BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

HASIL PEMERIKSAAN
ATAS LAPORAN KEUANGAN KOTA MAKASSAR TAHUN ANGGARAN 2004 DI MAKASSAR
PERWAKILAN VII BPK-RI DI MAKASSAR Nomor Tanggal : :

DAFTAR ISI
Halaman

Laporan Auditor Independen ................................................................................... Laporan Perhitungan APBD ..................................................................................... Laporan Aliran Kas .................................................................................................. Neraca ................................................................................................................... Bab I Gambaran Umum Pemeriksaan ............................................................... 1.1 Gambaran Umum ........................................................................... 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 1.1.5 1.1.6 1.1.7 1.2 Bab 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Dasar Hukum ...................................................................... Tujuan Pemeriksaan ............................................................ Metode Pemeriksaaan ......................................................... Lingkup Pemeriksaan ........................................................... Cakupan Pemeriksaan ......................................................... Standar Pemeriksaan ........................................................... Batasan dan Kendala ...........................................................

i iii v vii 1 1 1 1 1 2 2 2 3 3 9 8 12 64 98 101

Laporan Keuangan Sebelum Pemeriksaan ........................................ Penelaahan Atas Pengendalian Intern Atas Sistem Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan Daerah .................................... Koreksi Pembukuan dan Kecermatan Penyusunan Laporan Keuangan Daerah .......................................................................... Catatan Pemeriksaan ...................................................................... Laporan Keuangan Setelah Pemeriksaan .......................................... Lampiran .....................................................................................

II Laporan Pemeriksaan .............................................................................

Daftar Lampiran: Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 Sebelum dan Setelah Koreksi Neraca Daerah Per 31 Desember 2004 Sebelum dan Setelah Koreksi Laporan Arus Kas Per 31 Desember 2004 Sebelum dan Setelah Koreksi Daftar Koreksi Laporan Keuangan APBD Tahun Anggaran 2004 Daftar Biaya Pemeliharaan Asset Yang Dikapitalisasi Menambah Nilai Aktiva Tetap Daftar Inventarisasi Fasum dan Fasos Yang Telah Diserahkan Kepada Pemerintah Kota Makassar Daftar SPJ Yang Tidak Didukung Dengan Bukti Yang Lengkap Daftar SPPD Yang Tidak Didukung Dengan Bukti Yang Lengkap Daftar Pengeluaran Sekretariat Daerah Untuk Biaya Operasional Anggota DPRD

Tanggung jawab BPK-RI terletak pada pernyataan pendapat atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2004 berdasarkan Pemeriksaan BPK-RI. (0411) 854995 Makassar LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kepada Para Pengguna Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Perubahan Ketiga Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai sebagai dasar untuk memberikan pendapat. Standar tersebut mengharuskan BPK-RI untuk merencanakan. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPKRI) telah memeriksa Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 yang telah disusun oleh Pemerintah Kota Makassar. Pasal 2 Undang-undang No. 17 tahun 2003. dan Pasal 31 UU No. Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Daerah tersebut dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) yang ditetapkan oleh BPK-RI. Neraca Per Tanggal 31 Desember Tahun 2004. Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2004 bertujuan untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2004 telah disajikan secara wajar sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam Peraturan Perundangan yang berlaku. 5 Tahun 1973. Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 meliputi pengujian atas Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004. Laporan Keuangan tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Kota Makassar. Andi Pangeran Pettarani Telp. Laporan Aliran Kas Tahun Anggaran 2004 dan Catatan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004. (0411) 854977-854988 Fax.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Jl. .

12 Mei 2005 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan VII di Makassar Ketua Tim Agung Prayudi.000. Di dalam hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004. S. Ak. Akuntan Reg-Neg D-19.E. BPK-RI menyampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian Pemerintah dan DPRD Kota Makassar dalam upaya penyempurnaan Laporan Keuangan Daerah sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Keuangan Daerah.00 walaupun sebagian telah dihancurkan..Pemerintah Kota Makassar tidak mencantumkan nilai Aktiva Tetap yang berasal dari penyerahan Fasilitas Umum dan Fasilitas Khusus Perumahan serta masih mencantumkan nilai gedung Balaikota Makassar senilai Rp6.970. Berdasarkan Pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004.392 .000. Makassar. kami tidak dapat menerapkan prosedur pemeriksaan lain untuk menyakinkan BPK-RI atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004. BPK-RI berpendapat bahwa Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 kecuali atas akibat hal-hal yang dimuat dalam paragraf sebelumnya telah disajikan secara wajar untuk semua hal yang material sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam berbagai peraturan perundangan yang berlaku.

3 2.133.00 4.3 1.018.PEMERINTAH KOTA MAKASSAR LAPORAN PERHITUNGAN APBD TAHUN ANGGARAN 2004 (dalam rupiah) NO I 1.330.00 108.493.1.2.1.00 5.909.2 1.509.2.00 557.2.427.038.00 1.013.756.2 2.2.006.1.505.1 2.532.1.198.1.190.1 1.00 3.795.00 30.011.4 1.910.150.78 54.958.138.843.00 13.1.000.819.00 15.00 24.895.936.000.248.455.00 429.411.112.700.00 47.00 55.00 421.00 0.00 33.000.673.433.2.1.30 1.099.00 57.305.798.163.00 5.090.33 442.179.715.920.390.000.205.732.1 1.1 2.967.775.4 2.00 308.699.879.00 3.00 24.649.00 5.071.11 543.000.1.450.104.614.1 2.1 1.00 13.686.1.000.2.15 REALISASI 85.4 1.435.500.000.000.018.750.343.2 2.306.00 0.500.1.968.1.146.700.2 1.00 50.00 10.000.281.1.3 II 2.158.158.312.252.000.700.3 1.582.00 3.000.1.00 99.097.850.00 50.3 2.088.00 68.005.1 2.545.777.00 29.203.721.307.422.1.000.1.683.1.1.047.906.2 URAIAN PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Perimbangan dari Propinsi LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH JUMLAH PENDAPATAN BELANJA APARATUR DAERAH Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal PELAYANAN PUBLIK ANGGARAN 84.4 2.181.2.540.130.000.57 119.00 7.000.79 77.1.3 1.947.415.2.000.11 126.427.755.806.823.074.854.00 273.920.317.813.865.910.00 289.853.156.00 1.675.00 4.611.2 2.825.226.011.583.967.356.787.962.3 2.453.188.00 .514.850.1.325.757.79 308.575.107.603.526.00 30.758.00 401.00 1.490.000.554.137.525.15 4.

660.534.256.2.378.108.470.546.759.37 75.696.1.995.062.178.511.58 6.00 51.479.5 3.605.00 1.1 3.500.00 1.627.592.00 282.2.00 546.00 0.00 573.745.750.3 3.082.737.000.2.526.885.1.677.00 225.000.149.1.00 1.2.2 3.196.00 1.99 III 3.400.497.2.292.638.00 12.841.929.574.783.872.1 3.850.147.696.2.818.00 35.PPh Penerimaan Utang Lain-Lain Penerimaan Piutang Tahun Lalu JUMLAH PENERIMAAN DAERAH PENGELUARAN DAERAH Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang Pokok Yg jatuh tempo Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Berjalan JUMLAH PENGELUARAN DAERAH JUMLAH PEMBIAYAAN 330.440.737.2.173.390.1 2.443.367.00 8.248.2.648.230.000.694.38 31.00 8.389.302.546.648.00 64.605.200.638.378.747.666.935.2.923.2.690.043.1.620.2 3.358.2.2 3.00 46.055.00 17.000.713.986.200.279.4 2.00 0.360.000.905.38 0.759.548.5 3.543.739.779.904.38 0.1.917.469.000.00 39.513.2 2.248.2 2.2.00 759.00 595.484.779.2.2 2.736.111.1 3.327.3 2.00 31.768.178.487.3 2.3 2.2.200.500.1.372.00 10.37 (10.831.2.4 3.00 8.469.062.605.759.4 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN BELANJA TIDAK TERSANGKA JUMLAH BELANJA SURPLUS/(DEFISIT) PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun lalu Transfer Dari Dana Cadangan Penerimaan Utang Pajak .140.1 2.371.469.200.00 30.493.38 0.00 25.00 2.768.435.1.3 2.2.1.149.00 16.49 (29.782.2.00 36.2.00 772.950.99) .342.00 41.500.00 0.841.4 3.271.378.455.980.00 225.00 36.2.365.469.00 1.2.00 806.213.00 0.2.2.134.663.510.3 3.00 29.230.38 0.785.4 2.00 272.825.34 7.383.00 30.58 10.00 9.15 25.6 31.900.1 2.00 0.629.515.1.00 0.38) 318.

Retribusi Daerah .00 145.470.153.084.Dana Alokasi Khusus .920.30 1.190.717.920.779.78 54.770.163.79 308.79 77.015.731.00 JUMLAH KOREKSI DEBET KREDIT SETELAH AUDIT .00 2.514.823.15 4.307.422.156.248.00 85.532.00 5.582.158.361.574.295.278.411.104.33 442.252.715.307.020.038.411.824.455.000.30 1.Dana Alokasi Umum .000.00 8.00 2.321.00 2.197.968.614.338.018.582.868.920.806.00 30.047.00 24.79 77.249.823.422.122.368.Bagian Laba Usaha Daerah .158.000.78 55.074.378.435.00 50.158.00 24.190.532.018.248.806.706.910.163.381.290.000.15 6.00 50.949.33 442.777.00 30.00 5.Lain-lain PAD Pendapatan Dana Perimbangan .Dana Perimbangan Dari Propinsi Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Total Aliran Kas Masuk 87.00 6.252.575.968.0 0 6.870.79 308.198.PEMERINTAH KOTA MAKASSAR LAPORAN ALIRAN KAS TAHUN ANGGARAN 2004 (dalam rupiah) URAIAN ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Aliran Kas Masuk Pendapatan Asli Daerah .464.Pajak Daerah .00 10.777.030.Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak .843.290.047.455.906.435.614.491.491.

381.00 418.00 2.99 10.000.00 223.00 400.00 72.670.000.58 400.00 4.750.00 2.035.Belanja Barang Dan Jasa .58 6.437.342.260.505.349.798.000.855.317.683.690.424.024.351.780.291.670.092.00 3.731.00 302.361.00 1.Belanja Pegawai .770.00 400.770.347.00 488.776.000.00 91.00 2.534.945.238.00 485.895.254.924.196.00 50.007.Belanja Pemeliharan Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka Total Aliran Kas Keluar 421.334.680.00 41.918.335.128.605.872.470.731.057.677.902.913.477.57 10.644.281.00 19.010.00 25.777.713.680.611.000.58 6.317.922.Belanja Pemeliharan Belanja Operasi Dan Pemeliharaan .302.302.896.422.00 4.670.495.00 9.262.312.00 91.00 19.894.599.Belanja Barang Dan Jasa .00 557.679.904.797.037.561.559.413.00 3.922.00 19.206.99 - .00 11.335.196.000.578.738.00 302.00 233.695.00 9.381.848.000.550.683.047.0 0 5.000.599.324.057.057.351.183.00 276.00 5.599.278.00 25.416.153.500.795.071.944.534.433.605.Belanja Perjalanan Dinas .032.387.0 0 8.062.808.57 Aliran Kas Keluar Belanja Administrasi Umum .58 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Aliran Kas Masuk 71.824.260.044.690.024.00 1.Belanja Pegawai .00 41.Belanja Perjalanan Dinas .00 10.00 22.872.393.

841.0 0 2.779.967.149.540.371.809.149.540.133.00) (61.536.040.737.00 33.00 595.714.500.360.00 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Aliran Kas Masuk Penerimaan UUDP Tahun Lalu Penerimaan Hutang PPh Penerimaan Hutang PFK Penerimaan Piutang Tahun lalu Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Penyertaan Modal Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Pengeluaran Belanja Dibayar Dimuka-UUDP Droping (59.Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Belanja Modal Pembelian Investasi Jangka Panjang Total Aliran Kas Keluar 59.010.865.00 703.783.200.605.526.703.00 225.536.00 30.779.877.877.568.288.00 343.570.648.00 .237.500.040.0 0 703.583.840.00 30.00 ) 703.149.00 30.200.727.783.00 2.484.570.648.00 61.035.00 225.050.287.901.648.00 61.149.737.00 30.292.484.360.841.00 33.036.779.292.158.00 772.809.570.520.00 595.694.877.00 2.062.371.00 1.00 1.779.568.648.340.288.500.00 345.00 2.526.00 59.605.0 0 772.

959.00 33.38 41.465.00 (1.727.37 .00 Kenaikan Kas Selama Periode Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas 10.846.881.881.649.99 30.948.808.529.883.100.529.407.00) 341.727.457.100.238.909.808.244.649.372.Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan 1.578.846.99 30.37 10.909.38 41.883.765.765.

000.00 3. ALAT KEDOKTERAN o.00 238.300.696. ALAT PERTANIAN l.756.00 181.040. SURAT BERHARGA c. AKTIVA AKTIVA LANCAR a. BANGUNAN GEDUNG g. MONUMEN DAN TUGU h.00 63.000.00 345.953.787.310.00 137. PERSEDIAAN BAHAN PAKAI HABIS/MATERIAL j.658.973.725.125.05 3.00 158.176. PIUTANG RETRIBUSI f.00 0. TANAH b.950. PIUTANG PAJAK e.524.00 340.320. HEWAN TERNAK DAN TANAMAN s.808.159.687. ALAT ANGKUTAN j.113.90 318. DEPOSITO BERJANGKA d.100.993. URAIAN JUMLAH I.00 98.700.772.602.408.140.985.500. INVESTASI DALAM SAHAM b.000.00 394.00 317.00 0.649. ALAT STUDIO DAN ALAT KOMUNIKASI n.37 0. BANGUNAN AIR (IRIGASI) d.577.000.570.344. 10.989. PERALATAN KEAMANAN JUMLAH AKTIVA TETAP 41. PIUTANG LAIN-LAIN i.360.210.00 1.282.901. ALAT-ALAT BESAR i.434.470.524.376.660.118.000.833.942.585.287.649.15 328.00 495.00 13.40 . 1. ALAT KANTOR DAN RUMAH TANGGA m.031. BUKU/PERPUSTAKAAN q.425.581.035.00 6. KAS b.00 43.279.00 5.000. INSTALASI e.00 736. ALAT BENGKEL k.804.000.00 13.075.00 2.129.878.62 262. JARINGAN f. PIUTANG DANA PERIMBANGAN g. INVESTASI ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG AKTIVA TETAP a.00 0.000. BELANJA DIBAYAR DIMUKA (UUDP DROPING) JUMLAH AKTIVA LANCAR INVESTASI JANGKA PANJANG a.99 2.298.00 659.727.980.711.909.502.820. BARANG BERCORAK SENI DAN BUDAYA r.284.207.000.40 15.00 4.083. ALAT LABORATORIUM p. 2.329. PIUTANG FASOS/FASUM h. JALAN DAN JEMBATAN c.PEMERINTAH KOTA MAKASSAR NERACA PER 31 DESEMBER 2004 (dalam rupiah) NO.052.733.00 6.

CADANGAN PERSEDIAAN 41. 0.90 14.000.292.263. BAGIAN LANCAR UTANG JANGKA PANJANG b.00 42. 1.833.302.00 12.880. HUTANG PFK JUMLAH UTANG LANCAR UTANG JANGKA PANJANG a.268. DANA CADANGAN AKTIVA LAIN-LAIN a.820.991.Depkeu RDA-115/DP3/1993 (P3KT/Ex IBRD Loan No.Depkeu SLA.00 3.423.541. 17 Pebruari 1982 .408.830.755. 1.IP-415) .380.07 40.408.Depkeu SLA.512.185.295. UTANG LUAR NEGERI b.901. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA e.00 20.267.73 III.874.384. UTANG BELANJA c.167.00 8.774.807.034.895.44 II. UTANG UTANG LANCAR a.Depkeu (Ex Inpres Pasar) Tgl.409.00 78.995.700. PIUTANG ANGSURAN b.001/PK/KIB-LL/1996 Tgl 18 Maret 1996 (Lampu Penerangan Jalan) JUMLAH UTANG JANGKA PANJANG JUMLAH UTANG 2.00 25.047.3340-IND) .080.189.47 2.585. DIINVESTASIKAN DALAM ASET TETAP c.00 10.369. 17 Desember 1987 (Cargo Terminal) .40 476.343.730. PIUTANG ROYALTI c.087.196.036.777.00 13. UTANG PAJAK d.470.254.397.793.362.000.257.00 0.830.040.933.111.00 .1653-IND) .00 21.873.00 19.26 82. EKUITAS EKUITAS DANA UMUM a.00 0.00 0.159/DDI84 Tgl 19 Nopember 1984 (Urban V/Ex IBRD Loan No.00 0.638.4.833/DP3I1995 Tgl 19 Nopember 1995/ (Prasana Air Bersih (Ex OECF Loan No.00 0.332. UTANG DALAM NEGERI .2408-IND) .000.629.62 262.37 3.Bank Pembangunan Daerah Sulsel (BPD Sulsel) Perjanjian No.912.26 2.Depkeu SLA. BANGUNAN DALAM PENGERJAAN JUMLAH AKTIVA LAIN-LAIN TOTAL AKTIVA 0. CADANGAN PIUTANG e. 5. SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN PELAPORAN b. DIINVESTASIKAN DALAM SAHAM d.12/009/IBRD/PP Tgl 3 Juli 1979 (Urban III/Ex IBRD Loan No.Depkeu RDI-185/DDI/1987 Tgl.

777.649.291.860.000.183.343.369.71 0.f.425.71 2.581.529. DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PENDEK DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PANJANG DIINVESTASIKAN PADA ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH EKUITAS DANA UMUM (29.44 .506.429.463. EKUITAS DANA DICADANGKAN EKUITAS DANA DONASI JUMLAH EKUITAS TOTAL PASIVA 3. 3.07) (42.409.512.957.755.15 3.00 3.701.650.821. g.183.279. h.26) 318.295.00 4.

e.378. b. f.58 atau 98. Pasal 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. c.764. c.037.683. Pasal 56 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara.1. Gambaran Umum 1.1. d.759.540.37.894. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 dilakukan pengujian secara keseluruhan yaitu senilai Rp41.3.992.1.2. d.831.638.823.116. Pasal 23E Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Tahun 2001.976. . Pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.465.271. 1.38 untuk Pendapatan Pembiayaan dan Rp43. Pasal 31 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Perhitungan belanja dengan sampling senilai Rp538.469.28% dari realisasi belanja sebesar Rp547.58. Pendapatan dilakukan pengujian secara keseluruhan yaitu senilai Rp559.1. Tujuan Pemeriksaan Untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang ditetapkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan keuangan.146.1.57.777. Metode Pemeriksaan Metode Pemeriksaan atas bukti transaksi atau bukti pendukung pembukuan dilakukan secara sampling dengan metode uji petik pada masing-masing lingkup pemeriksaan.BAB I GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN 1. Dasar Hukum Pemeriksaan a. Pasal 25 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. yaitu: a. Pembiayaan dilakukan pengujian secara keseluruhan yaitu senilai Rp31. b.37 untuk Pengeluaran Pembiayaan. 1.

58 95.58 31.967.1.469.7.75 ACR % 100.037.75 226.972.00 1.777.00 100.00 100.016. Batasan Dan Kendala Pemeriksaan Dalam rangka pelaksanaan salah satu tugas konstitusionalnya yaitu pemeriksaan atas Laporan Keuangan.976.57 102.016.116.831.6.300.823.4.38 100.47 31.759. BPK-RI masih menghadapi kendala .49 31.976. 1.271.759.38 43.10 % Nilai yang Diperiksa (Rp) 559. Neraca dan Laporan Aliran Kas dan pengujian terinci atas saldo-saldo akun yang material dalam laporan tersebut.37 2393.00 98.1. Panduan Manajemen Pemeriksaan.38 1.831. Cakupan pemeriksaan atau Audit Coverage Ratio (ACR) yang merupakan perbandingan antara jumlah realisasi anggaran/saldo akun yang diperiksa dan jumlah realisasi anggaran/saldo akun sebelum koreksi Tahun Anggaran 2004 dapat dilihat dalam tabel berikut : Uraian Bagian/Pos Pendapatan Belanja Pembiayaan Penerimaan Pengeluaran Jumlah Anggaran (Rp) 543.578.57 538.683.1.94 547.513. dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang diterbitkan oleh IAI.11 573.28 100.1.1.465.638.469. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 b. Laporan Aliran Kas Tahun Anggaran 2004 d.200.37 75. Neraca Per Tanggal 31 Desember Tahun 2004 (tidak termasuk Neraca Awal Tahun Anggaran 2004) c. Catatan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 1.736.683.894.638.213.909.037.469.759.378. Lingkup Pemeriksaan Untuk mencapai tujuan pemeriksaan tersebut.894.935. maka pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004. Cakupan Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 meliputi pengujian substantif atas transaksi yang dibukukan dan disajikan dalam Laporan Perhitungan APBD.17 75.736.757.38 Realisasi (Rp) 559.00 33. meliputi: a.823. Standar Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 dilakukan dengan berpedoman pada Standar Pemeriksaan Pemerintahan (SAP) yang diterbitkan oleh BPK-RI Tahun 1995.548.293.5.378.378.293.00 43.540.

947.307.868.2.440.3 2.013.99 .534.00 36.2.513.252.947.927.00 11.543.867.104.000.4 2.965.828.627.00 5.696.00 0.694.00 25.00 289.000.130.455.487.500.929.1 2.15 6.605.00 401.2 2.354.2.00 30.700.00 1.690.427.000.1.00 3.1.00 5.1.00 13.400.00 806.525.823.330.2.00 12.000.1 2.546.2.bahwa Pemerintah Daerah belum pembukuan berganda (double entry).00 51.500.750.00 55.000.700.4 1.1.00 108.706.00 1.161. 1.634.112.33 442.2.149.00 5.1 2.853.860.389.137.2.2.248.3 2.850.615.2.914.935.163.2.747.443.675.2.390.134.910.158.2.000.259.205.1 2.11 543.00 16.000.00 559.923.000.011.2 1.041.178.673.2.4 2.00 33.798.173.134.343.500.1.00 3.435.958.358.000.2.1.295.203.2 2.785.00 573.00 12.00 0.1.1.018.57 120.00 8.58 6.931.107.638.795.3 1.00 282.00 8.825.055.750.1.3 II 2.614.088.583.968.526.4 2.128.00 4.683.1.611.226.469.020.1 2.79 308.00 35.352.592.38) REALISASI 87.450.980.00 273.900.006.464.757.000.365.00 429.015.3 2.595.3 1.306.181.00 7.099.3 2.00 9.146.390.500.317.172.017.433.00 29.00 50.00 421.000.2 1. Laporan Perhitungan APBD memahami sepenuhnya sistem (dalam rupiah) NO I 1.4 2.1.619.4 1.79 77.2.000.111.00 68.392.986.1. Laporan Keuangan Yang Diperiksa BPK-RI 1.845.248.920.158.150.00 24.677.038.15 25.872.542.071.108.540.509.435.000.290.49 (29.000.037.856.819.732.611.2 2.1.000.00 5.1 1.00 13.097.930.3 2.2.1.548.043.755.532.497.932.1.11 126.200.1.1.806.2.850.2.00 39.1.00 50.00 272.717.465.011.490.666.1 2.294.00 1.1.000.1.290.00 17.30 1.1.00 1.736.812.1.00 57.383.2.582.158.1 1.190.129.00 30.962.00 36.540.825.78 55.696.00 1.000.047.305.2 2.427.15 330.005.700.777.950.000.2.291.885.505.1 2.018.470.00 319.00 3.813.00 308.00 47.281.217.138.3 2.2 2.777.321.3 1.00 12.182.422.515.179.421.271.2.411.2.894.2.1.000.453.756.00 762.415.775.000.967.4 URAIAN PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Perimbangan dari Propinsi LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH JUMLAH PENDAPATAN BELANJA APARATUR DAERAH Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal PELAYANAN PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN BELANJA TIDAK TERSANGKA JUMLAH BELANJA SURPLUS/(DEFISIT) ANGGARAN 84.850.2.818.455.594.302.1 1.3 2.00 46.2 2.34 7.00 9.00 102.000.528.58 12.2.00 24.2 2.00 547.1.909.

NO III 3.1 3.1.1 3.1.2 3.1.3 3.1.4 3.1.5 3.2 3.2.1 3.2.2 3.2.3 3.2.4 3.2.5 3.2.6

URAIAN PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun lalu Transfer Dari Dana Cadangan Penerimaan Utang Pajak - PPh Penerimaan Utang Lain-Lain Penerimaan Piutang Tahun Lalu JUMLAH PENERIMAAN DAERAH PENGELUARAN DAERAH Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang Pokok Yg jatuh tempo Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Berjalan JUMLAH PENGELUARAN DAERAH JUMLAH PEMBIAYAAN

ANGGARAN

REALISASI

31.469.759.378,38 0,00 0,00 0,00 0,00 31.469.759.378,38 0,00 225.841.200,00 1.605.372.000,00 0,00 0,00 0,00 1.831.213.200,00 29.638.546.178,38

31.469.759.378,38 0,00 0,00 0,00 0,00 31.469.759.378,38 0,00 225.841.200,00 1.605.371.292,00 0,00 0,00 41.992.764.146,37 43.823.976.638,37 (12.354.217.259,99)

1.2.2. Laporan Aliran Kas
URAIAN ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

(dalam rupiah) JUMLAH

Aliran Kas Masuk
Pendapatan Asli Daerah - Pajak Daerah - Retribusi Daerah - Bagian Laba Usaha Daerah - Lain-lain PAD Pendapatan Dana Perimbangan - Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak - Dana Alokasi Umum - Dana Alokasi Khusus - Dana Perimbangan Dari Propinsi Lain-Lain Pendapatan Yang Sah 87.464.290.868,78 55.020.706.015,00 24.717.295.163,30 1.435.968.532,15 6.290.321.158,33 442.018.777.248,79 77.823.307.252,79 308.158.000.000,00 5.455.422.806,00 50.582.047.190,00 30.411.614.920,00 559.894.683.037,57

Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar
Belanja Administrasi Umum - Belanja Pegawai - Belanja Barang Dan Jasa - Belanja Perjalanan Dinas - Belanja Pemeliharan Belanja Operasi Dan Pemeliharaan - Belanja Pegawai - Belanja Barang Dan Jasa

421.254.561.895,00 302.347.393.777,00 91.913.278.007,00 4.922.797.335,00 22.071.092.776,00 41.611.183.670,00 9.599.317.680,00 19.848.024.260,00

- Belanja Perjalanan Dinas - Belanja Pemeliharan Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka

1.035.550.196,00 11.128.291.534,00 25.605.302.872,58 6.690.000,00 488.477.738.437,58 71.416.944.599,99

Total Aliran Kas Keluar
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Aliran Kas Masuk Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar
Belanja Modal Pembelian Investasi Jangka Panjang

59.062.727.340,00 225.841.200,00 59.288.568.540,00 (59.288.568.540,00)

Total Aliran Kas Keluar
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN

Aliran Kas Masuk
Penerimaan Penerimaan Penerimaan Penerimaan UUDP Tahun Lalu Hutang PPh Hutang PFK Piutang Tahun lalu 703.877.570,00

Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar
Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Penyertaan Modal Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Pengeluaran Belanja Dibayar Dimuka-UUDP Droping

703.877.570,00 1.605.371.292,00

Total Aliran Kas Keluar
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan Kenaikan Kas Selama Periode Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas

343.036.237,00 1.948.407.529,00 (1.244.529.959,00) 10.883.846.100,99 30.765.881.808,38 41.649.727.909,37

1.2.3. Neraca
NO. I. 1. URAIAN AKTIVA AKTIVA LANCAR a. KAS b. SURAT BERHARGA c. DEPOSITO BERJANGKA d. PIUTANG PAJAK e. PIUTANG RETRIBUSI f. PIUTANG DANA PERIMBANGAN g. PIUTANG FASOS/FASUM h. PIUTANG LAIN-LAIN i. PERSEDIAAN BAHAN PAKAI HABIS/MATERIAL j. BELANJA DIBAYAR DIMUKA (UUDP DROPING) JUMLAH AKTIVA LANCAR INVESTASI JANGKA PANJANG a. INVESTASI DALAM SAHAM b. INVESTASI ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG AKTIVA TETAP a. TANAH b. JALAN DAN JEMBATAN c. BANGUNAN AIR (IRIGASI) d. INSTALASI e. JARINGAN f. BANGUNAN GEDUNG g. MONUMEN DAN TUGU h. ALAT-ALAT BESAR i. ALAT ANGKUTAN j. ALAT BENGKEL k. ALAT PERTANIAN l. ALAT KANTOR DAN RUMAH TANGGA m. ALAT STUDIO DAN ALAT KOMUNIKASI n. ALAT KEDOKTERAN o. ALAT LABORATORIUM p. BUKU/PERPUSTAKAAN q. BARANG BERCORAK SENI DAN BUDAYA r. HEWAN TERNAK DAN TANAMAN s. PERALATAN KEAMANAN JUMLAH AKTIVA TETAP DANA CADANGAN AKTIVA LAIN-LAIN a. PIUTANG ANGSURAN b. PIUTANG ROYALTI c. BANGUNAN DALAM PENGERJAAN JUMLAH AKTIVA LAIN-LAIN

(dalam rupiah) JUMLAH

41.649.727.909,37 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 291.268.318,62 0,00 343.036.237,00 42.284.032.464,99 10.408.040.820,90 290.537.670.140,15 300.945.710.961,05 2.344.403.176.602,00 313.456.213.983,00 15.481.034.692,00 7.420.787.300,00 6.696.298.687,00 339.023.290.605,00 2.616.681.993,00 154.725.000,00 63.632.251.380,00 1.011.614.000,00 223.953.000,00 10.104.686.600,00 6.636.038.925,00 736.524.000,00 13.700.000,00 135.908.000,00 143.863.000,00 5.100.000,00 1.207.075.000,00 3.113.102.922.767,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

2.

3.

4. 5.

036.874.211.774.047. BAGIAN LANCAR UTANG JANGKA PANJANG b.37 3.62 10.541.362.193.386.1653-IND) .15 3.283.Bank Pembangunan Daerah Sulsel (BPD Sulsel) Perjanjian No. DIPISAHKAN JUMLAH EKUITAS DANA UMUM EKUITAS DANA DICADANGKAN EKUITAS DANA DONASI JUMLAH EKUITAS TOTAL PASIVA 41.00 1.33 70.922.800.00 0. DIINVESTASIKAN DALAM SAHAM d. 17 Pebruari 1982 . DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PANJANG DIINVESTASIKAN PADA ASET DAERAH YANG h.254.62 0. UTANG BELANJA c. DIINVESTASIKAN DALAM ASET TETAP c. EKUITAS EKUITAS DANA UMUM a.70 19.508.992.113.833/DP3I1995 Tgl.299.90 291.00 2.Depkeu SLA.Depkeu SLA. UTANG LUAR NEGERI b.040.04 2.159/DDI84 Tgl 19 Nopember 1984 (Urban V/Ex IBRD Loan No. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA e.146.75 328.19 Nopember 1995/ (Prasana Air Bersih (Ex OECF Loan No.00 67. CADANGAN PIUTANG e.00 0.00 (2.793.508.193.00 0.00 3.Depkeu RDI-185/DDI/1987 Tgl. UTANG UTANG LANCAR a.299.000.174.033.913.036.243.332. 3.981.263. 1.71 3. JUMLAH UTANG JANGKA PANJANG JUMLAH UTANG III. SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN PELAPORAN b.Depkeu (Ex Inpres Pasar) Tgl. UTANG DALAM NEGERI .061. 1.IP-415) .00 10.140.257.3340-IND) . HUTANG PFK JUMLAH UTANG LANCAR UTANG JANGKA PANJANG a.17 Desember 1987 (Cargo Terminal) .00 0.807.174.33) 290.33 2.764.TOTAL AKTIVA II.947.456.102.189.666.00 0.408.874.829.71 0.537.456.332.211. .268.882.157.767.00) (67.00 20. DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PENDEK g.386.996.807.318.396.00 13.666.26 2. UTANG PAJAK d.Depkeu RDA-115/DP3/1993 (P3KT/Ex IBRD Loan No.04 2.820.448.670.807.996.12/009/IBRD/PP Tgl 3 Juli 1979 (Urban III/Ex IBRD Loan No.Depkeu SLA.001/PK/KIB-LL/1996 Tgl.00 0.2408-IND) .283.118. CADANGAN PERSEDIAAN f.874.036.18 Maret 1996 (Lampu Penerangan Jalan) 3.

Pemerintah Kota Makassar telah menyusun Laporan Keuangan . Sistem dan prosedur akuntansi e. Pemerintah Daerah Kota Makassar telah menyusun Pokok-pokok Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dan telah disahkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2004 tanggal 28 Juli 2004 dan dituangkan dalam Lembaran Daerah Nomor 20 seri A Nomor 5. namun dalam penyusunan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2004.1 Penelaahan atas Pelaksanaan Sistem Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan Daerah Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar dilakukan oleh Bagian Keuangan dhi. Dokumen dan catatan akuntansi d. Pada Tahun Anggaran 2004. Penatausahaan keuangan daerah b. Sub Bagian Pembukuan pada Sekretariat Daerah Kota Makassar. sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah tersebut belum sepenuhnya dilaksanakan karena baru disusun dan ditetapkan pada tanggal 4 Nopember 2004 berdasarkan Surat Keputusan Walikota Makassar Nomor 682/Kep/900 Tahun 2004. Berdasarkan pasal 31 ayat (2) Undang-Undang No.BAB II LAPORAN PEMERIKSAAN 2. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kebijakan akuntansi f. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan. 17 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara. Pedoman pencatatan akuntansi dan jurnal standar. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan pertanggungjawaban Pengelolaan APBD dan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. Pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah tersebut juga telah dijabarkan dengan Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah dan Akuntansi Keuangan Daerah Kota Makassar yang berisi antara lain tentang : a. Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 diselenggarakan dengan menggunakan sistem pembukuan ganda dengan dasar kas modifikasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. Bagan dan susunan kode rekening c.

Buku Besar penerimaan kas g. Laporan Realisasi Anggaran. Penelitian dan pencatatan bukti penerimaan berupa Surat Tanda Setoran (STS). c. Daftar Pembukuan Administratif (DPA) dan Contra Pos (CP) ke dalam jurnal penerimaan kas. Buku jurnal penerimaan kas d. b. Mekanisme penganggaran tidak dilakukan secara cermat dan akurat serta belum sepenuhnya berdasarkan sifat dan jenis penerimaan dan pengeluaran. Menyiapkan Laporan Perhitungan APBD. Buku Besar Aktiva Hasil penelaahan atas sistem pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan serta pelaksanaannya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Makassar seperti yang diuraikan di atas. Register SPJ c. Buku jurnal korolari f. Penelitian dan evaluasi bukti pengeluaran berupa Surat Perintah Membayar (SPM). Pelaksanaan penyusunan Laporan Keuangan Daerah pada Sub Bagian Pembukuan meliputi kegiatan sebagai berikut : a. Adapun register dan buku-buku yang dilaksanakan dalam rangka untuk menyusun Laporan Keuangan Daerah terdiri dari : a. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan Daerah. Buku Besar Pengeluaran Kas h. Register SPM b. Berdasarkan hasil pemeriksaan bukti penerimaan (STS) diketahui bahwa terdapat jenis penerimaan yang tidak ada mata anggarannya dalam APBD Tahun Anggaran 2004 namun terdapat realisasi penerimaannya yaitu retribusi pelayanan . sedangkan jasa konsultan untuk sistem akuntansi menggunakan jasa Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Universitas Hasanuddin.Daerah yang terdiri dari Neraca. Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar dilakukan dengan menggunakan Program Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah (SIAKDA) yang dibuat oleh jasa konsultan PT. d. Buku jurnal pengeluaran kas e. Memposting jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas ke dalam buku besar penerimaan dan pengeluaran. Murfa Surya Mahardika untuk sistem komputerisasi. sehingga masih terdapat kelemahan-kelemahan minimal sebanyak 5 (lima) kelemahan. Kelemahan tersebut adalah sebagai berikut : a. Daftar Pembukuan Administratif (DPA) dan Contra Pos (CP) serta pencatatannya ke dalam jurnal pengeluaran kas. ternyata belum sepenuhnya mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku. Neraca Daerah dan Laporan Aliran Kas.

Rancangan Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 khususnya penerimaan pajak dan restribusi belum mengambarkan keadaan yang sebenarnya. jenis pendapatan dan obyek pendapatan . 2) Terdapat kesalahan klasifikasi dari jurnal kolorali ke buku besar aktiva 3) Rincian aktiva tetap tidak dapat ditelusuri karena tidak ada kode rekening untuk setiap jenis rincian aktiva dalam sistem komputerisasi. Selain itu. Dalam penyusunan APBD dan Perubahan APBD.kesehatan – rawat jalan. c. b. Seharusnya utang belanja tersebut dianggarkan pada komponen pembiayaan bagian pembiayaan pengeluaran kelompok pembiayaan pembayaran hutang. sehingga pada pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2004 dapat diketahui jumlah pendapatan yang murni diterima dan belanja yang murni untuk membiayai kegiatan-kegiatan pada tahun anggaran berjalan. pengganggaran penerimaan yang belum diterima pada tahun berjalan (piutang/tunggakan pihak ketiga) oleh Sub Bagian Anggaran dianggarkan dalam batang tubuh APBD sebagai bagian dalam komponen penerimaan murni daerah pada tahun anggaran berjalan. Seharusnya penerimaan tersebut dianggarkan pada komponen pembiayaan bagian pembiayaan penerimaan kelompok pembiayaan penerimaan piutang. Selain hal tersebut di atas. Sistem komputerisasi akuntansi keuangan daerah (SIAKDA) yang digunakan oleh Sub Bagian Pembukuan masih menunjukkan kelemahan sebagai berikut : 1) Masih terdapat kesalahan penjumlahan pada Laporan Realisasi Anggaran khususnya dalam penjumlahan sub total. hasil pemeriksaan atas Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dinas/unit kerja diketahui terdapat beberapa pengeluaran berupa belanja barang dan jasa serta belanja pemeliharaan yang seharusnya dianggarkan sebagai belanja modal. retribusi IMB – balik nama dan retribusi izin industri dan perdagangan – tanda daftar gudang. oleh Sub Bagian Anggaran juga dianggarkan pelunasannya dalam batang tubuh APBD Tahun Anggaran 2004 sebagai belanja daerah. Adapun mekanisme penganggaran untuk belanja daerah Tahun Anggaran 2003 yang belum terbayar pada tahun anggaran berjalan (hutang pemda). anggaran pendapatan daerah disusun menurut kelompok pendapatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa prosedur penganggaran belum dilakukan secara teliti dan akurat dalam menentukan jenis pengeluaran baik dari belanja barang dan jasa maupun belanja pemeliharaan yang dapat dikelompokkan sebagai belanja modal untuk dikapitalisasi menambah asset daerah. Pemisahan anggaran pendapatan dan belanja seperti yang diuraikan di atas sangat diperlukan untuk pengukuran kinerja Keuangan Daerah.

utang jangka pendek dan ekuitas dana donasi. . sedangkan aktiva yang diperoleh dari hibah pihak ketiga berupa fasum dan fasos belum dinilai sehingga belum dicatat sebagai aktiva tetap dalam Neraca Daerah. hasil pengadaan barang Tahun Anggaran 2004 pada beberapa dinas tidak dibuat dan disampaikan kepada Kepala Daerah dhi. karena dalam obyek pendapatan yang terealisasi hanya pada satu jenis rincian obyek pendapatan sedangkan pada rincian obyek pendapatan yang lain realisasinya nihil meskipun berdasarkan bukti penerimaan (STS) terdapat realisasi dari rincian obyek pendapatan tersebut. Sedangkan dalam Laporan Perhitungan APBD. Rancangan Laporan Keuangan Daerah berupa Neraca belum sepenuhnya menyajikan informasi mengenai posisi keuangan Daerah per 31 Desember 2004 sehingga belum menggambarkan struktur kekayaan yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Makassar. Selain itu.yang selanjutnya dirinci lagi menurut rincian obyek pendapatan. Bagian Perlengkapan Sekretariat Kota Makassar sehingga pencatatan aktiva berupa barang inventaris hasil pengadaan dari dinas/unit kerja belum dimasukkan sebagai komponen aktiva Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun 2004. Hal ini menggambarkan bahwa aktiva daerah tidak dicatat dan dikendalikan dengan baik. piutang retribusi. piutang lain-lain. Hal ini terlihat dari masih terdapat beberapa akun yang belum dicatat yaitu piutang pajak. d. persediaan bahan habis pakai/material. Atas kelemahan pengendalian intern tersebut. setiap obyek pendapatan tidak dirinci berdasarkan rincian obyek pendapatan sehingga perbandingan antara anggaran dan realisasi menjadi tidak riil. BPK-RI menyarankan agar Pemerintah Kota Makassar melakukan review atas sistem pembukuan dan penyusunan laporan keuangannya. Raxindo Wardana ditambah dengan jumlah aktiva yang diperoleh dari belanja modal pada Tahun Anggaran 2004. e. Tidak memadainya persyaratan untuk pengamanan aktiva. bangunan dalam pengerjaan. Nilai aktiva yang dicantumkan dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca per 31 Desember 2004 terdiri dari aktiva Pemerintah Kota Makassar yang telah dinilai oleh PT.

Akun-akun dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Penerimaan Pembiayaan .Penerimaan Utang PFK Saldo sebelum koreksi Rp 0. Akun-akun dalam Laporan Aliran Kas (LAK) Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Penerimaan Pembiayaan .00 dan telah disetor seluruhnya ke Kas Negara.149.954. Koreksi Pembukuan Dan Kecermatan Penyusunan Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 Dari hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan (sebelum disampaikan ke DPRD) Tahun Anggaran 2004 yang telah disajikan oleh Pemerintah Kota Makassar.648.149.Aktivitas Pembiayaan Masuk Saldo sebelum koreksi Rp 0. BPK-RI telah mengajukan 42 (empat puluh dua) koreksi kepada Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Makassar.648.00 Saldo setelah koreksi Rp 30.779.00 Saldo setelah koreksi Rp 30.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 30.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Pengeluaran Pembiayaan Pembayaran Utang PFK Rp 30.142.648.648.492. Koreksi yang dilakukan BPK-RI didasarkan atas kebenaran formal / substansi dari bukti akuntansi.00.00 Saldo setelah koreksi Rp 30.648.657.00 2) Akun Pengeluaran Pembiayaan .149.162.252.2.2.779. dan Rp1.Penerimaan Utang PFK .648.474.00 b.Pembayaran Utang PFK Saldo sebelum koreksi Rp 0. Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan pencatatan atas transaksi tersebut.00.648. Koreksi-koreksi tersebut adalah sebagai berikut : 2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 30. Rp20.000.442. Kesalahan Karena Belum Dicatat 1.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 30.779.779.779.1.2.779.00 Penerimaan Pembiayaan Penerimaan Utang PFK Rp 30.779.149.149.648.149. terdapat potongan gaji untuk Pajak Penghasilan. Pada Tahun Anggaran 2004.779.149.149. Iuran Wajib Pegawai dan Taperum masing-masing senilai Rp8.00 .

2) Akun Pengeluaran Pembiayaan .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 13.00 PT Putra-Putra Nusantara EDU .517.779.648. Bank Perkreditan Rakyat (PD.1/023/S.00 Saldo setelah koreksi Rp 13.000.000.648. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Aktiva Lain-lain. Putra-Putra Nusantara selaku pelaksana pengelola Pulau Kayangan diwajibkan membayar royalti penggunaan Pulau Kayangan kepada Pemerintah Kota Makassar setiap tahun selama periode 25 tahun.00 Saldo setelah koreksi Rp 13.000. 2.00 2) Akun EDU .416.Pembayaran Utang PFK .000.Cadangan Piutang Saldo sebelum koreksi Rp 291. 666.000. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat piutang royalti atas penggunaan Pulau Kayangan oleh PT Putra-Putra Nusantara seluruhnya sebesar Rp13. 27/PPN-KPPK/X/03 tanggal 30 Oktober 2003 yang disepakati bahwa PT.779.Cadangan Piutang Rp 13.000. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.416.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 30.707. Sampai dengan akhir tahun anggaran Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan pencatatan atas transaksi tersebut.268.00 Saldo setelah koreksi Rp 30.Piutang Royalti PT Putra.000.149.62 Atas koreksi tersebut.416.416. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 3.149.62 Koreksi tambah (kurang) Rp 13.334.000.00 Atas koreksi tersebut. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat jasa giro yang belum disetor PD. Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan pencatatan atas kejadian tersebut sampai dengan akhir tahun anggaran.268.416.416. Putra-Putra Nusantara No.318.000.000. .00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama tentang kontrak penggunaan Pulau Kayangan antara Pemerintah Kota Makassar dengan PT.00. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Aktiva Lain-lain – Piutang Royalti Rp 13.Aktivitas Pembiayaan Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 0.PERTA /DIPARDA dan No. BPR) ke Kas Daerah sebesar Rp42.318.000.Putra Nusantara Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.

Dinas Bina Marga Rp 2.00 ATK .334.585.500.00 ATK .Dinas Perhubungan Rp 218.500.732.Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Rp 202. Berdasarkan data dari dinas/unit kerja di lingkup Pemerintah Kota Makassar.00 ATK .00 .00 Rincian Persediaan Bahan Pakai Habis/Material : Obat-obatan . Pasar Rp 4.585.517.Badan Pengawas Daerah Rp 1.Dinas Pendapatan Daerah Rp 9.262.835. Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan pencatatan atas kejadian tersebut sampai dengan akhir tahun anggaran.517.00 Saldo setelah koreksi Rp 42.00 ATK .00 Benda berharga .00 ATK . 4.000.833.500.000. diketahui terdapat saldo persediaan bahan pakai habis/material per tanggal 31 Desember 2004.Cadangan Persediaan Rp 262.Dinas Cipta Karya Rp 1.Dinas Perhubungan Rp 3.PD.00 Material EDU .Cadangan Piutang Rp 42. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.517.00 ATK .62 Koreksi tambah (kurang) Rp 42. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Piutang Lain-lain – Jasa Giro Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.707.00 Saldo setelah koreksi Rp 13.318.947.Dinas Pariwisata Rp 2.602.334.334.Dinas Pemadam Kebakaran Rp 2.268.517.927.Dinas Pendapatan Rp 10.00 ATK .00 Benda berharga .160.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 42.875.62 Atas koreksi tersebut.000.00 Benda berharga .037.825.400. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Persediaan Bahan Pakai Habis/ Rp 262.00 2) Akun EDU .833.Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Rp 20.334.500.00 EDU .461.953.749.500.811.Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Piutang Lain-lain – Jasa Giro BPR Rp 42.972.00 Benda berharga .Dinas Pariwisata Rp 147.517.Cadangan Piutang Saldo sebelum koreksi Rp 13.187.00 ATK .334.000.

279.482.00 Saldo setelah koreksi Rp 262.833.00 Daerah Yang Dipisahkan Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. .00.15 Koreksi tambah (kurang) Rp 28.Cadangan Persediaan Saldo sebelum koreksi Rp 0. Dalam Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kota Makassar melakukan penilaian kembali atas penyerahan aset kepada PD Terminal Makassar Metro dan diketahui bahwa jumlah jumlah aset yang telah diserahkan senilai Rp68.451.537.043. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.509.Investasi Aset Daerah Yang Dipisahkan Saldo sebelum koreksi Rp 290.609. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Investasi Jangka Panjang Rp 28.942.043.942.00 Investasi Aset Daerah Yang Dipisahkan EDU . 5.833.585. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Investasi Jangka Panjang .00 2) Akun EDU .670.872.581.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 262.043.581.509.15 Koreksi tambah (kurang) Rp 28.609.Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.585.833.140.00 Saldo setelah koreksi Rp 318.043.509.15 2) Akun EDU .585.509.Rp40.043.15 Atas koreksi tersebut.Diinvestasikan Pada Aset Rp 28.00.953.670.00 .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 262.649.451.872.909.833.609.279.482. Bagian Keuangan Pemerintah Kota Makassar tidak mencatat perubahan nilai tersebut dan hanya mencatat Investasi Aset Daerah Yang Dipisahkan pada PD Terminal Makassar Metro senilai Rp40. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.609.00).00 Saldo setelah koreksi Rp 262.00 (Rp68.649.509.953. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Persediaan Bahan Pakai Habis /Material Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Saldo setelah koreksi Rp 318.909.Diinvestasikan Pada Aset Daerah Yang Dipisahkan Saldo sebelum koreksi Rp 290.00 Atas koreksi tersebut.609.585.537. sehingga dilakukan koreksi tambah sebesar Rp28.140.

00 Koreksi tambah (kurang) Rp 6.885.Gedung Asrama/Mess Saldo sebelum koreksi Rp 339.00. Pemerintah Kota Makassar juga melaksanakan pembangunan Menara (Tower) Balaikota Makassar yang telah diselesaikan secara fisik 18.000.023.40 Saldo setelah koreksi Rp 317.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 466.987.548.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 3.000.395. 7.40 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Bangunan Gedung .000.792.531. Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan pencatatan atas kejadian tersebut sampai dengan akhir tahun anggaran.000.Jalan Daerah Rp 3.883.000.118. Pemerintah Kota Makassar tidak .661.768.00 Utang Belanja Rp 10.524.097.00 Saldo setelah koreksi Rp 339.40 Saldo setelah koreksi Rp 10.885.290.290.661.548.615.00 dan utang pajak Sekretariat Daerah sebesar Rp432.768.000.883.000.Asrama/Mess Rp 466.40 3) Akun Utang Bangunan Dalam Pengerjaan Saldo sebelum koreksi Rp 0. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Bangunan Gedung . Pada Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kota Makassar melaksanakan pembangunan Mess Pemerintah Kota Makassar di Jakarta senilai Rp466.548.885.983.000. Sampai dengan 31 Desember 2004 pembayaran atas pekerjaan tersebut belum dilakukan.40 Bangunan Dalam Pengerjaan Rp 6.00 terdiri dari utang pajak Sekretariat DPRD sebesar Rp43.00 Jalan dan Jembatan .661.00 dan Pekerjaan peningkatan jalan poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kota Makassar senilai Rp3.213.548.548.177.00.987.00 4) Akun Utang Belanja Saldo sebelum koreksi Rp 0.605.6.768.000.859.456.00 2) Akun Jalan dan Jembatan . Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat potongan pajak yang belum disetor ke Kas Negara seluruhnya sebesar Rp476.65% atau senilai Rp6.859.859.883.40 yang pelaksanaan pekerjaan telah selesai namun belum dilakukan pembayaran kepada rekanan pelaksana pekerjaan.859.40 Atas koreksi tersebut.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 10. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.489.885.548.00 Saldo setelah koreksi Rp 6.605.871.Jalan Daerah Saldo sebelum koreksi Rp 313.987.

Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : EDU .395.00 Atas koreksi tersebut.792.310.Dana Untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Saldo sebelum koreksi Rp 2.00 Saldo setelah koreksi Rp 476.792.952.00 Pajak Hotel – Hotel Ekonomi Rp 264. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Pajak Hotel Melati sebesar Rp1.036.00 Pajak Hotel .2. 2.00 Utang Jangka Pendek Utang Pajak Rp 476.599.395.Hotel Berbintang Rp 1.395.123.00 Pajak Hotel .123.025.098.036.Dana Untuk Pembayaran Rp 476.036.952.Hotel Melati Rp 1. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun EDU . Kesalahan Pembebanan (dicatat tapi salah akun) 1.792.045.00 dan Pajak Hotel Ekonomi sebesar Rp264.025.310.792.310.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Pajak Hotel .00 .melakukan pencatatan atas kejadian tersebut sampai dengan akhir tahun anggaran.045.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 476.098.045.098.Hotel Melati Rp 1.036.952.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.Hotel Berbintang Rp 1.310.00 yang keseluruhannya dicatat dalam Pajak Hotel Berbintang.2.00 Pajak Hotel .395.084.513.807. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 1.084.874.792.123.00 2) Akun Utang Pajak Saldo sebelum koreksi Rp 0.395.Hotel Ekonomi Rp 264. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.036.00 Pajak Hotel .270.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 1.025.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.123.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 476.084.

084.Restoran/ Rp 1.134.759.451.791.00) Saldo setelah koreksi Rp 8.00 Saldo setelah koreksi Rp 264.00 .098. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Pajak Restoran-Kios/Karaoke sebesar Rp1.134.952.Hotel Ekonomi Saldo sebelum koreksi Rp 0. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Pajak Hotel .00 Pajak Restoran .00 Pajak Restoran .491.084.791.819.550.145.518.747.Penjual Rp 477.00 2) Akun Pajak Hotel .00 Pajak Restoran . Pajak Restoran-Rumah Kopi/ Minum Dingin sebesar Rp216.451.Hotel Berbintang Saldo sebelum koreksi Rp 9.00 Makanan/Minuman (Harian) Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Pajak Restoran .Kios/Karaoke Rp 1.Bar Rp 1.00 Pajak Restoran .00 Atas koreksi tersebut.550. 2.819.154.947.00.383.641.506.952.096.605.947.123.Hotel Melati Saldo sebelum koreksi Rp 0.098.616.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 264.00 Saldo setelah koreksi Rp 1.096.181.00 Makan/Warung Nasi Pajak Restoran .824.Kios/Karaoke Rp 1.00 Pajak Restoran .036.506.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.518.00 yang dicatat dalam Pajak Restoran-Bar dan Pajak Restoran-Restoran/Rumah Makan/Warung Nasi. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 2.Rumah Rp 216.Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.045.641.025.947.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.824.605.154.00 3) Akun Pajak Hotel .145.045.641.Bar Rp 1.759.00 Kopi/Minum Dingin Pajak Restoran .00 dan Pajak Restoran-Penjual Makanan/ Minuman (Harian) sebesar Rp477.824.310.00 Rumah Makan/Warung Nasi Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 2.025.Restoran/ Rumah Rp 1.652.624.383.

Pajak Hiburan .449.Kios/Karaoke Saldo sebelum koreksi Rp 0.759.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.506.00 yang keseluruhannya dicatat dalam Pajak HiburanBioskop/Penyediaan Disk.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 477.Penjual Makanan/Minuman (Harian) Saldo sebelum koreksi Rp 0.096.947.767.00 dan Pajak Hiburan-Fitnes/Kebugaransebesar Rp102.Restoran/ Rumah Makan/Warung Nasi Saldo sebelum koreksi Rp 10.929.00) Saldo setelah koreksi Rp 565.00 Makanan/Minuman (Harian) Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.791.096.Bar Saldo sebelum koreksi Rp 1.00) Saldo setelah koreksi Rp 9.096.284.Penjual Rp 477.506.819.00 Penyediaan Disk .792.145.154.Diskotik/Klub Malam/Karaoke sebesar Rp1. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.221.342.947.217.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.134.210.00 Pajak Hiburan .938.383.520.00 4) Akun Pajak Restoran . Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Pajak Hiburan-Pertunjukan Kesenian dan Musik sebesar Rp186.584.689.949.145.00 Saldo setelah koreksi Rp 477. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 2.284.190.221.Rumah Rp 216.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.Pajak Restoran . Pajak Hiburan-Bilyard/ Ketangkasan/Pijat sebesar Rp703.824.00.729.451.824.388.553.506.00 Saldo setelah koreksi Rp 216.00 Saldo setelah koreksi Rp 1.Bioskop/ Rp 2. 3.Rumah Kopi/Minum Dingin Saldo sebelum koreksi Rp 0.641.564.00 3) Akun Pajak Restoran .438.00 Atas koreksi tersebut. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Pajak Restoran .819.210.285.718.00.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 216.00 Kopi/Minum Dingin Pajak Restoran .145.819.00 5) Akun Pajak Restoran .739.641.00 2) Akun Pajak Restoran .

938.221.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 703.00 Saldo setelah koreksi Rp Rp Rp Rp 186.195.792.284.221.00 102.00 4) Akun Pajak Hiburan .553.00 Saldo setelah koreksi 3) Akun Pajak Hiburan .532.00 1.285.00) Saldo setelah koreksi 2) Akun Pajak Hiburan .Fitnes/ Kebugaran Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Pajak Hiburan .Diskotik/Klub Malam/ Karaoke Pajak Hiburan .Diskotik/Klub Malam/ Karaoke Pajak Hiburan .553.792.Bioskop/ Rp 2.217.Bilyard/ Ketangkasan/Pijat Saldo sebelum koreksi Rp 0.Bilyard/ Ketangkasan/Pijat Pajak Hiburan .285.00 .00 Rp 1.Diskotik/Klub Malam/ Karaoke Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Rp 985.284.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.217.Bioskop/Penyediaan Disk Saldo sebelum koreksi Rp 3.342.00 Rp 186.221.Fitnes/ Kebugaran Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.342.438.438.Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.210.438.Bilyard/ Ketangkasan/Pijat Pajak Hiburan .938.388.210.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 186.767.767.00 Saldo setelah koreksi Rp 703.938.Pertunjukan Kesenian dan Musik Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Rp Rp Rp Rp 186. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Pajak Hiburan .388.Pertunjukan Kesenian dan Musik Pajak Hiburan .00 703.00 1.Pertunjukan Kesenian dan Musik Pajak Hiburan .767.210.342.217.553.00 102.112.767.938.396.217.00 703.792.284.342.553.753.00 Pajak Hiburan .00 Penyediaan Disk Pajak Hiburan .438.792.

438.005.00 Rawat Inap Umum Retribusi Pelayanan Kesehatan Rp 9.438.438.250.00 .872.00 Atas koreksi tersebut.438.250.Rawat Jalan Saldo sebelum koreksi Rp 0.5) Akun Pajak Hiburan . Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 9.438.00 Retribusi Pelayanan Kesehatan Rp 9.00 .438.Rawat Jalan Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Pelayanan Kebersihan-Komunal sebesar Rp534.Rawat Inap Umum Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 9.255.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (9.438.438.250.792.Rawat Inap Umum Saldo sebelum koreksi Rp 358.388.355.434.250. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.00 2) Akun Retribusi Pelayanan Kesehatan .00) Saldo setelah koreksi Rp 349.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 9. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan-Rawat Jalan sebesar Rp9.00 Retribusi Pelayanan Kesehatan Rp 9. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.00 yang dicatat dalam Retribusi Pelayanan Kebersihan- .Rawat Jalan Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Pelayanan Kesehatan Rp 9.250.00 . Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Pelayanan Kesehatan .285.250.250.438.285.00 Atas koreksi tersebut.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 102.250.250.388.438. 5.00 Saldo setelah koreksi Rp 9.250.00 yang dicatat dalam Retribusi Pelayanan Kesehatan-Rawat Inap Umum.00 Saldo setelah koreksi Rp 102.Fitnes/Kebugaran Saldo sebelum koreksi Rp 0. 4.

00) Saldo setelah koreksi Rp 531.00.792. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Terminal-Fasilitas Penunjang yang dicatat dalam Retribusi Terminal-Bus Umum sebesar Rp3.184. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Pelayanan Kebersihan .00 Retribusi Pelayanan Kebersihan Rp 519.251.Individual sebesar Rp519.200.171.691.772.00 – Komunal Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 6.020.792. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 534.Sampah Luar Biasa Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 534.772.00 – Komunal Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Pelayanan Kebersihan – Rp 519.184.895.020.00 Sampah Luar Biasa Retribusi Pelayanan Kebersihan Rp 534.184.355.020.450.792.000.140.020.050.541.00 Individual Retribusi Pelayanan Kebersihan Rp 15.772.00.00 dan Retribusi Pelayanan KebersihanSampah Luar Biasa sebesar Rp15. .020.171.Sampah Luar Biasa Saldo sebelum koreksi Rp 193.00 Saldo setelah koreksi Rp 1.Individual Saldo sebelum koreksi Rp 1.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (15.00 – Individual Retribusi Pelayanan Kebersihan Rp 15.00 .355.792.875.355.00) Saldo setelah koreksi Rp 178.355.000.273.184.171.00 2) Akun Retribusi Pelayanan Kebersihan .772.972.171.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 534.Komunal Saldo sebelum koreksi Rp 738.712.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (519.792.00 Atas koreksi tersebut.658.355.00 3) Akun Retribusi Pelayanan Kebersihan .00 Retribusi Pelayanan Kebersihan Rp 534.

630.000.000.140. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.000.00 Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 15. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran-Kendaraan Bermotor sebesar Rp5.140.Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 3.00 Pemadam Kebakaran .00 Retribusi Terminal .00) Saldo setelah koreksi Rp 1.00 Pemadam Kebakaran-Rumah Usaha Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 15.Fasilitas Rp 3.00 dan Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran-Hidrant Per Unit sebesar Rp10.000.000.00 Penunjang Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.140.Kendaraan Bermotor .801.000.000.941. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 15.00 Pemadam Kebakaran-Hidrant Per Unit Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 10.470.00 yang dicatat dalam Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran-Rumah Usaha.00 Retribusi Terminal .630.Bus Umum Rp 3.Fasilitas Rp 3.140.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (3.Bus Umum Saldo sebelum koreksi Rp 1.000.400.000.160.160.564.000.000.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 3.Bus Umum Rp 3.Fasilitas Penunjang Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Retribusi Terminal .140.140.400.00 Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 5.000. 7.140.470.630.00 2) Akun Retribusi Terminal .000.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 3.00 Penunjang Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Terminal .000.140.567.00 Atas koreksi tersebut.140.000.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Terminal .

160.470.160.00 yang dicatat dalam Retribusi Tempat Rekreasi & OlahragaTempat Rekreasi sebesar Rp16.000.00 Pemadam Kebakaran .00 dan Retribusi Penyeberangan ke pulau lainnya sebesar Rp500.500.00 Pemadam Kebakaran .000.630.000.Kendaraan Bermotor Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Saldo setelah koreksi Rp 5.350.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 244. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.000.00 Olahraga .00 Retribusi Tempat Rekreasi & Rp 16.000.474.Tempat Rekreasi Retribusi Penyeberangan ke Rp 500. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .470.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 5.000.000.844. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Tempat Rekreasi & Olahraga-Tempat Olahraga sebesar Rp16.Kendaraan Bermotor Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.000.00 Kebakaran .00 Atas koreksi tersebut.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (15.350.850.Hidrant Per Unit Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Rp 10.630. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 16.00 3) Akun Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .000.850.00 Saldo setelah koreksi Rp 10.00 pulau lainnya .160.00 2) Akun Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran . 8.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 10.00.470.000.Hidrant Per Unit Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.Rumah Usaha Saldo sebelum koreksi Rp 260.000.Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 15.500.Rumah Usaha Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 5.

00 Koreksi tambah (kurang) Rp (16.850.00 Retribusi Tempat Rekreasi & Rp 16.Tempat Olahraga Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.100.000.000.Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 16.00.000.00 2) Akun Retribusi Penyeberangan ke pulau lainnya Saldo sebelum koreksi Rp 12.784.00 Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Retribusi Izin Mendirikan Bangunan – IMB Rp 839.174.000.850.00) Saldo setelah koreksi Rp 369.00 Atas koreksi tersebut.215.00) Saldo setelah koreksi Rp 12.00 .Tempat Rekreasi Retribusi Penyeberangan ke pulau Rp 500.350.Tempat Olahraga Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Tempat Rekreasi & Rp 16.000.850.449. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan-Renovasi sebesar Rp25.000.000.836.488.836.000.Tempat Rekreasi Saldo sebelum koreksi Rp 385.00 Rp 839.00 Saldo setelah koreksi Rp 16.000.00 3) Akun Retribusi Tempat Rekreasi & Olahraga .000.00 dan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan-Balik Nama sebesar Rp36.00 Olahraga .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 16.715.855.00 Olahraga .000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Tempat Rekreasi & Olahraga .000.00 yang dicatat dalam Retribusi Izin Mendirikan Bangunan-IMB seluruhnya sebesar Rp839. 9.449.00 Olahraga .349.Tempat Olahraga Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.836. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan-Pemutihan sebesar Rp125.850. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan-Penambahan sebesar Rp651.00.709.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (500.524.350.00 lainnya Retribusi Tempat Rekreasi & Rp 16.000. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.850.449.000.

349.784.Balik Nama Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Rp 839.00 125.000.00 – IMB Rp Retribusi Izin Mendirikan Bangunan – Penambahan Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan – Renovasi Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan – Pemutihan Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan .000.00 Saldo setelah koreksi Rp 4) Akun Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .907.00 Saldo setelah koreksi Rp 3) Akun Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .00 36.00 125.836.762.855.Renovasi Saldo sebelum koreksi Rp 151.00 Saldo setelah koreksi Rp 2) Akun Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .100.709.975.994.349.449.359.Balik Nama Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.650.855.519.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 25.709.IMB Saldo sebelum koreksi Rp 7.000.000.00 651.100.00 177.00 125.Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 839.449.200.836.00 25.00 .349.784.Penambahan Saldo sebelum koreksi Rp 7.709.000.855.682.424.00 25.488.834.30 Koreksi tambah (kurang) Rp 839.00 Saldo setelah koreksi Rp 651.449.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 125.151.500.00 36.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 651.Pemutihan Saldo sebelum koreksi Rp 0. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .00 6.100.784.000.00 Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan – Penambahan Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan – Renovasi Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan – Pemutihan Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan .100.784.30 659.488.836.

961.961.00.189.00 Saldo setelah koreksi Rp 36.SITU Baru Saldo sebelum koreksi Rp 436. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 186.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (186.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 186.961. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Izin Gangguan-Perpanjangan SITU yang dicatat dalam Retribusi Izin Gangguan-SITU Baru sebesar Rp186.961. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 11.150.000.00 Baru Retribusi Izin Gangguan Rp 186.00 Retribusi Izin Gangguan Rp 186.Perpanjangan SITU Saldo sebelum koreksi Rp 0. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.961.5) Akun Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .000.000.699.000.961.00.000.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 186.000.00 2) Akun Retribusi Izin Gangguan .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 36.00 Atas koreksi tersebut.00 Retribusi Izin Gangguan .00) Saldo setelah koreksi Rp 249.SITU Rp 186. .00 Baru Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 186.000.00 Perpanjangan SITU Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Izin Gangguan .000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Izin Gangguan .000.00 Atas koreksi tersebut. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Izin Trayek-Kendaraan Tidak Bermotor yang dicatat dalam Retribusi Izin Trayek-Angkutan Umum sebesar Rp29.Balik Nama Saldo sebelum koreksi Rp 0.961.961.961. 10.488.488.000.00 Perpanjangan SITU Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.000.000.961.SITU Rp 186.000.000.

000.000.00 Angkutan Umum Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 29. Retribusi Izin Industri dan Perdagangan.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Izin Trayek .Angkutan Umum Saldo sebelum koreksi Rp 623.00 Saldo setelah koreksi Rp 29.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (29. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .699.332.500.Daftar Industri sebesar Rp41.00.000.699.550. 12.00 Kendaraan Tidak Bermotor Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.000.00 Kendaraan Tidak Bermotor Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Izin Trayek . Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 29.000.632.000. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Izin Industri dan Perdagangan-Izin Usaha sebesar Rp341.699.Tanda Daftar Perusahaan Rp 530.699.000.Kendaraan Tidak Bermotor Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.00 Retribusi Izin Trayek Rp 29.00.632.00 .Angkutan Rp 29.000.000.940.00.000.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 593.00 Rp 530.000.00 Atas koreksi tersebut.00 2) Akun Retribusi Izin Trayek .00 Umum Retribusi Izin Trayek Rp 29.699.000.699.699.632.Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 29.699.00 yang dicatat dalam Retribusi Izin Industri dan Perdagangan-Tanda Daftar Perusahaan sebesar Rp530.00 Retribusi Izin Trayek Rp 29.699. Retribusi Izin Industri dan Perdagangan-Tanda Daftar Gudang sebesar Rp147.750.639.500.

750.000.Izin Usaha Retribusi Izin Industri dan Rp 41.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 41.Izin Usaha Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.000.000.750.632.750.000.000.00 2) Akun Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .Tanda Daftar Industri Retribusi Izin Industri dan Rp 147.550.Izin Usaha Retribusi Izin Industri dan Rp 41.000.000.Tanda Daftar Perusahaan Saldo sebelum koreksi Rp 1. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 41.017.00 Perdagangan .Tanda Daftar Industri Saldo sebelum koreksi Rp 0.632.000.00 Retribusi Izin Industri dan Rp 341.550.550.00 Saldo setelah koreksi Rp 341.Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 530.00 Perdagangan .332.Tanda Daftar Perusahaan Retribusi Izin Industri dan Rp 341.000.000.Tanda Daftar Gudang Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Izin Industri dan Rp 530.00 Perdagangan .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 530.00 3) Akun Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .632.00 Perdagangan .Tanda Daftar Industri Retribusi Izin Industri dan Rp 147.072.440.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 341.000.332.550.00 Saldo setelah koreksi Rp 486.00 Perdagangan .00 Perdagangan .Tanda Daftar Gudang Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.750.00 Perdagangan .00 .

100.000.Tanda Daftar Gudang Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 yang dicatat dalam Retribusi Informasi dan Komunikasi-Izin perfilman sebesar Rp32.00 Komunikasi .000.Izin usaha pameran Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Komunikasi .000. Retribusi Informasi dan Komunikasi-Izin operasional sebesar Rp1.150.150.000.332. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Informasi dan Komunikasi-Izin usaha pameran sebesar Rp31.Izin operasional Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.700.00 Retribusi Informasi dan Rp 31.150.00.00 . Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 32.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (32.Izin operasional Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : 32.Izin perfilman Retribusi Informasi dan Komunikasi Rp 31.000.000.000.00 Izin usaha pameran Retribusi Informasi dan Rp 1. 13.000.Izin usaha pameran Retribusi Informasi dan Rp 1.000.00 Atas koreksi tersebut.Izin perfilman Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 32.000.00 Komunikasi .Izin perfilman Saldo sebelum koreksi Rp 37.00 Retribusi Informasi dan Komunikasi Rp .000.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Informasi dan Komunikasi .050.00.850.00 Saldo setelah koreksi Rp 147.00 Komunikasi .00 Retribusi Informasi dan Rp 32.100.050.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 31.100.150.000.050.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 147.4) Akun Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .000.00 2) Akun Retribusi Informasi dan Komunikasi .000.150.150.332.100.100.00) Saldo setelah koreksi Rp 5.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 31. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

3) Akun Retribusi Informasi dan Komunikasi - Izin operasional Saldo sebelum koreksi Rp 0,00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.050.000,00 Saldo setelah koreksi Rp 1.050.000,00 Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 14. Pada akhir tahun 2003 terdapat saldo piutang pajak daerah sebesar Rp243.749.519,00 dan retribusi daerah sebesar Rp7.576.500,00 yang tidak dicatat Pemerintah Kota Makassar dan pada Tahun Anggaran 2004 terdapat piutang pajak dan retribusi daerah yang telah diterbitkan SKPD dan SKRD namun belum dilunasi (tunggakan tahun 2004) sebesar Rp82.698.700,00. Penerimaan tunggakan pajak dalam Tahun Anggaran 2004 sebesar dicatat oleh Pemerintah Kota Makassar sebagai penerimaan murni pajak daerah. Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan penyesuaian Neraca untuk mengakui adanya piutang pajak dan retribusi sehingga dalam Neraca Tahun 2004 tidak tercantum Piutang Pajak dan Piutang Retribusi. Atas transaksi Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 82.698.700,00 Pajak Hotel - Berbintang Rp 73.000.000,00 Pajak Restoran – Kios/Karaoke Rp 9.698.700,00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a. Jurnal pengakuan saldo awal Piutang Pajak dan Piutang Retribusi : Piutang Pajak Rp 243.749.519,00 Piutang Retribusi Rp 7.576.500,00 EDU - Cadangan Piutang Rp 251.326.019,00

Rincian Saldo Awal Piutang Pajak dan Retribusi :
Piutang Pajak Hotel Piutang Pajak Restoran Piutang Pajak Hiburan Rp Rp Rp 206.469.473,00 32.246.621,00 5.033.425,00

Piutang Retribusi Alat Pemadam Rp 7.576.500,00 b. Jurnal reklasifikasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004 :

Pajak Hotel - Berbintang Rp 73.000.000,00 Pajak Restoran - Kios/Karaoke Rp 9.698.700,00 Penerimaan Pembiayaan Rp Penerimaan Piutang Tahun Lalu c. Jurnal penyesuaian Neraca per 31 Desember 2004 : Penerimaan Pembiayaan Rp 82.698.700,00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang Pajak Rp

82.698.700,00

82.698.000,00

d. Jurnal pengakuan tunggakan pajak dan retribusi yang terjadi dalam Tahun Anggaran 2004 : Piutang Pajak Rp 233.078.463,00 Piutang Retribusi Rp 651.684.860,00 EDU - Cadangan Piutang Rp 884.763.323,00

Rincian Tunggakan Pajak dan Retribusi Tahun Anggaran 2004 :
Piutang Pajak - Pajak Hotel Piutang Pajak - Pajak Restoran Piutang Pajak - Pajak Hiburan Piutang Retribusi - Pasar Piutang Retribusi - Alat Pemadam Rp Rp Rp Rp Rp 33.251.000,00 180.890.091,00 18.937.372,00 27.697.500,00 15.193.360,00 7.381.000,00

Piutang Retribusi - Tempat Rekreasi Rp

Piutang Retribusi - IMB - PD BPR Rp 601.413.000,00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada :

a. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan - Pajak Hotel Saldo sebelum koreksi Rp 9.491.652.747,00 Koreksi tambah (kurang) Rp (73.000.000,00) Saldo setelah koreksi Rp 9.418.652.747,00 2) Akun Pendapatan - Pajak Restoran Saldo sebelum koreksi Rp 12.534.209.908,00 Koreksi tambah (kurang) Rp (9.698.700,00) Saldo setelah koreksi Rp 12.524.511.208,00 3) Akun Penerimaan Pembiayaan - Penerimaan Piutang Tahun Lalu Saldo sebelum koreksi Rp 0,00 Koreksi tambah (kurang) Rp 82.698.700,00 Saldo setelah koreksi Rp 82.698.700,00 b. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Aktiva Lancar - Piutang Pajak Saldo sebelum koreksi Rp 161.050.819,00 Koreksi tambah (kurang) Rp 233.078.463,00 Saldo setelah koreksi Rp 394.129.282,00 2) Akun Aktiva Lancar - Piutang Retribusi Saldo sebelum koreksi Rp 7.576.500,00 Koreksi tambah (kurang) Rp 652.134.860,00 Saldo setelah koreksi Rp 659.711.360,00 3) Akun EDU - Cadangan Piutang Saldo sebelum koreksi Rp 13.749.602.835,62 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.053.840.642,00 Saldo setelah koreksi Rp 14.803.443.477,62

c. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pajak Daerah - Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 55.020.706.015,00 Koreksi tambah (kurang) Rp (82.698.700,00) Saldo setelah koreksi Rp 54.938.007.315,00 2) Akun Penerimaan Piutang Tahun Lalu - Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 0,00 Koreksi tambah (kurang) Rp 82.698.700,00 Saldo setelah koreksi Rp 82.698.700,00 Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 15. Pada Tahun Anggaran 2003 Pemerintah Kota Makassar dhi. Dinas Cipta Karya mengadakan perjanjian kerja sama dengan PT. Duta Niaga Jumantara untuk penggunaan tiang lampu jalan sebagai media iklan, dengan syarat PT Duta Niaga Jumantara menanggung seluruh biaya pemeliharaan lampu jalan yang digunakan dan berhubungan langsung dengan PT. PLN untuk pembayaran tagihan rekening listriknya. Maka seluruh pendapatan dan biaya yang timbul akibat perjanjian tersebut bukan merupakan hak ataupun kewajiban Pemerintah Kota Makassar. Namun dalam pelaksanaannya, PT. Duta Niaga Jumantara tidak melakukan pembayaran tagihan listrik secara langsung sehingga oleh PT. PLN biaya yang seharusnya menjadi tanggungan PT. Duta Niaga Jumantara dibebankan pada rekening Penerangan Jalan Umum dan dipotong langsung dari hasil pemungutan Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Pada akhir Tahun Anggaran 2003 terdapat saldo piutang PT. Duta Niaga Jumantara yaitu penerimaan PPJ yang dipotong oleh PT. PLN pada Tahun Anggaran 2003 sebesar Rp9.712.760,00 dan telah disetor ke Kas Daerah pada Tahun Anggaran 2004. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi tersebut sebagai berikut : Kas Rp 9.712.760,00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 9.712.760,00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 9.712.760,00 Penerimaan Pembiayaan Rp 9.712.760,00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu 16. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat tagihan biaya listrik PT. Duta Niaga Jumantara sebesar Rp27.892.970,00 yang dikompensasikan dengan penerimaan PPJ. PT. Duta Niaga Jumantara baru menyetor ke kas daerah sebesar Rp13.515.145,00 sehingga masih terdapat piutang PT. Duta Niaga

Rp 9.892.00 d.892.145.825. Jurnal reklasifikasi penerimaan yang dicatat sebagai penerimaan PPJ yang seharusnya dicatat sebagai penerimaan lain-lain : Pendapatan PPJ Rp 3.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 13.712.515.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 9.00 Penerimaan – PPJ Rp 27. Jurnal pengakuan saldo awal Piutang Lain-lain : Piutang Lain-lain Rp 9.915.760.712.Cadangan Piutang Rp 14.760.145.00 dicatat sebagai berikut : Kas Rp 13.970.00 b.825.377. Jurnal balik untuk mengoreksi pengakuan biaya PJU (biaya tagihan listrik PT. Duta Niaga Jumantara sebesar Rp13.915. Jurnal pengakuan adanya piutang PT. 15 dan 16.892.00.970.630.00 dengan mengkompensasikan dengan Penerimaan PPJ sebagai berikut : Biaya PJU Rp 27. Jurnal penyesuaian Neraca per 31 Desember 2004 : Penerimaan Pembiayaan .760.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 9.515.00 EDU .599.825.00 .Cadangan Piutang Rp 9.760.970.712.145.712.00 Biaya PJU Rp 27. Pemerintah Kota Makassar mencatat pengeluaran sebesar Rp27.915.145. Duta Niaga Jumantara per 31 Desember 2004 : Piutang Lain-lain Rp 14.892.970.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang Lain-lain Rp 9. Jurnal reklasifikasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004: Lain-lain PAD Yang Sah Rp 9.00 EDU .00 e.760.970.515.00 Pendapatan PPJ Rp 3.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu c.760.515.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 13. Duta Niaga Jumantara) yang dikompensasikan dengan penerimaan PPJ : Pendapatan PPJ Rp 27.712.630.630.00 Sedangkan penerimaan dari PT.Jumantara per 31 Desember 2004 sebesar Rp14.377.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 3.915. BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a.892.00 Untuk permasalahan No.377.00 f.712.

00 3) Akun Belanja .698.315.420.62 c.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (31.00 .130.00) Saldo setelah koreksi Rp 24.477.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 9.00 Saldo setelah koreksi Rp 14.760.600. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Piutang Lain-lain – PT Duta Niaga Jumantara Saldo sebelum koreksi Rp 0.797.00 Saldo setelah koreksi Rp 92.321.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 14.524.201.00) Saldo setelah koreksi Rp 14.744.825.Dengan koreksi-koreksi tersebut di atas maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 b.00) Saldo setelah koreksi Rp 6.62 Koreksi tambah (kurang) Rp 14.286.007.797.981.571.817.292.971.377.284.158.290.682.377.028.906.803.198.PPJ Saldo sebelum koreksi Rp 25.145.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (27.00 4) Akun Penerimaan Pembiayaan .623.938.564.Biaya PJU Saldo sebelum koreksi Rp 14.825.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 6.808.700.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (31. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .130.013.00 Saldo setelah koreksi Rp 14.377.892.600. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan .331.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Saldo sebelum koreksi Rp 82.715.789.755.460.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.33 2) Akun Pendapatan Pajak Daerah .772.00) Saldo setelah koreksi Rp 54.712.443.Cadangan Piutang Saldo sebelum koreksi Rp 14.Lain-lain PAD Yang Sah Saldo sebelum koreksi Rp 1.302.825.821.970.33 2) Akun Pendapatan .411.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (5.115.00 2) Akun EDU .Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 54.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (5.808.

626.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 9.760.00 Saldo setelah koreksi Rp 92. 17.194.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.374.Cadangan Piutang Rp 2.00 b.626.194.684. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 2.970.BAU .00) Saldo setelah koreksi Rp 91.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (27.626.411.626.00 4) Akun Penerimaan Piutang Tahun Lalu . Atas transaksi tersebut.626.Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 82.00) Saldo setelah koreksi Rp 0.684.957.460.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan . Jurnal reklasifikasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004: Lain-lain PAD yang Sah Rp 2.684. Jurnal penyesuaian Neraca per 31 Desember 2004 : Penerimaan Pembiayaan Rp 2.684. Pada Tahun Anggaran 2004 terjadi transaksi penerimaan restitusi PPh Pasal 21 Pegawai Kota Makassar sebesar Rp2.987.913.684.267.194.700.3) Akun Belanja Barang dan Jasa .00 .684.194.626.194.684.684.626.00 Atas koreksi tersebut.684.712.885.626.684.626.00 EDU .194.00 Restitusi PPh Pasal 21 Penerimaan Pembiayaan Rp 2.194.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 91. Jurnal pengakuan saldo awal : Piutang Lain-lain Rp 2.194.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a.698.684.194.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu c.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 2.Restitusi Pajak Penghasilan Pasal 21-PNS Saldo sebelum koreksi Rp 2.626.626.684.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang Lain-lain Rp 2.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 2.684.892.194.626.00 Restitusi PPh Pasal 21 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 2. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.194.626.194.194.

340.028.2) Akun Penerimaan Pembiayaan .287.625.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Saldo sebelum koreksi Rp 92.00.897.194.545.340.194. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .340. Penyetoran dalam Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp69.545.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 69.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu .144.684. 18.411.626.524.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.038.284.00 Saldo setelah koreksi Rp 2. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 69.00 Angsuran Cicilan Kendaraan Rp 69.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.340.545.340.545.038.33 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .460.00 Atas koreksi tersebut.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.684.625. Pada Tahun Anggaran 2003 terdapat saldo piutang angsuran cicilan kendaraan bermotor sebesar Rp147. Jurnal reklasifikasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004 : Angsuran Cicilan Kendaraan Rp 69.626.625.545.00 Bermotor Penerimaan Pembiayaan Rp 69.00 b.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 92.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a.340.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.626.Cadangan Piutang Rp 147.344.460.340.411.287.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 6.00 b.684.340.545.00 EDU . Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.144.340. Jurnal pengakuan saldo awal Neraca per 1 Januari 2004 : Piutang Lain-lain Rp 147.00 Bermotor Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 69.00.340.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.089.545.194.

545.356.080.080.340.004.302.33 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .484.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 69. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.00 Saldo setelah koreksi Rp 78.c.340.00 b.00) Saldo setelah koreksi Rp 0.00 2) Akun EDU .484.038.020.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Saldo sebelum koreksi Rp 2.545.000.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 2.144.356.080.344. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Aktiva Lancar .00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang Lain-lain Rp 69.302. Atas transaksi-transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : .33 Koreksi tambah (kurang) Rp (69.00 Saldo setelah koreksi Rp 14. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan atas penerimaan Lain-lain Pendapatan Yang Sah yang dicatat sebagai realisasi Retribusi Daerah.545.545.00 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .817.545.62 c.Cadangan Piutang Saldo sebelum koreksi Rp 14.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 78.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 69.821.00 Atas koreksi tersebut.000.895.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan .583. 19.545.340.340.038.62 Koreksi tambah (kurang) Rp 78.352.583.340. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .00 Saldo setelah koreksi Rp 2.Angsuran Cicilan Kendaraan Bermotor Saldo sebelum koreksi Rp 69.545.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (69.089.901.897. Jurnal penyesuaian Neraca : Penerimaan Pembiayaan Rp 69.144.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.287.287.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.340.Piutang Lain-lain Saldo sebelum koreksi Rp 0.340.

00 Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah – Penggalian Jalan Rp 500.00 2) Akun Retribusi Izin Gangguan – SITU Baru Saldo sebelum koreksi Rp 249.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (500.00 Pemadam Kebakaran – Rumah Usaha Retribusi Izin Gangguan – SITU Baru Rp 1.452.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (500.Kas Rp 8.Penggalian Jalan Saldo sebelum koreksi Rp 137.000.394.450.00) Saldo setelah koreksi Rp 137.00) Saldo setelah koreksi Rp 593.Rumah Usaha Saldo sebelum koreksi Rp 244.500.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 8.000.500.00 Pemadam Kebakaran – Rumah Usaha Retribusi Izin Gangguan – SITU Rp 1.452.00 Umum Retribusi Pemakaian Kekayaan Rp 500.00 3) Akun Retribusi Izin Trayek .000.00 .940.00 4) Akun Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah .00 Baru Retribusi Izin Trayek – Angkutan Rp 500.00 Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 8.000.000.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .844.00) Saldo setelah koreksi Rp 249.00 Retribusi Izin Trayek – Angkutan Umum Rp 500.450.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.Angkutan Umum Saldo sebelum koreksi Rp 593.500.000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (8.452.00) Saldo setelah koreksi Rp 236.363.000.000.000.452.00 Daerah – Penggalian Jalan Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 8.500.00 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 8.364.000.450.189.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.189.000.940.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 8.

00) Saldo setelah koreksi Rp 24.201.000.30 2) Akun Lain-lain PAD .000.452.352. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.000.00 .000.000.5) Akun Lain-lain PAD Yang Sah Saldo sebelum koreksi Rp 1.286.000.004.717.295.33 Atas koreksi tersebut.000.000. Putra-putra Nusantara yang dibukukan sebagai penerimaan Retribusi Tempat Rekreasi.000.000.000. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi .000.163.Lain-lain PAD Yang Sah – Penerimaan Royalti Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 2) Akun Retribusi Tempat Rekreasi Saldo sebelum koreksi Rp 369.295.843.00 Saldo setelah koreksi Rp 1.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan .000.00 Penerimaan Royalti Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.000.00 Retribusi Tempat Rekreasi Rp 133.075.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (133.452.174.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 133.804.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 133.708. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembukuan atas penerimaan royalti dari PT.33 b.00 Penerimaan Royalti Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Tempat Rekreasi Rp 133.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 133.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 133. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 133.000.33 Koreksi tambah (kurang) Rp 8.000.020.000.33 Koreksi tambah (kurang) Rp 8.000.30 Koreksi tambah (kurang) Rp (8.174.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.028.623.201.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 24.00) Saldo setelah koreksi Rp 236.000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 133.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 4.004.452. 20.163.

000.00 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .200.200.163.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 4. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 4.200.004.33 Koreksi tambah (kurang) Rp 133.00) Saldo setelah koreksi Rp 24.30 Atas koreksi tersebut. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat transaksi penerimaan setoran Piutang Sisa UUDP Tahun-Tahun Lalu sebesar Rp4.484.000.804.004.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.200.62.583. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.000.575.200.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Saldo sebelum koreksi Rp 2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 4.00) Saldo setelah koreksi Rp 0.000.00 Piutang Lain-lain – Sisa UUDP Rp 4.000.843.00 Saldo setelah koreksi Rp 4.360.00 Penerimaan Ganti Rugi Atas Rp 4.843.000.200. 21.200.028.356.000.000. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .000.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan .00 Kekayaan Daerah EDU .000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (4.468.00 .708.000.00.Cadangan Piutang Rp 4.000.b.30 Koreksi tambah (kurang) Rp (133.000.804.161.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Penerimaan Ganti Rugi Atas Rp 4.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.Penerimaan Ganti Rugi Atas Kekayaan Daerah Saldo sebelum koreksi Rp 4.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 24.783. saldo per 31 Desember 2003 sebesar Rp295.200.000.484.200.318.33 2) Akun Retribusi .200.000.00 Kekayaan Daerah Penerimaan Pembiayaan Rp 4.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 4.163.200.200.

865.004.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Dibayar Dimuka Rp 2.967.00 EDU .Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.00 Kecamatan Makassar Belanja Dibayar Dimuka .000.00 Daerah – Dinas Tata Bangunan Belanja Cetak dan Penggandaan Rp 1.00 Saldo setelah koreksi Rp 4.00 UUDP Dropping Belanja Perjalanan Dinas Luar Rp 2.004.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 4.000.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Perjalanan Dinas Luar Rp 106.Sisa Lebih Anggaran Tahun Berjalan Rp 2.000.Penerimaan Utang Pajak .139. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .UUDP Dropping Rp 108.050.817.Dinas Tata Bangunan Belanja Cetak & Penggandaan Rp 10.800. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat sisa Belanja Dibayar Dimuka .200.00 .800.00 Kecamatan Makassar Belanja Dibayar Dimuka .604. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Belanja Perjalanan Dinas Luar Rp 109.UUDP Dropping Pemegang Kas Dinas Tata Bangunan dan Kecamatan Makassar yang dicatat sebagai realisasi belanja dalam Laporan Realisasi Anggaran.000.865.00 Daerah – Dinas Tata Bangunan Belanja Cetak dan Penggandaan Rp 1.00 Daerah .050.000.150.00 Kecamatan Makassar Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian LRA (Neraca) sebagai berikut : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 2.050.102.950.200.865.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (4.33 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .804.050.00 Atas koreksi tersebut.b.UUDP Dropping Rp 110.00) Saldo setelah koreksi Rp 4. 22.157.161.962.855.750.Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 0.200.800. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

800.865.050.957.37 c.050.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.865.800.139.196.37 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.550.267.00 b.237.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 1.UUDP Dropping Saldo sebelum koreksi Rp 343.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.995. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Belanja Perjalanan Dinas .000.00 Saldo setelah koreksi Rp 41.855.00) Saldo setelah koreksi Rp 106.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.050.865.855. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Dibayar Dimuka .00 2) Akun Belanja Barang dan Jasa .00 Saldo setelah koreksi Rp 345.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.Sisa Lebih Perhitungan Tahun Berjalan Saldo sebelum koreksi Rp 41.237.00 Atas koreksi tersebut.Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.007.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (10.BOP .913.000.000.278.050.150.629.287.00) Saldo setelah koreksi Rp 1. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.901.913.695.050.196.950.817.036.032.00 3) Akun Pengeluaran Belanja Dibayar Di Muka .901.764.00 2) Akun EDU .035.146.Aktivitas Pembiayaan Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 343.287. .036.00) Saldo setelah koreksi Rp 91.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (10.Kecamatan Makassar Saldo sebelum koreksi Rp 1.196.BAU .992. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah .Dinas Tata Ruang Saldo sebelum koreksi Rp 109.00 2) Akun Belanja Cetak dan Penggandaan .00 Saldo setelah koreksi Rp 345.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 91.962.

Badan Diklat Saldo sebelum koreksi Rp 25.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2. materai dan benda pos lainnya .23.000.000.00.00 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 98.00 Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah .Kecamatan Bontoala Rp 5.00 pos lainnya .800.00 Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah Rp – Badan Diklat Biaya perangko.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.Badan Diklat Rp 2.00 Gaji Pokok .800.000.800. materai dan benda Rp 1.00 Gaji Pokok .SMPN 9 Gaji Pokok .00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 98.00) Saldo setelah koreksi Rp 253.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (90.600.000.681.800. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah .400. Atas transaksi-transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 98.807.Kecamatan Bontoala Rp 5.800.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 98.800.716.203.000.000.00 .00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : 2.000.000.Kecamatan Bontoala Saldo sebelum koreksi Rp 1.203.00) Saldo setelah koreksi Rp 399.521. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan contra pos belanja pada Lain-lain Pendapatan Yang Sah seluruhnya sebesar Rp98.Puskesmas Tarakan Rp 90.000.000.516.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1. materai dan benda pos lainnya .679.00 2) Akun Biaya perangko.100.800.00 4) Akun Gaji Pokok .00) Saldo setelah koreksi Rp 25.SMPN 9 Saldo sebelum koreksi Rp 400.SMPN 9 Rp 1.000.100.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (5.00 3) Akun Gaji Pokok .000.00 Biaya perangko.Puskesmas Tarakan Saldo sebelum koreksi Rp 253.

00) Saldo setelah koreksi Rp 4. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Lain-lain PAD .157.157.00) Saldo setelah koreksi Rp 302.800.885. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.401.922.797.00 3) Akun Belanja Barang dan Jasa .201.00 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 400.00 Gaji Pokok Rp 400.295.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.977.987.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.000.BAU .Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 91.800.204. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: .347.922.604.976.00) Saldo setelah koreksi Rp 91.33 b.373.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.987.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Gaji Pokok Rp 400. 24.004.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 4.800.33 2) Akun Belanja Pegawai .00) Saldo setelah koreksi Rp 1.374.795.BAU .33 Koreksi tambah (kurang) Rp (98.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (95.777. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan penyetoran sisa belanja Tahun Anggaran 2003 yang dibukukan sebagai contra pos Belanja Gaji Pokok Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun Anggaran 2004.000.075.00 4) Akun Belanja Perjalanan Dinas .393.297.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.885.BAU .Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 302.5) Akun Lain-lain Pendapatan Yang Sah Saldo sebelum koreksi Rp 1.00 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 400.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (98. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 400.335.00 Atas koreksi tersebut.505.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 400.347.294.335.

500.33 2) Akun Belanja Pegawai .00 .500.BAU .00 Jangka Pendek Utang Pajak Rp 595.401.157.977.298.500.505.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 400.00 Saldo setelah koreksi Rp 302.500.294.00 Saldo setelah koreksi Rp 1.130.297. terdapat kesalahan penyetoran PPh Pasal 21 oleh Pemegang Kas Kecamatan Makassar ke Kas Daerah sebesar Rp595.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 595. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.00 Saldo setelah koreksi Rp 4.500. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Lain-lain PAD . Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 595.1) Akun Lain-lain Pendapatan Yang Sah Saldo sebelum koreksi Rp 1.33 2) Akun Gaji Pokok .700.801.976.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 400.33 Koreksi tambah (kurang) Rp 400.00 yang seharusnya disetor ke Kas Negara.00 Penerimaan Utang Pajak Penyesuaian Neraca : EDU – Dana Pembayaran Utang Rp 595.00 b.347.33 Koreksi tambah (kurang) Rp 400. 25.500.976.294.00 Atas koreksi tersebut.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 595.505.Dinas Perindustrian dan Perdagangan Saldo sebelum koreksi Rp 895.204.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 595.500.00 Saldo setelah koreksi Rp 895.500.157.130.500.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 595.00 Penerimaan Utang Pajak Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Lain-lain PAD Yang Sah Rp 595.300.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 302. Pada Tahun Anggaran 2004.604.377.347.

991.792.910.Penerimaan Utang Pajak .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 595.156.00 c.604.00 Saldo setelah koreksi Rp 476.Lain-lain PAD Yang Sah Saldo sebelum koreksi Rp 1.801.505. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .00 Atas koreksi tersebut.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (595. 26.292.500. namun tetap dibukukan sebagai realisasi belanja murni Tahun Anggaran 2004 dan terdapat kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan di Tahun Anggaran 2004 namun belum dibayar sampai dengan akhir tahun anggaran serta belum disajikan dalam Neraca per 31 Desember 2004.00 2) Akun EDU – Dana Pembayaran Utang Jangka Pendek Saldo sebelum koreksi Rp 2. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan .00 Saldo setelah koreksi Rp 2.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 595.33 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .Penerimaan Utang Pajak Saldo sebelum koreksi Rp 0.500.976.500.500. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Utang Pajak Saldo sebelum koreksi Rp 476.157.099.104.513.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 595.500.599.500.294.270.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 595.301.Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 0.395.500.513.381.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.00 Saldo setelah koreksi Rp 595.33 2) Akun Penerimaan Pembiayaan . Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (595.500.00 b. Atas kejadian tersebut Pemerintah Kota Makassar hanya melakukan pencatatan sebagai berikut : . Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat pembayaran untuk kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan Sekretariat Daerah Kota Makassar dalam Tahun Anggaran 2003.294.00 Saldo setelah koreksi Rp 595.866.Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.

425.00 Utang Jangka Pendek Utang Belanja Rp 135.00 Pembayaran Utang Belanja Biaya Perawatan dan Pengobatan Lokal Biaya Uang Duka Biaya Alat Listrik Biaya Listrik Biaya Telepon Biaya Air Biaya Penanggulangan Keadaan Darurat Biaya Bahan Bakar Kendaraan Dinas Biaya Pemeliharaan Kendaraan Dinas c.00 28.200.00 .000.542.364.259.00 Darurat Biaya Bahan Bakar Kendaraan Rp 32.00 Biaya Alat Listrik Rp 13.700.753.Dana Untuk Pembayaran Rp 135. Jurnal penyesuaian Neraca per 31 Desember 2004 : Utang Belanja Rp 135.00 Biaya Air Rp 3.000.072.00 Biaya Penanggulangan Keadaan Rp 19.200.000.053.00 Biaya Telepon Rp 28.00 Pengeluaran Pembiayaan Pembayaran Utang Belanja d.Biaya Perawatan & Pengobatan Rp 3.223.00 2.00 19.700. Jurnal pengakuan utang dalam Tahun Anggaran 2004 : EDU .425.800.00 Rp 135.542.191.00 32.00 Utang Jangka Pendek Utang Belanja b.259.800.800.Dana Untuk Pembayaran Rp 87.000.00 31.259.053.800.223.500.753.542.000.00 Dinas Biaya Pemeliharaan Kendaraan Rp 31.259. Jurnal reklasifikasi dalam Tahun Anggaran 2004 : Pengeluaran Pembiayaan Rp 135.170.191.572.00 Lokal Biaya Uang Duka Rp 1.364.00 13.340.000.00 3.542.170.259.00 Biaya Listrik Rp 2.572.000.00 1.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 3.340.172.072.542.00 Rp 87.259.500.172.000.00 Rp 135.00 Dinas Kas Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a.542. Jurnal pengakuan saldo awal Utang Belanja : EDU .

00) Saldo setelah koreksi Rp 7) Akun Biaya Penanggulangan Keadaan Darurat Saldo sebelum koreksi Rp 205.00) Saldo setelah koreksi Rp 3) Akun Biaya Alat Listrik Saldo sebelum koreksi Rp 527.00) Saldo setelah koreksi Rp 10) Akun Pengeluaran Pembiayaan .640.740.913.698.000.640.450.000.000.485.735.191.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (31.498.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (3.340.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (3.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (32.00) Saldo setelah koreksi Rp 9) Akun Biaya Pemeliharaan Kendaraan Dinas Saldo sebelum koreksi Rp 448.743.00 847.00 .950.030. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Biaya Perawatan dan Pengobatan Lokal Saldo sebelum koreksi Rp 154.935.415.Pembayaran Utang Belanja Saldo sebelum koreksi Rp 0.613.00 416.514.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (28.700.946.935.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 5) Akun Biaya Telepon Saldo sebelum koreksi Rp 577.500.500.Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.975.000.800.00 514.268.261.458.223.00 186.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (13.00 150.753.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (19.800.500.170.00 627.00) Saldo setelah koreksi Rp 4) Akun Biaya Listrik Saldo sebelum koreksi Rp 629.00) Saldo setelah koreksi Rp 8) Akun Biaya Bahan Bakar Kendaraan Dinas Saldo sebelum koreksi Rp 879.958.415.072.00 549.00 142.244.830.00 18.200.572.047.617.00) Saldo setelah koreksi Rp 2) Akun Biaya Uang Duka Saldo sebelum koreksi Rp 19.000.669.00) Saldo setelah koreksi Rp 6) Akun Biaya Air Saldo sebelum koreksi Rp 146.940.425.053.

Utang Belanja Saldo sebelum koreksi Rp 10.BAU . Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat pembayaran untuk kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh Dinas Cipta Karya dalam Tahun Anggaran 2003.00 3) Akun Belanja Pemeliharaan .548.347.00 Atas koreksi tersebut.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 87.542.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 302.00) Saldo setelah koreksi Rp 22.976.40 2) Akun EDU .00 4) Akun Pengeluaran Pembiayaan Pembayaran Utang Belanja Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 0.172.373.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (5.00 Saldo setelah koreksi Rp 135.259.00 c.377.940.BAU .038.00 2) Akun Belanja Barang dan Jasa .542.259.328.298.259.542.071.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 91.074.364.172. Atas kejadian .00 Saldo setelah koreksi Rp 135.463.776.542.00 Saldo setelah koreksi Rp 11.885.819.912.Dana Untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Saldo sebelum koreksi Rp 2.342.259. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. namun tetap dibukukan sebagai realisasi belanja murni Tahun Anggaran 2004 dan terdapat kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2004 namun belum dibayar sampai dengan akhir tahun anggaran dan belum disajikan dalam Neraca per 31 Desember 2004. 27.Koreksi tambah (kurang) Rp 135.763.042.768.987.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 135.BAU .242.987.00) Saldo setelah koreksi Rp 302.800. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Utang Lancar .131.677.700.00) Saldo setelah koreksi Rp 91.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (63.40 Koreksi tambah (kurang) Rp 87.00 b.513.253.601.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 22.866.044.945.092.364. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pegawai .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (66.007.099.

267.00 Utang Jangka Pendek Utang Belanja Rp 1. Jurnal pengakuan utang dalam Tahun Anggaran 2004 : EDU .596.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (586.500.790.940. Jurnal penyesuaian Neraca per 31 Desember 2004 : Utang Belanja Rp 637.267.00 .040. Jurnal reklasifikasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004 : Pengeluaran Pembiayaan Rp 637.195.000.345.235.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (41.00 2) Akun Biaya Pemeliharaan Drainase Saldo sebelum koreksi Rp 413.360.665.00 Biaya Pemeliharaan Jalan Lingkungan Rp 9.695.195.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Biaya Pemeliharaan Bangunan Umum Saldo sebelum koreksi Rp 1.267.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 c.00 Lingkungan Kas Rp 637.00) Saldo setelah koreksi Rp 372.Dana Untuk Pembayaran Rp 1.00) Saldo setelah koreksi Rp 428.165.348.195.000.790.235.940.348.267.00 Pembayaran Utang Belanja Biaya Pemeliharaan Bangunan Umum Rp 586.091. Jurnal pengakuan saldo awal Utang Belanja : EDU .235.267.195.695.500.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a.00 Utang Jangka Pendek Utang Belanja Rp 637.00 Umum Biaya Pemeliharaan Drainase Rp 41.015.286.195.00 Biaya Pemeliharaan Drainase Rp 41.091.00 Biaya Pemeliharaan Jalan Rp 9.695.00 b.940.tersebut di atas Pemerintah Kota Makassar hanya melakukan pencatatan sebagai berikut : Biaya Pemeliharaan Bangunan Rp 586.227.195.500.000.00 Pembayaran Utang Belanja d.Dana Untuk Pembayaran Rp 637.267.00 Pengeluaran Pembiayaan Rp 637.

Atas kejadian tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : .542. 28.259. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Biaya Pemeliharaan .00 b.526. Belanja Pemeliharaan Rumah Dinas sebesar Rp750.500.526.Pembayaran Utang Belanja Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 135.500.00 Saldo setelah koreksi Rp 772.069.00.790.00 Saldo setelah koreksi Rp 12.Utang Belanja Saldo sebelum koreksi Rp 11. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Utang Lancar .000.195.463.940.834.Pembayaran Utang Belanja Saldo sebelum koreksi Rp 135.00.195. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat belanja pemeliharaan pada Sekretariat Daerah Kota Makassar yang seharusnya menambah nilai aktiva tetap karena merupakan pembelian inventaris dan penambahan baru aktiva yaitu Belanja Pemeliharaan Gedung Kantor sebesar Rp894.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.737.976.267.40 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.00) Saldo setelah koreksi Rp 21.423.348.038.267.000. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.00 Atas koreksi tersebut.074.Dana Untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Saldo sebelum koreksi Rp 2.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 101.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 637.267.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.743.925.827.BAU .348.542.500.259.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 637.790.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (9.007.463.828.091.949.912.00 c. dan Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga sebesar Rp462.000.730.00 2) Akun Pengeluaran Pembiayaan .000.00 4) Akun Pengeluaran Pembiayaan .40 2) Akun EDU .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (637.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 22.370.601.00.061.912.195.3) Akun Biaya Pemeliharaan Jalan Lingkungan Saldo sebelum koreksi Rp 110.00 Saldo setelah koreksi Rp 772.737.328.781.

639.500.000.644.000.500.00) Saldo setelah koreksi Rp 2.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 dan Rumah Tangga Belanja Pemeliharaan Gedung Rp 894.500.00 750. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pemeliharaan Gedung Kantor Saldo sebelum koreksi Rp 1.00 462.850.805.00 Rp 443.639.00 Alat Studio dan Alat Komunikasi Rp 19.500.00 .550.500.500.000.000.069.Belanja Pemeliharaan Alat Kantor Rp 462.00 Belanja Modal Bangunan Gedung Belanja Modal Alat Kantor dan Rumah Tangga Belanja Modal Alat Studio dan Alat Komunikasi Serta jurnal penutup : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 2.644.00 Kantor Belanja Pemeliharaan Rumah Dinas Rp 750.812.812.350.550.500.00 Rp 19.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (894.00 Rumah Tangga Belanja Modal Alat Studio dan Rp 19.00 Rp 291.550.743.000.107.639.277.107.107.000.00 Komunikasi Belanja Modal Bangunan Gedung Rp 1.00 Bangunan Gedung Rp 1.639.000.743.000.743.107.812.00 Rumah Tangga Belanja Modal Alat Studio dan Alat Rp 19.500.550.00 Komunikasi Belanja Modal Bangunan Gedung Rp 1.827.00 Kas Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Modal Alat Kantor dan Rp 443.644.277.00 Kas Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Modal Alat Kantor dan Rp 443.186.00 Rp 1.812.00 Rp 2.549.644.500.827.000.000.00 Belanja Pemeliharaan Gedung Kantor Belanja Pemeliharaan Rumah Dinas Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian neraca : Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp 443.069.00 EDU .00 Rp 2.000.277.00 Rp Rp Rp 894.277.500.500.

104.620.644.130.963.547.925.550.489.00 5) Akun Belanja Modal Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 2.00 Saldo setelah koreksi Rp 1.644.277.500.686.00 4) Akun Belanja Pemeliharaan Rumah Dinas Saldo sebelum koreksi Rp 1.897.044.922.267.00) Saldo setelah koreksi Rp 364.00 Saldo setelah koreksi Rp 10.000.114.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.00 6) Akun Belanja Modal Alat Studio dan Alat Komunikasi Saldo sebelum koreksi Rp 713.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3.102.285.00 2) Akun Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 10.115.00 4) Akun EDU .000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 443.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 19.812.767.735.000.636.113.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.277.134.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 19.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 443.588.00 3) Akun Alat Studio dan Alat Komunikasi Saldo sebelum koreksi Rp 6.812.671.105.00 b.600.290.628.00 Saldo setelah koreksi Rp 341.044.00 .210.827.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (462.725.500.600.2) Akun Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 561.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (750.00) Saldo setelah koreksi Rp 98.000.925.725.00 3) Akun Belanja Modal Bangunan Gedung Saldo sebelum koreksi Rp 0.812.600. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Bangunan Gedung Saldo sebelum koreksi Rp 339.103.500.107.500.600.550.069.038.655.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.562.500.000.639.114.500.00 Saldo setelah koreksi Rp 733.00 Saldo setelah koreksi Rp 6.644.605.199.455.

00 dan sound system sebesar Rp49.000.750.00 Alat Komunikasi .00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Modal Alat Angkutan Rp 90.00 & koordinasi PBB Kas Rp 139.Aktivitas Investasi Saldo sebelum koreksi Rp 59.000.000.750.170.750.00 Komunikasi Belanja Rp 139.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.000.00 Intensifikasi/ekstensifikasi & koordinasi PBB Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian neraca : Alat Angkutan Rp 90.000.750.639.000.840.00 Belanja Modal Alat Studio dan Rp 49.000. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Belanja Intensifikasi/ekstensifikasi Rp 139.366.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Modal Alat Angkutan Rp 90.c.000.750.000.000.500.000.061. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pemeliharaan .000.727.639.750.750.750.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 21.00 Atas koreksi tersebut.000.000.422.00 Belanja Modal Alat Studio dan Alat Rp 49.00.BAU .00 Belanja Modal Alat Angkutan Rp 90.00 Saldo setelah koreksi Rp 61. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat Biaya Intensifikasi/Ekstensifikasi & Koordinasi PBB yang seharusnya menambah nilai aktiva tetap karena merupakan pembelian inventaris.107.781.000. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2. Biaya tersebut digunakan untuk membeli mobil sebesar Rp90.000.340.000.000.370.00 Alat Studio dan Alat Komunikasi Rp 49.107.00 2) Akun Belanja Modal . 29.262.00 Komunikasi Kas Rp 139.500.00) Saldo setelah koreksi Rp 19.00 Belanja Modal Alat Studio dan Rp 49.062.281.750.000.

00 Koreksi tambah (kurang) Rp (139.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 49.380.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 90.722.00 2) Akun Alat Studio dan Alat Komunikasi Saldo sebelum koreksi Rp 6.750.750.BAU .945.00 3) Akun EDU .718. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Alat Angkutan Saldo sebelum koreksi Rp 63.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 90.750.115.000.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp 139.840.000.00 3) Akun Belanja Modal Alat Studio dan Alat Komunikasi Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 c.00 Saldo setelah koreksi Rp 61.679.700.574.381.000.588.000.945.131.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 139.750.000.750.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 139.251.925. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Barang dan Jasa .750.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.705.714.312.925.00 .632.00) Saldo setelah koreksi Rp 91.00 2) Akun Belanja Modal Alat Angkutan Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Saldo setelah koreksi Rp 6.968.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 49.170.00 Saldo setelah koreksi Rp 49.00 2) Akun Belanja Modal .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (139.310.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 90.00 EDU .116.210.115.380.000.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Intensifikasi/ekstensifikasi & Koordinasi PBB Saldo sebelum koreksi Rp 4.350.819.366.000.267.Aktivitas Investasi Saldo sebelum koreksi Rp 61.750.700.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 91.655.750.000.000.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3.338.Jurnal penutup : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 139.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 63.267.000.000.840.562.00 b.750.000.251.

00 2) Akun Belanja Modal Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Kas Rp 50.00 Saldo setelah koreksi Rp 10.452.597.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp 50.600. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Biaya Jasa Pihak Ketiga Rp 50.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.Atas koreksi tersebut.00 Rumah Tangga Jurnal penutup : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 50.Jasa Pihak Ketiga Saldo sebelum koreksi Rp 1.00 b.00 EDU . Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 10.000.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 50.00 Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian neraca : Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp 50.000.000.00 Rumah Tangga Biaya Jasa Pihak Ketiga Rp 50.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (50.000.000.502.000.00 Rumah Tangga Kas Rp 50.547.000.000.000.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Modal Alat Kantor dan Rp 50.00 Belanja Modal Alat Kantor dan Rp 50.000.000.000.000.00.000.000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 50.00 Saldo setelah koreksi Rp 50.000.000.963.Biaya Jasa Pihak Ketiga pada pos Bappeda yang seharusnya menambah nilai aktiva tetap karena merupakan pembelian server sebesar Rp50.000.000.000.000.000.000.000. 30.550. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Barang dan Jasa .600.000.00 .550.000. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.000.000.000.963. Pada Tahun Anggaran 2004 terjadi transaksi Belanja Barang dan Jasa .00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Modal Alat Kantor dan Rp 50.

000.00 Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian Neraca : Bangunan Gedung Rp 84.00 Gedung Kas Rp 84.115.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Barang dan Jasa .100. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Biaya Pemeliharaan Bangunan Rp 84.000.000.312.000.000.260.00 .00 EDU .100.Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung pada Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran yang seharusnya menambah nilai aktiva tetap karena merupakan penambahan bangunan gedung sebesar Rp84.848.312.000.100.000.115.000.000.840. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (50. 31.116.116.000.000. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat Belanja Pemeliharaan .00) Saldo setelah koreksi Rp 19.350.798.310.00 2) Akun Belanja Modal .BOP .100.260.000.100.000.024.024.00 Atas koreksi tersebut.000.00 Tempat Kerja Kas Rp 84.100.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Modal Bangunan Gedung Rp 84.00.267.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 50.000.2) Akun EDU .840.267.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Modal Bangunan Gedung Rp 84.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 19.100.00 Tempat Kerja Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung Rp 84.100.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.00 Belanja Modal Bangunan Rp 84.400.00 Saldo setelah koreksi Rp 61.100.360.00 Gedung Tempat Kerja Jurnal penutup : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 84.100.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp 84.000.100.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 50.00 c.Aktivitas Investasi Saldo sebelum koreksi Rp 61.

Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pemeliharaan .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (84.000.840.478.312.00 Musium Kota Biaya Pemeliharaan – Makam Raja.100.00 Atas koreksi tersebut.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 84.Rp 49.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 84.00 .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 84. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pemeliharaan .00 b.00) Saldo setelah koreksi Rp 11.00 Saldo setelah koreksi Rp 61.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.840.115.200.534.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (84.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3.218.115.Pemeliharaan Bangunan Gedung Saldo sebelum koreksi Rp 84.412.000.200.788. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.191.100.134.00) Saldo setelah koreksi Rp 0.128.267.534.000.00. 32.103.116.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 188.100.360.100.000.105.105.044.291.000.444.000. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat Belanja Pemeliharaan – Renovasi Musium Kota dan Makam Raja-Raja Tallo pada Dinas Pariwisata yang seharusnya menambah nilai aktiva tetap karena merupakan penambahan Monumen dan Musium sebesar Rp139.740.00 2) Akun Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Kerja Saldo sebelum koreksi Rp 104.00 Saldo setelah koreksi Rp 341.00 2) Akun EDU . Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Bangunan Gedung Saldo sebelum koreksi Rp 341.690.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 11.BOP .Aktivitas Investasi Saldo sebelum koreksi Rp 61.484.203.840.00 2) Akun Belanja Modal .100.216.400.000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 84.100.267.000.Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.100. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Biaya Pemeliharaan – Renovasi Rp 89.00 c.

00 Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian Neraca : Bangunan Monumen dan Tugu Rp 139.000.478.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (49.000.00 49.681.000.000.000.00 Monumen Jurnal penutup : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 139.478.000.890.412.115.00 EDU .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (89.616.478.00 Biaya Pemeliharaan – Renovasi Musium Kota Biaya Pemeliharaan – Makam Raja-Raja Tallo Rp 139.000.478.000.115.478.788.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 139.00 Rp Rp 89.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.484. Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Bangunan Monumen dan Tugu Saldo sebelum koreksi Rp 2.478.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3.Raja Tallo Kas Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Modal Bangunan Monumen Rp 139.00 2) Akun Biaya Pemeliharaan – Makam Raja-Raja Tallo Saldo sebelum koreksi Rp 49.993.690.690.756.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 139.788.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.00 Rp 139.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 139.478.00 .000.000.00 Kas Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Modal Bangunan Monumen Rp 139.478.993.000.000.478.00 b.478.623.00) Saldo setelah koreksi Rp 0.000.00 3) Akun Belanja Modal Bangunan Monumen Saldo sebelum koreksi Rp 0.690.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp 139.00) Saldo setelah koreksi Rp 0.478.000.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Biaya Pemeliharaan – Renovasi Musium Kota Saldo sebelum koreksi Rp 89.159.00 Saldo setelah koreksi Rp 139.00 Belanja Modal Bangunan Rp 139.00 2) Akun EDU .000.788.267.478.267.

044.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (139. Dalam Neraca per 31 Desember 2004 Pemerintah Kota Makassar masih mencatatnya sebagai Utang Jangka Panjang.191.397.Aktivitas Investasi Saldo sebelum koreksi Rp 61.506.996. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.384.332.33 terdapat utang yang seharusnya sudah dapat dikelompokkan sebagai utang lancar karena telah jatuh tempo sebesar Rp25.115.534.00.00 2) Akun Belanja Modal .583.291.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 4.700.291.00 Atas koreksi tersebut.00 Atas koreksi tersebut.840.534.00) Saldo setelah koreksi Rp 10.00 2) Akun Ekuitas Dana Donasi Saldo sebelum koreksi Rp 0.07.444.506.000. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : EDU-Diinvestasikan Dalam Aset Rp 4.267.506.291. 34.00 Saldo setelah koreksi Rp 4.840.478.00) Saldo setelah koreksi Rp 61. terdapat aktiva tetap yang berasal dari donasi sebesar Rp4. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pemeliharaan .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (139.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.506. 33.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 11. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : .000.174.267. diketahui dari jumlah sebesar Rp67.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (4.000.890.291.623.00.115.478.c.506.267. Berdasarkan data dari Bagian Perlengkapan Pemerintah Kota Makassar.216.000.BOP .00) Saldo setelah koreksi Rp 3.000. Berdasarkan pengujian terhadap akun utang jangka panjang.291.111.890.623.283.00 Tetap Ekuitas Dana Donasi Rp 4.904.873. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.694. Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun EDU – Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3.506.000.000.000.713.291. diketahui dari jumlah Ekuitas Dana Diinvestasikan sebear Rp3.

33 Koreksi tambah (kurang) Rp (25.011.40 Bangunan Air (Irigasi) Rp 15.777.700.397.251.722.380.07 EDU – Dana Pembayaran Utang Rp 25.397.07 Atas koreksi tersebut.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 25.3.283.176.07 Jangka Pendek EDU – Dana Pembayaran Utang Rp 25.700.00 Jalan dan Jembatan Rp 317.700.397.873. 2.26 3) Akun EDU – Dana Pembayaran Utang Jangka Panjang Saldo sebelum koreksi Rp 67.953.397.531.873.397.701.873.295.409.07 2) Akun Utang Jangka Panjang Saldo sebelum koreksi Rp 67.397.000.Utang Pemerintah Pusat Saldo sebelum koreksi Rp 0.860.07 Saldo setelah koreksi Rp 29.700.000.996.2.07 Utang Pemerintah Pusat Rp 25.481.203.397.650.000.787.700.420.07 Jangka Panjang Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.873.034.07) Saldo setelah koreksi Rp 42. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.463.283.00 Alat-alat Besar Rp 154.692.700.996.174.105.602. Pada akhir Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kota Makassar melakukan Penyesuaian Neraca untuk Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain.873. Kesalahan Pemindahbukuan 1.00 Alat Bengkel Rp 1.700.725.700.174.409.828.118.00 .873.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (25.614.777.00 Bangunan Gedung Rp 341.397.218.Utang Jangka Panjang Rp 25.295.07 Saldo setelah koreksi Rp 25.097.873.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 25.26 4) Akun EDU – Dana Pembayaran Utang Jangka Pendek Saldo sebelum koreksi Rp 3. antara lain berikut: Tanah Rp 2.344. Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Utang Lancar .700.403.300.00 Instalasi Rp 7.00 Alat Pertanian Rp 223.397.949.00 Alat Angkutan Rp 63.873.07) Saldo setelah koreksi Rp 42.873.

750.908.172.00 Alat Studio dan Alat Komunikasi Rp 4.857.000.Diinvestasikan Dalam Aset Rp 3.000.40 Bangunan Air (Irigasi) Rp 15.772.372.140.174.40 Tetap Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Tanah Rp 475.125.00 Bangunan Dalam Pengerjaan Rp 1.00 Barang Bercorak Seni dan Budaya Rp 98.904.052.916.00 Instalasi Rp 6.00 EDU .174.950.00 Buku / Perpustakaan Rp 135.310.00 Bangunan Gedung Rp 414.425.00 Bangunan Air (Irigasi) Rp 151.Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp 10.00 Alat-alat Besar Rp 158.134.000.973.000.108.000.00 Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp 13.500.000.031.00 Buku / Perpustakaan Rp 45.00 Alat Pertanian Rp 15.830.664.202.500.00 Jalan dan Jembatan Rp 92.000.000.035.336.658.925.00 Jalan dan Jembatan Rp 317.00 .524.00 Buku / Perpustakaan Rp 181.278.00 Alat Bengkel Rp 137.942.40 Tetap Berdasarkan hasil pengujian terhadap saldo akun Aktiva Tetap.00 Alat Studio dan Alat Komunikasi Rp 2.600.000.00 Alat Pertanian Rp 238.00 Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp 3.705.830.Diinvestasikan Dalam Aset Rp 3.210.338.300. Aktiva Lainlain dan Belanja Modal terdapat kesalahan pemindahbukuan/pengelompokan akun Belanja Modal sehingga seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut: Tanah Rp 2.135.880.202.000.733.502.863.00 Alat Angkutan Rp 63.108.602.000.000.750.329.500.072.176.113.344.000.00 Instalasi Rp 896.00 Alat Angkutan Rp 220.725.787.150.00 Bangunan Dalam Pengerjaan Rp 1.376.336.00 Barang Bercorak Seni dan Budaya Rp 143.00 Alat Studio dan Alat Komunikasi Rp 6.00 Alat Bengkel Rp 873.597.00 Alat-alat Besar Rp 4.916.00 EDU .000.953.000.375.00 Bangunan Gedung Rp 340.878.135.579.000.963.110.434.804.

481.278.380.000.310.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (414.097.942.329.176.052.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 15.300.000.000.150.692.725.602.733.880.110.602.251.031.00 Saldo setelah koreksi Rp 45.664.00 238.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (220.804.176.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (151.140.000.034.000.344.00 .011.00 63.210.372.00 Saldo setelah koreksi Rp 2) Jalan dan Jembatan Saldo sebelum koreksi Rp 317.00) Saldo setelah koreksi Rp 9) Alat Pertanian Saldo sebelum koreksi Rp 223.403.500.00) Saldo setelah koreksi Rp 6) Alat Besar Saldo sebelum koreksi Rp 154.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (896.300.614.00 2.203.857.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 4) Instalasi Saldo sebelum koreksi Rp 7.00 Saldo setelah koreksi Rp 7) Alat Angkutan Saldo sebelum koreksi Rp 63.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 3) Bangunan Air (Irigasi) Saldo sebelum koreksi Rp 15.420.00 340.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (873.750.00) Saldo setelah koreksi Rp 5) Bangunan Gedung Saldo sebelum koreksi Rp 341.000.40 Koreksi tambah (kurang) Rp 92.000.787.00 158.500.000.00 317.00 6.118.000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 475.134.787. Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Tanah Saldo sebelum koreksi Rp 2.00 137.950.218.105.Barang Bercorak Seni dan Budaya Rp Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.524.878.00) Saldo setelah koreksi Rp 8) Alat Bengkel Saldo sebelum koreksi Rp 1.722.000.750.40 15.531.344.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 4.953.376.502.000.725.953.

579. 2.772. Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 belum sepenuhnya mengambarkan struktur kekayaan Pemerintah Kota Makassar Hasil pemeriksaan atas Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah per 31 Desember 2004 menunjukkan bahwa struktur kekayaan Pemerintah Kota Makassar belum seluruhnya disajikan.3. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya.925.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 3.034.174.705.963.000.072.00 Atas koreksi tersebut. Hal ini terlihat pada beberapa akun dalam Neraca .338. Catatan Pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran Laporan Keuangan Daerah 1.202.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.10) Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 10.125.000.087.830.500.000.750.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (45.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 45.00 Saldo setelah koreksi Rp 13.000.904.00 14) Bangunan Dalam Pengerjaan Saldo sebelum koreksi Rp 6.375.434.172.00 Saldo setelah koreksi Rp 8.973.830.00 13) Barang Bercorak Seni dan Budaya Saldo sebelum koreksi Rp 143.600.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.885.00 Saldo setelah koreksi Rp 181.000.00 11) Alat Studio dan Alat Komunikasi Saldo sebelum koreksi Rp 6.597.00 12) Buku / Perpustakaan Saldo sebelum koreksi Rp 135.113. Catatan Pemeriksaan Hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Daerah yang disajikan oleh Pemerintah Kota Makassar dapat diungkapkan minimal sebanyak 11 (sebelas) catatan pemeriksaan yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Kota Makassar dan DPRD Kota Makassar untuk meningkatkan kualitas laporan keuangannya.750.863.000.035.425.908.658.859.00) Saldo setelah koreksi Rp 98.

797. Data tunggakan yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar menunjukkan jumlah tunggakan pajak daerah per 31 Desember 2004 yang belum dicatat sebagai piutang daerah dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp394.Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD. Piutang Daerah Berdasarkan hasil konfirmasi kepada beberapa dinas/unit kerja pengelola pendapatan daerah di lingkungan Pemerintah Kota Makassar diketahui bahwa masih terdapat tunggakan pajak dan retribusi daerah sampai dengan 31 Desember 2004 belum terealisasi penerimaannya seluruhnya sebesar Rp1. Piutang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) .473. Piutang Retribusi Pasar .62.970.00. terdiri dari : a.244.00 b.660. d.00 2) Piutang Retribusi Daerah Hasil konfirmasi pada beberapa dinas/unit kerja pengelola retribusi daerah diperoleh data jumlah tunggakan retribusi daerah per 31 Desember 2004 yang belum dicatat sebagai piutang daerah dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp659.000.517.Dinas Peleyanan Darurat dan Pemadam Kebakaran sebesar Rp15.407. Piutang Retribusi Alat Pemadam Kebakaran .720.00.129.00.500. terdiri dari : a. BPR) sebesar Rp601. Piutang Pajak Restoran sebesar Rp203. b.193.Perusahaan Daerah Pasar Makassar Raya sebesar Rp15.500.159.00. Piutang Retribusi Tempat Rekreasi Dinas Pariwisata sebesar Rp27. Piutang Pajak Hiburan sebesar Rp23. 3) Piutang Lain-lain Berdasarkan pemeriksaan atas bukti-bukti penerimaan daerah Tahun Anggaran 2004 dijumpai jumlah piutang lain-lain seluruhnya sebesar Rp495.175.282.360.711.00 c.980.360.00 dengan rincian sebagai berikut : .438.334.00. Dari jumlah tersebut terdapat piutang lain-lain yang belum disajikan dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp190.00 c. terdiri dari : 1) Piutang Pajak Daerah.Daerah yang belum dicatat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dengan rincian sebagai berikut : a.413.012.00. Piutang Pajak Hotel sebesar Rp166.697.

585. b.000.669. Hasil konfirmasi pada dinas/unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Makassar diperoleh data tentang jumlah persediaan bahan pakai habis/material yang sampai dengan 31 Desember 2004 belum dimanfaatkan seluruhnya sebesar Rp262.669.000. Penelusuran lebih lanjut atas bukti-bukti penerimaan diperoleh bukti penerimaan royalti dari PT.000. BPR.000.00. Sub Bagian Pembukuan belum mencatat sebagai piutang daerah dalam Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.00) (Rp13. 666.1/023/S. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama tentang kontrak penggunaan Pulau Kayangan antara Pemerintah Kota Makassar dengan PT.00.PERTA/DIPARDA dan No.000.00 sebagai Rp120. Piutang Royalti Berdasarkan Laporan Realisasi Penerimaan Daerah Tahun Anggaran 2004 khususnya Retribusi Tempat Wisata diketahui bahwa jumlah realisasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004 adalah sebesar Rp369. Putra-Putra Nusantara selaku pelaksana pengelola Pulau Kayangan diwajibkan membayar royalti penggunaan Pulau Kayangan kepada Pemerintah Kota Makassar setiap tahun selama periode 25 tahun seluruhnya sebesar Rp13. Persediaan Bahan Pakai Habis/Material Dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 yang disusun oleh Sub Bagian Pembukuan belum menyajikan persediaan bahan pakai habis/material.174.00 yang diperoleh dari penyimpanan retribusi daerah pada PD.00 dengan rincian sebagai berikut : . Putra-Putra Nusantara untuk Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp133.a.000. 27/PPN-KPPK/X/03 tanggal 30 Oktober 2003 disepakati bahwa PT.000.000.000. Jasa Giro Hasil pemeriksaan atas rekening penerimaan pada PD.00 Rp133.00 piutang Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.000.000.000.517. diketahui terdapat jasa giro sebesar Rp42. b.416.000.000. Putra-Putra Nusantara No.000.334.833.00 dicatat sebagai penerimaan Retribusi Tempat Wisata oleh Dinas Pariwisata yang seharusnya merupakan penerimaan royalti.00. BPR belum disetor ke Kas Daerah dan sampai dengan per 31 Desember 2004. Jumlah royalti yang telah jatuh tempo tahun 2003 adalah sebesar Rp120.000.000. Adapun jumlah royalti yang belum diterima oleh belum Pemerintah dicatat Kota – Makassar royalti sebesar dalam Rp13.00 dan tahun 2004 sebesar Rp133.

140.00 c) Persediaan karcis retribusi pasar pada PD.000. 2) Persediaan benda berharga Persediaan karcis (benda berharga) pada dinas/unit kerja yang mengelola pendapatan khususnya retribusi daerah yang pelaksanaan pemungutannya menggunakan karcis.00 e.00 g.953.500.000. Persediaan ATK pada Dinas Pariwisata senilai Rp147.811.262.00 3) Persediaan Alat Tulis Kantor (ATK) Persediaan ATK yang tersisa sampai dengan 31 Desember 2004 dan belum digunakan pada dinas/unit kerja seluruhnya senilai Rp39.037.461.000.927.670. Persediaan ATK pada Dinas Bina Marga senilai Rp2.972.900.500.187.434.1) Persediaan obat-obatan Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan yaitu persediaan obat-obatan yang disimpan pada gudang farmasi dan belum dimanfaatkan sampai dengan 31 Desember 2004 adalah senilai Rp202.00 h.825.00.500.947. Persediaan ATK pada Dinas Pendapatan Daerah senilai Rp9. Pada Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kota Makassar telah melakukan penilaian kembali atas penyerahan aset kepada PD Terminal Makassar Metro dan diketahui bahwa jumlah jumlah .15.00 d) Persediaan karcis retribusi tempat wisata pada Dinas Pariwisata senilai Rp2. Persediaan ATK pada Badan Pengawas Daerah senilai Rp1.00 b.936.00 f.400.000.500.00 d.00 c.00 b) Persediaan karcis Retribusi Izin Trayek pada Dinas Perhubungan senilai Rp3. Persediaan ATK pada Dinas Perhubungan senilai Rp218. sisa karcis yang belum terpakai sampai dengan 31 Desember 2004 seluruhnya senilai Rp20. Persediaan ATK pada Dinas Cipta Karya senilai Rp1.732. Persediaan ATK pada Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kota Makassar senilai Rp20.500.160.953. Persediaan ATK pada Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran senilai Rp2.00 dengan rincian sebagai berikut : a.00 dengan rincian sebagai berikut : a) Persediaan karcis pada Dinas Pendapatan Daerah yang belum disalurkan kepada PD. Pasar senilai Rp4.00 c. Terminal yaitu Retribusi bus cepat dan bus antar kota (Retribusi Terminal) seluruhnya senilai Rp10. Investasi Jangka Panjang Berdasarkan Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 diketahui jumlah Investasi Jangka Panjang-Investasi Aset Daerah yang dipisahkan adalah senilai Rp290.875.000.537.

909. Terminal Makassar Metro masih dicatat senilai Rp40.00 (Rp68.451.250. 2) Pembangunan krisis center PKM Tamalanrea Dinas Kesehatan senilai Rp395. Utang Jangka Pendek Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 belum menyajikan jumlah utang jangka pendek Pemerintah Kota Makassar seluruhnya senilai Rp38.482. 6.00.912.364.00.730. Aktiva Lain-lain .953. d.00.880.65% atau senilai pembangunan Rp6. Penjelasan tentang Bangunan Dalam Pengerjaan diuraikan selengkapnya dalam Catatan Pemeriksaan No.00. Investasi Aset Daerah Yang Dipisahkan pada PD.200.509.172.601. terdiri dari : 1) Pembangunan puskesmas keliling di atas air Dinas Kesehatan senilai Rp220.Rp40.00 . 3) Pembangunan gedung tempat kerja Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran Sektor Biringkanaya senilai Rp104.942.00.953.942.601.451.830. e. yang terdiri dari : 1) Utang Belanja Terdapat utang belanja kegiatan tahun anggaran lalu yang belum dicatat sebagai kewajiban Pemerintah Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp12.034. 4) Pembangunan saluran primer/sekunder dan paving blok yang dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya senilai Rp454. Dalam Neraca.110.242.872. .00.00) belum disajikan dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.609.740.885.47. penambahan investasi senilai Rp28.aset yang telah diserahkan senilai Rp68. 5) Pembangunan gedung menara (tower) kantor Walikota Makassar dan gedung perparkiran Balaikota Makassar yang dilaksanakan secara For Finance Sharing sampai dengan 31 Desember 2004 berdasarkan realisasi fisik yang telah dikerjakan sebesar 18.40 terdiri dari : a) Utang belanja Sekreretariat Daerah yaitu kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2004 namun belum dibayar sampai dengan akhir tahun anggaran sebesar Rp87.595.00.423.872.859.087.000.00.109.00.Bangunan Dalam Pengerjaan Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 belum menyajikan nilai bangunan dalam pengerjaan seluruhnya senilai Rp8.500.482.043.909.

615.396. 17 Desember 1987 (Cargo Terminal) senilai Rp10.873.00.00. c) Utang belanja pembangunan Menara (Tower) Balaikota Makassar senlaii Rp6.00. 2) Utang Pajak Terdapat utang Pemerintah Kota Makassar berupa utang PPN.2408-IND) senilai Rp13.118. PPh pasal 21 dan PPh Pasal 22 yang belum disetor ke Kas Negara seluruhnya sebesar Rp476.996. 7.913. b) Utang PPh Pasal 21 Pemegang Kas Kecamatan Makassar sebesar Rp595.1653-IND) senilai Rp1.177.000.348.800.790.283.448.159/DDI84 Tgl 19 Nopember 1984 (Urban V/Ex IBRD Loan No.00.700.883. d) Depkeu RDI-185/DDI/1987 Tgl.00 d) Utang belanja atas pekerjaan peningkatan jalan poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kota Makassar senilai Rp3. 3) Utang Pemerintah Pusat Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat saldo Utang Jangka Panjang senilai Rp67.243.000.661.000.40.871.548.524.947.829. terdiri dari : a) Utang PPN dan PPh Pasal 21 Pemegang Kas Sekretariat DPRD seluruhnya sebesar Rp43.000. 17 Pebruari 1982 senilai Rp328. c) Utang PPN dan PPh Pasal 21 dan 22 Pemegang Kas Sekretariat Daerah Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp432.882. Dari jumlah tersebut dapat diketahui bahwa terdapat utang jangka panjang yang sudah jatuh tempo sehingga dapat dikategorikan sebagai utang lancar (utang kepada pemerintah pusat) senilai Rp25.07 terdiri dari : a) Depkeu SLA.00.061.885.b) Utang belanja Dinas Cipta Karya atas belanja pemeliharaan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2004 namun belum dibayar sampai dengan akhir tahun anggaran sebesar Rp1.859. Uraian selengkapnya pada catatan pemeriksaan No.397.62.00 telah disetor ke Kas Daerah namun belum disetor ke Kas Negara.12/009/IBRD/PP Tgl 3 Juli 1979 (Urban III/Ex IBRD Loan No.70. f.292. c) Depkeu SLA.33. b) Depkeu (Ex Inpres Pasar) Tgl. e) Utang belanja atas pekerjaan pembangunan mess Pemerintah Daerah Kota Makassar di Jakarta senilai Rp466.174.991.75.00.000.500. Ekuitas Dana Donasi Berdasarkan Laporan Hasil Apraizal atas asset Pemerintah Kota Makassar yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2004 diketahui jumlah asset daerah .

Dari jumlah asset tersebut.Diinvestasikan dalam asset tetap. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.291. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pelaporan keuangan harus menyajikan secara wajar dan mengungkapkan secara penuh kegiatan pemerintah daerah dan sumber daya ekonomis yang dipercayakan.195. Kepala Bagian Keuangan Setda Kota Makassar menyatakan hal tersebut akan dicatat dan disajikan dalam Neraca Daerah. hutang. dimana posisi keuangan daerah adalah keadaan aktiva. Permasalahan tersebut disebabkan oleh : a. serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundangundangan.000. b. Laporan Keuangan Neraca Daerah yang belum menggambarkan struktur kekayaan Pemerintah Kota Makassar dapat mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.054.dan ekuitas dana yang dimiliki pemerintah daerah pada akhir periode akuntansi.427. Pengguna laporan keuangan tidak dapat memanfaatkan laporan keuangan untuk pengambilan keputusan dan/atau mengeluarkan kebijakan keuangan Pemerintah Kota Makassar. b.040.00. b.506.00 dan telah diakui dan dicatat sebagai Ekuitas Dana Umum .seluruhnya senilai Rp3. Berkaitan dengan hal tersebut. Akibat yang ditimbulkan dari permasalahan tersebut di atas adalah : a. diketahui bahwa terdapat asset yang diperoleh dari hibah atau donasi pihak ketiga yang belum dicatat dalam Ekuitas Dana Donasi seluruhnya senilai Rp4. Kurangnya koordinasi antara Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Makassar dengan dinas/unit kerja dalam hal penyusunan Laporan Keuangan Neraca. dalam pelaksanaan Tahun Anggaran 2005 akan diupayakan penyempurnaannya dengan . dalam lampiran XXIX tentang Kebijaksanaan Akuntansi Umum menyebutkan bahwa: a. Keadaan tersebut bertentangan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan. Tujuan neraca adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan daerah pada saat tertentu. Dinas/unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Makasar tidak melaporkan datadata kekayaan daerah yang dikuasai dan dimilikinya pada akhir tahun anggaran.

Dinas Perhubungan f.Dinas Perindustrian dan Perdagangan d. Retribusi Izin Trayek . BPR yaitu : a.Dinas Informasi dan Komunikasi h. Penyelesaian administrasi perizinan dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Perizinan yang selanjutnya menyampaikan kepada pemohon melalui jasa kantor pos atau cara lain yang isinya memuat bahwa berkas pemohon telah diteliti dan memenuhi syarat untuk diterbitkan izinnya dan yang bersangkutan diundang untuk memenuhi kewajibannya menyetor ke dalam rekening PD.00 dan Jasa Giro sebesar Rp42. Retribusi Izin Industri dan Perdagangan . 2.334. diketahui bahwa terdapat retribusi daerah sebanyak 10 (sepuluh) jenis retribusi yang dikelola oleh dinas/unit kerja fungsional Kota Makassar. b.413. b. BPR melalui loket yang tersedia pada Kantor Pelayanan Perizinan. Retribusi Penggalian Jalan .000.Dinas Pendapatan Daerah Retribusi Tenaga Kerja .Bagian Penyusunan Program i. Terdapat penerimaan Retribusi IMB sebesar Rp601.00 yang mengendap pada PD.membangun dan melengkapi sistem pelaporan di seluruh entitas untuk memungkinkan data yang berkaitan dengan akun-akun Neraca. Bank Perkreditan Rakyat (PD.Kantor Pelayanan Perizinan c. Meningkatkan koordinasi seluruh unit kerja dalam hal penyusunan Laporan Keuangan.Dinas Bina Marga g. j.Dinas Tenaga Kerja secara tertulis kepada seluruh Kepala Dinas/Unit Kerja melaporkan data-data kekayaan daerah yang dikuasai dan dimiliki pada akhir Mekanisme pemungutan retribusi tersebut adalah sebagai berikut : a.517. Retribusi Tempat Rekreasi dan Retribusi Penyeberangan di atas air . Retribusi Izin Usaha Jasa Konstruksi . Retribusi Izin Mendirikan Bangunan . Memerintahkan tahun anggaran. Retribusi Infokom . Retribusi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) . .Dinas Tata Bangunan b. Pemberian izin kepada pemohon dilakukan terlebih dahulu melalui proses kajian teknis oleh dinas/unit kerja fungsional. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar : a.Dinas Pariwisata e. BPR) Berdasarkan hasil pemeriksaan atas realisasi penerimaan daerah yang dituangkan dalam Rancangan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004. penyetoran penerimaannya ke Kas Daerah melalui PD. Retribusi Pelataran .

517. Hal ini disebabkan kondisi keuangan PD.000.00 + Rp42. Pemerintah Kota Makassar telah mengeluarkan Peraturan Walikota Nomor 14 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pemberian Izin Pada Pemerintah Kota Makassar yang antara lain mengatur bahwa penyetoran penerimaan retribusi daerah tidak lagi melalui PD. Pihak Direksi PD. BPR mengakui hal tersebut di atas dan menanggapi bahwa secara umum peranan PD.334.00 (Rp601. masih terdapat penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebesar Rp601. Bank Perkreditan Rakyat yang sangat minim sehingga dana Daerah Pemerintah Kota Makassar digunakan sebagai modal kerja perusahaan.c.413.517. BPR yaitu memberikan bantuan kredit mikro kepada pengusaha kecil dengan syarat dan bunga yang lebih rendah dibanding dengan bank . Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. meskipun pada akhir Tahun Anggaran 2003 seluruh hasil penerimaan daerah disetorkan ke Kas Daerah. BPR. BPR ke Kas Daerah pada bulan berjalan.413. Mekanisme pemungutan dan penyetoran retribusi tersebut di atas masih dilaksanakan selama Tahun Anggaran 2004 sehingga pengendapan penerimaan masih terjadi pada tahun anggaran 2004 dan sampai dengan 31 Desember 2004.00) tidak dapat digunakan tepat waktu untuk membiayai belanja daerah. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. BPR menyetorkan ke Kas Daerah dengan menggunakan Surat Tanda Setoran (STS) secara berkala dan kolektif. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan. BPR setiap bulan. Pasal 40 ayat (2) yang menyatakan bahwa Satuan Pemegang Kas wajib menyetor seluruh uang yang diterimanya ke bank atas nama rekening Kas Daerah paling lambat satu hari kerja sejak saat uang kas diterima.03 Tahun 2002. Namun dalam Tahun Anggaran 2005. Hasil pemeriksaan terdahulu (pemeriksaan atas Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2003) menunjukkan bahwa hasil penerimaan retribusi daerah setiap bulan tidak seluruhnya disetor oleh PD. PD. Pelaksanaan pemungutan retribusi seperti yang telah diuraikan diatas diatur dengan Surat Keputusan Walikota Makassar No.517. BPR dari simpanan penerimaan retribusi daerah sampai dengan tanggal 31 Desember 2004 belum disetor ke Kas Daerah. sehingga terdapat penerimaan daerah yang mengendap pada PD.00 dan jasa giro sebesar Rp42.334. Permasalahan tersebut di atas tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. tanggal 25 Januari 2002 tentang Penetapan Kembali Tata Cara Pemberian Izin Dalam Kota Makassar.000.00 yang telah diperoleh PD.747. Akibatnya penerimaan daerah seluruhnya sebesar Rp643.

BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar : a.412.626.15%. Menegur secara tertulis Direktur PD BPR karena dengan sengaja tidak menyetorkan penerimaan daerah secara tepat waktu dan agar segera menyetorkan dana seluruhnya sebesar Rp643.140.477.626.00 dan SKLB Nomor 00009/401/02/801/03 tanggal 10 September .684. Mengenai pengendapan penerimaan retribusi IMB sebesar Rp601.263. Mengupayakan perbaikan kondisi keuangan PD BPR agar dapat memenuhi misinya.791.00 atau sebesar 5.00 pada akhir Tahun Anggaran 2004 dilakukan karena adanya penarikan dana yang cukup besar oleh PDAM Kota Makassar sehingga dana tersebut digunakan untuk menutupi kekurangan modal kerja perusahaan.684.580.00 berdasarkan Surat Ketetapan Lebih Bayar (SKLB) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Nomor 00003/401/01/801/03 tanggal 30 Desember 2002 sebesar Rp4.00 berupa restitusi kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) disajikan sebagai komponen Penerimaan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Makassar menganggarkan penerimaan daerah yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp78. Selanjutnya. target PAD direvisi menjadi sebesar Rp82. berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 tanggal 1 September 2004.747. b.310. BPR masih kekurangan modal kerja sehingga dana Pemerintah Daerah Kota Makassar yang disimpan dalam rekening PD.651.00 sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2004 tentang Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 tanggal 15 April 2004.266.413.00 ke Kas Daerah.538.330.962.194.500. diketahui bahwa terdapat penerimaan yang berasal dari restitusi PPh 21 telah dianggarkan dan dicatat untuk kemudian disajikan dalam Rancangan Perhitungan APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 sebagai bagian penerimaan yang berasal dari PAD yakni Lain-lain PAD yang sah dengan nilai keseluruhan sebesar Rp2.194. Penelusuran lebih lanjut atas penerimaan restitusi PPh 21 tersebut diketahui bahwa jumlah restitusi PPh 21 yang akan diterima dari pemerintah pusat (piutang kepada pemerintah pusat) seluruhnya sebesar Rp9.750. Penerimaan dari pemerintah pusat sebesar Rp2.00.517. BPR digunakan untuk menambah modal kerja perusahaan.00.umum lainnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.000. Namun dalam perjalanannya PD. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap realisasi PAD per komponen penerimaan. 3. atau mengalami kenaikan sebesar Rp4.804.

Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar memerintahkan secara tertulis kepada Kepala Sub Bagian Anggaran Setda Kota Makassar agar lebih cermat dalam melakukan penganggaran.272. namun demikian penganggaran untuk penerimaan yang sejenis dengan restitusi ini akan menjadi perhatian bagi kami pada masa yang akan datang.2003 sebesar Rp4.00. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada lampiran XXIX. Kepala Bagian Keuangan Setda Kota Makassar menyatakan penganggaran Restitusi PPh 21 pada Lain-lain PAD Yang Sah disebabkan penerimaan tersebut merupakan bagian dari kelebihan pembayaran subsidi Tunjangan PPh Gaji PNS Pemerintah Kota Tahun Anggaran sebelumnya.626. Sampai dengan 31 Desember 2004.684. Hal ini disebabkan Kepala Sub Bagian Anggaran Kota Makassar menganggap bahwa penerimaan restitusi PPh 21 merupakan bagian dari kelebihan pembayaran subsidi Tunjangan PPh Gaji PNS Pemerintah Kota Tahun Anggaran sehingga menganggarkan penerimaan restitusi PPh 21 tersebut pada Lain-lain PAD Yang Sah.686. penerimaan restitusi PPh 21 tersebut telah diterima seluruhnya oleh Pemerintah Kota Makassar.762. sehingga seharusnya pengakuan piutang PPh 21 dilakukan pada saat keluarnya SKLB dan penerimaannya dicatat sebagai pembiayaan penerimaan piutang dari pemerintah pusat. Sedangkan pengakuan piutang adalah pada saat akhir periode akuntansi berdasarkan jumlah kas yang akan diterima dan jumlah pembiayaan yang telah diakui dalam periode berjalan.00. Kondisi seperti ini bertentangan sifat penerimaan restitusi PPh 21 yang berasal dari pemerintah pusat atas kelebihan pembayaran PPh 21 yang terjadi akibat perubahan tarif dari 15% menjadi 5% setiap bulannya. tentang Pedoman Pengurusan. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002.194. Akibatnya PAD Pemerintah Kota Makassar menjadi tidak riil. yaitu lebih besar sebesar Rp2. . definisi piutang adalah hak atau klaim kepada pihak ketiga yang diharapkan dapat dijadikan kas dalam satu periode akuntansi.

00 dan telah terealisasi sebesar Rp14. Hasil pemeriksaan bukti-bukti DPA yaitu daftar tagihan listrik PJU dari PT. Pemerintah Kota membayar biaya listrik PJU kepada PT.d. diperoleh bukti-bukti pembayaran listrik bulan Januari 2004 s. PLN (Persero) Wilayah VII Cabang Makassar.000. Duta Niaga Jumantara baru melakukan penyetoran/pembayaran ke Kas Daerah untuk tagihan bulan Januari s.4. PT.00 yang dikompensasikan dengan pembayaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Pemerintah Kota Makassar Berdasarkan Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 diketahui bahwa Pemerintah Kota Makassar mengalokasikan anggaran pendapatan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar Rp22. Duta Niaga Jumantara seluruhnya sebesar Rp27.320.d.d.377.1/ DCK/IV/2003 tanggal 23 April 2003 tentang pekerjaan pemasangan reklame PT.00. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut : a. Bukti kuitansi tagihan listrik yang telah dilakukan pembayaran oleh PT.682. Somba Opu (Taman Safari s. Kepala Dinas Cipta Karya telah melakukan kontrak dengan PT. Terdapat tagihan listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) PT.892.00 dan telah terealisasi sebesar Rp25.115. Jl.00 sedangkan alokasi anggaran belanja biaya listrik Penerangan Jalam Umum (PJU) sebesar Rp15. Duta Niaga Jumantara mempunyai kewajiban membayar tagihan listrik reklamenya kepada Pemerintah Kota Makassar.000.598.145.000.00 .825.970.500.772. PLN (Persero) Wilayah VII Cabang Makassar pada Pemerintah Kota Makassar.d.013.515.000.000. sedangkan untuk tagihan bulan Juli s. Pembayaran biaya listrik PJU kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilakukan dengan cara dikompensasikan dengan penerimaan PPJ yang diterima dari PLN dimana setiap bulannya penerimaan PPJ masih lebih besar dibandingkan dengan biaya listrik PJU (surplus).515. Desember 2004 sebesar Rp14.571.145.00 yang telah dikompensasikan dari penerimaan PPJ Pemerintah Kota Makassar. Duta Niaga Jumantara seluruhnya sebesar Rp13.564.00 belum dilakukan pembayaran. Duta Niaga Jumantara sebesar Rp14.00 dengan rincian sebagai berikut : 1) Rekening tagihan bulan Januari 2004 sebesar 2) Rekening tagihan bulan Februari 2004 sebesar 3) Rekening tagihan bulan Maret 2004 sebesar Rp 1.12/125.195.979.00 Rp 4. sehingga PT. Penghibur dan Jl.377.022.00 Rp 3. Untuk pembayaran listrik atas kedua titik lampu jalan tersebut. Juni 2004 seluruhnya sebesar Rp13. Duta Niaga Jumantara pada tiang lampu jalan yang terletak di Jl. Desember 2004 atas nama PT. Dalam Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kota Makassar dhi.00. 510. Adapun pencatatannya dilakukan melalui prosedur pencatatan Daftar Pembukuan Administratif (DPA). Datu Museng) Kota Makassar.000.825. Duta Niaga Jumantara berdasarkan kontrak No.

00 a.377. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar : a. Duta Niaga Jumantara) berhubungan langsung dengan PLN mengenai pembayaran rekening PJU setiap bulannya atas dua titik lampu reklame yang terletak di Jl. b.377.4) Rekening tagihan bulan April 2004 sebesar 5) Rekening tagihan bulan Mei 2004 sebesar 6) Rekening tagihan bulan Juni 2004 sebesar Rp 1.00 dan oleh Pemerintah Kota Makassar diakui dan dicatat sebagai piutang kepada PT.000.00 6) Rekening tagihan bulan Desember 2004 sebesar Rp 2.922.00 b. Terjadi kerugian daerah sebesar Rp14.126. 510.00 3) Rekening tagihan bulan September 2004 sebesar Rp 5. Meninjau kembali perjanjian kerja sama dengan PT Duta Niaga Jumantara. PT.000.350. Keadaan tersebut tidak sejalan dengan Surat Perjanjian/Kontrak No. Duta Niaga Jumantara) pada PJU akan segera diselesaikan oleh yang bersangkutan.380. Duta Niaga Jumantara namun telah dibebankan pada penerimaan PPJ Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp14.546.1/DCK/IV/2003 tanggal 23 April 2003 Pasal 5 ayat (3) yang menyatakan Pihak Kedua (PT. Penghibur dan Jl. Duta Niaga Jumantara (piutang lain-lain).546.00 Dengan demikian PT.140.409. dengan rincian sebagai berikut : 1) Rekening tagihan bulan Juli 2004 sebesar 2) Rekening tagihan bulan Agustus 2004 sebesar 4) Rekening tagihan bulan Oktober 2004 sebesar Rp 2. Terhadap temuan BPK dijelaskan bahwa untuk keterlambatan pembayaran kepada pihak ketiga (PT.00 Rp 1.825.825. Somba Opu (Taman Safari s. Datu Museng) Kota Makassar. b.00 Rp 1.00. Duta Niaga Jumantara masih berkewajiban membayar biaya tagihan listrik atas pemasangan reklamenya kepada Pemerintah Kota Makassar sebesar Rp14.825.00.040. Hal tersebut disebabkan adanya unsur kesengajaan PT. Duta Niaga Jumantara yang tidak membayar tagihan biaya listriknya kepada PLN sesuai ketentuan.d.377. Bukti kuitansi tagihan listrik yang belum dilakukan pembayaran oleh PT.825. Duta Niaga Jumantara atas pembayaran biaya listrik Penerangan Jalan Umum yang telah dikompensasi dari penerimaan Pajak Penerangan Jalan. Kondisi tersebut mengakibatkan : a.088. Penerimaan PPJ yang tercatat pada Laporan Realisasi Penerimaan Tahun Anggaran 2004 tidak riil dan dapat mempengaruhi kewajaran pelaporan keuangan.12/125. Menagih PT Duta Niaga Jumantara untuk segera menyetor ke Kas Daerah minimal sebesar Rp14.275.555. .00 Rp 0.377.00 5) Rekening tagihan bulan November 2004 sebesar Rp 2.230.n.00 Rp 1.140.

00 sesuai bukti kuitansi No. 2) Pengadaan 1 (satu) set mic komprensi sebesar Rp49.000.00 yang dilaksanakan oleh CV. terdiri dari : 1) Pembelian 1 (satu) unit mobil Toyota Kijang pick up sebesar Rp90. penyuluhan dan pengadaan sarana dan prasarana penunjang pengelolaan PBB Kota Makassar. Terdapat asset daerah seluruhnya senilai Rp2. Pembelian mic komprensi tersebut juga dibayarkan melalui Pengisian Kas (PK).A/A/XII/2004 tanggal 29 Desember 2004.00.A/A/XII/2004 tanggal 20 Desember 2004 serta Berita Acara Penyerahan Barang No.00 serta Fasum dan Fasos yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar belum disajikan dalam Neraca Daerah Berdasarkan hasil pemeriksaan secara sample atas Surat Pertanggungjawaban Pemegang Kas pada Dinas/unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 ditemukan beberapa barang inventaris kantor dan inventaris rumah tangga. Haji Kalla berdasarkan Berita Acara Serah Terima Kendaraan No. Atas dasar surat tersebut.520.02762 tanggal 29 Desember 2004 dan SPK No.A/A/XII/2004 tanggal 27 Desember 2004 yang dilaksanakan oleh NV.000. Kedua jenis asset tersebut belum diakui dan dicatat sebagai aktiva tetap dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004.000.00 yang terjadi pada : a. yang diadakan melalui belanja barang dan jasa belum dicatat sebagai barang inventaris dalam Daftar Aktiva Tetap seluruhnya senilai Rp189. Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar Dalam Tahun Anggaran 2004 Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar mengalokasikan dana Insentifikasi/Ekstensifikasi dan Koordinasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada rekening Belanja Publik .60/XII/ ANP/2004 tanggal 29 Desember 2005 dan nota pesanan barang No.714.700.750.718.990/1365. Berdasarkan Surat Perintah dari Walikota Makassar No.970/1380/A/XII/2004 tanggal 30 Desember 2004.024/1377.024/ 1377.750. Abdi Nusantara Perkasa sesuai kuitansi No.000. Pembelian mobil tersebut dibayarkan melalui Pengisian Kas (PK).750.00 dan telah direalisasikan seluruhnya atau 100%.000.500. Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar melakukan pengadaan/pembelian asset sebanyak 2 jenis seluruhnya sebesar Rp139.5.973/247/SP/Dipenda tanggal 26 Oktober 2004 antara lain menyebutkan bahwa Walikota Makassar memerintahkan untuk 10% (sepuluh persen) peruntukannya diarahkan untuk kegiatan pendataan. .Belanja Administrasi Umum Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp4.967.

000. 2) Belanja pemeliharaan gedung kantor seluruhnya senilai Rp894.b.727.00 yang seharusnya dicatat sebagai asset daerah dalam Daftar Aktiva pada Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.827.062.500.00. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Berdasarkan DASK Bappeda Tahun Anggaran 2004.217.500.00 3) Belanja pemeliharaan rumah dinas seluruhnya senilai Rp750. ditemukan adanya pembelian barang inventaris dan belanja pemeliharaan yang seharusnya dikapitalisasi menambah nilai aktiva seluruhnya senilai Rp2. ditemukan adanya belanja barang inventaris dan belanja pemeliharaan asset yang seharusnya dikapitalisasi menambah nilai asset tersebut seluruhnya senilai Rp2.00.00 yaitu pada : 1) Belanja pemeliharaan rumah tangga yaitu pembelian barang inventaris sebanyak 39 jenis barang senilai Rp462. Selain hal tersebut di atas.Jasa pihak ketiga sebesar Rp50. Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran Penelusuran atas bukti pengeluaran belanja pemeliharaan yang dilaksanakan oleh Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran diketahui bahwa terdapat belanja pemeliharaan gedung tempat kerja Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran yang belum dikapitalisasi menambah nilai aktiva dalam Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 senilai Rp84.639.743. barang inventaris tersebut belum diakui dan belanja pemeliharaan belum dikapitalisasi menambah nilai aktiva dalam Laporan Keuangan Neraca Pemerintah Kota Makassar. b.000.069.000.000.000.331. Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas SPJ Pemegang Kas pada dinas/unit kerja Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 khususnya pada rekening belanja pemeliharaan.107. dialokasikan anggaran untuk pemasangan jaringan Local Area Network (LAN) pada rekening Belanja Operasional dan Pemeliharaan . Pemeriksaan atas bukti pengeluaran belanja tersebut diketahui bahwa pengeluaran untuk pemasangan jaringan LAN adalah pembelian komputer dan jaringannya sebesar Rp50. terdiri dari : a.00.00 dan telah terealisasi seluruhnya (100%). dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 diketahui jumlah asset yang diperoleh dari belanja modal seluruhnya sebesar Rp59.000.100.Belanja Barang dan Jasa .00.00. . Dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.000.500.340. Sekretariat Daerah Kota Makassar Hasil pemeriksaan atas bukti pengeluaran belanja pemeliharaan pada Sekretariat Daerah Kota Makassar.

331.788.000.00 2) Pemeliharaan makam Raja-raja Tallo senilai Rp49.690.217. Raxindo Wardana dalam Tahun Anggaran 2004 belum termasuk fasum dan fasos tersebut sehingga belum dapat disajikan dalam Laporan Keuangan Neraca Daerah. biaya pemeliharaan tersebut seharusnya dianggarkan sebagai belanja modal sehingga pada akhir tahun dicatat dalam jurnal korolari sebagai aktiva tetap dalam Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004. Daftar fasum dan fasos yang sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar namun belum diapraizal dapat dilihat pada Lampiran 6.500. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah : 1) Pasal 65 ayat (1) menyatakan bahwa seluruh barang yang pengadaannya atas beban APBD wajib dibukukan kedalam rekening Aset Daerah yang berkenaan.500. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan. 2) Lampiran XXIX tentang Kebijakan Akuntansi yang menyebutkan : .967. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a.000. Keputusan Menteri Dalam Negeri No.520.00 Perincian pengadaan barang inventaris melalui belanja pemeliharaan dapat dilihat pada Lampiran 6.00. Dinas Pariwisata Penelusuran dilaksanakan Keuangan oleh atas bukti pengeluaran belanja pemeliharaan terdapat seluruhnya yang belanja senilai Dinas Daerah Pariwisata Tahun diketahui Anggaran bahwa 2004 pemeliharaan yang belum dikapitalisasi menambah nilai aktiva dalam Laporan Neraca Rp139.750.c.000.478. Hasil penilaian atas asset daerah (apraizal) Pemerintah Kota Makassar yang dilaksanakan oleh PT.00 terdiri dari : 1) Renovasi bangunan Musium Kota Makassar senilai Rp89. Pemerintah Kota Makassar juga telah menerima fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) dari developer perumahan di lingkup Kota Makassar sebanyak 8 developer dengan jumlah fasum dan fasos sebanyak 14 lokasi di Kota Makassar.00 dan asset yang diperoleh dari biaya pemeliharaan yang dapat dikapitalisasi menambah nilai aktiva seluruhnya senilai Rp2. terdiri dari asset yang diperoleh dari belanja barang dan jasa senilai Rp189. Dengan demikian jumlah asset daerah Pemerintah Kota Makassar yang belum dicatat dalam Daftar Aktiva Tetap seluruhnya senilai Rp2. Selain hal tersebut di atas. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.000. Dalam APBD. dan dicatat dalam Daftar Aset Daerah sesuai ketentuan.00.

3) Pasal 55 ayat (2) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran dilarang melakukan pengeluaran-pengeluaran atas beban Belanja Daerah untuk tujuan lain dari pada yang ditetapkan. b) Pengakuan aktiva : (1) Penambahan aktiva adalah peningkatan nilai aktiva tetap karena diperluas atau diperbesar. kendaraan. meningkatkan efisiensi dan/atau menurunkan biaya pengoperasian aktiva tetap. Dokumen Anggaran Satuan Kerja (DASK) Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar Tahun 2004 menguraikan bahwa biaya yang digunakan untuk Intensifikasi/Ekstensifikasi barang/jasa. dan Koordinasi PBB bukan untuk pengadaan . Hal tersebut di atas dapat mengakibatkan : a. (2) Pengembangan aktiva adalah peningkatan nilai aktiva tetap karena meningkatnya manfaat aktiva tetap. instalasi dan jaringan. donasi dan pertukaran dengan aktiva lainnya. b.00 serta fasum dan fasos yang belum tercatat dalam daftar aktiva tetap akan mempengaruhi kewajaran laporan keuangan kota Makassar.520. pembangunan. Perolehan aktiva sebesar Rp2. Aktiva tetap antara lain terdiri dari tanah.500. gedung. Membuka peluang penyalahgunaan kekayaan daerah khususnya terhadap aktiva tetap yang tidak tercantum dalam Neraca Daerah. jalan dan jembatan. b. b. Penilaian asset daerah berupa fasum dan fasos yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar belum dilakukan. Hal ini disebabkan : a. meubelair dan perlengkapan serta buku-buku perpustakaan. bangunan air.a) Aktiva tetap dapat diperoleh dari dana yang bersumber dari sebagian atau seluruh APBD melalui pembelian. Kepala Sub Bagian Anggaran kurang cermat dalam menyusun anggaran belanja khususnya terhadap pembelian barang inventaris melalui belanja barang dan jasa serta belanja pemeliharaan yang seharusnya dianggarkan sebagai belanja modal. Biaya pengembangan akan dikapitalisasi ditambahkan pada harga perolehan aktiva tetap yang bersangkutan. Biaya penambahan akan dikapitalisasi dan ditambahkan pada harga perolehan aktiva tetap yang bersangkutan. Pengembangan aktiva tetap diharapkan akan memperpanjang usia aktiva tetap.967. mesin dan peralatan.

126.110. 912/1723/DKK/X/2004 tanggal 1 Oktober 2004 dan telah terealisasi sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar Rp395.500.00. b.00.1/050/405/Dipelda tanggal 16 September 2004.880.202.50% dari nilai kontrak senilai Rp523. 2) Pembangunan krisis center PKM Tamalanrea Dinas Kesehatan yang dilaksanakan oleh CV.00 Anggaran 2004 belum disajikan Berdasarkan realisasi belanja daerah dalam Rancangan Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004. 024. Mario Inti berdasarkan Kontrak No.830.034. Proyek Tahun Anggaran 2004 yang sampai dengan 31 Desember 2004 belum selesai pekerjaannya dan akan dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2005 (Luncuran) seluruhnya sebesar Rp1. 3) Pembangunan gedung tempat kerja Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran Sektor Biringkanaya yang dilaksanakan oleh CV. diketahui bahwa terdapat proyek yang masih dalam pengerjaan seluruhnya senilai Rp8.830.000. Segera melakukan penilaian atas aset yang berada dalam penguasaan Pemerintah Kota dan mencantumkannya dalam Neraca Daerah. Puncak Harapan berdasarkan Kontrak No. Thana Perdana berdasarkan Kontrak No.174. dengan rincian sebagai berikut : a.00 terdiri dari : 1) Pembangunan puskesmas keliling di atas air pada Dinas Kesehatan yang dilaksanakan oleh CV. kami segera akan membuat surat teguran untuk menyusun laporan mutasi pengadaan barang baik belanja modal maupun belanja barang dan jasa.830.00.087.Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kota Makassar menyatatakan akan segera mencatat seluruh aset tersebut dan membuat laporan daftar pengadaan. 6. 642. Terdapat bangunan dalam pengerjaan dalam seluruhnya Neraca Daerah sebesar Tahun Rp8. Realisasi pengeluaran sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar .034. Dan kepada unit kerja yang mengadakan pembelian barang inventaris namun belum tercatat dalam daftar inventaris. Memerintahkan secara tertulis kepada Kepala Sub Bagian Anggaran untuk lebih cermat dalam menyusun anggaran belanja dan kepada seluruh Kepala Dinas/Unit Kerja agar lebih teliti dalam mengajukan RASK.500. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar : a.242.00 atau fisik sebesar 75.000.00 atau fisik sebesar 80% dari nilai kontrak senilai Rp250.087.1871/DKK /X/2004 tanggal 26 Oktober 2004 dan telah terealisasi sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar Rp220.

Nuansacipta Realtindo Makassar.660. b.109.9. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundanganundangan. dalam lampiran XXIX tentang Kebijaksanaan Akuntansi Umum yang menyebutkan bahwa : a.65% atau senilai Rp6.00. hutang dan ekuitas dana yang dimiliki pemerintah daerah pada akhir periode akuntansi. Tujuan neraca adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan daerah pada saat tertentu.134. Definisi Bangunan Dalam Pengerjaan adalah bangunan yang sampai dengan akhir periode akuntansi belum selesai pengerjaannya sehingga belum dapat digunakan. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 050/399.885. Nuansacipta Realtindo Makassar.200. Keadaan tersebut tidak sejalan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan. Pelaporan keuangan harus menyajikan secara wajar dan mengungkapkan secara penuh kegiatan pemerintah daerah dan sumber daya ekonomis yang dipercayakan. 4) Pembangunan saluran primer/sekunder dan paving blok Dinas Cipta Karya yang dilaksanakan oleh CV.000. dimana posisi keuangan daerah adalah keadaan aktiva.7/DCK/VIII/04 tanggal 30 Agustus 2004. Pembangunan gedung menara (tower) Balaikota Makassar dan gedung perparkiran Balaikota Makassar yang dilaksanakan secara Voor Finance shering sampai dengan 31 Desember 2004 oleh PT.00.000. b. c.00 atau fisik sebesar 85% dari nilai kontrak sebesar Rp539. Berdasarkan realisasi fisik pembangunan yang telah dikerjakan diperoleh data penyelesaian pekerjaan sebesar 18. Diah Teknik berdasarkan Kontrak No.859. Bangunan Dalam Pengerjaan diakui pada akhir periode akuntansi berdasarkan jumlah akumulasi biaya sampai dengan akhir periode akuntansi. Realisasi pengeluaran sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar Rp454.Rp104. Proyek-proyek tersebut di atas bukan merupakan kewajiban Pemerintah Kota Makassar kepada rekanan pelaksana kegiatan karena telah direalisasikan pembayarannya sesuai dengan persentase fisik pekerjaan.00.000.94% dari nilai kontrak senilai Rp349.250. Adapun pembayarannya belum ada realisasi (0%) sehingga merupakan utang Pemerintah Kota kepada PT.740. d.00 atau fisik sebesar 48. .

Tidak tercatatnya bangunan dalam pengerjaan ke dalam Neraca Daerah seluruhnya senilai Rp8. .361/050/DPRD/XI/2003 tanggal 11 November 2003. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar memerintahkan secara tertulis kepada seluruh Kepala Dinas/Unit Kerja agar melaporkan pelaksanaan pekerjaan pada akhir tahun anggaran kepada Bagian Keuangan sehingga dapat dicantumkan dalam akun yang tepat di Neraca Daerah. Kurangnya koordinasi antara Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Makassar dengan dinas/unit kerja pelaksana kegiatan yang pelaksanaan pekerjaannya masih dalam proses atau belum selesai 100% pada akhir tahun anggaran. Kepala Bagian Keuangan Setda Kota Makassar menyatakan akan mencatat bangunan dalam pengerjaan dalam Neraca Tahun Anggaran 2004.40 tidak disajikan dalam Neraca Daerah Berdasarkan pemeriksaan atas realisasi belanja Tahun Anggaran 2004. Berkaitan dengan hal tersebut dalam pelaksanaan Tahun Anggaran 2005 ini. b. Hal tersebut disebabkan : a. Pekerjaan pembangunan menara (tower) dan gedung perparkiran kantor Walikota Makassar senilai Rp6.00 akan mempengaruhi kewajaran laporan keuangan. sesuai ketentuan yang berlaku.40.034.087. Terdapat utang kepada pihak ketiga atas pelaksanaan proyek Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp10.987. diketahui terdapat pelaksanaan kegiatan proyek yang sampai dengan 31 Desember 2004 belum direalisasikan pembayarannya oleh Pemerintah Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp10.548.830. Nuansacipta Realtindo sesuai surat No.050/678/BPP tanggal 23 Juni 2003 tentang Proyek For Finance Sharing Pembangunan Menara dan Gedung Perparkiran Kantor Walikota Makassar dan telah disetujui DPRD Kota Makassar sesuai surat No.768. Dalam Tahun Anggaran 2003 Walikota Makassar telah mengadakan perjanjian kontrak kerja sama bersyarat dengan PT. Pemerintah Kota Makassar akan membangun suatu sistem pelaporan dan seluruh entitas yang memungkinkan data dan informasi yang berkaitan dengan “Bangunan dalam pekerjaan” ini dapat diperoleh dan disajikan dalam Neraca Tahun Anggaran bersangkutan. Laporan kemajuan fisik pekerjaan yang dibuat oleh pengawas lapangan pada dinas/unit kerja tidak disampaikan kepada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Makassar.548. dengan rincian sebagai berikut : a.000.00.987.885.768. 7.859.

000.776.00 2) Tahun Anggaran 2005 senilai Rp16.073.213.045.510.000 dan bunga Bank sebesar 15.d. Selain itu terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI Perwakilan VII Makassar atas pelaksanaan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2003 dan 2004 dengan pokok dasar “Terdapat Pemborongan Pekerjaan Pembangunan Kantor Walikota dan Gedung Perparkiran Balaikota Makassar yang dilaksanakan secara Voor Finance Sharing dengan kelebihan perhitungan bunga sebesar Rp4.00 4) Tahun Anggaran 2007 senilai Rp14.765.159.652.000.50% atau dengan nilai Rp12.16 belum ada persetujuan dari DPRD Kota Makassar”.045.00 yang terdiri dari fisik bangunan senilai Rp45. Tahun Anggaran 2007 yang besaran tiap tahunnya. Nuansacipta Realtindo belum disajikan dalam Laporan Keuangan Neraca Daerah. yaitu : 1) Pekerjaan Pembangunan Gedung Menara senilai Rp36.885.982.439.213.403.00 2) Pekerjaan Gedung Perparkiran senilai Rp8.759.Berdasarkan Surat Perjanjian Bersyarat pada Pasal 5 ayat (1) menyatakan pembayaran pekerjaan tersebut dilaksanakan secara bertahap sesuai Memorandum of Agreement (MOA) antara Pemerintah Kota Makassar dengan PT. adalah sebagai berikut : 1) Tahun Anggaran 2004 senilai Rp12.208.65% sedangkan realisasi pembayaran 0.473.00 3) Tahun Anggaran 2006 senilai Rp15. Nuansacipta Realtindo Makassar dan disetujui oleh Kepala Dinas Cipta Karya selaku penanggung jawab pembangunan Menara dan Gedung Perparkiran diketahui bahwa laporan realisasi fisik per Desember 2004 mencapai 18. berdasarkan Laporan Mingguan bulan Desember 2004 yang dibuat oleh PT. jika dihitung berdasarkan realisasi fisik yang telah dikerjakan senilai Rp6.277. Nuansacipta Realtindo Makassar. yaitu selama 4 (empat) tahun mulai Tahun Anggaran 2004 s.53 tidak berdasarkan jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan dan pemborongan gedung senilai Rp865.045.566.465.00 (18.042. Adapun pembangunan gedung perparkiran dalam Tahun Anggaran 2004 belum dikerjakan.704.873.208.000. (belum dibayarkan).873.776.00 Pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaksanaan pembangunan gedung menara yang sampai dengan saat pemeriksaan berakhir tanggal 12 Mei 2005 pekerjaannya masih berlangsung.00.000.481.319.00 Sehingga nilai kontrak untuk pekerjaan pembangunan menara dan gedung perparkiran kantor Walikota Makassar seluruhnya senilai Rp58.543.00%.65% x Rp36. BPK-RI telah merekomendasikan kepada Walikota .00) yang merupakan kewajiban Pemerintah Kota Makassar kepada PT.760.945. Dari nilai kontrak tersebut terbagi atas beberapa pekerjaan.859.

namun sampai saat pemeriksaan berakhir pada tanggal 12 Mei 2005 temuan pemeriksaan BPK-RI tersebut di atas belum ditindaklanjuti.000. b.Makassar agar melakukan peninjauan kembali Surat Perjanjian Kerjasama Bersyarat Perparkiran tentang untuk Pembangunan kelebihan Gedung Kantor Walikota bunga dan Gedung sebesar perhitungan bank Rp4.160.548. 160/172/DPRD/2004 tanggal 17 Juni 2004 yang menyatakan pada prinsipnya menyetujui untuk .543.53 dan pelepasan asset harus jelas dalam kontrak obyek dan nilainya.510. Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan dari DPRD. dimana salah satu kesimpulan rapat tersebut adalah mengenai biaya untuk perbaikan jalan tersebut dilakukan sharing antara pihak Perum Perumnas dengan pihak Pemerintah Kota Makassar dengan porsi pembiayaan untuk Perum Perumnas 50% dan untuk Pemerintah Kota Makassar 50% dari total anggaran yang dibutuhkan. Adapun biaya yang dibutuhkan agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dengan Voor Finance Sharing kepada pihak pelaksana adalah sebesar Rp5. Selain itu.16 dengan menerbitkan SK.00.620/442/BM tanggal 24 Mei 2004 tentang usulan izin prinsip perbaikan jalan Perum Perumnas Bumi Tamalanrea Permai (BTP) yang menyatakan berdasarkan pertemuan pada tanggal 27 Desember 2003 yang dihadiri oleh pihak masyarakat BTP.765.000. DPRD.661. Sehubungan dengan hal tersebut Pemerintah Kota Makassar membuat surat kepada Ketua DPRD Kota Makassar No.00. dimana ruas jalan utama tidak dapat bertahan lama sekalipun telah diadakan perbaikan dan mengingat struktur lahan yang sangat labil maka perlu ditingkatkan kualitas jalan pada titik-titik rawan tersebut guna meningkatkan daya tahan dan memperpanjang umur pemanfaatannya. Dinas Bina Marga dan Camat Tamalanrea yang telah membuat kesepakatan agar jalan utama BTP segera mendapat perbaikan oleh pihak pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Perum Perumnas. Hasil pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan rapat kerja pada Komisi D DPRD Kota Makassar yang dihadiri oleh Pemerintah Kota Makassar. Dalam rangka merespon kepentingan masyarakat pada umumnya dan khususnya bagi warga masyarakat yang berdomisili pada kawasan BTP Kota Makassar.277. Pekerjaan peningkatan jalan poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kota Makassar senilai Rp3.473.883. BPK-RI juga merekomendasikan agar Pemerintah Kota Makassar melakukan penghapusan gedung kantor lama yang telah dibongkar senilai Rp865. Berdasarkan surat dari Pemerintah Kota Makassar tersebut maka DPRD Kota Makassar telah menindaklanjuti dengan surat No. Perum Perumnas dan Masyarakat BTP.

00 Kedua menyerahkan kewajibannya kepada Pihak Pertama untuk melaksanakan perbaikan/peningkatan Ruas Jalan Utama Bumi Tamalanrea Permai (BTP) sebagai salah satu fasilitas umum. Berdasarkan Nota Kesepahaman Bersama (MOU) tersebut.d. Sehubungan dengan hal tersebut maka Pemerintah Kota Makassar mengadakan Nota Kesepakatan Bersama (MOU) dengan Perum Perumnas sesuai Surat Nomor 620/16/S. untuk itu diminta kepada Pemerintah Kota Makassar dhi. dan untuk kepentingan tersebut Pihak Kedua menyerahkan biaya sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini pada a) Pada 2004. 2) Pasal 3 : .000. Selanjutnya Pemerintah Kota Makassar dhi.000. mulai tanggal 26 Agustus 2004 s.000.2/KONT/BM tanggal 26 Agustus 2004.000.Perja/BKS dan Nomor DIR.000.050/245.000.572.00 sesuai Surat Tanda Setor (STS) tanggal 27 Desember 2004.000.00 Tahun Anggaran 2004 diserahkan sebesar Rp1.PROD/073/30VI/2004 tanggal 02 Juni 2004 dalam MOU tersebut antara lain menyatakan : 1) Pasal 2 ayat (2) menyatakan nilai pekerjaan fisik adalah Rp5.000. 22 Januari 2005 telah dilakukan pembayaran sebesar Rp1.000.000.000. Nugraha Tanamal.000.160. Dinas Bina Marga untuk segera melaksanakan proses tender sesuai dengan aturan yang ditetapkan.00 paling lambat pada bulan September Tahun Pihak Pertama melalui Kas Daerah Kota berikut : diserahkan sebesar Anggaran 2004 Makassar secara bertahap sebagai Rp1. pihak Perum Perumnas telah menyetor dana kepada Kas Daerah Kota Makassar sebesar Rp1.580.00 paling lambat pada bulan September .Ayat (2) : Pihak masing-masing Rp2.00.000.Ayat (1) : Pihak Pertama dan Pihak Kedua masing-masing berkewajiban untuk menanggung biaya 50% dari fisik atau nilai total biaya sebesar pekerjaan . b) Pada 2005.987. dengan Surat Perjanjian Pemborongan No.dilaksanakan dengan sistem Voor Finance Sharing.000. Dinas Bina Marga melakukan Pelelangan/Pemilihan/Penunjukan Langsung dengan 5 (lima) rekanan/ kontraktor adapun salah satu pemenangnya adalah PT. Jangka waktu Pelaksanaan Pekerjaaan selama 150 (seratus lima puluh) hari kalender.000.000.580. nilai kontrak sebesar Rp4. sedangkan nilai untuk perencanaan Detail Engineering Design (DED) dan pekerjaan pengawasan akan ditentukan kemudian diluar MOU.00.

987. Kewajiban tersebut tidak disajikan dalam neraca. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap Laporan Kemajuan Fisik yang dibuat oleh konsultan pengawas yaitu CV. Sedangkan realisasi fisik pekerjaan pada akhir bulan Desember 2004 telah mencapai 93. diantaranya adalah untuk pembangunan mess Pemerintah Kota Makasar senilai Rp475.000.40) diperhitungkan untuk Tahun Anggaran 2005 karena sisa pekerjaan tersebut diselesaikan pada Tahun Anggaran 2005. 28 Desember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp466. 3618/BT/2004 tanggal 21 Desember 2004 dan SPMU No.572.47%).661. sampai dengan tanggal 28 Desember 2004 realisasi fisik telah mencapai 100% sedangkan realisasi keuangan 0.47%.7/DCK/IX/2004 tanggal 29 September 2004 dengan jangka waktu penyelesaian pekerjaan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender mulai tanggal 30 September s.451. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.987.883.661.000.000.000. Putra Adnan Pratama sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan No.000.572.000. Darma Citra Utama. Untuk Pekerjaan Pembangunan Mess Pemda tersebut.000. c. Keadaan tersebut tidak sejalan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan.548.000.000.d.47% atau sebesar Rp4.40 (Rp4. Pekerjaan pembangunan mess Pemerintah Daerah Kota Makassar di Jakarta senilai Rp466.661. sedangkan selisih antara kontrak dengan fisik pekerjaan sebesar Rp325.40 yang merupakan utang Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004.00 sehingga masih terdapat sisa sebesar Rp3.883.572. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dalam lampiran XXIX tentang Kebijaksanaan Akuntansi Umum yang menyebutkan bahwa : .000.00 .00.548. Kepala Dinas Cipta Karya telah melakukan perjanjian dengan CV.00. telah dibayar sebesar Rp1.548.00.000.688. Dalam Tahun Anggaran 2004 Dinas Cipta Karya Kota Makassar telah mengalokasikan dana dalam DASK No. Jumlah utang tersebut belum disajikan dalam Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.000.00 dan berdasarkan fisik pekerjaan 93.00.256/Kep/014/2004 tanggal 16 April 2004 untuk Belanja Modal Bangunan Gedung sebesar Rp875.000. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kontrak sebesar Rp4.Rp4.050/418.4349/BT/2004 tanggal 21 Desember 2004.883.987.00.00 x 93.40 (Rp4.000.00% (belum terbayar).000.000. sehingga masih terdapat kewajiban Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp466.sesuai SPMU No.

b. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar menegur secara tertulis Kepala Dinas Cipta Karya dan Dinas Bina Marga karena tidak melaporkan perkembangan penyelesaian pekerjaan. Pelaporan keuangan harus menyajikan secara wajar dan mengungkapkan secara penuh kegiatan pemerintah daerah dan sumber daya ekonomis yang dipercayakan. Hal tersebut mengakibatkan utang yang disajikan dalam Neraca Daerah menjadi tidak riil atau kurang disajikan sebesar Rp10.a.885. Tujuan neraca adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan daerah pada saat tertentu. b.000.000.40 + Rp466. Kepala Bagian Keuangan untuk mencairkan dana atas pekerjaan pembangun mess Pemerintah Kota Makassar di Jakarta. Penanggung jawab kegiatan atas pelaksanaan pembangunan menara dan gedung perparkiran kantor Balaikota Makassar serta pekerjaan peningkatan jalan poros BTP Kota Makassar tidak melaporkan kemajuan pekerjaan fisik dan keuangan.987. dimana pembayaran dilakukan selama 2 (dua) tahun anggaran.00 + Rp3. Dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2004 dianggarkan sebesar Rp1. b.00) dan akan mempengaruhi kewajaran pelaporan keuangan. pembayarannya pembayaran terlambat dilakukan disebabkan proyek administrasi tersebut pengajuan hampir terlambat diajukan karena selesai bersamaan dengan penyelesaian kontrak.000. dengan demikian maka sisa kontrak yang belum dibayarkan akan dianggarkan pada Tahun Anggaran 2005. dimana posisi keuangan daerah adalah keadaan aktiva. Hal tersebut disebabkan : a.2/Kont/BM tanggal 26 Agustus 2004.859.000. hutang dan ekuitas dana yang dimiliki pemerintah daerah pada akhir periode akuntansi. yaitu Tahun Anggaran 2004 dan 2005.548. Pekerjaan pembangunan Mess Pemerintah Daerah Kota Makassar di Jakarta.883.000.000. Berkaitan dengan temuan BPK-RI tentang utang atas pelaksanaan pekerjaan proyek Kota Makassar yang tidak disajikan dalam Neraca dapat dijelaskan sebagai berikut : a.548. Berdasarkan pasal 12 diatur cara pembayaran. 50/246. serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundanganundangan.40 (Rp6. Rekanan/Kontraktor tidak segera mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Sekretariat Daerah dhi. Pekerjaan peningkatan jalan poros BTP Kota Makassar dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan No. .661.00.768.

00 Rp 41.700.695.00 digunakan untuk membiayai kegiatan yang dilaksanakan pada tahun anggaran sebelumnya Berdasarkan hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban pengeluaran belanja Tahun Anggaran 2004 yang diterima di Bagian Keuangan Sekretariat Kota Makassar diperoleh data adanya kegiatan yang dilaksanakan pada tahun anggaran sebelumnya.00 Rp 31.170.00 dengan rincian sebagai berikut : a.053.737.200.00 Rp 32.000.572.191.223.00 Rp 13.00. Kegiatan tersebut terdiri dari : 1) Biaya pemeliharaan bangunan umum 2) Biaya pemeliharaan drainase 3) Biaya pemeliharaan jalan lingkungan Rp 586.940.259.00 Rp 9. drainase dan jalan lingkungan yang akan diperbaiki memang .195. namun dibebankan dalam Tahun Anggaran 2004 minimal sebesar Rp772.00 Rp 19.526.00 Rp 1.072.8.00 2. Sekretariat Daerah Kota Makassar Berdasarkan bukti-bukti pengeluaran dijumpai beberapa jenis pengeluaran rutin pada Sekretariat Daerah Kota Makassar Tahun Anggaran 2003 yang dibebankan sebagai belanja Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp135. terdiri dari : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Biaya Telepon Uang Duka Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) Biaya Alat Listrik Biaya Air Minum Biaya Rekening Listrik Biaya Posko Darurat Biaya Pengobatan Biaya Pemeliharaan Kendaraan Dinas Rp 28.000.091.00.500. sehingga Dinas Cipta Karya mempunyai kewajiban kepada pihak ketiga yang melaksanakan kegiatan tersebut.800.00 Hasil konfimasi kepada pemimpin kegiatan pemeliharaan tersebut diketahui bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan pada saat anggaran untuk biaya pemeliharaan telah habis digunakan.00 3.340.800.542. Hal ini dilakukan karena kegiatan tersebut dilaksanakan atas permintaan masyarakat dan bangunan.235.267.737.000.753.000.425. Realisasi belanja Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp772.000.500.00 Rp Rp Rp 3.00 b. Dinas Cipta Karya Hasil pemeriksaan atas SPJ Pemegang Kas Dinas Cipta Karya menunjukkan bahwa terdapat kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2003 yang dibebankan pada Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp637.526.

Hal demikian terjadi pula pada Tahun Anggaran 2004 dimana terdapat kegiatan pemeliharaan yang dibebankan pada Tahun Anggaran 2005 sehingga Pemerintah Kota Makassar setiap tahun memiliki kewajiban kepada pihak ketiga (rekanan). Bahwa terjadinya pembebanan kegiatan Tahun Anggaran 2003 Pada Tahun Anggaran 2004.674. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Kuangan Daerah Pasal 1 point 13 yang menyatakan bahwa belanja daerah adalah semua pengeluaran Kas Daerah dalam periode tahun anggaran tertentu yang menjadi hak daerah. Permasalahan ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran belanja Tahun Anggaran 2003 dan Sub Bagian Anggaran tidak menganggarkan pembayaran hutang pada pembiayaan Tahun Anggaran 2004 untuk pembayaran pengeluaran Tahun Anggaran 2003 tersebut.988. Hal ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah No. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar memerintahkan secara tertulis Kepala Bagian Keuangan untuk mencantumkan semua utang di Neraca Daerah dan menganggarkan pembayarannya melalui aktivitas pembiayaan. Terdapat beberapa pengeluaran yang tidak didukung dengan bukti yang lengkap senilai Rp2. Catatan Pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran Laporan Keuangan Daerah 1. dijumpai adanya pengeluaran yang tidak didukung dengan bukti yang lengkap yaitu sebagai berikut : . disebabkan tidak cukupnya anggaran yang disediakan pada tahun anggaran yang bersangkutan baik pada APBD Pokok maupun yang ditambahkan dalam Perubahan APBD sehingga dibebankan dalam tahun anggaran berikutnya.580.sudah dalam kondisi yang rusak sehingga membutuhkan biaya perawatan dan pemeliharaan. Kondisi di atas mengakibatkan realisasi belanja daerah yang tercantum dalam Laporan Perhitungan APBD tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan dapat mempengaruhi kewajaran laporan keuangan. Penelusuran lebih lanjut atas Laporan Perhitungan APBD tahun-tahun sebelumnya diketahui bahwa kegiatan pemeliharaan seperti yang diuraikan di atas terjadi setiap tahun.00 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas SPJ Pemegang Kas pada unit/satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

600.000. terdiri dari : 1) Sekretariat DPRD sebanyak 5 kuitansi senilai Rp46.274.030.00 dan dana pendamping DAK senilai Rp196. Untuk merealisasikan kegiatan tersebut Pemegang Kas membuat SPP Beban Tetap kepada Kepala Bagian Keuangan sebesar Rp1. yaitu pada lampiran SPPD kolom gaji pokok.388.609. Pembelian/pengadaan barang yang tidak didukung dengan bukti-bukti pengeluaran yang lengkap. daftar nama-nama Sekolah Dasar dapat dilihat pada lampiran .800.00 4) Dinas Pendidikan sebanyak 5 kuitansi senilai Rp31.150. tanggal harus kembali. Demikian pula pada kolom pejabat yang memberikan perintah perjalanan dinas juga tidak diisi tanggal dan cap/stempel unit kerja seluruhnya senilai Rp406.a.000.980. tingkat menurut peraturan perjalanan.000.000.00 yang terdiri dari dana DAK senilai Rp1.250.000.000.800. c.00 4) Dinas Cipta Karya sebanyak 26 SPPD senilai Rp30.00. yang terdiri dari : 1) Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp1.00.00 2) Bappeda sebanyak 5 SPPD senilai Rp23.000.00 2) Sekretariat Daerah sebanyak 21 kuitansi senilai Rp19. terdiri dari: 1) Sekretariat DPRD sebanyak 40 SPPD senilai Rp191.371.000.500.00.000. Pemeriksaan lebih lanjut atas SPJ Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) pegawai yang telah melaksanakan tugas perjalanan dinas tidak seluruhnya mempertanggungjawabkan secara benar sesuai ketentuan.329.000. Berdasarkan sampling atas SPJ Pemegang Kas pada Dinas Pendidikan khususnya untuk kegiatan pemeliharaan/rehabilitasi juga tidak didukung Sekolah dengan bukti Sarana Dasar yang & senilai lengkap.00 5) Dinas Bina Marga sebanyak 20 SPPD senilai Rp70. b.800.951.00 2) Dana Pendamping DAK senilai Rp230.642.00 Rincian lihat dalam Lampiran 7.00 3) Dinas Pendapatan Daerah sebanyak 10 kuitansi senilai Rp81. Dana tersebut digunakan untuk Kegiatan Pemeliharaan/Rehabilitasi Sekolah Dasar.996.000.000.245. yang dialokasikan pada 35 (tiga puluh lima) Sekolah Dasar melalui rekening masing-masing Kepala Sekolah Dasar.000. anggaran Program Peningkatan Pendidikan senilai Rp2.129.659.000.000.00 3) Dinas Tata Bangunan sebanyak 30 SPPD senilai Rp90.944.996.00.00.200. dan pembebanan mata anggaran tidak diisi sedangkan pada lampiran tiba di tempat tujuan dan harus kembali tidak diisi. hanya berupa kuitansi yang ditandatangani oleh si penerima uang seluruhnya sebesar Rp178.00 Rincian lihat dalam Lampiran 8. Prasarana Rp1.00 telah dialokasikan Berdasarkan DASK Tahun Anggaran 2004 pada Dinas Pendidikan Kota Makassar.399.500.400.

000. No.400.00. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.800.000.659.000.000.00.000. Dengan demikian masih dijumpai kas belum oleh beberapa dilaksanakan penerima kelengkapan sesuai uang bukti pertanggungjawaban berupa sebesar kuitansi pemegang ketentuan sebesar kegiatan sebesar seluruhnya senilai Rp2. 3) Pembayaran Tahap III sesuai SPMU No. tanpa didukung dengan bukti yang lengkap dan sah antara lain berupa kuitansi/faktur pembelian bahan/nota pesanan barang.580. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan. Keputusan Menteri Dalam Negeri No.00 ditambah dengan SPMU BT Dana daerah (pendamping) No.00 ditambah dengan SPMU BT Dana daerah (pendamping) No. Hasil pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen pelaksanaan kegiatan pemeliharaan/rehabilitasi sekolah yang dilaksanakan oleh masing-masing Kepala Sekolah Dasar diketahui bahwa bentuk pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Pemegang Kas ke Bagian Keuangan dengan cara Beban Tetap hanya berupa kuitansi yang ditandatangani oleh Pemegang Kas melalui rekening masing-masing kepala sekolah.274.400. daftar pembayaran upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku .00.00 pertanggungjawaban pada Dinas pelaksanaan Pendidikan pemeliharaan/rehabilitasi Rp1.000.3566/BT/2004 tanggal 11 November sebesar Rp58. dengan rincian sebagai 1) Pembayaran Tahap I sesuai SPMU No. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a.000.3025/BT/2004 tanggal 13 Oktober sebesar 2) Pembayaran Tahap II sesuai SPMU No.00 terdiri dari pertanggungjawaban yang hanya yang ditandatangani serta sekolah Rp178.988.00 ditambah dengan SPMU BT Dana daerah (pendamping) Rp58.674.000. 3813/BT/2004 tanggal 30 November 2004 senilai Rp720. 3565/BT/2004 tanggal 10 November 2004 senilai Rp540. 3024/BT/2004 tanggal 13 Oktober 2004 senilai Rp540.000.000.000.00. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah : .329.3791/BT/2004 tanggal 29 November sebesar Rp78.00 dan pertanggungjawaban SPPD yang tidak diisi secara lengkap Rp406.800.996.Adapun berikut : SPMU BT yang telah direalisasikan.

5) Pasal 79 ayat (1). Para Pemegang Kas terkait mengakui hal tersebut dan menjadi perhatian di masa mendatang untuk diupayakan tidak terjadi lagi. Permasalahan tersebut mengakibatkan penggunaan anggaran kegiatan pada dinas/unit kerja dan kegiatan pemeliharaan/rehabilitasi Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Makassar yang dilakukan senilai Rp2. Lemahnya pengendalian dan pengawasan oleh atasan langsung terhadap Pemegang Kas.296/MK/I/4/1974 tanggal 30 April 1974 menyebutkan bahwa pada SPPD dicatat : 1) Tanggal berangkat dari tempat kedudukan/tempat tinggal/tempat berada dibubuhi tanda tangan pejabat yang berwenang.. 3) Pasal 57 Ayat (2). c. SPJ berikut lampirannya disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.674. 2) Tanggal-tanggal tiba dan berangkat di/dari tempat-tempat yang dikunjungi dibubuhi tanda tangan Kepala Kantor/Proyek/Daerah yang dikunjungi. 4) Pasal 57 Ayat (3). Hal tersebut disebabkan oleh : a. 2) Pasal 50. setiap pengeluaran kas harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih.988. 3) Tanggal tiba kembali ditempat kedudukan dibubungi tanda tangan pejabat yang berwenang. setiap orang yang diberi wewenang menandatangani dan atau mengesahkan tersebut.580. Adanya unsur kesengajaan pemegang kas untuk mempertanggungjawabkan SPJ tidak secara lengkap. b. Berkaitan dengan beberapa kuitansi pertanggungjawaban yang tidak didukung dengan bukti yang lengkap. Surat Menteri Keuangan No. Sub Bagian Verifikasi kurang cermat dalam melaksanakan tugasnya. pengguna anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah.00. dapat dijelaskan bahwa biaya airport bandara digunakan untuk biaya ruang tunggu VIP Room bandara serta biaya lain dalam rangka melayani tamu-tamu Pemda yang secara swakelola tidak dapat diyakini kebenarannya dan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan keuangan daerah surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran kas bertanggungjawab atas kebenaran dan akibat dari penggunaan bukti . setiap akhir bulan Kepala Unit Kerja Pengguna Anggaran wajib menyampaikan laporan keuangan pengguna anggaran kepada Kepala Daerah. b.1) Pasal 49 ayat (5).

000.Bantuan Tiket (Rekening No. Menegur secara tertulis Kepala Sub Bagian Verifikasi agar lebih cermat dalam melaksanakan tugasnya.2). Menegur secara tertulis Pemegang Kas terkait dan memerintahkan untuk segera melengkapi bukti-bukti pengeluarannya.00 Berdasarkan hasil pemeriksaan atas Surat Pertanggungjawaban Pemegang Kas Sekretariat Daerah Kota Makassar.02. Terdapat anggaran Sekretariat Daerah Kota Makassar digunakan untuk bantuan operasional DPRD Kota Makassar sebesar Rp117.000. Secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 9.1) Biaya koordinasi pemerintahan berupa bantuan Walikota Makassar untuk membantu kegiatan DPRD Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp58. Biaya Koordinasi Pemerintahan (Rekening No.01. Bantuan Kepada Partai Politik (Rekening No.01.000. ditemukan pengeluaran untuk bantuan operasional DPRD yang terdiri dari : a. b.0301.21.1.00. Terdapat 12 buah kuitansi untuk pengeluaran bantuan kepada partai politik Ketua DPRD dan 7 orang Anggota DPRD Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp47. b.00. 4. 2. Biaya Tamu .09.500.000.0301.500.000. 340/Kep/900/2003 tanggal 29 April 2003 tentang Pemberian Bantuan Biaya Operasional Pembinaan Politik Kepada Anggota Fraksifraksi pada DPRD Kota Makassar.000.000.08.01.01.0302.20. Bantuan-bantuan tersebut di atas diberikan kepada masing-masing Ketua dan Anggota DPRD secara tunai dengan jumlah realisasi pengeluaran seluruhnya sebesar Rp117. c.02. Memerintahkan Kepala Dinas/Unit Kerja terkait untuk lebih meningkatkan pengendalian dan pengawasan terhadap Pemegang Kasnya.1) Biaya tamu pemerintah Kota Makassar berupa bantuan tiket yang diberikan kepada Ketua DPRD Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp11.berkunjung ke Kota Makassar maupun pejabat pemerintah Kota Makassar yang akan melaksanakan perjalanan dinas ke luar Sulawesi Selatan.000. Sedangkan untuk biaya lainnya yang tidak lengkap kuitansinya di masa yang akan datang akan diperbaiki dan dilengkapi sesuai dengan aturan yang berlaku.2. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar : a.00. . c.02.1.00 terdiri dari 25 kuitansi kepada Ketua DPRD dan 4 orang Anggota DPRD Kota Makassar. 2.02. 2. Pengeluaran tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Walikota Makassar No.

Pasal 12 menyebutkan bahwa Pelaksanaan Anggaran Belanja Daerah dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip : 1) Hemat.000. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. Tunjangan Kesehatan . transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. 2) Terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan.Hal tersebut tidak sesuai dengan : a. 3. program/kegiatan serta fungsi masing-masing Dinas/Lembaga/Satuan Kerja Daerah Lainnya. Kondisi tersebut disebabkan adanya kebijaksanaan Walikota Makassar yang memberikan bantuan biaya kepada Anggota DPRD tidak sesuai ketentuan. efektif. Sedangkan untuk biaya tamu dan Bantuan kepada Partai Politik diberikan. baik sebagai tamu pemerintah kota maupun sebagai anggota partai politik. Peraturan Pemerintah No. Kepala Bagian Keuangan Setda Kota Makassar menyatakan bantuan biaya operasional yang diberikan kepada Anggota DPRD pada dasarnya dalam rangka menunjang kegiatan koordinasi antara legislatif dengan eksekutif untuk terciptanya kesinambungan dan mekanisme kerja yang baik dan harmonis.2 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Masalah tersebut mengakibatkan terjadi ketidakhematan atas pengeluaran daerah sebesar Rp117. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar tidak membuat kebijaksanaan pemberian bantuan kepada Anggota DPRD yang menyimpang dari aturan yang berlaku. b. efisien. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Terdapat pengeluaran pada Sekretariat DPRD Kota Makassar yang menyimpang dari ketentuan Berdasarkan pemeriksaan secara uji petik atas SPJ Pemegang Kas Sekretariat DPRD Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 diketahui bahwa terdapat pengeluaran yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan uraian sebagai berikut : a. 105 Tahun 2000. tanggal 10 Nopember 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Pasal 4 menetapkan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara tertib. tidak mewah.000.00 dan realisasi Perhitungan APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 pada Sekretariat Kota Makassar menjadi tidak riil. namun ke depan tetap diupayakan akan menjadi perhatian bagi kami. disesuaikan dengan kapasitas mereka pada saat itu.

000.00 31.00 180.00 dengan rincian sebagai berikut : 1) Biaya pemeliharaan kesehatan sebesar Rp66.100.000.00 Premi Askes (Rp) 46. sehingga dalam Tahun Anggaran 2004.250.328.00 97.000.250.750.500.000.700.Tunjangan kesehatan Sekretatiat DPRD Kota Makassar dianggarkan dalam APBD Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp1.00 Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa pembayaran berupa bantuan pemeliharaan kesehatan dan bantuan pengobatan Asuransi Jiwasraya yang tidak perlu dibayarkan seluruhnya sebesar Rp373. Pemberian tunjangan kesehatan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan DPRD No.100.00 sedangkan untuk bulan Desember 2004. pemberian tunjangan kesehatan tersebut sudah tidak dilakukan sesuai dengan rekomendasi dari BPK-RI.000.00 Asuransi Jiwasraya (Rp) 32.00 Jumlah (Rp) 54.700.500.000.828.328.00 171.00 196.00 22.500.00 32.500.000.00 2) Biaya Asuransi Jiwasraya sebesar Rp31.000.00 22.000.700.00 22.00 per orang dan bantuan pemeliharaan kesehatan sebesar Rp500.Kep-KEU/840.328.000.00 22.000.225.00 53.00 (Rp180.000.725.07/S.00 + Rp193. November 2004 (dipertanggungjawabkan pada bulan Nopember 2004) diketahui bahwa bantuan pemeliharaan kesehatan dan bantuan pengobatan Asuransi Jiwasraya masih diberikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD seluruhnya sebesar Rp97.000.00 31.500. Hasil pemeriksaan selanjutnya atas bukti pendukung SPJ periode bulan bulan Juli s. Pemel Kesehatan (Rp) 22.500.000.00).000.00 per orang. Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya oleh BPK-RI (Pemeriksaan atas belanja rutin dan pembangunan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004) diketahui bahwa tunjangan Kesehatan diberikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD sampai dengan bulan Agustus 2004 seluruhnya sebesar Rp544.700.500.500.00 53.d.500.00 30.328.00 dengan rincian sebagai berikut : BULAN Januari 2004 Pebruari 2004 Maret 2004 April 2004 M e i 2004 Juni 2004 Juli 2004 Agustus 2004 Jumlah Bant.000.00 diberikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD beserta keluarganya. Asuransi Jiwa sebesar Rp750.000.771.000.700.000.500.000.500.000.500.00 31.000.00 31.700.328.00 per orang.500.250.00 193.055.500.500.100.500. jumlah bantuan pemeliharaan kesehatan dan .00 544.271.559.500.00 101.00 85.309.000.000.000.771.000.1/ DPRD/III/2004 tanggal 1 Maret 2004 berupa pembayaran premi ASKES sebesar Rp200.00 67.

Desember 2004 diketahui bahwa masih terdapat realisasi biaya kesejahteraan Sekretariat DPRD berupa bantuan/tunjangan kesejahteraan staf ahli/staf khusus seluruhnya sebesar Rp66.00 (Rp373.000. 07/S.1/DPRD/III/ 20004 tanggal 1 Maret 2004 tentang pemberian bantuan dana penunjang kegiatan Anggota Fraksi untuk Tenaga Ahli Tahun Anggaran 2004 antara lain menetapkan bahwa Bantuan biaya Tenaga Ahli diberikan sebesar Rp500.000.050.000.00 (Rp179.000.00. Hasil pemeriksaan SPJ untuk periode bulan September s.00 .000.000.940.500.00 dan penelitian lebih lanjut terhadap bukti pendukung SPJ diketahui bahwa tidak ada pihak yang diangkat sebagai tenaga ahli.00).00. Hasil pemeriksaan BPK-RI sebelumnya (Pemeriksaan atas belanja rutin dan pembangunan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004) diketahui bahwa realisasi pembayaran biaya tenaga ahli yang diterima oleh masing-masing Pimpinan dan Anggota DPRD sampai dengan bulan Agustus 2004 seluruhnya sebesar Rp179.00).00 perbulan/orang.00 2) Pegawai yang bekerja diluar jam kerja Rp99.000.000.00 dengan rincian sebagai berikut : 1) Pemeliharaan Kesehatan sebesar Rp 1.000.000.855.200.00 2) Bantuan Tenaga Ahli/Khusus dan sekretariat Rp 714. Biaya Operasional.500.000.000.000.500.000.000.055. Biaya operasional Sekretariat DPRD Kota Makassar berdasarkan DASK dianggarkan sebesar Rp2.500.00 + Rp66.000.00 4) Uang duka sebesar Rp 10. Biaya Kesejahteraan Biaya kesejahteraan Sekretariat DPRD TA.500.500.800.000.000.00 Penelitian terhadap SPJ diantaranya bantuan tenaga ahli diketahui bahwa biaya untuk tenaga ahli yang digunakan oleh Anggota Fraksi dianggarkan sebesar Rp 270.2004 dianggarkan dalam DASK sebesar Rp 1.00 dengan rincian sebagai berikut : 1) Bantuan pembinaan pengelolaan administrasi keuangan Rp157.000. namun bantuan tenaga ternyata diterima oleh masing-masing Pimpinan dan Anggota DPRD sebanyak 45 orang.000. Pengeluaran tersebut berdasarkan atas Surat Keputusan Ketua DPRD No. Dengan demikian jumlah realisasi pembayaran biaya kesejahteraan Sekretariat DPRD berupa bantuan/tunjangan kesejahteraan staf ahli/staf khusus yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp245.Kep-KEU/840.250.000. b.Asuransi Jiwasraya yang tidak perlu dibayarkan seluruhnya sebesar Rp471. c.00 3) Pembinaan/penyediaan fasilitas Olah Raga sebesar Rp 75.00 + Rp97.000.000.000.000.d.

000.000.06/S.00.00 + Rp245.000.500.117.100. Dari uraian tersebut di atas menunjukkan bahwa bantuan biaya kepada Tim Penerima Aspirasi tidak diatur dalam Surat Menteri Dalam Negeri No.800.1/DPRD/III/ 2004 tanggal 1 Maret 2004 mengatur pemberian bantuan dana Tunjangan Aspirasi dan Tunjangan Kegiatan Lainnya kepada Ketua.00.00).00 perbulan/orang. Sehingga jumlah pengeluaran biaya Tim Penerima Aspirasi dalam Tahun Anggaran 2004 yang tidak sesuai ketentuan seluruhnya sebesar Rp401. Desember 2004 diketahui bahwa pemberian biaya Tim Penerima Aspirasi masih dilaksanakan dan telah direalisasikan seluruhnya sebesar Rp132.000. Pemberian biaya Tim Penerima Aspirasi tersebut dilakukan berdasarkan SK.00 6) Biaya Panitia Pemilihan sebesar Rp253.00 4) Kegiatan Penunjang yang diatur Pimpinan Dewan Rp581. Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Makassar TA. 2) Tunjangan kegiatan lainnya sebesar Rp1. . Selain itu.000.00).d.000.Kep-KEU/840.000.000. Hasil pemeriksaan BPK-RI sebelumnya (Pemeriksaan atas belanja rutin dan pembangunan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004) diketahui bahwa realisasi pembayaran biaya Tim Penerima Aspirasi sebanyak 45 orang yang terdiri dari Pimpinan dan Anggota DPRD sampai dengan bulan Agustus 2004 seluruhnya sebesar Rp269. sehingga biaya yang ditimbulkan untuk kegiatan tersebut telah dianggarkan dalam biaya penunjang kegiatan lainnya. Pimpinan Dewan No.000.00 + Rp401.000.000. bantuan biaya tenaga ahli dan biaya Tim Penerima Aspirasi yang merupakan tambahan penghasilan bagi Pimpinan dan Anggota DPRD yang dibayarkan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp1.000.000. 2004 antara lain menetapkan : 1) Tunjangan Tim Penerima Aspirasi diberikan sebesar Rp1.000.161/3211/SJ tanggal 29 Desember 2003 tentang belanja penunjang operasional Pimpinan DPRD.000.000. Tim Penerima Aspirasi adalah salah satu tugas dari Pimpinan Dewan.000.000.000.000.3) Biaya penunjang kegiatan lainnya kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Rp594.00 (Rp269.00 7) Biaya Tim Penerima Aspirasi.000.000.800.000. Selanjutnya berdasarkan pemeriksaan SPJ bulan September s.000.00.00 + Rp132.00 5) Bantuan penunjang kegiatan pengendali dan pengawasan Rp714.sebesar Rp540. Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah pengeluaran berupa tunjangan kesehatan.00 perbulan/orang.000.500.00 (Rp471.000.000.

2.343.163.2 1. Huruf C point 1 menyebutkan bahwa untuk mendukung tugas Pimpinan DPRD atau membiayai kegiatan lainnya yang dilakukan oleh Pimpinan atas nama Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah dan sebagai alat kelengkapan DPRD dapat disediakan biaya penunjang operasional.514.79 308. b.79 77.248.000.005.158.15 4.1 Laporan Perhitungan APBD (dalam rupiah) NO I 1.1.000.750.000.Permasalahan tersebut di atas tidak diatur dalam Surat Menteri Dalam Negeri No.252.2.00 (Rp471.226.777.422.00 + Rp401.920.4.088. Huruf B bahwa Pimpinan dan Anggota DPRD diberikan Tunjangan Kesejahteraan berupa : 1) Tunjangan Kesehatan Pimpinan dan Anggota DPRD beserta keluarganya yaitu suami atau istri pertama beserta 2 (dua) orang anak diberikan tunjangan dan pengobatan berupa pembayaran premi asuransi kesehatan kepada Lembaga Asuransi yang ditetapkan Kepala Daerah.000.500.00 + Rp245.1 1.161/3211/SJ tanggal 29 Desember 2003 antara lain menetapkan : a.00 429.500.000.500.000.00).700.435.074.715.00 308.806.000.117. Laporan Keuangan Setelah Pemeriksaan 2.00 5.962.4 URAIAN PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Perimbangan dari Propinsi ANGGARAN 84.137.00 24.947.843. Pimpinan DPRD Kota Makassar dan telah meminta kepada Pimpinan DPRD Kota Makassar agar di tahun yang akan datang pemberian tunjangan biaya kesejahteraan dan biaya operasional tidak dianggarkan lagi.00 47. Keadaan tersebut mengakibatkan kerugian daerah sebesar ……………… Rp1.4.906.00 1.190.000.000.509.000.675.30 1.156.575.179.000.104.330.00 24.000.500.000.3 1. Sekretaris Dewan menyatakan pemberian tunjangan tersebut berdasarkan SK.158.3 1.018.2 1.823.910.755.000. 2.00 5.2.700. Hal tersebut terjadi karena adanya kebijakan Pimpinan DPRD Kota Makassar yang tidak mempedomani ketentuan yang berlaku.78 54.000.1.00 7.00 dan segera disetor ke Kas Daerah.33 442.1 1.582. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar menagih kerugian daerah yang terjadi seluruhnya sebesar Rp1.000.2.4 1.00 REALISASI 85.047.3 1.00 50.1 1.000.532.117.00 .968.150.1.317. 2) Disediakan rumah jabatan atau uang sewa rumah dan kendaraan dinas 3) Pengadaan pakaian dinas 4) Uang duka.198.1.307.525.526.00 50.910.00 68.455.

648.00 289.00 8.205.00 30.967.200.1.372.2 2.00 36.140.00 772.853.775.3 3.PPh Penerimaan Utang Lain-Lain Penerimaan Piutang Tahun Lalu JUMLAH PENERIMAAN DAERAH PENGELUARAN DAERAH Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang Pokok Yg jatuh tempo Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Berjalan JUMLAH PENGELUARAN DAERAH JUMLAH PEMBIAYAAN 31.2.360.3 2.000.1.00 9.1.00 46.000.358.356.758.00 1.1.759.58 6.768.713.133.865.2.493.00 35.920.11 543.00 55.900.638.00 10.739.38 31.2 2.149.00 0.895.2.99 .342.134.38 0.4 3.00 421.986.798.018.279.545.2.055.00 8.400.721.062.1.00 99.1.378.736.00 39.850.1 2.2 2.390.980.00 4.500.1.605.1 3.660.6 PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun lalu Transfer Dari Dana Cadangan Penerimaan Utang Pajak .371.2 2.00 10.759.950.178.178.327.011.130.00 546.11 126.00 0.00 5.614.1.1.00 12.00 595.1 3.469.305.390.00 2.00 1.00 1.929.513.2.3 2.00 1.00 0.000.2.013.000.1 2.200.082.750.603.1.3 2.1 2.787.548.666.000.062.00 3.1.648.00 29.312.107.2.411.00 1.469.203.850.196.37 -10.515.00 41.605.188.200.757.306.732.2 3.2.378.745.605.872.00 0.5 3.3 3.699.4 2.4 2.000.2.000.825.2.484.497.737.2.2.365.440.677.490.534.256.112.470.00 3.00 557.627.1 2.904.111.813.1.00 108.500.696.690.958.271.00 0.649.378.099.756.00 16.00 318.831.000.000.2 3.248.546.1 3.389.819.782.00 0.543.2 2.4 2.511.5 3.071.2.487.00 401.00 51.147.2.450.00 4.540.700.00 31.3 2.1.427.4 3.854.923.173.00 282.638.2.2.879.325.759.006.885.841.2.00 13.783.00 33.779.469.2 2.526.00 30.200.469.747.546.2.1.38 0.574.2.230.427.2.453.905.455.663.00 573.686.694.1.149.2 2.49 -29.3 II 2.795.281.850.090.2.510.00 29.213.1 2.500.737.2 3.909.00 0.00 13.479.138.230.583.00 36.011.493.00 64.995.00 15.779.38 30.673.38 0.592.683.99 III 3.1.383.2.415.629.1.34 7.1.248.4 LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH JUMLAH PENDAPATAN BELANJA APARATUR DAERAH Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal PELAYANAN PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN BELANJA TIDAK TERSANGKA JUMLAH BELANJA SURPLUS/(DEFISIT) 30.038.1.00 57.1 2.00 1.917.097.000.505.15 330.2.3 2.768.818.000.2.108.00 8.302.620.967.146.00 1.1.15 25.00 25.785.292.38 0.443.4 2.435.367.611.1.00 225.37 75.000.1.1.00 225.500.696.1.935.433.00 273.57 119.181.58 10.00 0.00 3.043.936.00 272.1.3 2.1 2.00 759.841.00 17.825.3 2.554.00 806.2.

910.Belanja Barang Dan Jasa .798.307.683.Belanja Pegawai .809.715.00 4.4.00 5.Belanja Perjalanan Dinas .422.Belanja Perjalanan Dinas .00 24.877.Bagian Laba Usaha Daerah .614.575.262.190.153.00 9.505.00 50.679.00 302.809.904.15 4.252.00 (61.317.Dana Alokasi Umum .58 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI 72.000.00 41.422.Retribusi Daerah .Belanja Barang Dan Jasa .302.680.840.945.00 91.780.156.040.047.536.104.79 308.690.677.163.Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak .00 1.00 61.074.795.906.342.78 54.024.00 19.335.Belanja Pemeliharan Belanja Operasi Dan Pemeliharaan .200.00 25.Belanja Pegawai .387.00 485.843.670.00 557.Pajak Daerah .968.33 442.902.2.Dana Alokasi Khusus .381.Lain-lain PAD Pendapatan Dana Perimbangan .534.514.532.694.411.58 6.00 19.599.032.777.281.644.79 77.920.872.196.018.044.570.57 Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Belanja Administrasi Umum .158.750.841.922.00 30.Dana Perimbangan Dari Propinsi Lain-Lain Pendapatan Yang Sah 85.582.040.000.924.260.713.30 1.198.00 225.99 Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Total Aliran Kas Masuk 61.238.536.2 Laporan Aliran Kas URAIAN ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI JUMLAH Aliran Kas Masuk Pendapatan Asli Daerah .605.000.920.823.806.248.00 10.00) Belanja Modal Pembelian Investasi Jangka Panjang Total Aliran Kas Keluar Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Aliran Kas Masuk Penerimaan UUDP Tahun Lalu 703.312.206.351.435.583.Belanja Pemeliharan Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka Total Aliran Kas Keluar 418.695.334.00 .455.

883.00 33.360.00 30.00 772.783.371.292.00 33.287.484.648.846.37 Total Aliran Kas Keluar Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan Kenaikan Kas Selama Periode Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas .703.457.99 30.035.714.00 2.737.149.Penerimaan Hutang PPh Penerimaan Hutang PFK Penerimaan Piutang Tahun lalu Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Penyertaan Modal Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Pengeluaran Belanja Dibayar Dimuka-UUDP Droping 595.779.765.526.00 1.00 345.727.808.909.648.00 30.605.00 341.00 10.149.881.465.238.500.901.372.779.100.38 41.649.578.

00 0. BANGUNAN GEDUNG g. TANAH b.950.649.772.00 238. .00 6.980.00 340.570.287. PIUTANG LAIN-LAIN i.602.577.129. BUKU/PERPUSTAKAAN q.000.000.000.207.320.279.973.00 43. JARINGAN f.00 659.733.Jalan b.113.833.581.787.4.425. MONUMEN DAN TUGU h.585.075. I. ALAT STUDIO DAN ALAT KOMUNIKASI n. INVESTASI ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG AKTIVA TETAP a.649.660.00 98.804. PIUTANG PAJAK e. URAIAN AKTIVA AKTIVA LANCAR a.035.756.909.687. HEWAN TERNAK DAN TANAMAN s. 1.524.000. BANGUNAN AIR (IRIGASI) d.00 4. DEPOSITO BERJANGKA d.90 318.360. INVESTASI DALAM SAHAM b.942.300.658. ALAT PERTANIAN l.00 158.00 13. Daerah c.808.727.210.00 181. ALAT ANGKUTAN j.000.176.00 13.00 0.985.282.40 15.40 0.2.62 262.000. ALAT BENGKEL k. BARANG BERCORAK SENI DAN BUDAYA r. INSTALASI e.05 3.99 2.040.118.031. PIUTANG DANA PERIMBANGAN g. 10.000.00 137.125.725. 5. KAS SURAT BERHARGA Akun Jalan dan Jembatan .993.100.00 345.000.989. ALAT LABORATORIUM p. ALAT-ALAT BESAR i.140.00 3.00 495.502.298.310.878.470.953.00 317.15 328.3 Neraca (dalam rupiah) NO.376.434.00 6.00 63. BELANJA DIBAYAR DIMUKA (UUDP DROPING) JUMLAH AKTIVA LANCAR INVESTASI JANGKA PANJANG a. PIUTANG RETRIBUSI f.901.083.052.700. ALAT KEDOKTERAN o. PIUTANG FASOS/FASUM h.711.344.00 736. JALAN DAN JEMBATAN c.00 4.00 1.00 0.329.00 2.524. PERSEDIAAN BAHAN PAKAI HABIS/MATERIAL j. 2.000.37 0.00 394.500.408.284.820.159. PERALATAN KEAMANAN JUMLAH AKTIVA TETAP DANA CADANGAN AKTIVA LAIN-LAIN JUMLAH 41.696.00 5. ALAT KANTOR DAN RUMAH TANGGA m.

1653-IND) .409. 1.Depkeu SLA.047. 0.3340-IND) .369.Bank Pembangunan Daerah Sulsel (BPD Sulsel) Perjanjian No. DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PENDEK g.380.295. CADANGAN PERSEDIAAN f. c.268.00 (29.830.37 3.040.257.880.279.00 0.196.901.00 0.833.408.343.26 2. UTANG UTANG LANCAR a.12/009/IBRD/PP Tgl 3 Juli 1979 (Urban III/Ex IBRD Loan No.860.Depkeu (Ex Inpres Pasar) Tgl.362.512.397.44 II.874.001/PK/KIB-LL/1996 Tgl 18 Maret 1996 (Lampu Penerangan Jalan) JUMLAH UTANG JANGKA PANJANG JUMLAH UTANG 2. 1.833/DP3I1995 Tgl 19 Nopember 1995/ (Prasana Air Bersih (Ex OECF Loan No.185.650.a.408.585.00 13. DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PANJANG h.254.90 14. CADANGAN PIUTANG e.73 III.00 0.541.111.807.080.995.777.991.00 42.895.Depkeu SLA.933.912. UTANG DALAM NEGERI . DIINVESTASIKAN DALAM SAHAM d.755.00 12.00 10.07) (42.830.295. DIINVESTASIKAN PADA ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN 41.409.26) 318.087.Depkeu RDI-185/DDI/1987 Tgl.034.700. EKUITAS EKUITAS DANA UMUM a. 17 Desember 1987 (Cargo Terminal) .730.629.00 3.774. 17 Pebruari 1982 .15 .267.581.167.00 0.423.00 8.000. BAGIAN LANCAR UTANG JANGKA PANJANG b.189.873.263.638.00 20.40 476.07 40.2408-IND) .302.036.159/DDI84 Tgl 19 Nopember 1984 (Urban V/Ex IBRD Loan No.Depkeu RDA-115/DP3/1993 (P3KT/Ex IBRD Loan No.00 21.332. b.00 19.IP-415) . HUTANG PFK JUMLAH UTANG LANCAR UTANG JANGKA PANJANG a.292.00 25.Depkeu SLA. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA e. DIINVESTASIKAN DALAM ASET TETAP c.000.47 2.470.000. UTANG PAJAK d.00 0.701.384.62 262.649.820. UTANG LUAR NEGERI b. SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN PELAPORAN b. UTANG BELANJA c.26 82. PIUTANG ANGSURAN PIUTANG ROYALTI BANGUNAN DALAM PENGERJAAN JUMLAH AKTIVA LAIN-LAIN TOTAL AKTIVA 78.793.777.

429.44 .821.183. 3.71 0.291.755.183.506. EKUITAS DANA DICADANGKAN EKUITAS DANA DONASI JUMLAH EKUITAS TOTAL PASIVA 3.425.00 4.512.343.000.529.957.00 3.369.71 3.JUMLAH EKUITAS DANA UMUM 2.463.

156.290.962.074.906.00 24.153.33 442.252.30 1.706.575.582.158.770.00 5.122.00 50.000.00 10.00 0.000.248.000.491.00 6.79 308.824.30 1.455.509.00 2.00 0.317.700.252.532.823.00 50.307.249.000.000.00 0.00 5.574.79 77.Lampiran –lampiran Lampiran 1 PEMERINTAH KOTA MAKASSAR LAPORAN PERHITUNGAN APBD TAHUN ANGGARAN 2004 (dalam rupiah) URAIAN ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN REALISASI SEBELUM KOREKSI KOREKSI DEBET KREDIT REALISASI SETELAH KOREKSI I.777.435.158.00 0.514.361.321.910.715.000.823.700.843.00 2.00 .163.00 0.00 2.500.00 0.198.197.163.00 50.00 0.525.00 0.968.190.343.00 7.00 308.158.33 442.047.968.806.79 77.150.470.000.00 0.000.00 87.000.018.000.00 47.717.020.015.307.00 5.806.15 4.532.779.047.731.190.755.226.248.00 24.295.030.949.104.870.00 85.088.00 429.435.920.582.868.491.947.00 6.422.00 0.910.777. PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Provinsi 84.455.179.381.038.526.000.378.005.018.00 8.464.330.000.00 0.278.79 308.158.675.78 55.750.15 6.78 54.290.084.00 0.422.338.00 24.368.00 68.137.00 1.00 145.

736.554.603.756.00 0.038.00 0.00 .615.108.00 272.00 2.342.614.824.00 35.11 30.500.018.683.673.958.950.00 94.782.00 36.929.57 126.639.300.325.00 15. BELANJA APARATUR DAERAH BELANJA ADMINISTRASI UMUM Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan BELANJA MODAL PELAYANAN PUBLIK BELANJA ADMINISTRASI UMUM Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan 30.00 637.611.00 102.012.00 30.00 777.133.00 0.660.00 0.00 289.00 3.00 5.00 3.885.787.931.470.099.583.097.00 2.929.00 33.050.700.00 0.920.203.683.860.00 5.795.794.731.411.825.828.017.00 13.421.750.57 0.00 3.909.135.856.195.381.400.500.700.00 401.11 543.619.124.00 55.487.00 2.00 1.500.00 272.090.000.15 330.967.00 1.867.825.000.611.011.865.947.182.00 139.800.936.138.294.493.00 0.00 9.758.825.256.813.00 50.415.819.000.00 0.967.00 1.390.756.813.00 8.757.003.686.012.037.00 400.000.000.271.894.699.00 0.107.510.328.00 120.305.000.352.006.00 9.879.000.00 12.986.700.00 0.00 559.00 95.736.639.923.000.045.171.267.00 421.000.146.469.721.800.011.071.00 5.400.00 12.00 29.00 282.58 318.850.000.253.411.157.542.845.540.00 557.312.00 273.453.853.041.427.794.112.00 2.403.505.850.00 0.327.149.361.383.00 108.521.281.450.200.099.885.853.00 4.895.00 99.00 319.00 2.00 10.00 29.450.798.108.761.00 3.00 13.270.00 0.920.914.045.905.00 0.011.00 1.181.00 0.00 0.528.775.00 0.415.00 50.00 426.732.012.663.819.770.00 0.00 8.358.130.854.00 0.00 4.825.775.433.00 273.595.320.500.LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH TOTAL PENDAPATAN II.785.00 119.427.00 0.850.00 1.306.00 0.000.00 400.965.00 35.00 10.557.543.00 1.161.490.356.930.281.00 363.000.745.900.104.00 0.013.505.392.00 0.00 1.157.00 2.00 3.487.932.614.006.00 55.634.00 0.545.00 57.927.205.

980.00 0.470.00 12.000.00 31.648.440.534.00 0.605.713.248.149.00 3.158.435.690.00 0.00 30.378.00 806.082.00 0.00 223.694.00 0.134.469.872.383.980.534.00 0.00 2.00 225.38 31.592.00 0.360.129.747.133.00 0.515.00 .00 0.520.00 0.15 25.00 33.546.818.440.58 10.291.759.511.620.365.783.279.062.759.841.00 595.00 546.00 0.00 0.00 25.38 0.390.128.378.351.259.111.00 2.841.378.00 0.58 12.00 0.500.690.134.38) 36.99 31.696.178.872.302.00 8.200.00 0.497.479.38 0.00 0.34 7.389.648.00 0.00 17.779.500.00 51.484.433.000.759.00 0.010.497.00 226.768.500.677.00 25.812.302.200.00 0.00 0.594.00 547.378.783.900.00 46.00 595.00 0.696.739.00 16.00 573.140.055.00 10.00 46.49 (29.00 0.00 2.00 0.00 8.779.172.BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan / Rehabilitasi / Renovasi BELANJA MODAL BELANJA BAGI HASIL & BANTUAN KEUANGAN BELANJA TIDAK TERSANGKA TOTAL BELANJA SURPLUS (DEFISIT) III.328.605.000.217.PENERIMAAN DAERAH PENGELUARAN DAERAH Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal 39.248.000.548.00 31.00 31.469.000.58 6.967.00 0.841.443.00 0.00 36.917.759.00 759.515.00 762.38 0.111.99 0.00 0.173.00 363.759.38 0.904.000.855.00 2.00 8.469.493.578.484.00 0.935.00 225.00 0.469.354.000.455.360.00 225.627.38 0.592.465.057.000.230.149.540.00 0.00 16.367.378.777.00 30.389.324.00 11.00 64.737.469.638. PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun lalu Transfer Dari Dana Cadangan Penerimaan Utang Pajak .513.666.PPh Penerimaan Utang Lain-Lain Penerimaan Piutang Tahun Lalu TOTAL PEMBIAYAAN .00 0.58 6.000.043.435.200.

Pembayaran Utang Pokok Yg jatuh tempo Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Berjalan TOTAL PEMBIAYAAN - PENGELUARAN DAERAH JUMLAH PEMBIAYAAN

1.605.372.000,00 0,00 0,00 0,00 1.831.213.200,00 29.638.546.178,38

1.605.371.292,00 0,00 0,00 41.992.764.146,37 43.823.976.638,37 (12.354.217.259,99)

0,00 30.648.779.149,00 772.526.737,00 2.865.050,00 31.424.170.936,00

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

1.605.371.292,00 30.648.779.149,00 772.526.737,00 41.995.629.196,37 75.248.147.574,37 (10.768.230.062,99)

Lampiran 2

PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
NERACA PER 31 DESEMBER 2004
(dalam rupiah) NO. URAIAN SEBELUM KOREKSI KOREKSI DEBET KREDIT SETELAH KOREKSI

I.
1.

AKTIVA
AKTIVA LANCAR a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. KAS SURAT BERHARGA DEPOSITO BERJANGKA PIUTANG PAJAK PIUTANG RETRIBUSI PIUTANG DANA PERIMBANGAN PIUTANG FASOS/FASUM PIUTANG LAIN-LAIN PERSEDIAAN BAHAN PAKAI HABIS/MATERIAL BELANJA DIBAYAR DIMUKA (UUDP DROPING) JUMLAH AKTIVA LANCAR 41.649.727.909,37 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 291.268.318,62 0,00 343.036.237,00 42.284.032.464,99 0,00 0,00 41.649.727.909,37 0,00 0,00 394.129.282,00 659.711.360,00 0,00 0,00 495.980.660,62 262.833.585,00 345.901.287,00 43.808.284.083,99

476.827.982,00 659.711.360,00

82.698.700,00 0,00

2.409.051.786,00 262.833.585,00 2.865.050,00 3.811.289.763,00

2.204.339.444,00 0,00 0,00 2.287.038.144,00

2.

INVESTASI JANGKA PANJANG a. b.

INVESTASI DALAM SAHAM INVESTASI ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG

10.408.040.820,90 290.537.670.140,15 300.945.710.961,05

0,00 28.043.609.509,00 28.043.609.509,00

0,00

10.408.040.820,90 318.581.279.649,15 328.989.320.470,05

3.

AKTIVA TETAP a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s.

TANAH JALAN DAN JEMBATAN BANGUNAN AIR (IRIGASI) INSTALASI JARINGAN BANGUNAN GEDUNG MONUMEN DAN TUGU ALAT-ALAT BESAR ALAT ANGKUTAN ALAT BENGKEL ALAT PERTANIAN ALAT KANTOR DAN RUMAH TANGGA ALAT STUDIO DAN ALAT KOMUNIKASI ALAT KEDOKTERAN ALAT LABORATORIUM BUKU/PERPUSTAKAAN BARANG BERCORAK SENI DAN BUDAYA HEWAN TERNAK DAN TANAMAN PERALATAN KEAMANAN JUMLAH AKTIVA TETAP

2.344.403.176.602,00 313.456.213.983,00 15.481.034.692,00 7.420.787.300,00 6.696.298.687,00 339.023.290.605,00 2.616.681.993,00 154.725.000,00 63.632.251.380,00 1.011.614.000,00 223.953.000,00 10.104.686.600,00 6.636.038.925,00 736.524.000,00 13.700.000,00 135.908.000,00 143.863.000,00 5.100.000,00 1.207.075.000,00 3.113.102.922.767,00 0,00

475.134.000,00 4.056.413.548,40 0,00 0,00 2.349.744.828,00 139.478.000,00 4.000.000,00 90.000.000,00 0,00 15.000.000,00 3.891.949.172,00 146.900.000,00

0,00 302.251.500,00 151.857.750,00 896.000.000,00 568.982.700,00 0,00 0,00 220.110.880,00 873.664.000,00 0,00 23.600.000,00 2.657.504.500,00

45.750.000,00 0,00

0,00 45.750.000,00

11.214.369.548,40

5.739.721.330,00

2.344.878.310.602,00 317.210.376.031,40 15.329.176.942,00 6.524.787.300,00 6.696.298.687,00 340.804.052.733,00 2.756.159.993,00 158.725.000,00 63.502.140.500,00 137.950.000,00 238.953.000,00 13.973.035.772,00 4.125.434.425,00 736.524.000,00 13.700.000,00 181.658.000,00 98.113.000,00 5.100.000,00 1.207.075.000,00 3.118.577.570.985,40 0,00

4. 5.

DANA CADANGAN AKTIVA LAIN-LAIN a. b. c.

PIUTANG ANGSURAN PIUTANG ROYALTI BANGUNAN DALAM PENGERJAAN JUMLAH AKTIVA LAIN-LAIN

0,00 0,00 0,00 0,00 3.456.332.666.193,04

147.625.340,00 13.268.000.000,00 8.034.087.830,00 21.449.713.170,00 64.518.981.990,40

69.545.340,00 0,00 0,00 69.545.340,00 8.096.304.814,00

78.080.000,00 13.268.000.000,00 8.034.087.830,00 21.380.167.830,00 3.512.755.343.369,44

TOTAL AKTIVA

292.00 2.196.00 0.159/DDI84 Tgl 19 Nopember 1984 (Urban V/Ex IBRD Loan No. e.541.638.000.70 0.12/009/IBRD/PP Tgl 3 Juli 1979 (Urban III/Ex IBRD Loan No.00 25.408.00 772.00 1.873.397.263.800.47 42.Depkeu SLA.75 328.254.00 13.00 0.07 40.62 10.737.807.00 0.40 476.873.73 JUMLAH UTANG .47 2.730.874.3340-IND) .526. UTANG LUAR NEGERI UTANG DALAM NEGERI .036.Depkeu SLA.26 82.00 67.157.913.Bank Pembangunan Daerah Sulsel (BPD Sulsel) Perjanjian No.33 70.257.700. 17 Desember 1987 (Cargo Terminal) .374. d.00 0.00 0.122.00 0.397.62 10.374.40 476.912. UTANG UTANG LANCAR a.833/DP3I1995 Tgl 19 Nopember 1995/ (Prasana Air Bersih (Ex OECF Loan No.047.00 0.283.Depkeu (Ex Inpres Pasar) Tgl.649. b.07 0.00 0.448.292.257.185.737.036.913.777.700.00 13.174.338. UTANG JANGKA PANJANG a.061. 17 Pebruari 1982 .Depkeu RDA-115/DP3/1993 (P3KT/Ex IBRD Loan No.448.00 0.526.00 13.254.26 2.470.036.00 0.75 328.991.00 0.774.774.882.873.793.874.00 0.00 20.947.00 19.396.829.996.807.70 19.033.882.981.880.409.295.001/PK/KIB-LL/1996 Tgl 18 Maret 1996 (Lampu Penerangan Jalan) JUMLAH UTANG JANGKA PANJANG 0.874.800.Depkeu RDI-185/DDI/1987 Tgl.793.189.00 25.07 26.807.Depkeu SLA.00 12.2408-IND) .473.118.396.362.338.122.933.243.400.243.700. 1.947.362.00 1.IP-415) .257.047.00 0.00 20.000. BAGIAN LANCAR UTANG JANGKA PANJANG UTANG BELANJA UTANG PAJAK PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA HUTANG PFK JUMLAH UTANG LANCAR 2.397.26 2.991.061.33 25.134.423.118.07 39. c.II.00 39.829.1653-IND) .47 2.263.541.189.00 772. b.00 0.00 0.

III.54 3.701.343.274.901.318.508.90 291. EKUITAS EKUITAS DANA UMUM a.00 (2.00 0.397.386.860.07 28.37 3.996.00) (67. EKUITAS DANA DICADANGKAN EKUITAS DANA DONASI 0.386.15 3.821.353.90 14.649.995.102.537.895.00 0.506.299.15 3.246.892.506.07 2.425.369.07 78. e.196.00 4.111.583.279.332. g.873.183.274.356.833.00 25.00 4.520.264.71 0.443. b.512.629.00 74.992.456. 1.268.957.764.650.00 10.961.00 35.00 10.581.670.529.211.520.384.408.37 3.556.386.408.291.113.820.71 2.700.07) (42.807.050.767.00 2.526.585.00 2.00 28.443.040.14 117.509.295.00 772.000.930.07 0.865.62 262.508.00 262.26) 318.62 0.299.71 JUMLAH EKUITAS TOTAL PASIVA 3.500.922.036.000.174. f.183.843.33) 290.04 61.777.44 . d.429.584. h.463.193.00 (29.00 35.820.71 3.874.790.755. c.967.507.609.302.216.246.409.468.00 3. SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN PELAPORAN DIINVESTASIKAN DALAM ASET TETAP DIINVESTASIKAN DALAM SAHAM CADANGAN PIUTANG CADANGAN PERSEDIAAN DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PENDEK DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PANJANG DIINVESTASIKAN PADA ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH EKUITAS DANA UMUM 41.000.398.737. 3.291.00 4.585.034.040.07 41.146.034.506.666.07 0.043.291.833.484.408.332.00 16.267.211.140.283.

30 1.000.Dana Alokasi Umum .770.252.968.122.79 308.33 442.038.158.278.00 6.018.455.464.15 6.Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak .249.00 24.338.368.074.78 55.00 5.00 SEBELUM AUDIT KOREKSI DEBET KREDIT SETELAH AUDIT .290.Lain-lain PAD Pendapatan Dana Perimbangan .321.33 442.000.Bagian Laba Usaha Daerah .906.79 77.870.843.00 2.018.868.00 145.715.435.248.158.920.295.574.777.949.Pajak Daerah .361.252.153.731.156.514.163.307.000.491.79 308.381.197.823.198.158.779.248.470.020.78 54.378.00 10.79 77.910.422.015.00 6.968.Retribusi Daerah .00 2.532.806.00 85.575.435.15 4.824.30 1.00 2.823.163.290.104.00 24.491.Lampiran 3 PEMERINTAH KOTA MAKASSAR LAPORAN ALIRAN KAS TAHUN ANGGARAN 2004 (dalam rupiah) URAIAN ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Aliran Kas Masuk Pendapatan Asli Daerah .084.706.000.717.030.Dana Alokasi Khusus 87.00 8.777.532.307.

422.000.00 19.00 3.00 91.777.206.032.00 418.872.000.683.317.000.196.913.00 25.605.599.000.Dana Perimbangan Dari Propinsi Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Belanja Administrasi Umum .58 50.035.Belanja Pemeliharan Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka Total Aliran Kas Keluar 421.750.872.317.190.262.071.58 400.677.196.614.00 223.00 4.047.00 19.387.00 400.Belanja Perjalanan Dinas .561.534.00 10.776.00 11.920.470.183.335.670.00 233.361.713.920.057.153.690.922.798.918.433.582.679.534.312.806.00 302.00 25.334.00 50.00 2.047.683.00 4.57 .695.044.254.58 6.00 41.00 30.731.Belanja Perjalanan Dinas .411.260.578.381.614.00 8.00 3.5.349.797.00 5.795.505.000.00 30.007.047.00 1.092.411.644.335.680.324.Belanja Pemeliharan Belanja Operasi Dan Pemeliharaan .Belanja Barang Dan Jasa .894.Belanja Pegawai .58 6.Belanja Barang Dan Jasa .738.347.00 485.00 2.00 1.808.302.000.393.000.238.342.855.00 2.128.599.281.00 41.00 488.00 .190.00 276.00 302.922.00 50.Belanja Pegawai .904.770.550.824.582.291.00 19.260.455.57 10.00 400.690.848.381.00 9.00 22.00 91.000.437.945.495.670.422.024.477.896.057.500.278.605.302.780.670.680.00 9.351.00 559.062.895.611.037.024.00 557.

424.583.924.694.00 61.149.00 703.149.840.00 30.351.340.536.00 72.967.809.360.158.841.00 595.00 2.714.00 772.292.877.570.00 30.568.944.288.783.413.540.00 1.292.133.057.360.570.288.540.416.737.902.00 225.200.00 30.783.526.00 59.737.779.648.500.648.00 2.877.040.371.00 772.010.99 59.731.00 5.00) 703.526.00 (59.00 61.00 33.Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Aliran Kas Masuk Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Belanja Modal Pembelian Investasi Jangka Panjang Total Aliran Kas Keluar Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Aliran Kas Masuk Penerimaan UUDP Tahun Lalu Penerimaan Hutang PPh Penerimaan Hutang PFK Penerimaan Piutang Tahun lalu Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Penyertaan Modal Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja 71.779.00 225.568.00 1.371.809.500.599.484.779.062.605.770.648.00 2.841.149.648.779.00 33.010.040.035.00 .149.00) (61.200.00 595.570.727.99 10.00 30.703.605.877.00 703.484.536.520.500.

465.Pengeluaran Belanja Dibayar Dimuka-UUDP Droping Total Aliran Kas Keluar Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan 343.407.649.881.883.529.865.808.881.727.372.100.244.649.808.37 .727.765.00 2.00 33.050.765.00 1.529.846.959.287.238.883.00 - 345.00) 341.457.846.901.948.00 (1.237.38 41.99 30.38 41.99 30.909.100.00 Kenaikan Kas Selama Periode Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas 10.578.909.37 10.036.

2 Aktiva Lain-lain .00 13.585. A.833. A.517.00 262.4 Persediaan Bahan Pakai Habis/Material Ekuitas Dana Umum .Piutang Royalti Ekuitas Dana Umum .000.648.416. alat tulis kantor pada unit-unit kerja per 31 Desember 2004 yang belum dicatat ke dalam Neraca .585.1 JURNAL PENYESUAIAN Koreksi Karena Belum Dicatat Pembayaran Hutang PFK Penerimaan Hutang PFK 30.3 Piutang Lain-lain .000.00 Koreksi atas persediaan obat-obatan.000.000.00 Jurnal pengakuan piutang Royalti Pulau Khayangan sesuai Surat Perjanjian Kerjasama antara Pemkot Makassar dengan PT Putra-putra Nusantara tentang Penggunaan Pulau Kayangan A.Jasa Giro Ekuitas Dana Umum .00 DEBIT KREDIT Pemotongan dan penyetoran PPh.Lampiran 4 PEMERINTAH KOTA MAKASSAR DAFTAR KOREKSI (ADJUSTMENT) PER 31 DESEMBER 2004 (dalam rupiah) NO.Cadangan Piutang 42.416.00 30.833.Cadangan Persediaan 262.00 Jurnal pengakuan saldo akhir piutang jasa giro PD.00 42. benda berharga.779. BPR per 31 Desember 2004 A.334.Cadangan Piutang 13.149.149.779.517. IWP dan Taperum A.648.334.

037.615.00 20.500.00 2.Dinas Pariwisata 202.Dinas Bina Marga ATK .400.00 218. Pasar Benda berharga .Utang Pajak 43.Dinas Pariwisata ATK .000.00 147.927.PD.Dinas Pendapatan Benda berharga .461.500.00 4.524.00 3.00 2.000.Dinas Cipta Karya ATK .732.00 1.- Obat-obatan .160.00 A.00 2.500.500.947.615.Dinas Perhubungan Benda berharga .524.500.00 .Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Benda berharga .972.000.00 10.825.811.187.833.Dinas Perhubungan ATK .Dinas Pendapatan Daerah ATK .953.Dinas Pemadam Kebakaran ATK .000.Badan Pengawas Daerah ATK .00 9.00 1.Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Utang Lancar .Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah ATK .000.00 262.5 EDU .875.585.00 43.262.

859.00.7 Bangunan Gedung Utang Belanja 466.548.Utang Pajak 432.043.177.000.043.5 EDU .177.615.Investasi Aset Daerah yang Dipisahkan Ekuitas Dana Umum .000.00 Jurnal koreksi untuk mencatat utang pajak PPh 21 pemegang kas Sekretariat Daerah per 31 Desember 2004 A.00 Mess Jakarta A. Terminal Metro Makassar yang kurang dicatat sebesar Rp28.00 28.00 A.7 Bangunan Dalam Pengerjaan Utang Belanja 6.00 Menara Balaikota A.40 .609.Diinvestasikan Pada Aset Daerah Yang Dipisahkan 28.885.Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Utang Lancar . A.00 466.871.043.000.00 432.548.661.40 3.883.859.885.09.7 Jalan dan Jembatan Utang Belanja 3.883.509.871.000.6 Investasi Jangka Panjang .509.00 6.509.524.000.000.00 Jurnal koreksi atas penyertaan modal Pemda pada PD.Jurnal koreksi untuk mencatat utang pajak PPh 21 pemegang kas Sekretariat DPRD per 31 Desember 2004 Rp43.609.661.

938.952.310.947.Kios/Karaoeke Pajak Restoran .284.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Pajak Hotel yang dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah B.00 1.00 477.134.2 Pajak Restoran .819.00 .3 Pajak Hiburan .00 1.084.098.Rumah Kopi/Minum Dingin Pajak Restoran .00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Pajak Restoran yang dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah B.221.Pertunjukan Kesenian dan Musik Pajak Hiburan .00 1.1 Kesalahan Pembebanan (dicatat tapi salah akun) Pajak Hotel .342.Bilyard/Ketangkasan/Pijat 2.00 1.036.792.Hotel Ekonomi 1.Penjual Makanan Minuman (Harian) 1.00 216.096.045.145.641.Hotel Melati Pajak Hotel .217.553.438.767.824.Diskotik/Klub Malam/Karaoke Pajak Hiburan .Bar Pajak Restoran .154.383.00 264.759.Hotel Berbintang Pajak Hotel .00 186.791.Restoran/Rumah Makan/Warung Nasi Pajak Restoran .Jalan BTP B.451.506.025.Bioskop/Penyediaan Disk Pajak Hiburan .210. B.123.00 703.

00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan yang dikelola oleh Dinas Kesehatan B.Pajak Hiburan .250.6 Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .00 5.171.000.Kendaraan Bermotor Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .792.000.438.00 534.Fitnes/Kebugaran dll.00 15.470.00 9.00 .00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran yang dikelola oleh Dinas Pemadam Kebakaran B. Koreksi reklasifikasi penerimaan Pajak Hiburan yang dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah B.Rawat Jalan 9.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Pelayanan Kebersihan yang dikelola oleh Dinas Keindahan Kota B.250.Komunal 519.Rawat Inap Umum Retribusi Pelayanan Kesehatan .Tempat Rekreasi Retribusi Penyeberangan ke pulau lainnya 16.285.772.Sampah Luar Biasa Retribusi Pelayanan Kebersihan .00 10.000.184.160.438.355.020.000.5 Retribusi Pelayanan Kebersihan .4 Retribusi Pelayanan Kesehatan .Hidrant Per Unit 15.350.388.630.Rumah Usaha Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .Individual Retribusi Pelayanan Kebersihan .7 Retribusi Tempat Rekreasi & Olahraga .00 102.

Kendaraan Tidak Bermotor 29.784.000.488.8 Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .699.Renovasi Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .00 Retribusi Tempat Rekreasi & Olahraga .961.000.10 Retribusi Izin Trayek .850.699.000.709.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Izin Ganguan yang dikelola oleh Kantor Pelayanan Perizinan B.00 25.SITU Baru Retribusi Izin Gangguan .IMB Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .836.Perpanjangan SITU 186.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga dan Retribusi Penyeberangan ke Pulau Lainnya yang dikelola oleh Dinas Pariwisata B.00 36.100.961.Pemutihan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .Penambahan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .Tempat Olahraga 16.Balik Nama 839.00 125.449.000.000.00 186.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Izin Trayek yang dikelola oleh Dinas Perhubungan .000.349.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan dikelola oleh Dinas Tata Bangunan B.500.000.00 651.000.Angkutan Umum Retribusi Izin Trayek .855.00 29.9 Retribusi Izin Gangguan .

00 147.Izin Usaha Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .Tanda Daftar Industri Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Informasi dan Komunikasi yang dikelola oleh Dinas Informasi dan Komunikasi B.Izin usaha pameran Retribusi Informasi dan Komunikasi .100.Bus Umum Retribusi Terminal .632. Terminal B.00 .B.140.749.00 Jurnal pengakuan saldo awal piutang pajak dan retribusi per 1 Januari 2004 Piutang Pajak Hotel .14 Piutang Pajak Piutang Retribusi Ekuitas Dana Umum .750.000.00 3.326.000.Tanda Daftar Perusahaan Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .00 1.00 251.00 31.576.019.519.150.Tanda Daftar Gudang 530.000.13 Retribusi Terminal .00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Terminal yang dikelola oleh PD.000.050.473.00 41.500.Dinas Pendapatan Daerah 206.12 Retribusi Informasi dan Komunikasi .332.00 341.000.140.550.000.000.Izin operasional 32.469.Izin perfilman Retribusi Informasi dan Komunikasi .Cadangan Piutang 243.00 7.Fasilitas Penunjang 3.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Izin Industri dan Perdagangan yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan B.000.000.11 Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .

700.00 7.698.00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan tunggakan pajak tahun lalu yang dicatat sebagai penerimaan murni yang seharusnya dicatat sebagai pembiayaan-penerimaan piutang penyesuaian Neraca B.Dinas Pendapatan Daerah Pajak Restoran .00 82.519.749.000.00 233.700.00 9.700.00 B.000.14 Piutang Pajak Piutang Retribusi Ekuitas Dana Umum .00 82.463.Dinas Pendapatan Daerah 33.Penerimaan Piutang Piutang Pajak 82.700.091.- Piutang Pajak Restoran .840.053.14 Pajak Hotel .576.698.213.Dinas Pendapatan Daerah Retribusi Alat Pemadam Kebakaran .00 885.000.00 652.642.500.246.Cadangan Piutang Jurnal pengakuan saldo akhir piutang retribusi per 31 Desember 2004 Pajak Hotel .14 Pembiayaan .00 7.251.033.078.000.698.00 9.323.890.698.00 82.700.000.Berbintang Pajak Restoran .Penerimaan Piutang 73.Kios/Karaoke Pembiayaan .00 Jurnal penutup penerimaan piutang Tahun Anggaran 2004 mengurangi Piutang Pajak Piutang Pajak Hotel Piutang Pajak Restoran 73.621.Dinas Pendapatan Daerah Piutang Pajak Hiburan .00 243.134.00 180.Dinas Pemadam Kebakaran 32.425.576.00 B.00 5.700.698.500.860.00 .00 1.698.

760.00 7.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang Pajak 9.00 Mengakui Saldo Awal Piutang PPJ dari PT Duta Niaga Djumantara karena terdapat penggunaan rekening PPJ oleh PT Duta Niaga Djumantara yang diperhitungkan oleh PT PLN pada rekening pemkot B.00 652.15 Piutang Lain-lain .00 9.134.16 Penerimaan Pembiayaan .00 27.078.372.500.Penerimaan Piutang Tahun Lalu 9.712.712. Pasar Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam .00 601.Dinas Pendapatan Daerah 18.000.831.760.00 7.860.00 233.712.760.PT Duta Niaga Djumantara Cadangan Untuk Piutang 9.PD.000.00 - Retribusi Tempat Rekreasi .640.697.360.16 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Penerimaan Pembiayaan .- Pajak Hiburan .219.831.712.00 9.712.Bank Perkreditan Rakyat B.413.Dinas Pemadam Kebakaran Retribusi IMB .760.00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan piutang lain-lain yang dicatat sebagai penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah yang seharusnya dicatat sebagai pembiayaan-penerimaan piutang penyesuaian Neraca : B.000.00 586.00 9.712.00 Jurnal penutup penerimaan piutang Tahun Anggaran 2004 mengurangi Piutang Pajak .760.760.463.Dinas Pariwisata Retribusi Pasar .00 15.937.193.

915.825.377.915.194.00 Reklasifikasi penerimaan lain-lain dari PT Duta Niaga Djumantara yang dicatat pada penerimaan PPJ B.00 14.825.00 Mengurangi realisasi penerimaan Pajak PPJ dan Biaya PJU yang dilakukan melalui Jurnal Umum/DPA karena terdapat penggunaan oleh PT Duta Niaga Djumantara B.377.626.00 14.16 Pajak Penerangan Jalan Umum Biaya Listrik Penerangan JalanUmum 13.145.00 13.00 Mengakui Piutang PPJ dari PT Duta Niaga Djumantara karena terdapat penggunaan rekening PPJ oleh PT Duta Niaga Djumantara yang diperhitungkan oleh PT PLN pada rekening pemkot B.630.145.515.630.Cadangan Piutang 2.16 Piutang Lain-lain .Piutang Restitusi PPh 21 Ekuitas Dana Umum .377.684.377.PT Duta Niaga Djumantara 14.515.00 3.16 Penerimaan PPJ Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 3.825.17 Piutang Lain .00 Cadangan Untuk Piutang .16 Pajak Penerangan Jalan Umum Biaya Listrik Penerangan JalanUmum 14.825.B.00 Mengurangi realisasi penerimaan Pajak PPJ dan Biaya PJU yang dilakukan melalui Jurnal Umum/DPA karena dicatat dua kali B.

194.00 2.00 69.00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan piutang restitusi PPh 21 yang dicatat sebagai penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah yang seharusnya dicatat sebagai pembiayaan-penerimaan piutang B.18 Pembiayaan .Penerimaan Piutang 69.340.00 Koreksi pengakuan saldo awal piutang restitusi PPh 21 per 1 Januari 2004 B.2.18 Piutang lain .17 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Pembiayaan .00 Jurnal reklasifikasi atas penerimaan piutang angsuran kendaraan bermotor tahun 2004 yang dicatat sebagai Lain-lain PAD yang Sah yang seharusnya merupakan pembiayaan penerimaan piutang B.545.00 Jurnal untuk mencatat saldo awal piutang angsuran kendaraan bermotor B.684.545.Penerimaan Piutang 69.194.194.17 Pembiayaan .625.00 147.545.626.Cadangan Piutang 147.626.194.Penerimaan Piutang Restitusi PPh 21 Piutang Restitusi PPh 21 2.00 .340.684.340.684.340.Piutang Angsuran Ekuitas Dana Umum .Penerimaan Piutang Restitusi PPh 21 2.18 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Pembiayaan .00 Jurnal penutup penerimaan piutang Tahun Anggaran 2004 mengurangi Piutang Restitusi PPh 21 B.626.625.626.194.626.684.340.684.00 2.

000.00 133.SITU Baru Retribusi Izin Trayek .00.00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan Lain-lain PAD yang sah (royalti) sebesar Rp133.Angkutan Umum Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah .545.piutang angsuran kendaraan bermotor ke dalam Neraca per 31 Desember 2004 B.00 yang dicatat sebagai Retribusi Tempat Rekreasi B.000.000.000.200.00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan Lain-lain PAD yang sah sebesar Rp2.rumah usaha B. Askrindo) yang dicatat sebagai retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran .Rumah Usaha Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 8.000.00 8.20 Retribusi Tempat Rekreasi Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah .19 Retribusi Izin Gangguan .Royalti 133.450.Piutang lain .00 Jurnal penutup untuk pencatatan Aktiva Lain-lain .450.21 Penerimaan Ganti Rugi Atas Kekayaan Daerah Pembiayaan .Penerimaan Piutang Tahun Lalu 4.340.Penggalian Jalan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 1.19 Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .000.000.00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan Lain-lain PAD yang sah berupa penerimaan hasil penyitaan jaminan penawaran pemenang tender yang mengundurkan diri (PT.00 4.SITU Baru sebesar Rp1.000.000.000.000.000.000.00 yang lebih disetor oleh BPR yang dicatat sebagai penerimaan retribusi izin gangguan .00 500.Piutang Angsuran 69.200.00 2.00 dan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah B.00 500.00 . Retribusi Izin Trayek sebesar Rp500.000.

penerimaan piutang tahun lalu B.00 Jurnal koreksi Sisa UUDP (Belanja Dibayar Dimuka) atas belanja foto copy Kecamatan Makassar yang masih terdapat dalam rekening pemegang kas Kecamatan Makassar B.00 10.050.855.00 10.000.22 Ikhtisar Surplus/Defisit Netto 2.BOP Tata Ruang 2.00 Jurnal penutup untuk mencatat penyetoran Piutang UUDP ke dalam Neraca per 31 Desember 2004 B.Kecamatan Makassar 10.Sisa Lebih Anggaran Tahun Pelaporan 10.00 4.UUDP Dropping atas belanja foto copy Kecamatan Makassar B.000.000.855.00 Jurnal koreksi Sisa UUDP (Belanja Dibayar Dimuka) atas belanja perjalanan dinas luar daerah penelitian penataan ruang dan bangunan di Dinas Tata Bangunan B.855.200.22 Ikhtisar Surplus/Defisit Netto Ekuitas Dana Umum .00 2.22 UUDP Dropping Perjalanan Dinas Luar Daerah .Jurnal reklasifikasi penyetoran Piutang UUDP yang dicatat sebagai Lain-lain PAD yang Sah yang seharusnya merupakan pembiayaan .000.00 .200.050.21 Pembiayaan .000.22 UUDP Dropping Biaya Foto Copy .050.00 Jurnal penutup atas Belanja Dibayar Dimuka .050.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang UUDP 4.

23 Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Biaya perangko.855.00 2.000.00 90.00 Koreksi reklasifikasi atas pengembalian kelebihan pembayaran gaji pokok pegawai Puskesmas Tarakan bulan Nopember 2004 (Contra Pos) yang dicatat sebagai Lain-Lain PAD yang sah B.000.00 Koreksi reklasifikasi atas pengembalian kelebihan pembayaran gaji pokok pegawai Kecamatan Bontoala bulan Desember 2004 (Contra Pos) yang dicatat sebagai Lain-Lain PAD yang sah 5.Sisa Lebih Anggaran Tahun Pelaporan 2.00 1.SMPN 9 1.000.Kecamatan Bontoala 5.00 Koreksi reklasifikasi atas pengembalian kelebihan biaya perangko.Ekuitas Dana Umum .800.Badan Diklat 2. materai dan benda pos lainnya .000.000.00 .23 Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Gaji Pokok .00 Jurnal koreksi Sisa UUDP (Belanja Dibayar Dimuka) atas belanja perjalanan dinas luar daerah penelitian penataan ruang dan bangunan di Dinas Tata Bangunan B.800.Puskesmas Tarakan 90.000.23 Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Gaji Pokok . materai dan benda pos lainnya bulan Desember 2004 (Contra Pos) pada SMPN 9 yang dicatat sebagai LainLain PAD yang sah B.000.23 Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah .00 Koreksi reklasifikasi atas pengembalian kelebihan biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah bulan September 2004 (Contra Pos) pada Badan Diklat yang dicatat sebagai Lain-Lain PAD yang sah B.

00 Jurnal penutup untuk pencatatan Hutang Pajak .penerimaan hutang pajak dan harus disetor ke Kas Negara.500.753.500.00 400.00 595.26 Pengeluaran Pembiayaan .PPh 595.Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Hutang Belanja 135.00 EDU .542.24 Gaji Pokok .00 Koreksi reklasifikasi atas pengembalian kelebihan pembayaran gaji pokok pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan bulan Desember 2003 yang dicatat sebagai Contra Pos Gaji Pokok yang seharusnya merupakan Lain-Lain PAD yang sah B.259.000.Penerimaan Hutang Pajak Hutang Pajak .259.700.00 1.500.00 Belanja Sekretariat Daerah A B.Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 400.26 135.00 Jurnal reklasifikasi penerimaan PPh dari Kecamatan Makassar yang dicatat sebagai Lainlain PAD yang Sah yang seharusnya merupakan pembiayaan .25 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Pembiayaan .B.25 Pembiayaan .PPh ke dalam Neraca per 31 Desember 2004 B.500.259. B.500.Penerimaan Hutang Pajak 595.00 .542.00 595.Pembayaran Hutang Belanja Biaya Perawatan & Pengobatan Lokal Biaya Uang Duka 135.00 3.542.

00 9.072.340.27 EDU .267.200.172.259.00 586.172.000.Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Hutang Belanja .800.00 19.542.Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Hutang Belanja 87.195.800.Biaya Alat Listrik Biaya Listrik Biaya Telepon Biaya Air Biaya Penanggulangan Keadaan Darurat Biaya Bahan Bakar Kendaraan Dinas Biaya Pemeliharaan Kendaraan Dinas 13.00 32.00 41.Pemeliharaan Bangunan Umum Hutang Belanja .00 Koreksi reklasifikasi atas pembayaran hutang Sekretariat Daerah TA 2003 yang dicatat sebagai biaya pemeliharaan TA 2004 B.Pemeliharaan Drainase Hutang Belanja .Pembayaran Hutang Belanja 135.00 Jurnal penutup pembayaran hutang Tahun Anggaran 2003 mengurangi Hutang Belanja B.00 2.00 31.364.000.223.26 EDU .00 Pemeliharaan Cipta Karya .695.000.00 135.500.26 Hutang Belanja Pengeluaran Pembiayaan .00 28.170.425.091.259.364.00 3.00 87.053.940.542.000.572.235.191.Pemeliharaan Jalan Lingkungan 637.00 Hutang Sekretariat Daerah A per 31 Desember 2004 B.

27 Ekuitas Dana Umum .Pemeliharaan Drainase Hutang Belanja .00 637.00 9.00 586.506.27 Pengeluaran Pembiayaan .00 Jurnal penutup pembayaran hutang Tahun Anggaran 2003 mengurangi Hutang Belanja B.000.267.00 607.00 41.00 220.267.Aset Tetap 4.348.695.00 520.790.506.000.000.B.291.tanah yang diperoleh dari hibah yang dicatat sebagai Ekuitas Dana Umum .000.27 Hutang Belanja Pengeluaran Pembiayaan .27 EDU .291.Pembayaran Hutang Belanja Biaya Pemeliharaan Bangunan Umum Biaya Pemeliharaan Drainase Biaya Pemeliharaan Jalan Lingkungan 637.729.00 Hutang Pemeliharaan Cipta Karya per 31 Desember 2004 B.235.Aset Tetap .940.Pemeliharaan Jalan Lingkungan 1.091.000.500.000.109.195.Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Hutang Belanja .000.00 Jurnal reklasifikasi atas Aktiva Tetap .Dana dalam bentuk Aktiva Tetap Ekuitas Dana Donasi .195.267.195.Pemeliharaan Bangunan Umum Hutang Belanja .952.00 4.Pembayaran Hutang Belanja 637.00 Koreksi reklasifikasi atas pembayaran hutang Dinas Cipta Karya TA 2003 yang dicatat sebagai biaya pemeliharaan TA 2004 B.Dana dalam bentuk Aktiva Tetap yang seharusnya Ekuitas Dana Donasi .

B.28

Belanja Modal Bangunan Gedung tempat kerja
Lurah Kalukuang Lurah Ujung Pandang Lurah Bontoala Lurah Karuwisi Lurah Bara-Baraya Ruang Asisten 3 180.000.000,00 169.000.000,00 184.594.000,00 74.500.000,00 202.000.000,00 36.099.500,00

Belanja Modal Bangunan Gedung Sekolah
TK DW Biaya Pemeliharaan Gedung Kantor Lainnya B.28 48.550.000,00 894.743.500,00

Gedung Kantor

846.193.500,00

Belanja Modal Bangunan Gedung tempat kerja
Lurah Kalukuang Lurah Ujung Pandang Lurah Bontoala Lurah Karuwisi Lurah Bara-Baraya Ruang Asisten 3 180.000.000,00 169.000.000,00 184.594.000,00 74.500.000,00 202.000.000,00 36.099.500,00

B.28

Gedung Sekolah

48.550.000,00

Belanja Modal Bangunan Gedung Sekolah
TK DW B.28 48.550.000,00

Belanja Modal Bangunan Rumah Dinas
Walikota Sekda Biaya Pemeliharaan Rumah Dinas 479.669.000,00 270.400.000,00 750.069.000,00

B.28

Gedung Rumah dinas

750.069.000,00

Belanja Modal Bangunan Rumah Dinas
Walikota Sekda B.28 479.669.000,00 270.400.000,00

Belanja modal alat kantor
Pengadaan barang inventaris daerah 56.825.000,00

Belanja modal alat rumah tanga
Pengadaan barang inventaris daerah 188.892.000,00

Belanja modal komputer
Pengadaan barang inventaris daerah 5.000.000,00

Belanja printer
Pengadaan barang inventaris daerah

1.000.000,00

Belanja modal meja dan kursi
Pengadaan barang inventaris daerah 191.560.000,00

Belanja modal alat-alat studio
Pengadaan barang inventaris daerah 17.400.000,00

Belanja modal alat komunikasi
Pengadaan barang inventaris daerah Biaya alat rumah tangga B.28 2.150.000,00 462.827.000,00

Air Conditioner Tempat Tidur Televisi Alat Rumah Tangga Komputer Meja dan kursi Assesoris Kantor Alat Studio Alat Komunikasi

40.800.000,00 74.000.000,00 5.750.000,00 109.142.000,00 6.000.000,00 191.560.000,00 16.025.000,00 17.400.000,00 2.150.000,00

Belanja modal alat kantor
Pengadaan barang inventaris daerah 56.825.000,00

750.560.00 Sekda B.29 Belanja Modal ALat-Alat Angkutdarat bermotor roda 4 Belanja modal alat-alat studio Intensifikasi/Ekstensifikasi dan Koordinasi PBB B.00 Belanja modal alat komunikasi Pengadaan barang inventaris daerah 2.000.00 49.00 49.000.000.000.750.000.000.000.150.000.000.Belanja modal alat rumah tanga Pengadaan barang inventaris daerah 188.00 .892.29 90.000.00 Truck.00 Belanja modal meja dan kursi Pengadaan barang inventaris daerah 191.000.000.750.00 Belanja printer Pengadaan barang inventaris daerah 1.00 Belanja modal alat-alat studio Pengadaan barang inventaris daerah 17.000.750.00 139.000.000.00 49.000.400.000.00 Belanja modal komputer Pengadaan barang inventaris daerah 5.00 90.000. Pick Up Alat Studio Belanja Modal ALat-Alat Angkutdarat bermotor roda 4 Belanja modal alat-alat studio 90.

31 Gedung Kantor Belanja modal bangunan gedung tempat kerja Pembangunan sektor panakukkang mas 84.000.000.000.00 50.00 Dipelda B.100.000.000.00 89.000.00 B.788.000.30 50.000.788.000.690.00 84.000.30 Belanja Modal LAN Pemasangan Jaringan Local Area Network B.31 Belanja modal bangunan gedung tempat kerja Pembangunan sektor panakukkang mas Pemeliharaan / rehabilitasi bangunan sektor panakung mas 84.00 49.100.100.000.00 Komputer Belanja Modal LAN 50.00 Bapeda B.000.Dipenda B.00 .690.00 49.00 50.00 84.100.000.000.000.000.32 Belanja modal monumen dan musium Pembangunan Musium Kota Pembangunan Pagar Makam Raja-Raja Tallo Renovasi Bangunan Musium Kota Pemeliharaan Makam Raja-Raja Tallo 89.

457. C.457.291.159/DD184 tanggal 19 Nopember 1984 Hutang Jangka Panjang .07 C.118.000.Depkeu SLA.32 Monumen dan Musium 139.000.00 139.62 10.Simduk masuk ke instalasi .34 4.457.00 13.506.00 Hutang Jangka Panjang .291.396.00 4.Dana Pembayaran Utang Jangka Pendek EDU .000.Depkeu RDI-185/DDI/1987 tanggal 17 Desember 1987 Hutang PFK 1.061.000.000.Diinvestasikan Dalam Aset Tettap Ekuitas Dana Donasi B.889.75 328.70 25.12/009/IBRD/PP tanggal 13 Juli 1979 Hutang Jangka Panjang .873.07 B.478.000.700.243.873. Inpres Pasar tanggal 17 Pebruari 1982 Hutang Jangka Panjang .913.00 Belanja modal monumen dan musium Dinas Pariwisata B.000.00 Catatan Sipil .Dana Pembayaran Utang Jangka Panjang 25.000.34 EDU .00 896.Depkeu SLA.Depkeu Ex.33 EDU .448.1 Reklasifikasi rekening aktiva karena salah dibukukan Komputer Instalasi SIMDUK 896.07 25.000.800.478.700.873.700.B.882.947.506.

00 4.000.000.000.000.000.000.000.134.00 394.000.134.00 45.750.00 Dinas Pendidikan dan Pengajaran Alat Komunikasi Belanja Modal Menara Repiter 54.000.Pemasangan Paving Blok Alat Bengkel 394.jalan paving block Tanah Untuk Asrama/Mess Alat Bengkel 475.530.000.000.pematangan tanah Rusunawa Daya Mesin Pembangkit Listrik Alat Bengkel 4.00 .000.000.000.00 Dinas Keindahan .00 15.000.000.00 Cipta Karya .750.00 Dinas Perikanan .00 54.pembelian genset Buku / Perpustakaan Barang Bercorak Seni dan Budaya 45.tadinya masuk kelompok Bangunan Gedung Alat Komunikasi Belanja Modal Menara Repiter 15.00 475.000.530.00 Cipta Karya .000.

On Line PBB Komputer Gedung Kantor Alat Komunikasi 783.600.962.500.00 Dinas Tanaman Pangan & Peternakan .Dinas Keindahan .00 15.242.500.600.00 8.KOR/2068/BT Alat Studio Kursi 8.000.172.130.000.tadinya masuk kelompok Bangunan Gedung Alat Pertanian Almari 15.719.500.00 154.00 Dinas Pendapatan .KOR/4334/BT Komputer Alat Komunikasi 1.00 395.00 Dinas Pendapatan .Simtap Bangunan Dalam Pengerjaan Belanja modal bangunan Gedung tempat kerja 395.000.328.832.242.000.000.00 Dinas Perikanan dan Kelautan .00 1.542.719.Crisis Centre Tamalanrea .00 Dinas Kesehatan .00 937.542.000.000.000.

110.750.110.200.251. Kor/2798 Bangunan Dalam Pengerjaan .Kor/4201. Kor/3808.Drainase Waduk 151.00 Dinas Cipta Karya Bangunan Dalam Pengerjaan Alat angkut apung bermotor 220.880. Kor/3294 Bangunan Dalam Pengerjaan .857.Bangunan Dalam Pengerjaan Belanja modal bangunan Gedung tempat kerja 104. Kor/4411.00 Dipelda .00 104.00 Dinas Kesehatan .00 Dinas Cipta Karya .200.750.500.Pemasangan Paving Block Jalan Daerah Propinsi 302.880.Sektor Kima/Biringkanaya.740.00 151.740.251.00 302.857.00 220. Kor/4412 .Kor/3807.500.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful