Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN

DENGAN GANGGUAN SISTEM INTEGUMEN


(ULKUS, TUMOR BENIGNA DAN KEGANASAN
PADA KULIT)
Ulkus Dan Tumor Benigna Pada Kulit

Ulserasi

Kehilangan superficial jaringan permukaan akibat kematian sel dinamakan ulserasi.


Sebuah ulkus yang sederhana seperti jenis ulkus yang ditemukan pada lukabakar dengan
superficial derajat dua yang kecil cenderung sembuh dengan granulasi (granul jaringan yang
baru) jika luka tersebut dijaga kebersihannya dan dilindungi terhadap cedera. Bilamana
terkena udara, serum yang mengalir keluar akan mongering dan membentuk krusta. Dibawah
krusta, sel-sel epitel akan tumbuh dan menutupi seluruh permukaan luka. Penyakit tertentu
menyebabkan ulkus yang khas, missal ulkus tuberculosis dan ulkus sifilis.

Ulkus yang disebabkan defisiensi sirkulasi arterial. Ulkus yang berhubungan dengan
masalah sirkulasi arterial terlihat pada pasien-pasien dengan penyakit vaskuler periver,
arteriosklerosis, penyakit Raynaud dan frostbite. Pada pasien-pasien ini, terapi ulserasi harus
dilaksanakan bersama terapi penyakit arterial. Bahayanya berasal dari infeksi sekunder.
Kerapkali amputasi bagian tersebut merupakan satu-satunya terapi yang efektif.

Ulkus karena tekanan (Dekubitus). Dekubitus terjadi akibat tekanan yang terus-menerus
pada daerah tertentu kulit.

TUMOR KULIT

KISTA

Kista pada kulit merupakan rongga berdinding epitel yang berisikan bahan cair atau
padat.

Kista epidermis (epidermoid) kerapkali terjadi dan dapat dideskripsikan sebagai tumor
yang menonjol, kenyal serta tumbuh lambat dan paling sering ditemukan di daerah wajah,
leher, dada bagian atas serta punggung. Pengangkatan kista tersebut akan menghasilkan
kesembuhan.

Kista pilaris (kista trichilemmal), yang mula-mula dinamakan kista sebasea, paling
sering ditemukan pada kulit kepala. Kista ini tampaknya berasal dari folikel rambut bagian
tengah dan dari sel-sel selubung luar akar rambut. Terapinya adalah pengangkatan dengan
pembedahan.

TUMOR BENIGNA

Keratosis seborea. Tumor ini merupakan lesi benigna yang menyerupai veruka dengan
berbagai ukuran dan warna yang bervariasi dari warna cokelat cerah hingga hitam. Kista
seboreika biasanya terdapat pada muka, bahu, dada serta punggung, dan merupakan tumor
kulit yang paling sering terlihat pada orang-orang usia baya dan lansia. Kista tersebut
mungkin secara kosmetik tidak dapat ditoleransi oleh pasien, dan keratosis yang berwarna
hitam dapat didiagnosis secara keliru sebagai melanoma maligna. Terapinya adalah
pengangkatan jaringan tumor dengan cara eksisi, elektrokauter dan kuretase, atau dengan
menggunakan karbondioksida atau nitrogen cair.

Keratosos aktinika merupakan lesi kulit pramalignan yang tumbuh pada daerah tubuh
yang terkena sinar matahari terus-menerus. Keratosis ini tampak sebagai bercak-bercak yang
kasar, bersisik dengan eritema di baliknya. Lesi ini secara berangsur-angsur dapat berubah
bentuk menjadi karsinoma sel skuamosa kulit.

Veruka (kutil, Wart). Veruka merupakan tumor kulit benigna yang sering ditemukan
dan disebabkan oleh infeksi virus human papilloma yang tergolong ke dalam kelompok virus
DNA. Semua kelompok usia dapat terkena, kendati keadaan ini paling sering ditemukan di
antara usia 12 dan 16 tahun. Ada banyak tipe veruka.

Biasanya veruka merupakan kelainan yang asimtomatik, kecuali kalau terjadi pada daerah
yang menahan beban tubuh seperti telapak kaki. Veruka dapat diterapi dengan sinar laser
yang diarahkan secara local, nitrogen cair, plester asam salisilat, elektrokauter atau dengan
larutan cantharidin.

Veruka venereal. Veruka yang terjadi di daerah genital dan perianal ini dikenal dengan
condyloma acuminate dan ternyata ditularkan lewat hubungan seks. Jenis veruka ini dapat
diterapi dengan larutan posofilin dalam tingtura benzoin.yang dioleskan pada veruka dan
kemudian dibasuh. Bentuk terapi lainnya mencakup nitrogen cair, bedah beku, bedah elektro
dan kuretase.

Angioma (tanda lahir). Tanda lahir merupakan tumor vaskuler benigna yang melibatkan
kulit dan jaringan subkutan. Tumor ini dapat ditemukan sebagai bercak yang datar dan
berwarna merah-ungu (angioma portwine) atau lesi noduler yang menonjol dan berwarna
merah terang (angioma strawberi). Angioma yang disebutkan terakhir ini memiliki
kecenderungan untuk mengalami involusi yang spontan. Sebaliknya, angioma portwine
biasanya akan bertahan tanpa batas waktu.sebagian pasien menggunakan kosmetika penutup
(covermark atau dermablend) untuk menyamarkan cacat tersebut. Sinar laser argon kini
digunakan untuk menghilangkan berbagai angioma dengan keberhasilan tertentu.

Nevus pigmentosus (mola). Mola merupakan tumor kulit yang sering ditemukan dengan
berbagai ukuran dan warna yang berkisar dari cokelat kekuningan hingga hitam. Tumor ini
dapat berupa lesi berbentuk macula yang datar atau nodul atau popula yang menonjol dan
kadang-kadang berisi rambut. Sebagian besar nevus pigmentosus merupakan lesi yang tidak
berbahaya. Kendati demikian, pada kasus-kasus yang jarang dijumpai dapat terjadi perubahan
tumor maligna dan pada lokasi nevus tumbuh melanoma. Sebagian pakar merasa bahwa
semua mola congenital harus diangkat karena insidensi perubahan malignanya yang tinggi.
Nevus yang memperlihatkan perubahan warna atau ukuran, atau yang menjadi nevus yang
simtomatik (gatal) atau yang tepinya ireguler harus diangkat untuk menentukan apakah sudah
terjadi perubahan malignan. Mola yang terjadi pada tempat-tempat yang tidak lazim harus
diperiksa dengan cermat untuk menentukan iregularitas serta cekungan pada bagian tepi mola
dan variasi warnanya. (melanoma dini kerapkali memperlihatkan kemerahan serta iritasi dan
daerah-daerah pigmentasi kebiruan dimana sel-sel yang mengandung pigmen terletak lebih
dalam di dalam kulit).nevus yang lebih besardaripada 1 cm harus diperiksa dengan cermat.
Nevus yang dieksisi harus diperiksa secara histologis.

Keloid. Keloid merupakan pertumbuhan benigna jaringan fibrosa yang berlebihan pada
lokasi sikatriks atau trauma. Keloid lebih sering dijumpai di antara orang-orang yang berkulit
gelap. Keadaan ini bersifat asimtomatik kendati dapat menyebabkan masalah kosmetika dan
cacat fisik. Terapinya yang tidak selalu berhasil memuaskan terdiri atas eksisi keloid,
penyuntikan kortikosteroid intralesi dan radiasi.

Dermatofibroma. Dermatofibroma merupakan tumor benigna jaringan ikat yang sering


dijumpai yang terutama terjadi pada ekstremitas. Tumor ini berupa papula atau nodul
berbentuk kubah yang dapat berwarna seperti warna kulit atau berwarna cokelat kemerahan.
Biopsy eksisional dermatofibroma merupakan metode terapi yang dianjurkan.

Neurofibromatosis ( Penyakit von Recklinghausen). Neurofibromatosis merupakan


kelainan herediter yang bermanifestasi dalam bentuk bercak-bercak berpigmen (macula café-
au-lait), bercak cokelat di daerah aksila dan neurofibroma kutaneus yang ukurannya
bervariasi. Perubahan pertumbuhan dapat pula terjadi pada system saraf, otot dan tulang.
Degeneras malignan neurofibroma dapat dijumpai pada sebagian pasien.

KANKER KULIT

Kanker kuit merupakan bentuk penyakit kanker yang paling sering ditemukan di Amerika
Serikat. Jika angka insidensinya tetap berlanjut seperti sekarang, diperkirakan seperdelapan
penduduk Amerika yang berkulitcerah akan menderita kanker kulit, khususnya karsinoma sel
basal. Karena kulit mudah diinspeksi, kanker kulit akan tampak serta terdeteksi dengan
mudah dan merupakan tipe kanker yang pengobatannya paling berhasil.

Penyebab dan Pencegahan

Pajanan sinar matahari merupakan penyebab utama kanker kulit, insidensinya


berhubungan dengan total pajanan sinar matahari. Kerusakan akibat sinar matahari bersifat
kumulatif, dan efek yang berbahaya dapat mencapai taraf yang berat pada usia 20 tahun.
Peningkatan insidensi kanker kulit kemungkinan disebabkan oleh perubahan gaya hidup, dan
kebiasaan orang untuk berjemur serta melakukan aktivitas di bawah sinar matahari.tindakan
protektif harus dilaukan sepanjang hidup.

Orang yang tidak memproduksi (pigmen) melanin dengan jumlah yang cukup di dalam
kulit untuk melindungi jaringan di bawahnya sangat rentan terhadap kerusakan akibat sinar
matahari. Orang yang paling berisiko itu adalah orang yang berkulit cerah, bernata biru,
berambut merah yang nenek moyangnya berdarah Celtic, atau orang dengan warna kulit yang
merah muda atau cerah disamping orang yang sudah lama terkena sinar matahari tanpa terjadi
perubahan warna kulit menjadi cokelat kekuningan.

Populasi lain yang berisiko adalah para pekerja di luar rumah (seperti petani, pelaut,
nelayan) dan orang-orang yang terpajan sinar matahari untuk suatu periode waktu. Orang
yang berusia lanjut dengan kulit yang rusak karena sinar mataharijuga merupakan kelompok
lainnya yang menghadapi risiko seperti halnya mereka yang pernah mendapat terapi sinar-x
untuk pengobatan akne atau lesi benigna kulit.

Para pekerja yang mengalami kontak dengan zat-zat kimia tertentu (senyawa arsen, nitrat,
batubara, ter serta aspal, dan parafin) juga termasuk dalam kelompok yang berisiko. Orang
yang menderita sikatriks akibat luka bakar yang berat dapat mengalami kanker kulit setelah
20 hingga 40 tahun kemudian. Kanker sel skuamosa dapat dijumpai pada daerah osteomielitis
yang mengeluarkan secret secara kronik karena perubahan neoplastikbisa terjadi di dalam
fistulanya. Ulkus yang lama pada ekstremitas bawah juga dapat menjadi lokasiasal kanker
kulit. Dalam kenyataannya, setiap keadaan yang menyebabkan pembentukan sikatriks atau
iritasi kronik dapat menimbulkan penyakit kanker. Pasien yang system kekebalannya
terganggu juga dapat memperlihatkan insidensi tumor malignan kulit yang meningkat.
Factor-faktor genetic juga dapat terlibat.

Factor-faktor lingkungan. Perubahan dalam lapisan ozon akibat polusi udara global oleh
industry, sepertipolusi klorofluorokarbon, telah memperbesar keprihatinan terhadap
peningkatan insidensi kanker kulit, khususnya melanoma melanoma maligna. Ozon
merupakan lapisan tipis gas eksplosif berwarna kebiruan yang bervariasi dalam stratosfer
yang terbentuk oleh radiasi sinar ultraviolet matahari terhadap bentuk alotropik oksigen.
Lapisan ozon diketahui memiliki ketebalan yang bervariasi menurut musimnya dengan
lapisan yang paling tebal pada kawasan Kutub Utara serta Selatan dan yang paling tipis di
daerah ekuator. Diyakini bahwa lapisan ozon ini membantu melindungi bumi terhadap efek
radiasi sinar ultraviolet matahari. Para pakar yang mengemukakan teori ini memprediksikan
peningkatan insidensi kanker kulit sebagai konsekuensi dari perubahan pada lapisan ozon.
Riset lebih lanjut harus mengungkapkan apakah destruksi ozon merupakan keprihatinan yang
layak dan ancaman kesehatan yang potensial.

TIPE-TIPE KANKER KULIT

Tipe kanker kulit yang paling sering ditemukan adalah karsinoma skuamosa
(epidermoid) dan melanoma maligna.

Manifestasi Klinis

Karsinoma sel basal tumbuh dari lapisan sel basal pada epidermis atau folikel rambut.
Penyakit kanker ini merupakan tipe kanker yang palimh sering ditemukan. Umumnya
karsinoma sel basal timbul di daerah tubuh yang terpajan sinar matahari dan lebih prevalen
pada kawasan tempat populasi penduduk mengalami pajanan sinar matahari yang intensif
serta ekstensif. Insidensi tersebut berbanding lurus dengan usia pasien (usia rata-rata 60
tahun) serta jumlah total pajanan sinar matahari, dan berbanding terbalik dengan jumlah
pigmen melanin dalam kulit.

Pencegahan Kanker kulit

Karena insidensi kanker kulit terus bertambah, upaya pencegahan seperti yang diuraikan
secara garis besar di bawah ini dapat membantu klien untuk menghindari peningkatan risiko
terkena kanker kulit.

• Jangan mencoba berjemur untuk membuat kulit berwarna cokelat kekuningan jika
kulit anda mudah terbakar, tidak pernah atau sulit berubah warna menjadi cokelat
kekuningan.

• Hindari pajanan sinar matahari yang tidak diperlukan, khususnya pada saat-saat ketika
radiasi ultraviolet (sinar matahari) terjadi paling intensif (antara pukul 10.00 pagi
hingga 3.00 siang).

• Jangan sekali-kali membiarkan kulit terbakar karena sinar matahari.

• Oleskan preparat tabir-surya pelindung kulit jika anda harus berjemur di bawah terik
matahari. Preparat ini akan menghalangi pancaran sinar matahari yang berbahaya.

• Gunakan preparat tabir-surya dengan SPF 15 ata lebih. Preparat tabir-surya dapat
diklasifikasikan kekuatannya dengan angka, yaitu dari angka 4 (yang paling lemah)
hingga di atas 15 (proteksi terhadap sinar ultraviolet matahari). Pengklasifikasian
dengan angka ini dinamakan SPF ( solar protection factor) dan ini dicetak pada botol
kemasannya.

• Oleskan lagi preparat tabir-surya yang kedap pada saat sesudah berenang atau sesudah
terkena terik terik matahari dalam watu yang lama.

• Hindari minyak. Jika dioleskan sebelum atau selama terkena sinar matahari, minyak
tidak memberikan perlindungan terhadap luka bakar atau kerusakan kulit akibat sinar
matahari.
• Gunakan pelembab bibir atau lipgloss yang mengandung preparat tabir-surya dengan
angka SPF tertinggi.

• Kenakan pakaian pelindung yang tepat (misalnya topi yang pinggirnya lebar, kemeja
tangan panjang). Namun demikian, pakaian tidak memberikan perlindungan yang
penuh karena hingga 50% dari pancaran sinar matahari yang merusak kulit dapat
menembus pakaian. Pancaran sinar ultraviolet juga dapat menembus awan.

• Jangan menggunakan lampu pemanas untuk membuat kulit berwarna cokelat


kekuningan, hindari pemakaian preparat untuk mencokelatkan kulit yang dijual di
pasaran.

• Ingatkan anak-anak, khususnya yang memiliki kulit yang cerah, untuk menghindari
pajanan sinar matahari dan menggunakan krim tabir-surya guna mencegah kanker
kulit.

Karsinoma sel basal biasanya dimulai sebagai nodul kecil seperti malam (lilin) dengan
tepi yang tergulung, translusen dan mengkilap. Pembuluh darah yang mengalami
trelangiektasia dapat dijumpai. Dengan tumbuhnya karsinoma sel basal akan terjadi ulserasi
pada bagian tengahnya dan kadang-kadang pembentukan krusta. Tumor paling sering muncul
di daerah muka. Karsinoma sel basal ditandai oleh invasi dan erosi jaringan yang bersambung
(yang saling menyatu). Karsinoma ini jarang bermetastase tetapi rekurensi sering terjadi.
Namun demikian, lesi yang diabaikan dapat menyebabkan hilangnya hidung, telinga atau
bibir. Lesi lain akibat penyakit ini dapat timbul sebagai pihak yang mengkilap,
datar,berwarna kelabu atau kekuningan.

Karsinoma sel skuamosa merupakan poliferasi malignan yang timbul dari dalam
epidermis. Meskipun biasanya muncul pada kulit yang rusak karena sinar matahari,
karsinoma ini dapat pula timbul dari kulit yang sudah ada sebelumnya. Penyakit kanker ini
merupakan permasalahan yang lebih gawat daripada karsinoma sel basal karena sifatnya
sungguh-sungguh invasive dengan mengadakan metastase lewat system limfatik atau darah.
Metastase menyebabkan 75% kematian karena karsinoma sel skuamosa. Lesinya dapat
bersifat primer karena timbul pada kulit maupun membrane mukosa, atau bisa terjadi
sekunder dari suatu keadaan precancerous seperti keratosis aktinika (lesi pada bagian kulit
yang terpajan sinar matahari), leukoplakia (lesi permalignan pada membrane mukosa) atau
lesi dengan pembentukan sikatriks atau ulkus. Karsinoma sel dan bersisik tanpa memberikan
gejala (asimtomatik) tetapi bisa menimbulkan pendarahan. Tepi lesinya dapat lebih lebar,
lebih terinfiltrasi dan lebih memperlihatkan reaksi inflamasi bila dibandingkan dengan
karsinoma sel basal. Infeksi sekunder dapat terjadi. Daerah-daerah yang terbuka, khususnya
ekstremitas atas, muka, bibir bawah, telinga, hidung dan dahi, merupakan lokasi kulit yang
sering terkena kanker ini.

Kanker kulit dapat didiagnosis dari pemeriksaan biopsy dan hasil evaluasi hislologik.

Metastase. Insidensi metastase berhubungan dengan tipe histologik dan tingkat


kedalaman invasinya. Biasanya karsinoma sel skuamosa yang tumbuh di daerah kulit yang
rusak karena sinar matahari tidak begitu invasive danjarang menimbulkan kematian,
sementara yang tumbuh tanpa riwayat pajanan matahari atau arsen atau tanpa pembentukan
sikatriks memiliki frekuensi yang lebih tinggi untuk mengadakan penyebaran metastatic.
Selanjutnya pasien harus dievaluasi untuk mendeteksi metastase pada kelenjar limfe regional.