Anda di halaman 1dari 15

TUGAS MANAJEMEN PROYEK

‘’Stakeholders dan Shareholders’’

Disusun oleh :
KELOMPOK 1

VEBRINA S. 150310060007
MIFTAH FARID AHMAD 150310060022
DWI PRASETYA 150310060046
RIAN FEBIANTO 150310060054
SANI WAHYUDIPUTRA 150310060085
ANISA YULIA P. 150310060099
NILA SAURI P. 150310060111
MAYTRI ASTRA 150310060117
PUTRI HEDYA R. 150310060122

jjhjhjjhj

JURUSAN SOSIAL EKONOMI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2009
BAB I
PENDAHULUAN

Manajemen proyek sangat diperlukan bagi pelaksanaan suatu pekerjaan.


Manajemen proyek kini merupakan keharusan, bukan lagi sekedar pilihan. Ini
berarti bahwa pekerjaan-pekerjaan tertentu akan lebih efisien dan efektif jika
dikelola dalam kerangka proyek dan bukan diperlakukan sebagai pekerjaan biasa.
Dengan demikian diperlukan penerapan manajemen proyek secara benar. Maka
memahami manajemen proyek secara benar sangatlah penting dalam rangka
pelaksanannya.
Proyek didefinisikan sebagai sebuah rangkaian aktifitas unik yang saling
terkait untuk mencapai suatu hasil tertentu dan dilakukan dalam periode waktu
tertentu pula (Chase et al., 1998). Menurut PMBOK Guide (2004) sebuah proyek
memiliki beberapa karakteristik penting yang terkandung di dalamnya, yaitu: (a)
bersifat sementara (temporary), berarti setiap proyek selalu memiliki jadwal yang
jelas kapan dimulai dan kapan diselesaikan. Sebuah proyek berakhir jika
tujuannya telah dicapai atau kebutuhan terhadap proyek itu tidak ada lagi sehingga
proyek tersebut dihentikan, (b) unik, artinya bahwa setiap proyek menghasilkan
suatu produk solusi, service atau output tertentu yang berbeda-beda satu dan
lainnya, (c) Progressive elaboration adalah karakteristik proyek yang
berhubungan dengan dua konsep sebelumnya yaitu sementara dan unik. Setiap
proyek terdiri dari langkah-langkah yang terus berkembang dan berlanjut sampai
proyek berakhir. Setiap langkah semakin memperjelas tujuan proyek.
Karakteristik-karakteristik tersebut yang membedakan aktifitas suatu
proyek terhadap aktifitas rutin operasional. Aktifitas operasional cenderung
bersifat terus-menerus dan berulang-ulang, sementara aktifitas proyek bersifat
temporer dan unik. Dari segi tujuannya, aktifitas proyek akan berhenti ketika
tujuan telah tercapai. Sementara aktifitas operasional akan terus menyesuaikan
tujuannya agar pekerjaan tetap berjalan.
Manajemen proyek adalah aplikasi pengetahuan (knowledges),
keterampilan (skills), alat (tools) dan teknis (techniques) dalam aktifitas-aktifitas
proyek untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan proyek (PMBOK, 2004).
Manajemen proyek dilaksanakan melalui aplikasi dan integrasi tahapan proses
manajemen proyek, yaitu: initiating, planning, executing, monitoring dan
controlling serta closing keseluruhan proses proyek tersebut. Dalam
pelaksanaannya, setiap proyek selalu dibatasi oleh kendala-kendala yang sifatnya
saling mempengaruhi dan biasa disebut sebagai segitiga project constraint, yaitu
lingkup pekerjaan (scope), waktu dan biaya. Di mana keseimbangan ketiga
konstrain tersebut akan menentukan kualitas suatu proyek. Perubahan salah satu
atau lebih faktor tersebut akan mempengaruhi setidaknya satu faktor lainnya.
(PMBOK Guide, 2004).
Dalam setiap melakukan pekerjaan-pekerjaan, suatu proyek akan selalu
melibatkan pihak-pihak terkait (stakeholders dan shareholders), di mana hal
tersebut akan kita bahas.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Konsep stakeholder pertama kali digunakan pada tahun 1963


memorandum internal di Stanford Research Institute. Kemudian dikembangkan
oleh R. Edward Freeman di tahun 1980-an. Sejak itu telah memperoleh
penerimaan luas dalam praktik bisnis dan dalam teori yang berkaitan dengan
manajemen strategis, tata kelola perusahaan, tujuan bisnis dan tanggung jawab
sosial perusahaan (CSR).
Stakeholder adalah kelompok atau individu yang dapat memengaruhi dan
atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu (Freeman, 1984).
Stakeholder merupakan orang dengan suatu kepentingan atau perhatian pada
permasalahan (Biset, 1998). Stakeholder ini sering diidentifikasi dengan suatu
dasar tertentu sebagaimana dikemukakan Freeman, yaitu dari segi kekuatan dan
kepentingan relatif stakeholder terhadap isu, dari segi posisi penting dan pengaruh
yang dimiliki mereka (Grimble dan Wellard, 1996).
"Stakeholders adalah setiap kelompok yang berada di dalam maupun luar
perusahaan yang mempunyai peran dalam menentukan perusahaan. Stakeholders
bisa berarti pula setiap orang yang mempertaruhkan hidupnya pada perusahaan.
Penulis manajemen yang lain menyebutkan bahwa stakeholders terdiri atas
berbagai kelompok penekan (pressure group) yang mesti di pertimbangkan
perusahaan"
Shareholder (pemegang saham) adalah bagian dari stakeholder, bukan
sesuatu yang terpisah. Shareholder adalah pemangku kepentingan utama. Karena
pemegang saham menanamkan modalnya dalam perusahaan dimana sekaligus
juga menanggung risiko kehilangan modalnya. Sedangkan pemangku kepentingan
lainnya, tidak secara langsung memiliki keterkaitan dalam penyertaan modal
perusahaan.
Stakeholder adalah kelompok atau individu yang dukungannya diperlukan
demi kesejahteraan dan kelangsungan hidup organisasi.
Clarkson membagi stakeholder menjadi dua: stakeholder primer dan
stakeholder sekunder. Stakeholder primer adalah ‘pihak di mana tanpa
partisipasinya yang berkelanjutan organisasi tidak dapat bertahan.’ Contohnya
adalah pemegang saham, investor, pekerja, pelanggan, dan pemasok.
Menurut Clarkson, suatu perusahaan atau organisasi dapat didefinisikan
sebagai suatu sistem stakeholder primer – yang merupakan rangkaian kompleks
hubungan antara kelompok-kelompok kepentingan yang mempunyai hak, tujuan,
harapan, dan tanggung jawab yang berbeda. Stakeholder sekunder didefinisikan
sebagai ‘pihak yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perusahaan, tapi mereka
tidak terlibat dalam transaksi dengan perusahaan dan tidak begitu penting untuk
kelangsungan hidup perusahaan.’ Contohnya adalah media dan berbagai
kelompok kepentingan tertentu. Perusahaan tidak bergantung pada kelompok ini
untuk kelangsungan hidupnya, tapi mereka bisa mempengaruhi kinerja perusahaan
dengan mengganggu kelancaran bisnis perusahaan.
Clarkson (dalam artikel tahun 1994) juga telah memberikan definisi yang
bahkan lebih sempit lagi di mana stakeholder didefinisikan sebagai suatu
kelompok atau individu yang menanggung suatu jenis risiko baik karena mereka
telah melakukan investasi (material ataupun manusia) di perusahaan tersebut
(‘stakeholder sukarela’), ataupun karena mereka menghadapi risiko akibat
kegiatan perusahaan tersebut (‘stakeholder non-sukarela’). Karena itu, stakeholder
adalah pihak yang akan dipengaruhi secara langsung oleh keputusan dan strategi
perusahaan.
Mitchell, Eagle and Wood (2006) menjelaskan bahwa Stakeholders
dikelompokkan dalam beberapa tipe sesuai kemampuan mempengaruhi suatu
organisasi berdasarkan power, legitimasi, dan urgensi yang dimilikinya.
Diantaranya adalah sebagai berikut:
Dormant stakeholder adalah stakeholder yang hanya memiliki power namun
tidak memiliki legitimasi dan urgensi.
Discretionary stakeholder adalah stakeholder yang hanya memiliki legitimasi
namun power dan urgensi tidak ada padanya.
Demanding stakeholder adalah stakeholder yang hanya memiliki urgensi
namun tidak memiliki power dan legitimasi
Dominant stakeholder adalah stakeholder yang memiliki power dan
legitimasi namun tidak memiliki urgensi.
Dangerous stakeholder adalah stakeholder yang memiliki power dan urgensi
namun tidak memiliki legitimasi.
Dependant stakeholder adalah stakeholder yang memiliki legitimasi dan
urgensi namun tidak memiliki power.

Beberapa kunci dari stakeholder di antaranya adalah sebagai berikut:


1) Owners
Owner merupakan seorang entrepreneur atau lebih yang menghasilkan
suatu ide tentang suatu produk atau layanan. Seorang entrepreneur selalu bersikap
kritis dalam membangun suatu bisnis baru karena mereka membuat prduk baru
yang berdasarkan selera konsumen. Selain itu, owner juga memiliki definisi
sebagai seseorang atau sekumpulan orang yang memiliki wewenang khusus untuk
memegang, menggunakan, menikmati, menyampaikan, mengirim dan mengatur
suatu asset atau property .
Banyak orang yang ingin membuat suatu bisnis hanya karena mereka
berharap agar mereka dihargai karena hasil jerih payah mereka sendiri. Selain itu,
tidak sedikit pula mereka yang disebabkan karena mereka terantang atau
bergengsi tinggi untuk membangun suatu bisnis sendiri. Kebanyakan dari owner
dari suatu bisnis yang setuju bahwa semua hal itu merupakan karakeristik dari
orang-orang untuk temotivasi dalam memulai karirnya sendiri.

2) Creditors
Creditor adalah suatu institusi yang menyediakan dana untuk kemudiakan
dipinjamkan kepada suatu perusahaan yang membutuhkan. Suatu perusahaan yang
meminjam dari suatu creditor harus membayar bunga dari pinjaman mereka.
Suatu creditor tidak sembarangan dalam meminjakan bantuan finansial kepada
suatu perusahaan. Mereka hanya meminjamkan bantuan finansial tersebut kepada
suatu perusahaan yang diyakininya sanggup untuk mengembalikannya beserta
dengan bunganya.

3) Employees
Employee merupakan sebagian orang yang mengatur secara langsung dari
suatu perusahaan. Suatu employee biasanya terikat kontrak kerja dari perusahaan
dimana ia bekerja. Seorang employee yang bertanggung jawab untuk mengatur
tugas-tugas dari employee lainnya dan membuat keputusan dalam bisnis biasa
disebut sebagai seorang manajer. Maju mundurnya suatu perusahaan sangat
dipengaruhi terhadap keputusan dari seorang menajer.

4) Suppliers
Supplier merupakan salah satu stakeholder yang cukup penting
peranannya. Mereke menyediakan bahan-bahan di mana bahan tersebut sangat
diperlukan oleh suatu perusahaan untuk menghasilkan produk mereka.

5) Customers
Suatu perusahaan tidak akan bertahan lama tanpa ada seorang customer.
Customer merupakan target dari suatu perusahaan untuk menjualkan hasil
produksinya. Untuk menarik seorang customer, suatu perusahaan harus
menyediakan produk dan layanan yang terbaik serta harga yang bersahabat.

Stakeholders ini secara umum bisa di bagi menjadi dua kelompok yaitu
kelompok yang di dalam perusahaan atau di sebut internal stakehoders dan yang
berada di luar perusahaan yang di sebut external stakeholders
Stakeholders Internal Stakeholders External
1. Pemegang saham 1. Komsumen
2. Manajemen dan Top Executive 2. Penyalur
3. Karyawan 3. Pemasok
4. Keluarga Karyawan 4. Bank
5. Pemerintah
6. Pesaing
7. Komunitas
8. Pers
BAB III
PEMBAHASAN

Stakeholder adalah siapa saja yang berkepentingan atau terkena dampak


atas suatu proyek/program, di mana informasi dan peran aktif mereka sangat
diperlukan termasuk dalam menjalankan fungsi kontrol atas pelaksanaan
proyek/program tersebut.
Stakehoders dalam organisasi dapat terdiri dari individu-individu dan
kelompok yang diharapkan oleh sebuah organisasi dalam mewujudkan tujuan
organisasi untuk pertumbuhan dan kelangsungan organisasi.

Stakeholder dalam dunia bisnis


Dunia bisnis adalah dunia komitmen, di mana para stakeholder yang
terkait dalam sebuah bisnis wajib untuk saling terikat secara moral dan etika, serta
memelihara komitmen untuk tidak melalaikan dan merugikan stakeholder yang
lain.
Menjaga integritas demi kepentingan para stakeholder adalah sebuah
keharusan di dalam dunia bisnis. Sebab, bisnis hidup dari hubungan saling
percaya dan saling mendukung.
Hubungan bisnis yang tidak bermoral dan tidak beretika biasanya
cenderung merugikan para stakeholder yang posisi tawarnya lemah di bisnis
tersebut. Hal ini disebabkan, para profesional yang mengelola bisnis tersebut tidak
memiliki integritas dan niat baik pada stakeholder secara keseluruhan. Para
pengelola bisnis asyik membohongi para stakeholder yang posisi tawarnya lemah
untuk keuntungan pribadi mereka. Pada dasarnya setiap stakeholder memiliki
kebutuhan yang berbeda, kecuali dalam hal pelayanan, di mana semua stakeholder
memiliki kebutuhan yang sama, yaitu mengharapkan mereka dilayani secara jujur,
terbuka, penuh tanggung jawab, wajar, berkualitas, dan adil. Para pengelola bisnis
seharusnyalah bersikap profesional untuk memberikan yang terbaik buat
kepentingan para stakeholdernya.
Pengelola bisnis harus mendorong dan menciptakan sistem dan kultur
dalam bentuk iklim pelayanan bisnis yang bersikap saling percaya dan saling
membantu diantara setiap unsur stakeholder tersebut. Hal ini dimaksudkan agar
bisnis yang dikelola tersebut bisa berumur panjang dan dicintai oleh
stakeholdernya.
Stakeholder dalam dunia bisnis yaitu orang-orang yang memiliki
kepentingan langsung maupun tidak langsung dalam sebuah bisnis. Maka dengan
jelas kita tunjuk yaitu pemegang saham, pegawai, konsumen, penyuplai, kreditor,
pembeli, langganan, pemerintah, lingkungan alam, lingkungan sosial.
Para stakeholder adalah alasan utama dari kesuksesan sebuah bisnis. Tanpa
adanya stakeholder yang hebat, maka bisnis tersebut bisa punah. Oleh sebab itu,
sangatlah penting buat para stakeholder untuk saling memperhatikan dan
memberikan pelayanan maksimal bagi sesama stakeholder. Tanpa pernah berniat
merugikan kepentingan dari stakeholder yang lain. Sudah menjadi pengetahuan
umum bahwa seseorang mendirikan bisnis dengan maksud untuk mendapatkan
keuntungan maksimal buat dirinya. Lalu bagaimana mungkin diharapkan agar ia
mau memberikan keuntungan maksimal bagi stakeholder yang lain.
Keberadaan stakeholder merupakan bagian dari mata rantai bisnis, apakah
itu industri jasa, perdagangan, pariwisata. Stakeholder akan hadir dengan misi dan
visi yang berbeda, dan untuk melayani misi dan visi yang berbeda tersebut, para
pengelola bisnis(manajemen) wajib menjalankan praktik-praktik bisnis yang
beretika dan bermoral tinggi, agar semua kepentingan stakeholder terpenuhi
secara sempurna.
Dalam dunia bisnis hubungan antara pengelola bisnis(manajemen)dengan
stakeholder adalah hubungan etika dan moral untuk tidak merugikan kepentingan
mereka di dalam bisnis tersebut. Hubungan yang harmonis diantara stakeholder
adalah sebuah obsesi yang wajib diwujudkan oleh para pengelola bisnis, dan harus
menjadi komitmen untuk menjaga kepentingan dari para stakeholder dalam
sebuah lingkaran bisnis yang harmonis dan seimbang. Menjaga kepentingan
stakeholder haruslah menjadi kunci kekuatan dalam sebuah hubungan bisnis yang
hebat, sikap cerdik dari pengelola bisnis untuk bertindak jujur dan adil kepada
stakeholder adalah sebuah tindakan hebat yang akan mengantar perusahaan
bersama bisnisnya ke arah kinerja terhebat.
Shareholders merupakan bagian dari stakeholders. Shareholders adalah
individu atau perusahaan yang secara sah memiliki satu atau lebih saham dalam
sebuah perusahaan saham gabungan.
Pemegang saham diberikan hak khusus tergantung pada kelas saham. Hak-
hak ini meliputi:
Hak untuk memilih pada hal-hal seperti pemilihan kepada dewan direksi.
Biasanya, pemegang saham memiliki satu suara per saham yang dimiliki,
tetapi kadang-kadang hal ini tidak terjadi
Hak untuk mengajukan resolusi pemegang saham.
Hak untuk berbagi dalam distribusi pendapatan perusahaan.
Hak untuk membeli saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Hak atas aset perusahaan pada saat likuidasi perusahaan
Hak-hak pemegang saham terhadap aset perusahaan berada di bawah hak
kreditor perusahaan. Ini berarti bahwa pemegang saham biasanya tidak menerima
apa pun jika perusahaan dilikuidasi setelah kebangkrutan (bila perusahaan sudah
cukup untuk membayar para kreditur, hal itu tidak akan memasuki bangkrut.
Dalam dunia bisnis hubungan antara para pengelola bisnis dengan
pemegang saham(shareholder) adalah hubungan pegawai dan majikan.
Pengabdian para pengelola bisnis pada pemegang saham
mayoritas(shareholder)adalah mutlak. Sebab, shareholder dengan kekuatan RUPS
(rapat umum pemegang saham) secara absolut menentukan eksistensi dari para
pengelola bisnis. Bila para pengelola bisnis tidak patuh pada pemegang saham,
maka mereka berpotensi kehilangan jabatan dan fasilitas, tetapi hal ini bukanlah
berarti para pengelola bisnis boleh melalaikan para stakeholder dan bertekuklutut
pada setiap permintaan shareholder.
Shareholder dan stakeholder adalah dua kekuatan terpenting di dalam
dunia bisnis, yang harus dipahami secara jujur dan adil oleh para pengelola bisnis,
tanpa merugikan siapapun.
Contoh stakeholder pada perusahan enterprise seperti PT. Barito Pacific
Timber Tbk (BRPT) beroperasi dengan 16 anak perusahannya dan pemasarannya
yang menjangkau Asia, Eropa, Timur Tengah dan bagian dunia lainnya. Dengan
aktiva 6 triliun, penjualan 1,8 triliun, pembayaran pajak 134 miliar, menghidupi
18 ribu karyawan serta luas HPH 1,3 juta hektar, BRPT beroperasi di Kalimantan
Barat, Tengah, Selatan dan Timur, Sumatera Selatan, Papua, Maluku, Maluku
Utara, dan Sulawesi Tenggara dan Utara. Dengan demikian stakeholders-nya
sangat luas, mulai dari pemerintah (pajak, Dana Reboisasi, pajak daerah, dll),
pemegang saham (diantaranya 4% oleh PT. Taspen (persero), pengelola asuransi
dan pensiun pegawai negeri, dan 36% oleh publik), karyawan, dan masyarakat,
termasuk masyarakat sekitar perusahaan, yang kebanyakan masyarakat adat di
daerah HPHnya.
Berikut ini merupakan salah satu contoh peran dan pengaruh stakeholder
dalam perencanaan di suatu daerah mengenai :

Penanganan Isu Pengurangan Kemiskinan di suatu Kabupaten

Kelompok Peran dalam Pengaruh Pengaruh stakeholder


stakeholder kegiatan kegiatan terhadap terhadap keberhasilan
kepentingan kegiatan
stakeholder
Pelaksana
Pengorganisir T = tidak dikenal
Pembuat T = tidak dikenal
keputusan
1 = sedikit/ tidak penting
Pemanfaat 1 = sedikit/ tidak
Pengontrol
Pendukung 2 = agak penting
penting

Penentang 3 = sedang
2 = agak penting

4 = sangat penting
3 = sedang

5 = pemain kunci
4 = sangat penting

5 = pemain kunci
Tahap Tahap pelaksanaan
penyiapan kegiatan
Pemerintah Pengorganisir dan 4 5 5
Kabupaten/Kota pengontrol
DPRD Pembuat keputusan 4 5 4
Kabupaten/Kota
Warga Pelaksana dan 5 3 5
Pengontrol
BPR Pendukung 3 2 4

Kadin Pendukung 3 2 3

LKMD Pelaksana 5 4 5

Pemerintah Propinsi Pendukung 3 3 2

LSM pengembangan Pelaksana 5 5 5


masyarakat

Asosiasi Nelayan Pemanfaat 4 4 5

Sumber format: LGA Romania, RTI, 2001

Dari matrik di atas, dapat disimpulkan bahwa:


DPRD adalah pembuat keputusan: peran penting mereka harus dikenali sejak
awal. DPRD harus diberi tahu secara jelas dan lengkap mengenai rencana
kegiatan pengurangan kemiskinan ini. Pengelola kegiatan ini harus sering
mengadakan pertemuan dengan mereka.
Warga punya kepentingan yang kuat terhadap pelaksanaan kegiatan
pengurangan kemiskinan ini. Karena mereka nantinya yang akan
membantu melaksanakannya, sehingga perlu mengetahui informasi dengan
lengkap. Perlu dilakukan FGD (focus group discussion) untuk mengetahui
apa saja yang ingin diketahui warga, berikut cara apa yang paling efektif
agar mereka memperoleh informasi.
BPR (Bank Perkreditan Rakyat) memiliki kepentingan atas kegiatan
pengurangan kemiskinan, sebab berbagai aksi dari kegiatan ini akan secara
langsung terkait dengan mereka. Sesi curah pendapat dengan demikian
perlu dilakukan untuk mengantisipasi strategi ke depan dan
mengembangkan gagasan untuk mengurangi masalah.
Pemerintah Propinsi tampaknya mendukung kegiatan ini. Wawancara dengan
tokoh kunci di Bappeda tingkat Propinsi tersebut barangkali penting untuk
mendapatkan gagasan. Apabila Kepala Bappeda Propinsi merasa perlu
menyebarkan informasi terkait dengan rencana kegiatan sejenis di
wilayahnya, maka akan bisa sangat membantu.
Peran LSM Pengembangan Masyarakat sangatlah jelas. Dukungan mereka
atas kegiatan ini sangat bermanfaat. Beberapa pimpinan LSM bisa
diwawancarai untuk memperoleh informasi mengenai pengalaman serta
upaya yang perlu dilakukan terkait dengan kegiatan ini di daerahnya.
Peran Asosiasi Nelayan juga sangat penting, karena mereka lah yang nantinya
akan memanfaatkan hasil dari kegiatan pengurangan kemiskinan.
Kebutuhan serta kepentingan mereka perlu digali, baik melalui wawancara
maupun FGD guna memperoleh data dan informasi yang akurat dan
tersepakati oleh mereka.
BAB IV
SIMPULAN

Stakeholder dalam dunia bisnis yaitu orang-orang yang memiliki kepentingan


langsung maupun tidak langsung dalam sebuah bisnis. Maka dengan jelas
kita tunjuk yaitu pemegang saham, pegawai, konsumen, penyuplai,
kreditor, pembeli, langganan, pemerintah, lingkungan alam, lingkungan
sosial.
Shareholders adalah individu atau perusahaan yang secara sah memiliki satu
atau lebih saham dalam sebuah perusahaan saham gabungan. Stakeholder
adalah kelompok atau individu yang dukungannya diperlukan demi
kesejahteraan dan kelangsungan hidup organisasI.
Shareholder (pemegang saham) adalah bagian dari stakeholder, bukan sesuatu
yang terpisah. Shareholder adalah pemangku kepentingan utama. Karena
pemegang saham menanamkan modalnya dalam perusahaan dimana
sekaligus juga menanggung risiko kehilangan modalnya. Sedangkan
pemangku kepentingan lainnya, tidak secara langsung memiliki
keterkaitan dalam penyertaan modal perusahaan.
Shareholder dan stakeholder adalah dua kekuatan terpenting di dalam dunia
bisnis, yang harus dipahami secara jujur dan adil oleh para pengelola
bisnis, tanpa merugikan siapapun.
DAFTAR PUSTAKA

Santosa, Budi. 2009. Manajemen Proyek Konsep dan Implementasi. Graha Ilmu:
Yogyakarta.

http://agamfat.multiply.com/reviews/item/1

http://www.csrindonesia.com/data/articles/20080326112510-a.pdf.

http://gringo1988.wordpress.com/2008/02/27/whats-stakeholder/

http://kecerdasanmotivasi.wordpress.com/2008/10/09/stakeholder-dalam-sebuah-
bisnis/

http://www.proz.com/kudoz/english_to_indonesian/government_politics/1238699-
stakeholders.html