PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA DEKONSENTRASI PROGRAM PENINGKATAN KESEHATAN ANAK TAHUN 2009

PETUNJUK TEKNIS 2009

DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK
DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN RI TAHUN 2009

tenaga maupun mekanisme pencairan uang. Kami mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan buku Petunjuk Teknis ini di masa yang akan datang. kemungkinan akan ada kendala-kendala yang dihadapi baik mengenai jumlah dana maupun menyangkut waktu pelaksanaan. MPH NIP 195110011980081001 i . Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaannya. Kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian buku Petunjuk Teknis ini. Dana Pelatihan-pelatihan. Dana dekonsentrasi sebagai salah satu sumber pelaksanaan program di daerah disamping dana APBD. pembinaan dll. kami ucapkan terima kasih. Jakarta. dana perimbangan. Pemerintah pusat dalam upaya tersebut tidak sebatas menyediakan dana Dekonsentrasi bagi pelaksanaan program di daerah tetapi masih banyak dukungan pendanaan lain seperti program Jamkesmas. Untuk itu perlu dikoordinasikan atau dikonsultasikan kepada pihak yang berkompeten sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. PHLN. buku Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Dekonsentrasi Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun 2009 telah dapat disusun. kita selalu berada dalam lindungan dan limpahan Rahmat-Nya. Dana Dekonsentrasi diguna untuk menunjang pelaksanaan pembangunan dibidang kesehatan terutama Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya melalui dana APBN telah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan di daerah melalui alokasi dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Waktu efektigf tiga bulan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mencapai kinerja program yang oiptimal bukan semata-mata hanya untuk mengejar target penyerapan anggaran. Semoga dalam melaksanakan kegiatan. September 2009 Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Dr. DTM&H. Budihardja. Pada tahun 2009 anggaran APBN Departemen Kesehatan mengalami keterlambatan dalam penyelesaian DIPA namun diharapkan tidak banyak mempengaruhi kinerja program baik di pusat maupun daerah sehingga tahun 2009 sebagai tahun terakhir RPJMN 2005 – 2009.KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. dan sumber lain diharapkan akan memacu pencapaian indikator program sesuai dengan kewenangan disetiap jenjang.

......……..................................... NOMOR : HK..............................…................................. Tujuan 3.........…………....... Kegiatan-kegiatan ............................ DAFTAR SINGKATAN ………………………….. Tujuan ............................ d......... d......... Tujuan 3........... xiii BAB I PENDAHULUAN ……………………………........ a.............................. d.... a............. Latar Belakang ................. a............................................................................... Kegiatan-kegiatan b..................... c........ BAB V Latar Belakang ................... Sasaran ..................... KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU ................. Sasaran 4................ Tujuan ............................................. DHS 2 1..... DAFTAR LAMPIRAN .............................. Kegiatan-kegiatan .......................................... b................ Sasaran .................. Sasaran ... Latar Belakang ........... Sasaran .....................................................................................................…........................ b........... DAFTAR ISI …………………………………………...................................................... Latar Belakang ....... b........……………….. c.......................................................... Latar Belakang ................................…….......DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ……………………......... Kegiatan-kegiatan ............ c......................... Kegiatan-kegiatan ................................................... c..................... a............ d................................... Latar Belakang 2..... KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK ......................... Latar Belakang 2.... Tujuan ................................................. Sasaran ................................................... d............................... KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT ............ DAFTAR BAGAN ... Tujuan .. a..... Kegiatan-kegiatan ......... c... d. a........ Kegiatan-kegiatan i BAB VI BAB VII ...... c.. i iii v xi xii BAB II BAB III BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA ........ SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT....................... b.. NICE 1............. b..................... Ruang Lingkup ....... KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS ................ Sasaran ........................ Sasaran 4.............. KEGIATAN PROYEK PHLN a...........................……………............ Tujuan ................................. Tujuan .…........................................... b................................. Latar Belakang .................…..

.......................... BAB VIII LAMPIRAN PENUTUP ……………………………………………..... F. Sasaran 4.......... Organisasi ........ HSSP 1.......... Tugas dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara . Pelaporan .................BAB VIII c..... C........................... Pertanggungjawaban Penggunaan Dana ...... Kegiatan-kegiatan MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN ....................................... B............... Mekanisme Pelaksanaan Anggaran dan Pembayaran .................. A................... ii ........ D....... Latar Belakang 2............. Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementerian Kesehatan ....... Tujuan 3.................... E...............

BKPM BND BP3K BP4 BPS BULIN BUMIL Buristi C CBOD CFR CTU CTJ D DAU DAK DDD Depag Diknas DPT DTPS DTPS-MPS G GAKY : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Alat Bantu Pengambilan Keputusan Acquired Immune Deficiency Syndrome Angka Kematian Ibu Angka Kematian Balita Angka Kematian Neonatal / Neonatus Audit Maternal Perinatal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Asosiasi Pengusaha Indonesia Anti Natal Care Alat Permainan Edukatif Asuhan Persalinan Normal Alat Tulis Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten Badan Pemberdayaan Masyarakat Bayi Resiko Tinggi Berat Badan Bayi Berat Lahir Rendah Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bayi Bayi Lahir Bidan di Desa Bahan Habis Pakai Bidan Desa Balai Kesehatan Indera Masyarakat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Balai Kesehatan Mata Masyarakat Balai Kesehatan Olah Raga Masyarakat Balai Kesehatan Paru Masyarakat Badan Narkotika Daerah Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Badan Pusat Statistik Ibu Bersalin Ibu Hamil Ibu Resiko Tinggi Cara Belajar Orang Dewasa Case Fatality Rate Contracetive Technological Update Ceramah Tanya Jawab Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Donor Darah Desa Departemen Agama Pendidikan Nasional Dengan Tempat Perawatan District Team Problem Solving District Team Problem Solving.Making Pregnancy Saver : Gangguan Akibat Kekurangan Yodium i . BKKBN BKMM BKOM.DAFTAR SINGKATAN A ABPK AIDS AKI AKB AKN AMP APBD APBN APBN-P APINDO ANC APE APN ATK B Bappeda Bappekab Bapemas Baristi BB BBLR BBKPM BBL BdD BHP Bides BKIM.

Genmud GSI H HIV I IBI IDAI IDI IGD J Jamsostek JNPK JPNK-KR : Generasi Muda : Gerakan Sayang Ibu : Human Immunodeficiency Virus : : : : Ikatan Bidan Indonesia Ikatan Dokter Anak Indonesia Ikatan Dokter Indonesia Instalasi Gawat Darurat : Jaminan Sosial Tenaga Kerja : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi ii .

Keluarga Keluarga Sadar Gizi Kurang Energi Kronis Kekurangan Energi Protein Komunikasi Informasi Edukasi / Komunikasi Inter Personal dan Kejadian Luar Biasa Kartu Menuju Sehat Kartu Monitoring Rujukan Ibu Hamil Kartu Monitoring Rujukan Ibu Bersalin dan Bayi Kesehatan Keluarga Kesejahteraan Rakyat Kesehatan Reproduksi Kuasa Pengguna Anggaran Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kekerasan terhadap Anak Kehamilan Tidak Diinginkan Kantor Urusan Agama Kekurangan Vitamin A Lingkar Lengan Atas Lintas Program Lembaga Pemerhati Anak Lembaga Swadaya Masyarakat Lintas Sektor Berencana) Kelompok : Musyawarah Masyarakat Desa : Manajemen Terpadu Balita Sehat : Mother to Child Transmission : Tenaga Kesehatan : Narkotika Psikotropika dan Zat adiktif : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Pendidikan Anak Usia Dini Persatuan Ahli Gizi Indonesia Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Ketulian Pinjaman Hibah Luar Negeri Program Kesejahteraan Keluarga Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat Petugas Lapangan Keluarga Bencana Prevention Mother to Child Transmission Persatuan Obstetri Ginekolog Indonesia Pos Persalinan Desa Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Kebidanan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Pos Kesehatan Desa Pos Pelayanan Terpadu Penanganan Pertama Gawat Darurat Emergensi Obstetri Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan Pusat Pelayanan Terpadu Promosi Kesehatan Pemantauan Status Gizi Pemegang Uang Muka Kerja iii Neonatal .K KAT KB KB (AMP-KB) Kadarzi KEK KEP KIE/ KIP dan K KLB KMS KMRIH KMRIBB Kesga Kesra Kespro KPA KP-KIA KPPN KTA KTD KUA KVA L LILA LP LPA LSM LS M MMD MTBS MTCT N Nakes NAPZA P PAUD PERSAGI PGPK PGPKT PHLN PKK PKHS PLKB PMTCT POGI Polindes PONED PONEK PPNI Poskesdes Posyandu PPGDON PP-KtP PPT Promkes PSG PUMK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Komunitas Adat Terpencil Keluarga Berencana Keluarga Berencana (Audit Maternal Perinatal .

PUKM PUG-BK PWS P2PL P2KP P2KS P2KT P4K R Risti RKAKL RPK RSUD RTL S SABMN SAK SBH SDKI SDIDTK SHK SKDN : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Program Upaya Kesehatan Masyarakat Pengarus Utamaan Gender Bidang Kesehatan Pemantauan Wilayah Setempat Program Pemberantasan Penyakit Langsung Pusat Pelatihan Klinik Primer Pusat Pelatihan Klinik Sekunder Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Terpadu Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi Risiko Tinggi Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian / Lembaga Rencana Pelaksanaan Kegiatan Rumah Sakit Umum Daerah Rencana Tindak lanjut Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Sistem Akuntansi Keuangan Saka Bakti Husada Survei Demografi Kesehatan Indonesia Standarisasi Stimulasi. Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Skrining Hipotyroid Kongenital ∑ Seluruh Balita Kembang Anak S K D N : ∑ Balita yang mempunyai KMS : ∑ Balita yang datang ditimbang : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ∑ Balita yang naik berat badannya Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Survey Mawas Diri Surat Keputusan Bersama Sistem Kewaspadaan Dini Surat Kuasa Pengguna Anggaran Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Standar Pelayanan Kebidanan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sistem Pencatatan Pelaporan Rumah Sakit Sistem Pencatatan Pelaporan Puskesmas Tinggi Badan Tugas Pembantuan Total Fertility Rate Tugas Pokok dan Fungsi Tokoh Masyarakat Tokoh Agama Training of Trainer Tambahan Uang Persediaan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat Upaya Kesehatan Kerja Upaya Kesehatan Masyarakat Usaha Kesehatan Sekolah Uang Persediaan SIMPUS SMD SKB SKD SKPA SKPG SPK SPSI SP2RS SP3 T TB TP TFR TUPOKSI Toma Toga TOT TUP U UKBM UKK UKM UKS UP iv .

UPGK UPT Y YPAC : : Upaya Perbaikan Gizi Keluarga : Unit Pelaksana Teknis Yayasan Penyandang Anak Cacat v .

Form Laporan Penyelenggaraan Pertemuan Form Laporan Tahunan ………………............. Form Laporan Rapat …………………………......DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 Form Laporan Dinas ……………........ 128 129 130 131 i ......

............................................................ Tambahan UP dan GU-UP .................………… Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 ……………...................DAFTAR BAGAN Halaman BAGAN 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 . Pembayaran Langsung (LS) ……......................... 108 BAGAN 2 111 BAGAN 3 118 119 122 BAGAN 4 BAGAN 5 BAGAN 6 125 ii ....... Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 ..... Alur Mekanisme Uang Persediaan........................................ Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAKBMN) ……….....

Dalam melaksanakan program-program tersebut. Seperti diketahui bahwa Departemen Kesehatan telah menyediakan anggaran guna peningkatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat melalui dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. diperlukan dukungan sumber pendanaan yang berasal berbagai sumber pembiayaan seperti : APBN. Meningkatnya Usia Harapan Hidup dari 66. 8) Cakupan keluarga mengkonsumsi garam beriodium dan 9) Cakupan Pengembangan Desa Siaga.6 % menjadi 20 %. Pelayanan Kesehatan Dasar. 6) Cakupan Vit A. 3. 2.000 kelahiran hidup menjadi 26 / 1. swasta.000 kelahiran hidup. Melalui keempat indikator tersebut Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat memikul tanggung jawab yang besar. Poskestren. Serta pencapaian indikator lain yang menjadi prioritas nasional dan merupakan spesifik daerah seperti Kesehatan Indera. Pos UKK serta penguatan pengelolalaan program di tingkat Dinas Kesehatan Propinsi.2 tahun menjadi 70.BAB I PENDAHULUAN A. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 /100. Menurunnya angka prevalensi gizi kurang pada balita dari 25. APBN yang didaerahkan ( dana dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan) dana perimbangan (Dana Alokasi Umum. 2) Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan. Menurunnya Angka Kematian Bayi dari 35 /1. hal tersebut terkait bahwa semua kegiatan di lingkungan Ditjen Bina Kesmas mengarah secara langsung dengan sasaran tersebut di atas. Pelayanan Kesehatan Kerja dan biaya Perbaikan Gizi Masyarakat. 7) Cakupan Tablet Fe. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat mengarahkan pelaksanaan kegiatan melalui pencapaian indikator Rencana Kerja Pemerintah sebagai bentuk penilaian tahunan dari RPJMN yang pada tahun 2009 telah ditetapkan indikatornya meliputi : 1) Cakupan kunjungan Ibu Hamil (K4). Tahun 2009 merupakan tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009. Kesehatan Jiwa. 3) Cakupan kunjungan Neonatus (KN2). Latar Belakang Pembangunan kesehatan yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009 Bidang Kesehatan adalah mewujudkan pencapaian sasaran : 1. Kabupaten/Kota serta Puskesmas. 4) Cakupan Puskesmas memberikan pelayanan bagi Masyarakat miskin. Untuk mewujudkan sasaran pembangunan nasional tersebut. Poskesdes. Anggaran 2009 yang tersedia. 4.000 kelahiran hidup menjadi 226 /100. 5) Cakupan ASI ekslusif.6 tahun. 1 . Dana Alokasi Khusus. Namun demikian kinerja tersebut akan lebih berhasil apabila didukung unit-unit utama di Depkes dan Pemerintah Daerah serta peran serta masyarakat secara aktif. antara lain melalui penyediaan biaya kegiatan Pelayanan Kesehatan Ibu. sehingga sasaran Program di lingkungan Ditjen Bina Kesmas tetap mendorong program-program tersebut sampai kepada masyarakat melalui upaya peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya sebagai sarana pelayanan kesehatan yang terdepan dan dibantu oleh Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) seperti Pos Yandu. Kesehatan Tradisional. Kesehatan Olah Raga. Kesehatan Perkotaan.) APBD dan PHLN serta sumber-sumber pembiayaan lainnya. Kesehatan Usia Lanjut. dunia usaha dan LSM. Perkesmas dan lain-lain.000 kelahiran hidup. Pelayanan Kesehatan Anak.

4. Unit–unit terkait pengelolaan Program UKM dan Perbaikan Gizi Masyarakat. Ruang Lingkup 1. B. Kegiatan Bina Kesehatan Ibu Kegiatan Bina Kesehatan Anak Kegiatan Bina Kesehatan Dasar ( Komunitas) Kegiatan Bina Kesehatan Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat 2 . Kesehatan Anak. 2. Kesehatan Kerja. 3. D. Sasaran 1.Agar pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan baik sehingga hasilnya lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam pencapaian sasaran pembangunan maka dalam pelaksanaan diberikan buku pedoman berupa Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi. Pengelola Kegiatan Kesehatan Ibu. 2. 5. C. Tujuan Memberikan acuan bagi pelaksanaan kegiatan Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat bersumber Dana Dekonsentrasi tahun 2009 dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan kesehatan. Kesehatan Dasar dan Perbaikan Gizi tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota.

Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terampil. terutama kesehatan ibu di Indonesia. 2. khususnya Direktorat Bina Kesehatan Ibu. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal ditangani secara adekuat. Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanggulangan komplikasi keguguran. Mendorong pemberdayaan perempuan. yang berarti pendekatan yang dilakukan adalah secara menyeluruh dari masa kehamilan sampai nifas dan pelayanan yang diberikan adalah berkualitas. B. AKI pada tahun 2007 sebesar 228/100. Program kesehatan ibu disusun menganut prinsip continum of care.BAB II KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU A. 4. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di tingkat dasar dan rujukan. Keempat strategi di atas diperlukan untuk mewujudkan tiga pesan kunci Making Pregnancy Safer yaitu : 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007. dibandingkan dengan deretan angka tersebut secara nasional sudah “on the track” dalam skenario penurunan AKI secara nasional untuk mencapai target RPJMN tahun 2009 yaitu sebesar 226/100. Tujuan Umum Mempercepat upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui dukungan dana dekonsentrasi 1 . Dalam kurun waktu yang sama. Meningkatkan sistem surveilans. hasil ekstrapolasi BPS berdasarkan trend penurunan AKI didapat angka 262/ 100. tetapi masih jauh dari harapan MDGs 2015.000 kelahiran hidup. Seiring makin kompleksnya permasalahan kesehatan.000 kelahiran hidup.000 kelahiran hidup pada tahun 2006 dan 248/100. 2. Latar Belakang Perkembangan kesehatan ibu di dunia selama 20 tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat bervariasi dan belum menunjukkan kemajuan yang signifikan dilihat dari besaran maupun pemerataannya apabila merujuk pada pencapaian indikator outcome yang disepakati. monitoring dan informasi KIA dan pembiayaan program. Indonesia sendiri menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber data baik dari Dinkes Propinsi maupun BPS menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) nasional selama kurun waktu 10 tahun terakhir sudah sesuai dengan target RPJMN pada tahun 2010.000 kelahiran hidup. 3. keluarga dan masyarakat. menyusun beberapa program kesehatan yang dibutuhkan dengan berlandaskan pada Strategi Making Pregnancy Safer yaitu : 1. 3. serta makin tingginya harapan masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas. maka Departemen Kesehatan.000 kelahiran hidup pada tahun 2005. mulai dari sarana pelayanan kesehatan dasar hingga pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit. Membangun kemitraan yang efektif. Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan data SDKI 2007 menunjukkan angka 228/100. 255/100. Tujuan 1.

Ibu Hamil dengan komplikasi yang ditangani menjadi 75% pada tahun 2010. dll) Transport Uang Harian Biaya Penginapan Belanja Sewa 2 .5% pada tahun 2010. Koordinasi P4K dengan stiker dalam upaya PP-AKI di tingkat Propinsi 1) Tujuan Terwujudnya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) bagi Bidan di Puskesmas dan Bidan di Desa yang terintegrasi dalam Desa Siaga. 2. Tujuan Khusus a. Pelayanan Nifas menjadi 87.5% pada tahun 2010. 3) Penggunaan dana (a) (b) (c) (d) (e) Belanja Bahan (ATK. Bersalin dan Nifas Pasangan Usia Subur (PUS). Kegiatan-Kegiatan 1. Pengelola program kesehatan reproduksi E. Sasaran Program 1. Kunjungan Ibu Hamil (K1) menjadi 95% pada tahun 2010. Puskesmas yang mampu Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial (PKRE) terpadu sekurang-kurangnya 4 Puskesmas di tiap Kabupaten/Kota 8.2. e. 3. Kunjungan Ibu Hamil (K4) menjadi 91% pada tahun 2010. Semua Ibu Hamil. b. D. 7. Puskesmas yang mampu memberikan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) sekurang-kurangnya 4 Puskesmas dengan tempat tidur di tiap Kabupaten/Kota. Lintas Program dan Lintas Sektor di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. 5. f. 6. d. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (Linakes) menjadi 87. 4. 2. c. Peserta KB aktif menjadi 71% pada tahun 2010. P4K terlaksana di seluruh desa Meningkatnya jumlah dukun yang bermitra sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang telah dilatih PONED sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang melaksanakan pelayanan KB berkualitas minimal 4 puskesmas per kabupaten Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu Penguatan manajemen kesehatan ibu C. Foto kopi. konsumsi. 3. 2) Sasaran Pengelola Program KIA di Dinas Kesehatan Propinsi. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) a. Target cakupan yang diharapkan adalah meningkatnya cakupan : 1.

b) Sasaran (1) Pelaksana program di dinas kesehatan Kabupaten/Kota. (3) Hasil kegiatan (1) Adanya data ibu hamil. bulin dan ibu nifas di Puskesmas. d) Hasil kegiatan (1) Data hasil kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi e) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut c. Pelacakan dan Validasi Pendataan Jumlah Ibu Hamil. ibu bersalin dan nifas yang mutakhir (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa ditandai dengan terpasangnya stiker P4K (4) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 3 . (2) Bulin. bulin. (2) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. (2) Ibu hamil. c) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. nifas dan Tindak Lanjut Pemasangan Stiker P4K a) Tujuan (1) Teridentifikasinya ibu hamil. ibu bersalin dan nifas resiko tinggi di Puskesmas (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa (1) Sasaran (1) Bumil. (2) Transport lokal petugas. Fotokopi ). (3) Lintas sektor dan lintas program terkait.4) Hasil kegiatan (1) Adanya kesepakatan tertulis tentang rencana pelaksanaan P4K (2) Adanya laporan hasil pelaksanaan yang sudah di capai Laporan kegiatan 5) b. Rujukan kasus Ibu Hamil Risiko Tinggi/komplikasi a) Tujuan Meningkatnya jumlah rujukan kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi sesuai indikasi di Puskesmas. Fotokopi). (3) Bufas. (2) Transport lokal petugas.

Pertemuan Public Private Mix/koordinasi dengan swasta 1) Tujuan Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara swasta dan pemerintah dalam mendukung program KIA. Transport. f) Biaya Penginapan. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK. e) Uang Harian. pengelola program KIA di tingkat propinsi. Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan kegiatan kemiteraan bidan dan dukun b) 2) Sasaran a) b) Pelaksana puskesmas dan Pengelola Program di Dinas Kesehatan Propinsi dan Kab/Kota : Lintas Program / Lintas Sektor terkait Bidan di Desa. Pertemuan Sosialisasi/Review Kemitraan Bidan dan Dukun 1) Tujuan a) Adanya kesamaan pemahaman dan kesiapan pengelola dan penanggungjawab program KIA-KB di Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan intervensi kemitraan bidan dan dukun. c) Honorarium narasumber. Belanja sewa Biaya Penginapan. Honor Narasumber.2. konsumsi). kabupaten/kota. Hasil kegiatan a) Adanya komitmen kerjasama tertulis antara swasta dan pemerintah b) Adanya rencana kerjasama swasta dan pemerintah (Dinkes) Laporan Kegiatan 5) 4 . Fotokopi. 4) Hasil Kegiatan a) Adanya Komitmen tertulis pelaksanaan program kemitraan bidan dan dukun b) Adanya hasil telaahan pelaksanaan kegiatan kemitraan bidan dan dukun b. fotokopi). Dukun dan LP/LS terkait 3) Penggunaan dana a) Belanja Bahan (ATK. b) Belanja Sewa. Uang Harian. Kemitraan Bidan dan Dukun a. d) Transport . dan organisasi profesi terkait. 2) Sasaran Swasta.

4) Hasil kegiatan a) b) Telaahan pelaksanaan PONED Puskesmas Rencana tindak lanjut 5) Laporan kegiatan b. Evaluasi Pelaksanaan Puskesmas PONED 1) Tujuan a) b) c) 2) Menelaah hasil pelaksanaan PONED di puskesmas Mengidentifikasi permasalahan yang terkait dengan pelaksanaan PONED di puskesmas. e) Pihak lain yang terkait. misalnya bidan praktek swasta. Uang Harian. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya. 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. d) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA. fotokopi). c) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait. Menyusun rencana tindak lanjut Sasaran a) b) c) d) e) Tim PONED Puskesmas Pengelola program KIA-KB. Belanja sewa Transport lokal Honor Narasumber. Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Kabupaten / Kota 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP secara teratur dan berkesinambungan. Pemerintah daerah. sesuai kebutuhan. b) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas. 5 . Transport. Pengelola program Promosi kesehatan. Belanja sewa Biaya Penginapan. Sasaran Peserta kegiatan : a) Bidan di Desa tempat kejadian kematian ibu dan bayi baru lahir. petugas rekam medik RS. Honor Narasumber. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) Belanja bahan (ATK.3. Pengelola program Yankes. fotokopi). PONED dan PONEK a.

Pemantapan Forum Mata Rantai Rujukan 1) Tujuan Menelaah kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal mulai dari keluarga. Transport. sesuai kebutuhan.IDAI). Dokter Puskesmas dan Bidan di Desa. Kesra. fotokopi). misalnya bidan praktek swasta. b) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait. Bappeda). Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Propinsi 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP lintas batas. Uang Harian. Organisasi Profesi (IBI. petugas rekam medik RS. d) Pihak lain yang terkait. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya. Kabupaten / Kota / Kecamatan). 2) Sasaran a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA (tingkat Propinsi. masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Lintas Program dan Sektor terkait (BKKBN.IDI. Rumah Sakit pemerintah dan non pemerintah. Honor Narasumber. 6 . Belanja sewa Biaya Penginapan.4) Hasil kegiatan a) b) c) Notulen proses pelaksanaan AMP Laporan tertulis pelaksanaan AMP Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan c.POGI. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 4) Hasil kegiatan (1) Notulen proses pelaksanaan AMP (2) Laporan tertulis pelaksanaan AMP (3) Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d. Sasaran Peserta kegiatan : a) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas. Organisasi kemasyarakatan/LSM. c) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA.

Transport. 2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan kontrasepsi utamanya IUD dan Implant. fotokopi). kompeten dalam 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi CTU sesuai standar 5) Laporan Kegiatan b. Belanja sewa Biaya Penginapan. 5) Laporan Kegiatan 4. Uang Harian. Uang Harian. fotokopi). Transport. Honor Narasumber. 2) Sasaran Pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Honor Narasumber. 7 . Belanja sewa Biaya Penginapan. Pemantapan manajemen pelayanan KB Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Dinkes Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam manajemen pelayanan KB. Pelayanan KB berkualitas a. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam Contraceptive Technical Updated (CTU) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan melaksanakan pelayanan KB berkualitas. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 4) Hasil kegiatan a) Telaahan kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal dan rekomendasinya.

Honor Narasumber. Uang Harian. Transport. 2) Sasaran Pimpinan dan Pengelola Program KB Puskesmas. Uang Harian. Transport. Pelatih. Belanja sewa Biaya Penginapan. tenaga kesehatan kompeten dalam 8 . Belanja sewa Biaya Penginapan. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB (ABPK) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan menggunakan ABPK ber-KB. Honor Narasumber. Honor Narasumber. fotokopi). Uang Harian. 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih (5) Laporan Kegiatan c. 2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan konseling KB. fotokopi). Transport. fotokopi).3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Belanja sewa Biaya Penginapan. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Fasilitator. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih Laporan Kegiatan 5) Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Puskesmas 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pimpinan dan pengelola program KB Puskesmas dalam manajemen pelayanan KB.

Honor Narasumber. 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 2) Sasaran Program Pengelola program KIA. Fasilitator. Pelatih. fotokopi). Program Pencegahan dan 4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan penanganan malaria pada ibu hamil Laporan Kegiatan 5) b. 2) Sasaran Pengelola program KIA tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Bidan Puskesmas. Belanja sewa Biaya Penginapan. Peningkatan Kualitas Pelayanan a. Transport. IBI Kabupaten. Laporan Kegiatan 5. Pelatih. Belanja sewa Biaya Penginapan. Honor Narasumber.4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi penggunaan ABPK ber-KB. Transport. Peningkatan Kemampuan Tim Petugas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas dalam Kelas Ibu Hamil 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola KIA Puskesmas dalam pelaksanaan kelas ibu hamil. Uang Harian. Kabupaten/Kota dan 9 . 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Fasilitator. Dokter Puskesmas. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Malaria pada Kehamilan 1) Tujuan Dipahaminya dan dilaksanakannya Penanganan Malaria pada Kehamilan. Uang Harian. Bidan di desa. fotokopi).

suami dan keluarga dalam perawatan kehamilan 5) Laporan Kegiatan c. Belanja sewa Biaya Penginapan. Transport. fotokopi. Fasilitator. Transport. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Asuhan Persalinan Normal 1) Tujuan Meningkatnya kemampuan Bidan dalam melaksanakan Persalinan Normal. Honor Narasumber. 2) Sasaran Calon tim Puskesmas PONED (Dokter Umum. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Belanja sewa Biaya Penginapan. dll). Uang Harian. Fasilitator. 4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi APN sesuai standar Laporan Kegiatan d. Bidan dan Perawat) sesuai kriteria. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. bahan habis pakai. Pelatih. 2) Sasaran Tenaga Bidan yang belum mampu memberikan pertolongan persalinan normal sesuai standar. fotokopi). Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal dasar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Honor Narasumber.4) Hasil kegiatan a) b) c) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melaksanakan kelas ibu hamil Peserta latih mampu memfasilitasi ibu. Uang Harian. sertifikat. 10 . Pelatih.

Uang Harian. b) Rumah sakit yang memenuhi persyaratan sebagai tempat magang PONED (jumlah kasus memenuhi syarat yang ada dalam buku pedoman pelatihan PONED) 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. fotokopi. Dokter Spesialis Anak. 11 . Belanja sewa Biaya Penginapan. Magang PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal. Bidan dan Perawat) sesuai kriteria yang mengacu pada pedoman PONEK. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal komprehensif sesuai dengan standar yang ditetapkan. 2) Sasaran Calon Tim PONEK (Dokter Spesialis Obsgin. Honor Narasumber.4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONED sesuai standar 5) Laporan Kegiatan e. bahan habis pakai). 5) f. konsumsi. 4) Hasil kegiatan Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan catatan : Magang ini merupakan kelanjutan dari pelatihan PONED dan dapat dilaksanakan untuk penyegaran bagi tim PONED yang telah dilatih apabila diperlukan. Dokter Umum. 2) Sasaran a) Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONED. fasilitator. Transport. instruktur klinis.

instruktur klinis. konsumsi. 2) Sasaran Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONEK. Belanja sewa Biaya Penginapan. bahan habis pakai). fasilitator. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Belanja sewa Biaya Penginapan. Transport. Honor Narasumber. konsumsi. Transport. Uang Harian. instruktur klinis. 2) Sasaran Pengelola program terkait kespro di propinsi dan kab/kota. bahan habis pakai). fasilitator. Honor Narasumber. Honor Narasumber. 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONEK sesuai standar 5) Laporan Kegiatan g. Transport. fotokopi. fotokopi.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Peningkatan Kapasitas Kespro Terpadu yang Responsif Gender 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program dalam pengembangan dan pelaksanaan program kespro terpadu yang responsive gender. Hasil kegiatan a) Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan 5) h. instruktur klinis. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK. Uang Harian. Magang (OTJ) PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal. bahan habis pakai). fotokopi. 12 . Belanja sewa Biaya Penginapan. konsumsi. fasilitator. Uang Harian.

Belanja sewa Biaya Penginapan. Manajemen a. 4) Hasil kegiatan Dokumen evaluasi dan perencanaan program kesehatan ibu 13 . Laporan penerimaan barang. b. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Terselenggaranya kegiatan dan operasional dukungan manajemen program kesehatan ibu di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. PK. Pejabat SPM) Honorarium Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Biaya Lelang Belanja Bahan (ATK. fotokopi). Honor Staf Pengelola program. Transport. 3) Penggunaan dana Persiapan : Transportasi Panitia Pelaksanaan DTPS : a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Uang Harian.KB 1) Tujuan Tersusunnya dokumen perencanaan kegiatan percepatan penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir termasuk anggarannya berdasarkan data dan sesuai dengan kondisi setempat. 2) Sasaran Program Pengelola program tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota 3) Penggunaan dana a) b) c) d) 4) Honorarium pengelola program (KPA.4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test peserta b) Adanya SK Tim Fasilitator kabupaten/kota yang berfungsi dalam pengembangan PKRE di Puskesmas 5) Laporan Kegiatan 6. Bendahara Pengeluaran. 2) Sasaran Pelaksana program dan bagian perencanaan yang terkait dengan upaya penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir (Tim DTPSMPS Kabupaten/Kota). Honor Narasumber. PUMC. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi KIA . Laporan SAK dan SABMN. Foto kopi propinsi dan kabupaten/kota) Laporan a) b) c) Laporan distribusi barang.

Pusat Uang harian Biaya penginapan 4) Hasil kegiatan a) b) Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan program kesehatan ibu Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d. b) 2) Sasaran Program a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA. 3) Penggunaan Dana a) b) c) Transport Propinsi . Pengelola program Promosi kesehatan. Sewa Ruang Pertemuan. c. Disepakati alternatif tindak lanjut untuk pemecahan permasalahan dalam pencapaian target daerah. Kabupaten/ Kota). Petugas dari unit yang mengurusi KB.KB 1) Tujuan a) b) c) 2) Identifikasi masalah. Proposal Upaya Percepatan Penurunan AKI & AKB tiap kabupaten/kota. Sasaran a) b) Pengelola program kesehatan ibu di Propinsi. 4) Hasil kegiatan a) Telaahan hasil pelaksanaan PWS KIA b) Rencana tindak lanjut pemecahan masalah 5) Laporan 14 .5) Laporan kegiatan a) b) Laporan harian pelaksanaan kegiatan. Evaluasi Pelaksanaan PWS KIA dan Validasi Data Kematian Ibu 1) Tujuan a) Diketahuinya permasalahan yang terkait pencapaian program KIA terhadap target yang disepakati dan tindaklanjut rekomendasi PWS KIA terdahulu termasuk penyebabnya utamanya. Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi. Pengelola program Yankes. Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi). Pengelola program P2. 3) Penggunaan dana a) b) c) Transport lokal. faktor hambatan dan penunjang kesehatan ibu. Bimbingan Teknis/Supervisi/Konsultasi KIA . Pendampingan dalam melakukan analisa hasil. Pengelola program kesehatan ibu di Kabupaten/Kota. Sewa Komputer & LCD (bila diperlukan). Pemerintah daerah (Camat.

pemantauan wilayah setempat Kesehatan Ibu & Anak (PWS-KIA). Honor Nara sumber. 2) Sasaran Kesehatan Ibu & Anak. peserta). 4) Hasil Tersedianya alat pengolah data 5) Laporan Pengadaan 15 . Pencetakan Stiker P4K 1) Tujuan Tersedianya stiker P4K di seluruh Propinsi 2) Sasaran Ibu Hamil 3) Pengunaan dana Biaya pencetakkan stiker 4) Hasil Tercetaknya stiker 6) Laporan Pengadaan dan Distribusi g. Biaya penginapan . 2) Sasaran Bidan koordinator dan bidan di Puskesmas. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 3) Pengunaan Dana Kontrak / Pelelangan alat pengolah data. Peningkatan Kemampuan Fasilitator Bidan Koordinator Sebagai Penyelia Fasilitatif 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan bidan koordinator dalam memberikan fasilitasi kepada bidan di wilayah kerjanya. Fotokopi). Belanja Sewa. Pengadaan Alat Pengolah Data 1) Tujuan Tersedianya Alat Pengolah Data Untuk penelusuran. 4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan fasilitasi 5) Laporan Kegiatan f.e. Transport (pelatih. pelatih. fasilitator. Uang harian.

16 .

Disamping itu terdapat kesenjangan dalam determinan angka kematian bayi dan balita yang cukup besar antar tingkat pendidikan. perbatasan dan kepulauan perlu mendapat perhatian besar dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. maka perlu dilakukan intervensi yang berbeda untuk setiap provinsi.000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Bayi (AKB) dan 32/1. status gizi pada ibu hamil. Kesepakatan global ini telah diterjemahkan ke dalam RPJMN 2004 – 2009 seperti tertuang dalam Peraturan Presiden no 7 tahun 2005. Intervensi yang tepat pada periode usia neonatal diharapkan akan banyak berkontribusi dalam pencapaian MDG 4.5%) dari kematian neonatal terjadi pada usia yang sangat dini yaitu dalam satu minggu pertama kehidupannya (Riskesdas 2007). sosial ekonomi. penyebab kematian terbesar masih tetap sama yaitu BBLR dan asfiksia. Latar Belakang Millenium Development Goals merupakan kesepakatan lebih dari 180 Kepala Negara dan Pemerintahan termasuk Presiden RI pada tahun 2000 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia.BAB III KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK A. rendahnya keterampilan tenaga penolong persalinan serta sarana dan prasarana yang terbatas sangat berpengaruh pada kematian neonatus. upaya penurunan AKB perlu mendapat perhatian yang besar pada upaya penyelamatan bayi baru lahir. Masih tingginya persalinan yang terjadi di rumah. Penyediaan sarana dan SDM kesehatan maupun peningkatan kompetensi 1 .000 KH) angkanya mencapai hampir 4 kali lipat dari provinsi dengan AKB terendah yaitu Yogyakarta (19/1. Mengingat masih lebarnya kesenjangan AKB antar provinsi. daerah terpencil. Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa penyakit infeksi seperti diare dan pneumonia merupakan pembunuh utama balita Indonesia. antar perkotaan dan perdesaan.000 Kelahiran Hidup) dan Nusa Tenggara Barat (72/1. berbagai upaya telah dilakukan dan telah menunjukkan penurunan yang cukup tajam dalam dekade terakhir. Cakupan imunisasi lengkap yang rendah menunjukkan bahwa universal access belum mampu kita berikan kepada mereka.000 KH). karena dengan tren penurunan yang stagnan maka dikhawatirkan target MDG 2015 tidak akan tercapai. Hal ini menunjukkan adanya kendala aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan. Demikian juga dengan kematian di pedesaan lebih banyak dari perkotaan. Terkait dengan kendala geografis. Provinsi dengan AKB tertinggi yaitu Sulawesi Barat (74/1.000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Balita. Kematian bayi pada penduduk yang tidak berpendidikan 3 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang berpendidikan tinggi dan kematian pada tingkat sosial ekonomi rendah lebih besar dari tingkat ekonomi tinggi. Namun dalam 5 tahun terakhir cenderung stagnan. Tujuan ke 4 dari Millenium Development Goals tahun 2015 adalah menurunkan angka kematian balita 2/3 nya dari keadaan tahun 1990 yaitu menjadi 23/1. Untuk mencapai target tersebut. Keterbukaan suatu daerah terhadap pembangunan ekonomi dan keterbukaan secara geografi juga sangat menentukan aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan. Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kecenderungan kematian bayi dan balita terutama terjadi pada periode persalinan dan kelahiran serta beberapa saat setelah persalinan dan kelahiran. Bila dilihat dari data penyebab kematian neonatal berdasarkan SKRT tahun 2001 dan Riskesdas tahun 2007. Dengan demikian. Sebanyak 43% kematian bayi terjadi pada masa neonatal (SDKI 2007) dan sebagian besar (78.

non diskriminasi. Program Kesehatan Anak disusun berdasarkan Upaya Pemenuhan Hak Anak Yang Komprehensif dan Terpadu (Right Based Approach) dengan 4 prinsip hak-hak anak yaitu. memiliki kebugaran jasmani. perbaikan untuk sistem informasi dalam bentuk instrumen Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak serta pencatatan/pelaporan juga perlu dilakukan karena merupakan faktor pendukung yang penting dalam upaya melakukan pemantauan. Ekstensifikasi: kegiatan yang belum luas implementasinya diperluas penerapannya ke seluruh puskesmas & jaringannya Contoh : a. Intensifikasi: kegiatan yang sudah ada diintesifkan pelaksanaannya Contoh : a. kecerdasan intelektual. Penerapan MTBS & SDIDTK di puskesmas & jaringannya c. preventif. Penerapan tata laksana up to date secara luas : zinc. Selain itu. dan menghargai pendapat anak. 2 . baik dari tingkat masyarakat. demi kepentingan terbaik bagi anak. perencanaan tindak lanjut. Pemanfaatan PWS KIA sebagai instrumen monitoring. Data yang akurat diharapkan akan menghasilkan perencanaan yang tepat sehingga intervensi yang dilakukan juga akan sesuai dengan masalah yang dihadapi. Inovasi : kegiatan baru sebagai upaya terobosan Contoh : Pengembangan intervensi yang bersifat baru. Upaya akselerasi pencapaian RPJMN 2004-2009 & MDG 4 di 2015 program kesehatan anak menggunakan metoda : 1. Posyandu : imunisasi. Ada 2 Kegiatan Pokok pada Program Kesehatan Anak yaitu upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. evaluasi dan perencanaan terhadap data-data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan kegiatan/program kesehatan. misal : contracting out. peningkatan dan perlindungan hak anak. penggerakan masyarakat b. AMP e. artesunat dll 3. Penerapan Manajemen Asfiksia & Manajemen Bayi Berat Lahir Rendah di puskesmas & jaringannya b. Tujuan Khusus 2.mereka dalam melakukan penganganan kasus emergensi harus ditingkatkan. B.bayi dan anak balita dan mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Manfaatkan dana dekonsentrasi untuk memberikan layanan & menjangkau sasaran f. Sesuai dengan amanat UU Perlindungan Anak no 23/2002. pemantauan tumbuh kembang. Pendekatan yang harus kita berikan adalah equity dan universal access. regionalisasi pelayanan untuk DTPK. Tujuan Umum Menurunkan angka kematian bayi baru lahir. Supervisi fasilitatif. hingga layanan rujukan di rumah sakit mulai dari aspek promotif. emosional dan spiritual melalui upaya pemenuhan. advokasi & evaluasi d. puskesmas. Penerapan PONED & RS PONEK d.bayi dan anak balita dan upaya peningkatan kualitas hidup anak. Tujuan 1. Hindari missed opportunity 2. Seluruh upaya ini harus dilihat secara komprehensif di dalam suatu continuum of care. kuratif dan rehabilitatif. hak anak untuk hidup dan berkembang. Penggunaan Buku KIA di setiap fasilitas kesehatan c.

dalam kurun waktu 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. Peningkatan Cakupan penanganan neonatal (Bayi Baru Lahir) dengan komplikasi menjadi 60%. Sasaran 1. Bayi (Usia 29 hari – 11 bulan). f) Biaya pembelian alat pelatihan resusitasi g) Biaya Sertifikat. Anak usia Sekolah (Usia 7 – 18 tahun) Anak Remaja (Usia 10 – 18 tahun).a. c) Honor mengajar fasilitator. panitia dan narasumber. b. 3. fasilitator/narasumber dan panitia. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Kegiatan-Kegiatan 1. e) Biaya pembelian ATK. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. b) Biaya transport bagi peserta. Peningkatan Jumlah Puskesmas yang melaksanakan Tatalaksana Medis Kekerasan Terhadap Anak (KTA) menjadi 10% C. d. h) Biaya rapat persiapan. 2) 3) 4) 5) 3 . f. Upaya Akselerasi Penurunan Angka Kematian Bayi Baru Lahir. Peningkatan Cakupan Kunjungan Bayi menjadi 80%. c. 6. Sasaran Bidan/dokter/dokter spesialis anak yang belum pernah mengikuti pelatihan. Bayi dan Anak Balita (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a. Protap Penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan TOT Asfiksia BBL Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. D. Peningkatan Cakupan Puskesmas yang melaksanakan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) menjadi 40%. 7. 4.59 bulan. Anak dengan kebutuhan khusus. Peningkatan Cakupan pelayanan neonatal (Bayi Baru Lahir) oleh tenaga kesehatan menjadi 87%. Anak prasekolah (Usia 60 – 83 bulan). Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. 2. Peningkatan Cakupan penjaringan siswa SD kelas 1 dan setingkat menjadi 80%. 5. Peningkatan Cakupan pelayanan anak balita menjadi 80%. Anak Balita (Usia12 . Bayi Baru Lahir (Neonatus) (Usia 0-28 hari). d) Biaya penginapan hotel. bersedia menjadi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir di luar kota (selama 2-3 hari). e. g. komputer suplies. Pelatihan TOT Asfiksia BBL di Provinsi 1) Tujuan Mencetak dan menstandarisasi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir tingkat Provinsi.

Sasaran Bidan/perawat/dokter yang belum pernah mengikuti pelatihan. fasilitator dan panitia . b) Biaya transport bagi peserta. komputer supplies. panitia. Pelatihan PONED di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana kasus emergensi maternal neonatal. fasilitator dan panitia. penggandaan. 2) 3) 4) 5) 4 . panitia. c) Honor fasilitator. fasiliatator. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Protap penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan BBLR) Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. b) Biaya transport bagi peserta. d) Biaya penginapan. Sasaran Dokter. penggandaan. e) Sewa ruangan dan peralatan pelatihan. fasiliatator. g) Biaya sertifikat. komputer suplies. Protap penyelenggaraan Merujuk Kepada Buku Pedoman Pelatihan PONED Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. bidan dan perawat (tim) di Puskesmas yang akan dijadikan Puskesmas PONED. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. f) Biaya pembelian alat dan obat-obatan untuk pelatihan g) Biaya sertifikat.b. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. d) Biaya penginapan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Pelatihan BBLR di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana BBLR. f) Biaya pembelian ATK. e) Biaya pembelian ATK. 2) 3) 4) 5) c. dalam 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. c) Honor fasilitator.

i) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita sakit. perawat dan dokter Puskesmas dalam penatalaksanaan balita sakit secara komprehensif dan integrative melalui pendekatan alogaritma klinis. e) Biaya pembelian ATK. dokter Puskesmas dan Kepala Puskesmas di daerah terpencil. b) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab /pengelola program kesehatan anak. Sasaran a) Di tingkat Provinsi: (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak dengan latar belakang dokter atau bidan. d) Biaya penginapan hotel 6 hari. perbatasan dan kepulauan diprioritaskan telah terlatih dan menerapkan MTBS. f) Biaya pembelian contoh obat. k) Biaya Sertifikat. P2 dan Gizi mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam penanganan balita sakit secara terpadu melalui penerapan MTBS. 2) 3) 4) Protap Penyelenggaraan Mengacu Pada Pedoman MTBS Penggunaan Dana a) Uang harian peserta dan fasilitator 7 hari.d. panitia . P2 (Pencegahan Penyakit) dan Gizi di tingkat Dinkes Provinsi & Kabupaten/Kota dalam penanganan balita sakit secara terpadu. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. g) Biaya sewa ruang. h) Biaya praktek klinik di Puskesmas & RS. komputer suplies. c) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak. b) Biaya transport bagi peserta. l) Biaya rapat persiapan. Pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan. fasilitator dan instruktur klinis. c) Honor mengajar bagi fasilitator dan instruktur klinik. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. (2) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan P2 dan Gizi dengan latar belakang dokter / bidan/perawat. b) Di Tingkat Kabupaten/Kota: (1) Bidan (2) Perawat (3) Dokter Puskesmas (4) Kepala Puskesmas Bidan. (3) Dokter dan bidan. sewa TV & VCD player untuk praktek klinik. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. perawat. j) Biaya Penggandaan. 5) 5 .

i) Biaya rapat persiapan. Pelacakan Kasus Kesakitan dan Kematian Bayi dan Balita di Kabupaten / Kota 1) Tujuan • Menjamin jangkauan pelayanan kesehatan untuk seluruh neonatus. d) Biaya penginapan hotel 2 hari. 2) 3) 4) Protap penyelenggaraan mengacu pada pedoman SDIDTK Penggunaan Dana a) Uang harian untuk peserta dan fasilitator 3 hari b) Biaya transport bagi peserta. g) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. (2) Dokter Spesialis Anak di RS Kabupaten.e. (3) Dokter yang menangani tumbuh kembang anak di RS Kabupaten. guru TK atau tenaga lain yang peduli anak dalam melaksanakan stimulasi. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. b) Di tingkat Kabupaten/Kota (Pelatihan SDIDTK): (1) Dokter (2) Bidan. panitia dan fasilitator c) Honor mengajar fasilitator. Pelatihan Standarisasi Stimulasi. 5) f. Sasaran a) Tingkat Provinsi ( TOT SDIDTK) : (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) di Provinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab/ pengelola program kesehatan anak. h) Biaya komputer supplies dan biaya penggandaan. bayi dan balita dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan balita • Terlacaknya kasus-kasus kematian dan kesakitan bayi dan balita • Teridentifikasinya jenis penyakit yang paling banyak diderita bayi dan balita • Teridentifikasinya penyebab terbesar kematian bayi dan balita • Diketahuinya jumlah kematian bayi dan balita dalam periode waktu tertentu 6 . (4) Dokter dan bidan Puskesmas. f) Biaya praktek klinik di Puskesmas/posyandu. e) Biaya pembelian ATK. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. b) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam melaksanakan stimulasi. dan bidan desa (3) Perawat.

surveilans. e) RS Pemerintah / Swasta. PPNI. d) ATK. PPNI. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. IBI. b) Penanggulangan Penyakit. b) Biaya penyelenggaraan c) Honor narasumber. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Pertemuan Perencanaan/Evaluasi dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita di Provinsi atau Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tersusunnya rencana kegiatan yang terintegrasi dalam upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. komputer supllies. bidan di desa dan swasta. Audit Maternal Perinatal Pembahasan Kasus Neonatal di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Terselenggaranya Audit Maternal Perinatal pembahasan kematian neonatal sehingga dapat diketahui penyebab kematian untuk menentukan tindak lanjutnya. gizi.2) Sasaran a) Petugas Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transport bagi Kecamatan/Kelurahan/Desa 3) petugas Puskesmas ke 4) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. kesehatan ibu. IDAI. b) Profesi. 2) 7 . Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. c) Kasubdin bina program Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. c) Dokter Puskesmas / Kepala Puskesmas. f) Profesi : IDI. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. klinik swasta. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. indikator keberhasilan dan tindak lanjut. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Sasaran a) Penanggung jawab/pengelola program kesehatan anak Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. kesehatan anak. narasumber dan panitia. POGI.IBI. Sasaran a) Penanggungjawab/pengelola program. g. cakupan program dan cakupan lintas program terkait). IDI. d) Bidan Puskesmas. 2) 3) 4) h. bayi dan anak balita di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang didasari atas analisa situasi (permasalahan. Rumah Bersalin. Dokter spesialis anak. e) Penggandaan (fotokopi).

4) i. narasumber. Pemantauan Pasca Pelatihan Asfiksia dan BBLR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan.d) 3) Penanggung jawab/pengelola yankesdas dan rujukan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. penggandaan. Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. panitia dan narasumber Provinsi. panitia. Sasaran Lintas program di jajaran Dinas Kesehatan dan lintas sektor di Provinsi. 2) 3) 4) j. c) Honor representatif. e) Biaya pembelian ATK. surat menyurat. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) Biaya transport bagi peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. fasilitator. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. g) Biaya rapat persiapan. e) Biaya peyelenggaraan. 3) 4) 8 . panitia dan narasumber Provinsi. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. d) Biaya penginapan. c) Honor narasumber Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sosialisasi /Advokasi Upaya Penurunan AKB di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui sosialisasi dan advokasi ke lintas program dan lintas sektor terkait. f) Biaya penggandaan. penggandaan. c) Honor fasilitator/supervisor. b) Biaya transport bagi peserta. d) Biaya pembelian ATK. komputer suplies. komputer suplies. panitia. b) Honor narasumber. Penggunaan dana a) Uang harian fasilitator. e) ATK. d) Biaya penginapan hotel. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Bidan/dokter yang telah mengikuti pelatihan asfiksia/BBLR Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pemantauan ke lapangan oleh supervisor dan fasilitator.

bantuan biaya penyelenggaraan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Pelatihan Dokter Kecil Dan Kader Kesehatan Remaja di Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Terbentuknya fasilitator pelatihan dokter kecil di Provinsi dan Kabupaten/Kota. fotocopy. b) Peserta didik kelas IV dan V untuk tingkat SD sederajat (sebagai dokter kecil). Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Sasaran a) Pengelola program usaha kesehatan sekolah (4 sektor terkait). c) Terbentuknya kader kesehatan (dokter kecil dan Kader kesehatan remaja). Lingkup kegiatan a) Pelatihan TOT dokter kecil (2 hari) (1) Materi: (a) Sanitasi Makanan (b) Gizi (c) Kesehatan Gigi dan Mulut (d) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) (e) Pencegahan Penyakit Menular Bersumber Binatang (f) Imunisasi pada Siswa SD dan MI (g) Kesehatan Indera (h) NAPZA b) Pelatihan TOT kader kesehatan remaja di sekolah (2 hari) (1) Materi: (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Kesehatan Reproduksi Remaja (c) Infeksi Menular Seksual/Infeksi Saluran Reproduksi (d) HIV/AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Pendidikan Keterampilan Hidup sehat (g) Komunikasi dan Konseling Penggunaan dana a) Honor dan transport fasilitator. b) ATK. Upaya peningkatan kualitas hidup anak (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a.f) 5) Biaya rapat pembahasan. 2. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. c) Peserta didik kelas I dan II untuk tingkat SMP/SMA sederajat (sebagai kader kesehatan remaja). b) Terbentuknya fasilitator untuk pelatihan kader kesehatan remaja di Provinsi dan Kabupaten/Kota. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari 2) 3) 4) 5) 9 .

c) Tersedianya pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas. panitia dan fasilitator. yankes. skm). Kepolisian. narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat 2) 3) 4) 10 . c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang. bidan. d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP.Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. b) LP: gizi. IDAJI dan Psikolog. jiwa. Pelatihan TOT PKPR di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan kemampuan peserta sebagai fasilitator dalam pelatihan PKPR di Provinsi. b. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat Pusat/Provinsi. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (empat) hari @ 10 jam pelatihan (perjampel 45 menit) b) Jumlah peserta dalam 1 kelas : maks 20 (dua puluh) orang. b) Terbentuknya tim fasilitator pelatihan PKPR di Provinsi dan Kabupaten/Kota. c) LS: Rumah Sakit. gizi. HIV/ AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Kehamilan tidak diinginkan (g) Kekerasan dan penyimpangan perilaku seksual (h) KIE/ KIP dan K (i) Pengenalan gender (j) Pengenalan PKHS (Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat) (k) Peran RS dalam PKPR (l) Model PKPR di RS (m) Cara Belajar Orang Dewasa (n) Micro teaching (j) RTL (k) Pre-pos tes Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan c) Transpor peserta. perencanaan dll. d) Organisasi profesi : IDAI. P2M. POGI. e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) f) Materi : (1) Strategi Nasional kesehatan remaja (2) Standar PKPR (3) Jejaring PKPR (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Persiapan prs nikah (c) Proses Reproduksi Sehat (d) Infeksi Menular Seksual. e) LSM : pemerhati remaja. promkes. perawat/perawat gigi. Peserta : Pengelola program kesrem tingkat Provinsi dan kabupaten/kota (dokter. Badan Narkotik Daerah dan KPAD.

h) i) 5)

Honor Panitia Biaya sewa ruangan

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

c.

Peningkatan Kemampuan Fasilitator (TOT) Konselor Sebaya Bagi Petugas di Provinsi 1) Tujuan a) Terlatih fasilitator peer counselor / kader kesehatan remaja. b) Peningkatan akses pelayanan kesehatan remaja melalui Puskesmas PKPR. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat pusat/Provinsi b) Lintas Program : pengelola program kesehatan remaja/ UKS, gizi, kesehatan jiwa, P2M, yankes dll (tingkat Provinsi). c) Lintas Sektor : Kepolisian, KPAD, BND, LSM pemerhati kesehatan remaja. Peserta : Pengelola program Provinsi dan kabupaten/ kota. Kriteria peserta : a) Mampu menjadi fasilitator. b) Kriteria peserta : bidan, perawat/ perawat gigi, ahli gizi, SKM. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (hari) hari @ 10 jam b) Jumlah peserta dalam1 kelas : maks ( 20 dua puluh) orang c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang (selalu ada ditempat) d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) : f) Materi : (1) Tumbuh Kembang Remaja (2) Kesehatan Reproduksi Remaja (3) Infeksi Menular Seksual/ Infeksi Saluran Reproduksi (4) HIV/ AIDS (5) Penyalahgunaan NAPZA (6) Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (7) Komunikasi dan Konseling (8) Simulasi fasilitasi konselor sebaya (9) Panduan Tehnik Konseling bagi petugas Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan, bahan praktek habis pakai c) Transpor peserta, panitia dan fasilitator, narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia, f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat h) Honor Panitia i) Biaya sewa ruangan

2)

3)

4)

11

5)

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

d.

Pelatihan Fasilitator dalam Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak di Provinsi 1) Tujuan Mendapatkan fasilitator yang siap melatih petugas kesehatan dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayah kerjanya. Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak pada Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota terpilih. b) Petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu / IGD / Bagian yang terkait ). c) Lintas program kesehatan terkait lainnya (Ibu, gizi, yankes dll). Lingkup kegiatan Pelatihan di tingkat Provinsi, didukung oleh fasilitator dari tingkat Pusat dan Provinsi (yang telah dilatih) serta materi pokok adalah 1).Buku Pedoman Deteksi dini, Pelaporan dan rujukan Kasus Kekerasan dan Penelantaran Anak Bagi Tenaga Kesehatan” yang terdiri dari 2 bagian yaitu Panduan bagi fasilitator dan Bahan bacaan, 2) Buku Pedoman Rujukan Kasus Kekerasan terhadap anak bagi petugas kesehatan. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK, komputer suplies. b) Penggandaan/Fotokopi, sertifikat peserta. c) Transport peserta, panitia dan pembicara /narasumber. d) Uang harian peserta, panitia dan pembicara /narasumber. e) Biaya penginapan peserta, panitia dan pembicara. f) Honor panitia dan pembicara. g) Paket Meeting dan rapat persiapan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

2)

3)

4)

5)

e.

Lomba Dokter Kecil di Provinsi 1) Tujuan Untuk meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar diperlukan kader-kader kesehatan yang lebih dikenal sebagai dokter kecil. Sasaran Kader-kader kesehatan/murid-murid di sekolah dasar. Lingkup kegiatan Lomba sekali setahun yang dilaksanakan di tingkat Provinsi, untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar.

2) 3)

12

4)

Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) ATK b) Konsumsi peserta c) Bahan praktek d) Sewa ruangan dan transport peserta. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Anak Sekolah (SD dan SMP/SMA) di

5)

f.

Penjaringan Kesehatan Kabupaten/Kota 1)

Tujuan a) Terdeteksinya secara dini masalah kesehatan peserta didik. b) Tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik, maupun untuk dijadikan pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan kesehatan sekolah. c) Termanfaatkannya data untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program pembinaan peserta didik. Sasaran : Peserta didik di kelas I : Sekolah Dasar/MI; SMP/MTs dan SMA / SMK / MA sekolah/Madrasah Lingkup kegiatan a) Kegiatan penjaringan kesehatan merupakan kegiatan yang mutlak harus dijalankan untuk memenuhi persyaratan standar minimal pelayanan kesehatan dalam program UKS. b) Penjaringan kesehatan anak usia sekolah yang bersangkutan dilakukan oleh suatu tim di bawah koordinasi Puskesmas. c) Tim terdiri dari : guru sekolah yang bersangkutan (guru kelas/guru Pembina UKS) dan tenaga kesehatan (paramedic dan dokter/dokter gigi). d) Pemerikasaan kesehatan dilakukan secara setahun sekali pada awal tahun ajaran. e) Pelaksana pemerikasaan kesehatan dilakukan menurut tugas masing-masing (guru kelas/wali kelas; paramedis; dokter dan guru penjaskes). f) Komponen yang diperiksa : (1) Pemeriksaan keadaan umum (2) Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi (3) Penilaian status gizi (4) Pemeriksaan gigi dan mulut (5) Pemeriksaan indera (penglihatan, pendengaran) (6) Pemeriksaan laboratorium (7) Pengukuran kesegaran jasmani (8) Deteksi dini penyimpangan mental emosional Penggunaan Dana a) Biaya yang dikeluarkan untuk uang harian/transport petugas mengunjungi Sekolah/Madrasah (besarnya uang harian disesuaikan kondis riil daerah setempat). b) Biaya untuk pembelian bahan/reagens yang diperlukan untuk menunjang pemeriksaan Lab (seperti pemeriksaan Hb, tinja, bahan

2)

3)

4)

13

pantia dan peserta. tanggal pelaksanaan. (4) Mengevaluasi pelaksanaan Program UKS serta membuat alternatif penyempurnaannya. masalah yang ditemui baik berkaitan dengan kesehatan peserta didik maupun masalah kesehatan lainnya (misalnya lingkungan /kebersihan sekolah)). Diknas. Depdagri). 14 . Petugas/guru yang ditemui. dokumentasi. b) Transport narasumber Provinsi. Depag dan Depdagri) dan dapat juga ditambah dari lintas sektor lain yang terkait. (2) Membuat kesepakatan peran masing-masing sektor (Depkes. Lingkup kegiatan a) Kegiatan Forum Koordinasi ini dilakukan berupa pertemuan paling sedikit 2 kali dalam setahun. peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. panitia dan peserta. e) ATK. jumlah siswa yang diperiksa/dilayani kesehatannya. Laporan disampaikan kepada Sekretariat TP UKS setempat).penambalan gigi dsbnya). koordinasi dan komunikasi anggota TP UKS secara 2) Sasaran Seluruh Tim Pembina TP UKS disetiap jenjang administrasi yang terdiri dari minimal 4 unsur Departemen (Depkes. Diknas. konsumsi. sewa ruang pertemuan. lokasi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. 3) 4) . dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. isi laporan mencakup: tujuan. Depag. b) Hal-hal yang dibahas misalnya: (1) Menyusun rencana kegiatan program UKS. penggandaan. foto kopi. Forkom UKS di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan periodik. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( laporan kunjungan petugas mencakup nama Sekolah/Madrasah yang dikunjung. c) Uang harian narasumber Provinsi. hasil (hasil diskusi dan rekomendasi yang didapat) dan lampiran materi yang dipresentasikan (jika ada). (3) Mengidentifikasi masalah dan alternatif pemecahannya. g. panitia dan peserta. Penggunaan Dana Biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan forkom: a) Honor narasumber dan panitia. spanduk. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( Setiap pelaksanaan forkom harus dibuat laporan pelaksanaan. tiap pertemuan selama 3 hari.

penggandaan. c) Lintas sektor terkait (Agama. dokumentasi. d) LSM (LPA/pemerhati anak). Kepolisian. Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Provinsi. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). konsumsi. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Sosial. Remaja dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi. BKKBN. 2) 3) 4) 5) i. Lingkup kegiatan Pertemuan berkala yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. HIV/AIDS. Sosial. Pemberdayaan Perempuan. e) ATK. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. b) Psikolog. Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi. PKK. Legilatif. dll). Penggunaan Dana 2) 3) 4) 15 . d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. c) Lintas sektor terkait (Agama. Yankes. Pendidikan. d) LSM (LPA/pemerhati anak). Gizi. Kepolisian. Forum Komunikasi Penanganan Anak Jalanan di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya koordinasi pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam pembinaan kesehatan bagi anak jalanan di wilayahnya. Gizi. Yankes. untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak jalanan.h. b) Transport narasumber Provinsi. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. panitia dan peserta. Pemberdayaan Perempuan. dll). panitia dan peserta. Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi. b) RSU. Ibu. RS Bhayangkara. spanduk. naker. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Jiwa. BPS. c) Uang harian narasumber Provinsi. Pendidikan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. foto kopi. Ibu. pantia dan peserta. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. sewa ruang pertemuan.

dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. dll). 2) 3) 4) 5) k. e) ATK. d) Biaya penginapan narasumber Kabupaten/Kota. pantia dan peserta. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. dokumentasi. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan. Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. pantia dan peserta. e) ATK. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. c) Uang harian narasumber Kabupaten/Kota. panitia dan peserta. panitia dan peserta. panitia dan peserta. b) Transport narasumber Kabupaten/Kota. sewa ruang pertemuan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi.Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. Kepolisian. konsumsi. spanduk. panitia dan peserta. c) Lintas sektor terkait (Agama. sewa ruang pertemuan. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). penggandaan. j. Pendidikan. penggandaan. d) LSM (LPA/pemerhati anak). foto kopi. Sosial. b) Transport narasumber Provinsi. foto kopi. lintas sektor / LSM terkait dalam 16 . 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Ibu. b) RSUD. c) Uang harian narasumber Provinsi. spanduk. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Yankes. dokumentasi. Jiwa. Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota. Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Kabupaten/Kota. Pemberdayaan Perempuan. konsumsi. Gizi. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak.

Yankes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. d) Uang harian narasumber. Kehakiman. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK. sosial. Pemberdayaan Perempuan. Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota. b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait ). sewa ruang. c) Lintas sektor terkait (Agama. Promkes. mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. RS Bhayangkara. Pendidkkan. Promkes. d) LSM (LPA/pemerhati anak). Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. d) LSM (LPA/pemerhati anak). merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. c) Lintas sektor terkait (Agama. sosial. dengan narasumber dari Depkes pusat dan Dinas Kesehatan Provinsi. RS Bhayangkara. f) Honor panitia dan narasumber. Ibu. perlengkapan peserta. Gizi. Yankes dll) pada Dinas Kesehatan Provinsi. b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait). Kehakiman. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Kepolisian. Legilatif dll). lintas sektor / LSM terkait dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. 3) 4) 5) l. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan.penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. Pemberdayaan Perempuan. e) Biaya penginapan narasumber. Pendidkkan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. sewa LCD dan Laptop. Gizi. Legilatif dll). b) Penggandaan/Fotokopi. Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan. Kepolisian. PKK. Ibu. 2) Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. komputer suplies. c) Transport peserta dan narasumber. PKK. mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak 2) 3) 17 . komsumsi.

Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pertemuan pembahasan di provinsi/kabupaten/kota setelah pemantauan ke lapangan (pada saat pelayanan Puskesmas) dan bagi pelatih pada saat pelatihan. Penggunaan dana a) Uang harian narasumber. f) Honor peserta. d) Uang harian peserta. panitia dan narasumber. Administrasi Kegiatan ( di Provinsi ) terdiri dari a) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran 18 . c) Honor narasumber/supervisor (pemantau). penggandaan. Pemantauan pelatihan dilaksanakan oleh narasumber pusat. b) Penggandaan/Fotokopi. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. g) Biaya sewa ruangan. h) Biaya sewa kendaraan Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. komputer suplies. 3) 4) 5) 3. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. b) Biaya transport bagi narasumber. Provinsi atau Kabupaten/Kota. peserta. perlengkapan komsumsi. c) Transport peserta. peserta. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. sewa LCD dan Laptop. peserta dan panitia. panitia dan narasumber. sewa ruang. f) Biaya pembelian ATK. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. panitia orientasi atau pelatihan. 4) Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK. Penunjang Operasional Kegiatan (Kegiatan di Provinsi dan ke Kabupaten / Kota) a. Pemantauan Pasca Pelatihan PKPR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan.lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. panitia dan narasumber. e) Biaya penginapan peserta. panitia dan narasumber. m. d) Honor Panitia e) Biaya penginapan. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Pengelola program kesehatan remaja yang telah mengikuti pelatihan baik Pelatihan PKPR maupun Pelatihan fasilitator PKPR.

dll c) LS : Institusi/lembaga: DPRD. 6) Biaya penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa d) Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI.penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Diknas. Pemegang Uang Muka di Kab/Kota. Staf Administrasi. dan komunikasi cepat. Pengelola Kegiatan di Kab/Kota. Penggunaan dana a) ATK b) Fotokopi c) Konsumsi rapat Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. c) Peran masing-masing sektor terkait dalam menangani kesehatan anak di tingkat Provinsi. b) Sasaran Penanggung jawab dan Pelaksana Anggaran Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak di tingkat Provinsi. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke 2) 3) 4) 5) 19 . penggandaan dokumen. Pertemuan LP/LS ( di Provinsi ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah untuk mengetahui besarnya pengaruh terhadap program. 4) Belanja bahan alat tulis kantor (ATK). sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Kesehatan Anak. P2M. Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak b) LP : gizi. surat-menyurat. 2) Biaya fotokopi. Staf Pengelola Kegiatan. b) Diskusi kelompok. d) Diseminasi informasi. Bendahara Pengeluaran. KPAD d) Organisasi profesi e) Swasta : unilever. b) Faktor hambatan dan penunjang dalam program kesehatan anak tingkat Provinsi dan alternatif pemecahannya. kimia farma dll f) LSM pemerhati kesehatan anak Lingkup kegiatan a) Penyampaian permasalahan kesehatan anak dari masing-masing sektor. BND. Bappeda. Pejabat Pembuat Komitmen. c) Rencana tindak lanjut. Panitia Pengadaan. 3) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer . promkes. Panitia Pemeriksaan & Penerima Barang dan Konsultasi ke Pusat. perencanaan. b. Penguji SPM. yankes. Satu eksemplar dikirim ke Direktorat Bina Kesehatan Anak untuk dikompilasi bersama laporan dari Provinsi lainnya. Depag. 5) Biaya pengumuman pengadaan barang dan jasa. c) Penggunaan Anggaran 1) Honorarium Kuasa Pengguna Anggaran. jiwa. Depsos dan BKKBN.

c. d) ATK dan fotokopi. Sasaran Pengelola program kesehatan anak kabupaten Penyelenggaraan a) Meninjau Dinas Kesehatan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Penggunaan Dana a) Transport untuk transportasi Provinsi-kabupaten. faktor hambatan dan penunjang kesehatan anak b) Pendampingan dalam melakukan analisa hasil c) Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. sekolah. untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi. c) Biaya penginapan untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi. b) Uang harian. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. dan atau sarana kesehatan lainnya.Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. b) Lama perjalanan 2 hari. Supervisi dan Bimbingan Teknis ( ke Kabupaten / Kota ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah. 2) 3) 4) 5) 20 .

Menggerakkan dan memberdayakan peran serta masyarakat (Poskesdes. Kesehatan Paru. namun terdapat program yang walaupun belum merupakan prioritas utama nasional perlu juga dikembangkan untuk memecahkan atau mengantisipasi masalah kesehatan spesifik daerah tertentu. tiap kecamatan ratarata telah mempunyai sedikitnya 2 Puskesmas. tenaga kurang. Latar Belakang Pemerataan pelayanan kesehatan selama ini relatif telah dicapai. B. perkotaan dan olahraga serta tradisional. Masyarakat belum berperan secara optimal dalam penyelenggaraan berbagai program/yankesdas oleh fasilitas kesehatan dasar di sekitar mereka. alat logistik kurang. 4. Lintas sektor/ lintas program/profesi. paru. Posyandu dan UKBM lainnya). dan pengelolaan Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. perbatasan dan kepulauan) masalah ekonomi (masyarakat miskin tertinggal). Terdapat kelompok masyarakat yang belum mempunyai akses pelayanan kesehatan yang baik karena kondisi geografis dan (daerah tertinggal. Meningkatkan manajemen Puskesmas dan jaringannya. 1 . 47% gedung Puskesmas rusak. b. Tujuan 1. antara lain disebabkan oleh penataan kerja/sistem manajerial belum optimal. 3. Berbagai program kesehatan masyarakat telah dikembangkan. Sasaran Program 1. 6. 4. Tujuan Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan manajemen program dari aspek administrasi. 7. Pemberdayaan masyarakat. 2. Kesehatan Indera. 5. D. dan pelayanan kesehatan di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Kesehatan Tradisional). Masyarakat dengan masalah kesehatan indera. lansia. Meningkatkan jangkauan pelayanan terhadap sasaran masyarakat rentan dan risiko tinggi. Kegiatan-Kegiatan 1. Seluruh sarana pelayanan kesehatan dasar. Mengembangkan program/yankesmas prioritas nasional lain dan spesifik daerah (Kesehatan Usila. Poskestren. Masyarakat daerah tertinggal. Administrasi Kegiatan a. C. 2 3.BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS A. tiap 3 desa mempunyai 1 Puskesmas Pembantu. anggaran terbatas. Masyarakat miskin. Kesehatan Olahraga. Tenaga kesehatan (pengelola program). Kesehatan Perkotaan. perbatasan dan kepulauan. namun kinerja fasilitas tersebut belum optimal.

c. Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Laporan kegiatan d. KEGIATAN REVITALISASI PUSKESMAS 3. Tradisional. Tujuan Untuk mengkonsultasikan perencanaan kegiatan pelayanan kesehatan dasar di daerah ke pusat dan memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Laporan kegiatan Konsultasi Perencanaan Tingkat Pusat a. d) Bendahara pengeluaran. Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. c. Tradisional. Penggunaan Dana 1) Pembayaran honor a) Pejabat kuasa penggunaan anggaran. Usila. e) Staf pengelola keuangan termasuk pengelola SAI. meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggungjawab : a) b) c) d) Kesehatan Ibu . Kesehatan Spesifik Lainnya (Kerja. Indera. b. c) Pejabat penandatangan SPM. 2. b) Pejabat pembuat komitmen. 2) Pembelian bahan alat tulis kantor (ATK). Perkotaan. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah 1) Dinas Kesehatan Propinsi meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggung jawab antara lain: a) b) c) d) e) f) 2) Kesehatan ibu Kesehatan Anak Gizi Kesehatan Kerja Puskesmas Kesehatan spesifik lainnya (Usila. Penggunaan Dana Kunjungan daerah ke pusat dalam rangka konsultasi perencanaan program pelayanan kesehatan dasar.Anak. Olah Raga) Gizi Puskesmas Perencanaan 3) Nara sumber pusat 2 . Pertemuan koordinasi Program Kesehatan Masyarakat di Propinsi a. b. Indera. d. Olah Raga) Dinkes Kabupaten/Kota. Perkotaan.

Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah : 1) 2) 3) c. Narasumber pusat. b. berjumlah 20 orang yang terdiri dari lintas program dan lintas sektor terkait dengan pengembangan UKBM. b. Tujuan Untuk mengetahui tingkat perkembangan UKBM pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang.c. masing-masing Kabupaten/Kota berjumlah 5-6 orang : 1) 2) 3) Penanggung jawab program terkait Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Apabila SDM Dinkes Kabupaten/Kota terbatas. Laporan kegiatan Pertemuan Koordinasi Program UKBM di Propinsi a. Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten/Kota Uang harian Peserta Kabupaten/Kota ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. 5. Sasaran Adapun sasaran TOT adalah 2-3 Kabupaten/Kota percontohan sesuai dengan dana yang tersedia. Peserta Kabupaten. dapat melibatkan Kepala Puskesmas yang mampu. Dinkes Kabupaten/Kota. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi. Dinas Kesehatan Propinsi. 4. masing-masing berjumlah 2 orang yang terdiri dari penanggungjawab pengembangan UKBM dan pelayanan dasar. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten Uang Harian Peserta Kabupaten ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. 3 . Laporan Kegiatan TOT Manajemen Puskesmas bagi Kabupaten/Kota a. Tujuan Tersedianya tim pelatih manajemen Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. Peserta Kabupaten.

Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. b. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindaklanjut c. d. Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas dalam pencapaian Desa Siaga dan pengembangan Poskesdes. masing-masing Puskesmas berjumlah minimal 3 orang : 1) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas 2) Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Penggunaan dana Penggunaan dana disesuaikan dengan yang tercantum dalam RKAKL (disesuaikan dengan MAK di RKAKL) : 1) 2) Akomodasi (Panitia.c. masing-masing Puskesmas berjumlah 1 orang dengan kriteria : 1) 2) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun 4 . MOT. 6. 7. Pengajar. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Manajemen Puskesmas adalah seluruh Puskesmas dari Kabupaten/Kota yang telah di TOT . d. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut. Kunjungan lapangan 3) Uang harian peserta pelatihan 4) Honor (Panitia. b. Pelatihan Manajemen Puskesmas a. MOT. Peserta Puskesmas) Transport (Peserta Puskesmas. Pelatihan Poskesdes bagi Petugas Puskesmas a. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Poskesdes bagi petugas Puskesmas adalah 25% Puskesmas. Pengajar. Panitia. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. Kunjungan lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. Panitia. Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas melalui pelatihan manajemen Puskesmas. Penggunaan Dana 1) Akomodasi panitia 2) Transport (peserta pelatihan.

8. 5 . Pengajar. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut d. Supervisi dan Bimbingan Teknis a. Sasaran Sasaran bimtek adalah seluruh Kabupaten/Kota. c. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. b. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. dan Sasaran Sasaran konsultasi adalah penanggung jawab Puskesmas dan/atau UKBM Dinas Kesehatan Propinsi. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan. 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah. Peserta Puskesmas) 2) Transport (peserta Puskesmas. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. d. 2) Pelaksanaan konsultasi. Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport Laporan Kegiatan. permasalahan dan inovasi di daerah. Pendamping Kabupaten) Laporan Kegiatan. Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. Penggunaan Dana 1) Biaya Penginapan Tim Propinsi 2) Uang harian Tim Propinsi 3) Transport (Tim Propinsi. MOT. 9. tim Propinsi bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas dan UKBM sesuai dengan topik/ fokus bimtek. Panitia. c. Praktek Kerja lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat.c. Konsultasi Teknis ke Pusat a. Penggunaan Dana 1) Akomodasi (Panitia. mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut d. b.

Sumatera Barat BKPM Cirebon – Jawa Barat BKPM Pontianak – Kalimantan Barat BKPM Klaten – Jawa Tengah BKPM Pati – Jawa Tengah BKPM Semarang – Jawa Tengah BKPM Magelang – Jawa Tengah BKPM Ambarawa – Jawa Tengah BKPM Yogyakarta – DI Yogyakarta BKPM Bantul – DI Yogyakarta BKPM Kotagede – DI Yogyakarta BKPM Wates – DI Yogyakarta BKPM Sleman – DI Yogyakarta BKPM Madiun – Jawa Timur BKPM Surabaya – Jawa Timur BKPM Pamekasan– Jawa Timur BKPM Ambon – Maluku BP4 Baladewa – DKI Jakarta Rincian kegiatan dijabarkan pada penjelasan berikut ini : 10. Penggunaan Dana 1) Transport 2) Akomodasi 3) Uang Harian 4) Penginapan 5) ATK 6) Fotokopi 7) Sewa Ruangan 6 . Program Penyakit menular (TBC. Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. antara lain penanggung jawab: 1) 2) 3) 4) 5) 6) c. Pertemuan Koordinasi LP/LS Perencanaan/ Evaluasi Balai Kesehatan Paru Masyarakat . Perencanaan Pelayanan kesehatan Organisasi Profesi (PDPI) PPTI – Daerah BKPM b. HIV-AIDS).UPT Propinsi a. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah lintas sektor dan lintas program terkait dengan program kesehatan Paru di wilayah Kabupaten/Kota lokasi BKPM.KEGIATAN BALAI KESEHATAN PARU Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Paru Masyarakat diperuntukkan bagi BKPM UPT Propinsi yang berjumlah 20 yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) BKPM Banda Aceh – NAD BKPM Medan – Sumatera Utara BKPM Lubuk Alung.

Dinas PU. Laporan kegiatan. Laporan Kegiatan. Dinas Sosial. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. DPRD. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan 2) Peserta 3) Rekomendasi dan rencana tindaklanjut 11. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan perkotaan yang terkoordinasikan dengan program lain dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di Puskesmas Perkotaan. b. Dinas Pariwisata. Kepala Puskesmas. Supervisi dan Bimbingan Teknis Kegiatan BKPM UPT Propinsi a. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah. bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas. permasalahan dan inovasi di Balai Kesehatan Paru Masyarakat UPT Kabupaten dan Puskesmas. d. c. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. dll 2) 3) 4) 7 . Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport d. Dinas Tenaga Kerja. b. tim Propinsi terdiri dari Dinkes Propinsi dan BKPM. Konsultasi Kegiatan BKPM UPT Propinsi ke Pusat a. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. Bappeda. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan. 12. mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut c. Sasaran Sasaran konsultasi adalah BKPM. Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Transport Laporan Kegiatan.d. Perguruan Tinggi Organisasi profesi Organisasi masyarakat. b. Sasaran Sasaran bimtek adalah BKPM UPT Kabupaten/Kota dan Puskesmas. sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) Pelaksanaan konsultasi dan 13. Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Perkotaan a.

Bimbingan Teknis Program Kesehatan Perkotaan a. 8 . Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak lanjut b. Dinas Tenaga Kerja. Sosialisasi Advokasi Program Kesehatan Perkotaan a. d.c. Kepala Puskesmas Perguruan Tinggi Organisasi profesi Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Kota Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan perkotaan. 2) Pakar kesehatan perkotaan atau profesi lain yang terkait. Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Propinsi. Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 14. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. DPRD. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan di Puskesmas Perkotaan. Dinas Sosial. Penggunaan Dana 1) 2) 3) ATK Fotokopi Transport lokal d. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Perkotaan a. 2) 3) 4) 5) c. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) ATK Fotokopi Honor Narasumber Uang harian Biaya penginapan Transport panitia d. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan yang berkualitas. b. Laporan Kegiatan dan Rencanan Tindak Lanjut 15. Dinas PU. 16. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. Bappeda. Dinas Pariwisata. c. Tujuan Meningkatkan pemahaman pelaksana/pelaku pembangunan mengenai pentingnya upaya kesehatan perkotaan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

FIK 3) Organisasi profesi : IDI. d. Dinas Tenaga Kerja. d. PERWOSI 4) Organisasi olahraga masyarakat : KONI. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Olahraga a. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota.b. 9 . b. Bappeda 2) LP/LS terkait : Perguruan Tinggi. Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Narasumber 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport panitia Laporan Kegiatan c. PPKORI. b. YJI. Sasaran 1) Instansi terkait : Dispora. Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Olahraga a. 4) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan olahraga. 2) Perguruan Tinggi 3) Organisasi Profesi Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator Laporan Kegiatan c. 17. FOMI. Dinas Pendidikan 2) Perguruan Tinggi : FK. Dinas PU. Rumah Sakit. Dinas Sosial. 18. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. Dinas Pariwisata. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. DPRD. PORPI. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga dalam mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan olahraga yang dikoordininasikan dengan program lain dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. ISORI. Bappeda. Organisasi Profesi 3) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. dll Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Transport lokal Laporan Kegiatan c. d.

Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan b.19. 5) Organisasi kewanitaan 6) Lembaga swadaya masyarakat 7) Organisasi pelajar dan mahasiswa 8) Media massa 9) Masyarakat umum Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan c. Bimbingan Teknis Program Kesehatan Olahraga a. Tujuan Meningkatkan budaya hidup beraktivitas fisik dan olahraga untuk kesehatan. Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Propinsi. c. 10 . Workshop Pengembangan Jejaring Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan dan Penanggulangan PTM a. 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait. Seminar Pemberdayaan Masyarakat agar Bergerak untuk Sehat dan Bugar a. c. 21. 4) Organisasi masyarakat : Forum Nasional Karang Taruna. d. Sasaran 1) Dinas Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Organisasi olahraga masyarakat : FOMI. Yayasan Jantung Indonesia. b. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 4) Puskesmas Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk b. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. d. 20.

d. c. Tujuan Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan olahraga di BKOM. organisasi profesi terkait Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport Laporan Kegiatan c. Sosialisasi/Advokasi Upaya Kesehatan Olahraga Tingkat Propinsi a. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) LP/LS : perguruan tinggi. Seminar Pemanfaatan Upaya Kesehatan Olahraga Bagi Fitness Center dan Sanggar Senam a. Tujuan Meningkatkan komitmen dan dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan dan penyelenggaraan upaya kesehatan olahraga di BKOM. 23. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. d. b. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) Kepala Puskesmas 3) Pemda/Bappeda 4) DPRD 5) Dinas Pendidikan 6) Perguruan tinggi 7) Organisasi profesi 8) Organisasi olahraga masyarakat 11 . Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 3) Puskesmas 4) Instruktur fitness center dan sanggar senam Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut b. 24. b. Honor : narasumber dan moderator Transport lokal Laporan Kegiatan 22. Pertemuan Penyusunan Program BKOM a.5) 6) d.

Uang harian. Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut 26. b. 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait. Sasaran Peserta pertemuan terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. c. Penggunaan Dana 1). Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan e. Sasaran 1) Pelaksana pelayanan kesehatan olahraga di BKOM. Sosialisasi Program Kesehatan Indera (PGPK /PGPKT) ke Kabupaten/Kota di Provinsi a.c. profesi. Khusus: 1). 12 . Tersosialisasinya program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran kepada Kabupaten/Kota Diperolehnya komitmen/dukungan dari Kabupaten/Kota dalam pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran. b. Meliputi : 1). Bimbingan Teknis BKOM Program Kesehatan Olahraga a. ATK dan foto copy 2). 25. Honor Nara Sumber 3). Proses Penyelenggaraan 2). Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan Kegiatan. Peserta 3). Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut d. c. Tujuan Umum: Meningkatkan pemahaman Kabupaten/Kota mengenai pentingnya program kesehatan Indera Penglihatan/Pendengaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 2). Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport d. Hasil Yang Diharapkan Tersosialisasinya Program Kesehatan Indera ke Kabupaten/Kota.

Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di kabupaten/kota dan Puskesmas. LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan Penggunaan Dana 1) ATK dan foto copy 2) Honor Nara Sumber 3) Uang harian. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. 4). profesi. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2). Hasil Yang Diharapkan 1). Laporan Kegiatan. kabupaten/kota dan puskesmas b. 13 . Meliputi : 1) Proses Penyelenggaraan 2) Peserta 3) Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 28.27. Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di provinsi dan kabupaten/kota. Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Indera penglihatan dan pendengaran di propinsi. Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Indera sesuai dengan peran dan bidang masing-masing. Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera dengan LP/LS/LSM Tingkat Propinsi a. 2). 3). Khusus: 1). Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera Di Provinsi a. Tujuan Umum: Meningkatnya partisipasi Lintas Program. e. Tersusunnya POA program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran di masing-masing Kabupaten/kota c. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran.

Lintas Sektor. cara pemeriksaan. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program.LS. peserta memahami dan mampu melaksanakan pelayanan kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran yang berkualitas di Puskesmas Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Kesehatan Indera dan masalahnya. LS dan LSM tingkat Provinsi b. Tujuan Umum: Setelah menyelesaikan pelatihan. Hasil yang diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran. Proses Penyelenggaraan 2). LSM dalam menunjang penurunan prevalensi kebutaan dan ketulian di Provinsi. Rencana tindak lanjut pelatihan c. 29. e. organisasi profesi terkait dan LSM di tingkat propinsi Penggunaan Dana 1). transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan kegiatan. lintas sektor dan LSM 2). Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. ATK dan foto copy 2). 3). Honor Nara Sumber 3). Tersosialisasinya program kesehatan Indera kepada lintas program. diagnose dan tatalaksana dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari : Lintas program. d. meliputi : 1).Khusus: 1). Uang harian. Peserta 3).LSM tentang pengembangan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran Tingkat Provinsi. Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Indera a. Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran Tingkat Provinsi 4). b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. cara pemeriksaan. 14 . Adanya kesepakatan kegiatan dalam PGPK dan PGP Ketulian dengan LP. diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan Indera di dalam dan luar gedung 2) Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan Indera b. Lintas Sektor.

pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Laporan kegiatan. Uang harian. Penggunaan Dana 1). Honor Nara Sumber 3). c. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Rencana tindak lanjut pelatihan 30. cara pemeriksaan sederhana. meliputi : 1). ATK dan foto copy 2). tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) d) Peran kader/guru UKS dalam PGPK dan PGPKt 2) Peserta mampu melakukan pemeriksaan sederhana mata dan telinga 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan Indera b. cara merujuk. Proses Penyelenggaraan 2). Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS d. cara pemeriksaan sederhana.c. b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS 15 . Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. cara merujuk. Peserta 3). tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. Pelatihan Tenaga Non Nakes (Guru Dan Kader ) Untuk Program Kesehatan Indera a. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. Tujuan Umum: Meningkatkan kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran sehingga mampu mengenali gangguan penglihatan dan pendengaran di masyarakat/sekolah Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan Indera dan masalahnya.

meliputi : 1. Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan program kesehatan indera mulai dari provinsi sampai ke puskesmas b. Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Indera di Kabupaten/Kota . 3. Peserta 3).d. Tujuan Umum Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Indera di Kabupaten/Kota dan Puskesmas Khusus 1. Honor Nara Sumber 3). Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan. 6. Laporan kegiatan. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Pembinaan. monitoring dan evaluasi 2. Laporan kegiatan. 8. 2. BKMM Provinsi Sumatera Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat BKIM Provinsi Jawa Tengah BKMM Kabupaten Banyumas BKMM Provinsi Jawa Timur BKMM Provinsi Nusa Tenggara Barat BKMM Provinsi Sulawesi Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat 16 . Penggunaan Dana Uang harian. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Indera Provinsi c. Penggunaan Dana 1). ATK dan foto copy 2). Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. Rencana tindak lanjut KEGIATAN BALAI KESEHATAN MATA/INDERA MASYARAKAT (BKMM/BKIM) Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Mata/Indera Masyarakat (BKMM/BKIM) diperuntukkan bagi UPT Daerah (Provinsi/Kabupaten) yang berjumlah 8 yaitu : 1. Uang harian. meliputi : 1). Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Indera a. 4. 3. 5. 7. 2. Proses Penyelenggaraan 2). Rencana tindak lanjut pelatihan 31.

Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan teknis 2. Terlaksananya pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran di luar gedung BKMM oleh dokter spesialis BKMM/BKIM b. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) Di Provinsi a. Tujuan Umum: Terlaksananya transfer ilmu pengetahuan tentang teknis program kesehatan Indera dari tim teknis BKMM/BKIM ke Puskesmas.Rincian Kegiatan adalah : 32. Diketahuinya sejauh mana pelaksanaan pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran telah dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas oleh BKMM/BKIM 2. Sasaran Pelaksana : • • c. Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Provinsi dan Kabupaten/Kota. kabupaten/kota dan puskesmas 17 . Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut dan Puskesmas Santun Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Khusus: 1. Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Kesehatan Usia Lanjut di propinsi. 3. Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Usia Lanjut. Khusus: 1. Pembinaan Teknis Program Kesehatan Indera Oleh Tenaga Kesehatan BKMM/BKIM Ke Puskesmas a. Rencana tindak lanjut 33. Petugas kesehatan BKMM/BKIM Petugas Puskesmas Penggunaan Dana Uang harian. meliputi : 1. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan petugas kesehatan Puskesmas untuk melaksanakan pelayanan kesehatan Indera penglihatan dan atau Pendengaran di Puskesmas. 4. Laporan kegiatan. 3. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d.

LS. Laporan Kegiatan. Adanya kesepakatan kegiatan dalam pengembangan program kesehatan usila dengan LP. organisasi profesi dan LSM terkait di tingkat Propinsi 18 . Penggunaan Dana 1. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta Kabupaten/Kota : • Peserta Propinsi terdiri dari : unsur lintas program dan lintas sektor terkait di tingkat propinsi • Peserta Kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu Puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. Tujuan Umum: Terwujudnya kemitraan dan meningkatnya partisipasi Lintas Program. Peserta 3.b. Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program. Meliputi : 1. Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi 4. lintas sektor dan LSM 2. Khusus: 1. Tersusunnya POA program kesehatan Usia Lanjut di masing-masing Kabupaten/kota c. Pertemuan Koordinasi Dengan LP/LS/LSM Program Kesehatan Usia Lanjut Tingkat Propinsi a. Lintas Sektor. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari unsur: Lintas Program. c. Hasil yang Diharapkan 1.LSM tentang pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi. Proses Penyelenggaraan 2. ATK dan foto copy 2. Lintas Sektor. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 34. Honor Nara Sumber 3. Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Usia Lanjut sesuai dengan peran dan bidang masing-masing. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) 2. LSM dalam menunjang pengembangan program kesehatan usila di Provinsi. LS dan LSM tingkat Provinsi b. 3. Tersosialisasinya program kesehatan Usila kepada lintas program. Uang harian.

Peserta 3). Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) d. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 35. Uang harian. jiwa) dari RS d. Rencana tindak lanjut pelatihan 36. Meliputi : 1). Pelatihan Program Kesehatan Usia Lanjut untuk Pengelola Program di Kabupaten/Kota a. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. dokter spesialis kes. b) Konsep Puskesmas Santun Usia Lanjut 19 . Laporan Kegiatan. Uang harian. khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric. Penggunaan Dana 1). Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan pengelola program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota c. ATK dan foto copy 2). Tujuan Umum: Meningkatnya pengelolaan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota b. Laporan Kegiatan. ATK dan foto copy 2). Sasaran Peserta Pelatihan terdiri dari: Pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari Kabupaten/Kota yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. Peserta 3). Tujuan Umum: Terselenggaranya pelayanan Kesehatan Usia Lanjut yang berkualitas di Puskesmas khususnya di Puskesmas Santun Usia Lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya. Meliputi : 1). Proses Penyelenggaraan 2). Penggunaan Dana 1). Honor Nara Sumber 3).d. Proses Penyelenggaraan 2). Honor Nara Sumber 3).

Meliputi : 4). diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan usia lanjut di dalam dan luar gedung Peserta mampu menfasilitasi pembentukan kelompok usia lanjut Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan usia lanjut e. Honor Nara Sumber 6). Penggunaan Dana 4). b) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. cara merujuk. Pelatihan Tenaga Non Nakes (Kader ) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut a. jiwa) dari RS d. f. Tujuan Umum: Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader mengenai mengenai program kesehatan usia lanjut sehingga dapat membantu pengembangan kesehatan usia lanjut di masyarakat. ATK dan foto copy 5). tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Peran kader dalam pengembangan program kesehatan usia lanjut 2) Peserta mampu meningkatkan kegiatan kelompok usia lanjut 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan usia lanjut di kelompok usia lanjut b. khususnya di kelompok usia lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya. Proses Penyelenggaraan 5). Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Usia Lanjut untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader mengenai program kesehatan Usia Lanjut. Peserta 6). Laporan Kegiatan. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Usia Lanjut. cara pemeriksaan sederhana. cara pemeriksaan.2) 3) c) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Rencana tindak lanjut pelatihan 37. 20 . dokter spesialis kes. khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric. Uang harian.

Proses Penyelenggaraan Pelatihan 2. Honor Nara Sumber 3). Rencana tindak lanjut pelatihan e. Pertemuan Koordinasi LP/LS dalam rangka Pengembangan Program Kesehatan Tradisional a. Meliputi : 1. ATK dan foto copy 2). sewa ruangan. Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Usia Lanjut a. Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan Kegiatan. Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan Program Kesehatan Usia Lanjut mulai dari Provinsi sampai ke Puskesmas c. Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Usila di Kabupaten/Kota . Proses penyelenggaraan dan hasil pembinaan. d. Penggunaan Dana Uang harian. Penggunaan Dana 1). Laporan Kegiatan c. Hasil Yang Diharapkan 1.c. Peserta 3. Sasaran Peserta tenaga non nakes untuk program Kesehatan Usila terdiri dari: • Kader dari Kelompok Usila di beberapa Puskesmas yang dikembangkan d. 21 . Meliputi : 1). Tujuan Meningkatnya peran Lintas Program dan Lintas Sektor di daerah dalam rangka pengembangan program kesehatan tradisional. 3. 2. monitoring dan evaluasi 2). Rencana tindak lanjut 39. 38. Sasaran Penanggungjawab kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan. Uang harian. Pembinaan. Laporan Kegiatan. sewa profesi. transport dan biaya penginapan pelaksana e. b. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Usia Lanjut Provinsi d. dan biaya perjalanan. Tujuan Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas b.

b. c. Sasaran : Kabupaten/Kota dan Puskesmas binaan. d. a. b. transport peserta rapat dan transport bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan kegiatan. fotokopi). Laporan Kegiatan Orientasi Selfcare Batantra dalam pelaksanaan TOGA dan Akupunktur bagi Petugas Puskesmas. rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan LS terkait bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk biaya perjalanan sampai ke sarana Battra di wilayah kerja Puskesmas. Penggunaan Dana 1) Honor Nara Sumber (SP3T dan Asosiasi Profesi) 2) ATK dan foto copy 3) Sewa Ruang 4) Uang harian. Laporan Kegiatan d. Tujuan Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan administratif. Bimbingan Teknis Pengelola Program Kestrad Propinsi ke Kabupaten/Kota Binaan a. 42. Tujuan Terlaksananya pelayanan kesehatan tradisional melalui tenaga pelaksana program kesehatan tradisional yang terampil di Puskesmas binaan. d. Tujuan Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pengelola program kesehatan tradisional di Kabupaten/Kota binaan sehingga mereka mampu mengindentifikasi dan menginventarisasi hal-hal yang terkait dengan pengembangan program pelayanan kesehatan tradisional di wilayah masingmasing.40. Sasaran : Pemegang program Kesehatan Tradisional di Puskesmas binaan. Operasional SP3T/BKTM a. meliputi : 1) Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 2) Pelaksanaan Kegiatan 3) Laporan Pelaksanaan kegiatan c. Pelaksana kegiatan di SP3T dan UT-SP3T Pengelola Program Kesehatan Tradisional di Dinas Kesehatan Provinsi Lintas Sektor terkait Penggunaan Dana (ATK. b. Sasaran 1) 2) 3) c. 22 . 41.

d. b. Laporan kegiatan 1) Proses penyelenggaraan dan hasil monitoring dan evaluasi 2) Rencana tindak lanjut b. c. ATK. Monev Pengobatan Tradisional Asing a. Tujuan Meningkatnya peran LP dan LS terkait di Provinsi dalam melakukan pembinaan & pengawasan Pengobat Tradisional Asing yang bekerja sebagai konsultan di wilayah kerjanya. Laporan kegiatan 23 .43. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan. Sasaran Para pengobat Tradisional asing yang bekerja sebagai konsultan Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk transport ke lokasi kegiatan Pengobat Tradisional Asing. Tujuan Untuk melaksanakan koordinasi dan Evaluasi terhadap pengembangan program kesehatan tradisional di daerah binaan serta melakukan konsultasi ke Pusat tentang permasalahan yang dihadapi. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Tradisional di Provinsi a. penggandaan fotocopy dan transport/biaya perjalanan narasumber dan peserta. 44. d. Sasaran 1) LP & LS di tingkat Provinsi 2) Penanggungjawab program di Dinkes Kab/Kota 3) Puskesmas binaan c.

E. B. Kegiatan-Kegiatan 1. perlu diselenggarakan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen dalam upaya penyediaan data dan informasi Puskesmas. c. 24 . Propinsi maupun kabupaten / kota. pengumpulan dan penyajian serta pendistribusian data dan informasi Puskesmas Sehubungan dengan hal tersebut. Laporan Program. D. Tersedianya data dasar Puskesmas yang dimutahirkan setiap 6 (enam) bulan sekali. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. Puskesmas ke kabupaten b. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah guna terselenggaranya Sistem Informasi Manajemen yang baik antara lain : Pembentukan Tim Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota melalui koordinasi teknis dan pemutakhiran data.PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN A. d. SP2TPT/SP3 dan data dasar Puskesmas secara periodik dan berkesinambungan di setiap tingkatan administrasi. ketidakjelasan penanggung jawab data dan informasi Puskesmas di tingkat Propinsi dan kabupaten / kota serta ketidakjelasan mekanisme dan pembiayaan dalam pengelolaan data dan informasi. masih mengalami beberapa hambatan dalam alur pencatatan dan pelaporannya. Hal ini ditandai dengan tidak jelasnya kebutuhan jenis indikator dan data pendukung yang diperlukan di masing–masing tingkat administrasi. Jenis Kegiatan : Pertemuan Uraian Pembiayaan 1) 2) 3) 4) Transport Biaya Penginapan Uang Harian ATK C. Sasaran Tim Pengelola data dan informasi Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dan Propinsi. b. SP2TP/SP3 secara periodik a. Tujuan Teridentifikasinya kebutuhan data di tingkat Propinsi dan Kabupaten / Kota serta ter-updatenya data dasar dan data Program Puskesmas. Koordinasi Teknis dan Pemutakhiran Data Puskesmas a. Latar Belakang Upaya penyediaan data dan informasi. Tujuan Tersedianya data dan informasi program. Kabupaten/Kota ke Propinsi c. Propinsi ke pusat 2. Luaran 1. baik ditingkat pusat.

f. Uraian Pembiayaan Transport petugas Propinsi. Jenis Kegiatan Pengumpulan dan Pengolahan Data Puskesmas. 25 . d. Tujuan Mengidentifikasi masalah penyediaan data Puskesmas di tingkat Kabupaten/Kota. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi Kabupaten/Kota. b. f. 4. Jenis Kegiatan Perjalanan Pengelola Data dan Informasi Propinsi ke Kabupaten/Kota. b. d. Laporan Kegiatan Supervisi dan Bimbingan Teknis a. Luaran Data dasar dan data program Puskesmas yang telah dimutakhirkan. Laporan Kegiatan Perjalanan Dinas 3. Uraian Pembiayaan Komputer Supply Propinsi dan Kabupaten / Kota ATK Propinsi dan Kabupaten / Kota. Pengadaan ATK dan Komputer Supply a. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. 2. Jenis Kegiatan Penyediaan ATK dan Komputer Supply. Uraian Pembiayaan 1) Transport Petugas Propinsi 2) Transport Petugas Kabupaten / Kota Luaran Data dasar dan data program Puskesmas. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi dan Kabupaten / Kota. Pengumpulan dan Pengolahan Data a. f. Tujuan Melengkapi kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data. b. Laporan Kegiatan Dokumen data dan informasi Puskesmas. dan e. e. Tujuan Mengumpulkan dan mengolah data dan informasi Puskesmas. d. Luaran Teridentifikasinya masalah penyediaan data Puskesmas di Kabupaten / Kota. c. c. c.e.

e. selanjutnya Propinsi ke Pusat sebagai Bentuk Pertanggungjawaban setiap Pencairan Dana 26 . SP2TP/SP3 ke Propinsi. Laporan kegiatan Pengelola Data dan Informasi Kabupaten Wajib Mengirim Laporan Rekap Program. f. Luaran Terpenuhinya kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data.

khususnya di Negara-negara berkembang. risiko dari luka traumatik. Seperti dalam perdagangan dunia yang mensyaratkan perusahan telah mendapat sertifikat ISO 14000 (Lingkungan) dan OSHAS 18001 (Kesehatan dan Keselamatan kerja). 16% hearing loss. 13% COPD. dan kematian akibat kerja.59 % dari seluruh pekerja di Indonesia. pengusaha. back pain). maka dapat diperkirakan bahwa kerugian akibat kecelakaan. 9% infeksi trachea.48 juta pekerja. bronkus.5% pekerja mengalami gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaannya.10%. 3% gangguan saluran pernapasan.3 juta pekerja formal. Faktor risiko Global Illness and Injury adalah 37% akibat back pain. akan mengeluarkan biaya yang cukup besar.5% gangguan THT dan 1. dan pekerja karena merupakan salah satu pra syarat dalam hubungan ekonomi antar negara. Menurut profil masalah kesehatan pekerja di Indonesia tahun 2005 diketahui 40. dan news-emerging disease termasuk penyakit akibat kerja sebagai dampak dari berbagai bahaya potensial di tempat kerja. 2. dan kematian akibat kerja. Akses ke pelayanan kesehatan masih terbilang rendah bagi sebagian besar pekerja. sebagian besar dari jumlah tersebut bekerja di sektor informal (56. Begitu pula penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses produksi semakin meningkat juga. penyakit infeksi seperti HIV/AIDS. gangguan kesehatan. partikulat yang ada di udara (airborne particulates). sedangkan dampak negatif adalah timbulnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan maupun lingkugannya. baik dari segi jumlah maupun jenisnya.BAB V KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA A. Jika dilihat persentase anggota kepesertaan Jamsostek yang hanya 23. bisa melebihi Rp 2 triliun sedangkan berdasarkan data DK3N biaya yang dikeluarkan untuk 50 trilyun kerugian akibat kecelakaan. Keluhan tersebut antara lain 16% musculo-skeletal disorders.9 Milliar. Selain itu dalam era globalisasi. Meskipun demikian. 8% luka-luka dan 2% leukemia. Faktor risiko pekerjaan memberi kontribusi terhadap Global Burden Disease sebanyak 800 ribu dari 2. Masalah kesehatan dan keselamatan kerja.2 juta kematian setiap tahun adalah disebabkan oleh bahan-bahan kimia karsinogenik. mengingat pertumbuhan dan perkembangan industri berteknologi maju berlangsung sangat pesat. kebisingan.1 Milliar dan klaim kematian kepada anggota aktifnya sebesar Rp. 565 Milliar. beban pekerja semakin berat. dari data BPS tahun 2008 diketahui bahwa jumlah angkatan kerja sebanyak 111. Disamping itu jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat gangguan kesehatan dan keselamatan kerja jumlahnya sangat besar. tingkat cakupan layanan kesehatan kerja telah mengalami sedikit perubahan pada beberapa dekade terakhkir. Saat ini. perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. 8% kardiovaskuler. Dampak positif adalah tersedianya lapangan kerja. 6% gangguan syaraf. ILO memperkirakan bahwa cakupan layanan kesehatan kerja untuk keseluruhan tenaga kerja di Negara berkembang hanya mencapai sekitar 5% . pekerja Indonesia masih menghadapi penyakit menular yang cenderung meningkat. dan kanker paru-paru. terpaksa membayar klaim asuransi sebesar Rp. TBC dan lain lain. Di masa depan. 1 .3% gangguan kulit. kesehatan dan keselamatan kerja merupakan persyaratan yang harus dipenuhi setiap tempat kerja. yang terdiri dari pembayaran klaim kecelakaan dan penyakit sebesar Rp. PT Jamsostek (2008) yang memiliki anggota sebesar 26.35%) dan 43. penyakit degeneratif. 11% asma. 292.65% sektor formal yang tersebar pada berbagai lapangan pekerjaan. gangguan kesehatan. Latar Belakang Perkembangan IPTEK dan industrialisasi memberikan dampak positif maupun negatif. Jumlah angkatan kerja di Indonesia semakin meningkat. 272. risiko ergonomik (misalnya.

Padahal, meskipun di Negara berkembang, dengan sedikit pengecualian, cakupan yang seharusnya adalah 20% - 50%. (Regional Framework for Action for Occupational Health 2006-2010, WHO 2006) Dengan berbagai masalah yang terjadi dan tantangan yang dihadapi, maka perlu dilakukan peningkatan Upaya Kesehatan Kerja melalui penguatan program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas dan tempat kerja serta peningkatan kualitas SDM maupun dalam pelayanan kesehatan kerja.

B.

Tujuan Menurunnya angka kesakitan, kecelakaan dan penyakit akibat kerja sehingga pekerja dapat terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan sehingga pekerja sehat dan produktif.

C.

Tujuan Khusus 1. Meningkatkan cakupan Puskesmas di daerah industri yang melaksanakan Upaya Kesehatan Kerja menjadi 60% pada tahun 2009. 2. Meningkatkan cakupan tempat kerja (formal) yang menerapkan Kesehatan Kerja menjadi 50% pada tahun 2009.

2

D.

Sasaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengelola Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota Penanggung Jawab kesehatan Kerja di Tempat Kerja Sarana Kesehatan Puskesmas Kawasan Industri dan Klinik Perusahaan Lintas Sektor dan Lintas Program Masyarakat Pekerja Praktisi dan LSM

E.

Kegiatan-Kegiatan 1. Peningkatan Kapasitas/Pelatihan SDM Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/ Kota dan Puskesmas. a. Tujuan Meningkatnya kemampuan tenaga kesehatan kerja baik di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam melaksanakan upaya kesehatan kerja. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota, dan Puskesmas. Untuk pelatihan Dokter dalam Diagnosis PAK sasarannya adalah Dokter Puskesmas, Dokter Rumah Sakit. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Peningkatan Kapasitas SDM Kesehatan Kerja di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi meliputi : 1) Orientasi Kesehatan Kerja Bagi Petugas dan Kepala Puskesmas di Kawasan/Sentra Industri 2) Pelatihan Petugas Kesehatan Kaupaten/Kota 3) Pelatihan Teknis Kesehatan Kerja bagi PetugasKabupaten/Kota dan Puskesmas. 4) Pelatihan Dokter dalam Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK). 5) Pelatihan tanggap darurat (emergency respons) di tempat kerja d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan dapat dipakai untuk membiayai honor pengarah kegiatan. 2) Belanja Bahan meliputi ATK: dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan, belanja bahan meliputi ATK : dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan. 3) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk rapat persiapan di Propinsi.. 4) Belanja Jasa Lainnya dipakai untuk membiayai rapat persiapan di daerah dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. 5) Belanja Perjalanan Lainnya : dipakai untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber Propinsi/Kabupaten/Kota, panitia dan peserta. e. Laporan Kegiatan

2.

Pengembangan Jejaring, Kelembagaan dan organisasi Kesehatan Kerja 2.a Pemberdayaan Klinik Perusahaan (Pelatihan Peningkatan Petugas Klinik Perusahaan, sosialisasi sistim pelaporan, mapping kelompok kerja dan klinik perusahaan) a. Tujuan Diperolehnya mekanisme kerjasama, jejaring dalam pelayanan kesehatan kerja antara Klinik Perusahaan, Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

3

b.

c.

d.

e.

Sasaran Sasaran dalam Pemberdayaan Klinik perusahaan adalah : 1) Dinas Kesehatan Propinsi (PJ. Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 2) Dinas kesehatan Kabupaten/Kota (Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 3) Puskesmas yang mempunyai Klinik Perusahaan di wilayah kerjanya. 4) Klinik Perusahaan. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Pemberdayaan Klinik Perusahaan adalah sebagai berikut: 1) Pertemuan Tingkat Propinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk Identifikasi Klinik Perusahaan yang ada di Kabupaten/Kota dan membahas tentang pembinaan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta permasalahan dan hambatan yang ditemui (kerjasama dengan subdin Yankes). 2) Pertemuan Sinkronisasi di Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota dengan Klinik Perusahaan, manajemen perusahaan, dan Puskesmas serta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang mempunyai klinik perusahaan di wilayah kerjanya (kerjasama dengan Subdin Yankes) 3) Sosialisasi sistim pelaporan,maping kelompok kerja dan klinik perusahaan. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan, digunakan untuk membiayai kelengkapan ATK kegiatan dan penggandaan/fotokopi bahan-bahan pelatihan. 2) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk membiayai rapat persiapan di Propinsi. 3) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya, digunakan untuk membiayai transport lokal pertemuan tingkat Propinsi dalam rangka mengidentifikasi klinik perusahaan, dan pertemuan sinkronisasi di tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber daerah, panitia dan peserta. Laporan Kegiatan

2.b. Pemberdayaan Masyarakat Pekerja Untuk mendukung Desa Siaga a. Tujuan Meningkatnya kesadaran masyarakat pekerja untuk hidup sehat melalui pelatihan petugas kesehatan di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas serta kader Pos UKK untuk mendukung Desa Siaga. b. Sasaran Kabupaten/Kota, Puskesmas dan Kader. c. Lingkup Kegiatan 1) Survey Mawas Diri (SMD) 2) Advokasi/Sosialisasi lintas sektor Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan masyarakat pekerja untuk mendukung Desa Siaga 3) Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 4) Pelatihan Tingkat Kabupaten/Kota untuk Petugas Puskesmas 3) Pelatihan Kader 5) Intervensi (stimulan) 6) Pembinaan d. Penggunaan Dana Dana yang ada digunakan untuk melaksanakan pelatihan petugas Kabupaten/Kota, Puskesmas dan kader. Adapun Jenis Belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Sewa, Barang Non-Opersaional Lainnya dan Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. e. Laporan Kegiatan

4

2. c Pengembangan Model Pelayanan Kesehatan kerja (Spesifik Daerah) a. Tujuan Meningkatnya kualitas upaya kesehatan pada pekerja sesuai dengan spesifik daerah (daerah industri, atau kelompok pekerja tertentu). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan 1) Pertemuan Sosialisasi K3 dan Pelayanan Kesehatan Kerja Pos UKK di tempat kerja 2) Fasilitasi/Pembinaan dan evaluasi Puskesmas pada kawasan/sentra industri 3) Pemberian stimulan/intervensi untuk Puskesmas Percontohan. 4) Pengembangan SIM Kesehatan Kerja 5) Pengukuran tingkat paparan pestisida 6) Validasi data program kesehatan kerja di Perusahaan 7) Peningkatan kapasitas RR Puskesmas dan kab/kota dalam pengelolaan data kesehatan kerja d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan 2.d. Pengembangan Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM) a. Tujuan Tersedianya informasi yang mendukung pembentukan dan pengembangan BKKM. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota dan BKKM c. Lingkup Kegiatan - Pengkajian lapangan untuk BKKM - Peningkatan kapasitas SDM BKKM - Seminar hasil survei di 2 kab/kota - Pertemuan dalam rangka sistim pencatatan dan pelaporan kesehatan kerja bagi 3 BKKM dan Puskesmas d. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan digunakan untuk mebiayai ATK dan fotokopi kegiatan. 2) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk mebiayai trasnport, uang harian dan biaya penginapan petugas. e. Laporan Kegiatan 2.e. Mendukung Pembentukan Kab/Kota Percontohan a. Tujuan Mendukung terselenggaranya Kesehatan Kerja Paripurna di Kab/Kota Percontohan b. Sasaran Kabupaten/Kota Percontohan, Sarana Kesehatan, Dan Tempat Kerja c. Lingkup Kegiatan Koordinasi dan pengorganisasian Kesehatan Kerja di Tingkat administrasi 1) Pembentukan Forum Komunikasi 2) Rapat Lintas sektor lintas program d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan

5

2.f. Forum Komunikasi/koordinasi/sinkronisasi kesehatan kerja Lintas Sektor a. Tujuan 1) Tersusunnya Kesepakatan dan Rencana Kerja oleh seluruh lintas sektor terkait. 2) Tersosialisasi program dan kegiatan kesehatan kerja b. Sasaran Lintas sektor yang terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Pemda, Dinas pertanian, Dinas Perikanan dan lain-lain. c. Lingkup Kegiatan 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Pelaksanaan Forum Koordinasi 3) Laporan pelaksanaan d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya e. Laporan Kegiatan

3.

Penyusunan data dan informasi kesehatan kerja 3.1. Survei Cepat/Pemetaan Data Kesehatan Kerja/Risk Assesment di Puskesmas, Kabupaten/ Kota dan Propinsi a. Tujuan Tersedianya data tentang kondisi kesehatan pada pekerja di wilayah kerja (Puskesmas, Kabupaten/Kota, dan Propinsi). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam survei cepat meliputi tahapan sebagai berikut : 1) Rapat Persiapan 2) Penjajagan Lapangan 3) Pelatihan Pewawancara 4) Uji Coba Kuesioner 5) Pengumpulan Data 6) Seminar Hasil d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan digunakan untuk membiayai tenaga peneliti, pengumpul dan pengolah data. 2) Belanja Bahan digunakan untuk membiayai ATK, fotokopi, dan konsumsi. 3) Belanja Jasa Profesi digunakan untuk membiayai pengajar, pembicara dan moderator. 4) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan petugas penjajagan lapangan, pelatihan pewawancara, uji coba kuesioner dan pengumpul data serta seminar hasil. e. Laporan Kegiatan

4. Koordinasi, Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Kerja & Pembinaan ke Kabupaten/Kota dan konsultasi ke pusat a. Tujuan Tersusunnya rencana kerja program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta dengan lintas sektor dan lintas program secara terpadu dan berkesinambungan. b. Sasaran Pusat, Propinsi, dan Kabupaten/Kota. c. Lingkup Kegiatan

6

yang kegiatannya meliputi : 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Perencanaan 3) Bimbingan teknis 4) Mengikuti pertemuan Konsultasi Regional 5) Pertemuan Evaluasi 6) Konsultasi ke Pusat 7) Penyusunan RKKAL Penggunaan Dana Dana yang tersedia digunakan untuk kegiatan perencanaan. Belanja Bahan. Kegiatan koordinasi. Laporan Kegiatan 5. perencanaan dan evaluasi dilaksanakan di tingkat Propinsi Koordinasi perencanaan dan evaluasi di Pusat dan di Propinsi. Adapun jenis belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan/Belanja Jasa Profesi. e. Penunjang Operasional Kegiatan di Propinsi o o o o o o o o Administrasi Kegiatan Belanja Uang Honor yang terkait dengan output kegiatan Honor Pejabat Pembuat Komitmen Honor Bendahara/Pemegang Uang Muka Kerja Honor Staf Administrasi Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. pembinaan dan evaluasi program. Pencetakan/penggandaan buku pedoman kesehatan kerja 7 . koordinasi. Belanja Perjalanan Dinas Lainnya.d.

7. maka didalam dokumen Rencana Strategi Departemen Kesehatan 2006-2010. 4. (2). 3. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan no. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat. SASARAN Cakupan balita yang ditimbang menjadi 75 % Cakupan bayi dan balita dapat kapsul vitamin A menjadi 80% Cakupan ibu hamil dapat tablet Fe 90 tablet menjadi 60% Cakupan bayi umur 6 bulan dapat ASI secara eksklusif menjadi 63% Cakupan balita BGM umur 6-24 bulan GAKIN dapat MP-ASI menjadi 100 % Cakupan balita gizi buruk dapat perawatan menjadi 100 % Persentase desa dengan garam beryodium baik 65% Cakupan kabupaten/kota melaksanakan surveilans gizi (PWS. C. APBD dan sumber-sumber lain yang tidak mengikat. SKD-KLB.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. PSG. Pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat di daerah mengacu pada Undang-undang no. Meningkatkan sistem surveilans. (3). monitoring dan informasi kesehatan. B. Ada 4 (empat) strategi utama untuk mencapai Kadarzi yaitu: (1). Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana Anggaran Program Perbaikan Gizi Masyarakat di tingkat provinsi 2) 1 . D. Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya pada tahun 2010. Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan dan Sistem Penyelenggaraan Keuangan Negara. upaya perbaikan gizi diarahkan pada pencapaian sasaran antara yaitu seluruh Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). tidak ada kasus kretin baru dan tidak ada kasus xeroftalmia pada balita. 5. bayi dan balita. 6. 2. LATAR BELAKANG Program perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ditandai dengan menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 20%.BAB VI KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT A. serta kelompok usia produktif. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas. dan SKPG) menjadi 100 % 1. (4). LINGKUP KEGIATAN PROGRAM PERBAIKAN GIZI a. TUJUAN Meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat pada ibu hamil. Meningkatkan pembiayaan kesehatan. Sumber dana untuk pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat diperoleh dari APBN.

narasumber. pengajar. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta. surat-menyurat. panitia. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat provinsi Penggunaan Anggaran Anggaran Konsultasi digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi.info@gizi. pengajar. fotokopi. Penandatangan SPM. Penguji SPP. narasumber) c) Uang Harian (peserta. 2) 3) 2 . dan kelengkapan peserta e) Dokumentasi. e) Biaya Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Kabupaten/Kota ke Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan kebijakan program perbaikan gizi masyarakat antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota sehingga menjadi lebih harmonis. Hasil Konsultasi. f) Biaya sewa gedung pertemuan. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Provinsi ke Pusat 1) Tujuan Tujuan kegiatan konsultasi Program adalah untuk menyelaraskan antara kebijakan program perbaikan gizi masyarakat dari Pusat dengan kesiapan Daerah dalam pelaksanaan program. publikasi/spanduk. penggandaan dokumen. dan Staf Pelaksana b) Biaya fotokopi. c) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer d) Belanja Bahan Alat Tulis Kantor (ATK). Bendahara Pengeluaran. PUMK. f) Biaya Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Laporan Kegiatan a) Laporan Hasil Kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. yang diperuntukkan: a) Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen.net 4) b. 2) 3) 4) c. narasumber) d) Biaya ATK. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi b) Biaya Penginapan c) Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. Tujuan. dan Rencana Tindak-Lanjut. panitia. pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta. dll. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota Penggunaan Anggaran Anggaran konsultasi ini digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. panitia. b) Penanggungjawab dan pelaksana program gizi melaporkan realisasi keuangan kegiatan program perbaikan gizi ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui email www.3) Penggunaan Anggaran Anggaran Administrasi Kegiatan digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. dan komunikasi cepat.

narasumber. disertai Rencana Tindak-Lanjut. Biaya sewa gedung pertemuan.4) Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. sesuai dengan Kerangka Acuan. Biaya Penginapan (peserta. d. Uang Harian (peserta. 2) 3) 4) f. Tujuan. serta unsur lintas sektor terkait sesuai dengan kebutuhan daerah. Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Kursus Penyegaran Ilmu Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kapasitas dan pengetahuan gizi mutakhir bagi ahli gizi di tingkat provinsi. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. Pemantapan dan Evaluasi Program Perbaikan Gizi di Provinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan manajemen pengelolaan program perbaikan gizi masyarakat di provinsi dan kabupaten/kota. Peserta Peserta pertemuan ini terdiri dari penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. pengajar) 2. pengajar. panitia. Biaya Penginapan 3. Pertemuan Evaluasi Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Evaluasi kinerja dan pencapaian target sasaran program perbaikan gizi secara nasional. panitia. Dokumentasi. dan kelengkapan peserta 6. unsur lintas program. dan Rencana Tindak-Lanjut. narasumber) 4. dan biaya makalah. pengajar. unsur lintas program dan lintas sektor terkait gizi sesuai dengan kebutuhan daerah. 2) 3) 4) e. publikasi/spanduk. Biaya ATK. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. 5. 3 . Biaya Transportasi 2. dikirimkan kepada Kadinkes Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Kadinkes Provinsi. sesuai dengan Kerangka Acuan. narasumber) 3. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil pertemuan nasional. dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Biaya Transportasi (peserta. Honorarium Pengajar. Pertemuan Perencanaan. dll. Peserta Peserta pertemuan ini meliputi penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Provinsi. 7. Narasumber. Hasil Konsultasi. panitia. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. fotokopi.

Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. Biaya Transportasi 2. 3) 4) g. panitia. dan kelengkapan peserta f) Biaya dokumentasi. Sasaran Lembaga legislatif daerah. disertai Rencana Tindak-Lanjut. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. publikasi/spanduk. pengajar. narasumber) d) Honorarium Pengajar. narasumber. antara Dinas Kesehatan dengan Dinas terkait lainnya serta pemerintah daerah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Provinsi atau Kabupaten/Kota. Pengelola program gizi kabupaten/kota b. sesuai dengan Kerangka Acuan. sehingga menjadi lebih terarah. Biaya Penginapan 3. g) Biaya sewa gedung pertemuan. Petugas gizi Puskesmas 2) 4 . dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan. serta menindak lanjuti melalui koordinasi dengan program terkait oleh pengelola program perbaikan gizi di kabupaten/kota dan Puskesmas Pelaksana a. fotokopi. dll. Sosialisasi Respon Cepat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meyelaraskan kebijakan daerah dalam mendukung program perbaikan gizi masyarakat. panitia. h. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil kursus penyegar ilmu gizi nasional. pimpinan instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terkait sebagai pendukung program perbaikan gizi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. sesuai dengan Kerangka Acuan. narasumber) c) Uang Harian (peserta. Narasumber. pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta.2) Pelaksana Penanggungjawab/pelaksana program gizi dan ahli gizi dan organisasi profesi gizi (PERSAGI) di Provinsi. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta. panitia. e) Biaya ATK. dan biaya makalah. Peningkatan Kapasitas Dalam Deteksi Dini Kasus Kurang Gizi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah ditemukannya kasus kurang gizi dengan faktor penyebab timbulnya masalah. pengajar.

Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit (dokter. Pengelola program gizi kabupaten/kota b. ahli gizi. 3) 4) j. Belanja perjalanan lainnya . transport lokal pengajar. 2) Sasaran a.Uang penginapan Laporan Kegiatan Dokumen laporan pertemuan.Uang harian . 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi rumah sakit dalam pelayanan anak gizi buruk sesuai standar.Uang harian . honor panitia. Peningkatan Kapasitas Kabupaten/Kota/Puskesmas 1) Pengelola Program Perbaikan Gizi Tujuan Meningkatkan kapasitas teknis dan administrasi pengelola program perbaikan gizi di Kabupaten/Kota/Puskesmas. Foto Copy. dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) .Honor makalah.Honor makalah. Belanja uang honor tidak tetap. meliputi : .Uang penginapan Laporan Kegiatan a. meliputi : . perawat/bidan) b. Peserta a. Belanja bahan : Bahan ATK. Ada data kasus kurang gizi yang diketemukan 4) i. Belanja uang honor tidak tetap. dan pengajar b. Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota Penggunaan dana 2) 3) 5 .Transport peserta. Konsumsi c. dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) . fotocopy. Laporan pelaksanaan pelatihan deteksi dini kasus kurang gizi b. dan konsumsi c. Petugas gizi Puskesmas Penggunaan Dana a. Belanja perjalanan lainnya .3) Penggunaan Dana a.Transport peserta. Belanja bahan : Bahan ATK. Panitia dan pengajar b. Peningkatan Kapasitas Tatalaksana Gizi Buruk bagi Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit. transport lokal pengajar.

Perjalanan : Transport peserta/panitia. bahan kontak. Biaya penginapan Lain-lain : Surat menyurat. Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer. Peningkatan Kapasitas Konselor Menyusui. 2. Bahan praktek. ahli gizi. . Uang harian. home economic set.Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tatalaksana gizi buruk tim asuhan gizi di RS. foto copy. Sewa ruangan. foto copy. Uang harian. Bahan praktek. 3. Sewa ruangan. Biaya penginapan 4. perawat/bidan) . Biaya penginapan d) Lain-lain : Surat menyurat.Tim asuhan gizi Puskesmas (dokter.Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan tatalaksana gizi buruk di Rumah Sakit. Sewa kendaraan roda empat. 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim Konselor ASI. peserta/panitia. Peningkatan Kapasitas Tim Asuhan Gizi Puskesmas Dalam Rangka Penanganan Gizi Buruk 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi Puskesmas dalam pelayanan kasus gizi buruk Peserta .Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota . Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia. Uang harian. Perjalanan : Transport narasumber. Peserta . Home economic set. Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan peningkatan kapasitas konselor ASI. Bahan praktek. Sewa kendaraan roda empat. Lain-lain : Surat menyurat. k. l.Tenaga Gizi Puskesmas Penggunaan dana 1. Sewa kendaraan. foto copy.Pengelola program gizi Dinkes Kab/Kota Penggunaan dana a) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia b) Belanja bahan meliputi Bahan ATK dan komputer c) Perjalanan : Transport peserta/panitia.Laporan monitoring pasca pelatihan 2) 3) 4) 6 . Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan . Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan konseling ASI di RS dan Puskesmas.a) b) c) d) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia.Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tim asuhan gizi Puskesmas dalam rangka penanganan gizi buruk . Laporan Kegiatan .

cepat. Pemantauan dan Pembinaan Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kinerja pengelola program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota melalui pembinaan teknis dan evaluasi pelaksanaan program gizi Sasaran Pelaksana dan penanggung jawab program perbaikan gizi di kabupaten/kota Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport.m. Uang penginapan Laporan Kegiatan a. c) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana program gizi kabupaten/kota 2) 7 .Laporan evaluasi hasil bintek sebagai bahan perencanaan program 2) 3) 4) n. 4) o. Laporan kegiatan Bintek . Pengiriman dan penyimpanan MP-ASI. ATK dan penggandaan formulir PSG e) Biaya entry data Laporan Kegiatan Laporan hasil pelaksanaan PSG KADARZI dikirim ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui Pos dan email ke www. tepat dan akurat. Uang harian.info@gizi. Pemantauan status gizi (PSG-KADARZI) 1) Tujuan Terlaksananya PSG-Kadarzi dan tersedianya informasi status gizi balita dan norma keluarga sadar gizi (KADARZI) secara berkala. d) Foto copy.net . pengiriman dan penyimpanan susu cair dan dukungan operasaional pengelola bansos Kabupaten/Kota) . Pemantauan dan Pembinaan dana Bantuan Sosial Gizi ke Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kinerja Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan dana bantuan sosial program gizi (Operasional Posyandu. Pelaksana • Penanggung jawab dan pelaksana program perbaikan gizi Provinsi dan Kabupaten/Kota • Petugas gizi Puskesmas 2) Pelaksanaan PSG : Pelaksanaan kegiatan Pemantauan Status Gizi dan KADARZI harus mengacu pada petunjuk teknis Pemantauan Status Gizi dan KADARZI yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Gizi Masyarakat tahun 2009 3) Penggunaan dana a) Biaya transport pengambilan sampel b) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia).

Laporan Kegiatan Laporan kegiatan pelacakan kasus.Honor sekretariat b) Belanja bahan : Bahan ATK. Uang penginapan Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan Bintek bantuan sosial b) Laporan evaluasi hasil bintek bantuan sosial sebagai bahan perencanaan program c) Laporan tahunan pelaksanaan bansos Kabupaten/Kota meliputi laporan keuangan. Pelacakan Kasus Gizi Buruk di Wilayah Kerja Puskesmas 1) Tujuan Menemukan dan mengidentifikasi secara dini kasus gizi buruk dalam rangka menetapkan pemberian intervensi bagi penderita secara tepat dan cepat Pelaksana a) Penanggung jawab dan pelaksana program gizi Kabupaten/Kota b) Petugas gizi Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia). Uang harian. c) Belanja jasa profesi : honor penulis buletin Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan penerbitan majalah/buletin 2) 3) 4) q. 2) 3) 4) 8 . foto copy dan penggandaan bulletin JIPG. Pelaksana a) Pelaku dan pemerhati masalah gizi b) Lintas sektor dan lintas program terkait dengan program gizi Penggunaan dana a) Belanja uang honor tidak tetap : . kegiatan dan hambatan/masalah Bansos 4) p. komputer.Honor tim teknis .3) Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport. Penerbitan Majalah/Buletin gizi 1) Tujuan Tersedianya media informasi dan komunikasi tentang perkembangan program gizi untuk berbagai kalangan. b) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

522. KEGIATAN DHS-2 Latar Belakang Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan. Kalimantan Selatan. Sulawesi Barat. melalui peningkatan pelayanan dasar (PHC). yang kinerjanya diukur dari indikator-indikator dari MDG’s. Komponen II: Pemberdayaan masyarakat.000.00. Nusa Tenggara Barat. A. Komponen kegiatan 1. anak-anak dan keluarga miskin. dan dana APBN sebesar Rp. dengan pengaturan penggunaan berdasarkan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Depkeu yang diterbitkan untuk kepentingan tersebut. dengan memberikan penekanan pada kebutuhan wanita. Meningkatkan Pemerataan. dengan pagu untuk keseluruhan 9 provinsi sejumlah Rp. dan Kelompok Miskin. Wilayah kerja proyek meliputi 90 kabupaten/kota yang berada di 9 provinsi (Sumatera Selatan.00.69.000. dan Nusa Tenggara Tumur). Pembiayaan dari kegiatan ini berasal dari dana pinjaman ADB (Loan 2074.674. Meningkatkan kapasitas daerah dalam menjamin kualitas pelayanan kesehatan dan KB 2. Tujuan Meningkatkan status kesehatan masyarakat di lokasi proyek.BAB VII KEGIATAN PROYEK PHLN I. Bayi. Pada tahun anggaran 2009 kegiatan ini merupakan tahun ke 5. Sulawesi Selatan. Proyek ini akan membantu meningkatkan status kesehatan masyarakat pada lokasi proyek. Gorontalo.946. dalam pelaksanaan Model Operasional Desa Siaga Dukungan sektor swasta bekerjasama dengan masyarakat untuk pencapaian target MDG’s 3. Kalimantan Tengah.26. Komponen III: Revitalisasi Program KB 4. Bangka Belitung. difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan Ibu. telah menerima pinjaman dari ADB untuk membiayai proyek DHS2 dan sejak 29 Maret 2005 proyek dinyatakan efektif serta akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Anak.937.00. B.621. yang dibiayai dari dana pinjaman ADB sebesar Rp. yang diukur dengan indikator kesehatan terkait dengan MDGs. Komponen I: Penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak 2.585. Secara khusus Proyek bertujuan: 1. 2075-INO) dan dana APBN (RMP dan RM). Komponen IV: Peningkatan kapasitas kabupaten/kota dalam desentralisasi . 96. Kualitas dan Sustainabilitas Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Daerah 3.000. Meningkatkan kapasitas Depkes dan BKKBN dlm mendukung pemerintah daerah dlm penyelenggaraan pelayanan kesehatan C. bayi.

Laporan Kegiatan Laporan kegiatan segera disampaikan kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh Panitia Pelaksana Pelatihan. supply komputer Biaya honor narasumber/pengajar/instruktur. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) d) Biaya bahan: ATK. Pendidikan dan Pelatihan Teknis (0012) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan/ kemampuan/ ketrampilan para tenaga kesehatan. mempercepat jalannya komunikasi. fotokopi. satu eksemplar dikirim ke Sekretariat Proyek Pusat untuk dikompilasi bersama laporan dari Propinsi lainnya. b. Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. Kegiatan-kegiatan a. 2) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota.5. tersedianya sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2. Biaya perjalanan: transport. Administrasi Kegiatan (0002) 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk terlaksana dan lancarnya Pengelolaan Proyek DHS2. 2 . 2) Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana kegiatan DHS-II ADB di tingkat provinsi dan kabupaten /kota. Komponen V: Peningkatan peranan pusat untuk mendukung desentralisasi pelayanan kesehatan D. Honorarium yang terkait dengan output kegiatan. d. sesuai dengan tugas dan fungsinya. uang harian. Biaya jasa listrik. onitoring dan evaluasi Proyek DHS2 di Kab/Kota Se Kalimantan Selatan. penggandaan. biaya menginap. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) 4) Honorarium yang terkait dengan operasional Satker. Biaya lain-lain: konsumsi.

proses kegiatan. pelaporan. komputer suplly. proses kegiatan. TRT c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. dan tindak lanjut. dokumen penyajian. realisasi pembiayaan. proses kegiatan. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. jadwal. realisasi pembiayaan. fotocopy. dokumen penyajian. 3 . keompok potensial c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan:ATK. pelaporan. dokumen penyajian. jadwal. 3) Sosialisasi Model Operasional Desa Siaga a) Tujuan Menumbuhkan kemitraan dan partisipasi aktif masyarakat. uang penginapan. dan tindak lanjut. penggandaan & pelaporan. sektoral. dan tindak lanjut. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. TP-PKK. TP-PKK. guna mewujudkan desa siaga. jadwal. Provinsi. spanduk. lembaga sosial desa. realisasi pembiayaan. dll Biaya sewa: gedung Biaya perjalanan: transport. Penyusunan Program & Rencana Kerja/Teknis/Program (0051) 1) Rapat Koordinasi Dewan Kesehatan Kab/Kota a) Tujuan Untuk mendapat masukan dari kab/kota tentang pembiayaan kesehatan di daerah masing – masing b) Sasaran Anggota Dewan Kesehatan Kabupaten/Kota c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. konsumsi. lembaga sosial desa. dan kelompok potensial.c. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. dll Biaya perjalanan: transport. komunikasi cepat. sektoral. b) Sasaran Masyarakat. 2) Sinkronisasi Kegiatan Proyek Tahun 2009 & Perencanaan Tahun 2010 a) Tujuan Memberikan penjelasan dan pemahaman kepada kabupaten tentang program dan kegiatan di provinsi. b) Sasaran Sekretariat proyek tk. kabupaten/kota. uang harian. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR.

d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dll 4 . realisasi pembiayaan. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dan tindak lanjut. jadwal. dokumen penyajian. dan tindak lanjut. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. pelaporan. uang harian. dll Biaya perjalanan: transport. uang harian. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. fotocopy. komunikasi cepat. penggandaan. uang penginapan. b) Sasaran Tenaga kesehatan yang bertugas dibidang terkait. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. 6) Pertemuan Antenatal Care Integrasi a) Tujuan Meningkatkan pemahaman mengenai program ACT kepada pemegang program terkait. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. jadwal. 7) Pertemuan Koordinasi LP/LS di Kabupaten a) Tujuan Meningkatkan koordinasi antar lintas program/lintas sektor di tk. komputer suplly. komputer supply. realisasi pembiayaan. dokumen penyajian. pelaporan. dokumentasi & pelaporan. dll Biaya perjalanan: transport. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. komputer suplly. uang penginapan. dokumen penyajian. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan.4) Pertemuan Evaluasi Akhir Tahun Proyek a) Tujuan Mengevaluasi dan membahas masalah dan kendala kegiatan Proyek dan jalan kelaurnya. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. dan tindak lanjut. proses kegiatan. pelaporan. Kabupaten/ kota b) Sasaran Lembaga/instansi LP/LS. jadwal. proses kegiatan. 5) Konsinyasi Review Annual Plan tahun 2010 (TRT & PPIU) a) Tujuan Menyusun annual plan tahun 2010 b) Sasaran Anggota TRT dan Sekretariat Proyek Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. komputer suplly. uang harian. spanduk. realisasi pembiayaan. dll Biaya perjalanan: transport. b) Sasaran Pelaksana kegiatan proyek. proses kegiatan.

dan tindak lanjut. biaya riset. transport & uang harian pada awal & akhir program. realisasi pembiayaan. uang harian. penggandaan. meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. tunjangan buku & referensi. c) Penggunaan Anggaran Dana bantuan sosial diberikan untuk: ATK. d) Laporan Kegiatan 8) Pengembangan DHA a) Tujuan Mengembangan kemampuan tenaga kesehatan dibidang penyusunan anggaran kesehatan daerah b) Sasaran Tenaga perencanaan di kabupaten/kota c) Penggunaan Anggaran Biaya lain-lain: penyusunan pelaporan. uang harian. biaya penginapan. proses kegiatan. biaya matrikulasi. jadwal. uang penginapan. tunjangan biaya hidup. d) 5 . biaya penginapan. d. dokumentasi & pelaporan. uang harian. komunikasi cepat. dan menurunnya kejadian kematian ibu maternal dan kematian bayi b) Sasaran Dukun beranak/dukun bayi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK Biaya honor Nara sumber Biaya lain-lain: Fotocopy.Biaya perjalanan: transport. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. biaya praktek. transport lokal. dll Laporan Kegiatan Laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sesuai jadwal pendidikan (semester) kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh peserta tubel ybs. dokumen penyajian. Bantuan Beasiswa (0079) a) Tujuan Tersedianya sumber daya manusia yang profesional dan dengan jumlah kwantity sesuai kebutuhan ketenagaan di Provinsi dan kabupaten/kota guna mempercepat terlaksananya pembangunan di bidang kesehatan di provinsi/kabupaten/kota b) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota. SPP. dll Biaya perjalanan: transport. d) Laporan Kegiatan 9) Pertemuan Kemitraan Bidan & Dukun a) Tujuan Meningkatkan mutu yankes ibu hamil. spanduk.

uang harian. biaya menginap.e. fotokopi. dalam rangka konsultasi ke provinsi dan supervise/bintek ke desa siaga. dan telepon. dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk. Biaya langganan & jasa: listrik.dokumentasi. kegiatan pelelangan. dalam rangka konsultasi ke Pusat dan supervisi ke kabupaten/kota. Biaya perjalanan: transport. fotokopi. berlangganan fasilitas operasional internet. surat menyurat. Monitoring dan Evaluasi Proyek DHS2 di provinsi. surat menyurat. Mempercepat jalannya komunikasi. dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk. d) Laporan Kegiatan 2) Sekretariat di kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2. Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. penyusunan laporan. 1) Kesekretariatan dan Kerja Sama Luar Negeri (0104) Sekretariat di provinsi a) Tujuan • • • • Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2. d) Laporan Kegiatan 6 . Biaya perjalanan: transport. konsultasi.dokumentasi. uang harian. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan. Provinsi Biaya jasa lainnya: telepon/fax. Kabupaten/Kota. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan. biaya menginap. Menyediakan sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2 Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 Provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. penyusunan laporan.

konsumsi d) Laporan Kegiatan f. Survey kesehatan (0143) a) Tujuan Memperoleh lebih banyak jumlah penderita malaria yang terjaring di sarana kesehatan. b) Sasaran Masyarakat pada daerah endemis. dll Biaya operasional: bantuan uang saku peserta. Pembangunan Gedung (0164) a) b) c) Tujuan Mendirikan bangunan gedung sebagai tempat/ sarana pelayanan kesehatan Sasaran Terbangunnya bangunan gedung sebagai sarana kesehatan. c) Penggunaan Dana Biaya jasa lainnya untuk pelaksanaan survey.3) Koordinasi DHC kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi DHC di kabupaten/kota b) Sasaran Anggota DHC kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya pertemuan d) Laporan Kegiatan 4) Koordinasi JHC & TRT provinsi a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi antara JHC dengan TRT b) Sasaran Anggota JHC dan TRT provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. d) Laporan Kegiatan g. Penggunaan Dana Biaya pembangunan sarana kesehatan.. d) Laporan Kegiatan 7 .

Pengadaan Meubelair (0273) a) Tujuan Mengadakan meubelair untuk kelancaran administrasi dan operasional bagi sekretariat dan satker DHS-2 Provinsi. dll Biaya perjalanan : transport. dengan melaksanakan tata laksana Gizi Buruk Bayi dan Balita. pelaporan. b) Sasaran Bayi dan balita yang menderita gizi buruk. uang penginapan.. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan meubelair. kelengkapan anak dan orangtua. bahan makanan. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pendidikan (0274) a) Tujuan Melaksanakan pengadaan peralatan dimaksudkan untuk memberikan bantuan berupa peralatan pendidikan bagi tenaga-tenaga kesehatan yang dilatih di Bapelkes b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan pendidikan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pendidikan. komputer suplly. b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan kesehatan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah. Pengadaan Alat Kedokteran. dll. Kesehatan dan KB (0275) a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk dipergunakan di sarana pelayanan kesehatan. d) Laporan Kegiatan k. Biaya lain-lain: penyelenggaraan pertemuan. Sasaran Tersedianya filling cabinet/ lemari arsip. dan meja kursi setengah biro.h. Pelayanan kesehatan/perbaikan gizi ibu/anak & KB (0232) a) Tujuan Menyediakan sarana/fsilitas pelayanan penulihan gizi buruk bagi bayi dan balita. d) Laporan Kegiatan i. b) d) j. 8 . c) Penggunaan Dana: Biaya bahan: ATK. Biaya pembangunan untuk gedung dan peralatan. susu energy tinggi. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. uang harian.

Sehingga kegiatan maupun pelaporan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Pengadaan Kendaraan Khusus (0291) a) Tujuan Untuk mendukung dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kesehatan terutama di daerah sulit atau terpencil. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan kendaraanroda 4. hasil kerja panitia penerimaan. b) Sasaran Terdapatnya kendaraan roda 4 sebagai pendukung kelancaran akses pelayanan kesehatan daerah sulit / terpencil. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pengolah Data (0277) a) Tujuan Untuk memenuhi sarana dan prasarana administrasi dan pelaporan baik oleh manajemen proyek maupun fasilitator desa siaga. d) n. 9 . b) Sasaran Adanya kendaraan untuk menunjang jangkauan pelayanan kesehatan c) Penggunaan dana Biaya modal & peralatan mesin: Pengadaan kendaraan air.c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan kesehatan d) l. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pengolah data d) Laporan Kegiatan m. b) Sasaran Terpenuhinya alat pengolah data dan alat penunjang lainya untuk sekretariat DHS2 maupun fasilitator desa siaga. d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Angkutan Air (0294) a) Tujuan Agar mampu menjangkau daearah-daerah yang masih tergolong sangat terpencil sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta lebih optimal.

fotocopy. hasil kerja panitia penerimaan. jadwal. jadwal. p. realisasi pembiayaan.o. b) Sasaran Bidan desa dan dukun bayi 10 . besarnya alokasi dan realisasi pembiayaan kesehatan. 2. komsumsi peserta lokal Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. dll Biaya lain-lain: Penggandaan. dan kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. dan tindak lanjut. Pengembangan Sistem Informasi (0656) a) Tujuan Menyediakan jaringan utnuk pengembangan SIK. fotocopy. pelaporan. b) Sasaran Paket jaringan untuk mendukung SIK c) Penggunaan dana Biaya pengadaan paket jaringan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. uang harian. dan tindak lanjut. b) Sasaran Petugas kesehatan di tk. Provinsi. Provinsi. dokumen penyajian. 3. realisasi pembiayaan. kabupaten. kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal Biaya perjalanan: transport. proses kegiatan. uang harian. kabupaten. proses kegiatan. pelaporan. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Sosialisasi kemitraan bidan dan dukun a) Tujuan Meningkatkan jalinan kemitraan bidan desa dan dukun bayi di wilayah kerjanya dalam pelaksanaan yankes ibu dan anak. Workshop entry dan analisa data DHA a) Tujuan Memberikan kemampuan tentang tata cara entri dan analisa DHA b) Sasaran Petugas kesehatan tk. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Penyelenggaraan Sosialisasi/Workshop/Diseminasi/Seminar/Publikasi (0728) 1. Sosialisasi konsep DHA a) Tujuan Mensosialisasikan kecukupan belanja kesehatan. dokumen penyajian.

penggandaan. proses kegiatan. dokumen penyajian. komunikasi cepat. Pertemuan Lintas Sektoral a) Tujuan Untuk mendapat dukungan dari lintas sektor demi terlaksananya tujuan proyek. realisasi pembiayaan. dokumentasi & pelaporan. dan tindak lanjut. uang harian. komputer supply. dokumen penyajian. Monitoring dan Evaluasi (0967) d) Tujuan Melaksanakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program. realisasi pembiayaan. dan tindak lanjut. proses kegiatan. komunikasi cepat. g) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. e) Sasaran Pelaksana program f) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. dll Biaya perjalanan: transport. 4. jadwal. dan tindak lanjut 11 . uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. jadwal. dokumen penyajian. b) Sasaran Lintas sektor & program di tk. q.c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. Biaya operasional: pelaporan. realisasi pembiayaan. fotocopi. proses kegiatan. Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. dll Biaya honor nara sumber Biaya perjalanan: transport. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. pelaporan. penggandaan. uang harian. jadwal.

hasil kerja panitia penerimaan. 3. berupa pembangkit tenaga listrik/genset. fotocopy.. dalam kegiatan Model b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan obat-obatan. b) Sasaran SIKDA. Pelatihan Bidan Desa a) Tujuan Untuk menambah ketrampilan Bidan Desa yang bertugas di Poskesdes Model Opeaional Desa SIaga. panitia & nara sumber provinsi Biaya perjalanan: transport. d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan peralatan kesehatan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga... uang harian. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK.r. uang penginapan 12 . dibidang teknis maupujn adiminisrasi. c) Penggunaan dana Biaya pengadaan genset. Pengadaan obat-obatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan obat-obatan untuk Poskesdes Operasional Desa Siaga. Dukungan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan (1035) 1. 2.. hasil kerja panitia penerimaan. b) Sasaran Bidan Desa yang bertugas di Model Operasional Desa Siaga. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal. Pengadaan peralatan kesehatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk Poskesdes dalam kegiatan Model Operasional Desa Siaga. d) Laporan Kegiatan s. Pengadaan Peralatan Penunjang Operasional (1008) a) Tujuan Menyediakan sarana kesehatan agar SIKDA berfungsi sesuai peruntukannya.

Rehabilitasi Gedung (1139) a) Tujuan Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan rehabilitasi sarana gedung kesehatan b) Sasaran Puskesmas dan RS yang perlu dilakukan rehabilitasi c) Penggunaan dana Biaya rehabilitasi untuk Puskesmas PONED dan RS d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center. dokumentasi & pelaporan. tas peserta. dokumen penyajian. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. bahan praktek Biaya honor pengarah. b) Sasaran Tenaga kesehatan di Puskesmas. Refreshing kapasitas Tim Feeding center Puskesmas a) Tujuan Menyiapkan tenag kesehatan lini terdepan agar mampu menangani permalahan gizi bagi bumil dan balita. proses kegiatan. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: Transport. dan tindak lanjut u. penggandaan. dan tindak lanjut. t. Sosialisasi dan Koordinasi Upaya Kesehatan (1037) a) Tujuan Untuk mendapatkan dukungan dari stake-holder dalam mendukung pelaksanaan desa siaga. realisasi pembiayaan. . spanduk. komunikasi cepat. jadwal. jadwal. proses kegiatan. realisasi pembiayaan. biaya penginapan. dokumen penyajian. b) Sasaran Pemerintah Daerah c) Penggunaan dana Biaya bahan: ATK Biaya honor untuk nara sumber Biaya lain-lain: fotokopi. Revitalisasi Puskesmas (4642) 1. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. panitia. v. uang harian. fasilitator 13 .d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR.

yang menuju pada hidup lebih produktif dan sehat. dan tindak lanjut II. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. yang dapat menyebabkan perluasan intervensi gizi ke propinsi-propinsi lainnya. Operasional kegiatan a) Tujuan Meningkatkan status gizi bumil KEK dan balita kurang gizi b) Sasaran Terlaksananya operasional feeding center. termasuk akan terhindar dari biaya yang terkait dengan kehilangan kesadaran dan produktivitas rendah. realisasi pembiayaan. Pengurangan prevalensi 1. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. 3. Sumatera Selatan. dokumen penyajian. Hal ini akan mewujudkan manfaat sosial ekonomi yang positif. Manfaat-manfaat proyek yang penting termasuk pengurangan gizi kurang diantara anakanak muda dan wanita. Proyek akan mendukung kegiatan Pemerintah untuk mengurangi kekurangan gizi mikro seperti kurang zat gizi besi dan kurang vitamin A diantara 500. KEGIATAN NICE PROJECT Latar Belakang Proyek NICE diharapkan mencakup lebih kurang 4053 desa miskin di 24 kabupaten/kota. jadwal.d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. b) Sasaran Paket feeding center c) Penggunaan Anggaran Biaya pengadaan paket feeding center d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center. Suatu daftar dari kontribusi-kontribusi gizi untuk pencapaian “Millennium Development Goals” seperti pada Lampiran 1. Kalimantan Barat. (ii) insiden kemiskinan and (iii) komitmen dari pemerintah setempat untuk kontribusi biaya.48 juta anak balita dengan berat badan rendah dari 28% pada tahun 2005 menjadi di bawah 20% pada tahun 2009. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. tas & seragam peserta Biaya sewa: ruang pertemuan. termasuk kelurahan di 6 kota di 6 propinsi: Sumatera Utara. Proyek diharapkan mempunyai suatu efek demontrasi. kendaraan R4 Biaya honor nara sumber Biaya jasa: pembuatan spanduk Biaya perjalanan: transport. Revitalisasi sarana/fasilitas Feeding Center a) Tujuan Meningkatkan pelayanan gizi di Puskesmas melalui panti pemulihan gizi/ feeding center. Sulawesi Selatan. Kabupaten dan kota yang berpartisipasi dipilih dan disetujui bersama antara Pemerintah dan ADB berdasarkan pada kriteria-kriteria: (i) prevalensi gizi kurang. peningkatan akses pada zat gizi mikro dan penurunan dari penyakit infeksi yang berkaitan dengan gizi dan penurunan kurang darah dan kurang energi kronis pada wanita umur produktif.000 ibu hamil dan menyusui. proses kegiatan. angka kesakitan dan kematian. A. jadwal. 14 . realisasi pembiayaan. dokumen penyajian. proses kegiatan. dan tindak lanjut 2. uang harian.

Kader posyandu D. 15 .480.800 1. Kelompok Gizi Masyarakat 9.053 1.000 1. (iv) memperluas program-program fortifikasi dan memperkuat komunikasi gizi dan (v) meningkatkan kapasitas pengelolaan proyek termasuk perencanaan.B. dan CPMU dari Depkes.800 468 ± 5. Ruang Lingkup Kegiatan NICE a. program dan survailans gizi. SD/Madrasah 4. Tujuan Proyek NICE didisain untuk mencapai 5 (lima) tujuan yaitu: (i) memperkuat kapasitas untuk pengembangan kebijakan. Puskesmas 5. (ii) peningkatan kualitas dan pelayanan gizi terpadu untuk ibu-ibu dan anak-anak di daerah proyek. Ibu hamil/menyusui 3.656 40. dan atau Lintas sektor yang terkait. 4) Pelatih Narasumber pelatihan tenaga konsultan. Posyandu 11.000 500. monitoring dan evaluasi dari program gizi.800 900 13. Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat (TOT) Jumlah 1. Fasilitator Gizi Masyarakat 10. Seksi Gizi Dinas Kesehatan Propinsi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat di Dinas Kesehatan Propinsi 3) Peserta Peserta TOT adalah masing-masing 5 orang dari setiap kabupate/kota yang berasal dari Tim Teknis Kabupaten/Kota. Anak balita 2. Desa penerima paket 8. serta tenaga professional sesuai dengan keahlian yang diperlukan dari Propinsi. C. Desa 7. Sasaran Total sasaran yang akan dicakup oleh Proyek NICE adalah sebagai berikut: No Sasaran 1. Tenaga Kesehatan 6. (iii) meningkatkan kemampuan masyarakat untuk upaya peningkatan gizi dan intervensi kebersihan perorangan.000 4.974 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Pelatih Fasilitator Masyarakat di setiap kabupaten/koat yang handal sebagai pelatih fasilitator yang akan diadakan di setiap kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq.

fotocopy. Propinsi/Kabupaten). peserta pelatihan. dokumentasi. 3) Peserta: Peserta Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masayarakat adalah fasilitator/calon fasilitator yang telah diseleksi oleh masing-masing Dinkes Kabupaten/Kota serta tenaga pelaksana gizi dari puskesmas masing-masing 1 orang. panitia d) Transport local rapat persiapan e) Uang harian untuk narasumber dari pusat. dan peserta yang mengikuti pelatihan. melaksanakan dan melaporkan Paket Gizi Masyarakat. 4) Pelatih: Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan.5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. konsumsi rapat persiapan. panitia 4) Transport local rapat persiapan 5) Uang harian untuk narasumber dari pusat. peserta pelatihan. Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan : Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Fasilitator Masyarakat yang handal sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan setiapmkabupaten/kota untuk memfasilitasi Kelompok Gizi Masyarakat dalam menyusun. 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Propinsi cq. fotocopy. surat menyurat dll b) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. panitia 7) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. panitia 6) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. peserta pelatihan. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. Propinsi/Kabupaten). peserta pelatihan. panitia 16 . dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. konsumsi rapat persiapan. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes. peserta pelatihan. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana c) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. hasil pelatihan. jadwal dan modul pelatihan. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. dokumentasi. b. 5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah.

panitia 6) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. melaksanakan. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. Propinsi/Kabupaten). 5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. fotocopy. 17 . narasumber dari pusat dan panitia 4) Uang harian untuk narasumber dari pusat. 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. hasil pelatihan. hasil pelatihan. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport peserta. propinsi. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan peserta yang mengikuti pelatihan. peserta pelatihan. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. Peningkatan Kapasitas Kelompok Gizi Masyarakat (KGM) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan anggota KGM yang ada di setiap desa untuk menyusun proposal. panitia g) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. jadwal dan modul pelatihan. dan peserta yang mengikuti pelatihan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. propinsi dan peserta pelatihan. konsumsi rapat persiapan. propinsi peserta pelatihan. Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Tim yang nanti bertugas untuk mereview dan menilai proposal Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan Kelompok Gizi Masyarakat. c. jadwal dan modul pelatihan.f) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. 3) Peserta Peserta Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Tim Teknis Dinkes Kabupaten/Kota berjumlah masing-masing 10 orang 4) Pelatih Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. panitia 5) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. dan melaporkan kegiatan Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan KGM. dokumentasi. d. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing.

3) 4) 5) 6) e. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 1) Tujuan Tujuan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri adalah intuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan Proyek NICE dari aspek administrasi 2) Pelaksana Penanggung Jawab dan Pelaksana kegiatan adalah masing-masing Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. dan peserta yang mengikuti pelatihan. jadwal dan modul pelatihan. peserta desa 3) Uang harian untuk petugas puskesmas Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. hasil pelatihan. jadwal hasil kegiatan. dokumentasi. dan peserta. konsumsi pertemuan 2) Biaya transport petugas puskesmas. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. manajer dan staff full time di propinsi dan 4 kabupaten/kota dan Tim Teknis Kabupaten/Kota 3) Biaya konsultasi dari pripinsi ke pusat. Pelatih Pelatih Peningkatan Kapasitas KGM adalah tenaga pelaksana gizi dari setiap puskesmas yang telah mendapat pelatihan Fasilitator Masyarakat. 4) Laporan Kegiatan Laporan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri harus dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Peserta Peserta Peningkatan Kapasitas KGM adalah semua anggota KGM yang berjumlah 10 orang dari setiap desa terpilih yang akan mendapatkan Paket Gizi Masyarakat. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: untuk koordinator. dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kota. Administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: Tenaga Full Time Proyek NICE 1) Paket konsultan untuk 3 orang staf PPCU 2) Paket konsultan untuk 4 DPIU masing-masing 3 orang Pengelolaan Proyek NICE 1) Belanja bahan untuk ATK.2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. konsultasi dari kabupaten ke propinsi dan pusat 4) Biaya fasilitasi teknis dan manajemen ke kab. puskesmas. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. fotocopy. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. 18 .

Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 2) 3) 4) h. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Cakupan Posyandu dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. 2) 3) 19 . Peningkatan Cakupan Posyandu 1) Tujuan Menyediakan biaya operasional bagi posyandu terpilih di daerah NICE sehingga cakupan posyandu meningkat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Cakupan Posyandu adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningakatan Cakupan Posyandu tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah sebagai belanja Lembaga Sosial lainnya.f. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 1) Tujuan Menyediakan kendaraan khusus roda 4 untuk DPIU dan PPCU di daerah NICE Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. 2) 3) 4) g. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. jadwal. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Roda 2 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Pengadaan Kendaraan Roda 2 1) Tujuan Menyediakan kendaraan operasional roda 2 untuk puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten di daerah NICE Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq.

surat menyurat dll b) Biaya transport peserta kabupaten/kota. hasil pertemuan dan peserta. i. 2) 3) 4) 5) k. 2) j. dan narasumber pusat d) Uang penginapan untuk kabupaten/kota. Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (DPIU).4) Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 2) 20 . dokumentasi. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di kabupaten/kota dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. dan telah mendapat persetujuan ADB. Bina Gizi Masyarakat. Dinas Kesehatan Propinsi (PPCU) dengan narasumber dari Dit. propinsi. jadwal dan acara. propinsi. dan narasumber pusat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Propinsi dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Review Kegiatan NICE Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di propinsi dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Bina Gizi Masyarakat Depkes Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Propinsi tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. fotocopy. dan narasumber pusat c) Uang harian untuk kabupaten/kota. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. propinsi. kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit. Pengadaan Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan Menyeleksi dan merekrut tenaga fasilitator masyarakat yang akan memfasilitasi KGM Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS).

fasilitator masyarakat. 5) 21 . fotocopy. kabupaten propinsi. hasil pertemuan dan peserta. jadwal dan acara. pelapora dan fotocopy. dan fasilitator masyarakat d) Uang penginapan untuk puskesmas. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. kabupaten ke lokasi c) Uang harian untuk puskesmas. kabupaten propinsi. kabupaten ke lokasi Laporan Kegiatan Laporan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. dan propinsi Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan fasilitator masyarakat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Kabupaten dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah melakukan supervisi dan membina Kelompok Gizi Masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Paket Gizi Masyarakat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. 4) 5) l. dan konsumsi KGM dll b) Biaya transport peserta puskesmas. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. kabupaten propinsi. hasil pertemuan dan peserta. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. surat menyurat dll b) Biaya transport peserta puskesmas. Peserta Peserta Pembinaan Kelompok Kabupaten/Kota dan Puskesmas 2) 3) Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. jadwal dan acara.3) Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Puskesmas. dan fasilitator masyarakat c) Uang harian untuk puskesmas. dokumentasi.

tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi.m. Poster dll berupa belanja bahan yang akan digunakan untuk pencetakan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Uang harian peserta c) Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan Laporan Review Proposal KGM dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. 22 . Review Proposal KGM 1) Tujuan Mereview dan menilai Proposal KGM yang masuk di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan mengusulkan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota layak atau tidaknya proposal tersebut. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Proposal KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Propinsi mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk propinsi dan 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Kegiatan akan dilaksanakan sebanyak 3 kali @ 3 hari. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Poster dll adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. o. Leaftlet. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Poster dll dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Leaftlet. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Formulir. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 2) 3) 4) n. Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Formulir. Leaftlet. Pembuatan Formulir. 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Review Proposal KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. Leaflet dan Poster 1) Tujuan Menyediakan formulir pencatatan dan pelaporan Proyek NICE dan bahan-bahan penyuluhan Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Formulir.

peserta puskesmas dan kabupaten/kota 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/ Kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. surat menyurat dll b) Sewa ruangan c) Transport narasumber pusat. peserta kabupaten dan propinsi d) Uang harian narasumber pusat. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah.3) Penggunaan Anggaran: Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. d) Uang harian narasumber propinsi. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. peserta dan hasil pertemuan. narasumber propinsi. peserta kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. p. surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll 23 . 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. q. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. peserta dan hasil pertemuan. tanggal dan tempat pelaksanaan. tanggal dan tempat pelaksanaan. Konsolidasi dan Koordinasi Propinsi 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll b) Sewa ruangan c) Transport puskesmas. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Kabupaten/Kotai dan mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK.

24 . propinsi dan narasumber pusat d) Uang harian peserta kab. peserta dan hasil pertemuan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat.b) Transport lokal. propinsi dan narasumber pusat 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Transport local peserta. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. peserta dan hasil pertemuan. Rakontek NICE Propinsi 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. s. peserta dan hasil pertemuan. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Konsolidasi dan Koordinasi Kabupaten 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. tanggal dan tempat pelaksanaan. r. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. fotocopy dan surat menyurat dll b) Sewa ruang pertemuan c) Transport peserta kab. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. tanggal dan tempat pelaksanaan. tanggal dan tempat pelaksanaan. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat.

Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. fotocopy dan surat menyurat dll b) Transport peserta puskesmas. kabupaten dan propinsi c) Uang harian peserta puskesmas. kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. 2) 25 . 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis kabupaten/kotai yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. u. tanggal dan tempat pelaksanaan. peserta dan hasil pertemuan. dan telah mendapat persetujuan ADB. Pengembangan dan Penyiaran Kampanye 1) Tujuan : Menyeleksi dan merekrut Perusahaan yang akan melaksanakan pengembangan materi mass campaign dan menyiarkan melalui TV. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat.t. Rakontek NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat kabupaten/kota sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Radio dan surat kabar Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS). Bina Gizi Masyarakat. kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis kabupaten/kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan.

PPCU di tingkat propinsi dan PIU di tingkat kabupaten/kota. 4. Dalam Pasal 4 Perjanjian terpisah tentang Kesepakatan Khusus antara lain dinyatakan bahwa Project Ecxecuting Agency (PEA) dalam hal ini Departemen Kesehatan mempunyai kewajiban : • Memberikan biaya pendamping untuk pelaksanaan program (logistic. kontribusi pendamping. KEGIATAN PROYEK SECTOR PROGRAMME HEALTH (SPH) A. Pelatihan Computer Based Inventory System (CBIS) dan Physical Asset Management ( Pusat-pusat perbaikan/bengkel alat kesehatan). Ibu dan Anak-anak 26 .III.401 dan Perjanjian Terpisah ( Separate Agreement) tanggal 19 Januari 2005. Pemerintah telah membentuk CPCU di tingkat Pusat. Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas/Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB dengan menyediakan peralatan Kesehatan Dasar 2. 2003. Seluruh Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi Nusa Tenggara Timur Seluruh Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat Seluruh Petugas Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur Seluruh Masyarakat di Propinsi NTB dan NTT terutama Masyarakat Miskin. penyediaan biaya pemeliharaan Alat Kesehatan dan biaya operasional lainnya yang terkait dengan proyek SPH/HSSP.000. biaya operasional CPCU. TUJUAN 1. Meningkatkan kemampuan Petugas PAM tingkat Kabupaten untuk dapat melaksanakan pemeliharaan peralatan kesehatan.350. dan sebagainya) • Depkes akan menandatangani suatu perjanjian dengan Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten) yang mendapat bantuan program. C. 3. kemauan menjalankan perbaikan dan sebagainya. B. PPCU dan PIU.66. PPCU di tingkat Propinsi dan PIU di tingkat Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah proyek. biaya transportasi local untuk distribusi peralatan. Perjanjian ini harus termasuk spesifikasi dan kerjasama umum . Sedangkan kontribusi dari Pemerintah Indonesia yang diminta sebesar € 1. Sedangkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah telah ditandatangani Perjanjian Kesepakatan Pelaksanaan Proyek antara Pemerintah Pusat dengan Gubernur dan Bupati/Walikota se Propinsi NTT dan NTB. Isi kesepakatan antara lain adalah Pemerintah Daerah akan memenuhi kewajiban sebagaimana dipersyaratkan dalam Separate Agreement antara lain. Bantuan hibah dari Pemerintah Jerman ini berjumlah € 9. pembentukan CPCU di tingkat pusat. SASARAN PROGRAM 1. LATAR BELAKANG Keberadaan Project Sector Programme (SPH) di Indonesia berdasarkan Financing Agreement (Kerjasama Keuangan) antara Republik Federasi Jerman melalui KfW dengan Pemerintah Republik Indonesia tanggal 19 Januari 2005 No. per diem untuk peserta pelatihan. 2.000.000. Meningkatkan kemampuan Petugas Puskesmas dan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan inventarisasi peralatan kesehatan 3. Kegiatan-kegiatan yang diberikan oleh bantuan hibah ini berupa pengadaan peralatan untuk Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB.

b) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Puskesmas 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of User (ToU) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Puskesmas dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Puskesmas • Petugas Puskesmas mampu melakukan input data dengan menggunakan Software yang disediakan serta dapat membuat laporan inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. penggandaan laporan dan pengiriman surat/dokumen 3) Belanja Modal Peralatan dan Mesin (Propinsi NTB) yaitu pembelian 1 (satu) unit LCD Proyektor b. 3) Penggunaan Dana 1) Pembayaran Honorarium a) Honorarium Manajer Proyek b) Honorarium Sekretaris PPCU HSSP c) Tim Teknis Propinsi d) Koordinator Proyek tingkat Kab/Kota e) Sekretaris Proyek Tingkat Kab/Kota f) Staf Proyek tingkat Kab/Kota 2) Belanja Bahan untuk ATK. Transport local peserta propinsi dan Kab/Kota yang dekat dengan propinsi serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dari Kab/Kota.D. 2) Sasaran Provincial Project Coordination Unit (PPCU) dan Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Proyek SPH/HSSP yang meliputi proyek SPH. KEGIATAN-KEGIATAN a. Pendidikan dan Pelatihan Teknis a) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Propinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of Trainer (ToT) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Propinsi dan Kab/Kota dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Kab/Kota dan Propinsi • Petugas Kab/kota mampu menganalisis data-data hasil input data di Puskesmas. Puskesmas Pembantu serta Polindes/Poskesdes 27 . 2) Sasaran • Staf Dinas Kesehatan Propinsi yang menangani inventarisasi barang • Staf dari Dinas Kesehatan Kab/Kota yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi peserta latih dari propinsi dan kabupaten/kota dengan perjalanan kurang dari 8 jam • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport peserta dari Kab/Kota ke Propinsi.

2) Sasaran • Petugas Puskesmas yang menangani inventarisasi barang • Petugas Puskesmas yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dan Polindes/Poskesdes 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi pelatih dari kabupaten/kota • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport petugas dari Propinsi. Penggandaan serta untuk laporan kegiatan • Belanja perjalanan lainnya. 2) Sasaran Petugas Puskesmas yang menangani peralatan Puskesmas/Puskesmas Pembantu Penggunaan Dana Belanja Perjalanan Lainnya. Petuga PAM Center diberikan uang harian untuk melalukan pelatihan pemeliharaan kesehatan di Puskesmas serta memperbaiki peralatan yang perlu diperbaiki di Puskesmas/Pustu. Transport local pelatih dari Kab/Kota yang serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dan pelatih dari Kab/Kota dan Propinsi c) On The Job Training PAM ke Puskesmas 1) Tujuan Terlatihnya petugas Puskesmas dalam pemeliharaan dan perbaikan asset fisik Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. 2) Sasaran • Dinas Kesehatan Propinsi • Konsultan EPOS • Pemda Propinsi dan • Lintas Program/sector terkait. Penyusunan Program dan Rencana Kerja/Teknis/Program a) Rapat Koordinasi Tingkat Propinsi 1) Tujuan • Diperolehnya masukkan dan saran tentang pelaksanaan dan perkembangan proyek • Teridentifikasinya permasalahan dan dirumuskannya solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan • Adanya dukungan dari semua fihak terkait dalam aspek pendanaan (dana pendamping APBD) dan aspek pelaksanaan program. 3) Penggunaan Dana • Belanja Bahan. digunakan untuk membayar transport lokal peserta yang mengikuti rapat koordinasi 28 . digunakan untuk membeli Alat Tulis Kantor. 3) c.

b) Konsultasi Program HSSP ke Pusat 1) Tujuan Mendapatkan kejelasan dan solusi berbagai masalah yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan proyek serta memperoleh masukkan. Pembayaran gaji dilaksanakan berdasarkan kontrak yang dibuat antara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/kota dengan pegawai non PNS yang professional. uang harian serta uang penginapan petugas. digunakan untuk membiayai gaji pegawai yang dikontrak oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota. 2) 3) d. Sasaran Petugas yang dikontrak oleh Dinas Kesehatan Propinsi untuk mengelola Proyek SPH/HSSP secara professional. Sasaran • Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota • Puskesmas dan Jaringannya Penggunaan Dana Biaya Perjalanan digunakan oleh pelaksana Supervisi untuk membiayai transport dari Propinsi ke Kab/Kota. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada Masyarajkat terutama masuyarakat miskin. saran dan perbaikan secara tepat dan cepat dari tingkat pusat Sasaran Koordinator Pelaksana PPCU dan Kepala Sub Dinas terkait dengan program Penggunaan Dana Belanja perjalanan digunakan untuk membiayai transport. 2) 3) e. Penggunaan Dana Belanja Jasa Konsultan. Pemantauan Dan Evaluasi a)Supervisi Kegiatan HSSP ke Kab/Kota 1) Tujuan Memantau pelaksanaan kegiatan proyek dan melakukan bimbingan teknis maupun administrative yang dianggap perlu dalam rangka pembinaan proyek secara keseluruhan. uang harian dan biaya penginapan petugas yang melaksanakan konsultasi ke Jakarta. Pembayaran dilaksanakan bila yang bersangkutan telah menyerahlan laporan pekerjaannya kepada pemberi kontrak. 2) 3) 29 . mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan proyek HSSP yang meliputi proyek SPH. Project Management / C&S 1) Tujuan Untuk mendukung kelancaran kegiatan proyek SPH/HSSP secara keseluruhan.

Untuk melaksanakan kegiatan dan pembiayaan penggunaan anggaran Kementerian Kesehatan di Tingkat Propinsi perlu ditetapkan penanggung jawab dan pengelola kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Peraturan Direktur Jenderal Perbandaharaan No.7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. b.BAB VIII MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN Pada tahun ini Departemen Kesehatan mengalokasikan dana Kementerian Kesehatan untuk kegiatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi.PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. A. Koordinasi. salah satu di antaranya adalah untuk Program UKM dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat yang dilaksanakan di seluruh Propinsi diperuntukkan bagi pembiayaan kegiatan-kegiatan non fisik sampai ke tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. (3) Gubernur memberitahukan kepada DPRD terkait dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pengendalian. 1 . pasal 17 ayat (1) – (3) yang mengatur : (1) Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Pemerintah. Gubernur sebagai Wakil Pemerintah melakukan : a. A. yaitu Gubernur Kepala Daerah Propinsi untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan (dekonsentrasi) di tingkat Propinsi. telah ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1160 / MENKES / SK / XII / 2008. c. pengawasan dan pelaporan. kegiatan Pelayanan Kesehatan Dasar dan kegiatan Perbaikan Gizi Masyarakat. Pengelolaan keuangan negara di Tingkat Propinsi untuk menunjang pelaksanaan kegiatan program pembangunan kesehatan. (2) Gubernur membentuk Tim Koordinasi yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur yang berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri berkaitan dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud ayat (1). kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat. Penyiapan perangkat daerah yang akan melaksanakan program dan kegiatan Dekonsentrasi. Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementrian Kesehatan Gubernur Kepala Daerah Propinsi penerima dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan di tingkat Propinsi. Organisasi Pengelolaan keuangan negara secara umum di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. tanggal 15 Desember 2008 tentang Pelimpahan Wewenang Penetapan Pejabat yang diberi Wewenang dan Tanggung Jawab Untuk Atas Nama Menteri Kesehatan selaku Pengguna Anggaran/Barang dalam Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi Tahun Anggaran 2009. Sinkronisasi dengan penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah.134/PMK. pembinaan.

Bila PPK lebih dari satu. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). f. 2. e. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (SAK/SIMAK-BMN). c. i. 4. 3. yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN). Membentuk Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B). Mengusulkan revisi RKAKL / DIPA bila diperlukan.Gubernur Kepala Daerah Propinsi menetapkan : 1. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penandatangan SPM Penguji Tagihan Bendahara Pengeluaran Panitia/Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan /Penerimaan Barang / Jasa. adalah Kepala Dinas Kesehatan. Membina PPK dalam pelaksanaan program dan anggaran. Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi. 5. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja. b. Menetapkan Panitia / Pejabat Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan / Penerimaan Barang / Jasa. Dalam satu satuan kerja PPK. Pemegang Uang Muka Kerja (PUM) / Pembantu Bendahara Pengeluaran Propinsi. sesuai dengan kebutuhan program. 6. 2 . Tugas Dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara 1. yang dibuat oleh PPK. Mengangkat PUM bila diperlukan. h. 7. Melakukan pemantauan/pengendalian pelaksanaan program dan anggaran serta pengadaan barang dan jasa. Mengesahkan POK dan RPK. dapat ditunjuk lebih dari satu PPK. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) KPA adalah Penanggung Jawab pelaksana program dan pengelola anggaran pada Satker yang dipimpinnya. g. 2. Melakukan koordinasi dengan para penanggung jawab lintas program terkait. agar ditunjuk satu orang PPK sebagai koordinator. Menetapkan Petugas Pengelola dan Penanggungj Jawab Sistem Akuntansi Instansi (SAI). d. antara lain : a. 2. Unit akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA-W) Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam pengelolaan keuangan negara dapat menunjuk dan menetapkan : 1. Tugas-tugas KPA. B.

3. Mencatat dalam buku pengawasan penerimaan SPP. Penguji SPP Mempunyai tugas membantu Penandatangan SPM dalam : a. Melaporkan pelaksanaan pengadaan barang / jasa kepada KPA pada akhir tahun anggaran. Menyusun rencana pelaksanaan pengadaan barang / jasa. c. Menandatangani dokumen pelelangan dan kontrak. Menelaah dan mengesahkan dokumen pelelangan/RKS yang telah disusun oleh panitia pengadaan barang / jasa. Menyusun POK dan RPK. Melakukan koordinasi dengan panitia pengadaan barang / jasa serta panitia pemeriksa / penerima barang dalam hal : 1) 2) 3) 4) 5) d. Menelaah draft kontrak yang akan dilampirkan dalam dokumen pelelangan. c. Menandatangani SPM untuk pengajuan pencairan dana ke KPPN. semesteran dan tahunan atas pelaksanaan kegiatan dan hasil yang dicapai baik fisik dan keuangan kepada KPA dengan tembusan kepada Dirjen Bina Kesmas. Menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran berupa laporan bulanan (SAI). Melakukan dan atau mendelegasikan pengujian SPP. Mengembalikan/Retur SPP bila ditemukan kekurangan atau kesalahan. Mengisi check list kelengkapan berkas SPP. Mempertanggungjawabkan atas kebenaran materiil dan akibat yang timbul dari kontrak / keputusan yang dibuat. e. Mengesahkan penutupan buku kas umum pada setiap akhir bulan. GUP kepada Pejabat Penandatangan SPM dalam rangka tindakan yang menyebabkan pengeluaran anggaran belanja negara. melakukan pemeriksaan kas intern Bendahara Pengeluaran dan membuat berita acara sekurang-kurangnya 3 bulan sekali. g. i.PPK mempunyai tugas : a. Mengajukan SPP-UP. h. f. 4. k. TUP. Penandatangan SPM Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Melakukan koordinasi dengan para Pelaksana / Penanggung jawab kegiatan terkait. Menelaah dan mengesahkan HPS/OE yang telah disusun oleh panitia barang / jasa. untuk diteruskan kepada Gubernur. j. GU. Melakukan pemantauan atas pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran yang dipimpinnya serta pengadaan barang/jasa dengan menyiapkan kartu kendali. Mengajukan surat permohonan persetujuan UP dan TUP kepada Kanwil Perbendaharaan Departemen Keuangan. LS. b. b. Menelaah dan mengesahkan spesifikasi yang telah dibuat/disetujui oleh penanggung jawab program / kegiatan. 3 . b.

Mempertanggungjawabkan uang muka yang diterima dalam waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari sejak penyelenggaraan kegiatan selesai dilaksanakan dengan menyerahkan bukti-bukti pengeluaran. Pemegang Uang Muka ( PUM ) Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Memeriksa secara rinci keabsahan dokumen pendukung SPP sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Menyetorkan pungutan pajak-pajak ke Kantor Kas Negara. Pembukuan menggunakan Bentuk I agar dapat diketahui secara cepat saldo tunai. b. Bendahara Pengeluaran Mempunyai tugas sebagai berikut : a. f. Memeriksa kebenaran atas hak tagih yang menyangkut: 1) 2) Pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran (nama orang / perusahaan. c. e.c. Membuat laporan pada akhir bulan sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai PUM yang diterimanya. d. Membuat laporan keadaan kas bulanan untuk disahkan PPK dan mengirim ke KPA u/p Bagian Keuangan/Bagian Tata Usaha. Memeriksa pencapaian tujuan dan atau sasaran kegiatan sesuai dengan indikator kinerja yang tercantum dalam DIPA berkenaan dan/atau spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak 5. laporan penyelenggaraan. Melaksanakan tugas kebendaharaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Memberi copy dokumen SPM dan SP2D kepada Petugas Unit Akuntansi KPA (UAKPA) dan SIMAK-BMN. 7. d. b. Panitia Pengadaan Barang / Jasa 1) Ketua Panitia agar menyusun rincian pekerjaan masing-masing anggota 4 . Nilai tagihan yang harus dibayar (kesesuaian dan / atau kelayakannya dengan prestasi kerja yang dicapai sesuai spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak berkenaan). Jadwal waktu pembayaran. nomor rekening dan nama bank). Memeriksa ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA untuk memperoleh keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran. termasuk jumlah anggaran dan biaya yang digunakan dalam kegiatan dimaksud serta pengembalian sisa uang muka yang tidak digunakan (bila ada). 6. Memeriksa kesesuaian rencana kerja dan atau kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja. Panitia Pengadaan & Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa Mempunyai tugas sebagai berikut : a. 3) g. alamat. Membukukan semua penerimaan dan pengeluaran terhadap uang yang dikelolanya kedalam Buku Kas Umum dan Buku Pembantu (Buku Pajak). c.

e. 11) Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. d. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan dan barang. 2) 3) 4) Membuat laporan pertanggungjawaban mengenai hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa kepada pengguna barang / jasa. f. 6) 7) 8) 9) 10) Menandatangani pakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang / jasa. dan jika memungkinkan melalui media elektronik. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Laporan Barang dengan Laporan Keuangan. Menilai kualifikasi penyedia melalui pasca kualifikasi atau prakualifikasi. Menyiapkan dokumen pengadaan. Laporan hasil pelatihan operator/user dengan dilengkapi surat pernyataan dari operator bahwa telah mengikuti pelatihan dan diketahui Kepala Satker (bila diminta dalam kontrak). Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (SAK / SIMAK-BMN) Mempunyai tugas sebagai berikut : a. 5 . Panitia Penerimaan dan Pemeriksaan Barang / Jasa 1) Melakukan pemeriksaan / penerimaan barang dan jasa yang diserahkan oleh penyedia berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam kontrak serta dokumen lain yang berlaku. Menyusun dan menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. Melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. Mengumumkan pengadaan barang / jasa melalui media cetak dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan dan barang secara berkala (bulanan dan semesteran).2) 3) 4) 5) Menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan serta lokasi pengadaan. Menyiapkan rencana dan jadual pelaksanaan SAK dan barang berdasarkan target yang ditetapkan. Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna barang / jasa. Menyelenggarakan akuntansi keuangan dan barang. 8. c. b. b. Membuat Berita Acara hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa yang diserahkan oleh penyedia dengan melampirkan : a) b) c) Laporan pemeriksaan fisik barang (tahap-I). Mengusulkan calon pemenang. Menunjuk dan menetapkan organisasi UAKPA sebagai pelaksana SAK dan barang di lingkungannya. Laporan pemeriksaan pemasangan dan uji fungsi barang (tahap-II bila diminta dalam kontrak).

Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan KPPN setiap bulan. Menerima data SIMAK-BMN dari petugas akuntansi barang. j. Menyampaikan Laporan Keuangan UAKPA dan ADK ke KPPN dan UAPPAW/E1.A Sesditjen / Direktur Penandatangan SPM Penguji Tagihan Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan/ Pemeriksaan PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Penanggung Jawab Kegiatan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B) BENDAHARA PENGELUARAN PUM C. Menelaah dan menandatangani Laporan Keuangan UAKPA.134/PKM. h. adalah sebagai berikut : 6 . maka mekanisme pelaksanaan anggaran pada Satuan Kerja Dekonsentrasi di Tingkat Propinsi.06/2005 dan Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan RI No. l.2008 DIREKTUR JENDERAL K. i.PER66/PB/2005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Satuan Kerja T. Meneliti dan menganalisis laporan keuangan dan barang yang akan didistribusikan.g. Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Dan Pembayaran 1. Menyusun Laporan keuangan tingkat UAKPA Semester I dan II. m. k. Peraturan Menteri Keuangan No.P. Menandatangani Laporan Keuangan UAKPA.A 2008 Berdasar SK Menkes No.1160 / MENKES / SK / XII / 2008 tanggal 15 Desember 2008. Bagan 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA.

Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa. TUP. Mengajukan SPP. mempertanggung-jawabkan. Mengajukan permohonan dispensasi TUP kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan. PPK. e.a. Tata cara dan syarat pengajuan Uang Muka a) Menyampaikan rencana kegiatan dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja/TOR beserta rincian biaya kepada Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen Induk untuk pengajuan Tambahan Uang Persediaan (TUP) ke DJPBN/Kanwil Perbendaharaan/ KPPN. TUP. perubahan UP dan pembayaran UP diatas Rp.1 milyar kepada KPA. Penandatangan SPM Menerbitkan SPP. Penandatangan SPM. Melakukan pungutan. Penandatangan SPM. Departemen Keuangan. Bendahara Pengeluaran Setelah diterbitkannya SP2D oleh KPPN.UP. Mengajukan dispensasi perubahan UP ke Kanwil Direktorat Jenderal Jenderal Perbendaharaan dan dispensasi pem-bayaran UP diatas Rp. menyimpan dan membayar uang sesuai persetujuan PPK. Mengajukan revisi / perubahan DIPA / RKAKL sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) 3) 4) c. mencatat / membukukan. Menyerahkan DIPA kepada para Kepala Satker (KPA) 2) b. penunjukan dan menyetor-kan pajak-pajak atas pembebanan yang dikenai pajak-pajak. Bendahara menindaklanjuti sesuai dengan tugas-tugas perbendaharaan : 1) 2) 3) 4) Pengeluaran Menerima. Gubernur Kepala Daerah Propinsi 1) Menetapkan dengan Surat Keputusan Penunjukan KPA. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1) 2) Mengajukan usulan permohonan dispensasi TUP. membayar. Mengeluarkan dana ke PUM (bila ada PUM) f. GUP dan LS kepada Pejabat d. Melakukan pencatatan / pembukuan kedalam BKU dan BKP sesuai mutasi keuangan yang di-laksanakan. 7 . Penguji SPP. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) 1) Menyampaikan Surat Keputusan yang berkaitan dengan pelaksana anggaran sebagaimana tersebut dalam butir 2 diatas kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Departemen Keuangan. Pemegang Uang Muka (PUM) 1) 2) Menerima uang dari Bendahara Pengeluaran. GUP dan LS setelah dilakukan pengujian oleh penguji SPP. Bendahara Pengeluaran. 10 juta (untuk hal-hal tertentu).UP.

Revisi DIPA /POK diusulkan oleh Kepala Satuan Kerja (Satker Kantor Pusat.5J. Uang muka yang diberikan hanya bersifat untuk membiayai kegiatan bukan untuk keperluan sehari-hari. PR.0078 tanggal 14 Januari 2008 tentang Surat Edaran Mekanisme Pencairan Bintang dan Revisi RKAKL. Uang muka diberikan kepada PUM paling cepat 2 (dua) hari sebelum kegiatan dimulai. DIPA dan POK Tahun 2008 dengan mekanisme sebagai berikut : a.1.01. c) d) Untuk lebih jelas dan rinci dapat dilihat pada alur berikut : Bagan 2 Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran pada Satuan Kerja Dinas Kesehatan Propinsi (03) Tahun Anggaran 2008 Dirjen DJP Kanwil DJP K.P. Mekanisme Usulan Revisi Anggaran Berdasarkan surat Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan No.A Penandatangan SPM Penguji SPP 3 SPM Setuju 4 KPPN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN 2 SPP Tidak Setuju SP2D 5 BENDAHARA PENGELUARAN 1 PUM & P’Jwb Kegiatan Bagian 2. Berdasarkan usulan Satker. 8 . revisi DIPA oleh Pejabat Eselon I diusulkan kepada Sekretaris jenderal dengan tembusan Biro Perencanaan & Anggaran b.b) Dalam pengajuan uang muka Atasan Langsung PUM dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen mengajukan surat permohonan uang muka kepada Kuasa Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen Induk dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja atau TOR. Bagian Program & Informasi dan Bagian Keuangan. Kantor Daerah/UPT Vertikal Pusat dan SKPD) kepada Pejabat Eselon I bidang terkait dengan tembusan Sekretaris Ditjen.

Pejabat Penandatangan SPM menyampaikan SPM-UP / TUP ke KPPN untuk penerbitan SP2D. PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada Pemegang Uang Muka (PUM). PUM diwajibkan melakukan penyimpanan atas uang yang diterima ditempat yang dianggap aman di brankas sendiri dan atau menitipkan di brankas Bendahara Pengeluaran dengan dilengkapi BA Penitipan Uang. maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) untuk diproses lebih lanjut guna pengajuan GU dan TU berikutnya. maka diatur sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) PPK bersama Bendahara pengeluaran membuka rekening denggan mengajukan persetujuan kepada KPPN setempat. 58/PKM. Atas dasar Surat Persetujuan tersebut. PPK mengajukan SPP guna penerbitan SPM-UP / TUP. Depkes bersangkutan. Bila UP tidak mencukupi. Dalam 1 (satu) satuan kerja hanya terdapat 1 (satu) rekening. Pembayaran dilakukan paling cepat 1 (satu) hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN T. 3.Setjen.05/2007 tentang Penertiban Rekening Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. Depkes. Setelah akhir tahun anggaran dilakukan penutupan rekening dan saldo disetor ke kas negara. Untuk menampung dana non DIPA (bantuan / hibah) pembukaan rekening harus mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Perbendaharaan. harus dimintakan persetujuan KPPN setempat. Setelah Uang Muka disetujui.A 2008 a. dan Ditjen. c. Penggunaan Rekening Pemerintah Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. Batas waktu pertanggungjawaban UP dan TUP. Ditjen. Selanjutnya Dirjen Perbendaharaan mengeluarkan Surat Persetujuan / rekomendasi Uang Persediaan / TUP yang ditujukan kepada PPK. 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 9 . Melalui Uang Persediaan (UP) dan Tambahan UP (TUP) 1) PPK mengajukan SPP-UP untuk keperluan kegiatan sehari-hari dan operasional. 57/PMK. Anggaran Depkeu serta Satker yang Revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) dapat dijawab langsung oleh Pejabat Eselon I terkait dengan tembusan ke Biro Perencanaan & Anggaran Setjen. Anggaran Depkeu. SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran. maka para Penanggungjawab Kegiatan mengajukan usulan pembiayaan disertai Kerangka Acuan dan Rencana Anggaran Biaya kepada PPK guna pengajuan TUP ke DJPBN / Kanwil DJPBN.05/2007 dan No. Penanggungjawab Kegiatan mengajukan permintaan Uang Muka (TU / Persediaan) kepada PPK sesuai kebutuhan yang diajukan. b. Bila rekening tersebut masih dipergunakan pada tahun anggaran berikutnya. Bagian Keuangan dan Bagian Program & Informasi.

SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran. Kompilasi / rekap pertanggungjawaban untuk draft SPP 2) Draft SPP tersebut disampaikan kepada Penguji SPP. Penggantian Uang Persediaan (GU) 1) Pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh penanggung-jawab kegiatan kepada PPK untuk mendapatkan persetujuan pembebanan dan pembayaran. disiplin dan tidak mewah. antara lain pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran Pencapaian tujuan atau sasaran sesuai dengan indikator kinerja atau spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak. c. SPM yang telah ditandatangani kemudian dikirim ke KPPN untuk penerbitan SP2D. Copy SP2D agar dikirim kepada Bagian Keuangan sebagai bahan Perhitungan Anggaran dan Sistem Akuntansi Instansi PPK memberitahukan kepada Penanggungjawab kegiatan untuk mengajukan Uang Muka sesuai kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerja masing-masing untuk satu bulan berikutnya. Dokumen pertanggungjawaban yang telah disetujui pembebanannya dengan cara membubuhkan tandatangan setuju dibayar pada kuitansi. 12) Dalam pelaksanaan kegiatan agar tetap mem-perhatikan prinsip-prinsip hemat. Dokumen pertanggungjawaban terlebih dahulu dilakukan verifikasi oleh Pejabat / Petugas yang ditunjuk. maka berdasar SPP dibuat SPM.10) Dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran agar tetap memperhatikan prinsip-prinsip hemat. efisiensi. efisiensi. untuk diuji meliputi a) b) c) d) e) Keabsahan dokumen pendukung SPP Ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA Kesesuaian rencana kerja / kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja Kebenaran atas hak tagih. Bila SPP memenuhi syarat. Penanggungjawab kegiatan mengajukan UMK kepada PPK sesuai dengan kebutuhan. diteruskan ke Bendahara Pengeluaran untuk: a) b) 3) Dicatat selanjutnya dibukukan dan dilakukan pembayaran oleh Bendahara Pengeluaran. maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) dan demikian seterusnya untuk pengajuan GU berikutnya. 5) 6) 7) 8) 9) 10) PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada PUM sebesar nilai yang disetujui PPK 11) Batas waktu pertanggungjawaban GU isi. maka SPP akan dikembalikan kepada PPK untuk diperbaiki. 10 . disiplin dan tidak mewah. 4) Bila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi.

selanjutnya dilakukan koordinasi dengan para Penanggungjawab kegiatan atas pelaksanaan anggaran. (2) PPK membuat SPP LS dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. (2) PPK menyampaikan POK dan RPK yang dirinci menurut kegiatan. PPK membuat SPP-LS serta dokumen pendukungnya dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. (4) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. Alur Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2008 dapat dilihat pada bagan 3 dan 4 11 . b) Pengadaan Barang/Jasa (1) Setelah diterimanya DIPA oleh KPA / PPK. 2) Belanja Non-Pegawai a) Perjalanan Dinas (1) Penanggungjawab kegiatan menyampaikan kerangka acuan. Pembayaran Langsung (LS) 1) Belanja Pegawai a) b) c) Petugas pembuat daftar gaji/honor menyampai-kan daftar penerima gaji/honor pegawai kepada PPK. (3) Setelah proses pengadaan dilaksanakan oleh pihak penyedia atas dasar tagihan pihak penyedia. (3) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. Surat tugas peserta dan daftar normatif yang berisi rincian biaya perjalanan dinas kepada PPK.d. (5) Pencairan dana langsung masuk ke rekening pihak ketiga dan tembusan SP2D diterima oleh Bendahara Pengeluaran untuk dicatat dalam pembukuan. Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. Selanjutnya Bendahara Pengeluaran menyampaikan copy SP2D ke Kepala Bagian Keuangan atau Kepala Bagian Tata Usaha guna perhitungan anggaran SAAT dan SAPP. jadual pengadaan barang/jasa untuk diproses pelaksanaannya oleh Panitia Pengadaan. PPK membuat SPP-LS dilengkapi dengan resume kontrak dan bukti tagihan yang diajukan pihak penyedia dan menyampaikannya kepada Penguji SPP.

Keuangan u.Verifikasi 12 .Jawab Kegiatan / PUM Bagan 4 Pembayaran Langsung (LS) PPK Tagihan Pihak Penyedia SP2D Tembusan SP2D Tidak KPPN Bendahara Pengeluaran SPM Penandatangan SPM* Copy SP2D Ya Penguji SPP Bag.Bagan 3 Uang Persediaan.p Bag. Tambahan UP dan GU-UP DJPBN Kanwil DJPBN SP2D KPPN SPM Rekomendasi bilamana perlu Penandatangan /Penerbit SPM Bendahara Pengeluaran PPK Verifikasi SPP Penguji SPP SPP Pertanggungjawaban Ditolak / diperbaiki P.

daftar hadir peserta) laporan pelatihan. d. Uang harian. 7. penerimaan biaya transpotasi. SPP termasuk dokumen lampirannya disimpan pada Penandatangan / Penerbit SPM. 8. SPPD. daftar hadir. kerangka acuan. daftar penerimaan transpotasi dan notulen rapat. Format Laporan Perjalanan Dinas (lampiran 1) Format Laporan Rapat (lampiran 2) Format Laporan Penyelenggaraan Pertemuan (lampiran 3) Format Laporan Tahunan (lampiran 4) Laporan disimpan pada setiap pelaksana program (Propinsi) untuk kepentingan monitoring penanggungjawab program (Pusat) dan Auditor. 3. Laporan Setiap Kegiatan Pada setiap pelaksanaan kegiatan agar dibuat laporan dengan berpedoman pada format. sewa gedung. bukti-bukti pengeluaran (honorarium. Bendahara Pengeluaran di masingmasing satuan kerja wajib membuat pembukuan semua transaksi keuangan yang dilaksanakan oleh satuan kerja dan berkewajiban pula menginventarisasi dokumen atas pelaksanaan seluruh kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi atau surat pernyataan biaya riil dengan lampiran surat tugas. E. bahan.Pada saat pengajuan SPM ke KPPN tidak perlu dilampirkan SPP dan dokumen lainnya (Kontrak) tetapi dilampiri resume kontrak. Pelaporan Setiap Satuan Kerja Kuasa Pengguna Anggaran wajib membuat laporan sebagai berikut: 1. jadual pelatihan. surat undangan peserta. Alat tulis kantor dan fotokopi bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan melampirkan faktur barang. b. Pelatihan. honorarium. Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja. Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan lampiran kerangka acuan (TOR). penggandaan. jadual kegiatan. Sedangkan Pejabat Pembuat komitmen bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan di tingkat Propinsi. dan laporan monev. 5. notulen rapat. Rapat bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran surat undangan. transportasi narasumber dan fasilitator bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran daftar penerimaan transportasi. Kabupaten / Kota sebagai berikut : 1. Pertemuan bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi. SPTB dan SSP. sebagai berikut : a. Akomodasi hotel. sewa komputer & LCD bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan melampirkan kontrak / SPK. Pertanggungjawaban uang dan barang agar dicatat dan disimpan secara tertib administrasi guna keperluan pemeriksaan oleh Aparat Pengawas Internal maupun Eksternal 2. daftar penerimaan uang harian. sewa ruang pertemuan. c. F. 9. 4. 13 . Monitoring dan Evaluasi. bukti biaya konsumsi. 6.

Pejabat Pembuat Komitmen (PK) / Penanggung-jawab kegiatan Satker Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi di lingkungan Dinkes Propinsi menyampaikan laporan pemantauan pelaksanaan DIPA Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi dengan menyampaikan formulir A kepada Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran setiap 5 (lima) hari kerja setelah triwulan berakhir. evaporkesmas@gmail. Bagan 5 Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 Dirjen Bina Kesmas C. Mekanisme Pelaporan Dana Dekon antara UKM & Perbaikan Gizi sebagai berikut: a. H.q. Kepala Bagian Program & Informasi Sesditjen Bina Kesmas b. Formulir A & B (10 hr kerja stlh triwulan berakhir) Kepala Unit Kerja/KPA (oleh Pejabat Evapor Dinkes Propinsi) Formulir A (5 hr kerja stlh triwulan berakhir) Penanggung-jawab kegiatan/PK Formulir A Alamat Pengiriman : Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas (Blok B Ruang No 807) Jln. pikesmas@yahoo. 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan dan Kepmenkes No.R Rasuna Said Blok X5 Kavling No.q. Laporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan Mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 4-9 Jakarta 12950 Telp/Fax : (021) 5279216 Email : 1.565/Menkes/ SK/VI/2007 tentang Pedoman Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan.com 14 .2.com 2. Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas. Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran melalui Pejabat Evapor di Dinkes Propinsi melakukan rekapitulasi formulir A dengan menggunakan formulir B selanjutnya menyampaikan laporan pelaksanaan DIPA Dekon UKM & Perbaikan Gizi formulir A dan formulir B kepada Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat paling lambat tanggal 10 (sepuluh) hari kerja setelah triwulan berakhir c.

sesuai dengan Sistim Akuntansi Instansi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor : PER51/PB/2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian / Lembaga. Laporan Realisasi Anggaran Secara Manual Dalam rangka pemantauan pelaksanaan anggaran satker secara tepat waktu. masing-masing satker menyampaikan laporan realisasi fisik dan keuangan sebagaimana format laporan di bawah ini : Tabel 1 Realisasi Anggaran APBN yang di Daerahkan di Propinsi Tahun 2008 Program : Propinsi : Bulan : Realisasi Keuangan Fisik (%) Rupiah % 4 5 6 No 1 Kegiatan 2 Alokasi 3 b.171/PMK.3. Laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistim Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) Satuan kerja sebagai Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (Propinsi dan Kabupaten / Kota) wajib menyampaikan laporan Realisasi Anggaran dan Neraca setelah melakukan rekonsiliasi dengan KPPN setempat setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 7 bulan berikutnya. 15 . Laporan Realisasi Anggaran a.

dan 3.com Setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya. Jakarta Selatan 12950 Lantai 8 Blok C Ruang 813 Telp / Fax : (021) 5277211 email : keuangan_binkesmas@yahoo.b. 16 . HR Rasuna Said Kav. Bina Kesmas c/q Bag.Bagan 6 Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAK-BMN) TINGKAT KEMENTERIAN UNIT AKUNTANSI PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ( UAPA / B ) TINGKAT ESELON-I ADK & Laporan UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ESELON-I (UAPPA/B-E1) Tembusan TINGKAT WILAYAH UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAPPA/B-W) TINGKAT SATKER UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAKPA/B) REKONSILIASI DENGAN KPPN Keterangan : UAKPA/B menyampaikan Laporan secara berjenjang UAKPA/B dapat menyampaikan tembusan laporan langsung ke UAPA/B Tingkat Kementerian c. Penyampaian / pengiriman laporan akan dilakukan sebagai berikut : T a n g g a l 1 4 5 Semua satker akan dihubungi melalui telepon dan SMS Semua satker akan diingatkan kembali mengenai laporan Laporan dikirim ke Pusat Butir 3. Keuangan. setelah diisi dan dikirimkan ke : Sekretariat Ditjen.a. Jl. 4-9 Blok X5.