PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA DEKONSENTRASI PROGRAM PENINGKATAN KESEHATAN ANAK TAHUN 2009

PETUNJUK TEKNIS 2009

DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK
DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN RI TAHUN 2009

Pada tahun 2009 anggaran APBN Departemen Kesehatan mengalami keterlambatan dalam penyelesaian DIPA namun diharapkan tidak banyak mempengaruhi kinerja program baik di pusat maupun daerah sehingga tahun 2009 sebagai tahun terakhir RPJMN 2005 – 2009. Untuk itu perlu dikoordinasikan atau dikonsultasikan kepada pihak yang berkompeten sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. September 2009 Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Dr. kita selalu berada dalam lindungan dan limpahan Rahmat-Nya. Kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian buku Petunjuk Teknis ini. Budihardja. MPH NIP 195110011980081001 i . Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya melalui dana APBN telah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan di daerah melalui alokasi dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. kemungkinan akan ada kendala-kendala yang dihadapi baik mengenai jumlah dana maupun menyangkut waktu pelaksanaan. dan sumber lain diharapkan akan memacu pencapaian indikator program sesuai dengan kewenangan disetiap jenjang. kami ucapkan terima kasih. Waktu efektigf tiga bulan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mencapai kinerja program yang oiptimal bukan semata-mata hanya untuk mengejar target penyerapan anggaran. tenaga maupun mekanisme pencairan uang. Jakarta. dana perimbangan. DTM&H. Dana Dekonsentrasi diguna untuk menunjang pelaksanaan pembangunan dibidang kesehatan terutama Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat. pembinaan dll. Kami mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan buku Petunjuk Teknis ini di masa yang akan datang. Semoga dalam melaksanakan kegiatan. Pemerintah pusat dalam upaya tersebut tidak sebatas menyediakan dana Dekonsentrasi bagi pelaksanaan program di daerah tetapi masih banyak dukungan pendanaan lain seperti program Jamkesmas. PHLN. buku Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Dekonsentrasi Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun 2009 telah dapat disusun. Dana Pelatihan-pelatihan. Dana dekonsentrasi sebagai salah satu sumber pelaksanaan program di daerah disamping dana APBD. Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaannya.KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.

..........………….................................... DAFTAR SINGKATAN …………………………......... Latar Belakang 2.. b............. b.... a............... Kegiatan-kegiatan ....................................... Sasaran 4................... Tujuan 3..................... DAFTAR LAMPIRAN ......................... KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK ................................ xiii BAB I PENDAHULUAN ……………………………...................... a.. SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT........ Sasaran ................ Ruang Lingkup .......….... c................... Latar Belakang .... DAFTAR ISI …………………………………………...................... a....................................... Sasaran . Sasaran ................................................ b............................................... Tujuan ................................................... Tujuan ....... i iii v xi xii BAB II BAB III BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA .....….......... KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU .......................... c..................................... Tujuan .............. Kegiatan-kegiatan i BAB VI BAB VII ........................... Latar Belakang .......... DAFTAR BAGAN .............................. Latar Belakang ...... d.............. c.. NOMOR : HK.. BAB V Latar Belakang ............ Latar Belakang .......................... Kegiatan-kegiatan ....................... NICE 1..................................................................................................................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR …………………….........................…….... a....... Tujuan ................................................................. Latar Belakang 2........................................................................... a...........……........ d........................................................................ Sasaran . Kegiatan-kegiatan ............... c.... Sasaran 4......................................................... b...................... KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT ........ Kegiatan-kegiatan b...................... b..................... b................. a........................................……………….................. Kegiatan-kegiatan ............................. d....... Sasaran ..…..... d................……………................. KEGIATAN PROYEK PHLN a......................... Tujuan 3....... Tujuan .............. KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS .......... Kegiatan-kegiatan ............. c. Latar Belakang ................ Sasaran ..... Tujuan .............. d.. d. DHS 2 1....….................... c.................................

Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementerian Kesehatan .... Sasaran 4.... BAB VIII LAMPIRAN PENUTUP …………………………………………….. Organisasi ...... Latar Belakang 2......................... C............................................. HSSP 1......... Tujuan 3. ii ........ D. Pertanggungjawaban Penggunaan Dana .BAB VIII c.............................................. Tugas dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara ....... Mekanisme Pelaksanaan Anggaran dan Pembayaran ....... E......... Pelaporan ......................... F... B................................................. A................ Kegiatan-kegiatan MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN .........

BKPM BND BP3K BP4 BPS BULIN BUMIL Buristi C CBOD CFR CTU CTJ D DAU DAK DDD Depag Diknas DPT DTPS DTPS-MPS G GAKY : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Alat Bantu Pengambilan Keputusan Acquired Immune Deficiency Syndrome Angka Kematian Ibu Angka Kematian Balita Angka Kematian Neonatal / Neonatus Audit Maternal Perinatal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Asosiasi Pengusaha Indonesia Anti Natal Care Alat Permainan Edukatif Asuhan Persalinan Normal Alat Tulis Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten Badan Pemberdayaan Masyarakat Bayi Resiko Tinggi Berat Badan Bayi Berat Lahir Rendah Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bayi Bayi Lahir Bidan di Desa Bahan Habis Pakai Bidan Desa Balai Kesehatan Indera Masyarakat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Balai Kesehatan Mata Masyarakat Balai Kesehatan Olah Raga Masyarakat Balai Kesehatan Paru Masyarakat Badan Narkotika Daerah Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Badan Pusat Statistik Ibu Bersalin Ibu Hamil Ibu Resiko Tinggi Cara Belajar Orang Dewasa Case Fatality Rate Contracetive Technological Update Ceramah Tanya Jawab Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Donor Darah Desa Departemen Agama Pendidikan Nasional Dengan Tempat Perawatan District Team Problem Solving District Team Problem Solving.Making Pregnancy Saver : Gangguan Akibat Kekurangan Yodium i .DAFTAR SINGKATAN A ABPK AIDS AKI AKB AKN AMP APBD APBN APBN-P APINDO ANC APE APN ATK B Bappeda Bappekab Bapemas Baristi BB BBLR BBKPM BBL BdD BHP Bides BKIM. BKKBN BKMM BKOM.

Genmud GSI H HIV I IBI IDAI IDI IGD J Jamsostek JNPK JPNK-KR : Generasi Muda : Gerakan Sayang Ibu : Human Immunodeficiency Virus : : : : Ikatan Bidan Indonesia Ikatan Dokter Anak Indonesia Ikatan Dokter Indonesia Instalasi Gawat Darurat : Jaminan Sosial Tenaga Kerja : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi ii .

Keluarga Keluarga Sadar Gizi Kurang Energi Kronis Kekurangan Energi Protein Komunikasi Informasi Edukasi / Komunikasi Inter Personal dan Kejadian Luar Biasa Kartu Menuju Sehat Kartu Monitoring Rujukan Ibu Hamil Kartu Monitoring Rujukan Ibu Bersalin dan Bayi Kesehatan Keluarga Kesejahteraan Rakyat Kesehatan Reproduksi Kuasa Pengguna Anggaran Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kekerasan terhadap Anak Kehamilan Tidak Diinginkan Kantor Urusan Agama Kekurangan Vitamin A Lingkar Lengan Atas Lintas Program Lembaga Pemerhati Anak Lembaga Swadaya Masyarakat Lintas Sektor Berencana) Kelompok : Musyawarah Masyarakat Desa : Manajemen Terpadu Balita Sehat : Mother to Child Transmission : Tenaga Kesehatan : Narkotika Psikotropika dan Zat adiktif : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Pendidikan Anak Usia Dini Persatuan Ahli Gizi Indonesia Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Ketulian Pinjaman Hibah Luar Negeri Program Kesejahteraan Keluarga Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat Petugas Lapangan Keluarga Bencana Prevention Mother to Child Transmission Persatuan Obstetri Ginekolog Indonesia Pos Persalinan Desa Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Kebidanan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Pos Kesehatan Desa Pos Pelayanan Terpadu Penanganan Pertama Gawat Darurat Emergensi Obstetri Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan Pusat Pelayanan Terpadu Promosi Kesehatan Pemantauan Status Gizi Pemegang Uang Muka Kerja iii Neonatal .K KAT KB KB (AMP-KB) Kadarzi KEK KEP KIE/ KIP dan K KLB KMS KMRIH KMRIBB Kesga Kesra Kespro KPA KP-KIA KPPN KTA KTD KUA KVA L LILA LP LPA LSM LS M MMD MTBS MTCT N Nakes NAPZA P PAUD PERSAGI PGPK PGPKT PHLN PKK PKHS PLKB PMTCT POGI Polindes PONED PONEK PPNI Poskesdes Posyandu PPGDON PP-KtP PPT Promkes PSG PUMK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Komunitas Adat Terpencil Keluarga Berencana Keluarga Berencana (Audit Maternal Perinatal .

Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Skrining Hipotyroid Kongenital ∑ Seluruh Balita Kembang Anak S K D N : ∑ Balita yang mempunyai KMS : ∑ Balita yang datang ditimbang : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ∑ Balita yang naik berat badannya Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Survey Mawas Diri Surat Keputusan Bersama Sistem Kewaspadaan Dini Surat Kuasa Pengguna Anggaran Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Standar Pelayanan Kebidanan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sistem Pencatatan Pelaporan Rumah Sakit Sistem Pencatatan Pelaporan Puskesmas Tinggi Badan Tugas Pembantuan Total Fertility Rate Tugas Pokok dan Fungsi Tokoh Masyarakat Tokoh Agama Training of Trainer Tambahan Uang Persediaan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat Upaya Kesehatan Kerja Upaya Kesehatan Masyarakat Usaha Kesehatan Sekolah Uang Persediaan SIMPUS SMD SKB SKD SKPA SKPG SPK SPSI SP2RS SP3 T TB TP TFR TUPOKSI Toma Toga TOT TUP U UKBM UKK UKM UKS UP iv .PUKM PUG-BK PWS P2PL P2KP P2KS P2KT P4K R Risti RKAKL RPK RSUD RTL S SABMN SAK SBH SDKI SDIDTK SHK SKDN : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Program Upaya Kesehatan Masyarakat Pengarus Utamaan Gender Bidang Kesehatan Pemantauan Wilayah Setempat Program Pemberantasan Penyakit Langsung Pusat Pelatihan Klinik Primer Pusat Pelatihan Klinik Sekunder Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Terpadu Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi Risiko Tinggi Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian / Lembaga Rencana Pelaksanaan Kegiatan Rumah Sakit Umum Daerah Rencana Tindak lanjut Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Sistem Akuntansi Keuangan Saka Bakti Husada Survei Demografi Kesehatan Indonesia Standarisasi Stimulasi.

UPGK UPT Y YPAC : : Upaya Perbaikan Gizi Keluarga : Unit Pelaksana Teknis Yayasan Penyandang Anak Cacat v .

......DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 Form Laporan Dinas ……………......... Form Laporan Penyelenggaraan Pertemuan Form Laporan Tahunan ……………….. Form Laporan Rapat …………………………............ 128 129 130 131 i ....

...............DAFTAR BAGAN Halaman BAGAN 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 . Alur Mekanisme Uang Persediaan... Tambahan UP dan GU-UP ........................... Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAKBMN) ……….........................................………… Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 ……………..................................... Pembayaran Langsung (LS) ……................ Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 ........ 108 BAGAN 2 111 BAGAN 3 118 119 122 BAGAN 4 BAGAN 5 BAGAN 6 125 ii ...............................

6 % menjadi 20 %. 8) Cakupan keluarga mengkonsumsi garam beriodium dan 9) Cakupan Pengembangan Desa Siaga.000 kelahiran hidup menjadi 226 /100. swasta. 4) Cakupan Puskesmas memberikan pelayanan bagi Masyarakat miskin. dunia usaha dan LSM. antara lain melalui penyediaan biaya kegiatan Pelayanan Kesehatan Ibu. Pelayanan Kesehatan Anak. APBN yang didaerahkan ( dana dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan) dana perimbangan (Dana Alokasi Umum. Seperti diketahui bahwa Departemen Kesehatan telah menyediakan anggaran guna peningkatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat melalui dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.) APBD dan PHLN serta sumber-sumber pembiayaan lainnya.000 kelahiran hidup. sehingga sasaran Program di lingkungan Ditjen Bina Kesmas tetap mendorong program-program tersebut sampai kepada masyarakat melalui upaya peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya sebagai sarana pelayanan kesehatan yang terdepan dan dibantu oleh Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) seperti Pos Yandu. 6) Cakupan Vit A. 2. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat mengarahkan pelaksanaan kegiatan melalui pencapaian indikator Rencana Kerja Pemerintah sebagai bentuk penilaian tahunan dari RPJMN yang pada tahun 2009 telah ditetapkan indikatornya meliputi : 1) Cakupan kunjungan Ibu Hamil (K4). Pelayanan Kesehatan Kerja dan biaya Perbaikan Gizi Masyarakat. Meningkatnya Usia Harapan Hidup dari 66. Untuk mewujudkan sasaran pembangunan nasional tersebut. Serta pencapaian indikator lain yang menjadi prioritas nasional dan merupakan spesifik daerah seperti Kesehatan Indera. Anggaran 2009 yang tersedia. 5) Cakupan ASI ekslusif. 3) Cakupan kunjungan Neonatus (KN2). Latar Belakang Pembangunan kesehatan yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009 Bidang Kesehatan adalah mewujudkan pencapaian sasaran : 1. Tahun 2009 merupakan tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 /100. diperlukan dukungan sumber pendanaan yang berasal berbagai sumber pembiayaan seperti : APBN.000 kelahiran hidup. Menurunnya angka prevalensi gizi kurang pada balita dari 25. Pelayanan Kesehatan Dasar. Kesehatan Jiwa.2 tahun menjadi 70. Namun demikian kinerja tersebut akan lebih berhasil apabila didukung unit-unit utama di Depkes dan Pemerintah Daerah serta peran serta masyarakat secara aktif. 1 . 4. Pos UKK serta penguatan pengelolalaan program di tingkat Dinas Kesehatan Propinsi. Kesehatan Perkotaan. Kesehatan Olah Raga. Menurunnya Angka Kematian Bayi dari 35 /1. Kesehatan Tradisional. hal tersebut terkait bahwa semua kegiatan di lingkungan Ditjen Bina Kesmas mengarah secara langsung dengan sasaran tersebut di atas. Melalui keempat indikator tersebut Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat memikul tanggung jawab yang besar. Perkesmas dan lain-lain.000 kelahiran hidup menjadi 26 / 1. Dana Alokasi Khusus.BAB I PENDAHULUAN A. Poskesdes. 2) Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan. Kabupaten/Kota serta Puskesmas. 3. Poskestren. 7) Cakupan Tablet Fe. Kesehatan Usia Lanjut.6 tahun. Dalam melaksanakan program-program tersebut.

B. Unit–unit terkait pengelolaan Program UKM dan Perbaikan Gizi Masyarakat. C. Kesehatan Kerja. 5. Sasaran 1. 2. Kesehatan Dasar dan Perbaikan Gizi tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. 3. Kesehatan Anak. 4. 2. Kegiatan Bina Kesehatan Ibu Kegiatan Bina Kesehatan Anak Kegiatan Bina Kesehatan Dasar ( Komunitas) Kegiatan Bina Kesehatan Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat 2 . D. Ruang Lingkup 1. Tujuan Memberikan acuan bagi pelaksanaan kegiatan Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat bersumber Dana Dekonsentrasi tahun 2009 dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan kesehatan.Agar pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan baik sehingga hasilnya lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam pencapaian sasaran pembangunan maka dalam pelaksanaan diberikan buku pedoman berupa Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi. Pengelola Kegiatan Kesehatan Ibu.

4. Tujuan Umum Mempercepat upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui dukungan dana dekonsentrasi 1 . Program kesehatan ibu disusun menganut prinsip continum of care. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal ditangani secara adekuat. 3. Meningkatkan sistem surveilans.000 kelahiran hidup. khususnya Direktorat Bina Kesehatan Ibu. Keempat strategi di atas diperlukan untuk mewujudkan tiga pesan kunci Making Pregnancy Safer yaitu : 1. B. AKI pada tahun 2007 sebesar 228/100. Latar Belakang Perkembangan kesehatan ibu di dunia selama 20 tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat bervariasi dan belum menunjukkan kemajuan yang signifikan dilihat dari besaran maupun pemerataannya apabila merujuk pada pencapaian indikator outcome yang disepakati. 2.000 kelahiran hidup pada tahun 2006 dan 248/100. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di tingkat dasar dan rujukan. maka Departemen Kesehatan. Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan data SDKI 2007 menunjukkan angka 228/100.000 kelahiran hidup.000 kelahiran hidup. menyusun beberapa program kesehatan yang dibutuhkan dengan berlandaskan pada Strategi Making Pregnancy Safer yaitu : 1. Mendorong pemberdayaan perempuan. yang berarti pendekatan yang dilakukan adalah secara menyeluruh dari masa kehamilan sampai nifas dan pelayanan yang diberikan adalah berkualitas. terutama kesehatan ibu di Indonesia. monitoring dan informasi KIA dan pembiayaan program.BAB II KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU A. Membangun kemitraan yang efektif.000 kelahiran hidup pada tahun 2007. mulai dari sarana pelayanan kesehatan dasar hingga pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit. Indonesia sendiri menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber data baik dari Dinkes Propinsi maupun BPS menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) nasional selama kurun waktu 10 tahun terakhir sudah sesuai dengan target RPJMN pada tahun 2010. Seiring makin kompleksnya permasalahan kesehatan. Tujuan 1. tetapi masih jauh dari harapan MDGs 2015. Dalam kurun waktu yang sama.000 kelahiran hidup pada tahun 2005. 3. 255/100. Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terampil. serta makin tingginya harapan masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas. dibandingkan dengan deretan angka tersebut secara nasional sudah “on the track” dalam skenario penurunan AKI secara nasional untuk mencapai target RPJMN tahun 2009 yaitu sebesar 226/100. hasil ekstrapolasi BPS berdasarkan trend penurunan AKI didapat angka 262/ 100. Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanggulangan komplikasi keguguran. keluarga dan masyarakat. 2.

Kunjungan Ibu Hamil (K4) menjadi 91% pada tahun 2010. Tujuan Khusus a. Pelayanan Nifas menjadi 87. P4K terlaksana di seluruh desa Meningkatnya jumlah dukun yang bermitra sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang telah dilatih PONED sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang melaksanakan pelayanan KB berkualitas minimal 4 puskesmas per kabupaten Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu Penguatan manajemen kesehatan ibu C. c. Target cakupan yang diharapkan adalah meningkatnya cakupan : 1. Foto kopi. Pengelola program kesehatan reproduksi E. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (Linakes) menjadi 87. 7. 2) Sasaran Pengelola Program KIA di Dinas Kesehatan Propinsi. Koordinasi P4K dengan stiker dalam upaya PP-AKI di tingkat Propinsi 1) Tujuan Terwujudnya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) bagi Bidan di Puskesmas dan Bidan di Desa yang terintegrasi dalam Desa Siaga. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) a. 2. 2. konsumsi. Kegiatan-Kegiatan 1. 3. Bersalin dan Nifas Pasangan Usia Subur (PUS). f. Lintas Program dan Lintas Sektor di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Sasaran Program 1. D.5% pada tahun 2010.2. 6. 3. d. 5. Ibu Hamil dengan komplikasi yang ditangani menjadi 75% pada tahun 2010. Semua Ibu Hamil. Peserta KB aktif menjadi 71% pada tahun 2010.5% pada tahun 2010. 3) Penggunaan dana (a) (b) (c) (d) (e) Belanja Bahan (ATK. 4. b. Kunjungan Ibu Hamil (K1) menjadi 95% pada tahun 2010. dll) Transport Uang Harian Biaya Penginapan Belanja Sewa 2 . e. Puskesmas yang mampu Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial (PKRE) terpadu sekurang-kurangnya 4 Puskesmas di tiap Kabupaten/Kota 8. Puskesmas yang mampu memberikan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) sekurang-kurangnya 4 Puskesmas dengan tempat tidur di tiap Kabupaten/Kota.

(2) Transport lokal petugas. (2) Ibu hamil. (3) Bufas. nifas dan Tindak Lanjut Pemasangan Stiker P4K a) Tujuan (1) Teridentifikasinya ibu hamil. (2) Bulin. (2) Transport lokal petugas. (2) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. (3) Lintas sektor dan lintas program terkait. ibu bersalin dan nifas yang mutakhir (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa ditandai dengan terpasangnya stiker P4K (4) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 3 . (3) Hasil kegiatan (1) Adanya data ibu hamil. bulin dan ibu nifas di Puskesmas. Pelacakan dan Validasi Pendataan Jumlah Ibu Hamil. ibu bersalin dan nifas resiko tinggi di Puskesmas (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa (1) Sasaran (1) Bumil. bulin. Rujukan kasus Ibu Hamil Risiko Tinggi/komplikasi a) Tujuan Meningkatnya jumlah rujukan kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi sesuai indikasi di Puskesmas. c) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. b) Sasaran (1) Pelaksana program di dinas kesehatan Kabupaten/Kota. Fotokopi). d) Hasil kegiatan (1) Data hasil kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi e) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut c. Fotokopi ).4) Hasil kegiatan (1) Adanya kesepakatan tertulis tentang rencana pelaksanaan P4K (2) Adanya laporan hasil pelaksanaan yang sudah di capai Laporan kegiatan 5) b.

Pertemuan Public Private Mix/koordinasi dengan swasta 1) Tujuan Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara swasta dan pemerintah dalam mendukung program KIA. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK. Fotokopi. dan organisasi profesi terkait. pengelola program KIA di tingkat propinsi. Belanja sewa Biaya Penginapan. Transport. b) Belanja Sewa.2. Hasil kegiatan a) Adanya komitmen kerjasama tertulis antara swasta dan pemerintah b) Adanya rencana kerjasama swasta dan pemerintah (Dinkes) Laporan Kegiatan 5) 4 . kabupaten/kota. konsumsi). Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan kegiatan kemiteraan bidan dan dukun b) 2) Sasaran a) b) Pelaksana puskesmas dan Pengelola Program di Dinas Kesehatan Propinsi dan Kab/Kota : Lintas Program / Lintas Sektor terkait Bidan di Desa. e) Uang Harian. Kemitraan Bidan dan Dukun a. f) Biaya Penginapan. Honor Narasumber. d) Transport . 2) Sasaran Swasta. c) Honorarium narasumber. 4) Hasil Kegiatan a) Adanya Komitmen tertulis pelaksanaan program kemitraan bidan dan dukun b) Adanya hasil telaahan pelaksanaan kegiatan kemitraan bidan dan dukun b. Uang Harian. Dukun dan LP/LS terkait 3) Penggunaan dana a) Belanja Bahan (ATK. Pertemuan Sosialisasi/Review Kemitraan Bidan dan Dukun 1) Tujuan a) Adanya kesamaan pemahaman dan kesiapan pengelola dan penanggungjawab program KIA-KB di Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan intervensi kemitraan bidan dan dukun. fotokopi).

Transport. Belanja sewa Biaya Penginapan. fotokopi). PONED dan PONEK a. Belanja sewa Transport lokal Honor Narasumber. Pengelola program Yankes. misalnya bidan praktek swasta. 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya. 4) Hasil kegiatan a) b) Telaahan pelaksanaan PONED Puskesmas Rencana tindak lanjut 5) Laporan kegiatan b. Pemerintah daerah. c) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait. Honor Narasumber. petugas rekam medik RS. Evaluasi Pelaksanaan Puskesmas PONED 1) Tujuan a) b) c) 2) Menelaah hasil pelaksanaan PONED di puskesmas Mengidentifikasi permasalahan yang terkait dengan pelaksanaan PONED di puskesmas. 5 . Uang Harian. Pengelola program Promosi kesehatan. b) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas. d) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) Belanja bahan (ATK. Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Kabupaten / Kota 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP secara teratur dan berkesinambungan. e) Pihak lain yang terkait. fotokopi). sesuai kebutuhan.3. Sasaran Peserta kegiatan : a) Bidan di Desa tempat kejadian kematian ibu dan bayi baru lahir. Menyusun rencana tindak lanjut Sasaran a) b) c) d) e) Tim PONED Puskesmas Pengelola program KIA-KB.

2) Sasaran a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA (tingkat Propinsi. Kesra. 4) Hasil kegiatan (1) Notulen proses pelaksanaan AMP (2) Laporan tertulis pelaksanaan AMP (3) Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d. sesuai kebutuhan.IDI. Transport. Uang Harian. Pemantapan Forum Mata Rantai Rujukan 1) Tujuan Menelaah kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal mulai dari keluarga. Bappeda).IDAI). Dokter Puskesmas dan Bidan di Desa. Lintas Program dan Sektor terkait (BKKBN.4) Hasil kegiatan a) b) c) Notulen proses pelaksanaan AMP Laporan tertulis pelaksanaan AMP Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan c. Organisasi kemasyarakatan/LSM. 6 . Honor Narasumber. Organisasi Profesi (IBI. Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Propinsi 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP lintas batas. Kabupaten / Kota / Kecamatan). d) Pihak lain yang terkait. c) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA. Sasaran Peserta kegiatan : a) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. b) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait. fotokopi). misalnya bidan praktek swasta. Belanja sewa Biaya Penginapan. masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya. Rumah Sakit pemerintah dan non pemerintah. petugas rekam medik RS.POGI.

Uang Harian. 2) Sasaran Pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 4) Hasil kegiatan a) Telaahan kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal dan rekomendasinya. Honor Narasumber. 5) Laporan Kegiatan 4. fotokopi). Transport. Honor Narasumber. Belanja sewa Biaya Penginapan. Belanja sewa Biaya Penginapan. Uang Harian.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Pelayanan KB berkualitas a. 2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan kontrasepsi utamanya IUD dan Implant. 7 . Pemantapan manajemen pelayanan KB Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Dinkes Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam manajemen pelayanan KB. kompeten dalam 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi CTU sesuai standar 5) Laporan Kegiatan b. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam Contraceptive Technical Updated (CTU) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan melaksanakan pelayanan KB berkualitas. fotokopi). 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Transport.

Honor Narasumber. Belanja sewa Biaya Penginapan. Transport. 2) Sasaran Pimpinan dan Pengelola Program KB Puskesmas. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Transport. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan konseling KB. 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih (5) Laporan Kegiatan c. fotokopi). Honor Narasumber. Honor Narasumber. Fasilitator. fotokopi).3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Uang Harian. Belanja sewa Biaya Penginapan. Pelatih. Belanja sewa Biaya Penginapan. Uang Harian. fotokopi). 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih Laporan Kegiatan 5) Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Puskesmas 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pimpinan dan pengelola program KB Puskesmas dalam manajemen pelayanan KB. tenaga kesehatan kompeten dalam 8 . Transport. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB (ABPK) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan menggunakan ABPK ber-KB. Uang Harian.

Pelatih. Uang Harian. Peningkatan Kemampuan Tim Petugas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas dalam Kelas Ibu Hamil 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola KIA Puskesmas dalam pelaksanaan kelas ibu hamil. IBI Kabupaten. Belanja sewa Biaya Penginapan. Peningkatan Kualitas Pelayanan a. Dokter Puskesmas. 2) Sasaran Pengelola program KIA tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Malaria pada Kehamilan 1) Tujuan Dipahaminya dan dilaksanakannya Penanganan Malaria pada Kehamilan. fotokopi). Uang Harian. Bidan Puskesmas. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Honor Narasumber. fotokopi). Pelatih. 2) Sasaran Program Pengelola program KIA. Fasilitator.4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi penggunaan ABPK ber-KB. Program Pencegahan dan 4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan penanganan malaria pada ibu hamil Laporan Kegiatan 5) b. Transport. Fasilitator. Honor Narasumber. Transport. Laporan Kegiatan 5. Belanja sewa Biaya Penginapan. Kabupaten/Kota dan 9 . Bidan di desa.

Fasilitator. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Pelatih. fotokopi). Belanja sewa Biaya Penginapan. dll). Uang Harian. Honor Narasumber. Uang Harian. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal dasar sesuai dengan standar yang ditetapkan. suami dan keluarga dalam perawatan kehamilan 5) Laporan Kegiatan c. Belanja sewa Biaya Penginapan. Honor Narasumber. 10 . 4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi APN sesuai standar Laporan Kegiatan d. Fasilitator. sertifikat. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Asuhan Persalinan Normal 1) Tujuan Meningkatnya kemampuan Bidan dalam melaksanakan Persalinan Normal. bahan habis pakai. Transport.4) Hasil kegiatan a) b) c) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melaksanakan kelas ibu hamil Peserta latih mampu memfasilitasi ibu. Transport. fotokopi. 2) Sasaran Tenaga Bidan yang belum mampu memberikan pertolongan persalinan normal sesuai standar. Pelatih. 2) Sasaran Calon tim Puskesmas PONED (Dokter Umum. Bidan dan Perawat) sesuai kriteria.

Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal komprehensif sesuai dengan standar yang ditetapkan. konsumsi. Uang Harian. Dokter Umum. fasilitator. 2) Sasaran Calon Tim PONEK (Dokter Spesialis Obsgin. 2) Sasaran a) Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONED. b) Rumah sakit yang memenuhi persyaratan sebagai tempat magang PONED (jumlah kasus memenuhi syarat yang ada dalam buku pedoman pelatihan PONED) 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 4) Hasil kegiatan Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan catatan : Magang ini merupakan kelanjutan dari pelatihan PONED dan dapat dilaksanakan untuk penyegaran bagi tim PONED yang telah dilatih apabila diperlukan.4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONED sesuai standar 5) Laporan Kegiatan e. Bidan dan Perawat) sesuai kriteria yang mengacu pada pedoman PONEK. Transport. 11 . fotokopi. instruktur klinis. Dokter Spesialis Anak. bahan habis pakai). Belanja sewa Biaya Penginapan. 5) f. Honor Narasumber. Magang PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal.

Belanja sewa Biaya Penginapan. fotokopi. konsumsi. Belanja sewa Biaya Penginapan. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK. bahan habis pakai). 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Uang Harian. konsumsi. Uang Harian. Honor Narasumber. fasilitator.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Honor Narasumber. fotokopi. 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONEK sesuai standar 5) Laporan Kegiatan g. 12 . instruktur klinis. Peningkatan Kapasitas Kespro Terpadu yang Responsif Gender 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program dalam pengembangan dan pelaksanaan program kespro terpadu yang responsive gender. Belanja sewa Biaya Penginapan. Honor Narasumber. instruktur klinis. 2) Sasaran Pengelola program terkait kespro di propinsi dan kab/kota. Magang (OTJ) PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal. 2) Sasaran Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONEK. bahan habis pakai). Transport. fotokopi. instruktur klinis. Transport. Transport. konsumsi. fasilitator. fasilitator. Uang Harian. bahan habis pakai). Hasil kegiatan a) Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan 5) h.

b. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Terselenggaranya kegiatan dan operasional dukungan manajemen program kesehatan ibu di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Transport. fotokopi). Honor Narasumber. Manajemen a. 2) Sasaran Pelaksana program dan bagian perencanaan yang terkait dengan upaya penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir (Tim DTPSMPS Kabupaten/Kota). Belanja sewa Biaya Penginapan. 2) Sasaran Program Pengelola program tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota 3) Penggunaan dana a) b) c) d) 4) Honorarium pengelola program (KPA. Bendahara Pengeluaran.KB 1) Tujuan Tersusunnya dokumen perencanaan kegiatan percepatan penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir termasuk anggarannya berdasarkan data dan sesuai dengan kondisi setempat. PK. Pejabat SPM) Honorarium Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Biaya Lelang Belanja Bahan (ATK. Honor Staf Pengelola program. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi KIA .4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test peserta b) Adanya SK Tim Fasilitator kabupaten/kota yang berfungsi dalam pengembangan PKRE di Puskesmas 5) Laporan Kegiatan 6. 4) Hasil kegiatan Dokumen evaluasi dan perencanaan program kesehatan ibu 13 . Foto kopi propinsi dan kabupaten/kota) Laporan a) b) c) Laporan distribusi barang. Uang Harian. Laporan SAK dan SABMN. 3) Penggunaan dana Persiapan : Transportasi Panitia Pelaksanaan DTPS : a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. PUMC. Laporan penerimaan barang.

Sasaran a) b) Pengelola program kesehatan ibu di Propinsi. Petugas dari unit yang mengurusi KB. faktor hambatan dan penunjang kesehatan ibu. Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi).Pusat Uang harian Biaya penginapan 4) Hasil kegiatan a) b) Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan program kesehatan ibu Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d. Pengelola program kesehatan ibu di Kabupaten/Kota. Proposal Upaya Percepatan Penurunan AKI & AKB tiap kabupaten/kota. Bimbingan Teknis/Supervisi/Konsultasi KIA . Pengelola program Promosi kesehatan. Pemerintah daerah (Camat.5) Laporan kegiatan a) b) Laporan harian pelaksanaan kegiatan. Sewa Ruang Pertemuan. 4) Hasil kegiatan a) Telaahan hasil pelaksanaan PWS KIA b) Rencana tindak lanjut pemecahan masalah 5) Laporan 14 . Pengelola program Yankes. Kabupaten/ Kota). Disepakati alternatif tindak lanjut untuk pemecahan permasalahan dalam pencapaian target daerah.KB 1) Tujuan a) b) c) 2) Identifikasi masalah. c. Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi. Sewa Komputer & LCD (bila diperlukan). Evaluasi Pelaksanaan PWS KIA dan Validasi Data Kematian Ibu 1) Tujuan a) Diketahuinya permasalahan yang terkait pencapaian program KIA terhadap target yang disepakati dan tindaklanjut rekomendasi PWS KIA terdahulu termasuk penyebabnya utamanya. b) 2) Sasaran Program a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA. Pengelola program P2. 3) Penggunaan Dana a) b) c) Transport Propinsi . 3) Penggunaan dana a) b) c) Transport lokal. Pendampingan dalam melakukan analisa hasil.

4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan fasilitasi 5) Laporan Kegiatan f.e. 3) Pengunaan Dana Kontrak / Pelelangan alat pengolah data. 4) Hasil Tersedianya alat pengolah data 5) Laporan Pengadaan 15 . 2) Sasaran Bidan koordinator dan bidan di Puskesmas. Pengadaan Alat Pengolah Data 1) Tujuan Tersedianya Alat Pengolah Data Untuk penelusuran. peserta). 2) Sasaran Kesehatan Ibu & Anak. Belanja Sewa. Honor Nara sumber. pelatih. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Pencetakan Stiker P4K 1) Tujuan Tersedianya stiker P4K di seluruh Propinsi 2) Sasaran Ibu Hamil 3) Pengunaan dana Biaya pencetakkan stiker 4) Hasil Tercetaknya stiker 6) Laporan Pengadaan dan Distribusi g. fasilitator. Biaya penginapan . Peningkatan Kemampuan Fasilitator Bidan Koordinator Sebagai Penyelia Fasilitatif 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan bidan koordinator dalam memberikan fasilitasi kepada bidan di wilayah kerjanya. Uang harian. pemantauan wilayah setempat Kesehatan Ibu & Anak (PWS-KIA). Transport (pelatih. Fotokopi).

16 .

Keterbukaan suatu daerah terhadap pembangunan ekonomi dan keterbukaan secara geografi juga sangat menentukan aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan. Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa penyakit infeksi seperti diare dan pneumonia merupakan pembunuh utama balita Indonesia. perbatasan dan kepulauan perlu mendapat perhatian besar dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama. Masih tingginya persalinan yang terjadi di rumah. penyebab kematian terbesar masih tetap sama yaitu BBLR dan asfiksia. Latar Belakang Millenium Development Goals merupakan kesepakatan lebih dari 180 Kepala Negara dan Pemerintahan termasuk Presiden RI pada tahun 2000 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Untuk mencapai target tersebut. Cakupan imunisasi lengkap yang rendah menunjukkan bahwa universal access belum mampu kita berikan kepada mereka. Disamping itu terdapat kesenjangan dalam determinan angka kematian bayi dan balita yang cukup besar antar tingkat pendidikan. status gizi pada ibu hamil. berbagai upaya telah dilakukan dan telah menunjukkan penurunan yang cukup tajam dalam dekade terakhir. maka perlu dilakukan intervensi yang berbeda untuk setiap provinsi. Dengan demikian. Intervensi yang tepat pada periode usia neonatal diharapkan akan banyak berkontribusi dalam pencapaian MDG 4.BAB III KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK A. Penyediaan sarana dan SDM kesehatan maupun peningkatan kompetensi 1 . Namun dalam 5 tahun terakhir cenderung stagnan. daerah terpencil. Provinsi dengan AKB tertinggi yaitu Sulawesi Barat (74/1. Tujuan ke 4 dari Millenium Development Goals tahun 2015 adalah menurunkan angka kematian balita 2/3 nya dari keadaan tahun 1990 yaitu menjadi 23/1. Sebanyak 43% kematian bayi terjadi pada masa neonatal (SDKI 2007) dan sebagian besar (78. Terkait dengan kendala geografis.000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Balita. Bila dilihat dari data penyebab kematian neonatal berdasarkan SKRT tahun 2001 dan Riskesdas tahun 2007.000 KH) angkanya mencapai hampir 4 kali lipat dari provinsi dengan AKB terendah yaitu Yogyakarta (19/1. upaya penurunan AKB perlu mendapat perhatian yang besar pada upaya penyelamatan bayi baru lahir. Hal ini menunjukkan adanya kendala aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan.5%) dari kematian neonatal terjadi pada usia yang sangat dini yaitu dalam satu minggu pertama kehidupannya (Riskesdas 2007).000 KH). antar perkotaan dan perdesaan. Kecenderungan kematian bayi dan balita terutama terjadi pada periode persalinan dan kelahiran serta beberapa saat setelah persalinan dan kelahiran. Kematian bayi pada penduduk yang tidak berpendidikan 3 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang berpendidikan tinggi dan kematian pada tingkat sosial ekonomi rendah lebih besar dari tingkat ekonomi tinggi.000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Bayi (AKB) dan 32/1. Demikian juga dengan kematian di pedesaan lebih banyak dari perkotaan.000 Kelahiran Hidup) dan Nusa Tenggara Barat (72/1. Kesepakatan global ini telah diterjemahkan ke dalam RPJMN 2004 – 2009 seperti tertuang dalam Peraturan Presiden no 7 tahun 2005. Mengingat masih lebarnya kesenjangan AKB antar provinsi. sosial ekonomi. karena dengan tren penurunan yang stagnan maka dikhawatirkan target MDG 2015 tidak akan tercapai. rendahnya keterampilan tenaga penolong persalinan serta sarana dan prasarana yang terbatas sangat berpengaruh pada kematian neonatus.

2 . kecerdasan intelektual.bayi dan anak balita dan mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. penggerakan masyarakat b. emosional dan spiritual melalui upaya pemenuhan. Ekstensifikasi: kegiatan yang belum luas implementasinya diperluas penerapannya ke seluruh puskesmas & jaringannya Contoh : a. puskesmas. Data yang akurat diharapkan akan menghasilkan perencanaan yang tepat sehingga intervensi yang dilakukan juga akan sesuai dengan masalah yang dihadapi. dan menghargai pendapat anak. Supervisi fasilitatif. Sesuai dengan amanat UU Perlindungan Anak no 23/2002. advokasi & evaluasi d. Program Kesehatan Anak disusun berdasarkan Upaya Pemenuhan Hak Anak Yang Komprehensif dan Terpadu (Right Based Approach) dengan 4 prinsip hak-hak anak yaitu. preventif. Penerapan Manajemen Asfiksia & Manajemen Bayi Berat Lahir Rendah di puskesmas & jaringannya b. regionalisasi pelayanan untuk DTPK. Tujuan Khusus 2. Penerapan PONED & RS PONEK d. Pendekatan yang harus kita berikan adalah equity dan universal access. Penggunaan Buku KIA di setiap fasilitas kesehatan c. memiliki kebugaran jasmani. perencanaan tindak lanjut. evaluasi dan perencanaan terhadap data-data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan kegiatan/program kesehatan. Manfaatkan dana dekonsentrasi untuk memberikan layanan & menjangkau sasaran f. pemantauan tumbuh kembang. Penerapan MTBS & SDIDTK di puskesmas & jaringannya c. Seluruh upaya ini harus dilihat secara komprehensif di dalam suatu continuum of care. Posyandu : imunisasi. Selain itu. Pemanfaatan PWS KIA sebagai instrumen monitoring. misal : contracting out. non diskriminasi. Hindari missed opportunity 2. baik dari tingkat masyarakat. kuratif dan rehabilitatif. Penerapan tata laksana up to date secara luas : zinc. Tujuan Umum Menurunkan angka kematian bayi baru lahir. hingga layanan rujukan di rumah sakit mulai dari aspek promotif. B. peningkatan dan perlindungan hak anak.bayi dan anak balita dan upaya peningkatan kualitas hidup anak.mereka dalam melakukan penganganan kasus emergensi harus ditingkatkan. artesunat dll 3. perbaikan untuk sistem informasi dalam bentuk instrumen Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak serta pencatatan/pelaporan juga perlu dilakukan karena merupakan faktor pendukung yang penting dalam upaya melakukan pemantauan. Inovasi : kegiatan baru sebagai upaya terobosan Contoh : Pengembangan intervensi yang bersifat baru. Intensifikasi: kegiatan yang sudah ada diintesifkan pelaksanaannya Contoh : a. demi kepentingan terbaik bagi anak. Upaya akselerasi pencapaian RPJMN 2004-2009 & MDG 4 di 2015 program kesehatan anak menggunakan metoda : 1. hak anak untuk hidup dan berkembang. Ada 2 Kegiatan Pokok pada Program Kesehatan Anak yaitu upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. Tujuan 1. AMP e.

Bayi dan Anak Balita (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a. 2) 3) 4) 5) 3 . e) Biaya pembelian ATK.59 bulan. D. Sasaran Bidan/dokter/dokter spesialis anak yang belum pernah mengikuti pelatihan. Sasaran 1. 2. c) Honor mengajar fasilitator. f) Biaya pembelian alat pelatihan resusitasi g) Biaya Sertifikat. Peningkatan Cakupan Kunjungan Bayi menjadi 80%. f. Anak prasekolah (Usia 60 – 83 bulan). Anak Balita (Usia12 . 3. dalam kurun waktu 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. Peningkatan Cakupan penjaringan siswa SD kelas 1 dan setingkat menjadi 80%. 7. c. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Peningkatan Cakupan pelayanan neonatal (Bayi Baru Lahir) oleh tenaga kesehatan menjadi 87%. Upaya Akselerasi Penurunan Angka Kematian Bayi Baru Lahir. h) Biaya rapat persiapan. Bayi (Usia 29 hari – 11 bulan). 4. fasilitator/narasumber dan panitia. 5. Anak usia Sekolah (Usia 7 – 18 tahun) Anak Remaja (Usia 10 – 18 tahun). Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. panitia dan narasumber. Anak dengan kebutuhan khusus. Bayi Baru Lahir (Neonatus) (Usia 0-28 hari). Pelatihan TOT Asfiksia BBL di Provinsi 1) Tujuan Mencetak dan menstandarisasi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir tingkat Provinsi. d) Biaya penginapan hotel. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Peningkatan Cakupan penanganan neonatal (Bayi Baru Lahir) dengan komplikasi menjadi 60%. Kegiatan-Kegiatan 1. komputer suplies. Protap Penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan TOT Asfiksia BBL Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. Peningkatan Cakupan Puskesmas yang melaksanakan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) menjadi 40%. b. e.a. d. 6. g. bersedia menjadi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir di luar kota (selama 2-3 hari). Peningkatan Jumlah Puskesmas yang melaksanakan Tatalaksana Medis Kekerasan Terhadap Anak (KTA) menjadi 10% C. b) Biaya transport bagi peserta. Peningkatan Cakupan pelayanan anak balita menjadi 80%.

komputer supplies. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. dalam 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. penggandaan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Protap penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan BBLR) Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta.b. panitia. fasiliatator. b) Biaya transport bagi peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Protap penyelenggaraan Merujuk Kepada Buku Pedoman Pelatihan PONED Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. bidan dan perawat (tim) di Puskesmas yang akan dijadikan Puskesmas PONED. e) Sewa ruangan dan peralatan pelatihan. e) Biaya pembelian ATK. Pelatihan BBLR di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana BBLR. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. fasilitator dan panitia . fasiliatator. f) Biaya pembelian alat dan obat-obatan untuk pelatihan g) Biaya sertifikat. b) Biaya transport bagi peserta. c) Honor fasilitator. penggandaan. 2) 3) 4) 5) 4 . Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Sasaran Bidan/perawat/dokter yang belum pernah mengikuti pelatihan. Pelatihan PONED di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana kasus emergensi maternal neonatal. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. komputer suplies. g) Biaya sertifikat. f) Biaya pembelian ATK. d) Biaya penginapan. fasilitator dan panitia. panitia. d) Biaya penginapan. c) Honor fasilitator. Sasaran Dokter. 2) 3) 4) 5) c.

Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. d) Biaya penginapan hotel 6 hari. sewa TV & VCD player untuk praktek klinik. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. P2 (Pencegahan Penyakit) dan Gizi di tingkat Dinkes Provinsi & Kabupaten/Kota dalam penanganan balita sakit secara terpadu. dokter Puskesmas dan Kepala Puskesmas di daerah terpencil. g) Biaya sewa ruang. h) Biaya praktek klinik di Puskesmas & RS. perawat dan dokter Puskesmas dalam penatalaksanaan balita sakit secara komprehensif dan integrative melalui pendekatan alogaritma klinis. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Sasaran a) Di tingkat Provinsi: (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak dengan latar belakang dokter atau bidan. perbatasan dan kepulauan diprioritaskan telah terlatih dan menerapkan MTBS. komputer suplies. (3) Dokter dan bidan. 5) 5 . b) Di Tingkat Kabupaten/Kota: (1) Bidan (2) Perawat (3) Dokter Puskesmas (4) Kepala Puskesmas Bidan. k) Biaya Sertifikat.d. fasilitator dan instruktur klinis. j) Biaya Penggandaan. i) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita sakit. panitia . P2 dan Gizi mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam penanganan balita sakit secara terpadu melalui penerapan MTBS. Pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan. c) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak. 2) 3) 4) Protap Penyelenggaraan Mengacu Pada Pedoman MTBS Penggunaan Dana a) Uang harian peserta dan fasilitator 7 hari. c) Honor mengajar bagi fasilitator dan instruktur klinik. (2) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan P2 dan Gizi dengan latar belakang dokter / bidan/perawat. l) Biaya rapat persiapan. b) Biaya transport bagi peserta. b) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab /pengelola program kesehatan anak. f) Biaya pembelian contoh obat. perawat. e) Biaya pembelian ATK.

bayi dan balita dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan balita • Terlacaknya kasus-kasus kematian dan kesakitan bayi dan balita • Teridentifikasinya jenis penyakit yang paling banyak diderita bayi dan balita • Teridentifikasinya penyebab terbesar kematian bayi dan balita • Diketahuinya jumlah kematian bayi dan balita dalam periode waktu tertentu 6 . dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. f) Biaya praktek klinik di Puskesmas/posyandu. h) Biaya komputer supplies dan biaya penggandaan. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. dan bidan desa (3) Perawat. Pelatihan Standarisasi Stimulasi. e) Biaya pembelian ATK. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. 5) f. i) Biaya rapat persiapan.e. d) Biaya penginapan hotel 2 hari. Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) di Provinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab/ pengelola program kesehatan anak. (4) Dokter dan bidan Puskesmas. b) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam melaksanakan stimulasi. g) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita. Pelacakan Kasus Kesakitan dan Kematian Bayi dan Balita di Kabupaten / Kota 1) Tujuan • Menjamin jangkauan pelayanan kesehatan untuk seluruh neonatus. (3) Dokter yang menangani tumbuh kembang anak di RS Kabupaten. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. (2) Dokter Spesialis Anak di RS Kabupaten. panitia dan fasilitator c) Honor mengajar fasilitator. b) Di tingkat Kabupaten/Kota (Pelatihan SDIDTK): (1) Dokter (2) Bidan. guru TK atau tenaga lain yang peduli anak dalam melaksanakan stimulasi. Sasaran a) Tingkat Provinsi ( TOT SDIDTK) : (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak. 2) 3) 4) Protap penyelenggaraan mengacu pada pedoman SDIDTK Penggunaan Dana a) Uang harian untuk peserta dan fasilitator 3 hari b) Biaya transport bagi peserta.

IBI. POGI. PPNI. kesehatan ibu. narasumber dan panitia. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi.IBI. Pertemuan Perencanaan/Evaluasi dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita di Provinsi atau Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tersusunnya rencana kegiatan yang terintegrasi dalam upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. IDI. Sasaran a) Penanggung jawab/pengelola program kesehatan anak Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. bayi dan anak balita di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang didasari atas analisa situasi (permasalahan. b) Penanggulangan Penyakit. c) Dokter Puskesmas / Kepala Puskesmas. 2) 7 . b) Biaya penyelenggaraan c) Honor narasumber. e) RS Pemerintah / Swasta. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. surveilans. 2) 3) 4) h. komputer supllies. g. b) Profesi. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. d) ATK. c) Kasubdin bina program Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. bidan di desa dan swasta. Sasaran a) Penanggungjawab/pengelola program. gizi. Rumah Bersalin. f) Profesi : IDI. Dokter spesialis anak. e) Penggandaan (fotokopi). Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. klinik swasta.2) Sasaran a) Petugas Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transport bagi Kecamatan/Kelurahan/Desa 3) petugas Puskesmas ke 4) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Audit Maternal Perinatal Pembahasan Kasus Neonatal di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Terselenggaranya Audit Maternal Perinatal pembahasan kematian neonatal sehingga dapat diketahui penyebab kematian untuk menentukan tindak lanjutnya. cakupan program dan cakupan lintas program terkait). d) Bidan Puskesmas. indikator keberhasilan dan tindak lanjut. PPNI. IDAI. kesehatan anak.

d) Biaya pembelian ATK. b) Biaya transport bagi peserta. e) Biaya pembelian ATK. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Sasaran Lintas program di jajaran Dinas Kesehatan dan lintas sektor di Provinsi. e) ATK. c) Honor representatif. Penggunaan dana a) Uang harian fasilitator. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Bidan/dokter yang telah mengikuti pelatihan asfiksia/BBLR Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pemantauan ke lapangan oleh supervisor dan fasilitator. c) Honor narasumber Provinsi dan Kabupaten/Kota. fasilitator. f) Biaya penggandaan. Sosialisasi /Advokasi Upaya Penurunan AKB di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui sosialisasi dan advokasi ke lintas program dan lintas sektor terkait. b) Honor narasumber. penggandaan. g) Biaya rapat persiapan. c) Honor fasilitator/supervisor. penggandaan. panitia. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. surat menyurat. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. e) Biaya peyelenggaraan. narasumber. panitia dan narasumber Provinsi. komputer suplies. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.d) 3) Penanggung jawab/pengelola yankesdas dan rujukan. 3) 4) 8 . Pemantauan Pasca Pelatihan Asfiksia dan BBLR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan. b) Biaya transport bagi peserta. d) Biaya penginapan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. 4) i. d) Biaya penginapan hotel. komputer suplies. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. 2) 3) 4) j. panitia. panitia dan narasumber Provinsi.

Lingkup kegiatan a) Pelatihan TOT dokter kecil (2 hari) (1) Materi: (a) Sanitasi Makanan (b) Gizi (c) Kesehatan Gigi dan Mulut (d) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) (e) Pencegahan Penyakit Menular Bersumber Binatang (f) Imunisasi pada Siswa SD dan MI (g) Kesehatan Indera (h) NAPZA b) Pelatihan TOT kader kesehatan remaja di sekolah (2 hari) (1) Materi: (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Kesehatan Reproduksi Remaja (c) Infeksi Menular Seksual/Infeksi Saluran Reproduksi (d) HIV/AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Pendidikan Keterampilan Hidup sehat (g) Komunikasi dan Konseling Penggunaan dana a) Honor dan transport fasilitator. Pelatihan Dokter Kecil Dan Kader Kesehatan Remaja di Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Terbentuknya fasilitator pelatihan dokter kecil di Provinsi dan Kabupaten/Kota. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. fotocopy. Sasaran a) Pengelola program usaha kesehatan sekolah (4 sektor terkait). b) Peserta didik kelas IV dan V untuk tingkat SD sederajat (sebagai dokter kecil).f) 5) Biaya rapat pembahasan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari 2) 3) 4) 5) 9 . b) Terbentuknya fasilitator untuk pelatihan kader kesehatan remaja di Provinsi dan Kabupaten/Kota. c) Peserta didik kelas I dan II untuk tingkat SMP/SMA sederajat (sebagai kader kesehatan remaja). Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) ATK. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Upaya peningkatan kualitas hidup anak (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a. bantuan biaya penyelenggaraan. c) Terbentuknya kader kesehatan (dokter kecil dan Kader kesehatan remaja). 2.

narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat 2) 3) 4) 10 . panitia dan fasilitator. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (empat) hari @ 10 jam pelatihan (perjampel 45 menit) b) Jumlah peserta dalam 1 kelas : maks 20 (dua puluh) orang. perawat/perawat gigi. b) LP: gizi. gizi. IDAJI dan Psikolog. d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP. jiwa. P2M. POGI. d) Organisasi profesi : IDAI. e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) f) Materi : (1) Strategi Nasional kesehatan remaja (2) Standar PKPR (3) Jejaring PKPR (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Persiapan prs nikah (c) Proses Reproduksi Sehat (d) Infeksi Menular Seksual. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat Pusat/Provinsi. e) LSM : pemerhati remaja. Peserta : Pengelola program kesrem tingkat Provinsi dan kabupaten/kota (dokter. c) LS: Rumah Sakit. Pelatihan TOT PKPR di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan kemampuan peserta sebagai fasilitator dalam pelatihan PKPR di Provinsi. HIV/ AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Kehamilan tidak diinginkan (g) Kekerasan dan penyimpangan perilaku seksual (h) KIE/ KIP dan K (i) Pengenalan gender (j) Pengenalan PKHS (Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat) (k) Peran RS dalam PKPR (l) Model PKPR di RS (m) Cara Belajar Orang Dewasa (n) Micro teaching (j) RTL (k) Pre-pos tes Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan c) Transpor peserta. b) Terbentuknya tim fasilitator pelatihan PKPR di Provinsi dan Kabupaten/Kota. bidan. promkes. perencanaan dll. Badan Narkotik Daerah dan KPAD. skm).Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang. yankes. b. c) Tersedianya pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas. Kepolisian.

h) i) 5)

Honor Panitia Biaya sewa ruangan

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

c.

Peningkatan Kemampuan Fasilitator (TOT) Konselor Sebaya Bagi Petugas di Provinsi 1) Tujuan a) Terlatih fasilitator peer counselor / kader kesehatan remaja. b) Peningkatan akses pelayanan kesehatan remaja melalui Puskesmas PKPR. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat pusat/Provinsi b) Lintas Program : pengelola program kesehatan remaja/ UKS, gizi, kesehatan jiwa, P2M, yankes dll (tingkat Provinsi). c) Lintas Sektor : Kepolisian, KPAD, BND, LSM pemerhati kesehatan remaja. Peserta : Pengelola program Provinsi dan kabupaten/ kota. Kriteria peserta : a) Mampu menjadi fasilitator. b) Kriteria peserta : bidan, perawat/ perawat gigi, ahli gizi, SKM. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (hari) hari @ 10 jam b) Jumlah peserta dalam1 kelas : maks ( 20 dua puluh) orang c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang (selalu ada ditempat) d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) : f) Materi : (1) Tumbuh Kembang Remaja (2) Kesehatan Reproduksi Remaja (3) Infeksi Menular Seksual/ Infeksi Saluran Reproduksi (4) HIV/ AIDS (5) Penyalahgunaan NAPZA (6) Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (7) Komunikasi dan Konseling (8) Simulasi fasilitasi konselor sebaya (9) Panduan Tehnik Konseling bagi petugas Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan, bahan praktek habis pakai c) Transpor peserta, panitia dan fasilitator, narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia, f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat h) Honor Panitia i) Biaya sewa ruangan

2)

3)

4)

11

5)

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

d.

Pelatihan Fasilitator dalam Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak di Provinsi 1) Tujuan Mendapatkan fasilitator yang siap melatih petugas kesehatan dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayah kerjanya. Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak pada Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota terpilih. b) Petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu / IGD / Bagian yang terkait ). c) Lintas program kesehatan terkait lainnya (Ibu, gizi, yankes dll). Lingkup kegiatan Pelatihan di tingkat Provinsi, didukung oleh fasilitator dari tingkat Pusat dan Provinsi (yang telah dilatih) serta materi pokok adalah 1).Buku Pedoman Deteksi dini, Pelaporan dan rujukan Kasus Kekerasan dan Penelantaran Anak Bagi Tenaga Kesehatan” yang terdiri dari 2 bagian yaitu Panduan bagi fasilitator dan Bahan bacaan, 2) Buku Pedoman Rujukan Kasus Kekerasan terhadap anak bagi petugas kesehatan. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK, komputer suplies. b) Penggandaan/Fotokopi, sertifikat peserta. c) Transport peserta, panitia dan pembicara /narasumber. d) Uang harian peserta, panitia dan pembicara /narasumber. e) Biaya penginapan peserta, panitia dan pembicara. f) Honor panitia dan pembicara. g) Paket Meeting dan rapat persiapan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

2)

3)

4)

5)

e.

Lomba Dokter Kecil di Provinsi 1) Tujuan Untuk meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar diperlukan kader-kader kesehatan yang lebih dikenal sebagai dokter kecil. Sasaran Kader-kader kesehatan/murid-murid di sekolah dasar. Lingkup kegiatan Lomba sekali setahun yang dilaksanakan di tingkat Provinsi, untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar.

2) 3)

12

4)

Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) ATK b) Konsumsi peserta c) Bahan praktek d) Sewa ruangan dan transport peserta. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Anak Sekolah (SD dan SMP/SMA) di

5)

f.

Penjaringan Kesehatan Kabupaten/Kota 1)

Tujuan a) Terdeteksinya secara dini masalah kesehatan peserta didik. b) Tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik, maupun untuk dijadikan pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan kesehatan sekolah. c) Termanfaatkannya data untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program pembinaan peserta didik. Sasaran : Peserta didik di kelas I : Sekolah Dasar/MI; SMP/MTs dan SMA / SMK / MA sekolah/Madrasah Lingkup kegiatan a) Kegiatan penjaringan kesehatan merupakan kegiatan yang mutlak harus dijalankan untuk memenuhi persyaratan standar minimal pelayanan kesehatan dalam program UKS. b) Penjaringan kesehatan anak usia sekolah yang bersangkutan dilakukan oleh suatu tim di bawah koordinasi Puskesmas. c) Tim terdiri dari : guru sekolah yang bersangkutan (guru kelas/guru Pembina UKS) dan tenaga kesehatan (paramedic dan dokter/dokter gigi). d) Pemerikasaan kesehatan dilakukan secara setahun sekali pada awal tahun ajaran. e) Pelaksana pemerikasaan kesehatan dilakukan menurut tugas masing-masing (guru kelas/wali kelas; paramedis; dokter dan guru penjaskes). f) Komponen yang diperiksa : (1) Pemeriksaan keadaan umum (2) Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi (3) Penilaian status gizi (4) Pemeriksaan gigi dan mulut (5) Pemeriksaan indera (penglihatan, pendengaran) (6) Pemeriksaan laboratorium (7) Pengukuran kesegaran jasmani (8) Deteksi dini penyimpangan mental emosional Penggunaan Dana a) Biaya yang dikeluarkan untuk uang harian/transport petugas mengunjungi Sekolah/Madrasah (besarnya uang harian disesuaikan kondis riil daerah setempat). b) Biaya untuk pembelian bahan/reagens yang diperlukan untuk menunjang pemeriksaan Lab (seperti pemeriksaan Hb, tinja, bahan

2)

3)

4)

13

Diknas. (3) Mengidentifikasi masalah dan alternatif pemecahannya. tiap pertemuan selama 3 hari. spanduk. koordinasi dan komunikasi anggota TP UKS secara 2) Sasaran Seluruh Tim Pembina TP UKS disetiap jenjang administrasi yang terdiri dari minimal 4 unsur Departemen (Depkes. Depdagri). Laporan disampaikan kepada Sekretariat TP UKS setempat). sewa ruang pertemuan. panitia dan peserta. Penggunaan Dana Biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan forkom: a) Honor narasumber dan panitia. isi laporan mencakup: tujuan. Forkom UKS di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan periodik. Lingkup kegiatan a) Kegiatan Forum Koordinasi ini dilakukan berupa pertemuan paling sedikit 2 kali dalam setahun. Petugas/guru yang ditemui. pantia dan peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. hasil (hasil diskusi dan rekomendasi yang didapat) dan lampiran materi yang dipresentasikan (jika ada). foto kopi. 14 . 3) 4) . (4) Mengevaluasi pelaksanaan Program UKS serta membuat alternatif penyempurnaannya. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( Setiap pelaksanaan forkom harus dibuat laporan pelaksanaan. Depag. dokumentasi. konsumsi. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. jumlah siswa yang diperiksa/dilayani kesehatannya. c) Uang harian narasumber Provinsi. peserta. (2) Membuat kesepakatan peran masing-masing sektor (Depkes. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. g. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. lokasi. b) Hal-hal yang dibahas misalnya: (1) Menyusun rencana kegiatan program UKS. tanggal pelaksanaan. Depag dan Depdagri) dan dapat juga ditambah dari lintas sektor lain yang terkait. b) Transport narasumber Provinsi. Diknas. panitia dan peserta. e) ATK.penambalan gigi dsbnya). 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( laporan kunjungan petugas mencakup nama Sekolah/Madrasah yang dikunjung. masalah yang ditemui baik berkaitan dengan kesehatan peserta didik maupun masalah kesehatan lainnya (misalnya lingkungan /kebersihan sekolah)). penggandaan.

dokumentasi. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. Jiwa. c) Lintas sektor terkait (Agama. PKK. e) ATK. Forum Komunikasi Penanganan Anak Jalanan di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya koordinasi pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam pembinaan kesehatan bagi anak jalanan di wilayahnya. foto kopi. panitia dan peserta. c) Uang harian narasumber Provinsi. b) Psikolog. sewa ruang pertemuan. Yankes. Pemberdayaan Perempuan. Kepolisian. Pendidikan. Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Provinsi. Remaja dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. BPS. RS Bhayangkara. d) LSM (LPA/pemerhati anak). Gizi. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. dll). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. b) Transport narasumber Provinsi. pantia dan peserta. dll). BKKBN. Ibu. Kepolisian. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Sosial. spanduk. panitia dan peserta. untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak jalanan. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). Ibu. Pendidikan. Yankes. b) RSU. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. penggandaan. Legilatif. Sosial. d) LSM (LPA/pemerhati anak).h. Pemberdayaan Perempuan. naker. c) Lintas sektor terkait (Agama. Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi. Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi. HIV/AIDS. Lingkup kegiatan Pertemuan berkala yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. 2) 3) 4) 5) i. Gizi. konsumsi. Penggunaan Dana 2) 3) 4) 15 . Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak.

5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. d) Biaya penginapan narasumber Kabupaten/Kota. sewa ruang pertemuan. penggandaan. foto kopi. c) Uang harian narasumber Kabupaten/Kota. 2) 3) 4) 5) k. d) LSM (LPA/pemerhati anak). spanduk. c) Lintas sektor terkait (Agama. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Yankes. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Ibu. panitia dan peserta. Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Kabupaten/Kota. c) Uang harian narasumber Provinsi. foto kopi. Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan.Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. dokumentasi. Gizi. Kepolisian. konsumsi. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. pantia dan peserta. Jiwa. panitia dan peserta. e) ATK. panitia dan peserta. Sosial. Pendidikan. panitia dan peserta. Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota. j. e) ATK. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. penggandaan. b) RSUD. dokumentasi. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. sewa ruang pertemuan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. dll). konsumsi. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. b) Transport narasumber Provinsi. spanduk. lintas sektor / LSM terkait dalam 16 . b) Transport narasumber Kabupaten/Kota. Pemberdayaan Perempuan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. pantia dan peserta.

d) LSM (LPA/pemerhati anak). Promkes. PKK. Promkes. Pendidkkan. Kehakiman. Pemberdayaan Perempuan. Pemberdayaan Perempuan. komsumsi. Kepolisian. Yankes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. c) Lintas sektor terkait (Agama. Kepolisian. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK.penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. perlengkapan peserta. Pendidkkan. Kehakiman. mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak 2) 3) 17 . d) Uang harian narasumber. b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait). f) Honor panitia dan narasumber. c) Transport peserta dan narasumber. c) Lintas sektor terkait (Agama. Gizi. mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 2) Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. RS Bhayangkara. dengan narasumber dari Depkes pusat dan Dinas Kesehatan Provinsi. Ibu. e) Biaya penginapan narasumber. Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota. b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait ). Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. sosial. sosial. d) LSM (LPA/pemerhati anak). Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. Ibu. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. lintas sektor / LSM terkait dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. RS Bhayangkara. sewa LCD dan Laptop. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Yankes dll) pada Dinas Kesehatan Provinsi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. PKK. Legilatif dll). komputer suplies. 3) 4) 5) l. sewa ruang. Gizi. merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Legilatif dll). b) Penggandaan/Fotokopi.

komputer suplies. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Pengelola program kesehatan remaja yang telah mengikuti pelatihan baik Pelatihan PKPR maupun Pelatihan fasilitator PKPR. d) Honor Panitia e) Biaya penginapan. panitia dan narasumber. 3) 4) 5) 3. d) Uang harian peserta. 4) Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK. peserta dan panitia. Provinsi atau Kabupaten/Kota. g) Biaya sewa ruangan. panitia orientasi atau pelatihan. Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pertemuan pembahasan di provinsi/kabupaten/kota setelah pemantauan ke lapangan (pada saat pelayanan Puskesmas) dan bagi pelatih pada saat pelatihan. f) Biaya pembelian ATK. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. h) Biaya sewa kendaraan Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. sewa ruang. perlengkapan komsumsi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. sewa LCD dan Laptop. penggandaan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. c) Honor narasumber/supervisor (pemantau). e) Biaya penginapan peserta.lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. panitia dan narasumber. c) Transport peserta. Pemantauan Pasca Pelatihan PKPR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan. f) Honor peserta. b) Penggandaan/Fotokopi. b) Biaya transport bagi narasumber. Administrasi Kegiatan ( di Provinsi ) terdiri dari a) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran 18 . panitia dan narasumber. panitia dan narasumber. Penggunaan dana a) Uang harian narasumber. peserta. m. peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Penunjang Operasional Kegiatan (Kegiatan di Provinsi dan ke Kabupaten / Kota) a. Pemantauan pelatihan dilaksanakan oleh narasumber pusat.

b. 4) Belanja bahan alat tulis kantor (ATK). b) Sasaran Penanggung jawab dan Pelaksana Anggaran Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak di tingkat Provinsi. c) Penggunaan Anggaran 1) Honorarium Kuasa Pengguna Anggaran. Staf Administrasi. KPAD d) Organisasi profesi e) Swasta : unilever. c) Rencana tindak lanjut. surat-menyurat. BND. c) Peran masing-masing sektor terkait dalam menangani kesehatan anak di tingkat Provinsi. kimia farma dll f) LSM pemerhati kesehatan anak Lingkup kegiatan a) Penyampaian permasalahan kesehatan anak dari masing-masing sektor. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak b) LP : gizi. Staf Pengelola Kegiatan. sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Kesehatan Anak. Depag. Diknas. b) Faktor hambatan dan penunjang dalam program kesehatan anak tingkat Provinsi dan alternatif pemecahannya. P2M. Depsos dan BKKBN. Penggunaan dana a) ATK b) Fotokopi c) Konsumsi rapat Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. 2) Biaya fotokopi. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke 2) 3) 4) 5) 19 . dll c) LS : Institusi/lembaga: DPRD. Pengelola Kegiatan di Kab/Kota. Panitia Pengadaan. 6) Biaya penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa d) Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. Pertemuan LP/LS ( di Provinsi ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah untuk mengetahui besarnya pengaruh terhadap program. d) Diseminasi informasi. b) Diskusi kelompok. dan komunikasi cepat. Bappeda. 3) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer . promkes. perencanaan. Satu eksemplar dikirim ke Direktorat Bina Kesehatan Anak untuk dikompilasi bersama laporan dari Provinsi lainnya. Pejabat Pembuat Komitmen. penggandaan dokumen. yankes. jiwa. Panitia Pemeriksaan & Penerima Barang dan Konsultasi ke Pusat. Bendahara Pengeluaran. Pemegang Uang Muka di Kab/Kota.penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. 5) Biaya pengumuman pengadaan barang dan jasa. Penguji SPM.

sekolah.Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Supervisi dan Bimbingan Teknis ( ke Kabupaten / Kota ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah. d) ATK dan fotokopi. 2) 3) 4) 5) 20 . c) Biaya penginapan untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Sasaran Pengelola program kesehatan anak kabupaten Penyelenggaraan a) Meninjau Dinas Kesehatan. faktor hambatan dan penunjang kesehatan anak b) Pendampingan dalam melakukan analisa hasil c) Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. dan atau sarana kesehatan lainnya. b) Lama perjalanan 2 hari. c. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi. Penggunaan Dana a) Transport untuk transportasi Provinsi-kabupaten. b) Uang harian.

Pemberdayaan masyarakat. Meningkatkan manajemen Puskesmas dan jaringannya. Kesehatan Indera. 4. Masyarakat dengan masalah kesehatan indera. perbatasan dan kepulauan) masalah ekonomi (masyarakat miskin tertinggal). Latar Belakang Pemerataan pelayanan kesehatan selama ini relatif telah dicapai. namun terdapat program yang walaupun belum merupakan prioritas utama nasional perlu juga dikembangkan untuk memecahkan atau mengantisipasi masalah kesehatan spesifik daerah tertentu. Masyarakat belum berperan secara optimal dalam penyelenggaraan berbagai program/yankesdas oleh fasilitas kesehatan dasar di sekitar mereka. tiap 3 desa mempunyai 1 Puskesmas Pembantu. Poskestren. Masyarakat daerah tertinggal. alat logistik kurang. 7. Mengembangkan program/yankesmas prioritas nasional lain dan spesifik daerah (Kesehatan Usila.BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS A. 2. 6. perkotaan dan olahraga serta tradisional. Administrasi Kegiatan a. Lintas sektor/ lintas program/profesi. B. Kesehatan Perkotaan. Kesehatan Olahraga. Sasaran Program 1. Terdapat kelompok masyarakat yang belum mempunyai akses pelayanan kesehatan yang baik karena kondisi geografis dan (daerah tertinggal. D. Menggerakkan dan memberdayakan peran serta masyarakat (Poskesdes. lansia. Seluruh sarana pelayanan kesehatan dasar. dan pengelolaan Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. anggaran terbatas. Tujuan 1. Masyarakat miskin. Kesehatan Tradisional). 2 3. paru. Kesehatan Paru. C. 47% gedung Puskesmas rusak. namun kinerja fasilitas tersebut belum optimal. Tujuan Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan manajemen program dari aspek administrasi. tenaga kurang. 5. Berbagai program kesehatan masyarakat telah dikembangkan. Tenaga kesehatan (pengelola program). perbatasan dan kepulauan. 4. 3. Kegiatan-Kegiatan 1. b. tiap kecamatan ratarata telah mempunyai sedikitnya 2 Puskesmas. dan pelayanan kesehatan di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Posyandu dan UKBM lainnya). antara lain disebabkan oleh penataan kerja/sistem manajerial belum optimal. Meningkatkan jangkauan pelayanan terhadap sasaran masyarakat rentan dan risiko tinggi. 1 .

e) Staf pengelola keuangan termasuk pengelola SAI. 2.c. Indera. b) Pejabat pembuat komitmen. Laporan kegiatan d. Penggunaan Dana Kunjungan daerah ke pusat dalam rangka konsultasi perencanaan program pelayanan kesehatan dasar. b. Tujuan Untuk mengkonsultasikan perencanaan kegiatan pelayanan kesehatan dasar di daerah ke pusat dan memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Indera. Olah Raga) Gizi Puskesmas Perencanaan 3) Nara sumber pusat 2 . Penggunaan Dana 1) Pembayaran honor a) Pejabat kuasa penggunaan anggaran. Perkotaan. Kesehatan Spesifik Lainnya (Kerja. c.Anak. Laporan kegiatan Konsultasi Perencanaan Tingkat Pusat a. Olah Raga) Dinkes Kabupaten/Kota. 2) Pembelian bahan alat tulis kantor (ATK). b. Perkotaan. Usila. Tradisional. Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Tradisional. c) Pejabat penandatangan SPM. meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggungjawab : a) b) c) d) Kesehatan Ibu . Pertemuan koordinasi Program Kesehatan Masyarakat di Propinsi a. KEGIATAN REVITALISASI PUSKESMAS 3. d) Bendahara pengeluaran. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah 1) Dinas Kesehatan Propinsi meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggung jawab antara lain: a) b) c) d) e) f) 2) Kesehatan ibu Kesehatan Anak Gizi Kesehatan Kerja Puskesmas Kesehatan spesifik lainnya (Usila. d.

Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi. b. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten/Kota Uang harian Peserta Kabupaten/Kota ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. Tujuan Tersedianya tim pelatih manajemen Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. Dinkes Kabupaten/Kota. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah : 1) 2) 3) c. Peserta Kabupaten. Laporan Kegiatan TOT Manajemen Puskesmas bagi Kabupaten/Kota a. b. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten Uang Harian Peserta Kabupaten ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. Sasaran Adapun sasaran TOT adalah 2-3 Kabupaten/Kota percontohan sesuai dengan dana yang tersedia. masing-masing berjumlah 2 orang yang terdiri dari penanggungjawab pengembangan UKBM dan pelayanan dasar. 3 . berjumlah 20 orang yang terdiri dari lintas program dan lintas sektor terkait dengan pengembangan UKBM. dapat melibatkan Kepala Puskesmas yang mampu. Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi.c. Dinas Kesehatan Propinsi. Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. Narasumber pusat. 5. Peserta Kabupaten. Tujuan Untuk mengetahui tingkat perkembangan UKBM pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. masing-masing Kabupaten/Kota berjumlah 5-6 orang : 1) 2) 3) Penanggung jawab program terkait Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Apabila SDM Dinkes Kabupaten/Kota terbatas. 4. Laporan kegiatan Pertemuan Koordinasi Program UKBM di Propinsi a.

Pengajar. Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas melalui pelatihan manajemen Puskesmas. Kunjungan lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. Panitia. d. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Poskesdes bagi petugas Puskesmas adalah 25% Puskesmas. MOT. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindaklanjut c. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan. d. Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas dalam pencapaian Desa Siaga dan pengembangan Poskesdes. b.c. 7. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Manajemen Puskesmas adalah seluruh Puskesmas dari Kabupaten/Kota yang telah di TOT . Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. Penggunaan Dana 1) Akomodasi panitia 2) Transport (peserta pelatihan. Kunjungan lapangan 3) Uang harian peserta pelatihan 4) Honor (Panitia. Pengajar. Pelatihan Manajemen Puskesmas a. masing-masing Puskesmas berjumlah 1 orang dengan kriteria : 1) 2) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun 4 . b. MOT. Peserta Puskesmas) Transport (Peserta Puskesmas. Pelatihan Poskesdes bagi Petugas Puskesmas a. 6. Panitia. masing-masing Puskesmas berjumlah minimal 3 orang : 1) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas 2) Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Penggunaan dana Penggunaan dana disesuaikan dengan yang tercantum dalam RKAKL (disesuaikan dengan MAK di RKAKL) : 1) 2) Akomodasi (Panitia.

mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut d. Praktek Kerja lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. Pendamping Kabupaten) Laporan Kegiatan. 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah. Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. tim Propinsi bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas dan UKBM sesuai dengan topik/ fokus bimtek. 9. Sasaran Sasaran bimtek adalah seluruh Kabupaten/Kota. d. c. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat. 5 . MOT. Pengajar. Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport Laporan Kegiatan. b. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. dan Sasaran Sasaran konsultasi adalah penanggung jawab Puskesmas dan/atau UKBM Dinas Kesehatan Propinsi. permasalahan dan inovasi di daerah.c. Peserta Puskesmas) 2) Transport (peserta Puskesmas. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut d. 8. b. Penggunaan Dana 1) Biaya Penginapan Tim Propinsi 2) Uang harian Tim Propinsi 3) Transport (Tim Propinsi. c. Panitia. Supervisi dan Bimbingan Teknis a. 2) Pelaksanaan konsultasi. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. Penggunaan Dana 1) Akomodasi (Panitia. Konsultasi Teknis ke Pusat a.

Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah lintas sektor dan lintas program terkait dengan program kesehatan Paru di wilayah Kabupaten/Kota lokasi BKPM. antara lain penanggung jawab: 1) 2) 3) 4) 5) 6) c. Program Penyakit menular (TBC. HIV-AIDS). Pertemuan Koordinasi LP/LS Perencanaan/ Evaluasi Balai Kesehatan Paru Masyarakat . Perencanaan Pelayanan kesehatan Organisasi Profesi (PDPI) PPTI – Daerah BKPM b.UPT Propinsi a.Sumatera Barat BKPM Cirebon – Jawa Barat BKPM Pontianak – Kalimantan Barat BKPM Klaten – Jawa Tengah BKPM Pati – Jawa Tengah BKPM Semarang – Jawa Tengah BKPM Magelang – Jawa Tengah BKPM Ambarawa – Jawa Tengah BKPM Yogyakarta – DI Yogyakarta BKPM Bantul – DI Yogyakarta BKPM Kotagede – DI Yogyakarta BKPM Wates – DI Yogyakarta BKPM Sleman – DI Yogyakarta BKPM Madiun – Jawa Timur BKPM Surabaya – Jawa Timur BKPM Pamekasan– Jawa Timur BKPM Ambon – Maluku BP4 Baladewa – DKI Jakarta Rincian kegiatan dijabarkan pada penjelasan berikut ini : 10.KEGIATAN BALAI KESEHATAN PARU Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Paru Masyarakat diperuntukkan bagi BKPM UPT Propinsi yang berjumlah 20 yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) BKPM Banda Aceh – NAD BKPM Medan – Sumatera Utara BKPM Lubuk Alung. Penggunaan Dana 1) Transport 2) Akomodasi 3) Uang Harian 4) Penginapan 5) ATK 6) Fotokopi 7) Sewa Ruangan 6 . Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang.

Dinas PU. Laporan Kegiatan. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Transport Laporan Kegiatan. DPRD. dll 2) 3) 4) 7 . Perguruan Tinggi Organisasi profesi Organisasi masyarakat. Sasaran Sasaran konsultasi adalah BKPM. Dinas Pariwisata. mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut c. b. b.d. Sasaran Sasaran bimtek adalah BKPM UPT Kabupaten/Kota dan Puskesmas. tim Propinsi terdiri dari Dinkes Propinsi dan BKPM. Bappeda. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan 2) Peserta 3) Rekomendasi dan rencana tindaklanjut 11. Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport d. b. Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan. d. permasalahan dan inovasi di Balai Kesehatan Paru Masyarakat UPT Kabupaten dan Puskesmas. 12. c. Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Perkotaan a. Laporan kegiatan. Dinas Tenaga Kerja. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan perkotaan yang terkoordinasikan dengan program lain dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di Puskesmas Perkotaan. Dinas Sosial. Konsultasi Kegiatan BKPM UPT Propinsi ke Pusat a. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. Supervisi dan Bimbingan Teknis Kegiatan BKPM UPT Propinsi a. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah. sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) Pelaksanaan konsultasi dan 13. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas. Kepala Puskesmas.

8 . Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan di Puskesmas Perkotaan. Dinas Sosial. Kepala Puskesmas Perguruan Tinggi Organisasi profesi Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Kota Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan perkotaan. Dinas Tenaga Kerja. Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Propinsi. b. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan yang berkualitas. 2) Pakar kesehatan perkotaan atau profesi lain yang terkait. 2) 3) 4) 5) c. c. Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 14.c. Dinas Pariwisata. Bimbingan Teknis Program Kesehatan Perkotaan a. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Perkotaan a. Dinas PU. Sosialisasi Advokasi Program Kesehatan Perkotaan a. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Bappeda. DPRD. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) ATK Fotokopi Honor Narasumber Uang harian Biaya penginapan Transport panitia d. Tujuan Meningkatkan pemahaman pelaksana/pelaku pembangunan mengenai pentingnya upaya kesehatan perkotaan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. 16. Penggunaan Dana 1) 2) 3) ATK Fotokopi Transport lokal d. Laporan Kegiatan dan Rencanan Tindak Lanjut 15. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. d. Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak lanjut b.

Sasaran 1) Instansi terkait : Dispora. YJI. d. FIK 3) Organisasi profesi : IDI. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga dalam mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. b. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. Rumah Sakit. PORPI. Dinas Tenaga Kerja. 17. Dinas Pendidikan 2) Perguruan Tinggi : FK. PPKORI. 18. PERWOSI 4) Organisasi olahraga masyarakat : KONI. dll Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Transport lokal Laporan Kegiatan c. Organisasi Profesi 3) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. DPRD. 2) Perguruan Tinggi 3) Organisasi Profesi Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator Laporan Kegiatan c. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Olahraga a. 9 . Dinas Sosial. Dinas PU. d. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan olahraga yang dikoordininasikan dengan program lain dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. 4) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan olahraga. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. d. b. Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Olahraga a. Bappeda 2) LP/LS terkait : Perguruan Tinggi.b. ISORI. Bappeda. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota. Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Narasumber 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport panitia Laporan Kegiatan c. Dinas Pariwisata. FOMI.

Sasaran 1) Dinas Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Organisasi olahraga masyarakat : FOMI. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 4) Puskesmas Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk b. Workshop Pengembangan Jejaring Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan dan Penanggulangan PTM a. Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Propinsi. Seminar Pemberdayaan Masyarakat agar Bergerak untuk Sehat dan Bugar a. d. 10 . 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait. Tujuan Meningkatkan budaya hidup beraktivitas fisik dan olahraga untuk kesehatan. 5) Organisasi kewanitaan 6) Lembaga swadaya masyarakat 7) Organisasi pelajar dan mahasiswa 8) Media massa 9) Masyarakat umum Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan c. 20.19. d. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. 21. Bimbingan Teknis Program Kesehatan Olahraga a. Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan b. b. 4) Organisasi masyarakat : Forum Nasional Karang Taruna. c. c. Yayasan Jantung Indonesia.

Sosialisasi/Advokasi Upaya Kesehatan Olahraga Tingkat Propinsi a. Tujuan Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan olahraga di BKOM. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) LP/LS : perguruan tinggi. 23. d. Pertemuan Penyusunan Program BKOM a. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) Kepala Puskesmas 3) Pemda/Bappeda 4) DPRD 5) Dinas Pendidikan 6) Perguruan tinggi 7) Organisasi profesi 8) Organisasi olahraga masyarakat 11 . b. b.5) 6) d. Tujuan Meningkatkan komitmen dan dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan dan penyelenggaraan upaya kesehatan olahraga di BKOM. c. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 3) Puskesmas 4) Instruktur fitness center dan sanggar senam Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut b. organisasi profesi terkait Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport Laporan Kegiatan c. Honor : narasumber dan moderator Transport lokal Laporan Kegiatan 22. Seminar Pemanfaatan Upaya Kesehatan Olahraga Bagi Fitness Center dan Sanggar Senam a. 24. d.

Bimbingan Teknis BKOM Program Kesehatan Olahraga a. profesi. LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. c. 12 . 2). Sasaran 1) Pelaksana pelayanan kesehatan olahraga di BKOM. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan e. Meliputi : 1). Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut 26. Peserta 3). Sosialisasi Program Kesehatan Indera (PGPK /PGPKT) ke Kabupaten/Kota di Provinsi a. Hasil Yang Diharapkan Tersosialisasinya Program Kesehatan Indera ke Kabupaten/Kota. ATK dan foto copy 2). Honor Nara Sumber 3). Sasaran Peserta pertemuan terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut d. Tujuan Umum: Meningkatkan pemahaman Kabupaten/Kota mengenai pentingnya program kesehatan Indera Penglihatan/Pendengaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan Kegiatan. Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport d. b. 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait. Tersosialisasinya program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran kepada Kabupaten/Kota Diperolehnya komitmen/dukungan dari Kabupaten/Kota dalam pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran.c. b. Penggunaan Dana 1). Uang harian. Proses Penyelenggaraan 2). 25. Khusus: 1). c.

Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di kabupaten/kota dan Puskesmas. Laporan Kegiatan. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran. profesi.27. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera dengan LP/LS/LSM Tingkat Propinsi a. Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di provinsi dan kabupaten/kota. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. Khusus: 1). Hasil Yang Diharapkan 1). Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. 3). 2). Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Indera sesuai dengan peran dan bidang masing-masing. 4). e. Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Indera penglihatan dan pendengaran di propinsi. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera Di Provinsi a. Meliputi : 1) Proses Penyelenggaraan 2) Peserta 3) Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 28. 13 . LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan Penggunaan Dana 1) ATK dan foto copy 2) Honor Nara Sumber 3) Uang harian. Tersusunnya POA program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran di masing-masing Kabupaten/kota c. kabupaten/kota dan puskesmas b. Tujuan Umum: Meningkatnya partisipasi Lintas Program. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2).

Uang harian. Tersosialisasinya program kesehatan Indera kepada lintas program. Lintas Sektor. diagnose dan tatalaksana dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. ATK dan foto copy 2). Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari : Lintas program. meliputi : 1). Tujuan Umum: Setelah menyelesaikan pelatihan. cara pemeriksaan. 29. Adanya kesepakatan kegiatan dalam PGPK dan PGP Ketulian dengan LP. diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan Indera di dalam dan luar gedung 2) Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan Indera b. LS dan LSM tingkat Provinsi b. Rencana tindak lanjut pelatihan c. lintas sektor dan LSM 2). 14 . e.Khusus: 1). Hasil yang diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran. Honor Nara Sumber 3). b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. 3). organisasi profesi terkait dan LSM di tingkat propinsi Penggunaan Dana 1). cara pemeriksaan. Lintas Sektor.LSM tentang pengembangan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran Tingkat Provinsi. Proses Penyelenggaraan 2). Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Indera a. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan kegiatan.LS. Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. LSM dalam menunjang penurunan prevalensi kebutaan dan ketulian di Provinsi. d. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program. Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran Tingkat Provinsi 4). peserta memahami dan mampu melaksanakan pelayanan kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran yang berkualitas di Puskesmas Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Kesehatan Indera dan masalahnya. Peserta 3).

c. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran.c. Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS d. Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS 15 . Pelatihan Tenaga Non Nakes (Guru Dan Kader ) Untuk Program Kesehatan Indera a. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. Honor Nara Sumber 3). ATK dan foto copy 2). transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. Proses Penyelenggaraan 2). meliputi : 1). Penggunaan Dana 1). cara pemeriksaan sederhana. cara merujuk. Tujuan Umum: Meningkatkan kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran sehingga mampu mengenali gangguan penglihatan dan pendengaran di masyarakat/sekolah Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan Indera dan masalahnya. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Peserta 3). b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. cara merujuk. cara pemeriksaan sederhana. Laporan kegiatan. Uang harian. Rencana tindak lanjut pelatihan 30. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) d) Peran kader/guru UKS dalam PGPK dan PGPKt 2) Peserta mampu melakukan pemeriksaan sederhana mata dan telinga 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan Indera b.

Rencana tindak lanjut KEGIATAN BALAI KESEHATAN MATA/INDERA MASYARAKAT (BKMM/BKIM) Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Mata/Indera Masyarakat (BKMM/BKIM) diperuntukkan bagi UPT Daerah (Provinsi/Kabupaten) yang berjumlah 8 yaitu : 1. Rencana tindak lanjut pelatihan 31. Penggunaan Dana Uang harian. ATK dan foto copy 2). BKMM Provinsi Sumatera Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat BKIM Provinsi Jawa Tengah BKMM Kabupaten Banyumas BKMM Provinsi Jawa Timur BKMM Provinsi Nusa Tenggara Barat BKMM Provinsi Sulawesi Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat 16 . Peserta 3). 8. Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Laporan kegiatan. 7. Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Indera di Kabupaten/Kota . Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan program kesehatan indera mulai dari provinsi sampai ke puskesmas b. Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Indera a. monitoring dan evaluasi 2. Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. 5. 3. 6. Honor Nara Sumber 3). Pembinaan. Proses Penyelenggaraan 2). meliputi : 1). 3. meliputi : 1. 4. Tujuan Umum Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Indera di Kabupaten/Kota dan Puskesmas Khusus 1. Uang harian. 2. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Indera Provinsi c. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. Laporan kegiatan.d. Penggunaan Dana 1). 2.

Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut dan Puskesmas Santun Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2. kabupaten/kota dan puskesmas 17 . Rencana tindak lanjut 33. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan petugas kesehatan Puskesmas untuk melaksanakan pelayanan kesehatan Indera penglihatan dan atau Pendengaran di Puskesmas. 3. Khusus: 1. 4. Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Usia Lanjut. 3. Sasaran Pelaksana : • • c. Pembinaan Teknis Program Kesehatan Indera Oleh Tenaga Kesehatan BKMM/BKIM Ke Puskesmas a. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) Di Provinsi a.Rincian Kegiatan adalah : 32. Terlaksananya pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran di luar gedung BKMM oleh dokter spesialis BKMM/BKIM b. Laporan kegiatan. Diketahuinya sejauh mana pelaksanaan pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran telah dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas oleh BKMM/BKIM 2. Petugas kesehatan BKMM/BKIM Petugas Puskesmas Penggunaan Dana Uang harian. meliputi : 1. Khusus: 1. Tujuan Umum: Terlaksananya transfer ilmu pengetahuan tentang teknis program kesehatan Indera dari tim teknis BKMM/BKIM ke Puskesmas. Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Kesehatan Usia Lanjut di propinsi. Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan teknis 2. Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Provinsi dan Kabupaten/Kota.

3. Proses Penyelenggaraan 2. lintas sektor dan LSM 2. Tersusunnya POA program kesehatan Usia Lanjut di masing-masing Kabupaten/kota c. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 34. organisasi profesi dan LSM terkait di tingkat Propinsi 18 . Laporan Kegiatan. Khusus: 1. Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Usia Lanjut sesuai dengan peran dan bidang masing-masing. LSM dalam menunjang pengembangan program kesehatan usila di Provinsi. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) 2. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari unsur: Lintas Program. Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. LS dan LSM tingkat Provinsi b. Adanya kesepakatan kegiatan dalam pengembangan program kesehatan usila dengan LP.LSM tentang pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi. Lintas Sektor. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program. Peserta 3. Honor Nara Sumber 3. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Pertemuan Koordinasi Dengan LP/LS/LSM Program Kesehatan Usia Lanjut Tingkat Propinsi a. Uang harian. Hasil yang Diharapkan 1. Penggunaan Dana 1. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta Kabupaten/Kota : • Peserta Propinsi terdiri dari : unsur lintas program dan lintas sektor terkait di tingkat propinsi • Peserta Kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu Puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. Meliputi : 1. Tersosialisasinya program kesehatan Usila kepada lintas program. Lintas Sektor. ATK dan foto copy 2. Tujuan Umum: Terwujudnya kemitraan dan meningkatnya partisipasi Lintas Program.b. c. Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi 4.LS.

Tujuan Umum: Meningkatnya pengelolaan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota b. ATK dan foto copy 2). jiwa) dari RS d. Meliputi : 1). Rencana tindak lanjut pelatihan 36. Proses Penyelenggaraan 2). b) Konsep Puskesmas Santun Usia Lanjut 19 . Tujuan Umum: Terselenggaranya pelayanan Kesehatan Usia Lanjut yang berkualitas di Puskesmas khususnya di Puskesmas Santun Usia Lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. Proses Penyelenggaraan 2). Sasaran Peserta Pelatihan terdiri dari: Pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari Kabupaten/Kota yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. Peserta 3). Penggunaan Dana 1). Pelatihan Program Kesehatan Usia Lanjut untuk Pengelola Program di Kabupaten/Kota a. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 35. Laporan Kegiatan. Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) d. ATK dan foto copy 2). Honor Nara Sumber 3). Uang harian. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan pengelola program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota c. Penggunaan Dana 1). dokter spesialis kes.d. Laporan Kegiatan. khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric. Honor Nara Sumber 3). Meliputi : 1). transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Uang harian. Peserta 3).

Tujuan Umum: Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader mengenai mengenai program kesehatan usia lanjut sehingga dapat membantu pengembangan kesehatan usia lanjut di masyarakat. jiwa) dari RS d. Rencana tindak lanjut pelatihan 37. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Peran kader dalam pengembangan program kesehatan usia lanjut 2) Peserta mampu meningkatkan kegiatan kelompok usia lanjut 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan usia lanjut di kelompok usia lanjut b. Peserta 6). Proses Penyelenggaraan 5). Meliputi : 4). b) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. Laporan Kegiatan. cara pemeriksaan sederhana. 20 . Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Usia Lanjut. diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan usia lanjut di dalam dan luar gedung Peserta mampu menfasilitasi pembentukan kelompok usia lanjut Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan usia lanjut e. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Usia Lanjut untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. cara pemeriksaan. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. dokter spesialis kes. Honor Nara Sumber 6). Pelatihan Tenaga Non Nakes (Kader ) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut a. Uang harian. ATK dan foto copy 5). cara merujuk. f. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader mengenai program kesehatan Usia Lanjut. khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric. khususnya di kelompok usia lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya.2) 3) c) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. Penggunaan Dana 4).

sewa profesi. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Usia Lanjut Provinsi d. Tujuan Meningkatnya peran Lintas Program dan Lintas Sektor di daerah dalam rangka pengembangan program kesehatan tradisional. Rencana tindak lanjut pelatihan e. Meliputi : 1). Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Usia Lanjut a. Pembinaan. Laporan Kegiatan c. Peserta 3. 2. d. monitoring dan evaluasi 2). 3. Laporan Kegiatan. Honor Nara Sumber 3). Rencana tindak lanjut 39. Tujuan Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas b. Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Usila di Kabupaten/Kota . dan biaya perjalanan. ATK dan foto copy 2). transport dan biaya penginapan pelaksana e. sewa ruangan. b. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan Kegiatan. Pertemuan Koordinasi LP/LS dalam rangka Pengembangan Program Kesehatan Tradisional a. Penggunaan Dana Uang harian. Meliputi : 1. Sasaran Peserta tenaga non nakes untuk program Kesehatan Usila terdiri dari: • Kader dari Kelompok Usila di beberapa Puskesmas yang dikembangkan d. Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. Uang harian. 38. Proses penyelenggaraan dan hasil pembinaan. Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan Program Kesehatan Usia Lanjut mulai dari Provinsi sampai ke Puskesmas c.c. Proses Penyelenggaraan Pelatihan 2. Hasil Yang Diharapkan 1. 21 . Sasaran Penanggungjawab kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan. Penggunaan Dana 1).

meliputi : 1) Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 2) Pelaksanaan Kegiatan 3) Laporan Pelaksanaan kegiatan c. 42. Operasional SP3T/BKTM a. c. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk biaya perjalanan sampai ke sarana Battra di wilayah kerja Puskesmas. Sasaran : Pemegang program Kesehatan Tradisional di Puskesmas binaan. fotokopi).40. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan kegiatan. Penggunaan Dana 1) Honor Nara Sumber (SP3T dan Asosiasi Profesi) 2) ATK dan foto copy 3) Sewa Ruang 4) Uang harian. d. 22 . rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan LS terkait bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. Laporan Kegiatan d. Pelaksana kegiatan di SP3T dan UT-SP3T Pengelola Program Kesehatan Tradisional di Dinas Kesehatan Provinsi Lintas Sektor terkait Penggunaan Dana (ATK. b. Tujuan Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pengelola program kesehatan tradisional di Kabupaten/Kota binaan sehingga mereka mampu mengindentifikasi dan menginventarisasi hal-hal yang terkait dengan pengembangan program pelayanan kesehatan tradisional di wilayah masingmasing. b. Tujuan Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan administratif. Laporan Kegiatan Orientasi Selfcare Batantra dalam pelaksanaan TOGA dan Akupunktur bagi Petugas Puskesmas. Sasaran 1) 2) 3) c. Sasaran : Kabupaten/Kota dan Puskesmas binaan. 41. a. transport peserta rapat dan transport bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. d. Bimbingan Teknis Pengelola Program Kestrad Propinsi ke Kabupaten/Kota Binaan a. Tujuan Terlaksananya pelayanan kesehatan tradisional melalui tenaga pelaksana program kesehatan tradisional yang terampil di Puskesmas binaan. b.

ATK. 44. Laporan kegiatan 23 . Tujuan Meningkatnya peran LP dan LS terkait di Provinsi dalam melakukan pembinaan & pengawasan Pengobat Tradisional Asing yang bekerja sebagai konsultan di wilayah kerjanya.43. d. Tujuan Untuk melaksanakan koordinasi dan Evaluasi terhadap pengembangan program kesehatan tradisional di daerah binaan serta melakukan konsultasi ke Pusat tentang permasalahan yang dihadapi. c. d. Laporan kegiatan 1) Proses penyelenggaraan dan hasil monitoring dan evaluasi 2) Rencana tindak lanjut b. Sasaran Para pengobat Tradisional asing yang bekerja sebagai konsultan Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk transport ke lokasi kegiatan Pengobat Tradisional Asing. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Tradisional di Provinsi a. Sasaran 1) LP & LS di tingkat Provinsi 2) Penanggungjawab program di Dinkes Kab/Kota 3) Puskesmas binaan c. Monev Pengobatan Tradisional Asing a. b. penggandaan fotocopy dan transport/biaya perjalanan narasumber dan peserta. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan.

masih mengalami beberapa hambatan dalam alur pencatatan dan pelaporannya. SP2TP/SP3 secara periodik a. Jenis Kegiatan : Pertemuan Uraian Pembiayaan 1) 2) 3) 4) Transport Biaya Penginapan Uang Harian ATK C. Koordinasi Teknis dan Pemutakhiran Data Puskesmas a. D. SP2TPT/SP3 dan data dasar Puskesmas secara periodik dan berkesinambungan di setiap tingkatan administrasi. Tersedianya data dasar Puskesmas yang dimutahirkan setiap 6 (enam) bulan sekali. Luaran 1. Sasaran Tim Pengelola data dan informasi Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dan Propinsi. Laporan Program. B. d. Hal ini ditandai dengan tidak jelasnya kebutuhan jenis indikator dan data pendukung yang diperlukan di masing–masing tingkat administrasi. baik ditingkat pusat. Latar Belakang Upaya penyediaan data dan informasi. pengumpulan dan penyajian serta pendistribusian data dan informasi Puskesmas Sehubungan dengan hal tersebut. perlu diselenggarakan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen dalam upaya penyediaan data dan informasi Puskesmas. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah guna terselenggaranya Sistem Informasi Manajemen yang baik antara lain : Pembentukan Tim Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota melalui koordinasi teknis dan pemutakhiran data. Puskesmas ke kabupaten b. Propinsi ke pusat 2. E. Tujuan Teridentifikasinya kebutuhan data di tingkat Propinsi dan Kabupaten / Kota serta ter-updatenya data dasar dan data Program Puskesmas. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. Tujuan Tersedianya data dan informasi program. Kegiatan-Kegiatan 1. ketidakjelasan penanggung jawab data dan informasi Puskesmas di tingkat Propinsi dan kabupaten / kota serta ketidakjelasan mekanisme dan pembiayaan dalam pengelolaan data dan informasi. 24 . c. Kabupaten/Kota ke Propinsi c.PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN A. Propinsi maupun kabupaten / kota. b.

c. d. Jenis Kegiatan Penyediaan ATK dan Komputer Supply. Laporan Kegiatan Supervisi dan Bimbingan Teknis a. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi Kabupaten/Kota. d. Laporan Kegiatan Perjalanan Dinas 3.e. Tujuan Mengidentifikasi masalah penyediaan data Puskesmas di tingkat Kabupaten/Kota. Tujuan Mengumpulkan dan mengolah data dan informasi Puskesmas. d. f. 4. Uraian Pembiayaan Komputer Supply Propinsi dan Kabupaten / Kota ATK Propinsi dan Kabupaten / Kota. Pengumpulan dan Pengolahan Data a. Laporan Kegiatan Dokumen data dan informasi Puskesmas. e. Jenis Kegiatan Pengumpulan dan Pengolahan Data Puskesmas. Jenis Kegiatan Perjalanan Pengelola Data dan Informasi Propinsi ke Kabupaten/Kota. Luaran Teridentifikasinya masalah penyediaan data Puskesmas di Kabupaten / Kota. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. f. Tujuan Melengkapi kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data. c. b. Luaran Data dasar dan data program Puskesmas yang telah dimutakhirkan. Uraian Pembiayaan 1) Transport Petugas Propinsi 2) Transport Petugas Kabupaten / Kota Luaran Data dasar dan data program Puskesmas. c. 2. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi dan Kabupaten / Kota. b. Uraian Pembiayaan Transport petugas Propinsi. f. Pengadaan ATK dan Komputer Supply a. b. dan e. 25 .

selanjutnya Propinsi ke Pusat sebagai Bentuk Pertanggungjawaban setiap Pencairan Dana 26 . SP2TP/SP3 ke Propinsi. Laporan kegiatan Pengelola Data dan Informasi Kabupaten Wajib Mengirim Laporan Rekap Program.e. f. Luaran Terpenuhinya kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data.

5% gangguan THT dan 1. ILO memperkirakan bahwa cakupan layanan kesehatan kerja untuk keseluruhan tenaga kerja di Negara berkembang hanya mencapai sekitar 5% . risiko dari luka traumatik. 3% gangguan saluran pernapasan. risiko ergonomik (misalnya. pengusaha. Masalah kesehatan dan keselamatan kerja. terpaksa membayar klaim asuransi sebesar Rp. Latar Belakang Perkembangan IPTEK dan industrialisasi memberikan dampak positif maupun negatif. PT Jamsostek (2008) yang memiliki anggota sebesar 26. 272. 565 Milliar. yang terdiri dari pembayaran klaim kecelakaan dan penyakit sebesar Rp. dari data BPS tahun 2008 diketahui bahwa jumlah angkatan kerja sebanyak 111. kesehatan dan keselamatan kerja merupakan persyaratan yang harus dipenuhi setiap tempat kerja. partikulat yang ada di udara (airborne particulates). dan pekerja karena merupakan salah satu pra syarat dalam hubungan ekonomi antar negara. 8% kardiovaskuler.65% sektor formal yang tersebar pada berbagai lapangan pekerjaan. Jika dilihat persentase anggota kepesertaan Jamsostek yang hanya 23. dan kanker paru-paru. back pain).BAB V KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA A.5% pekerja mengalami gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaannya. Disamping itu jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat gangguan kesehatan dan keselamatan kerja jumlahnya sangat besar. gangguan kesehatan. Faktor risiko Global Illness and Injury adalah 37% akibat back pain. kebisingan. perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. TBC dan lain lain.3% gangguan kulit. Selain itu dalam era globalisasi. pekerja Indonesia masih menghadapi penyakit menular yang cenderung meningkat. beban pekerja semakin berat. maka dapat diperkirakan bahwa kerugian akibat kecelakaan. Di masa depan. Menurut profil masalah kesehatan pekerja di Indonesia tahun 2005 diketahui 40. bisa melebihi Rp 2 triliun sedangkan berdasarkan data DK3N biaya yang dikeluarkan untuk 50 trilyun kerugian akibat kecelakaan. 16% hearing loss. Jumlah angkatan kerja di Indonesia semakin meningkat. Keluhan tersebut antara lain 16% musculo-skeletal disorders. Begitu pula penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses produksi semakin meningkat juga. 11% asma. 6% gangguan syaraf. Faktor risiko pekerjaan memberi kontribusi terhadap Global Burden Disease sebanyak 800 ribu dari 2. Akses ke pelayanan kesehatan masih terbilang rendah bagi sebagian besar pekerja. gangguan kesehatan.1 Milliar dan klaim kematian kepada anggota aktifnya sebesar Rp. dan kematian akibat kerja.3 juta pekerja formal. Saat ini. dan kematian akibat kerja. 292.10%. Meskipun demikian. 1 . penyakit infeksi seperti HIV/AIDS. sebagian besar dari jumlah tersebut bekerja di sektor informal (56.2 juta kematian setiap tahun adalah disebabkan oleh bahan-bahan kimia karsinogenik. baik dari segi jumlah maupun jenisnya. dan news-emerging disease termasuk penyakit akibat kerja sebagai dampak dari berbagai bahaya potensial di tempat kerja. khususnya di Negara-negara berkembang. akan mengeluarkan biaya yang cukup besar. 2. bronkus. Dampak positif adalah tersedianya lapangan kerja. 9% infeksi trachea. sedangkan dampak negatif adalah timbulnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan maupun lingkugannya.35%) dan 43.9 Milliar.59 % dari seluruh pekerja di Indonesia. penyakit degeneratif.48 juta pekerja. tingkat cakupan layanan kesehatan kerja telah mengalami sedikit perubahan pada beberapa dekade terakhkir. Seperti dalam perdagangan dunia yang mensyaratkan perusahan telah mendapat sertifikat ISO 14000 (Lingkungan) dan OSHAS 18001 (Kesehatan dan Keselamatan kerja). mengingat pertumbuhan dan perkembangan industri berteknologi maju berlangsung sangat pesat. 13% COPD. 8% luka-luka dan 2% leukemia.

Padahal, meskipun di Negara berkembang, dengan sedikit pengecualian, cakupan yang seharusnya adalah 20% - 50%. (Regional Framework for Action for Occupational Health 2006-2010, WHO 2006) Dengan berbagai masalah yang terjadi dan tantangan yang dihadapi, maka perlu dilakukan peningkatan Upaya Kesehatan Kerja melalui penguatan program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas dan tempat kerja serta peningkatan kualitas SDM maupun dalam pelayanan kesehatan kerja.

B.

Tujuan Menurunnya angka kesakitan, kecelakaan dan penyakit akibat kerja sehingga pekerja dapat terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan sehingga pekerja sehat dan produktif.

C.

Tujuan Khusus 1. Meningkatkan cakupan Puskesmas di daerah industri yang melaksanakan Upaya Kesehatan Kerja menjadi 60% pada tahun 2009. 2. Meningkatkan cakupan tempat kerja (formal) yang menerapkan Kesehatan Kerja menjadi 50% pada tahun 2009.

2

D.

Sasaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengelola Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota Penanggung Jawab kesehatan Kerja di Tempat Kerja Sarana Kesehatan Puskesmas Kawasan Industri dan Klinik Perusahaan Lintas Sektor dan Lintas Program Masyarakat Pekerja Praktisi dan LSM

E.

Kegiatan-Kegiatan 1. Peningkatan Kapasitas/Pelatihan SDM Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/ Kota dan Puskesmas. a. Tujuan Meningkatnya kemampuan tenaga kesehatan kerja baik di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam melaksanakan upaya kesehatan kerja. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota, dan Puskesmas. Untuk pelatihan Dokter dalam Diagnosis PAK sasarannya adalah Dokter Puskesmas, Dokter Rumah Sakit. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Peningkatan Kapasitas SDM Kesehatan Kerja di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi meliputi : 1) Orientasi Kesehatan Kerja Bagi Petugas dan Kepala Puskesmas di Kawasan/Sentra Industri 2) Pelatihan Petugas Kesehatan Kaupaten/Kota 3) Pelatihan Teknis Kesehatan Kerja bagi PetugasKabupaten/Kota dan Puskesmas. 4) Pelatihan Dokter dalam Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK). 5) Pelatihan tanggap darurat (emergency respons) di tempat kerja d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan dapat dipakai untuk membiayai honor pengarah kegiatan. 2) Belanja Bahan meliputi ATK: dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan, belanja bahan meliputi ATK : dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan. 3) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk rapat persiapan di Propinsi.. 4) Belanja Jasa Lainnya dipakai untuk membiayai rapat persiapan di daerah dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. 5) Belanja Perjalanan Lainnya : dipakai untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber Propinsi/Kabupaten/Kota, panitia dan peserta. e. Laporan Kegiatan

2.

Pengembangan Jejaring, Kelembagaan dan organisasi Kesehatan Kerja 2.a Pemberdayaan Klinik Perusahaan (Pelatihan Peningkatan Petugas Klinik Perusahaan, sosialisasi sistim pelaporan, mapping kelompok kerja dan klinik perusahaan) a. Tujuan Diperolehnya mekanisme kerjasama, jejaring dalam pelayanan kesehatan kerja antara Klinik Perusahaan, Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

3

b.

c.

d.

e.

Sasaran Sasaran dalam Pemberdayaan Klinik perusahaan adalah : 1) Dinas Kesehatan Propinsi (PJ. Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 2) Dinas kesehatan Kabupaten/Kota (Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 3) Puskesmas yang mempunyai Klinik Perusahaan di wilayah kerjanya. 4) Klinik Perusahaan. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Pemberdayaan Klinik Perusahaan adalah sebagai berikut: 1) Pertemuan Tingkat Propinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk Identifikasi Klinik Perusahaan yang ada di Kabupaten/Kota dan membahas tentang pembinaan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta permasalahan dan hambatan yang ditemui (kerjasama dengan subdin Yankes). 2) Pertemuan Sinkronisasi di Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota dengan Klinik Perusahaan, manajemen perusahaan, dan Puskesmas serta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang mempunyai klinik perusahaan di wilayah kerjanya (kerjasama dengan Subdin Yankes) 3) Sosialisasi sistim pelaporan,maping kelompok kerja dan klinik perusahaan. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan, digunakan untuk membiayai kelengkapan ATK kegiatan dan penggandaan/fotokopi bahan-bahan pelatihan. 2) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk membiayai rapat persiapan di Propinsi. 3) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya, digunakan untuk membiayai transport lokal pertemuan tingkat Propinsi dalam rangka mengidentifikasi klinik perusahaan, dan pertemuan sinkronisasi di tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber daerah, panitia dan peserta. Laporan Kegiatan

2.b. Pemberdayaan Masyarakat Pekerja Untuk mendukung Desa Siaga a. Tujuan Meningkatnya kesadaran masyarakat pekerja untuk hidup sehat melalui pelatihan petugas kesehatan di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas serta kader Pos UKK untuk mendukung Desa Siaga. b. Sasaran Kabupaten/Kota, Puskesmas dan Kader. c. Lingkup Kegiatan 1) Survey Mawas Diri (SMD) 2) Advokasi/Sosialisasi lintas sektor Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan masyarakat pekerja untuk mendukung Desa Siaga 3) Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 4) Pelatihan Tingkat Kabupaten/Kota untuk Petugas Puskesmas 3) Pelatihan Kader 5) Intervensi (stimulan) 6) Pembinaan d. Penggunaan Dana Dana yang ada digunakan untuk melaksanakan pelatihan petugas Kabupaten/Kota, Puskesmas dan kader. Adapun Jenis Belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Sewa, Barang Non-Opersaional Lainnya dan Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. e. Laporan Kegiatan

4

2. c Pengembangan Model Pelayanan Kesehatan kerja (Spesifik Daerah) a. Tujuan Meningkatnya kualitas upaya kesehatan pada pekerja sesuai dengan spesifik daerah (daerah industri, atau kelompok pekerja tertentu). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan 1) Pertemuan Sosialisasi K3 dan Pelayanan Kesehatan Kerja Pos UKK di tempat kerja 2) Fasilitasi/Pembinaan dan evaluasi Puskesmas pada kawasan/sentra industri 3) Pemberian stimulan/intervensi untuk Puskesmas Percontohan. 4) Pengembangan SIM Kesehatan Kerja 5) Pengukuran tingkat paparan pestisida 6) Validasi data program kesehatan kerja di Perusahaan 7) Peningkatan kapasitas RR Puskesmas dan kab/kota dalam pengelolaan data kesehatan kerja d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan 2.d. Pengembangan Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM) a. Tujuan Tersedianya informasi yang mendukung pembentukan dan pengembangan BKKM. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota dan BKKM c. Lingkup Kegiatan - Pengkajian lapangan untuk BKKM - Peningkatan kapasitas SDM BKKM - Seminar hasil survei di 2 kab/kota - Pertemuan dalam rangka sistim pencatatan dan pelaporan kesehatan kerja bagi 3 BKKM dan Puskesmas d. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan digunakan untuk mebiayai ATK dan fotokopi kegiatan. 2) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk mebiayai trasnport, uang harian dan biaya penginapan petugas. e. Laporan Kegiatan 2.e. Mendukung Pembentukan Kab/Kota Percontohan a. Tujuan Mendukung terselenggaranya Kesehatan Kerja Paripurna di Kab/Kota Percontohan b. Sasaran Kabupaten/Kota Percontohan, Sarana Kesehatan, Dan Tempat Kerja c. Lingkup Kegiatan Koordinasi dan pengorganisasian Kesehatan Kerja di Tingkat administrasi 1) Pembentukan Forum Komunikasi 2) Rapat Lintas sektor lintas program d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan

5

2.f. Forum Komunikasi/koordinasi/sinkronisasi kesehatan kerja Lintas Sektor a. Tujuan 1) Tersusunnya Kesepakatan dan Rencana Kerja oleh seluruh lintas sektor terkait. 2) Tersosialisasi program dan kegiatan kesehatan kerja b. Sasaran Lintas sektor yang terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Pemda, Dinas pertanian, Dinas Perikanan dan lain-lain. c. Lingkup Kegiatan 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Pelaksanaan Forum Koordinasi 3) Laporan pelaksanaan d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya e. Laporan Kegiatan

3.

Penyusunan data dan informasi kesehatan kerja 3.1. Survei Cepat/Pemetaan Data Kesehatan Kerja/Risk Assesment di Puskesmas, Kabupaten/ Kota dan Propinsi a. Tujuan Tersedianya data tentang kondisi kesehatan pada pekerja di wilayah kerja (Puskesmas, Kabupaten/Kota, dan Propinsi). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam survei cepat meliputi tahapan sebagai berikut : 1) Rapat Persiapan 2) Penjajagan Lapangan 3) Pelatihan Pewawancara 4) Uji Coba Kuesioner 5) Pengumpulan Data 6) Seminar Hasil d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan digunakan untuk membiayai tenaga peneliti, pengumpul dan pengolah data. 2) Belanja Bahan digunakan untuk membiayai ATK, fotokopi, dan konsumsi. 3) Belanja Jasa Profesi digunakan untuk membiayai pengajar, pembicara dan moderator. 4) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan petugas penjajagan lapangan, pelatihan pewawancara, uji coba kuesioner dan pengumpul data serta seminar hasil. e. Laporan Kegiatan

4. Koordinasi, Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Kerja & Pembinaan ke Kabupaten/Kota dan konsultasi ke pusat a. Tujuan Tersusunnya rencana kerja program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta dengan lintas sektor dan lintas program secara terpadu dan berkesinambungan. b. Sasaran Pusat, Propinsi, dan Kabupaten/Kota. c. Lingkup Kegiatan

6

yang kegiatannya meliputi : 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Perencanaan 3) Bimbingan teknis 4) Mengikuti pertemuan Konsultasi Regional 5) Pertemuan Evaluasi 6) Konsultasi ke Pusat 7) Penyusunan RKKAL Penggunaan Dana Dana yang tersedia digunakan untuk kegiatan perencanaan. pembinaan dan evaluasi program. koordinasi. Laporan Kegiatan 5. Penunjang Operasional Kegiatan di Propinsi o o o o o o o o Administrasi Kegiatan Belanja Uang Honor yang terkait dengan output kegiatan Honor Pejabat Pembuat Komitmen Honor Bendahara/Pemegang Uang Muka Kerja Honor Staf Administrasi Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. Adapun jenis belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan/Belanja Jasa Profesi. Belanja Bahan.d. perencanaan dan evaluasi dilaksanakan di tingkat Propinsi Koordinasi perencanaan dan evaluasi di Pusat dan di Propinsi. Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. e. Kegiatan koordinasi. Pencetakan/penggandaan buku pedoman kesehatan kerja 7 .

33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. (4). APBD dan sumber-sumber lain yang tidak mengikat. Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya pada tahun 2010. 6. bayi dan balita. 3. serta kelompok usia produktif. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan no. SKD-KLB. 4. Pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat di daerah mengacu pada Undang-undang no. LINGKUP KEGIATAN PROGRAM PERBAIKAN GIZI a. 2. 7. Meningkatkan pembiayaan kesehatan. D. maka didalam dokumen Rencana Strategi Departemen Kesehatan 2006-2010. monitoring dan informasi kesehatan. SASARAN Cakupan balita yang ditimbang menjadi 75 % Cakupan bayi dan balita dapat kapsul vitamin A menjadi 80% Cakupan ibu hamil dapat tablet Fe 90 tablet menjadi 60% Cakupan bayi umur 6 bulan dapat ASI secara eksklusif menjadi 63% Cakupan balita BGM umur 6-24 bulan GAKIN dapat MP-ASI menjadi 100 % Cakupan balita gizi buruk dapat perawatan menjadi 100 % Persentase desa dengan garam beryodium baik 65% Cakupan kabupaten/kota melaksanakan surveilans gizi (PWS. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana Anggaran Program Perbaikan Gizi Masyarakat di tingkat provinsi 2) 1 . TUJUAN Meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat pada ibu hamil. dan SKPG) menjadi 100 % 1. LATAR BELAKANG Program perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ditandai dengan menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 20%. 5. (2). Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. Meningkatkan sistem surveilans.BAB VI KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT A. B. PSG. Sumber dana untuk pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat diperoleh dari APBN. Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan dan Sistem Penyelenggaraan Keuangan Negara. C. upaya perbaikan gizi diarahkan pada pencapaian sasaran antara yaitu seluruh Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat. Ada 4 (empat) strategi utama untuk mencapai Kadarzi yaitu: (1). tidak ada kasus kretin baru dan tidak ada kasus xeroftalmia pada balita. (3). Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas.

narasumber) d) Biaya ATK. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Provinsi ke Pusat 1) Tujuan Tujuan kegiatan konsultasi Program adalah untuk menyelaraskan antara kebijakan program perbaikan gizi masyarakat dari Pusat dengan kesiapan Daerah dalam pelaksanaan program. dan kelengkapan peserta e) Dokumentasi. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta. diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. 2) 3) 2 . dll. pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta. f) Biaya Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Laporan Kegiatan a) Laporan Hasil Kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. surat-menyurat. dan Staf Pelaksana b) Biaya fotokopi. Bendahara Pengeluaran. c) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer d) Belanja Bahan Alat Tulis Kantor (ATK). penggandaan dokumen.3) Penggunaan Anggaran Anggaran Administrasi Kegiatan digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi b) Biaya Penginapan c) Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. f) Biaya sewa gedung pertemuan. panitia. Hasil Konsultasi. pengajar. Penguji SPP.net 4) b. narasumber. PUMK. b) Penanggungjawab dan pelaksana program gizi melaporkan realisasi keuangan kegiatan program perbaikan gizi ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui email www. e) Biaya Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa. panitia. 2) 3) 4) c. Tujuan. Penandatangan SPM. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota Penggunaan Anggaran Anggaran konsultasi ini digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah.info@gizi. dan Rencana Tindak-Lanjut. fotokopi. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Kabupaten/Kota ke Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan kebijakan program perbaikan gizi masyarakat antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota sehingga menjadi lebih harmonis. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat provinsi Penggunaan Anggaran Anggaran Konsultasi digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. panitia. yang diperuntukkan: a) Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen. publikasi/spanduk. pengajar. narasumber) c) Uang Harian (peserta. dan komunikasi cepat.

serta unsur lintas sektor terkait sesuai dengan kebutuhan daerah. Biaya Transportasi 2. panitia. dan Rencana Tindak-Lanjut. Kursus Penyegaran Ilmu Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kapasitas dan pengetahuan gizi mutakhir bagi ahli gizi di tingkat provinsi. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. Pemantapan dan Evaluasi Program Perbaikan Gizi di Provinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan manajemen pengelolaan program perbaikan gizi masyarakat di provinsi dan kabupaten/kota. Uang Harian (peserta. narasumber. fotokopi. disertai Rencana Tindak-Lanjut. d. pengajar. Peserta Peserta pertemuan ini meliputi penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Provinsi. Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Biaya Penginapan 3. dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. sesuai dengan Kerangka Acuan.4) Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. Biaya sewa gedung pertemuan. Hasil Konsultasi. Dokumentasi. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. Narasumber. pengajar) 2. dan biaya makalah. sesuai dengan Kerangka Acuan. Tujuan. narasumber) 4. 5. Honorarium Pengajar. unsur lintas program. dikirimkan kepada Kadinkes Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Kadinkes Provinsi. Pertemuan Evaluasi Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Evaluasi kinerja dan pencapaian target sasaran program perbaikan gizi secara nasional. unsur lintas program dan lintas sektor terkait gizi sesuai dengan kebutuhan daerah. dll. panitia. Biaya ATK. 2) 3) 4) f. Peserta Peserta pertemuan ini terdiri dari penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. publikasi/spanduk. Biaya Penginapan (peserta. panitia. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil pertemuan nasional. pengajar. 7. Biaya Transportasi (peserta. Pertemuan Perencanaan. 3 . 2) 3) 4) e. narasumber) 3. dan kelengkapan peserta 6. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai.

pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta. panitia. panitia. dan biaya makalah. Sosialisasi Respon Cepat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meyelaraskan kebijakan daerah dalam mendukung program perbaikan gizi masyarakat. fotokopi. Peningkatan Kapasitas Dalam Deteksi Dini Kasus Kurang Gizi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah ditemukannya kasus kurang gizi dengan faktor penyebab timbulnya masalah. narasumber) d) Honorarium Pengajar. dll. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil kursus penyegar ilmu gizi nasional. Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Biaya Penginapan 3. dan kelengkapan peserta f) Biaya dokumentasi. Narasumber. e) Biaya ATK. g) Biaya sewa gedung pertemuan. antara Dinas Kesehatan dengan Dinas terkait lainnya serta pemerintah daerah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Provinsi atau Kabupaten/Kota. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. panitia. pengajar. narasumber) c) Uang Harian (peserta.2) Pelaksana Penanggungjawab/pelaksana program gizi dan ahli gizi dan organisasi profesi gizi (PERSAGI) di Provinsi. sesuai dengan Kerangka Acuan. pimpinan instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terkait sebagai pendukung program perbaikan gizi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. h. disertai Rencana Tindak-Lanjut. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. 3) 4) g. dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan. narasumber. Pengelola program gizi kabupaten/kota b. Petugas gizi Puskesmas 2) 4 . sehingga menjadi lebih terarah. publikasi/spanduk. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta. Biaya Transportasi 2. Sasaran Lembaga legislatif daerah. pengajar. serta menindak lanjuti melalui koordinasi dengan program terkait oleh pengelola program perbaikan gizi di kabupaten/kota dan Puskesmas Pelaksana a. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. sesuai dengan Kerangka Acuan.

Belanja perjalanan lainnya . meliputi : . fotocopy. honor panitia. 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi rumah sakit dalam pelayanan anak gizi buruk sesuai standar. Foto Copy. Belanja bahan : Bahan ATK. dan pengajar b. meliputi : . Laporan pelaksanaan pelatihan deteksi dini kasus kurang gizi b.Uang harian . Belanja bahan : Bahan ATK. dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) .3) Penggunaan Dana a. ahli gizi. 2) Sasaran a. Belanja uang honor tidak tetap. Peningkatan Kapasitas Tatalaksana Gizi Buruk bagi Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit. Panitia dan pengajar b. Belanja uang honor tidak tetap. transport lokal pengajar. 3) 4) j.Uang harian . perawat/bidan) b. Petugas gizi Puskesmas Penggunaan Dana a.Honor makalah.Honor makalah. transport lokal pengajar. Peningkatan Kapasitas Kabupaten/Kota/Puskesmas 1) Pengelola Program Perbaikan Gizi Tujuan Meningkatkan kapasitas teknis dan administrasi pengelola program perbaikan gizi di Kabupaten/Kota/Puskesmas.Transport peserta. dan konsumsi c.Uang penginapan Laporan Kegiatan a. Ada data kasus kurang gizi yang diketemukan 4) i. Belanja perjalanan lainnya . Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit (dokter. Peserta a.Transport peserta. Pengelola program gizi kabupaten/kota b.Uang penginapan Laporan Kegiatan Dokumen laporan pertemuan. Konsumsi c. Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota Penggunaan dana 2) 3) 5 . dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) .

Peningkatan Kapasitas Konselor Menyusui. Uang harian.Tim asuhan gizi Puskesmas (dokter. 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim Konselor ASI. Sewa ruangan. Bahan praktek.Laporan monitoring pasca pelatihan 2) 3) 4) 6 .Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan tatalaksana gizi buruk di Rumah Sakit. foto copy. Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer.Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota . Perjalanan : Transport narasumber. Bahan praktek. home economic set. bahan kontak. Biaya penginapan 4. Laporan Kegiatan . Biaya penginapan Lain-lain : Surat menyurat.Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tim asuhan gizi Puskesmas dalam rangka penanganan gizi buruk . Uang harian. foto copy. foto copy. l.Pengelola program gizi Dinkes Kab/Kota Penggunaan dana a) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia b) Belanja bahan meliputi Bahan ATK dan komputer c) Perjalanan : Transport peserta/panitia. Bahan praktek. Perjalanan : Transport peserta/panitia. Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan .Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tatalaksana gizi buruk tim asuhan gizi di RS. Sewa kendaraan roda empat. perawat/bidan) . Sewa kendaraan roda empat. Peserta . Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer. Uang harian. k. peserta/panitia.Tenaga Gizi Puskesmas Penggunaan dana 1. Peningkatan Kapasitas Tim Asuhan Gizi Puskesmas Dalam Rangka Penanganan Gizi Buruk 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi Puskesmas dalam pelayanan kasus gizi buruk Peserta . Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan konseling ASI di RS dan Puskesmas. Sewa ruangan. Sewa kendaraan. Lain-lain : Surat menyurat. ahli gizi. 3. .a) b) c) d) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia. Home economic set. 2. Biaya penginapan d) Lain-lain : Surat menyurat. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan peningkatan kapasitas konselor ASI. Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia.

Uang penginapan Laporan Kegiatan a. c) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemantauan dan Pembinaan Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kinerja pengelola program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota melalui pembinaan teknis dan evaluasi pelaksanaan program gizi Sasaran Pelaksana dan penanggung jawab program perbaikan gizi di kabupaten/kota Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport. ATK dan penggandaan formulir PSG e) Biaya entry data Laporan Kegiatan Laporan hasil pelaksanaan PSG KADARZI dikirim ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui Pos dan email ke www. Pemantauan status gizi (PSG-KADARZI) 1) Tujuan Terlaksananya PSG-Kadarzi dan tersedianya informasi status gizi balita dan norma keluarga sadar gizi (KADARZI) secara berkala.Laporan evaluasi hasil bintek sebagai bahan perencanaan program 2) 3) 4) n. Laporan kegiatan Bintek . tepat dan akurat.net . pengiriman dan penyimpanan susu cair dan dukungan operasaional pengelola bansos Kabupaten/Kota) . d) Foto copy. cepat. Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana program gizi kabupaten/kota 2) 7 .info@gizi. Pemantauan dan Pembinaan dana Bantuan Sosial Gizi ke Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kinerja Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan dana bantuan sosial program gizi (Operasional Posyandu. Pelaksana • Penanggung jawab dan pelaksana program perbaikan gizi Provinsi dan Kabupaten/Kota • Petugas gizi Puskesmas 2) Pelaksanaan PSG : Pelaksanaan kegiatan Pemantauan Status Gizi dan KADARZI harus mengacu pada petunjuk teknis Pemantauan Status Gizi dan KADARZI yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Gizi Masyarakat tahun 2009 3) Penggunaan dana a) Biaya transport pengambilan sampel b) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia). Pengiriman dan penyimpanan MP-ASI. 4) o.m. Uang harian.

Honor sekretariat b) Belanja bahan : Bahan ATK. Uang harian. komputer. kegiatan dan hambatan/masalah Bansos 4) p. 2) 3) 4) 8 .3) Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport. Uang penginapan Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan Bintek bantuan sosial b) Laporan evaluasi hasil bintek bantuan sosial sebagai bahan perencanaan program c) Laporan tahunan pelaksanaan bansos Kabupaten/Kota meliputi laporan keuangan. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan pelacakan kasus.Honor tim teknis . foto copy dan penggandaan bulletin JIPG. Penerbitan Majalah/Buletin gizi 1) Tujuan Tersedianya media informasi dan komunikasi tentang perkembangan program gizi untuk berbagai kalangan. c) Belanja jasa profesi : honor penulis buletin Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan penerbitan majalah/buletin 2) 3) 4) q. Pelacakan Kasus Gizi Buruk di Wilayah Kerja Puskesmas 1) Tujuan Menemukan dan mengidentifikasi secara dini kasus gizi buruk dalam rangka menetapkan pemberian intervensi bagi penderita secara tepat dan cepat Pelaksana a) Penanggung jawab dan pelaksana program gizi Kabupaten/Kota b) Petugas gizi Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia). Pelaksana a) Pelaku dan pemerhati masalah gizi b) Lintas sektor dan lintas program terkait dengan program gizi Penggunaan dana a) Belanja uang honor tidak tetap : . b) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bangka Belitung. Wilayah kerja proyek meliputi 90 kabupaten/kota yang berada di 9 provinsi (Sumatera Selatan. Meningkatkan kapasitas Depkes dan BKKBN dlm mendukung pemerintah daerah dlm penyelenggaraan pelayanan kesehatan C. Sulawesi Barat. dan Kelompok Miskin. KEGIATAN DHS-2 Latar Belakang Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan. dan dana APBN sebesar Rp. Nusa Tenggara Barat. Proyek ini akan membantu meningkatkan status kesehatan masyarakat pada lokasi proyek. yang diukur dengan indikator kesehatan terkait dengan MDGs. dengan pagu untuk keseluruhan 9 provinsi sejumlah Rp. Komponen IV: Peningkatan kapasitas kabupaten/kota dalam desentralisasi .937. dengan pengaturan penggunaan berdasarkan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Depkeu yang diterbitkan untuk kepentingan tersebut.26. 96. Meningkatkan kapasitas daerah dalam menjamin kualitas pelayanan kesehatan dan KB 2.585. difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan Ibu. Pada tahun anggaran 2009 kegiatan ini merupakan tahun ke 5.000.946. Komponen III: Revitalisasi Program KB 4.000. Komponen II: Pemberdayaan masyarakat. dalam pelaksanaan Model Operasional Desa Siaga Dukungan sektor swasta bekerjasama dengan masyarakat untuk pencapaian target MDG’s 3.BAB VII KEGIATAN PROYEK PHLN I. Sulawesi Selatan. Kualitas dan Sustainabilitas Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Daerah 3.621.000.00. melalui peningkatan pelayanan dasar (PHC). Komponen I: Penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak 2. Bayi. dengan memberikan penekanan pada kebutuhan wanita. dan Nusa Tenggara Tumur). telah menerima pinjaman dari ADB untuk membiayai proyek DHS2 dan sejak 29 Maret 2005 proyek dinyatakan efektif serta akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Kalimantan Selatan. Meningkatkan Pemerataan.69.674. yang kinerjanya diukur dari indikator-indikator dari MDG’s. Pembiayaan dari kegiatan ini berasal dari dana pinjaman ADB (Loan 2074. Secara khusus Proyek bertujuan: 1. Anak. Komponen kegiatan 1. Gorontalo. 2075-INO) dan dana APBN (RMP dan RM).00. yang dibiayai dari dana pinjaman ADB sebesar Rp. anak-anak dan keluarga miskin. B. Kalimantan Tengah. bayi. Tujuan Meningkatkan status kesehatan masyarakat di lokasi proyek. A.522.00.

2) Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana kegiatan DHS-II ADB di tingkat provinsi dan kabupaten /kota. biaya menginap. sesuai dengan tugas dan fungsinya. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) 4) Honorarium yang terkait dengan operasional Satker. Honorarium yang terkait dengan output kegiatan. fotokopi.5. d. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) d) Biaya bahan: ATK. mempercepat jalannya komunikasi. supply komputer Biaya honor narasumber/pengajar/instruktur. Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. Biaya lain-lain: konsumsi. 2) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota. Biaya perjalanan: transport. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan segera disampaikan kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh Panitia Pelaksana Pelatihan. Pendidikan dan Pelatihan Teknis (0012) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan/ kemampuan/ ketrampilan para tenaga kesehatan. Administrasi Kegiatan (0002) 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk terlaksana dan lancarnya Pengelolaan Proyek DHS2. penggandaan. tersedianya sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2. Kegiatan-kegiatan a. uang harian. onitoring dan evaluasi Proyek DHS2 di Kab/Kota Se Kalimantan Selatan. 2 . Biaya jasa listrik. satu eksemplar dikirim ke Sekretariat Proyek Pusat untuk dikompilasi bersama laporan dari Propinsi lainnya. Komponen V: Peningkatan peranan pusat untuk mendukung desentralisasi pelayanan kesehatan D. b.

d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. TRT c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. konsumsi. jadwal. dokumen penyajian. realisasi pembiayaan. dll Biaya sewa: gedung Biaya perjalanan: transport. realisasi pembiayaan. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. 3) Sosialisasi Model Operasional Desa Siaga a) Tujuan Menumbuhkan kemitraan dan partisipasi aktif masyarakat. jadwal. proses kegiatan. lembaga sosial desa. proses kegiatan. 3 . lembaga sosial desa. dan tindak lanjut. dan kelompok potensial. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. proses kegiatan. dan tindak lanjut. kabupaten/kota. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. pelaporan. pelaporan. sektoral. realisasi pembiayaan. uang penginapan. dan tindak lanjut. fotocopy. spanduk. TP-PKK. penggandaan & pelaporan. b) Sasaran Sekretariat proyek tk. sektoral. Provinsi. dokumen penyajian. dokumen penyajian. komputer suplly.c. uang harian. Penyusunan Program & Rencana Kerja/Teknis/Program (0051) 1) Rapat Koordinasi Dewan Kesehatan Kab/Kota a) Tujuan Untuk mendapat masukan dari kab/kota tentang pembiayaan kesehatan di daerah masing – masing b) Sasaran Anggota Dewan Kesehatan Kabupaten/Kota c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. jadwal. TP-PKK. 2) Sinkronisasi Kegiatan Proyek Tahun 2009 & Perencanaan Tahun 2010 a) Tujuan Memberikan penjelasan dan pemahaman kepada kabupaten tentang program dan kegiatan di provinsi. b) Sasaran Masyarakat. komunikasi cepat. guna mewujudkan desa siaga. dll Biaya perjalanan: transport. keompok potensial c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan:ATK.

pelaporan. dll Biaya perjalanan: transport. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. realisasi pembiayaan. jadwal. proses kegiatan. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. dll 4 . penggandaan. dokumen penyajian. uang harian. realisasi pembiayaan. 7) Pertemuan Koordinasi LP/LS di Kabupaten a) Tujuan Meningkatkan koordinasi antar lintas program/lintas sektor di tk. komputer suplly. komputer supply. proses kegiatan. dokumentasi & pelaporan. jadwal. fotocopy. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. realisasi pembiayaan. dll Biaya perjalanan: transport. 6) Pertemuan Antenatal Care Integrasi a) Tujuan Meningkatkan pemahaman mengenai program ACT kepada pemegang program terkait. komputer suplly. uang harian. dokumen penyajian. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. jadwal. komputer suplly. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. komunikasi cepat. dan tindak lanjut. dokumen penyajian. dll Biaya perjalanan: transport. b) Sasaran Pelaksana kegiatan proyek. proses kegiatan. b) Sasaran Tenaga kesehatan yang bertugas dibidang terkait. 5) Konsinyasi Review Annual Plan tahun 2010 (TRT & PPIU) a) Tujuan Menyusun annual plan tahun 2010 b) Sasaran Anggota TRT dan Sekretariat Proyek Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK.4) Pertemuan Evaluasi Akhir Tahun Proyek a) Tujuan Mengevaluasi dan membahas masalah dan kendala kegiatan Proyek dan jalan kelaurnya. uang harian. pelaporan. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. pelaporan. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. Kabupaten/ kota b) Sasaran Lembaga/instansi LP/LS. spanduk. uang penginapan. uang penginapan. dan tindak lanjut. dan tindak lanjut.

meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan. jadwal. spanduk. d) Laporan Kegiatan 8) Pengembangan DHA a) Tujuan Mengembangan kemampuan tenaga kesehatan dibidang penyusunan anggaran kesehatan daerah b) Sasaran Tenaga perencanaan di kabupaten/kota c) Penggunaan Anggaran Biaya lain-lain: penyusunan pelaporan. dokumen penyajian. dll Biaya perjalanan: transport. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. uang penginapan. realisasi pembiayaan. dokumentasi & pelaporan. d) Laporan Kegiatan 9) Pertemuan Kemitraan Bidan & Dukun a) Tujuan Meningkatkan mutu yankes ibu hamil.Biaya perjalanan: transport. tunjangan buku & referensi. tunjangan biaya hidup. uang harian. d. penggandaan. c) Penggunaan Anggaran Dana bantuan sosial diberikan untuk: ATK. dan tindak lanjut. SPP. biaya riset. transport & uang harian pada awal & akhir program. biaya matrikulasi. dan menurunnya kejadian kematian ibu maternal dan kematian bayi b) Sasaran Dukun beranak/dukun bayi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK Biaya honor Nara sumber Biaya lain-lain: Fotocopy. proses kegiatan. Bantuan Beasiswa (0079) a) Tujuan Tersedianya sumber daya manusia yang profesional dan dengan jumlah kwantity sesuai kebutuhan ketenagaan di Provinsi dan kabupaten/kota guna mempercepat terlaksananya pembangunan di bidang kesehatan di provinsi/kabupaten/kota b) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota. dll Laporan Kegiatan Laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sesuai jadwal pendidikan (semester) kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh peserta tubel ybs. uang harian. transport lokal. biaya penginapan. biaya praktek. d) 5 . komunikasi cepat. biaya penginapan. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. uang harian.

uang harian. fotokopi. surat menyurat. dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk.dokumentasi.dokumentasi. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan. dalam rangka konsultasi ke Pusat dan supervisi ke kabupaten/kota. Biaya perjalanan: transport. surat menyurat. Provinsi Biaya jasa lainnya: telepon/fax. Mempercepat jalannya komunikasi. dan telepon. uang harian. 1) Kesekretariatan dan Kerja Sama Luar Negeri (0104) Sekretariat di provinsi a) Tujuan • • • • Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2. fotokopi. Biaya langganan & jasa: listrik. Menyediakan sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2 Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 Provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. penyusunan laporan. Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. Monitoring dan Evaluasi Proyek DHS2 di provinsi. d) Laporan Kegiatan 2) Sekretariat di kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan. konsultasi. kegiatan pelelangan. Biaya perjalanan: transport. Kabupaten/Kota. penyusunan laporan. berlangganan fasilitas operasional internet. biaya menginap. d) Laporan Kegiatan 6 . biaya menginap. dalam rangka konsultasi ke provinsi dan supervise/bintek ke desa siaga.e. dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk.

dll Biaya operasional: bantuan uang saku peserta. c) Penggunaan Dana Biaya jasa lainnya untuk pelaksanaan survey. b) Sasaran Masyarakat pada daerah endemis. Pembangunan Gedung (0164) a) b) c) Tujuan Mendirikan bangunan gedung sebagai tempat/ sarana pelayanan kesehatan Sasaran Terbangunnya bangunan gedung sebagai sarana kesehatan. konsumsi d) Laporan Kegiatan f. d) Laporan Kegiatan g.3) Koordinasi DHC kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi DHC di kabupaten/kota b) Sasaran Anggota DHC kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya pertemuan d) Laporan Kegiatan 4) Koordinasi JHC & TRT provinsi a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi antara JHC dengan TRT b) Sasaran Anggota JHC dan TRT provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK.. d) Laporan Kegiatan 7 . Penggunaan Dana Biaya pembangunan sarana kesehatan. Survey kesehatan (0143) a) Tujuan Memperoleh lebih banyak jumlah penderita malaria yang terjaring di sarana kesehatan.

Sasaran Tersedianya filling cabinet/ lemari arsip. d) Laporan Kegiatan k. pelaporan. Pelayanan kesehatan/perbaikan gizi ibu/anak & KB (0232) a) Tujuan Menyediakan sarana/fsilitas pelayanan penulihan gizi buruk bagi bayi dan balita. dan meja kursi setengah biro.. uang harian. b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan kesehatan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah. kelengkapan anak dan orangtua. dll. uang penginapan. Biaya pembangunan untuk gedung dan peralatan. Pengadaan Meubelair (0273) a) Tujuan Mengadakan meubelair untuk kelancaran administrasi dan operasional bagi sekretariat dan satker DHS-2 Provinsi. susu energy tinggi. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pendidikan (0274) a) Tujuan Melaksanakan pengadaan peralatan dimaksudkan untuk memberikan bantuan berupa peralatan pendidikan bagi tenaga-tenaga kesehatan yang dilatih di Bapelkes b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan pendidikan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pendidikan. 8 . dll Biaya perjalanan : transport. Pengadaan Alat Kedokteran. bahan makanan. dengan melaksanakan tata laksana Gizi Buruk Bayi dan Balita. c) Penggunaan Dana: Biaya bahan: ATK. Kesehatan dan KB (0275) a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk dipergunakan di sarana pelayanan kesehatan. b) d) j. komputer suplly. Biaya lain-lain: penyelenggaraan pertemuan. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan meubelair. b) Sasaran Bayi dan balita yang menderita gizi buruk. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan.h. d) Laporan Kegiatan i.

9 . d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. b) Sasaran Terpenuhinya alat pengolah data dan alat penunjang lainya untuk sekretariat DHS2 maupun fasilitator desa siaga. hasil kerja panitia penerimaan. d) n. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pengolah Data (0277) a) Tujuan Untuk memenuhi sarana dan prasarana administrasi dan pelaporan baik oleh manajemen proyek maupun fasilitator desa siaga. Sehingga kegiatan maupun pelaporan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Angkutan Air (0294) a) Tujuan Agar mampu menjangkau daearah-daerah yang masih tergolong sangat terpencil sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta lebih optimal. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pengolah data d) Laporan Kegiatan m. Pengadaan Kendaraan Khusus (0291) a) Tujuan Untuk mendukung dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kesehatan terutama di daerah sulit atau terpencil. b) Sasaran Terdapatnya kendaraan roda 4 sebagai pendukung kelancaran akses pelayanan kesehatan daerah sulit / terpencil.c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan kesehatan d) l. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan kendaraanroda 4. b) Sasaran Adanya kendaraan untuk menunjang jangkauan pelayanan kesehatan c) Penggunaan dana Biaya modal & peralatan mesin: Pengadaan kendaraan air.

realisasi pembiayaan. 3. Sosialisasi kemitraan bidan dan dukun a) Tujuan Meningkatkan jalinan kemitraan bidan desa dan dukun bayi di wilayah kerjanya dalam pelaksanaan yankes ibu dan anak.o. 2. Penyelenggaraan Sosialisasi/Workshop/Diseminasi/Seminar/Publikasi (0728) 1. jadwal. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. jadwal. p. dll Biaya lain-lain: Penggandaan. proses kegiatan. b) Sasaran Paket jaringan untuk mendukung SIK c) Penggunaan dana Biaya pengadaan paket jaringan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. hasil kerja panitia penerimaan. dan kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. b) Sasaran Bidan desa dan dukun bayi 10 . fotocopy. Pengembangan Sistem Informasi (0656) a) Tujuan Menyediakan jaringan utnuk pengembangan SIK. dokumen penyajian. pelaporan. besarnya alokasi dan realisasi pembiayaan kesehatan. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal Biaya perjalanan: transport. fotocopy. dan tindak lanjut. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. kabupaten. Workshop entry dan analisa data DHA a) Tujuan Memberikan kemampuan tentang tata cara entri dan analisa DHA b) Sasaran Petugas kesehatan tk. kabupaten. dan tindak lanjut. komsumsi peserta lokal Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. uang harian. b) Sasaran Petugas kesehatan di tk. realisasi pembiayaan. pelaporan. Provinsi. kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. Provinsi. Sosialisasi konsep DHA a) Tujuan Mensosialisasikan kecukupan belanja kesehatan. dokumen penyajian. uang harian. proses kegiatan.

Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. 4. dan tindak lanjut. jadwal. uang harian. Monitoring dan Evaluasi (0967) d) Tujuan Melaksanakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program. dan tindak lanjut 11 . penggandaan. b) Sasaran Lintas sektor & program di tk. dll Biaya honor nara sumber Biaya perjalanan: transport. g) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dokumen penyajian. proses kegiatan. pelaporan. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. fotocopi. dokumen penyajian. realisasi pembiayaan. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. komputer supply. realisasi pembiayaan. q. uang harian. realisasi pembiayaan. dll Biaya perjalanan: transport. dokumentasi & pelaporan. jadwal. jadwal. dan tindak lanjut. Biaya operasional: pelaporan.c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. dokumen penyajian. proses kegiatan. proses kegiatan. e) Sasaran Pelaksana program f) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. penggandaan. komunikasi cepat. Pertemuan Lintas Sektoral a) Tujuan Untuk mendapat dukungan dari lintas sektor demi terlaksananya tujuan proyek. komunikasi cepat.

panitia & nara sumber provinsi Biaya perjalanan: transport. berupa pembangkit tenaga listrik/genset. dalam kegiatan Model b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan obat-obatan. d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan.. 2. 3. c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan peralatan kesehatan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. hasil kerja panitia penerimaan. dibidang teknis maupujn adiminisrasi. d) Laporan Kegiatan s. Pengadaan Peralatan Penunjang Operasional (1008) a) Tujuan Menyediakan sarana kesehatan agar SIKDA berfungsi sesuai peruntukannya. uang harian. Pengadaan peralatan kesehatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk Poskesdes dalam kegiatan Model Operasional Desa Siaga.. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. c) Penggunaan dana Biaya pengadaan genset. Dukungan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan (1035) 1. b) Sasaran Bidan Desa yang bertugas di Model Operasional Desa Siaga. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal.r... b) Sasaran SIKDA. b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga. uang penginapan 12 . fotocopy. Pengadaan obat-obatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan obat-obatan untuk Poskesdes Operasional Desa Siaga. Pelatihan Bidan Desa a) Tujuan Untuk menambah ketrampilan Bidan Desa yang bertugas di Poskesdes Model Opeaional Desa SIaga. hasil kerja panitia penerimaan.

proses kegiatan. realisasi pembiayaan. jadwal. spanduk. biaya penginapan. dokumentasi & pelaporan. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. proses kegiatan. Revitalisasi Puskesmas (4642) 1.d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dan tindak lanjut u. Rehabilitasi Gedung (1139) a) Tujuan Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan rehabilitasi sarana gedung kesehatan b) Sasaran Puskesmas dan RS yang perlu dilakukan rehabilitasi c) Penggunaan dana Biaya rehabilitasi untuk Puskesmas PONED dan RS d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center. b) Sasaran Tenaga kesehatan di Puskesmas. t. v. jadwal. dan tindak lanjut. penggandaan. bahan praktek Biaya honor pengarah. uang harian. Refreshing kapasitas Tim Feeding center Puskesmas a) Tujuan Menyiapkan tenag kesehatan lini terdepan agar mampu menangani permalahan gizi bagi bumil dan balita. Sosialisasi dan Koordinasi Upaya Kesehatan (1037) a) Tujuan Untuk mendapatkan dukungan dari stake-holder dalam mendukung pelaksanaan desa siaga. dokumen penyajian. panitia. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: Transport. b) Sasaran Pemerintah Daerah c) Penggunaan dana Biaya bahan: ATK Biaya honor untuk nara sumber Biaya lain-lain: fotokopi. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. tas peserta. realisasi pembiayaan. komunikasi cepat. fasilitator 13 . . dokumen penyajian.

tas & seragam peserta Biaya sewa: ruang pertemuan. realisasi pembiayaan.000 ibu hamil dan menyusui. A. kendaraan R4 Biaya honor nara sumber Biaya jasa: pembuatan spanduk Biaya perjalanan: transport. jadwal. yang dapat menyebabkan perluasan intervensi gizi ke propinsi-propinsi lainnya. Kalimantan Barat. Proyek akan mendukung kegiatan Pemerintah untuk mengurangi kekurangan gizi mikro seperti kurang zat gizi besi dan kurang vitamin A diantara 500. KEGIATAN NICE PROJECT Latar Belakang Proyek NICE diharapkan mencakup lebih kurang 4053 desa miskin di 24 kabupaten/kota. b) Sasaran Paket feeding center c) Penggunaan Anggaran Biaya pengadaan paket feeding center d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Sulawesi Selatan. (ii) insiden kemiskinan and (iii) komitmen dari pemerintah setempat untuk kontribusi biaya. dan tindak lanjut 2. jadwal. 3. peningkatan akses pada zat gizi mikro dan penurunan dari penyakit infeksi yang berkaitan dengan gizi dan penurunan kurang darah dan kurang energi kronis pada wanita umur produktif. dokumen penyajian. termasuk akan terhindar dari biaya yang terkait dengan kehilangan kesadaran dan produktivitas rendah. 14 . Hal ini akan mewujudkan manfaat sosial ekonomi yang positif. termasuk kelurahan di 6 kota di 6 propinsi: Sumatera Utara. dokumen penyajian. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. Revitalisasi sarana/fasilitas Feeding Center a) Tujuan Meningkatkan pelayanan gizi di Puskesmas melalui panti pemulihan gizi/ feeding center. angka kesakitan dan kematian. dan tindak lanjut II. proses kegiatan. Proyek diharapkan mempunyai suatu efek demontrasi. Operasional kegiatan a) Tujuan Meningkatkan status gizi bumil KEK dan balita kurang gizi b) Sasaran Terlaksananya operasional feeding center. Manfaat-manfaat proyek yang penting termasuk pengurangan gizi kurang diantara anakanak muda dan wanita. uang harian. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Suatu daftar dari kontribusi-kontribusi gizi untuk pencapaian “Millennium Development Goals” seperti pada Lampiran 1. yang menuju pada hidup lebih produktif dan sehat. Pengurangan prevalensi 1. realisasi pembiayaan.d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Sumatera Selatan. proses kegiatan. Kabupaten dan kota yang berpartisipasi dipilih dan disetujui bersama antara Pemerintah dan ADB berdasarkan pada kriteria-kriteria: (i) prevalensi gizi kurang.48 juta anak balita dengan berat badan rendah dari 28% pada tahun 2005 menjadi di bawah 20% pada tahun 2009.

974 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Pelatih Fasilitator Masyarakat di setiap kabupaten/koat yang handal sebagai pelatih fasilitator yang akan diadakan di setiap kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq.800 1. Ruang Lingkup Kegiatan NICE a.000 4. dan atau Lintas sektor yang terkait. Kelompok Gizi Masyarakat 9.B.800 900 13.053 1. Fasilitator Gizi Masyarakat 10. Tenaga Kesehatan 6. Puskesmas 5.480. Desa penerima paket 8. (ii) peningkatan kualitas dan pelayanan gizi terpadu untuk ibu-ibu dan anak-anak di daerah proyek. Seksi Gizi Dinas Kesehatan Propinsi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat di Dinas Kesehatan Propinsi 3) Peserta Peserta TOT adalah masing-masing 5 orang dari setiap kabupate/kota yang berasal dari Tim Teknis Kabupaten/Kota. Anak balita 2. Ibu hamil/menyusui 3. SD/Madrasah 4. 15 .000 1.656 40. Sasaran Total sasaran yang akan dicakup oleh Proyek NICE adalah sebagai berikut: No Sasaran 1. Tujuan Proyek NICE didisain untuk mencapai 5 (lima) tujuan yaitu: (i) memperkuat kapasitas untuk pengembangan kebijakan. dan CPMU dari Depkes. Desa 7. serta tenaga professional sesuai dengan keahlian yang diperlukan dari Propinsi. Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat (TOT) Jumlah 1. (iv) memperluas program-program fortifikasi dan memperkuat komunikasi gizi dan (v) meningkatkan kapasitas pengelolaan proyek termasuk perencanaan.000 500. Kader posyandu D. 4) Pelatih Narasumber pelatihan tenaga konsultan. Posyandu 11. C. monitoring dan evaluasi dari program gizi.800 468 ± 5. program dan survailans gizi. (iii) meningkatkan kemampuan masyarakat untuk upaya peningkatan gizi dan intervensi kebersihan perorangan.

dan peserta yang mengikuti pelatihan. Propinsi/Kabupaten). 5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. panitia 4) Transport local rapat persiapan 5) Uang harian untuk narasumber dari pusat. panitia d) Transport local rapat persiapan e) Uang harian untuk narasumber dari pusat. dokumentasi. peserta pelatihan. hasil pelatihan. Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan : Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Fasilitator Masyarakat yang handal sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan setiapmkabupaten/kota untuk memfasilitasi Kelompok Gizi Masyarakat dalam menyusun. peserta pelatihan. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. peserta pelatihan. 3) Peserta: Peserta Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masayarakat adalah fasilitator/calon fasilitator yang telah diseleksi oleh masing-masing Dinkes Kabupaten/Kota serta tenaga pelaksana gizi dari puskesmas masing-masing 1 orang. 4) Pelatih: Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. Propinsi/Kabupaten). panitia 7) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. fotocopy. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. melaksanakan dan melaporkan Paket Gizi Masyarakat. b. fotocopy. peserta pelatihan. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes.5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana c) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. jadwal dan modul pelatihan. panitia 6) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. surat menyurat dll b) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. konsumsi rapat persiapan. 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Propinsi cq. konsumsi rapat persiapan. dokumentasi. peserta pelatihan. panitia 16 .

dan peserta yang mengikuti pelatihan. jadwal dan modul pelatihan. Peningkatan Kapasitas Kelompok Gizi Masyarakat (KGM) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan anggota KGM yang ada di setiap desa untuk menyusun proposal. narasumber dari pusat dan panitia 4) Uang harian untuk narasumber dari pusat. propinsi peserta pelatihan. panitia 5) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. hasil pelatihan. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. panitia g) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. propinsi dan peserta pelatihan. 17 . Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. hasil pelatihan. peserta pelatihan. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport peserta. dokumentasi. 5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. jadwal dan modul pelatihan. d. propinsi. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing.f) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. konsumsi rapat persiapan. panitia 6) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. dan peserta yang mengikuti pelatihan. c. melaksanakan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Tim yang nanti bertugas untuk mereview dan menilai proposal Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan Kelompok Gizi Masyarakat. Propinsi/Kabupaten). 3) Peserta Peserta Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Tim Teknis Dinkes Kabupaten/Kota berjumlah masing-masing 10 orang 4) Pelatih Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. fotocopy. dan melaporkan kegiatan Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan KGM.

puskesmas. hasil pelatihan. jadwal dan modul pelatihan. dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kota. 1) Tujuan Tujuan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri adalah intuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan Proyek NICE dari aspek administrasi 2) Pelaksana Penanggung Jawab dan Pelaksana kegiatan adalah masing-masing Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. peserta desa 3) Uang harian untuk petugas puskesmas Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. 18 . konsumsi pertemuan 2) Biaya transport petugas puskesmas. manajer dan staff full time di propinsi dan 4 kabupaten/kota dan Tim Teknis Kabupaten/Kota 3) Biaya konsultasi dari pripinsi ke pusat. 4) Laporan Kegiatan Laporan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri harus dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. dokumentasi. dan diperuntukkan: Tenaga Full Time Proyek NICE 1) Paket konsultan untuk 3 orang staf PPCU 2) Paket konsultan untuk 4 DPIU masing-masing 3 orang Pengelolaan Proyek NICE 1) Belanja bahan untuk ATK. Peserta Peserta Peningkatan Kapasitas KGM adalah semua anggota KGM yang berjumlah 10 orang dari setiap desa terpilih yang akan mendapatkan Paket Gizi Masyarakat. 3) 4) 5) 6) e. konsultasi dari kabupaten ke propinsi dan pusat 4) Biaya fasilitasi teknis dan manajemen ke kab. Administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri. jadwal hasil kegiatan. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: untuk koordinator. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Pelatih Pelatih Peningkatan Kapasitas KGM adalah tenaga pelaksana gizi dari setiap puskesmas yang telah mendapat pelatihan Fasilitator Masyarakat. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan peserta yang mengikuti pelatihan. dan peserta. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. fotocopy. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing.2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq.

f. 2) 3) 4) h. Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Cakupan Posyandu dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. 2) 3) 19 . Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Roda 2 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 1) Tujuan Menyediakan kendaraan khusus roda 4 untuk DPIU dan PPCU di daerah NICE Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Pengadaan Kendaraan Roda 2 1) Tujuan Menyediakan kendaraan operasional roda 2 untuk puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten di daerah NICE Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. 2) 3) 4) g. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. jadwal. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Peningkatan Cakupan Posyandu 1) Tujuan Menyediakan biaya operasional bagi posyandu terpilih di daerah NICE sehingga cakupan posyandu meningkat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Cakupan Posyandu adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningakatan Cakupan Posyandu tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah sebagai belanja Lembaga Sosial lainnya. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah.

jadwal dan acara. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. dan narasumber pusat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Propinsi dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Bina Gizi Masyarakat Depkes Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Propinsi tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Pengadaan Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan Menyeleksi dan merekrut tenaga fasilitator masyarakat yang akan memfasilitasi KGM Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS). propinsi. dan telah mendapat persetujuan ADB. fotocopy. Bina Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Review Kegiatan NICE Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di propinsi dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. propinsi. kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan narasumber pusat d) Uang penginapan untuk kabupaten/kota. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat.4) Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. dokumentasi. propinsi. 2) j. 2) 3) 4) 5) k. dan narasumber pusat c) Uang harian untuk kabupaten/kota. Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di kabupaten/kota dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. hasil pertemuan dan peserta. Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (DPIU). i. 2) 20 . Dinas Kesehatan Propinsi (PPCU) dengan narasumber dari Dit. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. surat menyurat dll b) Biaya transport peserta kabupaten/kota.

dan fasilitator masyarakat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Kabupaten dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. jadwal dan acara. kabupaten propinsi. dan fasilitator masyarakat c) Uang harian untuk puskesmas. hasil pertemuan dan peserta. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Peserta Peserta Pembinaan Kelompok Kabupaten/Kota dan Puskesmas 2) 3) Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. fasilitator masyarakat. kabupaten propinsi. Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah melakukan supervisi dan membina Kelompok Gizi Masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Paket Gizi Masyarakat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. kabupaten propinsi. hasil pertemuan dan peserta. kabupaten ke lokasi Laporan Kegiatan Laporan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. dan konsumsi KGM dll b) Biaya transport peserta puskesmas. surat menyurat dll b) Biaya transport peserta puskesmas. fotocopy. dan fasilitator masyarakat d) Uang penginapan untuk puskesmas. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 5) 21 . dan propinsi Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. pelapora dan fotocopy.3) Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Puskesmas. dokumentasi. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 4) 5) l. jadwal dan acara. kabupaten ke lokasi c) Uang harian untuk puskesmas.

tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. o. Leaftlet.m. Review Proposal KGM 1) Tujuan Mereview dan menilai Proposal KGM yang masuk di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan mengusulkan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota layak atau tidaknya proposal tersebut. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. 22 . 2) 3) 4) n. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Proposal KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Formulir. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Uang harian peserta c) Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan Laporan Review Proposal KGM dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Formulir. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Poster dll dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Pembuatan Formulir. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Leaflet dan Poster 1) Tujuan Menyediakan formulir pencatatan dan pelaporan Proyek NICE dan bahan-bahan penyuluhan Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Formulir. 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Review Proposal KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Leaftlet. Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Propinsi mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk propinsi dan 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Poster dll adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Kegiatan akan dilaksanakan sebanyak 3 kali @ 3 hari. Leaftlet. Poster dll berupa belanja bahan yang akan digunakan untuk pencetakan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat.

surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll 23 . Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. tanggal dan tempat pelaksanaan. peserta dan hasil pertemuan. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. peserta dan hasil pertemuan. surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll b) Sewa ruangan c) Transport puskesmas. Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Kabupaten/Kotai dan mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. d) Uang harian narasumber propinsi. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. peserta puskesmas dan kabupaten/kota 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/ Kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. p. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. peserta kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. peserta kabupaten dan propinsi d) Uang harian narasumber pusat. Konsolidasi dan Koordinasi Propinsi 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq.3) Penggunaan Anggaran: Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. narasumber propinsi. tanggal dan tempat pelaksanaan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. q. surat menyurat dll b) Sewa ruangan c) Transport narasumber pusat. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah.

Konsolidasi dan Koordinasi Kabupaten 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. propinsi dan narasumber pusat d) Uang harian peserta kab. fotocopy dan surat menyurat dll b) Sewa ruang pertemuan c) Transport peserta kab. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. tanggal dan tempat pelaksanaan. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 24 . propinsi dan narasumber pusat 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. peserta dan hasil pertemuan.b) Transport lokal. s. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. tanggal dan tempat pelaksanaan. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Transport local peserta. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. r. Rakontek NICE Propinsi 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. peserta dan hasil pertemuan. peserta dan hasil pertemuan. tanggal dan tempat pelaksanaan.

Bina Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. 2) 25 .t. kabupaten dan propinsi c) Uang harian peserta puskesmas. 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis kabupaten/kotai yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit. u. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Radio dan surat kabar Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS). kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis kabupaten/kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. peserta dan hasil pertemuan. dan telah mendapat persetujuan ADB. tanggal dan tempat pelaksanaan. Pengembangan dan Penyiaran Kampanye 1) Tujuan : Menyeleksi dan merekrut Perusahaan yang akan melaksanakan pengembangan materi mass campaign dan menyiarkan melalui TV. fotocopy dan surat menyurat dll b) Transport peserta puskesmas. Rakontek NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat kabupaten/kota sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing.

2. Isi kesepakatan antara lain adalah Pemerintah Daerah akan memenuhi kewajiban sebagaimana dipersyaratkan dalam Separate Agreement antara lain. Sedangkan kontribusi dari Pemerintah Indonesia yang diminta sebesar € 1.000. 2003. PPCU di tingkat Propinsi dan PIU di tingkat Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah proyek. B. C.350. 3. Ibu dan Anak-anak 26 .III. biaya operasional CPCU. kontribusi pendamping. 4.000. Meningkatkan kemampuan Petugas Puskesmas dan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan inventarisasi peralatan kesehatan 3. Kegiatan-kegiatan yang diberikan oleh bantuan hibah ini berupa pengadaan peralatan untuk Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB. Dalam Pasal 4 Perjanjian terpisah tentang Kesepakatan Khusus antara lain dinyatakan bahwa Project Ecxecuting Agency (PEA) dalam hal ini Departemen Kesehatan mempunyai kewajiban : • Memberikan biaya pendamping untuk pelaksanaan program (logistic. LATAR BELAKANG Keberadaan Project Sector Programme (SPH) di Indonesia berdasarkan Financing Agreement (Kerjasama Keuangan) antara Republik Federasi Jerman melalui KfW dengan Pemerintah Republik Indonesia tanggal 19 Januari 2005 No.401 dan Perjanjian Terpisah ( Separate Agreement) tanggal 19 Januari 2005. Sedangkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah telah ditandatangani Perjanjian Kesepakatan Pelaksanaan Proyek antara Pemerintah Pusat dengan Gubernur dan Bupati/Walikota se Propinsi NTT dan NTB. TUJUAN 1. KEGIATAN PROYEK SECTOR PROGRAMME HEALTH (SPH) A. dan sebagainya) • Depkes akan menandatangani suatu perjanjian dengan Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten) yang mendapat bantuan program. Pelatihan Computer Based Inventory System (CBIS) dan Physical Asset Management ( Pusat-pusat perbaikan/bengkel alat kesehatan).66. pembentukan CPCU di tingkat pusat. PPCU dan PIU. per diem untuk peserta pelatihan. Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas/Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB dengan menyediakan peralatan Kesehatan Dasar 2. Pemerintah telah membentuk CPCU di tingkat Pusat.000. Seluruh Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi Nusa Tenggara Timur Seluruh Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat Seluruh Petugas Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur Seluruh Masyarakat di Propinsi NTB dan NTT terutama Masyarakat Miskin. Perjanjian ini harus termasuk spesifikasi dan kerjasama umum . PPCU di tingkat propinsi dan PIU di tingkat kabupaten/kota. penyediaan biaya pemeliharaan Alat Kesehatan dan biaya operasional lainnya yang terkait dengan proyek SPH/HSSP. kemauan menjalankan perbaikan dan sebagainya. Meningkatkan kemampuan Petugas PAM tingkat Kabupaten untuk dapat melaksanakan pemeliharaan peralatan kesehatan. Bantuan hibah dari Pemerintah Jerman ini berjumlah € 9. SASARAN PROGRAM 1. biaya transportasi local untuk distribusi peralatan.

Transport local peserta propinsi dan Kab/Kota yang dekat dengan propinsi serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dari Kab/Kota.D. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Proyek SPH/HSSP yang meliputi proyek SPH. 3) Penggunaan Dana 1) Pembayaran Honorarium a) Honorarium Manajer Proyek b) Honorarium Sekretaris PPCU HSSP c) Tim Teknis Propinsi d) Koordinator Proyek tingkat Kab/Kota e) Sekretaris Proyek Tingkat Kab/Kota f) Staf Proyek tingkat Kab/Kota 2) Belanja Bahan untuk ATK. Pendidikan dan Pelatihan Teknis a) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Propinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of Trainer (ToT) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Propinsi dan Kab/Kota dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Kab/Kota dan Propinsi • Petugas Kab/kota mampu menganalisis data-data hasil input data di Puskesmas. b) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Puskesmas 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of User (ToU) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Puskesmas dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Puskesmas • Petugas Puskesmas mampu melakukan input data dengan menggunakan Software yang disediakan serta dapat membuat laporan inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas. Puskesmas Pembantu serta Polindes/Poskesdes 27 . KEGIATAN-KEGIATAN a. 2) Sasaran Provincial Project Coordination Unit (PPCU) dan Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. penggandaan laporan dan pengiriman surat/dokumen 3) Belanja Modal Peralatan dan Mesin (Propinsi NTB) yaitu pembelian 1 (satu) unit LCD Proyektor b. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 2) Sasaran • Staf Dinas Kesehatan Propinsi yang menangani inventarisasi barang • Staf dari Dinas Kesehatan Kab/Kota yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi peserta latih dari propinsi dan kabupaten/kota dengan perjalanan kurang dari 8 jam • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport peserta dari Kab/Kota ke Propinsi.

2) Sasaran Petugas Puskesmas yang menangani peralatan Puskesmas/Puskesmas Pembantu Penggunaan Dana Belanja Perjalanan Lainnya. 2) Sasaran • Dinas Kesehatan Propinsi • Konsultan EPOS • Pemda Propinsi dan • Lintas Program/sector terkait. digunakan untuk membeli Alat Tulis Kantor. Transport local pelatih dari Kab/Kota yang serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dan pelatih dari Kab/Kota dan Propinsi c) On The Job Training PAM ke Puskesmas 1) Tujuan Terlatihnya petugas Puskesmas dalam pemeliharaan dan perbaikan asset fisik Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. 3) Penggunaan Dana • Belanja Bahan. Penggandaan serta untuk laporan kegiatan • Belanja perjalanan lainnya.2) Sasaran • Petugas Puskesmas yang menangani inventarisasi barang • Petugas Puskesmas yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dan Polindes/Poskesdes 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi pelatih dari kabupaten/kota • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport petugas dari Propinsi. Petuga PAM Center diberikan uang harian untuk melalukan pelatihan pemeliharaan kesehatan di Puskesmas serta memperbaiki peralatan yang perlu diperbaiki di Puskesmas/Pustu. digunakan untuk membayar transport lokal peserta yang mengikuti rapat koordinasi 28 . Penyusunan Program dan Rencana Kerja/Teknis/Program a) Rapat Koordinasi Tingkat Propinsi 1) Tujuan • Diperolehnya masukkan dan saran tentang pelaksanaan dan perkembangan proyek • Teridentifikasinya permasalahan dan dirumuskannya solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan • Adanya dukungan dari semua fihak terkait dalam aspek pendanaan (dana pendamping APBD) dan aspek pelaksanaan program. 3) c.

mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan proyek HSSP yang meliputi proyek SPH. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada Masyarajkat terutama masuyarakat miskin. saran dan perbaikan secara tepat dan cepat dari tingkat pusat Sasaran Koordinator Pelaksana PPCU dan Kepala Sub Dinas terkait dengan program Penggunaan Dana Belanja perjalanan digunakan untuk membiayai transport. digunakan untuk membiayai gaji pegawai yang dikontrak oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota. uang harian serta uang penginapan petugas. Pembayaran gaji dilaksanakan berdasarkan kontrak yang dibuat antara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/kota dengan pegawai non PNS yang professional. uang harian dan biaya penginapan petugas yang melaksanakan konsultasi ke Jakarta. Pemantauan Dan Evaluasi a)Supervisi Kegiatan HSSP ke Kab/Kota 1) Tujuan Memantau pelaksanaan kegiatan proyek dan melakukan bimbingan teknis maupun administrative yang dianggap perlu dalam rangka pembinaan proyek secara keseluruhan. Pembayaran dilaksanakan bila yang bersangkutan telah menyerahlan laporan pekerjaannya kepada pemberi kontrak. 2) 3) e. Project Management / C&S 1) Tujuan Untuk mendukung kelancaran kegiatan proyek SPH/HSSP secara keseluruhan. Sasaran Petugas yang dikontrak oleh Dinas Kesehatan Propinsi untuk mengelola Proyek SPH/HSSP secara professional. Penggunaan Dana Belanja Jasa Konsultan. Sasaran • Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota • Puskesmas dan Jaringannya Penggunaan Dana Biaya Perjalanan digunakan oleh pelaksana Supervisi untuk membiayai transport dari Propinsi ke Kab/Kota. 2) 3) d. 2) 3) 29 .b) Konsultasi Program HSSP ke Pusat 1) Tujuan Mendapatkan kejelasan dan solusi berbagai masalah yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan proyek serta memperoleh masukkan.

134/PMK. kegiatan Pelayanan Kesehatan Dasar dan kegiatan Perbaikan Gizi Masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. b. telah ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1160 / MENKES / SK / XII / 2008. c. (2) Gubernur membentuk Tim Koordinasi yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur yang berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri berkaitan dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud ayat (1). pengawasan dan pelaporan. Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementrian Kesehatan Gubernur Kepala Daerah Propinsi penerima dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan di tingkat Propinsi. Penyiapan perangkat daerah yang akan melaksanakan program dan kegiatan Dekonsentrasi.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Peraturan Direktur Jenderal Perbandaharaan No. Pengelolaan keuangan negara di Tingkat Propinsi untuk menunjang pelaksanaan kegiatan program pembangunan kesehatan.PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. A. Untuk melaksanakan kegiatan dan pembiayaan penggunaan anggaran Kementerian Kesehatan di Tingkat Propinsi perlu ditetapkan penanggung jawab dan pengelola kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak. Koordinasi. (3) Gubernur memberitahukan kepada DPRD terkait dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Sinkronisasi dengan penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah. pengendalian.BAB VIII MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN Pada tahun ini Departemen Kesehatan mengalokasikan dana Kementerian Kesehatan untuk kegiatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi. pembinaan.7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 1 . yaitu Gubernur Kepala Daerah Propinsi untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan (dekonsentrasi) di tingkat Propinsi. tanggal 15 Desember 2008 tentang Pelimpahan Wewenang Penetapan Pejabat yang diberi Wewenang dan Tanggung Jawab Untuk Atas Nama Menteri Kesehatan selaku Pengguna Anggaran/Barang dalam Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi Tahun Anggaran 2009. Gubernur sebagai Wakil Pemerintah melakukan : a. kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat. salah satu di antaranya adalah untuk Program UKM dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat yang dilaksanakan di seluruh Propinsi diperuntukkan bagi pembiayaan kegiatan-kegiatan non fisik sampai ke tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. pasal 17 ayat (1) – (3) yang mengatur : (1) Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Pemerintah. Organisasi Pengelolaan keuangan negara secara umum di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. A.

Unit akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA-W) Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam pengelolaan keuangan negara dapat menunjuk dan menetapkan : 1. Tugas-tugas KPA. g. dapat ditunjuk lebih dari satu PPK. 4. sesuai dengan kebutuhan program. agar ditunjuk satu orang PPK sebagai koordinator. Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi. d. 5. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (SAK/SIMAK-BMN). i. Melakukan koordinasi dengan para penanggung jawab lintas program terkait. f. Menetapkan Petugas Pengelola dan Penanggungj Jawab Sistem Akuntansi Instansi (SAI). 2. c. Membina PPK dalam pelaksanaan program dan anggaran. b.Gubernur Kepala Daerah Propinsi menetapkan : 1. yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN). Menetapkan Panitia / Pejabat Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan / Penerimaan Barang / Jasa. 3. Melakukan pemantauan/pengendalian pelaksanaan program dan anggaran serta pengadaan barang dan jasa. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). 6. 2 . Dalam satu satuan kerja PPK. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penandatangan SPM Penguji Tagihan Bendahara Pengeluaran Panitia/Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan /Penerimaan Barang / Jasa. Bila PPK lebih dari satu. 2. e. Tugas Dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara 1. yang dibuat oleh PPK. adalah Kepala Dinas Kesehatan. Membentuk Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B). 7. B. antara lain : a. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) KPA adalah Penanggung Jawab pelaksana program dan pengelola anggaran pada Satker yang dipimpinnya. 2. Mengusulkan revisi RKAKL / DIPA bila diperlukan. Pemegang Uang Muka Kerja (PUM) / Pembantu Bendahara Pengeluaran Propinsi. h. Mengesahkan POK dan RPK. Mengangkat PUM bila diperlukan.

k. Menelaah dan mengesahkan HPS/OE yang telah disusun oleh panitia barang / jasa. LS. Mengembalikan/Retur SPP bila ditemukan kekurangan atau kesalahan. e. b. Melakukan koordinasi dengan para Pelaksana / Penanggung jawab kegiatan terkait. h. f. Menelaah dan mengesahkan spesifikasi yang telah dibuat/disetujui oleh penanggung jawab program / kegiatan. 3. GU. GUP kepada Pejabat Penandatangan SPM dalam rangka tindakan yang menyebabkan pengeluaran anggaran belanja negara. melakukan pemeriksaan kas intern Bendahara Pengeluaran dan membuat berita acara sekurang-kurangnya 3 bulan sekali. 3 . TUP. 4. b. Menyusun rencana pelaksanaan pengadaan barang / jasa. i. Mengajukan surat permohonan persetujuan UP dan TUP kepada Kanwil Perbendaharaan Departemen Keuangan. Menelaah dan mengesahkan dokumen pelelangan/RKS yang telah disusun oleh panitia pengadaan barang / jasa. semesteran dan tahunan atas pelaksanaan kegiatan dan hasil yang dicapai baik fisik dan keuangan kepada KPA dengan tembusan kepada Dirjen Bina Kesmas. Mengesahkan penutupan buku kas umum pada setiap akhir bulan. j. Menelaah draft kontrak yang akan dilampirkan dalam dokumen pelelangan. c. Penandatangan SPM Mempunyai tugas sebagai berikut : a. b. Melakukan dan atau mendelegasikan pengujian SPP. Mempertanggungjawabkan atas kebenaran materiil dan akibat yang timbul dari kontrak / keputusan yang dibuat. Mengajukan SPP-UP. Mencatat dalam buku pengawasan penerimaan SPP. Melaporkan pelaksanaan pengadaan barang / jasa kepada KPA pada akhir tahun anggaran. Penguji SPP Mempunyai tugas membantu Penandatangan SPM dalam : a. untuk diteruskan kepada Gubernur. Menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran berupa laporan bulanan (SAI). Mengisi check list kelengkapan berkas SPP. g. Melakukan koordinasi dengan panitia pengadaan barang / jasa serta panitia pemeriksa / penerima barang dalam hal : 1) 2) 3) 4) 5) d. Menandatangani SPM untuk pengajuan pencairan dana ke KPPN. Menyusun POK dan RPK. Menandatangani dokumen pelelangan dan kontrak. Melakukan pemantauan atas pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran yang dipimpinnya serta pengadaan barang/jasa dengan menyiapkan kartu kendali. c.PPK mempunyai tugas : a.

Membuat laporan keadaan kas bulanan untuk disahkan PPK dan mengirim ke KPA u/p Bagian Keuangan/Bagian Tata Usaha. Panitia Pengadaan Barang / Jasa 1) Ketua Panitia agar menyusun rincian pekerjaan masing-masing anggota 4 . Membuat laporan pada akhir bulan sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai PUM yang diterimanya. 7. Memeriksa secara rinci keabsahan dokumen pendukung SPP sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Menyetorkan pungutan pajak-pajak ke Kantor Kas Negara. 6. Pembukuan menggunakan Bentuk I agar dapat diketahui secara cepat saldo tunai. Memeriksa pencapaian tujuan dan atau sasaran kegiatan sesuai dengan indikator kinerja yang tercantum dalam DIPA berkenaan dan/atau spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak 5. Memeriksa ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA untuk memperoleh keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran. termasuk jumlah anggaran dan biaya yang digunakan dalam kegiatan dimaksud serta pengembalian sisa uang muka yang tidak digunakan (bila ada). Memeriksa kebenaran atas hak tagih yang menyangkut: 1) 2) Pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran (nama orang / perusahaan. Mempertanggungjawabkan uang muka yang diterima dalam waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari sejak penyelenggaraan kegiatan selesai dilaksanakan dengan menyerahkan bukti-bukti pengeluaran. f. e. Pemegang Uang Muka ( PUM ) Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Bendahara Pengeluaran Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Memeriksa kesesuaian rencana kerja dan atau kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja. d. Memberi copy dokumen SPM dan SP2D kepada Petugas Unit Akuntansi KPA (UAKPA) dan SIMAK-BMN. alamat. Nilai tagihan yang harus dibayar (kesesuaian dan / atau kelayakannya dengan prestasi kerja yang dicapai sesuai spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak berkenaan). Melaksanakan tugas kebendaharaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. nomor rekening dan nama bank). b. d. Panitia Pengadaan & Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa Mempunyai tugas sebagai berikut : a. laporan penyelenggaraan. c. Jadwal waktu pembayaran. b.c. 3) g. Membukukan semua penerimaan dan pengeluaran terhadap uang yang dikelolanya kedalam Buku Kas Umum dan Buku Pembantu (Buku Pajak). c.

11) Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. Menyiapkan rencana dan jadual pelaksanaan SAK dan barang berdasarkan target yang ditetapkan. d. 2) 3) 4) Membuat laporan pertanggungjawaban mengenai hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa kepada pengguna barang / jasa. Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna barang / jasa. e. Menyusun dan menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk.2) 3) 4) 5) Menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan serta lokasi pengadaan. Panitia Penerimaan dan Pemeriksaan Barang / Jasa 1) Melakukan pemeriksaan / penerimaan barang dan jasa yang diserahkan oleh penyedia berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam kontrak serta dokumen lain yang berlaku. Laporan hasil pelatihan operator/user dengan dilengkapi surat pernyataan dari operator bahwa telah mengikuti pelatihan dan diketahui Kepala Satker (bila diminta dalam kontrak). Membuat Berita Acara hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa yang diserahkan oleh penyedia dengan melampirkan : a) b) c) Laporan pemeriksaan fisik barang (tahap-I). Laporan pemeriksaan pemasangan dan uji fungsi barang (tahap-II bila diminta dalam kontrak). Menyelenggarakan akuntansi keuangan dan barang. b. dan jika memungkinkan melalui media elektronik. Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan dan barang secara berkala (bulanan dan semesteran). Mengumumkan pengadaan barang / jasa melalui media cetak dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum. Mengusulkan calon pemenang. 5 . c. 8. Menyiapkan dokumen pengadaan. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Laporan Barang dengan Laporan Keuangan. f. b. Menunjuk dan menetapkan organisasi UAKPA sebagai pelaksana SAK dan barang di lingkungannya. 6) 7) 8) 9) 10) Menandatangani pakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang / jasa. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (SAK / SIMAK-BMN) Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan dan barang. Menilai kualifikasi penyedia melalui pasca kualifikasi atau prakualifikasi.

Menyampaikan Laporan Keuangan UAKPA dan ADK ke KPPN dan UAPPAW/E1. adalah sebagai berikut : 6 . Meneliti dan menganalisis laporan keuangan dan barang yang akan didistribusikan. Menandatangani Laporan Keuangan UAKPA.2008 DIREKTUR JENDERAL K.A Sesditjen / Direktur Penandatangan SPM Penguji Tagihan Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan/ Pemeriksaan PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Penanggung Jawab Kegiatan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B) BENDAHARA PENGELUARAN PUM C. Bagan 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA. j. Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Satuan Kerja T.A 2008 Berdasar SK Menkes No. maka mekanisme pelaksanaan anggaran pada Satuan Kerja Dekonsentrasi di Tingkat Propinsi.PER66/PB/2005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. i.g. m.134/PKM. Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Dan Pembayaran 1. Menerima data SIMAK-BMN dari petugas akuntansi barang.1160 / MENKES / SK / XII / 2008 tanggal 15 Desember 2008. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan KPPN setiap bulan. Menyusun Laporan keuangan tingkat UAKPA Semester I dan II.P.06/2005 dan Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan RI No. Menelaah dan menandatangani Laporan Keuangan UAKPA. l. h. Peraturan Menteri Keuangan No. k.

GUP dan LS setelah dilakukan pengujian oleh penguji SPP.1 milyar kepada KPA. PPK. Melakukan pencatatan / pembukuan kedalam BKU dan BKP sesuai mutasi keuangan yang di-laksanakan. 10 juta (untuk hal-hal tertentu). Pemegang Uang Muka (PUM) 1) 2) Menerima uang dari Bendahara Pengeluaran. Mengeluarkan dana ke PUM (bila ada PUM) f. GUP dan LS kepada Pejabat d. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Penguji SPP. Tata cara dan syarat pengajuan Uang Muka a) Menyampaikan rencana kegiatan dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja/TOR beserta rincian biaya kepada Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen Induk untuk pengajuan Tambahan Uang Persediaan (TUP) ke DJPBN/Kanwil Perbendaharaan/ KPPN. membayar. Departemen Keuangan. menyimpan dan membayar uang sesuai persetujuan PPK. mempertanggung-jawabkan. e.UP. perubahan UP dan pembayaran UP diatas Rp. Bendahara Pengeluaran Setelah diterbitkannya SP2D oleh KPPN. Gubernur Kepala Daerah Propinsi 1) Menetapkan dengan Surat Keputusan Penunjukan KPA. Mengajukan SPP. 7 . Melakukan pungutan. penunjukan dan menyetor-kan pajak-pajak atas pembebanan yang dikenai pajak-pajak. Bendahara Pengeluaran. Bendahara menindaklanjuti sesuai dengan tugas-tugas perbendaharaan : 1) 2) 3) 4) Pengeluaran Menerima. Mengajukan revisi / perubahan DIPA / RKAKL sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) 3) 4) c. Mengajukan permohonan dispensasi TUP kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan. mencatat / membukukan. Penandatangan SPM. Menyerahkan DIPA kepada para Kepala Satker (KPA) 2) b. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) 1) Menyampaikan Surat Keputusan yang berkaitan dengan pelaksana anggaran sebagaimana tersebut dalam butir 2 diatas kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1) 2) Mengajukan usulan permohonan dispensasi TUP. TUP.UP. Departemen Keuangan. TUP. Penandatangan SPM. Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa. Mengajukan dispensasi perubahan UP ke Kanwil Direktorat Jenderal Jenderal Perbendaharaan dan dispensasi pem-bayaran UP diatas Rp.a. Penandatangan SPM Menerbitkan SPP.

DIPA dan POK Tahun 2008 dengan mekanisme sebagai berikut : a.b) Dalam pengajuan uang muka Atasan Langsung PUM dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen mengajukan surat permohonan uang muka kepada Kuasa Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen Induk dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja atau TOR. 8 .A Penandatangan SPM Penguji SPP 3 SPM Setuju 4 KPPN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN 2 SPP Tidak Setuju SP2D 5 BENDAHARA PENGELUARAN 1 PUM & P’Jwb Kegiatan Bagian 2. c) d) Untuk lebih jelas dan rinci dapat dilihat pada alur berikut : Bagan 2 Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran pada Satuan Kerja Dinas Kesehatan Propinsi (03) Tahun Anggaran 2008 Dirjen DJP Kanwil DJP K. Uang muka yang diberikan hanya bersifat untuk membiayai kegiatan bukan untuk keperluan sehari-hari.01. Berdasarkan usulan Satker. Revisi DIPA /POK diusulkan oleh Kepala Satuan Kerja (Satker Kantor Pusat. Bagian Program & Informasi dan Bagian Keuangan.5J. PR.0078 tanggal 14 Januari 2008 tentang Surat Edaran Mekanisme Pencairan Bintang dan Revisi RKAKL. Mekanisme Usulan Revisi Anggaran Berdasarkan surat Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan No. Uang muka diberikan kepada PUM paling cepat 2 (dua) hari sebelum kegiatan dimulai. Kantor Daerah/UPT Vertikal Pusat dan SKPD) kepada Pejabat Eselon I bidang terkait dengan tembusan Sekretaris Ditjen.P.1. revisi DIPA oleh Pejabat Eselon I diusulkan kepada Sekretaris jenderal dengan tembusan Biro Perencanaan & Anggaran b.

PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada Pemegang Uang Muka (PUM). Untuk menampung dana non DIPA (bantuan / hibah) pembukaan rekening harus mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Perbendaharaan. Bagian Keuangan dan Bagian Program & Informasi. 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 9 . maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) untuk diproses lebih lanjut guna pengajuan GU dan TU berikutnya. Batas waktu pertanggungjawaban UP dan TUP. Penanggungjawab Kegiatan mengajukan permintaan Uang Muka (TU / Persediaan) kepada PPK sesuai kebutuhan yang diajukan. 3. Setelah Uang Muka disetujui. Depkes bersangkutan.05/2007 dan No. Anggaran Depkeu serta Satker yang Revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) dapat dijawab langsung oleh Pejabat Eselon I terkait dengan tembusan ke Biro Perencanaan & Anggaran Setjen. 58/PKM. Pembayaran dilakukan paling cepat 1 (satu) hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Bila UP tidak mencukupi.05/2007 tentang Penertiban Rekening Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. maka diatur sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) PPK bersama Bendahara pengeluaran membuka rekening denggan mengajukan persetujuan kepada KPPN setempat. c. Depkes. maka para Penanggungjawab Kegiatan mengajukan usulan pembiayaan disertai Kerangka Acuan dan Rencana Anggaran Biaya kepada PPK guna pengajuan TUP ke DJPBN / Kanwil DJPBN. Melalui Uang Persediaan (UP) dan Tambahan UP (TUP) 1) PPK mengajukan SPP-UP untuk keperluan kegiatan sehari-hari dan operasional. Bila rekening tersebut masih dipergunakan pada tahun anggaran berikutnya. PPK mengajukan SPP guna penerbitan SPM-UP / TUP.A 2008 a. Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN T. b. dan Ditjen. 57/PMK. Dalam 1 (satu) satuan kerja hanya terdapat 1 (satu) rekening. Setelah akhir tahun anggaran dilakukan penutupan rekening dan saldo disetor ke kas negara. Anggaran Depkeu. harus dimintakan persetujuan KPPN setempat. Ditjen. Atas dasar Surat Persetujuan tersebut. PUM diwajibkan melakukan penyimpanan atas uang yang diterima ditempat yang dianggap aman di brankas sendiri dan atau menitipkan di brankas Bendahara Pengeluaran dengan dilengkapi BA Penitipan Uang. Selanjutnya Dirjen Perbendaharaan mengeluarkan Surat Persetujuan / rekomendasi Uang Persediaan / TUP yang ditujukan kepada PPK. Penggunaan Rekening Pemerintah Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. Pejabat Penandatangan SPM menyampaikan SPM-UP / TUP ke KPPN untuk penerbitan SP2D. SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran.Setjen.

4) Bila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi.10) Dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran agar tetap memperhatikan prinsip-prinsip hemat. Penanggungjawab kegiatan mengajukan UMK kepada PPK sesuai dengan kebutuhan. 5) 6) 7) 8) 9) 10) PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada PUM sebesar nilai yang disetujui PPK 11) Batas waktu pertanggungjawaban GU isi. efisiensi. maka berdasar SPP dibuat SPM. 12) Dalam pelaksanaan kegiatan agar tetap mem-perhatikan prinsip-prinsip hemat. Bila SPP memenuhi syarat. 10 . untuk diuji meliputi a) b) c) d) e) Keabsahan dokumen pendukung SPP Ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA Kesesuaian rencana kerja / kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja Kebenaran atas hak tagih. Kompilasi / rekap pertanggungjawaban untuk draft SPP 2) Draft SPP tersebut disampaikan kepada Penguji SPP. Penggantian Uang Persediaan (GU) 1) Pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh penanggung-jawab kegiatan kepada PPK untuk mendapatkan persetujuan pembebanan dan pembayaran. SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran. antara lain pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran Pencapaian tujuan atau sasaran sesuai dengan indikator kinerja atau spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak. SPM yang telah ditandatangani kemudian dikirim ke KPPN untuk penerbitan SP2D. efisiensi. maka SPP akan dikembalikan kepada PPK untuk diperbaiki. disiplin dan tidak mewah. c. Copy SP2D agar dikirim kepada Bagian Keuangan sebagai bahan Perhitungan Anggaran dan Sistem Akuntansi Instansi PPK memberitahukan kepada Penanggungjawab kegiatan untuk mengajukan Uang Muka sesuai kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerja masing-masing untuk satu bulan berikutnya. Dokumen pertanggungjawaban terlebih dahulu dilakukan verifikasi oleh Pejabat / Petugas yang ditunjuk. disiplin dan tidak mewah. Dokumen pertanggungjawaban yang telah disetujui pembebanannya dengan cara membubuhkan tandatangan setuju dibayar pada kuitansi. maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) dan demikian seterusnya untuk pengajuan GU berikutnya. diteruskan ke Bendahara Pengeluaran untuk: a) b) 3) Dicatat selanjutnya dibukukan dan dilakukan pembayaran oleh Bendahara Pengeluaran.

2) Belanja Non-Pegawai a) Perjalanan Dinas (1) Penanggungjawab kegiatan menyampaikan kerangka acuan. Selanjutnya Bendahara Pengeluaran menyampaikan copy SP2D ke Kepala Bagian Keuangan atau Kepala Bagian Tata Usaha guna perhitungan anggaran SAAT dan SAPP. (2) PPK membuat SPP LS dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. (4) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. jadual pengadaan barang/jasa untuk diproses pelaksanaannya oleh Panitia Pengadaan. Surat tugas peserta dan daftar normatif yang berisi rincian biaya perjalanan dinas kepada PPK. (5) Pencairan dana langsung masuk ke rekening pihak ketiga dan tembusan SP2D diterima oleh Bendahara Pengeluaran untuk dicatat dalam pembukuan. selanjutnya dilakukan koordinasi dengan para Penanggungjawab kegiatan atas pelaksanaan anggaran. Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. PPK membuat SPP-LS serta dokumen pendukungnya dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. (3) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. Alur Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2008 dapat dilihat pada bagan 3 dan 4 11 . PPK membuat SPP-LS dilengkapi dengan resume kontrak dan bukti tagihan yang diajukan pihak penyedia dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. b) Pengadaan Barang/Jasa (1) Setelah diterimanya DIPA oleh KPA / PPK. Pembayaran Langsung (LS) 1) Belanja Pegawai a) b) c) Petugas pembuat daftar gaji/honor menyampai-kan daftar penerima gaji/honor pegawai kepada PPK. (3) Setelah proses pengadaan dilaksanakan oleh pihak penyedia atas dasar tagihan pihak penyedia. (2) PPK menyampaikan POK dan RPK yang dirinci menurut kegiatan.d.

Tambahan UP dan GU-UP DJPBN Kanwil DJPBN SP2D KPPN SPM Rekomendasi bilamana perlu Penandatangan /Penerbit SPM Bendahara Pengeluaran PPK Verifikasi SPP Penguji SPP SPP Pertanggungjawaban Ditolak / diperbaiki P.Verifikasi 12 .Keuangan u.p Bag.Bagan 3 Uang Persediaan.Jawab Kegiatan / PUM Bagan 4 Pembayaran Langsung (LS) PPK Tagihan Pihak Penyedia SP2D Tembusan SP2D Tidak KPPN Bendahara Pengeluaran SPM Penandatangan SPM* Copy SP2D Ya Penguji SPP Bag.

Alat tulis kantor dan fotokopi bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan melampirkan faktur barang. transportasi narasumber dan fasilitator bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran daftar penerimaan transportasi. d. kerangka acuan. Bendahara Pengeluaran di masingmasing satuan kerja wajib membuat pembukuan semua transaksi keuangan yang dilaksanakan oleh satuan kerja dan berkewajiban pula menginventarisasi dokumen atas pelaksanaan seluruh kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. 3. SPTB dan SSP. notulen rapat. Monitoring dan Evaluasi. Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja. E. daftar hadir peserta) laporan pelatihan. 5. daftar penerimaan uang harian. Akomodasi hotel. F. Uang harian. Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan lampiran kerangka acuan (TOR). sewa ruang pertemuan. Pertanggungjawaban uang dan barang agar dicatat dan disimpan secara tertib administrasi guna keperluan pemeriksaan oleh Aparat Pengawas Internal maupun Eksternal 2. 7. penerimaan biaya transpotasi. dan laporan monev. Laporan Setiap Kegiatan Pada setiap pelaksanaan kegiatan agar dibuat laporan dengan berpedoman pada format. Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi atau surat pernyataan biaya riil dengan lampiran surat tugas. daftar hadir. 8. SPP termasuk dokumen lampirannya disimpan pada Penandatangan / Penerbit SPM. bukti-bukti pengeluaran (honorarium. daftar penerimaan transpotasi dan notulen rapat. sewa komputer & LCD bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan melampirkan kontrak / SPK. c. penggandaan. bahan. Pelatihan. bukti biaya konsumsi. surat undangan peserta. SPPD. 6.Pada saat pengajuan SPM ke KPPN tidak perlu dilampirkan SPP dan dokumen lainnya (Kontrak) tetapi dilampiri resume kontrak. jadual pelatihan. 13 . 4. Pelaporan Setiap Satuan Kerja Kuasa Pengguna Anggaran wajib membuat laporan sebagai berikut: 1. Sedangkan Pejabat Pembuat komitmen bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan di tingkat Propinsi. Pertemuan bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi. jadual kegiatan. sebagai berikut : a. b. Rapat bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran surat undangan. Format Laporan Perjalanan Dinas (lampiran 1) Format Laporan Rapat (lampiran 2) Format Laporan Penyelenggaraan Pertemuan (lampiran 3) Format Laporan Tahunan (lampiran 4) Laporan disimpan pada setiap pelaksana program (Propinsi) untuk kepentingan monitoring penanggungjawab program (Pusat) dan Auditor. 9. honorarium. sewa gedung. Kabupaten / Kota sebagai berikut : 1.

Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas.R Rasuna Said Blok X5 Kavling No.q. Bagan 5 Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 Dirjen Bina Kesmas C.2. Laporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan Mengacu pada Peraturan Pemerintah No. Mekanisme Pelaporan Dana Dekon antara UKM & Perbaikan Gizi sebagai berikut: a. H. Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran melalui Pejabat Evapor di Dinkes Propinsi melakukan rekapitulasi formulir A dengan menggunakan formulir B selanjutnya menyampaikan laporan pelaksanaan DIPA Dekon UKM & Perbaikan Gizi formulir A dan formulir B kepada Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat paling lambat tanggal 10 (sepuluh) hari kerja setelah triwulan berakhir c.565/Menkes/ SK/VI/2007 tentang Pedoman Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan. pikesmas@yahoo.q. 4-9 Jakarta 12950 Telp/Fax : (021) 5279216 Email : 1. Kepala Bagian Program & Informasi Sesditjen Bina Kesmas b.com 2. 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan dan Kepmenkes No.com 14 . Formulir A & B (10 hr kerja stlh triwulan berakhir) Kepala Unit Kerja/KPA (oleh Pejabat Evapor Dinkes Propinsi) Formulir A (5 hr kerja stlh triwulan berakhir) Penanggung-jawab kegiatan/PK Formulir A Alamat Pengiriman : Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas (Blok B Ruang No 807) Jln. evaporkesmas@gmail. Pejabat Pembuat Komitmen (PK) / Penanggung-jawab kegiatan Satker Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi di lingkungan Dinkes Propinsi menyampaikan laporan pemantauan pelaksanaan DIPA Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi dengan menyampaikan formulir A kepada Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran setiap 5 (lima) hari kerja setelah triwulan berakhir.

3. masing-masing satker menyampaikan laporan realisasi fisik dan keuangan sebagaimana format laporan di bawah ini : Tabel 1 Realisasi Anggaran APBN yang di Daerahkan di Propinsi Tahun 2008 Program : Propinsi : Bulan : Realisasi Keuangan Fisik (%) Rupiah % 4 5 6 No 1 Kegiatan 2 Alokasi 3 b. 15 . Laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistim Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) Satuan kerja sebagai Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (Propinsi dan Kabupaten / Kota) wajib menyampaikan laporan Realisasi Anggaran dan Neraca setelah melakukan rekonsiliasi dengan KPPN setempat setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 7 bulan berikutnya.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor : PER51/PB/2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian / Lembaga. Laporan Realisasi Anggaran a. Laporan Realisasi Anggaran Secara Manual Dalam rangka pemantauan pelaksanaan anggaran satker secara tepat waktu.171/PMK. sesuai dengan Sistim Akuntansi Instansi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No.

Bagan 6 Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAK-BMN) TINGKAT KEMENTERIAN UNIT AKUNTANSI PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ( UAPA / B ) TINGKAT ESELON-I ADK & Laporan UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ESELON-I (UAPPA/B-E1) Tembusan TINGKAT WILAYAH UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAPPA/B-W) TINGKAT SATKER UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAKPA/B) REKONSILIASI DENGAN KPPN Keterangan : UAKPA/B menyampaikan Laporan secara berjenjang UAKPA/B dapat menyampaikan tembusan laporan langsung ke UAPA/B Tingkat Kementerian c. HR Rasuna Said Kav. setelah diisi dan dikirimkan ke : Sekretariat Ditjen.b.com Setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya. Jl. Jakarta Selatan 12950 Lantai 8 Blok C Ruang 813 Telp / Fax : (021) 5277211 email : keuangan_binkesmas@yahoo. Penyampaian / pengiriman laporan akan dilakukan sebagai berikut : T a n g g a l 1 4 5 Semua satker akan dihubungi melalui telepon dan SMS Semua satker akan diingatkan kembali mengenai laporan Laporan dikirim ke Pusat Butir 3. 16 . 4-9 Blok X5. Keuangan. dan 3. Bina Kesmas c/q Bag.a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful