P. 1
KUP No 16 Tahun 2000

KUP No 16 Tahun 2000

4.6

|Views: 3,142|Likes:
Dipublikasikan oleh yasinna
UU KUP No. 16 Tahun 2000
UU KUP No. 16 Tahun 2000

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: yasinna on Jul 11, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

Sections

UU No. 6 Th. 1983 sebagaimana diubah terakhir dengan UU No. 16 Th.

2000 tentang KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN
MENGATUR KETENTUAN FORMAL BAGI

PPh

PPN / PPn BM

B.M.

PBB

BPHTB

PPSP

Pajak lainnya yang mengacu kepada UU ini

KECUALI DIATUR TERSENDIRI DALAM UU YANG BERSANGKUTAN
PUSPENPA 2000 KUP 1

DASAR HUKUM
UU
UU No.6/1983 jo UU No.9/1994 jo UU No. 16/2000
• No. 533 /KMK.04/2000 - No. 546/KMK.04/2000 • No. 534/KMK.04/2000 - No. 576/KMK.04/2000 • No. 535 /KMK.04/2000 • No. 536 /KMK.04/2000 • No. 537/KMK.04/2000 • No. 538/KMK.04/2000 • No. 539 /KMK.04/2000 • No. 540 /KMK.04/2000 • No. 541 /KMK.04/2000 • No. 542 /KMK.04/2000 • No. 543 /KMK.04/2000 • No. 544 /KMK.04/2000

KEP MENKEU

KEP DIRJEN

• No.515 /PJ./2000 - No. 543/PJ./2000 • No.516/PJ./2000 • No.517/PJ./2000 • No.518/PJ./2000 • No.519/PJ./2000 • No.520/PJ./2000

SE-DIRJEN
PUSPENPA 2000

• SE• SEKUP 2

WAJIB PAJAK
Pasal 1 angka 1 UU KUP

ORANG PRIBADI

PEMUNGUT / PEMOTONG PAJAK TERTENTU

BADAN

PUSPENPA 2000

KUP 3

KEWAJIBAN MENDAFTARKAN DIRI & MELAPORKAN USAHA
Pasal 2 ayat (1) dan (2) UU KUP & Penjelasan jo. KEP- 516/PJ./2000

1. KEWAJIBAN MENDAFTARKAN DIRI UNTUK MENDAPATKAN NPWP : Orang Pribadi berpenghasilan diatas PTKP (termasuk OP yg mendapatkan penghasilan dari satu pemberi kerja yg tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas)

- Wanita Kawin yg dikenakan pajak secara terpisah karena : - Hidup terpisah berdasarkan keputusan hakim - dikehendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta Semua badan Setiap WP hanya diberikan satu NPWP.
2. MELAPORKAN USAHA UNTUK DIKUKUHKAN MENJADI PKP : - Pengusaha yg telah melampaui batasan pengusaha Kecil pada suatu masa dalam suatu tahun buku. - Pengusaha Kecil yang memilih menjadi PKP 3. SANKSI PERPAJAKAN Wajib pajak yang tidak mendaftarkan diri atau melaporkan usahanya akan dikenakan sanksi menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. PUSPENPA 2000 KUP 4

FUNGSI NPWP / PPKP
Penjelasan Pasal 2 ayat (1) dan (2) UU KUP

SEBAGAI SARANA

tanda pengenal diri atau identitas WP; dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan; ketertiban pembayaran pajak & pengawasan administrasi perpajakan. (juga untuk mendapatkan pelayanan dari Instansi tertentu)
PUSPENPA 2000 KUP 5

TEMPAT PENDAFTARAN WAJIB PAJAK
Pasal 2 ayat (1) dan ayat (3) UU KUP

WAJIB PAJAK

ORANG PRIBADI

PEMUNGUT/ PEMOTONG

BADAN

KANTOR PELAYANAN PAJAK
PENGUSAHA TERTENTU

TEMPAT TINGGAL TEMPAT KEDUDUKAN
DAN TEMPAT KEGIATAN USAHA

PUSPENPA 2000

KUP 6

TEMPAT PELAPORAN USAHA
Pasal 2 ayat (2) UU KUP

WP SEBAGAI PENGUSAHA
YANG DIKENAKAN PAJAK MENURUT UU PPN

ORANG PRIBADI

BADAN

KANTOR PELAYANAN PAJAK

TEMPAT TINGGAL

TEMPAT KEDUDUKAN

DAN TEMPAT KEGIATAN USAHA

PUSPENPA 2000

KUP 7

TEMPAT PENDAFTARAN & PELAPORAN WP / PKP TERTENTU
Pasal 2 (3) UU KUP jis. KEP-515/PJ./2000 & KEP-516/PJ./2000

WP BADAN TERTENTU*
BUMN dan BUMD di DKI , termasuk anak perusahaan BUMN yang penyertaan modal induknya > 50% PMA TIDAK MASUK BURSA di DKI
BUT & ORANG ASING di DKI

KPP PND KPP PMA KPP BADORA
KPP PERUSAHAAN MASUK BURSA

WP PERSH. MASUK BURSA kecuali:
- BUMN/D

BUMN/D, PMA TIDAK MASUK BURSA & BADAN (BUT) DAN ORANG ASING di luar DKI BUMN/D, PMA, BADORA, PERUSAHAAN MASUK BURSA
(khusus PPh PEMOTONGAN /PEMUNGUTAN dan PPN/ PPn BM)

KPP SETEMPAT
KPP TEMPAT CABANG / PERWAKILAN atau KEGIATAN USAHA KPP TEMPAT TINGGAL & KPP TEMPAT KEGIATAN USAHA

WPORANG PRIBADI PENGUSAHA TERTENTU YG MEMPUNYAI BEBERAPA TEMPAT USAHA

*) Untuk WP yang baru terdaftar terhitung mulai tanggal
berlakunya keputusan ini ( 1 Januari 2001 ) PUSPENPA 2000 KUP 8

PENERBITAN NPWP DAN ATAU PENGUKUHAN PKP SECARA JABATAN
Pasal 2 ayat (4) UU KUP

DIRJEN PAJAK

MENERBITKAN NPWP DAN ATAU PPKP SECARA JABATAN

APABILA ORANG PRIBADI ATAU BADAN YANG TELAH MEMENUHI SYARAT SEBAGAI WP/PKP TETAPI TIDAK MENDAFTARKAN DIRI DAN / ATAU TIDAK MELAPORKAN USAHANYA

PUSPENPA 2000

KUP 9

JANGKA WAKTU PENDAFTARAN NPWP DAN PELAPORAN PPKP
Pasal 2 ayat (5) UU KUP jo. Kep- 516/PJ./2000

NPWP

PPKP

Paling lambat 1 bulan setelah saat usaha mulai dijalankan
WP BADAN / OP Usahawan

Paling lambat 1 bulan setelah saat usaha mulai dijalankan, atau; atas kemauan sendiri, WP dapat mengajukan permohonan untuk dikukuhkan sebelum saat usaha mulai dijalankan

Paling lambat pada akhir bulan berikutnya apabila sampai WP ORANG dengan suatu bulan dalam satu tahun PRIBADI Non buku memperoleh Usahawan penghasilan yang melebihi PTKP

PUSPENPA 2000

KUP 10

SYARAT-SYARAT UNTUK MENDAPATKAN NPWP/ PPKP BAGI WP ORANG PRIBADI DAN JANGKA WAKTU PENERBITAN
Kep - 516/PJ./2000

WP ORANG PRIBADI

USAHAWAN

NON USAHAWAN

MENGISI DAN MENANDATANGANI SENDIRI/ KUASA KHUSUS FORMULIR PENDAFTARAN
DILAMPIRI FOTO KOPI :KTP/ SIM/ KK/ PASPOR DITAMBAH SURAT KETERANGAN TEMPAT TINGGAL DARI INSTANSI YANG BERWENANG SEKURANG-KURANGNYA LURAH ATAU KEPALA DESA BAGI ORANG ASING

DILAMPIRI FOTO KOPI : - KTP/SIM/KK/PASPOR; dan - SURAT IJIN USAHA/ KETERANGAN TEMPAT USAHA.

• UNTUK NPWP, PALING LAMA PADA HARI KERJA BERIKUTNYA • UNTUK SPPKP PALING LAMA 3 HARI KERJA
PUSPENPA 2000 KUP 11

SYARAT-SYARAT UNTUK MENDAPATKAN NPWP/ PPKP WP BADAN & PEMUNGUT/PEMOTONG DAN JANGKA WAKTU PENERBITAN
Kep -516 /PJ./2000

WAJIB PAJAK

BADAN

JO

PEMUNGUT/ PEMOTONG

MENGISI DAN MENANDATANGANI SENDIRI/ KUASA KHUSUS FORMULIR PENDAFTARAN
DILAMPIRI FOTO KOPI : - AKTE PENDIRIAN; dan DILAMPIRI FOTO KOPI : - KTP SALAH SEORANG - PERJANJIAN KERJA SAMASEBAGAI JO PENGURUS; dan - NPWP MASING- SURAT IJIN USAHA/ KETERANGAN TEMPAT MASING ANGGOTA JO USAHA.

DILAMPIRI FOTO KOPI : - SURAT PENUNJUKAN SBG. BENDHRW.; dan - TANDA BUKTI DIRI BENDAHARAWAN.

• UNTUK NPWP, PALING LAMA PADA HARI KERJA BERIKUTNYA • UNTUK SPPKP PALING LAMA 3 HARI KERJA
PUSPENPA 2000 KUP 12

WAJIB PAJAK PINDAH ALAMAT
Kep- 516 /PJ/2000

Permohonan WP dengan Surat Pernyataan Pindah

KPP Lama

KPP Baru

KPP Lama menerbitkan SURAT PINDAH kepada WP untuk diserahkan ke KPP Baru

Tindasan Pernyataan Pindah, oleh WP dikirimkan ke KPP Lama

KPP baru menerbitkan NPWP dan atau SPPKP (menggunakan nomor lama dengan mengganti kode KPP baru)
PUSPENPA 2000

KUP 13

PENGHAPUSAN NPWP
KEP- 516 /PJ./2000

Dilakukan dalam hal :
WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan Warisan yang belum terbagi (dalam kedudukan sebagai subjek pajak) sudah selesai dibagi WP badan yang telah dibubarkan secara resmi berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku WP BUT yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai BUT WP Orang Pribadi yang tidak memenuhi syarat lagi untuk dapat digolongkan sebagai Wajib Pajak

Penghapusan NPWP harus diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal diterimanya permohonan secara lengkap

PUSPENPA 2000

KUP 14

PENCABUTAN PENGUKUHAN PKP
KEP- 516 /PJ./2000

Dilakukan dalam hal :
WP pindah alamat ke wilayah Kerja KPP Lain

WP Bubar

WP tidak memenuhi syarat lagi sebagai PKP

Pencabutan Pengukuhan PKP harus diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal diterimanya permohonan secara lengkap

PUSPENPA 2000

KUP 15

SURAT PEMBERITAHUAN (SPT)
Pasal 1 angka 10, 11, 12 UU KUP

SPT
Surat yg oleh WP digunakan untuk melaporkan Penghitungan dan atau Pembayaran Pajak, Objek Pajak dan atau bukan Objek Pajak, dan atau Harta dan Kewajiban

UNTUK SUATU MASA PAJAK

UNTUK SUATU TAHUN PAJAK ATAU BAGIAN TAHUN PAJAK

SPT MASA

SPT TAHUNAN

PUSPENPA 2000

KUP 16

FUNGSI SPT PPh
Penjelasan Pasal 3 ayat (1) UU KUP

SEBAGAI SARANA
UNTUK :

a. melaporkan dan mempertanggung jawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang b. melaporkan tentang : pembayaran atau pelunasan pajak yg telah dilaksanakan sendiri dan/atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak ; penghasilan yang merupakan Objek dan bukan Objek Pajak ; Harta dan Kewajiban ; pembayaran dari pemotong / pemungut tentang pemotongan atau pemungutan dalam satu Masa Pajak.
PUSPENPA 2000 KUP 17

FUNGSI SPT PPN
Penjelasan Pasal 3 ayat (1) UU KUP

SEBAGAI SARANA
UNTUK :

a. melaporkan dan mempertanggung jawabkan penghitungan jumlah PPN/PPn BM yang sebenarnya terutang, dan b. melaporkan tentang: pengkreditan PM terhadap PK; pembayaran atau pelunasan pajak yg telah dilaksanakan sendiri oleh PKP dan atau melalui pihak lain dalam satu Masa Pajak; melaporkan dan mempertanggung jawabkan pajak yang dipotong atau dipungut dan disetorkan (bagi pemotong atau pemungut).
PUSPENPA 2000 KUP 18

KEWAJIBAN PEMENUHAN SPT
Pasal 3 ayat (1), (2), (3), dan (7) UU KUP

WP

• • • •

MENGAMBIL SENDIRI MENGISI MENANDATANGANI MENYAMPAIKAN

SPT

KPP/KAPENPA
BATAS WAKTU PENYAMPAIAN • SPT MASA : PALING LAMBAT 20 HARI SETELAH AKHIR MASA PAJAK

• SPT TAHUNAN : PALING LAMBAT 3 BULAN SETELAH AKHIR TAHUN PAJAK SPT DISAMPAIKAN TETAPI TIDAK ATAU TIDAK SEPENUHNYA MEMENUHI KETENTUAN (TIDAK LENGKAP), SPT DIANGGAP TIDAK DISAMPAIKAN PUSPENPA 2000 KUP 19

SPT TIDAK LENGKAP (SPT TIDAK MEMENUHI KETENTUAN)
Pasal 3 ayat (7) jo. KMK No.536KMK.04/2000

A. PENGISIANNYA TIDAK MEMENUHI KETENTUAN FORMAL
APABILA

1. NAMA DAN NPWP TIDAK DICANTUMKAN DALAM SPT; 2. ELEMEN SPT INDUK DAN LAMPIRAN TIDAK/KURANG LENGKAP DI ISI; 3. SPT TIDAK DITANDATANGANI WP ATAU DITANDATANGANI KUASA WP, TETAPI TIDAK DILAMPIRI DENGAN SURAT KUASA KHUSUS; 4. SPT TIDAK ATAU KURANG DILAMPIRI DENGAN LAMPIRAN YANG DISYARATKAN; ATAU 5. SPT KURANG BAYAR TETAPI TIDAK DILAMPIRI DENGAN SSP.

B. SPT DIANGGAP TIDAK DISAMPAIKAN APABILA TIDAK MEMENUHI KETENTUAN FORMAL
PUSPENPA 2000 KUP 20

PENGISIAN SPT
Pasal 3 ayat (1), (1a) UU KUP jo. KMK No.533/KMK.04/2000

SPT harus diisi dengan :

a. b. c. d.

Dalam Bahasa Indonesia Huruf latin Menggunakan angka arab Satuan mata uang rupiah ( Kecuali WP yang telah mendapat izin Menkeu untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan mata uang selain rupiah, yaitu dalam mata uang US $ )

PUSPENPA 2000

KUP 21

PERPANJANGAN JANGKA WAKTU PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN
Pasal 3 ayat (4), (5) dan (5a) UU KUP

APABILA SPT TAHUNAN TIDAK DAPAT DISAMPAIKAN PADA WAKTUNYA, WP DAPAT MENGAJUKAN PERMOHONAN PERPANJANGAN

SYARAT :
DIAJUKAN SECARA TERTULIS KEPADA KEPALA KPP DIAJUKAN SEBELUM BATAS WAKTU PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN BERAKHIR MENYAMPAIKAN PENGHITUNGAN SEMENTARA PAJAK YG TERUTANG DAN DILAMPIRI LAPORAN KEUANGAN SEMENTARA MELAMPIRKAN BUKTI PELUNASAN ATAS KEKURANGAN PENYETORAN PAJAK YG TERUTANG

PERPAJANGAN DIBERIKAN PALING LAMA 6 BULAN
APABILA TIDAK DISAMPAIKAN DALAM BATAS WAKTU PERPANJANGAN TERSEBUT DITERBITKAN SURAT TEGURAN PUSPENPA 2000 KUP 22

BENTUK, ISI, DAN LAMPIRAN SPT
Pasal 3 ayat (6) UU KUP

MENTERI KEUANGAN MENETAPKAN

BENTUK

ISI

LAMPIRAN
BERUPA KETERANGAN DAN ATAU DOKUMEN

PUSPENPA 2000

KUP 23

DIKECUALIKAN DARI KEWAJIBAN PENYAMPAIAN SPT
Pasal 3 ayat (8) UU KUP jo. KMK No.535/KMK.04/2000

WAJIB PAJAK TERTENTU WAJIB PAJAK TERTENTU

DIKECUALIKAN DARI KEWAJIBAN PENYAMPAIAN SPT ADALAH : WP OP BERPENGHASILAN NETO DI BAWAH PTKP (UNTUK SPT MASA DAN TAHUNAN) WP OP YANG TIDAK MENJALANKAN USAHA ATAU MELAKUKAN PEKERJAAN BEBAS (UNTUK SPT MASA)
PUSPENPA 2000 KUP 24

PENGISIAN SPT
Pasal 4 UU KUP

PENGISIAN SPT PENGISIAN SPT

BENAR LENGKAP JELAS DITANDATANGANI :
BADAN : PENGURUS/DIREKSI ATAU KUASA KHUSUS ORANG PRIBADI :YG BERSANGKUTAN ATAU KUASA KHUSUS

WP YANG WAJIB PEMBUKUAN, DILENGKAPI DGN LAP. KEUANGAN (NERACA, LABA RUGI DAN KETERANGAN LAIN)

PUSPENPA 2000

KUP 25

PENELITIAN
Pasal 1 angka 27

SERANGKAIAN KEGIATAN

MENILAI KELENGKAPAN PENGISIAN SPT dan LAMPIRANNYA
Termasuk : KEBENARAN PENULISAN dan PENGHITUNGAN

BERSIFAT BERSIFAT

FORMAL FORMAL
PUSPENPA 2000 KUP 26

TEMPAT LAIN UNTUK PENYAMPAIAN SPT
Pasal 5 UU KUP

DIREKTUR JENDERAL DIREKTUR JENDERAL PAJAK PAJAK

DAPAT MENENTUKAN TEMPAT LAIN UNTUK PENYAMPAIAN SPT

PUSPENPA 2000

KUP 27

PENYAMPAIAN SPT
Pasal 6 UU KUP jo. KEP- 518 /PJ./2000

Dengan Cara

Disampaikan langsung ke KPP/ Kapenpa.

Disampaikan melalui Kantor Pos secara tercatat

WP menerima tanda bukti dan tanggal penerimaan

Tanda bukti dan tanggal pengiriman dianggap sebagai tanda bukti dan tanggal penerimaan

Atau cara lain melalui : jasa ekspedisi atau jasa kurir yang ditunjuk Dirjen Pajak

PUSPENPA 2000

KUP 28

SANKSI ADMINISTRASI ATAS KETERLAMBATAN atau TIDAK MENYAMPAIKAN SPT
Pasal 7 (1) UU KUP

WP TERLAMBAT/ WP TERLAMBAT/ TIDAK MENYAMPAIKAN TIDAK MENYAMPAIKAN

SPT MASA

SPT TAHUNAN

DENDA Rp. 50.000,00
PUSPENPA 2000

DENDA Rp. 100.000,00
KUP 29

DIKECUALIKAN DARI PENGENAAN SANKSI DENDA
Pasal 7 ayat (2) UU KUP jo. KMK No. 537/KMK.04/2000

WP TERTENTU DIKECUALIKAN DARI PENGENAAN SANKSI DENDA

A. WP NON EFEKTIF
1. WP OP meninggal dunia tetapi ahli warisnya belum memberitahukannya secara tertulis ke KPP. 2. WP Badan tidak lagi melakukan kegiatan usaha tapi belum bubar. 3. WP OP yg tidak lagi melakukan kegiatan usaha/pekerjaan bebas. 4. WP tidak lagi diketahui alamatnya.

B. WP OP berpenghasilan neto dibawah PTKP C. WP OP yg tidak menjalankan usaha/ melakukan pekerjaan bebas
PUSPENPA 2000 KUP 30

PEMBETULAN SPT
Pasal 8 ayat (1) dan (2) UU KUP

SPT YG PENGISIANNYA TERDAPAT KEKELIRUAN

DENGAN KEMAUAN SENDIRI WP DAPAT MELAKUKAN PEMBETULAN

SYARAT
PERNYATAAN TERTULIS (dengan SPT pembetulan ybs atau beserta lampiran sendiri) DALAM JANGKA WAKTU 2 TAHUN BELUM DILAKUKAN PEMERIKSAAN APABILA KURANG BAYAR HARUS DILUNASI TERLEBIH DAHULU, TAMBAHAN SANKSI 2% DAPAT DILUNASI BERSAMA DENGAN KURANG BAYAR ATAU MENUNGGU DITAGIH DENGAN STP

PUSPENPA 2000

KUP 31

PENGUNGKAPAN KETIDAKBENARAN SPT ATAS KEMAUAN SENDIRI
Pasal 8 ayat ( 3 ) UU KUP

SPT TELAH DISAMPAIKAN

TELAH DIPERIKSA, TETAPI BELUM DISIDIK, sehubungan TINDAK PIDANA PASAL 38

TIDAK DISIDIK

APABILA WP : Mengungkapkan ketidakbenaran atas kemauan sendiri Melunasi pajak yg kurang dibayar + denda 2 kali dari jumlah pajak yang kurang dibayar
PUSPENPA 2000 KUP 32

PENGUNGKAPAN KETIDAKBENARAN SPT ATAS KESADARAN SENDIRI, DENGAN LAPORAN TERSENDIRI
Pasal 8 ayat (4) dan (5) UU KUP

SEKALIPUN JANGKA WAKTU PEMBETULAN 2 TAHUN TELAH LEWAT DAN BELUM DITERBITKAN SKP

WP DAPAT MENGUNGKAPKAN KETIDAKBENARAN SPT ATAS KESADARAN SENDIRI, DALAM LAPORAN TERSENDIRI SYARAT PAJAK YG HARUS DIBAYAR MENJADI LEBIH BESAR ATAU RUGI FISKAL MENJADI LEBIH KECIL ATAU JUMLAH HARTA MENJADI LEBIH BESAR ATAU JUMLAH MODAL MENJADI LEBIH BESAR MELUNASI PAJAK YG KURANG DIBAYAR + KENAIKAN 50 %

PUSPENPA 2000

KUP 33

PEMBETULAN SPT TAHUNAN PPh KARENA KEPUTUSAN KEBERATAN ATAU PUTUSAN BANDING
Pasal 8 ayat 6 UU KUP

WP Menerima Keputusan Keberatan atau Putusan Banding yang menyatakan rugi fiskal yang berbeda dari yang diajukan
Dapat menyampaikan pembetulan SPT sekalipun jangka waktu 2 tahun telah terlampaui

Selama belum dilakukan tindakan pemeriksaan dan disampaikan dalam jangka waktu 3 bulan setelah Keputusan Keberatan atau Putusan Banding diterima

PUSPENPA 2000

KUP 34

TANGGAL JATUH TEMPO PEMBAYARAN ATAU PENYETORAN PAJAK
Pasal 9 ayat (1) UU KUP jis. KMK No. 541 /KMK.04/2000

JENIS PAJAK
01. PPh Pasal 4 ayat (2) a. penjualan saham dibursa efek b. penghasilan bunga/diskonto obligasi dibursa efek 02. 03. 04. 05. PPh Pasal 21 PPh Pasal 23/26 PPh Pasal 25 Pasal 22, PPN/PPn BM atas impor dilunasi sendiri 06. 07. 08. 09. 10. 11. PPN/PPn BM atas impor dipungut DJBC PPh Pasal 22, pemungutan bendaharawan APBN PPh Pasal 22, Produk Pertamina, Bulog

TANGGAL JATUH TEMPO (paling lambat)
tgl. 20 bulan takwim berikutnya tgl. 10 bulan takwim berikutnya tgl. 10 bulan takwim berikutnya tgl. 10 bulan takwim berikutnya tgl. 15 bulan takwin berikutnya
• •

tanggal yg sama pada saat pembayaran Bea Masuk tanggal yg sama dgn saat penyelesaian dokumen impor bila bea masuk ditunda/dibebaskan

1 hari setelah pemungutan pajak dilakukan pada hari yg sama pada saat pembayaran dilunasi sendiri oleh WP sebelum SPPB/DO ditebus

PPh Pasal 22 oleh bdn-bdn tertentu tgl. 15 bulan takwim berikutnya tgl. 15 bulan takwin berikutnya PPN/PPnBM PPN/PPn BM oleh bendaharawan Pemerintah/instansi pemerintah PPN/PPn BM selain bendaharawan tgl. 7 bulan takwim berikutnya setelah masa pajak berakhir tgl. 15 bulan takwim berikutnya

12

pemerintah/instansi pemerintah

Catatan : Apabila tanggal jatuh tempo pembayaran/penyetoran bertepatan dengan hari libur, pembayaran/ libur, maka pembayaran/penyetoran dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya pembayaran/

PUSPENPA 2000

KUP 35

BATAS WAKTU PELUNASAN PPh PASAL 29
Pasal 9 ayat (2) UU KUP

KEKURANGAN BAYAR PPh BERDASARKAN SPT TAHUNAN PPh (Ps.29)

TAHUN BUKU

TAHUN BUKU TAHUN TAKWIM

=
TAHUN TAKWIM

HARUS DILUNASI PALING LAMBAT

TGL 25 MARET SETELAH TAHUN PAJAK BERAKHIR

TGL 25 BULAN KETIGA SETELAH TAHUN PAJAK BERAKHIR

SEBELUM SPT TAHUNAN DISAMPAIKAN
PUSPENPA 2000 KUP 36

SANKSI ADMINITRASI KETERLAMBATAN PEMBAYARAN PAJAK
Pasal 9 ayat (2a) UU KUP

PEMBAYARAN/ PENYETORAN PAJAK SETELAH TGL JATUH TEMPO PEMBAYARAN/ PENYETORAN PAJAK

DIKENAKAN SANKSI ADIMINITRASI

BERUPA BUNGA 2% SEBULAN DIHITUNG DARI JATUH TEMPO PEMBAYARAN SAMPAI DENGAN TGL PEMBAYARAN (DAN BAGIAN DARI BULAN DIHITUNG PENUH SATU BULAN)

PUSPENPA 2000

KUP 37

JATUH TEMPO PEMBAYARAN KETETAPAN PAJAK
Pasal 9 ayat (3) UU KUP

PAJAK TERUTANG ATAS :

STP SKPKB SKPKBT

SK PEMBETULAN SK KEBERATAN PUTUSAN BANDING

YG MENGAKIBATKAN PAJAK YG HARUS DIBAYAR BERTAMBAH

HARUS DILUNASI PALING LAMBAT 1 BULAN SEJAK TANGGAL DITERBITKAN

PUSPENPA 2000

KUP 38

PENGANGSURAN DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN PAJAK
Pasal 9 ayat (4) UU KUP

DIREKTUR JENDERAL PAJAK DAPAT MEMBERIKAN PERSETUJUAN

ATAS PERMOHONAN WP UNTUK MENGANGSUR/MENUNDA

PEMBAYARAN PAJAK TERUTANG ATAS :

STP SKPKB SKPKBT PPh Pasal 29

SK PEMBETULAN SK KEBERATAN PUTUSAN BANDING Yg mengakibatkan pajak yg harus dibayar bertambah

Dikenakan sanksi bunga sebesar 2% sebulan
PUSPENPA 2000 KUP 39

SYARAT PENGAJUAN PERMOHONAN PENGANGSURAN DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN PAJAK
KMK No. 541/KMK.04/2000

PERMOHONAN PENGANGSURAN/PENUNDAAN PEMBAYARAN PAJAK syarat Diajukan secara tertulis kepada Kepala KPP tempat WP terdaftar; Diajukan paling lambat 15 hari sebelum jatuh tempo pembayaran utang pajak berakhir, kecuali dalam hal WP mengalami keadaan diluar kekuasaannya; Disertai alasan dan jumlah pembayaran pajak yang dimohon diangsur/ditunda Keputusan menerima atau menolak diberikan dalam jangka waktu 10 hari sejak permohonan diterima lengkap, lebih dari jangka waktu tersebut dianggap diterima
PUSPENPA 2000 KUP 40

TEMPAT PEMBAYARAN/ PENYETORAN PAJAK
Pasal 10 ayat (1) UU KUP jo. KMK No.541/KMK.04/2000

TEMPAT PEMBAYARAN/PENYETORAN

BANK BUMN/D ATAU BANK-BANK LAIN YANG DITUNJUK OLEH DIRJEN ANGGARAN

KANTOR POS

PUSPENPA 2000

KUP 41

SARANA PEMBAYARAN PAJAK
Pasal 10 ayat (2) UU KUP jo. KMK No541/KMK.04/2000

PEMBAYARAN/ PENYETORAN PAJAK

MENGGUNAKAN SURAT SETORAN PAJAK (SSP) ATAU SARANA ADMINISTRASI LAIN YG DITENTUKAN DIRJEN PAJAK

PUSPENPA 2000

KUP 42

TANGGAL JATUH TEMPO PELAPORAN PAJAK
Pasal 9 ayat (1) UU KUP jo. KMK No. 541/KMK.04/2000

NO.

JENIS PAJAK

JATUH TEMPO PELAPORAN

1 2 3 4 5

PPh Pasal 25 PPh Pasal 21 PPh Pasal 23/26 PPN/PPnBM PPh Pasal 4 ayat (2): a. Penjualan saham di Bursa Efek b. Penghasilan bunga atau diskonto obligasi di Bursa Efek PPN/PPnBM atas impor dipungut DJBC PPh Pasal 22, pemungutan Bendaharawan APBN/D PPh Pasal 22 , Pertamina,atau Badan tertentu Pemungut pajak PPN/PPnBM oleh Bendaharawan Pemerintah/instansi Pemerintah

SPT Masa paling lambat 20 hari setelah Masa Pajak berakhir.

Paling lambat tanggal 25 Paling lambat tanggal 20

bulan yang sama dengan bulan penyetoran

6

SPT Masa secara mingguan paling lambat 7 hari setelah batas waktu penyetoran pajak berakhir. SPT Masa paling lambat 14 hari setelah Masa Pajak berakhir SPT Masa paling lambat 20 hari setelah Masa Pajak berakhir SPT Masa paling lambat 14 hari setelah Masa Pajak berakhir SPT Masa paling lambat 20 hari setelah Masa Pajak berakhir.

7

8

9

10 PPN/PPnBM selain Bendaharawan Pemerintah /instansi Pemerintah

Catatan : KEP.543/PJ./2000 Apabila tanggal jatuh tempo pelaporan bertepatan dengan hari libur, maka pelaporan harus dilakukan pada hari kerja sebelumnya

PUSPENPA 2000

KUP 43

SURAT KETETAPAN PAJAK
Pasal 1 angka 14 UU KUP

Surat Ketetapan Pajak

SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR (SKPKB) SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR TAMBAHAN (SKPKBT)

PASAL 13

PASAL 15

SURAT KETETAPAN PAJAK NIHIL (SKPN)

PASAL 17 A PASAL 17 DAN PASAL 17 B

SURAT KETETAPAN PAJAK LEBIH BAYAR (SKPLB)

PUSPENPA 2000

KUP 44

KEWAJIBAN MEMBAYAR PAJAK
Pasal 12 AYAT (1) UU KUP

WAJIB PAJAK

WAJIB MEMBAYAR PAJAK YANG TERUTANG BERDASARKAN KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN PERPAJAKAN

TIDAK MENGGANTUNGKAN PADA ADANYA

SURAT KETETAPAN PAJAK

PUSPENPA 2000

KUP 45

JUMLAH PAJAK TERUTANG
Pasal 12 Ayat (2) & (3) UU KUP

JUMLAH PAJAK YANG TERUTANG MENURUT SURAT PEMBERITAHUAN YANG DISAMPAIKAN WP

JUMLAH PAJAK YANG TERUTANG MENURUT KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN PERPAJAKAN
Atau Apabila

DIREKTUR JENDERAL PAJAK
MENDAPATKAN BUKTI BAHWA JUMLAH PAJAK YANG TERUTANG MENURUT SURAT PEMBERITAHUAN TIDAK BENAR

MAKA DJP MENETAPKAN JUMLAH PAJAK TERUTANG YANG SEMESTINYA
PUSPENPA 2000 KUP 46

SKPKB
Dapat diterbitkan dalam jangka waktu 10
Pasal 13 ayat (1), (2) & (3) UU KUP

tahun, dalam hal :

Berdasarkan hasil pemeriksaan/ket. lain pajak yg terutang tidak/kurang dibayar

SPT tidak disampaikan dalam jangka waktu yg ditentukan dalam surat tegoran

Berdasarkan hasil pemeriksaan, PPN/PPn BM : - tidak seharusnya dikompensasikan - tidak seharusnya dikenakan tarip 0%

Kewajiban: Pasal 28 dan Pasal 29
tidak dipenuhi

PPh /PPN / PPn BM

PPh Sendiri

PPN /PPn.BM
PPh PEMOTONG/ PEMUNGUTAN

PPh Sendiri

BUNGA 2% SEBULAN MAX 24 BLN Psl. 13 (2)

PPh PEMOTONG/ PEMUNGUTAN

KENAIKAN 50% Psl. 13 (3) a

KENAIKAN 100% Psl. 13 (3) b

KENAIKAN 100% Psl. 13 (3) c

KENAIKAN 100%

KENAIKAN 50%

Psl. 13 (3) b Psl. 13 (3) a KUP 47

PUSPENPA 2000

KEPASTIAN DAN JAMINAN HUKUM SPT
Pasal 13 ayat (4) UU KUP

PAJAK YANG DILAPORKAN DALAM SPT

DALAM JANGKA WAKTU

10 TAHUN
TIDAK DITERBITKAN SKP

MENJADI PASTI
PUSPENPA 2000 KUP 48

SKPKB dapat diterbitkan dalam j.w. > 10 tahun dalam hal :
Pasal 13 ayat (5) UU KUP

Wajib Pajak dipidana di bidang perpajakan berdasarkan putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap

ditambah sanksi BUNGA 48 %
PUSPENPA 2000 KUP 49

STP
dapat diterbitkan dalam hal :
Pasal 14 UU KUP

PPh dalam tahun berjalan tidak/ kurang dibayar

Kurang bayar karena salah tulis / salah hitung

Dikenakan Sanksi Adminis trasi berupa denda dan atau bunga

Pengusa ha tidak
melapor

kan kegiatan usahanya untuk dikukuhk an sbg PKP

Bukan PKP membu at Faktur Pajak

Psl 14 (1) c

•PKP tdk membuat FakturPa jak •PKP membuat Faktur Pajak tidak tepat waktu •PKP membuat Faktur Pajak tidak lengkap

Psl 14 (1) a

Psl 14 (1) b

Psl 14 (1) d

Psl14(1) e

Psl14(1) f

Bunga 2% sebulan paling lama 24 bulan Psl 14 (3)

Denda 2 % x DPP Psl 14 (4)

Catatan: (Pasal 14 (2) STP memiliki kekuatan hukum yang sama dengan skp

PUSPENPA 2000

KUP 50

SKPKBT
Diterbitkan dlm jangka waktu 10 tahun apabila
Pasal 15 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3)UU KUP

Data baru dan atau Data yg semula belum terungkap yang berakibat jumlah pajak terutang bertambah
Ditemukan oleh FISKUS Keterangan tertulis dari WP atas kehendak sendiri

dikenakan kenaikan 100 %

tidak dikenakan kenaikan

PUSPENPA 2000

KUP 51

SKPKBT dapat diterbitkan dalam j.w. > 10 tahun dalam hal :
Pasal 15 ayat (4) UU KUP

Wajib Pajak dipidana di bidang perpajakan berdasarkan putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap

ditambah sanksi BUNGA 48 %

PUSPENPA 2000

KUP 52

PEMBETULAN KETETAPAN PAJAK
Pasal 16 ayat (1) dan Penjelasan UU KUP DIREKTUR JENDERAL PAJAK DAPAT MEMBETULKAN skp, STP, SURAT KEPUTUSAN KEBERATAN, SURAT KEPUTUSAN PENGURANGAN atau PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI, SURAT KEPUTUSAN PENGURANGAN atau PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK, atau SURAT KEPUTUSAN PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PAJAK

SALAH TULIS, SALAH HITUNG DAN ATAU KELIRU PENERAPAN UU
SECARA JABATAN PERMOHONAN WP

DAPAT BERUPA Menambah atau Mengurangkan atau Menghapuskan PUSPENPA 2000 KUP 53

PERMOHONAN PEMBETULAN
Pasal 16 AYAT (2), (3) UU KUP

DIREKTUR JENDERAL PAJAK

DALAM JANGKA WAKTU 12 BULAN

SEJAK TGL PERMOHONAN DITERIMA, HARUS MEMBERI KEPUTUSAN

APABILA JANGKA WAKTU TELAH LEWAT, TIDAK MEMBERI SUATU KEPUTUSAN, MAKA PERMOHONAN PEMBETULAN YG DIAJUKAN TSB DIANGGAP DITERIMA
PUSPENPA 2000 KUP 54

PENERBITAN S K P L B
Pasal 17 dan Penjelasan UU KUP

SETELAH DILAKUKAN PEMERIKSAAN THD SPT LB TANPA PERMOHONAN RESTITUSI, SPT KB, DAN SPT NIHIL

JUMLAH KREDIT PAJAK ATAU JUMLAH PAJAK YG DIBAYAR LEBIH BESAR DARI PADA JUMLAH PAJAK YG TERUTANG

TELAH DILAKUKAN PEMBAYARAN PAJAK YANG TIDAK SEHARUSNYA TERUTANG

PUSPENPA 2000

KUP 55

PENERBITAN S K P N
Pasal 17 A UU KUP

SETELAH DILAKUKAN PEMERIKSAAN

JUMLAH KREDIT PAJAK ATAU JUMLAH PAJAK YG DIBAYAR SAMA DENGAN JUMLAH PAJAK YG TERUTANG

PAJAK TIDAK TERUTANG DAN TIDAK ADA KREDIT PAJAK / PEMBAYARAN PAJAK

PUSPENPA 2000

KUP 56

SPTLB
dengan permohonan dalam SPT
(Selain WP Kriteria tertentu sebagaimana dalam Pasal 17 C)
Pasal 17B ayat (1) UU KUP

DIPERIKSA

SKPKB

SKPN

SKPLB

diterbitkan dalam jangka waktu 12 bulan Sejak permohonan diterima secara lengkap
PUSPENPA 2000 KUP 57

SPTLB PPN
dengan permohonan oleh PKP
( yang melakukan kegiatan tertentu)
Pasal 17B ayat (1) UU KUP dan Kep 519/PJ./2000

KEGIATAN TERTENTU

1. EKSPOR BKP 2. PENYERAHAN BKP/JKP TERHADAP PEMUNGUT

DIPERIKSA

SKPKB

SKPN

SKPLB

DITERBITKAN PALING LAMBAT DALAM JANGKA WAKTU 2 BULAN SEJAK DITERIMANYA PERMOHONAN
PUSPENPA 2000 KUP 57

SPT LB
dengan permohonan dalam SPT
Pasal 17B ayat (2), ayat (3) UU KUP

LEBIH DARI 12 BULAN TIDAK ADA KEPUTUSAN
DITERBITKAN PALING LAMBAT 1 BULAN DITERBITKAN LEWAT JANGKA WAKTU 1 BULAN

SKPLB = SPT

SKPLB = SPT DITAMBAH IMBALAN BUNGA 2 % SEBULAN
KUP 58

PUSPENPA 2000

Penerbitan SKPPKP
(Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak)
Pasal 17C ayat (1), (2), (3) UU KUP

Setelah Dilakukan Penelitian (formal) terhadap SPT

WP DENGAN KRITERIA TERTENTU

PPh
Jangka Waktu 3 bulan

PPN
Jangka Waktu 1 bulan

Tidak menghendaki SKPPKP

Diterbitkan SKPPKP
PUSPENPA 2000

Diproses sesuai dengan Pasal 17 B
KUP 59

Kriteria WP yang dapat diberikan SKPPKP
KMK No 544//KMK.04/2000

WP YANG : 1. TEPAT WAKTU DALAM PENYAMPAIAN SPT (2 TAHUN TERAKHIR) 2. TIDAK MEMPUNYAI TUNGGAKAN PAJAK (KECUALI YANG MEMPUNYAI IZIN) 3. TIDAK PERNAH DIJATUHI HUKUMAN KARENA MELAKUKAN TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN DALAM JANGKA WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 4. DALAM HAL LAPORAN KEUANGAN DIAUDIT , HARUS DENGAN PENDAPAT WAJAR TANPA PENGECUALIAN ATAU WAJAR DG PENGECUALIAN SEPANJANG TIDAK MEMPENGARUHI R/L FISKAL 5. DALAM HAL L/K TIDAK DIAUDIT, WP DAPAT MENGAJUKAN PERMOHONAN SEPANJANG MEMENUHI SYARAT 1, 2, 3

PUSPENPA 2000

KUP 60

WP DENGAN KRITERIA TERTENTU
Pasal 17C ayat (4) , (5) dan Penjelasan UU KUP

SETELAH DITERBITKAN SKPPKP

DAPAT DIPERIKSA DALAM JANGKA WAKTU 10 TAHUN

SKPN

SKPKB

SKPLB

DITAMBAH SANKSI KENAIKAN 100 %
PUSPENPA 2000 KUP 61

PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK
Pasal 11 UU KUP

KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK

SKPLB Pasal 17 dan 17 B

SKPPKP Pasal 17 C

DIKOMPENSASI DENGAN UTANG PAJAK
SISA LEBIH SISA LEBIH

DITERBITKAN SKPKPP dan SPMKP DLM JANGKA WAKTU 1 BLN SEJAK : - DITERIMANYA PERMOHON AN WP untuk Pasal 17 - DITERBITKANNYA SKPLB untuk Pasal 17 B

DITERBITKAN SKPKPP DAN SPMKP DLM JANGKA WAKTU 1 BULAN SEJAK DITERBITKAN SKPPKP

IMBALAN BUNGA 2% SEBULAN APABILA SPMKP TERBIT LEWAT JANGKA WAKTUNYA
PUSPENPA 2000 KUP 62

PENAGIHAN PAJAK
Pasal 18 AYAT (1) UU KUP

DASAR PENAGIHAN PAJAK

STP SKPKB SKPKBT

SK PEMBETULAN SK KEBERATAN PUTUSAN BANDING

YG MENGAKIBATKAN PAJAK YG HARUS DIBAYAR BERTAMBAH

PUSPENPA 2000

KUP 63

BUNGA PENAGIHAN
Pasal 19 ayat (1), (2) dan (3) UU KUP

2 % PER BULAN dikenakan terhadap :

1. Pajak yg terutang menurut SKPKB, SKPKBT, SK Pembetulan, SK Keberatan atau Putusan Banding yang menyebabkan pajak yang harus dibayar bertambah, apabila pada saat jatuh tempo pembayaran tidak/ kurang dibayar

2. Pajak yg terutang dlm hal WP diperbolehka n meng angsur / menunda pemba yaran

3. Kekurangan pajak yg belum dilunasi, apabila diberikan penundaan penyampaian SPT Tahunan PPh

BAGIAN DARI BULAN DIHITUNG PENUH SATU BULAN
PUSPENPA 2000 KUP 64

PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA
Pasal 20 ayat (1), (3) UU KUP

STP SKPKB SKPKBT

SK PEMBETULAN SK KEBERATAN PUTUSAN BANDING Yang mengakibatkan pajak yg harus dibayar bertambah

TIDAK DIBAYAR SESUAI JANGKA WAKTU SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 9 AYAT(3)

SURAT PAKSA
Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku (UU PPSP) PUSPENPA 2000 KUP 65

PENAGIHAN SEKETIKA & SEKALIGUS
Penjelasan Pasal 20 UU KUP

adalah :
Tindakan Penagihan Pajak yang dilaksanakan oleh juru sita pajak kepada penanggung pajak tanpa menunggu tanggal jatuh tempo pembayaran yang meliputi seluruh utang pajak dari semua jenis pajak, masa pajak dan Tahun Pajak

PUSPENPA 2000

KUP 66

PENAGIHAN SEKETIKA & SEKALIGUS
Pasal 20 ayat (2) UU KUP

Dilakukan dalam hal : Penanggung pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya atau berniat untuk itu; Penanggung pajak memindahtangankan barang yg dimiliki atau dikuasai dalam rangka menghentikan atau mengecilkan kegiatan perusahaan, atau pekerjaannya di Indonesia; Terdapat tanda-tanda bahwa Penanggung pajak akan membubarkan Badan usahanya, atau menggabungkan usahanya, atau memekarkan usahanya, atau memindahtangankan perusahaan yang dimiliki atau yang dikuasainya, atau melakukan berubahan bentuk lainnya; Badan usaha akan dibubarkan oleh negara; Terjadi penyitaan atas barang Penanggung Pajak oleh pihak ketiga atau terdapat tandatanda kepailitan.

PUSPENPA 2000

KUP 67

PENANGGUNG PAJAK
Pasal 1 angka 25 UU KUP

ORANG PRIBADI

BADAN

YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBAYARAN PAJAK

TERMASUK WAKIL
YANG MENJALANKAN HAK DAN MEMENUHI KEWAJIBAN WAJIB PAJAK MENURUT KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERPAJAKAN

PUSPENPA 2000

KUP 68

HAK MENDAHULU
Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) UU KUP

Negara mempunyai Hak Mendahulu untuk Tagihan Pajak

Meliputi : - Pokok Pajak - Sanksi Administrasi : ♦ Bunga ♦ Denda ♦ Kenaikan - Biaya Penagihan Pajak ATAS

Barang- barang milik Penanggung Pajak
PUSPENPA 2000 KUP 69

DIKECUALIKAN DARI HAK MENDAHULU
Pasal 21 ayat (3) UU KUP

1. Biaya perkara yg semata-mata disebabkan suatu penghukuman untuk melelang suatu barang bergerak / tidak bergerak 2. Biaya yg telah dikeluarkan untuk menyelamatkan suatu barang dimaksud 3. Biaya perkara, yg semata-mata disebabkan pelelangan dan penyelesaian suatu warisan

PUSPENPA 2000

KUP 70

HAK MENDAHULU HILANG
Pasal 21 ayat (4), dan ayat (5) UU KUP

SETELAH LAMPAU WAKTU DUA TAHUN SEJAK TGL DITERBITKANNYA

STP SKPKB SKPKBT

SK PEMBETULAN SK KEBERATAN PUTUSAN BANDING Yg mengakibatkan pajak yg harus dibayar bertambah KECUALI

APABILA DLM JANGKA WAKTU 2 TAHUN TSB. : SURAT PAKSA UNTUK MEMBAYAR TELAH DIBERITAHUKAN SECARA RESMI; ATA DIBERIKAN PENUNDAAN PEMBAYARAN.

LAMPAU WAKTU 2 TAHUN TSB DIHITUNG SEJAK TANGGAL PEMBERITAHUAN SURAT PAKSA; ATAU DITAMBAH DGN JANGKA WAKTU PENUNDAAN PEMBAYARAN. PUSPENPA 2000 KUP 71

DALUWARSA PENAGIHAN
Pasal 22 ayat (1) UU KUP

HAK UNTUK MELAKUKAN PENAGIHAN PAJAK

DALUWARSA SETELAH LAMPAU WAKTU 10 TAHUN

SEJAK : SAAT TERUTANGNYA PAJAK; ATAU BERAKHIRNYA : ⌦MASA PAJAK; ATAU ⌦BAGIAN TAHUN PAJAK; ATAU ⌦TAHUN PAJAK YBS.

PUSPENPA 2000

KUP 72

DALUWARSA PENAGIHAN TERTANGGUH
Pasal 22 ayat (2) dan penjelasan UU KUP

Apabila
Diterbitkan Surat Teguran dan Surat Paksa Ada pengakuan utang pajak dari WP baik langsung maupun tidak langsung, seperti : ⌦ pengajuan permohonan angsuran/penundaan pembayaran ⌦ surat keberatan ⌦ pembayaran sebagian utang pajak Diterbitkan SKPKB ex pasal 13 ayat (5) atau SKPKBT ex pasal 15 ayat (4)

Daluwarsa sejak :
tanggal disampaikan surat paksa

tgl surat permohonan diterima tgl surat keberatan diterima tgl pembayaran sebagian utang pajak tgl diterbitkan SKPKB ex pasal 13 ayat (5) atau SKPKBT ex pasal 15 ayat (4)

PUSPENPA 2000

KUP 73

GUGATAN WP ATAU PENANGGUNG PAJAK TERHADAP :
Pasal 23 ayat (2) UU KUP

Pelaksanaan Surat Paksa, Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan atau Pengumuman Lelang Keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan keputusan perpajakan , selain yang ditetapkan dalam Pasal 25 (1) dan Pasal 26 Keputusan Pembetulan seperti dimaksud Pasal 16 yang berkaitan dengan STP Keputusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 yang berkaitan dengan STP

Hanya dapat diajukan kepada : badan peradilan pajak

PUSPENPA 2000

KUP 74

TATA CARA PENGHAPUSAN PIUTANG PAJAK DAN PENETAPAN BESARNYA PENGHAPUSAN
Pasal 24 UU KUP

STP, SKPKB, SKPKBT, SK PEMBETULAN, SK KEBERATAN DAN PUTUSAN BANDING

yang tidak dapat ditagih lagi

DIATUR OLEH MENTERI KEUANGAN KMK No. 565/KMK.04/2000

PUSPENPA 2000

KUP 75

KEBERATAN WP
Pasal 25 ayat (1), ayat (7) UU KUP

Diajukan hanya kepada Direktur Jenderal Pajak atas SUATU:

SKPKB SKPKBT SKPLB SKP Nihil Pemotongan atau Pemungutan oleh Pihak Ketiga
Catatan : Pengajuan keberatan tidak menunda pembayaran dan pelaksanaan penagihan Satu Surat Keberatan untuk satu jenis pajak dan satu Tahun Pajak
PUSPENPA 2000 KUP 76

SYARAT PENGAJUAN KEBERATAN
Pasal 25 ayat (2), ayat (3), ayat (4) UU KUP

1. Tertulis dalam Bahasa Indonesia 2. Memuat jumlah Pajak yg terutang atau jumlah pajak yg dipotong atau dipungut atau jumlah rugi menurut penghitungan WP. 3. Memuat alasan-alasan 4. Dalam jangka waktu tiga bulan sejak tanggal SKP diterbitkan atau tanggal pemotongan / pemungutan kecuali di luar kekuasaan Wajib Pajak (force mayeur)
syarat TIDAK DIPENUHI

TIDAK DIANGGAP SURAT KEBERATAN SEHINGGA TIDAK DIPERTIMBANGKAN

PUSPENPA 2000

KUP 77

TANDA BUKTI PENERIMAAN SURAT KEBERATAN
Pasal 25 ayat (5) UU KUP

TANDA BUKTI PENERIMAAN

TANDA TERIMA YG DIBUAT OLEH PEJABAT DITJEN PAJAK YG DITUNJUK

RESI (TANDA PENGIRIMAN POS TERCATAT) YG DIBUAT OLEH KANTOR POS

CATATAN : Batas Waktu penyelesaian Keberatan dihitung sejak tanggal penerimaan surat dimaksud

PUSPENPA 2000

KUP 78

HAK WAJIB PAJAK DALAM PENGAJUAN KEBERATAN
Pasal 25 ayat (6) dan Penjelasan UU KUP

WAJIB PAJAK DIBERI HAK

Untuk Meminta : • Dasar Pengenaan Pajak • Dasar Penghitungan Rugi • Dasar Pemotongan atau Pemungutan Pajak bila diminta WAJIB DIPENUHI SECARA TERTULIS OLEH DIREKTUR JENDERAL PAJAK
PUSPENPA 2000 KUP 79

PENYELESAIAN SURAT KEBERATAN
Pasal 26 ayat (1), (2), (3), dan (5) UU KUP

Paling lama 12 bulan sejak tgl Surat Keberatan diterima, Dirjen Pajak harus memberikan keputusan

Keputusan dapat berupa : Menerima seluruhnya Menerima sebagian Menolak Menambah jml pajak terutang

Bila dlm waktu 12 bulan terlewati, dan tdk diberikan keputusan, maka Surat Keberatan WP dianggap diterima
Catatan: Sebelum surat keputusan diterbitkan, WP dpt menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan
PUSPENPA 2000 KUP 80

PEMBUKTIAN KETIDAKBENARAN KETETAPAN PAJAK SECARA JABATAN
Pasal 26 ayat (4) UU KUP

SURAT KEBERATAN ATAS

SKP SECARA JABATAN KARENA :
• WP TIDAK MENYAMPAIKAN SPT TAHUNAN SETELAH DITEGOR SECARA TERTULIS; • TIDAK MEMENUHI KEWAJIBAN PEMBUKUAN • TIDAK MEMBERI KESEMPATAN PEMERIKSA MEMASUKI TEMPAT TERTENTU YG DIANGGAP PERLU

HARUS DIBUKTIKAN OLEH WP KETIDAKBENARAN SKP TSB.

APABILA TIDAK DIBUKTIKAN KEBERATAN DITOLAK
PUSPENPA 2000 KUP 81

PERMOHONAN BANDING
Pasal 27 ayat (1), (2), (3), dan (5) UU KUP

ATAS KEPUTUSAN KEBERATAN

Hanya dapat diajukan banding Kepada Badan Peradilan Pajak

syarat
Ditulis dalam Bahasa Indonesia; Alasan yang jelas Dalam jangka waktu tiga bulan sejak keputusan diterima; Dilampiri salinan Surat Keputusan Catatan : - Pengajuan permohonan banding tidak menunda kewajiban membayar pajak dan penagihan pajak

PUSPENPA 2000

KUP 82

PUTUSAN BANDING
Pasal 27 ayat (2), UU KUP

Bukan merupakan putusan Tata Usaha Negara

PUSPENPA 2000

KUP 83

BADAN PERADILAN PAJAK
Pasal 27 ayat (6) UU KUP

Badan Peradilan Pajak diatur dengan UU

PUSPENPA 2000

KUP 84

IMBALAN BUNGA ATAS KEBERATAN/BANDING
Pasal 27 A ayat (1) UU KUP

Keberatan/Banding diterima sebagian atau seluruhnya

Terdapat kelebihan pembayaran pajak
(Setelah dikurangi dengan utang pajak dalam SKPKB/SKPKBT)

Dikembalikan, ditambah bunga : - 2 % perbulan, paling lama 24 bulan sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak
PUSPENPA 2000 KUP 85

PEMBERIAN IMBALAN BUNGA
Pasal 27 A ayat (2), (3) UU KUP jo. KMK No.540/KMK.04/2000

Pembayaran lebih sanksi administrasi berupa denda Pasal 14 ayat (4) dan atau bunga Pasal 19 ayat (1)

Berdasarkan Keputusan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi

PUSPENPA 2000

KUP 86

PENGERTIAN PEMBUKUAN
Pasal 1 angka 26 UU KUP

Proses Pencatatan secara teratur untuk
mengumpulkan DATA dan INFORMASI KEUANGAN

MELIPUTI
Harta Kewajiban Modal Penghasilan dan Biaya Harga Perolehan dan Penyerahan Barang/Jasa

Dengan menyusun LAPORAN KEUANGAN (NERACA & LABA RUGI) pada setiap tahun pajak berakhir

PUSPENPA 2000

KUP 87

KEWAJIBAN PEMBUKUAN
Pasal 28 ayat (1) UU KUP

WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA ATAU PEKERJAAN BEBAS

WAJIB PAJAK BADAN

DI INDONESIA

WAJIB MENYELENGGARAKAN PEMBUKUAN

PUSPENPA 2000

KUP 88

DIKECUALIKAN DARI KEWAJIBAN PEMBUKUAN
Pasal 28 ayat (2) UU KUP

TIDAK WAJIB PEMBUKUAN TETAPI WAJIB MELAKUKAN PENCATATAN

WP ORANG PRIBADI YG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA/ PEKERJAAN BEBAS

WP ORANG PRIBADI YG TIDAK MELAKUKAN KEGIATAN USAHA ATAU PEKERJAAN BEBAS

YG DIPERBOLEHKAN MENGHITUNG PENGHASILAN NETO DGN MENGGUNAKAN NORMA PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO

PUSPENPA 2000

KUP 89

SYARAT PEMBUKUAN
Pasal 28 ayat (3), (4), (5), (7) UU KUP jo. KMK No.533/KMK.04/2000

Harus memperhatikan itikad baik Mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha sebenarnya Diselenggarakan di Indonesia Huruf latin Angka Arab Satuan mata uang Rupiah Bahasa Indonesia atau Bahasa Asing yang diizinkan Menteri Keuangan yaitu bahasa Inggris Diselenggarakan dgn prinsip taat asas dan dgn stelsel akrual atau stelsel kas Sekurang-kurangnya terdiri dari catatan mengenai harta,kewajiban, modal, penghasilan & biaya, serta penjualan & pembelian (sehingga dapat dihitung besarnya pajak yang terutang)

PUSPENPA 2000

KUP 90

PERUBAHAN TAHUN BUKU DAN ATAU METODE PEMBUKUAN
Pasal 28 ayat (6) UU KUP

PERUBAHAN

METODE PEMBUKUAN TAHUN BUKU
Pengakuan Penghasilan & biaya Metode Penyusutan Aktiva Tetap Metode Penilaian Persediaan

Harus mendapat persetujuan Direktur Jenderal Pajak
PUSPENPA 2000 KUP 91

PEMBUKUAN DLM BAHASA ASING dan MATA UANG SELAIN RUPIAH
Pasal 28 ayat (8) UU KUP jo. KMK No533/KMK.04/2000

PEMBUKUAN DENGAN BAHASA ASING dan MATA UANG SELAIN RUPIAH

WP DALAM RANGKA
PMA KONTRAK KARYA KONTRAK BAGI HASIL BUT WP yang mempunyai afiliasi denganperusahaan di LN

SETELAH MENDAPAT IZIN MENTERI KEUANGAN
Pemberian ijin dilimpahkan kepada Direktur Jenderal Pajak

PUSPENPA 2000

KUP 91

PENGERTIAN PENCATATAN
Pasal 28 ayat (9) UU KUP

PENGUMPULAN DATA SECARA TERATUR tentang Peredaran atau penerimaan bruto dan atau; Penghasilan bruto

SEBAGAI DASAR UNTUK MENGHITUNG JUMLAH PAJAK TERUTANG, (termasuk Penghasilan yg bukan objek pajak dan atau yg dikenakan pajak yg bersifat final)
PUSPENPA 2000 KUP 93

PENGECUALIAN dari WAJIB PEMBUKUAN & WAJIB PENCATATAN
Pasal 28 AYAT (10) UU KUP

WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

YANG TIDAK WAJIB SPT Tahunan PPh

PUSPENPA 2000

KUP 94

KEWAJIBAN PENYIMPANAN BUKU/CATATAN/DOKUMEN
Pasal 28 ayat (11) UU KUP

PENYIMPANAN BUKU/CATATAN/DOKUMEN YANG MENJADI DASAR PEMBUKUAN ATAU PENCATATAN & DOKUMEN LAIN

DILAKUKAN DI INDONESIA SELAMA 10 TAHUN

BADAN

ORANG PRIBADI
Tempat Kegiatan atau Tempat Tinggal
KUP 95

Tempat Kedudukan
PUSPENPA 2000

KEGIATAN PENCATATAN
Pasal 28 ayat (12) UU KUP DAN KEP-520/PJ./2000

1. WP OP YANG MELAKUKAN
PENCATATAN WAJIB DILAKUKAN KEGIATAN USAHA ATAU PEKERJAAN BEBAS 2. WP OP YANG TIDAK MELAKUKAN KEGIATAN USAHA ATAU PEKERJAAN BEBAS

SYARAT PENCATATAN
1. PENCATATAN HARUS DIBUAT LENGKAP DAN BENAR 2. DIDUKUNG DENGAN DOKUMEN ; * YANG MENJADI DASAR PENGHITUNGAN PEREDARAN ATAU PENERIMAAN BRUTO DAN ATAU PENGHASILAN BRUTO * PENGHASILAN YANG BUKAN OBJEK PAJAK DAN ATAU * PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PAJAK SECARA FINAL 3. JANGKA WAKTU PENCATATAN MELIPUTI JANGKA WAKTU 12 BULAN, MULAI TANGGAL 1 JANUARI SAMPAI DENGAN TANGGAL 31 DESEMBER

PUSPENPA 2000

KUP 95

PENGERTIAN PEMERIKSAAN
Pasal 1 angka 24 UU KUP

Serangkaian kegiatan untuk

Mencari Mengumpulkan Mengolah
DATA dan atau KETERANGAN

Untuk : menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan tujuan lain dalam rangka melaksanakan Ketentuan peraturan per- UU perpajakan

PUSPENPA 2000

KUP 96

WEWENANG DIRJEN PAJAK MELAKUKAN PEMERIKSAAN
Pasal 29 ayat (1) UU KUP

TUJUAN PEMERIKSAAN

MENGUJI KEPATUHAN PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN

TUJUAN LAIN

PUSPENPA 2000

KUP 97

SURAT PERINTAH PEMERIKSAAN
Pasal 29 ayat (2) UU KUP

UNTUK KEPERLUAN PEMERIKSAAN

PETUGAS PEMERIKSA HARUS MEMILIKI TANDA PENGENAL PEMERIKSA & DILENGKAPI SURAT PERINTAH PEMERIKSAAN

HARUS DIPERLIHATKAN KEPADA WAJIB PAJAK YANG DIPERIKSA
PUSPENPA 2000 KUP 98

KEWAJIBAN WAJIB PAJAK YANG DIPERIKSA
Pasal 29 ayat (3) UU KUP

a. Memperlihatkan dan atau meminjamkan buku/ catatan/ dokumen b. Memberikan kesempatan memasuki tempat atau ruangan yang dipandang perlu c. Memberikan keterangan yang diperlukan

PUSPENPA 2000

KUP 99

KEWAJIBAN MERAHASIAKAN
Pasal 29 ayat (4) UU KUP

UNTUK KEPERLUAN PEMERIKSAAN

DITIADAKAN

PUSPENPA 2000

KUP 100

PENYEGELAN DALAM RANGKA PEMERIKSAAN
Pasal 30 UU KUP

DIREKTUR JENDERAL PAJAK
BERWENANG

MELAKUKAN PENYEGELAN TEMPAT/RUANGAN TERTENTU

BILA WAJIB PAJAK : TIDAK MEMBERI KESEMPATAN PEMERIKSA MEMASUKI TEMPAT/RUANGAN YG DIPANDANG PERLU; TIDAK MEMBERI BANTUAN GUNA KELANCARAN PEMERIKSAAN

PUSPENPA 2000

KUP 101

TATA CARA PEMERIKSAAN
Pasal 31 UU KUP

DITETAPKAN OLEH MENTERI KEUANGAN

KMK No.545/KMK.04/2000
Tanggal 22 DESEMBER 2000

PUSPENPA 2000

KUP 102

WAKIL WAJIB PAJAK
Pasal 32 ayat (1), (4) UU KUP

BADAN Pengurus ( termasuk pengertian pengurus adalah orang yg nyata-nyata mempunyai wewenang ikut menentukan kebijaksanaan dan atau mengambil keputusan dalam menjalankan perusahaan ). Orang atau Badan yg dibebani untuk melakukan pemberesan dalam pembubaran/pailit. WARISAN YANG BELUM DIBAGI Ahli waris Pelaksana wasiat atau yg mengurus harta peninggalannya. ANAK BELUM DEWASA / ORANG YANG BERADA DALAM PENGAMPUAN Wali atau pengampunya DAPAT DITUNJUK SEORANG KUASA WAJIB PAJAK
PUSPENPA 2000 KUP 103

Tanggung Jawab Wakil Wajib Pajak
Pasal 32 ayat (2) UU KUP

Bertanggung jawab secara pribadi dan atau secara renteng atas pembayaran pajak

Tidak bertanggung jawab, dalam hal WAKIL dapat membuktikan dan meyakinkan Dirjen Pajak bahwa benarbenar tidak mungkin dibebani tanggung jawab.
KUP 104

PUSPENPA 2000

KUASA WAJIB PAJAK
Pasal 32 ayat (3), (3a) UU KUP jo. KMK No. 576 /KMK.04/2000

ORANG PRIBADI / BADAN DAPAT MENUNJUK SEORANG KUASA DENGAN

SURAT KUASA KHUSUS
UNTUK MENJALANKAN HAK DAN MEMENUHI KEWAJIBAN PERPAJAKAN SYARAT SEORANG KUASA : 1. Menyerahkan Surat Kuasa Asli 2. Menguasai Ketentuan Dibidang Perpajakan (memiliki Brevet Yang diterbitkan DJP atau ijazah formal penddk. Di bidang Perpjk.) 3. Tidak pernah dihukum karena tindak pidana dibidang perpajakan Surat Kuasa Tidak Bisa Dilimpahkan Kepada Orang Lain
PUSPENPA 2000 KUP 105

TANGGUNG JAWAB RENTENG
Pasal 33 UU KUP

PEMBELI BKP/ PENERIMA JKP

bertanggung jawab secara renteng atas pembayaran PPN dan PPn BM atas BKP dan JKP yang diterima kecuali dapat menunjukan bukti bahwa Pajak telah dibayar
PUSPENPA 2000 KUP 106

RAHASIA JABATAN
Pasal 34 UU KUP

PEJABAT / TENAGA AHLI
Dilarang
memberitahukan rahasia Wajib Pajak kepada pihak lain KECUALI

Sebagai Memberikan untuk saksi atau keterangan kepentingsaksi ahli kpd pihak an dlm sidang lain yg di negara pengadilan tetapkan MenKeu.

untuk pemeriksaan perkara pidana/ perdata atas permintaan hakim

dengan izin tertulis Men.Keu. PUSPENPA 2000 KUP 107

PIHAK LAIN YANG DAPAT DIBERIKAN KETERANGAN OLEH PEJABAT/TENAGA AHLI
KMK No.539KMK.04/2000

DIBERIKAN KEPADA : PEJABAT DARI LEMBAGA NEGARA (BPK) PEJABAT INSTANSI PEMERINTAH (BPKP) YANG BERWENANG MELAKUKAN PEMERIKSAAN DI BIDANG KEUANGAN NEGARA YANG SEDANG MENJALANKAN TUGAS DENGAN SURAT TUGAS MENYEBUTKAN NAMA WP KETERANGAN YANG INGIN DIKETAHUI (YANG BERSIFAT UMUM MENGENAI PERPAJAKAN WP)

PUSPENPA 2000

KUP 108

KEWAJIBAN MERAHASIAKAN OLEH PIHAK KE 3 DITIADAKAN
Pasal 35 UU KUP

Atas permintaan tertulis Dirjen Pajak Kepada : Akuntan Publik Notaris. Konsultan Pajak Kantor Administrasi Pihak ke - 3 lainnya

Atas permintaan tertulis Menteri Keuangan Kepada : Bank

mengenai keterangan atau bukti-bukti dari Wajib Pajak yang diperiksa atau disidik
PUSPENPA 2000 KUP 109

PENGURANGAN, PENGHAPUSAN, DAN PEMBATALAN UTANG PAJAK
Pasal 36 UU KUP jo. KMK No.542/KMK.04/2000

Direktur Jenderal Pajak berwenang Karena jabatan atau atas permohonan WP
Mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi berupa bunga, denda dan kenaikan dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahannya

Mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak yang tidak benar

PERMOHONAN DIAJUKAN UNTUK SATU KETETAPAN
APABILA WP TIDAK MENGAJUKAN KEBERATAN
SYARAT : SECARA TERTULIS PALING LAMBAT 3 BULAN SEJAK TGL DITERBITKAN STP, SKPKB, atau SKPKBT ALASAN JELAS DAN MEYAKINKAN

MENYEBUTKAN JUMLAH PAJAK YANG MENURUT WP SEHARUSNYA TERUTANG

PUSPENPA 2000

KUP 110

SANKSI BAGI PETUGAS PAJAK
Pasal 36A UU KUP

PETUGAS PAJAK

Dalam menghitung atau menetapkan pajak

Tidak sesuai dengan UU perpajakan yang berlaku yg berakibat merugikan negara

Dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku
PUSPENPA 2000 KUP 111

TINDAK PIDANA DIBIDANG PERPAJAKAN

ALPA ALPA

PERCOBAAN PERCOBAAN

SENGAJA SENGAJA

PENGULANGAN PENGULANGAN

PUSPENPA 2000

KUP 112

TINDAK PIDANA KARENA ALPA
Pasal 38 UU KUP

WAJIB PAJAK Tidak menyampaikan SPT Menyampaikan SPT tidak benar
BERAKIBAT dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara

DIPIDANA
kurungan paling lama satu tahun, dan atau denda paling tinggi dua kali jumlah pajak terutang yg tidak/kurang dibayar
Berlaku juga bagi wakil, kuasa, pegawai WP
Pasal 43 ayat (1) PUSPENPA 2000 KUP 113

TINDAK PIDANA KARENA SENGAJA
Pasal 39 ayat (1) UU KUP

Wajib Pajak :
Tidak mendaftarkan diri Menyalahgunakan NPWP atau Pengukuhan PKP Menggunakan tanpa hak NPWP atau Pengukuhan PKP Tidak menyampaikan SPT Menyampaikan SPT dan atau keterangan yg isinya tidak benar/tidak lengkap Menolak dilakukan pemeriksaan Memperlihatkan pembukuan, pencatatan dan dokumen palsu Tidak menyelenggarakan pembukuan /pencatatan/ tidak memperlihatkan/meminjamkan buku, catatan atau dokumen Tidak menyetorkan pajak yang dipotong/ dipungut

BERAKIBAT Menimbulkan kerugian pada pendapatan negara DIPIDANA Penjara paling lama enam tahun, dan denda paling tinggi empat kali Berlaku juga bagi wakil, kuasa, pegawai WP yg menyuruh/turut serta/ menganjurkan/ membantu melakukan tindak pidana perpajakan
Pasal 43 ayat (1) PUSPENPA 2000 KUP 114

TINDAK PIDANA KARENA PENGULANGAN
Pasal 39 ayat (2) UU KUP

PENGULANGAN TINDAK PIDANA DI BID. PERPAJAKAN SEBELUM LEWAT SATU TAHUN SEJAK SELESAINYA MENJALANI PIDANA PENJARA YG DIJATUHKAN

ANCAMAN PIDANA ( PASAL 39 AYAT (1) ) SANKSI DILIPATKAN DUA

PUSPENPA 2000

KUP 115

TINDAK PIDANA KARENA PERCOBAAN
Pasal 39 ayat (3) UU KUP

Menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak NPWP atau PPKP Menyampaikan SPT dan atau keterangan yg isinya tidak benar atau tidak lengkap Dalam rangka mengajukan permohonan restitusi atau kompensasi pajak

SANKSI Pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun, dan Denda paling tinggi 4 (empat) kali jumlah restitusi yg dimohon dan atau kompensasi yg dilakukan oleh Wajib Pajak

PUSPENPA 2000

KUP 116

DALUWARSA TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN
Pasal 40 UU KUP

setelah lampau 10 Tahun

Sejak : Saat terutangnya pajak; Berakhirnya masa pajak, bagian tahun pajak atau tahun pajak ybs
PUSPENPA 2000 KUP 117

DELIK ADUAN
Pasal 41 UU KUP

ALPA
Tidak memenuhi kewajiban merahasiakan segala sesuatu yg diketahui / diberitahukan kepadanya oleh Wajib Pajak dalam rangka jabatan atau pekerjaannya ( seperti tersebut dlm Pasal 34 )
SANKSI
Pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun , dan Denda paling banyak Rp. 4.000.000,00 PUSPENPA 2000

SENGAJA
Tidak memenuhi kewajiban merahasiakan segala sesuatu yg diketahui / diberitahukan kepadanya oleh Wajib Pajak dalam rangka jabatan atau pekerjaannya ( seperti tersebut dalam Pasal 34 )
SANKSI
Pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun , dan Denda paling banyak Rp 10.000.000,00 KUP 118

SANKSI PIDANA TERHADAP PIHAK KETIGA
Pasal 41 A dan 41B UU KUP
Sanksi maksimal : Pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun, dan Denda paling banyak Rp. 10.000.000,00 Sanksi maksimal : Pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun, dan Denda paling banyak Rp. 10.000.000,00

Pihak ke 3 (Ps 35) yg dengan sengaja :
Tidak memberikan keterangan / bukti atau Memberikan keterangan / bukti yang tidak benar (Pasal 41 A)

Pihak ke 3 yang dengan sengaja :
Menghalangi Mempersulit penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan

Pasal 41 B

Termasuk yang menyuruh / menganjurkan / membantu melakukan tindak pidana perpajakan Pasal 43 ayat ( 2 )
PUSPENPA 2000 KUP 119

PELAKU TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN
PEJABAT WAJIB PAJAK Pasal 38, Pasal 39 Wakil, kuasa atau pegawai WP Pasal 43 ayat (1) PIHAK KETIGA

Pasal 43 ayat (2)

Pasal 41

Yang menyuruh Yang menganjurkan Yang membantu melakukan

PUSPENPA 2000

KUP 120

PPNS DJP
Pasal 44 ayat (1) UU KUP

Diangkat oleh Menteri Hukum & Perundangundangan sebagai penyidik Mempunyai wewenang khusus melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan Dilaksanakan sesuai dengan KUHP
PUSPENPA 2000 KUP 121

PENYIDIKAN TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN
Pasal 1 angka 28 UU KUP

SERANGKAIAN TINDAKAN YANG DILAKUKAN PENYIDIK

UNTUK MENCARI DAN MENGUMPULKAN BUKTI

MEMBUAT TERANG TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN

MENEMUKAN TERSANGKANYA

PUSPENPA 2000

KUP 122

Pasa l 44 (2)

a. Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan/ laporan agar menjadi lebih lengkap dan jelas b. Meneliti , mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi/ badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan c. Minta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan d. Memeriksa buku / catatan dan dokumen lain e. Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti f. Meminta bantuan tenaga ahli g. Menyuruh berhenti dan /atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan, memeriksa identitas orang/ dokumen. h. Memotret seseorang. i. Memanggil orang untuk didengar keterangan dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi j. Menghentikan penyidikan k. Melakukan tindakan lain yang perlu menurut hukum yg bertanggungjawab
KUP 123

W e w e n a n g P e n y i d i k

PUSPENPA 2000

PELAKSANAAN PENYIDIKAN
Pasal 44 ayat (3) UU KUP

PPNS

Pemberitahuan saat dimulainya penyidikan

Penyampaian atas hasil penyidikan

Melalui Penyidik pejabat Polisi Negara RI kepada Jaksa Penuntut umum SESUAI KETENTUAN KUHAP
PUSPENPA 2000 KUP 124

PENGHENTIAN PENYIDIKAN
PPNS Jaksa Agung
atas permintaan Menteri Keuangan untuk kepentingan penerimaan negara
DENGAN SYARAT: Setelah WP melunasi pajak yg tidak atau kurang dibayar atau tidak seharusnya dikembalikan ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar empat kali jumlah pajak yg tidak atau kurang dibayar, atau yg tidak seharusnya dikembalikan Pasal 44 B

Tidak cukup bukti Bukan tindak pidana Daluarsa Tersangka meninggal dunia Pasal 44 A

PUSPENPA 2000

KUP 125

Hak & Kewajiban Yang Belum Selesai
Pasal 47A UU KUP

Diberlakukan ketentuan UU No. 6 Tahun 1983 tentang KUP sebagaimana telah diubah dengan UU No. 9 Tahun 1994

PUSPENPA 2000

KUP 126

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->