RELASI DAN FUNGSI

MATEMATIKA DASAR
2009/2010
RELASI
FUNGSI
RELASI
PENGERTIAN
Relasi adalah suatu Hubungan determinatif yang
mempunyai nilai benar atau salah.
Contoh:
relasi Kelipatan, relasi kurang dari, lebih dari, dll.
Jika terdapat suatu hubungan yang tidak dapat ditentukan
kebenaranya berarti bukan suatu relasi.
Contoh:
³2 Mencintai 3´ ( Kalimat yang tidak mempunyai kebenaran)
Relasi yang menyangkut dua anggota
disebut RELASI BINER
Notasi:
aRb atau R(a,b) a dihubungkan dengan b oleh
R atau a berelasi dengan b
aRb atau a tidak dihubungkan dengan
b oleh R
Contoh:
relasi Kelipatan R={(2,4),(3,6),(5,10),(2,10)}
RELASI
( , ) a b R Z
Sehingga dalam relasi biner, terdapat istilah
Domain (daerah asal), Codomain (Daerah
kawan), dan Range (Daerah Hasil).
RELASI
2
3
4
2
4
8
9
15
2
3
4
8
9
2
3
4
8
9
P
Q
A B
SIFAT RELASI BINER
RELASI
REFLEKSIF
SIMETRIS
TRANSITIF
EKUIVALEN
DEFINISI
Relasi bersifat refleksif jika hanya jika setiap a dari
semesta S, berlaku a R a
Contoh:
Misalkan A={2,3,6,8},didefinisikan
Relasi ³Habis membagi´, maka
R={(2,2),(2,6),(2,8),(3,3),(3,6),(6,6),(8,8)}
RELASI REFLEKSIF
Suatu relasi disebut Non-Refleksif JHJ
sekurang-kurangnya terdapat satu anggota a
yang tidak dalam relasi R.
Contoh:
Misalkan A={2,3,6,8},didefinisikan
Relasi ³Habis membagi´, dengan didefinisikan
R={(2,2),(2,6),(2,8),(3,3),(3,6),(6,6)}
RELASI REFLEKSIF
Suatu relasi disebut Irrefleksif JHJ setiap
anggota a dalam semesta S tidak berelasi R.
Contoh:
Misalkan A={2,3,6,8},didefinisikan
Relasi ³>´, dengan didefinisikan
R={(3,2),(6,2),(6,3),(8,2),(8,3),(8,6)}
RELASI REFLEKSIF
DEFINISI
Relasi bersifat simetris JHJ setiap a , b
anggota semesta S berlaku a R b b R a
Contoh:
Relasi Kesejajaran garis. Jika garis a ³sejajar´
dengan garis b, maka garis b ³sejajar´
dengan garis a.
RELASI SIMETRIS
Suatu relasi disebut Non-simetris JHJ
sekurang-kurangnya terdapat satu pasang
(a,b) (a berbeda dengan b) dengan a R b dan
b R a.
Contoh:
Misalkan A={2,3,6},didefinisikan
Relasi R={(2,2),(2,6),(3,3),(6,2),(6,6)}
RELASI SIMETRIS
Suatu relasi disebut A-simetris JHJ setiap a,
b anggota semesta S berlaku a R b b R a.
Contoh:
Misalkan A={2,3,6},didefinisikan
Relasi ³>´ R={(3,2),(6,3),(6,2)}
RELASI SIMETRIS
Suatu relasi disebut Anti-simetris JHJ setiap
a, b anggota semesta S berlaku a R b dan
b R a a=b.
Contoh:
Relasi ³himpunan bagian´
RELASI SIMETRIS
DEFINISI
Relasi bersifat transitif JHJ setiap anggota
himpunan Semesta S berlaku a R b dan b R c,
maka a R c.
Contoh:
Relasi ³himpunan Bagian´, ³habis membagi´
RELASI TRANSITIF
Relasi bersifat non-transitif JHJ terdapat sekurang-
kurangnya terdapat anggota himpunan Semesta S
berlaku a R b dan b R c, tapi a R c.
Contoh:
Relasi R={(2,4),(4,8),(2,8),(2,6),(6,12),(2,12),(8,12)}
RELASI TRANSITIF
Relasi bersifat in-transitif JHJ untuk setiap anggota
himpunan Semesta S berlaku a R b dan b R c, maka
a R c.
Contoh:
Relasi ³ketegaklurusan garis´
RELASI TRANSITIF
DEFINISI
Relasi bersifat ekuivalen JHJ bersifat
refleksif, simetris, dan transitif.
Contoh:
Relasi kekongruenan bilangan bulat, a
kongruen b modulo m.
didefinisikan
RELASI EKUIVALEN
(mod ) ( 0, 1, 2,...) a b m jhj a b km k ÷ = = ± ±
FUNGSI
PENGERTIAN
Fungsi merupakan kejadian khusus dari relasi.
Suatu fungsi f dari X ke Y ialah suatu aturan yang
memasangkan setiap anggota dari X dengan
tunggal satu anggota dari Y
f: X Y
f memetakan X ke Y.
X disebut Domain (daerah asal)
Y disebut Codomain (daerah Kawan)
FUNGSI SURJEKTIF, INJEKTIF, DAN
BIJEKTIF
Surjektif
-
Fungsi f dikatakan dipetakan pada ( onto) atau surjektif
(surjective) jika setiap elemen himpunan B merupakan
bayangan dari satu atau lebih elemen himpunan A.
-
Dengan kata lain seluruh elemen B merupakan jelajah dari f.
Fungsi f disebut fungsi pada himpunan B.
a 1
A B
2
3
b
c
d
Injektif
-
Fungsi f dikatakan satu-ke-satu ( one-to-one) atau injektif
(injective) jika tidak ada dua elemen himpunan A yang
memiliki bayangan sama.
a 1
A B
2
3
4
5
b
c
d
Bijektif
-
Fungsi f dikatakan berkoresponden satu - - satu atau
bijeksi (bijection) jika ia fungsi satu- satu dan juga fungsi
pada.
Contoh
Fungsi f(x) = x ± 1 merupakan fungsi yang
berkoresponden satu -ke-satu, karena f adalah bijektif karena fungsi satu - -
satu maupun fungsi pada.
MENENTUKAN DOMAIN DAN RANGE
Daerah Asal (Domain) dan Daerah Hasil (Range)
Contoh:
Tentukan Domain dari fungsi berikut:
Domain
Range
f
f
D
R
=
=
2
1. ( ) 9
3
2. ( )
5
f x x
x
f x
x
=
+
=

Penyelesaian
1.
2.Karena Fungsi tidak terdefinisi oleh penyebut
0, maka
2
9 0
(3 )(3 ) 0
3 3
{ | 3 3, }
f
x
x x
x
D x x x R
>
+ >
· ·
= · ·
{ | 5, }
f
D x x x R = =
Contoh
Tentukan Range fungsi berikut:
2
1. ( ) 2
2
2. ( )
1
f x x
f x
x
=
=

Penyelesaian
1.Carilah Invers dari fungsi tersebut terlebih
dahulu
2
2 inversnya adalah 2 y x x y = = +
2 0
2
{ 2, }
f
y
y
R y y y R
+ >
>
= >
Penyelesaian
2.Carilah Invers dari fungsi tersebut terlebih
dahulu
Karena Penyebutnya tidak boleh 0, maka
2 2
inversnya adalah
1
y
y x
x y
+
= =

{ | 0, }
f
R y y y R = =
Latihan
Carilah Domain Fungsi berikut:
2
1. ( ) 2 5
6
2. ( )
9
5
3. ( )
1
3
4. ( )
2
f x x
x
f x
x
x
f x
x
x
f x x
=
=

=
+

= +
Latihan
Carilah Range Fungsi berikut:
2
2
1. ( ) 2 5
1 2
2. ( )
1
5
3. ( )
1
f x x
x
f x
x
x
f x
x
=

=

=
+
FUNGSI KHUSUS
Fungsi Genap
Fungsi Ganjil
Fungsi Harga mutlak
Fungsi Floor dan Ceiling
FUNGSI GENAP
DEFINISI
f(x) disebut fungsi genap jika f(-x)=f(x)
Ciri : Grafik Simetris terhadap sumbu y
Contoh:
2
1. ( )
2. ( ) cos
3. ( ) , n genap
4. ( )
n
f x x
f x x
f x x
f x k
=
=
=
=
FUNGSI GANJIL
DEFINISI
f(x) disebut fungsi genap jika f(-x) = - f(x)
Ciri : Grafik simetris terhadap titik asal.
Contoh:
1. ( )
2. ( ) sin
3. ( ) , n ganjil
n
f x x
f x x
f x x
=
=
=
FUNGSI HARGA MUTLAK
Definisi
Ciri: Grafik selalu diatas sumbu-x
, 0
( )
, 0
x x
f x x
x x
>
|
= =
´
·
|
FUNGSI FLOOR DAN CEILING
Fungsi floordari x:
­
x
½
menyatakan nilai bilangan bulat terbesar yang lebih kecil
atau sama dengan x
Fungsi ceiling dari x
«
x
»
menyatakan bilangan bulat terkecil yang lebih besar atau
sama dengan x
Dengan kata lain, fungsi floor membulatkan x ke bawah,
sedangkan fungsi ceiling membulatkan x ke atas.
Latihan
Apakah fungsi berikut genap, ganjil atau tidak keduanya.
2
2
2
4
3
1. ( ) 3 2 1
2. ( )
1
3. ( ) 4
cos
4. ( )
1
5. ( ) 2 3
6. ( ) 2 1
f x x x
x
f x
x
f x x
x
f x
x
f x x x
f x x
= +
=

= +
=

=
=
¦
­ ½
OPERASI PADA FUNGSI
.
1. ( )( ) ( ) ( )
Domain
2. ( . )( ) ( ). ( )
Domain
( )
3. ( )
( )
Domain ( ) 0
f g f g
f g f g
f f g
g
f g x f x g x
D D D
f g x f x g x
D D D
f f x
x
g g x
D D D dan g x
s
s = s
= ·
=
= ·
+
=
¦
' '
= · =
contoh
2
2
Jika ( ) 1 dan ( ) , tentukan masing-masing
rumus berikut beserta daerah asalnya.
1.
2.
3. .
f x x g x
x
f g
f g
f g
= =
±
Penyelesaian
2 2
.
( ) 1, terde inisi ika 1 0
{ | 1 atau 1 , }
2
( ) , terde inisi ika 0
{ | 0, }
Maka,
f
g
f
g
f g f g
f g
f g f g
f x x f x
D x x x x R
g x g x
x
D x x x R
D D D
D D D
D D D
s
= >
= · >
= =
= =
= ·
= ·
= ·
Fungsi Komposisi
)) ( ( ) )( ( x g f x g f = Q
Komposisi dari dua buah fungsi.
Misalkan g adalah fungsi dari himpunan A ke himpunan B, dan f
adalah fungsi dari himpunan B ke himpunan C. Komposisi f dan g,
dinotasikan dengan f
S
g, adalah fungsi dari A ke C yang
didefinisikan oleh
Domain fungsi komposisi
Contoh
Carilah Domain dari fog, dengan fungsi f dan g adalah
sebagai berikut
1
2
) (
2 ) (
3

=
+ =
x
x g
x x f
Penyelesaian
Cari fog
3
3
( ) ( ( ))
2
( )
1
2
2
1
8
2
( 1)
fog x f g x
f
x
x
x
=
=

+
= +
¦

' '
= +

{ 1, }
fog
x x x R = =
Operasi Fungsi secara Grafis
( ) y f x k = s
( ) y f x k = ±
( ) y f x =
No Fungsi Baru Perubahan
1 Fungsi bergeser ke atas atau ke bawah sejauh k
2 Fungsi Bergeser ke kiri atau ke kanan sejauh k
3
Bagian grafik yang berada di bawah sumbu x
dicerminkan terhadap sumbu x
Contoh
Gambarlah Grafik
x y c
x y b
x y a
x y
=
+ =
+ =
=
.
4 .
4 .
Fungsi Trigonometri
P(x,y)
Į
Į¶
(1,0)
:
cos
sin
sin
tan
cos
1
cosec =
sin
1
sec =
cos
1
cotan =
tan
Definisi
x
y
y
x
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
=
=
= =
2 2
2 2
2 2
sin cos 1
1 tan sec
cos sin cos 2
E E
E E
E E E
+ =
+ =
=
Koordinat Polar
Dalam Setiap bidang datar titik P dapat
dinyatakan dalam pasangan terurut (r,Į)
P
Į
r
Hubungan Koordinat kartesius dengan Polar
2 2 2
cos
sin
tan
x r
r x y
y r
y
x
E
E
E
=
¦
= +
`
=
)
=
Contoh
Ubahlah ke bentuk Polar
Ubahlah ke bentuk Cartesian
4
1 cos
r
E
=

2 2 2 2 2
( ) a y x a x =
Penyelesaian
Cartesian Polar
2 2 2 2 2
2 2 2 2 2 2 4 4
4 4 2 2 2 2 2 2
4 4 2 2 2 2
2 2 2 2
4
2 2 4
( )
sin cos cos
cos cos sin
cos (cos sin )
1
(cos sin )
cos
cos 2 sec
a y x a x
a r a r r
r a r a r
r a r
r a
r a
E E E
E E E
E E E
E E
E
E E
=
=
=
=
=
=
Polar Cartesian
Penyelesaian

2 2
2
2 2
2
4
1 cos
( cos ) 4
( ) 4
4
4
8 16
r
r r
x
r r
r
x y x
x y x
y x
E
E
=

=
=
+ = +
+ = +
= +
Latihan
Ubah Ke bentuk Polar
2 2
4 4
3 2 2
1. 16
2. 2
3. 9 0
x y
x y xy
x xy y
=
=
+ =
Latihan
Ubah Ke bentuk Cartesian
1. 9sin tan
2. cos 2
3. (1 2cos 2 )
r
r a
r a
E E
E
E
=
=
= +

RELASI

FUNGSI

RELASI 

PENGERTIAN
yang

Relasi adalah suatu Hubungan determinatif mempunyai nilai benar atau salah. Contoh: relasi Kelipatan, relasi kurang dari, lebih dari, dll.

Jika terdapat suatu hubungan yang tidak dapat ditentukan kebenaranya berarti bukan suatu relasi. Contoh: ³2 Mencintai 3´ ( Kalimat yang tidak mempunyai kebenaran)

RELASI 

Relasi yang menyangkut disebut RELASI BINER
Notasi: aRb atau R(a,b)

dua

anggota

a dihubungkan dengan b oleh R atau a berelasi dengan b aRb atau (a,b) ‘R a tidak dihubungkan dengan b oleh R Contoh: relasi Kelipatan R={(2,4),(3,6),(5,10),(2,10)}

RELASI 

Sehingga dalam relasi biner, terdapat istilah Domain (daerah asal), Codomain (Daerah kawan), dan Range (Daerah Hasil).
P
2 3 4

Q
2 4 8 9 15

A
2 3 4 8 9

B
2 3 4 8 9

RELASI  SIFAT RELASI BINER REFLEKSIF SIMETRIS TRANSITIF EKUIVALEN .

(2.didefinisikan Relasi ³Habis membagi´. maka R={(2.(2.8).6).8}.(3.6).RELASI REFLEKSIF  DEFINISI Relasi bersifat refleksif jika hanya jika setiap a dari semesta S.6).3).6.8)} .(6.3.(3.2). berlaku a R a Contoh: Misalkan A={2.(8.

6.(3.2).6)} .8}. Contoh: Misalkan A={2.(3.3. dengan didefinisikan R={(2.didefinisikan Relasi ³Habis membagi´.(2.6).(2.RELASI REFLEKSIF  Suatu relasi disebut Non-Refleksif JHJ sekurang-kurangnya terdapat satu anggota a yang tidak dalam relasi R.(6.8).6).3).

(8.2). dengan didefinisikan R={(3.(6.didefinisikan Relasi ³>´.2).6.8}.3).(6.(8.2).3. Contoh: Misalkan A={2.3).RELASI REFLEKSIF  Suatu relasi disebut Irrefleksif JHJ setiap anggota a dalam semesta S tidak berelasi R.(8.6)} .

maka garis b ³sejajar´ dengan garis a. .RELASI SIMETRIS  DEFINISI Relasi bersifat simetris JHJ setiap a . Jika garis a ³sejajar´ dengan garis b. b anggota semesta S berlaku a R b b R a Contoh: Relasi Kesejajaran garis.

Contoh: Misalkan A={2.RELASI SIMETRIS  Suatu relasi disebut Non-simetris JHJ sekurang-kurangnya terdapat satu pasang (a.2).3).2).(6.b) (a berbeda dengan b) dengan a R b dan b R a.6}.6)} .(6.6).3.(2.didefinisikan Relasi R={(2.(3.

6}.(6. b anggota semesta S berlaku a R b b R a.didefinisikan Relasi ³>´ R={(3.(6.2)} .3).2). Contoh: Misalkan A={2.RELASI SIMETRIS  Suatu relasi disebut A-simetris JHJ setiap a.3.

b anggota semesta S berlaku a R b dan b R a a=b.RELASI SIMETRIS  Suatu relasi disebut Anti-simetris JHJ setiap a. Contoh: Relasi ³himpunan bagian´ .

maka a R c.RELASI TRANSITIF  DEFINISI Relasi bersifat transitif JHJ setiap anggota himpunan Semesta S berlaku a R b dan b R c. Contoh: Relasi ³himpunan Bagian´. ³habis membagi´ .

(8.RELASI TRANSITIF Relasi bersifat non-transitif JHJ terdapat sekurangkurangnya terdapat anggota himpunan Semesta S berlaku a R b dan b R c.4). tapi a R c.(4.(6.(2.(2.8).(2.12).8).12)} .12). Contoh: Relasi R={(2.6).

maka a R c. Contoh: Relasi ³ketegaklurusan garis´ .RELASI TRANSITIF Relasi bersifat in-transitif JHJ untuk setiap anggota himpunan Semesta S berlaku a R b dan b R c.

. Contoh: Relasi kekongruenan bilangan bulat.. s1. simetris.RELASI EKUIVALEN  DEFINISI Relasi bersifat ekuivalen JHJ bersifat refleksif. dan transitif.) . a kongruen b modulo m. didefinisikan a | b (mod m) jhj a  b ! km (k ! 0.. s2.

Suatu fungsi f dari X ke Y ialah suatu aturan yang memasangkan setiap anggota dari X dengan tunggal satu anggota dari Y f: X Y f memetakan X ke Y.FUNGSI  PENGERTIAN Fungsi merupakan kejadian khusus dari relasi. X disebut Domain (daerah asal) Y disebut Codomain (daerah Kawan) .

INJEKTIF. DAN BIJEKTIF .FUNGSI SURJEKTIF.

Fungsi f disebut fungsi pada himpunan B.Surjektif y Fungsi f dikatakan dipetakan pada ( onto) atau surjektif (surjective) jika setiap elemen himpunan B merupakan bayangan dari satu atau lebih elemen himpunan A. y Dengan kata lain seluruh elemen B merupakan jelajah dari f. A a b c d B 1 2 3 .

Injektif y Fungsi f dikatakan satu-ke-satu ( one-to-one) atau injektif (injective) jika tidak ada dua elemen himpunan A yang memiliki bayangan sama. A a b c d B 1 2 3 4 5 .

Contoh Fungsi f(x) = x ± 1 merupakan fungsi yang berkoresponden satu -ke-satu. karena f adalah bijektif karena fungsi satu . .satu atau bijeksi (bijection) jika ia fungsi satu .Bijektif y Fungsi f dikatakan berkoresponden satu .satu dan juga fungsi pada.satu maupun fungsi pada.

MENENTUKAN DOMAIN DAN RANGE  Daerah Asal (Domain) dan Daerah Hasil (Range) D f ! Domain R f ! Range Contoh: Tentukan Domain dari fungsi berikut: 1. f ( x ) ! x 5 . f ( x ) ! 9  x 2 x3 2.

 Penyelesaian 9  x2 u 0 1.Karena Fungsi tidak terdefinisi oleh penyebut 0. x  R} . maka D f ! {x | x { 5. x  R} 2. (3  x )(3  x ) u 0 3e x e 3 D f ! { x | 3 e x e 3.

f ( x ) ! x 1 2 . Contoh Tentukan Range fungsi berikut: 1. f ( x ) ! x  2 2 2.

Penyelesaian 1. y  R} .Carilah Invers dari fungsi tersebut terlebih dahulu  y ! x  2 inversnya adalah x ! y  2 2 y2u0 y u 2 R f ! { y y u 2.

y  R} .Penyelesaian 2. maka R f ! { y | y { 0.Carilah Invers dari fungsi tersebut terlebih dahulu  2 2 y inversnya adalah x ! y! x 1 y Karena Penyebutnya tidak boleh 0.

Latihan  Carilah Domain Fungsi berikut: 1. f ( x) ! 2 x 9 x 5 3. f ( x) ! x 1 x3  x 4. f ( x) ! 2 x  5 6x 2. f ( x) ! 2 .

f ( x) ! 2 1 x 3. f ( x) ! x5 x 1 .Latihan  Carilah Range Fungsi berikut: 1. f ( x) ! 2 x  5 1  2x2 2.

FUNGSI KHUSUS     Fungsi Genap Fungsi Ganjil Fungsi Harga mutlak Fungsi Floor dan Ceiling .

n genap 4.FUNGSI GENAP DEFINISI f(x) disebut fungsi genap jika f(-x)=f(x) Ciri : Grafik Simetris terhadap sumbu y Contoh: 2 1. f ( x) ! x  2. f ( x) ! x . f ( x) ! k n . f ( x) ! cos x 3.

f ( x) ! x 2.f(x) Ciri : Grafik simetris terhadap titik asal. Contoh: 1.FUNGSI GANJIL  DEFINISI f(x) disebut fungsi genap jika f(-x) = . f ( x) ! sin x 3. f ( x) ! x . n ganjil n .

FUNGSI HARGA MUTLAK  Definisi ®x . x 0  Ciri: Grafik selalu diatas sumbu-x . x u 0 f ( x) ! x ! ¯  °x .

sedangkan fungsi ceiling membulatkan ke atas. x .FUNGSI FLOOR DAN CEILING Fungsi floordari x: ­x½ menyatakan nilai bilangan bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan x Fungsi ceiling dari x «x» menyatakan bilangan bulat terkecil yang lebih besar atau sama dengan x Dengan kata lain. fungsi floor membulatkan x ke bawah.

f ( x ) ! 2 x 3  3 x 6.Latihan Apakah fungsi berikut genap. f ( x ) ! ¬ 2 x  1¼ ­ ½ 2 . f ( x ) ! x 2  4 cos x 4. f ( x ) ! 2 x 1 3. f ( x ) ! 4 x 1 5. ganjil atau tidak keduanya. f ( x ) ! 3 x  2 x  1 x 2. 1.

OPERASI PADA FUNGSI 1. © ¹ ( x) ! g ( x) ªgº Domain D f ! D f ‰ Dg dan g ( x ) { 0 g . ( f s g )( x) ! f ( x ) s g ( x ) Domain D f s g ! D f ‰ Dg 2. g ( x ) Domain D f . g ! D f ‰ Dg ¨ f ¸ f ( x) 3. ( f . g )( x ) ! f ( x ).

f s g 2.g . 2 1.contoh 2 Jika f ( x) ! x  1 dan g ( x) ! . f . f g 3. tentukan masing-masing x rumus berikut beserta daerah asalnya.

Penyelesaian f ( x ) ! x  1. x  R} Maka. g ! D f ‰ Dg . x  R} 2 g ( x ) ! . D f s g ! D f ‰ Dg Df g 2 2 ! D f ‰ Dg D f . f terde inisi ika x  1 u 0 D f ! {x | x e 1 atau x u 1 . g terde inisi ika x { 0 x Dg ! {x | x { 0.

Misalkan g adalah fungsi dari himpunan A ke himpunan B. dinotasikan dengan f S g.Fungsi Komposisi Komposisi dari dua buah fungsi. dan f adalah fungsi dari himpunanB ke himpunan C. Komposisi f dan g. adalah fungsi dari A ke C yang didefinisikan oleh ( f Q )( x) ! f ( g ( x )) g .

dengan fungsi f dan g adalah sebagai berikut f ( x) ! x 3  2 2 g ( x) ! x 1 .Domain fungsi komposisi  Contoh Carilah Domain dari fog.

Penyelesaian  Cari fog fog ( x ) ! f ( g ( x )) 2 ! f( ) x 1 ¨ 2 ¸ !© ¹ 2 ª x 1 º 8 ! 2 3 ( x  1) fog 3 ! {x x { 1. x  R} .

Operasi Fungsi secara Grafis No Fungsi Baru 1 Perubahan Fungsi bergeser ke atas atau ke bawah sejauh k y ! f ( x) s k y ! f (x s k ) y ! f ( x) 2 Fungsi Bergeser ke kiri atau ke kanan sejauh k Bagian grafik yang berada di bawah sumbu x dicerminkan terhadap sumbu x 3 .

Contoh  Gambarlah Grafik y! x a. y ! x  4 b. y ! x  4 c. y !  x .

Fungsi Trigonometri Definisi : cos E ! x sin E ! y sin E y tan E ! ! cos E x 1 cosec E = sinE 1 sec E = cosE 1 cotan E = tanE P(x.0) .y) ¶ (1.

sin E  cos E ! 1 1  tan E ! sec E cos E  sin E ! cos 2E 2 2 2 2 2 2 .

Koordinat Polar  Dalam Setiap bidang datar titik P dapat dinyatakan dalam pasangan terurut (r. ) P r .

Hubungan Koordinat kartesius dengan Polar x ! r cos E ¾ 2 2 2 ¿r ! x  y y ! r sin E À y tan E ! x .

Contoh  Ubahlah ke bentuk Polar a y ! x (a  x )  2 2 2 2 2 Ubahlah ke bentuk Cartesian 4 r! 1  cos E .

Penyelesaian  Cartesian Polar 2 2 2 2 2 a y ! x (a  x ) a r sin E ! a r cos E  r cos E r 4 cos 4 E ! a 2 r 2 cos 2 E  a 2 r 2 sin 2 E r 4 cos 4 E ! a 2 r 2 (cos 2 E  sin 2 E ) 1 r ! a (cos E  sin E ) cos 4 E 2 2 4 r ! a cos 2E sec E 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 .

Penyelesaian  Polar Cartesian 4 r! 1  cos E (r  r cos E ) ! 4 x (r  r ) ! 4 r x2  y 2 ! 4  x x  y ! .

4  x y 2 ! 8 x  16 2 2 2 .

Latihan  Ubah Ke bentuk Polar 1. x  y ! 16 2. x  y ! 2 xy 3. x  xy  9 y ! 0 3 2 2 4 4 2 2 .

r ! a (1  2 cos 2E ) .Latihan  Ubah Ke bentuk Cartesian 1. r ! 9sin E tan E 2. r ! a cos 2E 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful