Anda di halaman 1dari 57

Jasa Marga adalah Market Leader

di Industri Jalan Tol

Jasa Marga is the Market Leader


in Toll Road Industry
Sebagai perusahaan jalan tol pertama di Indonesia,
dengan pengalaman lebih dari 29 tahun dalam
membangun dan mengoperasikan jalan tol, saat ini
Jasa Marga adalah pimpinan dalam industrinya dengan
mengelola lebih dari 460,5 km jalan tol atau 77% dari
total jalan tol di Indonesia.

Dalam tahun 2006 Jasa Marga terus melakukan langkah-


langkah untuk memaksimalkan nilai perusahaan.
Modernisasi, Good Corporate Governance, Efisiensi dan
Sumber Daya Manusia yang handal menjadi dasar ke
arah peningkatan value perusahaan untuk tetap menjadi
“leader” dalam industri jalan tol merupakan tekad
perusahaan saat ini dan di masa mendatang.

Jasa Marga is the first toll road company in Indonesia


with more than 29 years of experience in developing and
operating toll roads. At present, Jasa Marga is leading
the industry with more than 460.5 km of toll road under
its portfolio, which is 77% of the total toll road length in
Indonesia.

In 2006, Jasa Marga continue to implement several


strategic actions to maximize the value of the company.
Modernization, Good Corporate Governance, Efficiency
and competent Human Resources are the foundation
toward the improvement of the company’s values. Now
and in the future, Jasa Marga is determined to strengthen
its position as the leader in Indonesia’s toll road industry.

Daftar Isi Table of Contents

Ikhtisar Keuangan 3 Financial Highlights


Kinerja Perusahaan 6 The Performance of the Company
Peristiwa Penting 2006 16 Corporate Milestones 2006
Sambutan Komisaris 18 Commissioners’ Message
Laporan Direksi 20 Directors’ Report
Jalan Tol di Indonesia 22 Toll Roads in Indonesia
Risiko Usaha 24 Business Risks
Profil Perusahaan 26 Company Profile
Struktur Perusahaan 28 Company Structure
Dewan Komisaris 32 The Board of Commissioners
Dewan Direksi 34 The Board of Directors
Tata Kelola Perusahaan 36 Corporate Governance
Kinerja Keuangan Cabang 58 Financial Performance of Each Toll Road
Laporan Keuangan 61 Financial Report
IDENTITAS BARU DAN SEMANGAT BARU JASA MARGA
Jasa Marga with New Identity and New Spirit

Seiring dengan penajaman Visi dan Misi perusahaan, sejak tahun 2006 Jasa Marga merencanakan perubahan identitas
Perusahaan dengan memodernisir logo Perusahaan. Peluncuran logo dilakukan bertepatan dengan ulang tahun Jasa
Marga ke-29 pada tanggal 1 Maret 2007. Inti dari logo baru tersebut adalah semangat dan profesionalisme yang
lebih modern, simpel, efisien dan berorientasi pada teknologi baru, serta dapat menjawab tantangan persaingan
industri global, tanpa meninggalkan warisan pengalaman dan pengetahuan yang telah dimilikinya.

Bersamaan dengan itu, Jasa Marga juga mengubah pakaian seragam yang desainnya disesuaikan dengan fungsi
masing-masing namun tetap dalam nuansa kebersamaan serta mempertahankan warna korporasi “biru”.
Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah perubahan dan peremajaan armada pelayanan jalan tol secara bertahap
dimana model yang baru ini, mempunyai kapasitas yang lebih besar dibanding armada yang lama, sehingga dapat
lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jalan tol yang mencerminkan tekad Perusahaan
untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan.

Kondisi lalu lintas di tol Jabotabek yang semakin hari semakin padat, mengharuskan Jasa Marga untuk mencari
terobosan baru agar dapat memecahkan masalah kemacetan tersebut, sedikit teratasi. Salah satunya yang sedang
dipersiapkan adalah pengaplikasian e-payment untuk sistem pembayaran di gardu tol dimana waktu yang
dibutuhkan untuk transaksi di gardu tol jauh lebih singkat, dan pengguna jalan tol akan dimudahkan dalam sistem
pembayaran ini karena tidak lagi menggunakan uang tunai.

Menyadari bahwa pemakai jalan juga sangat menginginkan informasi yang tepat dan cepat mengenai kondisi jalan
tol, secara bertahap Jasa Marga terus menambah pesan-pesan elektronik yang memberikan informasi terkini dari
kondisi lalu lintas di jalan tol yang bersangkutan.

As Jasa Marga down rights its Vision and Mission, it also started the plan to change its identity in 2006 by
modernizing its logo. The new logo was launched right on its 29th anniversary on 1 March 2007. The essence of
the new logo is the spirit and professionalism which is modern, simple, efficient, technology oriented, and able to
take on the challenge of global competition.

Simultaneously, Jasa Marga refreshes its uniform adjusted to the functions of the employees while still retaining the
nuance of unity and maintaining the color of blue as its corporate color.
Another important improvement is the renewal of toll road service (patrol) vehicles gradually. The new vehicles
have bigger capacity and hence maximize the service to toll road users and reflect the Company’s on-going attempt
to serve better.

The ever increasing congestion in Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi) toll roads requires Jasa Marga
to find new breakthroughs to solve this problem. One of the solutions that are being prepared is the application of
e-payment system which will ensure shorter transaction time at toll gate and facilitate toll road users since it provides
cashless transaction.

Information to road users is also a very important frame demanded by its clients; therefore Jasa Marga is also
gradually increasing the use of electronic Variable Message Signs to provide real time traffic information to its
road users.
Simpang Susun Cibitung
Cibitung Interchange
Ikhtisar Keuangan Financial Highlights

Rp Juta / Million

Growth 50%
Pertumbuhan
 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

1997 - 2006
IKHTISAR KEUANGAN 1997-2006 FINANCIAL HIGHLIGHTS 1997-2006
(juta rupiah) (in million rupiah)

DESCRIPTION 1997 1998** 1999 2000

Total Revenues 735,064 681,221 744,313 853,216

Toll Revenues 727,073 674,424 738,908 846,013

Operating Expenses 372,916 446,791 491,462 565,579

Earning Before Interest, Tax, Depreciation and 452,153 351,774 373,654 411,710
Amortization

Operating Income 362,148 234,430 252,850 287,637

Other Income (Charges)-Net (18,178) (28,837) (50,194) (87,274)

Profit Before Tax & Extraordinary Item 343,970 205,594 202,656 200,363

Income Tax Expenses (72,153) (39,842) (48,946) (51,182)

Net Income Before Extraordinary Item 271,816 165,752 153,711 149,181

Extraordinary Item - Net 0 0 0 0

Net Income Before Minority Interest 271,816 165,752 153,711 149,181

Minority Interest 0 0 0 0

Net Income 271,816 165,752 153,711 149,181

Total Assets 2,604,768 3,061,018 3,099,858 3,855,723

Fixed Assets 2,379,785 2,740,264 2,835,397 3,433,429

Total Liabilities 1,097,425 1,736,641 1,705,366 2,395,792

Stockholder’s Equity 1,507,343 1,324,378 1,394,492 1,459,931

Total Liabilities and Equity 2,604,768 3,061,018 3,099,858 3,855,723

Operating Income to Total Revenues 49.27% 34.41% 33.97% 33.71%

Operating Income to Stockholder’s Equity 24.03% 17.70% 18.13% 19.70%

Operating Income to Total Asset 13.90% 7.66% 8.16% 7.46%

Net Profit Margin 36.98% 24.33% 20.65% 17.48%

Return on Equity 18.03% 12.52% 11.02% 10.22%

Return on Assets 10.44% 5.41% 4.96% 3.87%

Current Ratio 90.42% 124.26% 131.52% 141.20%

DER 72.81% 131.13% 122.29% 164.10%

Total Liabilities to Total Asset 42.13% 56.73% 55.01% 62.14%

Catatan Tahun 2004*


Sejak 1 Januari 2005 Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 24 mengenai “Imbalan Kerja” secara restropektif
sehingga Laporan Keuangan 2004 disajikan kembali (Lihat Catatan 3 Laporan Keuangan 2005)
Catatan Tahun 1998**
Sejak 1 Januari 1999 diterapkan PSAK No. 46 mengenai Akuntansi Pajak Penghasilan
laporan tahunan | annual report 2006 
PT Jasa Marga (Persero)

2001 2002 2003 2004* 2005 2006 2006/2005


Disajikan kembali/restated

928,492 1,070,653 1,346,233 1,631,554 1,923,860 2,296,143 19%

918,478 1,013,564 1,274,841 1,532,009 1,797,177 2,270,451 26%

674,164 826,169 951,932 1,114,091 1,270,186 1,476,690 16%

375,639 374,896 531,669 710,391 889,618 1,144,544 29%

254,328 244,483 394,301 517,463 653,673 819,454 25%

(45,383) (41,959) (65,914) (196,595) (456,002) (313,554) -31%

208,945 202,524 328,387 320,868 177,091 505,899 186%

(51,230) (56,862) (100,802) (99,350) (67,044) (43,323) -35%

157,715 145,662 227,585 221,518 116,221 462,576 298%

0 0 22,725 9,338 176,970 --

157,715 145,662 250,310 230,856 307,598 462,576 50%

0 (27) (46) (49) (55) (9) -84%

157,716 145,636 250,264 230,807 307,544 462,567 50%

3,856,535 4,863,116 6,016,811 7,969,740 9,736,407 10,255,697 5%

3,637,919 4,011,634 5,482,686 7,699,841 9,279,994 9,431,696 2%

2,364,716 3,304,454 4,295,690 6,159,736 7,754,162 7,870,033 1%

1,491,819 1,558,636 1,721,048 1,809,913 1,982,098 2,385,547 20%

3,856,535 4,863,116 6,016,811 7,969,740 9,736,407 10,255,697 5%

27.39% 22.83% 29.29% 31.72% 33.98% 35.69% 5%

17.05% 15.69% 22.91% 28.59% 32.98% 34.35% 4%

6.59% 5.03% 6.55% 6.49% 6.71% 7.99% 19%

16.99% 13.60% 18.59% 14.15% 15.99% 20.15% 26%

10.57% 9.34% 14.54% 12.75% 15.52% 3.83% -75%

4.09% 2.99% 4.16% 2.90% 3.16% 4.51% 43%

82.80% 163.49% 61.94% 38.11% 32.76% 60.87% 86%

158.51% 212.01% 249.60% 340.33% 391.21% 286% -27%

61.32% 67.95% 71.39% 77.29% 79.64% 76.74% -4%

Note for 2004*


Since 1 January, 2005 the Company has implemented SFAS 24 regarding “Employee Benefit” as a
change in accounting policy which is applied restropectively (as disclosed in note 3)
Note for 1998**
Since 1 January, 1999 the Company implemented SFAS 46 regarding Income Tax Accounting.
 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Kinerja Perusahaan The Performance of the Company

Kinerja Keuangan Financial Performance


Total Asset Total Assets
Asset perusahaan selama tahun 2006 bertambah sebesar 5% atau The Company’s assets in the course of 2006 increased by 5% or
sebesar Rp 520 milyar yaitu dari Rp 9,7 triliun menjadi Rp 10,2 Rp 520 billion from Rp 9.7 trillion to Rp 10.2 trillion. There was a
trilyun. Ada kenaikan yang signifikan dari pos piutang lain-lain yaitu significant increase from other receivables i.e. from Rp 10.8 billion
dari Rp 10,8 milyar di tahun 2005 menjadi Rp 510,1 milyar ditahun in 2005 to Rp 510.1 billion in 2006 and the Rp 499 billion increase
2006 atau naik Rp 499 milyar yang disebabkan oleh hasil penjualan was resulted from selling of shares. On 28 December 2006 the
saham. Pada tanggal 28 Desember 2006 Perusahaan telah menjual Company sold its investment of 271,186,000 shares in PT Citra
sebagian penyertaan saham di PT Citra Marga Nusaphala Persada Marga Nusaphala Persada Tbk and hence received the proceeds
Tbk sejumlah 271.186.000 saham. Hasil penjualan saham bersih from its sales amounting to Rp 477,316,024,360 (full Rupiah
sebesar Rp 477.316.024.360 (Rupiah penuh) diterima oleh amount) on 4 January 2007.
Perusahaan pada tanggal 4 Januari 2007.

Aktiva Lancar Current Assets


Aktiva Lancar naik sebesar 81% atau naik sebesar Rp 367,5 milyar. Current assets increased by 81% or Rp 367.5 billion. The increase
Kenaikan tersebut disebabkan oleh hasil penjualan penyertaan was resulted from the selling of shares in PT CMNP Tbk.
saham PT CMNP Tbk.

Kas dan Setara Kas Cash and Cash Equivalents


Kas dan Setara Kas Jasa Marga pada akhir tahun 2006 mengalami Jasa Marga’s cash and cash equivalents at the end of 2006
penurunan sebesar 38% atau sebesar Rp 156,9 milyar, atau turun decreased by 38% or Rp 156.9 billion, going down from Rp 417.3
dari Rp 417,3 milyar menjadi Rp 260,3 milyar. Porsi terbesar billion to Rp 260.3 billion. The biggest portion of the cash was used
penggunaan kas Jasa Marga terserap pada aktivitas investasi yaitu in investment activities i.e. fixed assets-toll roads in the form of
perolehan Aktiva Tetap Jalan Tol berupa konstruksi pembangunan constructions of toll roads and bridges.
jalan dan jembatan tol.
Cash and cash equivalents consist of cash in 15 local banks in the
Kas dan setara kas Jasa Marga tersimpan di 15 Bank lokal dalam forms of time deposits and current accounts.
bentuk deposito dan giro.

Likuiditas Liquidity

2006 2005 2006/2005 (%)


milyar/billion milyar/billion

Current Ratio 0.6 0.3 86%


Working Capital -529.5 -937.4 77%

Likuiditas perusahaan membaik dimana current ratio meningkat The improvement of the Company’s liquidity was shown by the
dari 0,3 menjadi 0,6. Hal ini disebabkan naiknya aktiva lancar increase of current ratio from 0.3 to 0.6. The increase was the result
sebesar 81% karena adanya penjualan saham penyertaan di of the increase in current assets by 81% due to selling of shares in
PT CMNP Tbk. PT CMNP Tbk.
Aktiva Tidak Lancar Non Current Assets
Pada pos Hak Pengusahaan Jalan Tol terdapat penambahan nilai There was an increase by Rp 652.8 billion on concession rights
sebesar Rp 652,8 milyar (net setelah akumulasi penyusutan) atau account (net of accumulated amortization) or by Rp 862.5
sebesar Rp 862,5 milyar (sebelum penyusutan) berupa penambahan billion (before depreciation) i.e. the increase in roads and bridges
aktiva jalan dan jembatan. account.
Aktiva Tetap Dalam Konstruksi Fixed Assets-Constructions in Progress
Aktiva Tetap Dalam Konstruksi naik sebesar 19% atau naik Fixed assets-constructions in progress increased by 19% or Rp 284.3
Rp 284,3 milyar, hal ini disebabkan adanya penambahan Aktiva billion. This was resulted from the increase in constructions in
Tetap dalam Konstruksi berupa penambahan Aktiva Jalan dan progress-roads and bridges by Rp 395.8 billion.
Jembatan sebesar Rp 395,8 milyar.

Struktur Keuangan Financial Structure

2006 2005 2006/2005 (%)

Hutang Jangka Panjang/Ekuitas 329.9% 391.2% -18.5%


Long Term Debt/Equity
Hutang Jangka Panjang/Assets 76.7% 79.6% -3.7%
Long Term Debt/Assets
Debt : Equity 76 : 24 80 : 20
laporan tahunan | annual report 2006 
PT Jasa Marga (Persero)

Liabilities Liabilities
Dua sumber pendanaan investasi perusahaan adalah dari Jasa Marga relies on two funding sources for its investment: the
sumber perbankan dan dari masyarakat berupa obligasi. Dua bank and bond issuance. The two sources of fund, on which the
sumber tersebut merupakan sumber pembiayaan yang telah lama Company has relied for a very long time, are well maintained by
mempunyai perjalanan sejarah yang cukup lama dan terpelihara Jasa Marga. Jasa Marga is one of the companies in Indonesia that
baik oleh Jasa Marga. Jasa Marga merupakan salah satu pelopor pioneered the use of capital market fund through bond instruments
perusahaan di Indonesia yang memanfaatkan dana pasar modal and the bond issues were always oversubscribed. This proves
melalui instrumen obligasi. Obligasi Jasa Marga selalu mengalami investors’ trust in the Company’s performance. Until 2006, Jasa
oversubscribe dalam penjualannya yang mencerminkan bukti Marga has issued 23 bonds and the last was the Q series at the par
kepercayaan investor terhadap Jasa Marga. Sampai dengan tahun value of Rp 1 trillion. This brings the total bond outstanding until
2006 Jasa Marga telah melakukan emisi sebanyak 23 kali dan the end of 2006 amounted to Rp 3.7 trillion, showing an increase
yang terakhir adalah seri Q sebesar Rp 1 trilyun. Sehingga total by Rp 1.26 trillion compared with that of 2005 reaching Rp 2.4
outstanding obligasi Jasa Marga hingga akhir tahun 2006 adalah trillion. Apart from the Q series, in the same year the Company
sebesar Rp 3,7 trilyun naik 1,26 trilyun dari outstanding tahun also issued Bond JORR II at the par value of Rp 261 billion to
2005 yang mencapai Rp 2,4 trilyun. Selain seri Q, pada tahun 2006 finance JORR S Section.
Perusahaan juga mengeluarkan obligasi korporasi untuk JORR II
yaitu JORR seksi S dimana sebagian pembayarannya dilakukan
On the whole, there was a slight increase in Jasa Marga’s liabilities
dengan mengeluarkan obligasi sebesar Rp 261 milyar.
by only 1% or Rp 115.8 billion from Rp 7.7 trillion to Rp 7.8
trillion. The increase derived from the increase in short-term debt
Secara keseluruhan jumlah kewajiban Jasa Marga hanya naik 1%
from bank by Rp 303.2 billion and the increase in bond payables-
yaitu sebesar Rp 115,8 milyar yaitu dari Rp 7,7 trilyun menjadi
Bond Q Series from Rp 3.50 trillion to Rp 2.50 trillion was used for
Rp 7,8 trilyun, Kenaikan tersebut antara lain disebabkan adanya
the payment of long-term debt from bank.
penambahan hutang jangka pendek dari Bank sebesar Rp 303,2
milyar disatu sisi dan penambahan hutang dari obligasi seri Q yang
digunakan untuk melunasi sebagian hutang jangka panjang dari
pihak Bank yaitu dari Rp 3,50 trilyun menjadi Rp 2,50 trilyun disisi Loan Expenses
yang lain. In 2006, Jasa Marga issued Bond Q series with interest rate of
13.5% and ten years maturity; and Bond JORR II series with interest
Biaya Pinjaman
rates of 11.5%, 12.5% and 13.5% for the first five years, 15.25%
Pada tahun 2006, Jasa Marga menerbitkan Obligasi seri Q dengan
and 15.5% for the sixth year onward.
tingkat kupon 13,5%, tenor 10 tahun, dan Obligasi JORR II dengan
tingkat kupon 11,5% dan 13,5% pada 5 tahun pertama, 15,25%
dan 15,5% pada tahun ke-6 dan seterusnya. Meanwhile, loan interest rate from banks for investment loan is
12.5%-17.5%, while for working capital loan is 12.5%-14%.
Bunga pinjaman untuk kredit investasi dari perbankan 12,5%-
17,5%, sedangkan untuk kredit modal kerja 12,5%-14%.

Financial Covenant Financial Covenant


Sebagai emiten Obligasi seri M, N, O, P, Q, JORR I dan JORR II Jasa Having issued Bonds M, N, O, P, Q, JORR I and JORR II series,
Marga terikat kepada ketentuan dalam perjanjian Perwaliamanatan based on the trusty agreements, Jasa Marga is required to maintain
untuk memelihara rasio-rasio keuangan sepanjang umur obligasi its financial ratios until the bonds are mature. The Company’s Debt
tersebut. Rasio-rasio tersebut adalah Debt Equity Ratio (DER) Equity Ratio (DER) is not allowed to exceed 5 times in 2006; 4 times
yang tidak boleh melebihi 5 kali pada tahun 2006, tidak boleh and 5 times in 2007 and 2008; 3 times and 5 times in the following
melebihi 4 kali dan 5 kali pada tahun 2007 dan 2008, dan tidak years. Interest Coverage Ratio (ICR) is to reach 1.25 times in 2006;
boleh melebihi 3 kali dan 5 kali untuk tahun selanjutnya. Rasio 1.25 times and 1.75 times in 2007 and 2008; and minimum of 1.25
yang lain adalah Interest Coverage Ratio (ICR) yang minimal harus times and 2 times in the following years.
mencapai 1,25 kali pada tahun 2006, 1,25 kali dan 1,75 kali pada
tahun 2007 dan 2008 serta minimal 1,25 kali dan 2 kali untuk The Company issued Bond Q series with the par value of Rp 1
tahun selanjutnya. trillion, fixed interest rate of 13.5% p.a. and ten years of maturity;
and Bond JORR II (S Section) with fixed interest rate.
Perusahaan menerbitkan Obligasi seri Q sebesar Rp 1 trilyun
dengan kupon fixed sebesar 13,5% per tahun dalam kurun 10
tahun dan Obligasi JORR II (Seksi S) dengan bunga fixed.

Bond Covenant Bond Covenant

2006 2005 2006/2005 (%)

DER = Debt/Equity 2.86 3.91 -27%

ICR = EBITDA/Interest Payment 1.47 1.97 -25%

Pendapatan Tol Toll Revenues


Pendapatan tol selama tahun 2006 naik 26% atau naik Rp 473,2 The Company’s toll revenues in the course of 2006 increased
milyar. Kenaikan tersebut antara lain disebabkan antara lain by 26% or Rp 473.2 billion. The increase was resulted from the
adanya kenaikan tarif pada ruas-ruas: increase in toll rates of the following toll roads:
 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

• Jakarta-Cikampek • Jakarta-Cikampek
• Prof. Dr. Ir. Sedyatmo (ruas bandara) • Prof. Dr. Ir. Sedyatmo (airport section)
• JORR seksi W2S-E1 (Pondok Pinang-Kp.Rambutan) • JORR section W2S-E1 (Pondok Pinang-Kp.Rambutan)

Pengoperasian secara komersial ruas Jatiwarna-Jatiasih dan The operation of Jatiwarna-Jatiasih section commercially and the
tercapainya pendapatan tol pada beberapa cabang sesuai dengan achievement of several branches in meeting their toll revenue
target yang ditetapkan. targets also contributed to the increase in toll revenues.
Volume Lalu Lintas Traffic Volume
Sementara itu dilihat dari volume lalu lintas mengalami penurunan There was a decrease in traffic volume by 7.6 million vehicles.
sebesar 7,6 juta kendaraan yaitu hanya sebesar 829,3 juta kendaraan The company served only 829.3 million vehicles from the 836.9
dari target sebesar 836,9 juta kendaraan yang disebabkan antara million vehicles targeted and this was caused by, among others, the
lain oleh dampak kenaikan BBM pada bulan Oktober 2005, increase of fuel price in October 2005, the temporary closing of
penutupan ruas Cipularang akibat amblasnya badan jalan, buka Cipularang section due to sliding, the opening-closing of Porong-
tutup ruas Porong-Gempol akibat semburan lumpur Lapindo, belum Gempol section due to Lapindo mud, the delay in the completion
terselesaikannya ruas Jatiasih-Cikunir akibat kendala pembebasan of Jatiasih-Cikunir section due to land acquisition problem and the
lahan dan penutupan beberapa ruas akibat demo masyarakat dan closing of several sections–e.g. intra urban and Jakarta-Serpong–
buruh seperti ruas dalam kota dan ruas Jakarta-Serpong. due to people’s demonstrations.
Laba Usaha Operating Income
Peningkatan pendapatan tol diimbangi pula dengan peningkatan The augment of toll revenues was accompanied by the increase in
laba usaha perusahaan sebesar 25%, yaitu dari Rp 653,6 milyar operating income of the Company by 25%, from Rp 653.6 billion
menjadi Rp 819,4 milyar hal ini disebabkan oleh kenaikan beban to Rp 819.4 billion resulted from the slight increase in operating
usaha yang hanya naik sebesar 16%. Beban usaha yang naik expenses by 16%. A quite significant increase in operating
cukup signifikan adalah beban pemeliharaan jalan tol sebesar expenses was in toll road maintenance expenses amounting to
Rp 122 milyar. Hal ini mengindikasikan komitmen perusahaan Rp 122 billion. This indicates that the Company is committed to
untuk memberikan pelayanan bagi pengguna jalan dalam bentuk giving the best service to toll road users by performing toll road
pemeliharaan jalan tol. maintenance.
Beban Finansial
Beban bunga pada tahun 2006 naik cukup besar yaitu sebesar Financial Expenses
Rp 279,9 milyar (naik sebesar 63%), hal ini disebabkan oleh In 2006, interest expenses increased considerably by Rp 279.9
naiknya jumlah pinjaman baik dari obligasi maupun dari Bank. billion or 63% which was caused by the increase in loans both
Jasa Marga melakukan emisi obligasi yang ke-23 yaitu seri bonds and banks. Jasa Marga issued its 23rd bonds i.e. the Q series
Q sebesar Rp 1 trilyun yang dipergunakan untuk melakukan of Rp 1 trillion which have been used for refinancing the payment
refinancing pelunasan hutang-hutang dari pihak perbankan yang of loans from banks that participated in the construction of
berpartisipasi dalam proyek Cipularang. Refinancing dilakukan Cipularang project. Refinancing was carried out in view of the fact
dengan pertimbangan ada penghematan beban bunga yang harus that the Company would save on the payment of interest expenses
dibayar mengingat obligasi yang diterbitkan mempunyai kupon because the bond issued has lower interest rate than loan interest
bunga yang lebih rendah dari suku bunga pinjaman dan tenor rate and has longer maturity (ten years).
yang lebih panjang (10 tahun).
Net Income
Laba Bersih The Company succeeded in increasing its net income by 50% or
Laba bersih perusahaan mengalami peningkatan sebesar 50% atau Rp 154.9 billion from Rp 307.5 billion in 2005 to Rp 462.5 billion
sebesar Rp 154,9 milyar yaitu dari Rp 307,5 milyar di tahun 2005 in 2006. The significant increase, among others, was the result of
menjadi Rp 462,5 milyar di tahun 2006. Kenaikan yang signifikan the increase in others-net account by Rp 403 billion which was
ini antara lain disebabkan adanya penambahan pada pos lainnya resulted from the profit of selling shares amounting to Rp 388.8
bersih sebesar Rp 403 milyar yang disebabkan oleh keuntungan billion.
penjualan saham sebesar Rp 388,8 milyar.

Tingkat Pengembalian Rate of Returns

2006 2005 2006/2005 (%)

Return on Asset 4.51% 3.16% 43%


Return on Equity 3.83% 15.52% -75%
Return on Invested Capital 4.58% 3.16% 45%

Ekuitas Shareholders’ Equity


Ekuitas Jasa Marga meningkat sebesar 20% atau sebesar There was an increase in Jasa Marga’s shareholders’ equity by 20%
Rp 403,4 milyar yaitu dari Rp 1,98 trilyun di tahun 2005 menjadi which is the same as Rp 403.4 billion, from Rp 1.98 trillion in
Rp 2,38 trilyun di tahun 2006. Peningkatan tersebut disebabkan 2005 to Rp 2.38 trillion in 2006. The increase was the result of
meningkatnya saldo laba sebesar 41%, dari Rp 979,5 milyar income balance increase by 41%, from Rp 979.5 billion to Rp 1.38
menjadi Rp 1,38 trilyun. Peningkatan saldo laba tersebut antara trillion due to the increase in the company’s income.
lain disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan.
laporan tahunan | annual report 2006 
PT Jasa Marga (Persero)

Arus Kas Cash Flows


Arus Kas dari Aktivitas Operasi Cash Flows from Operating Activities
Arus kas dari aktivitas operasi Jasa Marga pada tahun 2006 In 2006, cash flows from operating activities reached Rp 297 billion.
mencapai Rp 297 milyar. Kondisi tersebut naik 14% dari Compared with that of 2005, this figure shows an increase by 14%
tahun 2005 atau bertambah sebesar Rp 35,3 milyar. Terdapat or the same as Rp 35.3 billion. There was an increase by Rp 473
peningkatan sebesar Rp 473 milyar dari pendapatan tol. Sebagian billion from toll revenues. The majority of cash flows provided from
besar kas dari aktivitas operasi terserap untuk pembayaran bunga operating activities was used for payments for interest expenses
pinjaman sebesar Rp 657 milyar. Pembayaran bunga pinjaman amounting to Rp 657 billion which increased by 12% as a result
naik sebesar 12% dikarenakan pembayaran pinjaman-pinjaman of the payment of bank loans used to finance Cipularang project,
Bank dari pendanaan, proyek Cipularang, penambahan hutang increase of short-term bank loans and increase of bonds payable
jangka pendek dari Bank dan penambahan pinjaman obligasi baik both Q and JORR II (S Section) series.
seri Q maupun JORR II (Seksi S).
Payments to vendors and third parties also increased by 36% or
Pembayaran kepada pemasok dan pihak ketiga juga meningkat Rp 136 billion due to the increase in construction and operating
sebesar 36% atau Rp 136 milyar seiring dengan meningkatnya activities as well as the completion of JORR and Cipularang
aktivitas konstruksi dan operasi serta penyelesaian proyek JORR projects.
dan Cipularang.
Payments to employees increased by Rp 79 billion or 18% due to
Pembayaran kepada karyawan meningkat sebesar Rp 79 milyar the periodic increase of Directors’ and Commissioners’ salaries as
atau naik 18% karena adanya kenaikan gaji berkala Direksi dan the company’s income also increased.
Komisaris seiring dengan meningkatnya pendapatan perusahaan.
The total earnings of all Directors were Rp 170,829,098 monthly
Penghasilan total seluruh Direksi pada tahun 2005 adalah and Rp 186,726,375 monthly in 2005 and 2006 respectively.
Rp 170.829.098 per bulan sedangkan pada tahun 2006 adalah
Rp 186.726.375 per bulan.
Cash Flows Used in Investment Activities
Arus Kas yang Digunakan dalam Aktivitas Investasi There was a decrease in Jasa Marga’s cash used in investment
Kas Jasa Marga yang digunakan dalam aktivitas investasi menurun activities from Rp 2.2 trillion to Rp 491.2 billion. This was caused by
dari Rp 2,2 trilyun menjadi Rp 491,2 milyar. Penurunan tersebut the completion of Cipularang project. Investment activities during
karena telah selesainya proyek Cipularang. Aktivitas investasi pada 2006 were mostly dominated by the construction activities covering
tahun 2006 masih banyak terserap oleh aktivitas konstruksi yaitu the completion of Cipularang and JORR projects.
penyelesaian proyek Cipularang dan JORR.

Arus Kas yang Digunakan dalam Aktivitas Pendanaan Cash Flows Used in Financing Activities
Kas bersih yang diperoleh Jasa Marga dalam aktivitas pendanaan Net cash from financing activities at the end of 2006 reached
pada akhir tahun 2006 mencapai Rp 41 milyar. Di sisi penambahan Rp 41 billion. On the side of proceeds from loan, there were
hutang, terdapat penerimaan hutang bank sebesar Rp 684 milyar proceeds from short-term bank loan amounting to Rp 684 billion
yang bersifat jangka pendek (kredit modal kerja) dan penerbitan (working capital loan) and Rp 1 trillion bond issuance. On the side
obligasi sebesar Rp 1 trilyun. Di sisi pelunasan, Jasa Marga of payment, Jasa Marga made the payments of loan from banks
melakukan pelunasan hutang bank yang berpartisipasi dalam participating in Cipularang project amounting to Rp 1.2 trillion
proyek Cipularang sebesar Rp 1,2 trilyun yang dananya berasal deriving from the issuance of Bond Q series.
dari penerbitan Obligasi seri Q.
10 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Penerbitan dan Pencatatan Obligasi Tahun 2006 The Issuance of Bonds in 2006
1. Penerbitan Obligasi Jasa Marga XII Seri Q Tahun 2006 dengan 1. The issuance of Jasa Marga Bond XII - Q Series Year 2006
jumlah pokok Rp 1.000.000.000.000,- dengan tingkat bunga at nominal value of Rp 1,000,000,000,000 with fixed interest
tetap sebesar 13,5% per tahun. rate of 13.5% per annum
2. Penerbitan Obligasi JORR II Tahun 2006 dengan jumlah pokok 2. The issuance of Bond JORR II Year 2006 at nominal value of Rp
Rp 261.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap yang dibagi 261,000,000,000 with fixed interest rate divided in 3 tranches,
kedalam 3 tranche, yaitu: as follows:
- Tranche A - Tranche A
Bunga sebesar 11,5% berlaku sejak tanggal 5 Januari 2006 Interest rate of 11.5% effective from 5 January 2006 until
s.d. 2 Januari 2011 2 January 2011
Bunga sebesar 15,25% berlaku sejak tanggal 1 Juli 2011 Interest rate of 15.25% effective from 1 July 2011 until
s.d. 2 Januari 2016 2 January 2016
- Tranche B - Tranche B
Bunga sebesar 12,5% berlaku sejak tanggal 5 Januari 2006 Interest rate of 12.5% effective from 5 January 2006 until
s.d. 2 Januari 2011 2 January 2011
Bunga sebesar 15,25% berlaku sejak tanggal 1 Juli 2011 Interest rate of 15.25% effective from 1 July 2011 until
s.d. 2 Januari 2018 2 January 2018
- Tranche C - Tranche C
Bunga sebesar 13,5% berlaku sejak tanggal 5 Januari 2006 Interest rate of 13.5% effective from 5 January 2006 until
s.d. 2 Januari 2011 2 January 2011
Bunga sebesar 15,25% berlaku sejak tanggal 1 Juli 2011 Interest rate of 15.25% effective from 1 July 2011 until
s.d. 2 Januari 2021 2 January 2021

Nama Obligasi Tahun Nilai Nominal (Rp juta) Jatuh Tempo


Bond Issuance Year Par Value (Rp million) Maturity Date

Jasa Marga VIII Seri M / M Series 2000 Rp 150,000 27 March 2008

Jasa Marga IX Seri N / N Series 2002 Rp 400,000 12 April 2007

Jasa Marga X Seri O / O Series 2002 Rp 650,000 4 December 2010

Jasa Marga XI Seri P / P Series 2003 Rp 1,000,000 10 October 2013

Jasa Marga JORR I 2003 Rp 274,260.5 19 November 2013

Jasa Marga XII Seri Q / Q Series 2006 Rp 1,000,000 30 June 2016

Jasa Marga JORR II Tranche A 2006 Rp 78,300 2 January 2016

Jasa Marga JORR II Tranche B 2006 Rp 78,300 2 January 2018

Jasa Marga JORR II Tranche C 2006 Rp 104,400 2 January 2021

Jumlah Rp 3,735,260.5
Total

Semua obligasi tersebut masing-masing mendapat rating idA+ dari Pefindo.


All bonds received the rating of idA+ from Pefindo (Credit Rating Indonesia).

Interchange Tomang
Tomang Interchange
laporan tahunan | annual report 2006 11
PT Jasa Marga (Persero)

KINERJA OPERASIONAL OPERATIONAL PERFORMANCE


Target kinerja operasional jalan tol diukur dan dievaluasi dengan The achievement of operational performance target is measured
Key Performance Indicator (KPI). Adapun pencapaian tolok ukur and evaluated with Key Performance Indicator (KPI). The main
utama, yaitu pelayanan kepada pemakai jalan, yang merupakan indicators are the services to toll road user and following are the
kinerja perusahaan dalam melayani pemakai jalan adalah sebagai achievements of the main indicators, representing the performance
berikut: of the Company in rendering its services to toll road users in the
year under review:
1. Kecepatan transaksi tercapai 100% yang berarti pelayanan di
semua gardu lebih cepat dari target 8 detik per transaksi 1. Transaction speed was achieved 100% indicating that services
2. Tingkat kecelakaan adalah 24,22 kecelakaan per 100 juta at all toll booths were faster than the targeted time which is 8
kendaraan km seconds per transaction
3. Tingkat fatalitas adalah 1,68 kecelakaan berakibat korban 2. Accident rate was 24.22 accidents per 100 million vehicles km
meninggal per 100 juta kendaraan km 3. Fatality rate was 1.68 accidents causing death per 100 million
4. Ketidakrataan permukaan jalan rata-rata adalah 3,25 m/km vehicles km
5. Kekesatan permukaan jalan adalah 0,58 µm 4. Roughness of road surface in average was 3.25 m/km
5. Skid resistance of road surface was 0.58 µm
Sedangkan kinerja lainnya yang juga merupakan tolok ukur
pelayanan adalah sebagai berikut: Other performances representing service are as follows:

1. Waktu tempuh di jalan tol berdasarkan survey adalah sebagai 1. Travel time on toll roads based on surveys:
berikut: • On urban toll roads, average travel time was ≥ 1.6 times
- Jalan tol dalam kota mencapai ≥ 1,6 kali kecepatan tempuh shorter compared to that on non-toll road
rata-rata jalan non tol • On rural toll roads, average travel time was > 1.8 times
- Jalan tol luar kota mencapai > 1,8 kali kecepatan tempuh shorter compared to that on non-toll road
rata-rata jalan non tol
2. Construction services are reflected by the prime condition of
2. Pelayanan konstruksi jalan yang mencerminkan kualitas road pavement quality reaching 96.93% of the total length
permukaan perkerasan dengan kondisi prima mencapai of toll road. This figure shows an increase from that of the
96,93% dari total panjang jalan tol. Angka ini menunjukkan previous year reaching 85.57%.
adanya peningkatan dari tahun lalu yang mencapai 85,57%.
12 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Jalan Tol Purbaleunyi Simpang Susun Dawuan


Purbaleunyi Toll Road Dawuan Junction

Produktivitas Pegawai Employees’ Productivity

Produktivitas pegawai dapat dilihat dari indikator: The productivity of the employees is indicated as follows:

1. Pendapatan tol per karyawan yang mencapai Rp 402,5 juta 1. Toll Revenue per employee was Rp 402.5 million, increasing by
atau naik 28% dari angka tahun lalu 28% from that of the previous year
2. Volume lalu lintas per karyawan yang mencapai 147,04 juta 2. Traffic volume per employee reached 147.04 million vehicles,
kendaraan atau turun 4,9%. Penurunan volume lalu lintas showing a decrease by 4.9%, which was the impact of the raise
antara lain disebabkan oleh dampak kenaikan BBM pada in fuel price in October 2005, the sliding of Cipularang toll
Oktober 2005, amblasnya badan tol Cipularang, lumpur Road, Lapindo mud, and the closing of certain toll road sections
lapindo, dan penutupan tol dalam kota akibat demo due to rallies
laporan tahunan | annual report 2006 13
PT Jasa Marga (Persero)

Kinerja Investasi Investment Performance


Jasa Marga merupakan operator jalan tol pertama di Indonesia Having developed and operated toll road since 1978, Jasa Marga
yang membangun dan mengelola jalan tol sejak tahun 1978. is the first toll operator in Indonesia. At present, Jasa Marga has
Saat ini Jasa Marga telah mengoperasikan jalan tol sepanjang operated toll roads of 460.5 km which is 77% of the country’s
460,5 km yang merupakan 77% dari total panjang jalan tol di total toll roads of 597.9 km. With 29 years of experience in
Indonesia yang yang mencapai 597,9 km. Dengan pengalaman constructing, operating and maintaining toll road network,
selama 29 tahun dalam membangun, mengelola dan memelihara supported by qualified and experienced human resources, Jasa
jaringan ruas jalan tol, didukung oleh sumber daya manusia yang Marga is determined to keep its position as the market leader in toll
berkualitas dan berpengalaman Jasa Marga bertekad tetap menjadi road industry by operating the majority of toll roads in Indonesia
market leader dalam industri jalan tol di Indonesia dengan tolok and continuously operating more toll roads.
ukur dapat mengoperasikan mayoritas jalan tol di Indonesia dan
menambah panjang jalan tol secara berkelanjutan. The change in Jasa Marga’s role from toll road authority and
operator to become only operator/investor gives the opportunitiy
Perubahan peran Jasa Marga yang semula adalah sebagai to the Company to further develop toll roads that are financially
otorisator dan sekaligus operator menjadi hanya operator/investor profitable. The authorization function has been taken over by the
memudahkan Jasa Marga untuk lebih mengembangkan ruas- Government i.e. the Toll Road Regulatory Board (Badan Pengatur
ruas jalan tol yang secara finansial menguntungkan bagi Jasa Jalan Tol-BPJT) under the Department of Public Works.
Marga. Fungsi otorisator dilaksanakan oleh pemerintah melalui
Departemen PU yaitu Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). The concession period of 13 toll roads operated by Jasa Marga
was decided through the Decision of the Minister of Public Works
Masa konsesi 13 ruas jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga on 8 June 2006 which gave the concession rights of the toll roads
ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum tanggal to Jasa Marga for the period of 40 years effective from 1 January
8 Juni 2006 tentang penetapan pemberian konsesi terhadap ruas 2005 until 31 December 2044, except for one short section of the
jalan tol yang diusahakan Jasa Marga selama 40 tahun yang berlaku Jakarta Outer Ring Road (JORR) Section S (± 15 km) where some
efektif sejak 1 Januari 2005 sampai dengan 31 Desember 2044, legal matters have yet to be finalized. Jasa Marga got a temporary
kecuali untuk ruas JORR Seksi S (sepanjang ± 15 km) dimana 15 years concession. The Toll Road Concession Agreement that
masih terdapat masalah hukum yang perlu diselesaikan. Untuk ruas serves as the legal foundation of toll road operation by Jasa Marga
ini Jasa Marga memperoleh konsesi sementara selama 15 tahun. was signed on 7 July 2006.
Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sebagai landasan aspek
legal pengelolaan operasional oleh Jasa Marga ditandatangani pada The main focus in 2006 in the field of toll road development is
tanggal 7 Juli 2006. completing JORR project and perfecting Cipularang project. On
29 July 2006 Jasa Marga conduct a trial on Jatiasih-Jatiwarna, a
Fokus utama tahun 2006 dibidang pengembangan jalan tol adalah section of JORR toll road and operated it commercially with the
penyelesaian proyek JORR dan penyempurnaan proyek Cipularang. toll rate based on the Decision of the Minister of Public Works No.
Pada tanggal 29 Juli 2006 Jasa Marga mengadakan uji coba ruas 329/KPTS/M/2006 effective from 1 September 2006.
Jatiasih-Jatiwarna sebagai bagian dari ruas JORR dan selanjutnya
dioperasikannya ruas tersebut secara komersial dengan pengenaan Jasa Marga has been appointed investor of three new projects
tarif melalui keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 329/KPTS/ of 122.9 km namely Bogor Ring Road, Semarang-Solo and
M/2006 terhitung tanggal 1 September 2006. Gempol-Pasuruan through the Decision Letter of the Minister of
Public Works No. JL.01.03-Mn/555 dated 17 October 2005 and
Jasa Marga telah ditunjuk sebagai investor tiga ruas baru sepanjang during 2006 Jasa Marga has been conducting the preparation in
122,9 km yaitu Bogor Ring Road, Semarang-Solo dan Gempol- constructing those toll roads.
Pasuruan melalui surat Menteri PU No. JL.01.03-Mn/555 tanggal
14 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

17 Oktober 2005, selama tahun 2006 Jasa Marga melakukan Bogor Ring Road toll road Section I–the 3.8 km Sentul Selatan-
persiapan-persiapan dalam pembangunan ruas-ruas tersebut. Kedung Halang–is scheduled to operate in 2008, while Gempol-
Pasuruan and Semarang-Solo toll roads are scheduled to operate
Jalan tol Bogor Ring Road seksi I Ruas Sentul Selatan-Kedung in 2009.
Halang sepanjang 3,8 km ditargetkan dapat dioperasikan pada
tahun 2008 sedangkan jalan tol Gempol-Pasuruan dan Semarang-
Solo ditargetkan dapat dioperasikan pada tahun 2009.

Progres investasi 3 ruas baru tersebut adalah sebagai berikut: Following is the investment progress of the three projects:

Nama Proyek Bogor Ring Road Semarang-Solo Gempol-Pasuruan


Name of Project
Progres • PPJT telah ditandatangani tanggal 29 Mei • ROW Plan (6 km) • PPJT telah ditandatangani tanggal 29 Mei 2006
Investasi 2006 dengan masa konsesi 45 tahun dari Semarang sudah dengan masa konsesi 45 tahun
Investment • ROW Plan telah disetujui Menteri disetujui Departemen • Jasa Marga telah menyerahkan Jaminan
Progress Pekerjaan Umum tanggal 29 Mei 2006 Pekerjaan Umum Pelaksanaan (1%) dan menyetor dana awal
• Rencana Teknik Akhir telah disetujui • ROW Plan sisanya pengadaan lahan tanggal 9 Juni 2006 sebesar 11
Menteri Pekerjaan Umum pada awal sudah disampaikan ke milyar
Agustus 2006 BPJT • Menteri Negara BUMN telah menyetujui porsi
• Jasa Marga telah menyerahkan Jaminan • FED sudah selesai penyertaan investasi BUMD pada pembangunan
Pelaksanaan (1%) dan menyetor dana • PPJT telah jalan tol Gempol-Pasuruan (Jasa Marga = 60%, PT
awal pengadaan lahan tanggal 9 Juni 2006 ditandatangani tanggal Jatim Marga Utama = 20% dan Perusda Pasuruan
sebesar Rp 4 milyar 19 Desember 2006 = 20%)
• Gubernur Jawa Barat dan Menteri Negara dengan masa konsesi • Persetujuan gambar ROW Plan telah disetujui
BUMN telah menyetujui porsi penyertaan 45 tahun oleh BPJT tanggal 31 Agustus 2006
PT Jasa Sarana dalam pengusahaan jalan • Surat permohonan untuk memulai kegiatan
tol Bogor Ring Road sebesar 45% • ROW Plan (6 km) pengadaan lahan ruas jalan Gempol-Pasuruan oleh
• Dirjen Bina Marga telah memohon from Semarang was Dirjen Bina Marga kepada Gubernur Jawa Timur
pelaksanaan pengadaan lahan ke Gubernur approved by the tanggal 22 September 2006
Jawa Barat Department of Public • Pada tanggal 30 Oktober 2006 telah
• Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Works ditandatangani Perjanjian Kerjasama Pengusahaan
antara Jasa Marga dan PT Jasa Sarana • The remaining ROW antara Jasa Marga, PT Jatim Marga Utama dan
ditandatangani tanggal 3 Oktober 2006 Plan was submitted to Perusda Kabupaten Pasuruan dengan porsi saham
Toll Road Regulatory masing-masing 60%, 20% dan 20%
• Toll Road Concession Agreement was Board
signed on 29 May 2006 with concession • FED was completed • Toll Road Concession Agreement was signed on
period of 45 years • Toll Road Concession 29 May 2006 with the concession period of 45
• ROW Plan was approved by the Minister of Agreement was signed years
Public Works on 29 May 2006 on 19 December 2006 • Jasa Marga gave Bank Guarantee (1%) and paid
• Final Engineering Design was approved with concession period initial fund for land acquisition on 9 June 2006
by the Minister of Public Works on early of 45 years amounting to Rp 11 billion
August 2006 • The State Minister of State-Owned Enterprises
• Jasa Marga gave Bank Guarantee (1%) and approved the investment of Regional
paid initial fund for land acquisition on 9 Government-Owned Enterprises in Gempol-
June 2006 amounting to Rp 4 billion Pasuruan toll road (Jasa Marga = 60%, PT Jatim
• The Governor of West Java and the State Marga Utama = 20% and Perusda Pasuruan =
Minister of State-Owned Enterprises 20%)
approved the shares of 45% in PT Jasa • ROW Plan was approved by Toll Road Regulatory
Sarana for investment in Bogor Ring Road Board on 31 August 2006
• The Director General of Bina Marga • The Director General of Bina Marga requested
requested the implementation of land the Governor of East Java to proceed with land
acquisition to the Governor of West Java acquisition process through request letter on 22
• Concession agreement between Jasa September 2006
Marga and PT Jasa Sarana was signed on 3 • The concession agreement was signed on 30
October 2006 October 2006 by Jasa Marga, PT Jatim Marga
Utama and Perusda of Pasuruan Regency with the
shares of 60%, 20% and 20% respectively
laporan tahunan | annual report 2006 15
PT Jasa Marga (Persero)

Selain berfokus pada bidang pengembangan yang berdampak pada Apart from focusing on toll road development to add to the toll
penambahan panjang jalan tol Jasa Marga juga melakukan investasi road operated by the company, Jasa Marga also made investments
pada ruas tol yang telah beroperasi dalam bentuk pemeliharaan on operating toll road by conducting routine maintenance and
rutin dan penggantian, pemeliharaan periodik, dan peningkatan replacement, periodic maintenance, and toll road capacity
kapasitas jalan tol yang berdampak pada peningkatan pelayanan improvement having effects on the improvement of the services
dan volume lalu lintas. Secara keseluruhan total realisasi investasi rendered and traffic volume. In general, the total investment
tahun 2006 mencapai Rp 514,89 milyar. realized in 2006 reached Rp 514.89 billion.

Proyek Peningkatan Kapasitas Jalan Tol Tahun 2006


Betterment Projects for Increasing Toll Road Capacity in 2006
Status: December 2006

No Proyek
Project

1. Penambahan lajur ruas Cibitung-Cikarang Sta. 28+675 - Sta. 31+400 pada jalan tol Jakarta-Cikampek
Widening Cibitung-Cikarang Section Sta. 28+675 - Sta. 31+400 on Jakarta-Cikampek toll road

2. Pekerjaan penambahan lajur ruas Dupak-Waru Jalur B pada jalan tol Surabaya-Gempol
Widening Dupak-Waru Section on Surabaya-Gempol toll road (one direction)

3. Penambahan lajur ruas Cibitung-Cikarang lajur A pada jalan tol Jakarta-Cikampek


Widening Cibitung-Cikarang Section on Jakarta-Cikampek toll road (one direction)

4. Penambahan lajur ruas Amplas-Tanjung Morawa


Widening Amplas-Tanjung Morawa Section

Untuk meningkatkan penerimaan pendapatan, Jasa Marga juga To augment its income, Jasa Marga also makes use of its assets
mendayagunakan aset-aset yang ada sebagai sumber penerimaan. as the source of income. In 2006 Jasa Marga carried out several
Pada tahun 2006 beberapa pengembangan Tempat Istirahat developments of rest areas in cooperation with its business partners
bekerjasama dengan mitra telah dibuka dan dioperasikan yang and several rest areas now open. They are located on the following
antara lain terdapat pada jalan tol di: toll roads:

- Cikampek Sta. 40 A, 57 A dan 42 B - Cikampek Sta. 40 A, 57 A and 42 B


- Tangerang Sta. 14 B - Tangerang Sta. 14 B
- Surabaya-Gempol Sta. 26 A - Surabaya-Gempol Sta. 26 A

Tempat Istirahat Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sta. 42B


Rest Area on Jakarta-Cikampek Toll Road Sta. 42B
16 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Peristiwa Penting 2006 Corporate Milestones 2006

14 Maret 2006
Pengangkatan Dewan Komisaris baru
sesuai SK Menteri Negara BUMN No.
33/MBU/2006 tanggal 14 Maret 2006,
yaitu: Ir. Sumaryanto Widayatin, MSCE;
Mayjen (Purn.) Samsoedin; Prof. Dr. H.
Akhmad Syakhroza.

February Sedangkan Drs. Gembong Priyono, MSc.


sebagai Komisaris Utama dan
Drs. Sri Mulyanto, MSc. sebagai
01 Februari 2006 Komisaris yang diangkat berdasarkan
Penandatanganan kerjasama antara SK Menteri Negara BUMN No. 165/M-
Jasa Marga dengan Pertamina MBU/2002 tanggal 28 November 2002.
bertempat di Gedung Pertamina dalam
rangka pembangunan SPBU di Tempat Ir. Sumaryanto Widayatin, MSCE.,
Istirahat jalan tol Jakarta-Cikampek Mayjen. (Purn.) Samsoedin and
km 88A. Prof. Dr. H. Akhmad Syakhroza were
appointed Commissioners based
The signing of cooperation agreement on the Decision Letter of the State
between Jasa Marga and Pertamina at Minister of State-Owned Enterprises No.
Pertamina Building. The two companies M a r c h 33/MBU/23006 dated 14 March 2006.
agree to cooperate in building gas
station at rest area on Jakarta- 14 Maret 2006 Chairman Drs. Gembong Priyono, MSc.
Cikampek toll road km 88A. 01 Maret 2006 Pergantian Dewan Direksi Jasa Marga and Commissioner Drs. Sri Mulyanto,
Upacara HUT ke-28 Jasa Marga di berdasarkan SK Menteri Negara BUMN MSc. were assigned based on Decision
Halaman Kantor Pusat Jasa Marga. No. 32/MBU/2006 tanggal 14 Maret Letter of the State Minister of
05 Februari 2006 2006, menjadi sebagai berikut: State-Owned Enterprises No. 165/M-
Kunjungan Presiden RI meninjau Sta. The Flag Ceremony commemorating 1.Direktur Utama: Ir. Frans S. Sunito MBU/2002 dated 28 November 2002.
96+800 jalan tol Cipularang. Jasa Marga 28th anniversary. 2.Direktur Keuangan: Ir. Reynaldi
Hermansjah
The President of the Republic of 13-14 Februari 2006 3.Direktur Operasi: Ir. Sarwono Oetomo
Indonesia visited Sta. 96+800 of Semiloka Good Corporate Governance 4.Direktur Pengembangan & Niaga:
Cipularang toll road. (GCG) Eksekutif Jasa Marga untuk Ir. Abdul Hadi Hs., MM.
tingkat Kepala Divisi/Biro/Unit/ 5.Direktur Sumber Daya Manusia:
Satuan/Cabang dan Pemimpin Proyek, Ir. Achmad Purwono, MBA.
bertempat di Persada Executive Club
Halim, Jakarta. Based on the Decision Letter of
the State Minister of State-Owned
Jasa Marga held an Executive Semiloka Enterprises No. 32/MBU/2006 dated 14
J a n u a r y (Seminar-Workshop) on Good March 2006, the Board of Directors of PT
Corporate Governance (GCG) for Heads 06-10 Maret 2006 Jasa Marga (Persero) are as follows: 17 Maret 2006
of Division/Bureau/Unit/Team/Branch Jasa Marga melaksanakan Diklat 1.President Director: Ir. Frans S. Sunito Pelantikan Komisaris dan Direksi Jasa
05 Januari 2006 and Project Officers at Persada SAR bekerjasama dengan Badan SAR 2.Finance Director: Ir. Reynaldi Marga dan Serah Terima Jabatan Direksi,
Penandatanganan Obligasi JORR II Executive Club, Halim Jakarta. Nasional (BASARNAS) di Cikubang jalan Hermansjah bertempat di Kantor Menteri Negara
untuk Seksi S Rp 261 Milyar di Graha 12 Februari 2006 tol Cipularang. 3.Operation Director: Ir. Sarwono BUMN.
Sampurna, Jakarta. Kunjungan Menteri Pekerjaan Umum ke Oetomo
28 Februari 2006 Jasa Marga held SAR training in 4.Development & Commerce Director: The inauguration of the Board of Directors
jalan tol Cipularang. Kenaikan Tarif Tol jalan tol Jakarta-
The signing of the Rp 261 billion Bond cooperation with National SAR Agency Ir. Abdul Hadi Hs., MM. and the Board of Commissioners followed
Cikampek, Jalan Tol Prof. DR. Ir. (Badan SAR Nasional-BASARNAS) at 5.Human Resources Director: Ir. Achmad by Directors’ official hand over at the State
JORR II for JORR Section S at Graha The Minister of Public Works visited Sedyatmo, dan JORR Seksi W2S-E1
Sampurna, Jakarta. Cipularang toll road. Cikubang, Cipularang toll road. Purwono, MBA. Ministry of State-Owned Enterprise office.
berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Pekerjaan Umum No. 165 KPTS/M/2006
23-25 Januari 2006 tanggal 28 Februari 2006.
Jasa Marga menerima kunjungan tamu
dari Jamuna Bridge, penyelenggara The increase of toll rate of Jakarta
jalan tol Bangladesh. Cikampek, Prof. DR. Ir. Sedyatmo, and
JORR Section W2S-E1 toll roads based
Jasa Marga welcomed its guests from on the Decision Letter of the Minister
Jamuna Bridge, Bangladesh toll road of Public Works No. 165 KPTS/M/2006
operator. dated 28 February 2006.

Tempat Istirahat Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sta. 19


Rest Area on Jakarta-Cikampek Toll Road Sta. 19
laporan tahunan | annual report 2006 17
PT Jasa Marga (Persero)

22-23 Maret 2006


Jasa Marga menerima Tamu Kunjungan
Persahabatan 34 orang karyawan September
terbaik (kaki tangan cemerlang) dari
PLUS Expressways Berhad Malaysia.
06 September 2006
Jasa Marga welcomed 34 employees J u n e Pelaksanaan Pelatihan Manajemen
of the year (kaki tangan cemerlang) of Risiko di Persada Executive Club Halim,
PLUS Expressways Berhad Malaysia. Jakarta.
01 Juni 2006 November
28 Maret 2006 Penawaran Obligasi Jasa Marga XII Seri Jasa Marga held a Risk Management
Kunjungan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla Q sebesar Rp 1 Trilyun di Ballroom Hotel Training at the Persada Executive Club
ke Kantor Pusat Jasa Marga. Shangri La Jakarta. Halim, Jakarta. 01-03 November 2006
Jasa Marga ikut serta dalam Pameran
December
The Vice President of the Republic of The offering of Jasa Marga Bond XII Q Infrastructure Summit di JCC Jakarta.
Indonesia visited the Head Office of Series of Rp 1 trillion at the Ballroom of 21 Desember 2006
Jasa Marga. Shangri La Hotel, Jakarta. Jasa Marga participated in the Diskusi Akhir Tahun dengan Persatuan
Exhibition of Infrastructure Summit at Wartawan PU tentang “Peran Swasta
Jakarta Convention Center, Jakarta. dalam Pembangunan Jalan Tol” di
Hotel Sari Pan Pacific Jakarta.
23 November 2006
Penutupan sebagian jalan tol Year-end discussion with the
Surabaya-Gempol seksi Porong- Association of Journalists of the
Gempol. Department of Public Works on “The
Role of Private Parties in Toll Road
19-21 September 2006 The closing of Porong-Gempol Section Construction” at Sari Pan Pacific Hotel,
Sebagai persiapan menuju IPO of Surabaya-Gempol toll road. Jakarta.
Perusahaan mengadakan Pelatihan
29 Maret 2006 Manajemen Keuangan Untuk Non 31 Desember 2006
Seminar Bulan Mutu dalam rangka 23 November 2006
HUT PT Jasa Marga (Persero) ke 28, J u l y Keuangan yang diikuti oleh karyawan
setingkat Kepala Bagian dari seluruh
October Pemberian bantuan untuk korban
Pemberian Bingkisan kepada Pemakai
Jalan pada Malam tahun baru 2007
bertempat di Gedung BKKBN Jakarta Unit Kerja baik Pusat maupun Cabang. ledakan pipa gas Porong oleh Direktur di Gerbang Tol Cililitan oleh Menteri
dengan Menteri Negara BUMN sebagai 29 Juli 2006 Utama. Negara BUMN dan Direktur Utama
Keynote Speaker. Uji coba lalu lintas Gerbang Jatiasih II Jasa Marga held training on Finance 14 Oktober 2006 Jasa Marga.
PT Jalantol Lingkarluar Jakarta pukul Management for non Finance Managers Kunjungan DPR RI Komisi V ke jalan tol President Director of Jasa Marga gave
Jasa Marga held a seminar on Quality 07:00 WIB. of Head and Branch offices, as one of its Cipularang Sta. 92+600. assistance to the victims of Porong The State Minister of State-Owned
celebrating its 28th anniversary at preparation toward IPO. gas explosion. Enterprises and the President Director
BKKBN Building, Jakarta with the State The trial at Jatiasih II toll gate of Commission V of the Parliaments of Jasa Marga gave souvenirs to toll
Minister of State-Owned Enterprises as PT Jalantol Lingkarluar Jakarta at visited Cipularang toll road Sta. road users on New Year’s eve at Cililitan
the keynote speaker. 92+600. 29 November-01 Desember 2006
07:00 am. 29 September 2006 Beauty Contest Calon Lembaga Toll Gate.
Pelantikan Pejabat setingkat Kepala Profesi/Penunjang IPO sebagai
Biro/Divisi sesuai Struktur Organisasi rangkaian Proses Evaluasi Pengadaan
dalam SK Direksi No. 157/KPTS/2006 Lembaga/Profesi Penunjang IPO
tanggal 29 September 2006. bertempat di Hotel Dharmawangsa
Jakarta.
The inauguration of the appointed
Bureau/Division Heads based on The beauty contest of supporting
Directors’ Decision Letter No. 157/ institutions for Jasa Marga’s IPO Tender
KPTS/2006 dated 29 September 2006. at Dharmawangsa Hotel, Jakarta.

Tempat Istirahat Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sta. 57


Rest Area on Jakarta-Cikampek Toll Road Sta. 57
18 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Sambutan Komisaris Commissioners’ Message

Drs. Gembong Priyono, MSc.


Komisaris Utama / Chairman

Sebagai pertanggungjawaban Direksi kepada seluruh stakeholder It is the responsibility of the Directors to inform the Company’s
Perusahaan, baik sebagai pemegang saham, kreditur di lingkungan stakeholders i.e. shareholders, creditors of financial institutions
lembaga-lembaga keuangan BUMN dan swasta, para investor of both state-owned enterprises and private companies, investors,
maupun masyarakat pengguna jalan tol, serta menyongsong along with the toll road users, and as the Company is looking
Perusahaan akan menjadi perusahaan terbuka pada pertengahan forward to becoming a public company in the mid of 2007,
tahun depan, maka Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan the 2006 Annual Report and Financial Report of PT Jasa Marga
PT Jasa Marga (Persero) tahun 2006 disajikan secara transparan, (Persero) is therefore presented transparently, completely and
lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan. Tahun 2006 ini accountably. The year 2006 becomes a focal moment for the
menjadi tahun yang penting bagi manajemen dalam rangka management in making sure that the Company is well prepared
mempersiapkan Perusahaan untuk melangkah dan tumbuh to move, grow and develop at its maximum capacity and be more
berkembang secara maksimal dan sehat dalam bisnis jalan tol. solid in toll road business.

Dalam rangka persiapan tersebut Komisaris mendukung langkah- In view of the above, the Commissioners fully support the
langkah yang diambil Direksi, antara lain tahun ini Perusahaan actions taken by Directors. This year the Company restructured
telah melakukan restrukturisasi organisasi dan mengisi posisi-posisi its organization by assigning strategic positions to competent and
yang strategis dengan personil handal dan profesional melalui professional human resources through tight, fair and transparent
proses seleksi yang ketat, fair dan terbuka. Selain itu, dilakukan selection process. Furthermore, the Company improved its financial
penyehatan keuangan Perusahaan melalui strukturisasi hutang dan condition through debt restructuring and business efficiency as
efisiensi usaha serta mendorong peningkatan pendapatan usaha well as boosting operating revenues so that it was increased by
sehingga dapat ditingkatkan 19% dari tahun sebelumnya dan 19% compared with that of the previous year and in general this
secara keseluruhan laba bersih pun dapat ditingkatkan sebesar led to the increase of net income by 50%. Despite the fact that
50%. Meskipun kenaikan pendapatan dan laba usaha ini antara the increases in operating revenues and operating income were
lain karena adanya penyesuaian tarif tol, namun hal ini akan the result among others of toll rate adjustment, this will attract
menarik perhatian investor untuk mau menanamkan modalnya investors to invest in the Company by buying the shares which will
dengan membeli saham yang akan dikeluarkan Perusahaan dalam be offered through IPO in the mid 2007.
program IPO pertengahan tahun 2007 mendatang.
laporan tahunan | annual report 2006 19
PT Jasa Marga (Persero)

Untuk menjaga image dan tanggung jawab Perusahaan To sustain the Company’s accountability and image on toll road
kepada para pengguna jalan tol, maka penyesuaian tarif selalu users, toll rate adjustment is continuously accompanied by service
diimbangi dan sejalan dengan peningkatan mutu pelayanan quality improvement by means of fulfilling the minimum service
dalam arti pemenuhan atas standar pelayanan minimal seperti standard regulated by the Government. For the purpose of business
yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Untuk efisiensi usaha efficiency as well as the advancement of the Company’s expertise
dan meningkatkan kemampuan Perusahaan dalam melakukan in making investment in new toll roads, the management of the
investasi jalan-jalan tol baru, manajemen Perusahaan juga telah Company also made the policy of selling minority interests which
menetapkan kebijakan untuk melepas dan menjual saham-saham are no longer profitable. The Company has been preparing not
minoritas yang tidak menguntungkan Perusahaan. Perusahaan only the use of information technology to secure and speed up toll
juga mempersiapkan penggunaan dan pemanfaatan teknologi collection and administration as well as to make the transaction
informasi dalam rangka mengamankan dan mempercepat proses activities at toll gate more effective and efficient, but also the use
pengumpulan dan administrasi penerimaan uang tol serta efisiensi of e-procurement.
dan efektifitas aktivitas transaksi di gerbang tol. Selain itu juga
sedang dipersiapkan penggunaan e-procurement. The position of the Company is legally solidified by the
Government’s decision to give the concession rights of 13 toll
Secara legal posisi usaha Perusahaan juga semakin mantap roads operated by the Company, including the new ones whose
sehubungan dengan telah ditetapkannya masa konsesi atas 13 operation is the responsibility of the Company.
ruas-ruas jalan tol yang selama ini telah dioperasikan Perusahaan,
termasuk ruas-ruas baru yang pengelolaannya menjadi tanggung In order to accomplish the role and objectives of the Company as
jawab Perusahaan. a major and modern toll road developer and operator in Indonesia,
as well as to endorse the Government’s programs in infrastructure
Dalam rangka mewujudkan peran dan sasaran Perusahaan sebagai development which is required for boosting investment and
developer dan operator jalan tol yang terbesar dan modern di turning the wheels of the country’s economy more effectively
Indonesia, sekaligus mendukung program Pemerintah dalam and efficiently, the Company has been pro actively participated
pembangunan infrastruktur yang diperlukan untuk memacu in new toll road tenders particularly that of JORR II whose project
investasi dan menggerakkan roda perekonomian nasional feasibility is quite high compared with other toll roads. Moreover,
secara lebih efektif dan efisien, Perusahaan pro aktif mengikuti it has been preparing the implementation of Semarang-Bawen,
tender-tender jalan tol baru terutama di JORR II yang kelayakan Bogor Ring Road and Gempol-Pasuruan toll road constructions,
proyeknya cukup tinggi dibandingkan ruas-ruas lainnya dan and will invest in the construction of Trans Java Toll Road as the
mempersiapkan pelaksanaan konstruksi pembangunan ruas major shareholder.
Semarang-Bawen, Bogor Ring Road dan Gempol-Pasuruan, serta
akan ikut berinvestasi dalam pembangunan Trans Java Toll Road Land acquisition problem is indeed quite dominant and affects the
dalam kapasitas sebagai pemegang saham mayoritas. performance of the Company. To solve this problem, the Company
has been working together with local Governments in acquiring the
Memang kendala dalam pembebasan tanah masih cukup menonjol land for the three abovementioned toll road projects. The Company
mempengaruhi kinerja Perusahaan dan sebagai salah satu solusinya also supports the idea of allocating revolving funds provided by the
Perusahaan telah menggalang kerjasama dengan Pemerintah Government for land acquisition and managed by Public Service
Daerah setempat dalam pengadaan lahan 3 proyek jalan tol baru Agencies (Badan Layanan Umum) which will soon be formed.
tersebut diatas, maupun mendukung ide penyediaan dana bergulir
yang disediakan Pemerintah untuk pembebasan lahan, yang dikelola The Board of Commissioners would like to express their gratitude
oleh Badan Layanan Umum yang akan dibentuk. for the spirit and hard work of everybody at PT Jasa Marga (Persero)
in managing and developing the Company by applying the
Komisaris menyampaikan penghargaan atas semangat dan kerja principles of good corporate governance. We would also like to
keras seluruh jajaran PT Jasa Marga (Persero) dalam mengelola dan thank the stakeholders for their constant support and cooperation,
mengembangkan Perusahaan secara good corporate governance resulting in our capability to go through the year 2006 in good
dan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari seluruh condition and performance and this will undoubtedly benefit the
stakeholder Perusahaan, sehingga dalam tahun 2006 ini tingkat Company and its employees along with Government’s programs in
kesehatan dan kinerja Perusahaan sangat baik, yang tentunya hal developing toll road infrastructure.
ini akan bermanfaat bagi kepentingan Perusahaan dan karyawan
serta program Pemerintah dalam membangun infrastruktur jalan
tol.
20 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Laporan Direksi Directors’ Report

Ir. Frans S. Sunito


Direktur Utama / President Director

Tahun 2006 merupakan tahun pertama Jajaran Direksi Baru dalam The year 2006 is the first year for the new Board of Directors to carry
mengemban tugas sebagai pimpinan terdepan di Jasa Marga. out the duties mandated to them as the leaders of Jasa Marga and
Tugas yang diamanatkan tentunya bukanlah tugas yang ringan. this certainly is far from easy. The new Board of Directors realized
Jajaran Direksi Baru menyadari bahwa apa yang telah dirintis oleh that what have been established by the previous management
manajemen terdahulu dalam mengembangkan Jasa Marga patut in developing the Company should be succeeded and further
untuk diteruskan dan ditingkatkan. Penajaman Visi dan Misi adalah improved. The Company’s Vision and Mission are perfected to
untuk memantapkan gerak langkah Direksi untuk menjadikan Jasa firmly support Directors’ every move to maintain Jasa Marga’s
Marga tetap sebagai perusahaan yang terdepan dalam industri jalan position as the leader in toll road industry in Indonesia. This is
tol di Indonesia. Oleh karena itu Direksi mencanangkan agar Jasa the reason why the Directors are determined to make Jasa Marga
Marga menjadi perusahaan yang modern dibidang pengembangan a modern company in toll road development and operation. This
dan pengoperasian jalan tol. Pencanangan ini tentu saja tidak declaration is not merely a jargon since it is not only disseminated
sekedar menjadi jargon dan didiseminasikan dalam setiap in every events to all Jasa Marga employees of all levels but also
event kepada segenap lapisan karyawan Jasa Marga, tetapi juga consequently implemented in the work programs in its respective
diupayakan untuk diimplementasikan dan diaplikasikan dalam fields i.e. investment, operation, human resources, finance and
program-program kerja nyata dimasing-masing bidang, baik information technology.
dibidang investasi, operasional, sumber daya manusia, keuangan
dan teknologi informasi. One of the characteristics of a modern company is the
implementation of Good Corporate Governance. It is therefore
Salah satu ciri perusahaan modern adalah penerapan Tata necessary to create a firm platform through the improvement of
Kelola Perusahaan yang baik, oleh karena itu perlu diciptakan systems and regulations that support good corporate governance.
platform yang kokoh berupa perbaikan sistem dan peraturan yang One of the efforts in this area is the improvement of regulations
mendukung kearah tersebut. Salah satunya adalah perbaikan for the provision of goods and services in the Company by issuing
peraturan pengadaan barang dan Jasa di lingkungan perusahaan Directors’ Decision No. 1 of 2007 whose preparation has been
dengan diterbitkannya keputusan Direksi No 1 tahun 2007 yang carried out in 2006. The spirit of implementing GCG aspects in
persiapan penerbitannya dilakukan pada tahun 2006. Semangat the new regulations is exactly represented in every article so that
penerapan GCG dalam peraturan pengadaan yang baru tersebut they will give clear direction and guidance for fair, transparent,
benar-benar direpresentasikan dalam setiap pasal dan petunjuk accountable and KKN-free practices. Moreover, the Company is
peraturan tersebut sehingga dapat memberi petunjuk dan arahan making the preparations for e-procurement system.
yang jelas dalam praktek pengadaan yang adil transparan dan
dapat dipertanggungjawabkan serta jauh dari praktek KKN. Selain
itu dipersiapkan pula pengadaan dengan sistem e-procurement.
laporan tahunan | annual report 2006 21

Direksi juga menyadari bahwa budaya contoh akan lebih The Directors also realize that giving good examples will provide
memberikan arti yang bermakna sehingga komitmen untuk a much deeper meaning and hence the commitment to preventing
tidak melakukan praktek KKN sebagai jajaran terdepan perlu KKN practice needs to be socialized explicitly in the form of
di sosialisasikan secara eksplisit dalam bentuk Pakta Integritas Integrity Pacts signed by all members of the Board of Directors.
yang ditandatangani oleh seluruh Direksi dan seluruh karyawan This message has been conveyed not only to all employees but
Jasa Marga dapat melihatnya. Pesan tersebut tidak saja untuk di also to the society in general by encouraging others to support this
lingkungan Jasa Marga namun kepada masyarakat luas dimana practice through several national media having wide coverage.
Jasa Marga melakukan himbauan melalui beberapa media yang
mempunyai peredaran luas secara nasional. Apart from setting clear and accountable rules, in order to
accelerate Jasa Marga’s growth, the Directors also re-structured
Selain menciptakan aturan main yang jelas dan dapat the organization of the company and rotate as well as refresh its
dipertangungjawabkan Direksi juga melakukan langkah managers especially those holding strategic positions as they are
restrukturisasi organisasi agar gerak pertumbuhan Jasa Marga expected to be the dynamist in their respective fields.
dapat lebih terakselerasi serta melakukan penyegaran pada posisi-
posisi strategis yang diharapkan dapat menjadikan dinamisator The indicators of Jasa Marga’s growth are the Company’s growing
dibidangnya. assets as well as stable and healthy financial condition. In 2006, the
Company successfully started the operation of Jatiasih-Jatiwarna, a
Tolok ukur pertumbuhan Jasa Marga adalah adanya perkembangan
section of JORR toll road. Jasa Marga clearly has better prospects
asset perusahaan dan kondisi struktur keuangan yang sehat
in the future. The concession period of 13 toll roads were decided
dan stabil. Tahun 2006 perusahaan berhasil mengoperasikan
by the Minister of Public Works and this further strengthens Jasa
ruas Jatiasih-Jatiwarna sebagai bagian dari JORR. Prospek Jasa
Marga’s position as the market leader in toll road industry in
Marga jelas akan semakin baik dimasa yang akan datang. Masa
Indonesia. Three new toll roads, i.e. Bogor Ring Road, Semarang
konsesi 13 ruas jalan tol telah ditetapkan melalui keputusan
Solo and Gempol Pasuruan will add to the Company’s portfolio
Menteri PU memantapkan Jasa Marga sebagai market leader
bringing financial benefit to the Company. Together with the local
dalam industri jalan tol di Indonesia. Tiga ruas baru yaitu Bogor
Government, the Company has signed the concession agreement.
Ring Road, Semarang-Solo dan Gempol-Pasuruan akan menjadi
Not only does this cooperation accommodate regional aspiration,
tambahan portofolio perusahaan yang akan menguntungkan
it is also expected to speed up project completion particularly in
secara finansial. Bekerjasama dengan Pemda setempat telah
land acquisition.
ditandatangani Perjanjian Kerjasama Pengusahaan. Kerjasama
ini selain mengakomodasi aspirasi daerah juga diharapkan In the field of finance, the Company made a debt restructuring so
dapat mempercepat penyelesaian proyek terutama dalam hal as to boost its profit and cash. Bond issuance for debt refinancing
pembebasan lahan. constantly received very well responses from investors and this is
Dibidang keuangan perusahaan telah melakukan restrukturisasi shown by the fact that in 2006 the issuance of bond Q series which
hutang sehingga lebih memberikan peningkatan pada keuntungan was oversubscribed. This also indicates Jasa Marga’s success in
dan kas perusahaan. Penerbitan obligasi untuk refinancing hutang maintaining good relationship with the capital market society.
tetap mendapat sambutan baik dari kalangan investor terbukti
The selling of the share of Jasa Marga in PT CMNP Tbk also
dengan oversubscribe-nya penjualan obligasi seri Q tahun 2006
augmented the Company’s liquidity, leading to the increase of its
mengindikasikan pula terjaganya hubungan baik Jasa Marga
profit. In this fiscal year, Jasa Marga succeeded in reaching net profit
dengan pasar modal.
amounting to Rp 462.5 billion which shows an increase by 50%
Penjualan saham penyertaan Jasa Marga pada PT CMNP Tbk compared with that of 2005.
juga meningkatkan likuiditas Jasa Marga yang pada akhirnya
menambah tingkat keuntungan. Laba bersih Jasa Marga sendiri In the course of 2006, the process towards privatization continues.
mencapai Rp 462,5 milyar meningkat sebesar 50% dibandingkan Jasa Marga keeps preparing itself in welcoming the Initial Public
dengan tahun 2005. Offering (IPO) by carrying out selective competition in deciding the
IPO consultants and supporting parties. Jasa Marga is scheduled to
Tahun 2006 proses kearah privatisasi melalui Penawaran Saham list its shares in the stock market in 2007.
Perdana (Initial Public Offering – IPO) juga terus berjalan dengan
melakukan pemilihan secara kompetitif terhadap konsultan dan In the field of operation, the Company succeeded in boosting
profesi penunjang IPO Jasa Marga. Tahun 2007 diharapkan saham its income with a significant increase by 26% as a result of toll
Jasa Marga telah dicatatkan di pasar saham. rate increase on three toll roads, namely Jakarta-Cikampek,
Prof. Dr. Ir. Sedyatmo (airport section) and JORR Section W2S-E1
Dibidang operasional, pendapatan perusahaan naik cukup (Pondok Pinang-Kp. Rambutan) toll roads. The toll rate increase
signifikan yaitu sebesar 26% karena adanya kenaikan tarif pada was certainly accompanied by the improvement of service quality
tiga ruas yaitu Jakarta-Cikampek, Prof. Dr. Ir. Sedyatmo (ruas through the implementation of minimum service standard (Standar
bandara) dan JORR seksi W2S-E1 (Pondok Pinang-Kp. Rambutan). Pelayanan Minimal-SPM) and management system in accordance
Kenaikan tarif tersebut tentu saja diimbangi dengan peningkatan with ISO 9001:2000 on all of our branches.
mutu pelayanan melalui penerapan Standar Pelayanan Minimal
(SPM) dan sistem manajemen yang sesuai dengan ISO 9001:2000 The Board of Directors would like to take this opportunity to extend
diseluruh cabang. the highest appreciation for the hard work and cooperative spirit
of all Jasa Marga’s employees and other stakeholders in working
Akhirnya pada kesempatan ini Direksi ingin menyampaikan together to reach the Company’s targets, take on the challenges as
apresiasi yang setingi-tingginya untuk kerja keras dan semangat well as solve the problems in the course of 2006.
kerjasama seluruh staf dan karyawan Jasa Marga serta segenap
stakeholder lainnya dalam mencapai target dan menyelesaikan
semua tantangan serta permasalahan perusahaan selama tahun
2006.
22 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Jalan Tol di Indonesia Toll Roads in Indonesia

Sejarah Jalan Tol di Indonesia The History of Toll Roads in Indonesia

Sejarah jalan tol di Indonesia dimulai dari Jagorawi, jalan tol Indonesian toll roads started with Jagorawi, the country’s first toll
sepanjang 46 km yang menghubungkan Jakarta, Bogor dan Ciawi road of 46 km connecting Jakarta, Bogor and Ciawi, which began
yang merupakan jalan tol pertama yang dibangun di Indonesia, to operate in 1978. Until 1987, Jasa Marga was the only toll road
yang mulai beroperasi sebagian tahun 1978. Hingga tahun operator in the country and the development was financed by the
1987, Jasa Marga adalah satu-satunya penyelenggara jalan tol di Government with the fund deriving from Government loans and
Indonesia yang pengembangannya dibiayai pemerintah dengan Jasa Marga bond issuance. In the late 1980’s, the Government
dana berasal dari pinjaman luar negeri serta penerbitan obligasi invited private sectors to participate in the toll road business
Jasa Marga. Pada akhir dasawarsa tahun 80an Pemerintah Indonesia through Build, Operate, and Transfer (BOT) mechanism.
mulai mengikutsertakan pihak swasta untuk berpartisipasi dalam
penyelenggaraan jalan tol melalui mekanisme Build, Operate, and The issuance of Law No. 38 of 2004 concerning Road replacing
Transfer (BOT). Law No. 13 of 1980 significantly changes the toll road business
mechanism in the country. The significant changes, among
Tahun 2004 dengan terbitnya Undang Undang No. 38 tentang others, are the forming of Toll Road Regulatory Board (Badan
Jalan yang menggantikan Undang Undang No. 13 tahun 1980, Pengatur Jalan Tol-BPJT) as the regulator, toll rate decision by the
terjadi perubahan mekanisme bisnis jalan tol. Beberapa hal Minister of Public Works with adjustments every two years and
penting diantaranya adalah dibentuknya Badan Pengatur Jalan Tol land acquisition funds from the Government and/or State-Owned
(BPJT) sebagai regulator, penetapan tarif tol oleh Menteri Pekerjaan Enterprises and private companies.
Umum dengan penyesuaian tiap dua tahun serta pendanaan lahan
bisa berasal dari Pemerintah dan/atau Badan Usaha Milik Negara In 2005, the Government issued Government Regulation No. 15
(BUMN) dan swasta. giving more specific regulations on toll roads and Presidential
Decree No. 36 regulating land acquisition procedures. These new
Tahun 2005, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. regulations are expected to give more investment certainty which
15 yang mengatur lebih spesifik tentang jalan tol serta Peraturan will be conducive to toll road development in Indonesia.
Presiden No. 36 yang mengatur tata cara pengadaan lahan. Semua
regulasi baru ini diharapkan memberi kepastian yang kondusif
bagi pengembangan jalan tol di Indonesia.

Jalan Tol Cipularang


Cipularang Toll Road
23
PT Jasa Marga (Persero)

Jembatan Cikubang Jalan Tol Cipularang


Cikubang Bridge of Cipularang Toll Road
24 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Risiko Usaha Business Risks

Sejak terbitnya Undang Undang No. 38 tahun 2004 tentang Jalan With the issuance of Law No. 38 of 2004 concerning Road and
dan Peraturan Pemerintah No. 15 tahun 2005 maupun Peraturan Government Regulation No. 15 of 2005 as well as Presidential
Presiden No. 36 tahun 2005, Risiko Usaha yang dihadapi oleh Decree No. 36 of 2005, the Company is subject to several risks in
Perseroan dalam kegiatan usahanya pada tahun 2006 antara lain: conducting the business as follows:

1. Risiko Pengembangan Usaha 1. Business Development Risk

Kedudukan Jasa Marga adalah sama dengan investor yang lain Jasa Marga has an equal position to other investors, meaning
sehingga Jasa Marga harus bersaing dengan investor lain untuk that it has to compete to get new toll road concessions to add
mendapatkan penambahan ruas jalan tol yang ada. Apabila to the existing toll roads. Not being able to add new toll road
Jasa Marga tidak mendapatkan tambahan ruas baru maka will impede the development of the company.
pengembangan perusahaan akan terhambat.

2. Risiko Proses Pengadaan Lahan 2. Land Acquisition Risk

Proses pengadaan lahan tanah merupakan tanggung jawab The Government is responsible for land acquisition process.
Pemerintah. Peraturan Presiden No. 36 tahun 2005 belum However, Presidential Decree No. 36 of 2005 does not
menjamin pencapaian kesepakatan harga tanah antara guarantee the agreement of the price of land between the
Pemerintah dengan Pihak Pemilik Tanah sehingga dapat Government and the Landowner. This condition puts the
berisiko tertundanya penyelesaian proyek dan naiknya biaya Company at risk from the postponement of project completion
investasi. Untuk meminimalkan risiko pengadaan lahan, and the increase of investment costs. To minimize these risks,
Pemerintah dengan anggaran negara meluncurkan dana using the state budget, the Government thus provides revolving
bergulir untuk pembebasan lahan terlebih dahulu yang harus funds for land acquisition, which has to re-paid by the investor
dibayar kembali oleh investor pada saat lahan bebas. on land delivery.

3. Risiko Tarif 3. Toll Rate Risk

Tarif jalan tol diusulkan oleh Perseroan dan ditetapkan oleh Toll rate is proposed by the Company and decided by
Menteri. Evaluasi & penyesuaian tarif tol dilakukan setiap the Minister of Public Works. Based on inflation, toll rate
dua tahun oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berdasarkan is evaluated and adjusted every two years by Toll Road
pengaruh inflasi, yang kemudian merekomendasikan kepada Regulatory Board (Badan Pengatur Jalan Tol-BPJT) who then

Simpang Susun Tambun


Tambun Junction
laporan tahunan | annual report 2006 25
PT Jasa Marga (Persero)

Menteri untuk ditetapkan pemberlakuannya. Risiko tarif terjadi gives recommendation to the Minister. The Company faces the
apabila terdapat penundaan penyesuaian tarif dari waktu yang risk that the toll rate adjustment is behind the scheduled time
telah ditetapkan sehingga mempengaruhi target pendapatan and hence influencing the revenue target decided in business
yang ditetapkan dalam rencana bisnis. plan.

4. Risiko Volume Lalu Lintas 4. Traffic Volume Risk

Pendapatan Perseroan berkaitan dengan volume lalu lintas The Company’s earnings is mainly related to traffic volume
pengguna jalan tol yang dipengaruhi oleh kondisi makro which is influenced by the condition of the country’s macro
ekonomi, sosial politik dan perilaku setempat, kondisi jaringan economy, social politics, inhabitants behavior, the surrounding
jalan umum disekitarnya dan lain-lain. Kenaikan BBM tahun road network, etc. The increase of fuel price in 2005 caused
2005 telah berdampak tidak tercapainya proyeksi volume lalu the inability to meet the estimated traffic volume set early in
lintas sesuai perkiraan awal tahun. that year.

5. Risiko Perencanaan Jaringan Jalan dan Jalan Tol 5. Road and Toll Road Network Plan Risk

Belum ditetapkannya Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional As the Government has not decided the National Road
dan Rencana Umum Jaringan Jalan Tol oleh Pemerintah Network and Toll Road Network Master Plans regulated by
sebagaimana diatur oleh Undang Undang No. 38 tahun Law No. 38 of 2004 concerning Road, the Company has to
2004 tentang Jalan, merupakan resiko bagi perseroan. Hal ini deal with the risks that there are certain possible changes in
memungkinkan pengembangan jalan umum di sekitar jalan the development of road, since they will affect the feasibility
tol yang terjadi di luar rencana semula, yang akan berdampak of toll road investment.
pada kelayakan investasi jalan tol.
6. Government Policy Risk
6. Risiko Kebijakan Pemerintah
Political as well policy risks are possible in the event that
Risiko politis dan peraturan dapat terjadi dimana kebijakan- Government policies in toll road operation and development
kebijakan Pemerintah di bidang pengembangan dan change as a result of the changes following the political
pengoperasian jalan tol dapat berubah seiring dengan condition in the country.
perubahan politis di Indonesia.
26 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Profil Perusahaan Company Profile

Sejarah Perusahaan
Jasa Marga didirikan tahun 1978 ketika jalan bebas hambatan
pertama yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor selesai
dibangun. Dengan pertimbangan agar biaya pengoperasian dan
pemeliharaan ruas jalan tersebut dapat dilakukan secara mandiri
tanpa membebani anggaran Pemerintah, Menteri Pekerjaan
Umum ketika itu, Ir. Sutami mengusulkan pendirian sebuah
persero untuk mengelola jalan tersebut. Terbitlah Peraturan
Pemerintah No. 4 tahun 1978 tentang Penyertaan Modal Negara
Republik Indonesia untuk pendirian persero.

Selanjutnya badan usaha PT Jasa Marga (Persero) dibentuk


pada tanggal 1 Maret 1978 dengan tujuan menyelenggarakan
jalan tol di Indonesia. Pada tanggal 9 Maret 1978, Presiden
Soeharto meresmikan jalan tol tersebut sebagai jalan tol pertama
di Indonesia yang diberi nama Jagorawi dengan karyawan 200
orang.

Sejak itu Jasa Marga bersama Pemerintah terus membangun jalan-


jalan tol baru di wilayah Jabotabek, Bandung, Cirebon, Semarang,
Surabaya dan Medan. Sampai dengan akhir tahun 80-an, Jasa
Marga adalah satu-satunya penyelenggara jalan tol di Indonesia,
hingga kemudian Pemerintah mengundang pula investor swasta.

Sesuai Undang Undang No. 38 tahun 2004 tentang Jalan yang


berlaku sejak 18 Oktober 2004, fungsi Jasa Marga telah berubah
dari penyelenggara jalan tol yang berfungsi sebagai regulator
menjadi investor jalan tol yang juga akan mendapat ijin konsesi
penyelenggaraan jalan tol dari Pemerintah. Jasa Marga siap
bersaing dengan investor jalan tol swasta dalam membangun,
mengoperasikan dan memelihara jalan tol.

Saat ini Jasa Marga telah berkembang pesat mengoperasikan


460,5 km jalan tol dengan karyawan 5.640 orang.

Tahun 2003, Jasa Marga bekerja sama dengan investor dari


Malaysia, melalui Net One Solution Ltd. telah memberikan jasa
manajemen pengoperasian Jembatan Tol Jamuna di Bangladesh
selama lima tahun.

Jalan Tol Jakarta-Cikampek


Bidang Usaha Jakarta-Cikampek Toll Road

Bidang usaha perseroan adalah membangun dan menyediakan


jasa pelayanan jalan tol. Untuk itu perseroan melakukan aktifitas
usaha sebagai berikut:

• Melakukan investasi dengan membangun jalan tol baru


• Mengoperasikan dan memelihara jalan tol
• Mengembangkan usaha lain untuk meningkatkan pelayanan
kepada pemakai jalan dan/meningkatkan hasil usaha
perusahaan, seperti tempat istirahat, iklan, jaringan serat
optik, dan lain-lain
• Mengembangkan usaha lain dalam koridor jalan tol
laporan tahunan | annual report 2006 27
PT Jasa Marga (Persero)

Jalan Tol Jagorawi


Jagorawi Toll Road

Susunan Pengurus
The Board of Organization

Dewan Komisaris Dewan Direksi


The Board of Commissioners The Board of Directors

Drs. Gembong Priyono, MSc. Ir. Frans S. Sunito


Komisaris Utama Direktur Utama
Chairman President Director

Drs. Sri Mulyanto, MSc. Ir. Sarwono Oetomo


Komisaris Direktur Operasi
Commissioner Operation Director

Prof. Dr. H. Akhmad Syakhroza Ir. Reynaldi Hermansjah


Komisaris Direktur Keuangan
Commissioner Finance Director

Mayjen. (Purn). Samsoedin Ir. Abdul Hadi Hs., MM


Komisaris Direktur Pengembangan & Niaga
Commissioner Development & Commerce Director

Ir. Sumaryanto Widayatin, MSCE. Ir. Achmad Purwono, MBA.


Komisaris Direktur Sumber Daya Manusia
Commissioner Human Resources Director

Company History regulator to toll road investor that will receive toll road concession
Jasa Marga was founded in 1978 when the first toll road connecting rights from the Government. Jasa Marga is ready to compete with
Jakarta and Bogor was completed. In order that the operation and private toll road investors in constructing, operating and maintaining
maintenance of the said toll road are independently financed without toll roads.
having to burden the Government’s budget, the then Minister of
Public Works, Ir. Sutami, proposed the establishment of a company Growing rapidly, Jasa Marga now operates 460.5 km toll road and
to operate the toll road. The result was the issuance of Government has 5,640 employees.
Regulation No. 4 of 1978 concerning State Capital Investment for
In 2003, Jasa Marga cooperated with Malaysian investors to form Net
the establishment of State-Owned Company (Persero).
One Solution Ltd., giving management services in the operation of
PT Jasa Marga (Persero) was then established on 1 March 1978 Jamuna Toll Bridge in Bangladesh for five years.
for the purpose of the management of toll road in Indonesia. On
9 March 1978, President Soeharto inaugurated the toll road called Scope of Business
Jagorawi which employed 200 people and named it the first toll
road in the country. The Company’s scope of business consists of constructing and
providing toll road services and it therefore performs the activities
Since then, Jasa Marga and the Government have continuously
as follow:
developed new roads in Jabotabek (Jakarta Greater Municipality),
Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya and Medan. Until late
• Making investment by constructing new toll roads
80’s Jasa Marga was the only toll road investor and operator in
• Operating and maintaining toll roads
the country when the Government eventually invited the private
• Performing other business to improve the service to toll road
sectors to enter into toll road business.
users and increase the Company’s income, e.g. rest areas,
In accordance with Law No. 38 of 2004 concerning Road, effective advertisement, fiber optic network, etc.
from 18 October 2004, Jasa Marga’s role has changed from toll road • Developing other businesses related to toll road industry
28 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Struktur Perusahaan Company Structure

Berlaku sejak tanggal 29 September 2006.


Effective from 29 September 2006.
laporan tahunan | annual report 2006 29
PT Jasa Marga (Persero)

Sumber Daya Manusia Human Resources

Data komposisi SDM mengindikasikan bahwa Jasa Marga The composition of human resources indicates that Jasa Marga is a
merupakan perusahaan besar dengan karyawan 5.640 orang large company employing 5,640 workforce with 70.96% skilled and
yang masih mengandalkan kompetensi tenaga kerja terampil competent operational staffs operating toll road. The employees are
dengan 70,96% karyawan bekerja sebagai staf operasional yang spread in branch and project offices with the percentage of 88.30%
mengoperasikan jalan tol. Berdasarkan lokasi kerja, 88,30% and 3.14% respectively. From the point of view of employees’ age,
karyawan berada di kantor cabang dan 3,14% berada di kantor the majority of 99.18% are at the age of 26 to 50 years.
proyek. Sedangkan berdasarkan usia, terlihat pergeseran kearah
menengah dengan 99,18% berada pada usia 26 hingga 50 tahun.
30 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Proses Bisnis Penyelenggara Jalan Tol The Business Process of Toll Road Investment

Proses bisnis perusahaan dimulai dari proses investasi yang meliputi The business of the Company in toll road operation begins
analisa proyek, penyusunan proposal bisnis, tender, perencanaan with investment process covering project analysis, business
pendanaan, negosiasi dan persiapan perjanjian legal. Dilanjutkan proposal preparation, tender, funding plan, negotiation and
dengan tahap perencanaan dimulai dari studi kelayakan hingga legal documentation preparation. The process is then followed
desain teknik rinci. Berikutnya tahap pengadaan yang dimulai by planning stage starting from feasibility study until detailed
dari pengadaan lahan tanah yang dilakukan oleh pemerintah, engineering design. The next stage is the procurement stage which
tender jasa konstruksi hingga pengadaan berbagai fasilitas untuk begins with land acquisition, followed by construction tender and
pengoperasian jalan tol. Memasuki masa operasi maka tahap procurement of other facilities for toll road operation. Entering the
pemeliharaan yang bertujuan mempertahankan kondisi sarana dan operation period, the Company performs the maintenance for the
prasarana akan bersamaan dengan proses pelayanan. Pelayanan purpose of sustaining the condition of all facilities and infrastructure.
transaksi terkait dengan sistem pembayaran sedangkan pelayanan This stage is carried out concurrently with the process of rendering
lalu lintas terkait dengan perjalanan pemakai jalan. service which consists of transaction services and traffic services.
While transaction services relate to the payment system, traffic
Seluruh jalan tol milik Jasa Marga yang terdiri dari 13 ruas services deal with the travel of toll road users.
dioperasikan oleh 9 kantor cabang dan 1 anak perusahaan yang
tersebar di 6 daerah propinsi. Kantor cabang merupakan cabang All toll roads operated by Jasa Marga consist of 13 toll roads
operasi. operated by 9 branch offices that are operational branch scattered
in 6 provinces, and 1 subsidiary.

Proses Investasi Perencanaan Teknik Pembangunan Konstruksi Pemeliharaan • Pelayanan Transaksi


• Pelayanan Lalu Lintas

Investment Process Engineering Planning Construction Development Maintenance • Transaction Services


• Traffic Services

Lokasi Cabang dan Ruas


Location of Branches and Sections

No Cabang Ruas Panjang


Branch Section Length
1 Jagorawi Jakarta-Bogor-Ciawi 46.00
2 Cawang-Tomang-Cengkareng Cawang-Tomang-Pluit 18.00
Prof. Dr. Ir. Sedyatmo (Cengkareng) 13.50
3 Jakarta-Cikampek Jakarta-Cikampek 72.00
4 Jakarta-Tangerang Jakarta-Tangerang 27.00
Serpong-Pondok Aren 13.10
5 Purbaleunyi Padalarang-Cileunyi 46.60
Cikampek-Padalarang 61.00
6 Surabaya-Gempol Surabaya-Gempol 42.00
7 Semarang Semarang 24.60
8 Belmera Belawan-Medan-Tanjung Morawa 34.40
9 Palimanan-Kanci Palimanan-Plumbon-Kanci 26.30
10 PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ)* Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 35.98
(Pondok Pinang-Kampung Rambutan: 14.80 km)
(Kampung Rambutan-Hankam: 4.00 km)
(Cakung-Cikunir: 8.80 km)
(Pondok Pinang-Veteran: 4.00 km)
(Jati Asih: 4.38 km)
TOTAL 460.48

*Anak Perusahaan Jasa Marga yang mengoperasikan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
*Jasa Marga’s subsidiary which is operating Jakarta Outer Ring Road
32 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Dari kiri ke kanan 1. Drs. Gembong Priyono, MSc.


From left to right 2. Drs. Sri Mulyanto, MSc.
3. Prof. Dr. H. Akhmad Syakhroza
4. Ir. Sumaryanto Widayatin, MSCE
5. Mayjen. (Purn.) Samsoedin
laporan tahunan | annual report 2006 33
PT Jasa Marga (Persero)

Dewan Komisaris The Board of Commissioners

Drs. Gembong Priyono, MSc. Expert Staff of National Auditing Agency (since 2005) and Advisor
Komisaris Utama/Chairman on Economy and Investment to Governor of Lampung Province
Lahir pada tanggal 22 September 1946. Saat ini menjabat sebagai (since 2006). He previously worked at Citibank Jakarta (1989-1990),
Sekretaris Wakil Presiden RI (2005-sekarang). Sebelumnya menjabat Bimantara Group (1988-1989) and Public Accountant Amir Abadi
Sekretaris Jenderal Komisi Nasional HAM, Sekretaris Jenderal Jusuf (1986-1988). He earned his bachelor’s degree in Accounting from
Departemen Pemukiman & Prasarana Wilayah, Direktur Jenderal Cipta Faculty of Economics of University of Indonesia (1987), master’s degree
Karya Departemen Pekerjaan Umum, Komisaris PT Pembangunan in Accounting, Finance and Information System from Cleveland State
Perumahan (Persero) serta Ketua Dewan Pengawas Perum Perumnas. University, Ohio, USA (1991), and doctoral degree in Organizational
Gelar S1 Ekonomi dari UGM Yogyakarta (1970), sedangkan S2 bidang Behavior and Management Accounting from the Faculty of Business
Agricultural Economic dari Australian National University (1981). and Public Management of Edith Cowan University, Perth, Australia
(2002).
He was born on 22 September 1946. At present, he is also Secretary
to Vice President of the Republic of Indonesia (since 2005). He was
previously Secretary General of National Commission of Human
Rights, Secretary General of Department of Regional Infrastructure
Ir. Sumaryanto Widayatin, MSCE.
Development, Director General of Cipta Karya of Department of Komisaris/Commissioner
Public Works, Commissioner of PT Pembangunan Perumahan (Persero) Lahir pada tanggal 13 Desember 1954. Saat ini menjabat sebagai Staf
and Chairman of Perum Perumnas (National Housing Company) Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Ekonomi & Investasi (2005-
Supervisory Board. He holds a bachelor degree in Economics from sekarang). Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pelatihan Jasa
University of Gajah Mada (1970) and a Master’s degree in Agricultural Konstruksi (PUSLATJAKONS) BPSDM Departemen Kimpraswil (2003-
Economics from Australian National University (1981). 2005), Kepala Pusat Pengembangan Investasi, BAPEKIN Departemen
Kimpraswil (2001-2003), Direktur Investasi Dunia Usaha & Masyarakat
pada Departemen Kimbangwil (2000-2001), Kepala Subdit Jalan , Dit.
Bintek pada Departemen PU (1999-2000), Kepala Subdit Jalan Tol, Dit.
Drs. Sri Mulyanto, MSc. Binkot pada Departemen PU (1997-1999). Meraih gelar S1 Teknik Sipil
Komisaris/Commissioner dari ITB (1979) dan S2 bidang Transportasi dari Purdue University, USA
Lahir pada tanggal 8 Oktober 1958. Saat ini menjabat sebagai asisten (1989).
Deputi Urusan Usaha Jasa Asuransi Kementrian Negara BUMN (2005-
sekarang). Sebelumnya menjabat Asisten Deputi Urusan Usaha Jasa He was born on 13 December 1954. At the moment he is also Expert
Konstruksi Kementerian BUMN (2002-2005). Gelar S1 bidang Ekonomi Staff of Minister of Public Works for Economy and Investment (since
dari Universitas Sebelas Maret (1983), S2 bidang Economic Policy & 2005). He was previously Head of Construction Service Training
Planning dari Northeastern, University of Boston, USA (1992). Center, Department of Settlement and Regional Infrastructure (2003-
2005), Head of Investment Development Center, Department of
He was born on 8 October 1958. He currently serves as Assistant to Settlement and Regional Infrastructure (2001-2003), Director of
Deputy of Insurance Services of the State Ministry of State-Owned Business and Public Investment, Department of Settlement and
Enterprises (since 2005). He was previously Assistant to Deputy of Regional Development (2000-2001), Head of Sub Directorate of Road,
Construction Services of the State Ministry of State-Owned Enterprises Directorate of Technical Guidance, Department of Public Works
(2002-2005). He acquired his bachelor degree in Economics from (1999-2000) and Head of Sub Directorate of Toll Road, Directorate of
Sebelas Maret University (1983), master’s degree in Economic Policy & City Guidance, Department of Public Works (1997-1999). He earned
Planning from Northeastern University, Boston, USA (1992). his bachelor’s degree in Civil Engineering from Bandung Institute of
Technology (1979) and master’s degree in Transportation from Purdue
University, USA (1989).

Prof. Dr. H. Akhmad Syakhroza


Komisaris/Commissioner Mayjen. (Purn). Samsoedin
Lahir pada tanggal 30 November 1963. Saat ini menjabat sebagai Kepala Komisaris/Commissioner
Pusat Pengembangan Akuntansi FEUI (2002-sekarang), Staff Pengajar Lahir pada tanggal 21 Agustus 1942. Karier militer penting sebelumnya
Tetap Fakultas Ekonomi Unversitas Indonesia pada Program S1, S2 dan pernah sebagai Koordinator Staf Ahli Kasad (1996), Kepala Dinas Litbang
S3 (1986-sekarang), Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Angkatan Darat (1995), Komandan Pussen Artileri (1993), Komandan
Indonesia (2004-sekarang), Tenaga Ahli Badan Pemeriksa Keuangan RI Resimen 162 Dam Udayana (1988), Komandan Pusdik Artileri (1985).
(2005-sekarang) serta Penasehat Ekonomi & Investasi Gubernur Provinsi Pernah menjadi Komisaris PT Telkomindo Prima Bhakti (2000), Anggota
Lampung (2006-sekarang). Sebelumnya pernah berkarir di Citibank DPR-RI (1997-1999) serta Widyaiswara Utama, Lemhanas (1996). Gelar
Jakarta (1989-1990), Bimantara Group (1988-1989) dan Kantor Akuntan S1 bidang Administrasi Negara (1995), S2 bidang Manajemen dari
Publik Amir Abadi Jusuf (1986-1988). Gelar S1 Akuntansi dari Fakultas University of Philipina (UPI) (1996).
Ekonomi Universitas Indonesia (1987), S2 bidang Accounting, Finance
and Information Sistem dari Cleveland State University, Ohio, USA He was born on 21 August 1942. His military career includes the posts
(1991), S3 bidang Organization Behavior and Management Accounting of Expert Staff Coordinator of Army Commander (1996), Head of Army
dari Faculty of Business and Public Management dari Edith Cowan Research and Development Office (1995), Artillery Commander (1993),
University, Perth, Australia (2002). Commander of Regiment 162 Udayana (1988) and Artillery Training
Center Commander (1985). He was Commissioner of PT Telkomindo
He was born on 30 November 1963. He is currently Head of Prima Bhakti (2000), member of the House of Representatives of the
Accountancy Development Center of Economic Faculty of University Republic of Indonesia (1997-1999) and Senior Lecturer at National
of Indonesia (since 2002), lecturer at Economic Faculty of University Resilience Institute (1996). He got his bachelor’s degree in State
of Indonesia for bachelor, master and doctoral programs (since 1986), Administration (1995) and master’s degree in Management from
professor of Economic Faculty of University of Indonesia (since 2004), University of the Philippines (1996).
34 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Dari kanan ke kiri 1. Ir. Frans S. Sunito


From right to left 2. Ir. Sarwono Oetomo
3. Ir. Abdul Hadi Hs., MM.
4. Ir. Achmad Purwono, MBA.
5. Ir. Reynaldi Hermansjah
laporan tahunan | annual report 2006 35
PT Jasa Marga (Persero)

Dewan Direksi The Board of Directors

Ir. Frans S. Sunito Ir. Sarwono Oetomo


Direktur Utama / President Director Direktur Operasi / Operation Director
Lahir pada tanggal 9 Mei 1949. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Lahir pada tanggal 21 Juni 1958. Masuk PT Jasa Marga tahun 1986.
Pengembangan dan Niaga PT Jasa Marga (1998-2006), Direktur Teknik Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Manajemen Lalu Lintas
dan Pengembangan Usaha PT Wijaya Karya (1997-1998), Direktur (2003-2006), Kepala Cabang Jakarta-Cikampek (2001-2003), Kepala
Perencanaan dan Pengembangan Usaha PT Wijaya Karya (1992-1997), Cabang Padaleunyi-Citarum (1997-2001). Gelar S1 Teknik Sipil dari
Direktur Keuangan dan Pengembangan Usaha PT Wijaya Karya (1990- Universitas Diponegoro, Semarang (1984)
1992). Gelar S1 Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (1974).
Penghargaan Satyalancana Wirakarya didapat pada tahun 1997. He was born on 21 June 1958. He joined Jasa Marga in 1986. His
previous positions were Head of Traffic Management Division (2003-
He was born on 9 May 1949. He was previously appointed 2006), Head of Jakarta-Cikampek Branch (2001-2003) and Head of
Development and Commerce Director of Jasa Marga (1998-2006), Padalarang-Cileunyi Branch (1997-2001). He acquired a degree in
Technical and Business Development Director of PT Wijaya Karya Civil Engineering from University of Diponegoro, Semarang in 1984.
(1997-1998), Planning and Business Development Director of PT
Wijaya Karya (1992-1997) and Finance and Business Development
Director of PT Wijaya Karya (1990-1992). He acquired his degree in
Civil Engineering from Bandung Institute of Technology (1974). He
Ir. Achmad Purwono, MBA
received Satya Lencana Wira Karya award in 1997.
Direktur Sumber Daya Manusia / Human Resources Director
Lahir di Magelang, pada tanggal 2 Agustus 1955. Pernah menjadi
Instruktur Pelatihan di LPPM, Konsultan Pelatihan Manajemen di
berbagai Departemen RI, perusahaan multi nasional serta BUMN.
Ir. Abdul Hadi Hs., MM Pembicara Tamu di beberapa kursus pimpinan BUMN, perusahaan
Direktur Pengembangan & Niaga / Development & Commerce swasta dan Departemen Pertahanan RI. Saat ini juga mengajar di
Director Program Pasca Sarjana FISIP, FIKOM di Universitas Indonesia. Gelar S1
Lahir pada tanggal 13 Juni 1957. Masuk PT Jasa Marga tahun 1987. Teknik Planologi dari Institut Teknologi Bandung (1981), Alumni LPPM
Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Jalantol Lingkarluar Wijawiyata Manajemen (1983), Gelar MBA dari University of Southern
Jakarta (2001-2005), Kepala Divisi Pengembangan Investasi (1994- California, USA (1989). Memperoleh Penghargaan Satya Lencana Dwija
2001) dan sebagai Ketua Tim Penanaman Modal Jalan Tol (1994- Sista dari Departemen Pertahanan RI.
2001). Gelar S1 Teknik Sipil dari Universitas Trisakti (1982) dan Gelar
S2 Magister Manajemen dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia He was born in Magelang on 2 August 1955. He was a training
(1992). instructor at LPPM, a management training consultant at various
Departments, multinational companies and State-Owned Enterprises.
He was born on 13 June 1957. Before joining Jasa Marga in 1987, he He currently lectures at Postgraduate Programs of Social Politics and
was President Director of PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (2001-2005), Communication at University of Indonesia. He got his bachelor’s
Head of Investment Development Division (1994-2001) and Head of degree in Planology Engineering from Bandung Institute of Technology
Toll Road Investment Team of Jasa Marga (1994-2001). He got his (1981). He is also an alumnus of Wijawiyata Institute of Education
bachelor’s degree in Civil Engineering from Trisakti University in 1982 and Management Development (1983) and got his master’s degree
and master’s degree in Management from Faculty of Economics of in Business Administration from University of Southern California,
University of Indonesia in 1992. USA (1989). He received Satya Lencana Dwija Sista award by the
Department of Defense.

Ir. Reynaldi Hermansjah


Direktur Keuangan / Finance Director
Lahir pada tanggal 16 Mei 1967. Sebelumnya menjabat sebagai
Direktur Utama PT PNM Investment Management (2003-2006). Pernah
bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan
posisi terakhir sebagai Staf Ahli CFO (1999-2002), Direktur Utama PT
BII Lend Lease Investment Services (1996-1998), Senior Manager PT
Mees Pierson Finas Investment Management (1993-1996), PT Nomura
Securities (1991-1993). Gelar S1 Teknik Elektro dari Universitas
Trisakti, Jakarta (1991).

He was born on 16 May 1967. He was previously President Director of


PT PNM Investment Management (2003-2006), CFO Expert Staff of the
Indonesian Bank Restructuring Agency (1999-2002), President Director
of PT BII Lend Lease Investment Services (1996-1998), Senior Manager
PT Mees Pierson Finas Investment Management (1993-1996) and PT
Nomura Securities (1991-1993). He earned his bachelor’s degree in
Electrical Engineering from Trisakti University, Jakarta.
36 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

VISI
Menjadi perusahaan yang modern dalam bidang pengembangan dan pengoperasian
jalan tol, serta menjadi pemimpin (leader) dalam industrinya dengan mengoperasikan
jalan tol di Indonesia serta memiliki daya saing yang tinggi di tingkat Nasional dan
Regional.

MISI
Terus menambah panjang jalan tol secara berkelanjutan sehingga perusahaan
menguasai paling sedikit 50% panjang jalan tol di Indonesia dan usaha terkait
lainnya dengan memaksimalkan pemanfaatan potensi keuangan perusahaan serta
meningkatkan mutu dan efisiensi jasa pelayanan jalan tol melalui penggunaan
teknologi yang optimal dan penerapan kaidah-kaidah manajemen perusahaan
modern dengan tata kelola yang baik.

VISION
To become a modern company in the development and operation of toll roads and
to maintain its position as the leader of toll roads industry in Indonesia and to become
a highly competitive company in both national and regional scales.

MISSION
Continuously developing new toll roads to maintain its leading position of at least
50% of the total toll road length in Indonesia, along with other related businesses,
by making the best use of the company’s financial strength. Improving its service
quality as well as efficiency by applying proper technology and modern management
principles.

Simpang Susun Dawuan


Dawuan Junction
laporan tahunan | annual report 2006 37
PT Jasa Marga (Persero)

Kebijakan Mutu Quality Policy

PT Jasa Marga (Persero) sebagai penyelenggara jasa jalan tol


di Indonesia selalu berupaya meningkatkan pelayanan untuk
mencapai sasaran mutu:

Lancar, Aman dan Nyaman

Dalam rangka mencapai sasaran tersebut, PT Jasa Marga (Persero)


memutuskan menerapkan sistem mutu sesuai dengan standar ISO
9001:2000. Untuk mendukung komitmen di atas PT Jasa Marga
(Persero) menetapkan kebijakan mutu sebagai berikut:

• Mengusahakan jasa pelayanan yang bermutu tinggi untuk


memenuhi kelancaran, keamanan dan kenyamanan pelanggan

• Mendorong seluruh karyawan untuk selalu meningkatkan


ketrampilan dan keahlian serta selalu bertanggung jawab dan
tertib dalam menjalankan tugas melayani pelanggan

• Menyempurnakan sistem dan lingkungan kerja secara terus


menerus ke arah yang telah efektif dan efisien untuk mendukung
tercapainya mutu pelayanan

As a toll road operator in Indonesia, PT Jasa Marga (Persero)


constantly strives to improve its services to meet the quality
objectives of:

Smooth, Safe and Comfortable

In order to meet the above objectives, PT Jasa Marga (Persero)


has decided to implement quality system in accordance with the
standard of ISO 9001:2000. The Company is also committed to the
following policies:

• Rendering high quality service to make sure that the traffic is


smooth, safe and comfortable for toll road users

• Encouraging all employees to invariably enhance their skills as


well as expertise and to be responsible and disciplined at all
times in rendering service to toll road users

• Making work system and environment continuously more


effective and efficient to support the achievement of targeted
service quality
38 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Tata kelola perusahaan akan menjadi salah satu faktor penting untuk memenang-
kan persaingan bisnis. Dengan berpedoman pada Keputusan Menteri Negara
BUMN No. 117 tanggal 1 Agustus 2002, tentang Penerapan Praktek GCG (Good
Corporate Governance) pada BUMN, maka perusahaan telah menindaklanjuti
dengan langkah awal menyusun pedoman internal untuk penerapan tata kelola
perusahaan. Komitmen formal tersebut dinyatakan dengan keputusan Direksi No.
77 tanggal 27 April 2005 tentang Pedoman Penerapan Prinsip-prinsip GCG yang
juga dilengkapi dengan Code of GCG, yang mengatur penerapan GCG melalui
struktur dan proses; Code of Conduct, yang berisi pedoman etika usaha dan etika
kerja bagi pimpinan, karyawan dan stakeholder lainnya; dan Road Map of GCG,
yaitu pedoman proses internal untuk mewujudkan perusahaan yang berbudaya
tata kelola yang baik.
laporan tahunan | annual report 2006 39
PT Jasa Marga (Persero)

Corporate governance shall become an essential factor in winning business


competition. With the Decision of State Minister of State-Owned Enterprises
No. 117 dated 2 August 2002 concerning the Implementation of Good
Corporate Governance (GCG) practices in State-Owned Enterprises serving
as the guidelines, Jasa Marga made its first step by creating a manual for the
implementation of corporate governance in the Company. This commitment
is formally stated in Directors’ Decision No. 77 dated 27 April 2005
concerning the Manual for the Implementation of GCG Principles, which is
also accompanied with Code of GCG, regulating the implementation of GCG
through structure and process; Code of Conduct, containing business and
work ethic guidelines for the management, employees and stakeholders; and
Road Map of GCG, serving as the internal process guidelines to internalize
the culture of good corporate governance.
40 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Kerangka Konsep Penerapan GCG di Jasa Marga The Concept of GCG Implementation

• Good Business tercapai bila GCG telah menjadi Perilaku yang • Good Business is achieved when GCG has become a cultured
membudaya attitude
• Pembentukan Perilaku GCG melalui pendekatan KEPATUHAN • GCG conduct is formed through the approach COMPLIANCE
& ETIKA & ETHICS
• Praktek Kepatuhan & Panutan Etika sangat di tentukan oleh • The practice of Compliance & Ethics is highly determined by
Top Management Top Management

GCG
Target

PREPARATION
PROGRAM Good Corporate Governance

GGC
Good Governed Company

GCC
Description of : Good Corporate Citizen
• Vision & Mission
• Business Plans

Documents:
• Directors Decission Letter No Complying the rules and Capable of controlling Becoming industrial
Indicator

77 of 2005 regulations (either both business operation, as well social citizen


• GCG Ethics mandatory or voluntary) in especially business risk who are ethical and
• Work and Business Ethics corporate governance aspect, effectively responsible
• Statement of Corporate Intent
• Board Manual
• Compliance Report VALUE CREATION PROCESS

GCG score by BPKP: Stage I Stage II Stage III


2002 = 72.34
2003 = 80.33 Oct 05 – Dec 06

Cooperate with Consultant


PT Wisma Inti Manajemen

Kick off
12 Oct 2005

Beberapa kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam rangka The Company has conducted several activities in complying with the
memenuhi ketentuan dan peraturan dalam tata kelola perusahaan. rules and regulations of corporate governance.

Melaksanakan Sosialisasi Penerapan GCG di Perusahaan berupa To socialize the implementation of GCG, the Company held several
Semiloka (seminar dan lokakarya) sebagai berikut: seminar-workshop (called “Semiloka”) several times, as follows:

• Semiloka Eksekutif untuk pejabat setingkat Kepala Divisi/Biro/ • Executive Semiloka, participated by top managers at the levels
Unit/Satuan, Pemimpin Proyek, Kepala Cabang dan Staf Utama, of Head of Division/Bureau/Unit/Branch, Project Leaders, and
dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 Februari 2006 di Jakarta Senior Staff, was held on 13 and 14 February 2006 in Jakarta

• Semiloka Manajer untuk pejabat setingkat Kepala Bagian, • Manager Semiloka, participated by managers at the levels of
Kepala Sub Bagian dan Kepala Gerbang Tol Cabang Palikanci Head of Sub Division and Head of Toll Gate of Palikanci and
dan Cabang Purbaleunyi pada tanggal 15 Maret 2006 di Purbaleunyi Branch, was held on 15 March 2006 in Cirebon
Cirebon dan pada tanggal 17 Maret 2006 di Bandung and on 17 March 2006 in Bandung

Tujuan Semiloka Eksekutif tersebut : The objectives of Executive Semiloka are as follows:
• Memberikan kesadaran dan pemahaman peran Direksi dan • Increasing the awareness and comprehension of the role of
manajemen puncak sebagai promotor dan panutan untuk Directors and top management as promoters and models for the
kegiatan penerapan GCG di Jasa Marga activities of GCG implementation at Jasa Marga
laporan tahunan | annual report 2006 41
PT Jasa Marga (Persero)

• Agar para peserta dapat menyusun strategi dan action plan • Making the participants capable to develop strategies and action
program panutan sebagai pemicu implementasi GCG di Jasa plans of role model program to trigger GCG implementation at
Marga Jasa Marga

Sementara tujuan Semiloka Manajer adalah: Meanwhile, Manager Semiloka has the following objectives:

• Menimbulkan kesadaran dan keterlibatan dalam penerapan • Making the participants aware of and involved in the
GCG di Jasa Marga implementation of GCG at Jasa Marga
• Agar para peserta dapat menyusun strategi dan action plan • Making the participants capable to develop strategies and action
program panutan sebagai pemicu implementasi GCG di Jasa plans of role model program to trigger GCG implementation at
Marga Jasa Marga

Partisipasi Semiloka GCG 2006


The Participants of GCG Semiloka in 2006

Orang Sudah mengikuti %


Number of Employees Number of Participants

Manajer Atas
61 53 87
Top Managers
Manajer Tengah
336 148 44
Middle Managers

Total 397 201 51


42 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Struktur Organ Perusahaan The Company’s Structure

Pemegang Saham The Shareholder


PT Jasa Marga (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Jasa Marga (Persero) is a State-Owned Enterprise and therefore it
sehingga 100% sahamnya dimiliki negara dengan pemegang is 100% owned by the Government i.e. the State Minister of State-
saham adalah Menteri Negara BUMN. Owned Enterprises.

Pada tahun 2006, Direksi telah menyelenggarakan RUPS Tahunan In 2006, General Meeting of Shareholders was held twice, as
sebanyak 2 kali, yaitu: follows:

1. RUPS Pengesahan RKAP tahun 2007 yang diadakan pada 1. General Meeting of Shareholders was held on 26 January 2006
tanggal 26 Januari 2006. RUPS dipimpin oleh Bapak to seek the approval of the Company’s Budget and Work Plan
Suad Husnan, Deputi Menteri Negara BUMN Bidang of 2007. It was chaired by Suad Husnan, Deputy State Minister
Usaha Perbankan, Jasa Keuangan, Konstruksi dan Jasa of State-Owned Enterprise for Banking, Financial Services,
Lainnya bersama Bapak Mahmuddin Yasin, Deputi Bidang Construction, and Other Services together with Mahmuddin
Restrukturisasi dan Privatisasi, sesuai Surat Kuasa dari Menteri Yasin, Deputy Minister for Restructurization and Privatization,
Negara BUMN selaku Pemegang Saham tertanggal 26 Januari based on Letter of Authorization from State Minister of State-
2006. Rapat diselenggarakan di Kantor Kementerian Negara Owned Enterprises as the Shareholder dated 26 January 2006.
BUMN, Jakarta, dihadiri oleh seluruh Direksi dan Komisaris Taking place at the office of the State Ministry of State-Owned
Enterprises, Jakarta, the meeting was attended by all members of
the Board of Directors and Commissioners
2. RUPS Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan 2. General Meeting of Shareholders was held on 30 June 2006
Perhitungan Tahunan Perusahaan tahun 2005 pada tanggal to seek the approval of the Company’s 2006 Annual Report
30 Juni 2006. RUPS dipimpin oleh Harry Susetyo Nugroho, and Annual Computation. It was chaired by Harry Susetyo
Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Usaha Logistik dan Nugroho, Deputy State Minister of State-Owned Enterprises for
Pariwisata, selaku Pemegang Saham tertanggal 30 Juni 2006. Logistics and Tourism, representing the Shareholder with Letter of
Rapat diselenggarakan di Kantor Kementerian Negara BUMN Authorization from the State Minister of State-Owned Enterprises
di Jakarta dan dihadiri oleh seluruh Direksi dan Komisaris dated 30 June 2006. Taking place at the office of the State Ministry
of State-Owned Enterprises, Jakarta, the meeting was attended
by all members of the Board of Directors and Commissioners

Komisaris The Board of Commissioners


Pada tanggal 14 Maret 2006 sesuai dengan Surat Keputusan In accordance with the Decision Letter of State Minister of State-
Menteri BUMN No. 33/MBU/2006, susunan Komisaris PT Jasa Owned Enterprise No. 33/MBU/2006 dated 14 March 2006, the
Marga (Persero) berubah menjadi sebagai berikut: Board of Commissioners of PT Jasa Marga (Persero) is as follows:

1. Drs. Gembong Priyono, MSc. Komisaris Utama / Chairman


2. Drs. Sri Mulyanto, MSc. Komisaris / Commissioners
3. Prof. Dr. H. Akhmad Syakhroza Komisaris / Commissioners
4. Mayjen. (Purn.) Samsoedin Komisaris / Commissioners
5. Ir. Sumaryanto Widayatin, MSCE. Komisaris / Commissioners

Komisaris dibantu oleh: The Board of Commissioners is assisted by :

1. Drs. Hernanto Sekretaris Komisaris / Secretary


2. Bandung Pardede, SE. Staf Komisaris / Staff

Kehadiran Komisaris untuk proses pengambilan keputusan strategis The presence of Commissioners in the process of making strategic
yang dilakukan dalam rapat sangat penting. Kehadiran Komisaris decisions during meetings is crucial. Following is the attendance of
dalam Rapat Komisaris, Rapat Gabungan Dewan Komisaris & the Commissioners in Board of Commissioners’ meetings, Boards
Direksi, maupun RUPS dan RUPSLB selama tahun 2006 adalah: of Commissioners and Directors joint meetings, General Meetings
of Shareholders as well as Extraordinary General Meetings of
Shareholders in 2006.

Nama Jumlah Rapat Jumlah Kehadiran % Jumlah Kehadiran


No.
Name Number of Meetings Number of Meetings Attended % of Attendance

1. Drs. Gembong Priyono, MSc. 27 18 67%


2. Drs. Sri Mulyanto, MSc. 27 24 89%
3. Ir. Sumaryanto Widayatin, MSCE. 25 22 88%
4. Prof. Dr. H. Akhmad Syakhroza 22 18 82%
5. Mayjen. (Purn.) Samsoedin 22 22 100%
laporan tahunan | annual report 2006 43
PT Jasa Marga (Persero)

Komite Audit Audit Committee

Komite Audit berfungsi untuk membantu Komisaris dalam Audit Committee is established to assist the Board of Commissioners
menjalankan pengawasan terhadap manajemen dan perusahaan. in overseeing the management along with the Company. Jasa
Komite Audit di Jasa Marga dibentuk sejak 1 Agustus 2003 yang Marga founded the said committee on 1 August 2003 based on
ditetapkan melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 41 tahun the Decision of the Board of Commissioners No. 41 of 2003,
2003 dan telah diperpanjang melalui Keputusan Dewan Komisaris which was later extended through the Decision of the Board of
No. 11 tanggal 6 Februari 2004 dan 01A tanggal 3 Januari 2005. Commissioners No. 11 dated 6 February 2004 and No. 01A dated
3 January 2005.

Komite Audit terdiri dari : The Audit Committee consists of the following:

1. Drs. Dadang Sutrisno, SH. Ketua / Chairman


2. Prof. Dr. Ir. Bambang Ismanto, MSc. Anggota / Member
3. Drs. Kuswandi Anggota / Member

Dalam rangka mewujudkan pengawasan yang efektif dan good To support effective control which reflects good governance, Audit
governance, Piagam Komite Audit telah ditetapkan melalui Surat Committee Charter was decided through the Decision Letter of
Keputusan Komisaris No. 35 tanggal 7 April 2004. Commissioners No. 35 dated 7 April 2004.

Fungsi Dan Wewenang Komite Audit The Functions and Authorities of Audit Committee

Tujuan dan fungsi utama Komite Audit PT Jasa Marga (Persero) The main objective and function of Jasa Marga Audit Committee
adalah membantu Komisaris memenuhi fungsi pengawasannya. is to assist Commissioners in overseeing the Company. Audit
Komite Audit akan mengkaji sistem pengendalian intern Committee is to review the Company’s system of internal control,
perusahaan, proses pelaporan keuangan, proses pemeriksaan dan financial reporting process, verifying process and implementation
pelaksanaan peraturan perundang undangan yang berlaku. of current regulation and legislation.

Sejalan dengan fungsi tersebut, Komite Audit harus selalu In accordance with the said function, the Audit Committee is
memonitor proses perbaikan yang berkesinambungan atas required to constantly monitor sustainable process of improving
kebijakan, prosedur dan praktek pada semua tingkatan di policies, procedures and practices at all levels of the Company so
perusahaan guna memastikan telah dilakukannya pengelolaan as to make sure that corporate management and control is well
dan pengendalian perusahaan yang baik. Sedangkan wewenang performed. The Audit Committee has the authority to take in any
Komite Audit adalah menampung berbagai informasi yang information needed from parties related to the Company both
diperlukan baik dari pihak-pihak terkait di lingkungan perusahaan internally and externally, and to have access on the Company’s
mapun dari pihak eksternal, serta memperoleh akses operasional operation as well as data related to the carrying out of their duties.
dan data perusahaan yang terkait dengan pelaksanaan tugas.
Two members of the Audit Committee who are not the
Dua orang anggota Komite Audit yang bukan komisaris merupakan Commissioners are expert in finance and transportation appointed
ahli keuangan dan transportasi yang dipilih melalui proses seleksi. through selection process. Their monthly honorarium based on the
Honor kedua anggota Komite Audit sebagaimana ditetapkan Decision of the Board of Commissioners No. 47 dated 5 August
Dewan Komisaris melalui Keputusan No. 47 tanggal 5 Agustus 2003 is Rp 12 million excluding transportation allowance.
2003 adalah Rp 12 juta per bulan diluar biaya transpor.

Direksi The Board of Directors

Susunan Direksi PT Jasa Marga (Persero) sesuai dengan Keputusan In accordance with the Decision Letter of State Minister of State-
Menteri BUMN No. 32 tahun 2006 tanggal 14 Maret 2006 adalah Owned Enterprise No. 32/MBU/2006 dated 14 March 2006, the
sebagai berikut: Board of Directors of PT Jasa Marga (Persero) is as follows:

1. Ir. Frans S. Sunito Direktur Utama / President Director


2. Ir. Reynaldi Hermansjah Direktur Keuangan / Finance Director
3. Ir. Abdul Hadi Hs., MM. Direktur Pengembangan dan Niaga / Development and Commerce Director
4. Ir. Sarwono Oetomo Direktur Operasi / Operation Director
5. Ir. Achmad Purwono, MBA. Direktur Sumber Daya Manusia / Human Resources Director

Kehadiran Direksi untuk proses pengambilan keputusan strategis The presence of Directors in the process of making strategic decisions
yang dilakukan dalam rapat sangat penting. Kehadiran Direksi during meetings is crucial. Following is the attendance of the
dalam Rapat Direksi, Rapat Gabungan Dewan Komisaris & Direksi, Directors in Board of Directors meetings, Boards of Commissioners
maupun RUPS dan RUPSLB selama tahun 2006 adalah: and Directors joint meetings, General Meetings of Shareholders as
well as Extraordinary General Meetings of Shareholders in 2006.
44 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

No. Nama Jumlah Rapat Jumlah Kehadiran % Jumlah Kehadiran


Name Number of Meetings Number of Meetings Attended % of Attendance
1. Ir. Frans S. Sunito 56 55 98%
2. Ir. Sarwono Oetomo 54 53 98%
3. Ir. Reynaldi Hermansjah 54 50 93%
4. Ir. Abdul Hadi Hs., MM. 54 53 98%
5. Ir. Achmad Purwono, MBA. 54 50 93%

Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary


Sekretaris Perusahaan ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi The Corporate Secretary was appointed based on Directors’
No. 105 tahun 2001 tentang Struktur Organisasi Jasa Marga. Decision Letter No. 105 of 2001 concerning Organizational
Sekretaris Perusahaan Perseroan bertanggung jawab langsung Structure of Jasa Marga. The Company’s Corporate Secretary
kepada Direktur Utama. reports directly to the President Director.
Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab Sekretaris Perusahaan
The Tasks, Functions and Responsibilities of Corporate Secretary
Fungsi Pokok Sekretaris Perusahaan antara lain menyelenggarakan
The main functions of the Corporate Secretary, among others, are
kegiatan kesekretariatan pengurus perusahaan serta memfasilitasi
carrying out secretarial activities of the management and facilitating
hubungan Perusahaan/Pimpinan Perusahaan dengan stakeholder.
the relationship between the Company/the management and the
Tugas Sekretaris Perusahaan antara lain menatausahakan kegiatan stakeholders.
sekretariat pengurus perusahaan, menyelenggarakan kegiatan
pemenuhan hak dan kewajiban Perusahaan dan stakeholder The tasks of the Corporate Secretary among others are administering
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sekretaris secretarial activities of the management, carrying out activities to
Perusahaan juga bertugas menyelenggarakan kegiatan komunikasi fulfill the Company’s and stakeholders’ rights and obligations in
dengan stakeholder dalam rangka membangun citra Perusahaan. accordance with current regulation and legislation. The Corporate
Secretary is also to nurture good communication with the
Sedangkan Tanggung Jawab Sekretaris Perusahaan antara lain
stakeholders in order to build the good image of the Company.
adalah terdistribusikannya Hasil Rapat Direksi, Rapat Direksi
dengan Dewan Komisaris, RUPS, RUPSLB juga terpenuhinya The Corporate Secretary is responsible for distributing the minutes of
kewajiban-kewajiban Perusahaan sebagai anggota pada Directors meeting, Directors and Commissioners meeting, General
organisasi profesi ataupun asosiasi, Sekretaris Perusahaan juga
Meeting of Shareholders and Extraordinary General Meeting of
bertanggungjawab mengkomunikasikan kinerja Perusahaan
Shareholders; fulfilling the Company’s obligations as a member
kepada stakeholder terutama pemegang saham sehingga terwujud
of professional organizations or association; communicating
citra Perusahaan dan nilai Perusahaan yang tinggi.
the Company’s performance to the stakeholders particularly the
Satuan Pengawasan Intern shareholder so as to achieve the good image and high value of the
Keberadaan Unit Kerja SPI ditetapkan melalui Surat Keputusan Company.
Direksi No. 105 tahun 2001 tentang Struktur Organisasi Jasa
Marga. Satuan Pengawasan Intern bertanggung jawab langsung Internal Auditing Unit
kepada Direktur Utama. The existence of Internal Auditing Unit was decided based on
Decision Letter of Directors No. 105 of 2001 concerning the
Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab Satuan Pengawasan Intern Organizational Structure of Jasa Marga. The said unit reports
Fungsi Pokok Satuan Pengawasan Intern antara lain menjabarkan directly to the President Director.
misi dan visi perusahaan kedalam konsep audit internal
dan pengawasan manajemen pada tingkat korporasi serta
mengendalikan kegiatan pemeriksaan internal agar mencapai The Tasks, Functions and Responsibilities of Internal Auditing
sasaran dan sesuai dengan Standar Profesi Audit Internal serta Unit
Audit Charter (disahkan pada tanggal 1 Maret 2003). The main functions of Internal Auditing Unit among others are
actualizing the vision and mission of the Company into the concept
Tugas Satuan Pengawasan Intern antara lain melakukan review atas of internal audit and management control on corporate level,
kebijakan Direksi dan mengusulkan perbaikannya, memantau dan along with controlling internal audit activities to make sure that
menguji implementasi kebijakan perusahaan serta memberikan they achieve the objectives and in accordance with Internal Audit
peringatan dini kepada Direktur Utama atas potensi masalah yang Profession Standards as well as Audit Charter.
mungkin akan timbul; juga bertugas membina hubungan dengan
Instansi Pemeriksa dari Luar Perusahaan agar diperoleh informasi The tasks of Internal Auditing Unit among others are reviewing
lebih dini tentang perkembangan standar internal audit yang Directors’ policies and proposing improvement, supervising and
berlaku serta terselenggaranya pemeriksaan secara efisien dan evaluating the implementation of Company policies as well as giving
efektif. early warning to the President Director on potential problems that
Tanggung jawab Satuan Pengawasan Intern antara lain terlaksananya might arise, nurturing relationship with external auditor to obtain
pengkajian atas kebijakan Direksi dan terselenggaranya kegiatan more information on the development of internal audit standard
audit terhadap implementasi kebijakan/peraturan Perusahaan di generally accepted and to assist the carrying out effective and
Unit Kerja. efficient audit.

Sebagai pedoman kegiatan audit internal pada Jasa Marga, SPI The Internal Auditing Unit is responsible for reviewing Directors
mempunyai Audit Charter yang telah disahkan tanggal 1 Maret policies and auditing the implementation of the Company’s policies/
2003. regulations in working units.
laporan tahunan | annual report 2006 45
PT Jasa Marga (Persero)

Personil SPI berjumlah 22 orang dan 12 orang diantaranya telah As the guidelines of internal audit activities at Jasa Marga, the
memiliki sertifikat QIA (Qualified Internal Auditor). Internal Auditing Unit has an Audit Charter which was legalized
on 1 March 2003.
Auditor Eksternal
Keputusan RUPS tanggal 30 Juni 2006 menetapkan Kantor Akuntan The unit is powered by 22 staffs, 12 of whom have acquired the
Publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar sebagai auditor laporan QIA (Qualified Internal Auditor) certificate.
keuangan 2006 dengan lingkup pekerjaan sebagai berikut:
External Auditor
1. Melakukan audit laporan keuangan konsolidasian berupa Based on General Meeting of Shareholders dated 30 June 2006,
Neraca per 31 Desember 2006 serta Laporan Laba Rugi, Public Accountant Aryanto Amir Jusuf & Mawar was appointed
Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan Catatan 2006 financial report auditor, with the scope of works as follows:
atas Laporan Keuangan, untuk periode tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut, dan membuat pernyataan pendapat 1. Auditing the consolidated balance sheets along with the
Akuntan atas Laporan Keuangan tersebut statements of income, changes in shareholders’ equity, cash
2. Audit Kepatuhan atas Peraturan Perundang-undangan dan flows and notes to financial statements for the year ended 31
Pengendalian Intern Perusahaan tahun 2006 sesuai PSA 62 December 2006, and expressing opinion on the said financial
3. Review atas Laporan Evaluasi Kinerja tahun 2006 statements
4. Review atas Laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 2. Auditing the Company’s Compliance to Law and Regulation
tahun 2005 on Internal Control in 2006 in conformity with PSA 62
5. Audit atas Sistem Informasi Manajemen dan Teknologi 3. Reviewing 2006 Performance Evaluation Report
Informasi Perusahaan periode tahun 2006 4. Reviewing 2006 Report of Partnership and Community
Development Program
5. Auditing the Company’s Management Information System and
Untuk semua jasa dengan lingkup pekerjaan tersebut diatas Kantor Information System in 2006
Akuntan Publik Aryanto Amir, Jusuf dan Mawar mendapat honor
sebesar Rp 1.498.860.000.
For all their services with the aforementioned scope of works,
Dalam opininya untuk Laporan keuangan Tahun buku 2006, Public Accountant Aryanto Amir, Jusuf & Mawar received payment
Kantor Akuntan Publik Aryanto Amir, Jusuf dan Mawar menyatakan of Rp 1,498,860,000.
pendapat wajar tanpa pengecualian.
In their opinion as to the 2006 Financial Report, the financial
Remunerasi Direksi & Komisaris statements of the Company present fairly in all material respect.
Remunerasi Direksi & Komisaris sebagaimana ditetapkan dalam
RUPS tanggal 30 Juni 2006, penghasilan Direktur Utama adalah The Remuneration of Directors and Commissioners
Rp 39.066.375 per bulan dan penghasilan Direktur adalah Having been decided in General Meeting of Shareholders on 30
Rp 36.665.000 per bulan masing-masing belum termasuk June 2006, monthly wages of the President Director and each of
tunjangan perumahan. Sedangkan penghasilan Komisaris Utama the Directors are Rp 39,066,375 and Rp 36,665,000 respectively,
adalah Rp 15.312.000 per bulan dan penghasilan Komisaris excluding housing allowance whereas monthly wages of
adalah Rp 13.780.000 per bulan masing-masing belum termasuk Chairman and each of the Commissioners are Rp 15,312,000 and
tunjangan transpor dan honor rapat. Rp 13,780,000 respectively, excluding transportation allowance
and meeting honorarium.

JORR, Ruas Bambu Apus


JORR, Bambu Apus Section
46 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Pelatihan dan Pengembangan SDM Human Resources Training and Development

Upaya perubahan terus dilakukan menghadapi era persaingan As Jasa Marga faces competition in toll road industry, it continues
industri jalan tol. Oleh karenanya Jasa Marga menyelenggarakan to strive and keep up with the changes. The Company therefore
program pelatihan dan pengembangan SDM yang merupakan supported training and development program for its human
subyek perubahan, yang dilakukan secara seimbang terhadap resources who are the subject of the changes. Training and
perkembangan manajemen, keahlian dan sikap. Secara development programs carried out are in balance with the
keseluruhan, program ini menjangkau karyawan dengan komposisi development of management, skills and attitude. In general, the
peserta tingkat manajer, staf ahli, pelaksana kantor dan pelaksana programs were participated by employees at the levels of manager,
lapangan masing-masing sebanyak 20%, 10%, 30% dan 40%. expert staff, office staff, and field staff with the composition of 20%,
10%, 30% and 40% respectively.
Jasa Marga senantiasa memotivasi karyawannya dengan
memberikan Penghargaan Cabang Terbaik, Karyawan Operasional To persistently motivate its employees, Jasa Marga awards The
Terbaik (yang terdiri dari Kepala Gerbang Tol Terbaik, Kepala Shift Branch of the Year, Operational Employee (consisting of Head of
Terbaik, Petugas Pengumpul Tol Terbaik, Kepala Shift Petugas Toll Gate, Head of Shift, Toll Collector, Head of Shift of Toll Road
Layanan Jalan Tol Terbaik, Petugas Layanan Jalan Tol Terbaik, Service Officer, Toll Road Service Officer, Paramedic, along with
Petugas Paramedis Terbaik dan Petugas Informasi dan Komunikasi Information and Communication Officer) of the Year as well as
Terbaik) maupun Karyawan Berjasa. Mereka berkesempatan untuk Meritorious Employee. They were given the opportunity to study
meninjau jalan tol di luar negeri. visit toll roads in other countries.

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada pemakai To continually improve the service rendered to toll road users,
jalan, Jasa Marga melakukan pembinaan Gugus Kendali Jasa Marga supports its employees participating in Quality
Mutu (GKM) dan Sumbang Saran dan Perbaikan (SSP) melalui Control Groups (Gugus Kendali Mutu-GKM) and Suggestions
penyelenggaraan Konvensi Mutu yang dilaksanakan setiap and Improvements (Sumbang Saran dan Perbaikan-SSP) that will
tahun pada bulan Januari hingga Maret. Dalam kesempatan ini compete in Quality Convention held yearly from January until
diberikan penghargaan kepada peringkat I, II dan III berupa Dana March. At this opportunity, awards are given supporting fund
Pembinaan Gugus. Mereka juga berkesempatan untuk mewakili to the winners of 1st, 2nd and 3rd place. The winners are also
Jasa Marga mengikuti Konvensi Mutu Nasional dan Konvensi eligible to represent the Company in National and International
Mutu Internasional (QCC). Hasil-hasil GKM dan SSP dibakukan Quality Conventions. The results of these Quality movements are
untuk digunakan oleh seluruh jajaran Perusahaan sebagai upaya standardized to be used widely by the Company as part of the ever
peningkatan produktifitas. improvement of the Company’s performance.

Peserta Diklat Berdasarkan Program Pelatihan


The Number of Training Participants by Program

Program Peserta %
Participants
Organisasi & Perusahaan 311 17.50
Organization & Corporation
Keterampilan Teknis 328 18.50
Technical Skill
Keterampilan Pendukung 868 49.00
Supporting Skill
Kepemimpinan & 63 3.50
Manajemen
Leadership & Management
Pengembangan Pribadi 201 11.50
Personality Development
TOTAL 1,171 100.00

Tim Jasa Marga dalam acara Konvensi Mutu Nasional


Jasa Marga Team at National Quality Convention
laporan tahunan | annual report 2006 47
PT Jasa Marga (Persero)

Konsep Key Performance Indicator (KPI) The Concept of Key Performance Indicators (KPI)

Konsep Dasar Pengukuran Kinerja The Basic Concept of Performance Measurement


Berkaitan dengan perencanaan strategis BUMN yang telah dituangkan baik In line with the strategic planning of State-Owned Enterprises stated in the
dalam Rencana Kerja Jangka Panjang maupun Rencana Kerja Anggaran Company’s Long-Term Plan as well as Budget and Work Plan, it is essential
Perusahaan, ditetapkan Konsep pengukuran kinerja yang sesuai dengan that the concept of performance measurement which is in accordance with
core business masing-masing BUMN. the core business of each state-owned enterprise be determined.

Pengukuran kinerja dimaksudkan untuk mengukur efektivitas kerja Performance measurement is aimed at measuring the effectiveness of the
manajemen yang terkait dengan perencanaan strategi perusahaan, sekaligus work of the management in corporate strategic planning. At the same time, it
sebagai bagian dari perbaikan terus menerus (Continual Improvement). also serves as the effort of performing continual improvement.

Secara umum KPI ini menjadi satu kesatuan dalam Konsep pengukuran In general, KPI is an integral part of Scorecard Concept which is currently
(Scorecard) yang pada saat ini dikenal secara luas dengan Konsep Balance known widely as the Balance Scorecard Concept. Given the paradigm
Scorecard. Terkait dengan paradigma Change is a rule. Perubahan adalah Change is a rule, the GENERAL PARAMETER in this concept are therefore:
hakiki, maka PARAMETER UMUM dalam Konsep ini yakni:
• OPERATIONAL, signifying the aspect of business activities/processes,
• OPERASI yang merupakan unsur dari kegiatan usaha/proses bisnis, consisting of those related to the company both externally and
meliputi baik kegiatan yang berkaitan dengan pihak eksternal perusahaan internally
maupun internal perusahaan • FINANCIAL, indicating the performance of the organization
• KEUANGAN yang merupakan hasil dari kinerja organisasi dan • DYNAMIC, representing the need for the Company to grow and
• DINAMIS yang mewakili perlunya perusahaan untuk tumbuh dan develop
berkembang
Performance measurement is conducted comprehensively based on several
Pengukuran kinerja dilakukan secara komprehensif atas beberapa parameter key parameters that represent the core business of the company. Every
utama yang mewakili bisnis inti Perusahaan. Masing-masing parameter parameter has several KPI with different weights, depending on its strategic
mempunyai beberapa KPI dan dengan bobot yang berbeda-beda, tergantung goals. By giving certain score on the performance achievement planned and
dari sasaran strategisnya dan dengan memberikan nilai atas pencapaian multiplying it by the weight of the respective KPI will result in the total score.
kinerja yang direncanakan, dengan nilai tertentu serta dikalikan dengan bobot The total score will reflect the effectiveness of performance achievement of a
pada masing-masing KPI akan memperoleh total nilai. Total nilai inilah yang company with the scale whose standard has been agreed upon.
akan menjadi cerminan efektifitas pencapaian kinerja dari suatu perusahaan
dengan skala nilai yang telah disepakati standarnya.

KEY PERFORMANCE INDICATOR

2006
PARAMETER KPI UNIT WEIGHT TARGET REALIZATION ACHIEVEMENT SCORE TOTAL

OPERATIONAL 1 REVENUE TARGET Rp Billion 8 2,325 2,296 99% 8 64


(50%) 2 PRODUCTIVITY OF OPERATIONAL HR Rp Million/Person 8 383 454 119% 9 72
3 EFFECTIVENESS OF SUPPORTING COST % 6 5.40 5.12 106% 8 48
4 MAINTENANCE EFFICIENCY Rp Million/km 5 12.14 31.78 38% 5 25
5 SERVICES TO TOLL ROAD USERS  
  a. TRANSACTION SPEED Second/Vehicle 5 <8 8 100% 8 40
  b. ACCIDENT RATE 4 27.00 23.96 113% 9 36
  c. FATALITY RATE 4 2.70 1.66 163% 10 40
  d. ROAD SURFACE ROUGHNESS m/km 5 4 3.13 128% 9 45
  e. ROAD SURFACE SKID RESISTANCE µm 5 >0,33 0.60 182% 10 50
        420
FINANCIAL 1 FCF Rp Million 8 212,451 184,193 87% 7 56
(35%) 2 ROCE % 8 1.11 5.48 492% 10 80
3 ROE % 8 3.72 3.83 103% 8 64
4 ICR x 6 1.42 1.47 104% 8 48
5 DER x 5 2.63 2.86 92% 8 40
        288
DYNAMIC 1 OTHER REVENUES TARGET Rp Billion 2 30.67 25.69 84% 7 14
(15%) 2 LEVEL OF GCG - 5 81.00 80.33 99% 8 40
3 GROWTH OF LENGTH OF TOLL ROAD km 5 12.63 4.0 32% 5 25
4 TRAINED EMPLOYEES - 3 0.322 0.339 105% 8 24
103
TOTAL     100     811

SCORING SYSTEM
1. The scoring based on % Realization/Target:
X < 10 score = 3
10 ≤ X < 30 score = 4
30 ≤ X < 50 score = 5
50 ≤ X < 70 score = 6
70 ≤ X < 90 score = 7
90 ≤ X < 110 score = 8
110 ≤ X < 130 score = 9
X > 130 score = 10
2. The score is counted using interpolation if the result of % Realization/Target is between the intervals.
3. For parameters with the indicator of “the lower the achievement the better”, the achievement is then counted using the formula of Target/Realization, e.g. in
operational parameter, this condition is applied in scoring Effectiveness of Supporting Cost, Maintenance Efficiency, Services to Toll Road Users consisting of
Transaction Speed, Accident Rate, Fatality Rate, and Roughness of road surface; while in financial parameter, it is applied in scoring DER.
48 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Investasi Saham pada Perusahaan Lain Investments in Other Companies

Jasa Marga juga bekerja sama dengan investor swasta yang telah Jasa Marga also cooperates with private investors approved by the
mendapat ijin dari Pemerintah untuk mendirikan perusahaan Government to establish joint venture companies that will operate
patungan yang mengelola proyek jalan tol. Saat ini 7 perusahaan toll road projects. Jasa Marga currently invests in 7 companies with
telah beroperasi dan 7 lainnya sedang dalam tahap persiapan operational toll roads and 7 companies with green field toll road
proyek. Jasa Marga juga memiliki penyertaan pada sebuah projects. Jasa Marga also makes investment in a company dealing
perusahaan properti yaitu PT Ismawa Trimitra, sedangkan untuk with property i.e. PT Ismawa Trimitra, and, to operate Jakarta Outer
mengoperasikan jalan tol Lingkar Luar Jakarta (JORR), Jasa Marga Ring Road toll road (JORR), founded a subsidiary called PT Jalantol
mendirikan sebuah anak perusahaan yaitu PT Jalantol Lingkarluar Lingkarluar Jakarta (JLJ).
Jakarta (JLJ).

Investasi pada Perusahaan dengan Proyek Sudah Beroperasi


Investments in Companies with Operated Projects

Perusahaan Persentase Kepemilikan Proyek


No.
Company Percentage of Ownership Project
1. PT Jalantol Lingkarluar Jakarta 99.00 Jakarta Outer Ring Road (W2, S, E1 and E3 Sections)
2. PT Ismawa Trimitra 25.00 Graha Iskandarsyah Building
3. PT Citra Marga Nusaphala Persada 4.23 Cawang-Tanjung Priok-Jembatan Tiga Toll Road
4. PT Marga Mandala Sakti 1.94 Tangerang-Merak Toll Road
5. PT Margabumi Matraraya 6.47 Surabaya-Gresik Toll Road
6. PT Bosowa Marga Nusantara 8.76 Ujung Pandang Toll Road
7. Marga Net One Limited 10.00 Jamuna Toll Bridge, Bangladesh

Investasi pada Perusahaan dengan Proyek dalam Tahap Persiapan dan Konstruksi
Investments in Companies with Projects in the Stage of Preparation or under Construction

Perusahaan Persentase Kepemilikan Proyek


No.
Company Percentage of Ownership Project
1. PT Citra Margatama Surabaya 15.00 Waru-Tanjung Perak Flyover
2. PT Margaraya Jawa Tol 2.47 Waru (Aloha)-Wonokromo-Tanjung Perak Toll Road
3. PT Margabumi Adhika Raya 2.50 Gempol-Pandaan Toll Road
4. PT Marga Nujyasumo Agung 16.00 Surabaya-Mojokerto Toll Road
5. PT Bukaka Marga Utama 20.00 Bukaka-Sukabumi Toll Road
6. PT Jatim Marga Utama 30.00 Surabaya-Mojokerto Toll Road
7. PT Translingkar Kita Jaya 10.00 Cinere-Jagorawi Toll Road

Catatan: Note:
Jasa Marga telah membatalkan investasinya pada beberapa Jasa Marga has cancelled the investments in the following toll road
perusahaan jalan tol sebagai berikut: investors:

1. PT Citra Ganesha Marga Nusantara 1. PT Citra Ganesha Marga Nusantara


2. PT Citra Bhakti Margatama Persada 2. PT Citra Bhakti Margatama Persada
3. PT Marga Mawatindo Esprit 3. PT Marga Mawatindo Esprit
4. PT Citra Mataram Satriamarga Persada 4. PT Citra Mataram Satriamarga Persada
5. PT Marga Nurindo Bhakti 5. PT Marga Nurindo Bhakti
laporan tahunan | annual report 2006 49
PT Jasa Marga (Persero)

Penggunaan Dana Obligasi Tahun 2006 The Usage of Funds from Bonds in 2006

Sesuai dengan rencana sebagaimana tercantum pada prospektus, According to plan mentioned in the prospectus, the fund usage
penggunaan dana hingga akhir 2006 tercatat sebagai berikut: until the end of 2006 is recorded as follows:

1. Obligasi Jasa Marga XII Seri Q Tahun 2006 1. Jasa Marga Bond XII - Q Series Year 2006
Untuk pelunasan pinjaman dari Bank dan biaya underwriter For the payment of bank loans and underwriting cost

No. Bank Pembayaran


Payment
1. BCA 150,000,000,000
2. Mandiri 273,000,000,000
3. Jabar 44,760,774,468
4. BNI 530,835,225,532
5. Biaya Underwriter 1,404,000,000
Underwriting Cost
TOTAL 1,000,000,000,000

2. Obligasi JORR II Tahun 2006 2. Bond JORR II Year 2006


Dana sebesar Rp 261.000.000.000,- digunakan untuk The Rp 261,000,000,000 fund was used for the payment of
pelunasan pinjaman sebagian hutang JORR Seksi S loan for JORR S Section

Pembayaran Kupon Obligasi Tahun 2006 The Payment of Bond Interests in 2006
Selama tahun 2006, Perusahaan membayar semua kupon obligasi During the fiscal year 2006, the Company paid all bond interests on
tepat waktu sesuai dengan jadwal melalui agen pembayar time as scheduled through payment agent PT KSEI.
PT KSEI.

No. Obligasi Pembayaran Tanggal Pembayaran


Bonds Payment Payment Date
1. Seri M / M Series 4,750,000,000 27 March, 27 June, 27 September, 27 December
2. Seri N / N Series 4,000,000,000 12 January, 12 April, 12 July, 12 October
3. Seri O / O Series 4,975,000,000 4 March, 4 June, 4 September, 4 December
4. Seri P / P Series 23,000,000,000 10 January, 10 April, 10 July, 10 October
5. Seri Q / Q Series 35,000,000,000 6 October
6. Seri JORR I / JORR I Series 1,451,584,672 2 January, 1 July
7. Seri JORR II / JORR II Series 6,168,950,000 1 July

Kontribusi Jasa Marga kepada Pemerintah Jasa Marga’s Contribution to the Government
Kontribusi tunai Perusahaan kepada Pemerintah terdiri dari The company’s contribution to the Government includes the
pembayaran pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penghasilan payment of value added tax; income tax, both employee and
(PPH) baik pegawai maupun badan, pajak bumi dan bangunan corporate; land and building tax; and dividend. The contribution
(PBB) serta dividen. Nilai nominal tersebut dari tahun ke tahun given keeps increasing and this year, the cash contributed reached
selalu bertambah. Tahun ini kontribusi tersebut mencapai 31,16% 31.16% of the Company’s income.
dari pendapatan Perusahaan.

Rp Milyar (%)
Rp Billion
50 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Partnership and Community Development Program
Masyarakat yang tinggal di sekitar jalan tol adalah stakeholder Jasa Marga takes a great deal of consideration of the stakeholders,
penting bagi Jasa Marga. Sebagai salah satu wujud kepedulian especially those residing in toll road surroundings. To manifest in
sosial tersebut, Jasa Marga melaksanakan program sebagai corporate social responsibility, the following programs are carried
berikut: out:

1. Penyaluran dana PKBL dilakukan Jasa Marga sejak tahun 1. The Company has been allocating fund for financing
1992 dengan akumulasi penyaluran pinjaman mencapai Partnership and Community Development Program since 1992
Rp 14,9 milyar. Tahun ini jumlah penyaluran mencapai with accumulated funds reaching Rp 14.9 billion. This year
Rp 8.315.500.000 yang diberikan kepada 408 mitra binaan alone, the Company allocated Rp 8,315,500,000 to 408 small
2. Pemberian dana dalam bentuk bea siswa, perbaikan sarana enterprises
ibadah, pelatihan untuk pencari kerja, bantuan pelayanan 2. The Company also contributed funds for scholarships,
kesehatan dan bantuan lainnya untuk masyarakat yang renovation of places of worship, training for job seekers, health
mengalami musibah bencana alam service assistance as well as other kinds of assistance for people
afflicted by natural disasters

Jumlah Mitra Binaan 2006 Distribusi Dana PKBL per Cabang 2006
The Number of Small Business Partners in 2006 Fund Allocated for Partnership and Community Development
Program in 2006

Distribusi Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1997-2006


Fund Allocated for Partnership and Community Development Program 1997-2006

Bencana lumpur Lapindo di seksi Porong-Gempol Jalan Tol Surabaya-Gempol. Mitra binaan Jasa Marga
Lapindo mud on Surabaya-Gempol Toll Road section Porong-Gempol. Jasa Marga small business partner
laporan tahunan | annual report 2006 51
PT Jasa Marga (Persero)

Transaksi Hubungan Istimewa Related Party Transaction


Transaksi hubungan istimewa dilakukan perusahaan terhadap Transactions for Special Relations are conducted by the company
institusi lain berupa aktiva, yaitu investasi pada lima perusahaan with other institutions in the form of assets, which are investments
asosiasi; berupa kewajiban yaitu pada dua perusahaan; dan berupa in 5 associated companies, in the form of payables with 2
penghasilan dividen satu perusahaan. companies; and in the form of dividend talons in 1 company.

Pengelolaan Aset Asset Management

Hingga tahun ini Perusahaan mengelola 3.698,8821 hektar Until the end of the year, the Company has managed 3,698.8821
tanah belum termasuk yang sedang dalam proses pengadaan. hectares of land not including areas still in the process of
Untuk mengamankan, Perusahaan melakukan proses sertifikasi acquisition. To secure its assets, the Company processes all legal
kepemilikan, pemagaran serta penertiban secara rutin. Sedangkan land titles, fences the properties and performs routine inspections.
untuk aset berupa bangunan serta aset bergerak lainnya semuanya All assets owned by the company, i.e. buildings and other moving
diasuransikan. assets, are insured.

Aset Tanah Pemerintah yang Dikelola PT Jasa Marga Hektar


Government Land Asset Managed by Jasa Marga Hectares

No Lokasi Luas tanah


Location Wide

1 Jagorawi 545.7554
2 Jakarta-Cikampek 744.9280
3 Jakarta-Tangerang 178.0174
4 Cawang-Grogol-Cengkareng 359.3456
5 Semarang 180.6777
6 Demak 31.9095
7 Purwakarta-Cileunyi 800.1317
8 Surabaya-Gempol 391.4606
9 Belawan-Medan-Tanjung Morawa 193.9313
10 Palimanan-Kanci 272.7249

TOTAL 3,698.8821

Jalan Tol Jakarta-Cikampek


Jakarta-Cikampek Toll Road
52 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Kasus Hukum 2006 Legal Cases in 2006

No. Permasalahan Materi Status


Case Substance Status

1. Konsesi Penyelenggaraan Jalan Tol Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 242/KPTS/M/2006 Selesai
untuk ruas yang dikelola Jasa Marga tanggal 8 Juni 2006 telah menetapkan tentang Penetapan Pemberian
sehubungan dengan terbitnya UU Konsesi terhadap ruas jalan tol yang diusahakan oleh Jasa Marga (Persero)
No. 38 tahun 2004 Jo PP No. 15 selama 40 tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2005, kecuali untuk JORR
tahun 2005 seksi S dimana Perusahaan memperoleh “konsesi sementara” untuk 15
tahun mengingat masih perlu diselesaikannya dasar-dasar hukum untuk ruas
ini dalam tahun 2007

Concession Rights of toll roads In compliance with the Decision of the Minister of Public Works No. Completed
operated by Jasa Marga in 242/KPTS/M/2006 dated 8 June 2006, Jasa Marga has the concession rights
connection with the issuance of Law for toll roads operated by for the period of 40 years effective from 1 January
No. 38 of 2004 and Government 2005, except for S-Section of JORR where a temporary concession of 15
Regulation No. 15 of 2005. years is granted, due to unsettled legal matters which are expected to be
finalized in 2007

2. Pemutusan Penyelesaian Perjanjian Jasa Marga meminta untuk dilakukan audit independen atas biaya investor Dalam proses musyawarah
Kuasa Penyelenggaraan (PKP) Jalan yang nyata-nyata telah terpakai dalam membangun jalan tol untuk mufakat
Tol Cikampek-Padalarang dengan
PT Citra Ganesha Marga Nusantara
(CGMN)
Termination of Concession Jasa Marga requested that an independent audit be performed on the In the process of discussion to
Agreements for Cikampek- expenses evidently spent by the investor in the toll road construction reach an agreement
Padalarang toll road with PT Citra
Ganesha Marga Nusantara (CGMN)

3. Pembebasan Tanah Jalan Tol JORR Proyek JORR ruas E1 (ruas Jatiasih-Cikunir) tertunda akibat belum dapat Jasa Marga dan Departemen
seksi E1 (Hankam Raya-Cikunir) diselesaikannya proses pembebasan tanah karena adanya sengketa Pekerjaan Umum berupaya
terhadap beberapa persil tanah di Pengadilan untuk menyelesaikan
permasalahan tersebut
Land Acquisition for section E1 JORR section E1 (Jatiasih-Cikunir section) project is delayed due to Jasa Marga and the
(Hankam Raya-Cikunir) of JORR uncompleted land acquisition process resulted from several land plot Department of Public Works
toll road lawsuits in Court have made serious efforts to
overcome the problem

4. Perkara arbitrase Waskita-Yasa Gugatan Waskita-Yasa JO atas pelaksanaan pembangunan proyek Saat ini menunggu Putusan
J.O, Nomor Perkara 230/VIII/ARB- Cipularang Tahap II Paket 3.1 ruas Plered-Cikalong Wetan, dengan materi majelis Arbiter BANI, yang
BANI/2006 tanggal 08-08-2006 gugatan secara garis besar sebagai berikut: rencananya akan dikeluarkan
pada tanggal 29 April 2007
1. Klaim atas biaya untuk perbaikan kerusakan-kerusakan pada masa
pemeliharaan
2. Klaim atas pekerjaan tanah pada masa konstruksi

Arbitration case of Waskita-Yasa Waskita-Yasa J.O. filed a lawsuit over the implementation of construction of Waiting for the decision of
J.O. Case Number 230/VIII/ARB- Cipularang Phase II Package 3.1 Section Plered-Cikalong Wetan with items Indonesian National Board of
BANI/2006 dated 08-08-2006 in general as follows: Arbitration which is scheduled
1. Claims on expenses for reparation during maintenance period. to be issued on 29 April 2007
2. Claims on land works during construction period

5. Perkara Arbitrase PT Adhi Karya Gugatan PT Adhi Karya (Persero) atas pelaksanaan pembangunan proyek Saat ini proses persidangan
(Persero) Tbk. Nomor Perkara Cipularang Tahap II, ruas Purwakarta Selatan-Plered, dengan materi gugatan sudah memasuki tahap
231/VIII/ARB-BANI/2006 tanggal 8 secara garis besar sebagai berikut: penyampaian kesimpulan,
Agustus 2006 yang rencananya disampaikan
1. Klaim atas eskalasi harga akibat kenaikan BBM dan UMR kepada Majelis Arbiter pada
2. Klaim atas biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk pekerjaan tambah tanggal 25 April 2007
pada masa konstruksi
3. Klaim atas biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk pekerjaan perbaikan
pada masa pemeliharaan

Arbitration case of PT Adhi Karya PT Adhi Karya (Persero) filed a lawsuit over the implementation of The trial has come to the stage
(Persero) Tbk. Case Number construction of Cipularang Phase II Section Purwakarta Selatan-Plered, with of submitting conclusions
231/VIII/ARB-BANI/2006 dated 8 items in general as follows: which is scheduled to be
August 2006 1. Claims on price escalation due to fuel price increase and Regional submitted to the Arbitration
Minimum Wages Council on 25 April 2007
2. Claims on expenses used for additional works during construction
period
3. Claims on expenses used for repair works during maintenance period
laporan tahunan | annual report 2006 53
PT Jasa Marga (Persero)

Highlight Rencana Kerja 2007 Highlights of Work Plan 2007

Bidang Pengembangan Investment

1. Pembangunan 3 ruas jalan tol baru yaitu Ruas Bogor Ring 1. Constructing 3 new toll roads namely Bogor Ring Road,
Road, Semarang-Bawen, Gempol-Pasuruan dan penyelesaian Semarang-Bawean, Gempol-Pasuruan and completing JORR
JORR E1 seksi 4 (Jati Asih-Cikunir) E1 section 4 (Jati Asih-Cikunir)

2. Persiapan pembentukan perusahaan Jalan Tol Trans Jawa, 2. Preparing the establishment of Trans Java Toll Road company
Mengikuti tender JORR II and participate in the JORR II tender

3. Pembenahan tata kelola dan organisasi teknologi informasi 3. Improving the management and organization of information
dan penyusunan kerangka kerja teknologi informasi technology and designing information technology framework

4. Mulai melaksanakan e-procurement/e-auction 4. Implementing e-procurement/e-auction

Bidang Operasi
Operations
1. Penyesuaian tarif tol
1. Proposing toll rate adjustment
2. Persiapan pengoperasian ruas Cawang-Cibitung dengan sistem
2. Preparing Cawang-Cibitung section operation with open
terbuka
system
3. Modernisasi Peralatan Tol
3. Modernizing Toll Equipment
4. Dimulainya pemasangan alat online-realtime di jalan tol
4. Installing online-real time equipment on Jakarta-Cikampek toll
Jakarta-Cikampek
road
5. Uji Coba penerapan e-payment di jalan tol CTC dan
5. Performing the trial of e-payment application on CTC and
Purbaleunyi
Purbaleunyi toll roads
6. Penambahan lajur ruas jalan tol Surabaya-Gempol, Belmera,
6. Widening Surabaya-Gempol, Belmera, Jakarta-Cikampek, Intra
Jakarta-Cikampek, Jalan Tol dalam kota, Jagorawi, Semarang
Urban, Jagorawi, and Semarang toll roads (one direction)
seksi A
7. Relocating and constructing congested toll gates
7. Relokasi dan Pembangunan Gerbang Tol yang tingkat
kepadatannya tinggi 8. Widening Muara Angke bridge Sta. 12+050
8. Pelebaran jembatan Muara Angke Sta. 12+050 9. Constructing canalization at Cililitan Toll Gate on CTC toll
road
9. Kanalisasi Cililitan pada jalan tol CTC
10. Constructing Kopo Intersection on Purbaleunyi toll road
10. Pembangunan Simpang Susun Kopo pada jalan tol
Purbaleunyi 11. Scrapping Filling on 9 toll roads
11. Scrapping Filling pada 9 ruas Jalan Tol 12. Improving service to toll road users by providing accident’s aid
equipment and traffic service
12. Peningkatan Pelayanan kepada pemakai jalan berupa
pengadaan alat bantu kecelakaan dan pelayanan lalu lintas 13. Installing fiber optic facilities as supplement to the information
and communication networks
13. Pemasangan fiber optic sebagai pendukung jaringan sistem
informasi dan komunikasi

Finance
Bidang Keuangan
1. Peningkatan modal saham melalui IPO, memperbaiki 1. Increasing share capital through Initial Public Offering (IPO),
administrasi keuangan, menyehatkan likuiditas dan improving the financial administration, maintaining sound
profitabilitas perusahaan. liquidities and profitability of the company

2. Menerbitkan emisi obligasi/MTN untuk refinancing pokok 2. Issuing bond/MTN for the refinancing of the current bank
hutang bank yang jatuh tempo principal loans

3. Memperluas dan menjalin kerjasama dengan lembaga 3. Expanding and developing relationship with banking and
perbankan dan lembaga keuangan financial institutions

4. Penyempurnaan kebijakan manajemen dana 4. Perfecting fund management policy

5. Penyusunan dan implementasi sistem informasi akuntansi, 5. Developing and implementing accounting, taxation and
perpajakan dan keuangan finance information system

6. Penyempurnaan implementasi sistem dan prosedur transaksi 6. Perfecting the implementation of financial transaction system
Keuangan dan pelaksanaan ERP keuangan and procedures and implementing financial ERP
54 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Bidang Organisasi dan Pembinaan Sumber Daya Manusia Organization and Human Resources Development

1. Implementasi perusahaan Holding Company 1. Implementing the Holding Company

2. Implementasi GCG di lingkungan perusahaan 2. Implementing Good Corporate Governance (GCG) in the
company
3. Pengembangan program customer care
3. Developing customer care program
4. Penyempurnaan aturan-aturan dan sistim informasi karyawan
4. Perfecting rules and human resources information system
5. Pembinaan karyawan melalui pendidikan dan latihan dalam
rangka sosialisasi budaya perusahaan terbuka melalui 5. Developing employee competence through education and
peningkatan soft skills training to socialize the culture of a public company by
improving soft skills
6. Perbaikan penilaian kerja organisasi, sistim pengembangan
(assesment) dan labour relation 6. Improving performance evaluation of the organization,
assessment system and labor relations

Manajemen Risiko, Manajemen Mutu dan Manajemen Risk, Quality and Work Safety Managements
Keselamatan kerja
1. Implementing risk management on the company’s programs
1. Implementasi manajemen risiko pada program-program
perusahaan 2. Implementing excellent performance system with Malcom
Baldrige standard
2. Implementasi sistem kinerja Excellent dengan standar Malcom
Baldrige 3. Implementing GKM (quality control group) products to support
operational activities
3. Mengimplementasikan produk GKM untuk menunjang
operasional 4. Implementing OHSAS 18001

4. Implementasi OHSAS 18001 di Perusahaan


56 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Profil Cabang Branch Profile

Pendapatan Tol per Cabang Tahun 2006 Juta Rupiah


Toll Revenue by Branch in 2006 Million Rupiah

No. Cabang Pendapatan Tol


Branch Toll Revenue

1 Jagorawi 263,282
2 Jakarta-Cikampek 465,760
3 Jakarta-Tangerang 213,555
4 Cawang-Tomang-Cengkareng 553,808
5 Purbaleunyi 339,308
6 Surabaya-Gempol 112,312
7 Semarang 30,712
8 Belmera 32,382
9 Palikanci 40,399
10 Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT JLJ) 218,932

Volume Lalu Lintas per Cabang Tahun 2006 Ribu Kendaraan


Traffic Volume by Branch in 2006 Thousand Vehicles

No. Cabang Volume Lalu Lintas


Branch Traffic Volume

1 Jagorawi 116,716
2 Jakarta-Cikampek 105,230
3 Jakarta-Tangerang 106,514
4 Cawang-Tomang-Cengkareng 257,262
5 Purbaleunyi 48,792
6 Surabaya-Gempol 55,919
7 Semarang 24,249
8 Belmera 15,950
9 Palikanci 12,605
10 Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT JLJ) 86,042

Kinerja Teknis Perkerasan Jalan Tol Tahun 2006


The Performance of Toll Road Pavement in 2006

No Ruas Kondisi Keterangan


Section Condition (%) Remarks
1 Jagorawi 100.00 Kondisi baik dinilai terhadap Pemenuhan kriteria sebagai
2 Jakarta-Tangerang 99.61 berikut :
- Ketidakrataan permukaan jalan < 4 m/km skala IRI
3 Jakarta-Cikampek 98.00 - Kekesatan permukaan jalan µ >0,33 skala meter
4 Cawang-Tomang-Cengkareng 99.75 - Lendutan 0,8 mm skala Failing Weight Deflectometer
- Kondisi Visual Permukaan Jalan
5 Surabaya-Gempol 95.94
6 Purbaleunyi 95.32 The condition is considered good according to the
following criteria:
7 Semarang 99.24 - Roughness of road surface < 4 m/km IRI scale
8 Belawan-Medan-Tanjung Morawa 91.53 - Skid resistance of road surface µ > 0.33 meter scale
- Deflection is 0.8 mm Failing Weight Deflectometer scale
9 Palimanan-Kanci 93.02 - Visual condition of road surface
Rata-rata Kinerja 96.93
Average Performance
laporan tahunan | annual report 2006 57
PT Jasa Marga (Persero)

40,399
30,712
32,382

218,932

339,308
263,282
112,312
213,555

553,808
465,760
58 laporan tahunan | annual report 2006

PT Jasa Marga (Persero)

Kinerja Keuangan Cabang Financial Performance of Each Toll Road

Desember 2006
December 2006

Rp Juta
Rp Million

Kantor Pusat/ Jagorawi CTC Jakarta- Jakarta- Purbaleunyi Surabaya- Semarang Belmera Palikanci TOTAL
Head Office Cikampek Tangerang Gempol

REVENUE
Toll Revenue 218,932 263,282 553,808 465,760 213,555 339,308 112,312 30,712 32,382 40,399 2,270,450
Other Income - 4,028 1,874 2,749 10,044 2,297 2,198 244 14 75 23,524
Sub Total 218,932 267,310 555,683 468,509 223,599 341,605 114,510 30,956 32,397 40,474 2,293,975

OPERATING EXPENSES
Toll Fee Collection 28,755 42,743 55,343 51,693 35,871 33,246 31,351 9,983 13,213 8,211 310,409
Toll Road Customers Services 9,122 15,583 24,426 25,249 13,907 18,493 13,032 7,719 5,059 5,381 137,971
Toll Road Fixed Asset Maintenance 68,768 29,845 38,539 41,529 41,493 83,608 16,371 11,625 8,371 12,124 352,274
Joint Operation - - - 163,150 8,370 - - - - - 171,521
General & Administration Expense 301,388 39,956 28,466 43,590 19,820 20,806 20,270 9,498 11,103 7,395 502,291
Sub Total 408,033 128,127 146,774 325,211 119,462 156,154 81,023 38,825 37,747 33,111 1,474,466

OPERATING INCOME (189,101) 139,183 408,908 143,298 104,138 185,451 33,487 (7,869) (5,350) 7,363 819,509

Other Income (Expense) 706,059 - 17,526 336 - 3,505 - - - - 727,426


Interest Expense 18,370 15 13 14 3 6 17 19 25 2 18,485
Other Income 405,890 521 249 313 264 110 11,884 49 279 97 395,695
Sub Total (281,799) 536 (17,264) (9) 267 (3,389) 11,866 69 304 94 (313,245)

INCOME BEFORE TAX

Income Tax 22,485 - - - - - - - - - 22,485


Income Before Tax 21,212 - - - - - - - - - 21,212
Sub Total 43,696 - - - - - - - - - 43,696

NET INCOME (514,597) 139,719 391,645 143,289 104,405 182,062 21,621 (7,800) (5,046) 7,269 462,567

Catatan/Notes:
Kantor Pusat termasuk PT Jalantol Lingkarluar Jakarta/Head Office includes PT Jalantol Lingkarluar Jakarta
Kantor Cabang/Branch Offices:
Jagorawi = Jakarta-Bogor-Ciawi
CTC = Cawang-Tomang-Cengkareng
Purbaleunyi = Purwakarta-Bandung-Cileunyi
Belmera = Belawan-Medan-Tanjung Morawa
Palikanci = Palimanan-Kanci
laporan tahunan | annual report 2006 59
PT Jasa Marga (Persero)

Pernyataan Pengurus PT Jasa Marga (Persero) atas Laporan Tahunan 2006


The Declaration on 2006 Annual Report by the Management
of PT Jasa Marga (Persero)

Laporan tahunan 2006 ini berikut laporan keuangan dan informasi The 2006 Annual Report including the financial report and other
lain yang terkait didalamnya dipersiapkan oleh PT Jasa Marga information related to the content thereof is prepared by PT Jasa
(Persero). Marga (Persero).
Seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris PT Jasa Marga All Members of the Board of Directors and the Board of
(Persero) membubuhkan tanda tangannya masing-masing Commissioners of PT Jasa Marga (Persero) have affixed their
dibawah ini sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan respective signatures hereunder as a form of responsibility for
tugasnya untuk periode tahun 2006 yang berakhir pada tanggal the execution of their duties for the year ended on 31 December
31 Desember 2006. 2006.
Informasi keuangan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang The financial information is organized based on the accounting
berlaku umum di Indonesia termasuk penggunaan beberapa principles generally accepted in Indonesia, which include a
perkiraan dan pertimbangan Direksi PT Jasa Marga (Persero). number of approximations and judgments of the Board of Directors
of PT Jasa Marga (Persero).

Dewan Komisaris Dewan Direksi


Board of Commissioners Board of Directors

Drs. Gembong Priyono, MSc. Ir. Frans S. Sunito


Komisaris Utama Direktur Utama
Chairman President Director

Drs. Sri Mulyanto, MSc. Ir. Sarwono Oetomo


Komisaris Direktur Operasi
Commissioner Operation Director

Prof. Dr. H. Akhmad Syakhroza Ir. Reynaldi Hermansjah


Komisaris Direktur Keuangan
Commissioner Finance Director

Mayjen. (Purn). Samsoedin Ir. Abdul Hadi Hs., MM


Komisaris Direktur Pengembangan & Niaga
Commissioner Development & Commerce Director

Ir. Sumaryanto Widayatin, MSCE. Ir. Achmad Purwono, MBA.


Komisaris Direktur Sumber Daya Manusia
Commissioner Human Resources Director