Anda di halaman 1dari 1

“UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP KESEBANGUNAN

BANGUN DATAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI


METODE INQUIRY BAGI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 MAOSPATI“

Oleh :
Dita Heppi Rahmawati
NIM. 05301244024

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembelajaran


matematika siswa kelas IX SMP Negeri 3 Maospati dengan metode inquiry dapat
meningkatkan pemahaman konsep kesebangunan bangun datar, (2) menunjukkan ada
atau tidak ada peningkatan aspek-aspek pemahaman konsep kesebangunan bangun datar
siswa kelas IX SMP Negeri 3 Maospati setelah mengikuti pembelajaran matematika
menggunakan metode inquiry.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus.
Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara guru matematika kelas IX SMPN 3
Maospati dan peneliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IXE SMPN 3
Maospati yang berjumlah 40 siswa. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi, tes,
catatan lapangan, dokumentasi, serta wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan metode inquiry
dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa, dengan melakukan fase-fase
berikut ini: (1) Guru menghadapkan siswa pada masalah; (2) Guru meminta siswa
merumuskan hipotesis; (3) Guru meminta siswa mengumpulkan data; (4) Guru meminta
siswa menguji hipotesis; (5) Guru membimbing siswa dalam merumuskan kesimpulan.
Setelah dilakukan pembelajaran matematika dengan menggunakan metode inquiry,
pemahaman konsep matematika siswa kelas IX SMPN 3 Maospati mengalami
peningkatan dan telah mencapai kategori baik. Hal ini ditunjukkan: (1) Nilai rata-rata
kelas mengalami peningkatan, yaitu sebesar 60,63 pada siklus I menjadi 70,65 pada
siklus II; (2) Persentase rata-rata tiap indikator pemahaman konsep kesebangunan bangun
datar mengalami peningkatan, rata-rata persentase siswa dalam menyatakan ulang sebuah
konsep kesebangunan mengalami peningkatan, yaitu sebesar 57,65% pada siklus I
menjadi 64,81% pada siklus II, rata-rata persentase siswa dalam mengklasifikasikan
objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsep kesebangunan mengalami
peningkatan, yaitu sebesar 69,69% pada siklus I menjadi 75,37% pada siklus II, rata-rata
persentase siswa dalam memilih contoh dan bukan contoh dari konsep kesebangunan
mengalami peningkatan, yaitu sebesar 69,25% pada siklus I menjadi 84,50% pada siklus
II, dan rata-rata persentase siswa dalam menunjukkan syarat perlu atau syarat cukup dari
suatu konsep kesebangunan mengalami peningkatan, yaitu sebesar 52,91% pada siklus I
menjadi 64,84% pada siklus II.