P. 1
buku_dekon_binkesmas

buku_dekon_binkesmas

|Views: 1,705|Likes:
Dipublikasikan oleh Henriesca 'sand' Sandra

More info:

Published by: Henriesca 'sand' Sandra on Oct 09, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2013

pdf

text

original

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA DEKONSENTRASI PROGRAM PENINGKATAN KESEHATAN ANAK TAHUN 2009

PETUNJUK TEKNIS 2009

DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK
DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN RI TAHUN 2009

PHLN. dan sumber lain diharapkan akan memacu pencapaian indikator program sesuai dengan kewenangan disetiap jenjang. MPH NIP 195110011980081001 i . Budihardja. Kami mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan buku Petunjuk Teknis ini di masa yang akan datang. buku Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Dekonsentrasi Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun 2009 telah dapat disusun. kami ucapkan terima kasih. Dana Pelatihan-pelatihan. Dana dekonsentrasi sebagai salah satu sumber pelaksanaan program di daerah disamping dana APBD. Jakarta. Waktu efektigf tiga bulan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mencapai kinerja program yang oiptimal bukan semata-mata hanya untuk mengejar target penyerapan anggaran. pembinaan dll. Untuk itu perlu dikoordinasikan atau dikonsultasikan kepada pihak yang berkompeten sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya melalui dana APBN telah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan di daerah melalui alokasi dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. kita selalu berada dalam lindungan dan limpahan Rahmat-Nya.KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. tenaga maupun mekanisme pencairan uang. Pada tahun 2009 anggaran APBN Departemen Kesehatan mengalami keterlambatan dalam penyelesaian DIPA namun diharapkan tidak banyak mempengaruhi kinerja program baik di pusat maupun daerah sehingga tahun 2009 sebagai tahun terakhir RPJMN 2005 – 2009. Kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian buku Petunjuk Teknis ini. Pemerintah pusat dalam upaya tersebut tidak sebatas menyediakan dana Dekonsentrasi bagi pelaksanaan program di daerah tetapi masih banyak dukungan pendanaan lain seperti program Jamkesmas. dana perimbangan. DTM&H. Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaannya. September 2009 Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Dr. Dana Dekonsentrasi diguna untuk menunjang pelaksanaan pembangunan dibidang kesehatan terutama Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Semoga dalam melaksanakan kegiatan. kemungkinan akan ada kendala-kendala yang dihadapi baik mengenai jumlah dana maupun menyangkut waktu pelaksanaan.

Kegiatan-kegiatan b....... Tujuan ..... a....... KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK .............. Kegiatan-kegiatan .............. NOMOR : HK...................... Tujuan 3.......... DAFTAR LAMPIRAN ...... a........ Latar Belakang ....................... Kegiatan-kegiatan i BAB VI BAB VII . Latar Belakang ........................ d.... DHS 2 1...................... DAFTAR ISI …………………………………………................... Kegiatan-kegiatan ........................................….............. b.................... c..................................... b....... SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT....... Latar Belakang 2..................................... c.................................. Sasaran ............................... d............. Sasaran ......................................... Tujuan ..... Ruang Lingkup ............................... Sasaran 4................. Latar Belakang 2.... KEGIATAN PROYEK PHLN a................................ i iii v xi xii BAB II BAB III BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA .................................................. Latar Belakang ......................................................................... Latar Belakang ....... Sasaran 4...................................….............................................................................. Latar Belakang ...................... Kegiatan-kegiatan .......DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR …………………….... NICE 1... xiii BAB I PENDAHULUAN ……………………………................... Sasaran ................................................................ Kegiatan-kegiatan ...... Tujuan ..……... Tujuan ........ Tujuan 3................................…………........... a. b....……........................ b............................... c................... d...... b...... DAFTAR SINGKATAN …………………………........... Tujuan ..................... Sasaran ...............................….................................. KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT ......... a........... KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS .............................................. a....………………................. Sasaran .................…................. c....................................... a..……………................................................................................................................. d............ c........................................ Tujuan . d... c.......... d.... b................ Kegiatan-kegiatan ........................ KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU ................ DAFTAR BAGAN ............ BAB V Latar Belakang .......................... Sasaran ......

................................................. Kegiatan-kegiatan MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN ............................ Mekanisme Pelaksanaan Anggaran dan Pembayaran . Tugas dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara .... Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementerian Kesehatan ....... Latar Belakang 2...... A.. E................... Organisasi ....................... Pertanggungjawaban Penggunaan Dana . F...................... D....................... C................ B............................ ii ..BAB VIII c... BAB VIII LAMPIRAN PENUTUP ……………………………………………... HSSP 1.. Tujuan 3.. Sasaran 4............................ Pelaporan ........

BKPM BND BP3K BP4 BPS BULIN BUMIL Buristi C CBOD CFR CTU CTJ D DAU DAK DDD Depag Diknas DPT DTPS DTPS-MPS G GAKY : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Alat Bantu Pengambilan Keputusan Acquired Immune Deficiency Syndrome Angka Kematian Ibu Angka Kematian Balita Angka Kematian Neonatal / Neonatus Audit Maternal Perinatal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Asosiasi Pengusaha Indonesia Anti Natal Care Alat Permainan Edukatif Asuhan Persalinan Normal Alat Tulis Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten Badan Pemberdayaan Masyarakat Bayi Resiko Tinggi Berat Badan Bayi Berat Lahir Rendah Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bayi Bayi Lahir Bidan di Desa Bahan Habis Pakai Bidan Desa Balai Kesehatan Indera Masyarakat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Balai Kesehatan Mata Masyarakat Balai Kesehatan Olah Raga Masyarakat Balai Kesehatan Paru Masyarakat Badan Narkotika Daerah Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Badan Pusat Statistik Ibu Bersalin Ibu Hamil Ibu Resiko Tinggi Cara Belajar Orang Dewasa Case Fatality Rate Contracetive Technological Update Ceramah Tanya Jawab Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Donor Darah Desa Departemen Agama Pendidikan Nasional Dengan Tempat Perawatan District Team Problem Solving District Team Problem Solving.Making Pregnancy Saver : Gangguan Akibat Kekurangan Yodium i .DAFTAR SINGKATAN A ABPK AIDS AKI AKB AKN AMP APBD APBN APBN-P APINDO ANC APE APN ATK B Bappeda Bappekab Bapemas Baristi BB BBLR BBKPM BBL BdD BHP Bides BKIM. BKKBN BKMM BKOM.

Genmud GSI H HIV I IBI IDAI IDI IGD J Jamsostek JNPK JPNK-KR : Generasi Muda : Gerakan Sayang Ibu : Human Immunodeficiency Virus : : : : Ikatan Bidan Indonesia Ikatan Dokter Anak Indonesia Ikatan Dokter Indonesia Instalasi Gawat Darurat : Jaminan Sosial Tenaga Kerja : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi ii .

K KAT KB KB (AMP-KB) Kadarzi KEK KEP KIE/ KIP dan K KLB KMS KMRIH KMRIBB Kesga Kesra Kespro KPA KP-KIA KPPN KTA KTD KUA KVA L LILA LP LPA LSM LS M MMD MTBS MTCT N Nakes NAPZA P PAUD PERSAGI PGPK PGPKT PHLN PKK PKHS PLKB PMTCT POGI Polindes PONED PONEK PPNI Poskesdes Posyandu PPGDON PP-KtP PPT Promkes PSG PUMK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Komunitas Adat Terpencil Keluarga Berencana Keluarga Berencana (Audit Maternal Perinatal .Keluarga Keluarga Sadar Gizi Kurang Energi Kronis Kekurangan Energi Protein Komunikasi Informasi Edukasi / Komunikasi Inter Personal dan Kejadian Luar Biasa Kartu Menuju Sehat Kartu Monitoring Rujukan Ibu Hamil Kartu Monitoring Rujukan Ibu Bersalin dan Bayi Kesehatan Keluarga Kesejahteraan Rakyat Kesehatan Reproduksi Kuasa Pengguna Anggaran Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kekerasan terhadap Anak Kehamilan Tidak Diinginkan Kantor Urusan Agama Kekurangan Vitamin A Lingkar Lengan Atas Lintas Program Lembaga Pemerhati Anak Lembaga Swadaya Masyarakat Lintas Sektor Berencana) Kelompok : Musyawarah Masyarakat Desa : Manajemen Terpadu Balita Sehat : Mother to Child Transmission : Tenaga Kesehatan : Narkotika Psikotropika dan Zat adiktif : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Pendidikan Anak Usia Dini Persatuan Ahli Gizi Indonesia Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan Penanggulanan Gangguan Penglihatan dan Ketulian Pinjaman Hibah Luar Negeri Program Kesejahteraan Keluarga Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat Petugas Lapangan Keluarga Bencana Prevention Mother to Child Transmission Persatuan Obstetri Ginekolog Indonesia Pos Persalinan Desa Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Kebidanan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Pos Kesehatan Desa Pos Pelayanan Terpadu Penanganan Pertama Gawat Darurat Emergensi Obstetri Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan Pusat Pelayanan Terpadu Promosi Kesehatan Pemantauan Status Gizi Pemegang Uang Muka Kerja iii Neonatal .

Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Skrining Hipotyroid Kongenital ∑ Seluruh Balita Kembang Anak S K D N : ∑ Balita yang mempunyai KMS : ∑ Balita yang datang ditimbang : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ∑ Balita yang naik berat badannya Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Survey Mawas Diri Surat Keputusan Bersama Sistem Kewaspadaan Dini Surat Kuasa Pengguna Anggaran Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Standar Pelayanan Kebidanan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sistem Pencatatan Pelaporan Rumah Sakit Sistem Pencatatan Pelaporan Puskesmas Tinggi Badan Tugas Pembantuan Total Fertility Rate Tugas Pokok dan Fungsi Tokoh Masyarakat Tokoh Agama Training of Trainer Tambahan Uang Persediaan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat Upaya Kesehatan Kerja Upaya Kesehatan Masyarakat Usaha Kesehatan Sekolah Uang Persediaan SIMPUS SMD SKB SKD SKPA SKPG SPK SPSI SP2RS SP3 T TB TP TFR TUPOKSI Toma Toga TOT TUP U UKBM UKK UKM UKS UP iv .PUKM PUG-BK PWS P2PL P2KP P2KS P2KT P4K R Risti RKAKL RPK RSUD RTL S SABMN SAK SBH SDKI SDIDTK SHK SKDN : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Program Upaya Kesehatan Masyarakat Pengarus Utamaan Gender Bidang Kesehatan Pemantauan Wilayah Setempat Program Pemberantasan Penyakit Langsung Pusat Pelatihan Klinik Primer Pusat Pelatihan Klinik Sekunder Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Terpadu Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi Risiko Tinggi Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian / Lembaga Rencana Pelaksanaan Kegiatan Rumah Sakit Umum Daerah Rencana Tindak lanjut Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Sistem Akuntansi Keuangan Saka Bakti Husada Survei Demografi Kesehatan Indonesia Standarisasi Stimulasi.

UPGK UPT Y YPAC : : Upaya Perbaikan Gizi Keluarga : Unit Pelaksana Teknis Yayasan Penyandang Anak Cacat v .

.............. 128 129 130 131 i ........ Form Laporan Rapat …………………………....DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 Form Laporan Dinas ……………. Form Laporan Penyelenggaraan Pertemuan Form Laporan Tahunan ………………......

.............………… Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 …………….............. Pembayaran Langsung (LS) …….DAFTAR BAGAN Halaman BAGAN 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 ................................................ Tambahan UP dan GU-UP ............................................ Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAKBMN) ……….... Alur Mekanisme Uang Persediaan................. 108 BAGAN 2 111 BAGAN 3 118 119 122 BAGAN 4 BAGAN 5 BAGAN 6 125 ii ............................... Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA 2008 .......

6) Cakupan Vit A. Kabupaten/Kota serta Puskesmas. 4) Cakupan Puskesmas memberikan pelayanan bagi Masyarakat miskin. swasta. sehingga sasaran Program di lingkungan Ditjen Bina Kesmas tetap mendorong program-program tersebut sampai kepada masyarakat melalui upaya peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya sebagai sarana pelayanan kesehatan yang terdepan dan dibantu oleh Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) seperti Pos Yandu.000 kelahiran hidup menjadi 26 / 1. 7) Cakupan Tablet Fe. 5) Cakupan ASI ekslusif. dunia usaha dan LSM. APBN yang didaerahkan ( dana dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan) dana perimbangan (Dana Alokasi Umum. 4.6 tahun. 2) Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan. Poskesdes. Untuk mewujudkan sasaran pembangunan nasional tersebut. Pelayanan Kesehatan Dasar. Namun demikian kinerja tersebut akan lebih berhasil apabila didukung unit-unit utama di Depkes dan Pemerintah Daerah serta peran serta masyarakat secara aktif. Pelayanan Kesehatan Anak. Latar Belakang Pembangunan kesehatan yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009 Bidang Kesehatan adalah mewujudkan pencapaian sasaran : 1. antara lain melalui penyediaan biaya kegiatan Pelayanan Kesehatan Ibu.6 % menjadi 20 %.BAB I PENDAHULUAN A. Meningkatnya Usia Harapan Hidup dari 66. Kesehatan Jiwa. Anggaran 2009 yang tersedia. Pos UKK serta penguatan pengelolalaan program di tingkat Dinas Kesehatan Propinsi. diperlukan dukungan sumber pendanaan yang berasal berbagai sumber pembiayaan seperti : APBN. 1 . Dalam melaksanakan program-program tersebut. Kesehatan Olah Raga. Pelayanan Kesehatan Kerja dan biaya Perbaikan Gizi Masyarakat. 3. Menurunnya Angka Kematian Bayi dari 35 /1. Seperti diketahui bahwa Departemen Kesehatan telah menyediakan anggaran guna peningkatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat melalui dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Melalui keempat indikator tersebut Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat memikul tanggung jawab yang besar.2 tahun menjadi 70. Kesehatan Perkotaan. Kesehatan Usia Lanjut.000 kelahiran hidup. Menurunnya angka prevalensi gizi kurang pada balita dari 25. 8) Cakupan keluarga mengkonsumsi garam beriodium dan 9) Cakupan Pengembangan Desa Siaga. Dana Alokasi Khusus.000 kelahiran hidup menjadi 226 /100. hal tersebut terkait bahwa semua kegiatan di lingkungan Ditjen Bina Kesmas mengarah secara langsung dengan sasaran tersebut di atas. Serta pencapaian indikator lain yang menjadi prioritas nasional dan merupakan spesifik daerah seperti Kesehatan Indera. 3) Cakupan kunjungan Neonatus (KN2). Poskestren.000 kelahiran hidup. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 /100. Perkesmas dan lain-lain. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat mengarahkan pelaksanaan kegiatan melalui pencapaian indikator Rencana Kerja Pemerintah sebagai bentuk penilaian tahunan dari RPJMN yang pada tahun 2009 telah ditetapkan indikatornya meliputi : 1) Cakupan kunjungan Ibu Hamil (K4).) APBD dan PHLN serta sumber-sumber pembiayaan lainnya. 2. Kesehatan Tradisional. Tahun 2009 merupakan tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005 – 2009.

Unit–unit terkait pengelolaan Program UKM dan Perbaikan Gizi Masyarakat. Sasaran 1. 2. B. Kegiatan Bina Kesehatan Ibu Kegiatan Bina Kesehatan Anak Kegiatan Bina Kesehatan Dasar ( Komunitas) Kegiatan Bina Kesehatan Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat 2 . C. Pengelola Kegiatan Kesehatan Ibu.Agar pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan baik sehingga hasilnya lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam pencapaian sasaran pembangunan maka dalam pelaksanaan diberikan buku pedoman berupa Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi. D. Kesehatan Anak. 2. Kesehatan Dasar dan Perbaikan Gizi tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Kesehatan Kerja. Tujuan Memberikan acuan bagi pelaksanaan kegiatan Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perbaikan Gizi Masyarakat bersumber Dana Dekonsentrasi tahun 2009 dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan kesehatan. 4. Ruang Lingkup 1. 3. 5.

000 kelahiran hidup. serta makin tingginya harapan masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas. Membangun kemitraan yang efektif. B. 4. 255/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007. mulai dari sarana pelayanan kesehatan dasar hingga pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit. Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan data SDKI 2007 menunjukkan angka 228/100. Mendorong pemberdayaan perempuan. AKI pada tahun 2007 sebesar 228/100. Latar Belakang Perkembangan kesehatan ibu di dunia selama 20 tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat bervariasi dan belum menunjukkan kemajuan yang signifikan dilihat dari besaran maupun pemerataannya apabila merujuk pada pencapaian indikator outcome yang disepakati. Tujuan Umum Mempercepat upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui dukungan dana dekonsentrasi 1 . Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanggulangan komplikasi keguguran. terutama kesehatan ibu di Indonesia. tetapi masih jauh dari harapan MDGs 2015. Keempat strategi di atas diperlukan untuk mewujudkan tiga pesan kunci Making Pregnancy Safer yaitu : 1. Tujuan 1. monitoring dan informasi KIA dan pembiayaan program. Indonesia sendiri menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber data baik dari Dinkes Propinsi maupun BPS menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) nasional selama kurun waktu 10 tahun terakhir sudah sesuai dengan target RPJMN pada tahun 2010. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal ditangani secara adekuat. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di tingkat dasar dan rujukan. 2. khususnya Direktorat Bina Kesehatan Ibu. Dalam kurun waktu yang sama. 2. Program kesehatan ibu disusun menganut prinsip continum of care.000 kelahiran hidup pada tahun 2006 dan 248/100.BAB II KEGIATAN BINA KESEHATAN IBU A. menyusun beberapa program kesehatan yang dibutuhkan dengan berlandaskan pada Strategi Making Pregnancy Safer yaitu : 1. hasil ekstrapolasi BPS berdasarkan trend penurunan AKI didapat angka 262/ 100.000 kelahiran hidup.000 kelahiran hidup. 3. Seiring makin kompleksnya permasalahan kesehatan. dibandingkan dengan deretan angka tersebut secara nasional sudah “on the track” dalam skenario penurunan AKI secara nasional untuk mencapai target RPJMN tahun 2009 yaitu sebesar 226/100. keluarga dan masyarakat. 3. Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terampil. maka Departemen Kesehatan. yang berarti pendekatan yang dilakukan adalah secara menyeluruh dari masa kehamilan sampai nifas dan pelayanan yang diberikan adalah berkualitas.000 kelahiran hidup pada tahun 2005. Meningkatkan sistem surveilans.

Ibu Hamil dengan komplikasi yang ditangani menjadi 75% pada tahun 2010. Koordinasi P4K dengan stiker dalam upaya PP-AKI di tingkat Propinsi 1) Tujuan Terwujudnya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) bagi Bidan di Puskesmas dan Bidan di Desa yang terintegrasi dalam Desa Siaga. 6. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) a.5% pada tahun 2010.2. P4K terlaksana di seluruh desa Meningkatnya jumlah dukun yang bermitra sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang telah dilatih PONED sebesar 10% Meningkatnya jumlah puskesmas yang melaksanakan pelayanan KB berkualitas minimal 4 puskesmas per kabupaten Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu Penguatan manajemen kesehatan ibu C. d. f. Peserta KB aktif menjadi 71% pada tahun 2010.5% pada tahun 2010. Kunjungan Ibu Hamil (K1) menjadi 95% pada tahun 2010. Foto kopi. Pelayanan Nifas menjadi 87. 2. 7. Puskesmas yang mampu Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial (PKRE) terpadu sekurang-kurangnya 4 Puskesmas di tiap Kabupaten/Kota 8. c. 2) Sasaran Pengelola Program KIA di Dinas Kesehatan Propinsi. Bersalin dan Nifas Pasangan Usia Subur (PUS). 4. Tujuan Khusus a. e. 3. Lintas Program dan Lintas Sektor di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. konsumsi. Target cakupan yang diharapkan adalah meningkatnya cakupan : 1. Sasaran Program 1. b. 3. 5. 3) Penggunaan dana (a) (b) (c) (d) (e) Belanja Bahan (ATK. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (Linakes) menjadi 87. Kegiatan-Kegiatan 1. dll) Transport Uang Harian Biaya Penginapan Belanja Sewa 2 . 2. Semua Ibu Hamil. D. Kunjungan Ibu Hamil (K4) menjadi 91% pada tahun 2010. Puskesmas yang mampu memberikan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) sekurang-kurangnya 4 Puskesmas dengan tempat tidur di tiap Kabupaten/Kota. Pengelola program kesehatan reproduksi E.

Fotokopi). Rujukan kasus Ibu Hamil Risiko Tinggi/komplikasi a) Tujuan Meningkatnya jumlah rujukan kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi sesuai indikasi di Puskesmas. d) Hasil kegiatan (1) Data hasil kasus ibu hamil dengan komplikasi/resiko tinggi e) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut c. (2) Ibu hamil. c) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. (2) Transport lokal petugas. Pelacakan dan Validasi Pendataan Jumlah Ibu Hamil. ibu bersalin dan nifas yang mutakhir (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa ditandai dengan terpasangnya stiker P4K (4) Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 3 . bulin dan ibu nifas di Puskesmas. (2) Transport lokal petugas. Fotokopi ). b) Sasaran (1) Pelaksana program di dinas kesehatan Kabupaten/Kota. (3) Hasil kegiatan (1) Adanya data ibu hamil. (2) Penggunaan Dana (1) Belanja Bahan (ATK. (3) Lintas sektor dan lintas program terkait. nifas dan Tindak Lanjut Pemasangan Stiker P4K a) Tujuan (1) Teridentifikasinya ibu hamil. (2) Bulin. (3) Bufas. bulin. ibu bersalin dan nifas resiko tinggi di Puskesmas (2) Terlaksananya program P4K di seluruh desa (1) Sasaran (1) Bumil.4) Hasil kegiatan (1) Adanya kesepakatan tertulis tentang rencana pelaksanaan P4K (2) Adanya laporan hasil pelaksanaan yang sudah di capai Laporan kegiatan 5) b.

3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK. Fotokopi. e) Uang Harian. Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan kegiatan kemiteraan bidan dan dukun b) 2) Sasaran a) b) Pelaksana puskesmas dan Pengelola Program di Dinas Kesehatan Propinsi dan Kab/Kota : Lintas Program / Lintas Sektor terkait Bidan di Desa. Belanja sewa Biaya Penginapan. fotokopi).2. Transport. 4) Hasil Kegiatan a) Adanya Komitmen tertulis pelaksanaan program kemitraan bidan dan dukun b) Adanya hasil telaahan pelaksanaan kegiatan kemitraan bidan dan dukun b. c) Honorarium narasumber. konsumsi). kabupaten/kota. f) Biaya Penginapan. 2) Sasaran Swasta. Pertemuan Sosialisasi/Review Kemitraan Bidan dan Dukun 1) Tujuan a) Adanya kesamaan pemahaman dan kesiapan pengelola dan penanggungjawab program KIA-KB di Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan intervensi kemitraan bidan dan dukun. Hasil kegiatan a) Adanya komitmen kerjasama tertulis antara swasta dan pemerintah b) Adanya rencana kerjasama swasta dan pemerintah (Dinkes) Laporan Kegiatan 5) 4 . Honor Narasumber. d) Transport . Dukun dan LP/LS terkait 3) Penggunaan dana a) Belanja Bahan (ATK. Uang Harian. b) Belanja Sewa. pengelola program KIA di tingkat propinsi. Kemitraan Bidan dan Dukun a. Pertemuan Public Private Mix/koordinasi dengan swasta 1) Tujuan Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara swasta dan pemerintah dalam mendukung program KIA. dan organisasi profesi terkait.

petugas rekam medik RS. Evaluasi Pelaksanaan Puskesmas PONED 1) Tujuan a) b) c) 2) Menelaah hasil pelaksanaan PONED di puskesmas Mengidentifikasi permasalahan yang terkait dengan pelaksanaan PONED di puskesmas. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya.3. fotokopi). d) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) Belanja bahan (ATK. Pengelola program Yankes. Pemerintah daerah. b) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas. 4) Hasil kegiatan a) b) Telaahan pelaksanaan PONED Puskesmas Rencana tindak lanjut 5) Laporan kegiatan b. Transport. Pengelola program Promosi kesehatan. 5 . sesuai kebutuhan. Uang Harian. c) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait. Belanja sewa Transport lokal Honor Narasumber. fotokopi). Sasaran Peserta kegiatan : a) Bidan di Desa tempat kejadian kematian ibu dan bayi baru lahir. Menyusun rencana tindak lanjut Sasaran a) b) c) d) e) Tim PONED Puskesmas Pengelola program KIA-KB. 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Kabupaten / Kota 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP secara teratur dan berkesinambungan. PONED dan PONEK a. misalnya bidan praktek swasta. Belanja sewa Biaya Penginapan. e) Pihak lain yang terkait. Honor Narasumber.

sesuai kebutuhan. Organisasi kemasyarakatan/LSM. Dokter Puskesmas dan Bidan di Desa. Uang Harian. Transport. Organisasi Profesi (IBI. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Kabupaten / Kota / Kecamatan). c) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan staf pengelola program KIA. Pemantapan Forum Mata Rantai Rujukan 1) Tujuan Menelaah kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal mulai dari keluarga. Belanja sewa Biaya Penginapan. d) Pihak lain yang terkait.IDAI). petugas rekam medik RS. 4) Hasil kegiatan (1) Notulen proses pelaksanaan AMP (2) Laporan tertulis pelaksanaan AMP (3) Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d. misalnya bidan praktek swasta. 6 . Kesra.POGI. Rumah Sakit pemerintah dan non pemerintah. Lintas Program dan Sektor terkait (BKKBN. 2) Sasaran a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA (tingkat Propinsi.IDI. Menelaah sebab kematian / kesakitan dari ibu dan bayi baru lahir dan menyusun Rencana Tindak lanjutnya. fotokopi). masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Audit Maternal Perinatal (AMP) Tingkat Propinsi 1) Tujuan a) b) 2) Terlaksananya AMP lintas batas. Bappeda). Honor Narasumber. Sasaran Peserta kegiatan : a) Kepala Puskesmas dan pelaksana pelayanan KIA di Puskesmas.4) Hasil kegiatan a) b) c) Notulen proses pelaksanaan AMP Laporan tertulis pelaksanaan AMP Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan c. b) Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan serta dokter spesialis anak / dokter ahli lain RS Propinsi/ Kabupaten / Kota dan staf terkait.

3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Pelayanan KB berkualitas a. Uang Harian. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam Contraceptive Technical Updated (CTU) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan melaksanakan pelayanan KB berkualitas. fotokopi). 2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan kontrasepsi utamanya IUD dan Implant. 2) Sasaran Pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Belanja sewa Biaya Penginapan. Pemantapan manajemen pelayanan KB Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Dinkes Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program KB Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam manajemen pelayanan KB. fotokopi). Transport. Uang Harian. Belanja sewa Biaya Penginapan. 4) Hasil kegiatan a) Telaahan kegiatan rujukan kegawat-daruratan obstetric neonatal dan rekomendasinya. Transport. 5) Laporan Kegiatan 4. kompeten dalam 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi CTU sesuai standar 5) Laporan Kegiatan b. Honor Narasumber. 7 . Honor Narasumber.

fotokopi). Belanja sewa Biaya Penginapan. Fasilitator. Transport. fotokopi). 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih (5) Laporan Kegiatan c. tenaga kesehatan kompeten dalam 8 . 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 2) Sasaran Pimpinan dan Pengelola Program KB Puskesmas. Honor Narasumber. 2) Sasaran Bidan yang belum terampil dalam memberikan pelayanan konseling KB. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Belanja sewa Biaya Penginapan. Uang Harian. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB (ABPK) 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan menggunakan ABPK ber-KB. fotokopi). Pelatih.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Honor Narasumber. Uang Harian. Transport. 4) Hasil kegiatan Meningkatnya hasil post test para peserta latih Laporan Kegiatan 5) Pemantapan Manajemen Pelayanan KB bagi Pengelola Program KB Puskesmas 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pimpinan dan pengelola program KB Puskesmas dalam manajemen pelayanan KB. Uang Harian. Transport. Belanja sewa Biaya Penginapan. Honor Narasumber.

Transport. Uang Harian. Transport. Honor Narasumber. 2) Sasaran Pengelola program KIA tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Pelatih. fotokopi). Fasilitator. Dokter Puskesmas. Peningkatan Kemampuan Tim Petugas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas dalam Kelas Ibu Hamil 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola KIA Puskesmas dalam pelaksanaan kelas ibu hamil. Belanja sewa Biaya Penginapan. Laporan Kegiatan 5. Peningkatan Kualitas Pelayanan a. IBI Kabupaten. Belanja sewa Biaya Penginapan. 3) Penggunaan dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Bidan Puskesmas. fotokopi). Fasilitator. Pelatih. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Malaria pada Kehamilan 1) Tujuan Dipahaminya dan dilaksanakannya Penanganan Malaria pada Kehamilan. Uang Harian.4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi penggunaan ABPK ber-KB. Bidan di desa. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Kabupaten/Kota dan 9 . 2) Sasaran Program Pengelola program KIA. Program Pencegahan dan 4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan penanganan malaria pada ibu hamil Laporan Kegiatan 5) b. Honor Narasumber.

sertifikat. suami dan keluarga dalam perawatan kehamilan 5) Laporan Kegiatan c. Bidan dan Perawat) sesuai kriteria. 4) Hasil kegiatan a) b) 5) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi APN sesuai standar Laporan Kegiatan d. Peningkatan Kemampuan Petugas Kesehatan dalam Asuhan Persalinan Normal 1) Tujuan Meningkatnya kemampuan Bidan dalam melaksanakan Persalinan Normal. Uang Harian. 10 . Uang Harian. fotokopi. Pelatih. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. dll). Pelatih. 2) Sasaran Tenaga Bidan yang belum mampu memberikan pertolongan persalinan normal sesuai standar. Honor Narasumber. Fasilitator. fotokopi). Belanja sewa Biaya Penginapan. bahan habis pakai. Transport. Fasilitator. 2) Sasaran Calon tim Puskesmas PONED (Dokter Umum. Belanja sewa Biaya Penginapan. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal dasar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Honor Narasumber. Transport. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK.4) Hasil kegiatan a) b) c) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melaksanakan kelas ibu hamil Peserta latih mampu memfasilitasi ibu.

konsumsi. 5) f. fotokopi. Uang Harian.4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONED sesuai standar 5) Laporan Kegiatan e. 11 . Bidan dan Perawat) sesuai kriteria yang mengacu pada pedoman PONEK. Dokter Umum. Transport. 2) Sasaran a) Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONED. Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam penanganan kasus komplikasi emergensi obstetri dan neonatal komprehensif sesuai dengan standar yang ditetapkan. bahan habis pakai). instruktur klinis. Dokter Spesialis Anak. fasilitator. 2) Sasaran Calon Tim PONEK (Dokter Spesialis Obsgin. b) Rumah sakit yang memenuhi persyaratan sebagai tempat magang PONED (jumlah kasus memenuhi syarat yang ada dalam buku pedoman pelatihan PONED) 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 4) Hasil kegiatan Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan catatan : Magang ini merupakan kelanjutan dari pelatihan PONED dan dapat dilaksanakan untuk penyegaran bagi tim PONED yang telah dilatih apabila diperlukan. Honor Narasumber. Belanja sewa Biaya Penginapan. Magang PONED 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal.

konsumsi. fasilitator. Hasil kegiatan a) Adanya buku harian (log book) yang berisi catatan hasil kegiatan perorangan peserta magang Laporan Kegiatan 5) h. Belanja sewa Biaya Penginapan. Transport. instruktur klinis. Uang Harian. konsumsi. Uang Harian. Transport. fotokopi. bahan habis pakai). 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Belanja sewa Biaya Penginapan. konsumsi.3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. Peningkatan Kapasitas Kespro Terpadu yang Responsif Gender 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan pengelola program dalam pengembangan dan pelaksanaan program kespro terpadu yang responsive gender. Belanja sewa Biaya Penginapan. Honor Narasumber. 12 . instruktur klinis. fasilitator. bahan habis pakai). Honor Narasumber. Uang Harian. 4) Hasil kegiatan a) b) Meningkatnya hasil post test para peserta latih Peserta latih mampu melakukan semua materi uji kompetensi PONEK sesuai standar 5) Laporan Kegiatan g. instruktur klinis. fotokopi. fotokopi. 2) Sasaran Peserta/Tim yang sudah mendapatkan pelatihan PONEK. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) 4) Belanja bahan (ATK. Transport. fasilitator. Honor Narasumber. bahan habis pakai). Magang (OTJ) PONEK 1) Tujuan Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan dan penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal. 2) Sasaran Pengelola program terkait kespro di propinsi dan kab/kota.

Laporan SAK dan SABMN. 2) Sasaran Pelaksana program dan bagian perencanaan yang terkait dengan upaya penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir (Tim DTPSMPS Kabupaten/Kota). PUMC. Belanja sewa Biaya Penginapan. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi KIA . PK. b.4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test peserta b) Adanya SK Tim Fasilitator kabupaten/kota yang berfungsi dalam pengembangan PKRE di Puskesmas 5) Laporan Kegiatan 6. Laporan penerimaan barang. Bendahara Pengeluaran. Pejabat SPM) Honorarium Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Biaya Lelang Belanja Bahan (ATK. 3) Penggunaan dana Persiapan : Transportasi Panitia Pelaksanaan DTPS : a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 2) Sasaran Program Pengelola program tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota 3) Penggunaan dana a) b) c) d) 4) Honorarium pengelola program (KPA. 4) Hasil kegiatan Dokumen evaluasi dan perencanaan program kesehatan ibu 13 . Manajemen a. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Terselenggaranya kegiatan dan operasional dukungan manajemen program kesehatan ibu di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Honor Narasumber. Uang Harian. Transport. fotokopi). Honor Staf Pengelola program.KB 1) Tujuan Tersusunnya dokumen perencanaan kegiatan percepatan penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir termasuk anggarannya berdasarkan data dan sesuai dengan kondisi setempat. Foto kopi propinsi dan kabupaten/kota) Laporan a) b) c) Laporan distribusi barang.

4) Hasil kegiatan a) Telaahan hasil pelaksanaan PWS KIA b) Rencana tindak lanjut pemecahan masalah 5) Laporan 14 . Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi.KB 1) Tujuan a) b) c) 2) Identifikasi masalah. 3) Penggunaan dana a) b) c) Transport lokal. Pemerintah daerah (Camat. Pengelola program Yankes. 3) Penggunaan Dana a) b) c) Transport Propinsi . faktor hambatan dan penunjang kesehatan ibu. Bimbingan Teknis/Supervisi/Konsultasi KIA . Sewa Ruang Pertemuan. Proposal Upaya Percepatan Penurunan AKI & AKB tiap kabupaten/kota. Pengelola program P2.Pusat Uang harian Biaya penginapan 4) Hasil kegiatan a) b) Adanya telaahan pelaksanaan kegiatan program kesehatan ibu Rencana tindak lanjut 5) Laporan Kegiatan d. Disepakati alternatif tindak lanjut untuk pemecahan permasalahan dalam pencapaian target daerah. Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi).5) Laporan kegiatan a) b) Laporan harian pelaksanaan kegiatan. b) 2) Sasaran Program a) b) c) d) e) f) Pengelola program KIA. Petugas dari unit yang mengurusi KB. Pendampingan dalam melakukan analisa hasil. Sasaran a) b) Pengelola program kesehatan ibu di Propinsi. Evaluasi Pelaksanaan PWS KIA dan Validasi Data Kematian Ibu 1) Tujuan a) Diketahuinya permasalahan yang terkait pencapaian program KIA terhadap target yang disepakati dan tindaklanjut rekomendasi PWS KIA terdahulu termasuk penyebabnya utamanya. Pengelola program Promosi kesehatan. Kabupaten/ Kota). Pengelola program kesehatan ibu di Kabupaten/Kota. Sewa Komputer & LCD (bila diperlukan). c.

Belanja Sewa. Pencetakan Stiker P4K 1) Tujuan Tersedianya stiker P4K di seluruh Propinsi 2) Sasaran Ibu Hamil 3) Pengunaan dana Biaya pencetakkan stiker 4) Hasil Tercetaknya stiker 6) Laporan Pengadaan dan Distribusi g. Peningkatan Kemampuan Fasilitator Bidan Koordinator Sebagai Penyelia Fasilitatif 1) Tujuan Meningkatkan kemampuan bidan koordinator dalam memberikan fasilitasi kepada bidan di wilayah kerjanya. 2) Sasaran Bidan koordinator dan bidan di Puskesmas. 4) Hasil kegiatan a) Meningkatnya hasil post test para peserta latih b) Peserta latih mampu melakukan fasilitasi 5) Laporan Kegiatan f. Honor Nara sumber. peserta).e. Pengadaan Alat Pengolah Data 1) Tujuan Tersedianya Alat Pengolah Data Untuk penelusuran. pemantauan wilayah setempat Kesehatan Ibu & Anak (PWS-KIA). pelatih. Uang harian. 3) Penggunaan Dana a) b) c) d) e) f) Belanja bahan (ATK. 3) Pengunaan Dana Kontrak / Pelelangan alat pengolah data. 4) Hasil Tersedianya alat pengolah data 5) Laporan Pengadaan 15 . Biaya penginapan . Fotokopi). Transport (pelatih. fasilitator. 2) Sasaran Kesehatan Ibu & Anak.

16 .

Cakupan imunisasi lengkap yang rendah menunjukkan bahwa universal access belum mampu kita berikan kepada mereka. Tujuan ke 4 dari Millenium Development Goals tahun 2015 adalah menurunkan angka kematian balita 2/3 nya dari keadaan tahun 1990 yaitu menjadi 23/1. berbagai upaya telah dilakukan dan telah menunjukkan penurunan yang cukup tajam dalam dekade terakhir. rendahnya keterampilan tenaga penolong persalinan serta sarana dan prasarana yang terbatas sangat berpengaruh pada kematian neonatus. Kesepakatan global ini telah diterjemahkan ke dalam RPJMN 2004 – 2009 seperti tertuang dalam Peraturan Presiden no 7 tahun 2005. Latar Belakang Millenium Development Goals merupakan kesepakatan lebih dari 180 Kepala Negara dan Pemerintahan termasuk Presiden RI pada tahun 2000 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. penyebab kematian terbesar masih tetap sama yaitu BBLR dan asfiksia. perbatasan dan kepulauan perlu mendapat perhatian besar dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Intervensi yang tepat pada periode usia neonatal diharapkan akan banyak berkontribusi dalam pencapaian MDG 4. Disamping itu terdapat kesenjangan dalam determinan angka kematian bayi dan balita yang cukup besar antar tingkat pendidikan. Mengingat masih lebarnya kesenjangan AKB antar provinsi. antar perkotaan dan perdesaan. Dengan demikian.000 Kelahiran Hidup) dan Nusa Tenggara Barat (72/1. Untuk mencapai target tersebut.BAB III KEGIATAN BINA KESEHATAN ANAK A. upaya penurunan AKB perlu mendapat perhatian yang besar pada upaya penyelamatan bayi baru lahir. Masih tingginya persalinan yang terjadi di rumah.000 KH) angkanya mencapai hampir 4 kali lipat dari provinsi dengan AKB terendah yaitu Yogyakarta (19/1. Namun dalam 5 tahun terakhir cenderung stagnan. Provinsi dengan AKB tertinggi yaitu Sulawesi Barat (74/1. Kematian bayi pada penduduk yang tidak berpendidikan 3 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang berpendidikan tinggi dan kematian pada tingkat sosial ekonomi rendah lebih besar dari tingkat ekonomi tinggi. Sebanyak 43% kematian bayi terjadi pada masa neonatal (SDKI 2007) dan sebagian besar (78. Hal ini menunjukkan adanya kendala aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan.000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Balita. Bila dilihat dari data penyebab kematian neonatal berdasarkan SKRT tahun 2001 dan Riskesdas tahun 2007. Demikian juga dengan kematian di pedesaan lebih banyak dari perkotaan. daerah terpencil. Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama. Terkait dengan kendala geografis. Keterbukaan suatu daerah terhadap pembangunan ekonomi dan keterbukaan secara geografi juga sangat menentukan aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan. maka perlu dilakukan intervensi yang berbeda untuk setiap provinsi. karena dengan tren penurunan yang stagnan maka dikhawatirkan target MDG 2015 tidak akan tercapai. Penyediaan sarana dan SDM kesehatan maupun peningkatan kompetensi 1 .5%) dari kematian neonatal terjadi pada usia yang sangat dini yaitu dalam satu minggu pertama kehidupannya (Riskesdas 2007). sosial ekonomi. Kecenderungan kematian bayi dan balita terutama terjadi pada periode persalinan dan kelahiran serta beberapa saat setelah persalinan dan kelahiran.000 kelahiran hidup untuk Angka Kematian Bayi (AKB) dan 32/1.000 KH). status gizi pada ibu hamil. Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa penyakit infeksi seperti diare dan pneumonia merupakan pembunuh utama balita Indonesia.

memiliki kebugaran jasmani. advokasi & evaluasi d. hingga layanan rujukan di rumah sakit mulai dari aspek promotif. regionalisasi pelayanan untuk DTPK. evaluasi dan perencanaan terhadap data-data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan kegiatan/program kesehatan. baik dari tingkat masyarakat. Penerapan tata laksana up to date secara luas : zinc. demi kepentingan terbaik bagi anak. AMP e. Sesuai dengan amanat UU Perlindungan Anak no 23/2002. Manfaatkan dana dekonsentrasi untuk memberikan layanan & menjangkau sasaran f. 2 .bayi dan anak balita dan mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Posyandu : imunisasi. hak anak untuk hidup dan berkembang. Penerapan MTBS & SDIDTK di puskesmas & jaringannya c. pemantauan tumbuh kembang. Ada 2 Kegiatan Pokok pada Program Kesehatan Anak yaitu upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. Tujuan Khusus 2. artesunat dll 3. kuratif dan rehabilitatif.bayi dan anak balita dan upaya peningkatan kualitas hidup anak. Program Kesehatan Anak disusun berdasarkan Upaya Pemenuhan Hak Anak Yang Komprehensif dan Terpadu (Right Based Approach) dengan 4 prinsip hak-hak anak yaitu. preventif. peningkatan dan perlindungan hak anak. Data yang akurat diharapkan akan menghasilkan perencanaan yang tepat sehingga intervensi yang dilakukan juga akan sesuai dengan masalah yang dihadapi. B.mereka dalam melakukan penganganan kasus emergensi harus ditingkatkan. misal : contracting out. Pendekatan yang harus kita berikan adalah equity dan universal access. emosional dan spiritual melalui upaya pemenuhan. Seluruh upaya ini harus dilihat secara komprehensif di dalam suatu continuum of care. Inovasi : kegiatan baru sebagai upaya terobosan Contoh : Pengembangan intervensi yang bersifat baru. Tujuan Umum Menurunkan angka kematian bayi baru lahir. Pemanfaatan PWS KIA sebagai instrumen monitoring. Selain itu. puskesmas. Penerapan PONED & RS PONEK d. dan menghargai pendapat anak. Intensifikasi: kegiatan yang sudah ada diintesifkan pelaksanaannya Contoh : a. Hindari missed opportunity 2. Supervisi fasilitatif. kecerdasan intelektual. Penggunaan Buku KIA di setiap fasilitas kesehatan c. perbaikan untuk sistem informasi dalam bentuk instrumen Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak serta pencatatan/pelaporan juga perlu dilakukan karena merupakan faktor pendukung yang penting dalam upaya melakukan pemantauan. Upaya akselerasi pencapaian RPJMN 2004-2009 & MDG 4 di 2015 program kesehatan anak menggunakan metoda : 1. Tujuan 1. penggerakan masyarakat b. perencanaan tindak lanjut. Ekstensifikasi: kegiatan yang belum luas implementasinya diperluas penerapannya ke seluruh puskesmas & jaringannya Contoh : a. Penerapan Manajemen Asfiksia & Manajemen Bayi Berat Lahir Rendah di puskesmas & jaringannya b. non diskriminasi.

Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. f.59 bulan. komputer suplies. Peningkatan Jumlah Puskesmas yang melaksanakan Tatalaksana Medis Kekerasan Terhadap Anak (KTA) menjadi 10% C. d. Upaya Akselerasi Penurunan Angka Kematian Bayi Baru Lahir. Anak usia Sekolah (Usia 7 – 18 tahun) Anak Remaja (Usia 10 – 18 tahun). 7. g. 5. c. bersedia menjadi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir di luar kota (selama 2-3 hari). b) Biaya transport bagi peserta. Bayi (Usia 29 hari – 11 bulan). f) Biaya pembelian alat pelatihan resusitasi g) Biaya Sertifikat. Anak prasekolah (Usia 60 – 83 bulan). c) Honor mengajar fasilitator. Peningkatan Cakupan penjaringan siswa SD kelas 1 dan setingkat menjadi 80%. Peningkatan Cakupan Puskesmas yang melaksanakan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) menjadi 40%. b. Protap Penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan TOT Asfiksia BBL Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. 2. Peningkatan Cakupan pelayanan anak balita menjadi 80%. dalam kurun waktu 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. e) Biaya pembelian ATK. e. Peningkatan Cakupan penanganan neonatal (Bayi Baru Lahir) dengan komplikasi menjadi 60%. Sasaran 1. Bayi dan Anak Balita (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a. Anak Balita (Usia12 . panitia dan narasumber. Sasaran Bidan/dokter/dokter spesialis anak yang belum pernah mengikuti pelatihan. h) Biaya rapat persiapan. Anak dengan kebutuhan khusus. Bayi Baru Lahir (Neonatus) (Usia 0-28 hari). 2) 3) 4) 5) 3 . Kegiatan-Kegiatan 1.a. 4. Peningkatan Cakupan Kunjungan Bayi menjadi 80%. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. D. 6. Peningkatan Cakupan pelayanan neonatal (Bayi Baru Lahir) oleh tenaga kesehatan menjadi 87%. 3. Pelatihan TOT Asfiksia BBL di Provinsi 1) Tujuan Mencetak dan menstandarisasi fasilitator manajemen asfiksia bayi baru lahir tingkat Provinsi. d) Biaya penginapan hotel. fasilitator/narasumber dan panitia.

fasiliatator. penggandaan. Pelatihan BBLR di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana BBLR. fasilitator dan panitia . b) Biaya transport bagi peserta. Sasaran Dokter. 2) 3) 4) 5) c. b) Biaya transport bagi peserta. Protap penyelenggaraan Merujuk Kepada Buku Pedoman Pelatihan PONED Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. komputer supplies. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. bidan dan perawat (tim) di Puskesmas yang akan dijadikan Puskesmas PONED. Pelatihan PONED di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui peningkatan kemampuan petugas dalam tatalaksana kasus emergensi maternal neonatal. d) Biaya penginapan. e) Sewa ruangan dan peralatan pelatihan. f) Biaya pembelian alat dan obat-obatan untuk pelatihan g) Biaya sertifikat. c) Honor fasilitator. c) Honor fasilitator. penggandaan. e) Biaya pembelian ATK. f) Biaya pembelian ATK. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. fasilitator dan panitia.b. komputer suplies. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Sasaran Bidan/perawat/dokter yang belum pernah mengikuti pelatihan. panitia. g) Biaya sertifikat. panitia. 2) 3) 4) 5) 4 . Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Protap penyelenggaraan Merujuk Pada Buku Pedoman Pelatihan BBLR) Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. dalam 2 tahun ke depan masih bertugas di tempat kerja sekarang. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. fasiliatator. d) Biaya penginapan.

komputer suplies. Pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan. panitia . b) Biaya transport bagi peserta. e) Biaya pembelian ATK. h) Biaya praktek klinik di Puskesmas & RS. k) Biaya Sertifikat. perawat dan dokter Puskesmas dalam penatalaksanaan balita sakit secara komprehensif dan integrative melalui pendekatan alogaritma klinis. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. i) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita sakit.d. j) Biaya Penggandaan. dokter Puskesmas dan Kepala Puskesmas di daerah terpencil. perawat. c) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak. c) Honor mengajar bagi fasilitator dan instruktur klinik. l) Biaya rapat persiapan. sewa TV & VCD player untuk praktek klinik. b) Di Tingkat Kabupaten/Kota: (1) Bidan (2) Perawat (3) Dokter Puskesmas (4) Kepala Puskesmas Bidan. (2) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan P2 dan Gizi dengan latar belakang dokter / bidan/perawat. 2) 3) 4) Protap Penyelenggaraan Mengacu Pada Pedoman MTBS Penggunaan Dana a) Uang harian peserta dan fasilitator 7 hari. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. (3) Dokter dan bidan. fasilitator dan instruktur klinis. perbatasan dan kepulauan diprioritaskan telah terlatih dan menerapkan MTBS. P2 (Pencegahan Penyakit) dan Gizi di tingkat Dinkes Provinsi & Kabupaten/Kota dalam penanganan balita sakit secara terpadu. f) Biaya pembelian contoh obat. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. g) Biaya sewa ruang. d) Biaya penginapan hotel 6 hari. b) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab /pengelola program kesehatan anak. P2 dan Gizi mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam penanganan balita sakit secara terpadu melalui penerapan MTBS. 5) 5 . Sasaran a) Di tingkat Provinsi: (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak dengan latar belakang dokter atau bidan.

(2) Dokter Spesialis Anak di RS Kabupaten. panitia dan fasilitator c) Honor mengajar fasilitator. e) Biaya pembelian ATK. (4) Dokter dan bidan Puskesmas. Pelacakan Kasus Kesakitan dan Kematian Bayi dan Balita di Kabupaten / Kota 1) Tujuan • Menjamin jangkauan pelayanan kesehatan untuk seluruh neonatus. 2) 3) 4) Protap penyelenggaraan mengacu pada pedoman SDIDTK Penggunaan Dana a) Uang harian untuk peserta dan fasilitator 3 hari b) Biaya transport bagi peserta. bayi dan balita dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan balita • Terlacaknya kasus-kasus kematian dan kesakitan bayi dan balita • Teridentifikasinya jenis penyakit yang paling banyak diderita bayi dan balita • Teridentifikasinya penyebab terbesar kematian bayi dan balita • Diketahuinya jumlah kematian bayi dan balita dalam periode waktu tertentu 6 . h) Biaya komputer supplies dan biaya penggandaan. Deteksi & Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) di Provinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Meningkatkan pengetahuan penanggungjawab/ pengelola program kesehatan anak. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. 5) f. g) Biaya pembelian bahan kontak bagi balita. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. f) Biaya praktek klinik di Puskesmas/posyandu. d) Biaya penginapan hotel 2 hari.e. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. Sasaran a) Tingkat Provinsi ( TOT SDIDTK) : (1) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Pelatihan Standarisasi Stimulasi. dan bidan desa (3) Perawat. guru TK atau tenaga lain yang peduli anak dalam melaksanakan stimulasi. b) Di tingkat Kabupaten/Kota (Pelatihan SDIDTK): (1) Dokter (2) Bidan. b) Penanggungjawab/pengelola program kesehatan anak mampu melakukan pembinaan teknis terhadap petugas Puskesmas dalam melaksanakan stimulasi. i) Biaya rapat persiapan. (3) Dokter yang menangani tumbuh kembang anak di RS Kabupaten. deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak.

surveilans. bidan di desa dan swasta. IDI. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. e) RS Pemerintah / Swasta. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. c) Kasubdin bina program Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. PPNI. narasumber dan panitia. IBI. b) Profesi. d) Bidan Puskesmas.2) Sasaran a) Petugas Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transport bagi Kecamatan/Kelurahan/Desa 3) petugas Puskesmas ke 4) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. c) Dokter Puskesmas / Kepala Puskesmas. komputer supllies. kesehatan anak. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan.IBI. Pertemuan Perencanaan/Evaluasi dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita di Provinsi atau Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tersusunnya rencana kegiatan yang terintegrasi dalam upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir. IDAI. f) Profesi : IDI. klinik swasta. e) Penggandaan (fotokopi). Sasaran a) Penanggung jawab/pengelola program kesehatan anak Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten-Kota. 2) 3) 4) h. bayi dan anak balita di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang didasari atas analisa situasi (permasalahan. b) Penanggulangan Penyakit. indikator keberhasilan dan tindak lanjut. Dokter spesialis anak. g. d) ATK. POGI. Audit Maternal Perinatal Pembahasan Kasus Neonatal di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Terselenggaranya Audit Maternal Perinatal pembahasan kematian neonatal sehingga dapat diketahui penyebab kematian untuk menentukan tindak lanjutnya. Rumah Bersalin. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. cakupan program dan cakupan lintas program terkait). gizi. b) Biaya penyelenggaraan c) Honor narasumber. PPNI. Sasaran a) Penanggungjawab/pengelola program. 2) 7 . kesehatan ibu. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

b) Biaya transport bagi peserta. 3) 4) 8 . Sosialisasi /Advokasi Upaya Penurunan AKB di Provinsi 1) Tujuan Menurunkan kematian bayi melalui sosialisasi dan advokasi ke lintas program dan lintas sektor terkait. surat menyurat. e) Biaya peyelenggaraan. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Bidan/dokter yang telah mengikuti pelatihan asfiksia/BBLR Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pemantauan ke lapangan oleh supervisor dan fasilitator. b) Biaya transport bagi peserta. d) Biaya pembelian ATK. penggandaan. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. komputer suplies. panitia dan narasumber Provinsi. 4) i. panitia dan narasumber Provinsi. Penggunaan dana a) Uang harian fasilitator. penggandaan. panitia. e) ATK. d) Biaya penginapan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) Honor narasumber. Sasaran Lintas program di jajaran Dinas Kesehatan dan lintas sektor di Provinsi. c) Honor fasilitator/supervisor. komputer suplies. 2) 3) 4) j. fasilitator. f) Biaya penggandaan. c) Honor narasumber Provinsi dan Kabupaten/Kota. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. d) Biaya penginapan hotel. g) Biaya rapat persiapan.d) 3) Penanggung jawab/pengelola yankesdas dan rujukan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. Penggunaan dana a) Biaya transport bagi peserta. Penggunaan dana a) Uang harian bagi peserta. Pemantauan Pasca Pelatihan Asfiksia dan BBLR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. panitia. c) Honor representatif. e) Biaya pembelian ATK. narasumber. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi.

c) Peserta didik kelas I dan II untuk tingkat SMP/SMA sederajat (sebagai kader kesehatan remaja). b) Peserta didik kelas IV dan V untuk tingkat SD sederajat (sebagai dokter kecil).f) 5) Biaya rapat pembahasan. fotocopy. Sasaran a) Pengelola program usaha kesehatan sekolah (4 sektor terkait). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari 2) 3) 4) 5) 9 . 2. bantuan biaya penyelenggaraan. Upaya peningkatan kualitas hidup anak (Kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota) a. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Lingkup kegiatan a) Pelatihan TOT dokter kecil (2 hari) (1) Materi: (a) Sanitasi Makanan (b) Gizi (c) Kesehatan Gigi dan Mulut (d) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) (e) Pencegahan Penyakit Menular Bersumber Binatang (f) Imunisasi pada Siswa SD dan MI (g) Kesehatan Indera (h) NAPZA b) Pelatihan TOT kader kesehatan remaja di sekolah (2 hari) (1) Materi: (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Kesehatan Reproduksi Remaja (c) Infeksi Menular Seksual/Infeksi Saluran Reproduksi (d) HIV/AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Pendidikan Keterampilan Hidup sehat (g) Komunikasi dan Konseling Penggunaan dana a) Honor dan transport fasilitator. b) Terbentuknya fasilitator untuk pelatihan kader kesehatan remaja di Provinsi dan Kabupaten/Kota. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. b) ATK. Pelatihan Dokter Kecil Dan Kader Kesehatan Remaja di Kabupaten/Kota 1) Tujuan a) Terbentuknya fasilitator pelatihan dokter kecil di Provinsi dan Kabupaten/Kota. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. c) Terbentuknya kader kesehatan (dokter kecil dan Kader kesehatan remaja). Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi.

bidan. c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang. Peserta : Pengelola program kesrem tingkat Provinsi dan kabupaten/kota (dokter.Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. c) LS: Rumah Sakit. c) Tersedianya pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas. narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat 2) 3) 4) 10 . jiwa. Badan Narkotik Daerah dan KPAD. gizi. b) Terbentuknya tim fasilitator pelatihan PKPR di Provinsi dan Kabupaten/Kota. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (empat) hari @ 10 jam pelatihan (perjampel 45 menit) b) Jumlah peserta dalam 1 kelas : maks 20 (dua puluh) orang. skm). b. d) Organisasi profesi : IDAI. b) LP: gizi. perawat/perawat gigi. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat Pusat/Provinsi. POGI. HIV/ AIDS (e) Penyalahgunaan NAPZA (f) Kehamilan tidak diinginkan (g) Kekerasan dan penyimpangan perilaku seksual (h) KIE/ KIP dan K (i) Pengenalan gender (j) Pengenalan PKHS (Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat) (k) Peran RS dalam PKPR (l) Model PKPR di RS (m) Cara Belajar Orang Dewasa (n) Micro teaching (j) RTL (k) Pre-pos tes Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan c) Transpor peserta. promkes. IDAJI dan Psikolog. Pelatihan TOT PKPR di Provinsi 1) Tujuan a) Meningkatkan kemampuan peserta sebagai fasilitator dalam pelatihan PKPR di Provinsi. panitia dan fasilitator. Kepolisian. e) LSM : pemerhati remaja. d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP. perencanaan dll. yankes. P2M. e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) f) Materi : (1) Strategi Nasional kesehatan remaja (2) Standar PKPR (3) Jejaring PKPR (a) Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya (b) Persiapan prs nikah (c) Proses Reproduksi Sehat (d) Infeksi Menular Seksual.

h) i) 5)

Honor Panitia Biaya sewa ruangan

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

c.

Peningkatan Kemampuan Fasilitator (TOT) Konselor Sebaya Bagi Petugas di Provinsi 1) Tujuan a) Terlatih fasilitator peer counselor / kader kesehatan remaja. b) Peningkatan akses pelayanan kesehatan remaja melalui Puskesmas PKPR. Sasaran Fasilitator : a) Pengelola program kesehatan remaja tingkat pusat/Provinsi b) Lintas Program : pengelola program kesehatan remaja/ UKS, gizi, kesehatan jiwa, P2M, yankes dll (tingkat Provinsi). c) Lintas Sektor : Kepolisian, KPAD, BND, LSM pemerhati kesehatan remaja. Peserta : Pengelola program Provinsi dan kabupaten/ kota. Kriteria peserta : a) Mampu menjadi fasilitator. b) Kriteria peserta : bidan, perawat/ perawat gigi, ahli gizi, SKM. Penyelenggaraan a) Lama pelatihan 4 (hari) hari @ 10 jam b) Jumlah peserta dalam1 kelas : maks ( 20 dua puluh) orang c) Fasilitator dalam 1 kelas : 2 (dua) orang (selalu ada ditempat) d) Metode : Parsipatori aktif/ VIPP e) Sarana yang diperlukan (ATK penunjang kegiatan) : f) Materi : (1) Tumbuh Kembang Remaja (2) Kesehatan Reproduksi Remaja (3) Infeksi Menular Seksual/ Infeksi Saluran Reproduksi (4) HIV/ AIDS (5) Penyalahgunaan NAPZA (6) Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (7) Komunikasi dan Konseling (8) Simulasi fasilitasi konselor sebaya (9) Panduan Tehnik Konseling bagi petugas Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK b) Penggandaan, bahan praktek habis pakai c) Transpor peserta, panitia dan fasilitator, narasumber Pusat d) Uang harian peserta dan panitia e) Biaya penginapan peserta dan panitia, f) Honor fasilitator g) Honor Narasumber Pusat h) Honor Panitia i) Biaya sewa ruangan

2)

3)

4)

11

5)

Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

d.

Pelatihan Fasilitator dalam Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak di Provinsi 1) Tujuan Mendapatkan fasilitator yang siap melatih petugas kesehatan dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayah kerjanya. Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak pada Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota terpilih. b) Petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu / IGD / Bagian yang terkait ). c) Lintas program kesehatan terkait lainnya (Ibu, gizi, yankes dll). Lingkup kegiatan Pelatihan di tingkat Provinsi, didukung oleh fasilitator dari tingkat Pusat dan Provinsi (yang telah dilatih) serta materi pokok adalah 1).Buku Pedoman Deteksi dini, Pelaporan dan rujukan Kasus Kekerasan dan Penelantaran Anak Bagi Tenaga Kesehatan” yang terdiri dari 2 bagian yaitu Panduan bagi fasilitator dan Bahan bacaan, 2) Buku Pedoman Rujukan Kasus Kekerasan terhadap anak bagi petugas kesehatan. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK, komputer suplies. b) Penggandaan/Fotokopi, sertifikat peserta. c) Transport peserta, panitia dan pembicara /narasumber. d) Uang harian peserta, panitia dan pembicara /narasumber. e) Biaya penginapan peserta, panitia dan pembicara. f) Honor panitia dan pembicara. g) Paket Meeting dan rapat persiapan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak.

2)

3)

4)

5)

e.

Lomba Dokter Kecil di Provinsi 1) Tujuan Untuk meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar diperlukan kader-kader kesehatan yang lebih dikenal sebagai dokter kecil. Sasaran Kader-kader kesehatan/murid-murid di sekolah dasar. Lingkup kegiatan Lomba sekali setahun yang dilaksanakan di tingkat Provinsi, untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan meningkatkan kualitas perilaku kesehatan anak usia sekolah dasar.

2) 3)

12

4)

Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) ATK b) Konsumsi peserta c) Bahan praktek d) Sewa ruangan dan transport peserta. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan, Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi, dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Anak Sekolah (SD dan SMP/SMA) di

5)

f.

Penjaringan Kesehatan Kabupaten/Kota 1)

Tujuan a) Terdeteksinya secara dini masalah kesehatan peserta didik. b) Tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik, maupun untuk dijadikan pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan kesehatan sekolah. c) Termanfaatkannya data untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program pembinaan peserta didik. Sasaran : Peserta didik di kelas I : Sekolah Dasar/MI; SMP/MTs dan SMA / SMK / MA sekolah/Madrasah Lingkup kegiatan a) Kegiatan penjaringan kesehatan merupakan kegiatan yang mutlak harus dijalankan untuk memenuhi persyaratan standar minimal pelayanan kesehatan dalam program UKS. b) Penjaringan kesehatan anak usia sekolah yang bersangkutan dilakukan oleh suatu tim di bawah koordinasi Puskesmas. c) Tim terdiri dari : guru sekolah yang bersangkutan (guru kelas/guru Pembina UKS) dan tenaga kesehatan (paramedic dan dokter/dokter gigi). d) Pemerikasaan kesehatan dilakukan secara setahun sekali pada awal tahun ajaran. e) Pelaksana pemerikasaan kesehatan dilakukan menurut tugas masing-masing (guru kelas/wali kelas; paramedis; dokter dan guru penjaskes). f) Komponen yang diperiksa : (1) Pemeriksaan keadaan umum (2) Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi (3) Penilaian status gizi (4) Pemeriksaan gigi dan mulut (5) Pemeriksaan indera (penglihatan, pendengaran) (6) Pemeriksaan laboratorium (7) Pengukuran kesegaran jasmani (8) Deteksi dini penyimpangan mental emosional Penggunaan Dana a) Biaya yang dikeluarkan untuk uang harian/transport petugas mengunjungi Sekolah/Madrasah (besarnya uang harian disesuaikan kondis riil daerah setempat). b) Biaya untuk pembelian bahan/reagens yang diperlukan untuk menunjang pemeriksaan Lab (seperti pemeriksaan Hb, tinja, bahan

2)

3)

4)

13

Diknas. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( laporan kunjungan petugas mencakup nama Sekolah/Madrasah yang dikunjung. tiap pertemuan selama 3 hari. Laporan disampaikan kepada Sekretariat TP UKS setempat). dokumentasi. panitia dan peserta. 3) 4) . Lingkup kegiatan a) Kegiatan Forum Koordinasi ini dilakukan berupa pertemuan paling sedikit 2 kali dalam setahun. b) Transport narasumber Provinsi. (3) Mengidentifikasi masalah dan alternatif pemecahannya. spanduk. pantia dan peserta. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. (2) Membuat kesepakatan peran masing-masing sektor (Depkes. (4) Mengevaluasi pelaksanaan Program UKS serta membuat alternatif penyempurnaannya. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. e) ATK. hasil (hasil diskusi dan rekomendasi yang didapat) dan lampiran materi yang dipresentasikan (jika ada). foto kopi. Penggunaan Dana Biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan forkom: a) Honor narasumber dan panitia. sewa ruang pertemuan. Depdagri). g.penambalan gigi dsbnya). c) Uang harian narasumber Provinsi. Depag. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. koordinasi dan komunikasi anggota TP UKS secara 2) Sasaran Seluruh Tim Pembina TP UKS disetiap jenjang administrasi yang terdiri dari minimal 4 unsur Departemen (Depkes. peserta. Diknas. tanggal pelaksanaan. b) Hal-hal yang dibahas misalnya: (1) Menyusun rencana kegiatan program UKS. lokasi. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. jumlah siswa yang diperiksa/dilayani kesehatannya. Petugas/guru yang ditemui. penggandaan. masalah yang ditemui baik berkaitan dengan kesehatan peserta didik maupun masalah kesehatan lainnya (misalnya lingkungan /kebersihan sekolah)). Depag dan Depdagri) dan dapat juga ditambah dari lintas sektor lain yang terkait. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan ( Setiap pelaksanaan forkom harus dibuat laporan pelaksanaan. Forkom UKS di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan periodik. konsumsi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. isi laporan mencakup: tujuan. panitia dan peserta. 14 .

Kepolisian. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. panitia dan peserta. Pendidikan. Kepolisian. BKKBN. Jiwa. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. Sosial. e) ATK. Legilatif. Gizi. Sosial. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. naker.h. Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Provinsi. pantia dan peserta. RS Bhayangkara. d) LSM (LPA/pemerhati anak). d) LSM (LPA/pemerhati anak). Pemberdayaan Perempuan. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. penggandaan. Pendidikan. Lingkup kegiatan Pertemuan berkala yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. b) RSU. Forum Komunikasi Penanganan Anak Jalanan di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya koordinasi pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam pembinaan kesehatan bagi anak jalanan di wilayahnya. Penggunaan Dana 2) 3) 4) 15 . Yankes. konsumsi. dll). 2) 3) 4) 5) i. dll). c) Uang harian narasumber Provinsi. untuk mengkoordinasikan kegiatan unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak jalanan. spanduk. Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi. dokumentasi. Ibu. b) Psikolog. sewa ruang pertemuan. c) Lintas sektor terkait (Agama. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Yankes. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). HIV/AIDS. Ibu. foto kopi. b) Transport narasumber Provinsi. BPS. Pemberdayaan Perempuan. Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Provinsi. PKK. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. Gizi. c) Lintas sektor terkait (Agama. panitia dan peserta. Remaja dll ) pada Dinas Kesehatan Provinsi.

penggandaan. c) Uang harian narasumber Provinsi. Kepolisian. b) RSUD. lintas sektor / LSM terkait dalam 16 . spanduk. b) Transport narasumber Kabupaten/Kota. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi.Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. sewa ruang pertemuan. pantia dan peserta. pantia dan peserta. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. panitia dan peserta. Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Kabupaten / Kota 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan. Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Forum Komunikasi Penanggulangan Kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatnya kerjasama jejaring kemitraan pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan lintas sektor/LSM terkait dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak (KtA) di Kabupaten/Kota. dokumentasi. foto kopi. Ibu. dll). Lingkup kegiatan Pertemuan 2 (dua) hari dilaksanakan secara berkala di tingkat Kabupaten/Kota. Sosial. penggandaan. d) Biaya penginapan narasumber Kabupaten/Kota. Pendidikan. d) LSM (LPA/pemerhati anak). j. konsumsi. d) Biaya penginapan narasumber Provinsi. sewa ruang pertemuan. panitia dan peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. e) ATK. Yankes. c) Lintas sektor terkait (Agama. panitia dan peserta. Jiwa. Pemberdayaan Perempuan. konsumsi. foto kopi. Promkes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. untuk mengkoordinasikan kerjasama jejaring kemitraan serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko kesehatan yang dialami oleh anak korban kekerasan (KtA). Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) Transport narasumber Provinsi. panitia dan peserta. 2) 3) 4) 5) k. e) ATK. dokumentasi. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Honor narasumber dan panitia. spanduk. Gizi. c) Uang harian narasumber Kabupaten/Kota.

Pemberdayaan Perempuan. e) Biaya penginapan narasumber. sewa ruang. Promkes. Kepolisian. f) Honor panitia dan narasumber. Gizi. Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Provinsi. Ibu. mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak 2) 3) 17 . Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. b) Penggandaan/Fotokopi. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait). Legilatif dll). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. Sosialisasi Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di Provinsi 1) Tujuan Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengelola program kesehatan / petugas kesehatan. RS Bhayangkara. d) Uang harian narasumber. sewa LCD dan Laptop. perlengkapan peserta. c) Lintas sektor terkait (Agama. b) Pimpinan RSUD dan petugas kesehatan di RS (Bagian Pusat Pelayanan Terpadu/IGD/Bagian yang terkait ). 3) 4) 5) l. Promkes. c) Lintas sektor terkait (Agama. sosial.penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. 2) Sasaran a) Pengelola program kesehatan (Anak. c) Transport peserta dan narasumber. Lingkup kegiatan Pertemuan yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota. PKK. Pendidkkan. d) LSM (LPA/pemerhati anak). komputer suplies. Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK. Pemberdayaan Perempuan. komsumsi. Legilatif dll). Kehakiman. lintas sektor / LSM terkait dalam penanggulangan kekerasaan terhadap anak di wilayahnya. Pendidkkan. Kepolisian. mensinkronkan kegiatan masing-masing unsur terkait serta menindak lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. Kehakiman. PKK. Yankes dll) pada Dinas Kesehatan Provinsi. RS Bhayangkara. merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Yankes dll ) pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. dengan narasumber dari Depkes pusat dan Dinas Kesehatan Provinsi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. d) LSM (LPA/pemerhati anak). Ibu. sosial. merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Gizi.

panitia dan narasumber. Administrasi Kegiatan ( di Provinsi ) terdiri dari a) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran 18 . g) Biaya sewa ruangan. sewa ruang. d) Uang harian peserta.lanjuti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak dalam tim/jejaring. panitia dan narasumber. panitia orientasi atau pelatihan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. d) Honor Panitia e) Biaya penginapan. peserta dan panitia. komputer suplies. perlengkapan komsumsi. h) Biaya sewa kendaraan Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. 3) 4) 5) 3. 5) Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. Pemantauan pelatihan dilaksanakan oleh narasumber pusat. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. 4) Penggunaan Dana Dana yang tersedia dipergunakan untuk : a) Pembelian ATK. Provinsi atau Kabupaten/Kota. kemampuan petugas melalui pemantauan pasca 2) Sasaran Pengelola program kesehatan remaja yang telah mengikuti pelatihan baik Pelatihan PKPR maupun Pelatihan fasilitator PKPR. c) Transport peserta. peserta. Penunjang Operasional Kegiatan (Kegiatan di Provinsi dan ke Kabupaten / Kota) a. f) Honor peserta. peserta. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. e) Biaya penginapan peserta. Pemantauan Pasca Pelatihan PKPR 1) Tujuan Meningkatkan pelatihan. Penggunaan dana a) Uang harian narasumber. f) Biaya pembelian ATK. Protap penyelenggaraan Kegiatan ini berupa pertemuan pembahasan di provinsi/kabupaten/kota setelah pemantauan ke lapangan (pada saat pelayanan Puskesmas) dan bagi pelatih pada saat pelatihan. m. panitia dan narasumber. b) Biaya transport bagi narasumber. penggandaan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. sewa LCD dan Laptop. panitia dan narasumber. b) Penggandaan/Fotokopi. c) Honor narasumber/supervisor (pemantau).

2) Biaya fotokopi. b. penggandaan dokumen. surat-menyurat. perencanaan. Staf Administrasi. dan komunikasi cepat. KPAD d) Organisasi profesi e) Swasta : unilever. Pengelola Kegiatan di Kab/Kota. Pertemuan LP/LS ( di Provinsi ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah untuk mengetahui besarnya pengaruh terhadap program. dll c) LS : Institusi/lembaga: DPRD. yankes. b) Diskusi kelompok. sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Kesehatan Anak. Depag. Bappeda. c) Peran masing-masing sektor terkait dalam menangani kesehatan anak di tingkat Provinsi. Sasaran a) Pengelola program kesehatan anak b) LP : gizi. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. c) Rencana tindak lanjut. BND. b) Faktor hambatan dan penunjang dalam program kesehatan anak tingkat Provinsi dan alternatif pemecahannya. b) Sasaran Penanggung jawab dan Pelaksana Anggaran Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak di tingkat Provinsi. jiwa. Penggunaan dana a) ATK b) Fotokopi c) Konsumsi rapat Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. P2M.penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. Bendahara Pengeluaran. c) Penggunaan Anggaran 1) Honorarium Kuasa Pengguna Anggaran. d) Diseminasi informasi. Staf Pengelola Kegiatan. 6) Biaya penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa d) Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. Diknas. Penguji SPM. promkes. 3) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer . Pemegang Uang Muka di Kab/Kota. kimia farma dll f) LSM pemerhati kesehatan anak Lingkup kegiatan a) Penyampaian permasalahan kesehatan anak dari masing-masing sektor. 4) Belanja bahan alat tulis kantor (ATK). dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke 2) 3) 4) 5) 19 . Pejabat Pembuat Komitmen. Panitia Pengadaan. 5) Biaya pengumuman pengadaan barang dan jasa. Panitia Pemeriksaan & Penerima Barang dan Konsultasi ke Pusat. Depsos dan BKKBN. Satu eksemplar dikirim ke Direktorat Bina Kesehatan Anak untuk dikompilasi bersama laporan dari Provinsi lainnya.

c. dan Laporan Cakupan Hasil Kegiatan Program Kesehatan Anak yang dikirimkan ke Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi. b) Lama perjalanan 2 hari. Sasaran Pengelola program kesehatan anak kabupaten Penyelenggaraan a) Meninjau Dinas Kesehatan. Laporan Penyerapan Dana Dekonsentrasi. sekolah. b) Uang harian. Supervisi dan Bimbingan Teknis ( ke Kabupaten / Kota ) 1) Tujuan a) Identifikasi masalah. dan atau sarana kesehatan lainnya. 2) 3) 4) 5) 20 . Penggunaan Dana a) Transport untuk transportasi Provinsi-kabupaten. Laporan Hasil Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut berupa Laporan Kegiatan. faktor hambatan dan penunjang kesehatan anak b) Pendampingan dalam melakukan analisa hasil c) Tersusun/ disepakatinya alternatif pemecahan masalah setelah bintek &/ supervisi. d) ATK dan fotokopi.Direktorat Bina Kesehatan Anak setiap minggu ke 2 Desember untuk dikompilasi bersama laporan provinsi lainnya sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kesehatan Anak. c) Biaya penginapan untuk narasumber pelaksana program tingkat Provinsi.

Kesehatan Indera. Lintas sektor/ lintas program/profesi. tenaga kurang. Tujuan Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan manajemen program dari aspek administrasi. tiap kecamatan ratarata telah mempunyai sedikitnya 2 Puskesmas. perbatasan dan kepulauan) masalah ekonomi (masyarakat miskin tertinggal). Tujuan 1. Masyarakat daerah tertinggal. Latar Belakang Pemerataan pelayanan kesehatan selama ini relatif telah dicapai. antara lain disebabkan oleh penataan kerja/sistem manajerial belum optimal. D. Masyarakat dengan masalah kesehatan indera. namun terdapat program yang walaupun belum merupakan prioritas utama nasional perlu juga dikembangkan untuk memecahkan atau mengantisipasi masalah kesehatan spesifik daerah tertentu. 47% gedung Puskesmas rusak. Meningkatkan manajemen Puskesmas dan jaringannya. C. alat logistik kurang. 3. Mengembangkan program/yankesmas prioritas nasional lain dan spesifik daerah (Kesehatan Usila. Seluruh sarana pelayanan kesehatan dasar. 2. perbatasan dan kepulauan. Kesehatan Perkotaan. Administrasi Kegiatan a. paru. Kesehatan Tradisional). 4. anggaran terbatas. Kesehatan Paru. Meningkatkan jangkauan pelayanan terhadap sasaran masyarakat rentan dan risiko tinggi. 1 . Kegiatan-Kegiatan 1.BAB IV KEGIATAN BINA KESEHATAN KOMUNITAS A. dan pengelolaan Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. 5. lansia. Kesehatan Olahraga. Menggerakkan dan memberdayakan peran serta masyarakat (Poskesdes. Posyandu dan UKBM lainnya). tiap 3 desa mempunyai 1 Puskesmas Pembantu. Sasaran Program 1. perkotaan dan olahraga serta tradisional. dan pelayanan kesehatan di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Masyarakat miskin. Masyarakat belum berperan secara optimal dalam penyelenggaraan berbagai program/yankesdas oleh fasilitas kesehatan dasar di sekitar mereka. Terdapat kelompok masyarakat yang belum mempunyai akses pelayanan kesehatan yang baik karena kondisi geografis dan (daerah tertinggal. Berbagai program kesehatan masyarakat telah dikembangkan. b. 7. 2 3. 4. Tenaga kesehatan (pengelola program). Pemberdayaan masyarakat. namun kinerja fasilitas tersebut belum optimal. 6. Poskestren. B.

2. Indera. b. Perkotaan.c. KEGIATAN REVITALISASI PUSKESMAS 3. e) Staf pengelola keuangan termasuk pengelola SAI. c. Penggunaan Dana Kunjungan daerah ke pusat dalam rangka konsultasi perencanaan program pelayanan kesehatan dasar. d. Indera. Olah Raga) Dinkes Kabupaten/Kota. Usila. Olah Raga) Gizi Puskesmas Perencanaan 3) Nara sumber pusat 2 . c) Pejabat penandatangan SPM. Laporan kegiatan Konsultasi Perencanaan Tingkat Pusat a. d) Bendahara pengeluaran. meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggungjawab : a) b) c) d) Kesehatan Ibu . b.Anak. Tradisional. Laporan kegiatan d. Sasaran Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. Pertemuan koordinasi Program Kesehatan Masyarakat di Propinsi a. Perkotaan. Tujuan Untuk mengkonsultasikan perencanaan kegiatan pelayanan kesehatan dasar di daerah ke pusat dan memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Kesehatan Spesifik Lainnya (Kerja. Penggunaan Dana 1) Pembayaran honor a) Pejabat kuasa penggunaan anggaran. 2) Pembelian bahan alat tulis kantor (ATK). Tradisional. b) Pejabat pembuat komitmen. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah 1) Dinas Kesehatan Propinsi meliputi lintas program kesehatan masyarakat yang terdiri dari penanggung jawab antara lain: a) b) c) d) e) f) 2) Kesehatan ibu Kesehatan Anak Gizi Kesehatan Kerja Puskesmas Kesehatan spesifik lainnya (Usila.

3 . Laporan kegiatan Pertemuan Koordinasi Program UKBM di Propinsi a. masing-masing berjumlah 2 orang yang terdiri dari penanggungjawab pengembangan UKBM dan pelayanan dasar. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi. berjumlah 20 orang yang terdiri dari lintas program dan lintas sektor terkait dengan pengembangan UKBM. Sasaran Adapun sasaran TOT adalah 2-3 Kabupaten/Kota percontohan sesuai dengan dana yang tersedia. Dinas Kesehatan Propinsi. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Transport (Peserta Propinsi. 4. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten Uang Harian Peserta Kabupaten ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. dapat melibatkan Kepala Puskesmas yang mampu. Narasumber pusat. b. 5. Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. Tujuan Untuk mengetahui tingkat perkembangan UKBM pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. b. Dinkes Kabupaten/Kota. Peserta Kabupaten. Panitia) Penginapan Peserta Kabupaten/Kota Uang harian Peserta Kabupaten/Kota ATK Fotokopi Sewa Ruangan Nara sumber pusat atas biaya masing-masing unit d. Laporan Kegiatan TOT Manajemen Puskesmas bagi Kabupaten/Kota a. Peserta Kabupaten. masing-masing Kabupaten/Kota berjumlah 5-6 orang : 1) 2) 3) Penanggung jawab program terkait Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Apabila SDM Dinkes Kabupaten/Kota terbatas.c. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah : 1) 2) 3) c. Panitia) Akomodasi (Peserta Propinsi. Tujuan Tersedianya tim pelatih manajemen Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota.

Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut. b. Kunjungan lapangan 3) Uang harian peserta pelatihan 4) Honor (Panitia. Pengajar.c. 6. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindaklanjut c. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Manajemen Puskesmas adalah seluruh Puskesmas dari Kabupaten/Kota yang telah di TOT . masing-masing Puskesmas berjumlah 1 orang dengan kriteria : 1) 2) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun 4 . Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas melalui pelatihan manajemen Puskesmas. Panitia. Panitia. b. d. d. Peserta Puskesmas) Transport (Peserta Puskesmas. Penggunaan Dana 1) Akomodasi panitia 2) Transport (peserta pelatihan. MOT. Sasaran Adapun sasaran Pelatihan Poskesdes bagi petugas Puskesmas adalah 25% Puskesmas. Pelatihan Manajemen Puskesmas a. MOT. Tujuan Meningkatkan kinerja Puskesmas dalam pencapaian Desa Siaga dan pengembangan Poskesdes. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan. Pelatihan Poskesdes bagi Petugas Puskesmas a. Pengajar. 7. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. Kunjungan lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. masing-masing Puskesmas berjumlah minimal 3 orang : 1) Petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas 2) Tidak dipindahtugaskan dalam kurun waktu 3 tahun Penggunaan dana Penggunaan dana disesuaikan dengan yang tercantum dalam RKAKL (disesuaikan dengan MAK di RKAKL) : 1) 2) Akomodasi (Panitia.

Panitia. tim Propinsi bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas dan UKBM sesuai dengan topik/ fokus bimtek. 9. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. dan Sasaran Sasaran konsultasi adalah penanggung jawab Puskesmas dan/atau UKBM Dinas Kesehatan Propinsi. Supervisi dan Bimbingan Teknis a. d. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. MOT. 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah. c. b. Pengajar) 5) Sewa (Ruangan. Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan. Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport Laporan Kegiatan. mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut d. Peserta Puskesmas) 2) Transport (peserta Puskesmas. Praktek Kerja lapangan) 3) Uang saku peserta Puskesmas 4) Honor (Panitia. c. Pendamping Kabupaten) Laporan Kegiatan. 2) Pelaksanaan konsultasi. b. Sasaran Sasaran bimtek adalah seluruh Kabupaten/Kota. Konsultasi Teknis ke Pusat a. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. Penggunaan Dana 1) Akomodasi (Panitia. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat. Penggunaan Dana 1) Biaya Penginapan Tim Propinsi 2) Uang harian Tim Propinsi 3) Transport (Tim Propinsi. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan pelatihan 2) Peserta 3) Hasil pre-test dan post-test 4) Rencana tindak lanjut d. permasalahan dan inovasi di daerah. Alat Peraga) 6) Perlengkapan Peserta 7) Fotokopi Laporan Kegiatan. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 8. 5 .c. Pengajar.

Perencanaan Pelayanan kesehatan Organisasi Profesi (PDPI) PPTI – Daerah BKPM b. HIV-AIDS). Penggunaan Dana 1) Transport 2) Akomodasi 3) Uang Harian 4) Penginapan 5) ATK 6) Fotokopi 7) Sewa Ruangan 6 . antara lain penanggung jawab: 1) 2) 3) 4) 5) 6) c.UPT Propinsi a. Tujuan Untuk mengetahui perkembangan program pada tahun sebelumnya serta menyusun perencanaan untuk periode mendatang. Sasaran Sasaran dari pertemuan ini adalah lintas sektor dan lintas program terkait dengan program kesehatan Paru di wilayah Kabupaten/Kota lokasi BKPM. Program Penyakit menular (TBC.Sumatera Barat BKPM Cirebon – Jawa Barat BKPM Pontianak – Kalimantan Barat BKPM Klaten – Jawa Tengah BKPM Pati – Jawa Tengah BKPM Semarang – Jawa Tengah BKPM Magelang – Jawa Tengah BKPM Ambarawa – Jawa Tengah BKPM Yogyakarta – DI Yogyakarta BKPM Bantul – DI Yogyakarta BKPM Kotagede – DI Yogyakarta BKPM Wates – DI Yogyakarta BKPM Sleman – DI Yogyakarta BKPM Madiun – Jawa Timur BKPM Surabaya – Jawa Timur BKPM Pamekasan– Jawa Timur BKPM Ambon – Maluku BP4 Baladewa – DKI Jakarta Rincian kegiatan dijabarkan pada penjelasan berikut ini : 10. Pertemuan Koordinasi LP/LS Perencanaan/ Evaluasi Balai Kesehatan Paru Masyarakat .KEGIATAN BALAI KESEHATAN PARU Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Paru Masyarakat diperuntukkan bagi BKPM UPT Propinsi yang berjumlah 20 yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) BKPM Banda Aceh – NAD BKPM Medan – Sumatera Utara BKPM Lubuk Alung.

Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Transport Laporan Kegiatan. meliputi : 1) Pertanggungjawaban. b. 12. tim Propinsi terdiri dari Dinkes Propinsi dan BKPM. Konsultasi Kegiatan BKPM UPT Propinsi ke Pusat a. Kepala Puskesmas. Dinas Tenaga Kerja. Dalam melakukan bimtek ke Kabupaten/Kota. Tujuan 1) Mengetahui keberhasilan. d. Sasaran Sasaran bimtek adalah BKPM UPT Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Dinas Pariwisata. Perguruan Tinggi Organisasi profesi Organisasi masyarakat. DPRD. Tujuan 1) Mengetahui perkembangan kebijakan dan program di Pusat 2) Mendapatkankan masukan untuk upaya pemecahan pengembangan di daerah. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. Laporan kegiatan. permasalahan dan inovasi di Balai Kesehatan Paru Masyarakat UPT Kabupaten dan Puskesmas. Dinas Sosial. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dinas PU. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan perkotaan yang terkoordinasikan dengan program lain dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di Puskesmas Perkotaan. b. mencakup : 1) Lokasi Bimtek 2) Topik/ materi Bimtek 3) Hasil 4) Rekomendasi dan Rencana tindaklanjut c.d. dll 2) 3) 4) 7 . Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Perkotaan a. Sasaran Sasaran konsultasi adalah BKPM. Bappeda. Supervisi dan Bimbingan Teknis Kegiatan BKPM UPT Propinsi a. bersama dengan Kabupaten/Kota juga melakukan kunjungan ke Puskesmas. 2) Memberikan masukan untuk upaya pemecahan dan pengembangan. sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) Pelaksanaan konsultasi dan 13. b. c. Laporan Kegiatan. mencakup : 1) Proses penyelenggaraan 2) Peserta 3) Rekomendasi dan rencana tindaklanjut 11. Penggunaan Dana 1) Penginapan 2) Uang harian 3) Transport d.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan. b. 2) Pakar kesehatan perkotaan atau profesi lain yang terkait. Dinas Sosial. d. Dinas Pariwisata.c. Dinas PU. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan yang berkualitas. DPRD. Penggunaan Dana 1) 2) 3) 4) 5) 6) ATK Fotokopi Honor Narasumber Uang harian Biaya penginapan Transport panitia d. Tujuan Meningkatkan pemahaman pelaksana/pelaku pembangunan mengenai pentingnya upaya kesehatan perkotaan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak lanjut b. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan perkotaan di Puskesmas Perkotaan. 16. 2) 3) 4) 5) c. Sosialisasi Advokasi Program Kesehatan Perkotaan a. Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Propinsi. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Perkotaan a. Laporan Kegiatan dan Rencanan Tindak Lanjut 15. Bappeda. 8 . Penggunaan Dana 1) 2) 3) ATK Fotokopi Transport lokal d. Bimbingan Teknis Program Kesehatan Perkotaan a. Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut 14. Dinas Tenaga Kerja. Kepala Puskesmas Perguruan Tinggi Organisasi profesi Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Dinas Kesehatan Kota Penanggung jawab program kesehatan perkotaan di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan perkotaan. c. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota.

Organisasi Profesi 3) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 4) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Puskesmas yang sudah melaksanakan program kesehatan olahraga. PORPI. Bappeda. b. d. Bappeda 2) LP/LS terkait : Perguruan Tinggi. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan program kesehatan olahraga yang dikoordininasikan dengan program lain dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. PPKORI. PERWOSI 4) Organisasi olahraga masyarakat : KONI. Dinas Pendidikan 2) Perguruan Tinggi : FK. 18. 9 . Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Forum Komunikasi Pengembangan Program Kesehatan Olahraga a. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota. Dinas Pariwisata. 17. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Olahraga a. Dinas Sosial. Rumah Sakit. YJI. FOMI. Dinas PU. d. FIK 3) Organisasi profesi : IDI. DPRD. d. dll Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Transport lokal Laporan Kegiatan c. Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Narasumber 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport panitia Laporan Kegiatan c. Sasaran 1) Instansi terkait : Dispora. Dinas Tenaga Kerja. b. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga dalam mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. 2) Perguruan Tinggi 3) Organisasi Profesi Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator Laporan Kegiatan c.b. Sasaran 1) Instansi terkait : Dinas Kesehatan Propinsi/Kota. ISORI.

c. d. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 4) Puskesmas Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk b. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait.19. Sasaran 1) Dinas Propinsi 2) LP/LS terkait 3) Organisasi olahraga masyarakat : FOMI. 5) Organisasi kewanitaan 6) Lembaga swadaya masyarakat 7) Organisasi pelajar dan mahasiswa 8) Media massa 9) Masyarakat umum Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan c. Bimbingan Teknis Program Kesehatan Olahraga a. Workshop Pengembangan Jejaring Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan dan Penanggulangan PTM a. d. Penggunaan Dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport Laporan Kegiatan b. 20. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. Yayasan Jantung Indonesia. c. Sasaran 1) Penanggung jawab program kesehatan olahraga di Dinas Kesehatan Propinsi. 10 . 21. 4) Organisasi masyarakat : Forum Nasional Karang Taruna. b. Seminar Pemberdayaan Masyarakat agar Bergerak untuk Sehat dan Bugar a. Tujuan Meningkatkan budaya hidup beraktivitas fisik dan olahraga untuk kesehatan.

24. Tujuan Meningkatkan budaya masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga dalam kehidupan sehari-harinya guna mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya. Pertemuan Penyusunan Program BKOM a. organisasi profesi terkait Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Uang harian 5) Biaya penginapan 6) Transport Laporan Kegiatan c. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) Kepala Puskesmas 3) Pemda/Bappeda 4) DPRD 5) Dinas Pendidikan 6) Perguruan tinggi 7) Organisasi profesi 8) Organisasi olahraga masyarakat 11 . b. d. b. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota 2) LP/LS : perguruan tinggi. Tujuan Meningkatkan komitmen dan dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan dan penyelenggaraan upaya kesehatan olahraga di BKOM. Tujuan Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan olahraga di BKOM. Sasaran 1) Dinas Kesehatan Propinsi 2) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 3) Puskesmas 4) Instruktur fitness center dan sanggar senam Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Seminar kit 4) Spanduk 5) Honor : narasumber dan moderator 6) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut b. c. Sosialisasi/Advokasi Upaya Kesehatan Olahraga Tingkat Propinsi a.5) 6) d. Honor : narasumber dan moderator Transport lokal Laporan Kegiatan 22. Seminar Pemanfaatan Upaya Kesehatan Olahraga Bagi Fitness Center dan Sanggar Senam a. 23. d.

Meliputi : 1). Penggunaan Dana 1) ATK 2) Fotokopi 3) Honor : narasumber dan moderator 4) Transport lokal Laporan Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut d. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan e. 25. Peserta 3). LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. Sasaran Peserta pertemuan terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. b. Tujuan Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan upaya kesehatan olahraga yang berkualitas. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan Kegiatan. Penggunaan dana 1) Uang harian 2) Biaya penginapan 3) Transport d. Sosialisasi Program Kesehatan Indera (PGPK /PGPKT) ke Kabupaten/Kota di Provinsi a. Proses Penyelenggaraan 2). c. 12 . 2) Pakar kesehatan olahraga atau profesi lain yang terkait. Hasil Yang Diharapkan Tersosialisasinya Program Kesehatan Indera ke Kabupaten/Kota. 2). Uang harian.c. b. ATK dan foto copy 2). Khusus: 1). profesi. Bimbingan Teknis BKOM Program Kesehatan Olahraga a. Laporan Kegiatan dan Tindak Lanjut 26. Honor Nara Sumber 3). Tersosialisasinya program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran kepada Kabupaten/Kota Diperolehnya komitmen/dukungan dari Kabupaten/Kota dalam pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran. Sasaran 1) Pelaksana pelayanan kesehatan olahraga di BKOM. c. Tujuan Umum: Meningkatkan pemahaman Kabupaten/Kota mengenai pentingnya program kesehatan Indera Penglihatan/Pendengaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Penggunaan Dana 1).

Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Indera penglihatan dan pendengaran di propinsi. Khusus: 1). Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera dengan LP/LS/LSM Tingkat Propinsi a. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2). Tersusunnya POA program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran di masing-masing Kabupaten/kota c. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Indera Di Provinsi a. Hasil Yang Diharapkan 1). Meliputi : 1) Proses Penyelenggaraan 2) Peserta 3) Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 28. Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di provinsi dan kabupaten/kota. Laporan Kegiatan. 13 . Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta kabupaten/kota : • Peserta propinsi terdiri dari : unsur lintas program. Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran. 4). Tujuan Umum: Meningkatnya partisipasi Lintas Program. LSM dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi • Peserta kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan Penggunaan Dana 1) ATK dan foto copy 2) Honor Nara Sumber 3) Uang harian. profesi. Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Indera sesuai dengan peran dan bidang masing-masing.27. 2). transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. e. Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Indera penglihatan dan pendengaran di kabupaten/kota dan Puskesmas. 3). kabupaten/kota dan puskesmas b.

29. peserta memahami dan mampu melaksanakan pelayanan kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran yang berkualitas di Puskesmas Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Kesehatan Indera dan masalahnya. 14 . Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari : Lintas program. ATK dan foto copy 2). organisasi profesi terkait dan LSM di tingkat propinsi Penggunaan Dana 1). Honor Nara Sumber 3). Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran Tingkat Provinsi 4). transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia Laporan kegiatan. lintas sektor dan LSM 2). b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. cara pemeriksaan. Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Indera a. Hasil yang diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran. diagnose dan tatalaksana dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. LS dan LSM tingkat Provinsi b. LSM dalam menunjang penurunan prevalensi kebutaan dan ketulian di Provinsi. Lintas Sektor. Adanya kesepakatan kegiatan dalam PGPK dan PGP Ketulian dengan LP. Lintas Sektor. Peserta 3). diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan Indera di dalam dan luar gedung 2) Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan Indera b.LS. Tujuan Umum: Setelah menyelesaikan pelatihan. Proses Penyelenggaraan 2). Rencana tindak lanjut pelatihan c. e. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program.LSM tentang pengembangan program kesehatan indera penglihatan dan pendengaran Tingkat Provinsi. 3).Khusus: 1). Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. Tersosialisasinya program kesehatan Indera kepada lintas program. cara pemeriksaan. meliputi : 1). d. Uang harian.

Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) d) Peran kader/guru UKS dalam PGPK dan PGPKt 2) Peserta mampu melakukan pemeriksaan sederhana mata dan telinga 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan Indera b. Rencana tindak lanjut pelatihan 30. Proses Penyelenggaraan 2). Penggunaan Dana 1). c. Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Indera untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program kesehatan Indera dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: • Nara Sumber Provinsi : Lintas program Terkait. Laporan kegiatan. b) Empat penyakit penyebab gangguan penglihatan (mengenali gejala. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. cara merujuk. pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS d. meliputi : 1). pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Peserta 3). ATK dan foto copy 2). cara pemeriksaan sederhana.c. Profesi (Dokter Sp Mata dan Sp THT) dari BKIM/RS 15 . cara merujuk. cara pemeriksaan sederhana. Tujuan Umum: Meningkatkan kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran sehingga mampu mengenali gangguan penglihatan dan pendengaran di masyarakat/sekolah Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan Indera dan masalahnya. Uang harian. Honor Nara Sumber 3). Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader/guru UKS mengenai program kesehatan Indera Penglihatan dan Indera Pendengaran. Pelatihan Tenaga Non Nakes (Guru Dan Kader ) Untuk Program Kesehatan Indera a.

7. 3. Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan program kesehatan indera mulai dari provinsi sampai ke puskesmas b. BKMM Provinsi Sumatera Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat BKIM Provinsi Jawa Tengah BKMM Kabupaten Banyumas BKMM Provinsi Jawa Timur BKMM Provinsi Nusa Tenggara Barat BKMM Provinsi Sulawesi Utara BKMM Provinsi Sumatera Barat 16 . Tujuan Umum Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Indera di Kabupaten/Kota dan Puskesmas Khusus 1. 2. meliputi : 1). Laporan kegiatan. Rencana tindak lanjut KEGIATAN BALAI KESEHATAN MATA/INDERA MASYARAKAT (BKMM/BKIM) Dukungan kegiatan bagi Balai Kesehatan Mata/Indera Masyarakat (BKMM/BKIM) diperuntukkan bagi UPT Daerah (Provinsi/Kabupaten) yang berjumlah 8 yaitu : 1. Honor Nara Sumber 3). Pembinaan. meliputi : 1.d. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. Uang harian. Peserta 3). transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Penggunaan Dana Uang harian. 8. ATK dan foto copy 2). 2. Laporan kegiatan. Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan. Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Indera a. Penggunaan Dana 1). Rencana tindak lanjut pelatihan 31. 6. 3. Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. monitoring dan evaluasi 2. Proses Penyelenggaraan 2). 5. 4. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Indera Provinsi c. Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Indera di Kabupaten/Kota .

Diketahuinya hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan Usia Lanjut. Proses Penyelenggaraan dan hasil pembinaan teknis 2. Diketahuinya sejauh mana program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota dan Puskesmas 2. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia d. Tujuan Umum: Meningkatkan penyelenggaraan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut dan Puskesmas Santun Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Rencana tindak lanjut 33. Laporan kegiatan. meliputi : 1. Petugas kesehatan BKMM/BKIM Petugas Puskesmas Penggunaan Dana Uang harian. Khusus: 1.Rincian Kegiatan adalah : 32. Diperolehnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan program Kesehatan Usia Lanjut di propinsi. Disepakatinya kesinambungan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) Di Provinsi a. 3. Diketahuinya sejauh mana pelaksanaan pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran telah dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas oleh BKMM/BKIM 2. Khusus: 1. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan petugas kesehatan Puskesmas untuk melaksanakan pelayanan kesehatan Indera penglihatan dan atau Pendengaran di Puskesmas. Tujuan Umum: Terlaksananya transfer ilmu pengetahuan tentang teknis program kesehatan Indera dari tim teknis BKMM/BKIM ke Puskesmas. kabupaten/kota dan puskesmas 17 . 3. Sasaran Pelaksana : • • c. Terlaksananya pelayanan program kesehatan Indera Penglihatan dan atau Pendengaran di luar gedung BKMM oleh dokter spesialis BKMM/BKIM b. 4. Pembinaan Teknis Program Kesehatan Indera Oleh Tenaga Kesehatan BKMM/BKIM Ke Puskesmas a.

Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari peserta propinsi dan peserta Kabupaten/Kota : • Peserta Propinsi terdiri dari : unsur lintas program dan lintas sektor terkait di tingkat propinsi • Peserta Kabupaten terdiri dari : pengelola program Dinkes Kabupaten/Kota dan salah satu Puskesmas di Kabupaten/Kota yang dikembangkan d. Khusus: 1. Diketahuinya kegiatan-kegiatan Lintas Program. Diketahuinya masalah dan hambatan dalam pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi 4. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. 3. Tujuan Umum: Terwujudnya kemitraan dan meningkatnya partisipasi Lintas Program. Proses Penyelenggaraan 2. Adanya kesepakatan kegiatan dalam pengembangan program kesehatan usila dengan LP. Hasil Yang Diharapkan Diperolehnya kesepakatan dengan LP. ATK dan foto copy 2. Lintas Sektor dan LSM dalam pengembangan program kesehatan Usia Lanjut sesuai dengan peran dan bidang masing-masing. Hasil yang Diharapkan 1. Meliputi : 1. Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 34. Lintas Sektor. LS dan LSM tingkat Provinsi b. Penggunaan Dana 1. Sasaran Peserta pertemuan koordinasi terdiri dari unsur: Lintas Program. Honor Nara Sumber 3. LSM dalam menunjang pengembangan program kesehatan usila di Provinsi.b. Laporan Kegiatan.LS. Tersosialisasinya program kesehatan Usila kepada lintas program. Peserta 3. organisasi profesi dan LSM terkait di tingkat Propinsi 18 .LSM tentang pengembangan program kesehatan Usila Tingkat Provinsi. lintas sektor dan LSM 2. Lintas Sektor. c. Diperolehnya masukan dari daerah tentang pengembangan dan pengelolaaan program kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) 2. Pertemuan Koordinasi Dengan LP/LS/LSM Program Kesehatan Usia Lanjut Tingkat Propinsi a. Uang harian. Tersusunnya POA program kesehatan Usia Lanjut di masing-masing Kabupaten/kota c.

Pelatihan Program Kesehatan Usia Lanjut untuk Pengelola Program di Kabupaten/Kota a. ATK dan foto copy 2). Meliputi : 1). Uang harian. Proses Penyelenggaraan 2). Tujuan Umum: Meningkatnya pengelolaan dan pengembangan program kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota b. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric. Rencana tindak lanjut pelatihan 36. Peserta 3). dokter spesialis kes. Penggunaan Dana 1). Honor Nara Sumber 3). Proses Penyelenggaraan 2). Kesepakatan dan rencana tindak lanjut pertemuan 35. Meliputi : 1). Peserta 3). Laporan Kegiatan. b) Konsep Puskesmas Santun Usia Lanjut 19 . Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan pengelola program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota c. Penggunaan Dana 1). Honor Nara Sumber 3). Laporan Kegiatan. Sasaran Peserta Pelatihan terdiri dari: Pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari Kabupaten/Kota yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. Tujuan Umum: Terselenggaranya pelayanan Kesehatan Usia Lanjut yang berkualitas di Puskesmas khususnya di Puskesmas Santun Usia Lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya. transport dan biaya penginapan peserta pertemuan dan panitia e. Pelatihan Teknis Nakes (Dokter/Perawat) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut (Puskesmas Santun Usia Lanjut) d.d. jiwa) dari RS d. Uang harian. ATK dan foto copy 2).

b) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. diagnose dan tatalaksana dll) d) Pelayanan kesehatan usia lanjut di dalam dan luar gedung Peserta mampu menfasilitasi pembentukan kelompok usia lanjut Peserta mampu melakukan pancatatan dan pelaporan mengenai program kesehatan usia lanjut e. Tujuan Umum: Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader mengenai mengenai program kesehatan usia lanjut sehingga dapat membantu pengembangan kesehatan usia lanjut di masyarakat. Uang harian. dokter spesialis kes. Rencana tindak lanjut pelatihan 37. khususnya di kelompok usia lanjut Khusus: 1) Peserta memahami: a) Kebijakan Program Kesehatan usia lanjut dan masalahnya. Honor Nara Sumber 6). pertolongan pertama yang dapat dilakukan. khususnya yang sudah mendapat pelatihan geriatric. 20 . tindakan yang nanti akan diberikan petugas dll) c) Peran kader dalam pengembangan program kesehatan usia lanjut 2) Peserta mampu meningkatkan kegiatan kelompok usia lanjut 3) Peserta mampu melakukan pancatatan mengenai program kesehatan usia lanjut di kelompok usia lanjut b. Meliputi : 4). Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan kader mengenai program kesehatan Usia Lanjut. Peserta 6). transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia e. Laporan Kegiatan. cara pemeriksaan. Pelatihan Tenaga Non Nakes (Kader ) Untuk Program Kesehatan Usia Lanjut a. f. cara merujuk. Hasil Yang Diharapkan Meningkatnya kemampuan dokter/perawat mengenai program kesehatan Usia Lanjut. Proses Penyelenggaraan 5).2) 3) c) Penyakit-penyakit yang sering dialami usia lanjut (mengenali gejala. cara pemeriksaan sederhana. ATK dan foto copy 5). Sasaran Peserta Pelatihan Teknis Kesehatan Usia Lanjut untuk dokter/perawat Puskesmas terdiri dari: • 1 orang Dokter dan 1 orang perawat/pengelola program Kesehatan Usia Lanjut dari beberapa Puskesmas yang dikembangkan Nara Sumber terdiri dari: Nara Sumber dari Provinsi : Lintas Program terkait dan Profesi (Dokter spesialis penyakit dalam. jiwa) dari RS d. Penggunaan Dana 4).

Diketahuinya kemajuan-kemajuan yang dicapai berdasarkan hasil monev tahun sebelumnya. Honor Nara Sumber 3). Peserta 3. Hasil Yang Diharapkan 1. Sasaran Pelaksana : Pengelola Program Kesehatan Usia Lanjut Provinsi d. Tujuan Meningkatnya peran Lintas Program dan Lintas Sektor di daerah dalam rangka pengembangan program kesehatan tradisional. Laporan Kegiatan. Monitoring Dan Evaluasi Program Kesehatan Usia Lanjut a. Rencana tindak lanjut 39. 2. transport dan biaya penginapan pelaksana e. 3. Proses Penyelenggaraan Pelatihan 2. 38. Pertemuan Koordinasi LP/LS dalam rangka Pengembangan Program Kesehatan Tradisional a. Tujuan Meningkatnya penyelenggaran dan pengembangan Program Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten/Kota dan Puskesmas b. Rencana tindak lanjut pelatihan e. Uang harian. Penggunaan Dana Uang harian. sewa profesi. Penggunaan Dana 1). Proses penyelenggaraan dan hasil pembinaan. Pembinaan. Laporan Kegiatan c. monitoring dan evaluasi 2). transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan Kegiatan.c. ATK dan foto copy 2). d. Sasaran Penanggungjawab kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan. Meliputi : 1). dan biaya perjalanan. Teridentifikasinya permasalahan program kesehatan Usila di Kabupaten/Kota . sewa ruangan. b. Meliputi : 1. Sasaran Peserta tenaga non nakes untuk program Kesehatan Usila terdiri dari: • Kader dari Kelompok Usila di beberapa Puskesmas yang dikembangkan d. Diperolehnya perkembangan maping data pelaksanaan Program Kesehatan Usia Lanjut mulai dari Provinsi sampai ke Puskesmas c. 21 .

b. rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan LS terkait bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. Sasaran : Pemegang program Kesehatan Tradisional di Puskesmas binaan. Tujuan Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pengelola program kesehatan tradisional di Kabupaten/Kota binaan sehingga mereka mampu mengindentifikasi dan menginventarisasi hal-hal yang terkait dengan pengembangan program pelayanan kesehatan tradisional di wilayah masingmasing. c. Laporan Kegiatan Orientasi Selfcare Batantra dalam pelaksanaan TOGA dan Akupunktur bagi Petugas Puskesmas. b. 42. 22 . Bimbingan Teknis Pengelola Program Kestrad Propinsi ke Kabupaten/Kota Binaan a. Laporan Kegiatan d. d. transport dan biaya penginapan peserta pelatihan dan panitia Laporan kegiatan. transport peserta rapat dan transport bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota binaan. Sasaran : Kabupaten/Kota dan Puskesmas binaan. Tujuan Terlaksananya pelayanan kesehatan tradisional melalui tenaga pelaksana program kesehatan tradisional yang terampil di Puskesmas binaan. Sasaran 1) 2) 3) c. fotokopi). a. Tujuan Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan administratif. b. 41. d. Pelaksana kegiatan di SP3T dan UT-SP3T Pengelola Program Kesehatan Tradisional di Dinas Kesehatan Provinsi Lintas Sektor terkait Penggunaan Dana (ATK. Operasional SP3T/BKTM a. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk biaya perjalanan sampai ke sarana Battra di wilayah kerja Puskesmas.40. Penggunaan Dana 1) Honor Nara Sumber (SP3T dan Asosiasi Profesi) 2) ATK dan foto copy 3) Sewa Ruang 4) Uang harian. meliputi : 1) Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 2) Pelaksanaan Kegiatan 3) Laporan Pelaksanaan kegiatan c.

Tujuan Untuk melaksanakan koordinasi dan Evaluasi terhadap pengembangan program kesehatan tradisional di daerah binaan serta melakukan konsultasi ke Pusat tentang permasalahan yang dihadapi. penggandaan fotocopy dan transport/biaya perjalanan narasumber dan peserta. c. Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Tradisional di Provinsi a. d. ATK. Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk belanja bahan. Sasaran Para pengobat Tradisional asing yang bekerja sebagai konsultan Penggunaan Dana Penggunaan dana untuk transport ke lokasi kegiatan Pengobat Tradisional Asing. d. Sasaran 1) LP & LS di tingkat Provinsi 2) Penanggungjawab program di Dinkes Kab/Kota 3) Puskesmas binaan c. b.43. Tujuan Meningkatnya peran LP dan LS terkait di Provinsi dalam melakukan pembinaan & pengawasan Pengobat Tradisional Asing yang bekerja sebagai konsultan di wilayah kerjanya. Laporan kegiatan 23 . Laporan kegiatan 1) Proses penyelenggaraan dan hasil monitoring dan evaluasi 2) Rencana tindak lanjut b. Monev Pengobatan Tradisional Asing a. 44.

E. SP2TP/SP3 secara periodik a. D. perlu diselenggarakan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen dalam upaya penyediaan data dan informasi Puskesmas. Luaran 1. SP2TPT/SP3 dan data dasar Puskesmas secara periodik dan berkesinambungan di setiap tingkatan administrasi. Kabupaten/Kota ke Propinsi c. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. B. Propinsi ke pusat 2. pengumpulan dan penyajian serta pendistribusian data dan informasi Puskesmas Sehubungan dengan hal tersebut. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah guna terselenggaranya Sistem Informasi Manajemen yang baik antara lain : Pembentukan Tim Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota melalui koordinasi teknis dan pemutakhiran data. baik ditingkat pusat. Laporan Program. Tujuan Teridentifikasinya kebutuhan data di tingkat Propinsi dan Kabupaten / Kota serta ter-updatenya data dasar dan data Program Puskesmas.PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN A. Latar Belakang Upaya penyediaan data dan informasi. Hal ini ditandai dengan tidak jelasnya kebutuhan jenis indikator dan data pendukung yang diperlukan di masing–masing tingkat administrasi. Sasaran Tim Pengelola data dan informasi Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dan Propinsi. b. Tersedianya data dasar Puskesmas yang dimutahirkan setiap 6 (enam) bulan sekali. Tujuan Tersedianya data dan informasi program. ketidakjelasan penanggung jawab data dan informasi Puskesmas di tingkat Propinsi dan kabupaten / kota serta ketidakjelasan mekanisme dan pembiayaan dalam pengelolaan data dan informasi. Jenis Kegiatan : Pertemuan Uraian Pembiayaan 1) 2) 3) 4) Transport Biaya Penginapan Uang Harian ATK C. Kegiatan-Kegiatan 1. masih mengalami beberapa hambatan dalam alur pencatatan dan pelaporannya. d. 24 . Koordinasi Teknis dan Pemutakhiran Data Puskesmas a. Puskesmas ke kabupaten b. c. Propinsi maupun kabupaten / kota.

b. Pengadaan ATK dan Komputer Supply a. Jenis Kegiatan Penyediaan ATK dan Komputer Supply. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi dan Kabupaten / Kota. Uraian Pembiayaan Komputer Supply Propinsi dan Kabupaten / Kota ATK Propinsi dan Kabupaten / Kota. c. f. Jenis Kegiatan Perjalanan Pengelola Data dan Informasi Propinsi ke Kabupaten/Kota. d. d. dan e. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Propinsi Kabupaten/Kota. Tujuan Mengidentifikasi masalah penyediaan data Puskesmas di tingkat Kabupaten/Kota. Jenis Kegiatan Pengumpulan dan Pengolahan Data Puskesmas. c. f. b. Laporan Kegiatan Perjalanan Dinas 3. e. Uraian Pembiayaan Transport petugas Propinsi. Laporan Kegiatan Dokumen data dan informasi Puskesmas. Tujuan Mengumpulkan dan mengolah data dan informasi Puskesmas. Sasaran Pengelola Data dan Informasi Puskesmas di Kabupaten / Kota. c. d. f. Laporan Kegiatan Supervisi dan Bimbingan Teknis a. 25 . Uraian Pembiayaan 1) Transport Petugas Propinsi 2) Transport Petugas Kabupaten / Kota Luaran Data dasar dan data program Puskesmas.e. b. Luaran Teridentifikasinya masalah penyediaan data Puskesmas di Kabupaten / Kota. Luaran Data dasar dan data program Puskesmas yang telah dimutakhirkan. Pengumpulan dan Pengolahan Data a. Tujuan Melengkapi kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data. 2. 4.

selanjutnya Propinsi ke Pusat sebagai Bentuk Pertanggungjawaban setiap Pencairan Dana 26 . f. SP2TP/SP3 ke Propinsi. Laporan kegiatan Pengelola Data dan Informasi Kabupaten Wajib Mengirim Laporan Rekap Program.e. Luaran Terpenuhinya kebutuhan sarana penunjang pengelolaan data.

48 juta pekerja. bisa melebihi Rp 2 triliun sedangkan berdasarkan data DK3N biaya yang dikeluarkan untuk 50 trilyun kerugian akibat kecelakaan.3 juta pekerja formal. Begitu pula penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses produksi semakin meningkat juga. risiko ergonomik (misalnya. Masalah kesehatan dan keselamatan kerja. pekerja Indonesia masih menghadapi penyakit menular yang cenderung meningkat. Selain itu dalam era globalisasi. TBC dan lain lain. Faktor risiko pekerjaan memberi kontribusi terhadap Global Burden Disease sebanyak 800 ribu dari 2. Faktor risiko Global Illness and Injury adalah 37% akibat back pain. Latar Belakang Perkembangan IPTEK dan industrialisasi memberikan dampak positif maupun negatif. sedangkan dampak negatif adalah timbulnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan maupun lingkugannya. partikulat yang ada di udara (airborne particulates). back pain). maka dapat diperkirakan bahwa kerugian akibat kecelakaan. kesehatan dan keselamatan kerja merupakan persyaratan yang harus dipenuhi setiap tempat kerja. Jika dilihat persentase anggota kepesertaan Jamsostek yang hanya 23. 2. Disamping itu jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat gangguan kesehatan dan keselamatan kerja jumlahnya sangat besar. baik dari segi jumlah maupun jenisnya.5% pekerja mengalami gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaannya. terpaksa membayar klaim asuransi sebesar Rp.5% gangguan THT dan 1. Jumlah angkatan kerja di Indonesia semakin meningkat. 272. 1 .65% sektor formal yang tersebar pada berbagai lapangan pekerjaan. risiko dari luka traumatik.BAB V KEGIATAN BINA KESEHATAN KERJA A. dari data BPS tahun 2008 diketahui bahwa jumlah angkatan kerja sebanyak 111. yang terdiri dari pembayaran klaim kecelakaan dan penyakit sebesar Rp. gangguan kesehatan. dan news-emerging disease termasuk penyakit akibat kerja sebagai dampak dari berbagai bahaya potensial di tempat kerja.35%) dan 43.2 juta kematian setiap tahun adalah disebabkan oleh bahan-bahan kimia karsinogenik. 292. Menurut profil masalah kesehatan pekerja di Indonesia tahun 2005 diketahui 40. sebagian besar dari jumlah tersebut bekerja di sektor informal (56. perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. 8% kardiovaskuler. penyakit infeksi seperti HIV/AIDS.10%. Di masa depan. dan kanker paru-paru. 565 Milliar. 16% hearing loss.59 % dari seluruh pekerja di Indonesia. Seperti dalam perdagangan dunia yang mensyaratkan perusahan telah mendapat sertifikat ISO 14000 (Lingkungan) dan OSHAS 18001 (Kesehatan dan Keselamatan kerja). penyakit degeneratif.9 Milliar. Meskipun demikian.1 Milliar dan klaim kematian kepada anggota aktifnya sebesar Rp. PT Jamsostek (2008) yang memiliki anggota sebesar 26. dan kematian akibat kerja. 3% gangguan saluran pernapasan. Saat ini. dan pekerja karena merupakan salah satu pra syarat dalam hubungan ekonomi antar negara. akan mengeluarkan biaya yang cukup besar. dan kematian akibat kerja. gangguan kesehatan. mengingat pertumbuhan dan perkembangan industri berteknologi maju berlangsung sangat pesat. beban pekerja semakin berat. 8% luka-luka dan 2% leukemia. Akses ke pelayanan kesehatan masih terbilang rendah bagi sebagian besar pekerja. pengusaha. 9% infeksi trachea. Keluhan tersebut antara lain 16% musculo-skeletal disorders. ILO memperkirakan bahwa cakupan layanan kesehatan kerja untuk keseluruhan tenaga kerja di Negara berkembang hanya mencapai sekitar 5% . Dampak positif adalah tersedianya lapangan kerja. bronkus. 13% COPD. 11% asma. khususnya di Negara-negara berkembang. 6% gangguan syaraf. kebisingan.3% gangguan kulit. tingkat cakupan layanan kesehatan kerja telah mengalami sedikit perubahan pada beberapa dekade terakhkir.

Padahal, meskipun di Negara berkembang, dengan sedikit pengecualian, cakupan yang seharusnya adalah 20% - 50%. (Regional Framework for Action for Occupational Health 2006-2010, WHO 2006) Dengan berbagai masalah yang terjadi dan tantangan yang dihadapi, maka perlu dilakukan peningkatan Upaya Kesehatan Kerja melalui penguatan program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas dan tempat kerja serta peningkatan kualitas SDM maupun dalam pelayanan kesehatan kerja.

B.

Tujuan Menurunnya angka kesakitan, kecelakaan dan penyakit akibat kerja sehingga pekerja dapat terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan sehingga pekerja sehat dan produktif.

C.

Tujuan Khusus 1. Meningkatkan cakupan Puskesmas di daerah industri yang melaksanakan Upaya Kesehatan Kerja menjadi 60% pada tahun 2009. 2. Meningkatkan cakupan tempat kerja (formal) yang menerapkan Kesehatan Kerja menjadi 50% pada tahun 2009.

2

D.

Sasaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengelola Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota Penanggung Jawab kesehatan Kerja di Tempat Kerja Sarana Kesehatan Puskesmas Kawasan Industri dan Klinik Perusahaan Lintas Sektor dan Lintas Program Masyarakat Pekerja Praktisi dan LSM

E.

Kegiatan-Kegiatan 1. Peningkatan Kapasitas/Pelatihan SDM Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/ Kota dan Puskesmas. a. Tujuan Meningkatnya kemampuan tenaga kesehatan kerja baik di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam melaksanakan upaya kesehatan kerja. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota, dan Puskesmas. Untuk pelatihan Dokter dalam Diagnosis PAK sasarannya adalah Dokter Puskesmas, Dokter Rumah Sakit. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Peningkatan Kapasitas SDM Kesehatan Kerja di Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Propinsi meliputi : 1) Orientasi Kesehatan Kerja Bagi Petugas dan Kepala Puskesmas di Kawasan/Sentra Industri 2) Pelatihan Petugas Kesehatan Kaupaten/Kota 3) Pelatihan Teknis Kesehatan Kerja bagi PetugasKabupaten/Kota dan Puskesmas. 4) Pelatihan Dokter dalam Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK). 5) Pelatihan tanggap darurat (emergency respons) di tempat kerja d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan dapat dipakai untuk membiayai honor pengarah kegiatan. 2) Belanja Bahan meliputi ATK: dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan, belanja bahan meliputi ATK : dapat dipakai untuk pembelian alat tulis kantor yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan. 3) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk rapat persiapan di Propinsi.. 4) Belanja Jasa Lainnya dipakai untuk membiayai rapat persiapan di daerah dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. 5) Belanja Perjalanan Lainnya : dipakai untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber Propinsi/Kabupaten/Kota, panitia dan peserta. e. Laporan Kegiatan

2.

Pengembangan Jejaring, Kelembagaan dan organisasi Kesehatan Kerja 2.a Pemberdayaan Klinik Perusahaan (Pelatihan Peningkatan Petugas Klinik Perusahaan, sosialisasi sistim pelaporan, mapping kelompok kerja dan klinik perusahaan) a. Tujuan Diperolehnya mekanisme kerjasama, jejaring dalam pelayanan kesehatan kerja antara Klinik Perusahaan, Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

3

b.

c.

d.

e.

Sasaran Sasaran dalam Pemberdayaan Klinik perusahaan adalah : 1) Dinas Kesehatan Propinsi (PJ. Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 2) Dinas kesehatan Kabupaten/Kota (Kesehatan Kerja dan Subdin Yankes). 3) Puskesmas yang mempunyai Klinik Perusahaan di wilayah kerjanya. 4) Klinik Perusahaan. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam Pemberdayaan Klinik Perusahaan adalah sebagai berikut: 1) Pertemuan Tingkat Propinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk Identifikasi Klinik Perusahaan yang ada di Kabupaten/Kota dan membahas tentang pembinaan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta permasalahan dan hambatan yang ditemui (kerjasama dengan subdin Yankes). 2) Pertemuan Sinkronisasi di Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota dengan Klinik Perusahaan, manajemen perusahaan, dan Puskesmas serta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang mempunyai klinik perusahaan di wilayah kerjanya (kerjasama dengan Subdin Yankes) 3) Sosialisasi sistim pelaporan,maping kelompok kerja dan klinik perusahaan. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan, digunakan untuk membiayai kelengkapan ATK kegiatan dan penggandaan/fotokopi bahan-bahan pelatihan. 2) Belanja Barang Non Operasional Lainnya, digunakan untuk membiayai rapat persiapan di Propinsi. 3) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya, digunakan untuk membiayai transport lokal pertemuan tingkat Propinsi dalam rangka mengidentifikasi klinik perusahaan, dan pertemuan sinkronisasi di tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan bagi narasumber pusat, narasumber daerah, panitia dan peserta. Laporan Kegiatan

2.b. Pemberdayaan Masyarakat Pekerja Untuk mendukung Desa Siaga a. Tujuan Meningkatnya kesadaran masyarakat pekerja untuk hidup sehat melalui pelatihan petugas kesehatan di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas serta kader Pos UKK untuk mendukung Desa Siaga. b. Sasaran Kabupaten/Kota, Puskesmas dan Kader. c. Lingkup Kegiatan 1) Survey Mawas Diri (SMD) 2) Advokasi/Sosialisasi lintas sektor Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan masyarakat pekerja untuk mendukung Desa Siaga 3) Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 4) Pelatihan Tingkat Kabupaten/Kota untuk Petugas Puskesmas 3) Pelatihan Kader 5) Intervensi (stimulan) 6) Pembinaan d. Penggunaan Dana Dana yang ada digunakan untuk melaksanakan pelatihan petugas Kabupaten/Kota, Puskesmas dan kader. Adapun Jenis Belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Sewa, Barang Non-Opersaional Lainnya dan Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. e. Laporan Kegiatan

4

2. c Pengembangan Model Pelayanan Kesehatan kerja (Spesifik Daerah) a. Tujuan Meningkatnya kualitas upaya kesehatan pada pekerja sesuai dengan spesifik daerah (daerah industri, atau kelompok pekerja tertentu). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan 1) Pertemuan Sosialisasi K3 dan Pelayanan Kesehatan Kerja Pos UKK di tempat kerja 2) Fasilitasi/Pembinaan dan evaluasi Puskesmas pada kawasan/sentra industri 3) Pemberian stimulan/intervensi untuk Puskesmas Percontohan. 4) Pengembangan SIM Kesehatan Kerja 5) Pengukuran tingkat paparan pestisida 6) Validasi data program kesehatan kerja di Perusahaan 7) Peningkatan kapasitas RR Puskesmas dan kab/kota dalam pengelolaan data kesehatan kerja d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan 2.d. Pengembangan Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM) a. Tujuan Tersedianya informasi yang mendukung pembentukan dan pengembangan BKKM. b. Sasaran Penanggungjawab Program Kesehatan Kerja di Propinsi, Kabupaten/Kota dan BKKM c. Lingkup Kegiatan - Pengkajian lapangan untuk BKKM - Peningkatan kapasitas SDM BKKM - Seminar hasil survei di 2 kab/kota - Pertemuan dalam rangka sistim pencatatan dan pelaporan kesehatan kerja bagi 3 BKKM dan Puskesmas d. Penggunaan Dana 1) Belanja Bahan digunakan untuk mebiayai ATK dan fotokopi kegiatan. 2) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk mebiayai trasnport, uang harian dan biaya penginapan petugas. e. Laporan Kegiatan 2.e. Mendukung Pembentukan Kab/Kota Percontohan a. Tujuan Mendukung terselenggaranya Kesehatan Kerja Paripurna di Kab/Kota Percontohan b. Sasaran Kabupaten/Kota Percontohan, Sarana Kesehatan, Dan Tempat Kerja c. Lingkup Kegiatan Koordinasi dan pengorganisasian Kesehatan Kerja di Tingkat administrasi 1) Pembentukan Forum Komunikasi 2) Rapat Lintas sektor lintas program d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya. e. Laporan Kegiatan

5

2.f. Forum Komunikasi/koordinasi/sinkronisasi kesehatan kerja Lintas Sektor a. Tujuan 1) Tersusunnya Kesepakatan dan Rencana Kerja oleh seluruh lintas sektor terkait. 2) Tersosialisasi program dan kegiatan kesehatan kerja b. Sasaran Lintas sektor yang terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Pemda, Dinas pertanian, Dinas Perikanan dan lain-lain. c. Lingkup Kegiatan 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Pelaksanaan Forum Koordinasi 3) Laporan pelaksanaan d. Penggunaan Dana Dana yang tersedia meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan, Belanja Bahan, Belanja Barang Non Operasional Lainnya, Belanja Jasa Profesi dan Belanja Perjalanan Lainnya e. Laporan Kegiatan

3.

Penyusunan data dan informasi kesehatan kerja 3.1. Survei Cepat/Pemetaan Data Kesehatan Kerja/Risk Assesment di Puskesmas, Kabupaten/ Kota dan Propinsi a. Tujuan Tersedianya data tentang kondisi kesehatan pada pekerja di wilayah kerja (Puskesmas, Kabupaten/Kota, dan Propinsi). b. Sasaran Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. c. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan dalam survei cepat meliputi tahapan sebagai berikut : 1) Rapat Persiapan 2) Penjajagan Lapangan 3) Pelatihan Pewawancara 4) Uji Coba Kuesioner 5) Pengumpulan Data 6) Seminar Hasil d. Penggunaan Dana 1) Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan digunakan untuk membiayai tenaga peneliti, pengumpul dan pengolah data. 2) Belanja Bahan digunakan untuk membiayai ATK, fotokopi, dan konsumsi. 3) Belanja Jasa Profesi digunakan untuk membiayai pengajar, pembicara dan moderator. 4) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya digunakan untuk transport, uang harian dan biaya penginapan petugas penjajagan lapangan, pelatihan pewawancara, uji coba kuesioner dan pengumpul data serta seminar hasil. e. Laporan Kegiatan

4. Koordinasi, Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Kerja & Pembinaan ke Kabupaten/Kota dan konsultasi ke pusat a. Tujuan Tersusunnya rencana kerja program kesehatan kerja di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta dengan lintas sektor dan lintas program secara terpadu dan berkesinambungan. b. Sasaran Pusat, Propinsi, dan Kabupaten/Kota. c. Lingkup Kegiatan

6

Laporan Kegiatan 5. Belanja Bahan. Adapun jenis belanja yang digunakan meliputi: Belanja Uang Honor Yang terkait dengan output kegiatan/Belanja Jasa Profesi. yang kegiatannya meliputi : 1) Rapat Persiapan 2) Pertemuan Perencanaan 3) Bimbingan teknis 4) Mengikuti pertemuan Konsultasi Regional 5) Pertemuan Evaluasi 6) Konsultasi ke Pusat 7) Penyusunan RKKAL Penggunaan Dana Dana yang tersedia digunakan untuk kegiatan perencanaan. Kegiatan koordinasi. Penunjang Operasional Kegiatan di Propinsi o o o o o o o o Administrasi Kegiatan Belanja Uang Honor yang terkait dengan output kegiatan Honor Pejabat Pembuat Komitmen Honor Bendahara/Pemegang Uang Muka Kerja Honor Staf Administrasi Belanja Bahan (ATK dan Fotokopi) Belanja Perjalanan Dinas Lainnya.d. pembinaan dan evaluasi program. e. perencanaan dan evaluasi dilaksanakan di tingkat Propinsi Koordinasi perencanaan dan evaluasi di Pusat dan di Propinsi. Belanja Perjalanan Dinas Lainnya. koordinasi. Pencetakan/penggandaan buku pedoman kesehatan kerja 7 .

2. C. APBD dan sumber-sumber lain yang tidak mengikat.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. SASARAN Cakupan balita yang ditimbang menjadi 75 % Cakupan bayi dan balita dapat kapsul vitamin A menjadi 80% Cakupan ibu hamil dapat tablet Fe 90 tablet menjadi 60% Cakupan bayi umur 6 bulan dapat ASI secara eksklusif menjadi 63% Cakupan balita BGM umur 6-24 bulan GAKIN dapat MP-ASI menjadi 100 % Cakupan balita gizi buruk dapat perawatan menjadi 100 % Persentase desa dengan garam beryodium baik 65% Cakupan kabupaten/kota melaksanakan surveilans gizi (PWS. Ada 4 (empat) strategi utama untuk mencapai Kadarzi yaitu: (1). Meningkatkan pembiayaan kesehatan. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana Anggaran Program Perbaikan Gizi Masyarakat di tingkat provinsi 2) 1 . tidak ada kasus kretin baru dan tidak ada kasus xeroftalmia pada balita. Meningkatkan sistem surveilans. SKD-KLB. bayi dan balita. monitoring dan informasi kesehatan. B. TUJUAN Meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat pada ibu hamil.BAB VI KEGIATAN BINA GIZI MASYARAKAT A. (2). dan SKPG) menjadi 100 % 1. (4). Pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat di daerah mengacu pada Undang-undang no. Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya pada tahun 2010. 3. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen program dari aspek administratif. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas. 5. D. Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan dan Sistem Penyelenggaraan Keuangan Negara. maka didalam dokumen Rencana Strategi Departemen Kesehatan 2006-2010. (3). 4. PSG. serta kelompok usia produktif. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan no. 7. LATAR BELAKANG Program perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ditandai dengan menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 20%. Sumber dana untuk pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat diperoleh dari APBN. 6. upaya perbaikan gizi diarahkan pada pencapaian sasaran antara yaitu seluruh Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). LINGKUP KEGIATAN PROGRAM PERBAIKAN GIZI a.

Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat provinsi Penggunaan Anggaran Anggaran Konsultasi digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. penggandaan dokumen. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Provinsi ke Pusat 1) Tujuan Tujuan kegiatan konsultasi Program adalah untuk menyelaraskan antara kebijakan program perbaikan gizi masyarakat dari Pusat dengan kesiapan Daerah dalam pelaksanaan program. pengajar. dan komunikasi cepat. c) Pemeliharaan dan kelengkapan komputer d) Belanja Bahan Alat Tulis Kantor (ATK). yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi b) Biaya Penginapan c) Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. f) Biaya sewa gedung pertemuan. b) Penanggungjawab dan pelaksana program gizi melaporkan realisasi keuangan kegiatan program perbaikan gizi ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui email www. Hasil Konsultasi. Penandatangan SPM. diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Pelaksana Penanggungjawab dan Pelaksana program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota Penggunaan Anggaran Anggaran konsultasi ini digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. Bendahara Pengeluaran. e) Biaya Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa. dll. 2) 3) 2 . pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta. 2) 3) 4) c. yang diperuntukkan: a) Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen. panitia. dan Rencana Tindak-Lanjut.3) Penggunaan Anggaran Anggaran Administrasi Kegiatan digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta. dan kelengkapan peserta e) Dokumentasi. Penguji SPP. PUMK. panitia. f) Biaya Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Laporan Kegiatan a) Laporan Hasil Kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. surat-menyurat. narasumber. panitia.net 4) b. Tujuan. narasumber) d) Biaya ATK. fotokopi. pengajar. dan Staf Pelaksana b) Biaya fotokopi. publikasi/spanduk.info@gizi. Konsultasi Program Perbaikan Gizi Kabupaten/Kota ke Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan kebijakan program perbaikan gizi masyarakat antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota sehingga menjadi lebih harmonis. narasumber) c) Uang Harian (peserta.

dll. pengajar. Peserta Peserta pertemuan ini meliputi penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Provinsi. Pertemuan Perencanaan. dikirimkan kepada Kadinkes Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Kadinkes Provinsi.4) Laporan Kegiatan Laporan Hasil Konsultasi dibuat dengan memuat : Tanggal. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. d. dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil pertemuan nasional. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. dan Rencana Tindak-Lanjut. Biaya Penginapan (peserta. Biaya ATK. dan biaya makalah. 7. Narasumber. pengajar) 2. sesuai dengan Kerangka Acuan. Biaya Transportasi (peserta. Kursus Penyegaran Ilmu Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kapasitas dan pengetahuan gizi mutakhir bagi ahli gizi di tingkat provinsi. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Pemantapan dan Evaluasi Program Perbaikan Gizi di Provinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan manajemen pengelolaan program perbaikan gizi masyarakat di provinsi dan kabupaten/kota. narasumber) 4. Biaya Penginapan 3. disertai Rencana Tindak-Lanjut. Peserta Peserta pertemuan ini terdiri dari penanggungjawab dan pelaksana program gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. unsur lintas program dan lintas sektor terkait gizi sesuai dengan kebutuhan daerah. 2) 3) 4) e. Uang Harian (peserta. panitia. sesuai dengan Kerangka Acuan. 5. Biaya Transportasi 2. panitia. Biaya sewa gedung pertemuan. fotokopi. 2) 3) 4) f. Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Dokumentasi. Hasil Konsultasi. publikasi/spanduk. serta unsur lintas sektor terkait sesuai dengan kebutuhan daerah. narasumber) 3. Pertemuan Evaluasi Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Evaluasi kinerja dan pencapaian target sasaran program perbaikan gizi secara nasional. Honorarium Pengajar. dan kelengkapan peserta 6. Tujuan. narasumber. panitia. unsur lintas program. pengajar. 3 .

Sosialisasi Respon Cepat dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meyelaraskan kebijakan daerah dalam mendukung program perbaikan gizi masyarakat. Pengelola program gizi kabupaten/kota b. Peningkatan Kapasitas Dalam Deteksi Dini Kasus Kurang Gizi 1) Tujuan Tujuan kegiatan adalah ditemukannya kasus kurang gizi dengan faktor penyebab timbulnya masalah. dll. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh Pemerintah. h. Petugas gizi Puskesmas 2) 4 . dan kelengkapan peserta f) Biaya dokumentasi. disertai Rencana Tindak-Lanjut. Narasumber. pengajar. panitia. Sasaran Lembaga legislatif daerah. Penggunaan Anggaran Anggaran yang tersedia diperuntukkan: 1. publikasi/spanduk. 3) 4) g. Uang Harian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. Biaya Penginapan 3.2) Pelaksana Penanggungjawab/pelaksana program gizi dan ahli gizi dan organisasi profesi gizi (PERSAGI) di Provinsi. dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan. g) Biaya sewa gedung pertemuan. sesuai dengan Kerangka Acuan. narasumber) c) Uang Harian (peserta. sehingga menjadi lebih terarah. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan dibuat dengan mengikuti format yang lazim dipakai. pengajar. Biaya Transportasi 2. e) Biaya ATK. dan biaya makalah. fotokopi. antara Dinas Kesehatan dengan Dinas terkait lainnya serta pemerintah daerah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Provinsi atau Kabupaten/Kota. panitia. pengajar) b) Biaya Penginapan (peserta. narasumber) d) Honorarium Pengajar. sesuai dengan Kerangka Acuan. pimpinan instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terkait sebagai pendukung program perbaikan gizi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. panitia. disertai Rencana Tindak-Lanjut hasil kursus penyegar ilmu gizi nasional. serta menindak lanjuti melalui koordinasi dengan program terkait oleh pengelola program perbaikan gizi di kabupaten/kota dan Puskesmas Pelaksana a. narasumber. yang diperuntukkan: a) Biaya Transportasi (peserta.

Transport peserta. Konsumsi c. Laporan pelaksanaan pelatihan deteksi dini kasus kurang gizi b. dan pengajar b.Uang harian . honor panitia. fotocopy. Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit (dokter.3) Penggunaan Dana a. perawat/bidan) b. dan konsumsi c.Honor makalah. 2) Sasaran a. Peserta a. Panitia dan pengajar b. 3) 4) j. dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) .Honor makalah.Uang penginapan Laporan Kegiatan Dokumen laporan pertemuan. Foto Copy. Petugas gizi Puskesmas Penggunaan Dana a. meliputi : . Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota Penggunaan dana 2) 3) 5 . Belanja perjalanan lainnya . meliputi : . transport lokal pengajar. Ada data kasus kurang gizi yang diketemukan 4) i.Uang penginapan Laporan Kegiatan a. 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi rumah sakit dalam pelayanan anak gizi buruk sesuai standar. Belanja bahan : Bahan ATK. ahli gizi.Uang harian . Belanja bahan : Bahan ATK. dan transport lokal panitia (sesuai dengan daerah masing-masing) . Belanja perjalanan lainnya . transport lokal pengajar. Peningkatan Kapasitas Tatalaksana Gizi Buruk bagi Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit.Transport peserta. Belanja uang honor tidak tetap. Belanja uang honor tidak tetap. Pengelola program gizi kabupaten/kota b. Peningkatan Kapasitas Kabupaten/Kota/Puskesmas 1) Pengelola Program Perbaikan Gizi Tujuan Meningkatkan kapasitas teknis dan administrasi pengelola program perbaikan gizi di Kabupaten/Kota/Puskesmas.

Laporan monitoring pasca pelatihan 2) 3) 4) 6 . Sewa ruangan. Perjalanan : Transport peserta/panitia. Biaya penginapan Lain-lain : Surat menyurat. Peningkatan Kapasitas Tim Asuhan Gizi Puskesmas Dalam Rangka Penanganan Gizi Buruk 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim asuhan gizi Puskesmas dalam pelayanan kasus gizi buruk Peserta . perawat/bidan) . Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan . Bahan praktek. Uang harian. Sewa ruangan. 3. Laporan Kegiatan . peserta/panitia. Home economic set.Pengelola program gizi Dinkes Kabupaten/Kota .Tenaga Gizi Puskesmas Penggunaan dana 1. Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer.Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan tatalaksana gizi buruk di Rumah Sakit. Lain-lain : Surat menyurat. Peserta . 1) Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim Konselor ASI. foto copy. foto copy. Sewa kendaraan roda empat. Uang harian. Sewa kendaraan roda empat. Peningkatan Kapasitas Konselor Menyusui. k. l. Biaya penginapan 4. Perjalanan : Transport narasumber.Tim asuhan gizi Puskesmas (dokter. Bahan praktek.Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tim asuhan gizi Puskesmas dalam rangka penanganan gizi buruk . bahan kontak. Belanja bahan meliputi bahan ATK dan komputer. Uang harian.Laporan kegiatan peningkatan kapasitas tatalaksana gizi buruk tim asuhan gizi di RS. Sewa kendaraan.a) b) c) d) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia. Biaya penginapan d) Lain-lain : Surat menyurat. Bahan praktek. Laporan monitoring paska pelatihan untuk mengetahui pelaksanaan konseling ASI di RS dan Puskesmas. .Pengelola program gizi Dinkes Kab/Kota Penggunaan dana a) Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia b) Belanja bahan meliputi Bahan ATK dan komputer c) Perjalanan : Transport peserta/panitia. Belanja honor tidak tetap meliputi Honor pengajar dan Honor panitia. home economic set. foto copy. 2) 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan kegiatan peningkatan kapasitas konselor ASI. 2. ahli gizi.

Pemantauan status gizi (PSG-KADARZI) 1) Tujuan Terlaksananya PSG-Kadarzi dan tersedianya informasi status gizi balita dan norma keluarga sadar gizi (KADARZI) secara berkala. 4) o. Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana program gizi kabupaten/kota 2) 7 .m. Uang penginapan Laporan Kegiatan a. d) Foto copy. Pelaksana • Penanggung jawab dan pelaksana program perbaikan gizi Provinsi dan Kabupaten/Kota • Petugas gizi Puskesmas 2) Pelaksanaan PSG : Pelaksanaan kegiatan Pemantauan Status Gizi dan KADARZI harus mengacu pada petunjuk teknis Pemantauan Status Gizi dan KADARZI yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Gizi Masyarakat tahun 2009 3) Penggunaan dana a) Biaya transport pengambilan sampel b) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia). Pemantauan dan Pembinaan dana Bantuan Sosial Gizi ke Kabupaten/Kota 1) Tujuan Meningkatkan kinerja Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan dana bantuan sosial program gizi (Operasional Posyandu. pengiriman dan penyimpanan susu cair dan dukungan operasaional pengelola bansos Kabupaten/Kota) . ATK dan penggandaan formulir PSG e) Biaya entry data Laporan Kegiatan Laporan hasil pelaksanaan PSG KADARZI dikirim ke Direktorat Bina Gizi Masyarakat melalui Pos dan email ke www.info@gizi. tepat dan akurat. Pemantauan dan Pembinaan Program Perbaikan Gizi 1) Tujuan Meningkatkan kinerja pengelola program perbaikan gizi di tingkat kabupaten/kota melalui pembinaan teknis dan evaluasi pelaksanaan program gizi Sasaran Pelaksana dan penanggung jawab program perbaikan gizi di kabupaten/kota Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport. Pengiriman dan penyimpanan MP-ASI. cepat.net . Laporan kegiatan Bintek .Laporan evaluasi hasil bintek sebagai bahan perencanaan program 2) 3) 4) n. Uang harian. c) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penerbitan Majalah/Buletin gizi 1) Tujuan Tersedianya media informasi dan komunikasi tentang perkembangan program gizi untuk berbagai kalangan. kegiatan dan hambatan/masalah Bansos 4) p. 2) 3) 4) 8 .Honor sekretariat b) Belanja bahan : Bahan ATK. Uang penginapan Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan Bintek bantuan sosial b) Laporan evaluasi hasil bintek bantuan sosial sebagai bahan perencanaan program c) Laporan tahunan pelaksanaan bansos Kabupaten/Kota meliputi laporan keuangan. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan pelacakan kasus.3) Penggunaan dana Belanja perjalanan : Transport. Pelacakan Kasus Gizi Buruk di Wilayah Kerja Puskesmas 1) Tujuan Menemukan dan mengidentifikasi secara dini kasus gizi buruk dalam rangka menetapkan pemberian intervensi bagi penderita secara tepat dan cepat Pelaksana a) Penanggung jawab dan pelaksana program gizi Kabupaten/Kota b) Petugas gizi Puskesmas Penggunaan dana a) Biaya transportasi : disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kondisi setempat (disesuaikan dengan MAK yang tersedia). Uang harian. komputer. foto copy dan penggandaan bulletin JIPG.Honor tim teknis . c) Belanja jasa profesi : honor penulis buletin Laporan Kegiatan a) Laporan kegiatan penerbitan majalah/buletin 2) 3) 4) q. Pelaksana a) Pelaku dan pemerhati masalah gizi b) Lintas sektor dan lintas program terkait dengan program gizi Penggunaan dana a) Belanja uang honor tidak tetap : . b) Uang Harian dan uang penginapan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Anak. yang kinerjanya diukur dari indikator-indikator dari MDG’s. dengan pagu untuk keseluruhan 9 provinsi sejumlah Rp. Tujuan Meningkatkan status kesehatan masyarakat di lokasi proyek.00. Meningkatkan kapasitas Depkes dan BKKBN dlm mendukung pemerintah daerah dlm penyelenggaraan pelayanan kesehatan C.585. A. Wilayah kerja proyek meliputi 90 kabupaten/kota yang berada di 9 provinsi (Sumatera Selatan. Kualitas dan Sustainabilitas Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Daerah 3. dalam pelaksanaan Model Operasional Desa Siaga Dukungan sektor swasta bekerjasama dengan masyarakat untuk pencapaian target MDG’s 3. bayi. telah menerima pinjaman dari ADB untuk membiayai proyek DHS2 dan sejak 29 Maret 2005 proyek dinyatakan efektif serta akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Bangka Belitung. Sulawesi Barat.000. Meningkatkan kapasitas daerah dalam menjamin kualitas pelayanan kesehatan dan KB 2.69. Bayi.000. dan dana APBN sebesar Rp. dengan pengaturan penggunaan berdasarkan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Depkeu yang diterbitkan untuk kepentingan tersebut. Pada tahun anggaran 2009 kegiatan ini merupakan tahun ke 5. Komponen II: Pemberdayaan masyarakat. Komponen III: Revitalisasi Program KB 4. 96. Gorontalo. Komponen kegiatan 1. dan Kelompok Miskin.937. Komponen IV: Peningkatan kapasitas kabupaten/kota dalam desentralisasi . dan Nusa Tenggara Tumur). yang dibiayai dari dana pinjaman ADB sebesar Rp. anak-anak dan keluarga miskin. KEGIATAN DHS-2 Latar Belakang Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan.26. 2075-INO) dan dana APBN (RMP dan RM). melalui peningkatan pelayanan dasar (PHC).BAB VII KEGIATAN PROYEK PHLN I.000.00.674. B. Sulawesi Selatan. Kalimantan Tengah. Secara khusus Proyek bertujuan: 1.621.522. difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan Ibu.946. Pembiayaan dari kegiatan ini berasal dari dana pinjaman ADB (Loan 2074. yang diukur dengan indikator kesehatan terkait dengan MDGs. Nusa Tenggara Barat. Komponen I: Penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak 2. Proyek ini akan membantu meningkatkan status kesehatan masyarakat pada lokasi proyek. Meningkatkan Pemerataan. Kalimantan Selatan.00. dengan memberikan penekanan pada kebutuhan wanita.

satu eksemplar dikirim ke Sekretariat Proyek Pusat untuk dikompilasi bersama laporan dari Propinsi lainnya. Honorarium yang terkait dengan output kegiatan. Biaya perjalanan: transport. Biaya jasa listrik. Komponen V: Peningkatan peranan pusat untuk mendukung desentralisasi pelayanan kesehatan D. biaya menginap. Pendidikan dan Pelatihan Teknis (0012) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan/ kemampuan/ ketrampilan para tenaga kesehatan. sesuai dengan tugas dan fungsinya. penggandaan. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) d) Biaya bahan: ATK. Laporan Kegiatan Laporan kegiatan segera disampaikan kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh Panitia Pelaksana Pelatihan. 2) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota. fotokopi. Administrasi Kegiatan (0002) 1) Tujuan Tujuan administrasi kegiatan adalah untuk terlaksana dan lancarnya Pengelolaan Proyek DHS2. Biaya lain-lain: konsumsi. onitoring dan evaluasi Proyek DHS2 di Kab/Kota Se Kalimantan Selatan. mempercepat jalannya komunikasi. 2) Sasaran Penanggung jawab dan pelaksana kegiatan DHS-II ADB di tingkat provinsi dan kabupaten /kota.5. Laporan Kegiatan Laporan hasil kegiatan dibuat secara periodik yang sudah termasuk dalam laporan SAI. uang harian. 3) Penggunaan Anggaran a) b) c) 4) Honorarium yang terkait dengan operasional Satker. supply komputer Biaya honor narasumber/pengajar/instruktur. 2 . Kegiatan-kegiatan a. b. d. tersedianya sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2.

2) Sinkronisasi Kegiatan Proyek Tahun 2009 & Perencanaan Tahun 2010 a) Tujuan Memberikan penjelasan dan pemahaman kepada kabupaten tentang program dan kegiatan di provinsi. keompok potensial c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan:ATK. dan tindak lanjut. dokumen penyajian. proses kegiatan. komunikasi cepat. realisasi pembiayaan. pelaporan. dan tindak lanjut. uang harian. penggandaan & pelaporan. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. pelaporan. dan kelompok potensial. b) Sasaran Sekretariat proyek tk. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dll Biaya perjalanan: transport. Provinsi. TP-PKK. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. TP-PKK. proses kegiatan. realisasi pembiayaan. dokumen penyajian. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. 3 . TRT c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. jadwal. b) Sasaran Masyarakat. dan tindak lanjut. realisasi pembiayaan.c. lembaga sosial desa. dokumen penyajian. 3) Sosialisasi Model Operasional Desa Siaga a) Tujuan Menumbuhkan kemitraan dan partisipasi aktif masyarakat. guna mewujudkan desa siaga. jadwal. sektoral. dll Biaya sewa: gedung Biaya perjalanan: transport. konsumsi. komputer suplly. lembaga sosial desa. spanduk. proses kegiatan. sektoral. kabupaten/kota. jadwal. fotocopy. Penyusunan Program & Rencana Kerja/Teknis/Program (0051) 1) Rapat Koordinasi Dewan Kesehatan Kab/Kota a) Tujuan Untuk mendapat masukan dari kab/kota tentang pembiayaan kesehatan di daerah masing – masing b) Sasaran Anggota Dewan Kesehatan Kabupaten/Kota c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. uang penginapan.

komputer suplly. 5) Konsinyasi Review Annual Plan tahun 2010 (TRT & PPIU) a) Tujuan Menyusun annual plan tahun 2010 b) Sasaran Anggota TRT dan Sekretariat Proyek Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. uang harian. proses kegiatan. realisasi pembiayaan. dll 4 . dan tindak lanjut. b) Sasaran Tenaga kesehatan yang bertugas dibidang terkait. jadwal. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. proses kegiatan. penggandaan. dokumen penyajian. fotocopy. pelaporan. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. dll Biaya perjalanan: transport. spanduk.4) Pertemuan Evaluasi Akhir Tahun Proyek a) Tujuan Mengevaluasi dan membahas masalah dan kendala kegiatan Proyek dan jalan kelaurnya. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. jadwal. dan tindak lanjut. 7) Pertemuan Koordinasi LP/LS di Kabupaten a) Tujuan Meningkatkan koordinasi antar lintas program/lintas sektor di tk. Kabupaten/ kota b) Sasaran Lembaga/instansi LP/LS. komputer supply. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. b) Sasaran Pelaksana kegiatan proyek. dll Biaya perjalanan: transport. uang penginapan. dokumen penyajian. uang harian. komunikasi cepat. uang harian. jadwal. dll Biaya perjalanan: transport. proses kegiatan. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. dokumen penyajian. komputer suplly. realisasi pembiayaan. uang penginapan. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. dan tindak lanjut. 6) Pertemuan Antenatal Care Integrasi a) Tujuan Meningkatkan pemahaman mengenai program ACT kepada pemegang program terkait. dokumentasi & pelaporan. realisasi pembiayaan. pelaporan. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. komputer suplly. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. pelaporan. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR.

uang harian. d) Laporan Kegiatan 8) Pengembangan DHA a) Tujuan Mengembangan kemampuan tenaga kesehatan dibidang penyusunan anggaran kesehatan daerah b) Sasaran Tenaga perencanaan di kabupaten/kota c) Penggunaan Anggaran Biaya lain-lain: penyusunan pelaporan. tunjangan buku & referensi. spanduk. tunjangan biaya hidup. uang harian. d. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. biaya praktek. meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan. biaya penginapan. d) 5 . dll Biaya perjalanan: transport. komunikasi cepat. dan tindak lanjut. dan menurunnya kejadian kematian ibu maternal dan kematian bayi b) Sasaran Dukun beranak/dukun bayi c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK Biaya honor Nara sumber Biaya lain-lain: Fotocopy. uang penginapan. proses kegiatan. transport & uang harian pada awal & akhir program. penggandaan. SPP. Bantuan Beasiswa (0079) a) Tujuan Tersedianya sumber daya manusia yang profesional dan dengan jumlah kwantity sesuai kebutuhan ketenagaan di Provinsi dan kabupaten/kota guna mempercepat terlaksananya pembangunan di bidang kesehatan di provinsi/kabupaten/kota b) Sasaran Tenaga kesehatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota. realisasi pembiayaan. jadwal.Biaya perjalanan: transport. biaya penginapan. dokumen penyajian. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. biaya riset. c) Penggunaan Anggaran Dana bantuan sosial diberikan untuk: ATK. biaya matrikulasi. transport lokal. dll Laporan Kegiatan Laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sesuai jadwal pendidikan (semester) kepada Kepala Dinas Provinsi selaku Manajer Proyek DHS-2 Provinsi oleh peserta tubel ybs. uang harian. d) Laporan Kegiatan 9) Pertemuan Kemitraan Bidan & Dukun a) Tujuan Meningkatkan mutu yankes ibu hamil. dokumentasi & pelaporan.

Kabupaten/Kota. biaya menginap. dalam rangka konsultasi ke provinsi dan supervise/bintek ke desa siaga. dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk. d) Laporan Kegiatan 6 . dan telepon. uang harian. Menyediakan sarana operasional pelaksanaan kegiatan Proyek DHS2 Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 Provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. konsultasi. d) Laporan Kegiatan 2) Sekretariat di kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2. fotokopi. Mempercepat jalannya komunikasi. Biaya langganan & jasa: listrik. surat menyurat. Biaya perjalanan: transport. Provinsi Biaya jasa lainnya: telepon/fax. dll Biaya jasa Konsultan: Honor Pengelola Proyek Tk. penyusunan laporan. biaya menginap. surat menyurat. 1) Kesekretariatan dan Kerja Sama Luar Negeri (0104) Sekretariat di provinsi a) Tujuan • • • • Melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan Proyek DHS2. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan. berlangganan fasilitas operasional internet. Biaya perjalanan: transport. kegiatan pelelangan.dokumentasi. Monitoring dan Evaluasi Proyek DHS2 di provinsi. penyusunan laporan. Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan secara periodik b) Sasaran Sekretariat Proyek DHS-2 kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. dalam rangka konsultasi ke Pusat dan supervisi ke kabupaten/kota. supply komputer Biaya operasional: Penggandaan. fotokopi.e.dokumentasi. uang harian.

d) Laporan Kegiatan 7 . konsumsi d) Laporan Kegiatan f. d) Laporan Kegiatan g.. Pembangunan Gedung (0164) a) b) c) Tujuan Mendirikan bangunan gedung sebagai tempat/ sarana pelayanan kesehatan Sasaran Terbangunnya bangunan gedung sebagai sarana kesehatan. Penggunaan Dana Biaya pembangunan sarana kesehatan. Survey kesehatan (0143) a) Tujuan Memperoleh lebih banyak jumlah penderita malaria yang terjaring di sarana kesehatan. dll Biaya operasional: bantuan uang saku peserta. b) Sasaran Masyarakat pada daerah endemis.3) Koordinasi DHC kabupaten/kota a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi DHC di kabupaten/kota b) Sasaran Anggota DHC kabupaten/kota c) Penggunaan Dana Biaya pertemuan d) Laporan Kegiatan 4) Koordinasi JHC & TRT provinsi a) Tujuan Melaksanakan pertemuan koordinasi antara JHC dengan TRT b) Sasaran Anggota JHC dan TRT provinsi c) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. c) Penggunaan Dana Biaya jasa lainnya untuk pelaksanaan survey.

dll. d) Laporan Kegiatan k. dan meja kursi setengah biro. komputer suplly. 8 .. uang harian. Pengadaan Alat Kedokteran. dll Biaya perjalanan : transport.h. spanduk Biaya operasional lain: penggandaan. bahan makanan. Biaya lain-lain: penyelenggaraan pertemuan. kelengkapan anak dan orangtua. Pengadaan Meubelair (0273) a) Tujuan Mengadakan meubelair untuk kelancaran administrasi dan operasional bagi sekretariat dan satker DHS-2 Provinsi. dengan melaksanakan tata laksana Gizi Buruk Bayi dan Balita. b) d) j. susu energy tinggi. b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan kesehatan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah. pelaporan. c) Penggunaan Dana: Biaya bahan: ATK. Biaya pembangunan untuk gedung dan peralatan. Kesehatan dan KB (0275) a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk dipergunakan di sarana pelayanan kesehatan. b) Sasaran Bayi dan balita yang menderita gizi buruk. d) Laporan Kegiatan i. Pelayanan kesehatan/perbaikan gizi ibu/anak & KB (0232) a) Tujuan Menyediakan sarana/fsilitas pelayanan penulihan gizi buruk bagi bayi dan balita. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan meubelair. Sasaran Tersedianya filling cabinet/ lemari arsip. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pendidikan (0274) a) Tujuan Melaksanakan pengadaan peralatan dimaksudkan untuk memberikan bantuan berupa peralatan pendidikan bagi tenaga-tenaga kesehatan yang dilatih di Bapelkes b) Sasaran Terselenggaranya mekanisme pengadaan peralatan pendidikan yang sesuai dengan rambu – rambu ADB dan ketentuan pemerintah c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pendidikan. uang penginapan.

c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan kesehatan d) l. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan peralatan pengolah data d) Laporan Kegiatan m. d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. Sehingga kegiatan maupun pelaporan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. d) n. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Angkutan Air (0294) a) Tujuan Agar mampu menjangkau daearah-daerah yang masih tergolong sangat terpencil sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta lebih optimal. Laporan Kegiatan Pengadaan Alat Pengolah Data (0277) a) Tujuan Untuk memenuhi sarana dan prasarana administrasi dan pelaporan baik oleh manajemen proyek maupun fasilitator desa siaga. b) Sasaran Terpenuhinya alat pengolah data dan alat penunjang lainya untuk sekretariat DHS2 maupun fasilitator desa siaga. hasil kerja panitia penerimaan. c) Penggunaan Dana Biaya pengadaan kendaraanroda 4. 9 . b) Sasaran Adanya kendaraan untuk menunjang jangkauan pelayanan kesehatan c) Penggunaan dana Biaya modal & peralatan mesin: Pengadaan kendaraan air. b) Sasaran Terdapatnya kendaraan roda 4 sebagai pendukung kelancaran akses pelayanan kesehatan daerah sulit / terpencil. Pengadaan Kendaraan Khusus (0291) a) Tujuan Untuk mendukung dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kesehatan terutama di daerah sulit atau terpencil.

dokumen penyajian. Pengembangan Sistem Informasi (0656) a) Tujuan Menyediakan jaringan utnuk pengembangan SIK. pelaporan. Workshop entry dan analisa data DHA a) Tujuan Memberikan kemampuan tentang tata cara entri dan analisa DHA b) Sasaran Petugas kesehatan tk. besarnya alokasi dan realisasi pembiayaan kesehatan. uang harian. realisasi pembiayaan. dan tindak lanjut. 3. uang harian. b) Sasaran Paket jaringan untuk mendukung SIK c) Penggunaan dana Biaya pengadaan paket jaringan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. dll Biaya lain-lain: Penggandaan. b) Sasaran Petugas kesehatan di tk. dokumen penyajian. jadwal. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. p. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal Biaya perjalanan: transport. hasil kerja panitia penerimaan. Provinsi. proses kegiatan. Sosialisasi kemitraan bidan dan dukun a) Tujuan Meningkatkan jalinan kemitraan bidan desa dan dukun bayi di wilayah kerjanya dalam pelaksanaan yankes ibu dan anak. kabupaten. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. jadwal. dan kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. b) Sasaran Bidan desa dan dukun bayi 10 . fotocopy. Sosialisasi konsep DHA a) Tujuan Mensosialisasikan kecukupan belanja kesehatan. kota c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK.o. Penyelenggaraan Sosialisasi/Workshop/Diseminasi/Seminar/Publikasi (0728) 1. Provinsi. realisasi pembiayaan. pelaporan. proses kegiatan. fotocopy. 2. dan tindak lanjut. komsumsi peserta lokal Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: transport. kabupaten.

proses kegiatan. Pertemuan Lintas Sektoral a) Tujuan Untuk mendapat dukungan dari lintas sektor demi terlaksananya tujuan proyek. uang penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Provinsi c) Penggunaan Anggaran Biaya operasional: fotocopy. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: uang harian peserta pertemuan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dan tindak lanjut. b) Sasaran Lintas sektor & program di tk. pelaporan. Biaya operasional: pelaporan. proses kegiatan. realisasi pembiayaan. q. penggandaan. komunikasi cepat. e) Sasaran Pelaksana program f) Penggunaan Dana Biaya bahan: ATK. uang harian. dll Biaya honor nara sumber Biaya perjalanan: transport. Monitoring dan Evaluasi (0967) d) Tujuan Melaksanakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program. komputer supply. realisasi pembiayaan. jadwal. uang harian. realisasi pembiayaan.c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. dokumen penyajian. komunikasi cepat. dan tindak lanjut. dll Biaya perjalanan: transport. 4. dokumen penyajian. g) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. dokumen penyajian. jadwal. dan tindak lanjut 11 . proses kegiatan. penggandaan. jadwal. dokumentasi & pelaporan. fotocopi.

dibidang teknis maupujn adiminisrasi. Pengadaan obat-obatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan obat-obatan untuk Poskesdes Operasional Desa Siaga. 3. c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan peralatan kesehatan d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan. 2. d) Laporan Kegiatan Dokumen laporan kegiatan yang dilengkapi dengan hasil kerja panitia pengadaan.. b) Sasaran SIKDA. b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga. b) Sasaran Bidan Desa yang bertugas di Model Operasional Desa Siaga... hasil kerja panitia penerimaan. c) Penggunaan dana Biaya pengadaan genset. hasil kerja panitia penerimaan. d) Laporan Kegiatan s. uang harian. berupa pembangkit tenaga listrik/genset. pelaporan Biaya operasional: konsumsi peserta lokal. panitia & nara sumber provinsi Biaya perjalanan: transport. dalam kegiatan Model b) Sasaran Poskesdes yang dibangun dalam rangka Model Operasional Desa Siaga c) Penggunaan Anggaran Biaya bantuan sosial untuk pengadaan obat-obatan. Pelatihan Bidan Desa a) Tujuan Untuk menambah ketrampilan Bidan Desa yang bertugas di Poskesdes Model Opeaional Desa SIaga. Dukungan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan (1035) 1.. uang penginapan 12 . c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. Pengadaan peralatan kesehatan untuk Poskesdes a) Tujuan Mengadakan peralatan kesehatan untuk Poskesdes dalam kegiatan Model Operasional Desa Siaga. fotocopy. Pengadaan Peralatan Penunjang Operasional (1008) a) Tujuan Menyediakan sarana kesehatan agar SIKDA berfungsi sesuai peruntukannya.r.

b) Sasaran Tenaga kesehatan di Puskesmas. dokumen penyajian. dan tindak lanjut u. panitia. Sosialisasi dan Koordinasi Upaya Kesehatan (1037) a) Tujuan Untuk mendapatkan dukungan dari stake-holder dalam mendukung pelaksanaan desa siaga. Rehabilitasi Gedung (1139) a) Tujuan Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan rehabilitasi sarana gedung kesehatan b) Sasaran Puskesmas dan RS yang perlu dilakukan rehabilitasi c) Penggunaan dana Biaya rehabilitasi untuk Puskesmas PONED dan RS d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center. bahan praktek Biaya honor pengarah. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. v. dan tindak lanjut. t. dll Biaya sewa: ruang pertemuan Biaya perjalanan: Transport. realisasi pembiayaan. . uang harian. komunikasi cepat. fasilitator 13 . jadwal. b) Sasaran Pemerintah Daerah c) Penggunaan dana Biaya bahan: ATK Biaya honor untuk nara sumber Biaya lain-lain: fotokopi.d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. proses kegiatan. tas peserta. proses kegiatan. dokumen penyajian. jadwal. Refreshing kapasitas Tim Feeding center Puskesmas a) Tujuan Menyiapkan tenag kesehatan lini terdepan agar mampu menangani permalahan gizi bagi bumil dan balita. penggandaan. biaya penginapan. spanduk. d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. realisasi pembiayaan. dokumentasi & pelaporan. Revitalisasi Puskesmas (4642) 1.

Sulawesi Selatan. dan tindak lanjut II. realisasi pembiayaan. Revitalisasi sarana/fasilitas Feeding Center a) Tujuan Meningkatkan pelayanan gizi di Puskesmas melalui panti pemulihan gizi/ feeding center. yang menuju pada hidup lebih produktif dan sehat. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. angka kesakitan dan kematian. A. b) Sasaran Paket feeding center c) Penggunaan Anggaran Biaya pengadaan paket feeding center d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan pengadaan paket feeding center. Suatu daftar dari kontribusi-kontribusi gizi untuk pencapaian “Millennium Development Goals” seperti pada Lampiran 1. Kalimantan Barat. termasuk akan terhindar dari biaya yang terkait dengan kehilangan kesadaran dan produktivitas rendah. Manfaat-manfaat proyek yang penting termasuk pengurangan gizi kurang diantara anakanak muda dan wanita. uang harian. proses kegiatan.48 juta anak balita dengan berat badan rendah dari 28% pada tahun 2005 menjadi di bawah 20% pada tahun 2009. biaya penginapan d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. Sumatera Selatan. Proyek diharapkan mempunyai suatu efek demontrasi. Operasional kegiatan a) Tujuan Meningkatkan status gizi bumil KEK dan balita kurang gizi b) Sasaran Terlaksananya operasional feeding center. termasuk kelurahan di 6 kota di 6 propinsi: Sumatera Utara. jadwal. dan tindak lanjut 2. dokumen penyajian. tas & seragam peserta Biaya sewa: ruang pertemuan. kendaraan R4 Biaya honor nara sumber Biaya jasa: pembuatan spanduk Biaya perjalanan: transport. Kabupaten dan kota yang berpartisipasi dipilih dan disetujui bersama antara Pemerintah dan ADB berdasarkan pada kriteria-kriteria: (i) prevalensi gizi kurang.000 ibu hamil dan menyusui. Hal ini akan mewujudkan manfaat sosial ekonomi yang positif. realisasi pembiayaan. peningkatan akses pada zat gizi mikro dan penurunan dari penyakit infeksi yang berkaitan dengan gizi dan penurunan kurang darah dan kurang energi kronis pada wanita umur produktif. proses kegiatan. Pengurangan prevalensi 1. yang dapat menyebabkan perluasan intervensi gizi ke propinsi-propinsi lainnya. dokumen penyajian. Proyek akan mendukung kegiatan Pemerintah untuk mengurangi kekurangan gizi mikro seperti kurang zat gizi besi dan kurang vitamin A diantara 500. c) Penggunaan Anggaran Biaya bahan: ATK. jadwal.d) Laporan Kegiatan Berupa dokumen laporan kegiatan dilampiri dengan TOR. KEGIATAN NICE PROJECT Latar Belakang Proyek NICE diharapkan mencakup lebih kurang 4053 desa miskin di 24 kabupaten/kota. 3. 14 . (ii) insiden kemiskinan and (iii) komitmen dari pemerintah setempat untuk kontribusi biaya.

800 900 13. 15 . Kelompok Gizi Masyarakat 9.B. (iii) meningkatkan kemampuan masyarakat untuk upaya peningkatan gizi dan intervensi kebersihan perorangan. Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat (TOT) Jumlah 1.800 1. program dan survailans gizi. dan CPMU dari Depkes. (ii) peningkatan kualitas dan pelayanan gizi terpadu untuk ibu-ibu dan anak-anak di daerah proyek.800 468 ± 5. Desa penerima paket 8. Ibu hamil/menyusui 3. dan atau Lintas sektor yang terkait. serta tenaga professional sesuai dengan keahlian yang diperlukan dari Propinsi. Sasaran Total sasaran yang akan dicakup oleh Proyek NICE adalah sebagai berikut: No Sasaran 1. Posyandu 11.053 1. Ruang Lingkup Kegiatan NICE a. Tenaga Kesehatan 6. Desa 7. Puskesmas 5. (iv) memperluas program-program fortifikasi dan memperkuat komunikasi gizi dan (v) meningkatkan kapasitas pengelolaan proyek termasuk perencanaan. Kader posyandu D. SD/Madrasah 4.000 1. monitoring dan evaluasi dari program gizi.656 40. 4) Pelatih Narasumber pelatihan tenaga konsultan. Tujuan Proyek NICE didisain untuk mencapai 5 (lima) tujuan yaitu: (i) memperkuat kapasitas untuk pengembangan kebijakan. Fasilitator Gizi Masyarakat 10. Anak balita 2.000 500.000 4.974 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Pelatih Fasilitator Masyarakat di setiap kabupaten/koat yang handal sebagai pelatih fasilitator yang akan diadakan di setiap kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. C. Seksi Gizi Dinas Kesehatan Propinsi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat di Dinas Kesehatan Propinsi 3) Peserta Peserta TOT adalah masing-masing 5 orang dari setiap kabupate/kota yang berasal dari Tim Teknis Kabupaten/Kota.480.

dokumentasi. panitia 16 . panitia 7) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan.5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Pelatih Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. fotocopy. 3) Peserta: Peserta Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masayarakat adalah fasilitator/calon fasilitator yang telah diseleksi oleh masing-masing Dinkes Kabupaten/Kota serta tenaga pelaksana gizi dari puskesmas masing-masing 1 orang. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. peserta pelatihan. surat menyurat dll b) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. dokumentasi. fotocopy. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes. peserta pelatihan. b. 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Propinsi cq. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana c) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan : Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Fasilitator Masyarakat yang handal sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan setiapmkabupaten/kota untuk memfasilitasi Kelompok Gizi Masyarakat dalam menyusun. 4) Pelatih: Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. peserta pelatihan. Propinsi/Kabupaten). peserta pelatihan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport: untuk narasumber dari pusat. konsumsi rapat persiapan. dan peserta yang mengikuti pelatihan. 5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. panitia 4) Transport local rapat persiapan 5) Uang harian untuk narasumber dari pusat. jadwal dan modul pelatihan. panitia 6) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. konsumsi rapat persiapan. melaksanakan dan melaporkan Paket Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. peserta pelatihan. hasil pelatihan. Propinsi/Kabupaten). panitia d) Transport local rapat persiapan e) Uang harian untuk narasumber dari pusat.

Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: Berupa honor narasumber untuk narasumber dari luar (bukan berasal dari Satker Dinas Kesehatan. panitia g) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. c. d. konsumsi rapat persiapan. Propinsi/Kabupaten). panitia 5) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. jadwal dan modul pelatihan. narasumber dari pusat dan panitia 4) Uang harian untuk narasumber dari pusat.f) Uang penginapan untuk narasumber dari pusat. dokumentasi. hasil pelatihan. dan peserta yang mengikuti pelatihan. propinsi dan peserta pelatihan. dan peserta yang mengikuti pelatihan. hasil pelatihan. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan Tim yang nanti bertugas untuk mereview dan menilai proposal Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan Kelompok Gizi Masyarakat. melaksanakan. 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. dan melaporkan kegiatan Paket Gizi Masyarakat yang diusulkan KGM. 5) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. jadwal dan modul pelatihan. 17 . panitia 6) Sewa ruang pertemuan 6) Laporan Kegiatan Laporan Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. honor Panitia yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Propinsi sebagai tim pelaksana 3) Biaya transport peserta. Peningkatan Kapasitas Kelompok Gizi Masyarakat (KGM) 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan anggota KGM yang ada di setiap desa untuk menyusun proposal. propinsi peserta pelatihan. propinsi. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. fotocopy. peserta pelatihan. Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Depkes. 3) Peserta Peserta Pelatihan Review Proposal Kelompok Gizi Masyarakat adalah Tim Teknis Dinkes Kabupaten/Kota berjumlah masing-masing 10 orang 4) Pelatih Pelatih adalah Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota sebagai TOT dan pelati yang professional sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan.

Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. puskesmas. dokumentasi. jadwal dan modul pelatihan. 1) Tujuan Tujuan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri adalah intuk mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan Proyek NICE dari aspek administrasi 2) Pelaksana Penanggung Jawab dan Pelaksana kegiatan adalah masing-masing Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningkatan Kapasitas KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. jadwal hasil kegiatan. fotocopy. hasil pelatihan.2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Kapasitas KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. 3) 4) 5) 6) e. Peserta Peserta Peningkatan Kapasitas KGM adalah semua anggota KGM yang berjumlah 10 orang dari setiap desa terpilih yang akan mendapatkan Paket Gizi Masyarakat. manajer dan staff full time di propinsi dan 4 kabupaten/kota dan Tim Teknis Kabupaten/Kota 3) Biaya konsultasi dari pripinsi ke pusat. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kota. dan diperuntukkan: Tenaga Full Time Proyek NICE 1) Paket konsultan untuk 3 orang staf PPCU 2) Paket konsultan untuk 4 DPIU masing-masing 3 orang Pengelolaan Proyek NICE 1) Belanja bahan untuk ATK. dan diperuntukkan: 1) Belanja bahan untuk ATK. dan peserta yang mengikuti pelatihan. 4) Laporan Kegiatan Laporan administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri harus dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. 18 . Pelatih Pelatih Peningkatan Kapasitas KGM adalah tenaga pelaksana gizi dari setiap puskesmas yang telah mendapat pelatihan Fasilitator Masyarakat. konsumsi pertemuan 2) Biaya transport petugas puskesmas. dan peserta. surat menyurat dll 2) Honor yang terkait dengan output kegiatan: untuk koordinator. konsultasi dari kabupaten ke propinsi dan pusat 4) Biaya fasilitasi teknis dan manajemen ke kab. peserta desa 3) Uang harian untuk petugas puskesmas Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Masyarakat harus dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Administrasi/Persiapan Bantuan Teknik Luar Negeri.

jadwal. Laporan Kegiatan Laporan Peningkatan Cakupan Posyandu dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 2) 3) 19 .f. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 2) 3) 4) h. Peningkatan Cakupan Posyandu 1) Tujuan Menyediakan biaya operasional bagi posyandu terpilih di daerah NICE sehingga cakupan posyandu meningkat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Peningkatan Cakupan Posyandu adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Roda 2 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah berupa belanja modal peralatan dan mesin digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Pengadaan Kendaraan Roda 2 1) Tujuan Menyediakan kendaraan operasional roda 2 untuk puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten di daerah NICE Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Roda 2 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 2) 3) 4) g. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Peningakatan Cakupan Posyandu tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah sebagai belanja Lembaga Sosial lainnya. Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 1) Tujuan Menyediakan kendaraan khusus roda 4 untuk DPIU dan PPCU di daerah NICE Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat.

Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (DPIU). kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit. propinsi. dan telah mendapat persetujuan ADB. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. hasil pertemuan dan peserta. 2) j. Review Kegiatan NICE Propinsi 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di propinsi dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Bina Gizi Masyarakat Depkes Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Propinsi tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. propinsi. i. dan narasumber pusat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Propinsi dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah membahas pelaksanaan Proyek NICE tahun 2008 di kabupaten/kota dan masalah-masalah yang dihadapi Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Dinas Kesehatan Propinsi (PPCU) dengan narasumber dari Dit. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan narasumber pusat d) Uang penginapan untuk kabupaten/kota. dokumentasi. Bina Gizi Masyarakat.4) Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Kendaraan Khusus Roda 4 dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. propinsi. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. jadwal dan acara. Pengadaan Fasilitator Masyarakat 1) Tujuan Menyeleksi dan merekrut tenaga fasilitator masyarakat yang akan memfasilitasi KGM Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS). dan narasumber pusat c) Uang harian untuk kabupaten/kota. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. 2) 3) 4) 5) k. 2) 20 . surat menyurat dll b) Biaya transport peserta kabupaten/kota. fotocopy.

Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat 1) Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah melakukan supervisi dan membina Kelompok Gizi Masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Paket Gizi Masyarakat Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksanakan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. kabupaten propinsi. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. hasil pertemuan dan peserta. dan fasilitator masyarakat d) Uang penginapan untuk puskesmas. dan propinsi Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. dan konsumsi KGM dll b) Biaya transport peserta puskesmas. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. dan fasilitator masyarakat c) Uang harian untuk puskesmas. pelapora dan fotocopy. surat menyurat dll b) Biaya transport peserta puskesmas. kabupaten ke lokasi Laporan Kegiatan Laporan Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. fotocopy. kabupaten propinsi. kabupaten propinsi. 4) 5) l.3) Peserta Peserta Review Kegiatan NICE Kabupaten/Kota adalah Puskesmas. jadwal dan acara. kabupaten ke lokasi c) Uang harian untuk puskesmas. jadwal dan acara. hasil pertemuan dan peserta. dan fasilitator masyarakat Laporan Kegiatan Laporan Review Kegiatan NICE Kabupaten dibuat oleh Panitia Pelaksana yang berisikan tujuan pelatihan tanggal pelaksanaan. Peserta Peserta Pembinaan Kelompok Kabupaten/Kota dan Puskesmas 2) 3) Gizi Masyarakat adalah Dinas Kesehatan 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pembinaan Kelompok Gizi Masyarakat yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. fasilitator masyarakat. dokumentasi. 5) 21 .

Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Propinsi mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk propinsi dan 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. Leaftlet. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. 2) 3) 4) n. Laporan Kegiatan Laporan Pengadaan Formulir. Poster dll berupa belanja bahan yang akan digunakan untuk pencetakan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Review Proposal KGM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. Review Proposal KGM 1) Tujuan Mereview dan menilai Proposal KGM yang masuk di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan mengusulkan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota layak atau tidaknya proposal tersebut. Leaftlet. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Pengadaan Formulir. Pembuatan Formulir. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Leaflet dan Poster 1) Tujuan Menyediakan formulir pencatatan dan pelaporan Proyek NICE dan bahan-bahan penyuluhan Pelaksana Penangungjawab dan pelaksanakan Pengadaan Formulir. Poster dll dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. tanggal pelaksanaan dan jumlah dan distribusi. Poster dll adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq.m. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Uang harian peserta c) Sewa ruangan 4) Laporan Kegiatan Laporan Review Proposal KGM dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pengadaan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Leaftlet. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Kegiatan akan dilaksanakan sebanyak 3 kali @ 3 hari. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. 22 . Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. o. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Review Proposal KGM yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah.

surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll b) Sewa ruangan c) Transport puskesmas.3) Penggunaan Anggaran: Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. q. Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota 1) Tujuan Menghimpun usulan-usulan kegiatan Proyek NICE tingkat Kabupaten/Kotai dan mengkonsolidasikan dalam satu usulan kegiatan Proyek NICE 2010 untuk kabupaten/kota 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. surat menyurat dll b) Sewa ruangan c) Transport narasumber pusat. tanggal dan tempat pelaksanaan. peserta dan hasil pertemuan. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. d) Uang harian narasumber propinsi. surat menyurat dan konsumsi peserta kabupaten dll 23 . tanggal dan tempat pelaksanaan. peserta kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Konsolidasi dan Koordinasi Propinsi 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. peserta dan hasil pertemuan. peserta kabupaten dan propinsi d) Uang harian narasumber pusat. narasumber propinsi. peserta puskesmas dan kabupaten/kota 4) Laporan Kegiatan Laporan Penyusunan Perencanaan Proyek NICE Tahun 2010 Tingkat Kabupaten/ Kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. p. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK.

Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 3) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah.b) Transport lokal. Rakontek NICE Propinsi 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat propinsi sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis propinsi adalah Dinas Kesehatan Propinsi cq. surat menyurat dan konsumsi peserta dll b) Transport local peserta. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. tanggal dan tempat pelaksanaan. peserta dan hasil pertemuan. peserta dan hasil pertemuan. peserta dan hasil pertemuan. 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. propinsi dan narasumber pusat 3) 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. r. Konsolidasi dan Koordinasi Kabupaten 1) Tujuan Melakukan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten sehingga kegiatan Proyek NICE dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten cq. 4) Laporan Kegiatan Laporan konsolidasi dan koordinasi antar pelaksana Proyek NICE di tingkat propinsi dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. fotocopy dan surat menyurat dll b) Sewa ruang pertemuan c) Transport peserta kab. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. 24 . s. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. propinsi dan narasumber pusat d) Uang harian peserta kab. Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis propinsi yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. tanggal dan tempat pelaksanaan. tanggal dan tempat pelaksanaan.

u. kabupaten dan propinsi c) Uang harian peserta puskesmas. fotocopy dan surat menyurat dll b) Transport peserta puskesmas. dan telah mendapat persetujuan ADB. Radio dan surat kabar Pelaksana: Mengingat proses rekruitmen ini menggunakan metode Qyality and Cost based selection (QCBS). tanggal dan tempat pelaksanaan. Seksi Gizi atau Pelaksana Program Perbaikan Gizi Masyarakat. peserta dan hasil pertemuan. 4) Penggunaan Anggaran Anggaran untuk rapat koordinasi teknis kabupaten/kotai yang tersedia digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan Pemerintah. 2) 25 . Laporan ini dikirimkan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan arsip yang disimpan oleh Seksi Gizi (Pengelola Program Perbaikan Gizi Masyarakat) untuk keperluan auditing. Pengembangan dan Penyiaran Kampanye 1) Tujuan : Menyeleksi dan merekrut Perusahaan yang akan melaksanakan pengembangan materi mass campaign dan menyiarkan melalui TV.t. Bina Gizi Masyarakat. dan diperuntukkan: a) Belanja bahan untuk ATK. Rakontek NICE Kabupaten/Kota 1) Tujuan Melakukan rapat koordinasi teknis propinsi pada awal tahun anggaran untuk persamaa persepsi dan dan pelaksanaan Proyek NICE di tingkat kabupaten/kota sehingga kegiatan Proyek NICE dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal 2) Pelaksana: Penangungjawab dan pelaksana rapat koordinasi teknis kabupaten adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota cq. kabupaten dan propinsi 4) Laporan Kegiatan Laporan rapat koordinasi teknis kabupaten/kota dibuat oleh Pelaksana yang berisikan tujuan pertemuan. kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dit.

PPCU di tingkat Propinsi dan PIU di tingkat Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah proyek. Kegiatan-kegiatan yang diberikan oleh bantuan hibah ini berupa pengadaan peralatan untuk Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB. KEGIATAN PROYEK SECTOR PROGRAMME HEALTH (SPH) A. SASARAN PROGRAM 1. Dalam Pasal 4 Perjanjian terpisah tentang Kesepakatan Khusus antara lain dinyatakan bahwa Project Ecxecuting Agency (PEA) dalam hal ini Departemen Kesehatan mempunyai kewajiban : • Memberikan biaya pendamping untuk pelaksanaan program (logistic. Perjanjian ini harus termasuk spesifikasi dan kerjasama umum . Isi kesepakatan antara lain adalah Pemerintah Daerah akan memenuhi kewajiban sebagaimana dipersyaratkan dalam Separate Agreement antara lain. 2. kontribusi pendamping. biaya transportasi local untuk distribusi peralatan. 4. Meningkatkan kemampuan Petugas PAM tingkat Kabupaten untuk dapat melaksanakan pemeliharaan peralatan kesehatan.350. pembentukan CPCU di tingkat pusat. penyediaan biaya pemeliharaan Alat Kesehatan dan biaya operasional lainnya yang terkait dengan proyek SPH/HSSP. Meningkatkan kemampuan Petugas Puskesmas dan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan inventarisasi peralatan kesehatan 3. PPCU dan PIU.401 dan Perjanjian Terpisah ( Separate Agreement) tanggal 19 Januari 2005.III. biaya operasional CPCU. LATAR BELAKANG Keberadaan Project Sector Programme (SPH) di Indonesia berdasarkan Financing Agreement (Kerjasama Keuangan) antara Republik Federasi Jerman melalui KfW dengan Pemerintah Republik Indonesia tanggal 19 Januari 2005 No.66. Bantuan hibah dari Pemerintah Jerman ini berjumlah € 9. Sedangkan kontribusi dari Pemerintah Indonesia yang diminta sebesar € 1. Sedangkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah telah ditandatangani Perjanjian Kesepakatan Pelaksanaan Proyek antara Pemerintah Pusat dengan Gubernur dan Bupati/Walikota se Propinsi NTT dan NTB. TUJUAN 1. PPCU di tingkat propinsi dan PIU di tingkat kabupaten/kota. per diem untuk peserta pelatihan. C.000. 3. Ibu dan Anak-anak 26 . B. 2003. Seluruh Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Propinsi Nusa Tenggara Timur Seluruh Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat Seluruh Petugas Puskesmas di Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur Seluruh Masyarakat di Propinsi NTB dan NTT terutama Masyarakat Miskin. Pemerintah telah membentuk CPCU di tingkat Pusat.000. Pelatihan Computer Based Inventory System (CBIS) dan Physical Asset Management ( Pusat-pusat perbaikan/bengkel alat kesehatan). Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas/Puskesmas Pembantu di Propinsi NTT dan NTB dengan menyediakan peralatan Kesehatan Dasar 2.000. dan sebagainya) • Depkes akan menandatangani suatu perjanjian dengan Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten) yang mendapat bantuan program. kemauan menjalankan perbaikan dan sebagainya.

Transport local peserta propinsi dan Kab/Kota yang dekat dengan propinsi serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dari Kab/Kota. KEGIATAN-KEGIATAN a. b) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Puskesmas 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of User (ToU) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Puskesmas dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Puskesmas • Petugas Puskesmas mampu melakukan input data dengan menggunakan Software yang disediakan serta dapat membuat laporan inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas. Pendidikan dan Pelatihan Teknis a) Pelatihan Lanjutan CBIS bagi Petugas Propinsi dan Kabupaten/Kota 1) Tujuan • Menindak lanjuti Training of Trainer (ToT) yang telah dilaksanakan sebelumnya • Membekali petugas Propinsi dan Kab/Kota dengan pengetahuan teknis dalam mengimplementasikan CBIS tingkat Kab/Kota dan Propinsi • Petugas Kab/kota mampu menganalisis data-data hasil input data di Puskesmas. 3) Penggunaan Dana 1) Pembayaran Honorarium a) Honorarium Manajer Proyek b) Honorarium Sekretaris PPCU HSSP c) Tim Teknis Propinsi d) Koordinator Proyek tingkat Kab/Kota e) Sekretaris Proyek Tingkat Kab/Kota f) Staf Proyek tingkat Kab/Kota 2) Belanja Bahan untuk ATK. 2) Sasaran • Staf Dinas Kesehatan Propinsi yang menangani inventarisasi barang • Staf dari Dinas Kesehatan Kab/Kota yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi peserta latih dari propinsi dan kabupaten/kota dengan perjalanan kurang dari 8 jam • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport peserta dari Kab/Kota ke Propinsi. Administrasi Kegiatan 1) Tujuan Mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Proyek SPH/HSSP yang meliputi proyek SPH. 2) Sasaran Provincial Project Coordination Unit (PPCU) dan Dinas Kesehatan Propinsi sebagai penanggung jawab kegiatan. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.D. penggandaan laporan dan pengiriman surat/dokumen 3) Belanja Modal Peralatan dan Mesin (Propinsi NTB) yaitu pembelian 1 (satu) unit LCD Proyektor b. Puskesmas Pembantu serta Polindes/Poskesdes 27 .

Petuga PAM Center diberikan uang harian untuk melalukan pelatihan pemeliharaan kesehatan di Puskesmas serta memperbaiki peralatan yang perlu diperbaiki di Puskesmas/Pustu. 2) Sasaran Petugas Puskesmas yang menangani peralatan Puskesmas/Puskesmas Pembantu Penggunaan Dana Belanja Perjalanan Lainnya. Penggandaan serta untuk laporan kegiatan • Belanja perjalanan lainnya. digunakan untuk membeli Alat Tulis Kantor. 2) Sasaran • Dinas Kesehatan Propinsi • Konsultan EPOS • Pemda Propinsi dan • Lintas Program/sector terkait. digunakan untuk membayar transport lokal peserta yang mengikuti rapat koordinasi 28 . Penyusunan Program dan Rencana Kerja/Teknis/Program a) Rapat Koordinasi Tingkat Propinsi 1) Tujuan • Diperolehnya masukkan dan saran tentang pelaksanaan dan perkembangan proyek • Teridentifikasinya permasalahan dan dirumuskannya solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan • Adanya dukungan dari semua fihak terkait dalam aspek pendanaan (dana pendamping APBD) dan aspek pelaksanaan program. 3) c.2) Sasaran • Petugas Puskesmas yang menangani inventarisasi barang • Petugas Puskesmas yang bertanggung jawab terhadap inventarisasi peralatan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dan Polindes/Poskesdes 3) Penggunaan Dana : • Belanja Bahan untuk membeli ATK dan fotocopy modul • Belanja Barang Non Operasional lainnya untuk biaya konsumsi pelatih dari kabupaten/kota • Belanja sewa untuk pembiayaan sewa tempat dan sewa computer dalam rangka pelaksanaan pelatihan • Belanja perjalanan untuk membiayai transport petugas dari Propinsi. Transport local pelatih dari Kab/Kota yang serta untuk membiayai uang harian serta penginapan peserta dan pelatih dari Kab/Kota dan Propinsi c) On The Job Training PAM ke Puskesmas 1) Tujuan Terlatihnya petugas Puskesmas dalam pemeliharaan dan perbaikan asset fisik Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. 3) Penggunaan Dana • Belanja Bahan.

uang harian serta uang penginapan petugas.b) Konsultasi Program HSSP ke Pusat 1) Tujuan Mendapatkan kejelasan dan solusi berbagai masalah yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan proyek serta memperoleh masukkan. Pembayaran gaji dilaksanakan berdasarkan kontrak yang dibuat antara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/kota dengan pegawai non PNS yang professional. Project Management / C&S 1) Tujuan Untuk mendukung kelancaran kegiatan proyek SPH/HSSP secara keseluruhan. 2) 3) d. Siskes Plus dan HRD dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada Masyarajkat terutama masuyarakat miskin. Sasaran • Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota • Puskesmas dan Jaringannya Penggunaan Dana Biaya Perjalanan digunakan oleh pelaksana Supervisi untuk membiayai transport dari Propinsi ke Kab/Kota. Pembayaran dilaksanakan bila yang bersangkutan telah menyerahlan laporan pekerjaannya kepada pemberi kontrak. mengelola dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan proyek HSSP yang meliputi proyek SPH. Sasaran Petugas yang dikontrak oleh Dinas Kesehatan Propinsi untuk mengelola Proyek SPH/HSSP secara professional. Penggunaan Dana Belanja Jasa Konsultan. 2) 3) 29 . 2) 3) e. digunakan untuk membiayai gaji pegawai yang dikontrak oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota. saran dan perbaikan secara tepat dan cepat dari tingkat pusat Sasaran Koordinator Pelaksana PPCU dan Kepala Sub Dinas terkait dengan program Penggunaan Dana Belanja perjalanan digunakan untuk membiayai transport. Pemantauan Dan Evaluasi a)Supervisi Kegiatan HSSP ke Kab/Kota 1) Tujuan Memantau pelaksanaan kegiatan proyek dan melakukan bimbingan teknis maupun administrative yang dianggap perlu dalam rangka pembinaan proyek secara keseluruhan. uang harian dan biaya penginapan petugas yang melaksanakan konsultasi ke Jakarta.

134/PMK. Pengelolaan keuangan negara di Tingkat Propinsi untuk menunjang pelaksanaan kegiatan program pembangunan kesehatan. b.7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. A. Gubernur sebagai Wakil Pemerintah melakukan : a. pengawasan dan pelaporan. Untuk melaksanakan kegiatan dan pembiayaan penggunaan anggaran Kementerian Kesehatan di Tingkat Propinsi perlu ditetapkan penanggung jawab dan pengelola kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak. pembinaan.BAB VIII MANAJEMEN PENGELOLAAN ANGGARAN Pada tahun ini Departemen Kesehatan mengalokasikan dana Kementerian Kesehatan untuk kegiatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi. 1 . Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. yaitu Gubernur Kepala Daerah Propinsi untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan (dekonsentrasi) di tingkat Propinsi. kegiatan Pelayanan Kesehatan Dasar dan kegiatan Perbaikan Gizi Masyarakat. c. pengendalian. tanggal 15 Desember 2008 tentang Pelimpahan Wewenang Penetapan Pejabat yang diberi Wewenang dan Tanggung Jawab Untuk Atas Nama Menteri Kesehatan selaku Pengguna Anggaran/Barang dalam Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan di tingkat Propinsi Tahun Anggaran 2009. kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat. pasal 17 ayat (1) – (3) yang mengatur : (1) Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Pemerintah. Sinkronisasi dengan penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah. Koordinasi. Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran Kementrian Kesehatan Gubernur Kepala Daerah Propinsi penerima dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan untuk atas nama Menteri Kesehatan RI selaku Pengguna Anggaran / Barang menandatangani Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan di tingkat Propinsi. (3) Gubernur memberitahukan kepada DPRD terkait dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyiapan perangkat daerah yang akan melaksanakan program dan kegiatan Dekonsentrasi.PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Peraturan Direktur Jenderal Perbandaharaan No. A. salah satu di antaranya adalah untuk Program UKM dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat yang dilaksanakan di seluruh Propinsi diperuntukkan bagi pembiayaan kegiatan-kegiatan non fisik sampai ke tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Organisasi Pengelolaan keuangan negara secara umum di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. telah ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1160 / MENKES / SK / XII / 2008. (2) Gubernur membentuk Tim Koordinasi yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur yang berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri berkaitan dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud ayat (1).

Tugas Dan Wewenang Pejabat Pengelola Keuangan Negara 1. g. Menetapkan Petugas Pengelola dan Penanggungj Jawab Sistem Akuntansi Instansi (SAI). e. Membentuk Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B). Melakukan koordinasi dengan para penanggung jawab lintas program terkait. 6. 2. 3. 5. yang dibuat oleh PPK. Membina PPK dalam pelaksanaan program dan anggaran. 4. 7. Pemegang Uang Muka Kerja (PUM) / Pembantu Bendahara Pengeluaran Propinsi. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja. h. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) KPA adalah Penanggung Jawab pelaksana program dan pengelola anggaran pada Satker yang dipimpinnya. adalah Kepala Dinas Kesehatan. c. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (SAK/SIMAK-BMN). Menetapkan Panitia / Pejabat Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan / Penerimaan Barang / Jasa. Mengusulkan revisi RKAKL / DIPA bila diperlukan. antara lain : a.Gubernur Kepala Daerah Propinsi menetapkan : 1. 2. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penandatangan SPM Penguji Tagihan Bendahara Pengeluaran Panitia/Pengadaan dan Panitia Pemeriksaan /Penerimaan Barang / Jasa. d. i. Dalam satu satuan kerja PPK. Mengesahkan POK dan RPK. 2. Mengangkat PUM bila diperlukan. Melakukan pemantauan/pengendalian pelaksanaan program dan anggaran serta pengadaan barang dan jasa. b. agar ditunjuk satu orang PPK sebagai koordinator. Tugas-tugas KPA. f. 2 . Bila PPK lebih dari satu. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Pada Satker Dinas Kesehatan Propinsi. sesuai dengan kebutuhan program. B. dapat ditunjuk lebih dari satu PPK. yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN). Unit akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA-W) Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam pengelolaan keuangan negara dapat menunjuk dan menetapkan : 1.

g. Mengembalikan/Retur SPP bila ditemukan kekurangan atau kesalahan. Menelaah dan mengesahkan HPS/OE yang telah disusun oleh panitia barang / jasa. Penandatangan SPM Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Mengajukan surat permohonan persetujuan UP dan TUP kepada Kanwil Perbendaharaan Departemen Keuangan. Menandatangani SPM untuk pengajuan pencairan dana ke KPPN. b. Melakukan koordinasi dengan panitia pengadaan barang / jasa serta panitia pemeriksa / penerima barang dalam hal : 1) 2) 3) 4) 5) d. c. Mengesahkan penutupan buku kas umum pada setiap akhir bulan. GUP kepada Pejabat Penandatangan SPM dalam rangka tindakan yang menyebabkan pengeluaran anggaran belanja negara. k. e. Melaporkan pelaksanaan pengadaan barang / jasa kepada KPA pada akhir tahun anggaran. semesteran dan tahunan atas pelaksanaan kegiatan dan hasil yang dicapai baik fisik dan keuangan kepada KPA dengan tembusan kepada Dirjen Bina Kesmas. Melakukan koordinasi dengan para Pelaksana / Penanggung jawab kegiatan terkait. untuk diteruskan kepada Gubernur. c. Menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran berupa laporan bulanan (SAI). h. 3 . j.PPK mempunyai tugas : a. b. Menelaah dan mengesahkan dokumen pelelangan/RKS yang telah disusun oleh panitia pengadaan barang / jasa. f. Menandatangani dokumen pelelangan dan kontrak. Mencatat dalam buku pengawasan penerimaan SPP. b. Menyusun POK dan RPK. Mengajukan SPP-UP. Melakukan pemantauan atas pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran yang dipimpinnya serta pengadaan barang/jasa dengan menyiapkan kartu kendali. Menyusun rencana pelaksanaan pengadaan barang / jasa. TUP. Menelaah dan mengesahkan spesifikasi yang telah dibuat/disetujui oleh penanggung jawab program / kegiatan. LS. 3. Penguji SPP Mempunyai tugas membantu Penandatangan SPM dalam : a. Melakukan dan atau mendelegasikan pengujian SPP. GU. Mempertanggungjawabkan atas kebenaran materiil dan akibat yang timbul dari kontrak / keputusan yang dibuat. 4. Mengisi check list kelengkapan berkas SPP. i. melakukan pemeriksaan kas intern Bendahara Pengeluaran dan membuat berita acara sekurang-kurangnya 3 bulan sekali. Menelaah draft kontrak yang akan dilampirkan dalam dokumen pelelangan.

Memeriksa kesesuaian rencana kerja dan atau kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja. d. d. termasuk jumlah anggaran dan biaya yang digunakan dalam kegiatan dimaksud serta pengembalian sisa uang muka yang tidak digunakan (bila ada). Pembukuan menggunakan Bentuk I agar dapat diketahui secara cepat saldo tunai. Panitia Pengadaan & Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa Mempunyai tugas sebagai berikut : a. f. 3) g. Membukukan semua penerimaan dan pengeluaran terhadap uang yang dikelolanya kedalam Buku Kas Umum dan Buku Pembantu (Buku Pajak). Jadwal waktu pembayaran. Memeriksa secara rinci keabsahan dokumen pendukung SPP sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Membuat laporan pada akhir bulan sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai PUM yang diterimanya. 7. Mempertanggungjawabkan uang muka yang diterima dalam waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari sejak penyelenggaraan kegiatan selesai dilaksanakan dengan menyerahkan bukti-bukti pengeluaran. 6. e. b. Panitia Pengadaan Barang / Jasa 1) Ketua Panitia agar menyusun rincian pekerjaan masing-masing anggota 4 . Memberi copy dokumen SPM dan SP2D kepada Petugas Unit Akuntansi KPA (UAKPA) dan SIMAK-BMN. c. alamat. Bendahara Pengeluaran Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Memeriksa kebenaran atas hak tagih yang menyangkut: 1) 2) Pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran (nama orang / perusahaan. b. Memeriksa pencapaian tujuan dan atau sasaran kegiatan sesuai dengan indikator kinerja yang tercantum dalam DIPA berkenaan dan/atau spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak 5. c. nomor rekening dan nama bank). Melaksanakan tugas kebendaharaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pemegang Uang Muka ( PUM ) Mempunyai tugas sebagai berikut : a.c. laporan penyelenggaraan. Nilai tagihan yang harus dibayar (kesesuaian dan / atau kelayakannya dengan prestasi kerja yang dicapai sesuai spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak berkenaan). Menyetorkan pungutan pajak-pajak ke Kantor Kas Negara. Memeriksa ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA untuk memperoleh keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran. Membuat laporan keadaan kas bulanan untuk disahkan PPK dan mengirim ke KPA u/p Bagian Keuangan/Bagian Tata Usaha.

Menyelenggarakan akuntansi keuangan dan barang. Mengusulkan calon pemenang. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan dan barang secara berkala (bulanan dan semesteran). Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Laporan Barang dengan Laporan Keuangan. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (SAK / SIMAK-BMN) Mempunyai tugas sebagai berikut : a. Laporan hasil pelatihan operator/user dengan dilengkapi surat pernyataan dari operator bahwa telah mengikuti pelatihan dan diketahui Kepala Satker (bila diminta dalam kontrak). 8. Membuat Berita Acara hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa yang diserahkan oleh penyedia dengan melampirkan : a) b) c) Laporan pemeriksaan fisik barang (tahap-I). c. f. b. Menilai kualifikasi penyedia melalui pasca kualifikasi atau prakualifikasi. Menyiapkan dokumen pengadaan. 11) Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. Menyusun dan menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Laporan pemeriksaan pemasangan dan uji fungsi barang (tahap-II bila diminta dalam kontrak). e. d. Menunjuk dan menetapkan organisasi UAKPA sebagai pelaksana SAK dan barang di lingkungannya. b. Mengumumkan pengadaan barang / jasa melalui media cetak dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum.2) 3) 4) 5) Menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan serta lokasi pengadaan. Melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan dan barang. Menyiapkan rencana dan jadual pelaksanaan SAK dan barang berdasarkan target yang ditetapkan. Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna barang / jasa. 2) 3) 4) Membuat laporan pertanggungjawaban mengenai hasil pemeriksaan / penerimaan barang / jasa kepada pengguna barang / jasa. Membuat laporan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban atas Surat Keputusan sebagai panitia yang diterimanya. Panitia Penerimaan dan Pemeriksaan Barang / Jasa 1) Melakukan pemeriksaan / penerimaan barang dan jasa yang diserahkan oleh penyedia berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam kontrak serta dokumen lain yang berlaku. dan jika memungkinkan melalui media elektronik. 5 . 6) 7) 8) 9) 10) Menandatangani pakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang / jasa.

134/PKM. m. Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Dan Pembayaran 1. Bagan 1 Struktur Organisasi Pelaksana Anggaran Satker Dinas Kesehatan Propinsi (03) TA. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan KPPN setiap bulan. adalah sebagai berikut : 6 . h.PER66/PB/2005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. maka mekanisme pelaksanaan anggaran pada Satuan Kerja Dekonsentrasi di Tingkat Propinsi. Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Satuan Kerja T. j. Menyampaikan Laporan Keuangan UAKPA dan ADK ke KPPN dan UAPPAW/E1. k. i.P. Menyusun Laporan keuangan tingkat UAKPA Semester I dan II. Menerima data SIMAK-BMN dari petugas akuntansi barang.2008 DIREKTUR JENDERAL K.1160 / MENKES / SK / XII / 2008 tanggal 15 Desember 2008.06/2005 dan Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan RI No.A 2008 Berdasar SK Menkes No. Peraturan Menteri Keuangan No.A Sesditjen / Direktur Penandatangan SPM Penguji Tagihan Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan/ Pemeriksaan PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Penanggung Jawab Kegiatan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran / Barang (UAKPA/B) BENDAHARA PENGELUARAN PUM C. l.g. Menelaah dan menandatangani Laporan Keuangan UAKPA. Meneliti dan menganalisis laporan keuangan dan barang yang akan didistribusikan. Menandatangani Laporan Keuangan UAKPA.

Departemen Keuangan. Tata cara dan syarat pengajuan Uang Muka a) Menyampaikan rencana kegiatan dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja/TOR beserta rincian biaya kepada Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen Induk untuk pengajuan Tambahan Uang Persediaan (TUP) ke DJPBN/Kanwil Perbendaharaan/ KPPN. Penandatangan SPM. Departemen Keuangan. mempertanggung-jawabkan. 10 juta (untuk hal-hal tertentu). Mengajukan SPP. mencatat / membukukan. GUP dan LS setelah dilakukan pengujian oleh penguji SPP. Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan / Pemeriksaan Barang / Jasa. Penguji SPP. Gubernur Kepala Daerah Propinsi 1) Menetapkan dengan Surat Keputusan Penunjukan KPA. Melakukan pungutan. Penandatangan SPM. Menyerahkan DIPA kepada para Kepala Satker (KPA) 2) b. penunjukan dan menyetor-kan pajak-pajak atas pembebanan yang dikenai pajak-pajak. PPK. TUP. Mengajukan revisi / perubahan DIPA / RKAKL sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) 3) 4) c. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) 1) Menyampaikan Surat Keputusan yang berkaitan dengan pelaksana anggaran sebagaimana tersebut dalam butir 2 diatas kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Penandatangan SPM Menerbitkan SPP. Bendahara menindaklanjuti sesuai dengan tugas-tugas perbendaharaan : 1) 2) 3) 4) Pengeluaran Menerima. TUP. Bendahara Pengeluaran Setelah diterbitkannya SP2D oleh KPPN. Mengajukan dispensasi perubahan UP ke Kanwil Direktorat Jenderal Jenderal Perbendaharaan dan dispensasi pem-bayaran UP diatas Rp. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Melakukan pencatatan / pembukuan kedalam BKU dan BKP sesuai mutasi keuangan yang di-laksanakan.UP. GUP dan LS kepada Pejabat d. membayar. Mengajukan permohonan dispensasi TUP kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan.1 milyar kepada KPA. e.UP. 7 .a. perubahan UP dan pembayaran UP diatas Rp. Mengeluarkan dana ke PUM (bila ada PUM) f. Pemegang Uang Muka (PUM) 1) 2) Menerima uang dari Bendahara Pengeluaran. Bendahara Pengeluaran. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1) 2) Mengajukan usulan permohonan dispensasi TUP. menyimpan dan membayar uang sesuai persetujuan PPK.

c) d) Untuk lebih jelas dan rinci dapat dilihat pada alur berikut : Bagan 2 Alur Mekanisme Hubungan Kerja Pelaksanaan Anggaran pada Satuan Kerja Dinas Kesehatan Propinsi (03) Tahun Anggaran 2008 Dirjen DJP Kanwil DJP K. Mekanisme Usulan Revisi Anggaran Berdasarkan surat Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan No.A Penandatangan SPM Penguji SPP 3 SPM Setuju 4 KPPN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN 2 SPP Tidak Setuju SP2D 5 BENDAHARA PENGELUARAN 1 PUM & P’Jwb Kegiatan Bagian 2. revisi DIPA oleh Pejabat Eselon I diusulkan kepada Sekretaris jenderal dengan tembusan Biro Perencanaan & Anggaran b.P.01. Berdasarkan usulan Satker.0078 tanggal 14 Januari 2008 tentang Surat Edaran Mekanisme Pencairan Bintang dan Revisi RKAKL. Uang muka yang diberikan hanya bersifat untuk membiayai kegiatan bukan untuk keperluan sehari-hari. Kantor Daerah/UPT Vertikal Pusat dan SKPD) kepada Pejabat Eselon I bidang terkait dengan tembusan Sekretaris Ditjen.5J. 8 . Uang muka diberikan kepada PUM paling cepat 2 (dua) hari sebelum kegiatan dimulai. Revisi DIPA /POK diusulkan oleh Kepala Satuan Kerja (Satker Kantor Pusat. Bagian Program & Informasi dan Bagian Keuangan.1.b) Dalam pengajuan uang muka Atasan Langsung PUM dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen mengajukan surat permohonan uang muka kepada Kuasa Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen Induk dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja atau TOR. PR. DIPA dan POK Tahun 2008 dengan mekanisme sebagai berikut : a.

57/PMK. Penanggungjawab Kegiatan mengajukan permintaan Uang Muka (TU / Persediaan) kepada PPK sesuai kebutuhan yang diajukan. Bila UP tidak mencukupi. Untuk menampung dana non DIPA (bantuan / hibah) pembukaan rekening harus mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Perbendaharaan. 58/PKM. Ditjen.05/2007 dan No. SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran. Anggaran Depkeu serta Satker yang Revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) dapat dijawab langsung oleh Pejabat Eselon I terkait dengan tembusan ke Biro Perencanaan & Anggaran Setjen. 3. Depkes. 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 9 . PUM diwajibkan melakukan penyimpanan atas uang yang diterima ditempat yang dianggap aman di brankas sendiri dan atau menitipkan di brankas Bendahara Pengeluaran dengan dilengkapi BA Penitipan Uang. Pembayaran dilakukan paling cepat 1 (satu) hari sebelum kegiatan dilaksanakan. PPK mengajukan SPP guna penerbitan SPM-UP / TUP. Atas dasar Surat Persetujuan tersebut. Pejabat Penandatangan SPM menyampaikan SPM-UP / TUP ke KPPN untuk penerbitan SP2D. Melalui Uang Persediaan (UP) dan Tambahan UP (TUP) 1) PPK mengajukan SPP-UP untuk keperluan kegiatan sehari-hari dan operasional. b. Depkes bersangkutan. harus dimintakan persetujuan KPPN setempat. maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) untuk diproses lebih lanjut guna pengajuan GU dan TU berikutnya. Batas waktu pertanggungjawaban UP dan TUP. maka para Penanggungjawab Kegiatan mengajukan usulan pembiayaan disertai Kerangka Acuan dan Rencana Anggaran Biaya kepada PPK guna pengajuan TUP ke DJPBN / Kanwil DJPBN. Penggunaan Rekening Pemerintah Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. Bagian Keuangan dan Bagian Program & Informasi. Setelah akhir tahun anggaran dilakukan penutupan rekening dan saldo disetor ke kas negara. dan Ditjen. PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada Pemegang Uang Muka (PUM). c. maka diatur sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) PPK bersama Bendahara pengeluaran membuka rekening denggan mengajukan persetujuan kepada KPPN setempat. Anggaran Depkeu. Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN T. Bila rekening tersebut masih dipergunakan pada tahun anggaran berikutnya. Setelah Uang Muka disetujui.Setjen.A 2008 a. Selanjutnya Dirjen Perbendaharaan mengeluarkan Surat Persetujuan / rekomendasi Uang Persediaan / TUP yang ditujukan kepada PPK. Dalam 1 (satu) satuan kerja hanya terdapat 1 (satu) rekening.05/2007 tentang Penertiban Rekening Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga.

disiplin dan tidak mewah. diteruskan ke Bendahara Pengeluaran untuk: a) b) 3) Dicatat selanjutnya dibukukan dan dilakukan pembayaran oleh Bendahara Pengeluaran. Copy SP2D agar dikirim kepada Bagian Keuangan sebagai bahan Perhitungan Anggaran dan Sistem Akuntansi Instansi PPK memberitahukan kepada Penanggungjawab kegiatan untuk mengajukan Uang Muka sesuai kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerja masing-masing untuk satu bulan berikutnya. maka berdasar SPP dibuat SPM. Penggantian Uang Persediaan (GU) 1) Pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh penanggung-jawab kegiatan kepada PPK untuk mendapatkan persetujuan pembebanan dan pembayaran. Bila SPP memenuhi syarat. Dokumen pertanggungjawaban terlebih dahulu dilakukan verifikasi oleh Pejabat / Petugas yang ditunjuk. 12) Dalam pelaksanaan kegiatan agar tetap mem-perhatikan prinsip-prinsip hemat. 5) 6) 7) 8) 9) 10) PPK memerintahkan Bendahara Pengeluaran untuk membayar Uang Muka kepada PUM sebesar nilai yang disetujui PPK 11) Batas waktu pertanggungjawaban GU isi. SPM yang telah ditandatangani kemudian dikirim ke KPPN untuk penerbitan SP2D. disiplin dan tidak mewah. c. maksimal diselesaikan dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya SP2D dan tidak menutup kemungkinan diselesaikan lebih cepat (< 1 bulan) dan demikian seterusnya untuk pengajuan GU berikutnya. Penanggungjawab kegiatan mengajukan UMK kepada PPK sesuai dengan kebutuhan. efisiensi. maka SPP akan dikembalikan kepada PPK untuk diperbaiki. SP2D ditujukan ke Bendahara Pengeluaran untuk selanjutnya diproses pencairannya setelah proses transfer ke Bank Bendahara Pengeluaran. 4) Bila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi. 10 . efisiensi. Dokumen pertanggungjawaban yang telah disetujui pembebanannya dengan cara membubuhkan tandatangan setuju dibayar pada kuitansi. antara lain pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran Pencapaian tujuan atau sasaran sesuai dengan indikator kinerja atau spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak.10) Dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran agar tetap memperhatikan prinsip-prinsip hemat. Kompilasi / rekap pertanggungjawaban untuk draft SPP 2) Draft SPP tersebut disampaikan kepada Penguji SPP. untuk diuji meliputi a) b) c) d) e) Keabsahan dokumen pendukung SPP Ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA Kesesuaian rencana kerja / kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator kinerja Kebenaran atas hak tagih.

PPK membuat SPP-LS dilengkapi dengan resume kontrak dan bukti tagihan yang diajukan pihak penyedia dan menyampaikannya kepada Penguji SPP.d. (4) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. PPK membuat SPP-LS serta dokumen pendukungnya dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. 2) Belanja Non-Pegawai a) Perjalanan Dinas (1) Penanggungjawab kegiatan menyampaikan kerangka acuan. (3) Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. jadual pengadaan barang/jasa untuk diproses pelaksanaannya oleh Panitia Pengadaan. Selanjutnya Bendahara Pengeluaran menyampaikan copy SP2D ke Kepala Bagian Keuangan atau Kepala Bagian Tata Usaha guna perhitungan anggaran SAAT dan SAPP. Surat tugas peserta dan daftar normatif yang berisi rincian biaya perjalanan dinas kepada PPK. (5) Pencairan dana langsung masuk ke rekening pihak ketiga dan tembusan SP2D diterima oleh Bendahara Pengeluaran untuk dicatat dalam pembukuan. (2) PPK membuat SPP LS dan menyampaikannya kepada Penguji SPP. (3) Setelah proses pengadaan dilaksanakan oleh pihak penyedia atas dasar tagihan pihak penyedia. (2) PPK menyampaikan POK dan RPK yang dirinci menurut kegiatan. Penguji SPP melakukan pengujian dan diteruskan ke Pejabat Penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM-LS serta dikirimkan ke KPPN guna penerbitan SP2D. b) Pengadaan Barang/Jasa (1) Setelah diterimanya DIPA oleh KPA / PPK. selanjutnya dilakukan koordinasi dengan para Penanggungjawab kegiatan atas pelaksanaan anggaran. Alur Mekanisme Pembayaran Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2008 dapat dilihat pada bagan 3 dan 4 11 . Pembayaran Langsung (LS) 1) Belanja Pegawai a) b) c) Petugas pembuat daftar gaji/honor menyampai-kan daftar penerima gaji/honor pegawai kepada PPK.

Verifikasi 12 .Bagan 3 Uang Persediaan.Jawab Kegiatan / PUM Bagan 4 Pembayaran Langsung (LS) PPK Tagihan Pihak Penyedia SP2D Tembusan SP2D Tidak KPPN Bendahara Pengeluaran SPM Penandatangan SPM* Copy SP2D Ya Penguji SPP Bag.p Bag. Tambahan UP dan GU-UP DJPBN Kanwil DJPBN SP2D KPPN SPM Rekomendasi bilamana perlu Penandatangan /Penerbit SPM Bendahara Pengeluaran PPK Verifikasi SPP Penguji SPP SPP Pertanggungjawaban Ditolak / diperbaiki P.Keuangan u.

Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan lampiran kerangka acuan (TOR). Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja. 13 . jadual pelatihan. sewa komputer & LCD bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi dengan melampirkan kontrak / SPK. honorarium. 6. SPP termasuk dokumen lampirannya disimpan pada Penandatangan / Penerbit SPM. Bendahara Pengeluaran di masingmasing satuan kerja wajib membuat pembukuan semua transaksi keuangan yang dilaksanakan oleh satuan kerja dan berkewajiban pula menginventarisasi dokumen atas pelaksanaan seluruh kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. jadual kegiatan. 5. kerangka acuan. SPTB dan SSP. Format Laporan Perjalanan Dinas (lampiran 1) Format Laporan Rapat (lampiran 2) Format Laporan Penyelenggaraan Pertemuan (lampiran 3) Format Laporan Tahunan (lampiran 4) Laporan disimpan pada setiap pelaksana program (Propinsi) untuk kepentingan monitoring penanggungjawab program (Pusat) dan Auditor. Pelatihan. Kabupaten / Kota sebagai berikut : 1. bukti biaya konsumsi. transportasi narasumber dan fasilitator bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran daftar penerimaan transportasi. surat undangan peserta. Akomodasi hotel. 4. Uang harian. sewa gedung. Monitoring dan Evaluasi. Sedangkan Pejabat Pembuat komitmen bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan di tingkat Propinsi. F. 8. c. bukti-bukti pengeluaran (honorarium. dan laporan monev. 9. d. 3. penerimaan biaya transpotasi. notulen rapat. daftar penerimaan uang harian. sebagai berikut : a. daftar penerimaan transpotasi dan notulen rapat. Alat tulis kantor dan fotokopi bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan melampirkan faktur barang. Pertanggungjawaban uang dan barang agar dicatat dan disimpan secara tertib administrasi guna keperluan pemeriksaan oleh Aparat Pengawas Internal maupun Eksternal 2. 7. sewa ruang pertemuan. Bentuk pertanggungjawabannya berupa kuitansi atau surat pernyataan biaya riil dengan lampiran surat tugas. daftar hadir. Laporan Setiap Kegiatan Pada setiap pelaksanaan kegiatan agar dibuat laporan dengan berpedoman pada format. Rapat bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi dengan lampiran surat undangan. Pelaporan Setiap Satuan Kerja Kuasa Pengguna Anggaran wajib membuat laporan sebagai berikut: 1. E. bahan. b. penggandaan. SPPD. Pertemuan bentuk pertanggungjawabannya berupa kwintansi.Pada saat pengajuan SPM ke KPPN tidak perlu dilampirkan SPP dan dokumen lainnya (Kontrak) tetapi dilampiri resume kontrak. daftar hadir peserta) laporan pelatihan.

H.com 14 .q. Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas. Formulir A & B (10 hr kerja stlh triwulan berakhir) Kepala Unit Kerja/KPA (oleh Pejabat Evapor Dinkes Propinsi) Formulir A (5 hr kerja stlh triwulan berakhir) Penanggung-jawab kegiatan/PK Formulir A Alamat Pengiriman : Kepala Bagian Program & Informasi Setditjen Bina Kesmas (Blok B Ruang No 807) Jln.com 2. Laporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan Mengacu pada Peraturan Pemerintah No. pikesmas@yahoo. Mekanisme Pelaporan Dana Dekon antara UKM & Perbaikan Gizi sebagai berikut: a. 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan dan Kepmenkes No.R Rasuna Said Blok X5 Kavling No.q. Kepala Bagian Program & Informasi Sesditjen Bina Kesmas b. evaporkesmas@gmail. 4-9 Jakarta 12950 Telp/Fax : (021) 5279216 Email : 1.565/Menkes/ SK/VI/2007 tentang Pedoman Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kesehatan. Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran melalui Pejabat Evapor di Dinkes Propinsi melakukan rekapitulasi formulir A dengan menggunakan formulir B selanjutnya menyampaikan laporan pelaksanaan DIPA Dekon UKM & Perbaikan Gizi formulir A dan formulir B kepada Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat paling lambat tanggal 10 (sepuluh) hari kerja setelah triwulan berakhir c.2. Bagan 5 Mekanisme Pelaporan Sesuai PP 39 Dirjen Bina Kesmas C. Pejabat Pembuat Komitmen (PK) / Penanggung-jawab kegiatan Satker Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi di lingkungan Dinkes Propinsi menyampaikan laporan pemantauan pelaksanaan DIPA Dekonsentrasi Program UKM & Perbaikan Gizi dengan menyampaikan formulir A kepada Kepala Unit Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran setiap 5 (lima) hari kerja setelah triwulan berakhir.

Laporan Realisasi Anggaran Secara Manual Dalam rangka pemantauan pelaksanaan anggaran satker secara tepat waktu. Laporan Realisasi Anggaran a.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor : PER51/PB/2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian / Lembaga. 15 . sesuai dengan Sistim Akuntansi Instansi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No.3. Laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistim Informasi Manajemen & Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) Satuan kerja sebagai Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (Propinsi dan Kabupaten / Kota) wajib menyampaikan laporan Realisasi Anggaran dan Neraca setelah melakukan rekonsiliasi dengan KPPN setempat setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 7 bulan berikutnya. masing-masing satker menyampaikan laporan realisasi fisik dan keuangan sebagaimana format laporan di bawah ini : Tabel 1 Realisasi Anggaran APBN yang di Daerahkan di Propinsi Tahun 2008 Program : Propinsi : Bulan : Realisasi Keuangan Fisik (%) Rupiah % 4 5 6 No 1 Kegiatan 2 Alokasi 3 b.171/PMK.

a. Jl. dan 3.Bagan 6 Mekanisme Pelaporan SAI (SAK dan SIMAK-BMN) TINGKAT KEMENTERIAN UNIT AKUNTANSI PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ( UAPA / B ) TINGKAT ESELON-I ADK & Laporan UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG ESELON-I (UAPPA/B-E1) Tembusan TINGKAT WILAYAH UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAPPA/B-W) TINGKAT SATKER UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA ANGGARAN/BARANG WILAYAH (UAKPA/B) REKONSILIASI DENGAN KPPN Keterangan : UAKPA/B menyampaikan Laporan secara berjenjang UAKPA/B dapat menyampaikan tembusan laporan langsung ke UAPA/B Tingkat Kementerian c. HR Rasuna Said Kav. Jakarta Selatan 12950 Lantai 8 Blok C Ruang 813 Telp / Fax : (021) 5277211 email : keuangan_binkesmas@yahoo.b. 16 . Bina Kesmas c/q Bag. setelah diisi dan dikirimkan ke : Sekretariat Ditjen. Penyampaian / pengiriman laporan akan dilakukan sebagai berikut : T a n g g a l 1 4 5 Semua satker akan dihubungi melalui telepon dan SMS Semua satker akan diingatkan kembali mengenai laporan Laporan dikirim ke Pusat Butir 3. Keuangan.com Setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya. 4-9 Blok X5.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->