Anda di halaman 1dari 3

Judul : Pengaruh sikap terhadap profesi dan komitmen organisasi terhadap pengamb

ilan keputusan individual.: Studi Ex Post Facto di SMA .....gimana?


Latar belakang tentu saja karena profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melak
sanakan tugasnya memerlukan/menuntutkeahlian (expertise), menggunakan teknik-tek
nik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Sehingga sikap akan kesdaran terhadap pr
ofesi dituntut untuk benar Sikap Profesional Keguruan adalahsikap seorang guru d
alammenjalankan pekerjaannya yangmencakup keahlian, kemahiran, dankecakapan yang
memenuhi standarmutu atau norma tertentu sertamemerlukan pendidikan profesikegu
ruan.
Sedangakan kaitannya dengan komitemen organisasi adalah Komitmen organisasi seb
agai suatu keadaan dimana seseorang karyawan memihak organisasi tertentu serta t
ujuan tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi
tersebut. Menurut Stephen P. Robbins didefinisikan bahwa keterlibatan pekerjaaan
yang tinggi berarti memihak pada pekerjaan tertentu seseorang individu, sementa
ra komitmen organisasional yang tinggi berarti memihak organisasi yang merekrut
individu tersebut. Dalam organisasi sekolah guru merupakan tenaga profesional ya
ng berhadapan langsung dengan siswa, maka guru dalam menjalankan tugasnya sebaga
i pendidik mampu menjalankan kebijakan-kebijakan dengan tujuan-tujuan tertentu d
an mempunyai komimen yang kuat terhadap sekolah tempat dia bekerja.
Namun dalam pelaksanaan dalam manajemen pendidikan, Manajemen membutuhkan inform
asi sebagai dasar pengambilan keputusan mereka. Sistem informasi mempunyai peran
an yang penting dalam menyediakan inf untuk manajemen setiap tingkatan. Tiap2 ke
giatan dan keputusan manajemen yg berbeda membutuhkan informasi yang berbeda. Ol
eh kana itu untk dpt menyediakan informasi yg relevan dan berguna bagi manajemen
, maka pengembang system informasi hrs memahami terlebih dahulu kegiatan yang di
lakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya
Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemil
ihan alternative untuk mencapai sasaran. Namun dikarenakan terdapat sikap terhad
ap profesi dan komitmen terhadap organisasi diharpakan setiap hasil akhir keputu
san mampu berjalan tepat dan tidak saling tumpang tindih karena setiap individu
bisa saja melakukan disfungsi atas profesi dan komitmennya terhadap organisasi.
Oleh karenanya diambil judul dengan Pengaruh sikap terhadap profesi dan komitmen
organisasi terhadap pengambilan keputusan individual.

Rumusan Masalahnya:
1. Adakah hubungan antara sikap terhadap profesi dengan pengambilan keputusan?
2. Adakah hubungan antara komitmen organisasi terhadap pengambilan keputusan?
3. Bagaimana korelasional antara sikap terhadap profesi dan komitmen dalam organ
isai dalam pengambilan keputusan?
Hipotesa penelitian
H1 Ada hubungan antara sikap terhadap profesi dan komitmen organisasi dengan pen
gambilan keputusan
H0 Tidak ada hubungan antara sikap terhadap profesi dan komitmen organisasi deng
an pengambilan keputusan
Metode Penelitian
Penelitian dengan rancangan ex post facto sering disebut dengan after the fact.
Artinya, penelitian yang dilakukan setelah suatu kejadian itu terjadi. Dalam pen
gertian yang lebih khusus, (Furchan, 383:2002) menguraikan bahwa penelitian ex p
ost facto adalah penelitian yang dilakukan sesudah perbedaan-perbedaan dalam var
iable bebas terjadi karena perkembangan suatu kejadian secara alami. Penelitian
ex post facto bertujuan untuk melacak kembali, jika dimungkinkan, apa yang menja
di faktor penyebab terjadinya sesuatu.
Hal ini cocok untuk menilik variabel bebas antara sikap terhadap profesi dan kom
itmen organisasi sebagai variabel bebas yang berkaitan dengan variabel terikat y
aitu pengambilan keputusan dengan melacak kembali kejadian berdasar variabel yan
g memungkinkan.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif. analisis karena da
ta baru bisa dimulai, bila seluruh data telah dikumpulkan, karena rancangan pene
litian kuantatif telah disusun sedemikian rupa komplitnya, sehingga semua data t
elah ditentukan secara teliti, lengkap dan pasti. Sebelum melangkah menyiapkan d
ata untuk dianalisis, untuk memenuhi konsep dasar penelitian kuantitatif, maka s
emua data yang dikumpulkan harus sudah berupa data kuantitatif (angka). Kegiatan
dalam analisa data kuantitatif adalah: mengelompokkan data berdasarkan variabel
dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh respond
en, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk men
jawab rumusan masalah, an melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang tel
ah diajukan (jika ada), (Sugiyono, 2006: 164)
Teknik sampling
Teknik sampling menggunakan menggunakan teknik probability sampling dengan clust
er random sampling. Teknik ini digunakan apabila ukuran populasinya tidak diketa
hui dengan pasti, sehingga tidak memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingn
ya, dan keberadaannya tersebar secara geografis atau terhimpun dalam klaster-kla
ster yang berbeda-beda. Keuntungan menggunakan teknik ini ialah jika kluster-klu
ster didasarkan pada perbedaan geografis maka biaya penelitiannya menjadi lebih
murah. Karakteristik kluster dan populasi dapat diestimasi.
Jenis instrumen penelitian
jenis instrumen penelitian kuantitatif yang digunakan adalah kuesioner sebagai p
edoman assesment yang dibuat dengan mengacu pada teori sikap terhadap profesi da
n komitmen organisasi yang dikaitkan dengan pengambilan keputusan invididu. Pros
es penelitian dilakukan melalui penilaian para responden dengan wawancara dan pr
aktek langsung yang dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan tuj
uan penelitian.
Validitas instrumen penelitian kuantitatif dihitung dengan menggunakan bantuan p
rogram SPSS 10. Jika r hasil positif, serta r hasil > r tabel maka butir pertany
aan tersebut valid (Singgih Santoso, 2000).
Pengujian reliabilitas dilakukan dengan internal consistency yaitu mencobakan
instrumen one shoot (diukur sekali saja) kemudian hasil yang diperoleh dianalisi
s
dengan menggunakan teknik tertentu, yaitu diukur dari koefisien korelasi, dianga
p
reliabel bila r hitung > r tabel. Pengukuran dilakukan dengan bantuan program ko
mputerisasi SPSS 10.
Prosedur Pengambilan dan Pengumpulan Data
1. Jenis dan Sumber data
Prosedur pengambilan data penelitian menggunakan dua jenis data, yang dapat digo
longkan sebagai berikut :
Data Primer
Data primer yang dimaksud meliputi data tentang ragam kompetensi guru akan sikap
terhadap profesi dan komitmen organisasi terhadap pengambilan keputusan. Data t
ersebut diperoleh dari hasil wawancara dan diskusi dengan para guru dan dari has
il proses assessment para
responden yang menjadi sampel kuesioner penelitian.
Data Sekunder
Data sekunder diperlukan untuk melihat gambaran umum tentang kondisi sekolah yan
g diperoleh dari statistik dan sudah diolah dalam hal ini misalnya dari Badan Ak
reditasi Sekolah atau Manajemen Sekolah. Selain itu data
sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui
studi kepustakaan.
2.Cara Pengumpulan Data
Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
a. Observasi dengan melakukan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti atau
dapat dirumuskan sebagai proses pencatatan pola perilaku subyek(orang), obyek(be
nda) atau kejadian sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan ind
ividu-individu yang
diteliti(Indriantoro, 1999:157).
b. Wawancara dan diskusi dengan para guru untuk memperoleh informasi mendalam te
ntang berbagai hal yang berkaitan dengan sistem remunerasi yang dilaksanakan Ser
ta proses assessment yang dipandu oleh instrumen terstruktur berupa kuesioner ya
ng diterapkan dalam wawancara dan praktek langsung untuk menilai kompetensi indi
vidu. Proses pelaksanaannya berlandaskan pada tujuan penelitian, responden dinil
ai secara bergilir supaya tidak mengganggu aktivitas produksi pada jam kerja, se
rta diskusi dilakukan dengan jadwal
tertentu yang telah disesuaikan dengan kondisi responden. Pelaksanaan pengumpula
n data dilakukan sendiri oleh peneliti dibantu para assessor.
Pengolahan data dalam penelitian melalui serangkaian tahap sebagai berikut :
a. Pemeriksaan Data (Editing)
Dilakukan dengan cara meneliti kembali data yang terkumpul dari penyebaran kuesi
oner. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah data yang terkumpul sud
ah cukup baik. Pemeriksaan data atau editing dilakukan terhadap jawaban yang tel
ah ada dalam kuesioner dengan memperhatikan hal-hal meliputi: kelengkapan pengis
ian jawaban, kejelasan
tulisan, kejelasan makna jawaban, serta kesesuaian antar jawaban.
b. Pembuatan Kode (Coding)
Coding dilakukan sebagai usaha menyederhanakan data yaitu dengan memberi simbol
angka pada masing-masing kategori jawaban dari seluruh responden.
c. Tabulasi
Setelah pembuatan kode maka selanjutnya melakukan tabulasi data.