Anda di halaman 1dari 4

Berolahraga Rutin Obati Gagal Jantung

Aribowo Suprayogi

Artikel Terkait
• Kopi dan Teh Lindungi Jantung Anda
• Polusi Udara Picu Serangan Jantung
• Serangan Jantung Tidak Ganggu Kehidupan Seks
19/05/2010 10:24 | Info Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta: Divonis dokter menderita gagal jantung kronik bukanlah akhir dari
segalanya. Olahraga secara teratur sesuai nasehat dokter bisa memperbaiki kondisi jantung anda.
Jangan ragu memulai latihan fisik berskala sedang guna membantu memperbaiki kerusakan yang telah
terjadi, demikian anjuran yang merupakan hasil penelitian terkini.

Para ilmuwan dari Universitas Leipzig di Jerman menemukan otot-otot jantung yang mengkerut akibat
mengalami gagal jantung, dapat diperbaiki kembali daya kerjanya pada saat si pasien melakukan
latihan olah fisik . Untuk pasien yang mengalami gagal jantung kronik, jantung tidak dapat memompa
darah ke seluruh tubuh. Seringkali hal itu menyebabkan otot-otot dari tubuh menjadi lemah dan
seringkali tidak dapat bekerja sama sekali. Jumlah dari pembuluh darah yang halus dalam jaringan otot
juga mengalami penurunan jumlahnya.

Dari penelitian klinis yang melibatkan 25 pria penderita gagal jantung mulai dari yang ringan hingga ke
yang paling berat diminta melakukan latihan bersepeda statis, sedikitnya 30 menit dalam sehari.
Setelah enam bulan mereka dibandingkan dengan kelompok lainnya yang juga terdiri dari 25 orang pria
yang tidak melakukan latihan olah fisik sama sekali.

Kelompok pria yang melakukan latihan olahraga secara rutin ditemukan memiliki sel-sel "Progenitor"
yang belum matang didalam otot mereka. Jumlah sel-sel progenitor yang berubah menjadi sel-sel otot
bertambah dengan semakin besar prosentase jumlah sel progenitor yang belum matang. Pada saat
melakukan latihan fisik , kelompok pasien yang bersepeda mengatakan mereka merasa lebih sehat dan
kemampuan latihan olahraga mereka meningkat sebanyak 20 persen.

Dalam penelitian lainnya para ilmuwan menelusuri sel-sel progenitor yang terbentuk di sumsum tulang
belakang yang terlibat dalam proses regenerasi dan perbaikan dinding pembuluh darah. Sekelompok
pasien yang terdiri dari 37 pasien gagal jantung secara acak diminta untuk melakukan latihan olah raga
selama 12 pekan sementara yang lainnya untuk kurun waktu yang sama tidak melakukan kegiatan
latihan fisik sama sekali.

Dari hasil tes darah menunjukkan sel-sel progenitor dari pembuluh darah yang beredar pada pasien pria
yang melakukan latihan olahraga jumlahnya jauh lebih tinggi.Perbandingan dari sel-sel yang mulai
matang menjadi sel-sel endothelial yang membuat pembuluh darah baru meningkat 200 persen dengan
melakukan latihan.

Sebagai tambahan kepadatan pembuluh kapilaris dalam jaringan skeletal meningkat hingga mendekati
20 persen pada pasien poria yang berolahraga. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam pertemuan
tahunan para ahli penyakit jantung Amerika (Serikat) di Florida. Dr Axel Linke dari Universitas
Leipzig yang memimpin penelitian mengatakan,"Dengan melakukan latihan olahraga maka akan
diperoleh manfaat bagi para pasien penderita gagal jantung baik dari mereka yang dapat serangan
ringan sampai berat." Hasil penelitian memperlihatkan manfaat yang diperoleh adalah terjadinya
regenerasi sel otot dan sekaligus terbentuknya pembuluh darah baru. (Ant)

Obati Gagal Jantung tanpa Operasi


25 March 2010 - 08:28
• Login atau Daftar untuk menuliskan komentar

KABAR gembira bagi Anda penderita sakit jantung. Para dokter jantung telah berhasil menemukan
pengobatan jantung tanpa operasi dengan biaya lebih murah.

Penderita gagal jantung kini boleh bernapas lega. Kini mereka tidak perlu menjalankan prosedur
operasi bocornya katup jantung yang tentu saja menyakitkan dan menyedot biaya tinggi. NorthShore
University Health System in Evanston, Ill, Amerika Serikat, telah menemukan metode baru
menggantikan operasi.

Mereka berhasil membuat sebuah klip kecil yang ditanamkan ke arteri jantung melalui operasi
laparoscopic. Hasilnya, benda mungil yang disebut MitraClip Abbott tersebut ternyata lebih aman dan
hampir sama efektivitasnya dengan operasi. Saat ini perangkat kesehatan ini telah resmi dijual di
Eropa. Perusahaan pembuatnya, Abbott Laboratories, berharap dapat memenangkan tender untuk
memasarkannya di Amerika Serikat tahun depan.

Aktris Hollywood Elizabeth Taylor dilaporkan telah memiliki alat tersebut pada musim gugur tahun
lalu. Wanita gaek berusia 77 tahun itu mengatakan kepada fansnya di situs jejaring sosial Twitter.
Diketahui, sekitar 8 juta orang di Amerika Serikat dan Eropa menderita kebocoran katup mitral
jantung, yaitu katup antara jantung kiri bagian atas dan bawah.

Tidak semua penderita jantung tergolong fatal hingga membutuhkan perawatan, tetapi kasus-kasus
terburuk dapat menyebabkan gagal jantung di kemudian hari. Dalam studi tersebut diketahui, penderita
jantung yang menjalankan operasi enam kali lebih besar risikonya menderita komplikasi dibanding
yang menggunakan MitraClip Abbott.

Kematian, stroke, dan transfusi darah memang tidak menjadi perhatian untuk dicegah dengan perangkat
ini. Dokter menyebut penemuan ini sebagai ujian besar pertama dari perbaikan atau penggantian katup
jantung melalui pembuluh darah daripada operasi. Untuk diketahui, MitraClip hanya untuk
memperbaiki katup mitral.

Perangkat untuk katup jantung lainnya berada dalam tahap akhir pengujian dan banyak dokter percaya
bahwa mereka akan segera membuatnya dalam waktu dekat. ”(Yang penting) kami telah membuka
pintu untuk pilihan terapi baru bagi pasien,” kata Dr Ted Feldman dari Universitas NorthShore Sistem
Kesehatan di Evanston, Ill, Amerika Serikat.

Feldman adalah pemimpin studi terbaru tersebut dan telah mempresentasikannya di depan konferensi
American College of Cardiology pada Minggu (14/3). Studi ini disponsori oleh Evalve Inc, yang
mengembangkan perangkat tersebut. Evalve dijual tahun lalu ke North Chicago, Ill, yang berbasis
Abbott, dan Feldman merupakan konsultan bagi perusahaan.

Beberapa ahli bedah masih belum yakin perangkat ini sama efektifnya dengan operasi. Mereka
mengatakan, pasien perlu dipantau terus perjalanan penyakitnya hingga lebih dari satu tahun. ”Ini
kemenangan parsial untuk perangkat itu,” kata Dr James McClurken, seorang ahli bedah di Temple
University di Philadelphia, Amerika Serikat. McClurken merupakan ketua panitia konferensi tersebut.

”Studi ini menggunakan metode yang ketinggalan zaman, di mana dapat mengindahkan manfaat yang
banyak dan telah teruji dari operasi,” cetus Dr J Scott Millikan, seorang ahli bedah di Klinik Billings di
Montana, Amerika Serikat. Namun, para peneliti tetap bersikeras soal hal ini. ”Jelas ini adalah
teknologi yang sangat menarik,” terang Feldman.

Namun, para peneliti mengakui kesuksesan perangkat ini akan berjalan lambat. Diketahui, katup mitral
seperti pintu masuk yang terbuka untuk membiarkan darah mengalir ke jantung agar dapat
memompanya ke setiap bilik. Ketika kelepak pintu ayun tidak tertutup sempurna, darah mengalir
kembali ke ruang atas jantung. Itu yang menjadikan aliran darah terhambat.

Obat-obatan sebenarnya dapat meredakan gejala gagal jantung, tetapi tidak memperbaiki masalah
katup, bahkan semakin parah. Kasus yang terburuk disembuhkan dengan operasi jantung. Dokter
menjahit sebagian kelepak di tengah sehingga darah mengalir di kedua sisi, tetapi mereka tetap
memompa dalam setiap detak jantung.

Prosedur penggunaan MitraClip ini dilakukan, di mana pasien mendapat anestesi umum terlebih
dahulu. Dokter akan mendorong sebuah tabung penutup ke dalam pembuluh darah di pangkal paha dan
membawanya ke dalam hati. Alat MitraClip, yang tertutup kain jepitan logam, sudah terpasang di
ujung tabung bersama-sama klip dengan dua kelepak katup. Hasil dalam studi ini, 184 orang setuju
untuk menggunakan klip dan prosedur operasi ini berhasil kepada 136 orang.

Komplikasi terjadi pada 10 persen pengguna klip dibandingkan dengan 57 persen dari 79 pasien lain
yang dirawat dengan pembedahan. Hal ini tentu lebih baik. Dua pasien yang meakukan operasi
pembedahan meninggal, dua menderita stroke, dan empat diperlukan operasi jantung darurat. Namun,
tidak ada dari pasien pengguna klip yang memiliki masalah-masalah itu.

Ini menunjukkan bahwa pemakaian MitraClip jauh lebih aman daripada operasi. Sedangkan terkait
efektivitas, penelitian ini tidak menjawabnya lebih lanjut. Studi ini dirancang hanya untuk melihat
apakah penggunaan perangkat klip lebih rendah atau tidak secara substansial dibanding operasi. (okz)