ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PADA PROYEK BANGUNAN KEAIRAN

TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat - syarat Guna Menyelesaikan Program Studi Strata Satu (S1)Teknik Sipil Pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tadulako

Disusun & Diajukan Oleh :

FRANGKY KAMPEY F 111 03 176

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO 2009

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis hanturkan kepada Allah SWT Tuhan yang maha esa atas limpahan rahmat, karunia dan hidayahNya serta hanya dengan ridhaNya sehingga penulisan tugas akhir ini dapat terselesaikan dengan baik. Tak lupa salawat dan salam dihanturkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga serta pengikut-pengikut beliau yang setia. Penulisan ini merupakan salah satu persyaratan guna untuk menyelesaikan studi di Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil Program Studi Strata Satu (S-1) Universitas Tadulako. Adapun judul tugas akhir ini adalah :

“Analisis Faktor Keterlambatan Pada Proyek Bangunan Keairan”
Dengan berbekal ilmu selama masa perkuliahan dan berbagai pengalaman aktivitas yang diperoleh di luar, telah disadar kemampuan penulis masih sangat terbatas, sehingga penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan dari semua pihak demi kesempurnaan penulisan ini. Pada kesempatan ini penulis hanturkan banyak terima kasih sebesar-besarnya dan diiringi do’a atas tuntunan dan bimbingan yang tulus hati kepada yang terhormat : Bapak Ir. Donny Mangitung, M.Sc, Ph.d selaku Pembimbing I. Bapak Adnan Fadjar, ST, Meng.Sc selaku Pembimbing II.

yang selama penulisan tugas akhir ini selalu meluangkan waktu dan perhatian dalam memberikan arahan dan petunjuk sejak awal penyusunan proposal hingga tersusunnya tugas akhir ini. Selain itu terima kasih dan penghargaan yang tulus hati juga penulis persembahkan kepada yang terhormat : Bapak H. Sahabuddin Mustafa, SE, MS selaku Rektor Universitas Tadulako. Bapak Ir. H. Andi Hasanudin Azikin, Msi selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako.

-

Bapak Ir. Burhan Tatong selaku Pembantu Dekan I, Ibu Ir. Hajatni Hasan, M.Si selaku Pembantu Dekan II dan Bapak Ir. Faturrahman Mansyur Selaku Pembantu Dekan II Fakultas Teknik Universitas Tadulako.

-

Bapak Nur Hidayat, ST, MT selaku Ketua dan Ibu Sriyati Ramadhani, ST, MT selaku sekertaris Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tadulako.

-

Bapak Kusnindar A. Chauf, ST, MT selaku Ketua dan Bapak Hendra Setiawan, ST, MT selaku Sekertaris Program Studi Teknik Sipil Strata Satu Fakultas Teknik Universitas Tadulako.

-

Bapak Ir. James Nurtanio, M.Si ; Bapak Ir. Armin Basong, M.Si ; Bapak Ruslan M. Yunus, ST, MT ; Ibu Mastura Labombang, ST, MT ; Bapak Andi Asnudin, ST, MT dan Bapak Yassir Arafat, ST, MT selaku Dosen penguji.

-

Seluruh Staf Pengajar dan Staf Pegawai yang berada di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tadulako.

-

Seluruh Teman-teman Fakultas Teknik, Teman-teman INSOMNIA TEKNIK CAMP, dan Teman yang tidak sempat tersebutkan namanya satu persatu. Teristimewa penulis persembahkan skripsi ini sebagai tanda terima kasih yang

sangat tulus serta sembah sujud penuh rasa hormat dan cintaku kepada kedua orang tua tercinta Ibunda Maria Saroengoe dan Ayahanda Drs. Hasanuddin Kampey yang telah melahirkan, membesarkan, mendidik serta selalu melantunkan do’a dan kasih sayang yang tak akan pernah ternilai harganya. Kepada Kakak dan adikku Haris Irawan, SP, Zulkifly, SH dan Handy Lesmana atas pengertian dan pengorbanan yang diberikan selama ini. Tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada yang

tersayang Merry Vigrina. Ucapan terima kasih kepada rekan-rekanku seperjuangan Andy Rahmadi Herlambang, ST ; Ershanty Natsir, ST. Semoga Allah SWT,

memberikan balasan dari semua kebaikan dan ketulusan yang telah diberikan kepada penulis. Semoga penulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat dikembangkan oleh peneliti selanjutnya, Amiin. Palu, Penulis, Frangky Kampey, Amd Desember 2009

dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna Hidup adalah “Pilihan”.Raihlah ilmu. or time will waste you All our dreams can come true.com . segeralah tentukan “Pilihanmu” … atau “Pilihan” akan menentukan hidupmu Don’t waste the time. if we have the courage to pursue them merry_angkycelo@yahoo.

“Analisis Faktor-faktor Keterlambatan Pada Proyek Bangunan Keairan” (Dibimbing oleh Donny Mangitung dan Adnan Fadjar). kapan pelaksanaan proyek tersebut harus dimulai. kapan harus diselesaikan dan bagaimana proyek tersebut akan dikerjakan. adanya perubahan kebijakan Pemerintah. Untuk itu. kekurangan tenaga kerja/personil. Setiap proyek konstruksi lazimnya mempunyai rencana pelaksanaan dan jadwal pelaksanaan yang tertentu. Respoden yang dipilih dala penelitian ini adalah pihak pemilik proyek. . Keterlambatan. dan material yang digunakan jarang ditemui dipasaran. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dan pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner. kontraktor menangani proyek di berbagai tempat. Namun. serta bagaimana penyediaan sumber dayanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan menyebabkan keterlambatan pada proyek konstruksi adalah kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya. kekurangan peralatan. peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan. tidak semua proyek konstruksi dapat selesai tepat pada waktu sesuai yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. Data diolah dengan menggunakan statistik nonparametric dengan menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) dan Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai Relative Rank Index (RRI) yang akan menunjukkan peringkat dari faktor-faktor yang berpengaruh menyebabkan keterlambatan untuk proyek konstruksi bangunan keairan.ABSTRAK FRANGKY KAMPEY. Kata kunci : Indeks Ranking Relatif (RRI). ketidak patuhan terhadap kontrak kerja. keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok. dalam penelitian ini diteliti faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan pada proyek konstruksi bangunan keairan yang ada di Kota Palu dan Donggala. konsultan pengawas serta kontraktor pelaksana yang terkait dengan proyek yang sedang berjalan. Proyek Bangunan Keairan. tenaga kerja yang digunakan tidak terampil.

generally has certain plan and schedule. not all construction projects can be completed as planned in contract document. The data were processed using non-parametric statistic and Statistical Product for Service Solution (SPSS) and Microsoft Excel to get the Relative Rank Index value which would show the rank of influencing factors that caused delay on water building projects. . this research will study about delay factors on water building project in Palu and Donggala. delay caused by the supplier and materials needed in project could not easily be found in market. who were involved in the on-going project. indiscipline towards contract. contractors who handled many projects. insufficient amount of skilled labors. when to start the project. site consultant and contractor. change in Government policy. “Delay Factors Analysis on Water Building Project” (Supervised by Donny Mangitung dan Adnan Fadjar). Each construction project. The result showed that the most dominant factors that caused delay on project construction were unpredictable weather condition. Therefore. unskillful labor. However. insufficient amount of tools. Water Building Projects. when to complete and how the project will be conducted. Delays. Keywords : Relative Ranks Index (RRI). and how to provide the resources. The chosen respondents in this research were the project owner. The methods used were study literature and data collection which was conducted by giving out questionnaires. broken tools.ABSTRACT FRANGKY KAMPEY.

................ 4 G....................................................... Latar belakang ..... 13 D....................................................................................................... Manfaat Penelitian ........... vi ABSTRACT ........................... xi DAFTAR GAMBAR ......................................................... 1 B. Rumusan Masalah ...... vii DAFTAR ISI .............................................. i LEMBAR PENGESAHAN . 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A......................... 11 C....................................................................................................... Tujuan Penelitian ............................................................................... 3 E...... 4 F..................... Pelaksanaan Proyek .......... 3 D..................................................................................................................................................................................................................................................................................... Batasan Masalah ....................... ii LEMBAR PERSETUJUAN ................................. Sistimatika Penulisan .......................................................................... x DAFTAR TABEL ....................................................... viii DAFTAR LAMPIRAN .......................... xiii BAB I PENDAHULUAN A..................................................................................................... iii KATA PENGANTAR . 3 C........................ 21 .............. Manajemen Proyek Konstruksi .................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................ Hambatan Dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi .................................................................................................................... 7 B..... iv ABSTRAK ....... Metode Penelitian ....................................... Hambatan Dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi Bangunan Keairan ....................................................................................................................................................

.................................. 46 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A................... 40 3.. 33 C.............. Hasil Analisa Relative Rank Indeks dan Rangking ..................................................................... Hasil Analisa Realibility Cronbach’s Alpha ................ Saran .......... 24 B............. Validasi Kusoner .......................................................... 24 D........................................................... 27 H.......... 28 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A................................................. Statistik Inferensial ...................................................................... 53 .................... 25 E........... Validasi Kusioner .... Lokasi Penelitian .. Statistik Deskriptif .......................................... Data Primer ....... Analisa Faktor-faktor Yang Berpotensi Menyebabkan Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan ................ Perancangan Kusioner dan Sampel . Data Sekunder ....................................... Kesimpulan ............................................................................................................................................. 35 D............ 27 a.......................... Proses Pengumpulan Data ................. 24 C................... 28 b................... Karateristik Responden ................................ 51 B.............................. Proses Pengumpulan Data ............. Analisa Data .................................................. Sampel Penelitian .............................................. Analisa Korelasi Spearman’s Rank ........................... 52 DAFTAR PUSTAKA .............. 39 1........................................................................................... Umum ......BAB III METODE PENELITIAN A......................................................... 26 F.................................................................................. 27 b....... 26 G........................................... 40 2...................................................................................................................... Tahapan Penelitian ...... 28 a................ 32 B..

66 Rekap Jawaban Responden ......................................................................... 61 Bagan Alir Proses Pengumpulan Data ........... Lampiran 6................... 74 ......................... Lampiran 2..... Lampiran 5... Kuesioner Penelitian ..... Lampiran 4....... 64 Data-data Proyek Yang Diteliti .... 55 Matriks Kusioner .............................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1... Lampiran 7........................................................................................................................... 73 Tabel Rangking Faktor Tiap Kategori ... 69 Tabel RRI dan Rangking Secara Umum (Overall) ...................... Lampiran 3................

......... Realibility Statistics Untuk Tingkat Frekuensi Terjadinya Faktor .....................................................3...... 40 Tabel...................... 44 .................................. 20 Tabel 2..................................... Tabel 4.........10....................... 20 Tabel 2....5............................................ 18 Tabel 2..................DAFTAR TABEL Tabel 2............................. Matriks Hubungan Antara Jenis Keterlambatan dengan Sebab-sebab Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek untuk proyek Bangunan Keairan .................................. Faktor penyebab dari variasi biaya yang disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh pengguna jasa dan kontraktor ..................................... Tabel 2............................... Tabel 2......................... 40 Realibility Statistics Untuk Dampak Faktor Terhadap Keterlambatan .......1...........8............................. 19 Tabel 2................................................4................................3................................... Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh pengguna jasa ...... 4.........1.... 19 Tabel 2.......7..........................9........................................ 19 Tabel 2........2................... Faktor penyebab dari variasi biaya yang disebabkan oleh Kontraktor ........................ Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh pengguna jasa dan kontraktor ...... 32 Tabel 4............................................................. 18 Faktor penyebab dari variasi biaya yang dapat disebabkan oleh pengguna jasa ................................. Faktor penyebab dari variasi kualitas ....... 4........... 13 Faktor yang menyebabkan keterlambatan pada proyek-proyek di Indonesia ........................ 17 Tabel 2...6....... Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh Kontraktor ........................................ RRI dan Rangking Faktor Penyebab Keterlambatan Responden secara Umum (Overall) ................ 22 Tabel............. Tujuan dan motivasi peserta yang terlibat dalam proyek ....4....... Hasil Pilot Studi terhadap kelayakan kuesioner yang telah di sebarkan ....2......................................

................................. 50 ..................10........ 49 Tabel 4.......................... Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Pendidikan Terakhir (U6) .............Tabel 4..................................................... Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Proyek Yang Dikerjakan (U3) .......... Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Lama Pengalaman Kerja (U7) ....... 49 Tabel 4..................... 47 Tabel 4..................7............................ 49 Tabel 4...........................6............... Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Sumber Dana (U5) ...................................... Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Status Responden Di Proyek (U8) ........9.............................. 50 Tabel 4......... Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Faktor-faktor yang Paling mempengaruhi keterlambatan Proyek Bangunan Keairan ....5..............8.........

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Gambar 2.2.

Konsep/Proses manajemen dalam melaksanakan proyek ............ 9 Sasaran proyek yang juga merupakan tiga kendala (triple constraint) ......................................................................... 11

Gambar 3.1. Gambar 3.2. Gambar 4.1. Gambar 4.2. Gambar 4.3. Gambar 4.4. Gambar 4.5. Gambar 4.6. Gambar 4.7. Gambar 4.8.

Bagan Alir Proses Penelitian ........................................................ 25 Skala Ordinal ................................................................................ 29 Persentase Berdasarkan Pemilihan Kontraktor ............................ 35 Persentase Berdasarkan Jenis Kontrak ......................................... 35 Persentase Berdasarkan Proyek Yang Dikerjakan ....................... 36 Persentase Berdasarkan Nilai Kontrak Proyek ............................. 36 Persentase Berdasarkan Sumber Dana ......................................... 37 Persentase Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir ................. 37 Persentase Berdasarkan Lama Pengalaman Kerja ........................ 38 Persentase Berdasarkan Status Responden di Proyek .................. 39

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan

frangkykampey*F11103176

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Industri kontruksi merupakan salah satu industri yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Kontribusi industri melalui penyediaan tenaga kerja kepada masyarakat dapat menurunkan jumlah pengangguran atau meningkatkan jumlah pendapatan dan konsumsi masyarakat yang akhirnya akan memberikan sumbangan positif terhadap pembangunan. Agar industri kontruksi

memberikan nilai tambah bagi pembangunan maka sistim pengelolaan industri harus dilakukan secara profesional dan efektif pada semua aspek yang terlibat dalam suatu proyek konstruksi. Setiap proyek konstruksi mempunyai jangka waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan di dalam dokumen kontrak pekerjaan. Namun, tidak semua proyek konstruksi dapat selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. Begitu juga di Kota Palu, dimana perusahaaan-perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi yang sering menangani proyek-proyek bangunan keairan juga terkadang mengalami keterlambatan. Keberhasilan melaksanakan proyek konstruksi tepat pada waktunya adalah salah satu tujuan terpenting, baik bagi pemilik maupun kontraktor. Keterlambatan adalah sebuah kondisi yang sangat tidak dikehendaki,

karena akan sangat merugikan kedua belah pihak dari segi waktu dan biaya. Proyek konstruksi juga semakin hari menjadi semakin kompleks sehubungan dengan standar-standar baru yang ditetapkan, teknologi yang canggih, dan keinginan owner untuk melakukan penambahan ataupun perubahan lingkup pekerjaan. Suksesnya sebuah proyek tak lepas dari kerja sama antara pihak-pihak yang terlibat didalamnya yaitu owner, enginer dan kontraktor. Pihak-pihak tersebut mempunyai kepentingan dan tujuan yang berbeda sehingga konflik/perselisihan dapat

mengakibatkan keterlambatan yang selalu timbul akibat perbedaan pendapat pada saat perencanaan dan pembangunan proyek.

yaitu frekuensi terjadinya faktor keterlambatan dan dampaknya terhadap jadwal proyek yang berpotensi menyebabkan keterlambatan pada proyek bangunan keairan berdasarkan persepsi dari kontraktor. Rahmat Hidayat dan Rastuti Tamsil pada tahun 2007 tentang keterlambatan proyek bangunan keairan. serta kegagalan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan. Pihak yang terkena dampak tersebut adalah pihak pemakai. pemborosan sumber daya. berarti semakin kompleks mekanismenya yang berarti semakin banyak masalah yang harus di hadapi. akan tetapi penelitian tersebut hanya mendefinisikan faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek secara umum berdasarkan pengalaman pribadi atau persepsi pengguna jasa. jika tidak ditangani dengan benar berbagai masalah tersebut akan mengakibatkan dampak berupa keterlambatan penyelesaian proyek. pihak kontraktor dan pihak konsultan pun juga akan mengalami kerugian. persaingan tidak sehat diantara para pelaksana. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan juga tak luput berdampak pada pemilik proyek (project owner) yang mengakibatkan kerugian terhadap waktu operasi proyek. . dalam hal ini masyarakat pengguna jasa konstruksi.Semakin besar suatu proyek. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas dan berdasarkan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Wahyu waliansyah. kontraktor dan konsultan pengawas maka penulis akan melakukan penelitian lebih lanjut dari peneliti sebelumnya berdasarkan jenis proyek secara detail. pembiayaan membengkak. penyimpangan mutu hasil. Disisi lain. sehingga penggunaan hasil pembangunan proyek menjadi terlambat. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang berada di Kota Palu dan sekitarnya untuk proyek yang sedang berlangsung pada tahun anggaran 2008. Ketidaklancaran pekerjaan akan menyebabkan kerugian. baik moril maupun materil.

konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang berada di lokasi proyek.B. maka penulis mencoba untuk merumuskan masalah yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah potensi faktor-faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek bangunan keairan berdasarkan persepsi dari pengawas kontraktor. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang berada di lokasi proyek untuk Kota Palu dan sekitarnya. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek bangunan keairan berdasarkan persepsi dari pengawas kontraktor. penulis membatasi permasalahan pada potensi faktor-faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek bangunan keairan berdasarkan persepsi dari pengawas kontraktor. dikaitkan dengan tingkat keseringan dan level dampak faktor-faktor tersebut yang terjadi di lapangan untuk proyek bangunan keairan yang sedang berlangsung pada tahun anggaran 2008 di Kota Palu dan sekitarnya. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang berada di lokasi proyek. C. Penelitian ini juga bertujuan menyusun peringkat dari masing-masing faktor yang dapat menjadi faktor potensi penyebab terlambatnya proyek bangunan keairan. Batasan Masalah Dalam penulisan tugas akhir ini. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas. D. .

2. 4. F.E. b. sehingga proyek yang ditangani dapat selesai tepat waktu. Metode Penelitian 1. Dalam hal ini responden adalah tenaga teknis yang pernah terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan proyek bangunan keairan. yang dipakai dalam penelitian ini yaitu Corelation Spearmans Rank dengan menggunakan program Statistical Package For Social Saince (SPSS) for windows versi 15. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian tugas akhir ini adalah : 1. c. Deskriptif yaitu proses pengolahan data dalam bentuk tabulasi dan atau grafik. Relatif Rank Indeks (RRI) atau perangkingan. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang berada di Kota Palu dan sekitarnya. Sebagai bahan atau referensi untuk menentukan kebijakan bagi pihak pengawas kontraktor. Memberikan informasi tentang potensi-potensi faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek bangunan keairan berdasarkan persepsi dari pengawas kontraktor. 3. . 2. Mengumpulkan data dari pengguna jasa (project owner) maupun pihak-pihak yang pernah terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan proyek bangunan keairan. Hipotesis komparatif yang merupakan dugaan terhadap perbandingan dua sample atau lebih. Analisa Data Analisa data yang dipakai dengan mengunakan statistik Non-parametrik yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan mengunakan data ordinal berupa : a. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner). Melakukan observasi di lapangan dan instansi-instansi yang terkait untuk mendukung penyusunan kuesioner yang nantinya akan disebarkan ke responden. Studi pustaka yang berkaitan dengan faktor-faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan proyek bangunan keairan.

Hasil dan Pembahasan Bab ini menjelaskan tentang hasil penelitian serta pengolahan data yang didapat dari penelitian. Metode Penelitian Bab ini menjelaskan metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan penelitian. Sistematika Penulisan Sistimatika penulisan ini terdiri dari lima bab dan tersusun sebagai berikut : 1. juga pembahasan dari hasil pengolahan data tersebut sehubungan dengan teori yang dibahas pada BAB II. 3. serta bagaimana mendapatkan informasi yang dibutuhkan sehubungan dengan keperluan penelitian 4.G. yang akan digunakan dalam pemecahan masalah. dapat dirumuskan tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian. manajemen proyek. . BAB III. seperti penjelasan manajemen secara umum. serta menjelaskan tentang potensi faktor penyebabkan keterlambatan pekerjaan proyek bangunan keairan. BAB II. 2. BAB I. Tinjauan Pustaka Bab ini memuat secara rinci acuan teori yang ada hubungannya dengan penelitian penulis. sedangkan bertolak dari adanya masalah. BAB IV. serta berisi penjelasan singkat tentang sistimatika penulisan tiap bab. Pendahuluan Bab ini berisikan hal-hal yang melatar belakangi penulis untuk mengetahui potensi-potensi yang menyebabkan keterlambatan proyek bangunan keairan yang berada di Kota Palu dan sekitarnya yang dapat mengakibatkan kerugian bagi pihak-pihak yang terlibat. Dari latar belakang masalah dapat dirumuskan masalah serta batasan-batasan masalahnya.

Penutup Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian sehubungan dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. BAB V. serta saran-saran yang dapat dikemukakan berdasarkan hasil penelitian dan pertimbangan yang ditujukan kepada pihak-pihak yang mempunyai peranan dalam bidang konstruksi bangunan keairan. juga kepada para peneliti untuk melanjutkan ataupun mengembangkan penelitian tersebut.5. .

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan frangkykampey*F11103176 .

memimpin. sasaran dan harapan harapan penting dengan menggunakan anggaran serta sumber daya yang tersedia. 1996) Dari pengertian tersebut maka dapat di lihat bahwa ciri khas dari proyek adalah (Dipohusodo. yang harus di selesaikan dalam jangka waktu tertentu (Dipohusodo. 2. sasaran jadwal serta kriteria mutu dalam proses mencapai tujuan tersebut telah ditentukan terlebih dahulu. b. produk akhir atau hasil kerja akhir. tidak berulang-ulang. 1995). bersifat sementara. 1987). diantaranya adalah : a. 1982). 1996): 1. Proyek adalah usaha-usaha khusus dan terperinci untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan tujuan program jangka panjang (Soehendradjati. Memiliki tujuan yang khusus. c. Manajemen Proyek Konstruksi Manajemen adalah proses merencanakan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 4. Proyek merupakan suatu kegiatan sementara (temporary activity) yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dan alokasi sumberdaya tertentu untuk mencapai sasarannya telah digariskan dengan jelas (Soeharto. RJB. Jumlah biaya. (H. Nonrutin. artinya umurnya dibatasi oleh selesainya tugas. dan mengendalikan kegiatan anggota serta sumber daya yang lain untuk mencapai sasaran organisasi (perusahaan) yang telah ditentukan. Titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas.. 3. Koontz. Proyek adalah suatu upaya yang diorganisasi untuk mencapai tujuan. . Jenis dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung. mengorganisir. Pengertian proyek banyak terdapat dalam berbagai buku yang di kemukakan oleh beberapa ahli.

1. 2006). Apabila material yang digunakan sulit ditemui dipasaran maka hal tersebut dapat menyebabkan bertambahnya waktu pelaksanaan suatu proyek konstruksi. maka manajemen proyek konstruksi dapat di definisikan sebagai suatu proses merencanakan (plan). Sehingga material yang digunakan harus diperhatikan demi kelancaran suatu proyek. 2. mengelola (organise). peralatan (machine). 3. yang dimaksud dengan man adalah tenaga kerja dan orang yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi. material (material) dan biaya (money) dengan mengunakan metode (method) dan ruang (space) yang tersedia secara efektif (effective) dan efisien (efficient) dalam rangka menyelesaikan (complete) rangkaian kegiatan (activties) untuk mencapai tujuan tertentu (objectives) dan memenuhi persyaratan (requirements) tertentu yang telah didefinisikan sebelumnya (defining). dan mengendalikan (control) sumber daya tenaga kerja (man). 4. Peralatan (machine) Mesin atau peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan konstruksi juga harus dikelola dan di rawat dengan baik agar pelaksanaan proyek dapat berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan. . Metode (method) Method atau metode yang digunakan dalam pelaksanaan proyek konstruksi dapat mempengaruhi waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi karena penggunaan metode baru yang belum umum digunakan akan membutuhkan waktu untuk penyesuaian terlebih dahulu. Material (material) Material atau bahan yang digunakan juga berpengaruh terhadap pelaksanaan proyek. Apabila pengelolaan tenaga kerja kurang baik maka dapat menyebabkan terlambatnya pekerjaan konstruksi.Berdasarkan pengertian dari manajemen dan proyek. Tenaga kerja merupakan salah satu factor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Tenaga kerja (man) Dalam hal ini. (Mangitung.

Money and Space Planning Organizing Staffing Directing Controlling Output : Physical of Building Gambar 2. Pemanfaatan ruang yang telah tersedia secara efektif dan efisien membantu memperlancar pelaksanaan pekerjaan konstruksi. diberi atap dan dijaga oleh staf dari kontraktor untuk menghindari dari pencurian. Input : Management Process : Man. mengingat material/bahan yang digunakan harganya cukup mahal. menjadi salah satu factor penting yang harus diperhatikan pengaturannya selain keempat factor yang telah disebutkan sebelumnya. Ruang atau tempat yang akan dialokasikan bahan/material harus direncanakan sebaik-baiknya sebelum memilih posisi yang paling sesuai untuk ditempatkan bahan/material. Ruang (space) Dalam hal ini adalah ruang atau tempat. Apabila pengaturan keuangan dalam pelaksaan proyek kurang baik maka dapat menyebabkan terlambatnya proyek tersebut. 6. seperti ruang yang digunakan untuk bahan/material lebih banyak dari pada ruang yang tersedia.1. Method. diberi lampu penerang. Biaya (money) Money atau Uang. Kesalahan dalam perencanaan ruang dapat mengakibatkan kekacauan ditempat tersebut. bahan/material yang akan digunakan terlebih dahulu berada pada tumpukan paling bawah. Machines.5. Material. Konsep/Proses manajemen dalam melaksanakan proyek Sumber : Mangitung. jika diperlukan ruang/tempat tersebut di pagari. pemilihan ruang harus sedekat mungkin dengan lokasi pekerjaan agar dapat menghemat biaya transportasi material/bahan ke lokasi proyek. 2006 . dimana ruang atau tempat tersebut digunakan untuk meletakkan dan menyimpan bahan/material yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi serta tempat pelaksanaan pekerjaan.

Penetapan tujuan Tahapan ini merupakan langkah awal dalam proses manjemen dimana tujuan merupakan sasaran yang ingin dicapai. 4. Kapan kegiatan tersebut akan di kerjakan ? 3. Suatu perencanaan yang lengkap di tandai oleh kesiapan dalam menjawab pertannyaan-petanyan sebagai berikut : a. jumlah biaya. 2. Kegiatan apa yang akan dilakukan ? b. (2) pelatihan untuk meningkatkan kemampuan. Perencanaan Tahapan perencanaan merupakan proses pemilihan informasi dan pembuatan asumsi-asumsi mengenai keadaan di masa yang akan datang untuk merumuskan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. dan (3) koordinasi dan konsultasi yang sangat bermanfaat untuk mendapatkan masukan (input) ataupun alternatif-alternatif yang dapat menguntungkan. Pengarahan (Directing) Pengarahan merupakan fungsi yang penting dalam pengelolaan kegiatan proyek. dan waktu. . fungsi pokok manajemen terdiri atas beberapa tahapan yaitu : 1. Menurut Asnudin (2005). Untuk menentukan tujuan yang akan dicapai berdasarkan atas batasan-batasan yang telah ditetapkan seperti standar mutu. Penyusunan (Staffing) Staffing merupakan usaha untuk memobilisasi sumber-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi agar dapat bergerak dalam satu kesatuan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan ? c. Mengarahkan sumber daya manusia erat hubungannya dengan (1) motivasi yang berupa pemberian bonus atau promosi jabatan.Manajemen konstruksi mempunyai ruang lingkup yang cukup luas karena mencakup tahapan kegiatan sejak awal pelaksanaan sampai dengan akhir pelaksanaan yang berupa hasil pembangunan. Siapa yang akan melakukan pekerjaan tersebut ? d.

Pelaksanaan Proyek Pelaksanaan dari suatu proyek biasanya berhubungan dengan biaya. dan melakukan koreksi agar kegiatan yang dilakukan dapat memenuhi apa yang telah di tetapkan berdasarkan batasan-batasan seperti anggaran. Menurut Soeharto (1995) setiap proyek memiliki tujuan khusus. 2005). B. standar mutu. Pengawasan (Supervision) Pengawasan di definisikan sebagai proses interaksi langsung antar individuindividu dalam suatu organisasi untuk mencapai kinerja optimum dan tujuan organisasi tersebut. Pengendalian (Controlling) Pengendalian adalah proses untuk memantau. Biaya Anggaran Jadwal Waktu Mutu Kinerja Gambar 2. menganalisis. Ketiga hal ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kesuksesan suatu proyek.5. Sasaran proyek yang juga merupakan tiga kendala (triple constraint) (sumber : Soeharto. 1995) . dan jadwal serta mutu yang harus dipenuhi. 6. dan mutu. dan jadwal penyelesaian pekerjaan.2. didalam proses mencapai tujuan tersebut telah ditentukan bartasan yaitu besar biaya (anggaran) yang dialokasikan. waktu. Tingkat pelaksanaan dari suatu proyek dapat mempengaruhi tingkat kepuasan dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut (Mangitung.

atau per periode tertentu (misalnya per kwartal) yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. ukuran keberhasilan proyek dikaitkan dengan sejauh mana ketiga sasaran tersebut dapat dipenuhi. 3. Jadwal dan Mutu.Berdasarkan gambar 2.2 sasaran proyek yang juga merupakan tiga kendala. maka umumnya harus diikuti dengan menaikkan mutu. Anggaran. Bila hasil akhir adalah produk baru. . Dari segi teknis. maka penyerahannya tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan. artinya jika ingin meningkatkan kinerja produk yang telah disepakati dalam kontrak. maka kriteria yang harus dipenuhi adalah pabrik harus mampu beroperasi secara memuaskan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Jadwal Jadwal proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan. Anggaran proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran. Ketiga batasan tersebut bersifat tarik-menarik. Dengan demikian. yaitu Anggaran. 2. yang selanjutnya berakibat pada naiknya biaya melebihi anggaran. Untuk proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar dan jadwal bertahun-tahun. Sebaliknya bila ingin menekan biaya. berikut: 1. bila hasil kegiatan proyek tersebut berupa instalasi pabrik. Ketiga hal tersebut dapat dijabarkan sebagai penyelesaian bagian-bagian proyek pun harus memenuhi sasaran anggaran per periode. Sebagai contoh. maka biasanya harus berkompromi dengan mutu atau jadwal. Mutu Mutu produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan. anggarannya bukan hanya ditentukan untuk total proyek tetapi dipecah bagi komponen-komponennya.

yaitu persepsi dan kesadaran dari klien. minimal sesuai kontrak Biaya proyek Mendapat keuntungan sebaik mungkin Memenuhi spesifikasi dan kriteria dalam kontrak Mendapat keuntungan sebaik mungkin Memenuhi spesifikasi dan kriteria dalam kontrak Mutu pekerjaan dan peralatan Sumber : Soeharto. Perencanaan proyek yang baik adalah perencanaan yang disusun dengan perkiraan yang ideal dan logis dalam merencanakan unsur-unsur yang akan terlibat di dalamnya. C. dan fungsi/mutu/spesifikasi teknis yang diharapkan. yaitu kepuasan dari klien. hal tersebut dapat diartikan dengan selesainya suatu proyek sesuai dengan biaya yang dianggarkan. Hal kedua. waktu yang direncanakan.Tabel 2. serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Minimal sesuai spesifikasi Konsultan Cepat selesai. sehingga unsurunsur tersebut tidak menjadi faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan saat pelaksanaan proyek. 1995. Hambatan Dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi Kunci utama keberhasilan melaksanakan proyek tepat waktu adalah perencanaan dan penjadwalan proyek yang lengkap dan tepat. Dalam proses untuk mencapai tujuan tersebut telah di tentukan batasan-batasannya yaitu besarnya biaya. Setiap proyek mempunyai sasaran dan tujuan yang berbeda-beda. Liu and Walker (1998) menggambarkan ada tiga hal untuk melihat kesuksesan suatu proyek. minimal sesuai kontrak Kontraktor Cepat selesai. Tujuan dan motivasi peserta yang terlibat dalam proyek Sasaran proyek Jadwal penyelesaian Pemilik Cepat selesai agar hasil proyek dapat segera dipergunakan Harga terendah. memenuhi persyaratan teknik. mutu. . jadwal. yaitu memenuhi tujuan dari suatu proyek. Hal pertama. dan yang ketiga.1. Minimal tidak melewati anggaran Berfungsi sesuai harapan. dimana klien dengan pandangan yang berbeda-beda dapat membuat cara yang berbeda-beda pula tentang keberhasilan dari suatu proyek.

1. Anggaran Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran. Untuk proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah yang besar dan jadwal yang sampai bertahun-tahun, anggarannya bukan hanya ditentukan untuk total proyek, tetapi dipecah bagi komponen-komponennya, atau tiap periode tertentu yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. 2. Jadwal Proyek harus dikerjakan sesuai kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan. Bila hasil akhir adalah produk baru, maka penyerahannya tidak boleh melebihi batas waktu yang telah ditentukan. 3. Mutu Kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan di dalam kontrak pekerjaan. 4. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Tujuan dari kesehatan dan keselamatan kerja adalah untuk melindungi kesehatan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi kerja, mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit. Kelalaian terhadap K3 sangat berpengaruh terhadap keterlambatan pekerjaan. Menurut H.W.Heinrich, penyebab kecelakaan kerja yang sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%, dan kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 12%. Atau kedua hal tersebut (perilaku dan kondisi yang tidak aman) dapat terjadi secara bersamaan. Mangitung (2006), Hambatan-hambatan yang terjadi pada pelaksanaan proyek dapat disebabkan oleh pemilik proyek, kontraktor, dan hambatan yang disebabkan oleh faktor-faktor lainnya. Ketiga hal tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Hambatan yang dapat disebabkan oleh pemilik proyek (project owner) : a. Desain yang tidak lengkap Kurang lengkapnya desain dapat menjadi hambatan yang menyebabkan terlambatnya pelaksanaan suatu proyek karena pemilik proyek harus mengadakan/melengkapi gambar terlebih dahulu sebelum dikerjakan oleh kontraktor.

b. Birokrasi Birokrasi dapat menjadi penghambat dalam pelaksanaan konstruksi karena apabila birokrasi yang terlalu kompleks dan administrasi yang belum lengkap maka proyek belum dapat dilaksanakan. c. Kemampuan keuangan Dana merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat pekerjaan konstruksi. Apabila suatu proyek mengalami kekurangan dana atau kurang baik dalam mengatur keuangan maka hal tersebut akan berdampak pada bertambahnya waktu pelaksanaan konstruksi dengan kata lain proyek tersebut akan terlambat dari jadwal yang telah ditentukan. d. Pekerjaan tambah kurang (change order) Dalam pelaksanaan suatu proyek tidak menutup kemungkinan terjadinya perubahan sehingga tidak sesuai lagi dengan apa yang telah direncanakan. Hal tersebut merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penambahan waktu pelaksanaan sutu proyek. 2. Hambatan yang dapat disebabkan oleh kontraktor : a. Pengadaan material Dalam pelaksanaan konstruksi, material menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Apabila dilapangan kekurangan atau kehabisan stok material yang akan digunakan maka dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan pada pelaksanaan konstruksi tersebut. b. Tenaga kerja/tukang Selain material, pekerja/tukang juga dapat mempengaruhi terlambatnya suatu pekerjaan konstruksi. Apabila pada pekerjaan konstruksi kekurangan tenaga kerja/tukang maka akan berpengaruh terhadap produktivitas sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut semakin bertambah lama. Selain jumlah tukang, keahlian dari tukang yang digunakan juga mempengaruhi lamanya waktu pelaksamaam proyek tersebut.

c. Staf manajerial Apabila anggota didalam tim tidak dapat diajak bekerjasama untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka hal tersebut dapat menyebabkan terlambatnya suatu pekerjaan pada proyek. d. Pengalaman Pengalaman dari kontraktor juga memegang peranan penting dalam pelaksanaan suatu proyek. Semakin berpengalaman dan semakin beragam jenis proyek yang pernah dikerjakan oleh kontraktor maka dapat membantu dalam mengurangi resiko terjadinya keterlambatan yang mungkin dapat terjadi. e. Kemampuan keuangan Selain pemilik proyek (project owner), kontraktor juga harus memiliki dana yang cukup dalam melaksanakan pembangunan pada suatu proyek. Dana yang disediakan oleh kontraktor setidaknya dapat digunakan untuk membayar biaya operasional dalam pelaksanaan suatu proyek. Apabila kontraktor tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar biaya operasional maka kemungkinan proyek tersebut akan mengalami keterlambatan semakin besar. 3. Hambatan-hambatan yang tidak dapat dikendalikan oleh pemilik proyek maupun kontraktor : a. Cuaca Cuaca merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan pada suatu proyek, dan hal tersebut tidak dapat dikendalikan oleh kedua belah pihak baik itu dari pemilik proyek atau kontraktor. b. Force majeure Force majeure merupakan suatu kondisi yang terjadi pada pelaksanaan proyek dimana pemilik proyek maupun kontraktor tidak dapat mengendalikannya. c. Kondisi lapangan (khususnya yang berada di bawah permukaan tanah) Kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan perkiraan juga dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan dari suatu proyek. Kondisi lapangan khususnya yang berada di bawah permukaan tanah biasanya tidak sesuai dengan apa yang telah diperkirakan, sehingga hal tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya

kontraktor. serta faktor-faktor yang di luar kendali (Neither party) dari klien dan kontraktor.2. Menurut Mangitung (2005) bertambahnya biaya dan waktu pelaksanaan suatu proyek dapat disebabkan oleh pemilik/klien. . faktor perubahan desain merupakan faktor yang paling berpengaruh di antara sepuluh faktor lainnya yang dapat menyebabkan keterlambatan pada proyek-proyek konstruksi di Indonesia. 1997. dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut : Tabel 2.keterlambatan dari suatu proyek karena harus melakukan perencanaan kembali. Antara waktu dan biaya saling berkaitan karena dengan dengan bertambahanya waktu maka biaya yang akan dikeluarkan juga akan bertambah. Faktor yang menyebabkan keterlambatan pada proyek-proyek di Indonesia Faktor Penyebab Kondisi cuaca yang tidak tetap/berubah-ubah Perkiraan material yang kurang akurat Prediksi yang kurang akurat dari produktifitas rata-rata pekerja Prediksi yang kurang akurat dari produktifitas rata-rata peralatan Kekurangan material Kekurangan peralatan Kurangnya keterampilan pekerja Pembatasan lokasi dari proyek Perencanaan yang kurang lengkap Kurangnya produktifitas pekerja Perubahan desain Sumber : Kaming dkk. Sedangkan pada proyek-proyek konstruksi di Indonesia.

Faktor penyebab dari variasi biaya yang dapat disebabkan oleh pengguna jasa Pekerjaan tambahan/variasi peningkatan biaya Faktor penyebab Pekerjaan tambahan/biaya yang disebabkan karena kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey. Faktor penyebab dari variasi kualitas Variasi kualitas yang dapat disebabkan oleh pengguna jasa Perubahan desain Variasi kualitas yang dapat disebabkan oleh kontraktor Pengerjaan yang dibawah standard Kurangnya metode pelaksanaan pekerjaan/ buruknya pelaksanaan pekerjaan Penyelesaian proyek yang kurang baik Minimnya pengawas lapangan Perubahan cuaca yang tidak terduga kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey. 2005.3.Tabel 2.4. 2005. Perubahan desain/kontrak/spesifikasi Pekerjaan tambahan yang tidak masuk spesifikasi Pengurangan pekerjaan/variasi penurunan biaya Perubahan desain/kontrak/spesifikasi Sumber : Mangitung. Sumber : Mangitung. Tabel 2. .

Tabel 2.5.6. 2005. . Sumber : Mangitung. Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh pengguna jasa Faktor yang menyebabkan penambahan waktu Faktor penyebab Pekerjaan tambahan/biaya yang disebabkan karena kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey. Faktor penyebab dari variasi biaya yang disebabkan oleh kontraktor Faktor yang menyebabkan peningkatan biaya Faktor penyebab Estimasi yang kurang Tambahan pekerjaan/biaya yang disebabkan karena kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey.7. 2005. Perubahan desain/kontrak/spesifikasi Sumber : Mangitung. Tabel 2. Faktor penyebab dari variasi biaya yang disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh pengguna jasa dan kontraktor Faktor yang menyebabkan penambahan biaya Faktor penyebab Perubahan cuaca yang tidak terduga Pekerjaan tambahan/biaya yang disebabkan karena kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey. Perubahan desain Faktor yang menyebabkan penurunan biaya Menggunakan material alternatif Sumber : Mangitung. Tabel 2. 2005.

Tabel 2. 2005. Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh pengguna jasa dan kontraktor Faktor yang menyebabkan penambahan waktu Faktor penyebab Perubahan cuaca yang tidak terduga kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey.8. Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh kontraktor Faktor yang menyebabkan penambahan waktu Faktor penyebab Kurangnya perencanaan dan koordinasi Kurangnya sumber daya Kurangnya waktu pelaksanaan Minimnya metode pelaksanaan pekerjaan Keterlambatan material Faktor yang dapat mempersingkat waktu Faktor penyebab Manajemen sumber daya dan perencanaan yang baik Perencanaan dan koordinasi yang baik Metode pelaksanaan pekerjaan yang baik Sumber : Mangitung. Sumber : Mangitung.9. Tabel 2. 2005. .

D. Hambatan Dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi Bangunan Keairan Penelitian dalam temuan faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemilik atau kontraktor untuk menyusun perencanaan dan penjadwalan proyek yang lebih seksama. Keterlambatan yang layak mendapatkan ganti rugi (Compensable Delay). kelalaian atau kesalahan pemilik proyek. sebagai upaya awal untuk menghindari dan atau mengendalikan keterlambatan pelaksanaan proyek. Menurut Kraiem dan Dickmann (1987). sehingga keterlambatan dapat dikendalikan lebih dini dalam tahap pelaksanaan proyek. yakni keterlambatan yang disebabkan oleh tindakan. Keterlambatan yang dapat dimaafkan (Excusable Delay). yakni keterlambatan yang disebabkan oleh tindakan. Penyusunan klasifikasi dan peringkat penyebab-penyebab ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kekurangan-kekurangan yang ada pada proses perencanaan dan penjadwalan pekerjaan. . yakni keterlambatan yang disebabkan oleh kejadian-kejadian di luar kendali baik pemilik maupun kontraktor. penyebab keterlambatan waktu pelaksanaan proyek dapat dikategorikan dalam 3 kelompok besar yakni : a. Keterlambatan yang tidak dapat dimaafkan (Non-Excusable Delay). kelalaian atau kesalahan Kontraktor. c. b.

Tabel 2. Kategori Sumber Keterlambatan No Tinjauan Penyebab Keterlambatan Pengguna Jasa Penyedia Jasa Non Para Pihak A 1 2 3 Menurut Hasil Kusioner yang dilakukan oleh Hidayat Rahmat (2007) Tenaga kerja yang digunakan kurang terampil Peluang terjadinya kejadian yang tak terduga Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek Alokasi dana konstrusi yang belum cukup Adanya perubahan kebijakan pemerintah Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok Perselisihan yang terjadi di lapangan Buruknya koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya Mobilisasi peralatan yang terlambat Menurut Hasil Kusioner yang dilakukan oleh Tamsil Rastuti (2007) 1 2 3 4 5 6 Ketidakpatuhan terhadap kontrak kerja Adanya perubahan kebijakan pemerintah Perencanaan yang tidak lengkap Buruknya monitoring dan kontrol Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya Cara pembayaran/penarikan Termin yang tidak umum 4 5 6 7 8 9 10 11 B . Matriks Hubungan Antara Jenis Keterlambatan dengan Sebab-sebab Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek untuk proyek Bangunan Keairan.10.

10.Tabel 2. nilai tukar mata uang) (mis C 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Buruknya koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek Perencanaan yang kurang lengkap Tenaga kerja yang digunakan kurang terampil Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek sehingga harus dikerjakan kembali . bencana alam di lokasi proyek) Kekurangan tenaga kerja Jumlah peralatan yang tidak sesuai dengan kontrak Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja Adanya perubahan kebijakan pemerintah : kenaikan BBM. Matriks Hubungan Antara Jenis Keterlambatan dengan Sebab-sebab Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek untuk proyek Bangunan Keairan (Lanjutan) Kategori Sumber Keterlambatan No Tinjauan Penyebab Keterlambatan Pengguna Jasa Penyedia Jasa Non Para Pihak 7 8 Alokasi dana yang tidak cukup Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek sehingga harus dikerjakan kembali Material yang dipasaran digunakan jarang ditemui 9 10 Kekurangan peralatan Menurut Hasil Kusioner yang dilakukan oleh Waliansyah Wahyu (2007) Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan Terjadinya kejadian yang tak terduga (mis:kerusuhan.

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan frangkykampey*F11103176 .

Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dipilih khusus hanya di Kota Palu dan sekitarnya. Adapun yang dijadikan sampel oleh penulis adalah proyek bangunan keairan untuk nilai proyek konstruksinya dibawah 1 milyar dan diatas 1 milyar yang sedang berlangsung di Palu dan sekitarnya pada tahun anggaran 2008. untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berpotensi menyebabkan keterlambatan Pekerjaan Bangunan Keairan . kapan harus diselesaikan dan bagaimana proyek tersebut akan dikerjakan. Mengacu pada judul penelitian tugas akhir ini. konsultan pengawas dan pemilik proyek yang ada berada dilokasi proyek. . C. Umum Setiap proyek konstruksi lazimnya mempunyai rencana pelaksanaan dan jadwal pelaksanaan yang tertentu. B.BAB III METODE PENELITIAN A. serta bagaimana penyediaan sumber dayanya. dan data inilah yang nantinya digunakan dalam penyusunan penelitian ini. kapan pelaksanaan proyek tersebut harus dimulai. maka dibutuhkan data primer dan data sekunder dalam menyusun penelitian ini. Sampel Penelitian Untuk memperoleh informasi mengenai faktor-faktor apakah yang paling berpotensi meyebabkan terjadinya keterlambatan proyek konstruksi bangunan keairan khususnya di Kota Palu dan sekitarnya. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui jawaban kuesioner dan wawancara dengan pihak-pihak yang telah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan proyek konstruksi bangunan keairan di Kota Palu dan sekitarnya. maka responden yang dipilih yaitu kontraktor pengawas.

D. maka tahap-tahap kegiatan penelitian akan mengikuti bagan alir penelitian seperti yang diperlihatkan pada bagan alir berikut Latar Belakang Masalah Tinjauan Pustaka Perancangan Kusioner dan Sampel Validasi Kusioner Survei/pengumpulan data Data Primer Data Sekunder Pengolahan/analisa data Statistik Deskriptif Statistik Inferensial Statistik Nonparametrik Penyajian Data Dalam Bentuk Table Dan Grafik Relatif Rank Indeks Korelasi Spearman Rank Analisis Hasil dan Pembahasan Kesimpulan dan Saran Gambar 3. Bagan Alir Proses Penelitian .1. Tahapan Penelitian Untuk mencapai tujuan penelitian.

Pada kuesioner bagian umum ditanyakan mengenai datadata proyek (seperti nama proyek. serta status responden pada proyek). institusi pemilik proyek. maka responden yang dipilih. Berdasarkan survei awal yang penulis lakukan. kontraktor pelaksana. nilai proyek. yaitu kuesioner bagian umum dan kuesioner bagian utama.1 M ) Untuk memperoleh informasi mengenai faktor-faktor apakah yang dapat menjadi potensi penyebab terjadinya. Validasi Kuesioner Tujuan dilaksanakannya validasi kuesioner adalah untuk mengetahui apakah pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner mudah untuk dipahami oleh responden. .E. sumber dana. jenis proyek yang dikerjakan) dan data responden (seperti tingkat pendidikan terakhir. Perancangan Kuesioner dan Sampel Kuesioner dibuat menjadi dua bagian. yaitu tenaga teknis di instansi Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang telah sering terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Sedangkan bagian utama kuisioner berupa pertanyaan-pertanyaan mengenai seberapa besar suatu faktor berpengaruh menyebabkan terlambatnya suatu proyek bangunan keairan Pertanyaan terdiri dari 25 (dua puluh lima) pertanyaan/faktor. serta konsultan pengawas yang terkait dengan proyek tersebut. lokasi proyek. Dari hasil validasi kuesioner dapat diketahui apakah kuesioner layak untuk diedarkan atau perlu dilakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum kuesioner diedarkan.1M) dan proyek bernilai non kecil (> Rp. Untuk melakukan validasi kuesioner. sistem pemilihan kontraktor. jenis kontrak. maka dapat kami berikan beberapa proyek bangunan keairan yang akan menjadi sampel penelitian kami selanjutnya. antara lain proyek bernilai kecil (< Rp. F. lama pengalaman kerja. maka responden yang dipilih yaitu pihak pemilik proyek.

di awali dengan melakukan survey kebutuhan dan kemudian disusul dengan penyusunan kuesioner. Data Sekunder. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang sedang melaksanakan paket proyek bangunan keairan dibawah 1 milyar dan diatas 1 milyar di kota Palu dan sekitarnya. a. validasi kuesioner dan penyebaran kuesioner kepada responden yang telah ditentukan sebelumnya. sedangkan output dari nilai frekuensinya dibuat dalam penjelasan gambar/grafik. yaitu data yang masih berbentuk kalimat yang selanjutnya harus diolah kedalam bentuk data kuantitatif atau data yang berbentuk angka (skoring). ada beberapa tahap yang ditempuh untuk memperoleh data ini. Data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada responden. Data sekunder merupakan data pendukung yang diperoleh dari instansi terkait yang menangani proyek tersebut. . Adapun responden yang dimaksud adalah kontraktor. Data yang diambil b.G. Proses input data dilakukan dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel 2007 dan pengolahan menggunakan program komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 15. Proses pengumpulan data Proses pengumpulan data ini dimaksudkan untuk memudahkan memperoleh data yang dibutuhkan guna menunjang penulisan tugas akhir ini. Data Primer. Jawaban kuisioner dari responden merupakan data primer yang masih bersifat kualitatif. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi yang sudah diolah oleh pihak lain. untuk mengetahui proyek-proyek bangunan keairan yang sedang berlangsung pada tahun anggaran 2008. Output data yang dihasilkan berupa nilai Relatif Rank Index (RRI) dan korelasi Spearmans Rank dibuat dalam bentuk tabel. berupa data primer dan data sekunder.

baik secara angka-angka mutlak maupun secara persentasi. Lebih lanjut ia katakan bahwa. Data-data tersebut harus diringkas dengan baik dan teratur. Analisa Data a. Statistik deskriptif lebih berhubungan dengan pengumpulan. Statistik Inferensial Statistika Inferensial disebut juga statistik penarikan kesimpulan. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang berkenaan dengan metode atau cara mendeskripsikan. b. distribusi frekuensi. mentah dan tidak terorganisir dengan baik (raw data). menjabarkan. menyajikan. Dengan demikian dalam statistik inferensial dilakukan suatu generalisasi (memperumum) dan hal yang bersifat khusus (kecil) ke hal yang lebih luas (umum). menggambarkan. yaitu statistika yang menggunakan data dari suatu sampel untuk menarik kesimpulan mengenai populasi dari mana sampel tersebut diambil. 2002). Statistik deskriptif mengacu pada bagaimana menata atau mengorganisasi data. . dan menganalisis data dengan cara membuat tabel. dan diagram atau grafik dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel. Nilai korelasi Spearsmans Rank menggambarkan tingkat signifikasi data dalam hubungannya antara satu variabel dengan variabel yang lainnya sedangkan nilai frekuensi digunakan untuk melihat perbandingan persentase setiap variabel dari setiap faktor. data-data statistik yang dikumpulkan umumnya masih acak. peringkasan serta penyajian hasil peringkasan data (Santoso. atau menguraikan data. baik dalam bentuk tabel atau persentasi grafis sebagai dasar untuk berbagai pengambilan keputusan.Hasil nilai Relatif Rank Index (RRI) menghasilkan rangking secara berurut faktor yang dominan berpotensi menyebabkan terlambatnya suatu pekerjaan konstruksi. H. Statistik deskriptif digunakan untuk analisis bagi variabel-variabel yang dinyatakan dengan sebaran frekuensi.

2. untuk mengkuantitatifkan data tersebut diperlukan skala ordinal. sehingga jarak antara satu data dengan data yang lain tidak sama. Skala ordinal adalah data yang berbentuk ranking atau peringkat. Data hasil penelitian terbagi dua kelompok. keterandalan.1). kata atau penggambaran. Pengujian Keandalan Jawaban (Reliability Analisis) Azwar (2001) mengatakan bahwa reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata reliability yang artinya keterpercayaan.1). yaitu data yang berbentuk rangking atau peringkat. Hasil pengukuran dapat dipercaya bila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama (selama . Data ini dinyatakan dalam skala. Statistik Nonparametrik Statistik Nonparametrik digunakan untuk menganalisa data yang berbentuk nominal dan ordinal. Skala Ordinal 1. Jawaban responden yang terkumpul dalam penelitian ini masih merupakan data yang bersifat kualitatif sehingga diubah kedalam data kuantitatif. Data nominal. data ini bisa dinyatakan dalam skala. Oleh karena itu. yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. maka jarak satu data dengan data yang lain tidak sama. yaitu data yang hanya dapat digolongkan secara terpisah secara diskrit atau kategori data ini diperoleh dari hasil menghitung dan Data ordinal. konsistensi dan sebagainya. Data kualitatif adalah data yang berbentuk kalimat. I II III IV V VI VII 1 2 3 4 5 6 7 Gambar 3. sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan (skoring).

. dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan metode Alpha Cronbach.81 s.. berarti cukup reliabel 4.1) .42 s. (pers 3. angket yang membingungkan responden.. maka peneliti menggunakan bantuan program komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS).aspek yang diukur tidak berubah).... maka ukuran kemantapan alpha dapat diinterprestasikan sebagai berikut (Triton.. 0.. Sebelum melakukan analisa.. 1.... 1.2).60. Keandalan menunjukkan seberapa jauh suatu alat ukur mengandung kesalahan ukur. Nilai alpha Cronbach 0... berarti reliabel 5. 2005) : 1. berarti agak reliabel 3...00 s. Nilai alpha Cronbach 0. terlebih dahulu dilakukan pengujian keandalan terhadap jawaban responden.d. Nilai alpha Cronbach 0. Nilai alpha Cronbach 0.21 s.... RRI = 1  i   ∑ li x i  nN  i =1  .. Jika skala itu itu dikelompok ke dalam lima kelas dengan reng yang sama.... Faktor-faktor menyebabkan kesalahan dapat bersumber dari kesalahan dalam instruksi yang diajukan peneliti.. 0.40.61 s. 2002).d.. Nilai alpha Cronbach 0.80..d...... 0.d. Relatif Rank Indeks Pada tahap ini data dianalisis menggunakan program statistik SPSS dan Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai Relative Rank Index (RRI). atau kesulitan teknis lainnya (Ilyas dan Arif Tiro.20...d.. Adapun faktor-faktor yang akan di analisa di anggap tidak saling mempengaruhi atau bersifat independen... Untuk mencapai hal tersebut.. berarti kurang reliabel 2.... Teknik ini digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang paling berpengaruh secara berurut atau berdasarkan rangking guna memperoleh tujuan dari pada penelitian ini.. berarti sangat reliabel Untuk melakukan pengujian tersebut.. diukur berdasarkan skala alpha Cronbach 0 sampai 1.00.. 0....

. bila masing-masing variabel yang dihubungkan berbentuk ordinal dan sumber data antara variabel nilainya tidak harus sama.3.. ..3). Indeks Kritis. Corelation Spearmans Rho Menurut Sugiono (2004).2. yang dihitung dengan persamaan : Indeks Kritis = Frekuensi Kejadian x Level dampak 1. Corelation Spearmans Rho ini diuji dengan menggunakan bantuan program komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS)....n li : Skala Likert dimana li skala paling rendah dan ln skala paling tinggi xi : Frekuensi nilai skala yang dipilih responden dari i = 1 sampai dengan n Relatif Rank Indeks (RRI) pada penelitian ini diuraikan menjadi : a). Level dampak terhadap keterlambatan proyek c)..Dimana : n : Angka tertinggi skala Likert N : Jumlah Responden i : 1. Corelation Spearmans Rho digunakan untuk mencari hubungan atau untuk menguji signifikansi hipotesis asosiasif. Frekuensi kejadian penyebab keterlambatan b).

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan frangkykampey*F11103176 .

Responden Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Pertanyaan Validasi 1 2 3 ± 15 menit Ya Ya ± 15 menit ± 10 menit ± 25 menit ± 20 menit Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya 4 Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak 5 Tidak Tidak Tidak Ya Tidak 6 Ya Ya Ya Ya Ya Keterangan pertanyaan validasi : 1. Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mengisi kuesioner ini ? 2. Apakah pertanyaan dalam kuesioner ini sulit untuk di jawab ? Ya Tidak 5. Hasil Validasi Kusioner terhadap kelayakan kuesioner yang telah disebarkan.1 : Tabel. Apakah masih perlu penambahan pertanyaan ? Ya Tidak 6. Validasi Kusioner Dari hasil pilot studi yang dilakukan oleh peneliti diketahui bahwa kuesioner yang dibuat layak diajukan/disebar kepada para responden. Apakah instruksi dalam kuesioner ini sudah cukup jelas ? Ya 3.1. Tidak Apakah pertanyaan dalam kuesioner ini cukup jelas ? Ya Tidak 4. karena berdasarkan hasil validasi sebagian besar responden tidak mengalami kesulitan serta telah mengerti dalam melakukan pengisian kuesioner. Apakah pertanyaan ini relevan dengan topik yang dibahas ? Ya Tidak . 4. Untuk lebih jelasnya berikut hasil validasi terhadap kelayakan kuesioner dapat dilihat pada tabel 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

Yang kedua adalah Data Sekunder berupa data pendukung yang diperoleh dari instansi terkait. Namun responden yang lain berpendapat faktor-faktor yang ada sudah cukup mewakili karena telah meliputi sumber-sumber yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam manajemen. yaitu : Data primer yang terdiri dari hasil wawancara peneliti terhadap responden untuk proyek yang sedang mereka kerjakan. hanya pada responden 4 pada pertanyaan validasi ke-5. serta kuesioner berupa daftar pertanyaan yang di buat oleh peneliti kemudian diedarkan kepada responden untuk diisi dengan harapan data yang belum diperoleh melalui observasi dan wawancara dapat diperoleh dengan daftar pertanyaan. berupa unsur dasar atau sarana/alat yang meliputi : Tenaga Kerja (man). responden menginginkan perlunya penambahan pertanyaan.Adapun data-data umum untuk masing-masing 5 orang responden yang memberikan jawaban pilot study diatas. untuk contoh kusioner penelitian proyek bangunan keairan yang disebarkan oleh peneliti dapat dilihat lampiran halaman 55. B. dan untuk Responden 5 memiliki latar belakang tingkat pendidikan terakhir Diploma III (D3) dengan pengalaman kerja diatas 5 tahun. Responden 4 memiliki latar belakang tingkat pendidikan terakhir Diploma III (D3) dengan pengalaman kerja diatas 5 tahun. nilai proyek. untuk Responden 2 memiliki latar belakang tingkat pendidikan terakhir Diploma III (D3) dengan pengalaman kerja diatas 5 tahun. yaitu untuk Responden 1 memiliki latar belakang tingkat pendidikan terakhir Strata I (S-I) dengan pengalaman kerja diatas 5 tahun. karena ia berpendapat semakin banyak pertanyaan maka analisis semakin tajam. berupa lokasi pelaksanaan proyek. nama-nama perusahaan kontraktor dan konsultan . material (material) dan biaya (money) dengan mengunakan metode (method) yang dikenal dengan singkatan 5M dan ditambah ruang (space). Dari hasil pilot studi diatas dapat dilihat jawaban dari responden kurang lebih sama. sedangkan untuk Responden 3 memiliki latar belakang tingkat pendidikan terakhir Diploma III (D3) dengan pengalaman kerja diatas 5 tahun. Peralatan (machine). Proses Pengumpulan Data Proses pengumpulan data yang dilakukan peneliti dibagi atas 2.

sehingga kusioner yang kembali berjumlah 24 kusioner. Beberapa responden tidak mengerti cara pengisian kusioner sehingga peneliti harus menjelaskannya. hal tersebut disebabkan ada 5 proyek yang tidak menggunakan jasa Konsultan Pengawas. 2. Keengganan beberapa responden untuk mengisi kusioner. . Beberapa kusioner yang telah diberikan kepada responden ada yang hilang. hal tersebut dikarenakan akibat perbedaan pemahaman antara responden dengan peneliti. Kendala-kendala tersebut antara lain : 1. sehingga peneliti harus mengatur lagi pertemuan dengan responden untuk mewawancarainya. Data-data untuk kesepuluh proyek yang kami teliti dapat dilihat pada lampiran halaman 66. dan setelah di jelaskan masih ada yang salah cara pengisian kusioner sehingga harus di berikan ulang kusioner yang baru untuk di isi. walaupun peneliti sudah menunjukkan Surat Permintaan Data dari Kampus dan telah dijelaskan oleh peneliti maksud dan tujuan kusioner tersebut. Kesibukan yang dimiliki oleh Responden. Adapun kusioner yang tidak kembali ada 1. 5 proyek tersebut tidak memerlukan pekerjaan yang spesifik sehingga lebih efesien bila di awasi dari pihak pengelola proyek (Balai Wilayah Sungai Sulawesi III) yang kesemuanya rata-rata sudah berpengalaman di atas 10 tahun. Lamanya penyebaran dan pengembalian kusioner disebabkan adanya kendalakendala yang di alami oleh peneliti. Sebagian besar kusioner yang telah di isi hanya di titip oleh responden kepada orang yang berada dilapangan. 4. 3.yang menangani proyek tersebut. Untuk lebih jelasnya proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dapat dilihat pada lampiran hal 64. sehingga peneliti harus memberikan kusioner kosong untuk di isi kembali. Adapun jumlah kusioner yang disebarkan oleh peneliti sebanyak 25 kusioner dari 10 Proyek. 5. Berdasarkan hasil wawancara terhadap pemilik peroyek. sehingga tidak memiliki waktu untuk mengisi kusioner.

1. JENIS KONTRAK Harga Satuan 75% Lump Sump 25% Gambar 4. Pelelangan Pascakualifikasi sebesar 37. PEMILIHAN KONTRAKTOR Pelelangan Pascakualifikasi 37.2. Persentase Berdasarkan Jenis Kontrak . Pemilihan Kontraktor (U1). Pemilihan Kontraktor terdiri dari Pelelangan Prakualifikasi sebesar 62% (15 responden). Jenis Kontrak (U2).5% Gambar 4.C. 2. Karateristik Responden 1.5% (9 responden) serta Penunjukan Langsung dan Pemilihan Langsung masing-masing sebesar 0%.5% Pelelangan Prakualifikasi 62. Persentase Berdasarkan Pemilihan Kontraktor Dari hasil pengisian kuesioner oleh responden.

Persentase Berdasarkan Proyek Yang Dikerjakan Berdasarkan hasil pengisian kusioner oleh responden dari 10 proyek bangunan keairan yang diteliti terdapat 92% Proyek Baru (22 responden).2. dapat dilihat bahwa Jenis Kontrak yang digunakan pada proyek yang diteliti adalah 75% untuk Harga Satuan (18 responden) dan 25% untuk Lump Sump (6 responden). Persentase Berdasarkan Nilai Kontrak Proyek . 4. 3.Dari Gambar 4.4. NILAI KONTRAK PROYEK Non Kecil (> 1M) 75% Kecil (< 1M) 25% Gambar 4. PROYEK YANG DIKERJAKAN Proyek Lanjutan 8% Proyek Baru 92% Gambar 4. 8% Proyek Lanjutan (2 responden) dan 0% untuk Proyek Rehabilitasi.3. Nilai Kontrak Proyek (U4). Proyek Yang Dikerjakan (U3).

6. DAU sebesar 13% (3 responden) sedangkan sumber dana yang berasal dari APBD dan ADB sebesar 0%. Persentase Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir . diperoleh hasil bahwa Sumber Dana berasal dari APBN sebesar 88% (21 responden). memperlihatkan bahwa Nilai Kontrak Proyek untuk skala Non Kecil (> 1M) sebesar 75% (18 responden) sedangkan untuk skala Kecil (< 1M) sebesar 25% (6 responden). Tingkat Pendidikan Terakhir (U6). SUMBER DANA DAU 13% APBN 88% Gambar 4. TINGKAT PENDIDIKAN TERAKHIR D3 21% STM dan Sederajat 54% S1 25% Gambar 4. Sumber Dana (U5). Untuk proyek tahun anggaran 2008.Gambar 4. 6. Persentase Berdasarkan Sumber Dana Dari hasil distribusi kusioner. 88% sumber dananya berasal dari APBN.5. 5.4.

6. Tingkat pendidikan dalam pelaksanaan konstruksi banguan keairan di dominasi oleh responden dengan tingkat pendidikan STM dan sederajat. S1 dan yang terakhir D3. Lama Pengalaman Kerja (U7). Persentase Berdasarkan Lama Pengalaman Kerja Berdasarkan Pengalaman Kerja yang dimiliki oleh responden. LAMA PENGALAMAN KERJA 1 Tahun 8% > 5 Tahun 71% 2 Tahun 8% 5 Tahun 13% Gambar 4.Berdasarkan gambar 4. . Dari persentase dapat dilihat bahwa sebagian besar pengalaman kerja (Konsultan Pengawas) sudah mempunyai pengalaman diatas 5 tahun. 7. D3 sebesar 21% (5 responden) dan S1 sebesar 25% (6 responden) sedangkan untuk tingkat pendidikan S2 sebesar 0%. Tingkat Pendidikan Terakhir responden terdiri dari STM dan Sederajat sebesar 54% (13 responden). sebesar 13% (3 responden) sebesar 5 tahun serta yang memiliki pengalaman kerja > 5 tahun sebesar 71% (17 responden). sebesar 8% (2 responden) yang mempunyai pengalaman kerja 1 dan 2 tahun.7.

Analisis tersebut dapat di ukur dengan cara membandingkan hasil pengisian kusioner yang di lakukan responden dengan yang terjadi dilapangan. D.2 dan 4. Analisa Faktor-Faktor Yang Berpotensi Menyebabkan Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan Analisis faktor-faktor hasil dari pengisian responden. . 13% Konsultan Pengawas (3 responden). Hal tersebut juga dapat dibuktikan dengan menggunakan program komputer SPSS (Statistical Product And Service Solution). diperoleh hasil bahwa sebanyak 8% Pengawas Pemilik Proyek (2 responden).8. Persentase Berdasarkan Status Responden di Proyek Dari hasil distribusi kusioner. kemudian dihubungkan dengan apa yang dilihat langsung oleh peneliti kondisi di lapangan dengan hasil wawancara terhadap responden. dari hasil perbandingan tersebut dapat peneliti katakan bahwa hasil pengisian kusioner oleh responden dapat dipercaya. Status Responden di Proyek (U8). 33% Pengelola Teknis PU (8 responden) dan 46% Tenaga Teknis Kontraktor (11 responden). hal tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kebenaran alat ukur (kusioner) terhadap subyek penelitian yang terjadi di lapangan.3 dibawah ini. STATUS RESPONDEN DI PROYEK Tenaga Teknis Kontraktor 46% Pengaw as Pemilik Proyek 8% Pengelola Teknis (PU) 33% Konsultan Pengaw as 13% Gambar 4.8. Hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.

906 untuk dampak. kemudian datanya dianalisa untuk mencari 10 peringkat yang paling berpotensi terhadap keterlambatan untuk tingkat keseringan dan level dampak pada proyek bangunan keairan untuk tahun anggaran 2008 di kota Palu dan sekitarnya. dengan cara jawaban responden terhadap kusioner diatas diolah dengan mencari nilai Relative Rank Index (RRI) masing-masing jawaban untuk variabel . Untuk menguji reliabilitas digunakan bantuan program SPSS versi 15. Realibility Statistics Untuk Dampak Faktor Terhadap Keterlambatan Cronbach's Alpha .906 N of Items 25 Hasil pengujian reability indeks Cronbach’s Alpha cukup memuaskan karena indeks yang di hasilkan sebesar 0. Untuk mencari kesepuluh peringkat tersebut dapat di lihat dari hasil pengisian kusioner pada jawaban-jawaban responden yang dianggap ekstrim (skor 5 dan 6) untuk level frekuensi dan level dampak. Hasil Analisa Realibility Cronbach’s Alpha Sebelum melakukan analisis RRI. Berdasarkan hasil analisa jawaban responden tersebut. Tabel 4. Teknik perhitungan koefisien Cronbach's Alpha digunakan untuk menguji reliabilitas. dimana nilai tersebut berada di atas nilai indeks minimum yaitu sebesar 0. Hasil Analisa Relative Rank Indeks dan Rangking Berdasarkan hasil pengisian kusioner oleh responden.875 N of Items 25 Tabel 4. yang diperkuat dengan analisis menggunakan program komputer SPSS.70. 2. peneliti dapat mengurut 10 peringkat untuk faktor yang berpotensi menyebabkan keterlambatan. Realibility Statistics Untuk Tingkat Frekuensi Terjadinya Faktor Cronbach's Alpha .1.0. maka dilakukan analisa Reliability Cronbach’s Alpha.2.3.875 untuk frekuensi dan 0.

Ini menunjukkan walaupun frekuensinya jarang terjadi tetapi faktor tenaga kerja sangat memberi dampak terhadap keterlambatan proyek. juga terkadang di lokasi proyek tidak terjadi hujan tetapi di bagian hulu sungai terjadi hujan sehingga permukaan air di lokasi proyek menjadi naik. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden. (lihat lampiran hal. Kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya berada pada peringkat pertama untuk nilai Indeks Kritis. akibatnya kualitas pekerjaan yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan yang juga berakibat pada kecepatan proses pekerjaan. level dampak terhadap keterlambatan proyek. sedangkan untuk tingkat frekuensi berada pada peringkat keempat dan untuk level dampaknya berada pada peringkat kedua. 63). Kesepuluh faktor tersebut dapat dilihat di bawah ini. tenaga kerja yang digunakan rata-rata tenaga kerja yang masih minim pengalaman akan pekerjaan bangunan keairan. Kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya merupakan faktor yang frekuensinya paling sering terjadi selama pelaksanaan proyek dan juga sangat memberikan dampak terhadap keterlambatan proyek yang diteliti. Hal tersebut terjadi karena kontraktor menginginkan pembayaran upah yang rendah untuk tenaga kerja yang digunakan. Tenaga kerja yang digunakan kurang terampil berada pada peringkat kedua berdasarkan nilai Indeks Kritis. Dari hasil analisis kusioner dengan menggunakan program SPSS. serta nilai indeks kritis. Menurut responden. diperoleh hasil rangking faktor-faktor berdasarkan nilai indeks kritis faktor tersebut terhadap masing-masing proyek yang diteliti.tingkat frekuensi terjadinya faktor.0. 61). sehingga diperoleh hasil akhir berupa ranking dari faktorfaktor tersebut dengan menggunakan program SPSS. . kondisi cuaca akhir-akhir ini sangat sulit untuk diperkirakan hal tersebut terjadi akibat pemanasan global dan juga untuk proyek irigasi 90% bahan konstruksinya menggunakan semen sehingga walaupun hujannya tidak deras kontraktor enggan untuk bekerja akibatnya proyek menjadi terlambat. disini peneliti mengunakan SPSS versi 15. tingkat frekuensi dan level dampak. (lihat lampiran hal.

dalam hal ini pengguna jasa (kontraktor) mengalami kekurangan tenaga kerja/personil terjadi karena ketidakpatuhan terhadap kontrak kerja yang telah disepakati bersama. peringkat kedua untuk tingkat Frekuensi dan peringkat ketujuh untuk level Dampak. (lihat lampiran hal. Selanjutnya faktor peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan berada pada peringkat kelima untuk nilai Indeks Kritis. peralatan. selain itu penyebab lain diakibatkan karena banyaknya proyek yang ditangani oleh kontraktor dalam waktu yang bersamaan sehingga peralatan sering mengalami kerusakan. 62). 61). Akibat dari kontraktor menangani proyek diberbagai tempat terjadi keterbatasan tenaga kerja. hal tersebut terjadi karena ketidak jujuran pihak penyedia jasa atau panitia tender pada proses pelelangan. Menurut responden. Menurut responden.Untuk Faktor Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat berada pada peringkat ketiga untuk nilai Indeks Kritis. Pada peringkat keempat ditempati oleh faktor kekurangan tenaga kerja/personil untuk nilai indeks kritis. keuangan sehingga mempengaruhi waktu penyelesaian pekerjaan. sedangkan untuk tingkat Frekuensi berada pada peringkat ketiga dan peringkat keempat untuk Level Dampak. Pada proyek bangunan keairan yang kami teliti. 61). akibatnya produktifitas menjadi menurun maka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan juga menjadi semakin lama. seringnya peralatan yang digunakan mengalami kerusakan disebabkan karena sebagian besar alat berat yang digunakan merupakan alat yang sudah cukup tua. Penyebab lain kekurangan tenaga kerja/personil dikarenakan banyaknya proyek yang ditangani oleh kontraktor. (lihat lampiran hal. . kontraktor rata-rata dalam waktu yang bersamaan mengerjakan dua proyek sekaligus bahkan lebih. Kerusakan alat berat sangat berdampak terhadap keterlambatan pekerjaan karena harus menunggu perbaikannya terlebih dahulu. akibatnya sangat berdampak keterlambatan proyek yang sedang ditangani. personil yang seharusnya digunakan dilokasi proyek ini masih digunakan di proyek lain. peringkat enam besar untuk tingkat Frekuensi dan peringkat ketiga untuk Level Dampak. (lihat lampiran hal. lagi-lagi karena kontraktor menginginkan keuntungan yang besar dengan cara mengurangi tenaga kerja/personil.

peringkat kedelapan masing-masing untuk tingkat frekuensi dan Level Dampak. (lihat lampiran hal.Faktor kekurangan peralatan berada pada peringkat keenam untuk nilai Indeks kritis. Adanya perubahan kebijakan pemerintah berada pada peringkat kedelapan besar untuk nilai indeks kritis dan peringkat ketujuh belas untuk tingkat frekuensi serta peringkat kelima untuk level dampak. seperti menyediakan alat berat kurang dari kontrak yang disetujui. Contoh lain ketidak patuhan terhadap kontrak kerja dapat dilihat dari pelaksanaan pekerjaan konstruksi dimulai tidak sesuai dari jadwal yang telah dibuat dalam time schedulle. Selanjutnya keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok berada pada peringkat kesembilan untuk nilai indeks kritis. (lihat lampiran hal. Hal yang sangat dipengaruhi dari perubahan kebijakan pemerintah yaitu menaikkan harga BBM sehingga terjadi kenaikan harga barang material yang akan dipakai di lokasi proyek dan harga produksi alat akibatnya pembengkakan terhadap biaya pelaksanaan tidak dapat dihindari. 62). sedang pada tingkat frekuensi berada pada peringkat enam besar dan untuk level dampak berada pada peringkat kesembilan belas. 61). 62). Hal tersebut mengakibatkan faktor kekurangan peralatan masuk kedalam sepuluh peringkat penyebab keterlambatan proyek bangunan keairan. Menurut responden. ketidak patuhan terhadap kontrak kerja sering dilakukan oleh kontraktor. waktunya lambat dimulai hingga satu bulan. akibatnya keterlambatan terjadi karena harus menunggu peralatan selesai dipakai di lokasi proyek yang lain dan terkadang alat menjadi rusak sehingga harus menunggu untuk diperbaiki. Akibat utama kekurangan peralatan dilokasi pekerjaan terjadi akibat terlalu banyak proyek yang ditangani oleh kontraktor sehingga peralatan yang digunakan di lokasi proyek jadi berkurang. Hal yang menyebabkan keterlambatan dari subkontraktor disebabkan dari perubahan kebijakan pemerintah yang menaikkan . (lihat lampiran hal. peringkat kelima untuk tingkat frekuensi sedangkan level dampak berada pada peringkat keenam. Kemudian untuk faktor peringkat ketujuh untuk nilai Indeks kritis adalah faktor Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja. juga tidak menggunakan tenaga kerja telah di kualifikasi.

5300 1 2 3 4 5 6 Rank Tingkat Frekuensi RRI (5) 0.4. Hasil Analisa Relative Rank Indeks dan Rangking Secara Umum Berdasarkan SPSS Tabel. Pada faktor material yang digunakan jarang ditemui dipasaran berada pada peringkat kesepuluh untuk nilai indeks kritis.4800 0.5900 0.6400 0.5800 0.4900 1 4 2 3 6. Indeks Kritis No (1) 1 2 3 4 5 6 Kode Faktor (2) C19 B7 B11 B6 B8 B3 Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan (3) Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat Kekurangan tenaga kerja / personil Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan Kekurangan peralatan RRI (4) 0. a).5500 0.6800 0.6600 0.5800 0. peringkat kesembilan untuk tingkat frekuensi. RRI dan Rangking Faktor Penyebab Keterlambatan Responden Secara Umum (Overall).6000 0.harga BBM sehingga material yang akan dipasok oleh subkontraktor seperti besi dan semen menjadi terlambat.6100 1 2 7 4 3 6 Rank .8100 0. Perubahan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah seperti menaikkan harga BBM pada saat itu berimbas kepada sulitnya material ditemui dipasaran. Penyebab lainnya adalah. karena faktor cuaca yang tidak menentu sehingga proses pengiriman besi ulir melalui ekspedisi menjadi terlambat. sedangkan level dampak berada pada peringkat ke-15 besar.6100 0. 4.5200 0.7700 0.5300 0.7400 0.5 5 Rank Level Dampak RRI (6) 0.

4800 0.4300 0. kemudian dibandingkan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya (Waliansyah W.6300 8 5 Rank 9 10 C18 C20 0. yang juga termasuk kedalam 10 besar faktor-faktor penyebab keterlambatan berdasarkan penelitian sebelumnya. Selanjutnya RRI dan Rangking keseluruhan secara umum untuk 25 faktor penyebab keterlambatan dapat dilihat pada lampiran halaman 74. peralatan . kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya. Untuk matriks sepuluh besar penyebab keterlambatan diatas berdasarkan hasil wawancara peneliti terhadap responden lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran halaman 61.4200 6.5 9 0. kekurangan tenaga kerja/personil. Tamsil H). Untuk itu jawaban responden yang mengatakan faktor kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya dapat dikatakan jawaban yang bersifat bias. RRI dan Rangking Faktor Penyebab Keterlambatan Responden Secara Umum (Overall). (Lanjutan) Indeks Kritis No (1) 7 8 Kode Faktor (2) B9 C16 Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan (3) Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja Adanya perubahan kebijakan pemerintah (mis : kenaikan BBM.4 diatas.4800 0.Tabel.hari libur . nilai tukar mata uang) Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok Material yang digunakan jarang ditemui di pasaran RRI (4) 0.4300 0.4600 19 15. terdapat sembilan faktor penyebab keterlambatan konstruksi bangunan keairan.hari hujan).4600 7 8 Rank Tingkat Frekuensi RRI (5) 0. Faktor-faktor tersebut yaitu tenaga kerja yang digunakan tidak terampil. dikarenakan hal tersebut sudah dapat diketahui berdasarkan perhitungan Hari Efektif Kerja (360 hari kalender . Adapun hasil perbandingannya adalah.4500 0.5 Keterangan : 4 : Rangking faktor berdasarkan nilai Indeks Kritis ( Indeks Kritis = Tingkat Frekuensi x Level Dampak ) 5 : Rangking faktor berdasarkan tingkat frekuensi kejadian keterlambatan 6 : Rangking faktor berdasarkan level dampak terhadap proyek Catatan : Untuk Faktor Kondisi Cuaca yang tak terduga sebelumnya (C19) pada tabel 4.4300 9 10 0. 4.5600 0. tidak dapat dijadikan sebagai potensi maupun penyebab keterlambatan proyek. Dari hasil penelitian kami di atas. Hidayat R.3600 8 17 Rank Level Dampak RRI (6) 0.4.

75 : Korelasi kuat 5). maka di gunakanlah program (SPSS versi 15. dapat dilihat pada tabel 4. > 0. 1 : Korelasi sempurna Untuk mengetahui seberapa besar korelasi antara jenis proyek yang satu dengan jenis proyek yang lainnya. keterlambatan yang disebabkan oleh subkontrkator/pemasok dan material yang digunakan jarang ditemui dipasaran.0) untuk melakukan korelasi berdasarkan metode spearman rho. Sebaliknya. Koefisien korelasi menunjukkan kekuatan (strength) hubungan linier dan arah hubungan kedua variabel acak. 0 : Tidak ada korelasi antara dua varibel 2). Hasil korelasi antara 10 (sepuluh) besar faktor-faktor yang paling berpotensi berpengaruh terhadap keterlambatan proyek bangunan keairan. > 0. ketidak patuhan terhadap kontrak kerja. terlihat bahwa ke sembilan faktor tersebut merupakan faktor-faktor yang berpengaruh untuk menyebabkan keterlambatan pada proyek bangunan keairan. untuk memudahkan melakukan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel.25 – 0.5 – 0.5 : Korelasi cukup 4). kekurangan peralatan.25 : Korelasi sangat lemah 3).yang digunakan sering mengalami kerusakan. maka kedua variabel mempunyai hubungan searah. 3. Dari hasil perbandingan diatas. > 0. > 0 – 0. yaitu : 1). jika koefisien korelasi negatif.5 berikut ini: . maka kedua variabel Menurut Sarwono (2008). ada enam kriteria mempunyai hubungan terbalik. Jika koefisien positif. adanya perubahan kebijakan pemerintah. Analisa Korelasi Spearman’s Rank Besarnya koefisien korelasi berkisar antara +1 s/d -1.99 : Korelasi sangat kuat 6).75 – 0.

01 level (2-tailed). (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.13005 0. 0.24702 0.48048* 0.03536 * : Correlation is significant at the 0.07623 0.00059 0.3 Correlation Coefficient B.76914** 0.11 0.31792 0.08488 0.9 0. ** : Correlation is significant at the 0.00738 0.53425** 0. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.09616 0.01882 0.05 level (2-tailed).71708 0. 0.16 C.80460 0.00210 0.18 C.00142 .19 C.31825 .46465* B.24455 .35727 0.59820 .21274 B.23912 0. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Sig.Tabel 4.32474 0.50384 0.20 B.77890 0.53257** 0.09421 0.08458 0.3 Sig.86142 0.38438 0. 0.23121 . 0.10765 0.35073 0. 0.35905 0.6 0.5.04538 0.46812 0. 0. (2-tailed) 0.39582 0. (2-tailed) Correlation Coefficient 0.03763 0.8 0.18 0. 0.11327 0.59635** 0.00716 0.47563* B. 0. 0.66148 0. Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Faktor-faktor yang Paling Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan B.7 0.09289 0.28700 0.16 0.16568 C. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.41211* 0.17391 0.64984** B.25224 0.84798 0.04132 0.72990** 0.06049 0.05331 C. (2-tailed) Correlation Coefficient .43909 0.69435 0. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.15550 0.13832 0. N = 24 .11 C.26254 0.28034 0.6 1 B.8 B.23440 0. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.02216 0.14984 0.14340 0.07802 C.19 0.21519 0.37021 0.00001 .25391 0.33671 0.18455 . (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.20997 0.72330 .00017 0.61395** B.05554 0.19656 0.34749 0.20 0.69285** C.51920 0.43128* 0.30317 0.18593 0.19143 0.9 B.01748 Sig. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.00005 .7 B.26045 0.

05 yaitu faktor kekurangan peralatan memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan dan faktor ketidak patuhan terhadap kontrak kerja.01 terdapat delapan korelasi faktor. faktor tenga kerja yang digunakan tidak terampil memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor kontraktor menagani proyek diberbagai tempat.5 diatas dapat dilihat hasil korelasi faktor-faktor berdasarkan 10 faktor yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan. faktor ketidak patuhan terhadap kontrak kerja memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor adanya perubahan kebijakan pemerintah. Sedangkan untuk korelasi pada level 0. yaitu faktor kekurangan peralatan memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor material yang digunakan jarang ditemui dipasaran. faktor tenaga kerja yang digunakan tidak terampil memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya. terdapat lima korelasi faktor yang mempunyai hubungan yang signifikasi pada level 0. faktor kekurangan tenaga kerja/personil memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor tenaga kerja yang digunakan tidak terampil dan kontraktor menangani proyek di berbagai tempat.Keterangan : B3 = Kekurangan peralatan B6 = Kekurangan tenaga kerja / personil B7 = Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil B8 = Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan B9 = Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja B11 = Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat C16 = Adanya perubahan kebijakan pemerintah (mis : kenaikan BBM) C18 = Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok C19 = Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya C20 = Material yang digunakan jarang ditemui di pasaran Dari tabel 4. faktor peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan memiliki hubungan yang signifikasi dengan . faktor kontraktor menangani proyek diberbagai tempat memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor material yang digunakan jarang ditemui dipasaran.

Tabel 4.01 level (2-tailed).01 level (2-tailed).000 . 25 1. (2-tailed) N Non Sarjana 1. 25 Tabel 4. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sarjana Sig.620(**) 0.faktor ketidak patuhan terhadap kontrak kerja dan faktor material yang digunakan jarang ditemui di pasaran.000 .000 . Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Sumber Dana (U5) APBN Correlation Coefficient DAU 1.000 25 Sarjana .7.001 25 1. 25 1.000 .8.001 25 Proyek Lanjutan .620(**) 0.000 . (2-tailed) N 1. Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Pendidikan Terakhir (U6) Correlation Coefficient Non Sarana Sig. 25 APBN Sig.000 . Korelasi Spearmans Dikerjakan (U3) Rank Berdasarkan Kategori Proyek Yang Correlation Coefficient Proyek Baru Sig. (2-tailed) N ** Correlation is significant at the 0. faktor ketidak patuhan terhadap kontrak kerja memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor material yang digunakan jarang ditemui di pasaran.000(**) . . (2-tailed) N Correlation Coefficient Proyek Lanjutan Sig.000 25 1. 25 .01 level (2-tailed). 25 ** Correlation is significant at the 0. Proyek Baru 1.6. 25 .000(**) .722(**) 0. faktor Adanya perubahan kebijakan pemerintah memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok. 25 ** Correlation is significant at the 0. Tabel 4.722(**) 0. (2-tailed) N Correlation Coefficient DAU Sig.

25 . (2-tailed) N Correlation Coefficient > 5 Tahun Sig. masing-masing memiliki korelasi yang kuat/signifkan pada level 0.000 .01.9. Tabel 4. Hal ini menunjukkan bahwa hasil peringkat dari faktor-faktor penelitian ini sudah mewakili untuk semua kategori yang telah kami susun sebelumnya.847(**) 0.10.783(**) 0. Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Status Responden Di Proyek (U8) Correlation Coefficient Penyedia Jasa Sig. 25 ** Correlation is significant at the 0. 25 ** Correlation is significant at the 0.000 . Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Lama Pengalaman Kerja (U7) Correlation Coefficient 1 .01 level (2-tailed). pendidikan terakhir (U6). (2-tailed) N Penyedia Jasa 1. terlihat bahwa korelasi peringkat dari faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pada proyek-proyek konstruksi berdasarkan kategori proyek yang dikerjakan (U3). 25 .5 Tahun 1. lama pengalaman kerja (U7) serta status responden di proyek (U8).000 25 1.847(**) 0. (2-tailed) N 1 . Dari hasil korelasi pada tabel-tabel diatas.01 level (2-tailed).000 25 Pengguna Jasa .000 25 > 5 Tahun .5 Tahun Sig.000 . (2-tailed) N Correlation Coefficient Pengguna Jasa Sig.783(**) 0. sumber dana (U5).Tabel 4.000 25 1. .000 .

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan frangkykampey*F11103176 .

faktor-faktor yang masuk dalam 10 (sepuluh) besar nilai indeks kritis adalah : Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya(*). Sumber dana. (*) Untuk Faktor Kondisi Cuaca yang tak terduga sebelumnya diatas. lamanya pengalaman pekerjaan. kontraktor menangani proyek diberbagai tempat. dan status responden di proyek masing-masing memiliki .hari hujan). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai potensi faktorfaktor yang menyebabkan keterlambatan Proyek Bangunan Keairan di Kota Palu dan Sekitarnya secara keseluruhan (overall). peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan. dikarenakan hal tersebut sudah dapat diketahui berdasarkan perhitungan Hari Efektif Kerja (360 hari kalender . sehingga kekurangannya harus dipesan dari luar kota Palu. ketidakpatuhan teradap kontrak kerja. Solusi untuk permasalahan ini adalah dengan pemesanan material jauh hari sebelum material tersebut akan digunakan.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. ketersediaan bahan tersebut yang ada di kota Palu tidak mencukupi kebutuhan proyek. Kesimpulan 1. kekurangan tenaga kerja/personil. Berdasarkan hasil korelasi terlihat bahwa korelasi peringkat dari faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pada proyek-proyek konstruksi berdasarkan kategori proyek yang dikerjakan. kekurangan peralatan. Pendidikan terakhir. adanya perubahan kebijakan pemerintah. Untuk faktor material yang digunakan jarang ditemui dipasaran untuk proyek bangunan keairan yang kami teliti seperti baja ulir yang harus dipesan di luar kota Palu. dan material yang digunakan jarang ditemui dipasaran. keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok. Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil.hari libur . Untuk itu jawaban responden yang mengatakan faktor kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya dapat dikatakan jawaban yang bersifat bias. tidak dapat dijadikan sebagai potensi maupun penyebab keterlambatan proyek. 2.

yaitu setelah memberikan kusioner kepada responden sebaiknya peneliti meminta nomor handphone dan alamat kantor/rumah responden untuk memudahkan mengatur pertemuan wawancara dan mempercepat pengembalian kusioner. pemesanan suku cadang peralatan tersebut membutuhkan waktu yang lama akibatnya pelaksanaan pekerjaan proyek menjadi terlambat. sehingga penyebab terjadinya faktor-faktor di atas lebih diketahui secara detail. Dari kesepuluh peringkat potensi penyebab keterlambatan proyek bangunan keairan di kota Palu dan sekitarnya yang kami teliti. Saran 1. dimulai dari pada saat pelelangan sampai proyek berakhir. 3. Hal ini menunjukkan bahwa hasil peringkat dari faktor-faktor penelitian ini sudah mewakili untuk semua kategori yang telah kami susun sebelumnya. Peralatan yang digunakan terutama alat berat yang digunakan oleh kontraktor di kota Palu sebagian besar adalah alat yang sudah cukup tua sehigga peralatan tersebut sering rusak. peneliti mengalami beberapa kendala. salah satu caranya.korelasi yang kuat / signifkan pada level 0.01. perlu di tambahkan faktor ketersediaan suku cadang peralatan dikarenakan faktor tersebut juga sangat berpotensi menyebabkan keterlambatan. agar hal tersebut tidak terjadi lagi kepada peneliti selanjutnya. Untuk itu faktor ketersediaan suku cadang peralatan perlu untuk diperhatikan demi kelancaran dan kecepatan pelaksanaan proyek dan perlu dimasukkan kedalam pertanyaan faktor pada kusioner untuk penelitian selanjutnya. Dalam penyebaran dan pengembalian kusioner. B. Penelitian selanjutnya sebaiknya lebih difokuskan pada satu jenis proyek (penelitian studi kasus). . 2.

419 – 425. Fakultas Teknik. Mangitung. Elinwa. M. Tugas Akhir Universitas Tadulako. Manajemen Proyek dan Konstruksi. Definisi. U. M. Manchester. (2005).. Inc. P.. (1997). Jurusan Teknik Sipil. (2006). Konsep dan Taxonomi. ”Time-Overrun Factors In Nigerian Construction Industry. G.. Manajemen Proyek dan Konstruksi. D.” Construction Management and Economics. Kanisius. (1997)..” Journal Of Construction Engineering and Management. M. Hidayat. D. UK Mangitung. W. New Jersey. (2002a) "The characteristics of Periodic and Project Prequalification Practices in the UK. Yogyakarta. Harris. “ Unpublished PhD thesis. Ohio. (2007). 960-972. C. Jilid 2. ”Manajemen Konstruksi.DAFTAR PUSTAKA Dipohusodo. Istimawan. M." The 10th International CIB Symposium of the W65 Commission on Organisation and Management of Construction: Construction Innovation and Global Competitiveness. Rahmat. (1996). P. 83-94. Joshua. Gould. Manajemen Konstruksi. Kanisius. . and Project Control” Prentice-Hall. Mangitung. Aerospace and Civil Engineering. Upper Saddle River. and Emsley. Universitas Tadulako. “Managing The Construction Process : Estimating. Jilid 1. Scheduling. A. School of Mechanical.. D. USA. ”Factors Influencing Construction Time And Cost Oveerun On High-Rise Project In Indonesia. Yogyakarta.. Holt. Dipohusodo. Istimawan. M. ”Modelling the influence of periodic pregualification criteria on project performance. Olomolaiye. (1996). The University of Manchester.” Catatan Perkuliahan. University of Cincinnati. Frederick E. F. Palu Kaming. (2001). O. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi Berdasarkn Persepsi Kontraktor. D. F..

M. Tugas Akhir Universitas Tadulako. Budiman. (2007). Jurusan Teknik Sipil.. Tamsil. New York. (1999). Palu .id/file/dasminsiduipbbab4.Mangitung. Manajemen Konstruksi. Statistik Nonparametris. J. diakses 23/09/09 pukul 11:45 WITA) Prabowo. Jurusan Teknik Sipil. RJB. (2008).” Catatan Perkuliahan. Imam. Manajemen Proyek dari Konseptual Sampai Operasional. Panduan Lengkap Untuk Belajar Komputasi Statistik. N. Universitas Tadulako. Palu Waliansyah. Nonparametric statistics for the behavioral sciences. (1995).or. Dimensi Teknik Sipil Vol. Soeharto. 2nd ed. Bandung. (1987). Fakultas Teknik.damandiri. (1988). Yogyakarta. Jonathan. Online. CV Alfabeta. Rastuti. Wahyu (2007). Fakultas Teknik. ”Pengendalian Waktu Proyek. D. (2006). Yogyakarta. Siegel. (http://www. USA.pdf). Sugiyono (2008). Andi. McGraw-Hill. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi Berdasarkan Persepsi Konsultan Pengawas. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi Berdasarkan Persepsi Pemilik Proyek. S. 1 Sarwono. Diktat Kuliah : ”Manajemen Konstruksi”. Tugas Akhir Universitas Tadulako. and Castellan. Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek Klasifikasi dan Peringkat dari Penyebab-Penyebabnya. Jakarta Soehendradjati. Erlangga. Universitas Gajah Mada.

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan frangkykampey*F11103176 .

. mohon lembar identitas responden diberi Stempel Instansi/Perusahaan dan Tanda Tangan Responden untuk menjamin keaslian dari data yang telah diberikan oleh responden. saya ucapkan banyak terima kasih. 4. Kuesioner ini adalah bagian dari Tugas Akhir Mahasiswa Teknik Sipil program studi S-1. Hasil survey yang berdasarkan persepsi dari pemilik proyek. Syarat-Syarat Pengisian Kuesioner 1. Atas partisipasi Bapak/Ibu. semoga dapat menjadi masukan yang sangat berharga bagi pendidikan dan ilmu pengetahuan. diharapkan dapat memberikan informasi mengenai faktor-faktor apa yang dapat menjadi potensi penyebab keterlambatan proyek Bangunan Keairan di Kota Palu dan sekitarnya. 3. sehingga hasil survey ini dapat memberikan masukkan kepada para pihak atau pemangku kepentingan jasa konstruksi. Saya sebagai mahasiswa yang menyusun tugas akhir. memohon kepada Bapak/Ibu untuk membantu penelitian ini dengan cara mengisi kuesioner berdasarkan pengalaman selama terlibat dalam proyek konstruksi.dan konsultan pengawas yang sedang terlibat dalam proyek konstruksi. Data yang diisi oleh responden dijamin kerahasiaannya oleh peneliti dan hanya rangkuman data yang telah dianalisa yang disajikan dalam tugas akhir.KUESIONER PENELITIAN Nama Judul TA Jurusan Fakultas No.pihak yang terkait dengan proyek yang sedang diteliti yaitu pihak pemilik proyek.kontraktor. kontraktor dan konsultan pengawas. HP : FRANGKY KAMPEY : Analisa Potensi Penyebab Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan : Sipil (S1) : Teknik : 085656500026 / 4775758 Maksud Penelitian : Survei ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menjadi potensi penyebab keterlambatan proyek Bangunan Keairan di Kota Palu dan sekitarnya. Setelah pengisian kuesioner. Universitas Tadolako. Kuesioner ini diisi oleh pihak . 2.

........ : ………………………………………….. 2. Pemilihan Kontraktor : ........ 3............................................ Nama Responden : : …………………………………………......................... Nama Proyek Lokasi Proyek Institusi Pemilik Proyek 2................................................... 4... Tanda Tangan Stempel Jabatan dalam perusahaan/instansi Nama perusahaan Tanggal Mengisi Kuesioner Bagian Umum (isilah titik-titik yang tersedia atau pilih salah satu dengan memberi tanda kali: X atau lingkaran: O) A......................... : ...... DATA PROYEK 1............ : …………………………………………...............Identitas Responden 1........................ : Penunjukan Langsung Pemilihan Langsung Pelelangan Prakualifikasi Pelelangan Pascakualifikasi Jenis Kontrak : Lump Sump Harga Satuan Proyek yang dikerjakan : Nilai proyek konstruksi Sumber dana : : Baru < 1 Milyar APBN DAU Rehabilitasi ≥ 1 Milyar APBD ……………… Lanjutan ADB .. : .............................. : …………………………………………..........................

DATA RESPONDEN 1. Sangat Sering 1 sampai 6 untuk probabilitas dampak faktor terhadap keterlambatan proyek : 1. Sangat Jarang 2. Sangat Tidak Memberi Dampak 2. Bapak/Ibu diminta untuk memilih salah satu pilihan yang tersedia : 1 sampai 6 untuk tingkat frekuensi keterlambatan proyek konstruksi Bangunan Keairan : 1.B. Jarang 4. Memberi Dampak 6. Tidak Memberi Dampak 3. Sangat Memberi Dampak Bila ada tambahan hal-hal yang tidak disebutkan silahkan di isi dibaris kosong yang tersedia. Hampir Memberi Dampak 4. Sudah berapa lama anda terlibat dalam pelaksanaan proyek (pengalaman kerja di proyek) ? 1 tahun 2 tahun 3 tahun 3. Status anda (responden) di Proyek ? Konsultan Pengawas Pengelola teknis (PU) 4 tahun 5 tahun Tenaga teknis kontraktor >5 tahun ………… Kuesioner Bagian Utama (pilih salah satu dengan memberi tanda kali : X atau lingkaran : O) Berdasarkan pengalaman di proyek untuk konstruksi Bangunan Keairan. Hampir Tidak Memberi Dampak 5. Antara 4 dan 6 6. Sering 5. . Antara 1 dan 3 3. Apakah tingkat pendidikan terakhir anda ? D3 S1 S2 ………… STM dan Sederajat 2.

Faktor-Faktor Yang Dapat NO Menjadi Potensi Penyebab Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan A. 1 2 B. 15 Tingkat Frekuensi Penyebab Keterlambatan 1 2 3 4 5 6 Level Dampak Terhadap Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan 1 2 3 4 5 6 Kategori Jenis Keterlambatan Yang Disebabkan Oleh Pengguna Jasa Perencanaan yang kurang lengkap Perubahan desain berdasarkan keinginan pemilik proyek Kategori Jenis Keterlambatan Yang Disebabkan Oleh Kontraktor Kekurangan Peralatan Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek sehingga harus dikerjakan kembali Mobilisasi peralatan yang terlambat Kekurangan tenaga kerja / personil Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja Terlambat membayar upah pekerja Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat Menggunakan metode/teknik pelaksanaan yang baru dan belum umum digunakan Perkiraan penggunaan material yang tidak akurat Perselisihan yang terjadi di lapangan Kategori Jenis Keterlambatan Yang Disebabkan Oleh Non-Para Pihak Terjadinya kejadian yang tak terduga (mis : kerusuhan. nilai tukar mata uang) Banyaknya hambatan untuk menuju ke lokasi proyek (mis: belum adanya jalan yang memadai) 16 17 . 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 C. bencana alam dilokasi proyek) Adanya perubahan kebijakan pemerintah (mis : Kenaikan BBM.

26 27 28 29 30 Terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu. . Prediksi terhadap lokasi lapangan atau goegrafis proyek yang tidak akurat Buruknya monitoring dan control Faktor – Faktor tambahan …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… 23 24 25 E.Faktor-Faktor Yang Dapat NO Menjadi Potensi Penyebab Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan 18 19 20 D. dengan mengisi kusioner ini. 21 22 Tingkat Frekuensi Penyebab Keterlambatan 1 2 3 4 5 6 Level Dampak Terhadap Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan 1 2 3 4 5 6 Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya Material yang digunakan jarang ditemui di pasaran Kategori Jenis Keterlambatan Yang Disebabkan Oleh Pengguna Jasa dan Kontraktor Alokasi dana yang tidak cukup Buruknya koordinasi antara pihakpihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek Cara pembayaran /penarikan termin yang tidak umum (mis: termin dapat ditarik setelah progres fisik mencapai 60%).

.................................................................................................................................................... ........................................................................................................................ Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mengisi kuesioner ini ? ......................................................................... .................................................................................................................................................................................................. Apakah pertanyaan dalam kuesioner ini sulit untuk di jawab ? Ya Jika Ya alasannya : .................................. Apakah pertanyaan ini relevan dengan topik yang dibahas ? Ya Jika tidak alasannya : Tidak ................................................... ....... Apakah pertanyaan dalam kuesioner ini cukup jelas ? Ya Jika Tidak alasannya : ....................................................................................................................... Mengenai pertanyaan kuesioner : 1........................................... Hal umum mengenai kuesioner : 1....................................................................... Tolong berikan kesan dan pesan jika ada : ...................... 2............................................ ............................................................................... Apakah instruksi dalam kuesioner ini sudah cukup jelas ? Ya Jika tidak alasannya : .................................................................................................... ............................................................................................................................................... ........................ Apakah masih perlu penambahan pertanyaan ? Ya Tidak Tidak Tidak Tidak ...........................................................................................Kuesioner Pilot Study Hal ini dilakukan untuk mendapatkan masukkan/saran dan informasi mengenai kuesioner.................................................... 4............................................................................................................................................................................................................................................................................................................. 3................................ ............................................................................................................................. 2.........................

4 . 9. 22 1. 7. Keterlambatan pada mobilisasi alat terjadi akibat dari banyaknya proyek yang ditangani oleh kontraktor di tempat lain.3 B. Kusioner Kode Faktor Uraian Keterlambatan terjadi karena proyek yang ditangani oleh kontraktor lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan. akibatnya harus menunggu peralatan selesai dipakai di lokasi proyek yang lain. 20. Alat-alat berat yang semestinya sudah harus digunakan di lokasi proyek namun masih harus menunggu selesai digunakan di proyek lain. 14. 2 B. Alat berat excavator yang digunakan merupakan alat yang sudah cukup tua. 6. 8 11. Peralatan sering mengalami kerusakan dikarenakan proyek yang dikerjakan terlalu banyak dan peralatan yang digunakan kebanyakan peralatan tua.6 1.5 B. 22 3 11 18.7 B. dan juga terkadang alat menjadi rusak sehingga harus menunggu untuk diperbaiki. 14. 9. yaitu untuk penanaman blok talud. yaitu tenaga kerja yang disiapkan oleh kontraktor tidak sesuai/lebih kecil dari kontrak kerja. 6. 19 1. Tenaga kerjanya (tukang) masih belum tau campuran beton K225 disebabkan oleh pengalaman kerja yang masih kurang. 8. 5. sedangkan alat tersebut merupakan alat utama dalam pekerjaan proyek. Kekurangan tenaga kerja/personil dikarenakan kontraktor sedang menangani proyek ditempat lain. 20.MATRIKS KUSIONER Proyek Bangunan Keairan Berdasarkan Keterangan Responden No. 2. Tenaga kerjanya (tukang) susah membaca gambar terutama gambar penulangan dan potongan. ini juga diakibatkan karena banyaknya proyek yang sedang ditangani. 2. 20 B. 13. 1. disebabkan oleh pengalaman kerja yang masih kurang. 2. alat yang digunakan yang sering rusak juga yaitu molen karna molen yang digunakan molen yang tua. 12.8 3. 6. Tenaga kerjanya (tukang) susah membaca gambar. 6. Belum tau membaca gambar dikarenakan rata-rata tukang yang dipakai tidak lulus Sekolah Dasar. sehingga peralatan yang digunakan di lokasi proyek jadi berkurang. Penyebab dari kekurangan tenaga kerja/personil di lapangan diakibatkan karna tidak memenuhi kontrak kerja. 9 1.

16 11.8 B. 4. contohnya pernah pasangan beton disuruh bongkar oleh pengawas PU karna campuran betonnya dibuat tidak berdasarkan SPEK yang ada. Kenaikan harga BBM sangat berpengaruh terhadap harga material dan produksi alat sehingga terjadi pembengkakan pada biaya pelaksanaan. hal tersebut cukup berdampak terhadap tertundanya pekerjaan. 8. Peralatan yang sering mengalami kerusakan. Selain sedang mengerjakan proyek dilokasi ini Kontraktor juga mengerjakan paket di lokasi lain. 4. imbas dari kenaikan harga BBM yaitu naiknya harga-harga meterial yang akan dipakai dilokasi proyek melebihi jauh harga-harga material yang tertera dalam kontrak. 19. 5. Kenaikan harga BBM merupakan salah satu yang penyebab keterlambatan proyek. Peralatan yang sering mengalami kerusakan. 2. Kusioner 5. Proyek Box Culvert tersebut merupakan 1 rangkaian dari pekerjaaan perpanjangan Landasan Pacu di bandara udara mutiara. sehingga utusan dari pihak kontraktor meminta eskalasi harga kepada Pemerintah di Jakarta. 22. 9 C. yaitu Dozer.No. Bencana alam yang pernah terjadi di lokasi yaitu banjir sehingga proyek di tunda sampai beberapa hari.15 1. B. . 20. juga terjadinya banjir di lokasi proyek sehingga harus berhenti sampai arus air di sungai cukup reda.14 C. 5 6. 9 20 23 3. sehingga sering mengalami kerusakan. 23 1. 6.11 B.dimana proyek perpanjangan landasan pacu tersebut nantinya harus menggusur rumah masyarakat sehingga proyek Box Culvert tersebut kena imbas dari kemarahan warga yang mengakibatkan keterlambatan proyek. 6. Perselisihan tersebut kadang terjadi antar buruh harian dengan pengawas kontraktor. dimana proyek perpanjangan landasan pacu tersebut nantinya harus menggusur beberapa rumah dan sebagian tanah warga yang nantinya dijadikan area landas pacu sehingga proyek talud kena imbas dari kemarahan warga yang mengakibatkan keterlambatan proyek. 9 C. Kerusuhan antara orang yang ada dilapangan dengan masyarakat dikarenakan proyek tersebut merupakan rangkaian dari pekerjaaan proyek perpanjangan Landasan Pacu di bandara udara mutiara. 3. 2 3. 22 Ketidak patuhannya yaitu terhadap SPEK yang ada. 19. dalam masa waktu tersebut proyek jadi terlambat. 7.15 1. 9 Kode Faktor Uraian Molen dan alat berat excavator yang digunakan merupakan alat yang sudah cukup tua. 2. terkadang juga antar pengawas kontraktor dengan pengawas konsulltan.9 B. 5 1. 6. 13. yaitu Concreate Mixer.

Terkadang di lokasi proyek tidak hujan tetapi di hulu sungai terjadi hujan deras sehingga ketinggian air dilokasi proyek menjadi naik. 24 14. tetapi masyarakat setempat tidak mau lahannya dijadikan jalan inspeksi. 4. 6. 21. 2.19 11 12 13. Membuat jalan inspeksi ke lokasi proyek. C. Terkadang di lokasi proyek tidak hujan tetapi di hulu sungai terjadi hujan deras sehingga ketinggian air dilokasi proyek menjadi naik. 8. 6. 7. Termin 35% boleh ditarik oleh kontraktor setelah Progres fisik sudah mencapai 50%. sehingga kontraktor enggan melanjutkan proyek apabila terjadi hujan walaupun bukan hujan lebat. 2. 9 D. dll. Kondisi cuaca di lokasi proyek yang tiba-tiba hujan membuat kontraktor enggan untuk bekerja. 2.No. 19 1. 18. Terkadang di lokasi proyek tidak hujan tetapi di hulu sungai terjadi hujan deras sehingga ketinggian air dilokasi proyek menjadi naik. 23. 22. 2. 6. Kusioner 1. Alokasi dana yang tidak cukup berdampak terhadap pembelian material. Sehingga dinilai berdampak terhadap keterlambatan. 20. 9.21 D. 7 1. Kondisi cuaca di lokasi proyek yang tiba-tiba hujan membuat kontraktor enggan untuk bekerja. kontraktor menunggu sampai cuaca kembali cerah baru pekerjaan dilanjutkan kembali. 15. Kondisi cuaca di lokasi proyek yang tiba-tiba hujan membuat kontraktor enggan untuk bekerja. 5.17 C. 10 Kode Faktor Uraian Hambatan tersebut dikarenakan untuk memasuki ke lokasi proyek harus melewati area bandara. 7. Terkadang di lokasi proyek tidak hujan tetapi di hulu sungai terjadi hujan deras sehingga ketinggian air dilokasi proyek menjadi naik. Konstruksi bangunan keairan 90% menggunakan semen. dimana untuk memasuki area bandara harus menunggu pesawat landing atau tackoff.23 . Kondisi cuaca di lokasi proyek yang tiba-tiba hujan membuat kontraktor enggan untuk bekerja. 9 20 1. 6. bahan bakar alat berat.

Bagan Alir Proses Pengumpulan Data Membuat Surat Permintaan Data di Fakultas Menunjukkan Surat Permintaan Data ke Instansi Terkait Meminta Lokasi Proyek-proyek Bangunan Keairan yang sedang berlangsung dan Nama-nama Perusahaan yang menangani proyek tersebut Menyebarkan Kuesioner kepada Responden yang berada di lapangan (Pemilik Proyek. . Pengawas Kontraktor. dan Konsultan Pengawas Mensinkronkan Jawaban responden di kuesioner dengan apa yang peneliti lihat dilapangan dengan cara wawancara untuk jawaban yang di anggap ekstrim (skor 5 dan 6) Proses pengumpulan data-data dimulai oleh peneliti dari meminta nama-nama proyek bangunan keairan yang sedang berlangsung di kantor-kantor PU dengan cara memasukkan surat permintaan data dimiliki peneliti yang diperoleh dari Fakultas Teknik Universitas Tadulako yang ditanda tangani oleh Pembantu Dekan I.

Kemudian surat tersebut diproses oleh pihak yang berwenang menangani surat-surat di kantor PU tersebut. Hasil isian kusioner yang dilakukan oleh responden kemudian di sinkronkan dengan apa yang diliat langsung oleh peneliti di lapangan. waktu untuk memproses surat tersebut berkisar antara 1 sampai 2 minggu. kemudian peneliti mulai menyebarkan kusioner kepada Pemilik Proyek. . Konsultan dan kontraktor pengawas yang berada dilapangan dengan cara mengunjungi langsung ke lokasi proyek. mengenai jawaban-jawaban responden yang dianggap ekstrim (skor 5 dan 6) untuk level frekuensi dan dampak ditanya oleh peneliti alasannya responden memberikan skor ekstrim. Setelah mendapat jawaban maka barulah peneliti boleh bertemu dengan Kepala Instansi tersebut. Setelah peneliti mengetahui dimana saja proyek-proyek yang sedang berlangsung. kemudian Kepala Instansi tersebut memberikan surat disposisi kepada stafnya yang memegang file proyek-proyek keairan yang sedang berlangsung dan nama-nama perusahaan konsultan dan kontraktor yang sedang menangani proyek tersebut.

333. Konsultan Citra Pratama : PT. Ariescont Perdana 3. . Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor : Pembangunan Tanggul Sungai Palu Segmen VII : Sungai Palu : Rp. 1. Karya Putra Birawa : Perkuatan Tebing Sungai Palu : Sungai Palu : Rp. Lince Romawi Raya Perpanjangan 2.732.700.932. Geometrik Konsultan : PT.000 : APBN : 2008 : Departemen Perhubungan : CV.000 : DAU : 2008 : Dinas PU Pertambangan Dan Energi : CV.300.5 m2 : Bandar Udara Mutiara : Rp.493. Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor : Pembuatan Talud Pada Daerah Landasan Pacu 2.DATA-DATA PROYEK YANG DI TELITI 1. Dumori Dharma Perkasa : Pembuatan Box Culvert Sepanjang 170 m : Bandar Udara Mutiara : Rp. Sarana Struktur : PT.000 : APBN : 2008 : Departemen Perhubungan : CV. 3. 4.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : Tidak Ada (*) : PT.000. 4. 998.191.

.398. Adas Sejahtera 6.648. Indojaya Palu Makmur : Pembuatan Check Dam DPS 3 E Sungai Sombe Lewara : Sungai Sombe Lewara Kab.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : Tidak Ada (*) : PT. Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor : Pembuatan Check Dam DPS 3 C Sungai Sombe Lewara : Sungai Sombe Lewara Kab.000. Masara Bulava Lestari : Pembuatan Embung Ngia : Ngata Baru Kab. Sarana Cipta : PT.420.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : CV. 2.696.927. Donggala : Rp.997. 2. Donggala : Rp.700. Cempaka Nusantara : Perbaikan Alur Sungai Desa Sidondo II : Desa Sidondo Kab. 8.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : Tidak Ada (*) : PT. Donggala : Rp. Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor 7.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : Tidak Ada (*) : PT. Donggala : Rp. 2. 3.5.

Torabangun Jaya 10.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : Tidak Ada (*) : PT.920.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : CV.808.9. Karya Rejeki : Normalisasi Up Stream Bendung Gumbasa : Gumbasa Kab. . dikarenakan pekerjaan ini tidak memerlukan pekerjaan yang spesifik sehingga lebih efesien bila di awasi dari pihak pengelola proyek (DINAS BALAI WILAYAH SUNGAI SULAWESI III) yang kesemuanya ratarata sudah mempunyai pengalaman kerja di atas 10 tahun. Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor : Pembuatan Embung Watutela : Watutela Kab. Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor Keterangan : (*) = Menurut Pemilik Proyek : Pekerjaan tersebut tidak menggunakan jasa Konsultan Pengawas.012. 1. Donggala : Rp. Donggala : Rp.407. Mukti Nugraha : PT. 3.

6 U.1 U.3 U.8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 4 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 1 1 1 3 3 1 3 3 1 2 2 2 1 1 1 2 1 3 1 1 6 5 6 1 6 6 5 1 2 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 5 2 6 6 4 3 2 1 3 4 3 1 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 1 2 3 Pertanyaan Bagian Umum Frekuensi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi Bangunan Keairan A 1F 1 1 3 2 3 1 3 1 1 2 3 2 3 1 2 1 1 2 2 1 2 3 1 2 A 2F 3 1 3 3 3 3 2 1 1 2 3 1 3 3 3 2 1 2 3 1 2 3 1 1 B 3F 1 1 4 4 4 4 4 1 1 2 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 B 4F 2 1 3 1 3 3 2 1 1 1 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 B 5F 3 3 4 4 4 4 3 3 3 1 2 1 2 3 2 3 3 1 1 1 2 1 3 2 B 6F 4 1 2 4 2 4 3 4 1 3 5 3 4 3 2 4 3 3 4 4 3 4 4 3 B 7F 3 1 1 3 1 3 2 1 1 3 5 4 4 4 3 4 3 5 5 4 3 5 4 3 B 8F 3 1 4 3 4 3 3 1 1 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 B 9F 3 1 3 3 3 3 3 1 1 3 3 2 3 3 3 3 2 3 4 2 3 3 2 2 B 10F 3 1 1 3 1 4 2 1 1 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 1 B 11F 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 5 4 3 4 4 3 B 12F 3 4 3 2 3 3 3 3 4 2 2 2 2 3 1 1 1 2 2 3 1 2 1 1 B 13F 3 1 3 2 3 3 3 1 1 2 3 2 2 3 1 3 2 2 2 3 2 2 3 1 B 14F 4 1 3 1 3 3 3 1 1 2 3 2 2 3 2 3 2 2 2 3 2 2 3 1 B 15F 3 4 4 1 4 3 3 4 4 1 1 1 1 3 1 4 3 1 1 3 2 1 3 1 C 16F 3 1 3 1 3 3 4 1 1 3 2 3 2 3 2 3 2 1 2 1 2 2 3 1 C 17F 3 1 3 1 3 2 3 1 1 1 2 1 2 4 2 3 1 2 1 3 2 2 3 3 C 18F 4 4 3 3 3 4 4 1 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 1 2 3 3 2 C 19F 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 5 5 4 4 5 4 5 C 20F 3 1 3 2 3 3 3 1 1 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 D 21F 3 1 3 1 3 3 4 1 1 3 3 3 2 1 2 1 1 3 3 1 2 3 1 1 D 22F 3 1 3 3 3 3 4 1 1 2 3 2 3 1 2 1 1 3 3 1 1 3 1 2 D 23F 1 1 3 1 3 1 4 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 3 2 1 1 2 1 2 D 24F 1 1 3 1 3 1 4 3 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 1 D 25F 3 1 3 2 3 3 4 1 1 2 4 2 3 1 1 1 2 3 3 1 1 3 1 1 .5 U.HASIL DATA KUSIONER N = 24 Respon den U.7 U.2 U.4 U.

4 U.8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 4 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 1 1 1 3 3 1 3 3 1 2 2 2 1 1 1 2 1 3 1 1 6 5 6 1 6 6 5 1 2 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 5 2 6 6 4 3 2 1 3 4 3 1 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 1 2 3 Pertanyaan Bagian Umum Level Dampak Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi Keairan A 1D 2 3 4 4 4 2 4 1 3 2 3 2 2 1 3 2 1 2 2 1 2 3 2 2 A 2D 3 3 4 3 4 3 3 1 3 2 3 1 2 2 2 2 1 2 3 1 2 3 2 2 B 3D 6 5 3 4 3 5 6 1 5 3 3 3 3 5 3 3 3 3 3 6 3 4 2 3 B 4D 4 4 4 4 4 3 2 1 4 1 3 3 3 3 3 3 2 2 4 4 2 3 3 1 B 5D 5 6 2 3 2 5 2 5 6 1 2 1 2 2 3 3 2 1 1 1 3 1 3 1 B 6D 5 3 3 2 3 5 4 5 3 3 6 3 4 4 4 4 3 3 4 6 4 5 3 3 B 7D 5 6 6 4 6 5 4 1 6 4 6 5 5 5 3 4 3 5 5 6 4 6 3 4 B 8D 5 6 6 5 6 6 2 1 6 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 5 3 4 5 4 B 9D 4 4 6 5 6 3 2 1 4 3 4 3 3 3 2 2 3 3 4 4 2 4 3 2 B 10D 4 3 2 3 2 4 2 1 3 3 4 2 3 3 2 2 2 4 3 4 2 4 3 2 B 11D 5 4 2 4 2 5 3 3 4 3 4 4 3 4 2 4 3 4 5 5 2 5 5 2 B 12D 4 1 4 4 4 3 2 3 1 1 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 2 B 13D 3 4 2 3 3 4 2 1 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 4 2 B 14D 5 5 6 3 6 2 2 1 5 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 1 B 15D 6 6 5 6 5 6 2 5 6 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 3 1 1 1 2 C 16D 6 6 3 4 2 6 6 1 6 3 5 3 5 3 3 2 3 4 5 1 3 5 3 3 C 17D 5 6 4 2 2 5 2 1 6 1 1 1 2 4 2 3 2 1 1 6 2 2 4 1 C 18D 3 2 3 2 2 3 3 1 4 2 4 3 3 3 3 2 2 2 3 1 3 3 3 2 C 19D 4 4 4 5 5 5 5 4 5 5 6 5 6 4 5 4 4 5 5 5 4 6 6 5 C 20D 2 3 3 4 3 4 3 1 2 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 2 D 21D 5 6 3 4 3 5 6 1 3 3 2 3 3 1 3 1 2 3 3 1 2 3 2 2 D 22D 4 3 4 4 4 4 4 1 3 2 4 3 3 1 2 1 2 3 3 1 2 3 2 2 D 23D 5 6 4 3 4 5 6 1 6 2 2 3 2 1 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 D 24D 2 1 3 4 3 3 2 3 3 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 D 25D 3 2 4 2 3 4 3 1 2 2 4 2 3 1 1 2 2 3 3 1 2 4 3 2 .6 U.3 U.7 U.5 U.1 U.HASIL DATA KUSIONER N = 24 Respon den U.2 U.

3.4.1 Pemilihan Kontraktor 1 = Penunjukan Langsung 2 = Pemilihan Langsung 3 = Pelelangan Prakualifikasi 4 = Pelelangan Pascakualifikasi U. 1 M) 2 = Skala non Kecil ( ≥ Rp. 1 M) U.6 Tingkat Pendidikan Terakhir Responden 1 = STM dan Sederajat 2 = D3 3 = S1 4 = S2 5 = Lain-lain U.4) Recode U7 : 1 = ≤ 5 Tahun (1.5 Sumber Dana 1 = APBN 2 = APBD 3 = ADB 4 = DAU 5 = Lain-lain U.2 Jenis Kontrak 1 = Lump Sump 2 = Harga Satuan U.3) U.5) 2 = > 5 Tahun (6) Recode U8 : 1 = Pengguna Jasa (2) 2 = Penyedia Jasa (1.2) 2 = Sarjana (3.8 Status Responden Di Proyek 1 = Konsultan Pengawas 2 = Pengelola Teknis (PU) 3 = Tenaga Teknis Kontraktor 4 = Lain-lain Recode U6 : 1 = Non Sarjana (1.7 Pengalaman Kerja Responden Di Proyek 1 = 1 Tahun 2 = 2 Tahun 3 = 3 Tahun 4 = 4 Tahun 5 = 5 Tahun 6 = > 5 Tahun .4 Nilai Proyek Konstruksi 1 = Skala Kecil ( < Rp.Keterangan : Kuesioner Bagian Umum U.2.3 Proyek yang Dikerjakan 1 = Proyek Baru 2 = Proyek Rehabilitasi 3 = Proyek Lanjutan 4 = Lain-lain U.

Kuesioner Bagian Utama Tingkat Frekuensi (F) Pemilihan skala untuk frekuensi mulai dari : 1 = Sangat Jarang 2 = Antara 1 dan 3 3 = Jarang 4 = Sering 5 = Antara 4 dan 6 6 = Sangat Sering Level Dampak (D) Pemilihan skala untuk probabilitas dampak mulai dari : 1 = Sangat tidak memberi dampak 2 = Hampir Tidak memberi dampak 3 = Tidak memberi dampak 4 = Hampir memberi dampak 5 = Memberi dampak 6 = Sangat memberi dampak .

nilai tukar mata uang) Banyaknya hambatan untuk menuju ke lokasi proyek (mis: belum adanya jalan yang memadai) Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya Material yang digunakan jarang ditemui di pasaran Alokasi dana yang tidak cukup Buruknya koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek Cara pembayaran/penarikan Termin yang tidak umum (mis : termin dapat ditarik setelah progres fisik mencapai 60%) Prediksi terhadap lokasi lapangan atau goegrafis proyek yang tidak akurat Buruknya monitoring dan control . bencana alam di lokasi proyek) Adanya perubahan kebijakan pemerintah (mis : kenaikan BBM.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi A1 A2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 B13 B14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 D21 D22 D23 D24 D25 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Perencanaan yang kurang lengkap Perubahan desain berdasarkan keinginan pemilik proyek Kekurangan peralatan Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek sehingga harus dikerjakan kembali Mobilisasi peralatan yang terlambat Kekurangan tenaga kerja / personil Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja Terlambat membayar upah pekerja Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat Menggunakan metode/teknik pelaksanaan yang baru dan belum umum digunakan Perkiraan penggunaan material yang tidak akurat Perselisihan yang terjadi di lapangan Terjadinya kejadian yang tak terduga(mis:kerusuhan.

3800 0.4100 15 0.4200 12 0.3700 21 0.3400 24 0.4000 16 0.4100 10 Mobilisasi peralatan yang terlambat 0.5800 2 Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat 0.5 21.6300 0.5 12 10 17 20 21.4700 0.4800 6.6100 2 0.7400 1 0.4500 0.5800 4 0.4700 0.3500 18.4100 14 0.7700 0.4200 0.RRI & RANGKING SECARA UMUM No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Indeks Kritis Frekuensi RRI Rank RRI Rank 0.3600 17 Adanya perubahan kebijakan pemerintah (mis : kenaikan BBM.5 25 .5 Perselisihan yang terjadi di lapangan 0.3500 Rank 1 2 7 4 3 6 8 5 19 15.5 10 18 13.5200 4 Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil 0.5 Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan 0.3000 25 0.3800 14.2800 Cara pembayaran/penarikan Termin yang tidak umum (mis : termin dapat ditarik setelah progres fisik mencapai 60%) 24 0.4100 0.5 Buruknya koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek 0.5900 3 0. nilai tukar mata uang) 0.5 Menggunakan metode/teknik pelaksanaan yang baru dan belum umum digunakan0.5600 0.4000 0.4300 10 0.5 23.3700 22 0.5500 5 0.4800 6.5 Perubahan desain berdasarkan keinginan pemilik proyek 0.4800 7 0.4600 0.4900 0.6000 0.6100 0.4100 13 0.4400 0.6600 0.4200 9 0.3800 14.4000 18 0.4000 11 Terjadinya kejadian yang tak terduga (mis : kerusuhan.3800 19 0.4600 8 0.3900 12 Terlambat membayar upah pekerja 0.4500 9 0. bencana alam di lokasi proyek) 0.4300 0.5 Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok Material yang digunakan jarang ditemui di pasaran 0.3500 18.5300 3 Kekurangan tenaga kerja / personil 0.6400 0.2700 25 Prediksi terhadap lokasi lapangan atau goegrafis proyek yang tidak akurat Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan Dampak C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C16 C18 C20 B10 B4 B5 C15 B14 D21 D22 B12 B13 C17 D25 A2 D23 A1 D24 RRI 0.4300 8 Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja 0.3500 21 Banyaknya hambatan untuk menuju ke lokasi proyek (mis: belum adanya jalan yang memadai) 0.4100 0.4900 5 Kekurangan peralatan 0.3700 16 Perkiraan penggunaan material yang tidak akurat 0.4900 0.3500 21 Buruknya monitoring dan control 0.6800 1 Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya 0.4200 11 0.4600 0.3500 21 Alokasi dana yang tidak cukup 17 0.8100 0.4900 0.5300 6 0.5 13.4000 0.4700 0.5 10 23.3800 13 Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek sehingga harus dikerjakan kembali 0.3100 23 Perencanaan yang kurang lengkap 0.5 15.3800 20 0.3500 23 0.

5 Dampak 4 1 8.5 18.5 22.5 17.5 16.5 15 19 10.5 14 16.5 5.5 19.5 7 12.5 10 6 15.5 5.5 12.5 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 .5 17 18.5 11 13 12 14.5 2.5 16 23 20.5 9.5 21 23.5 10.5 15.5 21.5 22.5 19.5 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Pelelangan Pascakualifikasi Faktor C19 C15 B5 B11 B8 B3 B6 C16 B9 C18 D21 D22 B12 B14 B7 D23 A2 C17 D25 C20 B4 B13 A1 B10 D24 Frekuensi 1 4 2 4 9 8 7 15.5 25 8.5 24 24 15.5 24 25 22 Dampak 1 2 3 4 5 7 8 9 10 6 12 11 14 18.5 14 2.5 21 14 21 23.5 4 15.5 22.RANGKING FAKTOR TIAP KATEGORI Pelelangan Prakualifikasi Faktor C19 B7 B6 B11 B8 B3 B9 B10 C20 C16 C18 B4 B13 B14 C17 D21 D25 D22 A2 B12 A1 B5 D23 D24 C15 Frekuensi 1 2 4 3 6 5 7 9.5 15.5 20 16 22.5 20.5 11.5 17.5 24 21.5 8 14.5 11.5 18.

5 19.5 6 10 9 14.Lump Sump Faktor C15 C19 B5 B11 B6 C16 C18 D21 B3 B7 B8 B12 D22 C17 D23 B14 B10 B9 D25 B13 C20 A2 B4 D24 A1 Frekuensi 2.5 1 6 4.5 12 10.5 10 8.5 16.5 7.5 15.5 13 21 19 25 21 24 23 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 .5 1.5 24.5 15.5 4 6 5 7 8.5 8.5 4.5 14.5 10 15.5 24 21.5 16.5 11 12.5 7 10 2.5 15.5 20.5 23 16.5 18 14.5 19.5 11 12 18 14.5 24 10 15.5 6.5 13 17 15.5 20.5 25 Dampak 1.5 24.5 23 20.5 10 15.5 3.5 25 Dampak 1 2 5 4 3 7.5 22 19 22 19 15.5 12.5 21 16.5 21.5 10 20.5 19 8.5 3.5 5 6.5 14 10.5 2.5 22 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Harga Satuan Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C20 B4 C18 C16 B10 B14 B13 D22 A2 D25 D21 B12 C17 A1 B5 D23 C15 D24 Frekuensi 1 2.

5 23 24.5 14.5 14.5 7.5 16 19.5 6.5 2.5 19.5 20.5 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Proyek Lanjutan Faktor C19 B7 B6 B11 B8 B9 B10 C16 C20 D25 C18 D22 B3 D21 A1 A2 B13 B14 B4 D23 D24 B12 B5 C17 C15 Frekuensi 1 2.5 20.5 14.5 14.5 14.5 23.5 7.5 18 19 21 23.5 16 16 14 13 11.5 20 11.5 22 9.5 7.5 7.5 14.5 6 10 8.5 15 17.5 23.5 4 7.Proyek Baru Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C16 C18 C15 B5 B4 C20 B10 B14 C17 D21 D22 B12 B13 A2 D25 D23 A1 D24 Frekuensi 1 4 2 3 7 5 8.5 24 23 25 Dampak 1 2 7 4.5 20.5 17.5 14.5 23.5 3 6 8 4.5 6.5 24.5 25 Dampak 1 2 3 6.5 20.5 14.5 21.5 21.5 4 11 11 11 11 11 16 16 16 16 16 20.5 6.5 20.5 Indeks kritis 1 2 3 4 6 6 6 8 10 10 12 12 14 14 17 17 17 17 20 20 20 22 23 24 25 .5 12 11 13.5 7.5 16 9.5 13.5 20.5 20.

5 4.5 10 15.5 24 10 15.5 22 19 22 19 15.5 24 21.5 16.5 23 20.5 10 20.5 1 6 4.5 20.5 10 15.5 1.5 19.5 11 12.5 15.5 24.5 24.5 11 12 18 14.5 12.5 25 Dampak 1.5 2.5 6.5 22 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Skala Non Kecil ( ≥ Rp.5 10 8.5 4 6 5 7 8.5 20.5 3.5 14 10.5 19 8.5 7.5 13 21 19 25 21 24 23 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 . 1M ) Faktor C15 C19 B5 B11 B6 C16 C18 D21 B3 B7 B8 B12 D22 C17 D23 B14 B10 B9 D25 B13 C20 A2 B4 D24 A1 Frekuensi 2.5 15.5 13 17 15. 1M ) Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C20 B4 C18 C16 B10 B14 B13 D22 A2 D25 D21 B12 C17 A1 B5 D23 C15 D24 Frekuensi 1 2.5 8.5 6 10 9 14.5 18 14.5 12 10.5 19.5 5 6.Skala Kecil ( < Rp.5 21.5 16.5 21 16.5 7 10 2.5 14.5 25 Dampak 1 2 5 4 3 7.5 3.5 15.5 23 16.

5 5 13.5 13.5 4 16 8 9.5 24 1.5 14.5 17.5 8 20 13.5 20.5 20 Dampak 6 3.5 8.5 18.5 18.5 8.5 5 8 10 9 11.5 17.5 13.5 19.5 12.5 14.5 13.5 13.5 22 21 23 11 24 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 DAU Faktor C19 B7 B11 B6 B3 B8 C16 C18 B9 B10 C20 B4 B5 D21 B14 C15 B13 C17 D22 B12 D25 A2 D23 A1 D24 Frekuensi 2 24.5 17.5 12.5 20.5 6.5 20.5 20 2 20 20 8 13.5 16.5 2 4 20 8 8 24.5 19.5 21 15 21 21 24 23 25 Dampak 1 2 5 3 6.5 20.5 1.5 14.5 20 8 13.5 24 14.5 11.5 24 14.APBN Faktor C19 B7 B11 B6 B3 B8 C16 C18 B9 B10 C20 B4 B5 D21 B14 C15 B13 C17 D22 B12 D25 A2 D23 A1 D24 Frekuensi 1 3 2 4 6 7 16.5 14.5 9.5 8.5 17.5 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 .5 11.5 5 3.5 8.5 11.

5 8 6 20.5 18.5 10.5 17 20.5 11 22 5 25 19.5 9 14 16.5 22 11 6.5 3 4.5 20.5 24 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Sarjana Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C20 B4 B10 C16 C18 C17 B13 B14 D25 B12 A2 D21 D22 A1 B5 D23 C15 D24 Frekuensi 1 4 2.5 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 10 10 11 12 13 14 15 16 17 19 19 19 21 22 23 24 25 .5 15 12.5 11 16 19.5 7 20.Non Sarjana Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C16 C18 B5 C15 B14 D21 C20 D22 B10 B4 B12 D25 D23 A2 B13 C17 A1 D24 Frekuensi 1 4.5 20.5 14 12.5 12.5 10.5 16 16 11 16 8 24 16 22 Dampak 1 2 4 4 6 8.5 16.5 11 6.5 18.5 22 23.5 2.5 16 16 23.5 20.5 24.5 11 14 4 14 24.5 4.5 9 20.5 23 18.5 12.5 22 10.5 23 17 11 17 11 14 8.5 18.5 4.5 2 4.5 8 16 7 10.5 25 Dampak 1 2 7 4.5 20.

5 14.5 17.5 4 18 12 15.5 13 8 2.5 8.5 24 8 15.5 17.5 7 20 11.5 10 9 23.5 17.5 14.5 6 20.5 14.5 23.5 8 16 10.5 20 5.5 16 6 16 12 16 23.5 20 24 15.5 23.5 23.5 8 5.5 24 20 15.5 20 22 17.5 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 .1-5 Tahun Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 C20 B9 B4 B10 C15 C17 B5 C16 C18 B13 B14 D21 B12 A2 D22 D25 D23 A1 D24 Frekuensi 1 9 2 4 10.5 10 14.5 13 24 23 16 25 Dampak 1 2 5 4 3 6.5 3 20.5 11 12 14.5 14.5 8 6.5 20 11.5 16 16 Dampak 1 2.5 21 19.5 16 6 23.5 10.5 10.5 22 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 > 5 Tahun Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C16 C18 D22 B14 C20 D21 B10 B4 B5 C15 D25 B12 A2 B13 D23 A1 C17 D24 Frekuensi 1 3 2 4 5 6 8.5 22 19.

5 22.5 22 12 15.5 14 22.5 7.5 5.Pengguna Jasa Faktor C19 B7 B8 B6 B11 B3 B9 C16 C18 B4 B14 C20 D22 C15 D21 C17 B5 D25 B10 B13 B12 D23 A2 A1 D24 Frekuensi 1 4 6 3 2 5 10 16 7 16 12.5 5.5 19.5 8.5 12.5 19 11 21.5 14 17 19.5 19 9 12.5 20.5 24 23 12.5 17 25 Dampak 1 2 10 5 6 4 7.5 19 3 14 15 16.5 19 23 24.5 18 12.5 12.5 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 .5 22 8.5 20.5 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Penyedia Jasa Faktor C19 B7 B11 B6 B3 B8 B9 B10 C16 C18 B5 C20 C15 D21 B4 B12 B13 D22 A2 B14 C17 D25 D23 A1 D24 Frekuensi 1 5.5 7.5 Dampak 1 2 4 5 3 6 7.5 8 22.5 10 19 21 10 19 14 17 23 24.5 3 9 11 11 17 11 14 22.5 13 19 10 15.5 16.5 24.5 2 5.5 21.5 16 24.