P. 1
Indeks Pembangunan Manusia Prov. Papua Barat 2009

Indeks Pembangunan Manusia Prov. Papua Barat 2009

|Views: 1,754|Likes:

More info:

Published by: Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat on Oct 09, 2010
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2014

Komponen terakhir yang digunakan untuk penghitungan

IPM adalah dimensi ekonomi yaitu kemampuan untuk hidup layak.

Komponen ini digambarkan dengan paritas daya beli. Daya beli

merupakan kemampuan masyarakat dalam membelanjakan uang

untuk barang dan jasa. Kemampuan ini sangat dipengaruhi oleh

harga-harga riil antar wilayah karena nilai tukar yang digunakan

dapat menaikkan atau menurunkan daya beli.

Untuk itu dalam penghitungan daya beli ini telah

menggunakan harga yang telah distandarkan dengan kondisi

Jakarta Selatan sebagai rujukannya. Penggunaan standar harga ini

untuk mengeliminasi perbedaan harga antar wilayah sehingga

perbedaan kemampuan daya beli masyarakat antar wilayah dapat

diperbandingkan.

Paritas daya beli Provinsi Papua Barat tahun 2009 adalah

sebesar Rp. 595.280,- meningkat seiring dengan semakin tingginya

Data Mencerdaskan Bangsa

Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua Barat Tahun 2009

93

kebutuhan hidup dibandingkan tahun 2008 yang mencatat paritas

daya beli sebesar Rp. 593.130,-. Kondisi tersebut juga meningkat

dibandingkan dengan situasi pada tahun 2007 yang mempunyai

paritas daya beli masyarakat sebesar Rp. 592.070,-. Kenaikan

paritas daya beli ini diperkirakan dipengaruhi oleh semakin

membaiknya kondisi ekonomi penduduk sehingga dengan adanya

kenaikan pendapatan tersebut mengakibatkan kemampuan

masyarakat untuk mengakses pendidikan untuk melanjutkan sekolah

dan mengakses fasilitas kesehatan menjadi semakin baik.

Tabel 4.4 Paritas Daya Beli Menurut Kabupaten/Kota di
Provisni Papua Barat Tahun 2007-2009
(Ribu Rupiah)

Kabupaten/Kota

2007

2008

2009

(1)

(2)

(3)

(4)

Fak-Fak

577,90

582,51

585,63

Kaimana

591,70

596,37

599,40

Teluk Wondama

590,40

597,65

600,79

Teluk Bintuni

596,10

596,30

597,49

Manokwari

579,20

584,87

588,11

Sorong Selatan

582,10

585,70

587,90

Sorong

591,10

596,11

597,45

Raja Ampat

554,60

558,87

560,49

Tambrauw

-

-

440,53

Maybrat

-

-

580,93

Kota Sorong

628,30

633,78

634,63

Papua Barat

592,07

593,13

595,28

Sumber: Diolah dari Susenas 2007-2009

Data Mencerdaskan Bangsa

Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua Barat Tahun 2009

94

Menurut Tabel 4.4, Kota Sorong mempunyai paritas daya

beli tertinggi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yaitu 628,30 ribu

(2007); 633,78 ribu (2008); dan 634,63 ribu (2009). Sementara

Kabupaten Raja Ampat memiliki paritas daya beli terendah selama

tahun 2007 dan 2008, yaitu 554,30 ribu dan 558,87 ribu. Sedangkan

untuk tahun 2009 Kabupaten Tambrauw adalah kabupaten yang

memiliki paritas daya beli terendah yaitu sebesar 440,53 ribu.

Kenaikan paritas daya beli Provinsi Papua Barat ternyata

juga diikuti oleh kenaikan indeks daya beli. Indeks daya beli pada

tahun 2009 Provinsi Papua Barat sebesar 54,37, atau kondisi ini

lebih baik bila dibandingkan dengan indeks daya beli tahun 2007 dan

2008 yang masing-masing mempunyai nilai indeks sebesar 53,63

dan 53,88.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->