P. 1
Edisi 221

Edisi 221

|Views: 832|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on Oct 09, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

e-mail : mediarakyat_new@yahoo.

com Contact Person : 0812 9936 977

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 3
1.1 Triliun Lebih APB-P Natuna Disetujui

website : www.mediarakyatonline.com

Hal. 6
Wacana Tes Keperawanan Menuai Kritik

Pembawa Suara Pembangunan

Bangsa

Hal. 7
Pengguna Kendaraan Keluhkan Pelayanan SPBU

Baca Juga

Edisi 221 Tahun X, 10 - 20 Oktober 2010

Harga Rp. 3.500,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

BI : Uang Kertas 100 Ribu Tidak Salah Cetak
Bank Indonesia menyatakan uang kertas Rp100.000 yang beredar sekarang tidak salah cetak dan tidak akan (Hal 2)

KUR Jadi Contoh Pembiayaan di Asis Pasifik
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi proyek percontohan pembiayaan usaha mikro dan kecil di kawasan (Hal 5)

Presiden Minta Masukan Setgab Soal Pencalonan Kapolri
Jakarta,(MR) Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto mengungkapkan, Komjen Timur Pradopo dipilih sebagai calon Kapolri setelah Presiden Yudhoyono meminta masukan Ketua Harian Sekretariat Gabungan Partai KoalisiAburizal Bakrie dan partai koalisi lainnya. "Ketua Setgab (Presiden Yudhoyono) meminta masukan kepada Setgab, termasuk dari Ketua Harian Setgab Aburizal Bakrie," kata Setya Novanto di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/10). baca hal 11

Johan Budi

Presiden Akan Keluarkan

Inpres Penghematan Anggaran
Trotoar Jalan Kota Banjar

Memprihatinkan

Humas Pemkab Anambas Terapkan SOP Bagi Media
Anambas,(MR) Buruknya administrasi dan rendahnya filterisasi terhadap media di bagian Humas dan Protokol dituding sebagai biang dari membengkaknya tagihan tersebut. “ Mulai sekarang, kami akan menerapkan SOP untuk media. Ini bukan untuk membatasi atau mempersulit kawan-kawan media, tapi SOP ini diterapkan supaya semuanya menjadi lebih tertib,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Anambas, Ody Karyadi, di hadapan sejumlah wartawan di Aula Pemkab Anambas, Senin (4/10). Kabag Humas menyebut beberapa esensi dari SOP media tersebut. Salah satunya adalah persyaratan bagi media yang ingin menjalin perjanjian kerjasama (MoU) dengan Pemkab. Media yang bersangkutan harus sudah berdiri dan aktif minimal selama 7 tahun, dan tersebar se-Provinsi baca hal 11

Pasca Terjadinya amblas Trotoar yang terbagi beberapa titik lubang disertai serpihan-serpihan keramik kecil. dijalan Hamara EFENDI pejalan kaki sangat lenggang (30-9) baca hal 11

Hartono Tanoesoedibjo

Aroma Pemilukada Kabupaten Natuna

Good Skill SMA Negeri 1 Gantar Dipertanyakan
Indramayu,(MR) Ismail Azry, aktivis lembaga pendidikan kejuruan swasta di Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menanyakan Good Skill / kualitas para lulusan SMA Negeri 1 Gantar seperti di beritakan media lokal. Menurut kepala SMA Negeri 1 Gantar, Drs.Ridwan, dalam pernyataan pers menyebutkan, untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, pihaknya menerapkan ekstrakurikuler Bahasa Inggris, Mulok Pengetahuan Hukum Luar Negeri dan Life Skill Komputer. Ismail Azry menegaskan, kalaulah pernyataan kepala sekolah Drs.Ridwan menjadi sebuah fakta maka patut di acungi jempol. Namun jika sekedar lips service belaka sangatlah disayangkan, pasalnya ada informasi baca hal 11

Makin Panas
Ranai, (MR) Ilyas Sabli, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna memastikan diri maju dalam Pemilukada Kabupaten Natuna pada Februari 201. Keinginan putra daerah Natuna kelahiran Kecamatan Serasan maju sebagai calon Bupati Natuna periode berikutnya ini di dorong dengan niat untuk memajukan Kabupaten Natuna menuju masyarakat Drs. H. Ilyas Sabli Natuna Maju, Adil dan Sejahtera, sesuai dengan visi dan misi Natuna Mas 2020. Sampai saat ini, tokoh yang santer disebut-sebut masyarakat akan mendampingi Ilyas Sabli sebagai Calon baca hal 11 Wakil Bupati Natuna berasal dari DPD Partai

Jakarta,(MR) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengeluarkan instruksi presiden dan peraturan presiden yang mengatur penghematan anggaran negara di seluruh pemerintahan mulai 2011. Dalam pengantarnya sebelum memulai rapat kabinet terbatas bidang Polhukam tentang peningkatan akuntabilitas dan efektivitas pemerintahan daerah di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, Presiden mengatakan segera membentuk tim evaluasi untuk meneliti seluruh pos anggaran yang bisa dihemat pemerintah pusat dan daerah. "Akan dibentuk tim untuk mengevaluasi, meneliti, seluruh jajaran pemerintah termasuk pemerintah daerah, yang mana belanja rutin yang tidak diperlukan. Selama ini baca hal 11

Pembangunan di Prabumulih Sarat KKN
Mengisi Catatan Kriminal di Formulir Lamaran Pekerjaan
Seorang pelamar mengisi formulir lamaran pekerjaan. Ketika dia sampai pada pertanyaan, "Apakah anda pernah ditangkap?" Dia menjawab, "Tidak." Pertanyaan berikutnya, sebenarnya merupakan pertanyaan bagi orang yang menjawab 'Ya', pertanyaan tersebut adalah "Mengapa?" Namun si pelamar tetap menjawab pertanyaan itu: "Tidak pernah berhasil ditangkap."

Aparat Diminta Buka Mata
Prabumulih,(MR) Beberapa pembangunan yang ada di Kota Prabumulih terindikasi sarat KKN (kolusi korupsi dan nepotisme), ironisnya dari tahun ke tahun pembangunan yang ada di kota ini dinilai selalu tidak sesuai dengan apa yang di harafkan (dikorupsi) namun ironisnya lagi aparat penegak hukum seolah tidak tahu atau sengaja menutup mata, ada apa ?. Berdasarkan pantauan wartawan secara langsung dan keterangan dari berbagai sumber Seperti halnya pembangunan peningkatan jalan M.Yamin, Jl Mayor Iskandar dan Jl.Surip Sumoharjo yang dikerjakan oleh PT.Sinar Timur Sejahtera yang menelan dana miliaran rupiah yang diduga dikerjakan tidak sesuai dengan setandar Hotmix yang dikerjakan pada malam hari,dan pembangunan Median Jalan yang berlokasi di sepanjang jalan jendral sudirman Kota Prabumulih,dan pembangunan jalan Peningkatan jalan samping R.A Kartini sampai lapangan Prabujaya, samping jalan RA Kartini sampai dengan Rutan, samping jalan RA Kartini sampai pustu serta dan Sam-ping jalan RA Kartini sampai dengan jalan lematang yang kesemuaannya dikerjakan oleh PT.Verojasa baca hal 11 Technical.

Lintas Daerah LSM Gerhana Surabaya Akan Laporkan Pabrik Yang Mencemari Lingkugan
Sri Sultan HB X

Pembangunan jalan di Prabumulih

Surabaya, (MR) Tiga perusahaan terindikasi melakukan pencemaran pada air sungai berantas, dari hasil Investigasi wartawan dimukan, PTMB, PT.SJ, PT.JS. Walaupun Ketiga pabrik tersebut sudah lama beroperasi namun ada yang tidak memiliki Instalasi pengelolah Air Limbah (IPAL) sehingga untuk menghilangkan limbah dari perusahaan tersebut berbagaicara dilakukan termasuk membuang limbah ke sungai berantas.

Wartawan koran dan LSM membentuk tim untuk menyelusuri sepanjang sungai berantas, ternyata informasi dari masyarakat itu adalah benar dan ditemukan ada 3 pabrik yang membuang limbah di sungai berantas, jenis limbah bermacammcam, antara lain limbah dari pewarna kain, limbah minyak goreng, dan limbah semen gresik, tim segera mengambil gambar dari pabrik masing-masing, selanjutnya tim pun melaporkan 3 pabrik tersebut kepada BLH.

Humas BLH, Dyah Larasayu, ketika melihat foto-foto hasil tim investigasi ini, sempat kaget dan berjanji akan menindak tegas pabrik yang benar-benar mencemarkan lingkungan, “Akan saya laporkan ke tim patroli air gabungan, Perum Jasa Tirta, Badan Lingkugan Hidup BLH, Jatim Polrestabes, BLH kota Surabaya, Dinas PU pengairan, Jatim dan LSM ”. Ungkap Dyah. Selang waktu 3 minggu tim gabungan melakukan baca hal 11

Limbah PT. MB

2
Perlu Dibangun "Hotline" Media Dengan Pemerintah
Jakarta,(MR) Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) ANTARA Ahmad Mukhlis Yusuf mengharapkan adanya hotline antara media dengan pemerintah yang bisa menyajikan informasi kredibel. Ia menyatakan, banyak kasus dialami media, namun mendapat pernyataan resmi dari instansi pemerintah yang tidak selaras atau asimetris. "Jalan keluar yang sangat baik adalah adanya hotline antara media dan pemerintah," kata Ahmad Mukhlis dalam diskusi "Optimalisasi Hubungan Bilateral Indonesia - Malaysia", Jakarta, Rabu. Melalui pertemuan itu, katanya, perlu adanya resolusi pembangunan sebuah lembaga yang kredibel dan bisa menjelaskan berbagai fenomena dengan sebuah rentang kerja dan kemampuan yang kredibel serta dapat dipercaya oleh media di Indonesia maupun di Malaysia. "Tentu, rekan media akan terbantu karena akan menampilkan fakta-fakta sesungguhnya dan sebuah perkara bisa disajikan secara kredibel," kata Ahmad Mukhlis dalam diskusi yang juga menghadirkan pembicara Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarman Azzam. Tarman Azzam berpendapat, pers merupakan elemen bangsa dan menciptakan sikap kritis masyarakat. Pers Indonesia tidak lepas dari eforia reformasi, sedangkan di Malaysia masih terkendali oleh pemerintahnya. Pembentukan hotline antar berbagai pihak, untuk memelihara informasi yang benar dan bermanfaat, supaya dapat menanggapi secara proporsional antara pemerintah, masyarakat dan pers. "Komunikasi itu penting supaya tidak ada salah kaprah," katanya. Acara diskusi ini bertujuan untuk menghimpun pendapat dari kalangan media massa, akademisi, lembaga swadaya masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya mengenai upaya mengoptimalisasi hubungan bilateral RI-Malaysia. Indonesia dan Malaysia mempunyai kedekatan geografis, historis, sosial budaya dan kekerabatan. Kondisi ini telah mendukung terealisasinya hubungan bilateral kedua negara yang saling menguntungkan, sebagaimana tecermin di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya. Kegiatan diskusi tersebut diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI pada 6-7 Oktober. >>Wisnu

Berita Utama
Jakarta,(MR) Bank Indonesia menyatakan uang kertas Rp100.000 yang beredar sekarang tidak salah cetak dan tidak akan ditarik peredarannya karena tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Rabu mengatakan pernyataan ini dikeluarkan sehubungan dengan beredarnya isu akan ditariknya uang kertas pecahan Rp100.000 bergambar Soekarno- Hatta yang diisukan mengalami kesalahan cetak pada bagian naskah proklamasi, khususnya pada pencantuman tahun `05. "Uang Kertas pecahan Rp100.000 bergambar Soekarno-Hatta tidak mengalami kesalahan cetak dan tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah," katanya. Menurut Difi, Bank Indonesia telah melakukan prosedur perencanaan desain dan pencetakan uang sesuai ketentuan, termasuk berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan kebenaran dan keabsahan seluruh aspek yang tertera pada uang dimaksud. "Pencantuman teks proklamasi pada Uang kertas Rp 100.000 sudah sesuai dengan naskah asli-nya yaitu tertulis "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen `05"". Tahun `05 mengacu pada fakta sejarah dimana Jepang masih berkuasa pada saat itu, sehingga penanggalan yang dipergunakan adalah penanggalan Jepang yaitu tahun 2605 yang disingkat `05," katanya. Untuk itu, kepada seluruh masyarakat, BI mengimbau

Tahun Edisi 221 Tahun X 10- 20 Oktober 2010

BI: Uang Kertas Rp 100.000 Tidak Salah Cetak

untuk tidak terpengaruh oleh isu ataupun informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. >> Ediatmo

Rohmani Sigelap:

Bupati Karawang Lantik 261 Pejabat Eselon II, III, dan, IV
Karawang, (MR) Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S.Muchtar melantik dan mengambil sumpah sebanyak 261 pejabat eselon II, III, dan IV dilingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang, berlangsung di Plaza Pemkab Karawang, Kamis kemarin. Sebelum mengambil sumpah, Bupati Karawang mengingatkan kepada para pejabat yang akan dilantik untuk tidak main-main dengan sumpah jabatan mereka. “Hal ini karena dalam sumpah yang diucapkan tersebut, terkandung makna dan tanggung jawab untuk memelihara dan menyelamatkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945,” jelasnya. Di samping itu, lanjut Bupati, dalam pengambilan sumpah jabatan tersebut, selain disaksikan oleh diri sendiri dan mereka yang hadir saat ini, sumpah jabatan ini juga disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia hanya bisa mengetahui apa yang tampak dan terlihat, akan tetapi hanya Tuhan yang mengetahui apa yang tampak dan tersembunyi dalam hati masing-masing. “Dan kepada Tuhan lah saudara akan bertanggung jawab,” ujarnya. Bupati melanjutkan, alih

“Realisasi ADD Sidadadi Berdasarkan Musyawarah”
Indramayu,(MR) Realasasi dana Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Sidadadi Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, berdasarkan hasil musyawarah antara BPD, LPM, PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda. Rohmani Sigelap, SE. Jurutulis Desa Sidadadi mengatakan hal tersebut menepis tudingan negatif terkait pencairan dana ADD di desanya, dari oknum yang tidak bertanggung jawab. “ Memang untuk pencairan termin pertama dana ADD di alokasikan bagi honor kesejahteraan para pamong desa dan pembangunan pisik, “ jelasnya. Di katakanya, pencairan dana ADD berikutnya baru di alokasikan untuk honor kesejahteraan para pengurus dan anggota lembaga ketahanan desa seperti BPD, LPM, PKK dan Karang Taruna, sesuai dengan peraturan atau petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana. Jadi tidak benar kalau ada informasi negative tentang Realisasi ADD tahun anggaran 2010 di Desa Sidadadi, bantah Sigelap belum lama ini. Sejumlah warga Desa Sidadadi yang sempat di temui Kontributor Media Rakyat Nia Daniati, menyatakan rasa bangga kepada pemerintahan Desa Sidadadi yang telah melaksanakan pembangunan inprastruktur perhubungan darat, berupa pengerasan jalan lingkungan. >> Mukromin

Buyung Tuding Jaksa Agung Lindungi Cirus Sinaga
Jakarta,(MR) Adnan Buyung Nasution, penasihat hukum Gayus Halomoan Tambunan, mengkritik pernyataan Darmono, Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung. Kritik tersebut terkait dengan pernyataan Kejagung bahwa pihaknya tidak menemukan bukti tindak pidana yang dilakukan oleh jaksa Cirus Sinaga saat menangani kasus Gayus pada 2009. "Darmono jangan ngomong di luar, di sidang kalau berani,"tegas Buyung seusai mendampingi Gayus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/10). Buyung menjelaskan, jika Kejaksaan Agung tidak menemukan keterlibatan Cirus, seharusnya ia memerintahkan Cirus agar hadir di pengadilan untuk menjelaskan tentang proses penanganan kasus Gayus. "Bilang Darmono, kalau dia menjamin tidak ada keterlibatan Cirus, bawa Cirus kemari bersama dia," tansad Buyung berapi-api. Buyung menilai ketidakhadiran Cirus dalam persidangan, ditambah pernyataan pihak Kejakgung bahwa tidak menemukan bukti keterlibatan Cirus, dapat menimbulkan opini tentang adanya upaya melindungi institusi. Apalagi, jaksa penuntut umum para terdakwa yang terlibat kasus Gayus, tidak pernah meminta Cirus dihadirkan meskipun berulang kali disebut oleh saksi-saksi bahwa Cirus adalah otak rekayasa perkaya Gayus. "Supaya tidak timbul kesan seperti itu (melindungi korps), dia (Darmono) perintahkan (Cirus) datang ke sidang, pertanggungjawabkan sebagai saksi. Harus gitu. Baru pejabat udah begitu, apalagi jadi jaksa agung," tegas Buyung. Sidang Gayus Tambunan, Rabu, ditunda karena lima saksi yang dijadwalkan memberi keterangan, tidak hadir dengan berbagai macam alasan. Haposan Hutagalung dan Arafat Enanie batal hadir karena sakit. Alif Kuncoro tidak dapat hadir karena belum mendapat izin dari Pengadilan Tinggi. Sedangkan Denny Indrayana dan Mas Achmad Santosa yang pada sidang sebelumnya juga tidak dapat hadir, kali ini menurut jaksa penuntut umum Syarief, tidak hadir karena masih ada polemik soal kunjungan Presiden ke Belanda. Sidang akan dilanjutkan Senin (11/10) dengan agenda pemeriksaan saksi. Denny Indrayana, Achamd Santosa, Imam Cahyo, dan Wahyu Indra Pramugari. >>Hengki

tugas dan jabatan baru dapat diselenggarakan saat ini, meskipun telah direncanakan sejak tiga bulan yang lalu. Hal ini karena masih menunggu turunnya SK dari Gubernur Jawa Barat atas jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang yang baru, yaitu Ir. Iman Sumantri. Menurut Bupati, alih tugas dan jabatan ini merupakan salah satu upaya penyegaran organisasi, yang merupakan hasil usulan Badan Pertimbangan Baperjakat serta rekomendasi dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan. Oleh karenanya, Bupati mengingatkan seluruh jajarannya untuk senantiasa bekerja dengan baik dan memiliki integritas.

Selain itu, Bupati juga menegaskan bahwa tidak ada kepentingan terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), melainkan murni untuk penyegaran organisasi, dan mengingatkan kembali bahwa jabatan adalah amanah dari Allah dan rakyat. “Untuk itu, Selamat Bertugas, semoga Karawang ke depan semakin lebih baik,” tambahnya. Berikut ini para pejabat yang dilantik antara lain : Drs. H.Teddy Rusfendi dari Asda III menjadi Kepala Bappeda, Drs. H. Momon Sudirman, M.Si dari Kepala BPMPD menjadi Asda III, Drs. Saridin Sinabang dari Kepala Disperindagtamben menjadi Kepala BPMPD, Ir. Hanafi, MM dari Sekretaris Disperin-

dagtamben menjadi Kepala Disperindagtamben, Okih Hermawan, S.Sos, MM dari Kabid Perdagangan menjadi Sekretaris Disperindagtamben, Aip S.Chalil, SH, M.Si dari Kepala BKD menjadi Inspektur Kabupaten Karawang, Drs. H.Ramon Wibawalaksana, M.Si dari Kepala Kantor Diklat Menjadi Kepala BKD, Poltak Sahat Marudut Lumban Toruan dari Kabid Kebersihan menjadi Kepala Kantor Diklat, H.Dadang Bachrum Ilhami, SH dari Kepala Disduk dan Catpil menjadi Staf Ahli Bupati

Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Drs. H. Enday Damanhuri, M.Si dari Kepala BPLH menjadi Kepala Disduk dan Catpil. Drs. Asikin, MM dari Sekretaris BPLH menjadi Kepala Dinas Cipta Karya, Raden Tedjasuria, SH, M.Si dari Kabag Hukum menjadi Kepala Satpol PP, H. Kiki Saubari, SH, MH dari Kasubag Banhuk menjadi Kabag Hu-kum Setda, Drs. Banuara Nadeak, MM dari Kepala Dinsos menjadi Kepala Disnakertrans, H. Endang Soemantri dari Kabag Kesra menjadi Ka.Dinsos. >>K.Komarudin

Darmono: “Belum Ada Alasan Kuat Panggil SBY”
memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi saksi dugaan korupsi pada Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan HAM. "Masih belum ada jawaban yang kuat untuk memanggil Presiden dan mantan wakil presiden, Jusuf Kalla sebagai saksi dalam perkara itu," katanya, di Jakarta, Rabu. Mantan menteri Hukum dan HAM Yusril meminta kesediaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mantan presiden Megawati Soekarno Putri, mantan wakil presiden Jusuf Kalla, dan mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie untuk menjadi saksi kasus Sisminbakum. Darmono menegaskan dirinya tetap komitmen terhadap penegakan hukum, dan dari hasil penyidikan itu belum ada alasan yang kuat untuk melakukan pemanggilan. Kendati demikian, dirinya tidak melarang jika Yusril memanggil saksi, tapi persoalannya kalau permintaan itu dari tersangka. "Saksi-saksi yang kita panggil hanyalah yang mempunyai relevansi," katanya. Siapa itu yang bisa menjadi saksi, ia menambahkan adalah orang yang mengetahui dan mengalami sendiri tindak pidana yang disangkakan. "Kalau orang yang tidak ada hubungannya dengan tindak pidana, untuk apa dipanggil," katanya. Ia menjelaskan kalau itu sifatnya saksi ahli yang mempunyai hak untuk memanggil, adalah tersangka itu sendiri. "Karena saksi ahli itu yang memberikan keterangan yang sesuai dengan pengetahuannya. Mekanismenya adalah tersangkanya sendiri untuk menghadirkan saksi ahli," katanya. Saat ditanya soal penahanan Yusril, ia menyatakan penahanan Yusril sampai sekarang masih dalam evaluasi. "Kamis (7/10) kejaksaan akan ekspos atau gelar perkara (Sisminbakum), hasilnya itu akan menjadikan landasan sikap kita untuk mengambil kebijakan apa," katanya. >> Ediatmo/ Nokipa

Jakarta,(MR) Pelaksana Tugas Jaksa Agung, Darmono menegaskan belum ada alasan kuat untuk

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Irwan Hamid, Litbang : Herman Sugianto, Manager Iklan : Rudi Harris, Manager Distribusi : Herdi, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi, Bogor, Depok : Ali, Ruslan, Bekasi Kota : S. Wahyudi, Kab. Bekasi : A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Iman, Bandung Kota : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : Rustandi, Asep Zamzam, B. Supandi, Biro Cianjur : Ruslan AG, H. Apipudin, Adlan Taftajani, Kuswandi, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R, Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi, (Kepala), Kota Palembang, Adiyanto, (Kepala), Kota Prabumulih / kab. Muara Enim : Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah, Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Amiruddin, Biro Batu Raja / OKU : Sahmi, (Kepala), Biro Oku Selatan : Swardi, (Kepala), Thomas Ivan, Oku Timur : Rustam Efendi (Kepala), Ogan Ilir : Marleni (Kepala), Astute, Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Jambi : Hendar, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto, Jerlin P, Rony Rudianto, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto, Nurjaly, Hendrano, Biro Natuna : Herman Sugianto (Kepala), Didik Harjanto, M. Amin, Edi Zamri, Kab. Anambas : S. Edwar. S, (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Jawa Timur : RH. Batubara (Kepala), Adesva HT, Lambok Ferdinando, Hertanto, V. Julius Tarigan, Sidoarjo : Palguno, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Kota Medan : Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti, Tebing Tinggi : Hasni (Kepala), Herdan, Langkat : Ojak Sianturi (Kepala), Waskito, Deli Serdang : T. Manalu (Kepala), Belfri, Pematang Siantar : Heru (Kepala), Sintan, Simalungun : Togap Munthe (Kepala), Jentar Bangun, Tarutung : Juang N, Dairi : Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha.

Alamat Redaksi Tata Usaha / Iklan / Sirkulasi : Jl. Paledang RT 19/20 No. 4 Kel. Karawang Kulon - Karawang 41311 Telp. (0267) 8454238 Jawa Barat E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com PO. BOX 88 Karawang 41300 Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala Kantor Perwakilan Utama : Jl. Bina Harapan No. 38-C, Telp. (021) 79192764 Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 221 Tahun X Tahun 10- 20 Oktober 2010

Berita Utama
Ranai,(MR) Dengan ketokan palu dari Ketua Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna, Hadi Chandra dalam sidang paripurna penyampaian pendapat akhir Fraksi senin (6/9) lalu, mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah perubahan (RAPBDP), telah disetujui sebesar Rp.1.115.737.906.375.60,-. Semula, dengan menggunakan APBD murni sebesar Rp.835.284.800 maka dengan itu RAPBD-P tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp.280.453.106.375.60. Perubahan tersebut di rasakan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan pendapatan lain yang sah dalam RAPBD-P Tahun Anggaran 2010, serta silpa RAPBD-P Tahun Anggaran 2009 dengan perbandingan silpa tahun sebelumnya. Sebelum pengesahan RAPBD-P menjadi APBD-P, terlebih dahulu diberikan peluang kepada setiap fraksi untuk menyampaikan pendapat akhirnya masing-masing. Dari fraksi Golkar Plus dalam penyampaian pendapatnya yang disampaikan oleh Welmi Andri, mengatakan hendaknya Pemerintah kabupaten Natuna dalam mengelola keuangan daerah senantiasa memegang azas umum pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, Fraksi Golkar Plus juga menyarankan agar anggaran pendidikan sebesar 20 persen, digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Hal lain yang juga perlu di perhatikan yaitu mengenai pendirian Sekolah luar Biasa (SLB), sebagai mana yang tertera dalam UUD pasal 31, UU Pendidikan No 20 tahun 2003. Sementara itu dari Fraksi Demokrat pembaharuan Rakyat berharap kepada Pemkab Natuna agar setiap proyekproyek yang terbengkalai atau belum terselesaikan agar dapat diselesaikan secepatnya sehingga dapat difungsikan sebagaimana yang diharapkan. Selain itu juga diharapkan dengan disahkannya RAPBDP menjadi APBD-P dapat mempercepat proses pembangunan proyek-proyek yang kepentingannya langsung dirasakan oleh masyarakat seperti air dan listrik. Ketua DPRD Natuna, Hadi Candra dalam kesempatan tersebut mengingatkan dan berharap agar Bupati Natuna memperketat dan meningkatkan pengawasan terutama pengawasan di lapangan sehingga perencanaan yang telah disusun sebaik mungkin bisa di peroleh hasil yang maksimal. >> EDI

3

Kantor Imigrasi Tanjung Perak,

Bebas Keluar Masuk Calo

1,1 Triliun Lebih APBD-P Natuna Disetujui

Surabaya,(MR) Kantor-kantor pelayanan publik sering kali disorot media masa karena pelayanan yang kurang baik seperti pelayanan publik yang dilakukan di Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya sangat kurang kondusip. Warga masyarakat surabaya yang akan mengurus pasport di Kantor Imigrasi Tanjung Perak sesuai dengan aturan yang berlaku terlihat mengantri sangat panjang dengan waktu berjam-jam hingga ada yang tidur-tiduran di kursi, ” ya mau gimana lagi demi mencari kehidupan yang lebih baik di negeri orang” tukas Iman salah seorang yang ikut antri dalam barisan. Di gedung yang sama, yang hanya di batasi tembok terlihat suasan yang beda, pantauan tim investigasi terlihat orang-orang tertentu diduga makelar alias calo, keluar masuk dengan menenteng maap ke ruang kepala kantor maupun ruangan petugas. Orang-orang itu kelihatanya sudah saling kenal dan saling mengerti dengan para petugas imigrasi. Gedung tersebut memiliki dua pintu, yang satu tembus ke ruangan petugas imigrasi dan yang kedua ditutup dan dikunci gembok yang kunci gemboknya dipegang salah seorang petugas yang tidak jauh dari pintu, sepintas akan sangat susah untuk memasuki ruangan itu, tapi dengan gampangnya para calo-calo itu bebas keluar masuk ruangan pegawai imigrasi, apakah masing-masing mereka memiliki kunci gembok ? ternyata para calo menggunakan sarana komunikasi seperti hp. Naluri ingin tahu tim investigasi pun muncul, terlihat nomor telepon humas imigrasi Tanjung Perak, Tohadi dipapan pelayanan, beberapa kali di hubungi tidak di angkat, selang 15 menit baru diangkat, setelah berkomunikasi selanjutnya tim diarahkan untuk menemui kepala seksie penindakan, Dewa Subiro, Tim naik lewat pintu atas, begitu tim naik, kembali bingung, soalnya semua pintu di gembok gimana caranya bisa naik,? Tiba-tiba ada dua orang bermata sipit datang dan terlihat terburu-buru, salah satu petugas imigrasi membuka gembok, dan dipersilahkan masuk, tim bingung gimana caranya? ternyata mereka sudah janjian lewat telpon, tim bertanya kepetugas, emang kalau mau masuk harus telepon dulu? sambil ketawa petugas imigrasi berjalan tidak menghiraukan Tim, kemudian tim langsung masuk juga ikutin cina tadi begitu tim bertanya-tanya di mana ruagan kasie penindakan, tim kaget melihat ada segelintir calo, memegang map diruangan pegawai imigrasi, kami bingung dan bertanya-tanya, enak kali para calo masuk keluar ruangan petugas dengan mudah ada apa? padahal diluar sana para pemohon pasport antri sampai kelelahan menunggu, apa karena upeti yang sering kali diberikan oleh calo untuk petugas imigrasi hingga bebas keluarmasuk ke ruangan ruangan petugas. Humas imigrasi tanjung perak, Tohadi mengatakan pelayanan di kantor imigrasi tanjung perak sudah transparan, terutama biaya-biaya, untuk biro jasa yang ada didalam ruangan yang tadi bapak lihat ! dan sudah kami larang untuk masuk ke ruangan petugas, tetapi mereka memaksa masuk, kata Tohadi kepada tim, alasan Tohadi tidak sesuai dengan, yang tim lihat. Apakah kepala kantor mengijinkan para calo untuk masuk lewat ruangan kerjan? tim melihat terlalu bebas dan tidak ada aturan pintu utama kepala kantor imigrasi dibuat lalulalang para calo? Dari kantor Kepala LSM Gerhana diperoleh keterangan bahwa LSM Gerhana akan menanyakan hal ini ke Kakanwil Departemen Hukum dan HAM Jawa Timur, dan meminta untuk memperbaiki cara pelayanan, yang dan cara-cara mengembok pintu-pintu masuk ruangan kerja petugas imigrasi, dan kalau memang pintu-pintu itu benar-benar dibuatkan untuk masuk para petugas imigrasi ya sah-sah saja, jangan di buat untuk kepentingan lain dan orang-orang khusus? kutip Ketua LSM Gerhana R.H.Batubara kepada wartawan. >>Yohanes

Ketua DPRD Natuna Hadi Chandra menandatangani naskah pengesahan RAPBD-P Natuna

Wartawan Dituntut Untuk Profesional
Sukabumi,(MR) Menanggapai pemberitaan surat kabar kriminal edisi 149 dengan judul “PPS Wajardikdas 9 tahun sering didatangi oknum wartawan”, Tertulis Rustandi telah memeras para penanggung jawab PPS, perlu diklarifikasi menurut Asep Sulaeman anggota LSM Lesper, Rustandi belum pernah melakukan pemerasan terhadap para pengelola PPS dan dia pun bukanlah seorang cenai atau bodrek seperti yang di tuliskan oleh oknum wartawan Rudi Kuswara, Rustandi menduduki jabatan sebagai Kepala Biro di salah satu Koran mingguan nasional Media Rakyat. Bisa diketahui pemberitaan yang di terbitkan oleh surat kabar Berita Kriminal salah sasaran, “ Tandas Asep Sulaeman. Ketika Rustandi di minta komentarnya seputar pemberitaan menyangkut pribadinya beliau menjawab, “ Pemberitaan itu hanya sepihak saja saya tidak pernah dapat konfirmasi dari wartawan yang bernama Rudi Kuswara, terhadap pihak-pihak terkait serta masyarakat yang membaca pemberitaan tersebut saya sebagai pihak yang dirugikan mengklarifikasi bahwa berita tersebut bohong. Saya dapat informasi bahwa saya diberitakan oleh surat kabar Berita Kriminal edisi September 2010 dari Mastur wartawan Patroli, menurut Mastur dalam beritanya Rudi sangat melecehkan saya sampai minta tanggapan Kapolsek untuk menangkap saya, sepertinya Rudi punya dendam pribadi sehingga dalam penulisannya tidak balance atau mungkin karena dendam pribadi,” Tandas Rustandi. (Karena Rudi Kuswara Mantan wartawan Media Rakyat : Red) Pengurus LBH Pers Indonesia Nurhidayat, SH menerangkan,” Rudi Kuswara telah lama berkiprah di PPS Wajardikdas 9 tahun dengan kiprahnya itu Rudi telah sukses menanamkan kebusukan yang membawa para pengurus PPS ke pada kebejadan moral seperti Mark up siswa, dimana siswa yang di mark up adalah titipan Rudi Kuswara wartawan Berita Kriminal, secara pribadi saya sering mendengar kalau wartawan Rudi selalu minta jatahnya di kantor pos sewaktu para pengurus PPS mencairkan uang, sehingga menimbulkan keresahan di lingkungan para pengurus atau penanggung jawab PPS, Rudi sangat tidak Profesional dia telah menghembuskan fitnah agar orang lain tercemar nama baiknya, prilakunya sangat tidak terpuji menggambarkan kekerdilan jiwa dan ahlaknya. Dengan hal ini saya menghimbau pada pihak-pihak terkait untuk tidak mendanggapi berita yang sifatnya tanpa konfirmasi secara pribadi saya menegaskan bahwa yang di beritakan Surat Kabar Umum Berita Kriminal edisi 149 dengan judul PPS wajardikdas 9 tahun sering didatangi oknum wartawan yang didalamnya disebutkan nama Rustandi telah melakukan pemerasan, itu tidak benar! Pungkasnya. >> B.Supiandi/ Ruslan AG

Terminal Tipe B Prabumulih Tunggu Penyelesain Jalan
Prabumulih,(MR) Belum di operasikannya terminal tipe B yang berlokasi di jalan lingkar kota Prabumulih tentunya membuat tanda tanya, karena menginggat terminal tersebut telah diserah terimakan dalam penyelesaian pembangunannya. Menyingkapi hal tersebut Kepala Dinas Perhubungan, komunokasi dan Informatika Edy Hendrik SH. MM, mengungkapkan bahwasannya untuk pengoperasian terminal tersebut tentunya dengan persyaratannya juga telah terpenuhi, namun saat ini persyaratan yang dimaksudkan belum seutuhnya terpenuhi diantaranya yang menjadi pokok permasalahn utama yakni Jalan lingkar (jalan alternative terminal), jika jalan tersebut telah selesai tentunya terminal dapat difungsikan tinggal izin dari Gubernur, jelas Edy. Permasalahan empat item yang belum dipenuhi pada terminal tipe B Edy mengatakan sebenarnya empat item tersebut tidak termasuk kategori yang pital, namun jalanlah yang menjadi penghambat utamanya, Edi juga belum berani mengatakan kapan

terminal baru bias dipungsikan “ Ya kalo jalan selesai tahun ini, secepatnya bias dipungsikan”. Adapun empat item yang dimaksudkan yang hingga saat ini belum dipenuhi oleh pelaksana pembangunan kemarin meliputi pos polisi, halte, tempat penjualan softener dan peti kemas gudang. Wakil wali kota prabumulih Ir. Ridho Yahya MM angkat bicara menyingkapi pertanyaan wartawan tentang kapan dipungsikannya terminal tersebut, Ridho mengakui saat ini terminal tersebut tinggal tunggu selesainya pembangunan jalan lingkar yang mudahmudahan tahun ini jalan yang

dimaksudkan telah selesai, ungkapnya. Sementara itu, Pantauan langsung media rakyat di lapangan didapat bahwasnnya kondisi jalan lingkar saat ini sangat memperihatinkan selain banyaknya terdapat retakan jalan juga banyak nya semaksemak disekitar pinggiran jalan bahkan banyak yang hampir menutupi ruas jalan, masih berdasarkan pantauan didapat bahwasnnya sepanjang jalan lingkar belum adanya kelihatan orang berkerja dalam pembenahan jalan yang terbengkalai tersebut, lalu kapan selesainya jalan tersebut?. >> Alex Effendi

Bupati dan Wakil Bupati OKU Resmi Dilantik
Baturaja,(MR) H. Yulius Nawawi dan H.Kuryana Aziz resmi dilantik menjadi bupati dan wakil bupati OKU periode 2010-2015, oleh Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin atas nama menteri dalam negeri (Mendagri). Minggu 22/8/2010. acara pelantikan berlangsung di gedung kesenian Baturaja OKU. Hadir dalam acara tersebut wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Eddy Yusuf SH.MM, Pangdam II Sriwijaya Brigjend Agus Gunedi, dan pejabat lain serta tamu undangan. Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan H.Alex Noerdin menyampaikan pidatonya menghimbau semua pihak untuk berbesar hati menerima hasil pemilukada Kab OKU. Proses pemilukada telah berjalan secara demokratis sesuai tahapan, mari kita bekerja sama dengan bupati dan wakil bupati untuk membangun Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dalam kesempatan itu juga Gubernur Sumatera Selatan meminta pasangan Yulius-Kuryana sebagai pemimpin OKU periode 2010-2015 untuk melaksanakan program pembangunan yang dicanangkan pasangan tersebut selama masa kampanye dan untuk menjalankan program sekolah gratis yang dicanangkan oleh pemerintah propinsi Sumsel. Tak hanya itu Gubernur juga meminta supaya memperhatikan hal-hal pokok transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan mewujudkan pemerintah yang bersih professional, loyal dan responsive dalam rangka meningkatkan pelayanan public serta kecepatan pembangunan daerah supaya dapat menjalin hubungan dengan kabupaten kota lain dan memberikan kesempatan luas kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi membangun bumi sebimbing sekundang. >>Sahmi

Foto bersama Bupati dan Wakil Bupati dengan Gubernur Sumsel

Pemasangan cupu oleh Gubernur Sumsel

H. Alex Noerdin menandatangani berita acara pelantikan

Sumpah jabatan Bupati dan Wakil Bupati dibacakan oleh Gubernur Sumsel

Para tamu undangan yang hadir dalam acara pelantikan

4

Berita Utama
tak tahu apa-apa”. Dan setelah pertemuan di ruangan Pak Bupati, kami pindah keruangan Pak Sekda dan ini adalah pertemuan tertutup khusus Tim yang terlibat mengenai Pembebasan Tanah dan diminta kepada Staf Tapem untuk memfoto copy dokumen-dokumen untuk dibagikan kepada Tim 13 agar dapat dipelajari berkas tersabut. Setelah kasus ini mencuat kapan anda ketemu dengan Bupati : Pada saat rombongan Pak Kajari dan Kajari Propinsi Kepri barkunjung ke Kabupatan Natuna dalam rangka acara Ramah Tamah dangan masyarakat Kabupatan Natuna dan SKPD. Saya sampat dipanggil oleh Pak Bupati ' membicarakan tentang kasus ini. Kata bupati “ Saya sudah bicara dangan Pak Kajari kalau Pak Taslim sudah aman dan saya yang jamin tidak ada masalah lagi dan setelah itu saya dangan pak Daeng Amhar dan Kajari sudah ketemu yang penting jangan ada demodemo, amankan LSM itu bahasa Kajari. Lalu bagaimana tindak lanjut pertemuan anda dengan Bupati : Beberapa bulan setelah itu pihak kejaksaan datang menemui Pak Daeng Rusnadi untuk diperiksa sebagai tersangka di Jakarta. Dan hasil pemeriksaan Pak Daeng Rusnadi ini lah yang memberatkan kepada Ketua Panitia untuk bertanggung jawab terhadap kasus ini. Pada hari ulang tahun Adhy Yaksa 21 Juli 2010, Kajari Natuna mengadakan jumpa pers untuk menyampaikan bahwa sudah ada tersangka baru yaitu TA Mantan Ass I Setda Kabupaten Natuna. Pada waktu itu saya sedang tidak berada di Natuna, cuma saya dapat berita dan membaca Koran Batam Pos pada hari Sabtu tanggal 24 Juli 2010, dan malamnya saya langsung menghubungi Pak Bupati dan Pak Sekda. Dan malam itu juga saya menghubungi Pak Erfan Games untuk ikut saya ke Ranai pada esok harinya yaitu hari minggu tanggal 25 Juli 2010 saya pulang ke Ranai. Kapan anda dipanggil Kajari Ranai: Pada tanggal 25 Juli 2010 hari Minggu pukul 16.00 WIB, saya dapat panggilan dari Kajari untuk dapat datang ke kantor Kejaksaan Negeri Ranai untuk diperiksa sebagai tersangka pada tanggal 27 Juli 2010 pukul 10.00 WIB. Pada malam Senin 25 Juli 2010 saya bersama dengan pengacara saya “ Berkunjung kerumah Bupati untuk melaporkan kepada Bupati tentang perkembangan kasus ini sebenarnya dan untuk membuat langkahlangkah selanjutnya. Setelah saya berdiskusi dengan pengacara saya (Ervan Gomes), baliau menyarankan bahwa kita harus membuat tuntutan karena ada pemalsuan tanda tangan. Dan melaporkan ke Polres Natuna sebagai tindak pidana dan melaporkan ke Pengadilan Negari (PN) sebagai kasus Perdata. Pada tanggal 27 Juli 2010 hari Selasa saya masuk kantor sebentar dan pada Pukul 09.00 WIB saya ke Polres untuk melaporkan pengaduan saya tindak pidana pemalsuan dan merekayasa dokumen yang saya tuntut adalah sbb : 1). Drs. H.Daeng Rusnadi, 2).Hadi Eandra, S.Ses, 3).Isnu Baladipa, MH, 4).Asmiadi, ST, 5).Martius, 6). Budi. Dalam pemeriksaan sebelum ditahan, apa saja yang dipertanyakan kepada anda : Sesuai dengan Surat Panggilan Kejaksaan Negeri Ranai pukul 10.00 WIB saya mendatangi Kantor Kejaksaan bersama dengan pengacara saya. Yang saya temui saudara Bambang Widi sebagai pemeriksa dan semua pertanyaannya saya jawab sesuai dengan apa yang saya tahu. Dalam pemeriksaan saya didampingi oleh pengacara dan banyak pertanyaan yang sifatnya mengulang pertanyaan terdahulu. Saya tidak tahu berapa banyak pertanyaan yang di tanyakan kepada saya. Hanya pertanyaan terakhir yang ditanyakan adalah "saudara selaku Ketua Tim itu kan terima honor dan berapa honor saudara?". Saya jawab “ Ya, tapi saya tidak ingat lagi berapa jumlahnya dan honor itu bukan untuk kegiatan Pembebasan Tanah SMU Unggulan saja tapi honor kegiatan untuk 1 (satu) tahun dan dibayar bisa per 6 (enam) bulan sekali atau akhir tahun tergantung anggaran”. Dan di luar ruangan sudah banyak wartawan media yang duduk menunggu saya keluar, dan mungkin mereka sudah tahu hari ini saya akan ditahan tepat pukul 14.00 WIB. Selesai pemeriksaan saya dibawa ke ruangan Kasie Pidsus dengan Pak Edi Menang. Di meja beliau sudah ada surat berwarna merah, dan beliau sampaikan kepada saya bahwa bapak ditahan sesuai dengan perintah yang sudah di tanda tangani oleh Pak Kajari (surat penahanan) tanggal 23 Juli 2010. Anda menganggap penahanan yang dilakukan Kajari salah prosedur coba jelaskan secara detail : Pada tanggal 28 Juli 2010 terjadilah demo-demo di Kajari oleh Tim 10 Natuna Bangkit dan seluruh LSM dan simpatisan ikut demo mempertanyakan mengapa Taslim dijadikan tersangka dan jangan tebang pilih dalam pemberantasan korupsi dan mereka mendukung Kajari Ranai untuk memberantas korupsi yang ada di Natuna. Langkah-Iangkah yang dilakukan dalam penahanan di Kajari Ranai :1). Saya mengajukan tuntutan Pra Peradilan karena saya merasa dalam proses penahanan saya ada indikasiindikasi menyalahi presedur dan dalam hal ini saya merasa tidak bersalah. Namun dalam proses persidangan keputusan hakim menolak/ tidak dikabulkan dan dianggap sudah sesuai prosedur. 2).Upaya pengalihan tahanan kota oleh Bupati Kabupati Natuna dan organisasi Guru (PGRI) serta tokoh-tokoh masyarakat ikut mendukung untuk memberi jaminan agar saya dapat diizinkan menjadi tahanan kota. Dan Bupati Kabupaten Natuna sudah pasang badan. Tetapi upaya ini gagal, tidak ada respon dari Kajari Ranai, 3). Upaya dengan uang jaminan. Karena kasus korupsi diindikasikan merugikan negara jadi ada sinyal dari orang dalam Kajari kalau ada uang 1 (Satu) Milyar bisa jadi tahanan kota seperti yang terjadi pada Pak Suhaimi. Tapi itu hanya alasan saja, 4).Upaya untuk menghadapi lebaran agar dapat izin berlebaran bersama keluarga di Ranai. Dapat angin surga dari Kajari dapat berilebaran di rumah asal jangan berlebaran di Pekanbaru (luar kota). Tapi ternyata itu juga hanya angin surga saja ternyata gagal juga dan akhirnya saya tetap berlebaran di tahanan juga. 5). Selama saya di tahanan sudah ±56 hari saya tidak di bolehkan sholat jumat dan sampai saat saya menulis ini belum pernah diperiksa oleh pemeriksa kejaksaan, jadi makan tidur saja. Hanya saja sampai saat ini saya masih menjadi Kepala Dinas Pendidikan, maka urusan kantor tetap saya jalani, dan banyak para guru dan staf-staf kantor berkunjung ke tahanan sambil ada urusan dan tanda tangan surat-surat. Dan pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih pada Pak Bupati Kabupaten Natuna atas support dari beliau. Dan saya tidak sendiri ditahanan ada teman saya yang bemama Pak Sabki Yahya yang

Tahun Edisi 221 Tahun X 10- 20 Oktober 2010

Taslim Atan Beberkan Kasus Pembebasan Tanah SMU Unggulan Natuna
Natuna, (MR) Pada tahun 2007 Taslim Atan ditunjuk oleh Bupati Natuna sabagai Ketua Panitia Pangadaan Tanah Pemerintahan Kabupaten Natuna dangan No, SK 159 tahun 2007 tanggal 25 April 2007. Disamping sebagi ketua Tim merangkap anggota, Taslim Atan juga menjabat jabatan Struktural sebagai Asisten 1 Tata Praja Setda Kabupaten Natuna dan berakhir bulan Marat 2010 kemudian dipindahkan menjadi Kepala Dinas Pendidikan. Untuk kegiatan pembebasan tanah tahun 2007, cukup banyak tanah-tanah yang mau dibebaskan. Menurut Taslim dilakukan sesuai dengan mekanisme dan tahap-tahap serta ketentuan yang berlaku, antara lain sbb : 1). Ketua Tim beserta anggota menerima dokumen-dokumen tanah yang akan dibebaskan dan PPTK, -) Foto copy Sertifikat pemilik,- SK Bupati penetapan lokasi,- Surat usulan dari tim 5 untuk harga dasar sebagai acuan untuk berNegosiasi, -Foto copy KTP Pemilik tanah dan 2).Tim meninjau lokasi tanah yang mau dibebaskan serta memiiiki surat -Surat, 3).Setelah meninjau lekasi tanah, Tim membuat undangan Rapat kepada pemilik tanah yang akan dibebaskan untuk mengadakan pemberitahuan serta ber negosiasi tentang harga tanah yang mau dijualkan kepada pemerintah, 4.Setelah ada kesepakatan tentang harga, maka Tim menentukan kapan tanah tersebut akan dibayarkan sesuai dengan harga kesepakatan dan PPTK untuk mencairkan dana tarsebut. “Dan kita jadwalkan untuk penyerahan uangnya kapada pemilik tanah. Proses inilah yang selalu kita lakukan untuk kegiatan pembebasan tanah yang ada di Kabupaten Natuna bersama Tim 13 ( Tim 13 ini adalah anggotanya ada 13 orang).” papar Taslim Beberapa waktu lalu wartawan Media Rakyat ( Sdr Otoy ) mengadakan wawancara khusus dengan Taslim Atan, berikut petikannya. Apa benar anda tidak tahu sama sekali masalah Kasus SMU Unggulan : Untuk pembebasan tanah SMU unggulan tidak pernah kita lakukan dan kita tidak tahu sama sekali kapan diadakan rapat, kapan negosiasi, dan kapan uangnya dibayarkan saya tidak tahu sama sekali dan tidak pernah melakukan sama sekali tapi semua dokumen kita tanda tangani. Pembebasan tanah SMU Unggulan ini terjadi tahun 2007. Sekitar tahun 2008 saya pernah di datangi oleh seorang wartawan yang benama Erfan ke kantor membawa foto copy kwitansi, Pembebasan tanah SMU Unggulan yang senilai Rp.5.900.000.000,00. Saya sangat terkejut pada waktu itu, saya bilang bahwa saya tidak tahu menahu dan saya menyuruh wartawan tersebut untuk bertanya kepada PPTK Pembebasan Tanah, karena saya merasa tidak pernah tahu dan tidak pernah memproses dan kelanjutannya pun saya tak tahu. Lalu kapan anda tahu kabar tentang kasus tanah tersebut : Pada akhir tahun 2009 saya menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekah, saya dapat informasi dari Ranai bahwa tanah SMU Unggulan sedang ada kasus, dan saya marasa tidak pernah melakukan pembayaran jadi saya tenang saja. Setelah pulang dari naik haji saya mandapat kabar dari Mass Media bahwa ada pernyataan Kajari Ranai akan ada 2 (dua) tersangka Pejabat Ranai tentang Kasus Pembebasan Tanah. Dan 2 (dua) tersangka Pejabat Tentang Pekerjaan Pembangunan Fisik. Hari pertama saya masuk kantor setelah pulang dari naik haji dan melaporkan hal ini kepada Sekda bahwa kasus ini saya tidak tahu menahu. Pada saat itu Pak Sekda berkata kepada saya agar saya mempelajari dokumen-dokumennya. Kemudian saya pun memanggil Sdr.Bahtiar staf Tapem agar memfoto copy kan dokumen-dokumen Pembebasan tanah SMU Unggulan. Setelah saya mandapatkan foto copy dokuman-dokumannya saya sangat tarkejut didokuman itu ada tanda tangan saya. Kamudian saya teliti satu persatu dokuman itu ternyata ada kwitansi yang ada tanda tangan saya, yang saya ragukan bahwa ini bukan tanda tangan saya. Apa yang anda lakukan selanjutnya : Kemudian saya lapor kapada Pak Sekda, dan Pak Sekda pun mangakui juga “ Iya itu bukan tanda tangan pak Taslim, itu jauh bedanya". Ujar Pak Sekda pada waktu itu. Kemudian saya kembali keruangan saya, tak lama saya berada diruangan saya datanglah salah seorang staf Tapem yang bernama Budi, dan dia mangakui bahwa dia telah memalsukan tanda tangan saya atas perintah PPTK pembebasan Tanah (Martius). Pada saat itu saya pun barkata “Oke Budi, yang penting kamu siap untuk di panggil dan cerita apa adanya". Selain saya Budi pun dipanggil oleh Kejaksaan pada saat itu. Setelah Budi mengakui tanda tangan anda dipalsukan, kenapa ada pemanggilan lagi : Pada awal tahun 2010 saya dan semua tim dipanggil oleh kejaksaan. Pada bulan Februari 2010 Pak Kajari mengadakan Konferensi Pers yang menyatakan Pak Daeng Rusnadi mantan Bupati Natuna menjadi tersangka tentang kasus Pembebasan Tanah SMU Unggulan Ranai. Karena ternyata uang (yang Rp.5.9 M mengalir barkarung-karung ke rumah beliau kata Pak Kajari pada waktu itu. Dan pada saat itu ada salah seorang LSM melemparkan Koran ke Pak Kajari dangan agak kesal berkata “ Tapi bapak bilang ada 2 tersangka, tapi kok nyatanya cuma ada satu orang". Sehingga yang 1 orang lagi timbul pertanyaan dan praduga-praduga siapa lagi yang akan menjadi tersangka, dan ada yang menebak adalah Ketua Tim Pembebasan Tanah. Pak Daeng Rusnadi sudah menjadi tarsangka dan akan ada lagi tersangka baru. Dalam partemuan dangan semua SKPD di ruangan bupati sedikit menyinggung tentang kasus pembabasan tanah. Sehingga di dalam pertemuan itu salah seorang Kepala Dinas menyampaikan bahwa dia dapat info yang akan jadi tersangka adalah Ketua Tim (Taslim). Dalam pertemuan itu juga Pak Sekda barkata “ Kalau Pak Taslim yang jadi Tersangka saya tidak tega (tidak rela) karena saya tahu siapa Pak Taslim ini sebenarnya, dia

Taslim Atan

PARKIR SEMBARANGAN Tampak Kendaraan Dinas milik salah seorang Camat sedang memarkirkan Kendaraan Dinasnya di areal dilarang parkir, karena telah tersedianya tempat parkiran yang disediakan dan di jaga oleh sat-Pol PP di parkiran pemkot tepatnya di belakang gedung pemkot, namun nampaknya sang camat tidak bisa membaca tulisan dan rambu-rambu yang tertera .. (doc Foto. Alex)

lebih dahulu 3 (tiga) hari ditahan dari saya. Kepada rekan-rekan Kepala Dinas, keluarga, dan simpatisan yang ikut memberikan dukungan dan bantuan kepada kami di Tahanan Kajari Ranai. Dan selama saya ditahanan, sudah 3 (tiga) kali Perpanjangan Penahanan yaitu: 1).Sejak tanggal 27 Juli 2010 s/d 15 Agustus 2010 dengan N0. Print-172 I N.10.13 / Fd.1 / 07 / 2010 selama 20 hari yang ditanda tangani oleh Kepala Kajari Ranai Arief Muliawan, SH, MH. 2).Sejak tanggal 16 Agustus 2010 sld 24 September 2010 dengan No. Print-202 / N.10.13 / Ft.1 / 08/ 2010 selama 40 hari yang ditanda tangani oleh Kasi Pidsus Kajari Ranai Edi Monang Samosir, SH, MH. Dan selama 60 hari saya dltahan di tahanan Kajari Ranai saya belum pernah diperiksa sama sekali. 3). Sejak tanggal 25 September 2010 s/ d 24 oktober 2010 Penetapan Pengadilan Negeri Ranai N0. 09 / Pen.Pid / 2010/ PN.Rni tanggal 15 September 2010 selama 30 hari yang ditanda tangani oleh Ketua Pengadilan Negeri Ranai Salomo Ginting, SH. Saya tidak tahu apa kelanjutannya, saya pasrah pada yang Maha Kuasa dan Allah tidak akan menghukum hamba Nya yang tidak bersalah. Kadang kala saya merenung dan bertahajud dimalam hari dan memohon kepada Allah tunjukkanlah hamba-Mu ini jalan yang benar dan lurus, tunjukkan kepada hambaMu ini yang benar ltu tetap benar dan hamba-Mu ini telah di zalimi. Menurut anda Kasus Tanah SMU Unggulan Penuh Dengan Rekayasa, coba jelaskan : 1). SK Bupati Ne. 159/Th 2007 Tentang Panitia Pengadaan Tanah Pemerintah Kab. Natuna ditetapkan tanggal 26 April 2007 hari Kamis, sedangkan Pak Martius selaku PPTK mengajukan nota dinas ke Pengguna Anggaran (sekda) tanggal 30 April 2007. Sementara SK tersebut belum dibagikan kepada panitia pengadaan tanah. Kapan panitia pegadaan tanah akan mengadakan rapat hanya dalam waktu 2 hari saja dan kapan Tim 5 turun ke lapangan untuk menentukan berapa harga dasarnya dan tanggal 2 Mei 2007 dana sudah cair. 2). Kwitansi pembayaran ganti rugi tanah SMU Unggulan sejumlah Rp.5.900.000.000 dibayar dengan pemilik tanah (Hadi Candra) tanggal 7 Mei 2007 dan sudah ada harga permeter yaitu Rp. 295.000; dan kwitansinya tandatangan saya di palsukan dan kapan negoisasi harganya, 3). Status SMU Negeri 1 Bunguran Timur tetap SMUN 1 tidak ada SK sekolah unggulan. Jadi sekolah yang mana? 4). Ada surat pernyataan yang menyatakan sepakat dengan Panitia Pengadaan Tanah Pemerintah Kab. Natuna dengan pemilik tanah Hadi Candra dengan harga permeter Rp.295.000 pada tanggal 8 Mei 2007, sedangkan pembayaran tanah pada tanggal 7 Mei 2007. Jadi, lebih dulu pembayaran tanah dari pada negosiasi. Dan saya tandatangan bukan sebagai ketua panitia tetapi sebagai Plt. Kabag Tapem dan saya tidak pemah bertemu dengan Hadi Candra sebagai pemilik tanah. 5). Ada berita acara penyerahan uang ganti rugi tanah SMU Unggulan hari Selasa tanggal 8 Mei 2007 dan ditandatangani Tim 13 dan pihak penerima ganti rugi yaitu Hadi

Candra. Yang anehnya kami Tim 13 tidak pernah menyerahkan uang tersebut dan tanggal kwitansi berbeda 1 hari dari tanggal penyerahan uang. Tanggal yang terdapat pada kwitansi adalah tanggal 7 Mei 2007. 6). Pernyataan Hadi Candra pada Selasa tanggal 8 Desember 2007 bersedia menerima ganti rugi sebesar Rp. 295.000 permeter dengan luas tanah 20.000 m2 ditandatangani di atas materai 6000. Yang anehnya tanggal 8 Desember 2007 bukannya hari Selasa tapi hari Sabtu, dan mengapa sudah 8 bulan baru ada surat pernyataan ini. Kenapa duluan dibayar baru surat pernyataan Negosiasi. 7). Yang menjadi Pengguna Anggaran adalah Sekda dan yang menjadi PPTK adalah Martius. Mereka yang bertanggung jawab terhadap pencairan dana Pembebasan Tanah SMU Unggulan. Mengapa merekatidak tersentuh hukum? 8).Hadi Candra sebagai pemilik tanah telah menandatangani kwitansi penerimaan uang Rp. 5.900.000.000 dan sudah merugikan negara dan tindakan tersebut telah memperkaya orang lain. Hal ini dinamakan korupsi. Mengapa tidak ditahan? 9).BPN Orang yang bertanggung jawab manerbitkan sartitikat tanah. Hanya dalam jangka waktu satu hari mereka telah menyiapkan sertitikat tanah tersebut atas nama Hadi Candra. Yang juga mengakibatkan kerugian negara yaitu memperkaya orang Iain. 10). Uang sebanyak Rp. 5.900.000.000 diterima oleh mantan Bupati Natuna yaitu Daeng Rusnadi sepenuhnya yang dibawa oleh orang dekat beliau. Jadi, pantia tidak pemah menyerahkan uang ganti rugi tanah kepada Hadi Candra dan tidak pernah tahu kapan uang itu diserahkan. 11).Mengenai Panitia Pengadaan Tanah kab.Natuna telah menyalahi Peraturan Presiden karena telah bertentangan dangan PP N0.65 Tahun 2006 pasal 14 (2) karena yang seharusnya menjadi ketua merangkap anggota adalah Sekda itu melekat pada jabatannya. 12.Mengapa Taslim menjadi tersangka, karena ia Ketua Panitia merangkap anggota padahal Taslim/ Ketua tidak bekerja sendiri, karena ini kerja Tim. pastinya mempunyai anggota. Tetapi mengapa yang lain tidak ikut menjadi tersangka padahal mereka juga ikut menandatangani semua berita acara dalam proses pembebasan tanah ini ? Lalu apa Kesimpulan Kasus ini menurut anda : Kasus pembabasan tanah SMU unggulan kecamatan bunguran timur tahun 2007 adalah 1).Mengenai harga permeter telah ditentukan oleh Pak Bupati dan Pak Martius dengan menggunakan kalkulator 16 digit karena didalam anggaran DIPA tersedia dana sebesar 5,9 M dibagi dengan 20.000 m2 terdapat angka Rp. 295.000 per meter. Ini pernyataan dari pak Martius. 2).Pancairan dana telah dilakukan dahulu sebelum proses, dan dokumen hanya melengakpi SPJ saja. 3).Tim 13 Panitia Pangadaan Tanah tidak pernah mengadakan rapat dan tidak pernah mengadakan Negosiasi sama pemilik tanah dan tidak pernaah menyerahkan uang ganti rugi kepada Hadi Candra, 4). Panitia Pengadaan Tanah tidak bertanggung jawab atas terjadinya penyelewengan atas SMU Unggulan.

Edisi 221 Tahun X Tahun 10- 20 Oktober 2010

Sos-Ek-Bis
Meski tingkat suku bunga KUR masih dinilai tinggi, 14 persen per tahun untuk komersil dan 22 persen per tahun untuk sektor mikro, tetapi mekanisme dan treatment dalam KUR dinilai sangat bagus. Jakarta, Rabu, dalam jumpa pers pemaparan kunjungannya ke APEC SME Ministrial Meeting ke-17 di Gifu, Jepang, 1-3 Oktober 2010. Menteri mengatakan, anggota APEC menilai KUR sangat menarik dari sisi mekanisme dan implementasinya. Menurut dia, meski tingkat suku bunga KUR masih dinilai tinggi, 14 persen per tahun untuk komersil dan 22 persen per tahun untuk sektor mikro, tetapi mekanisme dan treatment dalam KUR dinilai sangat bagus. "Rencananya akan ada seminar tentang KUR di Indonesia sebagai tindak lanjut dan para pesertanya adalah anggota APEC," katanya. Materi tentang KUR akan dikaji agar dapat menjadi acuan kebijakan anggota APEC dalam mengatasi masalah pembiayaan di negaranya. Indonesia, kata Menteri, dinilai telah berhasil dan leading dalam hal pembiayaan terhadap KUKM. "Indonesia

5
bahkan ditetapkan sebagai `pilot project` dalam pemberdayaan pengusaha KUKM dari sisi pembiayaan," katanya. Para menteri UKM yang tergabung dalam APEC pada 13 Oktober 2010 mengadakan APEC SME Meeting di Gifu Jepang sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya yang telah dilaksanakan yakni SME Working Group para pejabat senior di bidang UKM anggota APEC. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 21 perekonomian anggota APEC antara lain Jepang, Amerika Serikat, China, Australia, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura. Peserta berpandangan bahwa Indonesia merupakan salah satu contoh negara yang berhasil dalam menghadapi krisis ekonomi global beberapa waktu lalu. Indonesia juga diusulkan menjadi "champion program SME" dalam proyek pember-dayaan microfinance yang diharapkan dapat difasilitasi oleh Sekretariat APEC. >> Ediatmo

Sungai Cikapundung Jadi Kawasan Wisata Air
Bandung,(MR) Membangkitkan semangat Gerakan Cikapundung Bersih (GCB), Kota Bandung di hari jadi ke-200 tahun pada 25 September 2010, akan merintis menjadikan Sungai Cikapundung sebagai kawasan wisata air, berperahu menyusuri Cikapundung dari Curug Dago sampai Sabuga. Kegiatan diharapkan seperti Car Free Day, yang diawal kegiatan tidak seorangpun tahu bagaimana mengikuti kegiatan ini, tapi akhirnya masyarakat secara mandiri bisa melakukan kegiatan. “Saya berharap Cikapundungpun demikian. Cikapundung bisa jadi pusat budaya air, tempat bermain, tempat berekreasi. Masyarakat yang mau berpatisipasi, bisa bawa perahu sendiri dan bisa sama-sama kita berperahu”, ungkap Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda di Balaikota usai mengikuti Bandung Eco Town Workshop dan Eco Creatif Fest Fair, Cikapundung menjadi pusat budaya dan kawasan wisata air, kata Ayi bukan tidak mungkin diwujudkan. Dirinya secepatnya akan melengkapi koridor sungai, kembali menanami vegetasi sungai, seperti tanaman pohon Enau (kawung), pandan air/ pandan sungai dan pohon pakis. Sepanjang koridor sungai pun akan dibangun kampung-kampung seni dan budaya lokal. “Melalui Cikapundung pusat budaya dan wisata air, timbul budaya bersih masyarakat, menjaga tempat bermainnya untuk tidak terkotori limbah domestik maupun limbah lainnya”, ujarnya. Penataan Cikapundung berikutnya khususnya dari titik Sabuga sampai belakang PLN, Ayi menambahkan, penataan akan dilakukan Pemkot Bandung dengan Pemprop Jabar dan Pemerintah Pusat. “Dari Sabuga ke PLN ini kita sedang membuat eksekutif summary. Minggu depan kita akan bertemu lagi dengan Pemerintah Propinsi dan Pusat untuk membuat eksekutif summary bersama-sama” Wali Kota Bandung pernah menyebutkan, penataan Cikapundung dirumuskan dalam 7 kegiatan. Kegitan itu meliputi normalisasi sungai, inventerisasi bangunan liar di sepadan sungai, penataan sepadan sungai, pembanguan sarana bangunan air seperti bendungan dan alat pengontrol, penghijauan dan konservasi air, serta peningkatan kualitas air sungai. Kegiatan terakhir yang baru merupakan impian, adalah rumah yang membelakakngi sungai Cikapundung, ditata menjadi menghadap ke sungai. Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, Akhmad Rekotomo menuturkan, peran institusinya terkait prokasih, sedang menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwal) yang mengharuskan setiap kegiatan usaha punya dokumen lingkungan hidup yang disebut Amdal, RUPL dan IPPL. “ Kini masih dalam proses dan menunggu untuk ditandatangani. Tapi sambil menunggu, kita akan sosialisasikan. Insya Allah tingkat pencemaran akan semakin berkurang ”. >>Dodi Sulaeman

KUR Jadi Contoh Pembiayaan di Asia Pasifik

Presiden SBY saat meresmikan KUR

Jakarta,(MR) Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi proyek percontohan pembiayaan usaha mikro dan kecil di kawasan Asia Pasifik. Sejumlah perekonomian anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) menilai program KUR

itu sukses di Indonesia dari sisi implementasi dan aplikasinya dalam hal membiayai KUKM. "Pembiayaan yang dianggap berhasil oleh APEC adalah tentang aplikasi dan implementasi microfinance melalui KUR," kata Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan di

Standar Pelayanan Publik Harus Berlaku 2011

Warga Keluhkan KWH 1300VA
Prabumulih,(MR) Banyak warga yang mengeluhkan pemasangan listrik yang saat ini sulit untuk di nikmati masyarakat yang ekonominya kurang mampu, hal tersebut sempat menjadi keluhan masyarakat terutama bagi masyarakat ekonomi lemah. Menurut sumber Koran ini mengungkapkan dewasa ini banyak warga untuk pemasangan listrik yang baru mereka tidak mampu, menurut warga “ Kami untuk saat ini jelas tidak sanggup untuk memasang listrik karena jelas kami tidak sanggup untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan pihak PLN dengan mengharuskan pada setiap pemasangan baru dengan KWH 1300VA (Volt Ampere), dikarenakan selain harga pemasangan yang nilai rupiahnya sangat berat, kami juga tidak mampu untuk membayar iuran beban perbulannya yang membengkak, karena untuk saat ini sesuai ketetapan yang ada dari pihak PLN yang disampaikan kepada kami, bahwasannya untuk pembayaran pemasangan KWH yang baru ditetapkan Rp.5,5 s/d Rp.6 juta yang sudah jelas kami yang berpenghasilan pas-pasan ini tidak mampu untuk itu,belum lagi beban perbulan yang harus diderita sudah pastinya membengkak yang kami dapat informasi bahwasnnya untuk beban 1300 KWH mencapai Rp.30 ribu per bulan dan di tambah dengan pemakaian yang ada,waduh mati mas kami kalo seperti itu. Masih kata warga “Harapan kami kepada pihak pemerintah kiranya dapat memikirkan nasib kami yang berpenghasilan minim ini, kalo kami seperti bapak presiden tentununya kami tidak keberatan tapi kami ini apa,hanyalah warga yang berpenghasilan lemah mas ”. Dilain tempat Koran ini juga mendengar keluhan warga yang mengungkapkan “Diharapkan Pihak PLN untuk bisa melayani pemasangan listrik 900VA ataupun 450VA karena jika dengan diberlakukannya pemasangan listrik 900 atau 450VA tersebut tentunya meringankan beban warga,” Kata sumber tadi. Berdasarkan pentauan langsung media ini dilapangan didapat KWH yang dipasang PLN dengan system multi guna (cura), pakta tersebut tentunya membenarkan indikasi kecurangan dari pihak PLN dalam merlaksanakan tugasnya dengan tidak menjalankan aturan yang semestinya yakni melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya yakni dengan system regular.. bersambung >> Alex Effendi/Amirudin
Teten Masduki

Jembatan Penghubung Alun-Alun dan RSUD Karawang Di Bangun

Jakarta, (MR) Anggota Ombudsman RI Teten Masduki mengatakan standar pelayanan publik dan unit pelayanan pengaduan di instansi pemerintah, termasuk Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, serta badan swasta, harus sudah berlaku pada 2011. "Tahun depan (2011) standar pelayanan dan unit pelayanan pengaduan ini harus ada," katanya, di Jakarta, Rabu (6/10), setelah bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk membahas peningkatan pelayanan publik di daerah. Standar pelayanan publik ini meliputi prosedur, biaya, dan waktu. Menurut dia, saat ini belum semua instansi memiliki standar pelayanan publik yang jelas. Standar pelayanan publik ini diperlukan sehingga kinerja pelayanan dapat mudah diukur dan diawasi. Jika terjadi maladministrasi, maka masyarakat dapat melayangkan aduan kepada unit pelayanan pengaduan di setiap instansi untuk segera ditindaklanjuti. Teten menjelaskan maladministrasi yang adalah penundaan pemberian layanan. "Misalnya, di kepolisian, ada masyarakat yang mengalami tindakan kriminal tetapi tidak segera ditangani. Masyarakat bisa melapor dan polisi yang tidak memberi pelayanan ini akan ditegur," katanya. Lebih lanjut ia mengatakan standar pelayanan ini baru dapat dibuat jika Peraturan Pemerintah tentang Pelayanan Publik sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, diterbitkan. >>Ediatmo

Endang Suhendar:

Kader SLPHT Harus Jadi Penyuluh Swakarsa PHT
Karawang,(MR) Jembatan Sukaharja menghubung Alun-alun RUSD Karawang akan bertambah menjadi dua, jembatan yang akan dibangun sebagai penyambung jalan yang sudah ada saat ini. Dengan adanya pembangunan jembatan tersebut, nantinya akan meminimalisir kecelakaan dan kemacetan, karena yang terjadi selama ini, dengan jembatan satu yang menampung dua lajur, saat kendaraan memasuki jembatan kemacetan dan kecelakaan kerap terjadi. Jembatan yang akan dibangun dengan panjang 110 M, lebar 7.00 M. menggunakan anggaran APBD I Provinsi Jawa Barat. Dengan biaya sebesar Rp 8.996.817.000,- PT. Lince Romauli Raya sebagai Kontraktor pelaksana akan menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut hingga tanggal 30 April 2011. >> Cece/W

Bandung,(MR) Pertemuan dengan perwakilan petani alumni SLPHT dari 26 Kota/Kabupaten se Jawa Barat bagi saya sebagai hal yang penting, mengingat melihat dari jumlahnya relative lebih sedikit di bandingkan dengan kelompok tani yang ada. Hal tersebut di utarakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat, DR.Ir, H.Endang Suhendar baru baru ini di hadapan

ribuan alumni SLPHT dan para Kepala Dinas Pertanian se Jawa Barat, dalam suatu acara di kabupaten Cirebon. Semenjak kegiatan SLPHT yang dirintis tahun 1990 melalui program national, mulai tahun 2002 lalu sampai 2010 baru 10830 baru kelompok alumni SLPHT yang terlatih sedang jumlah kelompok Tani yang ada sekitar 30 ribu kelompok tani. Namun walau jumlah kelompok tani yang di latih, saya bersyukur karena dari hasil tersebut telah memberikan dampak dan kontribusi yang nyata dalam pengamanan produksi tanaman pangan terutama dalam pe-

ngembangan tekhnologi spesifik lokasi di jawa barat,ujarnya. Ditambahkan Endang, pada dasarnya PHT merupakan teknologi perlindungan yang dinamis, praktis mudah dipelajari dan mudah diterapkan dilapangan.sesuai kondisi ekosistim di Jawa Barat yang sangat variatif menuntut kreatifitas prakarsa petani dalam menggali serta mengeksploitasi agar dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan serta kemandirian untuk meningkatkan produksi pertanian yang ramah lingkungan. Dikatakannya, pada tahun 2010 ini kita dihadapkan dengan tantangan yang sangat

berat dan sulit dalam upaya mencapai sasaran produksi tanaman pangan,salah satu penyebab dampak perubahan iklim yang mengakibatkan gangguan bencana alam dan OPT.walaupun samapai September 2010 ini hanya mencapai seluas 5.027 ha atau jauh di bawah rata rata 5 tahun sebelunya yang mencapai 52.000ha. Namun walau demikian, kita sebagai manusia dituntut untuk selalu berupaya mengantisipasi dampak perubahan iklim dan OPT tersebut dan dengan berbekal teknogi PHT yang diperoleh dan di kembangkan oleh alumni SLPHT ini di harapkan menjadi bahan

penggerak bagi para petani yang ada di daerah masing-masing dalam mendukung pengembangan dan pemasyarakatan kegiatan pengendalian hama terpadu khususnya dalam upaya mewujudkan desa PHT, harapnya. Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat menerangkan bahwa Gubernur akan memberikan bantuan keuangan untuk pembangunan pertanian di Jawa Barat sebesar 18.227.346.000 (Delapan belas Milyar dua ratus dua puluh tujuh juta tiga ratus tiga puluh enam ribu rupiah) yang akan di berikan untuk berbagai kegiatan. >>Dodi Sulaeman

6
Walikota Tasik Buka Kontes

Pendidikan
Ciamis,(MR) Gelaran Wisuda STIKes Muhamadiyah Kabupaten Ciamis bertempat di gedung islamic center dihadiri para tokoh pendidikan, orang tua siswa serta kepala dinas pendidikan. Asep Gunawan selaku panitia penyelenggara acara tersebut menyampaikan bahwa siswa yang diwisuda tahun ini sebanyak 246 dengan perinciannya program studi D3 kebidanaan kelas regular sebanyak 107 kelas khusus 62 dan program khusus D3 keperawatan 34 dan kemudian regular 33 S 1 keperawatan 10 orang. Yang disebut kelas karyawan, adalah telah bekerja menjadi PNS di rumah sakit ataupun dipuskesmas, untuk deprogram kita khususnya dikabupaten Ciamis D3 kebidanan sama S1 keperawatan untuk program study yaitu analisis sama D3 farmasi “ Insaalah program tersebut dibuka untuk tahun depan” katanya. Lebih lanjut Yudi Permana SKM selaku Rektor STIkes Muhamadiyah menambahkan, mungkin kami sangat berterimakasih, mudah-mudahan siswa-siswi yang sudah diwisuda dapat didayagunakan pemerintah khususnya di pemerintahan kabupaten Ciamis, Periangan timur dan atau mungkin dan Rumah sakitRumah sakit Swasta. “Insa Allah mungkin banyak rumah sakit islam khususnya di wilayah kabupaten Ciamis bisa memperdayakan lulusan kami” Paparnya >>H.R

Tahun Edisi 221 Tahun X 10- 20 Oktober 2010

Debat Bahasa Inggris

STIKes Muhamadiyah Ciamis Gelar Wisuda

Kota Tasikmalaya,(MR) Di SMA Muhammadiyah Kota Tasikmalaya dilaksanakan Pembukaan debating bahasa Inggris tingkat Sekolah Menengah Atas yang dibuka secara langsung Walikota Tasikmalaya Drs.H. Syarif hidayat M.Si disaksikan Kepala Dinas Pendidikan , Asisten perekonomian dan pembangunan, serta 24 grup peserta dari tingkat SMA sederajat se Kota Tasikmalaya, rabu (29/09). Selain membuka secara langsung,Walikota juga memberikan sambutan dengan menyampaikan bahwa lomba seperti ini sangatlah penting untuk memberikan kesempatan bagi para peserta lomba untuk meningkatkan prestasinya dan mampu mengukur kemampuan serta memacu perkembangan presta-sinya. Melalui lomba ini Walikota juga mengajak untuk saling memupuk silaturahmi diantara peserta serta dan menitipkan pada seluruh peserta untuk menjadikan ajang ini sebagai pelajaran berharga untuk meningkatkan sportifitas dan prestasi di masa mendatang “ Mari kita bentuk mental spiritual masing-masing dengan kegiatan yang positif, kreatif, dan penuh rasa tanggung jawab pada diri pribadi, masyarakat, daerah bangsa dan negara ” pungkasnya. Drs. Asep Iskandar selaku ketua penyelenggara menyampaikan selamat datang kepada para peserta dan menyampaikan bahwa acara dilaksanakan pada 29 s/d 30 September yang diikuti sekitar 90 Peserta “I would like to thank to all of you who have given contributions” Jelasnya. >> Iin Kartiwan

Rektor STIkes Muhammadiyah Yudi Permana, SKM sedang mewisuda mahasiswa STIkes Muhammadiyah

Wacana Tes Keperawanan Siswa, Menuai Kritik
Jambi,(MR) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Provinsi Jambi Henry Mashur menilai wacana penerapan tes keperawanan bagi siswi baru SLTP dan SLTA bukan solusi yang tetap dan tidak dapat diterapkan. "Penerapan tes keperawanan bagi siswi dalam penerimaan siswa baru (PSB) bukan solusi tepat. Yang paling penting ialah menanamkan nilainilai keagamaan sejak dini kepada generasi muda, program itu yang perlu diperkuat oleh pemerintah saat ini," katanya ketika diminta tanggapannya di Jambi Minggu. Pernyataan tersebut disampaikan Henry Mansur menanggapi rekannya di DPRD Provinsi Jambi Bambang Bayu Suseno yang mewacanakan perlu tes keperawanan bagi siswa dalam PSB. Menurut Henry, menanamkan nilai-nilai keagamaan merupakan solusi yang tepat untuk menyelamatkan pelajar dari pergaulan bebas dan perbuatan mesum, bukan tes keperawanan bagi calon siswi, cara itu bukan solusi. "Mendapatkan pendidikan yang baik merupakan hak bagi setiap pelajar di Jambi, tanpa terkecuali," katanya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Aswan Jahari mengatakan, rekrutmen lewat tes keperawan bagi siswi yang disampaikan Bambang Bayu Suseno baru sebatas wacana. Ia belum akan menyetujui keinginan Bambang untuk memasukan klausul itu dalam rancangan peraturan daerah terkait peningkatan mutu pendidikan di Jambi. "Itu kan baru wacana, belum mengarah ke Ranperda," kata Henry. >>Hendar

MI PUI Patrol Lor Butuh Prasarana Pendidikan

Bantuan Dana Skripsi Mahasiswa Diserahkan
Lingga,(MR) Sebanyak 15 mahasiswa Lingga yang menuntut ilmu di Tanjungpinang menerima Dana bantuan tugas akhir (skripsi) dari Pemerintah kabupaten Lingga. Bantuan diserahkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Junaidi di STIE Tanjungpinang, Kamis beberap waktu yang lalu. Dalam acara ini juga diserahkan bantuan dana untuk asrama mahasiswa sebesar Rp40 juta. Kadispora kabupaten Lingga, Junaidi mengatakan, penyerahan dana bantuan skripsi sebesar Rp4,5 juta bentuk komitmen Pemkab dalam memajukan dunia pendidikan Lingga. Kata Junaidi. Bupati Lingga, Daria berpesan agar dalam setiap acara penyerahan bantuan meminta mahasiswa secepatnya menyelesaikan studi. “Cepat tamat dan kembali mengabdi di kampung halaman. Dana skripsi jangan pakai foya-foya. Jangan pula untuk beli handphone,” kata Junaidi. Junaidi menjelaskan, tahun 2010 ini Dispora Lingga memiliki anggaran Rp900-an juta untuk beasiswa pelajar berprestasi di sejumlah pesantren dan sekolah di beberapa wilayah. Selain itu, ada juga beasiswa belajar mahasiswa kedokteran asal Lingga. “Selain di Dispora ada juga anggaran Rp600 juta untuk bantuan mahasiswa di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DP2KA) Lingga. Bantuan tugas akhir ini pos anggarannya di DP2KA. Jadi total anggaran yang ada sebesar Rp1,6 miliar untuk bantuan pelajar dan mahasiswa,” ujarnya. Ia juga berharap agar mahasiswa Lingga yang kuliah di Tanjungpinang bisa menjaga nama baik daerah dan mampu berkiprah selain di bidang akademis, seperti bidang sosial. “Namanya mahasiswa prilakunya ya harus seperti mahasiswa. Jangan sibuk ikut-ikutan dunia politik atau kegiatan lain yang melenceng dari dunia pendidikan,” pesanya. Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Tanjungpinang, Safaruddin mengaku sangat senang dengan adanya perhatian dari Pemkab Lingga untuk membantu membiayai penyiapan skripsi. “Kita harapkan jumlah mahasiswa yang menerima bantuan semakin banyak. Jumlah mahasiswa asal Lingga yang kuliah di Tanjungpinang. Data sementara IMKL sekitar 992 orang,” kata Safaruddin. >>Hr

Keluarga Besar Pendidikan Kota Tasikmalaya Gelar Halal Bihalal
Kota Tasikmalaya, (MR) Salah satu tujuan Halal Bihalal adalah untuk saling maaf memaafkan, membuka pintu maaf selebar-lebarnya bagi kesalahan orang lain kepada kita dan kesempatan kita untuk meminta maaf atas kesalahan kepada orang lain baik yang disengaja maupun tidak, dengan demikian tali silahturahmi dan tali persaudaraan akan lebih bertambah erat dan kuat. demikian sambutan Walikota Tasikmalaya yang di bacakan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Tio Indra Setiadi dalam acara Halal Bihalal Keluarga Besar Pendidikan Kota Tasikmalaya di Masjid Agung Kota Tasikmalaya , Selasa (28/9). Pada kesempatan itu juga, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Tio Indra Setiadi memberikan arahan kepada para guru agar dapat menjadi Suri Tauladan dan mampu meningkatkan kualitas diri dalam rangka membangun Sumber Daya Manusia yang profesional, karena kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas SDM guru yang profesional dan pembangunan negara dimulai dari pendidikan. Drs. H. Dudu Rohman selaku ketua panitia penyelenggara. menyampaikan “Selain sebagai suatu tradisi yang penuh keakraban, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun insan pendidik dalam mewujudkan generasi yang cerdas dan intelektual” Dudu juga berharap semoga kegiatan ini dijadikan amal ibadah bagi semua dan dapat terinspirasi untuk dapat mewujudkan dan mendidik generasi muda yang baik. Turut hadir dalam acara tersebut, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama kota Tasikmalaya, Drs. H. Ahmad Patoni, MM, Kepala Dinas pendidikan Drs. H. Endang Suherman, M.Pd, Ketua PGRI Kota Tasikmalaya beserta pengurusnya, Muspida Kota Tasikmalaya dan 2.000 orang insan pendidik seKota Tasikmalaya baik dari Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya. Acara dilanjutkan dengan tausiyah (ceramah) “Hikmah Idul Fitri 1431 H/2010 M” yang disampaikan Drs. K.H. Endang Kusmana AR yang berasal dari Bandung. >> H. Ade Dimyati

Indramayu,(MR) Cakra, Kepala Madrasah Ibtidaiyyah (MI) PUI Patrol Lor Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengharapkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan, kepada Dinas Instansi yang berwenang. Kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang di pimpin Cakra, diantaranya pembangunan 2 unit ruang kelas baru, Membler tamu, meja kerja guru dan puluhan meja belajar siswa. “Kalaulah pihak terkait memperhatikan kebutuhan sekolah tersebut, maka kegiatan belajar mengajar (KBM) para peserta program sekolah gratis akan mencapai prestasi, “katanya. Menurutnya, MI PUI Patrol Lor yang lokasinya di daerah terpencil memiliki 4 ruang kelas, 164 murid dengan 8 tenaga guru, siap mensukseskan Program Wajib Belajar pendidikan dasar 9 tahun sebagaimana di amanatkan dalam konstitusi. Jadi, kami mengharapkan pihak yang bertanggung jawab dengan program sekolah gratis secepatnya memenuhi kebutuhan Madrasah tersebut, pinta Cakra. Pengurus Komite Sekolah dan sejumlah wali murid MI PUI Patrol Lor, kepada Nia Daniati Kontribrutor Media Rakyat, juga mengharapkan hal yang serupa. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak terkait bila mana memenuhi kebutuhan berbagai fasilitas pendidikan, ujarnya. >> Abdullah

Edisi 221 Tahun X Tahun 10- 20 Oktober 2010

Investigasi
Prabumulih, (MR) Berlangsungnya piala dunia empat tahunan sekali beberapa waktu yang lalu, ternyata tak hanya menjadi ajang tontonan mengasikan bagi seluruh dunia namun juga diduga menjadi ajang mencari keuntungan bagi oknum-oknum yang tak bertanggung jawab dengan menjual kupon undian berhadiah yang tidak tanggung hingga sampai berhadiah mobil. Menurut sumber, seperti halnya yang dilakoni oleh PT. Pos Indonesia Cabang Prabumulih dengan menjual buklet berhadiah seharga enam ribu rupiah per buklet kepada warga dengan iming-iming hadiah mobil, motor, TV, LCD, HP Black Barry, uang tunai, DVD palyer, bola hingga kaos bola tentunya hal itu tidak mau disia-siakan warga dengan mengharap iseng-iseng berhadiah hingga buklet yang di jual PT Pos tersebut laku keras bahkan sempat habis, kata sumber menjelaskan. Dijelaskan sumber, bahwasannya tiap-tiap buklet yang dibeli nantinya akan di undi pada tanggal 15 september 2010 dan pengumuman pemenang tanggal 18 september 2010 melalui media Kompas, namun setelah tanggal yang ditentukan tiba di Koran kompas tidak terlihat pengumuman pemenang undian buklet seperti yang dicantumkan pada buklet yang di beli warga. Kepala kantor pos cabang Prabumulih saat dihubungi Koran ini via telepon tidak mau menjawab pertanyaan wartawan, dan baru menjawab setelah ditanya melalui pasan singkat (SMS), dangan membalas “Pengundian buklet piala dunia berhadiah mobil Xenia dan hadiah lainnya yang semula direncanakan tanggal 18 diharian kompas ditunda dan akan di undi tanggal 27 september 2010 bersama dengan peringatan hari bakti PosTel serta akan diumumkan pada tanggal 30 september 2010 diharian kompas, mohon maaf atas keterlambatan informasi ini, karena informasi ini juga baru kami terima pagi ini, perlu kami sampaikan bahwa program ini adalah program PT Pos Indonesia secara Nasional jadi bukan program kantor pos Prabu-

7

Curanmor dan Maling Kerap Terjadi di Natuna

Indikasi Penipuan di Kantor Pos Prabumulih

Wartawan sedang menunjukan bukti buklet yang didapat dari warga

Ranai, (MR) Kapolres Natuna AKBP Dwi Yulistiono melalui Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Reonald Simanjuntak menyebutkan, sejak Ramadan terdapat enam kasus pencurian di Natuna. Enam kasus pencurian ini diantaranya dua pencurian sepeda motor dan empat kasus pencurian dengan modus pembongkaran rumah. Dari enam kasus ini, baru tiga kasus berhasil ditangani. Sementara tiga kasus lagi masih dalam pendalaman. Dari enam kasus pencurian ini, pembobolan konter ponsel milik Ikok di jalan Sukarno hatta Ranai Natuna, termasuk perampokan terbesar. Yakni korban mengalami kerugian sebesar Rp 35 juta. “ Saat ini kasus pencurian di konter ponsel sedang dilakukan pendalaman,” kata Reonald. Dua kasus pencurian sepeda motor lanjut Reonald, satu orang pelaku berhasil diringkus. Sedangkan satu orang pelaku masih dalam pengejaran. Tetapi barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Mio berhasil diamankan. “ Kasus pencurian sepeda motor ini, modusnya dengan cara penggelapan dan penipuan terhadap korban. Yakni dengan cara meminjam sepeda motor tersebut, kemudian langsung dibawa kabur,” tukasnya. Terjadinya kasus pencurian ini tambah Reonald, diharapkan masyarakat dapat bekerjasama dalam mengamankan lingkungan masyarakat dan lingkungan pribadi. Agar peluang tindak kejahatan, terutama pencurian dapat dipersempit. “Kepada masyarakat yang menjadi korban pencurian atau tindak kejahatan lainnya, supaya segera melapor kepada polisi. Agar dapat mempersempit peluang pelaku pencurian,” himbaunya. >> Edi

mulih saja, dalam hal ini kantor pos Prabumulih adalah pelaksana saja, terimakasih (K.A. Kantor Pos Prabumulih)”, Sedangkan sebelumnya SMS yang menyangkut undian

tersebut berbunyi “Pengundian pemenang buklet piala dunia sepek bola ditunda sampai batas waktu yang akan kami beritahukan kemudian, tks (Mulia ktr pos pbm) “ >> Alex

Seorang Sekdes Ingkari Jabatannya
Cianjur,(MR) Demi kepentingan dan pelayanan publik yang lebih optimal dalam melayani warga masyarakat di tiap-tiap desa, selain punya kewenangan yang luhur di desanya orang kedua dari Kepala Desa bahkan demi kinerjanya ditunjang dengan harapan masa hari tua sebagai pensiun karena telah menjadi PNS,Sekdes tidak mudah untuk bisa diangkat menjadi seorang PNS kecuali harus melalui proses dan memenuhi persyaratan yang akurat, bahkan masa kerja di bidangnyapun salah satu faktor utama untuk di angkat jadi PNS, setelah diangkat dan di sumpah menjadi seorang PNS patut dinikmati dan disyukuri satu anugrah yang bukan lumayan dan patut dibanggakan. Tetapi sangat aneh dan mengherankan yang satu ini seorang Sekdes Desa Cikondang Kecamatan Bojongpicung yang telah dilantik periode pertama di Kabupaten Cianjur pada tahun 2007-2008 mengingkari jabatannya dari seorang Sekdes dan PNS nya. Pada tanggal 21 September 2010 lalu, Tim Media Rakyat datang di desa tersebut tujuan untuk konformasi ke Kepala Desa kebetulan kepala desa sedang ada acara di luar kantor, dan wartawan diterima beberapa perangkat desa setelah wartawan isi buku tamu dan diterima oleh sesorang yang mengaku dirinya Sekdes dan kami konfirmasi tentang keberadaan di desa yang di duga patut Sekdes tahu adanya, tetapi semua yang kami tanya serba tidak tahu, sampai kami sempat tanya, memangnya bapak sudah berapa lama diangkat jadi Sekdes? Jawabnya baru 6 bulanan sambil agak buang muka. Berarti bapak belum diangkat PNS ? Jawabnya Belum karena saya sekdes sementara. Akhirnya kami tidak mendapatkan apa yang kami cari tahu tentang desa Cikondang, selang beberapa jam kemudian setelah kami mundur, yang mengaku sekdes, menelepon kami dengan nada terputusputus dia minta maaf, Pak sebetulnya saya bukan sekdes yang asli saya disuruh menghadapi bapak oleh Sekdes yanga asli, dan Sekdes asli menghindar ungkapnya sambil menutup telepon selulernya. Bagaimana dia tahu tentang desa, ternyata dia Sekdes palsu yang di suruh ngaku sama Sekdes asli Neneng Muhyidin yang telah menjabat menjadi Sekdes lebih dari sepuluh tahun dan diangkat jadi PNS tahun 2007-2008 angkatan pertama di Kabupaten Cianjur, ini sangat disayangkan bagi Neneng Muhyidin seorang Sekdes yang telah menjadi PNS dan karir yang begitu lama ternyata tidak professional dalam mengemban tugasnya serta mengingkari jabatan yang disandangnya, bagaiman desa ini bisa mengayomi, melayani, publik serta warga masyarakat ketika Kepala desa berhalangan atau tidak ada, orang kedualah yang seharusnya siap melayani bukan malah menghindar. Menurut tokoh warga masyarakat Desa Cikondang yang enggan disebut namanya, “Sebaiknya Sekdes mundur dari jabatannya karena sangat memalukan desa kami, apalagi Kepala Desa Cikondang ini jarang sekali masuk kantor Desa selalu sibuk di luar, jadi yang bertanggung jawab dan memimpin aparat desa adalah Sekdes. Kalau begitu siapa yang menjadi figur mereka?” Kami atas nama warga masyarakat sangat menyesalkan kejadian tersebut,” Pungkasnya. >> Ruslan AG

Forum Wartawan Lingga Catut Nama Wartawan
Lingga,(MR) Jajaran satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Lingga, maupun intansi vertikal dan pengusaha di Kabupaten ini diminta hati-hati dengan organisasi wartawan yang mencatut nama wartawan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Forum Wartawan Lingga (FWL) mencatut nama sejumlah wartawan media harian maupun mingguan yang bertugas di kabupaten Lingga. Pencatutan nama wartawan tersebut dengan dimasukkan dijajaran kepengurusan organisasi wartawan tersebut, kemudian mengirimkan nama-nama pengurus organisasi wartawan tersebut ke instansi pemerintah dan pengusaha yang ada di Kabupaten Lingga menjelang lebaran lalu. Sejumlah wartawan yang namanya dicatut protes. Pasalnya, selain mencatut nama, juga membuat nama media wartawan yang dicatut. “Kita keberatan nama dan media kita dicatut. Temanteman terkejut karena namanya dimasukkan dalam kepengurusan FWL. Parahnya, nama-nama itu dikirimkan ke instansi pemerintah dan pengusaha jelang lebaran. Apa maksudnya, ini jelas merugikan nama dan media masingmasing yang dicatut,” kata Johny Prasetya, Kepala Perwakilan Posmetro Batam di Lingga. Selain Johny, sejumlah wartawan yang namanya dicatut FWL, antara lain Indra Helmi (Sijori Mandiri), Dedi Arman (Batam Pos), Jepriyadi (Sijori Mandiri), Yustin (Batam Today), Joni Satria (Tajam), dan Kasmadi (Terkininews.com). Tak satu pun diantara mereka yang tahu namanya dimasukkan dalam kepengurusan FWL. “Kawan-kawan yang namanya dicatut terkejut begitu saya beritahu namanya ada dalam kepengurusan FWL. Ada pengusaha yang memberikan informasi dan menyerahkan surat kepengurusan FWL. Pengusaha itu bingung disurati FWL jelang lebaran,” kata Muslim T, Kabiro Radar Kepri yang nama anggotanya juga dicatut. Muslim mengatakan, meski namanya tak ada di dalam kepengurusan FWL tapi ia keberatan nama anggotanya dicatut. Apalagi di sana dituliskan nama Radar Kepri. Ia mengaku telah melaporkan masalah ini ke pimpinannya. “Anggota saya yang masuk pengurus FWL itu dipecat. Nama media jadi jelek gara-gara ulah oknum wartawan yang suka menggunakan organisasi untuk kepentingan pribadi dan kelompok,” ujarnya. Kepala Biro Batam Pos di Lingga, Dedi Arman menyayangkan ulah oknum pengurus FWL tersebut. Ia menduga nama-nama wartawan di Lingga sering dicatut organisasi wartawan lokal di Lingga untuk kepentingan pribadi. “Kita tak pernah berurusan dengan FWL, kok nama kita dicatut. Teman-teman sudah mendiskusikan masalah ini dengan kepolisian, unsur pencemaran nama baik sangat jelas. Tak tertutup masalah ini diselesaikan secara hukum,” kata Dedi. Dijelaskan, sejumlah wartawan yang nama dicatut sudah memiliki organisasi sendiri, Ikatan Jurnalis Kabupaten Lingga (IJKL). Sejak terbentuk sejak tahun 2009, IJKL tak pernah sekalipun membuat proposal yang dimasukkan ke instansi pemerintah dan pengusaha. “IJKL tak pernah memintameminta ke pemerintah dan pengusaha. Masak orang lain mencatut nama kami,” ujarnya. >> Hendrano

RSDU Dabo Krisis Listrik
Lingga (MR) Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) yang terletak di jalan kesehatan Dabo Singkep Kabupaten Lingga sekian lama mengalami kerisis Listrik yang serius. Akibat kurangnya kapasitas listrik yang masuk dengan yang dibutuhkan mengakibatkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat. “ Untuk RSUD Dabo Singkep saat ini sangat di butuhkan penambahan daya listrik dari PLN. Masalah ini serius dan perlu di tangani segera. kata kepala Dinas kesehatan kabupaten Lingga dr Iganasius Luti, kamis beberapa waktu yang lalu. Luti menambahkan, “Tidak lucu nantinya jika dokter yang sedang mengoperasi pasien tiba-tiba listrinya tak cukup, akibatnya, pekerjaan tersebut menjadi terkendala. Kami dari dinas dan pihak RSUD bisa di komplen oleh keluarga pasien karena hal seperti itu pernah terjadi” jelasnya. “Sampai saat ini untuk mengatasi kekurangan pasokan Listri di RSUD tersebut kami dari dinas dan juga pihak RSUD tidak bisa berbuat banyak, Namun bukannya tidak mau mengusahakan, Masalahnya kami pernah mengajukan permohonan untuk meminta penambahan daya dari PLN dabo Singkep namun jawaban dari pihak PLN sendiri dari dahulu selalu sama, memang kemampuan untuk menambah daya sudah tidak ada, kata mereka. Namun karena ini menyangkut kepentingan masyarakat untuk memberikan pelayanan di bidang kesehatan seharusnya ada pertimbangan terhadap permintaan kami” Kata Luti lagi. Informasi dari dinas kesehatan kabupaten Lingga saat ini kemampuan pasokan listrik untuk RSUD dabo dari PLN sendiri hanya 75 KVA dan itu masih kurang sekali,” Saat ini kalau tidak salah, kekuatan listrik di RSUD hanyalah 75 KVA dan itu masih sangat jauh dari batas kecukupan, minimal yang di perlukan 125 KVA, kalau bisa lebih dengan kurangnya kemampuna listrik saat yang paling sering terkendala adalah saat ada operasi dan juga pelayanan kepada masyarakat yang rawat inap kurang maksimal” Tambahnya.>> Hr

Pencuri Kembali Beraksi di RSUD Karawang
Karawang,(MR) Lagi-lagi pengunjung RSUD Karawang harus kehilangan dua HP dan satu buah tas yang berisikan diantaranya uang sebesar Rp. 500.000,-. Kehilangan terjadi pada hari rabu(29/9) sekitar jam 4.00 wib, menjelang subuh. Hal tersebut dikatakan korban. Risman Aditia warga Bojong Bekasi, saat menunggu cucunya yang dirawat di ruang Rawamerta RSUD Karawang Menurut Risma, HP., pada jam 3.00 masih dipergunakan setelah itu mereka tertidur karena beberapa hari belum tidur ketika pasien aga pulih mereka merasa tenang lalu tidur, sete-

Risman Aditia, korban pencurian

Pengguna Kendaraaan Keluhkan Pelayanan SPBU
Prabumulih,(MR) Kelakuan para pegawai SPBU dalam melaksanakan tugasnya melayani para konsument yakni para pengguna kendaraan dinilai sangat mengecewakan, terungkap saat beberapa pengguna kendaraan yang mengeluhkan kelakuan para pegawai tersebut karena para pegawai SPBU keseringan mendahulukan pengisian derigen yang dipesan oleh para kios minyak eceran. Parahnya lagi karena banyaknya jumlah yang dibeli oleh para pedagang eceran tersebut sehingga kerap kali terjadi pada waktu pengguna kendaraan hendak mengisi bahan bakar persediaan dari SPBU habis. Terjadinya hal semacam ini bukan hanya terjadi satu SPBU namun hamper disetiap SPBU yang ada di kota Prabumulih meliputi SPBU Karangan di Kecamatan Rambang Kapak Tengah, SPBU Sukaraja di Kecamatan Prabumulih Selatan, SPBU Patigalung di Kecamatan Prabumulih Barat, dan SPBU Cambai Kecamatan Cambai bahkan SPBU Tugu Keci dalam Kota di Kecamatan Prabumulih timur, dengan keseringannya habis secara serentak sehingga menuntut bagi konsumen pengguna kendaraan harus membeli kepada pedagang eceran yang tentunya dengan harga yang tinggi. Salah seorang pedagang eceran yang namanya disamarkan sebut saja Badrun mengatakan “ Wajar saja pak, kalo kami yang di dahulukan oleh pegawai SPBU, sebab kami membeli premium dengan harga yang lebih tinggi dari yang sebenarnya, kalo dijual kepada mobil dan motor tentunya harganya ditentukan yakni Rp.4.500,-/litere, nah kalau sama kami para pedagang ini ya’ mereka bisa menjual dengan harga yang lebih dari itu berkisar Rp.4.750-4.800,-/literenya, tergantung kesepakatan, tapi ada juga pegawai yang minta perderigen misalkan dalam satu derigen 20 litere mereka minta fee Rp.5000" ungkap pedagang tadi. Berdasarkan pantauan langsung Koran ini berdasarkan informasi yang diterima, didapati para pegawai SPBU sedang melakukan pengisian derigen 20 litere dengan jumlah yang banyak, bahkan para pegawai terkesan mengabaikan para pengguna kendaraan yang sedang antri menunggu untuk pengisian kendaraannya. >> Alex / Teti vega

lah pagi HP dan tas telah lenyap. Atas kejadian ini Risman tidak melapor ke pihak keamanan RSUD, karena menurutnya

barang yang sudah hilang sukar untuk di temukan lagi tutur Risman pada Media Rakyat. >> Cece/W

Tumpukan Kasus Penyimpangan Dana Diduga Dibiarkan
Bandung Barat, (MR) Seiring dengan rencana Pemerintah untuk meningkatkan pembangunan, pemerataan imprastruktur dari semua aspek baik sarana transportasi (jalan) dan pembangunan umum lainya. selain dituntut untuk mandiri dengan adanya OTDA (otonomi daerah) bahkan tidak sedikit dari Pemerintah Pusat pun mengucur berbagai bantuan demi terwujudnya pembangunan di desa-desa. Tetapi perlu kita kawal dan awasi bersama dalam penyaluran atau penggunaan dana-dana tersebut, baik yang bersifat Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau melalui kelompok-kelompok tertentu, seperti POKTAN, POKNAS, serta lembaga-lembaga lainya demi untuk menetralisir sistem penyaluran dan meminimalisir penyimpangan (penyelewengan), jangan sampai terjadi seperti di Desa Cinta asih Kec. Cipongkor Kab. Bandung barat, yang disinyalir banyak peyimpangan bahkan sudah bertumpuk kasus tapi tetap berlengang dan dibiarkan. Kasus-kasus yang di selewengkan seperti potongan Dana bantuan bencana alam, penjualan aspal dari PNPM, penjualan tanah desa dan penerapan pisik dari ADD yang tidak jelas. Menurut sumber, sebagai warga Desa Cintaasih, ketika mengadukan kasus ini kepada MR, mengungkapkan, “ Jumlah bantuan bencana yang semuanya katagori sedang sebanyak 38 rumah, 10 masjid jammi, 1 rumah rusak berat dengan kucuran bantuan sebesara 38 rusak sedang Rp. 10.940.000 + lauk pauk (per rumah), 10 masjid 10 Juta Rupiah (per masjid) dan satu rusak berat sebesar Rp. 15.940.000,- + lauk pauk. Tetapi realisasinya yang di terima, 28 rumah rusak sedang Rp. 5.940.000,,1 rumah rusak berat Rp. 15 Juta dan 10 mesjid jami Rp. 1 juta dan 2 juta per mesjid, sekitar 2000 kepala keluarga yang tidak mendapat musibah menerima bagian masing-masing Rp.50 ribu untuk yang rusak sedang diambil lagi per KK sebesar Rp.500 ribu oleh kepala Dusun masing-masing, tetapi kami yang menerima bantuan harus tandatangan di kwitansi RP. 10.940.000,- bahkan sebagian kwitansi kosong, tuturnya. Dilain pihak wargapun mengadukan tindakan ketua PNPM Desa tersebut yang telah kompirmasi dengan Kades, dengan adanya penjualan aspal bantuan PNPM sebanyak 10 drum, seharga 7 juta. Bahkan bukan itu saja Kades HED. Abdulah ini telah menjual tanah desa sebesar 25 juta ke pihak sekolah SMP 4 Cipongkor, maka didesa kami ini sangat tertumpuk kasus kejahatan yang dipimpin oleh Kepala Desanya tetapi sedikitpun tidak ada yang menyentuh, atau karena ada setoran ke atasannya. Karena Kepala Desa tempohari pernah seperti di tagih hutang buntang-banting mencari dana talangan 25 juta katanya buat mengembalikan uang bantuan bencana ke atasannya. Tim MR tanggal 27 September 2010 mendatangi Kepala Desa H.E.D. Abdullah di kantornya. Ia menerangkan bahwa dana Bantuan bencana saya tidak tau ada potongan apalagi buat sarana ibadah dan pernah dengar itu bukan potongan melainkan pemberian orang yang menerima secara ikhlas tanpa di paksa, masalah penjualan aspal bantuan PNPM tahun 2009 sebanyak 10 drum, itu benar dan sudah saya pecat ketua PNPM nya serta itu diserahkan kepada UPK untuk ditindak lanjuti. Kalau tanah desa atau carik desa yang dipakai lahan sekolah SMP 4 Cipongkor bukan di jual tapi itu sewa kontrak Rp. 1,5 juta /bulan, yang sampai saat sekarang belum menerimanya seperakpun dari sekolah yang sudah setahun ini, pungkasnya. Menurut salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyayangkan dengan pengakuan Kepala Desa yang sudah menjadi Haji, sangat jauh dari realita contohnya uang dari tanah SMP saja yang 25 jt, begitu menolak, padahal saya menerima langsung dari uang tagihan saya sebesar 9 juta, itu saya terima dari pimpinan sekolah untuk Kepala Desa, saya potong langsung karena susah bayar hutangnya, saya harap Pak Kades jangan Kauwflase yang di baca sedikitsedikit, hadis Nabi bahkan nama Allah pun dibawa-bawa demi menutupi kebohongannya tuturnya sambil mengusapkan dua telapak tangan ke mukanya. Dengan melalui berita ini kami atas nama warga, Kepada aparat yang berwewenang agar menindak lanjuti kasus Kepala Desa yang berkauwflase beserta kroninya. Pungkas para warga dengan nada harapan. >> B. Sopyandy

8
Puluhan Rumah Rusak Akibat Abrasi Pantai
Prabumulih,(MR) Dalam acara Pembukaan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Operasional Posyandu Kota Prabumulih tahun 2010 berlangsung di gedung pertemuan rumah makan Harmonis (30/09) yang dibuka oleh assisten II pemerintahan kota Prabumulih Zamri Ismadi, S.IP. Pada kesempatan itu Ismadi menyampaikan bahwasannya posyandu harus ditekankan kepada masyarakat, yang tentunya dengan pejabat daerahnya terlebih dahulu yang memberikan contoh kepada masyarakat, selain itu Ismadi juga mengungkapkan pada waktu dulu sewaktu ia masih menjabat sebagai camat di kecamatan penukal bahwasnnya para warga desa antusias dengan posyandu karena memang pada waktu itu kata Ismadi, kepada masyarakat memang ditekankan akan pentingnya posyandu di tiaptiap titik di masing-masing desa, dan para perangkat-

Nusantara
perangkat pemerintahan pada waktu itu memang menekankan sekaligus memberikan contoh dan arahan akan pentingnya posyandu, jelas Ismadi, “ Jadi saya anjurkan bagi para camat dapat memberikan contoh bagi masyarakatnya akan penting dan manfaat adanya posyandu”. Dalam sambutannya Ass II mengungkapkan salah satu sasaran pokok pembangunan nasional adalah meningkatkan kualitas manusia secara menyeluruh yang tercermin dari membaiknya angka indeks pembangunan manusia dan tingkat kesehatan masyarakat merupakan salah satu factor yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Kebijakan pembangunan kesehatan lebih mengutamakan upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam bidang kesehatan, dan salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan adalah dengan menumbuh kembangkannya Posyandu. Karena posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat, yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Sehingga posyandu diharapkan sebagai salah satu wahana yang dapat menunjang dalam meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat dalam kegiatan peningkatan tumbuh kembang bayi dan balita serta pemeliharaan kesehatan dasar bagi para ibu hamil, menyusui dan usia wanita subur. Namun, lanjut Ass II posyandu mengalami kinerja menurun disebabkan karena factor kader yang kurang berfungsi, terlebih semenjak krisis moneter 1997 yang berdampak terhadap kemandirian fungsi dan kinerja posyandu, kondisi yang memperihatinkan tersebut kata Ismadi merupakan tantangan bagi kita semua

Tahun Edisi 221 Tahun X 10- 20 Oktober 2010

Camat Dianjurkan Menjadi Teladan Posyandu

Karawang,(MR) Puluhan rumah rusak di pesisir pantai Cemara Jaya dan Pisangan Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang Jawa Barat, akibat air laut pasang yang datang setiap bulan. Seringnya air laut pasang belakangan ini mengakibatkan terjadi abrasi menghantam hingga merusak jalan dan puluhan rumah penduduk. Kini banyak warga masyarakat setempat mengungsi karena takut gelombang besar dan angin kencang kembali datang, Masyarakat merasa rugi karena belakangan rumah mereka serta rumah makan yang berada dipinggiran pantai habis di gerus ombak, meskipun yang mengalami kerusakan hanya belasan rumah dan beberapa rumah makan tetapi kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Jalan penghubung yang setiap hari di lewati warga masyarakat yang menggunakan sepeda motor merasa terhambat karena jalan yang biasa di laluinya rusak parah. Menurut tokoh masyarakat Cemara jaya Cinsiang Sukardi yang di jumpai wartawan (4/10) memohon kepada pemerintah agar jalan yang di rusak segera diperbaiki, kini jalan tersisa hanya sebagai pinggirnya saja yang mendekati rumah penduduk sedangkan yang di tepi jalan sebelumnya sudah habis di gebyog gelombang besar. Kepala dusun cemara jaya 1 Edi Junaedi kepada MR menuturkan bahwa gebyogan ombak yang datang tiba-tiba tidak dapat di prediksi, besaran ombak yang menghantam pantai hingga ke jalan raya jurusan cemara jaya pisangan mencapai ± 3 M. >> Warsian

untuk turutmengambil peran bersama-sama guna menyelamatkan, mempertahankan dan meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut dengan melalui revitalisasi kelompok kerja operasional (Pokjanal) posyandu, karena hal ini merupakan kebutuhan yang mendasar dan perlu segera di wujudkan, seperti

yang tertuang dalam peraturan menteri dalam negeri nomor 54 tahun 2007 bahwa kelompok kerja operasional posyandu adalah kelompok kerja yang tugas dan fungsinya mempunyai ketrkaitan dalam pembinaan penyelenggaraan, pengelolaan posyandu mulai dari tingkat pusat sampai kepada tinggat kecamatan, jelas Zamri. >>Alex

PT. Lizhou Diduga Langgar Perda Gresik
Gresik, (MR) Gudang batu mangan biji besi yang terletak di jalan Mayjen Sungkono gang 15 Gresik, gudang tersebut tidak memiliki ijin usaha HO. IMB. TDI, sudah melakukan aktifitas bongkar muat, hingga kini, salah satu pengurus pabrik PT Lizhou Se Ng Ya Mining yang kantor pusatnya di Jakarata utara, Jl, Pluit Permai Raya N0.21 kantor cabang yang terletak di jalan Mayjen Sungkono Gresik gang 16-15 sangat mokong melakukan kegiatan bongkar muat batu mangan, biji besi, gudang tersebut tidak memiliki ijin usaha dan stok fail. Pemilik Gudang tersebut pernah ber urusan dengan Polda Jatim terkait batu mangan yang di kirim dari kupang tidak melengkapi ijin pertambangan hingga kini batu batu tersebut masih di police line oleh Polda Jatim bagian tipiter, hingga kini kasus tersebut telah dilimpahkan ke pengadilan dengan tersangka, Halim pemilik batu tersebut hingga kini kasus tersebut ditangani Kejati kata Halim pemilik tambang di komfirmasi warawan koran ini lewat hp, Menurut Halim sementara masi lobi-lobi dengan jaksa yang menangani pak Hariyanto,dan ada beberapa orang lagi yang menangani kasus ini, gudang tersebut emang sangat mokong bukan itu aja belum mengantogi ijin Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah membangun perkantoran yang benar-benar parmanen yang melanggar perda kabupaten Gresik No 22 Tahun 2000 tentang retribusi izin mendirikan bangunan jo peraturan daerah Kabupaten Gresik, No. 23

Diguyur Hujan Upacara Peringatan Haornas XXVII Tetap Lancar

Sejumlah Pejabat Kota Bandung Berziarah ke Makam Leluhur

Bandung,(MR) Dalam rangkaian kegiatan HJKB (Hari Jadi Kota Bandung) ke-200, Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda beserta unsur Muspida dan sejumlah Pejabat Publik serta Yayasan Sajarah Timanganten Bandung, melakukan ziarah ke makam para leluhur dan pendiri Bandung, di Jalan Dalem Kaum, Jalan Karanganyar Kota Bandung, Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Ziarah kubur makam para leluhur Bandung, diisi dengan tabur bunga dan pengiriman doa bagi arwah leluhur Bandung, serta pemberian sembako kepada penjaga makam. Dimulai dari Pendopo Kota Bandung Ayi Vivanda berjalan kaki menuju belakang Mesjid Raya Bandung Prov. Jabar, tempat makam Bupati Bandung ke-6 (1794-1829), Rd. Adipati Wiranatakusumah VI (Dalem Kaum) sebagai pendiri Kota Bandung. Sebagai penghormatan di Hari Jadi Kota Bandung, Ayi mendoakan Para Leluhur “Hari ini kita ziarah kemakam leluhur sebagai penghormatan pada mereka, tanpa mereka kita tidak akan seperti sekarang”, ujarnya. Rombongan melanjutkan ziarah ke situs makam para Bupati Bandung di Jalan Karanganyar, makam Bupati Bandung pertama Rd. Tumenggung Wira Angun-Angun (1641-1709) yang bersebelahan dengan Pahlawan Nasional Rd. Dewi Sartika. Kemudian dilanjutkan ke Dayeuh Kolot, makam Bupati Bandung kedua, Rd. Ardikusumah yang terkenal dengan nama Demang Timbanganten (1681-1704) dan Makam Raden Tumenggung Anggadiredja I yang dikenal Dalem Gordah (17041747) di Kabupaten Garut. Kondisi makam para bupati yang ada di Kabupaten Berbeda dengan kondisi di Kota Bandung yang bersih dan terpelihara, makam Dalem Gordah sangat memprihatinkan, terlebih kondisi makam Dalem Timbanganten yang sekitar lingkungannya sangat kotor dan bau kotoran kuda. >>Dodi Sulaeman

Tahun 2004 yang bunyinya izin mendirikan bangunan dapat diberikan untuk setiap kegiatan :-pendirian bangunan baru, nambah /memperluas, -Balik nama karena adanya perubahan kepemilikan, = Pemecahan ijin dari IMB =Salinan,-legalisir, A), Persyaratan IMB foto kopi KTP, atau akte perusahaan, B).surat bukti hak tanah dan tanda lunas PBB terakhir, C).Surat persetujuan tetangga kanan kiri, data teknis gambar bangunan situasi dan kostruksi, B). Surat keterangan rencana teknik tata ruang SKP3, masih banyak lagi surat-surat yang harus disiapkan. PT Lizhou persyaratan belum di urus malah bangunan sudah jadi, ya ini sudah sangat melanggar peraturan. Hingga kini pihak terkait seperti pemerintahan

kabupaten Gresik Agar bisa mengambil tindakan tegas untuk perusahan tersebut,sebab masih banyak pelanggaran yang di lakukan PT Lizhou belum lagi timbangan barang yang parmanen tidak ada ijin. Tim sempat menkonfirmasi masalah ini ke PT. Lizhou Cabang Gresik di temui Jefri selaku pengurus, “kami memang belum punya izin untuk bangunan tersebut tetapi kami akan berusaha untuk mengurus”. kata Jefri kepada wartawan koran ini, tapi ko sudah ada kegiatan kerja ? Ya kami hanya coba coba saja !. kalau coba-coba didalam gudang sudah ada banyak barang berupa biji besi yang di timbun dan batu mangan belum alat berat, yang beroprasi? tidak bisa menjawab hanya diam. >> TIM

Kota Tasikmalaya, (MR) Upacara peringatan Hari Olah Raga Nasional XXVII Tahun 2010, lingkup Kota Tasikmalaya dilaksanakan dihalaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin (27/9), bertindak sebagai Pembina Upacara wakil Walikota Tasikmalaya. Upacara Peringatan Haornas tersebut diikuti para Unsur DPRD Kota Tasikmalaya, Unsur Forum Konsultasi Pimpinan Daerah Kota Tasikmalaya, Para Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Para Pejabat Sipil, TNI dan Polri Kota Tasikmalaya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya beserta pengurus, ketua Dharma wanita serta para pegawai dilingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Maksud dan tujuan dari Peringatan Hari Olah Raga Nasional adalah : 1). Memasyarakatkan Olahraga dan mengolahragakan masayarakat. 2).Menanamkan budaya dan kegemaran berolahraga sejak dini. 3).Menjadikan olahraga sebagai budaya masyarakat modern. 4). Meningkatkan kebugaran jasmani. “ Permasalahan Olahraga adalah tugas bersama kita semua. Karena olahraga menyehatkan badan, meningkatkan produktivitas bangsa yang kuat. Mari Kita jadikan olahraga sebagai gaya hidup manusia Indonesia modern”. Ungkap Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Dr. Alfian A.Mallaranggeng) dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Walikota Tasikmalaya, Ir. H. dede Sudrajat,MP. Usai upacara,dilanjutkan dengan senam bersama dan pertunjukan Aeromodelling. >> Iin Kartiwan

Edisi 221 Tahun X Tahun 10- 20 Oktober 2010

Nusantara
Prabumulih,(MR) Pembangunan jembatan Penghubung batas wilayah Muara Enim dan Kota Prabumulih di Desa Payuputat kecamatan Prabumulih Barat dan kecamatan Tanah abang Kabupaten Muara Enim masih belum mendapatkan titik terang kapan akan direalisasikannya. Sementara, warga dari kedua wilayah mempertanyakan pelaksanaan pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat itu, keberadaan jembatan tersebut dirasa sangat pital, seperti yang diungkapkan warga dari kedua wilayah yang sempat dijumpai koran ini di lapangan “ Kapan jembatan ini akan dibangun, apa pemerintah tidak pernah memikirkan nasib rakyat, dan hanya ingin mengambil manfaat enaknya saja dari rakyat, kan keberadaan jembatan ini (jika nantinya ada) sangat pital karena selain dari pada meringankan beban warga dalam setiap penyeberangan juga tentunya bermanfaat bagi kedua daerah dalam sektor pembangunan dan agrobisnis”, kata sumber tadi. Pembangunan jembatan yang telah lama di canangkan tersebut hingga kini belum mendapatkan tanggapan yang serius dari pemerintah Provinsi sumsel maupun pemkot Prabumulih dan Muara enim, tentunya hal tersebut berdampak kepada perekonomian masyarakat dalam melaksanakan aktipitas jual beli kebutuhan pokok sehari-hari. Seperti penelusuran Koran ini, warga masyarakat kedua daerah ini dalam setiap kali akan melakukan penyeberangan harus merelakan mengeruk kantongnya lebih dalam guna membayar transportasi sungai dengan menggunakan perahu motor sebesar Rp7.000 dalam sekali penyeberangan, tentunya dirasa sangat berat bagi warga yang terpaksa setiap harinya balak balik menyeberang di kedua wilayah, seperti para pedagang asongan dan karyawan-karyawan yang di tugaskan perusahaan dengan terpaksa harus melalui jalur tersebut dengan alasan waktu. Jika mengingat akan mewahnya daerah sumsel akan sumber daya alam tentunya penderitaan warga tersebut tidak pantas dialami oleh warga dengan kekayaan hasil bumi yang wah nilainya, apalagi untuk warga Prabumulih dan muara enim yang kaya akan gas alam dan batu bara, seharusnya masyarakat kedua wilayah bangga dengan menikmati pasilitas-pasilitas yang mewah dari pembagian APBD dari pemerintahan Provinsi dan Pemerintahan Pusat. Manager Humas Pertamina

9

Kota Tasikmalaya Peringati HUT IBI Ke-59

Masyarakat Pertanyakan Pembangunan Jembatan Payu Putat
Prabumulih dan Muara Enim Tunggu Dari Provinsi

Kota Tasikmalaya,(MR) Dengan tema “Melalui HUT IBI ke-59 kita tingkatkan profesionalisme kerja dan percepatan pencapaian MGDS” Ikatan Bidan Indonesia tingkat Kota Tasikmalaya menggelar acara peringatan yang dirangkaikan dengan peresmian sekretariat IBI dan halal bihalal yang di buka dan diresmikan oleh Walikota Tasikmalaya Drs.H. Syarif Hidayat M.Si rabu (29/ 09) di Jl. Laskar Wanita Perum Laswi Kota Tasikmalaya. Ketua Penyelenggara Eli Emiliawati Amd.keb menjelaskan kegiatan terselenggara berkat kerja keras dan dukungan semua pihak kemudian beliau membacakan sejarah IBI yang diawali dengan hasil konfrensi seluruh Bidan di Jakarta kemudian ditetapkan IBI berdiri 24 Juni 1951 berbentuk kesatuan dengan azas pancasila. Drs.H. Syarif Hidayat setelah menandatangani prasasti sekretariat kemudian memberikan sambutan dengan menyampaikan selamat atas dimilikinya sekretariat baru IBI dan Hari ulang tahun IBI ke 59 tingkat Kota Tasikmalaya “semoga makin matang dan siap menghadapi MDGS” katanya. Ditambahkannya, bahwa semakin banyak tugas yang bisa diselesaikan dan makin tenang menghadapi semua pekerjaannya. Hadir penasehat IBI Hj. Rosye syarif hidayat, Ketua IBI Jawa Barat Hj. Titi Nurhayati, Asisten Perekonomian dan pembangunan, kepala Dinas kesehatan, Camat Tawang serta 70 orang undangan dan 392 bidan. >> Iin Kartiwan

Camat Bojong Picung Hindari Wartawan
Cianjur, (MR) Kodrat selaku Camat Bojong Picung akhir-akhir ini, sangat sulit di temui di kantornya, beberapa staf kecamatan saat di tanyai keberadaan Kodrat selalu menjawab ada kegiatan di luar kantor, namun tidak jelas kapan kembalinya. Itulah sekilas alasan staf kecamatan Bojongpicung kepada siapa saja yang ingin menemui Kodrat untuk konfirmasi. Sulitnya menemui sang kepala kecamatan ini, hampir sama dengan sulitnya menemui tuyul, sejenis mahluk halus yang suka mencuri uang dan yang dipelihara orang-orang tertentu. Ketidak netralan Kodrat sebagai Camat Bojongpicung sedikitnya telah menciderai niat baik para wartawan dan LSM, yang ingin bertemu untuk konfirmasi. Sampai pada suatu hari tim Media Rakyat datang lagi ke Kecamatan Bojongpicung kebetulan saat itu Kodrat sedang mengadakan halal bihalal dengan semua para Kepala Desa se Kecamatan Bojongpicung. Dengan sabar para wartawan menunggu didepan halaman kantor kecamatan sampai acara selesai, namun sepertinya Kodrat sama sekali tidak mau bertemu dengan wartawan, sehingga ketika wartawan menjambangi ke dalam Aula, yang dipakai pertemuan oleh Kodrat dan para Kepala Desa disana sudah tidak ada siapa-siapa. Sementara menurut sumber, Kodrat dan para Kepala Desa setelah mendengar kabar bahwa didepan kantor ada yang menunggu para wartawan, Kodrat berpindah tempat kebelakang kantor kecamatan dan melanjutkan pertemuannya di pinggir kolam pemancingan. Mendengar informasi tersebut Tim MR memburunya kembali, namun sayang ketika Tim MR sampai di tempat tersebut, Kodrat dan para Kepala Desa sudah tidak ada, yang tertinggal hanyalah sisa-sisa makanan dan puntung rokok serta sepasang sepatu yang di duga pemiliknya adalah Kepala Desa. >> RUS

EF Region Sumatera Bambang Budi Utomo kepada Koran ini mengatakan untuk APBD wilayah Prabumulih hampir setara dana Bagi hasil migas, tapi kok rakyatnya masih saja menderita dan seharusnya wilayah Prabumulih ini masyarakatnya sudah mewah, belum lagi pada tiap-tiap sumur bor itu semua ada Pajak Bumi dan Bangunannya, yang tentunya kembali kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD), jalasnya. Sementara dari pemerintahan Kota Prabumulih,Wakil Walikota Prabumulih Ir.Ridho Yahya MM menyingkapi masalah pembangunan jembatan Payu Putat kepada wartawan

Koran ini mengatakan tinggal menunggu dari Provinsi kita dari Prabumulih cuma perencanaannya, kata Ridho. Saat ditanya apakah APBD Prabumulih Sanggup untuk memikul pembangunan jembatan tersebut karena mengingat kebutuhan warga yang sangat mendesak?, Ridho mengatakan jelas saja kita tidak mungkin akan melangsungkanya karena pembangunan di sektor lain juga masih banyak yang menunggu, sementara dari Muara enim sendiri sampai saat ini belum ada tanggapan dan untuk perencanaan saja kita lakukan sendiri, jelas Ridho. Ditempat dan waktu yang

berbeda Gubernur Sumatera Selatan H.Alex Noerdin SH sempat berjanji bahwasannya pembangunan jembatan pembatas dua wilayah tersebut merupakan tanggung jawabnya selaku gubernur dan hal itu sudah direncanakan,kata Alex Noerdin waktu itu. Menyingkapi pernyataanpernyataan tersebut, kapan dan bagaimana nasib warga yang membutuhkan segera terealisasinya pembangunan jembatan tersebut, saat ini warga hanya mampu berserah sementara ada kepentingan-kepentingan tersendiri dibalik teka-teki pembangunan jembatan tersebut. >>Alex Effendi

Puluhan Ribu Hektar Lahan Dikuasai Pertambangan
Lingga,(MR) Usaha pertambangan di Kabupaten Lingga seperti berjualan kacang goreng, Kabupaten Lingga betu-betul membuka kesempatan untuk investor pertambangan begitu banyaknya ekspoitasi untuk menjual kekayaan yang ada di perut bumi KabupatenLingga. Ini timbul semangat diri hingga tidak memilah-milah bos pengeruk mineral dan apa saja yang mereka lakukan dibiarkan pemerintah Kabupaten ini tidak berdaya kepada Bos-bos kecil yang mendatangkan di Kabupaten Lingga seolah-olah hendak dipuji walau efek dari apa yang mereka lakukan akan berdampak buruk dibelakang hari. Hampir lima tahun PT.Pasir Dabo Permata yang mengantongi kuasa pertambangan seluas dua puluh hektare yang di berikan Bupati Lingga untuk mengeruk mineral Biji Besi yang mana pada oktober 2010 nanti izin tersebut berakhir, namun penutupan dan reklamasi lahan tidak pernah dilakukan perusahaan tersebut. Begitu juga terhadap eks lahan PT.Bina Perkasa, yang berlokasi di Tanjung Semilang Desa Bakong Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga, dibiarkan begitu saja hingga botak tanpa ada reklamasi. Tidak jauh berbeda apa yang terjadi daerah sembuang Desa Penuba Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga, ada PT. Telaga Bintan Jaya (TBJ) yang telah beroprasi selama tiga tahun, namun belum juga menutup satu hektarepun lahan eks pembibitan yang di lakukan perusahaan tersebut. Sopian seorang masyarakat Lingga menyatakan ini adalah akibat dari berubahnya status lahan tambang itu yang semulanya hutan kini menjadi kebun hak milik, jadi masalah reklamasi itu tergantung itikat serta tanggungjawab moril dari pemilik lahan putra daerah kelahiran diperhatikan kini menjadi PT. Telaga Bintan Jaya, (TBJ) telah membeli sekitar dua ribu enam ratus hektare lahan dari beberapa lokasi. Akibat kuasa pertambangan yang diberikan pemerintah kabupaten kepada Perusahaan tersebut, akan terlihat dalam waktu 5 sampai 10 tahun kedepan bagaimana masyarakat Lingga khususnya PT. Singkep menghadapi tanah kampung halamannya yang terjual murah 4 sampai 10 juta per hektare, dan keadaan ini pastinya sangat merugi, baik itu pemilik lahan maupun pemerintah sendiri. Kurangnya sosalisari pemerintah kepada pemilik lahan, membuat perusahan yang bersangkutan bertindak seenaknya, dan terbitnya berita ini di media masa, masyarakat yang bersangkutan berharap agar pemerintah lebih bijak lagi untuk menangani perusahaan yang bertindak merugikan masyarakat. >> Hr

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Kota Prabumulih Berlangsung Khidmat
eringatan hari kesaktian pancasila yang jatuh pada tanggal satu oktober, dengan memperingati hari gugurnya beberapa pahlawan repolusi yang tentunya masih terngiang di telinga kita hingga kini, peringtan hari kesaktian pancasila ini bertepatan dengan Hari Olah Raga Nasional ke-27 tahun 2010, dalam memperingati kedua hari besar tersebut Pemerintahan Kota Prabumulih melangsungkan upacara di lapangan gedung Pemerintahan Kota Prbumulih satu oktober kemarin, yang dihadiri Wakil Walikota Prabumulih Ir.Ridho Yahya MM,yang juga di hadiri para unsure muspida dan unsure muspika se-Kota Prabumulih,dan para pegawai dilingkungan Kota Prabumulih beserta di ikuti siswasiswi menengah atas dari beberapa sekolahan yang sempat hadir. Pada kesempatan itu, Wakil walikota Prabumulih yang bertugas selaku Pembina upacara menyampaikan kata sambutan dari Menteri Negra Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia, dalam sambutan tersebut Ridho menyampaikan puji dan syukurnya dapat melangsungkan upacara ini, dalam sambutannnya mengungkapkan bahwasnnya sejarah perjalanan bangsa Indonesia membuktikan bahwa olah raga tidak hanya sebagai sarana peningkatan pola hidup sehat dan prestasi tetapi sekaligus media perjuangan dan pemersatu bangsa. Ridho juga menyampaikan puji sukurnya karena telah banyak kemajuan yang dicapai bangsa Indonesia terhitung semenjak kemerdekaan,sehingga Indonesia terhitung Negara

P

demokrasi terbesar ketiga di dunia dan Indonesia juga merupakan G-20 yaitu dua puluh Negara yang menentukan Ekonomi dunia, bersamaan sebagai tuan rumah sea game 2011 Indonesia juga menjadi ketua Asean. Karena itu sudah saatnya prestasi olah raga Indonesia juga mengikuti kemajuan bangsa dalam bidang-bidang lainnya dengan menjadi yang terbaik

di asia Tenggara dan menjadi salah satu Macan Asia yang diperhitungkan pada tingkat dunia. Pada kesempatan itu pula wawako mengungkapkan bahwasanya prestasi yang dimaksudkan tidaklah datang dari langit,. Karena bakat alam tidaklah cukup untuk menjadi juara tingkat internasional. Bakat harus diasah semenjak usia dini dengn pembinaan didalam kelurga, klub-klub

olahraga dan oleh berbagai organisasi olahraga dipusat maupun didaerah, kompetisi harus digalakkan didesa-desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai kepada tingkat nasional. Dalam sambutan itu wawako mengajak semua mulai dari pemerintahan daerah, swasta, dan segenap masyarakat bersatu padu untuk mendorang kebangkitan prestasi olah raga nasional. >>Alex

10
Humas Pemkot Prabumulih Akan Tetapkan Kesepakatan Dengan Media
Prabumulih,(MR) Menyikapi desas-desus tentang ada dugaan perlakuan miring oleh humas seperti di utarakan beberapa wartawan yang biasa meliput di pemkot Prabumulih terkait penggunaan dana anggaran untuk media yang dikelola oleh Bagian Humas Pemerintahan Kota Prabumulih dengan keberadaan dana tersebut diragukan. Kasubag Humas Media Pemkot Prabumulih Adriansyah.SE angkat bicara, dikatakannya, kedepan untuk urusan media pihaknya akan jauh lebih transparan dalam penggunaan dan bagi media yang memang sudah dianggarkan pemerintah tersebut, lebih lanjut Adrian mengatakan seperti yang dimintakan oleh wartawan tentang kesepakatan tertulis semacam MoU pihaknya untuk saat ini tengah menyusun kesepakatan tersebut dan mudah-mudahan untuk kedepannya tidak aka nada lagi terjadinya kesalah pahaman. Labih lanjut Adrian menjelaskan bahwasnnya a di tunjuk sebagai Plt Kasubag Humas ini terhitung masih baru setelah menggantikan Kasubag yang mengundurkan diri dari jabatannya, dijelaskan Adrian mudah-mudahan kedepan tidak adanya lagi kecemburuan sosial dari para wartawan karena kita akan menekankan pemerataan dalam pembagian kerja (pembuatan Advertorial) bagi tiap-tiap media. Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Prabumulih Dahari Sukahari,S.Sos yang juga wartawan dari Harian Sumsel Post berpesan agar kedepannya kepada pihak humas dapat adil dalam pembagian rejeki kepada masing-masing media yang wartawannya betu-betul berkerja. >>Alex

Nusantara
Bandung,(MR) Kota Bandung menerima Piala Wahana Tata Nugraha 2009 kategori Angkutan umum, untuk Kota Metropolitan. Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Bandung, H.Dada Rosada SH. M.Si, dari Menteri Perhubungan, Freddy Numberi. Wali Kota Bandung, mengucapkan syukur atas penghargaan yang di raih tersebut, apalagi penghargaan tersebut bertepatan dengan Ulang tahun Kota Bandung ke-200. “kita patut bersyukur,penghargaan ini sebagai kado, bagi ulang tahun bandung ke-200,” ujarnya. sesaat setelah menerima penghargaan. Lebih lanjut dikatakannya, Kota Bandung sudah mengikuti penilaian seperti ini 6 tahun berturut turut, tahun pertama mendapat piala, 4 tahun berikutnya, mendapat plakat, dan tahun 2009 mendapat piala kembali. “Untuk tahun ini, kita kembali mendapat piala ini, untuk kategori angkutan, untuk Kota Metropolitan,”jelasnya. Wali Kota juga menjelaskan, penghargaan ini diperoleh, salah satunya karena, kota Bandung telah mengoperasikan Trans Metro Bandung (TMB), hal tersebut merupakan tahapan dari upaya Kota Bandung, untuk mengoperasikan, sistem transportasi massal. “Penghargaan ini merupakan salah satu apresiasi dari Pemerintah pusat atas upaya kita menjalankan TMB, dan kita pun diminta untuk mengembangkan lagi dari 10 armada TMB yang sudah ada,” ucapnya. Dada pun menuturkan, setahap demi setahap angkutan massal, akan diberlakukan, hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan angkutan massal. “Sesuai dengan amanat UU, kita berupaya agar angkutan massal tersebut aman, nyaman dan terjangkau, hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya Senada dengan Walikota Bandung, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Prijo Soebiandono, pun mengucapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih tersebut. Menurutnya, dari provinsi Jawa Barat ada 3 penerima piala Wahana Tata Nugraha, yaitu Kota Bandung, Kota

Tahun Edisi 221 Tahun X 10- 20 Oktober 2010

Kota Bandung Raih Piala Wahana Tata Nugraha

Sukabumi (kota sedang) dan kota ciamis Kabupaten Ciamis (kota kecil), dan 6 kota lain mendapat plakat (Kota Bogor, Kota Tasikmalaya,Kabupaten Cianjur, Kota Cimahi, Kota Cirebon, dan Kabupaten Bandung). Lebih lanjut dikatakannya, penilaian penghargaan ini

secara tertutup dan terbuka, “Kalau tertutup tim penilai melakukannya sendiri, sedangkan kalau terbuka, tim penilai kita antar untuk melihat tempat-tempat yang akan diniliai seperti, terminal atau transportasi di Kota Bandung,” ujar Prijo. >>Dodi Sulaeman

Pemkot Tasik Gelar Rakor Pemutakhiran Data Kependudukan
Tasikmalaya, (MR) Bertempat di Hotel Ramayana Kota Tasikmalaya, dibuka langsung oleh Wakil Walikota Tasikmalaya Ir.H. Dede Sudrajat MP kegiatan Rapat Koordinasi Pembekalan Teknis Pemutakhiran Data Kependudukan Tingkat Kota Tasikmalaya pada hari Kamis kemarin dihadiri 100 orang lebih Camat dan Lurah serta Kasi Pemerintahan kecamatan dan Kelurahan se Kota Tasikmalaya. Selain membuka kegiatan, Wakil Walikota juga memberikan sambutan bahwa data kependudukan dimanfaatkan untuk kepentingan perumusan kebijakan bidang pemerintahan dan pembangunan sesuai amanat UU no.23 tahun 2006. Wakil Walikota menambahkan, bahwa pemutakhiran data kependudukan selain untuk mendukung pelaksanaan pemberian Nomor Induk Kependudukan/ NIK pada masyarakat juga sangat bermanfaat untuk ketertiban administrasi kependudukan, tertib administrasi pelayanan publik, pelaksanaan pemilu dan pemilukada serta dalam jangka panjang digunakan sebagai data dasar dalam pembangunan database penduduk nasional. di akhir sambutan disampaikan bahwa dengan data yang valid maka bisa mendukung kelancaran pembangunan. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Drs Djuniar Havid M.Si menyampaikan tujuan dari kegiatan adalah memberikan pengetahuan dan terciptanya kesamaan data penduduk melalui tahapan pencocokan dan penelitian dari tingkat RT s/d tingkat Kota Tasikmalaya dengan pemberian formulir bio data penduduk dengan sasaran untuk memberikan Nomor Induk Kependudukan untuk terwujudnya data kependudukan yang valid. Ketua KPU Kota Tasikmalaya Drs. H. Cholis Muslih dalam sambutannya menyampaikan pemutakhiran data sangat penting bagi KPU demi terciptanya akurasi data pemilih untuk kesuksesan pemilu dan dengan pemutakhiran data yang valid maka proses demokrasi hasil pemilu dapat diterima dan dipertanggungjawabkan oleh semua kalangan. >> H. Ade Dimyati

Upacara Kesaktian Pancasila,

Teler Massal, Warnai Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Banyak PNS Terlambat
Prabumulih,(MR) Datangnya hari kesaktian pancasila dan hari olahraga nasional yang diperingati setahun sekali ini, nampaknya diabaikan oleh beberapa oknum PNS (Pegawai Negeri Sipil), di kantor pemerintah Kota Prabumulih. Soalnya, Upacara yang dilangsungkan di halaman gedung pemerintahan kota parabumulih tersebut yang dimulai pada pukul 08:00 wib. Berdasarkan pantawan Koran ini banyaknya oknum PNS yang datang kesiangan, bahkan banyak tiba di kantornya sete-lah upacara usai sekitar pukul 09:30 wib, tentunya hal terse-but telah mengabaikan pungsinya sebagai seorang abdi Nega-ra dengan menunda-nunda jadwal jam masuk kerja bagi seorang pegawai pemerintahan. Diduga keseringannya PNS yang mengundur-undur waktu jam masuk kerja tersebut dikarenakan minimnya ketega-san sanksi yang di terima oleh PNS yang membangkang se-hingga menjadikannya manja dengan mengulur waktu kerja. Dihari yang sama, pada pelantikan pejabat struktural eselon III dan IV yang berlangsung di Rumah Sakit Umum Kota Prabumulih, pada sambutan Wakil Walikota Prabu-mulih Ir.Ridho Yahya MM mengumumkan tiga orang promosi jabatan kepada tiga abdi Negara pegawai pemkot yang disiplin dalam melaksa-nakan tugasnya yang diambil berdasarkan sidik jari daftar hadir pegawai, pada kesempatan itu juga ridho juga mengungkapkan janjinya pada dirinya sendiri ketika ia masih menjadi seorang pejabat structural, kala itu di Kota Palembang bahwasanya jika ia menjadi seorang pejabat yang mempunyai pungsi dalam mengambil kebijakan dan keputusan, maka ia akan mengangkat jabatan seorang pegawai berdasarkan nilai tingkat kedisiplinan dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan tugas. Berbalik dari kesemuaan itu tentunya, merekam dari ungkapan Ridho Yahya diharapkan selain dari pada prestasi dan penghargaan yang diberikan kepada pegawai yang berpre-stasi dan disiplin serta amanah dalam melaksanakan kerja,c juga diberikannya sanksi yang setimpal kepada para pejabat yang lalai dan mengulur-ulur waktu masuk kantor. >> Alex/Teti vega dan proses tender yang sulit menyebabkan masalah pada proses pengadaan barang dan jasa tersebut. "Itu juga terletak di perencaan kurang matang, tidak hanya tender," ujarnya. Karena itu Agus menegaskan agar kementerian dan lembaga (K/L) memperbaiki berbagai permasalahan mengenai pengadaan barang dan jasa. Selain itu ia meminta agar proses pencairan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ditepati betul oleh Kementerian Keuangan. >> Mohammad

Prabumulih,(MR) Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Olah Raga Nasional yang dilangsungkan pemerintahan Kota Prabumulih yang berlangsung dihalaman gedung pemerintahan kota prabumulih (1/10) diwarnai dengan teler massal bahkan ada beberapa siswa-siswi yang pingsan ditempat berlangsungnya upacara. Pantawan koran ini ada 15 siswa-siswi dan 2 pegawai pemerintahan yang tidak kuat pisik dalam mengikuti upacara yang berlangsung dengan terik matahari menyengat, berdasarkan informasi yang diperoleh penyebab terjadinya banyak siswa-siswi yang pusing-pusing dan mual bahkan ada yang sempat pingsan, selain dari cuaca yang tidak mendukung juga dikarenakan belum sempatnya sarapan pagi untuk mengikuti upacara tersebut karena harus datang pagi-pagi kelapangan upacara. Informasi yang didapat dari tim kesehatan yang menangani masalah ini terungkap bahwasannya penyebab lain terjadinya teler massal tersebut dikarenakan tekanan kurang darah, ditambah dengan harus bertarung dengan panasnya terik matahari menunggu upacara mulai, yang sebelumnya menurut pantawan bahwannya para peserta upacara berjemur dibawah pancaran sinar matahari dalam keadaan siap siaga menunggu kan upacara dilangsungkan tepat pukul 08:00 wib. >> Alex

Pengadaan Barang dan Jasa Paling Rawan Dikorupsi
Jakarta,(MR) Proses pengadaan barang dan jasa dianggap merupakan tempat yang paling rawan terhadap korupsi. Hal tersebut terbukti dari sebanyak 70% kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berasal dari proses pengadaan barang dan jasa, sedangkan sebanyak 80% kasus yang ditangani Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga berasal dari proses pengadaan barang dan jasa. Demikian diungkapkan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Rahardjo di Jakarta, Rabu (6/ 10). "Setelah di KPK 70% kasus (korupsi) ada di pengadaan barang dan jasa, di KPPU itu 80% juga di pengadaan barang dan jasa, ungkapnya. Agus mengatakan bahwa sebanyak 35%-40% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan untuk pengadaan barang dan jasa. Berarti jika belanja negara tahun 2010 mencapai Rp1.100 triliun, sekitar Rp400 triliun digunakan untuk pengadaan barang dan jasa. Jumlah tersebut yang berpotensi dikorupsi. Selain itu penyerapan anggaran yang rendah juga disebabkan adanya masalah pada proses pengadaan barang dan jasa. Menurut Agus, perencanaan yang kurang matang

Wawako Harapkan Utamakan Kedisiplinan Kerja
Dengan memberikan penghargaan promosi jabatan kepada tiga orang pegawai pemerintahan yang diambil dari hasil sidik jari pegawai terajin yang dihitung mulai januari sampai agustus 2010 yakni diberikan kepada Drs.Amilton yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai Subag Keuangan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil eselon IV.a di angkat sebagai promosi jabatan eselon III.b sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Yayuk Suharti,ST dari Staf Dinas Pertambangan dan Energi dan Lingkungan Hidup dipromosikan ke Jabatan eselon IV.a sebagai Kasie Pengendalian Sumber Pencemaran dinas Pertambangan dan Energi dan Lingkungan Hidup, dan Wisnu Sutopo Yudo dari Staf Sat Pol PP promosi kejabatan eselon IV.b sebagai Kasie Pemerintahan Kelurahan Sindur. Dalam sambutannya walikota prabumulih yang disampaikan wakil walikota prabumulih Ir. Ridho Yahya MM mengungkapkan bahwasannya perputaran jabatan seperti sekarang ini merupkan suatu yang hal biasa dilakukan dalam organisasi yang tujuannya tidak lain untuk meningkatkan pelayanan kerja organisasi, untuk itu perputaran jabatan ini jangan disikapi secara berlebihan, akan tetapi harus dicermati sebagai sarana dan wahana pendorong bagi perkembangan organisasi, agar organisasi dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih baik dari yang sebelumnya.ungkap ridho. Selain dari pada itu wakil walikota juga mengharapkan kepada para pejabat yang dilantik agar dapat berkerja lebih baik, lanjut ridho manfatkanlah semua sumber daya yang ada untuk menghasilkan trobosan-trobosan baru, buatlah program-program inovatif yang baru untuk kepentingan masyarakat, jangan hanya meluncurkan program-program yang itu-itu melulu dari tahun ke tahun sehingga seolah-olah tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk masyarakat, kata ridho. Wakil Walikota juga menambahkan agar benar-benar menyadari bahwa tuntutan masyarakat kepada kita semakin hari semakin banyak dan beragam, untuk itu kita harus berupaya memenuhi tuntutan itu semaksimal mungki. Kepada para pejabat yang baru dilantik ridho mengharapkan dapat secara bersungguhsungguh memperhatikan disiplin staf-nya, antara lain meningkatkan kepatuhan terhadap jam masuk dan jam pulang kerja, kepatuhan mengikuti apel senin dan senam pagi jum’at serta kepatuhan terhadap ketentuan pakaian dinas. Sebab kata ridho, bila didahului dengan contoh nyata sebagian besar perintah yang kita berikan akan dipatuhi bahkan akan mendapatkan penolakan dan perlawanan, jelasnya. >>Alex effendi

B

elum lama ini, pemerintahan kota Prabumulih melangsungkan pelantikan pejabat struktural, eselon III dan IV, yakni 5 pejabat eselon III.b, 40 pejabat eselon IV.a dan 24 eselon IV.a, selanjutnya, pemerintahan kota prabumulih juga memberikan penghargaan atas para pegawai yang amanah serta disiplin yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi Negara.

Edisi 221 Tahun X Tahun 10- 20 Oktober 2010

Ragam
Calon Kapolri ................................................................. (Sambungan dari Hal 1)
Selain meminta masukan dari Setgab, Presiden Yudhoyono juga meminta masukan dari Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Kepala Badan Inteligen Negara (BIN) Sutanto, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. "Jadi nama Timur mencuat dan dipilih dua hari sebelum diserahkan kepada DPR," kata Setya. Ia menyebutkan, karena diminta langsung oleh Presiden Yudhoyono, maka dibicarakan juga di Setgab. "Pasti dibicarakan di Setgab dan selalu ada pembicaraan di internal," kata dia. Ia menambahkan, pilihan dari ketua harian Setgab soal Timur sejalan dengan Ketua Setgab. "Apa yang akan dilakukan, selalu ada komunikasi dengan Presiden Yudhoyono," kata Setya. Adapun pertimbangan memilih Timur adalah sosok Timur bisa mempererat hubungan di internal Kepolisian, tidak menimbulkan masalah, bisa menjembatani semua pihak dari sisi pengalaman, kepemimpinan dan angkatan. Sementara itu, mantan Wakil Kepala Kepolisian RI Adang Daradjatun mengatakan, siapa pun pilihan presiden soal calon Kapolri, tak perlu diragukan. Ia juga meminta kepada internal Polri untuk memberikan dukungan kepada Komjen Timur Pradopo bila dilantik menjadi Kapolri. Ia juga meminta agar dalam uji kepatutan dan kelayakan nanti, Timur harus menjelaskan semua persoalan termasuk masalah bentrokan di Jalan Ampera, Jakarta Selatan. >>Tedy Sutisna

11
Penghematan ................ (Sambungan dari Hal 1)
barangkali digunakan, tetapi setelah diteliti, dievaluasi, tidak diperlukan, harus dihentikan yang berarti ini penghematan," tuturnya. Setelah tim evaluasi itu bekerja, Presiden kemudian akan mengeluarkan inpres dan perpres guna mengatur penghematan secara konkret di seluruh jajaran pemerintah mulai 2011. Presiden menyampaikan penerimaannya atas kritik dan saran dari masyarakat luas tentang penghematan anggaran yang harus dilakukan pemerintah. Ia mengimbau pemerintah pusat dan daerah tidak menghabis-habiskan anggaran untuk hal tidak berguna mendekati akhir tahun. Anggaran tersisa, lanjut Presiden, harus dikembalikan kepada negara apabila memang masih tersisa pada akhir tahun. "Jangan lantas dicari-cari, dihabis-habiskan. Kalau memang tidak dipakai, ada sisa, dikembalikan pada negara. Jadi jangan mumpung-mumpung. Itu sumber penyimpangan, pemborosan," katanya. Presiden pun mencontohkan rumah tangga kepresidenan selalu mengembalikan sisa anggaran pada akhir tahun selama lima tahun berturut-turut. Pada 2005, kata dia, dikembalikan sebanyak Rp36 miliar, pada 2006 sebesar Rp61 miliar, Rp80 miliar pada 2007, Rp61 miliar pada 2008, dan Rp60 miliar pada 2009. Berkaitan dengan penghematan anggaran negara, Kepala Negara juga mengatakan seringkali menolak permohonan izin perjalanan dinas ke luar negeri yang diajukan oleh kepala daerah. "Saya sering mencoret karena saya anggap tidak urgen alias tidak saya izinkan. Kalau hanya seminar, konferensi, kenapa harus diikuti. Bisa diwakilkan. Sering juga terlalu lama ada yang berkunjung ke satu negara tujuh hari," tuturnya. >> Ediatmo

Pulau Setanau, Sarana Liburan yang Indah

Natuna, (MR) Pulau Setanau yang selalu menjadi salah satu tujuan menghabiskan waktu liburan, seper terlihat dari pantauan MR pada Lebaran ke-2 Idul Fitri 1431H kemarin. Kesempatan ini juga selain dijadikan untuk menghabiskan waktu dengan mengunjungi tempat-tempat pariwisata, yang juga membawa rezeki bagi para pengojek dan pedagang dadakan yang menjajakan dagangannya ke pulau tersebut yang persis berada di hadapan Pelabuhan Selat Lampa Pulau Tiga ini. Seperti yang dirasakan oleh Heri (35) seorang pengojek motor air yang mengangkut penumpang dari Pelabuhan Selat Lampa ke Pulau Setanau untuk menikmati keindahan pulau dan pantainya yang landai. “Biasanya setiap harinya kita dapt lah 200 ribu, tapi kalau seperti ini lebihlah,” kata Heri menjawab pertanyaan KP. Selain itu keuntungan juga diperoleh oleh Rohana (40), warga Balai yang berjualan di pulau Setanau, dengan menjualkan minuman dan makanan ringan mengatakan dirinya sudah berada di pulau tersebut sejak pukul 02.00 siang dengan modal kira-kira 300 ribu rupiah, dipastikannya habis terjual hingga sorenya. Menurut keterangan Rohana, setiap tahunnya Setanau memang selalu dipenuhi pengunjung yang datang dari sekitar pulau tiga hingga dari Ranai. “ Setiap tahun memang seperti ini, biasanya dari sekitar sini je tapi kalau cuaca bagus ada juga yang dari Sedanau dan Ranai juga,” Ungkap Rohana. Hal yang membuat pulau yang tak ber penghuni ini diminati banyak orang terutama dari kalangan remaja dan muda-mudi yaitu keindahan pantainya yang putih dan landai serta kedalaman airnya yang sangat mendukung siapa saja yang ingin mandi dan berenang disana. “Kalau menurut saya, karena pantaninya indah dan airnya juga tidak terlalu dalam, juga tak ada karang dibawahnya sehingga kita jadi senang kesini, untuk mandi.” terang Susanti (17) salah seorang pengunjung Pulau tersebut yang mengaku sudah sangt sering mengunjungi tempat itu. Untuk tiba di Pulau tersebut sangat mudah, hanya dengan menumpangi kapal kayu (Pompong) yang sudah disediakan untuk dan dengan waktu tidak lebih dari 15 menit (dari selat lampa) dan dengan mengeluarkan uang Rp 10.000, pengunjung sudah bisa menikmati keindahan Pulau Setanau. >> Edi/Otoy

Pemilukada Natuna ................................................ (Sambungan dari Hal 1)
Demokrat, Imalko Ismail, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Natuna. “ Insya Allah Kami ikut dalam Pemilukada 2011 nanti,” ujar Ilyas singkat kepada MR diruang kerjanya, Selasa beberap waktu yang lalu. Sejauh ini, persiapan Ilyas Sabli maju dalam persaingan kursi Bupati Natuna masih dalam tahap membentuk jajaran sekretariat pemenangan. “ Kita mohon do’a restu dari masyarakat Natuna kalau nanti kita maju dalam Pemilukada 2011,” tambah pria yang baru selesai menunaikan ibadah Umroh ini pada bulan Ramadhan kemarin. Untuk ikut sebagai calon Bupati Natuna, Ilyas Sabli sebagai PNS yang juga memangku jabatan struktural di Pemkab Natuna harus melepas jabatannya sebagai Sekda Natuna. “ Seminggu jelang mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Natuna di KPUD, saya harus mengundurkan diri dari jabatan dan untuk itu saya siap,” ujar pria yang sudah menjabat jadi Sekda Natuna selama 9 tahun terakhir. Sementara itu, ditempat terpisah menghadapi persaingan Pemilukada Kabupaten Natuna yang diperkirakan KPUD Natuna dijadwalkan para Februari 2011 depan, Partai Golongan Karya sudah mulai menyaring Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Natuna yang akan di usungnya dalam pesta Demokrasi masyarakat Natuna tersebut. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Natuna, Hadi Chandra, Selasa siang. Menurut Hadi Chandra, sejauh ini partai berlambang pohon beringin ini sudah menyiapkan 15 Balon Bupati yang nantinya akan bersaing di Pemilukada 2011. Dari 15 balon ini terdiri dari tokoh-tokoh penting yang di jagokan Partai Golkar nantinya. “ Saat ini masih dalam survei DPP Partai Golkar, kita sudah siapkan 15 orang calon Bupati dan akan kita seleksi lagi,” ujar Hadi Chandra. Hasil survei ini kemudian akan diserahkan kepada DPD tingkat II untuk dipleno penetapan calon yang akan mewakili Partai Golkar. Dari 15 orang calon ini lanjut Candra, diambil dari dalam Partai Golkar dan dari luar Partai Gokar. “Dalam mempersiapkan calon Bupati ini, Golkar membuka diri untuk berkoalisi dengan Partai lain. Karena ini merupakan langkah baik untuk kedepan dalam membangun Natuna,” tukasnya. Selain Partai Golkar, saat ini terdapat juga calon perseorangan, seperti Jarmin Sidik yang sekarang menjabat sebagai Camat Bunguran Timur. Tidak hanya itu, calon kandidat dari kalangan PNS juga mulai menguak. Menurut Jarmin, ia siap menjadi pasangan calon wakil Bupati Natuna dan bersaing dalam Pemilukada Kabupaten Natuna 2011 mendatang. “ Saya siap ikut meramaikan pesta demokrasi mendatang. Asal ada dukungan dari masyarakat,” tukasnya. Pantauan wartawan jelang Pemilukada Natuna ini, saat ini belum satupun dari tokohtokoh Kabupaten Natuna maupun tokoh Provinsi Kepri lainnya yang menonjolkan diri untuk ikut serta dalam persaingan di Pemilukada. Sepertinya para kandidat masih membaca peta politik terkini yang berkembang di Natuna. Santer disebut-sebut di kalangan masyarakat, selain Sekda Natuna (Ilyas Sabli) dan Imalko Ismail serta Jarmin Sidik, beberapa tokoh lain baik di eksekutif maupun legislatif juga berkeinginan ikut dalam bursa Pemilukada di Kabupaten yang kaya akan Minyak dan Gas ini. Seperti Raja Amirullah (kini Bupati Natuna), Wan Siswandi (kini Kabag BKD Natuna), Daeng Amhar (Wakil DPRD I dari Partai PAN), Ngesti Yusti Suprapti (Anggota DPRD dari partai Golkar), Habil Hanafi (Anggota DPRD dari partai PAN). Bahkan ada satu nama lain yang juga kerap di perbincangkan ikut meramaikan Pemilukada 2011 adalah Syamsul Rizal (Mantan Direktur RSUD Natuna). >>Edi

Humas Anambas ........ (Sambungan dari Hal 1)
Kepri dan pernah menjalin kerjasama serupa setidaknya dengan satu kabupaten/kota di Kepri. Tak hanya itu, untuk berlangganan pun pihak media harus mengikuti beberapa prosedur yang diterapkan dalam SOP itu. Di antaranya harus ada surat penawaran yang ditandatangani kedua belah pihak di atas materai Rp6 ribu, jaminan kelancaran suplai koran dan lain sebagainya. “ Demikian juga dengan pemasangan iklan dan sejenisnya. Pihak media harus mengantongi draft order dari pihak Humas Pemkab,” Ujar Ody. Tak mau kebobolan untuk kedua kalinya, Kepala Bagian Humas dan Protokol KKA mulai terapkan Standard Operating Procedures (SOP) untuk media. Langkah ini diambil untuk menghindari membengkaknya tagihan untuk media seperti yang terjadi tahun ini. Data di Bagian Humas dan Protokol Pemkab Anambas menyebutkan, tagihan untuk media tahun ini, terhitung mulai Januari sampai Agustus 2010, sudah menyentuh angka yang cukup besar yakni sekitar Rp1,4 miliar. Menanggapi hal ini, Ketua PWA (Persatuan Wartawan Anambas), Muhammad Nasrul Arsyad mengaku tidak keberatan. Menurutnya SOP tersebut sifatnya cukup mendasar dan tidak merugikan pihak media. Namun demikian, kata Nasrul, pihak pemerintah juga harus tetap menjalin kemitraan dengan pers, terutama terkait pemberitaan dalam menciptakan transparansi pemerintahan. Sebaliknya, pers juga harus bisa bekerja secara profesional dan proporsional. “ Tidak bisa dipungkiri, pers merupakan salah satu pilar demokrasi di negeri ini. Sehingga kemitraan antara pers dengan pemerintah itu sangat penting,” Pungkas Nasrul. >>Edo

Agus Suherman

Kenang Sejarah Desa

Sarat KKN ......................... (Sambungan dari Hal 1)
Pembangunan empat kantor kelurahan meliputi pembangunan kantor kelurahan Sindur kecamatan cambai, kelurahan kemang tanduk kecamatan prabumulih selatan, kelurahan payu putat kecamatan prabumulih barat dan kelurahan pasar dua kecamatan prabumulih utara yang dikerjakan oleh PT Gumilang Intan dengan menelan dana bernilai miliaran rupiah dan dalam pelaksanaan pembangunannya tanpa dipasang papan plang proyek yang diduga dikerjakan dengan asal-asalan. Menurut salah seorang anggota LSM salah seorang warga prabumulih yang perduli akan perkembangan kota nanas ini menyayangkan akan pengerjaan proyek yang ada di kota ini dan ia menambahkan akan keperihatinannya terhadap pihak pemerintah yang disadari atau tidak disadari telah mematikan langkah pengusaha kecil local dengan mengglobal dalam pengerjaan proyek,tentunya hal tersebut selain bertentangan dengan kepres no. 80 juga menimbulkan tanda tanya apakah adakah indikasi lain dibalik semua penomena pembangunan yang ada saat ini. >> Alex Effendi

Mencemari Lingkungan ................................... (Sambungan dari Hal 1)
Agus Suherman

Karawang,(MR) Untuk mencerdaskan bangsa agar mengetahui sejarah negeri dari kabupaten hingga desa, Agus Suherman mengutip dari beberapa nara sumber dan menulisnya tentang sejarah Desa Pinayungan Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang Jawa Barat. Menurut Agus, desa Pinayungan semula bernama desa Telukjambe Udik yang berlokasi di plencing, yang sekarang menjadi dusun Sukagalih yang berkedudukan di desa Telukjambe. Pada tahun 1945, penjajah berusaha memasuki wilayah desa Telukjambe Udik, namun karena pengaruh dari salah satu tokoh Agama yang disegani bernama mbah Kyai yang di tadai dengan keberadaan makamnya di Pemakaman Umum Cidomba (dusun Sukajaya I Rt II, Desa Pinayungan) penjajah tidak memasuki wilayah tersebut. Sampai saat ini, makam Mbah Kyai masih dikunjungi penziarah yang tidak hanya datang dari daerah local, namun juga dari luar daerah Kabupaten Karawang. Dahulunya Wilayah Desa Pinayungan mencakup beberapa wilayah dipimpinan kepala desa H.Najat Soemantri (1979 -1982) wilayah Pinayungan dipecah menjadi beberapa bagian yang sekarang menjadi desa Parungmulya yang saat ini berada di wilayah kecamatan Ciampel. Selanjutya pada tahun 1985, dibawah kepala desa H. Supardi Holil, desa Pinayungan dimekarkan kembali menjadi 2 (dua), yang saat ini menjadi desa Telukjambe. Pada tahun 1998 Desa Pinayungan masuk di wilayah kamantren Ciampel. Karena saat itu, ada pemekaran kecamatan yaitu, Kecamatan Telukjambe menjadi 2 (dua) yaitu Kecamatan Telukjambe dan Kecamatan Ciampel. Dan pada bulan mei tahun 2005, Desa Pinayungan kembali lagi ke wilayah kecamatan telukjambe yang saat ini menjadi wilayah Telukjambe timur. Adapun tokoh masyarakat yang menjabat sebagai kepala desa Pinayungan pada periode pertama hingga sekarang yaitu sebagai berikut : 1). Ta.1946 s/d 1954 Kep Des. Saenim. 2).Ta. 954 s/d 1962 Kep Des. Otoy, 3).Tahun 1962 s/d 1970 Kep Des. Karta Aesin, 4).Ta.1970 s/d 1978 Des. H. Seman Soemantri, 5).Ta 1978 s/d 1979 PJS Sukim Efendi, 6).Ta.1979 s/d 1982 Kep Des. H.Najat Soemantri, 7).Ta.1982 s/d 1983 PJS Sukirman, 8).Ta.1983 s/d 1991 Kep Des. Supardi Holil, 9).Ta.1991 s/d 1992 PJS H.Rasdi, 10).Ta.1993 s/d 2000 Kep Des. Supardi Holil, 10.Ta 2000 s/d 2001 PJS Syahroni, 12).Tahun 2001 s/d 2008 Kep Des. Yusup Saputra, 13).Bulan Juli s/d Sep 2008 PJS Agus Suherman, 14). Ta. 2008 s/d saat ini dijabat oleh Kep Des. Yusup Saputra. Nama Pinayungan sendiri berasal dari kata “Nangtayungan” dalam bahsa sunda, yang berarti melindungi atau menjaga. Hingga akhirnya masyarakat menamakan tempat tersebut Kinayungan. Setelah kepemimpinan H. Seman Soemantri, berubah menjadi Pinayungan hingga saat ini. Arti Pinayungan sendiri dari kata Payung, yang berarti melindungi. Pemerintah Desa Pinayungan tersebut merupakan tempat berlindungnya seluruh masyarakatnya >> Cece/W

sidak ke 3 pabrik tersebut, ternyata tiga pabrik terindikasi melakukan pencemaran. Koordinator Tim Patroli Air Gabungan Imam Rochani saat ditemui, membenarkan ketiga pabrik tersebut melakukan pencemaran yang berbeda, seperti MB perusahan yang sangat besar, sudah mendapatkan surat peringatan yang pertama, SP 1 dari BLH kota surabaya, perusahaan tersebut belum melakukan perubahan, dalam SP 1 tersebut, yang lebih parah lagi MB tidak memiliki Ijin IPAL dan membuang air bekas cucian truk pengecoran ke sungai, dari hasil sidak MB hanya menutup saluran air dengan seng, tidak di tutup permanen seperti aturan yang benar. BLH kota surabaya akan layangkan surat teguran, kemungkinan besar MB akan mendapatkan Surat peringatan ke 2, MB berjanji akan melakukan perbaikan pasca lebaran, kata MB kepada petugas BLH, dan hingga wartawan memantau perkembangan MB apakah masi membuang limbah langsung ke sungai apa tidak….? Pada tanggal 24-09-2010 tim investigasi mencoba menemui Pimpinan PT. MB, ternyata tidak ditempat. Tim hanya bertemu koordinator lapangan MB yang bernama Misnu, tim sempat berbincang-bincang seputar teguran buat PT. MB. Menurut Misnu mereka sudah perbaiki dan tidak membuang limbah langsung ke sungai. Setelah kami meminta untuk melihat hasil perbaikan pembuangan limbah tersebut, tenyata belum sama sekali melakukan perbaikan dan hanya omong doang. Tim melihat hanya ada tiga kolam kedalaman 10 meter ukuran 6 kali 10 meter, seperti kolam renang, semua kolam penuh air hasil cucian bekas bak, kotoran semen, Tim mencoba mengambil gambar dan meminta untuk mewawancara petugas MB di lapangan yang dapat dipercaya. Bapak ketemu ibu Winda saja selaku DHR PT.MB, kata petugas. Dua hari kemudian kami di undang ibu Winda untuk wawancara terkait limbah tersebut, dalam pertemuan tersebut winda megakui, pihak menajemen memang sudah sangat melakukan kesalahan membuang limbah ke sungai tanpa ada proses, dan tidak memiliki ijin IPAL, dan untuk sekarang ini kami belum bisa melakukan perbaikan, kami butuh waktu yang sangat lama kurang lebih 7 bulan untuk perbaikan, kata windah, “berarti selama tujuh bulan ke depan masih membuang limbah ke sungai” tanya tim kepada Windah, dengan berat hati Windah menjawab! “Iya pak? habis bagaimana kalau kami tidak buang bisa-bisa tempat kerja kami tergenang air, seperti banjir, dan kamipun berencana mengundang Menteri Lingkugan Hidup ke perusahaan kami untuk meninjau, apa kah limbah hasil semen bisa langsung buang sungai apa tidak” Tim tidak menanggapi pembicaraan Windah yang seolaholah tidak percaya hasil dari patroli BLH surabaya dan propinsi. Keesokan harinya Tim menemui Uli bagian Perijinan IPAL kota Surabaya, ia pun membenarkan bahwa proses perijinan untuk mendapatkan ijin IPAL sangat mudah asalkan pabrik tersebut harus memiliki persyaratan yang lengkap, seperti status tanah harus bersertifikat, dan juga mempunyai ijin HO dan seharusya membawah limbah yang belum di proses maupun sudah di proses, untuk di uji, dari hasil uji tersebut pihak BLH akan tau kadar kadar nya, kata Uli kepada tim. Selanjutnya, Tim menemui Ketua LSM Gerhana, R.H.Batubara di ruang kerjanya, menanggapi hal tersebut ketua LSM Gerhana yang perduli dengan lingkugan hidup, akan membantu wartawan, dan masyarakat Surabaya untuk memberi masukan, apabila terlihat kejadian terkait lingkugan hidup, kami akan menyelesaikan masalah tersebut hingga tuntas salah satu contoh PT.MB, yang melakukan pencemaran Air sungai sesuai UU RI.No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan, Informasi Publik dan UU RI NO 32. tahun 2009 tentang perlindugan dan pengelolah lingkugan Hidup, pasal 22, pasal 65, pasal 69, ayat 1 pasal 70 ayat 2a dan b, serta pasal.109, yang berbunyi, setiap orang yang melakukan, usaha dan/ atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkugan sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 ayat 1, berbunyi di pidana dengan pidana penjarah satu tahun (1) dan paling lama 3 tahun dan dendah paling sedikit, Rp.1 miliar dan paling banyak Rp,3 Miliar. LSM Gerhana berjanji akan melaporkan kasus terkait lingkugan hidup ke Gubernur Jawa Timur, Walikota Jawa Timur yang baru dilantik, Mentri Lingkugan Hidup. BLH Jawa Timur, DPRD Kota Surabaya, Kapolda Jatim, Kejati Jawa timur, dan LSM Gerhana Pusat yang berkantoran di jakarta, jelas Batubara kepada wartawan. >>Yohanes

Trotoar Banjar ............. (Sambungan dari Hal 1)
Banjar, (MR) Terjadinya amblas trotoar di jalan Hamara Efendi kota Banjar yang terbagi beberapa titik lubang kecil di sekitar kurang lebih sepanjang 40 Meter. Trotoar tersebut sangat vital untuk sarana bagi pejalan kaki yang setiap harinya masyarakat beraktivitas menuju ke pusat-pusat perbelanjaan dan pasar tradisional untuk pergi berbelanja. Dengan terjadinya amblas trotoar tersebut para pengguna jalan kususnya pejalan kaki enggan melaluinya jalan tersebut dan lebih memilih melalui badan jalan. Jalan Hamara Efendi salah satunya yang menghubungkan kepusat perekonomian bagi masyarakat kota Banjar dan sekitarnya. Selain itu jalan tersebut sangat sarat kemacetan. Trotoar salah satunya paling vital untuk pengguna pejalan kaki, selain itu untuk menambah keindahan kota bahkan untuk menanggulangi terjadinya kemacetan. Terkait hal tersebut sampai saat ini (1/10) pihak yang terkait belum juga memperbaikinya. Dinas pekerjaan umum (PU) Kota Banjar, melalui IR. H. Pepen selaku kabid Bina Marga kepada MR di runag kerjanya kamis pekan kemarin pasca terjadinya Trotoar amblasan-amblasan kecil tersebut dijalan Hamara Efendi Kota Banjar . Menurut Pepen, penyebab kerusajan jalan trotoar tersebut bukan karena kontruksinya akan tetapi murni karena faktor alam, pasalnya selama beberapa bulan terakhir ini kota Banjar dan sekitarnya dilanda hujan berkepanjangan yang terus menerus sebab trotoar tersebut ada mengandung serapan air kedalamnya maka terjadi abrasi didalam tanah tersebut. Maka itulah penyebabnya, turutnya. Tambah dia pihaknya akan segara melaksanakan koordinasi ke pihak pemkot Banjar , Untuk berupaya melaksanakan perbaikan Trotoar tersebut. Pungkasnya. >> A-S

Good Skill ............................ (Sambungan dari Hal 1)
SMA Negeri 1 Gantar masih membutuhkan bangunan inprastruktur, sarana dan prasarana pendidikan lainnya, cetusnya. Eko S. Selaku Mitra Perguruan Tinggi berharap pihak pengelola SMA Negeri 1 Gantar, supaya dapat melaksanakan kebijakannya sehingga para lulusan sekolah itu menjadi TKI yang berkualitas. Tetapi bila kebijakannya hanya sebatas rencana, tanpa bukti fasilitas yang cukup sangatlah disesalkan, ujar Eko di Kantor UPTD Pendidikan Gabus Wetan, baru-baru ini. >>Mukromin

Kepulauan Anambas
Kayuh Serentak Langkah Sepijak

SURAT KABAR UMUM

Edisi 221 Tahun X, 10 - 20 Oktober 2010

12

Galery Foto Anambas

Anambas Gelar Syukuran HUT ke-2 dan Halal Bihalal Operasional Pemerintahan
Anambas,(MR) Pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) menggelar syukuran untuk memperingati HUT ke-2 operasional pemerintahan KKA di halaman Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Senin (27-09-2010). Bupati Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtarudin, mengajak jajarannya untuk introspeksi dan mengevaluasi kinerja masing-masing selama dua tahun menjalankan roda pemerintahan di Anambas. “Mari kita lihat kembali, apa yang sudah kita lakukan.Yang sudah baik mari kita tingkatkan, yang belum baik mari kita perbaiki,” kata Tengku saat memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, Tengku juga kembali menyampaikan apa yang menjadi visi dan misi-nya sebagai bupati perdana yang defenitif di KKA. Secara garis besar, Tengku menginginkan terciptanya kesejahteraan secara menyeluruh bagi masyarakat Anambas. Bukan hanya sejahtera secara materi, namun masyarakat Anambas harus tetap berpayungkan tradisi Melayu yang lekat dengan perilaku santun dan berbudi luhur serta berahklak mulia. Cita-cita ini, kata Tengku, sejalan dengan visi-misi pemerintah Provinsi Kepri di bawah kepemimpinan Sani-Soerya. “Kami menginginkan masyarakat sejahtera, tapi bukan tanpa kendali. Masyarakat kita harus tetap memiliki iman dan taqwa serta berahklak mulia,” ujar Tengku. Tengku juga mengimbau supaya masyarakat Anambas senantiasa memberikan dukungan penuh kepada pemerintah. Sebab, tanpa dukungan semua pihak, cita-cita yang dicanangkan itu sulit terwujud. “Harus sejalan dengan motto daerah kita. Kayuh Serentak, Langkah Sepijak. Kita harus melangkah bersama untuk satu tujuan yang mulia,” katanya. Tengku menyampaikan, secara de facto, peresmian wilayah dan peresmian operasional Pemerintahan KKA memang jatuh pada tanggal 26 September 2008. Namun secara de jure, pembentukan KKA disahkan pada tanggal 24 Juni 2008 melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2008. Undang-undang ini disetujui DPR RI dan ditandatangani Presiden RI pada 21 Juli 2008 dan selanjutnya pada tanggal 26 September 2008 di lantiklah Penjabat Bupati Kepulauan Anambas. Untuk itu, Tengku mengaku akan membahas hal ini dengan DPRD Anambas untuk mencapai

Ceramah Ustadz Subkhi Al Bughuri saat ULTAH ke 2 KKA

Bupati KKA,Drs.Tengku Mukhtaruddin memberikan sambutan saat ULTAH ke 2 KKA

Ketua DPRD KKA Amat Yani bersama Ustadz Subkhi Al Bughuri

Penyerahan DIPA kepada Camat Palmatak KKA oleh Bupati KKA, Drs. T Mukhtaruddin saat ULTAH ke-2 KKA

Foto Bupati KKA,Drs.T.Mukhtaruddin,Wabub KKA,Abdul Haris, SH, Ketua DPRD KKA,Amat Yani dan Ustadz Subkhi Al Bughuri

Laporan pelaksaan acara ULTAH ke-2 KKA oleh Sekda KKA,Radja Tjelak

Ketua DPRD KKA,Amat Yani dan H.Adnan Nala sedang mendengarkan ceramah saat ULTAH ke-2 KKA

Penyerahan DIPA kepada Sekda KKA saat ULTAH ke-2 di lapangan upacara KKA

Nyanyi bersama Sekretaris KPUD KKA,M. Yusuf, Devi Hariyanti dan Agus Idwar Jumhuri

Sejumlah pejabat KKA menghadiri ULTAH ke-2 KKA d ihalaman Kantor Bupati KKA

Sejumlah Staf KKA menghadiri acara ULTAH ke-2 KKA

Istri Bupati KKA,Yeni Patra menyaksikan acara ULTAH ke-2 KKA

Istri Bupati,Yeni Patra beserta Istri pejabat KKA menghadiri ULTAH ke-2 KKA

Seluruh jajaran Pemkab Anambas menghadiri HUT ke-2 KKA

kesepakatan bersama kapan sebenarnya hari jadi KKA. Keputusan ini nantinya akan dituangkan dalam Perda oleh DPRD Anambas. “Nanti kita akan bicara bersama, mana hari yang akan disepakati untuk ulang tahun KKA,” ungkap Tengku. Terpisah, Ketua DPRD Anambas Amat Yani mengaku lebih cenderung memilih 24 Juni sebagai hari ULTAH Anambas. Alasannya, seluruh daerah pemekaran di Indonesia selalu menggunakan hari peresmian secara de jure untuk hari jadi daerah tersebut. “Ada 13 daerah pemekaran di Indonesia, termasuk Anambas. Dan semua daerah itu selalu mengacu pada hari penetapan pemekaran secara de jure untuk hari jadinya,” kata Amat. Meskipun demikian,Amat Yani mengatakan hal ini akan dibahas bersama antara Pemkab dan DPRD serta melibatkan BP2KKA (Badan Pembentukan, Penyelaras Kabupaten Kepulauan Anambas)selaku badan yang memperjuangkan pemekaran KKA. Acara syukuran dalam rangka peringatan HUT ke-2 operasional Pemkab Anambas kemarin disejalankan dengan halal bihalal. Selain para pejabat Muspida dan Muspika setempat, acara ini juga dihadiri ribuan warga. Sebab acara ini juga dirangkai dengan pengajian dan Santapan Rohani yang di isi oleh Ustadz Subkhi Al Bukhuri dari Jawa Barat. >>Edward

Sejumlah Karyawan Conoco Phillips, Premier oil dan Star Energy menghadiri HUT ke-2 KKA

Para undangan menghadiri ULTAH ke-2 KKA di halaman kantor Bupati KKA

Foto kaum ibu yang menghadiri HUT ke-2 KKA

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->