P. 1
sejarah aksi fpi 2008

sejarah aksi fpi 2008

|Views: 118|Likes:
Dipublikasikan oleh FPIonline

More info:

Published by: FPIonline on Jul 10, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

Front Pembela Islam

7/10/2008 5:55:55

SEJARAH AKSI FPI

26 Juni 2008

Tahun 2008
7 Januari 2008 M Hidup Mulia atau Mati Syahid TERKINI
BERITA FPI PERNYATAAN PERS SIKAP & PENJELASAN FPI LIPUTAN PERS & KLIPING OPINI TAUSYIAH CATATAN HABIB RIZIEQ

FPI ikut bersama FUI bertemu pejabat Bakorpakem (yang diterima Direktur Sosial Politik Kejaksaan Agung) untuk meminta agar Bakorpakem tidak terkecoh dengan tipudaya Ahmadiyah yang berpura-pura menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah Islam. Selain itu Bakorpakem diminta untuk melarang dan membubarkan Ahmadiyah di Indonesia. 15 Januari 2008 M FPI Bandung bersama sekitar 1000 massa Aliansi Umat Muslim Indonesia (Alumi) Jabar berdemo di depan Gedung Sate, untuk menolak keputusan Bakorpakem yang memberi kelonggaran kepada Ahmadiyah melalui 12 kesepakatan Ahmadiyah yang penuh kepalsuan. Aksi diakhiri dengan penyegelan sekretariat Ahmadiyah yang ada di Jalan Pahlawan No 71 Bandung. 17 Januari 2008 M FPI bersama ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI), antara lain HTI, LPPI, BKSPPI, Forum Studi dan Kajian Umat An Nashr, Perti, PP Syarikat Islam, Persis, DDII, KAHMI, Mudzakaroh Ulama dan Habaib, FBR, Al Irsyad Islamiyah, Assyafi'iyah, FUUI, dan SPMI, menyampaikan penolakan terhadap 12 kesepakatan yang dibuat oleh Ahmadiyah dengan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakorpakem). Menurut FUI, 12 butir penjelasan Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesiah (PB JAI) yang dibacakan dalam rapat Bakorpakem belum menunjukkan dan mencerminkan adanya perubahan sikap dan keyakinan Ahmadiyah. FUI meminta pemerintah tidak bermain mata dengan Ahmadiyah untuk mengelabui umat Islam karena konspirasi tersebut dinilai FUI menyakitkan dan bisa membuat umat marah. Umat Islamlah, menurut FUI, yang paling perlu dilindungi dan dipelihara akidahnya dari gangguan, termasuk dari kerusakan akidah yang disebabkan aliran Ahmadiyah. 18 Januari 2008 M Laskar Pembela Islam (LPI) berunjuk rasa di Kejaksaan Agung, menolak 12 poin komitmen Ahmadiyah dengan Bakorpakem yang mewakili pemerintah. FPI berpendapat 12 komitmen Ahmadiyah dengan Depag itu adalah penipuan Aqidah yang sangat berbahaya dan menyesatkan. Laskar Pembela Islam (LPI) memperingatkan pemerintah agar tidak mengambil keputusan yang melegalkan kesesatan di Indonesia. Karena tidak diizinkan masuk untuk menemui Jaksa Agung Muda Intelijen,Wisnu Subroto, akhirnya Laskar Pembela Islam (LPI) menitipkan sebuah kado yang berisi celana dalam kepada Wisnu Subroto. 14 Februari 2008 Ketua I DPP FPI, Ust. Shobri Lubis, menginstruksikan seluruh laskar FPI di seluruh Indonesia untuk melakukan pemantauan selama perayaan valentine, bila ada tindakan yang menyimpang dari ajaran Islam. Menurut Ust. Shobri, perayaan valentine sekarang sudah terlewat batas, padahal dalam Islam kasih sayang tidak mengenal hari, tapi setiap hari. FPI mengimbau, agar seluruh umat Islam tidak merayakan hari valentine. Menurutnya, perayaan valentine tidak sesuai dengan ajaran Islam, budaya valentine adalah budaya barat yang bersumber dari ajaran agama di luar Islam. 20 Februari 2008

Muqaddimah dari Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab

Sejak Front Pembela
Islam ( FPI ) mencanangkan Gerakan Nasional Anti Ma'siat pada saat deklarasi pendirian organisasi, tanggal 25 Robî 'uts Tsâni 1419 Hijriyyah / 17 Agustus 1998 Mîlâdiyyah, berbagai kritik, kecaman, tuduhan, tudingan, fitnah dan caci maki, bahkan teror, ancaman dan intimidasi, kerap kali dialamatkan ke organisasi ini. Selanjutnya, berbagai ujian dan cobaan menghantam FPI dan para aktivisnya. Pada tanggal 3 Sya'ban 1419 H / 22 November 1998 M, terjadi Peristiwa Ketapang, yang menyeret FPI ke dalam tragedi berdarah yang menggemparkan dunia. BACA SELENGKAPNYA

PUSTAKA FPI
HABIB RIZIEQ MENJAWAB PRO & KONTRA KISAH PEJUANG FPI SUKA DUKA LASKAR DAKWAH & SOSIAL KOLEKSI FOTO SEJARAH AKSI FPI

Habib Rizieq Menjawab berbagai pertanyaan seputar aksi FPI

Maraknya aksi FPI yang
diwarnai kekerasan telah menimbulkan kekerasan di tengah masyarakat dan membentuk imej yang tidak baik terhadap gerakan Islam, apalagi banyak laskar FPI dalam aksinya suka membawa dan memamerkan berbagai jenis senjata tajam, bukankah ini merugikan perjuangan dan sekaligus bertentangan dengan sifat rahmatan lil 'alamin bagi ajaran Islam? Bila sikap keras dan tegas harus dilakukan oleh FPI, maka kemunkaran yang

http://fpi.or.id/artikel.asp?oy=aks-26 (1 of 6)10/07/2008 17:59:28

Front Pembela Islam

Laskar Pembela Islam (LPI) dan para pengurus FPI hadir di setiap sidang perkara nabi Palsu, Ahmad Moshadeq, pimpinan Al Qiyadah al Islamiyah, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang berlangsung tiap hari Rabu selama beberapa minggu. Situasi selalu dalam keadaan tegang karena 500 hingga 1000 pengikut Moshadeq serta preman bayaran dan anggota Front Persatuan Nasional pimpinan Agus Miftah yang berpakaian hitam-hitam selalu dikerahkan mendukung Moshadeq. Sementara itu Laskar Pembela Islam (LPI) yang terkadang berjumlah 50 hingga 200 orang selalu bersebelah-sebelahan dengan massa pendukung Moshadeq dalam situasi tegang siap perang. Sekitar 200 hingga 300 aparat Kepolisian selalu hadir mengawal setiap sidag Moshadeq. 10 Maret 2008 M Front Pembela Islam (FPI) yang tergabung dalam rombongan Forum Umat Islam (FUI) bertemu Ketua dan jajaran pengurus Komnas HAM untuk menyampaikan bahwa Ahmadiyah telah melanggar HAM karena merusak akidah umat Islam, dan meminta agar Komnas HAM tidak terkecoh dan berpihak kepada Ahmadiyah serta dapat memahami nilai-nilai akidah yang sangat dijaga oleh umat Islam. FUI meminta Komnas HAM agar dapat membedakan antara kebebasan menjalankan agama dengan kebebasan merusak agama. Dalam kesempatan itu, Ketua Bidang Eksternal FPI, Ustad Djafar, menyinggung soal isi ceramah salah seorang da’i FPI yang dianggap provokatif oleh para pendukung Ahmadiyah sebenarnya merupakan cermin dari kemarahan umat Islam apabila akidahnya dirusak oleh umat lain. 17 Maret 2008 M Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dipadati Laskar Pembela Islam (LPI) meneriakkan bahwa ajaran Islam seseorang yang mengaku nabi setelah Nabi Muhammad SAW maka dihalalkan darahnya untuk dibunuh. Hadir sebagai saksi memberatkan saat itu adalah Ahmad Hawawi, dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyampaikan berbagai kesesatan ajaran Mushadeq. 18 Maret 2008 M FPI Bandung dan belasan anggota Jagabaya mendatangi DPRD Kota Bandung meminta DPRD mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung agar bergerak menindaklanjuti statemen Kapolda Jabar Irjen Pol Susno Duadji untuk "membumihanguskan" Saritem. Pasalnya, walaupun dinayatakan sudah ditutup, namun kawasan itu masih digunakan jadi tempat pelacuran. Mereka juga minta Pemkot menertibkan pelacur yang nangkring di sekitar Mesjid Raya Bandung Jawa Barat di Alun-alun. Selain itu, mereka meminta Satpol PP dan pihak kepolisian kembali merazia penjualan VCD porno di kawasan Pasar Kembang dan tempat-tempat lainnya di Kota Bandung. Beberapa tuntutan ini akhirnya segera dijalankan oleh Pemkot Bandung. Maret 2008 M FPI dan Gerakan Pemuda Kabah melakukan sweeping dan membakar (setelah dibeli terlebih dahulu) kaset dan CD album Dewi Persik yang dijual di pusat keramaian masyarakat umum di Pasar Anyar, Kota Tangerang. Aksi ini selain sebagai bentuk penolakan terhadap pornoaksi dan pornografi yang dikemas melalui seni, juga merupakan dukungan terhadap sikap Wali Kota Tangerang H Wahidin Halim yang melarang Dewi Persik untuk melakukan pertunjukan di wilayah Kota Tangerang. 26 Maret 2008 M Juru Bicara FPI, Ustadz Ekajaya, dalam orasinya didepan ruang sidang Utama Garuda, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang diawasi ratusan aparat Kepolisian, menyampaikan teguran kerasnya pada sekitar 1000 pengikut nabi palsu Moshaddeq serta massa Front Persatuan Nasional pimpinan Agus Miftah yang menghadiri sidang dan ikut-ikutan membela Moshadeq. Sementara itu, Ustadz Awit Basyuri, menyampaikan orasinya dihadapan laskar FPI dan para pengikut Moshadeq yang hadir dalam suasana tegang, mengatakan
http://fpi.or.id/artikel.asp?oy=aks-26 (2 of 6)10/07/2008 17:59:28

bagaimanakan yang harus ditindak dengan tegas dan keras? Dan apa pula syarat pelaku amar ma'ruf nahi mungkar dalam perjuangan FPI? BACA SELENGKAPNYA

KLIK DISINI UNTUK MELIHAT TANYA JAWAB LAINNYA

Front Pembela Islam

bahwa laskar harus siap mati membela kemuliaan agamanya. 31 Maret 2008 M Ratusan Laskar Pembela Islam (LPI) mendemo Kedubes Belanda di Jakarta, memprotes pemerintah Belanda yang membiarkan anggota Parlemen Belanda, Geert Wilders, menghina Islam dan Al –Quran pada film yang berjudul Fitna. Laskar Pembela Islam (LPI) menuntut pernyataan maaf Geert Wilders dan pemerintah Belanda, dan meminta pemerintah SBY untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda. Kalau Geerts Wilders tidak mau minta maaf maka Laskar Pembela Islam (LPI) menyatakan ia wajib dibunuh oleh umat Islam dimanapun berada di seluruh dunia. Dua kompi petugas gabungan dari Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya yang disiapkan di depan kantor Kedubes Belanda tak berdaya menghadapi para laskar yang melempari halaman Kedubes Belanda dengan telur busuk. 1 April 2008 M Laskar Pembela Islam (LPI) Bandung mendemo konsulat Belanda di Bandung, memprotes pemerintah Belanda yang membiarkan anggota Parlemen Belanda, Geert Wilders, menghina Islam dan Al –Quran pada film yang berjudul Fitna. Sebelumnya Laskar Pembela Islam (LPI) yang dipimpin oleh ketuanya, Saeful Abdullah, mendatangi gedung DPRD Jawa Barat dan beraudiensi dengan para wakil rakyat itu dengan topik yang sama. 7 April 2008 M Ratusan Laskar Pembela Islam (LPI) Sumatera Utara mendatangi Konsulat Belanda di Medan dan mengutuk Geert Wilders dan memprotes sikap pemerintah Belanda yang membiarkan anggota Parlemen Belanda, Geert Wilders, yang menghina Islam dan Al –Quran pada film yang berjudul Fitna. Bahkan mereka mengancam akan melakukan sweeping dan pengusiran terhadap warga negara Belanda di Sumatera Utara yang diperkirakan jumlahnya sekitar 50% dari jumlah keseluruhan warga Belanda yang ada di Indonesia. 16 April 2008 M Laskar Pembela Islam (LPI) melakukan pawai keliling Jakarta dengan menggunakan sepeda motor dan mobil bak terbuka, untuk menyebarluaskan kesesatan Ahmadiyah secara langsung kepada masyarakat, baik melalui pengeras suara yang dikumandangkan, maupun melalui puluhan ribu pamflet yang dibagibagikan ke masyarakat Jakarta. Dalam kesempatan itu juga masyarakat diundang untuk hadir mendengarkan orasi para tokoh-tokoh Islam terkemuka mengenai kesesatan Ahmadiyah, dan ajakan untuk siap siaga secara nasional (Apel Siaga) pada Minggu 20 April 2008 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, untuk menghadapi kemungkinan terburuk bila Ahmadiyah sampai tidak dibubarkan. 17 April 2008 M Kuasa hukum jemaat Ahmadiyah, Saor Siagian, melaporkan Sekjen FPI, Ust Sobri Lubis, ke Mabes Polri karena merasa kebebasannya terancam akibat isi orasi yang dilakukan Sobri dalam ceramahnya di kota Banjar beberapa minggu sebelumnya. 17 April 2008 M Dalam jumpa pers yang digelar di Markas FPI, Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, FPI yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) mendesak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuat Keputusan Presiden (Kepres) untuk pembubaran Ahmadiyah,. Desakan terhadap pembubaran Ahmadiyah semakin gencar. Selain menuntut pembubaran Ahmadiyah, FUI juga mendesak pemerintah untuk menyita aset-aset milik Ahmadiyah dan menuntut pemerintah agar mengambil tindakan tegas terhadap pengurus organisasi Ahmadiyah jika tidak segera membubarkan diri dan menghentikan aktivitasnya. 18 April 2008 M
http://fpi.or.id/artikel.asp?oy=aks-26 (3 of 6)10/07/2008 17:59:28

Front Pembela Islam

Rumah milik bendahara FPI Sukoharjo, Ustadz Umar AS, di Dukuh Madegondo, Desa Madegondo RT.5 RW.4, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, dilempari 2 buah bom molotov oleh orang tak dikenal. Tidak ada kerusakan atau korban pada saat itu, namun pelakunya juga tidak berhasil ditangkap. 20 April 2008 M Laskar Pembela Islam (LPI) melebur bersama sekitar 300.000 umat Islam yang berasal dari berbagai ormas dan individu untuk melakukan Apel Akbar bertema “Bubarkan Ahmadiyah, Harga Mati!”, sebagai apel umat Islam Indonesia untuk persiapan untuk menghadapi kemungkinan terburuk bila pemerintah tidak menerbitkan SKB dan Keppres pembubaran Ahmadiyah. Acara yang dikordinasikan oleh Forum Umat Islam (FUI) ini didukung oleh FPI, HTI, FBR, FORKABI, FORTOPS, MMI, BKMPRI, DDII, As Safiiyah, Gema Pembebasan, KAMMI, Taruna Muslim, GPMI, Majelis Taklim Pinang Ranti, dll. Turut memberi orasi antara lain KH. Cholil Ridwan, Habieb Rizieq Shihab, KH. Abdulah Rasyid Abdulah Syafii, KH. Syukron Mamun, Munarman, KH. Fadloli El Munir, Ahmad Sumargono, HM. Ismail Yusanto, Ust. Alfian Tanjung, dll. 23 April 2008 M Nabi Palsu, Musaddeq, akhirnya divonis 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilam Negeri Jakarta Selatan. Ketua Bidang Petahanan FPI, Tubagus Muhammad Siddiq, yang hadir saat itu menyatakan, secara syariah mereka tidak puas dengan putusan hakim, seharusnya dia dihukum mati, tapi karena kita negara hukum maka kita bisa terima hukuman ini karena sudah sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. 28 April 2008 M Rekaman orasi Sekjen FPI, Ust. Shobri Lubis, yang telah membuat pendukung Ahmadiyah ketakutan, disebarluaskan oleh pendukung Ahmadiyah ke seluruh dunia melalui jaringan internet http://www.youtube.com/. Rekaman berdurasi 9 menit 24 detik tersebut diberi berbagai judul dan catatan yang sangat provokatif, antara lain "Khotbah yang mencoreng citra Islam". Aslinya rekaman ini berisi berbagai ceramah tokoh Islam, antara lain Ustadz Abubakar Ba’syir, Ustadz Shobri Lubis dan Ustadz Al-Khattah, yang khusus ditujukan untuk kalangan interen, yaitu pada tanggal 14 Februari 2008 dalam acara tablig akbar yang diadakan di Kota Banjar, Kabupaten Banjar, Jawa Barat. 30 April 2008 M Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya menolak uji material (judicial review) Undang-Undang (UU) Nomor 8 tahun 1992 tentang Perfilman, yang diajukan Masyarakat Film Indonesia (Riri Reza, Nia Adinata, dkk) dalam bentuk pembubaran Lembaga Sensor Film. Para pemohon dari Masyarakat Film Indonesia berlari dan berlindung dibalik petugas keamanan saat didatangi puluhan Laskar Pembela Islam (LPI) yang ingin berbicara langsung dengan mereka. 4 Mei 2008 M FPI ikut menandatangi pernyataan bersama berbagai ormas Islam untuk mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) soal pembubaran Ahmadiyah. Desakan dicantumkan dalam spanduk sepanjang 27 meter yang berisi tanda tangan meminta Ahmadiyah dibubarkan yang dilakukan di depan Masjid Al Barkah As Syafi'iah Balimatraman, Tebet, Jakarta. Para pendukung terdiri dari pimpinan As Syafiiyah, Garda Pemuda Muslim Indonesia, FPI, Forum Umat Islam, Tim Pembela Islam, Hitbuz Tahrir, Persatuan Islam, Suara Islam, Pesantren Al Taqwa Bekasi dan Dewan Dakwah Islamiyah. 6 Mei 2008 M Terkait soal disebarluaskannya ceramah Ust. Sobri Lubis dkk di Banjar, melalui internet (youtube.com) dan berbagai media TV nasional, yang dianggap oleh pendukung Ahmadiyah berisi ancaman yang menghalalkan melakukan tindakan kekerasan terhadap penyebar Ahmadiyah (bila Ahmadiyah tidak dibubarkan), maka Ketua FPI, Habib Rizieq Shihab, mengklarifikasi bahwa ceramah tersebut
http://fpi.or.id/artikel.asp?oy=aks-26 (4 of 6)10/07/2008 17:59:28

Front Pembela Islam

terjadi dalam periode ketidakpastian sikap Bakorpakem sebelum keluar keputusan bahwa Ahmadiyah sesat. Selain itu ceramah tersebut dimaksud untuk kalangan sendiri dan bukan untuk konsumsi umum. Habib Rizieq mengancam akan menuntut media yang menyiarkan ceramah itu tanpa seizin sang penceramah, dan menyatakan bahwa FPI sudah menghubungi Mabes Polri untuk menyelidiki siapa yang menyebarkan video itu di internet. 8 Mei 2008 M Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab, saat jumpa pers bersama tokoh-tokoh umat Islam di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, memperingatkan umat beragama di luar Islam seperti Pimpinan Konferensi Wali Gereja Indonesia Romo Benny Susetyo, agar tidak ikut campur dalam persoalan penyelesaian aliran sesat Ahmadiyah di Indonesia. Menurut Habib, tindakan Romo Benny Susetyo yang ikut turun menggelar unjuk rasa membela Ahmadiyah beberapa waktu lalu bersama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, serta komentar-komentarnya di berbagai media massa bisa memperlebar persoalan antara Islam-Ahmadiyah. 11 Mei 2008 M Ketua II Bidang Eksternal DPP-FPI, Ust. Ja’far Siddiq, menyampaikan pesan singkat melalui SMS kepada semua media massa dan beberapa pendeta Nasrani, memperingatkan Frans Magnis Suseno sekaligus kepada tokoh agama di luar Islam lainnya, untuk tidak ikut campur dalam proses penyelesaian masalah Ahmadiyah, karena masalah Ahmadiyah bukan masalah HAM, melainkan masalah pengrusakan akidah Islam. Sikap ini diambil karena sehari sebelumnya Franz Magnis Suseno mengatakan di berbagai media massa bahwa telah terjadi pelanggaran HAM untuk beribadah bagi para pengikut Ahmadiyah. 15 Mei 2008 Laskar Pembela Islam (LPI) Lamongan Surabaya bersama Forum Antikomunis dari Jawa Timur, mendatangi Kantor Komnas HAM Jakarta, guna menuntut pembubaran Team Adhoc 1965 yang dibentuk Komnas HAM. Alasannya adalah karena Team Adhoc 1965 melakukan konspirasi membolak-balikkan sejarah dalam buku-buku, termasuk buku sekolah dalam mengungkap kasus-kasus ideologi PKI di Madiun 1948. 15 Mei 2008 Laskar Pembela Islam (LPI) yang tergabung dalam Komando Laskar Islam, dibawah pimpinan Munarman SH, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jakarta Pusat, menolak keras pernyataan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Adnan Buyung Nasution, yang dinilai telah menghina umat Islam dan menantang FPI dan FUI untuk mendatangi dirinya. Namun ketika didatangi saat itu Adnan Buyung tidak diketahui keberadaannya. Adnan Buyung Nasution selama beberapa minggu sebelumnya menyatakan secara terang-terangan membela Ahmadiyah, dan menyatakan siap berhadapan dengan FUI, FPI, MMI dll bila mereka mendatanginya. Saat gabungan berbagai ormas, Laskar Pembela Islam (LPI), Garis, MMI, dll yang bergabung dalam Komando Laskar Islam, ternyata Adnan Buyung tidak berani hadir di kantornya, walau ditantang berkelahi 1 lawan 1 oleh Munarman. 1 Juni 2008 Terjadi “Insiden Monas’, yaitu penyerangan Komando Laskar Islam (KLI) terhadap sekelompok massa yang menamakan diri sebagai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Penyerangan terjadi karena didepan massa AKKBB di Monas ini, yang katanya berbentuk aksi damai ini, ternyata para orator AKKBB secara sengaja memancing kemarahan KLI dengan melakukan penghinaan yang ditujukan terhadap Komando Laskar Islam (KLI) yang berada tidak jauh dari lokasi mereka, dengan menyebut mereka sebagai laskar setan, dan sebagainya. Perlu diketahui bahwa pihak kepolisian sehari sebelumnya juga telah melarang AKKBB untuk melakukan orasi di Monas karena pada hari yang sama dan berdekatan akan ada kelompok lain (Komando

http://fpi.or.id/artikel.asp?oy=aks-26 (5 of 6)10/07/2008 17:59:28

Front Pembela Islam

Laskar Islam) akan melakukan unjuk rasa soal penolakan kenaikan BBM. Kedua, bahwa AKKBB mengikutsertakan jamaah Ahmadiyah dalam unjuk rasa ini, sedangkan KLI saat yang sama sedang berunjuk rasa untuk menuntut pemerintah membubarkan Ahmadiyah. Padahal AKKBB meminta izin melakukan unjuk rasa untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Juni, namun mereka menodainya dengan mengisi seluruh orasinya dengan pembelaan habis-habisan terhadap aliran sesat Ahmadiyah. Ketiga AKKBB dianggap melakukan eksploitasi massa dengan mengajak anakanak dan orang tua serta orang cacat sebagai tameng sebagai alasan untuk ‘tidak pantas untuk diserang’. Sementara itu KLI memiliki bukti kuat dalam bentuk video bahwa pihak AKKBB ada yang membawa pistol, dan suara letusan pistol sempat terdengar beberapa kali. Keempat, bahwa AKKBB secara provokatif beberapa hari sebelumnya telah menyatakan diri membela Ahmadiyah melalui iklan besar-besaran di media massa cetak secara nasional yang bertajuk, “Mari Pertahankan Indonesia Kita!”. Isi materi iklannya juga secara provokatif telah menuduh adanya sekelompok orang, seolah-olah hendak menghapuskan hak asasi warga negara untuk bebas beragama dan dianggap mengancam ke-bhineka-an. Maksud dan motif iklan AKKBB tersebut serta berbagai aksi dan gerakan yang mereka lakukan sebelumnya dalam mendukung Ahmadiyah, telah membuktikan bahwa kelompok ini sangat paham bahwa mereka sangat berseberangan dengan massa KLI yang saat itu juga berada di sekitar Monas. Kemungkinan akan terjadinya bentrok bahkan telah disadari oleh pihak aparat keamanan Pemerintah Daerah yang sudah menghimbau AKKBB untuk membatalkan niatnya melakukan aksi di bilangan Monas. Sehingga sangat mudah diduga bahwa aksi kekerasan ini sengaja dipancing terjadi oleh AKKBB dengan agenda untuk menyudutkan apara aktifis Islam, khususnya FPI (Front Pembela Islam). Upaya pengrusakan opini terhadap FPI sangat jelas karena secara sistematis AKKBB dan media massa hanya menyudutkan FPI sebagai pribadi dan organisasi yang bertanggung jawab, padahal massa yang ikut dalam KLI pada hari itu terdiri dari berbagai ormas, dimana sebagian anggota Laskar Pembela Islam (sayap organisasi FPI) hadir sebagai individu. Selain itu sangat jelas dikatakan oleh Panglima Komando Laskar Islam, Munarman SH, bahwa ia sebagai Panglima bertanggung jawab terhadap KLI, dan bukan FPI. Upaya pengrusakan opini terhadap FPI terus berlanjut melalui penangkapan terhadap Ketua Umum Habib Rizieq Syihab dan para laskar serta beberapa pengurus dan Panglima Laskar Pembela Islam hingga beberapa hari selanjutnya.

artikel sebelumnya
Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam, Jalan Petamburan 3/17, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Telp:021-534-1250. Salurkan dana anda untuk mendukung FPI dalam perjuangan penegakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar melalui Bank Muamalat No. Rekening 301.00360.15 Atas Nama DPP-FPI. Copyright@2008, All Rights Reserved. Comment and Suggestion, send to admin@fpi.org. Developed By OYiE Creative.

http://fpi.or.id/artikel.asp?oy=aks-26 (6 of 6)10/07/2008 17:59:28

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->