ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PADA PROYEK BANGUNAN KEAIRAN

TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat - syarat Guna Menyelesaikan Program Studi Strata Satu (S1)Teknik Sipil Pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tadulako

Disusun & Diajukan Oleh :

FRANGKY KAMPEY F 111 03 176

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO 2009

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis hanturkan kepada Allah SWT Tuhan yang maha esa atas limpahan rahmat, karunia dan hidayahNya serta hanya dengan ridhaNya sehingga penulisan tugas akhir ini dapat terselesaikan dengan baik. Tak lupa salawat dan salam dihanturkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga serta pengikut-pengikut beliau yang setia. Penulisan ini merupakan salah satu persyaratan guna untuk menyelesaikan studi di Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil Program Studi Strata Satu (S-1) Universitas Tadulako. Adapun judul tugas akhir ini adalah :

“Analisis Faktor Keterlambatan Pada Proyek Bangunan Keairan”
Dengan berbekal ilmu selama masa perkuliahan dan berbagai pengalaman aktivitas yang diperoleh di luar, telah disadar kemampuan penulis masih sangat terbatas, sehingga penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan dari semua pihak demi kesempurnaan penulisan ini. Pada kesempatan ini penulis hanturkan banyak terima kasih sebesar-besarnya dan diiringi do’a atas tuntunan dan bimbingan yang tulus hati kepada yang terhormat : Bapak Ir. Donny Mangitung, M.Sc, Ph.d selaku Pembimbing I. Bapak Adnan Fadjar, ST, Meng.Sc selaku Pembimbing II.

yang selama penulisan tugas akhir ini selalu meluangkan waktu dan perhatian dalam memberikan arahan dan petunjuk sejak awal penyusunan proposal hingga tersusunnya tugas akhir ini. Selain itu terima kasih dan penghargaan yang tulus hati juga penulis persembahkan kepada yang terhormat : Bapak H. Sahabuddin Mustafa, SE, MS selaku Rektor Universitas Tadulako. Bapak Ir. H. Andi Hasanudin Azikin, Msi selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako.

-

Bapak Ir. Burhan Tatong selaku Pembantu Dekan I, Ibu Ir. Hajatni Hasan, M.Si selaku Pembantu Dekan II dan Bapak Ir. Faturrahman Mansyur Selaku Pembantu Dekan II Fakultas Teknik Universitas Tadulako.

-

Bapak Nur Hidayat, ST, MT selaku Ketua dan Ibu Sriyati Ramadhani, ST, MT selaku sekertaris Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tadulako.

-

Bapak Kusnindar A. Chauf, ST, MT selaku Ketua dan Bapak Hendra Setiawan, ST, MT selaku Sekertaris Program Studi Teknik Sipil Strata Satu Fakultas Teknik Universitas Tadulako.

-

Bapak Ir. James Nurtanio, M.Si ; Bapak Ir. Armin Basong, M.Si ; Bapak Ruslan M. Yunus, ST, MT ; Ibu Mastura Labombang, ST, MT ; Bapak Andi Asnudin, ST, MT dan Bapak Yassir Arafat, ST, MT selaku Dosen penguji.

-

Seluruh Staf Pengajar dan Staf Pegawai yang berada di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tadulako.

-

Seluruh Teman-teman Fakultas Teknik, Teman-teman INSOMNIA TEKNIK CAMP, dan Teman yang tidak sempat tersebutkan namanya satu persatu. Teristimewa penulis persembahkan skripsi ini sebagai tanda terima kasih yang

sangat tulus serta sembah sujud penuh rasa hormat dan cintaku kepada kedua orang tua tercinta Ibunda Maria Saroengoe dan Ayahanda Drs. Hasanuddin Kampey yang telah melahirkan, membesarkan, mendidik serta selalu melantunkan do’a dan kasih sayang yang tak akan pernah ternilai harganya. Kepada Kakak dan adikku Haris Irawan, SP, Zulkifly, SH dan Handy Lesmana atas pengertian dan pengorbanan yang diberikan selama ini. Tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada yang

tersayang Merry Vigrina. Ucapan terima kasih kepada rekan-rekanku seperjuangan Andy Rahmadi Herlambang, ST ; Ershanty Natsir, ST. Semoga Allah SWT,

memberikan balasan dari semua kebaikan dan ketulusan yang telah diberikan kepada penulis. Semoga penulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat dikembangkan oleh peneliti selanjutnya, Amiin. Palu, Penulis, Frangky Kampey, Amd Desember 2009

or time will waste you All our dreams can come true. segeralah tentukan “Pilihanmu” … atau “Pilihan” akan menentukan hidupmu Don’t waste the time. dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna Hidup adalah “Pilihan”.Raihlah ilmu.com . if we have the courage to pursue them merry_angkycelo@yahoo.

peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan. tidak semua proyek konstruksi dapat selesai tepat pada waktu sesuai yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. Namun. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dan pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner. dan material yang digunakan jarang ditemui dipasaran. Proyek Bangunan Keairan.ABSTRAK FRANGKY KAMPEY. adanya perubahan kebijakan Pemerintah. . keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok. Respoden yang dipilih dala penelitian ini adalah pihak pemilik proyek. “Analisis Faktor-faktor Keterlambatan Pada Proyek Bangunan Keairan” (Dibimbing oleh Donny Mangitung dan Adnan Fadjar). kapan harus diselesaikan dan bagaimana proyek tersebut akan dikerjakan. kekurangan peralatan. Setiap proyek konstruksi lazimnya mempunyai rencana pelaksanaan dan jadwal pelaksanaan yang tertentu. ketidak patuhan terhadap kontrak kerja. tenaga kerja yang digunakan tidak terampil. serta bagaimana penyediaan sumber dayanya. kekurangan tenaga kerja/personil. Keterlambatan. kontraktor menangani proyek di berbagai tempat. Data diolah dengan menggunakan statistik nonparametric dengan menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) dan Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai Relative Rank Index (RRI) yang akan menunjukkan peringkat dari faktor-faktor yang berpengaruh menyebabkan keterlambatan untuk proyek konstruksi bangunan keairan. Kata kunci : Indeks Ranking Relatif (RRI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan menyebabkan keterlambatan pada proyek konstruksi adalah kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya. dalam penelitian ini diteliti faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan pada proyek konstruksi bangunan keairan yang ada di Kota Palu dan Donggala. kapan pelaksanaan proyek tersebut harus dimulai. konsultan pengawas serta kontraktor pelaksana yang terkait dengan proyek yang sedang berjalan. Untuk itu.

and how to provide the resources. The methods used were study literature and data collection which was conducted by giving out questionnaires. Each construction project. Therefore. The data were processed using non-parametric statistic and Statistical Product for Service Solution (SPSS) and Microsoft Excel to get the Relative Rank Index value which would show the rank of influencing factors that caused delay on water building projects. The chosen respondents in this research were the project owner. not all construction projects can be completed as planned in contract document. site consultant and contractor. generally has certain plan and schedule. when to complete and how the project will be conducted. when to start the project. delay caused by the supplier and materials needed in project could not easily be found in market. change in Government policy.ABSTRACT FRANGKY KAMPEY. However. contractors who handled many projects. insufficient amount of skilled labors. this research will study about delay factors on water building project in Palu and Donggala. broken tools. Keywords : Relative Ranks Index (RRI). insufficient amount of tools. Water Building Projects. indiscipline towards contract. The result showed that the most dominant factors that caused delay on project construction were unpredictable weather condition. . “Delay Factors Analysis on Water Building Project” (Supervised by Donny Mangitung dan Adnan Fadjar). Delays. who were involved in the on-going project. unskillful labor.

........................................... 13 D......................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................... 4 G.............................................................. iv ABSTRAK ............................................................. Pelaksanaan Proyek .................................................................................................................................................. 4 F................................................................................................................. x DAFTAR TABEL .................. 21 ........ Rumusan Masalah ................ ii LEMBAR PERSETUJUAN .... xiii BAB I PENDAHULUAN A............. 7 B........ 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A................................... 3 C........................................ Hambatan Dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi Bangunan Keairan .... Manajemen Proyek Konstruksi ................................................... Tujuan Penelitian ................. 3 E..... viii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... 11 C................. vii DAFTAR ISI ..... Hambatan Dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi ........................................................ xi DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................................................................................................................................................... Metode Penelitian ... vi ABSTRACT ................................... Batasan Masalah ..................................................................... 3 D...................................................................... Latar belakang ........................................................................ Manfaat Penelitian ............................... iii KATA PENGANTAR ........................................................................................................ Sistimatika Penulisan ............. i LEMBAR PENGESAHAN .................................................................. 1 B.........................................................

................................................................................................. 27 H........................................................... Validasi Kusioner ............................................................................................................................................................... Perancangan Kusioner dan Sampel ........................ 27 a.................................BAB III METODE PENELITIAN A.. 25 E............................ Analisa Data ........ 26 F.......................................... Statistik Deskriptif ............................................. 33 C................................................................... 24 B............................................................ 32 B.... 28 a... Data Primer ................... Proses Pengumpulan Data .................................................................... Sampel Penelitian .......................................................................................................... Analisa Faktor-faktor Yang Berpotensi Menyebabkan Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan ........................................................... Hasil Analisa Realibility Cronbach’s Alpha ......... 53 ................................... Saran ........ Analisa Korelasi Spearman’s Rank ........... Data Sekunder ............................................... 35 D.. 26 G...................................................... Proses Pengumpulan Data .............. 27 b........... 51 B........................... 24 C....................... Umum ............. Kesimpulan ..................................... Lokasi Penelitian ............... Statistik Inferensial ...................... 52 DAFTAR PUSTAKA .... 40 2............. Hasil Analisa Relative Rank Indeks dan Rangking ............ Tahapan Penelitian ........... 28 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.................. 39 1... 46 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A................................ 24 D.................................................................... 28 b................ 40 3............................................ Karateristik Responden ...... Validasi Kusoner .

......... Lampiran 5................................ Lampiran 6........................................................ Kuesioner Penelitian ............................................ 55 Matriks Kusioner .................. 74 ........ 64 Data-data Proyek Yang Diteliti .......DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1......... 73 Tabel Rangking Faktor Tiap Kategori ....... 66 Rekap Jawaban Responden ............................................................... Lampiran 7......................... 61 Bagan Alir Proses Pengumpulan Data ......... Lampiran 2........... Lampiran 3............................ 69 Tabel RRI dan Rangking Secara Umum (Overall) ............................. Lampiran 4.........................

...... 17 Tabel 2........ 20 Tabel 2................................................. 40 Tabel......... Faktor penyebab dari variasi biaya yang disebabkan oleh Kontraktor ............................. Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh pengguna jasa ... Realibility Statistics Untuk Tingkat Frekuensi Terjadinya Faktor .................................... 32 Tabel 4.......3........ 40 Realibility Statistics Untuk Dampak Faktor Terhadap Keterlambatan .......4...............................8.. 19 Tabel 2..................3......................................... Tabel 2....................4..................................... 44 .... Tabel 4................................ 18 Tabel 2.........7................................ Faktor penyebab dari variasi kualitas .............................. 4.................................... Matriks Hubungan Antara Jenis Keterlambatan dengan Sebab-sebab Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek untuk proyek Bangunan Keairan .............. 19 Tabel 2..................9............2........................ 20 Tabel 2........ Tabel 2.... 4.................................................................................2. Hasil Pilot Studi terhadap kelayakan kuesioner yang telah di sebarkan ............. 22 Tabel......................................1.................................................. Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh pengguna jasa dan kontraktor ........... Faktor penyebab dari variasi biaya yang disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh pengguna jasa dan kontraktor .............................. 19 Tabel 2.10.....................6...........5......................1........ RRI dan Rangking Faktor Penyebab Keterlambatan Responden secara Umum (Overall) ....... 13 Faktor yang menyebabkan keterlambatan pada proyek-proyek di Indonesia ......... Tujuan dan motivasi peserta yang terlibat dalam proyek ...........DAFTAR TABEL Tabel 2.................................................................................... Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh Kontraktor .............. 18 Faktor penyebab dari variasi biaya yang dapat disebabkan oleh pengguna jasa ................................................

.Tabel 4......... 49 Tabel 4...................... Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Sumber Dana (U5) ........................................................................ Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Pendidikan Terakhir (U6) ...................10........................ Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Status Responden Di Proyek (U8) ........ 50 Tabel 4.5............... Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Proyek Yang Dikerjakan (U3) .7..........................................6........... Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Faktor-faktor yang Paling mempengaruhi keterlambatan Proyek Bangunan Keairan ...... 49 Tabel 4.................. 50 .......8.... Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Lama Pengalaman Kerja (U7) ............................... 49 Tabel 4............................................................9....................... 47 Tabel 4...............

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Gambar 2.2.

Konsep/Proses manajemen dalam melaksanakan proyek ............ 9 Sasaran proyek yang juga merupakan tiga kendala (triple constraint) ......................................................................... 11

Gambar 3.1. Gambar 3.2. Gambar 4.1. Gambar 4.2. Gambar 4.3. Gambar 4.4. Gambar 4.5. Gambar 4.6. Gambar 4.7. Gambar 4.8.

Bagan Alir Proses Penelitian ........................................................ 25 Skala Ordinal ................................................................................ 29 Persentase Berdasarkan Pemilihan Kontraktor ............................ 35 Persentase Berdasarkan Jenis Kontrak ......................................... 35 Persentase Berdasarkan Proyek Yang Dikerjakan ....................... 36 Persentase Berdasarkan Nilai Kontrak Proyek ............................. 36 Persentase Berdasarkan Sumber Dana ......................................... 37 Persentase Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir ................. 37 Persentase Berdasarkan Lama Pengalaman Kerja ........................ 38 Persentase Berdasarkan Status Responden di Proyek .................. 39

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan

frangkykampey*F11103176

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Industri kontruksi merupakan salah satu industri yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Kontribusi industri melalui penyediaan tenaga kerja kepada masyarakat dapat menurunkan jumlah pengangguran atau meningkatkan jumlah pendapatan dan konsumsi masyarakat yang akhirnya akan memberikan sumbangan positif terhadap pembangunan. Agar industri kontruksi

memberikan nilai tambah bagi pembangunan maka sistim pengelolaan industri harus dilakukan secara profesional dan efektif pada semua aspek yang terlibat dalam suatu proyek konstruksi. Setiap proyek konstruksi mempunyai jangka waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan di dalam dokumen kontrak pekerjaan. Namun, tidak semua proyek konstruksi dapat selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. Begitu juga di Kota Palu, dimana perusahaaan-perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi yang sering menangani proyek-proyek bangunan keairan juga terkadang mengalami keterlambatan. Keberhasilan melaksanakan proyek konstruksi tepat pada waktunya adalah salah satu tujuan terpenting, baik bagi pemilik maupun kontraktor. Keterlambatan adalah sebuah kondisi yang sangat tidak dikehendaki,

karena akan sangat merugikan kedua belah pihak dari segi waktu dan biaya. Proyek konstruksi juga semakin hari menjadi semakin kompleks sehubungan dengan standar-standar baru yang ditetapkan, teknologi yang canggih, dan keinginan owner untuk melakukan penambahan ataupun perubahan lingkup pekerjaan. Suksesnya sebuah proyek tak lepas dari kerja sama antara pihak-pihak yang terlibat didalamnya yaitu owner, enginer dan kontraktor. Pihak-pihak tersebut mempunyai kepentingan dan tujuan yang berbeda sehingga konflik/perselisihan dapat

mengakibatkan keterlambatan yang selalu timbul akibat perbedaan pendapat pada saat perencanaan dan pembangunan proyek.

pembiayaan membengkak. serta kegagalan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan. sehingga penggunaan hasil pembangunan proyek menjadi terlambat. berarti semakin kompleks mekanismenya yang berarti semakin banyak masalah yang harus di hadapi.Semakin besar suatu proyek. persaingan tidak sehat diantara para pelaksana. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang berada di Kota Palu dan sekitarnya untuk proyek yang sedang berlangsung pada tahun anggaran 2008. . akan tetapi penelitian tersebut hanya mendefinisikan faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek secara umum berdasarkan pengalaman pribadi atau persepsi pengguna jasa. pemborosan sumber daya. penyimpangan mutu hasil. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas dan berdasarkan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Wahyu waliansyah. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan juga tak luput berdampak pada pemilik proyek (project owner) yang mengakibatkan kerugian terhadap waktu operasi proyek. jika tidak ditangani dengan benar berbagai masalah tersebut akan mengakibatkan dampak berupa keterlambatan penyelesaian proyek. Disisi lain. pihak kontraktor dan pihak konsultan pun juga akan mengalami kerugian. dalam hal ini masyarakat pengguna jasa konstruksi. Rahmat Hidayat dan Rastuti Tamsil pada tahun 2007 tentang keterlambatan proyek bangunan keairan. Ketidaklancaran pekerjaan akan menyebabkan kerugian. yaitu frekuensi terjadinya faktor keterlambatan dan dampaknya terhadap jadwal proyek yang berpotensi menyebabkan keterlambatan pada proyek bangunan keairan berdasarkan persepsi dari kontraktor. kontraktor dan konsultan pengawas maka penulis akan melakukan penelitian lebih lanjut dari peneliti sebelumnya berdasarkan jenis proyek secara detail. baik moril maupun materil. Pihak yang terkena dampak tersebut adalah pihak pemakai.

. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas. Batasan Masalah Dalam penulisan tugas akhir ini. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang berada di lokasi proyek. C. maka penulis mencoba untuk merumuskan masalah yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah potensi faktor-faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek bangunan keairan berdasarkan persepsi dari pengawas kontraktor. Penelitian ini juga bertujuan menyusun peringkat dari masing-masing faktor yang dapat menjadi faktor potensi penyebab terlambatnya proyek bangunan keairan. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek bangunan keairan berdasarkan persepsi dari pengawas kontraktor. dikaitkan dengan tingkat keseringan dan level dampak faktor-faktor tersebut yang terjadi di lapangan untuk proyek bangunan keairan yang sedang berlangsung pada tahun anggaran 2008 di Kota Palu dan sekitarnya. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang berada di lokasi proyek untuk Kota Palu dan sekitarnya. D.B. penulis membatasi permasalahan pada potensi faktor-faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek bangunan keairan berdasarkan persepsi dari pengawas kontraktor. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang berada di lokasi proyek.

3. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner). Sebagai bahan atau referensi untuk menentukan kebijakan bagi pihak pengawas kontraktor.E. c. Memberikan informasi tentang potensi-potensi faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek bangunan keairan berdasarkan persepsi dari pengawas kontraktor. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian tugas akhir ini adalah : 1. 2. Dalam hal ini responden adalah tenaga teknis yang pernah terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan proyek bangunan keairan. 2. Relatif Rank Indeks (RRI) atau perangkingan. Analisa Data Analisa data yang dipakai dengan mengunakan statistik Non-parametrik yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan mengunakan data ordinal berupa : a. b. Studi pustaka yang berkaitan dengan faktor-faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan proyek bangunan keairan. Metode Penelitian 1. Melakukan observasi di lapangan dan instansi-instansi yang terkait untuk mendukung penyusunan kuesioner yang nantinya akan disebarkan ke responden. . Deskriptif yaitu proses pengolahan data dalam bentuk tabulasi dan atau grafik. 4. konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang berada di Kota Palu dan sekitarnya. sehingga proyek yang ditangani dapat selesai tepat waktu. Mengumpulkan data dari pengguna jasa (project owner) maupun pihak-pihak yang pernah terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan proyek bangunan keairan. yang dipakai dalam penelitian ini yaitu Corelation Spearmans Rank dengan menggunakan program Statistical Package For Social Saince (SPSS) for windows versi 15. F. Hipotesis komparatif yang merupakan dugaan terhadap perbandingan dua sample atau lebih.

serta menjelaskan tentang potensi faktor penyebabkan keterlambatan pekerjaan proyek bangunan keairan. Hasil dan Pembahasan Bab ini menjelaskan tentang hasil penelitian serta pengolahan data yang didapat dari penelitian. BAB I. BAB IV. manajemen proyek. BAB III. seperti penjelasan manajemen secara umum. Tinjauan Pustaka Bab ini memuat secara rinci acuan teori yang ada hubungannya dengan penelitian penulis. dapat dirumuskan tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian. Pendahuluan Bab ini berisikan hal-hal yang melatar belakangi penulis untuk mengetahui potensi-potensi yang menyebabkan keterlambatan proyek bangunan keairan yang berada di Kota Palu dan sekitarnya yang dapat mengakibatkan kerugian bagi pihak-pihak yang terlibat. 2. Sistematika Penulisan Sistimatika penulisan ini terdiri dari lima bab dan tersusun sebagai berikut : 1. . serta bagaimana mendapatkan informasi yang dibutuhkan sehubungan dengan keperluan penelitian 4. juga pembahasan dari hasil pengolahan data tersebut sehubungan dengan teori yang dibahas pada BAB II. serta berisi penjelasan singkat tentang sistimatika penulisan tiap bab.G. sedangkan bertolak dari adanya masalah. Dari latar belakang masalah dapat dirumuskan masalah serta batasan-batasan masalahnya. Metode Penelitian Bab ini menjelaskan metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan penelitian. 3. BAB II. yang akan digunakan dalam pemecahan masalah.

serta saran-saran yang dapat dikemukakan berdasarkan hasil penelitian dan pertimbangan yang ditujukan kepada pihak-pihak yang mempunyai peranan dalam bidang konstruksi bangunan keairan. Penutup Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian sehubungan dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. juga kepada para peneliti untuk melanjutkan ataupun mengembangkan penelitian tersebut.5. . BAB V.

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan frangkykampey*F11103176 .

Jumlah biaya. c. RJB. Koontz. memimpin. Proyek adalah usaha-usaha khusus dan terperinci untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan tujuan program jangka panjang (Soehendradjati. 4. Jenis dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung. sasaran jadwal serta kriteria mutu dalam proses mencapai tujuan tersebut telah ditentukan terlebih dahulu. 1982). diantaranya adalah : a. 2. yang harus di selesaikan dalam jangka waktu tertentu (Dipohusodo. Proyek adalah suatu upaya yang diorganisasi untuk mencapai tujuan. Pengertian proyek banyak terdapat dalam berbagai buku yang di kemukakan oleh beberapa ahli. 1995). artinya umurnya dibatasi oleh selesainya tugas. dan mengendalikan kegiatan anggota serta sumber daya yang lain untuk mencapai sasaran organisasi (perusahaan) yang telah ditentukan. Proyek merupakan suatu kegiatan sementara (temporary activity) yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dan alokasi sumberdaya tertentu untuk mencapai sasarannya telah digariskan dengan jelas (Soeharto. Memiliki tujuan yang khusus. Nonrutin.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. tidak berulang-ulang. Manajemen Proyek Konstruksi Manajemen adalah proses merencanakan. . bersifat sementara.. Titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas. produk akhir atau hasil kerja akhir. mengorganisir. 3. b. 1987). 1996) Dari pengertian tersebut maka dapat di lihat bahwa ciri khas dari proyek adalah (Dipohusodo. (H. 1996): 1. sasaran dan harapan harapan penting dengan menggunakan anggaran serta sumber daya yang tersedia.

(Mangitung. Apabila pengelolaan tenaga kerja kurang baik maka dapat menyebabkan terlambatnya pekerjaan konstruksi. Tenaga kerja merupakan salah satu factor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi. 1. 2. material (material) dan biaya (money) dengan mengunakan metode (method) dan ruang (space) yang tersedia secara efektif (effective) dan efisien (efficient) dalam rangka menyelesaikan (complete) rangkaian kegiatan (activties) untuk mencapai tujuan tertentu (objectives) dan memenuhi persyaratan (requirements) tertentu yang telah didefinisikan sebelumnya (defining). mengelola (organise). Tenaga kerja (man) Dalam hal ini. 4. peralatan (machine). yang dimaksud dengan man adalah tenaga kerja dan orang yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi.Berdasarkan pengertian dari manajemen dan proyek. 2006). maka manajemen proyek konstruksi dapat di definisikan sebagai suatu proses merencanakan (plan). . Metode (method) Method atau metode yang digunakan dalam pelaksanaan proyek konstruksi dapat mempengaruhi waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi karena penggunaan metode baru yang belum umum digunakan akan membutuhkan waktu untuk penyesuaian terlebih dahulu. dan mengendalikan (control) sumber daya tenaga kerja (man). Peralatan (machine) Mesin atau peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan konstruksi juga harus dikelola dan di rawat dengan baik agar pelaksanaan proyek dapat berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan. Material (material) Material atau bahan yang digunakan juga berpengaruh terhadap pelaksanaan proyek. Apabila material yang digunakan sulit ditemui dipasaran maka hal tersebut dapat menyebabkan bertambahnya waktu pelaksanaan suatu proyek konstruksi. 3. Sehingga material yang digunakan harus diperhatikan demi kelancaran suatu proyek.

bahan/material yang akan digunakan terlebih dahulu berada pada tumpukan paling bawah. Biaya (money) Money atau Uang.5. Input : Management Process : Man. Method. diberi lampu penerang. Kesalahan dalam perencanaan ruang dapat mengakibatkan kekacauan ditempat tersebut. jika diperlukan ruang/tempat tersebut di pagari.1. seperti ruang yang digunakan untuk bahan/material lebih banyak dari pada ruang yang tersedia. Pemanfaatan ruang yang telah tersedia secara efektif dan efisien membantu memperlancar pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Ruang atau tempat yang akan dialokasikan bahan/material harus direncanakan sebaik-baiknya sebelum memilih posisi yang paling sesuai untuk ditempatkan bahan/material. 2006 . mengingat material/bahan yang digunakan harganya cukup mahal. Machines. Ruang (space) Dalam hal ini adalah ruang atau tempat. diberi atap dan dijaga oleh staf dari kontraktor untuk menghindari dari pencurian. pemilihan ruang harus sedekat mungkin dengan lokasi pekerjaan agar dapat menghemat biaya transportasi material/bahan ke lokasi proyek. Konsep/Proses manajemen dalam melaksanakan proyek Sumber : Mangitung. Apabila pengaturan keuangan dalam pelaksaan proyek kurang baik maka dapat menyebabkan terlambatnya proyek tersebut. 6. menjadi salah satu factor penting yang harus diperhatikan pengaturannya selain keempat factor yang telah disebutkan sebelumnya. Material. Money and Space Planning Organizing Staffing Directing Controlling Output : Physical of Building Gambar 2. dimana ruang atau tempat tersebut digunakan untuk meletakkan dan menyimpan bahan/material yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi serta tempat pelaksanaan pekerjaan.

Penyusunan (Staffing) Staffing merupakan usaha untuk memobilisasi sumber-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi agar dapat bergerak dalam satu kesatuan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Menurut Asnudin (2005). dan waktu. jumlah biaya. Pengarahan (Directing) Pengarahan merupakan fungsi yang penting dalam pengelolaan kegiatan proyek. 2. . Untuk menentukan tujuan yang akan dicapai berdasarkan atas batasan-batasan yang telah ditetapkan seperti standar mutu. fungsi pokok manajemen terdiri atas beberapa tahapan yaitu : 1. Kegiatan apa yang akan dilakukan ? b. Perencanaan Tahapan perencanaan merupakan proses pemilihan informasi dan pembuatan asumsi-asumsi mengenai keadaan di masa yang akan datang untuk merumuskan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kapan kegiatan tersebut akan di kerjakan ? 3. Siapa yang akan melakukan pekerjaan tersebut ? d. dan (3) koordinasi dan konsultasi yang sangat bermanfaat untuk mendapatkan masukan (input) ataupun alternatif-alternatif yang dapat menguntungkan.Manajemen konstruksi mempunyai ruang lingkup yang cukup luas karena mencakup tahapan kegiatan sejak awal pelaksanaan sampai dengan akhir pelaksanaan yang berupa hasil pembangunan. Mengarahkan sumber daya manusia erat hubungannya dengan (1) motivasi yang berupa pemberian bonus atau promosi jabatan. 4. Bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan ? c. Penetapan tujuan Tahapan ini merupakan langkah awal dalam proses manjemen dimana tujuan merupakan sasaran yang ingin dicapai. Suatu perencanaan yang lengkap di tandai oleh kesiapan dalam menjawab pertannyaan-petanyan sebagai berikut : a. (2) pelatihan untuk meningkatkan kemampuan.

6. Pengawasan (Supervision) Pengawasan di definisikan sebagai proses interaksi langsung antar individuindividu dalam suatu organisasi untuk mencapai kinerja optimum dan tujuan organisasi tersebut. Pelaksanaan Proyek Pelaksanaan dari suatu proyek biasanya berhubungan dengan biaya. Menurut Soeharto (1995) setiap proyek memiliki tujuan khusus. waktu. dan jadwal penyelesaian pekerjaan. 2005). 1995) . dan mutu. standar mutu. dan jadwal serta mutu yang harus dipenuhi. didalam proses mencapai tujuan tersebut telah ditentukan bartasan yaitu besar biaya (anggaran) yang dialokasikan. Pengendalian (Controlling) Pengendalian adalah proses untuk memantau. Ketiga hal ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kesuksesan suatu proyek.5. B. Sasaran proyek yang juga merupakan tiga kendala (triple constraint) (sumber : Soeharto. menganalisis. Biaya Anggaran Jadwal Waktu Mutu Kinerja Gambar 2. Tingkat pelaksanaan dari suatu proyek dapat mempengaruhi tingkat kepuasan dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut (Mangitung. dan melakukan koreksi agar kegiatan yang dilakukan dapat memenuhi apa yang telah di tetapkan berdasarkan batasan-batasan seperti anggaran.2.

2. anggarannya bukan hanya ditentukan untuk total proyek tetapi dipecah bagi komponen-komponennya. Anggaran proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran. Sebagai contoh. Bila hasil akhir adalah produk baru. yang selanjutnya berakibat pada naiknya biaya melebihi anggaran. . 3. maka penyerahannya tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan. berikut: 1. Anggaran. maka biasanya harus berkompromi dengan mutu atau jadwal. Dari segi teknis. atau per periode tertentu (misalnya per kwartal) yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. maka kriteria yang harus dipenuhi adalah pabrik harus mampu beroperasi secara memuaskan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Mutu Mutu produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan. yaitu Anggaran. Dengan demikian. Sebaliknya bila ingin menekan biaya.2 sasaran proyek yang juga merupakan tiga kendala. Ketiga batasan tersebut bersifat tarik-menarik. Ketiga hal tersebut dapat dijabarkan sebagai penyelesaian bagian-bagian proyek pun harus memenuhi sasaran anggaran per periode.Berdasarkan gambar 2. maka umumnya harus diikuti dengan menaikkan mutu. ukuran keberhasilan proyek dikaitkan dengan sejauh mana ketiga sasaran tersebut dapat dipenuhi. Jadwal dan Mutu. Jadwal Jadwal proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan. artinya jika ingin meningkatkan kinerja produk yang telah disepakati dalam kontrak. bila hasil kegiatan proyek tersebut berupa instalasi pabrik. Untuk proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar dan jadwal bertahun-tahun.

hal tersebut dapat diartikan dengan selesainya suatu proyek sesuai dengan biaya yang dianggarkan. minimal sesuai kontrak Kontraktor Cepat selesai.Tabel 2. dimana klien dengan pandangan yang berbeda-beda dapat membuat cara yang berbeda-beda pula tentang keberhasilan dari suatu proyek. memenuhi persyaratan teknik. serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Dalam proses untuk mencapai tujuan tersebut telah di tentukan batasan-batasannya yaitu besarnya biaya. Minimal sesuai spesifikasi Konsultan Cepat selesai. yaitu persepsi dan kesadaran dari klien. sehingga unsurunsur tersebut tidak menjadi faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan saat pelaksanaan proyek. Hal pertama. yaitu memenuhi tujuan dari suatu proyek.1. 1995. mutu. Setiap proyek mempunyai sasaran dan tujuan yang berbeda-beda. . Minimal tidak melewati anggaran Berfungsi sesuai harapan. C. Perencanaan proyek yang baik adalah perencanaan yang disusun dengan perkiraan yang ideal dan logis dalam merencanakan unsur-unsur yang akan terlibat di dalamnya. yaitu kepuasan dari klien. dan yang ketiga. Hal kedua. jadwal. Tujuan dan motivasi peserta yang terlibat dalam proyek Sasaran proyek Jadwal penyelesaian Pemilik Cepat selesai agar hasil proyek dapat segera dipergunakan Harga terendah. Liu and Walker (1998) menggambarkan ada tiga hal untuk melihat kesuksesan suatu proyek. Hambatan Dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi Kunci utama keberhasilan melaksanakan proyek tepat waktu adalah perencanaan dan penjadwalan proyek yang lengkap dan tepat. dan fungsi/mutu/spesifikasi teknis yang diharapkan. minimal sesuai kontrak Biaya proyek Mendapat keuntungan sebaik mungkin Memenuhi spesifikasi dan kriteria dalam kontrak Mendapat keuntungan sebaik mungkin Memenuhi spesifikasi dan kriteria dalam kontrak Mutu pekerjaan dan peralatan Sumber : Soeharto. waktu yang direncanakan.

1. Anggaran Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran. Untuk proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah yang besar dan jadwal yang sampai bertahun-tahun, anggarannya bukan hanya ditentukan untuk total proyek, tetapi dipecah bagi komponen-komponennya, atau tiap periode tertentu yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. 2. Jadwal Proyek harus dikerjakan sesuai kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan. Bila hasil akhir adalah produk baru, maka penyerahannya tidak boleh melebihi batas waktu yang telah ditentukan. 3. Mutu Kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan di dalam kontrak pekerjaan. 4. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Tujuan dari kesehatan dan keselamatan kerja adalah untuk melindungi kesehatan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi kerja, mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit. Kelalaian terhadap K3 sangat berpengaruh terhadap keterlambatan pekerjaan. Menurut H.W.Heinrich, penyebab kecelakaan kerja yang sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%, dan kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 12%. Atau kedua hal tersebut (perilaku dan kondisi yang tidak aman) dapat terjadi secara bersamaan. Mangitung (2006), Hambatan-hambatan yang terjadi pada pelaksanaan proyek dapat disebabkan oleh pemilik proyek, kontraktor, dan hambatan yang disebabkan oleh faktor-faktor lainnya. Ketiga hal tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Hambatan yang dapat disebabkan oleh pemilik proyek (project owner) : a. Desain yang tidak lengkap Kurang lengkapnya desain dapat menjadi hambatan yang menyebabkan terlambatnya pelaksanaan suatu proyek karena pemilik proyek harus mengadakan/melengkapi gambar terlebih dahulu sebelum dikerjakan oleh kontraktor.

b. Birokrasi Birokrasi dapat menjadi penghambat dalam pelaksanaan konstruksi karena apabila birokrasi yang terlalu kompleks dan administrasi yang belum lengkap maka proyek belum dapat dilaksanakan. c. Kemampuan keuangan Dana merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat pekerjaan konstruksi. Apabila suatu proyek mengalami kekurangan dana atau kurang baik dalam mengatur keuangan maka hal tersebut akan berdampak pada bertambahnya waktu pelaksanaan konstruksi dengan kata lain proyek tersebut akan terlambat dari jadwal yang telah ditentukan. d. Pekerjaan tambah kurang (change order) Dalam pelaksanaan suatu proyek tidak menutup kemungkinan terjadinya perubahan sehingga tidak sesuai lagi dengan apa yang telah direncanakan. Hal tersebut merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penambahan waktu pelaksanaan sutu proyek. 2. Hambatan yang dapat disebabkan oleh kontraktor : a. Pengadaan material Dalam pelaksanaan konstruksi, material menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Apabila dilapangan kekurangan atau kehabisan stok material yang akan digunakan maka dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan pada pelaksanaan konstruksi tersebut. b. Tenaga kerja/tukang Selain material, pekerja/tukang juga dapat mempengaruhi terlambatnya suatu pekerjaan konstruksi. Apabila pada pekerjaan konstruksi kekurangan tenaga kerja/tukang maka akan berpengaruh terhadap produktivitas sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut semakin bertambah lama. Selain jumlah tukang, keahlian dari tukang yang digunakan juga mempengaruhi lamanya waktu pelaksamaam proyek tersebut.

c. Staf manajerial Apabila anggota didalam tim tidak dapat diajak bekerjasama untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka hal tersebut dapat menyebabkan terlambatnya suatu pekerjaan pada proyek. d. Pengalaman Pengalaman dari kontraktor juga memegang peranan penting dalam pelaksanaan suatu proyek. Semakin berpengalaman dan semakin beragam jenis proyek yang pernah dikerjakan oleh kontraktor maka dapat membantu dalam mengurangi resiko terjadinya keterlambatan yang mungkin dapat terjadi. e. Kemampuan keuangan Selain pemilik proyek (project owner), kontraktor juga harus memiliki dana yang cukup dalam melaksanakan pembangunan pada suatu proyek. Dana yang disediakan oleh kontraktor setidaknya dapat digunakan untuk membayar biaya operasional dalam pelaksanaan suatu proyek. Apabila kontraktor tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar biaya operasional maka kemungkinan proyek tersebut akan mengalami keterlambatan semakin besar. 3. Hambatan-hambatan yang tidak dapat dikendalikan oleh pemilik proyek maupun kontraktor : a. Cuaca Cuaca merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan pada suatu proyek, dan hal tersebut tidak dapat dikendalikan oleh kedua belah pihak baik itu dari pemilik proyek atau kontraktor. b. Force majeure Force majeure merupakan suatu kondisi yang terjadi pada pelaksanaan proyek dimana pemilik proyek maupun kontraktor tidak dapat mengendalikannya. c. Kondisi lapangan (khususnya yang berada di bawah permukaan tanah) Kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan perkiraan juga dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan dari suatu proyek. Kondisi lapangan khususnya yang berada di bawah permukaan tanah biasanya tidak sesuai dengan apa yang telah diperkirakan, sehingga hal tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya

dapat dilihat pada Tabel 2.keterlambatan dari suatu proyek karena harus melakukan perencanaan kembali. kontraktor. faktor perubahan desain merupakan faktor yang paling berpengaruh di antara sepuluh faktor lainnya yang dapat menyebabkan keterlambatan pada proyek-proyek konstruksi di Indonesia. serta faktor-faktor yang di luar kendali (Neither party) dari klien dan kontraktor.2. . Faktor yang menyebabkan keterlambatan pada proyek-proyek di Indonesia Faktor Penyebab Kondisi cuaca yang tidak tetap/berubah-ubah Perkiraan material yang kurang akurat Prediksi yang kurang akurat dari produktifitas rata-rata pekerja Prediksi yang kurang akurat dari produktifitas rata-rata peralatan Kekurangan material Kekurangan peralatan Kurangnya keterampilan pekerja Pembatasan lokasi dari proyek Perencanaan yang kurang lengkap Kurangnya produktifitas pekerja Perubahan desain Sumber : Kaming dkk. Sedangkan pada proyek-proyek konstruksi di Indonesia. Antara waktu dan biaya saling berkaitan karena dengan dengan bertambahanya waktu maka biaya yang akan dikeluarkan juga akan bertambah. 1997. Menurut Mangitung (2005) bertambahnya biaya dan waktu pelaksanaan suatu proyek dapat disebabkan oleh pemilik/klien.2 berikut : Tabel 2.

2005.Tabel 2. Sumber : Mangitung.4. 2005. Faktor penyebab dari variasi kualitas Variasi kualitas yang dapat disebabkan oleh pengguna jasa Perubahan desain Variasi kualitas yang dapat disebabkan oleh kontraktor Pengerjaan yang dibawah standard Kurangnya metode pelaksanaan pekerjaan/ buruknya pelaksanaan pekerjaan Penyelesaian proyek yang kurang baik Minimnya pengawas lapangan Perubahan cuaca yang tidak terduga kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey. Perubahan desain/kontrak/spesifikasi Pekerjaan tambahan yang tidak masuk spesifikasi Pengurangan pekerjaan/variasi penurunan biaya Perubahan desain/kontrak/spesifikasi Sumber : Mangitung. Tabel 2. Faktor penyebab dari variasi biaya yang dapat disebabkan oleh pengguna jasa Pekerjaan tambahan/variasi peningkatan biaya Faktor penyebab Pekerjaan tambahan/biaya yang disebabkan karena kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey.3. .

2005. 2005.5.Tabel 2.7. Perubahan desain Faktor yang menyebabkan penurunan biaya Menggunakan material alternatif Sumber : Mangitung. Tabel 2. Tabel 2. Perubahan desain/kontrak/spesifikasi Sumber : Mangitung. . Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh pengguna jasa Faktor yang menyebabkan penambahan waktu Faktor penyebab Pekerjaan tambahan/biaya yang disebabkan karena kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey. Sumber : Mangitung. 2005. Faktor penyebab dari variasi biaya yang disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh pengguna jasa dan kontraktor Faktor yang menyebabkan penambahan biaya Faktor penyebab Perubahan cuaca yang tidak terduga Pekerjaan tambahan/biaya yang disebabkan karena kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey. Faktor penyebab dari variasi biaya yang disebabkan oleh kontraktor Faktor yang menyebabkan peningkatan biaya Faktor penyebab Estimasi yang kurang Tambahan pekerjaan/biaya yang disebabkan karena kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey.6.

Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh pengguna jasa dan kontraktor Faktor yang menyebabkan penambahan waktu Faktor penyebab Perubahan cuaca yang tidak terduga kondisi yang tidak terlihat sebelumnya pada saat survey. 2005.8.Tabel 2. . 2005. Tabel 2.9. Faktor penyebab dari variasi waktu yang disebabkan oleh kontraktor Faktor yang menyebabkan penambahan waktu Faktor penyebab Kurangnya perencanaan dan koordinasi Kurangnya sumber daya Kurangnya waktu pelaksanaan Minimnya metode pelaksanaan pekerjaan Keterlambatan material Faktor yang dapat mempersingkat waktu Faktor penyebab Manajemen sumber daya dan perencanaan yang baik Perencanaan dan koordinasi yang baik Metode pelaksanaan pekerjaan yang baik Sumber : Mangitung. Sumber : Mangitung.

yakni keterlambatan yang disebabkan oleh kejadian-kejadian di luar kendali baik pemilik maupun kontraktor. yakni keterlambatan yang disebabkan oleh tindakan. c. yakni keterlambatan yang disebabkan oleh tindakan. Keterlambatan yang tidak dapat dimaafkan (Non-Excusable Delay). Menurut Kraiem dan Dickmann (1987). .D. Hambatan Dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi Bangunan Keairan Penelitian dalam temuan faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemilik atau kontraktor untuk menyusun perencanaan dan penjadwalan proyek yang lebih seksama. Keterlambatan yang dapat dimaafkan (Excusable Delay). Keterlambatan yang layak mendapatkan ganti rugi (Compensable Delay). penyebab keterlambatan waktu pelaksanaan proyek dapat dikategorikan dalam 3 kelompok besar yakni : a. kelalaian atau kesalahan Kontraktor. sebagai upaya awal untuk menghindari dan atau mengendalikan keterlambatan pelaksanaan proyek. sehingga keterlambatan dapat dikendalikan lebih dini dalam tahap pelaksanaan proyek. kelalaian atau kesalahan pemilik proyek. b. Penyusunan klasifikasi dan peringkat penyebab-penyebab ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kekurangan-kekurangan yang ada pada proses perencanaan dan penjadwalan pekerjaan.

10. Matriks Hubungan Antara Jenis Keterlambatan dengan Sebab-sebab Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek untuk proyek Bangunan Keairan. Kategori Sumber Keterlambatan No Tinjauan Penyebab Keterlambatan Pengguna Jasa Penyedia Jasa Non Para Pihak A 1 2 3 Menurut Hasil Kusioner yang dilakukan oleh Hidayat Rahmat (2007) Tenaga kerja yang digunakan kurang terampil Peluang terjadinya kejadian yang tak terduga Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek Alokasi dana konstrusi yang belum cukup Adanya perubahan kebijakan pemerintah Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok Perselisihan yang terjadi di lapangan Buruknya koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya Mobilisasi peralatan yang terlambat Menurut Hasil Kusioner yang dilakukan oleh Tamsil Rastuti (2007) 1 2 3 4 5 6 Ketidakpatuhan terhadap kontrak kerja Adanya perubahan kebijakan pemerintah Perencanaan yang tidak lengkap Buruknya monitoring dan kontrol Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya Cara pembayaran/penarikan Termin yang tidak umum 4 5 6 7 8 9 10 11 B .Tabel 2.

Tabel 2. Matriks Hubungan Antara Jenis Keterlambatan dengan Sebab-sebab Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek untuk proyek Bangunan Keairan (Lanjutan) Kategori Sumber Keterlambatan No Tinjauan Penyebab Keterlambatan Pengguna Jasa Penyedia Jasa Non Para Pihak 7 8 Alokasi dana yang tidak cukup Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek sehingga harus dikerjakan kembali Material yang dipasaran digunakan jarang ditemui 9 10 Kekurangan peralatan Menurut Hasil Kusioner yang dilakukan oleh Waliansyah Wahyu (2007) Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan Terjadinya kejadian yang tak terduga (mis:kerusuhan. nilai tukar mata uang) (mis C 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Buruknya koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek Perencanaan yang kurang lengkap Tenaga kerja yang digunakan kurang terampil Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek sehingga harus dikerjakan kembali . bencana alam di lokasi proyek) Kekurangan tenaga kerja Jumlah peralatan yang tidak sesuai dengan kontrak Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja Adanya perubahan kebijakan pemerintah : kenaikan BBM.10.

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan frangkykampey*F11103176 .

Mengacu pada judul penelitian tugas akhir ini. kapan harus diselesaikan dan bagaimana proyek tersebut akan dikerjakan. Sampel Penelitian Untuk memperoleh informasi mengenai faktor-faktor apakah yang paling berpotensi meyebabkan terjadinya keterlambatan proyek konstruksi bangunan keairan khususnya di Kota Palu dan sekitarnya. . Adapun yang dijadikan sampel oleh penulis adalah proyek bangunan keairan untuk nilai proyek konstruksinya dibawah 1 milyar dan diatas 1 milyar yang sedang berlangsung di Palu dan sekitarnya pada tahun anggaran 2008. serta bagaimana penyediaan sumber dayanya. maka responden yang dipilih yaitu kontraktor pengawas. Umum Setiap proyek konstruksi lazimnya mempunyai rencana pelaksanaan dan jadwal pelaksanaan yang tertentu. kapan pelaksanaan proyek tersebut harus dimulai. B. dan data inilah yang nantinya digunakan dalam penyusunan penelitian ini. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dipilih khusus hanya di Kota Palu dan sekitarnya. untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berpotensi menyebabkan keterlambatan Pekerjaan Bangunan Keairan .BAB III METODE PENELITIAN A. C. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui jawaban kuesioner dan wawancara dengan pihak-pihak yang telah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan proyek konstruksi bangunan keairan di Kota Palu dan sekitarnya. maka dibutuhkan data primer dan data sekunder dalam menyusun penelitian ini. konsultan pengawas dan pemilik proyek yang ada berada dilokasi proyek.

1.D. Bagan Alir Proses Penelitian . maka tahap-tahap kegiatan penelitian akan mengikuti bagan alir penelitian seperti yang diperlihatkan pada bagan alir berikut Latar Belakang Masalah Tinjauan Pustaka Perancangan Kusioner dan Sampel Validasi Kusioner Survei/pengumpulan data Data Primer Data Sekunder Pengolahan/analisa data Statistik Deskriptif Statistik Inferensial Statistik Nonparametrik Penyajian Data Dalam Bentuk Table Dan Grafik Relatif Rank Indeks Korelasi Spearman Rank Analisis Hasil dan Pembahasan Kesimpulan dan Saran Gambar 3. Tahapan Penelitian Untuk mencapai tujuan penelitian.

Perancangan Kuesioner dan Sampel Kuesioner dibuat menjadi dua bagian. yaitu tenaga teknis di instansi Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang telah sering terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi. lokasi proyek. Untuk melakukan validasi kuesioner.E. sumber dana. . sistem pemilihan kontraktor. maka dapat kami berikan beberapa proyek bangunan keairan yang akan menjadi sampel penelitian kami selanjutnya. institusi pemilik proyek. jenis proyek yang dikerjakan) dan data responden (seperti tingkat pendidikan terakhir. F. kontraktor pelaksana. nilai proyek. maka responden yang dipilih yaitu pihak pemilik proyek. antara lain proyek bernilai kecil (< Rp. serta konsultan pengawas yang terkait dengan proyek tersebut. Berdasarkan survei awal yang penulis lakukan.1M) dan proyek bernilai non kecil (> Rp. serta status responden pada proyek). maka responden yang dipilih. Pada kuesioner bagian umum ditanyakan mengenai datadata proyek (seperti nama proyek. yaitu kuesioner bagian umum dan kuesioner bagian utama. jenis kontrak.1 M ) Untuk memperoleh informasi mengenai faktor-faktor apakah yang dapat menjadi potensi penyebab terjadinya. Sedangkan bagian utama kuisioner berupa pertanyaan-pertanyaan mengenai seberapa besar suatu faktor berpengaruh menyebabkan terlambatnya suatu proyek bangunan keairan Pertanyaan terdiri dari 25 (dua puluh lima) pertanyaan/faktor. Dari hasil validasi kuesioner dapat diketahui apakah kuesioner layak untuk diedarkan atau perlu dilakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum kuesioner diedarkan. lama pengalaman kerja. Validasi Kuesioner Tujuan dilaksanakannya validasi kuesioner adalah untuk mengetahui apakah pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner mudah untuk dipahami oleh responden.

Data Primer. Output data yang dihasilkan berupa nilai Relatif Rank Index (RRI) dan korelasi Spearmans Rank dibuat dalam bentuk tabel. a. Data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada responden. Adapun responden yang dimaksud adalah kontraktor. Data Sekunder. Jawaban kuisioner dari responden merupakan data primer yang masih bersifat kualitatif. Proses input data dilakukan dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel 2007 dan pengolahan menggunakan program komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 15. . yaitu data yang masih berbentuk kalimat yang selanjutnya harus diolah kedalam bentuk data kuantitatif atau data yang berbentuk angka (skoring). konsultan pengawas dan pemilik proyek (project owner) yang sedang melaksanakan paket proyek bangunan keairan dibawah 1 milyar dan diatas 1 milyar di kota Palu dan sekitarnya. validasi kuesioner dan penyebaran kuesioner kepada responden yang telah ditentukan sebelumnya. Data sekunder merupakan data pendukung yang diperoleh dari instansi terkait yang menangani proyek tersebut. Data yang diambil b. ada beberapa tahap yang ditempuh untuk memperoleh data ini. untuk mengetahui proyek-proyek bangunan keairan yang sedang berlangsung pada tahun anggaran 2008. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi yang sudah diolah oleh pihak lain. Proses pengumpulan data Proses pengumpulan data ini dimaksudkan untuk memudahkan memperoleh data yang dibutuhkan guna menunjang penulisan tugas akhir ini.G. berupa data primer dan data sekunder. sedangkan output dari nilai frekuensinya dibuat dalam penjelasan gambar/grafik. di awali dengan melakukan survey kebutuhan dan kemudian disusul dengan penyusunan kuesioner.

mentah dan tidak terorganisir dengan baik (raw data). Data-data tersebut harus diringkas dengan baik dan teratur. Dengan demikian dalam statistik inferensial dilakukan suatu generalisasi (memperumum) dan hal yang bersifat khusus (kecil) ke hal yang lebih luas (umum). Statistik deskriptif mengacu pada bagaimana menata atau mengorganisasi data. baik dalam bentuk tabel atau persentasi grafis sebagai dasar untuk berbagai pengambilan keputusan. menggambarkan. H. atau menguraikan data. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang berkenaan dengan metode atau cara mendeskripsikan.Hasil nilai Relatif Rank Index (RRI) menghasilkan rangking secara berurut faktor yang dominan berpotensi menyebabkan terlambatnya suatu pekerjaan konstruksi. dan diagram atau grafik dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel. baik secara angka-angka mutlak maupun secara persentasi. menyajikan. b. dan menganalisis data dengan cara membuat tabel. Statistik deskriptif lebih berhubungan dengan pengumpulan. Nilai korelasi Spearsmans Rank menggambarkan tingkat signifikasi data dalam hubungannya antara satu variabel dengan variabel yang lainnya sedangkan nilai frekuensi digunakan untuk melihat perbandingan persentase setiap variabel dari setiap faktor. yaitu statistika yang menggunakan data dari suatu sampel untuk menarik kesimpulan mengenai populasi dari mana sampel tersebut diambil. Statistik Inferensial Statistika Inferensial disebut juga statistik penarikan kesimpulan. peringkasan serta penyajian hasil peringkasan data (Santoso. Statistik deskriptif digunakan untuk analisis bagi variabel-variabel yang dinyatakan dengan sebaran frekuensi. distribusi frekuensi. 2002). Lebih lanjut ia katakan bahwa. . data-data statistik yang dikumpulkan umumnya masih acak. Analisa Data a. menjabarkan.

Data ini dinyatakan dalam skala. Skala ordinal adalah data yang berbentuk ranking atau peringkat. Statistik Nonparametrik Statistik Nonparametrik digunakan untuk menganalisa data yang berbentuk nominal dan ordinal. Hasil pengukuran dapat dipercaya bila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama (selama . Oleh karena itu. yaitu data yang berbentuk rangking atau peringkat. Data kualitatif adalah data yang berbentuk kalimat. konsistensi dan sebagainya. sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan (skoring). Skala Ordinal 1. Pengujian Keandalan Jawaban (Reliability Analisis) Azwar (2001) mengatakan bahwa reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata reliability yang artinya keterpercayaan. kata atau penggambaran. yaitu data yang hanya dapat digolongkan secara terpisah secara diskrit atau kategori data ini diperoleh dari hasil menghitung dan Data ordinal. data ini bisa dinyatakan dalam skala. I II III IV V VI VII 1 2 3 4 5 6 7 Gambar 3. sehingga jarak antara satu data dengan data yang lain tidak sama.1). maka jarak satu data dengan data yang lain tidak sama. untuk mengkuantitatifkan data tersebut diperlukan skala ordinal. keterandalan. yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Jawaban responden yang terkumpul dalam penelitian ini masih merupakan data yang bersifat kualitatif sehingga diubah kedalam data kuantitatif.2. Data hasil penelitian terbagi dua kelompok.1). Data nominal.

Untuk mencapai hal tersebut.aspek yang diukur tidak berubah)... Nilai alpha Cronbach 0.... angket yang membingungkan responden.. 1. berarti cukup reliabel 4. Faktor-faktor menyebabkan kesalahan dapat bersumber dari kesalahan dalam instruksi yang diajukan peneliti.....d....40.. maka peneliti menggunakan bantuan program komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS). Nilai alpha Cronbach 0...1) .80.2). Sebelum melakukan analisa. 0.. Relatif Rank Indeks Pada tahap ini data dianalisis menggunakan program statistik SPSS dan Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai Relative Rank Index (RRI). RRI = 1  i   ∑ li x i  nN  i =1  ..20. 0.. 2005) : 1....21 s.. berarti sangat reliabel Untuk melakukan pengujian tersebut. berarti reliabel 5. Teknik ini digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang paling berpengaruh secara berurut atau berdasarkan rangking guna memperoleh tujuan dari pada penelitian ini. 0. Nilai alpha Cronbach 0.00..42 s... Nilai alpha Cronbach 0... atau kesulitan teknis lainnya (Ilyas dan Arif Tiro.. Jika skala itu itu dikelompok ke dalam lima kelas dengan reng yang sama.... 1.d..60. Keandalan menunjukkan seberapa jauh suatu alat ukur mengandung kesalahan ukur. 2002).. maka ukuran kemantapan alpha dapat diinterprestasikan sebagai berikut (Triton.... 0.. dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan metode Alpha Cronbach. diukur berdasarkan skala alpha Cronbach 0 sampai 1. Adapun faktor-faktor yang akan di analisa di anggap tidak saling mempengaruhi atau bersifat independen.. Nilai alpha Cronbach 0.00 s.d....d.61 s... berarti agak reliabel 3.d.81 s. berarti kurang reliabel 2.. (pers 3. terlebih dahulu dilakukan pengujian keandalan terhadap jawaban responden..

. yang dihitung dengan persamaan : Indeks Kritis = Frekuensi Kejadian x Level dampak 1. Indeks Kritis. Corelation Spearmans Rho ini diuji dengan menggunakan bantuan program komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS). Corelation Spearmans Rho digunakan untuk mencari hubungan atau untuk menguji signifikansi hipotesis asosiasif... Frekuensi kejadian penyebab keterlambatan b)... .3..3). Corelation Spearmans Rho Menurut Sugiono (2004). bila masing-masing variabel yang dihubungkan berbentuk ordinal dan sumber data antara variabel nilainya tidak harus sama.n li : Skala Likert dimana li skala paling rendah dan ln skala paling tinggi xi : Frekuensi nilai skala yang dipilih responden dari i = 1 sampai dengan n Relatif Rank Indeks (RRI) pada penelitian ini diuraikan menjadi : a)..2. Level dampak terhadap keterlambatan proyek c).Dimana : n : Angka tertinggi skala Likert N : Jumlah Responden i : 1.

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan frangkykampey*F11103176 .

karena berdasarkan hasil validasi sebagian besar responden tidak mengalami kesulitan serta telah mengerti dalam melakukan pengisian kuesioner. Apakah pertanyaan dalam kuesioner ini sulit untuk di jawab ? Ya Tidak 5. Apakah pertanyaan ini relevan dengan topik yang dibahas ? Ya Tidak . Untuk lebih jelasnya berikut hasil validasi terhadap kelayakan kuesioner dapat dilihat pada tabel 4. Apakah instruksi dalam kuesioner ini sudah cukup jelas ? Ya 3. Responden Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Pertanyaan Validasi 1 2 3 ± 15 menit Ya Ya ± 15 menit ± 10 menit ± 25 menit ± 20 menit Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya 4 Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak 5 Tidak Tidak Tidak Ya Tidak 6 Ya Ya Ya Ya Ya Keterangan pertanyaan validasi : 1. Hasil Validasi Kusioner terhadap kelayakan kuesioner yang telah disebarkan. Apakah masih perlu penambahan pertanyaan ? Ya Tidak 6. Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mengisi kuesioner ini ? 2. Tidak Apakah pertanyaan dalam kuesioner ini cukup jelas ? Ya Tidak 4.1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.1 : Tabel. 4. Validasi Kusioner Dari hasil pilot studi yang dilakukan oleh peneliti diketahui bahwa kuesioner yang dibuat layak diajukan/disebar kepada para responden.

berupa unsur dasar atau sarana/alat yang meliputi : Tenaga Kerja (man). Responden 4 memiliki latar belakang tingkat pendidikan terakhir Diploma III (D3) dengan pengalaman kerja diatas 5 tahun. untuk contoh kusioner penelitian proyek bangunan keairan yang disebarkan oleh peneliti dapat dilihat lampiran halaman 55. yaitu untuk Responden 1 memiliki latar belakang tingkat pendidikan terakhir Strata I (S-I) dengan pengalaman kerja diatas 5 tahun. material (material) dan biaya (money) dengan mengunakan metode (method) yang dikenal dengan singkatan 5M dan ditambah ruang (space). untuk Responden 2 memiliki latar belakang tingkat pendidikan terakhir Diploma III (D3) dengan pengalaman kerja diatas 5 tahun. B. dan untuk Responden 5 memiliki latar belakang tingkat pendidikan terakhir Diploma III (D3) dengan pengalaman kerja diatas 5 tahun. Yang kedua adalah Data Sekunder berupa data pendukung yang diperoleh dari instansi terkait. Peralatan (machine). nilai proyek. sedangkan untuk Responden 3 memiliki latar belakang tingkat pendidikan terakhir Diploma III (D3) dengan pengalaman kerja diatas 5 tahun. yaitu : Data primer yang terdiri dari hasil wawancara peneliti terhadap responden untuk proyek yang sedang mereka kerjakan. karena ia berpendapat semakin banyak pertanyaan maka analisis semakin tajam. serta kuesioner berupa daftar pertanyaan yang di buat oleh peneliti kemudian diedarkan kepada responden untuk diisi dengan harapan data yang belum diperoleh melalui observasi dan wawancara dapat diperoleh dengan daftar pertanyaan. Dari hasil pilot studi diatas dapat dilihat jawaban dari responden kurang lebih sama. Namun responden yang lain berpendapat faktor-faktor yang ada sudah cukup mewakili karena telah meliputi sumber-sumber yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam manajemen.Adapun data-data umum untuk masing-masing 5 orang responden yang memberikan jawaban pilot study diatas. Proses Pengumpulan Data Proses pengumpulan data yang dilakukan peneliti dibagi atas 2. hanya pada responden 4 pada pertanyaan validasi ke-5. berupa lokasi pelaksanaan proyek. responden menginginkan perlunya penambahan pertanyaan. nama-nama perusahaan kontraktor dan konsultan .

sehingga peneliti harus mengatur lagi pertemuan dengan responden untuk mewawancarainya. sehingga peneliti harus memberikan kusioner kosong untuk di isi kembali. sehingga tidak memiliki waktu untuk mengisi kusioner. 5. Adapun kusioner yang tidak kembali ada 1. Adapun jumlah kusioner yang disebarkan oleh peneliti sebanyak 25 kusioner dari 10 Proyek. 3. 5 proyek tersebut tidak memerlukan pekerjaan yang spesifik sehingga lebih efesien bila di awasi dari pihak pengelola proyek (Balai Wilayah Sungai Sulawesi III) yang kesemuanya rata-rata sudah berpengalaman di atas 10 tahun. Kendala-kendala tersebut antara lain : 1. Lamanya penyebaran dan pengembalian kusioner disebabkan adanya kendalakendala yang di alami oleh peneliti. Keengganan beberapa responden untuk mengisi kusioner. hal tersebut dikarenakan akibat perbedaan pemahaman antara responden dengan peneliti. Sebagian besar kusioner yang telah di isi hanya di titip oleh responden kepada orang yang berada dilapangan. sehingga kusioner yang kembali berjumlah 24 kusioner. Data-data untuk kesepuluh proyek yang kami teliti dapat dilihat pada lampiran halaman 66. Beberapa responden tidak mengerti cara pengisian kusioner sehingga peneliti harus menjelaskannya. Beberapa kusioner yang telah diberikan kepada responden ada yang hilang.yang menangani proyek tersebut. Untuk lebih jelasnya proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dapat dilihat pada lampiran hal 64. walaupun peneliti sudah menunjukkan Surat Permintaan Data dari Kampus dan telah dijelaskan oleh peneliti maksud dan tujuan kusioner tersebut. Kesibukan yang dimiliki oleh Responden. hal tersebut disebabkan ada 5 proyek yang tidak menggunakan jasa Konsultan Pengawas. 2. Berdasarkan hasil wawancara terhadap pemilik peroyek. dan setelah di jelaskan masih ada yang salah cara pengisian kusioner sehingga harus di berikan ulang kusioner yang baru untuk di isi. 4. .

Pemilihan Kontraktor (U1). JENIS KONTRAK Harga Satuan 75% Lump Sump 25% Gambar 4. Persentase Berdasarkan Pemilihan Kontraktor Dari hasil pengisian kuesioner oleh responden. PEMILIHAN KONTRAKTOR Pelelangan Pascakualifikasi 37. Pelelangan Pascakualifikasi sebesar 37. Jenis Kontrak (U2). Karateristik Responden 1. Pemilihan Kontraktor terdiri dari Pelelangan Prakualifikasi sebesar 62% (15 responden).C.2. 2.1.5% Gambar 4. Persentase Berdasarkan Jenis Kontrak .5% Pelelangan Prakualifikasi 62.5% (9 responden) serta Penunjukan Langsung dan Pemilihan Langsung masing-masing sebesar 0%.

3. NILAI KONTRAK PROYEK Non Kecil (> 1M) 75% Kecil (< 1M) 25% Gambar 4. 4.4.Dari Gambar 4.3. Persentase Berdasarkan Nilai Kontrak Proyek . Persentase Berdasarkan Proyek Yang Dikerjakan Berdasarkan hasil pengisian kusioner oleh responden dari 10 proyek bangunan keairan yang diteliti terdapat 92% Proyek Baru (22 responden). PROYEK YANG DIKERJAKAN Proyek Lanjutan 8% Proyek Baru 92% Gambar 4. 8% Proyek Lanjutan (2 responden) dan 0% untuk Proyek Rehabilitasi.2. dapat dilihat bahwa Jenis Kontrak yang digunakan pada proyek yang diteliti adalah 75% untuk Harga Satuan (18 responden) dan 25% untuk Lump Sump (6 responden). Nilai Kontrak Proyek (U4). Proyek Yang Dikerjakan (U3).

Untuk proyek tahun anggaran 2008. memperlihatkan bahwa Nilai Kontrak Proyek untuk skala Non Kecil (> 1M) sebesar 75% (18 responden) sedangkan untuk skala Kecil (< 1M) sebesar 25% (6 responden).5. Persentase Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir .Gambar 4. 6. 88% sumber dananya berasal dari APBN. Tingkat Pendidikan Terakhir (U6). diperoleh hasil bahwa Sumber Dana berasal dari APBN sebesar 88% (21 responden). SUMBER DANA DAU 13% APBN 88% Gambar 4. Sumber Dana (U5). 5. DAU sebesar 13% (3 responden) sedangkan sumber dana yang berasal dari APBD dan ADB sebesar 0%.6. TINGKAT PENDIDIKAN TERAKHIR D3 21% STM dan Sederajat 54% S1 25% Gambar 4. Persentase Berdasarkan Sumber Dana Dari hasil distribusi kusioner.4.

sebesar 13% (3 responden) sebesar 5 tahun serta yang memiliki pengalaman kerja > 5 tahun sebesar 71% (17 responden). D3 sebesar 21% (5 responden) dan S1 sebesar 25% (6 responden) sedangkan untuk tingkat pendidikan S2 sebesar 0%. Persentase Berdasarkan Lama Pengalaman Kerja Berdasarkan Pengalaman Kerja yang dimiliki oleh responden. sebesar 8% (2 responden) yang mempunyai pengalaman kerja 1 dan 2 tahun. Tingkat pendidikan dalam pelaksanaan konstruksi banguan keairan di dominasi oleh responden dengan tingkat pendidikan STM dan sederajat.7. Tingkat Pendidikan Terakhir responden terdiri dari STM dan Sederajat sebesar 54% (13 responden). Lama Pengalaman Kerja (U7).Berdasarkan gambar 4. 7. Dari persentase dapat dilihat bahwa sebagian besar pengalaman kerja (Konsultan Pengawas) sudah mempunyai pengalaman diatas 5 tahun.6. LAMA PENGALAMAN KERJA 1 Tahun 8% > 5 Tahun 71% 2 Tahun 8% 5 Tahun 13% Gambar 4. . S1 dan yang terakhir D3.

kemudian dihubungkan dengan apa yang dilihat langsung oleh peneliti kondisi di lapangan dengan hasil wawancara terhadap responden. Hasilnya dapat dilihat pada tabel 4. Status Responden di Proyek (U8). Persentase Berdasarkan Status Responden di Proyek Dari hasil distribusi kusioner. Analisa Faktor-Faktor Yang Berpotensi Menyebabkan Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan Analisis faktor-faktor hasil dari pengisian responden. Analisis tersebut dapat di ukur dengan cara membandingkan hasil pengisian kusioner yang di lakukan responden dengan yang terjadi dilapangan.8. Hal tersebut juga dapat dibuktikan dengan menggunakan program komputer SPSS (Statistical Product And Service Solution).2 dan 4. 33% Pengelola Teknis PU (8 responden) dan 46% Tenaga Teknis Kontraktor (11 responden).8. . D. dari hasil perbandingan tersebut dapat peneliti katakan bahwa hasil pengisian kusioner oleh responden dapat dipercaya. hal tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kebenaran alat ukur (kusioner) terhadap subyek penelitian yang terjadi di lapangan.3 dibawah ini. STATUS RESPONDEN DI PROYEK Tenaga Teknis Kontraktor 46% Pengaw as Pemilik Proyek 8% Pengelola Teknis (PU) 33% Konsultan Pengaw as 13% Gambar 4. 13% Konsultan Pengawas (3 responden). diperoleh hasil bahwa sebanyak 8% Pengawas Pemilik Proyek (2 responden).

875 N of Items 25 Tabel 4.906 N of Items 25 Hasil pengujian reability indeks Cronbach’s Alpha cukup memuaskan karena indeks yang di hasilkan sebesar 0. kemudian datanya dianalisa untuk mencari 10 peringkat yang paling berpotensi terhadap keterlambatan untuk tingkat keseringan dan level dampak pada proyek bangunan keairan untuk tahun anggaran 2008 di kota Palu dan sekitarnya. dimana nilai tersebut berada di atas nilai indeks minimum yaitu sebesar 0. yang diperkuat dengan analisis menggunakan program komputer SPSS.0. Berdasarkan hasil analisa jawaban responden tersebut.2. maka dilakukan analisa Reliability Cronbach’s Alpha. peneliti dapat mengurut 10 peringkat untuk faktor yang berpotensi menyebabkan keterlambatan. Teknik perhitungan koefisien Cronbach's Alpha digunakan untuk menguji reliabilitas. Tabel 4. Hasil Analisa Relative Rank Indeks dan Rangking Berdasarkan hasil pengisian kusioner oleh responden. Realibility Statistics Untuk Dampak Faktor Terhadap Keterlambatan Cronbach's Alpha .875 untuk frekuensi dan 0. dengan cara jawaban responden terhadap kusioner diatas diolah dengan mencari nilai Relative Rank Index (RRI) masing-masing jawaban untuk variabel .1. Untuk mencari kesepuluh peringkat tersebut dapat di lihat dari hasil pengisian kusioner pada jawaban-jawaban responden yang dianggap ekstrim (skor 5 dan 6) untuk level frekuensi dan level dampak. Hasil Analisa Realibility Cronbach’s Alpha Sebelum melakukan analisis RRI.3.70. Realibility Statistics Untuk Tingkat Frekuensi Terjadinya Faktor Cronbach's Alpha .906 untuk dampak. 2. Untuk menguji reliabilitas digunakan bantuan program SPSS versi 15.

Kesepuluh faktor tersebut dapat dilihat di bawah ini. sehingga diperoleh hasil akhir berupa ranking dari faktorfaktor tersebut dengan menggunakan program SPSS. Menurut responden. Ini menunjukkan walaupun frekuensinya jarang terjadi tetapi faktor tenaga kerja sangat memberi dampak terhadap keterlambatan proyek. sedangkan untuk tingkat frekuensi berada pada peringkat keempat dan untuk level dampaknya berada pada peringkat kedua. 63). diperoleh hasil rangking faktor-faktor berdasarkan nilai indeks kritis faktor tersebut terhadap masing-masing proyek yang diteliti. disini peneliti mengunakan SPSS versi 15. kondisi cuaca akhir-akhir ini sangat sulit untuk diperkirakan hal tersebut terjadi akibat pemanasan global dan juga untuk proyek irigasi 90% bahan konstruksinya menggunakan semen sehingga walaupun hujannya tidak deras kontraktor enggan untuk bekerja akibatnya proyek menjadi terlambat.0. level dampak terhadap keterlambatan proyek. Dari hasil analisis kusioner dengan menggunakan program SPSS. serta nilai indeks kritis. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden. akibatnya kualitas pekerjaan yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan yang juga berakibat pada kecepatan proses pekerjaan. (lihat lampiran hal. . (lihat lampiran hal. Tenaga kerja yang digunakan kurang terampil berada pada peringkat kedua berdasarkan nilai Indeks Kritis. tenaga kerja yang digunakan rata-rata tenaga kerja yang masih minim pengalaman akan pekerjaan bangunan keairan. juga terkadang di lokasi proyek tidak terjadi hujan tetapi di bagian hulu sungai terjadi hujan sehingga permukaan air di lokasi proyek menjadi naik. Kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya merupakan faktor yang frekuensinya paling sering terjadi selama pelaksanaan proyek dan juga sangat memberikan dampak terhadap keterlambatan proyek yang diteliti. Kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya berada pada peringkat pertama untuk nilai Indeks Kritis. 61). tingkat frekuensi dan level dampak. Hal tersebut terjadi karena kontraktor menginginkan pembayaran upah yang rendah untuk tenaga kerja yang digunakan.tingkat frekuensi terjadinya faktor.

Penyebab lain kekurangan tenaga kerja/personil dikarenakan banyaknya proyek yang ditangani oleh kontraktor. peralatan. akibatnya produktifitas menjadi menurun maka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan juga menjadi semakin lama. peringkat kedua untuk tingkat Frekuensi dan peringkat ketujuh untuk level Dampak. kontraktor rata-rata dalam waktu yang bersamaan mengerjakan dua proyek sekaligus bahkan lebih. akibatnya sangat berdampak keterlambatan proyek yang sedang ditangani. Menurut responden. (lihat lampiran hal. lagi-lagi karena kontraktor menginginkan keuntungan yang besar dengan cara mengurangi tenaga kerja/personil. Kerusakan alat berat sangat berdampak terhadap keterlambatan pekerjaan karena harus menunggu perbaikannya terlebih dahulu. hal tersebut terjadi karena ketidak jujuran pihak penyedia jasa atau panitia tender pada proses pelelangan. seringnya peralatan yang digunakan mengalami kerusakan disebabkan karena sebagian besar alat berat yang digunakan merupakan alat yang sudah cukup tua. 61). Pada proyek bangunan keairan yang kami teliti.Untuk Faktor Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat berada pada peringkat ketiga untuk nilai Indeks Kritis. Menurut responden. Selanjutnya faktor peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan berada pada peringkat kelima untuk nilai Indeks Kritis. (lihat lampiran hal. Akibat dari kontraktor menangani proyek diberbagai tempat terjadi keterbatasan tenaga kerja. sedangkan untuk tingkat Frekuensi berada pada peringkat ketiga dan peringkat keempat untuk Level Dampak. 61). keuangan sehingga mempengaruhi waktu penyelesaian pekerjaan. (lihat lampiran hal. peringkat enam besar untuk tingkat Frekuensi dan peringkat ketiga untuk Level Dampak. 62). selain itu penyebab lain diakibatkan karena banyaknya proyek yang ditangani oleh kontraktor dalam waktu yang bersamaan sehingga peralatan sering mengalami kerusakan. personil yang seharusnya digunakan dilokasi proyek ini masih digunakan di proyek lain. dalam hal ini pengguna jasa (kontraktor) mengalami kekurangan tenaga kerja/personil terjadi karena ketidakpatuhan terhadap kontrak kerja yang telah disepakati bersama. Pada peringkat keempat ditempati oleh faktor kekurangan tenaga kerja/personil untuk nilai indeks kritis. .

Contoh lain ketidak patuhan terhadap kontrak kerja dapat dilihat dari pelaksanaan pekerjaan konstruksi dimulai tidak sesuai dari jadwal yang telah dibuat dalam time schedulle. (lihat lampiran hal. seperti menyediakan alat berat kurang dari kontrak yang disetujui. Hal tersebut mengakibatkan faktor kekurangan peralatan masuk kedalam sepuluh peringkat penyebab keterlambatan proyek bangunan keairan. Akibat utama kekurangan peralatan dilokasi pekerjaan terjadi akibat terlalu banyak proyek yang ditangani oleh kontraktor sehingga peralatan yang digunakan di lokasi proyek jadi berkurang. 62). (lihat lampiran hal. Selanjutnya keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok berada pada peringkat kesembilan untuk nilai indeks kritis. peringkat kelima untuk tingkat frekuensi sedangkan level dampak berada pada peringkat keenam. 62). juga tidak menggunakan tenaga kerja telah di kualifikasi. 61). akibatnya keterlambatan terjadi karena harus menunggu peralatan selesai dipakai di lokasi proyek yang lain dan terkadang alat menjadi rusak sehingga harus menunggu untuk diperbaiki. waktunya lambat dimulai hingga satu bulan. Hal yang menyebabkan keterlambatan dari subkontraktor disebabkan dari perubahan kebijakan pemerintah yang menaikkan . Adanya perubahan kebijakan pemerintah berada pada peringkat kedelapan besar untuk nilai indeks kritis dan peringkat ketujuh belas untuk tingkat frekuensi serta peringkat kelima untuk level dampak. peringkat kedelapan masing-masing untuk tingkat frekuensi dan Level Dampak. sedang pada tingkat frekuensi berada pada peringkat enam besar dan untuk level dampak berada pada peringkat kesembilan belas.Faktor kekurangan peralatan berada pada peringkat keenam untuk nilai Indeks kritis. ketidak patuhan terhadap kontrak kerja sering dilakukan oleh kontraktor. Menurut responden. (lihat lampiran hal. Hal yang sangat dipengaruhi dari perubahan kebijakan pemerintah yaitu menaikkan harga BBM sehingga terjadi kenaikan harga barang material yang akan dipakai di lokasi proyek dan harga produksi alat akibatnya pembengkakan terhadap biaya pelaksanaan tidak dapat dihindari. Kemudian untuk faktor peringkat ketujuh untuk nilai Indeks kritis adalah faktor Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja.

6100 1 2 7 4 3 6 Rank .6100 0.5200 0.7400 0.7700 0.4.5500 0.5300 0.6400 0. Indeks Kritis No (1) 1 2 3 4 5 6 Kode Faktor (2) C19 B7 B11 B6 B8 B3 Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan (3) Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat Kekurangan tenaga kerja / personil Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan Kekurangan peralatan RRI (4) 0. Perubahan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah seperti menaikkan harga BBM pada saat itu berimbas kepada sulitnya material ditemui dipasaran. Pada faktor material yang digunakan jarang ditemui dipasaran berada pada peringkat kesepuluh untuk nilai indeks kritis.harga BBM sehingga material yang akan dipasok oleh subkontraktor seperti besi dan semen menjadi terlambat.6600 0.5300 1 2 3 4 5 6 Rank Tingkat Frekuensi RRI (5) 0. peringkat kesembilan untuk tingkat frekuensi.4800 0.5800 0. 4. a).5800 0.5 5 Rank Level Dampak RRI (6) 0. Penyebab lainnya adalah. sedangkan level dampak berada pada peringkat ke-15 besar.6000 0. RRI dan Rangking Faktor Penyebab Keterlambatan Responden Secara Umum (Overall).5900 0.8100 0.4900 1 4 2 3 6.6800 0. karena faktor cuaca yang tidak menentu sehingga proses pengiriman besi ulir melalui ekspedisi menjadi terlambat. Hasil Analisa Relative Rank Indeks dan Rangking Secara Umum Berdasarkan SPSS Tabel.

4300 0.4600 19 15. yang juga termasuk kedalam 10 besar faktor-faktor penyebab keterlambatan berdasarkan penelitian sebelumnya. Untuk itu jawaban responden yang mengatakan faktor kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya dapat dikatakan jawaban yang bersifat bias.Tabel.4500 0. Adapun hasil perbandingannya adalah. peralatan .4 diatas. 4. (Lanjutan) Indeks Kritis No (1) 7 8 Kode Faktor (2) B9 C16 Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan (3) Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja Adanya perubahan kebijakan pemerintah (mis : kenaikan BBM.4800 0. tidak dapat dijadikan sebagai potensi maupun penyebab keterlambatan proyek. kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya.4. Selanjutnya RRI dan Rangking keseluruhan secara umum untuk 25 faktor penyebab keterlambatan dapat dilihat pada lampiran halaman 74.4300 0. RRI dan Rangking Faktor Penyebab Keterlambatan Responden Secara Umum (Overall). kemudian dibandingkan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya (Waliansyah W.hari libur . Tamsil H). Dari hasil penelitian kami di atas.5600 0.5 9 0.4800 0.4600 7 8 Rank Tingkat Frekuensi RRI (5) 0.4300 9 10 0. Faktor-faktor tersebut yaitu tenaga kerja yang digunakan tidak terampil.4200 6.hari hujan).3600 8 17 Rank Level Dampak RRI (6) 0.6300 8 5 Rank 9 10 C18 C20 0. kekurangan tenaga kerja/personil. Untuk matriks sepuluh besar penyebab keterlambatan diatas berdasarkan hasil wawancara peneliti terhadap responden lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran halaman 61. dikarenakan hal tersebut sudah dapat diketahui berdasarkan perhitungan Hari Efektif Kerja (360 hari kalender . nilai tukar mata uang) Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok Material yang digunakan jarang ditemui di pasaran RRI (4) 0.5 Keterangan : 4 : Rangking faktor berdasarkan nilai Indeks Kritis ( Indeks Kritis = Tingkat Frekuensi x Level Dampak ) 5 : Rangking faktor berdasarkan tingkat frekuensi kejadian keterlambatan 6 : Rangking faktor berdasarkan level dampak terhadap proyek Catatan : Untuk Faktor Kondisi Cuaca yang tak terduga sebelumnya (C19) pada tabel 4. Hidayat R. terdapat sembilan faktor penyebab keterlambatan konstruksi bangunan keairan.

jika koefisien korelasi negatif. Koefisien korelasi menunjukkan kekuatan (strength) hubungan linier dan arah hubungan kedua variabel acak.5 : Korelasi cukup 4). maka kedua variabel mempunyai hubungan searah. keterlambatan yang disebabkan oleh subkontrkator/pemasok dan material yang digunakan jarang ditemui dipasaran. Analisa Korelasi Spearman’s Rank Besarnya koefisien korelasi berkisar antara +1 s/d -1.99 : Korelasi sangat kuat 6). kekurangan peralatan. Jika koefisien positif.0) untuk melakukan korelasi berdasarkan metode spearman rho.25 – 0. 3. dapat dilihat pada tabel 4.75 – 0.75 : Korelasi kuat 5).5 – 0.5 berikut ini: . ada enam kriteria mempunyai hubungan terbalik. 0 : Tidak ada korelasi antara dua varibel 2). ketidak patuhan terhadap kontrak kerja. adanya perubahan kebijakan pemerintah. > 0. maka kedua variabel Menurut Sarwono (2008). > 0 – 0. Hasil korelasi antara 10 (sepuluh) besar faktor-faktor yang paling berpotensi berpengaruh terhadap keterlambatan proyek bangunan keairan. > 0. Dari hasil perbandingan diatas. untuk memudahkan melakukan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel. 1 : Korelasi sempurna Untuk mengetahui seberapa besar korelasi antara jenis proyek yang satu dengan jenis proyek yang lainnya. Sebaliknya.yang digunakan sering mengalami kerusakan. maka di gunakanlah program (SPSS versi 15. > 0.25 : Korelasi sangat lemah 3). yaitu : 1). terlihat bahwa ke sembilan faktor tersebut merupakan faktor-faktor yang berpengaruh untuk menyebabkan keterlambatan pada proyek bangunan keairan.

23440 0.53425** 0.47563* B. 0.09289 0.8 0.51920 0.09616 0.24702 0.5.69435 0.9 0. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.77890 0.06049 0.31825 .08458 0.21519 0. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.18593 0.05 level (2-tailed).50384 0.00001 .48048* 0.72330 . 0.80460 0.39582 0.00017 0. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.08488 0.00059 0.18 0.13832 0. ** : Correlation is significant at the 0.10765 0.61395** B.35905 0.53257** 0.Tabel 4.3 Sig.76914** 0.34749 0.00210 0.00716 0.23121 .07623 0.00005 .03536 * : Correlation is significant at the 0.59820 .86142 0.11 C.01 level (2-tailed). 0.01882 0.20 0.14984 0.21274 B.7 0.03763 0. (2-tailed) 0.04538 0.9 B.7 B.19 0.19 C.33671 0.15550 0. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.13005 0.05554 0. (2-tailed) Correlation Coefficient 0.16568 C.19143 0.43909 0.24455 .04132 0.3 Correlation Coefficient B.31792 0.46465* B.02216 0.07802 C.64984** B. (2-tailed) Correlation Coefficient .20997 0. Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Faktor-faktor yang Paling Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan B.35073 0.32474 0.46812 0.11327 0.6 1 B.25391 0.25224 0. 0.37021 0.43128* 0. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.16 0.11 0.23912 0. 0. 0.66148 0.19656 0.14340 0.30317 0.84798 0. N = 24 .59635** 0.09421 0.01748 Sig. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Sig.26045 0. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) Correlation Coefficient Sig.18 C.28700 0.35727 0.8 B.41211* 0.17391 0. 0.69285** C.28034 0. 0.00142 .20 B.00738 0.38438 0.16 C.72990** 0.18455 .6 0. 0.26254 0.71708 0.05331 C.

yaitu faktor kekurangan peralatan memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor material yang digunakan jarang ditemui dipasaran. Sedangkan untuk korelasi pada level 0. faktor peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan memiliki hubungan yang signifikasi dengan . faktor ketidak patuhan terhadap kontrak kerja memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor adanya perubahan kebijakan pemerintah.Keterangan : B3 = Kekurangan peralatan B6 = Kekurangan tenaga kerja / personil B7 = Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil B8 = Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan B9 = Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja B11 = Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat C16 = Adanya perubahan kebijakan pemerintah (mis : kenaikan BBM) C18 = Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok C19 = Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya C20 = Material yang digunakan jarang ditemui di pasaran Dari tabel 4. terdapat lima korelasi faktor yang mempunyai hubungan yang signifikasi pada level 0. faktor kontraktor menangani proyek diberbagai tempat memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor material yang digunakan jarang ditemui dipasaran. faktor tenga kerja yang digunakan tidak terampil memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor kontraktor menagani proyek diberbagai tempat. faktor tenaga kerja yang digunakan tidak terampil memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya. faktor kekurangan tenaga kerja/personil memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor tenaga kerja yang digunakan tidak terampil dan kontraktor menangani proyek di berbagai tempat.5 diatas dapat dilihat hasil korelasi faktor-faktor berdasarkan 10 faktor yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan.01 terdapat delapan korelasi faktor.05 yaitu faktor kekurangan peralatan memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan dan faktor ketidak patuhan terhadap kontrak kerja.

7.000 .000(**) . Korelasi Spearmans Dikerjakan (U3) Rank Berdasarkan Kategori Proyek Yang Correlation Coefficient Proyek Baru Sig. faktor ketidak patuhan terhadap kontrak kerja memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor material yang digunakan jarang ditemui di pasaran.6. (2-tailed) N 1. 25 ** Correlation is significant at the 0. faktor Adanya perubahan kebijakan pemerintah memiliki hubungan yang signifikasi dengan faktor Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok. (2-tailed) N Correlation Coefficient DAU Sig.000 . 25 ** Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N Non Sarjana 1.000 25 Sarjana .620(**) 0. Tabel 4.722(**) 0. 25 1.faktor ketidak patuhan terhadap kontrak kerja dan faktor material yang digunakan jarang ditemui di pasaran. Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Sumber Dana (U5) APBN Correlation Coefficient DAU 1. 25 APBN Sig. Proyek Baru 1.000(**) .000 .01 level (2-tailed). (2-tailed) N Correlation Coefficient Proyek Lanjutan Sig. Tabel 4. 25 1.01 level (2-tailed).000 . 25 Tabel 4.620(**) 0. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sarjana Sig.000 .01 level (2-tailed).722(**) 0. 25 . . Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Pendidikan Terakhir (U6) Correlation Coefficient Non Sarana Sig. 25 .8.001 25 1.000 .001 25 Proyek Lanjutan .000 25 1. (2-tailed) N ** Correlation is significant at the 0.

lama pengalaman kerja (U7) serta status responden di proyek (U8). 25 ** Correlation is significant at the 0. .000 25 1.783(**) 0. Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Lama Pengalaman Kerja (U7) Correlation Coefficient 1 . (2-tailed) N Penyedia Jasa 1.01. sumber dana (U5).000 .10.5 Tahun Sig.000 25 Pengguna Jasa .000 .9.783(**) 0. 25 ** Correlation is significant at the 0. Dari hasil korelasi pada tabel-tabel diatas.Tabel 4. 25 . pendidikan terakhir (U6).01 level (2-tailed). (2-tailed) N Correlation Coefficient > 5 Tahun Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Pengguna Jasa Sig.000 25 > 5 Tahun . Hal ini menunjukkan bahwa hasil peringkat dari faktor-faktor penelitian ini sudah mewakili untuk semua kategori yang telah kami susun sebelumnya.000 . 25 .5 Tahun 1. masing-masing memiliki korelasi yang kuat/signifkan pada level 0.847(**) 0. terlihat bahwa korelasi peringkat dari faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pada proyek-proyek konstruksi berdasarkan kategori proyek yang dikerjakan (U3). (2-tailed) N 1 .847(**) 0. Tabel 4.01 level (2-tailed).000 25 1. Korelasi Spearmans Rank Berdasarkan Kategori Status Responden Di Proyek (U8) Correlation Coefficient Penyedia Jasa Sig.000 .

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan frangkykampey*F11103176 .

tidak dapat dijadikan sebagai potensi maupun penyebab keterlambatan proyek. keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok. Pendidikan terakhir. kontraktor menangani proyek diberbagai tempat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai potensi faktorfaktor yang menyebabkan keterlambatan Proyek Bangunan Keairan di Kota Palu dan Sekitarnya secara keseluruhan (overall). lamanya pengalaman pekerjaan.hari libur .BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. sehingga kekurangannya harus dipesan dari luar kota Palu. Sumber dana. Solusi untuk permasalahan ini adalah dengan pemesanan material jauh hari sebelum material tersebut akan digunakan. Untuk faktor material yang digunakan jarang ditemui dipasaran untuk proyek bangunan keairan yang kami teliti seperti baja ulir yang harus dipesan di luar kota Palu. kekurangan tenaga kerja/personil.hari hujan). Berdasarkan hasil korelasi terlihat bahwa korelasi peringkat dari faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pada proyek-proyek konstruksi berdasarkan kategori proyek yang dikerjakan. Untuk itu jawaban responden yang mengatakan faktor kondisi cuaca yang tak terduga sebelumnya dapat dikatakan jawaban yang bersifat bias. 2. ketersediaan bahan tersebut yang ada di kota Palu tidak mencukupi kebutuhan proyek. faktor-faktor yang masuk dalam 10 (sepuluh) besar nilai indeks kritis adalah : Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya(*). adanya perubahan kebijakan pemerintah. Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil. peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan. Kesimpulan 1. kekurangan peralatan. ketidakpatuhan teradap kontrak kerja. dikarenakan hal tersebut sudah dapat diketahui berdasarkan perhitungan Hari Efektif Kerja (360 hari kalender . dan material yang digunakan jarang ditemui dipasaran. (*) Untuk Faktor Kondisi Cuaca yang tak terduga sebelumnya diatas. dan status responden di proyek masing-masing memiliki .

agar hal tersebut tidak terjadi lagi kepada peneliti selanjutnya. B. Dalam penyebaran dan pengembalian kusioner. perlu di tambahkan faktor ketersediaan suku cadang peralatan dikarenakan faktor tersebut juga sangat berpotensi menyebabkan keterlambatan. Peralatan yang digunakan terutama alat berat yang digunakan oleh kontraktor di kota Palu sebagian besar adalah alat yang sudah cukup tua sehigga peralatan tersebut sering rusak. peneliti mengalami beberapa kendala.01. dimulai dari pada saat pelelangan sampai proyek berakhir. Saran 1.korelasi yang kuat / signifkan pada level 0. Untuk itu faktor ketersediaan suku cadang peralatan perlu untuk diperhatikan demi kelancaran dan kecepatan pelaksanaan proyek dan perlu dimasukkan kedalam pertanyaan faktor pada kusioner untuk penelitian selanjutnya. Dari kesepuluh peringkat potensi penyebab keterlambatan proyek bangunan keairan di kota Palu dan sekitarnya yang kami teliti. sehingga penyebab terjadinya faktor-faktor di atas lebih diketahui secara detail. pemesanan suku cadang peralatan tersebut membutuhkan waktu yang lama akibatnya pelaksanaan pekerjaan proyek menjadi terlambat. yaitu setelah memberikan kusioner kepada responden sebaiknya peneliti meminta nomor handphone dan alamat kantor/rumah responden untuk memudahkan mengatur pertemuan wawancara dan mempercepat pengembalian kusioner. salah satu caranya. 3. Penelitian selanjutnya sebaiknya lebih difokuskan pada satu jenis proyek (penelitian studi kasus). Hal ini menunjukkan bahwa hasil peringkat dari faktor-faktor penelitian ini sudah mewakili untuk semua kategori yang telah kami susun sebelumnya. 2. .

419 – 425. Tugas Akhir Universitas Tadulako. M.. Fakultas Teknik. Aerospace and Civil Engineering. (2002a) "The characteristics of Periodic and Project Prequalification Practices in the UK. Rahmat. M. Harris. 960-972. New Jersey. (1997). (2007).. ”Factors Influencing Construction Time And Cost Oveerun On High-Rise Project In Indonesia. and Project Control” Prentice-Hall. Konsep dan Taxonomi. F. UK Mangitung. D. Istimawan. “ Unpublished PhD thesis. (2006). 83-94. Olomolaiye. Holt. M. D. C. The University of Manchester. Yogyakarta. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi Berdasarkn Persepsi Kontraktor. “Managing The Construction Process : Estimating. Manajemen Konstruksi. Scheduling.DAFTAR PUSTAKA Dipohusodo. Istimawan. Elinwa. Universitas Tadulako. Jilid 2. Dipohusodo. ”Manajemen Konstruksi. Upper Saddle River. Hidayat. P.” Catatan Perkuliahan. Manajemen Proyek dan Konstruksi. (1996). (1997). U.” Construction Management and Economics. D. (1996).. and Emsley. Kanisius. G. Jurusan Teknik Sipil. F. ”Time-Overrun Factors In Nigerian Construction Industry. USA. Manajemen Proyek dan Konstruksi. (2001).. Mangitung. . O. M. Palu Kaming. Joshua." The 10th International CIB Symposium of the W65 Commission on Organisation and Management of Construction: Construction Innovation and Global Competitiveness. Inc. Gould. Definisi. Kanisius. School of Mechanical. A. University of Cincinnati. M. P.. Ohio. D. ”Modelling the influence of periodic pregualification criteria on project performance.” Journal Of Construction Engineering and Management. Yogyakarta.. Jilid 1.. Mangitung. Manchester. W. Frederick E. (2005).

2nd ed. Sugiyono (2008). Tamsil. Rastuti. CV Alfabeta. (1987). Jakarta Soehendradjati.Mangitung. J. New York. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi Berdasarkan Persepsi Pemilik Proyek.id/file/dasminsiduipbbab4. Budiman. Erlangga. (1995). (1999). D. diakses 23/09/09 pukul 11:45 WITA) Prabowo.damandiri. Soeharto.or. Nonparametric statistics for the behavioral sciences. Wahyu (2007). Jurusan Teknik Sipil. Palu . Andi. Dimensi Teknik Sipil Vol. ”Pengendalian Waktu Proyek. Statistik Nonparametris. and Castellan. Online. Bandung. Manajemen Proyek dari Konseptual Sampai Operasional. Siegel. (1988). N. USA. Jurusan Teknik Sipil. Jonathan. (2008). McGraw-Hill. M. Manajemen Konstruksi. Universitas Gajah Mada. Imam. (2007). Panduan Lengkap Untuk Belajar Komputasi Statistik. Fakultas Teknik. (2006). Fakultas Teknik. Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek Klasifikasi dan Peringkat dari Penyebab-Penyebabnya. Diktat Kuliah : ”Manajemen Konstruksi”. Palu Waliansyah. (http://www. Yogyakarta. S.” Catatan Perkuliahan.. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi Berdasarkan Persepsi Konsultan Pengawas. RJB. Tugas Akhir Universitas Tadulako. Universitas Tadulako. Yogyakarta.pdf). 1 Sarwono. Tugas Akhir Universitas Tadulako.

Analisis faktor keterlambatan pada proyek bangunan keairan frangkykampey*F11103176 .

kontraktor.KUESIONER PENELITIAN Nama Judul TA Jurusan Fakultas No. Universitas Tadolako. Atas partisipasi Bapak/Ibu. Saya sebagai mahasiswa yang menyusun tugas akhir. mohon lembar identitas responden diberi Stempel Instansi/Perusahaan dan Tanda Tangan Responden untuk menjamin keaslian dari data yang telah diberikan oleh responden. HP : FRANGKY KAMPEY : Analisa Potensi Penyebab Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan : Sipil (S1) : Teknik : 085656500026 / 4775758 Maksud Penelitian : Survei ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menjadi potensi penyebab keterlambatan proyek Bangunan Keairan di Kota Palu dan sekitarnya. 4. saya ucapkan banyak terima kasih. 2. Kuesioner ini adalah bagian dari Tugas Akhir Mahasiswa Teknik Sipil program studi S-1.pihak yang terkait dengan proyek yang sedang diteliti yaitu pihak pemilik proyek. 3. Setelah pengisian kuesioner. Syarat-Syarat Pengisian Kuesioner 1. kontraktor dan konsultan pengawas. sehingga hasil survey ini dapat memberikan masukkan kepada para pihak atau pemangku kepentingan jasa konstruksi. Data yang diisi oleh responden dijamin kerahasiaannya oleh peneliti dan hanya rangkuman data yang telah dianalisa yang disajikan dalam tugas akhir.dan konsultan pengawas yang sedang terlibat dalam proyek konstruksi. Hasil survey yang berdasarkan persepsi dari pemilik proyek. Kuesioner ini diisi oleh pihak . . diharapkan dapat memberikan informasi mengenai faktor-faktor apa yang dapat menjadi potensi penyebab keterlambatan proyek Bangunan Keairan di Kota Palu dan sekitarnya. memohon kepada Bapak/Ibu untuk membantu penelitian ini dengan cara mengisi kuesioner berdasarkan pengalaman selama terlibat dalam proyek konstruksi. semoga dapat menjadi masukan yang sangat berharga bagi pendidikan dan ilmu pengetahuan.

......................... : …………………………………………............................... : ............ Nama Responden : : …………………………………………. : ………………………………………….............. DATA PROYEK 1........................................ : …………………………………………................... : ................ Pemilihan Kontraktor : ....................... 4.. 3............................................... Tanda Tangan Stempel Jabatan dalam perusahaan/instansi Nama perusahaan Tanggal Mengisi Kuesioner Bagian Umum (isilah titik-titik yang tersedia atau pilih salah satu dengan memberi tanda kali: X atau lingkaran: O) A...... 2.. : Penunjukan Langsung Pemilihan Langsung Pelelangan Prakualifikasi Pelelangan Pascakualifikasi Jenis Kontrak : Lump Sump Harga Satuan Proyek yang dikerjakan : Nilai proyek konstruksi Sumber dana : : Baru < 1 Milyar APBN DAU Rehabilitasi ≥ 1 Milyar APBD ……………… Lanjutan ADB ................................ Nama Proyek Lokasi Proyek Institusi Pemilik Proyek 2..........Identitas Responden 1..

Antara 4 dan 6 6. Tidak Memberi Dampak 3. . Hampir Tidak Memberi Dampak 5. Sudah berapa lama anda terlibat dalam pelaksanaan proyek (pengalaman kerja di proyek) ? 1 tahun 2 tahun 3 tahun 3. Sering 5. Hampir Memberi Dampak 4. Status anda (responden) di Proyek ? Konsultan Pengawas Pengelola teknis (PU) 4 tahun 5 tahun Tenaga teknis kontraktor >5 tahun ………… Kuesioner Bagian Utama (pilih salah satu dengan memberi tanda kali : X atau lingkaran : O) Berdasarkan pengalaman di proyek untuk konstruksi Bangunan Keairan. Sangat Jarang 2. DATA RESPONDEN 1. Sangat Tidak Memberi Dampak 2. Sangat Sering 1 sampai 6 untuk probabilitas dampak faktor terhadap keterlambatan proyek : 1. Jarang 4. Antara 1 dan 3 3. Bapak/Ibu diminta untuk memilih salah satu pilihan yang tersedia : 1 sampai 6 untuk tingkat frekuensi keterlambatan proyek konstruksi Bangunan Keairan : 1. Memberi Dampak 6. Apakah tingkat pendidikan terakhir anda ? D3 S1 S2 ………… STM dan Sederajat 2. Sangat Memberi Dampak Bila ada tambahan hal-hal yang tidak disebutkan silahkan di isi dibaris kosong yang tersedia.B.

nilai tukar mata uang) Banyaknya hambatan untuk menuju ke lokasi proyek (mis: belum adanya jalan yang memadai) 16 17 . 15 Tingkat Frekuensi Penyebab Keterlambatan 1 2 3 4 5 6 Level Dampak Terhadap Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan 1 2 3 4 5 6 Kategori Jenis Keterlambatan Yang Disebabkan Oleh Pengguna Jasa Perencanaan yang kurang lengkap Perubahan desain berdasarkan keinginan pemilik proyek Kategori Jenis Keterlambatan Yang Disebabkan Oleh Kontraktor Kekurangan Peralatan Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek sehingga harus dikerjakan kembali Mobilisasi peralatan yang terlambat Kekurangan tenaga kerja / personil Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja Terlambat membayar upah pekerja Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat Menggunakan metode/teknik pelaksanaan yang baru dan belum umum digunakan Perkiraan penggunaan material yang tidak akurat Perselisihan yang terjadi di lapangan Kategori Jenis Keterlambatan Yang Disebabkan Oleh Non-Para Pihak Terjadinya kejadian yang tak terduga (mis : kerusuhan. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 C. bencana alam dilokasi proyek) Adanya perubahan kebijakan pemerintah (mis : Kenaikan BBM.Faktor-Faktor Yang Dapat NO Menjadi Potensi Penyebab Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan A. 1 2 B.

26 27 28 29 30 Terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu.Faktor-Faktor Yang Dapat NO Menjadi Potensi Penyebab Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan 18 19 20 D. dengan mengisi kusioner ini. . 21 22 Tingkat Frekuensi Penyebab Keterlambatan 1 2 3 4 5 6 Level Dampak Terhadap Keterlambatan Proyek Bangunan Keairan 1 2 3 4 5 6 Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya Material yang digunakan jarang ditemui di pasaran Kategori Jenis Keterlambatan Yang Disebabkan Oleh Pengguna Jasa dan Kontraktor Alokasi dana yang tidak cukup Buruknya koordinasi antara pihakpihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek Cara pembayaran /penarikan termin yang tidak umum (mis: termin dapat ditarik setelah progres fisik mencapai 60%). Prediksi terhadap lokasi lapangan atau goegrafis proyek yang tidak akurat Buruknya monitoring dan control Faktor – Faktor tambahan …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… 23 24 25 E.

.............................................................................................................................................................................................................. .......................................... Apakah pertanyaan dalam kuesioner ini sulit untuk di jawab ? Ya Jika Ya alasannya : ....................................................Kuesioner Pilot Study Hal ini dilakukan untuk mendapatkan masukkan/saran dan informasi mengenai kuesioner............................................... ........ 2................................................................................................................................................................................................................................... 4............ ........................................................................................................................................ ................................................................................ Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mengisi kuesioner ini ? ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ...................................................................................................... ....................................................................................................................... Apakah pertanyaan ini relevan dengan topik yang dibahas ? Ya Jika tidak alasannya : Tidak ............................................... Apakah masih perlu penambahan pertanyaan ? Ya Tidak Tidak Tidak Tidak ............ Tolong berikan kesan dan pesan jika ada : ...................... Mengenai pertanyaan kuesioner : 1............................................................................................................... Apakah instruksi dalam kuesioner ini sudah cukup jelas ? Ya Jika tidak alasannya : ...... ......................................................... Apakah pertanyaan dalam kuesioner ini cukup jelas ? Ya Jika Tidak alasannya : .......................................................................................................................... Hal umum mengenai kuesioner : 1................. 2..................................................................................................................................... 3.................................

ini juga diakibatkan karena banyaknya proyek yang sedang ditangani. Alat-alat berat yang semestinya sudah harus digunakan di lokasi proyek namun masih harus menunggu selesai digunakan di proyek lain. 6. akibatnya harus menunggu peralatan selesai dipakai di lokasi proyek yang lain. 22 1.3 B. 20. dan juga terkadang alat menjadi rusak sehingga harus menunggu untuk diperbaiki. 6.MATRIKS KUSIONER Proyek Bangunan Keairan Berdasarkan Keterangan Responden No. Tenaga kerjanya (tukang) susah membaca gambar. alat yang digunakan yang sering rusak juga yaitu molen karna molen yang digunakan molen yang tua. 7. Kekurangan tenaga kerja/personil dikarenakan kontraktor sedang menangani proyek ditempat lain. 22 3 11 18. 9. 6. 20. sedangkan alat tersebut merupakan alat utama dalam pekerjaan proyek. 5. Alat berat excavator yang digunakan merupakan alat yang sudah cukup tua. 19 1. 9 1. Belum tau membaca gambar dikarenakan rata-rata tukang yang dipakai tidak lulus Sekolah Dasar. Penyebab dari kekurangan tenaga kerja/personil di lapangan diakibatkan karna tidak memenuhi kontrak kerja. yaitu untuk penanaman blok talud. sehingga peralatan yang digunakan di lokasi proyek jadi berkurang.8 3. Kusioner Kode Faktor Uraian Keterlambatan terjadi karena proyek yang ditangani oleh kontraktor lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan. Tenaga kerjanya (tukang) susah membaca gambar terutama gambar penulangan dan potongan. 2. yaitu tenaga kerja yang disiapkan oleh kontraktor tidak sesuai/lebih kecil dari kontrak kerja. 14. Tenaga kerjanya (tukang) masih belum tau campuran beton K225 disebabkan oleh pengalaman kerja yang masih kurang.7 B. 14. Peralatan sering mengalami kerusakan dikarenakan proyek yang dikerjakan terlalu banyak dan peralatan yang digunakan kebanyakan peralatan tua. 4 .6 1. 9. 20 B. 1. Keterlambatan pada mobilisasi alat terjadi akibat dari banyaknya proyek yang ditangani oleh kontraktor di tempat lain. disebabkan oleh pengalaman kerja yang masih kurang. 13. 2 B. 8.5 B. 6. 2. 2. 12. 8 11.

15 1. 19. 9 C. hal tersebut cukup berdampak terhadap tertundanya pekerjaan. Kenaikan harga BBM merupakan salah satu yang penyebab keterlambatan proyek. sehingga sering mengalami kerusakan. 19. Proyek Box Culvert tersebut merupakan 1 rangkaian dari pekerjaaan perpanjangan Landasan Pacu di bandara udara mutiara. juga terjadinya banjir di lokasi proyek sehingga harus berhenti sampai arus air di sungai cukup reda. dimana proyek perpanjangan landasan pacu tersebut nantinya harus menggusur beberapa rumah dan sebagian tanah warga yang nantinya dijadikan area landas pacu sehingga proyek talud kena imbas dari kemarahan warga yang mengakibatkan keterlambatan proyek. 5. Peralatan yang sering mengalami kerusakan. . 8. 13. 9 C. contohnya pernah pasangan beton disuruh bongkar oleh pengawas PU karna campuran betonnya dibuat tidak berdasarkan SPEK yang ada. Kusioner 5. Kerusuhan antara orang yang ada dilapangan dengan masyarakat dikarenakan proyek tersebut merupakan rangkaian dari pekerjaaan proyek perpanjangan Landasan Pacu di bandara udara mutiara.8 B. 22.dimana proyek perpanjangan landasan pacu tersebut nantinya harus menggusur rumah masyarakat sehingga proyek Box Culvert tersebut kena imbas dari kemarahan warga yang mengakibatkan keterlambatan proyek. 9 20 23 3. 7. 23 1. 9 Kode Faktor Uraian Molen dan alat berat excavator yang digunakan merupakan alat yang sudah cukup tua. Selain sedang mengerjakan proyek dilokasi ini Kontraktor juga mengerjakan paket di lokasi lain. Perselisihan tersebut kadang terjadi antar buruh harian dengan pengawas kontraktor.11 B.16 11. yaitu Dozer. Kenaikan harga BBM sangat berpengaruh terhadap harga material dan produksi alat sehingga terjadi pembengkakan pada biaya pelaksanaan. sehingga utusan dari pihak kontraktor meminta eskalasi harga kepada Pemerintah di Jakarta. terkadang juga antar pengawas kontraktor dengan pengawas konsulltan. 3. Bencana alam yang pernah terjadi di lokasi yaitu banjir sehingga proyek di tunda sampai beberapa hari. 20. Peralatan yang sering mengalami kerusakan. 4. 4. imbas dari kenaikan harga BBM yaitu naiknya harga-harga meterial yang akan dipakai dilokasi proyek melebihi jauh harga-harga material yang tertera dalam kontrak.15 1.No. 6. 5 6. dalam masa waktu tersebut proyek jadi terlambat. 2 3. 6. 2.14 C. yaitu Concreate Mixer.9 B. 5 1. 22 Ketidak patuhannya yaitu terhadap SPEK yang ada. 6. 2. B.

15. 6. 23. 7. Terkadang di lokasi proyek tidak hujan tetapi di hulu sungai terjadi hujan deras sehingga ketinggian air dilokasi proyek menjadi naik. 7.21 D. 8. Terkadang di lokasi proyek tidak hujan tetapi di hulu sungai terjadi hujan deras sehingga ketinggian air dilokasi proyek menjadi naik. Kusioner 1. Sehingga dinilai berdampak terhadap keterlambatan. 10 Kode Faktor Uraian Hambatan tersebut dikarenakan untuk memasuki ke lokasi proyek harus melewati area bandara. 6.19 11 12 13. Kondisi cuaca di lokasi proyek yang tiba-tiba hujan membuat kontraktor enggan untuk bekerja. 20. 9 20 1. Kondisi cuaca di lokasi proyek yang tiba-tiba hujan membuat kontraktor enggan untuk bekerja. Termin 35% boleh ditarik oleh kontraktor setelah Progres fisik sudah mencapai 50%. Kondisi cuaca di lokasi proyek yang tiba-tiba hujan membuat kontraktor enggan untuk bekerja. 24 14. Membuat jalan inspeksi ke lokasi proyek. 21. 9. tetapi masyarakat setempat tidak mau lahannya dijadikan jalan inspeksi. 6. Alokasi dana yang tidak cukup berdampak terhadap pembelian material. 22.17 C. 2. C. 2. 2. 18. 2. 4. Konstruksi bangunan keairan 90% menggunakan semen. Kondisi cuaca di lokasi proyek yang tiba-tiba hujan membuat kontraktor enggan untuk bekerja. 6. dimana untuk memasuki area bandara harus menunggu pesawat landing atau tackoff. 5. kontraktor menunggu sampai cuaca kembali cerah baru pekerjaan dilanjutkan kembali. 7 1. 9 D. dll. bahan bakar alat berat.23 . sehingga kontraktor enggan melanjutkan proyek apabila terjadi hujan walaupun bukan hujan lebat. 19 1. Terkadang di lokasi proyek tidak hujan tetapi di hulu sungai terjadi hujan deras sehingga ketinggian air dilokasi proyek menjadi naik.No. Terkadang di lokasi proyek tidak hujan tetapi di hulu sungai terjadi hujan deras sehingga ketinggian air dilokasi proyek menjadi naik.

Bagan Alir Proses Pengumpulan Data Membuat Surat Permintaan Data di Fakultas Menunjukkan Surat Permintaan Data ke Instansi Terkait Meminta Lokasi Proyek-proyek Bangunan Keairan yang sedang berlangsung dan Nama-nama Perusahaan yang menangani proyek tersebut Menyebarkan Kuesioner kepada Responden yang berada di lapangan (Pemilik Proyek. . Pengawas Kontraktor. dan Konsultan Pengawas Mensinkronkan Jawaban responden di kuesioner dengan apa yang peneliti lihat dilapangan dengan cara wawancara untuk jawaban yang di anggap ekstrim (skor 5 dan 6) Proses pengumpulan data-data dimulai oleh peneliti dari meminta nama-nama proyek bangunan keairan yang sedang berlangsung di kantor-kantor PU dengan cara memasukkan surat permintaan data dimiliki peneliti yang diperoleh dari Fakultas Teknik Universitas Tadulako yang ditanda tangani oleh Pembantu Dekan I.

. Hasil isian kusioner yang dilakukan oleh responden kemudian di sinkronkan dengan apa yang diliat langsung oleh peneliti di lapangan. Setelah peneliti mengetahui dimana saja proyek-proyek yang sedang berlangsung. Konsultan dan kontraktor pengawas yang berada dilapangan dengan cara mengunjungi langsung ke lokasi proyek. Setelah mendapat jawaban maka barulah peneliti boleh bertemu dengan Kepala Instansi tersebut. mengenai jawaban-jawaban responden yang dianggap ekstrim (skor 5 dan 6) untuk level frekuensi dan dampak ditanya oleh peneliti alasannya responden memberikan skor ekstrim.Kemudian surat tersebut diproses oleh pihak yang berwenang menangani surat-surat di kantor PU tersebut. kemudian peneliti mulai menyebarkan kusioner kepada Pemilik Proyek. kemudian Kepala Instansi tersebut memberikan surat disposisi kepada stafnya yang memegang file proyek-proyek keairan yang sedang berlangsung dan nama-nama perusahaan konsultan dan kontraktor yang sedang menangani proyek tersebut. waktu untuk memproses surat tersebut berkisar antara 1 sampai 2 minggu.

Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor : Pembuatan Talud Pada Daerah Landasan Pacu 2. 1.732. . 3.000 : DAU : 2008 : Dinas PU Pertambangan Dan Energi : CV. Geometrik Konsultan : PT.300.DATA-DATA PROYEK YANG DI TELITI 1. Ariescont Perdana 3.000 : APBN : 2008 : Departemen Perhubungan : CV.5 m2 : Bandar Udara Mutiara : Rp. Karya Putra Birawa : Perkuatan Tebing Sungai Palu : Sungai Palu : Rp. 998.333.493.000 : APBN : 2008 : Departemen Perhubungan : CV. Lince Romawi Raya Perpanjangan 2. Dumori Dharma Perkasa : Pembuatan Box Culvert Sepanjang 170 m : Bandar Udara Mutiara : Rp. 4.191.700.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : Tidak Ada (*) : PT. Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor : Pembangunan Tanggul Sungai Palu Segmen VII : Sungai Palu : Rp. 4.932. Sarana Struktur : PT. Konsultan Citra Pratama : PT.000.

997.648.927.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : Tidak Ada (*) : PT. 8. Donggala : Rp.5. 3. Masara Bulava Lestari : Pembuatan Embung Ngia : Ngata Baru Kab. Sarana Cipta : PT. . Indojaya Palu Makmur : Pembuatan Check Dam DPS 3 E Sungai Sombe Lewara : Sungai Sombe Lewara Kab. 2.398.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : CV. 2.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : Tidak Ada (*) : PT.696. Cempaka Nusantara : Perbaikan Alur Sungai Desa Sidondo II : Desa Sidondo Kab. Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor : Pembuatan Check Dam DPS 3 C Sungai Sombe Lewara : Sungai Sombe Lewara Kab.000.420. Donggala : Rp. Donggala : Rp. 2.700. Donggala : Rp. Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor 7. Adas Sejahtera 6.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : Tidak Ada (*) : PT.

Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor Keterangan : (*) = Menurut Pemilik Proyek : Pekerjaan tersebut tidak menggunakan jasa Konsultan Pengawas. .000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : Tidak Ada (*) : PT.000 : APBN : 2008 : Dinas Balai Wilayah Sungai Sulawesi III : CV. dikarenakan pekerjaan ini tidak memerlukan pekerjaan yang spesifik sehingga lebih efesien bila di awasi dari pihak pengelola proyek (DINAS BALAI WILAYAH SUNGAI SULAWESI III) yang kesemuanya ratarata sudah mempunyai pengalaman kerja di atas 10 tahun.9. Mukti Nugraha : PT. Donggala : Rp.920. 3. Karya Rejeki : Normalisasi Up Stream Bendung Gumbasa : Gumbasa Kab. Nama Proyek Lokasi Proyek Nilai Proyek Sumber Dana Tahun Anggaran Pemilik Proyek Konsultan Pengawas Kontraktor : Pembuatan Embung Watutela : Watutela Kab. 1. Donggala : Rp.808.407.012. Torabangun Jaya 10.

8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 4 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 1 1 1 3 3 1 3 3 1 2 2 2 1 1 1 2 1 3 1 1 6 5 6 1 6 6 5 1 2 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 5 2 6 6 4 3 2 1 3 4 3 1 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 1 2 3 Pertanyaan Bagian Umum Frekuensi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi Bangunan Keairan A 1F 1 1 3 2 3 1 3 1 1 2 3 2 3 1 2 1 1 2 2 1 2 3 1 2 A 2F 3 1 3 3 3 3 2 1 1 2 3 1 3 3 3 2 1 2 3 1 2 3 1 1 B 3F 1 1 4 4 4 4 4 1 1 2 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 B 4F 2 1 3 1 3 3 2 1 1 1 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 B 5F 3 3 4 4 4 4 3 3 3 1 2 1 2 3 2 3 3 1 1 1 2 1 3 2 B 6F 4 1 2 4 2 4 3 4 1 3 5 3 4 3 2 4 3 3 4 4 3 4 4 3 B 7F 3 1 1 3 1 3 2 1 1 3 5 4 4 4 3 4 3 5 5 4 3 5 4 3 B 8F 3 1 4 3 4 3 3 1 1 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 B 9F 3 1 3 3 3 3 3 1 1 3 3 2 3 3 3 3 2 3 4 2 3 3 2 2 B 10F 3 1 1 3 1 4 2 1 1 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 1 B 11F 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 5 4 3 4 4 3 B 12F 3 4 3 2 3 3 3 3 4 2 2 2 2 3 1 1 1 2 2 3 1 2 1 1 B 13F 3 1 3 2 3 3 3 1 1 2 3 2 2 3 1 3 2 2 2 3 2 2 3 1 B 14F 4 1 3 1 3 3 3 1 1 2 3 2 2 3 2 3 2 2 2 3 2 2 3 1 B 15F 3 4 4 1 4 3 3 4 4 1 1 1 1 3 1 4 3 1 1 3 2 1 3 1 C 16F 3 1 3 1 3 3 4 1 1 3 2 3 2 3 2 3 2 1 2 1 2 2 3 1 C 17F 3 1 3 1 3 2 3 1 1 1 2 1 2 4 2 3 1 2 1 3 2 2 3 3 C 18F 4 4 3 3 3 4 4 1 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 1 2 3 3 2 C 19F 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 5 5 4 4 5 4 5 C 20F 3 1 3 2 3 3 3 1 1 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 D 21F 3 1 3 1 3 3 4 1 1 3 3 3 2 1 2 1 1 3 3 1 2 3 1 1 D 22F 3 1 3 3 3 3 4 1 1 2 3 2 3 1 2 1 1 3 3 1 1 3 1 2 D 23F 1 1 3 1 3 1 4 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 3 2 1 1 2 1 2 D 24F 1 1 3 1 3 1 4 3 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 1 D 25F 3 1 3 2 3 3 4 1 1 2 4 2 3 1 1 1 2 3 3 1 1 3 1 1 .5 U.HASIL DATA KUSIONER N = 24 Respon den U.2 U.1 U.4 U.3 U.6 U.7 U.

7 U.2 U.4 U.5 U.8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 4 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 1 1 1 3 3 1 3 3 1 2 2 2 1 1 1 2 1 3 1 1 6 5 6 1 6 6 5 1 2 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 5 2 6 6 4 3 2 1 3 4 3 1 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 1 2 3 Pertanyaan Bagian Umum Level Dampak Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi Keairan A 1D 2 3 4 4 4 2 4 1 3 2 3 2 2 1 3 2 1 2 2 1 2 3 2 2 A 2D 3 3 4 3 4 3 3 1 3 2 3 1 2 2 2 2 1 2 3 1 2 3 2 2 B 3D 6 5 3 4 3 5 6 1 5 3 3 3 3 5 3 3 3 3 3 6 3 4 2 3 B 4D 4 4 4 4 4 3 2 1 4 1 3 3 3 3 3 3 2 2 4 4 2 3 3 1 B 5D 5 6 2 3 2 5 2 5 6 1 2 1 2 2 3 3 2 1 1 1 3 1 3 1 B 6D 5 3 3 2 3 5 4 5 3 3 6 3 4 4 4 4 3 3 4 6 4 5 3 3 B 7D 5 6 6 4 6 5 4 1 6 4 6 5 5 5 3 4 3 5 5 6 4 6 3 4 B 8D 5 6 6 5 6 6 2 1 6 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 5 3 4 5 4 B 9D 4 4 6 5 6 3 2 1 4 3 4 3 3 3 2 2 3 3 4 4 2 4 3 2 B 10D 4 3 2 3 2 4 2 1 3 3 4 2 3 3 2 2 2 4 3 4 2 4 3 2 B 11D 5 4 2 4 2 5 3 3 4 3 4 4 3 4 2 4 3 4 5 5 2 5 5 2 B 12D 4 1 4 4 4 3 2 3 1 1 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 2 B 13D 3 4 2 3 3 4 2 1 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 4 2 B 14D 5 5 6 3 6 2 2 1 5 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 1 B 15D 6 6 5 6 5 6 2 5 6 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 3 1 1 1 2 C 16D 6 6 3 4 2 6 6 1 6 3 5 3 5 3 3 2 3 4 5 1 3 5 3 3 C 17D 5 6 4 2 2 5 2 1 6 1 1 1 2 4 2 3 2 1 1 6 2 2 4 1 C 18D 3 2 3 2 2 3 3 1 4 2 4 3 3 3 3 2 2 2 3 1 3 3 3 2 C 19D 4 4 4 5 5 5 5 4 5 5 6 5 6 4 5 4 4 5 5 5 4 6 6 5 C 20D 2 3 3 4 3 4 3 1 2 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 2 D 21D 5 6 3 4 3 5 6 1 3 3 2 3 3 1 3 1 2 3 3 1 2 3 2 2 D 22D 4 3 4 4 4 4 4 1 3 2 4 3 3 1 2 1 2 3 3 1 2 3 2 2 D 23D 5 6 4 3 4 5 6 1 6 2 2 3 2 1 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 D 24D 2 1 3 4 3 3 2 3 3 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 D 25D 3 2 4 2 3 4 3 1 2 2 4 2 3 1 1 2 2 3 3 1 2 4 3 2 .6 U.1 U.HASIL DATA KUSIONER N = 24 Respon den U.3 U.

3) U.5) 2 = > 5 Tahun (6) Recode U8 : 1 = Pengguna Jasa (2) 2 = Penyedia Jasa (1.8 Status Responden Di Proyek 1 = Konsultan Pengawas 2 = Pengelola Teknis (PU) 3 = Tenaga Teknis Kontraktor 4 = Lain-lain Recode U6 : 1 = Non Sarjana (1.4.1 Pemilihan Kontraktor 1 = Penunjukan Langsung 2 = Pemilihan Langsung 3 = Pelelangan Prakualifikasi 4 = Pelelangan Pascakualifikasi U.6 Tingkat Pendidikan Terakhir Responden 1 = STM dan Sederajat 2 = D3 3 = S1 4 = S2 5 = Lain-lain U.2 Jenis Kontrak 1 = Lump Sump 2 = Harga Satuan U.4) Recode U7 : 1 = ≤ 5 Tahun (1.4 Nilai Proyek Konstruksi 1 = Skala Kecil ( < Rp.2) 2 = Sarjana (3. 1 M) 2 = Skala non Kecil ( ≥ Rp.3.Keterangan : Kuesioner Bagian Umum U.2.3 Proyek yang Dikerjakan 1 = Proyek Baru 2 = Proyek Rehabilitasi 3 = Proyek Lanjutan 4 = Lain-lain U. 1 M) U.7 Pengalaman Kerja Responden Di Proyek 1 = 1 Tahun 2 = 2 Tahun 3 = 3 Tahun 4 = 4 Tahun 5 = 5 Tahun 6 = > 5 Tahun .5 Sumber Dana 1 = APBN 2 = APBD 3 = ADB 4 = DAU 5 = Lain-lain U.

Kuesioner Bagian Utama Tingkat Frekuensi (F) Pemilihan skala untuk frekuensi mulai dari : 1 = Sangat Jarang 2 = Antara 1 dan 3 3 = Jarang 4 = Sering 5 = Antara 4 dan 6 6 = Sangat Sering Level Dampak (D) Pemilihan skala untuk probabilitas dampak mulai dari : 1 = Sangat tidak memberi dampak 2 = Hampir Tidak memberi dampak 3 = Tidak memberi dampak 4 = Hampir memberi dampak 5 = Memberi dampak 6 = Sangat memberi dampak .

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Konstruksi A1 A2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 B13 B14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 D21 D22 D23 D24 D25 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Perencanaan yang kurang lengkap Perubahan desain berdasarkan keinginan pemilik proyek Kekurangan peralatan Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek sehingga harus dikerjakan kembali Mobilisasi peralatan yang terlambat Kekurangan tenaga kerja / personil Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja Terlambat membayar upah pekerja Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat Menggunakan metode/teknik pelaksanaan yang baru dan belum umum digunakan Perkiraan penggunaan material yang tidak akurat Perselisihan yang terjadi di lapangan Terjadinya kejadian yang tak terduga(mis:kerusuhan. bencana alam di lokasi proyek) Adanya perubahan kebijakan pemerintah (mis : kenaikan BBM. nilai tukar mata uang) Banyaknya hambatan untuk menuju ke lokasi proyek (mis: belum adanya jalan yang memadai) Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya Material yang digunakan jarang ditemui di pasaran Alokasi dana yang tidak cukup Buruknya koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek Cara pembayaran/penarikan Termin yang tidak umum (mis : termin dapat ditarik setelah progres fisik mencapai 60%) Prediksi terhadap lokasi lapangan atau goegrafis proyek yang tidak akurat Buruknya monitoring dan control .

4700 0.4600 0.3000 25 0.3500 21 Alokasi dana yang tidak cukup 17 0.8100 0.5 Perselisihan yang terjadi di lapangan 0.5 23.4600 0.3800 19 0.3400 24 0.4700 0.5 25 .4800 7 0.6400 0.4200 9 0.4300 8 Ketidak patuhan terhadap kontrak kerja 0.4000 11 Terjadinya kejadian yang tak terduga (mis : kerusuhan.3800 14.3700 21 0.5 Buruknya koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek 0.4100 0.4100 15 0.4300 10 0.4000 16 0.3500 18.4200 11 0.3800 13 Kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek sehingga harus dikerjakan kembali 0.5 15.6600 0.4800 6.5 10 23.4900 5 Kekurangan peralatan 0.5 Perubahan desain berdasarkan keinginan pemilik proyek 0. bencana alam di lokasi proyek) 0.4100 0.4400 0.4200 12 0.4500 0.3700 22 0.4700 0.4000 0.7400 1 0.3500 21 Banyaknya hambatan untuk menuju ke lokasi proyek (mis: belum adanya jalan yang memadai) 0.5 21.5 Keterlambatan yang disebabkan oleh subkontraktor atau pemasok Material yang digunakan jarang ditemui di pasaran 0.3800 14.5 12 10 17 20 21.4600 8 0.4300 0.3500 Rank 1 2 7 4 3 6 8 5 19 15.5900 3 0.4000 0.3600 17 Adanya perubahan kebijakan pemerintah (mis : kenaikan BBM.4900 0.5600 0.3500 21 Buruknya monitoring dan control 0.5300 3 Kekurangan tenaga kerja / personil 0.4900 0.RRI & RANGKING SECARA UMUM No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Indeks Kritis Frekuensi RRI Rank RRI Rank 0. nilai tukar mata uang) 0.6100 0.5 10 18 13.4100 13 0.5800 2 Kontraktor menangani proyek di berbagai tempat 0.4100 14 0.4900 0.4100 10 Mobilisasi peralatan yang terlambat 0.3800 20 0.6100 2 0.4800 6.5 Peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan 0.3500 23 0.7700 0.5200 4 Tenaga kerja yang digunakan tidak terampil 0.5300 6 0.5 Menggunakan metode/teknik pelaksanaan yang baru dan belum umum digunakan0.4500 9 0.4200 0.3700 16 Perkiraan penggunaan material yang tidak akurat 0.4000 18 0.3100 23 Perencanaan yang kurang lengkap 0.2800 Cara pembayaran/penarikan Termin yang tidak umum (mis : termin dapat ditarik setelah progres fisik mencapai 60%) 24 0.6300 0.5800 4 0.2700 25 Prediksi terhadap lokasi lapangan atau goegrafis proyek yang tidak akurat Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan Dampak C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C16 C18 C20 B10 B4 B5 C15 B14 D21 D22 B12 B13 C17 D25 A2 D23 A1 D24 RRI 0.6800 1 Kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya 0.3900 12 Terlambat membayar upah pekerja 0.5 13.3500 18.3800 0.6000 0.5500 5 0.

5 25 8.5 11 13 12 14.5 19.5 14 16.5 21 23.5 14 2.5 15.5 10 6 15.5 20.5 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 .5 16.5 12.5 24 21.5 24 25 22 Dampak 1 2 3 4 5 7 8 9 10 6 12 11 14 18.5 11.5 17 18.5 22.5 5.5 18.5 22.5 22.RANGKING FAKTOR TIAP KATEGORI Pelelangan Prakualifikasi Faktor C19 B7 B6 B11 B8 B3 B9 B10 C20 C16 C18 B4 B13 B14 C17 D21 D25 D22 A2 B12 A1 B5 D23 D24 C15 Frekuensi 1 2 4 3 6 5 7 9.5 5.5 2.5 8 14.5 21.5 9.5 7 12.5 21 14 21 23.5 18.5 15 19 10.5 17.5 24 24 15.5 16 23 20.5 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Pelelangan Pascakualifikasi Faktor C19 C15 B5 B11 B8 B3 B6 C16 B9 C18 D21 D22 B12 B14 B7 D23 A2 C17 D25 C20 B4 B13 A1 B10 D24 Frekuensi 1 4 2 4 9 8 7 15.5 20 16 22.5 15.5 19.5 4 15.5 17.5 Dampak 4 1 8.5 10.5 11.

5 13 17 15.5 21 16.5 19.5 1 6 4.5 24.5 4 6 5 7 8.5 13 21 19 25 21 24 23 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 .5 20.5 7.5 16.5 24 21.5 20.5 10 8.5 7 10 2.5 6 10 9 14.5 3.5 2.5 25 Dampak 1.5 15.5 18 14.5 12.5 10 15.5 10 15.5 10 20.5 16.5 3.5 15.5 23 20.5 11 12 18 14.5 22 19 22 19 15.5 24.5 19 8.5 22 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Harga Satuan Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C20 B4 C18 C16 B10 B14 B13 D22 A2 D25 D21 B12 C17 A1 B5 D23 C15 D24 Frekuensi 1 2.5 12 10.5 6.5 19.5 25 Dampak 1 2 5 4 3 7.5 11 12.5 8.5 5 6.5 14.Lump Sump Faktor C15 C19 B5 B11 B6 C16 C18 D21 B3 B7 B8 B12 D22 C17 D23 B14 B10 B9 D25 B13 C20 A2 B4 D24 A1 Frekuensi 2.5 1.5 14 10.5 15.5 21.5 4.5 23 16.5 24 10 15.

5 14.5 20.5 16 19.5 23.5 17.5 14.5 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Proyek Lanjutan Faktor C19 B7 B6 B11 B8 B9 B10 C16 C20 D25 C18 D22 B3 D21 A1 A2 B13 B14 B4 D23 D24 B12 B5 C17 C15 Frekuensi 1 2.5 6.5 Indeks kritis 1 2 3 4 6 6 6 8 10 10 12 12 14 14 17 17 17 17 20 20 20 22 23 24 25 .5 14.Proyek Baru Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C16 C18 C15 B5 B4 C20 B10 B14 C17 D21 D22 B12 B13 A2 D25 D23 A1 D24 Frekuensi 1 4 2 3 7 5 8.5 14.5 7.5 15 17.5 23 24.5 2.5 14.5 7.5 14.5 23.5 24 23 25 Dampak 1 2 7 4.5 7.5 20.5 12 11 13.5 7.5 20 11.5 20.5 16 9.5 6 10 8.5 14.5 21.5 16 16 14 13 11.5 25 Dampak 1 2 3 6.5 23.5 4 11 11 11 11 11 16 16 16 16 16 20.5 6.5 20.5 19.5 7.5 21.5 22 9.5 20.5 6.5 4 7.5 20.5 13.5 3 6 8 4.5 20.5 18 19 21 23.5 24.5 14.

5 22 19 22 19 15.5 7 10 2.5 8.5 15.5 20.5 5 6.5 10 8.5 25 Dampak 1.5 14 10.5 6 10 9 14.5 15.5 19 8.5 21.5 23 20.5 25 Dampak 1 2 5 4 3 7.5 19.5 10 20.5 15.5 3.5 16.5 14.5 4 6 5 7 8.5 7.5 13 17 15.5 22 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Skala Non Kecil ( ≥ Rp.5 23 16.5 24.5 6.5 24 10 15.5 21 16.5 10 15.5 13 21 19 25 21 24 23 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 . 1M ) Faktor C15 C19 B5 B11 B6 C16 C18 D21 B3 B7 B8 B12 D22 C17 D23 B14 B10 B9 D25 B13 C20 A2 B4 D24 A1 Frekuensi 2.5 16.5 19.5 12.5 20.5 11 12.5 2.Skala Kecil ( < Rp.5 1.5 18 14.5 24 21.5 11 12 18 14.5 3.5 1 6 4.5 24.5 4.5 10 15.5 12 10. 1M ) Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C20 B4 C18 C16 B10 B14 B13 D22 A2 D25 D21 B12 C17 A1 B5 D23 C15 D24 Frekuensi 1 2.

5 20 Dampak 6 3.5 14.5 2 4 20 8 8 24.5 22 21 23 11 24 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 DAU Faktor C19 B7 B11 B6 B3 B8 C16 C18 B9 B10 C20 B4 B5 D21 B14 C15 B13 C17 D22 B12 D25 A2 D23 A1 D24 Frekuensi 2 24.5 12.5 18.5 19.5 24 14.5 24 1.5 11.5 11.5 6.5 20 8 13.5 14.5 8.5 1.5 11.5 20.5 17.5 20.5 16.5 4 16 8 9.5 9.5 8.5 24 14.5 17.5 17.5 12.APBN Faktor C19 B7 B11 B6 B3 B8 C16 C18 B9 B10 C20 B4 B5 D21 B14 C15 B13 C17 D22 B12 D25 A2 D23 A1 D24 Frekuensi 1 3 2 4 6 7 16.5 14.5 20 2 20 20 8 13.5 13.5 8.5 18.5 20.5 5 3.5 14.5 20.5 8.5 13.5 8 20 13.5 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 .5 5 8 10 9 11.5 13.5 13.5 17.5 21 15 21 21 24 23 25 Dampak 1 2 5 3 6.5 5 13.5 19.

5 22 11 6.5 14 12.5 25 Dampak 1 2 7 4.5 4.5 4.5 18.5 11 22 5 25 19.5 7 20.5 10.5 23 17 11 17 11 14 8.5 18.5 16 16 23.5 2.5 2 4.5 11 16 19.5 17 20.5 20.5 20.5 16.5 8 16 7 10.5 22 10.5 10.5 16 16 11 16 8 24 16 22 Dampak 1 2 4 4 6 8.5 20.5 9 14 16.5 12.5 22 23.5 24.5 11 6.5 24 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Sarjana Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C20 B4 B10 C16 C18 C17 B13 B14 D25 B12 A2 D21 D22 A1 B5 D23 C15 D24 Frekuensi 1 4 2.5 9 20.5 18.5 11 14 4 14 24.Non Sarjana Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C16 C18 B5 C15 B14 D21 C20 D22 B10 B4 B12 D25 D23 A2 B13 C17 A1 D24 Frekuensi 1 4.5 12.5 8 6 20.5 23 18.5 15 12.5 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 10 10 11 12 13 14 15 16 17 19 19 19 21 22 23 24 25 .5 20.5 3 4.

1-5 Tahun Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 C20 B9 B4 B10 C15 C17 B5 C16 C18 B13 B14 D21 B12 A2 D22 D25 D23 A1 D24 Frekuensi 1 9 2 4 10.5 14.5 20 22 17.5 8 6.5 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 .5 8 16 10.5 16 16 Dampak 1 2.5 16 6 23.5 22 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 > 5 Tahun Faktor C19 B7 B11 B6 B8 B3 B9 C16 C18 D22 B14 C20 D21 B10 B4 B5 C15 D25 B12 A2 B13 D23 A1 C17 D24 Frekuensi 1 3 2 4 5 6 8.5 8 5.5 20 5.5 21 19.5 3 20.5 14.5 13 8 2.5 17.5 14.5 14.5 22 19.5 10 9 23.5 17.5 10 14.5 10.5 17.5 7 20 11.5 8.5 23.5 6 20.5 24 20 15.5 4 18 12 15.5 24 8 15.5 11 12 14.5 10.5 20 11.5 23.5 20 24 15.5 23.5 16 6 16 12 16 23.5 13 24 23 16 25 Dampak 1 2 5 4 3 6.

5 24.5 24 23 12.5 14 17 19.5 2 5.5 8.5 19 3 14 15 16.5 10 19 21 10 19 14 17 23 24.5 19 23 24.5 22.5 19 9 12.5 7.5 18 12.5 17 25 Dampak 1 2 10 5 6 4 7.5 20.5 5.5 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Penyedia Jasa Faktor C19 B7 B11 B6 B3 B8 B9 B10 C16 C18 B5 C20 C15 D21 B4 B12 B13 D22 A2 B14 C17 D25 D23 A1 D24 Frekuensi 1 5.5 3 9 11 11 17 11 14 22.5 13 19 10 15.Pengguna Jasa Faktor C19 B7 B8 B6 B11 B3 B9 C16 C18 B4 B14 C20 D22 C15 D21 C17 B5 D25 B10 B13 B12 D23 A2 A1 D24 Frekuensi 1 4 6 3 2 5 10 16 7 16 12.5 Dampak 1 2 4 5 3 6 7.5 22 12 15.5 19.5 5.5 19 11 21.5 12.5 12.5 16 24.5 20.5 16.5 14 22.5 22 8.5 8 22.5 21.5 25 Indeks kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 .5 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful