PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA DEKONSENTRASI PROGRAM PENINGKATAN KESEHATAN ANAK TAHUN 2009

PETUNJUK TEKNIS 2009

DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK
DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN RI TAHUN 2009

kami ucapkan terima kasih. kemungkinan akan ada kendala-kendala yang dihadapi baik mengenai jumlah dana maupun menyangkut waktu pelaksanaan. tenaga maupun mekanisme pencairan uang. buku Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Dekonsentrasi Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun 2009 telah dapat disusun. MPH NIP 195110011980081001 i . Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaannya. Dana Pelatihan-pelatihan. Jakarta. September 2009 Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Dr. Waktu efektigf tiga bulan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mencapai kinerja program yang oiptimal bukan semata-mata hanya untuk mengejar target penyerapan anggaran. Pemerintah pusat dalam upaya tersebut tidak sebatas menyediakan dana Dekonsentrasi bagi pelaksanaan program di daerah tetapi masih banyak dukungan pendanaan lain seperti program Jamkesmas. dana perimbangan. Semoga dalam melaksanakan kegiatan. Pada tahun 2009 anggaran APBN Departemen Kesehatan mengalami keterlambatan dalam penyelesaian DIPA namun diharapkan tidak banyak mempengaruhi kinerja program baik di pusat maupun daerah sehingga tahun 2009 sebagai tahun terakhir RPJMN 2005 – 2009. PHLN. Untuk itu perlu dikoordinasikan atau dikonsultasikan kepada pihak yang berkompeten sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Kami mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan buku Petunjuk Teknis ini di masa yang akan datang. Budihardja. Dana dekonsentrasi sebagai salah satu sumber pelaksanaan program di daerah disamping dana APBD.KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian buku Petunjuk Teknis ini. kita selalu berada dalam lindungan dan limpahan Rahmat-Nya. Dana Dekonsentrasi diguna untuk menunjang pelaksanaan pembangunan dibidang kesehatan terutama Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat. pembinaan dll. dan sumber lain diharapkan akan memacu pencapaian indikator program sesuai dengan kewenangan disetiap jenjang. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya melalui dana APBN telah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan di daerah melalui alokasi dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. DTM&H.

........................................................... Latar Belakang .........................…........................................................... a.................. Latar Belakang 2....... xiii BAB I PENDAHULUAN ……………………………................................. DHS 2 1................ DAFTAR SINGKATAN ………………………….................................... DAFTAR LAMPIRAN .......... c............ a............ Tujuan .............................................................. d..... Tujuan 3.. Tujuan . Sasaran 4........ Sasaran ........................ Sasaran ................ a.................................... DAFTAR ISI ………………………………………….. KEGIATAN PROYEK PHLN a........................ Tujuan ....….............. b.......................................... Sasaran 4.................. KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU ......................................... c....................………………....................................................... Kegiatan-kegiatan ....... Tujuan 3..................................................... d.. d..... d......... a....... b... b.... Tujuan ........................ Tujuan .……............. Kegiatan-kegiatan .......…..........................…...... Sasaran .... b................................ Ruang Lingkup .................................……................. Sasaran ...... b.............................. NICE 1.. c.. Kegiatan-kegiatan ........... Latar Belakang ..... Kegiatan-kegiatan ........ Kegiatan-kegiatan i BAB VI BAB VII .………….............................................. a........................... Kegiatan-kegiatan ... d................ Latar Belakang ................................ a................................... Latar Belakang ..................... b.. KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT ........................ SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT.. d..... DAFTAR BAGAN .................. KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS ........................... c.............................. i iii v xi xii BAB II BAB III BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA ........ KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK ...........................................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ……………………........ c...................... c................... Latar Belakang 2........................................ BAB V Latar Belakang .................. Kegiatan-kegiatan b.......................……………................................................................. Latar Belakang .. Sasaran ............ Sasaran ............. NOMOR : HK.............................................. Tujuan ...........................

.... Kegiatan-kegiatan MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN ............ Pertanggungjawaban Penggunaan Dana ........... Tujuan 3............. BAB VIII LAMPIRAN PENUTUP ……………………………………………........ HSSP 1................................... Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementerian Kesehatan ........... ii ...... B............................. F..... Pelaporan .. Tugas dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara ....... Latar Belakang 2...........................BAB VIII c...................... D........................... Mekanisme Pelaksanaan Anggaran dan Pembayaran ............. A.......... Organisasi ..... E... Sasaran 4........................ C...

BKPM BND BP3K BP4 BPS BULIN BUMIL Buristi C CBOD CFR CTU CTJ D DAU DAK DDD Depag Diknas DPT DTPS DTPS-MPS G GAKY : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Alat Bantu Pengambilan Keputusan Acquired Immune Deficiency Syndrome Angka Kematian Ibu Angka Kematian Balita Angka Kematian Neonatal / Neonatus Audit Maternal Perinatal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Asosiasi Pengusaha Indonesia Anti Natal Care Alat Permainan Edukatif Asuhan Persalinan Normal Alat Tulis Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten Badan Pemberdayaan Masyarakat Bayi Resiko Tinggi Berat Badan Bayi Berat Lahir Rendah Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bayi Bayi Lahir Bidan di Desa Bahan Habis Pakai Bidan Desa Balai Kesehatan Indera Masyarakat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Balai Kesehatan Mata Masyarakat Balai Kesehatan Olah Raga Masyarakat Balai Kesehatan Paru Masyarakat Badan Narkotika Daerah Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Badan Pusat Statistik Ibu Bersalin Ibu Hamil Ibu Resiko Tinggi Cara Belajar Orang Dewasa Case Fatality Rate Contracetive Technological Update Ceramah Tanya Jawab Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Donor Darah Desa Departemen Agama Pendidikan Nasional Dengan Tempat Perawatan District Team Problem Solving District Team Problem Solving.DAFTAR SINGKATAN A ABPK AIDS AKI AKB AKN AMP APBD APBN APBN-P APINDO ANC APE APN ATK B Bappeda Bappekab Bapemas Baristi BB BBLR BBKPM BBL BdD BHP Bides BKIM. BKKBN BKMM BKOM.Making Pregnancy Saver : Gangguan Akibat Kekurangan Yodium i .

Genmud GSI H HIV I IBI IDAI IDI IGD J Jamsostek JNPK JPNK-KR : Generasi Muda : Gerakan Sayang Ibu : Human Immunodeficiency Virus : : : : Ikatan Bidan Indonesia Ikatan Dokter Anak Indonesia Ikatan Dokter Indonesia Instalasi Gawat Darurat : Jaminan Sosial Tenaga Kerja : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi ii .

Keluarga Keluarga Sadar Gizi Kurang Energi Kronis Kekurangan Energi Protein Komunikasi Informasi Edukasi / Komunikasi Inter Personal dan Kejadian Luar Biasa Kartu Menuju Sehat Kartu Monitoring Rujukan Ibu Hamil Kartu Monitoring Rujukan Ibu Bersalin dan Bayi Kesehatan Keluarga Kesejahteraan Rakyat Kesehatan Reproduksi Kuasa Pengguna Anggaran Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kekerasan terhadap Anak Kehamilan Tidak Diinginkan Kantor Urusan Agama Kekurangan Vitamin A Lingkar Lengan Atas Lintas Program Lembaga Pemerhati Anak Lembaga Swadaya Masyarakat Lintas Sektor Berencana) Kelompok : Musyawarah Masyarakat Desa : Manajemen Terpadu Balita Sehat : Mother to Child Transmission : Tenaga Kesehatan : Narkotika Psikotropika dan Zat adiktif : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Pendidikan Anak Usia Dini Persatuan Ahli Gizi Indonesia Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Ketulian Pinjaman Hibah Luar Negeri Program Kesejahteraan Keluarga Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat Petugas Lapangan Keluarga Bencana Prevention Mother to Child Transmission Persatuan Obstetri Ginekolog Indonesia Pos Persalinan Desa Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Kebidanan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Pos Kesehatan Desa Pos Pelayanan Terpadu Penanganan Pertama Gawat Darurat Emergensi Obstetri Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan Pusat Pelayanan Terpadu Promosi Kesehatan Pemantauan Status Gizi Pemegang Uang Muka Kerja iii Neonatal .K KAT KB KB (AMP-KB) Kadarzi KEK KEP KIE/ KIP dan K KLB KMS KMRIH KMRIBB Kesga Kesra Kespro KPA KP-KIA KPPN KTA KTD KUA KVA L LILA LP LPA LSM LS M MMD MTBS MTCT N Nakes NAPZA P PAUD PERSAGI PGPK PGPKT PHLN PKK PKHS PLKB PMTCT POGI Polindes PONED PONEK PPNI Poskesdes Posyandu PPGDON PP-KtP PPT Promkes PSG PUMK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Komunitas Adat Terpencil Keluarga Berencana Keluarga Berencana (Audit Maternal Perinatal .

Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Skrining Hipotyroid Kongenital ∑ Seluruh Balita Kembang Anak S K D N : ∑ Balita yang mempunyai KMS : ∑ Balita yang datang ditimbang : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ∑ Balita yang naik berat badannya Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Survey Mawas Diri Surat Keputusan Bersama Sistem Kewaspadaan Dini Surat Kuasa Pengguna Anggaran Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Standar Pelayanan Kebidanan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sistem Pencatatan Pelaporan Rumah Sakit Sistem Pencatatan Pelaporan Puskesmas Tinggi Badan Tugas Pembantuan Total Fertility Rate Tugas Pokok dan Fungsi Tokoh Masyarakat Tokoh Agama Training of Trainer Tambahan Uang Persediaan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat Upaya Kesehatan Kerja Upaya Kesehatan Masyarakat Usaha Kesehatan Sekolah Uang Persediaan SIMPUS SMD SKB SKD SKPA SKPG SPK SPSI SP2RS SP3 T TB TP TFR TUPOKSI Toma Toga TOT TUP U UKBM UKK UKM UKS UP iv .PUKM PUG-BK PWS P2PL P2KP P2KS P2KT P4K R Risti RKAKL RPK RSUD RTL S SABMN SAK SBH SDKI SDIDTK SHK SKDN : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Program Upaya Kesehatan Masyarakat Pengarus Utamaan Gender Bidang Kesehatan Pemantauan Wilayah Setempat Program Pemberantasan Penyakit Langsung Pusat Pelatihan Klinik Primer Pusat Pelatihan Klinik Sekunder Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Terpadu Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi Risiko Tinggi Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian / Lembaga Rencana Pelaksanaan Kegiatan Rumah Sakit Umum Daerah Rencana Tindak lanjut Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Sistem Akuntansi Keuangan Saka Bakti Husada Survei Demografi Kesehatan Indonesia Standarisasi Stimulasi.

UPGK UPT Y YPAC : : Upaya Perbaikan Gizi Keluarga : Unit Pelaksana Teknis Yayasan Penyandang Anak Cacat v .

........DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 Form Laporan Dinas ……………........... 128 129 130 131 i ........ Form Laporan Penyelenggaraan Pertemuan Form Laporan Tahunan ………………..... Form Laporan Rapat ………………………….

......... Pembayaran Langsung (LS) ……....................... Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 ................. 108 BAGAN 2 111 BAGAN 3 118 119 122 BAGAN 4 BAGAN 5 BAGAN 6 125 ii ........... Alur Mekanisme Uang Persediaan............. Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAKBMN) ………................................DAFTAR BAGAN Halaman BAGAN 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 ...................................………… Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 …………….. Tambahan UP dan GU-UP .....................................

dunia usaha dan LSM. 8) Cakupan keluarga mengkonsumsi garam beriodium dan 9) Cakupan Pengembangan Desa Siaga. Kabupaten/Kota serta Puskesmas. Latar Belakang Pembangunan kesehatan yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009 Bidang Kesehatan adalah mewujudkan pencapaian sasaran : 1. Kesehatan Tradisional. Kesehatan Usia Lanjut. 4. diperlukan dukungan sumber pendanaan yang berasal berbagai sumber pembiayaan seperti : APBN. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat mengarahkan pelaksanaan kegiatan melalui pencapaian indikator Rencana Kerja Pemerintah sebagai bentuk penilaian tahunan dari RPJMN yang pada tahun 2009 telah ditetapkan indikatornya meliputi : 1) Cakupan kunjungan Ibu Hamil (K4). Tahun 2009 merupakan tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009. 4) Cakupan Puskesmas memberikan pelayanan bagi Masyarakat miskin. antara lain melalui penyediaan biaya kegiatan Pelayanan Kesehatan Ibu. Perkesmas dan lain-lain. Anggaran 2009 yang tersedia. Dana Alokasi Khusus. Pelayanan Kesehatan Anak. Pos UKK serta penguatan pengelolalaan program di tingkat Dinas Kesehatan Propinsi. Untuk mewujudkan sasaran pembangunan nasional tersebut.BAB I PENDAHULUAN A. 2. 6) Cakupan Vit A. sehingga sasaran Program di lingkungan Ditjen Bina Kesmas tetap mendorong program-program tersebut sampai kepada masyarakat melalui upaya peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya sebagai sarana pelayanan kesehatan yang terdepan dan dibantu oleh Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) seperti Pos Yandu. 3) Cakupan kunjungan Neonatus (KN2). Serta pencapaian indikator lain yang menjadi prioritas nasional dan merupakan spesifik daerah seperti Kesehatan Indera. 2) Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan. Menurunnya Angka Kematian Bayi dari 35 /1.000 kelahiran hidup menjadi 26 / 1. Menurunnya angka prevalensi gizi kurang pada balita dari 25. Dalam melaksanakan program-program tersebut. swasta. Pelayanan Kesehatan Dasar. hal tersebut terkait bahwa semua kegiatan di lingkungan Ditjen Bina Kesmas mengarah secara langsung dengan sasaran tersebut di atas.000 kelahiran hidup menjadi 226 /100.6 tahun. APBN yang didaerahkan ( dana dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan) dana perimbangan (Dana Alokasi Umum.6 % menjadi 20 %. Meningkatnya Usia Harapan Hidup dari 66. Seperti diketahui bahwa Departemen Kesehatan telah menyediakan anggaran guna peningkatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat melalui dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 5) Cakupan ASI ekslusif. Poskestren. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 /100. Pelayanan Kesehatan Kerja dan biaya Perbaikan Gizi Masyarakat. Melalui keempat indikator tersebut Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat memikul tanggung jawab yang besar. Kesehatan Olah Raga.000 kelahiran hidup.2 tahun menjadi 70. Namun demikian kinerja tersebut akan lebih berhasil apabila didukung unit-unit utama di Depkes dan Pemerintah Daerah serta peran serta masyarakat secara aktif. 7) Cakupan Tablet Fe. Kesehatan Jiwa. Poskesdes. Kesehatan Perkotaan.000 kelahiran hidup. 1 .) APBD dan PHLN serta sumber-sumber pembiayaan lainnya. 3.

Kesehatan Dasar dan Perbaikan Gizi tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Kesehatan Anak. 2. D. 3. C. Ruang Lingkup 1. 5.Agar pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan baik sehingga hasilnya lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam pencapaian sasaran pembangunan maka dalam pelaksanaan diberikan buku pedoman berupa Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi. Kegiatan Bina Kesehatan Ibu Kegiatan Bina Kesehatan Anak Kegiatan Bina Kesehatan Dasar ( Komunitas) Kegiatan Bina Kesehatan Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat 2 . Kesehatan Kerja. Unit–unit terkait pengelolaan Program UKM dan Perbaikan Gizi Masyarakat. Pengelola Kegiatan Kesehatan Ibu. 4. Sasaran 1. B. 2. Tujuan Memberikan acuan bagi pelaksanaan kegiatan Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat bersumber Dana Dekonsentrasi tahun 2009 dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan kesehatan.

Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanggulangan komplikasi keguguran. khususnya Direktorat Bina Kesehatan Ibu. 255/100. Tujuan 1.BAB II KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU A. Dalam kurun waktu yang sama. 2. Program kesehatan ibu disusun menganut prinsip continum of care.000 kelahiran hidup pada tahun 2006 dan 248/100. Meningkatkan sistem surveilans. 2. mulai dari sarana pelayanan kesehatan dasar hingga pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit. dibandingkan dengan deretan angka tersebut secara nasional sudah “on the track” dalam skenario penurunan AKI secara nasional untuk mencapai target RPJMN tahun 2009 yaitu sebesar 226/100.000 kelahiran hidup. AKI pada tahun 2007 sebesar 228/100. Latar Belakang Perkembangan kesehatan ibu di dunia selama 20 tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat bervariasi dan belum menunjukkan kemajuan yang signifikan dilihat dari besaran maupun pemerataannya apabila merujuk pada pencapaian indikator outcome yang disepakati. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal ditangani secara adekuat. Membangun kemitraan yang efektif. hasil ekstrapolasi BPS berdasarkan trend penurunan AKI didapat angka 262/ 100. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di tingkat dasar dan rujukan. Keempat strategi di atas diperlukan untuk mewujudkan tiga pesan kunci Making Pregnancy Safer yaitu : 1. monitoring dan informasi KIA dan pembiayaan program. keluarga dan masyarakat. 4. B. Seiring makin kompleksnya permasalahan kesehatan. serta makin tingginya harapan masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas. 3. Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan data SDKI 2007 menunjukkan angka 228/100.000 kelahiran hidup. maka Departemen Kesehatan. tetapi masih jauh dari harapan MDGs 2015. terutama kesehatan ibu di Indonesia. menyusun beberapa program kesehatan yang dibutuhkan dengan berlandaskan pada Strategi Making Pregnancy Safer yaitu : 1. yang berarti pendekatan yang dilakukan adalah secara menyeluruh dari masa kehamilan sampai nifas dan pelayanan yang diberikan adalah berkualitas.000 kelahiran hidup. 3. Indonesia sendiri menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber data baik dari Dinkes Propinsi maupun BPS menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) nasional selama kurun waktu 10 tahun terakhir sudah sesuai dengan target RPJMN pada tahun 2010.000 kelahiran hidup pada tahun 2007.000 kelahiran hidup pada tahun 2005. Mendorong pemberdayaan perempuan. Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terampil. Tujuan Umum Mempercepat upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui dukungan dana dekonsentrasi 1 .

2) Sasaran Pengelola Program KIA di Dinas Kesehatan Propinsi. Ibu Hamil dengan komplikasi yang ditangani menjadi 75% pada tahun 2010. e. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) a. 5.2. D. Sasaran Program 1. 3) Penggunaan dana (a) (b) (c) (d) (e) Belanja Bahan (ATK. 7. Puskesmas yang mampu Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial (PKRE) terpadu sekurang-kurangnya 4 Puskesmas di tiap Kabupaten/Kota 8. Tujuan Khusus a. 6. Puskesmas yang mampu memberikan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) sekurang-kurangnya 4 Puskesmas dengan tempat tidur di tiap Kabupaten/Kota. Kegiatan-Kegiatan 1. 3. f. Foto kopi. d. Kunjungan Ibu Hamil (K4) menjadi 91% pada tahun 2010. Peserta KB aktif menjadi 71% pada tahun 2010.5% pada tahun 2010. P4K terlaksana di seluruh desa Meningkatnya jumlah dukun yang bermitra sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang telah dilatih PONED sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang melaksanakan pelayanan KB berkualitas minimal 4 puskesmas per kabupaten Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu Penguatan manajemen kesehatan ibu C.5% pada tahun 2010. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (Linakes) menjadi 87. dll) Transport Uang Harian Biaya Penginapan Belanja Sewa 2 . Lintas Program dan Lintas Sektor di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. 2. Kunjungan Ibu Hamil (K1) menjadi 95% pada tahun 2010. Pengelola program kesehatan reproduksi E. Pelayanan Nifas menjadi 87. b. 3. 2. Semua Ibu Hamil. Bersalin dan Nifas Pasangan Usia Subur (PUS). konsumsi. Koordinasi P4K dengan stiker dalam upaya PP-AKI di tingkat Propinsi 1) Tujuan Terwujudnya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) bagi Bidan di Puskesmas dan Bidan di Desa yang terintegrasi dalam Desa Siaga. 4. Target cakupan yang diharapkan adalah meningkatnya cakupan : 1. c.

(2) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. (2) Transport lokal petugas. (3) Hasil kegiatan (1) Adanya data ibu hamil. Rujukan kasus Ibu Hamil Risiko Tinggi/komplikasi a) Tujuan Meningkatnya jumlah rujukan kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi sesuai indikasi di Puskesmas. (2) Transport lokal petugas. ibu bersalin dan nifas yang mutakhir (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa ditandai dengan terpasangnya stiker P4K (4) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 3 . Fotokopi). nifas dan Tindak Lanjut Pemasangan Stiker P4K a) Tujuan (1) Teridentifikasinya ibu hamil. (3) Lintas sektor dan lintas program terkait. ibu bersalin dan nifas resiko tinggi di Puskesmas (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa (1) Sasaran (1) Bumil. d) Hasil kegiatan (1) Data hasil kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi e) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut c.4) Hasil kegiatan (1) Adanya kesepakatan tertulis tentang rencana pelaksanaan P4K (2) Adanya laporan hasil pelaksanaan yang sudah di capai Laporan kegiatan 5) b. Fotokopi ). bulin. (2) Ibu hamil. c) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. bulin dan ibu nifas di Puskesmas. (2) Bulin. (3) Bufas. b) Sasaran (1) Pelaksana program di dinas kesehatan Kabupaten/Kota. Pelacakan dan Validasi Pendataan Jumlah Ibu Hamil.

Dukun dan LP/LS terkait 3) Penggunaan dana a) Belanja Bahan (ATK.2. konsumsi). e) Uang Harian. Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan kegiatan kemiteraan bidan dan dukun b) 2) Sasaran a) b) Pelaksana puskesmas dan Pengelola Program di Dinas Kesehatan Propinsi dan Kab/Kota : Lintas Program / Lintas Sektor terkait Bidan di Desa. f) Biaya Penginapan. c) Honorarium narasumber. Uang Harian. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK. Transport. pengelola program KIA di tingkat propinsi. Honor Narasumber. fotokopi). d) Transport . dan organisasi profesi terkait. 2) Sasaran Swasta. Fotokopi. Belanja sewa Biaya Penginapan. Pertemuan Sosialisasi/Review Kemitraan Bidan dan Dukun 1) Tujuan a) Adanya kesamaan pemahaman dan kesiapan pengelola dan penanggungjawab program KIA-KB di Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan intervensi kemitraan bidan dan dukun. Kemitraan Bidan dan Dukun a. Hasil kegiatan a) Adanya komitmen kerjasama tertulis antara swasta dan pemerintah b) Adanya rencana kerjasama swasta dan pemerintah (Dinkes) Laporan Kegiatan 5) 4 . Pertemuan Public Private Mix/koordinasi dengan swasta 1) Tujuan Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara swasta dan pemerintah dalam mendukung program KIA. b) Belanja Sewa. kabupaten/kota. 4) Hasil Kegiatan a) Adanya Komitmen tertulis pelaksanaan program kemitraan bidan dan dukun b) Adanya hasil telaahan pelaksanaan kegiatan kemitraan bidan dan dukun b.

Evaluasi Pelaksanaan Puskesmas PONED 1) Tujuan a) b) c) 2) Menelaah hasil pelaksanaan PONED di puskesmas Mengidentifikasi permasalahan yang terkait dengan pelaksanaan PONED di puskesmas. Transport. Sasaran Peserta kegiatan : a) Bidan di Desa tempat kejadian kematian ibu dan bayi baru lahir. sesuai kebutuhan. Belanja sewa Biaya Penginapan. b) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas. Pengelola program Promosi kesehatan. Honor Narasumber. petugas rekam medik RS. Uang Harian. fotokopi). PONED dan PONEK a. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) Belanja bahan (ATK. Pemerintah daerah. Pengelola program Yankes.3. 4) Hasil kegiatan a) b) Telaahan pelaksanaan PONED Puskesmas Rencana tindak lanjut 5) Laporan kegiatan b. c) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait. Menyusun rencana tindak lanjut Sasaran a) b) c) d) e) Tim PONED Puskesmas Pengelola program KIA-KB. Belanja sewa Transport lokal Honor Narasumber. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya. Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Kabupaten / Kota 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP secara teratur dan berkesinambungan. misalnya bidan praktek swasta. 5 . e) Pihak lain yang terkait. 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. d) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA. fotokopi).

misalnya bidan praktek swasta. Kabupaten / Kota / Kecamatan). 6 . Sasaran Peserta kegiatan : a) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas.POGI. 2) Sasaran a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA (tingkat Propinsi. 4) Hasil kegiatan (1) Notulen proses pelaksanaan AMP (2) Laporan tertulis pelaksanaan AMP (3) Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d.IDI. b) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait. sesuai kebutuhan. Bappeda). Rumah Sakit pemerintah dan non pemerintah. masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Uang Harian.IDAI). Kesra. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Belanja sewa Biaya Penginapan. c) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA.4) Hasil kegiatan a) b) c) Notulen proses pelaksanaan AMP Laporan tertulis pelaksanaan AMP Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan c. Organisasi Profesi (IBI. Transport. Pemantapan Forum Mata Rantai Rujukan 1) Tujuan Menelaah kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal mulai dari keluarga. Dokter Puskesmas dan Bidan di Desa. Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Propinsi 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP lintas batas. Honor Narasumber. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya. petugas rekam medik RS. Lintas Program dan Sektor terkait (BKKBN. fotokopi). d) Pihak lain yang terkait. Organisasi kemasyarakatan/LSM.

Pemantapan manajemen pelayanan KB Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Dinkes Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam manajemen pelayanan KB. Pelayanan KB berkualitas a. Belanja sewa Biaya Penginapan. fotokopi). Transport. 4) Hasil kegiatan a) Telaahan kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal dan rekomendasinya. Honor Narasumber. Uang Harian. 5) Laporan Kegiatan 4. Uang Harian. Honor Narasumber. kompeten dalam 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi CTU sesuai standar 5) Laporan Kegiatan b. 2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan kontrasepsi utamanya IUD dan Implant. Belanja sewa Biaya Penginapan. Transport. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam Contraceptive Technical Updated (CTU) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan melaksanakan pelayanan KB berkualitas.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 2) Sasaran Pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 7 . fotokopi).

fotokopi). tenaga kesehatan kompeten dalam 8 . 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Honor Narasumber. Pelatih. Transport. Transport. Honor Narasumber. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB (ABPK) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan menggunakan ABPK ber-KB. 2) Sasaran Pimpinan dan Pengelola Program KB Puskesmas. Fasilitator. fotokopi). 2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan konseling KB. Belanja sewa Biaya Penginapan. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Uang Harian. Belanja sewa Biaya Penginapan. Honor Narasumber. 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih (5) Laporan Kegiatan c.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih Laporan Kegiatan 5) Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Puskesmas 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pimpinan dan pengelola program KB Puskesmas dalam manajemen pelayanan KB. fotokopi). Belanja sewa Biaya Penginapan. Uang Harian. Uang Harian. Transport.

2) Sasaran Program Pengelola program KIA. Laporan Kegiatan 5. fotokopi). Kabupaten/Kota dan 9 . Bidan di desa. fotokopi). Peningkatan Kualitas Pelayanan a. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Malaria pada Kehamilan 1) Tujuan Dipahaminya dan dilaksanakannya Penanganan Malaria pada Kehamilan. Program Pencegahan dan 4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan penanganan malaria pada ibu hamil Laporan Kegiatan 5) b. Belanja sewa Biaya Penginapan. Fasilitator. Belanja sewa Biaya Penginapan. Fasilitator. 2) Sasaran Pengelola program KIA tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Transport. 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Uang Harian. Pelatih. Bidan Puskesmas. Pelatih. Honor Narasumber. Peningkatan Kemampuan Tim Petugas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas dalam Kelas Ibu Hamil 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola KIA Puskesmas dalam pelaksanaan kelas ibu hamil.4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi penggunaan ABPK ber-KB. Dokter Puskesmas. Honor Narasumber. IBI Kabupaten. Uang Harian. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Transport.

Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal dasar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Transport. Fasilitator. 2) Sasaran Calon tim Puskesmas PONED (Dokter Umum. dll). Pelatih. 4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi APN sesuai standar Laporan Kegiatan d. sertifikat. fotokopi). 2) Sasaran Tenaga Bidan yang belum mampu memberikan pertolongan persalinan normal sesuai standar. Fasilitator.4) Hasil kegiatan a) b) c) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melaksanakan kelas ibu hamil Peserta latih mampu memfasilitasi ibu. Honor Narasumber. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Asuhan Persalinan Normal 1) Tujuan Meningkatnya kemampuan Bidan dalam melaksanakan Persalinan Normal. Uang Harian. Honor Narasumber. Uang Harian. Transport. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Pelatih. Belanja sewa Biaya Penginapan. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Bidan dan Perawat) sesuai kriteria. suami dan keluarga dalam perawatan kehamilan 5) Laporan Kegiatan c. bahan habis pakai. Belanja sewa Biaya Penginapan. 10 . fotokopi.

b) Rumah sakit yang memenuhi persyaratan sebagai tempat magang PONED (jumlah kasus memenuhi syarat yang ada dalam buku pedoman pelatihan PONED) 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 5) f.4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONED sesuai standar 5) Laporan Kegiatan e. Dokter Umum. bahan habis pakai). Belanja sewa Biaya Penginapan. Transport. fotokopi. 4) Hasil kegiatan Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan catatan : Magang ini merupakan kelanjutan dari pelatihan PONED dan dapat dilaksanakan untuk penyegaran bagi tim PONED yang telah dilatih apabila diperlukan. 2) Sasaran a) Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONED. Uang Harian. 2) Sasaran Calon Tim PONEK (Dokter Spesialis Obsgin. instruktur klinis. Honor Narasumber. 11 . fasilitator. Dokter Spesialis Anak. Magang PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal komprehensif sesuai dengan standar yang ditetapkan. Bidan dan Perawat) sesuai kriteria yang mengacu pada pedoman PONEK. konsumsi.

fasilitator. fotokopi. instruktur klinis. Belanja sewa Biaya Penginapan. Peningkatan Kapasitas Kespro Terpadu yang Responsif Gender 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program dalam pengembangan dan pelaksanaan program kespro terpadu yang responsive gender. Transport. Transport. Transport. 2) Sasaran Pengelola program terkait kespro di propinsi dan kab/kota. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. instruktur klinis. bahan habis pakai). fotokopi. Belanja sewa Biaya Penginapan. instruktur klinis. konsumsi. Belanja sewa Biaya Penginapan. bahan habis pakai). 12 . konsumsi. fotokopi. Hasil kegiatan a) Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan 5) h. bahan habis pakai). Honor Narasumber. fasilitator. Magang (OTJ) PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK. Uang Harian. 2) Sasaran Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONEK. konsumsi. Uang Harian. fasilitator.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONEK sesuai standar 5) Laporan Kegiatan g. Honor Narasumber. Uang Harian. Honor Narasumber.

Bendahara Pengeluaran. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Terselenggaranya kegiatan dan operasional dukungan manajemen program kesehatan ibu di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Honor Staf Pengelola program. b. PUMC. Manajemen a. Honor Narasumber. Belanja sewa Biaya Penginapan. Pejabat SPM) Honorarium Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Biaya Lelang Belanja Bahan (ATK. 3) Penggunaan dana Persiapan : Transportasi Panitia Pelaksanaan DTPS : a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi KIA . Foto kopi propinsi dan kabupaten/kota) Laporan a) b) c) Laporan distribusi barang. PK. 2) Sasaran Pelaksana program dan bagian perencanaan yang terkait dengan upaya penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir (Tim DTPSMPS Kabupaten/Kota). Laporan penerimaan barang. Uang Harian. fotokopi). Transport. 2) Sasaran Program Pengelola program tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota 3) Penggunaan dana a) b) c) d) 4) Honorarium pengelola program (KPA.KB 1) Tujuan Tersusunnya dokumen perencanaan kegiatan percepatan penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir termasuk anggarannya berdasarkan data dan sesuai dengan kondisi setempat. 4) Hasil kegiatan Dokumen evaluasi dan perencanaan program kesehatan ibu 13 .4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test peserta b) Adanya SK Tim Fasilitator kabupaten/kota yang berfungsi dalam pengembangan PKRE di Puskesmas 5) Laporan Kegiatan 6. Laporan SAK dan SABMN.

Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi. Proposal Upaya Percepatan Penurunan AKI & AKB tiap kabupaten/kota. Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi). 3) Penggunaan dana a) b) c) Transport lokal. Pengelola program kesehatan ibu di Kabupaten/Kota. Evaluasi Pelaksanaan PWS KIA dan Validasi Data Kematian Ibu 1) Tujuan a) Diketahuinya permasalahan yang terkait pencapaian program KIA terhadap target yang disepakati dan tindaklanjut rekomendasi PWS KIA terdahulu termasuk penyebabnya utamanya. Pengelola program P2. Pendampingan dalam melakukan analisa hasil. Disepakati alternatif tindak lanjut untuk pemecahan permasalahan dalam pencapaian target daerah.KB 1) Tujuan a) b) c) 2) Identifikasi masalah. Sewa Ruang Pertemuan. Pengelola program Yankes. Pengelola program Promosi kesehatan. faktor hambatan dan penunjang kesehatan ibu. Pemerintah daerah (Camat.Pusat Uang harian Biaya penginapan 4) Hasil kegiatan a) b) Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan program kesehatan ibu Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d. Sewa Komputer & LCD (bila diperlukan). Kabupaten/ Kota). 4) Hasil kegiatan a) Telaahan hasil pelaksanaan PWS KIA b) Rencana tindak lanjut pemecahan masalah 5) Laporan 14 . 3) Penggunaan Dana a) b) c) Transport Propinsi .5) Laporan kegiatan a) b) Laporan harian pelaksanaan kegiatan. c. b) 2) Sasaran Program a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA. Bimbingan Teknis/Supervisi/Konsultasi KIA . Petugas dari unit yang mengurusi KB. Sasaran a) b) Pengelola program kesehatan ibu di Propinsi.

Fotokopi). fasilitator. pelatih. pemantauan wilayah setempat Kesehatan Ibu & Anak (PWS-KIA). Uang harian.e. Pencetakan Stiker P4K 1) Tujuan Tersedianya stiker P4K di seluruh Propinsi 2) Sasaran Ibu Hamil 3) Pengunaan dana Biaya pencetakkan stiker 4) Hasil Tercetaknya stiker 6) Laporan Pengadaan dan Distribusi g. Peningkatan Kemampuan Fasilitator Bidan Koordinator Sebagai Penyelia Fasilitatif 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan bidan koordinator dalam memberikan fasilitasi kepada bidan di wilayah kerjanya. peserta). 3) Pengunaan Dana Kontrak / Pelelangan alat pengolah data. 4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan fasilitasi 5) Laporan Kegiatan f. 2) Sasaran Kesehatan Ibu & Anak. Belanja Sewa. 4) Hasil Tersedianya alat pengolah data 5) Laporan Pengadaan 15 . Biaya penginapan . Pengadaan Alat Pengolah Data 1) Tujuan Tersedianya Alat Pengolah Data Untuk penelusuran. 2) Sasaran Bidan koordinator dan bidan di Puskesmas. Transport (pelatih. Honor Nara sumber. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK.

16 .

perbatasan dan kepulauan perlu mendapat perhatian besar dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa penyakit infeksi seperti diare dan pneumonia merupakan pembunuh utama balita Indonesia. Mengingat masih lebarnya kesenjangan AKB antar provinsi. berbagai upaya telah dilakukan dan telah menunjukkan penurunan yang cukup tajam dalam dekade terakhir. Cakupan imunisasi lengkap yang rendah menunjukkan bahwa universal access belum mampu kita berikan kepada mereka. daerah terpencil. Bila dilihat dari data penyebab kematian neonatal berdasarkan SKRT tahun 2001 dan Riskesdas tahun 2007. antar perkotaan dan perdesaan.BAB III KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK A. Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama. upaya penurunan AKB perlu mendapat perhatian yang besar pada upaya penyelamatan bayi baru lahir. maka perlu dilakukan intervensi yang berbeda untuk setiap provinsi.000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Balita. Demikian juga dengan kematian di pedesaan lebih banyak dari perkotaan. Tujuan ke 4 dari Millenium Development Goals tahun 2015 adalah menurunkan angka kematian balita 2/3 nya dari keadaan tahun 1990 yaitu menjadi 23/1. rendahnya keterampilan tenaga penolong persalinan serta sarana dan prasarana yang terbatas sangat berpengaruh pada kematian neonatus. Provinsi dengan AKB tertinggi yaitu Sulawesi Barat (74/1.000 Kelahiran Hidup) dan Nusa Tenggara Barat (72/1. Intervensi yang tepat pada periode usia neonatal diharapkan akan banyak berkontribusi dalam pencapaian MDG 4. Keterbukaan suatu daerah terhadap pembangunan ekonomi dan keterbukaan secara geografi juga sangat menentukan aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan. Terkait dengan kendala geografis. sosial ekonomi. Latar Belakang Millenium Development Goals merupakan kesepakatan lebih dari 180 Kepala Negara dan Pemerintahan termasuk Presiden RI pada tahun 2000 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Dengan demikian. Kecenderungan kematian bayi dan balita terutama terjadi pada periode persalinan dan kelahiran serta beberapa saat setelah persalinan dan kelahiran. Untuk mencapai target tersebut. status gizi pada ibu hamil.5%) dari kematian neonatal terjadi pada usia yang sangat dini yaitu dalam satu minggu pertama kehidupannya (Riskesdas 2007). Kematian bayi pada penduduk yang tidak berpendidikan 3 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang berpendidikan tinggi dan kematian pada tingkat sosial ekonomi rendah lebih besar dari tingkat ekonomi tinggi. penyebab kematian terbesar masih tetap sama yaitu BBLR dan asfiksia.000 KH).000 KH) angkanya mencapai hampir 4 kali lipat dari provinsi dengan AKB terendah yaitu Yogyakarta (19/1. Penyediaan sarana dan SDM kesehatan maupun peningkatan kompetensi 1 .000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Bayi (AKB) dan 32/1. Disamping itu terdapat kesenjangan dalam determinan angka kematian bayi dan balita yang cukup besar antar tingkat pendidikan. Kesepakatan global ini telah diterjemahkan ke dalam RPJMN 2004 – 2009 seperti tertuang dalam Peraturan Presiden no 7 tahun 2005. Hal ini menunjukkan adanya kendala aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan. Sebanyak 43% kematian bayi terjadi pada masa neonatal (SDKI 2007) dan sebagian besar (78. karena dengan tren penurunan yang stagnan maka dikhawatirkan target MDG 2015 tidak akan tercapai. Namun dalam 5 tahun terakhir cenderung stagnan. Masih tingginya persalinan yang terjadi di rumah.

demi kepentingan terbaik bagi anak. preventif. Manfaatkan dana dekonsentrasi untuk memberikan layanan & menjangkau sasaran f. misal : contracting out. Penerapan MTBS & SDIDTK di puskesmas & jaringannya c. Posyandu : imunisasi. puskesmas. Intensifikasi: kegiatan yang sudah ada diintesifkan pelaksanaannya Contoh : a.bayi dan anak balita dan mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. non diskriminasi. Penerapan Manajemen Asfiksia & Manajemen Bayi Berat Lahir Rendah di puskesmas & jaringannya b. 2 . Penggunaan Buku KIA di setiap fasilitas kesehatan c. AMP e. regionalisasi pelayanan untuk DTPK. Pendekatan yang harus kita berikan adalah equity dan universal access. Ekstensifikasi: kegiatan yang belum luas implementasinya diperluas penerapannya ke seluruh puskesmas & jaringannya Contoh : a. kuratif dan rehabilitatif. Inovasi : kegiatan baru sebagai upaya terobosan Contoh : Pengembangan intervensi yang bersifat baru. evaluasi dan perencanaan terhadap data-data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan kegiatan/program kesehatan. memiliki kebugaran jasmani. Program Kesehatan Anak disusun berdasarkan Upaya Pemenuhan Hak Anak Yang Komprehensif dan Terpadu (Right Based Approach) dengan 4 prinsip hak-hak anak yaitu. Selain itu.mereka dalam melakukan penganganan kasus emergensi harus ditingkatkan. Tujuan Khusus 2. Upaya akselerasi pencapaian RPJMN 2004-2009 & MDG 4 di 2015 program kesehatan anak menggunakan metoda : 1. Tujuan 1. pemantauan tumbuh kembang. hingga layanan rujukan di rumah sakit mulai dari aspek promotif. Supervisi fasilitatif. artesunat dll 3. emosional dan spiritual melalui upaya pemenuhan. penggerakan masyarakat b. Seluruh upaya ini harus dilihat secara komprehensif di dalam suatu continuum of care. Penerapan tata laksana up to date secara luas : zinc. baik dari tingkat masyarakat. perbaikan untuk sistem informasi dalam bentuk instrumen Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak serta pencatatan/pelaporan juga perlu dilakukan karena merupakan faktor pendukung yang penting dalam upaya melakukan pemantauan. advokasi & evaluasi d. Hindari missed opportunity 2. dan menghargai pendapat anak. kecerdasan intelektual. hak anak untuk hidup dan berkembang. perencanaan tindak lanjut. peningkatan dan perlindungan hak anak. Sesuai dengan amanat UU Perlindungan Anak no 23/2002. Ada 2 Kegiatan Pokok pada Program Kesehatan Anak yaitu upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. B. Tujuan Umum Menurunkan angka kematian bayi baru lahir. Pemanfaatan PWS KIA sebagai instrumen monitoring.bayi dan anak balita dan upaya peningkatan kualitas hidup anak. Penerapan PONED & RS PONEK d. Data yang akurat diharapkan akan menghasilkan perencanaan yang tepat sehingga intervensi yang dilakukan juga akan sesuai dengan masalah yang dihadapi.

d. dalam kurun waktu 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. f) Biaya pembelian alat pelatihan resusitasi g) Biaya Sertifikat. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Anak dengan kebutuhan khusus. Kegiatan-Kegiatan 1. Protap Penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan TOT Asfiksia BBL Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. Anak prasekolah (Usia 60 – 83 bulan). Pelatihan TOT Asfiksia BBL di Provinsi 1) Tujuan Mencetak dan menstandarisasi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir tingkat Provinsi. c) Honor mengajar fasilitator. 5. Bayi Baru Lahir (Neonatus) (Usia 0-28 hari). b. 4.a. Peningkatan Cakupan pelayanan neonatal (Bayi Baru Lahir) oleh tenaga kesehatan menjadi 87%. 2) 3) 4) 5) 3 . 7. Anak Balita (Usia12 .59 bulan. Peningkatan Cakupan penanganan neonatal (Bayi Baru Lahir) dengan komplikasi menjadi 60%. Bayi dan Anak Balita (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a. 2. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Sasaran 1. Anak usia Sekolah (Usia 7 – 18 tahun) Anak Remaja (Usia 10 – 18 tahun). f. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Peningkatan Cakupan Puskesmas yang melaksanakan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) menjadi 40%. Upaya Akselerasi Penurunan Angka Kematian Bayi Baru Lahir. b) Biaya transport bagi peserta. Peningkatan Cakupan penjaringan siswa SD kelas 1 dan setingkat menjadi 80%. komputer suplies. Peningkatan Cakupan Kunjungan Bayi menjadi 80%. D. d) Biaya penginapan hotel. c. panitia dan narasumber. g. Sasaran Bidan/dokter/dokter spesialis anak yang belum pernah mengikuti pelatihan. Bayi (Usia 29 hari – 11 bulan). h) Biaya rapat persiapan. e) Biaya pembelian ATK. bersedia menjadi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir di luar kota (selama 2-3 hari). e. 3. Peningkatan Jumlah Puskesmas yang melaksanakan Tatalaksana Medis Kekerasan Terhadap Anak (KTA) menjadi 10% C. 6. fasilitator/narasumber dan panitia. Peningkatan Cakupan pelayanan anak balita menjadi 80%.

g) Biaya sertifikat. d) Biaya penginapan. penggandaan. 2) 3) 4) 5) 4 . Pelatihan BBLR di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana BBLR. fasiliatator. bidan dan perawat (tim) di Puskesmas yang akan dijadikan Puskesmas PONED. Sasaran Bidan/perawat/dokter yang belum pernah mengikuti pelatihan. dalam 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. komputer supplies. f) Biaya pembelian alat dan obat-obatan untuk pelatihan g) Biaya sertifikat. fasiliatator. Protap penyelenggaraan Merujuk Kepada Buku Pedoman Pelatihan PONED Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. komputer suplies. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Protap penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan BBLR) Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. penggandaan. e) Biaya pembelian ATK. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. panitia. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi.b. c) Honor fasilitator. c) Honor fasilitator. b) Biaya transport bagi peserta. fasilitator dan panitia. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. f) Biaya pembelian ATK. 2) 3) 4) 5) c. panitia. fasilitator dan panitia . Sasaran Dokter. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. d) Biaya penginapan. b) Biaya transport bagi peserta. e) Sewa ruangan dan peralatan pelatihan. Pelatihan PONED di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana kasus emergensi maternal neonatal.

P2 dan Gizi mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam penanganan balita sakit secara terpadu melalui penerapan MTBS. panitia . (2) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan P2 dan Gizi dengan latar belakang dokter / bidan/perawat. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. (3) Dokter dan bidan. b) Di Tingkat Kabupaten/Kota: (1) Bidan (2) Perawat (3) Dokter Puskesmas (4) Kepala Puskesmas Bidan. perawat dan dokter Puskesmas dalam penatalaksanaan balita sakit secara komprehensif dan integrative melalui pendekatan alogaritma klinis. P2 (Pencegahan Penyakit) dan Gizi di tingkat Dinkes Provinsi & Kabupaten/Kota dalam penanganan balita sakit secara terpadu. i) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita sakit. l) Biaya rapat persiapan. e) Biaya pembelian ATK. komputer suplies. d) Biaya penginapan hotel 6 hari. perawat. f) Biaya pembelian contoh obat. Pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan. k) Biaya Sertifikat. j) Biaya Penggandaan. 5) 5 . c) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak. b) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab /pengelola program kesehatan anak. dokter Puskesmas dan Kepala Puskesmas di daerah terpencil. 2) 3) 4) Protap Penyelenggaraan Mengacu Pada Pedoman MTBS Penggunaan Dana a) Uang harian peserta dan fasilitator 7 hari. perbatasan dan kepulauan diprioritaskan telah terlatih dan menerapkan MTBS. Sasaran a) Di tingkat Provinsi: (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak dengan latar belakang dokter atau bidan. b) Biaya transport bagi peserta.d. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. g) Biaya sewa ruang. sewa TV & VCD player untuk praktek klinik. h) Biaya praktek klinik di Puskesmas & RS. fasilitator dan instruktur klinis. c) Honor mengajar bagi fasilitator dan instruktur klinik. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan.

h) Biaya komputer supplies dan biaya penggandaan. b) Di tingkat Kabupaten/Kota (Pelatihan SDIDTK): (1) Dokter (2) Bidan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. (4) Dokter dan bidan Puskesmas. g) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. b) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam melaksanakan stimulasi. f) Biaya praktek klinik di Puskesmas/posyandu. Pelacakan Kasus Kesakitan dan Kematian Bayi dan Balita di Kabupaten / Kota 1) Tujuan • Menjamin jangkauan pelayanan kesehatan untuk seluruh neonatus. d) Biaya penginapan hotel 2 hari. Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) di Provinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab/ pengelola program kesehatan anak.e. i) Biaya rapat persiapan. (2) Dokter Spesialis Anak di RS Kabupaten. 2) 3) 4) Protap penyelenggaraan mengacu pada pedoman SDIDTK Penggunaan Dana a) Uang harian untuk peserta dan fasilitator 3 hari b) Biaya transport bagi peserta. guru TK atau tenaga lain yang peduli anak dalam melaksanakan stimulasi. dan bidan desa (3) Perawat. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. e) Biaya pembelian ATK. Sasaran a) Tingkat Provinsi ( TOT SDIDTK) : (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak. 5) f. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. Pelatihan Standarisasi Stimulasi. bayi dan balita dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan balita • Terlacaknya kasus-kasus kematian dan kesakitan bayi dan balita • Teridentifikasinya jenis penyakit yang paling banyak diderita bayi dan balita • Teridentifikasinya penyebab terbesar kematian bayi dan balita • Diketahuinya jumlah kematian bayi dan balita dalam periode waktu tertentu 6 . panitia dan fasilitator c) Honor mengajar fasilitator. (3) Dokter yang menangani tumbuh kembang anak di RS Kabupaten.

indikator keberhasilan dan tindak lanjut. Rumah Bersalin. IBI. 2) 3) 4) h. gizi. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. PPNI. kesehatan ibu. Sasaran a) Penanggung jawab/pengelola program kesehatan anak Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. 2) 7 . klinik swasta. narasumber dan panitia. kesehatan anak. b) Profesi. Dokter spesialis anak. c) Dokter Puskesmas / Kepala Puskesmas.IBI. g. cakupan program dan cakupan lintas program terkait). Pertemuan Perencanaan/Evaluasi dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita di Provinsi atau Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tersusunnya rencana kegiatan yang terintegrasi dalam upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. bidan di desa dan swasta. surveilans. d) Bidan Puskesmas.2) Sasaran a) Petugas Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transport bagi Kecamatan/Kelurahan/Desa 3) petugas Puskesmas ke 4) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Sasaran a) Penanggungjawab/pengelola program. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. e) RS Pemerintah / Swasta. f) Profesi : IDI. PPNI. IDI. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. POGI. b) Penanggulangan Penyakit. c) Kasubdin bina program Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. e) Penggandaan (fotokopi). Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. komputer supllies. IDAI. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. d) ATK. Audit Maternal Perinatal Pembahasan Kasus Neonatal di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Terselenggaranya Audit Maternal Perinatal pembahasan kematian neonatal sehingga dapat diketahui penyebab kematian untuk menentukan tindak lanjutnya. b) Biaya penyelenggaraan c) Honor narasumber. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. bayi dan anak balita di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang didasari atas analisa situasi (permasalahan.

panitia. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Bidan/dokter yang telah mengikuti pelatihan asfiksia/BBLR Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pemantauan ke lapangan oleh supervisor dan fasilitator. panitia dan narasumber Provinsi. d) Biaya pembelian ATK. f) Biaya penggandaan. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. fasilitator. surat menyurat. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Penggunaan dana a) Uang harian fasilitator. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. e) ATK. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. komputer suplies. komputer suplies. c) Honor narasumber Provinsi dan Kabupaten/Kota.d) 3) Penanggung jawab/pengelola yankesdas dan rujukan. b) Biaya transport bagi peserta. penggandaan. panitia. c) Honor fasilitator/supervisor. 3) 4) 8 . panitia dan narasumber Provinsi. e) Biaya peyelenggaraan. g) Biaya rapat persiapan. penggandaan. 4) i. e) Biaya pembelian ATK. d) Biaya penginapan hotel. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Sasaran Lintas program di jajaran Dinas Kesehatan dan lintas sektor di Provinsi. 2) 3) 4) j. Sosialisasi /Advokasi Upaya Penurunan AKB di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui sosialisasi dan advokasi ke lintas program dan lintas sektor terkait. narasumber. c) Honor representatif. b) Biaya transport bagi peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. b) Honor narasumber. Pemantauan Pasca Pelatihan Asfiksia dan BBLR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan. d) Biaya penginapan. Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan.

Pelatihan Dokter Kecil Dan Kader Kesehatan Remaja di Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Terbentuknya fasilitator pelatihan dokter kecil di Provinsi dan Kabupaten/Kota. Lingkup kegiatan a) Pelatihan TOT dokter kecil (2 hari) (1) Materi: (a) Sanitasi Makanan (b) Gizi (c) Kesehatan Gigi dan Mulut (d) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) (e) Pencegahan Penyakit Menular Bersumber Binatang (f) Imunisasi pada Siswa SD dan MI (g) Kesehatan Indera (h) NAPZA b) Pelatihan TOT kader kesehatan remaja di sekolah (2 hari) (1) Materi: (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Kesehatan Reproduksi Remaja (c) Infeksi Menular Seksual/Infeksi Saluran Reproduksi (d) HIV/AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Pendidikan Keterampilan Hidup sehat (g) Komunikasi dan Konseling Penggunaan dana a) Honor dan transport fasilitator. Sasaran a) Pengelola program usaha kesehatan sekolah (4 sektor terkait). bantuan biaya penyelenggaraan. b) Peserta didik kelas IV dan V untuk tingkat SD sederajat (sebagai dokter kecil). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. c) Peserta didik kelas I dan II untuk tingkat SMP/SMA sederajat (sebagai kader kesehatan remaja). Upaya peningkatan kualitas hidup anak (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. 2. c) Terbentuknya kader kesehatan (dokter kecil dan Kader kesehatan remaja). Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi.f) 5) Biaya rapat pembahasan. fotocopy. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. b) Terbentuknya fasilitator untuk pelatihan kader kesehatan remaja di Provinsi dan Kabupaten/Kota. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari 2) 3) 4) 5) 9 . Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) ATK.

e) LSM : pemerhati remaja. yankes. Kepolisian. promkes. panitia dan fasilitator. d) Organisasi profesi : IDAI. Peserta : Pengelola program kesrem tingkat Provinsi dan kabupaten/kota (dokter. Pelatihan TOT PKPR di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan kemampuan peserta sebagai fasilitator dalam pelatihan PKPR di Provinsi. IDAJI dan Psikolog. perencanaan dll. b) LP: gizi. c) LS: Rumah Sakit. gizi. jiwa. narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat 2) 3) 4) 10 . d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (empat) hari @ 10 jam pelatihan (perjampel 45 menit) b) Jumlah peserta dalam 1 kelas : maks 20 (dua puluh) orang. c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang. b) Terbentuknya tim fasilitator pelatihan PKPR di Provinsi dan Kabupaten/Kota. perawat/perawat gigi. HIV/ AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Kehamilan tidak diinginkan (g) Kekerasan dan penyimpangan perilaku seksual (h) KIE/ KIP dan K (i) Pengenalan gender (j) Pengenalan PKHS (Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat) (k) Peran RS dalam PKPR (l) Model PKPR di RS (m) Cara Belajar Orang Dewasa (n) Micro teaching (j) RTL (k) Pre-pos tes Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan c) Transpor peserta. b. bidan. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat Pusat/Provinsi. POGI. c) Tersedianya pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas. P2M. e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) f) Materi : (1) Strategi Nasional kesehatan remaja (2) Standar PKPR (3) Jejaring PKPR (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Persiapan prs nikah (c) Proses Reproduksi Sehat (d) Infeksi Menular Seksual. skm).Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Badan Narkotik Daerah dan KPAD.

h) i) 5)

Honor Panitia Biaya sewa ruangan

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

c.

Peningkatan Kemampuan Fasilitator (TOT) Konselor Sebaya Bagi Petugas di Provinsi 1) Tujuan a) Terlatih fasilitator peer counselor / kader kesehatan remaja. b) Peningkatan akses pelayanan kesehatan remaja melalui Puskesmas PKPR. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat pusat/Provinsi b) Lintas Program : pengelola program kesehatan remaja/ UKS, gizi, kesehatan jiwa, P2M, yankes dll (tingkat Provinsi). c) Lintas Sektor : Kepolisian, KPAD, BND, LSM pemerhati kesehatan remaja. Peserta : Pengelola program Provinsi dan kabupaten/ kota. Kriteria peserta : a) Mampu menjadi fasilitator. b) Kriteria peserta : bidan, perawat/ perawat gigi, ahli gizi, SKM. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (hari) hari @ 10 jam b) Jumlah peserta dalam1 kelas : maks ( 20 dua puluh) orang c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang (selalu ada ditempat) d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) : f) Materi : (1) Tumbuh Kembang Remaja (2) Kesehatan Reproduksi Remaja (3) Infeksi Menular Seksual/ Infeksi Saluran Reproduksi (4) HIV/ AIDS (5) Penyalahgunaan NAPZA (6) Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (7) Komunikasi dan Konseling (8) Simulasi fasilitasi konselor sebaya (9) Panduan Tehnik Konseling bagi petugas Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan, bahan praktek habis pakai c) Transpor peserta, panitia dan fasilitator, narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia, f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat h) Honor Panitia i) Biaya sewa ruangan

2)

3)

4)

11

5)

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

d.

Pelatihan Fasilitator dalam Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak di Provinsi 1) Tujuan Mendapatkan fasilitator yang siap melatih petugas kesehatan dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayah kerjanya. Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak pada Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota terpilih. b) Petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu / IGD / Bagian yang terkait ). c) Lintas program kesehatan terkait lainnya (Ibu, gizi, yankes dll). Lingkup kegiatan Pelatihan di tingkat Provinsi, didukung oleh fasilitator dari tingkat Pusat dan Provinsi (yang telah dilatih) serta materi pokok adalah 1).Buku Pedoman Deteksi dini, Pelaporan dan rujukan Kasus Kekerasan dan Penelantaran Anak Bagi Tenaga Kesehatan” yang terdiri dari 2 bagian yaitu Panduan bagi fasilitator dan Bahan bacaan, 2) Buku Pedoman Rujukan Kasus Kekerasan terhadap anak bagi petugas kesehatan. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK, komputer suplies. b) Penggandaan/Fotokopi, sertifikat peserta. c) Transport peserta, panitia dan pembicara /narasumber. d) Uang harian peserta, panitia dan pembicara /narasumber. e) Biaya penginapan peserta, panitia dan pembicara. f) Honor panitia dan pembicara. g) Paket Meeting dan rapat persiapan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

2)

3)

4)

5)

e.

Lomba Dokter Kecil di Provinsi 1) Tujuan Untuk meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar diperlukan kader-kader kesehatan yang lebih dikenal sebagai dokter kecil. Sasaran Kader-kader kesehatan/murid-murid di sekolah dasar. Lingkup kegiatan Lomba sekali setahun yang dilaksanakan di tingkat Provinsi, untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar.

2) 3)

12

4)

Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) ATK b) Konsumsi peserta c) Bahan praktek d) Sewa ruangan dan transport peserta. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Anak Sekolah (SD dan SMP/SMA) di

5)

f.

Penjaringan Kesehatan Kabupaten/Kota 1)

Tujuan a) Terdeteksinya secara dini masalah kesehatan peserta didik. b) Tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik, maupun untuk dijadikan pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan kesehatan sekolah. c) Termanfaatkannya data untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program pembinaan peserta didik. Sasaran : Peserta didik di kelas I : Sekolah Dasar/MI; SMP/MTs dan SMA / SMK / MA sekolah/Madrasah Lingkup kegiatan a) Kegiatan penjaringan kesehatan merupakan kegiatan yang mutlak harus dijalankan untuk memenuhi persyaratan standar minimal pelayanan kesehatan dalam program UKS. b) Penjaringan kesehatan anak usia sekolah yang bersangkutan dilakukan oleh suatu tim di bawah koordinasi Puskesmas. c) Tim terdiri dari : guru sekolah yang bersangkutan (guru kelas/guru Pembina UKS) dan tenaga kesehatan (paramedic dan dokter/dokter gigi). d) Pemerikasaan kesehatan dilakukan secara setahun sekali pada awal tahun ajaran. e) Pelaksana pemerikasaan kesehatan dilakukan menurut tugas masing-masing (guru kelas/wali kelas; paramedis; dokter dan guru penjaskes). f) Komponen yang diperiksa : (1) Pemeriksaan keadaan umum (2) Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi (3) Penilaian status gizi (4) Pemeriksaan gigi dan mulut (5) Pemeriksaan indera (penglihatan, pendengaran) (6) Pemeriksaan laboratorium (7) Pengukuran kesegaran jasmani (8) Deteksi dini penyimpangan mental emosional Penggunaan Dana a) Biaya yang dikeluarkan untuk uang harian/transport petugas mengunjungi Sekolah/Madrasah (besarnya uang harian disesuaikan kondis riil daerah setempat). b) Biaya untuk pembelian bahan/reagens yang diperlukan untuk menunjang pemeriksaan Lab (seperti pemeriksaan Hb, tinja, bahan

2)

3)

4)

13

Penggunaan Dana Biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan forkom: a) Honor narasumber dan panitia. 14 . (4) Mengevaluasi pelaksanaan Program UKS serta membuat alternatif penyempurnaannya. Depdagri). dokumentasi. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.penambalan gigi dsbnya). panitia dan peserta. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. lokasi. Diknas. e) ATK. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. isi laporan mencakup: tujuan. g. foto kopi. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( laporan kunjungan petugas mencakup nama Sekolah/Madrasah yang dikunjung. Depag. penggandaan. tanggal pelaksanaan. b) Transport narasumber Provinsi. 3) 4) . (2) Membuat kesepakatan peran masing-masing sektor (Depkes. (3) Mengidentifikasi masalah dan alternatif pemecahannya. Diknas. panitia dan peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Petugas/guru yang ditemui. Lingkup kegiatan a) Kegiatan Forum Koordinasi ini dilakukan berupa pertemuan paling sedikit 2 kali dalam setahun. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( Setiap pelaksanaan forkom harus dibuat laporan pelaksanaan. c) Uang harian narasumber Provinsi. tiap pertemuan selama 3 hari. pantia dan peserta. koordinasi dan komunikasi anggota TP UKS secara 2) Sasaran Seluruh Tim Pembina TP UKS disetiap jenjang administrasi yang terdiri dari minimal 4 unsur Departemen (Depkes. masalah yang ditemui baik berkaitan dengan kesehatan peserta didik maupun masalah kesehatan lainnya (misalnya lingkungan /kebersihan sekolah)). b) Hal-hal yang dibahas misalnya: (1) Menyusun rencana kegiatan program UKS. Laporan disampaikan kepada Sekretariat TP UKS setempat). sewa ruang pertemuan. jumlah siswa yang diperiksa/dilayani kesehatannya. peserta. hasil (hasil diskusi dan rekomendasi yang didapat) dan lampiran materi yang dipresentasikan (jika ada). Forkom UKS di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan periodik. Depag dan Depdagri) dan dapat juga ditambah dari lintas sektor lain yang terkait. spanduk. konsumsi. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi.

Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi. pantia dan peserta. Remaja dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi. spanduk. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). dll). Kepolisian. Legilatif. Gizi. BKKBN. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Penggunaan Dana 2) 3) 4) 15 . konsumsi. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Provinsi. e) ATK. d) LSM (LPA/pemerhati anak). Ibu.h. dll). Pemberdayaan Perempuan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. naker. Yankes. b) Psikolog. b) RSU. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Jiwa. Yankes. panitia dan peserta. Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi. c) Lintas sektor terkait (Agama. RS Bhayangkara. Forum Komunikasi Penanganan Anak Jalanan di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya koordinasi pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam pembinaan kesehatan bagi anak jalanan di wilayahnya. PKK. Pendidikan. BPS. Kepolisian. d) LSM (LPA/pemerhati anak). sewa ruang pertemuan. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. panitia dan peserta. c) Uang harian narasumber Provinsi. foto kopi. 2) 3) 4) 5) i. b) Transport narasumber Provinsi. Pendidikan. Ibu. dokumentasi. Gizi. HIV/AIDS. c) Lintas sektor terkait (Agama. Sosial. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. Pemberdayaan Perempuan. untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak jalanan. Lingkup kegiatan Pertemuan berkala yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. penggandaan. Sosial.

Ibu. penggandaan. konsumsi. lintas sektor / LSM terkait dalam 16 . Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. c) Lintas sektor terkait (Agama. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. penggandaan. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. spanduk. e) ATK. sewa ruang pertemuan. spanduk. Jiwa. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) Transport narasumber Provinsi. Pemberdayaan Perempuan. j. Gizi. sewa ruang pertemuan. Pendidikan. dll). Kepolisian. Yankes. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. konsumsi. b) RSUD. e) ATK. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. d) Biaya penginapan narasumber Kabupaten/Kota. 2) 3) 4) 5) k. Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan. panitia dan peserta. Sosial. pantia dan peserta.Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota. b) Transport narasumber Kabupaten/Kota. c) Uang harian narasumber Provinsi. dokumentasi. foto kopi. Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Kabupaten/Kota. pantia dan peserta. panitia dan peserta. c) Uang harian narasumber Kabupaten/Kota. foto kopi. d) LSM (LPA/pemerhati anak). panitia dan peserta. Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. panitia dan peserta. dokumentasi.

sewa LCD dan Laptop. c) Lintas sektor terkait (Agama. komsumsi. f) Honor panitia dan narasumber. Pemberdayaan Perempuan. komputer suplies. sosial. Kehakiman. Yankes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Promkes. PKK. lintas sektor / LSM terkait dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak 2) 3) 17 . Yankes dll) pada Dinas Kesehatan Provinsi. Kepolisian. Pendidkkan. c) Lintas sektor terkait (Agama. perlengkapan peserta. Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan. Pemberdayaan Perempuan. Legilatif dll). Gizi. c) Transport peserta dan narasumber. merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. dengan narasumber dari Depkes pusat dan Dinas Kesehatan Provinsi. Gizi.penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. RS Bhayangkara. 2) Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Legilatif dll). Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota. mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. sosial. Ibu. d) Uang harian narasumber. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait ). e) Biaya penginapan narasumber. sewa ruang. d) LSM (LPA/pemerhati anak). d) LSM (LPA/pemerhati anak). Kehakiman. Kepolisian. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK. b) Penggandaan/Fotokopi. RS Bhayangkara. Promkes. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. PKK. Ibu. Pendidkkan. b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait). 3) 4) 5) l.

Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pertemuan pembahasan di provinsi/kabupaten/kota setelah pemantauan ke lapangan (pada saat pelayanan Puskesmas) dan bagi pelatih pada saat pelatihan. komputer suplies. peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. penggandaan. d) Honor Panitia e) Biaya penginapan. peserta dan panitia. f) Biaya pembelian ATK. d) Uang harian peserta. panitia dan narasumber. e) Biaya penginapan peserta. perlengkapan komsumsi. c) Honor narasumber/supervisor (pemantau). sewa LCD dan Laptop. f) Honor peserta.lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. Pemantauan pelatihan dilaksanakan oleh narasumber pusat. panitia dan narasumber. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Provinsi atau Kabupaten/Kota. Penunjang Operasional Kegiatan (Kegiatan di Provinsi dan ke Kabupaten / Kota) a. Administrasi Kegiatan ( di Provinsi ) terdiri dari a) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran 18 . sewa ruang. panitia orientasi atau pelatihan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. panitia dan narasumber. m. peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Pengelola program kesehatan remaja yang telah mengikuti pelatihan baik Pelatihan PKPR maupun Pelatihan fasilitator PKPR. b) Penggandaan/Fotokopi. c) Transport peserta. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Pemantauan Pasca Pelatihan PKPR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan. b) Biaya transport bagi narasumber. h) Biaya sewa kendaraan Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Penggunaan dana a) Uang harian narasumber. g) Biaya sewa ruangan. 3) 4) 5) 3. panitia dan narasumber. 4) Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK.

Pejabat Pembuat Komitmen. Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak b) LP : gizi. dan komunikasi cepat. Pemegang Uang Muka di Kab/Kota. Penggunaan dana a) ATK b) Fotokopi c) Konsumsi rapat Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Diknas. kimia farma dll f) LSM pemerhati kesehatan anak Lingkup kegiatan a) Penyampaian permasalahan kesehatan anak dari masing-masing sektor. Depag. BND. surat-menyurat. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke 2) 3) 4) 5) 19 . c) Rencana tindak lanjut. b) Diskusi kelompok. 5) Biaya pengumuman pengadaan barang dan jasa. Depsos dan BKKBN. Penguji SPM. KPAD d) Organisasi profesi e) Swasta : unilever. jiwa. 6) Biaya penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa d) Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. Pertemuan LP/LS ( di Provinsi ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah untuk mengetahui besarnya pengaruh terhadap program. b) Faktor hambatan dan penunjang dalam program kesehatan anak tingkat Provinsi dan alternatif pemecahannya. 2) Biaya fotokopi. Satu eksemplar dikirim ke Direktorat Bina Kesehatan Anak untuk dikompilasi bersama laporan dari Provinsi lainnya. promkes. penggandaan dokumen. Bappeda. sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Kesehatan Anak. Panitia Pengadaan.penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. Staf Administrasi. perencanaan. P2M. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. 3) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer . yankes. 4) Belanja bahan alat tulis kantor (ATK). Pengelola Kegiatan di Kab/Kota. c) Penggunaan Anggaran 1) Honorarium Kuasa Pengguna Anggaran. d) Diseminasi informasi. Bendahara Pengeluaran. c) Peran masing-masing sektor terkait dalam menangani kesehatan anak di tingkat Provinsi. Panitia Pemeriksaan & Penerima Barang dan Konsultasi ke Pusat. b) Sasaran Penanggung jawab dan Pelaksana Anggaran Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak di tingkat Provinsi. dll c) LS : Institusi/lembaga: DPRD. Staf Pengelola Kegiatan. b.

dan atau sarana kesehatan lainnya. untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi. Penggunaan Dana a) Transport untuk transportasi Provinsi-kabupaten. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. sekolah. c. c) Biaya penginapan untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi. 2) 3) 4) 5) 20 . b) Uang harian. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Supervisi dan Bimbingan Teknis ( ke Kabupaten / Kota ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. faktor hambatan dan penunjang kesehatan anak b) Pendampingan dalam melakukan analisa hasil c) Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi. Sasaran Pengelola program kesehatan anak kabupaten Penyelenggaraan a) Meninjau Dinas Kesehatan. b) Lama perjalanan 2 hari. d) ATK dan fotokopi.

Masyarakat belum berperan secara optimal dalam penyelenggaraan berbagai program/yankesdas oleh fasilitas kesehatan dasar di sekitar mereka. 4. alat logistik kurang. Menggerakkan dan memberdayakan peran serta masyarakat (Poskesdes. dan pengelolaan Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Kesehatan Olahraga. tenaga kurang. tiap 3 desa mempunyai 1 Puskesmas Pembantu. perbatasan dan kepulauan. namun kinerja fasilitas tersebut belum optimal. Latar Belakang Pemerataan pelayanan kesehatan selama ini relatif telah dicapai. lansia. 3. Kesehatan Perkotaan. 6.BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS A. Pemberdayaan masyarakat. perkotaan dan olahraga serta tradisional. Berbagai program kesehatan masyarakat telah dikembangkan. Administrasi Kegiatan a. Seluruh sarana pelayanan kesehatan dasar. antara lain disebabkan oleh penataan kerja/sistem manajerial belum optimal. perbatasan dan kepulauan) masalah ekonomi (masyarakat miskin tertinggal). 4. Meningkatkan jangkauan pelayanan terhadap sasaran masyarakat rentan dan risiko tinggi. 7. b. tiap kecamatan ratarata telah mempunyai sedikitnya 2 Puskesmas. anggaran terbatas. paru. Tenaga kesehatan (pengelola program). Kesehatan Paru. namun terdapat program yang walaupun belum merupakan prioritas utama nasional perlu juga dikembangkan untuk memecahkan atau mengantisipasi masalah kesehatan spesifik daerah tertentu. Sasaran Program 1. Poskestren. Masyarakat miskin. 1 . dan pelayanan kesehatan di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Masyarakat dengan masalah kesehatan indera. Masyarakat daerah tertinggal. Tujuan 1. Kesehatan Tradisional). Posyandu dan UKBM lainnya). Tujuan Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan manajemen program dari aspek administrasi. Mengembangkan program/yankesmas prioritas nasional lain dan spesifik daerah (Kesehatan Usila. Kesehatan Indera. C. Terdapat kelompok masyarakat yang belum mempunyai akses pelayanan kesehatan yang baik karena kondisi geografis dan (daerah tertinggal. 47% gedung Puskesmas rusak. Meningkatkan manajemen Puskesmas dan jaringannya. 5. 2 3. D. B. Lintas sektor/ lintas program/profesi. Kegiatan-Kegiatan 1. 2.

Penggunaan Dana 1) Pembayaran honor a) Pejabat kuasa penggunaan anggaran. Pertemuan koordinasi Program Kesehatan Masyarakat di Propinsi a.c. Perkotaan. Tujuan Untuk mengkonsultasikan perencanaan kegiatan pelayanan kesehatan dasar di daerah ke pusat dan memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Tradisional. Laporan kegiatan d. Perkotaan. KEGIATAN REVITALISASI PUSKESMAS 3. Olah Raga) Gizi Puskesmas Perencanaan 3) Nara sumber pusat 2 . d. 2) Pembelian bahan alat tulis kantor (ATK). Indera. Indera. b) Pejabat pembuat komitmen. Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Olah Raga) Dinkes Kabupaten/Kota. Tradisional. 2. d) Bendahara pengeluaran. meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggungjawab : a) b) c) d) Kesehatan Ibu . Penggunaan Dana Kunjungan daerah ke pusat dalam rangka konsultasi perencanaan program pelayanan kesehatan dasar. Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. Usila. c) Pejabat penandatangan SPM. Laporan kegiatan Konsultasi Perencanaan Tingkat Pusat a. e) Staf pengelola keuangan termasuk pengelola SAI. b.Anak. c. Kesehatan Spesifik Lainnya (Kerja. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah 1) Dinas Kesehatan Propinsi meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggung jawab antara lain: a) b) c) d) e) f) 2) Kesehatan ibu Kesehatan Anak Gizi Kesehatan Kerja Puskesmas Kesehatan spesifik lainnya (Usila. b.

5. Sasaran Adapun sasaran TOT adalah 2-3 Kabupaten/Kota percontohan sesuai dengan dana yang tersedia. Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. Peserta Kabupaten. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten Uang Harian Peserta Kabupaten ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten/Kota Uang harian Peserta Kabupaten/Kota ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. Tujuan Tersedianya tim pelatih manajemen Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. 3 . Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah : 1) 2) 3) c. Laporan kegiatan Pertemuan Koordinasi Program UKBM di Propinsi a. b. Dinkes Kabupaten/Kota. Peserta Kabupaten. Laporan Kegiatan TOT Manajemen Puskesmas bagi Kabupaten/Kota a. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi. dapat melibatkan Kepala Puskesmas yang mampu. Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. b. berjumlah 20 orang yang terdiri dari lintas program dan lintas sektor terkait dengan pengembangan UKBM. Dinas Kesehatan Propinsi.c. masing-masing Kabupaten/Kota berjumlah 5-6 orang : 1) 2) 3) Penanggung jawab program terkait Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Apabila SDM Dinkes Kabupaten/Kota terbatas. masing-masing berjumlah 2 orang yang terdiri dari penanggungjawab pengembangan UKBM dan pelayanan dasar. Narasumber pusat. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi. 4. Tujuan Untuk mengetahui tingkat perkembangan UKBM pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang.

Pelatihan Manajemen Puskesmas a. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Poskesdes bagi petugas Puskesmas adalah 25% Puskesmas. Penggunaan Dana 1) Akomodasi panitia 2) Transport (peserta pelatihan. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut. Pengajar. b. Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas melalui pelatihan manajemen Puskesmas. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Manajemen Puskesmas adalah seluruh Puskesmas dari Kabupaten/Kota yang telah di TOT . d. masing-masing Puskesmas berjumlah minimal 3 orang : 1) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas 2) Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Penggunaan dana Penggunaan dana disesuaikan dengan yang tercantum dalam RKAKL (disesuaikan dengan MAK di RKAKL) : 1) 2) Akomodasi (Panitia. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. 7. masing-masing Puskesmas berjumlah 1 orang dengan kriteria : 1) 2) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun 4 . Panitia. Peserta Puskesmas) Transport (Peserta Puskesmas. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. 6. MOT. b. Kunjungan lapangan 3) Uang harian peserta pelatihan 4) Honor (Panitia. d. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindaklanjut c. Pengajar. Pelatihan Poskesdes bagi Petugas Puskesmas a. Kunjungan lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. Panitia. Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas dalam pencapaian Desa Siaga dan pengembangan Poskesdes. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan.c. MOT.

Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. Sasaran Sasaran bimtek adalah seluruh Kabupaten/Kota. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Supervisi dan Bimbingan Teknis a. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. Pengajar. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut d. MOT. Konsultasi Teknis ke Pusat a. Peserta Puskesmas) 2) Transport (peserta Puskesmas. mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut d. 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah. Penggunaan Dana 1) Akomodasi (Panitia. dan Sasaran Sasaran konsultasi adalah penanggung jawab Puskesmas dan/atau UKBM Dinas Kesehatan Propinsi. 2) Pelaksanaan konsultasi.c. c. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan. 8. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat. Praktek Kerja lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. b. c. permasalahan dan inovasi di daerah. 5 . b. d. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. tim Propinsi bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas dan UKBM sesuai dengan topik/ fokus bimtek. Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport Laporan Kegiatan. Pendamping Kabupaten) Laporan Kegiatan. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. 9. Panitia. Penggunaan Dana 1) Biaya Penginapan Tim Propinsi 2) Uang harian Tim Propinsi 3) Transport (Tim Propinsi.

Sumatera Barat BKPM Cirebon – Jawa Barat BKPM Pontianak – Kalimantan Barat BKPM Klaten – Jawa Tengah BKPM Pati – Jawa Tengah BKPM Semarang – Jawa Tengah BKPM Magelang – Jawa Tengah BKPM Ambarawa – Jawa Tengah BKPM Yogyakarta – DI Yogyakarta BKPM Bantul – DI Yogyakarta BKPM Kotagede – DI Yogyakarta BKPM Wates – DI Yogyakarta BKPM Sleman – DI Yogyakarta BKPM Madiun – Jawa Timur BKPM Surabaya – Jawa Timur BKPM Pamekasan– Jawa Timur BKPM Ambon – Maluku BP4 Baladewa – DKI Jakarta Rincian kegiatan dijabarkan pada penjelasan berikut ini : 10. HIV-AIDS). Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah lintas sektor dan lintas program terkait dengan program kesehatan Paru di wilayah Kabupaten/Kota lokasi BKPM. Program Penyakit menular (TBC.KEGIATAN BALAI KESEHATAN PARU Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Paru Masyarakat diperuntukkan bagi BKPM UPT Propinsi yang berjumlah 20 yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) BKPM Banda Aceh – NAD BKPM Medan – Sumatera Utara BKPM Lubuk Alung.UPT Propinsi a. Penggunaan Dana 1) Transport 2) Akomodasi 3) Uang Harian 4) Penginapan 5) ATK 6) Fotokopi 7) Sewa Ruangan 6 . antara lain penanggung jawab: 1) 2) 3) 4) 5) 6) c. Pertemuan Koordinasi LP/LS Perencanaan/ Evaluasi Balai Kesehatan Paru Masyarakat . Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. Perencanaan Pelayanan kesehatan Organisasi Profesi (PDPI) PPTI – Daerah BKPM b.

sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) Pelaksanaan konsultasi dan 13. Dinas Pariwisata. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut c. Supervisi dan Bimbingan Teknis Kegiatan BKPM UPT Propinsi a. Dinas PU. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan 2) Peserta 3) Rekomendasi dan rencana tindaklanjut 11. dll 2) 3) 4) 7 . b. Laporan kegiatan. Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan.d. Konsultasi Kegiatan BKPM UPT Propinsi ke Pusat a. bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas. Laporan Kegiatan. 12. c. tim Propinsi terdiri dari Dinkes Propinsi dan BKPM. Dinas Tenaga Kerja. b. Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Transport Laporan Kegiatan. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. b. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. permasalahan dan inovasi di Balai Kesehatan Paru Masyarakat UPT Kabupaten dan Puskesmas. d. Perguruan Tinggi Organisasi profesi Organisasi masyarakat. Sasaran Sasaran bimtek adalah BKPM UPT Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Bappeda. Dinas Sosial. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah. Sasaran Sasaran konsultasi adalah BKPM. Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport d. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan perkotaan yang terkoordinasikan dengan program lain dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di Puskesmas Perkotaan. DPRD. Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Perkotaan a. Kepala Puskesmas. Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Bappeda. Dinas PU. Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak lanjut b. d. b. Dinas Tenaga Kerja. Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Propinsi. Dinas Pariwisata. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 14. 16. DPRD. Dinas Sosial. 2) 3) 4) 5) c. 2) Pakar kesehatan perkotaan atau profesi lain yang terkait. 8 . Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan yang berkualitas. Tujuan Meningkatkan pemahaman pelaksana/pelaku pembangunan mengenai pentingnya upaya kesehatan perkotaan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan di Puskesmas Perkotaan.c. Sosialisasi Advokasi Program Kesehatan Perkotaan a. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Perkotaan a. Bimbingan Teknis Program Kesehatan Perkotaan a. c. Kepala Puskesmas Perguruan Tinggi Organisasi profesi Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Kota Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan perkotaan. Laporan Kegiatan dan Rencanan Tindak Lanjut 15. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) ATK Fotokopi Honor Narasumber Uang harian Biaya penginapan Transport panitia d. Penggunaan Dana 1) 2) 3) ATK Fotokopi Transport lokal d.

Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga dalam mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. ISORI. 4) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan olahraga. Bappeda. Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Narasumber 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport panitia Laporan Kegiatan c. FIK 3) Organisasi profesi : IDI. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota.b. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. DPRD. 18. d. PERWOSI 4) Organisasi olahraga masyarakat : KONI. 17. Dinas Pariwisata. Sasaran 1) Instansi terkait : Dispora. dll Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Transport lokal Laporan Kegiatan c. Dinas Pendidikan 2) Perguruan Tinggi : FK. YJI. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan olahraga yang dikoordininasikan dengan program lain dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Olahraga a. b. PORPI. b. 9 . Bappeda 2) LP/LS terkait : Perguruan Tinggi. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Olahraga a. Dinas Sosial. FOMI. Dinas Tenaga Kerja. Rumah Sakit. d. Organisasi Profesi 3) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 2) Perguruan Tinggi 3) Organisasi Profesi Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator Laporan Kegiatan c. Dinas PU. PPKORI. d.

Sasaran 1) Dinas Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Organisasi olahraga masyarakat : FOMI. 10 . 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. d. 21. Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan b. d. 20. 5) Organisasi kewanitaan 6) Lembaga swadaya masyarakat 7) Organisasi pelajar dan mahasiswa 8) Media massa 9) Masyarakat umum Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan c. Yayasan Jantung Indonesia. Workshop Pengembangan Jejaring Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan dan Penanggulangan PTM a. Tujuan Meningkatkan budaya hidup beraktivitas fisik dan olahraga untuk kesehatan. Seminar Pemberdayaan Masyarakat agar Bergerak untuk Sehat dan Bugar a. Bimbingan Teknis Program Kesehatan Olahraga a. b.19. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 4) Puskesmas Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk b. Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Propinsi. c. c. 4) Organisasi masyarakat : Forum Nasional Karang Taruna.

Tujuan Meningkatkan komitmen dan dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan dan penyelenggaraan upaya kesehatan olahraga di BKOM. b. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya.5) 6) d. Honor : narasumber dan moderator Transport lokal Laporan Kegiatan 22. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 3) Puskesmas 4) Instruktur fitness center dan sanggar senam Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut b. organisasi profesi terkait Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport Laporan Kegiatan c. 23. 24. Seminar Pemanfaatan Upaya Kesehatan Olahraga Bagi Fitness Center dan Sanggar Senam a. b. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) LP/LS : perguruan tinggi. Pertemuan Penyusunan Program BKOM a. Tujuan Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan olahraga di BKOM. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) Kepala Puskesmas 3) Pemda/Bappeda 4) DPRD 5) Dinas Pendidikan 6) Perguruan tinggi 7) Organisasi profesi 8) Organisasi olahraga masyarakat 11 . Sosialisasi/Advokasi Upaya Kesehatan Olahraga Tingkat Propinsi a. d. c. d.

LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. c. c. Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut d. b. profesi. Peserta 3). Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan e. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan Kegiatan. 12 . Honor Nara Sumber 3). Sasaran Peserta pertemuan terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. Sosialisasi Program Kesehatan Indera (PGPK /PGPKT) ke Kabupaten/Kota di Provinsi a. b. Khusus: 1). 2). ATK dan foto copy 2). Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. Tersosialisasinya program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran kepada Kabupaten/Kota Diperolehnya komitmen/dukungan dari Kabupaten/Kota dalam pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran. Hasil Yang Diharapkan Tersosialisasinya Program Kesehatan Indera ke Kabupaten/Kota. Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport d.c. Penggunaan Dana 1). Meliputi : 1). Bimbingan Teknis BKOM Program Kesehatan Olahraga a. Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut 26. 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait. Proses Penyelenggaraan 2). Tujuan Umum: Meningkatkan pemahaman Kabupaten/Kota mengenai pentingnya program kesehatan Indera Penglihatan/Pendengaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 25. Uang harian. Sasaran 1) Pelaksana pelayanan kesehatan olahraga di BKOM.

Tujuan Umum: Meningkatnya partisipasi Lintas Program. Meliputi : 1) Proses Penyelenggaraan 2) Peserta 3) Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 28. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera dengan LP/LS/LSM Tingkat Propinsi a. Laporan Kegiatan. Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran. Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Indera sesuai dengan peran dan bidang masing-masing. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2). Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Indera penglihatan dan pendengaran di propinsi. Khusus: 1). Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di kabupaten/kota dan Puskesmas. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. Hasil Yang Diharapkan 1). Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera Di Provinsi a. profesi. e. kabupaten/kota dan puskesmas b.27. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran. 3). Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di provinsi dan kabupaten/kota. 2). 13 . LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan Penggunaan Dana 1) ATK dan foto copy 2) Honor Nara Sumber 3) Uang harian. Tersusunnya POA program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran di masing-masing Kabupaten/kota c. 4).

ATK dan foto copy 2). 3). Tujuan Umum: Setelah menyelesaikan pelatihan. d. Adanya kesepakatan kegiatan dalam PGPK dan PGP Ketulian dengan LP. Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran Tingkat Provinsi 4). Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. 14 . transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan kegiatan.Khusus: 1). diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan Indera di dalam dan luar gedung 2) Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan Indera b. Lintas Sektor.LSM tentang pengembangan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran Tingkat Provinsi. 29. organisasi profesi terkait dan LSM di tingkat propinsi Penggunaan Dana 1). Proses Penyelenggaraan 2). LS dan LSM tingkat Provinsi b. Lintas Sektor.LS. cara pemeriksaan. Uang harian. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program. b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. Honor Nara Sumber 3). meliputi : 1). Rencana tindak lanjut pelatihan c. peserta memahami dan mampu melaksanakan pelayanan kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran yang berkualitas di Puskesmas Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Kesehatan Indera dan masalahnya. e. LSM dalam menunjang penurunan prevalensi kebutaan dan ketulian di Provinsi. Tersosialisasinya program kesehatan Indera kepada lintas program. Hasil yang diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran. Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Indera a. lintas sektor dan LSM 2). diagnose dan tatalaksana dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. cara pemeriksaan. Peserta 3). Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari : Lintas program.

Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS 15 . Rencana tindak lanjut pelatihan 30. Penggunaan Dana 1). Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. cara merujuk. c. ATK dan foto copy 2). tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) d) Peran kader/guru UKS dalam PGPK dan PGPKt 2) Peserta mampu melakukan pemeriksaan sederhana mata dan telinga 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan Indera b. Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS d. Tujuan Umum: Meningkatkan kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran sehingga mampu mengenali gangguan penglihatan dan pendengaran di masyarakat/sekolah Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan Indera dan masalahnya. Proses Penyelenggaraan 2). Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran. Pelatihan Tenaga Non Nakes (Guru Dan Kader ) Untuk Program Kesehatan Indera a. Uang harian. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e.c. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. Laporan kegiatan. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. cara pemeriksaan sederhana. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. Peserta 3). meliputi : 1). Honor Nara Sumber 3). cara merujuk. cara pemeriksaan sederhana.

Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan. Laporan kegiatan. Uang harian. Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Indera di Kabupaten/Kota . monitoring dan evaluasi 2. Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Indera a. BKMM Provinsi Sumatera Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat BKIM Provinsi Jawa Tengah BKMM Kabupaten Banyumas BKMM Provinsi Jawa Timur BKMM Provinsi Nusa Tenggara Barat BKMM Provinsi Sulawesi Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat 16 . Penggunaan Dana 1). 4. 3. Rencana tindak lanjut KEGIATAN BALAI KESEHATAN MATA/INDERA MASYARAKAT (BKMM/BKIM) Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Mata/Indera Masyarakat (BKMM/BKIM) diperuntukkan bagi UPT Daerah (Provinsi/Kabupaten) yang berjumlah 8 yaitu : 1. meliputi : 1. 5.d. 8. Honor Nara Sumber 3). 2. 6. Tujuan Umum Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Indera di Kabupaten/Kota dan Puskesmas Khusus 1. 3. Rencana tindak lanjut pelatihan 31. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan program kesehatan indera mulai dari provinsi sampai ke puskesmas b. ATK dan foto copy 2). Pembinaan. Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. 2. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Indera Provinsi c. Proses Penyelenggaraan 2). transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. Laporan kegiatan. meliputi : 1). 7. Penggunaan Dana Uang harian. Peserta 3).

transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. 3. Sasaran Pelaksana : • • c. Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut dan Puskesmas Santun Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Terlaksananya pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran di luar gedung BKMM oleh dokter spesialis BKMM/BKIM b. 4. Khusus: 1. Rencana tindak lanjut 33. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2. Diketahuinya sejauh mana pelaksanaan pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran telah dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas oleh BKMM/BKIM 2. Pembinaan Teknis Program Kesehatan Indera Oleh Tenaga Kesehatan BKMM/BKIM Ke Puskesmas a. Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Kesehatan Usia Lanjut di propinsi. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan petugas kesehatan Puskesmas untuk melaksanakan pelayanan kesehatan Indera penglihatan dan atau Pendengaran di Puskesmas. Petugas kesehatan BKMM/BKIM Petugas Puskesmas Penggunaan Dana Uang harian. Tujuan Umum: Terlaksananya transfer ilmu pengetahuan tentang teknis program kesehatan Indera dari tim teknis BKMM/BKIM ke Puskesmas. kabupaten/kota dan puskesmas 17 . Khusus: 1. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) Di Provinsi a.Rincian Kegiatan adalah : 32. Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Usia Lanjut. Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan teknis 2. meliputi : 1. 3. Laporan kegiatan.

Tersosialisasinya program kesehatan Usila kepada lintas program. 3. organisasi profesi dan LSM terkait di tingkat Propinsi 18 . LSM dalam menunjang pengembangan program kesehatan usila di Provinsi. Lintas Sektor. Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi 4. Honor Nara Sumber 3.b. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari unsur: Lintas Program. ATK dan foto copy 2. Uang harian.LS. lintas sektor dan LSM 2. Khusus: 1.LSM tentang pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi. Proses Penyelenggaraan 2. Laporan Kegiatan. Adanya kesepakatan kegiatan dalam pengembangan program kesehatan usila dengan LP. Meliputi : 1. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Usia Lanjut sesuai dengan peran dan bidang masing-masing. Peserta 3. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta Kabupaten/Kota : • Peserta Propinsi terdiri dari : unsur lintas program dan lintas sektor terkait di tingkat propinsi • Peserta Kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu Puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program. c. Penggunaan Dana 1. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 34. Pertemuan Koordinasi Dengan LP/LS/LSM Program Kesehatan Usia Lanjut Tingkat Propinsi a. Hasil yang Diharapkan 1. Lintas Sektor. Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. Tujuan Umum: Terwujudnya kemitraan dan meningkatnya partisipasi Lintas Program. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) 2. LS dan LSM tingkat Provinsi b. Tersusunnya POA program kesehatan Usia Lanjut di masing-masing Kabupaten/kota c.

Meliputi : 1). Proses Penyelenggaraan 2). Peserta 3). Meliputi : 1). transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. ATK dan foto copy 2). Pelatihan Program Kesehatan Usia Lanjut untuk Pengelola Program di Kabupaten/Kota a. Penggunaan Dana 1). Rencana tindak lanjut pelatihan 36. Laporan Kegiatan. Uang harian. ATK dan foto copy 2). Honor Nara Sumber 3). Tujuan Umum: Terselenggaranya pelayanan Kesehatan Usia Lanjut yang berkualitas di Puskesmas khususnya di Puskesmas Santun Usia Lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya. dokter spesialis kes. Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) d. Sasaran Peserta Pelatihan terdiri dari: Pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari Kabupaten/Kota yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. Laporan Kegiatan. Proses Penyelenggaraan 2). Uang harian. Peserta 3). b) Konsep Puskesmas Santun Usia Lanjut 19 . transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Honor Nara Sumber 3).d. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 35. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan pengelola program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota c. Penggunaan Dana 1). Tujuan Umum: Meningkatnya pengelolaan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota b. jiwa) dari RS d. khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric.

Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader mengenai program kesehatan Usia Lanjut. Honor Nara Sumber 6). Meliputi : 4). Uang harian. f. khususnya di kelompok usia lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya. ATK dan foto copy 5). Proses Penyelenggaraan 5).2) 3) c) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Usia Lanjut. 20 . Peserta 6). Pelatihan Tenaga Non Nakes (Kader ) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut a. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Peran kader dalam pengembangan program kesehatan usia lanjut 2) Peserta mampu meningkatkan kegiatan kelompok usia lanjut 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan usia lanjut di kelompok usia lanjut b. cara merujuk. diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan usia lanjut di dalam dan luar gedung Peserta mampu menfasilitasi pembentukan kelompok usia lanjut Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan usia lanjut e. dokter spesialis kes. b) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. Tujuan Umum: Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader mengenai mengenai program kesehatan usia lanjut sehingga dapat membantu pengembangan kesehatan usia lanjut di masyarakat. Rencana tindak lanjut pelatihan 37. Laporan Kegiatan. khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric. cara pemeriksaan. jiwa) dari RS d. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. cara pemeriksaan sederhana. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Usia Lanjut untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. Penggunaan Dana 4).

Honor Nara Sumber 3). Tujuan Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas b. Sasaran Peserta tenaga non nakes untuk program Kesehatan Usila terdiri dari: • Kader dari Kelompok Usila di beberapa Puskesmas yang dikembangkan d. 38. transport dan biaya penginapan pelaksana e. Meliputi : 1). sewa ruangan.c. monitoring dan evaluasi 2). Sasaran Penanggungjawab kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan. Tujuan Meningkatnya peran Lintas Program dan Lintas Sektor di daerah dalam rangka pengembangan program kesehatan tradisional. Uang harian. 21 . Pembinaan. Proses penyelenggaraan dan hasil pembinaan. Rencana tindak lanjut 39. 3. Penggunaan Dana 1). Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Usila di Kabupaten/Kota . sewa profesi. b. 2. dan biaya perjalanan. Proses Penyelenggaraan Pelatihan 2. Laporan Kegiatan. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Usia Lanjut Provinsi d. Hasil Yang Diharapkan 1. d. Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Usia Lanjut a. Penggunaan Dana Uang harian. Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan Program Kesehatan Usia Lanjut mulai dari Provinsi sampai ke Puskesmas c. Rencana tindak lanjut pelatihan e. ATK dan foto copy 2). Pertemuan Koordinasi LP/LS dalam rangka Pengembangan Program Kesehatan Tradisional a. Laporan Kegiatan c. Meliputi : 1. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan Kegiatan. Peserta 3.

42. Tujuan Terlaksananya pelayanan kesehatan tradisional melalui tenaga pelaksana program kesehatan tradisional yang terampil di Puskesmas binaan. Laporan Kegiatan d.40. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan kegiatan. 41. Penggunaan Dana 1) Honor Nara Sumber (SP3T dan Asosiasi Profesi) 2) ATK dan foto copy 3) Sewa Ruang 4) Uang harian. d. Bimbingan Teknis Pengelola Program Kestrad Propinsi ke Kabupaten/Kota Binaan a. Sasaran : Pemegang program Kesehatan Tradisional di Puskesmas binaan. Tujuan Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan administratif. fotokopi). c. d. Sasaran 1) 2) 3) c. Tujuan Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pengelola program kesehatan tradisional di Kabupaten/Kota binaan sehingga mereka mampu mengindentifikasi dan menginventarisasi hal-hal yang terkait dengan pengembangan program pelayanan kesehatan tradisional di wilayah masingmasing. a. transport peserta rapat dan transport bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk biaya perjalanan sampai ke sarana Battra di wilayah kerja Puskesmas. Laporan Kegiatan Orientasi Selfcare Batantra dalam pelaksanaan TOGA dan Akupunktur bagi Petugas Puskesmas. rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan LS terkait bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. Pelaksana kegiatan di SP3T dan UT-SP3T Pengelola Program Kesehatan Tradisional di Dinas Kesehatan Provinsi Lintas Sektor terkait Penggunaan Dana (ATK. Sasaran : Kabupaten/Kota dan Puskesmas binaan. 22 . b. b. Operasional SP3T/BKTM a. meliputi : 1) Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 2) Pelaksanaan Kegiatan 3) Laporan Pelaksanaan kegiatan c. b.

c. Sasaran Para pengobat Tradisional asing yang bekerja sebagai konsultan Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk transport ke lokasi kegiatan Pengobat Tradisional Asing. d. penggandaan fotocopy dan transport/biaya perjalanan narasumber dan peserta. ATK. Tujuan Meningkatnya peran LP dan LS terkait di Provinsi dalam melakukan pembinaan & pengawasan Pengobat Tradisional Asing yang bekerja sebagai konsultan di wilayah kerjanya. b. Laporan kegiatan 1) Proses penyelenggaraan dan hasil monitoring dan evaluasi 2) Rencana tindak lanjut b. Laporan kegiatan 23 . 44. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Tradisional di Provinsi a. Sasaran 1) LP & LS di tingkat Provinsi 2) Penanggungjawab program di Dinkes Kab/Kota 3) Puskesmas binaan c. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan. Monev Pengobatan Tradisional Asing a.43. d. Tujuan Untuk melaksanakan koordinasi dan Evaluasi terhadap pengembangan program kesehatan tradisional di daerah binaan serta melakukan konsultasi ke Pusat tentang permasalahan yang dihadapi.

masih mengalami beberapa hambatan dalam alur pencatatan dan pelaporannya. c. ketidakjelasan penanggung jawab data dan informasi Puskesmas di tingkat Propinsi dan kabupaten / kota serta ketidakjelasan mekanisme dan pembiayaan dalam pengelolaan data dan informasi. 24 . Tersedianya data dasar Puskesmas yang dimutahirkan setiap 6 (enam) bulan sekali. d. pengumpulan dan penyajian serta pendistribusian data dan informasi Puskesmas Sehubungan dengan hal tersebut. Jenis Kegiatan : Pertemuan Uraian Pembiayaan 1) 2) 3) 4) Transport Biaya Penginapan Uang Harian ATK C. Luaran 1. Latar Belakang Upaya penyediaan data dan informasi. perlu diselenggarakan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen dalam upaya penyediaan data dan informasi Puskesmas. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. Koordinasi Teknis dan Pemutakhiran Data Puskesmas a. Propinsi ke pusat 2. Propinsi maupun kabupaten / kota. Sasaran Tim Pengelola data dan informasi Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dan Propinsi. SP2TPT/SP3 dan data dasar Puskesmas secara periodik dan berkesinambungan di setiap tingkatan administrasi. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah guna terselenggaranya Sistem Informasi Manajemen yang baik antara lain : Pembentukan Tim Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota melalui koordinasi teknis dan pemutakhiran data. Hal ini ditandai dengan tidak jelasnya kebutuhan jenis indikator dan data pendukung yang diperlukan di masing–masing tingkat administrasi. Puskesmas ke kabupaten b. baik ditingkat pusat. Tujuan Tersedianya data dan informasi program. D. b. Laporan Program. Kabupaten/Kota ke Propinsi c. B. SP2TP/SP3 secara periodik a. E. Kegiatan-Kegiatan 1.PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN A. Tujuan Teridentifikasinya kebutuhan data di tingkat Propinsi dan Kabupaten / Kota serta ter-updatenya data dasar dan data Program Puskesmas.

25 . b. Tujuan Mengidentifikasi masalah penyediaan data Puskesmas di tingkat Kabupaten/Kota. Luaran Data dasar dan data program Puskesmas yang telah dimutakhirkan. b. Laporan Kegiatan Perjalanan Dinas 3. Luaran Teridentifikasinya masalah penyediaan data Puskesmas di Kabupaten / Kota. f. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi dan Kabupaten / Kota. Pengadaan ATK dan Komputer Supply a. 2. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. Laporan Kegiatan Dokumen data dan informasi Puskesmas. d. d. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi Kabupaten/Kota. e. Uraian Pembiayaan 1) Transport Petugas Propinsi 2) Transport Petugas Kabupaten / Kota Luaran Data dasar dan data program Puskesmas. Uraian Pembiayaan Komputer Supply Propinsi dan Kabupaten / Kota ATK Propinsi dan Kabupaten / Kota. Jenis Kegiatan Perjalanan Pengelola Data dan Informasi Propinsi ke Kabupaten/Kota. d. Tujuan Melengkapi kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data. dan e. Jenis Kegiatan Penyediaan ATK dan Komputer Supply. c. Uraian Pembiayaan Transport petugas Propinsi. c. Pengumpulan dan Pengolahan Data a. b. Laporan Kegiatan Supervisi dan Bimbingan Teknis a. f. f. Tujuan Mengumpulkan dan mengolah data dan informasi Puskesmas. Jenis Kegiatan Pengumpulan dan Pengolahan Data Puskesmas. 4. c.e.

SP2TP/SP3 ke Propinsi. Luaran Terpenuhinya kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data.e. Laporan kegiatan Pengelola Data dan Informasi Kabupaten Wajib Mengirim Laporan Rekap Program. selanjutnya Propinsi ke Pusat sebagai Bentuk Pertanggungjawaban setiap Pencairan Dana 26 . f.

Latar Belakang Perkembangan IPTEK dan industrialisasi memberikan dampak positif maupun negatif. penyakit infeksi seperti HIV/AIDS. Disamping itu jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat gangguan kesehatan dan keselamatan kerja jumlahnya sangat besar. 16% hearing loss. akan mengeluarkan biaya yang cukup besar. Jika dilihat persentase anggota kepesertaan Jamsostek yang hanya 23.3 juta pekerja formal. kebisingan. TBC dan lain lain.1 Milliar dan klaim kematian kepada anggota aktifnya sebesar Rp.35%) dan 43.5% gangguan THT dan 1. Dampak positif adalah tersedianya lapangan kerja. Begitu pula penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses produksi semakin meningkat juga.59 % dari seluruh pekerja di Indonesia. 2. Menurut profil masalah kesehatan pekerja di Indonesia tahun 2005 diketahui 40. Saat ini.3% gangguan kulit. Keluhan tersebut antara lain 16% musculo-skeletal disorders. Selain itu dalam era globalisasi. bronkus. ILO memperkirakan bahwa cakupan layanan kesehatan kerja untuk keseluruhan tenaga kerja di Negara berkembang hanya mencapai sekitar 5% . pengusaha. 9% infeksi trachea. risiko ergonomik (misalnya. maka dapat diperkirakan bahwa kerugian akibat kecelakaan. Faktor risiko pekerjaan memberi kontribusi terhadap Global Burden Disease sebanyak 800 ribu dari 2. baik dari segi jumlah maupun jenisnya. sedangkan dampak negatif adalah timbulnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan maupun lingkugannya. Masalah kesehatan dan keselamatan kerja. dan news-emerging disease termasuk penyakit akibat kerja sebagai dampak dari berbagai bahaya potensial di tempat kerja. dan pekerja karena merupakan salah satu pra syarat dalam hubungan ekonomi antar negara. kesehatan dan keselamatan kerja merupakan persyaratan yang harus dipenuhi setiap tempat kerja. beban pekerja semakin berat. Seperti dalam perdagangan dunia yang mensyaratkan perusahan telah mendapat sertifikat ISO 14000 (Lingkungan) dan OSHAS 18001 (Kesehatan dan Keselamatan kerja).2 juta kematian setiap tahun adalah disebabkan oleh bahan-bahan kimia karsinogenik. 565 Milliar. gangguan kesehatan. Meskipun demikian. khususnya di Negara-negara berkembang. yang terdiri dari pembayaran klaim kecelakaan dan penyakit sebesar Rp.48 juta pekerja. 8% luka-luka dan 2% leukemia.BAB V KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA A. partikulat yang ada di udara (airborne particulates). gangguan kesehatan. 11% asma. Faktor risiko Global Illness and Injury adalah 37% akibat back pain. dari data BPS tahun 2008 diketahui bahwa jumlah angkatan kerja sebanyak 111. bisa melebihi Rp 2 triliun sedangkan berdasarkan data DK3N biaya yang dikeluarkan untuk 50 trilyun kerugian akibat kecelakaan. perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. 6% gangguan syaraf.10%. sebagian besar dari jumlah tersebut bekerja di sektor informal (56. 3% gangguan saluran pernapasan. risiko dari luka traumatik. Jumlah angkatan kerja di Indonesia semakin meningkat. penyakit degeneratif. mengingat pertumbuhan dan perkembangan industri berteknologi maju berlangsung sangat pesat. 292.65% sektor formal yang tersebar pada berbagai lapangan pekerjaan.5% pekerja mengalami gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaannya. PT Jamsostek (2008) yang memiliki anggota sebesar 26. dan kematian akibat kerja. 272. Akses ke pelayanan kesehatan masih terbilang rendah bagi sebagian besar pekerja. dan kematian akibat kerja. 8% kardiovaskuler. back pain). 13% COPD. 1 . pekerja Indonesia masih menghadapi penyakit menular yang cenderung meningkat. Di masa depan. tingkat cakupan layanan kesehatan kerja telah mengalami sedikit perubahan pada beberapa dekade terakhkir. dan kanker paru-paru.9 Milliar. terpaksa membayar klaim asuransi sebesar Rp.

Padahal, meskipun di Negara berkembang, dengan sedikit pengecualian, cakupan yang seharusnya adalah 20% - 50%. (Regional Framework for Action for Occupational Health 2006-2010, WHO 2006) Dengan berbagai masalah yang terjadi dan tantangan yang dihadapi, maka perlu dilakukan peningkatan Upaya Kesehatan Kerja melalui penguatan program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas dan tempat kerja serta peningkatan kualitas SDM maupun dalam pelayanan kesehatan kerja.

B.

Tujuan Menurunnya angka kesakitan, kecelakaan dan penyakit akibat kerja sehingga pekerja dapat terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan sehingga pekerja sehat dan produktif.

C.

Tujuan Khusus 1. Meningkatkan cakupan Puskesmas di daerah industri yang melaksanakan Upaya Kesehatan Kerja menjadi 60% pada tahun 2009. 2. Meningkatkan cakupan tempat kerja (formal) yang menerapkan Kesehatan Kerja menjadi 50% pada tahun 2009.

2

D.

Sasaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengelola Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota Penanggung Jawab kesehatan Kerja di Tempat Kerja Sarana Kesehatan Puskesmas Kawasan Industri dan Klinik Perusahaan Lintas Sektor dan Lintas Program Masyarakat Pekerja Praktisi dan LSM

E.

Kegiatan-Kegiatan 1. Peningkatan Kapasitas/Pelatihan SDM Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/ Kota dan Puskesmas. a. Tujuan Meningkatnya kemampuan tenaga kesehatan kerja baik di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam melaksanakan upaya kesehatan kerja. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota, dan Puskesmas. Untuk pelatihan Dokter dalam Diagnosis PAK sasarannya adalah Dokter Puskesmas, Dokter Rumah Sakit. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Peningkatan Kapasitas SDM Kesehatan Kerja di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi meliputi : 1) Orientasi Kesehatan Kerja Bagi Petugas dan Kepala Puskesmas di Kawasan/Sentra Industri 2) Pelatihan Petugas Kesehatan Kaupaten/Kota 3) Pelatihan Teknis Kesehatan Kerja bagi PetugasKabupaten/Kota dan Puskesmas. 4) Pelatihan Dokter dalam Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK). 5) Pelatihan tanggap darurat (emergency respons) di tempat kerja d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan dapat dipakai untuk membiayai honor pengarah kegiatan. 2) Belanja Bahan meliputi ATK: dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan, belanja bahan meliputi ATK : dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan. 3) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk rapat persiapan di Propinsi.. 4) Belanja Jasa Lainnya dipakai untuk membiayai rapat persiapan di daerah dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. 5) Belanja Perjalanan Lainnya : dipakai untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber Propinsi/Kabupaten/Kota, panitia dan peserta. e. Laporan Kegiatan

2.

Pengembangan Jejaring, Kelembagaan dan organisasi Kesehatan Kerja 2.a Pemberdayaan Klinik Perusahaan (Pelatihan Peningkatan Petugas Klinik Perusahaan, sosialisasi sistim pelaporan, mapping kelompok kerja dan klinik perusahaan) a. Tujuan Diperolehnya mekanisme kerjasama, jejaring dalam pelayanan kesehatan kerja antara Klinik Perusahaan, Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

3

b.

c.

d.

e.

Sasaran Sasaran dalam Pemberdayaan Klinik perusahaan adalah : 1) Dinas Kesehatan Propinsi (PJ. Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 2) Dinas kesehatan Kabupaten/Kota (Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 3) Puskesmas yang mempunyai Klinik Perusahaan di wilayah kerjanya. 4) Klinik Perusahaan. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Pemberdayaan Klinik Perusahaan adalah sebagai berikut: 1) Pertemuan Tingkat Propinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk Identifikasi Klinik Perusahaan yang ada di Kabupaten/Kota dan membahas tentang pembinaan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta permasalahan dan hambatan yang ditemui (kerjasama dengan subdin Yankes). 2) Pertemuan Sinkronisasi di Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota dengan Klinik Perusahaan, manajemen perusahaan, dan Puskesmas serta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang mempunyai klinik perusahaan di wilayah kerjanya (kerjasama dengan Subdin Yankes) 3) Sosialisasi sistim pelaporan,maping kelompok kerja dan klinik perusahaan. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan, digunakan untuk membiayai kelengkapan ATK kegiatan dan penggandaan/fotokopi bahan-bahan pelatihan. 2) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk membiayai rapat persiapan di Propinsi. 3) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya, digunakan untuk membiayai transport lokal pertemuan tingkat Propinsi dalam rangka mengidentifikasi klinik perusahaan, dan pertemuan sinkronisasi di tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber daerah, panitia dan peserta. Laporan Kegiatan

2.b. Pemberdayaan Masyarakat Pekerja Untuk mendukung Desa Siaga a. Tujuan Meningkatnya kesadaran masyarakat pekerja untuk hidup sehat melalui pelatihan petugas kesehatan di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas serta kader Pos UKK untuk mendukung Desa Siaga. b. Sasaran Kabupaten/Kota, Puskesmas dan Kader. c. Lingkup Kegiatan 1) Survey Mawas Diri (SMD) 2) Advokasi/Sosialisasi lintas sektor Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan masyarakat pekerja untuk mendukung Desa Siaga 3) Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 4) Pelatihan Tingkat Kabupaten/Kota untuk Petugas Puskesmas 3) Pelatihan Kader 5) Intervensi (stimulan) 6) Pembinaan d. Penggunaan Dana Dana yang ada digunakan untuk melaksanakan pelatihan petugas Kabupaten/Kota, Puskesmas dan kader. Adapun Jenis Belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Sewa, Barang Non-Opersaional Lainnya dan Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. e. Laporan Kegiatan

4

2. c Pengembangan Model Pelayanan Kesehatan kerja (Spesifik Daerah) a. Tujuan Meningkatnya kualitas upaya kesehatan pada pekerja sesuai dengan spesifik daerah (daerah industri, atau kelompok pekerja tertentu). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan 1) Pertemuan Sosialisasi K3 dan Pelayanan Kesehatan Kerja Pos UKK di tempat kerja 2) Fasilitasi/Pembinaan dan evaluasi Puskesmas pada kawasan/sentra industri 3) Pemberian stimulan/intervensi untuk Puskesmas Percontohan. 4) Pengembangan SIM Kesehatan Kerja 5) Pengukuran tingkat paparan pestisida 6) Validasi data program kesehatan kerja di Perusahaan 7) Peningkatan kapasitas RR Puskesmas dan kab/kota dalam pengelolaan data kesehatan kerja d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan 2.d. Pengembangan Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM) a. Tujuan Tersedianya informasi yang mendukung pembentukan dan pengembangan BKKM. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota dan BKKM c. Lingkup Kegiatan - Pengkajian lapangan untuk BKKM - Peningkatan kapasitas SDM BKKM - Seminar hasil survei di 2 kab/kota - Pertemuan dalam rangka sistim pencatatan dan pelaporan kesehatan kerja bagi 3 BKKM dan Puskesmas d. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan digunakan untuk mebiayai ATK dan fotokopi kegiatan. 2) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk mebiayai trasnport, uang harian dan biaya penginapan petugas. e. Laporan Kegiatan 2.e. Mendukung Pembentukan Kab/Kota Percontohan a. Tujuan Mendukung terselenggaranya Kesehatan Kerja Paripurna di Kab/Kota Percontohan b. Sasaran Kabupaten/Kota Percontohan, Sarana Kesehatan, Dan Tempat Kerja c. Lingkup Kegiatan Koordinasi dan pengorganisasian Kesehatan Kerja di Tingkat administrasi 1) Pembentukan Forum Komunikasi 2) Rapat Lintas sektor lintas program d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan

5

2.f. Forum Komunikasi/koordinasi/sinkronisasi kesehatan kerja Lintas Sektor a. Tujuan 1) Tersusunnya Kesepakatan dan Rencana Kerja oleh seluruh lintas sektor terkait. 2) Tersosialisasi program dan kegiatan kesehatan kerja b. Sasaran Lintas sektor yang terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Pemda, Dinas pertanian, Dinas Perikanan dan lain-lain. c. Lingkup Kegiatan 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Pelaksanaan Forum Koordinasi 3) Laporan pelaksanaan d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya e. Laporan Kegiatan

3.

Penyusunan data dan informasi kesehatan kerja 3.1. Survei Cepat/Pemetaan Data Kesehatan Kerja/Risk Assesment di Puskesmas, Kabupaten/ Kota dan Propinsi a. Tujuan Tersedianya data tentang kondisi kesehatan pada pekerja di wilayah kerja (Puskesmas, Kabupaten/Kota, dan Propinsi). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam survei cepat meliputi tahapan sebagai berikut : 1) Rapat Persiapan 2) Penjajagan Lapangan 3) Pelatihan Pewawancara 4) Uji Coba Kuesioner 5) Pengumpulan Data 6) Seminar Hasil d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan digunakan untuk membiayai tenaga peneliti, pengumpul dan pengolah data. 2) Belanja Bahan digunakan untuk membiayai ATK, fotokopi, dan konsumsi. 3) Belanja Jasa Profesi digunakan untuk membiayai pengajar, pembicara dan moderator. 4) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan petugas penjajagan lapangan, pelatihan pewawancara, uji coba kuesioner dan pengumpul data serta seminar hasil. e. Laporan Kegiatan

4. Koordinasi, Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Kerja & Pembinaan ke Kabupaten/Kota dan konsultasi ke pusat a. Tujuan Tersusunnya rencana kerja program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta dengan lintas sektor dan lintas program secara terpadu dan berkesinambungan. b. Sasaran Pusat, Propinsi, dan Kabupaten/Kota. c. Lingkup Kegiatan

6

koordinasi. yang kegiatannya meliputi : 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Perencanaan 3) Bimbingan teknis 4) Mengikuti pertemuan Konsultasi Regional 5) Pertemuan Evaluasi 6) Konsultasi ke Pusat 7) Penyusunan RKKAL Penggunaan Dana Dana yang tersedia digunakan untuk kegiatan perencanaan. e. Pencetakan/penggandaan buku pedoman kesehatan kerja 7 . Laporan Kegiatan 5.d. Kegiatan koordinasi. Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. Belanja Bahan. pembinaan dan evaluasi program. Adapun jenis belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan/Belanja Jasa Profesi. Penunjang Operasional Kegiatan di Propinsi o o o o o o o o Administrasi Kegiatan Belanja Uang Honor yang terkait dengan output kegiatan Honor Pejabat Pembuat Komitmen Honor Bendahara/Pemegang Uang Muka Kerja Honor Staf Administrasi Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. perencanaan dan evaluasi dilaksanakan di tingkat Propinsi Koordinasi perencanaan dan evaluasi di Pusat dan di Propinsi.

4. Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan dan Sistem Penyelenggaraan Keuangan Negara. TUJUAN Meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat pada ibu hamil. 3. PSG. (4). 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan no. APBD dan sumber-sumber lain yang tidak mengikat. tidak ada kasus kretin baru dan tidak ada kasus xeroftalmia pada balita. bayi dan balita. LATAR BELAKANG Program perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ditandai dengan menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 20%.BAB VI KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT A. maka didalam dokumen Rencana Strategi Departemen Kesehatan 2006-2010. D. Meningkatkan pembiayaan kesehatan. 6. 5.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. 7. Ada 4 (empat) strategi utama untuk mencapai Kadarzi yaitu: (1). Sumber dana untuk pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat diperoleh dari APBN. Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya pada tahun 2010. SASARAN Cakupan balita yang ditimbang menjadi 75 % Cakupan bayi dan balita dapat kapsul vitamin A menjadi 80% Cakupan ibu hamil dapat tablet Fe 90 tablet menjadi 60% Cakupan bayi umur 6 bulan dapat ASI secara eksklusif menjadi 63% Cakupan balita BGM umur 6-24 bulan GAKIN dapat MP-ASI menjadi 100 % Cakupan balita gizi buruk dapat perawatan menjadi 100 % Persentase desa dengan garam beryodium baik 65% Cakupan kabupaten/kota melaksanakan surveilans gizi (PWS. Pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat di daerah mengacu pada Undang-undang no. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat. C. SKD-KLB. upaya perbaikan gizi diarahkan pada pencapaian sasaran antara yaitu seluruh Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana Anggaran Program Perbaikan Gizi Masyarakat di tingkat provinsi 2) 1 . LINGKUP KEGIATAN PROGRAM PERBAIKAN GIZI a. B. (2). dan SKPG) menjadi 100 % 1. monitoring dan informasi kesehatan. (3). Meningkatkan sistem surveilans. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. 2. serta kelompok usia produktif.

panitia. diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Hasil Konsultasi. dan kelengkapan peserta e) Dokumentasi. yang diperuntukkan: a) Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen. Penandatangan SPM. Bendahara Pengeluaran. dll.net 4) b. publikasi/spanduk. fotokopi. pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta. Tujuan. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta. 2) 3) 4) c. dan Staf Pelaksana b) Biaya fotokopi. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota Penggunaan Anggaran Anggaran konsultasi ini digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. panitia. f) Biaya Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Laporan Kegiatan a) Laporan Hasil Kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. c) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer d) Belanja Bahan Alat Tulis Kantor (ATK). narasumber) d) Biaya ATK. b) Penanggungjawab dan pelaksana program gizi melaporkan realisasi keuangan kegiatan program perbaikan gizi ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui email www.3) Penggunaan Anggaran Anggaran Administrasi Kegiatan digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. narasumber) c) Uang Harian (peserta. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi b) Biaya Penginapan c) Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. panitia. PUMK. e) Biaya Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa. pengajar. Penguji SPP. dan komunikasi cepat. pengajar. 2) 3) 2 . penggandaan dokumen. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Kabupaten/Kota ke Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan kebijakan program perbaikan gizi masyarakat antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota sehingga menjadi lebih harmonis. dan Rencana Tindak-Lanjut. f) Biaya sewa gedung pertemuan. narasumber. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Provinsi ke Pusat 1) Tujuan Tujuan kegiatan konsultasi Program adalah untuk menyelaraskan antara kebijakan program perbaikan gizi masyarakat dari Pusat dengan kesiapan Daerah dalam pelaksanaan program. surat-menyurat. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat provinsi Penggunaan Anggaran Anggaran Konsultasi digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah.info@gizi.

Dokumentasi. 7. serta unsur lintas sektor terkait sesuai dengan kebutuhan daerah. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil pertemuan nasional. pengajar. dan Rencana Tindak-Lanjut. dan biaya makalah. dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Tujuan. 5. Narasumber. Peserta Peserta pertemuan ini terdiri dari penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Biaya ATK. narasumber) 3. Biaya Penginapan (peserta. Biaya Transportasi 2. sesuai dengan Kerangka Acuan. 2) 3) 4) f.4) Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. dan kelengkapan peserta 6. panitia. dll. Biaya sewa gedung pertemuan. panitia. pengajar) 2. Biaya Transportasi (peserta. Biaya Penginapan 3. publikasi/spanduk. narasumber. disertai Rencana Tindak-Lanjut. narasumber) 4. dikirimkan kepada Kadinkes Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Kadinkes Provinsi. Pertemuan Perencanaan. Kursus Penyegaran Ilmu Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kapasitas dan pengetahuan gizi mutakhir bagi ahli gizi di tingkat provinsi. panitia. Pertemuan Evaluasi Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Evaluasi kinerja dan pencapaian target sasaran program perbaikan gizi secara nasional. Hasil Konsultasi. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. Pemantapan dan Evaluasi Program Perbaikan Gizi di Provinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan manajemen pengelolaan program perbaikan gizi masyarakat di provinsi dan kabupaten/kota. d. Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Uang Harian (peserta. unsur lintas program. 3 . sesuai dengan Kerangka Acuan. 2) 3) 4) e. pengajar. Honorarium Pengajar. unsur lintas program dan lintas sektor terkait gizi sesuai dengan kebutuhan daerah. Peserta Peserta pertemuan ini meliputi penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Provinsi. fotokopi.

Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. Biaya Transportasi 2. disertai Rencana Tindak-Lanjut. Sasaran Lembaga legislatif daerah. Sosialisasi Respon Cepat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meyelaraskan kebijakan daerah dalam mendukung program perbaikan gizi masyarakat. dll. dan biaya makalah. narasumber) c) Uang Harian (peserta. e) Biaya ATK. Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. pengajar. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. Petugas gizi Puskesmas 2) 4 .2) Pelaksana Penanggungjawab/pelaksana program gizi dan ahli gizi dan organisasi profesi gizi (PERSAGI) di Provinsi. narasumber. Pengelola program gizi kabupaten/kota b. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil kursus penyegar ilmu gizi nasional. dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan. panitia. 3) 4) g. fotokopi. narasumber) d) Honorarium Pengajar. serta menindak lanjuti melalui koordinasi dengan program terkait oleh pengelola program perbaikan gizi di kabupaten/kota dan Puskesmas Pelaksana a. Narasumber. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta. dan kelengkapan peserta f) Biaya dokumentasi. pengajar. Biaya Penginapan 3. pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta. Peningkatan Kapasitas Dalam Deteksi Dini Kasus Kurang Gizi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah ditemukannya kasus kurang gizi dengan faktor penyebab timbulnya masalah. sesuai dengan Kerangka Acuan. sesuai dengan Kerangka Acuan. pimpinan instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terkait sebagai pendukung program perbaikan gizi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. publikasi/spanduk. h. sehingga menjadi lebih terarah. panitia. antara Dinas Kesehatan dengan Dinas terkait lainnya serta pemerintah daerah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Provinsi atau Kabupaten/Kota. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. panitia. g) Biaya sewa gedung pertemuan.

Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit (dokter. Foto Copy. Peserta a. meliputi : .Uang penginapan Laporan Kegiatan a. Ada data kasus kurang gizi yang diketemukan 4) i.Honor makalah. dan pengajar b. transport lokal pengajar. 3) 4) j. Belanja bahan : Bahan ATK. Belanja uang honor tidak tetap.Uang harian . ahli gizi. 2) Sasaran a. Petugas gizi Puskesmas Penggunaan Dana a.Transport peserta.Uang penginapan Laporan Kegiatan Dokumen laporan pertemuan. fotocopy.Transport peserta. Pengelola program gizi kabupaten/kota b. Panitia dan pengajar b.Uang harian . Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota Penggunaan dana 2) 3) 5 . dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) . dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) . perawat/bidan) b.Honor makalah. Peningkatan Kapasitas Tatalaksana Gizi Buruk bagi Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit. Belanja bahan : Bahan ATK. Belanja uang honor tidak tetap. dan konsumsi c. Belanja perjalanan lainnya . Peningkatan Kapasitas Kabupaten/Kota/Puskesmas 1) Pengelola Program Perbaikan Gizi Tujuan Meningkatkan kapasitas teknis dan administrasi pengelola program perbaikan gizi di Kabupaten/Kota/Puskesmas. 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi rumah sakit dalam pelayanan anak gizi buruk sesuai standar. Belanja perjalanan lainnya . Laporan pelaksanaan pelatihan deteksi dini kasus kurang gizi b. honor panitia. transport lokal pengajar.3) Penggunaan Dana a. Konsumsi c. meliputi : .

Uang harian. foto copy. 3. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan peningkatan kapasitas konselor ASI. Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan . . Uang harian. Perjalanan : Transport peserta/panitia.Tenaga Gizi Puskesmas Penggunaan dana 1. Sewa ruangan. Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer. Sewa ruangan. Bahan praktek. 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim Konselor ASI. Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia. Lain-lain : Surat menyurat. Perjalanan : Transport narasumber. Uang harian. Biaya penginapan Lain-lain : Surat menyurat. Peningkatan Kapasitas Konselor Menyusui. peserta/panitia. 2.Pengelola program gizi Dinkes Kab/Kota Penggunaan dana a) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia b) Belanja bahan meliputi Bahan ATK dan komputer c) Perjalanan : Transport peserta/panitia. foto copy. foto copy.Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tatalaksana gizi buruk tim asuhan gizi di RS. Biaya penginapan d) Lain-lain : Surat menyurat. Sewa kendaraan roda empat.Laporan monitoring pasca pelatihan 2) 3) 4) 6 . Home economic set. l. ahli gizi.Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tim asuhan gizi Puskesmas dalam rangka penanganan gizi buruk . perawat/bidan) . Biaya penginapan 4. Laporan Kegiatan .Tim asuhan gizi Puskesmas (dokter.Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan tatalaksana gizi buruk di Rumah Sakit. Peningkatan Kapasitas Tim Asuhan Gizi Puskesmas Dalam Rangka Penanganan Gizi Buruk 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi Puskesmas dalam pelayanan kasus gizi buruk Peserta . Sewa kendaraan roda empat. Sewa kendaraan. Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan konseling ASI di RS dan Puskesmas. Bahan praktek. Peserta . bahan kontak. Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer. k.a) b) c) d) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia.Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota . home economic set. Bahan praktek.

c) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.net . pengiriman dan penyimpanan susu cair dan dukungan operasaional pengelola bansos Kabupaten/Kota) . Pemantauan dan Pembinaan Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kinerja pengelola program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota melalui pembinaan teknis dan evaluasi pelaksanaan program gizi Sasaran Pelaksana dan penanggung jawab program perbaikan gizi di kabupaten/kota Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport. Pemantauan status gizi (PSG-KADARZI) 1) Tujuan Terlaksananya PSG-Kadarzi dan tersedianya informasi status gizi balita dan norma keluarga sadar gizi (KADARZI) secara berkala. cepat. Uang penginapan Laporan Kegiatan a.m. 4) o.Laporan evaluasi hasil bintek sebagai bahan perencanaan program 2) 3) 4) n. Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana program gizi kabupaten/kota 2) 7 . Laporan kegiatan Bintek . Pengiriman dan penyimpanan MP-ASI. Pelaksana • Penanggung jawab dan pelaksana program perbaikan gizi Provinsi dan Kabupaten/Kota • Petugas gizi Puskesmas 2) Pelaksanaan PSG : Pelaksanaan kegiatan Pemantauan Status Gizi dan KADARZI harus mengacu pada petunjuk teknis Pemantauan Status Gizi dan KADARZI yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Gizi Masyarakat tahun 2009 3) Penggunaan dana a) Biaya transport pengambilan sampel b) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia). d) Foto copy. Pemantauan dan Pembinaan dana Bantuan Sosial Gizi ke Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kinerja Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan dana bantuan sosial program gizi (Operasional Posyandu.info@gizi. ATK dan penggandaan formulir PSG e) Biaya entry data Laporan Kegiatan Laporan hasil pelaksanaan PSG KADARZI dikirim ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui Pos dan email ke www. Uang harian. tepat dan akurat.

b) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Penerbitan Majalah/Buletin gizi 1) Tujuan Tersedianya media informasi dan komunikasi tentang perkembangan program gizi untuk berbagai kalangan.Honor tim teknis .Honor sekretariat b) Belanja bahan : Bahan ATK. Uang penginapan Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan Bintek bantuan sosial b) Laporan evaluasi hasil bintek bantuan sosial sebagai bahan perencanaan program c) Laporan tahunan pelaksanaan bansos Kabupaten/Kota meliputi laporan keuangan. Pelaksana a) Pelaku dan pemerhati masalah gizi b) Lintas sektor dan lintas program terkait dengan program gizi Penggunaan dana a) Belanja uang honor tidak tetap : . komputer. c) Belanja jasa profesi : honor penulis buletin Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan penerbitan majalah/buletin 2) 3) 4) q. 2) 3) 4) 8 . Pelacakan Kasus Gizi Buruk di Wilayah Kerja Puskesmas 1) Tujuan Menemukan dan mengidentifikasi secara dini kasus gizi buruk dalam rangka menetapkan pemberian intervensi bagi penderita secara tepat dan cepat Pelaksana a) Penanggung jawab dan pelaksana program gizi Kabupaten/Kota b) Petugas gizi Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia). kegiatan dan hambatan/masalah Bansos 4) p.3) Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport. foto copy dan penggandaan bulletin JIPG. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan pelacakan kasus. Uang harian.

dan Kelompok Miskin.00. yang diukur dengan indikator kesehatan terkait dengan MDGs.26. Tujuan Meningkatkan status kesehatan masyarakat di lokasi proyek. dengan pagu untuk keseluruhan 9 provinsi sejumlah Rp. Meningkatkan kapasitas daerah dalam menjamin kualitas pelayanan kesehatan dan KB 2. KEGIATAN DHS-2 Latar Belakang Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan.BAB VII KEGIATAN PROYEK PHLN I.621. Kalimantan Selatan. bayi. Komponen II: Pemberdayaan masyarakat.69.00. difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan Ibu. Kalimantan Tengah.946. Sulawesi Barat. Proyek ini akan membantu meningkatkan status kesehatan masyarakat pada lokasi proyek. Pembiayaan dari kegiatan ini berasal dari dana pinjaman ADB (Loan 2074.00. Komponen kegiatan 1.585. Gorontalo. Kualitas dan Sustainabilitas Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Daerah 3. yang dibiayai dari dana pinjaman ADB sebesar Rp.674. dengan pengaturan penggunaan berdasarkan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Depkeu yang diterbitkan untuk kepentingan tersebut. Meningkatkan kapasitas Depkes dan BKKBN dlm mendukung pemerintah daerah dlm penyelenggaraan pelayanan kesehatan C.000. Meningkatkan Pemerataan. Bangka Belitung. 2075-INO) dan dana APBN (RMP dan RM). Anak. Wilayah kerja proyek meliputi 90 kabupaten/kota yang berada di 9 provinsi (Sumatera Selatan. Komponen III: Revitalisasi Program KB 4. dengan memberikan penekanan pada kebutuhan wanita. melalui peningkatan pelayanan dasar (PHC).000.522. anak-anak dan keluarga miskin. A. telah menerima pinjaman dari ADB untuk membiayai proyek DHS2 dan sejak 29 Maret 2005 proyek dinyatakan efektif serta akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Sulawesi Selatan. Komponen IV: Peningkatan kapasitas kabupaten/kota dalam desentralisasi . B. dan dana APBN sebesar Rp. Secara khusus Proyek bertujuan: 1.937.000. Pada tahun anggaran 2009 kegiatan ini merupakan tahun ke 5. dan Nusa Tenggara Tumur). Bayi. 96. yang kinerjanya diukur dari indikator-indikator dari MDG’s. Komponen I: Penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak 2. Nusa Tenggara Barat. dalam pelaksanaan Model Operasional Desa Siaga Dukungan sektor swasta bekerjasama dengan masyarakat untuk pencapaian target MDG’s 3.

Biaya lain-lain: konsumsi. biaya menginap. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) d) Biaya bahan: ATK. 2 . fotokopi. Administrasi Kegiatan (0002) 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk terlaksana dan lancarnya Pengelolaan Proyek DHS2. mempercepat jalannya komunikasi. onitoring dan evaluasi Proyek DHS2 di Kab/Kota Se Kalimantan Selatan. 2) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota. d. sesuai dengan tugas dan fungsinya. tersedianya sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2. b. supply komputer Biaya honor narasumber/pengajar/instruktur. Kegiatan-kegiatan a. Pendidikan dan Pelatihan Teknis (0012) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan/ kemampuan/ ketrampilan para tenaga kesehatan. penggandaan. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) 4) Honorarium yang terkait dengan operasional Satker. 2) Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana kegiatan DHS-II ADB di tingkat provinsi dan kabupaten /kota. uang harian.5. Biaya perjalanan: transport. Honorarium yang terkait dengan output kegiatan. Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. satu eksemplar dikirim ke Sekretariat Proyek Pusat untuk dikompilasi bersama laporan dari Propinsi lainnya. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan segera disampaikan kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh Panitia Pelaksana Pelatihan. Biaya jasa listrik. Komponen V: Peningkatan peranan pusat untuk mendukung desentralisasi pelayanan kesehatan D.

d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dokumen penyajian. kabupaten/kota. dll Biaya perjalanan: transport. b) Sasaran Masyarakat. Penyusunan Program & Rencana Kerja/Teknis/Program (0051) 1) Rapat Koordinasi Dewan Kesehatan Kab/Kota a) Tujuan Untuk mendapat masukan dari kab/kota tentang pembiayaan kesehatan di daerah masing – masing b) Sasaran Anggota Dewan Kesehatan Kabupaten/Kota c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. lembaga sosial desa. fotocopy. dll Biaya sewa: gedung Biaya perjalanan: transport. jadwal. dokumen penyajian. dan tindak lanjut. spanduk. sektoral. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. konsumsi. realisasi pembiayaan. sektoral. jadwal. dan tindak lanjut. TRT c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. 2) Sinkronisasi Kegiatan Proyek Tahun 2009 & Perencanaan Tahun 2010 a) Tujuan Memberikan penjelasan dan pemahaman kepada kabupaten tentang program dan kegiatan di provinsi. dan kelompok potensial. 3) Sosialisasi Model Operasional Desa Siaga a) Tujuan Menumbuhkan kemitraan dan partisipasi aktif masyarakat. realisasi pembiayaan. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. lembaga sosial desa. jadwal. keompok potensial c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan:ATK. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. 3 . uang harian. pelaporan. pelaporan. proses kegiatan. TP-PKK. proses kegiatan.c. komputer suplly. TP-PKK. penggandaan & pelaporan. Provinsi. proses kegiatan. uang penginapan. realisasi pembiayaan. komunikasi cepat. dan tindak lanjut. b) Sasaran Sekretariat proyek tk. guna mewujudkan desa siaga. dokumen penyajian.

jadwal. fotocopy. komputer suplly. 7) Pertemuan Koordinasi LP/LS di Kabupaten a) Tujuan Meningkatkan koordinasi antar lintas program/lintas sektor di tk. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. komunikasi cepat. uang harian. komputer suplly. b) Sasaran Tenaga kesehatan yang bertugas dibidang terkait. dan tindak lanjut. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. pelaporan. dokumentasi & pelaporan. realisasi pembiayaan. dll 4 . dokumen penyajian. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK.4) Pertemuan Evaluasi Akhir Tahun Proyek a) Tujuan Mengevaluasi dan membahas masalah dan kendala kegiatan Proyek dan jalan kelaurnya. uang penginapan. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. dan tindak lanjut. pelaporan. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. penggandaan. uang harian. b) Sasaran Pelaksana kegiatan proyek. jadwal. proses kegiatan. 6) Pertemuan Antenatal Care Integrasi a) Tujuan Meningkatkan pemahaman mengenai program ACT kepada pemegang program terkait. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. dokumen penyajian. pelaporan. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. proses kegiatan. dll Biaya perjalanan: transport. realisasi pembiayaan. Kabupaten/ kota b) Sasaran Lembaga/instansi LP/LS. jadwal. dokumen penyajian. realisasi pembiayaan. dll Biaya perjalanan: transport. uang harian. uang penginapan. komputer suplly. komputer supply. dan tindak lanjut. proses kegiatan. 5) Konsinyasi Review Annual Plan tahun 2010 (TRT & PPIU) a) Tujuan Menyusun annual plan tahun 2010 b) Sasaran Anggota TRT dan Sekretariat Proyek Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. dll Biaya perjalanan: transport. spanduk.

uang harian. biaya matrikulasi. dokumentasi & pelaporan. uang harian. penggandaan. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dll Biaya perjalanan: transport. biaya penginapan. dokumen penyajian. tunjangan biaya hidup. d. d) Laporan Kegiatan 8) Pengembangan DHA a) Tujuan Mengembangan kemampuan tenaga kesehatan dibidang penyusunan anggaran kesehatan daerah b) Sasaran Tenaga perencanaan di kabupaten/kota c) Penggunaan Anggaran Biaya lain-lain: penyusunan pelaporan. c) Penggunaan Anggaran Dana bantuan sosial diberikan untuk: ATK. uang penginapan. Bantuan Beasiswa (0079) a) Tujuan Tersedianya sumber daya manusia yang profesional dan dengan jumlah kwantity sesuai kebutuhan ketenagaan di Provinsi dan kabupaten/kota guna mempercepat terlaksananya pembangunan di bidang kesehatan di provinsi/kabupaten/kota b) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota. realisasi pembiayaan. dan tindak lanjut. meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan. biaya penginapan. d) 5 . komunikasi cepat. SPP. spanduk. dan menurunnya kejadian kematian ibu maternal dan kematian bayi b) Sasaran Dukun beranak/dukun bayi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK Biaya honor Nara sumber Biaya lain-lain: Fotocopy. proses kegiatan. tunjangan buku & referensi. transport lokal. uang harian.Biaya perjalanan: transport. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. biaya praktek. transport & uang harian pada awal & akhir program. jadwal. dll Laporan Kegiatan Laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sesuai jadwal pendidikan (semester) kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh peserta tubel ybs. d) Laporan Kegiatan 9) Pertemuan Kemitraan Bidan & Dukun a) Tujuan Meningkatkan mutu yankes ibu hamil. biaya riset.

Biaya perjalanan: transport. penyusunan laporan. fotokopi. penyusunan laporan. konsultasi. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan. 1) Kesekretariatan dan Kerja Sama Luar Negeri (0104) Sekretariat di provinsi a) Tujuan • • • • Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2. fotokopi. Kabupaten/Kota. Provinsi Biaya jasa lainnya: telepon/fax.dokumentasi. Biaya perjalanan: transport. Mempercepat jalannya komunikasi. dalam rangka konsultasi ke provinsi dan supervise/bintek ke desa siaga. dan telepon. uang harian. surat menyurat. Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. Monitoring dan Evaluasi Proyek DHS2 di provinsi. surat menyurat. dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk. berlangganan fasilitas operasional internet. Menyediakan sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2 Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 Provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. biaya menginap.dokumentasi. d) Laporan Kegiatan 6 . Biaya langganan & jasa: listrik. d) Laporan Kegiatan 2) Sekretariat di kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2.e. dalam rangka konsultasi ke Pusat dan supervisi ke kabupaten/kota. dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk. kegiatan pelelangan. uang harian. biaya menginap. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan.

Penggunaan Dana Biaya pembangunan sarana kesehatan. Survey kesehatan (0143) a) Tujuan Memperoleh lebih banyak jumlah penderita malaria yang terjaring di sarana kesehatan. konsumsi d) Laporan Kegiatan f.3) Koordinasi DHC kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi DHC di kabupaten/kota b) Sasaran Anggota DHC kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya pertemuan d) Laporan Kegiatan 4) Koordinasi JHC & TRT provinsi a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi antara JHC dengan TRT b) Sasaran Anggota JHC dan TRT provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. b) Sasaran Masyarakat pada daerah endemis. d) Laporan Kegiatan 7 . c) Penggunaan Dana Biaya jasa lainnya untuk pelaksanaan survey.. Pembangunan Gedung (0164) a) b) c) Tujuan Mendirikan bangunan gedung sebagai tempat/ sarana pelayanan kesehatan Sasaran Terbangunnya bangunan gedung sebagai sarana kesehatan. d) Laporan Kegiatan g. dll Biaya operasional: bantuan uang saku peserta.

Kesehatan dan KB (0275) a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk dipergunakan di sarana pelayanan kesehatan. susu energy tinggi. Sasaran Tersedianya filling cabinet/ lemari arsip. Biaya pembangunan untuk gedung dan peralatan. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan meubelair. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. Pengadaan Meubelair (0273) a) Tujuan Mengadakan meubelair untuk kelancaran administrasi dan operasional bagi sekretariat dan satker DHS-2 Provinsi. dll.h. uang harian. b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan kesehatan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah. Pengadaan Alat Kedokteran. uang penginapan. 8 . c) Penggunaan Dana: Biaya bahan: ATK. b) Sasaran Bayi dan balita yang menderita gizi buruk. Biaya lain-lain: penyelenggaraan pertemuan. dll Biaya perjalanan : transport. kelengkapan anak dan orangtua. pelaporan.. komputer suplly. b) d) j. dengan melaksanakan tata laksana Gizi Buruk Bayi dan Balita. d) Laporan Kegiatan i. dan meja kursi setengah biro. Pelayanan kesehatan/perbaikan gizi ibu/anak & KB (0232) a) Tujuan Menyediakan sarana/fsilitas pelayanan penulihan gizi buruk bagi bayi dan balita. bahan makanan. d) Laporan Kegiatan k. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pendidikan (0274) a) Tujuan Melaksanakan pengadaan peralatan dimaksudkan untuk memberikan bantuan berupa peralatan pendidikan bagi tenaga-tenaga kesehatan yang dilatih di Bapelkes b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan pendidikan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pendidikan.

b) Sasaran Adanya kendaraan untuk menunjang jangkauan pelayanan kesehatan c) Penggunaan dana Biaya modal & peralatan mesin: Pengadaan kendaraan air. hasil kerja panitia penerimaan. b) Sasaran Terdapatnya kendaraan roda 4 sebagai pendukung kelancaran akses pelayanan kesehatan daerah sulit / terpencil. d) n. Sehingga kegiatan maupun pelaporan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. 9 . Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pengolah Data (0277) a) Tujuan Untuk memenuhi sarana dan prasarana administrasi dan pelaporan baik oleh manajemen proyek maupun fasilitator desa siaga. Pengadaan Kendaraan Khusus (0291) a) Tujuan Untuk mendukung dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kesehatan terutama di daerah sulit atau terpencil. b) Sasaran Terpenuhinya alat pengolah data dan alat penunjang lainya untuk sekretariat DHS2 maupun fasilitator desa siaga. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Angkutan Air (0294) a) Tujuan Agar mampu menjangkau daearah-daerah yang masih tergolong sangat terpencil sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta lebih optimal.c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan kesehatan d) l. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan kendaraanroda 4. d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pengolah data d) Laporan Kegiatan m.

dokumen penyajian. Sosialisasi konsep DHA a) Tujuan Mensosialisasikan kecukupan belanja kesehatan. 3. Pengembangan Sistem Informasi (0656) a) Tujuan Menyediakan jaringan utnuk pengembangan SIK. pelaporan. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal Biaya perjalanan: transport. hasil kerja panitia penerimaan. fotocopy. b) Sasaran Paket jaringan untuk mendukung SIK c) Penggunaan dana Biaya pengadaan paket jaringan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. p. b) Sasaran Petugas kesehatan di tk. dll Biaya lain-lain: Penggandaan. Provinsi. jadwal. uang harian. jadwal. dan kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. fotocopy. dokumen penyajian. b) Sasaran Bidan desa dan dukun bayi 10 . kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. Workshop entry dan analisa data DHA a) Tujuan Memberikan kemampuan tentang tata cara entri dan analisa DHA b) Sasaran Petugas kesehatan tk. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. kabupaten. 2. Provinsi. uang harian. komsumsi peserta lokal Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. pelaporan. kabupaten. Sosialisasi kemitraan bidan dan dukun a) Tujuan Meningkatkan jalinan kemitraan bidan desa dan dukun bayi di wilayah kerjanya dalam pelaksanaan yankes ibu dan anak. proses kegiatan.o. realisasi pembiayaan. dan tindak lanjut. dan tindak lanjut. realisasi pembiayaan. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Penyelenggaraan Sosialisasi/Workshop/Diseminasi/Seminar/Publikasi (0728) 1. proses kegiatan. besarnya alokasi dan realisasi pembiayaan kesehatan.

pelaporan. komunikasi cepat. proses kegiatan. e) Sasaran Pelaksana program f) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. realisasi pembiayaan. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. realisasi pembiayaan. penggandaan. dan tindak lanjut. g) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dokumen penyajian. Biaya operasional: pelaporan. fotocopi. dokumen penyajian. proses kegiatan. komputer supply. dokumen penyajian. q.c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. jadwal. uang harian. b) Sasaran Lintas sektor & program di tk. jadwal. dll Biaya honor nara sumber Biaya perjalanan: transport. Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. dan tindak lanjut 11 . realisasi pembiayaan. dan tindak lanjut. dokumentasi & pelaporan. uang harian. proses kegiatan. Pertemuan Lintas Sektoral a) Tujuan Untuk mendapat dukungan dari lintas sektor demi terlaksananya tujuan proyek. jadwal. penggandaan. 4. komunikasi cepat. dll Biaya perjalanan: transport. Monitoring dan Evaluasi (0967) d) Tujuan Melaksanakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program.

.r. b) Sasaran SIKDA... c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. Dukungan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan (1035) 1.. hasil kerja panitia penerimaan. dalam kegiatan Model b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan obat-obatan. 3. uang harian. Pengadaan obat-obatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan obat-obatan untuk Poskesdes Operasional Desa Siaga. b) Sasaran Bidan Desa yang bertugas di Model Operasional Desa Siaga. Pelatihan Bidan Desa a) Tujuan Untuk menambah ketrampilan Bidan Desa yang bertugas di Poskesdes Model Opeaional Desa SIaga. panitia & nara sumber provinsi Biaya perjalanan: transport. Pengadaan Peralatan Penunjang Operasional (1008) a) Tujuan Menyediakan sarana kesehatan agar SIKDA berfungsi sesuai peruntukannya. c) Penggunaan dana Biaya pengadaan genset. Pengadaan peralatan kesehatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk Poskesdes dalam kegiatan Model Operasional Desa Siaga. d) Laporan Kegiatan s. dibidang teknis maupujn adiminisrasi. fotocopy. c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan peralatan kesehatan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. hasil kerja panitia penerimaan. d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. 2. berupa pembangkit tenaga listrik/genset. uang penginapan 12 . b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal.

d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Refreshing kapasitas Tim Feeding center Puskesmas a) Tujuan Menyiapkan tenag kesehatan lini terdepan agar mampu menangani permalahan gizi bagi bumil dan balita. bahan praktek Biaya honor pengarah. spanduk. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. proses kegiatan. t. proses kegiatan. dokumentasi & pelaporan. jadwal. realisasi pembiayaan. uang harian. Rehabilitasi Gedung (1139) a) Tujuan Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan rehabilitasi sarana gedung kesehatan b) Sasaran Puskesmas dan RS yang perlu dilakukan rehabilitasi c) Penggunaan dana Biaya rehabilitasi untuk Puskesmas PONED dan RS d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center. komunikasi cepat. realisasi pembiayaan. jadwal. panitia. . Revitalisasi Puskesmas (4642) 1. penggandaan. v. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dokumen penyajian. dokumen penyajian. fasilitator 13 . Sosialisasi dan Koordinasi Upaya Kesehatan (1037) a) Tujuan Untuk mendapatkan dukungan dari stake-holder dalam mendukung pelaksanaan desa siaga. biaya penginapan. b) Sasaran Pemerintah Daerah c) Penggunaan dana Biaya bahan: ATK Biaya honor untuk nara sumber Biaya lain-lain: fotokopi. dan tindak lanjut u. dan tindak lanjut. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: Transport. b) Sasaran Tenaga kesehatan di Puskesmas. tas peserta.

realisasi pembiayaan. yang menuju pada hidup lebih produktif dan sehat. jadwal. kendaraan R4 Biaya honor nara sumber Biaya jasa: pembuatan spanduk Biaya perjalanan: transport. dan tindak lanjut II. yang dapat menyebabkan perluasan intervensi gizi ke propinsi-propinsi lainnya. Operasional kegiatan a) Tujuan Meningkatkan status gizi bumil KEK dan balita kurang gizi b) Sasaran Terlaksananya operasional feeding center. proses kegiatan. dokumen penyajian. Pengurangan prevalensi 1. 3. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR.48 juta anak balita dengan berat badan rendah dari 28% pada tahun 2005 menjadi di bawah 20% pada tahun 2009. 14 . dan tindak lanjut 2. Sumatera Selatan. termasuk kelurahan di 6 kota di 6 propinsi: Sumatera Utara.d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. angka kesakitan dan kematian. (ii) insiden kemiskinan and (iii) komitmen dari pemerintah setempat untuk kontribusi biaya. realisasi pembiayaan. Suatu daftar dari kontribusi-kontribusi gizi untuk pencapaian “Millennium Development Goals” seperti pada Lampiran 1. Kalimantan Barat. A. KEGIATAN NICE PROJECT Latar Belakang Proyek NICE diharapkan mencakup lebih kurang 4053 desa miskin di 24 kabupaten/kota. Revitalisasi sarana/fasilitas Feeding Center a) Tujuan Meningkatkan pelayanan gizi di Puskesmas melalui panti pemulihan gizi/ feeding center. Kabupaten dan kota yang berpartisipasi dipilih dan disetujui bersama antara Pemerintah dan ADB berdasarkan pada kriteria-kriteria: (i) prevalensi gizi kurang.000 ibu hamil dan menyusui. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. proses kegiatan. uang harian. jadwal. Proyek akan mendukung kegiatan Pemerintah untuk mengurangi kekurangan gizi mikro seperti kurang zat gizi besi dan kurang vitamin A diantara 500. b) Sasaran Paket feeding center c) Penggunaan Anggaran Biaya pengadaan paket feeding center d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center. Manfaat-manfaat proyek yang penting termasuk pengurangan gizi kurang diantara anakanak muda dan wanita. Proyek diharapkan mempunyai suatu efek demontrasi. dokumen penyajian. Sulawesi Selatan. peningkatan akses pada zat gizi mikro dan penurunan dari penyakit infeksi yang berkaitan dengan gizi dan penurunan kurang darah dan kurang energi kronis pada wanita umur produktif. termasuk akan terhindar dari biaya yang terkait dengan kehilangan kesadaran dan produktivitas rendah. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. tas & seragam peserta Biaya sewa: ruang pertemuan. Hal ini akan mewujudkan manfaat sosial ekonomi yang positif.

053 1.B. Posyandu 11. Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat (TOT) Jumlah 1. 4) Pelatih Narasumber pelatihan tenaga konsultan. Fasilitator Gizi Masyarakat 10. serta tenaga professional sesuai dengan keahlian yang diperlukan dari Propinsi. Sasaran Total sasaran yang akan dicakup oleh Proyek NICE adalah sebagai berikut: No Sasaran 1. program dan survailans gizi.800 1. dan atau Lintas sektor yang terkait.000 500. dan CPMU dari Depkes.974 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Pelatih Fasilitator Masyarakat di setiap kabupaten/koat yang handal sebagai pelatih fasilitator yang akan diadakan di setiap kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq.800 468 ± 5. (iv) memperluas program-program fortifikasi dan memperkuat komunikasi gizi dan (v) meningkatkan kapasitas pengelolaan proyek termasuk perencanaan. Tenaga Kesehatan 6. SD/Madrasah 4. Anak balita 2. Seksi Gizi Dinas Kesehatan Propinsi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat di Dinas Kesehatan Propinsi 3) Peserta Peserta TOT adalah masing-masing 5 orang dari setiap kabupate/kota yang berasal dari Tim Teknis Kabupaten/Kota.000 1.656 40. Tujuan Proyek NICE didisain untuk mencapai 5 (lima) tujuan yaitu: (i) memperkuat kapasitas untuk pengembangan kebijakan. Desa 7.800 900 13. 15 . Ruang Lingkup Kegiatan NICE a. Ibu hamil/menyusui 3. Puskesmas 5. Desa penerima paket 8. (iii) meningkatkan kemampuan masyarakat untuk upaya peningkatan gizi dan intervensi kebersihan perorangan.000 4. C. Kelompok Gizi Masyarakat 9. (ii) peningkatan kualitas dan pelayanan gizi terpadu untuk ibu-ibu dan anak-anak di daerah proyek. monitoring dan evaluasi dari program gizi. Kader posyandu D.480.

5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. fotocopy. peserta pelatihan. melaksanakan dan melaporkan Paket Gizi Masyarakat. fotocopy. hasil pelatihan. 4) Pelatih: Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. panitia 7) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Propinsi/Kabupaten). honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. panitia 4) Transport local rapat persiapan 5) Uang harian untuk narasumber dari pusat. konsumsi rapat persiapan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. peserta pelatihan. panitia 16 . jadwal dan modul pelatihan. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. peserta pelatihan. panitia d) Transport local rapat persiapan e) Uang harian untuk narasumber dari pusat. b. peserta pelatihan. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana c) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. peserta pelatihan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Propinsi/Kabupaten). 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Propinsi cq. dokumentasi. panitia 6) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. dokumentasi. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes.5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. konsumsi rapat persiapan. surat menyurat dll b) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan : Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Fasilitator Masyarakat yang handal sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan setiapmkabupaten/kota untuk memfasilitasi Kelompok Gizi Masyarakat dalam menyusun. dan peserta yang mengikuti pelatihan. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. 3) Peserta: Peserta Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masayarakat adalah fasilitator/calon fasilitator yang telah diseleksi oleh masing-masing Dinkes Kabupaten/Kota serta tenaga pelaksana gizi dari puskesmas masing-masing 1 orang.

jadwal dan modul pelatihan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 3) Peserta Peserta Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Tim Teknis Dinkes Kabupaten/Kota berjumlah masing-masing 10 orang 4) Pelatih Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. hasil pelatihan. propinsi dan peserta pelatihan. dan melaporkan kegiatan Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan KGM.f) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. narasumber dari pusat dan panitia 4) Uang harian untuk narasumber dari pusat. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport peserta. peserta pelatihan. Propinsi/Kabupaten). melaksanakan. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. dokumentasi. hasil pelatihan. c. Peningkatan Kapasitas Kelompok Gizi Masyarakat (KGM) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan anggota KGM yang ada di setiap desa untuk menyusun proposal. dan peserta yang mengikuti pelatihan. panitia 6) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. panitia g) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes. 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Tim yang nanti bertugas untuk mereview dan menilai proposal Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan Kelompok Gizi Masyarakat. dan peserta yang mengikuti pelatihan. konsumsi rapat persiapan. jadwal dan modul pelatihan. 5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. propinsi peserta pelatihan. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. d. 17 . fotocopy. panitia 5) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. propinsi.

dan peserta yang mengikuti pelatihan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. konsumsi pertemuan 2) Biaya transport petugas puskesmas. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. jadwal dan modul pelatihan. jadwal hasil kegiatan. peserta desa 3) Uang harian untuk petugas puskesmas Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Peserta Peserta Peningkatan Kapasitas KGM adalah semua anggota KGM yang berjumlah 10 orang dari setiap desa terpilih yang akan mendapatkan Paket Gizi Masyarakat. hasil pelatihan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: untuk koordinator. Administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri. manajer dan staff full time di propinsi dan 4 kabupaten/kota dan Tim Teknis Kabupaten/Kota 3) Biaya konsultasi dari pripinsi ke pusat. dan diperuntukkan: Tenaga Full Time Proyek NICE 1) Paket konsultan untuk 3 orang staf PPCU 2) Paket konsultan untuk 4 DPIU masing-masing 3 orang Pengelolaan Proyek NICE 1) Belanja bahan untuk ATK. konsultasi dari kabupaten ke propinsi dan pusat 4) Biaya fasilitasi teknis dan manajemen ke kab. 18 . Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. dokumentasi. dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kota. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 4) Laporan Kegiatan Laporan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri harus dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. fotocopy. Pelatih Pelatih Peningkatan Kapasitas KGM adalah tenaga pelaksana gizi dari setiap puskesmas yang telah mendapat pelatihan Fasilitator Masyarakat. puskesmas. 3) 4) 5) 6) e. dan peserta. 1) Tujuan Tujuan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri adalah intuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan Proyek NICE dari aspek administrasi 2) Pelaksana Penanggung Jawab dan Pelaksana kegiatan adalah masing-masing Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah.2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq.

2) 3) 4) h. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. Peningkatan Cakupan Posyandu 1) Tujuan Menyediakan biaya operasional bagi posyandu terpilih di daerah NICE sehingga cakupan posyandu meningkat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Cakupan Posyandu adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. Pengadaan Kendaraan Roda 2 1) Tujuan Menyediakan kendaraan operasional roda 2 untuk puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten di daerah NICE Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 1) Tujuan Menyediakan kendaraan khusus roda 4 untuk DPIU dan PPCU di daerah NICE Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. 2) 3) 19 . Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Cakupan Posyandu dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. 2) 3) 4) g. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Roda 2 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. jadwal. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningakatan Cakupan Posyandu tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah sebagai belanja Lembaga Sosial lainnya. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat.f.

kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit. 2) 3) 4) 5) k. Bina Gizi Masyarakat. Dinas Kesehatan Propinsi (PPCU) dengan narasumber dari Dit. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. surat menyurat dll b) Biaya transport peserta kabupaten/kota.4) Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. propinsi. dan narasumber pusat d) Uang penginapan untuk kabupaten/kota. hasil pertemuan dan peserta. dan narasumber pusat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Propinsi dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Bina Gizi Masyarakat Depkes Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Propinsi tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 2) 20 . Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. propinsi. Review Kegiatan NICE Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di propinsi dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. dan telah mendapat persetujuan ADB. i. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (DPIU). dokumentasi. fotocopy. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Pengadaan Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan Menyeleksi dan merekrut tenaga fasilitator masyarakat yang akan memfasilitasi KGM Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS). 2) j. Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di kabupaten/kota dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. jadwal dan acara. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. propinsi. dan narasumber pusat c) Uang harian untuk kabupaten/kota.

surat menyurat dll b) Biaya transport peserta puskesmas. hasil pertemuan dan peserta. fotocopy. kabupaten propinsi. dan fasilitator masyarakat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Kabupaten dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. pelapora dan fotocopy. jadwal dan acara. dan propinsi Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah.3) Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Puskesmas. 5) 21 . Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. kabupaten propinsi. kabupaten ke lokasi c) Uang harian untuk puskesmas. dan fasilitator masyarakat c) Uang harian untuk puskesmas. dokumentasi. Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah melakukan supervisi dan membina Kelompok Gizi Masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Paket Gizi Masyarakat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. 4) 5) l. jadwal dan acara. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. hasil pertemuan dan peserta. kabupaten propinsi. dan konsumsi KGM dll b) Biaya transport peserta puskesmas. fasilitator masyarakat. kabupaten ke lokasi Laporan Kegiatan Laporan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. dan fasilitator masyarakat d) Uang penginapan untuk puskesmas. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Peserta Peserta Pembinaan Kelompok Kabupaten/Kota dan Puskesmas 2) 3) Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah.

tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. Leaftlet. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Poster dll adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Proposal KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 22 . Leaftlet. Kegiatan akan dilaksanakan sebanyak 3 kali @ 3 hari. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Formulir. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat.m. Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Propinsi mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk propinsi dan 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 2) 3) 4) n. 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Review Proposal KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Formulir. Review Proposal KGM 1) Tujuan Mereview dan menilai Proposal KGM yang masuk di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan mengusulkan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota layak atau tidaknya proposal tersebut. Pembuatan Formulir. o. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Poster dll berupa belanja bahan yang akan digunakan untuk pencetakan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. Poster dll dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Leaflet dan Poster 1) Tujuan Menyediakan formulir pencatatan dan pelaporan Proyek NICE dan bahan-bahan penyuluhan Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Formulir. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Uang harian peserta c) Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan Laporan Review Proposal KGM dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Leaftlet.

peserta dan hasil pertemuan. peserta kabupaten dan propinsi d) Uang harian narasumber pusat. surat menyurat dll b) Sewa ruangan c) Transport narasumber pusat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. q. narasumber propinsi. tanggal dan tempat pelaksanaan. d) Uang harian narasumber propinsi. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. peserta dan hasil pertemuan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. peserta kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll b) Sewa ruangan c) Transport puskesmas. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll 23 . peserta puskesmas dan kabupaten/kota 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/ Kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Kabupaten/Kotai dan mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. p.3) Penggunaan Anggaran: Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Konsolidasi dan Koordinasi Propinsi 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. tanggal dan tempat pelaksanaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing.

peserta dan hasil pertemuan. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. s. tanggal dan tempat pelaksanaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 24 .b) Transport lokal. peserta dan hasil pertemuan. r. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. propinsi dan narasumber pusat 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. fotocopy dan surat menyurat dll b) Sewa ruang pertemuan c) Transport peserta kab. peserta dan hasil pertemuan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Transport local peserta. Rakontek NICE Propinsi 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. tanggal dan tempat pelaksanaan. tanggal dan tempat pelaksanaan. 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Konsolidasi dan Koordinasi Kabupaten 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. propinsi dan narasumber pusat d) Uang harian peserta kab.

t. kabupaten dan propinsi c) Uang harian peserta puskesmas. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. peserta dan hasil pertemuan. Rakontek NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat kabupaten/kota sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan telah mendapat persetujuan ADB. 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis kabupaten/kotai yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Pengembangan dan Penyiaran Kampanye 1) Tujuan : Menyeleksi dan merekrut Perusahaan yang akan melaksanakan pengembangan materi mass campaign dan menyiarkan melalui TV. Bina Gizi Masyarakat. 2) 25 . Radio dan surat kabar Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS). tanggal dan tempat pelaksanaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. u. fotocopy dan surat menyurat dll b) Transport peserta puskesmas. kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit. kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis kabupaten/kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan.

66. TUJUAN 1. KEGIATAN PROYEK SECTOR PROGRAMME HEALTH (SPH) A. Seluruh Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi Nusa Tenggara Timur Seluruh Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat Seluruh Petugas Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur Seluruh Masyarakat di Propinsi NTB dan NTT terutama Masyarakat Miskin. pembentukan CPCU di tingkat pusat. 2003. PPCU di tingkat Propinsi dan PIU di tingkat Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah proyek. SASARAN PROGRAM 1. Isi kesepakatan antara lain adalah Pemerintah Daerah akan memenuhi kewajiban sebagaimana dipersyaratkan dalam Separate Agreement antara lain.000. Pemerintah telah membentuk CPCU di tingkat Pusat. Sedangkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah telah ditandatangani Perjanjian Kesepakatan Pelaksanaan Proyek antara Pemerintah Pusat dengan Gubernur dan Bupati/Walikota se Propinsi NTT dan NTB. per diem untuk peserta pelatihan. 4. PPCU dan PIU. C. kontribusi pendamping.401 dan Perjanjian Terpisah ( Separate Agreement) tanggal 19 Januari 2005. 2. kemauan menjalankan perbaikan dan sebagainya. penyediaan biaya pemeliharaan Alat Kesehatan dan biaya operasional lainnya yang terkait dengan proyek SPH/HSSP.000.000. Kegiatan-kegiatan yang diberikan oleh bantuan hibah ini berupa pengadaan peralatan untuk Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB. 3. biaya transportasi local untuk distribusi peralatan. Bantuan hibah dari Pemerintah Jerman ini berjumlah € 9. Meningkatkan kemampuan Petugas PAM tingkat Kabupaten untuk dapat melaksanakan pemeliharaan peralatan kesehatan.350. dan sebagainya) • Depkes akan menandatangani suatu perjanjian dengan Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten) yang mendapat bantuan program. Perjanjian ini harus termasuk spesifikasi dan kerjasama umum . Dalam Pasal 4 Perjanjian terpisah tentang Kesepakatan Khusus antara lain dinyatakan bahwa Project Ecxecuting Agency (PEA) dalam hal ini Departemen Kesehatan mempunyai kewajiban : • Memberikan biaya pendamping untuk pelaksanaan program (logistic. LATAR BELAKANG Keberadaan Project Sector Programme (SPH) di Indonesia berdasarkan Financing Agreement (Kerjasama Keuangan) antara Republik Federasi Jerman melalui KfW dengan Pemerintah Republik Indonesia tanggal 19 Januari 2005 No. biaya operasional CPCU. Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas/Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB dengan menyediakan peralatan Kesehatan Dasar 2. PPCU di tingkat propinsi dan PIU di tingkat kabupaten/kota. Ibu dan Anak-anak 26 . Pelatihan Computer Based Inventory System (CBIS) dan Physical Asset Management ( Pusat-pusat perbaikan/bengkel alat kesehatan).III. Meningkatkan kemampuan Petugas Puskesmas dan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan inventarisasi peralatan kesehatan 3. Sedangkan kontribusi dari Pemerintah Indonesia yang diminta sebesar € 1. B.

Transport local peserta propinsi dan Kab/Kota yang dekat dengan propinsi serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dari Kab/Kota. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Proyek SPH/HSSP yang meliputi proyek SPH. 2) Sasaran • Staf Dinas Kesehatan Propinsi yang menangani inventarisasi barang • Staf dari Dinas Kesehatan Kab/Kota yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi peserta latih dari propinsi dan kabupaten/kota dengan perjalanan kurang dari 8 jam • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport peserta dari Kab/Kota ke Propinsi. Pendidikan dan Pelatihan Teknis a) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Propinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of Trainer (ToT) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Propinsi dan Kab/Kota dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Kab/Kota dan Propinsi • Petugas Kab/kota mampu menganalisis data-data hasil input data di Puskesmas. 3) Penggunaan Dana 1) Pembayaran Honorarium a) Honorarium Manajer Proyek b) Honorarium Sekretaris PPCU HSSP c) Tim Teknis Propinsi d) Koordinator Proyek tingkat Kab/Kota e) Sekretaris Proyek Tingkat Kab/Kota f) Staf Proyek tingkat Kab/Kota 2) Belanja Bahan untuk ATK. Puskesmas Pembantu serta Polindes/Poskesdes 27 . penggandaan laporan dan pengiriman surat/dokumen 3) Belanja Modal Peralatan dan Mesin (Propinsi NTB) yaitu pembelian 1 (satu) unit LCD Proyektor b. b) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Puskesmas 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of User (ToU) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Puskesmas dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Puskesmas • Petugas Puskesmas mampu melakukan input data dengan menggunakan Software yang disediakan serta dapat membuat laporan inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas. KEGIATAN-KEGIATAN a. 2) Sasaran Provincial Project Coordination Unit (PPCU) dan Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan.D.

2) Sasaran • Petugas Puskesmas yang menangani inventarisasi barang • Petugas Puskesmas yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dan Polindes/Poskesdes 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi pelatih dari kabupaten/kota • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport petugas dari Propinsi. 2) Sasaran Petugas Puskesmas yang menangani peralatan Puskesmas/Puskesmas Pembantu Penggunaan Dana Belanja Perjalanan Lainnya. 2) Sasaran • Dinas Kesehatan Propinsi • Konsultan EPOS • Pemda Propinsi dan • Lintas Program/sector terkait. digunakan untuk membayar transport lokal peserta yang mengikuti rapat koordinasi 28 . Petuga PAM Center diberikan uang harian untuk melalukan pelatihan pemeliharaan kesehatan di Puskesmas serta memperbaiki peralatan yang perlu diperbaiki di Puskesmas/Pustu. 3) c. Penyusunan Program dan Rencana Kerja/Teknis/Program a) Rapat Koordinasi Tingkat Propinsi 1) Tujuan • Diperolehnya masukkan dan saran tentang pelaksanaan dan perkembangan proyek • Teridentifikasinya permasalahan dan dirumuskannya solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan • Adanya dukungan dari semua fihak terkait dalam aspek pendanaan (dana pendamping APBD) dan aspek pelaksanaan program. 3) Penggunaan Dana • Belanja Bahan. Penggandaan serta untuk laporan kegiatan • Belanja perjalanan lainnya. Transport local pelatih dari Kab/Kota yang serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dan pelatih dari Kab/Kota dan Propinsi c) On The Job Training PAM ke Puskesmas 1) Tujuan Terlatihnya petugas Puskesmas dalam pemeliharaan dan perbaikan asset fisik Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. digunakan untuk membeli Alat Tulis Kantor.

Project Management / C&S 1) Tujuan Untuk mendukung kelancaran kegiatan proyek SPH/HSSP secara keseluruhan. uang harian dan biaya penginapan petugas yang melaksanakan konsultasi ke Jakarta.b) Konsultasi Program HSSP ke Pusat 1) Tujuan Mendapatkan kejelasan dan solusi berbagai masalah yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan proyek serta memperoleh masukkan. Penggunaan Dana Belanja Jasa Konsultan. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada Masyarajkat terutama masuyarakat miskin. mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan proyek HSSP yang meliputi proyek SPH. Sasaran Petugas yang dikontrak oleh Dinas Kesehatan Propinsi untuk mengelola Proyek SPH/HSSP secara professional. Sasaran • Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota • Puskesmas dan Jaringannya Penggunaan Dana Biaya Perjalanan digunakan oleh pelaksana Supervisi untuk membiayai transport dari Propinsi ke Kab/Kota. 2) 3) d. saran dan perbaikan secara tepat dan cepat dari tingkat pusat Sasaran Koordinator Pelaksana PPCU dan Kepala Sub Dinas terkait dengan program Penggunaan Dana Belanja perjalanan digunakan untuk membiayai transport. 2) 3) e. digunakan untuk membiayai gaji pegawai yang dikontrak oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota. uang harian serta uang penginapan petugas. Pembayaran dilaksanakan bila yang bersangkutan telah menyerahlan laporan pekerjaannya kepada pemberi kontrak. Pembayaran gaji dilaksanakan berdasarkan kontrak yang dibuat antara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/kota dengan pegawai non PNS yang professional. Pemantauan Dan Evaluasi a)Supervisi Kegiatan HSSP ke Kab/Kota 1) Tujuan Memantau pelaksanaan kegiatan proyek dan melakukan bimbingan teknis maupun administrative yang dianggap perlu dalam rangka pembinaan proyek secara keseluruhan. 2) 3) 29 .

pasal 17 ayat (1) – (3) yang mengatur : (1) Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Pemerintah.PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (3) Gubernur memberitahukan kepada DPRD terkait dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b.134/PMK. Pengelolaan keuangan negara di Tingkat Propinsi untuk menunjang pelaksanaan kegiatan program pembangunan kesehatan. pembinaan. Penyiapan perangkat daerah yang akan melaksanakan program dan kegiatan Dekonsentrasi. tanggal 15 Desember 2008 tentang Pelimpahan Wewenang Penetapan Pejabat yang diberi Wewenang dan Tanggung Jawab Untuk Atas Nama Menteri Kesehatan selaku Pengguna Anggaran/Barang dalam Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi Tahun Anggaran 2009. Koordinasi. Sinkronisasi dengan penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah. Untuk melaksanakan kegiatan dan pembiayaan penggunaan anggaran Kementerian Kesehatan di Tingkat Propinsi perlu ditetapkan penanggung jawab dan pengelola kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak. A. kegiatan Pelayanan Kesehatan Dasar dan kegiatan Perbaikan Gizi Masyarakat. c. yaitu Gubernur Kepala Daerah Propinsi untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan (dekonsentrasi) di tingkat Propinsi. pengendalian. salah satu di antaranya adalah untuk Program UKM dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat yang dilaksanakan di seluruh Propinsi diperuntukkan bagi pembiayaan kegiatan-kegiatan non fisik sampai ke tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. pengawasan dan pelaporan.BAB VIII MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN Pada tahun ini Departemen Kesehatan mengalokasikan dana Kementerian Kesehatan untuk kegiatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi. kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat. Organisasi Pengelolaan keuangan negara secara umum di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementrian Kesehatan Gubernur Kepala Daerah Propinsi penerima dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan di tingkat Propinsi.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Peraturan Direktur Jenderal Perbandaharaan No. (2) Gubernur membentuk Tim Koordinasi yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur yang berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri berkaitan dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud ayat (1).7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. A. Gubernur sebagai Wakil Pemerintah melakukan : a. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. telah ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1160 / MENKES / SK / XII / 2008. 1 .

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (SAK/SIMAK-BMN). Membentuk Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B). B. adalah Kepala Dinas Kesehatan. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Melakukan pemantauan/pengendalian pelaksanaan program dan anggaran serta pengadaan barang dan jasa. Pemegang Uang Muka Kerja (PUM) / Pembantu Bendahara Pengeluaran Propinsi. i. Tugas-tugas KPA. sesuai dengan kebutuhan program. Mengusulkan revisi RKAKL / DIPA bila diperlukan. 2 . agar ditunjuk satu orang PPK sebagai koordinator. Dalam satu satuan kerja PPK. yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN). 6. 2. g. Melakukan koordinasi dengan para penanggung jawab lintas program terkait. Mengesahkan POK dan RPK. 2. Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi. Membina PPK dalam pelaksanaan program dan anggaran. Menetapkan Petugas Pengelola dan Penanggungj Jawab Sistem Akuntansi Instansi (SAI). antara lain : a. Mengangkat PUM bila diperlukan. b. dapat ditunjuk lebih dari satu PPK. h. e.Gubernur Kepala Daerah Propinsi menetapkan : 1. yang dibuat oleh PPK. Unit akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA-W) Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam pengelolaan keuangan negara dapat menunjuk dan menetapkan : 1. f. 3. Tugas Dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara 1. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penandatangan SPM Penguji Tagihan Bendahara Pengeluaran Panitia/Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan /Penerimaan Barang / Jasa. 5. Bila PPK lebih dari satu. 7. d. Menetapkan Panitia / Pejabat Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan / Penerimaan Barang / Jasa. 2. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) KPA adalah Penanggung Jawab pelaksana program dan pengelola anggaran pada Satker yang dipimpinnya. c. 4.

Mengembalikan/Retur SPP bila ditemukan kekurangan atau kesalahan. Mengesahkan penutupan buku kas umum pada setiap akhir bulan. TUP. Mengisi check list kelengkapan berkas SPP. Mengajukan SPP-UP. b. GU. melakukan pemeriksaan kas intern Bendahara Pengeluaran dan membuat berita acara sekurang-kurangnya 3 bulan sekali. semesteran dan tahunan atas pelaksanaan kegiatan dan hasil yang dicapai baik fisik dan keuangan kepada KPA dengan tembusan kepada Dirjen Bina Kesmas. i. c. Menandatangani dokumen pelelangan dan kontrak. LS. Menandatangani SPM untuk pengajuan pencairan dana ke KPPN. untuk diteruskan kepada Gubernur. Menelaah dan mengesahkan spesifikasi yang telah dibuat/disetujui oleh penanggung jawab program / kegiatan. b. Penandatangan SPM Mempunyai tugas sebagai berikut : a. j. f. Menelaah dan mengesahkan dokumen pelelangan/RKS yang telah disusun oleh panitia pengadaan barang / jasa. g. Menyusun POK dan RPK. Mengajukan surat permohonan persetujuan UP dan TUP kepada Kanwil Perbendaharaan Departemen Keuangan. 4. Melakukan koordinasi dengan para Pelaksana / Penanggung jawab kegiatan terkait. Melaporkan pelaksanaan pengadaan barang / jasa kepada KPA pada akhir tahun anggaran. Mencatat dalam buku pengawasan penerimaan SPP. Penguji SPP Mempunyai tugas membantu Penandatangan SPM dalam : a. Menelaah draft kontrak yang akan dilampirkan dalam dokumen pelelangan. Mempertanggungjawabkan atas kebenaran materiil dan akibat yang timbul dari kontrak / keputusan yang dibuat. Melakukan pemantauan atas pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran yang dipimpinnya serta pengadaan barang/jasa dengan menyiapkan kartu kendali. Menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran berupa laporan bulanan (SAI). b. c. Melakukan dan atau mendelegasikan pengujian SPP. Menelaah dan mengesahkan HPS/OE yang telah disusun oleh panitia barang / jasa. 3.PPK mempunyai tugas : a. k. h. e. GUP kepada Pejabat Penandatangan SPM dalam rangka tindakan yang menyebabkan pengeluaran anggaran belanja negara. 3 . Melakukan koordinasi dengan panitia pengadaan barang / jasa serta panitia pemeriksa / penerima barang dalam hal : 1) 2) 3) 4) 5) d. Menyusun rencana pelaksanaan pengadaan barang / jasa.

Panitia Pengadaan Barang / Jasa 1) Ketua Panitia agar menyusun rincian pekerjaan masing-masing anggota 4 . laporan penyelenggaraan. Pembukuan menggunakan Bentuk I agar dapat diketahui secara cepat saldo tunai. c. 7. c. Membuat laporan pada akhir bulan sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai PUM yang diterimanya. 6. Memberi copy dokumen SPM dan SP2D kepada Petugas Unit Akuntansi KPA (UAKPA) dan SIMAK-BMN. d. Nilai tagihan yang harus dibayar (kesesuaian dan / atau kelayakannya dengan prestasi kerja yang dicapai sesuai spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak berkenaan). b.c. Mempertanggungjawabkan uang muka yang diterima dalam waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari sejak penyelenggaraan kegiatan selesai dilaksanakan dengan menyerahkan bukti-bukti pengeluaran. Panitia Pengadaan & Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Menyetorkan pungutan pajak-pajak ke Kantor Kas Negara. Memeriksa kesesuaian rencana kerja dan atau kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja. d. 3) g. termasuk jumlah anggaran dan biaya yang digunakan dalam kegiatan dimaksud serta pengembalian sisa uang muka yang tidak digunakan (bila ada). Memeriksa secara rinci keabsahan dokumen pendukung SPP sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Membukukan semua penerimaan dan pengeluaran terhadap uang yang dikelolanya kedalam Buku Kas Umum dan Buku Pembantu (Buku Pajak). Pemegang Uang Muka ( PUM ) Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Memeriksa kebenaran atas hak tagih yang menyangkut: 1) 2) Pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran (nama orang / perusahaan. Melaksanakan tugas kebendaharaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jadwal waktu pembayaran. f. e. Memeriksa ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA untuk memperoleh keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran. Bendahara Pengeluaran Mempunyai tugas sebagai berikut : a. b. alamat. Memeriksa pencapaian tujuan dan atau sasaran kegiatan sesuai dengan indikator kinerja yang tercantum dalam DIPA berkenaan dan/atau spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak 5. nomor rekening dan nama bank). Membuat laporan keadaan kas bulanan untuk disahkan PPK dan mengirim ke KPA u/p Bagian Keuangan/Bagian Tata Usaha.

5 . Membuat Berita Acara hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa yang diserahkan oleh penyedia dengan melampirkan : a) b) c) Laporan pemeriksaan fisik barang (tahap-I). Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan dan barang secara berkala (bulanan dan semesteran). 8. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (SAK / SIMAK-BMN) Mempunyai tugas sebagai berikut : a. 11) Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. Mengumumkan pengadaan barang / jasa melalui media cetak dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum. Menyiapkan dokumen pengadaan. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan dan barang. Laporan hasil pelatihan operator/user dengan dilengkapi surat pernyataan dari operator bahwa telah mengikuti pelatihan dan diketahui Kepala Satker (bila diminta dalam kontrak). dan jika memungkinkan melalui media elektronik. 6) 7) 8) 9) 10) Menandatangani pakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang / jasa. Menyusun dan menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). b. 2) 3) 4) Membuat laporan pertanggungjawaban mengenai hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa kepada pengguna barang / jasa. Menilai kualifikasi penyedia melalui pasca kualifikasi atau prakualifikasi. f. e. Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. Mengusulkan calon pemenang. d. c. b.2) 3) 4) 5) Menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan serta lokasi pengadaan. Menunjuk dan menetapkan organisasi UAKPA sebagai pelaksana SAK dan barang di lingkungannya. Menyiapkan rencana dan jadual pelaksanaan SAK dan barang berdasarkan target yang ditetapkan. Panitia Penerimaan dan Pemeriksaan Barang / Jasa 1) Melakukan pemeriksaan / penerimaan barang dan jasa yang diserahkan oleh penyedia berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam kontrak serta dokumen lain yang berlaku. Laporan pemeriksaan pemasangan dan uji fungsi barang (tahap-II bila diminta dalam kontrak). Menyelenggarakan akuntansi keuangan dan barang. Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna barang / jasa. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Laporan Barang dengan Laporan Keuangan. Melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk.

j. Bagan 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA.1160 / MENKES / SK / XII / 2008 tanggal 15 Desember 2008. l. m.06/2005 dan Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan RI No.2008 DIREKTUR JENDERAL K.134/PKM. k.PER66/PB/2005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Peraturan Menteri Keuangan No. Meneliti dan menganalisis laporan keuangan dan barang yang akan didistribusikan. adalah sebagai berikut : 6 . Menelaah dan menandatangani Laporan Keuangan UAKPA. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan KPPN setiap bulan. maka mekanisme pelaksanaan anggaran pada Satuan Kerja Dekonsentrasi di Tingkat Propinsi. Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Dan Pembayaran 1. Menandatangani Laporan Keuangan UAKPA. Menyusun Laporan keuangan tingkat UAKPA Semester I dan II. Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Satuan Kerja T. i.P.g.A Sesditjen / Direktur Penandatangan SPM Penguji Tagihan Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan/ Pemeriksaan PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Penanggung Jawab Kegiatan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B) BENDAHARA PENGELUARAN PUM C.A 2008 Berdasar SK Menkes No. Menerima data SIMAK-BMN dari petugas akuntansi barang. h. Menyampaikan Laporan Keuangan UAKPA dan ADK ke KPPN dan UAPPAW/E1.

Mengeluarkan dana ke PUM (bila ada PUM) f. Penguji SPP. Mengajukan revisi / perubahan DIPA / RKAKL sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) 3) 4) c. GUP dan LS kepada Pejabat d. mencatat / membukukan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1) 2) Mengajukan usulan permohonan dispensasi TUP. Penandatangan SPM Menerbitkan SPP. Gubernur Kepala Daerah Propinsi 1) Menetapkan dengan Surat Keputusan Penunjukan KPA. 7 .1 milyar kepada KPA.a. Melakukan pencatatan / pembukuan kedalam BKU dan BKP sesuai mutasi keuangan yang di-laksanakan. GUP dan LS setelah dilakukan pengujian oleh penguji SPP. Departemen Keuangan. menyimpan dan membayar uang sesuai persetujuan PPK. TUP. Bendahara Pengeluaran. mempertanggung-jawabkan. Penandatangan SPM. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. membayar. Mengajukan dispensasi perubahan UP ke Kanwil Direktorat Jenderal Jenderal Perbendaharaan dan dispensasi pem-bayaran UP diatas Rp. Pemegang Uang Muka (PUM) 1) 2) Menerima uang dari Bendahara Pengeluaran. Tata cara dan syarat pengajuan Uang Muka a) Menyampaikan rencana kegiatan dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja/TOR beserta rincian biaya kepada Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen Induk untuk pengajuan Tambahan Uang Persediaan (TUP) ke DJPBN/Kanwil Perbendaharaan/ KPPN. TUP. Bendahara Pengeluaran Setelah diterbitkannya SP2D oleh KPPN. Penandatangan SPM. Bendahara menindaklanjuti sesuai dengan tugas-tugas perbendaharaan : 1) 2) 3) 4) Pengeluaran Menerima.UP. penunjukan dan menyetor-kan pajak-pajak atas pembebanan yang dikenai pajak-pajak. Melakukan pungutan. Mengajukan SPP. e. 10 juta (untuk hal-hal tertentu). Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa. Departemen Keuangan. PPK. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) 1) Menyampaikan Surat Keputusan yang berkaitan dengan pelaksana anggaran sebagaimana tersebut dalam butir 2 diatas kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Menyerahkan DIPA kepada para Kepala Satker (KPA) 2) b. perubahan UP dan pembayaran UP diatas Rp.UP. Mengajukan permohonan dispensasi TUP kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Bagian Program & Informasi dan Bagian Keuangan.1. DIPA dan POK Tahun 2008 dengan mekanisme sebagai berikut : a. c) d) Untuk lebih jelas dan rinci dapat dilihat pada alur berikut : Bagan 2 Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran pada Satuan Kerja Dinas Kesehatan Propinsi (03) Tahun Anggaran 2008 Dirjen DJP Kanwil DJP K. Kantor Daerah/UPT Vertikal Pusat dan SKPD) kepada Pejabat Eselon I bidang terkait dengan tembusan Sekretaris Ditjen.P. Revisi DIPA /POK diusulkan oleh Kepala Satuan Kerja (Satker Kantor Pusat.A Penandatangan SPM Penguji SPP 3 SPM Setuju 4 KPPN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN 2 SPP Tidak Setuju SP2D 5 BENDAHARA PENGELUARAN 1 PUM & P’Jwb Kegiatan Bagian 2. Berdasarkan usulan Satker.b) Dalam pengajuan uang muka Atasan Langsung PUM dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen mengajukan surat permohonan uang muka kepada Kuasa Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen Induk dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja atau TOR.01. PR. 8 .0078 tanggal 14 Januari 2008 tentang Surat Edaran Mekanisme Pencairan Bintang dan Revisi RKAKL. revisi DIPA oleh Pejabat Eselon I diusulkan kepada Sekretaris jenderal dengan tembusan Biro Perencanaan & Anggaran b.5J. Mekanisme Usulan Revisi Anggaran Berdasarkan surat Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan No. Uang muka diberikan kepada PUM paling cepat 2 (dua) hari sebelum kegiatan dimulai. Uang muka yang diberikan hanya bersifat untuk membiayai kegiatan bukan untuk keperluan sehari-hari.

58/PKM. Ditjen. Anggaran Depkeu serta Satker yang Revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) dapat dijawab langsung oleh Pejabat Eselon I terkait dengan tembusan ke Biro Perencanaan & Anggaran Setjen. 3. Anggaran Depkeu. Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN T.05/2007 tentang Penertiban Rekening Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada Pemegang Uang Muka (PUM). harus dimintakan persetujuan KPPN setempat. dan Ditjen. c. Untuk menampung dana non DIPA (bantuan / hibah) pembukaan rekening harus mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Perbendaharaan. SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran. maka para Penanggungjawab Kegiatan mengajukan usulan pembiayaan disertai Kerangka Acuan dan Rencana Anggaran Biaya kepada PPK guna pengajuan TUP ke DJPBN / Kanwil DJPBN. maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) untuk diproses lebih lanjut guna pengajuan GU dan TU berikutnya. Pembayaran dilakukan paling cepat 1 (satu) hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Depkes. Penggunaan Rekening Pemerintah Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. Bagian Keuangan dan Bagian Program & Informasi.05/2007 dan No. Bila UP tidak mencukupi. maka diatur sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) PPK bersama Bendahara pengeluaran membuka rekening denggan mengajukan persetujuan kepada KPPN setempat. Selanjutnya Dirjen Perbendaharaan mengeluarkan Surat Persetujuan / rekomendasi Uang Persediaan / TUP yang ditujukan kepada PPK. 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 9 .Setjen. Melalui Uang Persediaan (UP) dan Tambahan UP (TUP) 1) PPK mengajukan SPP-UP untuk keperluan kegiatan sehari-hari dan operasional. Setelah akhir tahun anggaran dilakukan penutupan rekening dan saldo disetor ke kas negara. PUM diwajibkan melakukan penyimpanan atas uang yang diterima ditempat yang dianggap aman di brankas sendiri dan atau menitipkan di brankas Bendahara Pengeluaran dengan dilengkapi BA Penitipan Uang. 57/PMK. b. Atas dasar Surat Persetujuan tersebut. PPK mengajukan SPP guna penerbitan SPM-UP / TUP. Depkes bersangkutan.A 2008 a. Setelah Uang Muka disetujui. Bila rekening tersebut masih dipergunakan pada tahun anggaran berikutnya. Batas waktu pertanggungjawaban UP dan TUP. Penanggungjawab Kegiatan mengajukan permintaan Uang Muka (TU / Persediaan) kepada PPK sesuai kebutuhan yang diajukan. Pejabat Penandatangan SPM menyampaikan SPM-UP / TUP ke KPPN untuk penerbitan SP2D. Dalam 1 (satu) satuan kerja hanya terdapat 1 (satu) rekening.

c. SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran. maka berdasar SPP dibuat SPM. maka SPP akan dikembalikan kepada PPK untuk diperbaiki. untuk diuji meliputi a) b) c) d) e) Keabsahan dokumen pendukung SPP Ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA Kesesuaian rencana kerja / kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja Kebenaran atas hak tagih. diteruskan ke Bendahara Pengeluaran untuk: a) b) 3) Dicatat selanjutnya dibukukan dan dilakukan pembayaran oleh Bendahara Pengeluaran. Copy SP2D agar dikirim kepada Bagian Keuangan sebagai bahan Perhitungan Anggaran dan Sistem Akuntansi Instansi PPK memberitahukan kepada Penanggungjawab kegiatan untuk mengajukan Uang Muka sesuai kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerja masing-masing untuk satu bulan berikutnya. antara lain pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran Pencapaian tujuan atau sasaran sesuai dengan indikator kinerja atau spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak. disiplin dan tidak mewah. 12) Dalam pelaksanaan kegiatan agar tetap mem-perhatikan prinsip-prinsip hemat. efisiensi. Dokumen pertanggungjawaban yang telah disetujui pembebanannya dengan cara membubuhkan tandatangan setuju dibayar pada kuitansi. 4) Bila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi. disiplin dan tidak mewah. maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) dan demikian seterusnya untuk pengajuan GU berikutnya. Bila SPP memenuhi syarat.10) Dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran agar tetap memperhatikan prinsip-prinsip hemat. Kompilasi / rekap pertanggungjawaban untuk draft SPP 2) Draft SPP tersebut disampaikan kepada Penguji SPP. 5) 6) 7) 8) 9) 10) PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada PUM sebesar nilai yang disetujui PPK 11) Batas waktu pertanggungjawaban GU isi. Penggantian Uang Persediaan (GU) 1) Pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh penanggung-jawab kegiatan kepada PPK untuk mendapatkan persetujuan pembebanan dan pembayaran. 10 . Penanggungjawab kegiatan mengajukan UMK kepada PPK sesuai dengan kebutuhan. efisiensi. SPM yang telah ditandatangani kemudian dikirim ke KPPN untuk penerbitan SP2D. Dokumen pertanggungjawaban terlebih dahulu dilakukan verifikasi oleh Pejabat / Petugas yang ditunjuk.

2) Belanja Non-Pegawai a) Perjalanan Dinas (1) Penanggungjawab kegiatan menyampaikan kerangka acuan. selanjutnya dilakukan koordinasi dengan para Penanggungjawab kegiatan atas pelaksanaan anggaran. (2) PPK membuat SPP LS dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. PPK membuat SPP-LS serta dokumen pendukungnya dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. (2) PPK menyampaikan POK dan RPK yang dirinci menurut kegiatan. jadual pengadaan barang/jasa untuk diproses pelaksanaannya oleh Panitia Pengadaan.d. Alur Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2008 dapat dilihat pada bagan 3 dan 4 11 . PPK membuat SPP-LS dilengkapi dengan resume kontrak dan bukti tagihan yang diajukan pihak penyedia dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. (3) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. Selanjutnya Bendahara Pengeluaran menyampaikan copy SP2D ke Kepala Bagian Keuangan atau Kepala Bagian Tata Usaha guna perhitungan anggaran SAAT dan SAPP. Pembayaran Langsung (LS) 1) Belanja Pegawai a) b) c) Petugas pembuat daftar gaji/honor menyampai-kan daftar penerima gaji/honor pegawai kepada PPK. Surat tugas peserta dan daftar normatif yang berisi rincian biaya perjalanan dinas kepada PPK. (4) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. (5) Pencairan dana langsung masuk ke rekening pihak ketiga dan tembusan SP2D diterima oleh Bendahara Pengeluaran untuk dicatat dalam pembukuan. b) Pengadaan Barang/Jasa (1) Setelah diterimanya DIPA oleh KPA / PPK. (3) Setelah proses pengadaan dilaksanakan oleh pihak penyedia atas dasar tagihan pihak penyedia.

Jawab Kegiatan / PUM Bagan 4 Pembayaran Langsung (LS) PPK Tagihan Pihak Penyedia SP2D Tembusan SP2D Tidak KPPN Bendahara Pengeluaran SPM Penandatangan SPM* Copy SP2D Ya Penguji SPP Bag.Verifikasi 12 .Keuangan u. Tambahan UP dan GU-UP DJPBN Kanwil DJPBN SP2D KPPN SPM Rekomendasi bilamana perlu Penandatangan /Penerbit SPM Bendahara Pengeluaran PPK Verifikasi SPP Penguji SPP SPP Pertanggungjawaban Ditolak / diperbaiki P.Bagan 3 Uang Persediaan.p Bag.

jadual kegiatan. kerangka acuan. Uang harian. 9. Laporan Setiap Kegiatan Pada setiap pelaksanaan kegiatan agar dibuat laporan dengan berpedoman pada format. 3. Pelatihan. 4. Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi atau surat pernyataan biaya riil dengan lampiran surat tugas. penerimaan biaya transpotasi. notulen rapat. Pertanggungjawaban uang dan barang agar dicatat dan disimpan secara tertib administrasi guna keperluan pemeriksaan oleh Aparat Pengawas Internal maupun Eksternal 2. daftar penerimaan uang harian. SPPD. sewa ruang pertemuan. F. SPP termasuk dokumen lampirannya disimpan pada Penandatangan / Penerbit SPM. 8. bukti-bukti pengeluaran (honorarium. Alat tulis kantor dan fotokopi bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan melampirkan faktur barang. Bendahara Pengeluaran di masingmasing satuan kerja wajib membuat pembukuan semua transaksi keuangan yang dilaksanakan oleh satuan kerja dan berkewajiban pula menginventarisasi dokumen atas pelaksanaan seluruh kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan.Pada saat pengajuan SPM ke KPPN tidak perlu dilampirkan SPP dan dokumen lainnya (Kontrak) tetapi dilampiri resume kontrak. Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan lampiran kerangka acuan (TOR). 7. sebagai berikut : a. c. Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja. transportasi narasumber dan fasilitator bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran daftar penerimaan transportasi. penggandaan. Akomodasi hotel. E. daftar penerimaan transpotasi dan notulen rapat. d. SPTB dan SSP. b. surat undangan peserta. Pelaporan Setiap Satuan Kerja Kuasa Pengguna Anggaran wajib membuat laporan sebagai berikut: 1. Sedangkan Pejabat Pembuat komitmen bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan di tingkat Propinsi. Kabupaten / Kota sebagai berikut : 1. bukti biaya konsumsi. 13 . sewa gedung. sewa komputer & LCD bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan melampirkan kontrak / SPK. Format Laporan Perjalanan Dinas (lampiran 1) Format Laporan Rapat (lampiran 2) Format Laporan Penyelenggaraan Pertemuan (lampiran 3) Format Laporan Tahunan (lampiran 4) Laporan disimpan pada setiap pelaksana program (Propinsi) untuk kepentingan monitoring penanggungjawab program (Pusat) dan Auditor. jadual pelatihan. bahan. honorarium. 6. daftar hadir peserta) laporan pelatihan. Monitoring dan Evaluasi. 5. Pertemuan bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi. Rapat bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran surat undangan. daftar hadir. dan laporan monev.

H. Mekanisme Pelaporan Dana Dekon antara UKM & Perbaikan Gizi sebagai berikut: a.R Rasuna Said Blok X5 Kavling No.com 2. Bagan 5 Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 Dirjen Bina Kesmas C. evaporkesmas@gmail. 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan dan Kepmenkes No.565/Menkes/ SK/VI/2007 tentang Pedoman Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan. Laporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan Mengacu pada Peraturan Pemerintah No. Formulir A & B (10 hr kerja stlh triwulan berakhir) Kepala Unit Kerja/KPA (oleh Pejabat Evapor Dinkes Propinsi) Formulir A (5 hr kerja stlh triwulan berakhir) Penanggung-jawab kegiatan/PK Formulir A Alamat Pengiriman : Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas (Blok B Ruang No 807) Jln.q. Kepala Bagian Program & Informasi Sesditjen Bina Kesmas b. 4-9 Jakarta 12950 Telp/Fax : (021) 5279216 Email : 1.2.com 14 . pikesmas@yahoo. Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas. Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran melalui Pejabat Evapor di Dinkes Propinsi melakukan rekapitulasi formulir A dengan menggunakan formulir B selanjutnya menyampaikan laporan pelaksanaan DIPA Dekon UKM & Perbaikan Gizi formulir A dan formulir B kepada Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat paling lambat tanggal 10 (sepuluh) hari kerja setelah triwulan berakhir c. Pejabat Pembuat Komitmen (PK) / Penanggung-jawab kegiatan Satker Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi di lingkungan Dinkes Propinsi menyampaikan laporan pemantauan pelaksanaan DIPA Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi dengan menyampaikan formulir A kepada Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran setiap 5 (lima) hari kerja setelah triwulan berakhir.q.

171/PMK.3. 15 .05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor : PER51/PB/2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian / Lembaga. Laporan Realisasi Anggaran a. masing-masing satker menyampaikan laporan realisasi fisik dan keuangan sebagaimana format laporan di bawah ini : Tabel 1 Realisasi Anggaran APBN yang di Daerahkan di Propinsi Tahun 2008 Program : Propinsi : Bulan : Realisasi Keuangan Fisik (%) Rupiah % 4 5 6 No 1 Kegiatan 2 Alokasi 3 b. Laporan Realisasi Anggaran Secara Manual Dalam rangka pemantauan pelaksanaan anggaran satker secara tepat waktu. sesuai dengan Sistim Akuntansi Instansi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No. Laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistim Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) Satuan kerja sebagai Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (Propinsi dan Kabupaten / Kota) wajib menyampaikan laporan Realisasi Anggaran dan Neraca setelah melakukan rekonsiliasi dengan KPPN setempat setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 7 bulan berikutnya.

Bina Kesmas c/q Bag. Penyampaian / pengiriman laporan akan dilakukan sebagai berikut : T a n g g a l 1 4 5 Semua satker akan dihubungi melalui telepon dan SMS Semua satker akan diingatkan kembali mengenai laporan Laporan dikirim ke Pusat Butir 3. Jakarta Selatan 12950 Lantai 8 Blok C Ruang 813 Telp / Fax : (021) 5277211 email : keuangan_binkesmas@yahoo. HR Rasuna Said Kav.a. dan 3. 4-9 Blok X5.com Setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya.Bagan 6 Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAK-BMN) TINGKAT KEMENTERIAN UNIT AKUNTANSI PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ( UAPA / B ) TINGKAT ESELON-I ADK & Laporan UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ESELON-I (UAPPA/B-E1) Tembusan TINGKAT WILAYAH UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAPPA/B-W) TINGKAT SATKER UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAKPA/B) REKONSILIASI DENGAN KPPN Keterangan : UAKPA/B menyampaikan Laporan secara berjenjang UAKPA/B dapat menyampaikan tembusan laporan langsung ke UAPA/B Tingkat Kementerian c. setelah diisi dan dikirimkan ke : Sekretariat Ditjen. Keuangan. 16 .b. Jl.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful