Anda di halaman 1dari 11

METODE PEMISAHAN DAN PEMURNIAN NITROGEN (N2)

DARI UDARA BEBAS

1. Latar Belakang Masalah

Nitrogen merupakan senyawa yang serba guna. Nitrogen sangat diperlukan oleh
tanaman, sehingga nitrogen sering kali dijadikan bahan utama dalam industri pupuk.
Nitrogen merupakan gas yang bersifat inert sehingga sangat dibutuhkan dalam
berbagai industri, baik industri pertambangan, industri pangan, industri farmasi
maupun industri lainnya. Dalam industri pangan, nitrogen biasa digunakan untuk
packaging sebagai pengisi dalam bungkus makanan agar terhindar dari
perkembangbiakan mikroorganisme. Gas nitrogen juga digunakan untuk melakukan
pengosongan di pipa di industri kimia dan pertambangan agar tidak terjadi kebakaran.
Di industri yang rentang terjadi kebakaran, nitrogen menjadi sebuah kebutuhan yang
mutlak untuk alasan keselamatan. Karena kebutuhannya yang cukup besar, maka perlu
adanya alternatif untuk memproduksi nitrogen murni dalam jumlah yang besar.

Nitrogen biasa diambil dari udara bebas. Hal ini disebabkan kandungan nitrogen
dalam udara sangat besar. Nitrogen adalah komponen yang paling besar di antara
komponen lainnya yang merupakan 78% dari volume udara. Umumnya, Nitrogen
dipisahkan dan dimurnikan dari udara dengan metode distilasi kriogenik. Metode
distilasi kriogenik dilakukan dengan menurunkan temperatur hingga mencapai
temperatur yang sangat rendah. Metode tradisional ini telah digunakan secara luas
dalam industri. Tetapi dengan perkembangan teknologi muncul metode baru untuk
memisahkan nitrogen, yaitu metode adsorpsi dan teknologi membran.

Makalah ini memfokuskan pembahasan pada perbandingan antara beberapa


metode untuk memisahkan nitrogen dari udara bebas, sehingga nantinya dapat dipilih
metode yang paling efisien digunakan dalam memproduksi nitrogen untuk
memperoleh kemurnian yang tinggi.

Pemisahan dan Pemurnian Nitrogen (N2) dari Udara Bebas


Nila Huda/ 1408 100 045 Page 1 of 11
Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2. Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mempelajari dan membahas


beberapa metode untuk pemisahan nitrogen dari udara bebas serta membanding-
kannya sehingga dapat diperoleh kesimpulan metode mana yang paling efisien
digunakan dalam memproduksi nitrogen untuk memperoleh kemurnian yang tinggi.

3. Studi Literatur

Udara adalah bagian dari atmosfer bumi yang merupakan lapisan yang
membungkus bumi setebal ± 86 km di atas permukaan tanah. Udara berupa campuran
gas bersifat homogen, tak berwarna, tak bebau dan tak berasa. Udara kering dan bersih
mengandung 78,08 % nitrogen, 20,95 % oksigen, 0,93 % argon dan 0,04 % gas lainnya
seperti karbondioksida, neon, helium, metana, hidrogen dan kripton [1]. Karena
kandungan nitrogen yang sangat tinggi, hal ini menyebabkan udara dijadikan sebagai
bahan baku dalam memproduksi nitrogen dengan berbagai tingkat kemurnian.

Gambar 1. Komposisi udara kering

Pemisahan nitrogen dari udara dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu
metode tradisional (kriogenik) yang telah digunakan dalam skala besar serta metode
non kriogenik yang meliputi metode adsorpsi dan metode membran yang masih
digunakan dalam skala kecil [2].

Pemisahan dan Pemurnian Nitrogen (N2) dari Udara Bebas


Nila Huda/ 1408 100 045 Page 2 of 11
Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
3. 1. Metode Distilasi Kriogenik

Kriogenik diartikan sebagai operasi yang dilangsungkan dalam keadaan


temperatur yang sangat rendah. Metode distilasi kriogenik dilakukan untuk
memisahakan nitrogen dari udara dalam temperatur yang sangat rendah. Prinsip dalam
metode ini adalah adanya kesetimbangan uap dan cair, sehingga untuk
memisahkannya, udara harus dicairkan terlebih dahulu [3].

Metode kriogenik merupakan metode pemisahan Nitrogen dari udara yang


paling popular yang digunakan dalam skala besar atau sedang. Ini adalah teknologi
untuk memproduksi nitrogen dengan biaya yang paling efektif dengan kemurnian yang
tinggi. Pemisahan udara secara kriogenik dilakukan dengan mengambil sebagian besar
volume udara, kemudian dilakukan proses kompresi, pendinginan dan pencairan yang
selanjutnya dipisahkan dengan distilasi [4].

Kompresi umumnya dilakukan hingga tekanan 90 psig atau 6 bar. Udara


terkompresi tersebut kemudian didinginkan hingga mendekati temperatur ruangan.
Pendinginan ini dilakukan dengan menggunakan alat penukar kalor atau dapat juga
menggunakan alat dengan sistem refrigerasi. Pendinginan dapat menambah efisiensi
dari proses penyingkiran pengotor. Uap air pada udara akan mengembun ketika udara
dilewatkan pada kompresor dan terpisah dari udara itu sendiri [4].

Uap air dan karbondioksida harus disingkirkan karena pada temperatur yang
sangat rendah, uap air dan karbondioksida akan membeku dan terdeposit pada
permukaan alat pemroses. Dua Metode umum yang dipergunakan untuk
menyingkirkan uap air dan karbondioksida adalah reversing heat exchangers dan
molecular sieve unit [4].

Hampir seluruh industri gas modern kini menggunakan metode molecular sieve
units untuk memurnikan udara yang akan dipisahkan secara kriogenik. Udara
dilewatkan pada molecular sieve pada suhu ruangan. Molecular sieve juga terkadang
didesain untuk mengadsorb tidak hanya uap air melainkan juga pengotor lain seperti
hidrokarbon yang sering ditemukan pada udara di sekitar lingkungan industri.

Pemisahan dan Pemurnian Nitrogen (N2) dari Udara Bebas


Nila Huda/ 1408 100 045 Page 3 of 11
Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Molecular sieve umumnya terdiri dari 2 bagian yang bekerja secara bergantian. Ketika
salah satu bagian sedang bekerja untuk mengadsorb pengotor, maka bagian yang lain
akan melakukan regenerasi [5].

Metode lain yang dipergunakan untuk menyingkirkan uap air dan


karbondioksida adalah reverse heat exchanger. Metode ini lebih efektif apabila
dipergunakan untuk skala produksi yang relatif kecil. Udara umpan masuk ke dalam alat
penukar panas dan didinginkan hingga air dan karbondioksida membeku pada
permukaan dinding alat penukar kalor. Setelah udara lewat, fungsi alat penukar kalor
dibalikkan dengan dialirkannya sisa gas yang bersifat sangat kering, sehingga
menguapkan air dan menyublimkan karbondioksida. Sedangkan untuk penyingkiran
hidrokarbon diperlukan pengadsorb yang harus ditambahkan [6].

Setelah melewati tahap penyingkiran pengotor, udara kemudian memasuki alat


penukar kalor yang akan membawa udara pada keadaan temperatur kriogenik (kira-
kira -185oC). Proses pendinginan ini menghasilkan produk dingin dan sisa gas. Sisa gas
ini kemudian dinaikkan lagi temperaturnya. Untuk mencapai temperatur kriogenik,
pendinginan dilakukan dengan proses refrigerasi yang mencakup proses ekspansi [4].

Setelah berada pada temperatur yang sangat rendah, proses distilasi dapat
dilakukan. Proses distilasi melibatkan proses penguapan, kemudian pencairan kembali
dan memanfaatkan perbedaan titik didih tiap komponen penyusunnya. Kesetimbangan
uap cair merupakan konsep yang sangat penting untuk memisahkan suatu campuran
dengan menggunakan metode distilasi [4].

Gambar 2. Proses Pemisahan Nitrogen secara Kriogenik

Pemisahan dan Pemurnian Nitrogen (N2) dari Udara Bebas


Nila Huda/ 1408 100 045 Page 4 of 11
Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Pada proses Kriogenik ini diperoleh kemurnian nitrogen >99,99 % dengan
kapasitas gas yang dihasilkan antara 200-300.000 Nm3/jam [7].

3. 2. Metode Adsorpsi

Adsorpsi merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk memisahakan


gas dari campurannya di bawah tekanan berdasarkan karakteristik dan daya tarik
molekul terhadap bahan adsorben yang digunakan. Proses ini berlangsung di sekitar
temperature ambien, sangat berbeda dengan proses kriogenik. Bahan adsorben
dibuat khusus sabagai molecular sieve yang dimaksudkan agar mengadsorp target gas
pada tekanan tinggi yang kemudian secara perlahan menjadi rendah tekanannya
dengan penyerapan kembali (desorb) bahan absorben. Semakin tinggi tekanan
adsorben, maka semakin banyak gas yang teradsorp. Ketika tekanan diturunkan, gas
akan mengalami penyerapan kembali (desorb) [8].

Pada pemisahan udara, udara dilewatkan melalui bak yang berisi bed adsorben
di bawah tekanan sehingga nitrogen tertarik lebih kuat dibandingkan oksigen.
Nitrogen akan tertinggal dalam bed dan gas oksigen akan keluar dari bak. Kemudian
bed diregenerasi dengan menurunkan tekanan untuk melepas nitrogen yang
teradsorp [8].

Gambar 3. Skema Pemisahan Nitrogen dengan metode adsorpsi (PSA)

Kemurnian nitrogen yang diperoleh pada proses pemisahan dengan metode


adsorpsi ini kurang dari 99,5% dengan kapasitas volume gas antara 100-5000
Nm3/jam. Pada metode adsorpsi (PSA) hanya memerlukan kompresor lebih sedikit

Pemisahan dan Pemurnian Nitrogen (N2) dari Udara Bebas


Nila Huda/ 1408 100 045 Page 5 of 11
Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
sehingga dianggap hanya membutuhkan energi yang lebih kecil dari pada pada
metode kriogenik [7].

3. 3. Metode Membran

Membran ialah sebuah penghalang selektif antara dua fasa yang hanya dapat
dilewati oleh molekul berukuran tertentu atau impermeable untuk molekul lainnya
[1]. Membran memiliki ketebalan yang berbeda-beda, ada yang tebal dan ada juga
yang tipis serta ada yang homogen dan ada juga yang heterogen. Ditinjau dari
bahannya membran terdiri dari bahan alami dan bahan sintetis. Membran berfungsi
untuk memisahkan komponen berdasarkan ukuran dan bentuk molekul serta sebagai
sarana untuk memurnikan.

Pemisahan gas dengan membran untuk memisahkan nitrogen dari udara telah
dilakukan sejak tahun 1980-an. Membran yang pertama digunakan saat itu adalah
dalam bentuk gulungan (spiral wound), tetapi yang saat ini digunakan merupakan
bentuk bundelan (hollow fiber) [9]. karena dalam bentuk modul yang kecil diperoleh
luas permukaan aktif membran yang lebih besar [10]. Membran itu sendiri terdiri dari
polimer yang dapat menyerap pada suhu berbeda dan gas yang berbeda [9].

(a) (b)
Gambar 4. (a) modul membran gulungan (spiral wound). (b) modul membran
bundelan serat (hollow fiber).

Prinsip umum dalam metode pemisahan gas dengan membran adalah


penyerapan selektif (Selective permeation) melewati dinding membran nitrogen. Tiap

Pemisahan dan Pemurnian Nitrogen (N2) dari Udara Bebas


Nila Huda/ 1408 100 045 Page 6 of 11
Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
gas mempunyai laju penyerapan yang khas. Laju penyerapan diukur dari kelarutannya
dalam bahan membran nitrogen untuk membran polimerik nitrogen. Sementara itu
laju difusi bergantung pada volume molekul yang bebas dalam dinding membran
nitrogen. Gas dengan ukuran molekul yang kecil dan menunjukkan kelarutan yang
tinggi dalam membran nitrogen akan menyerap lebih cepat dari pada molekul yang
lebih besar dengan kelarutan yang kecil. Membran ini terdiri dari tabung bundel yang
dibuat dari polimer spesial yang terkonfigurasi dalam metode yang sama dengan
tabung heat exchanger [11].

Gas akan lewat melalui selaput membran sesuai dengan laju penyerapan
(permeation rate). Kekhasan itu menyebabkan fast gas seperti oksigen (uap air dan
karbondioksida) akan keluar lebih cepat melalui dinding tabung sehingga dapat
dipisahkan dari slow gas seperti nitrogen sehingga produk nitrogen akan keluar dari
unit membran [11].

Gambar 5. Cara Kerja Membran dalam Proses Pemisahan Nitrogen

Metode pemisahan gas dengan membran dianggap biaya yang paling efektif
untuk aplikasi pada skala kecil. Walaupun demikian metode ini juga digunakan pada
produksi yang lebih besar yang memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas
produksinya [11]. Metode membran tergolong metode yang sederhana, metode ini
memerlukan kompresor yang lebih sedikit dari pada dengan metode kriogenik, tetapi
membutuhkan kompresor yang lebih banyak dari pada metode adsorpsi (PSA) [12].

Pemisahan dan Pemurnian Nitrogen (N2) dari Udara Bebas


Nila Huda/ 1408 100 045 Page 7 of 11
Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Kemurnian nitrogen yang dihasilkan dari proses membran adalah <99 % degan
kapasitas 50-1.000 Nm3/jam [7].

Gambar 6. Diagram Proses Pemisahan Nitrogen

Bahan untuk Membran Pemisahan Gas Nitrogen

Banyak bahan polimer yang dapat dijadikan membran, tetapi tidak semua dapat
dipakai untuk pemisahan gas. Bahan membran dipilih berdasarkan pada kriteria
sebagai berikut [13]:
Bahan tersebut secara kimia harus tahan terhadap gas yang akan dipisahkan
(dalam hal ini adalah nitrogen).
Bahan membran harus tahan sacara fisik pada kondisi operasi selama proses
pemisahan berlangsung, tidak rusak pada tekanan dan temperature yang
dipakai.
Bahan harus mempunyai permeabilitas baik pada komponen gas yang akan
dipisahkan.
Mudah dalam pembuatan membrannya.
Membran yang dibentuk harus bersifat glassy untuk mencegah terjadinya
perubahan bentuk.

A. Membran Karbon Molecular Sieve

Membran karbon molecular sieve pada produksi nitrogen dari udara


mempunyai karakteristik struktur yang sama dengan adsorben karbon molecular sieve
yang digunakan pada sistem PSA (Pressure Swing Adsorption) . Di mana keduanya
merupakan jaringan dengan ukuran pori yang sangat sempit sehingga molekul yang
dipisahkan mempunyai ukuran yang sama. Oleh sebab itu, membran karbon molecular

Pemisahan dan Pemurnian Nitrogen (N2) dari Udara Bebas


Nila Huda/ 1408 100 045 Page 8 of 11
Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
sieve menjadi alternatif sebagai membran polimerik untuk biaya produksi yang rendah
dengan kemurnian nitrogen yang tinggi karena dapat meningkatkan selektivitas O2/N2
dan permeabilitas yang tinggi [14].

B. Membran Polysulfon

Bahan membran lain yang digunakan dalam pemisahan nitrogen adalah


polysulfon. Polysulfon ini sering digunakan karena mempunyai stabilitas termal, kimia
mekanik yang baik [15]. Polysulfon ini mempunyai selektivitas O2/N2 yang tinggi yang
dapat meminimalisir biaya proses produksi nitrogen [16]. Akan tetapi, sebagai polimer
yang sangat hidrofobik, akan cenderung terdeposisi pada beberapa zat terlarut
seperti protein sehingga menyebabkan fouling [15].

Gambar 7. Struktur Membran Polysulfon

4. Rekomendasi Penyelesaian Masalah

Berdasarkan studi literatur pada bagian sebelumnya, metode yang efektif


digunakan untuk produksi nitrogen dalam skala industri adalah metode tradisional
(distilasi kriogenik). Jika dibandingkan dengan metode adsorpsi dan membran, metode
kriogenik membutuhkan energi yang relatif besar, tetapi metode ini menghasilkan
nitrogen dengan kemurnian yang sangat tinggi (>99,99 %) dengan kapasitas produk
yang besar, sehingga dengan pertimbangan ini produksi nitrogen menggunakan
metode kriogenik akan memperoleh lebih banyak keuntungan. Jika dibutuhkan dalam
skala kecil dan tidak dibutuhkan dalam tingkat kemurniaan yang tinggi, metode non
kriogenik (adsorpsi dan membran) lebih baik. Hal ini disebabkan metode non kriogenik
tidak membutuhkan energi yang besar. Selain itu, metode non kriogenik juga lebih
sederhana.

Pemisahan dan Pemurnian Nitrogen (N2) dari Udara Bebas


Nila Huda/ 1408 100 045 Page 9 of 11
Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
5. Pustaka

[1] Mulyono, (2006), Kamus Kimia, Bumi Aksara, Jakarta


[2] Thorogood, (1991), Development in Air Separation, Vol. 5 June, Gas Separation &
Purification, hal. 83-94
[3] Smith, J.M., Van Ness & Abbott, M.M., (2005), Introduction to Chemical
Engineering Thermodynamics, 7th Edition, McGraw-Hill, Inc., Singapore
[4] Industrial Gas Plants, (08.05.2010), Cryogenic Air Separation, http://www.
industrialgasplant.com/cryogenic-air-separation.html
[5] Universitas Indonesia, (09.05.2010), Bab 6.doc, http://staff.ui.ac.id/internal/
132092428/material/Bab6.doc
[6] Geankoplis, (1997), Transport Processes and Unit Operations, 3rd Edition,
Prentice-Hall of India, New Delhi
[7] PSA Plants, (09.05.2010), Non-Cryogenic Purification Techniques,
http://www.psaplants.com/psa-gas-purification-process.html
[8] Wikipedia, (09.05.2010), Pressure Swing Adsorption, http://en.wikipedia.org/
wiki/Pressure_swing_adsorption?wasRedirected=true
[9] Paul & Yampol’skii, (2000), Polymeric Gas Separation Membranes, CRC Press,
Inc., Florida
[10] Dickenson, (1992), Filter and Filtration Handbook, 3rd Edition, Elsevier Advance
Technology, Great Britain, Hal. 83-103
[11] Industrial Gas Plants, (30.04.2010), Nitrogen Membrane System, http://www.
industrialgasplant.com/membrane-separation.html
[12] Balston, (2008), Is Bottled Nitrogen a Greenhouse Gas?, Analytical Gas System,
Hal. 61
[13] Johnson, (1986), Materials for Membrane, Chemical Engineering Journal, Hal.
121-123
[14] Campo, (2010), Separation of Nitrogen from Air by Carbon Molecular Sieve
Membranes, Vol. 350, Journal of Membrane Science, Hal. 139-147

Pemisahan dan Pemurnian Nitrogen (N2) dari Udara Bebas


Nila Huda/ 1408 100 045 Page 10 of 11
Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
[15] Richard, (2001), Polysulfone—Sulfonated Poly (Ether Ether) Ketone Blend
Membranes: Systematic Synthesis and Characterization, Vol. 181, Journal of
Membrane Science, Hal. 253-263
[16] Richard, (2004), Membrane Technology and Application, 2nd Edition, McGraw-Hill,
England

Pemisahan dan Pemurnian Nitrogen (N2) dari Udara Bebas


Nila Huda/ 1408 100 045 Page 11 of 11
Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya