Anda di halaman 1dari 6

STANDAR PELAYANAN MEDIK

BAGIAN SUBDIVISI HEMATOLOGI DAN ONKOLOGI MEDIK

ANEMIA APLASTIK
A. Definisi : Pansitopenia (anemia, trombositopenia, lekopenia) yang refrakter dan
progresif. Disebabkan oleh defect atau destruksi pada stem sel
pluripotensial (SST).
B. Etiologi : Idiopatik, zat kimia, hepatitis, imunologi, kehamilan, SLE, dll.
C. Manifestasi Klinis
- Anemia, pucat
- Ptekie, ekimosis, perdarahan gusi, epistaksis
- Tanda-tanda infeksi
D. Pemeriksaan laboratorium
Hapusan darah tepi:
Pansitopenia, hitung sel darah putih normal atau dalam batas rendah, tetapi terutama
terdiri dari limfosit normal. Sel darah merah normokrom, normositer, indek
retikulosit sangat rendah/nol.
Aspirasi sumsum tulang: hiposeluler atau aplasia hebat disertai penggantian oleh sel
lemak.
Severe Aplastic Anemia : Netrofil < 500 / mm3
Trombosit < 20.000 / mm3
Retikulosit terkoreksi < 1 %
BMP : hiposeluleritas berat
E. Diagnosis banding
- Hipersplenisme, Prelekemia, Mielofibrosis, Paroksismal nocturnal hemoglobinuria
F. Terapi:
1. Tranfusi komponen sel darah sesuai dengan kebutuhan
Packed Red Cells / Platelet Concentrate / Granulocyte
2. Mengobati infeksi dengan antibiotik sistemik
Idealnya sesuai dengan pola kuman dan sensivitas setempat
Empirik : Semisintetik Penisilin + Aminoglikosid
Cefalosporin generasi II / III/ IV
Vancomycin
3. Growth Factors : GM-CSF atau G-CSF
Eritropoetin
4. Oxymetholon 2-5 mg / KgBB / hari, 3 – 6 bln
5. Transplantasi SST : bila usia < 40 th dan tersedia donor kompatibel HLA
6. Immunosuppressan :
Anti Thymocyte Globulin (ATG) 10 – 20 mg / KgBB / hari, 8 – 14 hari
Prednison 40 mg / m2 / hari, selama 2 minggu, tappering-down
Cyclophospamide 5 mg / KgBB/ hari, dibagi dalam 2 dosis (min 3 bln)
7. Kortikosteroid : prednison 1 mg /KgBB / hari
Metilprednisolon/ dexamethason
G. Konsultasi : Radiologi, Gizi, Imunologi
H. Tempat pelayanan : RSWS
I. Tenaga standar : Ahli penyakit dalam
J. Lama perawatan : tergantung komplikasi
K. Masa pemulihan : -
L. Prognosis : yang disebabkan zat kimia / obat bersifat revesible
Tergantung derajat keparahan (Keadaan umum dan penyulit yang ada)
pada saat masuk RS & respons terhadap terapi.
Bila kausa viral-hepatitis, survival-rate < 10 %

ITP (Idiopatik Trombositopenik Purpura)

A. Defenisi : Trombositopenia yang disebabkan oleh adanya antibody trombosit dalam


plasma penderita.
B. Etiologi : Antibodi terhadap trombosit.
C. Manifestasi Klinis
a. Perdarahan ringan sampai berat
b. Perdarah local maupun sistemik
D. Pemeriksaan laboratorium:
- Jumlah trombosit rendah (trombositipenia)
- Morfologi trombosit normal
- Waktu perdarahan memanjang
- Anemia terjadi bila perdarahan banyak
- Aspirasi sumsum tulang didapatkan megakariosit normal / meningkat dengan
morfologi normal
- Antibody sulit dibuktikan
E. Diagnosis banding
- DHF
- Hipersplenisme
F. Terapi:
1. Kortikosteroid 1 mg / KgBB 2-4 mg. Tapering
2. Bila dosis 2 mg / KgBB / hari tidak memberi respon setelah 3 bulan dilakukan
splenectomi
3. – Infus lymphoglobulin 0,4 mg / KgBB / hari selama 5 hari
- Vincristine 2 mg/mgg diberikan 3 x
- Cyclophosphamids 2 mg / KgBB / hari PO
4. Transfusi trombosit / PRC bila perdarahan massif
Pada perdarahan yang massif, transfuse trombosit diberikan dengan hati-hati.
G. Konsultasi : Imunologi
H. Tempat pelayanan : RSWS
I. Tenaga standar : Ahli penyakit dalam
J. Lama perawatan : 2 minggu
K. Masa pemulihan : -
LIMFOMA MALIGNA
A. Defenisi : Neolasma dari kelenjar limfe. Dibagi menjadi limfoma Hodgkin dan non
Hodgkin.
B. Gejala klinis : Ann Arbor membagi gejala klinis menjadi 4 stadium.
Stadium I : Pembesaran kelenjar di satu tempat (1) atau tumor ekstra nodul disatu
tempat yang masih terlokaliser (1E)
Stadium II : Pembesaran beberapa kelenjar di atas diafragma (II) atau pembesaran
kelenjar disertai tumor ekstra nodul yang masih terlokalisir di atas
diafragma (IIE). Di atas diafragma bisa diganti dengan di bawah
diafragma.
Stadium III : Pembesaran kelenjar di atas dan dibawah diafragma (III) atau disertai
tumor ekstra nodul yang terlokaliser (IIIE) atau disertai pembesaran
limfa (IIIS).
Stadium IV : Infiltrasi difus dari organ-organ ekstra nodul.
Golongan A bila tidak disertai adanya keluhan sistemik dan golongan
B bila disertai keluhan sistemik
C. Diagnostik pasti limfoma malikna ditegakkan dengan biopsi incise kelenjar. Dengan
biopsi bisa membedakan jenis Hodgkin atau non Hodgkin, disamping itu juga bisa
menentukan klasifikasi histopatologinya.
D. Terapi:
1. First line : Untuk jenis limfoma Hodgkin memakai kombinasi MOPP (Mustargen,
Oncovin, Procarbazine, dan Prednison).
2. Second line : tergantung obat yang tersedia, jenis histopatogis, usia dan keasaan
umum penderita
3. Radioterapi
E. Konsultasi : Radiologi, Gizi,
F. Tempat pelayanan : RSWS
G. Tenaga standar : Ahli penyakit dalam
H. Lama perawatan : Perawatan I; 2 minggu
Perawatan II;2 hari, dan diulang setiap hari ke 22 sebanyak 6-8 kali
I. Masa pemulihan : 2 hari
MULTIPLE MIELOMA
A. Definisi: keganasan sel plasma
B. Manifestasi klinis: sangat bervariasi, lemah badan, anemia, nyeri tulang, patah
tulang, demam, infeksi, tanda-tanda hiperviskositas.
C. Kriteria diagnostic:
1. Peningkatan jumlah sel plasma yang abnormal dalam sumsum tulang dan
jaringan lain
2. Peningkatan protein M dalam urin dan plasma disertai penurunan dari
immunoglobulin.
3. Terdapatnya lesi osteolitik dari tulang-tulang.
D. Therapi:
1. Terapi suortif:
- Transfusi PRC pada penderita anemia
- Pengobatan terhadap gagal ginjal kronis(output 3 lt/hr)
- Pengobatan terhadap infeksi
- Pengobatan terhadap hiperuricemia (allupurinol)
- Pengobatan patah tulang dan gangguan neurologik
- Penanganan hipercalsemia (prednisone 4x20 mg + infuse NaCl)
2. Radiasi untuk penderita dengan lesi osteolitik yang terasa sangat nyeri
3. pengobatan sitostatika;
- Kombinasi antara melphalan ( Alkeran 5 mg/ tab) 0,15 mg/kg BB/hr
selama 7 hari dengan prednisone 3x20 mg
- Kombinasi lain, Cyclopospamide (endoxan) 100 mg/m2 /hr iv
dengan prednisone 60 mg/m2/hr selama 4 hari. Cara pengobatan ini
diulang 3-4 minggu.
4. Alogene BMT
E. Konsultasi : Radiologi, Gizi,
F. Tempat pelayanan : RSWS
G. Tenaga standar : Ahli penyakit dalam
H. Lama perawatan : Perawatan I; 2 minggu
Perawatan II;2 hari, dan diulang setiap hari ke 22 sebanyak 6-8 kali
I. Masa pemulihan : 2 hari