BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

HASIL PEMERIKSAAN
ATAS LAPORAN KEUANGAN KOTA MAKASSAR TAHUN ANGGARAN 2004 DI MAKASSAR
PERWAKILAN VII BPK-RI DI MAKASSAR Nomor Tanggal : :

DAFTAR ISI
Halaman

Laporan Auditor Independen ................................................................................... Laporan Perhitungan APBD ..................................................................................... Laporan Aliran Kas .................................................................................................. Neraca ................................................................................................................... Bab I Gambaran Umum Pemeriksaan ............................................................... 1.1 Gambaran Umum ........................................................................... 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 1.1.5 1.1.6 1.1.7 1.2 Bab 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Dasar Hukum ...................................................................... Tujuan Pemeriksaan ............................................................ Metode Pemeriksaaan ......................................................... Lingkup Pemeriksaan ........................................................... Cakupan Pemeriksaan ......................................................... Standar Pemeriksaan ........................................................... Batasan dan Kendala ...........................................................

i iii v vii 1 1 1 1 1 2 2 2 3 3 9 8 12 64 98 101

Laporan Keuangan Sebelum Pemeriksaan ........................................ Penelaahan Atas Pengendalian Intern Atas Sistem Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan Daerah .................................... Koreksi Pembukuan dan Kecermatan Penyusunan Laporan Keuangan Daerah .......................................................................... Catatan Pemeriksaan ...................................................................... Laporan Keuangan Setelah Pemeriksaan .......................................... Lampiran .....................................................................................

II Laporan Pemeriksaan .............................................................................

Daftar Lampiran: Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 Sebelum dan Setelah Koreksi Neraca Daerah Per 31 Desember 2004 Sebelum dan Setelah Koreksi Laporan Arus Kas Per 31 Desember 2004 Sebelum dan Setelah Koreksi Daftar Koreksi Laporan Keuangan APBD Tahun Anggaran 2004 Daftar Biaya Pemeliharaan Asset Yang Dikapitalisasi Menambah Nilai Aktiva Tetap Daftar Inventarisasi Fasum dan Fasos Yang Telah Diserahkan Kepada Pemerintah Kota Makassar Daftar SPJ Yang Tidak Didukung Dengan Bukti Yang Lengkap Daftar SPPD Yang Tidak Didukung Dengan Bukti Yang Lengkap Daftar Pengeluaran Sekretariat Daerah Untuk Biaya Operasional Anggota DPRD

17 tahun 2003. Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2004 bertujuan untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2004 telah disajikan secara wajar sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam Peraturan Perundangan yang berlaku. mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai sebagai dasar untuk memberikan pendapat. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPKRI) telah memeriksa Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 yang telah disusun oleh Pemerintah Kota Makassar. Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 meliputi pengujian atas Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004. Laporan Keuangan tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Kota Makassar.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Jl. Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Daerah tersebut dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) yang ditetapkan oleh BPK-RI. (0411) 854977-854988 Fax. Andi Pangeran Pettarani Telp. Standar tersebut mengharuskan BPK-RI untuk merencanakan. Tanggung jawab BPK-RI terletak pada pernyataan pendapat atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2004 berdasarkan Pemeriksaan BPK-RI. Pasal 2 Undang-undang No. Laporan Aliran Kas Tahun Anggaran 2004 dan Catatan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004. 5 Tahun 1973. . dan Pasal 31 UU No. (0411) 854995 Makassar LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kepada Para Pengguna Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Perubahan Ketiga Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Neraca Per Tanggal 31 Desember Tahun 2004.

12 Mei 2005 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan VII di Makassar Ketua Tim Agung Prayudi. kami tidak dapat menerapkan prosedur pemeriksaan lain untuk menyakinkan BPK-RI atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004. Berdasarkan Pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004. BPK-RI menyampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian Pemerintah dan DPRD Kota Makassar dalam upaya penyempurnaan Laporan Keuangan Daerah sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Ak.000. Di dalam hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004. Akuntan Reg-Neg D-19.970.Pemerintah Kota Makassar tidak mencantumkan nilai Aktiva Tetap yang berasal dari penyerahan Fasilitas Umum dan Fasilitas Khusus Perumahan serta masih mencantumkan nilai gedung Balaikota Makassar senilai Rp6.E. Makassar.392 . BPK-RI berpendapat bahwa Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 kecuali atas akibat hal-hal yang dimuat dalam paragraf sebelumnya telah disajikan secara wajar untuk semua hal yang material sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam berbagai peraturan perundangan yang berlaku.00 walaupun sebagian telah dihancurkan. S..000.

532.00 4.505.3 1.2.422.910.097.000.PEMERINTAH KOTA MAKASSAR LAPORAN PERHITUNGAN APBD TAHUN ANGGARAN 2004 (dalam rupiah) NO I 1.00 55.699.00 5.1 1.006.819.2 1.1.721.15 4.00 .00 50.798.00 50.00 57.879.1 1.777.000.758.281.906.00 47.3 2.00 1.325.732.306.603.11 126.000.1.525.500.509.435.775.137.675.850.910.00 30.156.00 421.330.1.968.00 308.686.57 119.2 1.00 24.099.453.112.2.433.1.356.011.00 3.490.427.000.500.15 REALISASI 85.700.146.00 7.865.2.000.1.198.000.909.1.00 5.967.1 1.806.1.715.00 33.2.00 3.967.071.700.000.000.343.090.011.813.00 108.1.756.920.683.1.33 442.00 4.00 10.1 2.4 2.2.1.958.000.3 1.158.000.00 273.3 2.252.000.00 13.130.2 2.00 0.205.00 29.179.3 1.455.390.138.1.248.2.000.11 543.4 2.854.673.312.018.514.038.00 557.526.00 15.2.00 13.554.1.190.757.545.1.853.074.00 30.920.823.1 2.00 429.1 2.00 0.2 2.962.582.150.158.79 308.825.1.787.2 URAIAN PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Perimbangan dari Propinsi LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH JUMLAH PENDAPATAN BELANJA APARATUR DAERAH Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal PELAYANAN PUBLIK ANGGARAN 84.203.181.614.450.3 2.00 24.649.00 401.583.1 2.005.795.000.936.00 289.30 1.000.000.1.317.3 II 2.4 1.088.1.013.575.133.018.427.00 1.226.107.163.1.79 77.047.000.104.00 3.4 1.611.755.307.00 99.188.00 68.1.00 1.305.493.00 5.415.750.540.78 54.843.850.2.2 2.947.895.700.411.1.

200.360.230.00 0.986.605.00 16.00 546.737.487.455.2.00 10.4 2.062.00 36.2.00 8.1 3.850.134.5 3.2.1 2.500.515.082.980.779.00 225.00 0.500.841.00 41.111.493.759.1.000.2.00 30.1.660.546.1 2.543.4 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN BELANJA TIDAK TERSANGKA JUMLAH BELANJA SURPLUS/(DEFISIT) PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun lalu Transfer Dari Dana Cadangan Penerimaan Utang Pajak .759.00 64.768.745.000.2.3 2.548.3 2.4 2.38 0.38 0.2.2.3 2.440.648.2.783.5 3.99 III 3.00 39.638.389.2.479.592.1.2.00 759.043.2.00 1.58 6.108.497.3 2.383.484.1 3.885.935.768.2.904.470.99) .00 25.663.750.367.178.3 3.37 (10.00 573.2 3.648.49 (29.38 0.2.574.1.248.1 3.2.513.00 0.2 2.38 0.00 17.605.546.58 10.055.2.713.213.00 12.342.995.00 1.00 51.4 3.378.00 225.34 7.905.435.469.38 31.690.2.149.666.737.00 9.785.739.1.390.00 0.000.950.469.149.173.900.378.696.923.2.469.00 0.200.443.736.500.000.00 8.378.371.2.00 806.696.302.372.779.4 3.178.2 2.196.292.627.510.38) 318.818.638.620.1.6 31.605.511.2.000.2.2 3.677.37 75.00 1.872.694.841.1.15 25.00 30.534.00 272.200.2 3.327.00 36.2.248.00 1.00 282.759.2.00 35.1.200.1.062.629.271.917.400.00 595.00 31.00 46.825.00 0.782.00 772.147.526.747.3 3.365.469.00 1.00 2.1 2.230.00 29.279.929.256.140.358.PPh Penerimaan Utang Lain-Lain Penerimaan Piutang Tahun Lalu JUMLAH PENERIMAAN DAERAH PENGELUARAN DAERAH Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang Pokok Yg jatuh tempo Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Berjalan JUMLAH PENGELUARAN DAERAH JUMLAH PEMBIAYAAN 330.000.2 2.00 8.831.

361.000.163.411.470.158.368.422.824.00 2.78 55.806.514.920.Lain-lain PAD Pendapatan Dana Perimbangan .582.968.163.532.084.575.00 85.Dana Alokasi Umum .158.252.15 6.906.491.868.290.278.381.338.00 30.79 77.290.015.920.190.920.249.156.153.020.307.197.00 50.038.Retribusi Daerah .030.000.777.190.770.00 JUMLAH KOREKSI DEBET KREDIT SETELAH AUDIT .00 30.00 145.574.731.018.248.074.582.491.614.00 24.00 5.378.00 50.321.779.614.122.000.158.018.435.910.248.411.104.823.047.30 1.79 77.949.047.198.33 442.455.00 24.79 308.Dana Alokasi Khusus .0 0 6.823.715.00 2.252.00 6.464.806.843.00 5.455.870.777.Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak .PEMERINTAH KOTA MAKASSAR LAPORAN ALIRAN KAS TAHUN ANGGARAN 2004 (dalam rupiah) URAIAN ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Aliran Kas Masuk Pendapatan Asli Daerah .00 8.Dana Perimbangan Dari Propinsi Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Total Aliran Kas Masuk 87.307.000.435.Pajak Daerah .706.15 4.968.00 2.Bagian Laba Usaha Daerah .00 10.78 54.422.295.717.532.79 308.33 442.30 1.

007.477.422.351.605.00 25.534.599.035.713.00 1.683.611.351.644.00 19.872.670.670.312.00 41.153.895.695.Belanja Pemeliharan Belanja Operasi Dan Pemeliharaan .58 6.780.057.00 302.037.902.024.00 276.347.505.00 488.677.281.00 302.000.58 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Aliran Kas Masuk 71.00 400.924.302.032.00 2.550.00 1.317.000.00 485.00 418.495.334.Belanja Barang Dan Jasa .679.00 9.00 91.00 41.206.798.128.690.057.680.361.044.071.433.00 223.092.534.413.500.824.000.424.770.342.000.437.99 10.855.731.776.262.922.324.335.777.872.904.Belanja Pegawai .Belanja Perjalanan Dinas .00 3.0 0 8.238.797.00 2.000.317.183.00 72.335.918.944.00 19.00 3.000.254.Belanja Pegawai .57 10.260.047.278.00 25.913.381.00 91.894.393.024.00 10.599.00 50.Belanja Pemeliharan Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka Total Aliran Kas Keluar 421.896.062.0 0 5.578.00 11.808.Belanja Perjalanan Dinas .731.795.349.057.680.599.99 - .000.302.416.381.00 233.00 4.750.690.00 400.561.260.848.58 6.470.196.00 4.559.010.670.387.00 19.00 5.58 400.291.738.770.00 557.196.683.Belanja Barang Dan Jasa .00 9.00 22.00 2.605.000.57 Aliran Kas Keluar Belanja Administrasi Umum .945.922.

287.737.00 343.648.500.00 2.288.605.00 772.00 59.292.714.Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Belanja Modal Pembelian Investasi Jangka Panjang Total Aliran Kas Keluar 59.292.050.0 0 772.605.540.568.288.648.694.526.00 .520.00 30.809.526.149.727.149.840.371.779.00 61.865.737.703.00 595.648.340.360.00 30.149.036.00 2.967.809.00 ) 703.062.484.040.149.00 61.00 1.00 33.200.877.00 1.648.010.779.00 595.035.877.133.00 2.779.536.360.00 345.00 30.841.570.583.783.783.0 0 2.540.500.00 33.841.237.00 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Aliran Kas Masuk Penerimaan UUDP Tahun Lalu Penerimaan Hutang PPh Penerimaan Hutang PFK Penerimaan Piutang Tahun lalu Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Penyertaan Modal Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Pengeluaran Belanja Dibayar Dimuka-UUDP Droping (59.536.901.484.040.500.00 225.0 0 703.779.00 30.00) (61.00 225.00 703.570.570.568.877.158.371.200.

407.529.909.649.808.948.727.100.38 41.238.649.765.37 .00) 341.465.578.99 30.881.100.244.99 30.Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan 1.38 41.959.881.846.883.765.00 Kenaikan Kas Selama Periode Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas 10.529.00 (1.727.883.909.846.457.00 33.372.37 10.808.

083. HEWAN TERNAK DAN TANAMAN s.90 318.000.40 15.687.052.502. AKTIVA AKTIVA LANCAR a.00 63.129.00 6.602.000. INSTALASI e.031. SURAT BERHARGA c. 1.000.00 137.118. TANAH b.284. 10.00 340.210. ALAT-ALAT BESAR i.878.425.725.00 5.524.207.000.804. INVESTASI DALAM SAHAM b.00 3.711. BELANJA DIBAYAR DIMUKA (UUDP DROPING) JUMLAH AKTIVA LANCAR INVESTASI JANGKA PANJANG a.00 6. PERSEDIAAN BAHAN PAKAI HABIS/MATERIAL j.00 1.113.040. DEPOSITO BERJANGKA d. URAIAN JUMLAH I.00 4.985.125.434. ALAT ANGKUTAN j.376.772.524.000.00 0.PEMERINTAH KOTA MAKASSAR NERACA PER 31 DESEMBER 2004 (dalam rupiah) NO. 2. ALAT STUDIO DAN ALAT KOMUNIKASI n.99 2. ALAT PERTANIAN l.570.360.901.00 736. PIUTANG FASOS/FASUM h.320.787.00 2.649. INVESTASI ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG AKTIVA TETAP a.37 0.00 43.000.282.833. PIUTANG DANA PERIMBANGAN g. MONUMEN DAN TUGU h.500. PIUTANG RETRIBUSI f.953.075.329.660. JALAN DAN JEMBATAN c.00 181.577.756.000.279.100.649.00 13. BARANG BERCORAK SENI DAN BUDAYA r.00 158.470.62 262. ALAT BENGKEL k. JARINGAN f.581.942.00 659.973.658.408.00 98.310.00 0. PIUTANG LAIN-LAIN i.909.727.820.696.140.993.40 .585.00 238.00 13. BANGUNAN GEDUNG g. ALAT LABORATORIUM p.700.950.808.15 328.287.00 0.00 394.05 3.00 345. BANGUNAN AIR (IRIGASI) d. PIUTANG PAJAK e. KAS b.176.00 495.989. PERALATAN KEAMANAN JUMLAH AKTIVA TETAP 41. ALAT KEDOKTERAN o.980.00 317.000.298.159.733.035. BUKU/PERPUSTAKAAN q.000.344. ALAT KANTOR DAN RUMAH TANGGA m.300.

874. EKUITAS EKUITAS DANA UMUM a.995.00 19.087.Bank Pembangunan Daerah Sulsel (BPD Sulsel) Perjanjian No.47 2.912.833/DP3I1995 Tgl 19 Nopember 1995/ (Prasana Air Bersih (Ex OECF Loan No.793.830.185.196.408.3340-IND) .470.302.332.00 0.512.638.000. 0.Depkeu SLA.541.362.00 78.080.423.629.901. 17 Pebruari 1982 . CADANGAN PERSEDIAAN 41. 5.00 0.00 25.40 476.254.00 0.295.Depkeu RDA-115/DP3/1993 (P3KT/Ex IBRD Loan No.292.268.00 0.369.774.62 262.036.12/009/IBRD/PP Tgl 3 Juli 1979 (Urban III/Ex IBRD Loan No.00 10. UTANG LUAR NEGERI b.00 12.26 82.807.880.Depkeu (Ex Inpres Pasar) Tgl. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA e.167. DIINVESTASIKAN DALAM ASET TETAP c.263. CADANGAN PIUTANG e. PIUTANG ROYALTI c. 17 Desember 1987 (Cargo Terminal) .000.408.991.700.040. DANA CADANGAN AKTIVA LAIN-LAIN a.933.90 14. UTANG DALAM NEGERI .00 8.00 .047.37 3.4.1653-IND) .44 II. UTANG PAJAK d. UTANG BELANJA c.26 2. SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN PELAPORAN b.00 13.Depkeu SLA. 1.00 21.267.Depkeu SLA.00 0. BAGIAN LANCAR UTANG JANGKA PANJANG b.07 40. UTANG UTANG LANCAR a.343.830. HUTANG PFK JUMLAH UTANG LANCAR UTANG JANGKA PANJANG a.833.380.00 3.820.111.00 20.397.585.777.755.Depkeu RDI-185/DDI/1987 Tgl.IP-415) . DIINVESTASIKAN DALAM SAHAM d.409.73 III.001/PK/KIB-LL/1996 Tgl 18 Maret 1996 (Lampu Penerangan Jalan) JUMLAH UTANG JANGKA PANJANG JUMLAH UTANG 2. PIUTANG ANGSURAN b.189.000.00 42.2408-IND) .730.384.257.873.034.159/DDI84 Tgl 19 Nopember 1984 (Urban V/Ex IBRD Loan No. 1.895. BANGUNAN DALAM PENGERJAAN JUMLAH AKTIVA LAIN-LAIN TOTAL AKTIVA 0.

755.183.429. DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PENDEK DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PANJANG DIINVESTASIKAN PADA ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH EKUITAS DANA UMUM (29.957.581.506.00 3.f.777.425.701. 3.369.821.295.15 3.07) (42.343.512.860. g.183.279.463.71 2. EKUITAS DANA DICADANGKAN EKUITAS DANA DONASI JUMLAH EKUITAS TOTAL PASIVA 3. h.409.650.649.26) 318.00 4.44 .71 0.291.000.529.

378.271. Pasal 31 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara.38 untuk Pendapatan Pembiayaan dan Rp43. Metode Pemeriksaan Metode Pemeriksaan atas bukti transaksi atau bukti pendukung pembukuan dilakukan secara sampling dengan metode uji petik pada masing-masing lingkup pemeriksaan.894.58.1.831.58 atau 98. Dasar Hukum Pemeriksaan a.37.1. Pembiayaan dilakukan pengujian secara keseluruhan yaitu senilai Rp31. e.683.764.57. b.540. 1.759.976.823.3.777. d.2.116. 1. Pasal 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.37 untuk Pengeluaran Pembiayaan. f. Pasal 25 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. Pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.BAB I GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN 1. Gambaran Umum 1.28% dari realisasi belanja sebesar Rp547. b.1. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 dilakukan pengujian secara keseluruhan yaitu senilai Rp41. c.037. Tujuan Pemeriksaan Untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang ditetapkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan keuangan.992. c. Pasal 23E Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Tahun 2001.469. yaitu: a. Perhitungan belanja dengan sampling senilai Rp538.1. Pendapatan dilakukan pengujian secara keseluruhan yaitu senilai Rp559.638. Pasal 56 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara.1. . d.465.146.

578.683.200.00 33. Cakupan Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 meliputi pengujian substantif atas transaksi yang dibukukan dan disajikan dalam Laporan Perhitungan APBD.293.94 547.638.1.116.5. Neraca dan Laporan Aliran Kas dan pengujian terinci atas saldo-saldo akun yang material dalam laporan tersebut.540.58 95.00 100.57 102.57 538.1.38 1.37 2393.378.037.736. Neraca Per Tanggal 31 Desember Tahun 2004 (tidak termasuk Neraca Awal Tahun Anggaran 2004) c.75 ACR % 100. maka pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004.00 98.28 100.016.271.759.976. 1.469. Catatan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 1. Panduan Manajemen Pemeriksaan.759.757. meliputi: a. BPK-RI masih menghadapi kendala .972.00 1.967.1.823.469.1.17 75.4.037.6.378. Laporan Aliran Kas Tahun Anggaran 2004 d.736.293.777.683.47 31. Standar Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 dilakukan dengan berpedoman pada Standar Pemeriksaan Pemerintahan (SAP) yang diterbitkan oleh BPK-RI Tahun 1995.831.00 100.300.37 75.1.469.513.49 31.38 Realisasi (Rp) 559.213. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 b. dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang diterbitkan oleh IAI.00 43.016.823.909.759.378. Batasan Dan Kendala Pemeriksaan Dalam rangka pelaksanaan salah satu tugas konstitusionalnya yaitu pemeriksaan atas Laporan Keuangan.58 31.894.638.894.38 43.7.548. Cakupan pemeriksaan atau Audit Coverage Ratio (ACR) yang merupakan perbandingan antara jumlah realisasi anggaran/saldo akun yang diperiksa dan jumlah realisasi anggaran/saldo akun sebelum koreksi Tahun Anggaran 2004 dapat dilihat dalam tabel berikut : Uraian Bagian/Pos Pendapatan Belanja Pembiayaan Penerimaan Pengeluaran Jumlah Anggaran (Rp) 543.935. Lingkup Pemeriksaan Untuk mencapai tujuan pemeriksaan tersebut.38 100.75 226.10 % Nilai yang Diperiksa (Rp) 559.831.465.11 573.976.

717.172.927.00 57.818.30 1.634.2 2.000.1.2.1 2.2.00 11.00 7.352.137.3 2.00 51.38) REALISASI 87.33 442.548.005.828.464.00 0.615.534.158.00 35.307.00 273.845.490.390.700.968.302.015.465.271.2 2.107.4 1.00 4.00 36.1 1.440.000.930.1.690.4 2.1.1 2.2 2.055.321.777.947.383.088.000.962.594.1 2.00 17.909.3 2.00 12.1.00 5.1.00 282.453.526.179.00 401.2.00 8.354.00 1.532.129.1.79 77.611.1 1.00 24.980.500.806.513.00 30.823.813.281.1.000.422.00 30.00 102.1.018.929.343.2 2.757.78 55.2.000.1.1.435.525.421.850.00 3.203.146.365.867.2.747.812.894.3 2.000.047.149.bahwa Pemerintah Daerah belum pembukuan berganda (double entry).99 .947.000.470.777.00 5.2.00 33.443.128.181.00 9.1.248.11 126.910.390.104.427.677.11 543.2 1. Laporan Keuangan Yang Diperiksa BPK-RI 1.00 319.295.614.736.000.099.1 2.248.226.1.1.1.592.00 421.290.252.294.3 II 2.500.041.932.1.306.700.15 6.3 1.755.130.1.706.427.2.190.00 108.00 547.2.011.595.000.00 1.433.435.850.1.900.400.1 1.138.00 762. 1.1.696.1.2 2.2.638.860.006.2 2.986.455.00 806.2.00 1.043.00 50.700.920.00 8.00 39.071.2.540.00 55.112.950.205.34 7.673. Laporan Perhitungan APBD memahami sepenuhnya sistem (dalam rupiah) NO I 1.1.2 2.931.330.1 2.509.000.00 559.543.4 2.4 2.4 1.108.00 47.2.2.017.000.00 24.389.795.914.00 29.1 2.58 6.00 289.00 46.756.2.2.00 12.00 25.2.4 URAIAN PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Perimbangan dari Propinsi LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH JUMLAH PENDAPATAN BELANJA APARATUR DAERAH Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal PELAYANAN PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN BELANJA TIDAK TERSANGKA JUMLAH BELANJA SURPLUS/(DEFISIT) ANGGARAN 84.965.750.775.58 12.00 13.627.497.000.00 573.1 2.850.785.111.2.853.000.020.1.605.000.415.825.163.097.666.469.3 1.173.134.2.2.885.694.011.2.00 1.3 2.134.00 0.49 (29.1.732.3 2.000.856.392.00 9.825.3 1.000.500.00 5.79 308.00 12.819.00 68.611.540.000.038.2.528.00 5.798.958.1.3 2.150.583.2.000.868.00 308.2.217.161.305.683.317.037.696.923.00 1.00 3.15 330.3 2.750.018.291.259.178.00 13.000.487.2.4 2.2.158.000.411.358.00 272.450.00 429.00 3.515.967.546.013.290.619.158.00 50.00 36.2 1.00 16.582.542.505.935.455.15 25.500.200.675.872.57 120.1.000.182.

NO III 3.1 3.1.1 3.1.2 3.1.3 3.1.4 3.1.5 3.2 3.2.1 3.2.2 3.2.3 3.2.4 3.2.5 3.2.6

URAIAN PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun lalu Transfer Dari Dana Cadangan Penerimaan Utang Pajak - PPh Penerimaan Utang Lain-Lain Penerimaan Piutang Tahun Lalu JUMLAH PENERIMAAN DAERAH PENGELUARAN DAERAH Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang Pokok Yg jatuh tempo Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Berjalan JUMLAH PENGELUARAN DAERAH JUMLAH PEMBIAYAAN

ANGGARAN

REALISASI

31.469.759.378,38 0,00 0,00 0,00 0,00 31.469.759.378,38 0,00 225.841.200,00 1.605.372.000,00 0,00 0,00 0,00 1.831.213.200,00 29.638.546.178,38

31.469.759.378,38 0,00 0,00 0,00 0,00 31.469.759.378,38 0,00 225.841.200,00 1.605.371.292,00 0,00 0,00 41.992.764.146,37 43.823.976.638,37 (12.354.217.259,99)

1.2.2. Laporan Aliran Kas
URAIAN ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

(dalam rupiah) JUMLAH

Aliran Kas Masuk
Pendapatan Asli Daerah - Pajak Daerah - Retribusi Daerah - Bagian Laba Usaha Daerah - Lain-lain PAD Pendapatan Dana Perimbangan - Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak - Dana Alokasi Umum - Dana Alokasi Khusus - Dana Perimbangan Dari Propinsi Lain-Lain Pendapatan Yang Sah 87.464.290.868,78 55.020.706.015,00 24.717.295.163,30 1.435.968.532,15 6.290.321.158,33 442.018.777.248,79 77.823.307.252,79 308.158.000.000,00 5.455.422.806,00 50.582.047.190,00 30.411.614.920,00 559.894.683.037,57

Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar
Belanja Administrasi Umum - Belanja Pegawai - Belanja Barang Dan Jasa - Belanja Perjalanan Dinas - Belanja Pemeliharan Belanja Operasi Dan Pemeliharaan - Belanja Pegawai - Belanja Barang Dan Jasa

421.254.561.895,00 302.347.393.777,00 91.913.278.007,00 4.922.797.335,00 22.071.092.776,00 41.611.183.670,00 9.599.317.680,00 19.848.024.260,00

- Belanja Perjalanan Dinas - Belanja Pemeliharan Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka

1.035.550.196,00 11.128.291.534,00 25.605.302.872,58 6.690.000,00 488.477.738.437,58 71.416.944.599,99

Total Aliran Kas Keluar
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Aliran Kas Masuk Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar
Belanja Modal Pembelian Investasi Jangka Panjang

59.062.727.340,00 225.841.200,00 59.288.568.540,00 (59.288.568.540,00)

Total Aliran Kas Keluar
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN

Aliran Kas Masuk
Penerimaan Penerimaan Penerimaan Penerimaan UUDP Tahun Lalu Hutang PPh Hutang PFK Piutang Tahun lalu 703.877.570,00

Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar
Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Penyertaan Modal Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Pengeluaran Belanja Dibayar Dimuka-UUDP Droping

703.877.570,00 1.605.371.292,00

Total Aliran Kas Keluar
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan Kenaikan Kas Selama Periode Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas

343.036.237,00 1.948.407.529,00 (1.244.529.959,00) 10.883.846.100,99 30.765.881.808,38 41.649.727.909,37

1.2.3. Neraca
NO. I. 1. URAIAN AKTIVA AKTIVA LANCAR a. KAS b. SURAT BERHARGA c. DEPOSITO BERJANGKA d. PIUTANG PAJAK e. PIUTANG RETRIBUSI f. PIUTANG DANA PERIMBANGAN g. PIUTANG FASOS/FASUM h. PIUTANG LAIN-LAIN i. PERSEDIAAN BAHAN PAKAI HABIS/MATERIAL j. BELANJA DIBAYAR DIMUKA (UUDP DROPING) JUMLAH AKTIVA LANCAR INVESTASI JANGKA PANJANG a. INVESTASI DALAM SAHAM b. INVESTASI ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG AKTIVA TETAP a. TANAH b. JALAN DAN JEMBATAN c. BANGUNAN AIR (IRIGASI) d. INSTALASI e. JARINGAN f. BANGUNAN GEDUNG g. MONUMEN DAN TUGU h. ALAT-ALAT BESAR i. ALAT ANGKUTAN j. ALAT BENGKEL k. ALAT PERTANIAN l. ALAT KANTOR DAN RUMAH TANGGA m. ALAT STUDIO DAN ALAT KOMUNIKASI n. ALAT KEDOKTERAN o. ALAT LABORATORIUM p. BUKU/PERPUSTAKAAN q. BARANG BERCORAK SENI DAN BUDAYA r. HEWAN TERNAK DAN TANAMAN s. PERALATAN KEAMANAN JUMLAH AKTIVA TETAP DANA CADANGAN AKTIVA LAIN-LAIN a. PIUTANG ANGSURAN b. PIUTANG ROYALTI c. BANGUNAN DALAM PENGERJAAN JUMLAH AKTIVA LAIN-LAIN

(dalam rupiah) JUMLAH

41.649.727.909,37 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 291.268.318,62 0,00 343.036.237,00 42.284.032.464,99 10.408.040.820,90 290.537.670.140,15 300.945.710.961,05 2.344.403.176.602,00 313.456.213.983,00 15.481.034.692,00 7.420.787.300,00 6.696.298.687,00 339.023.290.605,00 2.616.681.993,00 154.725.000,00 63.632.251.380,00 1.011.614.000,00 223.953.000,00 10.104.686.600,00 6.636.038.925,00 736.524.000,00 13.700.000,00 135.908.000,00 143.863.000,00 5.100.000,00 1.207.075.000,00 3.113.102.922.767,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

2.

3.

4. 5.

508.299.793.922.666.Depkeu SLA.193.820.992.807.00 0.Depkeu (Ex Inpres Pasar) Tgl.15 3. DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PENDEK g.061.386.17 Desember 1987 (Cargo Terminal) .26 2.947.3340-IND) .18 Maret 1996 (Lampu Penerangan Jalan) 3. BAGIAN LANCAR UTANG JANGKA PANJANG b.00 0.508.448. CADANGAN PERSEDIAAN f.00 0.268.666.62 0.362.00 67. DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PANJANG DIINVESTASIKAN PADA ASET DAERAH YANG h.800.Depkeu SLA. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA e.000.12/009/IBRD/PP Tgl 3 Juli 1979 (Urban III/Ex IBRD Loan No.874.882.140.00 3.807. JUMLAH UTANG JANGKA PANJANG JUMLAH UTANG III.257. UTANG UTANG LANCAR a. CADANGAN PIUTANG e.00 0.193. HUTANG PFK JUMLAH UTANG LANCAR UTANG JANGKA PANJANG a.036.456.807.04 2.04 2.IP-415) .37 3.767.33 70. 1.118.1653-IND) .00 0.833/DP3I1995 Tgl.537.75 328.318.001/PK/KIB-LL/1996 Tgl.774.764.670.Depkeu SLA. UTANG PAJAK d.33 2.263.036. . 17 Pebruari 1982 . DIPISAHKAN JUMLAH EKUITAS DANA UMUM EKUITAS DANA DICADANGKAN EKUITAS DANA DONASI JUMLAH EKUITAS TOTAL PASIVA 41.00 20.211.299.981.211.332.829.033.243.174.146.189.874.386.00 2.00) (67.90 291.TOTAL AKTIVA II.283. SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN PELAPORAN b. 1.396.70 19.00 (2.Bank Pembangunan Daerah Sulsel (BPD Sulsel) Perjanjian No.254.00 10.00 13. DIINVESTASIKAN DALAM SAHAM d. 3.174. UTANG BELANJA c.Depkeu RDA-115/DP3/1993 (P3KT/Ex IBRD Loan No. DIINVESTASIKAN DALAM ASET TETAP c.996.113.332.Depkeu RDI-185/DDI/1987 Tgl. UTANG LUAR NEGERI b.283.71 3.996.036.33) 290.456.541.874.047.00 0.2408-IND) .040.913.157.62 10. UTANG DALAM NEGERI .159/DDI84 Tgl 19 Nopember 1984 (Urban V/Ex IBRD Loan No. EKUITAS EKUITAS DANA UMUM a.408.00 1.71 0.19 Nopember 1995/ (Prasana Air Bersih (Ex OECF Loan No.102.

Dokumen dan catatan akuntansi d. Pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah tersebut juga telah dijabarkan dengan Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah dan Akuntansi Keuangan Daerah Kota Makassar yang berisi antara lain tentang : a.1 Penelaahan atas Pelaksanaan Sistem Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan Daerah Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar dilakukan oleh Bagian Keuangan dhi. sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah tersebut belum sepenuhnya dilaksanakan karena baru disusun dan ditetapkan pada tanggal 4 Nopember 2004 berdasarkan Surat Keputusan Walikota Makassar Nomor 682/Kep/900 Tahun 2004. Pemerintah Daerah Kota Makassar telah menyusun Pokok-pokok Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dan telah disahkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2004 tanggal 28 Juli 2004 dan dituangkan dalam Lembaran Daerah Nomor 20 seri A Nomor 5. Berdasarkan pasal 31 ayat (2) Undang-Undang No. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Sub Bagian Pembukuan pada Sekretariat Daerah Kota Makassar. Pemerintah Kota Makassar telah menyusun Laporan Keuangan . Sistem dan prosedur akuntansi e. Kebijakan akuntansi f. namun dalam penyusunan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2004. Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 diselenggarakan dengan menggunakan sistem pembukuan ganda dengan dasar kas modifikasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. Bagan dan susunan kode rekening c. Penatausahaan keuangan daerah b. Pedoman pencatatan akuntansi dan jurnal standar.BAB II LAPORAN PEMERIKSAAN 2. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan pertanggungjawaban Pengelolaan APBD dan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan. Pada Tahun Anggaran 2004. 17 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara.

Buku jurnal penerimaan kas d. ternyata belum sepenuhnya mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku. Laporan Realisasi Anggaran. b.Daerah yang terdiri dari Neraca. Buku Besar Pengeluaran Kas h. Murfa Surya Mahardika untuk sistem komputerisasi. Penelitian dan evaluasi bukti pengeluaran berupa Surat Perintah Membayar (SPM). d. Buku jurnal korolari f. sedangkan jasa konsultan untuk sistem akuntansi menggunakan jasa Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Universitas Hasanuddin. Menyiapkan Laporan Perhitungan APBD. Memposting jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas ke dalam buku besar penerimaan dan pengeluaran. Adapun register dan buku-buku yang dilaksanakan dalam rangka untuk menyusun Laporan Keuangan Daerah terdiri dari : a. Register SPJ c. c. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan Daerah. Buku jurnal pengeluaran kas e. Penelitian dan pencatatan bukti penerimaan berupa Surat Tanda Setoran (STS). Mekanisme penganggaran tidak dilakukan secara cermat dan akurat serta belum sepenuhnya berdasarkan sifat dan jenis penerimaan dan pengeluaran. Kelemahan tersebut adalah sebagai berikut : a. Buku Besar penerimaan kas g. Buku Besar Aktiva Hasil penelaahan atas sistem pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan serta pelaksanaannya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Makassar seperti yang diuraikan di atas. Register SPM b. Daftar Pembukuan Administratif (DPA) dan Contra Pos (CP) ke dalam jurnal penerimaan kas. Berdasarkan hasil pemeriksaan bukti penerimaan (STS) diketahui bahwa terdapat jenis penerimaan yang tidak ada mata anggarannya dalam APBD Tahun Anggaran 2004 namun terdapat realisasi penerimaannya yaitu retribusi pelayanan . sehingga masih terdapat kelemahan-kelemahan minimal sebanyak 5 (lima) kelemahan. Daftar Pembukuan Administratif (DPA) dan Contra Pos (CP) serta pencatatannya ke dalam jurnal pengeluaran kas. Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar dilakukan dengan menggunakan Program Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah (SIAKDA) yang dibuat oleh jasa konsultan PT. Neraca Daerah dan Laporan Aliran Kas. Pelaksanaan penyusunan Laporan Keuangan Daerah pada Sub Bagian Pembukuan meliputi kegiatan sebagai berikut : a.

Seharusnya utang belanja tersebut dianggarkan pada komponen pembiayaan bagian pembiayaan pengeluaran kelompok pembiayaan pembayaran hutang. pengganggaran penerimaan yang belum diterima pada tahun berjalan (piutang/tunggakan pihak ketiga) oleh Sub Bagian Anggaran dianggarkan dalam batang tubuh APBD sebagai bagian dalam komponen penerimaan murni daerah pada tahun anggaran berjalan. Selain itu.kesehatan – rawat jalan. 2) Terdapat kesalahan klasifikasi dari jurnal kolorali ke buku besar aktiva 3) Rincian aktiva tetap tidak dapat ditelusuri karena tidak ada kode rekening untuk setiap jenis rincian aktiva dalam sistem komputerisasi. Adapun mekanisme penganggaran untuk belanja daerah Tahun Anggaran 2003 yang belum terbayar pada tahun anggaran berjalan (hutang pemda). retribusi IMB – balik nama dan retribusi izin industri dan perdagangan – tanda daftar gudang. jenis pendapatan dan obyek pendapatan . Hal tersebut menunjukkan bahwa prosedur penganggaran belum dilakukan secara teliti dan akurat dalam menentukan jenis pengeluaran baik dari belanja barang dan jasa maupun belanja pemeliharaan yang dapat dikelompokkan sebagai belanja modal untuk dikapitalisasi menambah asset daerah. Selain hal tersebut di atas. Rancangan Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 khususnya penerimaan pajak dan restribusi belum mengambarkan keadaan yang sebenarnya. Seharusnya penerimaan tersebut dianggarkan pada komponen pembiayaan bagian pembiayaan penerimaan kelompok pembiayaan penerimaan piutang. oleh Sub Bagian Anggaran juga dianggarkan pelunasannya dalam batang tubuh APBD Tahun Anggaran 2004 sebagai belanja daerah. Sistem komputerisasi akuntansi keuangan daerah (SIAKDA) yang digunakan oleh Sub Bagian Pembukuan masih menunjukkan kelemahan sebagai berikut : 1) Masih terdapat kesalahan penjumlahan pada Laporan Realisasi Anggaran khususnya dalam penjumlahan sub total. Dalam penyusunan APBD dan Perubahan APBD. c. sehingga pada pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2004 dapat diketahui jumlah pendapatan yang murni diterima dan belanja yang murni untuk membiayai kegiatan-kegiatan pada tahun anggaran berjalan. anggaran pendapatan daerah disusun menurut kelompok pendapatan. Pemisahan anggaran pendapatan dan belanja seperti yang diuraikan di atas sangat diperlukan untuk pengukuran kinerja Keuangan Daerah. hasil pemeriksaan atas Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dinas/unit kerja diketahui terdapat beberapa pengeluaran berupa belanja barang dan jasa serta belanja pemeliharaan yang seharusnya dianggarkan sebagai belanja modal. b.

utang jangka pendek dan ekuitas dana donasi. d. hasil pengadaan barang Tahun Anggaran 2004 pada beberapa dinas tidak dibuat dan disampaikan kepada Kepala Daerah dhi. piutang retribusi. Nilai aktiva yang dicantumkan dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca per 31 Desember 2004 terdiri dari aktiva Pemerintah Kota Makassar yang telah dinilai oleh PT. Bagian Perlengkapan Sekretariat Kota Makassar sehingga pencatatan aktiva berupa barang inventaris hasil pengadaan dari dinas/unit kerja belum dimasukkan sebagai komponen aktiva Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun 2004. Raxindo Wardana ditambah dengan jumlah aktiva yang diperoleh dari belanja modal pada Tahun Anggaran 2004. e. . bangunan dalam pengerjaan. karena dalam obyek pendapatan yang terealisasi hanya pada satu jenis rincian obyek pendapatan sedangkan pada rincian obyek pendapatan yang lain realisasinya nihil meskipun berdasarkan bukti penerimaan (STS) terdapat realisasi dari rincian obyek pendapatan tersebut. setiap obyek pendapatan tidak dirinci berdasarkan rincian obyek pendapatan sehingga perbandingan antara anggaran dan realisasi menjadi tidak riil. Sedangkan dalam Laporan Perhitungan APBD.yang selanjutnya dirinci lagi menurut rincian obyek pendapatan. Tidak memadainya persyaratan untuk pengamanan aktiva. Rancangan Laporan Keuangan Daerah berupa Neraca belum sepenuhnya menyajikan informasi mengenai posisi keuangan Daerah per 31 Desember 2004 sehingga belum menggambarkan struktur kekayaan yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Makassar. sedangkan aktiva yang diperoleh dari hibah pihak ketiga berupa fasum dan fasos belum dinilai sehingga belum dicatat sebagai aktiva tetap dalam Neraca Daerah. BPK-RI menyarankan agar Pemerintah Kota Makassar melakukan review atas sistem pembukuan dan penyusunan laporan keuangannya. Atas kelemahan pengendalian intern tersebut. piutang lain-lain. Selain itu. Hal ini menggambarkan bahwa aktiva daerah tidak dicatat dan dikendalikan dengan baik. Hal ini terlihat dari masih terdapat beberapa akun yang belum dicatat yaitu piutang pajak. persediaan bahan habis pakai/material.

Koreksi-koreksi tersebut adalah sebagai berikut : 2.149.00. Pada Tahun Anggaran 2004.442. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Pengeluaran Pembiayaan Pembayaran Utang PFK Rp 30.149.648. Kesalahan Karena Belum Dicatat 1.779.648. Akun-akun dalam Laporan Aliran Kas (LAK) Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Penerimaan Pembiayaan . Koreksi yang dilakukan BPK-RI didasarkan atas kebenaran formal / substansi dari bukti akuntansi.00 dan telah disetor seluruhnya ke Kas Negara.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 30.648.657. Iuran Wajib Pegawai dan Taperum masing-masing senilai Rp8.162.149.954.00 2) Akun Pengeluaran Pembiayaan .00 Saldo setelah koreksi Rp 30.142.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.149.00 .648.779.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 30.779.474.648. Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan pencatatan atas transaksi tersebut. dan Rp1.00 Penerimaan Pembiayaan Penerimaan Utang PFK Rp 30.149.2.252.779.00 Saldo setelah koreksi Rp 30.648.00 Saldo setelah koreksi Rp 30.779. Rp20.Pembayaran Utang PFK Saldo sebelum koreksi Rp 0.149. Akun-akun dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Penerimaan Pembiayaan .00 b. BPK-RI telah mengajukan 42 (empat puluh dua) koreksi kepada Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Makassar.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 30.492.779.779.2.149.00.779.Penerimaan Utang PFK .149.2.648.Aktivitas Pembiayaan Masuk Saldo sebelum koreksi Rp 0.Penerimaan Utang PFK Saldo sebelum koreksi Rp 0.1. Koreksi Pembukuan Dan Kecermatan Penyusunan Laporan Keuangan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 Dari hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan (sebelum disampaikan ke DPRD) Tahun Anggaran 2004 yang telah disajikan oleh Pemerintah Kota Makassar.648. terdapat potongan gaji untuk Pajak Penghasilan.

000.416.000.000.517.Piutang Royalti PT Putra. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 2. Sampai dengan akhir tahun anggaran Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan pencatatan atas transaksi tersebut.318.Aktivitas Pembiayaan Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 13.416. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat jasa giro yang belum disetor PD. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Aktiva Lain-lain.000.000.648. 27/PPN-KPPK/X/03 tanggal 30 Oktober 2003 yang disepakati bahwa PT.00 berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama tentang kontrak penggunaan Pulau Kayangan antara Pemerintah Kota Makassar dengan PT.Cadangan Piutang Rp 13.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 13.00 Atas koreksi tersebut.779.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan pencatatan atas kejadian tersebut sampai dengan akhir tahun anggaran.000.268. Bank Perkreditan Rakyat (PD.PERTA /DIPARDA dan No.000. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Aktiva Lain-lain – Piutang Royalti Rp 13.000.149.Pembayaran Utang PFK . BPR) ke Kas Daerah sebesar Rp42. Putra-Putra Nusantara selaku pelaksana pengelola Pulau Kayangan diwajibkan membayar royalti penggunaan Pulau Kayangan kepada Pemerintah Kota Makassar setiap tahun selama periode 25 tahun.000.000. 666.62 Koreksi tambah (kurang) Rp 13.707.Cadangan Piutang Saldo sebelum koreksi Rp 291.Putra Nusantara Saldo sebelum koreksi Rp 0. .648.00 2) Akun EDU .2) Akun Pengeluaran Pembiayaan . 3.334.00 Saldo setelah koreksi Rp 30. Putra-Putra Nusantara No.149.416. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat piutang royalti atas penggunaan Pulau Kayangan oleh PT Putra-Putra Nusantara seluruhnya sebesar Rp13.416.00 PT Putra-Putra Nusantara EDU .62 Atas koreksi tersebut.416.416.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 30.779.268.00.00 Saldo setelah koreksi Rp 13.318.1/023/S.

00 Saldo setelah koreksi Rp 13.749.500.811.Dinas Bina Marga Rp 2.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 42.833.00 Benda berharga .334.Dinas Cipta Karya Rp 1.Cadangan Persediaan Rp 262.00 2) Akun EDU . Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.334.Dinas Perhubungan Rp 218.517.00 EDU .00 Material EDU .585.835.602.927.00 ATK .947.Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Rp 20.00 ATK .334.00 ATK . Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan pencatatan atas kejadian tersebut sampai dengan akhir tahun anggaran. diketahui terdapat saldo persediaan bahan pakai habis/material per tanggal 31 Desember 2004.334.00 Benda berharga .833.00 ATK .00 Benda berharga .Cadangan Piutang Rp 42.400.00 ATK .953.000.875.500.00 ATK .000.Dinas Perhubungan Rp 3.334.187.00 .Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Piutang Lain-lain – Jasa Giro BPR Rp 42.500.268.500.500.000.PD.160.Badan Pengawas Daerah Rp 1.00 ATK .Dinas Pariwisata Rp 147.00 Benda berharga .262.461. Pasar Rp 4.517.707.000.517.585.00 ATK .732.Dinas Pendapatan Daerah Rp 9.825.Dinas Pendapatan Rp 10.517. 4.517.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Persediaan Bahan Pakai Habis/ Rp 262.00 Rincian Persediaan Bahan Pakai Habis/Material : Obat-obatan .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 42.972.Dinas Pariwisata Rp 2.Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Rp 202.037.Cadangan Piutang Saldo sebelum koreksi Rp 13. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Piutang Lain-lain – Jasa Giro Saldo sebelum koreksi Rp 0. Berdasarkan data dari dinas/unit kerja di lingkup Pemerintah Kota Makassar.Dinas Pemadam Kebakaran Rp 2.62 Koreksi tambah (kurang) Rp 42.62 Atas koreksi tersebut.318.

Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Investasi Jangka Panjang .670.043.00 Daerah Yang Dipisahkan Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.043.451.581.670.833.043.942.15 2) Akun EDU .00 (Rp68.509.609.00 Saldo setelah koreksi Rp 262.833.00 .Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 Saldo setelah koreksi Rp 318. Dalam Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kota Makassar melakukan penilaian kembali atas penyerahan aset kepada PD Terminal Makassar Metro dan diketahui bahwa jumlah jumlah aset yang telah diserahkan senilai Rp68.482.Investasi Aset Daerah Yang Dipisahkan Saldo sebelum koreksi Rp 290. .00).15 Atas koreksi tersebut.00.Cadangan Persediaan Saldo sebelum koreksi Rp 0.909.00 2) Akun EDU . Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.649.140.585.Rp40. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Persediaan Bahan Pakai Habis /Material Saldo sebelum koreksi Rp 0.509.872.00 Atas koreksi tersebut.00 Saldo setelah koreksi Rp 262.Diinvestasikan Pada Aset Rp 28. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Investasi Jangka Panjang Rp 28. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.537.509. sehingga dilakukan koreksi tambah sebesar Rp28. Bagian Keuangan Pemerintah Kota Makassar tidak mencatat perubahan nilai tersebut dan hanya mencatat Investasi Aset Daerah Yang Dipisahkan pada PD Terminal Makassar Metro senilai Rp40.909.649.15 Koreksi tambah (kurang) Rp 28.609.585.Diinvestasikan Pada Aset Daerah Yang Dipisahkan Saldo sebelum koreksi Rp 290.043.609.279.581.00.451.00 Saldo setelah koreksi Rp 318.585.953.509.140.15 Koreksi tambah (kurang) Rp 28.482.872.953.833.509.833.279. 5.942.585.537.609.043.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 262.00 Investasi Aset Daerah Yang Dipisahkan EDU .609.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 262.

Pada Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kota Makassar melaksanakan pembangunan Mess Pemerintah Kota Makassar di Jakarta senilai Rp466. 7.768.548.00 dan Pekerjaan peningkatan jalan poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kota Makassar senilai Rp3.40 3) Akun Utang Bangunan Dalam Pengerjaan Saldo sebelum koreksi Rp 0.883.00 Saldo setelah koreksi Rp 6.548.885.605.65% atau senilai Rp6.524.548.000.768.00 Utang Belanja Rp 10.290.885.885.661.987.615.00 Jalan dan Jembatan .548.548.118.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 6.987.Jalan Daerah Saldo sebelum koreksi Rp 313. Pemerintah Kota Makassar juga melaksanakan pembangunan Menara (Tower) Balaikota Makassar yang telah diselesaikan secara fisik 18.883. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat potongan pajak yang belum disetor ke Kas Negara seluruhnya sebesar Rp476.00.395.00 Saldo setelah koreksi Rp 339.531.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 3.000.859.00 4) Akun Utang Belanja Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.00 terdiri dari utang pajak Sekretariat DPRD sebesar Rp43.987.00 2) Akun Jalan dan Jembatan .40 Saldo setelah koreksi Rp 317. Sampai dengan 31 Desember 2004 pembayaran atas pekerjaan tersebut belum dilakukan.00 dan utang pajak Sekretariat Daerah sebesar Rp432.768.40 Atas koreksi tersebut.859.859.6.605.661.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 466.661. Pemerintah Kota Makassar tidak .792.40 yang pelaksanaan pekerjaan telah selesai namun belum dilakukan pembayaran kepada rekanan pelaksana pekerjaan.871.40 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.Gedung Asrama/Mess Saldo sebelum koreksi Rp 339.000.000.023.290.885.40 Saldo setelah koreksi Rp 10.000.859.177.548.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 10. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Bangunan Gedung .000.097.Jalan Daerah Rp 3.000.213. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Bangunan Gedung .000.00.456. Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan pencatatan atas kejadian tersebut sampai dengan akhir tahun anggaran.40 Bangunan Dalam Pengerjaan Rp 6.489.883.Asrama/Mess Rp 466.000.983.

310.084.Hotel Melati Rp 1.792. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Pajak Hotel Melati sebesar Rp1.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 476.Hotel Melati Rp 1.Hotel Berbintang Rp 1.310.792.00 Pajak Hotel .395.045.513.Dana Untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Saldo sebelum koreksi Rp 2.098. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 476.807.00 Atas koreksi tersebut.952.952.036.025.025.045.874.084.Hotel Ekonomi Rp 264.599.098.310.036.395.123.084.2.2.036.395.00 Pajak Hotel .395.Dana Untuk Pembayaran Rp 476.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Pajak Hotel .00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 1. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun EDU .00 Pajak Hotel – Hotel Ekonomi Rp 264.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.123.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.00 yang keseluruhannya dicatat dalam Pajak Hotel Berbintang.00 dan Pajak Hotel Ekonomi sebesar Rp264.792.792. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 1.036.00 Pajak Hotel .310.00 Pajak Hotel .036.952.123.792.098.00 2) Akun Utang Pajak Saldo sebelum koreksi Rp 0.melakukan pencatatan atas kejadian tersebut sampai dengan akhir tahun anggaran.00 Saldo setelah koreksi Rp 476.395.Hotel Berbintang Rp 1. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : EDU .00 Utang Jangka Pendek Utang Pajak Rp 476. Kesalahan Pembebanan (dicatat tapi salah akun) 1.025.123.045.00 .270.

747.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 264.Rumah Rp 216. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.00 Pajak Restoran .134.00.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.383.098.518.605.383.Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. 2.Hotel Melati Saldo sebelum koreksi Rp 0.824.096.Restoran/ Rumah Rp 1.Kios/Karaoke Rp 1.506.098.947.154.791.Penjual Rp 477.00 Pajak Restoran .641.451.550.791.00 3) Akun Pajak Hotel .Restoran/ Rp 1.550.952.759.036.506.00 .00 Pajak Restoran .491.616.00 dan Pajak Restoran-Penjual Makanan/ Minuman (Harian) sebesar Rp477. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Pajak Restoran-Kios/Karaoke sebesar Rp1.045.181.154.819.Bar Rp 1.952.Bar Rp 1.641.145.Hotel Ekonomi Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 yang dicatat dalam Pajak Restoran-Bar dan Pajak Restoran-Restoran/Rumah Makan/Warung Nasi.824.824.00 Rumah Makan/Warung Nasi Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 2. Pajak Restoran-Rumah Kopi/ Minum Dingin sebesar Rp216.819.096.045.947.084.00 2) Akun Pajak Hotel .123.451.652.025.00 Makanan/Minuman (Harian) Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Pajak Restoran . Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 2.518.00 Pajak Restoran .00 Saldo setelah koreksi Rp 1.759.134.947.641.605.00 Atas koreksi tersebut.084.Hotel Berbintang Saldo sebelum koreksi Rp 9.00 Makan/Warung Nasi Pajak Restoran .00 Saldo setelah koreksi Rp 264.Kios/Karaoke Rp 1.00 Kopi/Minum Dingin Pajak Restoran .00 Pajak Restoran .145.025. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Pajak Hotel .310.00) Saldo setelah koreksi Rp 8.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.624.

00 Saldo setelah koreksi Rp 1.506.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 477.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.145.096.383.641. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.Kios/Karaoke Saldo sebelum koreksi Rp 0.096.00 4) Akun Pajak Restoran .564.819.718.759.584.00 Saldo setelah koreksi Rp 216.342. 3.819.00. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Pajak Hiburan-Pertunjukan Kesenian dan Musik sebesar Rp186.145.00 Saldo setelah koreksi Rp 477.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.284.221.Pajak Restoran .553.Bar Saldo sebelum koreksi Rp 1.767.451.Penjual Makanan/Minuman (Harian) Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 216.388.00 Penyediaan Disk . Pajak Hiburan .134.00 2) Akun Pajak Restoran .506.520.Bioskop/ Rp 2.Rumah Kopi/Minum Dingin Saldo sebelum koreksi Rp 0.Penjual Rp 477.929.729.217.145.Diskotik/Klub Malam/Karaoke sebesar Rp1.739.00 Atas koreksi tersebut.Rumah Rp 216.221.190.949.506.792.284.449.824.824.00 yang keseluruhannya dicatat dalam Pajak HiburanBioskop/Penyediaan Disk.00) Saldo setelah koreksi Rp 9.285.689.00 3) Akun Pajak Restoran .00 Makanan/Minuman (Harian) Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. Pajak Hiburan-Bilyard/ Ketangkasan/Pijat sebesar Rp703.Restoran/ Rumah Makan/Warung Nasi Saldo sebelum koreksi Rp 10.00) Saldo setelah koreksi Rp 565. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 2.00 Pajak Hiburan .947.210.154.641.00 5) Akun Pajak Restoran .00.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.819.00 dan Pajak Hiburan-Fitnes/Kebugaransebesar Rp102.791.210. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Pajak Restoran .438.00 Kopi/Minum Dingin Pajak Restoran .947.096.938.

00 .396.938.553.284.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.767.00 4) Akun Pajak Hiburan .210.792.388.438.553.792.112.221.00 1.553.00 Saldo setelah koreksi Rp 703.Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 2.00 Pajak Hiburan .792.00 703.Bilyard/ Ketangkasan/Pijat Pajak Hiburan .284.342.553.342.Pertunjukan Kesenian dan Musik Pajak Hiburan .195.Bioskop/Penyediaan Disk Saldo sebelum koreksi Rp 3.Bilyard/ Ketangkasan/Pijat Saldo sebelum koreksi Rp 0.438.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 703.342.532.217.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 186.767.Bioskop/ Rp 2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.Fitnes/ Kebugaran Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.438.438.00 703.00 Rp 1.210.00 1.792.938. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Pajak Hiburan .284.00 102.753.Bilyard/ Ketangkasan/Pijat Pajak Hiburan .388.285.Diskotik/Klub Malam/ Karaoke Saldo sebelum koreksi Rp 0.221.00 102.285.767.00 Saldo setelah koreksi 3) Akun Pajak Hiburan .767.00 Rp Rp Rp Rp 186.342.Diskotik/Klub Malam/ Karaoke Pajak Hiburan .Diskotik/Klub Malam/ Karaoke Pajak Hiburan .938.217.00) Saldo setelah koreksi 2) Akun Pajak Hiburan .217.938.00 Penyediaan Disk Pajak Hiburan .221.210.Fitnes/ Kebugaran Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Pajak Hiburan .00 Rp 186.Pertunjukan Kesenian dan Musik Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Saldo setelah koreksi Rp Rp Rp Rp 186.00 Rp 985.217.Pertunjukan Kesenian dan Musik Pajak Hiburan .

388. 5. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.255. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 9.438.438.Rawat Jalan Saldo sebelum koreksi Rp 0.872.Rawat Jalan Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.438.438.438.5) Akun Pajak Hiburan .00 Saldo setelah koreksi Rp 9.250.00 .250.00 Atas koreksi tersebut. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Pelayanan Kesehatan .00 . Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan-Rawat Jalan sebesar Rp9. 4.250.250.250.355.250. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Pelayanan Kebersihan-Komunal sebesar Rp534. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.388.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (9.00 .00 Atas koreksi tersebut.005.00 Saldo setelah koreksi Rp 102.250.00 Rawat Inap Umum Retribusi Pelayanan Kesehatan Rp 9.00 2) Akun Retribusi Pelayanan Kesehatan .Rawat Inap Umum Saldo sebelum koreksi Rp 358.00 yang dicatat dalam Retribusi Pelayanan Kebersihan- .Rawat Jalan Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Pelayanan Kesehatan Rp 9.00) Saldo setelah koreksi Rp 349.00 Retribusi Pelayanan Kesehatan Rp 9.438.00 yang dicatat dalam Retribusi Pelayanan Kesehatan-Rawat Inap Umum.250.250.438.Fitnes/Kebugaran Saldo sebelum koreksi Rp 0.438.285.438.250.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 102.Rawat Inap Umum Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 9.00 Retribusi Pelayanan Kesehatan Rp 9.438.792.434.285.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 9.

895.171.00 Retribusi Pelayanan Kebersihan Rp 519.772.Sampah Luar Biasa Saldo sebelum koreksi Rp 193.000.772.020.00 – Individual Retribusi Pelayanan Kebersihan Rp 15.Komunal Saldo sebelum koreksi Rp 738.Individual sebesar Rp519.171.00 .658.00 – Komunal Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Pelayanan Kebersihan – Rp 519.00) Saldo setelah koreksi Rp 531.00 2) Akun Retribusi Pelayanan Kebersihan .792.772.140.184.355. 6.000.00.00 3) Akun Retribusi Pelayanan Kebersihan .020.772.020.00 – Komunal Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.792.875.972. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 534.00 Atas koreksi tersebut.691.Individual Saldo sebelum koreksi Rp 1.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (519.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (15.00 Retribusi Pelayanan Kebersihan Rp 534. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Terminal-Fasilitas Penunjang yang dicatat dalam Retribusi Terminal-Bus Umum sebesar Rp3.Sampah Luar Biasa Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 534.184. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.355. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Pelayanan Kebersihan .355.00.712.273.050. .355.00 Sampah Luar Biasa Retribusi Pelayanan Kebersihan Rp 534.251.171.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 534.184.450.541.020.355.00) Saldo setelah koreksi Rp 178.020.00 Saldo setelah koreksi Rp 1.184.792.00 dan Retribusi Pelayanan KebersihanSampah Luar Biasa sebesar Rp15.200.792.792.171.00 Individual Retribusi Pelayanan Kebersihan Rp 15.

400.00 dan Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran-Hidrant Per Unit sebesar Rp10.000.941.160.140.00 Retribusi Terminal . Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Terminal .140.000.Fasilitas Rp 3.140.470.630.470.000.564.Bus Umum Rp 3.Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 3.000.Bus Umum Rp 3.140.630.140.000.00 Pemadam Kebakaran .000.00 Retribusi Terminal . Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 15.00 Penunjang Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.000.Fasilitas Penunjang Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 3.000.000.801.000.Kendaraan Bermotor .00 yang dicatat dalam Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran-Rumah Usaha.000.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 3.000.00 Pemadam Kebakaran-Rumah Usaha Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 15. 7.00 Penunjang Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Terminal .00 Pemadam Kebakaran-Hidrant Per Unit Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 10. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran-Kendaraan Bermotor sebesar Rp5.400.00 Retribusi Terminal .000. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.Bus Umum Saldo sebelum koreksi Rp 1.630.00 2) Akun Retribusi Terminal .00 Saldo setelah koreksi Rp 3.000.140.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (3.140.00 Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 15.160.Fasilitas Rp 3.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.140.567.00 Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 5.00 Atas koreksi tersebut.000.140.

000.160.00 Saldo setelah koreksi Rp 5.Rumah Usaha Saldo sebelum koreksi Rp 260.000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 10.000.00 dan Retribusi Penyeberangan ke pulau lainnya sebesar Rp500.Kendaraan Bermotor Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.160.00 Retribusi Tempat Rekreasi & Rp 16.Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 15. 8.000.00 3) Akun Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .630.00 Kebakaran .000. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 16.000.Hidrant Per Unit Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Rp 10.850.000.470.350.160.350.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (15.00 yang dicatat dalam Retribusi Tempat Rekreasi & OlahragaTempat Rekreasi sebesar Rp16.00 Saldo setelah koreksi Rp 10.630.00) Saldo setelah koreksi Rp 244.00 Atas koreksi tersebut. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.500.Hidrant Per Unit Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 pulau lainnya . Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Tempat Rekreasi & Olahraga-Tempat Olahraga sebesar Rp16.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 5.000.474.000.00 Pemadam Kebakaran .00 Pemadam Kebakaran .Rumah Usaha Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 5.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .000.00 Olahraga .000.500.00.470.850.000.Kendaraan Bermotor Saldo sebelum koreksi Rp 0.Tempat Rekreasi Retribusi Penyeberangan ke Rp 500.470.844.00 2) Akun Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .

000.00 Retribusi Tempat Rekreasi & Rp 16.000.Tempat Olahraga Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 Olahraga .850.174. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 16. 9.850.Tempat Olahraga Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Tempat Rekreasi & Rp 16.Tempat Rekreasi Saldo sebelum koreksi Rp 385.00 Olahraga .100.000.850.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (500.000.000.00 lainnya Retribusi Tempat Rekreasi & Rp 16.00.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 16.488.350.00 .449. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Tempat Rekreasi & Olahraga . Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan-Penambahan sebesar Rp651.000.709.00.Tempat Rekreasi Retribusi Penyeberangan ke pulau Rp 500. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan-Pemutihan sebesar Rp125.Tempat Olahraga Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.00 2) Akun Retribusi Penyeberangan ke pulau lainnya Saldo sebelum koreksi Rp 12.000.00 Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Retribusi Izin Mendirikan Bangunan – IMB Rp 839.000.215.000.00 Atas koreksi tersebut.00) Saldo setelah koreksi Rp 369.00 Olahraga .855.715.000.784. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan-Renovasi sebesar Rp25.000.449.00 3) Akun Retribusi Tempat Rekreasi & Olahraga .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (16.350.349.000.00 Rp 839.00 yang dicatat dalam Retribusi Izin Mendirikan Bangunan-IMB seluruhnya sebesar Rp839.000.000.850.836.524.00) Saldo setelah koreksi Rp 12.836.00 Saldo setelah koreksi Rp 16.449.00 dan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan-Balik Nama sebesar Rp36.850.836.

449.100.836.200.855.00 Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan – Penambahan Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan – Renovasi Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan – Pemutihan Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan .975.709.00 Saldo setelah koreksi Rp 651.000.855.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 125.488. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .00 25.709.784.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 25.349.30 Koreksi tambah (kurang) Rp 839.00 125.30 659.834.Renovasi Saldo sebelum koreksi Rp 151.Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 839.100.907.784.00 36.519.359.449.682.00 – IMB Rp Retribusi Izin Mendirikan Bangunan – Penambahan Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan – Renovasi Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan – Pemutihan Retribusi Izin Mendirikan Rp Bangunan .000.Balik Nama Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Rp 839.Balik Nama Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.500.00 125.00 .349.00 Saldo setelah koreksi Rp 2) Akun Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .00 6.762.00 36.00 25.000.784.00 177.836.994.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 651.424.Pemutihan Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 125.00 Saldo setelah koreksi Rp 4) Akun Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .100.00 Saldo setelah koreksi Rp 3) Akun Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .836.349.784.100.IMB Saldo sebelum koreksi Rp 7.855.000.650.00 651.488.449.151.000.709.Penambahan Saldo sebelum koreksi Rp 7.

961.000.000. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.961.00 Saldo setelah koreksi Rp 186.00 Retribusi Izin Gangguan .00 Atas koreksi tersebut.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 186. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Izin Trayek-Kendaraan Tidak Bermotor yang dicatat dalam Retribusi Izin Trayek-Angkutan Umum sebesar Rp29. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Izin Gangguan . 11.SITU Baru Saldo sebelum koreksi Rp 436. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Izin Gangguan-Perpanjangan SITU yang dicatat dalam Retribusi Izin Gangguan-SITU Baru sebesar Rp186.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 36.SITU Rp 186.00 Saldo setelah koreksi Rp 36.000.961. .000.961.961.00 Retribusi Izin Gangguan Rp 186.150.000.189. 10.000.00 2) Akun Retribusi Izin Gangguan .00 Baru Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 186.961.961.000.000.961.000.00 Perpanjangan SITU Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Izin Gangguan .000.488.000.699.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 249.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (186.000.00 Atas koreksi tersebut.SITU Rp 186.961.00 Baru Retribusi Izin Gangguan Rp 186.Balik Nama Saldo sebelum koreksi Rp 0.488.00 Perpanjangan SITU Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 186.000.00.00.961.Perpanjangan SITU Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.5) Akun Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .

Retribusi Izin Industri dan Perdagangan.00.00.000.00 Retribusi Izin Trayek Rp 29.699.000. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Izin Industri dan Perdagangan-Izin Usaha sebesar Rp341.000.699.750. Retribusi Izin Industri dan Perdagangan-Tanda Daftar Gudang sebesar Rp147.699. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Izin Trayek .000.Kendaraan Tidak Bermotor Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Kendaraan Tidak Bermotor Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.632.00 2) Akun Retribusi Izin Trayek .Angkutan Rp 29.632.699.000.332.00 Umum Retribusi Izin Trayek Rp 29.000.00 Rp 530.Angkutan Umum Saldo sebelum koreksi Rp 623.000.00.699. 12.000.000.550.00 Kendaraan Tidak Bermotor Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Izin Trayek .639.500.00 .940.00) Saldo setelah koreksi Rp 593.Tanda Daftar Perusahaan Rp 530.000.000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 29.699.00 Atas koreksi tersebut.000.00 Angkutan Umum Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 29.699.000.699.00 Retribusi Izin Trayek Rp 29.632.699.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (29.00 yang dicatat dalam Retribusi Izin Industri dan Perdagangan-Tanda Daftar Perusahaan sebesar Rp530. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 29.Daftar Industri sebesar Rp41.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 29. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .500.

000.550.550.Tanda Daftar Industri Retribusi Izin Industri dan Rp 147.00 Saldo setelah koreksi Rp 41.632.000.Izin Usaha Retribusi Izin Industri dan Rp 41.000.000.00 Perdagangan .00 Perdagangan .00 Saldo setelah koreksi Rp 486.00 Retribusi Izin Industri dan Rp 341.Tanda Daftar Perusahaan Saldo sebelum koreksi Rp 1.550.Tanda Daftar Perusahaan Retribusi Izin Industri dan Rp 341.00 Perdagangan .Tanda Daftar Gudang Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.Izin Usaha Retribusi Izin Industri dan Rp 41.Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 530.00 Perdagangan .000.000.000.750.750.00 Perdagangan .000.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .000.00 Perdagangan .00 Saldo setelah koreksi Rp 341.000.00 3) Akun Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 341.000.017.550.Izin Usaha Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 41.632.00 .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 530.00 2) Akun Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .072.440.00 Perdagangan .Tanda Daftar Industri Retribusi Izin Industri dan Rp 147.332.000.Tanda Daftar Industri Saldo sebelum koreksi Rp 0.750.632.332.Tanda Daftar Gudang Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Izin Industri dan Rp 530.000.750.

000.000.00 Izin usaha pameran Retribusi Informasi dan Rp 1.00 Retribusi Informasi dan Rp 31. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.332.000.00 2) Akun Retribusi Informasi dan Komunikasi .000.150.000.00 Komunikasi .Izin operasional Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : 32. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Informasi dan Komunikasi .4) Akun Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (32.050.100.332.050.Tanda Daftar Gudang Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Komunikasi .150.000.000.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 147.00 Retribusi Informasi dan Rp 32.Izin perfilman Retribusi Informasi dan Komunikasi Rp 31.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 31.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 147.000.000.000.00 Retribusi Informasi dan Komunikasi Rp .Izin usaha pameran Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 31.100.00 .00 Komunikasi .150.Izin usaha pameran Retribusi Informasi dan Rp 1.100.000.150.000. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 32.150. 13.00 yang dicatat dalam Retribusi Informasi dan Komunikasi-Izin perfilman sebesar Rp32.000.00 Atas koreksi tersebut.100.Izin operasional Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.050.00.850. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan untuk penerimaan Retribusi Informasi dan Komunikasi-Izin usaha pameran sebesar Rp31.00 Komunikasi .00.100.000.700.000.150.Izin perfilman Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 32.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 5. Retribusi Informasi dan Komunikasi-Izin operasional sebesar Rp1.Izin perfilman Saldo sebelum koreksi Rp 37.

3) Akun Retribusi Informasi dan Komunikasi - Izin operasional Saldo sebelum koreksi Rp 0,00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.050.000,00 Saldo setelah koreksi Rp 1.050.000,00 Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 14. Pada akhir tahun 2003 terdapat saldo piutang pajak daerah sebesar Rp243.749.519,00 dan retribusi daerah sebesar Rp7.576.500,00 yang tidak dicatat Pemerintah Kota Makassar dan pada Tahun Anggaran 2004 terdapat piutang pajak dan retribusi daerah yang telah diterbitkan SKPD dan SKRD namun belum dilunasi (tunggakan tahun 2004) sebesar Rp82.698.700,00. Penerimaan tunggakan pajak dalam Tahun Anggaran 2004 sebesar dicatat oleh Pemerintah Kota Makassar sebagai penerimaan murni pajak daerah. Pemerintah Kota Makassar tidak melakukan penyesuaian Neraca untuk mengakui adanya piutang pajak dan retribusi sehingga dalam Neraca Tahun 2004 tidak tercantum Piutang Pajak dan Piutang Retribusi. Atas transaksi Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 82.698.700,00 Pajak Hotel - Berbintang Rp 73.000.000,00 Pajak Restoran – Kios/Karaoke Rp 9.698.700,00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a. Jurnal pengakuan saldo awal Piutang Pajak dan Piutang Retribusi : Piutang Pajak Rp 243.749.519,00 Piutang Retribusi Rp 7.576.500,00 EDU - Cadangan Piutang Rp 251.326.019,00

Rincian Saldo Awal Piutang Pajak dan Retribusi :
Piutang Pajak Hotel Piutang Pajak Restoran Piutang Pajak Hiburan Rp Rp Rp 206.469.473,00 32.246.621,00 5.033.425,00

Piutang Retribusi Alat Pemadam Rp 7.576.500,00 b. Jurnal reklasifikasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004 :

Pajak Hotel - Berbintang Rp 73.000.000,00 Pajak Restoran - Kios/Karaoke Rp 9.698.700,00 Penerimaan Pembiayaan Rp Penerimaan Piutang Tahun Lalu c. Jurnal penyesuaian Neraca per 31 Desember 2004 : Penerimaan Pembiayaan Rp 82.698.700,00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang Pajak Rp

82.698.700,00

82.698.000,00

d. Jurnal pengakuan tunggakan pajak dan retribusi yang terjadi dalam Tahun Anggaran 2004 : Piutang Pajak Rp 233.078.463,00 Piutang Retribusi Rp 651.684.860,00 EDU - Cadangan Piutang Rp 884.763.323,00

Rincian Tunggakan Pajak dan Retribusi Tahun Anggaran 2004 :
Piutang Pajak - Pajak Hotel Piutang Pajak - Pajak Restoran Piutang Pajak - Pajak Hiburan Piutang Retribusi - Pasar Piutang Retribusi - Alat Pemadam Rp Rp Rp Rp Rp 33.251.000,00 180.890.091,00 18.937.372,00 27.697.500,00 15.193.360,00 7.381.000,00

Piutang Retribusi - Tempat Rekreasi Rp

Piutang Retribusi - IMB - PD BPR Rp 601.413.000,00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada :

a. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan - Pajak Hotel Saldo sebelum koreksi Rp 9.491.652.747,00 Koreksi tambah (kurang) Rp (73.000.000,00) Saldo setelah koreksi Rp 9.418.652.747,00 2) Akun Pendapatan - Pajak Restoran Saldo sebelum koreksi Rp 12.534.209.908,00 Koreksi tambah (kurang) Rp (9.698.700,00) Saldo setelah koreksi Rp 12.524.511.208,00 3) Akun Penerimaan Pembiayaan - Penerimaan Piutang Tahun Lalu Saldo sebelum koreksi Rp 0,00 Koreksi tambah (kurang) Rp 82.698.700,00 Saldo setelah koreksi Rp 82.698.700,00 b. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Aktiva Lancar - Piutang Pajak Saldo sebelum koreksi Rp 161.050.819,00 Koreksi tambah (kurang) Rp 233.078.463,00 Saldo setelah koreksi Rp 394.129.282,00 2) Akun Aktiva Lancar - Piutang Retribusi Saldo sebelum koreksi Rp 7.576.500,00 Koreksi tambah (kurang) Rp 652.134.860,00 Saldo setelah koreksi Rp 659.711.360,00 3) Akun EDU - Cadangan Piutang Saldo sebelum koreksi Rp 13.749.602.835,62 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.053.840.642,00 Saldo setelah koreksi Rp 14.803.443.477,62

c. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pajak Daerah - Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 55.020.706.015,00 Koreksi tambah (kurang) Rp (82.698.700,00) Saldo setelah koreksi Rp 54.938.007.315,00 2) Akun Penerimaan Piutang Tahun Lalu - Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 0,00 Koreksi tambah (kurang) Rp 82.698.700,00 Saldo setelah koreksi Rp 82.698.700,00 Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 15. Pada Tahun Anggaran 2003 Pemerintah Kota Makassar dhi. Dinas Cipta Karya mengadakan perjanjian kerja sama dengan PT. Duta Niaga Jumantara untuk penggunaan tiang lampu jalan sebagai media iklan, dengan syarat PT Duta Niaga Jumantara menanggung seluruh biaya pemeliharaan lampu jalan yang digunakan dan berhubungan langsung dengan PT. PLN untuk pembayaran tagihan rekening listriknya. Maka seluruh pendapatan dan biaya yang timbul akibat perjanjian tersebut bukan merupakan hak ataupun kewajiban Pemerintah Kota Makassar. Namun dalam pelaksanaannya, PT. Duta Niaga Jumantara tidak melakukan pembayaran tagihan listrik secara langsung sehingga oleh PT. PLN biaya yang seharusnya menjadi tanggungan PT. Duta Niaga Jumantara dibebankan pada rekening Penerangan Jalan Umum dan dipotong langsung dari hasil pemungutan Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Pada akhir Tahun Anggaran 2003 terdapat saldo piutang PT. Duta Niaga Jumantara yaitu penerimaan PPJ yang dipotong oleh PT. PLN pada Tahun Anggaran 2003 sebesar Rp9.712.760,00 dan telah disetor ke Kas Daerah pada Tahun Anggaran 2004. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi tersebut sebagai berikut : Kas Rp 9.712.760,00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 9.712.760,00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 9.712.760,00 Penerimaan Pembiayaan Rp 9.712.760,00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu 16. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat tagihan biaya listrik PT. Duta Niaga Jumantara sebesar Rp27.892.970,00 yang dikompensasikan dengan penerimaan PPJ. PT. Duta Niaga Jumantara baru menyetor ke kas daerah sebesar Rp13.515.145,00 sehingga masih terdapat piutang PT. Duta Niaga

145.00 .760.915.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu c.892. BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a.00 e.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 9.970.712.515.712.00 Sedangkan penerimaan dari PT.970.712.892.892.712.Jumantara per 31 Desember 2004 sebesar Rp14.892.760.515.145.970.892.825.Cadangan Piutang Rp 9.00 dengan mengkompensasikan dengan Penerimaan PPJ sebagai berikut : Biaya PJU Rp 27.915.00.915.00 f.825.760.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 13.00 b.760.760. Jurnal reklasifikasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004: Lain-lain PAD Yang Sah Rp 9. Duta Niaga Jumantara per 31 Desember 2004 : Piutang Lain-lain Rp 14.970.515.145.00 Untuk permasalahan No. Duta Niaga Jumantara sebesar Rp13.00 EDU .00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 13.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 3. 15 dan 16.00 EDU .Rp 9.377.915.630.515.00 d. Jurnal pengakuan adanya piutang PT.00 dicatat sebagai berikut : Kas Rp 13.377.377.825.970.599.760.145.00 Biaya PJU Rp 27. Jurnal pengakuan saldo awal Piutang Lain-lain : Piutang Lain-lain Rp 9. Duta Niaga Jumantara) yang dikompensasikan dengan penerimaan PPJ : Pendapatan PPJ Rp 27. Jurnal balik untuk mengoreksi pengakuan biaya PJU (biaya tagihan listrik PT. Jurnal reklasifikasi penerimaan yang dicatat sebagai penerimaan PPJ yang seharusnya dicatat sebagai penerimaan lain-lain : Pendapatan PPJ Rp 3.712.712.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 9.00 Penerimaan – PPJ Rp 27.Cadangan Piutang Rp 14.00 Pendapatan PPJ Rp 3. Pemerintah Kota Makassar mencatat pengeluaran sebesar Rp27. Jurnal penyesuaian Neraca per 31 Desember 2004 : Penerimaan Pembiayaan .630.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang Lain-lain Rp 9.630.

Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 6.803.970.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Saldo sebelum koreksi Rp 82.198.00 Saldo setelah koreksi Rp 14.PPJ Saldo sebelum koreksi Rp 25.321.564.682.62 Koreksi tambah (kurang) Rp 14.698.00 Saldo setelah koreksi Rp 92.744.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 9.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 54.524.477.00) Saldo setelah koreksi Rp 24.825.130.906.600.Lain-lain PAD Yang Sah Saldo sebelum koreksi Rp 1.571.302.443. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .797.00 3) Akun Belanja .00 Saldo setelah koreksi Rp 14.201.00) Saldo setelah koreksi Rp 54.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (5.789.00 4) Akun Penerimaan Pembiayaan .013.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (5.007.772.284.00) Saldo setelah koreksi Rp 6.460.377.028.377.286.Biaya PJU Saldo sebelum koreksi Rp 14.808.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 14.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (27.825.623.411.971.712.Dengan koreksi-koreksi tersebut di atas maka terjadi perubahan saldo pada : a.115.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (31.755. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan .158. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Piutang Lain-lain – PT Duta Niaga Jumantara Saldo sebelum koreksi Rp 0.981.145.62 c.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (31.700.600.808.290.00 .315.760.331.420.715.00 2) Akun EDU .130.00) Saldo setelah koreksi Rp 14.377.817.797.33 2) Akun Pendapatan .Cadangan Piutang Saldo sebelum koreksi Rp 14.892.825.00 b.33 2) Akun Pendapatan Pajak Daerah .938.821.292.

00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.194.Cadangan Piutang Rp 2.00 .626.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (27. Atas transaksi tersebut.684.626.626.00 EDU .913.626.684.411.Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 82.194.267.684. 17.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 2.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a.626.00. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.194. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan .194.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 9.00 Atas koreksi tersebut.194. Jurnal penyesuaian Neraca per 31 Desember 2004 : Penerimaan Pembiayaan Rp 2.626.712.885.698.00) Saldo setelah koreksi Rp 0.700.3) Akun Belanja Barang dan Jasa .684.626.626.626.684.00) Saldo setelah koreksi Rp 91. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi di atas sebagai berikut : Kas Rp 2.892.Restitusi Pajak Penghasilan Pasal 21-PNS Saldo sebelum koreksi Rp 2. Pada Tahun Anggaran 2004 terjadi transaksi penerimaan restitusi PPh Pasal 21 Pegawai Kota Makassar sebesar Rp2.684.957.194.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 2.684.194.760.626.626.00 b.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu c.987.194.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 91.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.374.460. Jurnal reklasifikasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004: Lain-lain PAD yang Sah Rp 2.684.194.626.684.194.00 Restitusi PPh Pasal 21 Penerimaan Pembiayaan Rp 2. Jurnal pengakuan saldo awal : Piutang Lain-lain Rp 2.684.684.684.194.00 4) Akun Penerimaan Piutang Tahun Lalu .626.00 Saldo setelah koreksi Rp 92.194.BAU .684.194.970.00 Restitusi PPh Pasal 21 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 2.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang Lain-lain Rp 2.

Pada Tahun Anggaran 2003 terdapat saldo piutang angsuran cicilan kendaraan bermotor sebesar Rp147.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu .411.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 69.524.625. Penyetoran dalam Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp69.545.00 Angsuran Cicilan Kendaraan Rp 69.626.194.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.194.626.545.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.00 b. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 69.144.897.00 b.545.287.287.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.340.684.626.038.340.2) Akun Penerimaan Pembiayaan .Penerimaan Piutang Tahun Lalu Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 92.340. 18.00. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .194. Jurnal pengakuan saldo awal Neraca per 1 Januari 2004 : Piutang Lain-lain Rp 147.545.625.340.089.00.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.038.340.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.625.411.00 Atas koreksi tersebut.340.340.00 Bermotor Penerimaan Pembiayaan Rp 69. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.545.460.684.00 Bermotor Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 69.00 EDU .33 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .460.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Saldo sebelum koreksi Rp 92.545. Jurnal reklasifikasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004 : Angsuran Cicilan Kendaraan Rp 69.340.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a.344.340.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 6.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.Cadangan Piutang Rp 147.284.028.144.545.340.684.

62 Koreksi tambah (kurang) Rp 78.000.000. Jurnal penyesuaian Neraca : Penerimaan Pembiayaan Rp 69.545.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 69.340.340.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (69. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .340.00 Saldo setelah koreksi Rp 14. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan atas penerimaan Lain-lain Pendapatan Yang Sah yang dicatat sebagai realisasi Retribusi Daerah.62 c.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Saldo sebelum koreksi Rp 2.00 Saldo setelah koreksi Rp 78.302. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.Cadangan Piutang Saldo sebelum koreksi Rp 14.038.484.545.004.Piutang Lain-lain Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.895.080. Atas transaksi-transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : .00) Saldo setelah koreksi Rp 0.080.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 78.000.817.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (69.897.901.00 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .00 Saldo setelah koreksi Rp 2.340.356.33 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .340.144.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 69.020.00 b.352.Angsuran Cicilan Kendaraan Bermotor Saldo sebelum koreksi Rp 69.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.356.089.344.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 2.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.00 Atas koreksi tersebut.545.583.583.287.080. 19.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.545.144.287.821. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Aktiva Lancar .545.340.00 2) Akun EDU .c.340.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang Lain-lain Rp 69.302.484. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan .038.545.545.

00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 8.00 2) Akun Retribusi Izin Gangguan – SITU Baru Saldo sebelum koreksi Rp 249.452.452.Angkutan Umum Saldo sebelum koreksi Rp 593.00 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 8.00 Pemadam Kebakaran – Rumah Usaha Retribusi Izin Gangguan – SITU Rp 1.000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.00 Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 8.000.000.00 3) Akun Retribusi Izin Trayek .450.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Pemeriksaan Alat Rp 8.000.363.189. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .450.500.940.00) Saldo setelah koreksi Rp 593.452.000.452.940.000.00 Baru Retribusi Izin Trayek – Angkutan Rp 500.189.Rumah Usaha Saldo sebelum koreksi Rp 244.00 Umum Retribusi Pemakaian Kekayaan Rp 500.Kas Rp 8.500.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (500.00 Pemadam Kebakaran – Rumah Usaha Retribusi Izin Gangguan – SITU Baru Rp 1.500.394.000.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.450.500.000.00 Retribusi Izin Trayek – Angkutan Umum Rp 500.00 .364.00) Saldo setelah koreksi Rp 236.00) Saldo setelah koreksi Rp 249.000.00 Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah – Penggalian Jalan Rp 500.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (8.00 Daerah – Penggalian Jalan Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 8.844.000.000.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 137.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (500.000.00 4) Akun Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah .Penggalian Jalan Saldo sebelum koreksi Rp 137.

000.000.000.000.201.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 4.30 2) Akun Lain-lain PAD .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 133.843.00) Saldo setelah koreksi Rp 236.33 Atas koreksi tersebut.804.452.295.00) Saldo setelah koreksi Rp 24. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan .000.286.163.000.717. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Retribusi .075.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.000.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 133.452.020.000.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 24.201.33 Koreksi tambah (kurang) Rp 8.000.623.000.00 Penerimaan Royalti Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 Saldo setelah koreksi Rp 1.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (133.028.000. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 133.000.Lain-lain PAD Yang Sah – Penerimaan Royalti Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 133.004.33 b.174.000.000. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembukuan atas penerimaan royalti dari PT.163.000.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 133.000.352.004.33 Koreksi tambah (kurang) Rp 8. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.708.00 2) Akun Retribusi Tempat Rekreasi Saldo sebelum koreksi Rp 369.30 Koreksi tambah (kurang) Rp (8. Putra-putra Nusantara yang dibukukan sebagai penerimaan Retribusi Tempat Rekreasi.174.5) Akun Lain-lain PAD Yang Sah Saldo sebelum koreksi Rp 1.00 Retribusi Tempat Rekreasi Rp 133.452.000. 20.00 Penerimaan Royalti Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Retribusi Tempat Rekreasi Rp 133.00 .000.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 133.000.000.295.

00 Koreksi tambah (kurang) Rp 4.00 Piutang Lain-lain – Sisa UUDP Rp 4.33 2) Akun Retribusi .360.468.000.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Penerimaan Ganti Rugi Atas Rp 4.575.000.583.028. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.200.30 Koreksi tambah (kurang) Rp (133.843.000. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .804.00 Saldo setelah koreksi Rp 4.161.62.163. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan .000.200. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 4.200.004.200.708.318.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.356.000.200.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.484.00 Penerimaan Piutang Tahun Lalu Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .000.00 Kekayaan Daerah EDU .000.00) Saldo setelah koreksi Rp 24.000.200.200.00.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 4.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 24.000.000.000.804.000.783.200.30 Atas koreksi tersebut.200. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat transaksi penerimaan setoran Piutang Sisa UUDP Tahun-Tahun Lalu sebesar Rp4.004.163.Cadangan Piutang Rp 4. saldo per 31 Desember 2003 sebesar Rp295.b. 21.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 4.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (4.000.843.00) Saldo setelah koreksi Rp 0.000.200.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Saldo sebelum koreksi Rp 2.200.200.00 .00 Kekayaan Daerah Penerimaan Pembiayaan Rp 4.00 Penerimaan Ganti Rugi Atas Rp 4.484.000.33 Koreksi tambah (kurang) Rp 133.Penerimaan Ganti Rugi Atas Kekayaan Daerah Saldo sebelum koreksi Rp 4.

UUDP Dropping Pemegang Kas Dinas Tata Bangunan dan Kecamatan Makassar yang dicatat sebagai realisasi belanja dalam Laporan Realisasi Anggaran.050.050.817. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.800.000.865.950. 22.00 Kecamatan Makassar Belanja Dibayar Dimuka . Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Belanja Perjalanan Dinas Luar Rp 109.050.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Dibayar Dimuka Rp 2.00 Saldo setelah koreksi Rp 4.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Perjalanan Dinas Luar Rp 106.00 Daerah – Dinas Tata Bangunan Belanja Cetak dan Penggandaan Rp 1.604.804.865.00 Kecamatan Makassar Belanja Dibayar Dimuka . Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat sisa Belanja Dibayar Dimuka .200.200.UUDP Dropping Rp 110.Penerimaan Utang Pajak .33 Koreksi tambah (kurang) Rp (4.00 Kecamatan Makassar Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian LRA (Neraca) sebagai berikut : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 2.00 Daerah .33 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .150.00 .000.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.967.00 Daerah – Dinas Tata Bangunan Belanja Cetak dan Penggandaan Rp 1.050.Dinas Tata Bangunan Belanja Cetak & Penggandaan Rp 10.UUDP Dropping Rp 108.00 UUDP Dropping Belanja Perjalanan Dinas Luar Rp 2.000.Sisa Lebih Anggaran Tahun Berjalan Rp 2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 4.855.000.139.Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 0.865.200.800.962.b.000.004.00 Atas koreksi tersebut. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .157.102.800.161.00 EDU .750.004.

995.00 2) Akun Belanja Barang dan Jasa . Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.000.00 b.287.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.37 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (10.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.050.267.Dinas Tata Ruang Saldo sebelum koreksi Rp 109.196.817.050.Sisa Lebih Perhitungan Tahun Berjalan Saldo sebelum koreksi Rp 41.913.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.00) Saldo setelah koreksi Rp 106.37 c.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.000.146.237.287.139. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Dibayar Dimuka .196.278.764.550.050.BAU .962.00 Saldo setelah koreksi Rp 345.Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 Atas koreksi tersebut.036.695.050.00 Saldo setelah koreksi Rp 41.196.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.865.00 2) Akun Belanja Cetak dan Penggandaan .035.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (10.050.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 91.00 2) Akun EDU . .237.800.957.007.036.00) Saldo setelah koreksi Rp 91.150.629.855.032.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 1.901.865.950.Kecamatan Makassar Saldo sebelum koreksi Rp 1.800.855.000.00 3) Akun Pengeluaran Belanja Dibayar Di Muka .901.913.UUDP Dropping Saldo sebelum koreksi Rp 343. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Belanja Perjalanan Dinas .00 Saldo setelah koreksi Rp 345.Aktivitas Pembiayaan Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 343.865.BOP .992.

Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan contra pos belanja pada Lain-lain Pendapatan Yang Sah seluruhnya sebesar Rp98.716.000.00 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 98.00 Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah Rp – Badan Diklat Biaya perangko.00 Gaji Pokok .000.SMPN 9 Saldo sebelum koreksi Rp 400. materai dan benda pos lainnya .00 Gaji Pokok .000.00 Biaya perangko.100.000.00 Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah .800.000.000.521.600.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.800.SMPN 9 Rp 1.000.Puskesmas Tarakan Rp 90.00 .800.800.00) Saldo setelah koreksi Rp 399.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (90.Kecamatan Bontoala Rp 5. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah .400.00 2) Akun Biaya perangko.00) Saldo setelah koreksi Rp 25.203.800.800.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.516.203.00 pos lainnya .000.100.000.00.800.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.000.Kecamatan Bontoala Rp 5. materai dan benda pos lainnya .00 4) Akun Gaji Pokok .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (5.SMPN 9 Gaji Pokok .00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 98.00) Saldo setelah koreksi Rp 253.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.Badan Diklat Saldo sebelum koreksi Rp 25. materai dan benda Rp 1.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : 2.Puskesmas Tarakan Saldo sebelum koreksi Rp 253.00 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 98. Atas transaksi-transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 98.23.000.00 3) Akun Gaji Pokok .Badan Diklat Rp 2.681.Kecamatan Bontoala Saldo sebelum koreksi Rp 1.807.679.

00) Saldo setelah koreksi Rp 91.33 b.800.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.00) Saldo setelah koreksi Rp 302.797.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 91.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.604.800.885.347.BAU . 24. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Lain-lain PAD .977.922.204.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.401.BAU .987.800.505.295.00 Gaji Pokok Rp 400.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (98.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 4.393.335.922.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (98.33 2) Akun Belanja Pegawai .201.00 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 400.795.335. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat kesalahan pembebanan penyetoran sisa belanja Tahun Anggaran 2003 yang dibukukan sebagai contra pos Belanja Gaji Pokok Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun Anggaran 2004.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (95.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.004.000. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 400. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: .00 4) Akun Belanja Perjalanan Dinas .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.373.157. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 302.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 400.00 3) Akun Belanja Barang dan Jasa .777.157.885.294.347.297.5) Akun Lain-lain Pendapatan Yang Sah Saldo sebelum koreksi Rp 1.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Gaji Pokok Rp 400.000.BAU .00 Atas koreksi tersebut.987.374.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.075.976.00 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Rp 400.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Saldo sebelum koreksi Rp 895.300.00 Lain-lain PAD Yang Sah Rp 595.401.130. 25.347.00 Saldo setelah koreksi Rp 895. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.976.00 Penerimaan Utang Pajak Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Lain-lain PAD Yang Sah Rp 595.500.977.00 yang seharusnya disetor ke Kas Negara.500.604.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.1) Akun Lain-lain Pendapatan Yang Sah Saldo sebelum koreksi Rp 1.33 Koreksi tambah (kurang) Rp 400.505.500.976.500.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 400.505.130.297.500.00 Jangka Pendek Utang Pajak Rp 595.500.33 Koreksi tambah (kurang) Rp 400.500.00 Saldo setelah koreksi Rp 1.377.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 595.157.00 Saldo setelah koreksi Rp 302.347.00 Penerimaan Utang Pajak Penyesuaian Neraca : EDU – Dana Pembayaran Utang Rp 595.00 Penerimaan Pembiayaan Rp 595.00 b.294.33 2) Akun Belanja Pegawai . Pada Tahun Anggaran 2004.500.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 400.500.00 .204.294. terdapat kesalahan penyetoran PPh Pasal 21 oleh Pemegang Kas Kecamatan Makassar ke Kas Daerah sebesar Rp595.298.33 2) Akun Gaji Pokok . Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Lain-lain PAD .00 Saldo setelah koreksi Rp 4.801.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Kas Rp 595.157.00 Atas koreksi tersebut.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 302.BAU . Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Kas Rp 595.700.

33 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .976.500.500.500.Lain-lain PAD Yang Sah Saldo sebelum koreksi Rp 1.381.866.604.294.500. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Utang Pajak Saldo sebelum koreksi Rp 476.500.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (595.513.Penerimaan Utang Pajak Saldo sebelum koreksi Rp 0. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah .292.Aktivitas Operasi Saldo sebelum koreksi Rp 4.500.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.500.395.Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 b.156.00 c.294.500.00 Atas koreksi tersebut.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 595.301.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.599.00 Saldo setelah koreksi Rp 476.00 Saldo setelah koreksi Rp 595. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat pembayaran untuk kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan Sekretariat Daerah Kota Makassar dalam Tahun Anggaran 2003.991.099.910.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (595.801.513.270. Atas kejadian tersebut Pemerintah Kota Makassar hanya melakukan pencatatan sebagai berikut : .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 595. 26.Penerimaan Utang Pajak .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 595.Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 0.157.104.792.505.00 Saldo setelah koreksi Rp 595. namun tetap dibukukan sebagai realisasi belanja murni Tahun Anggaran 2004 dan terdapat kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan di Tahun Anggaran 2004 namun belum dibayar sampai dengan akhir tahun anggaran serta belum disajikan dalam Neraca per 31 Desember 2004. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 yaitu: 1) Akun Pendapatan .33 2) Akun Penerimaan Pembiayaan .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 595.00 2) Akun EDU – Dana Pembayaran Utang Jangka Pendek Saldo sebelum koreksi Rp 2.

340.364.200.000.700.170.Biaya Perawatan & Pengobatan Rp 3.000.00 32.Dana Untuk Pembayaran Rp 87.00 Dinas Biaya Pemeliharaan Kendaraan Rp 31. Jurnal pengakuan utang dalam Tahun Anggaran 2004 : EDU .191.259.223.072.Dana Untuk Pembayaran Rp 135.00 .00 28.00 Rp 135.542. Jurnal pengakuan saldo awal Utang Belanja : EDU .00 Rp 87.00 13.259. Jurnal penyesuaian Neraca per 31 Desember 2004 : Utang Belanja Rp 135.572.800.542.500. Jurnal reklasifikasi dalam Tahun Anggaran 2004 : Pengeluaran Pembiayaan Rp 135.00 Biaya Alat Listrik Rp 13.000.259.00 Pembayaran Utang Belanja Biaya Perawatan dan Pengobatan Lokal Biaya Uang Duka Biaya Alat Listrik Biaya Listrik Biaya Telepon Biaya Air Biaya Penanggulangan Keadaan Darurat Biaya Bahan Bakar Kendaraan Dinas Biaya Pemeliharaan Kendaraan Dinas c.425.172.753.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 3.00 19.00 Pengeluaran Pembiayaan Pembayaran Utang Belanja d.000.500.072.000.700.172.170.00 Darurat Biaya Bahan Bakar Kendaraan Rp 32.000.340.00 1.800.00 Utang Jangka Pendek Utang Belanja Rp 135.223.572.00 31.800.00 Biaya Listrik Rp 2.00 Biaya Penanggulangan Keadaan Rp 19.425.00 2.053.753.00 Dinas Kas Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a.542.000.053.200.542.364.00 Rp 135.259.00 3.00 Biaya Air Rp 3.00 Lokal Biaya Uang Duka Rp 1.542.00 Utang Jangka Pendek Utang Belanja b.191.542.259.00 Biaya Telepon Rp 28.800.000.259.

958.450.030.047.00) Saldo setelah koreksi Rp 4) Akun Biaya Listrik Saldo sebelum koreksi Rp 629.000.613.458.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (1.000.00 142.00) Saldo setelah koreksi Rp 6) Akun Biaya Air Saldo sebelum koreksi Rp 146.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (31.935.00) Saldo setelah koreksi Rp 9) Akun Biaya Pemeliharaan Kendaraan Dinas Saldo sebelum koreksi Rp 448.485.000.244.940. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Biaya Perawatan dan Pengobatan Lokal Saldo sebelum koreksi Rp 154.00 18.00 514.935.415.00) Saldo setelah koreksi Rp 10) Akun Pengeluaran Pembiayaan .946.800.640.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (3.700.00 186.572.669.Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.800.00 .735.498.00 627.261.00) Saldo setelah koreksi Rp 5) Akun Biaya Telepon Saldo sebelum koreksi Rp 577.223.00) Saldo setelah koreksi Rp 3) Akun Biaya Alat Listrik Saldo sebelum koreksi Rp 527.425.415.514.170.Pembayaran Utang Belanja Saldo sebelum koreksi Rp 0.913.500.975.268.617.00) Saldo setelah koreksi Rp 8) Akun Biaya Bahan Bakar Kendaraan Dinas Saldo sebelum koreksi Rp 879.00 847.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 7) Akun Biaya Penanggulangan Keadaan Darurat Saldo sebelum koreksi Rp 205.000.950.340.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.740.00 549.500.053.830.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (32.191.753.743.640.500.072.00 416.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (3.00) Saldo setelah koreksi Rp 2) Akun Biaya Uang Duka Saldo sebelum koreksi Rp 19.200.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (28.000.00 150.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (13.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (19.000.698.

092. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pegawai .364.259.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 87.00 4) Akun Pengeluaran Pembiayaan Pembayaran Utang Belanja Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 0. namun tetap dibukukan sebagai realisasi belanja murni Tahun Anggaran 2004 dan terdapat kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2004 namun belum dibayar sampai dengan akhir tahun anggaran dan belum disajikan dalam Neraca per 31 Desember 2004.00 Atas koreksi tersebut.542.172.542.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (63.131.342.976.038.242.945.987.885.071.463.700.172.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 135.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (5. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.819.00 3) Akun Belanja Pemeliharaan .259.542.253.347.677.00 Saldo setelah koreksi Rp 135.074.298.099.007. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat pembayaran untuk kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh Dinas Cipta Karya dalam Tahun Anggaran 2003.987.513.BAU .Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 22.259.Koreksi tambah (kurang) Rp 135.768.40 2) Akun EDU .044.800.00) Saldo setelah koreksi Rp 302.776.40 Koreksi tambah (kurang) Rp 87.BAU .542.00 Saldo setelah koreksi Rp 135.866.377.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.912.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (66.BAU . 27.Utang Belanja Saldo sebelum koreksi Rp 10.601.259.00 c.940.328.00 b.763.00) Saldo setelah koreksi Rp 22. Atas kejadian .364.00 Saldo setelah koreksi Rp 11.042.00 2) Akun Belanja Barang dan Jasa .Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 302.373.548.00) Saldo setelah koreksi Rp 91.Dana Untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Saldo sebelum koreksi Rp 2.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 91. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Utang Lancar .

235.195.500.tersebut di atas Pemerintah Kota Makassar hanya melakukan pencatatan sebagai berikut : Biaya Pemeliharaan Bangunan Rp 586.195.940.165.267. Jurnal pengakuan utang dalam Tahun Anggaran 2004 : EDU .345.267.00 b.195.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : a.000.235.940. Jurnal pengakuan saldo awal Utang Belanja : EDU .286.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (586.00) Saldo setelah koreksi Rp 428.00 2) Akun Biaya Pemeliharaan Drainase Saldo sebelum koreksi Rp 413.348.360.596.00 c.695.00 Utang Jangka Pendek Utang Belanja Rp 1.940.00 .00 Koreksi tambah (kurang) Rp (41.00 Biaya Pemeliharaan Jalan Rp 9. Jurnal penyesuaian Neraca per 31 Desember 2004 : Utang Belanja Rp 637. Jurnal reklasifikasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004 : Pengeluaran Pembiayaan Rp 637.195. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Biaya Pemeliharaan Bangunan Umum Saldo sebelum koreksi Rp 1.267.267.00 Pembayaran Utang Belanja d.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.267.000.500.00 Pembayaran Utang Belanja Biaya Pemeliharaan Bangunan Umum Rp 586.195.000.091.091.Dana Untuk Pembayaran Rp 1.695.00 Umum Biaya Pemeliharaan Drainase Rp 41.00 Utang Jangka Pendek Utang Belanja Rp 637.790.00 Biaya Pemeliharaan Drainase Rp 41.790.235.00) Saldo setelah koreksi Rp 372.00 Pengeluaran Pembiayaan Rp 637.695.000.00 Lingkungan Kas Rp 637.Dana Untuk Pembayaran Rp 637.195.665.500.00 Biaya Pemeliharaan Jalan Lingkungan Rp 9.040.015.227.348.267.

737.00 b.00 Saldo setelah koreksi Rp 772.000.370.912.790.500.BAU .500.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (9.000.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 22.038.Utang Belanja Saldo sebelum koreksi Rp 11.730.Pembayaran Utang Belanja Aktivitas Pembiayaan Saldo sebelum koreksi Rp 135.267.069.781.328.00 2) Akun Pengeluaran Pembiayaan .348.542.195.790.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 637. 28.00 Saldo setelah koreksi Rp 12.526.00.925.500.007. Atas kejadian tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : .195.Dana Untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Saldo sebelum koreksi Rp 2.074.259.949.061.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.463.3) Akun Biaya Pemeliharaan Jalan Lingkungan Saldo sebelum koreksi Rp 110.912.00) Saldo setelah koreksi Rp 21.423.00 4) Akun Pengeluaran Pembiayaan .940.828.00.Pembayaran Utang Belanja Saldo sebelum koreksi Rp 135. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.40 2) Akun EDU .601.976.267.000.743.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.827.000.259.00) Saldo setelah koreksi Rp 101.00 Atas koreksi tersebut.542.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 637. Belanja Pemeliharaan Rumah Dinas sebesar Rp750.091.348.40 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.000. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat belanja pemeliharaan pada Sekretariat Daerah Kota Makassar yang seharusnya menambah nilai aktiva tetap karena merupakan pembelian inventaris dan penambahan baru aktiva yaitu Belanja Pemeliharaan Gedung Kantor sebesar Rp894.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (637.195.267.00.526.00 Saldo setelah koreksi Rp 772. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Biaya Pemeliharaan . dan Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga sebesar Rp462.463.00 c.834. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Utang Lancar .737.

500. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pemeliharaan Gedung Kantor Saldo sebelum koreksi Rp 1.000.107.550.00 Bangunan Gedung Rp 1.107.00 .00) Saldo setelah koreksi Rp 2.069.000.850.00 Rp Rp Rp 894.639.186.550.00 Komunikasi Belanja Modal Bangunan Gedung Rp 1.743.00 Rp 2.812.00 Rumah Tangga Belanja Modal Alat Studio dan Alat Rp 19.000.644.00 Rp 291.000.00 Belanja Modal Bangunan Gedung Belanja Modal Alat Kantor dan Rumah Tangga Belanja Modal Alat Studio dan Alat Komunikasi Serta jurnal penutup : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 2.107.500.812.277.00 Kantor Belanja Pemeliharaan Rumah Dinas Rp 750.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 Rp 19.00 Belanja Pemeliharaan Gedung Kantor Belanja Pemeliharaan Rumah Dinas Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian neraca : Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp 443.000.812.644.000.500.00 Rp 443.00 Rp 2.500.00 EDU .644.500.000.000.812.00 462.277.000.550.500.00 Komunikasi Belanja Modal Bangunan Gedung Rp 1.827.350.500.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (894.277.639.00 Alat Studio dan Alat Komunikasi Rp 19.639.827.000.Belanja Pemeliharaan Alat Kantor Rp 462.00 Kas Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Modal Alat Kantor dan Rp 443.805.00 Kas Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Modal Alat Kantor dan Rp 443.000.500.639.500.00 dan Rumah Tangga Belanja Pemeliharaan Gedung Rp 894.500.00 Rp 1.644.500.000.107.743.550.743.549.277.069.00 Rumah Tangga Belanja Modal Alat Studio dan Rp 19.00 750.

00 Koreksi tambah (kurang) Rp 19.600.639.500.620.735.277.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3.500.210.500.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 443.113.500.644.500.134.725.2) Akun Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 561.00 3) Akun Belanja Modal Bangunan Gedung Saldo sebelum koreksi Rp 0.00 4) Akun Belanja Pemeliharaan Rumah Dinas Saldo sebelum koreksi Rp 1.550.897.104.199.644.069.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (462.600.812.600.00) Saldo setelah koreksi Rp 98.686.102.588.455.00 3) Akun Alat Studio dan Alat Komunikasi Saldo sebelum koreksi Rp 6.827.922.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.550.277.600.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.103.000.044.267.725.812.044.00 .105.00 Saldo setelah koreksi Rp 1.628.767.115. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Bangunan Gedung Saldo sebelum koreksi Rp 339.00 Saldo setelah koreksi Rp 733.000.644.00 Saldo setelah koreksi Rp 6.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 10.290.000.114.114.812.605.107.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 19.285.038.489.00 4) Akun EDU .562.00 6) Akun Belanja Modal Alat Studio dan Alat Komunikasi Saldo sebelum koreksi Rp 713.00 2) Akun Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 10.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.925.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (750.130.925.00 b.547.636.500.00 5) Akun Belanja Modal Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 2.00) Saldo setelah koreksi Rp 364.00 Saldo setelah koreksi Rp 341.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 443.963.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.000.655.671.

281.00 2) Akun Belanja Modal .000.Aktivitas Investasi Saldo sebelum koreksi Rp 59.000. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat Biaya Intensifikasi/Ekstensifikasi & Koordinasi PBB yang seharusnya menambah nilai aktiva tetap karena merupakan pembelian inventaris.000.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Modal Alat Angkutan Rp 90.000.262.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.107. 29.00 Komunikasi Kas Rp 139.000.061.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 2.370.840.000.750.00 Alat Komunikasi .000.000.00 Alat Studio dan Alat Komunikasi Rp 49.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 19.000.781.500.750.750.750.000. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Belanja Intensifikasi/ekstensifikasi Rp 139.BAU .062.000.639.c.00 Belanja Modal Alat Angkutan Rp 90.000.750.750.000.00 & koordinasi PBB Kas Rp 139.00 Belanja Modal Alat Studio dan Rp 49.107.422. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pemeliharaan .750.000. Biaya tersebut digunakan untuk membeli mobil sebesar Rp90.500.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 21.000.00 Atas koreksi tersebut. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.340.727.170.00 Belanja Modal Alat Studio dan Alat Rp 49.00 Belanja Modal Alat Studio dan Rp 49.000.000.750.00 dan sound system sebesar Rp49.750.00.366.000.00 Komunikasi Belanja Rp 139.639.00 Saldo setelah koreksi Rp 61.00 Intensifikasi/ekstensifikasi & koordinasi PBB Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian neraca : Alat Angkutan Rp 90.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Modal Alat Angkutan Rp 90.

750.750.968.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 49. Akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Alat Angkutan Saldo sebelum koreksi Rp 63.819.000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 49.BAU .00 b.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (139.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 139.945.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3.00 2) Akun Belanja Modal Alat Angkutan Saldo sebelum koreksi Rp 0.350.000.00 2) Akun Belanja Modal .116.714.632.840.00) Saldo setelah koreksi Rp 4.Aktivitas Investasi Saldo sebelum koreksi Rp 61.000.267.750.750.588.925.312.750.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.310.718.00 Saldo setelah koreksi Rp 63.000.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp 139.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 91.722.00 2) Akun Alat Studio dan Alat Komunikasi Saldo sebelum koreksi Rp 6. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Intensifikasi/ekstensifikasi & Koordinasi PBB Saldo sebelum koreksi Rp 4.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.574.000.750.000.380.000.00 c.170.562.750.945.00 3) Akun Belanja Modal Alat Studio dan Alat Komunikasi Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.750.380.000.700.679.210.267.338.925.000.750.00 Saldo setelah koreksi Rp 49.Jurnal penutup : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 139.366.00 .000.00 3) Akun EDU .251.00 EDU .705.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 139.381.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 90.00 Saldo setelah koreksi Rp 90.700.00 Saldo setelah koreksi Rp 61.00) Saldo setelah koreksi Rp 91.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 6.251.840.131.000. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Barang dan Jasa .115.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 90.655.115.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (139.

000.000.000. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Barang dan Jasa .000.000.000. Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 10.00 Saldo setelah koreksi Rp 50.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 1.000.000.000.000.00 EDU .000.00.600.000.000.547.Jasa Pihak Ketiga Saldo sebelum koreksi Rp 1.00 b.000.000.000.963.550.000.000.00 Kas Rp 50.Atas koreksi tersebut.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Modal Alat Kantor dan Rp 50.597.Biaya Jasa Pihak Ketiga pada pos Bappeda yang seharusnya menambah nilai aktiva tetap karena merupakan pembelian server sebesar Rp50. 30.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (50.502.600.00 2) Akun Belanja Modal Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 0.963.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 50.000.000.550.000.00 Rumah Tangga Jurnal penutup : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 50. Atas transaksi tersebut Pemerintah Kota Makassar melakukan pencatatan sebagai berikut : Biaya Jasa Pihak Ketiga Rp 50.452.000.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp 50.000. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.000.00 Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian neraca : Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp 50.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 50.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Modal Alat Kantor dan Rp 50.000.000.00 .000.00 Rumah Tangga Kas Rp 50.000.000. Pada Tahun Anggaran 2004 terjadi transaksi Belanja Barang dan Jasa .000.00 Saldo setelah koreksi Rp 10.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 Rumah Tangga Biaya Jasa Pihak Ketiga Rp 50.00 Belanja Modal Alat Kantor dan Rp 50.

100.00 Saldo setelah koreksi Rp 61. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat Belanja Pemeliharaan .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 50.000.024.BOP .310.00 Tempat Kerja Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung Rp 84.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 19.000.00 Atas koreksi tersebut.100.024.115.00 Belanja Modal Bangunan Rp 84.115.100.840.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (50.000.100.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.000.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp 84.000. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Biaya Pemeliharaan Bangunan Rp 84.00 Gedung Kas Rp 84.350.00 Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian Neraca : Bangunan Gedung Rp 84.312.00) Saldo setelah koreksi Rp 19. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Barang dan Jasa .848.840.260. 31.00 Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Modal Bangunan Gedung Rp 84.100.116.Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung pada Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran yang seharusnya menambah nilai aktiva tetap karena merupakan penambahan bangunan gedung sebesar Rp84.100.Aktivitas Investasi Saldo sebelum koreksi Rp 61.00 2) Akun Belanja Modal .000.000.360.100.000.00 Gedung Tempat Kerja Jurnal penutup : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 84.00.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 50.000.000.00 EDU .400.100.267.000.100.000. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.000.00 c.116.798.267.100.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3.00 Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Modal Bangunan Gedung Rp 84.00 Tempat Kerja Kas Rp 84.2) Akun EDU .00 .000.000.312.260.100.

Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a. Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Bangunan Gedung Saldo sebelum koreksi Rp 341.000. Pemerintah Kota Makassar mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut : Biaya Pemeliharaan – Renovasi Rp 89.00 .000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (84.100.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 11.484.100.218.134.191. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.203.00. Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat Belanja Pemeliharaan – Renovasi Musium Kota dan Makam Raja-Raja Tallo pada Dinas Pariwisata yang seharusnya menambah nilai aktiva tetap karena merupakan penambahan Monumen dan Musium sebesar Rp139.000.400.00) Saldo setelah koreksi Rp 11.116.Pemeliharaan Bangunan Gedung Saldo sebelum koreksi Rp 84.105.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 0.00 Musium Kota Biaya Pemeliharaan – Makam Raja.267.690. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pemeliharaan .BOP .00 c.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 84.216.534.200.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3.840.00 Saldo setelah koreksi Rp 188.840. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pemeliharaan .00 2) Akun Belanja Modal .Rp 49.000.444.412.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (84.788.00 Atas koreksi tersebut.000.000.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.740.000.200.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 84.534.Aktivitas Investasi Saldo sebelum koreksi Rp 61.840.00 b.100. 32.360.105.312.044.000.00 2) Akun EDU .00 Koreksi tambah (kurang) Rp 84.00 Saldo setelah koreksi Rp 341.100.115.100.291.103.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 84.478.100.128.100.00 2) Akun Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Kerja Saldo sebelum koreksi Rp 104.115.267.00 Saldo setelah koreksi Rp 61.

690.484.890.478.00 Saldo setelah koreksi Rp 139.000.000.00) Saldo setelah koreksi Rp 0.00) Saldo setelah koreksi Rp 0.000.00 3) Akun Belanja Modal Bangunan Monumen Saldo sebelum koreksi Rp 0.000.690.00 Kas Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Belanja Modal Bangunan Monumen Rp 139.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp 139.756.000. Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Bangunan Monumen dan Tugu Saldo sebelum koreksi Rp 2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 139. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2004 yaitu: 1) Akun Biaya Pemeliharaan – Renovasi Musium Kota Saldo sebelum koreksi Rp 89.267.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (49.478.788.115.478.412.478.993.00 Dan pada akhir tahun dilakukan penyesuaian Neraca : Bangunan Monumen dan Tugu Rp 139.478.00 Saldo setelah koreksi Rp 3.478.115.000.00 Rp Rp 89.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 139.690.616.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 139.00 2) Akun EDU .Raja Tallo Kas Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut : Belanja Modal Bangunan Monumen Rp 139.Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3.000.000.993.00 49.478.788.000.478.000.681.00 Biaya Pemeliharaan – Renovasi Musium Kota Biaya Pemeliharaan – Makam Raja-Raja Tallo Rp 139.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.000.478.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (89.000.000.000.478.623.00 b.000.000.267.478.00 EDU .00 Rp 139.00 .159.478.000.00 Monumen Jurnal penutup : Ikhtisar Surplus/Defisit Rp 139.00 Saldo setelah koreksi Rp 2.00 2) Akun Biaya Pemeliharaan – Makam Raja-Raja Tallo Saldo sebelum koreksi Rp 49.788.00 Belanja Modal Bangunan Rp 139.

291.890.506.267.332.00) Saldo setelah koreksi Rp 61.000.044.890.384. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : .00.174. Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun EDU – Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Saldo sebelum koreksi Rp 3.BOP .000. Berdasarkan data dari Bagian Perlengkapan Pemerintah Kota Makassar.478.506.111.000.506.291.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 4.840.506.534.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (4.000. diketahui dari jumlah sebesar Rp67.267.291.506.583.00 2) Akun Ekuitas Dana Donasi Saldo sebelum koreksi Rp 0.000. 33.00 Saldo setelah koreksi Rp 4.291. Dalam Neraca per 31 Desember 2004 Pemerintah Kota Makassar masih mencatatnya sebagai Utang Jangka Panjang.00 2) Akun Belanja Modal .291.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (139.00) Saldo setelah koreksi Rp 10.283. 34.191.00.c.267.904.700.996.840.00) Saldo setelah koreksi Rp 3.444.000.873.Aktivitas Operasi Keluar Saldo sebelum koreksi Rp 11. Berdasarkan pengujian terhadap akun utang jangka panjang.115.00 Atas koreksi tersebut.00 Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 Tetap Ekuitas Dana Donasi Rp 4.00 Atas koreksi tersebut.291.534.000.000. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.478.713. diketahui dari jumlah Ekuitas Dana Diinvestasikan sebear Rp3. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : EDU-Diinvestasikan Dalam Aset Rp 4. Laporan Aliran Kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Belanja Pemeliharaan .506.397.07.Aktivitas Investasi Saldo sebelum koreksi Rp 61.623.33 terdapat utang yang seharusnya sudah dapat dikelompokkan sebagai utang lancar karena telah jatuh tempo sebesar Rp25.216.115. terdapat aktiva tetap yang berasal dari donasi sebesar Rp4.623.694.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (139.

700.828.701.00 Alat Bengkel Rp 1.3.283.692. Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Utang Lancar .26 4) Akun EDU – Dana Pembayaran Utang Jangka Pendek Saldo sebelum koreksi Rp 3.700.174.07 EDU – Dana Pembayaran Utang Rp 25.07) Saldo setelah koreksi Rp 42.873.873.097.873. Kesalahan Pemindahbukuan 1.397.700.174.700.397.07 Jangka Pendek EDU – Dana Pembayaran Utang Rp 25.2.996.397.463.00 Alat-alat Besar Rp 154.481.07 Saldo setelah koreksi Rp 25.251.787.07 2) Akun Utang Jangka Panjang Saldo sebelum koreksi Rp 67.777.07) Saldo setelah koreksi Rp 42.300.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (25.700.000.777.011.00 .295.996.26 3) Akun EDU – Dana Pembayaran Utang Jangka Panjang Saldo sebelum koreksi Rp 67. antara lain berikut: Tanah Rp 2.873.034.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 25.00 Alat Angkutan Rp 63.650.218.07 Jangka Panjang Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 25.873.00 Alat Pertanian Rp 223.00 Instalasi Rp 7.118. Pada akhir Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kota Makassar melakukan Penyesuaian Neraca untuk Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain.409.40 Bangunan Air (Irigasi) Rp 15.722.531.873.07 Atas koreksi tersebut.000.949.000.397.Utang Pemerintah Pusat Saldo sebelum koreksi Rp 0.953.07 Saldo setelah koreksi Rp 29.397.33 Koreksi tambah (kurang) Rp (25.700.860.397.873.07 Utang Pemerintah Pusat Rp 25.105.602.700.403.00 Bangunan Gedung Rp 341.700.397.176.420.344. 2.Utang Jangka Panjang Rp 25. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.00 Jalan dan Jembatan Rp 317.614.397.873.725.873.700.295.397.283.409.380.203.

40 Tetap Sehingga BPK-RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut : Tanah Rp 475.Diinvestasikan Dalam Aset Rp 3.750.878.00 Alat Angkutan Rp 220.00 Bangunan Dalam Pengerjaan Rp 1.000.863.904.072.00 Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp 13.40 Tetap Berdasarkan hasil pengujian terhadap saldo akun Aktiva Tetap.375.00 Alat Pertanian Rp 238.278.000.00 Bangunan Gedung Rp 340.725.329.336.00 Alat Angkutan Rp 63.00 Alat Studio dan Alat Komunikasi Rp 2.00 .942.830.00 Alat Pertanian Rp 15.000.579.916.963.210.705.908.973.00 Alat Bengkel Rp 137.Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp 10.857.00 Jalan dan Jembatan Rp 317.300.00 Alat-alat Besar Rp 158.135.602.502.125.031.880.00 Buku / Perpustakaan Rp 181.000.434.000.135.750.376.174.134.310.336.108.00 Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp 3.00 Buku / Perpustakaan Rp 45.000.344.950.000.00 Bangunan Air (Irigasi) Rp 151.00 Alat Studio dan Alat Komunikasi Rp 4.172.500.925.00 Barang Bercorak Seni dan Budaya Rp 98.000.804.035.000.202.00 Instalasi Rp 6.00 Bangunan Gedung Rp 414.500.733.000.000.000.00 Barang Bercorak Seni dan Budaya Rp 143.108.00 Alat Bengkel Rp 873.830.000.953.00 EDU .Diinvestasikan Dalam Aset Rp 3.000.772.00 Buku / Perpustakaan Rp 135.150.176.000.00 Jalan dan Jembatan Rp 92.597.40 Bangunan Air (Irigasi) Rp 15.00 Alat Studio dan Alat Komunikasi Rp 6.600.202.00 Alat-alat Besar Rp 4. Aktiva Lainlain dan Belanja Modal terdapat kesalahan pemindahbukuan/pengelompokan akun Belanja Modal sehingga seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut: Tanah Rp 2.174.372.787.113.00 Instalasi Rp 896.524.000.500.664.425.00 Bangunan Dalam Pengerjaan Rp 1.00 EDU .052.916.110.140.338.658.

00 158.00 Saldo setelah koreksi Rp 45.857.105.218.953.00) Saldo setelah koreksi Rp 5) Bangunan Gedung Saldo sebelum koreksi Rp 341.750.000.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 475.110. Neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Tanah Saldo sebelum koreksi Rp 2.000.000.531.011.310.150.000.787.140.787.300.524.344.403.329.Barang Bercorak Seni dan Budaya Rp Dengan koreksi tersebut maka terjadi perubahan saldo pada : a.725.750.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (896.000.300.000.602.500.00 6.380.000.00 340.000.278.00 317.176.000.210.203.344.00) Saldo setelah koreksi Rp 6) Alat Besar Saldo sebelum koreksi Rp 154.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 15.034.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 4.00 63.722.00) Saldo setelah koreksi Rp 4) Instalasi Saldo sebelum koreksi Rp 7.664.097.00) Saldo setelah koreksi Rp 9) Alat Pertanian Saldo sebelum koreksi Rp 223.953.00 .733.00 Saldo setelah koreksi Rp 3) Bangunan Air (Irigasi) Saldo sebelum koreksi Rp 15.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (220.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (151.251.000.118.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (873.000.880.372.950.052.725.000.000.00 137.420.00 238.00 Saldo setelah koreksi Rp 7) Alat Angkutan Saldo sebelum koreksi Rp 63.031.40 15.500.176.804.481.942.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (414.00) Saldo setelah koreksi Rp 8) Alat Bengkel Saldo sebelum koreksi Rp 1.134.00 Saldo setelah koreksi Rp 2) Jalan dan Jembatan Saldo sebelum koreksi Rp 317.00 2.692.878.000.40 Koreksi tambah (kurang) Rp 92.614.602.376.502.

658.172.750.00 14) Bangunan Dalam Pengerjaan Saldo sebelum koreksi Rp 6.859.000.000.000.338. Catatan Pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran Laporan Keuangan Daerah 1.113.00 11) Alat Studio dan Alat Komunikasi Saldo sebelum koreksi Rp 6.034.600.908.00 Saldo setelah koreksi Rp 13.087.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 1.000.963.00) Saldo setelah koreksi Rp 98.000.750.597. Pemerintah Kota Makassar bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya.035.772.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (45.000.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 3.00 Atas koreksi tersebut.830. 2.00 Koreksi tambah (kurang) Rp (2.904.500.072.579. Hal ini terlihat pada beberapa akun dalam Neraca .973.00 Saldo setelah koreksi Rp 8. Catatan Pemeriksaan Hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Daerah yang disajikan oleh Pemerintah Kota Makassar dapat diungkapkan minimal sebanyak 11 (sebelas) catatan pemeriksaan yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Kota Makassar dan DPRD Kota Makassar untuk meningkatkan kualitas laporan keuangannya.830.434.885.00 Koreksi tambah (kurang) Rp 45.00 Saldo setelah koreksi Rp 181.00) Saldo setelah koreksi Rp 4. Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 belum sepenuhnya mengambarkan struktur kekayaan Pemerintah Kota Makassar Hasil pemeriksaan atas Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah per 31 Desember 2004 menunjukkan bahwa struktur kekayaan Pemerintah Kota Makassar belum seluruhnya disajikan.425.3.925.705.00 13) Barang Bercorak Seni dan Budaya Saldo sebelum koreksi Rp 143.00 12) Buku / Perpustakaan Saldo sebelum koreksi Rp 135.863.10) Alat Kantor dan Rumah Tangga Saldo sebelum koreksi Rp 10.174.375.202.125.

Piutang Daerah Berdasarkan hasil konfirmasi kepada beberapa dinas/unit kerja pengelola pendapatan daerah di lingkungan Pemerintah Kota Makassar diketahui bahwa masih terdapat tunggakan pajak dan retribusi daerah sampai dengan 31 Desember 2004 belum terealisasi penerimaannya seluruhnya sebesar Rp1.244.Dinas Peleyanan Darurat dan Pemadam Kebakaran sebesar Rp15.00 c. Dari jumlah tersebut terdapat piutang lain-lain yang belum disajikan dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp190.500.00.334.500.00.797. d.970.660.00.000.00 b.980.129.438. Piutang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) . b. BPR) sebesar Rp601.Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD. 3) Piutang Lain-lain Berdasarkan pemeriksaan atas bukti-bukti penerimaan daerah Tahun Anggaran 2004 dijumpai jumlah piutang lain-lain seluruhnya sebesar Rp495.517.711.407.282.012.Daerah yang belum dicatat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dengan rincian sebagai berikut : a. terdiri dari : a.175. Piutang Pajak Restoran sebesar Rp203.00 2) Piutang Retribusi Daerah Hasil konfirmasi pada beberapa dinas/unit kerja pengelola retribusi daerah diperoleh data jumlah tunggakan retribusi daerah per 31 Desember 2004 yang belum dicatat sebagai piutang daerah dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp659.00 dengan rincian sebagai berikut : . Piutang Retribusi Pasar .Perusahaan Daerah Pasar Makassar Raya sebesar Rp15.697.720. Piutang Retribusi Tempat Rekreasi Dinas Pariwisata sebesar Rp27.193.00. terdiri dari : 1) Piutang Pajak Daerah. Piutang Pajak Hotel sebesar Rp166.360.00.473.413.00 c. terdiri dari : a.159. Data tunggakan yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar menunjukkan jumlah tunggakan pajak daerah per 31 Desember 2004 yang belum dicatat sebagai piutang daerah dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp394.62.00.360. Piutang Retribusi Alat Pemadam Kebakaran . Piutang Pajak Hiburan sebesar Rp23.

000. Putra-Putra Nusantara untuk Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp133. b.000.000. Sub Bagian Pembukuan belum mencatat sebagai piutang daerah dalam Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.174.000.00 sebagai Rp120.000.00 dengan rincian sebagai berikut : .000. Putra-Putra Nusantara selaku pelaksana pengelola Pulau Kayangan diwajibkan membayar royalti penggunaan Pulau Kayangan kepada Pemerintah Kota Makassar setiap tahun selama periode 25 tahun seluruhnya sebesar Rp13.00. b.000.669. Hasil konfirmasi pada dinas/unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Makassar diperoleh data tentang jumlah persediaan bahan pakai habis/material yang sampai dengan 31 Desember 2004 belum dimanfaatkan seluruhnya sebesar Rp262.000. Piutang Royalti Berdasarkan Laporan Realisasi Penerimaan Daerah Tahun Anggaran 2004 khususnya Retribusi Tempat Wisata diketahui bahwa jumlah realisasi penerimaan dalam Tahun Anggaran 2004 adalah sebesar Rp369. Adapun jumlah royalti yang belum diterima oleh belum Pemerintah dicatat Kota – Makassar royalti sebesar dalam Rp13.00 piutang Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004. Persediaan Bahan Pakai Habis/Material Dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 yang disusun oleh Sub Bagian Pembukuan belum menyajikan persediaan bahan pakai habis/material.00 Rp133.00.000.00 dan tahun 2004 sebesar Rp133.00 yang diperoleh dari penyimpanan retribusi daerah pada PD. 27/PPN-KPPK/X/03 tanggal 30 Oktober 2003 disepakati bahwa PT.000.000. Jasa Giro Hasil pemeriksaan atas rekening penerimaan pada PD.00 dicatat sebagai penerimaan Retribusi Tempat Wisata oleh Dinas Pariwisata yang seharusnya merupakan penerimaan royalti.833. BPR belum disetor ke Kas Daerah dan sampai dengan per 31 Desember 2004.416.a.000.000.PERTA/DIPARDA dan No.00) (Rp13. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama tentang kontrak penggunaan Pulau Kayangan antara Pemerintah Kota Makassar dengan PT. Penelusuran lebih lanjut atas bukti-bukti penerimaan diperoleh bukti penerimaan royalti dari PT. 666.000. diketahui terdapat jasa giro sebesar Rp42.517. BPR.334.000. Jumlah royalti yang telah jatuh tempo tahun 2003 adalah sebesar Rp120.000. Putra-Putra Nusantara No.1/023/S.669.585.00.000.

Persediaan ATK pada Dinas Pendapatan Daerah senilai Rp9.00 dengan rincian sebagai berikut : a) Persediaan karcis pada Dinas Pendapatan Daerah yang belum disalurkan kepada PD. Terminal yaitu Retribusi bus cepat dan bus antar kota (Retribusi Terminal) seluruhnya senilai Rp10.811.000. Persediaan ATK pada Dinas Perhubungan senilai Rp218.00 h.500. Investasi Jangka Panjang Berdasarkan Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 diketahui jumlah Investasi Jangka Panjang-Investasi Aset Daerah yang dipisahkan adalah senilai Rp290.972. Persediaan ATK pada Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kota Makassar senilai Rp20. Pasar senilai Rp4.00.15.500.00 c.500.875.000.000. Pada Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kota Makassar telah melakukan penilaian kembali atas penyerahan aset kepada PD Terminal Makassar Metro dan diketahui bahwa jumlah jumlah .461.900.670.187.927. Persediaan ATK pada Dinas Pariwisata senilai Rp147.953.00 e.00 d) Persediaan karcis retribusi tempat wisata pada Dinas Pariwisata senilai Rp2.537. Persediaan ATK pada Dinas Bina Marga senilai Rp2.00 c.434.500.00 3) Persediaan Alat Tulis Kantor (ATK) Persediaan ATK yang tersisa sampai dengan 31 Desember 2004 dan belum digunakan pada dinas/unit kerja seluruhnya senilai Rp39.947.000. Persediaan ATK pada Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran senilai Rp2.160.400.00 b.262.825. sisa karcis yang belum terpakai sampai dengan 31 Desember 2004 seluruhnya senilai Rp20. Persediaan ATK pada Dinas Cipta Karya senilai Rp1.000.953.732.00 dengan rincian sebagai berikut : a.00 f.140.00 b) Persediaan karcis Retribusi Izin Trayek pada Dinas Perhubungan senilai Rp3.00 c) Persediaan karcis retribusi pasar pada PD.936.00 d.037.500. Persediaan ATK pada Badan Pengawas Daerah senilai Rp1.00 g. 2) Persediaan benda berharga Persediaan karcis (benda berharga) pada dinas/unit kerja yang mengelola pendapatan khususnya retribusi daerah yang pelaksanaan pemungutannya menggunakan karcis.1) Persediaan obat-obatan Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan yaitu persediaan obat-obatan yang disimpan pada gudang farmasi dan belum dimanfaatkan sampai dengan 31 Desember 2004 adalah senilai Rp202.

00.730.00.00 .087. terdiri dari : 1) Pembangunan puskesmas keliling di atas air Dinas Kesehatan senilai Rp220. yang terdiri dari : 1) Utang Belanja Terdapat utang belanja kegiatan tahun anggaran lalu yang belum dicatat sebagai kewajiban Pemerintah Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp12. d.953.595. Aktiva Lain-lain . e.00.242. 4) Pembangunan saluran primer/sekunder dan paving blok yang dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya senilai Rp454.Bangunan Dalam Pengerjaan Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 belum menyajikan nilai bangunan dalam pengerjaan seluruhnya senilai Rp8.872. 2) Pembangunan krisis center PKM Tamalanrea Dinas Kesehatan senilai Rp395.912.953.609. 6.909.740.00 (Rp68.47.830. penambahan investasi senilai Rp28.601.00.00.909.172.601.40 terdiri dari : a) Utang belanja Sekreretariat Daerah yaitu kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2004 namun belum dibayar sampai dengan akhir tahun anggaran sebesar Rp87. Penjelasan tentang Bangunan Dalam Pengerjaan diuraikan selengkapnya dalam Catatan Pemeriksaan No. Utang Jangka Pendek Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 belum menyajikan jumlah utang jangka pendek Pemerintah Kota Makassar seluruhnya senilai Rp38.880.451.043. 5) Pembangunan gedung menara (tower) kantor Walikota Makassar dan gedung perparkiran Balaikota Makassar yang dilaksanakan secara For Finance Sharing sampai dengan 31 Desember 2004 berdasarkan realisasi fisik yang telah dikerjakan sebesar 18. .034.109.509.Rp40.00.942.482.942. 3) Pembangunan gedung tempat kerja Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran Sektor Biringkanaya senilai Rp104.451.00.250. Investasi Aset Daerah Yang Dipisahkan pada PD.872.423. Dalam Neraca.200.500.00.364.110. Terminal Makassar Metro masih dicatat senilai Rp40.00.000.00) belum disajikan dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.885.859.482.aset yang telah diserahkan senilai Rp68.65% atau senilai pembangunan Rp6.

40. c) Utang belanja pembangunan Menara (Tower) Balaikota Makassar senlaii Rp6.991. f. 17 Pebruari 1982 senilai Rp328.70. c) Depkeu SLA.790.348.00.913.859.883.000.524. 3) Utang Pemerintah Pusat Pada Tahun Anggaran 2004 terdapat saldo Utang Jangka Panjang senilai Rp67.07 terdiri dari : a) Depkeu SLA.00.882. 7.000.118.159/DDI84 Tgl 19 Nopember 1984 (Urban V/Ex IBRD Loan No. PPh pasal 21 dan PPh Pasal 22 yang belum disetor ke Kas Negara seluruhnya sebesar Rp476.2408-IND) senilai Rp13. 17 Desember 1987 (Cargo Terminal) senilai Rp10. b) Utang PPh Pasal 21 Pemegang Kas Kecamatan Makassar sebesar Rp595. Dari jumlah tersebut dapat diketahui bahwa terdapat utang jangka panjang yang sudah jatuh tempo sehingga dapat dikategorikan sebagai utang lancar (utang kepada pemerintah pusat) senilai Rp25. Uraian selengkapnya pada catatan pemeriksaan No. c) Utang PPN dan PPh Pasal 21 dan 22 Pemegang Kas Sekretariat Daerah Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp432.243.615.00.500.75.548.62.00.00.885.397.12/009/IBRD/PP Tgl 3 Juli 1979 (Urban III/Ex IBRD Loan No.177.661.000.871.1653-IND) senilai Rp1.800.000. d) Depkeu RDI-185/DDI/1987 Tgl.000.996.283. b) Depkeu (Ex Inpres Pasar) Tgl. 2) Utang Pajak Terdapat utang Pemerintah Kota Makassar berupa utang PPN.00 telah disetor ke Kas Daerah namun belum disetor ke Kas Negara. e) Utang belanja atas pekerjaan pembangunan mess Pemerintah Daerah Kota Makassar di Jakarta senilai Rp466.00 d) Utang belanja atas pekerjaan peningkatan jalan poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kota Makassar senilai Rp3.873.061.00.947.33.174.b) Utang belanja Dinas Cipta Karya atas belanja pemeliharaan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2004 namun belum dibayar sampai dengan akhir tahun anggaran sebesar Rp1. Ekuitas Dana Donasi Berdasarkan Laporan Hasil Apraizal atas asset Pemerintah Kota Makassar yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2004 diketahui jumlah asset daerah .292.829.448.396. terdiri dari : a) Utang PPN dan PPh Pasal 21 Pemegang Kas Sekretariat DPRD seluruhnya sebesar Rp43.700.

291. b.195.040. Akibat yang ditimbulkan dari permasalahan tersebut di atas adalah : a.054. Keadaan tersebut bertentangan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan. Permasalahan tersebut disebabkan oleh : a. hutang.427. b. Dinas/unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Makasar tidak melaporkan datadata kekayaan daerah yang dikuasai dan dimilikinya pada akhir tahun anggaran.00. Kepala Bagian Keuangan Setda Kota Makassar menyatakan hal tersebut akan dicatat dan disajikan dalam Neraca Daerah. serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundangundangan. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.seluruhnya senilai Rp3. b.dan ekuitas dana yang dimiliki pemerintah daerah pada akhir periode akuntansi. Dari jumlah asset tersebut.000. Berkaitan dengan hal tersebut.506. Pelaporan keuangan harus menyajikan secara wajar dan mengungkapkan secara penuh kegiatan pemerintah daerah dan sumber daya ekonomis yang dipercayakan. dalam lampiran XXIX tentang Kebijaksanaan Akuntansi Umum menyebutkan bahwa: a. Pengguna laporan keuangan tidak dapat memanfaatkan laporan keuangan untuk pengambilan keputusan dan/atau mengeluarkan kebijakan keuangan Pemerintah Kota Makassar. dalam pelaksanaan Tahun Anggaran 2005 akan diupayakan penyempurnaannya dengan . Laporan Keuangan Neraca Daerah yang belum menggambarkan struktur kekayaan Pemerintah Kota Makassar dapat mempengaruhi kewajaran laporan keuangan. Kurangnya koordinasi antara Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Makassar dengan dinas/unit kerja dalam hal penyusunan Laporan Keuangan Neraca. dimana posisi keuangan daerah adalah keadaan aktiva.Diinvestasikan dalam asset tetap. Tujuan neraca adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan daerah pada saat tertentu. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.00 dan telah diakui dan dicatat sebagai Ekuitas Dana Umum . diketahui bahwa terdapat asset yang diperoleh dari hibah atau donasi pihak ketiga yang belum dicatat dalam Ekuitas Dana Donasi seluruhnya senilai Rp4.

b.Bagian Penyusunan Program i. Retribusi Penggalian Jalan . BPR yaitu : a.membangun dan melengkapi sistem pelaporan di seluruh entitas untuk memungkinkan data yang berkaitan dengan akun-akun Neraca. Retribusi Infokom . 2.000.00 dan Jasa Giro sebesar Rp42. Meningkatkan koordinasi seluruh unit kerja dalam hal penyusunan Laporan Keuangan.517. Retribusi Izin Trayek . Retribusi Izin Usaha Jasa Konstruksi .Dinas Tenaga Kerja secara tertulis kepada seluruh Kepala Dinas/Unit Kerja melaporkan data-data kekayaan daerah yang dikuasai dan dimiliki pada akhir Mekanisme pemungutan retribusi tersebut adalah sebagai berikut : a. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan . j.Dinas Bina Marga g. Terdapat penerimaan Retribusi IMB sebesar Rp601. Pemberian izin kepada pemohon dilakukan terlebih dahulu melalui proses kajian teknis oleh dinas/unit kerja fungsional.413. BPR melalui loket yang tersedia pada Kantor Pelayanan Perizinan. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar : a.Dinas Pariwisata e. Retribusi Tempat Rekreasi dan Retribusi Penyeberangan di atas air . Retribusi Pelataran . Penyelesaian administrasi perizinan dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Perizinan yang selanjutnya menyampaikan kepada pemohon melalui jasa kantor pos atau cara lain yang isinya memuat bahwa berkas pemohon telah diteliti dan memenuhi syarat untuk diterbitkan izinnya dan yang bersangkutan diundang untuk memenuhi kewajibannya menyetor ke dalam rekening PD. Retribusi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) .334. BPR) Berdasarkan hasil pemeriksaan atas realisasi penerimaan daerah yang dituangkan dalam Rancangan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004.Dinas Informasi dan Komunikasi h.Dinas Perhubungan f. Memerintahkan tahun anggaran. . b. Retribusi Izin Industri dan Perdagangan . penyetoran penerimaannya ke Kas Daerah melalui PD.Kantor Pelayanan Perizinan c. Bank Perkreditan Rakyat (PD.Dinas Pendapatan Daerah Retribusi Tenaga Kerja .Dinas Tata Bangunan b.00 yang mengendap pada PD.Dinas Perindustrian dan Perdagangan d. diketahui bahwa terdapat retribusi daerah sebanyak 10 (sepuluh) jenis retribusi yang dikelola oleh dinas/unit kerja fungsional Kota Makassar.

Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.334.517. Hal ini disebabkan kondisi keuangan PD. BPR menyetorkan ke Kas Daerah dengan menggunakan Surat Tanda Setoran (STS) secara berkala dan kolektif. BPR mengakui hal tersebut di atas dan menanggapi bahwa secara umum peranan PD.000. Pasal 40 ayat (2) yang menyatakan bahwa Satuan Pemegang Kas wajib menyetor seluruh uang yang diterimanya ke bank atas nama rekening Kas Daerah paling lambat satu hari kerja sejak saat uang kas diterima. Pelaksanaan pemungutan retribusi seperti yang telah diuraikan diatas diatur dengan Surat Keputusan Walikota Makassar No. BPR.00) tidak dapat digunakan tepat waktu untuk membiayai belanja daerah. tanggal 25 Januari 2002 tentang Penetapan Kembali Tata Cara Pemberian Izin Dalam Kota Makassar. Bank Perkreditan Rakyat yang sangat minim sehingga dana Daerah Pemerintah Kota Makassar digunakan sebagai modal kerja perusahaan. PD. Pemerintah Kota Makassar telah mengeluarkan Peraturan Walikota Nomor 14 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pemberian Izin Pada Pemerintah Kota Makassar yang antara lain mengatur bahwa penyetoran penerimaan retribusi daerah tidak lagi melalui PD.00 (Rp601. BPR setiap bulan.517.000.334.03 Tahun 2002. Pihak Direksi PD. meskipun pada akhir Tahun Anggaran 2003 seluruh hasil penerimaan daerah disetorkan ke Kas Daerah. BPR ke Kas Daerah pada bulan berjalan.413.747.00 yang telah diperoleh PD. masih terdapat penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebesar Rp601. BPR yaitu memberikan bantuan kredit mikro kepada pengusaha kecil dengan syarat dan bunga yang lebih rendah dibanding dengan bank . Permasalahan tersebut di atas tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.c.00 + Rp42. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan. Mekanisme pemungutan dan penyetoran retribusi tersebut di atas masih dilaksanakan selama Tahun Anggaran 2004 sehingga pengendapan penerimaan masih terjadi pada tahun anggaran 2004 dan sampai dengan 31 Desember 2004.413.517. Namun dalam Tahun Anggaran 2005. BPR dari simpanan penerimaan retribusi daerah sampai dengan tanggal 31 Desember 2004 belum disetor ke Kas Daerah. sehingga terdapat penerimaan daerah yang mengendap pada PD.00 dan jasa giro sebesar Rp42. Hasil pemeriksaan terdahulu (pemeriksaan atas Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2003) menunjukkan bahwa hasil penerimaan retribusi daerah setiap bulan tidak seluruhnya disetor oleh PD. Akibatnya penerimaan daerah seluruhnya sebesar Rp643. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

umum lainnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.412.750.580. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap realisasi PAD per komponen penerimaan.000.747. Penerimaan dari pemerintah pusat sebesar Rp2.00.00 atau sebesar 5.00 berupa restitusi kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) disajikan sebagai komponen Penerimaan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Makassar menganggarkan penerimaan daerah yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp78. diketahui bahwa terdapat penerimaan yang berasal dari restitusi PPh 21 telah dianggarkan dan dicatat untuk kemudian disajikan dalam Rancangan Perhitungan APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 sebagai bagian penerimaan yang berasal dari PAD yakni Lain-lain PAD yang sah dengan nilai keseluruhan sebesar Rp2. target PAD direvisi menjadi sebesar Rp82. berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 tanggal 1 September 2004.651.477. 3.00 berdasarkan Surat Ketetapan Lebih Bayar (SKLB) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Nomor 00003/401/01/801/03 tanggal 30 Desember 2002 sebesar Rp4.684.140.330.266.310.00 sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2004 tentang Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 tanggal 15 April 2004. b.00. Mengupayakan perbaikan kondisi keuangan PD BPR agar dapat memenuhi misinya.413.00 dan SKLB Nomor 00009/401/02/801/03 tanggal 10 September .00 ke Kas Daerah. Namun dalam perjalanannya PD. Selanjutnya.500. BPR masih kekurangan modal kerja sehingga dana Pemerintah Daerah Kota Makassar yang disimpan dalam rekening PD.626.804.791.538.626.962. Mengenai pengendapan penerimaan retribusi IMB sebesar Rp601.263. Menegur secara tertulis Direktur PD BPR karena dengan sengaja tidak menyetorkan penerimaan daerah secara tepat waktu dan agar segera menyetorkan dana seluruhnya sebesar Rp643. atau mengalami kenaikan sebesar Rp4.15%.517.684. BPR digunakan untuk menambah modal kerja perusahaan. Penelusuran lebih lanjut atas penerimaan restitusi PPh 21 tersebut diketahui bahwa jumlah restitusi PPh 21 yang akan diterima dari pemerintah pusat (piutang kepada pemerintah pusat) seluruhnya sebesar Rp9.194.00 pada akhir Tahun Anggaran 2004 dilakukan karena adanya penarikan dana yang cukup besar oleh PDAM Kota Makassar sehingga dana tersebut digunakan untuk menutupi kekurangan modal kerja perusahaan.194. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar : a.

namun demikian penganggaran untuk penerimaan yang sejenis dengan restitusi ini akan menjadi perhatian bagi kami pada masa yang akan datang. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002. .2003 sebesar Rp4. penerimaan restitusi PPh 21 tersebut telah diterima seluruhnya oleh Pemerintah Kota Makassar.684. yaitu lebih besar sebesar Rp2.00. Akibatnya PAD Pemerintah Kota Makassar menjadi tidak riil.194. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada lampiran XXIX. Sampai dengan 31 Desember 2004.272. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Sedangkan pengakuan piutang adalah pada saat akhir periode akuntansi berdasarkan jumlah kas yang akan diterima dan jumlah pembiayaan yang telah diakui dalam periode berjalan. definisi piutang adalah hak atau klaim kepada pihak ketiga yang diharapkan dapat dijadikan kas dalam satu periode akuntansi.762. Kepala Bagian Keuangan Setda Kota Makassar menyatakan penganggaran Restitusi PPh 21 pada Lain-lain PAD Yang Sah disebabkan penerimaan tersebut merupakan bagian dari kelebihan pembayaran subsidi Tunjangan PPh Gaji PNS Pemerintah Kota Tahun Anggaran sebelumnya. Kondisi seperti ini bertentangan sifat penerimaan restitusi PPh 21 yang berasal dari pemerintah pusat atas kelebihan pembayaran PPh 21 yang terjadi akibat perubahan tarif dari 15% menjadi 5% setiap bulannya. Hal ini disebabkan Kepala Sub Bagian Anggaran Kota Makassar menganggap bahwa penerimaan restitusi PPh 21 merupakan bagian dari kelebihan pembayaran subsidi Tunjangan PPh Gaji PNS Pemerintah Kota Tahun Anggaran sehingga menganggarkan penerimaan restitusi PPh 21 tersebut pada Lain-lain PAD Yang Sah. sehingga seharusnya pengakuan piutang PPh 21 dilakukan pada saat keluarnya SKLB dan penerimaannya dicatat sebagai pembiayaan penerimaan piutang dari pemerintah pusat.686.626. tentang Pedoman Pengurusan.00. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar memerintahkan secara tertulis kepada Kepala Sub Bagian Anggaran Setda Kota Makassar agar lebih cermat dalam melakukan penganggaran.

00 belum dilakukan pembayaran.825.013.145. Pembayaran biaya listrik PJU kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilakukan dengan cara dikompensasikan dengan penerimaan PPJ yang diterima dari PLN dimana setiap bulannya penerimaan PPJ masih lebih besar dibandingkan dengan biaya listrik PJU (surplus).979. Desember 2004 atas nama PT. Dalam Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kota Makassar dhi.145. Terdapat tagihan listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) PT.500.377.000.515.4.d.00 dengan rincian sebagai berikut : 1) Rekening tagihan bulan Januari 2004 sebesar 2) Rekening tagihan bulan Februari 2004 sebesar 3) Rekening tagihan bulan Maret 2004 sebesar Rp 1. Duta Niaga Jumantara pada tiang lampu jalan yang terletak di Jl. Bukti kuitansi tagihan listrik yang telah dilakukan pembayaran oleh PT.022.000. PLN (Persero) Wilayah VII Cabang Makassar pada Pemerintah Kota Makassar.00 yang telah dikompensasikan dari penerimaan PPJ Pemerintah Kota Makassar. Penghibur dan Jl. PLN (Persero) Wilayah VII Cabang Makassar.d.000.00 dan telah terealisasi sebesar Rp14. PT. Adapun pencatatannya dilakukan melalui prosedur pencatatan Daftar Pembukuan Administratif (DPA).00.598.320.515. Jl. Datu Museng) Kota Makassar.d. Duta Niaga Jumantara seluruhnya sebesar Rp27.195.825. Duta Niaga Jumantara baru melakukan penyetoran/pembayaran ke Kas Daerah untuk tagihan bulan Januari s.00 dan telah terealisasi sebesar Rp25. Pemerintah Kota membayar biaya listrik PJU kepada PT. Duta Niaga Jumantara berdasarkan kontrak No.377.571.d. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut : a.892. Desember 2004 sebesar Rp14. Duta Niaga Jumantara seluruhnya sebesar Rp13.00 sedangkan alokasi anggaran belanja biaya listrik Penerangan Jalam Umum (PJU) sebesar Rp15.00 Rp 3. 510.1/ DCK/IV/2003 tanggal 23 April 2003 tentang pekerjaan pemasangan reklame PT. Juni 2004 seluruhnya sebesar Rp13.00 . Duta Niaga Jumantara sebesar Rp14. Somba Opu (Taman Safari s.970. Hasil pemeriksaan bukti-bukti DPA yaitu daftar tagihan listrik PJU dari PT. sehingga PT.000.000.115. Duta Niaga Jumantara mempunyai kewajiban membayar tagihan listrik reklamenya kepada Pemerintah Kota Makassar. Untuk pembayaran listrik atas kedua titik lampu jalan tersebut. Kepala Dinas Cipta Karya telah melakukan kontrak dengan PT.12/125. sedangkan untuk tagihan bulan Juli s.772.00 Rp 4.682.564.00 yang dikompensasikan dengan pembayaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Pemerintah Kota Makassar Berdasarkan Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 diketahui bahwa Pemerintah Kota Makassar mengalokasikan anggaran pendapatan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar Rp22. diperoleh bukti-bukti pembayaran listrik bulan Januari 2004 s.00.000.

409. Somba Opu (Taman Safari s. Bukti kuitansi tagihan listrik yang belum dilakukan pembayaran oleh PT. Terhadap temuan BPK dijelaskan bahwa untuk keterlambatan pembayaran kepada pihak ketiga (PT.555. Duta Niaga Jumantara yang tidak membayar tagihan biaya listriknya kepada PLN sesuai ketentuan.00 Rp 1. Duta Niaga Jumantara namun telah dibebankan pada penerimaan PPJ Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp14.00 Dengan demikian PT.350. b.d.825.377.00. Menagih PT Duta Niaga Jumantara untuk segera menyetor ke Kas Daerah minimal sebesar Rp14.00 5) Rekening tagihan bulan November 2004 sebesar Rp 2. Penerimaan PPJ yang tercatat pada Laporan Realisasi Penerimaan Tahun Anggaran 2004 tidak riil dan dapat mempengaruhi kewajaran pelaporan keuangan. Meninjau kembali perjanjian kerja sama dengan PT Duta Niaga Jumantara.546.230.00 Rp 1.377. Datu Museng) Kota Makassar.00 Rp 0.140.00 3) Rekening tagihan bulan September 2004 sebesar Rp 5.00 Rp 1. Duta Niaga Jumantara) berhubungan langsung dengan PLN mengenai pembayaran rekening PJU setiap bulannya atas dua titik lampu reklame yang terletak di Jl.1/DCK/IV/2003 tanggal 23 April 2003 Pasal 5 ayat (3) yang menyatakan Pihak Kedua (PT.126.12/125.140.380. Kondisi tersebut mengakibatkan : a. Duta Niaga Jumantara atas pembayaran biaya listrik Penerangan Jalan Umum yang telah dikompensasi dari penerimaan Pajak Penerangan Jalan. Duta Niaga Jumantara masih berkewajiban membayar biaya tagihan listrik atas pemasangan reklamenya kepada Pemerintah Kota Makassar sebesar Rp14.377. Keadaan tersebut tidak sejalan dengan Surat Perjanjian/Kontrak No.825. Terjadi kerugian daerah sebesar Rp14.275.040. Penghibur dan Jl. Duta Niaga Jumantara (piutang lain-lain).00 a. PT. b. .n.825.922.000.00 b.00 6) Rekening tagihan bulan Desember 2004 sebesar Rp 2. Duta Niaga Jumantara) pada PJU akan segera diselesaikan oleh yang bersangkutan.546. dengan rincian sebagai berikut : 1) Rekening tagihan bulan Juli 2004 sebesar 2) Rekening tagihan bulan Agustus 2004 sebesar 4) Rekening tagihan bulan Oktober 2004 sebesar Rp 2.000.377.00 dan oleh Pemerintah Kota Makassar diakui dan dicatat sebagai piutang kepada PT.00. 510.4) Rekening tagihan bulan April 2004 sebesar 5) Rekening tagihan bulan Mei 2004 sebesar 6) Rekening tagihan bulan Juni 2004 sebesar Rp 1. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar : a. Hal tersebut disebabkan adanya unsur kesengajaan PT.088.825.

Atas dasar surat tersebut.750.700.024/ 1377. Kedua jenis asset tersebut belum diakui dan dicatat sebagai aktiva tetap dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004.000.000. Haji Kalla berdasarkan Berita Acara Serah Terima Kendaraan No.A/A/XII/2004 tanggal 20 Desember 2004 serta Berita Acara Penyerahan Barang No. 2) Pengadaan 1 (satu) set mic komprensi sebesar Rp49.00 dan telah direalisasikan seluruhnya atau 100%.A/A/XII/2004 tanggal 29 Desember 2004.Belanja Administrasi Umum Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp4. Terdapat asset daerah seluruhnya senilai Rp2.973/247/SP/Dipenda tanggal 26 Oktober 2004 antara lain menyebutkan bahwa Walikota Makassar memerintahkan untuk 10% (sepuluh persen) peruntukannya diarahkan untuk kegiatan pendataan.00 sesuai bukti kuitansi No. yang diadakan melalui belanja barang dan jasa belum dicatat sebagai barang inventaris dalam Daftar Aktiva Tetap seluruhnya senilai Rp189.02762 tanggal 29 Desember 2004 dan SPK No.00. Pembelian mobil tersebut dibayarkan melalui Pengisian Kas (PK).750.5.967.718.A/A/XII/2004 tanggal 27 Desember 2004 yang dilaksanakan oleh NV.00 serta Fasum dan Fasos yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar belum disajikan dalam Neraca Daerah Berdasarkan hasil pemeriksaan secara sample atas Surat Pertanggungjawaban Pemegang Kas pada Dinas/unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 ditemukan beberapa barang inventaris kantor dan inventaris rumah tangga. .000. Abdi Nusantara Perkasa sesuai kuitansi No.60/XII/ ANP/2004 tanggal 29 Desember 2005 dan nota pesanan barang No. Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar Dalam Tahun Anggaran 2004 Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar mengalokasikan dana Insentifikasi/Ekstensifikasi dan Koordinasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada rekening Belanja Publik .00 yang dilaksanakan oleh CV. Pembelian mic komprensi tersebut juga dibayarkan melalui Pengisian Kas (PK).000.024/1377. Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar melakukan pengadaan/pembelian asset sebanyak 2 jenis seluruhnya sebesar Rp139.000. penyuluhan dan pengadaan sarana dan prasarana penunjang pengelolaan PBB Kota Makassar.990/1365. Berdasarkan Surat Perintah dari Walikota Makassar No.500. terdiri dari : 1) Pembelian 1 (satu) unit mobil Toyota Kijang pick up sebesar Rp90.750.714.520.00 yang terjadi pada : a.970/1380/A/XII/2004 tanggal 30 Desember 2004.

000. .Jasa pihak ketiga sebesar Rp50. Selain hal tersebut di atas.100. 2) Belanja pemeliharaan gedung kantor seluruhnya senilai Rp894.500.340.827.000.00.743. Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas SPJ Pemegang Kas pada dinas/unit kerja Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 khususnya pada rekening belanja pemeliharaan. Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran Penelusuran atas bukti pengeluaran belanja pemeliharaan yang dilaksanakan oleh Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran diketahui bahwa terdapat belanja pemeliharaan gedung tempat kerja Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran yang belum dikapitalisasi menambah nilai aktiva dalam Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 senilai Rp84.727.107.00. dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004 diketahui jumlah asset yang diperoleh dari belanja modal seluruhnya sebesar Rp59.00 dan telah terealisasi seluruhnya (100%).639.217.000.00 yaitu pada : 1) Belanja pemeliharaan rumah tangga yaitu pembelian barang inventaris sebanyak 39 jenis barang senilai Rp462.00.00. ditemukan adanya belanja barang inventaris dan belanja pemeliharaan asset yang seharusnya dikapitalisasi menambah nilai asset tersebut seluruhnya senilai Rp2.000.000.331.00 3) Belanja pemeliharaan rumah dinas seluruhnya senilai Rp750. Pemeriksaan atas bukti pengeluaran belanja tersebut diketahui bahwa pengeluaran untuk pemasangan jaringan LAN adalah pembelian komputer dan jaringannya sebesar Rp50. Sekretariat Daerah Kota Makassar Hasil pemeriksaan atas bukti pengeluaran belanja pemeliharaan pada Sekretariat Daerah Kota Makassar.000. terdiri dari : a. dialokasikan anggaran untuk pemasangan jaringan Local Area Network (LAN) pada rekening Belanja Operasional dan Pemeliharaan . b.500.b. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Berdasarkan DASK Bappeda Tahun Anggaran 2004.069.062. Dalam Rancangan Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.500.000. barang inventaris tersebut belum diakui dan belanja pemeliharaan belum dikapitalisasi menambah nilai aktiva dalam Laporan Keuangan Neraca Pemerintah Kota Makassar.Belanja Barang dan Jasa . ditemukan adanya pembelian barang inventaris dan belanja pemeliharaan yang seharusnya dikapitalisasi menambah nilai aktiva seluruhnya senilai Rp2.00 yang seharusnya dicatat sebagai asset daerah dalam Daftar Aktiva pada Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.00.

217.500.000.c. Dinas Pariwisata Penelusuran dilaksanakan Keuangan oleh atas bukti pengeluaran belanja pemeliharaan terdapat seluruhnya yang belanja senilai Dinas Daerah Pariwisata Tahun diketahui Anggaran bahwa 2004 pemeliharaan yang belum dikapitalisasi menambah nilai aktiva dalam Laporan Neraca Rp139.000. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a.00 Perincian pengadaan barang inventaris melalui belanja pemeliharaan dapat dilihat pada Lampiran 6. biaya pemeliharaan tersebut seharusnya dianggarkan sebagai belanja modal sehingga pada akhir tahun dicatat dalam jurnal korolari sebagai aktiva tetap dalam Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.750. Daftar fasum dan fasos yang sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar namun belum diapraizal dapat dilihat pada Lampiran 6.00.478.331.00 dan asset yang diperoleh dari biaya pemeliharaan yang dapat dikapitalisasi menambah nilai aktiva seluruhnya senilai Rp2. Dalam APBD.00 2) Pemeliharaan makam Raja-raja Tallo senilai Rp49. Pemerintah Kota Makassar juga telah menerima fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) dari developer perumahan di lingkup Kota Makassar sebanyak 8 developer dengan jumlah fasum dan fasos sebanyak 14 lokasi di Kota Makassar. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan.000.00. Raxindo Wardana dalam Tahun Anggaran 2004 belum termasuk fasum dan fasos tersebut sehingga belum dapat disajikan dalam Laporan Keuangan Neraca Daerah.788. 2) Lampiran XXIX tentang Kebijakan Akuntansi yang menyebutkan : . dan dicatat dalam Daftar Aset Daerah sesuai ketentuan. Keputusan Menteri Dalam Negeri No.500. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. terdiri dari asset yang diperoleh dari belanja barang dan jasa senilai Rp189.00 terdiri dari : 1) Renovasi bangunan Musium Kota Makassar senilai Rp89.690.967. Hasil penilaian atas asset daerah (apraizal) Pemerintah Kota Makassar yang dilaksanakan oleh PT. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah : 1) Pasal 65 ayat (1) menyatakan bahwa seluruh barang yang pengadaannya atas beban APBD wajib dibukukan kedalam rekening Aset Daerah yang berkenaan. Dengan demikian jumlah asset daerah Pemerintah Kota Makassar yang belum dicatat dalam Daftar Aktiva Tetap seluruhnya senilai Rp2.000.520. Selain hal tersebut di atas.

a) Aktiva tetap dapat diperoleh dari dana yang bersumber dari sebagian atau seluruh APBD melalui pembelian.500. gedung. b. Pengembangan aktiva tetap diharapkan akan memperpanjang usia aktiva tetap.00 serta fasum dan fasos yang belum tercatat dalam daftar aktiva tetap akan mempengaruhi kewajaran laporan keuangan kota Makassar. 3) Pasal 55 ayat (2) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran dilarang melakukan pengeluaran-pengeluaran atas beban Belanja Daerah untuk tujuan lain dari pada yang ditetapkan. Biaya penambahan akan dikapitalisasi dan ditambahkan pada harga perolehan aktiva tetap yang bersangkutan. dan Koordinasi PBB bukan untuk pengadaan . Perolehan aktiva sebesar Rp2. meningkatkan efisiensi dan/atau menurunkan biaya pengoperasian aktiva tetap. meubelair dan perlengkapan serta buku-buku perpustakaan. instalasi dan jaringan. b.967. Dokumen Anggaran Satuan Kerja (DASK) Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar Tahun 2004 menguraikan bahwa biaya yang digunakan untuk Intensifikasi/Ekstensifikasi barang/jasa. b. jalan dan jembatan. Hal ini disebabkan : a. Biaya pengembangan akan dikapitalisasi ditambahkan pada harga perolehan aktiva tetap yang bersangkutan. Hal tersebut di atas dapat mengakibatkan : a. (2) Pengembangan aktiva adalah peningkatan nilai aktiva tetap karena meningkatnya manfaat aktiva tetap. pembangunan. b) Pengakuan aktiva : (1) Penambahan aktiva adalah peningkatan nilai aktiva tetap karena diperluas atau diperbesar. bangunan air. Kepala Sub Bagian Anggaran kurang cermat dalam menyusun anggaran belanja khususnya terhadap pembelian barang inventaris melalui belanja barang dan jasa serta belanja pemeliharaan yang seharusnya dianggarkan sebagai belanja modal. Aktiva tetap antara lain terdiri dari tanah. Penilaian asset daerah berupa fasum dan fasos yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar belum dilakukan. donasi dan pertukaran dengan aktiva lainnya. kendaraan.520. mesin dan peralatan. Membuka peluang penyalahgunaan kekayaan daerah khususnya terhadap aktiva tetap yang tidak tercantum dalam Neraca Daerah.

50% dari nilai kontrak senilai Rp523. Memerintahkan secara tertulis kepada Kepala Sub Bagian Anggaran untuk lebih cermat dalam menyusun anggaran belanja dan kepada seluruh Kepala Dinas/Unit Kerja agar lebih teliti dalam mengajukan RASK.110.880. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar : a.202.000. 6. Segera melakukan penilaian atas aset yang berada dalam penguasaan Pemerintah Kota dan mencantumkannya dalam Neraca Daerah. Realisasi pengeluaran sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar .00.1871/DKK /X/2004 tanggal 26 Oktober 2004 dan telah terealisasi sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar Rp220.500.087. diketahui bahwa terdapat proyek yang masih dalam pengerjaan seluruhnya senilai Rp8. Puncak Harapan berdasarkan Kontrak No. 024.00. 912/1723/DKK/X/2004 tanggal 1 Oktober 2004 dan telah terealisasi sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar Rp395. dengan rincian sebagai berikut : a. 2) Pembangunan krisis center PKM Tamalanrea Dinas Kesehatan yang dilaksanakan oleh CV.00 terdiri dari : 1) Pembangunan puskesmas keliling di atas air pada Dinas Kesehatan yang dilaksanakan oleh CV. Dan kepada unit kerja yang mengadakan pembelian barang inventaris namun belum tercatat dalam daftar inventaris. Mario Inti berdasarkan Kontrak No.126.034.830. 3) Pembangunan gedung tempat kerja Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran Sektor Biringkanaya yang dilaksanakan oleh CV.Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kota Makassar menyatatakan akan segera mencatat seluruh aset tersebut dan membuat laporan daftar pengadaan. 642. Thana Perdana berdasarkan Kontrak No.242.087.00 atau fisik sebesar 80% dari nilai kontrak senilai Rp250.1/050/405/Dipelda tanggal 16 September 2004.174. Terdapat bangunan dalam pengerjaan dalam seluruhnya Neraca Daerah sebesar Tahun Rp8. Proyek Tahun Anggaran 2004 yang sampai dengan 31 Desember 2004 belum selesai pekerjaannya dan akan dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2005 (Luncuran) seluruhnya sebesar Rp1.500.830. kami segera akan membuat surat teguran untuk menyusun laporan mutasi pengadaan barang baik belanja modal maupun belanja barang dan jasa.000.00.00 atau fisik sebesar 75.00 Anggaran 2004 belum disajikan Berdasarkan realisasi belanja daerah dalam Rancangan Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004.034. b.830.

.859.000.109.740. Adapun pembayarannya belum ada realisasi (0%) sehingga merupakan utang Pemerintah Kota kepada PT. Berdasarkan realisasi fisik pembangunan yang telah dikerjakan diperoleh data penyelesaian pekerjaan sebesar 18.134.885. Pembangunan gedung menara (tower) Balaikota Makassar dan gedung perparkiran Balaikota Makassar yang dilaksanakan secara Voor Finance shering sampai dengan 31 Desember 2004 oleh PT. Nuansacipta Realtindo Makassar. c. dimana posisi keuangan daerah adalah keadaan aktiva. b. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.Rp104.00 atau fisik sebesar 85% dari nilai kontrak sebesar Rp539.200. Keadaan tersebut tidak sejalan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan.94% dari nilai kontrak senilai Rp349.00. Realisasi pengeluaran sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar Rp454.00. Diah Teknik berdasarkan Kontrak No.9. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.7/DCK/VIII/04 tanggal 30 Agustus 2004. hutang dan ekuitas dana yang dimiliki pemerintah daerah pada akhir periode akuntansi. Nuansacipta Realtindo Makassar. Pelaporan keuangan harus menyajikan secara wajar dan mengungkapkan secara penuh kegiatan pemerintah daerah dan sumber daya ekonomis yang dipercayakan.250. serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundanganundangan. 4) Pembangunan saluran primer/sekunder dan paving blok Dinas Cipta Karya yang dilaksanakan oleh CV. Definisi Bangunan Dalam Pengerjaan adalah bangunan yang sampai dengan akhir periode akuntansi belum selesai pengerjaannya sehingga belum dapat digunakan.00.660. dalam lampiran XXIX tentang Kebijaksanaan Akuntansi Umum yang menyebutkan bahwa : a. d.000. 050/399. Proyek-proyek tersebut di atas bukan merupakan kewajiban Pemerintah Kota Makassar kepada rekanan pelaksana kegiatan karena telah direalisasikan pembayarannya sesuai dengan persentase fisik pekerjaan.65% atau senilai Rp6.00 atau fisik sebesar 48.000. Bangunan Dalam Pengerjaan diakui pada akhir periode akuntansi berdasarkan jumlah akumulasi biaya sampai dengan akhir periode akuntansi. b. Tujuan neraca adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan daerah pada saat tertentu.

Laporan kemajuan fisik pekerjaan yang dibuat oleh pengawas lapangan pada dinas/unit kerja tidak disampaikan kepada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Makassar. Pekerjaan pembangunan menara (tower) dan gedung perparkiran kantor Walikota Makassar senilai Rp6.768. Nuansacipta Realtindo sesuai surat No. sesuai ketentuan yang berlaku.034. Dalam Tahun Anggaran 2003 Walikota Makassar telah mengadakan perjanjian kontrak kerja sama bersyarat dengan PT.987. b.40.548. Berkaitan dengan hal tersebut dalam pelaksanaan Tahun Anggaran 2005 ini.859. Kepala Bagian Keuangan Setda Kota Makassar menyatakan akan mencatat bangunan dalam pengerjaan dalam Neraca Tahun Anggaran 2004. Kurangnya koordinasi antara Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Makassar dengan dinas/unit kerja pelaksana kegiatan yang pelaksanaan pekerjaannya masih dalam proses atau belum selesai 100% pada akhir tahun anggaran.40 tidak disajikan dalam Neraca Daerah Berdasarkan pemeriksaan atas realisasi belanja Tahun Anggaran 2004.768.00.885. diketahui terdapat pelaksanaan kegiatan proyek yang sampai dengan 31 Desember 2004 belum direalisasikan pembayarannya oleh Pemerintah Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp10.00 akan mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.830. Pemerintah Kota Makassar akan membangun suatu sistem pelaporan dan seluruh entitas yang memungkinkan data dan informasi yang berkaitan dengan “Bangunan dalam pekerjaan” ini dapat diperoleh dan disajikan dalam Neraca Tahun Anggaran bersangkutan.087. Terdapat utang kepada pihak ketiga atas pelaksanaan proyek Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp10. Hal tersebut disebabkan : a.361/050/DPRD/XI/2003 tanggal 11 November 2003. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar memerintahkan secara tertulis kepada seluruh Kepala Dinas/Unit Kerja agar melaporkan pelaksanaan pekerjaan pada akhir tahun anggaran kepada Bagian Keuangan sehingga dapat dicantumkan dalam akun yang tepat di Neraca Daerah.548.050/678/BPP tanggal 23 Juni 2003 tentang Proyek For Finance Sharing Pembangunan Menara dan Gedung Perparkiran Kantor Walikota Makassar dan telah disetujui DPRD Kota Makassar sesuai surat No. dengan rincian sebagai berikut : a.000. 7.Tidak tercatatnya bangunan dalam pengerjaan ke dalam Neraca Daerah seluruhnya senilai Rp8. .987.

00 4) Tahun Anggaran 2007 senilai Rp14. adalah sebagai berikut : 1) Tahun Anggaran 2004 senilai Rp12.481.885.073.000.00 Sehingga nilai kontrak untuk pekerjaan pembangunan menara dan gedung perparkiran kantor Walikota Makassar seluruhnya senilai Rp58. Selain itu terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI Perwakilan VII Makassar atas pelaksanaan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2003 dan 2004 dengan pokok dasar “Terdapat Pemborongan Pekerjaan Pembangunan Kantor Walikota dan Gedung Perparkiran Balaikota Makassar yang dilaksanakan secara Voor Finance Sharing dengan kelebihan perhitungan bunga sebesar Rp4. Tahun Anggaran 2007 yang besaran tiap tahunnya.65% x Rp36.042.543.159. Dari nilai kontrak tersebut terbagi atas beberapa pekerjaan.208. berdasarkan Laporan Mingguan bulan Desember 2004 yang dibuat oleh PT.00 Pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaksanaan pembangunan gedung menara yang sampai dengan saat pemeriksaan berakhir tanggal 12 Mei 2005 pekerjaannya masih berlangsung.319.859.208.045.439.50% atau dengan nilai Rp12. Nuansacipta Realtindo Makassar.945.00 2) Tahun Anggaran 2005 senilai Rp16.566.045. yaitu : 1) Pekerjaan Pembangunan Gedung Menara senilai Rp36.00) yang merupakan kewajiban Pemerintah Kota Makassar kepada PT.776.473.Berdasarkan Surat Perjanjian Bersyarat pada Pasal 5 ayat (1) menyatakan pembayaran pekerjaan tersebut dilaksanakan secara bertahap sesuai Memorandum of Agreement (MOA) antara Pemerintah Kota Makassar dengan PT. (belum dibayarkan).403.00 3) Tahun Anggaran 2006 senilai Rp15.765. Nuansacipta Realtindo Makassar dan disetujui oleh Kepala Dinas Cipta Karya selaku penanggung jawab pembangunan Menara dan Gedung Perparkiran diketahui bahwa laporan realisasi fisik per Desember 2004 mencapai 18.277.759.000 dan bunga Bank sebesar 15.982.045.873.704.465.65% sedangkan realisasi pembayaran 0. Nuansacipta Realtindo belum disajikan dalam Laporan Keuangan Neraca Daerah.760.00 yang terdiri dari fisik bangunan senilai Rp45.000. jika dihitung berdasarkan realisasi fisik yang telah dikerjakan senilai Rp6.000.53 tidak berdasarkan jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan dan pemborongan gedung senilai Rp865.213.00 2) Pekerjaan Gedung Perparkiran senilai Rp8.00%. BPK-RI telah merekomendasikan kepada Walikota .213.16 belum ada persetujuan dari DPRD Kota Makassar”.d.00.776. yaitu selama 4 (empat) tahun mulai Tahun Anggaran 2004 s.652.510. Adapun pembangunan gedung perparkiran dalam Tahun Anggaran 2004 belum dikerjakan.873.000.00 (18.

000. Dalam rangka merespon kepentingan masyarakat pada umumnya dan khususnya bagi warga masyarakat yang berdomisili pada kawasan BTP Kota Makassar. dimana ruas jalan utama tidak dapat bertahan lama sekalipun telah diadakan perbaikan dan mengingat struktur lahan yang sangat labil maka perlu ditingkatkan kualitas jalan pada titik-titik rawan tersebut guna meningkatkan daya tahan dan memperpanjang umur pemanfaatannya. namun sampai saat pemeriksaan berakhir pada tanggal 12 Mei 2005 temuan pemeriksaan BPK-RI tersebut di atas belum ditindaklanjuti.620/442/BM tanggal 24 Mei 2004 tentang usulan izin prinsip perbaikan jalan Perum Perumnas Bumi Tamalanrea Permai (BTP) yang menyatakan berdasarkan pertemuan pada tanggal 27 Desember 2003 yang dihadiri oleh pihak masyarakat BTP.53 dan pelepasan asset harus jelas dalam kontrak obyek dan nilainya. DPRD. Perum Perumnas dan Masyarakat BTP.277.473. Pekerjaan peningkatan jalan poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kota Makassar senilai Rp3. Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan dari DPRD.883.00.00. dimana salah satu kesimpulan rapat tersebut adalah mengenai biaya untuk perbaikan jalan tersebut dilakukan sharing antara pihak Perum Perumnas dengan pihak Pemerintah Kota Makassar dengan porsi pembiayaan untuk Perum Perumnas 50% dan untuk Pemerintah Kota Makassar 50% dari total anggaran yang dibutuhkan.543. Adapun biaya yang dibutuhkan agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dengan Voor Finance Sharing kepada pihak pelaksana adalah sebesar Rp5.765.548.661.000. BPK-RI juga merekomendasikan agar Pemerintah Kota Makassar melakukan penghapusan gedung kantor lama yang telah dibongkar senilai Rp865. 160/172/DPRD/2004 tanggal 17 Juni 2004 yang menyatakan pada prinsipnya menyetujui untuk . Hasil pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan rapat kerja pada Komisi D DPRD Kota Makassar yang dihadiri oleh Pemerintah Kota Makassar.16 dengan menerbitkan SK. Berdasarkan surat dari Pemerintah Kota Makassar tersebut maka DPRD Kota Makassar telah menindaklanjuti dengan surat No. Sehubungan dengan hal tersebut Pemerintah Kota Makassar membuat surat kepada Ketua DPRD Kota Makassar No.160.510.Makassar agar melakukan peninjauan kembali Surat Perjanjian Kerjasama Bersyarat Perparkiran tentang untuk Pembangunan kelebihan Gedung Kantor Walikota bunga dan Gedung sebesar perhitungan bank Rp4. Dinas Bina Marga dan Camat Tamalanrea yang telah membuat kesepakatan agar jalan utama BTP segera mendapat perbaikan oleh pihak pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Perum Perumnas. b. Selain itu.

000.Ayat (2) : Pihak masing-masing Rp2.987. b) Pada 2005.dilaksanakan dengan sistem Voor Finance Sharing.000.2/KONT/BM tanggal 26 Agustus 2004.00.580.000.000.000.00 Kedua menyerahkan kewajibannya kepada Pihak Pertama untuk melaksanakan perbaikan/peningkatan Ruas Jalan Utama Bumi Tamalanrea Permai (BTP) sebagai salah satu fasilitas umum. sedangkan nilai untuk perencanaan Detail Engineering Design (DED) dan pekerjaan pengawasan akan ditentukan kemudian diluar MOU. nilai kontrak sebesar Rp4.00 paling lambat pada bulan September Tahun Pihak Pertama melalui Kas Daerah Kota berikut : diserahkan sebesar Anggaran 2004 Makassar secara bertahap sebagai Rp1.Perja/BKS dan Nomor DIR. Jangka waktu Pelaksanaan Pekerjaaan selama 150 (seratus lima puluh) hari kalender.000.d.000.000.00. mulai tanggal 26 Agustus 2004 s. pihak Perum Perumnas telah menyetor dana kepada Kas Daerah Kota Makassar sebesar Rp1.160. untuk itu diminta kepada Pemerintah Kota Makassar dhi. Selanjutnya Pemerintah Kota Makassar dhi. Dinas Bina Marga untuk segera melaksanakan proses tender sesuai dengan aturan yang ditetapkan.000. 22 Januari 2005 telah dilakukan pembayaran sebesar Rp1. Dinas Bina Marga melakukan Pelelangan/Pemilihan/Penunjukan Langsung dengan 5 (lima) rekanan/ kontraktor adapun salah satu pemenangnya adalah PT.000. Sehubungan dengan hal tersebut maka Pemerintah Kota Makassar mengadakan Nota Kesepakatan Bersama (MOU) dengan Perum Perumnas sesuai Surat Nomor 620/16/S.00 sesuai Surat Tanda Setor (STS) tanggal 27 Desember 2004. Berdasarkan Nota Kesepahaman Bersama (MOU) tersebut.000.580. 2) Pasal 3 : . dengan Surat Perjanjian Pemborongan No.PROD/073/30VI/2004 tanggal 02 Juni 2004 dalam MOU tersebut antara lain menyatakan : 1) Pasal 2 ayat (2) menyatakan nilai pekerjaan fisik adalah Rp5.00 paling lambat pada bulan September .000.050/245.00 Tahun Anggaran 2004 diserahkan sebesar Rp1. Nugraha Tanamal.000.572.000. dan untuk kepentingan tersebut Pihak Kedua menyerahkan biaya sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini pada a) Pada 2004.000.Ayat (1) : Pihak Pertama dan Pihak Kedua masing-masing berkewajiban untuk menanggung biaya 50% dari fisik atau nilai total biaya sebesar pekerjaan .000.

Putra Adnan Pratama sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan No.000.000.661. telah dibayar sebesar Rp1. Kewajiban tersebut tidak disajikan dalam neraca.000.000.00 x 93.00% (belum terbayar). Darma Citra Utama. sedangkan selisih antara kontrak dengan fisik pekerjaan sebesar Rp325.883.000. sampai dengan tanggal 28 Desember 2004 realisasi fisik telah mencapai 100% sedangkan realisasi keuangan 0. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kontrak sebesar Rp4. 28 Desember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp466.000.40 (Rp4. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap Laporan Kemajuan Fisik yang dibuat oleh konsultan pengawas yaitu CV. Pekerjaan pembangunan mess Pemerintah Daerah Kota Makassar di Jakarta senilai Rp466.00.00.40) diperhitungkan untuk Tahun Anggaran 2005 karena sisa pekerjaan tersebut diselesaikan pada Tahun Anggaran 2005.451. sehingga masih terdapat kewajiban Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp466.661. Jumlah utang tersebut belum disajikan dalam Laporan Keuangan Neraca Daerah Tahun Anggaran 2004.000.050/418.000. Untuk Pekerjaan Pembangunan Mess Pemda tersebut.572. Keadaan tersebut tidak sejalan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan.572.00 sehingga masih terdapat sisa sebesar Rp3.47%).688.883.000.000.d.00.987.4349/BT/2004 tanggal 21 Desember 2004.Rp4.661.000.256/Kep/014/2004 tanggal 16 April 2004 untuk Belanja Modal Bangunan Gedung sebesar Rp875.00.sesuai SPMU No. 3618/BT/2004 tanggal 21 Desember 2004 dan SPMU No.548. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dalam lampiran XXIX tentang Kebijaksanaan Akuntansi Umum yang menyebutkan bahwa : .987. Sedangkan realisasi fisik pekerjaan pada akhir bulan Desember 2004 telah mencapai 93.000. diantaranya adalah untuk pembangunan mess Pemerintah Kota Makasar senilai Rp475. Dalam Tahun Anggaran 2004 Dinas Cipta Karya Kota Makassar telah mengalokasikan dana dalam DASK No.548.572. Kepala Dinas Cipta Karya telah melakukan perjanjian dengan CV.7/DCK/IX/2004 tanggal 29 September 2004 dengan jangka waktu penyelesaian pekerjaan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender mulai tanggal 30 September s.987.883.47%.47% atau sebesar Rp4.40 (Rp4. c.000.00.00 dan berdasarkan fisik pekerjaan 93. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.40 yang merupakan utang Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2004.00 .000.548.000.000.

40 + Rp466.000. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar menegur secara tertulis Kepala Dinas Cipta Karya dan Dinas Bina Marga karena tidak melaporkan perkembangan penyelesaian pekerjaan. Hal tersebut mengakibatkan utang yang disajikan dalam Neraca Daerah menjadi tidak riil atau kurang disajikan sebesar Rp10.000. Pelaporan keuangan harus menyajikan secara wajar dan mengungkapkan secara penuh kegiatan pemerintah daerah dan sumber daya ekonomis yang dipercayakan.00. yaitu Tahun Anggaran 2004 dan 2005. Dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2004 dianggarkan sebesar Rp1.00 + Rp3. Berdasarkan pasal 12 diatur cara pembayaran. Pekerjaan peningkatan jalan poros BTP Kota Makassar dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan No. Rekanan/Kontraktor tidak segera mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Sekretariat Daerah dhi. serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundanganundangan.548. Kepala Bagian Keuangan untuk mencairkan dana atas pekerjaan pembangun mess Pemerintah Kota Makassar di Jakarta. Tujuan neraca adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan daerah pada saat tertentu. 50/246.000.987. dimana pembayaran dilakukan selama 2 (dua) tahun anggaran. dengan demikian maka sisa kontrak yang belum dibayarkan akan dianggarkan pada Tahun Anggaran 2005. .00) dan akan mempengaruhi kewajaran pelaporan keuangan. Hal tersebut disebabkan : a.661. hutang dan ekuitas dana yang dimiliki pemerintah daerah pada akhir periode akuntansi. dimana posisi keuangan daerah adalah keadaan aktiva.768. Pekerjaan pembangunan Mess Pemerintah Daerah Kota Makassar di Jakarta. pembayarannya pembayaran terlambat dilakukan disebabkan proyek administrasi tersebut pengajuan hampir terlambat diajukan karena selesai bersamaan dengan penyelesaian kontrak. b. Penanggung jawab kegiatan atas pelaksanaan pembangunan menara dan gedung perparkiran kantor Balaikota Makassar serta pekerjaan peningkatan jalan poros BTP Kota Makassar tidak melaporkan kemajuan pekerjaan fisik dan keuangan. b.000. b.885.a.2/Kont/BM tanggal 26 Agustus 2004.859.40 (Rp6.883.000.548.000. Berkaitan dengan temuan BPK-RI tentang utang atas pelaksanaan pekerjaan proyek Kota Makassar yang tidak disajikan dalam Neraca dapat dijelaskan sebagai berikut : a.

00 3.00 b.00 Rp 19.00 Rp 1.00 Rp 32.00 Hasil konfimasi kepada pemimpin kegiatan pemeliharaan tersebut diketahui bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan pada saat anggaran untuk biaya pemeliharaan telah habis digunakan.000. sehingga Dinas Cipta Karya mempunyai kewajiban kepada pihak ketiga yang melaksanakan kegiatan tersebut.000.695.737.425. Hal ini dilakukan karena kegiatan tersebut dilaksanakan atas permintaan masyarakat dan bangunan.00 Rp Rp Rp 3.800. terdiri dari : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Biaya Telepon Uang Duka Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) Biaya Alat Listrik Biaya Air Minum Biaya Rekening Listrik Biaya Posko Darurat Biaya Pengobatan Biaya Pemeliharaan Kendaraan Dinas Rp 28.526.000.072.542. Sekretariat Daerah Kota Makassar Berdasarkan bukti-bukti pengeluaran dijumpai beberapa jenis pengeluaran rutin pada Sekretariat Daerah Kota Makassar Tahun Anggaran 2003 yang dibebankan sebagai belanja Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp135.200.500.267. Kegiatan tersebut terdiri dari : 1) Biaya pemeliharaan bangunan umum 2) Biaya pemeliharaan drainase 3) Biaya pemeliharaan jalan lingkungan Rp 586.572.00 Rp 13.737.223.940.000.00 Rp 9.259.000.800. namun dibebankan dalam Tahun Anggaran 2004 minimal sebesar Rp772.00 dengan rincian sebagai berikut : a.00.053.526.235.00 Rp 31.00.00 2.170. Realisasi belanja Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp772.500.191.091.8.00 digunakan untuk membiayai kegiatan yang dilaksanakan pada tahun anggaran sebelumnya Berdasarkan hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban pengeluaran belanja Tahun Anggaran 2004 yang diterima di Bagian Keuangan Sekretariat Kota Makassar diperoleh data adanya kegiatan yang dilaksanakan pada tahun anggaran sebelumnya.700.753.195. Dinas Cipta Karya Hasil pemeriksaan atas SPJ Pemegang Kas Dinas Cipta Karya menunjukkan bahwa terdapat kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2003 yang dibebankan pada Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp637.00 Rp 41.340. drainase dan jalan lingkungan yang akan diperbaiki memang .

dijumpai adanya pengeluaran yang tidak didukung dengan bukti yang lengkap yaitu sebagai berikut : . Hal ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah No.988.580.00 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas SPJ Pemegang Kas pada unit/satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Bahwa terjadinya pembebanan kegiatan Tahun Anggaran 2003 Pada Tahun Anggaran 2004. Hal demikian terjadi pula pada Tahun Anggaran 2004 dimana terdapat kegiatan pemeliharaan yang dibebankan pada Tahun Anggaran 2005 sehingga Pemerintah Kota Makassar setiap tahun memiliki kewajiban kepada pihak ketiga (rekanan).sudah dalam kondisi yang rusak sehingga membutuhkan biaya perawatan dan pemeliharaan. Catatan Pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran Laporan Keuangan Daerah 1. Permasalahan ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran belanja Tahun Anggaran 2003 dan Sub Bagian Anggaran tidak menganggarkan pembayaran hutang pada pembiayaan Tahun Anggaran 2004 untuk pembayaran pengeluaran Tahun Anggaran 2003 tersebut.674. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar memerintahkan secara tertulis Kepala Bagian Keuangan untuk mencantumkan semua utang di Neraca Daerah dan menganggarkan pembayarannya melalui aktivitas pembiayaan. Penelusuran lebih lanjut atas Laporan Perhitungan APBD tahun-tahun sebelumnya diketahui bahwa kegiatan pemeliharaan seperti yang diuraikan di atas terjadi setiap tahun. Kondisi di atas mengakibatkan realisasi belanja daerah yang tercantum dalam Laporan Perhitungan APBD tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan dapat mempengaruhi kewajaran laporan keuangan. Terdapat beberapa pengeluaran yang tidak didukung dengan bukti yang lengkap senilai Rp2. disebabkan tidak cukupnya anggaran yang disediakan pada tahun anggaran yang bersangkutan baik pada APBD Pokok maupun yang ditambahkan dalam Perubahan APBD sehingga dibebankan dalam tahun anggaran berikutnya. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Kuangan Daerah Pasal 1 point 13 yang menyatakan bahwa belanja daerah adalah semua pengeluaran Kas Daerah dalam periode tahun anggaran tertentu yang menjadi hak daerah.

000.200.000.996.980.00 3) Dinas Tata Bangunan sebanyak 30 SPPD senilai Rp90. tanggal harus kembali. yang terdiri dari : 1) Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp1.a. terdiri dari: 1) Sekretariat DPRD sebanyak 40 SPPD senilai Rp191. hanya berupa kuitansi yang ditandatangani oleh si penerima uang seluruhnya sebesar Rp178.800.00 3) Dinas Pendapatan Daerah sebanyak 10 kuitansi senilai Rp81.000. c.00 2) Sekretariat Daerah sebanyak 21 kuitansi senilai Rp19.250.00 4) Dinas Pendidikan sebanyak 5 kuitansi senilai Rp31. Demikian pula pada kolom pejabat yang memberikan perintah perjalanan dinas juga tidak diisi tanggal dan cap/stempel unit kerja seluruhnya senilai Rp406.000.00 Rincian lihat dalam Lampiran 8.274.00.245.00.800. Prasarana Rp1. Pembelian/pengadaan barang yang tidak didukung dengan bukti-bukti pengeluaran yang lengkap.996.00 5) Dinas Bina Marga sebanyak 20 SPPD senilai Rp70.000. Berdasarkan sampling atas SPJ Pemegang Kas pada Dinas Pendidikan khususnya untuk kegiatan pemeliharaan/rehabilitasi juga tidak didukung Sekolah dengan bukti Sarana Dasar yang & senilai lengkap. terdiri dari : 1) Sekretariat DPRD sebanyak 5 kuitansi senilai Rp46.00 telah dialokasikan Berdasarkan DASK Tahun Anggaran 2004 pada Dinas Pendidikan Kota Makassar. b.388.951.150.000.00 2) Bappeda sebanyak 5 SPPD senilai Rp23.00 yang terdiri dari dana DAK senilai Rp1.00 Rincian lihat dalam Lampiran 7.500. Dana tersebut digunakan untuk Kegiatan Pemeliharaan/Rehabilitasi Sekolah Dasar. dan pembebanan mata anggaran tidak diisi sedangkan pada lampiran tiba di tempat tujuan dan harus kembali tidak diisi.600.000.329.400. tingkat menurut peraturan perjalanan. yang dialokasikan pada 35 (tiga puluh lima) Sekolah Dasar melalui rekening masing-masing Kepala Sekolah Dasar.000.000.000.642.00 dan dana pendamping DAK senilai Rp196.000.000.00. yaitu pada lampiran SPPD kolom gaji pokok.129.00.00 4) Dinas Cipta Karya sebanyak 26 SPPD senilai Rp30.399.800.000. daftar nama-nama Sekolah Dasar dapat dilihat pada lampiran .030.000.500.000. Untuk merealisasikan kegiatan tersebut Pemegang Kas membuat SPP Beban Tetap kepada Kepala Bagian Keuangan sebesar Rp1.00 2) Dana Pendamping DAK senilai Rp230.609.659.00. anggaran Program Peningkatan Pendidikan senilai Rp2. Pemeriksaan lebih lanjut atas SPJ Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) pegawai yang telah melaksanakan tugas perjalanan dinas tidak seluruhnya mempertanggungjawabkan secara benar sesuai ketentuan.371.944.

tanpa didukung dengan bukti yang lengkap dan sah antara lain berupa kuitansi/faktur pembelian bahan/nota pesanan barang.00. Hasil pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen pelaksanaan kegiatan pemeliharaan/rehabilitasi sekolah yang dilaksanakan oleh masing-masing Kepala Sekolah Dasar diketahui bahwa bentuk pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Pemegang Kas ke Bagian Keuangan dengan cara Beban Tetap hanya berupa kuitansi yang ditandatangani oleh Pemegang Kas melalui rekening masing-masing kepala sekolah.800. No.Adapun berikut : SPMU BT yang telah direalisasikan.00 pertanggungjawaban pada Dinas pelaksanaan Pendidikan pemeliharaan/rehabilitasi Rp1.00.3791/BT/2004 tanggal 29 November sebesar Rp78. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a. 3024/BT/2004 tanggal 13 Oktober 2004 senilai Rp540.00 dan pertanggungjawaban SPPD yang tidak diisi secara lengkap Rp406.800.580.400.3566/BT/2004 tanggal 11 November sebesar Rp58. 3565/BT/2004 tanggal 10 November 2004 senilai Rp540. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah : .00.000.674.3025/BT/2004 tanggal 13 Oktober sebesar 2) Pembayaran Tahap II sesuai SPMU No. Dengan demikian masih dijumpai kas belum oleh beberapa dilaksanakan penerima kelengkapan sesuai uang bukti pertanggungjawaban berupa sebesar kuitansi pemegang ketentuan sebesar kegiatan sebesar seluruhnya senilai Rp2.000.274. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan.000.659.000.000.00 ditambah dengan SPMU BT Dana daerah (pendamping) Rp58. 3) Pembayaran Tahap III sesuai SPMU No. 3813/BT/2004 tanggal 30 November 2004 senilai Rp720. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.00 terdiri dari pertanggungjawaban yang hanya yang ditandatangani serta sekolah Rp178.000.988.000.00.996.000.00 ditambah dengan SPMU BT Dana daerah (pendamping) No. dengan rincian sebagai 1) Pembayaran Tahap I sesuai SPMU No.000.000.400.00 ditambah dengan SPMU BT Dana daerah (pendamping) No. daftar pembayaran upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku .000.329. Keputusan Menteri Dalam Negeri No.

3) Tanggal tiba kembali ditempat kedudukan dibubungi tanda tangan pejabat yang berwenang. setiap pengeluaran kas harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. Lemahnya pengendalian dan pengawasan oleh atasan langsung terhadap Pemegang Kas. Adanya unsur kesengajaan pemegang kas untuk mempertanggungjawabkan SPJ tidak secara lengkap. pengguna anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah.1) Pasal 49 ayat (5). Sub Bagian Verifikasi kurang cermat dalam melaksanakan tugasnya. Berkaitan dengan beberapa kuitansi pertanggungjawaban yang tidak didukung dengan bukti yang lengkap. Hal tersebut disebabkan oleh : a.580. 4) Pasal 57 Ayat (3). 2) Tanggal-tanggal tiba dan berangkat di/dari tempat-tempat yang dikunjungi dibubuhi tanda tangan Kepala Kantor/Proyek/Daerah yang dikunjungi. Para Pemegang Kas terkait mengakui hal tersebut dan menjadi perhatian di masa mendatang untuk diupayakan tidak terjadi lagi.00. c. Surat Menteri Keuangan No. setiap akhir bulan Kepala Unit Kerja Pengguna Anggaran wajib menyampaikan laporan keuangan pengguna anggaran kepada Kepala Daerah. 5) Pasal 79 ayat (1).674. b. dapat dijelaskan bahwa biaya airport bandara digunakan untuk biaya ruang tunggu VIP Room bandara serta biaya lain dalam rangka melayani tamu-tamu Pemda yang secara swakelola tidak dapat diyakini kebenarannya dan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan keuangan daerah surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran kas bertanggungjawab atas kebenaran dan akibat dari penggunaan bukti .. b. SPJ berikut lampirannya disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.296/MK/I/4/1974 tanggal 30 April 1974 menyebutkan bahwa pada SPPD dicatat : 1) Tanggal berangkat dari tempat kedudukan/tempat tinggal/tempat berada dibubuhi tanda tangan pejabat yang berwenang. setiap orang yang diberi wewenang menandatangani dan atau mengesahkan tersebut. Permasalahan tersebut mengakibatkan penggunaan anggaran kegiatan pada dinas/unit kerja dan kegiatan pemeliharaan/rehabilitasi Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Makassar yang dilakukan senilai Rp2. 2) Pasal 50.988. 3) Pasal 57 Ayat (2).

2.500.000.000. Biaya Koordinasi Pemerintahan (Rekening No.1) Biaya koordinasi pemerintahan berupa bantuan Walikota Makassar untuk membantu kegiatan DPRD Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp58. Secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 9.2.02.000.1) Biaya tamu pemerintah Kota Makassar berupa bantuan tiket yang diberikan kepada Ketua DPRD Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp11. b. Biaya Tamu .00 terdiri dari 25 kuitansi kepada Ketua DPRD dan 4 orang Anggota DPRD Kota Makassar.0301.00. Menegur secara tertulis Pemegang Kas terkait dan memerintahkan untuk segera melengkapi bukti-bukti pengeluarannya.08.000. c.02.000. Menegur secara tertulis Kepala Sub Bagian Verifikasi agar lebih cermat dalam melaksanakan tugasnya. Bantuan Kepada Partai Politik (Rekening No.berkunjung ke Kota Makassar maupun pejabat pemerintah Kota Makassar yang akan melaksanakan perjalanan dinas ke luar Sulawesi Selatan. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar : a.Bantuan Tiket (Rekening No. b.00.00 Berdasarkan hasil pemeriksaan atas Surat Pertanggungjawaban Pemegang Kas Sekretariat Daerah Kota Makassar.01.0301.000. 4. . Memerintahkan Kepala Dinas/Unit Kerja terkait untuk lebih meningkatkan pengendalian dan pengawasan terhadap Pemegang Kasnya.02.09. Pengeluaran tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Walikota Makassar No.1.02.01. 2.20. Terdapat 12 buah kuitansi untuk pengeluaran bantuan kepada partai politik Ketua DPRD dan 7 orang Anggota DPRD Kota Makassar seluruhnya sebesar Rp47. 2.000.0302.01.500.000.21.1.00. ditemukan pengeluaran untuk bantuan operasional DPRD yang terdiri dari : a.2). 340/Kep/900/2003 tanggal 29 April 2003 tentang Pemberian Bantuan Biaya Operasional Pembinaan Politik Kepada Anggota Fraksifraksi pada DPRD Kota Makassar. Bantuan-bantuan tersebut di atas diberikan kepada masing-masing Ketua dan Anggota DPRD secara tunai dengan jumlah realisasi pengeluaran seluruhnya sebesar Rp117.01. Terdapat anggaran Sekretariat Daerah Kota Makassar digunakan untuk bantuan operasional DPRD Kota Makassar sebesar Rp117. Sedangkan untuk biaya lainnya yang tidak lengkap kuitansinya di masa yang akan datang akan diperbaiki dan dilengkapi sesuai dengan aturan yang berlaku. c.

Tunjangan Kesehatan . 105 Tahun 2000. tidak mewah. namun ke depan tetap diupayakan akan menjadi perhatian bagi kami. Kondisi tersebut disebabkan adanya kebijaksanaan Walikota Makassar yang memberikan bantuan biaya kepada Anggota DPRD tidak sesuai ketentuan. tanggal 10 Nopember 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Pasal 4 menetapkan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara tertib. efisien. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. Masalah tersebut mengakibatkan terjadi ketidakhematan atas pengeluaran daerah sebesar Rp117.00 dan realisasi Perhitungan APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 pada Sekretariat Kota Makassar menjadi tidak riil. Kepala Bagian Keuangan Setda Kota Makassar menyatakan bantuan biaya operasional yang diberikan kepada Anggota DPRD pada dasarnya dalam rangka menunjang kegiatan koordinasi antara legislatif dengan eksekutif untuk terciptanya kesinambungan dan mekanisme kerja yang baik dan harmonis. 2) Terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. efektif. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar tidak membuat kebijaksanaan pemberian bantuan kepada Anggota DPRD yang menyimpang dari aturan yang berlaku. program/kegiatan serta fungsi masing-masing Dinas/Lembaga/Satuan Kerja Daerah Lainnya. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. Pasal 12 menyebutkan bahwa Pelaksanaan Anggaran Belanja Daerah dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip : 1) Hemat. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. Terdapat pengeluaran pada Sekretariat DPRD Kota Makassar yang menyimpang dari ketentuan Berdasarkan pemeriksaan secara uji petik atas SPJ Pemegang Kas Sekretariat DPRD Kota Makassar Tahun Anggaran 2004 diketahui bahwa terdapat pengeluaran yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan uraian sebagai berikut : a. Peraturan Pemerintah No.000.2 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Sedangkan untuk biaya tamu dan Bantuan kepada Partai Politik diberikan. disesuaikan dengan kapasitas mereka pada saat itu. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3.Hal tersebut tidak sesuai dengan : a.000. baik sebagai tamu pemerintah kota maupun sebagai anggota partai politik. b.

250.00 544. jumlah bantuan pemeliharaan kesehatan dan .00 sedangkan untuk bulan Desember 2004.000. Pemel Kesehatan (Rp) 22.055.500.500.700.500.500.07/S.000.700.000.000.00 53.00 Premi Askes (Rp) 46.Kep-KEU/840.000.328.000.771.00 31.000.000.Tunjangan kesehatan Sekretatiat DPRD Kota Makassar dianggarkan dalam APBD Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp1.250.000.000.00 diberikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD beserta keluarganya.00 85.000.00 180. Asuransi Jiwa sebesar Rp750.328.00 193. Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya oleh BPK-RI (Pemeriksaan atas belanja rutin dan pembangunan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004) diketahui bahwa tunjangan Kesehatan diberikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD sampai dengan bulan Agustus 2004 seluruhnya sebesar Rp544.1/ DPRD/III/2004 tanggal 1 Maret 2004 berupa pembayaran premi ASKES sebesar Rp200.00 + Rp193.00 101.00 per orang.000.00 31.500.500.00 30.700.771.00 32.00 171.000.500.500.500.000.000.100.d.000.100.000.500.000.700.00 per orang dan bantuan pemeliharaan kesehatan sebesar Rp500.000.500.000.00 97.00 dengan rincian sebagai berikut : 1) Biaya pemeliharaan kesehatan sebesar Rp66.00 2) Biaya Asuransi Jiwasraya sebesar Rp31.328.00 Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa pembayaran berupa bantuan pemeliharaan kesehatan dan bantuan pengobatan Asuransi Jiwasraya yang tidak perlu dibayarkan seluruhnya sebesar Rp373.500.500.00 22. pemberian tunjangan kesehatan tersebut sudah tidak dilakukan sesuai dengan rekomendasi dari BPK-RI.250.00 Asuransi Jiwasraya (Rp) 32.000.309.271.750.00 31.000. Pemberian tunjangan kesehatan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan DPRD No.00 67.500.000.500.00).328.00 196.000.500.700.00 (Rp180.225.00 dengan rincian sebagai berikut : BULAN Januari 2004 Pebruari 2004 Maret 2004 April 2004 M e i 2004 Juni 2004 Juli 2004 Agustus 2004 Jumlah Bant. sehingga dalam Tahun Anggaran 2004.000.00 22.828.328.00 per orang.00 53.000. Hasil pemeriksaan selanjutnya atas bukti pendukung SPJ periode bulan bulan Juli s. November 2004 (dipertanggungjawabkan pada bulan Nopember 2004) diketahui bahwa bantuan pemeliharaan kesehatan dan bantuan pengobatan Asuransi Jiwasraya masih diberikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD seluruhnya sebesar Rp97.00 22.100.700.500.725.00 22.559.00 Jumlah (Rp) 54.00 31.

000.000.00 + Rp97. Biaya Operasional.Kep-KEU/840.000.940. Dengan demikian jumlah realisasi pembayaran biaya kesejahteraan Sekretariat DPRD berupa bantuan/tunjangan kesejahteraan staf ahli/staf khusus yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp245.2004 dianggarkan dalam DASK sebesar Rp 1.000.500.500.000.00 2) Bantuan Tenaga Ahli/Khusus dan sekretariat Rp 714.250.000.00 dengan rincian sebagai berikut : 1) Pemeliharaan Kesehatan sebesar Rp 1. namun bantuan tenaga ternyata diterima oleh masing-masing Pimpinan dan Anggota DPRD sebanyak 45 orang.000.00 4) Uang duka sebesar Rp 10. Pengeluaran tersebut berdasarkan atas Surat Keputusan Ketua DPRD No.000. c.800.00 perbulan/orang. b.500.000. 07/S.500.000.00 .500.055.000.00).000.000.000.000.000.200. Biaya Kesejahteraan Biaya kesejahteraan Sekretariat DPRD TA.Asuransi Jiwasraya yang tidak perlu dibayarkan seluruhnya sebesar Rp471.000.00 (Rp179.000.00 3) Pembinaan/penyediaan fasilitas Olah Raga sebesar Rp 75.00 dengan rincian sebagai berikut : 1) Bantuan pembinaan pengelolaan administrasi keuangan Rp157. Biaya operasional Sekretariat DPRD Kota Makassar berdasarkan DASK dianggarkan sebesar Rp2.d.050.00 + Rp66. Hasil pemeriksaan SPJ untuk periode bulan September s.855.00 2) Pegawai yang bekerja diluar jam kerja Rp99.00).00.00.1/DPRD/III/ 20004 tanggal 1 Maret 2004 tentang pemberian bantuan dana penunjang kegiatan Anggota Fraksi untuk Tenaga Ahli Tahun Anggaran 2004 antara lain menetapkan bahwa Bantuan biaya Tenaga Ahli diberikan sebesar Rp500.000.000.000.00 (Rp373.000.000.00 dan penelitian lebih lanjut terhadap bukti pendukung SPJ diketahui bahwa tidak ada pihak yang diangkat sebagai tenaga ahli.000.500.00 Penelitian terhadap SPJ diantaranya bantuan tenaga ahli diketahui bahwa biaya untuk tenaga ahli yang digunakan oleh Anggota Fraksi dianggarkan sebesar Rp 270.000. Desember 2004 diketahui bahwa masih terdapat realisasi biaya kesejahteraan Sekretariat DPRD berupa bantuan/tunjangan kesejahteraan staf ahli/staf khusus seluruhnya sebesar Rp66. Hasil pemeriksaan BPK-RI sebelumnya (Pemeriksaan atas belanja rutin dan pembangunan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004) diketahui bahwa realisasi pembayaran biaya tenaga ahli yang diterima oleh masing-masing Pimpinan dan Anggota DPRD sampai dengan bulan Agustus 2004 seluruhnya sebesar Rp179.

00 + Rp245.000.00).00 (Rp269.Kep-KEU/840.000. Sehingga jumlah pengeluaran biaya Tim Penerima Aspirasi dalam Tahun Anggaran 2004 yang tidak sesuai ketentuan seluruhnya sebesar Rp401.00 + Rp132.000.000.00 6) Biaya Panitia Pemilihan sebesar Rp253. 2004 antara lain menetapkan : 1) Tunjangan Tim Penerima Aspirasi diberikan sebesar Rp1. bantuan biaya tenaga ahli dan biaya Tim Penerima Aspirasi yang merupakan tambahan penghasilan bagi Pimpinan dan Anggota DPRD yang dibayarkan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Tahun Anggaran 2004 seluruhnya sebesar Rp1.00.000.00 perbulan/orang.000. Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah pengeluaran berupa tunjangan kesehatan.d.000. .117.000.00 4) Kegiatan Penunjang yang diatur Pimpinan Dewan Rp581.000. Pimpinan Dewan No.800. sehingga biaya yang ditimbulkan untuk kegiatan tersebut telah dianggarkan dalam biaya penunjang kegiatan lainnya.161/3211/SJ tanggal 29 Desember 2003 tentang belanja penunjang operasional Pimpinan DPRD. Tim Penerima Aspirasi adalah salah satu tugas dari Pimpinan Dewan.000.06/S.00 5) Bantuan penunjang kegiatan pengendali dan pengawasan Rp714.1/DPRD/III/ 2004 tanggal 1 Maret 2004 mengatur pemberian bantuan dana Tunjangan Aspirasi dan Tunjangan Kegiatan Lainnya kepada Ketua. Pemberian biaya Tim Penerima Aspirasi tersebut dilakukan berdasarkan SK. Dari uraian tersebut di atas menunjukkan bahwa bantuan biaya kepada Tim Penerima Aspirasi tidak diatur dalam Surat Menteri Dalam Negeri No.500.800.000.000.000.00. Hasil pemeriksaan BPK-RI sebelumnya (Pemeriksaan atas belanja rutin dan pembangunan Kota Makassar Tahun Anggaran 2004) diketahui bahwa realisasi pembayaran biaya Tim Penerima Aspirasi sebanyak 45 orang yang terdiri dari Pimpinan dan Anggota DPRD sampai dengan bulan Agustus 2004 seluruhnya sebesar Rp269.000.000. 2) Tunjangan kegiatan lainnya sebesar Rp1. Selain itu.000.3) Biaya penunjang kegiatan lainnya kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Rp594. Selanjutnya berdasarkan pemeriksaan SPJ bulan September s.000.000.sebesar Rp540.000.00 7) Biaya Tim Penerima Aspirasi.100.000.000. Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Makassar TA.000.00 perbulan/orang.000.000.00 + Rp401. Desember 2004 diketahui bahwa pemberian biaya Tim Penerima Aspirasi masih dilaksanakan dan telah direalisasikan seluruhnya sebesar Rp132.00).000.00.00 (Rp471.000.500.000.

500.330.2.2.1.79 77.047.906.00 7.000.422.675.104.00 24.2. BPK-RI merekomendasikan kepada Walikota Makassar agar menagih kerugian daerah yang terjadi seluruhnya sebesar Rp1.910.2 1. 2) Disediakan rumah jabatan atau uang sewa rumah dan kendaraan dinas 3) Pengadaan pakaian dinas 4) Uang duka.000.525.79 308.198.Permasalahan tersebut di atas tidak diatur dalam Surat Menteri Dalam Negeri No.179.343.509.755.1 1.843. Huruf C point 1 menyebutkan bahwa untuk mendukung tugas Pimpinan DPRD atau membiayai kegiatan lainnya yang dilakukan oleh Pimpinan atas nama Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah dan sebagai alat kelengkapan DPRD dapat disediakan biaya penunjang operasional.910.000. Hal tersebut terjadi karena adanya kebijakan Pimpinan DPRD Kota Makassar yang tidak mempedomani ketentuan yang berlaku.1.15 4.00 50. Sekretaris Dewan menyatakan pemberian tunjangan tersebut berdasarkan SK.158. Huruf B bahwa Pimpinan dan Anggota DPRD diberikan Tunjangan Kesejahteraan berupa : 1) Tunjangan Kesehatan Pimpinan dan Anggota DPRD beserta keluarganya yaitu suami atau istri pertama beserta 2 (dua) orang anak diberikan tunjangan dan pengobatan berupa pembayaran premi asuransi kesehatan kepada Lembaga Asuransi yang ditetapkan Kepala Daerah.00 1.00).000.000.4 1.4 URAIAN PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Perimbangan dari Propinsi ANGGARAN 84.1.00 (Rp471.000.3 1.500.00 68.575.000.074.500.000.777.33 442.00 + Rp245.968. Keadaan tersebut mengakibatkan kerugian daerah sebesar ……………… Rp1. 2.000.000.00 429.920.2.30 1.226.307.000.582.000.4.1 1.3 1.962.000.117.526.00 24.00 50.3 1. Pimpinan DPRD Kota Makassar dan telah meminta kepada Pimpinan DPRD Kota Makassar agar di tahun yang akan datang pemberian tunjangan biaya kesejahteraan dan biaya operasional tidak dianggarkan lagi.005. Laporan Keuangan Setelah Pemeriksaan 2.137.4.455.000.00 308.00 .000.1 Laporan Perhitungan APBD (dalam rupiah) NO I 1.00 dan segera disetor ke Kas Daerah.750.1 1. b.514.117.500.252.78 54.000.161/3211/SJ tanggal 29 Desember 2003 antara lain menetapkan : a.156.000.806.00 5.190.532.700.163.435.00 5.248.317.00 47.1.947.00 REALISASI 85.088.158.700.018.715.150.823.2 1.00 + Rp401.

1.281.1.082.00 9.850.611.1.178.737.390.605.515.548.3 3.2.427.271.11 543.500.469.099.696.885.062.936.1 2.490.000.592.493.011.200.1.00 1.178.00 225.2 2.510.737.00 0.130.34 7.779.00 8.768.400.758.775.00 29.904.378.660.38 30.967.00 2.00 4.2.2 2.3 2.2.00 10.00 3.15 25.58 6.248.00 25.2 3.841.181.2.543.325.2.629.00 35.00 401.1.526.1.00 8.011.018.2.500.371.00 39.750.146.196.768.2.980.302.4 3.513.2.2.4 3.200.721.469.433.1.00 55.1.853.00 13.1.367.00 0.342.140.795.1.487.450.2.411.200.00 3.1.3 2.627.000.917.756.1 2.00 0.358.546.372.378.1 2.37 75.696.00 0.00 759.603.248.1.00 46.415.00 51.00 772.173.3 II 2.38 0.134.38 0.00 108.818.813.00 33.1.850.279.2 2.2.365.00 421.306.000.00 64.000.854.879.00 17.683.6 PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun lalu Transfer Dari Dana Cadangan Penerimaan Utang Pajak .673.4 2.967.2 2.000.356.138.732.071.469.11 126.1.694.00 0.213.390.1.757.3 2.638.99 .900.935.147.00 30.986.995.686.00 806.107.759.440.574.909.00 36.747.133.230.111.188.1 2.1.1 2.427.1.929.00 573.305.1 3.2 2.000.00 1.292.453.327.540.006.534.958.500.779.00 0.4 LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH JUMLAH PENDAPATAN BELANJA APARATUR DAERAH Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal PELAYANAN PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN BELANJA TIDAK TERSANGKA JUMLAH BELANJA SURPLUS/(DEFISIT) 30.872.511.38 0.57 119.200.090.5 3.00 546.2 2.455.00 13.690.785.149.825.312.00 1.923.097.38 31.00 0.470.1 3.782.00 41.554.620.00 5.865.1 3.3 2.000.00 4.2 3.479.2.2.3 3.2.905.1 2.649.1.497.000.1.055.605.500.493.1.00 99.2.00 30.203.00 225.3 2.108.256.00 1.2 2.378.798.00 12.819.831.00 16.00 1.00 557.013.825.00 1.00 595.713.2.841.1.787.920.00 3.1.469.49 -29.605.783.5 3.038.4 2.759.360.112.3 2.505.699.37 -10.895.677.1.950.2.2.2.2.484.062.443.2 3.000.00 8.2.700.739.000.230.3 2.00 15.850.1.000.759.PPh Penerimaan Utang Lain-Lain Penerimaan Piutang Tahun Lalu JUMLAH PENERIMAAN DAERAH PENGELUARAN DAERAH Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang Pokok Yg jatuh tempo Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Berjalan JUMLAH PENGELUARAN DAERAH JUMLAH PEMBIAYAAN 31.99 III 3.583.2.4 2.663.1 2.745.389.2.000.00 282.383.614.648.00 273.15 330.00 29.00 10.545.4 2.666.1.2.00 289.648.546.38 0.149.00 0.58 10.638.435.736.00 57.2.205.00 1.043.00 318.00 272.00 36.00 31.

841.945.198.30 1.334.840.196.238.4.906.33 442.307.968.024.605.679.680.872.58 6.163.190.806.Bagian Laba Usaha Daerah .Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak .823.Belanja Barang Dan Jasa .534.000.00 25.00 24.00 (61.158.00) Belanja Modal Pembelian Investasi Jangka Panjang Total Aliran Kas Keluar Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Aliran Kas Masuk Penerimaan UUDP Tahun Lalu 703.532.79 77.2 Laporan Aliran Kas URAIAN ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI JUMLAH Aliran Kas Masuk Pendapatan Asli Daerah .248.00 41.505.411.614.00 557.302.Belanja Pemeliharan Belanja Operasi Dan Pemeliharaan .335.00 485.Retribusi Daerah .455.040.694.78 54.809.000.00 .750.922.281.00 19.2.00 50.074.843.713.924.317.644.387.00 1.715.695.351.047.00 91.381.00 9.422.262.156.252.00 19.00 225.902.00 4.00 61.514.910.99 Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Total Aliran Kas Masuk 61.Belanja Pegawai .435.Lain-lain PAD Pendapatan Dana Perimbangan .904.79 308.809.Belanja Perjalanan Dinas .206.599.00 10.690.582.58 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI 72.Belanja Barang Dan Jasa .570.798.Dana Alokasi Khusus .000.00 30.044.15 4.Pajak Daerah .683.422.Belanja Pegawai .312.920.200.00 5.00 302.780.536.920.Dana Alokasi Umum .153.260.018.104.777.342.57 Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Belanja Administrasi Umum .536.583.670.Dana Perimbangan Dari Propinsi Lain-Lain Pendapatan Yang Sah 85.040.877.575.Belanja Pemeliharan Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka Total Aliran Kas Keluar 418.677.Belanja Perjalanan Dinas .032.795.

149.149.526.578.881.00 30.00 1.00 345.883.909.00 30.00 33.500.372.465.292.727.00 10.484.100.779.00 341.360.457.37 Total Aliran Kas Keluar Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan Kenaikan Kas Selama Periode Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas .00 772.Penerimaan Hutang PPh Penerimaan Hutang PFK Penerimaan Piutang Tahun lalu Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Penyertaan Modal Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Pengeluaran Belanja Dibayar Dimuka-UUDP Droping 595.00 2.714.238.035.901.737.783.765.00 33.605.779.648.808.649.38 41.846.703.371.287.648.99 30.

37 0.772.140.909.207.00 345. INSTALASI e.40 0.808.649.118.000.000.00 0. 1. ALAT KEDOKTERAN o.711.376.00 495.577.00 137.00 0. PIUTANG FASOS/FASUM h.901.344.000.787.284.00 0.176.000.159.00 43.649.031.113.833.00 63.100.035.993.3 Neraca (dalam rupiah) NO.Jalan b.99 2.00 317.687.500. Daerah c.040.756.660. PERALATAN KEAMANAN JUMLAH AKTIVA TETAP DANA CADANGAN AKTIVA LAIN-LAIN JUMLAH 41.000.725.985. BARANG BERCORAK SENI DAN BUDAYA r.360.658. ALAT KANTOR DAN RUMAH TANGGA m.320.00 659. ALAT STUDIO DAN ALAT KOMUNIKASI n. JARINGAN f.00 4.470. JALAN DAN JEMBATAN c.953.942.727.00 13.62 262.05 3. 10.125. 2.4.820. INVESTASI ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG AKTIVA TETAP a.287.570.696. PIUTANG RETRIBUSI f.733. BANGUNAN GEDUNG g.000. ALAT PERTANIAN l. PIUTANG PAJAK e. KAS SURAT BERHARGA Akun Jalan dan Jembatan . ALAT ANGKUTAN j.502.00 6.700.434.00 736.052.00 1.00 5.2.804. BELANJA DIBAYAR DIMUKA (UUDP DROPING) JUMLAH AKTIVA LANCAR INVESTASI JANGKA PANJANG a. HEWAN TERNAK DAN TANAMAN s.980.00 6.329.083.00 2.00 4. ALAT-ALAT BESAR i.524. BANGUNAN AIR (IRIGASI) d. ALAT BENGKEL k. MONUMEN DAN TUGU h. .300.00 238.279.00 13. BUKU/PERPUSTAKAAN q.15 328.950.524.00 3. I. INVESTASI DALAM SAHAM b.00 158.00 394.210.90 318.585. ALAT LABORATORIUM p.00 340.973.075. PIUTANG DANA PERIMBANGAN g.425. DEPOSITO BERJANGKA d.408.40 15. 5.989.00 181.310.581.298.000.602.000. URAIAN AKTIVA AKTIVA LANCAR a.878. TANAH b.00 98. PIUTANG LAIN-LAIN i.129.282. PERSEDIAAN BAHAN PAKAI HABIS/MATERIAL j.000.

15 .295.00 0.00 10.397.874. b.000.080.267.000.07 40. UTANG LUAR NEGERI b.62 262.111.00 0.279.408.00 0.26 2.00 13.00 20.37 3.860.268.Depkeu SLA.302.00 19. 1.000. DIINVESTASIKAN PADA ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN 41.638.581.00 (29.833/DP3I1995 Tgl 19 Nopember 1995/ (Prasana Air Bersih (Ex OECF Loan No.901.a.IP-415) .730.629.991. SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN PELAPORAN b.167. UTANG UTANG LANCAR a. 1.040.07) (42. DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PENDEK g. PIUTANG ANGSURAN PIUTANG ROYALTI BANGUNAN DALAM PENGERJAAN JUMLAH AKTIVA LAIN-LAIN TOTAL AKTIVA 78.912.Depkeu (Ex Inpres Pasar) Tgl.47 2. EKUITAS EKUITAS DANA UMUM a.Depkeu SLA.880.Depkeu RDI-185/DDI/1987 Tgl.12/009/IBRD/PP Tgl 3 Juli 1979 (Urban III/Ex IBRD Loan No.362.26) 318.777. UTANG PAJAK d.73 III.933. 0.44 II.254.00 0.036.830. 17 Desember 1987 (Cargo Terminal) .189. DIINVESTASIKAN DALAM SAHAM d.292.40 476. UTANG DALAM NEGERI .263.701.408.777.00 12.00 25.00 3.26 82.196.793.001/PK/KIB-LL/1996 Tgl 18 Maret 1996 (Lampu Penerangan Jalan) JUMLAH UTANG JANGKA PANJANG JUMLAH UTANG 2. DIINVESTASIKAN DALAM ASET TETAP c.830.470.895.423.3340-IND) .755. c.541.380.409. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA e.820. HUTANG PFK JUMLAH UTANG LANCAR UTANG JANGKA PANJANG a.Bank Pembangunan Daerah Sulsel (BPD Sulsel) Perjanjian No.257.649.650.034.047.369.343.00 8.873.512.585.833.087.700.00 42.00 21.384.1653-IND) .00 0.Depkeu SLA. BAGIAN LANCAR UTANG JANGKA PANJANG b.995. CADANGAN PERSEDIAAN f.774.409.Depkeu RDA-115/DP3/1993 (P3KT/Ex IBRD Loan No.807.295.2408-IND) .90 14. UTANG BELANJA c. DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PANJANG h.159/DDI84 Tgl 19 Nopember 1984 (Urban V/Ex IBRD Loan No.332. 17 Pebruari 1982 .185. CADANGAN PIUTANG e.

529.183.183.291.00 4.71 0.957.463.506. 3.000.71 3.425.821.JUMLAH EKUITAS DANA UMUM 2. EKUITAS DANA DICADANGKAN EKUITAS DANA DONASI JUMLAH EKUITAS TOTAL PASIVA 3.369.512.429.00 3.343.44 .755.

750.00 .248.870.806.491.00 5.779.018.910.00 50.368.470.249.015.295.290.00 68.582.30 1.381.163.047.532.509.30 1.Lampiran –lampiran Lampiran 1 PEMERINTAH KOTA MAKASSAR LAPORAN PERHITUNGAN APBD TAHUN ANGGARAN 2004 (dalam rupiah) URAIAN ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN REALISASI SEBELUM KOREKSI KOREKSI DEBET KREDIT REALISASI SETELAH KOREKSI I.158.00 5.00 0.000.00 0.343.158.00 7.122.278.491.00 2.906.00 0.00 0.163.00 6.968.33 442.005.047.226.156.018.514.78 55.823.00 145.000.435.00 0.00 47.33 442.158.330.15 4.00 24.150.248.378.252.000.000.00 0.074.706.00 5.79 308.00 0.00 1.79 77.422.455.79 77.00 50.00 0.715.000.582.532.00 308.526.78 54.717.731.000.675.361.00 10.823.755.088.574.179.947.968.575.00 0.00 8.422.307.084.307.700.920.190.824.770.000.868.700.158.190.00 2.910.777.455.15 6.525.00 6.777.000.00 0.000.198.464.000.000.949.290.00 24.00 2.843.252.500.79 308.020.321.137. PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Provinsi 84.962.030.00 0.00 87.00 24.104.00 85.153.000.317.197.00 50.00 429.435.00 0.038.806.338.

017.700.358.00 0.267.794.000.700.825.00 0.00 0.099.15 330.00 29.00 3.470.00 2.00 0.157.923.00 1.00 50.736.757.736.00 9.505.000.203.00 55.00 10.900.00 0.000.500.195.00 4.756.895.770.011.00 1.00 3.521.813.00 55.787.57 126.00 400.000.149.854.603.00 0.500.775.828.090.00 1.825.11 543.000.328.003.885.00 3.305.108.824.00 35.58 318.00 3.879.00 5.011.557.00 0.673.500.00 0.138.00 9.320.327.860.885.00 .505.392.00 13.00 119.528.00 0.097.761.161.819.00 108.012.205.00 12.00 559.554.00 426.798.614.794.00 99.00 94.253.415.453.306.853.634.00 557.200.932.045.813.929.00 0.383.000.614.00 50.686.071.00 273.104.00 3.450.920.011.00 1.758.356.281.361.312.133.683.294.469.012.045.850.920.300.427.00 289.00 272.00 273.270.595.00 2.450.542.00 5.867.041.00 272.909.00 0.00 319.00 0.00 95.583.342.00 0.400.171.865.967.775.00 401.012.00 2.325.930.00 33.281.929.936.400.108.135.000.00 1.00 57.967.660.00 36.107.00 0.403.00 0.856.00 120.965.611.00 30.00 35.615.00 0.00 10.146.850.000. BELANJA APARATUR DAERAH BELANJA ADMINISTRASI UMUM Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan BELANJA MODAL PELAYANAN PUBLIK BELANJA ADMINISTRASI UMUM Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan 30.381.390.006.11 30.271.00 637.124.699.013.756.795.639.130.663.00 139.LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH TOTAL PENDAPATAN II.00 2.00 8.050.700.950.683.731.352.745.00 15.00 5.037.018.800.958.00 0.000.490.732.493.540.00 363.00 777.411.00 2.182.000.00 12.00 282.00 1.619.850.000.00 102.00 0.800.785.750.825.639.853.545.00 2.721.487.000.427.415.099.914.181.00 0.00 421.905.00 0.500.00 8.487.947.57 0.894.00 0.819.038.510.006.611.421.931.782.00 1.927.00 0.986.845.112.00 29.157.433.825.411.00 400.00 4.00 13.543.256.

111.389.500.00 16.383.58 12.00 10.00 0.00 31.872.302.900.515.779.696.465.818.435.666.768.783.00 0.783.00 0.129.328.000.548.360.279.00 806.690.00 595.00 0.841.000.00 546.779.000.00 31.648.173.00 0.38 0.638.515.777.00 0.00 64.365.00 0.217.739.00 25.38) 36.062.497.00 12.34 7.605.055. PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun lalu Transfer Dari Dana Cadangan Penerimaan Utang Pajak .594.812.592.00 25.00 0.00 0.00 46.855.513.00 30.00 573.511.443.99 31.00 363.484.38 0.230.389.759.00 0.546.134.00 17.841.759.351.390.00 0.00 0.49 (29.00 223.00 8.00 0.149.759.534.00 2.00 225.433.000.534.00 0.605.000.00 .00 0.00 762.592.00 31.302.479.133.747.841.58 10.58 6.00 547.469.248.149.00 0.38 31.99 0.500.759.904.470.00 225.324.578.500.00 8.378.378.BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan / Rehabilitasi / Renovasi BELANJA MODAL BELANJA BAGI HASIL & BANTUAN KEUANGAN BELANJA TIDAK TERSANGKA TOTAL BELANJA SURPLUS (DEFISIT) III.000.493.00 51.00 3.00 226.648.38 0.00 46.38 0.484.00 0.200.00 0.PENERIMAAN DAERAH PENGELUARAN DAERAH Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal 39.00 2.980.378.00 595.00 0.00 0.140.00 0.134.455.759.00 0.259.00 0.690.00 36.354.010.540.367.677.00 0.082.15 25.872.469.000.627.378.00 11.378.200.469.128.58 6.967.000.696.917.111.00 225.00 0.00 33.520.497.00 16.00 30.737.440.200.935.178.713.00 2.38 0.694.00 8.057.435.980.00 0.043.469.291.00 2.248.00 0.440.469.00 0.172.00 759.158.00 0.00 0.000.360.PPh Penerimaan Utang Lain-Lain Penerimaan Piutang Tahun Lalu TOTAL PEMBIAYAAN .620.

Pembayaran Utang Pokok Yg jatuh tempo Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Berjalan TOTAL PEMBIAYAAN - PENGELUARAN DAERAH JUMLAH PEMBIAYAAN

1.605.372.000,00 0,00 0,00 0,00 1.831.213.200,00 29.638.546.178,38

1.605.371.292,00 0,00 0,00 41.992.764.146,37 43.823.976.638,37 (12.354.217.259,99)

0,00 30.648.779.149,00 772.526.737,00 2.865.050,00 31.424.170.936,00

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

1.605.371.292,00 30.648.779.149,00 772.526.737,00 41.995.629.196,37 75.248.147.574,37 (10.768.230.062,99)

Lampiran 2

PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
NERACA PER 31 DESEMBER 2004
(dalam rupiah) NO. URAIAN SEBELUM KOREKSI KOREKSI DEBET KREDIT SETELAH KOREKSI

I.
1.

AKTIVA
AKTIVA LANCAR a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. KAS SURAT BERHARGA DEPOSITO BERJANGKA PIUTANG PAJAK PIUTANG RETRIBUSI PIUTANG DANA PERIMBANGAN PIUTANG FASOS/FASUM PIUTANG LAIN-LAIN PERSEDIAAN BAHAN PAKAI HABIS/MATERIAL BELANJA DIBAYAR DIMUKA (UUDP DROPING) JUMLAH AKTIVA LANCAR 41.649.727.909,37 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 291.268.318,62 0,00 343.036.237,00 42.284.032.464,99 0,00 0,00 41.649.727.909,37 0,00 0,00 394.129.282,00 659.711.360,00 0,00 0,00 495.980.660,62 262.833.585,00 345.901.287,00 43.808.284.083,99

476.827.982,00 659.711.360,00

82.698.700,00 0,00

2.409.051.786,00 262.833.585,00 2.865.050,00 3.811.289.763,00

2.204.339.444,00 0,00 0,00 2.287.038.144,00

2.

INVESTASI JANGKA PANJANG a. b.

INVESTASI DALAM SAHAM INVESTASI ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG

10.408.040.820,90 290.537.670.140,15 300.945.710.961,05

0,00 28.043.609.509,00 28.043.609.509,00

0,00

10.408.040.820,90 318.581.279.649,15 328.989.320.470,05

3.

AKTIVA TETAP a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s.

TANAH JALAN DAN JEMBATAN BANGUNAN AIR (IRIGASI) INSTALASI JARINGAN BANGUNAN GEDUNG MONUMEN DAN TUGU ALAT-ALAT BESAR ALAT ANGKUTAN ALAT BENGKEL ALAT PERTANIAN ALAT KANTOR DAN RUMAH TANGGA ALAT STUDIO DAN ALAT KOMUNIKASI ALAT KEDOKTERAN ALAT LABORATORIUM BUKU/PERPUSTAKAAN BARANG BERCORAK SENI DAN BUDAYA HEWAN TERNAK DAN TANAMAN PERALATAN KEAMANAN JUMLAH AKTIVA TETAP

2.344.403.176.602,00 313.456.213.983,00 15.481.034.692,00 7.420.787.300,00 6.696.298.687,00 339.023.290.605,00 2.616.681.993,00 154.725.000,00 63.632.251.380,00 1.011.614.000,00 223.953.000,00 10.104.686.600,00 6.636.038.925,00 736.524.000,00 13.700.000,00 135.908.000,00 143.863.000,00 5.100.000,00 1.207.075.000,00 3.113.102.922.767,00 0,00

475.134.000,00 4.056.413.548,40 0,00 0,00 2.349.744.828,00 139.478.000,00 4.000.000,00 90.000.000,00 0,00 15.000.000,00 3.891.949.172,00 146.900.000,00

0,00 302.251.500,00 151.857.750,00 896.000.000,00 568.982.700,00 0,00 0,00 220.110.880,00 873.664.000,00 0,00 23.600.000,00 2.657.504.500,00

45.750.000,00 0,00

0,00 45.750.000,00

11.214.369.548,40

5.739.721.330,00

2.344.878.310.602,00 317.210.376.031,40 15.329.176.942,00 6.524.787.300,00 6.696.298.687,00 340.804.052.733,00 2.756.159.993,00 158.725.000,00 63.502.140.500,00 137.950.000,00 238.953.000,00 13.973.035.772,00 4.125.434.425,00 736.524.000,00 13.700.000,00 181.658.000,00 98.113.000,00 5.100.000,00 1.207.075.000,00 3.118.577.570.985,40 0,00

4. 5.

DANA CADANGAN AKTIVA LAIN-LAIN a. b. c.

PIUTANG ANGSURAN PIUTANG ROYALTI BANGUNAN DALAM PENGERJAAN JUMLAH AKTIVA LAIN-LAIN

0,00 0,00 0,00 0,00 3.456.332.666.193,04

147.625.340,00 13.268.000.000,00 8.034.087.830,00 21.449.713.170,00 64.518.981.990,40

69.545.340,00 0,00 0,00 69.545.340,00 8.096.304.814,00

78.080.000,00 13.268.000.000,00 8.034.087.830,00 21.380.167.830,00 3.512.755.343.369,44

TOTAL AKTIVA

807.07 0.70 19.40 476.Depkeu SLA.793.774.07 39.Depkeu (Ex Inpres Pasar) Tgl.00 0.Depkeu RDI-185/DDI/1987 Tgl.730. c. BAGIAN LANCAR UTANG JANGKA PANJANG UTANG BELANJA UTANG PAJAK PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA HUTANG PFK JUMLAH UTANG LANCAR 2.423.62 10.981.00 772.00 0.IP-415) .793.001/PK/KIB-LL/1996 Tgl 18 Maret 1996 (Lampu Penerangan Jalan) JUMLAH UTANG JANGKA PANJANG 0.189.774.396.374. b.3340-IND) .00 0.75 328.700.800.991.75 328. e.00 0.00 25.541.036.873.448.913.263. 1.00 25.036.400.991.873.254.118.638.338.396.737.448.882.263. d.737. 17 Pebruari 1982 .649.295.362.700.40 476.00 0.00 1.00 0.882.47 2.000.2408-IND) .526.947.1653-IND) .807.807.829.874.257.243.122.047.292.189.00 0.409.800.362.Depkeu SLA.829.874.00 20.00 13.00 67.00 13.122.047.00 0.700.159/DDI84 Tgl 19 Nopember 1984 (Urban V/Ex IBRD Loan No.833/DP3I1995 Tgl 19 Nopember 1995/ (Prasana Air Bersih (Ex OECF Loan No.033.874.00 0.00 0. 17 Desember 1987 (Cargo Terminal) .061.397.408.00 0.174. UTANG JANGKA PANJANG a. UTANG UTANG LANCAR a.118.26 82. b.397.134.73 JUMLAH UTANG .473.00 1.873.947.00 2.036.292.000.185. UTANG LUAR NEGERI UTANG DALAM NEGERI .Depkeu RDA-115/DP3/1993 (P3KT/Ex IBRD Loan No.470.257.12/009/IBRD/PP Tgl 3 Juli 1979 (Urban III/Ex IBRD Loan No.880.00 0.00 20.913.26 2.996.33 25.47 2.374.397.00 13.912.70 0.00 772.00 0.47 42.07 26.00 39.157.Depkeu SLA.00 0.243.00 19.00 12.33 70.061.Bank Pembangunan Daerah Sulsel (BPD Sulsel) Perjanjian No.II.338.62 10.933.196.526.257.283.07 40.777.254.541.00 0.26 2.

807.07 2.356.584.279.507.318. 3.409.585.629.299.506.113.922.111.14 117. EKUITAS EKUITAS DANA UMUM a.274.873.386.00 772.429.000. 1.15 3.408.777.050.00 0.264.526.140.04 61.291.283.820.26) 318.00 2.484.00 35.384.456.508.183.034.397.33) 290.71 3.196.895.901.07 78.274.408.00) (67.00 4.874.302.520.468.00 16.00 35.291. b.174.00 262.408.821.III.211.71 JUMLAH EKUITAS TOTAL PASIVA 3.07 0.07 41.843.00 (2.737.443.246.62 262.44 .146.967.583.930.193.00 2. SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN PELAPORAN DIINVESTASIKAN DALAM ASET TETAP DIINVESTASIKAN DALAM SAHAM CADANGAN PIUTANG CADANGAN PERSEDIAAN DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PENDEK DANA PEMBAYARAN UTANG JANGKA PANJANG DIINVESTASIKAN PADA ASET DAERAH YANG DIPISAHKAN JUMLAH EKUITAS DANA UMUM 41.71 0.183.71 2.860.034.386.90 14.529.992.755.37 3.102.506.040.509.00 4.425.353.00 10.666. d.332.463.291.556. e.07) (42.961.996.000.036.398.043.609.00 74.833.216.833. g.246. EKUITAS DANA DICADANGKAN EKUITAS DANA DONASI 0.00 10.00 0. f.892.649.369.764.15 3.54 3.701.581.386.957. h.90 291.500.537.508.520.00 (29.790.62 0.37 3.820.00 25.443.00 3.995.767.343.700.670. c.650.267.332.865.00 28.07 28.07 0.268.506.585.295.040.00 4.000.512.299.211.

514.158.104.290.532.30 1.197.Retribusi Daerah .770.33 442.491.843.777.715.Dana Alokasi Khusus 87.30 1.706.532.868.000.163.198.122.030.968.78 54.824.249.Bagian Laba Usaha Daerah .158.252.435.823.163.00 85.491.156.422.79 77.038.00 24.000.968.252.731.906.290.00 6.153.455.000.020.777.Lampiran 3 PEMERINTAH KOTA MAKASSAR LAPORAN ALIRAN KAS TAHUN ANGGARAN 2004 (dalam rupiah) URAIAN ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Aliran Kas Masuk Pendapatan Asli Daerah .248.79 308.464.Pajak Daerah .00 24.00 6.248.158.00 10.79 77.717.949.435.00 145.368.Dana Alokasi Umum .321.33 442.000.79 308.470.Lain-lain PAD Pendapatan Dana Perimbangan .00 2.018.806.278.15 4.338.018.084.823.307.00 SEBELUM AUDIT KOREKSI DEBET KREDIT SETELAH AUDIT .575.00 2.381.378.295.00 8.074.870.361.910.307.78 55.920.00 2.00 5.779.15 6.574.Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak .015.

342.922.505.00 9.670.57 .00 50.57 10.738.00 19.317.894.196.Belanja Pemeliharan Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka Total Aliran Kas Keluar 421.677.196.000.00 4.071.00 488.5.437.347.477.58 400.047.895.00 41.260.387.00 .278.855.Belanja Perjalanan Dinas .411.780.776.605.00 1.713.024.872.000.092.057.561.037.582.361.262.302.00 91.913.238.Belanja Perjalanan Dinas .534.500.183.872.922.904.00 400.260.000.324.680.605.896.00 91.599.614.411.614.550.433.291.690.00 302.455.920.Belanja Pemeliharan Belanja Operasi Dan Pemeliharaan .683.599.00 1.422.58 6.128.00 8.770.690.335.00 19.024.00 10.578.062.00 22.495.032.00 30.00 19.00 418.007.00 2.000.393.670.918.Belanja Barang Dan Jasa .Belanja Pegawai .281.611.00 50.824.302.582.00 2.679.312.777.00 4.00 25.000.Dana Perimbangan Dari Propinsi Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Belanja Administrasi Umum .798.00 3.795.334.422.035.695.000.190.797.335.000.534.58 50.00 559.00 30.00 223.808.750.00 3.58 6.153.Belanja Pegawai .190.206.00 11.000.317.00 25.057.00 9.381.047.00 302.381.806.044.047.670.680.683.470.00 485.00 5.00 557.00 233.Belanja Barang Dan Jasa .00 2.945.731.920.00 400.644.254.00 276.349.351.848.00 41.

010.00 30.00 1.648.902.731.99 10.779.360.605.292.292.841.967.520.040.500.809.840.00 2.00 772.149.00 (59.340.570.568.416.526.783.877.648.944.00 5.779.057.00 61.00 595.737.877.00 30.924.00 772.00 61.500.714.00 2.568.694.Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Aliran Kas Masuk Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Belanja Modal Pembelian Investasi Jangka Panjang Total Aliran Kas Keluar Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Aliran Kas Masuk Penerimaan UUDP Tahun Lalu Penerimaan Hutang PPh Penerimaan Hutang PFK Penerimaan Piutang Tahun lalu Total Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Penyertaan Modal Pembayaran Hutang PFK Pembayaran Hutang Belanja 71.351.737.484.500.200.035.00 33.149.413.00) 703.570.00 703.371.00 595.779.877.648.360.605.770.841.371.570.00 72.00 30.727.536.00 33.062.00 1.648.809.540.00 30.010.00) (61.133.00 225.040.484.200.00 59.99 59.288.424.526.703.149.00 2.00 .158.149.779.783.540.00 225.583.599.00 703.288.536.

036.00 1.808.37 10.372.901.237.865.846.244.727.578.765.287.529.407.100.00 Kenaikan Kas Selama Periode Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas 10.00 2.881.37 .883.909.909.948.99 30.38 41.649.99 30.00 (1.649.100.881.465.727.765.050.457.529.00 33.808.00 - 345.959.00) 341.38 41.846.Pengeluaran Belanja Dibayar Dimuka-UUDP Droping Total Aliran Kas Keluar Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan 343.238.883.

833.416.648.00 Jurnal pengakuan saldo akhir piutang jasa giro PD.779.Jasa Giro Ekuitas Dana Umum .517.334.Cadangan Piutang 42. BPR per 31 Desember 2004 A.149.648.Lampiran 4 PEMERINTAH KOTA MAKASSAR DAFTAR KOREKSI (ADJUSTMENT) PER 31 DESEMBER 2004 (dalam rupiah) NO.334.000.585.149.779. A.00 262.00 Jurnal pengakuan piutang Royalti Pulau Khayangan sesuai Surat Perjanjian Kerjasama antara Pemkot Makassar dengan PT Putra-putra Nusantara tentang Penggunaan Pulau Kayangan A.4 Persediaan Bahan Pakai Habis/Material Ekuitas Dana Umum .585.00 Koreksi atas persediaan obat-obatan.3 Piutang Lain-lain . alat tulis kantor pada unit-unit kerja per 31 Desember 2004 yang belum dicatat ke dalam Neraca . benda berharga. IWP dan Taperum A.000.Cadangan Persediaan 262.416.000.Cadangan Piutang 13.833.00 30.2 Aktiva Lain-lain .00 42.000.517.1 JURNAL PENYESUAIAN Koreksi Karena Belum Dicatat Pembayaran Hutang PFK Penerimaan Hutang PFK 30. A.00 DEBIT KREDIT Pemotongan dan penyetoran PPh.00 13.Piutang Royalti Ekuitas Dana Umum .

875. Pasar Benda berharga .00 2.Dinas Pendapatan Benda berharga .000.500.833.Dinas Pemadam Kebakaran ATK .953.972.00 218.Dinas Cipta Karya ATK .- Obat-obatan .Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Utang Lancar .461.00 .500.Dinas Pariwisata ATK .Dinas Perhubungan ATK .Dinas Pariwisata 202.00 2.000.00 262.262.Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah ATK .Dinas Bina Marga ATK .524.00 20.000.00 2.000.400.Badan Pengawas Daerah ATK .500.811.00 43.500.5 EDU .825.00 A.160.615.00 147.00 4.037.PD.585.00 9.000.Dinas Perhubungan Benda berharga .732.187.524.947.00 3.927.00 1.00 10.00 1.Utang Pajak 43.Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Benda berharga .500.615.Dinas Pendapatan Daerah ATK .

043.00 A.609.871.000.509.043.00.5 EDU .00 28.00 466.859.00 Jurnal koreksi untuk mencatat utang pajak PPh 21 pemegang kas Sekretariat Daerah per 31 Desember 2004 A.883.000.00 Mess Jakarta A.Investasi Aset Daerah yang Dipisahkan Ekuitas Dana Umum .09.Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Utang Lancar .6 Investasi Jangka Panjang .Jurnal koreksi untuk mencatat utang pajak PPh 21 pemegang kas Sekretariat DPRD per 31 Desember 2004 Rp43.177.00 6.00 Menara Balaikota A.Utang Pajak 432.00 432.7 Bangunan Gedung Utang Belanja 466.043.000.000.00 Jurnal koreksi atas penyertaan modal Pemda pada PD.885.615.Diinvestasikan Pada Aset Daerah Yang Dipisahkan 28.885.7 Jalan dan Jembatan Utang Belanja 3.661.40 3.177.524.859.609.000.509.7 Bangunan Dalam Pengerjaan Utang Belanja 6.548. A.661.000. Terminal Metro Makassar yang kurang dicatat sebesar Rp28.548.883.871.40 .509.

00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Pajak Restoran yang dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah B.00 1.451.00 703.Hotel Ekonomi 1.938.Rumah Kopi/Minum Dingin Pajak Restoran .Kios/Karaoeke Pajak Restoran .Bioskop/Penyediaan Disk Pajak Hiburan .Pertunjukan Kesenian dan Musik Pajak Hiburan .947.3 Pajak Hiburan .Jalan BTP B.383.134.792.154.Penjual Makanan Minuman (Harian) 1.084.284.00 477.00 216.Bilyard/Ketangkasan/Pijat 2.098.210.791.221.342.00 186.Bar Pajak Restoran .506.00 1.553.096.Hotel Melati Pajak Hotel .00 264.036. B.Diskotik/Klub Malam/Karaoke Pajak Hiburan .310.217.641.123.438.Hotel Berbintang Pajak Hotel .00 1.045.145.1 Kesalahan Pembebanan (dicatat tapi salah akun) Pajak Hotel .952.025.Restoran/Rumah Makan/Warung Nasi Pajak Restoran .767.819.2 Pajak Restoran .759.00 1.00 .00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Pajak Hotel yang dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah B.824.

020.355.630.Komunal 519.171.7 Retribusi Tempat Rekreasi & Olahraga .285.00 534.Hidrant Per Unit 15.000. Koreksi reklasifikasi penerimaan Pajak Hiburan yang dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah B.Rawat Inap Umum Retribusi Pelayanan Kesehatan .000.772.Individual Retribusi Pelayanan Kebersihan .Rawat Jalan 9.184.00 102.250.470.5 Retribusi Pelayanan Kebersihan .000.388.6 Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .250.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Pelayanan Kebersihan yang dikelola oleh Dinas Keindahan Kota B.438.Tempat Rekreasi Retribusi Penyeberangan ke pulau lainnya 16.Kendaraan Bermotor Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .438.Sampah Luar Biasa Retribusi Pelayanan Kebersihan .00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan yang dikelola oleh Dinas Kesehatan B.4 Retribusi Pelayanan Kesehatan .Rumah Usaha Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .00 15.00 9.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran yang dikelola oleh Dinas Pemadam Kebakaran B.792.00 10.00 .160.000.Fitnes/Kebugaran dll.Pajak Hiburan .00 5.350.

836.10 Retribusi Izin Trayek .Angkutan Umum Retribusi Izin Trayek .Tempat Olahraga 16.00 651.000.8 Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Izin Trayek yang dikelola oleh Dinas Perhubungan .SITU Baru Retribusi Izin Gangguan .Kendaraan Tidak Bermotor 29.IMB Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .100.000.00 29.349.500.699.855.000.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Izin Ganguan yang dikelola oleh Kantor Pelayanan Perizinan B.784.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga dan Retribusi Penyeberangan ke Pulau Lainnya yang dikelola oleh Dinas Pariwisata B.Balik Nama 839.00 186.000.961.000.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan dikelola oleh Dinas Tata Bangunan B.00 Retribusi Tempat Rekreasi & Olahraga .00 36.Pemutihan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .000.850.709.9 Retribusi Izin Gangguan .00 125.000.000.Penambahan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .961.449.Renovasi Retribusi Izin Mendirikan Bangunan .Perpanjangan SITU 186.00 25.488.699.

519.Bus Umum Retribusi Terminal .749.Izin operasional 32.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Informasi dan Komunikasi yang dikelola oleh Dinas Informasi dan Komunikasi B.Dinas Pendapatan Daerah 206.14 Piutang Pajak Piutang Retribusi Ekuitas Dana Umum .473.469.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Izin Industri dan Perdagangan yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan B.00 31.140.000.00 3.000.150.00 Koreksi reklasifikasi penerimaan Retribusi Terminal yang dikelola oleh PD.632.00 147.Fasilitas Penunjang 3. Terminal B.576.000.050.00 251.019.Tanda Daftar Perusahaan Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .750.Izin Usaha Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .Izin usaha pameran Retribusi Informasi dan Komunikasi .326.Tanda Daftar Gudang 530.140.12 Retribusi Informasi dan Komunikasi .000.000.00 Jurnal pengakuan saldo awal piutang pajak dan retribusi per 1 Januari 2004 Piutang Pajak Hotel .Izin perfilman Retribusi Informasi dan Komunikasi .B.11 Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .13 Retribusi Terminal .000.00 1.000.332.Cadangan Piutang 243.000.550.00 41.000.00 341.500.100.00 7.00 .Tanda Daftar Industri Retribusi Izin Industri dan Perdagangan .

749.00 7.425.00 82.698.698.00 B.698.698.860.00 .840.621.Dinas Pendapatan Daerah Pajak Restoran .053.00 82.00 180.700.00 885.576.642.00 652.000.Dinas Pemadam Kebakaran 32.000.00 7.700.091.00 B.00 1.000.00 9.700.700.576.Cadangan Piutang Jurnal pengakuan saldo akhir piutang retribusi per 31 Desember 2004 Pajak Hotel .500.14 Piutang Pajak Piutang Retribusi Ekuitas Dana Umum .700.Dinas Pendapatan Daerah Piutang Pajak Hiburan .Kios/Karaoke Pembiayaan .000.000.14 Pembiayaan .134.323.519.00 Jurnal penutup penerimaan piutang Tahun Anggaran 2004 mengurangi Piutang Pajak Piutang Pajak Hotel Piutang Pajak Restoran 73.463.00 5.700.00 9.Dinas Pendapatan Daerah 33.Dinas Pendapatan Daerah Retribusi Alat Pemadam Kebakaran .00 82.213.698.Penerimaan Piutang 73.Berbintang Pajak Restoran .500.033.251.Penerimaan Piutang Piutang Pajak 82.698.00 233.00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan tunggakan pajak tahun lalu yang dicatat sebagai penerimaan murni yang seharusnya dicatat sebagai pembiayaan-penerimaan piutang penyesuaian Neraca B.246.078.890.14 Pajak Hotel .- Piutang Pajak Restoran .00 243.

- Pajak Hiburan .712.760.Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang Pajak 9.00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan piutang lain-lain yang dicatat sebagai penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah yang seharusnya dicatat sebagai pembiayaan-penerimaan piutang penyesuaian Neraca : B.937.500.712.00 - Retribusi Tempat Rekreasi .712.640.712.Dinas Pemadam Kebakaran Retribusi IMB .Dinas Pariwisata Retribusi Pasar .760.372.00 233.PD.193.Penerimaan Piutang Tahun Lalu 9.134.760.712.760.00 601. Pasar Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam .Bank Perkreditan Rakyat B.PT Duta Niaga Djumantara Cadangan Untuk Piutang 9.463.00 652.00 15.831.15 Piutang Lain-lain .16 Penerimaan Pembiayaan .413.712.00 Jurnal penutup penerimaan piutang Tahun Anggaran 2004 mengurangi Piutang Pajak .00 9.860.219.078.16 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Penerimaan Pembiayaan .697.000.360.Dinas Pendapatan Daerah 18.760.000.831.00 27.00 586.00 Mengakui Saldo Awal Piutang PPJ dari PT Duta Niaga Djumantara karena terdapat penggunaan rekening PPJ oleh PT Duta Niaga Djumantara yang diperhitungkan oleh PT PLN pada rekening pemkot B.00 7.760.00 9.00 9.000.00 7.

825.00 Mengakui Piutang PPJ dari PT Duta Niaga Djumantara karena terdapat penggunaan rekening PPJ oleh PT Duta Niaga Djumantara yang diperhitungkan oleh PT PLN pada rekening pemkot B.00 13.16 Pajak Penerangan Jalan Umum Biaya Listrik Penerangan JalanUmum 14.377.Piutang Restitusi PPh 21 Ekuitas Dana Umum .825.B.00 14.825.PT Duta Niaga Djumantara 14.00 Cadangan Untuk Piutang .377.915.145.16 Penerimaan PPJ Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 3.825.515.00 3.515.00 Mengurangi realisasi penerimaan Pajak PPJ dan Biaya PJU yang dilakukan melalui Jurnal Umum/DPA karena dicatat dua kali B.377.194.377.145.626.00 Reklasifikasi penerimaan lain-lain dari PT Duta Niaga Djumantara yang dicatat pada penerimaan PPJ B.16 Pajak Penerangan Jalan Umum Biaya Listrik Penerangan JalanUmum 13.630.915.684.00 14.Cadangan Piutang 2.16 Piutang Lain-lain .17 Piutang Lain .630.00 Mengurangi realisasi penerimaan Pajak PPJ dan Biaya PJU yang dilakukan melalui Jurnal Umum/DPA karena terdapat penggunaan oleh PT Duta Niaga Djumantara B.

17 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Pembiayaan .18 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Pembiayaan .340.545.18 Pembiayaan .626.00 147.340.2.626.00 .00 2.684.18 Piutang lain .Penerimaan Piutang 69.684.194.00 2.Cadangan Piutang 147.194.194.00 69.Piutang Angsuran Ekuitas Dana Umum .194.626.340.17 Pembiayaan .625.00 Jurnal untuk mencatat saldo awal piutang angsuran kendaraan bermotor B.194.545.Penerimaan Piutang Restitusi PPh 21 2.684.684.00 Jurnal reklasifikasi atas penerimaan piutang angsuran kendaraan bermotor tahun 2004 yang dicatat sebagai Lain-lain PAD yang Sah yang seharusnya merupakan pembiayaan penerimaan piutang B.Penerimaan Piutang Restitusi PPh 21 Piutang Restitusi PPh 21 2.625.545.684.340.626.00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan piutang restitusi PPh 21 yang dicatat sebagai penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah yang seharusnya dicatat sebagai pembiayaan-penerimaan piutang B.626.Penerimaan Piutang 69.00 Jurnal penutup penerimaan piutang Tahun Anggaran 2004 mengurangi Piutang Restitusi PPh 21 B.00 Koreksi pengakuan saldo awal piutang restitusi PPh 21 per 1 Januari 2004 B.340.

450.00 4.20 Retribusi Tempat Rekreasi Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah .Rumah Usaha Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 8.00 8.00 Jurnal penutup untuk pencatatan Aktiva Lain-lain .000.000.340.00 133.19 Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran .00 500.Penggalian Jalan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 1.00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan Lain-lain PAD yang sah berupa penerimaan hasil penyitaan jaminan penawaran pemenang tender yang mengundurkan diri (PT.000.000.SITU Baru sebesar Rp1.00.piutang angsuran kendaraan bermotor ke dalam Neraca per 31 Desember 2004 B.00 500.00 .200.000.Penerimaan Piutang Tahun Lalu 4.00 dan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah B.Piutang Angsuran 69.000. Retribusi Izin Trayek sebesar Rp500.000.000.000.545.00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan Lain-lain PAD yang sah sebesar Rp2.000.Royalti 133.000.21 Penerimaan Ganti Rugi Atas Kekayaan Daerah Pembiayaan .00 2.00 yang dicatat sebagai Retribusi Tempat Rekreasi B.SITU Baru Retribusi Izin Trayek .rumah usaha B.000.450.000.00 yang lebih disetor oleh BPR yang dicatat sebagai penerimaan retribusi izin gangguan .00 Koreksi reklasifikasi atas penerimaan Lain-lain PAD yang sah (royalti) sebesar Rp133. Askrindo) yang dicatat sebagai retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran .19 Retribusi Izin Gangguan .000.200.Piutang lain .Angkutan Umum Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah .

00 Jurnal koreksi Sisa UUDP (Belanja Dibayar Dimuka) atas belanja perjalanan dinas luar daerah penelitian penataan ruang dan bangunan di Dinas Tata Bangunan B.000.00 2.000.00 4.200.00 Jurnal penutup untuk mencatat penyetoran Piutang UUDP ke dalam Neraca per 31 Desember 2004 B.UUDP Dropping atas belanja foto copy Kecamatan Makassar B.000.050.Jurnal reklasifikasi penyetoran Piutang UUDP yang dicatat sebagai Lain-lain PAD yang Sah yang seharusnya merupakan pembiayaan .000.000.Sisa Lebih Anggaran Tahun Pelaporan 10.00 Jurnal penutup atas Belanja Dibayar Dimuka .BOP Tata Ruang 2.855.Kecamatan Makassar 10.200.22 UUDP Dropping Biaya Foto Copy .050.22 Ikhtisar Surplus/Defisit Netto Ekuitas Dana Umum .00 Jurnal koreksi Sisa UUDP (Belanja Dibayar Dimuka) atas belanja foto copy Kecamatan Makassar yang masih terdapat dalam rekening pemegang kas Kecamatan Makassar B.855.penerimaan piutang tahun lalu B.00 10.855.050.050.00 10.21 Pembiayaan .00 .Penerimaan Piutang Tahun Lalu Piutang UUDP 4.22 UUDP Dropping Perjalanan Dinas Luar Daerah .22 Ikhtisar Surplus/Defisit Netto 2.

00 1. materai dan benda pos lainnya bulan Desember 2004 (Contra Pos) pada SMPN 9 yang dicatat sebagai LainLain PAD yang sah B. materai dan benda pos lainnya .Kecamatan Bontoala 5.800.000.Puskesmas Tarakan 90.SMPN 9 1.00 Koreksi reklasifikasi atas pengembalian kelebihan biaya perangko.000.23 Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah .00 Jurnal koreksi Sisa UUDP (Belanja Dibayar Dimuka) atas belanja perjalanan dinas luar daerah penelitian penataan ruang dan bangunan di Dinas Tata Bangunan B.000.00 Koreksi reklasifikasi atas pengembalian kelebihan biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah bulan September 2004 (Contra Pos) pada Badan Diklat yang dicatat sebagai Lain-Lain PAD yang sah B.855.00 .Ekuitas Dana Umum .000.00 Koreksi reklasifikasi atas pengembalian kelebihan pembayaran gaji pokok pegawai Kecamatan Bontoala bulan Desember 2004 (Contra Pos) yang dicatat sebagai Lain-Lain PAD yang sah 5.23 Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Biaya perangko.00 90.00 Koreksi reklasifikasi atas pengembalian kelebihan pembayaran gaji pokok pegawai Puskesmas Tarakan bulan Nopember 2004 (Contra Pos) yang dicatat sebagai Lain-Lain PAD yang sah B.Sisa Lebih Anggaran Tahun Pelaporan 2.000.800.23 Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Gaji Pokok .00 2.Badan Diklat 2.000.000.23 Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Gaji Pokok .

00 400.500. B.500.24 Gaji Pokok .Pembayaran Hutang Belanja Biaya Perawatan & Pengobatan Lokal Biaya Uang Duka 135.700.Penerimaan Hutang Pajak 595.00 Koreksi reklasifikasi atas pengembalian kelebihan pembayaran gaji pokok pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan bulan Desember 2003 yang dicatat sebagai Contra Pos Gaji Pokok yang seharusnya merupakan Lain-Lain PAD yang sah B.25 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Pembiayaan .753.00 595.00 1.00 EDU .542.Penerimaan Hutang Pajak Hutang Pajak .259.Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Hutang Belanja 135.25 Pembiayaan .259.PPh 595.Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 400.500.00 Jurnal penutup untuk pencatatan Hutang Pajak .PPh ke dalam Neraca per 31 Desember 2004 B.26 Pengeluaran Pembiayaan .penerimaan hutang pajak dan harus disetor ke Kas Negara.26 135.00 .00 Jurnal reklasifikasi penerimaan PPh dari Kecamatan Makassar yang dicatat sebagai Lainlain PAD yang Sah yang seharusnya merupakan pembiayaan .259.542.000.500.00 595.B.542.500.00 Belanja Sekretariat Daerah A B.00 3.

940.00 32.00 586.00 41.223.235.00 87.172.195.425.259.26 Hutang Belanja Pengeluaran Pembiayaan .000.072.800.Biaya Alat Listrik Biaya Listrik Biaya Telepon Biaya Air Biaya Penanggulangan Keadaan Darurat Biaya Bahan Bakar Kendaraan Dinas Biaya Pemeliharaan Kendaraan Dinas 13.00 2.170.26 EDU .267.364.00 9.Pemeliharaan Bangunan Umum Hutang Belanja .00 Koreksi reklasifikasi atas pembayaran hutang Sekretariat Daerah TA 2003 yang dicatat sebagai biaya pemeliharaan TA 2004 B.340.00 Hutang Sekretariat Daerah A per 31 Desember 2004 B.572.000.542.Pemeliharaan Jalan Lingkungan 637.Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Hutang Belanja 87.091.542.00 28.172.364.000.00 Jurnal penutup pembayaran hutang Tahun Anggaran 2003 mengurangi Hutang Belanja B.500.00 3.259.200.00 19.00 135.27 EDU .800.695.053.00 Pemeliharaan Cipta Karya .Pembayaran Hutang Belanja 135.Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Hutang Belanja .000.Pemeliharaan Drainase Hutang Belanja .00 31.191.

Pemeliharaan Bangunan Umum Hutang Belanja .00 Jurnal penutup pembayaran hutang Tahun Anggaran 2003 mengurangi Hutang Belanja B.00 Jurnal reklasifikasi atas Aktiva Tetap .267.B.27 EDU .091.291.00 4.Pemeliharaan Drainase Hutang Belanja .952.000.506.506.Aset Tetap 4.tanah yang diperoleh dari hibah yang dicatat sebagai Ekuitas Dana Umum .27 Pengeluaran Pembiayaan .27 Hutang Belanja Pengeluaran Pembiayaan .235.500.267.729.000.Pembayaran Hutang Belanja 637.00 Hutang Pemeliharaan Cipta Karya per 31 Desember 2004 B.195.695.Dana dalam bentuk Aktiva Tetap Ekuitas Dana Donasi .109.291.195.267.000.000.00 520.000.Dana dalam bentuk Aktiva Tetap yang seharusnya Ekuitas Dana Donasi .Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Hutang Belanja .00 9.00 637.348.000.790.Aset Tetap .00 220.195.940.Pembayaran Hutang Belanja Biaya Pemeliharaan Bangunan Umum Biaya Pemeliharaan Drainase Biaya Pemeliharaan Jalan Lingkungan 637.00 607.00 Koreksi reklasifikasi atas pembayaran hutang Dinas Cipta Karya TA 2003 yang dicatat sebagai biaya pemeliharaan TA 2004 B.Pemeliharaan Jalan Lingkungan 1.00 41.27 Ekuitas Dana Umum .00 586.000.

B.28

Belanja Modal Bangunan Gedung tempat kerja
Lurah Kalukuang Lurah Ujung Pandang Lurah Bontoala Lurah Karuwisi Lurah Bara-Baraya Ruang Asisten 3 180.000.000,00 169.000.000,00 184.594.000,00 74.500.000,00 202.000.000,00 36.099.500,00

Belanja Modal Bangunan Gedung Sekolah
TK DW Biaya Pemeliharaan Gedung Kantor Lainnya B.28 48.550.000,00 894.743.500,00

Gedung Kantor

846.193.500,00

Belanja Modal Bangunan Gedung tempat kerja
Lurah Kalukuang Lurah Ujung Pandang Lurah Bontoala Lurah Karuwisi Lurah Bara-Baraya Ruang Asisten 3 180.000.000,00 169.000.000,00 184.594.000,00 74.500.000,00 202.000.000,00 36.099.500,00

B.28

Gedung Sekolah

48.550.000,00

Belanja Modal Bangunan Gedung Sekolah
TK DW B.28 48.550.000,00

Belanja Modal Bangunan Rumah Dinas
Walikota Sekda Biaya Pemeliharaan Rumah Dinas 479.669.000,00 270.400.000,00 750.069.000,00

B.28

Gedung Rumah dinas

750.069.000,00

Belanja Modal Bangunan Rumah Dinas
Walikota Sekda B.28 479.669.000,00 270.400.000,00

Belanja modal alat kantor
Pengadaan barang inventaris daerah 56.825.000,00

Belanja modal alat rumah tanga
Pengadaan barang inventaris daerah 188.892.000,00

Belanja modal komputer
Pengadaan barang inventaris daerah 5.000.000,00

Belanja printer
Pengadaan barang inventaris daerah

1.000.000,00

Belanja modal meja dan kursi
Pengadaan barang inventaris daerah 191.560.000,00

Belanja modal alat-alat studio
Pengadaan barang inventaris daerah 17.400.000,00

Belanja modal alat komunikasi
Pengadaan barang inventaris daerah Biaya alat rumah tangga B.28 2.150.000,00 462.827.000,00

Air Conditioner Tempat Tidur Televisi Alat Rumah Tangga Komputer Meja dan kursi Assesoris Kantor Alat Studio Alat Komunikasi

40.800.000,00 74.000.000,00 5.750.000,00 109.142.000,00 6.000.000,00 191.560.000,00 16.025.000,00 17.400.000,00 2.150.000,00

Belanja modal alat kantor
Pengadaan barang inventaris daerah 56.825.000,00

00 49.000.560.00 Belanja printer Pengadaan barang inventaris daerah 1.000.750.000.000.Belanja modal alat rumah tanga Pengadaan barang inventaris daerah 188.000.00 Belanja modal alat komunikasi Pengadaan barang inventaris daerah 2.00 Belanja modal meja dan kursi Pengadaan barang inventaris daerah 191.000.892.00 139.000.000.00 49.29 Belanja Modal ALat-Alat Angkutdarat bermotor roda 4 Belanja modal alat-alat studio Intensifikasi/Ekstensifikasi dan Koordinasi PBB B.00 90.000.000.000.750.400.150.000.000.000.00 Sekda B. Pick Up Alat Studio Belanja Modal ALat-Alat Angkutdarat bermotor roda 4 Belanja modal alat-alat studio 90.00 Truck.000.00 Belanja modal alat-alat studio Pengadaan barang inventaris daerah 17.00 49.750.000.00 .00 Belanja modal komputer Pengadaan barang inventaris daerah 5.29 90.000.000.750.

30 Belanja Modal LAN Pemasangan Jaringan Local Area Network B.000.00 49.788.000.690.Dipenda B.690.100.00 Bapeda B.100.000.000.00 50.000.00 Dipelda B.000.000.00 .30 50.31 Gedung Kantor Belanja modal bangunan gedung tempat kerja Pembangunan sektor panakukkang mas 84.00 49.000.000.000.000.00 84.00 B.788.00 50.100.000.00 89.000.31 Belanja modal bangunan gedung tempat kerja Pembangunan sektor panakukkang mas Pemeliharaan / rehabilitasi bangunan sektor panakung mas 84.00 Komputer Belanja Modal LAN 50.32 Belanja modal monumen dan musium Pembangunan Musium Kota Pembangunan Pagar Makam Raja-Raja Tallo Renovasi Bangunan Musium Kota Pemeliharaan Makam Raja-Raja Tallo 89.000.000.00 84.000.100.

00 896.Simduk masuk ke instalasi .000.1 Reklasifikasi rekening aktiva karena salah dibukukan Komputer Instalasi SIMDUK 896.118. Inpres Pasar tanggal 17 Pebruari 1982 Hutang Jangka Panjang .Diinvestasikan Dalam Aset Tettap Ekuitas Dana Donasi B.000.000.000.000.448.457.889.947.34 4.B.62 10.873.33 EDU .000.243.75 328.700.457.700.Dana Pembayaran Utang Jangka Pendek EDU .000.Depkeu RDI-185/DDI/1987 tanggal 17 Desember 1987 Hutang PFK 1.882.700.00 Catatan Sipil .800.Depkeu SLA.00 Belanja modal monumen dan musium Dinas Pariwisata B.00 139.70 25.07 B.291.00 4.Dana Pembayaran Utang Jangka Panjang 25.913.457.159/DD184 tanggal 19 Nopember 1984 Hutang Jangka Panjang .291.12/009/IBRD/PP tanggal 13 Juli 1979 Hutang Jangka Panjang .506.873.Depkeu SLA.506.07 25.396.000.000.07 C.00 13.32 Monumen dan Musium 139.478.873.061.34 EDU .00 Hutang Jangka Panjang . C.Depkeu Ex.478.

000.00 Cipta Karya .134.00 .pematangan tanah Rusunawa Daya Mesin Pembangkit Listrik Alat Bengkel 4.Pemasangan Paving Blok Alat Bengkel 394.750.000.00 394.000.000.000.530.00 45.000.000.00 54.00 Dinas Keindahan .000.000.00 15.000.000.tadinya masuk kelompok Bangunan Gedung Alat Komunikasi Belanja Modal Menara Repiter 15.134.530.00 Dinas Perikanan .000.00 Cipta Karya .750.000.jalan paving block Tanah Untuk Asrama/Mess Alat Bengkel 475.000.00 4.000.00 475.pembelian genset Buku / Perpustakaan Barang Bercorak Seni dan Budaya 45.000.000.000.00 Dinas Pendidikan dan Pengajaran Alat Komunikasi Belanja Modal Menara Repiter 54.

000.962.500.00 Dinas Pendapatan .tadinya masuk kelompok Bangunan Gedung Alat Pertanian Almari 15.600.000.00 15.00 Dinas Tanaman Pangan & Peternakan .719.000.172.00 Dinas Kesehatan .832.00 1.000.Dinas Keindahan .00 154.00 8.242.000.130.600.500.00 Dinas Pendapatan .000.Crisis Centre Tamalanrea .000.KOR/2068/BT Alat Studio Kursi 8.500.719.KOR/4334/BT Komputer Alat Komunikasi 1.328.542.00 395.000.00 Dinas Perikanan dan Kelautan .542.Simtap Bangunan Dalam Pengerjaan Belanja modal bangunan Gedung tempat kerja 395.On Line PBB Komputer Gedung Kantor Alat Komunikasi 783.242.00 937.

750.00 302.857.00 Dinas Cipta Karya .00 Dipelda .00 220.500.857.110.110.Drainase Waduk 151.00 Dinas Kesehatan .00 151.Kor/4201.200.00 Dinas Cipta Karya Bangunan Dalam Pengerjaan Alat angkut apung bermotor 220.880.00 104.Sektor Kima/Biringkanaya.200. Kor/3294 Bangunan Dalam Pengerjaan .500.750. Kor/3808.251.251.880.740. Kor/2798 Bangunan Dalam Pengerjaan .Pemasangan Paving Block Jalan Daerah Propinsi 302. Kor/4411.740.Kor/3807. Kor/4412 .Bangunan Dalam Pengerjaan Belanja modal bangunan Gedung tempat kerja 104.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful