Anda di halaman 1dari 12

Æ    

c
cc 
c
  c  ccc
c
cc  c c
  c
c c
 c c c  
 c  c c c  c  cc
c c c 
 c 
c   c
c c 
c c c 
c c
  c 
c c 
cc
c cc c 

cc   c
c
c  c c  c 
c   c c  
c  c c
 !
  "c #
c    c 
c c c  
c c   c 
c  c 
c
c   "$c c  cc cc%  c  c c
 c cc  c
 c $c c#  c cc
c
 cc
 c c c
c  cc c
c 
$%
c c
c c c  c c c c 
c 
c   c  
" c  !  c


&"c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
 $c'(c%c)*'*c
c
c
c
c
$c
*+"''"'*,"-*''*'"**)-), c
c
c

c
c
½ ½cc

  c


c½  c

Perampokan dan pencurian adalah prilaku penyimpangan social budaya yang terjadi
di tengah ±tengah masyarakat,yang sangat menggagu dan merugikan orang lain .sepetri yng
di beritakan pada Koran di halaman dapan . Masalah sosial muncul akibat terjadinya
perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat
menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah
sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti
tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain
sebagainya

Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :

1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.

2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, perampokan ,pencurian dll.

3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.

4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

½ cc

Problematika sosial akan terus bergejolak sampai manusia itu akan berpisah antara
ruh dengan nyawa, namun ada faktor yang sangat bermakna dalam kehidupan yakni faktor
manusia dengan Tuhan.

Berbagai macam alasan yang terlontar ketika para pelaku penyimpangan social
tertangtangkap .dari alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari hingga keperluan
untuk membahagiakan sang pacar.namun perlu kita kaji lebih jauh bahwa penyimpangan
social terjadi adanya penularan kebudayaan di lingkungan di mana tinggal sebuah
komunitas. Seperti Penjambret maupun pencuri.

c
c
]


Ý  tj li  l  ii  l 


    t  ji ti 
 iilit    ti i  il 
  it  t  
  t  i  
    il  lii  t it   i ti
il 
    t j i i   i    
  l  ii j   i
  t it     iti   
   t    i
 l ii

c
c
½ ½cc

½   c

cc ! c

Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidaksadar pernah kita
alami atau kita lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh
siapapun. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil, dalam skala luas atau
sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat.Suatu
perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma
sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan Î ) adalah
segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri Î 
 terhadap
kehendak masyarakat.

" cc ! c

M    


   Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh
sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

g
   ; Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang
menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari
mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.

 
Î  Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk:

1.c Penyimpangan Primer (Primary Deviation)Penyimpangan yang dilakukan


seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Ciri
penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara, tidak dilakukan secara
berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat.
2.c Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) Penyimpangan yang berupa
perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai
perilaku menyimpang. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut,
karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya.
Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat

c
c
Faktor Peny angan/masaah Sosa

u       
  ; t t  i   il  l  
 i

 it:

’c [  ti ili    il i 


  

i
  t
  l   t   ti  li
   
 l  ti   ili  il t  t

u       i  l   il  l  t ti   i
t       
  l   t   
   i 
l  il i t j i
t  t           t i
l
  
   il  ti   l i lt  t

i  l  il t t j i i        ti 


 

       
  l
    i i   
  i
ii t     
   l     i   i  i l
  t   j i    
  t i    i t j i 

 i
   
  
     i li Ý ti   t j i

 t l i i l  t

½ nsur-nsur Kebudayaan

ôj   


   i  
 ilt li  l it:

c  lt   l  i   i i    ltlt  
t  jtltlt   it   t

!c Mt   i i    t i t i   ti t  i t
   i i t i t i
 i

"c  t   t   t  
t  i  i liti  t 
 t i
#c B  li t tli 
$c % i i  i   i  

&c i t t 
'c (li i  t 

Fungs Kebudayaan B i M  t )itj t 


t  i l
l   i 
   t

c
c
] cccc#c" cc c

Pada intinya, tingkat kejahatan di suatu negara berbanding lurus dengan kondisi
ekonomi, sosial, politik, budaya, dan hukumnya. Khusus untuk kejahatan seperti perampokan
dan pencurian, menurut sosiolog Budi (adjab, faktor ekonomi memegang peranan dominan
sebagai motivasinya. Gambarannya, faktor ekonomi menyumbangkan enam puluh persen
motif perampokan. Selebihnya, menurut dia, adalah motif-motif yang berbeda pada setiap
orang, termasuk membuktikan diri sebagai orang yang jago dalam kejahatan.Selain motif, hal
yang perlu digaris bawahi adalah adanya peluang yang bisa mendukung atau menghambat
motif calon perampok. Peluang tersebut tercipta lantaran kondisi masyarakat berupa
ketimpangan sosial dan ekonomi. Kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis,
menurut dia, bukanlah faktor dominan."Coba lihat di negara-negara Eropa, Amerika, atau
Singapura. Mereka" cenderung individualistis tetapi tingkat kejahatan rendah. Kalaupun ada
perampokan, lebih pada kejahatan yang tidak berpola. Dengan kata lain, itu accident atau
kebetulan.

Kasus perampokan tidak berpola, ditandai dengan mudah ditangkapnya pelaku.


Biasanya kejahatan semacam itu terjadi di negara-negara dengan ketimpangan sosial dan
ekonomi yang tidak terlalu tinggi. Sebaliknya, perampokan berpola lebih banyak terjadi di
negara atau daerah dengan ketimpangan sosial dan ekonomi yang lebar. Keadaan itulah yang
memberi ruang bagi tumbuhnya motif-motif perampokan.Kasus perampokan beruntun di
kabupatenkota, bisa dijadikan salah satu indikator kondisi masyarakatnya. "Akan tetapi,
harus bisa ditentukan dahulu kejahatan itu berpola atau tidak. Polisi pasti bisa
memastikannya," kata Budi (adjab.Jika memang berpola, bisa disimpulkan peluang
melakukan kejahatan di Indonesia sudah begitu lebar. Pemicunya tidak hanya ketimpangan
sosial dan ekonomi. "Kelengahan kepolisian dan sistem penjara selama ini juga turut
memberikan peluang kejahatan," katanya.Di Indonesia, keterbatasan jumlah penjara
menyebabkan dicampurnya para penjahat dari kelas teri hingga kelas kakap. "Pencuri kaus
dengan pencuri uang triliunan rupiah ditempatkan dalam satu sel. Itu peluang untuk
belajar,"ujar Budi. Hal tersebut berbeda dengan di Eropa dan Amerika yang membuat
pengate-gorian penjara untuk setiap tingkat kejahatan perihal sistem penjara seperti itu
dibenarkan pakar hukum dan kriminologi Yes-mil Anwar. Oleh karena itu, terlepas dari
terpola atau tidak, dia memprediksi pelaku perampokan .adalah pemain lama yang notabene
adalah residivis. "Penjara adalah sekolah kejahatan paling bagus. Memang ada pembinaan,
tetapi pada kenyataannya para pembinanya justru menjadi kacung yang dibina,"

c
c
katanya.Hasilnya, ketika keluar dari penjara, para penjahat di Indonesia cenderung akan lebih
pandai dari sebelumnya. Mereka pun cenderung membentuk jaringan baru selepas dari
tahanan.Di sisi lain, lemahnya penegakan hukum, baik di penjara maupun di luar penjara,
membuat residivis semakin leluasa bertindak. Terlebih, saat terjadi perampokan di Jawa
Barat tersebut, kepolisian tengah sibuk mengurus masalah internal.

Kasus perampokan,meskipun terjadi di daerah yang berbeda, memungkinkan dua


sampai tiga kelompok yang sama melakukan perampokan di tempat berbeda. Setiap
kelompok pun, bisa jadi, saling mengenal. "Akan tetapi, ini bukan organized crime (kejahatan
terorganisasi) oleh satu jaringan," ujarnya. Proses yang terjadi secara beruntun, menurut dia,
karena kejahatan itu adalah "penyakit menular". Dengan lingkungan yang mendukung,
seperti lengahnya kepolisian, penyakit itu tumbuh subur. "Kejahatan itu bisa dipelajari.
Ketika ada kelompok yang dengan mudah bisa mengelabui polisi, modusnya akan segera
dipelajari oleh kelompok lain. Polisi seharusnya lebih profesional. Patroli pun diperketat.
Jangan hanya ketika kapoldanya mau lewat," tuturnya

 c c c $c % c   c    c &c $c $'c


c

Dalam proses sosialisasi, seseorang mungkin dipengaruhi oleh nilai-nilai


subkebudayaan yang menyimpang, sehingga terbentuklah perilaku menyimpang. Contoh :
seorang anak dibesarkan pada lingkungan yang menganggap perbuatan minum-minuman
keras, pelacuran, dan perkelahian sebagai hal yang biasa, maka anak tersebut akan melakukan
perbuatan menyimpang yang serupa. Menurut ukuran masyarakat luas, perbuatan anak
tersebut jelas bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, maka perbuatan anak tersebut
dapat dikategorikan menyimpang. Perilaku menyimpang tersebut banyak berpengaruh
terhadap kehidupan masyarakat. Perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh anomi. Secara
sederhana anomi diartikan sebagai suatu keadaan di masyarakat tanpa norma. Konsep anomi
yang dikemukakan oleh Emilie Durkheim adalah keadaan yang kontras antara pengaruh
subkebudayaan dengan kenyataan sehari-hari dalam masyarakat. Seakan-akan tidak
mempunyai aturan-aturan untuk ditaati bersama. Keadaannya menjadi chaos atau kekacauan
yang sulit diatasi. Padahal cukup banyak aturan-aturan yang telah disepakati bersama dalam
masyarakat yang disebut © 
 Jika aturan ini dilanggar disebut deviasi. Apabila
pelanggaran sudah dianggap biasa, karena toleransinya pengawasan sosial, penyimpangan itu
akhirnya menjadi konformitas. Contoh: perbuatan menyuap penjaga lembaga pemasyarakatan

c
c
u  
u 

keadaan anomi dapat menyebabkan penyimpangansosial. Dikatakan bahwa dalam


proses sosialisasi individu-individu belajar mengenal tujuan-tujuan penting dalam
kebudayaan dan juga mempelajari cara-cara yang dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan
budaya tersebut. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya
dengan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya tersebut. Menurut Merton, ada lima tipologi
tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut yaitu konformitas, inovasilitualisme,
pengasingan diri, dan pem-berontakan.

 c#%c'c'cc  c

Penyimpangan sosial adalah satu tindakan yang melanggar nilai dan norma social
sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna yang dijalani individu baik di
lingkungan keluarga maupun masyarakat pada umumnya. Keberhasilan suatu proses
sosialisasi bagi individu, yaitu dengan ditunjangnya peranan orang dewasa (orang tua, guru,
dan tokoh masyarakat), situasi, media sosialisasi, dan sarana prasarana penunjang lainnya.

c 

  Orang dewasa yang tidak berhasil dalam menyediakan
akomodasi yang baik untuk kelancaran proses sosalisasi bagi generasi muda, dapat
berpengaruh negative pada pembentukan kepribadian seseorang, yakni perilaku yang
menyimpang dalam interaksi sosial. Seperti adanya larangan merokok untuk anak
atau siswa, akan tetapi yang melarangnya yaitu orang tua atau guru, setiap harinya
merokok, dan tentu saja larangan tersebut dianggap tidak adil bagi si anak tersebut,
sebagai akibatnya larangan tersebut dilanggarnya. Upaya peranan orang dewasa
dalam pencegahan dan pengendalian penyimpangan dapat dilakukan dengan cara
mendidik, mengajak, memberi contoh, dan bahkan memaksa melalui bentuk teguran,
pendidikan, ajaran agama, hukuman.
c 
 !" ©" Situasi lingkungan yang dimaksud adalah situasi
lingkungan keluarga, teman sepermainan, sekolah, lingkungan kerja, dan media
massa. Dalam situasi lingkungan apabila individu tidak memperoleh kesempatan
untuk melakukan proses sosialisasi secara efektif dan tidak mempunyai kesempatan
untuk mengaktualisasikan nilai dan norma tersebut, maka cenderung individu tidak
melakukan proses sosialisasi yang tidak sempurna. Akhirnya mengarahkan ke bentuk
perilaku yang menyimpang. Misalnya, seorang anak yang dikekang dan selalu

c
c
diberlakukan secara tidak adil maka lambat laun si anak tersebut akan melakukan
tindakan yang negatif terhadap lingkungannya.
c 
 # $ !% Bila individu tersebut cenderung tidak mempunyai
kesempatan dalam melakukan sosialisasi secara sempurna, baik di keluarga,
masyarakat maupun lingkungan sekolah maka individu tersebut akan mengalami
kesulitan dalam penyesuaian diri dengan masyarakat dan lingkungannya. Misalnya,
anak yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali maka ia tidak akan mengetahui
perkembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, ataupun nilai-nilai sosial yang berlaku
dalam masyarakat. Proses sosialisasi berjalan tidak sempurna karena materi informasi
dan media sosialisasi yang satu dengan yang lainnya saling bertentangan, selain itu
juga dapat mengakibatkan konflik pribadi pada diri seorang anak.

c
c
½ ½cc


c

 c

Perilaku menyimpang dalam konteks agama, secara ekstrem perilakunya diberikan


stempel sebagai pendosa atau orang sesat, termasuk ajaran dan faham yang disiarkannya
kepada masyarakat dianggap bertentangan dengan syariat maupun akidah agama disebut
sebagai ajaran sesat. Dalam beberapa bukunya, seperti yang tercamtum di bawah, Hery
Santoso (HS Harding) banyak mengungkapkan contoh kasus yang telah lama berkembang
dan tersembunyi di dalam kehidupan seharihari, terutama tentang perilakuperilaku yang
menyimpang di luar dari batas kelaziman dan social budaya yang menjadi kesepakatan
masyarakat.

Penyimpangan perilaku yang bersifat individual atau personal (pribadi) dan tidak
menggeret pada seseorang, orang kedua, atau pihak lain di luar dirinya, dapat terjadi
dikarenakan adanya pengaruh dari pengalaman di masa lalunya yang kebanyakan "kurang
menyenangkan", hingga menumbuhkan rasa (sense) semacam "virus" yang keliru di dalam
pandangan (persepsi dan interpretasi)nya.

] cc

Penyimpangan permasalahan social yang terjadi di sekitar kita terjadi adanya


pengaruah informasi dan budaya yang di di hubungkan oleh budaya dari kelom[pok maupun
personal.untuk itu demi meyelematkan orang-orang yang kita sayangi dari perbuatan
penyimpangan social. Hendaknya kita lebih aktif untuk menjalin koordinasi dan mempererat
tali silahturohmi.serta mengutkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.semogqa kita
semua termasuk dari oarng yang selamat dari penyimpangan masalah social.

c
c
c

c
c
 (
c
c

http:id.wikipedia.orgwikiPerilaku_menyimpang

Jurnalskripsi.com

c
c