Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

PT. TELKOM KANCATEL SINDANGLAYA


JALAN RAYA CIPANAS NO. 107
CIPANAS

Disusun Oleh:

Nama : Aditya Pradana


NIS : 0708 00270
Program Keahlian : Administrasi Perkantoran

SMK NEGERI 1 CIPANAS


Jalan Raya Sindanglaya KM. Cianjur
Telp (0263) 518603
2010

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


LAPORAN PRAKTIK INDUSTRI
DI PT. TELKOM KANCATEL SINDANGLAYA
JALAN RAYA CIPANAS NO. 107
CIPANAS - CIANJUR

Laporan ini disusun untuk melengkapi Persyaratan Kelulusan


Tahun Pelajaran 2009 / 2010 di SMK Negeri 1 Cipanas
Cianjur

Disusun Oleh :

Aditya Pradana
No. Induk : 0809 00270

Program Keahlian : Administrasi Perkantoran

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 CIPANAS


CIANJUR
2010

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Lembar Pengesahan

Cianjur, April 2010


Pembimbing Sekolah, Penulis,

Rina Oktaria, S.Pd. Aditya Pradana


NIP.............................................. NIS. 0708 00270

Pembimbing Institusi Ketua Program Keahlian


Sekolah

Thomas Nur Kamal Rina Oktaria, S.Pd


NIK.612074 NIP..................................

JM PT. TELKOM,
Kancatel Sindanglaya

Widodo Yuwono
NIK. 740269

Mengetahui,
Kepala SMK Negeri 1 Cipanas

Supriyanto,MM.Pd
NIK. ..................

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Kata Pengantar

Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan Laporan Praktik
Industri di PT TELKOM Sindanglaya ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa
kendala.

Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Praktik Industri ini adalah untuk
melengkapi Persyaratan Kelulusan Tahun Pelajaran 2009/2010 di SMK Negeri 1
Cipanas Cianjur.

Adapun penyusunan Laporan Praktik Industri ini berdasarkan data-data yang


dipraktikan peroleh selama melakukan Praktik Industri, serta data-data dan
keterangan dari pembimbing maupun staff.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Praktik Industri ini


tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini
Praktikan menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Cipanas Bpk. Supriyanto beserta keluarganya.


2. Seluruh guru-guru SMK Negeri 1 Cipanas yang saya hormati.
3. Kepada JM Catel Sindanglaya Widodo Yuwono.
4. AJM Service sekaligus pembimbing DU/DI Thomas Nur Kamal.
5. AJM Support LUKMAN HAKIM
6. AJM SPO SV SDL DJAKA WIDAYAT.
7. Seluruh karyawan dan karyawati yang tak mungkin disebutkan satu persatu.
7. Kedua orang tua yang telah mendukung dan memberikan doa restu.
8. Pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, atas bantuan dan doa
restu yang berhubungan dengan kegiatan Praktik Industri.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih


banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk itu
kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


kesempurnaan Laporan Praktik Industri ini, atau dapat dikirimkan melalui alamat
Email adhietya.pradhana@yahoo.co.id.

Demikian kata pengantar ini dibuat, semoga dapat bermanfaat, khususnya


bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya.

Cianjur, 18 April 2010

Penulis

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


DAFTAR ISI

Halaman Judul
Halaman pengesahan
Kata pengantar
Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Pengertian praktik industri
1.3 Tujuan praktik industri
1.4 Sistematika penulisan laporan

BAB II PELAKSANAAN KERJA PADA PT. TELKOM SINDANGLAYA


2.1 Sejarah singkat Telkom
2.2 Produk PT. TELKOM
2.3 Struktur organisasi
2.4 Uraian tugas
2.5 Bidang dan produk yang dihasilkan

BAB III PELAKSANAAN KERJA PADA PT. TELKOM SINDANGLAYA


3.1 Pengamatan di telkom
3.2 Kegiatan praktik industri

BAB IV PENUTUPAN
4.1 Kesimpulan
4.2 Kritk dan saran
4.2.1 Kritik dan saran bagi untuk sekolah
4.2.2 Kritik dan saran untuk industri
4.3 Kata penutup
LAMPIRAN – LAMPIRAN

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pada dasarnya, Pendidikan dengan Sistem Ganda ( PSG ) adalah bentuk


penyelenggaraan Pendidikan Keahlian Kejuruan ( SMK ) dengan Dunia Usaha /
Dunia Industri ( DU / DI ), evaluasi keberhasilan siswa sampai dengan pemasaran
tamatan. Program pendidikan dan pelatihan PSG memuat aspek - aspek
pendidikan, meliputi :

1. Komponen Normatif, meliputi mata pelajaran :


PPKN, Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Jasmani
dan
Kesehatan.
2. Komponen Adaptif, meliputi mata pelajaran :
Matematika, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia.
3. Komponen Kejuruan, yaitu mata pelajaran teori – teori kejuruan dalam lingkup
suatu program studi tertentu.
4. Komponen praktik dasar kejuruan yang meliputi praktik penunjang dalam
melakukan beberapa jenis pekerjaan yang relevan di Dunia Usaha / Dunia
Industri, yang berada di dalam lingkup profil tamatan dari program studi
tertentu.
5. Komponen Praktik Industri yang meliputi praktik kerja langsung pada Dunia
Usaha / Dunia Industri.

Dari berbagai pengalaman SMK menyelenggarakan program PSG, komponen


Normatif dan Adaptif dilaksanakan di sekolah. Komponen teori kejuruan
dilaksanakan di sekolah, komponen praktik dasar kejuruan dapat dilaksanakan
sebagian di sekolah dan sebagian di industri, sedang komponen Praktik Industri
sepenuhnya dilaksanakan di industri.

Praktik Industri adalah Praktik Keahlian Produktif yang dilaksanakan di


Industri, berbentuk penerapan ilmu-ilmu yang telah diberikan di sekolah dengan

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


mengerjakan pekerjaan produksi atau jasa ( pekerjaan yang sesungguhnya) di
Industri / Perusahaan.

1.2 Tujuan praktik industri

Pelaksanaan Praktik Industri merupakan salah satu upaya mencapai tujuan


penyelenggaraan PSG, yaitu :

1. Menghasilkan siswa yang memiliki keahlian profesional, yaitu tenaga kerja


yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang sesuai
dengan tuntutan lapangan kerja.
2. Memperkokoh keterkaitan dan kesepadanan ( link and match ) antara sekolah
dengan dunia kerja.
3. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang
berkualitas.
4. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai
bagian dari proses pendidikan.
5. Untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti UAN (Ujian Akhir Nasional)
tahun ajaran 2010-2011
6. Untuk mengahasilkan tenaga kerja yang profesional dan siap pakai.
7. Menambah pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan di dunia usaha.
8. Untuk mengetahui lebih jelas dunia kerja yang sebenarnya.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


1.4. Sistematika Penulisan Laporan

BAB I. PENDAHULUAN:

Pada bab ini akan dipaparkan mengenai Latar Belakang, Pengertian Praktik
Industri, Tujuan Praktik Industri, dan Sistematika Penulisan Laporan.

BAB II. Gambaran Umum PT. TELKOM Sindanglaya:

Pada bab ini akan dipaparkan sejarah, profil perusahaan PT. TELKOM
Sindanglaya.

BAB III. Kegiatan Praktik Industri:

Isi dari bab ini adalah keseluruhan kegiatan Praktikan selama melaksanakan
Praktik Industri di PT. TELKOM Sindanglaya, yang akan dijelaskan dalam
beberapa tahap laporan.

BAB IV. Penutup:

Pada akhir laporan akan dipaparkan kesimpulan serta kritik dan saran dari
Praktikan selama melaksanakan Praktik Industri di PT. TELKOM Sindanglaya.

LAMPIRAN:

Berupa data yang didapatkan pada saat melaksanakan Praktik Industri di PT.
TELKOM.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


BAB ll

GAMBARAN PT. TELKOM KANCATEL SINDANGLAYA

2.1 Sejarah Telkom

PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. atau dikenal dengan PT. Telkom adalah
perusahaan penyedia jasa informasi dan komunikasi dengan produk unggulannya
adalah Telepon Jaringan ( Telepon Rumah Telkom dan Telepon tanpa Jarungan /
Wireless ( FLEXI ). Adapun sejarah singkat PT. Telkom adalah sebagai berikut :

 Era Kolonial

Pada tahun 1882, didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos
dan telegraf. Layanan komunikasi kemudian dikonsolidasikan oleh Pemerintah
Hindia Belanda ke dalam jawatan Post Telegraaf Telefoon (PTT).

 Perusahaan Negara

Pada tahun 1961, status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan
Telekomunikasi (PN Postel). Kemudian pada tahun 1965, PN Postel dipecah
menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro) dan Perusahaan
Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).

 Perumtel

Pada tahun 1974, PN Telekomunikasi diubah namanya menjadi Perusahaan


Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi
nasional maupun internasional. Tahun 1980 seluruh saham PT. Indonesian
Satellite Corporation Tbk. (Indosat) diambil alih oleh pemerintah RI menjadi
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyelenggarakan jasa
telekomunikasi internasional, terpisah dari Perumtel. Pada tahun 1989, ditetapkan
Undang-undang Nomor 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, yang juga
mengatur peran swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi.

 PT. Telkom ( Persero )

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Pada tahun 1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan
(Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25
Tahun 1991.

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk

Pada tanggal 14 November 1995 dilakukan Penawaran Umum Perdana saham


TELKOM. Sejak itu saham TELKOM tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek
Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), Bursa Saham New York (NYSE) dan
Bursa Saham London (LSE). Saham TELKOM juga diperdagangkan tanpa
pencatatan di Bursa Saham Tokyo.

Tahun 1999 ditetapkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang


Penghapusan Monopoli Penyelenggaraan Telekomunikasi. Memasuki abad ke-21,
Pemerintah Indonesia melakukan diregulasi di sektor telekomunikasi dengan
membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, Telkom tidak lagi
memonopoli telekomukikasi Indonesia.

Tahun 2001 TELKOM membeli 35% saham Telkomsel dari PT INDOSAT


sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di
Indonesia yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan
kepemilikan silang antara PT. TELKOM dan PT. INDOSAT. Sejak bulan
Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.

2.2 Produk PT.Telkom

2.2.1 VOICE 1. Wireline : Fixed phone ( Telepon Rumah ):


2. Wireless : - Flexi Classy
- Flexi Trendy

2.2.2 DATA : 1. Faximile


2. Internet : - Telkomnet instan ( dial up )
- Speedy ( dedicated )

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


2.3 Stuktur organisasi

Struktur Organisasi PT. Telkom Kancatel Sindanglaya

JM KANCATEL SDL
WIDODO YUWONO

AJM AJM SPV SO SDL


SERVICE ADM SUPPORT DJAKA WIDAYAT
THOMAS NUR KAMAL LUKMAN HAKIM

DUTY MANAGER
KURHANA OFFICER TOS SDL
SERVICE POINT ADMINISTRATION BENNY SULAEMAN
DION EKO SUHARDI HIDAYAT
NURAENI RAHMI B CECE

Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. Telkom Kancatel Sindanglaya

2.3 Uraian Tugas

a. JUNIOR MANAGER Kancatel Sindanglaya, bertugas sebagai Pemimpin


jalannya tugas-tugas karyawan yang ada dikantor PT.Telkom Kancatel
Sindanglaya, dan bertanggung jawab atas jalannya tugas-tugas tersebut.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


b. Ass Junior Manager SERVICE, bertugas sebagai koordinator dalam
mengelola penjualan produk ( seperti : Telepon Wireline, Flexi dan Speedy )
serta memonitor dan memelihara kehandalan produk-produk yang dipasarkan.

c. Ass Junior Manager SUPPORT, bertugas sebagai penanggung jawab untuk


memonitor terhadap seluruh pendapatan serta laporannya, memonitor terhadap
jumlah tunggakan baik Telepon, Flexi ataupun Speedy serta laporan
pembukuannya dan mengendalikan cabutan / penghentian layanan terhadap
pelanggan.

d. SPV SO ACCESS SDL, bertugas sebagai Pemimpin pekerjaan lapangan


pekerjaan, seperti pemasangan atau pengukuran kabel-kabel telepon

e. Service Point, bertugas melayani pelanggan antara lain: Pasang Speedy, PSB,
Pasang kembali, Mutasi, Gangguan Telepon, dan Informasi lainnya.

f. Technician Operation Support, bertugas sebagai pelaksana dan pengendali


operasional langsung lapangan.

2.4 Bidang Pekerjaan dan Produk yang dihasilkan

 Bidang Pekerjaan

Jasa yang disediakan Telkom dibagi menjadi dua kelompok, jasa


Telekomunikasi dasar dan non jasa Telekomunikasi dasar. Pengelompokan ini
pun belum dilaksanakan secara tegas, mengingat teknologi komunikasi dan
informasi berkembang dengan pesat. Bisnis utama Telkom saat ini adalah
menyediakan Public Switch Telephone Network (PSTN) dan menyelenggarakan
jasa melalui PSTN.

Jenis jasa telekomuniksi yang sudah beroperasi sampai sekarang ini adalah:

a. Telepon dalam negeri ( lokal dan SLJJ )


b. Jasa interkoneksi kepada penyelenggara telekomunikasi
c. Jasa telepon bergerak seluler ( Flexi )
d. Jasa Internet ( Telkomnet Instan dan Speedy )

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


e. Jasa lainnya ( Vallue Added Service )

Jasa telepon dalam negeri merupakan layanan jasa utama PT.Telkom yang
memberikan pendapatan terbesar., tetapi untuk sekarang ini jasa telepon luar
negeripun merupakan pendapat Telkom lainnya. Komposisi pendapat layanan jasa
utama ini meliputi : Pasang baru telepon, biaya abodemen (langganan) bulanan
dan biaya pemakaian telepon untuk panggilan lokal, interlokal / SLJJ dan SLI.
Dari catatan tahun-tahun yang lalu, ternyata kontribusi terbesar berasal dari biaya
pemakaian telepon. Pelayanan jasa telepon dalam negeri ini juga termasuk
penyediaan layanan telekomunikasi untuk umum seperti Wartel, Telepon umum
coin ( TUC ), telepon umum kartu ( TUK ), dan telepon umum pelanggan ( TUP ).

Untuk telepon umum coin sampai saat ini masih dikelola oleh Telkom.
Sedangkan untuk pendirian telepon umum pelanggan terlebih dahulu Telkom
memberikan penawaran kepada masyarakat siapa yang mau mendirikan telepon
umum pelanggan tersebut. Dan dalam hal pemasangan telepon umum pelanggan
dini dituntut biaya pemasangannya, dengan system bagi hasil ( Sharing ),
sehingga kedua belah pihak mendapatkan keuntungan dan tidak ada yang
dirugikan.

Disamping mendapatkan pendapatan dari pelanggan untuk jasa telepon dalam


negeri, Telkom juga memperoleh pendapatan interkoneksi dari penyelenggaran
Telekomunikasi lainnya, seperti dari penyelenggaraan Telekomunikasi
internasional dan STBS ( System Telepon Bergerak Seluler).

Pendapatan interkoneksi antara lain diperoleh dari PT. INDOSAT dan


SATELINDO. Selain pendapatan interkoneksi Telkom juga berpartisispasi dalam
menyelenggarakan STBS, melalui usaha patungan ataupun dengan pola bagi hasil.
Sementara itu penyewa Stansponder satelit mulai tahun 1996 beralih kepada
satelindo, namun Telkom terus melakukan pelayanan jasa stasiun bumi untuk
hubungan telekomunikasi melalui sistem satelit komunikasi.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


 Serpo (Service point)

Pada kegiatan yang dilakukan ini adalah menerima pengaduan gangguan dari
pelanggan baik yang datang ke Plasa maupun melalui telepon ke bagian
pengaduan. Data-data yang harus diperoleh dari pelanggan antaralain ; nama,
alamat, jenis gangguan. Kemudian data – data itu dimasukkan ke SISKA untuk
diproses.

 PSB WIRELINE

Pelanggan yang ingin berlangganan telepon rumah dan data – data yang
diperlukan PT. Telkom untuk menginput data, pelanggan harus mengisi dan
memberikan foto copy KTP, materai dan administrasi untuk biaya pasang
telepon dirumah.

 PSB speedy

Pelanggan yang ingin berlangganan speedy ( internet ) di rumah dan data-data


yang diperlukan PT. Telkom untuk menginput data, pelanggan harus mengisi dan
memberikan foto copy KTP, dan administrasi untuk biaya pasang speedy dan
pemasangan speedy pelanggan sebaiknya memiliki telepon rumah. Tetapi
Pelanggan bisa memilih paket speedy yang telah disedikan oleh Telkom.

 Bundling

Pelanggan yang ingin berlangganan telepon rumah dan speedy secara


bersamaan dan data – data yang diperlukan telkom untuk menginput data,
pelanggan harus mengisi formulir dan memberikan foto copy ktp, materai dan
administrasi untuk biaya pasang speedy dan telepon rumah.

 Cabut APS (atas permintaan sendiri)

Cabut APS adalah pencabutan sambungan telepon atas permintaan pelanggan


karena sesuatu hal seperti:Rumah kosong, Pindah Rumah, Rumah dijual, Tarif
mahal, Tagihan terlalu besar, Faktor ekonomi atau ganti dengan Telkom Flexi.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Adapun syaratnya antara lain :
a. FotoCopy KTP pelanggan yang masih berlaku.
b. Bukti Pembayaran/Rekening telepon terkakhir
c. Mengisi dan menandatangani Formulir yang telah disediakan

 Pendaftaran point reword (TRRT)

Pada kegiatan ini yang dilakukan adalah membantu pendaftaran pelanggan


yang akan mendaftarkan nomor telepon rumahnaya untuk mengikuti point reword
(TRRT). Data – data yang harus diperoleh untuk pendaftaran point reword ; foto
copy KTP, pembayaran Rekening telepon ahkir. Setelah pencatatan untuk
pendaftaran, kita jelaskan kepada pelanggan bagaimana cara pengumpulan poin –
poin, agar setiap poin – poin bertambah dan memilih hadiah secara langsung atau
secara diundi. Setelah selesai pelanggan yang mengikuti program TRRT formulir
yang sudah di isi di input ke CCS untuk proses lebih lanjut.

 Plasa

Membantu SAS bagian plasa, dalam memberikan nomor antrian, arahan, dll.
Mempromosikan Gebyar Berhadiah TELEPON RUMAH REJEKI TUMPAH
(TRRT) Mempromosikan produk-produk Telkom (HP CDMA FLEXI, PSB
SPEEDY, PSB WIRELINE.

 Sales Retention OBC Speedy

Penawaran speedy kepada setiap pelanggan yang sudah memiliki telepon


rumah untuk menggunakan internet di rumah. Penawaran dilakukan melewati
telepon.

 Penginputan TRRT

Penginputan formulir yang sudah di isi di input ke dalam CCF, yang sudah di
isi dengan jelas oleh pelanggan yang mendaftarkan untuk mengikuti Program
Hadiah Telkom.

 Smart Online

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Menginput data setelah visiting ke tempat yang telah dikunjungi dan
memasukan hasil yang telah diperoleh setelah Visiting.

1. visiting (kunjungan wireline dan speedy)


Pada kegiatan ini yang dilakukan membantu dalam penagihan tunggakan yang
sudah beberapa bulan yang belum di bayar dan menemani petugas saat
pengecekan jaringan telepon yang rusak.
2. visiting (kunjungan FLEXI)
Menggunjungi ke beberapa konter yang berada di wilayah cipanas untuk
mengencek konter sudah menjual Vocher Flexi mau pun Elektrik.

 Pengantaran surat penagihan

Pada kegiatan ini mendatangi rumah pelanggan yang mempunyai tunggakan.

 MDF ( Main Distribution Frame )

Berikut ini adalah sebagian fungsi dari MDF, antara lain :

 Memantau pelaksanaan penyesuaian gangguan dan mencetak


kesimpulan atas hasil yang dicapai sebagai bahan pemeriksaan dan
laporan.
 Mengoperasikan dan memelihara perangkat meja ukur sebagai alat
ukur untuk menanggulangi gangguan
 Mengerjakan, merawat, dan menyimpan kartu langganan untuk
keperntingan mutasi-mutasi, pengaduan, pengukuran, perbaikan-
perbaikan, dan penyambungan telepon.
 Mengadakan pengukuran saluran secara rutin
 Melaksanakan penyambungan dan pemutusan saluran MDF sesuai
dengan prosedur yang berlaku.

 SISKA ( Sistem Informasi Kastamer )

Sistem Informasi Kastamer (SISKA) suatu aplikasi yang berfungsi untuk


mengelola data-data yang ada mulai dari data jaringan, data pelanggan, data

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


service level guaranty for customer (Segmentasi layanan), dan data abonemen
pelanggan.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan komunikasi yang mengakibatkan


bertambahnya para pelanggan telkom, maka dirasa perlu ada aplikasi baru sebagai
inovasi untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan terhadap pelanggan
terutama pelanggan pada Cluster Corporate dan bisnis disamping tidak
mengabaikan pelayanan prima kepada pelanggan Residensial dan Sosial.

SISKA adalah sebuah aplikasi internal telkom yang mengelola data pelanggan
dengan sekuritas dan akurasi data yang tinggi, dengan demikian hal ini menjadi
masalah mengingat operasional harian kerja untuk penanganan gangguan dan
instalasi, administrasi pelanggan telah di serahkan ke pihak ke-3 (tiga) sebagai
langkah efektifitas dan efisiensi operasional keuangan perusahaan. Sementara
mereka yang berhak untuk mengakses data-data SISKA hanya dikhususkan untuk
Karyawan TELKOM, Manfaat SISKA antara lain sebagai berikut :

1. Meningkatkan mutu pelayanan data jaringan


2. Pemrosesan alamat billing yang cepat dan akurat
3. Pengumpulan tagihan yang cepat dan akurat
4. Optimalisasi petugas jaringan

 COC ( Control Operational Center )

COC data yang hampir sama dengan SISKA namun COC juga mengambil data
dari SISKA, yang berguna untuk mengontrol menejemen se-Jawa Barat atau se-
Indonesia secara online (dari internet), isi dari COC diantaranya :

1. Gangguan yang terdiri dari :


- Gangguan in progress
- Gangguan tunda dalam jam
- Gangguan tunda dalan hari
- Produktifitas STO

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


- Produktifitas regu
- Gangguan ulang
- MTTR gangguan
- Avg. Time Fault Process
- Penyelesaian gangguan regu
- Matriks gangguan
- PSB terganggu
- Grafik gangguan
2. Komersial yang terdiri dari :
- Statistic PSB
- Monitoring Aktivasi Speedy
- Monitor PSB Speedy
- SLG PSB
- Pengekringan POTS
- Rekap PSB fitur
- Perm. Modif fitur
- Rekap MTTI PSB
- Permintaan belum PS
- Daftar Buka Isolir APS
- Abodemen ISDN dan LC
- Matrix PSB fitur
- Grafik Komersial
3. Teknikal yang terdiri dari :
- Rekap KJM System
- Rekap KJM WLL
- Rekap KJM FCL
- Detail DCL
- Detail Tie Line
- Kap. Kabel tembaga
- SUCC
- Ratio occupansi cabinet
- Rekap prime non. DCL

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


- Potensi jaringan sekunder
- Rekap potensi jaringan
- Stub jaringan sekunder
- Catetan pelanggan per-RK
- Dashboard PCM

 Gangguan

Pada bagian gangguan, proses kerjanya adalah memproses dan melaporkan ke


petugas lapangan sesuai dengan sektornya, dan memproses PSB, PSK, dan
Cabutan dari mulai WO JARLOK, WO PEMASANGAN, sampai dengan
pencatatan ke buku PASBAR.

 Ruang Arsip

Ruang arsip adalah tempat mengarsipkan segala data-data pelanggan, seperti


Kwitansi, Surat Pernyataan, Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP),
dan lain-lain yang dianggap perlu sebagai bukti identitas diri.

BAB III

PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA PADA PT. TELKOM SINDANGLAYA

3.1 Pengamatan Di lapangan

1. Observasi di lapangan dilakukan dari tangal 18 Januari 2010


2. Bidang atau bagian yang diobservasi:
 Tanggal 18 Januari 2010 pukul 08.00 WIB tiba di Perusahaan dan
langsung diterima oleh Bapak Thomas Nur Kamal selaku AJM Service
untuk diberikan penjelasan mengenai apa saja yang ada di Perusahaan dan
diperkenalkan siapa saja pembimbing industri Praktikan.
 Pembimbing Industri :

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


a. Pembimbing front roomdi Industri :
Bapak Thomas Nur Kamal.
b. Pembimbing di Sekolah :
Ibu Rina Oktaria S.Pd.
 Kemudian langsung melakukan observasi di tempat kerja. Mulai
dari ruang MDF lalu ke ruang Sentral dan ke ruang TDC ( Test Dispetch
Clearance) yang berada di sebelah ruang MDF.

3.2 Kegiatan praktik industri

3.2.1 Penerimaan SPK (Surat Perintah Kerja) MDF

Sebelumnya telah dijelaskan mengenai SISKA (Sistem Informasi Kastamer), pada


bagian ini kita akan mengetahui bagaimana cara menerima SPK/WO (Work
Order) di MDF, untuk lebih jelasnya kita ilustrasikan dengan gambar berikut ini.
Pertama kita buka program SISKA, untuk membukanya Klik tab start> all
program> ZOC terminal> ZOC, karena program ini secara rahasia maka kita
jangan lupa untuk login dan mengetik passwordnya dan untuk lebih lengkapnya
kita lihat ilustrasi gambar di bawah ini:
Gambar. 1

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Dari gambar. 1 di atas setelah di klik ZOC, maka akan muncul gambar di bawah
ini.

Gambar. 2

Setelah muncul menu utama SISKA, kemudian pindah ke menu komersial


dengan menekan tombol panah kiri di keyboard dan tekan enter maka akan
muncul gambar di bawah ini:

Gambar. 3
Kemudian tekan enter di keyboard maka akan muncul halaman di bawah ini:

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Gambar. 4
Kemudian tekan enter di keyboard maka akan muncul halaman di bawah ini:

Gambar. 5
Kemudian tekan F12 di keyboard maka akan muncul halaman berikutnya:

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Gambar. 6
Halaman di atas menunjukan bahwa program SISKA diatas adalah SISKA
untuk MDF Sindanglaya, kemudian klik enter 5 kali maka akan muncul halaman
berikutnya:

Gambar. 7
Dari gambar. 7 menunjukan bahwa ada 2 work order yang harus dicetak,
pertama tekan tombol F9 untuk ng-blok, dan F3 untuk mencetak, untuk lebih
jelasnya perhatikan gambar dari halaman SISKA di bawah ini:

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Gambar. 8
Gambar. 8 dari halaman SISKA di atas sedang proses mencetak WO, tapi
sebelumnya jangan sampai lupa untuk menyiapkan printer jenis ink-jet dinyalakan
agar prosos catak WO berjalan dengan baik. Jenis WO ada 3 macam, pertama WO
wireline, kedua WO bundling, ketiga WO speedy. Untuk jenis ketiga WO di atas
telah dijelaskan pada bab sebelunya.

3.2.2 Pengembalian SPK/WO MDF

Setelah proses penerimaan SPK/WO sudah dicetak kemudian proses


pengembalian, kenapa harus kita kembalikan, hal ini untuk melaporkan ke pusat
Telkom yang ada di Cianjur apakah perkerjaan WO ini sudah selesai dilaksanakan
oleh pegawai atau belum. Untuk lebih jelasnya dalam proses pengembalian
SPK/WO kita ilustrasikan dengan gambar dan bahasanya sebagai berikut.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Gambar. 9
Seperti biasa pertama buka program SISKA kemudian komersial>
manaj_permint> kembalian_spk> wo_mdf_balik, kemudian tekan Enter di
keyboard maka akan muncul halaman SISKA di bawah ini:

Gambar. 10
Dari gambar. 10 ada tulisan permintaan, maksudnya cantumkan nomer
permintaan WO yang sudah di cetak kemudian tekan enter di keyboard 3 kali dari
kerja selesai (Y/T), isikan 'Y' yang berarti kerja sudah selasai, dan tekan enter
lagi dari keterangan isikan ok dan pilih update dengan mengklik enter di

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


keyboard, kemudian akan muncul konfirmasi input data pilih Ya, berarti proses
pengemba WO sudah selesai.

3.2.3 Pencarian EQN (Equitment Number)

Untuk jumpering PSB wireline atau speedy membutuhkan EQN, fungsi EQN
ini adalah untuk menghubungkan antara sentral dan kabel vertikal/primer yang
ada di MDF. Untuk lebih jelasnya kita ilustrasikan kembali dengan gambar
dibawah ini serta bahasanya agar lebih jelas. Pertama buka program tlws untuk
membuka EQN yang ada di dekstop ataupun bisa dibuka di all program. Setelah
klik maka akan muncul halaman tlws di bawah ini:

Gambar. 11
Setelah muncul gambar. 11 dari halaman tlws di pinggir atas kiri lalu ketikan
DISPSUB:DN=520774; kemudian tekan enter lalu muncul halaman berikutnya
(lihat gambar. 12) dan EQN-nya dengan contoh EQN = 610 - 0 - 4 – 6. Nomer
520774 adalah nomer telepon pelanggan untuk mendapatkan EQN.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Gambar. 12

3.2.4 Proses pasang jumpering wireline dan speedy

Sebelumnya telah dipaparkan tentang WO dan pencarian EQN, selanjutnya


PSB yang sudah dicetak kemudian dijumper di ruang MDF, jumpering ini ada dua
macam. Pertama jumpering wireline dan speedy, jumpering wireline dan speedy
sangat berbeda sekali, untuk wireline yaitu dari kabel vertikal/primer ke EQN, dan
untuk speedy dari kabel vertikal/primer ke port speedy dan dari EQN ke port
speedy, jadi untuk jumpering speedy dua kali jumpering. Alat yang dibutuhkan
untuk proses jumpering adalah alat jumper dan kabel putih biru untuk wireline
sedangkan untuk speedy yaitu kabel putih merah.

3.2.5 Validasi datek wireline dan speedy

Pada bagian ini mem-validasi nomer pelanggan baik nomer wireline atau
speedy, yaitu untuk mencocokan nomer-nomer telepon atau speedy sesuai atau
tidaknya nomer tersebut. Alat yang dibutuhkan adalah pesawat telepon dan buku
besar yang berisi data-data nomer wireline dan speedy.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


3.2.6 Penanganan gangguan wireline dan speedy

Seperti yang kita ketahui telepon juga dapat terkena gangguan, ketika ingin
menelepon tiba-tiba pesawat telepon tidak bisa digunakan atau suara lawan bicara
di telpon terdengan aneh. Untuk menanganinya pihak pelanggan bisa melaporkan
kepada pihak TELKOM yang langsung saja ke penjaga Servo, setelah melapor
kemudian dari Servo akan diproses dan dikirim ke bagian TDC, dari pegawai
bagian TDC akan memonitor gangguan lewat COC online, (sebelumya telah
dipaparkan tentang COC). Kemudian gangguan akan di tangani oleh pegawai
yang menangani gangguan. Gangguan wireline ataupun speedy bermacam-
macam, selama penulis menghadapi PKL yang sering muncul adalah kabel
jumper yang terlalu kencang di bagian MDF, kabel udara yang terkelupas karena
benang layang-layang, perbaikan atau pelebaran jalan yang memotong kabel tanah
dll.

3.2.7 Setting modem dan dial-up speedy

3.2.7.1 Setting Modem TP-LINK

1. Pastikan kabel line dari jaringan telepon sudah terpasang ke


modem.
2. Pasang kabel RJ-45 dan hub ke LAN Card komputer.
3. Buka browser dan masukkan url dari modem. defaultnya rata-rata
192.168.1.1
4. Masukkan user name dan password. default tp-link adalah admin
dan admin.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


5. Setelah masuk halaman set up modem pilih yang paling mudah
yaitu Quick Start.

6. Pada interface kita akan menampilkan 3 langkah pilihan


diantaranya adalah: a. setup time zone, b. setup internet connection dan c.
save curent ADSL configuration
a. Setup time zone, disini standar, kita hanya standar memasukkan setting
waktu yaitu GMT +7 waktu jakarta (karena kita Indonesia)
b. Setup internet connection, pilih mode Bridge karena kita akan
menggunakan cara dial up.
c. Setelah itu masukkan username speedy (misal 142030****@telkom.net)
dan passwordnya. (jangan sampai keliru)
7. Setelah itu save settingan tersebut.

3.2.7.2 Setting Dial-up Speedy

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Setting Dial-Up di Windows XP
1. klik Start - Control Panel - Network Connection.
2. Klik File - New Connection.

3. selanjutnya klik " Next"


4. Pilih connect to the Internet dan klik - Next

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


5. Pilih Set Up Connection manually dan klik – Next.

6. Pilih Connect using a broadband connection dan klik – next.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


7. isikan " ISP Name " dengan nama connection "terserah anda" dan klik -Next.

8. masukkan Username dan password Speedy anda dengan di akhiri @telkom.net.


Untuk Speedy Prepaid user beruba 10 digit angka yg di akhiri @speedyprepaid.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


9. klik Next.
10. Klik finish. dan koneksi dial up internet sudah siap dipakai.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


11. Cek username dan password ini harus benar supaya koneksi internet bisa
digunakan.

3.2.8 Pencabutan wireline dan speedy

Pencabutan wireline atau speedy disebabkan karena pelanggan yang


mempunyai tunggakan rekening, pindah rumah, biaya yang mahal dll. Selanjutnya
akan diproses, yang akhirnya di bagian MDF dilakukan pencabutan kabel jumper
wireline atau speedy dengan menggunakan alat penjumper atau pencabut kabel
jumper (krone).

3.2.9 Omzeting

Setelah dilakukan penanganan gangguan sering adanya gangguan di


vertikal/primer yang mengakibatkan harus pindahnya kabel primer yang jelek ke
primer lain yang baik. Omzeting adalah perubahan atau perpindahan kabel jumper
yang ada di vertikal/primer ke vertikal lain, perpindahan kabel jumper DP
(Distribution prime) ke DP lain, perpindahan kabel jumper RK (Rumah Kabel) ke
kabel jumper RK lainnya.

3.2.10 Stand flexi / Sales

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Fleksi adalah produk telkom wireless yang berbentuk voice ada fleksi Classy
merupakan pascabayar yang menawarkan kenyamana dan kecepatan akses
komunikasi. Produk ini memberika pasilitas dan kemudahan bagi para pengguna
Telkom Flexi yang tidak ingin direpotkan oleh rutinitas isi ulang. dan flexi trendy
adalah layanan flexi dengan sistem prabayar berbasis kartu/Sim-card yang dapat
diisi ulang.

3.2.11 Penyuliman

Penyuliman adalah pengukuran kualitas jaringan telepon dengan ukuran 1.5 ke


bawah berarti buruk, dan 10.0 ke atas berarti baik.

3.2.12 Pembanahan arsip WO

Setelah proses WO selesai dan penjumperan selesai maka arsip-arsip yang


sudah dicetak kemudian dikumpulkan dalam klip file baik wireline atau speedy.

BAB IV

PENUTUP

4.1. KESIMPULAN

4.1.1 Manfaat Praktik Industri

Setelah melakukan Praktik Industri, penulis merasa mendapat manfaat yang


diperoleh sebagai berikut :

a. Penulis telah mengenal dan mengerti tentang sistem kerja yang digunakan
dalam perusahaan.
b. Penulis merasa mendapat tambahan pengalaman dalam menghadapi setiap
masalah kerja yang Penulis hadapi, terutama setelah mendapatkan tugas.
c. Penulis telah mendapatkan pengalaman mengenai Datek wireline dan speedy,
minimal dalam hal pemasangan kabel jumper wireline dan speedy.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


d. Penulis telah mendapat tambahan pengetahuan mengenai Instalasi Kabel
Rumah (IKR).
e. Penulis telah mengetahui sistem kerja yang diterapkan di PT. TELKOM Catel
Sindanglaya khususnya di Bagian Supervisor Site Operation Acces
f. Penulis telah mendapatkan kesempatan untuk menerapkan dan mengembangkan
ilmu yang telah Praktikan dapatkan dari sekolah.

4.1.2. Informasi Yang Diperoleh Dari Praktik Industri

Dari pelaksanaan Praktik Industri beberapa informasi yang dapat penulis peroleh
adalah sebagai berikut :

a. Pentingnya penerapan ilmu yang didapatkan di sekolah dengan pelaksanaan


praktik di dunia kerja yang sesungguhnya.
b. Sistematik kerja PT. TELKOM Kancatel Sindanglaya.

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang selanjutnya disebut TELKOM


merupakan Perusahaan pengelola layanan jasa informasi dan telekomunikasi
serta sebagai perusahaan penyedia jasa yang melayanai jasa telekomunikasi
dalam bentuk jaringan telekomunikasi secara lengkap ( full service and
network provider ) yang terbesar di Indonesia. Jenis layanan yang
diberikannya adalah layanan jasa telepon kabel (wireline) berupa Telepon
Rumah Telkom ( TRT ) dan layanan jasa telekomunikasi tanpa kabel
( wireless ) berupa FLEXI, dan sebagai penyedia layanan jasa internet serta
jasa multimedia lainnya baik secara langsung maupun melalui perusahaan
asosiasi, dan produk data dimaksud adalah layanan jasa Internet yaitu
Telkomnet Instan dan SPEEDY.

PT. Telkom senantiasa melayani segala keluhan pelanggan dengan sebaik


baiknya dan memeberikan layanan terbaiknya kepada seluruh pengguna jasa
telekomunikasi sesuai tolak ukur.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


PT. Telkom telah menetapkan semua sistem operasional kerja secara online
melalui internet ( LAN / MAN dan WAN ), sehingga dapat mempermudah
dan mempercepat pelaksanaan setiap pekerjaan.
4.2. KRITIK DAN SARAN

4.2.1. Kritik dan Saran untuk Sekolah

Setelah melakukan Praktik Industri, beberapa kritik dan saran yang perlu
penulis sampaikan untuk sekolah adalah sebagai berikut :

a. Kritik

1) Komunikasi antara pihak sekolah dengan pihak industri yang dirasa kurang
dan jarang, sehingga pihak industri kurang mendapatkan informasi mengenai
prestasi dan kompetensi siswa.

2) Terbatasnya jumlah industri sehingga daya tampung jumlah siswa prakerin


terbatas.

b. Saran

1) Apabila memungkinkan, pihak sekolah bisa selalu mengawasi Praktikan


maupun siswa yang melakukan Praktik Industri di tempat industri lain.

2) Disarankan untuk menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan pihak


industri sehingga siswa lebih terpromosikan kepada Pihak Industri.

3) Untuk mempermudah mencari tempat praktik industri, disarankan


untuk dibuatkan buku/daftar nama dan alamat industri bagi siswa sesuai
bidang keahliannya. Alternatif lainnya, diharapkan pihak sekolah dapat
menempatkan siswa calon siswa prakerin

4) Pembimbing yang ditunjuk sekolah diharapkan dapat lebih


mengoptimalkan profesionalismenya demi kelancaran kegiatan
prakerin

4.2.2. Kritik dan Saran untuk Industri

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Setelah menjalankan Praktik Industri di PT. TELKOM Sindanglaya, Penulis
merasa perlu untuk menyampaikan kritik dan saran, antara lain sebagai berikut:

a. Kritik

Sudah kita ketahui bahwa penghasilan PT. TELKOM memberi pemasukan


yang besar bagi devisa negara serta an fasilitas PT. TELKOM sangat baik sekali,
tapi alangkah baiknya apabila untuk karyawan disediakan uang makan.

b. Saran

1.) Dengan adanya pengaruh yang berarti dari pelayanan jasa telekomunikasi
terhadap kepuasan pelanggannya, maka pihak perusahaan harus terus berupaya
meningkatkan kualitas pelayanannya untuk terciptanya keputusan pelanggan yang
maksimum baik secara kualitas maupun kuantitas.

2.) Dari ketiga unsur pelayanan yang diteliti oleh penulis diperoleh bahwa
pelayanan untuk pasang baru tingkat kepuasan pelanggan masih relatif rendah
dibandingakan dengan bentuk pelayanan lainnya. Oleh karena itu perusahaan
harus lebih memperhatikan mengenai kualitas pelayanan pasang baru ini. Dan
dicari solusinya untuk meningkatkan seoptimal mungkin kepuasan pelanggan
mengenai pelayanan pasang baru.

3.) Perusahaan yang bergerak dalam jasa telekomunikasi harus terus


meningkatkan mutu pelayanan maupun produk yang ditawarkan. Karenan
kepuasan konsumen merupakan hal penting bagi kelangsungan hidup sebuah
perusahaan.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


4.3. KATA PENUTUP

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas segala rahmat yang telah


dilimpahkan oleh ALLAH SWT, bahwa penulis telah mendapat dukungan dari
berbagai pihak dalam menyelesaikan laporan ini dengan baik tanpa mengalami
hambatan berarti.
Keberhasilan pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini sangat dibutuhkan
oleh para siswa/siswi agar bisa mengikuti salah satu syarat untuk menempuh
UAS/UAN, sehinga dengan dibuatnya laporan PRAKERIN ini diharapkan dapat
dijadikan acuan bagi kelancaran pelaksanaan Praktek Kerja Industri, terutama
pada tahap awal kerja berkaitan dengan paket keahlian yang ada di Dunia usaha /
Dunia Industri.
Dengan dibuatnya laporan ini minimal diharapkan juga ada kesamaan Visi
antara pihak sekolah dengan dunia usaha sebagai industri pasangan.
Penulis mengharapkan agar semua penjelasan didalam laporan yang telah tersusun
dengan rapi sesuai dengan tujuan siswa/siswi ini . Penulis telah berusaha dapat
mudah dimengerti serta dipahami bagi para membacanya.
Saran serta kritik membangun demi perbaikan penulisan laopran termat penulis
nantikan agar dalam penyusunana laporan selanjutnya dapat tersajikan dengan
lebih baik dan lebih sempurna lagi.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih semua kepada pihak yang telah
banyak membantu dan membimbing dalam menyelesaikan laporan ini, serta besar
harapan penulis agar laporan yang penulis sususn dapat bermanfaat bagi semua
pihak, Aamiin.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


LAMPIRAN-LAMPIRAN

Gambar Pegawai telkom sedang memvalidasi KP (kabel primer)

Gambar depan Kancatel Sidanglaya.

Gambar rangka MDF/ RPU (Rangkap Pembagi Utama) tampak depan.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Gambar RK (Rumah Kabel) tampak dari luar depan dan luar samping.

Gambar RK tampak dari dalam.

Gambar DP (Distribution Point), kotak pembagi tampak dari luar depan dan
samping.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


Gambar DP tiang.

Gambar : Instalasi KU pada KP tiang

Bibliografi:

MDF / RPU (RANGKA PEMBAGI UTAMA).

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya


RPU Berada di ruang RPU atau yang biasa disebut ruang MDF, yang letaknya
biasanya dibawah sentral telepon untuk gedung bertingkatatau bersebelahan
dengan peralatan sentral untuk gedung yang tidak bertingkat. Di bawah RPU,
terdapat ruang bawah tanah yang biasa disebut Cable Chamber, didalam ruang
tersebut dipasang rangka besi, guna menambatkan kabel-kabel primer dari luar,
sebelum terdistribusi ke RPU.

R.K (Rumah Kabel)


Rumah Kabel adalah suatu bagian yang penting dalam suatu jaringan kabel
berupaunit terminal yang merupakan titik terminal akhir kabel primer dan titik
awal kabel sekunder.

DP / KP
Adalah merupakanterminasi akhir darikabel sekunder dan terminasi awal saluran
pelanggan

KTB (Kotak Terminal Batas).


Jenis terminal inimerupakan tempat penyambungan antara kabel penanggal/
distribusi dengan kabel instalasi dalam rumah (indoor kabel). Dipasang pada
dinding bagian luar rumah pelanggan dengan ketinggian ± 170 cm dari lantai.

Laporan Praktek Kerja Industri PT. Telkom Sindanglaya