Anda di halaman 1dari 4

PENDIDIKAN KESEHATAN PASIEN DAN KELUARGA

TENTANG AKTIVITAS POST MVR (MITRAL VALVE REPLACEMENT)

Nama Ners : Ns. Rini Pujiastuti, Amd.Kep


Unit/Level : ICU Dewasa/Beginner
Tgl/Bln/Thn : 10 Mei 2010

A. Topik Penyuluhan
Pendidikan kesehatan kepada Tn. H dan keluarga tentang aktivitas post MVR (Mitral
Valve Replacement)

B. Alasan penyuluhan dilakukan :


1. Pasien dan keluarga belum mengetahui tentang aktivitas yang dianjurkan dan
tidak dianjurkan dilakukan di rumah
2. Pasien dan keluarga belum mengetahui tanda dan gejala ketidaksesuaian aktivitas
dengan kemampuan katup
3. Pasien dan keluarga belum mengetahui cara mengelola aktivitas di rumah
4. Pasien dan keluarga belum mengetahui cara menangani keluhan berulang di
rumah

C. Pasien yang disuluh/jumlah/tempat


1. Pasien yang disuluh : Tn. H dan keluarga
2. Jumlah : 2 orang
3. Tempat : Ruang Rapat ICU Dewasa Surgical

D. Metode penyuluhan :
1. Ceramah
2. Diskusi

E. Ringkasan materi Penyuluhan :


1. Pengertian MVR
MVR (Mitral Valve Replacement) adalah penggantian katup mitral dengan
menggunakan katup buatan mekanik atau bioprothesa dengan tindakan bedah
jantung terbuka

2. Jenis katup jantung buatan :


a. Katup mekanik
1) Katup dengan bola terkurung
2) Katup dengan lempengan terkurung
3) Katup dengan lempengan katup terangkat
b. Katup bioprothesa
1) Katup porcine
2) Katup bovine

3. Aktivitas fisik dan pergerakan di ruang ICU


a. Latihan pasif ekstremitas (kaki, tangan dan leher)
b. Latihan aktif ekstremitas
c. Batuk dan napas dalam setelah diekstubasi
d. Mobilisasi bertahap mulai dari miring kiri-kanan, duduk bersandar
e. Makan dan minum sendiri

4. Aktivitas fisik yang dianjurkan dan tidak dianjurkan dilakukan di rumah


a. Aktivitas yang dianjurkan :
1) Aktivitas pemenuhan kebutuhan sehari-hari (makan, mandi, jalan tidak
terlalu jauh)
2) Aktivitas pekerjaan yang tidak menggunakan tenaga besar (menulis, naik
dengan menggunakan lift)
3) Olahraga ringan (jalan kaki, senam ringan

b. Aktivitas yang tidak dianjurkan


1) Aktivitas berat dengan menggunakan energi berlebih
2) Aktivitas dengan menggunakan otot dada berlebih

5. Tanda dan gejala ketidaksesuaian aktivitas dengan kemampuan katup


Bila pada saat aktivitas ditemukan keluhan seperti :
a. Cepat lelah
b. Pusing, berkunang-kunang
c. Sesak napas dengan aktivitas berat, bila tanpa aktivitas sesak napas
d. Hemoptisis (meskipun sangat jarang, biasanya terjadi pada tingkat MS berat)
e. Berdebar-debar
f. Abdominal distance
g. Oedema ekstremitas

6. Cara mengelola aktivitas di rumah


a. Rencanakan sesuai kemampuan
b. Sesuaikan aktivitas yang akan dilakukan dengan kondisi mood dan asupan
makanan pada hari itu
c. Jangan paksakan aktivitas bila sudah muncul keluhan
d. Cek nadi sebelum, selama dan sesudah aktivitas
e. Hindari faktor risiko berulangnya keluhan karena mengindikasikan tidak
maksimalnya fungsi katup yang ditanam (mengkonsumsi alcohol, asupan
kolesterol berlebih dan kebersihan diri)
f. Kalau perlu minta didampingi oleh orang lain dalam aktivitas (kerabat,
fisioterapist)

7. Cara menangani keluhan berulang di rumah


a. Hentikan semua aktivitas bila keluhan muncul
b. Minum obat yang dianjurkan dari dokter
c. Posisikan tubuh rileks dan tarik napas dalam
d. Hubungi dokter yang merawat atau rumah sakit terdekat

F. Hasil Diskusi
1. Pasien dan keluarga mengerti dan dapat menjelaskan kembali tentang aktivitas
yang dianjurkan dan tidak dianjurkan dilakukan di rumah
2. Pasien dan keluarga mengerti dan dapat menjelaskan kembali tanda dan gejala
ketidaksesuaian aktivitas dengan kemampuan katup
3. Pasien dan keluarga mengerti dan dapat menjelaskan kembali cara mengelola
aktivitas di rumah
4. Pasien dan keluarga mengerti dan dapat menjelaskan kembali cara menangani
keluhan berulang di rumah

G. Kesimpulan
Pasien Tn. H dan keluarga sudah mengetahui dan dapat menjelaskan kembali tentang
aktivitas post MVR

H. Saran
1. Pasien dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri, optimal dan
maksimal sesuai dengan kondisinya yang telah diganti katup alaminya dengan
katup buatan
2. Pasien senantiasa mengecek nadi sebelum, selama dan sesudah aktivitas
3. Pasien senantiasa memeriksakan diri secara rutin ke rumah sakit terutama bila
muncul keluhan
I. Rujukan
1. C. Norman, John, Cardiac surgery, Aplleton-Century-Crofts-Educational Div,
Meredith Co, New York, 1992

2. Hudak and Gallo, Keperawatan kritis : pendekatan holistic, EGC, Jakarta, 1995

3. L. Underhill, Sandra, Acquired valvular heart disease, cardiac nursing

4. M.Beal ,John,Critical Care for Surgical Patient,Mc Millan Publishing Co,New


York 2005

Jakarta, 10 Mei 2010

Mengetahui,
Ka. Ops. UPF ICU, Anestesi, Perfusi

Ns. Suryani Rahman, S.Kp Ns. Rini Pujiastuti, Amd.Kep