P. 1
Baru Bisnis Asap Cair

Baru Bisnis Asap Cair

|Views: 329|Likes:
Dipublikasikan oleh Papa Jhon

More info:

Published by: Papa Jhon on Oct 07, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

Baru : Bisnis Asap Cair…!

Posted: Desember 19, 2008 by Abidanish in asap cair Tag:asap cair, bisnis asap cair

41

Rate This

Satu setengah tahun tempurung kelapa itu teronggok tak terjamah. Imam Nurhidayat membiarkan limbah pengolahan VCO itu membukit. Namun, isu makanan berpengawet formalin pada 2006 membangkitkan naluri bisnisnya. Ia membakar tempurung, mengalirkan asap melalui pipa besi nirkarat, dan mengolahnya di tabung kondensasi menjadi asap cair. Kini ia memasarkan 2.300 liter dan beromzet Rp46-juta sebulan. Dua tahun lalu, penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan merebak. Padahal, Badan Pengawasan Obat dan Makanan melarang penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan. Sebab, formalin berdampak buruk bagi kesehatan seperti memicu depresi susunan saraf, memperlambat peredaran darah, dan kencing darah. Jebolan Universitas Islam Indonesia itu menawarkan asap cair yang terbukti aman sebagai pengganti formalin. Imam Nurhidayat menjual asap cair Rp20.000 per liter. Asap cair hasil pembakaran tempurung kelapa. Seliter asap cair berasal dari 3 kg tempurung. Dari volume produksi 2.300 liter, 2.000 liter di antaranya terserap pasar Bandung, Semarang, dan Surabaya. Selebihnya habis terserap para pedagang mi, bakso, tahu, dan ayam potong di Yogyakarta. Produsen mi tinggal mengencerkan asap cair murni 20 kali alias menambahkan 19 liter air bersih ke dalamnya. Jadi dari seliter asap cair murni menjadi 20 liter asap cair encer. Untuk pengawetan

untuk memperoleh laba itu tak semudah memejamkan mata saat kantuk. Omzet pria kelahiran 8 September 1933 itu bakal menggelembung pada bulan mendatang. Namun.juta. dan karbonil itu antara lain bermanfaat sebagai pengawet makanan. Karena multimanfaat pantas jika pasar terbuka lebar.200 per kg omzetnya Rp24. Ia lebih berkonsentrasi untuk memenuhi permintaan Shengyang Xudong ketimbang importir lain. itu biaya produksi sekilo arang aktif Rp600 sehingga laba bersihnya Rp12juta tiap bulan. pupuk. harga cocofiber alias serat sabut US$200-US$205 per ton setara Rp2-juta pada kurs Rp10. Di luar permintaan Korea dan Belgia. Konsumennya rumah makan di Yogyakarta dan Jawa Tengah. jok kursi. baru sanggup memasok 2.mi. memasarkan 20 ton arang aktif per bulan. produsen kasur pegas dan mebel. Imam Nurhidayat. Mari lihat Roeswan Roesli yang 10 tahun terakhir mengekspor serat sabut ke Belgia dan Korea Selatan masing-masing 1 kontainer setara 22 ton. Ari Hardono. Pendapatannya Rp44juta. Serapan besar Asap cair komoditas baru yang mulai sohor setahun terakhir. Namun. seluruh produksi berupa serat sabut ia tampung untuk memenuhi pasar ekspor.300 liter dari total permintaan rutin 10 ton sebulan. Di pasar internasional. untuk meneken kontrak dengan Shengyang Xudong. Mereka menggunakan arang aktif sebagai bahan bakar. Dengan harga Rp1. ia tengah bersiap terbang ke Shanghai.’ ujar Roeswan. Karena terbilang baru. memasarkan komoditas itu relatif sulit pada mulanya. Pasar karbon dan arang aktif tak kalah besar. desinfektan. Lebih singkat memang ketimbang pengawetan dengan formalin. Satu kg arang aktif hasil pembakaran 9-10 tempurung kelapa. ‘Sebetulnya saya masih dapat menjual 5-10 kontainer per bulan. Shengyang. atau papan partikel. pembeku karet. Bagi produsen asap cair. Dengan menambahkan asap cair. Produk hasil pembakaran tempurung kelapa dan kayu keras seperti bakau dan rasamala itu populer lantaran multifungsi. meminta pasokan 700 ton serat sabut untuk masa kontrak 12 bulan. Kendala klise adalah bahan baku . ‘Setelah itu kontrak masih mungkin diperpanjang. misalnya. serat sabut. dan arang-semua ‘limbah’ kelapa-terbukti bagus. ia mesti menyiapkan rata-rata 58 ton tiap bulan selama setahun. Langka? Peluang bisnis asap cair. Yang disebut pertama bahan baku tempat tidur pegas. penggunaan asap cair sangat aman. Produk yang mengandung senyawa asam. fenolat. Artinya. ‘limbah’ kelapa lain yang dicari pasar adalah cocofiber alias serat sabut dan arang aktif. Para pemain bisnis komoditas itu bergelimang laba. Alumnus Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung itu bekerja sama dengan produsen skala rumahan di Banten dan Ciamis. Itu karena acap cair komoditas baru di sini. China. produsen hanya menambahkan 2% asap cair encer pada adonan mi. Menurut produsen di Kabupaten Sleman. Roeswan memberikan mesin pengolah sabut kepada mereka.000. Ketika Trubus mewawancarai pada 17 November 2008.’ kata ayah 5 anak itu. antivirus. contohnya. Selain asap cair. dan obat. pemain asap cair masih sedikit. Para pemain itu baru menggeluti bisnis asap cair selama 1-2 tahun. Lalu. pemilik PT Roesmetrix. mi atau bakso bertahan 2 hari pada suhu kamar. Yogyakarta.

‘Ada sabut yang direndam dalam tawas. Total jenderal luas lahan kelapa Indonesia 3. Namun. Hingga kini pasar Belanda yang gemuk dan harga 2 kali lipat lebih mahal ketimbang Korea itu belum terpasok.8. periset dari Balai Penelitian Kelapa dan Palma Lain. Kebumen. Ia memperoleh pasar baru karena importir di negeri Kincir Angin itu bersedia menyerap berapa pun pasokan cocopeat alias serbuk sabut dari Zulhaidir. setiap pekan ia harus mengirimkan 18 ton serat sabut ke Korea Selatan. dan EC 1. produsen di Wanasalam. maksimal kadar air 10%. Pada 30 September 2008. Jahari mengelas.262 ton). Gongdeok. 2 hari sebelum libur Lebaran.5. itu kewalahan memenuhi permintaan riil yang mencapai 1. Sulawesi Utara. Importir antara lain menginginkan standar mutu serbuk sabut ber-pH 5.’ kata Dr Ir Hengky Novarianto. Hasilnya cuma 1 ton cocofiber.juta ha dengan produksi 3. Untuk memenuhi syarat itu Zulhaidir bekerja sama dengan beberapa periset. Kabupaten Lebak. produksi berhenti 4-5 jam. Itulah sebabnya ia memburu serat sabut ke Kabupaten Purworejo. Eksportir di Kulonprogo. Cocopeat adalah cocodust atau butiran sabut yang sudah mendapat perlakuan tertentu sehingga sesuai untuk media tanam. Padahal. berjanji mentransfer biaya serbuk sabut senilai US$22. 268. bukan berarti urusan lancar. Belanda. pada 2002. pisau mesin pembuat cocofiber sepanjang 30 cm kerap patah meski terbuat dari baja setebal 2 cm. Untuk mengatasinya. ‘Jumlah yang diolah masih sangat kecil dibanding limbah yang dihasilkan. Susilo Wirawan mengoperasikan sebuah mesin terpadu berkapasitas 30. Namun. Setiap hari rata-rata 2 pisau patah di mesin berkapasitas 2 ton terdiri atas 12 pasang pisau. dan Surabaya. Benarkah bahan baku langka? Menurut Amrizal Idroes dari Asian Pasific Coconut Community bahan baku sabut dan tempurung sebetulnya memadai. Ia melengkapi pabriknya dengan mesin las.978 ha dengan produksi 456. Keluhan langkanya bahan baku jamak terdengar dari produsen serat dan serbuk sabut.000 ton per bulan. Di fase produksi. Sedangkan sabut dan tempurung sekadar sebagai bahan bakar. Denda & menghilang Standar mutu juga menjadi batu sandungan bagi produsen.terbatas. karena terbatasnya bahan baku pemilik CV Wukir Jaya Makmur itu cuma sanggup mengolah 10. Usai mengikuti pameran tanaman hias Floriade di Aalsmeer.475 ton. Zulhaidir Rawawi girang bukan kepalang. importir di Mapo-gu.03-juta ton pada 2007. Di beberapa sentra kelapa seperti Sulawesi Utara dan Riau.’ kata Zul.’ ujar Jahari B Iskak.000 sabut. Artinya total produksi 7 ton sepekan. ada pula cocodust yang disteam. hingga 21 . Direktorat Perkebunan mencatat pada 2007 luas lahan kelapa di Provinsi Riau 627.737 ha (223. Yogyakarta. Jika kontinuitas bahan baku terjaga. Korea Selatan.000 sabut per hari. Provinsi Banten.883 setara Rp220-juta ke rekening Zul. tapi hasilnya nihil. Selama ini sebagian besar pekebun hanya mengolah daging buah menjadi minyak. kadar garam 1%. kedua bahan itu belum diolah. Soal pembayaran atas barang ekspor juga menjadi hambatan. ‘Kalau sudah patah.

200 liter asap cair per bulan. Puji yang sehari-hari bekerja di Politeknik Lampung itu menangguk laba bersih Rp6.500 per liter. Dari hulu hingga hilir. kualitas meningkat lantaran karet lebih putih. Ia menikmati bahan baku gratis hingga 3 bulan ke depan. Roeswan Roesli. Jakarta Utara. serat sabut.000 setara Rp18-juta. ternyata terdapat selisih minus 8 ton sehingga importir mendenda Roeswan US$2. Ia berkali-kali menelepon perusahaan itu. aroma busuk karet hilang. Produsen di Lampung itu memproduksi 1.’ ujar Zulhaidir. dan arang aktif terbukti penuh kendala. Saat itu 2 perusahaan menawarkan mesin berkapasitas 200 kg per hari seharga Rp80-juta tunai. Setiap hari pria 42 tahun itu membakar 109 kg tempurung kelapa. Pelabuhan Muaraangke. Puji memperoleh bahan baku gratis dari produsen kopra. Calon produsen juga mesti berhati-hati atas penawaran kerja sama seperti pada 1999. Akibatnya produksi terhenti. Dengan asap cair. Janji itu terpenuhi memang. Imam Nurhidayat pernah mensurvei kebutuhan asap cair di pelelangan ikan di berbagai kota di Jawa. tak ada lagi protes dari masyarakat di sekitar pabrik pengolahan karet. Kalimantan. Pertama. Itulah sebabnya calon plasma sebaiknya mengecek kredibilitas perusahaan ke lembaga perkelapaan seperti MAPI (Masyarakat Perkelapaan Indonesia) atau Dewan Kelapa Indonesia. dan Sulawesi.6-juta per bulan. Biasanya para pekebun membekukan lateks dengan asam semut atau asam format. pekebun cuma perlu 1 liter asap cair. Faedah lain. Namun. memerlukan . Berbagai alat seperti tungku pembakaran dan kondensasi menyita lahan seluas lapangan voli. Untuk menggumpalkan 200 liter getah karet. Penambahan asam semut justru memicu pertumbuhan bakteri sehingga muncul amonia dan sulfida yang berbau busuk. tapi ratusan orang. Maklum. Setelah itu perusahaan inti menghilang. tapi tak ada jawaban. Karena bersifat anticendawan. Perusahaan itu menjamin pemasaran berapa pun produksi serat dan serbuk sabut produsen plasma. Setidaknya 2 faedah besar mereka peroleh. ketika berbagai hambatan itu teratasi para produsen seperti Puji Wiyono menangguk laba besar. misalnya. antibakteri. Itu lebih rendah ketimbang harga asap cair pada umumnya yang rata-rata Rp20. dari produksi hingga pemasaran. Setelah serbuk sabut tiba di Taiwan. Zulhaidir memasok serbuk ke perusahaan itu sejak Mei 2008.000-an. beberapa tahun silam bagai menelan pil getir gara-gara bobot serbuk sabut yang ia kirim ke Taiwan tak sesuai dengan dokumen ekspor. Hasilnya 40 liter asap cair yang ia jual Rp12. Penggunaan asap cair juga ekonomis. ‘Yang tertipu bukan hanya 1-2 orang. Puji memasarkan asap cair kepada para pekebun karet di Lampung. sebelumnya tak pernah dipikirkannya. Saat itu ia mempercayakan pasokan dan penimbangan balok serbuk sabut kepada perusahaan plasma. dan antioksidan maka pembekuan dengan asap cair menghilangkan bau busuk itu. Ada produsen mitra yang mesti merintis pasar. Laba mengalir Berbisnis ‘limbah’ kelapa seperti asap cair. tetapi cuma 6 bulan.November 2008 transfer itu belum ia terima. Mereka memanfaatkan asap cair sebagai penggumpal lateks. eksportir di Jakarta.

juta atau Rp10-juta per bulan. Ia menawarkan diri untuk memasok dan diluluskan.5 ton asap cair. Kecil? Tunggu dulu. Sebagai produsen asap cair. Sebab.800 per kg. Puji tak perlu lagi mengeluarkan biaya produksi untuk memperoleh keduanya. 30% serat. Harga jual arang itu Rp3.000 per liter. Tuban. mirip Rawabelong. Dengan produksi 8. cocofiber lebih kuat melindungi per dan tidak mengundang kutu.5. ‘Rata-rata sebuah pelabuhan ikan memerlukan 5 ton asap cair per hari. Jangankan memenuhi permintaan importir di Korea Selatan mencapai 10. membandingkan cocofiber dan busa sebagai bahan baku kasur pegas. Asli Malin menuai 90 ton cocopeat yang memberikan laba bersih Rp27-juta sebulan. Produsen serat sabut berarti juga produsen cocopeat alias serbuk.000 sabut per hari. Jakarta Barat. Pada 1999 Zul memutuskan berhenti bekerja setelah rutin . Korea Selatan. Setiap bulan pria kelahiran 6 Juni 1966 itu menuai 300 liter tar yang habis diborong para produsen kusen. Asli Malin. eksportir di Jakarta memborong serat Rp1. order eksportir di Jakarta saja belum ia layani sepenuhnya. itu memproduksi 1. Jawa Barat. Satu produk tambahan lagi adalah arang aktif yang mencapai 750 kg per bulan. Pria kelahiran 17 April 1946 itu. Di sanalah ia melihat cocopeat bikinan Sri Lanka. Setiap pekan.7 ton per hari.000 ton per tahun. tambahan labanya mencapai Rp1. pelaku bisnis serat sabut di berbagai kota kewalahan memenuhi tingginya permintaan.’ kata Imam Nurhidayat.2 ton serat hasil olahan 18. 70% dari kulit kelapa terdiri atas serbuk. Jawa Timur. Saat bertugas ke sana. Seperti halnya asap cair. ia menyempatkan diri mengunjungi sentra tanaman hias di Inchon. Puji Wiyono juga memperoleh 2 produk sampingan berupa: tar dan arang aktif. Siapa tak tergiur laba menjulang? Mungkin karena itulah Zulhaidir Rawawi berhenti bekerja di perusahaan asing di Jakarta meski bergaji besar. Ia memilih menekuni bisnis cocopeat. Bisnis empuk Pasar cocofiber alias serat sabut kelapa tak kalah empuk. Tar terkumpul dan keluar melalui kran sebelum asap memasuki tangki kondensasi karena bobot jenis lebih tinggi ketimbang asap. dan filter air. memetik laba bersih Rp300 per kg.25-juta saban bulan. Tar bermanfaat mengawetkan kayu lantaran bersifat antirayap. Semua bermula dari tugas Zulhaidir sebagai general manager yang kerap memaparkan laporan keuangan kepada pemegang saham di Seoul. Ini pasar potensial untuk menjual asap cair. produsen di Depok. Artinya total jenderal laba bersih Malin dari pengolahan sabut mencapai Rp37-juta sebulan. Sumatera Barat. Dengan harga jual Rp6. salah satu contoh. 5. dan jabatan tinggi.8-juta per bulan. Produsen serat sabut di Pariaman. laba bersihnya Rp2.000 per kg sehingga mempergemuk rekeningnya hingga Rp2. fasilitas memadai. Berdasarkan lacakan Trubus.’ kata Ir Omar Sidik. kasur pegas. papan partikel.4 ton per pekan. jok kursi. Itu baru dari cocofiber. ‘Dibanding busa. serat sabut juga multiguna antara lain sebagai pengisi jok mobil.

Gosong oke Selain asap cair.000 ton arang aktif per bulan. dan cocopeat. Mereka lalu menghancurkan arang dan mengolahnya menjadi briket. pasti menghasilkan cocofiber atau sebaliknya. cocofiber. Lima puluh rupiah tak bisa dibilang kecil karena secara akumulasi laba bersihnya Rp150-juta. Apalagi sejak Desember 2008 ia juga mesti memenuhi order Garden Landscape.mengekspor cocopeat selama setahun. Masih ada 5. Di . Satu kg cocopeat berasal dari 2. Sayang. Belum lagi produsen springbed asing yang mengajak bekerja sama. keuntungan Djaya lebih kecil. Soal peluang bisnis cocopeat menurut Zul pasar terbuka luas. Korea Selatan. Boleh jadi lantaran teknologi produksi asap cair terbilang baru di Indonesia.500 per kg arang aktif. ‘Minimal ambil untung Rp50 per kg. beberapa produsen hanya mengolah arang aktif.000 ton permintaan rutin per bulan yang belum dapat Djaya penuhi. sebuah produsen springbed memerlukan 20 ton cocofiber per bulan. Namun. Balok cocopeat yang ia ekspor berukuran 80 cm x 80 cm x 80 cm berbobot 5 kg. Melalui ban berjalan arang lolos sortir masuk ke mesin penghancur. Zulhaidir memperoleh 17 ton cocofiber per bulan. Zul sebetulnya masih mampu memasarkan hingga 3 kontainer cocopeat lagi. Provinsi Lampung. Djaya Suryana sejak 2002 memasok arang aktif ke sebuah perusahaan di Tanjungbintang.4-juta saban bulan.5-juta sebulan. Setidaknya ada 4 produsen asal China dan 2 asal Vietnam yang minta pasokan rutin cocofiber kepada Zul.5 kg sabut kelapa.600. Sebagai gambaran. ia merahasiakan harga jual ke produsen karbon aktif. Mestinya laba Doddy lebih besar jika saja setiap bulan mampu memenuhi permintaan rutin dari Yunani dan Timur Tengah masing-masing 22 ton dan 88 ton. Dengan harga jual Rp2. Garden Landscape meminta kiriman 10. ia menangguk omzet Rp37. Menurut Doddy biaya produksi per kg briket Rp3. Sayang. Ia membersihkan arang hasil pembakaran tempurung kelapa di mesin diesel 30 PK. Serat sabut itu ludes terserap produsen kasur pegas di pasar domestik. olahan ‘limbah’ kelapa lain adalah arang aktif. produksinya masih terbatas.’ kata Djaya.500 per kg. Margin perniagaan barang gosong itu Rp7.000 papan berukuran 50 cm x 20 cm x 2 cm per bulan. Harga jual cocopeat di pasar ekspor mencapai Rp2. Menurut dia biaya produksi 1 kg cocofibre dan 2 kg cocopeat-dari 5 kg sabut-Rp1. Importir di Singapura itu meminta pasokan rutin papan tempat tumbuh anggrek berbahan baku cocopeat. ‘Saya kewalahan melayani permintaan cocofiber. Bila memproduksi cocopeat. Ia bisa memasarkan produk cocopeat milik produsen lain asal sesuai standar mutu. Dari pembakaran 15 ton tempurung ia memperoleh 5 ton arang aktif per bulan. Memang dibanding laba Doddy Suparno dan Oka Bagus Panuntun. Itu total biaya karena cocopeat dan cocofibre dihasilkan dari satu kesatuan bahan.2-juta.600 per kg sehingga omzetnya Rp57. Ketika keluar arang melewati saringan baja sehingga hasilnya seragam. Doddy mengutip laba Rp1.000. Djaya memasarkan 3.200 per kg. Kini ia rutin mengirimkan 22 ton cocopeat per bulan memenuhi permintaan seorang importir di Inchon. Harga jual saat ini Rp4. Idealnya pengolahan arang aktif terpadu dengan asap cair. Laba bersih penjualan cocopeat dan cocofiber mencapai Rp22-juta sebulan.’ ujar Zul yang menginvestasikan Rp200-juta ketika memulai bisnis.

Niken Anggrek Wulan) From Trubus-online. Imam Wiguna. > > benzopiren memang sangat berbahaya bagi tubuh jika masuk melalui makanan atau minuman. Dengan harga jual Rp2. Djaja Putra Rachmat. membuktikannya.id 1 desember 2008 Pemurnian Asap Cair Posted: Desember 21. Ia bersedia menjembatani produsen cocopeat atau cocofiber untuk memasarkan produk ke mancanegara. Pasar olahan ‘limbah’ kelapa terbukti luas. Kepala Bidang Pemasaran Dewan Kelapa Indonesia.000. Menurut Djaja pesaing Indonesia adalah Sri Lanka yang lebih dulu serius menekuni bisnis itu.’ kata Djaja.? mohon balasan dikirim melalui email saya terimakasih. Tepung batok bahan baku obat nyamuk bakar. Pria kelahiran 11 Agustus 1971 itu menggiling tempurung kelapa menjadi tepung. laba bersihnya Rp75. ‘Asal kontinuitas dan kualitas terjaga.350 ton tepung per bulan. Volume produksi ‘baru’ 50 ton sebulan terserap sebuah pabrik obat nyamuk. Menurut Agus pasar tepung terbentang luas. 2008 by Abidanish in asap cair 5 1 Votes cara menghilangkan senyawa benzoapiren dalam asap cair bagaimana? karena disinyalir pada asap cair grade 1 pun masih mengandung senyawa benzoapiren. (Sardi Duryatmo/Peliput: Andretha Helmina.juta. Ari Chaidir. Sabut dan tempurung kelapa yang selama ini dipandang sebelah mata ternyata komoditas prospektif yang menjanjikan laba besar.luar olahan ‘limbah kelapa’ itu sebetulnya masih ada produk turunan lagi seperti tepung tempurung seperti digeluti oleh Agus Setiawan. . pasar sangat besar. kandungan benzopiren memang masih sangat banyak dalam asap cair grade 1 (tanpa treatment). Rendemen 90%-10 kg tempurung menjadi 9 kg tepung. hal ini dapat menyebabkan kanker masih bahaya bukan untuk pengawet bagi makanan.500 dan biaya produksi Rp1.co. Faiz Yajri. Selama sebulan sejak 23 Agustus 2008 ia berkeliling Belanda dan Jerman menemui para importir olahan ‘limbah’ kelapa. Ia belum sanggup melayani order rutin 1.

menunjukan kandungan benzopiren yang sangat kecil (undetected). melakukan sedimentasi / settling pada asap cair grade 1 selama 1 minggu. mudah bukan. untuk menghilangkan senyawa benzpiren sangat gampang mas. ada beberapa langkah treatment pada asap cair grade 1 untuk dapat layak dikonsumsi sebagai pengawet... lakukan penyaringan dengan zeoilit. gmana. untuk dikonsumsi sebagai pengawet. pada grade 2. 1.? hasil uji lab. 2. lakukan distilasi ulang pada asap cair grade 1.nah.? Asap Cair (3) Membuat Asap Cair Posted: Desember 19. endapan benzxopiren yang terdapat dalam tar akan mengendap dan dipisahkan. 3. 2008 by Abidanish in asap cair Tag:pirolisis 36 1 Votes . so aman.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->