Anda di halaman 1dari 6

c c


     
   - Mantan Dirut PT Semen Padang (PTSP) Ikhdan Nizar membantah perusahaan
yang pernah dipimpinnya pada tahun 2002 mengalami kerugian Rp77 miliar, te tapi justru
sebaliknya mengalami keuntungan sebesar Rp88 miliar sebelum pajak.

"Saya bisa mempertanggungjawabkan laporan keuangan perusahaan yang pernah saya pimpin.
Pada tahun 2002, kami tidak mengalami kerugian tapi justru membukukan laba," kata Ikhdan, di
Jakarta, Selasa (7/6).

Dikatakannya, kondisi perusahaan yang berlokasi di Sumbar tersebut pada tahun 2002 tidak
buruk dibanding tahun sebelumnya dan pada tahun sesudahnya.

Hal tersebut diungkapkan sehubungan dengan adanya laporan keuangan PT SP tahun 2002 yang
menyatakan bahwa perusahaan itu tahun 2002 mengalami kerugian sebanyak Rp77 miliar.

Dikatakannya, laporan Keuangan PT SP tahun 2002 ternyata sangat rumit.

Dalam laporan awal, perusahaan itu mengalami kerugian Rp 77 miliar, namun masih
memerlukan pembuktian. Pada 10 Mei 2005, dari hasil audit manual ditemukan bahwa pabrik
semen ini justru untung Rp 88 miliar sebelum pajak.

Kesalahan audit itu karena pencatatan keuangan PT SP mulai 2002 memakai sistem "oracle"
yang canggih, namun dalam implementasinya di lapangan banyak menyulitkan karyawan SP.

Karena rumitnya sistem tersebut, kemudian dilakukan sejumlah modifikasi dalam penghitungan
laporan keuangan, sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Namun karena belum begitu mengenal sistem baru tersebut, ketika memasukkan data pembelian,
penjualan dan lainnya, seringkali terjadi banyak kesalahan, tegas Ikhdan.

"Nah ketika laporan tadi dibaca oleh auditor, ditemukanlah banyak transaksi yang ganjil.
Transaksi tadi dicatat sebagai biaya. Padahal dalam kenyataan tidak ada sama-sekali. PT SP
terjebak dalam sistem oracle yang belum dikuasainya," katanya.

Karena itu, PT SP sampai akhir tahun 2002 tetap saja tidak bisa menyelesaikan laporan
keuangannya. Pada awal 2003, perusahaan baru baru bisa mengeluarkan laporan keuangan,
itupun tidak akurat. 


!   
 


!   

    
      
[ 

 
   



Ilustrasi Photo: Priyanto B. Nugroho (Patung Wall Street Bull karya Arturo Di Modica tahun
1989, terinspirasi oleh kejadian rontoknya bursa saham global 'black monday' tanggal 19
Oktober 1987)

                       
   !   
"     ! !      #
  ! $ % &$%'   (
% )   %!  * #
       m    
!$%  ! !(+     
 !! !$% 
  #
   ,
 !!-  .  ! /0) 
%   ! !  *     - !   
  *    !   
*            !
 1-   "  !
 ! 
. ! *         !     "   ! 2 3
    . 4 ! !   -  !     
5   +          ! !  !         !
,$ 1! 6 !  
mm    m m    & 745'
  

  #
  -  2 3! 
R m   m           *       
 ! !*     
"        !          !
          +        ! !
      !             
    
 m m*     !  !   m    !  
 & 2$ 83' 
9 !     #
  *   m   m     
 !! +*  !  ! 2 3 
!  -        ! 6      #

         $ ! !   $  4  : *   !   
 !     mm  &'    !   !  , 
 !  ;%. <
#  :        ! !   6    +     
 *! !6    $ /=( 
   !
! !   
$ !   ! 2=3
 !    *    ! $% ! 7   >      2 =! 3  
 ! &  '     ,!;%  !7  
#* 2,3! 8  !!  8
%           !  #
 *    
2 3 !     ! ! !    !    #
  
#  :      ! 2m  m m    m  mm 3  
   m   m  &  2-3  !    - 1-  
 !  ' 
 !  m  m ! !! !    1
#
 !-  
%  * , !    !        #

     ! !      m  m  m  #
 *
  *    0>  )  "   !  !     ! 
  ! ! 7?@  &7?@'* !   
     #
   !    2 m        m m 3 
:     7?@ A      m m  m     *  !  #

  ,      2!   !  1 3    !  !  
23 & 0' [  ! 7?@     2 3   2m 
  m     m        m  m m 3 &B$$ '  7?@  
!  ! !    #   :  !*  ! ,
 !  #
      
+      ! 1 ,   #
    *   *
%75  C7.,@  ! ,!#
    ,
  = 2    3   #
  !     
   ! !   *      !     "  D !
!  mm  &[% ' 
[%    %75 ! C7. @ !     ! 2= 3 !
 % ! ! 
! 6!$%*B !%-*  %!#- 
C      9 B  ! C7. @*    ;% %- 1 
9 ![*!5 5 E* %75 !   
9 =  ! #  :          $ !*  
!m  m mm" #m mm &C55'-2  3!  1!$% 
$ ! ! :  !!   
  9   ! $ !  !     2m 3  !
 "! C !!$%* B  %  *6!
;%*   %75*    C7. !   C
 !   !    !
  !,! !  2 3! !! ! 
"  2 3!, !  m  m 
1 2   m3*   !     ! !    
  !   ! $%     !  #
      1
#
  ! !  
C =1  !      :  !*         *  
    !  !      !  !*      
 !    !   "   !      6   *     2 m   3
 (  *           !   23*   ! 
 !!  1 !!  ! ! 

$ 4 !4 2(38


4  ! ! !     !  !   *     = 
  & mm'  .  !*        ! 2  m$
  m 3  #D   !  !  2 !3*  !  =      !  
%!  *      -  !   C >   5   C > 
   
!     !!  ! !  *   2 m   3 ! 2      3  
 !      2  ,3 
; 2 m  3!=  !& ' ! ! 
        ! &     '  -   !  "  
&'   , 2 3   ! $    !  -    !
-   . !* -
  !  
%   2      3  *    & =   '  =   
!  . !* ! *! ! 
& =  '  !* ! ,  
  1 ,,   23   
!&  '  ! !    !!!
,  - *! !  ,&  ' "
        !  -         ! *
 2 3     !2!3 
*! !  #
 *,    
    ! !       !     !  
   !-  !!  !m  m %  m 
  &%C$%' * - %$+ ! !   %!       ! ! $%
  
9   #
   !  !    !    *    
    ! !     !       ,  
-   *  !! #
 !;% "
    !  !      !  #
   
 - 
     #
 *    -  !    !   
2 3  2  3 % =! ,   ! 
. ! *#
 !23-* !
23        -  *    #
  !    2
 3 ! !  ! 2 3   ! !      2  3     
&-'#
  - .  2 m 3&   !
 !'  !    #
    2 m#m3  ! !  !  
 !=!$% !   
 ! #
     * 
 #- -   ! 2 3   C!  %        ! D ! 
!$% ! !   
"    !   23 !   !   2 m   m 3 ! ,
     !  !    *          
   >    =      *    )*F  ;% .  &/'*
*  ;% .  !    ) ! (*)  ;% .  !    )  9 
! #
 !   ,   !&=!,/*
!    '  $*            *   ! -
#
 !&! ! !  ' 
$ 4 2(38
.!# : *    ( ! (!
  )  $  ( ! )       m  &      !
!   '   ! !           "=-  (G
&('  ! ! ,   !   ;% .   !  !   
(;%.  
  2  3 2  3  
$ 8
@       23 !  2m 3   2!3  #

      2  3 &' >  !


, !!;%9 
   ! 1 
2 m # m3 #D*m    ;%9 
!G 
% *   :  ! !       (= #
  *
          2    3 &[95' !    
    !  *   ! !(  
  %  &B4$'   D !       ! ! 
 ( ! ! ! * 
!    ! - !  
 !*1   !  ! * 9;+
C-4  !5 -&'!' C45 !    !
 !!  
+* !! #
 !    

  * 4-! %  C ! > * 57[     !  !--    +
   ! ! $% !        !  @  *   
   H
 != !     ! !       !    
   !   
 !*            
!!     ! !H