Anda di halaman 1dari 4

Nama : Bayu Ardy Kresna

NRP : C34090052
Mayor : Teknologi Hasil Perairan
Ruang : Lab Bio Makro 1

Protozoa

Protozoa berasl dari bahasa yunani yaitu protos arinya pertama dan zoon
artinya hewan. Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih besar
dan selnya eukariotik. Protozoa juga tidak memiliki organ sejati seperti alat
pencernaan dan alat reproduksi. Tetapi dengan ukurannya yang sangat mikroskopis,
protozoa mampu melakukan semua kegiatan biologis seperti bergerak, makan,
bernapas, dan reproduksi. Proses-proses tersebut dilakukan oleh vakuola kontraktil.
Sistem pernapasan dilakukan dengan cara difusi. Hal ini dapat berlangsung
karena adanya perbedaan tekanan gas di dalam sel dan di luar sel. Protozoa bergerak
dengan menggunakan kaki semu (pseudopodia), cilia, dan flagela. Protozoa terbagi
atas tiga macam berdasarkan cara makannya yaitu autotrof, heterotrof, dan amfitrof.
Autotrof artinya dapat mensintesis makanannya sendiri dengan jalan fotosintesis.
Salah satu contoh protozoa yang bersifat autotrof adalah flagelata. Sedangkan
protozoa yang tidak dapat mensintsis makanannya sendiri disebut heterotrof.
Protozoa ini mengambil makanannya dengan jalan menelan benda padat. Protozoa
yang bersifat autotrof dan heterotrof disebut amfitrof. Untuk mencerna itu semua
digunakan vakuola kontraktil.
Sistem reproduksi dari protozoa sendiri dapat dilakukan dengan cara seksual
maupun aseksual. Reproduksi aseksual dengan cara membelah diri menjadi dua atau
banyak, dan pertunasan(budding), eksternal atau internal. Sebagian besar protozoa
mempunyai kemampuan untuk mempertahankan diri dari lingkungan yang buruk,
yakni dengan membentuk siste (cyst) yang resisten terhadap kekeringan, dingin, atau
panas. Beberapa jenis lainnya juga dilindungi selubung sebagai rumah (cangkang,
test) yang tebuat dari selulosa atau fosfoprotein. Hal ini tentunya sebaai bagian dari
adaptasi mereka di habitatnya. Protozoa ini umumnya hidup bebas dan dapat ditemui
di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan. Protozoa hidup secara soliter ataupun
dalam bentuk koloni. Di dalam ekosistem air, protozoa merupakan zooplankton.
Karena fungsinya sebagai zooplankton maka protozoa berfungsi sebagai makanan
bagi ikan. Tetapi banyak juga yang hidup parasit baik pada hewan, tumbuhan,
maupun manusia. Parasit pada ikan antara lain Trichodina dan Ichthyophtbirius.
Dalam klasifikasi, filum protozoa dapay dibagi menjadi 3 subfilum
berdasarkan alat geraknya, yaitu subfilum Sarcomastigophora, yang terdiri dari kelas
Mastigophora, kelas Opilinata, dan kelas Sarcodina. Kemudian subfilum sporozoa,
dan subfilum Ciliophora yang terdiri dari kelas Holotrichia, kelas Suctoria, dan kelas
Peritricha. Pada subfilum sarcomastigophora adalah protozoa yang bergerak
menggunakan flagela. Pseudopodia, atau tidak ada. Nukleus hanya satu macam.
Contoh protozoa dari subfilum ini adalah Ceratium dari kelas mastigophora, Opalina
dari kelas opalinata, dan Amoeba dari kelas sarcodina. Kemudian pada subflium
sporozoa adalah protozoa yang tidak mempunyai alat gerak dan semua anggotanya
parasit. Contohnya adalah Plasmodium vivax. Sedangkan subfilum ciliophora adalah
protozoa yang mempunyai cilia pada sebagian atau seluruh stadium hidupnya juga
mempunyai dua macam nuklei. Contohnya antara lain Paramecium dari kelas
Holotrichia, Tokophrya dari kelas suctoria, dan Vorticella dari kelas peritricha.

Porifera

Porifera (Latin : porus = pori, fer = membawa) atau spons atau hewan berpori
adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang sangat sederhana. Pada dasarnya
dinding tubuh porifera terdiri dari 3 lapisan, yaitu Pinacocyte yang berfungsi untuk
melindungi tubuh bagian dalam. Bagian selnya dapat berkontraksi sehinga tubuhnya
dapat sedikit besar atau kecil. Kemudian lapisan kedua adalah Mesohyl yang terdiri
dari semacam zat agar ( gelatinous protein marix), mengandung bahan tulang, dan sel
amebocyte. Dan yang ketiga adalah lapisan Choanocyte yang melapisi rongga atrium
atau spongocoel. Sel amebocyte mempunyai banyak fungsi antara lain untuk
pengangkut dan cadangan makanan, membuang partikel sisa metabolisme, membuat
spikul, serat spons.
Berdasarkan sistem aliran air, bentuk tubuh porifera dibagi 3, yaitu Asconoid,
Syconoid, dan Leuconoid. Asconoid merupakan bentuk yang menyerpai vas bunga
kecil. Dalam evolusinya terjadi lipatan –lipatan pada dinding tubuh sehingga aliran
dalam tubuh dapat diperbesar dan lebih efisien serta memungkinkan ukuran tubuh
yang lebih besar. Kemudian syconoid adalah spons yang memperlihatkan dinding
yang brlipat dalam tahap pertama. Dan tingkat pelipatan dinding sponocoel paling
tinggi adalah leuconoid.
Proses fisiolgi yang terjadi pada porifera berdasarkan pada alian air. Air
masuk membawa oksigen dan makanan serta mengangkut sisa metabolisme keluar
melaui osculum. Pencrnaan dilakukan secara intrasel dan hasilnya disimpan dalam
archeocyte. Pertukaran gas terjadi secara difusi antara air dan sel sepanjang aliran air.
Porifera mempunyai kemampuan regenerasi yang tinggi. Porifera berkembang
biak secara seksual maupun asksual. Reproduksi aseksual terjadi dengan cara
pembentukan tunas (bidding), atau pembentukan sekelompok sel esensial terutama
amebocyte. Sedangkan reproduksi seksual dialami oleh spons yang hermafrodit
maupun dioecious. Kebayakan porifera adalah tentang hermafrodit namun sel telur
dan sperma dihasilkan dalam waktu yang berbeda.
Porifera ini beberapa sering dipergunakan untuk menghias akuarium air laut,
dan beberapa utuk mengebor dan menembus batu karang dan cangkang mollusca
sehingga membantu pelapukan pcahan batu karang dan cangkang mollusca.
Filum porifera terbagi ke dalam 4 kelas, yaitu kelas Calcarea yaitu dengan
ciri-ciri pikul kapur, permukaaan tubuh berbulu. Terbagi ke dalam 2 ordo yaitu ordo
Homocoela, dan ordo Heterocoela. Contohnya adalah Scypha. Kemudian ada pula
kelas Hexactinellida dengan ciri-ciri spons kaca, spikul silikat. Terbagi ke dalam dua
ordo yaitu ordo Hexasterophora dan ordo Amphidiscophora. Contohnya adalah
Hyalonema. Kemudian ada pula kelas Demospongiae dengan ciri-ciri spikul silikat,
serat spons atau keduanya tidak ada. Terbagi ke dalam subkelas Tetractinellida yang
memilik ordo Myxsopongia, ordo Carnosa, Ordo Chrostida. Lalu terbagi pula ke
dalam subkelas Monaxonida yabg memiliki ordo Hadromerida, ordo Halichondrida,
ordo Poecilosclerida, dan ordo Haplosclerida. Lalu ada pula subkelas Keratosa.
Contoh dari kelas Demospongiae adalah Haliclona. Selanjutnya adalah kelas
Sclerospongiae. Spons ini disebut sebagai spons karang. Spons karang ini
menghasilkan rangka CaCO3 yang terjalin dalam serat-serat spons sehingga sepintas
mirip batu koral. Contohnya adalah Merlia.

Daftar Pustaka

Suwignyo, Sugiarti, dkk . 2005 . Avertebrata Air Jilid I . Swadaya : Depok