P. 1
Hub

Hub

|Views: 1,037|Likes:
Dipublikasikan oleh Cut Mustika

More info:

Published by: Cut Mustika on Oct 11, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB 1 PENDAHULUAN
  • 1.1. Latar Belakang
  • 1.2. Perumusan Masalah
  • 1.3. Tujuan Penelitian
  • 1.3.1. Tujuan Umum
  • 1.3.2. Tujuan Khusus
  • 1.4. Manfaat Penelitian
  • BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
  • 2.1. Defenisi Kecacingan
  • 2.2. Penyebab dan Morfologi
  • Gambar 2.2. Ascaris lumbricoides: A. Betina; B; Jantan31
  • Gambar 2.4. Cacing Ancylostoma duodenale Dewasa 31
  • Gambar 2.5. Cacing Necator americanus Dewasa 31
  • 2.3. Daur Hidup
  • Gambar 2.6. Siklus hidup Cacing Ascaris lumbricoides 31
  • Gambar 2.8. Siklus hidup Hookworm 32
  • 2.4. Epidemiologi Penyakit Kecacingan
  • 2.4.1. Distribusi dan Frekuensi Penyakit Kecacingan
  • 2.4.2. Faktor Lingkungan
  • 2.5. Cara Penularan
  • 2.6. Diagnosa
  • 2.7. Tanda dan Gejala
  • 2.8. Upaya Pencegahan
  • 2.8.1. Pencegahan Primer
  • 2.8.2. Pencegahan Sekunder
  • BAB 3 KERANGKA KONSEP
  • 3.1 Kerangka Konsep
  • 3.2 Definisi Operasional
  • 4.1. Jenis Penelitian
  • 4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
  • 4.2.1. Lokasi Penelitian
  • 4.2.2. Waktu Penelitian
  • 4.3. Populasi dan Sampel
  • 4.3.1. Populasi
  • 4.3.2. Sampel
  • 4.4. Metode Pengumpulan Data
  • 4.4.1. Data primer
  • 4.4.2. Data Sekunder
  • 4.5. Aspek Pengukuran
  • 4.6. Instrumen Penelitian
  • 4.7. Teknis Analisa Data
  • 5.1. Data Sekunder
  • 5.1.1. Kondisi Geografis
  • 5.1.2. Demografi
  • 5.1.2.1. Jumlah Penduduk
  • 5.1.2.2. Sarana Kesehatan
  • 5.1.2.4. Jenis dan Jumlah Tenaga Kesehatan
  • 5.2. Data Primer
  • 5.2.1. Prevalensi Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar
  • 5.2.5. Karakteristik Anak Sekolah Dasar
  • 5.2.6. Lingkungan Anak Sekolah Dasar
  • 5.2.8. Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan
  • BAB 6 PEMBAHASAN
  • 6.1. Prevalensi Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar
  • 6.5. Karakteristik Anak Sekolah Dasar
  • 6.6. Lingkungan Anak Sekolah Dasar
  • BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN
  • 7.1. Kesimpulan
  • 7.2. Saran

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA TERTINGGAL KECAMATAN PANGURURAN

KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2008

SKRIPSI

Oleh: AGUSTARIA GINTING NIM. 061000212

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

ii

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA TERTINGGAL KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2008

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat

Oleh: AGUSTARIA GINTING NIM. 061000212

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

iii HALAMAN PENGESAHAN Skripsi Dengan Judul : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA TERTINGGAL KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2008 Yang dipersiapkan dan dipertahankan oleh

AGUSTARIA GINTING NIM. 061000212 Telah Diuji dan Dipertahankan Dihadapan Tim Penguji Skripsi Pada Tanggal 09 Januari 2009 dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima Tim Penguji Ketua Penguji Penguji I

Prof. dr. Sori Muda Sarumpaet, MPH NIP. 130702002 Penguji II

drh. Hiswani, M.Kes NIP. 132084988 Penguji III

Drh. Rasmaliah, M.Kes NIP.390009523

Drs. Jemadi ,M.Kes NIP. 131996168

Medan, Maret 2009 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Dekan,

dr. Ria Masniari Lubis, MSi NIP: 131124053

i
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

70%. Ada hubungan bermakna antara personal higiene. perempuan 58.00%.40%.40% dan makan obat cacing ≥ 6 bulan 81.49%.10%. tempat biasa pembuangan tinja di kebun 52. Proporsi berdasarkan jenis infeksi campuran 47. makan obat cacing dengan kejadian kecacingan (p < 0. mental. Trichuris trichiura ringan 100% dan Hookworm ringan 95. jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor. Derajat infestasi Ascaris lumbricoides ringan 89. Prevalensi Ascaris lumbricoides 38. Anak Sekolah. 2009 USU Repository © 2008 . Hasil uji Chi Square Tidak ada hubungan bermakna antara faktor umur. prestasi.faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.60%. Hasil survei Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara di Sekolah Dasar ditemukan prevalensi kecacingan 68%. Penelitian bersifat observasional analitik dengan desain cross sectional.74%. tempat biasa buang air besar dengan kejadian kecacingan.70%.12%.50%. Proporsi tidak memiliki jamban 76. Populasi 202 orang anak dan sampel adalah total sampling. Kata Kunci : Infeksi Kecacingan. Proporsi Ascaris lumbricoides + Trichuris trichiura 40. dan menurunkan ketahanan tubuh. personal higiene kategori sedang 68. kepemilikan jamban.40%.50%.30%. laki-laki 57. Kepada pihak sekolah agar senantiasa memberikan pengetahuan pentingnya personal higiene dan penyediaan sarana air bersih serta jamban untuk mencegah terjadinya infeksi kecacingan. Hasil penelitian ditemukan prevalensi kecacingan 56. Survei Sub Program P2P dan PL Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir di 44 Sekolah Dasar ditemukan prevalensi kecacingan 25. dengan dampak mengganggu perkembangan fisik.50%. Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir dan Puskesmas Buhit supaya meningkatkan pembinaan dan melaksanakan program penanggulangan kecacingan yang sudah berjalan.70%.05) . kecerdasan.iv ABSTRAK Penyakit kecacingan merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui tanah. Desa Tertinggal iia Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. dan makan obat cacing ≥ 6 bulan 68. Proporsi kelompok umur 6-8 tahun 48. Prevalensi kelompok umur ≥ 12 tahun 65.

with being infected by worms. The proportion of Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura 40. having access to a toilet.10% and having taken medicine against worms > 6 months 68. The results of the study showed that 56. The proportion of them who usually defecate in the garden is 52. have moderate personal hygiene 68.50%. Tirchuris trichiura 100% and Hookworm 95.74%. A survey done by the CDC and Healthy Environment at District of Health Samosir found that from 44 Elementary schools 25. Elementary schools children. Have infections of Ascaris lumbricoides 89.40%. The proportion of mixed infections was 47.v ABSTRACT Worm Infections is one of the soil transmitted diseases that have impacted in influencing physic. males 57.40%. sex. The proportion of Ascaris lumbricoides was 38. There was a significant association between personal hygiene and having taken medicine against worms with being infected by worms (p < 0.70%.12%. District of Samosir. The prevalence rate of infections in the age group of > 12 years was 65.60%. and body resistance.70%. 2009 USU Repository © 2008 . The proportion of them not having access to a toilet was 76.49% of school children have infected by worms. The results of the Chi square test showed that no significant association between the factors of age.40% of the pupils were infected by worms. Suggest to the school teachers to keep the personal hygiene of school children and to provide clean water and toilets to avoid infection by worms. and having taken medicine against worms > 6 months was 81. The study was done by analytical observation using cross sectional study. undeveloped villages iib Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. The Department of Health at Samosir District and the Buhit Health Centre should have to increase their educational programs and to continue implementing their present programs in minimizing the worms infection.05).50%. intelligence. The proportion of infected children in the age-group of 6-8 years was 48. and the place of defecation.30%. Population consist of 202 children and sample is total sampling.00%.50%. female 58. Keywords : Worm infection. This study was designed to determine the association of factors with the state of worm infection among the pupils at public elementary schools in undeveloped villages in the Sub-district of Pangururan. The results of a survey have done by the Provincial of Health of North Sumatra at Elementary schools found that 68% of the pupils have infected by worms.70%.

Sumatera Utara Riwayat Pendidikan : : Tahun 1979-1986 : Tahun 1986-1989 : Tahun 1989-1992 : Tahun 1994-1997 : Tahun 2006-2009 1. Karo 4. Medan iii Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Juhar Kab. SLTP Negeri Juhar.vi DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama Tempat/ Tanggal Lahir Agama Status Perkawinan Alamat Rumah : Agustaria Ginting : Juhar. SLTA Negeri Tigabinanga. 2009 USU Repository © 2008 . 15 Agustus 1972 : Kristen Katolik : Belum Menikah : Jl. Beringin III No. SD Impres No. Karo 2. Fakultas Kesehatan Masyarakat USU. Elisabet Medan 5. 9 Helvetia Medan. 043944. Kab. Karo 3. Akademi Perawat St. Kab.

kes. Ibu dr. Hiswani M. Ibu drh. selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. selaku Dosen penguji II yang memberi saran dan kritik untuk membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. 2. selaku Dosen pembimbing II yang telah membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. penulis mendapat banyak bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak.Kes. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. 2009 USU Repository © 2008 . MPH. Dalam Penyusunan skripsi ini. MSi. Rasmaliah M. karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. selaku Kepala Departemen Epidemiologi dan Pembimbing I yang telah membantu.Kes. Jemadi M. iv Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Ibu drh. Bapak Drs. 3. selaku Dosen penguji I yang memberi saran dan kritik untuk membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Sori Muda Sarumpaet. dr. Bapak Prof. membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Ria Masniari Lubis.vii KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih atas segala berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008” dengan baik.

Halinda Sari Lubis M. Bapak Manigor Simbolon SKM.KKK. sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir yang telah memberi dukungan dalam penelitian ini. Susan Lumban Tobing terima kasih atas bantuan. 11. Bapak Sumihar Sinaga selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri No. serta seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang juga ikut berperan dalam proses penyelesaian skripsi ini. Seluruh rekan-rekan mahasiswa/i di lingkungan Departemen Epidemiologi. 7. Ibu Veronika. Riama. 2009 USU Repository © 2008 . Helpi Sitanggang. Endang. 8. selaku Pembimbing Akademik selama perkuliahan yang ikut berperan dalam menyelesaikan skripsi ini. dr. Ibu dr. 176385 Huta Tinggi Kecamatan Pangururan yang telah banyak membantu dan memberikan masukan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.viii 6. Natalia Sitinjak. Dosma. Rosmani Manihuruk. Nimpan Karo-karo. Friska Situmorang sebagai Kepala Puskesmas serta Staf Puskesmas Buhit yang ikut membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini 10. Ibu dr. dr. dukungan dan doannya. v Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Novi. Bapak Julianus Barus dan Ibu Agnes Sembiring selaku petugas laboratorium yang telah memberikan bantuan yang tak terhingga bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 137637 Sigumbang dan Ibu Kartini Sitanggang selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri No. 9. 12.

S. Ginting dan R. moral sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan ini. Penulis sadar bahwa skripsi ini masih perlu disempurnakan. Medan. materi. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih selalu menyertai dan memberkati kita semua dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkannya.ix Teristimewa ucapan terima kasih kepada orang tua tercinta. 2009 USU Repository © 2008 . maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak yang bersifat membangun dan memperkaya materi skripsi ini. Tarigan. serta Ordo dan Persaudaraan Kapusin Emmaus Helvetia yang senantiasa memberikan dukungan doa. br. yang telah melahirkan. mendidik penulis sejak kecil. Januari 2009 Penulis vi Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. membesarkan.

........ BAB 4 METODE PENELITIAN 4................................................................................................................ Waktu Penelitian ....8........................................ Lokasi Penelitian ............8................ 4..................... iv DAFTAR ISI .................... 1. iia ABSTRACT ...............2................... Tanda dan Gejala .......................................................... Diagnosa .. 2........................4.....2. Perumusan Masalah ... Pencegahan Primer .................................1................3......................5........................3..................................... 4............................ 4..................... 2.. 1 1 5 5 5 5 7 8 8 8 12 15 15 17 19 20 20 20 20 21 22 22 22 26 26 26 26 27 27 27 vii Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008......................3................................................. Kerangka Konsep Penelitian ... 1......8.............................................. 4............... Pencegahan Sekunder . 2.................. 2.........2............................................ Faktor Lingkungan ................. 2..........................................................................................................................................6...........................................2....................2. vii DAFTAR TABEL ........................ 3.............................2..........................1.....................................2.................................................... Definisi Kecacingan ..................4... 1............. Lokasi dan Waktu Penelitian .. Latar Belakang ................2.......2..............1...1.................................. i ABSTRAK ....................... xii BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................................................... Epidemiologi Penyakit Kecacingan ...................... Upaya Pencegahan ........... 2................... 4.... Tujuan Umum .......... 2009 USU Repository © 2008 ....... iib DAFTAR RIWAYAT HIDUP ..................1..2........... 1..................................................... Definisi Operasional ......................... 1.......... Manfaat Penelitian ……………………………………………… BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ……………………………………………......................................................... 2........ 2.3........ 2.............3................................................ Penyebab dan Morfologi ... 2.................................. Distribusi dan Frekuensi Penyakit Kecacingan . 1................. Populasi .................. Cara Penularan ........3. Populasi dan Sampel ................................. Tujuan Khusus …………………………………………... Daur Hidup .......................................................... Jenis Penelitian ......... iii KATA PENGANTAR .1............... Sampel ...................................................1.......3... BAB 3 KERANGKA KONSEP …………………………………………….... 4........................................4.................................................................1.......................................... Tujuan Penelitian ................... 2.........4...........................x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN PENGESAHAN .............2........................................................... 3........................................................................................ 2....... x DAFTAR GAMBAR.......................................7...........................................1.....................................

5.. Proporsi kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing. ......... 4........................................ 4... Prevalensi Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar ...2..................................1...... Analisis Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan . Jenis dan Jumlah Tenaga Kesehatan ........... 5...... Analisis Hubungan Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan. Jumlah Penduduk ..... 5. 27 27 28 28 29 30 31 31 32 32 33 33 34 35 35 35 36 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 46 47 viii Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.............................................................................5............... Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Anak Sekolah Dasar .......................... ................ 5....... Teknis Analisa Data ... Instrumen Penelitian .2.. .........4.......... Analisis Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan ......................................... Data Primer .................. 5.......................................2......1.. Demografi .................................2..2..................11..... 5..................... .. Data Sekunder .....2.................... Metode Pengumpulan Data .......................6.............................. 4..... 5..................2...................10..... 5......................... Lingkungan Anak Sekolah Dasar ..........................2..4................... Prevalensi Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar …........9.........1............2.....2...4............... 2009 USU Repository © 2008 .. ..........3.... 6....2....... 5..1.. 6...... Analisis Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Infeksi Kecacingan ..2.......1...........1. Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Pada Anak Sekolah Dasar ................... ....... 5.2................... Data Sekunder .......6........1........................2..... Analisis Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan .............................5........1....... 4......1..............7.... BAB 6 PEMBAHASAN ……………………………………………………........................2............................... Aspek Pengukuran ............ 5.... 5.......1..................2..4................. ..................................................2...................................7............. 5............................................ 4.........2...... Data Primer .......... ................................................ Kejadian Kecacingan Berdasarkan Berat Ringannya Infeksi Kecacingan .. BAB 5 HASIL PENELITIAN 5. 5............................ 5....................... ...................... 5.............. Analisis Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan ................... 5...... 5.................... 5.....xi 4...............8....3...... 5................ Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Campuran.....2..4.2...2...... Data Sepuluh Penyakit Terbesar di Puskesmas Buhit.......................12..........................2.............................. Kondisi Geografis ......1.... ...........................13....................2.................1.................. Sarana Kesehatan . Karakteristik Anak Sekolah Dasar ..

..................................13.................................. ....................... Hasil Pemeriksaan Feses Anak SD Negeri Kecamatan Pangururan 3.................3. 6.................................... Klasifikasi Kelurahan Kecamatan Pangururan 8.......... 7...................................... 6.................. .........11....6.........................................8....... 6.........10............................. ....... 6....... ........................................................ Karakteristik Anak Sekolah Dasar ..... 7.12. Surat Keputusan Bupati Samosir 9..... 6.................................... Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar...1.... Lingkungan Anak Sekolah Dasar ... .......................... Jawaban Atas Pertanyaan 10.. BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN .........2............ Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar ... 6... 6........ Hasil Output Analisis Univariat dan Bivariat 5.7.................. Saran ..5.............................................. Proporsi Kejadian Kecacingan berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Campuran Anak Sekolah Dasar ...... Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar .............xii 6... Surat Izin Penelitian 6....................... Master Data Hasil Penelitian 4....... Kuesioner Penelitian 2.................... ......................... Hubungan Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar .............. Surat Keterangan Selesai Penelitian 7................................... 2009 USU Repository © 2008 . 6......9... 6...... 6. Berat Ringannya Infeksi Kecacingan Anak Sekolah Dasar ..... 49 51 53 55 59 61 63 64 66 68 70 73 73 74 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1..... Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Anak Sekolah Dasar .............. Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar ........4....... Peta Kecamatan Pangururan ix Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008..... Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar ……………………. Kesimpulan ........

............................. .............2.............. 2009 USU Repository © 2008 ..9.... 32 Jumlah Sarana Kesehatan Di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2007 .............3..................... ..1.................... Tabel 5................ 35 Tabel 5............ ........................ 37 Tabel 5............ Tabel 5.. Jenis dan Jumlah Tenaga Kesehatan di Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2007....10....8........ Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Lingkungan di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008........... 33 33 34 Tabel 5..... 35 Tabel 5........5........................................ Trichuris trichiura..............7.....................4.. Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.................. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Karakteristik di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008...... ....... Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008............................................................................................. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Berat Ringannya Infeksi Cacing Ascaris lumbricoides........................ Tabel 5...... Hookworm Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 .11..... ... Tabel 5..........xiii DAFTAR TABEL Halaman Distribusi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2007 .................. Jenis Penyakit dan Jumlah Penderita di Puskesmas Buhit Tahun 2007..........6............. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Campuran Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ................................. .................. Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ........... 38 Tabel 5................ 36 Tabel 5... 39 x Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.... ............ 36 Tabel 5.

...................15. 43 Tabel 5..... 2009 USU Repository © 2008 ........ Tabulasi Silang Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008...............13.......16......................... 45 xi Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008....... .... ................. ...... 44 Tabel 5..............................xiv Tabel 5..................14...................... Tabulasi Silang Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008................... ...17.................... Tabulasi Silang Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008................................. Tabulasi Silang Hubungan Tempat Biasa Pembuang Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008...... Tabulasi Silang Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.............. Tabulasi Silang Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008...................................12................ 42 Tabel 5.................... 40 Tabel 5... .................... ........... 41 Tabel 5......................

..................... Gambar 2... ... ............. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.. Siklus hidup Cacing Hookworm......................... Gambar 2..................xv DAFTAR GAMBAR Halaman Cacing Ascaris lumbricoides Dewasa. Gambar 6.. ...... Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Jantan......... Gambar 2. 53 Gambar 6.......................................... . 55 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.. 2009 USU Repository © 2008 xii ..... Gambar 2...................................6. Gambar 2.. ..... Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Campuran Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008....... . Cacing Necator americanus Dewasa.... ........1.....5...... Siklus Hidup Cacing Trichuris trichiura.......... 48 Gambar 6.......... . Cacing Ancylostoma duodenale Dewasa......................... Cacing Trichuris trichiura dewasa (Kiri : Betina. 50 Gambar 6............................... 9 Ascaris lumbricoides: A............................. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan umur di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008............... ... .....7.............3................8.2....... Kanan : Jantan)...............4................... 51 Gambar 6........ 46 Gambar 6..... 10 10 11 12 13 14 15 Gambar 2.... ........ Betina.2...... Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Frekuensi Makan Obat Cacing di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.... Gambar 2..........3....... Siklus hidup Cacing Ascaris lumbricoides ....6.......... Gambar 2........ B.............5......................... .7......... ......4.. Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ................. 54 Gambar 6................................................................ Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Jenis Kelamin di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.............1.

...12....... Gambar 6..9....xvi Gambar 6............. Gambar 6..........................................10.... Gambar 6............................... Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ............ Gambar 6........... Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Negeri di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ...16............................................................................ Gambar 6...... ........................... 2009 USU Repository © 2008 .......14................... Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Umur Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ........ Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008...............................11. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008..... Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Tempat Biasa Pembuangan Tinja di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ................13....................... Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Kepemilikan Jamban di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008..............8....... 57 Gambar 6.. Gambar 6................................. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Personal Higiene di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 ...... 58 61 63 64 66 68 70 xiii Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008........................... Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008........15... 56 Gambar 6.......

Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesehatan tentang sanitasi yang baik dan tepat guna. higiene keluarga dan higiene pribadi. Adapun tujuan program ini antara lain meningkatkan mutu kesehatan.2 Pencegahan dan pengobatan penyakit menular seperti infeksi kecacingan. menurunkan angka kesakitan. terutama di sekolah dasar. termasuk di dalamnya pembangunan bidang kesehatan. terencana dan terarah. kematian. 3 Infestasi cacing pada manusia banyak dipengaruhi faktor perilaku.1 Kebijakan pembangunan kesehatan telah ditetapkan beberapa program dan salah satu program yang mendukung bidang kesehatan ialah program upaya kesehatan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan program pembangunan nasional secara berkelanjutan. Latar Belakang Berdasarkan Pembukaan UUD 1945 termaktub tujuan bangsa Indonesia.1. terpadu dan berkesinambungan. mencegah terjadinya penyebaran penyakit menular. yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan pardamaian abadi dan kehidupan sosial. pemerintah dan masyarakat telah bersama-sama melaksanakan berbagai program pemberantasan infeksi kecacingan.BAB 1 PENDAHULUAN 1. 2009 USU Repository © 2008 . yang dilaksanakan secara menyeluruh. Penyakit kecacingan 1 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. lingkungan tempat tinggal dan manipulasi terhadap lingkungan.

6% dan pada tahun 2006 prevalensi Ascaris lumbricoides 17.5 Penyakit kecacingan yang ditularkan melalui tanah atau Soil Transmitted Helminths yang sering dijumpai pada anak usia Sekolah Dasar yaitu Ascaris lumbricoides.6 WHO tahun 2006. Trichuris trichiura 19. pencernaan. mental.6%.2% dan Hookworm 1.ii banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi dan terutama mengenai kelompok masyarakat dengan personal higiene dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Trichuris trichiura 20. Tahun 2003 prevalensi Ascaris lumbricoides 21. prestasi.9% dan Hookworm 2.2% dan Hookworm 5. mengatakan bahwa kejadian penyakit kecacingan di dunia masih tinggi yaitu 1 miliar orang terinfeksi cacing Ascaris lumbricoides. Tahun 2004 prevalensi Ascaris lumbricoides 16.1%. penyerapan dan metabolisme makanan.7%.1%.0% dan Hookworm 0. Trichuris trichiura 24.4 Kerugian dan dampak akibat infeksi kecacingan tidak menyebabkan manusia mati mendadak akan tetapi dapat mempengaruhi pemasukan.2% dan Hookworm 1. Trichuris trichiura 21. 2009 USU Repository © 2008 . 8 2 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Trichuris trichiura 17.4%.7 Hasil survei kecacingan Sekolah Dasar di 27 Propinsi Indonesia menurut jenis cacing tahun 2002–2006 didapatkan bahwa pada tahun 2002 prevalensi Ascaris lumbricoides 22.5%. Tahun 2005 prevalensi Ascaris lumbricoides 12. dapat menurunkan ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit lain. kecerdasan. Selain dapat menghambat perkembangan fisik. Trichuris trichiura dan Hookworm.8%.0%.0%. 795 juta orang terinfeksi cacing Trichuris trichiura dan 740 juta orang terinfeksi cacing Hookworm.

Adapun kriterianya ialah (1) Secara geografis yaitu: sulit dijangkau karena letaknya perbukitan/pegunungan oleh transportasi.iii Berdasarkan Survei Seksi P2ML Sub Dinas P2P & PL. Beberapa desa seperti desa Parmonangan. 2009 USU Repository © 2008 3 . Dinas Kesehatan Tingkat I Sumatera Utara pada anak Sekolah Dasar di tiga belas Kabupaten/Kota tahun 2003-2006 diperoleh hasil yaitu prevalensi Ascaris lumbricoides 39%. berada pada daerah atau desa yang tertinggal. Hasil survei kecacingan yang dilaksanakan oleh Sub Program P2P dan PL Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir (2007) di 44 Sekolah Dasar diperoleh prevalensi cacing Ascaris lumbricoides 23%.49%. Daerah atau desa tertinggal ialah daerah atau desa yang relatif kurang berkembang dibandingkan dengan daerah atau desa lain dalam sekala nasional.352 orang dan berada pada urutan 7 dari 10 penyakit terbesar. Pekerjaan penduduk sebahagian besar mempunyai mata pencaharian petani dan berkebun. (2) Sumber daya alam yaitu: Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Trichuris trichiura 24%. Menurut laporan Bidang Yankes Kabupaten Samosir (2006) ditemukan penderita kecacingan sebanyak 2.9 Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Samosir (2004) penderita kecacingan sebanyak 790 orang dan penyakit ini berada pada urutan ke 10 dari sepuluh penyakit terbesar. Huta Tinggi. Pardomuan Nauli.252 orang dan penyakit ini berada pada urutan ke 6 dari 10 penyakit terbesar. Parbaba Dolok. dengan 28 desa. Parhorasan.43 km2. 11. Trichuris trichiura 2% dan Hookworm 0. 10. Angka penderita kecacingan tahun 2007 sebanyak 2. dan Hookworm 5%. Aek Nauli.13 Kecamatan Pangururan mempunyai luas wilayah 121. Daerah ini masih banyak dijumpai pemukiman yang belum memenuhi sanitasi lingkungan. faktor utamanya ialah tingkat sosial ekonomi dan pendidikan yang masih rendah. 12.

553 jiwa.15 Jumlah penduduk Kecamatan Pangururan 28. Sekolah Dasar Negeri No. 4 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. air bersih yang kurang. beberapa lantai rungan Sekolah Dasar Negeri tersebut sudah terkelupas dan berdebu.14. (4) Prasarana dan Sarana yaitu: keterbatasan transportasi. Pada tahun 2006 penyakit kecacingan di kecamatan ini berada pada urutan ke delapan dari 10 penyakit terbesar dengan jumlah sebanyak 1.iv sumber daya alam yang terbatas. 2009 USU Repository © 2008 . 4. 176385 desa Huta Tinggi berada pada daerah atau desa tertinggal dengan sanitasi lingkungan kurang baik dengan kriteria WC belum ada / tidak berfungsi dengan baik. Berdasarkan latar belakang di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal dan sanitasi lingkungannya yang kurang baik.213 orang merupakan anak Sekolah Dasar yang terdaftar di 37 Sekolah Dasar Negeri dan 208 terdaftar di Sekolah Dasar Swasta. (5) Daerah Rawan Bencana dan Konflik Sosial yaitu seringnya suatu daerah mengalami bencana alam dan konflik sosial dan (6) Kebijakan Pembangunan yang kurang memihak pembangunan daerah. pendidikan. 173763 Sigumbang desa Parhorasan dan SD Negeri No. (3) Sumber daya Manusia yaitu: daerah ini mempunyai tingkat pendidikan yang rendah serta keterampilan yang relatif rendah. irigasi dan air bersih.127 orang dan pada tahun 2007 penyakit kecacingan berada pada urutan ke 4 dengan jumlah sebanyak 578 orang.

v 1.2. Perumusan Masalah Belum diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2008. 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2008. 1.3.2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui prevalensi kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal tahun 2008. b. Untuk mengetahui prevalensi kejadian kecacingan berdasarkan jenis cacing pada anak SD di desa tertinggal. c. Untuk mengetahui distribusi proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing pada anak SD di desa tertinggal. d. Untuk mengetahui distribusi proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis cacing campuran pada SD di desa tertinggal. e. Untuk mengetahui distribusi proporsi anak sekolah dasar berdasarkan karakteristik (umur, jenis kelamin, frekuensi makan obat cacing) pada anak SD di desa tertinggal.

5
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

vi f. Untuk mengetahui distribusi proporsi anak sekolah dasar berdasarkan lingkungan (kepemilikan jamban, tempat biasa pembuangan tinja, personal higiene) pada anak SD di desa tertinggal. g. Untuk mengetahui distribusi proporsi kejadian kecacingan berdasarkan berat ringannya infeksi cacing usus pada anak SD di desa tertinggal. h. Untuk mengetahui prevalensi kejadian kecacingan berdasarkan karakteristik (umur, jenis kelamin, frekuensi makan obat cacing) pada anak SD di desa tertinggal. i. Untuk mengetahui hubungan umur dengan kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal. j. Untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal. k. Untuk mengetahui hubungan kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal. l. Untuk mengetahui hubungan tempat biasa pembuangan tinja dengan kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal. m. Untuk mengetahui hubungan personal higiene dengan kejadian penyakit kecacingan anak SD di desa tertinggal. n. Untuk mengetahui hubungan frekuensi makan obat cacing dengan kejadian kecacingan pada anak SD di desa tertinggal.

6
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

vii 1.4. Manfaat Penelitian 1. Sebagai informasi bagi staf pengajar di Sekolah Dasar agar dapat memberikan pengarahan/penyuluhan tentang pencegahan penyakit kecacingan di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. 2. Sebagai sumbangan pemikiran terhadap upaya penanggulangan penyakit kecacingan serta bahan evaluasi dalam program penanggulangan penyakit kecacingan pemerintah khususnya Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.

7
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

Sedangkan yang termasuk Plathyhelminthes adalah kelas Trematoda dan Cestoda. Sebab sebagian besar dari Nematoda usus ini merupakan penyebab kecacingan yang sering dijumpai pada masyarakat Indonesia khususnya pada usia Sekolah Dasar. Dengan demikian.18 Namun yang akan dibahas di bawah ini adalah kelompok Nematoda usus.17 2. kata kecacingan berarti seseorang yang mengalami kecacingan.viii BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Diantara Nematoda usus ini yang sering menginfeksi manusia ditularkan melalui tanah atau disebut ”soil transmitted helminths” yakni : 8 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 . Plathyhelminthes (cacing pipih) Cacing yang termasuk Nemathelminthes yaitu kelas Nemotoda yang terdiri dari Nematode usus dan Nematoda jaringan. helmint dibagi menjadi dua yaitu: 1. Sedangkan Menurut Dinkes Jawa Timur (2003) Kecacingan ialah penyakit yang disebabkan karena masuknya parasit (berupa cacing) ke dalam tubuh manusia.16. Nemathelminthes (cacing gilik) 2.2. Defenisi Kecacingan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001) dengan memberi imbuhan ke dan akhiran an terhadap suatu kata benda maka terhadap kata tersebut mengandung arti menderita atau mengalami kejadian. Berdasarkan taksonomi.1. Penyebab dan Morfologi Helmint (cacing) adalah salah satu kelompok parasit yang dapat merugikan manusia.

1. ujung anterior lancip. 2009 USU Repository © 2008 9 .21 Gambar 2.20.20 Cacing betina berukuran lebih besar jika dibandingkan dengan cacing jantan. Tubuhnya berwarna putih sampai kekuning kecoklatan dan diselubungi oleh lapisan kutikula yang bergaris halus. Ascaris lumbricoides b. warna putih kemerah-merahan. Bentuknya silindris (bulat panjang). Pada cacing jantan ujung posteriornya lancip dan melengkung ke arah ventral dilengkapi pepil kecil dan dua buah spekulum berukuran 2 mm. Bagian anterior dilengkapi oleh tiga bibir yang tumbuh dengan sempurna. Hookworm (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale)19 a.ix a. 19. Cacing Ascaris lumbricoides Dewasa31 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Ascaris lumbricoides Cacing Ascaris lumbricoides salah satu penyebab kecacingan pada manusia yang disebut penyakit askariasis. Pada cacing betina bagian posteriornya membulat dan lurus. Cacing jantan panjangnya 10-30 cm. Cacing dewasa mempunyai ukuran paling besar di antara Nematoda intestinalis yang lain. Trichuris trichiura c. dengan ukuran panjangnya 20-35 cm. 18.

2009 USU Repository © 2008 .19. Ascaris lumbricoides: A. Cacing Trichuris trichiura dewasa(Kiri : betina.21 Gambar 2.x Gambar 2. B. dan dilengkapi dengan tutup (operkulum) dari bahan mucus yang jernih. dan cacing betina penjangnya ± 5 cm.3. Trichuris trichiura Dalam bahasa Indonesia cacing ini dinamakan cacing cambuk karena secara menyeluruh bentuknya seperti cambuk. Cacing dewasa hidup di dalam usus besar manusia terutama di daerah sekum dan kolon. Jantan31 b. Telur berukuran 50-54 x 32 mikron. Kanan : jantan)31 10 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Hospes defenitifnya adalah manusia. Penyakit yang disebabkannya disebut trikuriasis. Cacing jantan panjangnya ± 4 cm. 18. Cacing ini lebih sering ditemukan bersama-sama dengan cacing Ascaris lumbricoides. Betina.2.20 Telur Trichuris trichiura berbentuk bulat panjang dan memiliki “sumbat” yang menonjol di kedua ujungnya. Kulit luar telur berwarna kuning tengguli dan bagian dalam jernih.

warna putih.21 Cacing dewasa jantan berukuran 8 sampai 11 mm sedangkan betina berukuran 10 sampai 13 mm.xi c. Cacing Necator americanus betina dapat bertelur ±9.20 Telur cacing tambang sulit dibedakan. 19. 2009 USU Repository © 2008 .000 butir/hari sedangkan cacing Ancylostoma duodenale betina dapat bertelur ±10. Dan kedua cacing ini menyebabkan penyakit Nekatoriasis dan Ankilostomiasis. Larva pada stadium rhabditiform dari cacing tambang sulit dibedakan.21 Gambar 2. Cacing Ancylostoma duodenale Dewasa 31 11 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 18. mulut tertutup ekor runcing dan panjang oesophagus 1/3 dari panjang badan.4. ekor runcing dan mulut terbuka.000 butir/hari. Panjangnya 250 mikron. dinding tipis dan rata. Hookworm Ada beberapa spesies cacing tambang yang penting dalam bidang medik. karena itu apabila ditemukan dalam tinja disebut sebagai telur hookworm atau telur cacing tambang. namun yang sering menginfeksi manusia ialah cacing Necator americanus dan Ancylostoma duodenale. Hospes dari kedua cacing ini adalah manusia. Bentuk telurnya oval. Larva pada stadium filariform (Infective larvae) panjangnya 700 mikron.

Daur Hidup a. Ascaris lumbricoides Manusia dapat terinfeksi cacing ini karena mengkonsumsi makanan.xii Gambar 2.000 telur perhari.000-250.3. Bila larva ini telah mencapai ukuran 1. Larva di dalam paru-paru ini mencapai alveoli dan tinggal selama 10 hari untuk berkembang lebih lanjut. Setelah sampai di jantung larva ini akan dipompakan ke seluruh tubuh antara lain ke paru-paru. Cacing Necator americanus Dewasa 31 2.5 mm.5. lambung akhirnya kembali ke usus halus dan menjadi dewasa yang berukuran 15-35 cm. 2009 USU Repository © 2008 12 .22 Seekor cacing betina mampu menghasilkan 200. ke epiglotis dan kemudian ke esofagus. Telur yang telah berkembang tadi menetas menjadi larva di dalam usus halus. ia mulai bermigrasi ke saluran nafas. Telur yang telah dibuahi akan menjadi matang di tanah yang lembab dalam waktu ±3 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Selanjutnya larva tadi akan bergerak menembus pembuluh darah dan limfe di usus untuk kemudian mengikuti aliran darah ke hati atau aliran limfe ke ductus thoracicus menuju ke jantung. minuman yang terkontaminasi telur cacing yang telah berkembang.

Cacing dewasa membenamkan bagian anteriornya di mukosa 13 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Untuk perkembangan larvanya cacing ini tidak mempunyai siklus paru-paru.22 Gambar 2. 2009 USU Repository © 2008 . Telur yang tertelan akan menetas di duodenum dan larva yang keluar akan melekat di villi usus.xiii minggu dan dapat hidup lama serta tahan terhadap pengaruh cuaca buruk. cacing dapat pula ditemukan di ileum.18. Larva ini akan tetap tinggal di villi usus selama 20-30 hari untuk kemudian bergerak ke coecum dan kolon bagian proximal. bahkan seluruh usus besar. Siklus hidup Cacing Ascaris lumbricoides 31 b. appendix. Cacing dewasa ini akan tahan hidup di dalam rongga usus halus hospes selama 9-12 bulan.6. Trichuris trichiura Manusia terinfeksi cacing ini melalui makanan yang terkontaminasi telur cacing yang telah berembrio. Pada infeksi yang berat. Keseluruhan siklus hidup ini berlangsung kurang lebih 2-3 bulan.

22 Gambar 2.7. selama 2 hari larva rhabditiform tumbuh menjadi larva filariform (infektif) yang tahan terhadap perubahan iklim dan dapat 14 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Dr.20.xiv usus dan mulai memproduksi telur sebanyak 2000-7000 telur perhari. Telur yang dihasilkan betinanya akan dikeluarkan bersama-sama tinja. Telur yang dihasilkan cacing ini akan keluar dari tubuh bersama tinja. 2009 USU Repository © 2008 . tetapi pada infeksi yang berat. Siklus Hidup Cacing Trichuris trichiura 32 Sumber : Prof. telur ini akan mengalami pematangan dalam waktu 2. Sri Oemijati c. cacing ini dapat pula ditemukan di lambung.4 minggu dan siap menginfeksi host lain. Di luar tubuh. Hookworm Cacing jantan dan betina dewasa berhabitat di usus kecil terutama jejenum. 2-3 hari kemudian menetas dan keluar larva rhabditiform. di tempat yang lembab dan hangat. Waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan mulai dari telur sampai menjadi dewasa adalah ± 1-3 bulan.

1.4. masuk ke pembuluh darah kapiler dan mengikuti peredaran darah masuk ke jantung kanan. Infeksi Ancylostoma duodenale juga mungkin dengan menelan larva filariform. lalu ke pharynx. Siklus hidup Hookworm 32 2.8.4.20 Gambar 2. Distribusi dan Frekuensi Penyakit Kecacingan a. Menurut Depkes RI (2004) infeksi kecacingan yang disebabkan cacing 15 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. kemudian ke usus halus dan di sana menjadi dewasa.19 Infeksi terjadi bila larva filariform menembus kulit. Epidemiologi Penyakit Kecacingan 2. Larva filariform menembus kulit.xv hidup selama 7-8 minggu di tanah lembab. Orang Penyakit kecacingan dapat menyerang semua golongan umur dan jenis kelamin. 2009 USU Repository © 2008 . kemudian paru-paru.

xvi ”soil transmitted helminths” terjadi pada semua golongan umur sebesar 40%-60%, sedangkan pada usia Sekolah Dasar (7-15 tahun) sebesar 60%-80%. 3 Menurut penelitian Ginting (2001-2002) pada anak Sekolah Dasar di Kabupaten Tanah Karo dari 120 sampel ditemukan 84 orang yang positif kecacingan dengan rincian anak laki-laki sebanyak 51orang (60,7%) dan anak perempuan sebanyak 33 orang (39,3%). 23 Sejak tahun 2002 angka kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar terlihat mengalami fluktuasi yaitu dari 33,3%, menurun menjadi 33,0% pada tahun 2003, tahun 2004 meningkat menjadi 46,8%, kemudian menurun lagi tahun 2005 yaitu 28,4%, dan pada tahun 2006 meningkat kembali menjadi 32,6%. 8 b. Tempat Penyakit kecacingan umumnya terjadi pada daerah yang mempunyai sanitasi lingkungan yang jelek dan kurang tersedianya air bersih dan sosial ekonomi yang rendah. Dari hasil penelitian Hiswani (1997) di Nias menemukan prevalensi cacing yang ditularkan melalui tanah ”soil transmitted helminths” masih cukup tinggi yaitu Ascaris lumbricoides sebesar 35% sedangkan prevalensi cacing Trichuris trichiura 5,7%.20,24 Pada tahun 2002 prevalensi kecacingan dari hasil survei di 10 propinsi Indonesia dengan sasaran anak Sekolah Dasar sangat bervariasi yaitu 4,8%-83,0% dengan prevalensi tertinggi di Propinsi Nusa Tenggara Barat dan diikuti Propinsi Sumatera Utara, sedangkan yang terkecil di Propinsi Jawa Timur. Hasil survei prevalensi kecacingan tahun 2003 dengan sasaran dan lokasi yang sama pada tahun 2002 menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Prevalensi cacingan keseluruhan

16
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

xvii 42,26% dengan rincian Ascaris lumbricoides 22,26%, Trichuris trichiura 20,30% dan Hookworm 0,7%.25 c. Waktu Penyakit Kecacingan menunjukkan fluktuasi musiman. Biasanya insiden meningkat pada permulaan musim hujan, karena curah hujan sangat erat kaitannya dengan kelembaban tanah tempat telur cacing berkembang biak. Lingkungan tanah liat sangat menguntungkan bagi cacing Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura sedangkan lingkungan yang mengandung pasir sangat menguntungkan bagi cacing Hookworm.22

2.4.2. Faktor Lingkungan Penyakit kecacingan merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan oleh karena itu pemberantasan penyakit cacing ini harus melibatkan berbagai pihak. Faktor lingkungan seperti tanah, air, tempat pembuangan tinja tercemar oleh telur atau larva cacing serta berakumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat pula yaitu personal higiene maka dapat menimbulkan kejadian kecacingan. 3,26 Keadaan kecacingan adalah a. Sumber air Air merupakan sangat penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk minum, masak, mandi, mencuci lingkungan yang menyebabkan faktor penyebab kejadian

17
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

xviii (bermacam-macam cucian) dan sebagainya. Supaya air tetap sehat dan terhindar dari kuman maka air yang digunakan harus diolah terlebih dahulu. 27 Adapun sumber dan cara pengolahan air yang sering digunakan oleh masyarakat yaitu: i. Sumber air : air hujan, air permukaan (sungai, danau, mata air, air sungai), air tanah (sumur dangkal, sumur dalam) ii. Pengolahan air (seperti pembuangan benda-benda yang terapung/melayang, pengendapan, penyaringan, penyimpanan) 28 b. Jamban Jamban adalah salah satu sarana dari pembuang tinja manusia yang penting, karena tinja manusia merupakan sumber penyebaran penyakit yang multikompleks. Penyebaran penyakit yang bersumber pada faeces dapat melalui berbagai macam jalan atau cara seperti air, tangan, lalat, tanah, makanan dan minuman sehingga menyebakan penyakit. Jadi bila pengolahan tinja tidak baik, jelas penyakit akan mudah tersebar. Beberapa penyakit yang dapat disebarkan oleh tinja manusia antara lain: tipus, kolera dan bermacam-macam cacing. Maka untuk menghindari penyebaran penyakit lewat tinja ini setiap orang diharapkan menggunakan jamban sebagai penampung tinjanya27 c. Personal Higiene Kebersihan diri yang buruk merupakan cerminan dari kondisi lingkungan dan perilaku individu yang tidak sehat. Pengetahuan penduduk yang masih rendah dan kebersihan yang kurang baik mempunyai kemungkinan lebih besar terkena infeksi cacing.

18
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

vi. v. Pemeriksaan kesehatan. Secara gambaran epidemiologi. cuci tangan sebelum dan sesudah makan). ii. Trichuris trichiura dan Hookworm dikelompokkan sebagai cacing yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminths) karena cara penularannya pada setiap orang sama yaitu melalui tanah.22 19 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. pakaian. ”soil transmitted helminths” biasa terdapat di daerah beriklim tropis dan daerah beriklim sedang dan perbedaannya hanya terletak pada jenis spesies dan beratnya penyakit yang ditimbulkan. rumah dan lingkungannya (BAB pada tempatnya). Cara hidup yang teratur. Memelihara kebersihan diri (mandi 2x/hari. Melengkapi rumah dengan fasilitas-fasilitas yang menjamin hidup sehat seperti sumber air yang baik. Meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan jasmani.29 2. Memakan makanan yang sehat dan bebas dari bibit penyakit. 2009 USU Repository © 2008 . vii.5. Menghindari terjadinya kontak dengan sumber penyakit. Adapun cara cacing ini menginfeksi manusia yakni dengan menembus kulit manusia oleh larva infectious (larva matang) atau menelan telur cacing yang lengket pada makanan atau minuman yang tidak dimasak dengan matang. iii. iv. Cara Penularan Cacing Ascaris lumbricoides.xix Usaha kesehatan pribadi (personal higiene) adalah daya upaya dari seseorang untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatannya sendiri meliputi: i. kakus yang sehat.19.

xx 2. f. Upaya Pencegahan 2. infiltrasi paru-paru. d. Badan terasa lemah. anemia. c. b.8. anoreksia bahkan ileus. Dan pada cacing Ascaris lumbricoides dewasa dapat keluar melalui mulut. sakit perut. maupun anus.22 2. menjaga kebersihan. batuk. Pencegahan Primer Pencegahan cacing usus ini dapat dilakukan dengan memutuskan rantai daur hidup dengan cara: berdefekasi di kakus.21. Tanda dan Gejala a. hidung.19.1. Melakukan Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai sanitasi lingkungan yang baik dan personal higiene serta cara menghindari infeksi cacing seperti : tidak membuang tinja di tanah. membiasakan mencuci tangan sebelum 20 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Menimbulkan anemia pada penderita. Terdapat ”loeffler sindrome” dengan gejala: demam. bahkan pneumonitis.8. papula.6.22 2. tidak menggunakan tinja sebagai pupuk tanaman. Pada infeksi ringan gangguan Gastro Intestinal ringan. 2009 USU Repository © 2008 .7. erupsi dan vesicula pada kulit. malaise. cukup air di kakus. e. Diagnosa Diagnosa dapat ditegakkan dengan menemukan telur cacing Ascaris lumbricoides. Menimbulkan penyakit ”Ground itch” (cotaneous larva migrans) dengan gejala : gatal-gatal. erythema. Pada infeksi berat dapat meyebabkan gejala mual.19. Trichuris trichiura dan Hookworm. lesu. mandi dan cuci tangan secara teratur. penurunan berat badan dan kadang-kadang diare dengan tinja berwarna hitam. neusea. muntah.

membiasakan diri memakai alas kaki bila keluar rumah.8. Rumah Sakit serta menganjurkan makan obat cacing 6 bulan sekali khususnya masyarakat yang rentan terinfeksi cacing. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder cacing usus ini dapat dilakukan dengan memeriksakan diri secara teratur ke Puskesmas. membiasakan diri membasuh tangan dengan sabun sehabis buang air besar. membiasakan diri buang air besar di jamban.2.30 21 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .22. membiasakan menggunting kuku secara teratur.18.20.30 2.20. membiasakan diri mencuci semua makanan lalapan mentah dengan air yang bersih.xxi makan.

xxii BAB 3 KERANGKA KONSEP 3. Umur 2. Positif (+) mengandung telur cacing 2.1 Kerangka Konsep Variabel Independen Karakteristik Anak 1. 4. 3. Negatif (-) mengandung telur cacing Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 3. Infeksi kecacingan ialah ditemukannya satu atau lebih telur cacing usus pada responden melalui pemeriksaan tinja dengan menggunakan metode Kato Katz dan dikelompokkan menjadi: 1.2 Definisi Operasional 3. Makan Obat Cacing Variabel Dependen 1.2. Agent Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Campuran Penyakit Kecacingan Lingkungan 1. Personal Higiene 3. Kepemilikan Jamban 2. 2. Tempat Biasa Pembuangan Tinja.1. 2009 USU Repository © 2008 22 . Jenis Kelamin 3.

Ada 23 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.2. < 6 Bulan 3.11 tahun 3.3.2. Jenis kelamin adalah jenis kelamin responden berdasarkan data di SD dan dikelompokkan menjadi: 1.4. 9 .5.2. Perempuan 3. 6 . 4.8 tahun 2. Umur adalah umur responden dihitung sejak ia lahir sampai penelitian ini dilakukan dan dikelompokkan menjadi : 1. Jenis cacing ialah cacing yang termasuk ke dalam kelas Nematoda yang menginfeksi responden dan dikelompokkan menjadi: 1. 2009 USU Repository © 2008 . 3.2. 2. Makan obat cacing adalah waktu responden makan obat cacing dalam 6 bulan terakhir dan dikelompokkan menjadi: 1.2. ≥ 6 bulan 2.6.2. Laki-laki 2.xxiii 3. Kepemilikan jamban adalah ketersediaan jamban yang digunakan responden setiap kali BAB dan dikelompokkan menjadi: 1. Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Campuran 3. ≥ 12 tahun 3. Tidak ada 2.

Sedang 3. Jenis cacing campuran ialah cacing yang menginfeksi penderita lebih dari satu jenis cacing dan dikelompokkan menjadi: 1. Baik 2. 2. Jamban sendiri (WC) 3. 4. Ringan (ditemukan telur cacing 1-5000 telur ) 2.2. Ascaris lumbricoides + Trichuris trichiura Ascaris lumbricoides + Hookworm Hookworm + Trichuris trichiura Ascaris lumbricoides + Trichuris trichiura + Hookworm 3.8. 2009 USU Repository © 2008 .9. Sedang (ditemukan telur cacing 5001-50. Kebun 2. Buruk (apabila skor >75%-100% bila nilai 29-38) (apabila skor 45%-74% bila nilai 17-28) (apabila skor ≤ 44%) bila nilai ≤ 16) 3. Personal higiene ialah tindakan kesehatan personal responden terhadap penyakit kecacingan pada setiap responden dan dikelompokkan menjadi: 33 1.2. 3.2. Berat (ditemukan telur cacing >50. Berat ringannya infeksi cacing Ascaris lumbricoides ialah infeksi yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides dengan ditemukan telur cacing pada tinja responden setelah diperiksa di laboratorium dan dikelompokkan menjadi: 1.10.000 telur) 3.7. Tempat biasa pembuangan tinja adalah tempat pembuangan tinja yang biasa digunakan responden sebagai tempat buang air besar dan dikelompokkan menjadi: 1. Sembarangan 3.000 telur) 3.11.2. Berat ringannya infeksi cacing Trichuris trichiura ialah infeksi yang disebabkan oleh cacing Trichuris trichiura dengan ditemukan telur cacing 24 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.xxiv 3.2.

xxv pada tinja responden setelah diperiksa di laboratorium dan dikelompokkan menjadi:34 1. Sedang (ditemukan telur cacing 1001-10. Sedang (ditemukan telur cacing 2001-7000 telur) 3. Ringan (ditemukan telur cacing 1-2000 telur) 2. Prevalensi kecacingan adalah jumlah positif infeksi kecacingan dibagi dengan jumlah spesimen yang diperiksa.13.000 telur) 3.  Prevalensi seluruh kecacingan = Jumlah specimen positif infeksi cacing x 100% Jumlah specimen yang diperiksa  Prevalensi Ascaris lumbricoide Jumlah specimen positif telur Ascaris lumbricoides Jumlah specimen yang diperiksa  Prevalensi Trichuris trichiura Jumlah specimen positif telur Trichuris trichiura Jumlah specimen yang diperiksa  Prevalensi Hookwoorm Jumlah specimen positif telur Hookworm Jumlah specimen yang diperiksa x 100% x 100% x 100% 25 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.2. 2009 USU Repository © 2008 . Ringan (ditemukan telur cacing 1-1000 telur) 2.000 telur) 3. Berat ringannya infeksi Hookworm ialah infeksi yang disebabkan oleh Hookworm dengan ditemukan telur cacing pada tinja responden setelah diperiksa di laboratorium dan dikelompokkan menjadi:34 1.12.2. Angka prevalensi kecacingan dirinci seluruh jenis cacing dan tiap jenis cacing. Berat (ditemukan telur cacing >7000 telur) 3. Berat (ditemukan telur cacing >10.

Lokasi dan Waktu Penelitian 4. 4. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2008 .1. 4. pengumpulan data.2. Jarak tempuh anak sekolah dasar dari tempat tinggal penduduk bervariasi. dimulai survei awal.2. 176385 berada di dusun I desa Huta Tinggi. penulisan skripsi sampai dengan ujian skripsi. serta Sekolah Dasar Negeri tersebut tidak mempunyai sumber air bersih. yakni antara ±300 meter sampai ±3 km.2.1. SD Negeri No.xxvi BAB 4 METODE PENELITIAN 4. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. 2009 USU Repository © 2008 . 26 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.2. Sekolah Dasar Negeri tersebut terletak di daerah pertanian dan mayoritas penduduknya adalah petani. bimbingan proposal. Ke dua lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dengan alasan bahwa Sekolah Dasar Negeri tersebut berada di desa yang tertinggal dari semua desa yang ada di Kecamatan Pangururan (data terlampir). 173763 di dusun III (Sigumbang) desa parhorasan. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah dilaksanakan di SD Negeri No.Januari 2009.

173763 Sigumbang desa Parhorasan dan SD Negeri No. Pemeriksaan feses dilakukan dilaboratorium Poliklinik Bersalin Santa Elisabet Pangururan oleh tenaga analis Rumah Sakit Santa Elisabet Medan. di mana besar sampel sama dengan jumlah populasi. 176385 desa Huta Tinggi Kecamatan Pangururan tahun 2008. Selama penelitian 2 orang tidak diikutkan sebagai sampel karena sakit. Populasi dan Sampel 4.1.3. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas I-VI SD Negeri No. 2009 USU Repository © 2008 .4.xxvii 4. yang berjumlah 204 orang.4. 4. Metode Pengumpulan Data 4. Dalam kunjungan ke sekolah peneliti dibantu oleh 4 orang tenaga kesehatan (AKBID) yang membantu wawancara dan observasi langsung.3.3. 173763 Sigumbang desa Parhorasan dan SD Negeri No. 4. 176385 desa Huta Tinggi di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2008.2. 27 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Sampel Sampel adalah seluruh murid kelas I-VI SD Negeri No. Wawancara dengan menggunakan kuesioner di sekolah dan mengadakan observasi ke tempat tinggal anak Sekolah Dasar dengan panduan daftar pertanyaan. Data primer Data primer merupakan data yang diperoleh dari anak SD secara langsung dengan metode wawancara yang menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya dan observasi terhadap lingkungan.1. maka jumlah sampel seluruhnya adalah 202 orang.

sedang. 176385 2008. skor jawaban sedang adalah 1 dan skor jawaban baik adalah 2 sehingga didapat aspek pengukuran personal higiene sebagai berikut: 1. Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 4. Personal Higiene Item-item pertanyaan tentang personal higiene bervariasi yaitu.2.xxviii 4. Penilaian Berat Ringannya Infeksi Cacing Usus. 2009 USU Repository © 2008 . 2. Untuk jenis infestasi cacing dilihat keberadaan cacing Ascaris lumbricoides. Sedang (skor 45%-74%) bila nilai 17-28 3. Kebiasaan kontak dengan tanah sebanyak 3. Sedangkan 28 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. buruk. 2.4. Kantor Camat Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2007. Baik (skor ≥ 75%) bila nilai 29-38. Skor jawaban buruk adalah 0.5. kebersihan kuku 3. dan sanitasi lingkungan 5 pertanyaan. Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2006. dengan kriteria baik. Kebiasaan mencuci tangan dan mandi sebanyak 6. Penggunaan alas kaki sebanyak 2. Trichuris trichiura dan Hookworm pada hasil pemeriksaan telur cacing. Huta Tinggi. 3. SD Negeri No. Buruk (skor ≤ 44% ) bila nilai ≤ 16 33 b. Aspek Pengukuran a. 173763 Sigumbang desa Parhorasan dan SD Negeri No. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari : 1.

Metode Kato-katz Peralatan dan bahan. b. makan obat cacing terhadap infeksi kecacingan.000 > 7000 4.000 >10. 4. daftar pertanyaan yang menyangkut kepemilikan jamban.xxix derajat infestasi cacing ditentukan oleh banyaknya jumlah telur cacing/gram tinja yang diperoleh dari hasil pemeriksaan. Mikroskop 2.37 mm dan alat pelobang kertas berdiameter 6 mm. Karton yang tebalnya 1. Karton ini dilobangi dengan pelobang kertas tersebut yang gunanya sebagai alat ukur tinja yang diperiksa. Slide atau gelas objek 3.000 2001-7000 Berat > 50. personal higiene. tempat pembuangan tinja. Instrumen Penelitian a. 29 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Pengkategorian berat ringannya infeksi cacing usus yang dibuat oleh WHO tahun 2003 adalah sebagai berikut:34 Jenis Cacing Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Ringan 1-5000 1-1000 1-2000 Sedang 5001-50. 1. Kuesioner Kuesioner yang ditujukan kepada anak Sekolah Dasar mencakup identitas diri anak (umur.6. Berat tinja dalam satu lobang ini diperkirakan kira-kira 48 mg. jenis kelamin).000 1001-10. Kertas cellophane yang telah direndam dengan larutan Kato. 2009 USU Repository © 2008 .

Teknik Pemeriksaaan: 1. 3.35. untuk menyaring tinja. tinja diletakkan keatas kawat kasa di atas lobang dan disaring dengan mengoles sampai lobang tersebut penuh. 2009 USU Repository © 2008 . Analisa data dilakukan terhadap data primer dengan menggunakan perhitungan statistik (Chi Square). 6. Kawat kasa yang halus 2x2 cm. 30 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.0 for Windows. 5. Ditunggu selama kira-kira 15 menit. 4. Kertas tissue untuk mengisap cairan tinja yang encer. Hitung telur cacing yang ditemukan x 21 (1000:48) maka didapatlah jumlah telur di dalam 1 gram tinja. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk narasi. Kepermukaan object glass diletakkan karton yang telah berlobang. diatasnya diletakkan saringan kawat kasa. 2.36 4. 7.xxx 5. Karton dan kawat kasa dibuang sehingga tinja tertinggal pada object glass sebanyak isi lobang karton. Lidi untuk mengambil tinja. Tinja ditutup dengan sepotong kertas cellophan kato dan diratakan.7. tabel dan grafik. Teknis Analisa Data Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputer SPSS 12.

Parsaoran I. Sinabulan. Kemudian yang termasuk desa di Kecamatan Panguruan yaitu: desa Rianiate. Terdiri dari dataran tinggi dan rendah. Sianting-Anting. Tanjung Bunga. Jumlah murid sebanyak 86 orang. luas Danau Toba 50. Situngkir.43 Km2. Huta Namora. Aek Nauli. Lumban Suhi-Suhi Dolok. kelas sebanyak 6 ruangan. Parmonangan. Pardomuan Nauli. Adapun kelurahan yang di Kecamatan Pangururan yaitu Kelurahan Pangururan. Sialanguan. Propinsi Sumatera Utara. Sait Nihuta.1. Panampangan. 2009 USU Repository © 2008 . Luas Wilayah Kecamatan Pangururan 121. Guru sebanyak 10 orang. Adapun batas-batas Wilayah Kecamatan Pangururan adalah sebagai berikut: Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Simanindo Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Palipi Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Sianjur Mulamula Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Ronggur Nihuta Secara Administrasi Wilayah Kecamatan Pangururan terdiri dari 3 kelurahan dan 25 desa.xxxi BAB 5 HASIL PENELITIAN 5. Parlondut. Sekolah Dasar Negeri No.1. luas 31 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Kondisi Geografis Kecamatan Pangururan berada di Wilayah Pemerintahan Kabupaten Samosir. Data Sekunder 5.1. 173763 Sigumbang berada di desa Parhorasan.37 Km2. Sitoluhuta. Pardomuan I. Lumban Pinggol. dengan ketinggian 900-1414 meter dari permukaan laut. Parbaba Dolok. Siogung-Ogung dan Pintu Sona. Lumban Suhi-Suhi Toruan. Pardugul. Siopat Sosor. Parhorasan dan Huta Tinggi. Huta Bolon.

818 1.22 11.2. Demografi 5.36 6.225 1.009 993 1.868 2.807 1.60 12.29 5.85 4.553 % 11.1. Sekolah Dasar Negeri No.xxxii tanah 4200 m2 dan luas bangunan 594 m2.14 100 Berdasarkan tabel 5.1 dapat diketahui bahwa jumlah penduduk di Kecamatan Pangururan pada tahun 2007 adalah 28. Jumlah murid sebanyak 118 orang.529 1.128 1. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kecamatan Pangururan Tahun 2007 Golongan Jenis Kelamin Umur (Tahun) Laki-laki Perempuan 1 0-4 1.55 7.311 3.539 Sumber : BPS Kab. luas bangunan 315 m2. diikuti dengan golongan umur 5-9 tahun dan paling sedikit pada golongan umur 60-64 tahun.1.1.52 6.176385 berada di desa Huta Tinggi.Samosir 2007 No f 3. kelas sebanyak 6 ruangan.1.412 3. Jumlah Penduduk Tabel 5. 2009 USU Repository © 2008 . 5.95 4.95 13.01 3.605 4 15-19 1.53 3. 32 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.467 28.782 2 5-9 1.014 14.48 5.539 jiwa.752 3 10-14 1.585 1.715 1.387 1.2.489 3.827 2. luas tanah 5000 m2.041 5 20-24 1.146 1. Kelompok umur yang paling banyak adalah golongan umur 15-19 tahun.55 3.347 799 6 25-29 967 851 7 30-34 723 992 8 35-39 514 614 9 40-44 691 696 10 45-49 541 684 11 50-54 707 878 12 55-59 480 529 13 60-64 401 592 14 >64 743 724 Total 14.553 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 14014 jiwa sedangkan perempuan 14. Guru sebanyak 12 orang.737 1.

2009 USU Repository © 2008 . Sarana Kesehatan Tabel 5.3.555 Sumber: Profil Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Tahun 2007 33 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.2. 5. 6. Jenis Penyakit dan Jumlah Penderita di Puskesmas Buhit Tahun 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Penyakit f Infeksi Saluran Pernafasan Atas 6. dapat diketahui bahwa sarana kesehatan yang paling banyak di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir adalah Posyandu sebanyak 48.1. 10.xxxiii 5. Jumlah Sarana Kesehatan di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2007 Sarana Kesehatan Rumah Sakit Umum Puskesmas Puskesmas Pembantu Posyandu Balai Pengobatan Praktek Dokter Umum Bidan Praktek Apotik Toko Obat Total Sumber BPS Kecamatan Samosir tahun 2007.115 Hipertensi 900 Cacingan 578 Disentri 510 Bronchitis 415 Scabies 404 Diare 384 Rematik 238 TB Paru 83 Total 11. 3. 9.2.2. Data Sepuluh Penyakit Terbesar di Puskesmas Buhit Tabel 5. 5. f 1 1 5 48 1 4 1 1 6 68 Berdasarkan tabel 5.2.1.928 Tukak Lambung 1.2. 4. No 1.3. 8. 2.

34 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Jenis dan Jumlah Tenaga Kesehatan di Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2007 No 1. serta penyakit yang terkecil yaitu penyakit TB Paru sebanyak 83 orang.2. 12. Jenis Tenaga Kesehatan f Doker Umum 3 Dokter Gigi 1 Akademi Bidan 27 Akademi Perawat 8 Akademi Gizi 1 Akademi Kesling 1 Akademi Analis 1 Akademi Farmasi 1 Bidan 11 Perawat 8 Perawat Gigi 1 Pekarya Kesehatan 2 Total 65 Sumber: Profil Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Tahun 2007 Berdasarkan tabel 5. 6. 4.4. 2. 10. 9. 2009 USU Repository © 2008 . dapat diketahui bahwa penyakit terbesar pada tahun 2007 adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas sebanyak 6. dapat diketahui bahwa jenis dan jumlah tenaga kesehatan yang paling banyak di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir adalah Akademi Bidan sebanyak 27 orang.4. 3. 5.3.928 orang dan penyakit kecacingan berada pada urutan ke empat sebanyak 578 orang. 5. 11.xxxiv Berdasarkan tabel 5.4. Jenis dan Jumlah Tenaga Kesehatan Tabel 5. 8.1. 7.

2.5.6 124 61.176385 di desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir diperoleh hasil sebagai berikut: 5.3 Total f 202 202 202 202 % 100 100 100 100 N0 1 2 3 4 Jenis Cacing Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Campuran Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.6%).4%) dan negatif sebanyak 88 orang (43. dapat diketahui bahwa hasil pemeriksaan feses anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir menunjukkan bahwa anak Sekolah Dasar yang positif infeksi kecacingan sebanyak 114 orang (56.8 41 20.2. 5. Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Pada Anak Sekolah Dasar Tabel 5.7 148 73.2 145 71. Prevalensi Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Tabel 5.173763 dan No.4 43. Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 1 2 Kejadian Kecacingan Positif Negatif Total f 114 88 202 % 56. 2009 USU Repository © 2008 35 . Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Kejadian Kecacingan Positif (+) Negatif (-) f % f % 78 38.6 100 Berdasarkan tabel 5. Data Primer Berdasarkan hasil pengumpulan data mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar Negeri No.3 161 79.xxxv 5.5.4 57 28.2.7 54 26.6.2.1.

xxxvi Berdasarkan tabel 5.9 47. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 1 2 3 4 Jenis Infeksi Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Campuran Total f 30 21 9 54 114 % 26.70 33.4 7.7%).3. campuran 54 orang (26.3%).2.9%) dan infeksi campuran sebanyak 54 orang (47.6%). Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Tabel 5. dapat diketahui bahwa kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan adalah infeksi Ascaris lumbricoides sebanyak 30 orang (26.2%).7.3 18. 2009 USU Repository © 2008 36 . Hookworm sebanyak 9 orang (7.6. Trichuris trichiura sebanyak 21 orang (18.30 14. 5. Trichuris trichiura 57 orang (28.2.4 100 Berdasarkan tabel 5. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Campuran Pada Anak SD di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 1 2 3 4 Jenis Cacing Campuran Ascaris +Trichuris Ascaris + Hookworm Ascaris +Trichuris +Hookworm Trichuris+ Hookworm Total f 22 18 8 6 54 % 40.80 11.8.4%).20 100 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Hookworm sebanyak 41 orang (20.3%).4%). dapat diketahui bahwa kejadian kecacingan berdasarkan jenis cacing pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan adalah Ascaris lumbricoides sebanyak 78 orang (38.4.7. Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Campuran Tabel 5. 5.

8.8 9-11 ≥ 12 Total Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Makan Obat Cacing ≥ 6 bulan < 6 bulan Total f 98 80 24 202 116 86 202 165 37 202 % 48. kelompok umur 9-11 tahun sebanyak 80 orang (39.5.6 100 81.4%). Ascaris lumbricoides+ Hookworm sebesar 33.6%) dan kelompok umur ≥ 12 tahun sebanyak 24 orang (11.5%).5 39.2.30%. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Karakteristik di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 1 Umur (Tahun) 6.80%.20% pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.9%). sementara Trichuris trichuris+Hookworm sebesar 11.xxxvii Berdasarkan tabel 5. dapat diketahui bahwa hasil wawancara dari 202 responden didapatkan bahwa kelompok umur 6-8 tahun sebanyak 98 orang (48.7 18. perempuan sebanyak 86 orang (42.9 100 57. Jenis kelamin responden terbanyak laki-laki sebanyak 116 (57. dapat diketahui bahwa kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing campuran ditemukan cacing Ascaris lumbricoides + Trichuris trichuris sebesar 40.9. 5. Ascaris lumbricoides + Trichuris trichuris+ Hookworm sebesar 14.6 11. 37 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .6%).9. Karakteristik Anak Sekolah Dasar Tabel 5.4 42.70%.3 100 2 3 Berdasarkan tabel 5.

7%) sedangkan responden yang memiliki jamban sebanyak 47 orang (23. Kebersihan responden sebagian besar berada pada personal higiene kategori sedang yaitu 38 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Lingkungan Anak Sekolah Dasar Tabel 5. Tempat responden biasa membuang tinja ditemukan paling banyak di kebun sebanyak 105 orang (52.xxxviii Responden yang makan obat cacing ≥ 6 bulan terakhir sebanyak 165 orang (81.3%).7 19.8 100 3 Kebun Sembarangan Jamban Sendiri Total Personal Higiene Baik Sedang Buruk Total Berdasarkan tabel 5.3%). 5. dapat diketahui bahwa hasil wawancara dari 202 responden yang tidak memiliki jamban didapatkan sebanyak 155 orang (76.3 100 9.7 23. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Lingkungan di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 1 Kepemilikan Jamban Tidak Ada Ada Total 2 Tempat Biasa Pembuangan Tinja f 155 47 202 105 58 39 202 20 138 44 202 % 76.2.10.10.9 68.0%) dan paling sedikit di jamban sendiri 39 orang (19.3 21.0 28.7%) sedangkan makan obat cacing < 6 bulan terakhir ini sebanyak 37 orang (18. 2009 USU Repository © 2008 .6.4%) pada anak Sekolah Dasar di desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.3 100 52.

9%).26 100 100 100 95.12 4. Pada cacing Hookworm ditemukan infeksi ringan sebanyak 39 orang (95. Hookworm Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 1 Ascaris lumbricoides Ringan Sedang Total Trichuris trichiura Ringan Total 3 Hookworm Ringan Sedang Total f 70 8 78 57 57 39 2 41 % 89.12%) dan infeksi sedang sebanyak 2 orang 4. 39 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.11. 5. 2009 USU Repository © 2008 . Kejadian Kecacingan Berdasarkan Berat Ringannya Infeksi Kecacingan Tabel 5. Trichuris trichiura.88 100 2 Berdasarkan tabel 5.3%) sedangkan paling sedikit ditemukan dengan personal higiene kategori baik yaitu sebanyak 20 orang (9. Pada cacing Trichuris trichiura ditemukan hanya infeksi ringan sebanyak 57 orang (100%) sementara infeksi sedang dan berat tidak ditemukan.88% namun infeksi berat tidak ditemukan.7.11.xxxix sebanyak 138 orang (68. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Berat Ringannya Infeksi Cacing Ascaris lumbricoides.2. dapat diketahui bahwa infeksi kecacingan berdasarkan berat ringannya infeksi menunjukkan bahwa pada cacing Ascaris lumbricoides ditemukan infeksi ringan sebanyak 70 orang (89.26%) sementara infeksi berat tidak ditemukan.74 10.74%) dan infeksi sedang sebanyak 8 orang (10.

Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5. Tabulasi Silang Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Kelompok Umur (tahun) 6-8 9-11 ≥ 12 χ2 = 1.0%).0%) sedangkan negatif sebanyak 47 orang (48.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara umur responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.5 24 100 df= 2 p= 0.0%).0 80 100 15 62.542 Kejadian Kecacingan Total Positif (+) Negatif (-) f % f % f % 51 52.462 N0 1 2 3 Berdasarkan tabel 5.2.5%) sedangkan negatif sebanyak 9 orang (37. dapat diketahui hasil tabulasi silang antara umur dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 98 orang berada pada kelompok umur 6-8 tahun ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 51 orang (52.12.0 47 48.0%) sedangkan negatif sebanyak 32 orang (40.0 98 100 48 60. 40 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.8.0 32 40.xl 5.5%) Berdasarkan hasil Uji Chi-Square diperoleh p > 0. Pada kelompok umur ≥ 12 tahun berjumlah 24 orang ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 15 orang (62.5 9 37.12. Pada kelompok umur 9-11 tahun berjumlah 80 orang ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 48 orang (60. 2009 USU Repository © 2008 .

2009 USU Repository © 2008 .177 Kejadian Kecacingan Total Positif (+) Negatif (-) f % f % f % 64 55. Kemudian dari 86 responden berjenis kelamin perempuan ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 50 orang (58.9.2 52 44.xli 5.1 36 41. 41 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.2%) sedangkan negatif sebanyak 52 orang (44.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara jenis kelamin dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.2.8 116 100 50 58.9%).1%) sedangkan negatif sebanyak 36 orang (41. dapat diketahui hasil tabulasi silang antara jenis kelamin dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 116 responden berjenis kelamin lakilaki ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 64 orang (55.674 1 2 Berdasarkan tabel 5. Berdasarkan Hasil Uji Chi-square diperoleh P > 0.8%).13. Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5.9 86 100 df= 1 p= 0. Tabulasi Silang Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan χ2 = 0.13.

860 1 2 Berdasarkan tabel 5.3 21 44.2%).10. Tabulasi Silang Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 Kepemilikan Jamban Tidak Ada Ada 2 χ = 0.7 df= 1 Total f % 155 100 47 100 p= 0.14.031 Kejadian Kecacingan Positif (+) Negatif (-) f % f % 88 56. 2009 USU Repository © 2008 .3%) sedangkan negatif sebanyak 21 orang (44.2.8%) sedangkan negatif sebanyak 67 orang (43. Kemudian 47 responden memiliki jamban ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 26 orang (55. Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh nilai p > 0.7%). dapat diketahui hasil tabulasi silang antara kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa Tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 155 responden tidak memiliki jamban ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 88 orang (56.8 67 43. Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5.xlii 5. 42 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.2 26 55.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.14.

8%).7 20 51.428 % 100 100 100 1 2 3 Berdasarkan tabel 5.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor tempat biasa pembuangan tinja dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.15. Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh nilai p > 0. 43 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Hubungan Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5. 2009 USU Repository © 2008 .7%) sedangkan negatif sebanyak 20 orang (51.2.xliii 5.8 36 62.9%).1 22 37. Dari 58 responden biasa buang air besar secara sembarangan ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 36 orang (62.15.11.2 46 43.3 df= 2 Total f 105 58 39 p= 0.696 Kejadian Kecacingan Positif (+) Negatif (-) f % f % 59 56.9 19 48.2%) sedangkan negatif sebanyak 46 orang (43. Kemudian dari 39 responden biasa buang air besar di jamban sendiri ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 19 orang (48. dapat diketahui bahwa hasil tabulasi silang antara kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 105 responden biasa buang air besar di kebun ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 59 orang (56. Tabulasi Silang Hubungan Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 N0 Tempat Biasa Pembuangan Tinja Kebun Sembarangan Jamban Sendiri χ2 = 1.3%).1%) sedangkan negatif sebanyak 22 orang (37.

Kemudian 138 responden mempunyai personal higiene sedang ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 71 orang (51. Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh nilai p < 0.12.2%). Dari 44 responden mempunyai personal higiene buruk ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 36 orang (81.0 71 51.000 N0 1 2 3 Berdasarkan tabel 5. dapat diketahui hasil tabulasi silang antara personal higiene dengan kejadian kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 20 responden mempunyai personal higiene baik ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 7 orang (35.8%) sedangkan negatif sebanyak 8 orang (18.xliv 5. Tabulasi Silang Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Personal Higiene Baik Sedang Buruk χ2 = 16.16.8 8 18.0%). Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5. 2009 USU Repository © 2008 .4 67 48. 44 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.664 Kejadian Kecacingan Positif (+) Negatif (-) f % f % 7 35.4%) sedangkan negatif sebanyak 67 orang (48.05 berarti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor personal higiene dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.16.6%).0 13 65.0%) sedangkan negatif sebanyak 13 orang (65.6 36 81.2.2 df= 2 Total f % 20 100 138 100 44 100 p= 0.

05 berarti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor frekuensi makan obat cacing dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.5%). Kemudian 37 responden makan obat cacing < 6 bulan terakhir ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 1 orang (2. Tabulasi Silang Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Frekuensi Makan Obat Cacing ≥ 6 bulan < 6 bulan χ2 = 53.17.7%) sedangkan negatif sebanyak 36 orang (97.5%) sedangkan negatif sebanyak 52 orang (31.2. Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh nilai p < 0. dapat diketahui hasil tabulasi silang antara frekuensi makan obat cacing dengan infeksi kecacingan pada anak SD Negeri di desa tertinggal Kecamatan Pangururan menunjukkan bahwa 165 responden tidak makan obat cacing ≥ 6 bulan terakhir ditemukan positif infeksi kecacingan sebanyak 113 orang (68. 45 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.17.000 N0 1 2 Berdasarkan tabel 5.3 df= 1 Total f % 165 100 37 100 p= 0.xlv 5.5 1 2.5 52 31.7 36 97.13.3%). Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Tabel 5. 2009 USU Repository © 2008 .194 Kejadian Kecacingan Positif (+) Negatif (-) f % f % 113 68.

2009 USU Repository © 2008 . Hasil survei Dinas Kesehatan Tingkat I Sumatera Utara pada anak Sekolah Dasar di tiga belas Kabupaten/Kota tahun 2003-2006 diperoleh hasil yaitu prevalensi infeksi kecacingan sebesar 68%.40%.1. Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 43.60% Positif Negatif 56.xlvi BAB 6 PEMBAHASAN 6.40% Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui hasil pemeriksaan feses yang dilakukan pada 202 sampel anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.1. 9 46 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Adapun hasil yang diperoleh prevalensi kecacingan sebesar 56. Prevalensi Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Prevalensi kejadian kecacingan Anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pengururan Kabupaten Samosir tahun 2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 6.

umur penduduk dan kondisi alam atau geografi.8%. Perbedaan infeksi kecacingan pada masing-masing daerah disebabkan oleh adanya perbedaan faktor resiko di beberapa lokasi penelitian.xlvii Hasil penelitian Ginting. 37 Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa bila dibandingkan dengan angka Nasional infeksi kecacingan yaitu < 10% (Depkes. hal ini menunjukkan bahwa rendahnya upaya pencegahan infeksi kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir sehingga mengakibatkan tingginya prevalensi kecacingan. maka angka ini masih sangat tinggi.2. (2003) dengan desain cross sectional dari 120 anak Sekolah Dasar di 5 SD Kabupaten Karo menemukan bahwa prevalensi kecacingan sebesar 70%. 2009 USU Repository © 2008 .18 6. terutama yang berhubungan dengan kondisi sanitasi lingkungan.23 Hasil penelitian Dly Zukhriadi (2008) dengan desain cross sectional di tiga Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sibolga Kota menemukan bahwa prevalensi kecacingan sebesar 55. 2004). higiene perorangan. Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Anak Sekolah Dasar Prevalensi kejadian kecacingan berdasarkan jenis cacing pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 47 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

2. dan cacing Hookworm (6.60%. Hookworm 0.30%.49% Trichuris trichiura 2% dan 48 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. campuran sebesar 26.74%). Trichuris trichiura sebesar 28.74%).46%)28 Hasil survei kecacingan yang dilaksanakan oleh Sub Program P2P dan PL Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir (2007) di 44 Sekolah Dasar diperoleh prevalensi cacing Ascaris lumbricoides 23%. cacing Trichuris trichiura (17.xlviii Gambar 6. Distribusi Prevalensi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa prevalensi kejadian kecacingan yang menginfeksi anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir yaitu cacing Ascaris lumbricoides sebesar 38.20% . Hookworm sebesar 20. Hasil survei Depkes bagian P2ML tahun 2004 di 10 propinsi sentinel Indonesia ditemukan prevalensi cacing Ascaris lumbricoides (17.7%. 2009 USU Repository © 2008 .

2) cacing Trichuris trichiura sebesar (22. Hal ini berhubungan erat sekali dengan siklus hidup dan cara penularan sebagian besar cacing Hookworm. Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Anak Sekolah Dasar Proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 49 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. hal ini tampak pada wawancara langsung bahwa sebagian besar anak Sekolah Dasar yang biasa buang air besar di kebun sendiri serta di sembarang tempat. hal ini memungkinkan karena anak sekolah Dasar di tempat penelitian ini dapat dikatakan bahwa kebanyakan tidak memakai sandal atau alas kaki bila keluar dari rumah. Infeksi cacing hookworm ini banyak dijumpai pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal ini. 6.5%) sedangkan cacing Hookworm tidak ditemukan. Hal lain yang menarik pada penelitian ini ialah penderita cacing Hookworm yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan hasil suvei Depkes dan Dinkes Samosir serta penelitian Zukhriadi.37 Tingginya prevalensi kecacingan pada penelitian ini dapat disebabkan oleh pencemaran tanah dengan tinja yang mengandung telur cacing.xlix Hasil Penelitian Dly Zukhriadi (2008) dengan desain cross sectional di tiga Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sibolga Kota menemukan prevalensi cacing Ascaris lumbricoides sebesar (54.3. 2009 USU Repository © 2008 . serta tidak menjaga kebersihan kaki dengan baik.

Sedangkan hasil penelitian Siregar (2008) dengan desain cross sectional di SD Negeri 06 Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis.3.3%. Trichuris + Hookworm. di mana proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing terbanyak pada cacing Ascaris lumbricoides sebesar 53%.40% Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm 26.40%.90% 18. menemukan proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing terbanyak pada cacing Ascaris lumbricoides sebesar 28.l Gambar 6. dan terkecil cacing Hookworm sebesar 4. Ascaris + Hookworm.90%. 2009 USU Repository © 2008 .38 Hasil penelitian Sadjimin (2000) dengan desain cross sectional di siswa SD Kecamatan Ampana Kota Kabupaten Poso Sulawesi Tengah.40% Campuran 47.1%.30% Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa proporsi kejadian kecacingan yang menginfeksi anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir ditemukan infeksi terbanyak yaitu cacing campuran (Ascaris + Trichuria. Perbedaan 50 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. dan terkecil Hookworm sebesar 7. dan terkecil cacing Hookworm sebesar 1%. Ascaris + Trichuris + Hookworm) sebesar 47. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Infeksi Cacing Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 7.

30%.4. 2009 USU Repository © 2008 .30% Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa jenis cacing campuran masing-masing ditemukan (infeksi cacing Ascaris lumbricoides (A.t) sebesar 40. geografis.l) + Hookworm (H) sebesar 33.4.70%. kebersihan perorangan.70% Ascaris + Hookworm Ascaris +Trichuris +Hookworm Trichuris+ Hookworm 33.80% 40. infeksi cacing Ascaris lumbricoides (A. Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Campuran anak Sekolah dasar Proporsi kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar berdasarkan jenis cacing campuran dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 6. 51 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.l)+ Trichuris trichiura (T.li proporsi kejadian kecacingan pada setiap individu dapat saja terjadi. hal ini dipengaruhi beberapa faktor resiko seperti cuaca.l) + Trichuris trichiura (T. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Jenis Cacing Campuran Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 11. 4 6.20% Ascaris +Trichuris 14.t) + Hookworm (H) sebesar 14.20%.80% dan infeksi cacing Trichuris trichiura (T. infeksi cacing Ascaris lumbricoides (A.t) + Hookworm (H) sebesar 11.

lii Gandahusada (2004) mengatakan bahwa infeksi cacing Ascaris lumbricoides sering sekali disertai infeksi cacing Trichuris trichiura. arus air yang ditimbulkannya masih lambat. Kurang disadarinya pemakaian jamban keluarga yang baik oleh masyarakat dapat menimbulkan pencemaran tanah dengan tinja di sekitar halaman rumah. Tingginya kejadian cacing Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yang menguntungkan parasit seperti keadaan tanah dan curah hujan serta temperatur optimal perkembang biakan yang hampir sama. Larvanya akan lebih mudah bergerak di pasir daripada di tanah liat sebab diameter pasir lebih besar dari diameter tanah liat. dibawah pohon dan di tempat-tempat pembuangan sampah. 20. Arus air yang lambat ini merupakan perangsang bagi larva Hookworm bergerak kepermukaan tanah dan mempermudah terjadinya infeksi. Selain faktor di atas yang menguntungkan bagi pertumbuhan Hookworm dikenal beberapa cara penularan Hookworm yaitu melalui tanah dan transmisi ke 52 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Trichuris trichiura. Hookworm juga dapat ditemukan secara bersamaan karena cara penularannya pada setiap orang sama yaitu melalui tanah (soil transmitted helminths). Telur Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura tumbuh lebih baik di tanah liat karena kelembaban tanah seperti ini sangat cocok bagi pertumbuhannya. Namun cacing Ascaris lumbricoides. 2009 USU Repository © 2008 . curah hujan yang belum lebat (misalnya permulaan musim hujan).22 Penularan dan siklus hidup cacing Hookworm kebanyakan melalui tanah. Tanah yang sangat baik untuk pertumbuhan larvanya yaitu tanah yang berpasir. Selain faktor tanah yang sangat menguntungkan Hookworm.

melalui sayur yang terkontaminasi dengan larva infeksius.22 Penelitian Ginting. 2009 USU Repository © 2008 . dimana dalam penelitian ini umur dikelompokkan menjadi tiga kategori sebagai berikut: Gambar 6.5. melalui makanan yang terkontaminasi dengan tanah dan kotoran manusia. Karakteristik Anak Sekolah Dasar Berdasarkan hasil pengumpulan data menggunakan kuesioner diketahui bahwa umur anak Sekolah Dasar yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah antara 6-13 tahun.23 6. Trichuris trichiura. (2003) dengan desain cross sectional pada 120 anak Sekolah Dasar di 5 SD Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo menemukan infeksi campuran antara cacing Ascaris lumbricoides. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Umur di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 53 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.5.liii manusia melalui kulit dan mukosa. Hookworm dengan prevalensi sebesar 55.8%.

Kondisi ini sesuai dengan laporan dari WHO (1998) yang mengatakan bahwa dari tiga setengah miliar penduduk yang terinfeksi parasit intestinal berbentuk cacing perut.50% dari responden berada pada kelompok umur 6-8 tahun dan paling sedikit pada kelompok umur ≥ 12 tahun sebesar 11.40% dari responden berjenis kelamin laki-laki dan 42.60% berjenis kelamin perempunan sebesar.liv Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 48. namun dalam 54 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.39 Gambar 6. Demikian juga dengan pernyataan Depkes (2004) bahwa penyakit kecacingan sering dijumpai pada usia anak pra Sekolah dan Sekolah Dasar yang berumur berkisar 5-15 tahun. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Jenis Kelamin di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 57.6.90%. Walaupun responden di tempat penelitian ini lebih banyak laki-laki. ternyata empat ratus lima puluh juta di antaranya mengenai anak-anak. 2009 USU Repository © 2008 .40%.3. Jadi responden yang mendominasi anak Sekolah Dasar yaitu laki-laki sebesar 57.

Lingkungan Anak Sekolah Dasar Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar lingkungan responden belum lengkap dengan sistem pembuangan tinja.lv kenyataannya tidak selalu laki-laki mengalami infeksi kecacingan lebih banyak dari anak perempuan. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Frekuensi Makan Obat Cacing di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 81. tempat biasa pembuangan tinja dan personal higiene untuk lebih jelas dapat dilihat dalam diagram sebagai berikut: 55 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .6. 6.40 Gambar 6.70% responden makan obat cacing ≥ 6 bulan dan sebesar 18.7. Dari data di atas dapat dikatakan bahwa program pemberian obat cacing di daerah ini oleh tenaga kesehatan belum berjalan dengan semestinya.30% yang makan obat cacing < 6 bulan.

2009 USU Repository © 2008 . Apabila ketiga faktor ini tidak berada pada keadaan seimbang maka benih penyakit dapat menyerang manusia.30%. (2000) mengatakan bahwa penyakit dapat timbul apabila terjadi gangguan keseimbangan lingkungan yang mencakup beberapa faktor fisik. 56 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. biologi.lvi Gambar 6. dan lingkungan. Kusnoputranto. Cara pandang epidemiologi. penyakit kulit.70% responden tidak memiliki jamban sedangkan anak yang memilki jamban sebesar 23. H & Susanna. Gangguan keseimbangan ini biasanya disebabkan oleh adanya perubahan dari satu faktor atau lebih. dan sosial ekonomi. colera. Perkembangan epidemiologi menggambarkan secara spesifik bahwa peran lingkungan dalam terjadinya penyakit sangat besar. Keadaan kesehatan lingkungan yang belum memenuhi persyaratan sanitasi dapat berakibat timbulnya penyakit-penyakit seperti malaria. agent.8. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Kepemilikan Jamban di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 76. dan penyakit kecacingan. penyakit terjadi karena adanya interaksi antara manusia. D.

Berdasarkan data diatas sebagian besar rumah belum memiliki jamban hal ini dapat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi keluarga atau sumber air untuk keperluan jamban di daerah ini sangat sulit di dapatkan.lvii Seperti yang diuraikan pada bab sebelunya bahwa lingkungan seperti sistem pembuangan tinja sangat berperan dalam memicu penyebaran penyakit kecacingan.70% yang biasa buang air besar di sembarang tempat.9. 57 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 . Kemudian lahan untuk membuang tinja di daerah ini masih sangat luas. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Tempat Biasa Pembuangan Tinja di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 52.00% responden biasa buang air besar di kebun dan 28. dengan demikian perlu adanya penanganan sistem pembuangan tinja yang memenuhi syarat kesehatan. hal ini disebabkan karena tinja dapat menjadi media transmisi infeksi cacing terhadap manusia. Gambar 6.30%. sementara yang biasa buang air besar di jamban sendiri sebesar 19.

dan paling sedikit ditemukan pada personal higiene kategori baik sebesar 9.30% responden memiliki personal higiene dengan kategori sedang. Distribusi Proporsi Anak Sekolah Dasar Berdasarkan Personal Higiene di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa 68.90%. Dari uraian diatas diketahui bahwa aspek pembentukan perilaku anak pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan.lviii Meskipun demikian konstruksi bangunan jamban yang sudah ada masih banyak yang belum memenuhi syarat baik dari segi kebersihannya. 2009 USU Repository © 2008 . Dengan minimnya air bersih untuk keperluan jamban maka banyak dari anak Sekolah Dasar di tempat penelitian ini membuang air besar di kebun ataupun sembarangan tempat. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa sebagian besar bangunan jamban hanya berdinding semi permanen dengan air yang terbatas. terutama perilaku hidup bersih sehat sebagian besar masih dalam kategori sedang. Hal ini dimugkinkan lagi bahwa bila membuang air besar dikebun kebutuhan akan air untuk kebersihan jamban tidak diperlukan.10. Gambar 6. namun demikian masih dijumpai tindakan kebersihan perorangan 58 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

akibatnya terdapat sarang lalat sebagai vektor menimbulkan penyakit dan bau yang tidak sedap. Pada cacing Trichuris trichiura ditemukan hanya infeksi ringan yaitu sebanyak 57 orang (100%).lix pada anak Sekolah Dasar yang buruk. Distribusi Proporsi Kejadian Kecacingan Berdasarkan Berat Ringannya Infeksi Kecacingan Anak Sekolah Dasar Kejadian kecacingan berdasarkan berat ringannya pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan dengan hasil infestasi infeksi cacing Ascaris lumbricoides ditemukan infeksi ringan sebanyak 70 orang (89. Faktor lain ialah kondisi sanitasi perumahan seperti saluran pembungan air limbah yang ditemukan hampir semua rumah tidak memiliki saluran air limbah.88%) sementara infeksi berat tidak ditemukan. infeksi sedang sebanyak 8 orang (10. 2009 USU Repository © 2008 . 6. kesadaran akan pentingnya kesehatan.26%) sementara infeksi berat tidak ditemukan.( Tabel 5. hal ini dimungkinkan karena keterbatasanketerbatasan keluarga anak sekolah Dasar seperti: keadaan ekonomi. Faktor lain yang cukup berperan dalam membentuk perilaku anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan dalam hal mencegah penyakit kecacingan ini adalah persediaan air bersih.74%).12%) infeksi sedang sebanyak 2 orang (4. di mana sebagian besar dari penduduk untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka memanfaatkan mata air yang tidak terlindung dengan baik dan jaraknya relatif jauh dari tempat tinggal penduduk. Kemudian pada cacing Hookworm ditemukan infeksi ringan sebanyak 39 orang (95.7.10) 59 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. penduduk langsung membuang air limbah ke belakang rumah.

Di samping kerugian mengisap darah penderita. cacing ini juga mengakibatkan luka-luka gigitan berdarah berlangsung lama.40 Cara makan cacing juga dapat memperberat infeksi kecacingan pada penderita. jumlah kontak dengan host.9%) dan infeksi sedang sebesar (11. kesanggupan migrasi. ratio seks cacing (Hookworm) yang menginfeksi host. ratio seks juga sangat menentukan berat ringannya infeksi kecacingan.lx Berat ringanya suatu infeksi cacing pada penderita ditentukan oleh virulensi.41 60 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.40 Selain cara makan cacing Hookworm sangat merugikan penderita.1%) sedangkan infeksi berat tidak ditemukan. Hookworm cenderung bermigrasi ke tempat lain atau keluar dari tubuh host bila ratio seks diantara mereka tidak sama. Misalnya penderita diinfeksi dengan 50% cacing Hookworm jantan dan 50% cacing Hookwrom betina akan bereaksi berbeda bila diinfeksi 70% cacing Hookworm betina dan 30% cacing Hookworm jantan. 2009 USU Repository © 2008 .3. Ternyata anemia yang ditimbulkan pada infeksi cara pertama lebih berat daripada cara ke dua. Misalnya cacing Hookworm hidup dalm rongga usus halus tapi melekat dengan giginya pada dinding usus dengan mengisap darah. cara makan dari parasit.40 Menurut penelitian Ayu (2003) dengan desain cross sectional pada anak pemulung di tempat pembuangan akhir sampah desa Namo Bintang Kabupaten Deli Serdang menemukan infeksi ringan sebesar (88. Keadaan ini di sebabkan oleh ratio seks cacing yang menginfeksi tidak sama. Infeksi cacing Hookworm ini dapat menyebabkan kehilangan darah secara perlahan akibatnya penderita mengalami kekurangan darah (anemia) sehingga dapat menurunkan gairah kerja serta menurunkan produktifitas.

Hubungan Umur Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan umur responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6. 2009 USU Repository © 2008 .lxi Berdasarkan data di atas bahwa anak Sekolah dasar yang mengalami infeksi cacing ditemukan infeksi ringan dan sedang. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Umur Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada kelompok umur 6-8 tahun sebesar 52.11. 6.00% positif infeksi kecacingan dan sebesar 48.00% negatif infeksi kecacingan. Kemudian pada kelompok umur 9-11 61 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. sementara infeksi berat tidak ditemukan.8. Hal ini dimungkinkan karena dari waktu ke waktu semakin bertambahnya pengetahuan masyarakat akan kesehatan lewat penyuluhan dan pengobatan oleh tenaga kesehatan serta adanya program penanggulangan penyakit kecacingan pada anak Sekolah Dasar.

811)23 62 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Infestasi kecacingan pada penelitian ini ditemukan mengenai anak dengan umur lebih tua.50% negatif infeksi kecacingan.00% negatif infeksi kecacingan. Secara epidemiologi puncak terjadinya infestasi kecacingan adalah pada usia 5-10 tahun.50% positif infeksi kecacingan dan 37.4 Hasil yang berbeda ini dapat dihubungkan dengan meningkatnya aktifitas bermain dan mobilitas anak yang lebih tua sehingga resiko tertular cacing lebih besar. 2009 USU Repository © 2008 . Hal ini sesuai penelitian Ginting (2003) dengan desain cross sectional di 5 Sekolah Dasar desa Suka Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo yang menemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara umur responden dengan kejadian kecacingan.00% positif infeksi kecacingan dan sebesar 40. Pada kelompok umur ≥ 12 tahun sebesar 37. Anak yang lebih muda termasuk higienenya masih dalam pengawasan orang tua sehingga resiko tertular menjadi lebih kecil.lxii tahun sebesar 60.(p= 0.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara umur responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Berdasarkan hasil Uji Chi-Square diperoleh p > 0.

80% negatif infeksi kecacingan.12. hal senada dengan pendapat Sandjaja (2007) dalam bukunya bahwa kejadian kecacingan pada setiap orang tidak membedakan jenis kelamin manusia. Namun pada dasarnya kejadian kecacingan dapat menginfeksi setiap jenis kelamin. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada jenis kelamin laki-laki sebesar 55.9. 40 63 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Kemudian prevalensi kecacingan pada jenis kelamin perempuan sebesar 58.90% negatif infeksi kecacingan. Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan jenis kelamin responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6.lxiii 6. Dari data di atas dapat dikatakan bahwa infeksi kecacingan cenderung pada jenis kelamin perempuan dari pada jenis kelamin lakilaki.20% positif infeksi kecacingan dan sebesar 44.10% positif infeksi kecacingan dan sebesar 41. 2009 USU Repository © 2008 .

414) 4 6. Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan kepemilikan jamban responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. T. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 64 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.13. 2009 USU Repository © 2008 . (2000) dengan desain cross sectional di Sekolah Dasar Kecamatan Ampana Kota Sulawesi Tengah yang menemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian kecacingan.lxiv Berdasarkan hasil Uji Chi-Square diperoleh p > 0.(p= 0. Hal ini sejalan dengan penelitian Sadjimin.10.

Kemudian prevalensi kecacingan pada anak yang memiliki jamban sebesar 55. Berdasarkan hasil Uji Chi-Square diperoleh p > 0. Dari data di atas dapat diketahui bahwa responden yang tidak memiliki jamban cenderung mengalami infeksi kecacingan daripada responden yang memiliki jamban. 2009 USU Repository © 2008 .20% negatif infeksi kecacingan.05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.80% positif infeksi kecacingan dan sebesar 43.30% positif infeksi kecacingan dan sebesar 44.lxv Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada anak yang tidak memiliki jamban ditemukan sebesar 56.70% negatif infeksi kecacingan. Penelitian Damanik (2001) dengan desain cross sectional di Sekolah Dasar Negeri 70 Kelurahan Bagan Deli yang menemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban dengan kejadian kecacingan 42 65 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

lxvi 6.11. Hubungan Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan tempat biasa pembuangan tinja responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6.14. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Tempat Biasa Pembuangan Tinja Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada responden yang biasa buang air besar di kebun sebesar 56,20% positif infeksi kecacingan dan sebesar 43,80% negatif infeksi kecacingan. Kemudian prevalensi kecacingan pada responden yang biasa buang air besar di sembarang tempat sebesar 62,10% positif infeksi kecacingan dan sebesar 37,9% negatif infeksi kecacingan. Sementara prevalensi kecacingan pada responden biasa buang air besar di jamban

66
Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

lxvii sendiri sebesar 48,70% positif infeksi kecacingan dan sebesar 51,30% negatif infeksi kecacingan. Kejadian kecacingan pada anak-anak usia Sekolah Dasar masih tinggi hal ini disebabkan karena kebiasaan membuang air besar secara sembarangan di dekat rumah, di kebun tempat ia bekerja dan kurang disadarinya pemakaian jamban keluarga dapat menimbulkan pencemaran tanah dengan tinja disekitar rumah, di bawah pohon, di tempat-tempat pembuangan sampah. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi pertumbuhan telur cacing usus. 18,20 Berdasarkan hasil Uji Chi-Square diperoleh p > 0,05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara tempat biasa pembuangan tinja dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Hal ini sesuai dengan penelitian Damanik (2001) dengan desain cross sectional di Sekolah Dasar Negeri 70 Kelurahan Bagan Deli yang menemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara tempat biasa pembuangan tinja dengan kejadian kecacingan.42

Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

67

lxviii 6.12. Hubungan Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan personal higiene responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6.15. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Personal Higiene Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada responden dengan personal higiene baik sebesar 35,00% positif infeksi kecacingan dan sebesar 65,00% negatif infeksi kecacingan. Kemudian prevalensi kecacingan pada responden dengan personal higiene sedang sebesar 51,40% positif infeksi kecacingan dan sebesar 48,60% negatif infeksi kecacingan. Sementara prevalensi kecacingan pada responden dengan personal higiene buruk sebesar 81,80% positif infeksi kecacingan dan sebesar 18,20% negatif infeksi kecacingan. Infeksi kecacingan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya yaitu faktor kebersihan perorangan. Kebersihan perorangan khususnya pada usia anak

Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008, 2009 USU Repository © 2008

68

Artinya anak Sekolah Dasar dengan personal higiene yang baik kejadian kecacingannya lebih rendah dibandingkan dengan anak Sekolah Dasar dengan personal higiene yang buruk. Namun lingkungan dan personal higiene buruk akan memperberat kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar.3. tidak menggunakan alas kaki ketika bermain dan keluar dari rumah. karena pada usia Sekolah Dasar ini belum mampu mandiri untuk mengurus kebersihan diri. kebersihan kuku tidak dijaga dengan baik. tidak mencuci kaki dan tangan dengan sabun setelah bermain di tanah. Setiap kali mandi tidak menggunakan sabun.05 berarti ada hubungan yang bermakna antara personal higiene dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Hal ini terlihat dari hasil penelitian bahwa responden dengan personal higiene yang buruk mengalami infeksi lebih banyak dari pada anak yang memiliki personal higiene yang baik.lxix Sekolah Dasar sangat penting mengingat pada usia ini infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah sangat tinggi. Higiene yang baik merupakan syarat penting dalam mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran penyakit menular seperti kecacingan. kondisi air yang tidak baik dan sering mengkonsumsi air yang belum matang. Buruknya personal higiene seseorang menyebabkan kecacingan yang sering dipengaruhi oleh perilaku anak yang tidak baik seperti tidak mencuci tangan setelah buang air besar. 2009 USU Repository © 2008 69 .40 Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh nilai p < 0. Penelitian Dly Zukhriadi (2008) dengan desain cross sectional di 3 Sekolah Dasar Kota Sibolga menemukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

2009 USU Repository © 2008 .13. Hubungan Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar Hubungan frekuensi makan obat cacing responden dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: Gambar 6.50% positif infeksi kecacingan dan sebesar 31. 37 6.lxx personal higiene seperti tidak cuci tangan sebelum makan. tidak cuci tangan setelah bermain di tanah. Kemudian prevalensi 70 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Diagram Bar Tabulasi Silang Antara Frekuensi Makan Obat Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Anak Sekolah Dasar di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008 Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa prevalensi kecacingan pada responden yang makan obat cacing ≥ 6 bulan sebesar 65.50% negatif infeksi kecacingan.16. makan jajanan. tidak memperhatikan kebersihan kuku dengan kejadian kecacingan. tidak cuci tangan setelah buang air besar.

18. Kemudian cara lain yaitu pemberian obat antihelmintik yang sangat efektif untuk membunuh telur-telur dari cacing usus yang ditularkan melalui tanah. mandi dan cuci tangan secara teratur. cukup air bersih.70% positif infeksi kecacingan dan sebesar 97. Menurut Depkes (2004) pemberian obat cacing pada setiap penderita kecacingan dapat menyembuhkan penderita cacingan dengan tingkat kesembuhan sebesar 70% .lxxi kecacingan pada responden yang makan obat cacing < 6 bulan diperoleh sebesar 2.22 Dari data di atas dapat diperoleh bahwa sebagian kecil pada responden makan obat cacing < 6 bulan dan sebagian besar responden tidak makan obat cacing ≥ 6 bulan.05 berarti ada hubungan yang bermakna antara makan obat cacing dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.3 Menurut penelitian Situmeang dkk (1995) di Sekolah Dasar Negeri II desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Pencegahan dan pemberantasan rantai daur hidup cacing usus dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti berdefekasi di kakus. Artinya anak Sekolah Dasar yang makan obat cacing < 6 bulan kejadian kecacingannya lebih rendah dibandingkan dengan anak Sekolah Dasar yang makan obat cacing ≥ 6 bulan. menjaga kebersihan diri. menemukan bahwa pemberian obat Pyreantel Pamoat dan Mebendazole pada anak- Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.30% negatif infeksi kecacingan.99%. sehingga infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah di tempat ini masih tinggi. Berdasarkan hasil Uji Chi Square menunjukkan p < 0. 2009 USU Repository © 2008 71 .

93. masing-masing 100%.48% dan 100%. Trichuris trichiura. 2009 USU Repository © 2008 72 . Jadi dapat dikatakan bahwa pemberian obat antihelmintik dapat menekan infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminths).lxxii anak yang menderita cacing usus mendapatkan angka kesembuhan pada cacing Ascaris lumbricoides. Jakarta Utara tentang pengaruh obat oksantel-pirantel pamoat dan mebendazole terhadap perkembangan telur Trichuris trichiura menunjukkan hasil bahwa dapat menghambat perkembangan telur Trichuris trichiura.44 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.43 Menurut penelitian Subahar dkk (1998) pada 5 Sekolah Dasar Negeri di wilayah Jakarta pusat dan madrasah ibtidaiyah. Hookworm.

tempat biasa pembuangan tinja di kebun 52.1. dan makan obat cacing ≥ 6 bulan 68.50%.5. 7. jenis kelamin.12%.70%.6.2.1.1. Trichuris trichiura ringan 100%. 73 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.40%. Kesimpulan 7. 7. 7.3. Prevalensi kecacingan berdasarkan karakteristik pada kelompok umur ≥ 12 tahun 65.00%. tidak memiliki jamban 76.1.1.70%.1. 7. Prevalensi kecacingan pada anak Sekolah Dasar di desa tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tahun 2008 sebesar 56. kepemilikan jamban.10%. Tidak ada hubungan bermakna antara faktor umur. 7. laki-laki 57. 2009 USU Repository © 2008 .74%. 7. Distribusi proporsi berdasarkan berat ringannya Ascaris lumbricoides ringan 89. 7. Distribusi proporsi berdasarkan lingkungan.9.05).40%. dan Hookworm ringan 95.50%.8. 7.7.4. perempuan 58.1.lxxiii BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1.50%.1. Prevalensi kecacingan berdasarkan jenis cacing Ascaris lumbricoides 38. tempat biasa pembuang tinja dengan kejadian kecacingan (p > 0. Ada hubungan bermakna antara personal higiene dengan kejadian kecacingan. Distribusi proporsi berdasarkan karakteristik kelompok umur 6-8 tahun 48.30%.40% dan makan obat cacing ≥ 6 bulan sebesar 81.1.1.1. Distribusi proporsi berdasarkan jenis cacing campuran Ascaris lumbricoides + Trichuris trichiura 40. Distribusi proporsi berdasarkan jenis infeksi campuran 47.60%. 7.70%.05). antara frekuensi makan obat cacing dengan kejadian kecacingan (p < 0. personal higiene kategori sedang 68.10.

2. dengan tingginya kejadian kecacingan sebesar (56. Saran 7. 7.2. mencuci tangan dengan sabun sesudah buang air besar. Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut agar dapat mengetahui lebih jelas faktor-faktor yang berpengaruh dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar. 2009 USU Repository © 2008 .2.3. menggunakan air minum yang bersih. Untuk pihak sekolah agar memberikan pengetahuan tentang personal higiene seperti setiap mandi harus pakai sabun. tidak buang air besar di sembarang tempat. meminum air yang sudah dimasak dengan matang. pencegahan dan penanggulangan kecacingan secara periodik yang sudah berjalan perlu ditingkatkan pada semua anak Sekolah Dasar. 74 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir.lxxiv 7. 7. memotong kuku anak seminggu sekali. menyediakan Jamban dan air bersih untuk anak sekolah dalam mencegah terjadinya infeksi kecacingan.2.1.4%) maka program pemeriksaan. memakai alas kaki bila bermain dan keluar rumah.2.

Dinkes Kab. 2004. Profil Kesehatan Kabupaten Samosir 11. 9 September 2008| 20. 10. Prop.5. hal 1-2. Jakarta. 1998. 2006.Jakarta. RI. 2004. Dinkes Propinsi Sumatera Utara. Gambaran Epidemiologi Kejadian Kecacingan Pada siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Ampana Kota Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. S.id/download/fk/anak-chairuddin11. Pedoman Umum Program Nasional Pemberantasan Cacingan di Era Desentralisasi. 2009 USU Repository © 2008 .int/intestinal_worms/en/. Kab. T. Bagian Ilmu Kesehatan Anak.depkes. Onggowaluyo. Gangguan Fungsi Kognitif Akibat Infeksi Cacingan Yang Ditularkan Melalui Tanah.who. Sadjimin. 2007. http://www.00 WIB. 2. Profil Kesehatan Indonesia. http://library . 9 September 2008| 20.lxxv DAFTAR PUSTAKA 1. 2006. Profil Kesehatan Kabupaten Samosir. FK USU. Depkes RI. Medan. Kab. WHO.usu. Jakarta. 3.go. 6. 2004. Kamis. Samosir. 2007. Dinkes. http://www. Dinkes. Nomor: 128/MENKES/SK/II/2004/ Tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat.00 WIB Soil Transmitted Helminths. Mei. Jakarta. Profil Kesehatan Kabupaten Samosir Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.00WIB. Depkes. Sumatera Utara.6 5. 48. Samosir. 1 Mei 2008 | 20.id/downloads/publikasi/Profil%20Kese hatan%20Indonesia%202006. Dkk. Medan. Samosir. 2006. Vol 4. S. 2000. 12. Jurnal Epidemiologi Indonesia. 8. Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat. Dinkes.. Depkes RI.pdf 9. Laporan Hasil Kegiatan Program Seksi P2ML Sub Dinas P2P & PL Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara. Majalah Kedokteran Indonesia. Jakarta. 4. 2004. 2003.ac. No. Status Gizi dan Infestasi Cacing Usus Pada Anak Sekolah Dasar Desa Tanjung Anom.pdf 7. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. I. Elmi. Ismid. Vol.

FK USU. 2007. Bagian Ilmu Kesehatan Anak.pdf Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Menteri PDT. Pangururan. Medan. Anggota IKAPI.html?news-id=137 18. Dinkes. Helmintologi Kedokteran. Gandahusada. Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Suka Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo Propinsi Sumatera Utara. Kab.00 WIB. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.id/berita-datail. 2002. Keputusan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tinggal Republik Indonesia. E. Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran USU. 15. Edisi Ketiga.ac. Helminthologi Kedokteran . 2007. http://www.. Ginting. 2002. 2009 USU Repository © 2008 . S. W. http://www. Ilahude. 2003. Dinkes. Surabaya. 2007. 2001. 2003. 20. 23.00 WIB. Sandjaja. Prasetyo.S.http:/digilib.lxxvi 13. Anggota IKAPI.. Kec. Jakarta. Jakarta.00 WIB. 2003. A..usu. Prestasi Pustaka. S. Editor Winarko. 2003. Jakarta.iddownload/fk/anaksri%20alemina.Legalitas. Kamus Bahasa Indonesia. Jawa Timur. Kamis 29 Juli 2008| 20. Kedokteran. B. Kecamatan Pangururan Dalam Angka. Samosir. Samosir. H. 21. Gaya Baru. 9 September 2008| 20. Haryanti. Balai Pustaka. Onggowaluyo. 2005. Pribadi. Program Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P dan PL).dinkesjatim. Atlas Berwarna Helmintologi Kedokteran. Airlangga University Press. Editor Pedo Herri.Medan. 1 Mei 2008| 20.J. Parasitologi 19.go.pdf 16. 14. Cetakan pertama. 22. D. EGC.org/database/puu/2005/PermenPDT01-2005. Nomor:001/KEP/M-PDT/I/2005. Pendekatan Aspek Identifikasi Diagnosis dan Klinik. Cetakan Pertama.H. Parasitologi Medik I (Helmintologi). Pelaksanaan Program Kecacingan di Propinsi Jawa Timur. 17. Jakarta.

Helmintologi Kedokteran.00WIB. 35. 2000. Kesehatan Lingkungan.D OC 33. 2005. Notoatmodjo. 30. http://125. FamilyPhysician.%20Jilid%20V/Kecacingan/Lamp%20KMK%20Cacingan. Keputusan Menteri Kesehatan.pppl.76. Idehan. FK. Medan. I.194/data/peraturan/Himp. RI. Rineka Cipta. 424. 2006. 2003. Kuala Lumpur. 25.2002. 32. Anggota IKAPI. 2000. Medan. 2007.lxxvii 24. 31. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Pemberantasan Penyakit Menular Langsung. 2006. USU.American.depkes. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Airlangga University Press. FKM-UI. Cetakan Pertama. J. 2004. Gajah Mada University Press. Laboratorium Parasitologi. Pengaruh Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Terhadap Prevalensi Infeksi Cacing Yang Ditularkan Melalui Tanah Di Desa Tertinggal (IDT) Kabupaten Nias Sumatera Utara.%20Cetak%2006/Cetak% 20Himp. Ilmu Kesehatan Masyarakat. 34. Cetakan Kedua. 1997. FKM. Anggota IKAPI.An. Pedoman Pengendalian Kecacingan.1 Mei 2008| 20.go. Common Intestinal Parasites. T. Anggota IKAPI. PT. USU.160. S. No.. B & Pusarawati.00WIB. PT Rineka Cipta. Napitupulu. Edition No. 28. Jakarta. Yogyakarta.H. S. http://www. Surabaya. Depkes. 2003. Hiswani. dkk. Anggota IKAPI. Standard Operational Prosedures For Parasitological Diagnosis. Arikunto. Epidemiologi Lingkungan. Cetakan Kedua. Schoole Of Dilpoma In Applied Parasitology and Entomology.1. Jakarta. Senin September 2008| 20. An American Family Physian. Entjang.00WIB. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. http://www.id/images_data/Profil%20P2ML%202004. 27. 2004. Soemirat. 29. Kusnoputranto. Helmintologi Kedokteran. Parasitology and Entomology Institute For Medical Research. D. 2009 USU Repository © 2008 . Kamis. Senin September 2008| 20. Edisi Revisi V. Jakarta. pdf 26. PT Citra Adytia Bakti. & Susanna. Bandung.

hal 8 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 38.lxxviii 36. B. J.dkk. Jakarta. FK USU. FKM USU. Pengaruh Oksantel-Pirantel Pamoat Dan Mebendazole Terhadap Perkembangan Telur Trichuris trichiura. 2009 USU Repository © 2008 . T. 1990. Siregar. Damanik. L. Situmeang. FKM USU. Kamis. & Rini. Medan. Cetakan Pertama. Prestasi Pustaka. Ayu.00WIB. Vol 4. 2004. B. 37.dkk. Medan. 2008. Bagian Ilmu Kesehatan anak. Editor Fitri. M. Penuntun Laboratorium Parasitologi Kedokteran. Jakarta. 1998. 39. Pasca Sarjana USU. Jurnal Epidemiologi Indonesia. Majalah Parasitologi FKUI. Vol 11. Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Infeksi Kecacingan Yang Ditularkan Melalui Tanah Pada Murid SD Negeri 06 Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Tahun 2008. Analisa Perilaku Pemulung Anak Terhadap Infestasi Cacing Dan Peran Instansi Lintas Sektoral Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Desa Namo Bintang Kabupaten Deli Serdang. Efek Obat Pyrantel Pamoat dan Mebendazole pada Nematoda Usus.S. 2007. 2003.R. Analisis Faktor Yang Berhubungan dengan Infeksi Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 70 Kelurahan Bagan Deli Tahun 2001. (Tesis Sarjana S2 Yang Tidak Diterbitkan Program Magister Kesehatan Kerja – USU). 41.20 November 2008| 20. D. 2000. 43.UI. Medan 42. 2008. Dly Zukhriadi. Medan 44.R. 2001. Hubungan Personal Higiene Perorangan Siswa Dengan Infeksi Kecacingan Anak SD Negeri Di Kecamatan Sibolga Kota. Sadjimin. P. H. Medan. 40. hal 9. Sandjaja. Parasitologi Kedokteran Buku I Protozoologi Kedokteran. FK. Subahar. R. Hadidjaja. Hubungan Antara Gejala Dan Tanda Penyakit Cacing Dengan Kejadian Kecacingan Pada anak Sekolah Dasar Di Kecamatan Ampana Kota Kabupaten Poso Sulawesi Tengah.R.

Kadang-kadang c. Tidak 3. 2009 USU Repository © 2008 . Apakah di rumah adik mempunyai jamban/WC? a. Ya b. Kebun b. Sebelum makan apakah adik mencuci tangan? a. Tidak 2. Tidak b. Kadang-kadang c.lxxix KUESIONER PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA TERTINGGAL KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2008 I. Nama 2. Ya b. Kebiasaan cuci tangan dan mandi 1. Jamban sendiri (WC) III. Data Khusus 1. Setelah buang air besar apakah adik mencuci tangan? a. Sembarangan c. Alamat Lingkari jawaban dibawah ini: : : : : II. Ya 2. Data Personal Higiene a. Di mana adik biasa buang air besar (BAB)? a. Data Umum Responden 1. Ya b. Umur 4. Tidak Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Kadang-kadang c. Apakah sebelum makan adik mencuci tangan dengan sabun? a. Jenis kelamin 3.

Apakah setelah bermain di tanah adik mencuci kaki dan tangan dengan sabun? a. Tidak 5. Apakah adik sering makan sambil bermain di tanah? a. Apakah setelah buang air besar adik mencuci tangan dengan sabun? a. Kadang-kadang c. Penggunakan alas kaki 10. 2009 USU Repository © 2008 . Kadang-kadang c. 2x atau lebih/hari b. Ya b. Tidak b. Berapa kali adik mandi satu hari? a. Tidak c. Ya b. Tidak 9. Ya b. Kadang-kadang c. Kebisaan kontak dengan tanah 7. Tidak mandi 6. Kadang-kadang c.lxxx 4. Kadang-kadang c. Tidak d. Kebersihan kuku Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Tidak 11. 1x/hari c. Ya b. Ya 8. Kadang-kadang c. sepatu) setiap keluar rumah? a. Setelah bermain di tanah apakah adik membersihkan kaki dan tangan? a. Apakah adik menggunakan alas kaki (sandal. Ya b. Tidak b. Pada waktu istirahat sekolah apakah adik memakai sepatu setiap kali bermain? a. Setiap kali mandi apakah adik menggunakan sabun? a. Ya b. Kadang-kadang c.

Di dalam rumah b. Ya b. Ada dan lancar b. Kurang bersih c. Tidak ada 18. tidak berasa. Lihat kondisi air bersih (tidak berbau. Tidak 13. Tidak Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. Apakah adik sering menggigit kuku ketika sedang bermain? a. Ya b.lxxxi 12. Kadang-kadang c. Apakah seminggu sekali adik memotong kuku? a. Di luar rumah c. Sungai c. Tidak b. Lihat letak WC? (observasi) a. Ada dan tidak lancar c. Apakah adik ada makan obat cacing 6 bulan terakhir ini? a. Kadang-kadang c. Tidak punya WC 19. Tidak bersih 17. Sanitasi Lingkungan 15. Ya b. Panjang kotor e. Tidak Data Makan Obat 1. Apakah adik selalu meminum air yang sudah dimasak dengan matang? a. Dari mana sumber air minum adik? a. Lihat keadaan kuku anak (observasi) a. Ya 14. 2009 USU Repository © 2008 . Mata air b. (observasi) a. tidak berasa. Kadang-kadang c. Air hujan 16. tidak berwarna) b. Pendek bersih b. tidak berwarna) (observasi) a. Bersih (tidak berbau. Lihat ketersediaan saluran pembuangan air limbah di rumah. Pendek kotor c.

MASTER DATA PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA TERTINGGAL KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 sex 1 1 2 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 umur 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 7 7 6 6 7 7 7 7 8 7 7 7 umurk 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 P1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 P2 1 1 3 1 1 3 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 Pp1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp2 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 2 0 0 0 1 0 2 2 2 0 0 2 0 Pp3 1 0 2 1 2 2 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 2 0 0 0 2 0 0 2 2 1 1 1 1 Pp4 1 0 0 0 1 2 1 0 0 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 2 2 0 0 1 0 Pp5 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 Pp6 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp7 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp8 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 2 2 0 Pp9 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 2 0 0 1 0 0 2 0 0 Pp10 1 1 1 0 1 0 1 0 0 2 0 0 1 1 2 1 2 1 0 0 0 0 1 2 1 0 0 0 2 0 Pp11 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp12 1 0 2 0 1 1 1 0 0 2 0 0 0 0 0 1 2 1 0 0 0 0 0 1 2 1 1 0 1 1 Pp13 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp14 2 1 2 1 1 2 1 0 0 2 1 1 1 0 0 2 2 2 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 Pp15 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp16 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp17 0 0 2 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 2 0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

2 Pp18 0 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 Pp19 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 0 2 2 1 1 2 2 2 0 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 totk 2 2 1 2 2 1 2 3 3 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 1 2 2 2 1 2 Ppp1 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 infek 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 1 1 2 2 1 jenas 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 jentri 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 jehok 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 cam 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 jcamp 5 5 5 5 5 5 5 2 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 4 ascar 0 0 0 84 0 0 0 2205 4410 84 0 0 252 0 0 0 0 0 42 0 0 0 0 0 1869 84 168 0 0 630 ascark 4 4 4 1 4 4 4 1 1 1 4 4 1 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 1 1 1 4 4 1 tri 0 0 0 0 0 0 0 0 168 0 0 0 0 0 0 0 0 0 84 168 0 0 0 0 0 0 0 0 0 21 trik 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 worm 0 0 0 0 0 0 0 1008 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 210 0 2352 0 0 0 0 420 wormk 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 2 4 4 4 4 1 jenis 5 5 5 1 5 5 5 4 4 1 5 5 1 5 5 5 5 5 4 2 5 5 3 5 4 1 1 5 5 4 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

2009 USU Repository © 2008 .3 No 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 sex 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 umur 7 9 7 7 7 7 7 9 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 9 9 9 10 11 9 9 9 10 9 10 11 umurk 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 P1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 P2 1 2 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 2 3 2 1 Pp1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 1 Pp2 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 2 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 Pp3 1 1 2 1 1 2 0 0 2 0 0 2 1 1 1 1 0 2 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 Pp4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 Pp5 2 1 2 1 1 0 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 Pp6 2 2 2 2 2 0 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 Pp7 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 0 2 Pp8 1 1 0 0 1 2 2 0 0 0 0 2 0 1 1 1 1 1 0 2 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 Pp9 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 2 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 Pp10 2 1 0 0 2 2 0 0 1 0 0 2 0 1 0 2 1 2 1 0 0 0 2 1 1 0 0 0 0 0 Pp11 2 1 2 2 2 2 1 1 1 2 1 2 2 2 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 Pp12 2 1 2 0 1 1 0 1 1 1 2 2 0 2 0 1 1 2 1 1 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 Pp13 2 2 2 1 2 2 2 1 1 2 1 2 1 2 0 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp14 1 0 1 1 1 2 1 1 1 0 1 2 0 2 0 2 1 2 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 Pp15 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp16 2 2 2 2 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 Pp17 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

2009 USU Repository © 2008 .4 Pp18 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 Pp19 1 2 2 1 2 2 2 1 1 1 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 totk 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 1 3 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 Ppp1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 infek 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 jenas 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 1 jentri 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 1 jehok 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 cam 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 jcamp 5 4 5 1 5 5 4 5 5 1 1 5 5 5 1 5 5 5 2 5 5 5 5 1 5 5 5 5 2 1 ascar 0 315 0 63 0 0 189 0 0 462 3675 0 0 0 7749 0 0 0 987 0 0 0 0 1722 0 168 0 63 3738 4431 ascark 4 1 4 1 4 4 1 4 4 1 1 4 4 4 2 4 4 4 1 4 4 4 4 1 4 1 4 1 1 1 tri 0 21 105 315 0 0 945 315 63 147 483 0 0 0 294 0 42 0 0 0 0 0 0 147 0 0 63 0 0 42 trik 4 1 1 1 4 4 1 1 1 1 1 4 4 4 1 4 1 4 4 4 4 4 4 1 4 4 1 4 4 1 worm 0 1113 0 0 0 0 889 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1869 0 798 0 0 0 0 0 0 0 105 0 wormk 4 1 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 4 4 4 4 4 4 1 4 jenis 5 4 2 4 5 5 4 2 2 4 4 5 5 5 4 5 2 5 4 5 3 5 5 4 5 1 2 1 4 4 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

5 No 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 sex 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 umur 9 11 9 10 11 12 10 10 10 11 10 10 10 10 12 12 12 12 12 12 11 12 11 11 11 6 6 7 7 7 umurk 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 1 1 1 1 1 P1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 P2 1 1 1 3 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 Pp1 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp2 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pp3 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 2 1 Pp4 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pp5 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 Pp6 2 2 1 0 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp7 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp8 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 2 2 1 0 2 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 Pp9 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 Pp10 1 0 0 0 2 0 1 0 1 2 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 Pp11 1 2 1 2 2 1 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 2 0 1 0 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 Pp12 0 0 2 0 1 0 1 1 1 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 1 0 1 0 0 0 0 1 2 1 Pp13 2 2 1 2 0 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 0 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 Pp14 2 1 2 1 1 0 0 2 1 2 2 2 1 2 0 0 2 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 2 1 Pp15 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 Pp16 1 1 0 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp17 0 0 0 0 1 0 0 1 0 2 0 2 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 2 1 0 1 0 1 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

6 Pp18 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 Pp19 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 totk 2 2 3 3 2 3 3 2 2 1 3 1 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 Ppp1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 infek 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 1 2 2 2 1 1 1 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 jenas 1 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 jentri 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 jehok 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 cam 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 jcamp 2 5 3 4 5 2 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 3 5 2 5 5 5 5 1 5 5 2 5 5 ascar 441 0 0 8652 0 714 0 0 0 0 168 1533 0 42 0 0 0 0 0 6867 0 252 0 6825 1008 0 2541 2352 0 84 ascark 1 4 4 2 4 1 4 4 4 4 1 1 4 1 4 4 4 4 4 2 4 1 4 2 1 4 1 1 4 1 tri 0 0 882 63 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 21 21 0 0 0 0 0 168 0 0 0 0 0 trik 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 worm 789 1680 63 1638 0 1533 0 0 0 0 84 0 0 0 0 0 0 147 0 903 0 0 0 0 0 0 0 1869 0 0 wormk 1 1 1 1 4 1 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 jenis 4 3 4 4 5 4 5 5 5 5 4 1 5 1 5 5 5 4 2 4 5 1 5 1 4 5 1 4 5 1 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

2009 USU Repository © 2008 .7 No 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 sex 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2 2 2 2 1 1 1 2 2 2 1 2 umur 7 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 7 7 9 8 9 7 7 7 7 7 7 7 8 7 8 7 7 7 umurk 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 P1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 P2 1 3 1 3 3 3 3 1 1 1 3 1 1 1 1 3 1 3 1 1 1 1 3 1 2 1 3 1 1 1 Pp1 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 Pp2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 Pp3 0 1 0 0 1 1 0 0 2 2 2 0 2 0 1 2 2 2 2 2 2 1 1 0 0 1 2 0 0 2 Pp4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 2 0 0 0 0 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 0 0 Pp5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 Pp6 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp7 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 Pp8 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 2 0 2 0 0 2 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 Pp9 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 Pp10 0 1 1 2 0 2 2 2 2 2 2 1 0 0 1 2 0 2 2 2 2 0 1 1 2 0 1 2 1 1 Pp11 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 1 Pp12 0 1 0 0 0 2 0 0 0 2 2 0 0 0 1 2 0 2 2 2 2 0 1 0 1 0 0 2 0 0 Pp13 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 Pp14 0 1 0 2 0 1 2 1 2 2 2 2 2 1 0 2 1 1 1 1 1 1 2 0 2 1 1 2 0 1 Pp15 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp16 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp17 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

8 Pp18 0 1 0 1 2 0 1 0 0 0 2 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 Pp19 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 totk 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 Ppp1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 infek 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 2 1 2 1 2 1 1 1 jenas 2 1 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 1 2 1 2 1 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 jentri 2 1 1 2 1 2 2 2 1 1 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 jehok 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 cam 2 1 1 2 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 1 jcamp 5 1 1 5 4 5 5 5 3 5 2 5 4 5 2 5 4 5 5 5 2 2 5 5 5 5 5 2 5 3 ascar 0 252 1743 0 9450 0 0 63 0 0 2688 4515 2163 0 4557 0 903 0 0 0 504 1575 0 0 0 0 0 1008 210 0 ascark 4 1 1 4 2 4 4 1 4 4 1 1 1 4 1 4 1 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 1 1 4 tri 0 84 42 0 63 0 0 0 294 147 0 0 63 0 0 0 63 0 0 0 0 0 0 63 0 0 0 0 0 63 trik 4 1 1 4 1 4 4 4 1 1 4 4 1 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 1 worm 0 0 0 504 294 0 0 0 42 0 504 0 189 0 651 0 252 0 2247 0 588 378 0 0 0 339 0 1029 0 861 wormk 4 4 4 1 1 4 4 4 1 4 1 4 1 4 1 4 1 4 2 4 1 1 4 4 4 1 4 1 4 1 jenis 5 4 4 3 4 5 5 1 4 2 4 1 4 5 4 5 4 5 3 5 4 4 5 2 5 3 5 4 1 4 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

2009 USU Repository © 2008 .9 No 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 sex 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 umur 7 7 12 8 8 8 8 8 9 8 8 8 8 8 8 7 9 8 9 9 8 8 8 8 11 10 10 9 10 10 umurk 1 1 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 P1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 P2 2 1 1 3 1 1 2 3 3 1 1 1 1 1 3 3 1 1 3 1 1 1 3 2 2 3 2 3 3 1 Pp1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 1 0 0 Pp3 2 2 0 0 1 2 1 2 2 0 2 2 2 0 2 2 0 0 2 2 0 0 2 0 0 0 2 2 2 1 Pp4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 Pp5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 Pp6 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 0 2 Pp7 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 0 1 1 2 2 2 1 Pp8 0 1 1 0 0 1 0 1 2 0 1 2 2 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 2 0 Pp9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 2 0 Pp10 1 1 2 0 1 1 0 1 2 2 1 2 0 0 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2 0 1 0 2 1 0 Pp11 1 1 2 1 1 1 2 2 2 2 1 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 1 2 1 1 1 2 2 2 0 Pp12 0 1 2 1 1 1 1 2 2 2 1 2 2 1 0 2 1 2 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 2 Pp13 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 0 2 2 2 2 0 Pp14 0 1 1 1 1 2 0 2 1 1 2 1 1 1 0 2 0 1 0 0 0 0 1 2 1 1 1 2 1 1 Pp15 0 2 2 0 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 0 0 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 Pp16 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 1 1 Pp17 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 1 2 1 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

2009 USU Repository © 2008 .10 Pp18 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 0 2 0 1 1 0 Pp19 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 1 totk 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 1 2 3 Ppp1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 infek 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 1 2 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 2 2 1 jenas 1 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 2 2 1 jentri 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 jehok 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 cam 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 jcamp 1 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 ascar 84 0 0 0 2058 168 0 0 0 0 0 0 378 1806 0 0 0 0 0 84 63 0 0 525 147 63 0 0 0 7056 ascark 1 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 1 1 4 4 1 1 1 4 4 4 2 tri 42 0 0 42 189 0 0 0 0 0 0 0 0 0 21 0 441 0 0 0 0 0 0 21 0 0 0 0 0 0 trik 1 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 wor m 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 504 0 294 0 0 0 42 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 273 wormk 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 jenis 4 5 5 2 4 1 5 5 5 5 3 5 4 1 2 5 4 5 5 1 1 5 5 4 1 1 5 5 5 4 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

11 No 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 sex 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 2 1 2 1 umur 9 9 9 9 9 9 9 10 9 9 10 9 9 9 9 13 10 11 11 13 11 10 10 11 11 10 10 10 10 10 umurk 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 P1 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 P2 3 2 2 2 2 2 3 2 1 2 1 2 1 2 3 3 1 1 2 2 2 1 3 1 2 1 2 1 2 1 Pp1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp2 2 2 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 Pp3 2 0 2 2 2 1 2 1 2 2 0 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 0 2 Pp4 1 0 0 1 2 0 0 1 2 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 Pp5 2 1 1 2 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pp6 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 0 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 Pp7 2 2 2 0 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Pp8 1 0 0 0 1 0 1 1 2 0 0 0 2 2 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 Pp9 0 0 0 0 0 0 1 0 2 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 2 Pp10 0 1 0 0 1 1 1 1 2 0 1 1 1 2 2 0 0 1 0 0 1 2 0 0 0 0 1 0 1 2 Pp11 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 1 0 1 2 2 2 2 Pp12 2 1 1 2 1 0 0 1 2 0 1 0 1 2 2 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 Pp13 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 Pp14 2 1 0 2 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 Pp15 2 2 1 2 0 2 2 0 2 2 0 0 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 Pp16 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 1 2 2 2 Pp17 1 0 0 0 0 0 1 0 2 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 2 2 0 2 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

2009 USU Repository © 2008 .12 Pp18 2 0 0 0 0 0 2 0 1 0 2 0 0 0 1 2 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 2 Pp19 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 2 totk 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 1 Ppp1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 infek 2 2 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 2 1 1 1 jenas 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 2 jentri 2 2 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 2 1 2 1 jehok 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 cam 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 1 2 1 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 jcamp 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 1 1 5 5 1 5 1 1 5 3 5 5 4 5 5 5 5 1 5 5 ascar 0 0 0 0 82 2394 0 0 0 0 5838 3192 0 0 441 273 6888 84 294 0 0 0 21 0 0 0 0 1827 588 0 ascark 4 4 4 4 1 1 4 4 4 4 2 1 4 4 1 1 2 1 1 4 4 4 1 4 4 4 4 1 1 4 tri 0 0 63 21 42 0 42 0 0 0 231 63 0 0 63 0 357 42 0 84 21 0 42 0 378 189 0 147 0 126 trik 4 4 1 1 1 4 1 4 4 4 1 1 4 4 1 4 1 1 4 1 1 4 1 4 1 1 4 1 4 1 worm 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 357 0 0 1638 0 0 0 0 0 0 0 wormk 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 jenis 5 5 2 2 4 1 2 5 5 5 4 4 5 5 4 1 4 4 1 4 2 5 4 5 2 2 5 4 1 2 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

13 No 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 sex 1 2 1 2 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 umur 12 11 12 12 12 12 11 12 12 11 11 11 11 11 12 12 12 12 11 11 12 12 umurk 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 P1 1 1 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 2 2 2 1 P2 2 2 1 3 3 1 1 3 1 2 2 1 3 1 3 1 1 1 3 2 3 2 Pp1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 Pp2 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 Pp3 0 0 0 2 2 0 2 2 0 1 1 1 1 2 0 1 2 1 0 1 2 1 Pp4 0 2 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 Pp5 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 2 Pp6 1 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 Pp7 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 Pp8 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 0 0 2 1 Pp9 0 2 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 2 2 1 1 0 2 1 Pp10 0 2 0 0 2 1 0 0 0 1 0 1 2 0 0 1 2 1 1 0 0 1 Pp11 1 2 1 2 2 0 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 Pp12 1 2 1 2 1 0 1 1 1 0 0 1 2 1 1 1 2 1 0 1 0 2 Pp13 1 2 2 2 2 2 2 0 2 2 1 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 Pp14 1 2 1 2 2 0 1 2 2 0 1 2 2 1 0 0 2 1 1 0 1 2 Pp15 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 Pp16 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 Pp17 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 2 0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

14 Pp18 0 0 2 1 2 0 0 2 2 0 2 0 2 0 2 0 0 0 2 1 1 0 Pp19 1 2 1 1 2 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 totk 3 1 2 2 1 3 2 2 2 2 2 2 1 2 3 2 1 2 2 2 2 2 Ppp1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 infek 1 2 1 2 2 1 2 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 jenas 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 1 1 2 2 1 2 2 jentri 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 jehok 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 cam 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 jcamp 1 5 5 5 5 5 5 5 2 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 ascar 210 0 0 0 0 0 0 0 1722 0 63 0 84 0 0 147 105 0 0 84 0 0 ascark 1 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 1 4 4 1 1 4 4 1 4 4 tri 63 0 189 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 84 0 0 0 63 0 0 0 trik 1 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 1 4 4 4 worm 0 0 0 0 0 84 0 0 441 0 147 0 0 0 0 0 0 42 0 0 0 0 wormk 4 4 4 4 4 1 4 4 1 4 1 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 jenis 4 5 2 5 5 3 5 5 4 5 4 5 1 5 2 1 1 3 2 1 5 5 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008. 2009 USU Repository © 2008 .

0 Cumulative Percent 20. Prevalensi kejadian kecacingan Valid Positif Negatif Total Frequency 114 88 202 Percent 56.6 100.6 61.3 100.8 100.4 43.6 100.4 43.4 100.3 79.8 100.0 Hookworm Frequency Valid Hookworm Negatif Total 41 161 202 Percent 20.0 Frequency Valid Ascaris lumbricoides Negatif Total 78 124 202 Percent 38.4 100.2 71.3 79.1 Output Analisis Univariat dan Bivariat 1.6 100.0 Trichuris trichiura Valid Percent 28. 2009 USU Repository © 2008 .0 Cumulative Percent 56.7 100.0 Cumulative Percent 28.0 2.2 71.0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.0 Frequency Valid Trichuris trichiura Negatif Total 57 145 202 Percent 28.0 Valid Percent 56.4 100.7 100.2 100.0 Cumulative Percent 38.6 61. Prevalensi kejadian kecacingan berdasarkan jenis cacing Ascaris lumbricoides Valid Percent 38.0 Valid Percent 20.

2 3.0% .4% 26.5% 54 100.0% .0% . 2009 USU Repository © 2008 .0% .0% Total 30 100.5% 4.7% 88 100.0% 0 .0% 43.6% 43.5% 54 100.6% 43.4% 100.7% 26.0% 100.0% Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.9% 21 100.4% 9 100.4% 10.0% 18.0% 26.0% 4.0% 0 .0% Jenis cacing yang menginfeksi anak SD Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Hookworm Campuran Negatif Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total 26.0% 56.0% 88 100.0% 100.4% 9 100.0% .6% 202 100.6% 88 43. Proporsi kejadian kecacingan berdasarkan jenis infeksi cacing Jenis cacing yang menginfeksi anak SD * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 30 0 100.0% 43.0% 47.9% 21 100.0% 7.4% 100.4% 10.0% 10.3% 14.7% 0 .9% 14.6% 100.0% 0 .0% .0% .0% .0% 114 56.0% .0% .0% 14.0% .9% 4.

3 4.0% .0% .0% 0 .0% 9 100.0% .0% .0% 0 .0% 40.0% Total 30 100.0% .0% .0% .0% 0 .0% Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.5% 22 100.0% .0% 0 .0% 0 .0% .7% 18 100.0% .0% 0 .0% 100.0% .0% 0 .0% .0% 0 .0% 11.0% .0% 4.0% .0% 9 4.5% 100.0% .0% 100.0% .0% 0 .0% 100.0% 8.0% .6% 202 100.0% 14.0% .0% 43.0% 21 100.0% 30 14.3% 6 100.9% 100.0% .4% 100.0% .0% 88 100.0% .0% 0 .4% 9 100.0% .0% 0 .0% .0% .0% 3.0% .0% . Jenis Infeksi Cacing Campuran Anak Sekolah Dasar jenis sth * Jenis cacing yang menginfeksi anak SD Crosstabulation Jenis cacing yang menginfeksi anak SD Ascaris Trichuris lumbricoides trichiura Hookworm Campuran 30 0 0 0 100.0% 4.0% 0 .0% 0 .0% .0% 0 .0% 100.0% .0% 14.0% .0% 0 . 2009 USU Repository © 2008 .0% 0 .9% 18 100.1% 8 100.0% 0 .0% .0% 22 100.0% 0 .0% 0 .0% .0% .0% .0% 0 .0% .0% .0% 0 .0% 100.0% 0 .9% 6 100.0% 54 26.0% jenis sth ascar Total Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD tri Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD hok Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD ascar + tri Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD ascar + hok Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD tri + hok Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD ascar + tri + hok Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD negatif Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD Count % within jenis sth % within Jenis cacing yang menginfeksi anak SD Negatif 0 .0% 10.9% 21 100.0% 88 43.0% 10.6% 100.0% 33.7% 100.0% 8 100.0% 88 100.0% 0 .0% 0 .0% 21 10.0% 0 .8% 0 .0% 0 .0% 0 .

4 100.3 81.7 23. Karakteristik Anak Sekolah Dasar Umur responden Valid Percent 48.0 Cumulative Percent 57.1 100.0 6.0 Valid < 6 bulan ≥ 6 bulan Total Frequency 37 165 202 Percent 18.6 11.7 23.6 11.3 81.0 Cumulative Percent 76.5 39.3 100.9 100.7 100.3 100. 2009 USU Repository © 2008 .4 42.0 Jenis kelamin Valid Percent 57.3 100.4 5.5 39.0 Valid laki-laki perempuan Total Frequency 116 86 202 Percent 57.0 Valid 6-8 tahun 9-11 tahun ≥ 12 tahun Total Frequency 98 80 24 202 Percent 48.0 Valid Tidak Ada Ada Total Frequency 155 47 202 Percent 76.5 88.0 Cumulative Percent 48.6 100.0 Cumulative Percent 18.9 100.4 42. Lingkungan Anak Sekolah Dasar Responden Yang mempunyai jamban (WC) Valid Percent 76.7 100.6 100.0 Makan obat cacing 6 bulan terakhir Valid Percent 18.7 100.0 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.

2009 USU Repository © 2008 .0 100.3 .0% .0% 4.4% Total 78 78.0 28.0% 38.0 80.0% .8 100.4% 34.7 100.0% 43.0 Valid Kebun Sembarangan Jamban Sendiri Total Frequency 105 58 39 202 Percent 52.0 100.0 .5 3.0% 43.0% 100.9 89.6% 70 8 124 70.8 12.1 47.0% .0 Cumulative Percent 9.9 68. Berat Ringannya Infeksi Kecacingan Anak Sekolah Dasar Ascaris lumbricoides Infeksi ascaris * Berat ringannya infeksi Ascaris lumbricoides Crosstabulation Berat ringannya infeksi Ascaris lumbricoides Ringan Sedang Negatif 70 8 0 27.0% .0 100.3 21.8 100.0% .9 78.0% .0% 100.4 5.0% 3.9 .0% 0 0 21 7.0 8.0% 10.0 100.4% 0 0 9 3.0% 34.0% 100.7 19.7% 4.7% 4.0 124.9 68.0% 3.6% 202 202.0% .0 28.0% .7 19.0% 100.3 100.0% 88 88.0% .0% 4.0% Infeksi ascaris ascar tri hok tri + hok negatif Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Count Expected Count % within Infeksi ascaris % of Total Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.1 .0% .1 .4% 9 9.0 Cumulative Percent 52.0% .2 3.0% 10.5 Tempat biasa pembuangan tinja Valid Percent 52.0 3.0 100.7 .7% 4.0% 61.0% .0% .5 .2 100.7% 10.0 100.0% 61.0 7.0 Personal Higiene Valid Percent 9.5 54.3 100.5% 6 6.3 21.0% 0 0 88 30.0 Valid Baik Sedang Buruk Total Frequency 20 138 44 202 Percent 9.0% 100.5% 0 0 6 2.0 34.6% 21 21.3% .

0% 0 .0% 88 100.0% 161 79.0% 22 100.0% Infeksi hookworm ascar tri hok ascar + tri negatif Total Count % within Infeksi hookworm Count % within Infeksi hookworm Count % within Infeksi hookworm Count % within Infeksi hookworm Count % within Infeksi hookworm Count % within Infeksi hookworm Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.0% 100.0% 0 .7% Total 30 100.1% 0 .0% 0 .0% 0 .6 Hookworm Infeksi hookworm * Berat ringannya infeksi Hookworm Crosstabulation Berat ringannya infeksi Hookworm Ringan Sedang Negatif 0 0 30 .9% 0 .0% 88 100.0% 21 100.0% 39 95.0% 2 4.0% 22 100.0% 21 100.0% 0 . 2009 USU Repository © 2008 .0% 202 100.3% .0% 41 100.0% 2 1.0% 39 19.

9 40.5% 10.4% 100.0% 39.2% 4.0 100.4% 15.4% 114 114.46.0 100.0% 44.6% 39. (2-sided) .1 60.0% 11.0 56. The minimum expected count is 10.4% 48.6% 100.462 .0% 36. 2009 USU Repository © 2008 .5% 88 88.416 202 df 2 2 1 Asymp.0% 100.3% 32 34.234 Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a. Sig.0% 100. 0 cells (.2% 48 45.9% 202 202.0% 43.9% 11.3 42.462 .0% 42.5 62.542a 1.0%) have expected count less than 5. Crosstabs Umur Anak Sekolah Dasar Umur responden * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 51 47 55.8% 9 10.7 8.0 43.1% 23.0% 53.0% 56.545 1.7 52. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.6% 24 24.0% Umur responden 6-8 tahun 9-11 tahun >12 tahun Total Count Expected Count % within Umur responden % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Umur responden % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Umur responden % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Umur responden % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Chi-Square Tests Value 1.7% 25.0 100.8% 15 13.0 100.5% 48.6% Total 98 98.5% 80 80.5 37.0% 48.4% 23.5% 13.2% 7.

9% 17. (2-sided) (2-sided) (1-sided) 1 .0%) have expected count less than 5.8% 114 114.5 55.782 1 . Crosstabs Jenis Kelamin Responden Jenis kelamin * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 64 52 65.5 50.6% 42.9% 40.0% 57. 0 cells (.0% Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square .674 .177b a Continuity Correction .0% 43. 2009 USU Repository © 2008 .6% Jenis kelamin laki-laki perempuan Total Count Expected Count % within Jenis kelamin % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Jenis kelamin % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Jenis kelamin % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Total 116 116.077 Likelihood Ratio . Sig.7% 50 48.0 100.774 .1% 43.4% 57.4% 100. Computed only for a 2x2 table b. 47.4% 86 86.0 100.0% 56. The minimum expected count is 37.0% 42. Exact Sig. Exact Sig.5 41.0 43.2% 44.0% 100.5 58.8% 88 88.1% 31.6% 100.1% 25.391 1 .7% 36 37.674 1 .4% 59.6% 202 202.0% 100. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.0 100.675 a.8% 56.0 56.177 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear .8 9.9% 24.176 Association N of Valid Cases 202 df Asymp.

48. Crosstabs Kepemilikan Jamban Responden Responden Yang mempunyai jamban (WC) * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 88 67 87. (2-sided) . (2-sided) Exact Sig.5 55.2% 21 20.1% 33.993 .000 .3% 202 202. The minimum expected count is 20.860 . (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a .5 44.4% 100.0 100. Sig.6% 26 26.031 202 1 .9 10.0 43.0 56. 2009 USU Repository © 2008 .0%) have expected count less than 5.860 Exact Sig.9% 114 114.0% 100.7% 76.0% 22.0% 43.2% Responden Yang mempunyai jamban (WC) Tidak Ada Ada Total Count Expected Count % within Responden Yang mempunyai jamban (WC) % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Responden Yang mempunyai jamban (WC) % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Responden Yang mempunyai jamban (WC) % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Total 155 155.0% 77.7% 47 47.868 .860 .7% 76.3% 76.495 a.0% Chi-Square Tests Value .6% 23.9% 10.031 df 1 1 1 Asymp.0 100.6% 100.4% 88 88. Computed only for a 2x2 table b.4% 23.0% 56.5 67.0% 100.5 56.031b . 0 cells (.0 100.2% 43.8% 43.3% 23. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.8% 12.

0 100.0 100.0 56.8% 22 25.0% 100.428 .3% 19.0% 52.3 45.6% 17. (2-sided) . 2009 USU Repository © 2008 .9% 25.0%) have expected count less than 5.428 .3% 22.0 48.696 . The minimum expected count is 16.1% 31.9% 88 88.0% 56.7% 39 39.0 100.2% 51.9% 20 17.7% 9.7% 28.617 Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a.10 11.8% 52.8% 29.0% 43.0% Chi-Square Tests Value 1.696a 1.6% 100.4% 43.0% 28.0% 10.4% 100.0% 58 58. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.4% 114 114.3% 22.7% 9.0% 100.250 202 df 2 2 1 Asymp.0% 52.2% 36 32.0 43.7 56. 0 cells (.0% 19.0 51.3 37.6% Tempat biasa pembuangan tinja Kebun Sembarangan Jamban Sendiri Total Count Expected Count % within Tempat biasa pembuangan tinja % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Tempat biasa pembuangan tinja % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Tempat biasa pembuangan tinja % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Tempat biasa pembuangan tinja % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Total 105 105.8% 19 22.3% 202 202.0 100.7 62. Sig.7% 16. Crosstabs Tempat Biasa Pembuangan Tinja Tempat biasa pembuangan tinja * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 59 46 59.99.

8% 202 202.000 .861 15.9% 138 138.664a 17.7 35. Sig.0 43.0% 88 88.0 100.2% 9.0% 6.0 56.6% 17.9 51.0%) have expected count less than 5.4% 62.1% 4.1% 36 24.8% 21.0% 56. Crosstabs Personal Higiene Responden Total Personal Higiene * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 7 13 11.8% 6.6% 76.0 100.1% 3.71.0% Total Personal Higiene Baik Sedang Buruk Total Count Expected Count % within Total Personal Higiene % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Total Personal Higiene % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Total Personal Higiene % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Total Personal Higiene % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Chi-Square Tests Value 16.3% 44 44.0% 100.3% 68.0% 9.810 202 df 2 2 1 Asymp.000 Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a.0% 68.8% 31. 0 cells (. (2-sided) .9% 9.0 100.2% 8 19. 2009 USU Repository © 2008 .1 48.0% 21.3% 35.4% 100.6% 100. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.5% 71 77.0% 14.2 18.8% 114 114.8 81.11 12.4% 67 60.000 .0 100.1% 33.0% 43.0% 100.6% Total 20 20.3 8.4% 65. The minimum expected count is 8.

(2-sided) .0% 100.6% 100.12 13.4% 31.6% Frekuensi makan obat cacing >= 6 bulan < 6 bulan Total Count Expected Count % within Frekuensi makan obat cacing % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Frekuensi makan obat cacing % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Count Expected Count % within Frekuensi makan obat cacing % within Infeksi kecacingan pada anak SD % of Total Total 165 165.9 68.1% 25. Sig.9% 17.5% 99.9% . The minimum expected count is 16.7% 36 16.0 100. Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.000 .1% 55.0% 81.0 100.000 Exact Sig. 2009 USU Repository © 2008 .7% . (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correctiona Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases .0 56.7% 81. Computed only for a 2x2 table b.0%) have expected count less than 5.0% 18.552 61.838 df 1 1 1 Asymp.0% 56. 0 cells (.1 97.931 202 1 .5% 114 114.0 100.3% 40.5% 59.3% 18.9 2.9% 1 20.3% 202 202.4% 100.0% 100.194b 50.000 52.000 .0% Chi-Square Tests Value 53. (2-sided) Exact Sig.7% 37 37.1 71. 12. Crosstabs Makan Obat Cacing Frekuensi makan obat cacing * Infeksi kecacingan pada anak SD Crosstabulation Infeksi kecacingan pada anak SD Positif Negatif 113 52 93.000 .000 a.0% 43.8% 88 88.0 43.

2 25.2 91 8 57 25 3 138 155 2 45.2 12.8 61.7 11.4 12.1 11.6 85.0 68.4 31.4 1.5 2.7 1.2 15.8 79.4 6.9 51 58 46 161 24 26 84 48 74 69 25.0 69.8 24.4 28.0 28.6 4.0 2.3 76.7 22.6 23.8 1.9 41.4 19.0 47.8 40.9 67.7 6.4 22. (observasi) Lihat letak WC? (observasi) Apakah adik selalu meminum air yang sudah dimasak dengan matang? Jlh 118 13 58 13 39 173 172 23 13 46 125 A % 93.3 28.3 42.5 1. tidak berwarna) (observasi) Lihat ketersediaan saluran pembuangan air limbah di rumah.8 46.6 34.7 7.6 70.7 16. 2009 USU Repository © 2008 .6 82.1 6.3 85.2 86.13 Jawaban Atas Pertanyaan Kuesioner No Pernyataan Atas Pertanyaan untuk Personal Higiene Sebelum makan apakah adik mencuci tangan? Apakah sebelum makan adik mencuci tangan dengan sabun? Setelah buang air besar apakah adik mencuci tangan? Apakah setelah buang air besar adik mencuci tangan dengan sabun? Berapa kali adik mandi satu hari? Setiap kali mandi apakah adik menggunakan sabun? Apakah adik sering makan sambil bermain di tanah? Setelah bermain di tanah apakah adik membersihkan kaki dan tangan? Apakah setelah bermain di tanah adik mencuci kaki dan tangan dengan sabun? Apakah adik menggunakan alas kaki setiap bermain diluar rumah? Pada waktu istirahat sekolah apakah adik memakai sepatu setiap kali bermain? Apakah seminggu sekali adik memotong kuku? Apakah adik sering menggigit kuku ketika sedang bermain? Lihat keadaan kuku anak (observasi) Dari mana sumber air minum adik? Lihat kondisi air bersih (tidak berbau.9 12.0 Jlh 202 202 202 202 202 202 202 202 202 202 202 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 45 160 51 175 167 15 26 137 22. tidak berasa.3 79.5 68.8 66 34 94 2 32 49 21 63 32.0 4.3 10.0 202 202 202 202 202 202 202 202 100 100 100 100 100 100 100 100 Agustaria Ginting : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2008.1 Total C Jlh 2 138 86 143 2 5 4 95 141 82 8 % 1.8 36.9 Jawaban B Jlh % 12 5.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->