KEBIJAKAN TERPADU KECAMATAN SUKUN

KEBIJAKAN TERPADU KECAMATAN SUKUN
A. GAMBARAN UMUM KECAMATAN SUKUN
1. VISI DAN MISI Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Malang No. 11 Tahun 2000 tentang Pembentukan, Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah Kecamatan dan Kelurahan di Kota Malang,Kecamatan Sukun memiliki visi dan misi antara lain sebagai berikut: • Visi Mewujudkan Kecamatan Sebagai Pelopor Pelayanan Masyarakat Terbaik Dan Bertanggungjawab. • Misi Penegakan hukum, penyediaan data yang akurat, pelayanan yang effisien dan jawab, penetapan prosedur pelayanan, fasilitasi bantuan modal dan pemasaran produk, fasilitasi peningkatan kualitas lingkungan. Oleh karena itu Pemerintah Kecamatan Sukun dalam rangka memenuhi visi dan misi tersebut berusaha mencukupi/menyempurnakan sarana dan prasarana yang bisa mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, serta berupaya memenuhi/meningkatkan sumber daya manusia (SDM) agar mempunyai kualitas yang memenuhi syarat dan mumpuni dalam mencapai rencana yang diinginkan. 2. BATAS WILAYAH
• Utara

: Kecamatan Klojen dan Lowokwaru

dan rumah tangga.2oC. Sedangkan pada bulan Juni. musim hujan dan musim kemarau.2oC. 3. Seperti umumnya daerah lain di Kota Malang. Kecamatan Sukun juga memiliki beberapa Potensi Daerah. Wilayah ini merupakan dataran tinggi dari permukaan laut (460 m) dengan curah hujan rata-rata 1. Kecamatan Sukun dikenal sebagai Kecamatan penghasil produk Sepatu. Dari hasil pengamatan.685.• Timur • Barat • Selatan : Kecamatan Kedungkandang : Kecamatan Pakisaji (Kabupaten Malang ) : Kecamatan Dau dan Wagis (Kabupaten Malang) Pemerintah Kecamatan Sukun Membuat dan menetapkan batas-batas wilayah tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ruang lingkup wilayah Kecamatan Sukun dan demi kelancaran dalam penyusunan program. Karena Kecamatan Sukun termasuk ke dalam wilayah Kota Malang.182 Ha. dengan kelembaban maksimum 97% dan minimum mencapai 32%. GEOGRAFIS Luas Wilayah dari Kecamatan Sukun adalah 1. Ratarata kelembaban udara berkisar 70% . Seperti kecamatankecamatan lainnya yang ada di Kota Malang. wilayah ini mengikuti perubahan putaran 2 iklim. maka wilayah Kecamatan ini tercatat memiliki rata-rata suhu udara berkisar antara 22. 4. ketatakotaan. pembinaan administrasi.78%. dan Kue Kering. Kecamatan Sukun terdiri dari 11 Kelurahan yaitu: • Kel.210 mm/th.8oC sampai 25.6oC dan suhu minimum 17. Pebruari. Sedangkan suhu maksimum mencapai 32. KELURAHAN Berdasarkan luas wilayah geografis yang telah dijelaskan di atas. Ciptomulyo . Sandal. curah hujan yang relatif tinggi terjadi pada bulan Januari. Maret dan Desember. Juli dan Agustus sudah tidak terjadi hujan. Krupuk.

B. Tersedianya tanah . Bakalankrajan Berdasarkan klasifikasi dari kemampuan desa /kelurahan dalam membangun wilayahnya tercatat seluruh desa/kelurahan masuk ke dalam kategori desa Swa Sembada. Dalam menyelenggarakan pemerintahan. Tanjungrejo Kel. Bandulan Kel. PENGANTAR  Aspek-aspek ekonomi perkotaan : a.• • • • • • • • • • Kel. Mulyorejo Kel. aparatur pemerintah sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat mempunyai peran yang penting menyelenggarakan berbagai tugas baik itu tugas-tugas umum pemerintahan. Gadang Kel. Artinya hampir seluruh desa/kelurahan yang ada telah mampu menyelenggarakan pemerintahannya dengan mandiri. Bendungrejosari Kel. Kebonsari Kel. Karangbesuki Kel. tugas pembangunan maupun dalam tugas dalam pelayanan kepada masyarakat (publik). Sukun Kel. KEBIJAKAN TERPADU SECARA UMUM 1. Pisangcandi Kel.

Namun yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah kelompok Industri Pengolahan Tembakau. Angkutan Akses menuju Kecamatan Sukun cukup mudah. Urbanisasi Merupakan perpindahan penduduk dari pelosok menuju ke pusat kota. karena terdapat banyak fasilitas transportasi penunjang. Tingkat urbanisasi di daerah Kecamatan Sukun tergolong tinggi. f. e. Permukiman Dibandingkan dengan Kecamatan yang terdapat di pusat Kota Malang (Kecamatan Klojen. b. Keuangan . Ketawanggede). tanah yang tersedia di wilayah Kecamatan Sukun ini dapat dimanfaatkan sebagai lahan untuk kegiatan pertanian. d. Teori dasar lokasi c. Masalah rasial g. h. Kesempatan kerja Sebagian besar perusahaan Industri Besar/Sedang merupakan kelompok industri makanan dan minuman.Kecamatan Sukun termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Kota Malang yang mempunyai potensi pertanian. Jadi selain untuk pemukiman warga. daerah Kecamatan Sukun tergolong daerah yang mempunyai jumlah penduduk yang tidak terlalu padat.

Perlu adanya “urban renewal” yaitu menghidupkan kembali kegiatan dalam kota e. Daerah kota menjadi sepi d. Lingkungan rusak b. Pendidikan menurun  Re-Urbanisasi yang tidak terkendali. Kesehatan masyarakat menurun e.Pembiayaan yang diperlukan untuk perluasan wilayah Kotamadya Daerah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini dibebankan pada Anggaran Pemerintah Kotamadya Daerah dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.  Urbanisasi yang tidak terkendali. Tercapai pem erataan dalam segala bidang dalam kehidupan kota c. Daerah luar kota berkembang (sub-urbanisasi) c. Kejahatan meningkat d. Perlu adanya evaluasi tentang kelemahan dan kekuatan kota . dapat menyebabkan : a. Meningkatkan pembangunan kota 2. Agar kondisi kota menjadi lebih baik dalam berbagai sektor b. Akan terjadi “urban sprawl” dan kota-kota satelit b. Kemiskinan mulai terlihat c. TUJUAN PEMBANGUNAN KOTA a. menyebabkan : a.

“agglomeration economies” dan “comparative advantage” serta “amenities. orang akan memutuskan mengadakan usaha di suatu daerah dengan lokasi tertentu. modal dan teknologi. . Oleh karena itu fasilitas pengangkutan sangat perlu diperhatikan. diperlukan kebijaksanaan yang mempermudah untuk mendapatkan factor produksi yang diperlukan seperti bahan mentah.C. tenaga kerja. Dengan tersedianya lahan. Pemilihan tersebut didasarkan pada pemenuhan “scale economies”. KEBIJAKSANAAN DAN TAKTIK TERPADU HUBUNGAN ASPEK-ASPEK PERKOTAAN Gambar di atas menunjukkan berbagai aspek perkotaan dengan proses keuangan kota. Scale economies merupakan di mana presentase perubahan output dapat mengakibatkan presentase perubahan output yang lebih besar atau dengan harga input tetap ongkos produksi rata-rata menurun.

Dari aspek pemukiman. kesempatan kerja. Jika dikaitkan dengan wilayah studi yaitu Kecamatan Sukun maka terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan. Agar potensi yang terdapat di kecamatan ini dapat lebih dikembangkan. Sehingga kebutuhankebutuhannya dapat dengan mudah terpenuhi. Pemerintah daerah tersebut juga harus memberikan informasi lengkap kepada yang berkepentingan tentang situasi ketenagakerjaan. maka perlu disediakan alternatif angkutan dengan kuantitas. Bisa dengan bantuan kredit fasilitas perumahan atau dengan memberikan keringanan pajak.Dengan adanya kemudahan-kemudahan diharapkan biaya usaha dapat ditekan (comparative advantage). jalan-jalan. yaitu keuntungan yang diperoleh dari pemusatan kegiatan. komunikasi dan “amenities” maka terjadi urbanisasi. Ini bisa saja dilakukan dengan memperbanyak sosialisasi-sosialisasi dan acara-acara terkait yang dapat menarik warganya untuk ikut serta. Dalam pencegahan persoalan yang timbul karena adanya perbedaan ras maka perlu ditanamkan hidup bersama yang baik dan saling menghormati. Untuk menghindari kemacetan-kemacetan lalu-lintas yang sering terjadi di Kecamatan Sukun. maka dengan peningkatan fasilitas angkutan. hasil produksi bertambah permintaannya sehingga usaha makin berkembang. bahwa kecamatan sukun merupakan lokasi strategis tempat tinggal dengan mobilitas penduduknya yang sangat tinggi. pemusatan pemukiman dan lain-lain secara lebih lanjut. yaitu perlu diperhatikannya mereka yang berpenghasilan rendah. Dari timbulnya scale economies maka terciptalah “agglomeration economies”. Ini akan mengembangkan potensi di bidang perumahan di Kecamatan Sukun. Ini dikarenakan banyak sumber dana yang belum dimanfaatkan secara . Jelas beberapa hal di atas tidak akan terlaksana jika dana yang tersedia tidak mencukupi. kualitas dan pelayanan yang memadaidan tariff yang terjangkau. Mulai dari pendidikan yang harus merata untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena seperti yang kita ketahui. Dengan begitu maka menimbulkan kesempatan kerja yang lebih banyak di Kecamatan Sukun. pemusatan usaha.

Yang penting bagi masyarakat Kecamatan Sukun adalah bahwa penyaluran dana haruslah didasrkan pada perhitungan analisa manfaat dan biaya sosial yang konsekuen. D. kesehatan. .  Penempatan pusat pelayanan lokal digunakan sebagai salah satu strategi untuk mengacu perkembangan kawasan baru. Dengan pendekatan system secara keseluruhan maka diharapkan tidak terjadi persaingan dalam memperoleh tenaga kerja apabila kesempatan kerja telah dibuka.  Diarahkan pada lokasi yang mempunyai kemudahan aksesbilitas dan bisa dicapai secara lebih merata dari setiap lingkungan. Hal ini disebabkan karena aktifitas berpusat di kawasan jalan tersebut dan sekitarnya. perdagangan seta fasilitas sosial yang berskala lokal.  Pusat pelayanan berskala lokal meliputi fasilitas pendidikan. olahraga. serta perdagangan eceran yang melayani bagian wilayah kota. KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENETAPAN STRUKTUR RUANG WILAYAH KOTA MALANG KHUSUSNYA SUKUN  Kebijaksanaan sistem pusat pelayanan diarahkan sebagai berikut : Pusat Pelayanan Berskala Lokal  Pusat pelayanan berskala lokal adalah fasilitas yang lingkup pelayanannya mencakup bagian wilayah kota. seperti. lokasinya diarahkan pada tempat-tempat yang cenderung menjadi aglomerasi fasilitas pelayanan bagian kota yang telah ada.  Pada kawasan terbangun.optimal serta pungutannya kurang diintensifkan. peribadatan. Pusat Kecamatan Sukun diarahkan di Kawasan jalan randu jaya dan sekitarnya.  Kebijakan dan strategi diarahkan sebagai berikut : 1. pemerintahan.

 Salah satunya dengan rencana komplek perkantoran dan perdagangan serta pengembangan industri besar di wilayah utara Kecamatan Sukun. kesehatan.2. 3. Rencana sistem transportasi di Kecamatan Sukun meliputi rencana jaringan jalan dan sarana transportasi. yaitu semua kegiatan berpusat pada satu titik yaitu Kawasan jalan randu jaya dan sekitarnya. peribadatan. memiliki Pusat dan Sub Pusat yang saling berhubungan dimana antara pusat yang satu dengan pusat yang lain dihubungkan dengan jaringan jalan dengan pola pergerakan yang bersifat Concentric Linier. Masing-masing daerah yang dikelompokkan berdasarkan pada kedekatan dan persamaan fungsi kegiatan. Rencana Sistem Transportasi Kecamatan Sukun Sistem transportasi merupakan salah satu hal terpenting dalam perencanaan wilayah.  Sarana perdagangan yang merupakan tujuan penduduk Kecamatan Sukun dan sekitarnya direncanakan dengan meningkatkan kualitasnya dengan arahan pendistribusian fasilitas secara merata terutama di daerah hinterland/pinggiran.  Rencana Pengembangan Fasilitas Perkotaan :  Fasilitas perkotaan yang akan direncanakan di Kecamatan Sukun meliputi fasilitas perdagangan. Di Kecamatan Sukun direncanakan pembangunan jalan lingkar yang akan mempengaruhi struktur tata ruang kota secara keseluruhan dimana aksesibilitas yang tinggi akan memacu perkembangan wilayah di sepanjang jalan lingkar sehingga . RENCANA PENGEMBANGAN KECAMATAN SUKUN 1. E. dan fasilitas rekreasi dan olahraga serta perkantoran. Menetapkan rencana jalan lingkar barat dan jalan lingkar timur untuk menunjang aksesibilitas menuju pusat dan sub pusat dari masing-masing kelurahan serta menuju pusat kecamatan. pendidikan.

dan kesehatan. Untuk rencana pengembangan air bersih meliputi pengembangan wilayah pelayanan diarahkan ke kelurahan/desa yang sebagian dan/atau belum dilayani oleh sistem perpipaan PDAM. pariwisata. perdagangan jasa.muncul pusat-pusat pertumbuhan baru yang akan mengurangi bangkitan dan tarikan pergerakan menuju pusat kota. 2. pendidikan. Rencana Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau . Karena pada jam-jam terentu jalan utama Kecamatan Sukun sangat padat. antara lain pengembangan Jalan Lingkar Barat Gadang dan Jalan Lingkar Timur Gadang. pemeliharaan dan normalisasi saluran drainase dengan mengangkat sedimen dan sampah yang ada di saluran untuk semua saluran drainase. penambahan luas lahan TPA Supit Urang dengan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Malang. 3. Rencana Sistem Prasarana Kecamatan Sukun Rencana sistem prasarana di Kecamatan Sukun meliputi peningkatan kualitas akses internet terutama di daerah dengan guna lahan seperti seperti perkantoran. Sebagian besar masyarakat disana bekerja dan menempuh ilmu di pusat Kota Malang. Rencana pengembangan sistem jaringan transportasi. dan pembangunan Laboratorium Gas Metan di lokasi TPA Supit Urang. pengembangan jaringan air bersih juga diarahkan pada permukiman baru yang akan direncanakan dengan pendistribusian mengikuti jaringan jalan dan pembatasan penyediaan air bersih non PDAM yang memanfaatkan sumur dan pompa mengingat pengeboran sumber air bawah tanah yang dapat mengakibatkan penurunan tanah. pembuatan sudetan dari saluran drainase yang bermasalah menuju ke drainase yang lebih besar atau saluran drainase primer (sungai) terdekat. Untuk rencana sistem persampahan meliputi penambahan lokasi TPS pada daerah yang tidak memiliki TPS atau jarak pencapaian sumber sampah ke TPS terdekat > 1 km. Agar pemanfaatan jalan raya sebagai jalur akses menjadi optimal. Sedangkan rencana sistem drainase meliputi pembangunan inlet di kanan-kiri jalan pada kawasan genangan dan pada jalanjalan yang belum ada inlet drainasenya. Hal ini didukung pula dengan pengembangan Terminal Gadangi menjadi terminal modern dan lebih tertatanya daerah sekitar terminal tersebut.

penelitian. bersih dan indah. Fungsi ekologis RTH yaitu dapat meningkatkan kualitas air tanah. Perhitungan kebutuhan ruang terbuka hijau di Kecamatan Sukun dilakukan dengan pendekatan sesuai ketentuan dalam pedoman teknis pembangunan perumahan dan sarana lingkungan. Terciptanya iklim yang sehat. Sebagai sarana penunjang pendidikan. Ruang terbuka hijau merupakan area memanjang/jalur dan/atau mengelompok. sarana rekreasi dan fungsi arsitektural sebagai landmark kota. Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) memiliki fungsi penting yaitu ekologis dan sosial-ekonomi. dimana perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah penduduk yang dilayani dan diperhitungkan dengan prakiraan proyeksi jumlah penduduk 20 (duapuluh) tahun kedepan. Terciptanya suasana teduh. Sebagai lokasi cadangan untuk keperluan sanitasi kota dan pemekaran kota. . mencegah banjir. udara bersih bebas polusi. perencanaan ruang terbuka hijau ini didukung oleh aneka ragam tumbuhan yang tumbuh subur serta udara yang sejuk sepanjang tahun. tempat tumbuh tanaman. baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. air dan udara. nyaman.    Tersedianya sarana rekreasi dan wisata kota. Rencana Tata Ruang Wilayah Kecamatan Sukun direncanakan dengan memperhatikan ruang terbuka hijau yang menyatu dengan alam pegunungan disekitar kota. Fungsi lainnya yaitu sosial-ekonomi untuk memberikan fungsi sebagai ruang interaksi sosial.Sesuai kondisi geografisnya. mengurangi polusi udara dan pengatur iklim mikro. Terkendalinya sistem tata air (hidrologi) secara optimal dan memungkinkan adanya hasil sampingan berasal dari tanaman produktif yang sengaja ditanam di lokasi yang aman dari polusi pada media tanah. yang penggunaannya lebih bersifat terbuka. Adapun manfaat RTH di Kecamatan Sukun sebagai berikut:     Terjaminnya ketersediaan oksigen dalam jumlah yang cukup dan menerus. serta jalur pengaman dalam penataan ruang kota. sampai dengan tahun 2029.

Mengikut sertakan peran serta masyarakat untuk meningkatkan apresiasi dan kepedulian terhadap kualitas lingkungan alami. serta kawasan industri. seperti yang telah ditetapkan dalam rencana tata ruang kota. F.  Peremajaan dan peningkatan kualitas tanaman pada jalur jalan utama kota.  Mengisi dan memelihara taman-taman yang sudah ada dengan sebaik-baiknya dan berdasar pada prinsip fungsi pokok RTH (identifikasi dan keindahan).  memfungsikan kembali pengamanan jalur-jalur hijau alami. seperti di sepanjang tepian jalan raya. STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH KECAMATAN SUKUN MENGGUNAKAN ANALISIS LINGKUNGAN (SWOT) . dan lapangan olahraga. tempat pemakaman umum (TPU). Pengembangan RTH sebagai zona pengaman jalur KA.   Pengembangan RTH halaman rumah dan bangunan umum.Adapun rencana penyediaan dan pemanfaatan RTH di Kecamatan Sukun adalah :  Pemeliharaan dan pelestarian kawasan RTH yang masih tersisa. sempadan sungai.

Analisis Lingkungan Internal A. b. Memiliki aktivitas ekonomi yang cukup tinggi.1. Perekonomian yang dominan pada perdagangan yang relatif tahan terhadap . Kondisi Perekonomian a. 2. Kekuatan (Strenght) 1. Letak wilayah yang strategis mendukung sektor perdagangan. krisis moneter. Kondisi Geografis a.

d. Kondisi Perekonomian a. 4. Potensi Budaya lokal yang beraneka ragam. Pemerintahan umum a. Menurunnya fungsi konservasi. b. c. Rendahnya peranan wanita dalam pembangunan. Banyaknya jumlah penduduk miskin. b. e. Terpisahnya sebagian wilayah administratif oleh wilayah lain. Belum meratanya penyebaran guru. Lemahnya kerjasama antar daerah. B. Sosial Budaya a. Tingginya partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur. Banyaknya daerah rawan bencana alam. . alumino silikat dan mineral lempung. Belum optimalnya pengelolaan aset wisata 3. b. Banyaknya penyimpangan penggunaan lahan yang tidak sesuai RT/RW. Lambatnya pertumbuhan ekonomi. 5. b. Terbatasnya lapangan pekerja d.c. c. 2. Kondisi politik yang kondusif. Rendahnya kualitas tenaga kerja. Kondisi Geografis a. Sarana prasarana a. c. 3. Kelemahan (Weaknesses) 1. Sosial Budaya a. Tersedianya aparatur dengan jenjang pendidikan sarjana. Memiliki potensi pertambangan zona kawasan tengah yang terdiri dari kelompok mineral agregat.

Belum optimalnya penerapan e-government. . Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Kesenjangan pembangunan antar wilayah. 2.f. 3. Belum optimalnya sarana dan prasarana publik. 2. Sosial Budaya a. 4. Kebijakan Pemerintah Kota malang untuk mengembangkan transportasi darat. Era Perdagangan bebas. dan informasi. Diberlakukannya Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. laut dan udara sebagai pendukung peningkatan aktivitas ekonomi Kecamatan Sukun 5. Peluang (Opportunities) 1. Kebijakan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Belum optimalinya partisipasi publik 4. dan Undang-undang Nomor 17 tahun 2004 tentang Keuangan Negara. b. Sarana prasarana a. Pemerintahan umum a. Sebagai jalur arus lalu lintas berbagai kota/kabupaten. b. Sarana prasarana a. Pemerintahan umum a. g. Kebijakan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat. c. Kondisi Geografis a. teknologi. Kondisi Perekonomian b. Perkembangan ilmu pengetahuan. Analisis Lingkungan External A. Belum optimalnya layanan kesehatan. 5.

5. Bebasnya tayangan budaya luar. LSM. Adanya bencana alam. Ancaman (Threat) 1. Maraknya penyelundupan barang impor.b. Pemerintahan umum a. 2. Kondisi Perekonomian a. 3. universitas. B. dan masyarakat luas). Kesenjangan ADD dengan daerah lain. Sosial Budaya a. 4. Kondisi Geografis a. . Jangkauan pelayanan pada masyarakat perbatasan belum optimal. Sarana prasarana a. investor. Adanya tawaran kerjasama/kemitraan dari pihak ketiga baik dalam negeri maupun luar negeri (pemerintah.