Anda di halaman 1dari 18

PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

ANALISIS PERBEDAAN PERCIKAN BUNGA API SETIAP BUSI


YANG DIKELUARKAN OLEH MASING MASING PRODUK YANG
BEREDAR DI PASARAN .

BIDANG KEGIATAN
PKM PENELITIAN (PKMP)

Diusulkan oleh :
1. Muhammad Ikhsan Daulay BP/NIM: 15178 / 09
2. Jorido Kurniawan BP/NIM: 15156 / 09
3. Leni Juliani BP/NIM: 98473 / 09
4. Rahmad Ali BP/NIM: 76533 / 08

UNIVERSI TAS NEGERI PADANG


PADANG
2010
HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan : Analisis Perbedaan Percikan Bunga Api setiap Busi


yang Dikeluarkan Oleh Masing masing Produk yang Beredar Di Pasaran

2. Bidang Kegiatan : PKMP PKMK


(Pilih salah satu) PKMT PKMM

3. Bidang Ilmu : Teknik Otomotif

4. Ketua Pelaksana Kegiatan


a. Nama Lengkap : Muhammad Ikhsan Daulay
b. NIM/BP : 15178 / 2009
c. Jurusan : Teknik Otomotif
d. Universitas : Universitas Negeri Padang
e. Hp : 081374314680

5. Anggota Pelaksana Kegiatan : 4 (empat) orang

6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar :
b. N I P :

7. Biaya Kegiatan Total : Rp,-


DIKTI : Rp..7.000000,-
Sumber Lain (Sebutkan) : Rp.-

8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 Bulan

Menyetujui

Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Ketua Pelaksana Kegiatan


Fakultas Teknik

( ) (Muhammad Ikhsan Daulay)


NIP. BP/NIM. 2009/15178

Pembantu Rektor III UNP Dosen Pendamping

(Drs. Alizamar, M.Pd, Kons) (Drs. Andrizal)


NIP. 130 791 239 NIP. 196534447875467

i
1

A. Judul Program
Analisis Perbedaan Percikan Bunga Api setiap Busi
yang Dikeluarkan Oleh Masing masing Produk yang Beredar Di Pasaran

B. Latar Belakang Masalah


Usaha Kecil dan Menengah atau lebih dikenal dengan UKM di
Indonesia berkembang sangat pesat, baik dalam bidang usaha makanan
maupun usaha kerajinan. UKM meupakan salah satu sektor ekonomi yang
sangat diperhitungkan di Indonesia karena kotribusinya terhadap
perekonomian Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat dari perannya dalam
pertumbuhan ekonomi nasional, produk domestik bruto (PDB) yang
diciptakan, nilai tambah nasional, serta penyerapan tenaga kerja ( Jati:2004).
Perkembangan UKM terlihat dari banyaknya bermunculan usaha-
usaha tersebut secara mandiri di kota-kota dan daerah-daerah di Indonesia.
Pemerintah juga mendukung dan membantu perkembangan UKM di
Indonesia. Salah satu bentuk perhatian utama pemerintah yang mendapat
tanggapan bagus adalah adanya program-program kredit yang berbunga kecil,
cepat, dan berisiko rendah.
Salah satu UKM yang marak sekarang ini dan berpotensi besar untuk
bertahan dan berkembang pesat adalah usaha home industri. Karena selain
tidak membutuhkan modal besar untuk pendiriannya, usaha ini juga lebih
efektif dan efesien karena usaha ini dapat dijalankan oleh anggota keluarga.
Usaha home industri juga marak ditemukan di kota Padang. Usaha ini
tepat dijalankan di kota Padang mengingat keterbatasan sumber daya alam di
kota Padang yang tidak memungkinkan untuk dibentuk usaha industri yang
besar. Home industri yang ada di kota Padang juga bergerak di berbagai
bidang seperti usaha makanan, kerajinan, dan lain-lain.
Namun home industri di kota Padang pada umumnya melaksanakan
pencatatan dan pembukuannya tidak dengan sistem akuntansi yang benar. Hal
ini disebabkan selain dari ketidakpahaman terhadap metode yang tepat untuk
digunakan, juga karena adanya persepsi bahwa dengan menggunakan metode
akuntansi akan menambah biaya dan prosesnya lebih rumit. Sehingga para
pengusaha home industri hanya menggunakan metode perhitungan biasa,
2

bahkan laporan keuangannya ada yang dibuatkan oleh pihak bank untuk
mendapatkan pinjaman modal.
Kalau hal itu dibiarkan oleh para pengusaha terutama pengusaha kecil
dan menengah tidak menutup kemungkinan dalam jangka panjang perusahaan
tidak bisa mengembangkan usahanya akibat dari tidak dilakukan pengukuran
atau penilaian dari setiap aktivitas usaha. Agar bisa melakukan pengakuan,
penilaian, pengukuran, setiap pengusaha perlu menciptakan sebuah sistem
pencatatan yang baik dari setiap aktivitas usaha tersebut.
Dengan sistem pencatatan yang baik nantinya akan dihasilkan
pelaporan hasil usaha dan kondisi perusahaan yang benar. Hal ini bisa
dilakukan jika unit usaha melakukan sistem akuntansi yang disesuaikan
dengan jenis usahanya. Jika perusahaan belum mampu untuk menciptakan
sistem akuntansi yang baik, minimal unit usaha (kecil dan menengah)
melakukan sistem pembukuan yang baik.
Para pengusaha home industri seharusnya paham bagaimana metode
pencatatan akuntansi yang benar dan sesuai dengan prosedur, ini dikarenakan
akuntansi memiliki peranan penting bagi keberhasilan usaha dan akan
membantu pengusaha home industri dalam membuat laporan keuangan yang
sesuai dan benar. Dari laporan keuangan itulah mereka dapat menilai kinerja
usaha mereka dan mempermudah dalam mendapatkan kredit di bank.
Untuk dapat melakukan proses pencatatan akuntansi, ada dua metode
sederhana yang dapat digunakan, yaitu yang berbasis tunai (cash) dan akrual.
Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada penerapan metode ini
sebagai sutau cara pencatatan akuntansi sederhana pada home industri di kota
Padang yang nantinya akan dituangkan dalam proposal yang berjudul “Metode
Pencatatan Akuntansi Sederhana Untuk Home Industry di Kota Padang”.

C. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi permasalahan adalah
bagaimana cara memilih busi yang cocok untuk kendaraannya dan 3
sesuai hasil daya mesin yang menimbul kan setiap percikan bunga api .
D. Tujuan Program
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan program ini adalah
menentukan agar setiap para pengguna kendaraan menggunakan busi yang
berkualitas sesuai spesipikasi kendaraan dan kekuatan percikan bunga api busi
Karna setiap produksi busi sangat jauh perbedaan nya baik dalam
ketahanan panasnya maupun kekuatan percikan apinya

E. Luaran Yang Diharapkan


Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat mengetahui
metode pencatatan akuntansi sederhana untuk home industri, yang dapat
berguna bagi pemilik home industri dalam membuat laporan keuangan yang
sesuai dengan aturan SAK dan tidak bergantung pada pihak luar.

F. Kegunaan Program
Kegunaan dari penelitian ini adalah:
1. Sebagai alternatif metode pencatatan akutansi yang sederhana untuk home
industri.
2. Sebagai referensi penelitian lebih lanjut dalam implementasi metode
pencatatan akuntansi sederhana untuk para home industri di kota Padang.

G. Tinjauan Pustaka
1. Home industri
Menurut Keputusan Presiden RI No.99 tahun 1998 pengertian usaha
kecil adalah ”Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang
usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu di
lindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”.
Berdasarkan survei yang dilakukan BPS dan Kantor Menteri Negara untuk
koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menegkop & UKM), usaha kecil
termasuk usaha rumah tangga atau mikro (yaitu usaha dengan jumlah total
penjualan (turn over) setahun kurang dari Rp 1 militar,-). Sedangkan usaha
menengah yaitu usaha dengan total penjualan tahunan yang berkisar antara
Rp 1 miliyar- Rp 5 miliyar meliputi hanya 0.14 persen dari total usaha.
Salah satu UKM adalah Home Industri yang sangat berkembang
pesat di kota Padang. Secara harfiah, Home berarti rumah, tempat tinggal,
4
ataupun kampung halaman. Sedang Industri, dalam Kamus Ilmiah Populer
yang diterbitkan oleh ARKOLA–Surabaya dapat diartikan sebagai
kerajinan, usaha produk barang dan ataupun perusahaan. Singkatnya, Home
Industri adalah rumah usaha produk barang atau juga perusahaan kecil
(Wijono:2005).
Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini
dipusatkan di rumah. Pengertian usaha kecil secara jelas tercantum dalam
UU No. 9 Tahun 1995, yang menyebutkan bahwa usaha kecil adalah usaha
dengan kekayaan bersih paling banyak Rp200 juta (tidak termasuk tanah
dan bangunan tempat usaha) dengan hasil penjualan tahunan paling banyak
Rp1.000.000.000.
Kriteria lainnya dalam UU No 9 Tahun 1995 adalah: milik WNI,
berdiri sendiri, berafiliasi langsung atau tidak langsung dengan usaha
menengah atau besar dan berbentuk badan usaha perorangan, baik berbadan
hukum maupun tidak. Adapun kegiatan dari Home Industri beragam ada
berbentuk
Akuntansi Home Industri merupakan yang penting dalam
memutuskan keberhasilan usaha. Masalah keuangan terkait dengan Home
Industri sedikit berbeda dengan usaha skala besar. Utilitas dana yang
optimal, kegiatan usaha yang benar, alokasi kredit yang tepat dan evaluasi
kompetitor secara periodik serta pengambilan keputusan yang efektif dalam
pembukuan UKM yang profesional. Permasalah ini terlihat dalam tabel 1.

Tabel 1. Permasalahan UMKM

Tipe Masalah Industri Rumah Tangga Industri Kecil


Kurangnya Modal 40.48% 36.63%
Bahan baku 23.75% 16.76%
Marketing 16.96% 4.43%
Manajemen& Produksi 3.07% 26.69%
Persaingan 15.74% 17.36%
Jumlah 100% 100%

Sumber: BPS (2004)


5

2. Konsep Akuntansi
Ada berbagai definisi atau pengertian akuntansi yang berasal dari
berbagai lembaga dan dari berbagai sudut pandang yang berbeda-beda.
Salah satunya adalah pengertian dan penjelasan yang dikemukakan oleh
Accounting Princple Board (APB) yang memandang akuntansi dari sudut
fungsinya sebagai berikut:
“ Akuntansi adalah sebuah kegiatan jasa. Fungsinya dalah menyediakan
informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, tentang entitas
ekonomi, yang dimaksudkan agar berguna dalam membuat pilihan –
pilihan yang nalar diantara berbagai alternatif berbagai tindakan. Akuntansi
meliputi beberapa cabang, antara lain akuntansi keuangan, akuntansi
manajemen, dan akuntansi pemerintahan.”
Selain itu, Akuntansi menurut Soemarso (1990) diartikan sebagai
berikut: “Akuntansi merupakan proses pencatatan, pengidentifikasian,
mengukur dan melaporakan informasi ekonomi, untuk memungkinkan
adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang
menggunakan informasi tersebut”
Yang perlu diketahui bahwa adanya “entitas” ekonomi. Entitas
maksudnya adalah “satuan” yang dapat berarti satuan organisasi, misalnya
organisasi perusahaan, organisasi pemerintahan, dan lain-lain. Akuntansi
yang berkaitan dengan organisasi perusahaan atau (bisnis) biasanya dikenal
dengan akuntansi sector privat, dan yang berkaitan dengan organisasi
pemerintahan atau lembaga non profit dikenal dengan akuntansi sektor
publik oleh sebab pemerintah daerah merupakan satu satuan organisasi non
profit maka dapt dipahami akan adanya akuntansi untuk pemerintah daerah,
dan akan termasuk kedalam kelompok akuntansi sector public.
Informasi dari akuntansi Pemerintah Daerah (Pemda) tentu saja
akan digunakan oleh pihak Pemda (eksternal), seperti pengambilan
keputusan. Akuntansi untuk internal adalah akuntansi keuangan. Akuntansi
menyediakan informasi kuantitatif, terutama bersifat keuangan. Dengan
demikian, output akuntansi adalah informasi keuangan. Informasi keuangan
6
tersebut lebih dikenal dalam bentuk laporan keuangan.
Pada akuntansi sektor publik dan khususnya sektor pemerintahan, hal
yang perlu diperhatikan adalah adanya masalah “penganggaran” atau
“budgeting”. Pada sektor pemerintah anggaran merupakan hal yang sangat
penting. Oleh sebab itu akuntansi pemerintah sering juga disebut sebagai
akuntansi budget/ anggaran (budgetary accounting). Output dari akuntansi
anggaran adalah berupa laporan tentang pelaksanaan anggaran.

3. Metode (sistem) Akuntansi


Menurut Mulyadi (1997), sistem akuntansi adalah organisasi
formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk
menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna
memudahkan pengelolaan perusahaan
Akuntansi berbasis kas adalah sistem akuntansi hanya mengakui
arus kas masuk dan kas keluar. Informasi dan keputusan yang tampak
dalam analisis rekening, dapat dianalisis secara politis, ekonomis, dan
social.
Definisi konsep akrual sebagaimana tercantum pada SAP 2 adalah
Penerimaan dan biaya bertambah (diakui karena diperoleh atau dimasukkan
tidak sebagai uang yang diterima atau dibayarkan) sesuai satu sama lain
dapat dipertahankan atau dianggap benar, dan berkaitan dengan rekening
laba dan rugi elama periode yang bersangkutan
A. Metode Dasar Kas (Cash Basis)
Cash Basic merupakan salah satu konsep yang sangat penting
dalam akuntansi, dimana pencatatan basis kas adalah teknik pencatatan
ketika transaksi terjadi dimana uang benar-benar diterima atau
dikeluarkan. Dengan kata lain akuntansi cash basis adalah basis
akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada
saat kas atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk
pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan (Kieso:2002).
Cash basis akan mencatat kegiatan keuangan saat kas atau uang
telah diterima misalkan perusahaan menjual produknya akan tetapi uang
pembayaran belum diterima maka pencatatan pendapatan penjualan
7
produk tersebut tidak dilakukan, jika kas telah diterima maka transaksi
tersebut baru akan dicatat seperti halnya dengan ”dasar akrual” hal ini
berlaku untuk semua transaksi yang dilakukan, kedua teknik tersebut
akan sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan, jika menggunakan
dasar akrual maka penjualan produk perusahaan yang dilakukan secara
kredit akan menambah piutang dagang sehingga berpengaruh pada
besarnya piutang dagang sebaliknya jika dipakai cash basis maka piutang
dagang akan dilaporkan lebih rendah dari yang sebenarnya terjadi.
Cash basis juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu:
1) Pengakuan Pendapatan
Pengakuan pendapatan, saat pengakuan pada cash basis
adalah pada saat perusahaan menerima pembayaran secara kas. Dalam
konsep cash basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan
munculnya hak untuk menagih. Makanya dalam cash basis kemudian
muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak
mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
2) Pengakuan Biaya
Pengakuan biaya, pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah
dilakukan pembayaran secara kas. Sehingga dengan kata lain, pada
saat sudah diterima pembayaran maka biaya sudah diakui pada saat itu
juga. Untuk usaha- usaha tertentu masih lebih menggunakan cash basis
ketimbang accrual basis, contoh: usaha relatif kecil seperti toko,
warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter,
pedagang informal, panti pijat.
Pencatatan akuntansi dengan metode cash basis mempunyai
beberapa keunggulan dan kelemahan yaitu sebagai berikut:
1) Keunggulan pencatatan akuntansi secara cash basis :
a. metode cash basis digunakan untuk pencatatan pengakuan
pendapatan, belanja dan pembiayaan
b. beban/ biaya belum diakui sampai adanya pembayaran secara kas
walaupun beban telah terjadi, sehingga tidak menyebabkan
8
pengurangan dalam penghitungan pendapatan
c. pendapatan diakui pada saat terimanya kas, sehingga benar- benar
mencerminkan posisi yang sebenarnya.
d. Penerimaan kas biasanya diakui sebagai pendapatan
e. Laporan keuangan yang disajikan memperlihatkan posisi keuangan
yang ada pada saat laporan tersebut
f. Tidak perlunya suatu perusahaan untuk membuat pencadangan untuk
kas yang belum tertagih
2) Kelemahan pencatatan akuntansi secara cash basis
a. metode cash basis tidak mencerminkan besarnya kas yang tersedia
b. akan dapat menrunkan perhitungan pendapatan bank, karena adanya
pengakuan pendapatan sampai diterimanya uang kas
c. adanya penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal
adanya estimasi piutang tak tertagih
d. biasanya dipakai oleh perusahaan yang usahanya relatif kecil seperti
toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter,
pedagang informal, panti pijat
e. setiap pengeluaran kas diakui sebgai beban
f. sulit dalam melakukan transaksi yang tertunda pembayaranyya,
karena pencatatan diakui pada saat kas masuk atau keluar
g. sulit bagi manajemen untuk menetukan suatu kebijakan kedepannya
karena selalu berpatokan kepada kas
B. Accrual Basis
Basis akrual (accrual basis) teknik basis akrual memiliki fitur
pencatatan dimana transaksi sudah dapat dicatat karena transaksi tersebut
memiliki implikasi uang masuk atau keluar di masa depan. Transaksi
dicatat pada saat terjadinya walaupun uang belum benar–benar diterima
atau dikeluarkan (Kieso:2002).
Dengan kata lain basis akrual digunakan untuk pengukuran aset,
kewajiban dan ekuitas dana. Jadi basis akrual adalah basis akuntansi
yang mengakui pengaruh transaksi atau peristiwa lainnya pada saat
transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas 9atau
setara kas diterima atau dibayar.
Basis akrual juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu:
1) pengakuan pendapatan
saat pengakuan pendapatan pada accrual bsis adalah pada saat
perusahaan mempunyai hak untuk melakukan penagihan dari hasil
kegiatan perusahaan. Dalam konsep accrual basis menjadi hal yang
kurang penting mengenai kapan kas benar- benar diterima. Makanya
dalam accrual basis kemudian muncul adanya estimasi piutang tak
tertagih, sebab penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.
2) pengakuan biaya
pengakuan biaya dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah
terjadi. Sehingga dengan kata lain, pada saat kewajiban membayar
sudah terjadi , maka titik ini dapat dianggap sebagai starting point
munculnya biaya meskipun biaya tersebut belum dibayar. Dalam era
bisnis dewasa ini, perusahaan selalu dituntut untuk senantiasa
menggunakan konsep accrual basis ini.
Pencatatan akuntansi dengan metode accrual basis juga
mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan yaitu sebagai berikut:
1) keunggulan pencatatan akuntansi secara accrual basis
a. metode accrual basis digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban
dan ekuitas dana.
b. Beban diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang
diberikan lebih handal dan terpercaya .
c. Pendapatan diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang
diberikan lebih handal dan terpercaya walaupun kas belum diterima.
d. Banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar (sesuai dengan
ketentuan standar akuntansi keuangan) dimana mengharuskan suatu
perusahaan untuk menggunakan basis akrual.
e. Piutang yang tidak tertagih tidak akan dihapus secara langsung tetapi
akan dihitung kedalam estimasi piutang tak tertagih.
f. Setiap penerimaan dan pembayaran akan dicatat kedalam masing-
10
masing akun sesuai dengaan transaksi yang terjadi.
g. Adanya peningkatan pendapatan perusahaan karena kas yang belum
diterima dapat diakui sebaai pendapatan.
h. Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai pedoman manajemen
dalam menetukan kebijakan perusahaan kedepannya.
i. Adanya pembentukan pencadangan untuk kas yang tidak tertagih,
sehingga dapat mengurangi risiko kerugian.
2) Kelemahan pencatatan akuntansi secara accrual basis
a. metode accrual basis digunakan untuk pencatatan.
b. biaya yang belum dibayarkan secara kas, akan dicatat efektif sebagai
biaya sehingga dapat mengurangi pendapatan perusahaan.
c. adanya resiko pendapatan yang tak tertagih sehingga dapat membuat
mengurangi pendapatan perusahaan.
d. dengan adanya pembentukan cadangan akan dapat mengurangi
pendapatan perusahaan.
e. perusahaan tidak mempunyai perkiraan yang tepat kapan kas yang
belum dibayarkan oleh pihak lain dapat diterima.

H. METODE PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian ini tergolong kepada jenis penelitian
deskriptif kuantitatif penelitian ini mengungkapkan bagaimana analisis
penentuan metode pencatatan akuntansi sederhana untuk home industri.
Informasi ini akan dilaporkan sesuai dengan hasil pengumpulan data di
lapangan.

2. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kota padang. Dengan durasi atau lama
penelitian adalah 5 (lima) bulan.

3. Populasi dan Sampel Penelitian


11

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh macam macam busi


yang beredaran di pasar kota Padang, banyaknya sampel yang akan di ambil
agar mendapatkan data yang representatif. Sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Metode peninjauan langsung di pasaran di kota
Padang.

4. Teknik Pengumpulan Data


Ditinjau dari segi dan sumber data yang akan dikumpulkan nantinya
dalam bentuk data primer dan sekunder. Untuk mendapatkan data yang
diperlukan dalam penelitian ini, maka dilakukan cara - cara berikut yaitu
wawancara, observasi, dan studi keperpustakaan.

5. Teknik Analisis Data


Dalam rangka menganalisis data yang telah dikumpulkan, maka
penulis mengolah data sesuai dengan model dan formula yang ada serta
penulis membandingkan antara teori-teori dengan kenyataan di lapangan.
Untuk kemudian menarik kesimpulan dan mencari solusinya.

6. Metode dan Prosedur Penelitian.


a. Identifikasi Metode pencatatan Teknik Otomotif.
Identifikasi metode pencatatan Teknik Otomotif yang sederhana
sesuai dengan kegiatan industri.
b. Analisis metode pencatatan yang telah di identifikasi dan menentukan
metode pencatatan yang sederhana untuk di gunakan di pasaran.

7. Alat Penelitian
Alat penelitian yang digunakan adalah program Automotif

I. Jadwal Kegiatan Program


Adapun target dari penyelesaian program ini adalah selama 5 (lima)
bulan. Agar tahapan pelaksanaan program ini dapat diselesaikan tepat waktu
terorganisir, serta menjaga kesempurnaan pembuatan alat, maka penulis
membuat tahapan-tahapan penyelesaian program (time schedule), sebagai
berikut:
12

No Waktu
Kegiatan
Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Studi
Pustaka
2 Uji
Pendahuluan
3 Penelitian
4 Pengolahan
Data
5 Penulisan
Laporan

J. Anggaran Biaya
Dalam pelaksanaan program PKMP ini kami memberikan rincian
pendanaan yang akan digunakan dalam proses persiapan hingga proses
pelaksanaan sebagai berikut :
No Jenis pengunaan Jumlah Harga satuan Jumlah (Rp)
(Rp)
A ATK
- Kertas 3 rim 35.000 105.000
- pena 1 kotak 30.000 30.000
- Disc 10 buah 5.000 50.000
- Tinta printer 3 buah 30.000 90.000

Jumlah 275.000
B Pengadaan
Pengolahan Data
- Program 2 paket 500.000 1.000.000
- Data SPSS 2 kali 500.000 1.000.000

Jumlah 2.000.000
C Perlengkapan
Penunjang PKM
- Administrasi 6 bln 100.000 600.000
- Laboratorium 3 kali 100.000 300.000
- Izin penelitian 1 kali 150.000 150.000
- Laporan 1 kali 200.000 200.000
- Dokumentasi 1 kali 200.000 200.000
wawancara
- Pemeliharaan 2 buah 500.000 1.000.000
/instalansi program
- Browsing internet 20 jam 5000/jam 13
100.000
- pengetikan 20 jam 1000/jam 200.000
- Perbanyakan dan jilid 200.000

Jumlah 2.950.000
D Transportasi
- Transportasi pra 4x4 50.000 800.000
penelitian( pp) orang
- Transportasi 4x4 50.000 800.000
penelitian(pp) orang
- Kenang-kenangan 500.000 500.000
- Transportasi pasca 2x4 50.000 800.000
penelitian(pp) orang

Jumlah 2.900.000
E Lain-lain
1. film dan cuci 2 set 250.000 250.000
cetak
2. sewa handycam 500.000 500.000
+ transfer ke CD
3. pembuatan 1000.000 1000.000
program hasil
penelitian
Jumlah 1.750.000
F Rekapitulasi
1. ATK 275.000
2. Pengadaan 2.000.000
Pengolahan Data
3. Perlengkapan 2.950.000
Penunjang PKM
4. Transportasi 2.900.000
5. Lain-lain 1.750.000

Total Jumlah 9.875.000


DAFTAR PUSTAKA

Accounting Princple Board (APB). Jakarta : 2002

BPS Statistik : 2004

Indrianto, Nur. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE

Jati, Hironnymus, Bala, Beatus, dan Otnil Nisnoni. “Menumbuhkan Kebiasaan


Usaha Kecil Menyusun Laporan Keuangan.” Jurnal Bisnis dan Usahawan,
II No. 8 (2004).

Jogianto. 2004. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman.


Yogyakarta:BPFE
Kieso, Donald E., Weygandt, Jerry J., dan Terry DW., “Akuntansi Intermediate
Edisi Kesepuluh, terj. Emil Salim. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2002.

Nazir, M. 1988. Metode Penelitian. Jalkarta: ghalia Indonesia

Soemarso SR, 1992, Akuntansi Suatu Pengantar, edisi empat, Jakarta: Rineka
Cipta.

Wijono, Wiloejo W. “Pemberdayaan Lembaga Keuangan Mikro Sebagai Salah


Satu Pilar Sistem Keuangan Nasional: Upaya Konkrit Memutus Mata
Rantai Kemiskinan.” Kajian Ekonomi dan Keuangan, Edisi Khusus (2005):

UU No 9 Tahun 1995

Jati, Hironnymus, Bala, Beatus, dan Otnil Nisnoni. “Menumbuhkan Kebiasaan


Usaha Kecil Menyusun Laporan Keuangan.” Jurnal Bisnis dan Usahawan,
II No. 8 (2004).
K. Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok
1. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Muhammad Ikhsan Daulay
b. NIM : 2009/15178
c. Fakultas/Program Studi : Teknik/Teknik Otomotif
d. Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Padang
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam / minggu

( )

2. Anggota pelaksana
a. Nama Lengkap : Jorido Kurniawan
b. NIM : 2009/15156
c. Fakultas/Program Studi : Teknik/Teknik Otomotif
d. Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Padang
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam / minggu

( )

3. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Leni Juliani
b. NIM : 2009/97565
c. Fakultas/Program Studi : Teknik/Teknik Otomotif
d. Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Padang
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam / minggu
( )
4. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap :
b. NIM :
c. Fakultas/Program Studi : Teknik/Teknik Otomotif
d. Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Padang
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam / minggu
( )

L. Nama dan Biodata Dosen Pendamping

1. Nama Lengkap dan Gelar : Fefri Indra Arza, S.E, M.Sc


2. Golongan Pangkat dan NIP : Asisten Ahli/IIIb/19730213199903
3. Jabatan Fungsional : Staff Pengajar
4. Jabatan Struktural : sekretaris Prodi akuntansi
5. Fakultas / Program Studi : Teknik/Otomotif
6. Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Padang
7. Bidang Keahlian : Automotif
8. Waktu Untuk Kegiatan PKM : 4 jam / minggu
9. Pengalaman Penelitian :
a) Pengaruh Penerapan TQM Terhadap Kinerja Organisasi Sektor Publik
10. Pengalaman Pengabdian :
a) Pelatihan Persiapan Olimpiade Sain Nasional Bidang Ekonomi di
Diknas Padang Panjang

( )