FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA TERTINGGAL KECAMATAN PANGURURAN

KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2008

SKRIPSI

Oleh: AGUSTARIA GINTING NIM. 061000212

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

ii

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA TERTINGGAL KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2008

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat

Oleh: AGUSTARIA GINTING NIM. 061000212

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

iii HALAMAN PENGESAHAN Skripsi Dengan Judul : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA TERTINGGAL KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2008 Yang dipersiapkan dan dipertahankan oleh

AGUSTARIA GINTING NIM. 061000212 Telah Diuji dan Dipertahankan Dihadapan Tim Penguji Skripsi Pada Tanggal 09 Januari 2009 dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima Tim Penguji Ketua Penguji Penguji I

Prof. dr. Sori Muda Sarumpaet, MPH NIP. 130702002 Penguji II

drh. Hiswani, M.Kes NIP. 132084988 Penguji III

Drh. Rasmaliah, M.Kes NIP.390009523

Drs. Jemadi ,M.Kes NIP. 131996168

Medan, Maret 2009 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Dekan,

dr. Ria Masniari Lubis, MSi NIP: 131124053

i
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

49%. Ada hubungan bermakna antara personal higiene. Desa Tertinggal iia Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Proporsi Ascaris lumbricoides + Trichuris trichiura 40. Survei Sub Program P2P dan PL Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir di 44 Sekolah Dasar ditemukan prevalensi kecacingan 25.40%. personal higiene kategori sedang 68. Anak Sekolah. tempat biasa pembuangan tinja di kebun 52.70%. Kepada pihak sekolah agar senantiasa memberikan pengetahuan pentingnya personal higiene dan penyediaan sarana air bersih serta jamban untuk mencegah terjadinya infeksi kecacingan.30%. dengan dampak mengganggu perkembangan fisik. dan menurunkan ketahanan tubuh. kepemilikan jamban. Hasil penelitian ditemukan prevalensi kecacingan 56.50%. jenis kelamin.70%. kecerdasan.50%.iv ABSTRAK Penyakit kecacingan merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui tanah.12%.70%. Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir dan Puskesmas Buhit supaya meningkatkan pembinaan dan melaksanakan program penanggulangan kecacingan yang sudah berjalan. Proporsi tidak memiliki jamban 76. Penelitian bersifat observasional analitik dengan desain cross sectional. Proporsi berdasarkan jenis infeksi campuran 47. 2009 USU Repository © 2008 .00%. Derajat infestasi Ascaris lumbricoides ringan 89. dan makan obat cacing ≥ 6 bulan 68. Kata Kunci : Infeksi Kecacingan. Populasi 202 orang anak dan sampel adalah total sampling. Prevalensi kelompok umur ≥ 12 tahun 65.40%. mental. Prevalensi Ascaris lumbricoides 38. Proporsi kelompok umur 6-8 tahun 48. Hasil survei Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara di Sekolah Dasar ditemukan prevalensi kecacingan 68%. Hasil uji Chi Square Tidak ada hubungan bermakna antara faktor umur. laki-laki 57. prestasi.74%.50%.40% dan makan obat cacing ≥ 6 bulan 81.05) .60%. tempat biasa buang air besar dengan kejadian kecacingan. perempuan 58.10%.faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Trichuris trichiura ringan 100% dan Hookworm ringan 95. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor. makan obat cacing dengan kejadian kecacingan (p < 0.

40%.v ABSTRACT Worm Infections is one of the soil transmitted diseases that have impacted in influencing physic.10% and having taken medicine against worms > 6 months 68. with being infected by worms. and body resistance. have moderate personal hygiene 68. males 57.70%. The results of the study showed that 56. The proportion of infected children in the age-group of 6-8 years was 48. having access to a toilet. Keywords : Worm infection. and having taken medicine against worms > 6 months was 81. and the place of defecation.50%.40% of the pupils were infected by worms.50%. The Department of Health at Samosir District and the Buhit Health Centre should have to increase their educational programs and to continue implementing their present programs in minimizing the worms infection.12%. intelligence.05). The proportion of Ascaris lumbricoides was 38.49% of school children have infected by worms.74%. The prevalence rate of infections in the age group of > 12 years was 65. Population consist of 202 children and sample is total sampling.60%. sex. District of Samosir.40%. The proportion of them not having access to a toilet was 76. 2009 USU Repository © 2008 . This study was designed to determine the association of factors with the state of worm infection among the pupils at public elementary schools in undeveloped villages in the Sub-district of Pangururan. A survey done by the CDC and Healthy Environment at District of Health Samosir found that from 44 Elementary schools 25. The results of the Chi square test showed that no significant association between the factors of age. Have infections of Ascaris lumbricoides 89. The proportion of Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura 40.00%.70%. Suggest to the school teachers to keep the personal hygiene of school children and to provide clean water and toilets to avoid infection by worms. The study was done by analytical observation using cross sectional study. The proportion of them who usually defecate in the garden is 52.30%. Tirchuris trichiura 100% and Hookworm 95. Elementary schools children.50%. The proportion of mixed infections was 47. There was a significant association between personal hygiene and having taken medicine against worms with being infected by worms (p < 0.70%. female 58. undeveloped villages iib Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. The results of a survey have done by the Provincial of Health of North Sumatra at Elementary schools found that 68% of the pupils have infected by worms.

Juhar Kab. Kab. 2009 USU Repository © 2008 . SLTA Negeri Tigabinanga. Kab. Karo 4. Elisabet Medan 5. 15 Agustus 1972 : Kristen Katolik : Belum Menikah : Jl. 9 Helvetia Medan. SLTP Negeri Juhar.vi DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama Tempat/ Tanggal Lahir Agama Status Perkawinan Alamat Rumah : Agustaria Ginting : Juhar. Karo 3. Beringin III No. Akademi Perawat St. Fakultas Kesehatan Masyarakat USU. 043944. SD Impres No. Karo 2. Medan iii Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Sumatera Utara Riwayat Pendidikan : : Tahun 1979-1986 : Tahun 1986-1989 : Tahun 1989-1992 : Tahun 1994-1997 : Tahun 2006-2009 1.

karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Ibu drh. 3. Jemadi M. selaku Kepala Departemen Epidemiologi dan Pembimbing I yang telah membantu.Kes.vii KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih atas segala berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008” dengan baik. membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. MSi. Ibu drh. Ibu dr. Dalam Penyusunan skripsi ini. selaku Dosen pembimbing II yang telah membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Hiswani M. MPH. iv Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2. 2009 USU Repository © 2008 . Bapak Drs. Bapak Prof. selaku Dosen penguji I yang memberi saran dan kritik untuk membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.kes. Rasmaliah M. dr. selaku Dosen penguji II yang memberi saran dan kritik untuk membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.Kes. penulis mendapat banyak bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. 5. 4. Sori Muda Sarumpaet. Ria Masniari Lubis. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Bapak Julianus Barus dan Ibu Agnes Sembiring selaku petugas laboratorium yang telah memberikan bantuan yang tak terhingga bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Seluruh rekan-rekan mahasiswa/i di lingkungan Departemen Epidemiologi. Halinda Sari Lubis M. selaku Pembimbing Akademik selama perkuliahan yang ikut berperan dalam menyelesaikan skripsi ini. serta seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang juga ikut berperan dalam proses penyelesaian skripsi ini. Ibu Veronika. Ibu dr. Bapak Manigor Simbolon SKM. Endang. 9. Bapak Sumihar Sinaga selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri No. sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir yang telah memberi dukungan dalam penelitian ini. 7. Nimpan Karo-karo. Rosmani Manihuruk. 12. Ibu dr. Novi. Natalia Sitinjak. Helpi Sitanggang. 8. v Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Riama. dr. Friska Situmorang sebagai Kepala Puskesmas serta Staf Puskesmas Buhit yang ikut membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini 10.KKK. 137637 Sigumbang dan Ibu Kartini Sitanggang selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri No. 2009 USU Repository © 2008 .viii 6. dr. Susan Lumban Tobing terima kasih atas bantuan. 176385 Huta Tinggi Kecamatan Pangururan yang telah banyak membantu dan memberikan masukan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 11. dukungan dan doannya. Dosma.

S. Januari 2009 Penulis vi Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. mendidik penulis sejak kecil. yang telah melahirkan. Ginting dan R. Penulis sadar bahwa skripsi ini masih perlu disempurnakan. maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak yang bersifat membangun dan memperkaya materi skripsi ini. Tarigan. Medan. membesarkan. moral sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan ini. br. serta Ordo dan Persaudaraan Kapusin Emmaus Helvetia yang senantiasa memberikan dukungan doa.ix Teristimewa ucapan terima kasih kepada orang tua tercinta. materi. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih selalu menyertai dan memberkati kita semua dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkannya. 2009 USU Repository © 2008 .

............................................................. 2......... Penyebab dan Morfologi ............................................................................ 2......................... iii KATA PENGANTAR ........4....................................... Lokasi Penelitian ................2.................. 2....... 2.......................... 4............................. 1................... 4................................. x DAFTAR GAMBAR................................ 1..........................................................2..................2............x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN PENGESAHAN ........ Pencegahan Sekunder ...... 1..................... Upaya Pencegahan ...3. Faktor Lingkungan ...1.......... 2..................................3....................3..............................................2.............. Tanda dan Gejala ................................................................................................ 1 1 5 5 5 5 7 8 8 8 12 15 15 17 19 20 20 20 20 21 22 22 22 26 26 26 26 27 27 27 vii Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008........................4...... Epidemiologi Penyakit Kecacingan .. Tujuan Umum ............................................ BAB 3 KERANGKA KONSEP ……………………………………………...... Definisi Kecacingan ........................................................5..............................................................2........... 4..................1.......................................1................8......................................2............ 2.......................8..1..................................................... Populasi ........... 2..................................................................................................3.......................................... Pencegahan Primer ................. Cara Penularan .....2......4...................... iv DAFTAR ISI ......... i ABSTRAK .................. 4...............2...............................2......................... Manfaat Penelitian ……………………………………………… BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………….................................................3. 4................................... Sampel ............ 4...........1. 3........................... iib DAFTAR RIWAYAT HIDUP ........................... iia ABSTRACT ................................................... Diagnosa ...... 1. 1................................ BAB 4 METODE PENELITIAN 4..........................1. Populasi dan Sampel ........................... 3............... xii BAB 1 PENDAHULUAN.............. Distribusi dan Frekuensi Penyakit Kecacingan ........................................................................... Tujuan Penelitian ........................ Perumusan Masalah ........................ Waktu Penelitian ...1........ Kerangka Konsep Penelitian ....2. Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................................ 1................................................... vii DAFTAR TABEL .......1..........................1....... 2............... Tujuan Khusus ………………………………………….............. Jenis Penelitian .........3.... 2.. 2............ Daur Hidup ...........................4............ Latar Belakang ...............6................................................................3......7. 2009 USU Repository © 2008 ...................................................................................................... Definisi Operasional ...... 2.......................8................. 2.2.................................

................................. Analisis Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan ................. 5.........................................1.... ..........1.... 5................... 5...4......9.....2....................... ................ Analisis Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan .6.............. Jenis dan Jumlah Tenaga Kesehatan .......................... 6.......... Analisis Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan . Teknis Analisa Data ................. ...........2.................................... 27 27 28 28 29 30 31 31 32 32 33 33 34 35 35 35 36 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 46 47 viii Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.................................... Jumlah Penduduk ....12.3.................... Analisis Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan . 5....................6....8...1................ Kejadian Kecacingan Berdasarkan Berat Ringannya Infeksi Kecacingan ................. 5....... 4............ 5. ............ BAB 6 PEMBAHASAN ……………………………………………………........................................... 6............... Data Sekunder ..............2........................xi 4.......................................................5....1............ ..............................10...........1..... 5..2... 5..1................................. Data Primer ..... 4...3...............................................5........2................................ 5..2.2.... Data Sekunder ........4.2.... 5. Data Sepuluh Penyakit Terbesar di Puskesmas Buhit..2.7..... Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Pada Anak Sekolah Dasar ..................................1........7...............4............13....... 5................................1.............. ............. Prevalensi Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar ..........1.......... ............2... 4....... Sarana Kesehatan .............................................2............ Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Anak Sekolah Dasar ..2...... 4...... Aspek Pengukuran ....... Demografi .......................... 5.. Kondisi Geografis ......... Instrumen Penelitian ......1.........4.2.......................... Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Campuran...... 5....................2.................... ............... ................... Data Primer .......2.................1...4............. ....2.......................... BAB 5 HASIL PENELITIAN 5....1................... 5....... 4..11..................2........2.2.. Prevalensi Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar …........ Metode Pengumpulan Data .... Analisis Hubungan Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan..................2......... 5............... Lingkungan Anak Sekolah Dasar ......................................... Proporsi kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing............................. 5......2............. Karakteristik Anak Sekolah Dasar ..................................... 2009 USU Repository © 2008 ............. 5....2.......2.......................................... 5. 5............. Analisis Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Infeksi Kecacingan ....... 5...

...... Klasifikasi Kelurahan Kecamatan Pangururan 8...... Proporsi Kejadian Kecacingan berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Campuran Anak Sekolah Dasar .................xii 6....... Peta Kecamatan Pangururan ix Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008............ 2009 USU Repository © 2008 .............. 49 51 53 55 59 61 63 64 66 68 70 73 73 74 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1...... Master Data Hasil Penelitian 4....5. 6..12.8............... Surat Keterangan Selesai Penelitian 7... Surat Keputusan Bupati Samosir 9.... .. Berat Ringannya Infeksi Kecacingan Anak Sekolah Dasar ............ Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar .... 6..............................................9...................................... 7................................4............ 6. BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ................. Hubungan Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar ..11.....13........................................ 6................................... ................... Kesimpulan ..................7.......... .......... Hasil Pemeriksaan Feses Anak SD Negeri Kecamatan Pangururan 3......... Karakteristik Anak Sekolah Dasar .........................................6......... Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar .....2........ Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar......... 6.................................... 6.......... Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar ..10.......................... 6.. Saran . Lingkungan Anak Sekolah Dasar .... Surat Izin Penelitian 6. 6....... ................ Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Anak Sekolah Dasar .. 6.....3..................................................... Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar ……………………................. Hasil Output Analisis Univariat dan Bivariat 5...... 6.....1............................. .............. Jawaban Atas Pertanyaan 10............ Kuesioner Penelitian 2............................. 7............ .............

.... 35 Tabel 5........... Hookworm Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ... Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Karakteristik di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.......8....... ........... 35 Tabel 5... Tabel 5.................................................. Tabel 5.....6.................. Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ...... 38 Tabel 5.. ............................ Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008............................ 2009 USU Repository © 2008 ........... ........................... Jenis dan Jumlah Tenaga Kesehatan di Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2007.......4....... Jenis Penyakit dan Jumlah Penderita di Puskesmas Buhit Tahun 2007...... Tabel 5.... Tabel 5..............9...........................xiii DAFTAR TABEL Halaman Distribusi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2007 ..................................................... Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Lingkungan di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008..................1.................. ..7.............5..................... Trichuris trichiura........................11.............. ... Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008................. 33 33 34 Tabel 5.................... Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Berat Ringannya Infeksi Cacing Ascaris lumbricoides.. 36 Tabel 5...................................... .....10...... Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Campuran Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ............... 32 Jumlah Sarana Kesehatan Di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2007 .................... 37 Tabel 5. 39 x Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.... ...................... 36 Tabel 5..2.3........

... Tabulasi Silang Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008................... ... 41 Tabel 5......12......................................xiv Tabel 5....................................................... .............. 44 Tabel 5.............. Tabulasi Silang Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.................................... .......... . 45 xi Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008............................ ...............17.............16.................................. Tabulasi Silang Hubungan Tempat Biasa Pembuang Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.................15....... 43 Tabel 5.... Tabulasi Silang Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008...13. Tabulasi Silang Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008............................. 2009 USU Repository © 2008 . ..................... Tabulasi Silang Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008... 42 Tabel 5.................14...... 40 Tabel 5........

.. ......................5.. 50 Gambar 6.................. Gambar 2......3...2.. 54 Gambar 6............... Gambar 2..................2.............. ..... Gambar 2........... 48 Gambar 6. ..... Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 .. . 55 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.......... Cacing Ancylostoma duodenale Dewasa................. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan umur di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008................. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Jenis Kelamin di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.......7.............. ..4........... ........xv DAFTAR GAMBAR Halaman Cacing Ascaris lumbricoides Dewasa......................... B.......... ..1.................. Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.......... Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Frekuensi Makan Obat Cacing di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008........ Siklus Hidup Cacing Trichuris trichiura.....................5...................................... .3.......... Cacing Trichuris trichiura dewasa (Kiri : Betina..... 53 Gambar 6................ ...... 10 10 11 12 13 14 15 Gambar 2........... 51 Gambar 6......................... Gambar 2...6...6.......... Gambar 2.......................................8........... Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Campuran Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.......... Siklus hidup Cacing Ascaris lumbricoides . Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008................... ...... Cacing Necator americanus Dewasa.................. 2009 USU Repository © 2008 xii ............... 46 Gambar 6.... Kanan : Jantan)...... .....7. ................... ....... Betina... Gambar 2............ Gambar 2.1....4......... Gambar 6...... Siklus hidup Cacing Hookworm... 9 Ascaris lumbricoides: A..................... Jantan.

Gambar 6..... ......13......................................... Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Umur Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 .... Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Negeri di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ............. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Personal Higiene di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 . Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008............ Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ......................... 2009 USU Repository © 2008 .................. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008......xvi Gambar 6................................................9......................11................ Gambar 6.............................. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008...... Gambar 6............. 57 Gambar 6......16......10............................ Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Tempat Biasa Pembuangan Tinja di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ............... Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Kepemilikan Jamban di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.... Gambar 6....14.................. 58 61 63 64 66 68 70 xiii Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008........................12............... Gambar 6...............................15....................... Gambar 6..........8....... 56 Gambar 6.

higiene keluarga dan higiene pribadi. mencegah terjadinya penyebaran penyakit menular.1.2 Pencegahan dan pengobatan penyakit menular seperti infeksi kecacingan. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesehatan tentang sanitasi yang baik dan tepat guna. menurunkan angka kesakitan. Penyakit kecacingan 1 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan program pembangunan nasional secara berkelanjutan.1 Kebijakan pembangunan kesehatan telah ditetapkan beberapa program dan salah satu program yang mendukung bidang kesehatan ialah program upaya kesehatan masyarakat. Latar Belakang Berdasarkan Pembukaan UUD 1945 termaktub tujuan bangsa Indonesia. termasuk di dalamnya pembangunan bidang kesehatan. terpadu dan berkesinambungan. terencana dan terarah. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan pardamaian abadi dan kehidupan sosial. yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.BAB 1 PENDAHULUAN 1. lingkungan tempat tinggal dan manipulasi terhadap lingkungan. kematian. 3 Infestasi cacing pada manusia banyak dipengaruhi faktor perilaku. yang dilaksanakan secara menyeluruh. pemerintah dan masyarakat telah bersama-sama melaksanakan berbagai program pemberantasan infeksi kecacingan. Adapun tujuan program ini antara lain meningkatkan mutu kesehatan. terutama di sekolah dasar. 2009 USU Repository © 2008 .

Trichuris trichiura 17.4%. Trichuris trichiura 20.1%. 2009 USU Repository © 2008 .1%. 8 2 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.7 Hasil survei kecacingan Sekolah Dasar di 27 Propinsi Indonesia menurut jenis cacing tahun 2002–2006 didapatkan bahwa pada tahun 2002 prevalensi Ascaris lumbricoides 22.5 Penyakit kecacingan yang ditularkan melalui tanah atau Soil Transmitted Helminths yang sering dijumpai pada anak usia Sekolah Dasar yaitu Ascaris lumbricoides. Tahun 2005 prevalensi Ascaris lumbricoides 12. Tahun 2003 prevalensi Ascaris lumbricoides 21.0%. dapat menurunkan ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit lain. Selain dapat menghambat perkembangan fisik. prestasi. mental. kecerdasan. Trichuris trichiura dan Hookworm.0% dan Hookworm 0.9% dan Hookworm 2. Trichuris trichiura 24.2% dan Hookworm 1.7%. 795 juta orang terinfeksi cacing Trichuris trichiura dan 740 juta orang terinfeksi cacing Hookworm.6%. penyerapan dan metabolisme makanan. mengatakan bahwa kejadian penyakit kecacingan di dunia masih tinggi yaitu 1 miliar orang terinfeksi cacing Ascaris lumbricoides.4 Kerugian dan dampak akibat infeksi kecacingan tidak menyebabkan manusia mati mendadak akan tetapi dapat mempengaruhi pemasukan. Tahun 2004 prevalensi Ascaris lumbricoides 16.8%. Trichuris trichiura 21.0%. Trichuris trichiura 19.2% dan Hookworm 5. pencernaan.5%.2% dan Hookworm 1.ii banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi dan terutama mengenai kelompok masyarakat dengan personal higiene dan sanitasi lingkungan yang kurang baik.6% dan pada tahun 2006 prevalensi Ascaris lumbricoides 17.6 WHO tahun 2006.

43 km2. Menurut laporan Bidang Yankes Kabupaten Samosir (2006) ditemukan penderita kecacingan sebanyak 2. Adapun kriterianya ialah (1) Secara geografis yaitu: sulit dijangkau karena letaknya perbukitan/pegunungan oleh transportasi. dengan 28 desa. Trichuris trichiura 2% dan Hookworm 0.352 orang dan berada pada urutan 7 dari 10 penyakit terbesar. Beberapa desa seperti desa Parmonangan.iii Berdasarkan Survei Seksi P2ML Sub Dinas P2P & PL. Angka penderita kecacingan tahun 2007 sebanyak 2. Trichuris trichiura 24%. 10. berada pada daerah atau desa yang tertinggal. Parhorasan. 12. Pekerjaan penduduk sebahagian besar mempunyai mata pencaharian petani dan berkebun. Dinas Kesehatan Tingkat I Sumatera Utara pada anak Sekolah Dasar di tiga belas Kabupaten/Kota tahun 2003-2006 diperoleh hasil yaitu prevalensi Ascaris lumbricoides 39%. 2009 USU Repository © 2008 3 .49%. Aek Nauli. 11.252 orang dan penyakit ini berada pada urutan ke 6 dari 10 penyakit terbesar. Daerah ini masih banyak dijumpai pemukiman yang belum memenuhi sanitasi lingkungan. Hasil survei kecacingan yang dilaksanakan oleh Sub Program P2P dan PL Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir (2007) di 44 Sekolah Dasar diperoleh prevalensi cacing Ascaris lumbricoides 23%. Daerah atau desa tertinggal ialah daerah atau desa yang relatif kurang berkembang dibandingkan dengan daerah atau desa lain dalam sekala nasional. faktor utamanya ialah tingkat sosial ekonomi dan pendidikan yang masih rendah. Pardomuan Nauli.13 Kecamatan Pangururan mempunyai luas wilayah 121.9 Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Samosir (2004) penderita kecacingan sebanyak 790 orang dan penyakit ini berada pada urutan ke 10 dari sepuluh penyakit terbesar. (2) Sumber daya alam yaitu: Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. dan Hookworm 5%. Parbaba Dolok. Huta Tinggi.

Sekolah Dasar Negeri No.553 jiwa.15 Jumlah penduduk Kecamatan Pangururan 28.213 orang merupakan anak Sekolah Dasar yang terdaftar di 37 Sekolah Dasar Negeri dan 208 terdaftar di Sekolah Dasar Swasta. beberapa lantai rungan Sekolah Dasar Negeri tersebut sudah terkelupas dan berdebu.iv sumber daya alam yang terbatas.14. (3) Sumber daya Manusia yaitu: daerah ini mempunyai tingkat pendidikan yang rendah serta keterampilan yang relatif rendah. Berdasarkan latar belakang di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal dan sanitasi lingkungannya yang kurang baik. 4. irigasi dan air bersih. 2009 USU Repository © 2008 .127 orang dan pada tahun 2007 penyakit kecacingan berada pada urutan ke 4 dengan jumlah sebanyak 578 orang. pendidikan. 176385 desa Huta Tinggi berada pada daerah atau desa tertinggal dengan sanitasi lingkungan kurang baik dengan kriteria WC belum ada / tidak berfungsi dengan baik. Pada tahun 2006 penyakit kecacingan di kecamatan ini berada pada urutan ke delapan dari 10 penyakit terbesar dengan jumlah sebanyak 1. (4) Prasarana dan Sarana yaitu: keterbatasan transportasi. air bersih yang kurang. (5) Daerah Rawan Bencana dan Konflik Sosial yaitu seringnya suatu daerah mengalami bencana alam dan konflik sosial dan (6) Kebijakan Pembangunan yang kurang memihak pembangunan daerah. 4 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 173763 Sigumbang desa Parhorasan dan SD Negeri No.

v 1.2. Perumusan Masalah Belum diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2008. 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2008. 1.3.2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui prevalensi kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal tahun 2008. b. Untuk mengetahui prevalensi kejadian kecacingan berdasarkan jenis cacing pada anak SD di desa tertinggal. c. Untuk mengetahui distribusi proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing pada anak SD di desa tertinggal. d. Untuk mengetahui distribusi proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis cacing campuran pada SD di desa tertinggal. e. Untuk mengetahui distribusi proporsi anak sekolah dasar berdasarkan karakteristik (umur, jenis kelamin, frekuensi makan obat cacing) pada anak SD di desa tertinggal.

5
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

vi f. Untuk mengetahui distribusi proporsi anak sekolah dasar berdasarkan lingkungan (kepemilikan jamban, tempat biasa pembuangan tinja, personal higiene) pada anak SD di desa tertinggal. g. Untuk mengetahui distribusi proporsi kejadian kecacingan berdasarkan berat ringannya infeksi cacing usus pada anak SD di desa tertinggal. h. Untuk mengetahui prevalensi kejadian kecacingan berdasarkan karakteristik (umur, jenis kelamin, frekuensi makan obat cacing) pada anak SD di desa tertinggal. i. Untuk mengetahui hubungan umur dengan kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal. j. Untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal. k. Untuk mengetahui hubungan kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal. l. Untuk mengetahui hubungan tempat biasa pembuangan tinja dengan kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal. m. Untuk mengetahui hubungan personal higiene dengan kejadian penyakit kecacingan anak SD di desa tertinggal. n. Untuk mengetahui hubungan frekuensi makan obat cacing dengan kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal.

6
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

vii 1.4. Manfaat Penelitian 1. Sebagai informasi bagi staf pengajar di Sekolah Dasar agar dapat memberikan pengarahan/penyuluhan tentang pencegahan penyakit kecacingan di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. 2. Sebagai sumbangan pemikiran terhadap upaya penanggulangan penyakit kecacingan serta bahan evaluasi dalam program penanggulangan penyakit kecacingan pemerintah khususnya Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.

7
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

viii BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Nemathelminthes (cacing gilik) 2. Plathyhelminthes (cacing pipih) Cacing yang termasuk Nemathelminthes yaitu kelas Nemotoda yang terdiri dari Nematode usus dan Nematoda jaringan.17 2. Dengan demikian.1. Defenisi Kecacingan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001) dengan memberi imbuhan ke dan akhiran an terhadap suatu kata benda maka terhadap kata tersebut mengandung arti menderita atau mengalami kejadian.18 Namun yang akan dibahas di bawah ini adalah kelompok Nematoda usus.2. kata kecacingan berarti seseorang yang mengalami kecacingan.16. Sedangkan yang termasuk Plathyhelminthes adalah kelas Trematoda dan Cestoda. helmint dibagi menjadi dua yaitu: 1. Penyebab dan Morfologi Helmint (cacing) adalah salah satu kelompok parasit yang dapat merugikan manusia. Sebab sebagian besar dari Nematoda usus ini merupakan penyebab kecacingan yang sering dijumpai pada masyarakat Indonesia khususnya pada usia Sekolah Dasar. Berdasarkan taksonomi. 2009 USU Repository © 2008 . Diantara Nematoda usus ini yang sering menginfeksi manusia ditularkan melalui tanah atau disebut ”soil transmitted helminths” yakni : 8 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Sedangkan Menurut Dinkes Jawa Timur (2003) Kecacingan ialah penyakit yang disebabkan karena masuknya parasit (berupa cacing) ke dalam tubuh manusia.

2009 USU Repository © 2008 9 . 19. 18. Bagian anterior dilengkapi oleh tiga bibir yang tumbuh dengan sempurna. Hookworm (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale)19 a. dengan ukuran panjangnya 20-35 cm.1. Tubuhnya berwarna putih sampai kekuning kecoklatan dan diselubungi oleh lapisan kutikula yang bergaris halus.20 Cacing betina berukuran lebih besar jika dibandingkan dengan cacing jantan. Bentuknya silindris (bulat panjang).20.ix a.21 Gambar 2. Cacing dewasa mempunyai ukuran paling besar di antara Nematoda intestinalis yang lain. Ascaris lumbricoides Cacing Ascaris lumbricoides salah satu penyebab kecacingan pada manusia yang disebut penyakit askariasis. Ascaris lumbricoides b. warna putih kemerah-merahan. Trichuris trichiura c. Pada cacing betina bagian posteriornya membulat dan lurus. ujung anterior lancip. Cacing jantan panjangnya 10-30 cm. Cacing Ascaris lumbricoides Dewasa31 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Pada cacing jantan ujung posteriornya lancip dan melengkung ke arah ventral dilengkapi pepil kecil dan dua buah spekulum berukuran 2 mm.

19. Kulit luar telur berwarna kuning tengguli dan bagian dalam jernih. Hospes defenitifnya adalah manusia. 2009 USU Repository © 2008 . Betina.2.x Gambar 2. Cacing jantan panjangnya ± 4 cm. Jantan31 b. Ascaris lumbricoides: A. Cacing Trichuris trichiura dewasa(Kiri : betina. Trichuris trichiura Dalam bahasa Indonesia cacing ini dinamakan cacing cambuk karena secara menyeluruh bentuknya seperti cambuk.20 Telur Trichuris trichiura berbentuk bulat panjang dan memiliki “sumbat” yang menonjol di kedua ujungnya. Cacing ini lebih sering ditemukan bersama-sama dengan cacing Ascaris lumbricoides. 18. Penyakit yang disebabkannya disebut trikuriasis. Kanan : jantan)31 10 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.21 Gambar 2.3. B. dan dilengkapi dengan tutup (operkulum) dari bahan mucus yang jernih. Cacing dewasa hidup di dalam usus besar manusia terutama di daerah sekum dan kolon. dan cacing betina penjangnya ± 5 cm. Telur berukuran 50-54 x 32 mikron.

19.000 butir/hari. Hospes dari kedua cacing ini adalah manusia.000 butir/hari sedangkan cacing Ancylostoma duodenale betina dapat bertelur ±10. Bentuk telurnya oval. Cacing Necator americanus betina dapat bertelur ±9.4.20 Telur cacing tambang sulit dibedakan. karena itu apabila ditemukan dalam tinja disebut sebagai telur hookworm atau telur cacing tambang. Hookworm Ada beberapa spesies cacing tambang yang penting dalam bidang medik. Dan kedua cacing ini menyebabkan penyakit Nekatoriasis dan Ankilostomiasis.xi c. namun yang sering menginfeksi manusia ialah cacing Necator americanus dan Ancylostoma duodenale. warna putih. Larva pada stadium filariform (Infective larvae) panjangnya 700 mikron.21 Cacing dewasa jantan berukuran 8 sampai 11 mm sedangkan betina berukuran 10 sampai 13 mm. Cacing Ancylostoma duodenale Dewasa 31 11 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 . dinding tipis dan rata. Panjangnya 250 mikron. mulut tertutup ekor runcing dan panjang oesophagus 1/3 dari panjang badan. Larva pada stadium rhabditiform dari cacing tambang sulit dibedakan. ekor runcing dan mulut terbuka.21 Gambar 2. 18.

000 telur perhari.5.5 mm. Daur Hidup a. lambung akhirnya kembali ke usus halus dan menjadi dewasa yang berukuran 15-35 cm. Setelah sampai di jantung larva ini akan dipompakan ke seluruh tubuh antara lain ke paru-paru. Bila larva ini telah mencapai ukuran 1. minuman yang terkontaminasi telur cacing yang telah berkembang.22 Seekor cacing betina mampu menghasilkan 200. Cacing Necator americanus Dewasa 31 2. Telur yang telah berkembang tadi menetas menjadi larva di dalam usus halus. Selanjutnya larva tadi akan bergerak menembus pembuluh darah dan limfe di usus untuk kemudian mengikuti aliran darah ke hati atau aliran limfe ke ductus thoracicus menuju ke jantung.3.xii Gambar 2.000-250. Telur yang telah dibuahi akan menjadi matang di tanah yang lembab dalam waktu ±3 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. ke epiglotis dan kemudian ke esofagus. Larva di dalam paru-paru ini mencapai alveoli dan tinggal selama 10 hari untuk berkembang lebih lanjut. Ascaris lumbricoides Manusia dapat terinfeksi cacing ini karena mengkonsumsi makanan. ia mulai bermigrasi ke saluran nafas. 2009 USU Repository © 2008 12 .

Keseluruhan siklus hidup ini berlangsung kurang lebih 2-3 bulan. Cacing dewasa ini akan tahan hidup di dalam rongga usus halus hospes selama 9-12 bulan. Pada infeksi yang berat.xiii minggu dan dapat hidup lama serta tahan terhadap pengaruh cuaca buruk. bahkan seluruh usus besar. 2009 USU Repository © 2008 . Cacing dewasa membenamkan bagian anteriornya di mukosa 13 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. cacing dapat pula ditemukan di ileum. Untuk perkembangan larvanya cacing ini tidak mempunyai siklus paru-paru. Siklus hidup Cacing Ascaris lumbricoides 31 b. Trichuris trichiura Manusia terinfeksi cacing ini melalui makanan yang terkontaminasi telur cacing yang telah berembrio.22 Gambar 2.18. appendix. Telur yang tertelan akan menetas di duodenum dan larva yang keluar akan melekat di villi usus.6. Larva ini akan tetap tinggal di villi usus selama 20-30 hari untuk kemudian bergerak ke coecum dan kolon bagian proximal.

2-3 hari kemudian menetas dan keluar larva rhabditiform. Waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan mulai dari telur sampai menjadi dewasa adalah ± 1-3 bulan. selama 2 hari larva rhabditiform tumbuh menjadi larva filariform (infektif) yang tahan terhadap perubahan iklim dan dapat 14 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.xiv usus dan mulai memproduksi telur sebanyak 2000-7000 telur perhari. 2009 USU Repository © 2008 . Telur yang dihasilkan cacing ini akan keluar dari tubuh bersama tinja. Dr. Siklus Hidup Cacing Trichuris trichiura 32 Sumber : Prof. telur ini akan mengalami pematangan dalam waktu 2. Di luar tubuh.7.22 Gambar 2.4 minggu dan siap menginfeksi host lain. Hookworm Cacing jantan dan betina dewasa berhabitat di usus kecil terutama jejenum.20. di tempat yang lembab dan hangat. cacing ini dapat pula ditemukan di lambung. tetapi pada infeksi yang berat. Sri Oemijati c. Telur yang dihasilkan betinanya akan dikeluarkan bersama-sama tinja.

xv hidup selama 7-8 minggu di tanah lembab. Orang Penyakit kecacingan dapat menyerang semua golongan umur dan jenis kelamin.4. Distribusi dan Frekuensi Penyakit Kecacingan a. Siklus hidup Hookworm 32 2. kemudian paru-paru. Larva filariform menembus kulit. kemudian ke usus halus dan di sana menjadi dewasa. Infeksi Ancylostoma duodenale juga mungkin dengan menelan larva filariform. lalu ke pharynx.4. Menurut Depkes RI (2004) infeksi kecacingan yang disebabkan cacing 15 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.20 Gambar 2. masuk ke pembuluh darah kapiler dan mengikuti peredaran darah masuk ke jantung kanan. Epidemiologi Penyakit Kecacingan 2.8.1.19 Infeksi terjadi bila larva filariform menembus kulit. 2009 USU Repository © 2008 .

xvi ”soil transmitted helminths” terjadi pada semua golongan umur sebesar 40%-60%, sedangkan pada usia Sekolah Dasar (7-15 tahun) sebesar 60%-80%. 3 Menurut penelitian Ginting (2001-2002) pada anak Sekolah Dasar di Kabupaten Tanah Karo dari 120 sampel ditemukan 84 orang yang positif kecacingan dengan rincian anak laki-laki sebanyak 51orang (60,7%) dan anak perempuan sebanyak 33 orang (39,3%). 23 Sejak tahun 2002 angka kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar terlihat mengalami fluktuasi yaitu dari 33,3%, menurun menjadi 33,0% pada tahun 2003, tahun 2004 meningkat menjadi 46,8%, kemudian menurun lagi tahun 2005 yaitu 28,4%, dan pada tahun 2006 meningkat kembali menjadi 32,6%. 8 b. Tempat Penyakit kecacingan umumnya terjadi pada daerah yang mempunyai sanitasi lingkungan yang jelek dan kurang tersedianya air bersih dan sosial ekonomi yang rendah. Dari hasil penelitian Hiswani (1997) di Nias menemukan prevalensi cacing yang ditularkan melalui tanah ”soil transmitted helminths” masih cukup tinggi yaitu Ascaris lumbricoides sebesar 35% sedangkan prevalensi cacing Trichuris trichiura 5,7%.20,24 Pada tahun 2002 prevalensi kecacingan dari hasil survei di 10 propinsi Indonesia dengan sasaran anak Sekolah Dasar sangat bervariasi yaitu 4,8%-83,0% dengan prevalensi tertinggi di Propinsi Nusa Tenggara Barat dan diikuti Propinsi Sumatera Utara, sedangkan yang terkecil di Propinsi Jawa Timur. Hasil survei prevalensi kecacingan tahun 2003 dengan sasaran dan lokasi yang sama pada tahun 2002 menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Prevalensi cacingan keseluruhan

16
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

xvii 42,26% dengan rincian Ascaris lumbricoides 22,26%, Trichuris trichiura 20,30% dan Hookworm 0,7%.25 c. Waktu Penyakit Kecacingan menunjukkan fluktuasi musiman. Biasanya insiden meningkat pada permulaan musim hujan, karena curah hujan sangat erat kaitannya dengan kelembaban tanah tempat telur cacing berkembang biak. Lingkungan tanah liat sangat menguntungkan bagi cacing Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura sedangkan lingkungan yang mengandung pasir sangat menguntungkan bagi cacing Hookworm.22

2.4.2. Faktor Lingkungan Penyakit kecacingan merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan oleh karena itu pemberantasan penyakit cacing ini harus melibatkan berbagai pihak. Faktor lingkungan seperti tanah, air, tempat pembuangan tinja tercemar oleh telur atau larva cacing serta berakumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat pula yaitu personal higiene maka dapat menimbulkan kejadian kecacingan. 3,26 Keadaan kecacingan adalah a. Sumber air Air merupakan sangat penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk minum, masak, mandi, mencuci lingkungan yang menyebabkan faktor penyebab kejadian

17
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

xviii (bermacam-macam cucian) dan sebagainya. Supaya air tetap sehat dan terhindar dari kuman maka air yang digunakan harus diolah terlebih dahulu. 27 Adapun sumber dan cara pengolahan air yang sering digunakan oleh masyarakat yaitu: i. Sumber air : air hujan, air permukaan (sungai, danau, mata air, air sungai), air tanah (sumur dangkal, sumur dalam) ii. Pengolahan air (seperti pembuangan benda-benda yang terapung/melayang, pengendapan, penyaringan, penyimpanan) 28 b. Jamban Jamban adalah salah satu sarana dari pembuang tinja manusia yang penting, karena tinja manusia merupakan sumber penyebaran penyakit yang multikompleks. Penyebaran penyakit yang bersumber pada faeces dapat melalui berbagai macam jalan atau cara seperti air, tangan, lalat, tanah, makanan dan minuman sehingga menyebakan penyakit. Jadi bila pengolahan tinja tidak baik, jelas penyakit akan mudah tersebar. Beberapa penyakit yang dapat disebarkan oleh tinja manusia antara lain: tipus, kolera dan bermacam-macam cacing. Maka untuk menghindari penyebaran penyakit lewat tinja ini setiap orang diharapkan menggunakan jamban sebagai penampung tinjanya27 c. Personal Higiene Kebersihan diri yang buruk merupakan cerminan dari kondisi lingkungan dan perilaku individu yang tidak sehat. Pengetahuan penduduk yang masih rendah dan kebersihan yang kurang baik mempunyai kemungkinan lebih besar terkena infeksi cacing.

18
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

29 2. kakus yang sehat. vi. iv. cuci tangan sebelum dan sesudah makan). ii. 2009 USU Repository © 2008 .22 19 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Pemeriksaan kesehatan. ”soil transmitted helminths” biasa terdapat di daerah beriklim tropis dan daerah beriklim sedang dan perbedaannya hanya terletak pada jenis spesies dan beratnya penyakit yang ditimbulkan. v. Secara gambaran epidemiologi.xix Usaha kesehatan pribadi (personal higiene) adalah daya upaya dari seseorang untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatannya sendiri meliputi: i. Cara hidup yang teratur. iii. pakaian.19. Adapun cara cacing ini menginfeksi manusia yakni dengan menembus kulit manusia oleh larva infectious (larva matang) atau menelan telur cacing yang lengket pada makanan atau minuman yang tidak dimasak dengan matang.5. Cara Penularan Cacing Ascaris lumbricoides. Trichuris trichiura dan Hookworm dikelompokkan sebagai cacing yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminths) karena cara penularannya pada setiap orang sama yaitu melalui tanah. Memakan makanan yang sehat dan bebas dari bibit penyakit. rumah dan lingkungannya (BAB pada tempatnya). vii. Memelihara kebersihan diri (mandi 2x/hari. Meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan jasmani. Menghindari terjadinya kontak dengan sumber penyakit. Melengkapi rumah dengan fasilitas-fasilitas yang menjamin hidup sehat seperti sumber air yang baik.

lesu. erupsi dan vesicula pada kulit. erythema. Diagnosa Diagnosa dapat ditegakkan dengan menemukan telur cacing Ascaris lumbricoides. Menimbulkan anemia pada penderita. b. neusea. Badan terasa lemah. Dan pada cacing Ascaris lumbricoides dewasa dapat keluar melalui mulut. anemia. muntah. bahkan pneumonitis.1.19. tidak menggunakan tinja sebagai pupuk tanaman. f.22 2.7.21. batuk. Terdapat ”loeffler sindrome” dengan gejala: demam. Trichuris trichiura dan Hookworm. membiasakan mencuci tangan sebelum 20 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. cukup air di kakus. Upaya Pencegahan 2. Tanda dan Gejala a. infiltrasi paru-paru. e. Pada infeksi berat dapat meyebabkan gejala mual.xx 2.8. penurunan berat badan dan kadang-kadang diare dengan tinja berwarna hitam. menjaga kebersihan. d.22 2. Menimbulkan penyakit ”Ground itch” (cotaneous larva migrans) dengan gejala : gatal-gatal. sakit perut. hidung. mandi dan cuci tangan secara teratur. 2009 USU Repository © 2008 . c. Pencegahan Primer Pencegahan cacing usus ini dapat dilakukan dengan memutuskan rantai daur hidup dengan cara: berdefekasi di kakus.8. maupun anus. Melakukan Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai sanitasi lingkungan yang baik dan personal higiene serta cara menghindari infeksi cacing seperti : tidak membuang tinja di tanah.19. Pada infeksi ringan gangguan Gastro Intestinal ringan. malaise.6. papula. anoreksia bahkan ileus.

2009 USU Repository © 2008 .20.18. membiasakan diri mencuci semua makanan lalapan mentah dengan air yang bersih.22. membiasakan menggunting kuku secara teratur.2.30 2. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder cacing usus ini dapat dilakukan dengan memeriksakan diri secara teratur ke Puskesmas. membiasakan diri memakai alas kaki bila keluar rumah. Rumah Sakit serta menganjurkan makan obat cacing 6 bulan sekali khususnya masyarakat yang rentan terinfeksi cacing.20.8.30 21 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. membiasakan diri membasuh tangan dengan sabun sehabis buang air besar.xxi makan. membiasakan diri buang air besar di jamban.

2.1. Makan Obat Cacing Variabel Dependen 1. Jenis Kelamin 3. Tempat Biasa Pembuangan Tinja. 2009 USU Repository © 2008 22 .1 Kerangka Konsep Variabel Independen Karakteristik Anak 1.2 Definisi Operasional 3. 2. Kepemilikan Jamban 2. 3.xxii BAB 3 KERANGKA KONSEP 3. Agent Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Campuran Penyakit Kecacingan Lingkungan 1. Infeksi kecacingan ialah ditemukannya satu atau lebih telur cacing usus pada responden melalui pemeriksaan tinja dengan menggunakan metode Kato Katz dan dikelompokkan menjadi: 1. 3. Personal Higiene 3. Negatif (-) mengandung telur cacing Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Positif (+) mengandung telur cacing 2. 4. Umur 2.

4.4. ≥ 6 bulan 2.2. Laki-laki 2. Makan obat cacing adalah waktu responden makan obat cacing dalam 6 bulan terakhir dan dikelompokkan menjadi: 1. 2009 USU Repository © 2008 . 6 . Jenis cacing ialah cacing yang termasuk ke dalam kelas Nematoda yang menginfeksi responden dan dikelompokkan menjadi: 1.2.2. < 6 Bulan 3. Jenis kelamin adalah jenis kelamin responden berdasarkan data di SD dan dikelompokkan menjadi: 1.3. ≥ 12 tahun 3.6. 3. Perempuan 3. Umur adalah umur responden dihitung sejak ia lahir sampai penelitian ini dilakukan dan dikelompokkan menjadi : 1. Tidak ada 2. Ada 23 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.xxiii 3.2.2. Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Campuran 3. Kepemilikan jamban adalah ketersediaan jamban yang digunakan responden setiap kali BAB dan dikelompokkan menjadi: 1.11 tahun 3. 9 .8 tahun 2. 2.2.5.

2.000 telur) 3. 4.2.7. Sedang (ditemukan telur cacing 5001-50.2. Sembarangan 3. Buruk (apabila skor >75%-100% bila nilai 29-38) (apabila skor 45%-74% bila nilai 17-28) (apabila skor ≤ 44%) bila nilai ≤ 16) 3. Kebun 2. Berat ringannya infeksi cacing Ascaris lumbricoides ialah infeksi yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides dengan ditemukan telur cacing pada tinja responden setelah diperiksa di laboratorium dan dikelompokkan menjadi: 1.9. 3. Jamban sendiri (WC) 3. Tempat biasa pembuangan tinja adalah tempat pembuangan tinja yang biasa digunakan responden sebagai tempat buang air besar dan dikelompokkan menjadi: 1. Sedang 3.2. Baik 2.000 telur) 3.11.2. Berat ringannya infeksi cacing Trichuris trichiura ialah infeksi yang disebabkan oleh cacing Trichuris trichiura dengan ditemukan telur cacing 24 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Jenis cacing campuran ialah cacing yang menginfeksi penderita lebih dari satu jenis cacing dan dikelompokkan menjadi: 1. 2009 USU Repository © 2008 .xxiv 3. 2. Ringan (ditemukan telur cacing 1-5000 telur ) 2. Berat (ditemukan telur cacing >50.8.10. Personal higiene ialah tindakan kesehatan personal responden terhadap penyakit kecacingan pada setiap responden dan dikelompokkan menjadi: 33 1. Ascaris lumbricoides + Trichuris trichiura Ascaris lumbricoides + Hookworm Hookworm + Trichuris trichiura Ascaris lumbricoides + Trichuris trichiura + Hookworm 3.

Sedang (ditemukan telur cacing 2001-7000 telur) 3.  Prevalensi seluruh kecacingan = Jumlah specimen positif infeksi cacing x 100% Jumlah specimen yang diperiksa  Prevalensi Ascaris lumbricoide Jumlah specimen positif telur Ascaris lumbricoides Jumlah specimen yang diperiksa  Prevalensi Trichuris trichiura Jumlah specimen positif telur Trichuris trichiura Jumlah specimen yang diperiksa  Prevalensi Hookwoorm Jumlah specimen positif telur Hookworm Jumlah specimen yang diperiksa x 100% x 100% x 100% 25 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Prevalensi kecacingan adalah jumlah positif infeksi kecacingan dibagi dengan jumlah spesimen yang diperiksa.xxv pada tinja responden setelah diperiksa di laboratorium dan dikelompokkan menjadi:34 1.000 telur) 3. Ringan (ditemukan telur cacing 1-2000 telur) 2.13. Berat (ditemukan telur cacing >7000 telur) 3. 2009 USU Repository © 2008 . Sedang (ditemukan telur cacing 1001-10. Berat (ditemukan telur cacing >10. Angka prevalensi kecacingan dirinci seluruh jenis cacing dan tiap jenis cacing.2.12. Berat ringannya infeksi Hookworm ialah infeksi yang disebabkan oleh Hookworm dengan ditemukan telur cacing pada tinja responden setelah diperiksa di laboratorium dan dikelompokkan menjadi:34 1.2.000 telur) 3. Ringan (ditemukan telur cacing 1-1000 telur) 2.

Lokasi dan Waktu Penelitian 4. pengumpulan data. penulisan skripsi sampai dengan ujian skripsi. SD Negeri No. bimbingan proposal. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah dilaksanakan di SD Negeri No. 173763 di dusun III (Sigumbang) desa parhorasan. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2008 .xxvi BAB 4 METODE PENELITIAN 4. 2009 USU Repository © 2008 . 176385 berada di dusun I desa Huta Tinggi. 26 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.1.2.Januari 2009.2. Ke dua lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dengan alasan bahwa Sekolah Dasar Negeri tersebut berada di desa yang tertinggal dari semua desa yang ada di Kecamatan Pangururan (data terlampir). 4.2. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional.1. serta Sekolah Dasar Negeri tersebut tidak mempunyai sumber air bersih. dimulai survei awal. Jarak tempuh anak sekolah dasar dari tempat tinggal penduduk bervariasi. Sekolah Dasar Negeri tersebut terletak di daerah pertanian dan mayoritas penduduknya adalah petani. yakni antara ±300 meter sampai ±3 km. 4.2.

173763 Sigumbang desa Parhorasan dan SD Negeri No. Selama penelitian 2 orang tidak diikutkan sebagai sampel karena sakit.3. 27 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.3. Dalam kunjungan ke sekolah peneliti dibantu oleh 4 orang tenaga kesehatan (AKBID) yang membantu wawancara dan observasi langsung. 173763 Sigumbang desa Parhorasan dan SD Negeri No. Populasi dan Sampel 4. 176385 desa Huta Tinggi Kecamatan Pangururan tahun 2008. Sampel Sampel adalah seluruh murid kelas I-VI SD Negeri No. Pemeriksaan feses dilakukan dilaboratorium Poliklinik Bersalin Santa Elisabet Pangururan oleh tenaga analis Rumah Sakit Santa Elisabet Medan.1. 4.4.3. yang berjumlah 204 orang. maka jumlah sampel seluruhnya adalah 202 orang. 2009 USU Repository © 2008 . di mana besar sampel sama dengan jumlah populasi.xxvii 4. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas I-VI SD Negeri No. Wawancara dengan menggunakan kuesioner di sekolah dan mengadakan observasi ke tempat tinggal anak Sekolah Dasar dengan panduan daftar pertanyaan.1.4. 176385 desa Huta Tinggi di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2008.2. 4. Data primer Data primer merupakan data yang diperoleh dari anak SD secara langsung dengan metode wawancara yang menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya dan observasi terhadap lingkungan. Metode Pengumpulan Data 4.

4. buruk. skor jawaban sedang adalah 1 dan skor jawaban baik adalah 2 sehingga didapat aspek pengukuran personal higiene sebagai berikut: 1. Skor jawaban buruk adalah 0. Aspek Pengukuran a. Penilaian Berat Ringannya Infeksi Cacing Usus. Kebiasaan kontak dengan tanah sebanyak 3.5. Sedang (skor 45%-74%) bila nilai 17-28 3. Personal Higiene Item-item pertanyaan tentang personal higiene bervariasi yaitu. Untuk jenis infestasi cacing dilihat keberadaan cacing Ascaris lumbricoides. dan sanitasi lingkungan 5 pertanyaan.xxviii 4. 3. 2009 USU Repository © 2008 . Sedangkan 28 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Kebiasaan mencuci tangan dan mandi sebanyak 6. Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 4. Huta Tinggi. dengan kriteria baik. Kantor Camat Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2007. 173763 Sigumbang desa Parhorasan dan SD Negeri No. 2. 2. Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2006.2. Penggunaan alas kaki sebanyak 2. Trichuris trichiura dan Hookworm pada hasil pemeriksaan telur cacing. 176385 2008. kebersihan kuku 3. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari : 1. Buruk (skor ≤ 44% ) bila nilai ≤ 16 33 b. Baik (skor ≥ 75%) bila nilai 29-38. sedang. SD Negeri No.

Slide atau gelas objek 3. 29 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.000 > 7000 4. Berat tinja dalam satu lobang ini diperkirakan kira-kira 48 mg. tempat pembuangan tinja.37 mm dan alat pelobang kertas berdiameter 6 mm. Mikroskop 2. Karton yang tebalnya 1. Kertas cellophane yang telah direndam dengan larutan Kato. daftar pertanyaan yang menyangkut kepemilikan jamban. Metode Kato-katz Peralatan dan bahan. Instrumen Penelitian a.xxix derajat infestasi cacing ditentukan oleh banyaknya jumlah telur cacing/gram tinja yang diperoleh dari hasil pemeriksaan. Kuesioner Kuesioner yang ditujukan kepada anak Sekolah Dasar mencakup identitas diri anak (umur.000 >10. b. 1.000 2001-7000 Berat > 50.000 1001-10. jenis kelamin). Karton ini dilobangi dengan pelobang kertas tersebut yang gunanya sebagai alat ukur tinja yang diperiksa. 2009 USU Repository © 2008 . personal higiene.6. 4. Pengkategorian berat ringannya infeksi cacing usus yang dibuat oleh WHO tahun 2003 adalah sebagai berikut:34 Jenis Cacing Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Ringan 1-5000 1-1000 1-2000 Sedang 5001-50. makan obat cacing terhadap infeksi kecacingan.

5. 2. Kertas tissue untuk mengisap cairan tinja yang encer. untuk menyaring tinja.36 4. Kawat kasa yang halus 2x2 cm.35. Ditunggu selama kira-kira 15 menit. Teknik Pemeriksaaan: 1. 3. Tinja ditutup dengan sepotong kertas cellophan kato dan diratakan. tinja diletakkan keatas kawat kasa di atas lobang dan disaring dengan mengoles sampai lobang tersebut penuh. tabel dan grafik. Hitung telur cacing yang ditemukan x 21 (1000:48) maka didapatlah jumlah telur di dalam 1 gram tinja. Lidi untuk mengambil tinja. Karton dan kawat kasa dibuang sehingga tinja tertinggal pada object glass sebanyak isi lobang karton. Teknis Analisa Data Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputer SPSS 12. Kepermukaan object glass diletakkan karton yang telah berlobang.7. diatasnya diletakkan saringan kawat kasa. Analisa data dilakukan terhadap data primer dengan menggunakan perhitungan statistik (Chi Square). 6. 2009 USU Repository © 2008 .0 for Windows. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk narasi.xxx 5. 7. 30 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 4.

Sekolah Dasar Negeri No. Siogung-Ogung dan Pintu Sona. Guru sebanyak 10 orang. Sitoluhuta. Sialanguan. Sianting-Anting. Pardugul. Panampangan. Luas Wilayah Kecamatan Pangururan 121.xxxi BAB 5 HASIL PENELITIAN 5. Pardomuan Nauli. Kondisi Geografis Kecamatan Pangururan berada di Wilayah Pemerintahan Kabupaten Samosir. Pardomuan I. Parmonangan. Parbaba Dolok.1. Parlondut. luas Danau Toba 50.43 Km2. kelas sebanyak 6 ruangan. Huta Namora. Parsaoran I. Aek Nauli. Siopat Sosor. Terdiri dari dataran tinggi dan rendah. dengan ketinggian 900-1414 meter dari permukaan laut. Situngkir. Sinabulan.1. Lumban Suhi-Suhi Toruan. Adapun kelurahan yang di Kecamatan Pangururan yaitu Kelurahan Pangururan. Sait Nihuta. Huta Bolon. Kemudian yang termasuk desa di Kecamatan Panguruan yaitu: desa Rianiate. Parhorasan dan Huta Tinggi. 2009 USU Repository © 2008 . Tanjung Bunga. luas 31 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Adapun batas-batas Wilayah Kecamatan Pangururan adalah sebagai berikut: Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Simanindo Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Palipi Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Sianjur Mulamula Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Ronggur Nihuta Secara Administrasi Wilayah Kecamatan Pangururan terdiri dari 3 kelurahan dan 25 desa. Jumlah murid sebanyak 86 orang. Lumban Suhi-Suhi Dolok. Lumban Pinggol. 173763 Sigumbang berada di desa Parhorasan.1. Data Sekunder 5. Propinsi Sumatera Utara.37 Km2.

737 1.715 1.311 3.489 3.85 4.014 14.827 2.467 28.553 % 11.752 3 10-14 1. Guru sebanyak 12 orang.60 12.553 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 14014 jiwa sedangkan perempuan 14.55 7.176385 berada di desa Huta Tinggi.1.347 799 6 25-29 967 851 7 30-34 723 992 8 35-39 514 614 9 40-44 691 696 10 45-49 541 684 11 50-54 707 878 12 55-59 480 529 13 60-64 401 592 14 >64 743 724 Total 14.225 1.Samosir 2007 No f 3.01 3.1.128 1. 5.95 13. Kelompok umur yang paling banyak adalah golongan umur 15-19 tahun.55 3.xxxii tanah 4200 m2 dan luas bangunan 594 m2.605 4 15-19 1.29 5.146 1.818 1.041 5 20-24 1.36 6. 32 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.52 6.539 jiwa.782 2 5-9 1.53 3.868 2. Demografi 5.2.1 dapat diketahui bahwa jumlah penduduk di Kecamatan Pangururan pada tahun 2007 adalah 28. luas tanah 5000 m2. Jumlah murid sebanyak 118 orang.412 3.1.1.95 4.22 11.48 5.529 1. Sekolah Dasar Negeri No.387 1.585 1. kelas sebanyak 6 ruangan. luas bangunan 315 m2. Jumlah Penduduk Tabel 5.2. diikuti dengan golongan umur 5-9 tahun dan paling sedikit pada golongan umur 60-64 tahun.14 100 Berdasarkan tabel 5.539 Sumber : BPS Kab. 2009 USU Repository © 2008 .009 993 1. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kecamatan Pangururan Tahun 2007 Golongan Jenis Kelamin Umur (Tahun) Laki-laki Perempuan 1 0-4 1.807 1.

5.3. 10. Sarana Kesehatan Tabel 5.2. Jumlah Sarana Kesehatan di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2007 Sarana Kesehatan Rumah Sakit Umum Puskesmas Puskesmas Pembantu Posyandu Balai Pengobatan Praktek Dokter Umum Bidan Praktek Apotik Toko Obat Total Sumber BPS Kecamatan Samosir tahun 2007.2.2. No 1. 2009 USU Repository © 2008 .3. Data Sepuluh Penyakit Terbesar di Puskesmas Buhit Tabel 5.115 Hipertensi 900 Cacingan 578 Disentri 510 Bronchitis 415 Scabies 404 Diare 384 Rematik 238 TB Paru 83 Total 11. 3.555 Sumber: Profil Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Tahun 2007 33 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 5. 9.1. 2. f 1 1 5 48 1 4 1 1 6 68 Berdasarkan tabel 5.2.928 Tukak Lambung 1.1. dapat diketahui bahwa sarana kesehatan yang paling banyak di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir adalah Posyandu sebanyak 48.2.xxxiii 5. 4. 8. 6. Jenis Penyakit dan Jumlah Penderita di Puskesmas Buhit Tahun 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Penyakit f Infeksi Saluran Pernafasan Atas 6.

8. 5. 9. 11. 7.2.4. 3.928 orang dan penyakit kecacingan berada pada urutan ke empat sebanyak 578 orang. dapat diketahui bahwa penyakit terbesar pada tahun 2007 adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas sebanyak 6. 5. Jenis Tenaga Kesehatan f Doker Umum 3 Dokter Gigi 1 Akademi Bidan 27 Akademi Perawat 8 Akademi Gizi 1 Akademi Kesling 1 Akademi Analis 1 Akademi Farmasi 1 Bidan 11 Perawat 8 Perawat Gigi 1 Pekarya Kesehatan 2 Total 65 Sumber: Profil Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Tahun 2007 Berdasarkan tabel 5.4. 12. 34 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Jenis dan Jumlah Tenaga Kesehatan di Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2007 No 1. serta penyakit yang terkecil yaitu penyakit TB Paru sebanyak 83 orang.4. Jenis dan Jumlah Tenaga Kesehatan Tabel 5. 10.1. dapat diketahui bahwa jenis dan jumlah tenaga kesehatan yang paling banyak di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir adalah Akademi Bidan sebanyak 27 orang. 2009 USU Repository © 2008 . 6. 2. 4.3.xxxiv Berdasarkan tabel 5.

Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 1 2 Kejadian Kecacingan Positif Negatif Total f 114 88 202 % 56.2. dapat diketahui bahwa hasil pemeriksaan feses anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir menunjukkan bahwa anak Sekolah Dasar yang positif infeksi kecacingan sebanyak 114 orang (56.7 148 73.2.4%) dan negatif sebanyak 88 orang (43.7 54 26.3 Total f 202 202 202 202 % 100 100 100 100 N0 1 2 3 4 Jenis Cacing Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Campuran Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Pada Anak Sekolah Dasar Tabel 5.5. 5.2 145 71.5.6 124 61.6.1.4 43. Prevalensi Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Tabel 5. Data Primer Berdasarkan hasil pengumpulan data mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar Negeri No.8 41 20.xxxv 5.2.4 57 28.6%).6 100 Berdasarkan tabel 5.176385 di desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir diperoleh hasil sebagai berikut: 5. 2009 USU Repository © 2008 35 .2.3 161 79. Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Kejadian Kecacingan Positif (+) Negatif (-) f % f % 78 38.173763 dan No.

dapat diketahui bahwa kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan adalah infeksi Ascaris lumbricoides sebanyak 30 orang (26. Trichuris trichiura sebanyak 21 orang (18.80 11.7%). 5. campuran 54 orang (26.7. Trichuris trichiura 57 orang (28. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 1 2 3 4 Jenis Infeksi Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Campuran Total f 30 21 9 54 114 % 26.xxxvi Berdasarkan tabel 5.9 47.7. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Campuran Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 1 2 3 4 Jenis Cacing Campuran Ascaris +Trichuris Ascaris + Hookworm Ascaris +Trichuris +Hookworm Trichuris+ Hookworm Total f 22 18 8 6 54 % 40.3 18.3. 5.6.9%) dan infeksi campuran sebanyak 54 orang (47.2.4%).2%). Hookworm sebanyak 9 orang (7.30 14. 2009 USU Repository © 2008 36 .4 7. Hookworm sebanyak 41 orang (20.70 33. Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Tabel 5.4%). Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Campuran Tabel 5. dapat diketahui bahwa kejadian kecacingan berdasarkan jenis cacing pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan adalah Ascaris lumbricoides sebanyak 78 orang (38.6%).20 100 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.4.2.3%).3%).4 100 Berdasarkan tabel 5.8.

9.4 42.9 100 57.6%) dan kelompok umur ≥ 12 tahun sebanyak 24 orang (11. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Karakteristik di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 1 Umur (Tahun) 6.20% pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Ascaris lumbricoides+ Hookworm sebesar 33. 2009 USU Repository © 2008 .9%).2.5 39. Karakteristik Anak Sekolah Dasar Tabel 5. dapat diketahui bahwa kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing campuran ditemukan cacing Ascaris lumbricoides + Trichuris trichuris sebesar 40.3 100 2 3 Berdasarkan tabel 5. sementara Trichuris trichuris+Hookworm sebesar 11. Jenis kelamin responden terbanyak laki-laki sebanyak 116 (57.7 18.8 9-11 ≥ 12 Total Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Makan Obat Cacing ≥ 6 bulan < 6 bulan Total f 98 80 24 202 116 86 202 165 37 202 % 48. Ascaris lumbricoides + Trichuris trichuris+ Hookworm sebesar 14.8.70%.30%.6 11.5.4%). kelompok umur 9-11 tahun sebanyak 80 orang (39. dapat diketahui bahwa hasil wawancara dari 202 responden didapatkan bahwa kelompok umur 6-8 tahun sebanyak 98 orang (48.80%.9.6 100 81.xxxvii Berdasarkan tabel 5. 5. perempuan sebanyak 86 orang (42.6%). 37 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.5%).

4%) pada anak Sekolah Dasar di desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Tempat responden biasa membuang tinja ditemukan paling banyak di kebun sebanyak 105 orang (52.3 100 52.10.0%) dan paling sedikit di jamban sendiri 39 orang (19. 2009 USU Repository © 2008 .6.7%) sedangkan responden yang memiliki jamban sebanyak 47 orang (23.3%).7 19. 5. Kebersihan responden sebagian besar berada pada personal higiene kategori sedang yaitu 38 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.7%) sedangkan makan obat cacing < 6 bulan terakhir ini sebanyak 37 orang (18.3 21.10.xxxviii Responden yang makan obat cacing ≥ 6 bulan terakhir sebanyak 165 orang (81. Lingkungan Anak Sekolah Dasar Tabel 5.3%).8 100 3 Kebun Sembarangan Jamban Sendiri Total Personal Higiene Baik Sedang Buruk Total Berdasarkan tabel 5.3 100 9.2. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Lingkungan di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 1 Kepemilikan Jamban Tidak Ada Ada Total 2 Tempat Biasa Pembuangan Tinja f 155 47 202 105 58 39 202 20 138 44 202 % 76.0 28.9 68.7 23. dapat diketahui bahwa hasil wawancara dari 202 responden yang tidak memiliki jamban didapatkan sebanyak 155 orang (76.

2009 USU Repository © 2008 .11.2.7. Kejadian Kecacingan Berdasarkan Berat Ringannya Infeksi Kecacingan Tabel 5.12 4. 5. Hookworm Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 1 Ascaris lumbricoides Ringan Sedang Total Trichuris trichiura Ringan Total 3 Hookworm Ringan Sedang Total f 70 8 78 57 57 39 2 41 % 89.74 10.9%). dapat diketahui bahwa infeksi kecacingan berdasarkan berat ringannya infeksi menunjukkan bahwa pada cacing Ascaris lumbricoides ditemukan infeksi ringan sebanyak 70 orang (89. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Berat Ringannya Infeksi Cacing Ascaris lumbricoides.11. Pada cacing Hookworm ditemukan infeksi ringan sebanyak 39 orang (95.74%) dan infeksi sedang sebanyak 8 orang (10.12%) dan infeksi sedang sebanyak 2 orang 4.88 100 2 Berdasarkan tabel 5. 39 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.88% namun infeksi berat tidak ditemukan. Trichuris trichiura.26%) sementara infeksi berat tidak ditemukan.xxxix sebanyak 138 orang (68.3%) sedangkan paling sedikit ditemukan dengan personal higiene kategori baik yaitu sebanyak 20 orang (9. Pada cacing Trichuris trichiura ditemukan hanya infeksi ringan sebanyak 57 orang (100%) sementara infeksi sedang dan berat tidak ditemukan.26 100 100 100 95.

462 N0 1 2 3 Berdasarkan tabel 5.5 9 37. dapat diketahui hasil tabulasi silang antara umur dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 98 orang berada pada kelompok umur 6-8 tahun ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 51 orang (52.xl 5. 40 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.0 98 100 48 60. Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5. 2009 USU Repository © 2008 .8. Pada kelompok umur 9-11 tahun berjumlah 80 orang ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 48 orang (60.0 80 100 15 62. Pada kelompok umur ≥ 12 tahun berjumlah 24 orang ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 15 orang (62.0%).12.12.0%) sedangkan negatif sebanyak 47 orang (48.5 24 100 df= 2 p= 0.0 32 40.0%).0 47 48. Tabulasi Silang Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Kelompok Umur (tahun) 6-8 9-11 ≥ 12 χ2 = 1.5%) sedangkan negatif sebanyak 9 orang (37.2.0%) sedangkan negatif sebanyak 32 orang (40.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara umur responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.542 Kejadian Kecacingan Total Positif (+) Negatif (-) f % f % f % 51 52.5%) Berdasarkan hasil Uji Chi-Square diperoleh p > 0.

13.13.9%).2 52 44. 41 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.xli 5.8%).674 1 2 Berdasarkan tabel 5.177 Kejadian Kecacingan Total Positif (+) Negatif (-) f % f % f % 64 55.9 86 100 df= 1 p= 0.1 36 41. Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5. Berdasarkan Hasil Uji Chi-square diperoleh P > 0.9.2%) sedangkan negatif sebanyak 52 orang (44.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara jenis kelamin dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.8 116 100 50 58.1%) sedangkan negatif sebanyak 36 orang (41.2. dapat diketahui hasil tabulasi silang antara jenis kelamin dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 116 responden berjenis kelamin lakilaki ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 64 orang (55. Kemudian dari 86 responden berjenis kelamin perempuan ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 50 orang (58. Tabulasi Silang Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan χ2 = 0. 2009 USU Repository © 2008 .

031 Kejadian Kecacingan Positif (+) Negatif (-) f % f % 88 56.2.7%).860 1 2 Berdasarkan tabel 5.3%) sedangkan negatif sebanyak 21 orang (44.14. Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5.7 df= 1 Total f % 155 100 47 100 p= 0.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh nilai p > 0. Kemudian 47 responden memiliki jamban ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 26 orang (55. 42 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.10. dapat diketahui hasil tabulasi silang antara kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa Tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 155 responden tidak memiliki jamban ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 88 orang (56.3 21 44.14.2%). Tabulasi Silang Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 Kepemilikan Jamban Tidak Ada Ada 2 χ = 0.2 26 55.8%) sedangkan negatif sebanyak 67 orang (43.xlii 5. 2009 USU Repository © 2008 .8 67 43.

11.7 20 51.1 22 37.1%) sedangkan negatif sebanyak 22 orang (37.7%) sedangkan negatif sebanyak 20 orang (51.15.696 Kejadian Kecacingan Positif (+) Negatif (-) f % f % 59 56.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor tempat biasa pembuangan tinja dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Kemudian dari 39 responden biasa buang air besar di jamban sendiri ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 19 orang (48.2. dapat diketahui bahwa hasil tabulasi silang antara kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 105 responden biasa buang air besar di kebun ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 59 orang (56.2 46 43.xliii 5.3 df= 2 Total f 105 58 39 p= 0. Tabulasi Silang Hubungan Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 Tempat Biasa Pembuangan Tinja Kebun Sembarangan Jamban Sendiri χ2 = 1.8 36 62. 2009 USU Repository © 2008 .2%) sedangkan negatif sebanyak 46 orang (43.15.3%). Dari 58 responden biasa buang air besar secara sembarangan ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 36 orang (62.8%). 43 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.9%).428 % 100 100 100 1 2 3 Berdasarkan tabel 5.9 19 48. Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh nilai p > 0. Hubungan Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5.

xliv 5.8 8 18.4 67 48. Kemudian 138 responden mempunyai personal higiene sedang ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 71 orang (51. dapat diketahui hasil tabulasi silang antara personal higiene dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 20 responden mempunyai personal higiene baik ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 7 orang (35.000 N0 1 2 3 Berdasarkan tabel 5. Tabulasi Silang Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Personal Higiene Baik Sedang Buruk χ2 = 16.8%) sedangkan negatif sebanyak 8 orang (18.0%).16. Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5.16.664 Kejadian Kecacingan Positif (+) Negatif (-) f % f % 7 35.05 berarti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor personal higiene dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.0%) sedangkan negatif sebanyak 13 orang (65.0 71 51.4%) sedangkan negatif sebanyak 67 orang (48.6 36 81. Dari 44 responden mempunyai personal higiene buruk ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 36 orang (81.2.0 13 65. 44 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.12.6%).2%). Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh nilai p < 0.2 df= 2 Total f % 20 100 138 100 44 100 p= 0. 2009 USU Repository © 2008 .

2009 USU Repository © 2008 .2. dapat diketahui hasil tabulasi silang antara frekuensi makan obat cacing dengan infeksi kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 165 responden tidak makan obat cacing ≥ 6 bulan terakhir ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 113 orang (68.7%) sedangkan negatif sebanyak 36 orang (97.194 Kejadian Kecacingan Positif (+) Negatif (-) f % f % 113 68. Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5.xlv 5.05 berarti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor frekuensi makan obat cacing dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh nilai p < 0.17. Kemudian 37 responden makan obat cacing < 6 bulan terakhir ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 1 orang (2.5%).3%).13.5 52 31.5%) sedangkan negatif sebanyak 52 orang (31.17.3 df= 1 Total f % 165 100 37 100 p= 0. 45 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Tabulasi Silang Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Frekuensi Makan Obat Cacing ≥ 6 bulan < 6 bulan χ2 = 53.000 N0 1 2 Berdasarkan tabel 5.5 1 2.7 36 97.

60% Positif Negatif 56. Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 43. Adapun hasil yang diperoleh prevalensi kecacingan sebesar 56. 2009 USU Repository © 2008 .1.40%.xlvi BAB 6 PEMBAHASAN 6. 9 46 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.1.40% Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui hasil pemeriksaan feses yang dilakukan pada 202 sampel anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Hasil survei Dinas Kesehatan Tingkat I Sumatera Utara pada anak Sekolah Dasar di tiga belas Kabupaten/Kota tahun 2003-2006 diperoleh hasil yaitu prevalensi infeksi kecacingan sebesar 68%. Prevalensi Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Prevalensi kejadian kecacingan Anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pengururan Kabupaten Samosir tahun 2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 6.

2004). Perbedaan infeksi kecacingan pada masing-masing daerah disebabkan oleh adanya perbedaan faktor resiko di beberapa lokasi penelitian. terutama yang berhubungan dengan kondisi sanitasi lingkungan. Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Anak Sekolah Dasar Prevalensi kejadian kecacingan berdasarkan jenis cacing pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 47 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.8%.18 6. umur penduduk dan kondisi alam atau geografi. (2003) dengan desain cross sectional dari 120 anak Sekolah Dasar di 5 SD Kabupaten Karo menemukan bahwa prevalensi kecacingan sebesar 70%.xlvii Hasil penelitian Ginting. 2009 USU Repository © 2008 . maka angka ini masih sangat tinggi. 37 Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa bila dibandingkan dengan angka Nasional infeksi kecacingan yaitu < 10% (Depkes. hal ini menunjukkan bahwa rendahnya upaya pencegahan infeksi kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir sehingga mengakibatkan tingginya prevalensi kecacingan. higiene perorangan.23 Hasil penelitian Dly Zukhriadi (2008) dengan desain cross sectional di tiga Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sibolga Kota menemukan bahwa prevalensi kecacingan sebesar 55.2.

2009 USU Repository © 2008 .60%.20% . Hookworm sebesar 20. cacing Trichuris trichiura (17.xlviii Gambar 6.46%)28 Hasil survei kecacingan yang dilaksanakan oleh Sub Program P2P dan PL Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir (2007) di 44 Sekolah Dasar diperoleh prevalensi cacing Ascaris lumbricoides 23%. Trichuris trichiura sebesar 28.30%.7%. Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa prevalensi kejadian kecacingan yang menginfeksi anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir yaitu cacing Ascaris lumbricoides sebesar 38.74%).49% Trichuris trichiura 2% dan 48 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Hasil survei Depkes bagian P2ML tahun 2004 di 10 propinsi sentinel Indonesia ditemukan prevalensi cacing Ascaris lumbricoides (17.2. dan cacing Hookworm (6. campuran sebesar 26. Hookworm 0.74%).

2) cacing Trichuris trichiura sebesar (22. serta tidak menjaga kebersihan kaki dengan baik. Hal ini berhubungan erat sekali dengan siklus hidup dan cara penularan sebagian besar cacing Hookworm. Hal lain yang menarik pada penelitian ini ialah penderita cacing Hookworm yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan hasil suvei Depkes dan Dinkes Samosir serta penelitian Zukhriadi. 2009 USU Repository © 2008 . 6. hal ini memungkinkan karena anak sekolah Dasar di tempat penelitian ini dapat dikatakan bahwa kebanyakan tidak memakai sandal atau alas kaki bila keluar dari rumah.3.37 Tingginya prevalensi kecacingan pada penelitian ini dapat disebabkan oleh pencemaran tanah dengan tinja yang mengandung telur cacing. Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Anak Sekolah Dasar Proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 49 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.5%) sedangkan cacing Hookworm tidak ditemukan. Infeksi cacing hookworm ini banyak dijumpai pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal ini.xlix Hasil Penelitian Dly Zukhriadi (2008) dengan desain cross sectional di tiga Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sibolga Kota menemukan prevalensi cacing Ascaris lumbricoides sebesar (54. hal ini tampak pada wawancara langsung bahwa sebagian besar anak Sekolah Dasar yang biasa buang air besar di kebun sendiri serta di sembarang tempat.

Perbedaan 50 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. dan terkecil cacing Hookworm sebesar 4. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 7. 2009 USU Repository © 2008 .40% Campuran 47.l Gambar 6.90% 18.30% Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa proporsi kejadian kecacingan yang menginfeksi anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir ditemukan infeksi terbanyak yaitu cacing campuran (Ascaris + Trichuria.40% Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm 26.40%. Ascaris + Trichuris + Hookworm) sebesar 47. menemukan proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing terbanyak pada cacing Ascaris lumbricoides sebesar 28. Ascaris + Hookworm.3%.1%. dan terkecil Hookworm sebesar 7.38 Hasil penelitian Sadjimin (2000) dengan desain cross sectional di siswa SD Kecamatan Ampana Kota Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Sedangkan hasil penelitian Siregar (2008) dengan desain cross sectional di SD Negeri 06 Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis.3. di mana proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing terbanyak pada cacing Ascaris lumbricoides sebesar 53%. dan terkecil cacing Hookworm sebesar 1%. Trichuris + Hookworm.90%.

30%.70% Ascaris + Hookworm Ascaris +Trichuris +Hookworm Trichuris+ Hookworm 33.80% 40.t) sebesar 40.l)+ Trichuris trichiura (T. kebersihan perorangan.30% Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa jenis cacing campuran masing-masing ditemukan (infeksi cacing Ascaris lumbricoides (A. 4 6.li proporsi kejadian kecacingan pada setiap individu dapat saja terjadi. 2009 USU Repository © 2008 .4.20% Ascaris +Trichuris 14.70%. hal ini dipengaruhi beberapa faktor resiko seperti cuaca. infeksi cacing Ascaris lumbricoides (A. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Campuran Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 11.l) + Hookworm (H) sebesar 33.80% dan infeksi cacing Trichuris trichiura (T. Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Campuran anak Sekolah dasar Proporsi kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar berdasarkan jenis cacing campuran dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 6.t) + Hookworm (H) sebesar 14. 51 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.t) + Hookworm (H) sebesar 11. geografis.l) + Trichuris trichiura (T.4. infeksi cacing Ascaris lumbricoides (A.20%.

curah hujan yang belum lebat (misalnya permulaan musim hujan). dibawah pohon dan di tempat-tempat pembuangan sampah. Tanah yang sangat baik untuk pertumbuhan larvanya yaitu tanah yang berpasir. Trichuris trichiura. Kurang disadarinya pemakaian jamban keluarga yang baik oleh masyarakat dapat menimbulkan pencemaran tanah dengan tinja di sekitar halaman rumah. arus air yang ditimbulkannya masih lambat. Telur Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura tumbuh lebih baik di tanah liat karena kelembaban tanah seperti ini sangat cocok bagi pertumbuhannya.lii Gandahusada (2004) mengatakan bahwa infeksi cacing Ascaris lumbricoides sering sekali disertai infeksi cacing Trichuris trichiura. Tingginya kejadian cacing Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yang menguntungkan parasit seperti keadaan tanah dan curah hujan serta temperatur optimal perkembang biakan yang hampir sama. Selain faktor di atas yang menguntungkan bagi pertumbuhan Hookworm dikenal beberapa cara penularan Hookworm yaitu melalui tanah dan transmisi ke 52 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Namun cacing Ascaris lumbricoides. Selain faktor tanah yang sangat menguntungkan Hookworm. Hookworm juga dapat ditemukan secara bersamaan karena cara penularannya pada setiap orang sama yaitu melalui tanah (soil transmitted helminths). Arus air yang lambat ini merupakan perangsang bagi larva Hookworm bergerak kepermukaan tanah dan mempermudah terjadinya infeksi. 20. Larvanya akan lebih mudah bergerak di pasir daripada di tanah liat sebab diameter pasir lebih besar dari diameter tanah liat. 2009 USU Repository © 2008 .22 Penularan dan siklus hidup cacing Hookworm kebanyakan melalui tanah.

8%. melalui makanan yang terkontaminasi dengan tanah dan kotoran manusia.5.liii manusia melalui kulit dan mukosa. 2009 USU Repository © 2008 . melalui sayur yang terkontaminasi dengan larva infeksius. dimana dalam penelitian ini umur dikelompokkan menjadi tiga kategori sebagai berikut: Gambar 6. Hookworm dengan prevalensi sebesar 55.23 6. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Umur di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 53 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Trichuris trichiura. (2003) dengan desain cross sectional pada 120 anak Sekolah Dasar di 5 SD Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo menemukan infeksi campuran antara cacing Ascaris lumbricoides. Karakteristik Anak Sekolah Dasar Berdasarkan hasil pengumpulan data menggunakan kuesioner diketahui bahwa umur anak Sekolah Dasar yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah antara 6-13 tahun.22 Penelitian Ginting.5.

3. Jadi responden yang mendominasi anak Sekolah Dasar yaitu laki-laki sebesar 57. Demikian juga dengan pernyataan Depkes (2004) bahwa penyakit kecacingan sering dijumpai pada usia anak pra Sekolah dan Sekolah Dasar yang berumur berkisar 5-15 tahun.60% berjenis kelamin perempunan sebesar.40%. 2009 USU Repository © 2008 .40% dari responden berjenis kelamin laki-laki dan 42. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Jenis Kelamin di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 57.50% dari responden berada pada kelompok umur 6-8 tahun dan paling sedikit pada kelompok umur ≥ 12 tahun sebesar 11.liv Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 48.39 Gambar 6. namun dalam 54 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. ternyata empat ratus lima puluh juta di antaranya mengenai anak-anak. Walaupun responden di tempat penelitian ini lebih banyak laki-laki.6. Kondisi ini sesuai dengan laporan dari WHO (1998) yang mengatakan bahwa dari tiga setengah miliar penduduk yang terinfeksi parasit intestinal berbentuk cacing perut.90%.

6.70% responden makan obat cacing ≥ 6 bulan dan sebesar 18. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Frekuensi Makan Obat Cacing di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 81. Lingkungan Anak Sekolah Dasar Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar lingkungan responden belum lengkap dengan sistem pembuangan tinja.40 Gambar 6.30% yang makan obat cacing < 6 bulan. Dari data di atas dapat dikatakan bahwa program pemberian obat cacing di daerah ini oleh tenaga kesehatan belum berjalan dengan semestinya. tempat biasa pembuangan tinja dan personal higiene untuk lebih jelas dapat dilihat dalam diagram sebagai berikut: 55 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 6.7. 2009 USU Repository © 2008 .lv kenyataannya tidak selalu laki-laki mengalami infeksi kecacingan lebih banyak dari anak perempuan.

penyakit terjadi karena adanya interaksi antara manusia. biologi. Keadaan kesehatan lingkungan yang belum memenuhi persyaratan sanitasi dapat berakibat timbulnya penyakit-penyakit seperti malaria. Cara pandang epidemiologi. Gangguan keseimbangan ini biasanya disebabkan oleh adanya perubahan dari satu faktor atau lebih. dan lingkungan. 56 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.30%. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Kepemilikan Jamban di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 76. agent. H & Susanna. Apabila ketiga faktor ini tidak berada pada keadaan seimbang maka benih penyakit dapat menyerang manusia. (2000) mengatakan bahwa penyakit dapat timbul apabila terjadi gangguan keseimbangan lingkungan yang mencakup beberapa faktor fisik. 2009 USU Repository © 2008 .8.lvi Gambar 6. Perkembangan epidemiologi menggambarkan secara spesifik bahwa peran lingkungan dalam terjadinya penyakit sangat besar. dan penyakit kecacingan. dan sosial ekonomi. colera. D.70% responden tidak memiliki jamban sedangkan anak yang memilki jamban sebesar 23. penyakit kulit. Kusnoputranto.

9. sementara yang biasa buang air besar di jamban sendiri sebesar 19. 2009 USU Repository © 2008 . Kemudian lahan untuk membuang tinja di daerah ini masih sangat luas.70% yang biasa buang air besar di sembarang tempat.00% responden biasa buang air besar di kebun dan 28. Berdasarkan data diatas sebagian besar rumah belum memiliki jamban hal ini dapat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi keluarga atau sumber air untuk keperluan jamban di daerah ini sangat sulit di dapatkan. hal ini disebabkan karena tinja dapat menjadi media transmisi infeksi cacing terhadap manusia. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Tempat Biasa Pembuangan Tinja di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 52.30%. Gambar 6.lvii Seperti yang diuraikan pada bab sebelunya bahwa lingkungan seperti sistem pembuangan tinja sangat berperan dalam memicu penyebaran penyakit kecacingan. 57 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. dengan demikian perlu adanya penanganan sistem pembuangan tinja yang memenuhi syarat kesehatan.

Gambar 6. 2009 USU Repository © 2008 . terutama perilaku hidup bersih sehat sebagian besar masih dalam kategori sedang.90%. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Personal Higiene di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 68.10. namun demikian masih dijumpai tindakan kebersihan perorangan 58 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.lviii Meskipun demikian konstruksi bangunan jamban yang sudah ada masih banyak yang belum memenuhi syarat baik dari segi kebersihannya. Dari uraian diatas diketahui bahwa aspek pembentukan perilaku anak pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan.30% responden memiliki personal higiene dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa sebagian besar bangunan jamban hanya berdinding semi permanen dengan air yang terbatas. Hal ini dimugkinkan lagi bahwa bila membuang air besar dikebun kebutuhan akan air untuk kebersihan jamban tidak diperlukan. Dengan minimnya air bersih untuk keperluan jamban maka banyak dari anak Sekolah Dasar di tempat penelitian ini membuang air besar di kebun ataupun sembarangan tempat. dan paling sedikit ditemukan pada personal higiene kategori baik sebesar 9.

di mana sebagian besar dari penduduk untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka memanfaatkan mata air yang tidak terlindung dengan baik dan jaraknya relatif jauh dari tempat tinggal penduduk. infeksi sedang sebanyak 8 orang (10.lix pada anak Sekolah Dasar yang buruk. Faktor lain ialah kondisi sanitasi perumahan seperti saluran pembungan air limbah yang ditemukan hampir semua rumah tidak memiliki saluran air limbah. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Berat Ringannya Infeksi Kecacingan Anak Sekolah Dasar Kejadian kecacingan berdasarkan berat ringannya pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan dengan hasil infestasi infeksi cacing Ascaris lumbricoides ditemukan infeksi ringan sebanyak 70 orang (89. akibatnya terdapat sarang lalat sebagai vektor menimbulkan penyakit dan bau yang tidak sedap. Faktor lain yang cukup berperan dalam membentuk perilaku anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan dalam hal mencegah penyakit kecacingan ini adalah persediaan air bersih. kesadaran akan pentingnya kesehatan. 6. penduduk langsung membuang air limbah ke belakang rumah.7. 2009 USU Repository © 2008 .10) 59 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Kemudian pada cacing Hookworm ditemukan infeksi ringan sebanyak 39 orang (95. hal ini dimungkinkan karena keterbatasanketerbatasan keluarga anak sekolah Dasar seperti: keadaan ekonomi.88%) sementara infeksi berat tidak ditemukan. Pada cacing Trichuris trichiura ditemukan hanya infeksi ringan yaitu sebanyak 57 orang (100%).12%) infeksi sedang sebanyak 2 orang (4.26%) sementara infeksi berat tidak ditemukan.74%).( Tabel 5.

lx Berat ringanya suatu infeksi cacing pada penderita ditentukan oleh virulensi. jumlah kontak dengan host. cacing ini juga mengakibatkan luka-luka gigitan berdarah berlangsung lama. Misalnya cacing Hookworm hidup dalm rongga usus halus tapi melekat dengan giginya pada dinding usus dengan mengisap darah. Keadaan ini di sebabkan oleh ratio seks cacing yang menginfeksi tidak sama.40 Selain cara makan cacing Hookworm sangat merugikan penderita. Ternyata anemia yang ditimbulkan pada infeksi cara pertama lebih berat daripada cara ke dua.9%) dan infeksi sedang sebesar (11.41 60 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.3.1%) sedangkan infeksi berat tidak ditemukan. Misalnya penderita diinfeksi dengan 50% cacing Hookworm jantan dan 50% cacing Hookwrom betina akan bereaksi berbeda bila diinfeksi 70% cacing Hookworm betina dan 30% cacing Hookworm jantan. Di samping kerugian mengisap darah penderita. Infeksi cacing Hookworm ini dapat menyebabkan kehilangan darah secara perlahan akibatnya penderita mengalami kekurangan darah (anemia) sehingga dapat menurunkan gairah kerja serta menurunkan produktifitas.40 Menurut penelitian Ayu (2003) dengan desain cross sectional pada anak pemulung di tempat pembuangan akhir sampah desa Namo Bintang Kabupaten Deli Serdang menemukan infeksi ringan sebesar (88. kesanggupan migrasi.40 Cara makan cacing juga dapat memperberat infeksi kecacingan pada penderita. Hookworm cenderung bermigrasi ke tempat lain atau keluar dari tubuh host bila ratio seks diantara mereka tidak sama. ratio seks juga sangat menentukan berat ringannya infeksi kecacingan. ratio seks cacing (Hookworm) yang menginfeksi host. cara makan dari parasit. 2009 USU Repository © 2008 .

Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Umur Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada kelompok umur 6-8 tahun sebesar 52. Hal ini dimungkinkan karena dari waktu ke waktu semakin bertambahnya pengetahuan masyarakat akan kesehatan lewat penyuluhan dan pengobatan oleh tenaga kesehatan serta adanya program penanggulangan penyakit kecacingan pada anak Sekolah Dasar. 2009 USU Repository © 2008 .lxi Berdasarkan data di atas bahwa anak Sekolah dasar yang mengalami infeksi cacing ditemukan infeksi ringan dan sedang.11. sementara infeksi berat tidak ditemukan.8. 6. Kemudian pada kelompok umur 9-11 61 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.00% positif infeksi kecacingan dan sebesar 48. Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan umur responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6.00% negatif infeksi kecacingan.

4 Hasil yang berbeda ini dapat dihubungkan dengan meningkatnya aktifitas bermain dan mobilitas anak yang lebih tua sehingga resiko tertular cacing lebih besar.811)23 62 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .00% positif infeksi kecacingan dan sebesar 40. Anak yang lebih muda termasuk higienenya masih dalam pengawasan orang tua sehingga resiko tertular menjadi lebih kecil. Pada kelompok umur ≥ 12 tahun sebesar 37.50% positif infeksi kecacingan dan 37. Secara epidemiologi puncak terjadinya infestasi kecacingan adalah pada usia 5-10 tahun. Hal ini sesuai penelitian Ginting (2003) dengan desain cross sectional di 5 Sekolah Dasar desa Suka Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo yang menemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara umur responden dengan kejadian kecacingan. Berdasarkan hasil Uji Chi-Square diperoleh p > 0.50% negatif infeksi kecacingan.lxii tahun sebesar 60.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara umur responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Infestasi kecacingan pada penelitian ini ditemukan mengenai anak dengan umur lebih tua.00% negatif infeksi kecacingan.(p= 0.

Namun pada dasarnya kejadian kecacingan dapat menginfeksi setiap jenis kelamin.80% negatif infeksi kecacingan. Dari data di atas dapat dikatakan bahwa infeksi kecacingan cenderung pada jenis kelamin perempuan dari pada jenis kelamin lakilaki. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada jenis kelamin laki-laki sebesar 55. 40 63 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. hal senada dengan pendapat Sandjaja (2007) dalam bukunya bahwa kejadian kecacingan pada setiap orang tidak membedakan jenis kelamin manusia.lxiii 6. Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan jenis kelamin responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6. 2009 USU Repository © 2008 .90% negatif infeksi kecacingan. Kemudian prevalensi kecacingan pada jenis kelamin perempuan sebesar 58.9.12.10% positif infeksi kecacingan dan sebesar 41.20% positif infeksi kecacingan dan sebesar 44.

414) 4 6.(p= 0. 2009 USU Repository © 2008 .lxiv Berdasarkan hasil Uji Chi-Square diperoleh p > 0.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan kepemilikan jamban responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6. (2000) dengan desain cross sectional di Sekolah Dasar Kecamatan Ampana Kota Sulawesi Tengah yang menemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian kecacingan.13. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 64 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Hal ini sejalan dengan penelitian Sadjimin.10. T.

20% negatif infeksi kecacingan. 2009 USU Repository © 2008 .05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.80% positif infeksi kecacingan dan sebesar 43.lxv Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada anak yang tidak memiliki jamban ditemukan sebesar 56.30% positif infeksi kecacingan dan sebesar 44. Dari data di atas dapat diketahui bahwa responden yang tidak memiliki jamban cenderung mengalami infeksi kecacingan daripada responden yang memiliki jamban. Berdasarkan hasil Uji Chi-Square diperoleh p > 0.70% negatif infeksi kecacingan. Kemudian prevalensi kecacingan pada anak yang memiliki jamban sebesar 55. Penelitian Damanik (2001) dengan desain cross sectional di Sekolah Dasar Negeri 70 Kelurahan Bagan Deli yang menemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan 42 65 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

lxvi 6.11. Hubungan Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan tempat biasa pembuangan tinja responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6.14. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada responden yang biasa buang air besar di kebun sebesar 56,20% positif infeksi kecacingan dan sebesar 43,80% negatif infeksi kecacingan. Kemudian prevalensi kecacingan pada responden yang biasa buang air besar di sembarang tempat sebesar 62,10% positif infeksi kecacingan dan sebesar 37,9% negatif infeksi kecacingan. Sementara prevalensi kecacingan pada responden biasa buang air besar di jamban

66
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

lxvii sendiri sebesar 48,70% positif infeksi kecacingan dan sebesar 51,30% negatif infeksi kecacingan. Kejadian kecacingan pada anak-anak usia Sekolah Dasar masih tinggi hal ini disebabkan karena kebiasaan membuang air besar secara sembarangan di dekat rumah, di kebun tempat ia bekerja dan kurang disadarinya pemakaian jamban keluarga dapat menimbulkan pencemaran tanah dengan tinja disekitar rumah, di bawah pohon, di tempat-tempat pembuangan sampah. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi pertumbuhan telur cacing usus. 18,20 Berdasarkan hasil Uji Chi-Square diperoleh p > 0,05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara tempat biasa pembuangan tinja dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Hal ini sesuai dengan penelitian Damanik (2001) dengan desain cross sectional di Sekolah Dasar Negeri 70 Kelurahan Bagan Deli yang menemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara tempat biasa pembuangan tinja dengan kejadian kecacingan.42

Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

67

lxviii 6.12. Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan personal higiene responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6.15. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada responden dengan personal higiene baik sebesar 35,00% positif infeksi kecacingan dan sebesar 65,00% negatif infeksi kecacingan. Kemudian prevalensi kecacingan pada responden dengan personal higiene sedang sebesar 51,40% positif infeksi kecacingan dan sebesar 48,60% negatif infeksi kecacingan. Sementara prevalensi kecacingan pada responden dengan personal higiene buruk sebesar 81,80% positif infeksi kecacingan dan sebesar 18,20% negatif infeksi kecacingan. Infeksi kecacingan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya yaitu faktor kebersihan perorangan. Kebersihan perorangan khususnya pada usia anak

Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

68

kebersihan kuku tidak dijaga dengan baik.3. Higiene yang baik merupakan syarat penting dalam mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran penyakit menular seperti kecacingan. Hal ini terlihat dari hasil penelitian bahwa responden dengan personal higiene yang buruk mengalami infeksi lebih banyak dari pada anak yang memiliki personal higiene yang baik. Namun lingkungan dan personal higiene buruk akan memperberat kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar. Buruknya personal higiene seseorang menyebabkan kecacingan yang sering dipengaruhi oleh perilaku anak yang tidak baik seperti tidak mencuci tangan setelah buang air besar. kondisi air yang tidak baik dan sering mengkonsumsi air yang belum matang.lxix Sekolah Dasar sangat penting mengingat pada usia ini infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah sangat tinggi. 2009 USU Repository © 2008 69 .05 berarti ada hubungan yang bermakna antara personal higiene dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. tidak mencuci kaki dan tangan dengan sabun setelah bermain di tanah.40 Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh nilai p < 0. Artinya anak Sekolah Dasar dengan personal higiene yang baik kejadian kecacingannya lebih rendah dibandingkan dengan anak Sekolah Dasar dengan personal higiene yang buruk. Setiap kali mandi tidak menggunakan sabun. karena pada usia Sekolah Dasar ini belum mampu mandiri untuk mengurus kebersihan diri. Penelitian Dly Zukhriadi (2008) dengan desain cross sectional di 3 Sekolah Dasar Kota Sibolga menemukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. tidak menggunakan alas kaki ketika bermain dan keluar dari rumah.

Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan frekuensi makan obat cacing responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6. tidak cuci tangan setelah buang air besar. tidak memperhatikan kebersihan kuku dengan kejadian kecacingan. makan jajanan. Kemudian prevalensi 70 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 37 6.16.13. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada responden yang makan obat cacing ≥ 6 bulan sebesar 65.lxx personal higiene seperti tidak cuci tangan sebelum makan. 2009 USU Repository © 2008 . tidak cuci tangan setelah bermain di tanah.50% positif infeksi kecacingan dan sebesar 31.50% negatif infeksi kecacingan.

05 berarti ada hubungan yang bermakna antara makan obat cacing dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. sehingga infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah di tempat ini masih tinggi.18. Pencegahan dan pemberantasan rantai daur hidup cacing usus dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti berdefekasi di kakus. menemukan bahwa pemberian obat Pyreantel Pamoat dan Mebendazole pada anak- Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. menjaga kebersihan diri.99%.3 Menurut penelitian Situmeang dkk (1995) di Sekolah Dasar Negeri II desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. 2009 USU Repository © 2008 71 .lxxi kecacingan pada responden yang makan obat cacing < 6 bulan diperoleh sebesar 2.22 Dari data di atas dapat diperoleh bahwa sebagian kecil pada responden makan obat cacing < 6 bulan dan sebagian besar responden tidak makan obat cacing ≥ 6 bulan.70% positif infeksi kecacingan dan sebesar 97. mandi dan cuci tangan secara teratur. cukup air bersih. Artinya anak Sekolah Dasar yang makan obat cacing < 6 bulan kejadian kecacingannya lebih rendah dibandingkan dengan anak Sekolah Dasar yang makan obat cacing ≥ 6 bulan. Berdasarkan hasil Uji Chi Square menunjukkan p < 0. Menurut Depkes (2004) pemberian obat cacing pada setiap penderita kecacingan dapat menyembuhkan penderita cacingan dengan tingkat kesembuhan sebesar 70% .30% negatif infeksi kecacingan. Kemudian cara lain yaitu pemberian obat antihelmintik yang sangat efektif untuk membunuh telur-telur dari cacing usus yang ditularkan melalui tanah.

93.43 Menurut penelitian Subahar dkk (1998) pada 5 Sekolah Dasar Negeri di wilayah Jakarta pusat dan madrasah ibtidaiyah. Jadi dapat dikatakan bahwa pemberian obat antihelmintik dapat menekan infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminths). 2009 USU Repository © 2008 72 . Jakarta Utara tentang pengaruh obat oksantel-pirantel pamoat dan mebendazole terhadap perkembangan telur Trichuris trichiura menunjukkan hasil bahwa dapat menghambat perkembangan telur Trichuris trichiura.48% dan 100%.44 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. masing-masing 100%. Trichuris trichiura.lxxii anak yang menderita cacing usus mendapatkan angka kesembuhan pada cacing Ascaris lumbricoides. Hookworm.

2. Prevalensi kecacingan berdasarkan jenis cacing Ascaris lumbricoides 38.1. jenis kelamin.50%. antara frekuensi makan obat cacing dengan kejadian kecacingan (p < 0.40%.1. 7. dan Hookworm ringan 95. 7.9. laki-laki 57.lxxiii BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.7. perempuan 58. 2009 USU Repository © 2008 . dan makan obat cacing ≥ 6 bulan 68.4.60%.1.70%. tempat biasa pembuangan tinja di kebun 52. tempat biasa pembuang tinja dengan kejadian kecacingan (p > 0. personal higiene kategori sedang 68. 7. Distribusi proporsi berdasarkan lingkungan.1.1.40% dan makan obat cacing ≥ 6 bulan sebesar 81. 7.1. Tidak ada hubungan bermakna antara faktor umur. Ada hubungan bermakna antara personal higiene dengan kejadian kecacingan.5. Trichuris trichiura ringan 100%.10.3. 7.1.74%.40%. kepemilikan jamban. Prevalensi kecacingan berdasarkan karakteristik pada kelompok umur ≥ 12 tahun 65. 73 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.05).30%.12%.00%. Distribusi proporsi berdasarkan jenis infeksi campuran 47.1.05). 7. tidak memiliki jamban 76. Distribusi proporsi berdasarkan berat ringannya Ascaris lumbricoides ringan 89.1. Distribusi proporsi berdasarkan jenis cacing campuran Ascaris lumbricoides + Trichuris trichiura 40.70%.8.50%.1.1. Kesimpulan 7.6.50%. Prevalensi kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2008 sebesar 56. 7. 7.10%.1. Distribusi proporsi berdasarkan karakteristik kelompok umur 6-8 tahun 48. 7.70%.

mencuci tangan dengan sabun sesudah buang air besar. menggunakan air minum yang bersih. 7. Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut agar dapat mengetahui lebih jelas faktor-faktor yang berpengaruh dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar. memotong kuku anak seminggu sekali.lxxiv 7. 2009 USU Repository © 2008 .2. memakai alas kaki bila bermain dan keluar rumah. Untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir.2. tidak buang air besar di sembarang tempat. menyediakan Jamban dan air bersih untuk anak sekolah dalam mencegah terjadinya infeksi kecacingan.2.2.2.3.4%) maka program pemeriksaan. pencegahan dan penanggulangan kecacingan secara periodik yang sudah berjalan perlu ditingkatkan pada semua anak Sekolah Dasar. 7. dengan tingginya kejadian kecacingan sebesar (56. Untuk pihak sekolah agar memberikan pengetahuan tentang personal higiene seperti setiap mandi harus pakai sabun.1. meminum air yang sudah dimasak dengan matang. 74 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Saran 7.

RI. 3. 2007. Elmi.00 WIB Soil Transmitted Helminths. 8. Sumatera Utara. Medan. Ismid.00 WIB. 2007. Sadjimin. Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat. Gangguan Fungsi Kognitif Akibat Infeksi Cacingan Yang Ditularkan Melalui Tanah. 48. 9 September 2008| 20.go. S.pdf 7. Jurnal Epidemiologi Indonesia. 6. 2004.ac. Depkes RI. 2004. http://www. WHO. 2000. 2006. 2004. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Depkes.lxxv DAFTAR PUSTAKA 1. 1 Mei 2008 | 20. Vol 4. Samosir. FK USU. 1998.Jakarta. 2003. Dinkes Kab.6 5. Kab. Mei.pdf 9. Profil Kesehatan Kabupaten Samosir Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Vol. 2.who. Dinkes. Jakarta.depkes. No. 2006. I. 9 September 2008| 20. Gambaran Epidemiologi Kejadian Kecacingan Pada siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Ampana Kota Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Laporan Hasil Kegiatan Program Seksi P2ML Sub Dinas P2P & PL Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara. 2006. Profil Kesehatan Kabupaten Samosir. Dinkes.int/intestinal_worms/en/. Pedoman Umum Program Nasional Pemberantasan Cacingan di Era Desentralisasi. Samosir. Medan. 10. Samosir. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Profil Kesehatan Kabupaten Samosir 11. T. Nomor: 128/MENKES/SK/II/2004/ Tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. Prop. Jakarta. Majalah Kedokteran Indonesia. http://library .5. Dkk. http://www. Kamis.id/download/fk/anak-chairuddin11. Depkes RI. 2009 USU Repository © 2008 . 2004. Onggowaluyo. Profil Kesehatan Indonesia. Dinkes Propinsi Sumatera Utara.usu. 4.00WIB. Kab. hal 1-2. Jakarta. Status Gizi dan Infestasi Cacing Usus Pada Anak Sekolah Dasar Desa Tanjung Anom. S. Jakarta.id/downloads/publikasi/Profil%20Kese hatan%20Indonesia%202006. 12. Dinkes..

17. Medan. 22. Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Suka Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo Propinsi Sumatera Utara. Pendekatan Aspek Identifikasi Diagnosis dan Klinik. 2002. Nomor:001/KEP/M-PDT/I/2005. Prasetyo. Editor Winarko. FK USU. Kamis 29 Juli 2008| 20. Ginting.dinkesjatim.go. 1 Mei 2008| 20. Kab.pdf 16. Jawa Timur.Medan. 2003. 2009 USU Repository © 2008 . Dinkes. EGC. Pribadi. 2003. Jakarta. 9 September 2008| 20.J. Kamus Bahasa Indonesia.iddownload/fk/anaksri%20alemina.html?news-id=137 18. 23. Parasitologi Medik I (Helmintologi).S. Anggota IKAPI. Program Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P dan PL). Prestasi Pustaka.id/berita-datail. Kedokteran.pdf Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2007. Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran USU. B. Helminthologi Kedokteran . Helmintologi Kedokteran. Samosir. 2007. E. http://www. Anggota IKAPI. 14. H.Legalitas. Pelaksanaan Program Kecacingan di Propinsi Jawa Timur. A.00 WIB.lxxvi 13. Onggowaluyo.org/database/puu/2005/PermenPDT01-2005. S. Cetakan pertama.usu. 2003. Airlangga University Press. Kec. 2001. Gandahusada. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Editor Pedo Herri. Atlas Berwarna Helmintologi Kedokteran. 2002. W. Edisi Ketiga.H. Jakarta. Ilahude. Haryanti. Cetakan Pertama. Keputusan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tinggal Republik Indonesia.ac. Menteri PDT. D. 20. Gaya Baru.00 WIB. Jakarta. 15. 2003. 2005. Sandjaja. 21. Dinkes.00 WIB. http://www. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kecamatan Pangururan Dalam Angka. S. Samosir.. Pangururan. Balai Pustaka. 2007. Jakarta.. Surabaya. Parasitologi 19..http:/digilib.

FK. Anggota IKAPI.go. Bandung. 25. 32. Jakarta. Cetakan Kedua. Medan. Kamis. Anggota IKAPI. Anggota IKAPI. 2000. Soemirat. 1997.lxxvii 24. FKM. 28. Helmintologi Kedokteran. Kesehatan Lingkungan. Jakarta. RI. Edisi Revisi V.H.pppl. Pemberantasan Penyakit Menular Langsung. Schoole Of Dilpoma In Applied Parasitology and Entomology. 30. http://125.1. dkk. USU. B & Pusarawati. 2003. 2005. Laboratorium Parasitologi. Arikunto. S.%20Cetak%2006/Cetak% 20Himp.D OC 33. Senin September 2008| 20. 35.76. 2003. J. Anggota IKAPI. 29. Airlangga University Press. Pedoman Pengendalian Kecacingan. http://www. T. Yogyakarta. Depkes. 2006. Cetakan Pertama. pdf 26. Napitupulu. Notoatmodjo. 34.. PT Citra Adytia Bakti.00WIB. Keputusan Menteri Kesehatan. Kuala Lumpur. & Susanna. Idehan. Parasitology and Entomology Institute For Medical Research. Edition No.American.An. Medan.depkes. An American Family Physian. 2000. I. Gajah Mada University Press. 2009 USU Repository © 2008 . Cetakan Kedua. 2007. 424. Epidemiologi Lingkungan. Entjang. PT Rineka Cipta.%20Jilid%20V/Kecacingan/Lamp%20KMK%20Cacingan.00WIB. Surabaya. Senin September 2008| 20. Jakarta. FamilyPhysician. 27. 31. 2004.1 Mei 2008| 20. Common Intestinal Parasites. No. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Pengaruh Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Terhadap Prevalensi Infeksi Cacing Yang Ditularkan Melalui Tanah Di Desa Tertinggal (IDT) Kabupaten Nias Sumatera Utara. http://www. 2006.160.00WIB. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. D. Hiswani. Kusnoputranto. Rineka Cipta.id/images_data/Profil%20P2ML%202004. 2004. USU. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Helmintologi Kedokteran. PT. FKM-UI.194/data/peraturan/Himp. Standard Operational Prosedures For Parasitological Diagnosis.2002. S.

Pengaruh Oksantel-Pirantel Pamoat Dan Mebendazole Terhadap Perkembangan Telur Trichuris trichiura.R. FK USU.20 November 2008| 20. Vol 11. J. 2007. Majalah Parasitologi FKUI. 38. Parasitologi Kedokteran Buku I Protozoologi Kedokteran. Hadidjaja. & Rini. 2008. R. Dly Zukhriadi. Sandjaja. 43. Editor Fitri. 1998. Cetakan Pertama. H.lxxviii 36. Penuntun Laboratorium Parasitologi Kedokteran. Medan. B. 41. 2004. Bagian Ilmu Kesehatan anak. 39. Ayu. 2000. Jurnal Epidemiologi Indonesia. FK. FKM USU. Medan 42. (Tesis Sarjana S2 Yang Tidak Diterbitkan Program Magister Kesehatan Kerja – USU). 40. M.UI. Pasca Sarjana USU. Situmeang. Hubungan Antara Gejala Dan Tanda Penyakit Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Pada anak Sekolah Dasar Di Kecamatan Ampana Kota Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. hal 8 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 1990. Efek Obat Pyrantel Pamoat dan Mebendazole pada Nematoda Usus. Kamis. Medan 44. Jakarta.R. Prestasi Pustaka.R. Analisa Perilaku Pemulung Anak Terhadap Infestasi Cacing Dan Peran Instansi Lintas Sektoral Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Desa Namo Bintang Kabupaten Deli Serdang. Medan. Vol 4. 2008.S. 2009 USU Repository © 2008 . Medan. T. Damanik. Sadjimin. 2001. Siregar. L.dkk. Analisis Faktor Yang Berhubungan dengan Infeksi Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 70 Kelurahan Bagan Deli Tahun 2001. hal 9. Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Infeksi Kecacingan Yang Ditularkan Melalui Tanah Pada Murid SD Negeri 06 Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Tahun 2008. D. 2003.00WIB. P. Subahar. 37. Jakarta. B. FKM USU.dkk. Hubungan Personal Higiene Perorangan Siswa Dengan Infeksi Kecacingan Anak SD Negeri Di Kecamatan Sibolga Kota.

Kadang-kadang c. Jamban sendiri (WC) III. Data Personal Higiene a. Nama 2. 2009 USU Repository © 2008 . Setelah buang air besar apakah adik mencuci tangan? a. Sebelum makan apakah adik mencuci tangan? a. Ya b. Data Khusus 1. Ya 2. Apakah sebelum makan adik mencuci tangan dengan sabun? a. Apakah di rumah adik mempunyai jamban/WC? a. Sembarangan c. Tidak 2. Tidak b.lxxix KUESIONER PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA TERTINGGAL KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2008 I. Tidak 3. Umur 4. Kadang-kadang c. Tidak Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Ya b. Kebun b. Alamat Lingkari jawaban dibawah ini: : : : : II. Jenis kelamin 3. Ya b. Kadang-kadang c. Di mana adik biasa buang air besar (BAB)? a. Kebiasaan cuci tangan dan mandi 1. Data Umum Responden 1.

Ya b. sepatu) setiap keluar rumah? a. Apakah setelah bermain di tanah adik mencuci kaki dan tangan dengan sabun? a. Apakah setelah buang air besar adik mencuci tangan dengan sabun? a. Kadang-kadang c. Kadang-kadang c. Apakah adik sering makan sambil bermain di tanah? a. Ya b. Tidak b. Kadang-kadang c. Ya b. Kebisaan kontak dengan tanah 7. Kadang-kadang c. Penggunakan alas kaki 10. Tidak b. Setiap kali mandi apakah adik menggunakan sabun? a.lxxx 4. Tidak d. Kadang-kadang c. Berapa kali adik mandi satu hari? a. Tidak 9. Kadang-kadang c. Tidak 5. Tidak 11. Kebersihan kuku Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Tidak c. Ya b. Ya 8. 2009 USU Repository © 2008 . Ya b. Ya b. 1x/hari c. 2x atau lebih/hari b. Kadang-kadang c. Tidak mandi 6. Setelah bermain di tanah apakah adik membersihkan kaki dan tangan? a. Pada waktu istirahat sekolah apakah adik memakai sepatu setiap kali bermain? a. Apakah adik menggunakan alas kaki (sandal.

Ya b. Apakah seminggu sekali adik memotong kuku? a. Pendek bersih b. Dari mana sumber air minum adik? a. Kadang-kadang c. Tidak 13. Tidak Data Makan Obat 1. Di luar rumah c. Kadang-kadang c. Sungai c. Apakah adik selalu meminum air yang sudah dimasak dengan matang? a. 2009 USU Repository © 2008 . Sanitasi Lingkungan 15. Tidak b. Bersih (tidak berbau. Lihat ketersediaan saluran pembuangan air limbah di rumah. Tidak ada 18. Tidak punya WC 19. Kadang-kadang c. Pendek kotor c. Panjang kotor e. Apakah adik sering menggigit kuku ketika sedang bermain? a. Ya 14. Kurang bersih c. Tidak bersih 17.lxxxi 12. Air hujan 16. Ada dan lancar b. Ada dan tidak lancar c. Lihat keadaan kuku anak (observasi) a. Lihat letak WC? (observasi) a. tidak berasa. Ya b. Ya b. tidak berwarna) (observasi) a. Mata air b. tidak berwarna) b. Lihat kondisi air bersih (tidak berbau. Apakah adik ada makan obat cacing 6 bulan terakhir ini? a. Di dalam rumah b. tidak berasa. (observasi) a. Tidak Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

MASTER DATA PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA TERTINGGAL KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 sex 1 1 2 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 umur 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 7 7 6 6 7 7 7 7 8 7 7 7 umurk 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 P1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 P2 1 1 3 1 1 3 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 Pp1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp2 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 2 0 0 0 1 0 2 2 2 0 0 2 0 Pp3 1 0 2 1 2 2 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 2 0 0 0 2 0 0 2 2 1 1 1 1 Pp4 1 0 0 0 1 2 1 0 0 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 2 2 0 0 1 0 Pp5 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 Pp6 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp7 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp8 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 2 2 0 Pp9 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 2 0 0 1 0 0 2 0 0 Pp10 1 1 1 0 1 0 1 0 0 2 0 0 1 1 2 1 2 1 0 0 0 0 1 2 1 0 0 0 2 0 Pp11 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp12 1 0 2 0 1 1 1 0 0 2 0 0 0 0 0 1 2 1 0 0 0 0 0 1 2 1 1 0 1 1 Pp13 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp14 2 1 2 1 1 2 1 0 0 2 1 1 1 0 0 2 2 2 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 Pp15 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp16 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp17 0 0 2 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 2 0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

2009 USU Repository © 2008 .2 Pp18 0 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 Pp19 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 0 2 2 1 1 2 2 2 0 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 totk 2 2 1 2 2 1 2 3 3 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 1 2 2 2 1 2 Ppp1 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 infek 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 1 1 2 2 1 jenas 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 jentri 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 jehok 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 cam 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 jcamp 5 5 5 5 5 5 5 2 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 4 ascar 0 0 0 84 0 0 0 2205 4410 84 0 0 252 0 0 0 0 0 42 0 0 0 0 0 1869 84 168 0 0 630 ascark 4 4 4 1 4 4 4 1 1 1 4 4 1 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 1 1 1 4 4 1 tri 0 0 0 0 0 0 0 0 168 0 0 0 0 0 0 0 0 0 84 168 0 0 0 0 0 0 0 0 0 21 trik 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 worm 0 0 0 0 0 0 0 1008 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 210 0 2352 0 0 0 0 420 wormk 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 2 4 4 4 4 1 jenis 5 5 5 1 5 5 5 4 4 1 5 5 1 5 5 5 5 5 4 2 5 5 3 5 4 1 1 5 5 4 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

2009 USU Repository © 2008 .3 No 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 sex 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 umur 7 9 7 7 7 7 7 9 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 9 9 9 10 11 9 9 9 10 9 10 11 umurk 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 P1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 P2 1 2 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 2 3 2 1 Pp1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 1 Pp2 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 2 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 Pp3 1 1 2 1 1 2 0 0 2 0 0 2 1 1 1 1 0 2 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 Pp4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 Pp5 2 1 2 1 1 0 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 Pp6 2 2 2 2 2 0 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 Pp7 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 0 2 Pp8 1 1 0 0 1 2 2 0 0 0 0 2 0 1 1 1 1 1 0 2 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 Pp9 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 2 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 Pp10 2 1 0 0 2 2 0 0 1 0 0 2 0 1 0 2 1 2 1 0 0 0 2 1 1 0 0 0 0 0 Pp11 2 1 2 2 2 2 1 1 1 2 1 2 2 2 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 Pp12 2 1 2 0 1 1 0 1 1 1 2 2 0 2 0 1 1 2 1 1 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 Pp13 2 2 2 1 2 2 2 1 1 2 1 2 1 2 0 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp14 1 0 1 1 1 2 1 1 1 0 1 2 0 2 0 2 1 2 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 Pp15 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp16 2 2 2 2 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 Pp17 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

2009 USU Repository © 2008 .4 Pp18 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 Pp19 1 2 2 1 2 2 2 1 1 1 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 totk 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 1 3 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 Ppp1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 infek 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 jenas 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 1 jentri 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 1 jehok 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 cam 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 jcamp 5 4 5 1 5 5 4 5 5 1 1 5 5 5 1 5 5 5 2 5 5 5 5 1 5 5 5 5 2 1 ascar 0 315 0 63 0 0 189 0 0 462 3675 0 0 0 7749 0 0 0 987 0 0 0 0 1722 0 168 0 63 3738 4431 ascark 4 1 4 1 4 4 1 4 4 1 1 4 4 4 2 4 4 4 1 4 4 4 4 1 4 1 4 1 1 1 tri 0 21 105 315 0 0 945 315 63 147 483 0 0 0 294 0 42 0 0 0 0 0 0 147 0 0 63 0 0 42 trik 4 1 1 1 4 4 1 1 1 1 1 4 4 4 1 4 1 4 4 4 4 4 4 1 4 4 1 4 4 1 worm 0 1113 0 0 0 0 889 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1869 0 798 0 0 0 0 0 0 0 105 0 wormk 4 1 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 4 4 4 4 4 4 1 4 jenis 5 4 2 4 5 5 4 2 2 4 4 5 5 5 4 5 2 5 4 5 3 5 5 4 5 1 2 1 4 4 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

5 No 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 sex 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 umur 9 11 9 10 11 12 10 10 10 11 10 10 10 10 12 12 12 12 12 12 11 12 11 11 11 6 6 7 7 7 umurk 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 1 1 1 1 1 P1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 P2 1 1 1 3 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 Pp1 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp2 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pp3 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 2 1 Pp4 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pp5 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 Pp6 2 2 1 0 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp7 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp8 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 2 2 1 0 2 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 Pp9 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 Pp10 1 0 0 0 2 0 1 0 1 2 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 Pp11 1 2 1 2 2 1 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 2 0 1 0 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 Pp12 0 0 2 0 1 0 1 1 1 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 1 0 1 0 0 0 0 1 2 1 Pp13 2 2 1 2 0 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 0 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 Pp14 2 1 2 1 1 0 0 2 1 2 2 2 1 2 0 0 2 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 2 1 Pp15 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 Pp16 1 1 0 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp17 0 0 0 0 1 0 0 1 0 2 0 2 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 2 1 0 1 0 1 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

2009 USU Repository © 2008 .6 Pp18 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 Pp19 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 totk 2 2 3 3 2 3 3 2 2 1 3 1 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 Ppp1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 infek 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 1 2 2 2 1 1 1 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 jenas 1 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 jentri 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 jehok 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 cam 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 jcamp 2 5 3 4 5 2 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 3 5 2 5 5 5 5 1 5 5 2 5 5 ascar 441 0 0 8652 0 714 0 0 0 0 168 1533 0 42 0 0 0 0 0 6867 0 252 0 6825 1008 0 2541 2352 0 84 ascark 1 4 4 2 4 1 4 4 4 4 1 1 4 1 4 4 4 4 4 2 4 1 4 2 1 4 1 1 4 1 tri 0 0 882 63 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 21 21 0 0 0 0 0 168 0 0 0 0 0 trik 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 worm 789 1680 63 1638 0 1533 0 0 0 0 84 0 0 0 0 0 0 147 0 903 0 0 0 0 0 0 0 1869 0 0 wormk 1 1 1 1 4 1 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 jenis 4 3 4 4 5 4 5 5 5 5 4 1 5 1 5 5 5 4 2 4 5 1 5 1 4 5 1 4 5 1 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

7 No 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 sex 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2 2 2 2 1 1 1 2 2 2 1 2 umur 7 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 7 7 9 8 9 7 7 7 7 7 7 7 8 7 8 7 7 7 umurk 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 P1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 P2 1 3 1 3 3 3 3 1 1 1 3 1 1 1 1 3 1 3 1 1 1 1 3 1 2 1 3 1 1 1 Pp1 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 Pp2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 Pp3 0 1 0 0 1 1 0 0 2 2 2 0 2 0 1 2 2 2 2 2 2 1 1 0 0 1 2 0 0 2 Pp4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 2 0 0 0 0 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 0 0 Pp5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 Pp6 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp7 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 Pp8 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 2 0 2 0 0 2 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 Pp9 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 Pp10 0 1 1 2 0 2 2 2 2 2 2 1 0 0 1 2 0 2 2 2 2 0 1 1 2 0 1 2 1 1 Pp11 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 1 Pp12 0 1 0 0 0 2 0 0 0 2 2 0 0 0 1 2 0 2 2 2 2 0 1 0 1 0 0 2 0 0 Pp13 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 Pp14 0 1 0 2 0 1 2 1 2 2 2 2 2 1 0 2 1 1 1 1 1 1 2 0 2 1 1 2 0 1 Pp15 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp16 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp17 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

2009 USU Repository © 2008 .8 Pp18 0 1 0 1 2 0 1 0 0 0 2 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 Pp19 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 totk 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 Ppp1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 infek 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 2 1 2 1 2 1 1 1 jenas 2 1 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 1 2 1 2 1 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 jentri 2 1 1 2 1 2 2 2 1 1 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 jehok 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 cam 2 1 1 2 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 1 jcamp 5 1 1 5 4 5 5 5 3 5 2 5 4 5 2 5 4 5 5 5 2 2 5 5 5 5 5 2 5 3 ascar 0 252 1743 0 9450 0 0 63 0 0 2688 4515 2163 0 4557 0 903 0 0 0 504 1575 0 0 0 0 0 1008 210 0 ascark 4 1 1 4 2 4 4 1 4 4 1 1 1 4 1 4 1 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 1 1 4 tri 0 84 42 0 63 0 0 0 294 147 0 0 63 0 0 0 63 0 0 0 0 0 0 63 0 0 0 0 0 63 trik 4 1 1 4 1 4 4 4 1 1 4 4 1 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 1 worm 0 0 0 504 294 0 0 0 42 0 504 0 189 0 651 0 252 0 2247 0 588 378 0 0 0 339 0 1029 0 861 wormk 4 4 4 1 1 4 4 4 1 4 1 4 1 4 1 4 1 4 2 4 1 1 4 4 4 1 4 1 4 1 jenis 5 4 4 3 4 5 5 1 4 2 4 1 4 5 4 5 4 5 3 5 4 4 5 2 5 3 5 4 1 4 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

2009 USU Repository © 2008 .9 No 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 sex 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 umur 7 7 12 8 8 8 8 8 9 8 8 8 8 8 8 7 9 8 9 9 8 8 8 8 11 10 10 9 10 10 umurk 1 1 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 P1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 P2 2 1 1 3 1 1 2 3 3 1 1 1 1 1 3 3 1 1 3 1 1 1 3 2 2 3 2 3 3 1 Pp1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 1 0 0 Pp3 2 2 0 0 1 2 1 2 2 0 2 2 2 0 2 2 0 0 2 2 0 0 2 0 0 0 2 2 2 1 Pp4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 Pp5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 Pp6 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 0 2 Pp7 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 0 1 1 2 2 2 1 Pp8 0 1 1 0 0 1 0 1 2 0 1 2 2 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 2 0 Pp9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 2 0 Pp10 1 1 2 0 1 1 0 1 2 2 1 2 0 0 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2 0 1 0 2 1 0 Pp11 1 1 2 1 1 1 2 2 2 2 1 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 1 2 1 1 1 2 2 2 0 Pp12 0 1 2 1 1 1 1 2 2 2 1 2 2 1 0 2 1 2 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 2 Pp13 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 0 2 2 2 2 0 Pp14 0 1 1 1 1 2 0 2 1 1 2 1 1 1 0 2 0 1 0 0 0 0 1 2 1 1 1 2 1 1 Pp15 0 2 2 0 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 0 0 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 Pp16 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 1 1 Pp17 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 1 2 1 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

2009 USU Repository © 2008 .10 Pp18 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 0 2 0 1 1 0 Pp19 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 1 totk 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 1 2 3 Ppp1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 infek 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 1 2 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 2 2 1 jenas 1 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 2 2 1 jentri 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 jehok 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 cam 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 jcamp 1 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 ascar 84 0 0 0 2058 168 0 0 0 0 0 0 378 1806 0 0 0 0 0 84 63 0 0 525 147 63 0 0 0 7056 ascark 1 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 1 1 4 4 1 1 1 4 4 4 2 tri 42 0 0 42 189 0 0 0 0 0 0 0 0 0 21 0 441 0 0 0 0 0 0 21 0 0 0 0 0 0 trik 1 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 wor m 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 504 0 294 0 0 0 42 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 273 wormk 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 jenis 4 5 5 2 4 1 5 5 5 5 3 5 4 1 2 5 4 5 5 1 1 5 5 4 1 1 5 5 5 4 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

11 No 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 sex 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 2 1 2 1 umur 9 9 9 9 9 9 9 10 9 9 10 9 9 9 9 13 10 11 11 13 11 10 10 11 11 10 10 10 10 10 umurk 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 P1 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 P2 3 2 2 2 2 2 3 2 1 2 1 2 1 2 3 3 1 1 2 2 2 1 3 1 2 1 2 1 2 1 Pp1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp2 2 2 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 Pp3 2 0 2 2 2 1 2 1 2 2 0 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 0 2 Pp4 1 0 0 1 2 0 0 1 2 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 Pp5 2 1 1 2 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pp6 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 0 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 Pp7 2 2 2 0 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp8 1 0 0 0 1 0 1 1 2 0 0 0 2 2 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 Pp9 0 0 0 0 0 0 1 0 2 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 2 Pp10 0 1 0 0 1 1 1 1 2 0 1 1 1 2 2 0 0 1 0 0 1 2 0 0 0 0 1 0 1 2 Pp11 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 1 0 1 2 2 2 2 Pp12 2 1 1 2 1 0 0 1 2 0 1 0 1 2 2 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 Pp13 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 Pp14 2 1 0 2 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 Pp15 2 2 1 2 0 2 2 0 2 2 0 0 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 Pp16 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 1 2 2 2 Pp17 1 0 0 0 0 0 1 0 2 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 2 2 0 2 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

12 Pp18 2 0 0 0 0 0 2 0 1 0 2 0 0 0 1 2 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 2 Pp19 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 2 totk 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 1 Ppp1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 infek 2 2 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 2 1 1 1 jenas 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 2 jentri 2 2 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 2 1 2 1 jehok 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 cam 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 1 2 1 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 jcamp 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 1 1 5 5 1 5 1 1 5 3 5 5 4 5 5 5 5 1 5 5 ascar 0 0 0 0 82 2394 0 0 0 0 5838 3192 0 0 441 273 6888 84 294 0 0 0 21 0 0 0 0 1827 588 0 ascark 4 4 4 4 1 1 4 4 4 4 2 1 4 4 1 1 2 1 1 4 4 4 1 4 4 4 4 1 1 4 tri 0 0 63 21 42 0 42 0 0 0 231 63 0 0 63 0 357 42 0 84 21 0 42 0 378 189 0 147 0 126 trik 4 4 1 1 1 4 1 4 4 4 1 1 4 4 1 4 1 1 4 1 1 4 1 4 1 1 4 1 4 1 worm 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 357 0 0 1638 0 0 0 0 0 0 0 wormk 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 jenis 5 5 2 2 4 1 2 5 5 5 4 4 5 5 4 1 4 4 1 4 2 5 4 5 2 2 5 4 1 2 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

2009 USU Repository © 2008 .13 No 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 sex 1 2 1 2 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 umur 12 11 12 12 12 12 11 12 12 11 11 11 11 11 12 12 12 12 11 11 12 12 umurk 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 P1 1 1 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 2 2 2 1 P2 2 2 1 3 3 1 1 3 1 2 2 1 3 1 3 1 1 1 3 2 3 2 Pp1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 Pp2 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 Pp3 0 0 0 2 2 0 2 2 0 1 1 1 1 2 0 1 2 1 0 1 2 1 Pp4 0 2 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 Pp5 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 2 Pp6 1 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 Pp7 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 Pp8 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 0 0 2 1 Pp9 0 2 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 2 2 1 1 0 2 1 Pp10 0 2 0 0 2 1 0 0 0 1 0 1 2 0 0 1 2 1 1 0 0 1 Pp11 1 2 1 2 2 0 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 Pp12 1 2 1 2 1 0 1 1 1 0 0 1 2 1 1 1 2 1 0 1 0 2 Pp13 1 2 2 2 2 2 2 0 2 2 1 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 Pp14 1 2 1 2 2 0 1 2 2 0 1 2 2 1 0 0 2 1 1 0 1 2 Pp15 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 Pp16 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 Pp17 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 2 0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

2009 USU Repository © 2008 .14 Pp18 0 0 2 1 2 0 0 2 2 0 2 0 2 0 2 0 0 0 2 1 1 0 Pp19 1 2 1 1 2 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 totk 3 1 2 2 1 3 2 2 2 2 2 2 1 2 3 2 1 2 2 2 2 2 Ppp1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 infek 1 2 1 2 2 1 2 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 jenas 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 1 1 2 2 1 2 2 jentri 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 jehok 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 cam 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 jcamp 1 5 5 5 5 5 5 5 2 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 ascar 210 0 0 0 0 0 0 0 1722 0 63 0 84 0 0 147 105 0 0 84 0 0 ascark 1 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 1 4 4 1 1 4 4 1 4 4 tri 63 0 189 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 84 0 0 0 63 0 0 0 trik 1 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 1 4 4 4 worm 0 0 0 0 0 84 0 0 441 0 147 0 0 0 0 0 0 42 0 0 0 0 wormk 4 4 4 4 4 1 4 4 1 4 1 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 jenis 4 5 2 5 5 3 5 5 4 5 4 5 1 5 2 1 1 3 2 1 5 5 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

3 79.8 100.0 Hookworm Frequency Valid Hookworm Negatif Total 41 161 202 Percent 20.0 Trichuris trichiura Valid Percent 28.6 100.6 61.0 Frequency Valid Ascaris lumbricoides Negatif Total 78 124 202 Percent 38.4 100.0 Cumulative Percent 56.4 43.6 61.0 2.3 79.7 100.8 100. Prevalensi kejadian kecacingan berdasarkan jenis cacing Ascaris lumbricoides Valid Percent 38.6 100.2 71.3 100.4 100.0 Cumulative Percent 28.2 100.6 100.7 100. 2009 USU Repository © 2008 .1 Output Analisis Univariat dan Bivariat 1.2 71.4 43.0 Cumulative Percent 38.4 100.0 Valid Percent 56.0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Prevalensi kejadian kecacingan Valid Positif Negatif Total Frequency 114 88 202 Percent 56.0 Cumulative Percent 20.0 Frequency Valid Trichuris trichiura Negatif Total 57 145 202 Percent 28.0 Valid Percent 20.

0% .0% 56.5% 4.0% .0% 100.5% 54 100.4% 10.0% 0 .0% 114 56.0% .0% 0 .4% 100.0% . Proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing Jenis cacing yang menginfeksi anak SD * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 30 0 100.4% 9 100.2 3.0% 4.0% Jenis cacing yang menginfeksi anak SD Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Campuran Negatif Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total 26.0% 26.0% 47.6% 202 100.0% .6% 88 43.0% Total 30 100.0% 10.4% 26.0% Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.0% 88 100.0% .4% 9 100.3% 14.6% 43.9% 14.0% 0 .6% 100.4% 10.7% 0 .0% .9% 21 100.0% 43.0% .0% 14.7% 26. 2009 USU Repository © 2008 .0% 7.9% 21 100.9% 4.0% 18.0% 43.7% 88 100.0% .4% 100.0% .0% 100.6% 43.0% .5% 54 100.

0% .0% .0% 14.0% 0 .0% 8 100.0% .0% 100.0% 0 .0% 9 100.5% 100.0% .0% .0% 0 .0% .0% 0 .7% 100.0% 21 100.0% 14.0% .0% 22 100.0% 0 .0% 0 .0% .0% .0% .0% .0% .0% .0% 40.0% 0 .0% .0% .0% .0% . 2009 USU Repository © 2008 .0% .0% 100.9% 100.0% Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.0% .0% 100.0% 21 10.3 4.3% 6 100.0% .0% 0 .0% .0% 11.0% 0 .0% .7% 18 100.0% 4.0% .0% 0 .0% 0 .0% 0 .0% 0 .0% .8% 0 .0% 0 .0% 0 .9% 21 100.0% 54 26.0% 4.0% .0% 100.0% .0% 43.0% 0 .5% 22 100.0% 0 .0% 0 .0% 0 .0% 0 .6% 202 100.0% 0 .0% .0% .0% .0% 0 . Jenis Infeksi Cacing Campuran Anak Sekolah Dasar jenis sth * Jenis cacing yang menginfeksi anak SD Crosstabulation Jenis cacing yang menginfeksi anak SD Ascaris Trichuris lumbricoides trichiura Hookworm Campuran 30 0 0 0 100.0% 88 100.4% 100.0% 33.9% 6 100.0% 30 14.0% .0% Total 30 100.0% 88 43.0% 10.0% 3.0% .0% .0% 0 .0% 9 4.0% 10.0% .4% 9 100.0% 88 100.0% 0 .0% 0 .0% 8.0% .0% 0 .0% jenis sth ascar Total Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD tri Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD hok Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD ascar + tri Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD ascar + hok Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD tri + hok Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD ascar + tri + hok Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD negatif Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD Negatif 0 .1% 8 100.6% 100.0% .0% 100.0% 0 .9% 18 100.

3 100.0 Cumulative Percent 18.5 39.3 100.0 Cumulative Percent 57.3 81.6 11.7 23.6 100.5 88.5 39.0 Jenis kelamin Valid Percent 57. 2009 USU Repository © 2008 .6 100.7 100. Karakteristik Anak Sekolah Dasar Umur responden Valid Percent 48.9 100.7 100.3 100.6 11.0 Valid < 6 bulan ≥ 6 bulan Total Frequency 37 165 202 Percent 18. Lingkungan Anak Sekolah Dasar Responden Yang mempunyai jamban (WC) Valid Percent 76.1 100.0 Cumulative Percent 48.0 Cumulative Percent 76.4 42.4 100.7 23.0 Valid laki-laki perempuan Total Frequency 116 86 202 Percent 57.7 100.0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.4 5.0 Valid Tidak Ada Ada Total Frequency 155 47 202 Percent 76.9 100.0 Makan obat cacing 6 bulan terakhir Valid Percent 18.3 81.4 42.0 6.0 Valid 6-8 tahun 9-11 tahun ≥ 12 tahun Total Frequency 98 80 24 202 Percent 48.

0% .0 Personal Higiene Valid Percent 9.0% .1 .3 21.0 8.6% 21 21.3% .0 Valid Kebun Sembarangan Jamban Sendiri Total Frequency 105 58 39 202 Percent 52.0% 10.0% .5 54.9 68.7 19.0% .0% .0% .0% 34.0% 61.4% 0 0 9 3.8 100.0% 3.5% 0 0 6 2.8 100.3 .3 100.0 100.0% 61.0% 88 88.6% 202 202.0% Infeksi ascaris ascar tri hok tri + hok negatif Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.4 5.3 21.0% .1 47.7 100. 2009 USU Repository © 2008 .0% .0% 4.0% 100.0% .0 100.9 68.8 12.0 100.0% 43.2 3.0% 0 0 88 30.0 100.0% 100.0 Cumulative Percent 9.7 .0% 100.7% 10.0% .0 Valid Baik Sedang Buruk Total Frequency 20 138 44 202 Percent 9.0% 100.3 100.0 124.0% .0 7.0% 4.9 .0 100.2 100.6% 70 8 124 70.7% 4.7% 4.4% 9 9.0% 100.0% 3.0% 0 0 21 7.0 28.9 78.0 3.9 89. Berat Ringannya Infeksi Kecacingan Anak Sekolah Dasar Ascaris lumbricoides Infeksi ascaris * Berat ringannya infeksi Ascaris lumbricoides Crosstabulation Berat ringannya infeksi Ascaris lumbricoides Ringan Sedang Negatif 70 8 0 27.5% 6 6.0 Cumulative Percent 52.4% 34.0% .0% 10.7% 4.0 28.0 34.0% 38.5 .7 19.0 .0% 43.0 100.5 Tempat biasa pembuangan tinja Valid Percent 52.0 80.4% Total 78 78.5 3.1 .0% .

0% 88 100.0% 0 .0% 22 100.0% 0 .9% 0 .0% 21 100.0% 202 100.6 Hookworm Infeksi hookworm * Berat ringannya infeksi Hookworm Crosstabulation Berat ringannya infeksi Hookworm Ringan Sedang Negatif 0 0 30 .0% 88 100.0% 0 .0% 2 4.1% 0 .0% 161 79.0% 39 19.0% 2 1.3% .0% 39 95.0% Infeksi hookworm ascar tri hok ascar + tri negatif Total Count % within Infeksi hookworm Count % within Infeksi hookworm Count % within Infeksi hookworm Count % within Infeksi hookworm Count % within Infeksi hookworm Count % within Infeksi hookworm Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .0% 21 100.0% 0 .0% 0 .0% 41 100.0% 22 100.0% 100.7% Total 30 100.

0% 36.0 100.9 40.2% 48 45.9% 11.0 56.4% 23.0 43.1 60.0% 42.5 37.0% Umur responden 6-8 tahun 9-11 tahun >12 tahun Total Count Expected Count % within Umur responden % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Umur responden % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Umur responden % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Umur responden % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Chi-Square Tests Value 1.8% 15 13.7% 25.7 8.7 52. Sig.1% 23. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. The minimum expected count is 10. 2009 USU Repository © 2008 .9% 202 202.5% 13.6% 39.5 62.0% 53.2% 4.2% 7. Crosstabs Umur Anak Sekolah Dasar Umur responden * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 51 47 55.5% 48.542a 1.545 1.0 100. (2-sided) .0%) have expected count less than 5.0% 56.0% 44.5% 10.46.462 .0 100.0% 11.0 100.4% 100.0% 100.6% Total 98 98.3 42.5% 88 88.462 .4% 15.3% 32 34.6% 100. 0 cells (.8% 9 10.5% 80 80.416 202 df 2 2 1 Asymp.0% 48.0% 100.0% 39.234 Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a.6% 24 24.4% 114 114.0% 43.4% 48.

6% 100. Computed only for a 2x2 table b.8% 88 88.0% 57.5 58.0 43.0% 100.391 1 . 47.6% 202 202.0 100.9% 40.0% Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square .5 55.0% 42.0% 43.7% 36 37.0 56.4% 59.077 Likelihood Ratio .0% 56.6% Jenis kelamin laki-laki perempuan Total Count Expected Count % within Jenis kelamin % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Jenis kelamin % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Jenis kelamin % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Total 116 116.4% 100.0 100.782 1 .8 9.6% 42.2% 44.774 .4% 86 86.1% 31.0% 100. The minimum expected count is 37. 0 cells (.176 Association N of Valid Cases 202 df Asymp. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.675 a.8% 114 114.177b a Continuity Correction . Crosstabs Jenis Kelamin Responden Jenis kelamin * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 64 52 65.5 50. Sig. Exact Sig.1% 25.5 41.177 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear . (2-sided) (2-sided) (1-sided) 1 . Exact Sig.0%) have expected count less than 5.1% 43.0 100.9% 24.4% 57.9% 17. 2009 USU Repository © 2008 .7% 50 48.8% 56.674 1 .674 .

The minimum expected count is 20.0% 56.0% 100.860 . 0 cells (.0% 43.6% 26 26. Sig.9% 10.0% 100. 2009 USU Repository © 2008 .6% 23.860 Exact Sig. Computed only for a 2x2 table b.0 100. (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a .3% 23.9% 114 114.2% Responden Yang mempunyai jamban (WC) Tidak Ada Ada Total Count Expected Count % within Responden Yang mempunyai jamban (WC) % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Responden Yang mempunyai jamban (WC) % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Responden Yang mempunyai jamban (WC) % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Total 155 155.031 202 1 .7% 76.3% 76.0 100. 48.031b .0%) have expected count less than 5.868 .2% 21 20.860 .6% 100.5 44.000 .4% 100.5 67.2% 43.0 43.0% 22.4% 88 88. (2-sided) .7% 76.4% 23.8% 12.0% 77.9 10.1% 33.0 56.8% 43.5 55. (2-sided) Exact Sig. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.993 .495 a.7% 47 47.031 df 1 1 1 Asymp. Crosstabs Kepemilikan Jamban Responden Responden Yang mempunyai jamban (WC) * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 88 67 87.0% Chi-Square Tests Value .0 100.5 56.3% 202 202.

0% 58 58.6% 100.7 56.0% 19.9% 20 17.0% 100.696 .8% 52. 2009 USU Repository © 2008 .8% 22 25.0 51.0% 43.7% 28.250 202 df 2 2 1 Asymp.0% 56.8% 19 22.0% 100.0% 28.4% 43. (2-sided) . 0 cells (.0 100.3% 202 202.428 .4% 114 114. Sig.0 43.2% 51.0 56.9% 88 88.0% 52.0 100.0%) have expected count less than 5.3 45.1% 31.99.696a 1.6% Tempat biasa pembuangan tinja Kebun Sembarangan Jamban Sendiri Total Count Expected Count % within Tempat biasa pembuangan tinja % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Tempat biasa pembuangan tinja % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Tempat biasa pembuangan tinja % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Tempat biasa pembuangan tinja % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Total 105 105.3 37.0% 10.0 100.0% Chi-Square Tests Value 1.7% 39 39.7% 9.9% 25. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.3% 22.0 100.2% 36 32.0% 52.0 48.428 . Crosstabs Tempat Biasa Pembuangan Tinja Tempat biasa pembuangan tinja * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 59 46 59.7% 9.3% 22.4% 100.3% 19.6% 17.8% 29.7% 16.10 11. The minimum expected count is 16.7 62.617 Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a.

6% 76.6% Total 20 20.9% 9.8% 31. Crosstabs Personal Higiene Responden Total Personal Higiene * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 7 13 11.0% 14.9% 138 138.000 .0 43.7 35.2% 8 19.0 100.0 100.8% 202 202.8 81.0% 9.1% 33.6% 17.0% 6.8% 21.810 202 df 2 2 1 Asymp.3% 68.2% 9.11 12.1% 4.664a 17.5% 71 77. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.6% 100.0 100.000 .3% 44 44.9 51.0% 21.4% 65.0% 43. (2-sided) .4% 67 60.2 18.000 Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a.0% 100. 0 cells (.4% 100.0% 56. Sig. 2009 USU Repository © 2008 .1 48.0%) have expected count less than 5.3 8.0% 100.0% Total Personal Higiene Baik Sedang Buruk Total Count Expected Count % within Total Personal Higiene % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Total Personal Higiene % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Total Personal Higiene % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Total Personal Higiene % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Chi-Square Tests Value 16.3% 35.1% 36 24.861 15.8% 114 114.0 56.0 100.71.0% 68. The minimum expected count is 8.4% 62.0% 88 88.8% 6.1% 3.

1 71.0 100.0% 18.838 df 1 1 1 Asymp.7% 36 16.000 .0% 43.9 2. 0 cells (.0 100.3% 202 202.5% 114 114.000 .1% 25. Sig.194b 50.0% 81. (2-sided) Exact Sig. 2009 USU Repository © 2008 .552 61. The minimum expected count is 16.7% 81.0% 100. Crosstabs Makan Obat Cacing Frekuensi makan obat cacing * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 113 52 93.000 Exact Sig.9% 17. 12.9% .4% 100. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.8% 88 88.4% 31.0%) have expected count less than 5.0 56.0 43.5% 99.0% 56.6% 100.9 68.000 a.5% 59.7% .000 .000 52.12 13.0 100. Computed only for a 2x2 table b.0% Chi-Square Tests Value 53. (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correctiona Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases .1 97.0% 100.3% 40.9% 1 20.3% 18.931 202 1 . (2-sided) .6% Frekuensi makan obat cacing >= 6 bulan < 6 bulan Total Count Expected Count % within Frekuensi makan obat cacing % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Frekuensi makan obat cacing % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Frekuensi makan obat cacing % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Total 165 165.7% 37 37.1% 55.

2 15.3 85.8 79.6 34.0 2.2 86. tidak berwarna) (observasi) Lihat ketersediaan saluran pembuangan air limbah di rumah.2 25.9 67.2 91 8 57 25 3 138 155 2 45.0 68.4 12.4 19.1 Total C Jlh 2 138 86 143 2 5 4 95 141 82 8 % 1.5 2.0 202 202 202 202 202 202 202 202 100 100 100 100 100 100 100 100 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.8 24.0 69.8 40.8 1.9 41.9 12.13 Jawaban Atas Pertanyaan Kuesioner No Pernyataan Atas Pertanyaan untuk Personal Higiene Sebelum makan apakah adik mencuci tangan? Apakah sebelum makan adik mencuci tangan dengan sabun? Setelah buang air besar apakah adik mencuci tangan? Apakah setelah buang air besar adik mencuci tangan dengan sabun? Berapa kali adik mandi satu hari? Setiap kali mandi apakah adik menggunakan sabun? Apakah adik sering makan sambil bermain di tanah? Setelah bermain di tanah apakah adik membersihkan kaki dan tangan? Apakah setelah bermain di tanah adik mencuci kaki dan tangan dengan sabun? Apakah adik menggunakan alas kaki setiap bermain diluar rumah? Pada waktu istirahat sekolah apakah adik memakai sepatu setiap kali bermain? Apakah seminggu sekali adik memotong kuku? Apakah adik sering menggigit kuku ketika sedang bermain? Lihat keadaan kuku anak (observasi) Dari mana sumber air minum adik? Lihat kondisi air bersih (tidak berbau.6 23.8 46.1 11.5 68.7 1.4 31. 2009 USU Repository © 2008 .0 28.6 4.4 6.7 16. tidak berasa.3 10.8 36.2 12.7 22.7 11.0 Jlh 202 202 202 202 202 202 202 202 202 202 202 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 45 160 51 175 167 15 26 137 22.9 51 58 46 161 24 26 84 48 74 69 25.7 7.8 66 34 94 2 32 49 21 63 32.6 70.9 Jawaban B Jlh % 12 5.5 1.4 22.3 42.6 85.0 47.4 1.6 82.3 28.3 79.8 61.0 4.7 6. (observasi) Lihat letak WC? (observasi) Apakah adik selalu meminum air yang sudah dimasak dengan matang? Jlh 118 13 58 13 39 173 172 23 13 46 125 A % 93.1 6.4 28.3 76.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful