PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA DEKONSENTRASI PROGRAM PENINGKATAN KESEHATAN ANAK TAHUN 2009

PETUNJUK TEKNIS 2009

DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK
DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN RI TAHUN 2009

Untuk itu perlu dikoordinasikan atau dikonsultasikan kepada pihak yang berkompeten sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. September 2009 Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Dr. MPH NIP 195110011980081001 i . PHLN. Waktu efektigf tiga bulan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mencapai kinerja program yang oiptimal bukan semata-mata hanya untuk mengejar target penyerapan anggaran. dana perimbangan. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya melalui dana APBN telah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan di daerah melalui alokasi dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. kita selalu berada dalam lindungan dan limpahan Rahmat-Nya.KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. buku Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Dekonsentrasi Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun 2009 telah dapat disusun. Kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian buku Petunjuk Teknis ini. dan sumber lain diharapkan akan memacu pencapaian indikator program sesuai dengan kewenangan disetiap jenjang. Dana Dekonsentrasi diguna untuk menunjang pelaksanaan pembangunan dibidang kesehatan terutama Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Pemerintah pusat dalam upaya tersebut tidak sebatas menyediakan dana Dekonsentrasi bagi pelaksanaan program di daerah tetapi masih banyak dukungan pendanaan lain seperti program Jamkesmas. kemungkinan akan ada kendala-kendala yang dihadapi baik mengenai jumlah dana maupun menyangkut waktu pelaksanaan. Budihardja. Jakarta. Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaannya. Dana dekonsentrasi sebagai salah satu sumber pelaksanaan program di daerah disamping dana APBD. tenaga maupun mekanisme pencairan uang. Pada tahun 2009 anggaran APBN Departemen Kesehatan mengalami keterlambatan dalam penyelesaian DIPA namun diharapkan tidak banyak mempengaruhi kinerja program baik di pusat maupun daerah sehingga tahun 2009 sebagai tahun terakhir RPJMN 2005 – 2009. Kami mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan buku Petunjuk Teknis ini di masa yang akan datang. pembinaan dll. DTM&H. Semoga dalam melaksanakan kegiatan. Dana Pelatihan-pelatihan. kami ucapkan terima kasih.

............. c................. Tujuan ......................... Latar Belakang 2.............................................. b..... NOMOR : HK................ a... a.......... a.....DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR …………………….... Latar Belakang ............................... a.................... KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK ..................................................... DAFTAR ISI …………………………………………..... Kegiatan-kegiatan ....…….. NICE 1. a............ d........................….......... Latar Belakang 2...... Tujuan ....................... Tujuan ............... Sasaran ............... Tujuan .…………......... Tujuan ............... Sasaran .................................................. c..... Kegiatan-kegiatan ...... Kegiatan-kegiatan ....................... Sasaran ............…......................................................... a................... Latar Belakang ....... b.....……………......... d................................................ Latar Belakang ........................................................ b.... c....................... b.... Kegiatan-kegiatan i BAB VI BAB VII ............................. KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU ... KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT ................................... DAFTAR LAMPIRAN ............................... i iii v xi xii BAB II BAB III BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA ..... Kegiatan-kegiatan .. d.... KEGIATAN PROYEK PHLN a................... DAFTAR SINGKATAN …………………………........………………........ Sasaran ........ d.. d............................................................................. DAFTAR BAGAN ........... Sasaran .................................. d... BAB V Latar Belakang .............................................................. xiii BAB I PENDAHULUAN ……………………………............................................... DHS 2 1....... Tujuan 3.................................. Sasaran 4........... Latar Belakang ...................... SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT................................... Latar Belakang .................. Tujuan 3... Sasaran 4.................. c........ KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS .......…. b.. Tujuan ................. Kegiatan-kegiatan b..................................... Sasaran ........................................................................ c.............................................................. Ruang Lingkup ..............…............................. b.......................... Kegiatan-kegiatan ......................................……............. c.................................

................................ Mekanisme Pelaksanaan Anggaran dan Pembayaran .. BAB VIII LAMPIRAN PENUTUP ……………………………………………...... C................ Sasaran 4....BAB VIII c........ ii ... Pelaporan ............ A...................... Pertanggungjawaban Penggunaan Dana ..... E............................. B.................... F....... Organisasi .................................................... Tugas dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara ..... Latar Belakang 2.... Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementerian Kesehatan .................... D........ Kegiatan-kegiatan MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN .. Tujuan 3..... HSSP 1...............

BKPM BND BP3K BP4 BPS BULIN BUMIL Buristi C CBOD CFR CTU CTJ D DAU DAK DDD Depag Diknas DPT DTPS DTPS-MPS G GAKY : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Alat Bantu Pengambilan Keputusan Acquired Immune Deficiency Syndrome Angka Kematian Ibu Angka Kematian Balita Angka Kematian Neonatal / Neonatus Audit Maternal Perinatal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Asosiasi Pengusaha Indonesia Anti Natal Care Alat Permainan Edukatif Asuhan Persalinan Normal Alat Tulis Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten Badan Pemberdayaan Masyarakat Bayi Resiko Tinggi Berat Badan Bayi Berat Lahir Rendah Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bayi Bayi Lahir Bidan di Desa Bahan Habis Pakai Bidan Desa Balai Kesehatan Indera Masyarakat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Balai Kesehatan Mata Masyarakat Balai Kesehatan Olah Raga Masyarakat Balai Kesehatan Paru Masyarakat Badan Narkotika Daerah Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Badan Pusat Statistik Ibu Bersalin Ibu Hamil Ibu Resiko Tinggi Cara Belajar Orang Dewasa Case Fatality Rate Contracetive Technological Update Ceramah Tanya Jawab Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Donor Darah Desa Departemen Agama Pendidikan Nasional Dengan Tempat Perawatan District Team Problem Solving District Team Problem Solving. BKKBN BKMM BKOM.Making Pregnancy Saver : Gangguan Akibat Kekurangan Yodium i .DAFTAR SINGKATAN A ABPK AIDS AKI AKB AKN AMP APBD APBN APBN-P APINDO ANC APE APN ATK B Bappeda Bappekab Bapemas Baristi BB BBLR BBKPM BBL BdD BHP Bides BKIM.

Genmud GSI H HIV I IBI IDAI IDI IGD J Jamsostek JNPK JPNK-KR : Generasi Muda : Gerakan Sayang Ibu : Human Immunodeficiency Virus : : : : Ikatan Bidan Indonesia Ikatan Dokter Anak Indonesia Ikatan Dokter Indonesia Instalasi Gawat Darurat : Jaminan Sosial Tenaga Kerja : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi ii .

K KAT KB KB (AMP-KB) Kadarzi KEK KEP KIE/ KIP dan K KLB KMS KMRIH KMRIBB Kesga Kesra Kespro KPA KP-KIA KPPN KTA KTD KUA KVA L LILA LP LPA LSM LS M MMD MTBS MTCT N Nakes NAPZA P PAUD PERSAGI PGPK PGPKT PHLN PKK PKHS PLKB PMTCT POGI Polindes PONED PONEK PPNI Poskesdes Posyandu PPGDON PP-KtP PPT Promkes PSG PUMK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Komunitas Adat Terpencil Keluarga Berencana Keluarga Berencana (Audit Maternal Perinatal .Keluarga Keluarga Sadar Gizi Kurang Energi Kronis Kekurangan Energi Protein Komunikasi Informasi Edukasi / Komunikasi Inter Personal dan Kejadian Luar Biasa Kartu Menuju Sehat Kartu Monitoring Rujukan Ibu Hamil Kartu Monitoring Rujukan Ibu Bersalin dan Bayi Kesehatan Keluarga Kesejahteraan Rakyat Kesehatan Reproduksi Kuasa Pengguna Anggaran Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kekerasan terhadap Anak Kehamilan Tidak Diinginkan Kantor Urusan Agama Kekurangan Vitamin A Lingkar Lengan Atas Lintas Program Lembaga Pemerhati Anak Lembaga Swadaya Masyarakat Lintas Sektor Berencana) Kelompok : Musyawarah Masyarakat Desa : Manajemen Terpadu Balita Sehat : Mother to Child Transmission : Tenaga Kesehatan : Narkotika Psikotropika dan Zat adiktif : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Pendidikan Anak Usia Dini Persatuan Ahli Gizi Indonesia Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Ketulian Pinjaman Hibah Luar Negeri Program Kesejahteraan Keluarga Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat Petugas Lapangan Keluarga Bencana Prevention Mother to Child Transmission Persatuan Obstetri Ginekolog Indonesia Pos Persalinan Desa Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Kebidanan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Pos Kesehatan Desa Pos Pelayanan Terpadu Penanganan Pertama Gawat Darurat Emergensi Obstetri Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan Pusat Pelayanan Terpadu Promosi Kesehatan Pemantauan Status Gizi Pemegang Uang Muka Kerja iii Neonatal .

PUKM PUG-BK PWS P2PL P2KP P2KS P2KT P4K R Risti RKAKL RPK RSUD RTL S SABMN SAK SBH SDKI SDIDTK SHK SKDN : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Program Upaya Kesehatan Masyarakat Pengarus Utamaan Gender Bidang Kesehatan Pemantauan Wilayah Setempat Program Pemberantasan Penyakit Langsung Pusat Pelatihan Klinik Primer Pusat Pelatihan Klinik Sekunder Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Terpadu Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi Risiko Tinggi Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian / Lembaga Rencana Pelaksanaan Kegiatan Rumah Sakit Umum Daerah Rencana Tindak lanjut Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Sistem Akuntansi Keuangan Saka Bakti Husada Survei Demografi Kesehatan Indonesia Standarisasi Stimulasi. Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Skrining Hipotyroid Kongenital ∑ Seluruh Balita Kembang Anak S K D N : ∑ Balita yang mempunyai KMS : ∑ Balita yang datang ditimbang : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ∑ Balita yang naik berat badannya Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Survey Mawas Diri Surat Keputusan Bersama Sistem Kewaspadaan Dini Surat Kuasa Pengguna Anggaran Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Standar Pelayanan Kebidanan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sistem Pencatatan Pelaporan Rumah Sakit Sistem Pencatatan Pelaporan Puskesmas Tinggi Badan Tugas Pembantuan Total Fertility Rate Tugas Pokok dan Fungsi Tokoh Masyarakat Tokoh Agama Training of Trainer Tambahan Uang Persediaan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat Upaya Kesehatan Kerja Upaya Kesehatan Masyarakat Usaha Kesehatan Sekolah Uang Persediaan SIMPUS SMD SKB SKD SKPA SKPG SPK SPSI SP2RS SP3 T TB TP TFR TUPOKSI Toma Toga TOT TUP U UKBM UKK UKM UKS UP iv .

UPGK UPT Y YPAC : : Upaya Perbaikan Gizi Keluarga : Unit Pelaksana Teknis Yayasan Penyandang Anak Cacat v .

..................DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 Form Laporan Dinas ……………....... Form Laporan Penyelenggaraan Pertemuan Form Laporan Tahunan ………………... 128 129 130 131 i . Form Laporan Rapat …………………………....

.........................………… Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 ……………............ Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAKBMN) ………..................DAFTAR BAGAN Halaman BAGAN 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 .......... Tambahan UP dan GU-UP ...................... Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 ........... 108 BAGAN 2 111 BAGAN 3 118 119 122 BAGAN 4 BAGAN 5 BAGAN 6 125 ii .............. Alur Mekanisme Uang Persediaan......................................................... Pembayaran Langsung (LS) ……..........

Kesehatan Tradisional. Dalam melaksanakan program-program tersebut. swasta. dunia usaha dan LSM. Perkesmas dan lain-lain.000 kelahiran hidup menjadi 226 /100. 1 . Dana Alokasi Khusus. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 /100. Untuk mewujudkan sasaran pembangunan nasional tersebut. Kesehatan Perkotaan. 4) Cakupan Puskesmas memberikan pelayanan bagi Masyarakat miskin. 5) Cakupan ASI ekslusif.BAB I PENDAHULUAN A. Kesehatan Jiwa. diperlukan dukungan sumber pendanaan yang berasal berbagai sumber pembiayaan seperti : APBN.6 % menjadi 20 %. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat mengarahkan pelaksanaan kegiatan melalui pencapaian indikator Rencana Kerja Pemerintah sebagai bentuk penilaian tahunan dari RPJMN yang pada tahun 2009 telah ditetapkan indikatornya meliputi : 1) Cakupan kunjungan Ibu Hamil (K4).2 tahun menjadi 70. 8) Cakupan keluarga mengkonsumsi garam beriodium dan 9) Cakupan Pengembangan Desa Siaga. antara lain melalui penyediaan biaya kegiatan Pelayanan Kesehatan Ibu. 4. Seperti diketahui bahwa Departemen Kesehatan telah menyediakan anggaran guna peningkatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat melalui dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 6) Cakupan Vit A. Pelayanan Kesehatan Anak. Anggaran 2009 yang tersedia. 3) Cakupan kunjungan Neonatus (KN2). Menurunnya Angka Kematian Bayi dari 35 /1. Kesehatan Usia Lanjut. Menurunnya angka prevalensi gizi kurang pada balita dari 25. APBN yang didaerahkan ( dana dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan) dana perimbangan (Dana Alokasi Umum. Tahun 2009 merupakan tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009. Poskesdes. Pelayanan Kesehatan Kerja dan biaya Perbaikan Gizi Masyarakat. Poskestren.000 kelahiran hidup menjadi 26 / 1. 7) Cakupan Tablet Fe.6 tahun. Pelayanan Kesehatan Dasar. 2) Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan.) APBD dan PHLN serta sumber-sumber pembiayaan lainnya. Pos UKK serta penguatan pengelolalaan program di tingkat Dinas Kesehatan Propinsi. Melalui keempat indikator tersebut Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat memikul tanggung jawab yang besar. 2. 3. Serta pencapaian indikator lain yang menjadi prioritas nasional dan merupakan spesifik daerah seperti Kesehatan Indera. hal tersebut terkait bahwa semua kegiatan di lingkungan Ditjen Bina Kesmas mengarah secara langsung dengan sasaran tersebut di atas. Kesehatan Olah Raga. sehingga sasaran Program di lingkungan Ditjen Bina Kesmas tetap mendorong program-program tersebut sampai kepada masyarakat melalui upaya peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya sebagai sarana pelayanan kesehatan yang terdepan dan dibantu oleh Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) seperti Pos Yandu. Latar Belakang Pembangunan kesehatan yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009 Bidang Kesehatan adalah mewujudkan pencapaian sasaran : 1. Kabupaten/Kota serta Puskesmas. Meningkatnya Usia Harapan Hidup dari 66. Namun demikian kinerja tersebut akan lebih berhasil apabila didukung unit-unit utama di Depkes dan Pemerintah Daerah serta peran serta masyarakat secara aktif.000 kelahiran hidup.000 kelahiran hidup.

Tujuan Memberikan acuan bagi pelaksanaan kegiatan Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat bersumber Dana Dekonsentrasi tahun 2009 dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan kesehatan. 2. Kesehatan Dasar dan Perbaikan Gizi tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. 3. Pengelola Kegiatan Kesehatan Ibu. Kesehatan Kerja. Kesehatan Anak. Sasaran 1.Agar pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan baik sehingga hasilnya lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam pencapaian sasaran pembangunan maka dalam pelaksanaan diberikan buku pedoman berupa Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi. Kegiatan Bina Kesehatan Ibu Kegiatan Bina Kesehatan Anak Kegiatan Bina Kesehatan Dasar ( Komunitas) Kegiatan Bina Kesehatan Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat 2 . 4. 5. B. Unit–unit terkait pengelolaan Program UKM dan Perbaikan Gizi Masyarakat. D. C. Ruang Lingkup 1. 2.

000 kelahiran hidup pada tahun 2007. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di tingkat dasar dan rujukan. Dalam kurun waktu yang sama. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal ditangani secara adekuat. 3.000 kelahiran hidup. Mendorong pemberdayaan perempuan. Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanggulangan komplikasi keguguran. mulai dari sarana pelayanan kesehatan dasar hingga pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit. terutama kesehatan ibu di Indonesia. Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan data SDKI 2007 menunjukkan angka 228/100. Membangun kemitraan yang efektif. keluarga dan masyarakat.BAB II KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU A.000 kelahiran hidup pada tahun 2005. serta makin tingginya harapan masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas.000 kelahiran hidup pada tahun 2006 dan 248/100. 2. AKI pada tahun 2007 sebesar 228/100. 3. tetapi masih jauh dari harapan MDGs 2015. Keempat strategi di atas diperlukan untuk mewujudkan tiga pesan kunci Making Pregnancy Safer yaitu : 1. khususnya Direktorat Bina Kesehatan Ibu. 255/100. Latar Belakang Perkembangan kesehatan ibu di dunia selama 20 tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat bervariasi dan belum menunjukkan kemajuan yang signifikan dilihat dari besaran maupun pemerataannya apabila merujuk pada pencapaian indikator outcome yang disepakati. maka Departemen Kesehatan. Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terampil. monitoring dan informasi KIA dan pembiayaan program. menyusun beberapa program kesehatan yang dibutuhkan dengan berlandaskan pada Strategi Making Pregnancy Safer yaitu : 1. Indonesia sendiri menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber data baik dari Dinkes Propinsi maupun BPS menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) nasional selama kurun waktu 10 tahun terakhir sudah sesuai dengan target RPJMN pada tahun 2010. Program kesehatan ibu disusun menganut prinsip continum of care. dibandingkan dengan deretan angka tersebut secara nasional sudah “on the track” dalam skenario penurunan AKI secara nasional untuk mencapai target RPJMN tahun 2009 yaitu sebesar 226/100. B. 4. Seiring makin kompleksnya permasalahan kesehatan. yang berarti pendekatan yang dilakukan adalah secara menyeluruh dari masa kehamilan sampai nifas dan pelayanan yang diberikan adalah berkualitas. Tujuan Umum Mempercepat upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui dukungan dana dekonsentrasi 1 . Meningkatkan sistem surveilans.000 kelahiran hidup. Tujuan 1.000 kelahiran hidup. 2. hasil ekstrapolasi BPS berdasarkan trend penurunan AKI didapat angka 262/ 100.

P4K terlaksana di seluruh desa Meningkatnya jumlah dukun yang bermitra sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang telah dilatih PONED sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang melaksanakan pelayanan KB berkualitas minimal 4 puskesmas per kabupaten Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu Penguatan manajemen kesehatan ibu C. 2. Pengelola program kesehatan reproduksi E. f. Ibu Hamil dengan komplikasi yang ditangani menjadi 75% pada tahun 2010. Koordinasi P4K dengan stiker dalam upaya PP-AKI di tingkat Propinsi 1) Tujuan Terwujudnya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) bagi Bidan di Puskesmas dan Bidan di Desa yang terintegrasi dalam Desa Siaga. Kegiatan-Kegiatan 1. 3) Penggunaan dana (a) (b) (c) (d) (e) Belanja Bahan (ATK. Tujuan Khusus a. Puskesmas yang mampu memberikan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) sekurang-kurangnya 4 Puskesmas dengan tempat tidur di tiap Kabupaten/Kota. 7. Lintas Program dan Lintas Sektor di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Kunjungan Ibu Hamil (K4) menjadi 91% pada tahun 2010. 2) Sasaran Pengelola Program KIA di Dinas Kesehatan Propinsi. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (Linakes) menjadi 87.2. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) a. Puskesmas yang mampu Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial (PKRE) terpadu sekurang-kurangnya 4 Puskesmas di tiap Kabupaten/Kota 8. Pelayanan Nifas menjadi 87. D.5% pada tahun 2010. 4. 3. Sasaran Program 1. 6. c. Peserta KB aktif menjadi 71% pada tahun 2010. Semua Ibu Hamil. Kunjungan Ibu Hamil (K1) menjadi 95% pada tahun 2010. 5.5% pada tahun 2010. dll) Transport Uang Harian Biaya Penginapan Belanja Sewa 2 . b. konsumsi. Bersalin dan Nifas Pasangan Usia Subur (PUS). 3. Target cakupan yang diharapkan adalah meningkatnya cakupan : 1. Foto kopi. e. d. 2.

Rujukan kasus Ibu Hamil Risiko Tinggi/komplikasi a) Tujuan Meningkatnya jumlah rujukan kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi sesuai indikasi di Puskesmas. Fotokopi). (2) Transport lokal petugas. ibu bersalin dan nifas yang mutakhir (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa ditandai dengan terpasangnya stiker P4K (4) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 3 . Fotokopi ). bulin dan ibu nifas di Puskesmas. nifas dan Tindak Lanjut Pemasangan Stiker P4K a) Tujuan (1) Teridentifikasinya ibu hamil. d) Hasil kegiatan (1) Data hasil kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi e) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut c.4) Hasil kegiatan (1) Adanya kesepakatan tertulis tentang rencana pelaksanaan P4K (2) Adanya laporan hasil pelaksanaan yang sudah di capai Laporan kegiatan 5) b. (3) Bufas. bulin. (3) Lintas sektor dan lintas program terkait. c) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. ibu bersalin dan nifas resiko tinggi di Puskesmas (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa (1) Sasaran (1) Bumil. b) Sasaran (1) Pelaksana program di dinas kesehatan Kabupaten/Kota. Pelacakan dan Validasi Pendataan Jumlah Ibu Hamil. (2) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. (2) Ibu hamil. (3) Hasil kegiatan (1) Adanya data ibu hamil. (2) Bulin. (2) Transport lokal petugas.

d) Transport . pengelola program KIA di tingkat propinsi. 2) Sasaran Swasta. Transport. Honor Narasumber. Pertemuan Sosialisasi/Review Kemitraan Bidan dan Dukun 1) Tujuan a) Adanya kesamaan pemahaman dan kesiapan pengelola dan penanggungjawab program KIA-KB di Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan intervensi kemitraan bidan dan dukun. Belanja sewa Biaya Penginapan. kabupaten/kota. Hasil kegiatan a) Adanya komitmen kerjasama tertulis antara swasta dan pemerintah b) Adanya rencana kerjasama swasta dan pemerintah (Dinkes) Laporan Kegiatan 5) 4 . b) Belanja Sewa. e) Uang Harian. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK.2. Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan kegiatan kemiteraan bidan dan dukun b) 2) Sasaran a) b) Pelaksana puskesmas dan Pengelola Program di Dinas Kesehatan Propinsi dan Kab/Kota : Lintas Program / Lintas Sektor terkait Bidan di Desa. dan organisasi profesi terkait. c) Honorarium narasumber. Dukun dan LP/LS terkait 3) Penggunaan dana a) Belanja Bahan (ATK. fotokopi). Pertemuan Public Private Mix/koordinasi dengan swasta 1) Tujuan Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara swasta dan pemerintah dalam mendukung program KIA. 4) Hasil Kegiatan a) Adanya Komitmen tertulis pelaksanaan program kemitraan bidan dan dukun b) Adanya hasil telaahan pelaksanaan kegiatan kemitraan bidan dan dukun b. f) Biaya Penginapan. Uang Harian. Kemitraan Bidan dan Dukun a. konsumsi). Fotokopi.

fotokopi). 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Transport. Belanja sewa Transport lokal Honor Narasumber. Belanja sewa Biaya Penginapan. petugas rekam medik RS. Sasaran Peserta kegiatan : a) Bidan di Desa tempat kejadian kematian ibu dan bayi baru lahir. b) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya. Uang Harian. misalnya bidan praktek swasta. Pengelola program Promosi kesehatan. 5 . PONED dan PONEK a. Pengelola program Yankes. d) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA. 4) Hasil kegiatan a) b) Telaahan pelaksanaan PONED Puskesmas Rencana tindak lanjut 5) Laporan kegiatan b. c) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait. Menyusun rencana tindak lanjut Sasaran a) b) c) d) e) Tim PONED Puskesmas Pengelola program KIA-KB. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) Belanja bahan (ATK.3. sesuai kebutuhan. Evaluasi Pelaksanaan Puskesmas PONED 1) Tujuan a) b) c) 2) Menelaah hasil pelaksanaan PONED di puskesmas Mengidentifikasi permasalahan yang terkait dengan pelaksanaan PONED di puskesmas. e) Pihak lain yang terkait. Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Kabupaten / Kota 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP secara teratur dan berkesinambungan. Pemerintah daerah. fotokopi). Honor Narasumber.

3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Honor Narasumber.POGI. Organisasi kemasyarakatan/LSM. misalnya bidan praktek swasta. Kesra. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya. Rumah Sakit pemerintah dan non pemerintah. Bappeda). b) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait. Transport. Pemantapan Forum Mata Rantai Rujukan 1) Tujuan Menelaah kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal mulai dari keluarga. Lintas Program dan Sektor terkait (BKKBN. masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. 2) Sasaran a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA (tingkat Propinsi. sesuai kebutuhan. Sasaran Peserta kegiatan : a) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas. d) Pihak lain yang terkait. 6 . Uang Harian.IDI. c) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA.IDAI). 4) Hasil kegiatan (1) Notulen proses pelaksanaan AMP (2) Laporan tertulis pelaksanaan AMP (3) Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d. fotokopi). Kabupaten / Kota / Kecamatan). Organisasi Profesi (IBI. Dokter Puskesmas dan Bidan di Desa. Belanja sewa Biaya Penginapan. petugas rekam medik RS.4) Hasil kegiatan a) b) c) Notulen proses pelaksanaan AMP Laporan tertulis pelaksanaan AMP Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan c. Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Propinsi 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP lintas batas.

Transport. fotokopi). Belanja sewa Biaya Penginapan. Uang Harian. fotokopi). kompeten dalam 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi CTU sesuai standar 5) Laporan Kegiatan b. Uang Harian. Pelayanan KB berkualitas a. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam Contraceptive Technical Updated (CTU) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan melaksanakan pelayanan KB berkualitas. 5) Laporan Kegiatan 4. Belanja sewa Biaya Penginapan. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 2) Sasaran Pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Honor Narasumber. Transport. Pemantapan manajemen pelayanan KB Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Dinkes Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam manajemen pelayanan KB. 2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan kontrasepsi utamanya IUD dan Implant. 4) Hasil kegiatan a) Telaahan kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal dan rekomendasinya. 7 . Honor Narasumber.

fotokopi). 2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan konseling KB. Belanja sewa Biaya Penginapan. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Pelatih. Uang Harian. Honor Narasumber. Fasilitator. Belanja sewa Biaya Penginapan. Transport. fotokopi). Honor Narasumber. 2) Sasaran Pimpinan dan Pengelola Program KB Puskesmas. fotokopi). Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB (ABPK) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan menggunakan ABPK ber-KB. 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih Laporan Kegiatan 5) Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Puskesmas 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pimpinan dan pengelola program KB Puskesmas dalam manajemen pelayanan KB. Belanja sewa Biaya Penginapan. Uang Harian. Transport.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Honor Narasumber. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Transport. tenaga kesehatan kompeten dalam 8 . 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih (5) Laporan Kegiatan c. Uang Harian.

2) Sasaran Pengelola program KIA tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Peningkatan Kemampuan Tim Petugas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas dalam Kelas Ibu Hamil 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola KIA Puskesmas dalam pelaksanaan kelas ibu hamil. 2) Sasaran Program Pengelola program KIA. Laporan Kegiatan 5. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Kabupaten/Kota dan 9 . Belanja sewa Biaya Penginapan. Uang Harian. IBI Kabupaten. Program Pencegahan dan 4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan penanganan malaria pada ibu hamil Laporan Kegiatan 5) b. Fasilitator. Pelatih. 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. fotokopi). Transport. Peningkatan Kualitas Pelayanan a. Bidan Puskesmas. Honor Narasumber. Bidan di desa. Belanja sewa Biaya Penginapan. Uang Harian. fotokopi). Dokter Puskesmas.4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi penggunaan ABPK ber-KB. Pelatih. Transport. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Malaria pada Kehamilan 1) Tujuan Dipahaminya dan dilaksanakannya Penanganan Malaria pada Kehamilan. Fasilitator. Honor Narasumber.

fotokopi). Belanja sewa Biaya Penginapan. dll). Pelatih. 4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi APN sesuai standar Laporan Kegiatan d. 2) Sasaran Tenaga Bidan yang belum mampu memberikan pertolongan persalinan normal sesuai standar. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Asuhan Persalinan Normal 1) Tujuan Meningkatnya kemampuan Bidan dalam melaksanakan Persalinan Normal. Belanja sewa Biaya Penginapan. Honor Narasumber. Fasilitator. fotokopi. Fasilitator. sertifikat. bahan habis pakai. Uang Harian. 2) Sasaran Calon tim Puskesmas PONED (Dokter Umum. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Honor Narasumber. Uang Harian. Transport. Transport. 10 .4) Hasil kegiatan a) b) c) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melaksanakan kelas ibu hamil Peserta latih mampu memfasilitasi ibu. suami dan keluarga dalam perawatan kehamilan 5) Laporan Kegiatan c. Bidan dan Perawat) sesuai kriteria. Pelatih. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal dasar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

11 . Belanja sewa Biaya Penginapan.4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONED sesuai standar 5) Laporan Kegiatan e. 5) f. Bidan dan Perawat) sesuai kriteria yang mengacu pada pedoman PONEK. Magang PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal. fotokopi. Honor Narasumber. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal komprehensif sesuai dengan standar yang ditetapkan. b) Rumah sakit yang memenuhi persyaratan sebagai tempat magang PONED (jumlah kasus memenuhi syarat yang ada dalam buku pedoman pelatihan PONED) 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. konsumsi. fasilitator. 4) Hasil kegiatan Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan catatan : Magang ini merupakan kelanjutan dari pelatihan PONED dan dapat dilaksanakan untuk penyegaran bagi tim PONED yang telah dilatih apabila diperlukan. instruktur klinis. Dokter Umum. Dokter Spesialis Anak. bahan habis pakai). Transport. 2) Sasaran Calon Tim PONEK (Dokter Spesialis Obsgin. 2) Sasaran a) Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONED. Uang Harian.

Honor Narasumber. konsumsi. Peningkatan Kapasitas Kespro Terpadu yang Responsif Gender 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program dalam pengembangan dan pelaksanaan program kespro terpadu yang responsive gender. Uang Harian. Honor Narasumber. fasilitator. instruktur klinis. bahan habis pakai). Transport. Transport. 12 . Belanja sewa Biaya Penginapan. konsumsi. bahan habis pakai). Honor Narasumber. Belanja sewa Biaya Penginapan. 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONEK sesuai standar 5) Laporan Kegiatan g. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. fasilitator. bahan habis pakai). Belanja sewa Biaya Penginapan. Magang (OTJ) PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal. fotokopi.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 2) Sasaran Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONEK. Hasil kegiatan a) Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan 5) h. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK. Uang Harian. instruktur klinis. konsumsi. Uang Harian. fotokopi. 2) Sasaran Pengelola program terkait kespro di propinsi dan kab/kota. fasilitator. instruktur klinis. fotokopi. Transport.

Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi KIA . b. Bendahara Pengeluaran. Pejabat SPM) Honorarium Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Biaya Lelang Belanja Bahan (ATK. 2) Sasaran Pelaksana program dan bagian perencanaan yang terkait dengan upaya penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir (Tim DTPSMPS Kabupaten/Kota). 4) Hasil kegiatan Dokumen evaluasi dan perencanaan program kesehatan ibu 13 . PUMC. 3) Penggunaan dana Persiapan : Transportasi Panitia Pelaksanaan DTPS : a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. PK. 2) Sasaran Program Pengelola program tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota 3) Penggunaan dana a) b) c) d) 4) Honorarium pengelola program (KPA. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Terselenggaranya kegiatan dan operasional dukungan manajemen program kesehatan ibu di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Transport. Uang Harian. Honor Staf Pengelola program. Laporan SAK dan SABMN. Laporan penerimaan barang.KB 1) Tujuan Tersusunnya dokumen perencanaan kegiatan percepatan penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir termasuk anggarannya berdasarkan data dan sesuai dengan kondisi setempat. Manajemen a. fotokopi). Belanja sewa Biaya Penginapan.4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test peserta b) Adanya SK Tim Fasilitator kabupaten/kota yang berfungsi dalam pengembangan PKRE di Puskesmas 5) Laporan Kegiatan 6. Foto kopi propinsi dan kabupaten/kota) Laporan a) b) c) Laporan distribusi barang. Honor Narasumber.

Kabupaten/ Kota). Proposal Upaya Percepatan Penurunan AKI & AKB tiap kabupaten/kota. Petugas dari unit yang mengurusi KB. b) 2) Sasaran Program a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA.Pusat Uang harian Biaya penginapan 4) Hasil kegiatan a) b) Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan program kesehatan ibu Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d. Bimbingan Teknis/Supervisi/Konsultasi KIA . Pemerintah daerah (Camat. Evaluasi Pelaksanaan PWS KIA dan Validasi Data Kematian Ibu 1) Tujuan a) Diketahuinya permasalahan yang terkait pencapaian program KIA terhadap target yang disepakati dan tindaklanjut rekomendasi PWS KIA terdahulu termasuk penyebabnya utamanya. c. Pengelola program kesehatan ibu di Kabupaten/Kota. Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi).5) Laporan kegiatan a) b) Laporan harian pelaksanaan kegiatan. 3) Penggunaan Dana a) b) c) Transport Propinsi .KB 1) Tujuan a) b) c) 2) Identifikasi masalah. 4) Hasil kegiatan a) Telaahan hasil pelaksanaan PWS KIA b) Rencana tindak lanjut pemecahan masalah 5) Laporan 14 . 3) Penggunaan dana a) b) c) Transport lokal. Pengelola program Promosi kesehatan. faktor hambatan dan penunjang kesehatan ibu. Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi. Sasaran a) b) Pengelola program kesehatan ibu di Propinsi. Pengelola program P2. Pengelola program Yankes. Pendampingan dalam melakukan analisa hasil. Disepakati alternatif tindak lanjut untuk pemecahan permasalahan dalam pencapaian target daerah. Sewa Ruang Pertemuan. Sewa Komputer & LCD (bila diperlukan).

e. Pengadaan Alat Pengolah Data 1) Tujuan Tersedianya Alat Pengolah Data Untuk penelusuran. peserta). 4) Hasil Tersedianya alat pengolah data 5) Laporan Pengadaan 15 . 3) Pengunaan Dana Kontrak / Pelelangan alat pengolah data. Honor Nara sumber. Peningkatan Kemampuan Fasilitator Bidan Koordinator Sebagai Penyelia Fasilitatif 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan bidan koordinator dalam memberikan fasilitasi kepada bidan di wilayah kerjanya. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Transport (pelatih. 4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan fasilitasi 5) Laporan Kegiatan f. pelatih. Uang harian. 2) Sasaran Kesehatan Ibu & Anak. Belanja Sewa. Fotokopi). Biaya penginapan . fasilitator. Pencetakan Stiker P4K 1) Tujuan Tersedianya stiker P4K di seluruh Propinsi 2) Sasaran Ibu Hamil 3) Pengunaan dana Biaya pencetakkan stiker 4) Hasil Tercetaknya stiker 6) Laporan Pengadaan dan Distribusi g. pemantauan wilayah setempat Kesehatan Ibu & Anak (PWS-KIA). 2) Sasaran Bidan koordinator dan bidan di Puskesmas.

16 .

status gizi pada ibu hamil. Terkait dengan kendala geografis. karena dengan tren penurunan yang stagnan maka dikhawatirkan target MDG 2015 tidak akan tercapai. rendahnya keterampilan tenaga penolong persalinan serta sarana dan prasarana yang terbatas sangat berpengaruh pada kematian neonatus. Bila dilihat dari data penyebab kematian neonatal berdasarkan SKRT tahun 2001 dan Riskesdas tahun 2007. Kecenderungan kematian bayi dan balita terutama terjadi pada periode persalinan dan kelahiran serta beberapa saat setelah persalinan dan kelahiran. Mengingat masih lebarnya kesenjangan AKB antar provinsi. Dengan demikian. Masih tingginya persalinan yang terjadi di rumah. Hal ini menunjukkan adanya kendala aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan. penyebab kematian terbesar masih tetap sama yaitu BBLR dan asfiksia. Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa penyakit infeksi seperti diare dan pneumonia merupakan pembunuh utama balita Indonesia. Demikian juga dengan kematian di pedesaan lebih banyak dari perkotaan. Keterbukaan suatu daerah terhadap pembangunan ekonomi dan keterbukaan secara geografi juga sangat menentukan aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan. upaya penurunan AKB perlu mendapat perhatian yang besar pada upaya penyelamatan bayi baru lahir. Kesepakatan global ini telah diterjemahkan ke dalam RPJMN 2004 – 2009 seperti tertuang dalam Peraturan Presiden no 7 tahun 2005. Sebanyak 43% kematian bayi terjadi pada masa neonatal (SDKI 2007) dan sebagian besar (78. Latar Belakang Millenium Development Goals merupakan kesepakatan lebih dari 180 Kepala Negara dan Pemerintahan termasuk Presiden RI pada tahun 2000 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. maka perlu dilakukan intervensi yang berbeda untuk setiap provinsi. Tujuan ke 4 dari Millenium Development Goals tahun 2015 adalah menurunkan angka kematian balita 2/3 nya dari keadaan tahun 1990 yaitu menjadi 23/1. berbagai upaya telah dilakukan dan telah menunjukkan penurunan yang cukup tajam dalam dekade terakhir. daerah terpencil. Intervensi yang tepat pada periode usia neonatal diharapkan akan banyak berkontribusi dalam pencapaian MDG 4. Penyediaan sarana dan SDM kesehatan maupun peningkatan kompetensi 1 . Namun dalam 5 tahun terakhir cenderung stagnan. Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kematian bayi pada penduduk yang tidak berpendidikan 3 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang berpendidikan tinggi dan kematian pada tingkat sosial ekonomi rendah lebih besar dari tingkat ekonomi tinggi. Cakupan imunisasi lengkap yang rendah menunjukkan bahwa universal access belum mampu kita berikan kepada mereka. sosial ekonomi. Disamping itu terdapat kesenjangan dalam determinan angka kematian bayi dan balita yang cukup besar antar tingkat pendidikan.BAB III KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK A. Provinsi dengan AKB tertinggi yaitu Sulawesi Barat (74/1.5%) dari kematian neonatal terjadi pada usia yang sangat dini yaitu dalam satu minggu pertama kehidupannya (Riskesdas 2007).000 KH).000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Balita.000 KH) angkanya mencapai hampir 4 kali lipat dari provinsi dengan AKB terendah yaitu Yogyakarta (19/1.000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Bayi (AKB) dan 32/1.000 Kelahiran Hidup) dan Nusa Tenggara Barat (72/1. Untuk mencapai target tersebut. antar perkotaan dan perdesaan. perbatasan dan kepulauan perlu mendapat perhatian besar dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

Selain itu.bayi dan anak balita dan upaya peningkatan kualitas hidup anak. Intensifikasi: kegiatan yang sudah ada diintesifkan pelaksanaannya Contoh : a. Data yang akurat diharapkan akan menghasilkan perencanaan yang tepat sehingga intervensi yang dilakukan juga akan sesuai dengan masalah yang dihadapi. Tujuan 1. Tujuan Khusus 2. emosional dan spiritual melalui upaya pemenuhan. pemantauan tumbuh kembang. misal : contracting out. dan menghargai pendapat anak.mereka dalam melakukan penganganan kasus emergensi harus ditingkatkan. Penerapan PONED & RS PONEK d. artesunat dll 3. advokasi & evaluasi d.bayi dan anak balita dan mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. regionalisasi pelayanan untuk DTPK. Inovasi : kegiatan baru sebagai upaya terobosan Contoh : Pengembangan intervensi yang bersifat baru. Seluruh upaya ini harus dilihat secara komprehensif di dalam suatu continuum of care. hak anak untuk hidup dan berkembang. perbaikan untuk sistem informasi dalam bentuk instrumen Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak serta pencatatan/pelaporan juga perlu dilakukan karena merupakan faktor pendukung yang penting dalam upaya melakukan pemantauan. puskesmas. Posyandu : imunisasi. Upaya akselerasi pencapaian RPJMN 2004-2009 & MDG 4 di 2015 program kesehatan anak menggunakan metoda : 1. demi kepentingan terbaik bagi anak. Sesuai dengan amanat UU Perlindungan Anak no 23/2002. Penerapan tata laksana up to date secara luas : zinc. Penerapan Manajemen Asfiksia & Manajemen Bayi Berat Lahir Rendah di puskesmas & jaringannya b. kecerdasan intelektual. 2 . memiliki kebugaran jasmani. peningkatan dan perlindungan hak anak. Program Kesehatan Anak disusun berdasarkan Upaya Pemenuhan Hak Anak Yang Komprehensif dan Terpadu (Right Based Approach) dengan 4 prinsip hak-hak anak yaitu. kuratif dan rehabilitatif. hingga layanan rujukan di rumah sakit mulai dari aspek promotif. Supervisi fasilitatif. Penggunaan Buku KIA di setiap fasilitas kesehatan c. Ada 2 Kegiatan Pokok pada Program Kesehatan Anak yaitu upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. perencanaan tindak lanjut. Hindari missed opportunity 2. B. Tujuan Umum Menurunkan angka kematian bayi baru lahir. baik dari tingkat masyarakat. Ekstensifikasi: kegiatan yang belum luas implementasinya diperluas penerapannya ke seluruh puskesmas & jaringannya Contoh : a. Pendekatan yang harus kita berikan adalah equity dan universal access. evaluasi dan perencanaan terhadap data-data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan kegiatan/program kesehatan. non diskriminasi. Pemanfaatan PWS KIA sebagai instrumen monitoring. Penerapan MTBS & SDIDTK di puskesmas & jaringannya c. AMP e. Manfaatkan dana dekonsentrasi untuk memberikan layanan & menjangkau sasaran f. penggerakan masyarakat b. preventif.

D. c) Honor mengajar fasilitator.a. Upaya Akselerasi Penurunan Angka Kematian Bayi Baru Lahir. 2) 3) 4) 5) 3 . dalam kurun waktu 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. Peningkatan Jumlah Puskesmas yang melaksanakan Tatalaksana Medis Kekerasan Terhadap Anak (KTA) menjadi 10% C. bersedia menjadi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir di luar kota (selama 2-3 hari). Protap Penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan TOT Asfiksia BBL Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. 7. Bayi dan Anak Balita (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a. b. e) Biaya pembelian ATK. h) Biaya rapat persiapan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Peningkatan Cakupan pelayanan anak balita menjadi 80%. Peningkatan Cakupan Puskesmas yang melaksanakan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) menjadi 40%. d) Biaya penginapan hotel. fasilitator/narasumber dan panitia. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. 4. Anak prasekolah (Usia 60 – 83 bulan). Peningkatan Cakupan Kunjungan Bayi menjadi 80%. Sasaran Bidan/dokter/dokter spesialis anak yang belum pernah mengikuti pelatihan. Pelatihan TOT Asfiksia BBL di Provinsi 1) Tujuan Mencetak dan menstandarisasi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir tingkat Provinsi. g. c. e. panitia dan narasumber. 6. f. komputer suplies. Anak dengan kebutuhan khusus. b) Biaya transport bagi peserta. f) Biaya pembelian alat pelatihan resusitasi g) Biaya Sertifikat. Sasaran 1. Anak Balita (Usia12 . Bayi (Usia 29 hari – 11 bulan). 2. Peningkatan Cakupan penanganan neonatal (Bayi Baru Lahir) dengan komplikasi menjadi 60%. Peningkatan Cakupan penjaringan siswa SD kelas 1 dan setingkat menjadi 80%. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan.59 bulan. Bayi Baru Lahir (Neonatus) (Usia 0-28 hari). Anak usia Sekolah (Usia 7 – 18 tahun) Anak Remaja (Usia 10 – 18 tahun). Peningkatan Cakupan pelayanan neonatal (Bayi Baru Lahir) oleh tenaga kesehatan menjadi 87%. Kegiatan-Kegiatan 1. 5. d. 3.

d) Biaya penginapan. bidan dan perawat (tim) di Puskesmas yang akan dijadikan Puskesmas PONED.b. 2) 3) 4) 5) 4 . Protap penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan BBLR) Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. penggandaan. Sasaran Bidan/perawat/dokter yang belum pernah mengikuti pelatihan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. fasiliatator. b) Biaya transport bagi peserta. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. b) Biaya transport bagi peserta. g) Biaya sertifikat. Protap penyelenggaraan Merujuk Kepada Buku Pedoman Pelatihan PONED Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. Pelatihan BBLR di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana BBLR. penggandaan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. f) Biaya pembelian ATK. Pelatihan PONED di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana kasus emergensi maternal neonatal. komputer supplies. dalam 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. c) Honor fasilitator. panitia. fasilitator dan panitia . Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. 2) 3) 4) 5) c. komputer suplies. Sasaran Dokter. d) Biaya penginapan. c) Honor fasilitator. panitia. f) Biaya pembelian alat dan obat-obatan untuk pelatihan g) Biaya sertifikat. e) Biaya pembelian ATK. e) Sewa ruangan dan peralatan pelatihan. fasiliatator. fasilitator dan panitia.

e) Biaya pembelian ATK. perawat dan dokter Puskesmas dalam penatalaksanaan balita sakit secara komprehensif dan integrative melalui pendekatan alogaritma klinis. (2) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan P2 dan Gizi dengan latar belakang dokter / bidan/perawat. k) Biaya Sertifikat. b) Di Tingkat Kabupaten/Kota: (1) Bidan (2) Perawat (3) Dokter Puskesmas (4) Kepala Puskesmas Bidan. i) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita sakit. sewa TV & VCD player untuk praktek klinik. 2) 3) 4) Protap Penyelenggaraan Mengacu Pada Pedoman MTBS Penggunaan Dana a) Uang harian peserta dan fasilitator 7 hari. h) Biaya praktek klinik di Puskesmas & RS. c) Honor mengajar bagi fasilitator dan instruktur klinik. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. dokter Puskesmas dan Kepala Puskesmas di daerah terpencil. perbatasan dan kepulauan diprioritaskan telah terlatih dan menerapkan MTBS. b) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab /pengelola program kesehatan anak. c) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak. P2 (Pencegahan Penyakit) dan Gizi di tingkat Dinkes Provinsi & Kabupaten/Kota dalam penanganan balita sakit secara terpadu. b) Biaya transport bagi peserta. Sasaran a) Di tingkat Provinsi: (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak dengan latar belakang dokter atau bidan. g) Biaya sewa ruang. panitia . Pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan. 5) 5 . perawat. l) Biaya rapat persiapan. komputer suplies. f) Biaya pembelian contoh obat. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. j) Biaya Penggandaan. d) Biaya penginapan hotel 6 hari.d. P2 dan Gizi mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam penanganan balita sakit secara terpadu melalui penerapan MTBS. (3) Dokter dan bidan. fasilitator dan instruktur klinis. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

h) Biaya komputer supplies dan biaya penggandaan. Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) di Provinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab/ pengelola program kesehatan anak. (2) Dokter Spesialis Anak di RS Kabupaten. guru TK atau tenaga lain yang peduli anak dalam melaksanakan stimulasi. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. e) Biaya pembelian ATK. f) Biaya praktek klinik di Puskesmas/posyandu. bayi dan balita dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan balita • Terlacaknya kasus-kasus kematian dan kesakitan bayi dan balita • Teridentifikasinya jenis penyakit yang paling banyak diderita bayi dan balita • Teridentifikasinya penyebab terbesar kematian bayi dan balita • Diketahuinya jumlah kematian bayi dan balita dalam periode waktu tertentu 6 . d) Biaya penginapan hotel 2 hari. Pelatihan Standarisasi Stimulasi. (3) Dokter yang menangani tumbuh kembang anak di RS Kabupaten. dan bidan desa (3) Perawat. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. (4) Dokter dan bidan Puskesmas. 2) 3) 4) Protap penyelenggaraan mengacu pada pedoman SDIDTK Penggunaan Dana a) Uang harian untuk peserta dan fasilitator 3 hari b) Biaya transport bagi peserta. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. i) Biaya rapat persiapan. Sasaran a) Tingkat Provinsi ( TOT SDIDTK) : (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak.e. b) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam melaksanakan stimulasi. b) Di tingkat Kabupaten/Kota (Pelatihan SDIDTK): (1) Dokter (2) Bidan. Pelacakan Kasus Kesakitan dan Kematian Bayi dan Balita di Kabupaten / Kota 1) Tujuan • Menjamin jangkauan pelayanan kesehatan untuk seluruh neonatus. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. g) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. 5) f. panitia dan fasilitator c) Honor mengajar fasilitator.

dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Sasaran a) Penanggungjawab/pengelola program. 2) 7 . klinik swasta. b) Profesi. Rumah Bersalin.IBI. c) Dokter Puskesmas / Kepala Puskesmas. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. narasumber dan panitia. bayi dan anak balita di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang didasari atas analisa situasi (permasalahan. kesehatan ibu. b) Biaya penyelenggaraan c) Honor narasumber. kesehatan anak. 2) 3) 4) h. surveilans. e) Penggandaan (fotokopi). IDI. cakupan program dan cakupan lintas program terkait). d) Bidan Puskesmas. Pertemuan Perencanaan/Evaluasi dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita di Provinsi atau Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tersusunnya rencana kegiatan yang terintegrasi dalam upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. c) Kasubdin bina program Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. bidan di desa dan swasta. IDAI. Dokter spesialis anak. b) Penanggulangan Penyakit. POGI. Sasaran a) Penanggung jawab/pengelola program kesehatan anak Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. PPNI. IBI. Audit Maternal Perinatal Pembahasan Kasus Neonatal di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Terselenggaranya Audit Maternal Perinatal pembahasan kematian neonatal sehingga dapat diketahui penyebab kematian untuk menentukan tindak lanjutnya.2) Sasaran a) Petugas Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transport bagi Kecamatan/Kelurahan/Desa 3) petugas Puskesmas ke 4) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. e) RS Pemerintah / Swasta. gizi. d) ATK. f) Profesi : IDI. indikator keberhasilan dan tindak lanjut. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. g. PPNI. komputer supllies. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

panitia. 3) 4) 8 . panitia dan narasumber Provinsi. narasumber. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. c) Honor representatif. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. c) Honor narasumber Provinsi dan Kabupaten/Kota. e) Biaya peyelenggaraan. Sosialisasi /Advokasi Upaya Penurunan AKB di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui sosialisasi dan advokasi ke lintas program dan lintas sektor terkait. b) Biaya transport bagi peserta. e) ATK. c) Honor fasilitator/supervisor. Sasaran Lintas program di jajaran Dinas Kesehatan dan lintas sektor di Provinsi. d) Biaya pembelian ATK. penggandaan. fasilitator. penggandaan. Penggunaan dana a) Uang harian fasilitator. d) Biaya penginapan hotel. e) Biaya pembelian ATK.d) 3) Penanggung jawab/pengelola yankesdas dan rujukan. 4) i. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. komputer suplies. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Bidan/dokter yang telah mengikuti pelatihan asfiksia/BBLR Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pemantauan ke lapangan oleh supervisor dan fasilitator. Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. f) Biaya penggandaan. Pemantauan Pasca Pelatihan Asfiksia dan BBLR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan. d) Biaya penginapan. surat menyurat. 2) 3) 4) j. panitia. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. b) Honor narasumber. komputer suplies. panitia dan narasumber Provinsi. g) Biaya rapat persiapan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) Biaya transport bagi peserta. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi.

b) ATK. fotocopy. Lingkup kegiatan a) Pelatihan TOT dokter kecil (2 hari) (1) Materi: (a) Sanitasi Makanan (b) Gizi (c) Kesehatan Gigi dan Mulut (d) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) (e) Pencegahan Penyakit Menular Bersumber Binatang (f) Imunisasi pada Siswa SD dan MI (g) Kesehatan Indera (h) NAPZA b) Pelatihan TOT kader kesehatan remaja di sekolah (2 hari) (1) Materi: (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Kesehatan Reproduksi Remaja (c) Infeksi Menular Seksual/Infeksi Saluran Reproduksi (d) HIV/AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Pendidikan Keterampilan Hidup sehat (g) Komunikasi dan Konseling Penggunaan dana a) Honor dan transport fasilitator. b) Peserta didik kelas IV dan V untuk tingkat SD sederajat (sebagai dokter kecil). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. c) Terbentuknya kader kesehatan (dokter kecil dan Kader kesehatan remaja). Upaya peningkatan kualitas hidup anak (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a. 2. c) Peserta didik kelas I dan II untuk tingkat SMP/SMA sederajat (sebagai kader kesehatan remaja). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari 2) 3) 4) 5) 9 . Sasaran a) Pengelola program usaha kesehatan sekolah (4 sektor terkait). Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) Terbentuknya fasilitator untuk pelatihan kader kesehatan remaja di Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pelatihan Dokter Kecil Dan Kader Kesehatan Remaja di Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Terbentuknya fasilitator pelatihan dokter kecil di Provinsi dan Kabupaten/Kota. bantuan biaya penyelenggaraan.f) 5) Biaya rapat pembahasan.

b) Terbentuknya tim fasilitator pelatihan PKPR di Provinsi dan Kabupaten/Kota. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (empat) hari @ 10 jam pelatihan (perjampel 45 menit) b) Jumlah peserta dalam 1 kelas : maks 20 (dua puluh) orang. e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) f) Materi : (1) Strategi Nasional kesehatan remaja (2) Standar PKPR (3) Jejaring PKPR (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Persiapan prs nikah (c) Proses Reproduksi Sehat (d) Infeksi Menular Seksual. perencanaan dll. bidan. P2M. Peserta : Pengelola program kesrem tingkat Provinsi dan kabupaten/kota (dokter. yankes. perawat/perawat gigi.Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat 2) 3) 4) 10 . d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP. skm). jiwa. b. promkes. e) LSM : pemerhati remaja. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat Pusat/Provinsi. d) Organisasi profesi : IDAI. b) LP: gizi. c) Tersedianya pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas. c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang. c) LS: Rumah Sakit. Pelatihan TOT PKPR di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan kemampuan peserta sebagai fasilitator dalam pelatihan PKPR di Provinsi. IDAJI dan Psikolog. panitia dan fasilitator. gizi. Kepolisian. Badan Narkotik Daerah dan KPAD. HIV/ AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Kehamilan tidak diinginkan (g) Kekerasan dan penyimpangan perilaku seksual (h) KIE/ KIP dan K (i) Pengenalan gender (j) Pengenalan PKHS (Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat) (k) Peran RS dalam PKPR (l) Model PKPR di RS (m) Cara Belajar Orang Dewasa (n) Micro teaching (j) RTL (k) Pre-pos tes Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan c) Transpor peserta. POGI.

h) i) 5)

Honor Panitia Biaya sewa ruangan

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

c.

Peningkatan Kemampuan Fasilitator (TOT) Konselor Sebaya Bagi Petugas di Provinsi 1) Tujuan a) Terlatih fasilitator peer counselor / kader kesehatan remaja. b) Peningkatan akses pelayanan kesehatan remaja melalui Puskesmas PKPR. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat pusat/Provinsi b) Lintas Program : pengelola program kesehatan remaja/ UKS, gizi, kesehatan jiwa, P2M, yankes dll (tingkat Provinsi). c) Lintas Sektor : Kepolisian, KPAD, BND, LSM pemerhati kesehatan remaja. Peserta : Pengelola program Provinsi dan kabupaten/ kota. Kriteria peserta : a) Mampu menjadi fasilitator. b) Kriteria peserta : bidan, perawat/ perawat gigi, ahli gizi, SKM. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (hari) hari @ 10 jam b) Jumlah peserta dalam1 kelas : maks ( 20 dua puluh) orang c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang (selalu ada ditempat) d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) : f) Materi : (1) Tumbuh Kembang Remaja (2) Kesehatan Reproduksi Remaja (3) Infeksi Menular Seksual/ Infeksi Saluran Reproduksi (4) HIV/ AIDS (5) Penyalahgunaan NAPZA (6) Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (7) Komunikasi dan Konseling (8) Simulasi fasilitasi konselor sebaya (9) Panduan Tehnik Konseling bagi petugas Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan, bahan praktek habis pakai c) Transpor peserta, panitia dan fasilitator, narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia, f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat h) Honor Panitia i) Biaya sewa ruangan

2)

3)

4)

11

5)

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

d.

Pelatihan Fasilitator dalam Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak di Provinsi 1) Tujuan Mendapatkan fasilitator yang siap melatih petugas kesehatan dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayah kerjanya. Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak pada Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota terpilih. b) Petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu / IGD / Bagian yang terkait ). c) Lintas program kesehatan terkait lainnya (Ibu, gizi, yankes dll). Lingkup kegiatan Pelatihan di tingkat Provinsi, didukung oleh fasilitator dari tingkat Pusat dan Provinsi (yang telah dilatih) serta materi pokok adalah 1).Buku Pedoman Deteksi dini, Pelaporan dan rujukan Kasus Kekerasan dan Penelantaran Anak Bagi Tenaga Kesehatan” yang terdiri dari 2 bagian yaitu Panduan bagi fasilitator dan Bahan bacaan, 2) Buku Pedoman Rujukan Kasus Kekerasan terhadap anak bagi petugas kesehatan. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK, komputer suplies. b) Penggandaan/Fotokopi, sertifikat peserta. c) Transport peserta, panitia dan pembicara /narasumber. d) Uang harian peserta, panitia dan pembicara /narasumber. e) Biaya penginapan peserta, panitia dan pembicara. f) Honor panitia dan pembicara. g) Paket Meeting dan rapat persiapan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

2)

3)

4)

5)

e.

Lomba Dokter Kecil di Provinsi 1) Tujuan Untuk meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar diperlukan kader-kader kesehatan yang lebih dikenal sebagai dokter kecil. Sasaran Kader-kader kesehatan/murid-murid di sekolah dasar. Lingkup kegiatan Lomba sekali setahun yang dilaksanakan di tingkat Provinsi, untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar.

2) 3)

12

4)

Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) ATK b) Konsumsi peserta c) Bahan praktek d) Sewa ruangan dan transport peserta. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Anak Sekolah (SD dan SMP/SMA) di

5)

f.

Penjaringan Kesehatan Kabupaten/Kota 1)

Tujuan a) Terdeteksinya secara dini masalah kesehatan peserta didik. b) Tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik, maupun untuk dijadikan pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan kesehatan sekolah. c) Termanfaatkannya data untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program pembinaan peserta didik. Sasaran : Peserta didik di kelas I : Sekolah Dasar/MI; SMP/MTs dan SMA / SMK / MA sekolah/Madrasah Lingkup kegiatan a) Kegiatan penjaringan kesehatan merupakan kegiatan yang mutlak harus dijalankan untuk memenuhi persyaratan standar minimal pelayanan kesehatan dalam program UKS. b) Penjaringan kesehatan anak usia sekolah yang bersangkutan dilakukan oleh suatu tim di bawah koordinasi Puskesmas. c) Tim terdiri dari : guru sekolah yang bersangkutan (guru kelas/guru Pembina UKS) dan tenaga kesehatan (paramedic dan dokter/dokter gigi). d) Pemerikasaan kesehatan dilakukan secara setahun sekali pada awal tahun ajaran. e) Pelaksana pemerikasaan kesehatan dilakukan menurut tugas masing-masing (guru kelas/wali kelas; paramedis; dokter dan guru penjaskes). f) Komponen yang diperiksa : (1) Pemeriksaan keadaan umum (2) Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi (3) Penilaian status gizi (4) Pemeriksaan gigi dan mulut (5) Pemeriksaan indera (penglihatan, pendengaran) (6) Pemeriksaan laboratorium (7) Pengukuran kesegaran jasmani (8) Deteksi dini penyimpangan mental emosional Penggunaan Dana a) Biaya yang dikeluarkan untuk uang harian/transport petugas mengunjungi Sekolah/Madrasah (besarnya uang harian disesuaikan kondis riil daerah setempat). b) Biaya untuk pembelian bahan/reagens yang diperlukan untuk menunjang pemeriksaan Lab (seperti pemeriksaan Hb, tinja, bahan

2)

3)

4)

13

hasil (hasil diskusi dan rekomendasi yang didapat) dan lampiran materi yang dipresentasikan (jika ada). jumlah siswa yang diperiksa/dilayani kesehatannya. koordinasi dan komunikasi anggota TP UKS secara 2) Sasaran Seluruh Tim Pembina TP UKS disetiap jenjang administrasi yang terdiri dari minimal 4 unsur Departemen (Depkes. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. masalah yang ditemui baik berkaitan dengan kesehatan peserta didik maupun masalah kesehatan lainnya (misalnya lingkungan /kebersihan sekolah)). b) Transport narasumber Provinsi. Depdagri). Diknas. Diknas. (2) Membuat kesepakatan peran masing-masing sektor (Depkes. (3) Mengidentifikasi masalah dan alternatif pemecahannya. Laporan disampaikan kepada Sekretariat TP UKS setempat). Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Lingkup kegiatan a) Kegiatan Forum Koordinasi ini dilakukan berupa pertemuan paling sedikit 2 kali dalam setahun. b) Hal-hal yang dibahas misalnya: (1) Menyusun rencana kegiatan program UKS. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. isi laporan mencakup: tujuan. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. Depag. Penggunaan Dana Biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan forkom: a) Honor narasumber dan panitia. penggandaan. tiap pertemuan selama 3 hari. Petugas/guru yang ditemui. Depag dan Depdagri) dan dapat juga ditambah dari lintas sektor lain yang terkait.penambalan gigi dsbnya). foto kopi. tanggal pelaksanaan. e) ATK. c) Uang harian narasumber Provinsi. konsumsi. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( laporan kunjungan petugas mencakup nama Sekolah/Madrasah yang dikunjung. Forkom UKS di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan periodik. panitia dan peserta. g. 3) 4) . dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. (4) Mengevaluasi pelaksanaan Program UKS serta membuat alternatif penyempurnaannya. 14 . dokumentasi. spanduk. sewa ruang pertemuan. pantia dan peserta. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( Setiap pelaksanaan forkom harus dibuat laporan pelaksanaan. panitia dan peserta. peserta. lokasi.

e) ATK. Ibu. panitia dan peserta. PKK. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. Gizi. BKKBN. foto kopi. naker. Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi. Pendidikan. b) Transport narasumber Provinsi. spanduk. Pemberdayaan Perempuan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). Jiwa. untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak jalanan. Gizi. Penggunaan Dana 2) 3) 4) 15 . Remaja dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi. konsumsi. b) Psikolog. Yankes. Sosial. BPS. Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi. c) Uang harian narasumber Provinsi. c) Lintas sektor terkait (Agama. dll). sewa ruang pertemuan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Provinsi.h. b) RSU. Legilatif. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. dll). HIV/AIDS. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. panitia dan peserta. Yankes. Sosial. Forum Komunikasi Penanganan Anak Jalanan di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya koordinasi pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam pembinaan kesehatan bagi anak jalanan di wilayahnya. Lingkup kegiatan Pertemuan berkala yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. pantia dan peserta. dokumentasi. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Ibu. RS Bhayangkara. Kepolisian. d) LSM (LPA/pemerhati anak). c) Lintas sektor terkait (Agama. Pendidikan. Pemberdayaan Perempuan. penggandaan. 2) 3) 4) 5) i. Kepolisian. d) LSM (LPA/pemerhati anak).

Ibu. lintas sektor / LSM terkait dalam 16 . Sosial. Jiwa. pantia dan peserta. spanduk. panitia dan peserta. c) Uang harian narasumber Kabupaten/Kota. konsumsi. dll). konsumsi. j. Kepolisian. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. c) Lintas sektor terkait (Agama. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). panitia dan peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Pemberdayaan Perempuan. e) ATK. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) RSUD. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. panitia dan peserta. Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. b) Transport narasumber Provinsi. sewa ruang pertemuan. c) Uang harian narasumber Provinsi. Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan.Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. sewa ruang pertemuan. b) Transport narasumber Kabupaten/Kota. spanduk. panitia dan peserta. penggandaan. d) LSM (LPA/pemerhati anak). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. foto kopi. Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Kabupaten/Kota. dokumentasi. d) Biaya penginapan narasumber Kabupaten/Kota. dokumentasi. Yankes. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Gizi. pantia dan peserta. penggandaan. e) ATK. foto kopi. 2) 3) 4) 5) k. Pendidikan.

sewa LCD dan Laptop. merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. f) Honor panitia dan narasumber. sosial. d) Uang harian narasumber. PKK. perlengkapan peserta. mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. komsumsi. b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait ). Ibu. c) Lintas sektor terkait (Agama. Ibu. mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak 2) 3) 17 . merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan. komputer suplies. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Kepolisian. dengan narasumber dari Depkes pusat dan Dinas Kesehatan Provinsi. lintas sektor / LSM terkait dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. RS Bhayangkara. d) LSM (LPA/pemerhati anak). 2) Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Gizi. Pendidkkan. Promkes. Pemberdayaan Perempuan. b) Penggandaan/Fotokopi. sewa ruang. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. sosial. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. RS Bhayangkara. e) Biaya penginapan narasumber. Kehakiman. Legilatif dll). b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait). Pemberdayaan Perempuan. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK. Promkes. Yankes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kepolisian.penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. Kehakiman. Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. Yankes dll) pada Dinas Kesehatan Provinsi. Legilatif dll). c) Lintas sektor terkait (Agama. 3) 4) 5) l. c) Transport peserta dan narasumber. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. d) LSM (LPA/pemerhati anak). PKK. Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota. Pendidkkan. Gizi.

panitia orientasi atau pelatihan. perlengkapan komsumsi. f) Honor peserta. penggandaan.lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. m. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. b) Penggandaan/Fotokopi. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. g) Biaya sewa ruangan. komputer suplies. sewa ruang. Provinsi atau Kabupaten/Kota. 4) Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK. panitia dan narasumber. d) Honor Panitia e) Biaya penginapan. c) Honor narasumber/supervisor (pemantau). panitia dan narasumber. Pemantauan Pasca Pelatihan PKPR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan. b) Biaya transport bagi narasumber. Administrasi Kegiatan ( di Provinsi ) terdiri dari a) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran 18 . dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. peserta. f) Biaya pembelian ATK. panitia dan narasumber. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. d) Uang harian peserta. Penggunaan dana a) Uang harian narasumber. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Pengelola program kesehatan remaja yang telah mengikuti pelatihan baik Pelatihan PKPR maupun Pelatihan fasilitator PKPR. peserta. Pemantauan pelatihan dilaksanakan oleh narasumber pusat. Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pertemuan pembahasan di provinsi/kabupaten/kota setelah pemantauan ke lapangan (pada saat pelayanan Puskesmas) dan bagi pelatih pada saat pelatihan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. e) Biaya penginapan peserta. peserta dan panitia. h) Biaya sewa kendaraan Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. 3) 4) 5) 3. Penunjang Operasional Kegiatan (Kegiatan di Provinsi dan ke Kabupaten / Kota) a. c) Transport peserta. sewa LCD dan Laptop. panitia dan narasumber.

Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak b) LP : gizi. kimia farma dll f) LSM pemerhati kesehatan anak Lingkup kegiatan a) Penyampaian permasalahan kesehatan anak dari masing-masing sektor. sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Kesehatan Anak. Bendahara Pengeluaran. Bappeda. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke 2) 3) 4) 5) 19 . Pertemuan LP/LS ( di Provinsi ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah untuk mengetahui besarnya pengaruh terhadap program. b. Pejabat Pembuat Komitmen. dll c) LS : Institusi/lembaga: DPRD. c) Peran masing-masing sektor terkait dalam menangani kesehatan anak di tingkat Provinsi. Staf Pengelola Kegiatan. Penguji SPM. Diknas. promkes. jiwa. 4) Belanja bahan alat tulis kantor (ATK). b) Faktor hambatan dan penunjang dalam program kesehatan anak tingkat Provinsi dan alternatif pemecahannya. Depsos dan BKKBN. Satu eksemplar dikirim ke Direktorat Bina Kesehatan Anak untuk dikompilasi bersama laporan dari Provinsi lainnya. b) Diskusi kelompok. c) Penggunaan Anggaran 1) Honorarium Kuasa Pengguna Anggaran. 5) Biaya pengumuman pengadaan barang dan jasa. Penggunaan dana a) ATK b) Fotokopi c) Konsumsi rapat Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Staf Administrasi. BND. 3) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer . Pengelola Kegiatan di Kab/Kota. Panitia Pemeriksaan & Penerima Barang dan Konsultasi ke Pusat. Panitia Pengadaan. b) Sasaran Penanggung jawab dan Pelaksana Anggaran Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak di tingkat Provinsi. surat-menyurat. 2) Biaya fotokopi. yankes.penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. Depag. Pemegang Uang Muka di Kab/Kota. penggandaan dokumen. d) Diseminasi informasi. perencanaan. dan komunikasi cepat. KPAD d) Organisasi profesi e) Swasta : unilever. 6) Biaya penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa d) Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. c) Rencana tindak lanjut. P2M. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi.

b) Lama perjalanan 2 hari. c) Biaya penginapan untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi. d) ATK dan fotokopi. faktor hambatan dan penunjang kesehatan anak b) Pendampingan dalam melakukan analisa hasil c) Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi. Penggunaan Dana a) Transport untuk transportasi Provinsi-kabupaten. sekolah. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. dan atau sarana kesehatan lainnya. c. untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi.Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Sasaran Pengelola program kesehatan anak kabupaten Penyelenggaraan a) Meninjau Dinas Kesehatan. b) Uang harian. 2) 3) 4) 5) 20 . Supervisi dan Bimbingan Teknis ( ke Kabupaten / Kota ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah.

namun terdapat program yang walaupun belum merupakan prioritas utama nasional perlu juga dikembangkan untuk memecahkan atau mengantisipasi masalah kesehatan spesifik daerah tertentu. Kesehatan Olahraga. Latar Belakang Pemerataan pelayanan kesehatan selama ini relatif telah dicapai. 4. alat logistik kurang. Kegiatan-Kegiatan 1. 3. Masyarakat daerah tertinggal. paru. dan pengelolaan Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Kesehatan Tradisional). 1 . 4. tiap kecamatan ratarata telah mempunyai sedikitnya 2 Puskesmas. Sasaran Program 1. Mengembangkan program/yankesmas prioritas nasional lain dan spesifik daerah (Kesehatan Usila. Meningkatkan manajemen Puskesmas dan jaringannya. antara lain disebabkan oleh penataan kerja/sistem manajerial belum optimal. 5. tiap 3 desa mempunyai 1 Puskesmas Pembantu. Kesehatan Paru. Seluruh sarana pelayanan kesehatan dasar. Menggerakkan dan memberdayakan peran serta masyarakat (Poskesdes. Kesehatan Perkotaan.BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS A. b. 7. Masyarakat belum berperan secara optimal dalam penyelenggaraan berbagai program/yankesdas oleh fasilitas kesehatan dasar di sekitar mereka. namun kinerja fasilitas tersebut belum optimal. lansia. perbatasan dan kepulauan. D. tenaga kurang. 6. anggaran terbatas. Poskestren. Pemberdayaan masyarakat. dan pelayanan kesehatan di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Kesehatan Indera. Tujuan Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan manajemen program dari aspek administrasi. Masyarakat miskin. 47% gedung Puskesmas rusak. 2 3. C. Meningkatkan jangkauan pelayanan terhadap sasaran masyarakat rentan dan risiko tinggi. Berbagai program kesehatan masyarakat telah dikembangkan. Tenaga kesehatan (pengelola program). B. Lintas sektor/ lintas program/profesi. Posyandu dan UKBM lainnya). Terdapat kelompok masyarakat yang belum mempunyai akses pelayanan kesehatan yang baik karena kondisi geografis dan (daerah tertinggal. perkotaan dan olahraga serta tradisional. Masyarakat dengan masalah kesehatan indera. Tujuan 1. Administrasi Kegiatan a. perbatasan dan kepulauan) masalah ekonomi (masyarakat miskin tertinggal). 2.

Olah Raga) Dinkes Kabupaten/Kota. Tradisional. Laporan kegiatan d. Pertemuan koordinasi Program Kesehatan Masyarakat di Propinsi a. c) Pejabat penandatangan SPM. d. Olah Raga) Gizi Puskesmas Perencanaan 3) Nara sumber pusat 2 . Penggunaan Dana 1) Pembayaran honor a) Pejabat kuasa penggunaan anggaran. Laporan kegiatan Konsultasi Perencanaan Tingkat Pusat a. e) Staf pengelola keuangan termasuk pengelola SAI. meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggungjawab : a) b) c) d) Kesehatan Ibu . Indera.c. Penggunaan Dana Kunjungan daerah ke pusat dalam rangka konsultasi perencanaan program pelayanan kesehatan dasar.Anak. d) Bendahara pengeluaran. 2. b. c. b. Usila. Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Indera. Kesehatan Spesifik Lainnya (Kerja. Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. KEGIATAN REVITALISASI PUSKESMAS 3. Tujuan Untuk mengkonsultasikan perencanaan kegiatan pelayanan kesehatan dasar di daerah ke pusat dan memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Perkotaan. Perkotaan. 2) Pembelian bahan alat tulis kantor (ATK). Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah 1) Dinas Kesehatan Propinsi meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggung jawab antara lain: a) b) c) d) e) f) 2) Kesehatan ibu Kesehatan Anak Gizi Kesehatan Kerja Puskesmas Kesehatan spesifik lainnya (Usila. Tradisional. b) Pejabat pembuat komitmen.

Laporan kegiatan Pertemuan Koordinasi Program UKBM di Propinsi a. b. Peserta Kabupaten. Dinas Kesehatan Propinsi. Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. Dinkes Kabupaten/Kota. 4. Tujuan Tersedianya tim pelatih manajemen Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. Peserta Kabupaten. Narasumber pusat. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten/Kota Uang harian Peserta Kabupaten/Kota ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten Uang Harian Peserta Kabupaten ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi. 5. Sasaran Adapun sasaran TOT adalah 2-3 Kabupaten/Kota percontohan sesuai dengan dana yang tersedia. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah : 1) 2) 3) c. masing-masing Kabupaten/Kota berjumlah 5-6 orang : 1) 2) 3) Penanggung jawab program terkait Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Apabila SDM Dinkes Kabupaten/Kota terbatas. Laporan Kegiatan TOT Manajemen Puskesmas bagi Kabupaten/Kota a. berjumlah 20 orang yang terdiri dari lintas program dan lintas sektor terkait dengan pengembangan UKBM. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi. Tujuan Untuk mengetahui tingkat perkembangan UKBM pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. dapat melibatkan Kepala Puskesmas yang mampu.c. Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. 3 . masing-masing berjumlah 2 orang yang terdiri dari penanggungjawab pengembangan UKBM dan pelayanan dasar. b.

d. 6. MOT. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan. Pelatihan Manajemen Puskesmas a. d. MOT. Pengajar. Pelatihan Poskesdes bagi Petugas Puskesmas a. 7. Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas dalam pencapaian Desa Siaga dan pengembangan Poskesdes. b. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut. Kunjungan lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. Penggunaan Dana 1) Akomodasi panitia 2) Transport (peserta pelatihan. Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas melalui pelatihan manajemen Puskesmas. Panitia. Peserta Puskesmas) Transport (Peserta Puskesmas. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Manajemen Puskesmas adalah seluruh Puskesmas dari Kabupaten/Kota yang telah di TOT . Panitia. masing-masing Puskesmas berjumlah minimal 3 orang : 1) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas 2) Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Penggunaan dana Penggunaan dana disesuaikan dengan yang tercantum dalam RKAKL (disesuaikan dengan MAK di RKAKL) : 1) 2) Akomodasi (Panitia.c. masing-masing Puskesmas berjumlah 1 orang dengan kriteria : 1) 2) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun 4 . mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindaklanjut c. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Poskesdes bagi petugas Puskesmas adalah 25% Puskesmas. b. Pengajar. Kunjungan lapangan 3) Uang harian peserta pelatihan 4) Honor (Panitia.

Penggunaan Dana 1) Biaya Penginapan Tim Propinsi 2) Uang harian Tim Propinsi 3) Transport (Tim Propinsi. c. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut d. c. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. Sasaran Sasaran bimtek adalah seluruh Kabupaten/Kota. 2) Pelaksanaan konsultasi. Penggunaan Dana 1) Akomodasi (Panitia. 9. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. d. Peserta Puskesmas) 2) Transport (peserta Puskesmas. dan Sasaran Sasaran konsultasi adalah penanggung jawab Puskesmas dan/atau UKBM Dinas Kesehatan Propinsi.c. Panitia. mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut d. Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat. 5 . 8. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan. b. Supervisi dan Bimbingan Teknis a. Konsultasi Teknis ke Pusat a. b. Pengajar. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. MOT. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. permasalahan dan inovasi di daerah. Praktek Kerja lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. tim Propinsi bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas dan UKBM sesuai dengan topik/ fokus bimtek. Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport Laporan Kegiatan. 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah. Pendamping Kabupaten) Laporan Kegiatan. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan.

Penggunaan Dana 1) Transport 2) Akomodasi 3) Uang Harian 4) Penginapan 5) ATK 6) Fotokopi 7) Sewa Ruangan 6 .UPT Propinsi a.Sumatera Barat BKPM Cirebon – Jawa Barat BKPM Pontianak – Kalimantan Barat BKPM Klaten – Jawa Tengah BKPM Pati – Jawa Tengah BKPM Semarang – Jawa Tengah BKPM Magelang – Jawa Tengah BKPM Ambarawa – Jawa Tengah BKPM Yogyakarta – DI Yogyakarta BKPM Bantul – DI Yogyakarta BKPM Kotagede – DI Yogyakarta BKPM Wates – DI Yogyakarta BKPM Sleman – DI Yogyakarta BKPM Madiun – Jawa Timur BKPM Surabaya – Jawa Timur BKPM Pamekasan– Jawa Timur BKPM Ambon – Maluku BP4 Baladewa – DKI Jakarta Rincian kegiatan dijabarkan pada penjelasan berikut ini : 10. antara lain penanggung jawab: 1) 2) 3) 4) 5) 6) c. HIV-AIDS). Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah lintas sektor dan lintas program terkait dengan program kesehatan Paru di wilayah Kabupaten/Kota lokasi BKPM. Program Penyakit menular (TBC.KEGIATAN BALAI KESEHATAN PARU Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Paru Masyarakat diperuntukkan bagi BKPM UPT Propinsi yang berjumlah 20 yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) BKPM Banda Aceh – NAD BKPM Medan – Sumatera Utara BKPM Lubuk Alung. Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. Pertemuan Koordinasi LP/LS Perencanaan/ Evaluasi Balai Kesehatan Paru Masyarakat . Perencanaan Pelayanan kesehatan Organisasi Profesi (PDPI) PPTI – Daerah BKPM b.

Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan perkotaan yang terkoordinasikan dengan program lain dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di Puskesmas Perkotaan. tim Propinsi terdiri dari Dinkes Propinsi dan BKPM. Sasaran Sasaran bimtek adalah BKPM UPT Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Perguruan Tinggi Organisasi profesi Organisasi masyarakat. Bappeda. sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) Pelaksanaan konsultasi dan 13. DPRD. dll 2) 3) 4) 7 . 12. Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan. Laporan Kegiatan. b. Sasaran Sasaran konsultasi adalah BKPM. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. Dinas Pariwisata. Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Perkotaan a. Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Transport Laporan Kegiatan. Dinas PU. mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut c. d. Kepala Puskesmas. Konsultasi Kegiatan BKPM UPT Propinsi ke Pusat a. b. bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan 2) Peserta 3) Rekomendasi dan rencana tindaklanjut 11. Laporan kegiatan. permasalahan dan inovasi di Balai Kesehatan Paru Masyarakat UPT Kabupaten dan Puskesmas. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah. c. Dinas Sosial. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. Supervisi dan Bimbingan Teknis Kegiatan BKPM UPT Propinsi a. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. b.d. Dinas Tenaga Kerja. Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport d.

16. Laporan Kegiatan dan Rencanan Tindak Lanjut 15. Dinas Pariwisata. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan yang berkualitas. Bappeda. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan di Puskesmas Perkotaan. Kepala Puskesmas Perguruan Tinggi Organisasi profesi Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Kota Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan perkotaan. Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Propinsi. DPRD.c. c. Bimbingan Teknis Program Kesehatan Perkotaan a. Tujuan Meningkatkan pemahaman pelaksana/pelaku pembangunan mengenai pentingnya upaya kesehatan perkotaan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) ATK Fotokopi Honor Narasumber Uang harian Biaya penginapan Transport panitia d. Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak lanjut b. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. d. Sosialisasi Advokasi Program Kesehatan Perkotaan a. 8 . 2) 3) 4) 5) c. Penggunaan Dana 1) 2) 3) ATK Fotokopi Transport lokal d. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dinas Sosial. b. Dinas PU. Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 14. 2) Pakar kesehatan perkotaan atau profesi lain yang terkait. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Perkotaan a. Dinas Tenaga Kerja.

FIK 3) Organisasi profesi : IDI. DPRD. 17. Bappeda 2) LP/LS terkait : Perguruan Tinggi. d.b. Dinas Sosial. 4) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan olahraga. Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Narasumber 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport panitia Laporan Kegiatan c. Dinas PU. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan olahraga yang dikoordininasikan dengan program lain dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. d. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. FOMI. YJI. PERWOSI 4) Organisasi olahraga masyarakat : KONI. Organisasi Profesi 3) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota. d. Dinas Tenaga Kerja. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga dalam mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. b. 2) Perguruan Tinggi 3) Organisasi Profesi Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator Laporan Kegiatan c. PORPI. 9 . Bappeda. Dinas Pariwisata. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Olahraga a. Dinas Pendidikan 2) Perguruan Tinggi : FK. b. Rumah Sakit. PPKORI. Sasaran 1) Instansi terkait : Dispora. ISORI. dll Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Transport lokal Laporan Kegiatan c. 18. Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Olahraga a.

Yayasan Jantung Indonesia. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 4) Puskesmas Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk b. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. Workshop Pengembangan Jejaring Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan dan Penanggulangan PTM a. Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Propinsi. d. Bimbingan Teknis Program Kesehatan Olahraga a. c. 20. Sasaran 1) Dinas Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Organisasi olahraga masyarakat : FOMI. d. b. 21. c. Seminar Pemberdayaan Masyarakat agar Bergerak untuk Sehat dan Bugar a.19. Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan b. 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. 10 . 5) Organisasi kewanitaan 6) Lembaga swadaya masyarakat 7) Organisasi pelajar dan mahasiswa 8) Media massa 9) Masyarakat umum Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan c. Tujuan Meningkatkan budaya hidup beraktivitas fisik dan olahraga untuk kesehatan. 4) Organisasi masyarakat : Forum Nasional Karang Taruna.

Honor : narasumber dan moderator Transport lokal Laporan Kegiatan 22. organisasi profesi terkait Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport Laporan Kegiatan c. d. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 3) Puskesmas 4) Instruktur fitness center dan sanggar senam Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut b. b. Seminar Pemanfaatan Upaya Kesehatan Olahraga Bagi Fitness Center dan Sanggar Senam a. Pertemuan Penyusunan Program BKOM a. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) LP/LS : perguruan tinggi. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) Kepala Puskesmas 3) Pemda/Bappeda 4) DPRD 5) Dinas Pendidikan 6) Perguruan tinggi 7) Organisasi profesi 8) Organisasi olahraga masyarakat 11 . 24. Tujuan Meningkatkan komitmen dan dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan dan penyelenggaraan upaya kesehatan olahraga di BKOM. Tujuan Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan olahraga di BKOM. Sosialisasi/Advokasi Upaya Kesehatan Olahraga Tingkat Propinsi a. d. 23. b. c.5) 6) d. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya.

Penggunaan Dana 1). LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport d. Tujuan Umum: Meningkatkan pemahaman Kabupaten/Kota mengenai pentingnya program kesehatan Indera Penglihatan/Pendengaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut 26. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan e. profesi. Bimbingan Teknis BKOM Program Kesehatan Olahraga a. Peserta 3). Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut d. Hasil Yang Diharapkan Tersosialisasinya Program Kesehatan Indera ke Kabupaten/Kota. Proses Penyelenggaraan 2). Tersosialisasinya program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran kepada Kabupaten/Kota Diperolehnya komitmen/dukungan dari Kabupaten/Kota dalam pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran. Sasaran Peserta pertemuan terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan Kegiatan. 12 . Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. c. Meliputi : 1). 2). c. Honor Nara Sumber 3). b.c. Sosialisasi Program Kesehatan Indera (PGPK /PGPKT) ke Kabupaten/Kota di Provinsi a. Khusus: 1). Sasaran 1) Pelaksana pelayanan kesehatan olahraga di BKOM. ATK dan foto copy 2). 25. 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait. b. Uang harian.

Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera Di Provinsi a. Meliputi : 1) Proses Penyelenggaraan 2) Peserta 3) Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 28. LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan Penggunaan Dana 1) ATK dan foto copy 2) Honor Nara Sumber 3) Uang harian. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. Tersusunnya POA program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran di masing-masing Kabupaten/kota c. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera dengan LP/LS/LSM Tingkat Propinsi a. 4). Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Indera penglihatan dan pendengaran di propinsi. 3). Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di kabupaten/kota dan Puskesmas. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2). kabupaten/kota dan puskesmas b. Khusus: 1). Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran. Hasil Yang Diharapkan 1). Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Indera sesuai dengan peran dan bidang masing-masing.27. profesi. e. Laporan Kegiatan. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. 2). Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di provinsi dan kabupaten/kota. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran. Tujuan Umum: Meningkatnya partisipasi Lintas Program. 13 .

Hasil yang diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran. Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran Tingkat Provinsi 4). Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Indera a. d. Rencana tindak lanjut pelatihan c. cara pemeriksaan. diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan Indera di dalam dan luar gedung 2) Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan Indera b. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program. cara pemeriksaan. lintas sektor dan LSM 2). Tujuan Umum: Setelah menyelesaikan pelatihan. diagnose dan tatalaksana dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. 3). Lintas Sektor. meliputi : 1).Khusus: 1). Proses Penyelenggaraan 2). Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari : Lintas program. organisasi profesi terkait dan LSM di tingkat propinsi Penggunaan Dana 1). b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. Lintas Sektor. e. Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. LSM dalam menunjang penurunan prevalensi kebutaan dan ketulian di Provinsi. Uang harian. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan kegiatan. 29.LS. Peserta 3). Honor Nara Sumber 3). peserta memahami dan mampu melaksanakan pelayanan kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran yang berkualitas di Puskesmas Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Kesehatan Indera dan masalahnya. LS dan LSM tingkat Provinsi b. ATK dan foto copy 2).LSM tentang pengembangan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran Tingkat Provinsi. Adanya kesepakatan kegiatan dalam PGPK dan PGP Ketulian dengan LP. 14 . Tersosialisasinya program kesehatan Indera kepada lintas program.

Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran. Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS d. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) d) Peran kader/guru UKS dalam PGPK dan PGPKt 2) Peserta mampu melakukan pemeriksaan sederhana mata dan telinga 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan Indera b.c. Uang harian. Peserta 3). cara merujuk. Honor Nara Sumber 3). ATK dan foto copy 2). cara pemeriksaan sederhana. Penggunaan Dana 1). Tujuan Umum: Meningkatkan kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran sehingga mampu mengenali gangguan penglihatan dan pendengaran di masyarakat/sekolah Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan Indera dan masalahnya. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Laporan kegiatan. meliputi : 1). c. cara pemeriksaan sederhana. Rencana tindak lanjut pelatihan 30. Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS 15 . cara merujuk. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. Proses Penyelenggaraan 2). b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Pelatihan Tenaga Non Nakes (Guru Dan Kader ) Untuk Program Kesehatan Indera a.

Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Indera di Kabupaten/Kota . Penggunaan Dana 1). 3. 8. Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Indera a. Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan program kesehatan indera mulai dari provinsi sampai ke puskesmas b. ATK dan foto copy 2). meliputi : 1. 5. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Indera Provinsi c. Rencana tindak lanjut KEGIATAN BALAI KESEHATAN MATA/INDERA MASYARAKAT (BKMM/BKIM) Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Mata/Indera Masyarakat (BKMM/BKIM) diperuntukkan bagi UPT Daerah (Provinsi/Kabupaten) yang berjumlah 8 yaitu : 1. Peserta 3). transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. Penggunaan Dana Uang harian. Laporan kegiatan. 3. 6. Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan. 2. 4. meliputi : 1). BKMM Provinsi Sumatera Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat BKIM Provinsi Jawa Tengah BKMM Kabupaten Banyumas BKMM Provinsi Jawa Timur BKMM Provinsi Nusa Tenggara Barat BKMM Provinsi Sulawesi Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat 16 . Tujuan Umum Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Indera di Kabupaten/Kota dan Puskesmas Khusus 1.d. Laporan kegiatan. Uang harian. Pembinaan. monitoring dan evaluasi 2. Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. Proses Penyelenggaraan 2). Honor Nara Sumber 3). 7. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Rencana tindak lanjut pelatihan 31. 2.

Sasaran Pelaksana : • • c. Diketahuinya sejauh mana pelaksanaan pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran telah dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas oleh BKMM/BKIM 2. Khusus: 1. Laporan kegiatan. 3. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) Di Provinsi a. kabupaten/kota dan puskesmas 17 . Petugas kesehatan BKMM/BKIM Petugas Puskesmas Penggunaan Dana Uang harian. Khusus: 1. 4. Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut dan Puskesmas Santun Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Terlaksananya pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran di luar gedung BKMM oleh dokter spesialis BKMM/BKIM b. Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Provinsi dan Kabupaten/Kota. Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Usia Lanjut. Pembinaan Teknis Program Kesehatan Indera Oleh Tenaga Kesehatan BKMM/BKIM Ke Puskesmas a. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan petugas kesehatan Puskesmas untuk melaksanakan pelayanan kesehatan Indera penglihatan dan atau Pendengaran di Puskesmas. Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan teknis 2. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2. Rencana tindak lanjut 33. 3. meliputi : 1. Tujuan Umum: Terlaksananya transfer ilmu pengetahuan tentang teknis program kesehatan Indera dari tim teknis BKMM/BKIM ke Puskesmas. Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Kesehatan Usia Lanjut di propinsi. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d.Rincian Kegiatan adalah : 32.

Hasil yang Diharapkan 1. LSM dalam menunjang pengembangan program kesehatan usila di Provinsi. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program. Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi 4. lintas sektor dan LSM 2. Laporan Kegiatan. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 34.b.LS. ATK dan foto copy 2. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Lintas Sektor. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari unsur: Lintas Program. Proses Penyelenggaraan 2. Peserta 3. 3. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) 2. Penggunaan Dana 1. Uang harian. Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Usia Lanjut sesuai dengan peran dan bidang masing-masing. Meliputi : 1. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta Kabupaten/Kota : • Peserta Propinsi terdiri dari : unsur lintas program dan lintas sektor terkait di tingkat propinsi • Peserta Kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu Puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. c. Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. LS dan LSM tingkat Provinsi b. Tersosialisasinya program kesehatan Usila kepada lintas program. organisasi profesi dan LSM terkait di tingkat Propinsi 18 . Tersusunnya POA program kesehatan Usia Lanjut di masing-masing Kabupaten/kota c.LSM tentang pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi. Adanya kesepakatan kegiatan dalam pengembangan program kesehatan usila dengan LP. Pertemuan Koordinasi Dengan LP/LS/LSM Program Kesehatan Usia Lanjut Tingkat Propinsi a. Honor Nara Sumber 3. Tujuan Umum: Terwujudnya kemitraan dan meningkatnya partisipasi Lintas Program. Lintas Sektor. Khusus: 1.

ATK dan foto copy 2). Tujuan Umum: Terselenggaranya pelayanan Kesehatan Usia Lanjut yang berkualitas di Puskesmas khususnya di Puskesmas Santun Usia Lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya. khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric. Laporan Kegiatan. Uang harian. ATK dan foto copy 2). b) Konsep Puskesmas Santun Usia Lanjut 19 . Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) d. Proses Penyelenggaraan 2). transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e.d. Proses Penyelenggaraan 2). Honor Nara Sumber 3). dokter spesialis kes. Penggunaan Dana 1). Meliputi : 1). Peserta 3). Peserta 3). Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 35. Sasaran Peserta Pelatihan terdiri dari: Pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari Kabupaten/Kota yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. Honor Nara Sumber 3). Meliputi : 1). Pelatihan Program Kesehatan Usia Lanjut untuk Pengelola Program di Kabupaten/Kota a. Rencana tindak lanjut pelatihan 36. Uang harian. Laporan Kegiatan. jiwa) dari RS d. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan pengelola program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota c. Penggunaan Dana 1). Tujuan Umum: Meningkatnya pengelolaan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota b.

Pelatihan Tenaga Non Nakes (Kader ) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut a. Uang harian. f. Rencana tindak lanjut pelatihan 37. Proses Penyelenggaraan 5). transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. cara merujuk. Meliputi : 4). Laporan Kegiatan. Honor Nara Sumber 6). 20 . Penggunaan Dana 4). b) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. jiwa) dari RS d. dokter spesialis kes.2) 3) c) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Usia Lanjut untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan usia lanjut di dalam dan luar gedung Peserta mampu menfasilitasi pembentukan kelompok usia lanjut Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan usia lanjut e. ATK dan foto copy 5). tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Peran kader dalam pengembangan program kesehatan usia lanjut 2) Peserta mampu meningkatkan kegiatan kelompok usia lanjut 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan usia lanjut di kelompok usia lanjut b. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Peserta 6). khususnya di kelompok usia lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader mengenai program kesehatan Usia Lanjut. Tujuan Umum: Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader mengenai mengenai program kesehatan usia lanjut sehingga dapat membantu pengembangan kesehatan usia lanjut di masyarakat. cara pemeriksaan sederhana. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Usia Lanjut. khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric. cara pemeriksaan.

Sasaran Peserta tenaga non nakes untuk program Kesehatan Usila terdiri dari: • Kader dari Kelompok Usila di beberapa Puskesmas yang dikembangkan d. Honor Nara Sumber 3). Proses penyelenggaraan dan hasil pembinaan. Tujuan Meningkatnya peran Lintas Program dan Lintas Sektor di daerah dalam rangka pengembangan program kesehatan tradisional. b. Rencana tindak lanjut 39. sewa profesi. sewa ruangan. Laporan Kegiatan c. Penggunaan Dana 1). 2. Laporan Kegiatan. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Usia Lanjut Provinsi d. monitoring dan evaluasi 2). ATK dan foto copy 2). Rencana tindak lanjut pelatihan e. Proses Penyelenggaraan Pelatihan 2. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan Kegiatan. 3. Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. Meliputi : 1. Peserta 3. Hasil Yang Diharapkan 1. Tujuan Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas b. d.c. Pembinaan. Meliputi : 1). Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Usia Lanjut a. transport dan biaya penginapan pelaksana e. Sasaran Penanggungjawab kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan. Penggunaan Dana Uang harian. Pertemuan Koordinasi LP/LS dalam rangka Pengembangan Program Kesehatan Tradisional a. dan biaya perjalanan. Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Usila di Kabupaten/Kota . 38. Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan Program Kesehatan Usia Lanjut mulai dari Provinsi sampai ke Puskesmas c. Uang harian. 21 .

b. Sasaran : Pemegang program Kesehatan Tradisional di Puskesmas binaan. rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan LS terkait bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. b. d.40. 22 . Tujuan Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan administratif. Sasaran 1) 2) 3) c. Tujuan Terlaksananya pelayanan kesehatan tradisional melalui tenaga pelaksana program kesehatan tradisional yang terampil di Puskesmas binaan. Laporan Kegiatan d. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan kegiatan. Penggunaan Dana 1) Honor Nara Sumber (SP3T dan Asosiasi Profesi) 2) ATK dan foto copy 3) Sewa Ruang 4) Uang harian. Operasional SP3T/BKTM a. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk biaya perjalanan sampai ke sarana Battra di wilayah kerja Puskesmas. Sasaran : Kabupaten/Kota dan Puskesmas binaan. Pelaksana kegiatan di SP3T dan UT-SP3T Pengelola Program Kesehatan Tradisional di Dinas Kesehatan Provinsi Lintas Sektor terkait Penggunaan Dana (ATK. Tujuan Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pengelola program kesehatan tradisional di Kabupaten/Kota binaan sehingga mereka mampu mengindentifikasi dan menginventarisasi hal-hal yang terkait dengan pengembangan program pelayanan kesehatan tradisional di wilayah masingmasing. a. b. 41. fotokopi). c. meliputi : 1) Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 2) Pelaksanaan Kegiatan 3) Laporan Pelaksanaan kegiatan c. 42. Bimbingan Teknis Pengelola Program Kestrad Propinsi ke Kabupaten/Kota Binaan a. transport peserta rapat dan transport bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. Laporan Kegiatan Orientasi Selfcare Batantra dalam pelaksanaan TOGA dan Akupunktur bagi Petugas Puskesmas. d.

d. c. 44. Sasaran 1) LP & LS di tingkat Provinsi 2) Penanggungjawab program di Dinkes Kab/Kota 3) Puskesmas binaan c. b. Tujuan Untuk melaksanakan koordinasi dan Evaluasi terhadap pengembangan program kesehatan tradisional di daerah binaan serta melakukan konsultasi ke Pusat tentang permasalahan yang dihadapi. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan.43. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Tradisional di Provinsi a. d. Sasaran Para pengobat Tradisional asing yang bekerja sebagai konsultan Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk transport ke lokasi kegiatan Pengobat Tradisional Asing. ATK. penggandaan fotocopy dan transport/biaya perjalanan narasumber dan peserta. Laporan kegiatan 23 . Tujuan Meningkatnya peran LP dan LS terkait di Provinsi dalam melakukan pembinaan & pengawasan Pengobat Tradisional Asing yang bekerja sebagai konsultan di wilayah kerjanya. Laporan kegiatan 1) Proses penyelenggaraan dan hasil monitoring dan evaluasi 2) Rencana tindak lanjut b. Monev Pengobatan Tradisional Asing a.

baik ditingkat pusat. Latar Belakang Upaya penyediaan data dan informasi. Tersedianya data dasar Puskesmas yang dimutahirkan setiap 6 (enam) bulan sekali. Laporan Program. Hal ini ditandai dengan tidak jelasnya kebutuhan jenis indikator dan data pendukung yang diperlukan di masing–masing tingkat administrasi.PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN A. Tujuan Tersedianya data dan informasi program. Kegiatan-Kegiatan 1. Koordinasi Teknis dan Pemutakhiran Data Puskesmas a. Puskesmas ke kabupaten b. E. SP2TP/SP3 secara periodik a. ketidakjelasan penanggung jawab data dan informasi Puskesmas di tingkat Propinsi dan kabupaten / kota serta ketidakjelasan mekanisme dan pembiayaan dalam pengelolaan data dan informasi. Propinsi ke pusat 2. b. 24 . d. Luaran 1. B. Jenis Kegiatan : Pertemuan Uraian Pembiayaan 1) 2) 3) 4) Transport Biaya Penginapan Uang Harian ATK C. Sasaran Tim Pengelola data dan informasi Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dan Propinsi. D. Tujuan Teridentifikasinya kebutuhan data di tingkat Propinsi dan Kabupaten / Kota serta ter-updatenya data dasar dan data Program Puskesmas. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. SP2TPT/SP3 dan data dasar Puskesmas secara periodik dan berkesinambungan di setiap tingkatan administrasi. masih mengalami beberapa hambatan dalam alur pencatatan dan pelaporannya. perlu diselenggarakan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen dalam upaya penyediaan data dan informasi Puskesmas. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah guna terselenggaranya Sistem Informasi Manajemen yang baik antara lain : Pembentukan Tim Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota melalui koordinasi teknis dan pemutakhiran data. Kabupaten/Kota ke Propinsi c. c. Propinsi maupun kabupaten / kota. pengumpulan dan penyajian serta pendistribusian data dan informasi Puskesmas Sehubungan dengan hal tersebut.

Laporan Kegiatan Supervisi dan Bimbingan Teknis a. b. d. 4.e. Luaran Teridentifikasinya masalah penyediaan data Puskesmas di Kabupaten / Kota. Laporan Kegiatan Dokumen data dan informasi Puskesmas. c. Uraian Pembiayaan Transport petugas Propinsi. f. Jenis Kegiatan Pengumpulan dan Pengolahan Data Puskesmas. Tujuan Melengkapi kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data. Pengumpulan dan Pengolahan Data a. Jenis Kegiatan Penyediaan ATK dan Komputer Supply. Tujuan Mengumpulkan dan mengolah data dan informasi Puskesmas. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. d. c. Tujuan Mengidentifikasi masalah penyediaan data Puskesmas di tingkat Kabupaten/Kota. Uraian Pembiayaan 1) Transport Petugas Propinsi 2) Transport Petugas Kabupaten / Kota Luaran Data dasar dan data program Puskesmas. f. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi dan Kabupaten / Kota. d. b. dan e. Laporan Kegiatan Perjalanan Dinas 3. 25 . Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi Kabupaten/Kota. Luaran Data dasar dan data program Puskesmas yang telah dimutakhirkan. f. 2. c. b. Jenis Kegiatan Perjalanan Pengelola Data dan Informasi Propinsi ke Kabupaten/Kota. e. Uraian Pembiayaan Komputer Supply Propinsi dan Kabupaten / Kota ATK Propinsi dan Kabupaten / Kota. Pengadaan ATK dan Komputer Supply a.

f. SP2TP/SP3 ke Propinsi. Laporan kegiatan Pengelola Data dan Informasi Kabupaten Wajib Mengirim Laporan Rekap Program. selanjutnya Propinsi ke Pusat sebagai Bentuk Pertanggungjawaban setiap Pencairan Dana 26 . Luaran Terpenuhinya kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data.e.

bronkus. 565 Milliar. dan kematian akibat kerja.10%.1 Milliar dan klaim kematian kepada anggota aktifnya sebesar Rp. mengingat pertumbuhan dan perkembangan industri berteknologi maju berlangsung sangat pesat. 2. 1 .65% sektor formal yang tersebar pada berbagai lapangan pekerjaan. PT Jamsostek (2008) yang memiliki anggota sebesar 26.BAB V KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA A. Dampak positif adalah tersedianya lapangan kerja. baik dari segi jumlah maupun jenisnya. 8% kardiovaskuler. Jumlah angkatan kerja di Indonesia semakin meningkat. kesehatan dan keselamatan kerja merupakan persyaratan yang harus dipenuhi setiap tempat kerja. Latar Belakang Perkembangan IPTEK dan industrialisasi memberikan dampak positif maupun negatif. Meskipun demikian. 13% COPD. pekerja Indonesia masih menghadapi penyakit menular yang cenderung meningkat. sebagian besar dari jumlah tersebut bekerja di sektor informal (56. 16% hearing loss. yang terdiri dari pembayaran klaim kecelakaan dan penyakit sebesar Rp. Seperti dalam perdagangan dunia yang mensyaratkan perusahan telah mendapat sertifikat ISO 14000 (Lingkungan) dan OSHAS 18001 (Kesehatan dan Keselamatan kerja). Masalah kesehatan dan keselamatan kerja.5% gangguan THT dan 1. Keluhan tersebut antara lain 16% musculo-skeletal disorders. risiko ergonomik (misalnya. Faktor risiko Global Illness and Injury adalah 37% akibat back pain. Akses ke pelayanan kesehatan masih terbilang rendah bagi sebagian besar pekerja. dan kematian akibat kerja. Jika dilihat persentase anggota kepesertaan Jamsostek yang hanya 23. penyakit infeksi seperti HIV/AIDS. bisa melebihi Rp 2 triliun sedangkan berdasarkan data DK3N biaya yang dikeluarkan untuk 50 trilyun kerugian akibat kecelakaan. Selain itu dalam era globalisasi. Begitu pula penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses produksi semakin meningkat juga. penyakit degeneratif. 9% infeksi trachea.2 juta kematian setiap tahun adalah disebabkan oleh bahan-bahan kimia karsinogenik.59 % dari seluruh pekerja di Indonesia. TBC dan lain lain. kebisingan. dari data BPS tahun 2008 diketahui bahwa jumlah angkatan kerja sebanyak 111. gangguan kesehatan. ILO memperkirakan bahwa cakupan layanan kesehatan kerja untuk keseluruhan tenaga kerja di Negara berkembang hanya mencapai sekitar 5% . pengusaha. 11% asma. 6% gangguan syaraf. 272. back pain).35%) dan 43. tingkat cakupan layanan kesehatan kerja telah mengalami sedikit perubahan pada beberapa dekade terakhkir. partikulat yang ada di udara (airborne particulates).48 juta pekerja.5% pekerja mengalami gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaannya. perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah.9 Milliar. Faktor risiko pekerjaan memberi kontribusi terhadap Global Burden Disease sebanyak 800 ribu dari 2. 3% gangguan saluran pernapasan. Menurut profil masalah kesehatan pekerja di Indonesia tahun 2005 diketahui 40. 8% luka-luka dan 2% leukemia. Saat ini.3% gangguan kulit. gangguan kesehatan. 292. terpaksa membayar klaim asuransi sebesar Rp. Di masa depan. beban pekerja semakin berat. Disamping itu jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat gangguan kesehatan dan keselamatan kerja jumlahnya sangat besar. sedangkan dampak negatif adalah timbulnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan maupun lingkugannya. maka dapat diperkirakan bahwa kerugian akibat kecelakaan.3 juta pekerja formal. dan pekerja karena merupakan salah satu pra syarat dalam hubungan ekonomi antar negara. akan mengeluarkan biaya yang cukup besar. dan kanker paru-paru. risiko dari luka traumatik. khususnya di Negara-negara berkembang. dan news-emerging disease termasuk penyakit akibat kerja sebagai dampak dari berbagai bahaya potensial di tempat kerja.

Padahal, meskipun di Negara berkembang, dengan sedikit pengecualian, cakupan yang seharusnya adalah 20% - 50%. (Regional Framework for Action for Occupational Health 2006-2010, WHO 2006) Dengan berbagai masalah yang terjadi dan tantangan yang dihadapi, maka perlu dilakukan peningkatan Upaya Kesehatan Kerja melalui penguatan program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas dan tempat kerja serta peningkatan kualitas SDM maupun dalam pelayanan kesehatan kerja.

B.

Tujuan Menurunnya angka kesakitan, kecelakaan dan penyakit akibat kerja sehingga pekerja dapat terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan sehingga pekerja sehat dan produktif.

C.

Tujuan Khusus 1. Meningkatkan cakupan Puskesmas di daerah industri yang melaksanakan Upaya Kesehatan Kerja menjadi 60% pada tahun 2009. 2. Meningkatkan cakupan tempat kerja (formal) yang menerapkan Kesehatan Kerja menjadi 50% pada tahun 2009.

2

D.

Sasaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengelola Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota Penanggung Jawab kesehatan Kerja di Tempat Kerja Sarana Kesehatan Puskesmas Kawasan Industri dan Klinik Perusahaan Lintas Sektor dan Lintas Program Masyarakat Pekerja Praktisi dan LSM

E.

Kegiatan-Kegiatan 1. Peningkatan Kapasitas/Pelatihan SDM Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/ Kota dan Puskesmas. a. Tujuan Meningkatnya kemampuan tenaga kesehatan kerja baik di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam melaksanakan upaya kesehatan kerja. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota, dan Puskesmas. Untuk pelatihan Dokter dalam Diagnosis PAK sasarannya adalah Dokter Puskesmas, Dokter Rumah Sakit. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Peningkatan Kapasitas SDM Kesehatan Kerja di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi meliputi : 1) Orientasi Kesehatan Kerja Bagi Petugas dan Kepala Puskesmas di Kawasan/Sentra Industri 2) Pelatihan Petugas Kesehatan Kaupaten/Kota 3) Pelatihan Teknis Kesehatan Kerja bagi PetugasKabupaten/Kota dan Puskesmas. 4) Pelatihan Dokter dalam Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK). 5) Pelatihan tanggap darurat (emergency respons) di tempat kerja d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan dapat dipakai untuk membiayai honor pengarah kegiatan. 2) Belanja Bahan meliputi ATK: dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan, belanja bahan meliputi ATK : dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan. 3) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk rapat persiapan di Propinsi.. 4) Belanja Jasa Lainnya dipakai untuk membiayai rapat persiapan di daerah dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. 5) Belanja Perjalanan Lainnya : dipakai untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber Propinsi/Kabupaten/Kota, panitia dan peserta. e. Laporan Kegiatan

2.

Pengembangan Jejaring, Kelembagaan dan organisasi Kesehatan Kerja 2.a Pemberdayaan Klinik Perusahaan (Pelatihan Peningkatan Petugas Klinik Perusahaan, sosialisasi sistim pelaporan, mapping kelompok kerja dan klinik perusahaan) a. Tujuan Diperolehnya mekanisme kerjasama, jejaring dalam pelayanan kesehatan kerja antara Klinik Perusahaan, Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

3

b.

c.

d.

e.

Sasaran Sasaran dalam Pemberdayaan Klinik perusahaan adalah : 1) Dinas Kesehatan Propinsi (PJ. Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 2) Dinas kesehatan Kabupaten/Kota (Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 3) Puskesmas yang mempunyai Klinik Perusahaan di wilayah kerjanya. 4) Klinik Perusahaan. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Pemberdayaan Klinik Perusahaan adalah sebagai berikut: 1) Pertemuan Tingkat Propinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk Identifikasi Klinik Perusahaan yang ada di Kabupaten/Kota dan membahas tentang pembinaan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta permasalahan dan hambatan yang ditemui (kerjasama dengan subdin Yankes). 2) Pertemuan Sinkronisasi di Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota dengan Klinik Perusahaan, manajemen perusahaan, dan Puskesmas serta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang mempunyai klinik perusahaan di wilayah kerjanya (kerjasama dengan Subdin Yankes) 3) Sosialisasi sistim pelaporan,maping kelompok kerja dan klinik perusahaan. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan, digunakan untuk membiayai kelengkapan ATK kegiatan dan penggandaan/fotokopi bahan-bahan pelatihan. 2) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk membiayai rapat persiapan di Propinsi. 3) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya, digunakan untuk membiayai transport lokal pertemuan tingkat Propinsi dalam rangka mengidentifikasi klinik perusahaan, dan pertemuan sinkronisasi di tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber daerah, panitia dan peserta. Laporan Kegiatan

2.b. Pemberdayaan Masyarakat Pekerja Untuk mendukung Desa Siaga a. Tujuan Meningkatnya kesadaran masyarakat pekerja untuk hidup sehat melalui pelatihan petugas kesehatan di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas serta kader Pos UKK untuk mendukung Desa Siaga. b. Sasaran Kabupaten/Kota, Puskesmas dan Kader. c. Lingkup Kegiatan 1) Survey Mawas Diri (SMD) 2) Advokasi/Sosialisasi lintas sektor Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan masyarakat pekerja untuk mendukung Desa Siaga 3) Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 4) Pelatihan Tingkat Kabupaten/Kota untuk Petugas Puskesmas 3) Pelatihan Kader 5) Intervensi (stimulan) 6) Pembinaan d. Penggunaan Dana Dana yang ada digunakan untuk melaksanakan pelatihan petugas Kabupaten/Kota, Puskesmas dan kader. Adapun Jenis Belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Sewa, Barang Non-Opersaional Lainnya dan Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. e. Laporan Kegiatan

4

2. c Pengembangan Model Pelayanan Kesehatan kerja (Spesifik Daerah) a. Tujuan Meningkatnya kualitas upaya kesehatan pada pekerja sesuai dengan spesifik daerah (daerah industri, atau kelompok pekerja tertentu). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan 1) Pertemuan Sosialisasi K3 dan Pelayanan Kesehatan Kerja Pos UKK di tempat kerja 2) Fasilitasi/Pembinaan dan evaluasi Puskesmas pada kawasan/sentra industri 3) Pemberian stimulan/intervensi untuk Puskesmas Percontohan. 4) Pengembangan SIM Kesehatan Kerja 5) Pengukuran tingkat paparan pestisida 6) Validasi data program kesehatan kerja di Perusahaan 7) Peningkatan kapasitas RR Puskesmas dan kab/kota dalam pengelolaan data kesehatan kerja d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan 2.d. Pengembangan Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM) a. Tujuan Tersedianya informasi yang mendukung pembentukan dan pengembangan BKKM. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota dan BKKM c. Lingkup Kegiatan - Pengkajian lapangan untuk BKKM - Peningkatan kapasitas SDM BKKM - Seminar hasil survei di 2 kab/kota - Pertemuan dalam rangka sistim pencatatan dan pelaporan kesehatan kerja bagi 3 BKKM dan Puskesmas d. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan digunakan untuk mebiayai ATK dan fotokopi kegiatan. 2) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk mebiayai trasnport, uang harian dan biaya penginapan petugas. e. Laporan Kegiatan 2.e. Mendukung Pembentukan Kab/Kota Percontohan a. Tujuan Mendukung terselenggaranya Kesehatan Kerja Paripurna di Kab/Kota Percontohan b. Sasaran Kabupaten/Kota Percontohan, Sarana Kesehatan, Dan Tempat Kerja c. Lingkup Kegiatan Koordinasi dan pengorganisasian Kesehatan Kerja di Tingkat administrasi 1) Pembentukan Forum Komunikasi 2) Rapat Lintas sektor lintas program d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan

5

2.f. Forum Komunikasi/koordinasi/sinkronisasi kesehatan kerja Lintas Sektor a. Tujuan 1) Tersusunnya Kesepakatan dan Rencana Kerja oleh seluruh lintas sektor terkait. 2) Tersosialisasi program dan kegiatan kesehatan kerja b. Sasaran Lintas sektor yang terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Pemda, Dinas pertanian, Dinas Perikanan dan lain-lain. c. Lingkup Kegiatan 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Pelaksanaan Forum Koordinasi 3) Laporan pelaksanaan d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya e. Laporan Kegiatan

3.

Penyusunan data dan informasi kesehatan kerja 3.1. Survei Cepat/Pemetaan Data Kesehatan Kerja/Risk Assesment di Puskesmas, Kabupaten/ Kota dan Propinsi a. Tujuan Tersedianya data tentang kondisi kesehatan pada pekerja di wilayah kerja (Puskesmas, Kabupaten/Kota, dan Propinsi). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam survei cepat meliputi tahapan sebagai berikut : 1) Rapat Persiapan 2) Penjajagan Lapangan 3) Pelatihan Pewawancara 4) Uji Coba Kuesioner 5) Pengumpulan Data 6) Seminar Hasil d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan digunakan untuk membiayai tenaga peneliti, pengumpul dan pengolah data. 2) Belanja Bahan digunakan untuk membiayai ATK, fotokopi, dan konsumsi. 3) Belanja Jasa Profesi digunakan untuk membiayai pengajar, pembicara dan moderator. 4) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan petugas penjajagan lapangan, pelatihan pewawancara, uji coba kuesioner dan pengumpul data serta seminar hasil. e. Laporan Kegiatan

4. Koordinasi, Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Kerja & Pembinaan ke Kabupaten/Kota dan konsultasi ke pusat a. Tujuan Tersusunnya rencana kerja program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta dengan lintas sektor dan lintas program secara terpadu dan berkesinambungan. b. Sasaran Pusat, Propinsi, dan Kabupaten/Kota. c. Lingkup Kegiatan

6

yang kegiatannya meliputi : 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Perencanaan 3) Bimbingan teknis 4) Mengikuti pertemuan Konsultasi Regional 5) Pertemuan Evaluasi 6) Konsultasi ke Pusat 7) Penyusunan RKKAL Penggunaan Dana Dana yang tersedia digunakan untuk kegiatan perencanaan. Adapun jenis belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan/Belanja Jasa Profesi. Pencetakan/penggandaan buku pedoman kesehatan kerja 7 . e. pembinaan dan evaluasi program. Laporan Kegiatan 5. perencanaan dan evaluasi dilaksanakan di tingkat Propinsi Koordinasi perencanaan dan evaluasi di Pusat dan di Propinsi.d. Penunjang Operasional Kegiatan di Propinsi o o o o o o o o Administrasi Kegiatan Belanja Uang Honor yang terkait dengan output kegiatan Honor Pejabat Pembuat Komitmen Honor Bendahara/Pemegang Uang Muka Kerja Honor Staf Administrasi Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. Kegiatan koordinasi. Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. Belanja Bahan. koordinasi.

(3). Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan dan Sistem Penyelenggaraan Keuangan Negara. tidak ada kasus kretin baru dan tidak ada kasus xeroftalmia pada balita. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas. (4). 7. Pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat di daerah mengacu pada Undang-undang no. 2. Meningkatkan sistem surveilans. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. B. LATAR BELAKANG Program perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ditandai dengan menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 20%. SASARAN Cakupan balita yang ditimbang menjadi 75 % Cakupan bayi dan balita dapat kapsul vitamin A menjadi 80% Cakupan ibu hamil dapat tablet Fe 90 tablet menjadi 60% Cakupan bayi umur 6 bulan dapat ASI secara eksklusif menjadi 63% Cakupan balita BGM umur 6-24 bulan GAKIN dapat MP-ASI menjadi 100 % Cakupan balita gizi buruk dapat perawatan menjadi 100 % Persentase desa dengan garam beryodium baik 65% Cakupan kabupaten/kota melaksanakan surveilans gizi (PWS.BAB VI KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT A. LINGKUP KEGIATAN PROGRAM PERBAIKAN GIZI a. Meningkatkan pembiayaan kesehatan. dan SKPG) menjadi 100 % 1. APBD dan sumber-sumber lain yang tidak mengikat. bayi dan balita. 3. maka didalam dokumen Rencana Strategi Departemen Kesehatan 2006-2010. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana Anggaran Program Perbaikan Gizi Masyarakat di tingkat provinsi 2) 1 .33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. monitoring dan informasi kesehatan. Ada 4 (empat) strategi utama untuk mencapai Kadarzi yaitu: (1). serta kelompok usia produktif. (2). 6. PSG. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat. 4. D. TUJUAN Meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat pada ibu hamil. upaya perbaikan gizi diarahkan pada pencapaian sasaran antara yaitu seluruh Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). Sumber dana untuk pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat diperoleh dari APBN. 5. SKD-KLB. C. Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya pada tahun 2010. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan no.

3) Penggunaan Anggaran Anggaran Administrasi Kegiatan digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. Tujuan. f) Biaya Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Laporan Kegiatan a) Laporan Hasil Kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. fotokopi. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat provinsi Penggunaan Anggaran Anggaran Konsultasi digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. pengajar. 2) 3) 4) c. f) Biaya sewa gedung pertemuan. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Kabupaten/Kota ke Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan kebijakan program perbaikan gizi masyarakat antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota sehingga menjadi lebih harmonis. dan Staf Pelaksana b) Biaya fotokopi. pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta. Bendahara Pengeluaran. c) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer d) Belanja Bahan Alat Tulis Kantor (ATK). surat-menyurat.net 4) b. Penguji SPP. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi b) Biaya Penginapan c) Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. penggandaan dokumen. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Provinsi ke Pusat 1) Tujuan Tujuan kegiatan konsultasi Program adalah untuk menyelaraskan antara kebijakan program perbaikan gizi masyarakat dari Pusat dengan kesiapan Daerah dalam pelaksanaan program. narasumber. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta. dan kelengkapan peserta e) Dokumentasi. e) Biaya Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa. Hasil Konsultasi. panitia. dll.info@gizi. panitia. narasumber) c) Uang Harian (peserta. 2) 3) 2 . diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Penandatangan SPM. dan komunikasi cepat. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota Penggunaan Anggaran Anggaran konsultasi ini digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. panitia. dan Rencana Tindak-Lanjut. publikasi/spanduk. pengajar. PUMK. b) Penanggungjawab dan pelaksana program gizi melaporkan realisasi keuangan kegiatan program perbaikan gizi ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui email www. narasumber) d) Biaya ATK. yang diperuntukkan: a) Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen.

panitia. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. pengajar) 2. Dokumentasi. 2) 3) 4) f. pengajar. fotokopi. Peserta Peserta pertemuan ini meliputi penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Provinsi. panitia. narasumber) 3. dan Rencana Tindak-Lanjut. Biaya Transportasi (peserta. Uang Harian (peserta. unsur lintas program dan lintas sektor terkait gizi sesuai dengan kebutuhan daerah. dan kelengkapan peserta 6. pengajar. Honorarium Pengajar. dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. panitia. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil pertemuan nasional. dan biaya makalah. unsur lintas program. narasumber. Narasumber. d. 7. 2) 3) 4) e. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. Pemantapan dan Evaluasi Program Perbaikan Gizi di Provinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan manajemen pengelolaan program perbaikan gizi masyarakat di provinsi dan kabupaten/kota. 5. dll. Biaya Penginapan (peserta. Tujuan. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. sesuai dengan Kerangka Acuan. disertai Rencana Tindak-Lanjut. sesuai dengan Kerangka Acuan. Kursus Penyegaran Ilmu Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kapasitas dan pengetahuan gizi mutakhir bagi ahli gizi di tingkat provinsi. Biaya ATK. Pertemuan Perencanaan. Biaya Penginapan 3. 3 . Pertemuan Evaluasi Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Evaluasi kinerja dan pencapaian target sasaran program perbaikan gizi secara nasional. narasumber) 4. publikasi/spanduk. Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Hasil Konsultasi. Biaya Transportasi 2. dikirimkan kepada Kadinkes Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Kadinkes Provinsi.4) Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. Peserta Peserta pertemuan ini terdiri dari penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Biaya sewa gedung pertemuan. serta unsur lintas sektor terkait sesuai dengan kebutuhan daerah.

dan biaya makalah. fotokopi. pengajar. 3) 4) g. panitia. Peningkatan Kapasitas Dalam Deteksi Dini Kasus Kurang Gizi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah ditemukannya kasus kurang gizi dengan faktor penyebab timbulnya masalah. panitia. Narasumber. dll. Petugas gizi Puskesmas 2) 4 . Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. serta menindak lanjuti melalui koordinasi dengan program terkait oleh pengelola program perbaikan gizi di kabupaten/kota dan Puskesmas Pelaksana a. sehingga menjadi lebih terarah. narasumber. dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil kursus penyegar ilmu gizi nasional. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta. e) Biaya ATK. pimpinan instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terkait sebagai pendukung program perbaikan gizi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. sesuai dengan Kerangka Acuan. Pengelola program gizi kabupaten/kota b. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta. antara Dinas Kesehatan dengan Dinas terkait lainnya serta pemerintah daerah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Provinsi atau Kabupaten/Kota. h. narasumber) c) Uang Harian (peserta. panitia.2) Pelaksana Penanggungjawab/pelaksana program gizi dan ahli gizi dan organisasi profesi gizi (PERSAGI) di Provinsi. pengajar. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. Biaya Penginapan 3. disertai Rencana Tindak-Lanjut. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. dan kelengkapan peserta f) Biaya dokumentasi. narasumber) d) Honorarium Pengajar. g) Biaya sewa gedung pertemuan. publikasi/spanduk. sesuai dengan Kerangka Acuan. Sosialisasi Respon Cepat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meyelaraskan kebijakan daerah dalam mendukung program perbaikan gizi masyarakat. Sasaran Lembaga legislatif daerah. Biaya Transportasi 2.

Honor makalah.Transport peserta. transport lokal pengajar. dan pengajar b. Belanja perjalanan lainnya . 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi rumah sakit dalam pelayanan anak gizi buruk sesuai standar. Belanja uang honor tidak tetap. dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) . Petugas gizi Puskesmas Penggunaan Dana a. Belanja bahan : Bahan ATK. perawat/bidan) b. meliputi : . dan konsumsi c.Uang penginapan Laporan Kegiatan a.Uang harian . Peningkatan Kapasitas Kabupaten/Kota/Puskesmas 1) Pengelola Program Perbaikan Gizi Tujuan Meningkatkan kapasitas teknis dan administrasi pengelola program perbaikan gizi di Kabupaten/Kota/Puskesmas. Peserta a.3) Penggunaan Dana a. 3) 4) j.Honor makalah. dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) . meliputi : . Belanja uang honor tidak tetap. Konsumsi c. Foto Copy. Peningkatan Kapasitas Tatalaksana Gizi Buruk bagi Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit. Belanja perjalanan lainnya . Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota Penggunaan dana 2) 3) 5 . Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit (dokter.Uang penginapan Laporan Kegiatan Dokumen laporan pertemuan. ahli gizi.Transport peserta. transport lokal pengajar.Uang harian . 2) Sasaran a. Panitia dan pengajar b. Pengelola program gizi kabupaten/kota b. fotocopy. Ada data kasus kurang gizi yang diketemukan 4) i. Laporan pelaksanaan pelatihan deteksi dini kasus kurang gizi b. Belanja bahan : Bahan ATK. honor panitia.

Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer. Peningkatan Kapasitas Tim Asuhan Gizi Puskesmas Dalam Rangka Penanganan Gizi Buruk 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi Puskesmas dalam pelayanan kasus gizi buruk Peserta .Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tim asuhan gizi Puskesmas dalam rangka penanganan gizi buruk . Sewa ruangan. Sewa ruangan. Perjalanan : Transport peserta/panitia. Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan konseling ASI di RS dan Puskesmas. Biaya penginapan 4. perawat/bidan) . Bahan praktek. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan peningkatan kapasitas konselor ASI. Uang harian. Biaya penginapan d) Lain-lain : Surat menyurat.Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tatalaksana gizi buruk tim asuhan gizi di RS.a) b) c) d) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia. foto copy. Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer. Sewa kendaraan roda empat. l. foto copy. Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia. Laporan Kegiatan . . Peningkatan Kapasitas Konselor Menyusui. Uang harian. 3. Uang harian. Home economic set. Biaya penginapan Lain-lain : Surat menyurat.Tim asuhan gizi Puskesmas (dokter. Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan . Lain-lain : Surat menyurat. ahli gizi. Peserta .Tenaga Gizi Puskesmas Penggunaan dana 1. k. 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim Konselor ASI.Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota .Laporan monitoring pasca pelatihan 2) 3) 4) 6 .Pengelola program gizi Dinkes Kab/Kota Penggunaan dana a) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia b) Belanja bahan meliputi Bahan ATK dan komputer c) Perjalanan : Transport peserta/panitia. Bahan praktek. peserta/panitia. Bahan praktek. Perjalanan : Transport narasumber. 2. foto copy.Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan tatalaksana gizi buruk di Rumah Sakit. bahan kontak. Sewa kendaraan roda empat. Sewa kendaraan. home economic set.

Pemantauan status gizi (PSG-KADARZI) 1) Tujuan Terlaksananya PSG-Kadarzi dan tersedianya informasi status gizi balita dan norma keluarga sadar gizi (KADARZI) secara berkala. Pemantauan dan Pembinaan Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kinerja pengelola program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota melalui pembinaan teknis dan evaluasi pelaksanaan program gizi Sasaran Pelaksana dan penanggung jawab program perbaikan gizi di kabupaten/kota Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport. Pemantauan dan Pembinaan dana Bantuan Sosial Gizi ke Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kinerja Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan dana bantuan sosial program gizi (Operasional Posyandu. ATK dan penggandaan formulir PSG e) Biaya entry data Laporan Kegiatan Laporan hasil pelaksanaan PSG KADARZI dikirim ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui Pos dan email ke www.Laporan evaluasi hasil bintek sebagai bahan perencanaan program 2) 3) 4) n. pengiriman dan penyimpanan susu cair dan dukungan operasaional pengelola bansos Kabupaten/Kota) . c) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.net . 4) o.m. Pengiriman dan penyimpanan MP-ASI. Uang harian. cepat. Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana program gizi kabupaten/kota 2) 7 . Laporan kegiatan Bintek . d) Foto copy. Pelaksana • Penanggung jawab dan pelaksana program perbaikan gizi Provinsi dan Kabupaten/Kota • Petugas gizi Puskesmas 2) Pelaksanaan PSG : Pelaksanaan kegiatan Pemantauan Status Gizi dan KADARZI harus mengacu pada petunjuk teknis Pemantauan Status Gizi dan KADARZI yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Gizi Masyarakat tahun 2009 3) Penggunaan dana a) Biaya transport pengambilan sampel b) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia).info@gizi. Uang penginapan Laporan Kegiatan a. tepat dan akurat.

Honor tim teknis . Uang harian.3) Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport. foto copy dan penggandaan bulletin JIPG. kegiatan dan hambatan/masalah Bansos 4) p. 2) 3) 4) 8 . c) Belanja jasa profesi : honor penulis buletin Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan penerbitan majalah/buletin 2) 3) 4) q. Pelacakan Kasus Gizi Buruk di Wilayah Kerja Puskesmas 1) Tujuan Menemukan dan mengidentifikasi secara dini kasus gizi buruk dalam rangka menetapkan pemberian intervensi bagi penderita secara tepat dan cepat Pelaksana a) Penanggung jawab dan pelaksana program gizi Kabupaten/Kota b) Petugas gizi Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia). Penerbitan Majalah/Buletin gizi 1) Tujuan Tersedianya media informasi dan komunikasi tentang perkembangan program gizi untuk berbagai kalangan. Uang penginapan Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan Bintek bantuan sosial b) Laporan evaluasi hasil bintek bantuan sosial sebagai bahan perencanaan program c) Laporan tahunan pelaksanaan bansos Kabupaten/Kota meliputi laporan keuangan. komputer. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan pelacakan kasus.Honor sekretariat b) Belanja bahan : Bahan ATK. Pelaksana a) Pelaku dan pemerhati masalah gizi b) Lintas sektor dan lintas program terkait dengan program gizi Penggunaan dana a) Belanja uang honor tidak tetap : . b) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

dan Nusa Tenggara Tumur).00. Nusa Tenggara Barat. B. Anak. Meningkatkan kapasitas daerah dalam menjamin kualitas pelayanan kesehatan dan KB 2. Bayi. bayi.26. Kalimantan Tengah.000. dengan pengaturan penggunaan berdasarkan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Depkeu yang diterbitkan untuk kepentingan tersebut. melalui peningkatan pelayanan dasar (PHC). Komponen IV: Peningkatan kapasitas kabupaten/kota dalam desentralisasi . Komponen kegiatan 1. Pada tahun anggaran 2009 kegiatan ini merupakan tahun ke 5.621. Tujuan Meningkatkan status kesehatan masyarakat di lokasi proyek. Wilayah kerja proyek meliputi 90 kabupaten/kota yang berada di 9 provinsi (Sumatera Selatan. Meningkatkan kapasitas Depkes dan BKKBN dlm mendukung pemerintah daerah dlm penyelenggaraan pelayanan kesehatan C. A. Komponen I: Penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak 2. KEGIATAN DHS-2 Latar Belakang Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan. dalam pelaksanaan Model Operasional Desa Siaga Dukungan sektor swasta bekerjasama dengan masyarakat untuk pencapaian target MDG’s 3.00. telah menerima pinjaman dari ADB untuk membiayai proyek DHS2 dan sejak 29 Maret 2005 proyek dinyatakan efektif serta akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Proyek ini akan membantu meningkatkan status kesehatan masyarakat pada lokasi proyek. Sulawesi Selatan. dan dana APBN sebesar Rp. 2075-INO) dan dana APBN (RMP dan RM). Meningkatkan Pemerataan. yang kinerjanya diukur dari indikator-indikator dari MDG’s. Komponen III: Revitalisasi Program KB 4. Kalimantan Selatan. yang dibiayai dari dana pinjaman ADB sebesar Rp. yang diukur dengan indikator kesehatan terkait dengan MDGs. dengan memberikan penekanan pada kebutuhan wanita. 96.69.000.000. Gorontalo.946. dan Kelompok Miskin. Bangka Belitung. Pembiayaan dari kegiatan ini berasal dari dana pinjaman ADB (Loan 2074. Secara khusus Proyek bertujuan: 1.937. Kualitas dan Sustainabilitas Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Daerah 3. Komponen II: Pemberdayaan masyarakat.674.585.522. anak-anak dan keluarga miskin.BAB VII KEGIATAN PROYEK PHLN I. Sulawesi Barat. difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan Ibu. dengan pagu untuk keseluruhan 9 provinsi sejumlah Rp.00.

Kegiatan-kegiatan a. tersedianya sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2. d. Honorarium yang terkait dengan output kegiatan. Biaya perjalanan: transport. onitoring dan evaluasi Proyek DHS2 di Kab/Kota Se Kalimantan Selatan. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) 4) Honorarium yang terkait dengan operasional Satker. 2) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota. fotokopi.5. b. 2 . mempercepat jalannya komunikasi. Biaya jasa listrik. Administrasi Kegiatan (0002) 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk terlaksana dan lancarnya Pengelolaan Proyek DHS2. Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. Pendidikan dan Pelatihan Teknis (0012) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan/ kemampuan/ ketrampilan para tenaga kesehatan. biaya menginap. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan segera disampaikan kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh Panitia Pelaksana Pelatihan. supply komputer Biaya honor narasumber/pengajar/instruktur. satu eksemplar dikirim ke Sekretariat Proyek Pusat untuk dikompilasi bersama laporan dari Propinsi lainnya. uang harian. Biaya lain-lain: konsumsi. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) d) Biaya bahan: ATK. sesuai dengan tugas dan fungsinya. Komponen V: Peningkatan peranan pusat untuk mendukung desentralisasi pelayanan kesehatan D. penggandaan. 2) Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana kegiatan DHS-II ADB di tingkat provinsi dan kabupaten /kota.

realisasi pembiayaan. TP-PKK. komputer suplly.c. b) Sasaran Sekretariat proyek tk. jadwal. jadwal. sektoral. uang penginapan. Provinsi. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. penggandaan & pelaporan. realisasi pembiayaan. dokumen penyajian. guna mewujudkan desa siaga. komunikasi cepat. pelaporan. fotocopy. spanduk. kabupaten/kota. dokumen penyajian. 2) Sinkronisasi Kegiatan Proyek Tahun 2009 & Perencanaan Tahun 2010 a) Tujuan Memberikan penjelasan dan pemahaman kepada kabupaten tentang program dan kegiatan di provinsi. realisasi pembiayaan. b) Sasaran Masyarakat. uang harian. lembaga sosial desa. jadwal. dll Biaya perjalanan: transport. dan tindak lanjut. 3 . proses kegiatan. sektoral. dll Biaya sewa: gedung Biaya perjalanan: transport. pelaporan. proses kegiatan. dokumen penyajian. lembaga sosial desa. dan kelompok potensial. dan tindak lanjut. proses kegiatan. TP-PKK. TRT c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. konsumsi. keompok potensial c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan:ATK. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. 3) Sosialisasi Model Operasional Desa Siaga a) Tujuan Menumbuhkan kemitraan dan partisipasi aktif masyarakat. Penyusunan Program & Rencana Kerja/Teknis/Program (0051) 1) Rapat Koordinasi Dewan Kesehatan Kab/Kota a) Tujuan Untuk mendapat masukan dari kab/kota tentang pembiayaan kesehatan di daerah masing – masing b) Sasaran Anggota Dewan Kesehatan Kabupaten/Kota c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. dan tindak lanjut.

realisasi pembiayaan. dokumentasi & pelaporan. pelaporan. fotocopy. dll Biaya perjalanan: transport. dan tindak lanjut. 6) Pertemuan Antenatal Care Integrasi a) Tujuan Meningkatkan pemahaman mengenai program ACT kepada pemegang program terkait. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. komputer suplly. jadwal. dokumen penyajian. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. uang harian. realisasi pembiayaan. b) Sasaran Pelaksana kegiatan proyek. dll 4 . jadwal. uang harian. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. komputer suplly. dokumen penyajian. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. penggandaan. pelaporan. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. komputer suplly. uang harian. komunikasi cepat. Kabupaten/ kota b) Sasaran Lembaga/instansi LP/LS. dll Biaya perjalanan: transport. proses kegiatan. uang penginapan. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. proses kegiatan. uang penginapan. proses kegiatan. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. spanduk.4) Pertemuan Evaluasi Akhir Tahun Proyek a) Tujuan Mengevaluasi dan membahas masalah dan kendala kegiatan Proyek dan jalan kelaurnya. 7) Pertemuan Koordinasi LP/LS di Kabupaten a) Tujuan Meningkatkan koordinasi antar lintas program/lintas sektor di tk. jadwal. dan tindak lanjut. b) Sasaran Tenaga kesehatan yang bertugas dibidang terkait. dan tindak lanjut. 5) Konsinyasi Review Annual Plan tahun 2010 (TRT & PPIU) a) Tujuan Menyusun annual plan tahun 2010 b) Sasaran Anggota TRT dan Sekretariat Proyek Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. dokumen penyajian. dll Biaya perjalanan: transport. komputer supply. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. realisasi pembiayaan. pelaporan.

SPP. meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan. dan tindak lanjut. proses kegiatan. transport lokal. spanduk. tunjangan biaya hidup. uang harian. penggandaan. realisasi pembiayaan. dll Biaya perjalanan: transport. transport & uang harian pada awal & akhir program. dll Laporan Kegiatan Laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sesuai jadwal pendidikan (semester) kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh peserta tubel ybs. biaya praktek. d) Laporan Kegiatan 9) Pertemuan Kemitraan Bidan & Dukun a) Tujuan Meningkatkan mutu yankes ibu hamil. biaya matrikulasi.Biaya perjalanan: transport. d. dokumentasi & pelaporan. dokumen penyajian. Bantuan Beasiswa (0079) a) Tujuan Tersedianya sumber daya manusia yang profesional dan dengan jumlah kwantity sesuai kebutuhan ketenagaan di Provinsi dan kabupaten/kota guna mempercepat terlaksananya pembangunan di bidang kesehatan di provinsi/kabupaten/kota b) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota. dan menurunnya kejadian kematian ibu maternal dan kematian bayi b) Sasaran Dukun beranak/dukun bayi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK Biaya honor Nara sumber Biaya lain-lain: Fotocopy. komunikasi cepat. tunjangan buku & referensi. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. c) Penggunaan Anggaran Dana bantuan sosial diberikan untuk: ATK. uang harian. uang penginapan. biaya penginapan. biaya riset. uang harian. d) 5 . biaya penginapan. jadwal. d) Laporan Kegiatan 8) Pengembangan DHA a) Tujuan Mengembangan kemampuan tenaga kesehatan dibidang penyusunan anggaran kesehatan daerah b) Sasaran Tenaga perencanaan di kabupaten/kota c) Penggunaan Anggaran Biaya lain-lain: penyusunan pelaporan.

biaya menginap. Provinsi Biaya jasa lainnya: telepon/fax. Mempercepat jalannya komunikasi. Biaya langganan & jasa: listrik. kegiatan pelelangan. fotokopi. d) Laporan Kegiatan 6 . dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk. dan telepon. uang harian.dokumentasi. Monitoring dan Evaluasi Proyek DHS2 di provinsi. biaya menginap. dalam rangka konsultasi ke Pusat dan supervisi ke kabupaten/kota. fotokopi. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan. surat menyurat. dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk.e. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan. Biaya perjalanan: transport. konsultasi. 1) Kesekretariatan dan Kerja Sama Luar Negeri (0104) Sekretariat di provinsi a) Tujuan • • • • Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2. dalam rangka konsultasi ke provinsi dan supervise/bintek ke desa siaga.dokumentasi. uang harian. d) Laporan Kegiatan 2) Sekretariat di kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2. Kabupaten/Kota. penyusunan laporan. Biaya perjalanan: transport. Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. Menyediakan sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2 Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 Provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. surat menyurat. berlangganan fasilitas operasional internet. penyusunan laporan.

Survey kesehatan (0143) a) Tujuan Memperoleh lebih banyak jumlah penderita malaria yang terjaring di sarana kesehatan. Pembangunan Gedung (0164) a) b) c) Tujuan Mendirikan bangunan gedung sebagai tempat/ sarana pelayanan kesehatan Sasaran Terbangunnya bangunan gedung sebagai sarana kesehatan. Penggunaan Dana Biaya pembangunan sarana kesehatan. b) Sasaran Masyarakat pada daerah endemis.3) Koordinasi DHC kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi DHC di kabupaten/kota b) Sasaran Anggota DHC kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya pertemuan d) Laporan Kegiatan 4) Koordinasi JHC & TRT provinsi a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi antara JHC dengan TRT b) Sasaran Anggota JHC dan TRT provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. d) Laporan Kegiatan g. konsumsi d) Laporan Kegiatan f. d) Laporan Kegiatan 7 . c) Penggunaan Dana Biaya jasa lainnya untuk pelaksanaan survey.. dll Biaya operasional: bantuan uang saku peserta.

Pengadaan Meubelair (0273) a) Tujuan Mengadakan meubelair untuk kelancaran administrasi dan operasional bagi sekretariat dan satker DHS-2 Provinsi. kelengkapan anak dan orangtua. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. Pelayanan kesehatan/perbaikan gizi ibu/anak & KB (0232) a) Tujuan Menyediakan sarana/fsilitas pelayanan penulihan gizi buruk bagi bayi dan balita. c) Penggunaan Dana: Biaya bahan: ATK. b) Sasaran Bayi dan balita yang menderita gizi buruk. dll Biaya perjalanan : transport. Biaya pembangunan untuk gedung dan peralatan. bahan makanan. Biaya lain-lain: penyelenggaraan pertemuan. Pengadaan Alat Kedokteran. dan meja kursi setengah biro. d) Laporan Kegiatan i. dll. Kesehatan dan KB (0275) a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk dipergunakan di sarana pelayanan kesehatan. susu energy tinggi. uang penginapan. dengan melaksanakan tata laksana Gizi Buruk Bayi dan Balita. b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan kesehatan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah. uang harian.. Sasaran Tersedianya filling cabinet/ lemari arsip. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan meubelair. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pendidikan (0274) a) Tujuan Melaksanakan pengadaan peralatan dimaksudkan untuk memberikan bantuan berupa peralatan pendidikan bagi tenaga-tenaga kesehatan yang dilatih di Bapelkes b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan pendidikan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pendidikan.h. pelaporan. b) d) j. d) Laporan Kegiatan k. komputer suplly. 8 .

c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan kendaraanroda 4. hasil kerja panitia penerimaan. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Angkutan Air (0294) a) Tujuan Agar mampu menjangkau daearah-daerah yang masih tergolong sangat terpencil sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta lebih optimal. b) Sasaran Adanya kendaraan untuk menunjang jangkauan pelayanan kesehatan c) Penggunaan dana Biaya modal & peralatan mesin: Pengadaan kendaraan air. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pengolah data d) Laporan Kegiatan m. d) n. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pengolah Data (0277) a) Tujuan Untuk memenuhi sarana dan prasarana administrasi dan pelaporan baik oleh manajemen proyek maupun fasilitator desa siaga. 9 . Pengadaan Kendaraan Khusus (0291) a) Tujuan Untuk mendukung dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kesehatan terutama di daerah sulit atau terpencil. Sehingga kegiatan maupun pelaporan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. b) Sasaran Terpenuhinya alat pengolah data dan alat penunjang lainya untuk sekretariat DHS2 maupun fasilitator desa siaga.c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan kesehatan d) l. b) Sasaran Terdapatnya kendaraan roda 4 sebagai pendukung kelancaran akses pelayanan kesehatan daerah sulit / terpencil. d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan.

Sosialisasi konsep DHA a) Tujuan Mensosialisasikan kecukupan belanja kesehatan. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal Biaya perjalanan: transport. besarnya alokasi dan realisasi pembiayaan kesehatan. proses kegiatan. fotocopy. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Provinsi. p. kabupaten.o. kabupaten. realisasi pembiayaan. komsumsi peserta lokal Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. pelaporan. Sosialisasi kemitraan bidan dan dukun a) Tujuan Meningkatkan jalinan kemitraan bidan desa dan dukun bayi di wilayah kerjanya dalam pelaksanaan yankes ibu dan anak. proses kegiatan. b) Sasaran Bidan desa dan dukun bayi 10 . Penyelenggaraan Sosialisasi/Workshop/Diseminasi/Seminar/Publikasi (0728) 1. fotocopy. kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. Provinsi. dan tindak lanjut. dokumen penyajian. 3. uang harian. dan kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. Pengembangan Sistem Informasi (0656) a) Tujuan Menyediakan jaringan utnuk pengembangan SIK. pelaporan. dan tindak lanjut. dokumen penyajian. hasil kerja panitia penerimaan. b) Sasaran Petugas kesehatan di tk. b) Sasaran Paket jaringan untuk mendukung SIK c) Penggunaan dana Biaya pengadaan paket jaringan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. 2. jadwal. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. uang harian. dll Biaya lain-lain: Penggandaan. jadwal. realisasi pembiayaan. Workshop entry dan analisa data DHA a) Tujuan Memberikan kemampuan tentang tata cara entri dan analisa DHA b) Sasaran Petugas kesehatan tk.

Monitoring dan Evaluasi (0967) d) Tujuan Melaksanakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program. uang harian. komunikasi cepat. g) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Biaya operasional: pelaporan. komputer supply. realisasi pembiayaan. realisasi pembiayaan. dokumen penyajian. jadwal. penggandaan. dll Biaya honor nara sumber Biaya perjalanan: transport.c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. dokumentasi & pelaporan. dokumen penyajian. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. proses kegiatan. 4. dokumen penyajian. fotocopi. proses kegiatan. pelaporan. dll Biaya perjalanan: transport. jadwal. e) Sasaran Pelaksana program f) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. dan tindak lanjut. proses kegiatan. Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. uang harian. b) Sasaran Lintas sektor & program di tk. jadwal. Pertemuan Lintas Sektoral a) Tujuan Untuk mendapat dukungan dari lintas sektor demi terlaksananya tujuan proyek. komunikasi cepat. penggandaan. dan tindak lanjut. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. q. dan tindak lanjut 11 . realisasi pembiayaan.

panitia & nara sumber provinsi Biaya perjalanan: transport. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal. c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan peralatan kesehatan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. 3. Pelatihan Bidan Desa a) Tujuan Untuk menambah ketrampilan Bidan Desa yang bertugas di Poskesdes Model Opeaional Desa SIaga.. Pengadaan peralatan kesehatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk Poskesdes dalam kegiatan Model Operasional Desa Siaga... hasil kerja panitia penerimaan. uang penginapan 12 .. fotocopy. d) Laporan Kegiatan s. b) Sasaran SIKDA. berupa pembangkit tenaga listrik/genset. uang harian. d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan.r. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. Pengadaan obat-obatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan obat-obatan untuk Poskesdes Operasional Desa Siaga. b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga. dibidang teknis maupujn adiminisrasi. b) Sasaran Bidan Desa yang bertugas di Model Operasional Desa Siaga. hasil kerja panitia penerimaan. dalam kegiatan Model b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan obat-obatan. c) Penggunaan dana Biaya pengadaan genset. Dukungan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan (1035) 1. 2. Pengadaan Peralatan Penunjang Operasional (1008) a) Tujuan Menyediakan sarana kesehatan agar SIKDA berfungsi sesuai peruntukannya.

. dan tindak lanjut. biaya penginapan. Rehabilitasi Gedung (1139) a) Tujuan Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan rehabilitasi sarana gedung kesehatan b) Sasaran Puskesmas dan RS yang perlu dilakukan rehabilitasi c) Penggunaan dana Biaya rehabilitasi untuk Puskesmas PONED dan RS d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center. Sosialisasi dan Koordinasi Upaya Kesehatan (1037) a) Tujuan Untuk mendapatkan dukungan dari stake-holder dalam mendukung pelaksanaan desa siaga. t. penggandaan. uang harian. bahan praktek Biaya honor pengarah. spanduk. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dokumen penyajian. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: Transport. dokumentasi & pelaporan. b) Sasaran Tenaga kesehatan di Puskesmas. b) Sasaran Pemerintah Daerah c) Penggunaan dana Biaya bahan: ATK Biaya honor untuk nara sumber Biaya lain-lain: fotokopi. v. Revitalisasi Puskesmas (4642) 1. tas peserta. dan tindak lanjut u. panitia. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. dokumen penyajian. Refreshing kapasitas Tim Feeding center Puskesmas a) Tujuan Menyiapkan tenag kesehatan lini terdepan agar mampu menangani permalahan gizi bagi bumil dan balita. realisasi pembiayaan. fasilitator 13 . jadwal. proses kegiatan. proses kegiatan. realisasi pembiayaan. jadwal. komunikasi cepat.d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR.

tas & seragam peserta Biaya sewa: ruang pertemuan. jadwal. Hal ini akan mewujudkan manfaat sosial ekonomi yang positif. Sulawesi Selatan. dan tindak lanjut 2. yang dapat menyebabkan perluasan intervensi gizi ke propinsi-propinsi lainnya. Kabupaten dan kota yang berpartisipasi dipilih dan disetujui bersama antara Pemerintah dan ADB berdasarkan pada kriteria-kriteria: (i) prevalensi gizi kurang. peningkatan akses pada zat gizi mikro dan penurunan dari penyakit infeksi yang berkaitan dengan gizi dan penurunan kurang darah dan kurang energi kronis pada wanita umur produktif. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. A. uang harian.48 juta anak balita dengan berat badan rendah dari 28% pada tahun 2005 menjadi di bawah 20% pada tahun 2009. Kalimantan Barat. KEGIATAN NICE PROJECT Latar Belakang Proyek NICE diharapkan mencakup lebih kurang 4053 desa miskin di 24 kabupaten/kota. Suatu daftar dari kontribusi-kontribusi gizi untuk pencapaian “Millennium Development Goals” seperti pada Lampiran 1. Pengurangan prevalensi 1. Manfaat-manfaat proyek yang penting termasuk pengurangan gizi kurang diantara anakanak muda dan wanita. Revitalisasi sarana/fasilitas Feeding Center a) Tujuan Meningkatkan pelayanan gizi di Puskesmas melalui panti pemulihan gizi/ feeding center. termasuk kelurahan di 6 kota di 6 propinsi: Sumatera Utara.d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Proyek akan mendukung kegiatan Pemerintah untuk mengurangi kekurangan gizi mikro seperti kurang zat gizi besi dan kurang vitamin A diantara 500. kendaraan R4 Biaya honor nara sumber Biaya jasa: pembuatan spanduk Biaya perjalanan: transport. jadwal. dokumen penyajian. realisasi pembiayaan. Proyek diharapkan mempunyai suatu efek demontrasi. yang menuju pada hidup lebih produktif dan sehat. angka kesakitan dan kematian. b) Sasaran Paket feeding center c) Penggunaan Anggaran Biaya pengadaan paket feeding center d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center. dan tindak lanjut II. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. proses kegiatan. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Operasional kegiatan a) Tujuan Meningkatkan status gizi bumil KEK dan balita kurang gizi b) Sasaran Terlaksananya operasional feeding center. realisasi pembiayaan. Sumatera Selatan.000 ibu hamil dan menyusui. 14 . (ii) insiden kemiskinan and (iii) komitmen dari pemerintah setempat untuk kontribusi biaya. 3. dokumen penyajian. termasuk akan terhindar dari biaya yang terkait dengan kehilangan kesadaran dan produktivitas rendah. proses kegiatan.

000 1. program dan survailans gizi. Seksi Gizi Dinas Kesehatan Propinsi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat di Dinas Kesehatan Propinsi 3) Peserta Peserta TOT adalah masing-masing 5 orang dari setiap kabupate/kota yang berasal dari Tim Teknis Kabupaten/Kota. dan CPMU dari Depkes. Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat (TOT) Jumlah 1.800 468 ± 5.800 900 13. Puskesmas 5. 4) Pelatih Narasumber pelatihan tenaga konsultan.480. (ii) peningkatan kualitas dan pelayanan gizi terpadu untuk ibu-ibu dan anak-anak di daerah proyek. Sasaran Total sasaran yang akan dicakup oleh Proyek NICE adalah sebagai berikut: No Sasaran 1. dan atau Lintas sektor yang terkait. Ibu hamil/menyusui 3.B. Desa penerima paket 8.053 1. (iii) meningkatkan kemampuan masyarakat untuk upaya peningkatan gizi dan intervensi kebersihan perorangan.000 500.000 4. (iv) memperluas program-program fortifikasi dan memperkuat komunikasi gizi dan (v) meningkatkan kapasitas pengelolaan proyek termasuk perencanaan. Kelompok Gizi Masyarakat 9. Desa 7. Fasilitator Gizi Masyarakat 10. Tujuan Proyek NICE didisain untuk mencapai 5 (lima) tujuan yaitu: (i) memperkuat kapasitas untuk pengembangan kebijakan.656 40. Kader posyandu D. Anak balita 2. SD/Madrasah 4. Ruang Lingkup Kegiatan NICE a. monitoring dan evaluasi dari program gizi. C.974 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Pelatih Fasilitator Masyarakat di setiap kabupaten/koat yang handal sebagai pelatih fasilitator yang akan diadakan di setiap kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq.800 1. 15 . Posyandu 11. serta tenaga professional sesuai dengan keahlian yang diperlukan dari Propinsi. Tenaga Kesehatan 6.

dan peserta yang mengikuti pelatihan. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. jadwal dan modul pelatihan. 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Propinsi cq. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana c) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. panitia 16 . konsumsi rapat persiapan. fotocopy. peserta pelatihan. panitia 4) Transport local rapat persiapan 5) Uang harian untuk narasumber dari pusat. melaksanakan dan melaporkan Paket Gizi Masyarakat. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes. peserta pelatihan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Propinsi/Kabupaten). konsumsi rapat persiapan.5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. dokumentasi. peserta pelatihan. b. panitia 6) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. surat menyurat dll b) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. panitia d) Transport local rapat persiapan e) Uang harian untuk narasumber dari pusat. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. fotocopy. dokumentasi. 4) Pelatih: Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. Propinsi/Kabupaten). panitia 7) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. hasil pelatihan. 3) Peserta: Peserta Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masayarakat adalah fasilitator/calon fasilitator yang telah diseleksi oleh masing-masing Dinkes Kabupaten/Kota serta tenaga pelaksana gizi dari puskesmas masing-masing 1 orang. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. peserta pelatihan. peserta pelatihan. Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan : Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Fasilitator Masyarakat yang handal sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan setiapmkabupaten/kota untuk memfasilitasi Kelompok Gizi Masyarakat dalam menyusun.

Peningkatan Kapasitas Kelompok Gizi Masyarakat (KGM) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan anggota KGM yang ada di setiap desa untuk menyusun proposal. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport peserta. jadwal dan modul pelatihan. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. dan peserta yang mengikuti pelatihan. panitia g) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. propinsi peserta pelatihan. dan peserta yang mengikuti pelatihan. c. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. jadwal dan modul pelatihan. panitia 6) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. dokumentasi. dan melaporkan kegiatan Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan KGM. propinsi dan peserta pelatihan. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes. Propinsi/Kabupaten). 3) Peserta Peserta Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Tim Teknis Dinkes Kabupaten/Kota berjumlah masing-masing 10 orang 4) Pelatih Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. peserta pelatihan. narasumber dari pusat dan panitia 4) Uang harian untuk narasumber dari pusat. 5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. melaksanakan.f) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. 17 . panitia 5) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. fotocopy. hasil pelatihan. d. Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Tim yang nanti bertugas untuk mereview dan menilai proposal Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan Kelompok Gizi Masyarakat. propinsi. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. hasil pelatihan. konsumsi rapat persiapan.

dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kota. manajer dan staff full time di propinsi dan 4 kabupaten/kota dan Tim Teknis Kabupaten/Kota 3) Biaya konsultasi dari pripinsi ke pusat. dan peserta. peserta desa 3) Uang harian untuk petugas puskesmas Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. 1) Tujuan Tujuan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri adalah intuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan Proyek NICE dari aspek administrasi 2) Pelaksana Penanggung Jawab dan Pelaksana kegiatan adalah masing-masing Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. dan peserta yang mengikuti pelatihan. dan diperuntukkan: Tenaga Full Time Proyek NICE 1) Paket konsultan untuk 3 orang staf PPCU 2) Paket konsultan untuk 4 DPIU masing-masing 3 orang Pengelolaan Proyek NICE 1) Belanja bahan untuk ATK. konsultasi dari kabupaten ke propinsi dan pusat 4) Biaya fasilitasi teknis dan manajemen ke kab. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Pelatih Pelatih Peningkatan Kapasitas KGM adalah tenaga pelaksana gizi dari setiap puskesmas yang telah mendapat pelatihan Fasilitator Masyarakat. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dokumentasi. 4) Laporan Kegiatan Laporan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri harus dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. jadwal dan modul pelatihan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 18 . fotocopy. 3) 4) 5) 6) e. hasil pelatihan. Administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri. konsumsi pertemuan 2) Biaya transport petugas puskesmas.2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. puskesmas. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: untuk koordinator. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. jadwal hasil kegiatan. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Peserta Peserta Peningkatan Kapasitas KGM adalah semua anggota KGM yang berjumlah 10 orang dari setiap desa terpilih yang akan mendapatkan Paket Gizi Masyarakat.

2) 3) 4) g. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Roda 2 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. 2) 3) 4) h. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningakatan Cakupan Posyandu tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah sebagai belanja Lembaga Sosial lainnya. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Pengadaan Kendaraan Roda 2 1) Tujuan Menyediakan kendaraan operasional roda 2 untuk puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten di daerah NICE Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 2) 3) 19 .f. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 1) Tujuan Menyediakan kendaraan khusus roda 4 untuk DPIU dan PPCU di daerah NICE Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Cakupan Posyandu dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. jadwal. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Peningkatan Cakupan Posyandu 1) Tujuan Menyediakan biaya operasional bagi posyandu terpilih di daerah NICE sehingga cakupan posyandu meningkat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Cakupan Posyandu adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq.

dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. propinsi. surat menyurat dll b) Biaya transport peserta kabupaten/kota. dan telah mendapat persetujuan ADB. Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (DPIU). i. Review Kegiatan NICE Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di propinsi dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. propinsi. kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit. Dinas Kesehatan Propinsi (PPCU) dengan narasumber dari Dit. Pengadaan Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan Menyeleksi dan merekrut tenaga fasilitator masyarakat yang akan memfasilitasi KGM Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS). Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. hasil pertemuan dan peserta. 2) 3) 4) 5) k. 2) j. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan narasumber pusat d) Uang penginapan untuk kabupaten/kota. fotocopy. dan narasumber pusat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Propinsi dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. jadwal dan acara. propinsi. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. Bina Gizi Masyarakat Depkes Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Propinsi tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Bina Gizi Masyarakat. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan narasumber pusat c) Uang harian untuk kabupaten/kota. Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di kabupaten/kota dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. 2) 20 .4) Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. dokumentasi.

kabupaten propinsi. surat menyurat dll b) Biaya transport peserta puskesmas. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. dokumentasi. Peserta Peserta Pembinaan Kelompok Kabupaten/Kota dan Puskesmas 2) 3) Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. jadwal dan acara. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. jadwal dan acara. hasil pertemuan dan peserta. dan konsumsi KGM dll b) Biaya transport peserta puskesmas.3) Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Puskesmas. 5) 21 . kabupaten ke lokasi c) Uang harian untuk puskesmas. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. hasil pertemuan dan peserta. fasilitator masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. dan fasilitator masyarakat c) Uang harian untuk puskesmas. kabupaten propinsi. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. fotocopy. Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah melakukan supervisi dan membina Kelompok Gizi Masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Paket Gizi Masyarakat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. pelapora dan fotocopy. kabupaten ke lokasi Laporan Kegiatan Laporan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. 4) 5) l. kabupaten propinsi. dan fasilitator masyarakat d) Uang penginapan untuk puskesmas. dan propinsi Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. dan fasilitator masyarakat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Kabupaten dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan.

Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 22 . Leaflet dan Poster 1) Tujuan Menyediakan formulir pencatatan dan pelaporan Proyek NICE dan bahan-bahan penyuluhan Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Formulir. Leaftlet. 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Review Proposal KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. 2) 3) 4) n. Leaftlet. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Proposal KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Poster dll adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Review Proposal KGM 1) Tujuan Mereview dan menilai Proposal KGM yang masuk di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan mengusulkan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota layak atau tidaknya proposal tersebut. Kegiatan akan dilaksanakan sebanyak 3 kali @ 3 hari. Poster dll berupa belanja bahan yang akan digunakan untuk pencetakan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Formulir. Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Propinsi mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk propinsi dan 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Pembuatan Formulir. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi.m. Leaftlet. o. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. Poster dll dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Formulir. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Uang harian peserta c) Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan Laporan Review Proposal KGM dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan.

Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Konsolidasi dan Koordinasi Propinsi 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. tanggal dan tempat pelaksanaan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. peserta puskesmas dan kabupaten/kota 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/ Kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. tanggal dan tempat pelaksanaan. p. peserta dan hasil pertemuan. Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Kabupaten/Kotai dan mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll 23 . d) Uang harian narasumber propinsi. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll b) Sewa ruangan c) Transport puskesmas.3) Penggunaan Anggaran: Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. peserta kabupaten dan propinsi d) Uang harian narasumber pusat. peserta dan hasil pertemuan. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. peserta kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. narasumber propinsi. q. surat menyurat dll b) Sewa ruangan c) Transport narasumber pusat.

Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. tanggal dan tempat pelaksanaan. propinsi dan narasumber pusat 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Transport local peserta. tanggal dan tempat pelaksanaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. r. 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. peserta dan hasil pertemuan. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Rakontek NICE Propinsi 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. propinsi dan narasumber pusat d) Uang harian peserta kab. peserta dan hasil pertemuan. tanggal dan tempat pelaksanaan. fotocopy dan surat menyurat dll b) Sewa ruang pertemuan c) Transport peserta kab. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. 24 . Konsolidasi dan Koordinasi Kabupaten 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. s. peserta dan hasil pertemuan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan.b) Transport lokal.

dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Bina Gizi Masyarakat. peserta dan hasil pertemuan.t. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. tanggal dan tempat pelaksanaan. fotocopy dan surat menyurat dll b) Transport peserta puskesmas. u. 2) 25 . dan telah mendapat persetujuan ADB. kabupaten dan propinsi c) Uang harian peserta puskesmas. 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis kabupaten/kotai yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis kabupaten/kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. Radio dan surat kabar Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS). Rakontek NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat kabupaten/kota sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit. Pengembangan dan Penyiaran Kampanye 1) Tujuan : Menyeleksi dan merekrut Perusahaan yang akan melaksanakan pengembangan materi mass campaign dan menyiarkan melalui TV.

Sedangkan kontribusi dari Pemerintah Indonesia yang diminta sebesar € 1. penyediaan biaya pemeliharaan Alat Kesehatan dan biaya operasional lainnya yang terkait dengan proyek SPH/HSSP.000. Ibu dan Anak-anak 26 . Kegiatan-kegiatan yang diberikan oleh bantuan hibah ini berupa pengadaan peralatan untuk Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB.000. C. B. PPCU di tingkat propinsi dan PIU di tingkat kabupaten/kota. per diem untuk peserta pelatihan. Perjanjian ini harus termasuk spesifikasi dan kerjasama umum . 4. LATAR BELAKANG Keberadaan Project Sector Programme (SPH) di Indonesia berdasarkan Financing Agreement (Kerjasama Keuangan) antara Republik Federasi Jerman melalui KfW dengan Pemerintah Republik Indonesia tanggal 19 Januari 2005 No.350. Meningkatkan kemampuan Petugas PAM tingkat Kabupaten untuk dapat melaksanakan pemeliharaan peralatan kesehatan. Sedangkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah telah ditandatangani Perjanjian Kesepakatan Pelaksanaan Proyek antara Pemerintah Pusat dengan Gubernur dan Bupati/Walikota se Propinsi NTT dan NTB. Meningkatkan kemampuan Petugas Puskesmas dan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan inventarisasi peralatan kesehatan 3.000. Pelatihan Computer Based Inventory System (CBIS) dan Physical Asset Management ( Pusat-pusat perbaikan/bengkel alat kesehatan). biaya transportasi local untuk distribusi peralatan. PPCU di tingkat Propinsi dan PIU di tingkat Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah proyek. kemauan menjalankan perbaikan dan sebagainya. Seluruh Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi Nusa Tenggara Timur Seluruh Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat Seluruh Petugas Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur Seluruh Masyarakat di Propinsi NTB dan NTT terutama Masyarakat Miskin. 2. 2003.66.III. kontribusi pendamping. Dalam Pasal 4 Perjanjian terpisah tentang Kesepakatan Khusus antara lain dinyatakan bahwa Project Ecxecuting Agency (PEA) dalam hal ini Departemen Kesehatan mempunyai kewajiban : • Memberikan biaya pendamping untuk pelaksanaan program (logistic. dan sebagainya) • Depkes akan menandatangani suatu perjanjian dengan Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten) yang mendapat bantuan program. KEGIATAN PROYEK SECTOR PROGRAMME HEALTH (SPH) A. PPCU dan PIU. biaya operasional CPCU. 3.401 dan Perjanjian Terpisah ( Separate Agreement) tanggal 19 Januari 2005. Pemerintah telah membentuk CPCU di tingkat Pusat. TUJUAN 1. pembentukan CPCU di tingkat pusat. Bantuan hibah dari Pemerintah Jerman ini berjumlah € 9. Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas/Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB dengan menyediakan peralatan Kesehatan Dasar 2. Isi kesepakatan antara lain adalah Pemerintah Daerah akan memenuhi kewajiban sebagaimana dipersyaratkan dalam Separate Agreement antara lain. SASARAN PROGRAM 1.

Puskesmas Pembantu serta Polindes/Poskesdes 27 . Pendidikan dan Pelatihan Teknis a) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Propinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of Trainer (ToT) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Propinsi dan Kab/Kota dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Kab/Kota dan Propinsi • Petugas Kab/kota mampu menganalisis data-data hasil input data di Puskesmas. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Transport local peserta propinsi dan Kab/Kota yang dekat dengan propinsi serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dari Kab/Kota. 2) Sasaran Provincial Project Coordination Unit (PPCU) dan Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. b) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Puskesmas 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of User (ToU) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Puskesmas dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Puskesmas • Petugas Puskesmas mampu melakukan input data dengan menggunakan Software yang disediakan serta dapat membuat laporan inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas. 3) Penggunaan Dana 1) Pembayaran Honorarium a) Honorarium Manajer Proyek b) Honorarium Sekretaris PPCU HSSP c) Tim Teknis Propinsi d) Koordinator Proyek tingkat Kab/Kota e) Sekretaris Proyek Tingkat Kab/Kota f) Staf Proyek tingkat Kab/Kota 2) Belanja Bahan untuk ATK. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Proyek SPH/HSSP yang meliputi proyek SPH. 2) Sasaran • Staf Dinas Kesehatan Propinsi yang menangani inventarisasi barang • Staf dari Dinas Kesehatan Kab/Kota yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi peserta latih dari propinsi dan kabupaten/kota dengan perjalanan kurang dari 8 jam • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport peserta dari Kab/Kota ke Propinsi.D. KEGIATAN-KEGIATAN a. penggandaan laporan dan pengiriman surat/dokumen 3) Belanja Modal Peralatan dan Mesin (Propinsi NTB) yaitu pembelian 1 (satu) unit LCD Proyektor b.

digunakan untuk membayar transport lokal peserta yang mengikuti rapat koordinasi 28 . digunakan untuk membeli Alat Tulis Kantor. 2) Sasaran • Dinas Kesehatan Propinsi • Konsultan EPOS • Pemda Propinsi dan • Lintas Program/sector terkait. 3) c.2) Sasaran • Petugas Puskesmas yang menangani inventarisasi barang • Petugas Puskesmas yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dan Polindes/Poskesdes 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi pelatih dari kabupaten/kota • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport petugas dari Propinsi. Penggandaan serta untuk laporan kegiatan • Belanja perjalanan lainnya. 3) Penggunaan Dana • Belanja Bahan. Petuga PAM Center diberikan uang harian untuk melalukan pelatihan pemeliharaan kesehatan di Puskesmas serta memperbaiki peralatan yang perlu diperbaiki di Puskesmas/Pustu. Transport local pelatih dari Kab/Kota yang serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dan pelatih dari Kab/Kota dan Propinsi c) On The Job Training PAM ke Puskesmas 1) Tujuan Terlatihnya petugas Puskesmas dalam pemeliharaan dan perbaikan asset fisik Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. 2) Sasaran Petugas Puskesmas yang menangani peralatan Puskesmas/Puskesmas Pembantu Penggunaan Dana Belanja Perjalanan Lainnya. Penyusunan Program dan Rencana Kerja/Teknis/Program a) Rapat Koordinasi Tingkat Propinsi 1) Tujuan • Diperolehnya masukkan dan saran tentang pelaksanaan dan perkembangan proyek • Teridentifikasinya permasalahan dan dirumuskannya solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan • Adanya dukungan dari semua fihak terkait dalam aspek pendanaan (dana pendamping APBD) dan aspek pelaksanaan program.

Pembayaran dilaksanakan bila yang bersangkutan telah menyerahlan laporan pekerjaannya kepada pemberi kontrak.b) Konsultasi Program HSSP ke Pusat 1) Tujuan Mendapatkan kejelasan dan solusi berbagai masalah yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan proyek serta memperoleh masukkan. Pemantauan Dan Evaluasi a)Supervisi Kegiatan HSSP ke Kab/Kota 1) Tujuan Memantau pelaksanaan kegiatan proyek dan melakukan bimbingan teknis maupun administrative yang dianggap perlu dalam rangka pembinaan proyek secara keseluruhan. uang harian serta uang penginapan petugas. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada Masyarajkat terutama masuyarakat miskin. Sasaran • Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota • Puskesmas dan Jaringannya Penggunaan Dana Biaya Perjalanan digunakan oleh pelaksana Supervisi untuk membiayai transport dari Propinsi ke Kab/Kota. Sasaran Petugas yang dikontrak oleh Dinas Kesehatan Propinsi untuk mengelola Proyek SPH/HSSP secara professional. digunakan untuk membiayai gaji pegawai yang dikontrak oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota. Project Management / C&S 1) Tujuan Untuk mendukung kelancaran kegiatan proyek SPH/HSSP secara keseluruhan. mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan proyek HSSP yang meliputi proyek SPH. uang harian dan biaya penginapan petugas yang melaksanakan konsultasi ke Jakarta. 2) 3) d. 2) 3) e. Pembayaran gaji dilaksanakan berdasarkan kontrak yang dibuat antara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/kota dengan pegawai non PNS yang professional. saran dan perbaikan secara tepat dan cepat dari tingkat pusat Sasaran Koordinator Pelaksana PPCU dan Kepala Sub Dinas terkait dengan program Penggunaan Dana Belanja perjalanan digunakan untuk membiayai transport. 2) 3) 29 . Penggunaan Dana Belanja Jasa Konsultan.

Gubernur sebagai Wakil Pemerintah melakukan : a. Organisasi Pengelolaan keuangan negara secara umum di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. pasal 17 ayat (1) – (3) yang mengatur : (1) Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Pemerintah. pembinaan. Penyiapan perangkat daerah yang akan melaksanakan program dan kegiatan Dekonsentrasi. Pengelolaan keuangan negara di Tingkat Propinsi untuk menunjang pelaksanaan kegiatan program pembangunan kesehatan. 1 . pengendalian. Untuk melaksanakan kegiatan dan pembiayaan penggunaan anggaran Kementerian Kesehatan di Tingkat Propinsi perlu ditetapkan penanggung jawab dan pengelola kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak. Koordinasi. A. (3) Gubernur memberitahukan kepada DPRD terkait dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. A. Sinkronisasi dengan penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah. salah satu di antaranya adalah untuk Program UKM dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat yang dilaksanakan di seluruh Propinsi diperuntukkan bagi pembiayaan kegiatan-kegiatan non fisik sampai ke tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas.BAB VIII MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN Pada tahun ini Departemen Kesehatan mengalokasikan dana Kementerian Kesehatan untuk kegiatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi. b.134/PMK. tanggal 15 Desember 2008 tentang Pelimpahan Wewenang Penetapan Pejabat yang diberi Wewenang dan Tanggung Jawab Untuk Atas Nama Menteri Kesehatan selaku Pengguna Anggaran/Barang dalam Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi Tahun Anggaran 2009. Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementrian Kesehatan Gubernur Kepala Daerah Propinsi penerima dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan di tingkat Propinsi. pengawasan dan pelaporan.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Peraturan Direktur Jenderal Perbandaharaan No. yaitu Gubernur Kepala Daerah Propinsi untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan (dekonsentrasi) di tingkat Propinsi. kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat. telah ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1160 / MENKES / SK / XII / 2008. kegiatan Pelayanan Kesehatan Dasar dan kegiatan Perbaikan Gizi Masyarakat.7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Gubernur membentuk Tim Koordinasi yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur yang berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri berkaitan dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud ayat (1). Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.

Dalam satu satuan kerja PPK. dapat ditunjuk lebih dari satu PPK. Tugas Dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara 1. sesuai dengan kebutuhan program. Menetapkan Panitia / Pejabat Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan / Penerimaan Barang / Jasa. Pemegang Uang Muka Kerja (PUM) / Pembantu Bendahara Pengeluaran Propinsi. Membina PPK dalam pelaksanaan program dan anggaran. antara lain : a. c. Melakukan koordinasi dengan para penanggung jawab lintas program terkait. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) KPA adalah Penanggung Jawab pelaksana program dan pengelola anggaran pada Satker yang dipimpinnya. 5. 2 . Melakukan pemantauan/pengendalian pelaksanaan program dan anggaran serta pengadaan barang dan jasa. yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN). Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (SAK/SIMAK-BMN). adalah Kepala Dinas Kesehatan. d. Bila PPK lebih dari satu. Membentuk Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja. e. Tugas-tugas KPA. 4.Gubernur Kepala Daerah Propinsi menetapkan : 1. b. g. B. Mengangkat PUM bila diperlukan. Menetapkan Petugas Pengelola dan Penanggungj Jawab Sistem Akuntansi Instansi (SAI). 2. i. yang dibuat oleh PPK. 3. 2. h. Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi. agar ditunjuk satu orang PPK sebagai koordinator. Unit akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA-W) Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam pengelolaan keuangan negara dapat menunjuk dan menetapkan : 1. 2. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Mengusulkan revisi RKAKL / DIPA bila diperlukan. Mengesahkan POK dan RPK. f. 7. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penandatangan SPM Penguji Tagihan Bendahara Pengeluaran Panitia/Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan /Penerimaan Barang / Jasa. 6.

b.PPK mempunyai tugas : a. Mengisi check list kelengkapan berkas SPP. Mempertanggungjawabkan atas kebenaran materiil dan akibat yang timbul dari kontrak / keputusan yang dibuat. Mencatat dalam buku pengawasan penerimaan SPP. Mengembalikan/Retur SPP bila ditemukan kekurangan atau kesalahan. j. Mengesahkan penutupan buku kas umum pada setiap akhir bulan. Melakukan koordinasi dengan panitia pengadaan barang / jasa serta panitia pemeriksa / penerima barang dalam hal : 1) 2) 3) 4) 5) d. Menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran berupa laporan bulanan (SAI). h. Menelaah dan mengesahkan spesifikasi yang telah dibuat/disetujui oleh penanggung jawab program / kegiatan. Menyusun rencana pelaksanaan pengadaan barang / jasa. Melaporkan pelaksanaan pengadaan barang / jasa kepada KPA pada akhir tahun anggaran. melakukan pemeriksaan kas intern Bendahara Pengeluaran dan membuat berita acara sekurang-kurangnya 3 bulan sekali. Menandatangani dokumen pelelangan dan kontrak. Menyusun POK dan RPK. Penandatangan SPM Mempunyai tugas sebagai berikut : a. 4. untuk diteruskan kepada Gubernur. Melakukan pemantauan atas pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran yang dipimpinnya serta pengadaan barang/jasa dengan menyiapkan kartu kendali. b. Penguji SPP Mempunyai tugas membantu Penandatangan SPM dalam : a. Menelaah dan mengesahkan dokumen pelelangan/RKS yang telah disusun oleh panitia pengadaan barang / jasa. Mengajukan SPP-UP. Melakukan koordinasi dengan para Pelaksana / Penanggung jawab kegiatan terkait. 3. 3 . e. GUP kepada Pejabat Penandatangan SPM dalam rangka tindakan yang menyebabkan pengeluaran anggaran belanja negara. c. semesteran dan tahunan atas pelaksanaan kegiatan dan hasil yang dicapai baik fisik dan keuangan kepada KPA dengan tembusan kepada Dirjen Bina Kesmas. g. GU. k. Melakukan dan atau mendelegasikan pengujian SPP. f. LS. b. c. Menelaah draft kontrak yang akan dilampirkan dalam dokumen pelelangan. TUP. i. Menelaah dan mengesahkan HPS/OE yang telah disusun oleh panitia barang / jasa. Mengajukan surat permohonan persetujuan UP dan TUP kepada Kanwil Perbendaharaan Departemen Keuangan. Menandatangani SPM untuk pengajuan pencairan dana ke KPPN.

laporan penyelenggaraan. Memeriksa ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA untuk memperoleh keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran. Mempertanggungjawabkan uang muka yang diterima dalam waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari sejak penyelenggaraan kegiatan selesai dilaksanakan dengan menyerahkan bukti-bukti pengeluaran. alamat. b.c. Memeriksa secara rinci keabsahan dokumen pendukung SPP sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Membuat laporan keadaan kas bulanan untuk disahkan PPK dan mengirim ke KPA u/p Bagian Keuangan/Bagian Tata Usaha. c. Panitia Pengadaan Barang / Jasa 1) Ketua Panitia agar menyusun rincian pekerjaan masing-masing anggota 4 . c. 3) g. f. Nilai tagihan yang harus dibayar (kesesuaian dan / atau kelayakannya dengan prestasi kerja yang dicapai sesuai spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak berkenaan). e. Pembukuan menggunakan Bentuk I agar dapat diketahui secara cepat saldo tunai. Memeriksa pencapaian tujuan dan atau sasaran kegiatan sesuai dengan indikator kinerja yang tercantum dalam DIPA berkenaan dan/atau spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak 5. Panitia Pengadaan & Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa Mempunyai tugas sebagai berikut : a. d. nomor rekening dan nama bank). Memeriksa kesesuaian rencana kerja dan atau kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja. Memberi copy dokumen SPM dan SP2D kepada Petugas Unit Akuntansi KPA (UAKPA) dan SIMAK-BMN. Membukukan semua penerimaan dan pengeluaran terhadap uang yang dikelolanya kedalam Buku Kas Umum dan Buku Pembantu (Buku Pajak). 7. Memeriksa kebenaran atas hak tagih yang menyangkut: 1) 2) Pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran (nama orang / perusahaan. Menyetorkan pungutan pajak-pajak ke Kantor Kas Negara. Membuat laporan pada akhir bulan sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai PUM yang diterimanya. d. Pemegang Uang Muka ( PUM ) Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Melaksanakan tugas kebendaharaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. b. termasuk jumlah anggaran dan biaya yang digunakan dalam kegiatan dimaksud serta pengembalian sisa uang muka yang tidak digunakan (bila ada). Bendahara Pengeluaran Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Jadwal waktu pembayaran. 6.

5 . 11) Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Laporan Barang dengan Laporan Keuangan. Melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. Laporan pemeriksaan pemasangan dan uji fungsi barang (tahap-II bila diminta dalam kontrak). Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna barang / jasa. Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. 6) 7) 8) 9) 10) Menandatangani pakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang / jasa. e. Menyelenggarakan akuntansi keuangan dan barang. Menyiapkan dokumen pengadaan. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (SAK / SIMAK-BMN) Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Mengumumkan pengadaan barang / jasa melalui media cetak dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum. dan jika memungkinkan melalui media elektronik. Menyusun dan menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).2) 3) 4) 5) Menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan serta lokasi pengadaan. b. Menyiapkan rencana dan jadual pelaksanaan SAK dan barang berdasarkan target yang ditetapkan. Laporan hasil pelatihan operator/user dengan dilengkapi surat pernyataan dari operator bahwa telah mengikuti pelatihan dan diketahui Kepala Satker (bila diminta dalam kontrak). Panitia Penerimaan dan Pemeriksaan Barang / Jasa 1) Melakukan pemeriksaan / penerimaan barang dan jasa yang diserahkan oleh penyedia berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam kontrak serta dokumen lain yang berlaku. d. 8. Membuat Berita Acara hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa yang diserahkan oleh penyedia dengan melampirkan : a) b) c) Laporan pemeriksaan fisik barang (tahap-I). Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan dan barang. 2) 3) 4) Membuat laporan pertanggungjawaban mengenai hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa kepada pengguna barang / jasa. c. f. Mengusulkan calon pemenang. b. Menunjuk dan menetapkan organisasi UAKPA sebagai pelaksana SAK dan barang di lingkungannya. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan dan barang secara berkala (bulanan dan semesteran). Menilai kualifikasi penyedia melalui pasca kualifikasi atau prakualifikasi.

06/2005 dan Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan RI No.2008 DIREKTUR JENDERAL K. Menelaah dan menandatangani Laporan Keuangan UAKPA. Menyusun Laporan keuangan tingkat UAKPA Semester I dan II.A Sesditjen / Direktur Penandatangan SPM Penguji Tagihan Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan/ Pemeriksaan PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Penanggung Jawab Kegiatan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B) BENDAHARA PENGELUARAN PUM C. m.1160 / MENKES / SK / XII / 2008 tanggal 15 Desember 2008. Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Satuan Kerja T. Menyampaikan Laporan Keuangan UAKPA dan ADK ke KPPN dan UAPPAW/E1. maka mekanisme pelaksanaan anggaran pada Satuan Kerja Dekonsentrasi di Tingkat Propinsi. Menerima data SIMAK-BMN dari petugas akuntansi barang. Peraturan Menteri Keuangan No.134/PKM.P. Meneliti dan menganalisis laporan keuangan dan barang yang akan didistribusikan. Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Dan Pembayaran 1. l. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan KPPN setiap bulan. h. i. j.PER66/PB/2005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. adalah sebagai berikut : 6 . Menandatangani Laporan Keuangan UAKPA. Bagan 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA.g.A 2008 Berdasar SK Menkes No. k.

e. mencatat / membukukan. Mengajukan SPP. 10 juta (untuk hal-hal tertentu). PPK.UP. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1) 2) Mengajukan usulan permohonan dispensasi TUP.a. Gubernur Kepala Daerah Propinsi 1) Menetapkan dengan Surat Keputusan Penunjukan KPA. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pemegang Uang Muka (PUM) 1) 2) Menerima uang dari Bendahara Pengeluaran. TUP. Penandatangan SPM. penunjukan dan menyetor-kan pajak-pajak atas pembebanan yang dikenai pajak-pajak. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) 1) Menyampaikan Surat Keputusan yang berkaitan dengan pelaksana anggaran sebagaimana tersebut dalam butir 2 diatas kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. perubahan UP dan pembayaran UP diatas Rp. Departemen Keuangan. Penguji SPP. Menyerahkan DIPA kepada para Kepala Satker (KPA) 2) b. Mengajukan revisi / perubahan DIPA / RKAKL sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) 3) 4) c. Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa. Penandatangan SPM Menerbitkan SPP. GUP dan LS setelah dilakukan pengujian oleh penguji SPP. Bendahara menindaklanjuti sesuai dengan tugas-tugas perbendaharaan : 1) 2) 3) 4) Pengeluaran Menerima. Departemen Keuangan. TUP. Melakukan pungutan. Tata cara dan syarat pengajuan Uang Muka a) Menyampaikan rencana kegiatan dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja/TOR beserta rincian biaya kepada Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen Induk untuk pengajuan Tambahan Uang Persediaan (TUP) ke DJPBN/Kanwil Perbendaharaan/ KPPN. menyimpan dan membayar uang sesuai persetujuan PPK. Bendahara Pengeluaran.1 milyar kepada KPA. Mengajukan dispensasi perubahan UP ke Kanwil Direktorat Jenderal Jenderal Perbendaharaan dan dispensasi pem-bayaran UP diatas Rp. GUP dan LS kepada Pejabat d.UP. Mengajukan permohonan dispensasi TUP kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Bendahara Pengeluaran Setelah diterbitkannya SP2D oleh KPPN. membayar. Melakukan pencatatan / pembukuan kedalam BKU dan BKP sesuai mutasi keuangan yang di-laksanakan. mempertanggung-jawabkan. 7 . Mengeluarkan dana ke PUM (bila ada PUM) f. Penandatangan SPM.

Kantor Daerah/UPT Vertikal Pusat dan SKPD) kepada Pejabat Eselon I bidang terkait dengan tembusan Sekretaris Ditjen.A Penandatangan SPM Penguji SPP 3 SPM Setuju 4 KPPN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN 2 SPP Tidak Setuju SP2D 5 BENDAHARA PENGELUARAN 1 PUM & P’Jwb Kegiatan Bagian 2. 8 . Uang muka yang diberikan hanya bersifat untuk membiayai kegiatan bukan untuk keperluan sehari-hari. c) d) Untuk lebih jelas dan rinci dapat dilihat pada alur berikut : Bagan 2 Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran pada Satuan Kerja Dinas Kesehatan Propinsi (03) Tahun Anggaran 2008 Dirjen DJP Kanwil DJP K. revisi DIPA oleh Pejabat Eselon I diusulkan kepada Sekretaris jenderal dengan tembusan Biro Perencanaan & Anggaran b.b) Dalam pengajuan uang muka Atasan Langsung PUM dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen mengajukan surat permohonan uang muka kepada Kuasa Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen Induk dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja atau TOR. DIPA dan POK Tahun 2008 dengan mekanisme sebagai berikut : a. Revisi DIPA /POK diusulkan oleh Kepala Satuan Kerja (Satker Kantor Pusat.0078 tanggal 14 Januari 2008 tentang Surat Edaran Mekanisme Pencairan Bintang dan Revisi RKAKL. Mekanisme Usulan Revisi Anggaran Berdasarkan surat Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan No.5J.P. Uang muka diberikan kepada PUM paling cepat 2 (dua) hari sebelum kegiatan dimulai. Bagian Program & Informasi dan Bagian Keuangan. PR. Berdasarkan usulan Satker.01.1.

Bila UP tidak mencukupi. Anggaran Depkeu. Pembayaran dilakukan paling cepat 1 (satu) hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Anggaran Depkeu serta Satker yang Revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) dapat dijawab langsung oleh Pejabat Eselon I terkait dengan tembusan ke Biro Perencanaan & Anggaran Setjen. Penggunaan Rekening Pemerintah Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. Selanjutnya Dirjen Perbendaharaan mengeluarkan Surat Persetujuan / rekomendasi Uang Persediaan / TUP yang ditujukan kepada PPK. b. maka para Penanggungjawab Kegiatan mengajukan usulan pembiayaan disertai Kerangka Acuan dan Rencana Anggaran Biaya kepada PPK guna pengajuan TUP ke DJPBN / Kanwil DJPBN. maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) untuk diproses lebih lanjut guna pengajuan GU dan TU berikutnya. harus dimintakan persetujuan KPPN setempat. Melalui Uang Persediaan (UP) dan Tambahan UP (TUP) 1) PPK mengajukan SPP-UP untuk keperluan kegiatan sehari-hari dan operasional. Penanggungjawab Kegiatan mengajukan permintaan Uang Muka (TU / Persediaan) kepada PPK sesuai kebutuhan yang diajukan. PPK mengajukan SPP guna penerbitan SPM-UP / TUP. Bila rekening tersebut masih dipergunakan pada tahun anggaran berikutnya. 58/PKM. 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 9 . Atas dasar Surat Persetujuan tersebut. Batas waktu pertanggungjawaban UP dan TUP.05/2007 dan No. dan Ditjen.A 2008 a. c. 3.05/2007 tentang Penertiban Rekening Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. Untuk menampung dana non DIPA (bantuan / hibah) pembukaan rekening harus mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Perbendaharaan. PUM diwajibkan melakukan penyimpanan atas uang yang diterima ditempat yang dianggap aman di brankas sendiri dan atau menitipkan di brankas Bendahara Pengeluaran dengan dilengkapi BA Penitipan Uang. PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada Pemegang Uang Muka (PUM). Ditjen. maka diatur sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) PPK bersama Bendahara pengeluaran membuka rekening denggan mengajukan persetujuan kepada KPPN setempat.Setjen. Bagian Keuangan dan Bagian Program & Informasi. Depkes. Pejabat Penandatangan SPM menyampaikan SPM-UP / TUP ke KPPN untuk penerbitan SP2D. Setelah akhir tahun anggaran dilakukan penutupan rekening dan saldo disetor ke kas negara. SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran. Dalam 1 (satu) satuan kerja hanya terdapat 1 (satu) rekening. Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN T. Setelah Uang Muka disetujui. 57/PMK. Depkes bersangkutan.

Kompilasi / rekap pertanggungjawaban untuk draft SPP 2) Draft SPP tersebut disampaikan kepada Penguji SPP. 10 . SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran. SPM yang telah ditandatangani kemudian dikirim ke KPPN untuk penerbitan SP2D. efisiensi. Copy SP2D agar dikirim kepada Bagian Keuangan sebagai bahan Perhitungan Anggaran dan Sistem Akuntansi Instansi PPK memberitahukan kepada Penanggungjawab kegiatan untuk mengajukan Uang Muka sesuai kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerja masing-masing untuk satu bulan berikutnya. 12) Dalam pelaksanaan kegiatan agar tetap mem-perhatikan prinsip-prinsip hemat. antara lain pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran Pencapaian tujuan atau sasaran sesuai dengan indikator kinerja atau spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak. diteruskan ke Bendahara Pengeluaran untuk: a) b) 3) Dicatat selanjutnya dibukukan dan dilakukan pembayaran oleh Bendahara Pengeluaran. Dokumen pertanggungjawaban terlebih dahulu dilakukan verifikasi oleh Pejabat / Petugas yang ditunjuk. disiplin dan tidak mewah. Penggantian Uang Persediaan (GU) 1) Pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh penanggung-jawab kegiatan kepada PPK untuk mendapatkan persetujuan pembebanan dan pembayaran. maka berdasar SPP dibuat SPM. c. Dokumen pertanggungjawaban yang telah disetujui pembebanannya dengan cara membubuhkan tandatangan setuju dibayar pada kuitansi. untuk diuji meliputi a) b) c) d) e) Keabsahan dokumen pendukung SPP Ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA Kesesuaian rencana kerja / kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja Kebenaran atas hak tagih. 4) Bila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi. efisiensi. maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) dan demikian seterusnya untuk pengajuan GU berikutnya.10) Dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran agar tetap memperhatikan prinsip-prinsip hemat. 5) 6) 7) 8) 9) 10) PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada PUM sebesar nilai yang disetujui PPK 11) Batas waktu pertanggungjawaban GU isi. Penanggungjawab kegiatan mengajukan UMK kepada PPK sesuai dengan kebutuhan. disiplin dan tidak mewah. maka SPP akan dikembalikan kepada PPK untuk diperbaiki. Bila SPP memenuhi syarat.

b) Pengadaan Barang/Jasa (1) Setelah diterimanya DIPA oleh KPA / PPK.d. (3) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. (2) PPK membuat SPP LS dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. (3) Setelah proses pengadaan dilaksanakan oleh pihak penyedia atas dasar tagihan pihak penyedia. jadual pengadaan barang/jasa untuk diproses pelaksanaannya oleh Panitia Pengadaan. Alur Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2008 dapat dilihat pada bagan 3 dan 4 11 . Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. (2) PPK menyampaikan POK dan RPK yang dirinci menurut kegiatan. Pembayaran Langsung (LS) 1) Belanja Pegawai a) b) c) Petugas pembuat daftar gaji/honor menyampai-kan daftar penerima gaji/honor pegawai kepada PPK. (4) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. 2) Belanja Non-Pegawai a) Perjalanan Dinas (1) Penanggungjawab kegiatan menyampaikan kerangka acuan. Surat tugas peserta dan daftar normatif yang berisi rincian biaya perjalanan dinas kepada PPK. PPK membuat SPP-LS serta dokumen pendukungnya dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. (5) Pencairan dana langsung masuk ke rekening pihak ketiga dan tembusan SP2D diterima oleh Bendahara Pengeluaran untuk dicatat dalam pembukuan. selanjutnya dilakukan koordinasi dengan para Penanggungjawab kegiatan atas pelaksanaan anggaran. Selanjutnya Bendahara Pengeluaran menyampaikan copy SP2D ke Kepala Bagian Keuangan atau Kepala Bagian Tata Usaha guna perhitungan anggaran SAAT dan SAPP. PPK membuat SPP-LS dilengkapi dengan resume kontrak dan bukti tagihan yang diajukan pihak penyedia dan menyampaikannya kepada Penguji SPP.

Keuangan u.Verifikasi 12 .Jawab Kegiatan / PUM Bagan 4 Pembayaran Langsung (LS) PPK Tagihan Pihak Penyedia SP2D Tembusan SP2D Tidak KPPN Bendahara Pengeluaran SPM Penandatangan SPM* Copy SP2D Ya Penguji SPP Bag. Tambahan UP dan GU-UP DJPBN Kanwil DJPBN SP2D KPPN SPM Rekomendasi bilamana perlu Penandatangan /Penerbit SPM Bendahara Pengeluaran PPK Verifikasi SPP Penguji SPP SPP Pertanggungjawaban Ditolak / diperbaiki P.Bagan 3 Uang Persediaan.p Bag.

honorarium. bukti-bukti pengeluaran (honorarium. 9. sewa ruang pertemuan. b. Kabupaten / Kota sebagai berikut : 1. jadual pelatihan. jadual kegiatan. dan laporan monev. sebagai berikut : a. Pertanggungjawaban uang dan barang agar dicatat dan disimpan secara tertib administrasi guna keperluan pemeriksaan oleh Aparat Pengawas Internal maupun Eksternal 2. daftar hadir peserta) laporan pelatihan. 8. Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi atau surat pernyataan biaya riil dengan lampiran surat tugas. 5. 4. 13 . Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja. Alat tulis kantor dan fotokopi bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan melampirkan faktur barang. Monitoring dan Evaluasi. bukti biaya konsumsi. 3. SPP termasuk dokumen lampirannya disimpan pada Penandatangan / Penerbit SPM. daftar hadir. Format Laporan Perjalanan Dinas (lampiran 1) Format Laporan Rapat (lampiran 2) Format Laporan Penyelenggaraan Pertemuan (lampiran 3) Format Laporan Tahunan (lampiran 4) Laporan disimpan pada setiap pelaksana program (Propinsi) untuk kepentingan monitoring penanggungjawab program (Pusat) dan Auditor. Uang harian. surat undangan peserta. Pelaporan Setiap Satuan Kerja Kuasa Pengguna Anggaran wajib membuat laporan sebagai berikut: 1. Sedangkan Pejabat Pembuat komitmen bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan di tingkat Propinsi. d.Pada saat pengajuan SPM ke KPPN tidak perlu dilampirkan SPP dan dokumen lainnya (Kontrak) tetapi dilampiri resume kontrak. SPPD. notulen rapat. penggandaan. 6. Pertemuan bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi. E. sewa gedung. bahan. Pelatihan. Laporan Setiap Kegiatan Pada setiap pelaksanaan kegiatan agar dibuat laporan dengan berpedoman pada format. F. Akomodasi hotel. Rapat bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran surat undangan. Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan lampiran kerangka acuan (TOR). sewa komputer & LCD bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan melampirkan kontrak / SPK. penerimaan biaya transpotasi. c. daftar penerimaan transpotasi dan notulen rapat. transportasi narasumber dan fasilitator bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran daftar penerimaan transportasi. kerangka acuan. 7. Bendahara Pengeluaran di masingmasing satuan kerja wajib membuat pembukuan semua transaksi keuangan yang dilaksanakan oleh satuan kerja dan berkewajiban pula menginventarisasi dokumen atas pelaksanaan seluruh kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. daftar penerimaan uang harian. SPTB dan SSP.

Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran melalui Pejabat Evapor di Dinkes Propinsi melakukan rekapitulasi formulir A dengan menggunakan formulir B selanjutnya menyampaikan laporan pelaksanaan DIPA Dekon UKM & Perbaikan Gizi formulir A dan formulir B kepada Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat paling lambat tanggal 10 (sepuluh) hari kerja setelah triwulan berakhir c.2.565/Menkes/ SK/VI/2007 tentang Pedoman Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan. Pejabat Pembuat Komitmen (PK) / Penanggung-jawab kegiatan Satker Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi di lingkungan Dinkes Propinsi menyampaikan laporan pemantauan pelaksanaan DIPA Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi dengan menyampaikan formulir A kepada Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran setiap 5 (lima) hari kerja setelah triwulan berakhir. Bagan 5 Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 Dirjen Bina Kesmas C.q. Mekanisme Pelaporan Dana Dekon antara UKM & Perbaikan Gizi sebagai berikut: a.com 14 . Formulir A & B (10 hr kerja stlh triwulan berakhir) Kepala Unit Kerja/KPA (oleh Pejabat Evapor Dinkes Propinsi) Formulir A (5 hr kerja stlh triwulan berakhir) Penanggung-jawab kegiatan/PK Formulir A Alamat Pengiriman : Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas (Blok B Ruang No 807) Jln. Kepala Bagian Program & Informasi Sesditjen Bina Kesmas b. pikesmas@yahoo. 4-9 Jakarta 12950 Telp/Fax : (021) 5279216 Email : 1.com 2. Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas. 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan dan Kepmenkes No. H. evaporkesmas@gmail.R Rasuna Said Blok X5 Kavling No. Laporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan Mengacu pada Peraturan Pemerintah No.q.

Laporan Realisasi Anggaran Secara Manual Dalam rangka pemantauan pelaksanaan anggaran satker secara tepat waktu.3.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor : PER51/PB/2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian / Lembaga. masing-masing satker menyampaikan laporan realisasi fisik dan keuangan sebagaimana format laporan di bawah ini : Tabel 1 Realisasi Anggaran APBN yang di Daerahkan di Propinsi Tahun 2008 Program : Propinsi : Bulan : Realisasi Keuangan Fisik (%) Rupiah % 4 5 6 No 1 Kegiatan 2 Alokasi 3 b. sesuai dengan Sistim Akuntansi Instansi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No.171/PMK. 15 . Laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistim Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) Satuan kerja sebagai Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (Propinsi dan Kabupaten / Kota) wajib menyampaikan laporan Realisasi Anggaran dan Neraca setelah melakukan rekonsiliasi dengan KPPN setempat setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 7 bulan berikutnya. Laporan Realisasi Anggaran a.

16 . 4-9 Blok X5. Jakarta Selatan 12950 Lantai 8 Blok C Ruang 813 Telp / Fax : (021) 5277211 email : keuangan_binkesmas@yahoo. setelah diisi dan dikirimkan ke : Sekretariat Ditjen. Keuangan.Bagan 6 Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAK-BMN) TINGKAT KEMENTERIAN UNIT AKUNTANSI PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ( UAPA / B ) TINGKAT ESELON-I ADK & Laporan UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ESELON-I (UAPPA/B-E1) Tembusan TINGKAT WILAYAH UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAPPA/B-W) TINGKAT SATKER UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAKPA/B) REKONSILIASI DENGAN KPPN Keterangan : UAKPA/B menyampaikan Laporan secara berjenjang UAKPA/B dapat menyampaikan tembusan laporan langsung ke UAPA/B Tingkat Kementerian c.b. dan 3. Jl.a. HR Rasuna Said Kav. Bina Kesmas c/q Bag.com Setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya. Penyampaian / pengiriman laporan akan dilakukan sebagai berikut : T a n g g a l 1 4 5 Semua satker akan dihubungi melalui telepon dan SMS Semua satker akan diingatkan kembali mengenai laporan Laporan dikirim ke Pusat Butir 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful