,
Departemen Pendidikan Nasional yaitu dengan menyelenggarakan program
Kursus dan Pelatihan yang berbasis pendidikan kecakapan hidup (Lifeskills).
Program tersebut antara lain Kursus Wirausaha Desa (KWD), Kursus Wirausaha
Kota (KWK), PKH kerjasama SMK/Poltek/BLK, Kursus Wirausaha Pemuda
melalui Lembaga Kepemudaan, Kelompok Usaha Pemuda Produktif, Kursus
Wirausaha melalui Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP3) yang
mempunyai tujuan agar peserta didik dapat bekerja dan/atau usaha
mandiri/berwirausaha, serta program Kursus Para-Profesi (KPP) yang
diharapkan menghasilkan peserta didik yang dapat bekerja di dalam maupun di
luar negeri.

Berkaitan dengan hal tersebut, dipandang perlu menerbitkan pedoman untuk


memberikan panduan kepada lembaga-lembaga yang berkeinginan khususnya
kelompok SP3 untuk mengakses program-program di atas.

Semoga upaya mulia kita ini, mendapat Ridho dari Allah SWT, amin.

Medan, Maret 2009


Kepala BP-PNFI Regional I,

Drs. Kastum, M.Pd


NIP. 132056909

12i
DAFTAR ISI

KATA SAMBUTAN ......................................................................... i


KATA PENGANTAR ........................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................. vi

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ....................................................... 1
B. Pengertian ............................................................ 3
C. Tujuan Pedoman ...................................................... 3
D. Tujuan Program ....................................................... 3

BAB II : RUANG LINGKUP


A. Penyelenggara Program .............................................. 5
B. Peserta Program ...................................................... 5
C. Jenis Keterampilan/Vokasi ......................................... 7
E. Pemanfaatan Dana ................................................ 7

BAB III : PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN PROPOSAL


A. Penyusunan Proposal …………………………………. 9
B. Mekanisme Pengajuan Proposal ……………………….. 9
C. Waktu Pengajuan proposal ………………………….. 10

BAB IV : PENILAIAN PROPOSAL DAN PENETAPAN LEMBAGA


A. Tim Penilai …………………………………………….. 11
B. Mekanisme Penilaian Proposal ………………………. 13
C. Penetapan Penyelenggara Program …………………… 13
D. Penyaluran Dana ………………………………………. 14

BAB V : INDIKATOR KEBERHASILAN, PENGENDALIAN MUTU


DAN PELAPORAN
A. Indikator Keberhasilan ............................................. 15
B. Pengendalian Mutu .................................................. 15
C. Pelaporan ................................................................. 16

BAB VI : PENUTUP ..................................................................... 17

LAMPIRAN-LAMPIRAN

ii 13
LAMPIRAN 1
SISTEMATIKA PROPOSAL PROGRAM
KEWIRAUSAHAAN PEMUDA

A. JUDUL
1. Judul program “KEWIRAUSAHAAN PEMUDA MELALUI LEMBAGA
KEPEMUDAAN”,
Berisi informasi tentang :
a) Jenis keterampilan yang akan diselenggarakan
b) Karakteristik umum warga belajar/peserta didik
c) Nama, alamat, identitas, dan perijinan lembaga

Contoh :

PROPOSAL
PROGRAM KEWIRAUSAHAAN PEMUDA MELALUI
LEMBAGA KEPEMUDAAN
Bidang: Menjahit
Pemuda di Dk. Kedung Mojo, Ds. Kedung Sukodani
Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo
Jawa Timur

Diajukan oleh:
KARANG TARUNA “MOJOPAHIT”
Desa Kedung Sukodani, Kec. Balongbendo
Kab. Sidoarjo, Prov. Jawa Timur
Telp…………………….
2009

14
B. KATA PENGANTAR

C. HALAMAN REKOMENDASI
Surat rekomendasi yang menjelaskan bahwa proposal yang diajukan layak
dipertimbangkan untuk menjadi penyelenggara program kewirausahaan
pemuda. Surat rekomendasi berasal dari Subdin PLS Provinsi/Subdin yang
menangani program Kepemudaan

D. Bukti akad kerjasama bagi lembaga yang akan menempatkan lulusannya ke


DUDI.

E. DAFTAR ISI
1. BAB I PENDAHULUAN
Berisi uraian tentang:
a. Latar Belakang
Gambaran tentang masalah dan tantangan yang dihadapi para
pemuda, dan upaya yang ditempuh untuk mengatasinya. Pentingnya
program kewirausahaan pemuda melalui lembaga kepemudan dalam
rangka pemberdayaan, pengembangan, dan perlindungan pemuda.
b. Maksud
Menjelaskan maksud penyelenggaraan bidang keterampilan yang
akan dilatihkan.
c. Tujuan
Menjelaskan tujuan penyelenggaraan program kewirausahaan
pemuda secara ringkas, padat, terukur, dan relevan dengan
pendidikan kecakapan hidup yang akan diselenggarakan.

2. BAB II RUANG LINGKUP PROGRAM


Berisi uraian tentang:
a. Organisasi penyelenggara: lembaga penyelenggara dan struktur
organisasi, penanggungjawab program dilengkapi dengan kualifikasi
dan kompetensi.
b. Sasaran: siapa sasarannya dengan kriteria: usia, pendidikan, dan latar
belakang sosial ekonomi.
c. Narasumber/Pendidik/Instruktur: Kualifikasi, kompetensi, dan
pengalaman dilengkapi dengan sertifikat.
d. Fasilitas yang dimiliki: jelaskan jenis dan jumlah serta kepemilikan
gedung dan sarana prasarana pembelajaran teori dan praktek.
e. Tempat pelaksanaan: jelaskan lokasi pembelajaran teori dan praktek.
f. Kurikulum: jelaskan kurikulum yang dipakai dalam proses
pembelajaran (harus berbasis kompetensi).
g. Bahan ajar yang digunakan: jelaskan judul dan jenisnya.
h. Evaluasi dan uji kompetensi: jelaskan bentuk evaluasi dan sertifikasi
kompetensi yang akan dilakukan.
i. Networking: rencana organisasi, lembaga yang akan diajak kerjasama.

15
3. BAB III LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
a. Tahap persiapan
Jelaskan tahap-tahap mulai dari memperoleh peluang kerja/wirausaha,
penyusunan proposal, Rekrutmen calon peserta didik, penyusunan
kurikulum dan bahan ajar.
b. Proses Pembelajaran
Jelaskan secara rinci tahap-tahap pembelajaran teori dan praktek
termasuk waktu dan jadual.
c. Proses sertifikasi
Jelaskan dimana, kapan, dan lembaga sertifikasi.
d. Proses penempatan
Jelaskan proses dan jadual penempatan lulusan ke DUDI/wirausaha.

4. BAB IV RENCANA PENGGUNAAN ANGGARAN


Jelaskan secara rinci penggunaan anggaran dengan mengacu pada
pedoman.

5. BAB V TOLOK UKUR KEBERHASILAN


a. Jelaskan berapa jumlah peserta didik yang berhasil menyelesaikan
kegiatan pembelajaran sampai tuntas (bersertifikat).
b. Jelaskan berapa jumlah peserta didik yang disalurkan
bekerja/berwirausaha.
c. Jelaskan kesanggupan untuk melaporkan pelaksanaan program
(success story).
d. Jelaskan kesanggupan mengadministrasikan kegiatan dengan tertib.

6. LAMPIRAN
a. Legalitas lembaga:
1) Akta notaris/badan hukum lembaga.
2} Surat rekomendasi sesuai dengan persyaratan.
3) Rekening dan NPWP atas nama lembaga
4) Penghargaan/bukti sukses yang pernah dicapai lembaga

b. Dokumen pendukung:
1) Struktur organisasi
2) Daftar nama pendidik (identitas dilengkapi dengan ijazah, sertifikat
dan penghargaan yang relevan)
3) Daftar fasilitas pembelajaran teori dan praktek yang dimiliki
lembaga.
Catatan : daftar nama peserta didik dan jadual pembelajaran
wajib dilampirkan pada saat penandatanganan AKAD
kerjasama.

16
LAMPIRAN 2
KOP LEMBAGA YANG MEMBERIKAN
REKOMENDASI

REKOMENDASI
Nomor: .......................

Berdasarkan hasil verifikasi lembaga dan dokumen proposal yang diajukan,


dengan ini kami memberikan rekomendasi kepada:

Nama lembaga : ...............................................................


Penanggung jawab : ...............................................................
Alamat lembaga : ...............................................................
Telp. .................... Fax. .........................

Untuk ikut berkompetisi sebagai calon penyelenggara program ....................,


dengan jenis keterampilan .........................................
Apabila proposal disetujui, kami bersedia ikut membina dan memantau
pelaksanaan program oleh lembaga tersebut di atas.
Demikian, rekomendasi ini diberikan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

........................., .................2009

Tanda tangan dan cap stempel


lembaga pemberi rekomendasi

Nama lengkap
NIP........................

17
LAMPIRAN 3
SISTEMATIKA LAPORAN

BAB I PENDAHULUAN
 Latar Belakang: Jelaskan cara memperoleh MoU peluang kerja
atau wirausaha oleh lembaga pengusul dan pengalaman dalam
melaksanakan program Kewirausahaan Pemuda atau sejenisnya.
 Pengertian: jelaskan pengertian bidang keterampilan yang akan
dilatihkan.
 Tujuan: jelaskan tujuan penyelenggaraan program Kewirausahaan
Pemuda dengan rumusan yang singkat, padat dan terukur serta
relevan dengan Pendidikan Kecakapan Hidup yang akan
diselenggarakan

BAB II RUANG LINGKUP PROGRAM


Berisi uraian tentang :
 Organisasi penyelenggara: lembaga penyelenggara dan
struktur organisasinya, penanggungjawab program dilengkapi
dengan kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki.
 Sasaran : jumlah sasaran/garapan yang dilatih sesuai akad
kerjasama (criteria sasaran: usia, pendidikan, dan latar belakang
social ekonomi)
 Narasumber/Pendidik/Instruktur: jelaskan narasumber
selama proses pelaksanaan (kualifikasi, kompetensi dan
pengalaman dilengkapi dengan sertifikat yang dimiliki)
 Fasilitas yang dimiliki: jelaskan fasilitas yang digunakan
selama proses pembelajaran (jenis dan jumlah serta kepemilikan
gedung dan sarana prasarana pembelajaran teori dan praktek).
 Tempat pelaksanaan: jelaskan lokasi pembelajaran teori
dan praktek selama proses pembelajaran.
 Kurikulum: jelaskan kurikulum yang dipakai dalam proses
pembelajaran (harus berbasis kompetensi) yang telah
dilaksanakan.
 Bahan ajar yang digunakan: jelaskan judul dan jenis bahan
ajar yang telah digunakan dalam proses pembelajaran.
 Evaluasi dan uji kompetensi: jelaskan bentuk evaluasi dan
sertifikasi kompetensi yang dilakukan.
 Jaringan kerja : jelaskan dinas/instansi/organisasi/dudi
yang diajak bekerjasama dalam proses pelaksanaan kegiatan.

18
BAB III LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
 Tahap persiapan
Jelaskan tahap-tahap mulai dari memperoleh MoU penempatan
kerja/rencana wirausaha, penyusunan proposal, Rekrutmen calon
peserta didik, penyusunan kurikulum dan bahan ajar.
 Proses Pembelajaran
Jelaskan secara rinci tahap-tahap pembelajaran teori dan praktek
termasuk waktu dan jadual yang telah dilaksanakan.
 Proses sertifikasi
Jelaskan dimana, kapan, dan dengan lembaga sertifikasi
kompetensi yang telah dilaksanakan.
 Proses penempatan/wirausaha.
Jelaskan proses dan jadual penempatan lulusan ke DUDI/
wirausaha.

BAB IV PENGGUNAAN ANGGARAN


Jelaskan secara rinci penggunaan anggaran selama pelaksanaan
kegiatan.

BAB V HASIL KEGIATAN


 Jumlah peserta didik yang memperoleh sertifikat.
 Jumlah peserta didik yang disalurkan bekerja.
 Jumlah peserta didik yang berusaha mandiri.

BAB VI PENUTUP
 Masalah dan Kendala
 Solusi untuk memecahkan masalah dan kendala
 Usulan kebijakan

LAMPIRAN
• Fotocopy sertifikat peserta didik
• Dokumen penempatan kerja/berwirausaha
• Matrik sukses story
• Kuitansi-kuitansi penggunaan anggaran
• Foto-foto atau VCD pelaksanaan kegiatan.

19
LAMPIRAN 4

MATRIK SUCCESS STORY


No Foto Nama Alamat Jenis Tempat Penghasilan Kontak Ket
Ket/Vokasi Kerja/Usaha Person

…………,………………………2009

(…………….……………………….)
Ketua/Pimpinan Lembaga……….

20
LAMPIRAN 5
Contoh :
MATRIK PENGGUNAAN DANA
PENYELENGGARAAN PROGRAM
KEWIRAUSAHAAN PEMUDA *)

Catatatan
*) Sebagai panduan penyelenggaraan pembukuan keuangan di lembaga

No Uraian Jumlah No Uraian Banyak Jumlah


Penerimaan (Rp) Pengeluaran nya (Rp)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Penarikan pertama 12.000.000 1. Pembelian ATK:


tanggal 21 Februari a. Kertas 2 rim 20.000
b. dll
2. Penarikan ke dua ............. 2 Honorarium 3 org ...............
tanggal ......... Instruktur

Saldo 3.000.000
40.000.000 Jumlah 40.000.000

.....................,.......................2009
Ketua/Pimpinan Lembaga..........

(...........................................)

Keterangan:
(1) Diisi dengan nomor urut penerimaan dana blockgrant
(2) Diisi dengan uraian penerimaan disertai tanggal penerimaan/penarikan
dana blockgrant dari bank. Penarikan dana dari bank bisa sekaligus atau
secara bertahap sesuai kebutuhan. Lebih dianjurkan agar penarikan
dilakukan secara bertahap.
(3) Diisi dengan jumlah dana yang diterima/ditarik dari bank
(4) Diisi dengan nomor urut pengeluaran/penggunaan dana, sekaligus
sebagai nomor bukti pengeluaran yang harus dilampirkan sebagai bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
(5) Diisi dengan uraian pengeluaran/penggunaan dana disertai tanggal
pengeluaran.
(6) Diisi dengan banyak/jumlah pembelian/pembayaran, seperti: 2 rim, 3
orang, 5 buah, dst.
(7) Diisi dengan jumlah dana yang dikeluarkan.

21
(8) Saldo diisi dengan selisih antara jumlah kolom (3) dengan jumlah kolom
(7).
LAMPIRAN 6
SISTEMATIKA LAPORAN PERKEMBANGAN
PROGRAM PKH (KWD, KPP, KWK)

1. Halaman Sampul
- Judul Laporan
- Nama Lembaga Penyelenggara PKH
- Alamat Lengkap

2. Halaman Kata Pengantar

3. Halaman Daftar Isi

BAB I : Pendahuluan
A. Latar Belakang
Memuat tentang uraian perlunya laporan dibuat

B. Dasar
Cantumkan dasar hukum berkaitan dengan program

C. Tujuan
Memuat rumusan tujuan laporan

BAB II :PERKEMBANGAN PELAKSANAAN PROGRAM


A. Tingkat Capaian Program (Fisik)
1. Waktu dan Tempat
Uraikan berapa kali seminggu belajar, hari belajar, dan jam
belajar. Dimana dilaksanakan pembelajaran baik teori
maupun praktek.

2. Kehadiran
Sajikan tingkat kehadiran warga belajar, tutor,
penyelenggara, setiap bulan sampai batas laporan
perkembangan disusun.

3. Pembelajaran
Sajikan materi-materi pembelajaran yang telah disampaikan.
Bila dibarengi dengan praktek, uraikan juga praktek apa saja
yang telah dilaksanakan dalam mendukung pembelajaran
teori sampai batas laporan perkembangan disusun.

22
4. Penilaian Belajar
Jelaskan apakah telah ada dilaksanakan penilaian belajar,
kapan dilaksanakan, dalam bentuk apa penilaian diberikan
dan hasil belajar secara umum.
5. Administrasi
Sebutkan administrasi apa saja yang telah dibuat dan
dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan program.

B. Tingkat Capaian Keuangan


Sebutkan Pendanaan apa saja yang telah direalisasikan dari
komponen dana manajemen, dana operasional, dan personal
sesuai proposal. Berapa total persentase keuangan telah
terealisasi (Laporan secara rinci dibuat pada laporan keuangan
tersendiri).

BAB III: PERMASALAHAN


A. Hambatan Pelaksanaan Program
Sebutkan apa saja yang dirasakan sebagai faktor penghambat
dalam melaksanakan program.

B. Solusi
Jelaskan apakah upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi
atau menghilangkan hambatan yang ada, rekomendasi apa yang
perlu disampaikan untuk membantu memberikan solusi dari pihak
lain.

Catatan:
Laporan perkembangan dibuat dan disampaikan
ke BP-PNFI Regional I Medan kira-kira pada pertengahan
Pelaksanaan program.

23
24
LAMPIRAN 7
LAPORAN BULANAN
PEMANFAATAN DANA BLOCKGRANT
.....................................................

BULAN :
NAMA LEMBAGA :
JUMLAH DANA :
REALISASI Sisa
Sasaran Satuan Alokasi Dana
No Uraian Biaya Dana per Keuangan
Kegiatan dan Rencana Realisasi (Unit Kegiatan Jlh Bulan Jlh Bulan Jlh sampai Keu- Fisik
Sub Kegiatan Cost (Rp) Lalu Lalu dengan angan (%)
Rp.) (Rp) (Rp) Bulan Ini (%)
(Rp)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Jumlah

Mengetahui:
Kepala SKB / BPKB .... Bendaharawan,

.............................. ...................................
NIP NIP

25
LAMPIRAN 8
ALAMAT
UNTUK PENGAJUAN PROPOSAL

Proposal diajukan ke alamat berikut ini:


BPPNFI Regional I,
Jl Kenanga Raya No. 64 Tanjungsari, Medan

26