Anda di halaman 1dari 23

Sistem Nilai

Dalam kuliah terdahulu telah dibicarakan hubungan sila pertama, kedua dan
ketiga dalam PS dengan paham-paham keagamaan dan kemanusiaan, serta
hubungannya dengan nasionalisme dan demokasi. Tampaklah di situ bahwa
PS sebagai landasan ideologis berdirinya NKRI merupakan sekumpulan
system nilai.

Keadilan social tercermin bukan dalam kehidupan social dan pelaksanaan


hukum oleh negara, tetapi juga dalam kehidupan ekonomi dan politik, serta
lapangan kebudayaan dan pelaksanaan ajaran agama.
PS dan Etika Politik

Etika merupakan cabang falsafah dan sekaligus merupakan suatu cabang


dari ilmu-ilmu kemanusiaan (humaniora). Sebagai cabang falsafah ia
membahas sistem-sistem pemikiran yang mendasar tentang ajaran dan
pandangan moral. Sebagai cabang ilmu ia membahas bagaimana dan
mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu. Etika sebagai ilmu
dibagi dua, yaitu etika umum dan etika khusus. Etika umum membahas
prinsip-prinsip umum yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. Dalam
falsafah Barat dan Timur, seperti di Cina dan , seperti dalam Islam, aliran-
aliran pemikiran etika beranekaragam. Tetapi pada prinsipnya
membicarakan asas-asas dari tindakan dan perbuatan manusia, serta
system nilai apa yang terkandung di dalamnya.

Etika khusus dibagi menjadi dua yaitu etika individual dan etika sosial. Etika
indvidual membahas kewajiban manusia terhadap dirinya sendiri dan
dengan kepercayaan agama yang dianutnya serta panggilan nuraninya,
kewajibannya dan tanggungjawabnya terhadap Tuhannya. Etika sosial di lain
hal membahas kewajiban serta norma-norma social yang seharusnya
dipatuhi dalam hubungan sesama manusia, masyarakat, bangsa dan negara.

Etika sosial meliputi cabang-cabang etika yang lebih khusus lagi seperti etika
keluarga, etika profesi, etika bisnis, etika lingkungan, etika pendidikan, etika
kedokteran, etika jurnalistik, etika seksual dan etika politik. Etika politik
sebagai cabang dari etika sosial dengan demikian membahas kewajiban dan
norma-norma dalam kehidupan politik, yaitu bagaimana seseorang dalam
suatu masyarakat kenegaraan ( yang menganut system politik tertentu)
berhubungan secara politik dengan orang atau kelompok masyarakat lain.
Dalam melaksanakan hubungan politik itu seseorang harus mengetahui dan
memahami norma-norma dan kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi.

Seperti cabang-cabang etika lain, etika politik meletakkan dasar


fundamental manusia sebagai manusia, yaitu bahwa manusia pada
hakikatnya itu merupakan individu dan anggota sosial sekaligus, merupakan
pribadi merdeka dan makhluk Tuhan sekaligus. Manusia pada hakikatnya
merupakan makhluk yang beradab dan berbudaya, yang tidak bisa hidup di
luar adab dan budaya tertentu. Dalam etika politik, manusia dipandang
sebagai subyek yang merdeka dalam dirinya sendiri dengan kepercayaan
dan pandangan hidup yang dianutnya. Ukuran paling utama dalam etika
politik ialah harkat dan martabat manusia.
Dengan demikian pengertian ‘politik’ yang dilekatkan kepada etika politik
mengandung pengertian yang luas, bukan pengertian yang sempit seperti
dibahas dalam ilmu politik.

Kata-kata politik, dari kata politics dalam bahasan Yunani, mempunyai arti
khusus dalam ilmu politik. Ia dikenakan biasanya kepada anekaragam
kegiatan dalam masyarakat berkenaan dengan system politik tertentu yang
dianut oleh negara di mana suatu masyarakat atau bangsa itu hidup. Maka
kegiatan politik selalu dihubungkan dengan kehidupan kenegaraan,
pemerintahan, penentuan dan pelaksanaan kebijakan negara tentang
berbagai hal menyangkut kepentingan publik, serta kegiatan-kegiatan lain
dari berbagai lembaga sosial, partai politik dan organisasi keagamaan yang
berkaitan langsung dengan kehidupan kemasyarakatan dan negara.

Di sini politik terutama dikaitkan dengan kegiatan yang menyangkut


kepentingan publik dan tujuan-tujuan yang berhubungan dengan kehidupan
publik. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa dalam ilmu politik, cakupan
pengertian politik itu dibatasi pada konsep-konsep pokok yang berkaitan
dengan negara (state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan
(decision making), kebijaksanaan (policy), pembagian (distribution) –
misalnya distribusi kekuasaan – dan alokasi (allocation).

Tetapi dalam etika politik pengertian politik diperluas lagi, karena pokok
persoalannya bukan sekadar negara, tetapi manusia secara keseluruhan
sebagai makhuk individu dan sosial sekaligus, dan sebagai pribadi merdeka
dan hamba Tuhan sekaligus. Dasar dari etika politik dalam memandang
manusia sebagai zoon politicon (khewan berpolitik) ialah anthropologi
falsafah atau anthropologi kefilsafatan.

Dalam anthropologi falsafah muncul dua aliran penting yang merupakan


cikal-bakal lahirnya berbagai faham anthropologi falsafah dan
kemasyarakatan. Dua paham atau aliran itu ialah invidualisme dan
kolektivisme.

Individualisme merupakan cikal bakal faham liberalisme dalam politik dan


kapitalisme liberal dalam ekonomi. Sedangkan kolektivisme merupakan cikal
bakal daripada paham sosialisme dan komunisme. Dalam negara yang
menganut paham liberalisme, setiap kehidupan masyarakat, dalam konteks
bangsa dan negara, hak-hak dan kebebasan individu dijadikan dasar moral
bagi kebijakan negara dalam berbagai aspek kehidupan. Yang diutamakan
ialah kodrat manusia selaku individu dan pribadi merdeka, bukan manusia
sebagai makhluk sosial dan sebagai makhluk Tuhan.
Sedangkan dalam dalam negara sosialis, kepentingan dan hak-hak
masyarakat didahulukan. Kecuali dalam negara yang menganut paham
komunis, dalam beberapa negara yang menganut paham sosialisme, hak-
hak individu tidak sepenuhnya ditindas.

Dalam Islam, manusia selaku individu ditempatkan dalam konteks


kebersamaan dan persaudaraan. Nilai-nilai bersama dan kebersamaan
dijunjung tinggi justru untuk perkembangan individu. Pandangan Pancasila
relatif sejalan dengan pandangan Islam. Tetapi dalam kehidupan yang
menyangkut kepentingan bersama, khususnya di bidang social, politik dan
kebudayaan, sudah selayaknya penekanan lebih ditumpukan pada
kepentingan sosial di atas kepentingan individu-individu.

Tetapi dalam kenyataan manusia tidak bisa mengaktualisasikan diri kecuali


dalam hubungannya dengan manusia lain atau dalam rangka kehidupan
bersama dalam suatu masyarakat. Dalam kaitan inilah dikatakan sebagai
“zoon politicon” atau hewan berpolitik, yaitu hewan yang punya keharusan
berpolitik dalam rangka mengatur hubungannya dengan orang lain dalam
berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam bidang ekonomi, politik,
perdagangan dan kemasyarakatan secara umum.

Dimensi politik dalam kehidupan manusia selaku makhluk sosial dengan


demikian melekat dalam sifat kodrat manusia. Keperluannya untuk
mengembangkan diri bersama dengan orang lain mendorongnya untuk
membuat aturan-aturan kehidupan, norma-norma tertentu atau hukum-
hukum tertentu yang dapat melindungi hak-hak moral. Untuk itu ia pun
harus memenuhi kewajiban-kewajibannya sebagai tindak balas bagi hak-hak
yang mesti diperoleh dan diperjuangkan.

Terbentuknya negara dengan hukum dan perlembagaannya adalah


perkembangan lanjut dari hasrat manusia untuk hidup bersama dalam
kehidupan yang terorganisir sedemikian rupa. Karena itu apa yang disebut
dimensi politik dalam kehidupan mansia selalu berkaitan dengan kehidupan
negara dan hukum. Melalui negara dan hukum manusia hidup bersama
orang lain dalam tatanan yang secara normative didasarkan atas aturan-
aturan dan hukum-hukum tertentu yang mesti dipatuhi. Di situ manusia
sebagai individu atau anggota suatu kelompok masyarakat melakukan
kegiatan-kegiatan hidupnya.

Dimensi politik memiliki dua segi: (1) Segi pengertian tentang tindakan dan
perilaku politik; (2) Kehendak untuk melakukan tindakan dan kegiatan
politik. Dua segi atau aspek dari dimensi politik ini senantiasa berhadapan
dengan masalah moral. Manusia mengerti dan memahami tentang kejadian-
kejadian yang berlangsung di sekitarnya dan mengerti pula akibat yang
ditimbulkan oleh tindakan-tindakannya. Suatu akibat yang buruk dapat
dihindari apabila ia memiliki kesadaran moral bahwa ia bertanggungjawab
terhadap orang lain. Tetapi kesadaran saja tidak cukup. Ia harus memiliki
kehendak yang kuat untuk mengaktualisasikan kesadaran moralnya.

Tetapi tidak semua manusia dapat melakukan tindakan berdasarkan


pertimbangan moral dan akal pikiran. Banyak orang melakukan tindakan
demi dorongan egonya semata-mata yang sering tidak masuk akal dan tidak
bermoral. Untuk alasan itulah hukum diperlukan. Hukum di sini ikut berfungsi
memberi pengertian lebih mendasar tentang tindakan yang baik dan buruk.
Hukum berfungsi pula mengingatkan manusia akibat-akibat dari
pelanggaran yang dilakukannya.

Hukum terdiri dari norma-norma bagi tindakan yang dapat dibenarkan dan
tidak dapat dibenarkan. Tetapi hukum hanya bersifat normative, dan tidak
dengan sendirinya menjamin masyarakat mentaatinya. Oleh karena itu yang
secara efektif menentukan perilaku dan tindakan masyarakat ialah lembaga
yag mempunyai kekuasaan untuk memaksakan kehendaknya, dan lembaga
itu adalah negara. Hukum tanpa kekuasaan negara adalah sesuatu yang
tidak bermakna, sebab hukum hanya bisa dilaksanakan dalam konteks
kekuasaan negara atau lembaga hukum yang diberi wewenang oleh negara.
Sebaliknya negara tidak bias berbuat apa-apa tanpa landasan hukum yang
jelas dan disepakati bersama. Negara seperti halnya hukum memerlukan
legitimasi. Legitimasi itu ada di tangan rakyat.

Etika politik membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan obyek


formal etika, yaitu tinjauan kehidupan politik berdasarkan prinsip-prinsip
dasar etika. Obyek materialnya meliputi legitimasi negara, hukum,
kekuasaan dan penilaian kritis terhadap legitimasi-legitimasi tersebut.
Pancasila sebagai etika politik didasarkan atas sila-sila yang terkandung di
dalamnya, yang nilai-nilainya telah dijelaskan.

Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, Pancasila sebagai etika


politik menuntut agar kekuasaan dalam negara dijalankan sesuai dengan:
(1); Asas legalitas atau legitimasi hukum, yaitu dijalankan sesuai dengan
hukum yang berlaku dalam negara RI yang berdasarkan Pancasila; (2)
Disahkan dan dijalankan secara demokkratis; (3) Dilaksanakan berdasarkan
prinsip-prinsip moral atau tidak bertentangan dengan moral. Muhammad
Hatta mengatakan bahwa negara harus berdasarkan moral Ketuhanan dan
moral kemanusiaan agar tidak terjerumus menjadi “negara kekuasaan”
(machtsstaats).

Persatuan, Nasionalisme dan Sistem Ekonomi

Nasionalisme lahir pada permulaan abad ke-20 sebagai reaksi atau


perlawanan terhadap kolonialisme Eropa/Belanda. Dalam kolonialisme
terkandung tiga hal: (1) Politik dominasi dan hegemoni; (2) Eksploitasi
ekonomi; (3) Penetrasi budaya. Karena itu nasionalisme mengandung tiga
aspek penting:

1.Aspek politik. Nasionalisme bertujuan menghilangkan dominasi politik


bangsa asing dan menggantikannya dengan sistem pemerintahan yang
berkedaulatan rakyat (lihat pidato-pidato Bung Karno, Hatta, dan pemimpin
yang lain seperti Ruslan Abdulgani).

2. Aspek sosial ekonomi. Nasionalisme muncul untuk menghentikan


eksploitasi ekonomi asing dan membangun masyarakat baru yang bebas
dari kemelaratan dan kesengsaraan.

3. Aspek budaya. Nasionalisme bertujuan menghidupkan kembali


kepribadian bangsa yang harus diselaraskan dengan perubahan zaman. Ia
tidak menolak pengaruh kebudayaan luar, tetapi dengan menyesuaikannya
dengan pandangan hidup, sistem nilai dan gambaran dunia (worldview,
Weltanschauung) bangsa . Juga tidak dimaksudkan untuk mengingkari
kebhinnekaan yang telah sedia ada sebagai realitas sosial budaya dan
realitas anthropologis bangsa .
Ketiga aspek tersebut tidak dapat dipisahkan dalam konteks
nasionalisme Indonsia (pidato Ruslan Abdulgani dalam Sidang Konstituante
1957). Pandangan ini merujuk pada pidato Bung Karno (7 Mei 1953) di
Universitas Indonesia, yang intinya ialah: Pertama, nasionalisme Indonesia
bukan nasionalisme semit (chauvinism) tetapi nasionalisme yang
mencerminkan perikemanusiaan (humanisme, internasionalisme); Kedua,
kemerdekaan Indonesia tidak hanya bertujuan untuk menjadikan negara
yang berdaulat secara politik dan ekonomi, tetapi juga mengembangkan
kepribadian sendiri atau kebudayaan yang berpijak pada sistem nilai dan
pandangan hidup bangsa Indonesia sendiri yang ‘bhinneka tunggal ika’.
Budaya dan agama yang dianut bangsa merupakan sumber rujukan bagi
terciptanya kepribadian bangsa .

Dalam pidatonya itu Bung Karno mengatakan bahwa nasionalisme Indonesia


tampil dalam sejarahnya didorong oleh tiga faktor, yaitu “economische
uitbuilding” (eksploitasi ekonomi yang dilakukan kolonialisme Belanda),
“political frustratioen” (kekecewaan politik disebabkan dominasi kekuasaan
asing, yaitu kolonial Belanda) dan “ hilangnya kebudayaan yang
berkepribadian” disebabkan oleh sistem pendidikan dan tiadanya hak-hak
budaya bagi masyarakat Indonesia untuk melindungi dan mengembangkan
kebudayaannya. Yang pertama, menghendaki sistem ekonomi terpimpin
sebagai tandingan ekonomi kapitalis yang menimbulkan “lexploitation de
l’homme par l‘homme” (penindasan manusia atas manusia). Sedangkan
kekecewaan politik menghendaki sistem pemerintahan yang didasarkan atas
kedaulatan rakyat (demokrasi) dan bebas dari dominasi asing.
Harus ditambahkan di sini bahwa disebabkan oleh perjalanannya itu maka
komponen yang membentuk gerakan kebangsaan di juga berbeda dengan
komponen nasionalisme Eropa dan Amerika. Selain komponen agama dan
kemajemukan etnik serta budaya, dalam nasionalisme terdapat komponen
seperti Marxisme dan sosialisme, melengkapi komponen humanisme dan
sejenisnya.

Ekonomi Terpimpin
Istilah ‘ekonomi terpimpin’ dikemukakan oleh Bung Hatta. Ia merupakan
konsekwensi dari nasionalisme yang timbul sebagai perlawanan menentang
kolonialisme dan imperialisme. Dalam menancapkan kekuasaannya
pemerintah kolonial Belanda menggunakan sistem kapitalisme perdagangan
yang eksploitatif dan menjadikan sebagai perkebunan raksasa. Dengan itu
rakyat dieksplotasi sebagai buruh perkebunan dengan gaji rendah,
sedangkan pemerintah Belanda memperoleh keuntungan yang besar.

Menurut Bung Hatta ekonomi terpimpin adalah lawan dari ekonomi liberal
yang melahirkan sistem kapitalisme. Semboyannya ialah ‘laissez faire’
(‘Biarkan saja’), artinya biarkan pasar bertindak bebas dalam membangun
kehidupan ekonomi dan perdagangan. Ekonomi liberal menghendaki
pemerintah tidak campur tanganm dalam perekonomian rakyat dengan
membuat peraturan-peraturan ketat (regulasi) yang membatasi gerak bebas
pasar.

Ekonomi terpimpin adalah sebaliknya. Pemerintah harus aktif bertindak dan


memberlakukan peraturan terhadap perkembanan ekonomi dalam
masyarakat agar rakyat tidak dieksploitasi, harga tidak dipermainkan dan
dengan demikian tercapai keadilan sosial. Alasan mengapa ekonomi
terpimpin dipandang sesuai dengan cita-cita nasionalisme ialah: Karena
membiarkan perekonomian berjalan menurut permainan bebas dari tenaga-
tenaga masyarakat berarti membiarkan yang lemah menjadi makanan yang
kuat.

Ekonomi liberal bercita-cita memberikan kemakmuran dan kemerdekaan


bagi semua orang, tetapi hasilnya menimbulkan pertentangan dan
kesengsaraan. Yang kaya bertambah kaya, yang miskin bertambah melarat.
Sebab kebebasan atau liberalisme yang disandang oleh sistem itu dalam
kenyataan hanya dimiliki ioleh segolongan kecil orang (yaitu pemilik modal
atau kapital) dan kepada mereka yang segelintir itu sajalah keuntungan dan
kemakmuran berpihak, bukan kepada rakyat banyak.
Tetapi dalam sistem ekonomi terpimpin itu tedapat banyak aliran. Antara
lain: (1) Ekonomi terpimpin menurut ideology komunisme; (2) Ekonomi
terpimpin menurut pandangan sosialisme demokrasi; (3) Ekonomi terpimpin
menurut solidaroisme; (4) Ekonomi Terpimpin menurut paham Kristen
Sosialis; (5) Ekonomi Terpimpin berdasar ajaran Islam; (6) Ekonomi
Terpimpin berdasarkan pandangan demokrasi sosial.
Semua aliran ekonomi terpimpin ini menentang dasar-dasar individualisme,
yang meletakkan buruk baik nasib masyarakat di tangan orang-orang yang
mengemudikan kehidupan dan tindakan ekonomi. Ekonomi liberal
berdasarkan pada individualisme. Individu (baca kepentingan individu)
didahulukan dari masyarakat. Tetapi ekonomi terpimpin mendahulukan
masyarakat dari individu. Sekalipun demikian di antara paham-paham
ekonomi terpimpin itu ada yang menolak kolektivisnme, karena bagi mereka
kolektivisme sebenarnya hanya berlaku dalam ideologi komunisme dan
sosialisme.

Tetapi terdapat persamaan pula dari sistem ekonomi terpimpin yang


berbeda-beda itu, yaitu: (1) Dalam hal menentang individualisme; (2) Dalam
hal pemberian tempat yang istimewa kepada pemerintah untuk mengatur
dan memimpin perekonomian negara. Perbedaan antara sistem-sistem itu
berkenaan dengan seberapa besar campur tangan kekuasaan publik dan
bagaimana coraknya campur tangan itu dalam perekonomian individu dan
masyarakat. Ideologi komunisme menghendaki campur tangan besar dan
menyeluruh dari pemerintah atau negara, sehingga individu ditindas. Sistem
ekonomi kpmunis bersifat totaliter, dikuasai oleh negara.

Tetapi ekonomi terpimpin yang lebih sesuai dalam konteks nasionalisme


ialah ekonomi bercorak sosialis, yang berkehendak melaksanakan cita-cita
demokrasi ekonomi. Dengan diimbangi demokrasi ekonomi, maka demokrasi
politik akan mengurangi sifat individualismenya yang kelewat besar dan
tidak sesuai dengan asas-asas kolektivisme. Dalam sistem ekonomi
terpimpin bercorak sosialis, campur tangan negara terbatas dan peranan
individu tidak sepenuhnya dimusnahkan, hanya saja gerak mereka dibatasi
dan diatur demi melindungi kepentingan masyarakat.

Menurut Lerner dalam bukunya The Economics of Control (1919), sistem


eknomi terpimpin yang bercorak sosialis menggabungkan ke dalamnya
unsure-unsur ekonomi kapitalis dan ekonomi kolektif. Liberalisme dan
sosialisme, menurutnya, dapat didamaikan menjadi “Welfare economics”
atau ekonomi kemakmuran. Masalah utamanya ialah bagaimana cara
menguasai perekonomian untuk kemakmuran penduduknya secara luas. Ini
dipraktekkan di AS dan beberapa negara Eropa, termasuk Skandinavia
setelah Perang Dunia I (1918) bersamaan dengan runtuhnya kapitalisme
liberal sebagai akibat dari peperangan.yang kejam dan bengis.

Dalam sistem ekonomi seperti itu ada tiga hal yang harus dilaksanakan:
Pertama, segala sumber perekonomian yang ada harus dikerjakan supaya
semua orang memperoleh pekerjaan; kedua, melaksanakan pembagian
pendapatan yang adil, agar perbedaan atau jurang besar dalam pendapatan
dan kekayaan antara yang kaya dan yang miskin dikurangi; ketiga,
menghapuskan monopoli dan oligapoli dalam perekonomian, sebab
keduanya melahirkan eksploitasi yang melampaui batas dan pemborosan
ekonomi yang besar pula.

Tujuan ekonomi terpimpin dalam bidang demokrasi, menurut Hatta, ialah


mencapai kemakmuran rakyat seluruhnya, dengan tiada menghilangkan
kepribadian manusia. Masyarakat didahulukan, bukan individu. Tetapi
manusia sebagai individu tidaklenyap sama sekali dalam kolektivitas. Secara
umum cita-cita ekonomi terpimpin ialah: (1) Terbukanya lapangan kerja bagi
masyarakat secara keseluruhan sehingga pengangguran dikurangi; (2)
Adanya standar hidup yang baik bagi masyarakat secara keseluruhan; (3)
Semakin berkurangnya ketidaksamaan ekonomi dengan memperrata
kemakmuran; (4) Terciptanya keadilan sosial.

Pancasila
By beautygaul

BAB I
PENDAHULUAN

Pancasila adalah dasar filsafat negara Republik Indonesia yang secara resmi
disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam
pembukaan UUD 1945, diundangkan dalam Berita Republik Indonesia tahun
11 No.7 bersama-sama dengan bantang tubuh UUD 1945.
Pancasila adalah sebagai dasar filsafat negara dan pandangan filosofis
bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sudah merupakan suatu keharusan moral
untuk secara konsisten merealisasikannya dalam setiap aspek kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

BAB II
PEMBAHASAN
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

Ideologi berasal dari kata Yunani, Idein yang berarti melihat atau Idea yang
berarti raut muka, perawakan, gagasan, buah pikiran dan Logia yang berarti
ajaran.
Dengan demikian Ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan
buah pikiran (science des ideas).
Sedangkan pengertian ideologi secara umum adalah suatu kumpulan
gagasan, ide, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang
mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berbagai bidang kehidupan
seperti:
a. Bidang politik, hukum, hankam
b. Bidang sosial
c. Bidang kebudayaan
d. Bidang keagamaan
Sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, Pancasila pada hakikatnya
merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau
sekelompok orang. Ideologi ini tumbuh dan berkembang dalam pandang
hidup masyarakat dan bangsa Indonesia. Pancasila diangkat dari nilai-nilai
adat-istiadat kebudayaan serta nilai religius yang terdapat pada pandangan
hidup masyarakat indonesia.
Kekuatan Ideologi
Menurut Alfian, seorang pakar ilmu politik, mengemukakan bahwa kekuatan
suatu ideologi itu tergantung pada kualitas dan dimensi yang ada pada
ideologi itu sendiri. (Alfian, Pancasila Sebagai Ideologi dalam Kehidupan
Politik, Jakarta: BP-Y Pusat, h. 192).
1. Dimensi Realita
Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam ideologi tersebut secara riil
berakar dalam /hidup masyarakat atau bangsanya, terutama karena nilai-
nilai dasar tersebut bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya.
2. Dimensi Idealisme
Nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme yang memberi
harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam
praktik kehidupan bersama dengan berbagai dimensinya.
3. Dimensi Fleksibilitas/Dimensi Pengembangan
Ideologi tersebut memiliki kekuasaan yang memungkinkan dan merangsang
perkembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan dengan ideologi
bersangkutan tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat atau jati diri
yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya.

A. Kedudukan dan Fungsi Pancasila


Setiap kedudukan dan fungsi Pancasila pada hakikatnya memiliki makna
serta dimensi masing-masing yang konsekuensinya aktualisasinya pun
memiliki aspek yang berbeda-beda, walaupun hakikat dan sebenarnya sama.
Dilihat dari kedudukannya, Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi,
yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
Dilihat dari fungsinya, Pancasila mempunyai fungsi utama sebagai dasar
Negara Republik Indonesia.
1. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur
tersebut adalah suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan itu
sendiri. Pandangan hidup berfungsi sebagai kerangka acuan baik untuk
menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antar manusia dalam
masyarakat serta alam sekitarnya.
Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan
atau aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang, ini berarti bahwa
semua tingkah laku dan tindak perbuatan setiap manusia Indonesia harus
dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila.

2. Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia


Sebagai dasar negara, Pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang
meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum, sehingga merupakan suatu
sumber nilai, norma, serta kaidah, baik moral maupun hukum negara dan
menguasai hukum dasar baik yang tertulis atau Undang-Undang Dasar
maupun yang tidak tertulis atau Conversi. Dalam hal ini Pancasila
dipergunakan sebagai dasar mengatur penyelenggaraan pemerintahan
Negara.
Rumusan dasar Negara Republik Indonesia yang sah tercantum dalam
pembukaan UUD 1945 alenia ke empat. Fungsi dari Pancasila sebagai Dasar
Negara Republik Indonesia adalah sebagai sumber dari segala hukum
(sumber tertib hukum). Sumber tertib hukum ada 2, yaitu:
a. Sumber Formal
Tempat atau sumber hukum dari mana suatu peraturan mempunyai
kekuatan hukum
b. Sumber Material
Tempat dari mana materi hukum itu sendiri.
3. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia
Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia berakar pada
pandangan hidup dan budaya bangsa, dan bukannya mengangkat atau
mengambil ideologi dari bangsa lain.
Selain itu, Pancasila juga bukan hanya merupakan ide-ide atau perenungan
dari seseorang saja yang hanya memperjuangkan suatu kelompok atau
golongan tertentu, melainkan Pancasila berasal dari nilai-nilai yang dimiliki
oleh bangsa, sehingga pancasila pada hakikatnya untuk seluruh lapisan
serta unsur-unsur bansa secara komprehensif.

B. Perbandingan Ideologi
Dalam bagan yang dirumuskan oleh Yadi Ruyadi, dkk (2009 :9)
Perbandingan Ideologi Pancasila dan ideologi lain adalah sebagai berikut:

Aspek Ideologi
Liberalisme Komunisme Sosialisme Pancasila
POLITIK HUKUM - Demokrasi liberal.
- Hukum untuk melindungi individu
- Dalam politik melindungi individu - Demokrasi rakyat
- Berkuasa mutlak satu parpol
- Hukum untuk melanggengkan komunis. - Demokrasi untuk kolektivitas
- Diutamakan kebersamaan
- Masyarakat sama dengan negara. - Demokrasi Pancasila
- Hukum untuk menjunjung tinggi keadilan dan keberadaan individu dan
masyarakat.
EKONOMi - Peran negara kecil
- Swasta mendominasi
- Kapitalisme
- Monopolisme
- Persaingan bebas - Peran negara dominan
- Demi kolektivitas artinya adalah demi negara.
- Monopoli negara - Peran negara ada untuk pemerataan
- Keadilan distributif yang diutamakan. - Peran negara ada untuk tidak terjadi
monopoli dll, yang merugikan rakyat.
AGAMA - Agama urusan pribadi
- Bebas beragama atau tidak - Agama candu masyarakat
- Agama harus dijauhkan dari masyarakat
- Atheis. - Agama harus mendorong berkembangnya kebersamaan. - Bebas
memilih salah satu agama.

Pandangan Terhadap Individu dan Masyarakat - Individu lebih penting dari


pada masyarakat
- Masyarakat diabdikan bagi individu - Individu tidak penting
- Masyarakat tidak penting
- Kolektivitas yang dibentuk negara lebih penting. - Masyarakat lebih penting
daripada individu - Individu diakui keberadaannya.
- Masyarakat diakui keberadaan-nya.
- Hubungan individu dan masyarakat dilandasi selaras, serasi, seimbang.
- Masyarakat ada karena individu ada.
- Individu akan punya arti apabila hidup ditengah masyarakat.
CIRI KHAS - Penghargaan atas hukum
- Demokrasi
- Negara hukum
- Menolak dogmatis
- Reaksi atas absolutisme - Atheisme
- Dogmatisme
- Otoriter
- Ingkar HAM
- Reaksi terhadap liberalisme dan kapitalisme - Kebersamaan
- Akomodasi
- Jalan tengah - Keselarasan, keserasian, keseimbangan dalam setiap aspek
kehidupan

BAB III
PENUTUP

Simpulan
Di lihat dari kedudukannya, Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi,
yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup Bangsa dan Negara Republik
Indonesia.
Dilihat dari fungsinya, Pancasila mempunyai fungsi utama sebagai Dasar
Negara Republik Indonesia.
Dilihat dari segi materinya, Pancasila digali dari pandangan hidup Bangsa
Indonesia, yang merupakan jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia berakar pada
pandangan hidup dan budaya bangsa, dan bukannya mengangkat atau
mengambil ideologi dari bangsa lain. Karasteristik sistem antrian
Written by AJAT SUDARAJAT on November 25, 2009 – 5:30 pm

Terdapat tiga komponen dalam sistem antrian:

* Kedatangan atau masukan sistem. Kedatangan memiliki karasteristik


seperti ukuran populasi, populasi, perilaku, dan sebuah distribusi statistik.
* Disiplin antrian, atau antrian itu sendiri. Karasteristik antrian mencakup
apakah jumlah antrian terbatas atau tidak terbatas panjangnya dan materi
atau orang-orang yang ada di dalamnya.
* Fasiltas Pelayanan; Karasteristiknya meliputi disain dan distribusi statistik
waktu pelayanan.

Karasteristik Kedatangan :

3 Karasteristik Utama :

* Ukuran populasi kedatangan


* Perilaku kedatangan
* Pola kedatangan.

Mengukur Kinerja antrian

Dengan menganalisis antrian akan dapat diperoleh banyak ukuran kinerja


sebuah sistem antrian, meliputi hal sebagai berikut:

* Waktu rata-rata yang dihabiskan pelanggan dalam antrian.


* Panjang antrian rata-rata.
* Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pelanggan dalam sistem(waktu
tunggu ditambah waktu pelayanan).
* Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem.
* Probalitas Fasilitas pelayanan akan kosong.
* Faktor utilisasi sistem.
* Probabilitas sejumlah pelanggan berada dalam sistem.

Ragam model antrian :

Ada beberapa ragam model antrian diantaranya adalah :

* Sistem sederhana (model A)contoh ; meja informasi di departemen store.


* Jalur Berganda (Model B) Contoh; Loket tiket penerbangan.
* Pelayanan Konstan (Model C) contoh: Tempat pencucian mobil otomatis.
* Populasi Terbatas (model D) contoh; Bengkel yang memiliki hanya selusin
yang dapat rusak.

Sekitar 80 akademisi dari Spanyol, Tunisia, Aljazair, Maroko, Prancis, dan


beberapa negara lainnya berdiskusi dalam sebuah forum internasional
tentang umat Islam yang secara kolektif diasingkan dari Granada 400 tahun
lalu.

Pada 1492, setelah jatuhnya Kota Granada-Andalusia, sebagian besar umat


Islam diasingkan dari bumi Islam, Andalusia (Spanyol). Sementara itu sisanya
dipaksa masuk agama Kristen. Tidak cukup dengan hal demikian, umat Islam
pun mengalami siksaan yang memilukan setiap tahunnya, yaitu dibakar
hidup-hidup.

Saat ini, banyak umat Islam Spanyol yang menyadari bahwa leluhur mereka
merupakan muslim Andalusia.

9 April 2009 lalu genap sudah 400 tahun terjadinya salah satu gerakan
pengusiran terbesar sepanjang sejarah, yang mengeluarkan muslim Andalus
yang telah hidup di bumi tumpah darahnya selama 8 abad, sekaligus juga
membangun peradaban Islam yang gemilang dan menjadi salah satu
peradaban yang paling penting.

Para sejarawan memperkirakan jumlah umat Islam yang diusir ada sekitar
250 ribu--350 ribu jiwa. Hal itu mengindikasikan bahwa sebagian mereka
pergi ke pantai utara Maroko dan sisanya pergi ke Tunisia.

Seorang penulis kenamaan Spanyol Juan Guytesillo menyatakan peristiwa


tersebut sebagai pengusiran sekaligus pemusnahan etnis dan agama yang
pertama kali terjadi di Eropa.

Penulis Spanyol lainnya, Emilio Paistorius mengatakan bahwa pengusiran


bangsa Moor (muslim) dari Andalusia merupakan kejahatan terbesar kedua.
Sedangkan kejahatan terbesar yang pertama adalah pencurian buku-buku
milik kaum muslimin oleh Ratu Isabella, yang kemudian dibakar di depan
pintu gerbang ar-Raml (Bab al-Raml), Granada, kecuali buku-buku
kedokteran Islam.

Islam bercokol di semenanjung Iberia (Andalusia, kini Spanyol, Portugal dan


Andorra) selama kurang lebih 8 abad (8--16 M). Selama rentan waktu itu
pula, Islam mampu menyulap semenanjung yang semula daerah pinggiran
itu menjadi salah satu pusat peradaban dunia dan sentral ilmu pengetahuan
sejagat. Ribuan cendikiawan, jutaan jilid buku, dan ratusan bangunan
bersejarah Arab-Islami mengabadikan kisah kegemilangan peradaban Islam
di bumi Andalusia itu.
Dan dari Islam-Andalusia pula, bangsa Eropa (kembali) mengenal ilmu
pengetahuan hingga akhirnya mengilhami abad pencerahan, aufklarung,
renaissance, dan kebangkitan di benua itu.

Transmisi ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang beralur dari Andalusia


ke kota-kota Eropa lainnya. Filsuf Inggris abad pertengahan Roger Bacon
menyatakan, kebangkitan Eropa sangat berhutang kepada peradaban Islam
Andalusia. (wb/L2-AGS, Kairo)
*www.eramuslim.com

(read more ...)

30 Juli 2009
0 Comment
RSS

Filed under: Ketahuilah!!! Mengawasi Jajanan Anak


Jul

29

Ditemukannya kandungan zat berbahaya dalam jajanan anak yang dijual di


sejumlah sekolah Dasar di Depok, tentu membuat para ibu resah.

Hasil uji sampling menunjukkan 30 persen jajanan mengandung borak, 3


persen mengandung formalin, serta 6 persen mengandung rodamin dan
siklamat. Sampel diuji berdasar enam parameter yakni formalin, borak,
rodamin, metamin yellow, siklamat dan bakteri.

Jajanan dengan berbagai jenis bentuk dan warna memang dikemas secara
menarik untuk memikat anak-anak. Akibatnya, mereka tak kandungan gizi
atau bahkan jajanan itu berbahaya bagi kesehatan.

Bagi Anda, orang tua yang selalu memberi uang jajan kepada buah hati,
sebaiknya mulai mengerem kebiasaan ini. Dari pada memberikan uang jajan
kepada anak, Anda dapat memberikan penggantinya dalam bentuk bekal
makanan sebab jajanan yang belum tentu terjamin nutrisi dan
kebersihannya.

Tahukah Anda, berdasarkan hasil survei Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM) pada 2007, dari 4.500 sekolah di Indonesia ada 45 persen jajanan
yang dijual di sekitar sekolah tercemar bahaya pangan mikrobiologis dan
kimia.
Bahaya utama berasal dari cemaran fisik mikrobiologi dan kimia seperti
pewarna tekstil. Jenis jajanan berbahaya ini meliputi makanan utama,
makanan ringan, dan minuman.

Untuk mencegah kebiasaan jajan anak harus dimulai dari pola makan
keluarga, antara lain:
- Membuat bekal makanan yang tidak kalah enak dari jajanan yang dapat
dibeli di luar rumah.
- Biasakan anak untuk sarapan pagi sebelum sekolah.

- Sebagai upaya preventif, anak harus dikenalkan pada pola makan sehat
dan orangtua harus dapat dijadikan contoh atau panutan. Tidak ada gunanya
melarang anak jajan kalau orangtuanya juga sering jajan dengan alasan
tidak sempat memasak karena kesibukannya.

- Ajak buah hati membuat penganan di rumah. Dari sini Anda akan tahu
makanan apa yang menjadi favoritnya, dan cocok untuk bekalnya ke
sekolah.

- Tegas membatasi permintaan anak untuk jajan. Caranya, membatasi uang


jajan mereka dan frekuensi jajan. Misalnya anak-anak hanya boleh jajan hari
Sabtu atau Minggu. (muslimdaily.net/dkr/vvnws)

(read more ...)

29 Juli 2009
0 Comment
RSS

Filed under: Ketahuilah!!! Penyebab Bayi Enggan Menyusui


Jul

29

Ada kalanya seorang bayi akan menolak saat ibunya memberinya ASI. Ada
beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, antara lain: 1. Kurang
sehat. Kondisi tubuh bayi yang kurang sehat bisa membuat bayi kesulitan
mengisap dengan baik, sehingga ASI yang didapat sedikit. Akhirnya bayi jadi
capek atau frustrasi, dan menolak menyusu. 2. Kesakitan. Bayi yang
mengalami memar akibat lahir dengan alat bantu (misalnya: vakum)
mungkin menolak menyusu jika bagian yang memar ini terpencet tiap kali ia
menyusu. 3. Tersumbat hidungnya. Bayi yang hidungnya tersumbat (karena
pilek) mungkin menolak menyusu karena kesulitan bernafas. 4. Sariawan.
Bayi yang sedang sariawan, atau mulutnya terinfeksi jamur Candida
mungkin hanya mau mengisap beberapa kali saat menyusu, lalu berhenti
dan menangis. 5. Sedang tumbuh gigi. Bayi yang sedang tumbuh gigi
mungkin merasa gusinya nyeri, atau air liurnya berlebihan, atau agak
demam, sehingga menolak menyusu karena merasa tidak nyaman. 6.
Mengantuk. Bayi yang terpengaruh efek sedatif (bius) obat-obatan mungkin
menolak menyusui karena mengantuk. 7. Bingung puting. Bayi yang diberi
susu botol atau empeng terlalu dini (sebelum 2 minggu) mungkin menolak
menyusu karena kesulitan menguasai teknik mengisap payudara – yang
sangat berbeda dengan mengisap dot. 8. Tidak mampu `mengambil� cukup
ASI untuk memenuhi kebutuhannya. Bayi yang belum menguasai teknik
menyusu mungkin hanya mampu mengisap ASI sedikit sehingga harus
mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengisap lebih lama atau lebih dalam.
Akibatnya ia jadi capek atau frustasi, lalu menolak menyusu. 9. Ingin
`melawan� perlakuan yang tidak menyenangkan. Jika ibu atau pengasuh
kurang menguasai teknik mengatur posisi bayi saat akan menyusu, bayi bisa
saja merasa diperlakukan kasar atau disakiti. Sebagai upaya `perlawanan� ,
ia pun menolak menyusu. 10. Terganggu isapannya. Jika ibu sering
memegangi atau mengguncang payudara saat menyusui, posisi mulut bayi
terhadap payudara bisa terganggu. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman
dan menolak menyusu. 11 Dibatasi jadwal menyusunya. Jika ibu menyusui
hanya pada jam-jam tertentu dan bukan menurut keinginan bayi, bayi bisa
frustrasi karena kelaparan dan malah menolak menyusu. 12 Terganggu
semburan ASI. Aliran ASI yang terlalu cepat dan deras saat bayi mulai
mengisap bisa membuat bayi tersedak. Jika terjadi berulang kali selama
menyusu, bayi mungkin jadi frustrasi dan menolak menyusu. 13. Merasa
terganggu oleh suatu perubahan. Bayi usia 3-12 bulan mudah terganggu
oleh berbagai perubahan: berpisah dengan ibunya, ada pengasuh baru,
pindah rumah, kedatangan tamu, ibunya sakit (atau sedang menstruasi),
payudara ibu terinfeksi, bau tubuh ibu berubah, dsb. Ketika suatu perubahan
dirasa mengganggu, bayi bisa jadi tidak menangis melainkan langsung
`mogok� menyusu. Cobalah dicek alasan alasan diatas, mana yang paling
sesuai dengan kondisi ibu dan anaknya. Tetapi yang jelas, teruslah
berusaha, dan berikan ketenangan pada ibunya, karena ibu yang gelisah
juga akan mempengaruhi bayinya, mungkin baik juga mengajaknya si anak
bermain-main dulu. Mengenai cara memperlancar produksi ASI. cara utama
sebenarnya dengan terus memberinya ASI, karena dengan jarang
memberikan ASI maka produksi ASIpun akan menurun, maka jika si BAYI
tidak mau menyusui sebaiknya ASI tetap di pompa keluar. Mengenai
makanan banyak ibu ibu mengatakan memakan daun katuk atau buah
pepaya muda yang direbut akan meningkatkan ASI, dan tentu harus
ditambah dengan makanan bergizi lainnya. Sementara untuk obat-obat
modern, bisa menghubungi dokter kandungan untuk meminta resep
penambah ASI. (muslimdaily.net/dkr/dchcr)
(read more ...)
29 Juli 2009
0 Comment
RSS

Filed under: Ketahuilah!!! Bacaan di Masa Kecil Pengaruhi Masa Depan Anak
Jul

29

Cerita atau bacaan yang dibaca oleh anak kita saat ini akan memengaruhi
karakternya 25 tahun kemudian, apakah si anak itu cerdik, jujur, licik, serta
berbagai karakter lain yang baik atau buruk dalam dirinya.

Untuk itulah, orang tua perlu pandai-pandai dan bijaksana memilihkan


bacaan untuk anaknya. Demikian teori David McClelland tersebut dilontarkan
oleh Renny Yaniar, Pemimpin Redaksi Majalah Anak Mombi, dalam diskusi
�Cerita Rakyat Memperkaya Dunia Dongeng Anak�, Sabtu (21/6), di
Jakarta.

Renny menambahkan, untuk teorinya itu McClelland mengambil sampel


Inggris dan Spanyol, dua negara raksasa di awal abad ke-16. Dalam
perkembangan selanjutnya, ujar Renny, Inggris terus menjadi negara maju,
sebaliknya Spanyol malah mengalami kemunduran.

"Mengapa bisa begitu ternyata McClelland, psikolog asal Universitas Harvard,


itu mendasari penyebabnya bahwa persoalan karakter anak-anak sebagai
generasi penerus bangsanya adalah berlatar dari apa yang mereka baca,"
ujar Renny.

Menurut McClelland, lanjut Renny, cerita dan dongeng-dongeng yang


berkembang di Inggris pada masa-masa itu mengandung nilai-nilai
optimisme yang tinggi (need for achievement), keberanian untuk mengubah
nasib, serta sikap tidak gampang menyerah.

"Dongeng-dongeng itu ternyata telah menjadi virus yang mampu membuat


anak-anak sebagai penikmatnya dipengaruhi sindroma ingin terus maju dan
terus berprestasi tanpa kenal menyerah," ujar Renny. "Sebaliknya, umumnya
dongeng di Spanyol kebanyakan mengandung nilai-nilai komedi berunsur
kecerdikan yang licik dan penuh tipu daya, seperti kisah si Kancil,"
tambahnya.

Untuk itulah, Renny mengisyarakatkan perlunya orang tua zaman sekarang


memilih bacaan yang baik untuk putra-putrinya, khususnya yang masih
berusia dini. Cerita Rakyat, lanjut Renny, merupakan satu dari sekian banyak
bacaan yang perlu menjadi pilihan bagi orang tua.

"Cerita rakyat itu imajinatif sehingga sangat baik untuk mengembangkan


daya berpikir si anak, apalagi di dalamnya penuh mengandung pesan yang
baik soal kejujuran, pantang menyerah, hormat kepada orang dan lain-lain
yang selalu bersifat positif," ujar Renny.

Tentunya sebagai keluarga muslim, akan sangat indah bila kita


memperkenalkan kisah-kisah perjuangan Rasulullah dan para shahabatnya.
Suatu suri tauladan terbaik bagi umat manusia. Atau juga kisah-kisah para
pendahulu umat yang sholeh. Sehingga sedari kecil putra-putri kita
mendapat asupan motivasi dari cerita tersebut yang nantinya menjadi
pelecut di masa depannya(muslimdaily.net/dkr/kmps)

(read more ...)

29 Juli 2009
0 Comment
RSS

Filed under: Ketahuilah!!! Perhiasan Dunia Terindah…


Jul

28

ebuah berita gembira datang dari sebuah hadits Rosul bahwa Rosulullah
Saw. Bersabda :

”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah
wanita yang sholehah.” (HR. an-Nasa’I dan Ahmad)

Di dalam Islam, peranan seorang istri memainkan peranan yang sangat


penting dalam kehidupan berumah-tangga dan peranannya yang sangat
dibutuhkan menuntutnya untuk memilih kualitas yang baik sehingga bisa
menjadi seorang istri yang baik. Pemahamannya, perkataaannya dan
kecenderungannya, semua ditujukan untuk mencapai keridho’an Allah Swt.,
Tuhan semesta Alam. Ketika seorang istri membahagiakan suaminya yang
pada akhirnya, hal itu adalah untuk mendapatkan keridho’an dari Allah Swt.
sehingga dia (seorang istri) berkeinginan untuk mengupayakannya.

Kualitas seorang istri seharusnya memenuhi sebagaimana yang disenangi


oleh pencipta-Nya yang tersurat dalam surat Al-Ahzab. Seorang Wanita
Muslimah adalah seorang wanita yang benar (dalam aqidah), sederhana,
sabar, setia, menjaga kehormatannya tatkala suami tidak ada di rumah,
mempertahankan keutuhan (rumah tangga) dalam waktu susah dan senang
serta mengajak untuk senantiasa ada dalam pujian Allah Swt.

Ketika seorang Wanita Muslimah menikah (menjadi seorang istri) maka dia
harus mengerti bahwa dia memiliki peranan yang khusus dan
pertanggungjawaban dalam Islam kepada pencipta-Nya, Allah Swt.
menjadikan wanita berbeda dengan pria sebagaimana yang disebutkan
dalam ayat Al-Qur’an:

”Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada
sebagian yang lain. (karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka
usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka
usahakan dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.” (QS. An Nisaa’ ,
4:32)

Kita dapat melihat dari ayat ini bahwa Allah Swt. membuat perbedaan yang
jelas antara peranan laki-laki dan wanita dan tidak diperbolehkan bagi laki-
laki atau wanita untuk menanyakan ketentuan peranan yang telah Allah
berikan sebagaimana firman Allah:

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi
perempuan yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan
suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan
mereka.” (QS. Al Ahzab, 33:36)

Karenanya, seorang istri akan membenarkan Rasulullah dan akan membantu


suaminya untuk menyesuaikan dengan prinsip-prinsip syari’ah (hukum
Islam) dan memastikan suaminya untuk kembali melaksanakan kewajiban-
kewajibannya, begitupun dengan kedudukan suami, dia juga harus
memenuhi kewajiban terhadap istrinya.

Diantara hak-hak lainnya, seorang istri memiliki hak untuk Nafaqah (diberi
nafkah) yang berupa makanan, pakaian dan tempat untuk berlindung yang
didapatkan dari suaminya. Dia (suami) berkewajiban membelanjakan
hartanya untuk itu walaupun jika istri memiliki harta sendiri untuk
memenuhinya. Rasulullah Saw. Bersabda :

”Istrimu memiliki hak atas kamu bahwa kamu mencukupi mereka dengan
makanan, pakaian dan tempat berlindung dengan cara yang baik.” (HR.
Muslim)

Ini adalah penting untuk dicatat bahwa ketika seorang istri menunaikan
kewajiban terhadap suaminya, dia (istri) telah melakukan kepatuhan
terhadap pencipta-Nya, karenanya dia (istri yang telah menunaikan
kewajibannya) mendapatkan pahala dari Tuhan-Nya. Rasulullah Saw.
mencintai istri-istrinya karena kesholehan mereka.

Aisyah Ra. suatu kali meriwayatkan tentang kebaikan kualitas Zainab Ra.,
istri ketujuh dari Rosulullah Saw.,
”Zainab adalah seseorang yang kedudukannya hampir sama kedudukannya
denganku dalam pandangan Rasulullah, dan aku belum pernah melihat
seorang wanita yang lebih terdepan kesholehannya daripada Zainab Ra.,
lebih dalam kebaikannya, lebih dalam kebenarannya, lebih dalam pertalian
darahnya, lebih dalam kedermawanannya dan pengorbanannya dalam hidup
serta mempunyai hati yang lebih lembut, itulah yang menyebabkan ia lebih
dekat kepada Allah”.

Seperti kebesaran Wanita-wanita Muslimah yang telah dicontohkan kepada


kita, patut kiranya bagi kita untuk mencontohnya dengan cara mempelajari
kesuciannya, kekuatan dari karakternya, kebaikan imannya dan
kebijaksanaan mereka. Usaha untuk mencontoh Ummul Mukminin yang telah
dijanjikan surga (oleh Allah) dapat menunjuki kita kepada karunia surga.

Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

“Ketika seorang wanita menunaikan sholat 5 waktu, berpuasa pada bulan


Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mematuhi suaminya, maka dia
akan masuk surga dengan beberapa pintu yang dia inginkan.” (HR. Al
Bukhari, Al Muwatta’ dan Musnad Imam Ahmad)

Wahai Muslimah yang tulus, perhatikan bagaimana Nabi Saw. menjadikan


sikap ta’at kepada suami sebagai dari bagian amal perbuatan yang dapat
mewajibkan masuk surga, seperti shalat, puasa; karena itu bersungguh-
sungguhlah dalam mematuhinya dan jauhilah sikap durhaka kepadanya,
karena di dalam kedurhakan kepada suami terdapat murka Allah Swt.

Wallahu a’lam bish showab..

oleh: Ustaz Abu Jibriel (abujibriel.com)


(read more ...)

28 Juli 2009
0 Comment
RSS

Filed under: Renungkanlah!!! Rumput Tetangga Memang Selalu Tampak


Lebih Berpelangi
Jul

28
Jika berjalan-jalan ke Puncak atau ke Lembang, sejauh mata memandang,
yang terlihat adalah hamparan hijaunya perkebunan teh. Bak permadani
lembut yang dihamparkan Allah untuk kita pergi bermain diatasnya. Selalu
tergoda untuk berada diatasnya dan tak jarang pula ada perasaan ingin
memilikinya meski hanya sepetak dibelakang rumah kita.

Pun dalam kehidupan manusia. Berjuta orang dengan latar belakang dan
warna kehidupan masing-masing. Seseorang yang masih lajang mempunyai
pekerjaan yang mapan dengan penghasilan diatas rata-rata, seorang ayah
yang mempunyai banyak tanggungan tapi harus kesana kemari demi sesuap
nasi bagi keluarganya, seseorang yang sudah berkeluarga yang mempunyai
pendidikan tinggi dan karir yang dicita-citakan tapi tanpa kehadiran seorang
amanah diantaranya, seorang istri yang mengurus rumah tangga sampai tak
ada waktu untuk menjalankan mimpi-mimpinya dan siapapun mereka
dengan latar belakang apapun, tak jarang masih banyak orang yang ingin
saling bertukar posisi.

"Andai saya menjadi si A atau menjadi si X pasti kehidupan ku tak akan


begini dan akan selalu bahagia jika dalam posisinya" ataupun beribu alasan
lainnya yang berandai-andai.

Cerita seorang Karun adalah sebuah kisah yang bisa dijadikan sebuah
renungan, ketika seseorang dalam keadaan tidak mempunyai apa-apa.
Kemudian ketika Allah menawarkan kekayaan, Karun mulai membayangkan
sebuah kehidupan yang indah jika semua kenikmatan duniawi berada
didalam genggamannya. Dan begitulah Karun terpedaya dengan semua
kenikmatan semu, melupakan semua ibadah yang biasa dilakukannya.
Sehingga Allah mengazab dan menenggelamkannya bersama seluruh harta
yang lebih ia cintai dari Kekasihnya semula.

Sebuah pengandaian dari seorang karun yang berakhir dibawah tanah


bersama seluruh impiannya.

Seorang manusia tak kan luput dari yang namanya sebuah keinginan
mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari yang sedang dijalaninya. Pun
dengan seorang Fatimah Azzahra putri Rasulullah SAW. Dikisahkan ketika
Rasul sedang berkunjung ke rumah Fatimah, Rasul mendapati Fatimah
sedang menggiling syari (sejenis padi-padian) dengan penggilingan tangan
dari batu sambil menangis. Rasul bertanya apa yang menyebabkan Fatimah
begitu bersedih, Fatimah menjawab bahwa kegiatannya menggiling syari
dan pekerjaan rumah tanggalah yang menyebabkannya menangis.
Kemudian Fatimah memohon kepada ayahnya, Rasulullah SAW, untuk
meminta Ali, suaminya, mencarikan seorang khadimat sekedar meringankan
pekerjaannya seputar rumah tangga.

Rasul dengan tenang menjawab pertanyaan putri tercintanya Fatimah.


Bahwasanya Allah mampu jika berkehendak, penggilingan syari tersebut
berputar sendiri mengerjakan pekerjaanya, ataupun memudahkan segala
pekerjaan rumah tangganya. Tetapi Allah menginginkan kebaikan ditulis dari
tangan Fatimah sendiri dan menghapuskan keburukannya melalui semua
rutinitasnya dalam pekerjaan rumah tangga. Jika semua amalnya terus
dilakukan maka Allah akan mengampuninya dari sesuatu yang telah lalu dan
dari sesuatu yang akan datang. Rasul pun tak luput menggambarkan
kemudahan sakaratul maut juga keindahan taman-taman surgawi jika
seorang istri melayani suami dengan sepenuh hati.

Dua kisah yang dapat kita jadikan tauladan dalam kehidupan, ketika rasa
ketidak puasan akan kehidupan yang sedang dijalani hadir dalam kehidupan
kita. Allah mengabulkan keinginan Karun, ketika ia menghendaki sebuah
kehidupan yang indah di dunia dengan akhir kehidupannya ditenggelamkan
Allah didasar tanah. karena Karun tidak mampu memegang amanah yang
telah Allah berikan. Tetapi Allah begitu menyayangi seorang Fatimah yang
sedang berkeluh kesah terhadap ayahanda tercintanya, tentang kehidupan
yang dijalaninya, dengan menjanjikan kehidupan di taman surgawi jika
Fatimah ikhlas menjalaninya.

Bukan sebuah dosa jika kita mempunyai keinginan untuk mendapatkan


kehidupan yang lebih baik, ketika rasa itu muncul karena melihat kehidupan
orang lain yang menurut kita lebih indah dibanding kehidupan kita sendiri.
Karena memang Allah telah menjadikannya terasa indah dimata manusia
mencintai apa yang diinginkan berupa perempuan-perempuan, anak-anak,
harta benda yang bertumpuk, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang.
Karena itu semua adalah kesenangan dunia. Semua tercantum dengan jelas
dalam Al-Quran, surat Ali-Imran, ayat 14.

Jadi ketika seorang ibu rumah tangga melihat wanita lain yang tenang
menjalani hidupnya, tanpa disibukkan dengan segala kegiatan rumah
tangga, adalah sebuah kewajaran jika timbul keinginan dibebaskannya
dalam rutinitasnya sehari-hari. Ketika seseorang yang masih sendirian
melihat orang lain yang mapan menjalani kehidupannya, bersama suami
atau istri dan anak-anak tercintanya, kemudian timbul perasaan harap-harap
cemas, kapan akan bertemu pujaan hatinya dan menjalani kehidupan normal
layakanya sebuah keluarga harmoni, hal itu adalah lumrah. Ketika seorang
ayah yang membanting tulang mencari rezeki, agar keluarganya tercinta
mendapatkan kehidupan yang layak dan melihat orang lain begitu
mudahnya mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa harus bersusah
payah, kemudian timbul kerinduannya akan kehidupan ketika semua masih
terasa mudah untuk dijalani tanpa adanya tanggung jawab besar, hal itu
bukanlah sebuah dosa.

Tetapi jika seorang manusia ikhlas dengan apa yang sedang dijalaninya,
Allah telah mengabarkan berita yang lebih indah dari pada semua
kenikmatan duniawi. Tersedia baginya disisi Allah taman-taman surgawi
dimana manusia kekal hidup didalamnya, dengan pasangan-pasangan suci
dan ridha Allah menyertainya, Allah Maha melihat hamba-hambanya. Dan
hal ini pun muktamat Allah cantumkan dalam AlQuran, surat Ali-Imran, ayat
15.

Rumput yang hijau nan indah pun sejuk memang akan selalu menggoda kita
untuk datang dan bersantai diatas hamparannya, apalagi rumput indah itu
adalah milik tetangga kita tercinta atau orang terdekat. Tapi kawan....
rumput mereka memang akan selalu tampak indah dimata kita dan akan
selalu timbul keinginan untuk memiliki dan mencintainya. Rumput itu tidak
hanya berwarna hijau saja tapi malah akan tampak berpelangi, jika kita
bersyukur dengan yang kita jalani saat ini. Karena syetan akan selalu
mempunyai seribu cara untuk mewarnai rumput tersebut agar tampak selalu
indah di mata kita. Wallohu�alam.....

(read more ...)