PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA DEKONSENTRASI PROGRAM PENINGKATAN KESEHATAN ANAK TAHUN 2009

PETUNJUK TEKNIS 2009

DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK
DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN RI TAHUN 2009

Dana dekonsentrasi sebagai salah satu sumber pelaksanaan program di daerah disamping dana APBD. PHLN. kita selalu berada dalam lindungan dan limpahan Rahmat-Nya. September 2009 Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Dr. Semoga dalam melaksanakan kegiatan. pembinaan dll. buku Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Dekonsentrasi Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun 2009 telah dapat disusun.KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu perlu dikoordinasikan atau dikonsultasikan kepada pihak yang berkompeten sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. DTM&H. Jakarta. dana perimbangan. Waktu efektigf tiga bulan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mencapai kinerja program yang oiptimal bukan semata-mata hanya untuk mengejar target penyerapan anggaran. Dana Pelatihan-pelatihan. Kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian buku Petunjuk Teknis ini. Pemerintah pusat dalam upaya tersebut tidak sebatas menyediakan dana Dekonsentrasi bagi pelaksanaan program di daerah tetapi masih banyak dukungan pendanaan lain seperti program Jamkesmas. tenaga maupun mekanisme pencairan uang. kami ucapkan terima kasih. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya melalui dana APBN telah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan di daerah melalui alokasi dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. MPH NIP 195110011980081001 i . Budihardja. kemungkinan akan ada kendala-kendala yang dihadapi baik mengenai jumlah dana maupun menyangkut waktu pelaksanaan. Dana Dekonsentrasi diguna untuk menunjang pelaksanaan pembangunan dibidang kesehatan terutama Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Pada tahun 2009 anggaran APBN Departemen Kesehatan mengalami keterlambatan dalam penyelesaian DIPA namun diharapkan tidak banyak mempengaruhi kinerja program baik di pusat maupun daerah sehingga tahun 2009 sebagai tahun terakhir RPJMN 2005 – 2009. dan sumber lain diharapkan akan memacu pencapaian indikator program sesuai dengan kewenangan disetiap jenjang. Kami mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan buku Petunjuk Teknis ini di masa yang akan datang. Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaannya.

................... d............................... b................................ c................. Tujuan 3...............................................…............................... KEGIATAN PROYEK PHLN a...................................……. Sasaran .. Kegiatan-kegiatan b........ a..... a.. NICE 1..................................... DAFTAR ISI ………………………………………….. Kegiatan-kegiatan ................ xiii BAB I PENDAHULUAN ……………………………............................................. b................... d...........…. c.. Latar Belakang ..................... c............... Sasaran 4........................................................ Sasaran ................. a. Kegiatan-kegiatan i BAB VI BAB VII .... Tujuan ..... b..... d........ Sasaran ................... a.................... Latar Belakang ............................................................................. a..................................................................... KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU ..... DHS 2 1........... d...... DAFTAR SINGKATAN …………………………..................... NOMOR : HK..... c..................... i iii v xi xii BAB II BAB III BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA ... DAFTAR LAMPIRAN . Sasaran ............………….......………………...................... d......................................................................................... KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS ............ Tujuan ......... Kegiatan-kegiatan .... DAFTAR BAGAN .................................. b.......…........... d..... Latar Belakang ..........................…………….......................................................................................................... b..................................... KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK ............... Ruang Lingkup .................................................. Latar Belakang ........ Sasaran ................................ Latar Belakang 2... Sasaran .........................................…….................. Tujuan .... Latar Belakang 2........................................ KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT .... Sasaran 4. Tujuan 3. b....... a................ Kegiatan-kegiatan . Latar Belakang ........................ SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT............ Tujuan .............. Kegiatan-kegiatan ............................... c.............................…....... c...... Kegiatan-kegiatan ... Tujuan .......... Tujuan .. BAB V Latar Belakang .................................................................................................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ……………………...

.............. D...... BAB VIII LAMPIRAN PENUTUP ……………………………………………. HSSP 1.......................... Tugas dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara .....BAB VIII c............ C......................... A................................. Organisasi ........................ E............ Tujuan 3.... Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementerian Kesehatan .. Latar Belakang 2................... Pertanggungjawaban Penggunaan Dana ....... B. Pelaporan ..... F.. Sasaran 4.... ii .................................... Kegiatan-kegiatan MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN ............. Mekanisme Pelaksanaan Anggaran dan Pembayaran ..........................

DAFTAR SINGKATAN A ABPK AIDS AKI AKB AKN AMP APBD APBN APBN-P APINDO ANC APE APN ATK B Bappeda Bappekab Bapemas Baristi BB BBLR BBKPM BBL BdD BHP Bides BKIM. BKPM BND BP3K BP4 BPS BULIN BUMIL Buristi C CBOD CFR CTU CTJ D DAU DAK DDD Depag Diknas DPT DTPS DTPS-MPS G GAKY : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Alat Bantu Pengambilan Keputusan Acquired Immune Deficiency Syndrome Angka Kematian Ibu Angka Kematian Balita Angka Kematian Neonatal / Neonatus Audit Maternal Perinatal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Asosiasi Pengusaha Indonesia Anti Natal Care Alat Permainan Edukatif Asuhan Persalinan Normal Alat Tulis Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten Badan Pemberdayaan Masyarakat Bayi Resiko Tinggi Berat Badan Bayi Berat Lahir Rendah Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bayi Bayi Lahir Bidan di Desa Bahan Habis Pakai Bidan Desa Balai Kesehatan Indera Masyarakat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Balai Kesehatan Mata Masyarakat Balai Kesehatan Olah Raga Masyarakat Balai Kesehatan Paru Masyarakat Badan Narkotika Daerah Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Badan Pusat Statistik Ibu Bersalin Ibu Hamil Ibu Resiko Tinggi Cara Belajar Orang Dewasa Case Fatality Rate Contracetive Technological Update Ceramah Tanya Jawab Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Donor Darah Desa Departemen Agama Pendidikan Nasional Dengan Tempat Perawatan District Team Problem Solving District Team Problem Solving. BKKBN BKMM BKOM.Making Pregnancy Saver : Gangguan Akibat Kekurangan Yodium i .

Genmud GSI H HIV I IBI IDAI IDI IGD J Jamsostek JNPK JPNK-KR : Generasi Muda : Gerakan Sayang Ibu : Human Immunodeficiency Virus : : : : Ikatan Bidan Indonesia Ikatan Dokter Anak Indonesia Ikatan Dokter Indonesia Instalasi Gawat Darurat : Jaminan Sosial Tenaga Kerja : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi ii .

K KAT KB KB (AMP-KB) Kadarzi KEK KEP KIE/ KIP dan K KLB KMS KMRIH KMRIBB Kesga Kesra Kespro KPA KP-KIA KPPN KTA KTD KUA KVA L LILA LP LPA LSM LS M MMD MTBS MTCT N Nakes NAPZA P PAUD PERSAGI PGPK PGPKT PHLN PKK PKHS PLKB PMTCT POGI Polindes PONED PONEK PPNI Poskesdes Posyandu PPGDON PP-KtP PPT Promkes PSG PUMK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Komunitas Adat Terpencil Keluarga Berencana Keluarga Berencana (Audit Maternal Perinatal .Keluarga Keluarga Sadar Gizi Kurang Energi Kronis Kekurangan Energi Protein Komunikasi Informasi Edukasi / Komunikasi Inter Personal dan Kejadian Luar Biasa Kartu Menuju Sehat Kartu Monitoring Rujukan Ibu Hamil Kartu Monitoring Rujukan Ibu Bersalin dan Bayi Kesehatan Keluarga Kesejahteraan Rakyat Kesehatan Reproduksi Kuasa Pengguna Anggaran Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kekerasan terhadap Anak Kehamilan Tidak Diinginkan Kantor Urusan Agama Kekurangan Vitamin A Lingkar Lengan Atas Lintas Program Lembaga Pemerhati Anak Lembaga Swadaya Masyarakat Lintas Sektor Berencana) Kelompok : Musyawarah Masyarakat Desa : Manajemen Terpadu Balita Sehat : Mother to Child Transmission : Tenaga Kesehatan : Narkotika Psikotropika dan Zat adiktif : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Pendidikan Anak Usia Dini Persatuan Ahli Gizi Indonesia Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Ketulian Pinjaman Hibah Luar Negeri Program Kesejahteraan Keluarga Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat Petugas Lapangan Keluarga Bencana Prevention Mother to Child Transmission Persatuan Obstetri Ginekolog Indonesia Pos Persalinan Desa Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Kebidanan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Pos Kesehatan Desa Pos Pelayanan Terpadu Penanganan Pertama Gawat Darurat Emergensi Obstetri Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan Pusat Pelayanan Terpadu Promosi Kesehatan Pemantauan Status Gizi Pemegang Uang Muka Kerja iii Neonatal .

Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Skrining Hipotyroid Kongenital ∑ Seluruh Balita Kembang Anak S K D N : ∑ Balita yang mempunyai KMS : ∑ Balita yang datang ditimbang : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ∑ Balita yang naik berat badannya Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Survey Mawas Diri Surat Keputusan Bersama Sistem Kewaspadaan Dini Surat Kuasa Pengguna Anggaran Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Standar Pelayanan Kebidanan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sistem Pencatatan Pelaporan Rumah Sakit Sistem Pencatatan Pelaporan Puskesmas Tinggi Badan Tugas Pembantuan Total Fertility Rate Tugas Pokok dan Fungsi Tokoh Masyarakat Tokoh Agama Training of Trainer Tambahan Uang Persediaan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat Upaya Kesehatan Kerja Upaya Kesehatan Masyarakat Usaha Kesehatan Sekolah Uang Persediaan SIMPUS SMD SKB SKD SKPA SKPG SPK SPSI SP2RS SP3 T TB TP TFR TUPOKSI Toma Toga TOT TUP U UKBM UKK UKM UKS UP iv .PUKM PUG-BK PWS P2PL P2KP P2KS P2KT P4K R Risti RKAKL RPK RSUD RTL S SABMN SAK SBH SDKI SDIDTK SHK SKDN : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Program Upaya Kesehatan Masyarakat Pengarus Utamaan Gender Bidang Kesehatan Pemantauan Wilayah Setempat Program Pemberantasan Penyakit Langsung Pusat Pelatihan Klinik Primer Pusat Pelatihan Klinik Sekunder Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Terpadu Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi Risiko Tinggi Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian / Lembaga Rencana Pelaksanaan Kegiatan Rumah Sakit Umum Daerah Rencana Tindak lanjut Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Sistem Akuntansi Keuangan Saka Bakti Husada Survei Demografi Kesehatan Indonesia Standarisasi Stimulasi.

UPGK UPT Y YPAC : : Upaya Perbaikan Gizi Keluarga : Unit Pelaksana Teknis Yayasan Penyandang Anak Cacat v .

......... 128 129 130 131 i .......... Form Laporan Rapat ………………………….... Form Laporan Penyelenggaraan Pertemuan Form Laporan Tahunan ……………….....DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 Form Laporan Dinas …………….....

................................. Alur Mekanisme Uang Persediaan................................. Tambahan UP dan GU-UP ...... 108 BAGAN 2 111 BAGAN 3 118 119 122 BAGAN 4 BAGAN 5 BAGAN 6 125 ii .......DAFTAR BAGAN Halaman BAGAN 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 ..................................... Pembayaran Langsung (LS) …….................. Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAKBMN) ………............... Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 ..………… Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 ……………............................

Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat mengarahkan pelaksanaan kegiatan melalui pencapaian indikator Rencana Kerja Pemerintah sebagai bentuk penilaian tahunan dari RPJMN yang pada tahun 2009 telah ditetapkan indikatornya meliputi : 1) Cakupan kunjungan Ibu Hamil (K4). Seperti diketahui bahwa Departemen Kesehatan telah menyediakan anggaran guna peningkatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat melalui dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.) APBD dan PHLN serta sumber-sumber pembiayaan lainnya. Menurunnya Angka Kematian Bayi dari 35 /1. Dana Alokasi Khusus. APBN yang didaerahkan ( dana dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan) dana perimbangan (Dana Alokasi Umum. swasta. Perkesmas dan lain-lain. Kesehatan Jiwa. 4) Cakupan Puskesmas memberikan pelayanan bagi Masyarakat miskin. 7) Cakupan Tablet Fe. Kabupaten/Kota serta Puskesmas. Menurunnya angka prevalensi gizi kurang pada balita dari 25. 5) Cakupan ASI ekslusif.000 kelahiran hidup menjadi 226 /100.000 kelahiran hidup menjadi 26 / 1. 1 . Pelayanan Kesehatan Anak. Melalui keempat indikator tersebut Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat memikul tanggung jawab yang besar. Pelayanan Kesehatan Dasar. 4. Untuk mewujudkan sasaran pembangunan nasional tersebut. antara lain melalui penyediaan biaya kegiatan Pelayanan Kesehatan Ibu.6 tahun.6 % menjadi 20 %. Dalam melaksanakan program-program tersebut. Kesehatan Usia Lanjut. Poskestren. Tahun 2009 merupakan tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009.2 tahun menjadi 70. 6) Cakupan Vit A. Poskesdes. Pos UKK serta penguatan pengelolalaan program di tingkat Dinas Kesehatan Propinsi. diperlukan dukungan sumber pendanaan yang berasal berbagai sumber pembiayaan seperti : APBN. Serta pencapaian indikator lain yang menjadi prioritas nasional dan merupakan spesifik daerah seperti Kesehatan Indera.000 kelahiran hidup.BAB I PENDAHULUAN A. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 /100. Kesehatan Tradisional. Latar Belakang Pembangunan kesehatan yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009 Bidang Kesehatan adalah mewujudkan pencapaian sasaran : 1. Pelayanan Kesehatan Kerja dan biaya Perbaikan Gizi Masyarakat. Meningkatnya Usia Harapan Hidup dari 66. 8) Cakupan keluarga mengkonsumsi garam beriodium dan 9) Cakupan Pengembangan Desa Siaga. Namun demikian kinerja tersebut akan lebih berhasil apabila didukung unit-unit utama di Depkes dan Pemerintah Daerah serta peran serta masyarakat secara aktif.000 kelahiran hidup. 2. hal tersebut terkait bahwa semua kegiatan di lingkungan Ditjen Bina Kesmas mengarah secara langsung dengan sasaran tersebut di atas. sehingga sasaran Program di lingkungan Ditjen Bina Kesmas tetap mendorong program-program tersebut sampai kepada masyarakat melalui upaya peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya sebagai sarana pelayanan kesehatan yang terdepan dan dibantu oleh Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) seperti Pos Yandu. 3) Cakupan kunjungan Neonatus (KN2). 2) Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan. dunia usaha dan LSM. Anggaran 2009 yang tersedia. 3. Kesehatan Olah Raga. Kesehatan Perkotaan.

C. 4. Unit–unit terkait pengelolaan Program UKM dan Perbaikan Gizi Masyarakat. Pengelola Kegiatan Kesehatan Ibu. Kesehatan Dasar dan Perbaikan Gizi tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Sasaran 1. B. 2.Agar pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan baik sehingga hasilnya lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam pencapaian sasaran pembangunan maka dalam pelaksanaan diberikan buku pedoman berupa Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi. 2. 5. Kesehatan Kerja. 3. D. Ruang Lingkup 1. Kegiatan Bina Kesehatan Ibu Kegiatan Bina Kesehatan Anak Kegiatan Bina Kesehatan Dasar ( Komunitas) Kegiatan Bina Kesehatan Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat 2 . Kesehatan Anak. Tujuan Memberikan acuan bagi pelaksanaan kegiatan Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat bersumber Dana Dekonsentrasi tahun 2009 dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan kesehatan.

menyusun beberapa program kesehatan yang dibutuhkan dengan berlandaskan pada Strategi Making Pregnancy Safer yaitu : 1. dibandingkan dengan deretan angka tersebut secara nasional sudah “on the track” dalam skenario penurunan AKI secara nasional untuk mencapai target RPJMN tahun 2009 yaitu sebesar 226/100. 3. maka Departemen Kesehatan. khususnya Direktorat Bina Kesehatan Ibu. mulai dari sarana pelayanan kesehatan dasar hingga pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit. Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan data SDKI 2007 menunjukkan angka 228/100. Dalam kurun waktu yang sama. Meningkatkan sistem surveilans. keluarga dan masyarakat. tetapi masih jauh dari harapan MDGs 2015. hasil ekstrapolasi BPS berdasarkan trend penurunan AKI didapat angka 262/ 100.BAB II KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU A.000 kelahiran hidup pada tahun 2006 dan 248/100. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal ditangani secara adekuat. B. 4.000 kelahiran hidup pada tahun 2005. serta makin tingginya harapan masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas. yang berarti pendekatan yang dilakukan adalah secara menyeluruh dari masa kehamilan sampai nifas dan pelayanan yang diberikan adalah berkualitas. Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terampil. Keempat strategi di atas diperlukan untuk mewujudkan tiga pesan kunci Making Pregnancy Safer yaitu : 1. monitoring dan informasi KIA dan pembiayaan program. 2. AKI pada tahun 2007 sebesar 228/100. Program kesehatan ibu disusun menganut prinsip continum of care. Seiring makin kompleksnya permasalahan kesehatan.000 kelahiran hidup. 2. terutama kesehatan ibu di Indonesia. Mendorong pemberdayaan perempuan. Membangun kemitraan yang efektif.000 kelahiran hidup pada tahun 2007. Indonesia sendiri menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber data baik dari Dinkes Propinsi maupun BPS menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) nasional selama kurun waktu 10 tahun terakhir sudah sesuai dengan target RPJMN pada tahun 2010. Tujuan Umum Mempercepat upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui dukungan dana dekonsentrasi 1 . Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di tingkat dasar dan rujukan. 3. Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanggulangan komplikasi keguguran.000 kelahiran hidup. 255/100. Latar Belakang Perkembangan kesehatan ibu di dunia selama 20 tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat bervariasi dan belum menunjukkan kemajuan yang signifikan dilihat dari besaran maupun pemerataannya apabila merujuk pada pencapaian indikator outcome yang disepakati.000 kelahiran hidup. Tujuan 1.

f. 7. Kegiatan-Kegiatan 1. Pelayanan Nifas menjadi 87.5% pada tahun 2010.2. 3) Penggunaan dana (a) (b) (c) (d) (e) Belanja Bahan (ATK. Foto kopi. d. 2. Semua Ibu Hamil. P4K terlaksana di seluruh desa Meningkatnya jumlah dukun yang bermitra sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang telah dilatih PONED sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang melaksanakan pelayanan KB berkualitas minimal 4 puskesmas per kabupaten Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu Penguatan manajemen kesehatan ibu C. Bersalin dan Nifas Pasangan Usia Subur (PUS). 3. c. 2. Ibu Hamil dengan komplikasi yang ditangani menjadi 75% pada tahun 2010. Pengelola program kesehatan reproduksi E. Koordinasi P4K dengan stiker dalam upaya PP-AKI di tingkat Propinsi 1) Tujuan Terwujudnya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) bagi Bidan di Puskesmas dan Bidan di Desa yang terintegrasi dalam Desa Siaga. konsumsi. 3. 4. Puskesmas yang mampu Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial (PKRE) terpadu sekurang-kurangnya 4 Puskesmas di tiap Kabupaten/Kota 8. 2) Sasaran Pengelola Program KIA di Dinas Kesehatan Propinsi. dll) Transport Uang Harian Biaya Penginapan Belanja Sewa 2 . 5. 6. Target cakupan yang diharapkan adalah meningkatnya cakupan : 1. Kunjungan Ibu Hamil (K1) menjadi 95% pada tahun 2010. Peserta KB aktif menjadi 71% pada tahun 2010. e. Sasaran Program 1. b. Kunjungan Ibu Hamil (K4) menjadi 91% pada tahun 2010. Tujuan Khusus a. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (Linakes) menjadi 87. D. Puskesmas yang mampu memberikan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) sekurang-kurangnya 4 Puskesmas dengan tempat tidur di tiap Kabupaten/Kota.5% pada tahun 2010. Lintas Program dan Lintas Sektor di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) a.

c) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. Fotokopi ). ibu bersalin dan nifas yang mutakhir (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa ditandai dengan terpasangnya stiker P4K (4) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 3 . ibu bersalin dan nifas resiko tinggi di Puskesmas (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa (1) Sasaran (1) Bumil. (2) Bulin. (2) Transport lokal petugas. (3) Bufas. (2) Ibu hamil. b) Sasaran (1) Pelaksana program di dinas kesehatan Kabupaten/Kota. bulin dan ibu nifas di Puskesmas.4) Hasil kegiatan (1) Adanya kesepakatan tertulis tentang rencana pelaksanaan P4K (2) Adanya laporan hasil pelaksanaan yang sudah di capai Laporan kegiatan 5) b. Pelacakan dan Validasi Pendataan Jumlah Ibu Hamil. Rujukan kasus Ibu Hamil Risiko Tinggi/komplikasi a) Tujuan Meningkatnya jumlah rujukan kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi sesuai indikasi di Puskesmas. d) Hasil kegiatan (1) Data hasil kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi e) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut c. (2) Transport lokal petugas. nifas dan Tindak Lanjut Pemasangan Stiker P4K a) Tujuan (1) Teridentifikasinya ibu hamil. (3) Hasil kegiatan (1) Adanya data ibu hamil. Fotokopi). (3) Lintas sektor dan lintas program terkait. (2) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. bulin.

Hasil kegiatan a) Adanya komitmen kerjasama tertulis antara swasta dan pemerintah b) Adanya rencana kerjasama swasta dan pemerintah (Dinkes) Laporan Kegiatan 5) 4 . Fotokopi. Pertemuan Sosialisasi/Review Kemitraan Bidan dan Dukun 1) Tujuan a) Adanya kesamaan pemahaman dan kesiapan pengelola dan penanggungjawab program KIA-KB di Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan intervensi kemitraan bidan dan dukun. fotokopi). konsumsi). d) Transport . c) Honorarium narasumber.2. pengelola program KIA di tingkat propinsi. b) Belanja Sewa. 2) Sasaran Swasta. Honor Narasumber. Uang Harian. Kemitraan Bidan dan Dukun a. Dukun dan LP/LS terkait 3) Penggunaan dana a) Belanja Bahan (ATK. e) Uang Harian. dan organisasi profesi terkait. Belanja sewa Biaya Penginapan. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK. Transport. kabupaten/kota. f) Biaya Penginapan. Pertemuan Public Private Mix/koordinasi dengan swasta 1) Tujuan Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara swasta dan pemerintah dalam mendukung program KIA. 4) Hasil Kegiatan a) Adanya Komitmen tertulis pelaksanaan program kemitraan bidan dan dukun b) Adanya hasil telaahan pelaksanaan kegiatan kemitraan bidan dan dukun b. Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan kegiatan kemiteraan bidan dan dukun b) 2) Sasaran a) b) Pelaksana puskesmas dan Pengelola Program di Dinas Kesehatan Propinsi dan Kab/Kota : Lintas Program / Lintas Sektor terkait Bidan di Desa.

Uang Harian. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya. Pemerintah daerah. PONED dan PONEK a. Pengelola program Promosi kesehatan. Belanja sewa Transport lokal Honor Narasumber. fotokopi). 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) Belanja bahan (ATK. Pengelola program Yankes. Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Kabupaten / Kota 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP secara teratur dan berkesinambungan. Belanja sewa Biaya Penginapan.3. Transport. sesuai kebutuhan. Menyusun rencana tindak lanjut Sasaran a) b) c) d) e) Tim PONED Puskesmas Pengelola program KIA-KB. Sasaran Peserta kegiatan : a) Bidan di Desa tempat kejadian kematian ibu dan bayi baru lahir. b) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas. 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. c) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait. fotokopi). 4) Hasil kegiatan a) b) Telaahan pelaksanaan PONED Puskesmas Rencana tindak lanjut 5) Laporan kegiatan b. d) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA. e) Pihak lain yang terkait. petugas rekam medik RS. Evaluasi Pelaksanaan Puskesmas PONED 1) Tujuan a) b) c) 2) Menelaah hasil pelaksanaan PONED di puskesmas Mengidentifikasi permasalahan yang terkait dengan pelaksanaan PONED di puskesmas. Honor Narasumber. 5 . misalnya bidan praktek swasta.

Pemantapan Forum Mata Rantai Rujukan 1) Tujuan Menelaah kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal mulai dari keluarga.IDAI).4) Hasil kegiatan a) b) c) Notulen proses pelaksanaan AMP Laporan tertulis pelaksanaan AMP Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan c. Belanja sewa Biaya Penginapan.POGI. Lintas Program dan Sektor terkait (BKKBN. 6 . 4) Hasil kegiatan (1) Notulen proses pelaksanaan AMP (2) Laporan tertulis pelaksanaan AMP (3) Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d. sesuai kebutuhan. petugas rekam medik RS. 2) Sasaran a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA (tingkat Propinsi. Transport. b) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. misalnya bidan praktek swasta. Kabupaten / Kota / Kecamatan). Kesra. Rumah Sakit pemerintah dan non pemerintah. Organisasi Profesi (IBI. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya. masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Sasaran Peserta kegiatan : a) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas. Dokter Puskesmas dan Bidan di Desa. c) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA. Uang Harian. fotokopi). Honor Narasumber. Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Propinsi 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP lintas batas.IDI. d) Pihak lain yang terkait. Bappeda). Organisasi kemasyarakatan/LSM.

3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 4) Hasil kegiatan a) Telaahan kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal dan rekomendasinya. Transport. fotokopi). Uang Harian. Pemantapan manajemen pelayanan KB Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Dinkes Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam manajemen pelayanan KB.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Belanja sewa Biaya Penginapan. 7 . 5) Laporan Kegiatan 4. Transport. kompeten dalam 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi CTU sesuai standar 5) Laporan Kegiatan b. fotokopi). Honor Narasumber. Pelayanan KB berkualitas a. 2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan kontrasepsi utamanya IUD dan Implant. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam Contraceptive Technical Updated (CTU) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan melaksanakan pelayanan KB berkualitas. Belanja sewa Biaya Penginapan. Honor Narasumber. 2) Sasaran Pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Uang Harian.

2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan konseling KB. 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih (5) Laporan Kegiatan c. fotokopi). 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. tenaga kesehatan kompeten dalam 8 . Belanja sewa Biaya Penginapan. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Transport. Pelatih. Honor Narasumber. Transport. 2) Sasaran Pimpinan dan Pengelola Program KB Puskesmas. fotokopi). Honor Narasumber. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB (ABPK) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan menggunakan ABPK ber-KB. Fasilitator. Transport. Uang Harian. 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih Laporan Kegiatan 5) Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Puskesmas 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pimpinan dan pengelola program KB Puskesmas dalam manajemen pelayanan KB. Uang Harian. Honor Narasumber. Uang Harian. fotokopi). Belanja sewa Biaya Penginapan. Belanja sewa Biaya Penginapan.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK.

3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Peningkatan Kualitas Pelayanan a. Program Pencegahan dan 4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan penanganan malaria pada ibu hamil Laporan Kegiatan 5) b. Pelatih. Bidan Puskesmas. Belanja sewa Biaya Penginapan. Pelatih. 2) Sasaran Program Pengelola program KIA. Kabupaten/Kota dan 9 . Transport. Fasilitator. Honor Narasumber. Uang Harian.4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi penggunaan ABPK ber-KB. Fasilitator. Honor Narasumber. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Malaria pada Kehamilan 1) Tujuan Dipahaminya dan dilaksanakannya Penanganan Malaria pada Kehamilan. Belanja sewa Biaya Penginapan. fotokopi). fotokopi). Dokter Puskesmas. 2) Sasaran Pengelola program KIA tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Bidan di desa. Uang Harian. Laporan Kegiatan 5. IBI Kabupaten. Peningkatan Kemampuan Tim Petugas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas dalam Kelas Ibu Hamil 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola KIA Puskesmas dalam pelaksanaan kelas ibu hamil. 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Transport.

3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Transport. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK.4) Hasil kegiatan a) b) c) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melaksanakan kelas ibu hamil Peserta latih mampu memfasilitasi ibu. 2) Sasaran Calon tim Puskesmas PONED (Dokter Umum. Belanja sewa Biaya Penginapan. bahan habis pakai. dll). Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal dasar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pelatih. Uang Harian. Uang Harian. Transport. Pelatih. 2) Sasaran Tenaga Bidan yang belum mampu memberikan pertolongan persalinan normal sesuai standar. Honor Narasumber. fotokopi). sertifikat. fotokopi. 10 . Honor Narasumber. Bidan dan Perawat) sesuai kriteria. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Asuhan Persalinan Normal 1) Tujuan Meningkatnya kemampuan Bidan dalam melaksanakan Persalinan Normal. Fasilitator. Belanja sewa Biaya Penginapan. 4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi APN sesuai standar Laporan Kegiatan d. suami dan keluarga dalam perawatan kehamilan 5) Laporan Kegiatan c. Fasilitator.

Bidan dan Perawat) sesuai kriteria yang mengacu pada pedoman PONEK. bahan habis pakai). 4) Hasil kegiatan Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan catatan : Magang ini merupakan kelanjutan dari pelatihan PONED dan dapat dilaksanakan untuk penyegaran bagi tim PONED yang telah dilatih apabila diperlukan. fasilitator. b) Rumah sakit yang memenuhi persyaratan sebagai tempat magang PONED (jumlah kasus memenuhi syarat yang ada dalam buku pedoman pelatihan PONED) 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. instruktur klinis. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal komprehensif sesuai dengan standar yang ditetapkan.4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONED sesuai standar 5) Laporan Kegiatan e. 2) Sasaran Calon Tim PONEK (Dokter Spesialis Obsgin. Magang PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal. 5) f. 11 . Dokter Umum. Dokter Spesialis Anak. Belanja sewa Biaya Penginapan. Transport. 2) Sasaran a) Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONED. Uang Harian. konsumsi. fotokopi. Honor Narasumber.

instruktur klinis. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK. fotokopi. Honor Narasumber. Belanja sewa Biaya Penginapan. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. fasilitator. bahan habis pakai). bahan habis pakai). instruktur klinis. konsumsi. Uang Harian. fasilitator. bahan habis pakai). 12 . Belanja sewa Biaya Penginapan. Transport. Honor Narasumber.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. fasilitator. fotokopi. Peningkatan Kapasitas Kespro Terpadu yang Responsif Gender 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program dalam pengembangan dan pelaksanaan program kespro terpadu yang responsive gender. Honor Narasumber. 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONEK sesuai standar 5) Laporan Kegiatan g. Hasil kegiatan a) Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan 5) h. Magang (OTJ) PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal. fotokopi. Belanja sewa Biaya Penginapan. Uang Harian. instruktur klinis. Uang Harian. Transport. Transport. 2) Sasaran Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONEK. konsumsi. konsumsi. 2) Sasaran Pengelola program terkait kespro di propinsi dan kab/kota.

2) Sasaran Pelaksana program dan bagian perencanaan yang terkait dengan upaya penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir (Tim DTPSMPS Kabupaten/Kota). Honor Narasumber. PUMC.KB 1) Tujuan Tersusunnya dokumen perencanaan kegiatan percepatan penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir termasuk anggarannya berdasarkan data dan sesuai dengan kondisi setempat. Laporan SAK dan SABMN. fotokopi). 2) Sasaran Program Pengelola program tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota 3) Penggunaan dana a) b) c) d) 4) Honorarium pengelola program (KPA. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Terselenggaranya kegiatan dan operasional dukungan manajemen program kesehatan ibu di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Uang Harian. Honor Staf Pengelola program. b. Pejabat SPM) Honorarium Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Biaya Lelang Belanja Bahan (ATK. 3) Penggunaan dana Persiapan : Transportasi Panitia Pelaksanaan DTPS : a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Foto kopi propinsi dan kabupaten/kota) Laporan a) b) c) Laporan distribusi barang. Transport.4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test peserta b) Adanya SK Tim Fasilitator kabupaten/kota yang berfungsi dalam pengembangan PKRE di Puskesmas 5) Laporan Kegiatan 6. PK. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi KIA . Bendahara Pengeluaran. 4) Hasil kegiatan Dokumen evaluasi dan perencanaan program kesehatan ibu 13 . Laporan penerimaan barang. Belanja sewa Biaya Penginapan. Manajemen a.

Pemerintah daerah (Camat. Pengelola program Promosi kesehatan.Pusat Uang harian Biaya penginapan 4) Hasil kegiatan a) b) Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan program kesehatan ibu Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d. Evaluasi Pelaksanaan PWS KIA dan Validasi Data Kematian Ibu 1) Tujuan a) Diketahuinya permasalahan yang terkait pencapaian program KIA terhadap target yang disepakati dan tindaklanjut rekomendasi PWS KIA terdahulu termasuk penyebabnya utamanya.5) Laporan kegiatan a) b) Laporan harian pelaksanaan kegiatan. Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi). b) 2) Sasaran Program a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA. Disepakati alternatif tindak lanjut untuk pemecahan permasalahan dalam pencapaian target daerah. 3) Penggunaan Dana a) b) c) Transport Propinsi . Bimbingan Teknis/Supervisi/Konsultasi KIA . Sewa Ruang Pertemuan. Sasaran a) b) Pengelola program kesehatan ibu di Propinsi. Kabupaten/ Kota). Petugas dari unit yang mengurusi KB. Pendampingan dalam melakukan analisa hasil. Pengelola program P2. 4) Hasil kegiatan a) Telaahan hasil pelaksanaan PWS KIA b) Rencana tindak lanjut pemecahan masalah 5) Laporan 14 . Pengelola program kesehatan ibu di Kabupaten/Kota. 3) Penggunaan dana a) b) c) Transport lokal. c. faktor hambatan dan penunjang kesehatan ibu. Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi. Sewa Komputer & LCD (bila diperlukan). Proposal Upaya Percepatan Penurunan AKI & AKB tiap kabupaten/kota. Pengelola program Yankes.KB 1) Tujuan a) b) c) 2) Identifikasi masalah.

Belanja Sewa. Transport (pelatih. 2) Sasaran Bidan koordinator dan bidan di Puskesmas. 2) Sasaran Kesehatan Ibu & Anak. Pencetakan Stiker P4K 1) Tujuan Tersedianya stiker P4K di seluruh Propinsi 2) Sasaran Ibu Hamil 3) Pengunaan dana Biaya pencetakkan stiker 4) Hasil Tercetaknya stiker 6) Laporan Pengadaan dan Distribusi g. 3) Pengunaan Dana Kontrak / Pelelangan alat pengolah data. peserta). Honor Nara sumber. Fotokopi). 4) Hasil Tersedianya alat pengolah data 5) Laporan Pengadaan 15 . 4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan fasilitasi 5) Laporan Kegiatan f. Uang harian. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK.e. fasilitator. Peningkatan Kemampuan Fasilitator Bidan Koordinator Sebagai Penyelia Fasilitatif 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan bidan koordinator dalam memberikan fasilitasi kepada bidan di wilayah kerjanya. pemantauan wilayah setempat Kesehatan Ibu & Anak (PWS-KIA). Pengadaan Alat Pengolah Data 1) Tujuan Tersedianya Alat Pengolah Data Untuk penelusuran. Biaya penginapan . pelatih.

16 .

Sebanyak 43% kematian bayi terjadi pada masa neonatal (SDKI 2007) dan sebagian besar (78. Masih tingginya persalinan yang terjadi di rumah. Bila dilihat dari data penyebab kematian neonatal berdasarkan SKRT tahun 2001 dan Riskesdas tahun 2007. Dengan demikian. rendahnya keterampilan tenaga penolong persalinan serta sarana dan prasarana yang terbatas sangat berpengaruh pada kematian neonatus. berbagai upaya telah dilakukan dan telah menunjukkan penurunan yang cukup tajam dalam dekade terakhir. Demikian juga dengan kematian di pedesaan lebih banyak dari perkotaan.000 Kelahiran Hidup) dan Nusa Tenggara Barat (72/1. Hal ini menunjukkan adanya kendala aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan. maka perlu dilakukan intervensi yang berbeda untuk setiap provinsi. Latar Belakang Millenium Development Goals merupakan kesepakatan lebih dari 180 Kepala Negara dan Pemerintahan termasuk Presiden RI pada tahun 2000 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. status gizi pada ibu hamil.000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Bayi (AKB) dan 32/1. Disamping itu terdapat kesenjangan dalam determinan angka kematian bayi dan balita yang cukup besar antar tingkat pendidikan. Terkait dengan kendala geografis. daerah terpencil. Penyediaan sarana dan SDM kesehatan maupun peningkatan kompetensi 1 .000 KH) angkanya mencapai hampir 4 kali lipat dari provinsi dengan AKB terendah yaitu Yogyakarta (19/1. Kesepakatan global ini telah diterjemahkan ke dalam RPJMN 2004 – 2009 seperti tertuang dalam Peraturan Presiden no 7 tahun 2005.000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Balita. Namun dalam 5 tahun terakhir cenderung stagnan.5%) dari kematian neonatal terjadi pada usia yang sangat dini yaitu dalam satu minggu pertama kehidupannya (Riskesdas 2007).000 KH). Mengingat masih lebarnya kesenjangan AKB antar provinsi. Provinsi dengan AKB tertinggi yaitu Sulawesi Barat (74/1. Keterbukaan suatu daerah terhadap pembangunan ekonomi dan keterbukaan secara geografi juga sangat menentukan aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan. antar perkotaan dan perdesaan. Intervensi yang tepat pada periode usia neonatal diharapkan akan banyak berkontribusi dalam pencapaian MDG 4. Tujuan ke 4 dari Millenium Development Goals tahun 2015 adalah menurunkan angka kematian balita 2/3 nya dari keadaan tahun 1990 yaitu menjadi 23/1. Cakupan imunisasi lengkap yang rendah menunjukkan bahwa universal access belum mampu kita berikan kepada mereka. Kematian bayi pada penduduk yang tidak berpendidikan 3 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang berpendidikan tinggi dan kematian pada tingkat sosial ekonomi rendah lebih besar dari tingkat ekonomi tinggi. sosial ekonomi. upaya penurunan AKB perlu mendapat perhatian yang besar pada upaya penyelamatan bayi baru lahir. Untuk mencapai target tersebut. Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kecenderungan kematian bayi dan balita terutama terjadi pada periode persalinan dan kelahiran serta beberapa saat setelah persalinan dan kelahiran. Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa penyakit infeksi seperti diare dan pneumonia merupakan pembunuh utama balita Indonesia. karena dengan tren penurunan yang stagnan maka dikhawatirkan target MDG 2015 tidak akan tercapai. perbatasan dan kepulauan perlu mendapat perhatian besar dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.BAB III KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK A. penyebab kematian terbesar masih tetap sama yaitu BBLR dan asfiksia.

Pemanfaatan PWS KIA sebagai instrumen monitoring. Selain itu. hak anak untuk hidup dan berkembang. emosional dan spiritual melalui upaya pemenuhan. Penggunaan Buku KIA di setiap fasilitas kesehatan c. Sesuai dengan amanat UU Perlindungan Anak no 23/2002. Manfaatkan dana dekonsentrasi untuk memberikan layanan & menjangkau sasaran f. Intensifikasi: kegiatan yang sudah ada diintesifkan pelaksanaannya Contoh : a. evaluasi dan perencanaan terhadap data-data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan kegiatan/program kesehatan. Ekstensifikasi: kegiatan yang belum luas implementasinya diperluas penerapannya ke seluruh puskesmas & jaringannya Contoh : a. Inovasi : kegiatan baru sebagai upaya terobosan Contoh : Pengembangan intervensi yang bersifat baru. hingga layanan rujukan di rumah sakit mulai dari aspek promotif. Supervisi fasilitatif.bayi dan anak balita dan mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. demi kepentingan terbaik bagi anak. Posyandu : imunisasi. perencanaan tindak lanjut. artesunat dll 3. penggerakan masyarakat b. Ada 2 Kegiatan Pokok pada Program Kesehatan Anak yaitu upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. misal : contracting out. Penerapan PONED & RS PONEK d. kuratif dan rehabilitatif.bayi dan anak balita dan upaya peningkatan kualitas hidup anak. Penerapan Manajemen Asfiksia & Manajemen Bayi Berat Lahir Rendah di puskesmas & jaringannya b. Penerapan MTBS & SDIDTK di puskesmas & jaringannya c. peningkatan dan perlindungan hak anak. perbaikan untuk sistem informasi dalam bentuk instrumen Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak serta pencatatan/pelaporan juga perlu dilakukan karena merupakan faktor pendukung yang penting dalam upaya melakukan pemantauan. kecerdasan intelektual. pemantauan tumbuh kembang. Data yang akurat diharapkan akan menghasilkan perencanaan yang tepat sehingga intervensi yang dilakukan juga akan sesuai dengan masalah yang dihadapi. dan menghargai pendapat anak. preventif. puskesmas. Hindari missed opportunity 2. Upaya akselerasi pencapaian RPJMN 2004-2009 & MDG 4 di 2015 program kesehatan anak menggunakan metoda : 1. baik dari tingkat masyarakat.mereka dalam melakukan penganganan kasus emergensi harus ditingkatkan. B. Tujuan Umum Menurunkan angka kematian bayi baru lahir. Tujuan Khusus 2. regionalisasi pelayanan untuk DTPK. memiliki kebugaran jasmani. Penerapan tata laksana up to date secara luas : zinc. Program Kesehatan Anak disusun berdasarkan Upaya Pemenuhan Hak Anak Yang Komprehensif dan Terpadu (Right Based Approach) dengan 4 prinsip hak-hak anak yaitu. advokasi & evaluasi d. Pendekatan yang harus kita berikan adalah equity dan universal access. 2 . AMP e. Seluruh upaya ini harus dilihat secara komprehensif di dalam suatu continuum of care. Tujuan 1. non diskriminasi.

Peningkatan Cakupan penjaringan siswa SD kelas 1 dan setingkat menjadi 80%. Bayi dan Anak Balita (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. c. Pelatihan TOT Asfiksia BBL di Provinsi 1) Tujuan Mencetak dan menstandarisasi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir tingkat Provinsi.59 bulan. f. Anak usia Sekolah (Usia 7 – 18 tahun) Anak Remaja (Usia 10 – 18 tahun). Anak prasekolah (Usia 60 – 83 bulan). Upaya Akselerasi Penurunan Angka Kematian Bayi Baru Lahir. dalam kurun waktu 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. d) Biaya penginapan hotel. b) Biaya transport bagi peserta. Peningkatan Cakupan Puskesmas yang melaksanakan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) menjadi 40%. g. Sasaran Bidan/dokter/dokter spesialis anak yang belum pernah mengikuti pelatihan. 3. 7. e. e) Biaya pembelian ATK. d.a. 4. Peningkatan Cakupan Kunjungan Bayi menjadi 80%. b. Bayi (Usia 29 hari – 11 bulan). Peningkatan Cakupan pelayanan anak balita menjadi 80%. c) Honor mengajar fasilitator. 6. D. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Peningkatan Cakupan penanganan neonatal (Bayi Baru Lahir) dengan komplikasi menjadi 60%. Kegiatan-Kegiatan 1. bersedia menjadi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir di luar kota (selama 2-3 hari). f) Biaya pembelian alat pelatihan resusitasi g) Biaya Sertifikat. Protap Penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan TOT Asfiksia BBL Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. Peningkatan Jumlah Puskesmas yang melaksanakan Tatalaksana Medis Kekerasan Terhadap Anak (KTA) menjadi 10% C. fasilitator/narasumber dan panitia. Peningkatan Cakupan pelayanan neonatal (Bayi Baru Lahir) oleh tenaga kesehatan menjadi 87%. 2. Anak dengan kebutuhan khusus. h) Biaya rapat persiapan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Sasaran 1. 5. Bayi Baru Lahir (Neonatus) (Usia 0-28 hari). 2) 3) 4) 5) 3 . komputer suplies. panitia dan narasumber. Anak Balita (Usia12 .

fasiliatator. komputer supplies.b. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. d) Biaya penginapan. b) Biaya transport bagi peserta. f) Biaya pembelian ATK. g) Biaya sertifikat. Protap penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan BBLR) Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. fasilitator dan panitia . c) Honor fasilitator. e) Sewa ruangan dan peralatan pelatihan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. f) Biaya pembelian alat dan obat-obatan untuk pelatihan g) Biaya sertifikat. panitia. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. e) Biaya pembelian ATK. Pelatihan BBLR di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana BBLR. komputer suplies. fasilitator dan panitia. d) Biaya penginapan. penggandaan. dalam 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. 2) 3) 4) 5) 4 . Pelatihan PONED di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana kasus emergensi maternal neonatal. Sasaran Dokter. Sasaran Bidan/perawat/dokter yang belum pernah mengikuti pelatihan. b) Biaya transport bagi peserta. panitia. c) Honor fasilitator. Protap penyelenggaraan Merujuk Kepada Buku Pedoman Pelatihan PONED Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. fasiliatator. bidan dan perawat (tim) di Puskesmas yang akan dijadikan Puskesmas PONED. 2) 3) 4) 5) c. penggandaan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan.

dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. g) Biaya sewa ruang. 2) 3) 4) Protap Penyelenggaraan Mengacu Pada Pedoman MTBS Penggunaan Dana a) Uang harian peserta dan fasilitator 7 hari. b) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab /pengelola program kesehatan anak. c) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak. perawat dan dokter Puskesmas dalam penatalaksanaan balita sakit secara komprehensif dan integrative melalui pendekatan alogaritma klinis. f) Biaya pembelian contoh obat. b) Di Tingkat Kabupaten/Kota: (1) Bidan (2) Perawat (3) Dokter Puskesmas (4) Kepala Puskesmas Bidan.d. dokter Puskesmas dan Kepala Puskesmas di daerah terpencil. komputer suplies. (2) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan P2 dan Gizi dengan latar belakang dokter / bidan/perawat. k) Biaya Sertifikat. b) Biaya transport bagi peserta. Pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan. P2 (Pencegahan Penyakit) dan Gizi di tingkat Dinkes Provinsi & Kabupaten/Kota dalam penanganan balita sakit secara terpadu. d) Biaya penginapan hotel 6 hari. e) Biaya pembelian ATK. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. sewa TV & VCD player untuk praktek klinik. (3) Dokter dan bidan. i) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita sakit. c) Honor mengajar bagi fasilitator dan instruktur klinik. 5) 5 . P2 dan Gizi mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam penanganan balita sakit secara terpadu melalui penerapan MTBS. h) Biaya praktek klinik di Puskesmas & RS. j) Biaya Penggandaan. panitia . perawat. fasilitator dan instruktur klinis. perbatasan dan kepulauan diprioritaskan telah terlatih dan menerapkan MTBS. Sasaran a) Di tingkat Provinsi: (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak dengan latar belakang dokter atau bidan. l) Biaya rapat persiapan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi.

g) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita. b) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam melaksanakan stimulasi.e. Pelacakan Kasus Kesakitan dan Kematian Bayi dan Balita di Kabupaten / Kota 1) Tujuan • Menjamin jangkauan pelayanan kesehatan untuk seluruh neonatus. d) Biaya penginapan hotel 2 hari. i) Biaya rapat persiapan. Pelatihan Standarisasi Stimulasi. dan bidan desa (3) Perawat. e) Biaya pembelian ATK. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. bayi dan balita dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan balita • Terlacaknya kasus-kasus kematian dan kesakitan bayi dan balita • Teridentifikasinya jenis penyakit yang paling banyak diderita bayi dan balita • Teridentifikasinya penyebab terbesar kematian bayi dan balita • Diketahuinya jumlah kematian bayi dan balita dalam periode waktu tertentu 6 . Sasaran a) Tingkat Provinsi ( TOT SDIDTK) : (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. (2) Dokter Spesialis Anak di RS Kabupaten. f) Biaya praktek klinik di Puskesmas/posyandu. guru TK atau tenaga lain yang peduli anak dalam melaksanakan stimulasi. panitia dan fasilitator c) Honor mengajar fasilitator. (4) Dokter dan bidan Puskesmas. 5) f. h) Biaya komputer supplies dan biaya penggandaan. b) Di tingkat Kabupaten/Kota (Pelatihan SDIDTK): (1) Dokter (2) Bidan. 2) 3) 4) Protap penyelenggaraan mengacu pada pedoman SDIDTK Penggunaan Dana a) Uang harian untuk peserta dan fasilitator 3 hari b) Biaya transport bagi peserta. (3) Dokter yang menangani tumbuh kembang anak di RS Kabupaten. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) di Provinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab/ pengelola program kesehatan anak.

POGI. e) RS Pemerintah / Swasta. b) Profesi. IBI. IDI. PPNI. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. komputer supllies. Rumah Bersalin.2) Sasaran a) Petugas Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transport bagi Kecamatan/Kelurahan/Desa 3) petugas Puskesmas ke 4) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. e) Penggandaan (fotokopi). Sasaran a) Penanggung jawab/pengelola program kesehatan anak Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. b) Biaya penyelenggaraan c) Honor narasumber.IBI. bidan di desa dan swasta. Dokter spesialis anak. PPNI. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. surveilans. Pertemuan Perencanaan/Evaluasi dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita di Provinsi atau Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tersusunnya rencana kegiatan yang terintegrasi dalam upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. c) Kasubdin bina program Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. f) Profesi : IDI. narasumber dan panitia. d) Bidan Puskesmas. 2) 7 . kesehatan anak. g. bayi dan anak balita di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang didasari atas analisa situasi (permasalahan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. kesehatan ibu. Audit Maternal Perinatal Pembahasan Kasus Neonatal di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Terselenggaranya Audit Maternal Perinatal pembahasan kematian neonatal sehingga dapat diketahui penyebab kematian untuk menentukan tindak lanjutnya. 2) 3) 4) h. b) Penanggulangan Penyakit. d) ATK. Sasaran a) Penanggungjawab/pengelola program. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. klinik swasta. IDAI. gizi. c) Dokter Puskesmas / Kepala Puskesmas. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. indikator keberhasilan dan tindak lanjut. cakupan program dan cakupan lintas program terkait).

e) ATK. panitia. c) Honor fasilitator/supervisor. penggandaan. b) Biaya transport bagi peserta. komputer suplies. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Bidan/dokter yang telah mengikuti pelatihan asfiksia/BBLR Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pemantauan ke lapangan oleh supervisor dan fasilitator. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. e) Biaya pembelian ATK. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. 4) i. d) Biaya penginapan hotel. g) Biaya rapat persiapan. Sosialisasi /Advokasi Upaya Penurunan AKB di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui sosialisasi dan advokasi ke lintas program dan lintas sektor terkait. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. b) Biaya transport bagi peserta. e) Biaya peyelenggaraan. d) Biaya penginapan. c) Honor representatif. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. 2) 3) 4) j. narasumber. b) Honor narasumber. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. 3) 4) 8 . fasilitator. panitia dan narasumber Provinsi. penggandaan. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. d) Biaya pembelian ATK. Penggunaan dana a) Uang harian fasilitator. komputer suplies. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. surat menyurat.d) 3) Penanggung jawab/pengelola yankesdas dan rujukan. f) Biaya penggandaan. Pemantauan Pasca Pelatihan Asfiksia dan BBLR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan. panitia. Sasaran Lintas program di jajaran Dinas Kesehatan dan lintas sektor di Provinsi. c) Honor narasumber Provinsi dan Kabupaten/Kota. panitia dan narasumber Provinsi.

c) Terbentuknya kader kesehatan (dokter kecil dan Kader kesehatan remaja). fotocopy. Upaya peningkatan kualitas hidup anak (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. b) Terbentuknya fasilitator untuk pelatihan kader kesehatan remaja di Provinsi dan Kabupaten/Kota. bantuan biaya penyelenggaraan.f) 5) Biaya rapat pembahasan. 2. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. c) Peserta didik kelas I dan II untuk tingkat SMP/SMA sederajat (sebagai kader kesehatan remaja). Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Pelatihan Dokter Kecil Dan Kader Kesehatan Remaja di Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Terbentuknya fasilitator pelatihan dokter kecil di Provinsi dan Kabupaten/Kota. b) Peserta didik kelas IV dan V untuk tingkat SD sederajat (sebagai dokter kecil). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Sasaran a) Pengelola program usaha kesehatan sekolah (4 sektor terkait). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari 2) 3) 4) 5) 9 . Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Lingkup kegiatan a) Pelatihan TOT dokter kecil (2 hari) (1) Materi: (a) Sanitasi Makanan (b) Gizi (c) Kesehatan Gigi dan Mulut (d) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) (e) Pencegahan Penyakit Menular Bersumber Binatang (f) Imunisasi pada Siswa SD dan MI (g) Kesehatan Indera (h) NAPZA b) Pelatihan TOT kader kesehatan remaja di sekolah (2 hari) (1) Materi: (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Kesehatan Reproduksi Remaja (c) Infeksi Menular Seksual/Infeksi Saluran Reproduksi (d) HIV/AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Pendidikan Keterampilan Hidup sehat (g) Komunikasi dan Konseling Penggunaan dana a) Honor dan transport fasilitator. b) ATK.

Badan Narkotik Daerah dan KPAD. POGI. bidan. gizi. e) LSM : pemerhati remaja. d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP. narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat 2) 3) 4) 10 . HIV/ AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Kehamilan tidak diinginkan (g) Kekerasan dan penyimpangan perilaku seksual (h) KIE/ KIP dan K (i) Pengenalan gender (j) Pengenalan PKHS (Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat) (k) Peran RS dalam PKPR (l) Model PKPR di RS (m) Cara Belajar Orang Dewasa (n) Micro teaching (j) RTL (k) Pre-pos tes Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan c) Transpor peserta. Peserta : Pengelola program kesrem tingkat Provinsi dan kabupaten/kota (dokter. yankes. c) LS: Rumah Sakit. jiwa. skm). c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang. Pelatihan TOT PKPR di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan kemampuan peserta sebagai fasilitator dalam pelatihan PKPR di Provinsi.Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. d) Organisasi profesi : IDAI. perencanaan dll. e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) f) Materi : (1) Strategi Nasional kesehatan remaja (2) Standar PKPR (3) Jejaring PKPR (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Persiapan prs nikah (c) Proses Reproduksi Sehat (d) Infeksi Menular Seksual. perawat/perawat gigi. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (empat) hari @ 10 jam pelatihan (perjampel 45 menit) b) Jumlah peserta dalam 1 kelas : maks 20 (dua puluh) orang. Kepolisian. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat Pusat/Provinsi. P2M. b) Terbentuknya tim fasilitator pelatihan PKPR di Provinsi dan Kabupaten/Kota. c) Tersedianya pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas. b. panitia dan fasilitator. promkes. b) LP: gizi. IDAJI dan Psikolog.

h) i) 5)

Honor Panitia Biaya sewa ruangan

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

c.

Peningkatan Kemampuan Fasilitator (TOT) Konselor Sebaya Bagi Petugas di Provinsi 1) Tujuan a) Terlatih fasilitator peer counselor / kader kesehatan remaja. b) Peningkatan akses pelayanan kesehatan remaja melalui Puskesmas PKPR. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat pusat/Provinsi b) Lintas Program : pengelola program kesehatan remaja/ UKS, gizi, kesehatan jiwa, P2M, yankes dll (tingkat Provinsi). c) Lintas Sektor : Kepolisian, KPAD, BND, LSM pemerhati kesehatan remaja. Peserta : Pengelola program Provinsi dan kabupaten/ kota. Kriteria peserta : a) Mampu menjadi fasilitator. b) Kriteria peserta : bidan, perawat/ perawat gigi, ahli gizi, SKM. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (hari) hari @ 10 jam b) Jumlah peserta dalam1 kelas : maks ( 20 dua puluh) orang c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang (selalu ada ditempat) d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) : f) Materi : (1) Tumbuh Kembang Remaja (2) Kesehatan Reproduksi Remaja (3) Infeksi Menular Seksual/ Infeksi Saluran Reproduksi (4) HIV/ AIDS (5) Penyalahgunaan NAPZA (6) Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (7) Komunikasi dan Konseling (8) Simulasi fasilitasi konselor sebaya (9) Panduan Tehnik Konseling bagi petugas Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan, bahan praktek habis pakai c) Transpor peserta, panitia dan fasilitator, narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia, f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat h) Honor Panitia i) Biaya sewa ruangan

2)

3)

4)

11

5)

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

d.

Pelatihan Fasilitator dalam Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak di Provinsi 1) Tujuan Mendapatkan fasilitator yang siap melatih petugas kesehatan dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayah kerjanya. Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak pada Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota terpilih. b) Petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu / IGD / Bagian yang terkait ). c) Lintas program kesehatan terkait lainnya (Ibu, gizi, yankes dll). Lingkup kegiatan Pelatihan di tingkat Provinsi, didukung oleh fasilitator dari tingkat Pusat dan Provinsi (yang telah dilatih) serta materi pokok adalah 1).Buku Pedoman Deteksi dini, Pelaporan dan rujukan Kasus Kekerasan dan Penelantaran Anak Bagi Tenaga Kesehatan” yang terdiri dari 2 bagian yaitu Panduan bagi fasilitator dan Bahan bacaan, 2) Buku Pedoman Rujukan Kasus Kekerasan terhadap anak bagi petugas kesehatan. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK, komputer suplies. b) Penggandaan/Fotokopi, sertifikat peserta. c) Transport peserta, panitia dan pembicara /narasumber. d) Uang harian peserta, panitia dan pembicara /narasumber. e) Biaya penginapan peserta, panitia dan pembicara. f) Honor panitia dan pembicara. g) Paket Meeting dan rapat persiapan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

2)

3)

4)

5)

e.

Lomba Dokter Kecil di Provinsi 1) Tujuan Untuk meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar diperlukan kader-kader kesehatan yang lebih dikenal sebagai dokter kecil. Sasaran Kader-kader kesehatan/murid-murid di sekolah dasar. Lingkup kegiatan Lomba sekali setahun yang dilaksanakan di tingkat Provinsi, untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar.

2) 3)

12

4)

Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) ATK b) Konsumsi peserta c) Bahan praktek d) Sewa ruangan dan transport peserta. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Anak Sekolah (SD dan SMP/SMA) di

5)

f.

Penjaringan Kesehatan Kabupaten/Kota 1)

Tujuan a) Terdeteksinya secara dini masalah kesehatan peserta didik. b) Tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik, maupun untuk dijadikan pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan kesehatan sekolah. c) Termanfaatkannya data untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program pembinaan peserta didik. Sasaran : Peserta didik di kelas I : Sekolah Dasar/MI; SMP/MTs dan SMA / SMK / MA sekolah/Madrasah Lingkup kegiatan a) Kegiatan penjaringan kesehatan merupakan kegiatan yang mutlak harus dijalankan untuk memenuhi persyaratan standar minimal pelayanan kesehatan dalam program UKS. b) Penjaringan kesehatan anak usia sekolah yang bersangkutan dilakukan oleh suatu tim di bawah koordinasi Puskesmas. c) Tim terdiri dari : guru sekolah yang bersangkutan (guru kelas/guru Pembina UKS) dan tenaga kesehatan (paramedic dan dokter/dokter gigi). d) Pemerikasaan kesehatan dilakukan secara setahun sekali pada awal tahun ajaran. e) Pelaksana pemerikasaan kesehatan dilakukan menurut tugas masing-masing (guru kelas/wali kelas; paramedis; dokter dan guru penjaskes). f) Komponen yang diperiksa : (1) Pemeriksaan keadaan umum (2) Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi (3) Penilaian status gizi (4) Pemeriksaan gigi dan mulut (5) Pemeriksaan indera (penglihatan, pendengaran) (6) Pemeriksaan laboratorium (7) Pengukuran kesegaran jasmani (8) Deteksi dini penyimpangan mental emosional Penggunaan Dana a) Biaya yang dikeluarkan untuk uang harian/transport petugas mengunjungi Sekolah/Madrasah (besarnya uang harian disesuaikan kondis riil daerah setempat). b) Biaya untuk pembelian bahan/reagens yang diperlukan untuk menunjang pemeriksaan Lab (seperti pemeriksaan Hb, tinja, bahan

2)

3)

4)

13

sewa ruang pertemuan. Penggunaan Dana Biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan forkom: a) Honor narasumber dan panitia. Depdagri). hasil (hasil diskusi dan rekomendasi yang didapat) dan lampiran materi yang dipresentasikan (jika ada). Depag dan Depdagri) dan dapat juga ditambah dari lintas sektor lain yang terkait. pantia dan peserta. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. e) ATK. 14 . peserta. penggandaan. foto kopi. lokasi. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( laporan kunjungan petugas mencakup nama Sekolah/Madrasah yang dikunjung. Diknas. Laporan disampaikan kepada Sekretariat TP UKS setempat). g. (3) Mengidentifikasi masalah dan alternatif pemecahannya. isi laporan mencakup: tujuan. tiap pertemuan selama 3 hari. Forkom UKS di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan periodik. spanduk.penambalan gigi dsbnya). Diknas. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. 3) 4) . dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. konsumsi. tanggal pelaksanaan. masalah yang ditemui baik berkaitan dengan kesehatan peserta didik maupun masalah kesehatan lainnya (misalnya lingkungan /kebersihan sekolah)). Petugas/guru yang ditemui. c) Uang harian narasumber Provinsi. (4) Mengevaluasi pelaksanaan Program UKS serta membuat alternatif penyempurnaannya. dokumentasi. jumlah siswa yang diperiksa/dilayani kesehatannya. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Depag. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( Setiap pelaksanaan forkom harus dibuat laporan pelaksanaan. (2) Membuat kesepakatan peran masing-masing sektor (Depkes. panitia dan peserta. b) Hal-hal yang dibahas misalnya: (1) Menyusun rencana kegiatan program UKS. Lingkup kegiatan a) Kegiatan Forum Koordinasi ini dilakukan berupa pertemuan paling sedikit 2 kali dalam setahun. b) Transport narasumber Provinsi. koordinasi dan komunikasi anggota TP UKS secara 2) Sasaran Seluruh Tim Pembina TP UKS disetiap jenjang administrasi yang terdiri dari minimal 4 unsur Departemen (Depkes. panitia dan peserta. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi.

Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Provinsi. foto kopi. Remaja dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi. 2) 3) 4) 5) i. Legilatif. b) RSU. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. sewa ruang pertemuan. Pemberdayaan Perempuan. Forum Komunikasi Penanganan Anak Jalanan di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya koordinasi pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam pembinaan kesehatan bagi anak jalanan di wilayahnya. dll). panitia dan peserta. Penggunaan Dana 2) 3) 4) 15 . c) Lintas sektor terkait (Agama. pantia dan peserta. d) LSM (LPA/pemerhati anak). RS Bhayangkara. Jiwa. Yankes. c) Uang harian narasumber Provinsi. Lingkup kegiatan Pertemuan berkala yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. b) Transport narasumber Provinsi. d) LSM (LPA/pemerhati anak). Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi. Yankes. c) Lintas sektor terkait (Agama. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. Pendidikan. Ibu. konsumsi. Gizi. BKKBN. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. penggandaan. e) ATK.h. untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak jalanan. panitia dan peserta. Kepolisian. BPS. Pendidikan. HIV/AIDS. spanduk. Pemberdayaan Perempuan. Gizi. PKK. Kepolisian. dll). Ibu. b) Psikolog. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. dokumentasi. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Sosial. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. naker. Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi. Sosial. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak.

Jiwa. spanduk. j. foto kopi. Kepolisian. panitia dan peserta. Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan. foto kopi. e) ATK. Pemberdayaan Perempuan. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. e) ATK. b) RSUD. Pendidikan. d) LSM (LPA/pemerhati anak). lintas sektor / LSM terkait dalam 16 . Ibu. Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota. penggandaan. c) Uang harian narasumber Kabupaten/Kota. b) Transport narasumber Provinsi. Yankes. dokumentasi. Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. sewa ruang pertemuan. dokumentasi. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Sosial. pantia dan peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. d) Biaya penginapan narasumber Kabupaten/Kota. c) Uang harian narasumber Provinsi. konsumsi. 2) 3) 4) 5) k. Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Kabupaten/Kota. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. panitia dan peserta. panitia dan peserta. pantia dan peserta. b) Transport narasumber Kabupaten/Kota. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. penggandaan. sewa ruang pertemuan. Gizi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. dll). konsumsi. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi.Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. spanduk. panitia dan peserta. c) Lintas sektor terkait (Agama. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi.

f) Honor panitia dan narasumber. mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak 2) 3) 17 . Promkes. PKK. merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. lintas sektor / LSM terkait dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. komputer suplies. b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait). sewa LCD dan Laptop. Pemberdayaan Perempuan. Legilatif dll). Pendidkkan. Yankes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. RS Bhayangkara. sewa ruang. 3) 4) 5) l. dengan narasumber dari Depkes pusat dan Dinas Kesehatan Provinsi. b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait ). mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. Legilatif dll). Kepolisian. 2) Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Ibu. e) Biaya penginapan narasumber. sosial. Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. d) Uang harian narasumber. c) Lintas sektor terkait (Agama. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan. d) LSM (LPA/pemerhati anak). Gizi. PKK. Kepolisian. perlengkapan peserta. RS Bhayangkara. merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. c) Lintas sektor terkait (Agama. Yankes dll) pada Dinas Kesehatan Provinsi. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Kehakiman. Ibu. Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota. Pendidkkan. Gizi. Promkes. c) Transport peserta dan narasumber. Kehakiman. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Pemberdayaan Perempuan. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK. sosial. d) LSM (LPA/pemerhati anak). komsumsi.penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. b) Penggandaan/Fotokopi.

panitia dan narasumber. b) Biaya transport bagi narasumber. peserta. e) Biaya penginapan peserta. peserta dan panitia. Pemantauan Pasca Pelatihan PKPR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan. Penunjang Operasional Kegiatan (Kegiatan di Provinsi dan ke Kabupaten / Kota) a. sewa ruang. Administrasi Kegiatan ( di Provinsi ) terdiri dari a) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran 18 . komputer suplies. 3) 4) 5) 3. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. sewa LCD dan Laptop. f) Biaya pembelian ATK. panitia dan narasumber. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Pengelola program kesehatan remaja yang telah mengikuti pelatihan baik Pelatihan PKPR maupun Pelatihan fasilitator PKPR. penggandaan. 4) Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK. m.lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. panitia dan narasumber. perlengkapan komsumsi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. f) Honor peserta. panitia dan narasumber. g) Biaya sewa ruangan. Pemantauan pelatihan dilaksanakan oleh narasumber pusat. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Penggunaan dana a) Uang harian narasumber. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Provinsi atau Kabupaten/Kota. peserta. c) Honor narasumber/supervisor (pemantau). d) Honor Panitia e) Biaya penginapan. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. h) Biaya sewa kendaraan Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) Penggandaan/Fotokopi. d) Uang harian peserta. Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pertemuan pembahasan di provinsi/kabupaten/kota setelah pemantauan ke lapangan (pada saat pelayanan Puskesmas) dan bagi pelatih pada saat pelatihan. panitia orientasi atau pelatihan. c) Transport peserta.

Depsos dan BKKBN. 6) Biaya penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa d) Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. Staf Administrasi. sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Kesehatan Anak. penggandaan dokumen. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Bendahara Pengeluaran. Panitia Pengadaan. Pemegang Uang Muka di Kab/Kota. Pertemuan LP/LS ( di Provinsi ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah untuk mengetahui besarnya pengaruh terhadap program. Pejabat Pembuat Komitmen. promkes. b) Faktor hambatan dan penunjang dalam program kesehatan anak tingkat Provinsi dan alternatif pemecahannya. d) Diseminasi informasi. Penguji SPM. dll c) LS : Institusi/lembaga: DPRD. Diknas. Satu eksemplar dikirim ke Direktorat Bina Kesehatan Anak untuk dikompilasi bersama laporan dari Provinsi lainnya. Panitia Pemeriksaan & Penerima Barang dan Konsultasi ke Pusat. perencanaan. kimia farma dll f) LSM pemerhati kesehatan anak Lingkup kegiatan a) Penyampaian permasalahan kesehatan anak dari masing-masing sektor. Depag. Pengelola Kegiatan di Kab/Kota. dan komunikasi cepat. b. P2M. 4) Belanja bahan alat tulis kantor (ATK). surat-menyurat. Penggunaan dana a) ATK b) Fotokopi c) Konsumsi rapat Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) Sasaran Penanggung jawab dan Pelaksana Anggaran Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak di tingkat Provinsi. Staf Pengelola Kegiatan. c) Peran masing-masing sektor terkait dalam menangani kesehatan anak di tingkat Provinsi. 2) Biaya fotokopi. Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak b) LP : gizi. jiwa. 3) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer . BND. Bappeda. 5) Biaya pengumuman pengadaan barang dan jasa. yankes. KPAD d) Organisasi profesi e) Swasta : unilever. c) Penggunaan Anggaran 1) Honorarium Kuasa Pengguna Anggaran. b) Diskusi kelompok.penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke 2) 3) 4) 5) 19 . c) Rencana tindak lanjut.

Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. faktor hambatan dan penunjang kesehatan anak b) Pendampingan dalam melakukan analisa hasil c) Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi. b) Lama perjalanan 2 hari. sekolah. Sasaran Pengelola program kesehatan anak kabupaten Penyelenggaraan a) Meninjau Dinas Kesehatan. b) Uang harian. c) Biaya penginapan untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi. untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi. d) ATK dan fotokopi. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. dan atau sarana kesehatan lainnya. c. Supervisi dan Bimbingan Teknis ( ke Kabupaten / Kota ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah.Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. 2) 3) 4) 5) 20 . Penggunaan Dana a) Transport untuk transportasi Provinsi-kabupaten.

Kegiatan-Kegiatan 1. Tujuan Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan manajemen program dari aspek administrasi. 3. Meningkatkan jangkauan pelayanan terhadap sasaran masyarakat rentan dan risiko tinggi. Pemberdayaan masyarakat. Tujuan 1. b. perbatasan dan kepulauan) masalah ekonomi (masyarakat miskin tertinggal). Poskestren. tiap kecamatan ratarata telah mempunyai sedikitnya 2 Puskesmas. tiap 3 desa mempunyai 1 Puskesmas Pembantu. dan pelayanan kesehatan di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Kesehatan Perkotaan. perkotaan dan olahraga serta tradisional. 4. namun terdapat program yang walaupun belum merupakan prioritas utama nasional perlu juga dikembangkan untuk memecahkan atau mengantisipasi masalah kesehatan spesifik daerah tertentu. Sasaran Program 1. Masyarakat miskin. 2 3. Seluruh sarana pelayanan kesehatan dasar. 6. Meningkatkan manajemen Puskesmas dan jaringannya.BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS A. Latar Belakang Pemerataan pelayanan kesehatan selama ini relatif telah dicapai. 2. Kesehatan Indera. 5. lansia. C. Lintas sektor/ lintas program/profesi. perbatasan dan kepulauan. 1 . Kesehatan Paru. B. Terdapat kelompok masyarakat yang belum mempunyai akses pelayanan kesehatan yang baik karena kondisi geografis dan (daerah tertinggal. Kesehatan Olahraga. Berbagai program kesehatan masyarakat telah dikembangkan. Menggerakkan dan memberdayakan peran serta masyarakat (Poskesdes. dan pengelolaan Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Masyarakat daerah tertinggal. 47% gedung Puskesmas rusak. anggaran terbatas. Posyandu dan UKBM lainnya). tenaga kurang. 4. antara lain disebabkan oleh penataan kerja/sistem manajerial belum optimal. Tenaga kesehatan (pengelola program). Masyarakat belum berperan secara optimal dalam penyelenggaraan berbagai program/yankesdas oleh fasilitas kesehatan dasar di sekitar mereka. 7. Kesehatan Tradisional). Masyarakat dengan masalah kesehatan indera. namun kinerja fasilitas tersebut belum optimal. Administrasi Kegiatan a. Mengembangkan program/yankesmas prioritas nasional lain dan spesifik daerah (Kesehatan Usila. paru. D. alat logistik kurang.

Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah 1) Dinas Kesehatan Propinsi meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggung jawab antara lain: a) b) c) d) e) f) 2) Kesehatan ibu Kesehatan Anak Gizi Kesehatan Kerja Puskesmas Kesehatan spesifik lainnya (Usila. 2. b. Laporan kegiatan Konsultasi Perencanaan Tingkat Pusat a. Kesehatan Spesifik Lainnya (Kerja. b) Pejabat pembuat komitmen. Tujuan Untuk mengkonsultasikan perencanaan kegiatan pelayanan kesehatan dasar di daerah ke pusat dan memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi. c. Perkotaan. 2) Pembelian bahan alat tulis kantor (ATK). d. c) Pejabat penandatangan SPM. Laporan kegiatan d. Tradisional. Indera. Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. e) Staf pengelola keuangan termasuk pengelola SAI. KEGIATAN REVITALISASI PUSKESMAS 3. d) Bendahara pengeluaran. Olah Raga) Dinkes Kabupaten/Kota. Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Penggunaan Dana Kunjungan daerah ke pusat dalam rangka konsultasi perencanaan program pelayanan kesehatan dasar. meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggungjawab : a) b) c) d) Kesehatan Ibu .c.Anak. Perkotaan. Pertemuan koordinasi Program Kesehatan Masyarakat di Propinsi a. Usila. Tradisional. Penggunaan Dana 1) Pembayaran honor a) Pejabat kuasa penggunaan anggaran. Indera. Olah Raga) Gizi Puskesmas Perencanaan 3) Nara sumber pusat 2 . b.

Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. Peserta Kabupaten. 5. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi. Dinkes Kabupaten/Kota. berjumlah 20 orang yang terdiri dari lintas program dan lintas sektor terkait dengan pengembangan UKBM. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten Uang Harian Peserta Kabupaten ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi. masing-masing Kabupaten/Kota berjumlah 5-6 orang : 1) 2) 3) Penanggung jawab program terkait Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Apabila SDM Dinkes Kabupaten/Kota terbatas. dapat melibatkan Kepala Puskesmas yang mampu. masing-masing berjumlah 2 orang yang terdiri dari penanggungjawab pengembangan UKBM dan pelayanan dasar. 3 . Peserta Kabupaten. Sasaran Adapun sasaran TOT adalah 2-3 Kabupaten/Kota percontohan sesuai dengan dana yang tersedia.c. Dinas Kesehatan Propinsi. Laporan Kegiatan TOT Manajemen Puskesmas bagi Kabupaten/Kota a. b. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten/Kota Uang harian Peserta Kabupaten/Kota ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. Narasumber pusat. 4. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah : 1) 2) 3) c. Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. Tujuan Tersedianya tim pelatih manajemen Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. Laporan kegiatan Pertemuan Koordinasi Program UKBM di Propinsi a. Tujuan Untuk mengetahui tingkat perkembangan UKBM pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. b.

Pengajar. d. b. Panitia. Pelatihan Poskesdes bagi Petugas Puskesmas a. 7. MOT. Kunjungan lapangan 3) Uang harian peserta pelatihan 4) Honor (Panitia. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan. b. Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas dalam pencapaian Desa Siaga dan pengembangan Poskesdes. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Manajemen Puskesmas adalah seluruh Puskesmas dari Kabupaten/Kota yang telah di TOT .c. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas melalui pelatihan manajemen Puskesmas. Peserta Puskesmas) Transport (Peserta Puskesmas. Pengajar. Pelatihan Manajemen Puskesmas a. Kunjungan lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. 6. masing-masing Puskesmas berjumlah minimal 3 orang : 1) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas 2) Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Penggunaan dana Penggunaan dana disesuaikan dengan yang tercantum dalam RKAKL (disesuaikan dengan MAK di RKAKL) : 1) 2) Akomodasi (Panitia. Penggunaan Dana 1) Akomodasi panitia 2) Transport (peserta pelatihan. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindaklanjut c. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Poskesdes bagi petugas Puskesmas adalah 25% Puskesmas. Panitia. masing-masing Puskesmas berjumlah 1 orang dengan kriteria : 1) 2) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun 4 . MOT. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. d.

permasalahan dan inovasi di daerah. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Konsultasi Teknis ke Pusat a. Praktek Kerja lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. c. mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut d. 2) Pelaksanaan konsultasi. Sasaran Sasaran bimtek adalah seluruh Kabupaten/Kota. c. dan Sasaran Sasaran konsultasi adalah penanggung jawab Puskesmas dan/atau UKBM Dinas Kesehatan Propinsi. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut d. Pengajar. Supervisi dan Bimbingan Teknis a. tim Propinsi bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas dan UKBM sesuai dengan topik/ fokus bimtek. Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan. Peserta Puskesmas) 2) Transport (peserta Puskesmas.c. 9. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. Panitia. b. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. Penggunaan Dana 1) Akomodasi (Panitia. Pendamping Kabupaten) Laporan Kegiatan. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat. 5 . MOT. b. Penggunaan Dana 1) Biaya Penginapan Tim Propinsi 2) Uang harian Tim Propinsi 3) Transport (Tim Propinsi. d. Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport Laporan Kegiatan. 8. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah.

Program Penyakit menular (TBC. Penggunaan Dana 1) Transport 2) Akomodasi 3) Uang Harian 4) Penginapan 5) ATK 6) Fotokopi 7) Sewa Ruangan 6 .Sumatera Barat BKPM Cirebon – Jawa Barat BKPM Pontianak – Kalimantan Barat BKPM Klaten – Jawa Tengah BKPM Pati – Jawa Tengah BKPM Semarang – Jawa Tengah BKPM Magelang – Jawa Tengah BKPM Ambarawa – Jawa Tengah BKPM Yogyakarta – DI Yogyakarta BKPM Bantul – DI Yogyakarta BKPM Kotagede – DI Yogyakarta BKPM Wates – DI Yogyakarta BKPM Sleman – DI Yogyakarta BKPM Madiun – Jawa Timur BKPM Surabaya – Jawa Timur BKPM Pamekasan– Jawa Timur BKPM Ambon – Maluku BP4 Baladewa – DKI Jakarta Rincian kegiatan dijabarkan pada penjelasan berikut ini : 10. Pertemuan Koordinasi LP/LS Perencanaan/ Evaluasi Balai Kesehatan Paru Masyarakat . HIV-AIDS). Perencanaan Pelayanan kesehatan Organisasi Profesi (PDPI) PPTI – Daerah BKPM b. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah lintas sektor dan lintas program terkait dengan program kesehatan Paru di wilayah Kabupaten/Kota lokasi BKPM.KEGIATAN BALAI KESEHATAN PARU Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Paru Masyarakat diperuntukkan bagi BKPM UPT Propinsi yang berjumlah 20 yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) BKPM Banda Aceh – NAD BKPM Medan – Sumatera Utara BKPM Lubuk Alung. Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang.UPT Propinsi a. antara lain penanggung jawab: 1) 2) 3) 4) 5) 6) c.

d. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan 2) Peserta 3) Rekomendasi dan rencana tindaklanjut 11. Sasaran Sasaran konsultasi adalah BKPM. Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Transport Laporan Kegiatan. mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut c. b. Dinas Tenaga Kerja. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Perkotaan a. Laporan kegiatan. Dinas PU. Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan. Perguruan Tinggi Organisasi profesi Organisasi masyarakat. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. b. Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport d.d. Dinas Pariwisata. dll 2) 3) 4) 7 . Kepala Puskesmas. 12. sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) Pelaksanaan konsultasi dan 13. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. Bappeda. bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. Dinas Sosial. Supervisi dan Bimbingan Teknis Kegiatan BKPM UPT Propinsi a. b. Sasaran Sasaran bimtek adalah BKPM UPT Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah. tim Propinsi terdiri dari Dinkes Propinsi dan BKPM. Laporan Kegiatan. permasalahan dan inovasi di Balai Kesehatan Paru Masyarakat UPT Kabupaten dan Puskesmas. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan perkotaan yang terkoordinasikan dengan program lain dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di Puskesmas Perkotaan. DPRD. c. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Konsultasi Kegiatan BKPM UPT Propinsi ke Pusat a.

Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Propinsi. Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 14. Bimbingan Teknis Program Kesehatan Perkotaan a. 2) 3) 4) 5) c. Dinas Sosial. Bappeda. Sosialisasi Advokasi Program Kesehatan Perkotaan a. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Perkotaan a. Tujuan Meningkatkan pemahaman pelaksana/pelaku pembangunan mengenai pentingnya upaya kesehatan perkotaan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. b. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan di Puskesmas Perkotaan. Dinas Pariwisata. 16. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan yang berkualitas. Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak lanjut b.c. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. Penggunaan Dana 1) 2) 3) ATK Fotokopi Transport lokal d. Dinas PU. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) ATK Fotokopi Honor Narasumber Uang harian Biaya penginapan Transport panitia d. 2) Pakar kesehatan perkotaan atau profesi lain yang terkait. Laporan Kegiatan dan Rencanan Tindak Lanjut 15. Dinas Tenaga Kerja. 8 . Kepala Puskesmas Perguruan Tinggi Organisasi profesi Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Kota Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan perkotaan. d. c. DPRD.

ISORI. d. Dinas Sosial. b. 9 . b. YJI. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dinas Pendidikan 2) Perguruan Tinggi : FK. FOMI.b. DPRD. d. Dinas PU. Organisasi Profesi 3) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. FIK 3) Organisasi profesi : IDI. PERWOSI 4) Organisasi olahraga masyarakat : KONI. Bappeda 2) LP/LS terkait : Perguruan Tinggi. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Olahraga a. Sasaran 1) Instansi terkait : Dispora. 18. Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Olahraga a. PORPI. Bappeda. 17. Dinas Tenaga Kerja. Dinas Pariwisata. Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Narasumber 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport panitia Laporan Kegiatan c. 4) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan olahraga. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan olahraga yang dikoordininasikan dengan program lain dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. dll Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Transport lokal Laporan Kegiatan c. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota. d. Rumah Sakit. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga dalam mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. PPKORI. 2) Perguruan Tinggi 3) Organisasi Profesi Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator Laporan Kegiatan c.

4) Organisasi masyarakat : Forum Nasional Karang Taruna. Bimbingan Teknis Program Kesehatan Olahraga a. c. Sasaran 1) Dinas Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Organisasi olahraga masyarakat : FOMI. 21. b. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan b. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. 5) Organisasi kewanitaan 6) Lembaga swadaya masyarakat 7) Organisasi pelajar dan mahasiswa 8) Media massa 9) Masyarakat umum Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan c. d. Workshop Pengembangan Jejaring Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan dan Penanggulangan PTM a. d. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 4) Puskesmas Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk b. 10 . Tujuan Meningkatkan budaya hidup beraktivitas fisik dan olahraga untuk kesehatan. Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Propinsi. c. 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait. Yayasan Jantung Indonesia. Seminar Pemberdayaan Masyarakat agar Bergerak untuk Sehat dan Bugar a. 20.19.

d. d. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 3) Puskesmas 4) Instruktur fitness center dan sanggar senam Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut b. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. Seminar Pemanfaatan Upaya Kesehatan Olahraga Bagi Fitness Center dan Sanggar Senam a. b. 24. organisasi profesi terkait Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport Laporan Kegiatan c. Tujuan Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan olahraga di BKOM. Pertemuan Penyusunan Program BKOM a. 23. c. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) Kepala Puskesmas 3) Pemda/Bappeda 4) DPRD 5) Dinas Pendidikan 6) Perguruan tinggi 7) Organisasi profesi 8) Organisasi olahraga masyarakat 11 . Tujuan Meningkatkan komitmen dan dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan dan penyelenggaraan upaya kesehatan olahraga di BKOM. Honor : narasumber dan moderator Transport lokal Laporan Kegiatan 22. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) LP/LS : perguruan tinggi.5) 6) d. b. Sosialisasi/Advokasi Upaya Kesehatan Olahraga Tingkat Propinsi a.

ATK dan foto copy 2). Meliputi : 1). Sasaran 1) Pelaksana pelayanan kesehatan olahraga di BKOM. Penggunaan Dana 1). Tersosialisasinya program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran kepada Kabupaten/Kota Diperolehnya komitmen/dukungan dari Kabupaten/Kota dalam pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. Honor Nara Sumber 3). LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. 2). c. Sasaran Peserta pertemuan terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport d. 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait. Proses Penyelenggaraan 2). Sosialisasi Program Kesehatan Indera (PGPK /PGPKT) ke Kabupaten/Kota di Provinsi a. Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut d. c. profesi. 12 . Uang harian. 25. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan e. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan Kegiatan. Peserta 3).c. Tujuan Umum: Meningkatkan pemahaman Kabupaten/Kota mengenai pentingnya program kesehatan Indera Penglihatan/Pendengaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. b. Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut 26. b. Bimbingan Teknis BKOM Program Kesehatan Olahraga a. Hasil Yang Diharapkan Tersosialisasinya Program Kesehatan Indera ke Kabupaten/Kota. Khusus: 1).

13 . transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. Meliputi : 1) Proses Penyelenggaraan 2) Peserta 3) Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 28. LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan Penggunaan Dana 1) ATK dan foto copy 2) Honor Nara Sumber 3) Uang harian. 3). Hasil Yang Diharapkan 1). Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Indera penglihatan dan pendengaran di propinsi. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran. 4). Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di kabupaten/kota dan Puskesmas. Tersusunnya POA program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran di masing-masing Kabupaten/kota c.27. Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di provinsi dan kabupaten/kota. Tujuan Umum: Meningkatnya partisipasi Lintas Program. Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Indera sesuai dengan peran dan bidang masing-masing. profesi. Khusus: 1). Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2). Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera Di Provinsi a. kabupaten/kota dan puskesmas b. e. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera dengan LP/LS/LSM Tingkat Propinsi a. 2). Laporan Kegiatan. Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran.

d. Lintas Sektor. diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan Indera di dalam dan luar gedung 2) Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan Indera b.Khusus: 1). transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan kegiatan. Hasil yang diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran. 29. Uang harian.LS. lintas sektor dan LSM 2). ATK dan foto copy 2). Rencana tindak lanjut pelatihan c. Tersosialisasinya program kesehatan Indera kepada lintas program. e. Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Indera a. Peserta 3). Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. peserta memahami dan mampu melaksanakan pelayanan kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran yang berkualitas di Puskesmas Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Kesehatan Indera dan masalahnya. Honor Nara Sumber 3). 14 . Lintas Sektor. cara pemeriksaan. organisasi profesi terkait dan LSM di tingkat propinsi Penggunaan Dana 1). Tujuan Umum: Setelah menyelesaikan pelatihan. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program. LSM dalam menunjang penurunan prevalensi kebutaan dan ketulian di Provinsi. b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. diagnose dan tatalaksana dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. Proses Penyelenggaraan 2). cara pemeriksaan. LS dan LSM tingkat Provinsi b. Adanya kesepakatan kegiatan dalam PGPK dan PGP Ketulian dengan LP. meliputi : 1). Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran Tingkat Provinsi 4). Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari : Lintas program. 3).LSM tentang pengembangan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran Tingkat Provinsi.

Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran. Laporan kegiatan. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. Uang harian. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS d. b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. Honor Nara Sumber 3). pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Peserta 3). Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS 15 . Proses Penyelenggaraan 2). cara merujuk. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. cara pemeriksaan sederhana. meliputi : 1). Rencana tindak lanjut pelatihan 30. Tujuan Umum: Meningkatkan kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran sehingga mampu mengenali gangguan penglihatan dan pendengaran di masyarakat/sekolah Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan Indera dan masalahnya. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) d) Peran kader/guru UKS dalam PGPK dan PGPKt 2) Peserta mampu melakukan pemeriksaan sederhana mata dan telinga 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan Indera b. Penggunaan Dana 1). Pelatihan Tenaga Non Nakes (Guru Dan Kader ) Untuk Program Kesehatan Indera a. c. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. cara pemeriksaan sederhana. ATK dan foto copy 2).c. cara merujuk.

3. Honor Nara Sumber 3). ATK dan foto copy 2). monitoring dan evaluasi 2. meliputi : 1. Rencana tindak lanjut pelatihan 31. Uang harian. BKMM Provinsi Sumatera Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat BKIM Provinsi Jawa Tengah BKMM Kabupaten Banyumas BKMM Provinsi Jawa Timur BKMM Provinsi Nusa Tenggara Barat BKMM Provinsi Sulawesi Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat 16 . Laporan kegiatan. Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Indera a. 7. 8. Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan. 2. Proses Penyelenggaraan 2). Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan program kesehatan indera mulai dari provinsi sampai ke puskesmas b. Tujuan Umum Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Indera di Kabupaten/Kota dan Puskesmas Khusus 1. Peserta 3). Laporan kegiatan. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Indera Provinsi c. Penggunaan Dana Uang harian. Penggunaan Dana 1). Pembinaan. Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. 5.d. meliputi : 1). Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Indera di Kabupaten/Kota . transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. 6. 2. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. 4. Rencana tindak lanjut KEGIATAN BALAI KESEHATAN MATA/INDERA MASYARAKAT (BKMM/BKIM) Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Mata/Indera Masyarakat (BKMM/BKIM) diperuntukkan bagi UPT Daerah (Provinsi/Kabupaten) yang berjumlah 8 yaitu : 1. 3.

Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan petugas kesehatan Puskesmas untuk melaksanakan pelayanan kesehatan Indera penglihatan dan atau Pendengaran di Puskesmas. 4. Khusus: 1. Pembinaan Teknis Program Kesehatan Indera Oleh Tenaga Kesehatan BKMM/BKIM Ke Puskesmas a. Terlaksananya pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran di luar gedung BKMM oleh dokter spesialis BKMM/BKIM b. Tujuan Umum: Terlaksananya transfer ilmu pengetahuan tentang teknis program kesehatan Indera dari tim teknis BKMM/BKIM ke Puskesmas. Petugas kesehatan BKMM/BKIM Petugas Puskesmas Penggunaan Dana Uang harian.Rincian Kegiatan adalah : 32. Laporan kegiatan. Rencana tindak lanjut 33. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2. Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut dan Puskesmas Santun Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Provinsi dan Kabupaten/Kota. Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan teknis 2. 3. kabupaten/kota dan puskesmas 17 . transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) Di Provinsi a. Diketahuinya sejauh mana pelaksanaan pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran telah dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas oleh BKMM/BKIM 2. meliputi : 1. 3. Sasaran Pelaksana : • • c. Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Usia Lanjut. Khusus: 1. Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Kesehatan Usia Lanjut di propinsi.

Adanya kesepakatan kegiatan dalam pengembangan program kesehatan usila dengan LP. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) 2. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari unsur: Lintas Program. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta Kabupaten/Kota : • Peserta Propinsi terdiri dari : unsur lintas program dan lintas sektor terkait di tingkat propinsi • Peserta Kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu Puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. Tersusunnya POA program kesehatan Usia Lanjut di masing-masing Kabupaten/kota c. LSM dalam menunjang pengembangan program kesehatan usila di Provinsi. lintas sektor dan LSM 2. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 34. ATK dan foto copy 2. Lintas Sektor. Khusus: 1. Meliputi : 1. Hasil yang Diharapkan 1. organisasi profesi dan LSM terkait di tingkat Propinsi 18 .LS. Proses Penyelenggaraan 2. Pertemuan Koordinasi Dengan LP/LS/LSM Program Kesehatan Usia Lanjut Tingkat Propinsi a. Tersosialisasinya program kesehatan Usila kepada lintas program. Tujuan Umum: Terwujudnya kemitraan dan meningkatnya partisipasi Lintas Program. Laporan Kegiatan. Peserta 3. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program.b. Lintas Sektor. LS dan LSM tingkat Provinsi b. Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi 4.LSM tentang pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi. Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Usia Lanjut sesuai dengan peran dan bidang masing-masing. Honor Nara Sumber 3. 3. Penggunaan Dana 1. c. Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. Uang harian. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e.

ATK dan foto copy 2). Tujuan Umum: Terselenggaranya pelayanan Kesehatan Usia Lanjut yang berkualitas di Puskesmas khususnya di Puskesmas Santun Usia Lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya. Uang harian. Honor Nara Sumber 3). ATK dan foto copy 2). Honor Nara Sumber 3). b) Konsep Puskesmas Santun Usia Lanjut 19 . Rencana tindak lanjut pelatihan 36. Laporan Kegiatan. khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric. Peserta 3). Laporan Kegiatan. Penggunaan Dana 1). Peserta 3). Penggunaan Dana 1). Uang harian. Meliputi : 1). transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. Meliputi : 1). transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Proses Penyelenggaraan 2). jiwa) dari RS d. dokter spesialis kes. Pelatihan Program Kesehatan Usia Lanjut untuk Pengelola Program di Kabupaten/Kota a. Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) d. Proses Penyelenggaraan 2). Sasaran Peserta Pelatihan terdiri dari: Pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari Kabupaten/Kota yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. Tujuan Umum: Meningkatnya pengelolaan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota b. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan pengelola program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota c. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 35.d.

khususnya di kelompok usia lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya. cara merujuk.2) 3) c) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Usia Lanjut untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. cara pemeriksaan. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Usia Lanjut. dokter spesialis kes. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Peran kader dalam pengembangan program kesehatan usia lanjut 2) Peserta mampu meningkatkan kegiatan kelompok usia lanjut 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan usia lanjut di kelompok usia lanjut b. f. Uang harian. Peserta 6). Laporan Kegiatan. Meliputi : 4). Honor Nara Sumber 6). ATK dan foto copy 5). Penggunaan Dana 4). diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan usia lanjut di dalam dan luar gedung Peserta mampu menfasilitasi pembentukan kelompok usia lanjut Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan usia lanjut e. 20 . khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric. jiwa) dari RS d. Pelatihan Tenaga Non Nakes (Kader ) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut a. cara pemeriksaan sederhana. Rencana tindak lanjut pelatihan 37. b) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. Tujuan Umum: Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader mengenai mengenai program kesehatan usia lanjut sehingga dapat membantu pengembangan kesehatan usia lanjut di masyarakat. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader mengenai program kesehatan Usia Lanjut. Proses Penyelenggaraan 5).

Laporan Kegiatan c. sewa profesi. Tujuan Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas b. Sasaran Penanggungjawab kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan. Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Usila di Kabupaten/Kota . 38. Honor Nara Sumber 3). Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. ATK dan foto copy 2). 2. 21 . monitoring dan evaluasi 2). Penggunaan Dana 1). transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan Kegiatan.c. Hasil Yang Diharapkan 1. Rencana tindak lanjut pelatihan e. d. Peserta 3. Meliputi : 1. 3. dan biaya perjalanan. Proses penyelenggaraan dan hasil pembinaan. Proses Penyelenggaraan Pelatihan 2. Pertemuan Koordinasi LP/LS dalam rangka Pengembangan Program Kesehatan Tradisional a. Tujuan Meningkatnya peran Lintas Program dan Lintas Sektor di daerah dalam rangka pengembangan program kesehatan tradisional. Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Usia Lanjut a. b. Pembinaan. Laporan Kegiatan. Rencana tindak lanjut 39. sewa ruangan. Penggunaan Dana Uang harian. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Usia Lanjut Provinsi d. Uang harian. Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan Program Kesehatan Usia Lanjut mulai dari Provinsi sampai ke Puskesmas c. Meliputi : 1). Sasaran Peserta tenaga non nakes untuk program Kesehatan Usila terdiri dari: • Kader dari Kelompok Usila di beberapa Puskesmas yang dikembangkan d. transport dan biaya penginapan pelaksana e.

Sasaran 1) 2) 3) c. Bimbingan Teknis Pengelola Program Kestrad Propinsi ke Kabupaten/Kota Binaan a. 42. Sasaran : Pemegang program Kesehatan Tradisional di Puskesmas binaan. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk biaya perjalanan sampai ke sarana Battra di wilayah kerja Puskesmas. 41. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan kegiatan. fotokopi).40. 22 . b. b. c. Tujuan Terlaksananya pelayanan kesehatan tradisional melalui tenaga pelaksana program kesehatan tradisional yang terampil di Puskesmas binaan. d. Tujuan Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pengelola program kesehatan tradisional di Kabupaten/Kota binaan sehingga mereka mampu mengindentifikasi dan menginventarisasi hal-hal yang terkait dengan pengembangan program pelayanan kesehatan tradisional di wilayah masingmasing. meliputi : 1) Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 2) Pelaksanaan Kegiatan 3) Laporan Pelaksanaan kegiatan c. Sasaran : Kabupaten/Kota dan Puskesmas binaan. Laporan Kegiatan d. Penggunaan Dana 1) Honor Nara Sumber (SP3T dan Asosiasi Profesi) 2) ATK dan foto copy 3) Sewa Ruang 4) Uang harian. Tujuan Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan administratif. a. b. Pelaksana kegiatan di SP3T dan UT-SP3T Pengelola Program Kesehatan Tradisional di Dinas Kesehatan Provinsi Lintas Sektor terkait Penggunaan Dana (ATK. rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan LS terkait bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. Laporan Kegiatan Orientasi Selfcare Batantra dalam pelaksanaan TOGA dan Akupunktur bagi Petugas Puskesmas. transport peserta rapat dan transport bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. d. Operasional SP3T/BKTM a.

Monev Pengobatan Tradisional Asing a. Laporan kegiatan 1) Proses penyelenggaraan dan hasil monitoring dan evaluasi 2) Rencana tindak lanjut b. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Tradisional di Provinsi a. ATK. Laporan kegiatan 23 . b. d. Sasaran 1) LP & LS di tingkat Provinsi 2) Penanggungjawab program di Dinkes Kab/Kota 3) Puskesmas binaan c.43. Tujuan Meningkatnya peran LP dan LS terkait di Provinsi dalam melakukan pembinaan & pengawasan Pengobat Tradisional Asing yang bekerja sebagai konsultan di wilayah kerjanya. 44. Tujuan Untuk melaksanakan koordinasi dan Evaluasi terhadap pengembangan program kesehatan tradisional di daerah binaan serta melakukan konsultasi ke Pusat tentang permasalahan yang dihadapi. c. d. penggandaan fotocopy dan transport/biaya perjalanan narasumber dan peserta. Sasaran Para pengobat Tradisional asing yang bekerja sebagai konsultan Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk transport ke lokasi kegiatan Pengobat Tradisional Asing.

b. Hal ini ditandai dengan tidak jelasnya kebutuhan jenis indikator dan data pendukung yang diperlukan di masing–masing tingkat administrasi. D. SP2TP/SP3 secara periodik a. Tujuan Tersedianya data dan informasi program. 24 . Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah guna terselenggaranya Sistem Informasi Manajemen yang baik antara lain : Pembentukan Tim Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota melalui koordinasi teknis dan pemutakhiran data.PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN A. Sasaran Tim Pengelola data dan informasi Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dan Propinsi. SP2TPT/SP3 dan data dasar Puskesmas secara periodik dan berkesinambungan di setiap tingkatan administrasi. Propinsi ke pusat 2. d. Propinsi maupun kabupaten / kota. Luaran 1. Tujuan Teridentifikasinya kebutuhan data di tingkat Propinsi dan Kabupaten / Kota serta ter-updatenya data dasar dan data Program Puskesmas. Laporan Program. perlu diselenggarakan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen dalam upaya penyediaan data dan informasi Puskesmas. Jenis Kegiatan : Pertemuan Uraian Pembiayaan 1) 2) 3) 4) Transport Biaya Penginapan Uang Harian ATK C. Latar Belakang Upaya penyediaan data dan informasi. baik ditingkat pusat. Kegiatan-Kegiatan 1. masih mengalami beberapa hambatan dalam alur pencatatan dan pelaporannya. ketidakjelasan penanggung jawab data dan informasi Puskesmas di tingkat Propinsi dan kabupaten / kota serta ketidakjelasan mekanisme dan pembiayaan dalam pengelolaan data dan informasi. B. Tersedianya data dasar Puskesmas yang dimutahirkan setiap 6 (enam) bulan sekali. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. E. pengumpulan dan penyajian serta pendistribusian data dan informasi Puskesmas Sehubungan dengan hal tersebut. c. Kabupaten/Kota ke Propinsi c. Koordinasi Teknis dan Pemutakhiran Data Puskesmas a. Puskesmas ke kabupaten b.

Uraian Pembiayaan Komputer Supply Propinsi dan Kabupaten / Kota ATK Propinsi dan Kabupaten / Kota. d. Luaran Data dasar dan data program Puskesmas yang telah dimutakhirkan. 25 . Uraian Pembiayaan Transport petugas Propinsi. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. f. Tujuan Mengidentifikasi masalah penyediaan data Puskesmas di tingkat Kabupaten/Kota. Uraian Pembiayaan 1) Transport Petugas Propinsi 2) Transport Petugas Kabupaten / Kota Luaran Data dasar dan data program Puskesmas. Laporan Kegiatan Perjalanan Dinas 3. dan e. 4.e. e. Jenis Kegiatan Perjalanan Pengelola Data dan Informasi Propinsi ke Kabupaten/Kota. Jenis Kegiatan Pengumpulan dan Pengolahan Data Puskesmas. Luaran Teridentifikasinya masalah penyediaan data Puskesmas di Kabupaten / Kota. f. b. b. Tujuan Mengumpulkan dan mengolah data dan informasi Puskesmas. c. Jenis Kegiatan Penyediaan ATK dan Komputer Supply. Laporan Kegiatan Dokumen data dan informasi Puskesmas. 2. Pengadaan ATK dan Komputer Supply a. d. Pengumpulan dan Pengolahan Data a. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi Kabupaten/Kota. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi dan Kabupaten / Kota. b. d. f. Laporan Kegiatan Supervisi dan Bimbingan Teknis a. c. Tujuan Melengkapi kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data. c.

Luaran Terpenuhinya kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data. Laporan kegiatan Pengelola Data dan Informasi Kabupaten Wajib Mengirim Laporan Rekap Program. SP2TP/SP3 ke Propinsi. f.e. selanjutnya Propinsi ke Pusat sebagai Bentuk Pertanggungjawaban setiap Pencairan Dana 26 .

2.3 juta pekerja formal. gangguan kesehatan.1 Milliar dan klaim kematian kepada anggota aktifnya sebesar Rp. pekerja Indonesia masih menghadapi penyakit menular yang cenderung meningkat. TBC dan lain lain.9 Milliar. risiko dari luka traumatik. dan kematian akibat kerja.5% gangguan THT dan 1. dari data BPS tahun 2008 diketahui bahwa jumlah angkatan kerja sebanyak 111. 11% asma. kebisingan. 292. 8% kardiovaskuler. khususnya di Negara-negara berkembang. partikulat yang ada di udara (airborne particulates).65% sektor formal yang tersebar pada berbagai lapangan pekerjaan. Masalah kesehatan dan keselamatan kerja. 6% gangguan syaraf. dan pekerja karena merupakan salah satu pra syarat dalam hubungan ekonomi antar negara. Keluhan tersebut antara lain 16% musculo-skeletal disorders. PT Jamsostek (2008) yang memiliki anggota sebesar 26. yang terdiri dari pembayaran klaim kecelakaan dan penyakit sebesar Rp. tingkat cakupan layanan kesehatan kerja telah mengalami sedikit perubahan pada beberapa dekade terakhkir. 8% luka-luka dan 2% leukemia. 16% hearing loss.59 % dari seluruh pekerja di Indonesia. akan mengeluarkan biaya yang cukup besar. dan kematian akibat kerja. Menurut profil masalah kesehatan pekerja di Indonesia tahun 2005 diketahui 40. Selain itu dalam era globalisasi. 272. penyakit degeneratif. Begitu pula penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses produksi semakin meningkat juga. baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Dampak positif adalah tersedianya lapangan kerja. 9% infeksi trachea. terpaksa membayar klaim asuransi sebesar Rp. back pain). Akses ke pelayanan kesehatan masih terbilang rendah bagi sebagian besar pekerja. Jika dilihat persentase anggota kepesertaan Jamsostek yang hanya 23.BAB V KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA A. risiko ergonomik (misalnya. sedangkan dampak negatif adalah timbulnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan maupun lingkugannya. 565 Milliar. Jumlah angkatan kerja di Indonesia semakin meningkat. ILO memperkirakan bahwa cakupan layanan kesehatan kerja untuk keseluruhan tenaga kerja di Negara berkembang hanya mencapai sekitar 5% . Di masa depan. pengusaha. Disamping itu jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat gangguan kesehatan dan keselamatan kerja jumlahnya sangat besar. kesehatan dan keselamatan kerja merupakan persyaratan yang harus dipenuhi setiap tempat kerja. dan kanker paru-paru. penyakit infeksi seperti HIV/AIDS.2 juta kematian setiap tahun adalah disebabkan oleh bahan-bahan kimia karsinogenik.35%) dan 43. 1 .3% gangguan kulit. Faktor risiko Global Illness and Injury adalah 37% akibat back pain. dan news-emerging disease termasuk penyakit akibat kerja sebagai dampak dari berbagai bahaya potensial di tempat kerja. Seperti dalam perdagangan dunia yang mensyaratkan perusahan telah mendapat sertifikat ISO 14000 (Lingkungan) dan OSHAS 18001 (Kesehatan dan Keselamatan kerja). mengingat pertumbuhan dan perkembangan industri berteknologi maju berlangsung sangat pesat.10%. Meskipun demikian. sebagian besar dari jumlah tersebut bekerja di sektor informal (56. Faktor risiko pekerjaan memberi kontribusi terhadap Global Burden Disease sebanyak 800 ribu dari 2. 13% COPD.48 juta pekerja. gangguan kesehatan. maka dapat diperkirakan bahwa kerugian akibat kecelakaan. bronkus. 3% gangguan saluran pernapasan. beban pekerja semakin berat. Latar Belakang Perkembangan IPTEK dan industrialisasi memberikan dampak positif maupun negatif. Saat ini. perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. bisa melebihi Rp 2 triliun sedangkan berdasarkan data DK3N biaya yang dikeluarkan untuk 50 trilyun kerugian akibat kecelakaan.5% pekerja mengalami gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Padahal, meskipun di Negara berkembang, dengan sedikit pengecualian, cakupan yang seharusnya adalah 20% - 50%. (Regional Framework for Action for Occupational Health 2006-2010, WHO 2006) Dengan berbagai masalah yang terjadi dan tantangan yang dihadapi, maka perlu dilakukan peningkatan Upaya Kesehatan Kerja melalui penguatan program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas dan tempat kerja serta peningkatan kualitas SDM maupun dalam pelayanan kesehatan kerja.

B.

Tujuan Menurunnya angka kesakitan, kecelakaan dan penyakit akibat kerja sehingga pekerja dapat terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan sehingga pekerja sehat dan produktif.

C.

Tujuan Khusus 1. Meningkatkan cakupan Puskesmas di daerah industri yang melaksanakan Upaya Kesehatan Kerja menjadi 60% pada tahun 2009. 2. Meningkatkan cakupan tempat kerja (formal) yang menerapkan Kesehatan Kerja menjadi 50% pada tahun 2009.

2

D.

Sasaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengelola Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota Penanggung Jawab kesehatan Kerja di Tempat Kerja Sarana Kesehatan Puskesmas Kawasan Industri dan Klinik Perusahaan Lintas Sektor dan Lintas Program Masyarakat Pekerja Praktisi dan LSM

E.

Kegiatan-Kegiatan 1. Peningkatan Kapasitas/Pelatihan SDM Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/ Kota dan Puskesmas. a. Tujuan Meningkatnya kemampuan tenaga kesehatan kerja baik di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam melaksanakan upaya kesehatan kerja. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota, dan Puskesmas. Untuk pelatihan Dokter dalam Diagnosis PAK sasarannya adalah Dokter Puskesmas, Dokter Rumah Sakit. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Peningkatan Kapasitas SDM Kesehatan Kerja di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi meliputi : 1) Orientasi Kesehatan Kerja Bagi Petugas dan Kepala Puskesmas di Kawasan/Sentra Industri 2) Pelatihan Petugas Kesehatan Kaupaten/Kota 3) Pelatihan Teknis Kesehatan Kerja bagi PetugasKabupaten/Kota dan Puskesmas. 4) Pelatihan Dokter dalam Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK). 5) Pelatihan tanggap darurat (emergency respons) di tempat kerja d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan dapat dipakai untuk membiayai honor pengarah kegiatan. 2) Belanja Bahan meliputi ATK: dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan, belanja bahan meliputi ATK : dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan. 3) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk rapat persiapan di Propinsi.. 4) Belanja Jasa Lainnya dipakai untuk membiayai rapat persiapan di daerah dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. 5) Belanja Perjalanan Lainnya : dipakai untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber Propinsi/Kabupaten/Kota, panitia dan peserta. e. Laporan Kegiatan

2.

Pengembangan Jejaring, Kelembagaan dan organisasi Kesehatan Kerja 2.a Pemberdayaan Klinik Perusahaan (Pelatihan Peningkatan Petugas Klinik Perusahaan, sosialisasi sistim pelaporan, mapping kelompok kerja dan klinik perusahaan) a. Tujuan Diperolehnya mekanisme kerjasama, jejaring dalam pelayanan kesehatan kerja antara Klinik Perusahaan, Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

3

b.

c.

d.

e.

Sasaran Sasaran dalam Pemberdayaan Klinik perusahaan adalah : 1) Dinas Kesehatan Propinsi (PJ. Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 2) Dinas kesehatan Kabupaten/Kota (Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 3) Puskesmas yang mempunyai Klinik Perusahaan di wilayah kerjanya. 4) Klinik Perusahaan. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Pemberdayaan Klinik Perusahaan adalah sebagai berikut: 1) Pertemuan Tingkat Propinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk Identifikasi Klinik Perusahaan yang ada di Kabupaten/Kota dan membahas tentang pembinaan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta permasalahan dan hambatan yang ditemui (kerjasama dengan subdin Yankes). 2) Pertemuan Sinkronisasi di Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota dengan Klinik Perusahaan, manajemen perusahaan, dan Puskesmas serta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang mempunyai klinik perusahaan di wilayah kerjanya (kerjasama dengan Subdin Yankes) 3) Sosialisasi sistim pelaporan,maping kelompok kerja dan klinik perusahaan. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan, digunakan untuk membiayai kelengkapan ATK kegiatan dan penggandaan/fotokopi bahan-bahan pelatihan. 2) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk membiayai rapat persiapan di Propinsi. 3) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya, digunakan untuk membiayai transport lokal pertemuan tingkat Propinsi dalam rangka mengidentifikasi klinik perusahaan, dan pertemuan sinkronisasi di tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber daerah, panitia dan peserta. Laporan Kegiatan

2.b. Pemberdayaan Masyarakat Pekerja Untuk mendukung Desa Siaga a. Tujuan Meningkatnya kesadaran masyarakat pekerja untuk hidup sehat melalui pelatihan petugas kesehatan di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas serta kader Pos UKK untuk mendukung Desa Siaga. b. Sasaran Kabupaten/Kota, Puskesmas dan Kader. c. Lingkup Kegiatan 1) Survey Mawas Diri (SMD) 2) Advokasi/Sosialisasi lintas sektor Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan masyarakat pekerja untuk mendukung Desa Siaga 3) Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 4) Pelatihan Tingkat Kabupaten/Kota untuk Petugas Puskesmas 3) Pelatihan Kader 5) Intervensi (stimulan) 6) Pembinaan d. Penggunaan Dana Dana yang ada digunakan untuk melaksanakan pelatihan petugas Kabupaten/Kota, Puskesmas dan kader. Adapun Jenis Belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Sewa, Barang Non-Opersaional Lainnya dan Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. e. Laporan Kegiatan

4

2. c Pengembangan Model Pelayanan Kesehatan kerja (Spesifik Daerah) a. Tujuan Meningkatnya kualitas upaya kesehatan pada pekerja sesuai dengan spesifik daerah (daerah industri, atau kelompok pekerja tertentu). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan 1) Pertemuan Sosialisasi K3 dan Pelayanan Kesehatan Kerja Pos UKK di tempat kerja 2) Fasilitasi/Pembinaan dan evaluasi Puskesmas pada kawasan/sentra industri 3) Pemberian stimulan/intervensi untuk Puskesmas Percontohan. 4) Pengembangan SIM Kesehatan Kerja 5) Pengukuran tingkat paparan pestisida 6) Validasi data program kesehatan kerja di Perusahaan 7) Peningkatan kapasitas RR Puskesmas dan kab/kota dalam pengelolaan data kesehatan kerja d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan 2.d. Pengembangan Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM) a. Tujuan Tersedianya informasi yang mendukung pembentukan dan pengembangan BKKM. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota dan BKKM c. Lingkup Kegiatan - Pengkajian lapangan untuk BKKM - Peningkatan kapasitas SDM BKKM - Seminar hasil survei di 2 kab/kota - Pertemuan dalam rangka sistim pencatatan dan pelaporan kesehatan kerja bagi 3 BKKM dan Puskesmas d. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan digunakan untuk mebiayai ATK dan fotokopi kegiatan. 2) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk mebiayai trasnport, uang harian dan biaya penginapan petugas. e. Laporan Kegiatan 2.e. Mendukung Pembentukan Kab/Kota Percontohan a. Tujuan Mendukung terselenggaranya Kesehatan Kerja Paripurna di Kab/Kota Percontohan b. Sasaran Kabupaten/Kota Percontohan, Sarana Kesehatan, Dan Tempat Kerja c. Lingkup Kegiatan Koordinasi dan pengorganisasian Kesehatan Kerja di Tingkat administrasi 1) Pembentukan Forum Komunikasi 2) Rapat Lintas sektor lintas program d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan

5

2.f. Forum Komunikasi/koordinasi/sinkronisasi kesehatan kerja Lintas Sektor a. Tujuan 1) Tersusunnya Kesepakatan dan Rencana Kerja oleh seluruh lintas sektor terkait. 2) Tersosialisasi program dan kegiatan kesehatan kerja b. Sasaran Lintas sektor yang terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Pemda, Dinas pertanian, Dinas Perikanan dan lain-lain. c. Lingkup Kegiatan 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Pelaksanaan Forum Koordinasi 3) Laporan pelaksanaan d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya e. Laporan Kegiatan

3.

Penyusunan data dan informasi kesehatan kerja 3.1. Survei Cepat/Pemetaan Data Kesehatan Kerja/Risk Assesment di Puskesmas, Kabupaten/ Kota dan Propinsi a. Tujuan Tersedianya data tentang kondisi kesehatan pada pekerja di wilayah kerja (Puskesmas, Kabupaten/Kota, dan Propinsi). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam survei cepat meliputi tahapan sebagai berikut : 1) Rapat Persiapan 2) Penjajagan Lapangan 3) Pelatihan Pewawancara 4) Uji Coba Kuesioner 5) Pengumpulan Data 6) Seminar Hasil d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan digunakan untuk membiayai tenaga peneliti, pengumpul dan pengolah data. 2) Belanja Bahan digunakan untuk membiayai ATK, fotokopi, dan konsumsi. 3) Belanja Jasa Profesi digunakan untuk membiayai pengajar, pembicara dan moderator. 4) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan petugas penjajagan lapangan, pelatihan pewawancara, uji coba kuesioner dan pengumpul data serta seminar hasil. e. Laporan Kegiatan

4. Koordinasi, Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Kerja & Pembinaan ke Kabupaten/Kota dan konsultasi ke pusat a. Tujuan Tersusunnya rencana kerja program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta dengan lintas sektor dan lintas program secara terpadu dan berkesinambungan. b. Sasaran Pusat, Propinsi, dan Kabupaten/Kota. c. Lingkup Kegiatan

6

e. yang kegiatannya meliputi : 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Perencanaan 3) Bimbingan teknis 4) Mengikuti pertemuan Konsultasi Regional 5) Pertemuan Evaluasi 6) Konsultasi ke Pusat 7) Penyusunan RKKAL Penggunaan Dana Dana yang tersedia digunakan untuk kegiatan perencanaan. Pencetakan/penggandaan buku pedoman kesehatan kerja 7 . pembinaan dan evaluasi program. koordinasi. Kegiatan koordinasi. Penunjang Operasional Kegiatan di Propinsi o o o o o o o o Administrasi Kegiatan Belanja Uang Honor yang terkait dengan output kegiatan Honor Pejabat Pembuat Komitmen Honor Bendahara/Pemegang Uang Muka Kerja Honor Staf Administrasi Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. Belanja Perjalanan Dinas Lainnya.d. Adapun jenis belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan/Belanja Jasa Profesi. Laporan Kegiatan 5. Belanja Bahan. perencanaan dan evaluasi dilaksanakan di tingkat Propinsi Koordinasi perencanaan dan evaluasi di Pusat dan di Propinsi.

C.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. LINGKUP KEGIATAN PROGRAM PERBAIKAN GIZI a. APBD dan sumber-sumber lain yang tidak mengikat. 3. Meningkatkan sistem surveilans. maka didalam dokumen Rencana Strategi Departemen Kesehatan 2006-2010. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. dan SKPG) menjadi 100 % 1. SKD-KLB. D. 5. bayi dan balita. (2).BAB VI KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT A. B. Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan dan Sistem Penyelenggaraan Keuangan Negara. Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya pada tahun 2010. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan no. PSG. 6. Ada 4 (empat) strategi utama untuk mencapai Kadarzi yaitu: (1). 2. tidak ada kasus kretin baru dan tidak ada kasus xeroftalmia pada balita. LATAR BELAKANG Program perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ditandai dengan menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 20%. Pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat di daerah mengacu pada Undang-undang no. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat. 4. serta kelompok usia produktif. SASARAN Cakupan balita yang ditimbang menjadi 75 % Cakupan bayi dan balita dapat kapsul vitamin A menjadi 80% Cakupan ibu hamil dapat tablet Fe 90 tablet menjadi 60% Cakupan bayi umur 6 bulan dapat ASI secara eksklusif menjadi 63% Cakupan balita BGM umur 6-24 bulan GAKIN dapat MP-ASI menjadi 100 % Cakupan balita gizi buruk dapat perawatan menjadi 100 % Persentase desa dengan garam beryodium baik 65% Cakupan kabupaten/kota melaksanakan surveilans gizi (PWS. (4). (3). Meningkatkan pembiayaan kesehatan. TUJUAN Meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat pada ibu hamil. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana Anggaran Program Perbaikan Gizi Masyarakat di tingkat provinsi 2) 1 . 7. Sumber dana untuk pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat diperoleh dari APBN. upaya perbaikan gizi diarahkan pada pencapaian sasaran antara yaitu seluruh Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). monitoring dan informasi kesehatan.

pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta. pengajar.3) Penggunaan Anggaran Anggaran Administrasi Kegiatan digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Provinsi ke Pusat 1) Tujuan Tujuan kegiatan konsultasi Program adalah untuk menyelaraskan antara kebijakan program perbaikan gizi masyarakat dari Pusat dengan kesiapan Daerah dalam pelaksanaan program.info@gizi. dan Staf Pelaksana b) Biaya fotokopi. dll. dan Rencana Tindak-Lanjut. narasumber. e) Biaya Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa. yang diperuntukkan: a) Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen. Penguji SPP. c) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer d) Belanja Bahan Alat Tulis Kantor (ATK). panitia. penggandaan dokumen. panitia. 2) 3) 2 . Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat provinsi Penggunaan Anggaran Anggaran Konsultasi digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. PUMK. diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. publikasi/spanduk. Tujuan. narasumber) d) Biaya ATK. narasumber) c) Uang Harian (peserta. Bendahara Pengeluaran. dan komunikasi cepat. Hasil Konsultasi. surat-menyurat. pengajar. fotokopi. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi b) Biaya Penginapan c) Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. panitia.net 4) b. Penandatangan SPM. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Kabupaten/Kota ke Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan kebijakan program perbaikan gizi masyarakat antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota sehingga menjadi lebih harmonis. f) Biaya sewa gedung pertemuan. dan kelengkapan peserta e) Dokumentasi. b) Penanggungjawab dan pelaksana program gizi melaporkan realisasi keuangan kegiatan program perbaikan gizi ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui email www. f) Biaya Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Laporan Kegiatan a) Laporan Hasil Kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. 2) 3) 4) c. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota Penggunaan Anggaran Anggaran konsultasi ini digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah.

Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Peserta Peserta pertemuan ini terdiri dari penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. panitia. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil pertemuan nasional. Biaya Transportasi (peserta. pengajar. dan biaya makalah. dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Kursus Penyegaran Ilmu Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kapasitas dan pengetahuan gizi mutakhir bagi ahli gizi di tingkat provinsi. Pertemuan Evaluasi Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Evaluasi kinerja dan pencapaian target sasaran program perbaikan gizi secara nasional. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. fotokopi. 2) 3) 4) e. Tujuan. Pemantapan dan Evaluasi Program Perbaikan Gizi di Provinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan manajemen pengelolaan program perbaikan gizi masyarakat di provinsi dan kabupaten/kota. Biaya Transportasi 2. 5. serta unsur lintas sektor terkait sesuai dengan kebutuhan daerah. Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Uang Harian (peserta. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. pengajar) 2. Biaya Penginapan 3. Peserta Peserta pertemuan ini meliputi penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Provinsi. sesuai dengan Kerangka Acuan. Narasumber. narasumber) 4. sesuai dengan Kerangka Acuan. Biaya ATK. publikasi/spanduk. d. 7. dan Rencana Tindak-Lanjut. dikirimkan kepada Kadinkes Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Kadinkes Provinsi. dll. panitia. 2) 3) 4) f. panitia. disertai Rencana Tindak-Lanjut. Pertemuan Perencanaan. Biaya sewa gedung pertemuan. Hasil Konsultasi. Honorarium Pengajar. narasumber. unsur lintas program.4) Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. 3 . unsur lintas program dan lintas sektor terkait gizi sesuai dengan kebutuhan daerah. dan kelengkapan peserta 6. Dokumentasi. pengajar. Biaya Penginapan (peserta. narasumber) 3.

pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta. serta menindak lanjuti melalui koordinasi dengan program terkait oleh pengelola program perbaikan gizi di kabupaten/kota dan Puskesmas Pelaksana a. pengajar. sesuai dengan Kerangka Acuan. sesuai dengan Kerangka Acuan. sehingga menjadi lebih terarah. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta. panitia. e) Biaya ATK. narasumber) d) Honorarium Pengajar. Peningkatan Kapasitas Dalam Deteksi Dini Kasus Kurang Gizi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah ditemukannya kasus kurang gizi dengan faktor penyebab timbulnya masalah. Sasaran Lembaga legislatif daerah. Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Petugas gizi Puskesmas 2) 4 .2) Pelaksana Penanggungjawab/pelaksana program gizi dan ahli gizi dan organisasi profesi gizi (PERSAGI) di Provinsi. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Sosialisasi Respon Cepat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meyelaraskan kebijakan daerah dalam mendukung program perbaikan gizi masyarakat. pengajar. narasumber. fotokopi. narasumber) c) Uang Harian (peserta. panitia. Pengelola program gizi kabupaten/kota b. Narasumber. panitia. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. antara Dinas Kesehatan dengan Dinas terkait lainnya serta pemerintah daerah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Provinsi atau Kabupaten/Kota. g) Biaya sewa gedung pertemuan. Biaya Transportasi 2. dan biaya makalah. pimpinan instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terkait sebagai pendukung program perbaikan gizi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. disertai Rencana Tindak-Lanjut. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil kursus penyegar ilmu gizi nasional. dll. publikasi/spanduk. h. Biaya Penginapan 3. dan kelengkapan peserta f) Biaya dokumentasi. 3) 4) g. dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan.

Peningkatan Kapasitas Kabupaten/Kota/Puskesmas 1) Pengelola Program Perbaikan Gizi Tujuan Meningkatkan kapasitas teknis dan administrasi pengelola program perbaikan gizi di Kabupaten/Kota/Puskesmas. 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi rumah sakit dalam pelayanan anak gizi buruk sesuai standar.3) Penggunaan Dana a. perawat/bidan) b. dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) . meliputi : . Laporan pelaksanaan pelatihan deteksi dini kasus kurang gizi b.Uang penginapan Laporan Kegiatan a. honor panitia.Uang harian .Uang harian . dan konsumsi c. Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota Penggunaan dana 2) 3) 5 . Konsumsi c.Transport peserta. 3) 4) j. Belanja perjalanan lainnya . Belanja bahan : Bahan ATK. Panitia dan pengajar b. Ada data kasus kurang gizi yang diketemukan 4) i. Belanja uang honor tidak tetap. dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) . Peserta a. Belanja perjalanan lainnya . Pengelola program gizi kabupaten/kota b.Honor makalah. transport lokal pengajar.Transport peserta. Petugas gizi Puskesmas Penggunaan Dana a. transport lokal pengajar.Honor makalah. 2) Sasaran a.Uang penginapan Laporan Kegiatan Dokumen laporan pertemuan. Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit (dokter. Peningkatan Kapasitas Tatalaksana Gizi Buruk bagi Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit. fotocopy. meliputi : . Foto Copy. dan pengajar b. ahli gizi. Belanja uang honor tidak tetap. Belanja bahan : Bahan ATK.

home economic set. l. Perjalanan : Transport narasumber. .Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tim asuhan gizi Puskesmas dalam rangka penanganan gizi buruk . Biaya penginapan d) Lain-lain : Surat menyurat. Biaya penginapan 4. Biaya penginapan Lain-lain : Surat menyurat. foto copy. Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer. 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim Konselor ASI. Sewa ruangan. Peningkatan Kapasitas Konselor Menyusui. k. Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer. Bahan praktek. Bahan praktek. Uang harian. Laporan Kegiatan .Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota .Laporan monitoring pasca pelatihan 2) 3) 4) 6 . Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan . foto copy. Perjalanan : Transport peserta/panitia.Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan tatalaksana gizi buruk di Rumah Sakit. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan peningkatan kapasitas konselor ASI. foto copy. Uang harian.Tim asuhan gizi Puskesmas (dokter. bahan kontak.Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tatalaksana gizi buruk tim asuhan gizi di RS.Pengelola program gizi Dinkes Kab/Kota Penggunaan dana a) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia b) Belanja bahan meliputi Bahan ATK dan komputer c) Perjalanan : Transport peserta/panitia. Bahan praktek. peserta/panitia. Home economic set. Sewa kendaraan roda empat. 2.Tenaga Gizi Puskesmas Penggunaan dana 1. perawat/bidan) . 3. Uang harian. Sewa kendaraan. Sewa ruangan. Lain-lain : Surat menyurat. Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia. Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan konseling ASI di RS dan Puskesmas. ahli gizi. Sewa kendaraan roda empat. Peserta .a) b) c) d) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia. Peningkatan Kapasitas Tim Asuhan Gizi Puskesmas Dalam Rangka Penanganan Gizi Buruk 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi Puskesmas dalam pelayanan kasus gizi buruk Peserta .

Laporan evaluasi hasil bintek sebagai bahan perencanaan program 2) 3) 4) n. ATK dan penggandaan formulir PSG e) Biaya entry data Laporan Kegiatan Laporan hasil pelaksanaan PSG KADARZI dikirim ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui Pos dan email ke www. Pengiriman dan penyimpanan MP-ASI. Laporan kegiatan Bintek . Uang penginapan Laporan Kegiatan a. Pelaksana • Penanggung jawab dan pelaksana program perbaikan gizi Provinsi dan Kabupaten/Kota • Petugas gizi Puskesmas 2) Pelaksanaan PSG : Pelaksanaan kegiatan Pemantauan Status Gizi dan KADARZI harus mengacu pada petunjuk teknis Pemantauan Status Gizi dan KADARZI yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Gizi Masyarakat tahun 2009 3) Penggunaan dana a) Biaya transport pengambilan sampel b) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia). d) Foto copy. tepat dan akurat. Pemantauan status gizi (PSG-KADARZI) 1) Tujuan Terlaksananya PSG-Kadarzi dan tersedianya informasi status gizi balita dan norma keluarga sadar gizi (KADARZI) secara berkala.net . 4) o. Pemantauan dan Pembinaan dana Bantuan Sosial Gizi ke Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kinerja Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan dana bantuan sosial program gizi (Operasional Posyandu. Pemantauan dan Pembinaan Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kinerja pengelola program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota melalui pembinaan teknis dan evaluasi pelaksanaan program gizi Sasaran Pelaksana dan penanggung jawab program perbaikan gizi di kabupaten/kota Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport.m.info@gizi. pengiriman dan penyimpanan susu cair dan dukungan operasaional pengelola bansos Kabupaten/Kota) . cepat. c) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana program gizi kabupaten/kota 2) 7 . Uang harian.

Pelaksana a) Pelaku dan pemerhati masalah gizi b) Lintas sektor dan lintas program terkait dengan program gizi Penggunaan dana a) Belanja uang honor tidak tetap : . Penerbitan Majalah/Buletin gizi 1) Tujuan Tersedianya media informasi dan komunikasi tentang perkembangan program gizi untuk berbagai kalangan.Honor sekretariat b) Belanja bahan : Bahan ATK. foto copy dan penggandaan bulletin JIPG.3) Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport. Uang penginapan Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan Bintek bantuan sosial b) Laporan evaluasi hasil bintek bantuan sosial sebagai bahan perencanaan program c) Laporan tahunan pelaksanaan bansos Kabupaten/Kota meliputi laporan keuangan. c) Belanja jasa profesi : honor penulis buletin Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan penerbitan majalah/buletin 2) 3) 4) q. komputer. b) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.Honor tim teknis . Pelacakan Kasus Gizi Buruk di Wilayah Kerja Puskesmas 1) Tujuan Menemukan dan mengidentifikasi secara dini kasus gizi buruk dalam rangka menetapkan pemberian intervensi bagi penderita secara tepat dan cepat Pelaksana a) Penanggung jawab dan pelaksana program gizi Kabupaten/Kota b) Petugas gizi Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia). 2) 3) 4) 8 . Uang harian. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan pelacakan kasus. kegiatan dan hambatan/masalah Bansos 4) p.

Komponen III: Revitalisasi Program KB 4. KEGIATAN DHS-2 Latar Belakang Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan. Sulawesi Selatan. dan Kelompok Miskin. Kualitas dan Sustainabilitas Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Daerah 3. Komponen II: Pemberdayaan masyarakat. Meningkatkan kapasitas Depkes dan BKKBN dlm mendukung pemerintah daerah dlm penyelenggaraan pelayanan kesehatan C.522. dalam pelaksanaan Model Operasional Desa Siaga Dukungan sektor swasta bekerjasama dengan masyarakat untuk pencapaian target MDG’s 3. Komponen IV: Peningkatan kapasitas kabupaten/kota dalam desentralisasi . Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Tengah. melalui peningkatan pelayanan dasar (PHC). dengan pagu untuk keseluruhan 9 provinsi sejumlah Rp.000. 2075-INO) dan dana APBN (RMP dan RM). Wilayah kerja proyek meliputi 90 kabupaten/kota yang berada di 9 provinsi (Sumatera Selatan.000. Pada tahun anggaran 2009 kegiatan ini merupakan tahun ke 5. Secara khusus Proyek bertujuan: 1. Gorontalo.946.69.937. difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan Ibu.00. Meningkatkan Pemerataan.674. dan Nusa Tenggara Tumur). telah menerima pinjaman dari ADB untuk membiayai proyek DHS2 dan sejak 29 Maret 2005 proyek dinyatakan efektif serta akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Meningkatkan kapasitas daerah dalam menjamin kualitas pelayanan kesehatan dan KB 2.000.26. Pembiayaan dari kegiatan ini berasal dari dana pinjaman ADB (Loan 2074. yang kinerjanya diukur dari indikator-indikator dari MDG’s. Kalimantan Selatan. bayi. Proyek ini akan membantu meningkatkan status kesehatan masyarakat pada lokasi proyek. Anak. B. yang diukur dengan indikator kesehatan terkait dengan MDGs. Tujuan Meningkatkan status kesehatan masyarakat di lokasi proyek. yang dibiayai dari dana pinjaman ADB sebesar Rp.621. 96.BAB VII KEGIATAN PROYEK PHLN I. dengan pengaturan penggunaan berdasarkan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Depkeu yang diterbitkan untuk kepentingan tersebut. A. dan dana APBN sebesar Rp. dengan memberikan penekanan pada kebutuhan wanita. Bangka Belitung.585. Bayi.00. Komponen I: Penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak 2. anak-anak dan keluarga miskin. Sulawesi Barat.00. Komponen kegiatan 1.

Biaya perjalanan: transport. 2) Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana kegiatan DHS-II ADB di tingkat provinsi dan kabupaten /kota. Komponen V: Peningkatan peranan pusat untuk mendukung desentralisasi pelayanan kesehatan D. satu eksemplar dikirim ke Sekretariat Proyek Pusat untuk dikompilasi bersama laporan dari Propinsi lainnya. biaya menginap. Biaya lain-lain: konsumsi.5. 2) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota. b. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan segera disampaikan kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh Panitia Pelaksana Pelatihan. sesuai dengan tugas dan fungsinya. supply komputer Biaya honor narasumber/pengajar/instruktur. Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. 2 . Administrasi Kegiatan (0002) 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk terlaksana dan lancarnya Pengelolaan Proyek DHS2. Kegiatan-kegiatan a. tersedianya sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2. d. Honorarium yang terkait dengan output kegiatan. uang harian. Pendidikan dan Pelatihan Teknis (0012) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan/ kemampuan/ ketrampilan para tenaga kesehatan. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) d) Biaya bahan: ATK. fotokopi. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) 4) Honorarium yang terkait dengan operasional Satker. Biaya jasa listrik. mempercepat jalannya komunikasi. penggandaan. onitoring dan evaluasi Proyek DHS2 di Kab/Kota Se Kalimantan Selatan.

Provinsi. keompok potensial c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan:ATK. 3 . dokumen penyajian. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. b) Sasaran Masyarakat. uang penginapan. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. jadwal. sektoral. dokumen penyajian. lembaga sosial desa.c. konsumsi. dan kelompok potensial. dan tindak lanjut. proses kegiatan. TP-PKK. 2) Sinkronisasi Kegiatan Proyek Tahun 2009 & Perencanaan Tahun 2010 a) Tujuan Memberikan penjelasan dan pemahaman kepada kabupaten tentang program dan kegiatan di provinsi. kabupaten/kota. 3) Sosialisasi Model Operasional Desa Siaga a) Tujuan Menumbuhkan kemitraan dan partisipasi aktif masyarakat. realisasi pembiayaan. fotocopy. guna mewujudkan desa siaga. TRT c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. realisasi pembiayaan. komunikasi cepat. b) Sasaran Sekretariat proyek tk. pelaporan. dll Biaya sewa: gedung Biaya perjalanan: transport. jadwal. Penyusunan Program & Rencana Kerja/Teknis/Program (0051) 1) Rapat Koordinasi Dewan Kesehatan Kab/Kota a) Tujuan Untuk mendapat masukan dari kab/kota tentang pembiayaan kesehatan di daerah masing – masing b) Sasaran Anggota Dewan Kesehatan Kabupaten/Kota c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. komputer suplly. penggandaan & pelaporan. uang harian. dan tindak lanjut. realisasi pembiayaan. jadwal. dll Biaya perjalanan: transport. proses kegiatan. dokumen penyajian. dan tindak lanjut. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. spanduk. sektoral. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. TP-PKK. proses kegiatan. pelaporan. lembaga sosial desa.

d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dokumen penyajian. pelaporan. uang harian. uang penginapan. dokumen penyajian. proses kegiatan. proses kegiatan. realisasi pembiayaan. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dll Biaya perjalanan: transport. komputer supply. komputer suplly. 6) Pertemuan Antenatal Care Integrasi a) Tujuan Meningkatkan pemahaman mengenai program ACT kepada pemegang program terkait. b) Sasaran Pelaksana kegiatan proyek. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. penggandaan. realisasi pembiayaan. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. uang harian. dokumentasi & pelaporan. uang harian. komputer suplly. spanduk. jadwal. dll Biaya perjalanan: transport. dll 4 . jadwal. jadwal. dan tindak lanjut. komunikasi cepat. 5) Konsinyasi Review Annual Plan tahun 2010 (TRT & PPIU) a) Tujuan Menyusun annual plan tahun 2010 b) Sasaran Anggota TRT dan Sekretariat Proyek Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. komputer suplly. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. pelaporan. dan tindak lanjut. dan tindak lanjut. pelaporan. dll Biaya perjalanan: transport. uang penginapan. dokumen penyajian. Kabupaten/ kota b) Sasaran Lembaga/instansi LP/LS. proses kegiatan. 7) Pertemuan Koordinasi LP/LS di Kabupaten a) Tujuan Meningkatkan koordinasi antar lintas program/lintas sektor di tk.4) Pertemuan Evaluasi Akhir Tahun Proyek a) Tujuan Mengevaluasi dan membahas masalah dan kendala kegiatan Proyek dan jalan kelaurnya. fotocopy. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. b) Sasaran Tenaga kesehatan yang bertugas dibidang terkait. realisasi pembiayaan.

uang penginapan. biaya penginapan. tunjangan biaya hidup. Bantuan Beasiswa (0079) a) Tujuan Tersedianya sumber daya manusia yang profesional dan dengan jumlah kwantity sesuai kebutuhan ketenagaan di Provinsi dan kabupaten/kota guna mempercepat terlaksananya pembangunan di bidang kesehatan di provinsi/kabupaten/kota b) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota. uang harian. jadwal. d) Laporan Kegiatan 8) Pengembangan DHA a) Tujuan Mengembangan kemampuan tenaga kesehatan dibidang penyusunan anggaran kesehatan daerah b) Sasaran Tenaga perencanaan di kabupaten/kota c) Penggunaan Anggaran Biaya lain-lain: penyusunan pelaporan. d. dokumen penyajian. dan menurunnya kejadian kematian ibu maternal dan kematian bayi b) Sasaran Dukun beranak/dukun bayi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK Biaya honor Nara sumber Biaya lain-lain: Fotocopy. biaya matrikulasi. biaya praktek. komunikasi cepat. d) 5 . dll Biaya perjalanan: transport. tunjangan buku & referensi. biaya riset. c) Penggunaan Anggaran Dana bantuan sosial diberikan untuk: ATK. transport & uang harian pada awal & akhir program. uang harian. spanduk. dll Laporan Kegiatan Laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sesuai jadwal pendidikan (semester) kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh peserta tubel ybs. realisasi pembiayaan. biaya penginapan. proses kegiatan.Biaya perjalanan: transport. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. dan tindak lanjut. transport lokal. meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan. penggandaan. dokumentasi & pelaporan. uang harian. SPP. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. d) Laporan Kegiatan 9) Pertemuan Kemitraan Bidan & Dukun a) Tujuan Meningkatkan mutu yankes ibu hamil.

surat menyurat. konsultasi. berlangganan fasilitas operasional internet. Biaya perjalanan: transport. dalam rangka konsultasi ke Pusat dan supervisi ke kabupaten/kota. Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk. d) Laporan Kegiatan 2) Sekretariat di kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2. dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk.e. dalam rangka konsultasi ke provinsi dan supervise/bintek ke desa siaga. penyusunan laporan. penyusunan laporan. fotokopi. uang harian. Menyediakan sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2 Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 Provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. kegiatan pelelangan.dokumentasi. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan. dan telepon. Biaya perjalanan: transport. Provinsi Biaya jasa lainnya: telepon/fax. 1) Kesekretariatan dan Kerja Sama Luar Negeri (0104) Sekretariat di provinsi a) Tujuan • • • • Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2. biaya menginap. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan. uang harian. Mempercepat jalannya komunikasi. Biaya langganan & jasa: listrik. Monitoring dan Evaluasi Proyek DHS2 di provinsi. d) Laporan Kegiatan 6 . Kabupaten/Kota. fotokopi. biaya menginap. surat menyurat.dokumentasi.

d) Laporan Kegiatan g.3) Koordinasi DHC kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi DHC di kabupaten/kota b) Sasaran Anggota DHC kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya pertemuan d) Laporan Kegiatan 4) Koordinasi JHC & TRT provinsi a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi antara JHC dengan TRT b) Sasaran Anggota JHC dan TRT provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. c) Penggunaan Dana Biaya jasa lainnya untuk pelaksanaan survey. d) Laporan Kegiatan 7 . Survey kesehatan (0143) a) Tujuan Memperoleh lebih banyak jumlah penderita malaria yang terjaring di sarana kesehatan. dll Biaya operasional: bantuan uang saku peserta. Penggunaan Dana Biaya pembangunan sarana kesehatan. konsumsi d) Laporan Kegiatan f. b) Sasaran Masyarakat pada daerah endemis.. Pembangunan Gedung (0164) a) b) c) Tujuan Mendirikan bangunan gedung sebagai tempat/ sarana pelayanan kesehatan Sasaran Terbangunnya bangunan gedung sebagai sarana kesehatan.

d) Laporan Kegiatan i. uang penginapan. uang harian.. dll. b) Sasaran Bayi dan balita yang menderita gizi buruk. Pengadaan Alat Kedokteran. 8 . Pelayanan kesehatan/perbaikan gizi ibu/anak & KB (0232) a) Tujuan Menyediakan sarana/fsilitas pelayanan penulihan gizi buruk bagi bayi dan balita. Pengadaan Meubelair (0273) a) Tujuan Mengadakan meubelair untuk kelancaran administrasi dan operasional bagi sekretariat dan satker DHS-2 Provinsi.h. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pendidikan (0274) a) Tujuan Melaksanakan pengadaan peralatan dimaksudkan untuk memberikan bantuan berupa peralatan pendidikan bagi tenaga-tenaga kesehatan yang dilatih di Bapelkes b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan pendidikan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pendidikan. d) Laporan Kegiatan k. dengan melaksanakan tata laksana Gizi Buruk Bayi dan Balita. b) d) j. kelengkapan anak dan orangtua. dan meja kursi setengah biro. pelaporan. bahan makanan. Biaya lain-lain: penyelenggaraan pertemuan. dll Biaya perjalanan : transport. c) Penggunaan Dana: Biaya bahan: ATK. b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan kesehatan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan meubelair. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. Sasaran Tersedianya filling cabinet/ lemari arsip. Kesehatan dan KB (0275) a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk dipergunakan di sarana pelayanan kesehatan. Biaya pembangunan untuk gedung dan peralatan. komputer suplly. susu energy tinggi.

hasil kerja panitia penerimaan. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pengolah Data (0277) a) Tujuan Untuk memenuhi sarana dan prasarana administrasi dan pelaporan baik oleh manajemen proyek maupun fasilitator desa siaga. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Angkutan Air (0294) a) Tujuan Agar mampu menjangkau daearah-daerah yang masih tergolong sangat terpencil sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta lebih optimal. 9 . d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. b) Sasaran Terdapatnya kendaraan roda 4 sebagai pendukung kelancaran akses pelayanan kesehatan daerah sulit / terpencil. d) n. Pengadaan Kendaraan Khusus (0291) a) Tujuan Untuk mendukung dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kesehatan terutama di daerah sulit atau terpencil. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan kendaraanroda 4. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pengolah data d) Laporan Kegiatan m. b) Sasaran Adanya kendaraan untuk menunjang jangkauan pelayanan kesehatan c) Penggunaan dana Biaya modal & peralatan mesin: Pengadaan kendaraan air. Sehingga kegiatan maupun pelaporan kegiatan dapat terlaksana dengan baik.c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan kesehatan d) l. b) Sasaran Terpenuhinya alat pengolah data dan alat penunjang lainya untuk sekretariat DHS2 maupun fasilitator desa siaga.

p. b) Sasaran Bidan desa dan dukun bayi 10 . kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. komsumsi peserta lokal Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. Pengembangan Sistem Informasi (0656) a) Tujuan Menyediakan jaringan utnuk pengembangan SIK. dan kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. proses kegiatan. 2. Workshop entry dan analisa data DHA a) Tujuan Memberikan kemampuan tentang tata cara entri dan analisa DHA b) Sasaran Petugas kesehatan tk. hasil kerja panitia penerimaan. proses kegiatan. pelaporan. 3. fotocopy. dan tindak lanjut. jadwal. besarnya alokasi dan realisasi pembiayaan kesehatan. jadwal. kabupaten. uang harian.o. Sosialisasi konsep DHA a) Tujuan Mensosialisasikan kecukupan belanja kesehatan. dan tindak lanjut. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. realisasi pembiayaan. dll Biaya lain-lain: Penggandaan. realisasi pembiayaan. dokumen penyajian. Provinsi. b) Sasaran Paket jaringan untuk mendukung SIK c) Penggunaan dana Biaya pengadaan paket jaringan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. Penyelenggaraan Sosialisasi/Workshop/Diseminasi/Seminar/Publikasi (0728) 1. Provinsi. kabupaten. dokumen penyajian. pelaporan. b) Sasaran Petugas kesehatan di tk. Sosialisasi kemitraan bidan dan dukun a) Tujuan Meningkatkan jalinan kemitraan bidan desa dan dukun bayi di wilayah kerjanya dalam pelaksanaan yankes ibu dan anak. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal Biaya perjalanan: transport. fotocopy. uang harian.

4. proses kegiatan. komputer supply. dan tindak lanjut 11 . jadwal. dokumentasi & pelaporan. e) Sasaran Pelaksana program f) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. dokumen penyajian. jadwal. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dokumen penyajian. dan tindak lanjut. penggandaan. dll Biaya honor nara sumber Biaya perjalanan: transport. Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. dll Biaya perjalanan: transport. proses kegiatan. q. komunikasi cepat. uang harian. realisasi pembiayaan. proses kegiatan. dan tindak lanjut. pelaporan. realisasi pembiayaan. jadwal. realisasi pembiayaan. dokumen penyajian. uang harian. Biaya operasional: pelaporan. Monitoring dan Evaluasi (0967) d) Tujuan Melaksanakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program.c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. fotocopi. penggandaan. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. g) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. b) Sasaran Lintas sektor & program di tk. komunikasi cepat. Pertemuan Lintas Sektoral a) Tujuan Untuk mendapat dukungan dari lintas sektor demi terlaksananya tujuan proyek.

Pengadaan Peralatan Penunjang Operasional (1008) a) Tujuan Menyediakan sarana kesehatan agar SIKDA berfungsi sesuai peruntukannya. c) Penggunaan dana Biaya pengadaan genset. dalam kegiatan Model b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan obat-obatan. Pengadaan peralatan kesehatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk Poskesdes dalam kegiatan Model Operasional Desa Siaga.. b) Sasaran Bidan Desa yang bertugas di Model Operasional Desa Siaga.. c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan peralatan kesehatan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. d) Laporan Kegiatan s. hasil kerja panitia penerimaan.. 2. 3. Pengadaan obat-obatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan obat-obatan untuk Poskesdes Operasional Desa Siaga. b) Sasaran SIKDA. d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. Pelatihan Bidan Desa a) Tujuan Untuk menambah ketrampilan Bidan Desa yang bertugas di Poskesdes Model Opeaional Desa SIaga. dibidang teknis maupujn adiminisrasi.. uang harian. Dukungan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan (1035) 1.r. fotocopy. panitia & nara sumber provinsi Biaya perjalanan: transport. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal. hasil kerja panitia penerimaan. berupa pembangkit tenaga listrik/genset. b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. uang penginapan 12 .

penggandaan. realisasi pembiayaan. b) Sasaran Tenaga kesehatan di Puskesmas. t. tas peserta. dan tindak lanjut u. proses kegiatan. bahan praktek Biaya honor pengarah. v. proses kegiatan. realisasi pembiayaan. Sosialisasi dan Koordinasi Upaya Kesehatan (1037) a) Tujuan Untuk mendapatkan dukungan dari stake-holder dalam mendukung pelaksanaan desa siaga. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. b) Sasaran Pemerintah Daerah c) Penggunaan dana Biaya bahan: ATK Biaya honor untuk nara sumber Biaya lain-lain: fotokopi. jadwal. Refreshing kapasitas Tim Feeding center Puskesmas a) Tujuan Menyiapkan tenag kesehatan lini terdepan agar mampu menangani permalahan gizi bagi bumil dan balita. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dokumentasi & pelaporan.d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. fasilitator 13 . dokumen penyajian. dan tindak lanjut. uang harian. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: Transport. komunikasi cepat. Revitalisasi Puskesmas (4642) 1. biaya penginapan. jadwal. dokumen penyajian. panitia. . spanduk. Rehabilitasi Gedung (1139) a) Tujuan Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan rehabilitasi sarana gedung kesehatan b) Sasaran Puskesmas dan RS yang perlu dilakukan rehabilitasi c) Penggunaan dana Biaya rehabilitasi untuk Puskesmas PONED dan RS d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center.

jadwal. Hal ini akan mewujudkan manfaat sosial ekonomi yang positif. tas & seragam peserta Biaya sewa: ruang pertemuan. Sulawesi Selatan. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. termasuk kelurahan di 6 kota di 6 propinsi: Sumatera Utara. dokumen penyajian. Manfaat-manfaat proyek yang penting termasuk pengurangan gizi kurang diantara anakanak muda dan wanita. Kalimantan Barat. Proyek akan mendukung kegiatan Pemerintah untuk mengurangi kekurangan gizi mikro seperti kurang zat gizi besi dan kurang vitamin A diantara 500. KEGIATAN NICE PROJECT Latar Belakang Proyek NICE diharapkan mencakup lebih kurang 4053 desa miskin di 24 kabupaten/kota. yang menuju pada hidup lebih produktif dan sehat. angka kesakitan dan kematian. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. Kabupaten dan kota yang berpartisipasi dipilih dan disetujui bersama antara Pemerintah dan ADB berdasarkan pada kriteria-kriteria: (i) prevalensi gizi kurang. realisasi pembiayaan. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. kendaraan R4 Biaya honor nara sumber Biaya jasa: pembuatan spanduk Biaya perjalanan: transport. dan tindak lanjut II. 14 . Proyek diharapkan mempunyai suatu efek demontrasi. dan tindak lanjut 2. proses kegiatan.d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Revitalisasi sarana/fasilitas Feeding Center a) Tujuan Meningkatkan pelayanan gizi di Puskesmas melalui panti pemulihan gizi/ feeding center. (ii) insiden kemiskinan and (iii) komitmen dari pemerintah setempat untuk kontribusi biaya. proses kegiatan.000 ibu hamil dan menyusui.48 juta anak balita dengan berat badan rendah dari 28% pada tahun 2005 menjadi di bawah 20% pada tahun 2009. Pengurangan prevalensi 1. jadwal. termasuk akan terhindar dari biaya yang terkait dengan kehilangan kesadaran dan produktivitas rendah. peningkatan akses pada zat gizi mikro dan penurunan dari penyakit infeksi yang berkaitan dengan gizi dan penurunan kurang darah dan kurang energi kronis pada wanita umur produktif. b) Sasaran Paket feeding center c) Penggunaan Anggaran Biaya pengadaan paket feeding center d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center. 3. Suatu daftar dari kontribusi-kontribusi gizi untuk pencapaian “Millennium Development Goals” seperti pada Lampiran 1. Operasional kegiatan a) Tujuan Meningkatkan status gizi bumil KEK dan balita kurang gizi b) Sasaran Terlaksananya operasional feeding center. uang harian. A. dokumen penyajian. Sumatera Selatan. yang dapat menyebabkan perluasan intervensi gizi ke propinsi-propinsi lainnya. realisasi pembiayaan.

(ii) peningkatan kualitas dan pelayanan gizi terpadu untuk ibu-ibu dan anak-anak di daerah proyek.800 900 13. dan atau Lintas sektor yang terkait. Kelompok Gizi Masyarakat 9.000 1. serta tenaga professional sesuai dengan keahlian yang diperlukan dari Propinsi. dan CPMU dari Depkes. program dan survailans gizi. Seksi Gizi Dinas Kesehatan Propinsi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat di Dinas Kesehatan Propinsi 3) Peserta Peserta TOT adalah masing-masing 5 orang dari setiap kabupate/kota yang berasal dari Tim Teknis Kabupaten/Kota.000 4. Kader posyandu D.000 500. Fasilitator Gizi Masyarakat 10.974 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Pelatih Fasilitator Masyarakat di setiap kabupaten/koat yang handal sebagai pelatih fasilitator yang akan diadakan di setiap kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat (TOT) Jumlah 1.656 40. 4) Pelatih Narasumber pelatihan tenaga konsultan. Puskesmas 5. Ibu hamil/menyusui 3. (iv) memperluas program-program fortifikasi dan memperkuat komunikasi gizi dan (v) meningkatkan kapasitas pengelolaan proyek termasuk perencanaan. C. Tujuan Proyek NICE didisain untuk mencapai 5 (lima) tujuan yaitu: (i) memperkuat kapasitas untuk pengembangan kebijakan. 15 . Sasaran Total sasaran yang akan dicakup oleh Proyek NICE adalah sebagai berikut: No Sasaran 1.800 468 ± 5.800 1. Tenaga Kesehatan 6.480. Ruang Lingkup Kegiatan NICE a. monitoring dan evaluasi dari program gizi.053 1. SD/Madrasah 4. Posyandu 11. (iii) meningkatkan kemampuan masyarakat untuk upaya peningkatan gizi dan intervensi kebersihan perorangan.B. Desa 7. Anak balita 2. Desa penerima paket 8.

melaksanakan dan melaporkan Paket Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. hasil pelatihan. panitia 16 . surat menyurat dll b) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. peserta pelatihan. 3) Peserta: Peserta Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masayarakat adalah fasilitator/calon fasilitator yang telah diseleksi oleh masing-masing Dinkes Kabupaten/Kota serta tenaga pelaksana gizi dari puskesmas masing-masing 1 orang. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana c) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. jadwal dan modul pelatihan. 4) Pelatih: Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. konsumsi rapat persiapan. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. dokumentasi. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dokumentasi. Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan : Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Fasilitator Masyarakat yang handal sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan setiapmkabupaten/kota untuk memfasilitasi Kelompok Gizi Masyarakat dalam menyusun. konsumsi rapat persiapan. panitia 4) Transport local rapat persiapan 5) Uang harian untuk narasumber dari pusat. Propinsi/Kabupaten). fotocopy. Propinsi/Kabupaten). peserta pelatihan. 5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. peserta pelatihan. peserta pelatihan. panitia 6) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Propinsi cq. b. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. peserta pelatihan.5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. dan peserta yang mengikuti pelatihan. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes. panitia 7) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. panitia d) Transport local rapat persiapan e) Uang harian untuk narasumber dari pusat. fotocopy.

2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Tim yang nanti bertugas untuk mereview dan menilai proposal Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan Kelompok Gizi Masyarakat. dan peserta yang mengikuti pelatihan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan peserta yang mengikuti pelatihan. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport peserta. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. d. jadwal dan modul pelatihan. dan melaporkan kegiatan Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan KGM. panitia g) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. hasil pelatihan. hasil pelatihan. 3) Peserta Peserta Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Tim Teknis Dinkes Kabupaten/Kota berjumlah masing-masing 10 orang 4) Pelatih Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. narasumber dari pusat dan panitia 4) Uang harian untuk narasumber dari pusat. 17 . Peningkatan Kapasitas Kelompok Gizi Masyarakat (KGM) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan anggota KGM yang ada di setiap desa untuk menyusun proposal. fotocopy. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. panitia 5) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. propinsi. propinsi peserta pelatihan. konsumsi rapat persiapan. dokumentasi. panitia 6) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan.f) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. jadwal dan modul pelatihan. peserta pelatihan. c. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes. propinsi dan peserta pelatihan. Propinsi/Kabupaten). melaksanakan. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. 5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah.

dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kota. puskesmas. dan peserta. manajer dan staff full time di propinsi dan 4 kabupaten/kota dan Tim Teknis Kabupaten/Kota 3) Biaya konsultasi dari pripinsi ke pusat. 1) Tujuan Tujuan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri adalah intuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan Proyek NICE dari aspek administrasi 2) Pelaksana Penanggung Jawab dan Pelaksana kegiatan adalah masing-masing Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 3) 4) 5) 6) e. dokumentasi. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: untuk koordinator. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. konsultasi dari kabupaten ke propinsi dan pusat 4) Biaya fasilitasi teknis dan manajemen ke kab. konsumsi pertemuan 2) Biaya transport petugas puskesmas. fotocopy. dan diperuntukkan: Tenaga Full Time Proyek NICE 1) Paket konsultan untuk 3 orang staf PPCU 2) Paket konsultan untuk 4 DPIU masing-masing 3 orang Pengelolaan Proyek NICE 1) Belanja bahan untuk ATK. 18 . Pelatih Pelatih Peningkatan Kapasitas KGM adalah tenaga pelaksana gizi dari setiap puskesmas yang telah mendapat pelatihan Fasilitator Masyarakat.2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. hasil pelatihan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. jadwal dan modul pelatihan. Peserta Peserta Peningkatan Kapasitas KGM adalah semua anggota KGM yang berjumlah 10 orang dari setiap desa terpilih yang akan mendapatkan Paket Gizi Masyarakat. Administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri. 4) Laporan Kegiatan Laporan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri harus dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan peserta yang mengikuti pelatihan. jadwal hasil kegiatan. peserta desa 3) Uang harian untuk petugas puskesmas Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan.

Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 2) 3) 4) g. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Roda 2 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Pengadaan Kendaraan Roda 2 1) Tujuan Menyediakan kendaraan operasional roda 2 untuk puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten di daerah NICE Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Peningkatan Cakupan Posyandu 1) Tujuan Menyediakan biaya operasional bagi posyandu terpilih di daerah NICE sehingga cakupan posyandu meningkat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Cakupan Posyandu adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. jadwal. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Cakupan Posyandu dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. 2) 3) 19 . Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 1) Tujuan Menyediakan kendaraan khusus roda 4 untuk DPIU dan PPCU di daerah NICE Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningakatan Cakupan Posyandu tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah sebagai belanja Lembaga Sosial lainnya.f. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. 2) 3) 4) h.

jadwal dan acara. fotocopy.4) Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. propinsi. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 2) j. Review Kegiatan NICE Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di propinsi dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di kabupaten/kota dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Pengadaan Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan Menyeleksi dan merekrut tenaga fasilitator masyarakat yang akan memfasilitasi KGM Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS). Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan telah mendapat persetujuan ADB. dan narasumber pusat d) Uang penginapan untuk kabupaten/kota. propinsi. Bina Gizi Masyarakat Depkes Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Propinsi tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. surat menyurat dll b) Biaya transport peserta kabupaten/kota. 2) 20 . 2) 3) 4) 5) k. Dinas Kesehatan Propinsi (PPCU) dengan narasumber dari Dit. dan narasumber pusat c) Uang harian untuk kabupaten/kota. propinsi. Bina Gizi Masyarakat. hasil pertemuan dan peserta. Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (DPIU). i. kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit. dokumentasi. dan narasumber pusat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Propinsi dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK.

4) 5) l. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. kabupaten ke lokasi c) Uang harian untuk puskesmas. dan fasilitator masyarakat d) Uang penginapan untuk puskesmas. pelapora dan fotocopy. kabupaten propinsi.3) Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Puskesmas. kabupaten propinsi. dan fasilitator masyarakat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Kabupaten dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. fotocopy. jadwal dan acara. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. dokumentasi. fasilitator masyarakat. Peserta Peserta Pembinaan Kelompok Kabupaten/Kota dan Puskesmas 2) 3) Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. hasil pertemuan dan peserta. dan konsumsi KGM dll b) Biaya transport peserta puskesmas. jadwal dan acara. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah melakukan supervisi dan membina Kelompok Gizi Masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Paket Gizi Masyarakat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 5) 21 . hasil pertemuan dan peserta. dan fasilitator masyarakat c) Uang harian untuk puskesmas. kabupaten propinsi. kabupaten ke lokasi Laporan Kegiatan Laporan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. dan propinsi Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. surat menyurat dll b) Biaya transport peserta puskesmas.

Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Review Proposal KGM 1) Tujuan Mereview dan menilai Proposal KGM yang masuk di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan mengusulkan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota layak atau tidaknya proposal tersebut.m. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Formulir. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Uang harian peserta c) Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan Laporan Review Proposal KGM dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Poster dll adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Leaftlet. Poster dll dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Pembuatan Formulir. 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Review Proposal KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Leaflet dan Poster 1) Tujuan Menyediakan formulir pencatatan dan pelaporan Proyek NICE dan bahan-bahan penyuluhan Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Formulir. Poster dll berupa belanja bahan yang akan digunakan untuk pencetakan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Leaftlet. Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Propinsi mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk propinsi dan 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. o. Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Formulir. Kegiatan akan dilaksanakan sebanyak 3 kali @ 3 hari. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Proposal KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 22 . 2) 3) 4) n. Leaftlet. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi.

3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Konsolidasi dan Koordinasi Propinsi 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. peserta puskesmas dan kabupaten/kota 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/ Kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. peserta kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. d) Uang harian narasumber propinsi. peserta kabupaten dan propinsi d) Uang harian narasumber pusat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll b) Sewa ruangan c) Transport puskesmas. q.3) Penggunaan Anggaran: Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. peserta dan hasil pertemuan. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. narasumber propinsi. tanggal dan tempat pelaksanaan. surat menyurat dll b) Sewa ruangan c) Transport narasumber pusat. Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Kabupaten/Kotai dan mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll 23 . Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. p. peserta dan hasil pertemuan. tanggal dan tempat pelaksanaan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing.

peserta dan hasil pertemuan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. tanggal dan tempat pelaksanaan. propinsi dan narasumber pusat d) Uang harian peserta kab. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Rakontek NICE Propinsi 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. r. 24 . 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. fotocopy dan surat menyurat dll b) Sewa ruang pertemuan c) Transport peserta kab. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. peserta dan hasil pertemuan. tanggal dan tempat pelaksanaan.b) Transport lokal. peserta dan hasil pertemuan. Konsolidasi dan Koordinasi Kabupaten 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. s. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Transport local peserta. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. tanggal dan tempat pelaksanaan. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. propinsi dan narasumber pusat 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah.

Rakontek NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat kabupaten/kota sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis kabupaten/kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. peserta dan hasil pertemuan. fotocopy dan surat menyurat dll b) Transport peserta puskesmas.t. kabupaten dan propinsi c) Uang harian peserta puskesmas. 2) 25 . 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis kabupaten/kotai yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Pengembangan dan Penyiaran Kampanye 1) Tujuan : Menyeleksi dan merekrut Perusahaan yang akan melaksanakan pengembangan materi mass campaign dan menyiarkan melalui TV. Bina Gizi Masyarakat. dan telah mendapat persetujuan ADB. u. Radio dan surat kabar Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS). kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. tanggal dan tempat pelaksanaan.

Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas/Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB dengan menyediakan peralatan Kesehatan Dasar 2. Pemerintah telah membentuk CPCU di tingkat Pusat. KEGIATAN PROYEK SECTOR PROGRAMME HEALTH (SPH) A. C. pembentukan CPCU di tingkat pusat.66. Meningkatkan kemampuan Petugas Puskesmas dan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan inventarisasi peralatan kesehatan 3. kemauan menjalankan perbaikan dan sebagainya. Bantuan hibah dari Pemerintah Jerman ini berjumlah € 9.III.401 dan Perjanjian Terpisah ( Separate Agreement) tanggal 19 Januari 2005. 3.000. B. dan sebagainya) • Depkes akan menandatangani suatu perjanjian dengan Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten) yang mendapat bantuan program. TUJUAN 1.000. PPCU di tingkat Propinsi dan PIU di tingkat Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah proyek. Meningkatkan kemampuan Petugas PAM tingkat Kabupaten untuk dapat melaksanakan pemeliharaan peralatan kesehatan. Pelatihan Computer Based Inventory System (CBIS) dan Physical Asset Management ( Pusat-pusat perbaikan/bengkel alat kesehatan). Seluruh Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi Nusa Tenggara Timur Seluruh Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat Seluruh Petugas Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur Seluruh Masyarakat di Propinsi NTB dan NTT terutama Masyarakat Miskin. 4. 2. kontribusi pendamping. Ibu dan Anak-anak 26 . Sedangkan kontribusi dari Pemerintah Indonesia yang diminta sebesar € 1. 2003. SASARAN PROGRAM 1. PPCU di tingkat propinsi dan PIU di tingkat kabupaten/kota. Perjanjian ini harus termasuk spesifikasi dan kerjasama umum . LATAR BELAKANG Keberadaan Project Sector Programme (SPH) di Indonesia berdasarkan Financing Agreement (Kerjasama Keuangan) antara Republik Federasi Jerman melalui KfW dengan Pemerintah Republik Indonesia tanggal 19 Januari 2005 No. Kegiatan-kegiatan yang diberikan oleh bantuan hibah ini berupa pengadaan peralatan untuk Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB. Isi kesepakatan antara lain adalah Pemerintah Daerah akan memenuhi kewajiban sebagaimana dipersyaratkan dalam Separate Agreement antara lain. Sedangkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah telah ditandatangani Perjanjian Kesepakatan Pelaksanaan Proyek antara Pemerintah Pusat dengan Gubernur dan Bupati/Walikota se Propinsi NTT dan NTB. PPCU dan PIU.000. biaya transportasi local untuk distribusi peralatan. biaya operasional CPCU. Dalam Pasal 4 Perjanjian terpisah tentang Kesepakatan Khusus antara lain dinyatakan bahwa Project Ecxecuting Agency (PEA) dalam hal ini Departemen Kesehatan mempunyai kewajiban : • Memberikan biaya pendamping untuk pelaksanaan program (logistic. per diem untuk peserta pelatihan.350. penyediaan biaya pemeliharaan Alat Kesehatan dan biaya operasional lainnya yang terkait dengan proyek SPH/HSSP.

Pendidikan dan Pelatihan Teknis a) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Propinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of Trainer (ToT) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Propinsi dan Kab/Kota dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Kab/Kota dan Propinsi • Petugas Kab/kota mampu menganalisis data-data hasil input data di Puskesmas. b) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Puskesmas 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of User (ToU) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Puskesmas dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Puskesmas • Petugas Puskesmas mampu melakukan input data dengan menggunakan Software yang disediakan serta dapat membuat laporan inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas. 3) Penggunaan Dana 1) Pembayaran Honorarium a) Honorarium Manajer Proyek b) Honorarium Sekretaris PPCU HSSP c) Tim Teknis Propinsi d) Koordinator Proyek tingkat Kab/Kota e) Sekretaris Proyek Tingkat Kab/Kota f) Staf Proyek tingkat Kab/Kota 2) Belanja Bahan untuk ATK.D. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Transport local peserta propinsi dan Kab/Kota yang dekat dengan propinsi serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dari Kab/Kota. penggandaan laporan dan pengiriman surat/dokumen 3) Belanja Modal Peralatan dan Mesin (Propinsi NTB) yaitu pembelian 1 (satu) unit LCD Proyektor b. KEGIATAN-KEGIATAN a. Puskesmas Pembantu serta Polindes/Poskesdes 27 . 2) Sasaran Provincial Project Coordination Unit (PPCU) dan Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Proyek SPH/HSSP yang meliputi proyek SPH. 2) Sasaran • Staf Dinas Kesehatan Propinsi yang menangani inventarisasi barang • Staf dari Dinas Kesehatan Kab/Kota yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi peserta latih dari propinsi dan kabupaten/kota dengan perjalanan kurang dari 8 jam • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport peserta dari Kab/Kota ke Propinsi.

Penyusunan Program dan Rencana Kerja/Teknis/Program a) Rapat Koordinasi Tingkat Propinsi 1) Tujuan • Diperolehnya masukkan dan saran tentang pelaksanaan dan perkembangan proyek • Teridentifikasinya permasalahan dan dirumuskannya solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan • Adanya dukungan dari semua fihak terkait dalam aspek pendanaan (dana pendamping APBD) dan aspek pelaksanaan program. 3) Penggunaan Dana • Belanja Bahan. Transport local pelatih dari Kab/Kota yang serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dan pelatih dari Kab/Kota dan Propinsi c) On The Job Training PAM ke Puskesmas 1) Tujuan Terlatihnya petugas Puskesmas dalam pemeliharaan dan perbaikan asset fisik Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Petuga PAM Center diberikan uang harian untuk melalukan pelatihan pemeliharaan kesehatan di Puskesmas serta memperbaiki peralatan yang perlu diperbaiki di Puskesmas/Pustu. 2) Sasaran • Dinas Kesehatan Propinsi • Konsultan EPOS • Pemda Propinsi dan • Lintas Program/sector terkait. 2) Sasaran Petugas Puskesmas yang menangani peralatan Puskesmas/Puskesmas Pembantu Penggunaan Dana Belanja Perjalanan Lainnya. digunakan untuk membeli Alat Tulis Kantor. digunakan untuk membayar transport lokal peserta yang mengikuti rapat koordinasi 28 .2) Sasaran • Petugas Puskesmas yang menangani inventarisasi barang • Petugas Puskesmas yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dan Polindes/Poskesdes 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi pelatih dari kabupaten/kota • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport petugas dari Propinsi. 3) c. Penggandaan serta untuk laporan kegiatan • Belanja perjalanan lainnya.

2) 3) e. Penggunaan Dana Belanja Jasa Konsultan. Project Management / C&S 1) Tujuan Untuk mendukung kelancaran kegiatan proyek SPH/HSSP secara keseluruhan. uang harian serta uang penginapan petugas. Pembayaran gaji dilaksanakan berdasarkan kontrak yang dibuat antara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/kota dengan pegawai non PNS yang professional.b) Konsultasi Program HSSP ke Pusat 1) Tujuan Mendapatkan kejelasan dan solusi berbagai masalah yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan proyek serta memperoleh masukkan. Sasaran • Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota • Puskesmas dan Jaringannya Penggunaan Dana Biaya Perjalanan digunakan oleh pelaksana Supervisi untuk membiayai transport dari Propinsi ke Kab/Kota. digunakan untuk membiayai gaji pegawai yang dikontrak oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota. uang harian dan biaya penginapan petugas yang melaksanakan konsultasi ke Jakarta. 2) 3) 29 . Pemantauan Dan Evaluasi a)Supervisi Kegiatan HSSP ke Kab/Kota 1) Tujuan Memantau pelaksanaan kegiatan proyek dan melakukan bimbingan teknis maupun administrative yang dianggap perlu dalam rangka pembinaan proyek secara keseluruhan. saran dan perbaikan secara tepat dan cepat dari tingkat pusat Sasaran Koordinator Pelaksana PPCU dan Kepala Sub Dinas terkait dengan program Penggunaan Dana Belanja perjalanan digunakan untuk membiayai transport. Sasaran Petugas yang dikontrak oleh Dinas Kesehatan Propinsi untuk mengelola Proyek SPH/HSSP secara professional. 2) 3) d. Pembayaran dilaksanakan bila yang bersangkutan telah menyerahlan laporan pekerjaannya kepada pemberi kontrak. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada Masyarajkat terutama masuyarakat miskin. mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan proyek HSSP yang meliputi proyek SPH.

Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementrian Kesehatan Gubernur Kepala Daerah Propinsi penerima dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan di tingkat Propinsi. Sinkronisasi dengan penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Peraturan Direktur Jenderal Perbandaharaan No. Organisasi Pengelolaan keuangan negara secara umum di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. pengendalian. c. A. salah satu di antaranya adalah untuk Program UKM dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat yang dilaksanakan di seluruh Propinsi diperuntukkan bagi pembiayaan kegiatan-kegiatan non fisik sampai ke tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas.BAB VIII MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN Pada tahun ini Departemen Kesehatan mengalokasikan dana Kementerian Kesehatan untuk kegiatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi. yaitu Gubernur Kepala Daerah Propinsi untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan (dekonsentrasi) di tingkat Propinsi. kegiatan Pelayanan Kesehatan Dasar dan kegiatan Perbaikan Gizi Masyarakat. A. kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat.134/PMK. pembinaan. pengawasan dan pelaporan. pasal 17 ayat (1) – (3) yang mengatur : (1) Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Pemerintah. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. telah ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1160 / MENKES / SK / XII / 2008. b. Pengelolaan keuangan negara di Tingkat Propinsi untuk menunjang pelaksanaan kegiatan program pembangunan kesehatan. (3) Gubernur memberitahukan kepada DPRD terkait dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Gubernur membentuk Tim Koordinasi yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur yang berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri berkaitan dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud ayat (1). Koordinasi. Gubernur sebagai Wakil Pemerintah melakukan : a. tanggal 15 Desember 2008 tentang Pelimpahan Wewenang Penetapan Pejabat yang diberi Wewenang dan Tanggung Jawab Untuk Atas Nama Menteri Kesehatan selaku Pengguna Anggaran/Barang dalam Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi Tahun Anggaran 2009. Penyiapan perangkat daerah yang akan melaksanakan program dan kegiatan Dekonsentrasi. 1 .7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Untuk melaksanakan kegiatan dan pembiayaan penggunaan anggaran Kementerian Kesehatan di Tingkat Propinsi perlu ditetapkan penanggung jawab dan pengelola kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak.

i. Menetapkan Panitia / Pejabat Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan / Penerimaan Barang / Jasa. Membentuk Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penandatangan SPM Penguji Tagihan Bendahara Pengeluaran Panitia/Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan /Penerimaan Barang / Jasa. 5. Mengangkat PUM bila diperlukan. Mengusulkan revisi RKAKL / DIPA bila diperlukan. B. Bila PPK lebih dari satu. Unit akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA-W) Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam pengelolaan keuangan negara dapat menunjuk dan menetapkan : 1. antara lain : a. c. adalah Kepala Dinas Kesehatan. 6. 2. agar ditunjuk satu orang PPK sebagai koordinator. Tugas Dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara 1. h. yang dibuat oleh PPK. Mengesahkan POK dan RPK. yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN). 3. Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi. 7. f. Melakukan pemantauan/pengendalian pelaksanaan program dan anggaran serta pengadaan barang dan jasa. Melakukan koordinasi dengan para penanggung jawab lintas program terkait. 2. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). dapat ditunjuk lebih dari satu PPK. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja. Tugas-tugas KPA. e. 2 . 4. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) KPA adalah Penanggung Jawab pelaksana program dan pengelola anggaran pada Satker yang dipimpinnya. Pemegang Uang Muka Kerja (PUM) / Pembantu Bendahara Pengeluaran Propinsi. Menetapkan Petugas Pengelola dan Penanggungj Jawab Sistem Akuntansi Instansi (SAI). sesuai dengan kebutuhan program. b. Membina PPK dalam pelaksanaan program dan anggaran.Gubernur Kepala Daerah Propinsi menetapkan : 1. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (SAK/SIMAK-BMN). Dalam satu satuan kerja PPK. g. d. 2.

semesteran dan tahunan atas pelaksanaan kegiatan dan hasil yang dicapai baik fisik dan keuangan kepada KPA dengan tembusan kepada Dirjen Bina Kesmas. b. Mengesahkan penutupan buku kas umum pada setiap akhir bulan. Melaporkan pelaksanaan pengadaan barang / jasa kepada KPA pada akhir tahun anggaran. Menyusun POK dan RPK. Mengajukan surat permohonan persetujuan UP dan TUP kepada Kanwil Perbendaharaan Departemen Keuangan. Mengajukan SPP-UP. c. h. g. Menelaah draft kontrak yang akan dilampirkan dalam dokumen pelelangan. melakukan pemeriksaan kas intern Bendahara Pengeluaran dan membuat berita acara sekurang-kurangnya 3 bulan sekali.PPK mempunyai tugas : a. Mengembalikan/Retur SPP bila ditemukan kekurangan atau kesalahan. Menelaah dan mengesahkan spesifikasi yang telah dibuat/disetujui oleh penanggung jawab program / kegiatan. e. Mempertanggungjawabkan atas kebenaran materiil dan akibat yang timbul dari kontrak / keputusan yang dibuat. Menyusun rencana pelaksanaan pengadaan barang / jasa. Mencatat dalam buku pengawasan penerimaan SPP. j. GU. Penguji SPP Mempunyai tugas membantu Penandatangan SPM dalam : a. GUP kepada Pejabat Penandatangan SPM dalam rangka tindakan yang menyebabkan pengeluaran anggaran belanja negara. Menelaah dan mengesahkan HPS/OE yang telah disusun oleh panitia barang / jasa. Menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran berupa laporan bulanan (SAI). Menandatangani SPM untuk pengajuan pencairan dana ke KPPN. f. 3 . k. Menandatangani dokumen pelelangan dan kontrak. LS. Melakukan pemantauan atas pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran yang dipimpinnya serta pengadaan barang/jasa dengan menyiapkan kartu kendali. Melakukan koordinasi dengan para Pelaksana / Penanggung jawab kegiatan terkait. i. Mengisi check list kelengkapan berkas SPP. Penandatangan SPM Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Menelaah dan mengesahkan dokumen pelelangan/RKS yang telah disusun oleh panitia pengadaan barang / jasa. b. c. Melakukan dan atau mendelegasikan pengujian SPP. untuk diteruskan kepada Gubernur. Melakukan koordinasi dengan panitia pengadaan barang / jasa serta panitia pemeriksa / penerima barang dalam hal : 1) 2) 3) 4) 5) d. 3. TUP. b. 4.

c. Memeriksa kebenaran atas hak tagih yang menyangkut: 1) 2) Pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran (nama orang / perusahaan. Mempertanggungjawabkan uang muka yang diterima dalam waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari sejak penyelenggaraan kegiatan selesai dilaksanakan dengan menyerahkan bukti-bukti pengeluaran. f. Memeriksa kesesuaian rencana kerja dan atau kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja. e. Membuat laporan keadaan kas bulanan untuk disahkan PPK dan mengirim ke KPA u/p Bagian Keuangan/Bagian Tata Usaha. Memeriksa ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA untuk memperoleh keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran. nomor rekening dan nama bank). Pemegang Uang Muka ( PUM ) Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Nilai tagihan yang harus dibayar (kesesuaian dan / atau kelayakannya dengan prestasi kerja yang dicapai sesuai spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak berkenaan). termasuk jumlah anggaran dan biaya yang digunakan dalam kegiatan dimaksud serta pengembalian sisa uang muka yang tidak digunakan (bila ada). Memberi copy dokumen SPM dan SP2D kepada Petugas Unit Akuntansi KPA (UAKPA) dan SIMAK-BMN. Jadwal waktu pembayaran. d. 3) g. Panitia Pengadaan & Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Bendahara Pengeluaran Mempunyai tugas sebagai berikut : a. c. Menyetorkan pungutan pajak-pajak ke Kantor Kas Negara. Panitia Pengadaan Barang / Jasa 1) Ketua Panitia agar menyusun rincian pekerjaan masing-masing anggota 4 . 6. Melaksanakan tugas kebendaharaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 7. b. d. Pembukuan menggunakan Bentuk I agar dapat diketahui secara cepat saldo tunai. alamat. Memeriksa pencapaian tujuan dan atau sasaran kegiatan sesuai dengan indikator kinerja yang tercantum dalam DIPA berkenaan dan/atau spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak 5. Membukukan semua penerimaan dan pengeluaran terhadap uang yang dikelolanya kedalam Buku Kas Umum dan Buku Pembantu (Buku Pajak).c. Membuat laporan pada akhir bulan sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai PUM yang diterimanya. laporan penyelenggaraan. b. Memeriksa secara rinci keabsahan dokumen pendukung SPP sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (SAK / SIMAK-BMN) Mempunyai tugas sebagai berikut : a. f. Melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan dan barang. 8. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan dan barang secara berkala (bulanan dan semesteran). Menyelenggarakan akuntansi keuangan dan barang. b. Menyiapkan dokumen pengadaan. Mengumumkan pengadaan barang / jasa melalui media cetak dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum. b. e. Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna barang / jasa. Membuat Berita Acara hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa yang diserahkan oleh penyedia dengan melampirkan : a) b) c) Laporan pemeriksaan fisik barang (tahap-I). 5 . Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. Menilai kualifikasi penyedia melalui pasca kualifikasi atau prakualifikasi. Panitia Penerimaan dan Pemeriksaan Barang / Jasa 1) Melakukan pemeriksaan / penerimaan barang dan jasa yang diserahkan oleh penyedia berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam kontrak serta dokumen lain yang berlaku. 11) Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. dan jika memungkinkan melalui media elektronik. c. Menunjuk dan menetapkan organisasi UAKPA sebagai pelaksana SAK dan barang di lingkungannya. Laporan pemeriksaan pemasangan dan uji fungsi barang (tahap-II bila diminta dalam kontrak). 6) 7) 8) 9) 10) Menandatangani pakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang / jasa. Mengusulkan calon pemenang. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Laporan Barang dengan Laporan Keuangan. 2) 3) 4) Membuat laporan pertanggungjawaban mengenai hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa kepada pengguna barang / jasa. Laporan hasil pelatihan operator/user dengan dilengkapi surat pernyataan dari operator bahwa telah mengikuti pelatihan dan diketahui Kepala Satker (bila diminta dalam kontrak). d. Menyiapkan rencana dan jadual pelaksanaan SAK dan barang berdasarkan target yang ditetapkan.2) 3) 4) 5) Menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan serta lokasi pengadaan. Menyusun dan menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

06/2005 dan Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan RI No.PER66/PB/2005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. j. Peraturan Menteri Keuangan No. k. Menandatangani Laporan Keuangan UAKPA. adalah sebagai berikut : 6 . Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Dan Pembayaran 1. h. Bagan 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA.A Sesditjen / Direktur Penandatangan SPM Penguji Tagihan Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan/ Pemeriksaan PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Penanggung Jawab Kegiatan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B) BENDAHARA PENGELUARAN PUM C. l. maka mekanisme pelaksanaan anggaran pada Satuan Kerja Dekonsentrasi di Tingkat Propinsi. Menerima data SIMAK-BMN dari petugas akuntansi barang.1160 / MENKES / SK / XII / 2008 tanggal 15 Desember 2008.2008 DIREKTUR JENDERAL K. Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Satuan Kerja T. i. Meneliti dan menganalisis laporan keuangan dan barang yang akan didistribusikan.P. m. Menelaah dan menandatangani Laporan Keuangan UAKPA.A 2008 Berdasar SK Menkes No. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan KPPN setiap bulan. Menyusun Laporan keuangan tingkat UAKPA Semester I dan II.134/PKM. Menyampaikan Laporan Keuangan UAKPA dan ADK ke KPPN dan UAPPAW/E1.g.

10 juta (untuk hal-hal tertentu). Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) 1) Menyampaikan Surat Keputusan yang berkaitan dengan pelaksana anggaran sebagaimana tersebut dalam butir 2 diatas kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Penandatangan SPM.UP. mempertanggung-jawabkan. mencatat / membukukan. Gubernur Kepala Daerah Propinsi 1) Menetapkan dengan Surat Keputusan Penunjukan KPA. PPK. GUP dan LS kepada Pejabat d. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. menyimpan dan membayar uang sesuai persetujuan PPK. Penguji SPP. Tata cara dan syarat pengajuan Uang Muka a) Menyampaikan rencana kegiatan dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja/TOR beserta rincian biaya kepada Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen Induk untuk pengajuan Tambahan Uang Persediaan (TUP) ke DJPBN/Kanwil Perbendaharaan/ KPPN. Departemen Keuangan. 7 . Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa. Mengajukan revisi / perubahan DIPA / RKAKL sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) 3) 4) c. Bendahara Pengeluaran Setelah diterbitkannya SP2D oleh KPPN. TUP. e. Bendahara Pengeluaran. Penandatangan SPM. Mengajukan permohonan dispensasi TUP kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan. TUP. Menyerahkan DIPA kepada para Kepala Satker (KPA) 2) b. Mengajukan SPP. GUP dan LS setelah dilakukan pengujian oleh penguji SPP. Mengajukan dispensasi perubahan UP ke Kanwil Direktorat Jenderal Jenderal Perbendaharaan dan dispensasi pem-bayaran UP diatas Rp.a. Melakukan pungutan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1) 2) Mengajukan usulan permohonan dispensasi TUP. Mengeluarkan dana ke PUM (bila ada PUM) f.UP. Penandatangan SPM Menerbitkan SPP. Melakukan pencatatan / pembukuan kedalam BKU dan BKP sesuai mutasi keuangan yang di-laksanakan. perubahan UP dan pembayaran UP diatas Rp. Departemen Keuangan.1 milyar kepada KPA. Bendahara menindaklanjuti sesuai dengan tugas-tugas perbendaharaan : 1) 2) 3) 4) Pengeluaran Menerima. penunjukan dan menyetor-kan pajak-pajak atas pembebanan yang dikenai pajak-pajak. Pemegang Uang Muka (PUM) 1) 2) Menerima uang dari Bendahara Pengeluaran. membayar.

b) Dalam pengajuan uang muka Atasan Langsung PUM dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen mengajukan surat permohonan uang muka kepada Kuasa Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen Induk dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja atau TOR. DIPA dan POK Tahun 2008 dengan mekanisme sebagai berikut : a. Bagian Program & Informasi dan Bagian Keuangan.0078 tanggal 14 Januari 2008 tentang Surat Edaran Mekanisme Pencairan Bintang dan Revisi RKAKL.P. c) d) Untuk lebih jelas dan rinci dapat dilihat pada alur berikut : Bagan 2 Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran pada Satuan Kerja Dinas Kesehatan Propinsi (03) Tahun Anggaran 2008 Dirjen DJP Kanwil DJP K.1. 8 . Mekanisme Usulan Revisi Anggaran Berdasarkan surat Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan No. Berdasarkan usulan Satker. PR.A Penandatangan SPM Penguji SPP 3 SPM Setuju 4 KPPN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN 2 SPP Tidak Setuju SP2D 5 BENDAHARA PENGELUARAN 1 PUM & P’Jwb Kegiatan Bagian 2. revisi DIPA oleh Pejabat Eselon I diusulkan kepada Sekretaris jenderal dengan tembusan Biro Perencanaan & Anggaran b.01.5J. Revisi DIPA /POK diusulkan oleh Kepala Satuan Kerja (Satker Kantor Pusat. Uang muka diberikan kepada PUM paling cepat 2 (dua) hari sebelum kegiatan dimulai. Kantor Daerah/UPT Vertikal Pusat dan SKPD) kepada Pejabat Eselon I bidang terkait dengan tembusan Sekretaris Ditjen. Uang muka yang diberikan hanya bersifat untuk membiayai kegiatan bukan untuk keperluan sehari-hari.

Untuk menampung dana non DIPA (bantuan / hibah) pembukaan rekening harus mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Perbendaharaan.Setjen. Selanjutnya Dirjen Perbendaharaan mengeluarkan Surat Persetujuan / rekomendasi Uang Persediaan / TUP yang ditujukan kepada PPK. Pejabat Penandatangan SPM menyampaikan SPM-UP / TUP ke KPPN untuk penerbitan SP2D. Dalam 1 (satu) satuan kerja hanya terdapat 1 (satu) rekening. PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada Pemegang Uang Muka (PUM). Anggaran Depkeu. Penanggungjawab Kegiatan mengajukan permintaan Uang Muka (TU / Persediaan) kepada PPK sesuai kebutuhan yang diajukan. Penggunaan Rekening Pemerintah Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. PUM diwajibkan melakukan penyimpanan atas uang yang diterima ditempat yang dianggap aman di brankas sendiri dan atau menitipkan di brankas Bendahara Pengeluaran dengan dilengkapi BA Penitipan Uang. maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) untuk diproses lebih lanjut guna pengajuan GU dan TU berikutnya. 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 9 . Depkes bersangkutan. Ditjen.05/2007 tentang Penertiban Rekening Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. Bagian Keuangan dan Bagian Program & Informasi. Bila UP tidak mencukupi. Setelah akhir tahun anggaran dilakukan penutupan rekening dan saldo disetor ke kas negara. dan Ditjen. Depkes. 3. c. Pembayaran dilakukan paling cepat 1 (satu) hari sebelum kegiatan dilaksanakan.A 2008 a. Setelah Uang Muka disetujui. Atas dasar Surat Persetujuan tersebut.05/2007 dan No. b. maka para Penanggungjawab Kegiatan mengajukan usulan pembiayaan disertai Kerangka Acuan dan Rencana Anggaran Biaya kepada PPK guna pengajuan TUP ke DJPBN / Kanwil DJPBN. 58/PKM. harus dimintakan persetujuan KPPN setempat. Bila rekening tersebut masih dipergunakan pada tahun anggaran berikutnya. 57/PMK. Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN T. SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran. Anggaran Depkeu serta Satker yang Revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) dapat dijawab langsung oleh Pejabat Eselon I terkait dengan tembusan ke Biro Perencanaan & Anggaran Setjen. maka diatur sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) PPK bersama Bendahara pengeluaran membuka rekening denggan mengajukan persetujuan kepada KPPN setempat. Melalui Uang Persediaan (UP) dan Tambahan UP (TUP) 1) PPK mengajukan SPP-UP untuk keperluan kegiatan sehari-hari dan operasional. PPK mengajukan SPP guna penerbitan SPM-UP / TUP. Batas waktu pertanggungjawaban UP dan TUP.

12) Dalam pelaksanaan kegiatan agar tetap mem-perhatikan prinsip-prinsip hemat. 4) Bila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi. SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran. Dokumen pertanggungjawaban terlebih dahulu dilakukan verifikasi oleh Pejabat / Petugas yang ditunjuk. disiplin dan tidak mewah. Penanggungjawab kegiatan mengajukan UMK kepada PPK sesuai dengan kebutuhan. SPM yang telah ditandatangani kemudian dikirim ke KPPN untuk penerbitan SP2D. maka berdasar SPP dibuat SPM. Copy SP2D agar dikirim kepada Bagian Keuangan sebagai bahan Perhitungan Anggaran dan Sistem Akuntansi Instansi PPK memberitahukan kepada Penanggungjawab kegiatan untuk mengajukan Uang Muka sesuai kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerja masing-masing untuk satu bulan berikutnya. diteruskan ke Bendahara Pengeluaran untuk: a) b) 3) Dicatat selanjutnya dibukukan dan dilakukan pembayaran oleh Bendahara Pengeluaran. Bila SPP memenuhi syarat. 5) 6) 7) 8) 9) 10) PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada PUM sebesar nilai yang disetujui PPK 11) Batas waktu pertanggungjawaban GU isi. maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) dan demikian seterusnya untuk pengajuan GU berikutnya. Penggantian Uang Persediaan (GU) 1) Pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh penanggung-jawab kegiatan kepada PPK untuk mendapatkan persetujuan pembebanan dan pembayaran. c. antara lain pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran Pencapaian tujuan atau sasaran sesuai dengan indikator kinerja atau spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak. 10 . efisiensi. efisiensi. maka SPP akan dikembalikan kepada PPK untuk diperbaiki. disiplin dan tidak mewah.10) Dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran agar tetap memperhatikan prinsip-prinsip hemat. Kompilasi / rekap pertanggungjawaban untuk draft SPP 2) Draft SPP tersebut disampaikan kepada Penguji SPP. Dokumen pertanggungjawaban yang telah disetujui pembebanannya dengan cara membubuhkan tandatangan setuju dibayar pada kuitansi. untuk diuji meliputi a) b) c) d) e) Keabsahan dokumen pendukung SPP Ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA Kesesuaian rencana kerja / kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja Kebenaran atas hak tagih.

(2) PPK menyampaikan POK dan RPK yang dirinci menurut kegiatan. 2) Belanja Non-Pegawai a) Perjalanan Dinas (1) Penanggungjawab kegiatan menyampaikan kerangka acuan. Selanjutnya Bendahara Pengeluaran menyampaikan copy SP2D ke Kepala Bagian Keuangan atau Kepala Bagian Tata Usaha guna perhitungan anggaran SAAT dan SAPP. (2) PPK membuat SPP LS dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. selanjutnya dilakukan koordinasi dengan para Penanggungjawab kegiatan atas pelaksanaan anggaran. PPK membuat SPP-LS dilengkapi dengan resume kontrak dan bukti tagihan yang diajukan pihak penyedia dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. Surat tugas peserta dan daftar normatif yang berisi rincian biaya perjalanan dinas kepada PPK. Alur Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2008 dapat dilihat pada bagan 3 dan 4 11 . (4) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. PPK membuat SPP-LS serta dokumen pendukungnya dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. (5) Pencairan dana langsung masuk ke rekening pihak ketiga dan tembusan SP2D diterima oleh Bendahara Pengeluaran untuk dicatat dalam pembukuan. jadual pengadaan barang/jasa untuk diproses pelaksanaannya oleh Panitia Pengadaan.d. Pembayaran Langsung (LS) 1) Belanja Pegawai a) b) c) Petugas pembuat daftar gaji/honor menyampai-kan daftar penerima gaji/honor pegawai kepada PPK. Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. (3) Setelah proses pengadaan dilaksanakan oleh pihak penyedia atas dasar tagihan pihak penyedia. b) Pengadaan Barang/Jasa (1) Setelah diterimanya DIPA oleh KPA / PPK. (3) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D.

Keuangan u.Verifikasi 12 .p Bag.Jawab Kegiatan / PUM Bagan 4 Pembayaran Langsung (LS) PPK Tagihan Pihak Penyedia SP2D Tembusan SP2D Tidak KPPN Bendahara Pengeluaran SPM Penandatangan SPM* Copy SP2D Ya Penguji SPP Bag. Tambahan UP dan GU-UP DJPBN Kanwil DJPBN SP2D KPPN SPM Rekomendasi bilamana perlu Penandatangan /Penerbit SPM Bendahara Pengeluaran PPK Verifikasi SPP Penguji SPP SPP Pertanggungjawaban Ditolak / diperbaiki P.Bagan 3 Uang Persediaan.

3. honorarium. Alat tulis kantor dan fotokopi bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan melampirkan faktur barang. d. surat undangan peserta. 7. notulen rapat. 5. 4. SPP termasuk dokumen lampirannya disimpan pada Penandatangan / Penerbit SPM. sewa komputer & LCD bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan melampirkan kontrak / SPK. daftar hadir. E. 6. bukti biaya konsumsi. jadual pelatihan. Format Laporan Perjalanan Dinas (lampiran 1) Format Laporan Rapat (lampiran 2) Format Laporan Penyelenggaraan Pertemuan (lampiran 3) Format Laporan Tahunan (lampiran 4) Laporan disimpan pada setiap pelaksana program (Propinsi) untuk kepentingan monitoring penanggungjawab program (Pusat) dan Auditor. bukti-bukti pengeluaran (honorarium. Pertanggungjawaban uang dan barang agar dicatat dan disimpan secara tertib administrasi guna keperluan pemeriksaan oleh Aparat Pengawas Internal maupun Eksternal 2. penerimaan biaya transpotasi. SPTB dan SSP. bahan. Monitoring dan Evaluasi. 13 . Uang harian. sewa gedung. jadual kegiatan. 9. Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan lampiran kerangka acuan (TOR). sewa ruang pertemuan. sebagai berikut : a. Pelatihan. dan laporan monev. daftar hadir peserta) laporan pelatihan. Sedangkan Pejabat Pembuat komitmen bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan di tingkat Propinsi. Rapat bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran surat undangan. Pertemuan bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi. penggandaan. Kabupaten / Kota sebagai berikut : 1. daftar penerimaan uang harian. 8. Bendahara Pengeluaran di masingmasing satuan kerja wajib membuat pembukuan semua transaksi keuangan yang dilaksanakan oleh satuan kerja dan berkewajiban pula menginventarisasi dokumen atas pelaksanaan seluruh kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. c. b. Akomodasi hotel. daftar penerimaan transpotasi dan notulen rapat. Pelaporan Setiap Satuan Kerja Kuasa Pengguna Anggaran wajib membuat laporan sebagai berikut: 1. F. Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja. Laporan Setiap Kegiatan Pada setiap pelaksanaan kegiatan agar dibuat laporan dengan berpedoman pada format. kerangka acuan. SPPD. Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi atau surat pernyataan biaya riil dengan lampiran surat tugas.Pada saat pengajuan SPM ke KPPN tidak perlu dilampirkan SPP dan dokumen lainnya (Kontrak) tetapi dilampiri resume kontrak. transportasi narasumber dan fasilitator bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran daftar penerimaan transportasi.

Laporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan Mengacu pada Peraturan Pemerintah No. Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran melalui Pejabat Evapor di Dinkes Propinsi melakukan rekapitulasi formulir A dengan menggunakan formulir B selanjutnya menyampaikan laporan pelaksanaan DIPA Dekon UKM & Perbaikan Gizi formulir A dan formulir B kepada Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat paling lambat tanggal 10 (sepuluh) hari kerja setelah triwulan berakhir c.2.com 2. Bagan 5 Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 Dirjen Bina Kesmas C.com 14 .565/Menkes/ SK/VI/2007 tentang Pedoman Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan. evaporkesmas@gmail. pikesmas@yahoo. 4-9 Jakarta 12950 Telp/Fax : (021) 5279216 Email : 1. Mekanisme Pelaporan Dana Dekon antara UKM & Perbaikan Gizi sebagai berikut: a. Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas. Pejabat Pembuat Komitmen (PK) / Penanggung-jawab kegiatan Satker Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi di lingkungan Dinkes Propinsi menyampaikan laporan pemantauan pelaksanaan DIPA Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi dengan menyampaikan formulir A kepada Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran setiap 5 (lima) hari kerja setelah triwulan berakhir.q.q. Kepala Bagian Program & Informasi Sesditjen Bina Kesmas b. 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan dan Kepmenkes No. H.R Rasuna Said Blok X5 Kavling No. Formulir A & B (10 hr kerja stlh triwulan berakhir) Kepala Unit Kerja/KPA (oleh Pejabat Evapor Dinkes Propinsi) Formulir A (5 hr kerja stlh triwulan berakhir) Penanggung-jawab kegiatan/PK Formulir A Alamat Pengiriman : Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas (Blok B Ruang No 807) Jln.

15 . masing-masing satker menyampaikan laporan realisasi fisik dan keuangan sebagaimana format laporan di bawah ini : Tabel 1 Realisasi Anggaran APBN yang di Daerahkan di Propinsi Tahun 2008 Program : Propinsi : Bulan : Realisasi Keuangan Fisik (%) Rupiah % 4 5 6 No 1 Kegiatan 2 Alokasi 3 b. Laporan Realisasi Anggaran a.171/PMK. Laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistim Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) Satuan kerja sebagai Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (Propinsi dan Kabupaten / Kota) wajib menyampaikan laporan Realisasi Anggaran dan Neraca setelah melakukan rekonsiliasi dengan KPPN setempat setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 7 bulan berikutnya.3.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor : PER51/PB/2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian / Lembaga. sesuai dengan Sistim Akuntansi Instansi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No. Laporan Realisasi Anggaran Secara Manual Dalam rangka pemantauan pelaksanaan anggaran satker secara tepat waktu.

b. Jl. Jakarta Selatan 12950 Lantai 8 Blok C Ruang 813 Telp / Fax : (021) 5277211 email : keuangan_binkesmas@yahoo. Keuangan. 16 .Bagan 6 Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAK-BMN) TINGKAT KEMENTERIAN UNIT AKUNTANSI PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ( UAPA / B ) TINGKAT ESELON-I ADK & Laporan UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ESELON-I (UAPPA/B-E1) Tembusan TINGKAT WILAYAH UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAPPA/B-W) TINGKAT SATKER UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAKPA/B) REKONSILIASI DENGAN KPPN Keterangan : UAKPA/B menyampaikan Laporan secara berjenjang UAKPA/B dapat menyampaikan tembusan laporan langsung ke UAPA/B Tingkat Kementerian c. dan 3. setelah diisi dan dikirimkan ke : Sekretariat Ditjen. HR Rasuna Said Kav. Penyampaian / pengiriman laporan akan dilakukan sebagai berikut : T a n g g a l 1 4 5 Semua satker akan dihubungi melalui telepon dan SMS Semua satker akan diingatkan kembali mengenai laporan Laporan dikirim ke Pusat Butir 3.a.com Setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya. Bina Kesmas c/q Bag. 4-9 Blok X5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful